MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 63/PHPU.D-X/2012

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA -------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 63/PHPU.D-X/2012"

Transkripsi

1

2 MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 63/PHPU.D-X/2012 PERIHAL Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Putaran Kedua Tahun 2012 PEMOHON Agus Salim dan Abdussamad [Nomor Urut 4] TERMOHON KIP Kabupaten Aceh Tamiang ACARA Pembuktian (II) Senin, 1 Oktober 2012, Pukul WIB Ruang Sidang Panel Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat SUSUNAN PERSIDANGAN 1) M. Akil Mochtar (Ketua) 2) Muhammad Alim (Anggota) 3) Hamdan Zoelva (Anggota) Luthfi Widagdo E. Panitera Pengganti

3 Pihak yang Hadir: A. Pemohon: 1. Agus Salim 2. Abdussamad B. Kuasa Hukum Pemohon: 1. Kamaruddin C. Saksi dari Pemohon: 1. Budi Santoso 2. Haprizal Rozi 3. Meidy Dharma 4. Awaluddin 5. Muhammad Yusuf D. Termohon: 1. Ferry Irawan Nasution (Anggota KIP Kabupaten Aceh Tamiang) 2. M. Saffan (Anggota KIP Kabupaten Aceh Tamiang) 3. Kemalawati (Anggota KIP Kabupaten Aceh Tamiang) 4. Zulfahmi (Anggota KIP Kabupaten Aceh Tamiang) E. Kuasa Hukum Termohon: 1. Rahmad Syafrial 2. Nur Alamsyah 3. Rohdalahi Subhi Purba 4. Septia Pulunggeno F. Saksi dari Termohon: 1. Armia Fahmi 2. M. Hasan 3. Umar Nafi 4. Muhamad Nasib 5. Refy Yoes Rizal G. Kuasa Hukum Pihak Terkait: 1. Khairul Azmi 2. Muhammad Juli Fuadi

4 SIDANG DIBUKA PUKUL WIB 1. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Sidang dalam Perkara Nomor 63/PHPU.D-X/2012 Perselisihan Hasil Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum. Saudara Pemohon, Termohon, hari ini kita melanjutkan pemeriksaan kedua dalam perkara ini dengan acara untuk mendengar keterangan saksi baik Pemohon maupun Termohon. Sesuai dengan Berita Acara sidang kemarin, Saksi Pemohon lima untuk hari ini dan Saksi Termohon juga lima. Betul? Yang kemudian ini ada ada juga permintaan pemeriksaan saksi melalui video conference, ya. Sudah masuk. Di sini ada permohonan sebagai Pihak Terkait. Mana Pihak Terkait ini? H. Hamdan Sati dan Drs. Iskandar Zulkarnain. Ada, hadir? 2. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: KHAIRUL AZMI Terima kasih, Majelis. Hari ini pasangan calon tidak bisa hadir dan saya selaku Kuasa Hukumnya yang mewakili, pasangan tersebut. 3. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Saudara namanya siapa? 4. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: KHAIRUL AZMI Khairul Azmi, S.H. 5. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Surat kuasa, ada? 6. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: KHAIRUL AZMI Ada, Majelis. 7. KETUA: M. AKIL MOCHTAR KETUK PALU 3X Khairul Azmi dan Muhammad Juli Fuadi. Betul?

5 8. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: KHAIRUL AZMI Ya, benar, benar. 9. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Baiklah, Advokat izinnya nanti difotokopi dilampirkan di surat kuasa Saudara. 10. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: KHAIRUL AZMI Sudah, Majelis. 11. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Kemudian, Saudara mengajukan permohonan sebagai Pihak Terkait. Seharusnya di sidang pertama, ya. 12. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: KHAIRUL AZMI Betul, Majelis. 13. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Oleh karena itu, kemudian Saudara juga sudah menyampaikan tanggapan Pihak Terkait, ya. 14. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: KHAIRUL AZMI 15. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Secara tertulis. Itu sudah disampaikan ke Pemohon dan Termohon enggak? Sudah ya. Pemohon sudah terima tanggapan Pihak Terkait secara tertulis? 16. KUASA HUKUM PEMOHON: KAMARUDDIN Sudah, Yang Mulia. 17. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Termohon? Sudah ya?

6 18. KUASA HUKUM TERMOHON: RAHMAD SYAFRIAL Sudah. 19. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Baiklah, jadi karena Saudara telat, ya dianggap dibacakan saja ini sudah diterima oleh Hakim dan Saudara punya hak nanti untuk mengajukan saksi atau bukti jika ada. 20. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: KHAIRUL AZMI 21. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, jadi Saudara mengikuti persidangan. Tanggapan Saudara sudah kita terima dan sudah tidak usah lagi dibacakan karena sudah lewat. 22. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: KHAIRUL AZMI Terima kasih. 23. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Begitu juga Termohon, ada tanggapan tambahan enggak, keterangan tambahan untuk sudah disiapkan atau nanti di kesimpulan? Sudah, ya. 24. KUASA HUKUM TERMOHON: RAHMAD SYAFRIAL Terima kasih, Majelis Hakim. Nanti kami sampaikan dalam konklusi, Majelis. 25. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Konklusi, ya. Kemudian ada ada tambahan kuasa dari Termohon, ya? 26. KUASA HUKUM TERMOHON: RAHMAD SYAFRIAL Ya, Majelis.

