Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan"

Transkripsi

1 SNI 2835:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS Badan Standardisasi Nasional

2

3 SNI 2835:2008 Daftar isi Daftar isi...i Prakata... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup Acuan normatif Istilah dan definisi Singkatan istilah Persyaratan Penetapan indeks harga satuan pekerjaan tanah Menggali 1 m 3 tanah biasa sedalam 1 meter Menggali 1 m 3 tanah biasa sedalam 2 meter Menggali 1 m 3 tanah biasa sedalam 3 meter Menggali 1 m 3 tanah keras sedalam 1 meter Menggali 1 m 3 tanah cadas sedalam 1 meter Menggali 1 m 3 tanah lumpur sedalam 1 meter Mengerjakan 1 m 2 stripping tebing setinggi 1 meter Membuang 1 m 3 tanah sejauh 30 meter Mengurug kembali 1 m 3 galian Memadatkan 1 m 3 tanah (per 20 cm) Mengurug 1 m 3 pasir urug Memasang 1 m 3 Lapisan pudel campuran 1 KP : 3 PP : 7 TL Memasang 1 m 3 Lapisan pudel campuran 1 KP : 5 TL Memasang 1 m 2 lapisan ijuk tebal 10 cm Mengurug 1 m 3 sirtu padat untuk peninggian lantai bangunan... 5 Lampiran A... 6 Bibliografi... 7 i

4 SNI 2835:2008 Prakata Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan adalah revisi dari SNI Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah, yang disesuaikan dengan keadaan di Indonesia dengan melakukan modifikasi terhadap indeks harga satuan. Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ini disusun oleh Panitia Teknik Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil melalui Gugus Kerja Struktur dan Konstruksi Bangunan pada Subpanitia Teknis, Sains, Struktur dan Konstruksi Bangunan. Tata cara penulisan disusun mengikuti Pedoman Standardisasi Nasional 08:2007 Tahun 2000 dan dibahas dalam forum konsensus yang diselenggarakan pada tanggal 7 s/d 8 Desember 2006 oleh Subpanitia Teknis 91-01/S3 yang melibatkan para nara sumber, pakar dan lembaga terkait. SNI 2835:2008 akan dipergunakan sebagai acuan analisis biaya konstruksi di Indonesia. ii

5 SNI 2835:2008 Pendahuluan Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan ini disusun berdasarkan pada hasil penelitian Analisis Biaya Konstruksi di Pusat Litbang Permukiman Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dengan melakukan pengumpulan data sekunder analisis biaya yang diperoleh dari beberapa BUMN, Kontraktor dan data yang berasal dari analisis yang telah ada sebelumnya yaitu BOW. Dari data sekunder yang terkumpul dipilih data dengan modus terbanyak. Tahap kedua adalah penelitian lapangan untuk memperoleh data primer sebagai cross check terhadap data sekunder terpilih pada penelitian tahap pertama. Penelitian lapangan berupa penelitian produktifitas tenaga kerja lapangan pada beberapa proyek pembangunan gedung dan perumahan serta penelitian laboratorium bahan bangunan untuk komposisi bahan yang digunakan pada setiap jenis pekerjaan dengan pendekatan kinerja/performance dari jenis pekerjaan terkait. DATA LAPANGAN WAKTU DASAR INDIVIDU Waktu produktif WAKTU NORMAL INDIVIDU Rating keterampilan, mutu kerja, kondisi kerja, cuaca, dll TABULASI DATA TES KESERAGAMAN DATA Tingkat ketelitian 10% dan tingkat keyakinam 95% Tidak Cukup TES KECUKUPAN DATA WAKTU NORMAL Cukup WAKTU STANDAR Kelonggaran waktu/allowance BAHAN ANALISIS BIAYA KONSTRUKSI/ BARU iii

6

7 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan 1 Ruang lingkup Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan tanah yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan tanah untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan tanah yang ditetapkan meliputi: a) Pekerjaan galian tanah biasa dan tanah keras dalam berbagai kedalaman; b) Pekerjaan stripping atau pembuangan humus; c) Pekerjaan pembuangan tanah; d) Pekerjaan urugan kembali, urugan pasir, pemadatan tanah, perbaikan tanah sulit dan urugan sirtu. 2 Acuan normatif Standar ini disusun mengacu kepada hasil pengkajian dari beberapa analisa pekerjaan yang telah diaplikasikan oleh beberapa kontraktor dengan pembanding adalah analisis BOW 1921 dan penelitian analisis biaya konstruksi. 3 Istilah dan definisi 3.1 bangunan gedung dan perumahan bangunan yang berfungsi untuk menampung kegiatan kehidupan bermasyarakat 3.2 harga satuan bahan harga yang sesuai dengan satuan jenis bahan bangunan 3.3 harga satuan pekerjaan harga yang dihitung berdasarkan analisis harga satuan bahan dan upah 3.4 indeks faktor pengali atau koefisien sebagai dasar penghitungan biaya bahan dan upah kerja 3.5 indeks bahan indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan bahan bangunan untuk setiap satuan jenis pekerjaan 1 dari 7

8 3.6 indeks tenaga kerja indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk mengerjakan setiap satuan jenis pekerjaan 3.7 pelaksana pembangunan gedung dan perumahan pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana, konsultan, kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan. 3.8 perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi suatu cara perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi, yang dijabarkan dalam perkalian indeks bahan bangunan dan upah kerja dengan harga bahan bangunan dan standar pengupahan pekerja, untuk menyelesaikan per-satuan pekerjaan konstruksi 3.9 satuan pekerjaan satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan dalam satuan panjang, luas, volume dan unit 4 Singkatan istilah Singkatan Kepanjangan Istilah/arti cm centimeter Satuan panjang Kg kilogram Satuan berat M 2 meter persegi Satuan luas M 3 meter kubik Satuan volume OH Orang Hari Satuan tenaga kerja per hari PP Pasir pasang Agregat halus ukuran 5 mm PU Pasir urug Pasir yang digunakan untuk urugan KP Kapur padam Kapur tohor yang dipadamkan TL Tanah liat Tanah yang lekat, lempung Sirtu Pasir batu galian yang terdiri dari pasir dan batu 5 Persyaratan 5.1 Persyaratan umum Persyaratan umum dalam perhitungan harga satuan: a) Perhitungan harga satuan pekerjaan berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia, berdasarkan harga bahan dan upah kerja sesuai dengan kondisi setempat; b) Spesifikasi dan cara pengerjaan setiap jenis pekerjaan disesuaikan dengan standar spesifikasi teknis pekerjaan yang telah dibakukan. 2 dari 7

9 5.2 Persyaratan teknis Persyaratan teknis dalam perhitungan harga satuan pekerjaan: a) Pelaksanaan perhitungan satuan pekerjaan harus didasarkan pada gambar teknis dan rencana kerja serta syarat-syarat (RKS); b) Perhitungan indeks bahan telah ditambahkan toleransi sebesar 5%-20%, dimana di dalamnya termasuk angka susut, yang besarnya tergantung dari jenis bahan dan komposisi adukan; c) Jam kerja efektif untuk tenaga kerja diperhitungkan 5 jam perhari. 6 Penetapan indeks harga satuan pekerjaan tanah 6.1 Menggali 1 m 3 tanah biasa sedalam 1 meter Pekerja OH 0,750 Mandor OH 0, Menggali 1 m 3 tanah biasa sedalam 2 meter Pekerja OH 0,900 Mandor OH 0, Menggali 1 m 3 tanah biasa sedalam 3 meter Pekerja OH 1,050 Mandor OH 0, Menggali 1 m 3 tanah keras sedalam 1 meter Pekerja OH 1,000 Mandor OH 0, Menggali 1 m 3 tanah cadas sedalam 1 meter Pekerja OH 1,500 Mandor OH 0, Menggali 1 m 3 tanah lumpur sedalam 1 meter Pekerja OH 1,200 Mandor OH 0,045 3 dari 7

10 6.7 Mengerjakan 1 m 2 stripping tebing setinggi 1 meter Pekerja OH 0,050 Mandor OH 0, Membuang 1 m 3 tanah sejauh 15 meter Pekerja OH 0,330 Mandor OH 0, Mengurug kembali 1 m 3 galian Mengurug kembali 1 m 3 galian dihitung dari 1/3 kali dari indeks pekerjaan galian 6.10 Memadatkan 1 m 3 tanah (per 20 cm) Pekerja OH 0,500 Mandor OH 0, Mengurug 1 m 3 pasir urug PU m 3 1,200 Pekerja OH 0,300 Mandor OH 0, Memasang 1 m 3 Lapisan pudel campuran 1 KP : 3 PP : 7 TL untuk stabilisasi tanah. KP m 3 0,135 PP m 3 0,400 TL m 3 0,948 Pekerja OH 0,800 Tukang batu OH Kepala tukang OH 0,040 Mandor OH 0,080 4 dari 7

11 6.13 Memasang 1 m 3 Lapisan pudel campuran 1 KP : 5 TL untuk stabilisasi tanah. KP m 3 0,248 TL m 3 1,240 Pekerja OH 0,800 Tukang batu OH Kepala tukang OH 0,040 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 lapisan ijuk tebal 10 cm, untuk bidang resapan. Ijuk kg 6,000 Pekerja OH 0,150 Mandor OH 0, Mengurug 1 m 3 sirtu padat untuk peninggian lantai bangunan Sirtu m 3 1,200 Pekerja OH 0,250 Mandor OH 0,025 5 dari 7

12 Lampiran A (Informatif) Contoh penggunaan standar untuk menghitung harga satuan pekerjaan A.1 Menggali 1 m 3 tanah biasa sedalam 1 meter Harga Satuan / Upah (Rp.) Jumlah (Rp.) Pekerja OH 0, Mandor OH 0, Jumlah harga per-satuan pekerjaan dari 7

13 Bibliografi SNI , Spesifikasi bahan bangunan bagian A ( bangunan bukan logam) Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman, Analisis Biaya Konstruksi (hasil penelitian), tahun dari 7

14 SNI 2836:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS Badan Standardisasi Nasional

15

16 SNI 2836:2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup Acuan normatif Istilah dan definisi Singkatan istilah Persyaratan Penetapan indeks harga satuan pekerjaan pondasi Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 3 PP Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 4 PP Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 5 PP Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 6 PP Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 8 PP Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 KP : 1 SM : 2 PP Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 3 KP : 10 PP Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran ¼ PC : 1 KP : 4 PP Memasang 1 m 3 batu kosong (aanstamping) Memasang 1 m 3 pondasi siklop, 60% beton campuran 1 PC : 2 PB : 3 KR Memasang 1 m3 pondasi sumuran, diameter 100 cm... 6 Lampiran A... 7 Bibliografi... 8 i

