Gus, lesu banget mukanya, mana berita? redakturku mulai berkicau meminta berita

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Gus, lesu banget mukanya, mana berita? redakturku mulai berkicau meminta berita"

Transkripsi

1 1 Fajar di pagi ini serasa berbisik, menyuarakan semangat supaya aku menjadi wartawan berbobot. Tak lagi hanya bekerja demi uang, tak lagi hanya bekerja untuk ketenaran. Bekerja untuk diri sendiri, seperti fajar yang memberikan cahaya pada manusia untuk kelangsungan dunia, kelangsungan hidupnya sendiri. Segelas teh hijau sudah ada disamping tempat tidurku. Masih memandangi fajar dibalik jendela, aku melamun jauh memikirkan bagaimana aku akan menjalani hari hariku yang baru sebagai wartawan. Bukan bersemangat tapi sedikit lesu, karena aku tahu hari-hari akan mulai berjalan cepat, tanpa tenggat waktu. Ku paksa tubuh untuk turun dari ranjang, mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi, pagi ini fajar tak memberiku semangat yang menggebu. Entah apa penyebabnya! Pun tak ada semangat saat kumasuki ruang kantor, tak ada yang dapat kuajak bicara, semuanya sibuk. Aku pandangi kawan-kawan satu persatu, otak mulai meracau, menganalisis dan mengambil kesimpulan, bawa dalam 24 jam kehidupan, para pria mampu menggunakan 22 jam untuk bekerja dan 2 jam untuk tidur, tapi aku hanya bisa menggunakan maksimal 12 jam saja untuk bekerja, sisanya beristirahat dengan tenang. Tapi dalam hal berita, aku tak kalah jauh dari mereka. Hanya saja apa yang kutulis selalu melenceng dari pemikiran dan keinginan mereka. Tak pernah bisa membuat berita yang menguntungkan kantor? Ya, selalu tidak bisa membuat berita yang menghibur pembaca? Ya. Aku hanya bisa menulis apa yang kulihat dan kudengar tanpa menambah secuilpun kata. Salah, itu kata mereka. Berita harus menghibur juga. Artinya sedikit menambah fakta demi menghibur pembaca itu diperbolehkan. Katanya harus membuat berita yang berkualitas, katanya tulisanku tak berbobot? Ya kucoba lebih berbobot, tapi hasilnya? entahlah Tapi aku masih juga ditempatkan di desk pemerintah. Kenapa dengan kemampuanku yang rendah, aku masih saja dipertahankan? Apalagi sebagai wanita aku kerap keberatan dengan liputan tengah malam? Apa gunanya aku disini?

2 Aku pulang ke kantor dengan hati muram. Kenapa? Karena berita yang ada hanya itu-itu saja. Rapat-rapat komisi untuk menentukan anggaran yang keluar masuk? Apa hubungannya denganku? Kurasa rakyatpun tak mau tau, lebih baik menonton Syahrini dengan jambulnya atau Norman Kamaru dengan lagu caiya-caiya nya. Gus, lesu banget mukanya, mana berita? redakturku mulai berkicau meminta berita Iya ada timpalku sekenanya Oh, iya kau liputan khusus ya. Dekati pejabat ini, lalu pejabat itu. Jangan lupa bikin janji sama pejabat yang itu, terus datang kerumah pejabat ini ya? Bikin liputan apa? Ribet amat, mesti ke rumah pejabat segala? Ya, tentang program-program mereka. Lumayan buat tambah-tambah upahmu Upah? Apa maksudnya? Ah entahlah mungkin itu dana kampanye yang diperuntukkan bagi wartawan. Ahh bonus donk. Baru memikirkannya saja, semangatku membuncah. Ku tarik sepeda motor yang ada diparkiran, laju nya ku percepat menjadi 100 km/jam. Hujanpun tak menyurutkan langkahku melakukan liputan khusus. Sebenarnya, aku tak pernah tahu, apa itu liputan khusus. Bagaimana sistem penulisan ataupun fungsinya bagi pembaca. Yang kutahu, bonus menanti didepan mata. Jurnalis kan juga manusia, butuh uang saku. Walikota adalah pejabat yang pertama kudatangi. Jika dikira-kira rumahnya 5 kali lebih besar dari luas rumahku yang berdiri diatas 9 tombak tanah. Gerbangnya terbuat dari besi yang menjulang tinggi, sekitar 4 meter. Lalu ada pos satpam juga, berisi 3 orang. Dari luar, rumah itu tampak seperti rumah hantu, tak ada suara tak ada tanda-tanda kehidupan. Prediksiku, si satpam tengah tertidur pulas. Dari luar pagar, aku bisa melihat pohon-pohon mahoni yang sengaja ditanam agar udara lebh sejuk, lalu ada juga taman kecil yang ditumbuhi rumput jepang berjejer rapih. Turun dari motor, kupencet bel pagar. Tak ada yang membukakan gerbang. Kupencet lagi hingga tiga kali tak jua ada tanda tanda manusia. Aku ketok ketok gembok pagar itu, kuhantam keras-keras pada engselnya. Terdengar derap langkah kaki. Ah akhirnya si satpam membukakan pintu

3 Maaf belnya rusak. Ada perlu apa ya mba? Saya Agus dari harian Parahyangan Post. Saya ada perlu wawancara dengan Walikota. Bapanya ada ditempat? Maaf sudah bikin janji? Belum Kalau begitu, maaf anda tidak boleh masuk. Harus bikin janji dulu mba. Lagipula pa Walkotnya sedang tidak ada di rumah tuh, paling baru pulang tengah malam nanti, ada rapat penyusunan anggaran Kalau menunggu sampai tengah malam, boleh pa? Maaf mba harus bikin janji dulu Tapi kantor saya katanya sudah bikin janji dengan pa Walkot Kalau begitu tunggu sebentar, saya konfirmasi dulu ke pa Walkotnya Si satpam yang berbaju dinas hubung-hubungan itu terlihat berbicara dengan seseorang melalui walkie talkienya. Ini sudah pukul 3 sore, cuaca juga sedang mendung, gelap. Sebentar lagi pasti gerimis, aku butuh berteduh aku butuh masuk ke rumah itu. Baik mba, kata pa Walkot silahkan menunggu di ruang tunggu Pintu gerbangpun dibuka. Pemandangan yang pertama kulihat adalah satu mobil Terrios hitam, satu sedan klasik merah dan satu mobil keluarga bermerek APV. Itu halamannya, tempat parkirnya? Aku tak tahu. Dari pintu gerbang kami pun menuju rumah, tak terlalu jauh, sederhana tapi mewah. Aku tak diperkenankan lewat pintu depan. Katanya harus lewat pintu belakang, yang langsung mengarah ke ruang keluarga. Dan terpaksa aku masuk melewati garasi, oh ternyata masih ada 3 mobil didalam garasi, dan satu vespa yang teronggok di sudut ruangan. Untuk garasinya saja, dibutuhkan seluruh areal rumahku. Masih mencoba sadar, tak ternganga dengan pandangan didepanku, aku melangkah memasuki ruang keluarga, eits si satpam berteriak mencoba mencegahku masuk Mba, tolong sepatunya dilepas

4 Wahaha,,,aku tertawa sendiri, rupa-rupanya di rumah pejabat, sang tamu harus melepas sepatu, padahal si satpam sendiri masuk dengan menggunakan sepatu! Aku turuti saja apa maunya satpam, bukankah aku ini hanya orang biasa? Ruang keluarga itu mungkin berkuruan 4x8 m. Dengan meja lebih mirip meja makan dengan 6 kursi di sudut kiri, dan dua kursi santai disudut kanan, tergeletak catur diatasnya, pasti pa Walkot itu pintar strategi ya, mainannya saja catur. Aku belum dipersilahkan duduk, masih memandangi dinding yang dipenuhi lukisan pahlawan Sunda yang entah siapa, lalu lukisan Bandung tempo dulu, ada juga beberapa artikel yang terkait dengan Walkot. Simpel, sangat simple, tidak ada patung-patung artistik.

