Kamar Kecil. Merokok. Agenda. Telepon selular

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Kamar Kecil. Merokok. Agenda. Telepon selular"

Transkripsi

1 1

2 Kamar Kecil Merokok Agenda Telepon selular 2

3 Menjelaskan manfaat dari negosiasi yang efektif. Menjelaskan lima tahap negosiasi. Menekankan persiapan dan negosiasi berbasiskepentingan Menjelaskan bagaimana menangani energi negatif. Menjelaskan hukum perundingan bersama Mempraktekkan ketrampilan bernegosiasi, khususnya dalam konteks perundingan bersama dan LKSB 3

4 Bagian 1- Negosiasi Sesi 1 Apakah negosiasi efektif itu? Sesi 2 Bagaimana menjadi perunding yang asertif Sesi 3 Melanjutkan dengan negosiasi yang sebenarnya Sesi 4 Menangani energi negatif Sesi 5 Mempraktekkan negosiasi 4

5 Bagian 2- Menggunakan ketrampilan negosiasi untuk CBA dan LKSB Sesi 1 Perundingan bersama Sesi 2 LKS Bipartit 5

6 6

7 7

8 Para pihak ikut serta dalam proses negosiasi karena mereka ingin memecahkan permasalahan dan mereka percaya bahwa negosiasi akan membantu mereka untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan semua pihak dengan cara sebaik mungkin, bukan untuk para pihak memaksakan posisinya atau mengeksploitasi pihak lainnya.

9 Kunci pada proses negosiasi yang sukses adalah pemecahan yang menguntungkan semua pihak, di mana kedua belah pihak merasa nyaman dan mendapatkan kepuasan yang lebih besar dari sebelumnya. 9

10 Proses negosiasi dilaksanakan antara wakil Pengurus Unit Kerja (PUK) dan pihak manajemen. Kadang kala orang yang sama yang ikut serta dalam LKSB bertanggung jawab untuk proses negosiasi. Kadang kala, orang yang berbeda lebih layak.

11 Hampir segalanya dapat dinegosiasikan! Permasalahan-permasalahan pendahuluan dan keprihatinan-keprihatinan Permasalahan-permasalahan Perselisihan Konflik Perundingan Perjanjian Bersama Lembaga Kerjasama Bipartit

12 Untuk pemecahan masalah yang lebih cepat dan lebih baik. Untuk membina hubungan baik dan membina kerjasama jangka panjang. Untuk menghemat waktu dan uang (contoh: menghindari mogok kerja yang mahal). Untuk memahami permasalahan secara lebih baik sehingga tidak berulang.

13 Semakin cepat kita bernegosiasi semakin baik. Kadang-kadang lebih tepat untuk bernegosiasi dalam rapat LKSB bulanan, kadang-kadang penting untuk menyisihkan waktu untuk bernegosiasi.

14 Harus membuahkan hasil yang baik bagi kedua belah pihak. Harus dapat menghemat biaya. Harus memperbaiki atau paling tidak tidak merusak hubungan antara para pihak. Ada teknik spesifik untuk bernegosiasi dengan sukses sesi pelatihan ini akan mengajarkan teknik ini dan ketrampilan yang dibutuhkan! 14

15 15

16 Negosiator Lembut Menghindari konflik personal. Terlalu mudah membuat konsesi. Cenderung penyelesaian dengan jalan damai. Negosiator Keras Ingin menang tanpa ada konsesi apapun. Berjuang untuk mendapatkan bagian yang lebih baik Mencoba untuk membatasi kompromi Tetapi negosiator terbaik adalah seorang negosiator yang asertif Tidak keras dan tidak juga lembut. Mencari pemecahan yang menguntungkan kedua belah pihak dan menggunakan standar yang adil 16

17 Aktif Langsung Jujur Pemecahan yang menguntungkan kedua belah pihak 17

18 Negosiator harus berusaha untuk: Aktif: mendengarkan secara aktif, bersifat aktif dalam menemukan jalan keluar yang menguntungkan semua pihak; Langsung: terbuka dan mengekspresikan pendapat secara jelas dan konsisten; Jujur: bersedia untuk berbagi informasi penting sehingga semua pihak saling memahami satu sama lain. 18

19 19

20 Negosiasi tradisional tidak seefektif negosiasi berbasis-kepentingan. Dalam negosiasi tradisional, para negosiator: Hanya perduli pada yang mereka pikir mereka inginkan Mengulang dan mengulang apa yang mereka inginkan Tidak mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar Hal ini tidak efektif karena: Negosiator tidak menjajaki jalan keluar yang menguntungkan kedua belah pihak Negosiator mungkin hanya setuju untuk kompromi yang tidak memuaskan kedua belah pihak 20

21 Orang Pisahkan orang dari permasalahan. Kepentingan Fokus pada kepentingan, bukan pada posisi. Opsi Ciptakan beragam kemungkinan sebelum memutuskan apa yang akan dilakukan. Kriteria Pastikan hasil yang berbasis pada standar yang bersifat obyektif. 21

22 Pisahkan orang dari permasalahan. Dalam negosiasi, anda senantiasa berurusan dengan orang. Mereka memiliki emosi, nilainilai, latar belakang yang berbeda dan sudut pandang yang berbeda dan mereka sangat tidak dapat diprediksi. Begitu juga anda. Ketidakmampuan untuk berurusan dengan pihak lain dengan mempertimbangkan sensitivitas dapat berbuah kegagalan pada proses negosiasi. Bersikap sopan dan penuh rasa hormat sangatlah penting (tetapi TIDAK berarti anda harus bersikap tunduk pada pihak lain) 22

23 Fokus pada kepentingan, bukan posisi. Kepentingan adalah alasan mengapa satu pihak bernegosiasi. Itu adalah faktor yang memotivasi. Posisi adalah apa yang ingin didapatkan suatu pihak dari proses negosiasi. Itu adalah hasil akhir. Sangatlah penting untuk mengetahui apa yang menjadi kepentingan pihak lain dan untuk mengekspresikan apa yang menjadi kepentingan anda karena dengan demikian kedua belah pihak dapat menemukan jalan keluar yang menguntungkan kedua belah pihak. 23

24 Dua juru masak berada di dapur. Mereka berdua membutuhkan sebuah jeruk namun hanya 1 yang tersisa. Juru masak pertama berkata Saya perlu jeruk itu. Juru masak yang lain berkata Saya juga membutuhkannya. Kedua juru masak memutuskan untuk membelah jeruk menjadi dua. Juru masak pertama menggunakan separuh jeruk yang dimilikinya untuk membuat es jeruk. Tidak cukup sari jeruk untuk membuat es jeruk. Kulit jeruk terbuang sia-sia. Juru masak kedua membutuhkan kulit jeruk untuk membuat bolu. Tidak cukup kulit jeruk untuk membuat bolu jeruk. Sari jeruk terbuang sia-sia. Apa yang seharusnya dapat dilakukan oleh kedua juru masak? 24

25 Kepentingan Harga rumah telah meningkat ke titik di mana harga berada di luar jangkauan. Seragam sudah kotor dan para karyawan harus mengenakan seragam kotor ke tempat kerja. Posisi Tingkatkan gaji bulanan sebesar Rp ,- Berikan satu set seragam tambahan kepada seluruh staff. Lebih baik bagi serikat pekerja untuk menjelaskan kepentingan mereka, ketimbang menyatakan posisi mereka, karena apabila serikat pekerja hanya menyatakan posisi mereka, beberapa jalan keluar tidak dapat diwujudkan oleh para pihak. 25

