Aplikasi Permainan Labirin 3D Mengenal Objek Wisata Di Indonesia Menggunakan Mobile

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Aplikasi Permainan Labirin 3D Mengenal Objek Wisata Di Indonesia Menggunakan Mobile"

Transkripsi

1 Kalbiscientia Volume 1, Nomor 1, Agustus 2014 ISSN Aplikasi Permainan Labirin 3D Mengenal Objek Wisata Di Indonesia Menggunakan Mobile Nuraini Purwandari Sistem Informasi, Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis Jalan Pulomas Selatan Kav.22 Jakarta Timur Abstract: In today s era of information technology, more and more programming language used to develop programs designed to facilitate the user in the field include the making of a game. The Maze game is a game that aims to find a solution determines the proper path to achieve the goals set. Based on that, the researchers made a game application running on the mobile with J2ME. The results of this research that took ten types of mobile phones that have been tested resulted in an installation length of 11.92, the length of loading of 5.8, the location of the corresponding command of 0.4, the position of the corresponding view of 0.2, as well as good image quality of 0.4 in order to obtain an average result such that the application is compatible 3D Maze game run in all types of mobile phones. Keywords: Applications, Games, 3D Maze, J2ME Abstrak:Di era teknologi Informasi sekarang ini, semakin banyak bahasa pemrograman yang digunakan dalam mengembangkan program yang dirancang untuk mempermudah pemakai di bidangnya diantaranya adalah pembuatan sebuah aplikasi permainan. Permainan Labirin adalah sebuah permainan mencari jalan keluar bertujuan menentukan jalur yang tepat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Aplikasi ini dibuat sebagai ajang untuk mengenalkan objek pariwisata di Indonesia sambil melakukan travelling atau perjalanan pada permainan Labirin. Berdasarkan hal itu, peneliti membuat sebuah aplikasi game yang berjalan pada mobile dengan bahasa pemrograman Java 2 Micro Edition (J2ME). Hasil dari penelitian ini yaitu mengambil sepuluh tipe handphone yang telah diujicoba menghasilkan lamanya penginstalan sebesar 11.92, lamanya loading sebesar 5.8, letak command yang sesuai sebesar 0.4, posisi tampilan yang sesuai sebesar 0.2, serta kualitas gambar yang baik sebesar 0.4 sehingga diperoleh hasil rata-rata tersebut bahwa aplikasi permainan Labirin 3D ini compatible dijalankan disemua jenis handphone. Kata kunci: Aplikasi, Permainan, Labirin 3D, J2ME I. PENDAHULUAN Program permainan atau game merupakan salah satu implementasi dari bidang ilmu komputer. Perkembangan permainan pada masa kini sudah sangat pesat dan telah menjadi mode tersendiri di dunia karena mayoritas pengguna komputer menghabiskan sebagian besar waktu mereka di depan komputer dalam program permainan. Salah satu permainan yang banyak diminati adalah permainan Labirin. Permainan Labirin adalah sebuah permainan yang akan mencari jalan keluar yang bertujuan untuk menentukan jalur yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selama proses penentuan jalur tersebut, jika menemui jalan buntu maka akan dilakukan proses backtrack sampai kembali menemukan jalur yang tepat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Handphone adalah salah satu contoh sarana pendukung teknologi informasi. Banyak orang 26 menggunakan handphone sebagai alat komunikasi yang praktis karena dapat dibawa kemana saja dan kapan saja (portable). Selain berfungsi sebagai komunikasi yang bersifat portable handphone juga bermanfaat untuk penyediaan aplikasi game yang edukatif. Contohnya berupa aplikasi game yang dapat digunakan sebagai ajang untuk mengenalkan tempattempat atau objek pariwisata di Indonesia sambil melakukan travelling atau perjalanan pada permainan Labirin. Hal tersebut yang menjadi inspirasi peneliti untuk membangun sebuah aplikasi game edukatif yang bersifat mobile. Dalam pembuatan aplikasi ini diperlukan bahasa pemrograman yang mendukung cara kerja handphone, dan Java 2 Micro Edition (J2ME) adalah salah satu bahasa pemrograman yang dipakai untuk aplikasi berbasis mobile seperti handphone. Peneliti bermaksud membuat sebuah aplikasi permainan Labirin 3D yang dapat memberikan edukasi yang bersifat portable dan dapat dijalankan di handphone.

2 Aplikasi Permainan Labirin 3D Mengenal Objek Wisata... Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah membahas tentang proses pembuatan serta pengoperasian aplikasi Permainan Labirin 3D dengan menggunakan bahasa pemrograman J2ME yang berjalan pada sistem operasi windows XP. Aplikasi permainan Labirin 3D ini bersifat single- User artinya dapat dimainkan oleh satu orang pemain Sedangkan tujuannya adalah membuat aplikasi permainan Labirin 3D dengan menggunakan bahasa pemrograman J2ME. Yang diharapkan berguna terutama bagi penulis dan juga bagi pembaca yang tertarik pada game dengan bahasa pemrograman J2ME. User atau pemakai dapat menggunakan aplikasi ini di telepon seluler (handphone). II. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang diajukan. Metode penelitian berhubungan dengan prosedur, alat, desain penelitian yang dipergunakan didalam melaksanaan penelitian. Tahapan proses dalam penelitian ini mengalir sesuai dengan alur yang logis. Tujuannya adalah memberikan petunjuk yang jelas, teratur dan sistematis [1]. Tahapan penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1. START 1. Observasi Pendahuluan Tahap awal ini dilakukan bertujuan agar mendapatkan Gambaran umum tentang skenario permainan sekaligus mendapatkan berbagai informasi mengenai objek wisata yang ada di seluruh Indonesia. 2. Identifikasi Masalah Pada tahap ini dilakukan identifikasi terhadap masalah yang dihadapi yaitu proses perancangan model template, algoritma permainan, aturan permainan dan informasi pada permainan. 3. Studi Literatur Pada tahap ini merupakan kegiatan untuk mencari literature, jurnal dan berbagai sumber melalui website-website, buku, dan sebagainya yang menunjang penelitian ini. 4. Skenario 3D Skenario yang dibuat pada permainan Labirin 3D ini adalah bagaimana User atau pemain singleplayer artinya dapat dimainkan oleh satu orang pemain saja. Permainan Labirin ini selanjutnya merupakan jenis permainan untuk mengolah otak karena diperlukan kecermatan dalam mencari jalan keluar atau menentukan jalur yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Walaupun jenis permainan ini sama dengan permainan Labirin atau sering juga disebut dengan game Maze, tetapi permainan ini sedikit berbeda dari game Maze pada umumnya. Labirin ini bersifat 3 dimensi dapat dilihat sepertui pada Gambar 2. Observasi Identifikasi Masalah Studi Literatur Skenario 3D Pengkodean Implementasi Hasil Uji coba END Gambar 1 Diagram Alur Penelitian Berikut ini adalah penjelasan dari diagram alur penelitian, yaitu : Gambar 2 Skenario 3 dimensi Dalam permainan Labirin ini, pemain berupa bergerak untuk memulai permainan yaitu melakukan penelusuran jalur dan tempat yang dituju. Selain itu dalam permainan ini ditambahkan pilihan menu informasi tentang objek pariwisata di Indonesia. Hal ini bertujuan agar permainan lebih menarik, ditunjukkan oleh Gambar 3. Pemain diharuskan menelusuri rute perjalanan serta dapat melihat peta atau lokasi dimana pemain tersebut berada menggunakan pilihan menu tampilan 2 dimensi. Selain itu pemain juga diberikan kesempatan melakukan latihan soal pengetahuan 27

3 Kalbiscientia Volume 1, Nomor 1, Agustus 2014 umum tentang objek pariwisata di Indonesia dengan melihat informasi terlebih dahulu yang bias dilihat selama permainan berlangsung. Setelah pemain menemukan jalan keluar, maka permainan Labirin ini akan berakhir, ditunjukkan oleh Gambar Pengkodean Pada tahap pengkodean menggunakan bahasa pemrograman Java. Salah satu text editor yang digunakan adalah Notepad ++. menjelaskan tentang struktur navigasi dari aplikasi game Labirin 3D ini. Launch Application Splash Screen Menu Utama Mulai Permainan Petunjuk Permainan Tambahan Permainan Menu Informasi Menu Permainan Gambar 3 Skenario 2 dimensi 6. Implementasi Hasil Pada tahap ini merupakan tahapan akhir untuk menghasilkan output yang diinginkan dari hasil pengkodean sebelumnya. Mulai Permainan Switch View Petunjuk Permainan Tambahan Permainan Penjelasan Menu Tampilan Tampilan 2D Tampilan 3D Form Labirin B. Flowchart Form Labirin Menu Info Bali Jawa Tengah Bandung Jakarta Jawa Timur Malang Lombok Sulawesi Sumatera Kalimantan Penjelasan Gambar 5 Struktur navigasi Penjelasan Menu Tambahan Soal Petunjuk Penjelasan Untuk mempermudah dalam pembuatan aplikasi, penulis merancang diagram alur (flow chart), sehingga pembuatan program aplikasi dapat dilakukan secara terurut. Gambar 6 akan menjelaskan tentang flow chart dari aplikasi game Labirin 3D ini. START Splash Screen Gambar 4 Skenario labirin 7. Uji coba Tahap uji coba merupakan kegiatan untuk mengimplementasikan output dari input ke dalam handphone. Menu Utama Pil=1 Pil=2 Pil=3 Mulai Permainan Melihat Petunjuk Latihan Soal A. Struktur Navigasi Struktur navigasi merupakan tahapan perencanaan yang memuat tentang alur yang digunakan dalam aplikasi, berfungsi untuk mempermudah dalam pembuatan aplikasi [2]. Susunan dari sebuah aplikasi yang telah dibuat dapat dilihat melalui struktur navigasi. Struktur navigasi yang digunakan dalam pembuatan aplikasi game Labirin 3D adalah navigasi campuran. Gambar 4 akan 28 Pil=4 Pil=5 Tampilan 3D END Menu Informasi Tampilan 2D Gambar 6 Flow chart