5 2 Mba, ini bu Dami, istrinya pa Walkot (hah? Kenapa bu Walkot? Aku kan kesini mau wawancara pa Walkot) Si satpam pun pergi meninggalkan aku yang tertegun sendiri harus memulai pembicaraan dengan topik apa. Sungguh sangat sederhana ibu yang satu ini. Hanya memakai daster yang kerap dipakai ibuku dirumah. Tapi dari balik kesederhanannya, terlihat memang dia bukan wanita biasa. Wajahnya mulus, putih, dan bermake up. Tak seperti ibuku yang hitam lebam karena terik matahari, juga bibir hitam yang tak pernah dipolesi. Kubayangkan ibuku seperti itu, pasti cantik luar biasa. Ahh wanita ini sungguh beruntung bersuamikan lelaki berpangkat. Silahkan neng, duduk aja, si akang belum pulang, baru nanti mungkin jam 10. Gapapa nunggu lama? Ga papa bu, sudah tugas saya menunggu narasumber Oh iya makan siang dulu atu neng, belum makan kan? Oh gapapa bu, saya tadi udah makan di kantor Ah jangan pura-pura, saya tahu ko kerjanya wartawan kaya apa, butuh banyak energi. Ayo kita makan sama-sama Ah tak kuasa perut ini menolak ajakan makan sang ibu Walkot. Kuturuti saja kemauannya, ku susuri ruang keluarga itu, ternyata masih ada ruang keluarga lain. Maksudnya, ruangan yang tadi aku tempati itu khusus untuk keluarga jauh, yaitu teman teman yang sudah dianggap keluarga, diruang keluarga yang tengah aku sambangi ini, adalah ruang keluarga yang khusus untuk keluarga, dan tidak terlalu luas. Lagi-lagi aku ternganga, melihat bagaimana kami akan makan. Bukan di meja makan seperti para pejabat di tivi-tivi, tapi lesehan dilantai beralaskan tikar. Disitu sudah ada nasi merah dengan tahu dan tampe goreng, ada juga gurame goreng, sambel, kangkung, lalapan dan makanan Sunda lainnya. Sungguh diluar dugaan, ku kira bu Walkot akan memesan atau sepotong pitza, ini sih lebih mirip di warung ampera.

6 Dan kamipun makan. Canggung, benar-benar canggung. Kami hanya berdua, sudah seperti anak dan ibu saja. Wajahnya selalu tersenyum saat melihatku, dan aku menimpalinya dengan senyuman tanpa perkataan. Neng dari koran apa? Parahyangan Post bu Oh yang mana ya? Saya ga pernah baca? Hee iya, memang bukan koran terkenal bu Oh udah lulus ato masih kuliah neng? Masih kuliah bu, semester3. Tapi ya gini sambil nyambi kerja Oh hebat atuh neng, ibumah malah ga lulus S1. Keburu kawin sama si akang Ya gapa bu, kan masih bisa belajar dari akangnya eh dari pa Walkot Eh..si eneng, da saya mah cuma bantu-bantu si akang aja, kalo ikut-ikut rapat mah ga ngerti saya teh Hee..iya kan bukan bidang ibu itu mah. Yang penting mendukung suami ya bu Ya mendukung juga atu neng, kudu nyata. Ari kaya saya mah gimana atuh ya, mau mendukung secara politis da ga ngerti. Cuma bisa kasih semangat aja ibu mah Kan dengan ibu membantu mempersiapkan barang-barang kerjaan bisa disebut dukungan juga Ya cuma beda neng. Istri-istri pejabat lain mah, bisa mendukung secara politis. Tau gak neng, kami- kami itu dituntut untuk tampil cantik, pintar, merakyat, nurut sama suami, tapi juga bisa ngurus rumah 100%. Kan susah Aku hanya mendengarkan. Bu walkot, meminum seteguk air putih, dan kembali bercerita Dengan tanggung jawab besar, kami para istri juga tidak bisa berleha-leha neng. Kami harus mengikuti kemajuan jaman, membuat agenda-agenda yang memasyarakat, biar dapat kesan positif. Padahal, mengurusi rumah dan

7 suamipun kami sudah lelah. Belum lagi anak, kan masih butuh banyak perhatian Ia berhenti makan, menyilangkan kaki dan memandang lukisan pa Walkot yang ada didepannya Kadang-kadang saya cape juga neng, mau curhat serba salah, kan lawan politiknya banyak. Takut-takut istri orang juga ember, jadi gak baik buat suami. Yah kaya ke eneng gini. Sebetulnya, saya gak boleh nih curhat gini sama eneng yang wartawan. Jangan dicatet ya neng Iya bu, dijamin cuma jadi cerita diantara kita kamipun tertawa, bu Walkot meneruskan unek-uneknya Saya suka takut sama wartawan. Ngomong ini, diberitainya itu. Pokonya dibalik-balikin gitu. Kan jadi serba salah, dijauhin salah, terlalu deket juga ga baik. Makanya saya juga ga percaya sama eneng, Cuma ya coba dipercayapercayain deh. Saya itu, suka ikut kesana-kemari nemenin si akang, jadi tau mana yang bener-bener kawan mana yang lawan. Kalo udah tahu gitu teh, saya coba jaga jarak sama istri-istrinya, takut ngorek-ngorek info dari saya Ibu takut rahasia ibu dan bapa terbongkar? Kami gak punya rahasia neng, tapi kami punya sesuatu yang berharga yang harus dilindungi. Makanya harus jaga-jaga omongan, takutnya kita kehilangan semua yang berharga Masih mendengarkan cerita, nampaknya perutku masih ingin djejali nasi merah. Aku tambah satu piring lagi. Sepertinya bu Walkot, tak terlalu mempedulikan cara makanku Kalo ada kegiatan teh neng, kita para istri harus bisa menyesuaikan diri. Kadangan sulit, tapi da harus, daripada image bapa turun, mending hati dipaksa-paksa we biar bisa adaptasi. Belum lagi kegiatan ini itu, ibu-ibunya pada gaul semua neng, susah diikutin Ya memang konsekuensi orang penting bu, harus ngikutin kemauan rakyat Ya kan tapi neng kita juga cuma wanita biasa. Ah ibu mah kalo boleh milih mending jadi ibu-ibu biasa yang ngurus anak-anak di rumah. Belum lagi kalo banyak kegiatan pasti banyak pengeluaran, itu yang ibu gak suka. Bukannya belajar hemat malah abur-aburan

8 Kalo eneng ada diposisi saya, eneng mau gimana? Sederhana bisa mengurangi image bapa dimata kawan-kawan politik, ngikutik kehidupan juga bikin hati gak tenang, bikin istirahat gak teratur Kalo saya sih, mencoba untuk berada di tengah lingkaran itu, jangan terlalu masuk jangan terlalu jauh juga dari mereka. Biasa biasa aja bu. Jangan terlalu melibatkan diri Semua akan berubah, kalo kita sudah memikul tanggung jawab. Kita para istri memang berperan sebagai hiasan saja, cuma pemanis buat para suami. Harus cantik, biar ga nurunin image suami, kalo prestasi gak jadi soal, bodo juga gak papa, yang penting gaul dan narsis..hehehe Bu Walkot mengulun senyum, Ada beberapa kegiatan juga sih, yang diakui eksistensinya. Tapi gak cukup buat membuktikan, bahwa kami para istri itu ada. Bukan hanya sebagai pemanis tapi juga pejuang. Makanya neng, jangan liput korupsi dan rapat-rapat anggaran aja. Kami juga butuh diliput Oh..hahaha..ya nanti saya coba bu. Eksistensi wanita dalam ritme pemerintahan. Gitu kan bu? Iya tapi yang jelek-jelek jangan di tulis neng! Aku hanya tersenyum kecil, tak bisa memberikan janji. Perut rasanya kenyang sudah, ah aku bersukur sementara diluar hujan lebat disertai angin besar, aku malah terlindung dengan pelayanan bu Walkot yang ekstra large. Ya mudah-mudahan ini bukan jaminan agar aku tak menuliskan sesuatu yang membuatnya terancam. Bu Walkot mengajakku duduk di sofa keluarga. Di ruang yang lebar itu, kami hanya duduk berdua, jam sudah menunjukan pukul 5 sore dan aku belum menulis satu beritapun. Duduk di sofa yang lembut plus makanan penuh di perut membuatku ngantuk. Neng nagantuk? Tidur aja dulu diruang tamu, atau mau nonton tv aja? Tidur itu tidak mungkin, guys aku kesini untuk mencari berita bukan menjadi tamu penting sehari dirumah Walikota Nonton tv aja bu