26 Carilah jalan keluar demi kepentingan kedua belah pihak. Hal ini penting khususnya dalam tahap persiapan: jangan hanya berkonsentrasi pada kepentingan anda sendiri tetapi cari jalan keluar yang juga akan dapat memuaskan kepentingan pihak lain. 26

27 Ingat tentang juru masak yang berebut buah jeruk? Apakah mereka mempertimbangkan opsi-opsi yang tersedia bagi mereka? Seandainya kedua juru masak tadi telah mendiskusikan kepentingan mereka dan mempertimbangkan semua opsi yang tersedia, mereka akan sadar bahwa jalan keluar terbaik adalah untuk memeras jus jeruk dulu dan kemudian menyisihkan kulit jeruk yang ada. 27

28 Gunakan standar yang obyektif sebagai kriteria untuk digunakan sebagai dasar penilaian atas hasil yang dicapai. Standar obyektif adalah norma-norma dan aturan-aturan di mana kedua pihak merasa kesepakatan tersebut dapat memenuhi harapan mereka. 28

29 Tahap 1 - Persiapan Tahap 2 Menciptakan lingkungan yang positif Tahap 3 Menjajaki kebutuhan dan tawaran Tahap 4 - Penawaran dan perundingan Tahap 5 - Menutup kesepakatan 29

30 Persiapan yang seksama sangat penting. Apabila anda tidak mempersiapkan dengan baik, anda tidak akan mendapatkan hasil yang bagus dari negosiasi. Menurut anda apa yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan negosiasi?

31 Teliti situasi yang mengarah pada keperluan untuk bernegosiasi. Kumpulkan semua fakta dan dokumen yang diperlukan. Putuskan apa yang anda inginkan/perlukan dari negosiasi. Pertimbangkan keinginan/kebutuhan pihak lain dari negosiasi. Pertimbangkan apa yang dapat ditawarkan pihak lain, dan sebaliknya. Lakukan curah gagasan terhadap alternatif negosiasi apa lagi yang dapat anda lakukan? Apakah alternatif terbaik selain negosiasi? Sebelum anda melakukan negosiasi, anda harus melakukan persiapan!

32 Diinginkan Penting Vital Sebelum anda memulai negosiasi, anda harus tahu: Apa yang harus anda dapatkan dari negosiasi Apa yang anda perlu dapatkan dari negosiasi. Apa yang anda anggap sebagai bonus 32

33 Para negosiator acap kali terlalu menitik beratkan perhatian pada negosiasi itu sendiri sehingga mereka lupa untuk mempertimbangkan alternatif terbaik selain negosiasi oleh karena ada kemungkinan negosiasi tidak berjalan baik. Harus menjamin dicapainya tujuan-tujuan vital. Harus menghemat biaya. Harus dapat memelihara hubungan antara pekerja dan manajemen. 33

34 Beberapa menit pertama sangat penting. Pikirkan tentang bahasa tubuh anda. Pikirkan tentang tata letak ruangan. Capai kesepakatan berkenaan dengan agenda. Kembangkan pendekatan yang menguntungkan semua pihak.

35

36 Cobalah untuk melihat sesuatu dari sudut pandang pihak lain. Pertimbangkan baik apa yang dapat anda tawarkan maupun apa yang diinginkan oleh pihak lain. Putuskan apa yang anda inginkan dari negosiasi dan apa yang anda bisa tawarkan.

37 Melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menyelidik sangat penting. Jangan terima begitu saja apa yang dikatakan pihak lain, tanpa menjajaki lebih lanjut Lontarkan pertanyaan-pertanyaan yang mendalami kebutuhankebutuhan pihak lain. Jangan menyalahkan siapapun. Buka kemungkinan adanya beragam tanggapan. Bangkitkan tanggapan yang bijaksana. Menggerakkan pemikiran dari reaksi ke refleksi. Mendorong perspektif dari pihak lain. 37

38 Fokus pada kata-kata orang lain, tekanan suara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Dengarkan sejak awal. Dengarkan gagasan-gagasan utama. Dengarkan rincian pesan. Jangan terburu-buru menyimpulkan. Fokus pada pesan. Perjelas pemahaman anda. 38

39 Dengarkan apa yang orang lain ingin katakan. Akui bahwa anda telah mendapatkan informasinya. Pastikan bahwa anda memahaminya dengan benar. Mintalah lebih banyak informasi. 39

40 Akurasi Singkat padat Kejelasan 40

41 Tawaran adalah posisi awal anda. Pilih sasaran yang tinggi tetapi tetap harus realistis. Perundingan adalah ketika anda sepakat untuk bergerak menuju posisi akhir melalui kompromi dan pemahaman kebutuhan dan keinginan kedua belah pihak.

42 Menyimpulkan apa yang telah disepakati. Pastikan rinciannya secara tertulis. Informasikan semua hasilnya dan ucapkan terima kasih pada semua pihak untuk kontribusi mereka.

43 43

44 Para peserta berdebat mengenai posisi. Bersaing untuk kepentingan masing-masing. Para peserta menarik kesimpulan terlalu dini. Terlalu fokus pada sebuah jawaban tunggal. Para peserta beranggapan akan jumlah kue yang tetap (tidak cukup bagi semua yang terlibat). Memecahkan masalah mereka adalah masalah mereka, bukan saya. 44

45 Pada diri sendiri Persiapkan seksama untuk negosiasi. Bersikap positif. Tetap tenang Pada pihak lain Tenangkan pikiran mereka. Jangan terburu-buru mendiskusikan permasalahan Tunda negosiasi sejenak apabila diperlukan. 45

46 Pada diri sendiri Tetap tenang. Kosongkan pikiran anda. Perhatikan apa yang anda katakan Tunda negosiasi apabila perlu. Pada pihak lain Usahakan untuk menenangkan mereka. Tanyakan pada mereka pertanyaan-pertanyaan yang dapat menjelaskan atau mengungkapkan persoalan yang menimbulkan perdebatan. Tetap diam hingga kemarahan mereka mereda. Mohon waktu jeda. 46

47 Bertindak strategis dan pilih taktik yang sesuai (seperti meminta klarifikasi). Ekspresikan pemahaman dan empati. Ekspresikan ketidakpercayaan dan kekecewaan. Jangan mengeluarkan tantangan. Minta mereka menunjukkan rasa hormat. Tunda diskusi mengenai persoalan atau hentikan negosiasi dan tinggalkan ruangan. 47

48 Akan sangat membantu bagi kita untuk menyebut pihak lain dengan namanya. Coba untuk mendengarkan lebih banyak dan biarkan orang lain untuk menyalurkan atau mengeluarkan perasaan mereka. Jangan menginterupsi. Coba untuk tidak menggunakan kata-kata yang dapat menghambat komunikasi seperti tetapi, selalu, dan tidak pernah. Berikan mereka indikasi atau kompromi permulaan dari sesuatu yang anda anggap tidak begitu penting. Apabila anda harus meminta maaf, minta maaflah untuk situasi yang timbul, bukan tindakan yang anda ambil.