4 Aplikasi Permainan Labirin 3D Mengenal Objek Wisata... Alur pada gambar 5 adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh end-user atau pengguna. Penjelasan alur aplikasi ini adalah sebagai berikut : 1. Pada saat aplikasi ini dijalankan maka tampilan awal adalah tampilan splash screen yaitu menampilkan Gambar atau background permainan Labirin. 2. Setelah muncul splash screen maka selanjutnya menuju form menu utama dengan menampilkan pilihan menu yang disediakan oleh aplikasi ini. 3. Jika User memilih pilihan pertama maka User akan memulai permainan Labirin setelah itu akan keluar. Namun jika tidak memilih maka akan masuk pilihan kedua. Jika User memilih pilihan kedua maka akan menampilkan informasi tentang petunjuk permainan setelah itu akan keluar. Namun jika tidak memilih maka akan masuk pilihan ketiga. Jika User memilih pilihan ketiga maka akan menuju menu soal pertanyaan yang berisi keterangan Gambar dan form jawaban yang harus diisi oleh User. 4. Pada saat User memulai permainan, jika User memilih pilihan ketiga maka akan menampilkan pilihan menu informasi objek wisata. Namun jika tidak memilih maka akan masuk pilihan kelima yaitu menu switch view dimana User dapat melihat lokasi posisi pada tampilan 2 dimensi, jika tidak maka User akan melanjutkan permainan dalam tampilan 3 dimensi setelah itu akan Splash keluar. C. Rancangan Tampilan Rancangan tampilan merupakan bagian kedua dari tahap pembuatan aplikasi ini. Perancangan ini sangat penting dikarenakan dengan membuat sebuah perancangan tampilan, pembuat aplikasi tidak akan mengalami kesulitan untuk membuat desain interface dari suatu aplikasi yang dibuatnya. Pada tahap ini perancangan interface diimplementasikan Title pada proses pengkodean. Tampilan yang dirancang ada 7 buah. Beberapa rancangan tampilan tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan dari aplikasi yang dibuat. 1. Rancangan Tampilan Splash Screen Screen Text Tampilan Splash Screen merupakan tampilan yang pertama kali ditampilkan sejak program dijalankan. Pada tampilan ini, pemain akan melihat judul dari program permainan ini dengan latar belakang Gambar labirin. Rancangan ampilan Splash Screen dapat dilihat pada Gambar 7. Splash Screen Gambar 7 Rancangan tampilan Splash Screen Ticker 2. Rancangan Tampilan Menu Utama Tampilan menu Title utama berupa list sehingga perancangan tampilannya terdapat tiga buah list item yang mewakili menu yang dapat dipilih pengguna. Masing-masing list item memiliki Text icon sendiri yang terletak di depan list item. Selain itu, dalam halaman ini terdapat sebuah title yang menginformasikan judul halaman, dan satu command button untuk keluar dari aplikasi. Rancangan tampilan halaman Menu Utama dapat dilihat pada Gambar 8. Tittle List item 1 List item 2 List item 3 Gambar 8 Rancangan tampilan Menu Utama Ticker 3. Rancangan Tampilan Petunjuk Permainan Tampilan petunjuk permainan merupakan tampilan yang berisi informasi tentang langkahlangkah atau petunjuk cara bermain dan aturan dalam permainan ini. Selain itu, dalam halaman ini terdapat sebuah ticker atau tulisan berjalan yang berada di bagian atas form, sebuah title yang menginformasikan judul halaman, sebuah text dan image yang menginformasikan petunjuk permainan dan satu command button untuk keluar dari aplikasi. Rancangan tampilan halaman Menu Utama dapat dilihat pada Gambar 9. Tittle List ite List ite List ite 29

5 Screen List item 3 Kalbiscientia Volume 1, Nomor 1, Agustus 2014 Title Ticker label untuk informasi waktu dan fps, 2 buah command button untuk keluar dari aplikasi dan melihat menu, serta 4 buah list item. Rancangan tampilan halaman Mulai Permainan dapat dilihat pada Gambar 11. Tittle Text Tittle Comma List item 1 Gambar Splash 9 Rancangan tampilan Petunjuk List item 2 Permainan Screen List item 3 4. Rancangan Tampilan Tambahan Permainan Tampilan tambahan permainan merupakan Ticker tampilan yang berisi informasi tambahan tentang permainan Title ini berupa soal pertanyaan mengenai pengetahuan objek wisata di Indonesia dalam permainan ini. Text Selain itu, dalam halaman ini terdapat sebuah ticker atau tulisan berjalan yang berada di bagian atas form, sebuah title yang menginformasikan judul halaman, sebuah text yang menginformasikan pertanyaan permainan, sebuah text field dan satu command button untuk keluar dari aplikasi, dapat dilihat pada Gambar 10. Gambar 11 Rancangan tampilan Mulai Permainan 6. Rancangan Tampilan Menu Objek Wisata Tampilan Menu Objek Wisata berupa list sehingga perancangan tampilannya terdapat lima list item yang mewakili menu yang dapat dipilih pengguna. Selain itu, dalam halaman ini terdapat title yang menginformasikan judul halaman, dan dua command button untuk memilih list item menu dan untuk keluar dari aplikasi. Rancangan tampilan halaman Menu Objek Wisata dapat dilihat pada Gambar 12. Ticker Tittle List item List item Gambar 10 Rancangan tampilan Tambahan Permainan 5. Rancangan Tampilan Mulai Permainan Tampilan mulai permainan merupakan tampilan yang berisi wall atau Gambar permainan Labirin. Pada halaman ini, User menelusuri rute perjalanan hingga mencapai tempat tujuan yang telah ditentukan. Selain itu, dalam halaman ini terdapat sebuah 2 buah Gambar 12 Rancangan tampilan Menu Objek Wisata 7. Rancangan Tampilan Menu Informasi Objek Wisata Tampilan Menu Informasi Objek Wisata merupakan tampilan yang berisi informasi penjelasan tentang pengetahuan tempat-tempat pariwisata popular yang ada di Indonesi. Selain itu, dalam halaman ini terdapat sebuah ticker atau tulisan 30

6 Tittle berjalan yang berada di bagian atas form, sebuah title yang menginformasikan judul halaman, sebuah image dan text field yang menginformasikan objek wisata, dan dua buah command button untuk memilih menu atau lanjut pemainan. Rancangan tampilan halaman Menu Informasi Objek Wisata dapat dilihat pada Gambar 13. Aplikasi Permainan Labirin 3D Mengenal Objek Wisata... List item Output Tampilan... pada saat User Melihat Informasi tentang Objek List item Wisata 10 di Indonesia 1 2 Ticker Tittle Gambar List 13 item Rancangan 1 tampilan Menu... Informasi Objek Wisata... List item 10 D. Output Program Tahap 1 ini merupakan tampilan 2 output program yang akan dihasilkan pada saat program akan dijalankan. 1. Output Tampilan pada saat User Mulai Permainan, Petunjuk Permainan dan Tambahan Permainan. Gambar 15 Output informasi objek wisata di indonesia pada emulator 3. Output Tampilan pada saat User memilih Tampilan 2D dan 3D permainan Labirin. Gambar 16 Output pada saat user memilih tampilan 2D dan 3D Gambar 14 Output mulai permainan, petunjuk permainan dan tambahan permainan pada emulator III. PEMBAHASAN A. Game Engine Game engine (bahasa Indonesia: mesin permainan) adalah sebuah system software yang dirancang untuk pembuatan dan pengembangan suatu video game [3]. Ada banyak sekali game engine yang dirancang untuk bekerja pada beberapa konsol video game dan sistem operasi desktop seperti Microsoft Windows, Linux dan Mac OS X. Fungsi utama yang secara khusus disediakan oleh game engine meliputi mesin render (renderer) untuk grafik 2D atau 3D, mesin fisika, deteksi tabrakan (dan tanggapan tabrakan), suara, script, animasi, kecerdasan buatan, jaringan, streaming, manajemen momori, threading, dukungan lokalisasi dan layar grafik. 31

7 Kalbiscientia Volume 1, Nomor 1, Agustus 2014 B. Tipe-tipe Game engine Game engine biasanya datang dengan berbagai macam jenis dan ditujukan untuk berbagai kemampuan pemrograman. Ada 3 tipe game engine yang ada saat ini, sebagai berikut: 1. Roll-your-own game engine Banyak perusahaan game kecil seperti publisher indie biasanya menggunakan engine-nya sendiri. Mereka menggunakan API seperti XNA, DirectX atau OpenGL untuk membuat game engine mereka sendiri. Di sisi lain, mereka kadang menggunakan library komersil atau yang open source. Terkadang mereka juga membuat semuanya mulai dari nol. Biasanya game engine tipe ini lebih disukai karena selain kemungkinan besar diberikan secara gratis, juga memperbolehkan mereka (developer) lebih fleksibel dalam mengintegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk sebagai game engine mereka sendiri. Kelemahannya banyak engine yang dibuat dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya. Tower Games Studio membutuhkan satu tahun penuh untuk menyempurnakan game engine-nya, hanya untuk ditulis ulang semuanya dalam beberapa hari sebelum penggunaannya karena adanya bug kecil yang sangat mengganggu. 2. Mostly-ready game engines Engine ini biasanya sudah menyediakan semuanya begitu diberikan pada developer atau programer. Semuanya termasuk contoh GUI, physiscs, libraries model, texture dan lain-lain. Banyak dari mereka yang sudah benar-benar matang, sehingga dapat langsung digunakan untuk scripting sejak hari pertama. Game engine semacam ini memiliki beberapa batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang benar-benar terbuka lebar. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi banyak error yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini dirilis dan masih memungkinkan game engine-nya tersebut untuk mengoptimalkan kinerja game-nya. Contoh tipe game engine seperti ini adalah Unreal Engine, Source Engine, id Tech Engine dan sebagainya yang sudah sangat optimal dibandingkan jika harus membuat dari awal. Dengan hal ini dapat menyingkat menghemat waktu dan biaya dari para developer game. 3. Point-And-Click Engines Engine ini merupakan engine yang sangat dibatasi, tapi dibuat dengan sangat user friendly. Dengan mulai membuat game sendiri menggunakan engine seperti GameMaker, Torque Game Builder dan 32 Unity3D. Kekurangannya terletak pada terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan dan biasanya hal ini mencakup semuanya, mulai dari gratis hingga tata suara. Tapi bukan berarti game engine jenis ini tidak berguna, bagi developer cerdas dan memiliki kreativitas tinggi, game engine seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan, seperti Flow. Game engine ini memang ditujukan bagi developer yang ingin menyingkat waktu pemrogramman dan merilis game-game mereka secepatnya. C. Teknologi Game engine Game engine modern adalah beberapa aplikasi yang paling kompleks yang ditulis, sering menampilkan puluhan sistem tersetel berinteraksi untuk memastikan pengalaman pengguna yang dikontrol dengan tepat. Evolusi yang terus mesin permainan telah menciptakan pemisahan yang kuat antara rendering, scripting, karya seni, dan desain tingkat. Sekarang umum, misalnya, untuk permainan khas tim pengembangan untuk memiliki beberapa kali lebih banyak seniman sebagai programmer sebenarnya. Beberapa mesin permainan hanya menyediakan real-time 3D rendering kemampuan bukan berbagai fungsi dibutuhkan oleh game. Mesin ini mengandalkan pengembang game untuk melaksanakan fungsi ini sisa atau merakit dari komponen middleware permainan lainnya. Jenis mesin umumnya disebut sebagai sebuah mesin gratis, mesin rendering, atau mesin 3D bukannya lebih mencakup istilah mesin permainan. Namun, terminologi ini tidak konsisten digunakan sebagai banyak fitur lengkap mesin game 3D disebut hanya sebagai mesin 3D. Beberapa contoh mesin gratis adalah: RealmForge, Truevision3D, Ogre, Crystal Ruang, Genesis3D, Irrlicht dan JMonkey Engine. Permainan modern atau mesin gratis umumnya menyediakan sebuah adegan grafik, yang merupakan representasi berorientasi obyek dari Dunia game 3D yang sering menyederhanakan desain game dan dapat digunakan untuk rendering efisien lebih besar virtual dunia. Middleware untuk massively-multiplayer online game ini jauh lebih kompleks daripada singleplayer video game. Namun, peningkatan popularitas MMOGs adalah pengembangan memacu middleware seperti paket. Beberapa solusi terkemuka, berdasarkan penjualan, antara lain: Unreal Engine 3 (klien-only) CryEngine2 (klien-only) Gamebryo (klien-only)