9 Tv dinyalakan, kamipun nonton bersama. Bukan drama korea kesukaanku yang diputar, tapi tv-tv lokal yang menyiarkan berita suaminya yang diputar. Tuh neng si akang mah, udah cape te ditanya-tanya we terus Ya bu, mau gimana lagi, kan kami juga butuh pernyataan bapa untuk meyakinkan masyarakat kalau bapa kerjanya bener timpalku sambil merenges, takut-takut salah kata Iya juga ya neng. Oh iya neng, saya punya gelang dari ibu-ibu PKK di Kampung Alit. Bagus pisan teh, asli ini mah, kalo beli di toko mah gak ada, da mahal pisan, di export cenah mah ke luar negri Oh ga usah bu, ngerepotin aja Ga papa neng, saya punya banyak ko. Kan sayang kalo cuma jadi pajangan aja, yah-yah mau? bentar ya ibu ambil dulu dikamar Belum sempat aku menolak, bu Walkot sudah pergi begitu saja. Nampaknya ia memang ingin memberikan cendera mata untukku. Nih neng, ada empat sok pilih aja yang neng suka Ada dua gelang dan 2 pasang anting, terbuat dari permata asli. Ada yang berwarna hitam ada perak juga putih mengkilat. Jujur untuk wanita tomboi sepertiku, semua barang itu tak menarik. Tapi mendengar harganya, aku hanya bisa menelan ludah dan tak mau membuang kesempatan. Bu Walkot bahkan mencoba memakaikannya di telinga dan lenganku Neng, yang warna perak bagus buat eneng, keliatan elegan gitu. Kan eneng pinter jadi harus keliatan mewah biar tambah pinter dan cantik Ah ibu bisa aja, saya lebih suka yang putih bu. Sederhana tapi mewah (padahal aku memilih yang putih, agar mudah dijual ke toko perhiasan, masalah warna kan bisa di tambal) Oh ya udah atu neng, sok ambil aja yang eneng mau. Oh iya, ibu juga punya gaun bagus. Mau neng? Tawaran yang menggiurkan, tapi ini sudah keterlaluan, bukan tapi ini menakutkan. Bu Walkot masih saja merengek, memintaku memakai gaungaunnya. Kuturuti saja apa maunya!

10 Tuh kan neng, si eneng meni cantik, jangan pake jeans wae atu neng, tah pake gaun Dan aku hanya tersenyum. Tet-tet-tet-tet, tiba tiba hp-ku berdering, panggilan dari redaktur, ku angkat telepon Hei Gus, dimana kamu? Belum ketemu pa Walkot kan? Udah tinggal aja dulu, ke kantor dulu ya, ada investor dari Amerika, pengen liat karyawan kita katanya, buruan kesini, nanti balik lagi ke rumah pa Walkot siap Ah akhirnya aku punya senjata untuk melarikan diri dari semua kemewahan yang diberikan bu Walkot. Bu saya ada berita mendadak, saya harus pergi dulu, mungkin nanti saya kembali lagi Loh kok mendadak gitu sih neng? Ya gitulah kerjaan wartawan bu, ada berita mendadak ya harus siap Tapi neng, belum makan brownies buatan ibu Itu bisa nanti malam bu, saya akan kembali kesini ko Dan aku pun mengundurkan diri

Aduh 15 menit lagi masuk nih, gimana donk? Jalanan macet segala lagi, kenapa sih setiap hari jalanan macet kaya gini? Kayanya hari ini bakalan jadi

Aduh 15 menit lagi masuk nih, gimana donk? Jalanan macet segala lagi, kenapa sih setiap hari jalanan macet kaya gini? Kayanya hari ini bakalan jadi Bad Day Kring Kring Kring! Aduh berisik banget sih! Aku kan masih ngantuk nih! Aku mengeluh kesal pada diriku sendiri. Ya, rasanya tidurku semalam masih belum puas banget, butuh sekitar dua atau tiga jam

Lebih terperinci

Sepanjang jalan tiada henti bercerita dan tertawa, aku menghitung bintang-bintang dan tak terasa sudah sampai di tempat mie ayam rica-ricanya Pasti

Sepanjang jalan tiada henti bercerita dan tertawa, aku menghitung bintang-bintang dan tak terasa sudah sampai di tempat mie ayam rica-ricanya Pasti Sepanjang jalan tiada henti bercerita dan tertawa, aku menghitung bintang-bintang dan tak terasa sudah sampai di tempat mie ayam rica-ricanya Pasti abang nya bingung nih kakak bawa cewek lain lagi Iyalah

Lebih terperinci

Pagi hari di sekolah didalam kelas ada 3 orang anak murid yang sedang berbincang-bincang. Yaitu Ditra, Dila, Tantri, DITRA.

Pagi hari di sekolah didalam kelas ada 3 orang anak murid yang sedang berbincang-bincang. Yaitu Ditra, Dila, Tantri, DITRA. SCENE 1 Pagi hari di sekolah didalam kelas ada 3 orang anak murid yang sedang berbincang-bincang. Yaitu Ditra, Dila, Tantri, CUT TO : SCENE 2 (Ceria) Met Pagi Dila, Tantri.!!, Pagi Ditra Ngomong-ngomong

Lebih terperinci

Part 1 : Aku Menghajar Nenek-Nenek Dengan Cangkul

Part 1 : Aku Menghajar Nenek-Nenek Dengan Cangkul Part 1 : Aku Menghajar Nenek-Nenek Dengan Cangkul Aku tak tahu bagaimana semua peristiwa ini bermula. Yang jelas, keadaan sudah sangat memburuk ketika aku keluar dari kamar mandi dan Ali masuk ke kamarku

Lebih terperinci

Gambar tersebut adalah sebuah hati, ditengah-tengahnya terdapat sebuah gedung dan disamping kiri gambar tersebut ada angka satu besar sekali.

Gambar tersebut adalah sebuah hati, ditengah-tengahnya terdapat sebuah gedung dan disamping kiri gambar tersebut ada angka satu besar sekali. Sesampainya dirumah, Ilham bergegas menghidupkan komputer dan langsung mengirimkan pesan kepada orang yang memberinya note sesuai dengan isi notenya, bahwa Ilham harus mengirimkan pesan setelah menerima

Lebih terperinci

'hufft, aku cape selalu disakitin sama cowo yang aku sayang.' kata icha sambil menghela nafas. tanpa dia sadari air matanya menetes.

'hufft, aku cape selalu disakitin sama cowo yang aku sayang.' kata icha sambil menghela nafas. tanpa dia sadari air matanya menetes. icha duduk sendirian di sebuah cafe sambil menatap hujan 'hufft, aku cape selalu disakitin sama cowo yang aku sayang.' kata icha sambil menghela nafas. tanpa dia sadari air matanya menetes. ia teringat

Lebih terperinci

Anam Rufisa. Catatan Anak Kelinci. Penerbit. Ana Monica Rufisa

Anam Rufisa. Catatan Anak Kelinci. Penerbit. Ana Monica Rufisa Anam Rufisa Catatan Anak Kelinci Penerbit Ana Monica Rufisa Catatan Anak Kelinci Oleh: Anam Rufisa Copyright 2010 by Anam Rufisa Penerbit Ana Monica Rufisa Website: http://anamrufisa.tumblr.com/ Email:

Lebih terperinci

mati cepet-cepet. Aku sih pengin ngerasain jadi kakekkakek. Nah kalo gitu, nanti pas aku jadi kakek berarti kamu yang jadi neneknya dong? Kan namanya

mati cepet-cepet. Aku sih pengin ngerasain jadi kakekkakek. Nah kalo gitu, nanti pas aku jadi kakek berarti kamu yang jadi neneknya dong? Kan namanya KESAN PERTAMA `Tadinya sub-judul ini mau aku kasih judul Pandangan Pertama biar lebih soswit kaya FTV dan lebih bikin merinding kaya judul lagu. Tapi eh tapi, aku sendiri lupa sama peristiwa pandangan

Lebih terperinci

Ingatan lo ternyata payah ya. Ini gue Rio. Inget nggak? Rio... Rio yang mana ya? Ok deh, gue maklum kalo lo lupa. Ini gue Rio, senior lo di Univ

Ingatan lo ternyata payah ya. Ini gue Rio. Inget nggak? Rio... Rio yang mana ya? Ok deh, gue maklum kalo lo lupa. Ini gue Rio, senior lo di Univ Bab 1 Dina sangat bingung apa yang harus dilakukannya sekarang. Ia merasa sangat terpojok. Kenapa disaat-saat seperti ini ia bertemu lagi dengannya padahal ia sudah berhasil melupakannya. Dina kan? seorang

Lebih terperinci

SAHABAT PERTAMA. Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah.