17 SNI 2836:2008 Prakata Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan adalah revisi dari SNI , Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi batu belah untuk bangunan sederhana, dengan perubahan pada indeks harga bahan dan indeks harga tenaga kerja. Standar ini disusun oleh Panitia Teknik Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil melalui Gugus Kerja Struktur dan Konstruksi Bangunan pada Subpanitia Teknis, Sains, Struktur dan Konstruksi Bangunan. Tata cara penulisan disusun mengikuti Pedoman Standardisasi Nasional 08:2007 dan telah dibahas dalam rapat konsensus yang diselenggarakan pada tanggal 7 s/d 8 Desember 2006 oleh Subpanitia Teknis yang melibatkan para nara sumber, pakar dan lembaga terkait. SNI 2836:2008 akan dipergunakan sebagai acuan analisis biaya konstruksi di Indonesia. ii

18 SNI 2836:2008 Pendahuluan Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan ini disusun berdasarkan pada hasil penelitian Aanlisis Biaya Konstruksi di Pusat Litbang Permukiman Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dengan melakukan pengumpulan data sekunder analisis biaya yang diperoleh dari beberapa BUMN, Kontraktor dan data yang berasal dari analisis yang telah ada sebelumnya yaitu BOW. Dari data sekunder yang terkumpul dipilih data dengan modus terbanyak. Tahap kedua adalah penelitian lapangan untuk memperoleh data primer sebagai cross check terhadap data sekunder terpilih pada penelitian tahap pertama. Penelitian lapangan berupa penelitian produktifitas tenaga kerja lapangan pada beberapa proyek pembangunan gedung dan perumahan serta penelitian laboratorium bahan bangunan untuk komposisi bahan yang digunakan pada setiap jenis pekerjaan dengan pendekatan kinerja/performance dari jenis pekerjaan terkait. DATA LAPANGAN WAKTU DASAR INDIVIDU Waktu produktif WAKTU NORMAL INDIVIDU Rating keterampilan, mutu kerja, kondisi kerja, cuaca, dll TABULASI DATA TES KESERAGAMAN DATA Tingkat ketelitian 10% dan tingkat keyakinam 95% TES KECUKUPAN DATA Tidak Cukup Cukup WAKTU NORMAL WAKTU STANDAR Kelonggaran waktu/allowance BAHAN ANALISIS BIAYA KONSTRUKSI/ BARU iii

19

20 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan 1 Ruang lingkup Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan pondasi yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan pondasi untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan pondasi yang ditetapkan meliputi : a) Pekerjaan pembuatan pondasi batu belah dalam berbagai komposisi campuran; b) Pemasangan anstamping / batu kosong; c) Pembuatan pondasi sumuran dan pondasi siklop. 2 Acuan normatif Standar ini disusun mengacu kepada hasil pengkajian dari beberapa analisa pekerjaan yang telah diaplikasikan oleh beberapa kontraktor dengan pembanding adalah analisis BOW 1921 dan penelitian analisis biaya konstruksi. 3 Istilah dan definisi 3.1 bangunan gedung dan perumahan bangunan yang berfungsi untuk menampung kegiatan kehidupan bermasyarakat 3.2 harga satuan bahan harga yang sesuai dengan satuan jenis bahan bangunan 3.3 harga satuan pekerjaan harga yang dihitung berdasarkan analisis harga satuan bahan dan upah 3.4 indeks faktor pengali / koefisien sebagai dasar penghitungan biaya bahan dan upah kerja 3.5 indeks bahan indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan bahan bangunan untuk setiap satuan jenis pekerjaan dari 8

21 indeks tenaga kerja indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk mengerjakan setiap satuan jenis pekerjaan 3.7 pelaksana pembangunan gedung dan perumahan pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana, konsultan, kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan. 3.8 perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi suatu cara perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi, yang dijabarkan dalam perkalian indeks bahan bangunan dan upah kerja dengan harga bahan bangunan dan standar pengupahan pekerja, untuk menyelesaikan per-satuan pekerjaan konstruksi 3.9 satuan pekerjaan satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan dalam satuan panjang, luas, volume dan unit 4 Singkatan istilah Singkatan Kepanjangan Istilah/arti cm centimeter Satuan panjang kg kilogram Satuan berat m meter panjang Satuan panjang m 2 meter persegi Satuan luas m 3 meter kubik Satuan volume OH Orang Hari Satuan tenaga kerja per hari PC Portland Cement Semen Portland PU Pasir urug Pasir yang digunakan untuk urugan PP Pasir pasang Agregat halus ukuran 5 mm KR Kerikil Agregat kasar ukuran 5 mm 40 mm KP Kapur padam Kapur tohor yang dipadamkan SM Semen merah Semen hasil tumbukan bata merah PB Pasir beton Agregat halus ukuran 5 mm 2dari 8

22 5 Persyaratan 5.1 Persyaratan umum Persyaratan umum dalam perhitungan harga satuan: a) Perhitungan harga satuan pekerjaan berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia, berdasarkan harga bahan dan upah kerja sesuai dengan kondisi setempat; b) Spesifikasi dan cara pengerjaan setiap jenis pekerjaan disesuaikan dengan standar spesifikasi teknis pekerjaan yang telah dibakukan. 5.2 Persyaratan teknis Persyaratan teknis dalam perhitungan harga satuan pekerjaan: a) Pelaksanaan perhitungan satuan pekerjaan harus didasarkan kepada gambar teknis dan rencana kerja serta syarat-syarat (RKS); b) Perhitungan indeks bahan telah ditambahkan toleransi sebesar 5%-20%, dimana di dalamnya termasuk angka susut, yang besarnya tergantung dari jenis bahan dan komposisi adukan; c) Jam kerja efektif untuk tenaga kerja diperhitungkan 5 jam perhari. 6 Penetapan indeks harga satuan pekerjaan pondasi 6.1 Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 3 PP Batu belah 15 cm/20 cm M 3 1,200 PC Kg 202,000 PP M 3 0,485 Pekerja OH 1,500 Tukang batu OH 0,750 Kepala tukang OH 0,075 Mandor OH 0, Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 4 PP Batu belah 15 cm/20 cm M 3 1,200 PC Kg 163,000 PP M 3 0,520 Pekerja OH 1,500 Tukang batu OH 0,750 Kepala tukang OH 0,075 Mandor OH 0,075 3 dari 8

23 6.3 Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 5 PP Batu belah 15 cm/20 cm M 3 1,200 PC Kg 136,000 PP M 3 0,544 Pekerja OH 1,500 Tukang batu OH 0,750 Kepala tukang OH 0,075 Mandor OH 0, Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 6 PP Batu belah 15 cm/20 cm m 3 1,200 PC kg 117,000 PP m 3 0,561 Pekerja OH 1,500 Tukang batu OH 0,750 Kepala tukang OH 0,075 Mandor OH 0, Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 8 PP Batu belah 15 cm/20 cm m 3 1,200 PC kg 91,000 PP m 3 0,584 Pekerja OH 1,500 Tukang batu OH 0,750 Kepala tukang OH 0,075 Mandor OH 0, Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 KP : 1 SM : 2 PP Batu belah 15 cm/20 cm m 3 1,200 KP m 3 0,170 SM m 3 0,170 PP m 3 0,340 Pekerja OH 1,500 Tukang batu OH 0,750 Kepala tukang OH 0,075 Mandor OH 0,075 4dari 8

24 6.7 Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 3 KP : 10 PP Batu belah 15 cm/20 cm m 3 1,200 PC kg 61,000 KP m 3 0,147 PP m 3 0,492 Pekerja OH 1,500 Tukang batu OH 0,750 Kepala tukang OH 0,075 Mandor OH 0, Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran ¼ PC : 1 KP : 4 PP Batu belah 15 cm/20 cm m 3 1,200 PC kg 41,000 KP m 3 0,131 PP m 3 0,523 Pekerja OH 1,500 Tukang batu OH 0,750 Kepala tukang OH 0,075 Mandor OH 0, Memasang 1 m 3 batu kosong (anstamping) Batu belah 15 cm/20 cm m 3 1,200 Pasir urug m 3 0,432 Pekerja OH 0,780 Tukang batu OH 0,390 Kepala tukang OH 0,039 Mandor OH 0,039 5 dari 8

25 6.10 Memasang 1 m 3 pondasi siklop, 60% beton campuran 1 PC : 2 PB : 3 KR dan 40% batu belah Batu belah 15 cm/20 cm m 3 0,480 PC kg 194,000 Pasir beton m 3 0,312 KR m 3 0,468 Besi beton kg 126,000 Kawat beton kg 1,800 Pekerja OH 3,400 Tukang batu OH 0,850 Kepala tukang OH 0,085 Mandor OH 0, Memasang 1 m3 pondasi sumuran, diameter 100 cm Batu belah 15 cm/20 cm m 3 0,450 PC kg 194,000 PB m 3 0,312 KR m 3 0,468 Pekerja OH 2,400 Tukang batu OH 0,800 Kepala tukang OH 0,080 Mandor OH 0,119 6dari 8

26 Lampiran A (Informatif) Contoh penggunaan standar untuk menghitung harga satuan pekerjaan A.1 Memasang 1 m 3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 3 PP Harga Satuan /Upah (Rp.) Jumlah (Rp.) Batu belah m 3 1, PC kg 202, PP m 3 0, Pekerja OH 1, Tukang batu OH 0, Kepala tukang OH 0, Mandor OH 0, Jumlah harga per satuan pekerjaan dari 8

27 Bibliografi Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman, Analisis Biaya Konstruksi (hasil penelitian), tahun SNI , Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam) SNI , Spesifikasi bahan bangunan bagian B ( bangunan dari besi / baja) 8dari 8

28 SNI 6897:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS Badan Standardisasi Nasional

29

30 SNI 6897:2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iii Pendahuluan... iv 1 Ruang lingkup Acuan normatif Istilah dan definisi Singkatan istilah Persyaratan Penetapan indeks harga satuan pekerjaan dinding Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 2 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 3 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 4 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 5 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 6 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 3 KP : 10 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 2 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 3 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 4 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 5 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 6 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 8 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 3 KP : 10 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 KP : 1 SM : 1 PP Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 KP : 1 SM : 2 PP... 7 i