8 Aplikasi Permainan Labirin 3D Mengenal Objek Wisata... Trinigy Visi Engine (hanya klien) Q (mesin game) (klien-only, tapi dengan solusi server sebagai Mesias ) Multiverse Network Bigworld Teknologi HeroEngine Monumental Permainan Project Darkstar (Open Source) DX Studio (klien-only) D. Algoritma Dalam Permasalahan Labirin Labirin merupakan suatu ruang dengan jalan keluar yang sulit dan berliku. Permasalahan labirin merupakan salah satu permasalahan yang telah lama digunakan untuk menguji masalah optimasi algoritma. Banyak algoritma yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini, mulai dari algoritma yang mudah hingga algoritma yang rumit. E. Algoritma Dalam Penyelesaian Labirin Labirin atau Maze merupakan suatu jalur yang sengaja dibuat rumit sehingga seseorang yang masuk ke dalamnya tidak dapat keluar dengan mudah. Dalam menyelesaikan permasalahan ini, terdapat banyak sekali cara yang dapat digunakan. Beberapa cara seperti berjalan acak, sentuh tembok, lewati pintu lain, pencarian melebar, pencarian mendalam dan cheese algorithm terbukti dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan labirin ini. Berikut akan diperkenalkan beberapa algoritma yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan labirin, mulai dari yang sederhana hingga algoritma yang cukup rumit. 1. Berjalan Acak Berjalan acak merupakan cara penyelesaian permasalahan labirin yang paling sederhana. Bahkan, cara ini mungkin ti-dak disebut sebagai algoritma penyelesaian. Dengan berjalan acak, jalan keluar dicari dengan menyusuri petak yang ada pada labirin secara acak dari petak awal (pintu masuk) hing-ga didapatkan pintu keluarnya. Berjalan acak dapat diumpamakan seperti seseorang yang menerka-nerka jalan keluar dari labirin. Dengan menelusuri setiap petak secara acak, maka akan selalu ada kemungkinan untuk dapat menemukan pintu keluar dari labirin tersebut. 2. Menyentuh Tembok Algoritma penyelesaian dengan menyentuh tembok dilakukan dengan menyentuhkan selalu salah satu tangan kita pada tembok labirin. Tangan yang kita sentuhkan pada labirin haruslah tangan yang sama. Bila kita memilih tangan kanan, maka kita harus selalu menggunakan tangan kanan untuk menyentuh tembok labirin. Agoritma ini cukup efektif untuk digunakan mencari jalan keluar dari satu labirin. Namun, algoritma ini memiliki kelemahan. Jika labirin yang dilalui memiliki banyak jalan (multiple path labirin), maka perlu dilakukan perbaikan algoritma. Jika kita kembali pada petak yang telah dilalui tersebut, maka kita harus mengganti tangan yang digunakan untuk menyentuh tembok labirin. 3. Lewat Pintu Lain Lewati pintu lain atau Least Recently Used Walk merupakan algoritma yang simple untuk menyelesaikan permasalahan labirin. Konsep utamanya adalah dengan menandai petak yang pernah dilalui. Namun, pada algoritma ini, bukan petak yang ditandai melainkan pintu masuk ke petak tersebut. Konsep utamanya adalah melewati pintu dengan nilai terrendah (paling sedikit dilewati sebelumnya). Sehingga kita memilih pintu yang belum pernah dilewati sebelumnya dan memiliki kemungkinan lebih besar untuk dapat mencapai pintu keluar atau petak akhir yang kita cari lewat pintu tersebut [2]. 4. Algoritma Pencarian Melebar Pada algoritma pencarian melebar (Breadth First Search), pencarian dilakukan dengan mengunjungi petak mulai dari petak awal atau pintu masuk (sebagai root) lalu dilanjutkan dengan mengunjungi (membangkitkan) semua petak lain yang bertetangga dengan petak awal tersebut. Kemudian, dilanjutkan dengan mengunjungi petakpetak lain yang belum dikunjungi dan bertetangga dengan petak yang baru saja dikunjungi tersebut. Saat mengunjungi suatu petak baru, disana juga dilakukan pengecekan apakah petak tersebut merupakan petak akhir yang dituju. Bila petak yang dicek adalah petak akhir, maka pencarian akan dihentikan. Setelah itu, akan digenerate jalur solusi berdasarkan petak-petak yang telah dibangkitkan. Pada algoritma ini, dikenal istilah laras atau tingkatan. Sehingga, setiap petak yang dibangkitkan secara bersamaan akan berada pada laras yang sama. Jika dimodelkan dalam bentuk pohon, maka semua petak pada laras t akan dikunjungi terlebih dahulu sebelum petakpetak pada laras t + 1 dikunjungi. 33

9 Kalbiscientia Volume 1, Nomor 1, Agustus Algoritma Pencarian Mendalam Seperti halnya pada algoritma pencarian melebar (BFS), traversal titik pada algoritma pencarian mendalam (Depth First Search) dimulai dari petak awal lalu dilanjutkan dengan mengunjungi (membangkitkan) petak yang bertetangga dengan petak awal tersebut. Berbeda dengan BFS, pada DFS ini tidak semua petak yang bertetangga dibangkitkan secara bersamaan. Hanya salah satu dari sejumlah keadaan (state) yang telah ditentukan saja yang akan dibangkitkan. Pembangkitan simpul tersebut dapat dilakukan berdasakan suatu prioritas maupun secara acak. Bila solusi belum ditemukan, pencarian kemudian dilanjutkan dengan membangkitkan satu petak lain. Pada pembangkitan petak ini, bila menemukan jalan buntu, tidak ada arah lain selain arah datang, maka akan dilakukan backtrack. Backtrack dilakukan hingga titik percabangan yang terakhir dilewati, kemudian dilanjutkann dengan berjalan melalui percabangan yang belum pernah dilewatinya. Hal ini dilakukan secara rekursif dan baru berhenti jika solusi ditemukan atau semua jalan telah dilewati. 6. Algoritma Catur Pada algoritma-algoritma yang dibahas sebelumnya, kita cenderung berfokus pada bagaimana seseorang dalam labirin dapat menemukan jalan keluar ataupun petak yang dicari dalam labirin tersebut. Berbeda dengan algoritmaalgoritma tersebut, cheese algorithm menawarkan fokus yang berbeda. Pada algoritma ini, jalan keluar atau petak yang dicari, juga dipergunakan untuk menemukan solusi dengan lebih cepat. Secara umum, cara kerja algoritma ini mirip dengan algoritma pencarian melebar (BFS) setelah didapatkan himpunan solusi menuju petak akhir. Pada algoritma BFS, jalur solusi kemudian digenerate dari himpunan solusi tadi (akhir-awal), sehingga didapatkan jalur solusi yang sebenarnya (awal-akhir). Pada cheese algoritma, kita tidak mencari himpunan solusi terlebih dahulu, disini kita berperan sebagai tikus yang mencari keju dalam labirin. Petak akhir atau yang kita anngap sebagai keju inilah yang memberitahukan keberadaan berdasarkan intensitas bau yang menyebar dalam labirin sesuai dengan jaraknya terhadap tempat keju (petak akhir) berada. F. Algoritma Backtracking pada Labirin Pada pembuatan permainan Labirin ini menggunakan metode backtrack. Algoritma backtrack pertama kali diperkenalkan oleh D.H. Lehmer pada tahun Dalam perkembangannya beberapa ahli seperti RJ Walker, Golomb, dan Baumert menyajikan uraian umum tentang backtrack dan penerapannya dalam berbagai persoalan dan aplikasi. Algoritma backtrack (runut balik) merupakan salah satu metode pemecahan masalah yang termasuk dalam strategi yang berbasis pencarian pada ruang status. Algoritma backtrack bekerja secara rekursif dan melakukan pencarian solusi persoalan secara sistematis pada semua kemungkinan solusi yang ada. Oleh karena algoritma ini berbasis pada algoritma Depth-First Search (DFS), maka pencarian solusi dilakukan dengan menelusuri suatu struktur berbentuk pohon berakar secara preorder. Proses ini dicirikan dengan ekspansi simpul terdalam lebih dahulu sampai tidak ditemukan lagi suksesor dari suatu simpul. Penggunaan algoritma backtrack ini terlihat pada proses penelusuran tiap jalur untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sejak komputer memulai permainan, computer akan menentukan jalur menelusuri sembarang jalur. Ketika computer menemukan jalan buntu, maka ia akan melakukan proses backtrack dengan cara kembali pada jalur sebelumnya sampai menemukan jalur baru yang belum pernah dilewati. Kemampuan algoritma dalam menyelesaikan masalah game Maze (Labirin) ini menunjukkan bahwa algoritma backtrack (runut balik) cukup efektif untuk mendapatkan solusi persoalan tersebut. Sistem kerja algoritma backtrack yang sistematis dan ciri khasnya yang hanya memeriksa kemungkinan solusi yang memang dapat dipertimbangkan untuk menjadi solusi akhir, diperkirakan untuk menjadi solusi yang efektif dan efisien untuk persoalan ini. G. Graphical User Interface pada J2ME GUI (Graphical User Interface) merupakan sebutan untuk antarmuka aplikasi. Untuk selanjutnya disini, GUI hanya akan disebut dengan user interface atau UI. Kebutuhan user interface untuk aplikasi yang berada dalam peralatanperalatan kecil seperti telepon selular, PDA, maupun pager tentu akan berbeda dengan kebutuhan pada saat kita membuat aplikasi desktop (aplikasi untuk PC). Sebagai contoh, pada aplikasi alat kita tidak melihat adanya mouse yang digunakan sebagai media untuk melakukan input, namun posisinya telah digantikan oleh keypad (tombol-tombol yang terdapat pada HP, PDA ataupun pager). Kelas-kelas dasar untuk kebutuhan tersebut disimpan di dalam kon_gurasi CLDC, yang harus 34

