Embarking into a New Dimension...

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Embarking into a New Dimension..."

Transkripsi

1 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Head Office Jalan Kebon Sirih No. 44 Jakarta Indonesia Tel Fax Contact Address Corporate Communications Management Building Ground Floor Garuda City Soekarno-Hatta International Airport Cengkareng Indonesia Tel Fax Embarking into a New Dimension Embarking into a New Dimension... Laporan Tahunan Kepulauan Laporan Tahunan Raja Ampat ( S, E).

2 Daftar Isi Ikhtisar Keuangan & Operasional Laporan Dewan Komisaris Laporan Direksi Anak Perusahaan Tema 1 Embarking into a New Dimension, Strengthening the Momentum PT Aerowisata (Aerowisata) Profil Perusahaan 8 Tentang Garuda Indonesia 10 Ikhtisar Keuangan & Operasional 12 Ikhtisar Saham 14 Peristiwa Penting Penghargaan & Sertifikasi Bidang Usaha: Industri pariwisata dan hospitality, antara lain perhotelan, jasa boga, serta biro perjalanan. Strategi Perusahaan 24 Visi, Misi, Nilai & Tujuan Perusahaan 26 Strategi 2011 Laporan Manajemen 32 Laporan Dewan Komisaris 38 Laporan Direksi PT Abacus Distribution Systems Indonesia (Abacus DSI) Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan 46 Industri 52 Komersial 60 Operasional 70 Layanan 76 SBU & Anak Perusahaan 86 Tinjauan Keuangan Bidang Usaha: Penyedia jasa teknologi informasi dan komunikasi, utamanya menyediakan sistem komputerisasi reservasi melalui Global Distribution Systems (GDS), perangkat keras dan pelatihan bagi biro-biro perjalanan. Tinjauan Pendukung Bisnis 100 Sumber Daya Manusia 112 Teknologi Informasi 118 Procurement Tata Kelola Perusahaan 124 Tata Kelola Perusahaan 145 Laporan Komite-komite PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFAA) Tanggung Jawab Sosial Perusahaan 188 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Bidang Usaha: Jasa perbaikan dan perawatan (Maintenance, Repair & Overhaul - MRO) pesawat terbang termasuk mesin dan komponennya. Tanggung Jawab Pelaporan Tahunan 196 Tanggung Jawab Pelaporan Tahunan Laporan Keuangan Konsolidasi 198 Laporan Keuangan Konsolidasi PT Aero Systems Indonesia Data Perusahaan 324 Profil Dewan Komisaris 328 Profil Direksi 344 Struktur Organisasi 346 Perkembangan Armada Bidang Usaha: Jasa konsultasi dan rekayasa sistem teknologi informasi serta jasa pemeliharaan bagi maskapai penerbangan dan industri lainnya. 332 Profil Komite-komite 347 Armada 336 Profil Internal Audit, Sekretaris Perusahaan, 348 Alamat Kantor Cabang dan Komunikasi Perusahaan 356 Daftar Istilah 338 Pejabat Senior

3 ... Strengthening the Momentum Tahun 2011 merupakan tahun pertama dari Rencana Jangka Panjang Garuda Indonesia melalui strategi Quantum Leap Pada tahun ini pula Garuda Indonesia telah menjadi Perusahaan Publik setelah berhasil melaksanakan proses Initial Public Offering (IPO). Berbagai inisiatif strategis yang dilakukan Garuda Indonesia sepanjang tahun 2011 merupakan langkah-langkah strategis dan sistemik untuk memperkokoh fundamental bisnis Perusahaan dalam jangka panjang. Di tahun 2011 Garuda Indonesia telah menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan, baik dalam aspek operasional, pelayanan pelanggan dan finansial. Hal ini merupakan langkah awal yang baik bagi Perusahaan dalam mencapai target-target Quantum Leap 2015, dan momentum ini akan dipertahankan. Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011 h. 1

4 Keuangan Pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan 1. Pendapatan usaha meningkat 39,1% 2. Laba usaha meningkat menjadi Rp miliar 3. Jumlah aset meningkat menjadi Rp miliar 4. Ekuitas meningkat menjadi Rp miliar Pendapatan Usaha (miliar Rupiah) Laba (Rugi) Usaha (miliar Rupiah) Jumlah Aset (miliar Rupiah) , ,1% 31,8% (67,2) h. 2 Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011

5 Pada bulan Februari 2011 Garuda Indonesia melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/ipo) di Bursa Efek Indonesia dan sukses meraih dana sebesar Rp 3,3 triliun. Penambahan modal tersebut telah memperbaiki fundamental keuangan perusahaan, termasuk kemampuan arus kas untuk aktivitas investasi bagi peremajaan armada Garuda Indonesia. Seiring dengan peningkatan jumlah penumpang dan efisiensi biaya operasional secara keseluruhan, Garuda Indonesia mampu membukukan peningkatan pendapatan usaha dan laba bersih yang signifikan pada tahun Keberhasilan Garuda Indonesia dalam penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Indonesia antara lain telah meningkatkan secara signifikan persepsi positif masyarakat umum terhadap Garuda Indonesia. Hal ini membantu kami dalam meraih kinerja yang mengesankan di tahun Emirsyah Satar Direktur Utama Ekuitas (miliar Rupiah) EBITDAR (miliar Rupiah) 4.796, , , ,5 37,9% 117,5% Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011 h. 3

6 Layanan Kepuasan pelanggan yang terus meningkat 1. Ketepatan jadwal meningkat dari 80,16% menjadi 85,68% 2. Indeks kepuasan pelanggan meningkat dari 82,9% menjadi 84,8% 3. Jumlah compliment terhadap mutu pelayanan meningkat 46% Awak Kabin Multi-etnis dan Multi-bangsa Penyempurnaan Konsep Layanan Garuda Indonesia Experience Konsistensi Memberikan Kepuasan Pada Pelanggan Guna meningkatkan pelayanan kepada penumpang dari berbagai budaya dan bangsa, awak kabin Garuda Indonesia kini berasal dari 33 provinsi dan etnis yang ada di Indonesia, serta dari negara Jepang, Korea dan China. Konsep layanan Garuda Indonesia Experience telah lengkap dengan kehadiran The Sound of Indonesia yaitu album lagu daerah tradisional dalam aransemen orkestra, serta Garuda Aromatic Fragrance yaitu aromaterapi khas Indonesia. Untuk kesebelas kalinya berturut-turut sejak tahun 2000, Garuda Indonesia meraih urutan pertama dalam Indonesia Customer Satisfaction Award kategori Airline yang diadakan lembaga independen survei independen dan majalah bisnis terkemuka di Indonesia. h. 4 Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011