7 27. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Betul? 28. KUASA HUKUM TERMOHON: RAHMAD SYAFRIAL 29. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Kepada siapa ini? Kejaksaan? 30. KUASA HUKUM TERMOHON: RAHMAD SYAFRIAL Pulunggono. 31. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Kepala kajaksaan negeri, kemudian disubsitusikan kepada Saudara Rahmadani hadir? 32. KUASA HUKUM TERMOHON: RAHMAD SYAFRIAL Tidak, Majelis. Satu saja. 33. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, Septia Pulunggono? 34. KUASA HUKUM TERMOHON: SEPTIA PULUNGGONO 35. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Eki Rizky Azri, tidak hadir? 36. KUASA HUKUM TERMOHON: RAHMAD SYAFRIAL Tidak hadir.

8 37. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Saudara Jaksa ya? Pengacara negara, oke. Bergabung dengan Termohon. Ya, silakanlah sebanyak-banyaknya juga enggak apa-apa. Silakan, yang penting sanggup untuk membiayai. Baiklah, Saksi dari mana ini? Pemohon. Oke, Budi Santoso ada? Budi? Ini agama Saudara apa? Islam, maju ke depan. Bud eh, Budi, Haprizal Rozi? 38. SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Ada, Pak Hakim. 39. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, maju ke depan. Islam juga? Ya, siapa tahu sudah pindah kan. 40. SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Belum, Pak Hakim. 41. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, Yusli Saputra? Ada, Yusli? 42. KUASA HUKUM PEMOHON: KAMARUDDIN Diganti Nomor 6, Yang Mulia. 43. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, Nomor 6. Saudara kasih tahu, ya. Yusli tidak. Nomor 6. Coba sebentar, Muhammad Yusuf, S.H.? Oke. Meidy Dharma, ada? Lalu, H h- nya Haji, ya? Awaluddin, S.H., SpN., M.H. Saudara-Saudara semuanya beragama Islam, ya? Saksi Termohon, ada? 44. KUASA HUKUM TERMOHON: RAHMAD SYAFRIAL Ada, Yang Mulia. 45. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Sekaligus disumpah, ya. AKBP Drs. Armia Fahmi, hadir?

9 46. SAKSI DARI TERMOHON: ARMIYA FAHMI Hadir. 47. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Silakan, ambil tempat untuk disumpah dahulu, Pak. Letkol Inf. M. Hasan, hadir? Ya, silakan. Umar Nafi, S.Pd., M.Pd, ya. Lalu Muhammad Nasib. Lalu, Refi Yoes Rizal, ada? Semuanya beragama Islam ya? Ini Saksi baik Termohon maupun Pemohon sama sumpahnya, Pak. Soal keterangannya yang berbeda-beda kan, nanti masuk surga juga sama, kalaupun masuk neraka juga sama-sama, kan gitu. Ya, sumpahnya menurut Agama Islam. Silakan Pak Alim, untuk disumpah. 48. HAKIM ANGGOTA: MUHAMMAD ALIM Luruskan tangannya (...) 49. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Tangannya lurus ke bawah, ya. 50. HAKIM ANGGOTA: MUHAMMAD ALIM Ikuti lafal sumpah yang saya bacakan, tuntunkan. Bismillahirrahmaanirrahiim. Demi Allah saya bersumpah sebagai Saksi, akan memberikan keterangan yang sebenarnya tidak lain dari yang sebenarnya. 51. SELURUH SAKSI YANG BERAGAMA ISLAM BERSUMPAH: Bismillahirrahmaanirrahiim. Demi Allah saya bersumpah sebagai Saksi, akan memberikan keterangan yang sebenarnya tidak lain dari yang sebenarnya. 52. HAKIM ANGGOTA: MUHAMMAD ALIM Terima kasih. 53. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, silakan kembali ke tempat duduk. Saksi Termohon juga langsung ke depan sini ambil tempat, Pak. Bersebelahan, enggak apa-apa. Tidak saling mempengaruhi keterangannya masing-masing. Jadi nanti Saksi Pemohon dulu, 1, 2, 3, 4, kemudian Termohon bisa di belakang situ,

10 Pak? Di depan saja. Saksi Termohon, petugas supaya diambil di belakang itu, di belakang Saksi Pemohon, supaya enggak pindah-pindah lagi nanti. Nah, lebih enak di situ untuk anu... ya. Ya, silakan. Baik ya, Saudara-Saudara Saksi, Saudara sudah disumpah menurut Agama Islam, Majelis Hakim mengingatkan kepada Saudara- Saudara untuk memberikan keterangan secara benar. Jika dibuktikan sebagainya keterangan Saudara tidak benar, ya Saudara-Saudara kan harus tahu, ya karena sumpah itu membawa konsekuensi. Saudara bisa dituntut dengan keterangan palsu atau sumpah palsu, itu konsekuensi. Oleh sebab itu, Majelis menghimbau untuk menerangkan apa yang Saudara lihat, apa yang Saudara rasakan, apa yang Saudara ketahui secara langsung saja ya. Oleh sebab itu, Saudara-Saudara disumpah, ya yang menanggung sumpahnya Saudara, dunia maupun akhirat, kita sih enggak apa-apa. Banyak yang keluar dari ruangan ini bohong, enggak bisa ngomong, urat lehernya putus dicabut sama malaikat. Terserahlah. Baik. Saudara Budi Santoso, tempat tinggal Saudara di mana alamatnya? 54. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Desa Simpang Empat Tupah, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. 55. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Tamiang. Pekerjaan? 56. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Wiraswasta. 57. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Anggota tim sukses? 58. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Saya Sekretaris Partai Aceh dan sekretaris tim pemenangan. 59. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Sekretaris Partai Aceh untuk Kabupaten Aceh Tamiang, ya?

