a Iklim Investasi dan Iklim Usaha a Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "a Iklim Investasi dan Iklim Usaha a Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana"

Transkripsi

1 PRIORITAS NASIONAL II Refonnasi Birokrasi dan Tata t\elola II Pendidikan II Kesehatan II Penanggulangan Kemiskinan -~ II 11 Prlorltas Naslonal Kabinet Indonesia Bersatu II Kelahanan Pangan II Infrastruktur a Iklim Investasi dan Iklim Usaha II Energi a Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana II Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Pasca-konflik III Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi PROGRAM 100 HARI (1/3) Bidang Politlk, Hukum, dan 1. Penataan ulang tala laksana dan hubungan kerja sama anlar lembaga penegak hukum lermasuk KPK. Kepolisian dan Kejaksaan 2. Percepatan pelayanan pubjik 3. Pemberanlasan terorisme 4. Pengelolaan wijayah perbatasan 5. Kerjasama inlernasionaj dalam rangka penguatan demokrasi 6 Tunjangan khusus bagi PNSfTNl/POLRI yang bertugas di wilayah terdepan. terluar & perbalasan 7 Penegakan dan kepastian hukum 8 Peningkatan kemampuan pertahanan & keamanan negara 9 Reformasi birokrasi dan tala kelala pemerintahan 10.Peningkalan efektifilas atanami daerah 1

2 PROGRAM 100 HARI (2/3) Bidang Perekonomlan Kelersedlaan lahan dan keterpaduan tala ruang 2. Pembiayaan untuk pembangunan infrastruklur 3. Pembangunan dan pemeliharaan Infrastruktur Strategls 4 Pengadaan lahan bagi pertanian. perkebunan dan perikanan 5 Iklim inveslasl pertanian dan perikanan 6 Kesinambungan swasembada pangan 7 Jaminan pasokan energi 8 S,slem harga energl yang kompelltif 9. Kelahanan energi 10.Pengalihan sistem subsidi 88M. pupuk. dan listrik 11. Pengembangan energi terbarukan nasional 12 Revitalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) 13.Pengembangan UKM 14.Ketenagakerjaan 15.Kelancaran arus barang dan daya saing 16 Revitalisasi Industri pupuk dan gula 17 Pengembangan Klaster Industri Industn berbasls sumber daya alam fosil lerbarukan 18 Aksesibrlilas dan kelerhubungan (connectivity) Antar Wilayah 19 Keselamalan Transportasi PROGRAM 100 HARI (3/3), Bidang Kesejahteraan Rakyat 1 Penlngkatan efektivitas dan keberlanjutan PNPM Mandiri 2 Pengembangan 8anJuan Sosial Terpadu Berbasis Keluarga 3. Peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga ke~a 4. Peningkatan fasilitasl dan perlindungan untuk mendukung mobilitas tenaga kerja 5. Penyempurnaan kerangka kebijakan untuk mendorong peneiptaan lapangan kerja produktif 6. Peningkatan pembiayaan kesehalan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat 7 Peningkatan kesehatan masyarakat untuk mempercepat pencapaian target MDGs 8 Pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana 9 Peningkatan ketersediaan, pemerataan dan kualitas tenaga kesehatan, terutama di daerah terpeneil. lertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) 1O.Peningkatan pelayanan pendidikan dasar 9 tahun yang benmutu dan terjangkau 11. Peningkatan protes1onalisme dan pemerataan distribusi guru 12.Penguatan relevansi antara pendidikan menengah kejuruan, pendidikan tinggi vokasi, dan pendidikan keterampilan dengan kebuluhan kelersediaan lenaga kerja dalam mendukung ekonomi, tenmasuk ekonomi kreatif 13 Peningkatan daya saing pendidlkan tinggi 14.Penguatan posisi Indonesia pada Konferensi PBB ke-15 untuk Perubahan Iklim di Copenhagen. Denmark Desember Pencegahan kebakaran hutan dan peningkatan kualitas pengelolaan bencana 16.Penyelenggaraan ibadah haji ----._---- 2

3 PROGRAM 100 HARI BIDANG POLITIK, HUKUM & KEAMANAN Penyiapan dan langkah awal pelaksanaan restrukturisasi Kepolisian dan Kejaksaan sebagal bagian substansial dari reformasi lembaga penegakan hukum Penyusunan rencana dan pelaksanaan peningkatan protesionalitas dan penegakan integrilas sumberdaya manus~ di seluruh jajaran kepolisian dan kejaksaan Sinkronisasi dan hannonisasi penegakan hukum anlara KPK, Kepolisian dan KeJaksaan Kemenlerian Koordinalor Polijik. Hukum dan Kementerian Koordinalor Politik. Hukum dan Depkumham. POLRI. Kejagung, KPK, Komis; Kejaksaan, Kempalnas, Kornisl Ombudsman, Komisl lainnya Depkumham, POLRI, Kejagung, KPK. Komisi Kejaksaan, Kompolnas, Komisi Ombudsman, Komisi lainnya Departemen Oalam Negeri Depkeu, Depdag, Deperin, Pemda, Depkumham, BKPM Fasililasi Pemda tentang peraturan perundangan lerkait dengan penyederhanaan perijinan unluk memulai usaha (starting of business) Perluasan citizen service pada perwakilan RI dl luar neger; (LA, Sydney, Darwin, Perth, Tokyo, Osaka. NY, Kuching, Penang) Depanemen Dalam Negeri Oepartemen Luar Negeri Depkeu, Depdag, Deper;n, Pemda, Depkumham. BKPM Kemenko Polhukam, Depkumham, TNI, Pol", BIN, Depnakertrans, BNP2TKJ PROGRAM 100 HARI BIDANG POLITIK, HUKUM & KEAMANAN ; Pelayanan paspor yang mudah, Iransparan & tepal Departemen Hukum dan Deplu, Kejaksaan Agung, waktu dari 7 had menjadi 4 hari lermasuk pelayanan HAM Dephub bagi TKJ bennasalah di luar negeri Penyempumaan prosedur pengesahan badan hukum Oepartemen Hukum dan Depru. Kejaksaan Agung, (PT) dar; 1 bulan menjadi 7 har; HAM Dephub Penyelesaian tunggakan permohonan HKI: hak clpta Departemen Hukum dan berkas, desain industri berkas. paten HAM berkas, merk berkas Deplu, Depdag. Depag Mengoptimalkan pembayaran lilang dengan Markas Besar POLRI Pemda, Dephub, Jasa Rahardja, menggunakan fasilitas elektronik Depkes. Depkeu Mengembangkan fasilitas j3ringan dala kecelakaan & pelanggaran lalu linlas Markas Besar POLRI Pemda, Dephub, Jasa Rahardja, Depkes, Depkeu -~~ '--

4 .;I ;--_._ , /18/2009 PROGRAM 100 HARt BtDANG POLITIK, HUKUM & KEAMANAN Membangun & mengembangkan sislem Informasi & dokumenlasi untuk mengelola informasl publlk Pemda Mengoptimafkan pelaksanaan SP2HP di jsjaran Polr! Markas Besar POLRI Kejagung. MA Membentuk komisi pengawas penyldlk Markas Besar POLRI Kejagung. MA Mengoptlmalkan sosialisasi SP2HP secara Ivas kepada Markas Besar POLR I Kejagung. MA masyarakat mala/ui media Mendorong penyediaan pelayanan safu alap pada 10 Kementerian Negara Pemda. Depdagri. Depdag. kola sebagai tambahan terhadap pelayanan yang sudah PendayagunaanAparatur POLRI. TNI. Depkeu ada Nagara & Reformasi 8irokrasi Oepartamen Hukum dan HAM Oepkes Koordinasi & sinkronisasi tindak lanjul hasil raker Kementerian Koordlnator Depdagri. Deplu. Dephan. dengan komisl I OPR RI lenlang peningkalan kapasitas Politik, Hukum dan POLRI. TNI. BIN. Kemeneg PAN Desk Koordinasi Pemberanlasan Terorisme menjadi dan Reformasi 8lrokrasi. Depkeu Badan Koordinasi Pemberanlasan Terorisme & Selneg PROGRAM 100 HARI BIDANG POLITIK, HUKUM & KEAMANAN, Koordinasi & Sinkronisasi Akselerasi Penyelesaian Perpres tentang Badan Nasional Pengelolaan PertJatasan (BNPP) Menyiapkan program invenlarisasi pulau-pulau tenuarfterdepan Kemenlerian Koordlnator Polillk, Hukum dan Depdagri. Deplu. Dephan. DKP. Selneg Pelaksanaan Bali Democracy Forum ke-2 yang diikuti 39 Negara di Kawasan Asia Pasifik & 12 Negara Peninjau di luar Kawasan ASIa Oepartemen Luar Negeri Oepdagri. Kemenko Polhukam. TN I. POLRI. Depkumham. Bappenas Menyusun Kelompok Kerja (Pokja) unluk merumuskan kebljakan lunjangan khusus bagi penjaga perbalasan Koordlnasi dengan Oepkeu & departemen ler1<ait untuk menyesualkan bessrsn lunjangan khusus di daerah pefbalasan Mengajukan rancangan Perpres tenlang tunjangan khusus bagi prajurit & PNS yang bertugas di daerah perbalasan, terdepan & lerpencil Departemen Penahanan Oepartemen Pertahanan Departemen Pertahanan Setneg, Oepkeu, Bappenas, Kemenko Polhukam. Kemeneg PAN dan Reformasi Birokrasi Selneg. Depkeu. Bappenas. Kemenko Polhukam. Kemeneg PAN dan Reformasi Blrokrasi Selneg. Depkeu, Bappenas, Kemenko Polhukam, Kemeneg PAN dan Reformasi Birokrasi

