EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN GAGAL GINJAL DI INSTALASI RAWAT INAP RS X TAHUN 2010 NASKAH PUBLIKASI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN GAGAL GINJAL DI INSTALASI RAWAT INAP RS X TAHUN 2010 NASKAH PUBLIKASI"

Transkripsi

1 EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN GAGAL GINJAL DI INSTALASI RAWAT INAP RS X TAHUN 2010 NASKAH PUBLIKASI Oleh : ANITA SALWA K FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SURAKARTA

2 2

3 EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN GAGAL GINJAL DI INSTALASI RAWAT INAP RS X TAHUN 2010 EVALUATION OF ANTIHYPERTENSION DRUG USED IN PATIENT DIAGNOSED HYPERTENSION WITH RENAL FAILURE AT HOSPITAL X IN 2010 Anita Salwa dan Nurul Mutmainah Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta ABSTRAK Hipertensi didefinisikan sebagai meningkatnya tekanan darah arteri yang persisten. Hipertensi sering dianggap sebagai silent killer. Penyebab utama kematian pada hipertensi adalah serebrovaskular, kardiovaskular, dan gagal ginjal. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal di RS X tahun Penelitian merupakan penelitian observational, data diambil secara retrospektif menggunakan data rekam medik pasien dan dianalisa dengan metode deskriptif nonanalitik. Populasi penelitian adalah semua pasien yang didiagnosis menderita hipertensi dengan gagal ginjal di instalasi rawat inap RS X tahun Sampel diambil dengan metode purposive sampling dimana sampel ditentukan berdasarkan kriteria inklusi. Evaluasi penggunaan obat dalam penelitian ini meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien dan tepat dosis. Dari penelitian ini didapat hasil sebagai berikut: Obat antihipertensi yang digunakan pada pasien adalah furosemid (36,13%), hidroklorotiazid (0,84%), captopril (15,13%), lisinopril (0,84%), valsartan (1,68%), irbesartan (0,84%), amlodipin (1,68%), nifedipin (0,84%), nicardipin (0,84%), diltiazem (17,65%), dan clonidin (23,53%). Kategori ketepatan didapat untuk tepat indikasi 100%, untuk tepat obat 84%, tepat pasien 100% dan 42% ketidaktepatan dosis.. Kata kunci : hipertensi, gagal ginjal, evaluasi ABSTRACT Hypertension can be define as persistently blood preassure increase. Hypertension is also called silent killer. The dead main cause of hypertension is cerebrovascular disease, cardiovascular disease and renal failure. The purpose of this research is to evaluate the used of antihypertensive agent in hypertensive patient with renal failure at hospital X in This research is an observational research, the data collected as retrospective used patients medical record and analysed used descriptive nonanalytic method. The population of this research are all the patient who were diagnosed hypertension with renal failure at hospital X in Sample 1

4 collected used purposive sampling method where the sample were choose with particular criteria. The evaluation of drug used in this research include right medicine, right indication, right patient and right dose. From this research we obtain that the antihypertensive drug used by the patients are furosemid (36,13%), hidroklorotiazid (0,84%), captopril (15,13%), lisinopril (0,84%), valsartan (1,68%), irbesartan (0,84%), amlodipin (1,68%), nifedipin (0,84%), nicardipin (0,84%), diltiazem (17,65%), dan clonidin (23,53%). Whereas for category right indication is 100%, right drug is 84%, right patients 100%, and innapropiate dose is 42%. Key words : hypertension, renal failure, evaluation. PENDAHULUAN Prevalensi hipertensi di negara berkembang sekitar 80% penduduk mengidap hipertensi. Prevalensi hipertensi di Indonesia pada tahun 2007 adalah 32,2% dan prevalensi tertinggi ditemukan di Provinsi Kalimantan Selatan 39,6%, terendah di Papua Barat 20,1% (Rahajeng, 2009).Penyebab utama kematian pada hipertensi adalah serebrovaskular, kardiovaskular, dan gagal ginjal (Sukandar, E. Y., dkk, 2008). Evaluasi penggunaan obat antihipertensi bertujuan untuk menjamin penggunaan obat yang rasional pada penderita hipertensi. Penggunaan obat yang rasional sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan terapi. Apabila penderita hipertensi tidak diterapi dapat menyebabkan terjadinya komplikasi yang dapat memperburuk keadaan penderita (Suyono dan Lyswanti, 2008). Diantara pasien dengan gagal ginjal kronis, penyakit kardiovaskuler memiliki prevalensi yang paling tinggi dan merupakan penyebab kematian yang umum pada populasi ini (Lerma, et al., 2009). Penurunan tekanan darah secara farmakologis yang efektif dapat mencegah kerusakan pembuluh darah dan terbukti menurunkan tingkat morbiditas dan mortalitas. Telah banyak tersedia obat yang efektif. Sebagai akibatnya, penggunaan obat secara rasional, secara tunggal, atau kombinasi, dapat menurunkan tekanan darah (Benowitz, 2001). Kontrol tekanan darah dapat dicapai pada kebanyakan pasien dengan kombinasi dua atau lebih obat antihipertensi (Price and Lorraine, 2005). 2

5 Evaluasi penggunaan obat merupakan proses jaminan mutu resmi dan terstruktur yang dilaksanakan terus menerus, yang ditujukan untuk menjamin obat yang tepat, aman dan efektif (Mulyani, 2005). Banyaknya jumlah penderita hipertensi dengan gangguan ginjal serta banyaknya kejadian risiko pemilihan obat untuk terapinya sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran dan mengevaluasi kejadian ketidaktepatan pemilihan obat untuk terapi penyakit hipertensi dengan gagal ginjal ini. METODOLOGI Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian observasional non eksperimental, data diambil secara retrospektif dan data dianalisis dengan metode deskriptif. Definisi Operasional Penelitian Evaluasi ketepatan pemilihan obat adalah proses untuk menganalisis dan menilai kesesuaian penggunaan semua obat antihipertensi pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal di Instalasi Rawat Inap di RS X tahun 2010 antara lain meliputi: 1. Tepat indikasi adalah setiap obat memiliki spektrum terapi yang spesifik sesuai dengan gejalanya yang disesuaikan dengan diagnosis dan kondisi pasien. 2. Tepat obat adalah keputusan untuk melakukan upaya terapi diambil ditegakkan dengan benar. Obat yang digunakan merupakan drug of choice yang tercantum dalam pedoman atau guidelines clinical. 3. Tepat pasien adalah bahwa obat yang digunakan sesuai dengan kondisi patologi dan fisiologi dari pasien dan bukan merupakan kontraindikasi. 4. Tepat dosis obat yang digunakan sesuai dengan dosis yang terdapat pada guidelines atau pedoman yang ada, tepat dosis meliputi besaran dosis obat, rute pemberian obat, frekuensi pemberian obat dalam sehari, dan durasi pemberian obat. 3

6 Alat dan Bahan Alat Alat yang digunakan adalah lembar pengumpul data dengan buku acuan yang terdiri dari JNC VII, BNF, Drug dosing renal failure. Bahan Bahan penelitian adalah data rekam medik pasien hipertensi dengan gagal ginjal di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi. Data rekam medik berisi deskripsi pasien (minimal mencakup nama, umur), keluhan utama (keluhan yang sering dirasakan oleh pasien), diagnosis penyakit (pasien didiagnosis hipertensi dan gagal ginjal tanpa penyakit penyerta lain oleh dokter di RSUD Dr. Moewardi), data penggunaan obat yaitu obat antihipertensi yang digunakan pasien saat rawat inap, serta data laboratorium. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi penelitian adalah semua pasien yang didiagnosis menderita hipertensi dengan gagal ginjal di Instalasi Rawat Inap di RS X tahun Sampel Sampel pada penelitian ini adalah semua pasien hipertensi dengan gagal ginjal tanpa penyakit penyerta lain yang dirawat di Instalasi Rawat Inap di RS X selama tahun 2010 yang diambil dengan metode purposive sampling yaitu menentukan sampel berdasarkan kriteria inklusi sebagai berikut: a. Pasien terdiagnosa hipertensi dan gagal ginjal. b. Usia minimal 18 tahun. c. Menjalani rawat inap di RS X tahun d. Pasien mendapat obat antihipertensi. Jalannya Penelitian Langkah awal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah persiapan. Persiapan dilakukan dengan menyusun rumusan masalah yang akan digunakan sebagai dasar penelitian. Kemudian dilakukan penyusunan proposal penelitian. Setelah proposal penelitian selesai disusun dan mendapat persetujuan dari dosen 4