7 Pada tahun 2011, konsep layanan Garuda Indonesia Experience yang berbasis pada keramahan Indonesia dan diperkenalkan pertama kali pada tahun 2009 telah dikembangkan dan disempurnakan. Konsep layanan ini telah lengkap terwujud ke dalam lima indera manusia yang berakar pada keragaman budaya dan tradisi bangsa, sehingga secara keseluruhan mampu menghadirkan layanan berkualitas sebelum, selama dan sesudah penerbangan bersama Garuda Indonesia. Di mata kami sebagai penumpang, transformasi Garuda Indonesia terasa nyata terlihat dari peningkatan pelayanan dan peremajaan armada pesawat baru. Menurut saya, kualitas pelayanan awak kabin Garuda Indonesia sudah sangat tinggi kelasnya, jauh di atas airlines luar negeri, karena pelayanan di Garuda Indonesia lebih genuine dan lebih tulus dari hati. Kombinasi pelayanan dan armada baru ini pada akhirnya membuat Garuda Indonesia berhasil menarik berbagai segmen baru penumpang, hal ini tidak hanya terlihat di rute-rute domestik, tapi juga di rute-rute internasional dimana saya pernah menjadi minoritas di pesawat Garuda Indonesia. Peningkatan ini konsisten mulai dari tahap sebelum terbang misalnya pelayanan call center dan kantor penjualan, selama penerbangan, sampai ketika tiba di tujuan. Cyrillus Harinowo Anggota Garuda Frequent Flyer (GFF) Penambahan Rute Baru Penambahan Pusat Pelayanan Pelanggan Domestik Internasional 7rute 1 rute Memanfaatkan potensi pertumbuhan berbagai daerah Indonesia, terutama di Indonesia bagian timur, Garuda Indonesia membuka 7 rute domestik baru, serta 1 rute internasional penerbangan langsung Makassar-Singapura. Garuda Indonesia Gallery yang merupakan pusat pelayanan Garuda Indonesia terbesar di Indonesia dibuka di Senayan City, Jakarta Selatan. Di berbagai kota di Indonesia, dibuka pula Kantor Penjualan baru di lokasi-lokasi strategis seperti mal dan pusat keramaian. Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011 h. 5

8 Operasional Peningkatan keandalan dan indikator operasional 1. Utilisasi pesawat meningkat 13,6% 3. Seat Load Factor meningkat dari 71,7% menjadi 75,2% 2. Usia rata-rata pesawat turun dari 8,1 tahun menjadi 6,5 tahun 4. Jumlah penumpang diangkut meningkat 36,21% Rata-rata Utilisasi Pesawat Aircraft Availability Ratio Efisiensi Perawatan dan Bahan Bakar :23 jam/hari :40 jam/hari ,40% ,46% Penghematan biaya akibat adanya pemakaian bahan bakar yang lebih efisien dan biaya perawatan yang lebih rendah untuk pesawatpesawat yang baru. h. 6 Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011

9 Untuk mendukung pencapaian target-target pertumbuhan penumpang dan kargo, Garuda Indonesia terus melakukan penambahan armada pesawat di tahun 2011, sejalan dengan strategi pengembangan jaringan dan peningkatan frekuensi penerbangan. Pada saat yang sama, keberhasilan manajemen dalam menjalankan strategi operasional yang telah dirancang dengan cermat telah berdampak pada peningkatan keandalan dan indikator operasional di tahun Garuda Indonesia has made significant operational and financial improvements since Garuda Indonesia remains our Top Buy in our Asean Aviation coverage, as we expect the continuing execution of its turnaround strategy to drive profits and valuations higher. Factors driving profit growth in FY11 despite surging jet fuel costs include higher aircraft utilization, higher load factors and yields reflecting strong demand and improved brand perception, and prudent cost control. We expect these improvements to continue in FY12, through measures such as lowering fleet age, promoting direct sales, narrowing promotional discounts, and re-capturing traffic by offering direct connectivity to key cities while providing quality in-flight service. Rigan Wong (Citigroup) VP Regional Transportation Citi Investment Research Usia Rata-Rata Pesawat (tahun) Frekuensi Penerbangan Jumlah Penumpang Diangkut (ribu) 8, , ,6 26,59% 36,21% Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011 h. 7

10 Profil Perusahaan Strategi Perusahaan Laporan Manajemen Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan Tentang Garuda Indonesia Garuda Indonesia resmi menjadi perusahaan publik pada 11 Februari 2011, dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode GIAA. Salah satu tonggak sejarah penting ini dilakukan setelah Perusahaan menyelesaikan transformasi bisnisnya melalui kerja keras serta dedikasi berbagai pihak. Sejarah Garuda Indonesia sebagai bagian dari industri penerbangan komersial Indonesia dimulai saat bangsa Indonesia sedang mempertahankan kemerdekaannya. Penerbangan komersial pertama menggunakan pesawat DC-3 Dakota dengan registrasi RI 001 dari Calcutta ke Rangoon dan diberi nama Indonesian Airways dilakukan pada 26 Januari Pada tahun yang sama, 28 Desember 1949, pesawat tipe Douglas DC-3 Dakota dengan registrasi PK-DPD dan sudah dicat dengan logo Garuda Indonesian Airways, terbang dari Jakarta ke Yogyakarta untuk menjemput Presiden Soekarno. Inilah penerbangan yang pertama kali dengan nama Garuda Indonesian Airways. Setahun kemudian, 1950, Garuda Indonesia resmi menjadi Perusahaan Negara. Pada masa itu, Perusahaan memiliki 38 buah pesawat yang terdiri dari 22 jenis DC-3, 8 pesawat laut Catalina, dan 8 pesawat jenis Convair 240. Armada Perusahaan terus berkembang, dimana untuk pertama kalinya Garuda Indonesia membawa penumpang jamaah Haji ke Mekkah pada tahun Perjalanan terbang ke kawasan Eropa dimulai Garuda Indonesia pada tahun 1965 dengan tujuan akhir di Amsterdam. Armada Garuda Indonesia dan kegiatan operasionalnya mengalami restrukturisasi besar-besaran di sepanjang tahun 80-an. Hal ini menuntut Perusahaan merancang pelatihan yang menyeluruh bagi karyawannya dan mendorong Perusahaan mendirikan Pusat Pelatihan Karyawan, Garuda Indonesia Training Center di Jakarta Barat. Selain itu, Garuda Indonesia juga membangun Pusat Perawatan Pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada masa itu. Di awal tahun 90-an, strategi jangka panjang Garuda Indonesia disusun hingga tahun Jumlah armada juga terus ditingkatkan sehingga Garuda Indonesia menjadi salah satu dari 30 besar maskapai penerbangan di dunia. Seiring dengan upaya pengembangan usaha, di awal tahun 2005, Garuda Indonesia memiliki tim manajemen baru, yang kemudian membuat perencanaan baru bagi masa depan Perusahaan. Manajemen baru Garuda Indonesia melakukan evaluasi ulang dan restrukturisasi Perusahaan secara menyeluruh dengan tujuan meningkatkan efisiensi kegiatan operasional, membangun kembali kekuatan keuangan yang mencakup keberhasilan Perusahaan dalam menyelesaikan restrukturisasi hutang, termasuk hutang sewa pembiayaan dengan European Export Credit Agency (ECA), menambah tingkat kesadaran para karyawan dalam memahami pelanggan, dan yang terpenting memperbaharui dan membangkitkan semangat Garuda Indonesia. Penyelesaian seluruh restrukturisasi hutang Perusahaan mengantarkan Garuda Indonesia siap untuk mencatatkan sahamnya ke publik di awal tahun Per akhir Desember 2011, struktur kepemilikan saham Garuda Indonesia sebagai perusahaan publik adalah Pemerintah Republik Indonesia (69,14%), PT Angkasa Pura I (1,10%), PT Angkasa Pura II (1,78%), karyawan (0,44%), investor domestik (23,94%), dan investor internasional (3,60%). Garuda Indonesia per 31 Desember 2011 mengoperasikan 87 pesawat yang terdiri dari 3 pesawat jenis Boeing , 6 pesawat jenis Airbus , 7 pesawat jenis Airbus dan 17 pesawat jenis Boeing 737 Classic (seri 300, 400, 500), 51 pesawat Boeing NG, serta 3 pesawat Airbus 320. Armada pesawat Perusahaan melayani 42 rute penerbangan domestik dengan rata-rata setahun sebanyak kali penerbangan per minggu dan 24 rute internasional dengan 416 kali penerbangan per minggu serta 17,1 juta penumpang. Dalam menjalani kegiatan operasionalnya, Perusahaan didukung oleh orang karyawan, termasuk 437 orang siswa yang tersebar di Kantor Pusat dan Kantor Cabang. Untuk mendukung kegiatan operasionalnya, Garuda Indonesia memiliki 4 (empat) Entitas Anak yang fokus pada produk/jasa pendukung bisnis Perusahaan induk, yaitu PT Abacus Distribution Systems Indonesia, PT Aero Wisata, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, dan PT Aero Systems Indonesia. h. 8 Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011