5 /18/2009 PROGRAM 100 HARI BIDANG POLITIK, HUKUM & KEAMANAN. RENCANA AKSI PENANGGUNG JAWAB Projjra~'7 f'enegakan dan KepastialJ Hukum -...,~~~-_.:.~~ 'rl' ~~. ~4.,:;:"'~.~... ~\ -", Penyusunan design pola pengualan & pemantapan hubungan kelembagaan anlar penegak hukum Pemanlapan Qfganisasl pada tembaga penegak hukum dalam pflnsip klneqa yang Iransparan & akuntabel Penyidikan perkara besar tindak pidana korupsi kerugian keuangan negara yang besar ojeh Kejagung & 7 (Iujuh) Kelal; DKI, Banlen, Jabar. Jaleng_ Jal;m, Sulsel, Sumul Kementerian Koord.nalof Politik, Hukum dan Kemenlerian Koordinator Polilik, Hukum dan Kejaksaan Agung INSTANSI TERKAIT Depkumham, PDLRI Kejagung. Sea Cuka, (Depkeu), KPK Kornls1 Kejaksaan. Kompolnas. Kom.si Ombudsman KomrSI La1nnya Depkumham, POLRI, Kelagung, Sea Cuka, (Depkeuj. KPK, Korn,sl KeJaksaan, Kompolnas KomislOmbudsman Korn.s, La.nnya Depkumham, POLRI Mengkoordinasl upaya Inventaflsasi seluruh peraluran perundangan yang menghambal pelaksanaan program dllapangan Merumuskan Iindak lanjut peradllan mliller Kemenlerran Koord,nalor Polilik, Hukum dan Kemenlerian Koordlnator Polillk, Hukum dan Depkumham. Depdagrl Oepkumham Dephan TNI PROGRAM 100 HARI BIDANG POLITIK, HUKUM & KEAMANAN RENCANAAKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT Penyusunan cetakblru mimmum essentialforce yang Departemen Pertahanan TN!. Kemeneg PPN/Ka melipuk Bappenas Depkeu, Kemeneg aluisisla (adlauau) BUMN SDM sarpras kodal Revilalisasl sumber pengadaan Departemen Pertahanan TNI. Kemeneg PPN/Ka - Induslfl slralegls dalam negerl Bappenas, Oepkeu. Kemeneg - kern Ilraan dengan luar negeri BUMN Penyusunan skjm anggaran multiyears (3 renslra) Oepartemen Pertahanan TNI, Kemeneg PPN/Ka Bappenas, Depkeu, Kemeneg SUMN Pengembal1an sukarela V'lNI asal Papua & Papua Departemen Luar Negeri KemenkoPolhukam. Depkumham. Baral ke wilayah NKRI sebanyak 702 orang Oepkes. Oepnakertrans. TNI. PaIn, BIN. Oephub. Pemda Pembentukan anggota Tim Pengendah Pelaksanaan Departemen Pertahanan SClneg. Oepkeu, Kemeneg PPNI Pengalihan Aktlvllas Bisnis TNl sesual keputusan Ka 8appenas Kernenko Menhannomor KEP/190IM!XJ2009IanggaI21 Oklaber Polhukam. Kemeneg BUMN 2009 Penyeles31an penyusunan peraluran Menkeu & Oepartemen Pertahanan Selneg, Oepkeu, Kemeneg PPNI peraluran Pangllma TNI yang dlkoordjnaslkan oletl Ka 8appen~s. Kemenko Timnas Pengalihan Aklivilas 815nis TNI PoJtlukam. Kemeneg BUMN

6 _. 11/18/2009 PROGRAM 100 HARI BIDANG POLITIK, HUKUM & KEAMANAN ~...,~ RENCANAAKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT,... ~ si ~!~st<1an. ala K'!lola Pemeiiiitahan., > ~J;" -., '" " Pelaksanaan reformasi bifokrasl yang progres.f Kementerran Koordlnalor Kemeneg PAN dan Re(ormasl berdasarkan Program Aksi Reformasi BlrokraSI 2010 Pollilk. Hukum dan Birokrasi 2011 yang dilerbitkan Januar Memulai tindak Janjul yang dlperlukan dalam rangka Kemenlerran Koordlnator Depkumham, KPK. Kejagung pelaksanaan Undang-Undang Pengadllan Tlplkor Pohtrk. Hukum dan " ~... ~;..~,,. ~~i ;~ii!h'ijjji~ai~!1;ef~kufilasplonoml Oaerah > " Menyiapkan prosedur. mekan,sme dan langkahlangkah untuk evalu3si menyeluruh lerhadap pemekaran daerah Kementerian Koordinator Polrlik, Hukum dan Depdagri Menyiapkan kansep pengkaj,an ulang daram rangka Kementerlan Koordinalor Depdagri peningkalan efektifrlas pelaksanaan alanamr daerah, Pohtlk, Hukum dan lermasuk olonami khusus Mengevaluasi sislem dan pelaksanaan pemilihan Kemenlerlan Koordinalor Depdagri kepala daerah (pilkada) Polit,k, Hukum dan Mengevaluasl slstem dan menrngkatkan etekli/itas Kernenterlan Koordlnator Depdagn. Depkeu penggunaan dana perlmbangan daerah Pohllk, Hukum dan Mengembangkan konsep penrngkalan kapasltas Kemenlenan Koordinalar Depdagri. Kemeneg PAN dan aparalur pemerinlah daerah Pollilk. Hukum dan Reformasi 8irokrasi PROGRAM 100 HARI BIDANG PEREKONOMIAN. Depdagri. Dephukham. Selneg Penyempumaan standar prosedur operaslonaj Kepala Badan Depdagri, Dephukham. Deplan. pengaluran pengaluran dan pelayanan pertanahan Penanahan Nasional Dephul. Selneg (mengaeu pada UU NomoI 25 Tahun 2009 lenlang Pelayanan Publik) Integrasi data dan pelayanan pertanahan nasional Kepala Badan Depdagri, Dephukham. Deplan. secara online Pertanahan Naslonal Dephul. Selneg Pengembangan Kantor Pertanahan Bergerak Kepala Badan Depdagri, Dephukham (LARASITA) Pertanahan NaSlonal Penyusunan RPP lentang Perubahan Peruntukan Departemen Kehulanan Depdagri, DepESDM. Deplan. Kawasan Hutan DepKP, KemeneglH, Depnakertrans. DepPU. KemenegPDT Penyusunan RPP tentang Pemanfaalan Kawasan Depanemen Kehutanan Depdagri. DepESDM. Deplan. Hutan DepKP. KemeneglH. Depnakertrans. DepPU. KemenegPDT

7 'r ,--' , i 11/18/2009 PROGRAM 100 HARI BIDANG PEREKONOMIAN ~ Revtew sinkronisasi kebijakan dan peraturan Kementerian Koordinator Depdagri, Dephukham, Selneg perundang-undangan yang lerkail dengan lala ruang Bidang Perekonomian Penyempumaan standar prosedur operasional pengaluran pengaturan dan pelayanan pertanahan (mengacu pada UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik) Inlegr8si data dan pelayanan pertanahan nasianal S8Cara online Pengembangan Kantor Pertanahan Bergerak (larasita) Penyusunan RPP tentang Perubahan Perunlukan Kawasan Hutan Penyusunan RPP tentang Pemanfaatan Kawasan Hulan Kepala Badan Pertanahan Nasional Kepala Badan Pertanahan Nasional Kepala Badan Pertanahan Nasional Oepartemen Kehutanan Oepartamen Kehutanan Depdagri, Dephukham, Deplan, DephuI, Selneg Depdagri, Dephul<ham, Deptan, Dephut, Setneg Depdagri, Dephukham Depdagri, DepESDM, Deptan, DepKP, KemenegLH, Depnakertrans, DepPU, KemenegPDT Depdagri, DepESDM, Deptan, DepKP, KemenegLH, Depnakertrans, DepPU, KemenegPDT PROGRAM 100 HARI BIDANG PEREKONOMIAN RENCAr~A AKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT t!:~~~~::-:_:\_l~~~ig~~l~j.fi'1ili~l~ ~~ Perubahan Perpres Nomor 67 Tahun 2005 lenlang Kementerian Oepdagri, Depkeu, DepPU, Kerjasama Pemerinlah dan Badan Usaha Dalam PPNIKepala Bappenas Dephub, DepESDM, DepBUMN Penyediaan Infraslruklur PerJuasan modal ~mbagapembiayaan infraslruktur Oepartemen Keuangan Depkeu, DepPU Perubahan Keppres Nomor 80 lahun 2003 tenlang Kementerian Depkeu, Selkab, Pedoman Pelaksanaan Pengadaan BaranglJasa PPNIKepala Bappenas Pemerintah Penyempumaan Keppres mengenai tata cara pengadaan barang dan jase pemerintah yang mencakup skema co-financing dan mengakomodasl tata cara pengadaan hasil induslri kreatff, inovatif, budaya. dan hasil penetilian laboratorium atau instilusi pendidikan Departemen PPNlKepala Bappenas Penetapan skema cxrfinancing bagi program Kementerian Koordinalor KemenegPPN, Depkeu pembangunan antara Pemerintah Pusat dan Daerah Bidang Perekonomian (penciptaan ownership di daerah) serta Pemerinlah dan SwaslaIBUMN (Public Private Partnership)