7 pembimbing, proposal kemudian diajukan kepada pihak RS X sebagai syarat perijinan untuk melakukan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencatat data rekam medik pasien yang didiagnosis hipertensi dengan gagal ginjal tanpa penyakit penyerta lain. Setelah data terkumpul, dilakukan analisis data untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal di instalasi rawat inap RS X tahun Kemudian dibuatlah hasil dan pembahasan sehingga dapat ditarik kesimpulan dan saran. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di ruang rekam medik Instalasi Rawat Inap RS X Teknik Analisis Hasil penelitian yang didapat dicatat, dikelompokkan dan dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif non analitik dengan cara membandingkan terhadap : 1. Karakteristik pasien yaitu persentase dari distribusi jenis kelamin dan umur, diagnosis, serta status pulang pasien yang terdiagnosa hipertensi dengan gagal ginjal. 2. Karakteristik obat yaitu persentase dari distribusi jenis obat yang digunakan berdasarkan jumlah obat yang diberikan kepada pasien. 3. Persentase ketepatan penggunaan antihipertensi yang ditinjau dari aspek tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien dan tepat dosis. 4. Persentase tepat indikasi yaitu jumlah peresepan antihipertensi yang sesuai dengan diagnosa yang tertulis direkam medik dibagi dengan jumlah seluruh peresepan antihipertensi yang digunakan dikali 100%. 5. Persentase tepat obat yaitu jumlah peresepan antihipertensi yang sesuai dengan keefektifan obat untuk pasien hipertensi dengan gagal ginjal dibagi dengan jumlah seluruh peresepan antihipertensi yang digunakan dikali 100%. 5

8 6. Persentase tepat pasien yaitu jumlah peresepan antihipertensi yang sesuai dengan kondisi pasien hipertensi dengan gagal ginjal dibagi dengan jumlah seluruh peresepan antihipertensi yang digunakan dikali 100%. 7. Persentase tepat dosis yaitu jumlah peresepan antihipertensi yang sesuai besaran dosis obat, frekuensi pemberian obat dalam sehari dan durasi pemberian obat dibagi dengan jumlah seluruh peresepan antihipertensi yang digunakan dikali 100%. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian ini terdapat 150 pasien yang dirawat di instalasi rawat inap RS X selama tahun 2010, namun hanya terdapat 50 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Sedangkan 100 pasien lainnya masuk dalam kriteria eksklusi diantaranya meninggal saat menjalani rawat inap, pasien hamil, pasien dibawah usia 18 tahun dan adanya penyakit penyerta yang diderita pasien. Kesemua pasien yang masuk dalam kriteria inklusi merupakan pasien yang telah didiagnosis hipertensi dengan gagal ginjal stage V yang telah menjalani hemodialisa secara rutin. Tabel 1. Karakteristik pasien hipertensi di instalasi rawat inap RS X tahun 2010 ditinjau dari usia dan jenis kelamin No Usia (tahun) Jenis kelamin Presentase (%) Wanita Pria Wanita Pria % 40% % 12% 3 > % 6% Total % 58% Umur merupakan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi. Tekanan darah meningkat seiring bertambahnya usia dan hipertensi sering kali terjadi pada usia lanjut (Saseen dan Maclaughlin, 2008). Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa pada usia kurang dari 45 tahun persentase penderita hipertensi pada wanita adalah 28% dan pada pria adalah 40%. Prevalensi hipertensi pada usia tahun wanita adalah 10% dan pria 12%. Sedangkan penderita hipertensi pada usia lebih dari 55 tahun pada wanita 4% dan pada pria 6%. 6

9 A. Profil Penggunaan Obat Tujuan penanganan hipertensi adalah untuk menurunkan kesakitan dan kematian dari hipertensi. Pengurangan resiko terhadap kesakitan dan kematian akibat hipertensi perlu diterapi menggunakan drug of choice ( Saseen dan Machlaughlin, 2008). 1. Penggunaan Obat Antihipertensi dan Obat Pendukung Tabel 2 Penggunaan obat antihipertensi dan obat pendukung pada penderita hipertensi dengan komplikasi gagal ginjal di instalasi rawat inap RS X tahun 2010 No Kelas Terapi Golongan Nama generic Jumlah 1 Antihipertensi ACEI Captopril 18 Lisinopril 1 ARB Valsartan 2 Irbesartan 1 CCB Diltiazem 21 Amlodipin 2 Nifedipin 1 Nicardipin 1 α blocker Clonidin 28 Diuretik HCT 1 Furosemide 43 2 Antibiotik Cephalosporin Ceftriaxone 16 Ceftazidim 1 Metronidazole Metronidazole 1 Kuinolon Ciprofloxacin 1 4 Antiemetik Metoclopramid Metoclopramid 1 5 Hipolipidemik Fibrate Gemfibrozil 3 Statin Simvastatin 1 6 Ansietas Ansiolitik Alprazolam 1 Diazepam 1 9 Antitukak Antagonis reseptor H2 Ranitidin 27 Proton pump inhibitor Omeprazol 1 8 Antianemia Antianemia Asam folat 42 9 Analgesik Kortikosteroid Deksametason 1 Obat gout dan hiperurisemia induksi sitotoksik Allopurinol 10 Antihipertensi yang digunakan merupakan golongan ACEI, ARB, CCB, α blocker, dan diuretik. Sedangkan obat penunjang yang paling banyak digunakan yaitu asam folat dan ranitidin. Asam folat digunakan sebagai antianemia karena umumnya pasien yang menderita gagal ginjal mengalami komplikasi berupa anemia sebagai efek dari kerusakan ginjal yang dialami. Sedangkan ranitidin digunakan sebagai antitukak karena kebanyakan pasien mengalami keluhan berupa mual dan muntah. 7

10 2. Penggunaan Obat Antihipertensi Tabel 3.Penggunaan obat antihipertensi tunggal dan kombinasi pada penderita hipertensi dengan komplikasi di instalasi rawat inap RS X tahun 2010 Terapi Nama obat Jumlah Presentase (%) (n=50) Tunggal Furosemid 3 6% 2 kombinasi Furosemid + Clonidin 7 46% Furosemid + Valsartan 2 Captopril + Diltiazem 1 Diltiazem + Clonidin 4 Furosemid + Diltiazem 1 Furosemid + Irbesartan 1 Furosemid + Nicardipin 1 Furosemid + Captopril 3 Amlodipin + HCT 1 Furosemid + Amlodipin 1 Clonidin + Captopril 1 3 kombinasi Furosemid + Diltiazem + Clonidin 11 36% Furosemid + Captopril + Diltiazem 2 Furosemid + Captopril + Clonidin 4 Furosemid + Nifedipin + Captopril 1 4 kombinasi Furosemid + Clonidin + Diltiazem + Captopril 4 8% 5 kombinasi Furosemid + Captopril + Diltiazem + Lisinopril + Clonidin Furosemid + Captopril + Diltiazem + Clonidin + Amlodipin 1 4% 1 Antihipertensi kombinasi lebih banyak dibandingkan monoterapi. Penggunaan antihipertensi monoterapi yang paling banyak digunakan adalah golongan diuretik yaitu furosemid (6%). Diuretik merupakan drug of choice bagi penyakit hipertensi disertai gagal ginjal. Loop diuretics misalkan furosemid merupakan pilihan diuretik yang digunakan pada pasien gagal ginjal karena dapat meningkatkan penngeluaran sodium hingga 20% dan karena efikasinya tidak bergantung pada glomelural filtration rate (GFR). Selain itu efek samping yang muncul pada penggunaan furosemid sangatlah jarang ditemui (Dussol, et al.,2012). Namun absorbsi dari furosemid dapat menurun pada pasien dengan gagal ginjal. Bioafailabilitas furosemid pada pasien gagal ginjal hanya sekitar 63,8%, selain itu jenis makanan tertentu juga dapat mempengaruhi absorbsi furosemid. Waktu eliminasi furosemid semakin diperlama dengan adanya penurunan fungsi ginjal (Vasavada, et al, 2003) 8

11 B. Evaluasi Ketepatan Obat Antihipertensi 1. Evaluasi Ketepatan Indikasi Penggunaan Obat Antihipertensi Ketepatan indikasi pada penggunaan antihipertensi dilihat dari ketepatan memutuskan pemberian obat yang sepenuhnya berdasarkan alasan medis. Evaluasi ketepatan indikasi dilihat dari perlu tidaknya pasien diberi obat antihipertensi berdasarkan tekanan darah. Pada penelitian ini nilai dari ketepatan penggunaan obat antihipertensi sebesar 100%. Penggunaan obat dikategorikan tepat indikasi apabila obat yang diresepkan sesuai dengan diagnosa adanya penyakit hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah pasien selama rawat inap. 2. Evaluasi Ketepatan Obat pada Pasien Hipertensi Pemberian obat dikatakan tepat apabila jenis obat yang dipilih berdasarkan pertimbangan manfaat dan resiko.evaluasi terhadap ketepatan obat dilakukan dengan membandingkan kesesuaian obat antihipertensi yang dipilih dengan obat antihipertensi yang direkomendasikan oleh JNC VII. Tabel 4 Profil penggunaan obat kategori tidak tepat obat antihipertensi pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal di instalasi rawat inap RS X tahun 2010 Kategori Antihipertensi No. Kasus Keterangan Jumlah Presentase Kombinasi obat yang tidak tepat Terapi tidak rasional Diltiazem dan amlodipin Captopril dan lisinopril Furosemid, klonidin, diltiazem dan kaptopril Furosemid, captopril, diltiazem, lisinopril dan klonidin Furosemid, captopril, diltiazem, klonidin, dan amlodipin 8 Diltiazem dan amlodipin samasama golongan CCB 20 Captopril dan lisinopril samasama golongan ACEI 18, 21, 28, 29 Pasien diterapi dengan 4 kombinasi antihipertensi 20 Pasien diterapi dengan 5 kombinasi antihipertensi 8 2 4% 6 12% 9