49 Tunjukkan lebih banyak bidang di mana anda sepakat ketimbang di mana anda berbeda pendapat. Bangun rasa percaya diri mereka. Persiapkan tiga pertanyaan di mana mereka harus menjawab ya. Pastikan kata-kata anda konsisten dengan bahasa tubuh anda. Gunakan lebih banyak pernyataan saya ketimbang pernyataan anda. Tempatkan diri anda di posisi mereka. 49

50 50

51 Memiliki sikap yang mendorong kesepakatan yang saling menguntungkan. Mempersiapakan dengan baik untuk proses negosiasi. Memisahkan orang dari permasalahan. Merespon pada kebutuhan yang mendasari dari pihak lain ketimbang pendapat yang dinyatakan. Menghasilkan banyak opsi untuk memenuhi sebanyak mungkin kebutuhan dari kedua pihak. Tetap obyektif. 51

52 Menyimak dengan hati-hati tanpa menghakimi. Mengekspresikan diri secara jelas dan sederhana. Sensitif terhadap bahasa tubuh dan komunikasi non-verbal. Senantiasa tidak mudah terprovokasi dan tidak terburu-buru. Senantiasa memastikan bahwa ia memahami dan memperjelas segalanya. Menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tepat. 52

53 53

54 54

55 Perundingan bersama adalah proses negosiasi antara manajemen dan pekerja yang bertujuan untuk membuat kesepakatan pada syarat dan ketentuan dalam bekerja. Dimana ada serikat pekerja, hal ini menjadi tanggung jawab serikat pekerja untuk mewakili para pekerja. Kesepakatan antara serikat pekerja dan manajemen mungkin meliputi syarat-syarat tentang jam kerja, pelatihan, kesehatan dan keselamatan kerja, lembur, bonus, dan lebih banyal lagi, termasuk gaji/upah. 55

56 Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) yang baru harus dibuat setiap tahun. Satu atau lebih serikat pekerja yang mewakili lebih dari 50% dari keseluruhan pekerja memiliki hak untuk bernegosiasi berkenaan dengan Kesepakatan Kerja Bersama yang mengikat bagi seluruh karyawan. Hak-hak serikat pekerja adalah: Memformulasikan Kesepakatan Kerja Bersama bersama dengan pengusaha; Mewakili pekerja dalam perselisihan yang berhubungan dengan hubungan kerja; Mewakili pekerja dalam lembaga yang berhubungan dengan masalah ketenagakerjaan. 56

57 Apakah anda dapat bernegosiasi ketika merumuskan Kesepakatan Kerja Bersama? Sudah barang tentu! Suatu Kesepakatan Kerja Bersama mensyaratkan manajemen dan serikat pekerja untuk bernegosiasi. Masing-masing pihak akan menginginkan hal-hal yang berbeda. Anda bertanggung jawab untuk membela kepentingan para pekerja, sehingga KKB yang dirumuskan bersifat adil bagi mereka. Anda akan memanfaatkan seluruh ketrampilan bernegosiasi yang telah anda pelajari! 57

58 58

59 LKSB adalah singkatan dari Lembaga Kerja Sama Bipartit. LKSB, yang terdiri dari perwakilan manajemen dan pekerja, berfungsi sebagai forum komunikasi, konsultasi, dan musyawarah untuk permasalahanpermasalahan ketenagakerjaan. Sebuah LKSB dapat mendorong kultur dialog dimana pandangan dan opini para pekerja secara sungguhsungguh dipertimbangkan oleh manajemen, dan begitu juga sebaliknya. Apakah manfaat dari LKSB yang berfungsi secara semestinya? 59

60 Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, Pasal 106, setiap perusahaan yang mempekerjakan 50 orang atau lebih harus membentuk LKSB. Di perusahaan-perusahaan yang memiliki satu atau lebih serikat pekerja, pengurus serikat pekerja mewakili karyawan dalam forum LKSB. LKSB harus mengadakan pertemuan kapanpun dibutuhkan, tetapi tidak kurang dari satu kali dalam sebulan. 60

61 Apakah anda dapat bernegosiasi dalam LKSB? Sudah barang tentu! LKSB adalah forum untuk memecahkan masalah. Apabila anda berpikit bahwa pendekatan yang dilakukan manajemen tidak sejalan dengan kepentingan dari para karyawan, anda bertanggungjawab untuk membela para karyawan. Anda akan menggunakan seluruh ketrampilan bernegosiasi yang telah anda pelajari! 61

62 62

63 Persiapan bersifat vital Sebelum mulai negosiasi, pikirkan tentang kepentingan anda dan juga pihak lain, lakukan curah gagasan untuk opsi-opsi yang tersedia, pertimbangkan alternatif terbaik selain kesepakatan dari negosiasi dan lakukan analisis SWOT. Pastikan anda menunjukkan rasa hormat, namun tidak tunduk. Diskusikan kepentingan bersama dengan pihak lain. Lakukan curah gagasan untuk opsi-opsi yang mungkin secara bersama-sama. Simpulkan kesepakatan yang saling menguntungkan secara tertulis. 63

64 Ketrampilan bernegosiasi yang anda pelajari akan digunakan paling banyak terutama pada saat: Mendiskusikan permasalahan dengan pihak manajemen pada forum LKSB. Memformulasikan syarat-syarat dan ketentuanketentuan dari Kesepakatan Kerja Bersama yang baru. 64

SELEBARAN INFORMASI SELEBARAN INFORMASI untuk Aktivitas 3: Tipe negosiator apakah anda?

SELEBARAN INFORMASI SELEBARAN INFORMASI untuk Aktivitas 3: Tipe negosiator apakah anda? SELEBARAN INFORMASI SELEBARAN INFORMASI untuk Aktivitas 3: Tipe negosiator apakah anda? Pilih antara pernyataan yang berlawanan (dari kolom sebelah kiri dan kolom sebelah kanan) yang paling sesuai menjelaskan

Lebih terperinci

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN oleh Rosita E.K., M.Si Konsep dasar dari konseling adalah mengerti

Lebih terperinci

MENANGANI KELUHAN CUSTOMER (RUMAH SAKIT)

MENANGANI KELUHAN CUSTOMER (RUMAH SAKIT) MENANGANI KELUHAN CUSTOMER (RUMAH SAKIT) By: Diah Pramesti Staff Penunjang & Administrasi Medis Jogja International Hospital Meredakan (Pahami) Kemarahan Customer Sebagai bagian dari Customer Satisfaction

Lebih terperinci

PENGERTIAN NEGOSIASI

PENGERTIAN NEGOSIASI PENGERTIAN NEGOSIASI 1. Adalah suatu proses dimana dua belah pihak atau lebih dengan keadaan biasa atau dengan adanya konflik kepentingan, masing-masing duduk bersama dengan keinginan untuk mencapai PERSETUJUAN

Lebih terperinci

Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak

Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat Oleh: Wakhyudi Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP Abstrak Dalam proses belajar mengajar, terdapat berbagai dinamika yang dialami, baik oleh widyaiswara maupun

Lebih terperinci

Tine A. Wulandari, S.I.Kom.

Tine A. Wulandari, S.I.Kom. Tine A. Wulandari, S.I.Kom. Komunikasi verbal atau lisan yang efektif tergantung pada sejumlah faktor dan tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari kecakapan antarpribadi yang penting lainnya seperti komunikasi

Lebih terperinci

Psikologi Konseling. Psikologi Konseling. Psikologi Psikologi

Psikologi Konseling. Psikologi Konseling. Psikologi Psikologi MODUL PERKULIAHAN Psikologi Konseling Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 05 61033 Abstract Dalam perkuliahan ini akan didiskusikan mengenai Ketrampilan Dasar Konseling:

Lebih terperinci

Kemampuan Mendengarkan dan Kepemimpinan. Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan

Kemampuan Mendengarkan dan Kepemimpinan. Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan Kemampuan Mendengarkan dan Kepemimpinan Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Seseorang akan bisa menulis dengan baik kalau ia banyak membaca.

Lebih terperinci

Strategi dan Seni dalam NEGOSIASI. Lucky B Pangau,SSos MM HP : Lucky B Pangau.

Strategi dan Seni dalam NEGOSIASI. Lucky B Pangau,SSos MM   HP : Lucky B Pangau. Strategi dan Seni dalam NEGOSIASI Lucky B Pangau,SSos MM E-mail : lucky_pangau@yahoo.com HP : 0877 3940 4649 Lucky B Pangau Seni Negosiasi 1 NEGOSIASI Adalah proses komunikasi yang gunakan untuk memenuhi

Lebih terperinci

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian.