SAHABAT PERTAMA. Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah. SAHABAT PERTAMA Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah. Lisha ayo cepat mandinya! Nanti kamu terlambat lho! kata mama dari bawah. Akhirnya Lisha turun dari lantai

Lebih terperinci

hijau tuanya, jam tangannya dan topinya. Ia sempat melihat Widya masih sedang membuat sarapan di dapur dekat kamar mandi. Dan pada saat kembali ke

hijau tuanya, jam tangannya dan topinya. Ia sempat melihat Widya masih sedang membuat sarapan di dapur dekat kamar mandi. Dan pada saat kembali ke Di kamar Widya, Ricky dan Widya sedang menonton suatu anime. Pada saat anime itu memasukki adegan mesra, Widya langsung memegang tangan Ricky. Lalu Widya berkata bahwa Widya mencintai Ricky, begitu juga

Lebih terperinci

04 Mei 2015 Kliningggg.. klininggg. Hiasan yang digantung di atas pintu masuk itu berbunyi demikian bilamana ada tamu yang masuk. Marvin sang pemilik

04 Mei 2015 Kliningggg.. klininggg. Hiasan yang digantung di atas pintu masuk itu berbunyi demikian bilamana ada tamu yang masuk. Marvin sang pemilik 04 Mei 2015 Kliningggg.. klininggg. Hiasan yang digantung di atas pintu masuk itu berbunyi demikian bilamana ada tamu yang masuk. Marvin sang pemilik restoran sushi pun segera tahu bahwa ada tamu yang

Lebih terperinci

ANNIE DAN HALLEY. Written By. Puspasani

ANNIE DAN HALLEY. Written By. Puspasani DAN Written By Puspasani SINOPSIS Siang hari yang panas, Annie pulang dari sekolah kepribadian. Mama Annie sudah menyiapkan makan siang untuknya. Setelah selesai makan siang, Mama Annie memberi tahu Annie

Lebih terperinci

Arif Rahman

Arif Rahman INT. DESA SANGIA - PAGI HARI Dengan penuh makna hidup, setiap pagi dan bangun lebih cepat. Mereka harus mempersiapkan diri untuk ke sawah demi tetap merawat tanaman mereka agar selalu sehat. Di saat yang

Lebih terperinci

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA ANALISA PROSES INTERAKSI

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA ANALISA PROSES INTERAKSI FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA ANALISA PROSES INTERAKSI Inisial Klien Nama Mahasiswa : Ny. S (69 tahun) : Sinta Dewi Status Interaksi M-K : Pertemuan, ke-2,

Lebih terperinci

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan. 1st Spring Hujan lagi. Padahal ini hari Minggu dan tak ada yang berharap kalau hari ini akan hujan. Memang tidak besar, tapi cukup untuk membuat seluruh pakaianku basah. Aku baru saja keluar dari supermarket

Lebih terperinci

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Pertama Kali Aku Mengenalnya 1 Pertama Kali Aku Mengenalnya Aku berhasil menjadi kekasihnya. Laki-laki yang selama 4 tahun sudah aku kagumi dan cintai. Aku pertama kali bertemu dengannya ketika aku duduk di bangku SMP. Saat itu hidupku

Lebih terperinci

yang putih. Cukuplah menutupi kulit Bayu yang sedikit hitam. Karena saking pemalunya, jangankan untuk minta nomor hp Fivin, ngajak kenalan aja Bayu

yang putih. Cukuplah menutupi kulit Bayu yang sedikit hitam. Karena saking pemalunya, jangankan untuk minta nomor hp Fivin, ngajak kenalan aja Bayu Jomblo Banyak hal yang dibanggakan seseorang ketika sudah menjadi senior di perkuliahan, sekolah dan organisasi lainnya. Ilmu yang lebih banyak, atau bahkan jabatan yang sedikit bisa dibanggakan. Setelah

Lebih terperinci

JUDUL FILM: Aku Belum Mati tapi Tidak Hidup

JUDUL FILM: Aku Belum Mati tapi Tidak Hidup JUDUL FILM: Aku Belum Mati tapi Tidak Hidup 1. EXT. Pinggrian Rel Kereta Api (Siang) BEJO, seorang anak laki-laki berusia 24 tahun, berjalan menyusuri rel sepulang dari bekerja mengais rupiah di jalanan,

Lebih terperinci

This is the beginning of everything

This is the beginning of everything This is the beginning of everything Sudah cukup lama rasanya aku tak berhubungan lagi dengan Tomi. Dan sekarang, aku sudah kuliah. Ya, kuliah. Aku menjadi mahasiswa sekarang. Dimana inilah saat-saat yang

Lebih terperinci

Selesai mandi, istri keluar kamar mandi. Tubuhnya ditutupi handuk. Sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk, istri berjalan menuju meja rias.

Selesai mandi, istri keluar kamar mandi. Tubuhnya ditutupi handuk. Sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk, istri berjalan menuju meja rias. Selesai mandi, istri keluar kamar mandi. Tubuhnya ditutupi handuk. Sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk, istri berjalan menuju meja rias. Saat berjalan, dia sempat melirik suami yang masih tertidur.

Lebih terperinci

Juli Milik kita. Aku sudah sampai depan RS Margono. siap. menunggu. engga usah kaget, aku bisa. menit aku sampai, tunggu ya mas

Juli Milik kita. Aku sudah sampai depan RS Margono. siap. menunggu. engga usah kaget, aku bisa. menit aku sampai, tunggu ya mas Juli Milik kita Hanya ada dua kali dalam satu tahun Kebahagiaan yang luar biasa bagi kita Kerinduan yang sekian lama terpendam, kini terbayar juga Cuti kenaikan tingkat, dari tingkat 2 menuju tingkat 3

Lebih terperinci

BAB I MANUSIA BISA TUMBUH SAYAP

BAB I MANUSIA BISA TUMBUH SAYAP BAB I MANUSIA BISA TUMBUH SAYAP Seorang pemuda bernama abid berjalan memasuki hutan untuk mencari hal baru, setelah sampai ke ujung jalan, dia tidak menyadari bahwa ada jurang di depannya, dan dia pun

Lebih terperinci

Puzzle-Puzzle Fiksi. Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan. menginspirasi pembaca

Puzzle-Puzzle Fiksi. Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan. menginspirasi pembaca Puzzle-Puzzle Fiksi Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan menginspirasi pembaca JULIE 2 Akhirnya Buku Ini Milikku Aku tidak menghiraukan panasnya matahari di siang hari ini. Aku tetap berlari

Lebih terperinci

Pemilik jiwa yang sepi

Pemilik jiwa yang sepi Mawar biru Kusiapkan ini khusus untuk hadiah ulang tahunmu Sebagai persembahanku atas perhatianmu... Cintamu dan kesediaanmu menerima diriku Terimalah ini Mawar biru... Yang khusus kupetik dari surga Untuk