12 Obat dikatakan kombinasi yang tidak tepat apabila digunakan 2 obat dari golongan yang sama secara bersamaan atau kombinasi obat yang dilakukan tidak sesuai standar. Pada penelitian ini didapat 2 kasus (4%) dimana terjadi kombinasi obat yang tidak tepat. Pada kasus nomer 8 pasien mendapat kombinasi terapi diltiazem dan amlodipin yang merupakan obat golongan CCB.Sedangkan pada kasus nomer 20 pasien mendapat kombinasi terapi captopril dan lisinopril.captopril dan dan lisinopril merupakan obat golongan ACEI. Pemberian obat dengan kombinasi yang tidak tepat dimana keduanya berasal dari kelas terapi yang sama dapat meningkatkan efek yang tidak diinginkan atau efek samping dari obat tersebut sehingga tidak tercapai efek terapetik yang diharapkan. Berdasarkan penelitian terdapat kombinasi obat antihipertensi sebanyak 4 sampai 5 kombinasi, berbagai uji klinis telah menunjukkan bahwa rata rata diperlukan 2 sampai 3 obat antihipertensi untuk dapat mencapai TD target terapi. Sehingga terapi menggunakan 4 hingga 5 kombinasi antihipertensi dinyatakan tidak rasional. Jumlah kasus pasien yang mendapat terapi tidak rasional sebanyak 6 pasien (12%). Kombinasi obat yang bekerja memblok sistem renin angiotensin aidosteron biasanya cukup untuk mencapai target TD (Bakris, 2001). Kombinasi terapi yang dianjurkan oleh American Family Physician (AFP) adalah Beta blocker dan diuretik, Angiotensin Converting Enzym Inhibitor dan diuretik, Angiotensin Receptor Blocker dan diuretik, Calcium Channel Blocker dan Angiotensin Converting Enzym Inhibitor (Skolnik, et al,2000). Penggunaan kombinasi obat secara rasional bertujuan untuk mempertahankan tekanan darah menggunakan dua antihipertensi yang memiliki tempat aksi dan golongan yang berbeda dan untuk meningkatkan kepatuhan pasien dengan menggunakan satu tablet yang diminum dua atau tiga kali sehari. Penggunaan dosis rendah dari dua obat yang berbeda dapat juga mengurangi efek klinis dan metabolic yang terjadi pada dosis maksimal dari tablet kombinasi. Keuntungan potensial ini yang mendasari beberapa peneliti untuk menggunakan terapi antihipertensi kombinasi sebagai terapi awal, terutama pada pasien dengan 10

13 resiko kerusakan organ yang tinggi atau pada tingkat hipertensi yang lebih parah (Skolnik et al, 2000) 3. Evaluasi Ketepatan Dosis pada Penggunaan Antihipertensi Tabel 5 Profil penggunaan obat kategori tidak tepat dosis antihipertensi pada penderita hipertensi dengan gagal ginjal di instalasi rawat inap RS X tahun 2010 Kategori No kasus Pengobatan yang Diterima Pengobatan yang seharusnya Persentase (%) Dosis lebih 3, 6, 8, 15, 16, 18, Captopril 3 x 25 mg 25 30% setelah 20, 21, 24, 25, 27, hemodialisa. 28, 29, 30, 40, 41, (Drug Dosing 45, 46, 47 Renal Failure) Dosis kurang 2 Furosemid 1 ampul / 12 jam 32 Hidroklorotiazid 1 x 12,5 mg Furosemid mg tiap 12 jam (1ampul= 20mg/2ml) 2 x mg sehari 42% Kriteria tepat dosis yaitu tepat dalam frekuensi pemberian, dosis yang diberikan dan jalur pemberian obat kepada pasien.ketepatan dosis dianalisis dengan membandingkan dengan BNF dan Drug Dosing Renal Failure.Bila peresepan dosis obat antihipertensi berada pada rentang dosis minimal dan dosis per hari yang dianjurkan maka peresepan dikatakan tepat dosis. Dalam penelitian ini ditemukan 19 kasus pemberian obat dengan dosis lebih dimana kesemuanya merupakan pemberian captopril dengan dosis yang berlebihan. Pada penderita hipertensi dengan gagal ginjal yang telah menjalani hemodialisa secara rutin dosis captopril yang semestinya adalah 20-30% dari dosis normal dan obat diberikan setelah hemodialisa, namun pada penelitian ini captopril diberikan 3 kali sehari 25 mg. Sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan di RSUP Dr. Sardjito oleh Woro harjaningsih dan Putu wahyu diantari pada tahun 2005 didapat kesalahan dosis pemberian ACEI pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal sebanyak 32.26%. Dosis kurang merupakan dosis pemberian obat antihipertensi yang diberikan kurang dari dosis yang dianjurkan dalam buku standar.dosis yang kurang menyebabkan obat berada dalam rentang subterapetik sehingga obat tidak mampu menghasilkan efek terapi yang diinginkan.dalam penelitian ini terdapat 2 11

14 kasus pemberian obat dengan dosis kurang dari yang dianjurkan dari buku standart yaitu pada kasus nomer 2, dan Evaluasi Ketepatan Pasien pada Penggunaan Antihipertensi Ketepatan pasien adalah ketepatan pemilihan obat yang mempertimbangkan keadaan pasien sehingga tidak menimbulkan kontraindikasi kepada pasien secara individu. Evaluasi ketepatan pasien pada penggunaan antihipertensi dilakukan dengan membandingkan kontraindikasi obat yang diberikan dengan kondisi pasien menurut diagnosis dokter. Dalam penelitian ini nilai penggunaan obat berdasarkan tepat pasien bernilai 100% karena kesemua obat yang diresepkan pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal di instalasi rawat inap RSUD Dr. Moewardi tahun 2010 sesuai dengan keadaan patologi dan fisiologi pasien serta tidak menimbulkan kontraindikasi bagi pasien. KESIMPULAN dan SARAN Kesimpulan Dari penelitian yang telah dilakukan mengenai penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal di instalasi rawat inap RSUD Dr. Moewardi tahun 2010, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Obat antihipertensi yang digunakan pada pasien adalah furosemid (36,13%), hidroklorotiazid (0,84%), captopril (15,13%), lisinopril (0,84%), valsartan (1,68%), irbesartan (0,84%), amlodipin (1,68%), nifedipin (0,84%), nicardipin (0,84%), diltiazem (17,65%), dan clonidin (23,53%). 2. Dari penelitian ini didapat untuk Kategori ketepatan didapat untuk tepat indikasi 100%, untuk tepat obat 84%, tepat pasien 100% dan 42% ketidaktepatan dosis. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penulis menyarankan kepada : 1. Pihak rumah sakit a. Mempertimbangkan penggunaan obat antihipertensi yang lebih efektifdan tepat pada pasien hipertensi dengan komplikasi penyakit ginjalkronis. b. Memperhatikan penggunaan obat antihipertensi pada pasien dengan penyakit penyerta. 12

15 c. Sebaiknya dilakukan monitoring penggunaan obat antihipertensi yangbaik untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hidup pasien danpelayanan dirumah sakit. d. Sebaiknya data rekam medik pasien ditulis dengan jelas dan lengkap. 2. Peneliti selanjutnya a. Mengumpulkan data yang lebih banyak dan memantau kondisi klinispasien secara periodik selama dirawat di rumah sakit agar perkembanganpenyakitnya dapat diketahui secara akurat, sehingga data yang didapatkanjuga lebih akurat. b. Menggunakan metode penelitian yang tepat agar data yang didapat yang lengkap. DAFTAR ACUAN Aslam, S., Santha, T., Leone A., & Wicox, C, 2006, Effects of amlodipine and valsartan on oxidative stress and plasma methylarginines in end-stage renal disease patients on hemodialysis., Kidney International (2006) 70, doi: /sj.ki Bakris,GL., 2001, A practical approach to achieving recommended BP goals in diabetic patients. Arch Intern Med 161: Benowitz, N.L., 2001, Obat Antihipertensi, dalam Katzung, B.G., Farmakologi Dasar dan Klinik, diterjemahkan oleh Staf dosen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Ed. VI, , EGC, Jakarta. Chobanian, A.V.,Bakris, G.L., Black, H.R., Cushman, W.C., Green, L.A., Izzo, J.L., Jones, D.W., Materson, B.J., Oparil, S., & Wright, J.T., 2004, The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure:The Complete Report, U.S Department of Health and Human Services, New York. Cipolle, R.J., Strand, L.M., & Morley, P.C., 1998, Pharmaceutical Care Practice, 59, 75, 82-83, 88-90, , The McGraw-Hill Companies, New York. DeBellis, R. J., Smith, B. S., Cawley, P. A., & Burniske, G. M, 2000, Drug Dosing in Critically Ill Patients with Renal Failure: A Pharmacokinetic Approach, University of Maryland Medical Center, Baltimore. Dipiro, J. T., Talbert, L. R., Yee, G. C., Matzke, G. R., Wells, B. G., & Posey, L. M., 2008, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach Seventh Edition, The McGraw-Hill Companies, Inc, United States of America. 13