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Uji Penilaian Profesional Macquarie Leaflet Latihan Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Mengapa Uji Penilaian psikometrik digunakan Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang menyertakan

Lebih terperinci

dimengerti oleh penerima, dan secara nyata dapat dilaksanakan, sehingga tercipta interaksi dua arah.

dimengerti oleh penerima, dan secara nyata dapat dilaksanakan, sehingga tercipta interaksi dua arah. Sekalipun Anda memiliki produk unggulan, konsep layanan prima dan gagasan-gagasan kreatif, tetapi tidak Anda komunikasikan kepada orang lain, tidak ada gunanya. Sehebat apa pun ilmu dan jurus-jurus bisnis

Lebih terperinci

Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan

Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan . Sesi Kedua Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan Handout Akatiftas 1 : MENDENGARKAN dan BERBICARA: SANDIWARA (1 jam) Topik Yang Mungkin: Bercerita tentang pengalaman memancing yang paling berkesan

Lebih terperinci

note BUILDING AGREEMENT AQUARIUS note Learn More in Less Time D08 AQUARIUS

note BUILDING AGREEMENT AQUARIUS note Learn More in Less Time D08 AQUARIUS Learn More in Less Time BUILDING AGREEMENT USING EMOTION AS YOU NEGOTIATE OLEH : ROGER FISHER RANDOM HOUSE BUSINESS BOOKS 244 HALAMAN ISBN-13 : 978-1905211081 Kita tidak dapat berhenti memiliki emosi,

Lebih terperinci

STAYING TRUE TO YOUR MORAL COMPASS

STAYING TRUE TO YOUR MORAL COMPASS MORAL INTELLIGENCE Nilai, filosofi, dan kumpulan kecerdasan moral memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap bisnis. Hal tersebut merupakan dasar dari visi, tujuan, dan budaya organisasi. Tantangan

Lebih terperinci

merasa perlu untuk menawar kembali

merasa perlu untuk menawar kembali Negosiasi merupakan kata serapan bahasa inggris yang berasal dari kata negotiate yang berarti : merundingkan, bermusyawarah. Negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai kesepakatan melalui diskusi. Negosiator

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NO. 13 TH 2003

UNDANG-UNDANG NO. 13 TH 2003 UNDANG-UNDANG NO. 13 TH 2003 BAB XI HUBUNGAN INDUSTRIAL Bagian Kesatu Umum Pasal 102 1. Dalam melaksanakan hubungan industrial, pemerintah mempunyai fungsi menetapkan kebijakan, memberikan pelayanan, melaksanakan

Lebih terperinci

Konflik dan Negosiasi

Konflik dan Negosiasi Konflik dan Negosiasi Afid Burhanuddin, M.Pd. STKIP PGRI PACITAN Konflik? Pertentangan dengan hati nurani sendiri Pertentangan antara dua atau lebih terhadap satu hal atau lebih dengan sesama anggota organisasi

Lebih terperinci

DINAMIKA PERUBAHAN & RESOLUSI KONFLIK

DINAMIKA PERUBAHAN & RESOLUSI KONFLIK DINAMIKA PERUBAHAN & RESOLUSI KONFLIK Resolusi dan Alternatif Resolusi Konflik (1) Dr. Teguh Kismantoroadji Dr. Eko Murdiyanto 1 Kompetensi Khusus: Mahasiswa mampu menentukan alternatif resolusi konflik

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERJANJIAN KERJA BERSAMA. Istilah Perjanjian Kerja Bersama (PKB) timbul setelah diundangkannya

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERJANJIAN KERJA BERSAMA. Istilah Perjanjian Kerja Bersama (PKB) timbul setelah diundangkannya BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERJANJIAN KERJA BERSAMA A. Pengertian Perjanjian kerja bersama Istilah Perjanjian Kerja Bersama (PKB) timbul setelah diundangkannya Undang-undang No.21 Tahun 2000. Istilah

Lebih terperinci

5. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya)

5. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya) Nama : No HP : Alamat : Pendidikan Terakhir : 1. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya) Pemikiran dan perhatian ditujukan ke dalam,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk kemajuan pembangunan. Salah satu lembaga pendidikan yang penting adalah perguruan tinggi.

Lebih terperinci

PANDUAN PENYELESAIAN KOMPLAIN, KELUHAN ATAU PERBEDAAN PENDAPAT PASIEN DAN KELUARGA

PANDUAN PENYELESAIAN KOMPLAIN, KELUHAN ATAU PERBEDAAN PENDAPAT PASIEN DAN KELUARGA PANDUAN PENYELESAIAN KOMPLAIN, KELUHAN ATAU PERBEDAAN PENDAPAT PASIEN DAN KELUARGA A. PENGERTIAN Marah adalah perasaan seseorang akibat pengalaman yang tidak memuaskan atau mengganggu. Luapan tersebut

Lebih terperinci

Serikat Pekerja dan Hubungan Industrial

Serikat Pekerja dan Hubungan Industrial MSDM Materi 13 Serikat Pekerja dan Hubungan Industrial http://deden08m.com 1 Tujuan Serikat Pekerja (Mondy 2008) Menjamin dan meningkatkan standar hidup dan status ekonomi dari para anggotanya. Meningkatkan

Lebih terperinci

MSDM Materi 13 Serikat Pekerja dan Hubungan Industrial

MSDM Materi 13 Serikat Pekerja dan Hubungan Industrial MSDM Materi 13 Serikat Pekerja dan Hubungan Industrial http://deden08m.com 1 Tujuan Serikat Pekerja (Mondy 2008) Menjamin dan meningkatkan standar hidup dan status ekonomi dari para anggotanya. Meningkatkan

Lebih terperinci

PANDANGAN KARYAWAN TENTANG HAK BEKERJA: SEBUAH STUDI DESKRIPTIF DI KALANGAN KARYAWAN DI PERGURUAN TINGGI

PANDANGAN KARYAWAN TENTANG HAK BEKERJA: SEBUAH STUDI DESKRIPTIF DI KALANGAN KARYAWAN DI PERGURUAN TINGGI PANDANGAN KARYAWAN TENTANG HAK BEKERJA: SEBUAH STUDI DESKRIPTIF DI KALANGAN KARYAWAN DI PERGURUAN TINGGI Anita Maharani 1 Abstrak Hubungan industrial, secara sederhana dapat didefinisikan sebagai hubungan

Lebih terperinci

Mendengar Secara Aktif

Mendengar Secara Aktif Mendengar Secara Aktif Selama kursus ini, anda akan melihat bahwa pertanyaan (bagaimana merumuskan pertanyaan, bagaimana mengajukannya dan jenis pertanyaan apa yang diajukan) akan menjadi tema yang konstan.

Lebih terperinci

Membangun Ketrampilan Memfasilitasi

Membangun Ketrampilan Memfasilitasi Membangun Ketrampilan Memfasilitasi Fasilitasi menjelaskan proses membawa satu kelompok melalui cara pembelajaran, atau berubah dengan cara yang mendorong semua anggota kelompok tersebut, untuk berpartisipasi.