31 SNI 6897: Memasang 1 m 2 dinding HB 20, campuran spesi 1 PC : 3 PP Memasang 1 m 2 dinding HB 20, campuran spesi 1 PC : 4 PP Memasang 1 m 2 dinding HB 15, campuran spesi 1 PC : 3 PP Memasang 1 m 2 dinding HB 15, campuran spesi 1 PC : 4 PP Memasang 1 m 2 dinding HB 10, campuran spesi 1 PC : 3 PP Memasang 1 m 2 dinding HB 10, campuran spesi 1 PC : 4 PP Memasang 1 m 2 dinding terawang (roster) ukuran (12 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 3 PP Memasang 1 m 2 dinding terawang (roster) ukuran (12 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 4 PP Memasang 1 m 2 dinding bata berongga ekspose ukuran (5 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 3 PP... 9 Lampiran A Bibliografi ii

32 SNI 6897:2008 Prakata Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan adalah revisi dari SNI Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding, yang disesuaikan dengan keadaan di Indonesia dengan melakukan modifikasi terhadap indeks harga satuan. Standar ini disusun oleh Panitia Teknik Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil melalui Gugus Kerja Struktur dan Konstruksi Bangunan pada Subpanitia Teknis, Sains, Struktur dan Konstruksi Bangunan. Tata cara penulisan disusun mengikuti Pedoman Standardisasi Nasional 08:2007 serta telah dibahas dalam rapat konsensus yang diselenggarakan pada tanggal 7 s/d 8 Desember 2006 oleh Subpanitia Teknis yang melibatkan para nara sumber, pakar dan lembaga terkait. iii

33 SNI 6897:2008 Pendahuluan Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan ini disusun berdasarkan pada hasil penelitian Analisis Biaya Konstruksi di Pusat Litbang Permukiman Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dengan melakukan pengumpulan data sekunder analisis biaya yang diperoleh dari beberapa BUMN, Kontraktor dan data yang berasal dari analisis yang telah ada sebelumnya yaitu BOW. Dari data sekunder yang terkumpul dipilih data dengan modus terbanyak. Tahap kedua adalah penelitian lapangan untuk memperoleh data primer sebagai cross check terhadap data sekunder terpilih pada penelitian tahap pertama. Penelitian lapangan berupa penelitian produktifitas tenaga kerja lapangan pada beberapa proyek pembangunan gedung dan perumahan serta penelitian laboratorium bahan bangunan untuk komposisi bahan yang digunakan pada setiap jenis pekerjaan dengan pendekatan kinerja/performance dari jenis pekerjaan terkait. DATA LAPANGAN WAKTU DASAR INDIVIDU Waktu produktif WAKTU NORMAL INDIVIDU Rating keterampilan, mutu kerja, kondisi kerja, cuaca, dll TABULASI DATA TES KESERAGAMAN DATA Tingkat ketelitian 10% dan tingkat keyakinam 95% TES KECUKUPAN DATA Tidak Cukup Cukup WAKTU NORMAL WAKTU STANDAR Kelonggaran waktu/allowance BAHAN ANALISIS BIAYA KONSTRUKSI/ BARU iv

34 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan 1 Ruang lingkup Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan dinding yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan dinding untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan dinding yang ditetapkan meliputi : a) Pekerjaan dinding bata merah dengan berbagai ketebalan dan spesi; b) Pekerjaan dinding hollow block dengan berbagai dimensi dan spesi; c) Pekerjaan pemasangan terawang (roster) atau bata berongga. 2 Acuan normatif Standar ini disusun mengacu kepada hasil pengkajian dari beberapa analisa pekerjaan yang telah diaplikasikan oleh beberapa kontraktor dengan pembanding adalah analisis BOW 1921 dan penelitian analisis biaya konstruksi. 3 Istilah dan definisi 3.1 bangunan gedung dan perumahan bangunan yang berfungsi untuk menampung kegiatan kehidupan bermasyarakat 3.2 harga satuan bahan harga yang sesuai dengan satuan jenis bahan bangunan 3.3 harga satuan pekerjaan harga yang dihitung berdasarkan analisis harga satuan bahan dan upah 3.4 indeks faktor pengali atau koefisien sebagai dasar perhitungan biaya bahan dan upah kerja 3.5 indeks bahan indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan bahan bangunan untuk setiap satuan jenis pekerjaan 1 dari 11

35 3.6 indeks tenaga kerja indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk mengerjakan setiap satuan jenis pekerjaan 3.7 pelaksana pembangunan gedung dan perumahan pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana, konsultan, kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan. 3.8 perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi suatu cara perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi, yang dijabarkan dalam perkalian indeks bahan bangunan dan upah kerja dengan harga bahan bangunan dan standar pengupahan pekerja, untuk menyelesaikan persatuan pekerjaan konstruksi 3.9 satuan pekerjaan satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan dalam satuan panjang, luas, volume dan unit 4 Singkatan istilah Singkatan Kepanjangan Istilah/arti cm centimeter Satuan panjang kg Kilogram Satuan berat m meter panjang Satuan panjang m 2 meter persegi Satuan luas m 3 meter kubik Satuan volume OH Orang Hari Satuan tenaga kerja per hari PC Portland Cement Semen Portland PP Pasir pasang Agregat halus ukuran 5 mm KP Kapur padam Kapur tohor yang dipadamkan SM Semen merah Semen hasil tumbukan bata merah HB Hollow block Bata berlubang di bagian tengahnya dari bahan tras dan kapur CB Concreate Blck Bata berlubang di bagian tengahnya dari bahan semen dan pasir 2

36 5 Persyaratan 5.1 Persyaratan umum Persyaratan umum dalam perhitungan harga satuan: a) Perhitungan harga satuan pekerjaan berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia, berdasarkan harga bahan dan upah kerja sesuai dengan kondisi setempat; b) Spesifikasi dan cara pengerjaan setiap jenis pekerjaan disesuaikan dengan standar spesifikasi teknis pekerjaan yang telah dibakukan. 5.2 Persyaratan teknis Persyaratan teknis dalam perhitungan harga satuan pekerjaan: a) Pelaksanaan perhitungan satuan pekerjaan harus didasarkan kepada gambar teknis dan rencana kerja serta syarat-syarat (RKS); b) Perhitungan indeks bahan telah ditambahkan toleransi sebesar 5%-20%, dimana di dalamnya termasuk angka susut, yang besarnya tergantung dari jenis bahan dan komposisi adukan; c) Jam kerja efektif untuk tenaga kerja diperhitungkan 5 jam perhari. d) Penggunaan bahan lain sejenis dengan ukuran dan berat yang sama, analisa ini dapat digunakan. 6 Penetapan indeks harga satuan pekerjaan dinding 6.1 Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 2 PP Bata merah Buah 140,000 PC kg 43,500 PP m 3 0,080 Pekerja OH 0,600 Tukang batu OH 0,200 Kepala tukang OH 0,020 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 3 PP Bata merah Buah 140,000 PC kg 32,950 PP m 3 0,091 Pekerja OH 0,600 Tukang batu OH 0,200 Kepala tukang OH 0,020 Mandor OH 0,030 3 dari 11

37 6.3 Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 4 PP Bata merah Buah 140,000 PC kg 26,550 PP m 3 0,093 Pekerja OH 0,600 Tukang batu OH 0,200 Kepala tukang OH 0,020 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 5 PP Bata merah Buah 140,000 PC kg 22,200 PP m 3 0,102 Pekerja OH 0,600 Tukang batu OH 0,200 Kepala tukang OH 0,020 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 6 PP Bata merah Buah 140,000 PC kg 18,500 PP m 3 0,122 Pekerja OH 0,600 Tukang batu OH 0,200 Kepala tukang OH 0,020 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 3 KP : 10 PP Bata merah Buah 140,000 PC kg 10,080 PP m 3 0,0925 KP m 3 0,0275 Pekerja OH 0,600 Tukang batu OH 0,200 Kepala tukang OH 0,020 Mandor OH 0,030 4

38 6.7 Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 2 PP Bata merah Buah 70,000 PC kg 18,950 PP m 3 0,038 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 3 PP Bata merah Buah 70,000 PC kg 14,370 PP m 3 0,040 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 4 PP Bata merah Buah 70,000 PC kg 11,500 PP m 3 0,043 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 5 PP Bata merah Buah 70,000 PC kg 9,680 PP m 3 0,045 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0,015 5 dari 11

39 6.10 Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 6 PP Bata merah Buah 70,000 PC kg 8,320 PP m 3 0,049 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 8 PP Bata merah Buah 70,000 PC kg 6,500 PP m 3 0,050 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 3 KP : 10 PP Bata merah Buah 70,000 PC kg 4,500 PP m 3 0,050 KP m 3 0,015 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 KP : 1 SM : 1 PP Bata merah Buah 70,000 SM m 3 0,018 PP m 3 0,018 KP m 3 0,018 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0,015 6

40 6.15 Memasang 1 m 2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 KP : 1 SM : 2 PP Bata merah Buah 70,000 SM m 3 0,014 PP m 3 0,028 KP m 3 0,014 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding HB/CB 20, campuran spesi 1 PC : 3 PP HB 20 Buah 12,500 PC kg 30,320 PP m 3 0,7280 Besi angkur φ =8 mm kg 0,280 Pekerja OH 0,350 Tukang batu OH 0,150 Kepala tukang OH 0,015 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding HB/CB 20, campuran spesi 1 PC : 4 PP HB 20 Buah 12,500 PC kg 24,260 PP m 3 0,772 Besi angkur φ =8 mm kg 0,280 Pekerja OH 0,350 Tukang batu OH 0,150 Kepala tukang OH 0,015 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding HB/CB 15, campuran spesi 1 PC : 3 PP HB 15 Buah 12,500 PC kg 22,740 PP m 3 0,550 Besi angkur φ =8 mm kg 0,280 Pekerja OH 0,320 Tukang batu OH 0,120 Kepala tukang OH 0,012 Mandor OH 0,016 7 dari 11

41 6.19 Memasang 1 m 2 dinding HB/CB 15, campuran spesi 1 PC : 4 PP HB 15 Buah 12,500 PC kg 18,200 PP m 3 0,582 Besi angkur φ =8 mm kg 0,280 Pekerja OH 0,320 Tukang batu OH 0,120 Kepala tukang OH 0,012 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding HB/CB 10, campuran spesi 1 PC : 3 PP HB 10 Buah 12,500 PC kg 15,160 PP m 3 0,364 Besi angkur φ =8 mm kg 0,280 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding HB/CB 10, campuran spesi 1 PC : 4 PP HB 10 Buah 12,500 PC kg 12,130 PP m 3 0,388 Besi angkur φ =8 mm kg 0,280 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding terawang (roster) ukuran (12 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 3 PP Terawang (roster) Buah 30,000 PC kg 14,000 PP m 3 0,032 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0,015 8