16 Dussol, B. MD, PhD., Frances, J.M. MD., Morange, S. MD., Delpero, C. S. MD, PhD., Mundler, O. MD., & Berland, Y. MD., 2012, A Pilot Study Comparing Furosemide and Hydrochlorothiazide in Patients With Hypertension and Stage 4 or 5 Chronic Kidney Disease, The Journal of Clinical Hypertension Vol 14 No 1 January The American Society of Hypertension, INC. Harjaningsih, W., & Diantari, P. W, 2005, Evaluasi Penggunaan ACE Inhibitor Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik, Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 3 No. 4 Juli 2007: Hidayati, Titiek., Tesis : Hubungan hipertensi minuman suplemen energi dan merokok dengan kejadian penyakit ginjal kronik yang menjalani Hemodialisis di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Karyadi, E., 2002, Hidup Bersama Penyakit Hipertensi, Asam Urat, Jantung Koroner, Intisari Mediatama, Jakarta. Katzung, Bertram G., 2004, Farmakologi Dasar dan Klinik, diterjemahkan oleh Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Ed. I, 495, Salemba Empat, Jakarta. Kestenbaum, B., Gillen, D. L., Sherrard, D. J., Seliger, S., Ball, A., & Breen, C.S, 2002, Calcium Channel Blocker Use and Mortality Among Patients with End-Stage Renal Disease, Kidney International, Vol 61 (2002), pp Levey, S. A., Coresh, J., Bolton, K., Culleton, B., Harvey, S. K., & Kusek, J K/DOQI Clinical Practice Guidelines for Chronic Kidney Disease, The National Kidney Foundation, New York. Mulyani, Y., 2005, Evaluasi Penggunaan Obat pada Penderita Gangguan Fungsi Ginjal, Usia lanjut, Hipertensi dan Diabetes Mellitus di bagian Ilmu Penyakit Dalam Perjan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Abstrak, (online), (http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=, diakses 25 Agustus 2011). Murdiana, H. E Tesis : Evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di rawat jalan RS Dr. Muwardi Surakarta. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Nugroho, K. Heri., 2003, Laporan Karya Akhir : Hubungan Status Volume dan Tekanan Darah Penderita Hemodialisis Kronik RS Dr. Kariadi Semarang. Fakultas Kedokteran UNDIP, Semarang. 14

17 Rahajeng, E., 2009, Masalah Hipertensi di Indonesia, (online),(http://digilib.litbang.depkes.go.id/go.php?id=jkpkbppk-gdl-res- 2009ekowatirah3195&q=insidens&PHPSESSID=6c215d2b3aa0625f2256 e2ce2bf0f74, diakses 27 Desember 2011). Sarnak, M.J., Levey, A.S., Schoolwerth, A.C., Coresh, J., Culleton, B., Hamm,L.L., Klag, M.J, Parfrey, P., Pfeffer, M., Raij, L., Spinosa, D.J., McCullough,P.A., Kasiske, B.L., Kelepouris, E., & Wilson, P.W., 2003 Kidney Disease as a Risk Factor for Development of Cardiovascular Disease: A Statement From the American Heart Association Councils on Kidney in Cardiovascular Disease, High Blood Pressure Research, Clinical Cardiology, and Epidemiology and Prevention (online)(http://circ.ahajournals.org/cgi/content/full/108/17/215, diakses 27 Desember 2011). Saseen, J. J., & Maclaughlin, E. J., 2008, Cardiovascular Disorder : Hypertension, Editor : Dipiro, J. T., Talbert, R. L., Yee, G. C., Matzke, G. R., Wells, B. G., Posey, L. M., Pharmacotherapy A Pathophysiological Approach, Sixth Edition, MC GRAWHILL Medical Publishing Division, New York. Skolnik, N. S,M.D., Beck, J.D, M.D., & Clark, M. M.D.,2000. Combination Antihypertensive Drugs: Recommendations for Use, Am Fam Physician May 15;61(10): Abington Memorial Hospital, Jenkintown, Pennsylvania Suyono & Lyswanti, E.N., 2008, Studi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Penderita Hipertensi Rawat Inap : Penelitian di RSU Dr. Saiful Anwar Malang, (online), (http://www.adln.lib.unair.ac.id/go.php?id=gdlhub-gds12006suyonoeren1669&phpsessid=4a5098ca21600bae878e3cbe5a83 116, diakses tanggal 27 Desember 2011). Vasavada, N., Saha, C., & Agarwl, R, 2003, A double-blind randomized crossover trial of two loop diuretics in chronic kidney disease. Kidney International, Vol. 64 (2003), pp Indiana University School of Medicine, Indianapolis Yusuf, I., 2008, Hipertensi Sekunder. Vol.21,No.3. Edisi Juli-September Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM. Zhou L., Lu, B., Song, X., Dong, X., Yang, Y., Zhang, Z., Wen, J., Li, Y., Zhao, N., Zhu, X., & Hu, R., High prevalence of chronic kidney disease in population-based patients diagnosed with type 2 diabetes in downtown Shanghai. Department of Endocrinology and Metabolism, HuaShan Hospital, Shanghai, China. 15

INTISARI POLA PENGOBATAN ANTIHIPERTENSI DAN KESESUAIANNYAPADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN RSUD BRIGJEND H. HASAN BASRY KANDANGAN PERIODE

INTISARI POLA PENGOBATAN ANTIHIPERTENSI DAN KESESUAIANNYAPADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN RSUD BRIGJEND H. HASAN BASRY KANDANGAN PERIODE INTISARI POLA PENGOBATAN ANTIHIPERTENSI DAN KESESUAIANNYAPADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN RSUD BRIGJEND H. HASAN BASRY KANDANGAN PERIODE 2015 Norlia Hidayati 1 ; Erna Prihandiwati 2 ; Erveni Aulia 3

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hipertensi adalah salah satu penyakit yang paling umum melanda dunia. Hipertensi merupakan tantangan kesehatan masyarakat, karena dapat mempengaruhi resiko penyakit

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. cross-sectional dan menggunakan pendekatan retrospektif, yaitu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. cross-sectional dan menggunakan pendekatan retrospektif, yaitu penelitian yang BAB III METODE PENELITIAN 2.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode cross-sectional dan menggunakan pendekatan retrospektif, yaitu penelitian yang dilakukan

Lebih terperinci

Karakteristik Pasien Hipertensi di Bangsal Rawat Inap SMF Penyakit Dalam RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2013

Karakteristik Pasien Hipertensi di Bangsal Rawat Inap SMF Penyakit Dalam RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2013 65 Artikel Penelitian Karakteristik Pasien Hipertensi di Bangsal Rawat Inap SMF Penyakit Dalam RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2013 Bagus Sedayu 1, Syaiful Azmi 2, Rahmatini 3 Abstrak Hipertensi merupakan

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRP

IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRP IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRP s) KATEGORI KETIDAKTEPATAN PEMILIHAN OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS KOMPLIKASI HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RSI SULTAN AGUNG SEMARANG PERIODE

Lebih terperinci

darah. Kerusakan glomerulus menyebabkan protein (albumin) dapat melewati glomerulus sehingga ditemukan dalam urin yang disebut mikroalbuminuria (Ritz

darah. Kerusakan glomerulus menyebabkan protein (albumin) dapat melewati glomerulus sehingga ditemukan dalam urin yang disebut mikroalbuminuria (Ritz BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang umum di negara berkembang, secara khusus bagi masyarakat Indonesia. Menurut

Lebih terperinci

INTISARI. Endah Dwi Janiarti; Erna Prihandiwati; Anna Apriyanti

INTISARI. Endah Dwi Janiarti; Erna Prihandiwati; Anna Apriyanti INTISARI POLA PENGOBATAN HIPERTENSI TANPA DAN DENGAN PENYAKIT PENYERTA DIABETES MELITUS ATAU INFEKSI SALURAN KEMIH PASIEN RAWAT INAP RSUD HADJI BOEJASIN PELAIHARI TAHUN 2013 Endah Dwi Janiarti; Erna Prihandiwati;

Lebih terperinci

INTISARI. Puskesmas 9 NopemberBanjarmasin. 1 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 2

INTISARI. Puskesmas 9 NopemberBanjarmasin. 1 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 2 INTISARI PROFIL PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DI PUSKESMAS NOPEMBER BANJARMASIN Tria Shinta 1 ; Ratih Pratiwi Sari 2 ; Dreiyani Abdi M 3 Prevalensi hipertensi meningkat sejalan dengan perubahan