10 Aplikasi Permainan Labirin 3D Mengenal Objek Wisata... dilengkapi di bagian pro_l. Jadi CLDC sendiri sebenarnya tidak mendefinisikan kelas-kelas yang dibutuhkan untuk fungsional GUI. Adapun kelaskelas resmi yang diperlukan untuk pembuatan GUI dalam platform J2ME tersebut dikembangkan oleh sebuah komunitas yang dinamakan JCP (Java Community Process) dan telah dimasukkan ke dalam bagian pro_l, seperti MIDP. Jadi kelas yang terdapat pada sebuah profil bukan didasarkan pada AWT (Abstract Window Toolkit). Semua kelas GUI yang terdapat dalam MIDP tersimpan dalam suatu paket dinamakan dengan lcdui (javax.microedition.lcdui). H. J2ME Wireless Toolkit J2ME Wireless Toolkit (J2ME WTK) adalah tool yang menyediakan lingkungan emulator, dokumentasi beserta contoh-contoh aplikasi Java untuk perangkat kecil (small device). J2ME WTK merupakan tool khusus untuk pemrograman J2ME yang dikeluarkan oleh sun Microsystem, dimana dia membutuhkan tool pendukung berupa Java 2 Standar Edition (J2SE) SDK1.4.2 atau yang lebih tinggi dan sebuah text editor yang dapat dipilih sendiri. Disini penulis menggunakan EditPlus 2 sebagai Text Editor nya. J2ME WTK berbasiskan pada kerja ponsel yang mendukung MIDP atau yang biasa disebut emulator. Oleh karena itu, belum tentu MIDlet yang berjalan di emulator juga berjalan pada ponsel yang sebenarnya, Karena itu bergantung juga pada kemampuan dan kapasitas ponsel yang digunakan. I. Cara Menjalankan Aplikasi J2ME Pada J2ME Wireless Toolkit terdapat beberapa skin emulator. Skin dapat dipilih dengan memilih device pada KToolbar, pilih skin sesuai kebutuhan, jika dibutuhkan skin yang mendukung warna, maka gunakan skin yang memang mendukung warna beserta ukuran layar yang sekiranya mendekati perangkat tujuan aplikasi dibuat. Jika semua source code, resource, beserta library telah diletakkan pada tempatnya dan telah selesai dikerjakan tindakan selanjutnya adalah bagaimana menjalankannya pada emulator. Untuk menjalankan pada emulator, yang harus dilakukan adalah mengkompilasi source code, klik tombol Build pada KToolbar, jika source code lolos kompilasi maka akan muncul hasilnya pada layar KToolbar berupa tulisan Build complete, jika source code gagal dikompilasi maka yang keluar pada layar KToolbar adalah pesanpesan kesalahan, jika al ini terjadi, perbaiki kesalahan pada source code dan lakukan kompilasi kembali hingga source code lulus kompilasi. Setelah melakukan kompilasi, klik tombol Run pada KToolbar maka akan muncul skin emulator yang pada menunya terdapat tulisan launch, klik tombol pada emulator yang mengacu pada menu tersebut, maka aplikasi akan dijalankan pada emulator yang sudah disiapkan. Untuk membuat file JAR pilih menu Project- >Package->Create Package, maka file JAR akan terbentuk pada direktori bin. Untuk memindahkan MIDlet ke ponsel yang sesungguhnya dapat digunakan koneksi bluetooth, GPRS, ataupun inframerah. Dalam prakteknya, ada beberapa ponsel yang hanya membutuhkan file JAR saja, namun ada pula yang membutuhkan file JAD dan JAR dalam proses instalasi aplikasi pada ponsel. Untuk menjalankan aplikasi J2ME pada komputer dengan tanpa KToolbar, cukup jalankan file JAD, namun file JAD ini hanya dapat dieksekusi jika file JAR juga telah terbentuk. Aplikasi J2ME dalam prakteknya, jika sebuah aplikasi berjalan di simulator dengan benar, maka belum tentu dapat dijalankan pada ponsel dengan benar karena bagaimanapun simulator bukanlah perangkat yang sebenarnya. Untuk memastikan aplikasi berjalan pada ponsel, sebaiknya diujicobakan pada ponsel. Aplikasi J2ME juga sebagian besar untuk alasan keamanan tidak dapat mengakses file sistem ponsel, aplikasi biasanya hanya dapat mengakses file yang ada pada paket JAR-nya, serta tidak dapat melakukan penelitian pada file tersebut. Pada direktori bin akan berisi MIDlet terkompil (berkas JAR) dan pendeskripsi MIDlet (berkas JAD). Pada direktori lib berisi lokasi untuk tambahan berkas JAR yang kita include-kan ke dalam proyek kita. Pada direktori res berisi berkas yang kita ingin tampilkan seperti teks dan Gambar, sedangkan direktori src adalah direktori dimana kita akan menyimpan semua berkas kode MIDlet (*.java) yang kita buat. Setelah kita menulis sebuah program lalu menyimpannya pada direktori src. Gambar 17 Direktori project setelah create package 35

11 Kalbiscientia Volume 1, Nomor 1, Agustus 2014 Setelah program selesai dan dapat berjalan pada emulator, maka langkah selanjutnya adalah proses pemaketan program, proses pemaketan program dilakukan dengan mengklik menu project > package > create package. J. Emulator dalam J2ME Wireless Toolkit J2ME Wireless Toolkit menyediakan empat buah emulator. Emulator itu sendiri digunakan untuk menyimulasikan device di dalam komputer sehingga aplikasi yang dibuat dapat dijalankan dan diuji coba tanpa harus di-install ke dalam device bersangkutan terlebih dahulu. Berikut ini daftar emulator yang disediakan oleh J2ME Wireless Toolkit. Tabel 1 Daftar Emulator dalam J2ME Wireless Toolkit percobaan menggunakan emulator yang disediakan oleh Java(TM) Wireless Toolkit (J2ME WTK), Version serta dilakukan percobaan juga terhadap telepon genggam (handphone) dengan berbagai merek. Untuk melakukan Uji coba melalui emulator, langkahlangkah yang dilakukan adalah sebagai berikut. Pertama, membuka jendela Ktoolbar dengan cara memilih All Program à J2ME Wireless Toolkit à Ktoolbar Kedua, membuka project yang telah dibuat yaitu Labirin 3D dengan cara memilih File à Open Project atau dengan memilih icon Open Project pada toolbar. Ketiga, setelah project dibuka maka langkah yang dilakukan selanjutnya adalah Build Program yaitu untuk mengkompil program sekaligus mengecek kesalahan dalam penelitian program dan menampilkannya pada layer Console. Keempat, merupakan langkah terakhir yaitu menjalankan program yang telah dikompil dan akan tampil dan akan tampil pada emulator yang tersedia, selanjutnya kita dapat memilih tampilan emulator di device selector. L. Uji Coba Program Pada Handphone Menu Default Device Selection, menu ini digunakan untuk memilih emulator yang akan dipakai untuk menjalankan program sebelum dipakai pada perangkat aslinya. Pada penelitian ini, menggunakan Default Color Phone untuk menguji coba program yang dibuat apakah program tersebut bisa berjalan pada emulator yang telah disiapkan. Gambar 18 Menu Default Device Selection K. Uji Coba Program Pada tahap ini merupakan tahapan setelah proses implementasi yaitu menguraikan tentang uji coba yang dilakukan terhadap program. Dalam program permainan Labirin 3D ini dilakukan Untuk melakukan Uji coba melalui telepon genggam atau handphone, langkah-langkah yang dilakukan adalah membuat package dengan format.jar yang dapat langsung kita install pada perangkat mobile, tetapi dengan ketentuan bahwa perangkat mobile tersebut harus berbasis java. Dengan cara membuka folder bin pada apps. Didalam folder bin tersebut terdapat Labirin3D.jar. File inilah yang nantinya akan digunakan untuk mengirim aplikasi permainan ini ke dalam handphone melalui Bluetooth, infra red ataupun kabel data. Pada tahap ini dilakukan uji coba program ke dalam handphone. Handphone yang digunakan dalam uji coba ini terdiri dari berbagai merek dan tipe antara lain Sonny Ericsson, Nokia, dan Samsung. Aplikasi permainan Labirin 3D ini dikirim ke dalam handphone dengan transfer JAR melalui kabel data, bluetooth maupun infra red. Selanjutnya aplikasi tersebut diinstal kemudian dapat dimainkan. M. Perbandingan Parameter Terhadap Aplikasi Yang Telah di Implementasikan di Handphone Pada tahap ini merupakan tahapan untuk melakukan perbandingan parameter-parameter yaitu menguraikan tentang uji coba yang dilakukan terhadap 36

12 Aplikasi Permainan Labirin 3D Mengenal Objek Wisata... program ke dalam handphone. Dalam program permainan Labirin 3D ini dilakukan percobaan menggunakan telepon genggam (handphone) dengan berbagai merek. Adapun parmeter yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 Perbandingan Parameter Tipe Handphone Tipe Handphone Lama Install Lama Loading Parameter Yang Diamati Letak Posisi Tampilan Kualitas Gambar SE C51 11 sec 4.5 sec Sesuai Sesuai Baik Nokia E71 14 sec 9 sec Tidak Kurang Cukup Nokia sec 10 sec Tidak Kurang Baik SE W sec 4 sec Sesuai Sesuai Baik Nokia E sec 10 sec Tidak Kurang Cukup Samsung I sec 6 sec Sesuai Kurang cukup Nokia N97 15 sec 7 sec Tidak Kurang Cukup SE K750i 12 sec 7.5 sec Sesuai Kurang Cukup memiliki kekurangan dan kelebihan tergantung dari tipe dan spesifkasi handphone tersebut. Misalnya, setelah diuji coba terhadap program menunjukkan lama loading yang berbeda antara handphone jenis yang satu dengan yang lainnya karena jenis prosesor yang berbeda dan jumlah memori yang berbeda. Kemudian menghasilkan posisi atau letak command button yang tidak sesuai dengan tampilan di handphone. Kemudian posisi tampilan pada saat memulai permainan tidak sesuai dengan ukuran layar atau pixel handphone. Yang terakhir adalah kualitas Gambar atau image yang menampilkan resolusi berbeda pada masing-masing handphone. Oleh karena itu, dengan adanya tabel pengamatan diatas, dapat diketahui bagaimana aplikasi permainan Labirin 3D ini berfungsi dan berjalan sesuai dengan program yang telah dibuat. SE W300i 9 sec Out off memory Tidak Tidak Tidak Nokia sec Out off memory Tidak Tidak Tidak Total rata-rata 119.2/10 58/10 4/10 2/10 4/10 Keterangan : =11.92 =5.8 =0.4 =0.2 =0.4 Baik: jika parameter yang diamati (kualitas Gambar) menunjukkan hasil yang layak dengan program. Cukup: jika parameter yang diamati (kualitas Gambar) menunjukkan hasil yang belum layak dengan program. Tidak: jika parameter yang diamati (letak command, posisi tampilan, dan kualitas Gambar) menunjukkan hasil yang tidak layak dengan program. Sesuai: jika parameter yang diamati (letak command dan posisi tampilan) menunjukkan hasil yang tepat dengan program. Out off memory: menunjukkan bahwa memori handphone tersebut tidak mencukupi terhadap aplikasi program. Dari tabel pengamatan diatas, sepuluh jumlah handphone yang telah diujicoba menghasilkan lamanya penginstalan sebesar 11.92, lamanya loading atau upload sebesar 5.8, letak command yang sesuai sebesar 0.4, posisi tampilan yang sesuai sebesar 0.2, serta kualitas Gambar yang baik sebesar 0.4 Kesimpulan yang diperoleh dari hasil rata-rata tersebut adalah bahwa aplikasi permainan Labirin 3D ini compatible dijalankan di semua jenis handphone. Dari sepuluh daftar handphone diatas, dapat terlihat bahwa masing-masing vendor handphone IV. SIMPULAN Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan, aplikasi game atau permainan Labirin dengan J2ME tidak semua dapat dijalankan pada handphone melainkan sesuai dengan parameter dan spesifikasi yang ada. Aplikasi permainan ini dibuat sebagai ajang untuk mengenalkan objek wisata di Indonesia sambil melakukan travelling atau perjalanan pada permainan Labirin. Kelebihan aplikasi ini adalah dapat dijalankan pada perangkat seluler (handphone) yang mempunyai teknologi Java di dalamnya. Penelitian Lanjutan Pembuatan level pada permainan ini dengan tingkat kesulitan yang lain, lalu tampilan menu informasi berupa gabungan teks, Gambar dan suara yang bisa dimatikan. V. DAFTAR RUJUKAN [1] M. Nazir. Metode Penelitian. Jakarta: Erlangga, 1999, 5. [2] I. Binanto. Multimedia Digital Dasar Teori dan Pengembangannya. Yogjakarta: C.V Andi Offset. 2010, 10. [3] M. F. Shiratuddin. Utilizing a 3D Game Engine To Develop a Vitual Review System. Jurnal of Information Technology in Construction. 2011, 7. [4] A. Kadir. Dasar Pemrograman JAVA 2. Yogyakarta: C.V Andi Offset, 2005,