11 60. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Kabupaten Aceh Tamiang. 61. KETUA: M. AKIL MOCHTAR He eh, sekaligus sekretaris tim pemenangan (...) 62. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Sekretaris tim sukses pemenangan. 63. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Oke. Saudara mau menerangkan apa? Singkat, jelas yang Saudara ketahui, alami sendiri apa? 64. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Mungkin rangkuman kejadian keseluruhannya, Pak. 65. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, ya yang Saudara tahu tapi ya? 66. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 67. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Kalau bercerita kampanye, sudah lewat. Di sini fakta ya? 68. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 69. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Silakan. 70. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Terima kasih (...)

12 71. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Apa? Intimidasi? 72. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Intimidasi. Kemudian kecurangan pilkada. 73. KETUA: M. AKIL MOCHTAR He eh. Ya, intimidasi itu seperti apa yang Saudara tahu? 74. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Yang pertama, mungkin Pak, dimulai dengan adanya teror terhadap tim pasangan kandidat dan juga kepada kandidat itu sendiri. 75. KETUA: M. AKIL MOCHTAR 76. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Yang pertama, yang saya alami sendiri di rumah saya terjadi pembakaran pada tanggal 25 Agustus, oleh orang tidak dikenal. 77. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Jadi yang Saudara alami itu adalah rumah Saudara dibakar? 78. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ya, Pak. 79. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Saudara tahu pelaku yang membakar? 80. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Tidak tahu, Pak. 81. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Tidak tahu. Kapan kejadiannya?

13 82. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 25 Agustus KETUA: M. AKIL MOCHTAR 25 Agustus? 84. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 85. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Itu berapa saat sebelum penyelenggaraan pemungutan suara? 86. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Sekitar dua minggu sebelum hari H. 87. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Dua minggu sebelum hari H, berarti masa kampanye? 88. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ya, dalam masa kampanye, tapi bukan... belum masuk dalam kampanye dialogis. 89. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Oh, ini putaran kedua kan? 90. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Putaran kedua Pak, tidak ada kampanye lagi. 91. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Tidak ada kampanye lagi, tapi dua minggu sebelum itu ya? 92. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Sebelum hari H, ya.

14 93. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Kampanye dialogis ada? 94. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Kampanye yang dilakukan hanya bisa di posko-posko. 95. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Yalah. 96. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 97. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Jadi, jam berapa kejadiannya? 98. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Kejadiannya pukul WIB pagi. 99. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Saudara ada di rumah, enggak? 100. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Saya di rumah, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Lalu yang terbakar apa? 102. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Pintu rumah saya yang dibakar, sudah... api sudah menjalar sampai ke dalam KETUA: M. AKIL MOCHTAR Terhadap peristiwa tersebut, apa yang Saudara lakukan?

15 104. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Setelah kejadian, paginya saya langsung melaporkan kepada kepolisian, pihak kepolisian KETUA: M. AKIL MOCHTAR Paginya itu jam berapa? Maksud saya ini kan jam WIB sudah pagi itu SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ya, setelah saya padamkan api, kemudian dibantu dengan masyarakat sekitar, pagi sekitar pukul setengah tujuh saya sudah melaporkan kepada Kasad Intel Kapolres Aceh Tamiang dan kemudian kepada Kapolsek Karang Baru KETUA: M. AKIL MOCHTAR Apa tindakan kepolisian? 108. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Sampai hari ini belum ada, Pak. Bahkan baru kemarin Kapolsek Karang Baru mengirimkan orang untuk membuat Berita Acara dan belum saya tandatangani Berita Acaranya, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Saudara tidak melapor resmi pada saat itu? 110. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Saya 3 kali mendatangi Kapolsek Karang Baru, Pak, tapi tidak ada tanggapan. Waktu itu yang katanya tidak ada orang untuk mengetik Berita Acara dan sebagai-sebagainya lah. Terus karena kesibukan pemilu, saya tidak melaporkan lagi kejadian itu KETUA: M. AKIL MOCHTAR He em. Yang hangus itu, pintu rumah? 112. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Pintu eh, rumah saya ( )

16 113. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Pintu masuk? 114. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ruko KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ruko? 116. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ya, pintu rukonya, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ruko, pintunya? 118. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 119. KETUA: M. AKIL MOCHTAR He em SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Barang di dalam juga ada yang hangus, beberapa KETUA: M. AKIL MOCHTAR He em. Saudara tidak tahu pelakunya siapa? 122. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Tidak tahu, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Tapi, Saudara beranggapan bahwa itu adalah intimidasi?

17 124. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 125. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Yang melakukan siapa? 126. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Orang ( ) 127. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Tidak tahu juga? 128. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Tidak tahu, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Oke, itu yang langsung terhadap Saudara kan? 130. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ya, ini langsung terhadap saya KETUA: M. AKIL MOCHTAR Nah, yang terhadap calon, pasangan calon katanya seperti apa? Saudara tahu? 132. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Yang terhadap pasangan calon, black campaign, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Black campaign itu beda dengan intimidasi. Black campaign lain lagi, kampanye hitam ya? 134. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Oke.