8 -- ---_._ ~-- 11/18/2009 PROGRAM 100 HARI BIDANG PEREKONOMIAN RENCANA AKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT $._... _kp-e..,_9 JIE ili1;l!"!'!" IIh'. ara""ar! n '" s ktur Slrateg,s. Peningkatan kesehalan lingkungan berupa Departemen Pekeqaan Depkes pembangunan sarana air minum dl Umum lokasilkawasan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pembangunan sanllasi masyarakat dr 61 lokasi Penyelesalan audit lekrus unluk pengembahan dan Departemen Pekeqaan Oeplan pemastian tungsl embung, waduk. bendung dan Umum bendungan. sena jaringan Irigasl secara hohslik dan terintegrasl Peningkalan kapasltas Jalan lintas di Sumatera dan Sulawesi sepanjang 695 km, sebagai bagian dan pembangunan jalan liotas Sumatera. Jawa. Bah, Nusa Te0993r3 Safar. Nusa Tenggara Timur. Kalimantan, Sulawesi dan Papua sepanjang km dajam 5 lahun Pembentukan tim penyiapan prasarana penghubung Jawa-Sumalera yang bertugas melakukan stud. kelayakan Penyelesalan struklur penampang basah prasarana pengendallan banjif BanjJr Kanal Timur (BKT) Jakarta sehingga dapat mengallrkan atr Oepartamen Pekeqaan Umum Oepartemen PekerJaan Umum Oepartemen Pekerjaan Umum " PROGRAM 100 HARI BIDANG PEREKONOMIAN Peningkatan lingkat hunian rusunawa yang sudahjsedang dibangun dari sekllar 40 '" menjadi 80% dalam 100 hari dan melakukan kajl ulang menyeluruh atas kebijakan pembangunan dan penghunian rusunawa dan rusunaml Penyelesaian penyediaan akses telepon dl 32 provinsi. mencakup desa (Desa 8erdeflngj Pencanangan dukungan kepada Teknologi Informasi dan Komunikasi Jokal sekaligus pemantapan program IGOS (Indonesia Go Open Source) Peningkatan layanan transporlasi bag. masyarakal d. daerah tertjnggal, terdepan, lerluar dan pasca-konfllk Oimulainya perbalkan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan dengan mengutamakan penye<:haan sarana at( berslh dan pabrik es oleh pemerintah serta pembenahan slslem ranlai dingln mulai dan penyortlran dl laul sampal dengan d. tempal pemasarannya Kemenlerian Negara Perumahan Rakyat Departemen Komunikasl dan lnformalika Departemen KomunlkaSI dan lnformallka Kemenlerian Koordfnator Bidang Perekonomlan Oepartemen Kelaulan dan Perrkanan Oephub, OepPU, KemenegPOT DepPU Perubahan PP Nomor 36 Tahun 1998 lenlang Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlanlar Perubahan PP Nomar 46 Tahun 2002 tentang PNBP Bldang Pertanahan Kepala Badan Pertanahan Naslonal Kepala 8adan Pertanahan Naslonal Depdagri, Dephukham, Deplan. Dephul,Oepnakertrans, DepESDM, DepKP, Selneg Oepdagri, Oephukham. Oeplan, Oephut. Oepnakertrans, DepESDM, DepKP. Selneg

9 " /18/2009 PROGRAM 100 HARI BIDANG PEREKONOMIAN., Penyusunan Perpres tentang Pertanian Pangan Skala Luas (Food Estate) Departemen Pertanian Pencanangan Food Estate dl Merauke Departamen Pertanian Oepdagn Ospartamen Pertanian Depdag. Depe"". DepBUMN. Oepkeu Oepenn Pemenuhan B8M dalam negan khususnya unluk Indonesia bagian timur Perencanaan pasokan gas bum. unluk keperluan domestik Penerbilan PP dan Peraluran Menlari ESDM tentang Pasokan balubara Dalam Nege" IDMO) Penerbilan Perpres tenlang Proyek Percepalan Pembangunan Pembangklt Tenaga Llslrik MW TaMp II Departemen ESDM Departemen ESDM Departemen ESDM Departemen ESDM Depkeu. DepBUMN. Depkeu. DepBUMN. Depkeu. DepBUMN. Dephukham. Selneg Depkeu. DepBUMN Selkab., PROGRAM 100 HARI BIDANG PEREKONOMIAN RENCANAAKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT Penerbilan Perpres tentang Harga Patokan Pembelian Oepartemen ESOM Depkeu. Deperin, DepBUMN, Lislrik Dati Panas Bumi Setkab i~~~~dit9l~*~~~?~fr~-~~:: ~~~~:.~~~~.:t:~~~f)~~~~:.. '-';:{~.. ;" Perumusan penyelesaian permasalahan PPA di tingkal Oepartamen ESOM Depkeu. Kemeneg BUMN korporal PT PLN Penunlasan reorganisasi PLN dan Pertamlna Pemanfaalan coal bed methane melalui penyusunan perangkat peraturan sehingga bisa menghasllkan energi pada tahun 2011 Kemenlenan Negara BUMN DepESDM Perumusan pengalihan sistem subsidi" 88M. pupuk Oepartemen ESOM. Depkeu, Kemeneg BUMN dan listrik Oepartemen Pertanlan ;f:~l?t!ffiq!.:in!~g~!t!fi)i'!9r.t~~~l'j1i~i~~e'?""".f:r.~~.. ', "~'9:~'" :C:;i.\~ "... '.'.. Menerbllkan Peraluran Menleri Keuangan tentang Departemen Keuangan Depkeu. Kemeneg BUMN Insenlif pemanlaatan renewable energy

10 ~~,J PROGRAM 100 HARI BIDANG PEREKONOMIAN,.~ 'tt';:-:: Perubahan Peraturan Pelaksanaan Penyaluran KUR Perluasan akses KUR linkage anlara perbankan besar nasional dan bank daerah Oepat1emen Keuangan Kementenan Negata Kcperasl dan UKM Kemenlenan KoordinatOf Bldang Perekonomlan Kementenan Negara Koperasl dan UKM Kemeneg BUMN. Deplan. DKP. Depdag. Deperin. Oepdagn Depkeu. Depkop & UKM. Deplan. DKP. Depdag. Deperrn. Depdagri, Kemeneg BUMN Depkeu, Kemeneg BUMN Memperluas program dtklal dan pendldtkan vocational bagi pelaku UKM Perluasan One Village One Product (OVOP) Percepalan pembangunan alau revllahsasl pasar tradislonal sebanyak 90 pasar Kemenlertan Nagara Koperasi dan UKM Kementenan Nagara Koper8s1 dan UKM Oepanemen Perdagangan Depkeu. Kemeneg BUMN Depdag. Deperrn Depdagri Perubahan Peraluran renlang Upah M,nimum Sektoral Depanemen Tenagakeqa Depenn. Depdagn. Depdag, dan Transmrgrasl Deptan, DepESDM, Dephub. Dephul. DKP PROGRAM 100 HARI BIDANG PEREKONOMIAN.i~ ~ Pengoperasian pelayanan kepelabuhanan dan kepabeanan 24/am per hari dan 7 han per rnlnggu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Departemen Perhubvngan dan Oeparternen Keuangan Dephukham. Depkeu, Dephub. Oepdag. Oepkominfo, Depertn. DepESDM. Deplan. Dephul, Depkes Deplan, Depkes/BPOM, Dephukham Penyusunan rencana aksi revilallsasl InduSlrt pupuk dan gula Oepanemen Perlndustnan Pencanangan ktaster induslri berbasls perlanlan, Oepanemen Pertanian OepESOM, Oeperln. Oepdag. oleochemical dl Sumatera Utara, Kahmantan Tlmur. Oephub dan Riau Pencanangan klaster induslfl berbasis mrgas. kondesal dl Jawa Timur dan Kalimanlan Timur Oepartemen Pertanian DepESDM. Depenn. Depdag Dephub.,