13 Kalbiscientia Volume 1, Nomor 1, Agustus 2014 [5] M. Salahuddin, Pemrograman J2ME Belajar Cepat Pemrograman Perangkat Teleko-munikasi Mobile. Bandung: Informatika, 2006, 20. [6] R. Edwards & P. Coulton, Providing the skills required for in-novative mobile game development using industry/academic partnerships, Lancaster University, UK [7] G. King & T. Krzywinska, Computer Games/ Cinema/Interfaces, Proceedings of Computer Games and Digital Cultures Conference,ed.. Tampere: Tampere University Press, [8] J. Hahn & K. Fahrenholz, The First Prototype of Mobile Game, Proceeding of Mobile Entertainmaen User-cenred Perspective , March, [9] E. F. Bird et al. Experience of Using Rad Tools For 3D Games Design, Proceedings of Cgames International Conference on Computer Games : AI, Animation, Mobile, Interactive Multimedia,Educational,and Serious Games, 55-58, USA, [10] M. Bakopoulos, A 3D J2ME game utilizing autonomous moving agents, ACM International Conference Proceeding of the 3rd interna-tional conference on Digital Interactive Media in Entertainment and Arts, , Athens, Greece,

GAMES APPLICATIONS 3D MAZE TO KNOW THE OBJECT OF TOURISM IN INDONESIA USING MOBILE Nuraini Purwandari, Information Technology, Graduate Program, Gunad

GAMES APPLICATIONS 3D MAZE TO KNOW THE OBJECT OF TOURISM IN INDONESIA USING MOBILE Nuraini Purwandari, Information Technology, Graduate Program, Gunad GAMES APPLICATIONS 3D MAZE TO KNOW THE OBJECT OF TOURISM IN INDONESIA USING MOBILE Nuraini Purwandari Undergraduate Program, Faculty of Industrial Engineering, 2010 Gunadarma University http://www.gunadarma.ac.id

Lebih terperinci

APLIKASI PERMAINAN LABIRIN 3D MENGENAL OBJEK WISATA DI INDONESIA MENGGUNAKAN MOBILE

APLIKASI PERMAINAN LABIRIN 3D MENGENAL OBJEK WISATA DI INDONESIA MENGGUNAKAN MOBILE APLIKASI PERMAINAN LABIRIN 3D MENGENAL OBJEK WISATA DI INDONESIA MENGGUNAKAN MOBILE Nuraini Purwandari, Jurusan Teknik Informatika, Universitas Gunadarma, 2010 Jl. Margonda Raya 100 Pondok Cina, Depok

Lebih terperinci

KUMPULAN APLIKASI JAVA J2ME

KUMPULAN APLIKASI JAVA J2ME KUMPULAN APLIKASI JAVA J2ME Sejarah Android Pada Juli 2005, Google mengakuisisi Android Inc. sebuah perusahaan baru berkembang yang bergerak di bidang aplikasi ponsel. Perusahaan ini berbasis di Palo AltoCalifornia

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR... xiv

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR... xiv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah... I-1 1.2 Identifikasi Masalah... I-3 1.3 Maksud dan

Lebih terperinci

PENERAPAN ALGORITMA BACKTRACKING PADA PERMAINAN MATH MAZE

PENERAPAN ALGORITMA BACKTRACKING PADA PERMAINAN MATH MAZE PENERAPAN ALGORITMA BACKTRACKING PADA PERMAINAN MATH MAZE Teneng, Joko Purwadi, Erick Kurniawan Fakultas Teknik Program Studi Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta Email: patmostos@yahoo.com,

Lebih terperinci

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKET TOUR PADA PERANGKAT MOBILE (STUDI KASUS : ARUNA TRAVEL)

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKET TOUR PADA PERANGKAT MOBILE (STUDI KASUS : ARUNA TRAVEL) PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKET TOUR PADA PERANGKAT MOBILE (STUDI KASUS : ARUNA TRAVEL) ROBI DIRGANTARA NIM 206700183 Jurusan Teknik Informatika ABSTRAK Dalam kehidupan modern saat ini yang

Lebih terperinci

PENDAHULUAN TENTANG NETBEANS

PENDAHULUAN TENTANG NETBEANS PENDAHULUAN TENTANG NETBEANS Yuliana Setiowati Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 1 TOPIK Pendahuluan IDE Netbeans Membuat Project Baru. 2 Konsep Netbeans Netbeans sebagai IDE ditujukan untuk memudahkan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN TENTANG NETBEANS

PENDAHULUAN TENTANG NETBEANS PENDAHULUAN TENTANG NETBEANS Yuliana Setiowati Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 1 TOPIK Pendahuluan IDE Netbeans Membuat Project Baru. 2 Konsep Netbeans Netbeans sebagai IDE ditujukan untuk memudahkan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN ANALISA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN ANALISA BAB IV IMPLEMENTASI DAN ANALISA 4. Implementasi dan Analisa Pada bagian ini akan dijelaskan langah-langkah pembuatan aplikasi dengan menggunakan Bahasa pemrograman Java untuk Android, proses implementasi

Lebih terperinci

SOFTWARE DEVELOMENT KIT (SDK) & DASAR PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE

SOFTWARE DEVELOMENT KIT (SDK) & DASAR PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE SOFTWARE DEVELOMENT KIT (SDK) & DASAR PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE Farah Zakiyah Rahmanti, M.T Diperbarui 2016 Overview SDK (Software Development Kit) Creating Project di Eclipse Creating Project di Android

Lebih terperinci

BAB I SEKILAS VISUAL STUDIO.NET 2008

BAB I SEKILAS VISUAL STUDIO.NET 2008 BAB I SEKILAS VISUAL STUDIO.NET 2008 Pembahasan Materi : Mengenal IDE Visual Studio.NET 2008. Pembuatan project pada Visual Studio.NET 2008. Pengenalan kontrol yang sering digunakan, menulis kode program

Lebih terperinci

IF5093 Java ME. Achmad Imam Kistijantoro Semester II 2006/2007. IF-ITB/AI/Mar 07. IF5093 Java ME

IF5093 Java ME. Achmad Imam Kistijantoro Semester II 2006/2007. IF-ITB/AI/Mar 07. IF5093 Java ME IF5093 Java ME Achmad Imam Kistijantoro Semester II 2006/2007 IF5093 Java ME 1 Java ME overview Java ME (Micro Edition) adalah java platform untuk consumer devices seperti handphone, PDA, TV set-top boxes

Lebih terperinci

APLIKASI MOBILE INFORMASI KERETA API LISTRIK (KRL) JABODETABEK BERBASIS ANDROID

APLIKASI MOBILE INFORMASI KERETA API LISTRIK (KRL) JABODETABEK BERBASIS ANDROID Makalah Nomor: KNSI-106 APLIKASI MOBILE INFORMASI KERETA API LISTRIK (KRL) JABODETABEK BERBASIS ANDROID Tavipia Rumambi 1, Rosny Gonidjaya 2, Sari Dwi Rahmani 3 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Visualisasi Visualisasi adalah tampilan pada layar monitor baik dalam bentuk gambar yang bergerak ataupun tidak, serta dapat pula gambar yang disertai dengan suara.