18 135. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Apa kampanye hitam yang menyudutkan atau keterangan yang membuat tidak bagus terhadap pasangan calon? 136. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Adanya dukungan, ijazah daripada pasa daripada kandidat bupati kami yang tersebar luas ( ) 137. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Pasangan calon nomor berapa? 138. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Pasangan Calon Nomor KETUA: M. AKIL MOCHTAR Nomor 4 ini? 140. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Saudara Agus Salim ( ) 141. KETUA: M. AKIL MOCHTAR He eh SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Dimana fotokopi daripada ijazah ini yang telah resmi kami legalisir di Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang, kemudian sudah diverifikasi oleh KIP dan dinyatakan itu sah KETUA: M. AKIL MOCHTAR Okelah, itu sah katanya ya? 144. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Tapi, kemudian tersebar luas dengan diketik lagi bahwasanya itu adalah ijazah aspal dan kemudian itu dianggap sebagai ijazah abal-abal. Dan ini ( )

19 145. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Itu Saudara ketemukan di mana? 146. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Di jalan, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Di jalan? 148. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Banyak tersebar KETUA: M. AKIL MOCHTAR Di jalan ya? Dukungan itu di jalan Saudara ketemukan? 150. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 151. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ada tulisan seperti itu? 152. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ada tulisan di situ KETUA: M. AKIL MOCHTAR Nah, kemudian Saudara coba me-recheck, enggak? Maksud saya, apa memang hanya di jalan itu atau ada beberapa tempat-tempat lain? 154. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Itu ada banyak, Pak. Tersebar di beberapa kecamatan KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ada tersebar di beberapa kecamatan, dukungan yang sama seperti itu?

20 156. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 157. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Yang menyatakan bahwa pasangan calon ijazah pasangan calon itu palsu? 158. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 159. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Oke, itu black campaign menurut Saudara ya? 160. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 161. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Saudara lapor ke panwas, enggak? 162. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ada kami laporkan ke panwas, tapi terlalu terlambat antisipasinya sampai menjelang hari H itu belum ada kepastian tentang ( ) 163. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, artinya begini pertanyaan saya, Saudara sudah melapor ke panwas? 164. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ada, kita laporkan ke panwas KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ada tindak lanjut dari panwas terhadap laporan Saudara?

21 166. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Belum ada jawabannya, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Sampai hari ini? 168. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 169. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Sampai sampai hari ini lah ya? 170. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 171. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Artinya, soal itu tidak pernah diproses lebih lanjut, kan begitu? 172. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 173. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Saudara pernah diminta keterangan sama panwas? 174. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Tidak. Tapi, pasangan kandidat sudah KETUA: M. AKIL MOCHTAR Pasangan calonnya sudah? Langsung? Oke SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO

22 177. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Saksi? Tapi, Sauda karena Saudara menerangkan ya, kan Saudara 178. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 179. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Makanya saya tanya itu. Ada lagi black campaign yang lain, enggak? 180. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Selebaran yang banyak disebarkan juga di terutama di daerah komunitas Jawa yang mengatakan, Yang memilih Patai Aceh itu pengkhianat bangsa KETUA: M. AKIL MOCHTAR Selebaran di daerah Jawa? 182. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Daerah yang rata-rata di komunitas masyarakat Jawa, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Penduduknya ( ) 184. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Penduduknya mayoritas etnis Jawa KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya lah, etnis Jawa di pemukiman-pemukinan itu? 186. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO

23 187. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ada selebaran yang berisi mengatakan? 188. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Bagi yang memilih Partai Aceh itu pengkhianat bangsa KETUA: M. AKIL MOCHTAR Pengkhianat bangsa, itu selebaran begitu saja? 190. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 191. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Saudara tahu siapa yang buat selebaran, enggak? 192. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Enggak tahu, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Tidak tahu, oke. Terus, soal intimidasi katanya itu sebelum pilkada sudah banyak Brimob atau TNI, Polri yang datang itu apa maksudnya? 194. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Salah satu contoh, Pak, di Kecamatan Rantau itu ada Kapolsek yang melakukan rapat di dalam masjid, di pemukiman Sapta Jaya mengumpulkan para kepala-kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat yang mengatakan bahwasanya akan ada BKO Brimob di sini, kemudian membuat portal atau palang, palang pintu untuk setiap jalan masuk desa yang dicat dengan merah putih, membuat posko-posko yang bertuliskan, NKRI Harga Mati, dan kemudian mengarahkan untuk memilih pasangan kandidat Nomor 10. Itu ada kesaksiannya, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Enggak, Saudara tahu itu dari mana?

24 196. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Kesaksian dari salah seorang simpatisan kami KETUA: M. AKIL MOCHTAR Oh, Saudara mendengar dari salah seorang itu namanya siapa? 198. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Bustami, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Bustami mengatakan seperti itu kepada Saudara? 200. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Karena beliau hadir dalam rapat tersebut KETUA: M. AKIL MOCHTAR Artinya, Saudara tidak melihat langsung, kan gitu? 202. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Tidak, tidak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Nah, karena disumpah ini masalahnya SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Betul, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Kan gitu. Jadi, kalau Saudara mendengar Saudara harus mengatakan, saya mendengar dari Saudara Bustami ( ) 206. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO

25 207. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Mengatakan seperti itu, kan gitu? 208. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ya, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Itu Brimob atau TNI, Polri datang itu bukan dalam rangka apa AMD apa zaman dahulu? Bukan? 210. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Terkait pilkada, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Terkait pilkada, pengamanan pilkada ya? 212. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 213. KETUA: M. AKIL MOCHTAR He em. Tapi, itu menurut Saudara Bustami. Kemudian, soal deklarasi apa dan segala macam itu apa? 214. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Kita ingin mengatakan, setelah putaran kedua kita bergerak cepat, Pak. Tim kita bergerak cepat ( ) 215. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya ( ) 216. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Kita juga melakukan deklarasi dukungan dari 9 kandidat yang kalah ( )

26 217. KETUA: M. AKIL MOCHTAR He em SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Kita sudah merapatkan barisan waktu itu mendapatkan hampir dari 8 kandidat merapat ke kita. Ditambah dengan 3 partai politik besar, yaitu Demokrat, PDI Perjuangan, dan Golkar yang masuk ke dalam kita KETUA: M. AKIL MOCHTAR He em SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Beberapa ormas lainnya yang masuk seperti Nasdem ( ) 221. KETUA: M. AKIL MOCHTAR He em SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO FOKRA, (suara tidak terdengar jelas) dan beberapa lainnya juga masuk ke dalam kita KETUA: M. AKIL MOCHTAR He em SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Analisa kita, Pak, kalau itu memang bergabung dan bekerja, kita tidak mungkin kalah. Persentasi suara yang kita dapatkan adalah sekitar 56,28% KETUA: M. AKIL MOCHTAR Itu kalkulasinya? 226. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Kalkulasinya, Pak.

27 227. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Tapi, faktanya kalah? 228. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Faktanya kalah. Bahkan sampai ( ) 229. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, lebih. Jadi, tapi itu namanya politik, non-predictable, jadi sesuatu yang sulit diprediksi. Foke itu sama Jokowi kalau hitunghitungan partai, kalah Jokowi itu. Cuma dua lawan berapa puluh itu SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Betul, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Tapi politik begitu, terbalik SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Kalau tidak adanya intimidasi, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, oke. Saudara mengatakan bahwa itu karena ada intimidasi, kan gitu? 234. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 235. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Intimidasi tadi saya sudah tanya, apa di antaranya intimidasi? Salah satu pintu rumah Saudara dibakar, itu contoh saja kan, mungkin ada yang lain. Tapi kita mengungkapkan fakta saja, ada black campaign, kan gitu, di antaranya itu? 236. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Betul.

28 237. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Lalu ada keterangan dari pihak lain yang menyatakan bahwa kapolsek mengumpulkan massa memberitahu bahwa akan ada Brimob dan lain sebagainya. Lalu ya, NKRI harga mati, memang di mana-mana begitu NKRI harga mati sudah, kan begitu. Karena dalam NKRI termasuk Aceh ada di situ, toh? 238. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ya, betul, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Cukup? 240. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Boleh saya tambahkan, Pak? 241. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Singkat, cepat, ya karena ini saksinya banyak SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Adanya latihan militer yang dilakukan di Kecamatan Bandar Pusaka dan enam kecamatan lainnya yang berdekatan dengan kecamatan tersebut KETUA: M. AKIL MOCHTAR Latihan militer? 244. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 245. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Yang latihan siapa? 246. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO TNI, Pak.

29 247. KETUA: M. AKIL MOCHTAR TNI. Tidak melibatkan rakyat? Sipil? 248. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Tidak, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Tidak. Latihan itu dalam rangka apa, Saudara tahu? 250. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Enggak tahu, Pak, cuma ada suratnya. Mungkin nanti keterangan ini akan bisa langsung dijelaskan oleh Bapak M. Yusuf karena surat ini memang langsung dikirimkan kepada beliau KETUA: M. AKIL MOCHTAR M. Yusuf itu siapa? 252. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Datuk atau Kepala Desa Babo, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, jadi suratnya ada pemberitahuan dari? 254. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Dari komandan Komando Resort Militer 011 Lilawangsa Batalyon Inbandi 111 Karma Bhakti KETUA: M. AKIL MOCHTAR Yang mengatakan akan ada latihan militer? 256. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Akan ada latihan militer tertanggal 11 sampai dengan 15 September 2012 bertempat di Bandar Pusaka Kompleks.

30 257. KETUA: M. AKIL MOCHTAR 11 sampai 15? 258. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Sementara kita melakukan pemilihan di tanggal KETUA: M. AKIL MOCHTAR Enggak apa-apa, biasa militer itu kan kalau latihan kan di hutanhutan, enggak di kota juga SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Enggak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Makanya saya tanya, melibatkan penduduk sipil enggak, kan gitu? Tidak, ya? 262. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Tidak, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Tidak, oke. Nanti itu keterangan Saudara Yusuf yang akan menerangkan lebih lanjut? 264. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO 265. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Oke. Cukuplah, Saudara Budi SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Satu lagi, Pak.

31 267. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Tambah terus ini. Apa? 268. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Terkait masalah undangan, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Undangan apa? 270. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Undangan pemilihan suara KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, undangan memilih, ya SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Undangan memilih. Di beberapa kecamatan, Pak, kita temukan ada mungkin nanti satu akan dijelaskan langsung oleh Saudara Meidy Dharma. Yang pada saat putaran pertama mereka mendapatkan undangan untuk memilih, kemudian kita mengklarifikasi ke KIP bahwasanya DPT tidak berubah dari putaran pertama sampai ke putaran kedua, KIP menjelaskan hanya merawat DPT. Artinya, kalau ada yang meninggal atau pindah itu saja yang dihilangkan dari DPT KETUA: M. AKIL MOCHTAR 274. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Secara logikanya, Pak, pada saat putaran pertama beliau mendapatkan undangan, otomatis di putaran kedua harusnya mendapat undangan. Tapi anehnya, banyak masyarakat yang pada putaran pertama mendapat undangan, di putaran kedua itu dihilangkan hak pilihnya dengan tidak menerima undangan. Dan bahkan ada beberapa yang membuat pernyataan tertulis juga ini di Seruway, hanya gara-gara mereka terindikasi menjadi simpatisan atau tim relawan daripada Partai Aceh, kemudian tidak diberikan undangan untuk memilih.