11 Tinjauan Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Data Perusahaan Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011 h. 9

12 Profil Perusahaan Strategi Perusahaan Laporan Manajemen Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan Ikhtisar Keuangan & Operasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. & Entitas Anak (dalam Juta Rupiah kecuali dinyatakan lain) * 2009* 2008* 2007* Jumlah Pendapatan Usaha Jumlah Beban Usaha Laba (Rugi) Usaha (67.159) Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih (9.070) ( ) ( ) Laba Sebelum Pajak Manfaat (Beban) Pajak ( ) (44.486) ( ) Laba Bersih Tahun Berjalan Pendapatan Komprehensif Lain ( ) ( ) (803) Jumlah Pendapatan Komprehensif Jumlah Aset Lancar Jumlah Aset Tidak Lancar Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Jangka Pendek Jumlah Liabilitas Jangka Panjang Hutang Bank Liabilitas Sewa Pembiayaan Liabilitas Terbeban Bunga Modal Dasar Modal Sebelum Ditempatkan Modal Ditempatkan dan Disetor Tambahan Modal Disetor Komponen Ekuitas Lainnya Opsi Saham Defisit ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Kepentingan Non Pengendali Jumlah Ekuitas ( ) Jumlah Liabilitas dan Ekuitas Jumlah Investasi Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas Operasi Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas Investasi ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Arus Kas Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan ( ) ( ) ( ) Rasio Marjin EBITDA ** 7,73% 8,09% 14,16% 13,69% 12,66% Marjin Laba Usaha (%) 3,72% -0,34% 5,14% 6,99% 5,21% Marjin Laba Bersih (%) 2,98% 2,65% 5,73% 5,09% 1,17% Tingkat Pengembalian Aktiva (%) 4,49% 3,79% 6,91% 6,43% 1,37% Tingkat Pengembalian Ekuitas (%) 10,71% 14,93% 31,76% 69,51% -13,35% Rasio Lancar 115,63% 72,53% 66,36% 65,30% 79,17% Liabilitas Terbeban Bunga/Ekuitas 0,55 1,21 1,71 4,24 (4,81) Laporan Keuangan Konsolidasian tahun 2011 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan, member of Deloitte Touche Tohmatsu * Disajikan kembali untuk menyesuaikan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 1 ** Marjin EBITDA dihitung dengan menjumlahkan Laba (Rugi) Usaha dan Penyusutan, dibagi Pendapatan Usaha h. 10 Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011

13 Tinjauan Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Data Perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. - Entitas Induk (dalam Juta Rupiah) * 2009* 2008* 2007* Jumlah Pendapatan Usaha Jumlah Beban Usaha Laba (Rugi) Usaha ( ) Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih (15.119) ( ) ( ) Laba (Rugi) Sebelum Pajak Manfaat (Beban) Pajak ( ) (93.733) Laba Tahun Berjalan Pendapatan Komprehensif Lain (17.128) ( ) ( ) ( ) Jumlah Pendapatan Komprehensif Jumlah Aset Lancar Jumlah Aset Tidak Lancar Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Jangka Pendek Jumlah Liabilitas Jangka Panjang Liabilitas Sewa Pembiayaan Liabilitas Terbeban Bunga Modal Dasar Modal Sebelum Ditempatkan Modal Ditempatkan dan Disetor Tambahan Modal Disetor Komponen Ekuitas Lainnya Opsi Saham Defisit ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Jumlah Ekuitas (Defisiensi Modal) ( ) Jumlah Liabilitas dan Ekuitas Jumlah Investasi Arus Kas Diperoleh Dari Aktivitas Operasi Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas Investasi ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Arus Kas Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan ( ) ( ) ( ) Rasio Marjin EBITDA *** 7,19% 7,44% 13,41% 13,20% 12,94% Marjin Laba Usaha (%) 3,14% -1,00% 4,24% 6,40% 5,47% Marjin Laba Bersih (%) 2,61% 2,58% 5,23% 4,49% 0,12% Tingkat Pengembalian Aktiva (%) 4,17% 3,92% 6,60% 5,89% 0,14% Tingkat Pengembalian Ekuitas (%) 10,88% 21,10% 42,15% 222,86% (0,84%) Rasio Lancar 0,94 0,56 0,55 0,55 0,69 Jumlah Liabilitas/Ekuitas 1,61 4,38 5,39 (36,84) (6,99) Liabilitas Jangka Panjang/Ekuitas 0,66 2,00 2,34 (17,82) (3,29) Liabilitas Terbeban Bunga/Ekuitas 0,66 1,83 1,39 (5,96) (1,02) Produksi & Trafik ** Tonase Kilometer Diangkut (000) Tonase Kilometer Tersedia (000) Jumlah Penumpang Diangkut Penumpang Kilometer Diangkut (000) Tempat Duduk Kilometer Tersedia (000) Tingkat Isian Penumpang (%) 75,24 71,65 73,14 76,38 77,39 Indikator Penting Ketepatan Waktu Penerbangan Mainbrand (%) 85,7 80,2 82,5 83,9 76,3 Nilai Tukar Mata Uang (IDR/USD1) Rata-rata Harga Bahan Bakar (USD Cent per Liter) 89,74 66,20 51,39 85,86 56,65 Tonase Kilometer Tersedia Per Karyawan Pendapatan Per Karyawan (USD) * Disajikan kembali untuk menyesuaikan dengan PSAK 1 dan PSAK 4. ** Mainbrand dan Citilink. *** Marjin EBITDA dihitung dengan menjumlahkan Laba (Rugi) Usaha dan Penyusutan, dibagi Pendapatan Usaha. Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011 h. 11

14 Profil Perusahaan Strategi Perusahaan Laporan Manajemen Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan Ikhtisar Saham Grafik Pergerakan Saham dan Volume Perdagangan Sumber : Bloomberg Finance L.P. Kinerja Saham Pembukaan Tertinggi Terendah Penutupan Volume Transaksi Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Kinerja QI Q2 Q3 Q4 FY Pembukaan Tertinggi Terendah Penutupan Volume Transaksi (jutaan lot) Total Saham (jutaan saham) h. 12 Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011