Lebih terperinci

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus SATU Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own - ROBERT A. HEINLEIN Kenapa Mama harus pergi? tanya seorang anak berusia sekitar delapan tahun. Mama harus

Lebih terperinci

Bab 1. Awal Perjuangan

Bab 1. Awal Perjuangan Bab 1 Awal Perjuangan Ivan adalah nama dari seorang anak yang memiliki cita-cita sekolah karena keterbatasan biaya Ivan harus membantu kedua orang tuanya ayah yang bekerja sebagai pemulung sampah dan ibu

Lebih terperinci

"Apa begitu sulit untuk memulai hidup dengan seorang fotografer?" tanyanya saat aku

Apa begitu sulit untuk memulai hidup dengan seorang fotografer? tanyanya saat aku One - Deshi Angin yang semilir, bergerak dalam diam, malu-malu menelusup masuk melalui jendela kamar yang memang di biarkan terbuka oleh sang pemilik. Jam dinding yang bertengger indah di sisi sebelah

Lebih terperinci

Semalam Aldi kurang tidur. Hujan deras ditambah. Rahasia Gudang Tua

Semalam Aldi kurang tidur. Hujan deras ditambah. Rahasia Gudang Tua Rahasia Gudang Tua Semalam Aldi kurang tidur. Hujan deras ditambah suara petir yang silih berganti membuatnya susah memejamkan mata. Hiasan gantung di luar jendela kamarnya selalu bergerak ditiup angin

Lebih terperinci

Chapter 1. Baik, selagi kalian mencatat, saya absen.

Chapter 1. Baik, selagi kalian mencatat, saya absen. Chapter 1 Sebuah sekolah SMA swasta di suatu tempat, tepatnya di suatu kelas, seorang guru wanita muda tengah berdiri di depan papan tulis putih yang telah penuh dengan coretan-coretan spidol hitam. Setelah

Lebih terperinci

Mr Knight, tadi Mr. Boyd menelepon untuk membuat janji temu di hari Jumat jam 2 siang. Apakah saya ada janji di hari itu?

Mr Knight, tadi Mr. Boyd menelepon untuk membuat janji temu di hari Jumat jam 2 siang. Apakah saya ada janji di hari itu? 1 Mr Knight, tadi Mr. Boyd menelepon untuk membuat janji temu di hari Jumat jam 2 siang. Apakah saya ada janji di hari itu? Bapak ada janji makan siang dengan Mrs. Knight jam 11.30 siang. Baiklah. Susun

Lebih terperinci

S a t u DI PAKUAN EXPRESS

S a t u DI PAKUAN EXPRESS S a t u DI PAKUAN EXPRESS Ya, awal tahun 2008. Pindah ke rumah sendiri. Berpisah dari orangtua, pindah kerja pula ke Jakarta. Meninggalkan kenyamanan kerja di Bogor rupanya membuatku terkaget-kaget dengan

Lebih terperinci

(karna bersepeda keliling komplek sampe 127 kali dari yang pagi pun menjadi sore)

(karna bersepeda keliling komplek sampe 127 kali dari yang pagi pun menjadi sore) Preeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttt!!! Seperti biasa alarm gue bunyi maksud bangunin gue dari mimpi gue barusan yang bertemakan pernikahan kuda Nill. Alarm sih bunyi tepat pukul 6 pagi. Tapi mohon maaf lahir

Lebih terperinci

PIPIN, KAKEK, DAN KERETA API. El Johan Kristama

PIPIN, KAKEK, DAN KERETA API. El Johan Kristama ,, DAN KERETA API By El Johan Kristama 2011-El Johan Kristama Perancangan Film Kartun NIM 09.11.2906 09-S1TI-05 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA eljohan.mail@gmail.com Sinopsis Naskah ini menceritakan tentang kisah

Lebih terperinci

Mama : kamu udah pulang rif? kalau mau makan bilang sama bibi aja ya.. Arif : mau kemana lagi ma?

Mama : kamu udah pulang rif? kalau mau makan bilang sama bibi aja ya.. Arif : mau kemana lagi ma? DRAMA BROKEN HOME Pada sebuah keluarga konglomerat yang ternama di Indonesia. yang di pandang masyarakat sebagai keluarga yang harmonis. Tinggalah seorang anak yang bernama arif dan abang nya yang bernama

Lebih terperinci

vioooooo, udah jam 6 lewat, kamu mau sekolah apa gak sih jerit mama dari dapur ketika mendapati sarapan yang disiapkannya masih rapi di meja makan.

vioooooo, udah jam 6 lewat, kamu mau sekolah apa gak sih jerit mama dari dapur ketika mendapati sarapan yang disiapkannya masih rapi di meja makan. Kriingg kriinggg kringgg Ku raih alarm yang ada di meja belajarku, seperti biasa ku tekan tombol off dan aku kembali ke alam mimpi. vioooooo, udah jam 6 lewat, kamu mau sekolah apa gak sih jerit mama dari

Lebih terperinci

Keindahan Seni Pendatang Baru

Keindahan Seni Pendatang Baru Pendatang Baru Hari ini adalah hari pertama Fandi masuk ke kampus. Karena dia baru pulang dari Aussie, setelah tiga tahun menetap dan sekolah disana, bersama dengan keluarganya. Orangtuanya telah mendaftarkannya

Lebih terperinci

***** 2 Bintang Bersinar di Negeri Berlian

***** 2 Bintang Bersinar di Negeri Berlian AWAL PERJUANGAN Pertengahan bulan Mei 1984, aku diam-diam mendaftarkan diriku masuk KPG atau Kursus Pendidikan Guru yang ada di Tanah Grogot Kabupaten Paser. Kenapa aku harus mengatakan diam-diam? Karena

Lebih terperinci

TERPERANGKAP. merakitkata.blogspot.com

TERPERANGKAP. merakitkata.blogspot.com TERPERANGKAP Seberapa percayakah kau dengan apa yang ada di hadapanmu? Apakah setiap benda, padat, cair, gas yang kaurasakan itu nyata? Apakah tangan ini bergerak sesuai kehendakmu? Kaki ini berdiri menopang

Lebih terperinci

Di Semenanjung Tahun. Saat semua berakhir, saat itu pula semua berawal. Yuni Amida

Di Semenanjung Tahun. Saat semua berakhir, saat itu pula semua berawal. Yuni Amida Di Semenanjung Tahun Saat semua berakhir, saat itu pula semua berawal Yuni Amida Berdampingan, tapi Tak Bergandengan Suatu hari nanti, aku akan melihat kembang api tahun baru, dengan orang yang kusayang.

Lebih terperinci

Pengalamanku dalam Angkot

Pengalamanku dalam Angkot 1 Pengalamanku dalam Angkot Oleh: Mahroja Pukul 05.00 WIB terdengar suara nada alarm di ponsel. Lalu kuterbangun dari tidurku, hoooaaammm ternyata sudah subuh, aku bangun dari tempat tidurku lalu ke kamar

Lebih terperinci

It s a long story Part I

It s a long story Part I It s a long story Part I #throwback MFR. Mantan terakhirku di zaman smp dulu. Semasa aku dan kamu mempunyai status, orang orang di sekolah bilang pasangan paling sweet satu sekolah. Bagaimana aku dan kamu

Lebih terperinci

Kurasa memang benar, sebaiknya kita membeli boks yang lebih besar.