Lebih terperinci

YUANITA ARDI SKRIPSI SARJANA FARMASI. Oleh

YUANITA ARDI SKRIPSI SARJANA FARMASI. Oleh MONITORING EFEKTIVITAS TERAPI DAN EFEK-EFEK TIDAK DIINGINKAN DARI PENGGUNAAN DIURETIK DAN KOMBINASINYA PADA PASIEN HIPERTENSI POLIKLINIK KHUSUS RSUP DR. M. DJAMIL PADANG SKRIPSI SARJANA FARMASI Oleh YUANITA

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta terutama di Instalasi Rekam Medik dan dilaksanakan pada Agustus 2015 Januari 2016. B. Jenis

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS

IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRP s) KATEGORI KETIDAKTEPATAN PEMILIHAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI GERIATRI DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD RAA SOEWONDO PATI PERIODE JULI DESEMBER 2015 ARTIKEL Oleh

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN penduduk Amerika menderita penyakit gagal jantung kongestif (Brashesrs,

I. PENDAHULUAN penduduk Amerika menderita penyakit gagal jantung kongestif (Brashesrs, I. PENDAHULUAN Masalah kesehatan dengan gangguan sistem kardiovaskular masih menduduki peringkat yang tinggi. Menurut data WHO dilaporkan bahwa sekitar 3000 penduduk Amerika menderita penyakit gagal jantung

Lebih terperinci

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI KOMPLIKASI DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR M.

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI KOMPLIKASI DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR M. GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI KOMPLIKASI DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR M.M DUNDA LIMBOTO Lispan H. Talib 1, Widysusanti Abdulkadir 2, Madania 3*) 1)Mahasiswa,

Lebih terperinci

Analisis Penggunaan Obat Antihipertensi di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit PMI Bogor: Perbandingan Cost Effectiveness dan Kualitas Hidup Pasien

Analisis Penggunaan Obat Antihipertensi di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit PMI Bogor: Perbandingan Cost Effectiveness dan Kualitas Hidup Pasien JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA, September 214, hlm. 29-215 ISSN 1693-1831 Vol. 12, No. 2 Analisis Penggunaan Obat Antihipertensi di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit PMI Bogor: Perbandingan Cost Effectiveness

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Gagal jantung adalah keadaan di mana jantung tidak mampu memompa darah untuk mencukupi kebutuhan jaringan melakukan metabolisme dengan kata lain, diperlukan peningkatan

Lebih terperinci

ABSTRACT. Key Words : Chronic Kidney Disease, Antihypertension Drug, Single Therapy, Combination Therapy ABSTRAK

ABSTRACT. Key Words : Chronic Kidney Disease, Antihypertension Drug, Single Therapy, Combination Therapy ABSTRAK STUDI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI PERAWATAN DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JULI 2013 - JUNI 2014 Nur Rizkah Muchtar 1), Heedy Tjitrosantoso

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem kardiovaskular terdiri dari jantung, jaringan arteri, vena, dan kapiler yang mengangkut darah ke seluruh tubuh. Darah membawa oksigen dan nutrisi penting untuk

Lebih terperinci

Yeni Dwi Haryanti, et al, Analisis Pengaruh Biaya Obat terhadap Kepatuhan Kontrol Pasien... Fakultas Farmasi Universitas Jember 2

Yeni Dwi Haryanti, et al, Analisis Pengaruh Biaya Obat terhadap Kepatuhan Kontrol Pasien... Fakultas Farmasi Universitas Jember 2 Analisis Pengaruh Biaya Obat terhadap Kepatuhan Kontrol Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSD dr. Soebandi Jember Periode Bulan Januari-Juni 2012 (Drug Cost Analysis of Effect of Compliance Hypertension

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS

IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) KATEGORI REAKSI OBAT YANG MERUGIKAN DAN OBAT SALAH PADA PASIEN HIPERTENSI PRIMER DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WONOGIRI TAHUN 2007 SKRIPSI Oleh:

Lebih terperinci

STUDI DESKRIPTIF PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SARIO

STUDI DESKRIPTIF PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SARIO STUDI DESKRIPTIF PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SARIO Benedicta I. Rumagit, Jody A. Pojoh, Vanessa N. Manampiring Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado Abstrak : Hipertensi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Peresepan Obat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Peresepan Obat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Peresepan Obat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Penelitian ini mengidentifikasi penggunaan obat off-label dosis pada pasien dewasa rawat inap di Rumah

Lebih terperinci

ANALISIS BIAYA PENYAKIT GINJAL KRONIS PADA PASIEN JKN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

ANALISIS BIAYA PENYAKIT GINJAL KRONIS PADA PASIEN JKN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA ANALISIS BIAYA PENYAKIT GINJAL KRONIS PADA PASIEN JKN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Diesty Anita Nugraheni*, Fithria Dyah Ayu Suryanegara, dan Maharani Anastasia Christy Wiyono

Lebih terperinci

OBAT ANTI HIPERTENSI

OBAT ANTI HIPERTENSI OBAT ANTI HIPERTENSI Obat antihipertensi Hipertensi adalah penyakit kardiovaskuler yang terbanyak 24% penduduk AS memiliki hipertensi Hipertensi yang berlanjut akan merusak pembuluh darah di ginjal, jantung

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI TENTANG OBAT GOLONGAN ACE INHIBITOR DENGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM PELAKSANAAN TERAPI HIPERTENSI DI RSUP PROF DR

HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI TENTANG OBAT GOLONGAN ACE INHIBITOR DENGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM PELAKSANAAN TERAPI HIPERTENSI DI RSUP PROF DR HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI TENTANG OBAT GOLONGAN ACE INHIBITOR DENGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM PELAKSANAAN TERAPI HIPERTENSI DI RSUP PROF DR. R. D. KANDOU MANADO Yosprinto T. Sarampang 1), Heedy

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus menerus

BAB I PENDAHULUAN. abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus menerus BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus menerus lebih dari satu periode (Udjianti,

Lebih terperinci

ABSTRAK A STUDY OF ANTIHYPERTENSIVE DRUGS IN DIABETIC TYPE 2 IN THE INPATIENT BLU RSUP PROF.DR.R.D.KANDOU MANADO PERIOD JANUARY-DECEMBER 2010

ABSTRAK A STUDY OF ANTIHYPERTENSIVE DRUGS IN DIABETIC TYPE 2 IN THE INPATIENT BLU RSUP PROF.DR.R.D.KANDOU MANADO PERIOD JANUARY-DECEMBER 2010 KAJIAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT INAP BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI-DESEMBER 2010 Dian Ariyanti Ansa 1), Lily Ranti

Lebih terperinci

EVALUASI PENGGUNAAN TOKOLITIK PADA PASIEN DENGAN RISIKO KELAHIRAN PREMATUR DI TIGA RUMAH SAKIT DI YOGYAKARTA

EVALUASI PENGGUNAAN TOKOLITIK PADA PASIEN DENGAN RISIKO KELAHIRAN PREMATUR DI TIGA RUMAH SAKIT DI YOGYAKARTA EVALUASI PENGGUNAAN TOKOLITIK PADA PASIEN DENGAN RISIKO KELAHIRAN PREMATUR DI TIGA RUMAH SAKIT DI YOGYAKARTA Yosi Febrianti 1*, Nurul Ambariyah 2, dan Chichi Kartika Haliem 1 1 Program Studi Profesi Apoteker,

Lebih terperinci

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA BERAT RAWAT INAP DI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL PERIODE JANUARI-DESEMBER 2015

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA BERAT RAWAT INAP DI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL PERIODE JANUARI-DESEMBER 2015 EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA BERAT RAWAT INAP DI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL PERIODE JANUARI-DESEMBER 2015, Adnan Universitas Ahmad Dahlan Email: adnan_apt98@yahoo.com

Lebih terperinci

DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK. Oleh: Yuyun Rindiastuti Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS BAB I PENDAHULUAN

DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK. Oleh: Yuyun Rindiastuti Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS BAB I PENDAHULUAN DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK Oleh: Yuyun Rindiastuti Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di negara maju, penyakit kronik tidak menular (cronic

Lebih terperinci

GAMBARAN DESKRIPTIF POLA PENATALAKSANAAN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BULELENG TAHUN 2013

GAMBARAN DESKRIPTIF POLA PENATALAKSANAAN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BULELENG TAHUN 2013 GAMBARAN DESKRIPTIF POLA PENATALAKSANAAN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BULELENG TAHUN 2013 Putu Yunita Primasari 1, I Gusti Ayu Artini 2 1 Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA ORANG DEWASA YANG DIRAWAT INAP DIRUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2014

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA ORANG DEWASA YANG DIRAWAT INAP DIRUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2014 ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA ORANG DEWASA YANG DIRAWAT INAP DIRUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE Evan Anggalimanto, 2015 Pembimbing 1 : Dani, dr., M.Kes Pembimbing 2 : dr Rokihyati.Sp.P.D

