Permainan Tradisional: Media Pembelajaran di Dalam Kelas BIPA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Permainan Tradisional: Media Pembelajaran di Dalam Kelas BIPA"

Transkripsi

1 Permainan Tradisional: Media Pembelajaran di Dalam Kelas BIPA Ni Putu Dian Cahyani, IALF Bali Abstrak Salah satu cara untuk mengajarkan bahasa Indonesia kepada siswa adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan adalah permainan. Permainan yang dipakai di dalam proses pembelajaran dapat membuat siswa merasa tertarik dan menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar bahasa Indonesia. Penggunaan permainan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia sangat penting karena materi pelajaran yang disampaikan secara monoton dan tidak menarik akan membuat siswa merasa bosan. Selain itu, ada beberapa keuntungan yang diperoleh ketika menggunakan permainan dalam proses pembelajaran di kelas, yaitu: memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan bahasa yang diajarkan, membuat siswa lebih mengenal budaya Indonesia, dan siswa dapat membandingkan budaya Indonesia dengan budaya mereka sendiri. Ketika menggunakan permainan di dalam kelas, sangat penting bagi guru untuk memilih permainan yang sesuai dengan tingkat kemampuan berbahasa dan usia siswa. Permainan tradisional merupakan jenis permainan yang mengandung nilai-nilai budaya sehingga sangat tepat jika dipakai sebagai media pembelajaran di dalam pengajaran bahasa Indonesia. Guru juga perlu untuk memikirkan permainan yang tepat agar sesuai dengan silabus dan kurikulum yang digunakan. Berdasarkan kondisi tersebut, lokakarya ini menjelaskan beberapa permainan tradisional yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di kelas BIPA, yaitu: dam-daman, congklak, gobag sodor, engklek, ular naga, petak jongkok, dan macan. 1. Pendahuluan Permainan tradisional Indonesia adalah permainan yang berasal dari tradisi dan kebudayaan di setiap daerah di Indonesia. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki permainan tradisional mereka sendiri. Beberapa permainan tradisional Indonesia menjadi sangat populer dimainkan di daerah lain dan bahkan di seluruh Indonesia karena permainan tersebut sangat menyenangkan dan sangat mudah untuk dimainkan; misalnya congklak, ular naga, dan petak umpet. Permainan tradisional Indonesia mengandung nilai-nilai yang sangat berguna dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Permainan 1

2 tradisional mengandung nilai kejujuran, kerja sama, kepemimpinan, dan sportivitas. Menggunakan permainan tradisional Indonesia di kelas BIPA membuat siswa lebih mengenal kebudayaan Indonesia dan siswa juga bisa belajar sambil bermain. 2. Bentuk-bentuk Permainan Tradisional Indonesia Permainan tradisional biasanya dimainkan oleh anak-anak sekolah dasar, tetapi banyak juga permainan yang masih dimainkan oleh para remaja dan orang dewasa karena mereka mendapatkan beberapa manfaat saat mereka memainkannya. Misalnya bermain gobag sodor saat perayaan kemerdekaan Indonesia bisa mempererat ikatan tali persahabatan dan menambah kekompakan para pemain. Permainan tradisional Indonesia tidak terhitung jumlahnya, tetapi Taro (1993) mencatat ada 13 permainan di Bali. Ini tentunya masih ada banyak di lapangan. Permainan tradisional secara umum bisa dibagi dua, yaitu: permainan yang dimainkan secara berpasangan dan permainan yang dimainkan secara berkelompok. Dua permainan yang dimainkan secara berpasangan adalah dam-daman dan congklak. Sedangkan beberapa permainan yang dimainkan secara berkelompok adalah gobag sodor, engklek, ular naga, petak jongkok, dan macan. 2

3 3. Deskripsi Dan Cara Bermain Beberapa Permainan Tradisional Indonesia 3.1 Dam-daman Garis akhir Garis akhir Pemain : 2 orang Alat : Papan dam-daman dan 32 pion (16 untuk A dan 16 untuk B) Cara bermain dam-daman mirip dengan bermain catur, yaitu dengan cara memindahkan pion masing-masing. Sebelum dimulai para pemain menentukan siapa yang memajukan pion pertama kali. 1. Pemain memajukan satu pion terdepan sebanyak satu langkah. 2. Kemudian, giliran lawannya memindahkan pionnya satu langkah. 3. Setelah itu, pemain pertama melompati dan mengambil pion lawan (sesuai garis). 4. Pemenangnya adalah pemain yang bisa mencapai garis akhir di kotak segitiga lawannya. 3

4 Catatan: a. Pemain A yang tidak melompati dan mengambil pion B, tapi memindahkan pionnya sendiri dinyatakan DAM (seperli penalti/hukuman). Dan pemain B boleh mengambil 3 pionmilik A (boleh yang mana saja). b. Pemain tidak boleh melangkah mundur. Siswa menyebutkan 1 kata (yang sedang/sudah dipelajari) saat melompati pion lawannya. 3.2 Congklak Pemain Alat : 2 orang : Papan congklak dan 98 biji/kerang Bagian I 1. Taruh masing-masing 7 biji di lubang kecil. Biarkan rumah kedua pemain kosong (lubang besar di kanan-kiri papan). 2. Dua pemain berhadapan dan melakukan suit. Pemenangnya memilih 1 lubang dan mengambil semua biji di satu lubang (sisi bagiannya). 3. Pemain bergerak searah jarum jam mengelilingi papan congklak dan menaruh 1 biji di tiap lubang. Saat biji terakhir jatuh di: lubang yang ada biji ambil semua biji dan lanjutkan menaruh satu biji di tiap lubang (searah jarum jam). lubang kosong pemain mati (berhenti bermain) dan giliran lawannya bermain. rumah nya sendiri pemain mendapatkan giliran lagi dan bisa memilih biji di lubang mana saja di sisinya sendiri dan kembali bermain (seperti di awal permainan) 4

5 salah satu lubang yang ada di barisnya sendiri semua biji yang ada di seberangnya (baris lawan) akan menjadi milik pemain tersebut dan masuk ke rumah nya. 4. Permainan selesai bila semua lubang kecil sudah kosong. 5. Pemenangnya adalah pemain yang mendapatkan biji terbanyak. Siswa bermain sambil menyebutkan angka. 3.3 Gobag Sodor Mulai = tim A = tim B 5

6 Pemain : 2 tim (2-4 orang/tim) Alat : Kapur tulis untuk menggambar garis. 1. Tim A harus menuju ke X melewati semua tim B dan kembali lagi ke garis mulai. 2. Tim B berusaha menangkap tim A, tetapi tidak boleh melewati garis yang mereka jaga. 3. Jika ada pemain dari tim A yang tertangkap, tim A dan B bertukar tempat. Siswa di tim A menyebutkan 1 kata/kalimat (yang sedang/sudah dipelajari) saat melewati garis. 6

7 3.4 Engklek 5 Pemain : 2-5 orang Alat : Kapur tulis untuk menggambar dan koin untuk bermain Pemain melempar koin ke kotak nomor 1 dan melompat dengan 1 kaki ke semua kotak sesuai urutan angka (kecuali kotak tempat batu berada). 2. Setelah melompati semua kotak dan kembali ke kotak nomor 2, pemain berhenti dan mengambil koin di kotak nomor 1 (masih dengan 1 kaki). 3. Lalu pemain melemparkan koin ke kotak nomor 2 dan melompat lagi ke semua kotak (kecuali kotak nomor 2, begitu seterusnya sampai pemain bisa melemparkan koin ke kotak nomor 7 dan kembali ke tempat mulai. 4. Jika pemain berhasil melakukan itu, dia membelakangi engklek dan melempar koin ke kotak yang diinginkan. Jika koin mendarat tepat di kotak yang diinginkan, maka kotak itu menjadi rumah pemain itu dan dia memberi tanda di sana. 5. Pemain bisa menginjakkan kaki di rumah nya, sedangkan pemain lain harus melewati kotak yang sudah menjadi rumah pemain lain Mulai = koin g-permainan-tradisional.html Catatan: a. Koin pemain tidak boleh mengenai garis engklek atau keluar dari kotak. b. Pemain tidak boleh menginjak garis engklek dan menurunkan kakinya. c. Kalau dua hal itu terjadi, maka giliran pemain berikutnya yang bermain. Guru mengajarkan kata kerja ( contoh: lompat, lempar, ambil) Siswa menyebutkan angka/kosa kata (yang sedang/sudah dipelajari) saat melompati kotak. 7

8 3.5 Ular Naga Pemain : 4-5 orang Alat : - 1. Dua orang membuat gerbang dengan kedua tangan mereka. 2. Sisanya menjadi ular dengan cara berbaris dan memegang bahu teman di depannya dengan kedua tangan. 3. Semua bernyanyi dan ular berjalan keluar-masuk dan memutari gerbang. Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat, itulah yang dicari Ini dianya yang terbelakang. 4. Saat lagu selesai, gerbang akan diturunkan dan menangkap 1 anak. 5. Anak yang tertangkap harus menjawab pertanyaan salah satu temannya yang menjadi gerbang. 6. Jika tidak bisa menjawab,maka anak itu harus menjadi gerbang Ular naga bisa dipakai untuk berlatih tanya jawab tentang data diri. 8

9 3.6 Petak Jongkok Pemain : 4-15 orang Alat : - 1. Siswa menentukan 1 orang yang menjadi pengejar. Sisanya menjadi pemain. 2. Pengejar akan mengejar para pemain sampai ada yang tertangkap. Bila tertangkap, maka pemain itu menjadi pengejar berikutnya. 3. Untuk menghindari pengejar, para pemain boleh berjongkok. Saat mereka berjongkok mereka tidak boleh ditangkap. 4. Satu orang pemain harus tetap berdiri karena dia akan membangunkan temannya yang berjongkok. Petak jongkok bisa dipakai untuk berlatih membuat kalimat dengan kosakata yang sudah dipelajari (sebelum berjongkok siswa harus mengatakan 1 kalimat dalam bahasa Indonesia). 9

10 3.7 Macan Pemain : 3-5 orang Alat : - Cara bermain permainan macan sama dengan permainan kotak pos. Perbedaannya ada pada lirik lagunya. Permainan ini adalah permainan menebak kata sesuai dengan tema yang sudah disepakati (misalnya: nama binatang). 1. Para pemain duduk melingkar dan bersila. Tangan kanan berada di lutut kanan dan tangan kiri di lutut kiri. Posisi telapak tangan terbuka dan menghadap ke atas. 2. Para pemain bernyanyi dan bergiliran menepuk telapak tangan kanan teman mereka (dengan tangan kanan juga). Macannya belum diberi makan Mari kita beri dengan makan-makanan Pak/Bu mau huruf apa? 3. Saat lagu selesai, pemain terakhir yang terkena tepukan harus memilih huruf (misalnya: K) 4. Para pemain bergiliran menyebutkan satu nama binatang yang dimulai dengan huruf tersebut (misalnya: kucing/kuda/kambing) 5. Pemain yang tidak dapat menjawab harus keluar dari lingkaran. 6. Pemenangnya adalah satu pemain yang tetap bisa menjawab. Siswa menyebutkan 1 kata (yang sedang/sudah dipelajari) sesuai dengan tema yang disepakati. 10

11 4. Penutup Ketika menggunakan permainan tradisional di kelas BIPA, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh guru sebelum menggunakannya di kelas BIPA. Pertama, sangat penting bagi guru untuk memilih permainan yang sesuai dengan tingkat kemampuan berbahasa dan usia siswa. Kedua, guru harus memilih permainan tradisional yang mudah diadaptasi sesuai dengan kebutuhan. Ketiga, guru juga perlu menentukan permainan yang tepat agar sesuai dengan silabus dan kurikulum yang digunakan. Terakhir, guru harus terus mencari informasi tentang permainan lain yang bisa digunakan di kelas BIPA karena masih banyak sekali permainan tradisional lain di Indonesia. Guru bisa saling bertukar ide dengan sesama guru BIPA, membaca buku-buku tentang permainan tradisional Indonesia, atau guru bisa mencari informasi melalui situs internet. Daftar Pustaka Darmawan, Dani. Permainan tradisional Yang Mendidik Yogyakarta: Cakrawala M., A. Husna Permainan Tradisional Indonesia Untuk Kreativitas,Ketangkasan, dan Keakraban. Yogyakarta: Penerbit Andi 11

Biya Ebi Praheto Mahasiswa S3 Pendidikan Bahasa Indonesia UNS Dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Biya Ebi Praheto Mahasiswa S3 Pendidikan Bahasa Indonesia UNS Dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta Pengembalian Nilai Luhur Budaya Bangsa melalui Dolanan Bocah di Sekolah Dasar Biya Ebi Praheto Mahasiswa S3 Pendidikan Bahasa Indonesia UNS Dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta Biya_alfarizi@hotmail.com

Lebih terperinci

GEOMETRI DAN PELUANG DALAM PERMAINAN BAS-BASAN SEDERHANA

GEOMETRI DAN PELUANG DALAM PERMAINAN BAS-BASAN SEDERHANA Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Terapannya 2016 p-issn : 2550-0384; e-issn : 2550-0392 GEOMETRI DAN PELUANG DALAM PERMAINAN BAS-BASAN SEDERHANA Anindiati Praminto Putri Mahasiswa Magister Pendidikan

Lebih terperinci

BENTUK-BENTUK LATIHAN MULTILATERAL

BENTUK-BENTUK LATIHAN MULTILATERAL BENTUK-BENTUK LATIHAN MULTILATERAL MANSUR@UNY.AC.ID KOORDINASI ANGGOTA BADAN Fokus: koordinasi anggota badan 1. Berdiri dengan kedua lengan lurus disamping. 2. Berdiri dengan koordinasi kedua lengan diputar

Lebih terperinci

bab 1 gerak dasar kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang

bab 1 gerak dasar kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang bab 1 gerak dasar sumber www.sdialazhar14.wordpress.com tanggal 11 Juni 2009 kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang meloncat menggiring setiap hari kamu

Lebih terperinci

MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 11 TAHUN (13 Model Permainan)

MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 11 TAHUN (13 Model Permainan) MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 11 TAHUN (13 Model Permainan) A. Permainan Target (usia 11) 1. Permainan melempar bola diantara 2 kerucut/botol secara berpasangan Permainan melempar bola diantara 2 kerucut

Lebih terperinci

MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 10 TAHUN (16 model permainan)

MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 10 TAHUN (16 model permainan) A. Permainan Target (usia 10) MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 10 TAHUN (16 model permainan) 1. Permainan melempar bola ke sasaran Permainan ini bertujuan untuk melatih ketepatan dan koordinassi mata/tangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menjadi salah satu bahasa yang wajib di kuasai. Terbukti dengan

BAB I PENDAHULUAN. menjadi salah satu bahasa yang wajib di kuasai. Terbukti dengan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa Jepang merupakan bahasa asing yang nampaknya sudah menjadi salah satu bahasa yang wajib di kuasai. Terbukti dengan diterapkannya mata pelajaran bahasa Jepang

Lebih terperinci

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan May Sumarya Eso Suwarso Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 2 Untuk Sekolah Dasar Kelas II i Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasional. Dilindungi Undang-undang. Pendidikan Jasmani

Lebih terperinci

NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT IMPLEMENTASI MODEL PENDIDIKAN JASMANI BERBASIS KARAKTER SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN NILAI-NILAI AFEKTIF DI SEKOLAH DASAR Oleh: Ermawan Susanto, S.Pd.,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang meningkat sekarang ini, menyebabkan banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Teknologi dipakai dalam bidang kedokteran, pendidikan,

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI ALGORITMA GREEDY PADA PERMAINAN CONGKLAK

IMPLEMENTASI ALGORITMA GREEDY PADA PERMAINAN CONGKLAK IMPLEMENTASI ALGORITMA GREEDY PADA PERMAINAN CONGKLAK Ripandy Adha - NIM 13507115 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha nomor

Lebih terperinci

Berbagai Bentuk dan Kombinasi Gerak Dasar Anak Usia dini

Berbagai Bentuk dan Kombinasi Gerak Dasar Anak Usia dini Berbagai Bentuk dan Kombinasi Gerak Dasar Anak Usia dini Berbagai Gerakan Dasar BEBERAPA MACAM GERAKAN DASAR DAN VARIASINYA,YAITU; BERBARING, DUDUK, BERDIRI, BERJALAN, BERLARI, MENDAKI, MELONCAT DAN BERJINGKAT,

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DAN DAERAH BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL DI SEKOLAH DASAR

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DAN DAERAH BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL DI SEKOLAH DASAR -Konferensi Nasional Bahasa dan Sastra III- PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DAN DAERAH BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL DI SEKOLAH DASAR Biya Ebi Praheto Mahasiswa S-3 PBI Universitas Sebelas Maret Biya_alfarizi@hotmail.com

Lebih terperinci

SILABUS PENJAS SD / MI

SILABUS PENJAS SD / MI Standar Kompetensi : 1. Mempraktekkan gerak dasar kedalam permainan sederhana/aktivitas dan nilai yang terkandung didalamnya. 1.1 Mempraktikkan gerak dasar jalan, lari dan lompat dalam permainan sederhana

Lebih terperinci

SILABUS TEMATIK KELAS II -1 -

SILABUS TEMATIK KELAS II -1 - Tema 4 Subtema 1 : Aku dan Sekolahku : Tugas-tugas Sekolahku SILABUS TEMATIK KELAS II Mata PPKn Bahasa Indonesia 3.1 Mengenal simbol-simbol sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila. (KD 4.1

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN SONDA GANDA MODIFIKASI PADA ANAK KELOMPOK BERMAIN AL-HASANAH

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN SONDA GANDA MODIFIKASI PADA ANAK KELOMPOK BERMAIN AL-HASANAH MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN SONDA GANDA MODIFIKASI PADA ANAK KELOMPOK BERMAIN AL-HASANAH Khusna Mardhiyah Mas udah Prodi PG-PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. operasi penjumlahan dan pengurangan. sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. anak untuk menyelesaikan suatu tugas.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. operasi penjumlahan dan pengurangan. sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. anak untuk menyelesaikan suatu tugas. 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Berhitung Permulaan Berhitung permulaan bagi anak usia dini merupakan sebuah bagian penting dalam masa perkembangannya. Pada masa ini anak mulai melakukan kegiatan berhitung

Lebih terperinci

PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PENCAPAIAN INDIKATOR PEMBELAJARAN

PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PENCAPAIAN INDIKATOR PEMBELAJARAN PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PENCAPAIAN INDIKATOR PEMBELAJARAN Ilham, Muhammad Ali, Endarman Syaputra, Hendri Munar Staf Pengajar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Jambi ABSRTAK Tujuan

Lebih terperinci

1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh?

1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh? 1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh? 3. Sebutkan contoh perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah! 4. Perhatikan bangun ruang di

Lebih terperinci

SIKAP HORMAT DAN TEGAK

SIKAP HORMAT DAN TEGAK SIKAP HORMAT DAN TEGAK Sikap tegak yang digunakan untuk menghormati kawan maupun lawan. Posisi sikap hormat adalah badan tegap, kaki rapat tangan di depan dada terbuka dan rapat dengan jari-jari tangan

Lebih terperinci

LAMPIRAN-LAMPIRAN 76

LAMPIRAN-LAMPIRAN 76 LAMPIRAN-LAMPIRAN 76 Lampiran 4. Silabus Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Standar Kompetensi Permainan olahraga Kompetisi Dasar Mempraktik kan gerak dasar atletik yang dimodifikasi lompat,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan pengetahuan yang semakin pesat, memacu setiap individu agar dapat mengimbangi isu-isu global yang akan mempengaruhi pola sikap dan pola pikirnya

Lebih terperinci

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2009/2010

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2009/2010 STMIK GI MDP Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2009/2010 PENERAPAN PROGRAM DINAMIS PADA PERMAINAN CONGKLAK Filiani 2006250025 Abstrak Permainan congklak adalah

Lebih terperinci

TUGAS TUTORIAL III MATA KULIAH METODE PENGEMANGAN FISIK TUTOR ; DIAN BUDIANA, M.PD.

TUGAS TUTORIAL III MATA KULIAH METODE PENGEMANGAN FISIK TUTOR ; DIAN BUDIANA, M.PD. TUGAS TUTORIAL III MATA KULIAH METODE PENGEMANGAN FISIK TUTOR ; DIAN BUDIANA, M.PD. 1. Dasar dari keterampilan motorik anak adalah A. Bahasa B. Bernyanyi C. Menari D. Gerak 2. Salah satu cara untuk mengembangkan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I Sekolah : SD Negeri Tunjung Lor Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kelas/ Semester : V / Genap Alokasi Waktu : 2 x 35 menit ( Pertemuan

Lebih terperinci

BERSEDIA? SIAP! RSPO! Lembar petunjuk (silakan dicetak)

BERSEDIA? SIAP! RSPO! Lembar petunjuk (silakan dicetak) BERSEDIA? SIAP! RSPO! Lembar petunjuk (silakan dicetak) Catatan khusus Disarankan untuk dicetak di atas kertas dengan ukuran 250gsm dan dua sisi Ketika mencetak, klik printing settings > size options >

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian Kampanye sosial atau iklan layanan masyarakat merupakan iklan yang menampilkan pesan-pesan sosial yang bertujuan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat

Lebih terperinci

Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha SMARATUNGGA Boyolali

Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha SMARATUNGGA Boyolali PENGEMBANGAN KREATIVITAS MAHASISWA MENGHIDUPKAN KEMBALI PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MEMBANGUN KARAKTER ANAK BIDANG KEGIATAN: PKM GAGASAN TERTULIS Diusulkan oleh: SARI LATIFA NIM : 1508191207 Sekolah Tinggi

Lebih terperinci

PERMAINAN TRADISIONAL HARI KELUARGA KPK 2014

PERMAINAN TRADISIONAL HARI KELUARGA KPK 2014 KEMENTERIAN PELANCONGAN & KEBUDAYAAN MALAYSIA PERMAINAN TRADISIONAL HARI KELUARGA KPK 2014 BATU SEREMBAN CONGKAK DAM AJI SEPAK BULU AYAM GALAH PANJANG NOTA : 1. SETIAP RUMAH SUKAN HANYA BOLEH MENGHANTAR

Lebih terperinci

PANITIA MALAM KEAKRABAN FORUM MAHASISWA SURAKARTA (FORMASKA) PURWOKERTO Sekretariat: Grendeng, Purwokerto Utara CP:

PANITIA MALAM KEAKRABAN FORUM MAHASISWA SURAKARTA (FORMASKA) PURWOKERTO Sekretariat: Grendeng, Purwokerto Utara CP: Games Malam Keakraban Outbond No Nama permainan Waktu (menit) Peserta Deskripsi Peralatan 1. Bottle Sponge 15-20 5 orang Masing masing peserta berupaya bagaimana cara mengisi botol dengan air dengan cara

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI 3.1. Analisis Kebutuhan dan Masalah Analisis Kebutuhan

BAB 3 METODOLOGI 3.1. Analisis Kebutuhan dan Masalah Analisis Kebutuhan BAB 3 METODOLOGI 3.1. Analisis Kebutuhan dan Masalah 3.1.1. Analisis Kebutuhan Saat ini banyak permainan yang seharusnya dimainkan oleh dua orang atau lebih yang sudah dilengkapi dengan sistem komputer

Lebih terperinci

METHODIK DASAR GERAK ATHLETIK

METHODIK DASAR GERAK ATHLETIK METHODIK DASAR GERAK ATHLETIK Oleh Drs. H.M.Husni Thamrin, M.Pd FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA METHODIK ATHLETIK Mengajar Gerak Dasar Atletik 1. Atletik merupakan aktivitas jasmani

Lebih terperinci

BAB II PEMETAAN STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR DAN TEMA SDLB TUNAGRAHITA SEDANG KELAS I SEMESTER 1

BAB II PEMETAAN STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR DAN TEMA SDLB TUNAGRAHITA SEDANG KELAS I SEMESTER 1 BAB II PEMETAAN STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR DAN TEMA SDLB TUNAGRAHITA SEDANG KELAS I SEMESTER 1 2 1. 2. PKN 1. Standar hidup rukun dirumah 2. Menerapkan hidup rukun dengan teman sekelas