Kurasa memang benar, sebaiknya kita membeli boks yang lebih besar. . Kurasa memang benar, sebaiknya kita membeli boks yang lebih besar. Karin mengamati karton berlapis kertas krep berwarna lavender di depannya. Dimensinya cukup besar persegi setengah meter dengan ketinggian

Lebih terperinci

PEDOMAN WAWANCARA. Eksistensi Komunitas Lesbian Di Kota Bandung. (Suatu Fenomenologi Tentang Eksistensi Komunitas Lesbian Di Kota Bandung)

PEDOMAN WAWANCARA. Eksistensi Komunitas Lesbian Di Kota Bandung. (Suatu Fenomenologi Tentang Eksistensi Komunitas Lesbian Di Kota Bandung) 107 PEDOMAN WAWANCARA Hari, tanggal : Sabtu, 3 juli 2010 Waktu : 15.15 Tempat : Kostan, Sekeloa Nara Sumber : Diana Umur : 20 tahun pendidikan terakhir Pekerjaan : SMA : Mahasiswi Eksistensi Komunitas

Lebih terperinci

Si Fero yang Tinggi Hati

Si Fero yang Tinggi Hati Si Fero yang Tinggi Hati Si Fero yang Tinggi Hati Sore itu cuaca sangat cerah. Para penghuni desa Metaloa banyak yang menghabiskan waktunya di Taman Lantana. Ada yang hanya duduk-duduk di bangku, bermain

Lebih terperinci

Cermin. Luklukul Maknun

Cermin. Luklukul Maknun Cermin Luklukul Maknun Orang-orang terkekeh-kekeh setelah melihat dirinya di cermin. Mereka tersenyum, memerhatikan dirinya, lalu tersenyum lagi. Setelah itu, mereka mencatat sesuatu di buku. Mereka memerhatikan

Lebih terperinci

"BOLA DAN CINTA" TRI ISTANTO S1TI-07

BOLA DAN CINTA TRI ISTANTO S1TI-07 "BOLA DAN CINTA" TRI ISTANTO 09.11.3028 09-S1TI-07 email : triistanto@yahoo.co.id Copyright tristanreds 2011 All Right Reserved RESENSI Bola dan Cinta adalah sebuah cerita tentang seorang anak laki-laki

Lebih terperinci

Pada suatu hari saat aku duduk di bangku sudut sekolah, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang.

Pada suatu hari saat aku duduk di bangku sudut sekolah, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang. SAHABAT JADI CINTA Pada suatu hari saat aku duduk di bangku sudut sekolah, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang. Hey.!!! lagi ngapain ucap seseorang itu sambil menepuk pundakku. Saat ku menoleh

Lebih terperinci

Dari Sampah, Aku Hidup. Full Script Dokumenter

Dari Sampah, Aku Hidup. Full Script Dokumenter Dari Sampah, Aku Hidup Full Script Dokumenter Scene #1 (Gambar mulai dari Pintu Masuk LPA) V/o: Sesungguhnya islam mengajarkan pemeluknya agar mengelola sampah karena mayoritas sampah bisa dikelola. Rasulullah

Lebih terperinci

Lingkungan Sehat, Nyaman Dilihat, Gairah Meningkat!

Lingkungan Sehat, Nyaman Dilihat, Gairah Meningkat! Lingkungan Sehat, Nyaman Dilihat, Gairah Meningkat! Tok tok tok Terdengar sepintas olehku dari kejauhan seorang bapak tua berpeci hitam sedang memukul-mukul papan pada sebatang kayu. Ah, penasaran aku

Lebih terperinci

ROMEO DAN JULIET. What's in a name? That which we call a rose. By any other name would smell as sweet. ~ Romeo and Juliet ~

ROMEO DAN JULIET. What's in a name? That which we call a rose. By any other name would smell as sweet. ~ Romeo and Juliet ~ ROMEO DAN JULIET What's in a name? That which we call a rose. By any other name would smell as sweet ~ Romeo and Juliet ~ Huruf R yang ada di tengah-tengah nama kamu, jawab Kikan sambil tersenyum penuh

Lebih terperinci

BAB 9 Pekerjaan Pertama

BAB 9 Pekerjaan Pertama BAB 9 Pekerjaan Pertama Berjalan pelan mendekati sebuah gerbang besar yang berdiri di depanku. Aku keluar dari area hutan dan makin mendekati wilayah kekaisaran ini. Masuk melalui gerbang ini, pandanganku

Lebih terperinci

Fiction. John! Waktunya untuk bangun!

Fiction. John! Waktunya untuk bangun! Prologue Ada seorang anak kecil yang mengendap-endap memasuki sebuah kamar dimana di tengah ruangan terdapat sebuah piano besar. Dia perlahan-lahan menutup pintu dan melihat piano besar tersebut dengan

Lebih terperinci

ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1

ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1 ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1 Sinar matahari siang ini begitu terik hingga sanggup menembus setiap celah kain berlapis yang menutupi kulit setiap orang yang menantangnya. Langkah Guri semakin cepat

Lebih terperinci

PAGI itu Tahir dengan terburu-buru menuju

PAGI itu Tahir dengan terburu-buru menuju 1 PAGI itu Tahir dengan terburu-buru menuju halaman rumahnya dan sibuk untuk mengendarai sepeda bututnya itu. Gawat aku telat lagi, itu yang ada di dalam pikirannya. Dia tergesa-gesa hingga hampir menabrak

Lebih terperinci

Well, aku rasa tidak ada yang salah.

Well, aku rasa tidak ada yang salah. Pagi ini, sepertinya ada sesuatu yang bergejolak di dalam hati. Entah apa itu, aku tidak tahu, tapi aku, harus mencari tahu. Seorang detektif harus penuh dengan rasa ingin tahu. Yah, itulah yang aku baca

Lebih terperinci

PERANCANGAN FILM KARTUN SINOPSIS DAN NASKAH FILM PENDEK (POLA C.VOLGER) Ujian MID Perancangan film kartun

PERANCANGAN FILM KARTUN SINOPSIS DAN NASKAH FILM PENDEK (POLA C.VOLGER) Ujian MID Perancangan film kartun PERANCANGAN FILM KARTUN SINOPSIS DAN NASKAH FILM PENDEK (POLA C.VOLGER) Ujian MID Perancangan film kartun Disusun Oleh : Luthfi Asrori (11.21.0573) JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA

Lebih terperinci

Loyalitas Tanpa Batas

Loyalitas Tanpa Batas Loyalitas Tanpa Batas Cintailah perusahaan dimana kamu bekerja meski tidak membuat mu kaya, tetapi dapat memberikan kehidupan. Itulah sepenggal kata yang dapat saya simpulkan setelah mendengar, merangkum,

Lebih terperinci

Wonderheart ditinggali oleh manusia-manusia yang memiliki kepribadian baik. Tidak hanya itu, hampir semua dari mereka nampak cantik dan

Wonderheart ditinggali oleh manusia-manusia yang memiliki kepribadian baik. Tidak hanya itu, hampir semua dari mereka nampak cantik dan Bab 1 Wonderheart Di suatu titik di alam semesta ini, terdapat sebuah galaksi yang begitu mirip dengan galaksi Bimasakti. Di dalamnya terdapat sebuah planet yang juga memiliki kehidupan mirip seperti Bumi.

Lebih terperinci

Kau Tetap Indonesiaku

Kau Tetap Indonesiaku Kau Tetap Indonesiaku Ini adalah cerita tentang bagaimana seseorang mencoba meraih mimpi dengan caranya, dengan segala rintangannya, dengan segala kehilangannya, dan tentu saja kebahagiaannya. Saat itu,

Lebih terperinci

Lembar Identitas Informan Penelitian

Lembar Identitas Informan Penelitian 253 Lembar Identitas Informan Penelitian Nama : Gerry Jenis Kelamin : Laki-Laki Pendidikan : SMU Pekerjaan : Sales Promotion Boys Rokok Bandung, Juni 2010 Informan Penelitian Nama: Gerry 254 PEDOMAN WAWANCARA

Lebih terperinci

AD Rintiwi. El Principe. The Missing Person. Adrintiwi Press

AD Rintiwi. El Principe. The Missing Person. Adrintiwi Press AD Rintiwi El Principe The Missing Person Adrintiwi Press El Príncipe The Missing Person Oleh: AD Rintiwi Copyright 2012 by AD Rintiwi Penerbit AD Rintiwi Press adrintiwi.wordpress.com akai.gingercake@gmail.com

Lebih terperinci

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu PROLOG Yui mengerjapkan matanya yang berat dan menggerakan tubuhnya turun dari ranjangnya. Seluruh badannya terasa remuk, dan kepalanya terasa amat pening. Mungkin karena aku terlalu banyak minum semalam,

Lebih terperinci

ONE. Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo

ONE. Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo ONE Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh lo, bujuk Vista. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo kenapa, yang penting lo harus ikut ke party itu Ra balas Sherly.