Lebih terperinci

Analisis biaya terapi Diabetes mellitus di Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta

Analisis biaya terapi Diabetes mellitus di Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta Majalah Tri Murti Farmasi Andayani Indonesia, 17(3), 130 135, 2006 Analisis biaya terapi Diabetes mellitus di Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta Cost analysis of Diabetes mellitus therapy in Dr. Sardjito

Lebih terperinci

POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RS SANTA CLARA MADIUN TAHUN 2011 FRANSISKA MADE RATNA KUMALA DEWI

POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RS SANTA CLARA MADIUN TAHUN 2011 FRANSISKA MADE RATNA KUMALA DEWI POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RS SANTA CLARA MADIUN TAHUN 2011 FRANSISKA MADE RATNA KUMALA DEWI 2443009090 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2013

Lebih terperinci

PENGARUH KONSELING OBAT DALAM HOME CARE TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI

PENGARUH KONSELING OBAT DALAM HOME CARE TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI PENGARUH KONSELING OBAT DALAM HOME CARE TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI Suryani, N.M 1, Wirasuta, I.M.A.G 1, Susanti, N.M.P 1 1 Jurusan Farmasi - Fakultas

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik komparatif dengan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik komparatif dengan 34 III. METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik komparatif dengan desain retrocpective cross sectional. Penelitian retrospektif adalah pengumpulan

Lebih terperinci

An Update Management Concept in Hypertension Ria Bandiara SubBagian Ginjal Hipertensi Bag. Ilmu penyakit Dalam FK UNPAD/RS Dr.Hasan Sadikin Bandung

An Update Management Concept in Hypertension Ria Bandiara SubBagian Ginjal Hipertensi Bag. Ilmu penyakit Dalam FK UNPAD/RS Dr.Hasan Sadikin Bandung An Update Management Concept in Hypertension Ria Bandiara SubBagian Ginjal Hipertensi Bag. Ilmu penyakit Dalam FK UNPAD/RS Dr.Hasan Sadikin Bandung Disampaikan pada acara Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. akibat penyakit kardiovaskuler pada tahun 1998 di Amerika Serikat. (data dari

BAB 1 PENDAHULUAN. akibat penyakit kardiovaskuler pada tahun 1998 di Amerika Serikat. (data dari 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab 48% kematian akibat penyakit kardiovaskuler pada tahun 1998 di Amerika Serikat. (data dari center for medicine and

Lebih terperinci

Nidya A. Rinto; Sunarto; Ika Fidianingsih. Abstrak. Pendahuluan

Nidya A. Rinto; Sunarto; Ika Fidianingsih. Abstrak. Pendahuluan Naskah Publikasi, November 008 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Hubungan Antara Sikap, Perilaku dan Partisipasi Keluarga Terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe di RS PKU

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dampak dari pembangunan di negara-negara sedang berkembang. sebagaimana juga hal ini terjadi di Indonesia, terutama di daerah Jawa

BAB I PENDAHULUAN. dampak dari pembangunan di negara-negara sedang berkembang. sebagaimana juga hal ini terjadi di Indonesia, terutama di daerah Jawa BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan dan perkembangan perekonomian adalah suatu dampak dari pembangunan di negara-negara sedang berkembang sebagaimana juga hal ini terjadi di Indonesia, terutama

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan yang utama. Hipertensi

UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan yang utama. Hipertensi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan yang utama. Hipertensi merupakan faktor risiko stroke yang utama 1.Masalah kesehatan yang timbul akibat stoke sangat

Lebih terperinci

A.A Sagung Ika Nuriska 1, Made Ratna Saraswati 2

A.A Sagung Ika Nuriska 1, Made Ratna Saraswati 2 HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DENGAN HIPERTENSI SISTOLIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK ENDOKRIN RUMAH SAKIT UMUM SANGLAH PERIODE JANUARI DESEMBER 2011 A.A Sagung Ika Nuriska 1, Made

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIDIABETES PADA RESEP PASIEN DI APOTEK RAHMAT BANJARMASIN

IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIDIABETES PADA RESEP PASIEN DI APOTEK RAHMAT BANJARMASIN INTISARI IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIDIABETES PADA RESEP PASIEN DI APOTEK RAHMAT BANJARMASIN Salah satu penyakit degeneratif terbesar adalah Diabetes Mellitus. Diabetes Meliitus yang tidak

Lebih terperinci

KAJIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA TAHUN 2005

KAJIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA TAHUN 2005 Kajian Interaksi Obat Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif Di RSUP Dr. Sardjito (Nanang M.Yasin, Herlina T.Widyastuti, dan Endah K. Dewi) KAJIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RSUP

Lebih terperinci

PENERAPAN PELAYANAN KEFARMASIAN RESIDENSIAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA CILACAP

PENERAPAN PELAYANAN KEFARMASIAN RESIDENSIAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA CILACAP Ikatan Apoteker Indonesia 201 PENERAPAN PELAYANAN KEFARMASIAN RESIDENSIAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA CILACAP Yuhansyah Nurfauzi 1*, Maria Immaculata Iwo 2,

Lebih terperinci

Kata Kunci: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Dengue Shock Syndrome (DSS), morbiditas, mortalitas. Universitas Kristen Maranatha

Kata Kunci: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Dengue Shock Syndrome (DSS), morbiditas, mortalitas. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK PREVALENSI DAN MORTALITAS PADA ANAK-ANAK AKIBAT DENGUE HEMORRHAGIC FEVER DI RUMAH SAKIT IMMANUEL PERIODE JANUARI 2006 SAMPAI DENGAN DESEMBER 2006 Dharma Indraprasta, 2007; Pembimbing: H. Tisna

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tanggung jawab seorang farmasis diantaranya adalah memberikan layanan kefarmasian kepada pasien. Dalam memberikan terapi obat kepada pasien, hendaknya seorang

Lebih terperinci

MATA KULIAH FARMAKOTERAPI SISTEM KARDIOVASKULAR DAN RENAL

MATA KULIAH FARMAKOTERAPI SISTEM KARDIOVASKULAR DAN RENAL RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER MATA KULIAH FARMAKOTERAPI SISTEM KARDIOVASKULAR DAN RENAL Oleh : Dra. Fita Rahmawati, Sp.FRS., Apt. Dra. Tri Murti Andayani, Sp.FRS., Apt. Arief Rahman Hakim,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hipertensi menurut kriteria JNC VII (The Seventh Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and treatment of High Blood Pressure), 2003, didefinisikan

Lebih terperinci

OBAT KARDIOVASKULER. Obat yang bekerja pada pembuluh darah dan jantung. Kadar lemak di plasma, ex : Kolesterol

OBAT KARDIOVASKULER. Obat yang bekerja pada pembuluh darah dan jantung. Kadar lemak di plasma, ex : Kolesterol OBAT KARDIOVASKULER Kardio Jantung Vaskuler Pembuluh darah Obat yang bekerja pada pembuluh darah dan jantung Jenis Obat 1. Obat gagal jantung 2. Obat anti aritmia 3. Obat anti hipertensi 4. Obat anti angina

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bertambah dan pertambahan ini relatif lebih tinggi di negara berkembang,

BAB I PENDAHULUAN. bertambah dan pertambahan ini relatif lebih tinggi di negara berkembang, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam waktu mendatang jumlah golongan usia lanjut akan semakin bertambah dan pertambahan ini relatif lebih tinggi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Bertambahnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Ginjal menjalankan fungsi yang vital sebagai pengatur volume dan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Ginjal menjalankan fungsi yang vital sebagai pengatur volume dan BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Ginjal menjalankan fungsi yang vital sebagai pengatur volume dan komposisi kimia darah dan lingkungan dalam tubuh dengan mengeksresikan zat terlarut dan air secara selektif.