42 6.23 Memasang 1 m 2 dinding terawang (roster) ukuran (12 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 4 PP Terawang (roster) Buah 30,000 PC kg 11,000 PP m 3 0,035 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0, Memasang 1 m 2 dinding bata berongga ekspose ukuran (5 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 3 PP Bata berongga ekspose Buah 70,000 PC kg 14,000 PP m 3 0,032 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,150 Kepala tukang OH 0,015 Mandor OH 0,015 9 dari 11

43 Lampiran A (Informatif) Contoh penggunaan standar untuk menghitung harga satuan pekerjaan A.1 Memasang 1 m 3 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 2 PP Harga Satuan /Upah (Rp.) Jumlah (Rp.) Bata merah buah 140, PC kg 43, PP m 3 0, Pekerja OH 0, Tukang batu OH 0, Kepala tukang OH 0, Mandor OH 0, Jumlah harga per satuan pekerjaan

44 Bibliografi SNI , Spesifikasi peralatan pemasangan dinding bata dan plesteran SNI , Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam) SNI , Spesifikasi bahan bangunan bagian B (bahan bangunan dari besi/baja) SNI , Spesifikasi bahan bangunan bagian C (bahan bangunan dari logam bukan besi) Pt-T C, Tata cara pengerjaan pasangan dan plesteran dinding Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman, Analisa Biaya Konstruksi (hasil penelitian), tahun dari 11

45 SNI 2837:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS Badan Standardisasi Nasional

46

47 SNI 2837:2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iii Pendahuluan... iv 1 Ruang lingkup Acuan normatif Istilah dan definisi Singkatan istilah Persyaratan Penetapan indeks harga satuan pekerjaan plesteran Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 1 PP, tebal 15 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 2 PP, tebal 15 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 3 PP, tebal 15 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 4 PP, tebal 15 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 5 PP, tebal 15 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 6 PP, tebal 15 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 7 PP, tebal 15 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 8 PP, tebal 15 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : ½ KP : 3 PP, tebal 15 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 2 KP : 8 PP, tebal 15 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 SM : 1 KP : 1 PP, tebal 15 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 SM : 1 KP : 2 PP, tebal 15 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 2 PP, tebal 20 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 3 PP, tebal 20 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 4 PP, tebal 20 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 5 PP, tebal 20 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 6 PP, tebal 20 mm Membuat 1 m 2 plesteran 1 SM : 1 KP : 2 PP, tebal 20 mm Membuat 1 m 2 Berapen 1 PC : 5 PP, tebal 15 mm Membuat 1 m Plesteran Skoning 1 PC : 2 PP, lebar 10 mmerror! Bookmark not defined Membuat 1 m 2 Plesteran Granit, 1 PC : 2 Granit, tebal 10 mm Membuat 1 m 2 Plesteran Teraso, 1 PC : 2 Batu Teraso, tebal 10 mm Membuat 1 m 2 Plesteran Ciprat 1 PC : 2 PP Membuat 1 m 2 finishing siar pasangan dinding bata merah (=20 m ) Membuat 1 m 2 finishing siar pasangan dinding conblock ekspose (=8 m )... 9 i

48 SNI 2837: Membuat 1 m 2 finishing siar pasangan batu kali adukan 1 PC : 2 PP Membuat 1 m 2 acian... 9 Lampiran A Bibliografi ii

49 SNI 2837:2008 Prakata Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan dan perumahan adalah revisi dari SNI , Analisis Biaya Konstruksi (ABK) Bangunan gedung dan Perumahan Pekerjaan Plesteran, dengan perubahan pada indeks harga bahan dan indeks harga tenaga kerja. Standar ini disusun oleh Panitia Teknis Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil pada Subpanitia Teknik, Sains, Struktur, dan Konstruksi Bangunan. Tata cara penulisan disusun mengikuti Pedoman Standardisasi Nasional Nomor 8 Tahun 2007 dan dibahas pada forum rapat konsensus pada tanggal 7 s.d 8 Desember 2006 di Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Bandung dengan melibatkan para nara sumber, pakar dan lembaga terkait. iii

50 SNI 2837:2008 Pendahuluan Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan ini disusun berdasarkan pada hasil penelitian Analisis Biaya Konstruksi di Pusat Litbang Permukiman Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dengan melakukan pengumpulan data sekunder analisis biaya yang diperoleh dari beberapa BUMN, Kontraktor dan data yang berasal dari analisis yang telah ada sebelumnya yaitu BOW. Dari data sekunder yang terkumpul dipilih data dengan modus terbanyak. Tahap kedua adalah penelitian lapangan untuk memperoleh data primer sebagai cross check terhadap data sekunder terpilih pada penelitian tahap pertama. Penelitian lapangan berupa penelitian produktifitas tenaga kerja lapangan pada beberapa proyek pembangunan gedung dan perumahan serta penelitian laboratorium bahan bangunan untuk komposisi bahan yang digunakan pada setiap jenis pekerjaan dengan pendekatan kinerja/performance dari jenis pekerjaan terkait. DATA LAPANGAN WAKTU DASAR INDIVIDU Waktu produktif WAKTU NORMAL INDIVIDU Rating keterampilan, mutu kerja, kondisi kerja, cuaca, dll TABULASI DATA TES KESERAGAMAN DATA Tingkat ketelitian 10% dan tingkat keyakinam 95% TES KECUKUPAN DATA Tidak Cukup Cukup WAKTU NORMAL WAKTU STANDAR Kelonggaran waktu/allowance BAHAN ANALISIS BIAYA KONSTRUKSI/ BARU iv

51 SNI 2837:2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan 1 Ruang lingkup Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan plesteran yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan plesteran untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan plesteran yang ditetapkan meliputi pekerjaan plesteran dalam berbagai ketebalan dan campuran, berapen dan penyelesaian akhir/ acian. 2 Acuan normatif Standar ini disusun mengacu kepada hasil pengkajian dari beberapa analisis pekerjaan yang telah diaplikasikan oleh beberapa kontraktor dengan pembanding adalah analisis BOW 1921 dan penelitian analisis biaya konstruksi. 3 Istilah dan definisi 3.1 bangunan gedung dan perumahan bangunan yang berfungsi untuk menampung kegiatan kehidupan bermasyarakat 3.2 harga satuan bahan harga yang sesuai dengan satuan jenis bahan bangunan 3.3 harga satuan pekerjaan harga yang dihitung berdasarkan analisis harga satuan bahan dan upah 3.4 indeks faktor pengali atau koefisien sebagai dasar perhitungan biaya bahan dan upah kerja 3.5 indeks bahan indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan bahan bangunan untuk setiap satuan jenis pekerjaan 3.6 indeks tenaga kerja indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk mengerjakan setiap satuan jenis pekerjaan 1 dari 11

52 SNI 2837: pelaksana pembangunan gedung dan perumahan pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana, konsultan, kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan 3.8 perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi suatu cara perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi, yang dijabarkan dalam perkalian indeks bahan bangunan dan upah kerja dengan harga bahan bangunan dan standar pengupahan pekerja, untuk menyelesaikan per-satuan pekerjaan konstruksi 3.9 satuan pekerjaan satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan dalam satuan panjang, luas, volume dan unit 4 Singkatan istilah Singkatan Kepanjangan Istilah/arti mm milimeter Satuan panjang kg kilogram Satuan berat m meter panjang Satuan panjang m 2 meter persegi Satuan luas m 3 meter kubik Satuan volume OH Orang Hari Satuan tenaga kerja per hari PC Portland Cement Semen portland PP Pasir pasang Agregat halus ukuran 5 mm KP Kapur padam Kapur tohor yang dipadamkan SM Semen merah Semen hasil tumbukan bata merah 5 Persyaratan 5.1 Persyaratan umum Persyaratan umum dalam perhitungan harga satuan: a) Perhitungan harga satuan pekerjaan berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia, berdasarkan harga bahan dan upah kerja sesuai dengan kondisi setempat; b) Spesifikasi dan cara pengerjaan setiap jenis pekerjaan disesuaikan dengan standar spesifikasi teknis pekerjaan yang telah dibakukan. 5.2 Persyaratan teknis Persyaratan teknis dalam perhitungan harga satuan pekerjaan: a) Pelaksanaan perhitungan satuan pekerjaan harus didasarkan kepada gambar teknis dan rencana kerja serta syarat-syarat (RKS); b) Perhitungan indeks bahan telah ditambahkan toleransi sebesar 5%-20%, dimana di dalamnya termasuk angka susut, yang besarnya tergantung dari jenis bahan dan komposisi adukan; c) Jam kerja efektif untuk tenaga kerja diperhitungkan 5 jam perhari. 2 dari 11

53 SNI 2837: Penetapan indeks harga satuan pekerjaan plesteran 6.1 Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 1 PP, tebal 15 mm PC Kg 15,504 PP M 3 0,016 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,150 Kepala tukang OH 0,015 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 2 PP, tebal 15 mm PC Kg 10,224 PP M 3 0,020 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,150 Kepala tukang OH 0,015 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 3 PP, tebal 15 mm PC Kg 7,776 PP M 3 0,023 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,150 Kepala tukang OH 0,015 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 4 PP, tebal 15 mm PC Kg 6,240 PP M 3 0,024 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,150 Kepala tukang OH 0,015 Mandor OH 0,015 3 dari 11

54 SNI 2837: Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 5 PP, tebal 15 mm PC kg 5,184 PP m 3 0,026 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,150 Kepala tukang OH 0,015 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 6 PP, tebal 15 mm PC kg 4,416 PP m 3 0,027 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,150 Kepala tukang OH 0,015 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 7 PP, tebal 15 mm PC kg 3,936 PP m 3 0,028 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,150 Kepala tukang OH 0,015 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 8 PP, tebal 15 mm PC kg 3,456 PP m 3 0,029 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,150 Kepala tukang OH 0,015 Mandor OH 0,015 4 dari 11

55 SNI 2837: Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : ½ KP : 3 PP, tebal 15 mm PC kg 5,760 KP m 3 0,003 PP m 3 0,013 Pekerja OH 0,360 Tukang batu OH 0,120 Kepala tukang OH 0,012 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 2 KP : 8 PP, tebal 15 mm PC kg 3,000 KP m 3 0,005 PP m 3 0,020 Pekerja OH 0,360 Tukang batu OH 0,120 Kepala tukang OH 0,012 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 plesteran 1 SM : 1 KP : 1 PP, tebal 15 mm SM m 3 0,009 KP m 3 0,009 PP m 3 0,009 Pekerja OH 0,360 Tukang batu OH 0,120 Kepala tukang OH 0,012 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 plesteran 1 SM : 1 KP : 2 PP, tebal 15 mm SM m 3 0,007 KP m 3 0,007 PP m 3 0,015 Pekerja OH 0,360 Tukang batu OH 0,120 Kepala tukang OH 0,012 Mandor OH 0,018 5 dari 11