Lebih terperinci

Tugas Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Obyek Review IDE untuk Java (NetBeans, Eclipse, Intellij IDEA)

Tugas Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Obyek Review IDE untuk Java (NetBeans, Eclipse, Intellij IDEA) Tugas Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Obyek Review IDE untuk Java (NetBeans, Eclipse, Intellij IDEA) Dengan semakin diminatinya pemrograman berorientasi obyek untuk membangun perangkat lunak menyebabkan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. rumah makan berbasis Java 2 Micro Edition (J2ME) ini kedalam implementasi

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. rumah makan berbasis Java 2 Micro Edition (J2ME) ini kedalam implementasi BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Pada bagian implementasi dan evaluasi akan dibahas tentang penerapan landasan teori dan metode penelitian dari sistem pendukung keputusan penentuan rumah makan berbasis

Lebih terperinci

SIMULASI KATALOG BUKU PADA DIGITAL LIBRARY MENGGUNAKAN APLIKASI JAVA 2 PLATFOM MICRO EDITION (J2ME) Hamidah Suryani Lukman

SIMULASI KATALOG BUKU PADA DIGITAL LIBRARY MENGGUNAKAN APLIKASI JAVA 2 PLATFOM MICRO EDITION (J2ME) Hamidah Suryani Lukman SIMULASI KATALOG BUKU PADA DIGITAL LIBRARY MENGGUNAKAN APLIKASI JAVA 2 PLATFOM MICRO EDITION (J2ME) Hamidah Suryani Lukman Mahasiswa Program Studi Matematika, FMIPA UNISBA, Bandung E-mail : hamni_alkhawarizmi@yahoo.co.id

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI. Aplikasi chatting mobile phone yang menggunakan NetBeans IDE 6.0 yang di

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI. Aplikasi chatting mobile phone yang menggunakan NetBeans IDE 6.0 yang di BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 Analisis Tahapan analisis merupakan tahapan yang paling awal dalam membuat sebuah perangkat lunak. Pada tahapan ini dilakukan perancangan terhadap Aplikasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Perancangan Perancangan adalah proses merencanakan segala sesuatu terlebih dahulu (Kamus Bahasa Indonesia, 1988, h: 927). Perancangan merupakan penggambaran, perencanaan,

Lebih terperinci

Gambar 1. Perangkat mobile Android

Gambar 1. Perangkat mobile Android Modul 8 1. TUJUAN Mahasiswa dapat menegetahui beberapa tipe sistem operasi Android Mahasiswa dapat mencoba membuat beberapa aplikasi Android sederhana Mahasiswa dapat membuat aplikasi menampilkan text

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Teknologi komputer sesungguhnya telah banyak merubah sistem tata kerja yang digunakan oleh manusia yang bergerak di bidang informasi. Istilah komputer mempunyai

Lebih terperinci

MEMBANGUN APLIKASI MOBILE DENGAN QT SDK DENGAN STUDI KASUS MONITORING RUANGAN MENGGUNAKAN KAMERA. Disusun oleh : NRP :

MEMBANGUN APLIKASI MOBILE DENGAN QT SDK DENGAN STUDI KASUS MONITORING RUANGAN MENGGUNAKAN KAMERA. Disusun oleh : NRP : MEMBANGUN APLIKASI MOBILE DENGAN QT SDK DENGAN STUDI KASUS MONITORING RUANGAN MENGGUNAKAN KAMERA Disusun oleh : Nama : Yansen NRP : 0822052 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof.Drg.Suria

Lebih terperinci

Aplikasi Pelaporan Berita Emergensi Secara Visual dan Tekstual Lewat Telepon Selular

Aplikasi Pelaporan Berita Emergensi Secara Visual dan Tekstual Lewat Telepon Selular Aplikasi Pelaporan Berita Emergensi Secara Visual dan Tekstual Lewat Telepon Selular Leo Willyanto Santoso, Sukanto Tedjokusuma, Marcel Renaldy Soetanto Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. adalah perintah yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu.

BAB 2 LANDASAN TEORI. adalah perintah yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Visual Basic 6.0 Visual Basic adalah salah satu bahasa pemrograman komputer. Bahasa pemrograman adalah perintah yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu.

Lebih terperinci

TAKARIR. : diagram aktifitas yang memodelkan alur kerja. suatu proses. dipakai. berurutan. : perangkat untuk simulasi hasil aplikasi pada IDE

TAKARIR. : diagram aktifitas yang memodelkan alur kerja. suatu proses. dipakai. berurutan. : perangkat untuk simulasi hasil aplikasi pada IDE TAKARIR Activity diagram : diagram aktifitas yang memodelkan alur kerja sebuah proses bisnis dan urutan aktivitas dalam suatu proses Backward chaining Class diagram : penalaran mundur : diagram kelas yang

Lebih terperinci

pendapatan perusahaan, metode ini akan meningkatkan pendapatan paling tinggi. Oleh karenanya, diharapkan masyarakat dapat menggunakan m-commerce sebag

pendapatan perusahaan, metode ini akan meningkatkan pendapatan paling tinggi. Oleh karenanya, diharapkan masyarakat dapat menggunakan m-commerce sebag APLIKASI PEMESANAN BARANG AKSESORIS MOBIL DAN PAKET AUDIO PADA MOBILE ANDROID Nurul Abrar Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya 100, Depok, Indonesia

Lebih terperinci

APLIKASI PERMAINAN BADMAN ESCAPE MENGGUNAKAN J2ME

APLIKASI PERMAINAN BADMAN ESCAPE MENGGUNAKAN J2ME APLIKASI PERMAINAN BADMAN ESCAPE MENGGUNAKAN J2ME Dela Nurlaila *), R.Rizal Isnanto, and Maman Somantri Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang,

Lebih terperinci

Panduan membuat aplikasi sederhana pada Smartphone berbasis Windows Mobile 5

Panduan membuat aplikasi sederhana pada Smartphone berbasis Windows Mobile 5 Panduan membuat aplikasi sederhana pada Smartphone berbasis Windows Mobile 5 Eko Riduwan eko@ekoriduwan.com http://www.ekoriduwan.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan,

Lebih terperinci

DASAR MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0

DASAR MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 DASAR MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 Apa itu Visual Basic? Kata Visual menunjukkan cara yang digunakan untuk membuat Graphical User Interface (GUI). Dengan cara ini Anda tidak lagi menuliskan instruksi pemrograman

Lebih terperinci

Sistem Client untuk Mobile Device berbasis pada Teknologi Java

Sistem  Client untuk Mobile Device berbasis pada Teknologi Java Sistem Email Client untuk Mobile Device berbasis pada Teknologi Java Bernard Renaldy Suteja Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Maranatha Jl. Surya Sumantri 65

Lebih terperinci

Pemrograman Mobile Android # 2

Pemrograman Mobile Android # 2 Pemrograman Mobile Android # 2 SDK & Dasar Pengembangan Aplikasi Mobile ajib susanto fik Udinus 1 TIK Mahasiswa dapat menjelaskan beberapa macam SDK untuk pemrograman mobile. Mahasiswa dapat menggunakan

Lebih terperinci

Pertama tama install terlebih dahulu java versi terbaru pada. atau didalam

Pertama tama install terlebih dahulu java versi terbaru pada.  atau didalam 1 Langkah Langkah Instalasi android SDK dan Eclipse : Install Komponen yang dibutuhkan : Pertama tama install terlebih dahulu java versi terbaru pada alamat berikut ini : http://www.java.com/en/download/index.jsp

Lebih terperinci

BAHASA PEMROGRAMAN 2 PENGENALAN GAMBAS

BAHASA PEMROGRAMAN 2 PENGENALAN GAMBAS BAHASA PEMROGRAMAN 2 PENGENALAN GAMBAS 1. LATAR BELAKANG Gambas (Gambas Almost Means BASic) adalah sebuah bahasa pemrograman visual berbasis objek yang menyerupai visual basic yang berjalan di platform

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Pengkonsepan (Concept) Jenis aplikasi ini adalah aplikasi action dan casual mengenai seorang petugas pemadam kebakaran yang tidak bertujuan untuk memadamkan api, tetapi

Lebih terperinci

Aplikasi Client pada Ponsel untuk Memproses Informasi Perkuliahan

Aplikasi  Client pada Ponsel untuk Memproses Informasi Perkuliahan Available online at TRANSMISI Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/transmisi TRANSMISI, 12 (1), 2010, 33-38 Aplikasi Email Client pada Ponsel untuk Memproses Informasi Perkuliahan Moh. Firomas

Lebih terperinci

1. Desktop Microsoft Windows

1. Desktop Microsoft Windows 1. Desktop Microsoft Windows Icon Shortcut Quick Launch Taskbar Taskbar Shortcut Pada umumnya, taskbar ialah bagian yang terletak pada bagian bawah dari desktop. Tombol Start, tombol program-program aktif,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah komputer ( computer ) berasal dari bahasa latin computere yang berarti

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah komputer ( computer ) berasal dari bahasa latin computere yang berarti BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Istilah komputer ( computer ) berasal dari bahasa latin computere yang berarti menghitung. Dalam bahasa Inggris berasal dari kata computer yang artinya menghitung.

Lebih terperinci

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem 3.1 Metode Penelitian

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem 3.1 Metode Penelitian Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem 3.1 Metode Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran pengenalan tokoh wayang di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Bab ini berisi tentang implementasi dan evaluasi dalam pengembangan apliksi yang dibangun baik aplikasi berbasis mobile maupun berbasis web. 4.1 Kebutuhan Sistem Sistem

Lebih terperinci

SISTEM PENCARIAN RUTE LOKASI MENGGUNAKAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM DAN APP INVENTOR SECARA VISUAL

SISTEM PENCARIAN RUTE LOKASI MENGGUNAKAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM DAN APP INVENTOR SECARA VISUAL Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 2 No. 9 Juni 2014 7 SISTEM PENCARIAN RUTE LOKASI MENGGUNAKAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM DAN APP INVENTOR SECARA VISUAL 1) Barry, 2) Indah Fitri Astuti & 3) Dyna Marisa

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENJUALAN SPARE PARTS DAN SERVICE PADA BENGKEL ISTA MOTOR YOGYAKARTA. Naskah Publikasi. diajukan oleh Septian Permadi

SISTEM INFORMASI PENJUALAN SPARE PARTS DAN SERVICE PADA BENGKEL ISTA MOTOR YOGYAKARTA. Naskah Publikasi. diajukan oleh Septian Permadi SISTEM INFORMASI PENJUALAN SPARE PARTS DAN SERVICE PADA BENGKEL ISTA MOTOR YOGYAKARTA Naskah Publikasi diajukan oleh Septian Permadi 10.12.5009 kepada JURUSAN SISTEM INFORMASI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK Universitas Kristen Maranatha BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1 Pendahuluan RatRace merupakan sebuah permainan yang di desain khusus untuk mempelajari dan juga menguji pengetahuan para pengguna dalam bidang

Lebih terperinci

Pemgantar Teknologi Informasi

Pemgantar Teknologi Informasi Pemgantar Teknologi Informasi Perangkat lunak yang bertindak sebagai perantara antara pemakai komputer dan perangkat keras Pemakai komputer: common user, programmer, aplikasi (program) Tujuan: Menjalankan

Lebih terperinci

Gambar 3.1 Perancangan Sistem

Gambar 3.1 Perancangan Sistem BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem monitoring yang terbagi menjadi dua bagian, sistem bagian pertama adalah objek yang akan dimonitor, sistem bagian kedua merupakan

Lebih terperinci

BAB I. 1 P e m r o g r a m a n V i s u a l B a s i c - J a t i L e s t a r i

BAB I. 1 P e m r o g r a m a n V i s u a l B a s i c - J a t i L e s t a r i BAB I Konsep Visual Basic: Penerapan di dunia Usaha, Instalasi serta Pengenalan IDE (Integrated Development Environment) VB dan konsep pemrograman visual I. Tujuan Praktikum 1. Mahasiswa mengenal VB, penerapan

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Untuk memulai membangun suatu program aplikasi berupa aplikasi mengenai kamus digital istilah bidang IT, penulis terlebih dahulu merencanakan alur kerja berdasarkan