32 275. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, kalau ndak dapat undangan kan berhak memilih, yang penting ada dalam DPT? 276. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Betul, Pak tapi nanti bisa dijelaskan oleh Saudara Meidy Dharma, bagaimana ketika mereka sudah membawa KTP asli pun, KPPS setempat tetap tidak memberikan hak kepada mereka untuk menggunakan hak pilihnya KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, memang soal itu susah juga. Di Jakarta ini kita satu rumah, Hakim lagi yang menyidangkan perkara pilkada, Hakimnya kita enggak diundang, anaknya diundang, istri enggak, kan di Jakarta itu. Aneh juga. Putaran pertama pertama dipilih, putaran di sini juga dua putaran kemarin SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ya, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ada yang begitu. Tapi nanti kita lihat, ya SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Oke, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Artinya saya ingin mengatakan memang kejadian seperti itu ada di mana-mana. Tapi ya, kalau terdaftar dalam DPT datang saja, kalau di sini sih diterima, kan gitu SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ya, masalahnya di sana enggak diterima, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR

33 Okelah, itu kan keterangan saksi, ya. Nanti kita compare dengan bukti yang lain. Berikutnya Saudara Yus tadi siapa tadi Saudara Budi, ya? 284. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Ya, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Saudara orang Jawa juga, kan? 286. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Asli Aceh, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Kok namanya Budi Santoso? 288. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Bapak saya pecinta Soeharto, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Oh, ya lah. Ndak boleh kamu melawan bapakmu, kalau bapakmu cinta sama Soeharto, kau ndak, nanti kan ( ) 290. SAKSI DARI PEMOHON: BUDI SANTOSO Sudah sudah sudah almarhum, Pak KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, apalagi sudah almarhum. Saudara Haprizal? 292. SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Ya, Pak Hakim KETUA: M. AKIL MOCHTAR Saudara tinggal di?

34 294. SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Desa Sriwijaya, Kabupaten Aceh Tamiang KETUA: M. AKIL MOCHTAR Sriwijaya itu kecamatan mana? 296. SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Kecamatan Kota Kuala Simpang KETUA: M. AKIL MOCHTAR Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Tim sukses juga? 298. SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Di putaran kedua tim sukses KETUA: M. AKIL MOCHTAR Putaran pertama, enggak? 300. SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Calon bupati, Pak Hakim KETUA: M. AKIL MOCHTAR Oh, calon SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Hakim. Yang kemarin saya mengundurkan diri karena alasan teknis, Pak 303. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Oh, ya, ya, ya. Hah? 304. SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Yang waktu putaran pertama kan saya gugat juga, Pak Hakim soal apa politik uang.

35 305. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Yalah, ndak apa-apa SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Sekarang saya di ( ) 307. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Saksi? 308. SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Saksi KETUA: M. AKIL MOCHTAR Untuk kepentingan Pemohon? 310. SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Ya, Pak Hakim KETUA: M. AKIL MOCHTAR Enggak apa-apalah, enggak jadi bupati, jadi saksi kan sama saja SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Ya, tapi Pak Hakim bilang kan saya suruh cari keadilan di putaran kedua. Ini saya saya di sini mencari keadilan KETUA: M. AKIL MOCHTAR 314. SAKSI DARI PEMOHON: HAPRIZAL ROZI Saya yakin saya dapat keadilan di MK ini, Pak Hakim KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, makanya kita lihat dulu, tapi di sini Saudara Saksi, kan?

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI KUBU RAYA TAHUN 2013

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI KUBU RAYA TAHUN 2013 Lampiran Nomor : Berita Acara Komisi Pemilihan Umum : 0 / BA / II / 01 TAHAPAN, PROGRAM DAN PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI KUBU RAYA TAHUN 01 Lampiran : Keputusan Komisi Pemilihan

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR: 05/PMK/2004 TENTANG PROSEDUR PENGAJUAN KEBERATAN ATAS PENETAPAN HASIL PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2004 MAHKAMAH

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR : 04/PMK/2004 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA -------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 182/PHPU.D-XI/2013

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA -------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 182/PHPU.D-XI/2013 MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA -------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 182/PHPU.D-XI/2013 PERIHAL Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Magelang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA MENJADI UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA -------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 68/PUU-XII/2014 PERIHAL Pengujian Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan [Pasal 2 ayat (1)] terhadap Undang-Undang

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KOMISI PEMILIHAN UMUM, Menimbang : a. bahwa ketentuan

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, KOMISI INFORMASI Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 0 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat banding dalam persidangan Majelis

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Wonosari yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

-2- dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 01 Tahun 2010;

-2- dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 01 Tahun 2010; -- dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 0 Tahun 00; 4. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 06 Tahun 008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

-2- MEMUTUSKAN: BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1. Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:

-2- MEMUTUSKAN: BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1. Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan: -- (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 05 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5678); 3. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 05 Tahun 008 tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 345/Pid.B/2014/PN.BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ;

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ; P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PENGAWASAN PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ;

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ; P E N E T A P A N Nomor : 151 /Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama, telah menetapkan seperti

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

Draft Peraturan KPU tentang Pencalonan Dalam Pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota KOMISI PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESI

Draft Peraturan KPU tentang Pencalonan Dalam Pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota KOMISI PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESI Draft Peraturan KPU tentang Pencalonan Dalam Pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota KOMISI PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESI TAHAPAN DALAM PENCALONAN 1. Pendaftaran Bakal Calon 2. Uji Publik 3. Pendaftaran

Lebih terperinci

PUTUSAN NOMOR 52/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

PUTUSAN NOMOR 52/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PUTUSAN NOMOR 52/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA [1.1] Yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara konstitusi pada tingkat pertama

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id PUTUSAN Nomor 354/Pid.B/2014/PN Sbg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 08/PMK/2006 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM SENGKETA KEWENANGAN KONSTITUSIONAL LEMBAGA NEGARA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara pidanadalam peradilan tingkat Banding, menjatuhkan Putusan seperti

Lebih terperinci

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 1 TAKAH RAKERPTA 2012 Pasal 91A UU NO. 50 TAHUN 2009 (1) Dalam menjalankan tugas peradilan, peradilan agama dapat menarik biaya perkara. (2) Penarikan biaya

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ;

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ; P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ---- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Tinggi Medan pidana dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0 JABATAN : KOORDINATOR SECURITY A. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 1. Melakukan Rekrut anggota Security sesuai dengan kebutuhan, Yang telah di setujui warga melalui keputusan Ketua RT. 2. Sebagai jembatan komonikasi

Lebih terperinci

-3- Berpenghargaan...

-3- Berpenghargaan... -2-2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Papua sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 112, Tambahan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan pemilihan umum

Lebih terperinci

SURAT PERNYATAAN CALON GUBERNUR/WAKIL GUBERNUR/BUPATI/WAKIL BUPATI/WALIKOTA/WAKIL WALIKOTA*)

SURAT PERNYATAAN CALON GUBERNUR/WAKIL GUBERNUR/BUPATI/WAKIL BUPATI/WALIKOTA/WAKIL WALIKOTA*) CONTOH MODEL BB.1-KWK SURAT PERNYATAAN CALON GUBERNUR/WAKIL GUBERNUR/BUPATI/WAKIL BUPATI/WALIKOTA/WAKIL WALIKOTA*) Yang bertanda tangan di bawah ini : a. Nama :... b. NIK :... c. Jenis kelamin :... d.

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:----------------------

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:---------------------- P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

MAYORITAS PUBLIK INGIN CAPRES SIAP TERIMA KEKALAHAN. Konpers LSI Juli 2014

MAYORITAS PUBLIK INGIN CAPRES SIAP TERIMA KEKALAHAN. Konpers LSI Juli 2014 MAYORITAS PUBLIK INGIN CAPRES SIAP TERIMA KEKALAHAN Konpers LSI Juli 2014 1 MAYORITAS PUBLIK INGINKAN CAPRES SIAP TERIMA KEKALAHAN Menjelang pengumuman pemenang Pilpres oleh KPU tanggal 22 Juli besok,

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU;

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU; P U T U S A N Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM, PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG PENCALONAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO

BUKU PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO BUKU PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO Edisi Januari 2009 1 PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO Pendaftaran Uji Kompetensi Manajemen Risiko dapat dilakukan secara kolektif dari

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 B A L I K P A P A N P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

Indonesian Continuers

Indonesian Continuers 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Continuers (Section I Listening and Responding) Transcript Familiarisation Text Bagaimana perayaan Natal? Cukup baik. Kami ke rumah kakek dan nenek.

Lebih terperinci

MASIHKAH MAHKAMAH KONSTITUSI DAPAT DIPERCAYA SEBAGAI PENGAWAL KONSITUSI????

MASIHKAH MAHKAMAH KONSTITUSI DAPAT DIPERCAYA SEBAGAI PENGAWAL KONSITUSI???? MASIHKAH MAHKAMAH KONSTITUSI DAPAT DIPERCAYA SEBAGAI PENGAWAL KONSITUSI???? Written by Normansyah Monday, 31 October 2011 22:30 - Last Updated Thursday, 24 November 2011 07:55 Potret nyata amburadulnya

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENANGANAN TERSANGKA ATAU TERDAKWA PENYALAH GUNA, KORBAN PENYALAHGUNAAN, DAN PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Lampiran Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor : 15 Tahun 2012 Tanggal : 25 Oktober 2012

Lampiran Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor : 15 Tahun 2012 Tanggal : 25 Oktober 2012 18 Lampiran Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor : 15 Tahun 2012 Tanggal : 25 Oktober 2012 TANDA TERIMA BERKAS PERMOHONAN Nomor :..*) Nama Pemohon :... Berkas yang sudah diserahkan terdiri dari

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN KETERANGAN PIHAK TERKAIT (PERSEORANGAN CALON ANGGOTA DPRA DAN DPRK)

PEDOMAN PENYUSUNAN KETERANGAN PIHAK TERKAIT (PERSEORANGAN CALON ANGGOTA DPRA DAN DPRK) LAMPIRAN VII PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

-3- MEMUTUSKAN: Pasal I

-3- MEMUTUSKAN: Pasal I -2-3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (L embaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4252); 4. Undang-Undang Nomor 2 Tahun

Lebih terperinci

Tidak mau kalah, seorang warga lain pun menimpali, "Setahu saya, Pak Dahlan Iskan itu justru lebih sering pakai fasilitas pribadi".

Tidak mau kalah, seorang warga lain pun menimpali, Setahu saya, Pak Dahlan Iskan itu justru lebih sering pakai fasilitas pribadi. http://antarajatim.com/lihat/berita/158500/kasus-korupsi-dahlan-iskan-di-mata-rakyat Kasus Korupsi Dahlan Iskan di Mata Rakyat Senin, 8 Juni 2015 16:30 WIB Oleh Edy M Yakub Kasus Korupsi Dahlan Iskan di

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM, PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PENCALONAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI, DAN/ATAU WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

UNTAET REGULASI NO. 2002/2 TENTANG PELANGGARAN KETENTUAN BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PRESIDEN PERTAMA

UNTAET REGULASI NO. 2002/2 TENTANG PELANGGARAN KETENTUAN BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PRESIDEN PERTAMA UNITED NATIONS United Nations Transitional Administration in East Timor NATIONS UNIES Administrasion Transitoire des Nations Unies in au Timor Oriental UNTAET UNTAET/REG/2002/2 5 March 2002 REGULASI NO.

Lebih terperinci

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA - 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN.

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 158/PMK. 01/2012 TENTANG BANTUAN HUKUM DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 158/PMK. 01/2012 TENTANG BANTUAN HUKUM DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 158/PMK. 01/2012 TENTANG BANTUAN HUKUM DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN

Lebih terperinci

Memperhatikan : 1. Keputusan Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum tanggal 30 Juli 2012.

Memperhatikan : 1. Keputusan Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum tanggal 30 Juli 2012. 2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 8, Tambahan Lembaran

Lebih terperinci

- 3 - : Keputusan Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum pada tanggal 20 Maret 2013; MEMUTUSKAN :

- 3 - : Keputusan Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum pada tanggal 20 Maret 2013; MEMUTUSKAN : - 2-2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5246); 3. Undang-Undang

Lebih terperinci

Ditulis oleh Orang Gila

Ditulis oleh Orang Gila 1 PRAMA WIRATAMA Ditulis oleh Orang Gila Ditulis oleh Orang Gila Oleh: Prama Wiratama Copyright 2010 by Prama Wiratama Desain Sampul: PENGANTAR 2 Assalamu'alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah akhirnya buku saya

Lebih terperinci

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: 1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar iah dalam tenggang waktu : a. 14 (empat belas)

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pemilihan umum secara langsung

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA --------------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 108/PUU-XII/2014

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA --------------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 108/PUU-XII/2014 MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA --------------------- RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 108/PUU-XII/2014 PERIHAL PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATU BARA

Lebih terperinci

file://\\172.27.0.12\web\prokum\uu\2004\uu 8 2004.htm

file://\\172.27.0.12\web\prokum\uu\2004\uu 8 2004.htm Page 1 of 14 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor 76/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

PUTUSAN. Nomor 76/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PUTUSAN Nomor 76/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA [1.1] Yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara konstitusi pada tingkat pertama

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM, PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI, DAN/ATAU WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PERADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA

STANDAR PELAYANAN PERADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA STANDAR PELAYANAN PERADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA JAKARTA 2014 STANDAR PELAYANAN PERADILAN DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA I. KETENTUAN UMUM A. Dasar Hukum 1. Undang-undang

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA

LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA 1 LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA oleh : Ali M. Haidar I. PENDAHULUAN Tulisan ini disajikan hanyalah sebagai ulangan dan bahkan cuplikan dari berbagai tulisan tentang

Lebih terperinci

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Beginners (Section I Listening) Transcript Familiarisation Text Sudah pindah rumah, Sri? Sudah Joko. Bagaimana rumah barumu? Bagus Joko. Aku punya

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 272 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-04 P A L E M B A N G P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-04 Palembang yang bersidang di Palembang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989 P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana pada Peradilan Tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA. No.649,2014 KEMENKUMHAM. Paspor Biasa. Surat Perjalanan. Laksana Paspor PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

BERITA NEGARA. No.649,2014 KEMENKUMHAM. Paspor Biasa. Surat Perjalanan. Laksana Paspor PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.649,2014 KEMENKUMHAM. Paspor Biasa. Surat Perjalanan. Laksana Paspor PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PASPOR

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

SUHARTONO: Malaikat Penjaga yang Tak Kenal Lelah. Saya kumpulkan mereka semua itu, saya berikan gambaran. Jadi saya membentuk pagar hidup.

SUHARTONO: Malaikat Penjaga yang Tak Kenal Lelah. Saya kumpulkan mereka semua itu, saya berikan gambaran. Jadi saya membentuk pagar hidup. SUHARTONO: Malaikat Penjaga yang Tak Kenal Lelah Saya kumpulkan mereka semua itu, saya berikan gambaran. Jadi saya membentuk pagar hidup. Sebagai seorang tentara, pribadi Suhartono telah terlatih untuk

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. berbangsa dan bernegara, baik ekonomi, sosial dan budaya. Tidak terkecuali

I. PENDAHULUAN. berbangsa dan bernegara, baik ekonomi, sosial dan budaya. Tidak terkecuali 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Membahas tentang politik tentu tidak ada bosannya karena politik saat ini sudah masuk dalam berbagai sendi kehidupan pada masyarakat dalam proses berbangsa dan bernegara,

Lebih terperinci