15 Tinjauan Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Data Perusahaan Kronologis Pencatatan Saham Tanggal Pengajuan/Pendaftaran Pendaftaran ke BEI dan KSEI 18 November 2010 Mini Expose IDX 26 November 2010 BAPEPAM-LK Pengajuan Pernyataan Pendaftaran ke-1 6 Desember 2010 BAPEPAM-LK Pengajuan Pernyataan Pendaftaran ke-2 27 Desember 2010 BAPEPAM-LK Surat Pre-effective 10 Januari 2011 BAPEPAM-LK Surat Pernyataan Effective 31 Januari 2011 Pemasaran Paparan Publik - Jakarta 12 Januari 2011 Domestic Roadshow 15 Januari 2011 International Roadshow/Book Building Januari 2011 Penetapan Harga (24 Jan US Time) 25 Januari 2011 Penjatahan dan Pembayaran Retail Offer 2, 4, 8 Februari 2011 Penjatahan 9 Februari 2011 Distribusi & Pengembalian 10 Februari 2011 Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 11 Februari 2011 Pemegang Saham Angkasa Pura I 1,10% Lain-lain 1,45% Dana Pensiun 1,14% Internasional 3,60% Angkasa Pura II 1,78% Retail 7,15% Perseroan Terbatas 14,64% Pemerintah Indonesia 69,14% Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011 h. 13

16 Profil Perusahaan Strategi Perusahaan Laporan Manajemen Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan Peristiwa Penting Januari 2 Februari 12 Januari Paparan Publik (Public Expose) Setelah berhasil melaksanakan transformasi bisnis dan berhasil meraih kinerja positif dengan membukukan laba operasi selama tiga tahun berturut-turut, Garuda Indonesia melaksanakan paparan publik terkait dengan rencana penjualan saham perdananya ke publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham yang akan dilepas sebanyak 40% saham yang terdiri dari 30% saham baru dan 10% saham divestasi PT Bank Mandiri Tbk. Dalam pelaksanaan IPO ini Garuda Indonesia dibantu oleh PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai perusahaan penjamin emisi. 4 Februari Garuda Indonesia International Islamic Expo Sebagai upaya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dan penyelenggara perjalanan ibadah maupun wisata relegius, Garuda Indonesia menyelenggarakan Garuda Indonesia International Islamic Expo. Event ini merupakan acara tahunan yang telah diselenggarakan untuk kelima kalinya, melalui event ini diharapkan masyarakat dan penyelenggara perjalanan ibadah Haji dan Umrah dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai one-stop shopping karena pada acara ini masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan para penyelenggara perjalanan ibadah Haji dan Umrah dan industri-industri terkait lainnya. 10 Februari Garuda Indonesia KPK Kerja Sama Sistem Pengendalian Gratifikasi Dalam rangka meningkatkan kualitas Tata Kelola Perusahaan yang telah diterapkan dalam perusahaan selama ini, Garuda Indonesia menandatangani kerja sama sistem pengendalian gratifikasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Ketua KPK M. Yasin. 11 Februari PT Garuda Indonesia (Persero) Resmi menjadi Perusahaan Terbuka Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Dicatatkan secara resmi pada papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ketiga di tahun 2011 dengan kode GIAA. Garuda Indonesia melepas lembar saham atau setara dengan 27,98% dari total saham, sudah termasuk kepemilikan saham PT Bank Mandiri ( Bank Mandiri ) sebesar saham. Saham GIAA dilepas pada harga Rp 750 per lembar. Dari saham yang dilepas, GIAA dan Bank Mandiri menargetkan akan mengantongi dana hasil IPO sebesar Rp Dana dari hasil IPO tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan perusahaan, saat ini Garuda Indonesia merupakan satu-satunya maskapai penerbangan di Indonesia yang mencatatkan sahamnya di bursa. 16 Februari Garuda Indonesia Membuka Penerbangan ke Gorontalo Sejalan dengan upaya untuk memenuhi permintaan pasar serta untuk meningkatkan pelayanannya kepada para pengguna jasa, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, membuka penerbangan ke kota Gorontalo. Rute penerbangan ke Gorontalo ini juga merupakan bagian dari program pengembangan jaringan/rute Garuda Indonesia, khususnya di wilayah Timur Indonesia. h. 14 Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011

17 Tinjauan Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Data Perusahaan 3 Maret 9 Maret Service Center Terbesar di Jakarta Untuk lebih memberikan kemudahan bagi para penguna jasa, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk meresmikan pembukaan Garuda Indonesia Gallery, yang merupakan fasilitas layanan terbesar dan terlengkap di Indonesia yang berlokasi di Lantai dua pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta. Garuda Indonesia Gallery merupakan layanan terpadu (one stop service) yang dipersiapkan bagi para pengguna jasa untuk kemudahan melaksanakan penerbangan dengan Garuda Indonesia dengan sentuhan Garuda Indonesia Experience. 14 Maret Garuda Indonesia Menjadi Official Airline SEA Games XXVI Tahun 2011 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Panitia Nasional SEA Games XXVI (Indonesia SEA Games Organizing Committee - INASOC) menandatangani kerja sama sebagai bentuk dukungan Garuda Indonesia atas pelaksanaan SEA Games XXVI tahun 2011 di Indonesia. Dalam kerja sama tersebut Garuda Indonesia ditunjuk sebagai Official Airline SEA Games XXVI. 4 April 16 April Kedatangan Pesawat Airbus A ke 12 Garuda Indonesia menerima pesawat Airbus ke-12 yang tiba dari pabrik Airbus di Toulouse, Perancis. Dalam upayanya untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa, Garuda Indonesia terus mengembangkan kekuatan armadanya dengan mendatangkan pesawat terbaru yang terdiri dari Airbus dan Boeing NG, dimana pesawat-pesawat tersebut dapat memberikan lebih banyak kenyamanan kepada para pengguna jasa karena telah dilengkapi dengan in-flight entertainment system baik di kelas eksekutif maupun ekonomi dengan Audio Video on Demand (AVoD). 29 April Garuda Indonesia Laksanakan RUPS Tahunan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pertama sejak melaksanakan IPO pada Februari 2011 lalu dilaksanakan di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta. Sebanyak 84% Pemegang Saham (yang menguasai sebanyak lembar saham) yang hadir dalam RUPST tersebut menyetujui Laporan Keuangan Perusahaan yang berakhir pada tanggal 31 Desember Dalam RUPST tersebut juga diputuskan untuk memperpanjang masa jabatan Emirsyah Satar selaku Direktur Utama dan Agus Priyanto selaku Direktur Niaga hingga pelaksanaan RUPST berikutnya. Dalam RUPST tersebut juga menetapkan Adi Rahman Adiwoso sebagai Komisaris Independen Perusahaan. RUPST dipimpin oleh Komisaris Utama Garuda Indonesia, Hadiyanto. Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011 h. 15