56 SNI 2837: Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 2 PP, tebal 20 mm PC kg 13,632 PP m 3 0,027 Pekerja OH 0,400 Tukang batu OH 0,200 Kepala tukang OH 0,020 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 3 PP, tebal 20 mm PC kg 10,368 PP m 3 0,031 Pekerja OH 0,260 Tukang batu OH 0,200 Kepala tukang OH 0,020 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 4 PP, tebal 20 mm PC kg 8,320 PP m 3 0,032 Pekerja OH 0,400 Tukang batu OH 0,200 Kepala tukang OH 0,020 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 5 PP, tebal 20 mm PC kg 6,912 PP m 3 0,035 Pekerja OH 0,400 Tukang batu OH 0,200 Kepala tukang OH 0,020 Mandor OH 0,022 6 dari 11

57 SNI 2837: Membuat 1 m 2 plesteran 1 PC : 6 PP, tebal 20 mm PC kg 5,888 PP m 3 0,036 Pekerja OH 0,400 Tukang batu OH 0,200 Kepala tukang OH 0,020 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 plesteran 1 SM : 1 KP : 2 PP, tebal 20 mm SM m 3 0,009 KP m 3 0,009 PP m 3 0,018 Pekerja OH 0,440 Tukang batu OH 0,220 Kepala tukang OH 0,022 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 Berapen 1 PC : 5 PP, tebal 15 mm PC kg 5,184 PP m 3 0,026 Pekerja OH 0,150 Tukang batu OH 0,075 Kepala tukang OH 0,008 Mandor OH 0, Membuat 1 m Plesteran Skoning lebar 10 mm 1 PC : 2 PP. PC kg 0,500 PP m 3 0,013 Pekerja OH 0,080 Tukang batu OH 0,400 Kepala tukang OH 0,040 Mandor OH 0,004 7 dari 11

58 SNI 2837: Membuat 1 m 2 Plesteran Granit, 1 PC : 2 Granit, tebal 10 mm PC kg 10,000 Batu granit kg 15,000 Pekerja OH 0,450 Tukang batu OH 0,225 Kepala tukang OH 0,023 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 Plesteran Teraso, 1 PC : 2 Batu Teraso, tebal 10 mm PC kg 10,000 Batu teraso kg 15,000 Pekerja OH 0,450 Tukang batu OH 0,225 Kepala tukang OH 0,023 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 Plesteran Ciprat / Kamprotan 1 PC : 2 PP PC kg 4,320 PP m 3 0,006 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 finishing siar pasangan dinding bata merah (=20 m ) PC kg 3,108 Pekerja OH 0,150 Tukang batu OH 0,075 Kepala tukang OH 0,008 Mandor OH 0,008 8 dari 11

59 SNI 2837: Membuat 1 m 2 finishing siar pasangan dinding conblock ekspose (=8 m ) PC kg 1,600 Pekerja OH 0,070 Tukang batu OH 0,035 Kepala tukang OH 0,004 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 finishing siar pasangan batu kali adukan 1 PC : 2 PP PC kg 6,340 PP m 3 0,012 Pekerja OH 0,300 Tukang batu OH 0,150 Kepala tukang OH 0,015 Mandor OH 0, Membuat 1 m 2 acian PC kg 3,250 Pekerja OH 0,200 Tukang batu OH 0,100 Kepala tukang OH 0,010 Mandor OH 0,010 9 dari 11

60 SNI 2837:2008 Lampiran A (Informatif) Contoh penggunaan standar untuk menghitung harga satuan pekerjaan A.1 Membuat 1 m 2 acian Harga Satuan /Upah (Rp.) Jumlah (Rp.) PP kg 3, Pekerja OH 0, Tukang batu OH 0, Kepala tukang OH 0, Mandor OH 0, Jumlah harga per satuan pekerjaan dari 11

61 SNI 2837:2008 Bibliografi SNI , Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam) SNI , Spesifikasi peralatan pemasangan dinding bata dan plesteran SNI , Tata cara pengecatan dinding tembok dengan cat emulsi Pt-T C, Tata cara pengerjaan pasangan dan plesteran dinding Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman, Analisis Biaya Konstruksi (hasil penelitian), tahun dari 11

62 SNI 7394:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS Badan Standardisasi Nasional

63

64 SNI 7394:2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata iii Pendahuluan.. iv 1 Ruang lingkup Acuan normatif Istilah dan definisi Singkatan istilah Persyaratan Penetapan indeks harga satuan pekerjaan beton Membuat 1 m 3 beton mutu f c = 7,4 MPa (K 100), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0, Membuat 1 m 3 beton mutu f c = 9,8 MPa (K 125), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0, Membuat 1 m 3 beton mutu f c = 12,2 MPa (K 150), slump (12 ± 2) cm, Membuat 1 m 3 lantai kerja beton mutu f c = 7,4 MPa (K 100), slump (3-6) cm, w/c = 0, Membuat 1 m 3 beton mutu f c = 14,5 MPa (K 175), slump (12 ± 2) cm, Membuat 1 m 3 beton mutu f c = 16,9 MPa (K 200), slump (12 ± 2) cm, Membuat 1 m 3 beton mutu f c = 19,3 MPa (K 225), slump (12 ± 2) cm, Membuat 1 m 3 beton mutu f c = 21,7 MPa (K 250), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0, Membuat 1 m 3 beton mutu f c = 24,0 MPa (K 275), slump (12 ± 2) cm, Membuat 1 m 3 beton mutu f c = 26,4 MPa (K 300), slump (12 ± 2) cm, Membuat 1 m 3 beton mutu f c = 28,8 MPa (K 325), slump (12 ± 2) cm, Membuat 1 m 3 beton mutu f c = 31,2 MPa (K 350), slump (12 ± 2) cm, Membuat 1 m 3 beton kedap air dengan strorox Memasang 1 m PVC Waterstop lebar 150 mm Memasang 1 m PVC Waterstop lebar 200 mm Membuat 1 m PVC Waterstop lebar 230 mm 320 mm Pembesian 10 kg dengan besi polos atau besi ulir Memasang 10 kg kabel presstressed polos/strands Memasang 10 kg jaring kawat baja/wire mesh Memasang 1 m 2 bekisting untuk pondasi Memasang 1 m 2 bekisting untuk sloof Memasang 1 m 2 bekisting untuk kolom Memasang 1 m 2 bekisting untuk balok Memasang 1 m 2 bekisting untuk lantai Memasang 1 m 2 bekisting untuk dinding Memasang 1 m 2 bekisting untuk tangga Memasang 1 m 2 jembatan untuk pengecoran beton Membuat 1 m 3 pondasi beton bertulang (150 kg besi + bekisting) Membuat 1 m 3 sloof beton bertulang (200 kg besi + bekisting) Membuat 1 m 3 kolom beton bertulang (300 kg besi + bekisting) Membuat 1 m 3 balok beton bertulang (200 kg besi + bekisting) Membuat 1 m 3 plat beton bertulang (150 kg besi + bekisting)... 12

65 6.33 Membuat 1 m 3 dinding beton bertulang (150 kg besi + bekisting) Membuat 1 m 3 dinding beton bertulang (200 kg besi + bekisting) Membuat 1 m kolom praktis beton bertulang (11 x 11) cm Membuat 1 m ring balok beton bertulang (10 x 15) cm Lampiran A. 15 Bibliografi 16 ii

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata...

Lebih terperinci

Revisi SNI Daftar isi

Revisi SNI Daftar isi Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iii Pendahuluan... iv 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan normatif...1 3 Istilah dan definisi...1 4 Singkatan istilah...2 5 Persyaratan...2 6 Penetapan indeks harga satuan

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2836:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 2836:2008 Daftar

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2835:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 2835:2008 Daftar

Lebih terperinci

Revisi SNI Daftar isi

Revisi SNI Daftar isi Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iii Pendahuluan... iv 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan normatif...1 3 Istilah dan definisi...1 4 Singkatan istilah...2 5 Persyaratan...3 6 Penetapan indeks harga satuan

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata...

Lebih terperinci

Revisi SNI Daftar isi

Revisi SNI Daftar isi Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan normatif...1 3 Istilah dan definisi...1 4 Singkatan istilah...2 5 Persyaratan...2 6 Penetapan indeks harga satuan

Lebih terperinci

Revisi SNI Daftar isi

Revisi SNI Daftar isi Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan normatif...1 3 Istilah dan definisi...1 4 Singkatan istilah...2 5 Persyaratan...3 6 Penetapan indeks harga satuan

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2836:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 2836:2008 Daftar

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2835:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 2835:2008 Daftar

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 7394:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 7394:2008 Daftar

Lebih terperinci

Revisi SNI T C. Daftar isi

Revisi SNI T C. Daftar isi Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iii Pendahuluan... iv 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan normatif...1 3 Istilah dan definisi...1 4 Singkatan istilah...2 5 Persyaratan...2 6 Penetapan indeks harga satuan

Lebih terperinci

Lampiran A...15 Bibliografi...16

Lampiran A...15 Bibliografi...16 Daftar isi Daftar isi...i Prakata...iii Pendahuluan...iv 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan normatif...1 3 Istilah dan definisi...1 4 Singkatan istilah...2 5 Persyaratan...2 6 Penetapan indeks harga satuan pekerja

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi Untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi Untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif... 1 3 Istilah dan definisi... 1 4 Singkatan istilah... 2 5 Persyaratan... 3 6 Penetapan indeks hargasatuan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. 6.9 Memasang 1 m 2 plesteran 1 PC :

DAFTAR ISI. 6.9 Memasang 1 m 2 plesteran 1 PC : DAFTAR ISI Daftar isi... Prakata... Pendahuluan... 1 Ruang linkup... 1 2 Acuan normative... 1 3 Istilah dan definisi... 1 4 Singkatan istilah... 2 5 Persyaratan... 2 6 Penetapan indeks harga satuan pekerjaan

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah. untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah. untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif... 1 3 Istilah dan definisi... 1 4 Singkatan istilah... 2 5 Persyaratan... 2 6 Penetapan indeks hargasatuan