11 PROGRAM 100 HARI BIDANG PEREKONOMIAN ~lj ~' Penyusunan cetak biru lransportasi mullimoda sesual dengan cetak biru sistem logistik nasional Penyusunan konsep dasar perencanaan Jaringan fransportasi angkulan laut dan rencana pembangunan pefabuhan Integrasi sistem angkutan umum massal perkotaan anlar-moda. dimulai di Jakan3 dengan penerapan tiket lerusan kereta api dan busway Oepartemen Perhubungan Oepartemen Pemubungan Depkeu, Depdag, DepPU, Oepdagri, Bappenas DepPU, Kemeneg PDT, Kemeneg PPN/Kepala Bappenas Penyusunan pedoman teknis lenrang keselamalan Oepartamen Po~i, DepPU, Deperin Iransportasl Perhubungan " PROGRAM 100 HARI BIDANG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Sosialisasi SK Menkeu lentang Dana Usaha Bersama di 570 KablKola Sosiaiisasl dan bantuan PNPM Mandiri dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumbaf dan Jabaf Departamen Keuangan Departemen Oalam Negeri. Departemen Pemkerjaan Urn urn Bappenas, Kemenko Kesra, Oepkeu. Pemda Sumbar Melanjulkan PKH bagi RTSM dengan Depar1emen Sosial PT Pos, Depkes, Depdiknas, Jdentifikasi calon peserta baru PKH di 5 proplnsr Oepag, Pemda Kepri. Bali, Kalleng, Sulteng dan Sulsel dengan penambahan anggaran Rp 200 M (Tolal Rp 1 3 T pada lhn, 2010) PelunaJran progfam Bantuan 50sIal Terpadu Berbasls Keluarga yang mengintegrasikan bantuan bidang kesehatan. pendidikan. pangan dan bantuan langsung Kementerian Koordinatof 8idang Kesejahtefaan Rakyal Melakukan koordinasi antara pemefjnrah pusat dan Oepartemen Tenaga Oepnakertrans pemerinlah daerah untuk meogembangkan Lembaga Kel')a dan Transmigrasl Pelatihan Kerja {LPK} berbasis kompetensl dl daerah ~ Penguatan kelembagaan kelembagaan Badan Naslonal Serliftkasi Protesi (BNSP) sebagai lembaga yang mandiri dan independen. Departemen Tenaga Ke'la dan Transmigrasl BNSP

12 PROGRAM 100 HARI BIDANG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT RENCANA AKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT Pr~ram-4: ~e,!i!lg~atarrf!,slhtasl dan-perl',"!d_ungan untuk Mendukung Mob.htas Tenaga Ke'la.. Idenlifikasi peraluran yang menghambat perpindahan Departemen Tenaga Pemda dan perjajanan penduduk unluk melakukan kegialan Keqa dan Transmlgras' ekonomi ke suatu daerah khususnya dajam mencari pekerjaan.. Kajian terhadap ralifikasl konvensl buruh mtgran dan Departemen Tenaga Oeplu. Oepnakertrans kejuarganya Kefja dan Transmlgrasl.. Penyelesaian pemutangan pekeqa migran bermasalah Oepartemen Tenaga Oepsos. Oeplu. Depnakertrans, Keqa dan Transmigrasl BNP2TKI froii.;;!i;!r~i'periyeinpumiiarikeriingka Kebijak~nuntuk Mimdorong Penciplaan Lapangan Kerja Produktif Penyempurnaan kebtjakan ketenaga kerjaan secara Kemenlenan Koordlnalor Depnakenrans '''partll antara pemerlnlah. asoslasi pengvsaha dan Bldang Perekonomlan serikal pekeqa,pro'iilirii 6: Pefi,;;'gkatan pembiayj;"an kesehatan,untuk membei-ikan jaminan kesehatan masyarakat Peningkatan pelayanan pada 76.4 Jula penduduk mlskln Depal1emen Kesehalan Kemenko Kesra. Depkes. dalam sistem Jaminan kesehatan dengan anggaran Oeotan sebesar 4,6 IriJiun " PROGRAM 100 HARI BIDANG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT " '<"\, ".. Ct h' ~ Meningkalkan kesehatan masyarakal pedesaan melalui Oepal1emen Kesehalan Oepkes. BKKBN. Kemeneg PP pemanlapan Puskesmas, Posyandu, Bidan Oasa. dan PA KB-Kesehatan Reproduksi. dengan - Meranjutkan pendataan ibu hamil dan penyediaan Buku Kesehatan lbu dan Anak (KIA) bag! lbu hamlr baru di desa Pembuatan buku saku lenlang penyamaan persepsl glzi bagi pengambrl kepulusan dan masyarakat Ivas - Pembenan b.aya operas1onal Posyandu unluk Nov & Des Pencanangan Kanu MenuJu Sehal (KMS) - Penanganan kasus gill buruk oleh kader Posyandu. dimulai dengan kasus. - Pengembangan model reglstrasl kemattan - Upaya kesehatan sekolall dan Puskesmas untuk meningkalkan kesehatan anak ~ Penelapan Pembalasan Harga Eceran Tenlnggl (HET) Oepartemen Kesehatan Oepkes.8KKBN dan Obal Generik Benogo (OGB) Revitalisasl Permenkes lenlang kewajiban menuliskan Oepartemen Kesehalan Oepkes. BKK8N resep dan penggunaan abat generik di sarana pejayanan kesehatan pemeflntah "

13 PROGRAM 100 HARI BIDANG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT, RENCANAAKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT,~ra'!:!' 8:, P hgendalian'p~,"y'~ dan' pen;jhjggij!"ngan~s"i"jfk~~hi'iai' 'iklbal beneana Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan AcqUired Immune DefiCIency Syndrome (AIDS)' - Pengamanan dan penyedlaan Anti Refro Viral (ARV) unluk Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA). penyedlaan reagent HIV unluk pengamanan darah ( tes). survailans ( lesl dan diagnoslik ( les I, - Pusal pengobalan TuberculOSIS (TS) HIV ct. Provlnsl Papua Penanggulangan Malaria - Penemuan dan pengobatan penderita malaria, - Distribusr 2.5 Jula kelambu (Impragnated bed nel) - Screening lbu hamll untuk perhndungan lerhadap malaria - Pos malaria tenntegrasl dengan Oesa Slaga Penlngkatan Universal Child tmmunlzallon (UCI) dis provinsl Jawa (Jallm. Jaleng. Jabar. Banten OKl Jakarta). Pengawasan abal Operaslonahsasl 8alal Pengobatan HaJllndonesra (BPHII baru d, Makkah Arab Saudi, Oepartemen Kesehatan Departemen Kesehatan Oepanemen Kesehalan Depanemen Kesehalan Oepartemen Kesehatan PROGRAM 100 HARI BIDANG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Otsusunnya Permenkes tentang Praktek lenaga kesehatan (perawat dan bidan) dl OTPK dan PeraluranlKepmenkes lentang pembenan Insenlif bagl lenaga kesehatan stralegls (dokler. perawal. bidan. sarjana kesehatan masyarak81. sanitarran. ahli glzi. asislen apoleker dan analis) di DTPK.,~~~~~~a~~~c';o ~~,rul~~j, di'e~~~/~t~~,il Depkes. Kemeng PP dan PA Terpenuhlnya kebuluhan 18naga keseh Ian Slrategls Oepartemen Kesehatan Oepkes. Kemeng PP dan PA (perawal. bidan. sanitarian. ahli gizl analls kesehalan. aslsten apoteker) sebanya~ 131 orang di 35 Puskesmas, dari 101 Puskesmas dl DTPK "

14 PROGRAM 100 HARI BIDANG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT RENCANA AKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT Penyediaan Internet bagrpendidikan dasar 9 lahun dl Oepartemen Pendtdikan Oepdiknas.Oepag, sekolah. Naslonat Kemenegpora. Depbudpar, Depdagri. Kemer>g PP dar> PA. dan asosiasi profesi sarta dunia usaha Penguatan kemampuan bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah pada pendidikan dasar 9 lahun dalam paradigm a pembelajaran yang akllf, kreallf. efektit, entrepreneurial, dan menyenangkan Oepartemen Pendidikan Nasional Depdikr>as. Depag. Kemenegpora. Depbudpar. Depdagri. Kemeng PP dan PA. dan asosiasi profesi serta dunia usaha Depdiknas. Depag. Kemeneg PP dan PA, Pemdadan perguruan tinggi serta asosiasi profesi Pengembangan pendidikan kewlrausahaan dan pola kemitraan anlara pendidikan kejuruan, pendldlkan 11nggl Yokasi, dan pelalihan kelerampilan dengan dunla industri. termasuk induslrt krealif. dajam rangka memperkual inlermediasi dan mempunyal kesempalan pemagangan serta kesesuaian pendldrkanl pelallhan dengan duma kerja Oepartemen Pendldlkan Nasionat Depdiknas. Depag. Kemeneg PP dan PA. Kemenegpora, Kemeneg Koperasi dan UKM, Oepnakertrans. Oeperin. Oaplan pemennlah daerah dan dunla usaha PROGRAM 100 HARI BIDANG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Program beasiswa Perguruan ringgi Neger; (PTN) Oepartemen Pendidikan Oepdiknas, Depag, untuk siswa SMAlSMK berpreslasl dan kurang Nasional Kemeneg PP dan PA. Mennstek. mampu Kemenegpora, Kemeneg Koperasi dan UKM, Depnakertrans, Oeperin, Deplan, Pemda. dan Lembaga Penelilian KJL serta industrildunia usaha