18 Profil Perusahaan Strategi Perusahaan Laporan Manajemen Analisa & Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan Peristiwa Penting Mei 2 Mei Garuda Indonesia Sumbangkan Buku AVIAPEDIA untuk Dunia Pendidikan Sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan bagi dunia pendidikan, khususnya dalam rangka memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai dunia penerbangan kepada masyarakat luas, Garuda Indonesia bekerja sama dengan wartawan senior, Dudi Sudibyo, menerbitkan buku ensiklopedia umum penerbangan yang berjudul AVIAPEDIA. Buku AVIAPEDIA merupakan ensiklopedia penerbangan umum yang berisikan berbagai istilah yang biasa digunakan dalam komunikasi dan percakapan antara para petugas pemandu udara (air traffic controller/atc), pilot, awak kabin, teknisi penerbangan pesawat, hingga petugas darat dan staf maskapai penerbangan. 31 Mei Makassar ditetapkan sebagai Pusat Distribusi Indonesia Bagian Timur Garuda Indonesia meresmikan kota Makassar sebagai Pusat Distribusi (hub) untuk wilayah Indonesia Timur. Penetapan Makassar sebagai hub Garuda Indonesia merupakan bagian dari program pengembangan jaringan (network) dan rute penerbangan Garuda Indonesia khususnya di wilayah timur Indonesia, Penetapan Makassar sebagai hub tersebut juga sebagai upaya untuk mendukung program percepatan ekonomi nasional yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Makassar adalah hub ketiga Garuda Indonesia setelah Jakarta dan Denpasar. 6 Juni 1 Juni Garuda Indonesia Buka Rute Baru Seiring dengan penetapan Makassar sebagai hub untuk wilayah Indonesia Timur, Garuda Indonesia membuka beberapa rute baru dari Makassar untuk semakin memantapkan kota Makassar sebagai kota pusat distribusi. Rute-rute penerbangan tersebut antara lain rute Makassar Singapura, Makassar Balikpapan, Balikpapan Jogjakarta dan Surabaya Ambon. Selain itu Garuda Indonesia juga menambah frekuensi penerbangannya untuk rute-rute dalam negeri maupun luar negeri. h. 16 Garuda Indonesia Laporan Tahunan 2011

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 707 TAHUN 2012

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 707 TAHUN 2012 MENTERI KEPUTUSAN MENTERI NOMOR 707 TAHUN 2012 TENTANG JABATAN YANG DAPAT DIDUDUKI OLEH TENAGA KERJA ASING PADA KATEGORI TRANSPORTASI DAN PERGUDANGAN GOLONGAN POKOK ANGKUTAN UDARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Garuda Indonesia Perluas Kemitraan Lindung Nilai dengan Bank Internasional Indonesia, Bank Mega, ANZ Indonesia dan Standard Chartered Bank Indonesia

Garuda Indonesia Perluas Kemitraan Lindung Nilai dengan Bank Internasional Indonesia, Bank Mega, ANZ Indonesia dan Standard Chartered Bank Indonesia Siaran Pers Garuda Indonesia Perluas Kemitraan Lindung Nilai dengan Bank Internasional Indonesia, Bank Mega, ANZ Indonesia dan Standard Chartered Bank Indonesia Jakarta, 14 April 2015 - PT Garuda Indonesia

Lebih terperinci

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA & TAHUNAN 2011

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA & TAHUNAN 2011 RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA & TAHUNAN 2011 PT PETROSEA Tbk. Hotel Ritz Carlton Jakarta, 29 Maret 2012 Prosedur Keadaan Darurat Sesuai Standar Keamanan dan Keselamatan Pada lantai 2 ini terdapat

Lebih terperinci

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

KRITERIA ANNUAL REPORT AWARD 2014*)

KRITERIA ANNUAL REPORT AWARD 2014*) ANNUAL REPORT AWARD 2014*) Kriteria penilaian ini dibagi menjadi 8 klasifikasi: 1. Umum: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 2% 2. Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi

Lebih terperinci

ACE LIFE DAN BANK CTBC LUNCURKAN EMPAT PRODUK BANCASSURANCE

ACE LIFE DAN BANK CTBC LUNCURKAN EMPAT PRODUK BANCASSURANCE 1 Press Statement UNTUK DISIARKAN SEGERA Kontak Media: Priska Rosalina +62 21 2356 8888 priska.rosalina@acegroup.com ACE LIFE DAN BANK CTBC LUNCURKAN EMPAT PRODUK BANCASSURANCE Jakarta, 19 Juni 2014 PT

Lebih terperinci

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007.

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007. BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan PT. Alam Sutera Realty Tbk adalah anak perusahaan dari grup Argo Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan oleh Harjanto Tirtohadiguno

Lebih terperinci

SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL

SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL oleh : Sungkana Pendahuluan Seiring dengan semakin menigkatnya industri Pasar Modal, peran penting perusahaan Pemeringkat Efek

Lebih terperinci

ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN

ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN IKHTISAR 2014 adalah tahun di mana Perseroan kembali mencapai rekor pertumbuhan dan proitabilitas. Perseroan mempertahankan posisinya sebagai Operator berskala terkemuka

Lebih terperinci

P U B L I C E X P O S E PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL TBK HOTEL MULIA JAKARTA, 25 APRIL 2014

P U B L I C E X P O S E PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL TBK HOTEL MULIA JAKARTA, 25 APRIL 2014 P U B L I C E X P O S E PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL TBK HOTEL MULIA JAKARTA, 25 APRIL 2014 DAFTAR ISI 1 2 Sekilas Mengenai Sido Muncul Kinerja 2013 3 Hasil RUPS 4 Kinerja Triwulan I Tahun

Lebih terperinci

Etika Bisnis dan Etika Kerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Etika Bisnis dan Etika Kerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Tinjauan umum kebijakan dan pengarahan etika, memandu hubungan kerja di antara kita, dan hubungan bisnis dengan Pemangku Kepentingan. Edisi 2 10 Februari 2011 Daftar Isi 2 Sambutan Komisaris Utama 4 Sambutan

Lebih terperinci

UNTUK DITERBITKAN SEGERA. 24 September 2014

UNTUK DITERBITKAN SEGERA. 24 September 2014 UNTUK DITERBITKAN SEGERA Corporate Communications Division Public Relations & Investor Relations Office 1-1-1 Shibaura, Minato-ku, Tokyo 105-8001, Japan URL : http://www.toshiba.co.jp/about/press/index.htm

Lebih terperinci

NEWS UPDATE 7 September ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- KERJA SAMA PRUDENTIAL INDONESIA DAN UNIVERSITAS INDONESIA

Lebih terperinci

STRATEGI CORPORATE COMMUNICATIONS PT

STRATEGI CORPORATE COMMUNICATIONS PT STRATEGI CORPORATE COMMUNICATIONS PT. GARUDA INDONESIA TBK DALAM LAYANAN BARU GARUDA EXPERIENCE INDONESIA HOSPITALITY UNTUK MENUNJANG CITRA PERUSAHAAN ( PERIODE 2010 / 2011) SKRIPSI Diajukan sebagai salah

Lebih terperinci

Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan?

Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan? Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan? Oleh: Tarkosunaryo Paper ini bermaksud untuk menyajikan analisis penggunaan mata uang yang seharusnya digunakan oleh perusahaan dalam menyusun

Lebih terperinci

Biaya di triwulan pertama tahun 2015 tetap kompetitif; Memberikan dukungan di tengah penurunan harga

Biaya di triwulan pertama tahun 2015 tetap kompetitif; Memberikan dukungan di tengah penurunan harga Biaya di triwulan pertama tahun 2015 tetap kompetitif; Memberikan dukungan di tengah penurunan harga Jakarta, 30 April, 2015 Hari ini ( PT Vale atau Perseroan, IDX Ticker: INCO) mengumumkan pencapaian

Lebih terperinci

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. Berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia Kegiatan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pelindungan terhadap

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka menciptakan disiplin pasar (market discipline) perlu diupayakan

Lebih terperinci

Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Analisis fundamental Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Teknis ini menitik beratkan

Lebih terperinci

Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner

Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner Saya menyampaikan apresiasi kepada Direksi atas konsistensinya terhadap penerapan strategi bisnis Perseroan, sehingga berhasil mencapai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan nilai perusahaan. Tingginya nilai perusahaan dapat

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan nilai perusahaan. Tingginya nilai perusahaan dapat 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan profit atau laba untuk meningkatkan nilai perusahaan. Tingginya nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran

Lebih terperinci

7 SUMBER DAYA MANUSIA

7 SUMBER DAYA MANUSIA 7 SUMBER DAYA MANUSIA Dalam implementasi manajemen sumber daya manusia, kami menerapkan budaya sharing session sebagai bentuk aktivitas mempertajam nilai organisasi Perseroan. Pencapaian positif dalam

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-614/BL/2011 TENTANG TRANSAKSI

Lebih terperinci

# $ !!" ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!! " #! # % #, #,-! #! )!! %" .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$

# $ !! ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!!  #! # % #, #,-! #! )!! % .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!' /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$ !!"! #$! $%!&!'!!" # %!!!'(!!!$)!" #* $%!++ +!! % %+!'!! " "" #! # % #'!$ #, #,-! #'-!!! #! )!! %" # $.'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$!!!%.!% % "!.!% % )!')!! %!+!.!% % & &

Lebih terperinci

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Badan Usaha Milik Negara merupakan

Lebih terperinci

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Umum Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan), yang dalam Pedoman ini disebut BADAN, adalah badan hukum publik yang dibentuk dengan

Lebih terperinci

BULETIN AKUNTANSI STAF BAPEPAM dan LK. BAS No. 9 : KEWAJIBAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN OLEH AKUNTAN.

BULETIN AKUNTANSI STAF BAPEPAM dan LK. BAS No. 9 : KEWAJIBAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN OLEH AKUNTAN. BULETIN AKUNTANSI STAF BAPEPAM dan LK BAS No. 9 : KEWAJIBAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN OLEH AKUNTAN. Ikhtisar: Interpretasi dalam Buletin Akuntansi Staf ini menyajikan pandangan staf mengenai kewajiban

Lebih terperinci

Penawaran Umum Berkelanjutan Agung Podomoro Land I Tahap II Tahun 2014.

Penawaran Umum Berkelanjutan Agung Podomoro Land I Tahap II Tahun 2014. Kepada Yth. Bapak/Ibu : Nasabah PT. Phillip Securities Indonesia Pimpinan/Sales Kantor Cabang PT. Phillip Securities Indonesia Sales PT. Phillip Securities Indonesia di- Tempat ================================================================

Lebih terperinci

Selamat Datang. PT Indosat Tbk Paparan Publik Tahun 2014

Selamat Datang. PT Indosat Tbk Paparan Publik Tahun 2014 Selamat Datang PT Indosat Tbk Disklaimer PT Indosat Tbk mengingatkan para investor bahwa dokumen ini memuat keinginan, harapan kepercayaan, ekspektasi atau proyeksi perusahaan kedepan dari manajemen. Manajemen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kerja Praktek. Arus barang domestik dan internasional dalam era globalisasi dewasa ini

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kerja Praktek. Arus barang domestik dan internasional dalam era globalisasi dewasa ini 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kerja Praktek Arus barang domestik dan internasional dalam era globalisasi dewasa ini semakin meningkat karena wilayah perdagangan dan kebutuhan konsumen akan barang

Lebih terperinci

Tahun 2014. PT Vale. Jakarta, 26 2013. Indonesia, menyelesaikan. dunia. strategi. bijih. [ 1 ] PT Vale Indonesia Tbk

Tahun 2014. PT Vale. Jakarta, 26 2013. Indonesia, menyelesaikan. dunia. strategi. bijih. [ 1 ] PT Vale Indonesia Tbk Tahun tahun pencapaian PT Vale Jakarta, 26 Februari 2015 Hari ini PT ( PT Vale atau Perseroan, IDX Ticker: INCO) mengumumkan pencapaian kinerja untuk tahun yang telah diaudit. Laba untuk tahun yang berjalan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-305/BEJ/07-2004 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-305/BEJ/07-2004 TENTANG KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-305/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-A TENTANG PENCATATAN SAHAM DAN EFEK BERSIFAT EKUITAS SELAIN SAHAM YANG DITERBITKAN OLEH PERUSAHAAN TERCATAT

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PP. No. : 45 Tahun 1995 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG

Lebih terperinci

Buletin Akuntansi Staf Bapepam (BAS)

Buletin Akuntansi Staf Bapepam (BAS) Buletin Akuntansi Staf Bapepam (BAS) BAS No. 2 : INTERPRETASI ATAS PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) NO. 58 TENTANG OPERASI DALAM PENGHENTIAN Ikhtisar : Interpretasi dalam Buletin

Lebih terperinci

UNDANGAN BAGI AGREGATOR PASAR UNTUK BERPARTISIPASI DALAM PROGRAM INISIATIF TUNGKU SEHAT HEMAT ENERGI (CLEAN STOVE INITIATIVE CSI) INDONESIA

UNDANGAN BAGI AGREGATOR PASAR UNTUK BERPARTISIPASI DALAM PROGRAM INISIATIF TUNGKU SEHAT HEMAT ENERGI (CLEAN STOVE INITIATIVE CSI) INDONESIA UNDANGAN BAGI AGREGATOR PASAR UNTUK BERPARTISIPASI DALAM PROGRAM INISIATIF TUNGKU SEHAT HEMAT ENERGI (CLEAN STOVE INITIATIVE CSI) INDONESIA Informasi Umum Inisiatif Tungku Sehat Hemat Energi (Clean Stove

Lebih terperinci

Pendapatan VIVA Tumbuh 34% Menjadi Rp2,25 Triliun. Oleh : Yeni Herliani Jumat, 17 April 2015 19:45

Pendapatan VIVA Tumbuh 34% Menjadi Rp2,25 Triliun. Oleh : Yeni Herliani Jumat, 17 April 2015 19:45 KOPI - PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), konsisten menjaga pertumbuhan pendapatan seiring performa bisnis unit yang solid. Demi memperkuat posisi sebagai pemain utama di industri media, RUPST VIVA pada hari

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN UMUM Industri perbankan merupakan salah satu komponen sangat penting dalam perekonomian nasional demi

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-521/BL/2010 TENTANG TRANSAKSI

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

Performance Management System: Implementation [Part 4 & 5] Presented by: Josua Tarigan, MBA, CMA, CFP, CSRS

Performance Management System: Implementation [Part 4 & 5] Presented by: Josua Tarigan, MBA, CMA, CFP, CSRS Performance Management System: Implementation [Part 4 & 5] Presented by: Josua Tarigan, MBA, CMA, CFP, CSRS Where Do You Begin Implementing Performance Management? Implement performance management is a

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Tanggung jawab sosial merupakan tanggung jawab perusahan terhadap lingkungan dan para pemangku kepentingan. Tanggung jawab sosial menjadikan perusahaan

Lebih terperinci

Standard Chartered Bank dan Super Indo Beri Manfaat Lebih Bagi Para Nasabah

Standard Chartered Bank dan Super Indo Beri Manfaat Lebih Bagi Para Nasabah Standard Chartered Bank dan Super Indo Beri Manfaat Lebih Bagi Para Nasabah Fasilitas Extra Cash Back 10% dan hadiah langsung setiap hari hingga Grand Prize Tiket ke Singapura JAKARTA, 12 Februari 2014