Lebih terperinci

6.16 Memasang 1 m 2 dinding HB 20, campuran spesi 1 PC : 3 PP Memasang 1 m 2 dinding HB 20, campuran spesi 1 PC : 4 PP

6.16 Memasang 1 m 2 dinding HB 20, campuran spesi 1 PC : 3 PP Memasang 1 m 2 dinding HB 20, campuran spesi 1 PC : 4 PP Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii Pendahuluan...iv 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan normatif...1 3 Istilah dan definisi...1 4 Singkatan istilah...2 5 Persyaratan...3 6 Penetapan indeks harga satuan pekerjaan

Lebih terperinci

SNI 7395:2008 Standar Nasional Indonesia

SNI 7395:2008 Standar Nasional Indonesia SNI 7395:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional

Lebih terperinci

Revisi SNI Daftar isi

Revisi SNI Daftar isi Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan normatif...1 3 Istilah dan definisi...1 4 Singkatan istilah...2 5 Persyaratan...2 6 Penetapan indeks harga satuan

Lebih terperinci

RSNI T C. Daftar isi

RSNI T C. Daftar isi Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... v 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan normatif...1 3 Istilah dan definisi...1 4 Singkatan istilah...2 5 Persyaratan...2 6 Penetapan indeks harga satuan pekerjaan

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan langit-langit untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan langit-langit untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2839:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan langit-langit untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 2839:2008

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 03-2335-2002 Prakata Untuk menentukan biaya bangunan / building cost rancangan

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan langit-langit untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan langit-langit untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan langit-langit untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 3434:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 3434:2008 Daftar

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional Prakata Untuk menentukan biaya bangunan / building cost rancangan pekerjaan konstruksi

Lebih terperinci

6.38 memasang 1m² lantai mosaik ukuran (33 x 33) cm, campuran spesi 1pc: 3 PP...12

6.38 memasang 1m² lantai mosaik ukuran (33 x 33) cm, campuran spesi 1pc: 3 PP...12 Daftar Isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... v 1. Ruang lingkup... 1 2. Acuan Normatif... 1 3. istilah dan definisi... 1 4. Singkatan Istilah... 2 5. persyaratan... 2 6. penetapan index harga

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pasangan dinding

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pasangan dinding Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pasangan dinding ICS 91.080.30 Badan Standardisasi Nasional BADAN STANDARDISASI NASIONAL - BSN Gedung Manggala Wanabakti Blok IV

Lebih terperinci

DATA LAPANGAN WAKTU DASAR INDIVIDU WAKTU NORMAL INDIVIDU TABULASI DATA TES KESERAGAMAN DATA TES KECUKUPAN DATA WAKTU NORMAL WAKTU STANDAR

DATA LAPANGAN WAKTU DASAR INDIVIDU WAKTU NORMAL INDIVIDU TABULASI DATA TES KESERAGAMAN DATA TES KECUKUPAN DATA WAKTU NORMAL WAKTU STANDAR Daftar Isi Daftar isi... i Prakata... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif... 1 3 Istilah dan definisi... 1 4 Singkatan istilah... 2 5 Persyaratan... 2 6 Penetapan indeks harga satuan

Lebih terperinci

RSNI Rancangan Standar Nasional Indonesia

RSNI Rancangan Standar Nasional Indonesia RSNI T-12-2002 RSNI Rancangan Standar Nasional Indonesia Analisa Biaya Konstruksi (ABK) bangunan gedung dan perumahan pekerjaan persiapan DEPATEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH Daftar Isi Daftar Isi...

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA BIAYA KONSTRUKSI

DAFTAR ANALISA BIAYA KONSTRUKSI DAFTAR ANALISA BIAYA KONSTRUKSI 1 SNI 03-2835-2002 PEKERJAAN PERSIAPAN PA 6,8 1 m² Membersihkan lapangan dan perataan SNI 03-2835-2002 / 6.8 Upah Pekerja 0,100 Oh x Rp 0 = Rp 0,00 Mandor 0,005 Oh x Rp

Lebih terperinci

6.26 Memasang 1m 2 labriziring dari papan kayu kelas I Memasang 1m 2 dinding lambrizing dari plywood ukuran (120x240) cm

6.26 Memasang 1m 2 labriziring dari papan kayu kelas I Memasang 1m 2 dinding lambrizing dari plywood ukuran (120x240) cm Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iii Pendahuluan... iv 1. Ruang lingkup... 1 2. Acuan Normatif... 1 3. Istilah dan definisi... 1 4. Singkatan istilah... 2 5. Persyaratan... 2 6. Penetapan indeks harga

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PROYEK RUMAH TINGGAL BERDASARKAN ANALISA BOW DAN SNI 2007

ANALISIS PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PROYEK RUMAH TINGGAL BERDASARKAN ANALISA BOW DAN SNI 2007 ANALISIS PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PROYEK RUMAH TINGGAL BERDASARKAN ANALISA BOW DAN SNI 2007 Sintong Naek Hallasson Hutasoit NRP : 0521055 Pembimbing : Maksum Tanubrata, IR. MT FAKULTAS TEKNIK

Lebih terperinci

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL. Konsep. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL. Konsep. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan Konsep Pd.T. xx-200x.a RPT0 RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL Konsep Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan Volume I: Umum Bagian 4: Beton dan Bekisting ICS 93.010 BIDANG

Lebih terperinci

ANALISA HARGA SATUAN KEGIATAN KONSTRUKSI PEMERINTAH KOTA MADIUN TAHUN ANGGARAN 2016

ANALISA HARGA SATUAN KEGIATAN KONSTRUKSI PEMERINTAH KOTA MADIUN TAHUN ANGGARAN 2016 - 1 - LAMPIRAN II : KEPUTUSAN ALIKOTA MADIUN NOMOR : 050-401.012/ /2015 TANGGAL : ANALISA KEGIATAN KONSTRUKSI PEMERINTAH KOTA MADIUN TAHUN ANGGARAN 2016 KODE BARANG URAIAN KEGIATAN KOEF 2.01 HSPK FISIK

Lebih terperinci

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL. Konsep. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL. Konsep. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan RPT0 RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL Konsep Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan Volume I: Umum Bagian 5. Pekerjaan Pasangan ICS 93.010 BIDANG SUMBER DAYA AIR S

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pipa dan saniter

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pipa dan saniter RSNI T-15-2002 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pipa dan saniter ICS Badan Standardisasi Nasional BSN Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iii Pendahuluan... iv

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton pracetak untuk konstruksi bangunan gedung

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton pracetak untuk konstruksi bangunan gedung Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton pracetak untuk konstruksi bangunan gedung ICS 91.100.30 Badan Standardisasi Nasional BSN 2012 Hak cipta dilindungi undang-undang.

Lebih terperinci

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL. Konsep. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL. Konsep. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan Konsep Pd.T. XX-200X.X RPT0 RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL Konsep Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan Volume I: Umum Bagian 7. Pekerjaan Dewatering ICS 93.010

Lebih terperinci

Spesifikasi saluran air hujan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman

Spesifikasi saluran air hujan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman Standar Nasional Indonesia Spesifikasi saluran air hujan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman ICS 91.060.40 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii Pendahuluan...

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA SNI DINAS PU CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN JEMBER TAHUN ANGGARAN 2012

DAFTAR ANALISA SNI DINAS PU CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN JEMBER TAHUN ANGGARAN 2012 DAFTAR ANALISA SNI DINAS PU CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN JEMBER TAHUN ANGGARAN 202 Wilayah Jember NO. JENIS PEKERJAAN BAHAN UPAH JUMLAH BULAT 2 B. PEKERJAAN TANAH Analisa SNI Dinas PU. Cipta Karya

Lebih terperinci

DIDALAM FILE INI SAYA MASUKAN HARGA BAHAN BANGUNAN DENGAN DEFAULT RP ,-.

DIDALAM FILE INI SAYA MASUKAN HARGA BAHAN BANGUNAN DENGAN DEFAULT RP ,-. MENGHITUNG ANALISA BIAYA KONSTRUKSI DENGAN ANALISA SNI 2007 METODA PENGHITUNGAN BIAYA KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN ANALISA BIAYA KONSTRUKSI SNI (ANALISA SNI 2007). FILE INI BERUPA FILE EXEL YANG SUDAH

Lebih terperinci

ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN TANAMAN

ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN TANAMAN ANALISA SATUAN PEKERJAAN TANAMAN PEKERJAAN PERTAMANAN NON SNI Jenis Tanaman Sat Harga Tanah subur Upah Tanam Jumlah Jumlah + Dibulatkan KODE Kebutuhan m3 Harga keuntungan 10% 1 1 unit Kiara payung 100-150

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN

DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN SNI 03-6.13 PERSIAPAN I.1. 1 m3 Bongkaran beton bertulang 6.6670 Oh Pekerja @Rp 0.00 Rp. 0.00 0.3330 Oh Kepala tukang @Rp 0.00 Rp. 0.00 0.3330 Oh Mandor @Rp 0.00 Rp. 0.00 Alat

Lebih terperinci

Analisa biaya konstruksi (ABK) bangunan gedung dan perumahan pekerjaan langit-langit

Analisa biaya konstruksi (ABK) bangunan gedung dan perumahan pekerjaan langit-langit Standar Nasional Indonesia Analisa biaya konstruksi (ABK) bangunan gedung dan perumahan pekerjaan langit-langit ICS 91.060.30 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata... iii Pendahuluan...v

Lebih terperinci

PEKERJAAN JUMLAH HARGA

PEKERJAAN JUMLAH HARGA REKAPITULASI KEGIATAN PEKERJAAN TAHUN ANGGARAN LOKASI : BANTUAN SOSIAL DEPUTI 5 KEMENTRIAN PDT : PEMBANGUNAN DERMAGA JETI : 2012 : DESA MOASI KECAMATAN TOWEA KABUPATEN MUNA No. URAIAN PEKERJAAN JUMLAH

Lebih terperinci

HARGA SATUAN POKOK KEGIATAN (HSPK)

HARGA SATUAN POKOK KEGIATAN (HSPK) NOMOR : TANGGAL : NOMOR URAIAN KEGIATAN Koef. A BANGUNAN GEDUNG 24.01 Pekerjaan Persiapan & Tanah 24.01.01.01 Pembuatan Bouwplank /Titik Titik 23.02.04.01.01.F Mandor 0.0045 Orang Hari 158,000.00 711.00

Lebih terperinci

ANALISA BIAYA KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DAN PERUMAHAN SNI ( STANDAR NASIONAL INDONESIA ) BUNTOK DAN SEKITARNYA

ANALISA BIAYA KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DAN PERUMAHAN SNI ( STANDAR NASIONAL INDONESIA ) BUNTOK DAN SEKITARNYA ANALISA BIAYA KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DAN PERUMAHAN SNI ( STANDAR NASIONAL INDONESIA ) BUNTOK DAN SEKITARNYA No ANALIS URAIAN PEKERJAAN HARGA SAT. I. PEKERJAAN PENDAHULUAN/PERSIAPAN 1 SNI.01.1.6 1 M'

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN DAFTAR ANALISA PEKERJAAN ( BERDASARKAN SNI ) 1. Mengali 1 M3 tanah lumpur sedalam 1 meter Tenaga Kerja - Pekerja OH 1,200 - - Mandor OH 0,045-2. Satu ( 1 ) Batang pasangan cerucuk kayu bulat dia 10-15

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN DAFTAR ANALISA PEKERJAAN SATUAN HARGA Harga Harga I PEKERJAAN PERSIAPAN 1.4 1 M' Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank 0.012 M 3 Kayu 5/7 kelas III 0.020 Kg Paku Biasa 0.007 M 3 Kayu Papan 3/20 0.100 Oh

Lebih terperinci

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL. Konsep. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL. Konsep. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan RPT0 RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL Konsep Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan Volume I: Umum Bagian 8. Pekerjaan Pintu Air ICS 93.010 BIDANG SUMBER DAYA AIR S

Lebih terperinci

KONSTRUKSI PONDASI Pondasi Dangkal Pasangan Batu bata/batu kali

KONSTRUKSI PONDASI Pondasi Dangkal Pasangan Batu bata/batu kali KONSTRUKSI PONDASI 9.1 Konstruksi Pondasi Batu Kali atau Rollaag Konstruksi pondasi ini merupakan bagian dari konstruksi bangunan gedung dan sangat penting karena sangat menentukan kekokohan bangunan.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. pekerjaan, baik pekerjaan yang dilelangkan ataupun yang dikerjakan sendiri

BAB II LANDASAN TEORI. pekerjaan, baik pekerjaan yang dilelangkan ataupun yang dikerjakan sendiri BAB II LANDASAN TEORI Untuk dapat menentukan suatu nilai dari harga satuan dalam suatu pekerjaan, baik pekerjaan yang dilelangkan ataupun yang dikerjakan sendiri merupakan suatu tugas yang tidak mudah.

Lebih terperinci

BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) Dalam merencanakan suatu proyek, adanya rencana anggaran biaya merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Rencana anggaran biaya disusun berdasarkan dimensi dari bangunan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman Judul Pengesahan Persetujuan ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI. Halaman Judul Pengesahan Persetujuan ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Halaman Judul i Pengesahan ii Persetujuan iii ABSTRAK iv ABSTRACT v KATA PENGANTAR vi DAFTAR ISI viii DAFTAR TABEL xi DAFTAR GAMBAR xiii DAFTAR LAMPIRAN xv BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN

DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN Pekerjaan : Pemeliharaan Lahan Parkir Dosen dan Mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin Lokasi : Banjarmasin Tahun Angga : 2012 No. 1 Pengukuran dan Pemasangan Bowplank

Lebih terperinci

DAFTAR KUANTITAS HARGA DAN BAHAN

DAFTAR KUANTITAS HARGA DAN BAHAN DAFTAR KUANTITAS HARGA DAN BAHAN TAHUN ANGGARAN : 2011 No. Uraian Pekerjaan Satuan Volume Harga Satuan Harga 1 2 3 5 6 I. PERSIAPAN 1 Pek. Pembongkaran dan Pembersihan Lokasi Ls 1,000 2 Pek. Pengukuran

Lebih terperinci

Harga Satuan (Rp) A TENAGA Pekerja L.01 0,375 Tukang L.02 0,125 Kepala Tukang L.03 0,012 Mandor L.04 0,019 JUMLAH TENAGA KERJA B BAHAN Panel beton

Harga Satuan (Rp) A TENAGA Pekerja L.01 0,375 Tukang L.02 0,125 Kepala Tukang L.03 0,012 Mandor L.04 0,019 JUMLAH TENAGA KERJA B BAHAN Panel beton .2.2.1.16. Pemasangan 1 m 2 panel beton pracetak 5x50x213 cm No Uraian Kode Koefisien TENG Pekerja L.01 0,375 Tukang L.02 0,125 Kepala Tukang L.03 0,012 Mandor L.04 0,019 HN Panel beton Lbr 0,986 pracetak

Lebih terperinci

Cara menghitung koefisien analisa harga satuan bangunan

Cara menghitung koefisien analisa harga satuan bangunan Cara menghitung koefisien analisa harga satuan bangunan Koefisien analisa harga satuan adalah angka angka jumlah kebutuhan bahan maupun tenaga yang diperlukan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dalam satu

Lebih terperinci

REKAPITULASI BOQ. JENIS PEKERJAAN ( Rp. ) Jumlah Konstruksi PPN 10 % Jumlah Semua Dibulatkan

REKAPITULASI BOQ. JENIS PEKERJAAN ( Rp. ) Jumlah Konstruksi PPN 10 % Jumlah Semua Dibulatkan REKAPITULASI BOQ KEGIATAN : PEMBANGUNAN SALURAN DRAINASE / GORONG-GORONG PEKERJAAN : PENINGKATAN SALURAN DRAINASE Jl. KUSUMA BANGSA LOKASI : KEL. PANJANG WETAN KEC. PEKALONGAN UTARA KOTA PEKALONGAN TH.

Lebih terperinci

REKAPITULASI TOTAL BILL of QUANTITY (BOQ) REKAPITULASI

REKAPITULASI TOTAL BILL of QUANTITY (BOQ) REKAPITULASI REKAPITULASI TOTAL BILL of QUANTITY (BOQ) PROGRAM : PENINGKATAN EFISIENSI PERDAGANGAN DALAM NEGERI KEGIATAN : PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA PASAR PEKERJAAN : PEMBANGUNAN PASAR LELANG KARET LOS 15 X

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA SNI HARGA SATUAN PEKERJAAN

DAFTAR ANALISA SNI HARGA SATUAN PEKERJAAN DAFTAR ANALISA SNI HARGA SATUAN PEKERJAAN ANALISA BIAYA KONSTRUKSI PEKERJAAN PERSIAPAN SNI.01.2.6.1 1 m² Membersihkan lapangan dengan peralatan 0,1000 Oh Pekerja Rp. - - 0,0500 Oh Mandor Rp. - - SNI.01.2.6.

Lebih terperinci

BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA STRUKTUR

BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA STRUKTUR BAB V 5.1 Daftar Harga Satuan Bahan dan Daftar Upah Tenaga Kerja RAB memuat analisa harga satuan pekerjaan struktur yang dihitung secara konvensional. Data harga satuan upah dan bahan di ambil dari Daftar

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN UPAH BAHAN

DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN UPAH BAHAN CIVIL. ENGINEERING Jalan Kabayan No. 50 Sumbawa Besar DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN UPAH BAHAN SNVT : PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN PROV. NTB KEGIATAN : PELAKSANAANPENATAAN BANGUNANDAN LINGKUNGAN PROV.

Lebih terperinci

DAFTAR HARGA SATUAN PEKERJAAN BANGUNAN GEDUNG DAN PERMUKIMAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG SEMESTER I TAHUN 2015 (Belum termasuk PPN)

DAFTAR HARGA SATUAN PEKERJAAN BANGUNAN GEDUNG DAN PERMUKIMAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG SEMESTER I TAHUN 2015 (Belum termasuk PPN) LAMPIRA IV PERATURA WALIKOTA SEMARAG OMOR : 44 TETAG STADARISI BAGUA, UPAH DA AALI PEKERJAA UTUK KEGIATA PEMBAGUA PEMERITAH KOTA SEMARAG TAHU AGGARA 2015 DAFTAR PEKERJAA BAGUA GEDUG DA PERMUKIMA PEMERITAH

Lebih terperinci

KOP PERUSAHAAN R E K A P I T U L A S I

KOP PERUSAHAAN R E K A P I T U L A S I KOP PERUSAHAAN R E K A P I T U L A S I Pekerjaan : Pembangunan Gedung Perpustakaan SD Negeri 1 Gumanano Lokasi : Kecamatan Mawasangka Tahun Anggaran : 2016 NO JUMLAH (Rp.) 1 2 3 I PEKERJAAN PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) G.Jaminan Penawaran;

BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) G.Jaminan Penawaran; BERITA ACARA ADDENDUM DOKUMEN PENGADAAN Nomor : 16.add/POKJA-DISDIK/2014 Hari/Tanggal : Senin/10 Maret 2014 Nama Paket Pekerjaan : Pembangunan Pagar TK Kasih Ibu (Kuala Umo) Tempat : Laman http://www.lpse.simeuluekab.go.id

Lebih terperinci

BAB VI RENCANA ANGGARAN BIAYA STRUKTUR

BAB VI RENCANA ANGGARAN BIAYA STRUKTUR BAB VI RENCANA ANGGARAN BIAYA STRUKTUR VI.I. Daftar Harga Satuan Bahan dan Daftar Upah Tenaga Kerja RAB memuat analisa harga satuan pekerjaan struktur yang dihitung secara konvensional. Data harga satuan

Lebih terperinci

REKAPITULASI KEGIATAN : PEMBANGUNAN HALAMAN DAN JALAN LINGKUNGAN KANTOR BPKP PERWAKILAN RIAU LOKASI : JL.JENDERAL SUDIRMAN PEKANBARU

REKAPITULASI KEGIATAN : PEMBANGUNAN HALAMAN DAN JALAN LINGKUNGAN KANTOR BPKP PERWAKILAN RIAU LOKASI : JL.JENDERAL SUDIRMAN PEKANBARU REKAPITULASI KEGIATAN : PEMBANGUNAN HALAMAN DAN JALAN LINGKUNGAN KANTOR BPKP PERWAKILAN RIAU NO A B (RP) C I II III Pek.Persiapan Pek. Halaman dan Jalan Lingkungan Pek. Pembersihan Akhir PPn 10 % TOTAL

Lebih terperinci

REKAPITULASI. : Pembangunan Tembok Penahan Tebing Kabupaten Kuningan. P e k e r j a a n : Tebing : 71,50 m' Sungai Cisrigading

REKAPITULASI. : Pembangunan Tembok Penahan Tebing Kabupaten Kuningan. P e k e r j a a n : Tebing : 71,50 m' Sungai Cisrigading REKAPITULASI Biaya No. Jenis Pekerjaan Rp. 1 2 3 I. PEKERJAAN PERSIAPAN II. III. PEKERJAAN POKOK 2.1. Pekerjaan Tebing PEKERJAAN PEMBANTU JUMLAH PPN 10 % JUMLAH + PPN DIBULATKAN Terbilang : ## ## RENCANA