Lebih terperinci

54

54 LAMPIRAN 54 54 55 56 57 58 59 60 61 Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi : SD Negeri Polengan 1 Srumbung : Pendidikan Jasmani,

Lebih terperinci

Penerapan Algoritma Greedy untuk Permainan Halma

Penerapan Algoritma Greedy untuk Permainan Halma Penerapan Algoritma Greedy untuk Permainan Halma Vivi Lieyanda / 13509073 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Sepaktakraw merupakan olahraga permainan asli dari Indonesia. Awal

I. PENDAHULUAN. Sepaktakraw merupakan olahraga permainan asli dari Indonesia. Awal 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sepaktakraw merupakan olahraga permainan asli dari Indonesia. Awal mulanya permainan ini dikenal dengan istilah sepakraga. Sepaktakraw dimainkan di atas lapangan yang

Lebih terperinci

KARYA ILMIAH MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK MELALUI PERMAINAN ULAR NAGA PADA KELOMPOK B PAUD NURDWITA KABUPATEN KEPAHIANG.

KARYA ILMIAH MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK MELALUI PERMAINAN ULAR NAGA PADA KELOMPOK B PAUD NURDWITA KABUPATEN KEPAHIANG. KARYA ILMIAH MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK MELALUI PERMAINAN ULAR NAGA PADA KELOMPOK B PAUD NURDWITA KABUPATEN KEPAHIANG Oleh : ELIYA SISKA NPM : A1I111115 PROGRAM SARJANA KEPENDIDIKAN GURU DALAM

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sesuai dengan kondisi dan karakter siswa. Dengan melihat secara langsung, anak

BAB I PENDAHULUAN. sesuai dengan kondisi dan karakter siswa. Dengan melihat secara langsung, anak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru sebagai faktor utama keberhasilan pengajaran dituntut kemampuannya untuk dapat menyampaikan bahan ajar kepada siswa dengan baik. Untuk itu guru perlu mendapat

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN. yaitu Athlon yang berarti memiliki makna bertanding atau berlomba (Yudha

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN. yaitu Athlon yang berarti memiliki makna bertanding atau berlomba (Yudha 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hakekat Atletik BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN Atletik merupakan istilah dalam olahraga yang berasal dari bahasa yunani yaitu Athlon yang berarti memiliki makna bertanding

Lebih terperinci

STRATEGI MENGAJAR MELALUI MODEL BERMAIN DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR

STRATEGI MENGAJAR MELALUI MODEL BERMAIN DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR STRATEGI MENGAJAR MELALUI MODEL BERMAIN DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR Oleh: Tite Juliantine Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRAK Pendidikan jasmani di sekolah berperan sangat

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SD Mata Pelajaran : Seni Budaya dan Keterampilan Kelas/Semester : 1/1 Tema : Diri Sendiri Standar Kompetensi : Seni Rupa 1. Mengapresiasi karya seni rupa.

Lebih terperinci

A. Daya Tahan dan Kekuatan Otot

A. Daya Tahan dan Kekuatan Otot Kebugaran jasmani harus dipenuhi oleh setiap orang. Kebugaran jasmani merupakan pendukung keberhasilan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Latihan kebugaran jasmani meliputi daya tahan, kekuatan, kelenturan,

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Strategi di belakang Minimax algoritma adalah komputer berasumsi bahwa kedua pemain akan main sejauh kemampuan mereka. Maka, jika lawan mempunyai

Lebih terperinci

PERANGKAT PEMBELAJARAN

PERANGKAT PEMBELAJARAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Satuan Pendidikan : SD/MI. /Semester / Nama Guru : LUKMAN TAMZIL, S.Pd. NIK : 05 90 09 Sekolah

Lebih terperinci

Suwandi Fendi Fengky Bamar Oktanto Masturi SD/MI

Suwandi Fendi Fengky Bamar Oktanto Masturi SD/MI Suwandi Fendi Fengky Bamar Oktanto Masturi SD/MI 2 Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasional. Dilindungi oleh Undang-undang. Untuk SD/MI Kelas II Penulis : Suwandi Fendi Fengky Bamar Oktanto

Lebih terperinci

MEMBENTUK KARAKTER ANAK DENGAN OLAHRAGA TRADISIONAL. Zen Fadli *

MEMBENTUK KARAKTER ANAK DENGAN OLAHRAGA TRADISIONAL. Zen Fadli * Volume 14 Nomor 2, Juli Desember 2015: 49-56 MEMBENTUK KARAKTER ANAK DENGAN OLAHRAGA TRADISIONAL Zen Fadli * Abstrak: Kecanggihan teknologi saat telah membawa banyak perubahan yang sangat masif bagi kehidupan

Lebih terperinci

OLAHRAGA PILIHAN SEPAKTAKRAW

OLAHRAGA PILIHAN SEPAKTAKRAW BAHAN AJAR MATA KULIAH OLAHRAGA PILIHAN SEPAKTAKRAW Oleh Drs. H. M. Husni Thamrin, M.Pd Disampaikan untuk memenuhi tugas mandiri dalam rangka Pelatihan APPLIED APPROACH (AA) Universitas Negeri Yogyakarta

Lebih terperinci

PROGRAM PEMBELAJARAN P J O K KELAS I - SEMESTER 1

PROGRAM PEMBELAJARAN P J O K KELAS I - SEMESTER 1 PROGRAM PEMBELAJARAN P J O K KELAS I - SEMESTER 1 1 PROGRAM SEMESTER Standar Kompetensi : 1. Mempraktikkan gerak dasar kedalam permainan sederhana/ aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN DAN HIPOTESIS TINDAKAN. beregu. Permainan kasti dimainkan dilapangan terbuka. Jika ingin menguasai

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN DAN HIPOTESIS TINDAKAN. beregu. Permainan kasti dimainkan dilapangan terbuka. Jika ingin menguasai 7 BAB II KAJIAN TEORITIS DAN DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Kajian Teoritis 2.1.1 Hakikat Permainan Kasti Permainan kasti termasuk salah satu olahraga permainan bola kecil beregu. Permainan kasti dimainkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. a. Pengertian kecerdasan interpersonal anak usia dini. kepribadian anak (Sujiono, 2009). Usia dini merupakan usia di mana anak

BAB II LANDASAN TEORI. a. Pengertian kecerdasan interpersonal anak usia dini. kepribadian anak (Sujiono, 2009). Usia dini merupakan usia di mana anak BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini a. Pengertian kecerdasan interpersonal anak usia dini Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia ini merupakan

Lebih terperinci

BAB 1 PERMAINAN BOLA BESAR

BAB 1 PERMAINAN BOLA BESAR BAB 1 PERMAINAN BOLA BESAR A. Peraturan Dasar Permainan Bola Basket Setiap permainan tentunya memiliki peraturan tersendiri. Sekarang, Anda akan mendalami berbagai peraturan dan strategi yang lebih terperinci.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Permainan antara manusia melawan komputer menjadi sangat populer

BAB I PENDAHULUAN. Permainan antara manusia melawan komputer menjadi sangat populer BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permainan antara manusia melawan komputer menjadi sangat populer belakangan ini. Uniknya menerapkan kecerdasan buatan pada komputer tidak semudah mengajarkan permainan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada saat ini, maka dari itu banyak fitur-fitur dalam. handphone yang mengandung hiburan. Seperti halnya

BAB I PENDAHULUAN. pada saat ini, maka dari itu banyak fitur-fitur dalam. handphone yang mengandung hiburan. Seperti halnya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin banyaknya handphone yang berkembang pada saat ini, maka dari itu banyak fitur-fitur dalam handphone yang mengandung hiburan. Seperti halnya handphone tidak

Lebih terperinci

STRATEGI MENGAJAR MELALUI MODEL BERMAIN DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR. Dr. Tite Juliantine,M.

STRATEGI MENGAJAR MELALUI MODEL BERMAIN DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR. Dr. Tite Juliantine,M. STRATEGI MENGAJAR MELALUI MODEL BERMAIN DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR Dr. Tite Juliantine,M.Pd *) ABSTRAK Pendidikan jasmani di sekolah berperan sangat penting karena memiliki

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 36 BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1. Logo ( Tanda Pengenal Kampanye) Gambar 5. 1 Logo Visual : 3 sequence gerakan yang mewakili permainan tradisional yang berguna mengembangkan motorik seorang anak,

Lebih terperinci

DALAM KEGIATAN BRIDGING COURSE

DALAM KEGIATAN BRIDGING COURSE PERMAINAN CHARACTER BUILDING DALAM KEGIATAN BRIDGING COURSE SMP NEGERI 1 BOGOR TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SIMULASI : 1 : - : 2 orang berpasangan : 5 menit : 1. Mengembangkan rasa percaya diri 2. Mengembangkan

Lebih terperinci

Mengapa harus bermain?

Mengapa harus bermain? GAMES WITH RULES RASIONAL Bagi anak bermain adalah suatu kegiatan yang serius tetapi mengasyikan, melalui bermain berbagai pekerjaan dapat diwujudkan, bermain merupakan aktivitas yang dipilih sendiri oleh

Lebih terperinci

Analisis SKKD Gerak. Aris Fajar Pambudi FIK UNY

Analisis SKKD Gerak. Aris Fajar Pambudi FIK UNY Analisis SKKD Gerak Aris Fajar Pambudi FIK UNY Kelas I semester 1 1. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana/ aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya 1. Mempraktikkan gerak

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH DASAR

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH DASAR I. SENAM UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR: 1. Menyenangkan, 2. Memberikan tantangan untuk setiap aktivitas jenjang keterampilan, 3. Memberi peluang yang menyenangkan untuk mengukur peningkatan keterampilannya

Lebih terperinci

5. Berkaitan dengan keterampilan seperti kelentukan, daya tahan otot, daya tahan kardiorespiratori, keseimbangan, koordinasi, dan persepsi kinestetik.

5. Berkaitan dengan keterampilan seperti kelentukan, daya tahan otot, daya tahan kardiorespiratori, keseimbangan, koordinasi, dan persepsi kinestetik. METODIK SENAM ARTISTIK 1. Menyenangkan, 2. Memberikan tantangan untuk setiap aktivitas jenjang keterampilan, 3. Memberi peluang yang menyenangkan untuk mengukur peningkatan keterampilannya sendiri 4. Aktivitas

Lebih terperinci

MODEL PERMAINAN LATIHAN JASMANI UNTUK ANAK USIA TAHUN PERMAINAN NET (NET GAME)

MODEL PERMAINAN LATIHAN JASMANI UNTUK ANAK USIA TAHUN PERMAINAN NET (NET GAME) MODEL PERMAINAN LATIHAN JASMANI UNTUK ANAK USIA 10-12 TAHUN PERMAINAN NET (NET GAME) A. PERMAINAN NET TANPA ALAT 1. Permainan Bola Voli (hal 227; 230; 234; 235; 240; 242) Perlengkapan: lapangan bola, bola

Lebih terperinci

PERMAINAN MENUJU CABANG OLAHRAGA SOFTBALL

PERMAINAN MENUJU CABANG OLAHRAGA SOFTBALL Permainan up PERMAINAN MENUJU CABANG OLAHRAGA SOFTBALL Tujuan: Melatih keterampilan melempar dan menangkap dari atas kepala dan samping badan. Peralatan: Satu bola softball perpasang, satu glove softball

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan pendidikan : SDI Al - Munawwarah Kelas / semester : VI / 1 Tema / topik : 1 / Selamatkan mahluk hidup Sub Tema 1 : Tumbuhan sumber kehidupan Pertemuan ke :

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bermain berasal dari kata dasar main, yakni merupakan sebuah hiburan atau

BAB I PENDAHULUAN. Bermain berasal dari kata dasar main, yakni merupakan sebuah hiburan atau BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bermain berasal dari kata dasar main, yakni merupakan sebuah hiburan atau sebuah aktivitas dengan tujuan bersenang-senang, mengisi waktu luang, atau berolahraga ringan.

Lebih terperinci

LAMPIRAN-LAMPIRAN 69

LAMPIRAN-LAMPIRAN 69 LAMPIRAN-LAMPIRAN 69 Lampiran 1. Permohonan Ijin Penelitian 70 Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian 71 Lampiran 3. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian 72 Lampiran 4. Silabus Pendidikan Jasmani

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : senam lantai : 2 x 2 x 40 Menit (dua kali pertemuan)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : senam lantai : 2 x 2 x 40 Menit (dua kali pertemuan) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Kelas/Semester Mata Pelajaran Topik Waktu : SMP N 2 PIYUNGAN : VIII / 1 (satu) : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : senam lantai : 2 x

Lebih terperinci

Buaya. Kerjasama. Cara Bermain. Maksud Kegiatan. Hak dan Tanggung jawab. Tujuan Permainan. Kegiatan 01

Buaya. Kerjasama. Cara Bermain. Maksud Kegiatan. Hak dan Tanggung jawab. Tujuan Permainan. Kegiatan 01 Kegiatan 01 Kerjasama Buaya Usia : 6-8 tahun Waktu : 10 20 menit Lokasi : Di dalam/luar ruangan Ukuran Kelompok : 10 20 Tingkat Kegiatan : Sedang sampai aktif Materi : Kertas Koran besar Nilai Utama :

Lebih terperinci

Modul 2 Permainan Anak dengan Alat

Modul 2 Permainan Anak dengan Alat Modul 2 Permainan Anak dengan Alat Pendahuluan Permainan Anak dengan Alat merupakan aktivitas bermain yang memerlukan hadirnya alat agar permainan itu bisa berlangsung. Ini tentu dipandang sebagai sebuah

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SMP/MTs :... Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VII (Tujuh )/1 (satu) Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (3 x pertemuan ) A. Standar

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. A. Standar Kompetensi B. Kompetensi dasar

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. A. Standar Kompetensi B. Kompetensi dasar RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Kelas/Semester Mata Pelajaran Topik Waktu : SMP N 2 PIYUNGAN : VIII / 1 (satu) : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : Pencak Silat : 2 x

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS 1 SEMESTER 1 TEMATIK TEMA 2 KEGEMARANKU SUB TEMA1 PEMBELAJARAN 3

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS 1 SEMESTER 1 TEMATIK TEMA 2 KEGEMARANKU SUB TEMA1 PEMBELAJARAN 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS 1 SEMESTER 1 TEMATIK TEMA 2 KEGEMARANKU SUB TEMA1 PEMBELAJARAN 3 Oleh: ROSMAYASARI, M.Pd. NIP. 198212062010012010 PEMERINTAH KOTA BANDUNG DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH

Lebih terperinci

IDEN WILDENSYAH BERMAIN BELAJAR

IDEN WILDENSYAH BERMAIN BELAJAR IDEN WILDENSYAH BERMAIN BELAJAR Penerbit www.nulisbuku.com Menginspirasi "Guru tidak bekerja laiknya seorang tukang, tetapi bak seniman. Guru seperti ini tidak sekadar berusaha mencetak murid-murid naik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah UPI Kampus Serang Yeni, 2016

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah UPI Kampus Serang Yeni, 2016 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak usia dini merupakan individu yang unik dan memiliki karakteristik tersendiri yang sesuai dengan tahapan usianya. Masa usia dini merupakan masa keemasan

Lebih terperinci

MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 12 TAHUN ( 15 Model Permainan)

MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 12 TAHUN ( 15 Model Permainan) MODEL PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 12 TAHUN ( 15 Model Permainan) A. Permainan Target (usia 12) 1. Permainan melempar bola ke sasaran Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak karena pola permainannya

Lebih terperinci

LISENSI PEMAKAIAN. Materi buku ini merupakan salah satu bonus untuk produk Printable Flashcard yang ada di situs Bentang Ilmu.

LISENSI PEMAKAIAN. Materi buku ini merupakan salah satu bonus untuk produk Printable Flashcard yang ada di situs Bentang Ilmu. LISENSI PEMAKAIAN Materi buku ini merupakan salah satu bonus untuk produk Printable Flashcard yang ada di situs Bentang Ilmu. Dapatkan ribuan printable flashcard dalam berbagai tema dan berbagai materi

Lebih terperinci

SEPAK BOLA EGRANG. Arif Rohman Hakim, S.Or,. M.Pd 1 dan Slamet Santoso, M.Pd 2 ABSTRAK

SEPAK BOLA EGRANG. Arif Rohman Hakim, S.Or,. M.Pd 1 dan Slamet Santoso, M.Pd 2   ABSTRAK SEPAK BOLA EGRANG Arif Rohman Hakim, S.Or,. M.Pd 1 dan Slamet Santoso, M.Pd 2 Email: ssantoso111285@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalis produk permainan sepak bola egrang yang dapat

Lebih terperinci

A. Bayar atau Kabur. Format Masukan. Format Keluaran. Contoh Masukan

A. Bayar atau Kabur. Format Masukan. Format Keluaran. Contoh Masukan A. Bayar atau Kabur Batas Waktu Batas Memori 1 detik 512 MB Pak Chanek kini beralih profesi menjadi seorang sopir taksi. Ia sangat mengetahui seluk-beluk kendaraan taksi yang dimilikinya. Untuk menempuh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Media Pembelajaran sangat membuat pembelajaran bermakna dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Media Pembelajaran sangat membuat pembelajaran bermakna dan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Media Pembelajaran sangat membuat pembelajaran bermakna dan menyenangkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Yusuf, Y., & Auliya, U (2011: 11) bahwa agar pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Berdasarkan rumusan masalah maka penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) di mana dalam PTK terdapat tindakan-tindakan untuk perbaikan kegiatan pembelajaran,

Lebih terperinci

SILABUS. Indikator Ketercapaian Kompetensi. Materi Pembelajaran. Tingkat Ranah. Tingkat Ranah. Alokasi Waktu. Sumber/ Bahan/Alat.

SILABUS. Indikator Ketercapaian Kompetensi. Materi Pembelajaran. Tingkat Ranah. Tingkat Ranah. Alokasi Waktu. Sumber/ Bahan/Alat. SILABUS Nama Sekolah : SMA Negeri 78 Jakarta Beban Belajar : 2 sks Mata Pelajaan : Penjas Orkes 2 Standar : 1. Mempraktikkan keterampilan permainan olahraga sepak bola dalam bentuk sederhana nilai-nilai

Lebih terperinci

SCHEMATICS 2011 SOAL SCHEMATICS

SCHEMATICS 2011 SOAL SCHEMATICS SCHEMATICS SCHEMATICS 011 SOAL Dream, Think, Code!! Panitia NPC Schematics 011 19 - Hapus Digit FJ baru mendapat pelajaran mengenai bilangan prima. Sekarang ia mencoba bilangan baru yaitu bilangan SambungPrima.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Tugas Akhir ini. Berikut merupakan landasan teori yang dapat diuraikan.

BAB II LANDASAN TEORI. Tugas Akhir ini. Berikut merupakan landasan teori yang dapat diuraikan. BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini menjelaskan tentang konsep dan teori yang menunjang karya Tugas Akhir ini. Berikut merupakan landasan teori yang dapat diuraikan. 2.1 Game Ma'ruf Harsono (2014: 3) menjelaskan

Lebih terperinci

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN?

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN? APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN? ASPEK YANG DISUKAI ANAK YANG BISA KITA AJARKAN FISIK Sangat Aktif. Bisa jalan, lari, lompat 2 kaki, bertumpu, dan manjat. Bisa corat-coret, bekerja dengan 3-4

Lebih terperinci

SILABUS TEMATIK KELAS II - 1 -

SILABUS TEMATIK KELAS II - 1 - Tema 5 Subtema 1 : Hidup Bersih dan Sehat : Hidup Bersih dan Sehat di Rumah SILABUS TEMATIK KELAS II Mata PPKn Bahasa Indonesia 3.2 Memahami tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI ALGORITMA GREEDY PADA PERMAINAN OTHELLO

IMPLEMENTASI ALGORITMA GREEDY PADA PERMAINAN OTHELLO IMPLEMENTASI ALGORITMA GREEDY PADA PERMAINAN OTHELLO Nur Fajriah Rachmah NIM 13506091 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha nomor

Lebih terperinci

SILABUS TEMATIK KELAS I

SILABUS TEMATIK KELAS I SILABUS TEMATIK KELAS I Tema 6 Subtema 1 Mata PPKN Bahasa Indonesia : Lingkungan Bersih, Sehat, dan Asri : Lingkungan Rumahku 3.2 Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari

Lebih terperinci

SURAT KETERANGAN Nomor: / /2012

SURAT KETERANGAN Nomor: / /2012 Lampiran 1 62 Lampiran 2 63 Lampiran 3 PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA DINAS PENDIDIKAN UPT DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN KEMANGKON SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PEGANDEKAN Jalan Raya Pegandekan Kode Pos : 53381

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM BAB III AALISIS MASALAH DA RACAGA PROGRAM III.1. Analisis Masalah Permainan Halma merupakan permainan yang mengasah logika pemainnya. Permainan halma mengharuskan pemainnya untuk memindahkan pion-pion

Lebih terperinci

SILABUS : SDIT INSAN KAMIL KARANGANYAR. Kelas/Semester. : 1. Diri sendiri STANDAR KOMPETENSI

SILABUS : SDIT INSAN KAMIL KARANGANYAR. Kelas/Semester. : 1. Diri sendiri STANDAR KOMPETENSI SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : SDIT INSAN KAMIL KARANGANYAR : Penjasorkes : I/I : 1. Diri sendiri 1. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana/ aktivitas jasmani dan

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Melalui tinjauan pustaka melalui buku dan internet Survey dengan kuisioner secara langsung dibagikan ke target audience 2.1.1 Data penunjang - Buku : 100+ Permainan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah. Bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi seorang anak untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah. Bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi seorang anak untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi seorang anak untuk mengungkapkan berbagai keinginan maupun kebutuhan. Anak-anak yang memiliki kemampuan berbahasa

Lebih terperinci

PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MENDUKUNG PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI ISTIHANA. Abstrak

PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MENDUKUNG PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI ISTIHANA. Abstrak PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MENDUKUNG PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI ISTIHANA Abstrak Permainan tradisional adalah permainan tradisi rakyat suatu daerah, permainan ini bisa menjadi sarana yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 02 Sendangrejo yang beralamatkan di Jl. Lusi Medang no. 5 Rt.01 Rw. VI Kecamatan Ngaringan,

Lebih terperinci

Pada olahraga softball, bola dilempar dari bawah ke atas. Sedangkan Baseball dari atas lurus ke arah pemukul (Batter)

Pada olahraga softball, bola dilempar dari bawah ke atas. Sedangkan Baseball dari atas lurus ke arah pemukul (Batter) Mengenal Olahraga Softball Olahraga softball yang berasal dari Amerika, adalah salah satu cabang yang termasuk baru diperkenalkan di Indonesia. Sehingga umumnya beberapa orang belum terlalu mengenal dengan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah :... Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VIII / I

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah :... Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VIII / I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah :... Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VIII / I Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah :... Bidang studi : Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kesehatan Kelas : I Semester/ tahun : I / 20..-20.. Standart : 1. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam sederhana/

Lebih terperinci

Strategi Perancangan Bot Player pada Permainan Tradisional Congklak dengan Algoritma Greedy

Strategi Perancangan Bot Player pada Permainan Tradisional Congklak dengan Algoritma Greedy Strategi Perancangan Bot Player pada Permainan Tradisional Congklak dengan Algoritma Greedy Rio Chandra Rajagukguk 13514082 Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi

Lebih terperinci

BERMAIN DAN BERSENAM SI BUYUNG UNTUK PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR DAN PENGUATAN KARAKTER ANAK ANAK KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR

BERMAIN DAN BERSENAM SI BUYUNG UNTUK PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR DAN PENGUATAN KARAKTER ANAK ANAK KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Prosiding Seminar Nasional dan Call for Papers BERMAIN DAN BERSENAM SI BUYUNG UNTUK PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR DAN PENGUATAN KARAKTER ANAK ANAK KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR H. Marzuki dan Hj. Sri

Lebih terperinci

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Untuk SD/MI Kelas II Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasonal. Dilindungi Undang-undang. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Untuk SD/MI

Lebih terperinci

2.4.1 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik Menunjukkan perilaku disiplin selama pembelajaran.

2.4.1 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik Menunjukkan perilaku disiplin selama pembelajaran. I. Penilaian 1. Instrumen Penilaian sikap Indikator : 1.2.1 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta. 2.2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab.

Lebih terperinci