15 PROGRAM 100 HARt BIDANG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Koordinasi dengan para pemangku kepentingan Mengusulkan untuk disepakatinya metodologi dan pembiayaan REDO melalui kombinasi market dan fund base (opsi Hybrid) di UNFCCC - Memasukkan isu Manado Ocean Declaration (MOO) dalam dokumen COP-15 UNFCCC dan IPCC - Melaksanakan negosiasi.m.~5'; Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dan Kementerian Negara lingkungan Hidup Dewan Nasional Perubahan lklim (DNPI) dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup ~.~_~'~::nt ~e~~!i.~-.~-:~.''j!ffiu :!_~~;g~'~~_t!-a"e.qi:f:;:!i:;;iit~1:~)~;:~!ii!!fl-~i'i~~_~ml~;'j~,~~~.:~ ":"~_g~~;;'il1i:1ti:1e1.il_?['li;:;be]:::n~~;;:,\n'::_.~::;"ie;;,p ~~;:O::~;:'i::l~~,!"J:":.~"~ Pengkajian dan penelapan mekanisme pencegahan Kementerian Negara Oephut kebakaran hulan di Riau, Jambi, Sumalera Utara, Lingkungan Hidup Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Revitahsasl Lembaga Penanganan Bencana Kementerian Koordinalor BNPB Bidang Perekonomian ;1ft~~~.;, '?~::_-- Kemenko Kesra. Bappenas. Dephut. Deptan, DepESDM, Dephub. DepPK. Depkeu, Depdag. BMKG Kemenko Kesra. Bappenas, Dephul. Deptan. DepESDM, Dephub. DepPK. BMKG, Deplu. ::-:.. -~ ::;":-:.;:;;:~;,::-,:-.,,-1.,. PROGRAM 100 HARI BIDANG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ; RENCANA AKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT ~~~MIt~ Peningkatan mutu penyelenggaraan ibadah haji, meliputi pelayanan akomodasi, transportasi dan kesehatan bagi 210 ribu jamaah haji Indonesia tahun 1430 H /2009 M. Peningkalan kuahtas pendidikan di pesanlren dan Madrasah sebagai bagian dan slstem pend,dikan nasional Departemen Agama Departemen Agama Dephub, Deplu. Depkes Depdiknas

BAB 13 PENCIPTAAN TATA PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA

BAB 13 PENCIPTAAN TATA PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA BAB 13 PENCIPTAAN TATA PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA BAB 13 PENCIPTAAN TATA PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA A. KONDISI UMUM Hingga tahun 2004, berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka

Lebih terperinci

PRIORITAS 1 MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2011 NASIONAL

PRIORITAS 1 MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2011 NASIONAL PRIORITAS 1 NASIONAL NO. ARAH KEBIJAKAN STRATEGI PENGEMBANGAN FOKUS PRIORITAS KEMENTERIAN/LEMBAGA PROGRAM DALAM JUTA RUPIAH KEGIATAN PAGU INDIKATIF 1 Reformasi birokrasi dan tata kelola Meningkatkan penegakan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2011

RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2011 KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2011 Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala RAKORBANGPUS Jakarta, 7 April 2010

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2016 TEMA : MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR UNTUK MEMPERKUAT FONDASI PEMBANGUNAN YANG BERKUALITAS

RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2016 TEMA : MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR UNTUK MEMPERKUAT FONDASI PEMBANGUNAN YANG BERKUALITAS REPUBLIK INDONESIA RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2016 TEMA : MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR UNTUK MEMPERKUAT FONDASI PEMBANGUNAN YANG BERKUALITAS KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN

Lebih terperinci

INDIKASI PROGRAM UTAMA LIMA TAHUNAN

INDIKASI PROGRAM UTAMA LIMA TAHUNAN PRE S IDEN REP UBL IK IN DONE SIA LAMPIRAN XI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 26 TAHUN 2008 TANGGAL : 10 MARET 2008 INDIKASI PROGRAM UTAMA LIMA TAHUNAN PERWUJUDAN STRUKTUR RUANG NASIONAL

Lebih terperinci

LAMPIRAN II: MATRIKS PROGRAM 100 HARI, 1 TAHUN DAN 5 TAHUN. Isu Pokok Output yang Diharapkan Program Aksi Kerangka waktu. Jaminan pasokan energi

LAMPIRAN II: MATRIKS PROGRAM 100 HARI, 1 TAHUN DAN 5 TAHUN. Isu Pokok Output yang Diharapkan Program Aksi Kerangka waktu. Jaminan pasokan energi LAMPIRAN II: MATRIKS PROGRAM 100 HARI, 1 TAHUN DAN 5 TAHUN Isu Pokok Output yang Diharapkan Program Aksi Kerangka waktu Jaminan pasokan energi Terjaminnya pasokan batubara Diversifikasi energi dengan meningkatkan

Lebih terperinci

MATRIKS PROGRAM 100 HARI, 1 TAHUN DAN 5 TAHUN (Di Sempurnakan Sesuai dengan Usulan Kadin)

MATRIKS PROGRAM 100 HARI, 1 TAHUN DAN 5 TAHUN (Di Sempurnakan Sesuai dengan Usulan Kadin) LAMPIRAN II MATRIKS PROGRAM 100 HARI, 1 TAHUN DAN 5 TAHUN (Di Sempurnakan Sesuai dengan Usulan Kadin) Isu Pokok Output yang Diharapkan Program Aksi Kerangka waktu Jaminan pasokan energi Terjaminnya pasokan

Lebih terperinci

LAMPIRAN I : PERATURAN BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN TENTANG RENCANA AKSI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

LAMPIRAN I : PERATURAN BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN TENTANG RENCANA AKSI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR 7 2012, No.54 LAMPIRAN I : PERATURAN BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN TENTANG RENCANA AKSI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KAWASAN PERBATASAN TAHUN 2012 NOMOR : 2 TAHUN 2012 TANGGAL : 6 JANUARI 2012 RENCANA

Lebih terperinci

Laporan Pencapaian Hari ke-100 Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan

Laporan Pencapaian Hari ke-100 Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan PROGRAM 100 HARI Laporan Pencapaian Hari ke-100 Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN H100 [P1] Pemberantasan Mafia Hukum/Penataan ulang tata laksana

Lebih terperinci

Menteri Keuangan RI KLASIFIKASI MENURUT ORGANISASI

Menteri Keuangan RI KLASIFIKASI MENURUT ORGANISASI KLASIFIKASI MENURUT ORGANISASI 1 01 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT 01 01 SEKRETARIAT JENDERAL 01 02 M A J E L I S 02 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT 02 01 SEKRETARIAT JENDERAL 02 02 D E W A N 04 BADAN PEMERIKSA

Lebih terperinci

DAFTAR ISI BAGIAN PERTAMA PRIORITAS NASIONAL DAN BAB 1 PENDAHULUAN PRIORITAS NASIONAL LAINNYA

DAFTAR ISI BAGIAN PERTAMA PRIORITAS NASIONAL DAN BAB 1 PENDAHULUAN PRIORITAS NASIONAL LAINNYA DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i BAGIAN PERTAMA PRIORITAS NASIONAL BAB 1 PENDAHULUAN... 1-1 BAB 2 PRIORITAS NASIONAL DAN PRIORITAS NASIONAL LAINNYA.... 2-1 A. PRIORITAS NASIONAL 2.1 PRIORITAS NASIONAL 1: REFORMASI

Lebih terperinci

2015, No Mengingat : Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 85,

2015, No Mengingat : Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 85, LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.135, 2015 KEUANGAN. BPK. Organisasi. Tugas. Wewenang. Pencabutan. PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PEMBAGIAN TUGAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Satuan Perangkat Kerja Daerah (Renja SKPD) merupakan dokumen perencanaan resmi SKPD yang dipersyaratkan untuk mengarahkan pelayanan publik Satuan Kerja

Lebih terperinci

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 7April 2010

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 7April 2010 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 7April 2010 AGENDA RAKER Pembukaan dan Arahan Presiden 19 April 2010 Pleno Pembangunan Ekonomi Pleno Pembangunan Berkeadilan

Lebih terperinci

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut: KEMENTERIAN BAD AN USAHA MILIK NEGA REPUBLIK INDONESIA GEDUNG KEMENTERIAN BUMN LANTAI M, JALAN MEDAN MERDEKA SELATAN NO. 13, JAKARTA TELEPON (021) 29935678 FAKSIMILI (021) 29935740, SITUS www.bumn.go.id

Lebih terperinci

RGS Mitra 1 of 7 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERCEPATAN PEMULIHAN PEMBANGUNAN PROPINSI MALUKU DAN PROPINSI MALUKU UTARA PASCAKONFLIK