Lebih terperinci

REKAPITULASI. JUMLAH HARGA (Rp) URAIAN PEKERJAAN

REKAPITULASI. JUMLAH HARGA (Rp) URAIAN PEKERJAAN Pekerjaan : Pembangunan Jembatan Gantung Lokasi : Korong Wonorejo, Jorong Sungai Lambai, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan Tahun Anggaran : 2017 REKAPITULASI NO URAIAN

Lebih terperinci

PR 1 MANAJEMEN PROYEK

PR 1 MANAJEMEN PROYEK PR 1 MANAJEMEN PROYEK Suatu bagian gedung 2 lantai menggunakan struktur beton bertulang seperti ditunjukkan pada lampiran. Data-data teknis struktur bangunan adalah sebagai berikut : Luas bangunan : 5

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton pracetak untuk konstruksi bangunan gedung

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton pracetak untuk konstruksi bangunan gedung RSNI 2 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton pracetak untuk konstruksi bangunan gedung ICS Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata...iii

Lebih terperinci

Lampiran A. Koefisien tenaga kerja dan koefisien bahan

Lampiran A. Koefisien tenaga kerja dan koefisien bahan Lampiran A Koefisien tenaga kerja dan koefisien bahan Berikut ini koefisien tenaga kerja, koefisien bahan dan koefisien alat untuk menghitung HSP bidang ipta Karya, yang terdiri dari 6 kelompok pekerjaan:

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI Jalan P. Diponegoro Nomor 30 Telephone MEDAN

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI Jalan P. Diponegoro Nomor 30 Telephone MEDAN PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI Jalan P. Diponegoro Nomor 30 Telephone 4156000 MEDAN BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIJZING ) Nomor: BA-08/PPBJ/SETDA-SU/PU-PK/2012

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN DAFTAR ANALISA PEKERJAAN KEGIATAN : PEMBANGUNAN GEDUNG PUSAT INFORMASI PARIWISATA LOKASI : KANTOR PARIWISATA PANGKALPINANG VOLUME : 1 PAKET BIAYA : Rp. 375.000.000,00 TAHUN ANGGARAN : 2011 ANALISA URAIAN

Lebih terperinci

DAFTAR HARGA SATUAN ANALISA PEKERJAAN

DAFTAR HARGA SATUAN ANALISA PEKERJAAN DAFTAR SATUAN ANALISA PEKERJAAN No SATUAN UPAH BAHAN A PEKERJAAN PERSIAPAN 1 PEMASANGAN BOWPLANK/ 10 M' 0,01000 Kepala Tukang 0,10000 Tukang 0,10000 Pekerja 0,05000 Mandor 0,01200 M3 Balok Klas IV 0,02000

Lebih terperinci

R E K A P I T U L A S I BILL OF QUANTITY (BOQ)

R E K A P I T U L A S I BILL OF QUANTITY (BOQ) R E K A P I T U L A S I BILL OF QUANTITY (BOQ) PEKERJAAN KECAMATAN BALAESANG TAHUN ANGGARAN : 2012 NO. URAIAN PEKERJAAN JUMLAH HARGA ( Rp) I. PEKERJAAN PERSIAPAN 750,000.00 II. III. IV. PEKERJAAN JEMBATAN

Lebih terperinci

STUDI PERBANDINGAN KOEFISIEN MATERIAL DAN EVALUASI INDEKS PRODUKTIFITAS PADA PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA, PLESTERAN DAN ACIAN

STUDI PERBANDINGAN KOEFISIEN MATERIAL DAN EVALUASI INDEKS PRODUKTIFITAS PADA PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA, PLESTERAN DAN ACIAN STUDI PERBANDINGAN KOEFISIEN MATERIAL DAN EVALUASI INDEKS PRODUKTIFITAS PADA PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA, PLESTERAN DAN ACIAN Nama : Handy Nrp : 0021123 Pembimbing : Maksum Tanubrata,Ir., MT. FAKULTAS

Lebih terperinci

PERNYATAAN ANTI PLAGIAT..

PERNYATAAN ANTI PLAGIAT.. DAFTAR ISI ABSTRAK... PERNYATAAN ANTI PLAGIAT.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR LAMPIRAN... DAFTAR TABEL... DAFTAR DIGRAM... DAFTAR GAMBAR... BAB I PENDAHULUAN... 1 A. LATAR BELAKANG... 1 B. IDENTIFIKASI

Lebih terperinci

PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL 4 LANTAI JALAN INDRAPURA SEMARANG

PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL 4 LANTAI JALAN INDRAPURA SEMARANG LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL 4 LANTAI JALAN INDRAPURA SEMARANG Diajukan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan studi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas

Lebih terperinci

REKAPITULASI BIAYA NO URAIAN SUB TOTAL

REKAPITULASI BIAYA NO URAIAN SUB TOTAL REKAPITULASI BIAYA KEGIATAN : PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PEKERJAAN : PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TAHAP III LOKASI : BINCAU MARTAPURA KABUPATEN BANJAR NO URAIAN SUB TOTAL I. PEKERJAAN PERSIAPAN Rp. II. PEKERJAAN

Lebih terperinci

RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) REKAPITULASI AKHIR

RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) REKAPITULASI AKHIR RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) REKAPITULASI AKHIR LANJUTAN PEMBANGUNAN RUANG KELAS BELAJAR SD NEGERI 58 BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2010 NO A URAIAN PEKERJAAN B JUMLAH HARGA ( ) C I. PEKERJAAN PERSIAPAN II.

Lebih terperinci

HARGA SATUAN UPAH KERJA HARGA BAHAN JUMLAH

HARGA SATUAN UPAH KERJA HARGA BAHAN JUMLAH ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN : PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR DAN INFRASTRUKTUR KEBUN PERCOBAAN BALAI PENELITIAN PERTANIAN LAHAN RAWA LOKASI : BALENDEAN KAB. BARITO KUALA No. URAIAN HARGA SATUAN

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN

DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN ANALISA BIAYA KONSTRUKSI PEKERJAAN TANAH PT.6,1 1 m3 Galian tanah biasa sedalam 1 meter Pekerja 0,750 Org/hr Mandor 0,025 Org/hr Jumlah PT.6,1 - PT.6,9 1 m3 Urugan kembali Pekerja

Lebih terperinci

BAB IV PENGAMATAN PEKERJAAN SIPIL LAPANGAN

BAB IV PENGAMATAN PEKERJAAN SIPIL LAPANGAN BAB IV PENGAMATAN PEKERJAAN PELAKSANAAN LAPANGAN 4.1 Pekerjaan pondasi 1. papan bekisting 2. beton ready mix 3. pasir urug 4. Besi poer D16, D10, Ø8 2. Langkah Kerja a. Setelah Tiang pancang ditanam, b.

Lebih terperinci

Cara uji berat isi, volume produksi campuran dan kadar udara beton

Cara uji berat isi, volume produksi campuran dan kadar udara beton Standar Nasional Indonesia Cara uji berat isi, volume produksi campuran dan kadar udara beton ICS 91.100.30 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang

Lebih terperinci

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA (PROCUREMENT UNIT) Jl. Jend. A. Yani No. 12 Amuntai Telp/fax : 0527-62471 PENJELASAN TAMBAHAN pertanyaan : Dalam Daftar

Lebih terperinci

JUMLAH TENAGA KERJA BAHAN Sirtu m 3 1,200 JUMLAH HARGA BAHAN PERALATAN JUMLAH HARGA ALAT BALITBANG AN

JUMLAH TENAGA KERJA BAHAN Sirtu m 3 1,200 JUMLAH HARGA BAHAN PERALATAN JUMLAH HARGA ALAT BALITBANG AN .2.3.1.14. Pengurugan 1 m 3 sirtu padat No Uraian Kode Koefisien Pekerja L.01 OH 0,250 OH 0,025 382 dari 684 HN Sirtu m 3 1,200 PERLTN F Pekerjaan (D+E).3.2.1 HRG STUN PEKERJN PONDSI.3.2.1.1. Pemasangan

Lebih terperinci

REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA

REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA PROGRAM KEGIATAN PEKERJAAN LOKASI : PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN HUTAN : PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA OPERASIONAL KPHL DAN KPHP (DAK DAN PENDAMPING : PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

Tata cara pembuatan model fisik sungai dengan dasar tetap

Tata cara pembuatan model fisik sungai dengan dasar tetap Standar Nasional Indonesia Tata cara pembuatan model fisik sungai dengan dasar tetap ICS 93.025; 17.120.01 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang

Lebih terperinci

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA 8.1 Volume Pekerjaan 8.1.1 Perkerjaan Persiapan 8.1.1.1 Pembersihan Lokasi panjang bangunan (p) = 40 m lebar bangunan (l) = 40 m Luas Pembersihan Lokasi = p x l = 1600 m2 8.1.1.2

Lebih terperinci

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL. Konsep. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL. Konsep. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan Konsep Pd.T. xx-xxxx.a RPT0 RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL Konsep Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan Volume II: Bendung Bagian 2: Pelaksanaan Konstruksi ICS 93.010

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA NOMOR: 111/KPTS/CK/1993 TANGGAL 28 SEPTEMBER 1993 TENTANG: PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA A. DASAR DASAR PERENCANAAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

Lebih terperinci

BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA PEKERJAAN

BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA PEKERJAAN BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA PEKERJAAN 6.1 Perhitungan Volume Pekerjaan Beton Pelat Lantai Luas(m 2 ) Tebal(m) Volume(m 3 ) basement 64.8 0.25 16.2 1 64.8 0.12 7.776 2 1036.8 0.12 124.416 3 1036.8 0.12

Lebih terperinci

BAB VI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

BAB VI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BAB VI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) 6.1. Perhitungan Volume Pekerjaan Tabel 6.1 Perhitungan Volume Pekerjaan 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 6.2. Harga Satuan dan Upah Tabel 6.2 Daftar Harga Upah

Lebih terperinci

REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA

REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA Kegiatan : 0 PEKERJAAN : PENGEMBANGAN PENETASAN LOKASI : BPTU KDI KEC. TAMBANG ULANG NO URAIAN PEKERJAAN JUMLAH (Rp) I. PEKERJAAN PERSIAPAN II. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI

Lebih terperinci

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA 8.1. Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rencana anggaran biaya (RAB) adalah tolok ukur dalam perencanaan pembangunan,baik ruma htinggal,ruko,rukan maupun gedung lainya. Dengan RAB

Lebih terperinci