Lebih terperinci

Jenis-Jenis Perundingan, Perundingan Kolektif, Peran Serikat Pekerja, Pengusaha dan Pemerintah Dalam Perundingan dan Pengadilan Hubungan

Jenis-Jenis Perundingan, Perundingan Kolektif, Peran Serikat Pekerja, Pengusaha dan Pemerintah Dalam Perundingan dan Pengadilan Hubungan Modul ke: Fakultas Psikologi Hubungan Industrial Jenis-Jenis Perundingan, Perundingan Kolektif, Peran Serikat Pekerja, Pengusaha dan Pemerintah Dalam Perundingan dan Pengadilan Hubungan Industrial Program

Lebih terperinci

JURNAL STIE SEMARANG, VOL 5, NO 1, Edisi Februari 2013 (ISSN : ) EMPAT DISIPLIN MENJADI ORGANISASI YANG SEHAT

JURNAL STIE SEMARANG, VOL 5, NO 1, Edisi Februari 2013 (ISSN : ) EMPAT DISIPLIN MENJADI ORGANISASI YANG SEHAT EMPAT DISIPLIN MENJADI ORGANISASI YANG SEHAT Sri Wiranti Setiyanti Dosen Tetap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang Abstraksi Terdapat dua kualitas yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan yang sukses,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Asuransi untuk jaman sekarang sangat dibutuhkan oleh setiap perorangan

BAB I PENDAHULUAN. Asuransi untuk jaman sekarang sangat dibutuhkan oleh setiap perorangan BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Asuransi untuk jaman sekarang sangat dibutuhkan oleh setiap perorangan maupun perusahaan, baik di Indonesia maupun diluar negeri. Definisi asuransi menurut

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG KISAH. 1. Menunjuk Ketua Suku dan Dukun. 2. Mendandani Ketua Suku dan Dukun sesuai Adat Suku. 3. Membuat Yel-yel Suku.

LATAR BELAKANG KISAH. 1. Menunjuk Ketua Suku dan Dukun. 2. Mendandani Ketua Suku dan Dukun sesuai Adat Suku. 3. Membuat Yel-yel Suku. LATAR BELAKANG KISAH 1. Menunjuk Ketua Suku dan Dukun (syaratnya : harus mempunyai kemampuan negosiasi dan mengartikulasikan pendapat dengan baik) 2. Mendandani Ketua Suku dan Dukun sesuai Adat Suku (bahan

Lebih terperinci

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Pernyataan Prinsip: Setiap orang berhak mendapatkan perlakuan hormat di tempat kerja 3M. Dihormati berarti diperlakukan secara jujur dan profesional dengan

Lebih terperinci

Artikel : Lahirnya Kedisiplinan Tanpa Hukuman 0

Artikel : Lahirnya Kedisiplinan Tanpa Hukuman 0 Artikel : Lahirnya Kedisiplinan Tanpa Hukuman 0 Permasalahan kedisiplinan berawal dari sistem disiplin. Sistem disiplin tradisional cenderung membetulkan kinerja yang buruk daripada meningkatkan kinerja.

Lebih terperinci

MEKANISME KELUHAN PEKERJA

MEKANISME KELUHAN PEKERJA PROSEDUR TPI-HR-Kebijakan-04 Halaman 1 dari 7 MEKANISME KELUHAN PEKERJA Halaman 2 dari 7 Pendahuluan Keluhan didefinisikan sebagai masalah yang nyata atau dirasakan yang dapat memberikan alasan untuk mengajukan

Lebih terperinci

PROSES DAN TEKNIK-TEKNIK KONSELING

PROSES DAN TEKNIK-TEKNIK KONSELING PROSES DAN TEKNIK-TEKNIK KONSELING Proses-proses konseling meliputi tahap awal, tahap pertengahan (tahap kerja), tahap akhir. Teknik-teknik konseling meliputi ragam teknik konseling, penguasaan teknik

Lebih terperinci

Lampiran 1: Panduan Wawancara Pemilik

Lampiran 1: Panduan Wawancara Pemilik Lampiran 1: Panduan Wawancara a. Hasrat atas tanggung jawab 1. Sesesorang yang merintis usaha sendiri umumnya bertanggung jawab tinggi terhadap usahanya. Bagaimanakah cara Anda bertanggung jawab pada keberlangsungan

Lebih terperinci

Kasus Drydocks, Batam

Kasus Drydocks, Batam Pemahaman konsep hubungan industrial Pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan industrial Pemahaman hubungan industrial Pancasila Pemahaman tentang serikat pekerja Proses penyelesaian perselisihan industrial

Lebih terperinci

Persiapan untuk Wawancara Disiplin Mulailah untuk mempersiapkan diri dengan memperbarui bagaimana Anda tahu karyawan tersebut telah melakukan suatu

Persiapan untuk Wawancara Disiplin Mulailah untuk mempersiapkan diri dengan memperbarui bagaimana Anda tahu karyawan tersebut telah melakukan suatu Persiapan untuk Wawancara Disiplin Mulailah untuk mempersiapkan diri dengan memperbarui bagaimana Anda tahu karyawan tersebut telah melakukan suatu pelanggaran yang menjamin sebuah wawancara disipliner.

Lebih terperinci

A. Penyelesaian Sengketa Melalui Pengadilan

A. Penyelesaian Sengketa Melalui Pengadilan A. Penyelesaian Sengketa Melalui Pengadilan Litigasi atau jalur pengadilan merupakan suatu proses gugatan atas suatu konflik yang diritualisasikan yang menggantikan konflik sesungguhnya, dimana para pihak

Lebih terperinci

Entrepreneurial Soul Development

Entrepreneurial Soul Development Entrepreneurial Soul Development o Perception o Expectation o Makes demands Sender or Instigator Channel Medium Receiver Feedback BERBICARA YANG EFEKTIF Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pasar menjadi semakin luas dan peluang ada dimana-mana, namun sebaliknya

I. PENDAHULUAN. Pasar menjadi semakin luas dan peluang ada dimana-mana, namun sebaliknya 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Globalisasi membawa dampak yang besar bagi perkembangan dunia bisnis. Pasar menjadi semakin luas dan peluang ada dimana-mana, namun sebaliknya persaingan menjadi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL. 1. Pengertian hubungan industrial dan kaitannya dengan hubungan industrial

BAB II TINJAUAN UMUM PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL. 1. Pengertian hubungan industrial dan kaitannya dengan hubungan industrial 15 BAB II TINJAUAN UMUM PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL 1. Pengertian hubungan industrial dan kaitannya dengan hubungan industrial Pancasila Berdasarkan Pasal 1 angka 16 Undang-Undang No.13 Tahun 2003

Lebih terperinci

KODE ETIK REVIEWER MONITORING DAN EVALUASI INTERNAL (MONEVIN) PROGRAM HIBAH KOMPETISI (PHK)

KODE ETIK REVIEWER MONITORING DAN EVALUASI INTERNAL (MONEVIN) PROGRAM HIBAH KOMPETISI (PHK) KODE ETIK REVIEWER MONITORING DAN EVALUASI INTERNAL (MONEVIN) PROGRAM HIBAH KOMPETISI (PHK) UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2006 PETUNJUK: Dengan mempergunakan skala 1 5 berikut, mohon dituliskan nomor sesuai

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PERATURAN MEDIASI KLRCA SKEMA UU MEDIASI 2012 PANDUAN PERATURAN MEDIASI KLRCA. Peraturan Mediasi KLRCA. Bagian I. Bagian II.

DAFTAR ISI PERATURAN MEDIASI KLRCA SKEMA UU MEDIASI 2012 PANDUAN PERATURAN MEDIASI KLRCA. Peraturan Mediasi KLRCA. Bagian I. Bagian II. DAFTAR ISI Peraturan Mediasi KLRCA Bagian I PERATURAN MEDIASI KLRCA Bagian II SKEMA Bagian III UU MEDIASI 2012 Bagian IV PANDUAN PERATURAN MEDIASI KLRCA 2 Pusat untuk Arbitrase Regional Kuala Lumpur Bagian

Lebih terperinci

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas)

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) LAMPIRAN 6 PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) Pihak Pertama Nama: Perwakilan yang Berwenang: Rincian Kontak: Pihak Kedua Nama:

Lebih terperinci

TEKNIK FUNDRAISING - Bagian 4 dari 6 IV. TEKNIK MENULIS PROPOSAL. Pendahuluan

TEKNIK FUNDRAISING - Bagian 4 dari 6 IV. TEKNIK MENULIS PROPOSAL. Pendahuluan TEKNIK FUNDRAISING - Bagian 4 dari 6 IV. TEKNIK MENULIS PROPOSAL Pendahuluan Pengumpulan dana bisa jadi sangat lama, mahal, dan merupakan proses yang membuat frustasi, dan tiada jalan yang bisa memastikan

Lebih terperinci

Panduan Sukses Menjalani Assessment Centre. Copyright Andin Andiyasari Mei 2008

Panduan Sukses Menjalani Assessment Centre. Copyright Andin Andiyasari Mei 2008 Panduan Sukses Menjalani Assessment Centre Copyright Andin Andiyasari Mei 2008 Assessment Centre Sebuah proses penilaian yang dilakukan oleh lebih dari satu penilai (multi-rater) dengan lebih dari satu

Lebih terperinci

Modul TEKNIK MEMOTIVASI. Oleh. Ir. Marhaenis Budi Santoso, M.Si. Widyaiswara Utama

Modul TEKNIK MEMOTIVASI. Oleh. Ir. Marhaenis Budi Santoso, M.Si. Widyaiswara Utama Modul TEKNIK MEMOTIVASI Oleh Ir. Marhaenis Budi Santoso, M.Si Widyaiswara Utama KEMENTERIAN PERTANIAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN BINUANG

Lebih terperinci

PERENCANAAN Tujuan Instruksional Materi Pembahasan

PERENCANAAN Tujuan Instruksional Materi Pembahasan PERENCANAAN Tujuan Instruksional Memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai perencanaan, proses pembuatan rencana dan tingkat rencana organisasi serta hambatan-hambatan dalam perencanaan. Materi Pembahasan

Lebih terperinci

Peran khusus para animator

Peran khusus para animator Peran khusus para animator Peran seorang animator jarang diberi nama resmi dalam kelompok. Tetapi dalam kelompok yang paling sukses biasanya paling tidak ada satu orang animator. Mereka ini adalah orang

Lebih terperinci

Modul ke: Produksi Berita TV. Wawancara Dalam Berita TV. Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Broadcasting.

Modul ke: Produksi Berita TV. Wawancara Dalam Berita TV. Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Broadcasting. Modul ke: 09 Syaifuddin, Fakultas Ilmu Komunikasi Produksi Berita TV Wawancara Dalam Berita TV S.Sos, M.Si Program Studi Broadcasting http://www.mercubuana.ac.id Wawancara dalam Berita TV Wawancara dalam

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH NO. 01 TH 1985

PERATURAN PEMERINTAH NO. 01 TH 1985 PERATURAN PEMERINTAH NO. 01 TH 1985 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA NOMOR : PER-01/MEN/85 TENTANG PELAKSANAAN TATA CARA PEMBUATAN KESEPAKATAN KERJA BERSAMA (KKB) MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

Implementasi PFA pada Anak dan Remaja di Satuan Pendidikan

Implementasi PFA pada Anak dan Remaja di Satuan Pendidikan Implementasi PFA pada Anak dan Remaja di Satuan Pendidikan Wahyu Cahyono hanyasatukata@yahoo.com / 0813 140 23 148 Tim Pengembang Dukungan Psikologis Awal Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Outline

Lebih terperinci

BAB 3 HUBUNGAN PENGECER DENGAN PEMASOK DAN TEKNIK NEGOSIASI

BAB 3 HUBUNGAN PENGECER DENGAN PEMASOK DAN TEKNIK NEGOSIASI BAB 3 HUBUNGAN PENGECER DENGAN PEMASOK DAN TEKNIK NEGOSIASI I. Pentingnya Hubungan Pengecer dengan Pemasok Hubungan antara pengecer, dalam hal ini pengelola toko dengan pemasok atau suplier merupakan tahapan

Lebih terperinci

Strategi dan Seni dalam

Strategi dan Seni dalam Strategi dan Seni dalam NEGOSIASI Lucky B Pangau,SSos MM E-mail : lucky_pangau@yahoo.com HP : 0877 3940 4649 Lucky B Pangau Seni Negosiasi 1 NEGOSIASI Adalah proses komunikasi yang gunakan untuk memenuhi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Komunikasi Terapeutik 2.1.1 Pengertian Komunikasi Terapeutik Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang dilakukan oleh perawat dan tenaga kesehatan lain yang direncanakan

Lebih terperinci

A. Analisis Proses Pelaksanaan Mediasi di Pengadilan Agama Purwodadi

A. Analisis Proses Pelaksanaan Mediasi di Pengadilan Agama Purwodadi BAB IV ANALISIS A. Analisis Proses Pelaksanaan Mediasi di Pengadilan Agama Purwodadi Berdasarkan apa yang telah dipaparkan pada bab-bab sebelumnya dapat diketahui bahwa secara umum mediasi diartikan sebagai

Lebih terperinci

MANAJEMEN KONFLIK. Disusun: Ida Yustina, Prof. Dr.

MANAJEMEN KONFLIK. Disusun: Ida Yustina, Prof. Dr. MANAJEMEN KONFLIK Disusun: Ida Yustina, Prof. Dr. Konflik: percekcokan; perselisihan; pertentangan (KBBI) Konflik berarti adanya oposisi atau pertentangan pendapat antara orang-orang, kelompok-kelompok,

Lebih terperinci

INVENTORI TUGAS PERKEMBANGAN SISWA SD. Berikut ini 50 rumpun pernyataan, setiap rumpun terdiri atas 4 pernyataan

INVENTORI TUGAS PERKEMBANGAN SISWA SD. Berikut ini 50 rumpun pernyataan, setiap rumpun terdiri atas 4 pernyataan L A M P I R A N 57 INVENTORI TUGAS PERKEMBANGAN SISWA SD Berikut ini 50 rumpun pernyataan, setiap rumpun terdiri atas 4 pernyataan Anda diminta untuk memilih 1 (satu) pernyataan dari setiap rumpun yang

Lebih terperinci

4 Temperamen Manusia

4 Temperamen Manusia 4 Temperamen Manusia Seseorang tidak mungkin seorang koleris murni, terkadang dipengaruhi juga oleh sifat melankolis sehingga temperamennya menjadi koleris-melankolis Di sisi lain seorang phlegmatis seringkali

Lebih terperinci

Petunjuk Pengisian Skala

Petunjuk Pengisian Skala Petunjuk Pengisian Skala Skala ini terdiri dari 16 pernyataan, dimana masing-masing pernyataan memiliki 4 alternatif jawaban yang terdiri dari : SP : Sangat puas P : Puas TP : Tidak Puas STP : Sangat tidak

Lebih terperinci

DAFTAR ISI Peraturan Mediasi KLRCA

DAFTAR ISI Peraturan Mediasi KLRCA DAFTAR ISI Peraturan Mediasi KLRCA Bagian I PERATURAN MEDIASI KLRCA Bagian II SKEMA Bagian III UU MEDIASI 2012 Bagian IV PANDUAN PERATURAN MEDIASI KLRCA 2 Pusat untuk Arbitrase Regional Kuala Lumpur Peraturan

Lebih terperinci

ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB

ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB ABV 3.2 TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan cara melakukan observasi dan memantapkan hubungan baik 2. Mempraktikkan ketrampilan mendengar aktif

Lebih terperinci

Team Building & Manajeman Konflik

Team Building & Manajeman Konflik Team Building & Manajeman Konflik www.kahlilpooh.wordpress.com SEMUA TENTANG PASKIBRA, PASKIBRAKA & OSIS KOTA MAGELANG PERSAHABATAN, YANG MERUPAKAN IKATAN SUCI, AKAN LEBIH SAKRAL DENGAN ADANYA KESULITAN

Lebih terperinci

Alternative Dispute Resolution dalam Sengketa Bisnis

Alternative Dispute Resolution dalam Sengketa Bisnis Alternative Dispute Resolution dalam Sengketa Bisnis P R E P A R E D B Y : I R M A M. N A W A N G W U L A N, M B A M G T 4 0 1 - H U K U M B I S N I S S E M E S T E R G A N J I L 2 0 1 4 U N I V E R S

Lebih terperinci

KONFLIK DALAM KELOMPOK. Sepanjang individu berinteraksi dengan individu lain, konflik tidak mungkin terhindarkan. Konflik dapat terjadi dalam

KONFLIK DALAM KELOMPOK. Sepanjang individu berinteraksi dengan individu lain, konflik tidak mungkin terhindarkan. Konflik dapat terjadi dalam KONFLIK DALAM KELOMPOK. Sepanjang individu berinteraksi dengan individu lain, konflik tidak mungkin terhindarkan. Konflik dapat terjadi dalam menentukan suatu tujuan atau dalam menentukan metode yang akan

Lebih terperinci

Apakah Konsiliasi itu? Pendahuluan. Sistem Pengaduan. Konsiliasi

Apakah Konsiliasi itu? Pendahuluan. Sistem Pengaduan. Konsiliasi Apakah Konsiliasi itu? Pendahuluan Komisi Persamaan Kesempatan (EOC) adalah badan hukum yang didirikan untuk menjalankan undang-undang anti diskriminasi. Undang-undang diskriminasi Hong Kong memungkinkan

Lebih terperinci

MANAJEMEN KONFLIK ENI WIDIASTUTI

MANAJEMEN KONFLIK ENI WIDIASTUTI MANAJEMEN KONFLIK ENI WIDIASTUTI Definisi: Perselisihan internal maupun eksternal akibat adanya perbedaan gagasan, nilai atau perasaan antar 2 orang atau lebih. (Marquis dan Huston, 2010) Konflik merupakan

Lebih terperinci

Dr. Alimatus Sahrah, M.Si, MM FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

Dr. Alimatus Sahrah, M.Si, MM FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA Dr. Alimatus Sahrah, M.Si, MM FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA PENGERTIAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Hubungan Kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja/buruh berdasarkan perjanjian

Lebih terperinci

LAMPIRAN 3 NOTA KESEPAKATAN (MOU) UNTUK MERENCANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA. (Versi Ringkas)

LAMPIRAN 3 NOTA KESEPAKATAN (MOU) UNTUK MERENCANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA. (Versi Ringkas) LAMPIRAN 3 NOTA KESEPAKATAN (MOU) UNTUK MERENCANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) Pihak Pertama Nama: Perwakilan yang Berwenang: Rincian Kontak: Pihak Kedua

Lebih terperinci

Komunikasi. prepared by Ridwan Iskandar Sudayat, SE.

Komunikasi. prepared by Ridwan Iskandar Sudayat, SE. Komunikasi 1. Pentingnya Komunikasi Efektif Seperti darah, bagi suatu organisasi komunikasi yang efektif sangat penting, dan miskomunikasi akan memberi kontribusi yang dapat disamakan dengan rusaknya sistim

Lebih terperinci

STRATEGI PELAKSANAAN, KONTROL DAN INOVASI. deden08m.com 1

STRATEGI PELAKSANAAN, KONTROL DAN INOVASI. deden08m.com 1 Materi 10 STRATEGI PELAKSANAAN, KONTROL DAN INOVASI deden08m.com 1 STRATEGI PELAKSANAAN, KONTROL DAN INOVASI 4 Langkah mencapai kesuksesan yang saling berhubungan: Menciptakan sasaran dan rencana tindakan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kepercayaan Diri 2.1.1 Pengertian Kepercayaan Diri Percaya diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Orang yang percaya diri yakin

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. dengan semakin kompleksnya keinginan dan tujuannya, manusia berpikir mengenai

PENDAHULUAN. dengan semakin kompleksnya keinginan dan tujuannya, manusia berpikir mengenai PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki tujuan dalam hidupnya. Lalu dengan semakin kompleksnya keinginan dan tujuannya, manusia berpikir mengenai konsep untuk mengubah gagasan-gagasan mereka.

Lebih terperinci

Bahan Ajar Komunikasi Bisnis Dosen : Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si.

Bahan Ajar Komunikasi Bisnis Dosen : Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si. Bahan Ajar Komunikasi Bisnis Dosen : Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si. Oxford Dictionary : Negosiasi didefinisikan sebagai : pembicaran dengan orang lain dengan maksud untuk mencapai kompromi atau kesepakatan

Lebih terperinci

Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran. pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang.

Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran. pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang. Pengantar Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang. Seseorang membawa informasi tersebut kemudian menyampaikannya

Lebih terperinci

Nama: Anton Rahmat Riyadi NIM :

Nama: Anton Rahmat Riyadi NIM : Nama: Anton Rahmat Riyadi NIM : 14122059 1. Jelaskan pengertian konflik dan cara pandang konflik 2. Jelaskan jenis, sebab, dan proses terjadinya konflik 3. Jelaskan hubungan konflik dan kinerja di perusahaan

Lebih terperinci

Data Diri TES DISC. M L Baik hati, berhati lembut, manis M L Pintar memperngaruhi orang lain, meyakinkan

Data Diri TES DISC. M L Baik hati, berhati lembut, manis M L Pintar memperngaruhi orang lain, meyakinkan LAMPIRAN 70 Lampiran 1 Kuesioner tes DISC Data Diri Nama : Tempat, tanggal lahir : Usia : Jenis Kelamin : No. Telfon : TES DISC Instruksi : Silahkan pilih salah satu dari empat kelompok kata di bawah ini

Lebih terperinci

KEWIRAUSAHAAN - 2. Menentukan Hal yang Harus Disiapkan Saat Memulai Bisnis. Galih Chandra Kirana, SE.,M.Ak. Modul ke: Fakultas.

KEWIRAUSAHAAN - 2. Menentukan Hal yang Harus Disiapkan Saat Memulai Bisnis. Galih Chandra Kirana, SE.,M.Ak. Modul ke: Fakultas. KEWIRAUSAHAAN - 2 Modul ke: Menentukan Hal yang Harus Disiapkan Saat Memulai Bisnis Fakultas Galih Chandra Kirana, SE.,M.Ak Program Studi www.mercubuana.ac.id 1 Menentukan Hal yang Harus Disiapkan Saat

Lebih terperinci

KONFLIK ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012

KONFLIK ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012 KONFLIK ORGANISASI Salah satu yang sering muncul dalam upaya melakukan inovasi organisasi adalah terjadinya konflik di dalam organisasi. Sebagaimana lazim diketahui bahwa suatu organisasi secara keseluruhan

Lebih terperinci

PANDUAN PENDAMPINGAN DAN WAWANCARA TERHADAP KORBAN PERDAGANGAN ANAK:

PANDUAN PENDAMPINGAN DAN WAWANCARA TERHADAP KORBAN PERDAGANGAN ANAK: PANDUAN PENDAMPINGAN DAN WAWANCARA TERHADAP KORBAN PERDAGANGAN ANAK: 1 The Regional Support Office of the Bali Process (RSO) dibentuk untuk mendukung dan memperkuat kerja sama regional penanganan migrasi

Lebih terperinci

Disampaikan oleh : MOH. HOESSEIN

Disampaikan oleh : MOH. HOESSEIN Disampaikan oleh : MOH. HOESSEIN Pengertian Service Quality Service Quality bisa juga diartikan suatu kualitas pelayanan yang terbaik, melebihi, melampaui, menggungguli pelayanan yang diberikan pihak lain

Lebih terperinci

5. KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN

5. KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN 5. KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan, diskusi dan saran. Kesimpulan dalam penelitian ini berisi gambaran sibling rivalry pada anak ADHD dan saudara kandungnya

Lebih terperinci

Ketegasan. Tine A. Wulandari, S.I.Kom.

Ketegasan. Tine A. Wulandari, S.I.Kom. Ketegasan Tine A. Wulandari, S.I.Kom. Sebuah Pengantar Individu menjadi tegas tujuannya adalah untuk menjadi pasif maupun agresif dalam interaksi mereka dengan orang lain. Tidak tegas dapat dilihat sebagai

Lebih terperinci

KODE ETIK MEDIATOR Drs. H. HAMDAN, SH., MH. Pendahuluan. Terwujudnya keadilan yang cepat, sedarhana dan biaya ringan merupakan dambaan dari setiap

KODE ETIK MEDIATOR Drs. H. HAMDAN, SH., MH. Pendahuluan. Terwujudnya keadilan yang cepat, sedarhana dan biaya ringan merupakan dambaan dari setiap KODE ETIK MEDIATOR Drs. H. HAMDAN, SH., MH. Pendahuluan. Terwujudnya keadilan yang cepat, sedarhana dan biaya ringan merupakan dambaan dari setiap pencari keadilan dimanapun. Undang-Undang Nomor 48 Tahun

Lebih terperinci

MOTIVASI BERPRESTASI ABSTRACK

MOTIVASI BERPRESTASI ABSTRACK MOTIVASI BERPRESTASI ABSTRACK Materi pembelajaran 'Motivasi Berprestasi' bertujuan untuk membekali mahasiswa/i akan pengertian, pemahaman terhadap motivasi berprestasi sebagai aspek pendorong untuk mencapai

Lebih terperinci

Identifikasi Proyek. Menanggapi KebutuhanResponding to a need

Identifikasi Proyek. Menanggapi KebutuhanResponding to a need Bagian 1 Identifikasi Proyek TELAAH ALKITAB Penilaian Kebutuhan Menanggapi KebutuhanResponding to a need Baca Nehemia 1 Nehemia adalah seorang Yahudi dalam pembuangan di negeri asing. Sebagaian orang Yahudi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa hubungan industrial

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Temuan Studi Temuan-temuan yang diperoleh dari hasil studi mengenai penyediaan set pelayanan umum perkotaan yang sesuai dengan preferensi local business di Kota Depok

Lebih terperinci

KUESIONER PERSEPSI TENTANG PERILAKU KEPEMIMPINAN ATASAN

KUESIONER PERSEPSI TENTANG PERILAKU KEPEMIMPINAN ATASAN KUESIONER PERSEPSI TENTANG PERILAKU KEPEMIMPINAN ATASAN BERILAH TANDA SILANG (X) PADA KOLOM YANG PALING SESUAI MENURUT ANDA. A= SANGAT SERING B= SERING C= KADANG-KADANG D= JARANG E= TIDAK PERNAH NO PERTANYAAN

Lebih terperinci

K143 KONVENSI PEKERJA MIGRAN (KETENTUAN TAMBAHAN), 1975

K143 KONVENSI PEKERJA MIGRAN (KETENTUAN TAMBAHAN), 1975 K143 KONVENSI PEKERJA MIGRAN (KETENTUAN TAMBAHAN), 1975 1 K-143 Konvensi Pekerja Migran (Ketentuan Tambahan), 1975 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang

Lebih terperinci

Most Reliable. Personal Dewasa

Most Reliable. Personal Dewasa Most Reliable Personal Dewasa Instrumen TPPT (True Parenting Personality Test) ini membantu mengidentifikasi tipe kepribadian Anda. TPPT ini diadopsi dari Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), yang membagi

Lebih terperinci

HUBUNGAN SERIKAT KARYAWAN MANAJEMEN PERTEMUAN 13

HUBUNGAN SERIKAT KARYAWAN MANAJEMEN PERTEMUAN 13 HUBUNGAN SERIKAT KARYAWAN MANAJEMEN PERTEMUAN 13 Pengertian: Organisasi para karyawan yang dibentuk untuk mempromosikan atau menyatakan pendapat, melindungi dan memperbaiki, melalui kegiatankegiatan kolektif,kepentingan-kepentingan

Lebih terperinci

III. Penyelesaian perselisihan hubungan industrial Pancasila. Dasar Hukum Aturan lama. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

III. Penyelesaian perselisihan hubungan industrial Pancasila. Dasar Hukum Aturan lama. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB (1) Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang wajib membuat peraturan perusahaan yang mulai berlaku setelah disahkan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk. (2)

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Pasal 1 Definisi. Untuk maksud-maksud Persetujuan ini, kecuali konteksnya mensyaratkan sebaliknya;

LAMPIRAN. Pasal 1 Definisi. Untuk maksud-maksud Persetujuan ini, kecuali konteksnya mensyaratkan sebaliknya; LAMPIRAN PERSETUJUAN MEKANISME PENYELESAIAN SENGKETA DALAM PERSETUJUAN KERANGKA KERJA MENGENAI KERJA SAMA EKONOMI MENYELURUH ANTAR PEMERINTAH NEGARA-NEGARA ANGGOTA PERHIMPUNAN BANGSA-BANGSA ASIA TENGGARA

Lebih terperinci

Setiap karyawan dapat membentuk atau bergabung dalam suatu kelompok. Mereka mendapat manfaat atau keun-tungan dengan menjadi anggota suatu kelompok.

Setiap karyawan dapat membentuk atau bergabung dalam suatu kelompok. Mereka mendapat manfaat atau keun-tungan dengan menjadi anggota suatu kelompok. PENGANTAR Pembahasan MSDM yang lebih menekankan pada unsur manusia sebagai individu tidaklah cukup tanpa dilengkapi pembahasan manusia sebagai kelompok sosial. Kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan

Lebih terperinci

file://\\ \web\prokum\uu\2004\uu htm

file://\\ \web\prokum\uu\2004\uu htm Page 1 of 38 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Labor and Industrial Relations

Labor and Industrial Relations Labor and Industrial Relations Modul ke: 13 Mahasiswa memahani mengenai : 1. Hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha 2. Membandingkan hubungan tenagakerja di Indonesia dan USA Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Lebih terperinci

PELAJAR, POLITIK, DAN PEMILU Oleh: Pan Mohamad Faiz

PELAJAR, POLITIK, DAN PEMILU Oleh: Pan Mohamad Faiz PELAJAR, POLITIK, DAN PEMILU 2014 Oleh: Pan Mohamad Faiz Tahun 2014 di Indonesia dianggap oleh sebagian besar kalangan sebagai Tahun Politik. Di tahun ini akan digelar hajatan politik terbesar setiap lima

Lebih terperinci

PROPOSAL STUDI KELAYAKAN BISNIS USAHA CAFE. Jurusan : Akuntansi

PROPOSAL STUDI KELAYAKAN BISNIS USAHA CAFE. Jurusan : Akuntansi PROPOSAL STUDI KELAYAKAN BISNIS USAHA CAFE Jurusan : Akuntansi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Pengertian Bisnis adalah usaha komersial yang dilakukan manusia dalam dunia perdagangan barang atau pun jasa. Jadi

Lebih terperinci