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan berada dalam lingkungan masyarakat dimana setiap aktivitas

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan berada dalam lingkungan masyarakat dimana setiap aktivitas BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tanggung jawab sosial perusahaan memegang peranan yang penting karena perusahaan berada dalam lingkungan masyarakat dimana setiap aktivitas perusahaan tersebut

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN Pada saat ini proses pengiriman barang sangat sering dilakukan oleh masyarakat luas dan prosesnya pun berlangsung sangat cepat. Tinginya frekuensi pengiriman

Lebih terperinci

PENGELOLAAN DAYA DUKUNG DAN PEMASARAN PARIWISATA BERKELANJUTAN. Oleh : M. Liga Suryadana

PENGELOLAAN DAYA DUKUNG DAN PEMASARAN PARIWISATA BERKELANJUTAN. Oleh : M. Liga Suryadana PENGELOLAAN DAYA DUKUNG DAN PEMASARAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Oleh : M. Liga Suryadana KLASIFIKASI WISATA Wisata alam (nature tourism), merupakan aktifitas wisata yang ditujukan pada pemanfaatan terhadap

Lebih terperinci

PSAK NO. 52 - MATA UANG PELAPORAN SEBUAH CONTOH PENERAPAN

PSAK NO. 52 - MATA UANG PELAPORAN SEBUAH CONTOH PENERAPAN 16 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 1, No. 1, Mei 1999 : 16-27 PSAK NO. 52 - MATA UANG PELAPORAN SEBUAH CONTOH PENERAPAN Y. Jogi Christiawan Dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Universitas Kristen

Lebih terperinci

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA Nurhazana Administrasi Bisnis Politeknik Bengkalis Jl. Bathin Alam, Sei-Alam, Bengkalis Riau nurhazana@polbeng.ac.id Abstrak

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM. 43 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN PERHUBUNGAN SEBAGAIMANA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa perekonomian nasional yang diselenggarakan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN SWASTA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN SWASTA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN SWASTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Pemegang Saham & Undangan

Pemegang Saham & Undangan RESUME HASIL PELAKSANAAN PAPARAN PUBLIK INSIDENTIL 20 FEBRUARI 2015 PT SEKAWAN INTPRATAMA TBK 1. PENYELENGGARAAN ACARA a. Persiapan Sehubungan dengan keterbukaan informasi yang disampaikan SIAP selanjutnya

Lebih terperinci

KETENTUAN PERSI AWARDS IHMA 2014

KETENTUAN PERSI AWARDS IHMA 2014 KETENTUAN PERSI AWARDS IHMA 2014 1. Latar Belakang Perubahan lingkungan dalam dunia perumahsakitan dari waktu ke waktu semakin berkembang dengan pesat khususnya lingkungan eksternal (Kemajuan teknologi,

Lebih terperinci

Layanan Manajemen Jasa Angkut

Layanan Manajemen Jasa Angkut Pemimpin Logistik Baru Layanan Manajemen Jasa Angkut Bringing Personal Service to Your Supply Chain Sebuah pabrik harus menyuplai situsnya di Amerika Selatan. Distributor harus mengirimkan suku cadangnya

Lebih terperinci

Manual Reference GARUDA INDONESIA MOBILE VER 1

Manual Reference GARUDA INDONESIA MOBILE VER 1 Manual Reference GARUDA INDONESIA MOBILE VER 1 1 GA Mobile Platform Blackberry (Min OS 5) Android (Min. Froyo/2.2) IOS/Iphone (Min. IOS 4) Payment Credit Card GA E-Payment / KlikBCA GA Online Payment (OLP)

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan efektivitas dan

Lebih terperinci

KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN. http://www.garuda-indonesia.com. CORPORATE SECRETARY PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk.

KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN. http://www.garuda-indonesia.com. CORPORATE SECRETARY PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk. KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN CORPORATE SECRETARY PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk. Halaman ini sengaja dikosongkan Dalam KTKP ini yang dimaksud dengan : Terbitan : 2 Revisi 0 Daftar Istilah.. AMDAL

Lebih terperinci

Strategic Governance Policy. Pendahuluan. Bab 1 PENDAHULUAN. Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 1

Strategic Governance Policy. Pendahuluan. Bab 1 PENDAHULUAN. Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 1 Bab 1 PENDAHULUAN Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 1 Bagian Kesatu PENDAHULUAN I.1. I.1.a. Latar Belakang dan Tujuan Penyusunan Strategic Governance Policy Latar Belakang

Lebih terperinci

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21 TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21 21/PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK 1. Q: Apa latar belakang diterbitkannya PBI

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DOKUMEN RAHASIA KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DALAM RANGKA PELAKSANAAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) / RIGHTS ISSUE PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK JAKARTA,

Lebih terperinci

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 52 MATA UANG PELAPORAN

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 52 MATA UANG PELAPORAN 0 0 PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. MATA UANG PELAPORAN Paragraf standar, yang dicetak dengan format tebal dan miring, harus dibaca dalam konteks paragraf penjelasan dan panduan implementasi

Lebih terperinci

PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP RETURN SAHAM DENGAN KECERDASAN INVESTOR SEBAGAI VARIABEL MODERATING

PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP RETURN SAHAM DENGAN KECERDASAN INVESTOR SEBAGAI VARIABEL MODERATING PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP RETURN SAHAM DENGAN KECERDASAN INVESTOR SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2008)

Lebih terperinci

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk DAFTAR ISI Halaman Pasal 1 Nama dan Tempat Kedudukan... 1 Pasal 2 Jangka

Lebih terperinci

ANZ menyampaikan hasil yang baik sekali bagi para pemegang saham di tahun 2010, selain juga berkinerja bagi para nasabah kami dan masyarakat.

ANZ menyampaikan hasil yang baik sekali bagi para pemegang saham di tahun 2010, selain juga berkinerja bagi para nasabah kami dan masyarakat. ANZ menyampaikan hasil yang baik sekali bagi para pemegang saham di tahun 2010, selain juga berkinerja bagi para nasabah kami dan masyarakat. Kinerja Kami Laba ANZ setelah dikurangi pajak sampai tahun

Lebih terperinci

BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)

BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) A. Aplikasi Total Quality Management (TQM) dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Jama ah Haji Memasuki usianya yang ke-20 tahun

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN,

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, Menimbang Mengingat : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 Peraturan Presiden Nomor

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN, Menimbang : a. bahwa sebagai tindak

Lebih terperinci

Chartis Terus Melakukan Inovasi Demi Memberikan Pelayanan Yang Lebih Baik Bagi Pelanggannya

Chartis Terus Melakukan Inovasi Demi Memberikan Pelayanan Yang Lebih Baik Bagi Pelanggannya PT Chartis Insurance Indonesia Indonesia Stock Exchange Building Tower 2, Floor 3A Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta 12190, Indonesia 62 21 5291 4888 Telephone 62 21 5291 4889 Facsimile www.chartisinsurance.co.id

Lebih terperinci

Indonesia Eximbank: Konsep Implementasi Lembaga Pembiayaan Ekspor di Indonesia

Indonesia Eximbank: Konsep Implementasi Lembaga Pembiayaan Ekspor di Indonesia Indonesia Eximbank: Konsep Implementasi Lembaga Pembiayaan Ekspor di Indonesia Jakarta, Mei 2015 Agenda 1 Profil Indonesia Eximbank 2 Kinerja Keuangan 3 Lesson Learned Bab 1 Profil Indonesia Eximbank (LPEI)

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

PERATURAN MENTERI KEUANGAN /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 8 dan Pasal

Lebih terperinci

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap.