Lebih terperinci

BAB 3 Mengenali Lingkup Pemrograman Anda

BAB 3 Mengenali Lingkup Pemrograman Anda BAB 3 Mengenali Lingkup Pemrograman Anda 3.1 Tujuan Dalam bagian ini, kita akan membahas tentang bagaimana menulis, mengkompilasi dan menjalankan program Java. Terdapat dua cara dalam melakukannya, yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sekolah menengah atas maupun sekolah kejurusan lainnya di Surakarta. Pesat

BAB I PENDAHULUAN. sekolah menengah atas maupun sekolah kejurusan lainnya di Surakarta. Pesat BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan sekolah di Surakarta sangatlah pesat baik itu negeri maupun swasta, banyaknya sekolahan dengan kriteria tersendiri setiap jurusan baik itu sekolah

Lebih terperinci

Modul : Antarmuka. 2.1 Pelajaran : Pengenalan Singkat Bagaimana menggunakan tutorial ini BAB 2

Modul : Antarmuka. 2.1 Pelajaran : Pengenalan Singkat Bagaimana menggunakan tutorial ini BAB 2 BAB 2 Modul : Antarmuka 2.1 Pelajaran : Pengenalan Singkat Selamat datang di kursus kami! Selama beberapa hari ke depan, kami akan menunjukkan kepada Anda bagaimana untuk menggunakan QGIS secara mudah

Lebih terperinci

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 7 NO. 2 September 2014

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 7 NO. 2 September 2014 APLIKASI MOBILE PENCARIAN INFORMASI FASILITAS UMUM DI KOTA PADANG Titi Sriwahyuni 1 ABSTRACT This research aims to provide an information system to search for public fasility in Padang. The public facility

Lebih terperinci

APLIKASI PENDETEKSIAN LOKASI KENDARAAN BERDASARKAN KODE IDENTITAS SEL BTS (BASE TRANSCEIVER STATION) MENGGUNAKAN SMS (SHORT MESSAGE SERVICE)

APLIKASI PENDETEKSIAN LOKASI KENDARAAN BERDASARKAN KODE IDENTITAS SEL BTS (BASE TRANSCEIVER STATION) MENGGUNAKAN SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) APLIKASI PENDETEKSIAN LOKASI KENDARAAN BERDASARKAN KODE IDENTITAS SEL BTS (BASE TRANSCEIVER STATION) MENGGUNAKAN SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) Hendriano Febriansyah Eddy / 0422051 Jurusan Teknik Elektro,

Lebih terperinci

Aplikasi Pesan Teks Yang Terenkripsi Dengan J2ME Oleh: Ema Utami

Aplikasi Pesan Teks Yang Terenkripsi Dengan J2ME Oleh: Ema Utami Aplikasi Pesan Teks Yang Terenkripsi Dengan J2ME Oleh: Ema Utami Abstraksi Teknologi komunikasi akhir-akhir ini berkembang sangat pesat, terutama teknologi mobile communication, disamping teknologi perangkat

Lebih terperinci

Persiapan Sebelum mengikuti tutorial ini, ada baiknya pembaca mendownload perangkat lunak yang dibutuhkan yaitu sebagai berikut:

Persiapan Sebelum mengikuti tutorial ini, ada baiknya pembaca mendownload perangkat lunak yang dibutuhkan yaitu sebagai berikut: Instalasi Android [Pemrograman Android Dasar 01][Level: Pemula] Andi Taru Nugroho Nur Wismono S.Kom.,M.Cs. andi.taru@gmail.com Lisensi Dokumen: Copyright 2012 JavaClopedia.com Seluruh dokumen di JavaClopedia.com

Lebih terperinci

Penerapan Algoritma Depth-First Search Sebagai Maze Generator pada Game Labirin Menggunakan Unity 3D

Penerapan Algoritma Depth-First Search Sebagai Maze Generator pada Game Labirin Menggunakan Unity 3D 8888IJCCS, Vol.x, No.x, Julyxxxx, pp. 1~5 ISSN: 1978-1520 1 Penerapan Algoritma Depth-First Search Sebagai Maze Generator pada Game Labirin Menggunakan Unity 3D Meiki Kurniawan* 1, Fithri Selva Jumeilah

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Sistem Pada tugas akhir ini, akan dibuat aplikasi desktop berbasis komputer menggunakan bahasa pemrograman VB.NET yang diberi nama Aplikasi virtual

Lebih terperinci

Visual Basic (VB) Tatik yuniati. Abstrak.

Visual Basic (VB) Tatik yuniati. Abstrak. Visual Basic (VB) Tatik yuniati Tatikyuniati10@yahoo.co.id Abstrak Visual Basic adalah generasi ketiga -event bahasa pemrograman dan lingkungan pengembangan terpadu (IDE) dari Microsoft untuk perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi semakin pesat dan cepat, khususnya teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini membuat manusia bagaikan tak terpisah oleh jarak ruang dan waktu.

Lebih terperinci

Instalasi Android SDK Maret 2012 Tingkat: Oleh : Feri Djuandi Pemula Menengah Mahir Platform : Windows XP, Eclipse

Instalasi Android SDK Maret 2012 Tingkat: Oleh : Feri Djuandi Pemula Menengah Mahir Platform : Windows XP, Eclipse Instalasi Android SDK Maret 2012 Tingkat: Oleh : Feri Djuandi Pemula Menengah Mahir Platform : Windows XP, Eclipse Sekilas Tentang Android Android adalah sistem operasi untuk perangkat mobile seperti smartphone

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. signifikan dalam dua dekade terakhir. Penerapan dari pencitraan tiga dimensi kini secara

BAB 1 PENDAHULUAN. signifikan dalam dua dekade terakhir. Penerapan dari pencitraan tiga dimensi kini secara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi grafika komputer dan pencitraan tiga dimensi saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat dengan tingkat kualitas dan pencapaian yang cukup signifikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini Teknologi komunikasi dengan telepon seluler (ponsel) telah

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini Teknologi komunikasi dengan telepon seluler (ponsel) telah BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Saat ini Teknologi komunikasi dengan telepon seluler (ponsel) telah berkembang sedemikian pesat, banyak fitur-fitur dasar ponsel yang berevolusi atau bertambah kompleks

Lebih terperinci

BAB IV DESAIN DAN PERANCANGAN APLIKASI

BAB IV DESAIN DAN PERANCANGAN APLIKASI BAB IV DESAIN DAN PERANCANGAN APLIKASI 4.1 Tahap-tahap Pembuatan Program Penelitian yang dilakukan untuk merancang sistem diperoleh dari pengamatan data-data yang ada. Tahap-tahap yang dilakukan untuk

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1 PENDAHULUAN Saat ini perangkat mobile sudah semakin canggih dengan bertambahnya fiturfitur layanan yang sangat menarik dan memudahkan pengguna untuk melakukan apa saja melalui

Lebih terperinci

Making Provisions for Applications and Services

Making Provisions for Applications and Services Making Provisions for Applications and Services Ketika seseorang mengakses informasi pada suatu perangkat (device), baik itu PC, laptop, PDA, ponsel, atau device lain yang terhubung ke jaringan, data tidak

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sistem Operasi adalah sebuah perangkat lunak (software) yang berfungsi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sistem Operasi adalah sebuah perangkat lunak (software) yang berfungsi BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1 Sistem Operasi Sistem Operasi adalah sebuah perangkat lunak (software) yang berfungsi untuk mengalokasikan sumber daya untuk proses. Menurut Stalling (2005)

Lebih terperinci

Modul Praktikum 1 Pemograman Berorientasi Objek

Modul Praktikum 1 Pemograman Berorientasi Objek Modul Praktikum 1 Pemograman Berorientasi Objek 1. Judul : Mengenal Lingkup Pemograman 2. Tujuan Percobaan : Diakhir praktikum, mahasiswa diharapkan mampu : Menuliskan program Java menggunakan text editor

Lebih terperinci

Aplikasi Pembelajaran Matematika Kelas III SD Berbasis Android

Aplikasi Pembelajaran Matematika Kelas III SD Berbasis Android JTII, Vol. 1, No.1, Mei 2016 : 31-35 ISSN: 1978-152 31 Irwan Karim 1*) Andi Mariani 2*) Program Studi Teknik Informatika, Politeknik Gorontalo email : irwankarim@poligon.ac.id email : andimariani@poligon.ac.id

Lebih terperinci

APLIKASI DIAGNOSA PENYAKIT ANAKMELALUI SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN JAVA 2 MICRO EDITION YOSEPHIN ERLITA KRISTANTI

APLIKASI DIAGNOSA PENYAKIT ANAKMELALUI SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN JAVA 2 MICRO EDITION YOSEPHIN ERLITA KRISTANTI APLIKASI DIAGNOSA PENYAKIT ANAKMELALUI SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN JAVA 2 MICRO EDITION YOSEPHIN ERLITA KRISTANTI Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma ABSTRAK Hampir tidak ada penyakit anak yang

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas implementasi sistem interactive e-learning berbasis web dengan game dan animasi untuk pembelajaran materi bilangan berdasarkan SI dan SKL

Lebih terperinci

JURNAL INFORMATIKA SIMULASI PERGERAKAN LANGKAH KUDA MENGGUNAKAN METODE BREADTH FIRST SEARCH

JURNAL INFORMATIKA SIMULASI PERGERAKAN LANGKAH KUDA MENGGUNAKAN METODE BREADTH FIRST SEARCH SIMULASI PERGERAKAN LANGKAH KUDA MENGGUNAKAN METODE BREADTH FIRST SEARCH Youllia Indrawaty [1], Asep Nana Hermana [2], Vichy Sinar Rinanto [3] Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Nasional Bandung

Lebih terperinci

BAB I PENGENALAN FLASH DAN ACTIONSCRIPT 3.0

BAB I PENGENALAN FLASH DAN ACTIONSCRIPT 3.0 BAB I PENGENALAN FLASH DAN ACTIONSCRIPT 3.0 Bab ini akan dibahas: Komponen-komponen Flash beserta dengan fitur-fiturnya Contoh-contoh penggunaan beberapa komponen Flash untuk membuat disain animasi. Dasar-dasar

Lebih terperinci

Windows Phone - Microsoft. Windows Phone Emulator

Windows Phone - Microsoft. Windows Phone Emulator Windows Phone - Microsoft Siapa yang tak kenal raksasa software yang satu ini Microsoft. Perusahaan software terbesar sedunia dengan lini Microsoft WIndowsnya yang mendominasi OS di dunia. Walaupun Microsoft

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Kata komputer berasal dari bahasa Inggris, to compute yang berarti menghitung.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Kata komputer berasal dari bahasa Inggris, to compute yang berarti menghitung. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Komputer Kata komputer berasal dari bahasa Inggris, to compute yang berarti menghitung. Beberapapakar 1 dan peneliti mengartikan komputer sebagai berikut : 1. Menurut Hamacher,