Lebih terperinci

GAMBARAN PERESEPAN SPIRONOLACTONE PADA PASIEN GAGAL JANTUNG DI RSUP DR KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

GAMBARAN PERESEPAN SPIRONOLACTONE PADA PASIEN GAGAL JANTUNG DI RSUP DR KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH GAMBARAN PERESEPAN SPIRONOLACTONE PADA PASIEN GAGAL JANTUNG DI RSUP DR KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH Diajukan untuk memenuhi persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata-1

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit yang banyak dialami oleh

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit yang banyak dialami oleh BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit yang banyak dialami oleh orang di seluruh dunia. DM didefinisikan sebagai kumpulan penyakit metabolik kronis

Lebih terperinci

PERBANDINGAN KADAR MIKROALBUMINURIA PADA STROKE INFARK ATEROTROMBOTIK DENGAN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DAN PASIEN HIPERTENSI

PERBANDINGAN KADAR MIKROALBUMINURIA PADA STROKE INFARK ATEROTROMBOTIK DENGAN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DAN PASIEN HIPERTENSI PERBANDINGAN KADAR MIKROALBUMINURIA PADA STROKE INFARK ATEROTROMBOTIK DENGAN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DAN PASIEN HIPERTENSI SA Putri, Nurdjaman Nurimaba, Henny Anggraini Sadeli, Thamrin Syamsudin Bagian

Lebih terperinci

INTISARI PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD

INTISARI PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD INTISARI PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD Dr. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Afifah 1 ; Riza Alfian 2 ; Ananda Mellyani Hidayat

Lebih terperinci

MATA KULIAH FARMASI KLINIK

MATA KULIAH FARMASI KLINIK RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER MATA KULIAH FARMASI KLINIK Oleh : Dr. Zullies Ikawati, Apt. Dra. Fita Rahmawati, SpFRS, Apt. Dra. Tri Murti andayani, SpFRS, Apt. Woro Hardjaningsih,

Lebih terperinci

Profil Data Pada Kegiatan Konseling obat pasien pulang Bulan Juli-September Tahun 2015

Profil Data Pada Kegiatan Konseling obat pasien pulang Bulan Juli-September Tahun 2015 Abstrak Profil Data Pada Kegiatan Konseling obat pasien pulang Bulan Juli-September Tahun 2015 Dra. Magdalena Niken Oktovina,M.Si.Apt. Farmasi klinik Instalasi Farmasi RSUP Fatmawati Jakarta Setelah menjalankan

Lebih terperinci

EVALUASI KELENGKAPAN FARMASETIK RESEP UMUM POLI ANAK RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN PERIODE JANUARI - MARET TAHUN

EVALUASI KELENGKAPAN FARMASETIK RESEP UMUM POLI ANAK RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN PERIODE JANUARI - MARET TAHUN INTISARI EVALUASI KELENGKAPAN FARMASETIK RESEP UMUM POLI ANAK RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2015 Hikmah Putrinadia 1 ; Noor Aisyah 2 ; Roseyana Asmahanie Resep

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS POTENSIAL KATEGORI DOSIS PADA PASIEN PEDIATRIK DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS POTENSIAL KATEGORI DOSIS PADA PASIEN PEDIATRIK DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS POTENSIAL KATEGORI DOSIS PADA PASIEN PEDIATRIK DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOEWARDI SURAKARTA PERIODE JANUARI - JUNI 2007 SKRIPSI Oleh : WAHYU

Lebih terperinci

PENGARUH PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKER

PENGARUH PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKER 1 PENGARUH PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKER (ARB) DAN ACE-INHIBITOR TERHADAP KADAR KALIUM PADA PASIEN HIPERTENSI DI IRNA PENYAKIT DALAM RSUP DR. M. DJAMILPADANG STUDY OF DRUG EFFECT

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARANGANYAR

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARANGANYAR HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARANGANYAR NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Kedokteran

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. membangun sumber daya manusia berkualitas, sehat, cerdas, dan produktif.

BAB 1 PENDAHULUAN. membangun sumber daya manusia berkualitas, sehat, cerdas, dan produktif. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Identifikasi Masalah Tantangan utama dalam pembangunan suatu bangsa adalah dengan membangun sumber daya manusia berkualitas, sehat, cerdas, dan produktif. Transisi

Lebih terperinci

RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA PERIODE JANUARI - DESEMBER 2014

RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA PERIODE JANUARI - DESEMBER 2014 RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA PERIODE JANUARI - DESEMBER 2014 TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan oksigen miokard. Biasanya disebabkan ruptur plak dengan formasi. trombus pada pembuluh koroner (Zafari, 2011).

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan oksigen miokard. Biasanya disebabkan ruptur plak dengan formasi. trombus pada pembuluh koroner (Zafari, 2011). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infark miokard merupakan perkembangan yang cepat dari nekrosis miokard yang berkepanjangan dikarenakan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Diabetes Melitus (DM) adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... ii HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI... HALAMAN PERNYATAAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... ii HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI... HALAMAN PERNYATAAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... ii HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI...... HALAMAN PERNYATAAN... KATA PENGANTAR..... iii iv vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR GAMBAR xi DAFTAR TABEL. xii

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW. masyarakat. Menurut hasil laporan dari International Diabetes Federation (IDF),

BAB I PENDAHULUAN UKDW. masyarakat. Menurut hasil laporan dari International Diabetes Federation (IDF), 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Diabetes Mellitus (DM) merupakan permasalahan yang besar di masyarakat. Menurut hasil laporan dari International Diabetes Federation (IDF), Negara Asia

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN MAKAN OBAT PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP DR. M.

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN MAKAN OBAT PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP DR. M. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN MAKAN OBAT PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP DR. M. DJAMIL PADANG (The correlation between knowledge and attitude toward obedience of consuming

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. jantung koroner yang utama dan paling sering mengakibatkan kematian (Departemen

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. jantung koroner yang utama dan paling sering mengakibatkan kematian (Departemen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Acute coronary syndrome (ACS) adalah salah satu manifestasi klinis penyakit jantung koroner yang utama dan paling sering mengakibatkan kematian (Departemen Kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian nomor satu pada negara maju dan berkembang. Salah satu resiko penyakit jantung adalah hipertensi (World

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan terapi, paradigma pelayanan kefarmasian di Indonesia telah bergeser dari pelayanan yang berorientasi pada obat (drug

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke merupakan suatu gangguan disfungsi neurologist akut yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah, dan terjadi secara mendadak (dalam beberapa detik) atau setidak-tidaknya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Triple Burden Disease, yaitu suatu keadaan dimana : 2. Peningkatan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM), yang merupakan penyakit

BAB I PENDAHULUAN. Triple Burden Disease, yaitu suatu keadaan dimana : 2. Peningkatan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM), yang merupakan penyakit BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan bidang kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada beban Triple Burden Disease, yaitu suatu keadaan dimana : 1. Masalah penyakit menular masih merupakan

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 44 5.1. Analisis Data 5.1.1. Uji Validitas Kuesioner Penelitian terhadap pemahaman pasien hiperlipidemia di beberapa apotek wilayah Surabaya Selatan ini dilakukan dengan menggunakan

Lebih terperinci

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAK SESUAIAN PENGUNAAN ANTIBIOTIKA DENGAN UJI KEPEKAAN DI RUANG INTENSIF RUMAH SAKIT FATMAWATI JAKARTA TAHUN

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAK SESUAIAN PENGUNAAN ANTIBIOTIKA DENGAN UJI KEPEKAAN DI RUANG INTENSIF RUMAH SAKIT FATMAWATI JAKARTA TAHUN MAKARA, KESEHATAN, VOL. 8, NO. 1, JUNI 2004: 21-26 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAK SESUAIAN PENGUNAAN ANTIBIOTIKA DENGAN UJI KEPEKAAN DI RUANG INTENSIF RUMAH SAKIT FATMAWATI JAKARTA TAHUN 2001 2002 Refdanita

Lebih terperinci

INTISARI ANALISIS FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DI PUSKESMAS KELAYAN TIMUR KOTA BANJARMASIN

INTISARI ANALISIS FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DI PUSKESMAS KELAYAN TIMUR KOTA BANJARMASIN INTISARI ANALISIS FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DI PUSKESMAS KELAYAN TIMUR KOTA BANJARMASIN Ana Ulfah¹; Aditya Maulana²; Rony³ Menurut WHO (World Health Organization) 2011, sekitar 1 milyar penduduk di seluruh

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBERIAN DIIT DM TINGGI SERAT TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PASIEN DM TIPE-2 DI RSUD SALEWANGANG KAB. MAROS

PENGARUH PEMBERIAN DIIT DM TINGGI SERAT TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PASIEN DM TIPE-2 DI RSUD SALEWANGANG KAB. MAROS PENGARUH PEMBERIAN DIIT DM TINGGI SERAT TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PASIEN DM TIPE-2 DI RSUD SALEWANGANG KAB. MAROS Nadimin 1, Sri Dara Ayu 1, Sadariah 2 1 Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan, Makassar

Lebih terperinci

STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DENGAN KASUS GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER

STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DENGAN KASUS GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DENGAN KASUS GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER SKRIPSI Diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan

Lebih terperinci

DESCRIPTIVE ANALYSIS INDICATORS GROSS DEATH RATE ( GDR ) AND NET DEATH RATE ( NDR ) IN RSUD TUGUREJO SEMARANG

DESCRIPTIVE ANALYSIS INDICATORS GROSS DEATH RATE ( GDR ) AND NET DEATH RATE ( NDR ) IN RSUD TUGUREJO SEMARANG DESCRIPTIVE ANALYSIS INDICATORS GROSS DEATH RATE ( GDR ) AND NET DEATH RATE ( NDR ) IN RSUD TUGUREJO SEMARANG 2010-2014 Leonardo Budi Kusuma*), Kriswiharsi Kun Saptorini**) *) Alumni Fakultas Kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sirosis hepatik merupakan suatu keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif (Nurdjanah, 2009). Sirosis hepatik merupakan

Lebih terperinci

EVALUASI TERAPI DIARE PADA PASIEN ANAK DI PUSKESMAS NGUTER KECAMATAN NGUTER KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2012 NASKAH PUBLIKASI

EVALUASI TERAPI DIARE PADA PASIEN ANAK DI PUSKESMAS NGUTER KECAMATAN NGUTER KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2012 NASKAH PUBLIKASI 1 EVALUASI TERAPI DIARE PADA PASIEN ANAK DI PUSKESMAS NGUTER KECAMATAN NGUTER KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2012 NASKAH PUBLIKASI Oleh: NOVITA DWI PURNAMASARI K.100090058 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

Lebih terperinci

STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN GAGAL JANTUNG YANG RAWAT INAP DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA

STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN GAGAL JANTUNG YANG RAWAT INAP DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN GAGAL JANTUNG YANG RAWAT INAP DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA NI PUTU ARINI 2443009177 PROGRAM STUDI S1 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2015 ABSTRAK

Lebih terperinci

HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN NABATI DAN HEWANI DENGAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS RAWAT JALAN DI RSUP

HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN NABATI DAN HEWANI DENGAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS RAWAT JALAN DI RSUP HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN NABATI DAN HEWANI DENGAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS RAWAT JALAN DI RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Skripsi ini Disusun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan fungsi dari organ tempat sel tersebut tumbuh. 1 Empat belas juta kasus baru

BAB I PENDAHULUAN. dan fungsi dari organ tempat sel tersebut tumbuh. 1 Empat belas juta kasus baru BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kanker adalah suatu keganasan yang terjadi karena adanya sel dalam tubuh yang berkembang secara tidak terkendali sehingga menyebabkan kerusakan bentuk dan fungsi dari

Lebih terperinci

PROFIL GULA DARAH SEWAKTU (GDS) DAN GULA DARAH PUASA (GDP) PASIEN STROKE DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG DI RAWAT INAP DI BAGIAN NEUROLOGI

PROFIL GULA DARAH SEWAKTU (GDS) DAN GULA DARAH PUASA (GDP) PASIEN STROKE DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG DI RAWAT INAP DI BAGIAN NEUROLOGI PROFIL GULA DARAH SEWAKTU (GDS) DAN GULA DARAH PUASA (GDP) PASIEN STROKE DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG DI RAWAT INAP DI BAGIAN NEUROLOGI Prof. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI DESEMBER 2011

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH FARMAKOTERAPI INFEKSI DAN TUMOR

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH FARMAKOTERAPI INFEKSI DAN TUMOR RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH FARMAKOTERAPI INFEKSI DAN TUMOR Oleh: Nanang Munif Yasin, M.Pharm, Apt Dra. Fita Rahmawati, Sp.FRS, Apt Dr. Djoko Wahyono, SU, APT

Lebih terperinci

EVALUASI PENGGUNAAN DEKSAMETASON PADA PASIEN ANAK DENGAN DEMAM TIFOID ABSTRAK

EVALUASI PENGGUNAAN DEKSAMETASON PADA PASIEN ANAK DENGAN DEMAM TIFOID ABSTRAK EVALUASI PENGGUNAAN DEKSAMETASON PADA PASIEN ANAK DENGAN DEMAM TIFOID Purnami, N.P.Y. 1, Niruri, R. 1, Tanasale, J. D. 2, Erlangga, I. B. E. 3 1 Jurusan Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hipertensi adalah faktor risiko utama penyakit-penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Menurut penelitian Departemen Kesehatan

Lebih terperinci

ABSTRAK ANGKA KEJADIAN KANKER PARU DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2010

ABSTRAK ANGKA KEJADIAN KANKER PARU DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2010 ABSTRAK ANGKA KEJADIAN KANKER PARU DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI 2009 31 DESEMBER 2010 Stevanus, 2011; Pembimbing I : dr. Hartini Tiono, M.Kes. Pembimbing II : dr. Sri Nadya J Saanin,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. arrhythmias, hypertension, stroke, hyperlipidemia, acute myocardial infarction.

BAB 1 PENDAHULUAN. arrhythmias, hypertension, stroke, hyperlipidemia, acute myocardial infarction. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian pada negara maju antara lain heart failure, ischemic heart disease, acute coronary syndromes, arrhythmias,

Lebih terperinci

Antibiotic Utilization Of Pneumonia In Children Of 0-59 Month s Old In Puskesmas Kemiling Bandar Lampung Period Januari-October 2013

Antibiotic Utilization Of Pneumonia In Children Of 0-59 Month s Old In Puskesmas Kemiling Bandar Lampung Period Januari-October 2013 Antibiotic Utilization Of Pneumonia In Children Of 0-59 Month s Old In Puskesmas Kemiling Bandar Lampung Period Januari-October 2013 Advisedly, Tarigan A, Masykur-Berawi M. Faculty of Medicine Lampung

Lebih terperinci

THE RELATION OF OBESITY WITH LDL AND HDL LEVEL AT PRECLINIC STUDENT OF MEDICAL FACULTY LAMPUNG UNIVERSITY 2013

THE RELATION OF OBESITY WITH LDL AND HDL LEVEL AT PRECLINIC STUDENT OF MEDICAL FACULTY LAMPUNG UNIVERSITY 2013 THE RELATION OF OBESITY WITH LDL AND HDL LEVEL AT PRECLINIC STUDENT OF MEDICAL FACULTY LAMPUNG UNIVERSITY 2013 Ercho, NC, Berawi K, Susantiningsih T Medical Faculty of Lampung University Abstract Obesity

Lebih terperinci

BADAN POM RI Ind P PEDOMAN PENILAIAN EFIKASI DAN KEAMANAN ANTIHIPERTENSI

BADAN POM RI Ind P PEDOMAN PENILAIAN EFIKASI DAN KEAMANAN ANTIHIPERTENSI BADAN POM RI 615.19 Ind P PEDOMAN PENILAIAN EFIKASI DAN KEAMANAN ANTIHIPERTENSI Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia 2004 I. PENDAHULUAN Pedoman ini berisi prinsip-prinsip umum untuk menilai

Lebih terperinci

SAMSUL BAHRI. :Tingkat Pengetahuan, Diabetes Millitus, Kepatuhan Diet rendah glukosa

SAMSUL BAHRI. :Tingkat Pengetahuan, Diabetes Millitus, Kepatuhan Diet rendah glukosa GAMBARAN PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MILITUS DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DALAM MENJALANI DIET RENDAH GLUKOSA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMALANREA MAKASSAR SAMSUL BAHRI ABSTRAK : Masalah kesehatan dipengaruhi

Lebih terperinci

PENGARUH BERMAIN FUTSAL TERHADAP TEKANAN DARAH NORMAL PADA PRIA DEWASA YANG RUTIN BEROLAHRAGA DAN YANG TIDAK RUTIN BEROLAHRAGA

PENGARUH BERMAIN FUTSAL TERHADAP TEKANAN DARAH NORMAL PADA PRIA DEWASA YANG RUTIN BEROLAHRAGA DAN YANG TIDAK RUTIN BEROLAHRAGA PENGARUH BERMAIN FUTSAL TERHADAP TEKANAN DARAH NORMAL PADA PRIA DEWASA YANG RUTIN BEROLAHRAGA DAN YANG TIDAK RUTIN BEROLAHRAGA THE EFFECT OF PLAYING FUTSAL ON NORMAL BLOOD PRESSURE IN ADULT HUMAN MALE

Lebih terperinci

ANALISIS KARAKTERISTIK DAN KEJADIAN DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TEMINDUNG SAMARINDA

ANALISIS KARAKTERISTIK DAN KEJADIAN DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TEMINDUNG SAMARINDA ANALISIS KARAKTERISTIK DAN KEJADIAN DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TEMINDUNG SAMARINDA Dwi Sri Handayani, Rolan Rusli, Arsyik Ibrahim Laboratorium Penelitian dan Pengembangan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN 30 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Intensive Cardiovascular Care Unit dan bangsal perawatan departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler RSUD Dr. Moewardi

Lebih terperinci

DAFTAR ISTILAH HALAMAN JUDUL.. HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR LAMPIRAN.. INTISARI.. BAB I. PENDAHULUAN..

DAFTAR ISTILAH HALAMAN JUDUL.. HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR LAMPIRAN.. INTISARI.. BAB I. PENDAHULUAN.. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.. HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN.. DAFTAR ISTILAH INTISARI.. ABSTRACT. i ii iv v vii ix xii xiv xv xvi BAB I. PENDAHULUAN..

Lebih terperinci

Rasionalitas Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Komplikasi Ulkus Diabetika

Rasionalitas Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Komplikasi Ulkus Diabetika Rasionalitas Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Komplikasi Ulkus Diabetika (Rationality Use Antibiotics In Patients Diabetes Mellitus Type 2 with Diabetic Ulcer Complications)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menular (PTM) yang meliputi penyakit degeneratif dan man made diseases.

BAB I PENDAHULUAN. menular (PTM) yang meliputi penyakit degeneratif dan man made diseases. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transisi epidemiologi yang terjadi di Indonesia mengakibatkan perubahan pola penyakit yaitu dari penyakit infeksi atau penyakit menular ke penyakit tidak menular (PTM)

Lebih terperinci