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap. DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN Anggaran Dasar Lama NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan terbatas ini

Lebih terperinci

Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral

Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral Bab 1 : Ketentuan Umum... 1 1.1 Definisi... 1 1.2 Layanan Jasa... 4 1.3 Peraturan dan Prosedur Operasional Layanan Jasa... 5 1.4 Tempat dan Waktu Layanan Jasa...

Lebih terperinci

itrimegah Internet Trading Frequently asked questions

itrimegah Internet Trading Frequently asked questions itrimegah Internet Trading Frequently asked questions Bagaimana syarat dan prosedur untuk bisa bertransaksi efek di BEI? Syaratbertransaksi efek di BEI sangatlah mudah, yaitu cukup mendatangi perusahaan

Lebih terperinci

BAB 1 KETENTUAN UMUM

BAB 1 KETENTUAN UMUM BAB 1 KETENTUAN UMUM 1.1. Definisi Kecuali diberikan pengertian secara khusus, maka semua kata dan atau istilah dalam peraturan ini mempunyai pengertian yang sama sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang

Lebih terperinci

Garuda Indonesia in 2013

Garuda Indonesia in 2013 2013 Annual Report Garuda Indonesia in 2013 Subsidiaries PT Aero Wisata (Aerowisata) Operating Revenue Passenger Revenue USD 3,716 million USD 2,955 million Line of Business: Tourism and hospitality industry,

Lebih terperinci

Pedoman Dan Standard Operational Procedure Laporan Harta Kekayaan Pejabat Perusahaan (LHKPP) PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)

Pedoman Dan Standard Operational Procedure Laporan Harta Kekayaan Pejabat Perusahaan (LHKPP) PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Pedoman Dan Standard Operational Procedure Laporan Harta Kekayaan Pejabat Perusahaan (LHKPP) PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) PEDOMAN 1 LHKPP - PT Rajawali Nusantara Indonesia tahun 2013 DAFTAR

Lebih terperinci

FAKTOR PENILAIAN: PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS

FAKTOR PENILAIAN: PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS II. PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARISIS Tujuan Untuk menilai: kecukupan jumlah, komposisi, integritas dan kompetensi anggota Dewan

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM

PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM UMUM Kegiatan usaha Bank senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORI. Anggraeni (2003) melakukan penelitian dengan judul The Foreign

BAB II URAIAN TEORI. Anggraeni (2003) melakukan penelitian dengan judul The Foreign BAB II URAIAN TEORI A. Penelitian Terdahulu Anggraeni (2003) melakukan penelitian dengan judul The Foreign Exchange Exposure pada Bank-Bank yang Go Public di Bursa Efek Jakarta menunjukkan adanya foreign

Lebih terperinci

Dasar-Dasar Obligasi. Pendidikan Investasi Dua Bulanan. Cara Kerja Obligasi

Dasar-Dasar Obligasi. Pendidikan Investasi Dua Bulanan. Cara Kerja Obligasi September 2010 Dasar-Dasar Pasar obligasi dikenal juga sebagai pasar surat utang dan merupakan bagian dari pasar efek yang memungkinkan pemerintah dan perusahaan meningkatkan modalnya. Sama seperti orang

Lebih terperinci

Berita Pers KSEI beri Penghargaan kepada Perusahaan Efek dan Jurnalis

Berita Pers KSEI beri Penghargaan kepada Perusahaan Efek dan Jurnalis Malam Anugerah Kompetisi Sosialisasi Berita Pers Berita Pers KSEI beri Penghargaan kepada Perusahaan Efek dan Jurnalis Jakarta, 19 Januari 2011 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) membuka tahun

Lebih terperinci

Keuntungan kita ialah tahu waktu dan tempat yang tepat untuk berinvestasi.

Keuntungan kita ialah tahu waktu dan tempat yang tepat untuk berinvestasi. Keuntungan kita ialah tahu waktu dan tempat yang tepat untuk berinvestasi. Berinvestasi selama 5 tahun dengan akses ketujuh pasar Asia dengan perlindungan modal 100% pada saat jatuh tempo. Setelah tiga

Lebih terperinci

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA PERUM DAMRI PADA UPACARA HARI ULANG TAHUN DAMRI KE-67 TANGGAL 25 NOVEMBER 2013

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA PERUM DAMRI PADA UPACARA HARI ULANG TAHUN DAMRI KE-67 TANGGAL 25 NOVEMBER 2013 SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA PERUM DAMRI PADA UPACARA HARI ULANG TAHUN DAMRI KE-67 TANGGAL 25 NOVEMBER 2013 Assalamu alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Selamat Pagi dan Salam Sejahtera untuk kita semua. Om...

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014

KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN BULAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA NASIONAL TAHUN 2015 2019

Lebih terperinci

PT Express Transindo Utama Tbk

PT Express Transindo Utama Tbk PT Express Transindo Utama Tbk Jadwal Penawaran Umum: (tentative) Masa Penawaran Awal : 03-12 Oktober 2012 Pernyataan efektif : 23 Oktober 2012 Penawaran : 25, 29 dan 30 Oktober 2012 Penjatahan : 01 November

Lebih terperinci

Analisa & Pembahasan Manajemen

Analisa & Pembahasan Manajemen Pembuka Pesan Utama Pembahasan Rencana & Strategi Laporan Bisnis Tinjauan Pendukung Bisnis & Manajemen Risiko Pura Ulun Danau Bratan - Bali Sebuah candi air besar yang terletak di tepi barat laut Danau

Lebih terperinci

PT. LION METAL WORKS Tbk

PT. LION METAL WORKS Tbk 1 PROFIL PERSEROAN Lokasi : Jl. Raya Bekasi Km 24.5, Cakung - Jakarta Timur Luas Area : 63,130 m2 Luas bangunan :29,517 m2 Bidang Usaha : Peralatan Kantor Dan Fabrikasi as Logam lainnya Modal Dasar : Rp

Lebih terperinci

BAB 1 AKUNTANSI DAN OPERASI BISNIS. A. Pengertian dan Tujuan Akuntansi

BAB 1 AKUNTANSI DAN OPERASI BISNIS. A. Pengertian dan Tujuan Akuntansi BAB 1 AKUNTANSI DAN OPERASI BISNIS Peranan akuntansi sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan ekonomi dan keuangan semakin disadari oleh semua pihak yang berkepentingan. Bahkan organisasi pemerintah

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ASOSIASI PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA INDONESIA (ASITA) MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR ASOSIASI PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA INDONESIA (ASITA) MUKADIMAH ANGGARAN DASAR ASOSIASI PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA INDONESIA (ASITA) MUKADIMAH Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa, Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia sebagai mata rantai dalam jajaran industri pariwisata,

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 2006-2010 Sambutan Ketua BPK Pengelolaan keuangan negara merupakan suatu kegiatan yang akan mempengaruhi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan bangsa

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci