TEKNIK FASILITASI PETANI

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "TEKNIK FASILITASI PETANI"

Transkripsi

1 MODUL TEKNIK FASILITASI PETANI Teknik Fasilitasi Petani DEPARTEMEN PERTANIAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN PERTANIAN

2

3 : TEKNIK FASILITASI PETANI LEMBAR KERJA

4

5 Lembar Kerja 1 PENGERTIAN, TUJUAN, PRINSIP-PRINSIP DAN TEKNIK FASILITASI PETANI A. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Setelah selesai berlatih peserta mampu menyebutkan pengertian dan menjelaskan tujuan, prinsip-prinsip dan teknik fasilitasi petani dengan baik dan benar. B. Sub Pokok Bahasan 1. Pengertian fasilitasi petani 2. Tujuan dan prinsip-prinsip fasilitasi petani 3. Teknik fasilitasi petani C. Waktu 4x45 menit D. Lembar Kerja Melatih No. Langkah Kerja Melatih Metoda Alat dan bahan Waktu (Menit) 1. Ciptakan suasana kesiapan berlatih Ice breaking Tayangkan TPU (U3.T.1) dan TPK (U3.T.2) berikan ulasan dan minta kepada peserta untuk menanggapi dan menyetujui - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T.1 - Alat Bantu U3.T Gali pendapat peserta tentang pengertian fasilitasi petani. - Tuliskan pendapat peserta di papan tulis. Setiap pendapat ditulis apa adanya (tanpa dikomentari dan diubah) - Garis bawahi kata-kata kunci dari pendapat peserta yang dianggap mendekati pengertian yang benar - Minta salah seorang peserta untuk menyimpulkan hasil curah pendapat Curah Pendapat - Kertas Koran - Papan tulis - Alat tulis Rumuskan hasil pendapat peserta dan selanjutnya tayangkan pengertian fasilitasi petani (U3.T.3) serta bahas bersama peserta - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T.3 10

6 Lembar Kerja 1 No. Langkah Kerja Melatih Metoda Alat dan bahan Waktu (Menit) 5. Gali pendapat peserta tentang tujuan fasilitasi petani. - Tuliskan pendapat peserta di papan tulis. Setiap pendapat ditulis apa adanya (tanpa dikomentari dan diubah) - Garis bawahi kata-kata kunci dari pendapat peserta yang tertulis di papan tulis yang dianggap mendekati tujuan fasilitasi petani yang benar Minta salah seorang peserta untuk menyimpulkan hasil curah pendapat Curah pendapat - Kertas koran - Papan tulis - Alat tulis Rumuskan hasil pendapat peserta dan tayangkan tujuan fasilitasi petani (U3.T.4) serta bahas bersama peserta - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T Gali pendapat peserta tentang prinsipprinsip fasilitasi petani - Tuliskan pendapat peserta di papan tulis. Setiap pendapat ditulis apa adanya (tanpa dikomentari dan diubah) - Garis bawahi kata-kata kunci dari pendapat peserta yang tertulis di papan tulis yang dianggap mendekati prinsipprinsip fasilitasi petani yang benar Mintakan salah seorang peserta untuk menyimpulkan hasil curah pendapat Curah pendapat - Kertas koran - Papan tulis - Alat tulis Rumuskan hasil pendapat peserta dan tayangkan prinsip-prinsip fasilitasi petani (U3.T.5) serta bahas bersama peserta - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T Gali pendapat peserta tentang teknik fasilitasi petani. - Tuliskan pendapat peserta di papan tulis. Setiap pendapat ditulis apa adanya (tanpa dikomentari dan diubah) - Garis bawahi kata-kata kunci dari pendapat peserta yang tertulis di papan tulis yang dianggap mendekati teknik fasilitasi petani yang benar Minta salah seorang peserta untuk menyimpulkan hasil curah pendapat Curah pendapat - Kertas koran - Papan tulis - Alat tulis Rumuskan hasil pendapat dan tayangkan teknik fasilitasi petani (U3.T.6) serta bahas bersama peserta - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T.6 10

7 Lembar Kerja 2 PEMBENTUKAN TIM FASILITATOR A. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Setelah selesai berlatih peserta mampu menyebutkan pengertian, manfaat dan hal-hal yang harus diperhatikan oleh tim fasilitator serta menjelaskan tugas, fungsi dan peran serta upaya membangun tim fasilitator yang kompak. B. Sub Pokok Bahasan 1. Pengertian dan manfaat tim fasilitator 2. Tugas, fungsi dan peran setiap anggota tim fasilitator 3. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh tim fasilitator C. Waktu 4x45 menit D. Lembar Kerja Melatih No. Langkah Kerja Melatih Metoda Alat dan bahan Waktu (Menit) 1. Ciptakan suasana kesiapan berlatih Ice breaking Tayangkan TPK (U3.T.7), berikan ulasan dan minta kepada peserta untuk menanggapi dan menyetujui - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T Gali pendapat peserta tentang pengertian dan manfaat tim fasilitator. - Tuliskan pendapat peserta di papan tulis. Setiap pendapat ditulis apa adanya (tanpa dikomentari dan diubah) - Garis bawahi kata-kata kunci dari pendapat peserta yang tertulis di papan tulis yang dianggap mendekati pengertian dan manfaat tim fasiilitator yang benar Minta salah seorang peserta untuk menyimpulkan hasil curah pendapat Curah pendapat - Kertas koran - Papan tulis - Alat tulis Rumuskan hasil pendapat peserta dan selanjutnya tayangkan pengertian (U3.T.8) dan manfaat tim fasilitator (U3.T.9) serta bahas bersama peserta - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T.8 - Alat bantu U3.T.9 10

8 Lembar Kerja 2 No. Langkah Kerja Melatih Metoda Alat dan bahan Waktu (Menit) 5. Gali pendapat peserta tentang tugas, fungsi dan peran setiap anggota tim fasilitator. - Tuliskan pendapat peserta di papan tulis. Setiap pendapat ditulis apa adanya (tanpa dikomentari dan diubah) - Garis bawahi kata-kata kunci dari pendapat peserta yang tertulis di papan tulis yang dianggap mendekati tugas, fungsi dan peran setiap anggota tim fasilitator yang benar Minta salah seorang peserta untuk menyimpulkan hasil curah pendapat Curah pendapat - Kertas koran - Papan tulis - Alat tulis Rumuskan hasil pendapat peserta dan tayangkan tugas dan fungsi (U3.T.10) serta peran setiap anggota tim fasilitator (U3.T.11) dan bahas bersama peserta - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T.10 - Alat bantu U3.T Gali pendapat peserta tentang upaya membangun tim fasilitator yang kompak. - Tuliskan pendapat peserta di papan tulis. Setiap pendapat ditulis apa adanya (tanpa dikomentari dan diubah) - Garis bawahi kata-kata kunci dari pendapat peserta yang tertulis di papan tulis yang dianggap mendekati upaya membangun tim fasilitator yang kompak Minta salah seorang peserta untuk menyimpulkan hasil curah pendapat Curah pendapat - Kertas koran - Papan tulis - Alat tulis Rumuskan pendapat peserta dan tayangkan upaya pembentukan tim fasilitator yang kompak (U3.T.12) serta bahas bersama peserta - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T Gali pendapat peserta tentang hal-hal yang harus diperhatikan oleh tim fasilitator. - Tuliskan pendapat peserta di papan tulis. Setiap pendapat ditulis apa adanya (tanpa dikomentari dan diubah) - Garis bawahi kata-kata kunci dari pendapat peserta yang tertulis di papan tulis yang dianggap mendekati halhal yang harus diperhatikan oleh tim fasiilitator yang benar Minta salah seorang peserta untuk menyimpulkan hasil curah pendapat Curah pendapat - Kertas koran - Papan tulis - Alat tulis Rumuskan pendapat peserta dan selanjutnya tayangkan hal-hal yang harus diperhatikan oleh tim fasilitator (U3.T.13) serta bahas bersama peserta - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T.13 10

9 Lembar Kerja 3 PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN A. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Setelah selesai berlatih peserta mampu menyebutkan pengertian, manfaat, prinsip-prinsip dan jenis-jenis alat Bantu pembelajaran serta menjelaskan dasar-dasar pertimbangan pemilihan dan penggunaan alat Bantu pembelajaran. B. Sub Pokok Bahasan 1. Pengertian, manfaat dan prinsip-prinsip alat bantu pembelajaran 2. Dasar-dasar Pertimbangan pemilihan dan penggunaan alat bantu pembelajaran 3. Jenis-jenis alat bantu pembelajaran. C. Waktu 4x45 menit D. Lembar Kerja Melatih No. Langkah Kerja Melatih Metoda Alat dan bahan Waktu (Menit) 1. Ciptakan suasana kesiapan berlatih Ice breaking Tanyakan TPK (U3.T.14), berikan ulasan dan minta kepada peserta untuk menanggapi dan menyetujui. - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T Gali pendapat peserta tentang pengertian, manfaat dan prinsip-prinsip alat Bantu pembelajaran. - Tuliskan pendapat peserta di papan tulis. Setiap pendapat ditulis apa adanya (tanpa dikomentari dan diubah) - Garis bawahi kata-kata kunci dari pendapat peserta yang tertulis di papan tulis yang dianggap mendekati pengertian, manfaat dan prinsip-prinsip alat bantu pembelajaran yang benar Minta salah seorang peserta untuk menyimpulkan hasil curah pendapat Curah pendapat - Kertas koran - Papan tulis - Alat tulis 45

10 Lembar Kerja 3 No. Langkah Kerja Melatih Metoda Alat dan bahan Waktu (Menit) 4. Rumuskan hasil pendapat peserta dan selanjutnya tayangkan pengertian alat bantu pembelajaran (U3.T.15), manfaat (U3.T.16) dan prinsip-prinsip alat bantu pembelajaran (U3.T.17) serta bahas bersama peserta. - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T.15 - Alat bantu U3.T.16 - Alat bantu U3.T Gali pendapat peserta tentang jenis-jenis alat Bantu pembelajaran. - Tuliskan pendapat peserta di papan tulis. Setiap pendapat ditulis apa adanya (tanpa dikomentari dan diubah) - Garis bawahi kata-kata kunci dari pendapat peserta yang tertulis di papan tulis yang dianggap mendekati jenis-jenis alat bantu pembelajaran yang benar Minta salah seorang peserta untuk menyimpulkan hasil curah pendapat Curah pendapat - Kertas koran - Papan tulis - Alat tulis Rumuskan hasil pendapat peserta dan tayangkan jenis-jenis alat bantu pembelajaran(u3.t.18) serta bahas bersama peserta. - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T Gali pendapat peserta tentang dasar-dasar pertimbangan pemilihan dan penggunaan alat bantu pembelajaran - Tuliskan pendapat peserta di papan tulis. Setiap pendapat ditulis apa adanya (tanpa dikomentari dan diubah) - Garis bawahi kata-kata kunci dari pendapat peserta yang tertulis di papan tulis yang dianggap mendekati dasardasar pertimbangan pemilihan dan penggunaan alat bantu pembelajaran yang benar Minta salah seorang peserta untuk menyimpulkan hasil curah pendapat Curah pendapat - Kertas koran - Papan tulis - Alat tulis Rumuskan hasil pendapat peserta dan tayangkan dasar-dasar pertimbangan pemilihan dan penggunaan alat bantu pembelajaran (U3.T.19) serta bahas bersama peserta. - Ceramah - Diskusi - Alat bantu U3.T.19 10

11 : TEKNIK FASILITASI PETANI LEMBAR ALAT BANTU PEMBELAJARAN

12 10

13 U3T.1 Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) Setelah selesai berlatih peserta mampu melaksanakan fasilitasi terhadap petani dengan baik dan benar U3.T.1 TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.2 Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Setelah selesai berlatih peserta mampu: 1. Menyebutkan pengertian fasilitasi petani 2. Menjelaskan tujuan dan prinsip-prinsip fasilitasi petani 3. Menjelaskan teknis fasilitasi petani U3.T.2 TEKNIK FASILITASI PETANI feati 11

14 U3.T.3 Pengertian Fasilitasi Petani Proses belajar antar sesama anggota masyarakat(dalam hal ini petani) yang dicirikan oleh adanya penyuluh atau petani pemandu yang dipilih dari oleh petani setempat secara demokrasi TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.3 U3.T.4 Tujuan Fasilitasi Petani Mengubah sikap, keterampilan dan pengetahuan petani agar mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dengan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki dan bekerjasama dengan semua pihak TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.4 12

15 U3.T.5 Prinsip-prinsip Fasilitasi Petani 1. Mengutamakan yang terabaikan 2. Pemberdayaan masyarakat 3. Masyarakat sebagai pelaku 4. Saling belajar dan menghargai perbedaan 5. Santai dan informal 6. Triangulasi 7. Mengoptimalkan hasil 8. Belajar dari kesalahan dan terbuka U3.T.5 TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.6 Teknik Fasilitasi Petani 1. Membangun dinamika kelompok 2. Berkomunikasi secara efektif 3. Keterampilan menangani orang yang sulit U3.T.6 TEKNIK FASILITASI PETANI feati 13

16 U3.T.7 Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Setelah selesai berlatih, peserta mampu : 1. Menyebutkan pengertian dan manfaat tim fasilitator 2. Menjelaskan tugas, fungsi dan peran setiap anggota tim fasilitator 3. Menjelaskan upaya membangun tim fasilitator yang kompak 4. Menyebutkan hal-hal yang harus diperhatikan oleh tim fasiltator TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.7 U3.T.8 Pengertian Tim Fasilitasitor Tim kerja yang dapat memfasilitasi/membimbing dalam proses belajar secara tim dengan metode pembelajaran dimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi proses belajar mengajar dilakukan oleh 2 (dua) orang pembina atau lebih TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.8 14

17 U3.T.9 Manfaat Tim Fasilitasitor 1. Informasi lebih lengkap 2. Menghindari suasana bosan 3. Lingkup kerja lebih ringan (ada pembagian tugas ) 4. Meningkatkan kemampuan pelatih Junior 5. Memotivasi anggota tim 6. Anggota tim sebagai penengah U3.T.9 TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.10 Tugas dan Fungsi Tim Fasilitasitor 1. Menyediakan suatu proses pembelajaran 2. Memfokuskan pada proses dengan tidak meninggalkan isi proses pembelajaran 3. Bertanggungjawab adanya komunikasi yang baik 4. Menentukan bahwa semua peserta puas dan berkomitmen dengan keputusan yang diambil 5. Mendukung peserta dalam berpikir kritis 6. Berperan dalam memberikan ide-ide atau alternatif pemecahan konflik U3.T.10 TEKNIK FASILITASI PETANI feati 15

18 U3.T.11 Peran Fasilitasitor 1. Mengarahkan peserta 2. Memberi dorongan kepada peserta 3. Mengaktifkan dan membangkitkan semangat peserta 4. Membantu menyelesaikan konflik 5. Membantu peserta dalam berpikir kritis 6. Membantu dan menumbuhkan kerjasama antar peserta 7. Membantu dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan kegiatan petani TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.11 U3.T.12 Upaya Membangun Tim Fasilitasitor Anggota tim fasilitator dapat membangun suasana dengan : 1. Menciptakan komunikasi antar tim fasilitator dengan baik 2. Mengkondisikan dirinya memiliki : empati, kehangatan, perhatian, keterbukaan, rasa hormat dan penghargaan 3. Memahami karakter masing-masing anggota tim 4. Memahami kekurangan dan kelebihan dari setiap anggota tim 5. Menciptakan kerjasama yang baik antar anggota tim 6. Mempunyai jiwa saling membantu antar anggota tim 7. Dapat mengatasi perbedaan pendapat antar anggota tim TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.12 16

19 U3.T.13 Hal-hal yang Harus Diperhatikan Tim Fasilitasitor 1. Menciptakan suasana keterbukaan dan keakraban serta tidak menggurui 2. Menciptakan suasana belajar yang kondosif 3. Menggunakan bahasa yang sederhana 4. Dapat membaca situasi dalam proses pembelajaran 5. Menguasai materi dan mengarahkan diskusi 6. Sabar bersikap ramah dan santai tapi dinamis 7. Memotivasi peserta 8. Menghargai pendapat peserta 9. Menyimpulkan hasil pembelajaran U3.T.13 TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.14 Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Setelah selesai berlatih peserta mampu : 1. Menyebutkan pengertian, manfaat dan prinsipprinsip alat bantu mengajar 2. Menyebutkan jenis-jenis alat bantu mengajar 3. Menjelaskan dasar-dasar pertimbangan pemilihan dan penggunaan alat bantu mengajar U3.T.14 TEKNIK FASILITASI PETANI feati 17

20 U3.T.15 Pengertian Alat bantu Mengajar Media yang dipergunakan sebagai alat bantu mengajar atau benda yang dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dapat membantu sehingga memperlancar komunikasi dalam proses belajar mengajar TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.15 U3.T.16 Manfaat Alat Bantu Mengajar 1. Dapat memperjelas informasi/materi yang disampaikan 2. Menghindari salah tafsir (salah pengertian) 3. Menyesuaikan persepsi terhadap suatu obyek yang belum diketahui 4. Dapat menarik dan meningkatkan perhatian serta minat peserta 5. Peserta dapat memahami dan mengerti materi/pesan 6. Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu 7. Membantu keberhasilan penyuluhan pertanian TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.16 18

21 U3.T.17 Prinsip-prinsip Alat Bantu Mengajar 1. Dapat dilihat 2. Dapat didengar 3. Dapat diraba 4. Dapat dirasakan 5. Dapat dicium 6. Mudah didapat U3.T.17 TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.18 Jenis-jenis Alat Bantu Mengajar 1. Media cetak 2. Media foto 3. Media film dan slide 4. Media rekaman 5. Alat peraga U3.T.18 TEKNIK FASILITASI PETANI feati 19

22 U3.T.19 Dasar Pertimbangan Pemilihan danpenggunaan Alat Bantu Mengajar 1. Tujuan yang ingin dicapai 2. Karakteristik sasaran 3. Kesesuaian media dan materi 4. Ketersediaan sarana dan prasarana 5. Waktu 6. Biaya TEKNIK FASILITASI PETANI feati U3.T.19 20

23 : TEKNIK FASILITASI PETANI LEMBAR AKTIVITAS PESERTA A. LEMBAR INFORMASI B. LEMBAR EVALUASI PESERTA 21

24 22

25 : TEKNIK FASILITASI PETANI LEMBAR AKTIVITAS PESERTA LEMBAR INFORMASI 23

26 24

27 Lembar Informasi 1 PENGERTIAN, TUJUAN, PRINSIP-PRINSIP DAN TEKNIK FASILITASI PETANI Tugas pokok Peyuluh Pertanian adalah menyiapkan, melaksanakan, mengembangkan, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan penyuluhan pertanian. Seorang Penyuluh Pertanian dituntut mampu melaksanakan tugasnya sebagai mitra kerja petani dan berperan sebagai fasilitator bagi petani dan keluarganya. A. Pengertian Fasilitasi petani adalah suatu proses belajar antar sesama anggota masyarakat (dalam hal ini petani) yang dicirikan oleh adanya penyuluh atau petani pemandu yang dipilih dari oleh petani setempat secara demokratis. Peran penyuluh dan petani pemandu adalah: 1. Membantu dan membimbing petani lain dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi usaha secara partisipatif dan berkelanjutan, 2. Membantu dan membimbing petani lain dalam menentukan masalahannya dan mencari alternatif pemecahannya, 3. Membantu pengembangkan teknologi melalui kegiatan studi petani dan penelitian lapangan yang dirancang, disiapkan dan dilaksanakan serta dievaluasi sendiri oleh petani, 4. Menjalin kemitraan antar petani dengan pihak lain yang berkaitan dengan pengembangan usahanya. B. Tujuan Dalam proses fasilitasi petani, yang menjadi tujuan akhir adalah perubahan sikap, ketrampilan dan pengetahuan dari yang difasilitasi (petani) agar mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dan bekerjasama dengan semua pihak. 1. Sikap yaitu reaksi yang muncul atau nampak saat seseorang menghadapi suatu hal/informasi. Sikap merupakan cerminan yang nampak dalam perilaku yang merupakan perpaduan dari model, teori, kepercayaan, asumsi dan cara pandang yang tertanam dalam diri individu. 2. Ketrampilan yaitu teknik, keahlian, kebiasaan, kemampuan untuk melakukan sesuatu. Ketrampilan akan berkembang saat individu merefleksikan pembelajaran dan punya komitmen untuk menggunakan informasi untuk mengembangkan keahlian baru. 3. Pengetahuan yaitu pemahaman akan sesuatu (tentang diri dan lingkungan) yang mana peningkatan pengetahuan tersebut 25

28 Lembar Informasi 1 dilakukan melalui pendidikan kelembagaan (formal) dan informal seperti membaca, ceramah, penguatan jaringan, melihat tayangan maupun dengan mendengarkan. C. Prinsip-prinsip Fasilitasi Petani 1. Prinsip mengutamakan yang terabaikan yaitu suatu prinsip yang mengutamakan masyarakat yang terabaikan agar mereka mempunyai kesempatan untuk memiliki peran dan mendapat manfaat dalam kegiatan program. 2. Prinsip pemberdayaan masyarakat yaitu suatu prinsip untuk meningkatan kemampuan masyarakat. 3. Prinsip masyarakat sebagi pelaku, orang luar sebagai fasilitator yaitu menempatkan masyarakat sebagai pusat dari kegiatan pembangunan. 4. Prinsip saling belajar dan menghargai perbedaan yaitu prinsip dimana tidak ada sesuatupun yang mutlak benar dan mutlak salah dan perbedaan bukan untuk dipertentangkan namun untuk dipahami dan disadari. 5. Prinsip santai dan informal yaitu prinsip untuk menciptakan suasana yang luwes, terbuka, tidak memaksa dan informal. 6. Prinsip triangulasi yaitu prinsip untuk menilai tidak hanya dari satu sumber namun juga dari beberapa sumber. 7. Prinsip mengoptimalkan hasil yaitu prinsip untuk memperoleh hasil yang tepat guna. 8. Prinsip belajar dari kesalahan dan terbuka yaitu prinsip bahwa kesalahan bukanlah akhir dari semuanya, namun bukan tanpa perhitungan saat melakukan kegiatan namun harus juga meminimalkan dan mengurangi kesalahan. Keterbukaan akan informasi baru juga harus diperhatikan. 26

29 Lembar Informasi 2 TEKNIK FASILITASI PETANI Dalam memfasilitasi petani teknik fasilitasi yang perlu dikuasai oleh Penyuluh Pertanian maupun Pemandu petani adalah sebagai berikut: A. Mengembangkan Dinamika Kelompok 1. Memilih satu atau lebih metode yang tepat dan cocok (penyampaian materi, bermain peran, demonstasi, praktek lapang, studi kasus, dsb). 2. Mendorong anggota kelompok untuk memberi komentar dan saran, bertanya dan membagi pengalaman kepada yang lain, 3. Menciptakan suasana yang memungkinkan setiap individu menjadi bagian kelompok yang dinamis sehingga mereka dapat saling belajar dan bekerjasama, 4. Mendorong terjadinya diskusi diantara anggota kelompok, 5. Menjaga diskusi tidak melenceng dari topik yang telah disepakati bersama. B. Berkomunikasi secara Efektif 1.- Memperhatikan bahwa kita mempunyai topik yang sedang didiskusikan, 2. Memahani lawan bicara, 3. Memperlihatkan rasa simpati kepada lawan bicara, 4. Mendengarkan sebab terjadinya masalah, 5. Membantu lawan bicara menghubungkan masalah dengan penyebabnya, 6. Mendorong lawan bicara dengan memotivasi dia agar dapat memecahkan masalahnya sendiri, 7. Mengendalikan diri untuk tetap diam mendengarkan, apabila diam memang dibutuhkan. Dalam berkomunikasi hindari : 1. Debat kusir dengan lawan bicara, 2. Menginterupsi lawan bicara, 3. Terlalu cepat cepat mengambil kesimpulan dan memberi nasehat. Beberapa contoh hambatan yang terjadi dalam mendengarkan dengan penuh perhatian adalah sebagai berikut : 1. Kadang mendengarkan kadang tidak terutama ketika lawan bicara sedang berpikir tentang pemikirannya, 27

30 Lembar Informasi 2 2. Ketika mendengarkan yang dapat membangkitkan emosi. Saat mendengarkan kata-kata tersebut, kita merasa terganggu lantas berhenti mendengarkan, 3. Ketika membuka telinga namun menutup pikiran, yaitu saat kita dengan cepat mengambil kesimpulan bahwa kita telah tahu apa yang ingin dikatakan, 4. Mendengarkan dengan tatapan hampa, yaitu ketika mendengarkan, pikiran kita melayang berada di tempat lain, 5. Mendengarkan terlalu dalam meskipun kita sebenarnya tidak paham dengan topik pembicaraan. Teknik-Teknik Mendengarkan : Tipe Tujuan Tanggapan Pemandu 1. Penjelasan Untuk memperoleh penjelasan tambahan yang masih diperlukan Untuk membantu mengeksplorasi seluruh segi permasalahan, 2. Penguraian Untuk mengecek pengertian dan interpretasi kita dengan pengertian lawan bicara Untuk memperlihatkan bahwa mendengarkan dan memahami apa yang dia katakan., 3. Netral Untuk mempelihatkan bahwa kita tertarik dan mendengarkan Untuk mendorong lawan bicara agar melanjutkan pembicaraannya, 4. Refleksi Untuk memperlihatkan bahwa kita mengerti bagaimana perasaan lawan bicara tentang apa yang ia lakukan Untuk membantu lawan bicara agar dapat menilai dan menentukan perasaaannya yang sama dengan orang lain 5. Perumusan Untuk membuat kesimpulan dari hasil diskusi Dapatkan anda menjelaskan hal ini? Apakah artinya begini? Inikah masalah yang anda hadapi saat ini? Sepengatahuan saya, rencana anda adalah... Apakah anda telah memutuskan untuk melakukan... dan alasannya adalah...? Saya mengerti Ya, saya paham Oh, bagus itu Anda merasa bahwa... Apakah anda terkejut waktu melihat kejadian itu? Berdasarkan hasil diskusi kita, maka kesimpulannya adalah... 28

31 Umpan Balik Umpan balik berarti tingkat penerimaan suatu informasi yang kita sampaikan kepada orang lain yang biasanya ditunjukkan dengan sikap tertentu. Umpan balik ini sangat penting bagi pemandu untuk mengetahui reaksi orang-orang terhadap apa yang didiskusikan bersama. Doronglah agar anggota kelompok mampu untuk mengatakan kepada pemandu ketika mereka tidak tertarik atau memiliki masalah dengan proses diskusi yang sedang berlangsung. Umpan Balik Tidak Langsung Lembar Informasi 2 Ada peserta yang memiliki kecenderungan untuk memberikan umpan balik dengan mengatakannya secara tidak langsung. Manfaat dari umpan balik yang demikian dapat membantu pemandu untuk mengembangkan penampilan dan membangun kepercayaan diri. Mengembangkan umpan balik secara langsung dapat bermanfaat untuk membutuhkan suatu sikap yang jujur dan bersikap terbuka terhadap perasaan mereka sendiri. Jika kita peka, kita dapat menangkap umpan balik melalui pengalaman : - Apakah ada peserta yang sering melihat keluar pintu / jendela atau mata orang yang bersangkutan sudah mulai berkaca setelah pembicaraan beberapa waktu - Apakah tiba-tiba peserta yang biasanya aktif tiba-tiba diam - Apakah diskusi/kegiatan kelompok yang dilaksanakan susah sesuai dengan kesepakatan Namun dalam pengamatan kita tidak boleh salah mengartikan umpan balik yang kita terima (karena mungkin yang matanya berkaca disebabkan kena kotoran). Kita mungkin bisa bertanya langsung kepada yang bersangkutan atas reaksi mereka, meskipun kadang orang tersebut merasa tidak enak untuk berkata jujur atau takut mengatakannya. Umpan Balik langsung Ada peserta yang memiliki kecenderungan untuk memberikan umpan balik dengan mengatakannya secara langsung. Manfaat dari umpan balik yang demikian dapat membantu pemandu untuk mengembangkan penampilan dan membantu kepercayaan diri. Mengembangkan umpan balik secara langsung dapat bermanfaat untuk membutuhkan suatu sikap yang jujur dan bersikap terbuka terhadap perasaan mereka sendiri. Hal-hal yang perlu diiingat dalam menerima umpan balik - Sebagai pemandu kita akan banyak belajar dari umpan balik jika kita mendengarkan dengan penuh perhatian perasaan yang diungkapkan oleh lawan bicara. Jangan mencoba bersikap bertahan atau memberi alasan kalau lawan bicara sedang bereaksi. Jika ada orang yang merasa bosan, merasa tersinggung atau merasa malu. - Saat menerima umpan balik, pemandu harus memiliki keputusan yang tepat kapan saat berhenti untuk menerima umpan balik lagi. Katakan : baik, terima kasih banyak. Saya akan memikirkan hal tersebut, tapi sebaiknya kita beralih ke orang lain/ topik berikutnya - Bila kita menerima umpan balik negatif, hendaknya kita ingat bahwa reaksi itu berbeda-beda. Sebaliknya kita mengecek bagimana reaksi 29

32 Lembar Informasi 2 orang lain untuk hal yang sama. Jika hanya ada 1 orang saja yang bereaksi negatif, kita tidak perlu melakukan apa-apa, namun bila sebagian besar peserta bereaksi sama, kita harus mencoba dan berusaha mengubah sikap kita yang membuat orang-orang bereaksi negatif. C. Ketrampilan Menangani Orang yang Sulit Pengertian sulit disini adalah peserta yang dominan (merasa orang yang paling penting), saling berdiskusi sendiri, diam dan tidak acuh dan membahas hal lain di luar topik bahasan yang disepakati : 1. Peserta yang dominan. Orang yang cenderung tampil dominan biasanya adalah orang-orang yang memang dianggap penting oleh masyarakat, seperti orang yang paling tua atau dituakan, orang terpandang (kaya), tokoh masyarakat, pemuka agama, lulusan sekolah tinggi dan sebagainya. Sumbangan dan pendapat orangorang itu memang penting dan berguna tetapi seringkali mereka tidak mengetahui kapan mereka harus berhenti bicara sehingga peserta diskusi yang lain berangsur-angsur akan kehilangan waktu dan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif. Seorang pemandu dapat menangani orang yang dominan dengan cara tidak melihatnya secara terus menerus sehingga yang bersangkutan tidak cenderung untuk bicara terus berkepanjangan. Atau dengan mengatakan Terima Kasih atas masukan anda, apakah ada yang ingin menambahkan lagi? jika masih tetap dominan, pemandu dapat bicara dengan orang tersebut untuk mendiskusikannya nanti sewaktu istirahat dan jelaskan bahwa kita memberikan kesempatan bagi orang lain untuk juga menyumbangkan pendapatnya. 2. Peserta yang berdiskusi sendiri. Kadang-kadang beberapa peserta asyik berdiskusi sendiri. Kejadian tersebut belum tentu merugikan kelompok, karena mungkin membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pokok bahasan. Hanya sayangnya peserta lain mungkin menjadi tidak bisa mendengarkan dan konsentrasinya terganggu. Untuk itu pemandu hendaknya : - Sering melihat ke arah mereka untuk mengingatkan bahwa mereka adalah anggota kelompok besar - Katakan : Nampaknya anda sedang berdiskusi tentang halhal yang dapat membantu kita. Maukah anda menyampaikan kepada kami? - Jika masih gagal, katakan Maaf, saya tidak dapat mendengarkan peserta lain bila anda berdua berbicara terus. Maukah anda meneruskannya nanti pada waktu istirahat? 3. Peserta yang diam dan tidak acuh. Ada peserta yang lebih diam dibandingkan peserta yang lain karena setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda. Mengingat bahwa setiap anggota kelompok mempunyai peran yang penting, maka perhatikan sebab-sebabnya. Dekati dia dengan senyum dan cobalah bertanya tanggapannya tentang diskusi yang sedang berlangsung, coba upayakan dengan meminta pendapatnya mengenai hal-hal yang lebih khusus atau sehari-hari. Senyumlah pada orang yang bersangkutan, tanya pendapatnya tentang diskusi yang baru saja terjadi. Cobalah menarik minat dia 30

33 Lembar Informasi 2 untuk terlibat, jangan buru-buru memaksanya untuk bicara. Setelah melakukan pendekatan dengan dia, anda bisa memulai untuk menawarkan kesempatan untuk dia di hadapan peserta yang lain. Saya dengan anda mempunyai pengalaman yang menarik. Maukah anda menyampaikannya kepada kami semua? Berikan kesempatan itu secara berangsur-angsur sampai dia merasa siap bergabung. 4. Peserta yang membahas hal lain di luar pokok bahasan yang disepakati. Ada juga peserta cenderung mengkait-kaitkan hal-hal yang sedang dibicarakan dengan hal lain yang kurang berhubungan, agar dia mendapat kesempatan untuk berbicara lebih banyak dan lebih lama. Walaupun menganggu kesepakatan bersama, pemandu harus melihat dari segi baiknya, cobanya mengerti bahwa setiap orang ingin juga menyampaikan sesuatu yang diketahuinya kepada orang lain. Jadi, cobalah untuk menerimanya dan menawarkannya untuk dibicarakan pada kesempatan berikutnya. Kita masih mempunyai beberapa hal yang harus dibicarakan karena itu sebaiknya hal-hal yang anda sampaikan tadi bisa kita bahas setelah ini bila anggota kelompok menginginkannya. Bagaimana? 31

34 Lembar Informasi 2 32

35 Lembar Informasi 3 PENGERTIAN, MANFAAT, TUGAS DAN FUNGSI ANGGOTA TIM FASILITATOR Salah satu peran penyuluh pertanian adalah sebagai fasilitator. Pada hakikatnya penyuluh harus dapat memfasilitasi proses belajar antar sesama anggota masyarakat (petani). Oleh karena itu penyuluh perlu memiliki kondisi tertentu untuk dapat bertindak sebagai fasilitator yang baik antara: empati, kehangatan dan perhatian; keterbukaan; rasa hormat dan penghargaan. A. Pengertian Tim fasilitasi merupakan tim kerja yang dapat memfasilitasi/ membimbing proses belajar secara tim (Team Teaching) dengan pembelajaran dimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi proses belajar pembelajaran dilakukan oleh 2 (dua) orang atau lebih. Dalam tim fasilitasi ada pembagian tugas, maka masing-masing anggota tim harus dapat menjaga etika tim fasilitator. Proses belajar dalam memfasilitasi petani dengan fasilitator secara tim ada kelemahan dan kelebihan sebagai berikut : 1. Kelebihan (sebagai manfaat) - Informasi lebih lengkap - Menghindari suasana bosan (kondisi) - Lingkup kerja lebih ringan (ada pembagian tugas) - Meningkatkan kemampuan pelatih Junior - Memotivasi anggota tim - Anggota tim sebagai penengah 2. Kelemahan - Terjadi konflik antar anggota tim - Dominasi - Kontra - Tumpang tindih Untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang konsep memfasilitasi petani dalam penerapan penyuluhan pertanian partisipatif, peserta harus memahami tujuan memfasilitasi yaitu : 1. Dapat menciptakan suasana keterbukaan dan keakraban baik antara peserta dengan peserta maupun antara peserta dengan fasilitator (fasilitator tidak menggurui). 2. Menyediakan proses belajar dengan membangun motivasi langsung dari anggota. 33

36 Lembar Informasi 3 B. Tugas dan fungsi setiap anggota Tim Fasilitator Proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi para peserta, diperlukan adanya komunikasi yang baik antar anggota tim, disamping itu setiap anggota tim fasilitator harus memahami tugas dan fungsinya sebagai berikut: 1. Fasilitator menyediakan suatu proses pembelajaran dimana masyarakat (petani) dapat mendiskusikan isu-isu mereka sendiri secara baik dan kondusif. 2. Fasilitator memfokuskan terutama pada proses dengan tidak meninggalkan isi proses pembelajaran. 3. Fasilitator bertanggungjawab adanya komunikasi yang baik dan efektif dalam proses pembelajaran, dengan memperhatikan 4 (empat) hal, yaitu perhatian, pemahaman, penerimaan dan tindakan. 4. Fasilitator menentukan bahwa semua peserta puas dan berkomitmen dengan keputusan-keputusan yang diambil. 5. Fasilitator mendukung masyarakat/peserta dalam berpikir kritis, identifikasi masalah dan mencari alternatif pemecahan masalah. 6. Fasilitator menyediakan suatu proses pembelajaran supaya masyarakat/peserta (petani) dapat: membagi informasi, pendapat dan kecemasan/keprihatinan; menganalisa keadaan, menentukan tujuan; mengambil keputusan; merencanakan kegiatan; memonitoring dan evaluasi kegiatan. 7. Fasilitator berperan dalam memberikan ide-ide atau alternatif dalam penyelesaian konflik. C. Peran Anggota Tim Fasilitator Untuk mewujudkan tercapainya suatu kegiatan, diperlukan adanya peran anggota tim fasilitator dalam memfasilitasi petani, yaitu: 1. Mengarahkan peserta (petani) untuk membahas suatu topik bahasan yang diprioritaskan. 2. Memberikan dorongan kepada peserta dalam membangkitkan suasana diskusi. 3. Mengaktifkan dan membangkitkan semangat peserta untuk berprestasi. 4. Membantu menyelesaikan konflik yang dihadapi peserta. 5. Membantu peserta dalam berpikir kritis mengidentifikasi masalah dan memberikan alternatif pemecahan masalah. 6. Membantu dan menumbuhkan kerjasama antar peserta. 7. Membantu dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan kegiatan petani. 34

37 Lembar Informasi 4 UPAYA MEMBANGUN TIM FASILITATOR YANG KOMPAK A. Upaya Membangun Tim Untuk menciptakan terbentuknya Tim Fasilitator yang baik dan kompak, ada beberapa tahapan: 1. Identifikasi karakter dan kemampuan berkomunikasi serta penguasaan materi bagi calon anggota tim fasilitator. 2. Analisa karakter dan kemampuan berkomunikasi serta penguasaan materi bagi calon anggota tim fasilitator yang telah teridentifikasi. 3. Memilih/menyeleksi calon anggota tim fasilitator yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. 4. Menetapkan anggota tim fasilitator yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Dalam upaya membangun tim fasilitator yang baik dan kompak, ada beberapa kriteria yang perlu dibangun oleh anggota tim fasilitator: 1. Menciptakan komunikasi antar anggota tim fasilitator dengan baik. 2. Mengkondisikan dirinya memiliki: empati, kehangatan, perhatian, keterbukaan, rasa hormat dan penghargaan. 3. Memahami karakter dari masing-masing anggota tim. 4. Memahami kekurangan dan kelebihan dari masing-masing anggota tim. 5. Menciptakan kerjasama yang baik antar anggota tim fasilitator. 6. Mempunyai jiwa saling membantu dan saling membutuhkan antar anggota tim. 7. Dapat mengatasi perbedaan pendapat antar anggota tim di luar tempat/ruang pembelajaran. B. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh Tim Fasilitator Untuk menciptakan suasana tempat/ruang pembelajaran yang kondusif, sehingga petani bersemangat dan mudah memahami materi pembelajaran sebagai berikut: 1. Umum - Menciptakan suasana keterbukaan dan keakraban serta tidak menggurui. - Menciptakan suasana belajar yang kondusif. - Menggunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti. - Dapat membaca situasi dalam proses pembelajaran. - Menguasai materi dan mengarahkan diskusi. 35

38 Lembar Informasi 4 - Sabar, bersikap ramah dan santai tetapi dinamis. - Memotovasi peserta/petani dan memberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat. - Menghargai pendapat peserta/petani dan menerima kritik. - Menyimpulkan hasil pembelajaran. 2. Khusus Agar pesan (materi) bisa diterima dan dipahami secara baik oleh peserta/petani, ada 4 hal yang harus diperhatikan oleh fasilitator yaitu: - Perhatian Fasilitator harus memperhatikan apakah materi yang disampaikan telah mendapat perhatian oleh peserta atau petani yang telah siap mendengar/menerima materi. - Pemahaman Pemahaman ini penting, oleh karena itu fasilitator perlu menanyakan apakah penerima telah paham maksud pesan (materi) yang disampaikan. - Penerimaan Merupakan tahapan lebih lanjut dari pemahaman. Penerima diharapkan kesediaannya untuk melakukan isi pesan yang diterima. Karena penerimaan ini psikologis sifatnya maka para ahli menyarankan agar gagasan yang terkandung dalam pesan (materi) yang hendak disampaikan jangan dipaksakan kepada penerima, tetapi harus diusahakan agar dapat diterima oleh penerima (petani) dengan rasa tanggungjawab. - Tindakan Merupakan pelaksanaan atau realisasi pesan (materi) yang diterima oleh penerima (petani), tanpa tahapan ini efektifitas komunikasi yang sesungguhnya belum terjadi. 36

39 Lembar Informasi 5 PENGERTIAN, MANFAAT DAN PRINSIP-PRINSIP ALAT BANTU PEMBELAJARAN Dalam kegiatan penyuluhan pertanian dan proses belajar pembelajaran, penyampaian informasi atau materi dengan kata-kata tidak selalu dapat dan mudah dimengerti oleh masyarakat/petani atau peseta sehingga diperlukan media untuk alat Bantu dalam memperjelas penyampaian informasi atau materi. A. Pengertian Media penyuluhan pertanian disebut juga sebagai alat bantu penyuluhan pertanian. Dalam hal ini, alat bantu pembelajaran adalah media yang dipergunakan sebagai alat atau benda yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa, dicium dan dapat dan memperlancar komunikasi serta proses pembelajaran. B. Manfaat Dalam proses pembelajaran, penggunaan alat Bantu akan mempermudah proses belajar sehingga peserta lebih cepat memahami dan mengerti pesan atau materi yang disampaikan oleh fasilitator. Dalam hal ini ada beberapa kegunaan atau manfaat alat bantu pembelajaran, antara lain : 1. Dapat memperjelas informasi/materi yang disampaikan 2. Menghindari salah tafsir (salah pengertian) 3. Menyesuaikan persepsi terhadap suatu obyek yang belum diketahui 4. Dapat menarik dan meningkatkan perhatian serta minat peserta 5. Peserta dapat memahami dan mengerti materi dengan mudah dan cepat 6. Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu 7. Membantu keberhasilan penyuluhan pertanian C. Prinsip- Prinsip Alat Bantu Pembelajaran Untuk memudahkan komunikasi dan penyampaian pesan/materi dalam proses belajar dengan menggunakan alat bantu pembelajaran, perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Dapat dilihat, dengan melihat akan memudahkan peserta/petani untuk memahami dan mengerti maka akan muncul ketertarikan. 2. Dapat didengar, dengan mendengarkan maka peserta/petani dapat memahami dan mengerti isi pesan/materi. 37

40 Lembar Informasi 5 3. Dapat diraba, dengan meraba maka peserta/petani dapat memahami dan mengerti hal yang sebenarnya. 4. Dapat dirasakan, dengan merasakan maka peserta/petani dapat memahami dan mengerti hal yang sebenarnya. 5. Dapat dicium, dengan mencium maka peserta/petani dapat memahami dan mengerti hal yang sebenarnya. 6. Mudah didapat, tersedia dilapangan, dan mudah harganya, maka akan memudahkan untuk penyediaan alat bantu pembelajaran 38

41 Lembar Informasi 6 JENIS, DASAR PERTIMBANGAN PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN A. Jenis-jenis alat bantu pembelajaran Dalam proses pembelajaran, pemilihan dan penggunaan alat bantu dipergunakan sebaiknya tepat dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, sehingga para peserta mudah menerima dan memahami pesan/materi yang disampaikan oleh fasilitator. Kegunaan penggunaan alat bantu pembelajaran, antara lain: 1. Membantu memperjelas informasi atau materi yang disampaikan oleh fasilitator. 2. Mempermudah penerimaan informasi atau materi sehingga peserta (petani) dapat memahami dan mengerti. 3. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku peserta (petani). 4. Penggunaan alat bantu yang efektif Dalam memilih dan menetapkan alat bantu pembelajaran harus betulbetul memperhatikan tipe/bentuk penggunaannya, tujuan dan ukuran sehingga sesuai dengan kebutuhan. Dalam penggolongan alat bantu pembelajaran yang didasarkan pada bentuk fisiknya, ada beberapa jenis alat bantu sebagai berikut: 1. Media cetak (contoh: peta singkat/flipchart, poster) 2. Media foto, yang disajikan dalam rangkaian cerita 3. Media film dan slide (contoh: film, dapat menampilkan gambar bergerak serta suara, lembar transparan) 4. Media rekaman (contoh: kaset audio) 5. Alat peraga, untuk membantu memperjelas pesan atau materi dan bentuknya disesuaikan dengan kebutuhan sasaran (petani). B. Dasar-dasar Pertimbangan Pemilihan dan Penggunaan Alat Bantu Pembelajaran Untuk memperoleh hasil pembelajar yang optimal, maka harus memperhatikan ketepatan penggunaan alat bantu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih alat bantu pembelajaran diantaranya : 1. Tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran 2. Karakteristik sasaran atau peserta 3. Kesesuaian media dan materi yang akan digunakan untuk pembelajaran 39

42 Lembar Informasi 6 4. Ketersediaan sarana dan prasarana 5. Waktu yang diperlukan untuk proses belajar 6. Biaya yang tersedia untuk penyelenggaraar proses belajar Sedangkan tahapan pemilihan alat bantu pembelajaran dilakukan sebagai berikut : 1. Identifikasi kebutuhan, 2. Analisa sasaran, 3. Merumuskan tujuan, 4. Pemilihan alat bantu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. 40

43 : TEKNIK FASILITASI PETANI LEMBAR AKTIVITAS PESERTA LEMBAR EVALUASI PESERTA 41

44 42

45 Lembar Evaluasi EVALUASI 43

46 Lembar Kunci Jawaban KUNCI JAWABAN 44

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN oleh Rosita E.K., M.Si Konsep dasar dari konseling adalah mengerti

Lebih terperinci

SITUASI SULIT SAAT MEMFASILITASI

SITUASI SULIT SAAT MEMFASILITASI SAAT MEMFASILITASI 1 81 1 82 BAB 4 Teknik Menangani Situasi Sulit Saat Memfasilitasi Bayangkan situasi sulit apa yang bisa dihadapi seorang fasilitator infomobilisasi saat mengelola kegiatan kelompok atau

Lebih terperinci

PROSES DAN TEKNIK-TEKNIK KONSELING

PROSES DAN TEKNIK-TEKNIK KONSELING PROSES DAN TEKNIK-TEKNIK KONSELING Proses-proses konseling meliputi tahap awal, tahap pertengahan (tahap kerja), tahap akhir. Teknik-teknik konseling meliputi ragam teknik konseling, penguasaan teknik

Lebih terperinci

MANAJEMEN KELAS RAHMA WIDYANA

MANAJEMEN KELAS RAHMA WIDYANA MANAJEMEN KELAS RAHMA WIDYANA PRINSIP DASAR bagi TRAINER dalam Experiential Learning Memiliki pemahaman yang MENYELURUH tentang konsep Experiential learning / Adult learning Memberi kesempatan bagi trainee

Lebih terperinci

Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan

Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan . Sesi Kedua Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan Handout Akatiftas 1 : MENDENGARKAN dan BERBICARA: SANDIWARA (1 jam) Topik Yang Mungkin: Bercerita tentang pengalaman memancing yang paling berkesan

Lebih terperinci

Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak

Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat Oleh: Wakhyudi Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP Abstrak Dalam proses belajar mengajar, terdapat berbagai dinamika yang dialami, baik oleh widyaiswara maupun

Lebih terperinci

PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS DI SMP (Oleh: Dra. Neti Budiwati, M.Si.)

PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS DI SMP (Oleh: Dra. Neti Budiwati, M.Si.) PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS DI SMP (Oleh: Dra. Neti Budiwati, M.Si.) 1. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM PENDIDIKAN IPS DI SMP 1.1. Latar Belakang Pembelajaran Kontekstual Ada kecenderungan dewasa ini utnuk

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. yang terlibat di dalamnya saling mempengaruhi (Sugiyo, 2005). Komunikasi antar

BAB II KAJIAN TEORI. yang terlibat di dalamnya saling mempengaruhi (Sugiyo, 2005). Komunikasi antar BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Komunikasi 2.1.1 Pengertian komunikasi antar pribadi Komunikasi antar pribadi merupakan proses sosial dimana individu-individu yang terlibat di dalamnya saling mempengaruhi (Sugiyo,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum SDN Mangunsari 06 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN Mangunsari 06 Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014. Alamat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan dan cita-cita

BAB I PENDAHULUAN. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan dan cita-cita 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan dan cita-cita setiap bangsa di dunia. Salah satu faktor pendukung utama bagi kemajuan suatu negara adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung pada

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Secara umum, semua aktivitas yang melibatkan psiko-fisik yang menghasilkan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Secara umum, semua aktivitas yang melibatkan psiko-fisik yang menghasilkan 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Secara umum, semua aktivitas

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS. (interpersonal communication). Diambil dari terjemahan kata interpersonal, yang

BAB II KAJIAN TEORITIS. (interpersonal communication). Diambil dari terjemahan kata interpersonal, yang BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Komunikasi Antarpribadi Komunikasi antarpribadi disebut juga dengan komunikasi interpersonal (interpersonal communication). Diambil dari terjemahan kata interpersonal,

Lebih terperinci

MATERI 8 PELAKSANAAN DISKUSI KELOMPOK

MATERI 8 PELAKSANAAN DISKUSI KELOMPOK MATERI 8 PELAKSANAAN DISKUSI KELOMPOK Manjilala www.gizimu.wordpress.com TUJUAN BELAJAR Peserta dapat menjelaskan perbedaan penyuluhan dengan diskusi kelompok Peserta dapat menjelaskan langkah-langkah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembuatan keputusan dengan cepat dan tepat waktu (frinaldi dan embi, 2011).

BAB I PENDAHULUAN. pembuatan keputusan dengan cepat dan tepat waktu (frinaldi dan embi, 2011). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberanian diartikan sebagai sifat yang berani menanggung resiko dalam pembuatan keputusan dengan cepat dan tepat waktu (frinaldi dan embi, 2011). Sifat keberanian seseorang

Lebih terperinci

Pemahaman Dasar tentang Partisipasi dan Fasilitasi Partisipatif

Pemahaman Dasar tentang Partisipasi dan Fasilitasi Partisipatif Pemahaman Dasar tentang Partisipasi dan Fasilitasi Partisipatif Disampaikan pada: Lokakarya Membangun Pemahaman dan Komitmen Bersama Tanggung-gugat gugat Tata Pemerintahan Desa yang Baik/ Good Village

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki era globalisasi yang terjadi saat ini ditandai dengan adanya

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki era globalisasi yang terjadi saat ini ditandai dengan adanya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Memasuki era globalisasi yang terjadi saat ini ditandai dengan adanya perkembangan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan yang terjadi tersebut menuntut

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Media pembelajaran didefinisikan oleh Heinich (dalam Daryanto, 2010: 4) kata

II. TINJAUAN PUSTAKA. Media pembelajaran didefinisikan oleh Heinich (dalam Daryanto, 2010: 4) kata 11 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Media Maket Media pembelajaran didefinisikan oleh Heinich (dalam Daryanto, 2010: 4) kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pada bagian pendahuluan ini mencakup beberapa hal pokok yamg terdiri dari latar

I. PENDAHULUAN. Pada bagian pendahuluan ini mencakup beberapa hal pokok yamg terdiri dari latar 1 I. PENDAHULUAN Pada bagian pendahuluan ini mencakup beberapa hal pokok yamg terdiri dari latar belakang belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan pengembangan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Geografi merupakan satu dari sekian banyak disiplin ilmu yang dipelajari,

BAB I PENDAHULUAN. Geografi merupakan satu dari sekian banyak disiplin ilmu yang dipelajari, 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Geografi merupakan satu dari sekian banyak disiplin ilmu yang dipelajari, oleh siswa dimulai dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Pada jenjang

Lebih terperinci

MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK. Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan

MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK. Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19 disebutkan bahwa

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. merupakan hak setiap individu untuk menentukan sikap, pemikiran dan emosi

BAB II LANDASAN TEORI. merupakan hak setiap individu untuk menentukan sikap, pemikiran dan emosi BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perilaku Asertif 2.1.1. Pengertian Perilaku Asertif Menurut Smith (dalam Rakos, 1991) menyatakan bahwa perilaku asertif merupakan hak setiap individu untuk menentukan sikap, pemikiran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sebagai upaya mencari pembuktian dan solusi dari masalah yang diangkat

BAB III METODE PENELITIAN. Sebagai upaya mencari pembuktian dan solusi dari masalah yang diangkat BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Sebagai upaya mencari pembuktian dan solusi dari masalah yang diangkat dalam penelitian ini, peneliti telah menentukan dan merancang desain penelitian dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan siswa diharapkan memiliki kecakapan baik intelektual,

Lebih terperinci

Written by Robinson Putra Wednesday, 16 January :51 - Last Updated Tuesday, 05 February :32

Written by Robinson Putra Wednesday, 16 January :51 - Last Updated Tuesday, 05 February :32 Sebelum melakukan pelatihan diperlukan penjajagan kebutuhan pelatihan kepada masyarakat, petani, petugas, kepala desa, dan instansi terkait dengan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Terdapat beberapa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I A. Tahap Perencanaan Setelah diperoleh informasi pada waktu observasi, maka peneliti melakukan diskusi

Lebih terperinci

Psikologi Konseling. Psikologi Konseling. Psikologi Psikologi

Psikologi Konseling. Psikologi Konseling. Psikologi Psikologi MODUL PERKULIAHAN Psikologi Konseling Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 05 61033 Abstract Dalam perkuliahan ini akan didiskusikan mengenai Ketrampilan Dasar Konseling:

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi awal Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 5 SD Negeri 3 Karangwuni pada semester II tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS X3 SMAN 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI Oleh: Hardani Endarwati

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang diperlukan dirinya dan masyarakat (Anonim 2008). pembelajaran saat pembelajaran berlangsung.

BAB I PENDAHULUAN. yang diperlukan dirinya dan masyarakat (Anonim 2008). pembelajaran saat pembelajaran berlangsung. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penting dalam pengembangan kemampuan matematis peserta didik. Matematika

BAB I PENDAHULUAN. penting dalam pengembangan kemampuan matematis peserta didik. Matematika 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam pengembangan kemampuan matematis peserta didik. Matematika merupakan salah

Lebih terperinci

DIALOG AWAL PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KNISLEY

DIALOG AWAL PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KNISLEY 87 L A M P I R A N 88 Lampiran 1 DIALOG AWAL PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KNISLEY DENGAN METODE BRAINSTORMING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK ( PTK Pada Siswa Kelas VIII Semester Genap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dipisahkan dari tuntutan kehidupan manusia. Kebutuhan memperoleh

BAB I PENDAHULUAN. dipisahkan dari tuntutan kehidupan manusia. Kebutuhan memperoleh BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari tuntutan kehidupan manusia. Kebutuhan memperoleh pendidikan sangat dirasakan penting bagi

Lebih terperinci

MENULIS ITU BERCERITA!

MENULIS ITU BERCERITA! SERI JURNALISME DESA MENULIS ITU BERCERITA! Menulis itu (terasa) sulit. Demikian komentar banyak orang ketika mereka harus menulis. Benar kah demikian? Atau barangkali itu hanya pikiran kita saja? Sebelum

Lebih terperinci

MEDIA PEMBELAJARAN (الوسائل التعليمية)

MEDIA PEMBELAJARAN (الوسائل التعليمية) MEDIA PEMBELAJARAN (الوسائل التعليمية) SKS : 2 SKS Dosen : Rovi in, M.Ag Semester : Ganjil Prodi : PBA 1 Guru profesional memiliki empat kompetensi, yaitu: pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial.

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. Singocandi Kudus melalui model pembelajaran examples non examples

BAB V PEMBAHASAN. Singocandi Kudus melalui model pembelajaran examples non examples BAB V PEMBAHASAN 5.1 Keterampilan Guru Pada Mata Pelajaran IPA Materi Sumber Daya Alam Melalui Model Pembelajaran Examples Non Examples Hasil observasi keterampilan guru dalam pembelajaran IPA kelas IV

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. yang akan datang sangat tergantung pada kualitas manusia yang dikembangkan pada masa

BAB 1 PENDAHULUAN. yang akan datang sangat tergantung pada kualitas manusia yang dikembangkan pada masa BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengembangan sumber daya alam manusia merupakan inti dan titik berat dari pembangunan nasional secara keseluruhan. Keberhasilan pencapaian pembangunan dimasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik, dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. 1. Kondisi Empiris Perkuliahan Strategi Pembelajaran Selama ini

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. 1. Kondisi Empiris Perkuliahan Strategi Pembelajaran Selama ini BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI A. SIMPULAN Berdasarkan temuan dan analisis data yang diperoleh dari kegiatan studi pendahuluan, uji coba model, dan uji validasi model, serta pembahasan penelitian,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembentukan prilaku sosial dan penanaman dasar keilmuan. Tentu saja, kemampuan numerik maupun kemampuan-kemampuan sosio-kultural.

BAB I PENDAHULUAN. pembentukan prilaku sosial dan penanaman dasar keilmuan. Tentu saja, kemampuan numerik maupun kemampuan-kemampuan sosio-kultural. BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Penelitian Pendidikan pada dasarnya diperuntukkan bagi manusia dalam mencapai perkembangan maksimal sesuai dengan potensi dan eksistensinya sebagai manusia. Pendidikan

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK GURU SEBAGAI PEMBIMBING DI TAMAN KANAK-KANAK

KARAKTERISTIK GURU SEBAGAI PEMBIMBING DI TAMAN KANAK-KANAK Karakteristik Guru sebagai Pembimbing di Taman Kanak-kanak 127 KARAKTERISTIK GURU SEBAGAI PEMBIMBING DI TAMAN KANAK-KANAK Penata Awal Guru adalah pembimbing bagi anak taman kanak-kanak. Proses tumbuh kembang

Lebih terperinci

MATERI 1 PEMBAHASAN JADWAL. Manjilala

MATERI 1 PEMBAHASAN JADWAL. Manjilala MATERI 1 PERKENALAN DAN PEMBAHASAN JADWAL Manjilala www.gizimu.wordpress.com TUJUAN BELAJAR Peserta, pelatih, dan panitia dapat menciptakan suasana keakraban selama pelatihan Peserta dapat menyebutkan

Lebih terperinci

Keterampilan Dasar Memimpin dan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Keterampilan Dasar Memimpin dan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil Keterampilan Dasar Memimpin dan Membimbing Kelompok Kecil Afid Burhanuddin 1 Kompetensi Dasar: Memahami keterampilan dasar memimpin dan membimbing diskusi Indikator: Memahami keterampilan dasar memimpin

Lebih terperinci

BAB V POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PARTISIPAN INDONESIA DALAM PERSEKUTUAN DOA SOLAFIDE

BAB V POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PARTISIPAN INDONESIA DALAM PERSEKUTUAN DOA SOLAFIDE BAB V POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PARTISIPAN INDONESIA DALAM PERSEKUTUAN DOA SOLAFIDE Komunikasi menjadi bagian terpenting dalam kehidupan manusia, setiap hari manusia menghabiskan sebagian besar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Ngabean yang menjadi subjek

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Ngabean yang menjadi subjek 22 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Ngabean yang menjadi subjek penelitian adalah kelas VI yang berjumlah 28 siswa.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas melalui model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan pada mata pelajaran matematika materi pecahan ini

Lebih terperinci

MEDIA BELAJAR dalam PELATIHAN PARTISIPATIF

MEDIA BELAJAR dalam PELATIHAN PARTISIPATIF MEDIA BELAJAR dalam PELATIHAN PARTISIPATIF Pengertian dan Manfaat Media belajar adalah alat bantu dalam kegiatan pembelajaran yang jenis dan bentuknya bermacam macam. Dalam menyiapkan dan merancang media

Lebih terperinci

PROFIL TENDEM FASILITATOR

PROFIL TENDEM FASILITATOR 1 111 BAB 6 Profil Tendem Fasilitator Fasilitator infomobilisasi (FI) memiliki tugas untuk melakukan kaderisasi dengan merekrut para relawan FI. Bagaimana cara mengembangkan kapasitas para relawan FI

Lebih terperinci

UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGHAPUSAN

UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGHAPUSAN International Labour Organization UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGHAPUSAN PEKERJA RUMAH TANGGA ANAK PEDOMAN UNTUK PENDIDIK Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Bekerja sama dengan Proyek

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang terletak di Jl. Kalikebo, Desa Wiro, Bayat, Klaten berdiri pada

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang terletak di Jl. Kalikebo, Desa Wiro, Bayat, Klaten berdiri pada 26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Profil Tempat Penelitian Sekolah yang menjadi tempat penelitian adalah SMP Negeri 3 Bayat yang terletak di Jl. Kalikebo, Desa Wiro, Bayat,

Lebih terperinci

Model Pembelajaran Konstekstual dalam Bidang Studi Ekonomi Pendahuluan

Model Pembelajaran Konstekstual dalam Bidang Studi Ekonomi Pendahuluan Model Pembelajaran Konstekstual dalam Bidang Studi Ekonomi Pendahuluan Ruang lingkup Ekonomi tersebut merupakan cakupan yang amat luas, sehingga dalam proses pembelajarannya harus dilakukan bertahap dan

Lebih terperinci

Kamar Kecil. Merokok. Agenda. Telepon selular

Kamar Kecil. Merokok. Agenda. Telepon selular 1 Kamar Kecil Merokok Agenda Telepon selular 2 Menjelaskan manfaat dari negosiasi yang efektif. Menjelaskan lima tahap negosiasi. Menekankan persiapan dan negosiasi berbasiskepentingan Menjelaskan bagaimana

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Jumlah siswa kelas 4 pada SDN

Lebih terperinci

Kompetensi Dasar Indikator Esensial

Kompetensi Dasar Indikator Esensial KISI-KISI UKG MATA PELAJARAN JENJANG PENDIDIKAN : Teknik Konstruksi Baja : SMK guru 1. Mengenal karakteristik peserta didik 1 Guru mencatat dan menggunakan informasi tentang karakteristik peserta didik

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar Matematika 2.1.1.1 Hasil Belajar Hasil Belajar Matematika merupakan suatu perubahan yang dicapai oleh proses usaha yang dilakukan seseorang dalam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Paparan Data Pra Tindakan Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang. Selanjutnya,

Lebih terperinci

BAB II KEGIATAN PPL. a. Persiapan di Universitas Negeri Yogyakarta 1) Orientasi Pembelajaran Mikro

BAB II KEGIATAN PPL. a. Persiapan di Universitas Negeri Yogyakarta 1) Orientasi Pembelajaran Mikro BAB II KEGIATAN PPL A. KEGIATAN PPL Rangkaian kegiatan PPL dimulai sejak mahasiswa di kampus sampai di SMA Negeri 7 Purworejo. Penyerahan mahasiswa di sekolah dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2014. Praktik

Lebih terperinci

Melakukan Pendampingan yang Efektif

Melakukan Pendampingan yang Efektif Kegiatan 3: Simulasi Pendampingan Menggunakan Panduan (70 menit) (1) Fasilitator membagikan Handout Peserta 2.1: Lima Langkah Pendampingan yang Efektif, peserta mempelajarinya, kemudian fasilitator memberi

Lebih terperinci

Rizmada Azzahra 1) 1) Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Indonesia. 1) ABSTRAK

Rizmada Azzahra 1) 1) Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Indonesia.   1) ABSTRAK ANALISIS PEMBUATAN VIDEO MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MATA KULIAH PEMBELAJARAN MENYIMAK OLEH MAHASISWA KELAS A SEMESTER V PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE Rizmada Azzahra 1) 1)

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN. kepemimpinan kepala sekolah terhadap iklim organisasi SMA Negeri di Pematang

BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN. kepemimpinan kepala sekolah terhadap iklim organisasi SMA Negeri di Pematang BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan pada Bab IV, maka simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, Terdapat pengaruh langsung persepsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses interaksi atau hubungan timbal

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses interaksi atau hubungan timbal BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses belajar mengajar merupakan suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Manjilala

PENDAHULUAN. Manjilala PENDAHULUAN Manjilala www.gizimu.wordpress.com PENDAHULUAN Selama ini Kader Posyandu lebih sering menjadi pelaksana kegiatan saja, bukan pengelola Posyandu. Pengelola Posyandu artinya bukan hanya melaksanakan

Lebih terperinci

BAB II KEGIATAN PPL. a. Persiapan di Universitas Negeri Yogyakarta 1) Orientasi Pembelajaran Mikro

BAB II KEGIATAN PPL. a. Persiapan di Universitas Negeri Yogyakarta 1) Orientasi Pembelajaran Mikro BAB II KEGIATAN PPL A. KEGIATAN PPL Rangkaian kegiatan PPL dimulai sejak mahasiswa di kampus sampai di SMA Negeri 7 Purworejo. Penyerahan mahasiswa di sekolah dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2015.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tersebut menunjukkan bahwa pendidikan perlu diselenggarakan untuk

BAB I PENDAHULUAN. tersebut menunjukkan bahwa pendidikan perlu diselenggarakan untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang

Lebih terperinci

PELATIHAN KELAS IBU Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita

PELATIHAN KELAS IBU Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita 306.874 3 Ind p Departemen Kesehatan Republik Indonesia PELATIHAN KELAS IBU Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita Untuk Petugas Kesehatan BUKU PANDUAN PESERTA DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan angka angka dan rumus rumus. Dari hal ini muncul. anggapan bahwa kemampuan komunikasi matematika belum dapat dibangun

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan angka angka dan rumus rumus. Dari hal ini muncul. anggapan bahwa kemampuan komunikasi matematika belum dapat dibangun BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran matematika pada umumnya identik dengan perhitungan menggunakan angka angka dan rumus rumus. Dari hal ini muncul anggapan bahwa kemampuan komunikasi

Lebih terperinci

Modul 10. POD dan Metode Pelatihan Partisipatif

Modul 10. POD dan Metode Pelatihan Partisipatif Modul 10 POD dan Metode Pelatihan Partisipatif Peserta memahami dan menyadari: 1. Semua warga belajar adalah narasumber 2. Pendiidkan orang dewasa sebagai metode pendekatan fasilitasi 3. Metode-metode

Lebih terperinci

Metode Pembelajaran. Gamaliel Septian Airlanda

Metode Pembelajaran. Gamaliel Septian Airlanda Metode Pembelajaran Gamaliel Septian Airlanda Apa itu? Metode (method), menurt Fred Percival dan Henry Ellington (1984) adalah cara yang umum untuk menyampaikan pelajaran kepada peserta didik atau mempraktikkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Prioritas Pembangunan Pendidikan Nasional tahun sebagaimana telah

BAB I PENDAHULUAN. Prioritas Pembangunan Pendidikan Nasional tahun sebagaimana telah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peningkatan kualitas layanan pendidikan merupakan salah satu agenda Prioritas Pembangunan Pendidikan Nasional tahun 2015 2016 sebagaimana telah diamanatkan

Lebih terperinci

mendapatkan penguasaan pengetahuan, kecakapan, kebijaksanaan.

mendapatkan penguasaan pengetahuan, kecakapan, kebijaksanaan. BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kedisiplinan Belajar 2.1.1. Pengertian Kedisiplinan Belajar Kedisiplinan belajar adalah suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari sekolah yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Satu sisi pendidikan dilaksanakan

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Satu sisi pendidikan dilaksanakan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia pendidikan dewasa ini tidak dapat dipisahkan dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Satu sisi pendidikan dilaksanakan agar peserta didik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang tidak bisa bertahan hidup secara sendiri. Fungsi dari manusia sebagai makhluk sosial yaitu membutuhkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita menjumpai suatu hal yang erat kaitannya dengan kegiatan berhitung. Bagi setiap orang dan tidak menutup kemungkinan

Lebih terperinci

Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tumbuhan Hijau di Kelas V SDN 3 Tolitoli

Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tumbuhan Hijau di Kelas V SDN 3 Tolitoli Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tumbuhan Hijau di Kelas V SDN 3 Tolitoli Jeane Santi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

Fungsi Dinamika Kelompok

Fungsi Dinamika Kelompok Fungsi Dinamika Kelompok Dinamika kelompok merupakan kebutuhan bagi setiap individu yang hidup dalam sebuah kelompok. Fungsi dari dinamika kelompok itu antara lain :. Individu satu dengan yang lain akan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN Deskripsi mengenai hasil penelitian merupakan jawaban atas rumusan masalah yang diungkapkan pada Bab I akan disajikan dalam Bab IV ini. Sebelum hasil penelitian

Lebih terperinci

Mendengar Secara Aktif

Mendengar Secara Aktif Mendengar Secara Aktif Selama kursus ini, anda akan melihat bahwa pertanyaan (bagaimana merumuskan pertanyaan, bagaimana mengajukannya dan jenis pertanyaan apa yang diajukan) akan menjadi tema yang konstan.

Lebih terperinci

PERTEMUAN 18 PRESENTASI ILMIAH

PERTEMUAN 18 PRESENTASI ILMIAH PERTEMUAN 18 PRESENTASI ILMIAH A. TUJUAN PEMBELAJARAN Pada pertemuan ini akan dijelaskan mengenai presentasi ilmiah. Melalui ekspositori, Anda harus mampu: 18.1. Menjelaskan presentasi ilmiah 18.2. Menjelaskan

Lebih terperinci

BAB V MODEL BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PEMBELAJARANYA DALAM MASYARAKAT DWIBAHASAWAN

BAB V MODEL BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PEMBELAJARANYA DALAM MASYARAKAT DWIBAHASAWAN 189 BAB V MODEL BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PEMBELAJARANYA DALAM MASYARAKAT DWIBAHASAWAN Implementasi pendidikan multikultural di sekolah perlu diperjelas dan dipertegas. Bentuk nyata pembelajaran untuk

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. A. Strategi Yang Dilakukan Guru PAI Dalam Menciptakan Kelas Yang

BAB V PEMBAHASAN. A. Strategi Yang Dilakukan Guru PAI Dalam Menciptakan Kelas Yang BAB V PEMBAHASAN A. Strategi Yang Dilakukan Guru PAI Dalam Menciptakan Kelas Yang Kondusif. Pengelolaan kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru untuk memperlancar ataupun memperbaiki suasana

Lebih terperinci

Biografi. Jadwal Penilaian

Biografi. Jadwal Penilaian Biografi Ringkasan Unit Setelah mendengarkan dan membaca beberapa biografi, keduanya dalam bentuk buku-buku dan majalah, para murid sekolah dasar mengungkapkan pendapat tentang apa yang menyebabkan sebuah

Lebih terperinci

Membangun Ketrampilan Memfasilitasi

Membangun Ketrampilan Memfasilitasi Membangun Ketrampilan Memfasilitasi Fasilitasi menjelaskan proses membawa satu kelompok melalui cara pembelajaran, atau berubah dengan cara yang mendorong semua anggota kelompok tersebut, untuk berpartisipasi.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 25 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum penelitian dilakukan, dalam kegiatan pembelajaran IPS di Kelas 4 guru masih menggunakan metode pembelajaran tradisional.

Lebih terperinci

ADA PENYULUHAN DI BALIK ANGKLUNG. Oleh : Endang Dwi Hastuti* Musik angklung merupakan kesenian tradisional asli dari Jawa Barat yang sudah dikenal

ADA PENYULUHAN DI BALIK ANGKLUNG. Oleh : Endang Dwi Hastuti* Musik angklung merupakan kesenian tradisional asli dari Jawa Barat yang sudah dikenal 1 ADA PENYULUHAN DI BALIK ANGKLUNG Oleh : Endang Dwi Hastuti* Musik angklung merupakan kesenian tradisional asli dari Jawa Barat yang sudah dikenal di seluruh dunia sebagai warisan budaya Indonesia, terbuat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. utama dalam membangun dan mengembangkan kapabilitasnya. Menurut

BAB I PENDAHULUAN. utama dalam membangun dan mengembangkan kapabilitasnya. Menurut BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kegiatan belajar seperti sekarang ini masih banyak didominasi oleh keaktifan guru dibandingkan siswanya, padahal siswa merupakan peran utama dalam membangun

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar Matematika 2.1.1.1 Hasil Belajar Hasil Belajar Matematika merupakan suatu perubahan yang dicapai oleh proses usaha yang dilakukan seseorang dalam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran dan Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Suruh 02 berlokasi di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Subyek dalam

Lebih terperinci

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS 1 LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Penggunaan media gambar guna meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS kelas IV SDN 2 Mojo Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali tahun pelajaran 2009/2010 Oleh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Kondisi Awal

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Kondisi Awal 42 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Kondisi Awal Dari hasil observasi pelaksanaan sebelum diterapkan model pembelajaran Quantum Teaching terdapat beberapa masalah yang mendorong untuk pelaksanaan observasi.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Awal Sebelum melakukan penelitian tindakan kelas ini, peneliti mencari data awal tentang proses pembelajaran yang terjadi di RA Masyithoh Tugurejo

Lebih terperinci

BAB II PEMBELAJARAN BERBICARA DAN METODE ROLE PLAYING (BERMAIN PERAN) Para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian berbicara di

BAB II PEMBELAJARAN BERBICARA DAN METODE ROLE PLAYING (BERMAIN PERAN) Para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian berbicara di 9 BAB II PEMBELAJARAN BERBICARA DAN METODE ROLE PLAYING (BERMAIN PERAN) 2.1 Berbicara 2.1.1 Pengertian Berbicara Para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian berbicara di antaranya adalah sebagai

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 269 BAB V SIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini peneliti akan menyimpulkan hasil akhir dari penelitian yang telah dilakukan dan memberi rekomendasi terhadap berbagai pihak mengenai hasil tindakan yang telah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Musik merupakan suatu media yang tidak dapat dipisahkan dengan

BAB I PENDAHULUAN. Musik merupakan suatu media yang tidak dapat dipisahkan dengan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Musik merupakan suatu media yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia, sebagai mahluk yang dibekali cipta, rasa dan karsa oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses pembelajaran.

BAB I PENDAHULUAN. merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses pembelajaran. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menulis sebagai suatu kegiatan berbahasa yang bersifat aktif dan produktif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses pembelajaran. Produktif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan bersifat sangat penting demi terwujudnya kehidupan pribadi yang mandiri dengan taraf hidup yang lebih baik. Sebagaimana pengertiannya menurut Undang-undang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Metode pembelajaran merupakan suatu cara yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu metode yang dapat digunakan oleh guru dalam proses

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI Pengertian Belajar menurut Teori Konstruktivisme

BAB II KAJIAN TEORI Pengertian Belajar menurut Teori Konstruktivisme 6 BAB II KAJIAN TEORI 2.1. Pengertian Belajar menurut Teori Konstruktivisme Salah satu pendekatan konstruktivistik dalam belajar dan pembelajaran adalah upaya untuk membangun pengetahuan. Dasar dari pembelajaran

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI Motivasi Belajar Pengertian Motivasi Belajar. Motivasi berasal dari kata motif yang diartikan sebagai

BAB II KAJIAN TEORI Motivasi Belajar Pengertian Motivasi Belajar. Motivasi berasal dari kata motif yang diartikan sebagai BAB II KAJIAN TEORI 1.1. Motivasi Belajar 1.1.1. Pengertian Motivasi Belajar Motivasi berasal dari kata motif yang diartikan sebagai sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif (Sardiman, 2001). Motivasi

Lebih terperinci

Audio. Format Program. Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan

Audio. Format Program. Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Format Program Audio Karakteristik Format Program Audio Pada umumnya program non musik, tetapi bisa diselingi musik Bentuknya: uraian, dialog, diskusi, wawancara, feature, majalah udara, drama/sandiwara.

Lebih terperinci