RGS Mitra 1 of 7 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERCEPATAN PEMULIHAN PEMBANGUNAN PROPINSI MALUKU DAN PROPINSI MALUKU UTARA PASCAKONFLIK RGS Mitra 1 of 7 INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2003 TENTANG PERCEPATAN PEMULIHAN PEMBANGUNAN PROPINSI MALUKU DAN PROPINSI MALUKU UTARA PASCAKONFLIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Pelaksanaan Green Jobs di Indonesia

Pelaksanaan Green Jobs di Indonesia Pelaksanaan Green Jobs di Indonesia Maruli A. Hasoloan Ses. Badan Penelitian Pengembangan & Informasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi The National Conference on Green Jobs the Way Forward Jakarta,

Lebih terperinci

MULTILATERAL MEETING II PRIORITAS NASIONAL : PENINGKATAN IKLIM INVESTASI DAN IKLIM USAHA

MULTILATERAL MEETING II PRIORITAS NASIONAL : PENINGKATAN IKLIM INVESTASI DAN IKLIM USAHA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL MULTILATERAL MEETING II PRIORITAS NASIONAL : PENINGKATAN IKLIM INVESTASI DAN IKLIM USAHA Jakarta, 15 April 2016 Multilateral

Lebih terperinci

SOSIALISASI FORUM PRA MUSRENBANGNAS TAHUN 2015

SOSIALISASI FORUM PRA MUSRENBANGNAS TAHUN 2015 KEMENTERIAN PERENCANAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL SOSIALISASI FORUM PRA MUSRENBANGNAS TAHUN 2015 Direktur Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal Jakarta, 10 April 2015 AGENDA

Lebih terperinci

Rapat Persiapan Raker II Presiden RI

Rapat Persiapan Raker II Presiden RI UNIT KERJA PRESIDEN Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan BERSAMA MENGAWAL PROGRAM PRO RAKYAT Rapat Persiapan Raker II Presiden RI 7 April 2010 AGENDA HARI INI Rapat Kerja Nasional Dalam Kerangka Prioritas

Lebih terperinci

Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C)

Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C) Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C) Formulir C LAPORAN KONSOLIDASI PROGRAM DIRINCI MENURUT KEGIATAN TRIWULAN I TAHUN ANGGARAN 2015 Kementerian Koordinator

Lebih terperinci

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN DALAM NEGERI RI Jakarta 2011 Sasaran program K/L Kesesuaian lokus program dan kegiatan K/L & daerah Besaran anggaran program dan kegiatan K/L Sharing pendanaan daerah

Lebih terperinci

RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017

RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 PRIORITAS PEMBANGUNAN 2017 Meningkatkan kualitas infrastruktur untuk mendukung pengembangan wilayah

Lebih terperinci

KASUS-KASUS HUKUM DAN PENYIMPANGAN PAJAK - PENYELESAIAN INPRES NO. 1 TAHUN

KASUS-KASUS HUKUM DAN PENYIMPANGAN PAJAK - PENYELESAIAN INPRES NO. 1 TAHUN KASUS-KASUS HUKUM DAN PENYIMPANGAN PAJAK - PENYELESAIAN INPRES NO. 1 TAHUN INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 1 TAHUN TENTANG PERCEPATAN PENYELESAIAN KASUS-KASUS HUKUM DAN PENYIMPANGAN PAJAK ABSTRAK : Dalam rangka

Lebih terperinci

PAGU RKAKL/DIPA DAN REALISASI TA 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PAGU RKAKL/DIPA DAN REALISASI TA 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PAGU RKAKL/DIPA DAN REALISASI TA 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 51 BELANJA PEGAWAI 52 BELANJA BARANG 53 BELANJA MODAL 57 BELANJA BANTUAN SOSIAL KEMENTERIAN/LEMBAGA, UNIT PAGU REALISASI PAGU

Lebih terperinci

Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C)

Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C) Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C) Formulir C LAPORAN KONSOLIDASI PROGRAM DIRINCI MENURUT KEGIATAN TRIWULAN III TAHUN ANGGARAN 2015 Kementerian Koordinator

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PENGANTAR MENKO KESRA PADA Seminar dalam rangka Munas REI XIV Tahun 2013 Sub tema KRISIS ATAU DARURAT PERUMAHAN DAN TANGGUNG JAWAB

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2003 TENTANG PAKET KEBIJAKAN EKONOMI MENJELANG DAN SESUDAH BERAKHIRNYA PROGRAM KERJASAMA DENGAN INTERNATIONAL MONETARY FUND PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Dr. Prasetijono Widjojo MJ, MA Deputi Bidang Ekonomi Bappenas. Penutupan Pra-Musrenbangnas 2013 Jakarta, 29 April 2013

Dr. Prasetijono Widjojo MJ, MA Deputi Bidang Ekonomi Bappenas. Penutupan Pra-Musrenbangnas 2013 Jakarta, 29 April 2013 Dr. Prasetijono Widjojo MJ, MA Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Penutupan Pra-Musrenbangnas 2013 Jakarta, 29 April 2013 SISTEMATIKA 1. Arah Kebijakan Prioritas Nasional 2. Isu-isu Penting dalam Prioritas

Lebih terperinci

Peran ORI dalam penyelesaian laporan/pengaduan dan pengawasan implementasi UU Pelayanan Publik

Peran ORI dalam penyelesaian laporan/pengaduan dan pengawasan implementasi UU Pelayanan Publik Peran ORI dalam penyelesaian laporan/pengaduan dan pengawasan implementasi UU Pelayanan Publik Oleh : Budi Santoso, SH, LL.M (Ombudsman RI Bid.Penyelesaian Laporan/Pengaduan) Jakarta, 24 Juli 2013 Rekapitulasi

Lebih terperinci

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH MALUKU

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH MALUKU MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH MALUKU PRIORITAS NASIONAL MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2012 WILAYAH MALUKU 1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Peningkatan kapasitas pemerintah Meningkatkan kualitas

Lebih terperinci

PEMBANGUNAN KAWASAN TIMUR INDONESIA YANG BERBASIS SUMBER DAYA DAN KONTRIBUSINYA UNTUK PEMBANGUNAN NASIONAL

PEMBANGUNAN KAWASAN TIMUR INDONESIA YANG BERBASIS SUMBER DAYA DAN KONTRIBUSINYA UNTUK PEMBANGUNAN NASIONAL MENTERI PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL REPUBLIK INDONESIA PEMBANGUNAN KAWASAN TIMUR INDONESIA YANG BERBASIS SUMBER DAYA DAN KONTRIBUSINYA UNTUK PEMBANGUNAN NASIONAL Ir. H.A. Helmy Faishal Zaini (Disampaikan

Lebih terperinci

BAPPEDA Planning for a better Babel

BAPPEDA Planning for a better Babel DISAMPAIKAN PADA RAPAT PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RKPD PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2018 PANGKALPINANG, 19 JANUARI 2017 BAPPEDA RKPD 2008 RKPD 2009 RKPD 2010 RKPD 2011 RKPD 2012 RKPD 2013 RKPD

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 66.396.506.021 27.495.554.957 7.892.014.873 639.818.161 102.423.894.012 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 66.384.518.779

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2006 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2006... 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2006... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara dan Hibah, 2006...

Lebih terperinci

REALISASI BELANJA S.D. AGUSTUS 2014 (BRUTO)

REALISASI BELANJA S.D. AGUSTUS 2014 (BRUTO) LAPORAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN BERDASARKAN SATUAN KERJA DAN UNIT KERJA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR S.D. 31 AGUSTUS 2014 (dalam rupiah) KEGIATAN URAIAN KEGIATAN PAGU ANGGARAN 2 3 4

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2005 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2005.. 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2005..... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara, 2005. 3 Tabel 4 : Belanja

Lebih terperinci

Bahan Paparan MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/KEPALA BPN

Bahan Paparan MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/KEPALA BPN Bahan Paparan MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/KEPALA BPN Dalam Acara Rapat Kerja Nasional Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional Tahun 2015 Jakarta, 5 November 2015 INTEGRASI TATA RUANG DAN NAWACITA meningkatkan

Lebih terperinci

KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Untuk mewujudkan misi pembangunan daerah Kabupaten Sintang yang selaras dengan strategi kebijakan, maka dibutuhkan adanya kebijakan umum dan program

Lebih terperinci

Oleh Deddy Permana / Yayasan Wahana Bumi Hijau Sumatera selatan

Oleh Deddy Permana / Yayasan Wahana Bumi Hijau Sumatera selatan Oleh Deddy Permana / Yayasan Wahana Bumi Hijau Sumatera selatan www.wbh.or.id Penjaringan Aspirasi Masyarakat Sebagai Masukan Rancangan Teknokratik RPJMN 2015-2019 di Gedung Serbaguna Pasca Sarjana Universitas

Lebih terperinci

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALI NAN PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN TENTANG

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALI NAN PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN TENTANG SALI NAN PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG KELAS JABATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOORDINATOR

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK -P DAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 : dan.......... 1 Tabel 2 : Penerimaan Dalam Negeri, 1994/1995...... 2 Tabel 3 : Penerimaan Perpajakan, 1994/1995.........

Lebih terperinci

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi,

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi, BAB VI. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana Pemerintah Daerah mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien.

Lebih terperinci

Program Pilihan 100 Hari Kabinet Indonesia Bersatu II Rabu, 11 November 2009

Program Pilihan 100 Hari Kabinet Indonesia Bersatu II Rabu, 11 November 2009 Program Pilihan 100 Hari Kabinet Indonesia Bersatu II Rabu, 11 November 2009 Presiden telah menetapkan 45 Program dalam Program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II, yang merupakan program aksi yang akan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA IMPLEMENTASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DAN OPEN GOVERNMENT PARTNERSHIP (OGP)

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA IMPLEMENTASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DAN OPEN GOVERNMENT PARTNERSHIP (OGP) KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA IMPLEMENTASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DAN OPEN GOVERNMENT PARTNERSHIP (OGP) A. Pengantar B. Regulasi Pendukung Pemerintahan Terbuka C. Pelaksanaan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SABU RAIJUA NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS-DINAS DAERAH KABUPATEN SABU RAIJUA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SABU RAIJUA NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS-DINAS DAERAH KABUPATEN SABU RAIJUA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SABU RAIJUA NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS-DINAS DAERAH KABUPATEN SABU RAIJUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SABU RAIJUA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

BAB 13 PENCIPTAAN TATA PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA

BAB 13 PENCIPTAAN TATA PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA BAB 13 PENCIPTAAN TATA PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA A. KONDISI UMUM Hingga tahun 2004, berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi. Upaya-upaya ini bertujuan untuk

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH )

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 65.095.787.348 29.550.471.790 13.569.606.845 2.844.103.829 111.059.969.812 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 64.772.302.460

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 66.583.925.475 29.611.683.617 8.624.554.612 766.706.038 105.586.869.742 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 66.571.946.166

Lebih terperinci

MATRIKS BUKU I RKP 2011

MATRIKS BUKU I RKP 2011 MATRIKS BUKU I RKP PRIORITAS LAINNYA BIDANG PEREKONOMIAN Tema Prioritas - Penanggung Jawab Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bekerjasama dengan - NO I PROGRAM PENINGKATAN KERJASAMA PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Lebih terperinci

RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2010

RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2010 RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2010 Oleh: H. Paskah Suzetta Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Disampaikan pada Rapat Koordinasi Pembangunan Tingkat Pusat (Rakorbangpus) untuk RKP 2010 Jakarta,

Lebih terperinci

Mendukung terciptanya kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Meningkatnya jumlah minat investor untuk melakukan investasi di Indonesia

Mendukung terciptanya kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Meningkatnya jumlah minat investor untuk melakukan investasi di Indonesia E. PAGU ANGGARAN BERDASARKAN PROGRAM No. Program Sasaran Program Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Iklim Usaha Kondusif 1. Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Mendukung terciptanya kesempatan

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2003

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2003 INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2003 TENTANG PERCEPATAN PEMULIHAN PEMBANGUNAN PROPINSI MALUKU DAN PROPINSI MALUKU UTARA PASCAKONFLIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH PAPUA

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH PAPUA MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH PAPUA Provinsi Papua PRIORITAS NASIONAL MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2012 WILAYAH PAPUA 1 Pendidikan Peningkatan akses pendidikan dan keterampilan kerja serta pengembangan

Lebih terperinci

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN Visi dan misi merupakan gambaran apa yang ingin dicapai Kota Surabaya pada akhir periode kepemimpinan walikota dan wakil walikota terpilih, yaitu: V.1

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi

Lebih terperinci

RISALAH KESEPAKATAN PEMBAHASAN SIDANG KELOMPOK MUSRENBANG NASIONAL TAHUN 2010

RISALAH KESEPAKATAN PEMBAHASAN SIDANG KELOMPOK MUSRENBANG NASIONAL TAHUN 2010 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (MUSRENBANGNAS) TAHUN 2010 Jakarta, 28 April-1 Mei 2010 RISALAH KESEPAKATAN PEMBAHASAN SIDANG KELOMPOK

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 54 TAHUN 2009 TENTANG UNIT KERJA PRESIDEN BIDANG PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2010 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2010 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 70.623.211.429 31.273.319.583 8.012.737.962 316.844.352 110.226.113.326 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 70.609.451.524

Lebih terperinci

RANGKUMAN HASIL SIDANG KELOMPOK Prioritas 4 : Penanggulangan Kemiskinan Prioritas 10 : Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Paska Konflik

RANGKUMAN HASIL SIDANG KELOMPOK Prioritas 4 : Penanggulangan Kemiskinan Prioritas 10 : Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Paska Konflik RANGKUMAN HASIL SIDANG KELOMPOK Prioritas 4 : Penanggulangan Kemiskinan Prioritas 10 : Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Paska Konflik WILAYAH : Sumatera A Hari/ Tanggal : Sabtu/01 Mei 2010 Sesi

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK APBN 2006 2012 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 : Asumsi Ekonomi Makro, 2006 2012... 1 Tabel 2 : Ringkasan APBN, 2006 2012... 2 Tabel 3 : Pendapatan Negara

Lebih terperinci

Paparan Draft Rencana Aksi

Paparan Draft Rencana Aksi Paparan Draft Rencana Aksi 2016-2017 Open Government Indonesia Jakarta, 4 April 2016 Alur Pikir Renaksi CLUSTER I Penegakan Hukum dan Pencegahan Korupsi No Aksi Kementerian / Lembaga Sasaran Indikator

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 140/M-IND/PER/10/2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 140/M-IND/PER/10/2009 TENTANG PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA MOR 140/M-IND/PER/10/2009 TENTANG PETA PANDUAN (ROAD MAP) PENGEMBANGAN INDUSTRI UNGGULAN PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERINDUSTRIAN

Lebih terperinci

Rencana Strategis

Rencana Strategis kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah pertumbuhan ekonomi yang diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Berdasarkan

Lebih terperinci

Grafik 1 Jumlah Laporan Masyarakat Berdasarkan Cara Penyampaian

Grafik 1 Jumlah Laporan Masyarakat Berdasarkan Cara Penyampaian Datang Langsung Email Facsimile Investigasi Inisiatif Media Surat Telepon Website Ombudsman Republik Indonesia sejak bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2015 telah menerima laporan/pengaduan masyarakat

Lebih terperinci

MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 Bidang: Lintas Bidang Penanggulangan Kemiskinan II.1.M.B-1. (dalam miliar rupiah)

MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 Bidang: Lintas Bidang Penanggulangan Kemiskinan II.1.M.B-1. (dalam miliar rupiah) MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN Bidang: Lintas Bidang Penanggulangan Kemiskinan (dalam miliar rupiah) No 2012 2013 2014 I. Prioritas: Penanggulangan Kemiskinan A. Fokus Prioritas: Peningkatan

Lebih terperinci

Sumber: Biro Pusat Statistik

Sumber: Biro Pusat Statistik Sumber: Biro Pusat Statistik Pembangunan Masih Jawa Sentris, Padahal Harusnya Indonesia Sentris Kontribusi Aktivitas Pembangunan Terhadap PDB Bertumpu di Pulau Jawa Sumatra Share PDRB: 23.2% Kalimantan

Lebih terperinci

TABEL 2 RINGKASAN APBN, (miliar rupiah)

TABEL 2 RINGKASAN APBN, (miliar rupiah) 2 A. Pendapatan Negara dan Hibah 995.271,5 1.210.599,7 1.338.109,6 1.438.891,1 1.635.378,5 1.762.296,0 I. Pendapatan Dalam Negeri 992.248,5 1.205.345,7 1.332.322,9 1.432.058,6 1.633.053,4 1.758.864,2 1.

Lebih terperinci

RANCANGAN TEKNOKRATIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) 2015-2019

RANCANGAN TEKNOKRATIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) 2015-2019 KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL RANCANGAN TEKNOKRATIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) 2015-2019 Oleh: Menteri PPN/Kepala Bappenas

Lebih terperinci

RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2012

RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2012 KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2012 Oleh : Menteri PPN/Kepala Bappenas Disampaikan dalam acara Musyawarah

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHU N 2003 TENTANG PERCEPATAN PEMULIHAN PEMBANGUNAN PROPINSI MALUKU DAN PROPINSI MALUKU UTARA PASCAKONFLIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a bahwa

Lebih terperinci

BAB IV PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2011

BAB IV PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2011 BAB IV PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2011 4.1. Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah Berdasarkan kondisi dan fenomena yang terjadi di Kabupaten Lebak serta isu strategis, maka ditetapkan prioritas

Lebih terperinci

Penataan Ruang dalam Rangka Mengoptimalkan Pemanfaatan Ruang di Kawasan Hutan

Penataan Ruang dalam Rangka Mengoptimalkan Pemanfaatan Ruang di Kawasan Hutan Penataan Ruang dalam Rangka Mengoptimalkan Pemanfaatan Ruang di Kawasan Hutan Disampaikan oleh: Direktur Jenderal Penataan Ruang Komisi Pemberantasan Korupsi - Jakarta, 13 Desember 2012 Outline I. Isu

Lebih terperinci

Oleh Kepala BPKP. A. Pendahuluan

Oleh Kepala BPKP. A. Pendahuluan Program Strategis Kementerian PAN dan RB, ANRI, BKN, BPKP dan LAN Dalam Rangka Percepatan Pencapaian Target Prioritas I Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola dalam RPJMN tahun 2010-2014 A. Pendahuluan Oleh

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI SULAWESI TENGAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI SULAWESI TENGAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI SULAWESI TENGAH PRESIDEN, Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan situasi keamanan dan ketertiban

Lebih terperinci

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH A. VISI DAN MISI Penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Wonosobo tahun 2012 merupakan periode tahun kedua dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN INDUSTRI PERIKANAN NASIONAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN INDUSTRI PERIKANAN NASIONAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN INDUSTRI PERIKANAN NASIONAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Dalam rangka percepatan pembangunan industri perikanan nasional

Lebih terperinci

MULTILATERAL MEETING II RKP 2017 PRIORITAS NASIONAL DAERAH TERTINGGAL

MULTILATERAL MEETING II RKP 2017 PRIORITAS NASIONAL DAERAH TERTINGGAL KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL MULTILATERAL MEETING II RKP 2017 PRIORITAS NASIONAL DAERAH TERTINGGAL Deputi Bidang Pengembangan Regional Jakarta, 14

Lebih terperinci

AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian

AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN 2012-2014 Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Jakarta, 1 Februari 2012 Daftar Isi I. LATAR BELAKANG II. ISU STRATEGIS DI SEKTOR INDUSTRI III.

Lebih terperinci

RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (RAN-GRK)

RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (RAN-GRK) RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (RAN-GRK) Shinta Damerys Sirait Kepala Bidang Pengkajian Energi Pusat Pengkajian Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Kementerian Perindustrian Disampaikan

Lebih terperinci

No. Program Sasaran Program Instansi Penanggung Jawab Pagu (Juta Rupiah)

No. Program Sasaran Program Instansi Penanggung Jawab Pagu (Juta Rupiah) E. PAGU ANGGARAN BERDASARKAN PROGRAM No. Program Sasaran Program Instansi Penanggung Jawab Pagu (Juta Rupiah) Sub Bidang Sumber Daya Air 1. Pengembangan, Pengelolaan, dan Konservasi Sungai, Danau, dan

Lebih terperinci

MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 PRAKIRAAN PENCAPAIAN TAHUN 2010 RENCANA TAHUN 2010

MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 PRAKIRAAN PENCAPAIAN TAHUN 2010 RENCANA TAHUN 2010 MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN BIDANG: WILAYAH DAN TATA RUANG (dalam miliar rupiah) PRIORITAS/ KEGIATAN PRIORITAS 2012 2013 2014 I PRIORITAS BIDANG PEMBANGUNAN DATA DAN INFORMASI SPASIAL A

Lebih terperinci

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN. roses pembangunan pada dasarnya merupakan proses yang berkesinambungan,

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN. roses pembangunan pada dasarnya merupakan proses yang berkesinambungan, BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN 10.1. Program Transisii P roses pembangunan pada dasarnya merupakan proses yang berkesinambungan, berlangsung secara terus menerus. RPJMD Kabupaten Kotabaru

Lebih terperinci

INSTRUMEN KELEMBAGAAN KONDISI SAAT INI POTENSI DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ENERGI INDIKASI PENYEBAB BELUM OPTIMALNYA PENGELOLAAN ENERGI

INSTRUMEN KELEMBAGAAN KONDISI SAAT INI POTENSI DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ENERGI INDIKASI PENYEBAB BELUM OPTIMALNYA PENGELOLAAN ENERGI MENUJU KEDAULATAN ENERGI DR. A. SONNY KERAF KOMISI VII DPR RI SEMINAR RENEWABLE ENERGY & SUSTAINABLE DEVELOPMENT IN INDONESIA : PAST EXPERIENCE FUTURE CHALLENGES JAKARTA, 19-20 JANUARI 2009 OUTLINE PRESENTASI

Lebih terperinci

Pengarahan KISI-KISI PROGRAM PEMBANGUNAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014

Pengarahan KISI-KISI PROGRAM PEMBANGUNAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014 Pengarahan KISI-KISI PROGRAM PEMBANGUNAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2013 ISU STRATEGIS, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2014 A. Isu Strategis

Lebih terperinci

DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN-P 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DATA POKOK APBN-P 2007 DAN APBN-P 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DATA POKOK -P 2007 DAN -P 2008 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR TABEL Tabel 1 :, 2007 dan 2008......... 1 Tabel 2 : Penerimaan Dalam Negeri, 1994/1995 2008...... 2 Tabel 3 : Penerimaan Perpajakan,

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2011 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA DAN PROVINSI PAPUA BARAT

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2011 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA DAN PROVINSI PAPUA BARAT PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2011 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA DAN PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

KONFIGURASI KEANGGOTAAN DPR 560 ANGGOTA

KONFIGURASI KEANGGOTAAN DPR 560 ANGGOTA KONFIGURASI KEANGGOTAAN DPR 560 ANGGOTA 109 9 1 73 61 49 47 40 39 35 16 KELEMBAGAAN DPR DAN UNSUR PENDUKUNGNYA FUNGSI Legislasi Anggaran Pengawasan O UT PU T SEKRETARIAT JENDERAL DAN BKD TENAGA AHLI &

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2012

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2012 BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2012 A. Perencanaan Kinerja Perencanaan kinerja tahun 2012 disusun berdasarkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) periode tahun 2010-2015.

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI KEMENTERIAN NEGARA SERTA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI KEMENTERIAN NEGARA SERTA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI KEMENTERIAN NEGARA SERTA SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, DAN FUNGSI ESELON I KEMENTERIAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

REKAPITULASI USULAN KEGIATAN PENDANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (UKPPD) TAHUN 2014 JAWA BARAT FORM F0 ISU STRATEGIS

REKAPITULASI USULAN KEGIATAN PENDANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (UKPPD) TAHUN 2014 JAWA BARAT FORM F0 ISU STRATEGIS REKAPITULASI USULAN KEGIATAN PENDANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (UKPPD) TAHUN 2014 JAWA BARAT FORM F0 ISU STRATEGIS I ISU STRATEGIS Peningkatan Akses Pendidikan Menengah Berkualitas dan Selaras dengan Kebutuhan

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA DAN PROVINSI PAPUA BARAT

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA DAN PROVINSI PAPUA BARAT INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI PAPUA DAN PROVINSI PAPUA BARAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Dalam rangka mempercepat pembangunan Provinsi

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERCEPATAN PELAKSANAAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2010

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERCEPATAN PELAKSANAAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2010 www.hukumonline.com INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERCEPATAN PELAKSANAAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2010 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Dalam upaya percepatan

Lebih terperinci

Multilateral Meeting II dalam Rangka Penyusunan RKP 2017 PN REFORMASI FISKAL

Multilateral Meeting II dalam Rangka Penyusunan RKP 2017 PN REFORMASI FISKAL KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Multilateral Meeting II dalam Rangka Penyusunan RKP 2017 PN REFORMASI FISKAL Oleh : Direktur Keuangan Negara dan Analisa

Lebih terperinci

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESI ---- RANCANGAN

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESI ---- RANCANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESI ---- RANCANGAN ----------------- ----------- LAPORAN SINGKAT RAPAT KERJA KOMISI III DPR RI DENGAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA ---------------------------------------------------

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI KEMENTERIAN NEGARA SERTA SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, DAN FUNGSI ESELON I KEMENTERIAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015

PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015 1 PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015 DEPUTI BIDANG KELEMBAGAAN KOPERASI DAN UKM 1. Revitalisasi dan Modernisasi Koperasi; 2. Penyuluhan Dalam Rangka Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi;

Lebih terperinci

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH NUSA TENGGARA

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH NUSA TENGGARA MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH NUSA TENGGARA PRIORITAS NASIONAL MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2012 WILAYAH NUSA TENGGARA 1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Peningkatan kapasitas pemerintah daerah

Lebih terperinci

Disampaikan pada acara : Rapat Koordinasi Nasional Pemberdayaan KUMKM Tahun 2014

Disampaikan pada acara : Rapat Koordinasi Nasional Pemberdayaan KUMKM Tahun 2014 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Disampaikan pada acara : Rapat Koordinasi Nasional Pemberdayaan KUMKM Tahun 2014 Deputi Menteri Bidang Produksi Jakarta, Desember 2014

Lebih terperinci

KEBIJAKAN GULA UNTUK KETAHANAN PANGAN NASIONAL

KEBIJAKAN GULA UNTUK KETAHANAN PANGAN NASIONAL KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN KEBIJAKAN GULA UNTUK KETAHANAN PANGAN NASIONAL KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN 28 Oktober 2013 1. KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL 2 Ketersediaan

Lebih terperinci