Lebih terperinci

Simulasi Aplikasi Pemesanan Tiket Travel Melalui Wireless dengan Teknologi J2ME

Simulasi Aplikasi Pemesanan Tiket Travel Melalui Wireless dengan Teknologi J2ME Simulasi Aplikasi Pemesanan Tiket Travel Melalui Wireless dengan Teknologi J2ME Jasman Pardede 1) 1) Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Jl. PKH. Hasan Mustapa No.23,

Lebih terperinci

Rancang Bangun Pembangkit World Dinamis menggunakan Algoritma Recursive Backtracking pada Game 2D Platformer Mine Meander

Rancang Bangun Pembangkit World Dinamis menggunakan Algoritma Recursive Backtracking pada Game 2D Platformer Mine Meander A591 Rancang Bangun Pembangkit World Dinamis menggunakan Algoritma Recursive Backtracking pada Game 2D Platformer Mine Meander Faishal Azka Jellyanto, Imam Kuswardayan, dan Nanik Suciati Jurusan Teknik

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN TEORI BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1. Pengenalan HTML 2.1.1. Pendahuluan HTML Hypertext Markup Language merupakan kepanjangan dari kata HTML. Adalah script dimana kita bisa menampilkan informasi dan daya kreasi kita

Lebih terperinci

APLIKASI BERBASIS WEB PEMETAAN INFORMASI PADA GAMBAR BITMAP

APLIKASI BERBASIS WEB PEMETAAN INFORMASI PADA GAMBAR BITMAP Media Informatika, Vol. 4, No. 1, Juni 2006, 13-26 ISSN: 0854-4743 APLIKASI BERBASIS WEB PEMETAAN INFORMASI PADA GAMBAR BITMAP M. Irfan Ashshidiq, M. Andri Setiawan, Fathul Wahid Jurusan Teknik Informatika,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dijelaskan tujuan, latar belakang masalah, gambaran sistem, batasan masalah, perincian tugas yang dikerjakan dan garis besar penulisan skripsi. 1.1. Tujuan Merancang dan

Lebih terperinci

BlackBerry Desktop Software. Versi: 7.1. Panduan Pengguna

BlackBerry Desktop Software. Versi: 7.1. Panduan Pengguna BlackBerry Desktop Software Versi: 7.1 Panduan Pengguna Diterbitkan: 2012-06-05 SWD-20120605130857705 Daftar Isi Dasar-dasar... 7 Tentang BlackBerry Desktop Software... 7 Menyetel ponsel cerdas Anda dengan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Jaringan, Linux Server, Pemrograman, Shell Script, Zenity. iii

ABSTRAK. Kata Kunci : Jaringan, Linux Server, Pemrograman, Shell Script, Zenity. iii ABSTRAK Konfigurasi jaringan Linux Ubuntu membutuhkan pengetahuan dasar tentang IP address dan lokasi file penyimpanan konfigurasi. Lokasi penyimpanan file konfigurasi tidak terdapat dalam satu folder,

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Gambar 1.1. GameMaker dari YoyoGames

PENDAHULUAN. Gambar 1.1. GameMaker dari YoyoGames PENDAHULUAN GameMaker adalah alat bantu pembuatan game yang diciptakan oleh yoyogames.com. Software ini lebih luas pemakaiannya dibanding dengan FPS Creator yang hanya menghasilkan permainan tembak-menembak

Lebih terperinci

Instalasi Visual Studio 2008 Profesional(64 dan 32 bit) di windows 7

Instalasi Visual Studio 2008 Profesional(64 dan 32 bit) di windows 7 Instalasi Visual Studio 2008 Profesional(64 dan 32 bit) di windows 7 Tutorial kali ini saya akan menjabarkan tentang cara instalasi salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk melakukan pengembangan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTEK SISTEM OPERASI JARINGAN KOMPUTER

LAPORAN PRAKTEK SISTEM OPERASI JARINGAN KOMPUTER LAPORAN PRAKTEK SISTEM OPERASI JARINGAN KOMPUTER JOB I Instalasi Sistem Operasi Windows Server 2008 Di susun oleh: Nama : Winda Rizky Putri NIM : 3.33.10.1.21 Kelas : TK 3B PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Video game merupakan perkembangan alami dari permainan tradisional ke medium yang baru (Schell, 2008, pp. xl). Medium baru tersebut tidak lain dihasilkan oleh perkembangan

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Tujuan dari perancangan sistem adalah untuk memenuhi kebutuhan user mengenai

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Tujuan dari perancangan sistem adalah untuk memenuhi kebutuhan user mengenai BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1. Perancangan Sistem Tujuan dari perancangan sistem adalah untuk memenuhi kebutuhan user mengenai gambaran yang jelas tentang perancangan sistem yang akan dibuat serta diimplementasikan.

Lebih terperinci

MODUL 9 PENGENALAN SOFTWARE PROTEUS

MODUL 9 PENGENALAN SOFTWARE PROTEUS MODUL 9 PENGENALAN SOFTWARE PROTEUS TUJUAN 1. Praktikan dapat mengenal software proteus dan merancang skematik rangkaian elektronika serta simulasinya. 2. Praktikan dapat mewujudkan rangkaian yang di simulasikan.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dibuat secara wireless oleh karena mobilitasnya yang tinggi dan kemudahan

BAB 1 PENDAHULUAN. dibuat secara wireless oleh karena mobilitasnya yang tinggi dan kemudahan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dengan kemajuan teknologi yang telah dicapai saat ini, banyak peralatan dibuat secara wireless oleh karena mobilitasnya yang tinggi dan kemudahan pengoperasiannya.

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN ALAT BANTU PEMROGRAMAN APLIKASI PERANGKAT BERGERAK MENGGUNAKAN JAVA

PENGEMBANGAN ALAT BANTU PEMROGRAMAN APLIKASI PERANGKAT BERGERAK MENGGUNAKAN JAVA PENGEMBANGAN ALAT BANTU PEMROGRAMAN APLIKASI PERANGKAT BERGERAK MENGGUNAKAN JAVA Lestari Sekar Gantina; Antonius Bayu Nugroho; Renan Prasta Jenie ABSTRAK Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media server adalah sebuah komputer khusus atau server perangkat lunak mulai dari enterprice atau database yang menyediakan Video on Demand ( VOD ). Secara singkatnya

Lebih terperinci

Pengenalan FPGA oleh Iman Taufik Akbar

Pengenalan FPGA oleh Iman Taufik Akbar Pengenalan FPGA oleh Iman Taufik Akbar Tutorial singkat ini akan membahas mengenai FPGA (Field Programmable Gate Array). Adapun FPGA yang akan digunakan adalah produk dari Digilent yang menggunakan Xilinx

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. a. Spesifikasi piranti keras pada local server: Processor : Intel Pentium IV 1.8 Ghz

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. a. Spesifikasi piranti keras pada local server: Processor : Intel Pentium IV 1.8 Ghz BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi yang Diperlukan 4.1.1 Spesifikasi Piranti Keras Berikut merupakan spesifikasi piranti keras yang digunakan pada saat melakukan pengujian e-book reader berbasis

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menjalankan aplikasi SIG ini dengan baik adalah sebagai berikut :

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menjalankan aplikasi SIG ini dengan baik adalah sebagai berikut : BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Perangkat Keras (Hardware) Spesifikasi minimum perangkat keras yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi SIG ini dengan baik adalah sebagai berikut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat sejak permulaannya.

BAB I PENDAHULUAN. orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat sejak permulaannya. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tes psikometrik telah ada sejak awal abad ke 20 dalam 25-30 tahun terakhir ini, tes psikometrik ini banyak digunakan secara luas dikalangan industri karena

Lebih terperinci

BAB IV DESAIN DAN IMPLEMENTASI

BAB IV DESAIN DAN IMPLEMENTASI BAB IV DESAIN DAN IMPLEMENTASI Laporan Tugas Akhir pada BAB IV ini, menjelaskan latar belakang pembuatan desain yang digunakan serta implementasi sistem yang diterapkan dalam proses pembuatan Website Company

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keyword: Algorithm, Depth First Search, Breadth First Search, backtracking, Maze, Rat Race, Web Peta. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keyword: Algorithm, Depth First Search, Breadth First Search, backtracking, Maze, Rat Race, Web Peta. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT In a Rat Race game, there is only one way in and one way out. The objective of this game is to find the shortest way to reach the finish. We use a rat character in this game, so the rat must walk

Lebih terperinci

PEMBUATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA WILAYAH PUNCAK KABUPATEN BOGOR BERBASIS ANDROID

PEMBUATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA WILAYAH PUNCAK KABUPATEN BOGOR BERBASIS ANDROID PEMBUATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA WILAYAH PUNCAK KABUPATEN BOGOR BERBASIS ANDROID Aditya Eka Saputra 10109551 Sistem Informasi Latar Belakang Sektor pariwisata memberikan kontribusi

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1 Pendahuluan Perkembangan hardware dan perangkat lunak berkembang dengan semakin canggihnya teknologi. Hal ini memberikan kemudahan bagi pengguna dengan adanya berbagai macam

Lebih terperinci

APLIKASI AUGMENTED REALITY ISTANA KERAJAAN KASEPUHAN DAN KANOMAN CIREBON BERBASIS ANDROID

APLIKASI AUGMENTED REALITY ISTANA KERAJAAN KASEPUHAN DAN KANOMAN CIREBON BERBASIS ANDROID APLIKASI AUGMENTED REALITY ISTANA KERAJAAN KASEPUHAN DAN KANOMAN CIREBON BERBASIS ANDROID Mohamad Saefudin Program Studi Sistem Informasi STMIK JAKARTA STI&K Email: saefudin@gmail.com Normalisa Fakultas

Lebih terperinci

SHARING DATA ANTARA LINUX DAN WINDOWS DENGAN JARINGAN PEER TO PEER

SHARING DATA ANTARA LINUX DAN WINDOWS DENGAN JARINGAN PEER TO PEER F.8 SHARING DATA ANTARA LINUX DAN WINDOWS DENGAN JARINGAN PEER TO PEER Sari Noorlima Yanti 1, Dharmayanti 2, Muhamad Ikbal 3 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma,

Lebih terperinci

Praktikum Pemograman Berorientasi Objek

Praktikum Pemograman Berorientasi Objek Praktikum Pemograman Berorientasi Objek Pertemuan ke-1 A. Konsep PBO Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented Programming) merupakan teknik pemograman dengan pendekatan berorientasi kelas dan objek.

Lebih terperinci

BAB III PEMROGRAMAN PADA SOFTWARE MICROSOFT VISUAL BASIC dan data-data yang saling terelasi yang memerintahkan apa yang harus

BAB III PEMROGRAMAN PADA SOFTWARE MICROSOFT VISUAL BASIC dan data-data yang saling terelasi yang memerintahkan apa yang harus BAB III PEMROGRAMAN PADA SOFTWARE MICROSOFT VISUAL BASIC 2010 A. Software Software (perangkat lunak) adalah kumpulan dari program-program dan data-data yang saling terelasi yang memerintahkan apa yang

Lebih terperinci