Lebih terperinci

Nyai Ontosoroh. Heny Marwati. Anak-Anak Bumi Manusia 3

Nyai Ontosoroh. Heny Marwati. Anak-Anak Bumi Manusia 3 Nyai Ontosoroh Heny Marwati Pagi yang terasa panas. Matahari sepertinya terlalu cepat memunculkan sinarnya. Kulihat ayam jantan mulai malas untuk mengumandangkan suaranya membangunkan warga Boerderij Buitenzorg.

Lebih terperinci

huh, akhirnya hanya mimpi, ucapnya sambil mengusap dada.

huh, akhirnya hanya mimpi, ucapnya sambil mengusap dada. Malam begitu gelap, semilir angin merasuk dalam kulit tubuh. Dingin melanda sanubari dan merasuk ke dalam jiwa. Di tempat mereka, semua orang tertidur dengan pulas, bahkan ada yang bersitepi dengan mimpi-mimpi

Lebih terperinci

BAGIAN I PORTOFOLIO PUISIKU

BAGIAN I PORTOFOLIO PUISIKU Aku rasa ada yang salah denganku, pasti. Orang akan mencoba menerbitkan kisah kesuksesan mereka, cerita-cerita fantasi bermoral, semua yang berhubungan dengan intrik tingkat tinggi, dan tentu saja komedi.

Lebih terperinci

kegiatan sehari hari pelajaran 2

kegiatan sehari hari pelajaran 2 pelajaran 2 kegiatan sehari hari semua anak senang bermain anak anak bermain setiap hari bermain membuat hati senang bermain boleh saja asal jangan lupa belajar kegiatan sehari hari 17 mengenal tanda baca

Lebih terperinci

Namaku adalah irvan maulana. aku adalah seorang pelajar di salah satu sekolah negri di pinggiran kota.sman 9 PADANG

Namaku adalah irvan maulana. aku adalah seorang pelajar di salah satu sekolah negri di pinggiran kota.sman 9 PADANG MY PRIVTE LSSMTE Namaku adalah irvan maulana. aku adalah seorang pelajar di salah satu sekolah negri di pinggiran kota.smn 9 PNG Masa Muda adalah Masa yang paling menyenangkan itulah sepotong kalimat yang

Lebih terperinci

sudah rapi kembali setelah dicukur. Ruangan-ruangan didalam bangunan ini sangat

sudah rapi kembali setelah dicukur. Ruangan-ruangan didalam bangunan ini sangat Hujan turun lagi disiang hari ini. Bulan April yang aneh. Bukankah seharusnya ini sudah menjadi liburan musim panas yang menyenankan? Mengapa hujan lagi? Jakarta, metropolitan yang sungguh kontras dengan

Lebih terperinci

Wah, nggak nyangka deh ternyata kalian semua pada suka dengan dandanan ku. Kalo mau nanti aku ajarin ya.

Wah, nggak nyangka deh ternyata kalian semua pada suka dengan dandanan ku. Kalo mau nanti aku ajarin ya. Indah Pada Waktunya Dari jendela kamarnya Tyas menatap bulan purnama yang sedang bersinar dengan indahnya di atas langit kota Jakarta. Bahkan cahaya bulan yang terang tersebut tidak dapat mengusir kegundahan

Lebih terperinci

PROLOG. Wow, lihat! Dia datang. Kata Ronald sambil bersiul.

PROLOG. Wow, lihat! Dia datang. Kata Ronald sambil bersiul. PROLOG Frankfurt, Germany. Nick umur 9 tahun. Aku berlarian di padang rumput. Mengitari lapangan yang seperti permadani hijau. Rumput-rumputnya sudah mulai meninggi. Tingginya hampir melewati lututku.

Lebih terperinci

PESAN UNTUK SANG ANAK AGUS BUDI SANTOSO

PESAN UNTUK SANG ANAK AGUS BUDI SANTOSO PESAN UNTUK SANG ANAK By AGUS BUDI SANTOSO STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Budi_91@rocketmail.com DI SEBUAH DESA KECIL Di sebuah desa kecil ada sebuah keluarga kecil sederhana yang memiliki seorang anak yang bernama

Lebih terperinci

Kata-kata Belajar di Rumah ini kadang enggak sesuai apa yang gue kerjain di rumah selain tidur-makan-tidur-makan. Fase yang baik untuk gemuk.

Kata-kata Belajar di Rumah ini kadang enggak sesuai apa yang gue kerjain di rumah selain tidur-makan-tidur-makan. Fase yang baik untuk gemuk. Salah Sambung KAKAK kelas gue, kelas 12. Mulai sibuk dengan segala persiapan ujian sekolah, dan ujian nasional. Ini terasa pada adik-adik kelasnya yang mulai banyak Belajar Di Rumah. Kata-kata Belajar

Lebih terperinci

Then, something unexpected happened.

Then, something unexpected happened. I Seminyak, 2004. Aww! Tanpa bisa menyeimbangkan diri, tubuhku langsung mendarat di pasir pantai Seminyak pagi itu, ketika sedang melakukan rutinitas pagi sebelum berangkat ke tempat kerja, joging. Aku

Lebih terperinci

Bapak tidak usah kuatir, kata salah seorang ibu menghibur. saya juga dulu operasi jantung. Malah di rumah sakit ini pula.

Bapak tidak usah kuatir, kata salah seorang ibu menghibur. saya juga dulu operasi jantung. Malah di rumah sakit ini pula. Segala sesuatu yang berlebihan itu pasti nggak baik. Contohnya: jujur. Jujur itu baik. Siapa yang bantah kan?! Tapi kalau terlalu jujur, ya bodoh. Seperti tampak pada cerita ini. Tiga orang ibu mengunjungi

Lebih terperinci

Hemat Energi. Belajar Apa di Pelajaran 8? Menjelaskan isi drama dan memerankan drama melalui kegiatan mendengarkan

Hemat Energi. Belajar Apa di Pelajaran 8? Menjelaskan isi drama dan memerankan drama melalui kegiatan mendengarkan 8 Hemat Energi Bertelepon dan bermain drama hampir sama. Dalam dua kegiatan tersebut terdapat percakapan. Tahukah kamu bagaimana berbicara di telepon? Apa pula yang dinamakan drama itu? Belajar Apa di

Lebih terperinci

Sudah, kalian jangan bertengkar. Zaky mencoba melerai. Eh Bagaimana kalau kita membuka jasa konsultasi. Sahut Riski.

Sudah, kalian jangan bertengkar. Zaky mencoba melerai. Eh Bagaimana kalau kita membuka jasa konsultasi. Sahut Riski. Peristiwa heboh yang terjadi saat pertandingan besar antara kesebelasan PERSIKABA dan TIMNAS masih hangat menjadi perbincangan. Begitupun halnya yang tengah hangat diperbincangkan di Sekolah Dasar Baitunnur.

Lebih terperinci

dengan penuh hormat. rumah. mata.

dengan penuh hormat. rumah. mata. Kegiatan Norma-norma di Masyarakat Perhatikan cerita berikut baik-baik. Alin dan Keluarganya Alin sekarang duduk di kelas III. Ia tinggal bersama kedua orangtuanya. Keluarga Alin hidup dengan disiplin.

Lebih terperinci

YANG TERHILANG Oleh: Yung Darius

YANG TERHILANG Oleh: Yung Darius YANG TERHILANG Oleh: Yung Darius ADEGAN 1. RUANG TAMU. SORE HARI. DUA ORANG (L/P) SEDANG BERCAKAP-CAKAP. 001. Orang 1 : Kayaknya akhir-akhir ini aku jarang melihat kamu ke gereja 002. Orang 2 : Jarang..!??

Lebih terperinci

Pernah Jatuh Cinta?! Pasti Jawabannya Pernah dong?! Tapi kalau jatuh CINTA-nya sama IDOLA, gimana ya?!.

Pernah Jatuh Cinta?! Pasti Jawabannya Pernah dong?! Tapi kalau jatuh CINTA-nya sama IDOLA, gimana ya?!. SINOPSIS NOVEL : Pernah Jatuh Cinta?! Pasti Jawabannya Pernah dong?! Tapi kalau jatuh CINTA-nya sama IDOLA, gimana ya?!. Seperti halnya dengan Bulan dan Bintang. Mereka sebenarnya jadian tidak ya?! Novel

Lebih terperinci

Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali:

Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali: Noand Hegask Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali: Kisah-kisah pendek dan sajak rumpang Diterbitkan melalui: Nulisbuku.com Darah Biasanya keluar rumah Saat tengah malam Sambil menangis Hanya

Lebih terperinci

Ih! Ngagetin aja! Untung ga jantungan gue! aku berjalan meninggalkan parkiran. Lagian siang-siang bolong kaya gini ngelamun dia mentertawakanku.

Ih! Ngagetin aja! Untung ga jantungan gue! aku berjalan meninggalkan parkiran. Lagian siang-siang bolong kaya gini ngelamun dia mentertawakanku. Say Hello Siang itu matahari sangat terik. Parkiran sekolah sangat ramai dengan kaka-kaka kelas yang sudah waktunya untuk pulang. Aku memarkirkan kendaraanku dilapangan luas yang disediakan oleh pihak

Lebih terperinci

Sang Pangeran. Kinanti 1

Sang Pangeran. Kinanti 1 Sang Pangeran Langkah Rara terhenti mendengar percakapan dari ruang tamu. Suara seseorang yang sangat dikenalnya. Suara tawa yang terdengar khas itu semakin memperkuat dugaannya, membuat jantung Rara berpacu

Lebih terperinci

Beras Warisan Sang Istri

Beras Warisan Sang Istri Supir Taksi Susi harus bekerja sampai larut malam dikantornya. Ketika ingin pulang Susi menyetop taksi untuk mengantarnya pulang. Kebon Jeruk ya Pak Sopir taksi itu hanya menggangguk, selama perjalanan

Lebih terperinci

Kaki Langit. Bulan dan Matahari

Kaki Langit. Bulan dan Matahari Kaerala Kaki Langit antara Bulan dan Matahari Penerbit Kaerala Kaki Langit antara Bulan dan Matahari Oleh: Kaerala Copyright 2014 by Kaerala Penerbit Kaerala Desain Sampul: Kaerala Diterbitkan melalui:

Lebih terperinci

Cila Aulia. Altocumulus. Aulia Publishing

Cila Aulia. Altocumulus. Aulia Publishing Cila Aulia Altocumulus Aulia Publishing Altocumulus Oleh: Cila Aulia Copyright 2013 by Cila Aulia Penerbit Cila Aulia (http://disa2908.blogspot.com/) (snurcahyani@rocketmail.com) (santi.n2908@gmail.com)

Lebih terperinci

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui salah satu blog yang sudah lama ia ikuti. Blog yang

Lebih terperinci

LESTARI KARYA TITIS ALYCIA MILDA

LESTARI KARYA TITIS ALYCIA MILDA KARYA TITIS ALYCIA MILDA PARA PELAKU:. Gadis berusia 24 tahun, seorang penari tradisional.. Ayah Lestari. Laki-laki berusia 50-an dengan garis wajah yang tegas.. Ibu Lestari. Wanita sederhana dan penyayang

Lebih terperinci

LAMPIRAN HASIL WAWANCARA. Hasil penelitian melalui wawancara dengan tiga keluarga di RT 14 Kelurahan Way Halim Bandar Lampung:

LAMPIRAN HASIL WAWANCARA. Hasil penelitian melalui wawancara dengan tiga keluarga di RT 14 Kelurahan Way Halim Bandar Lampung: LAMPIRAN HASIL WAWANCARA Hasil penelitian melalui wawancara dengan tiga keluarga di RT 14 Kelurahan Way Halim Bandar Lampung: 1. Komunikasi Keluarga a. Keluarga Bapak Rubai (48 tahun) Peneliti : Bagaimana

Lebih terperinci

Ramadan di Negeri Jiran

Ramadan di Negeri Jiran Ramadan di Negeri Jiran By: Tari Nabila Dengan langkah mengendap-endap dan hati berdebar aku memberanikan diri menuruni anak tangga. Dalam pikiranku selalu berkata semoga bos laki-laki sudah tidur di kamar.

Lebih terperinci

Keberanian. Dekat tempat peristirahatan Belanda pada zaman penjajahan, dimulailah perjuangan nya.

Keberanian. Dekat tempat peristirahatan Belanda pada zaman penjajahan, dimulailah perjuangan nya. Keberanian Pagi itu di pedesan Kaliurang udara tampak sejuk dan embun pagi mulai pupus. Pada hari pahlawan 10 November tahun dimana kita mengingat perjuangan para pahlawan Indonesia. Ibu Malino sedang

Lebih terperinci

Aku, Sekolah, dan Cita-citaku

Aku, Sekolah, dan Cita-citaku Aku, Sekolah, dan Cita-citaku Melisa Putri Saya tinggal di Desa Kedang Murung bersama kedua orang tua saya. Saya memiliki adik yang bernama Muhammad Hidayat. Saya sekolah di SMP N 1 Kota Bangun, sedangkan

Lebih terperinci

BUKAN KISAH RAMA SINTA. Oleh: Irahayuni

BUKAN KISAH RAMA SINTA. Oleh: Irahayuni BUKAN KISAH RAMA SINTA Oleh: Irahayuni Sang surya sudah mulai menampakkan diri dari tidurnya dan siap menggantikan tugas dari sang rembulan, burung-burung pun mulai bernyanyi seakan menghibur seluruh makhluk

Lebih terperinci

wanita dengan seribu pesona yang ada disebelahku. Terkadang Rini berteriak dan memeluk erat lenganku. Lucu rasanya jika memikirkan setiap kali ia

wanita dengan seribu pesona yang ada disebelahku. Terkadang Rini berteriak dan memeluk erat lenganku. Lucu rasanya jika memikirkan setiap kali ia PERSPEKTIF TERBALIK Namaku Aji. Aku hanyalah seorang remaja biasa dengan penampilan yang tak kalah biasa. Kehidupan sosial ku pun bisa dibilang biasa-biasa saja. Bahkan aku belum menuai apapun di kehidupanku.

Lebih terperinci

ART OF THE TRIOMPE. Oleh: Dwi Wulandari

ART OF THE TRIOMPE. Oleh: Dwi Wulandari ART OF THE TRIOMPE Oleh: Dwi Wulandari Malang, 2014. Masyaallah, Lun! Pakaian kamu ituloh, gak bisa lebih ketutup dikit apa? seru lelaki yang akrab aku sapa Dan, Romdan. Hari ini pakaianku memang agak

Lebih terperinci

23 April 2013 Introduction

23 April 2013 Introduction 23 April 2013 Introduction Hello... kenalin nama gue Leo, biasa gue dipanggil hia-hia, koko atau dipanggil saat ada acara sunatan (boong deng) dan gue udah tau (baca: sok tau) yang kalian pikirin kenapa

Lebih terperinci

Ext: halaman sekolah - siang

Ext: halaman sekolah - siang Ext: halaman sekolah - siang Tiga orang anak bersaudara yang bernama Tino, Amar, Dista sedang berlari-lari di sepanjang jalan halaman. Mereka berlari dengan riang, sampai pada saat mereka telah merasa

Lebih terperinci

Chapter 01: What will you do to protect me?

Chapter 01: What will you do to protect me? Chapter 01: What will you do to protect me? gimana bisa mereka?, Suzy memandangi tumpukan foto dihadapannya dengan muka merah padam menahan malu. Ada sepuluh lembar foto yang dikirim oleh wartawan Choi

Lebih terperinci

Suara alunan piano terdengar begitu lembut

Suara alunan piano terdengar begitu lembut Suara alunan piano terdengar begitu lembut mengalun. Beberapa pelayan hilir mudik mengitari para tamu, dengan membawa nampan berisi minuman dengan berbagai macam jenisnya. Beberapa orang berkumpul berkelompok,

Lebih terperinci