Suatu Penuntun PILLARS. Oleh: Isabel Carter

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Suatu Penuntun PILLARS. Oleh: Isabel Carter"

Transkripsi

1 Suatu Penuntun PILLARS Oleh: Isabel Carter

2 Kesatuan adalah Kekuatan Satu orang bekerja sendiri mungkin merasa tidak dapat berbuat banyak untuk mengubah situasinya. Mereka mungkin tidak percaya diri untuk melakukan perubahan, bertindak atau berbicara. Tetapi, sekelompok orang yang senasib, satu tekad dan nilai dapat mencapai banyak hal. Dengan bekerja bersama dan saling mendukung mereka dapat mengambil tindakan praktis. Hal ini dapat membangun kepercayaan diri mereka sendiri sebagai kekuatan untuk berubah. Bersama-sama mereka akan meresa mampu bertanya kepada orang luar untuk minta nasehat. Bersama-sama mereka dapat menjadi kuat.

3 Diskusi C3 Dorong orang untuk mendiskusikan cara-cara yang dapat ditempuh untuk mereka dapat bekerja bersama. Apakah ada contoh-contoh di komunitas sekelompok orang yang dapat bekerja bersama? Dorong siapapun yang adalah anggota kelompok apa saja untuk membicarakan pengalaman mereka, yang baik maupun yang buruk. Diskusikan potensi, keuntungan dan kerugian menjadi bagian suatu kelompok. Ide-ide mungkin berasal dari kelompok tani, kelompok pengolah makanan, kelompok pembuat jamu, komite kesehatan, kelompok pemuda atau kelompok koperasi sayur-mayur.

4 Peran Para Pemimpin Seorang pemimpin yang baik harus menyediakan dasar yang mantap bagi kelompoknya, harus dapat memberi inspirasi anggota kelompoknya untuk bertindak, harus dapat membuat kelompok bersatu, harus percaya diri untuk berbicara kalau ada hal-hal yang salah dan harus terbuka pada ide-ide baru. Tetapi, para pemimpin harus juga siap untuk selalu mendengar, khususnya sebelum mengambil keputusan. Orang sering memilih pribadi-pribadi yang kuat dan berpengaruh dan kaya untuk menjadi pemimpin kelompok. Kadang-kadang hal itu merupakan pilihan yang tepat, tetapi kadang, orang-orang seperti itu akan membimbing kelompok sessuai dengan kemauan mereka dibanding kemauan kebanyak anggota kelompok. Seseorang yang lebih tenang yang mampu mendengar dengan baik, terbukti akan menjadi pemimpin yang baik, khususnya kalau mereka benar-benar komit untuk kebaikan kelompok.

5 Diskusi C4 Anjurkan paling tidak lima sifat atau kualitas yang harus dimiliko oleh seorang pemimpin yang baik. Diskusikan bagaimana seharusnya urutan pentingnya sifat-sifat tersebut menurut para peserta.dapatkan anda pikirkan siapa orang yang memiliki sifat-sifat tersebut? Dapatkan sifat-sifat tersebut dikembangkan atau didorong? Diskusikan pentingnya seorang pemimpin dalam menjaga dan mendukuk suatu kelompok. Kalau tidak ada seseorang yang memiliki seluruh sifat-sifat tersebut, adakah dua atau tiga orang yang memiliki beberapa kualitas yang dapat memimpin secara bersama-sama? Apakah untuk ruginya kepemimpin bersama tersebut? Sebagai suatu kegiatan yang dapat bermanfaat adalah menugaskan sekelompok kecil anggota untuk mengamati bagaimana induk ayam atau bebek mengurus anak-anak mereka. Setelah beberapa waktu. Kumpulkan semua kelompok dan diskusikan apa yang setiap kelompok telah amati dan diskusikan. Seberapa bergunakah hal ini sewaktu membicarakan tetang peran seorang pemimpin?

6 Hal-hal apa yang membuat Pemimpin menjadi baik? Ada tiga macam kepemimpinan: Pemimpin yang memerintah mereka membuat keputusan atas nama kelompok dan hanya sedikit mengijinkan diskusi atau tidak sama sekali dengan anggota kelompok. Pada masa yang sulit kepemimpinan sedemikian mungkin perlu, tetapi dalam situasi lain cara sedemikian tidak akan mendorong kelompok untuk bertumbuh dalam kepercayaan diri dan ketrampilan. Pemimpin yang minta pendapat pemimpin seperti ini mendorong dikusi tentang situasi dan tujuan kemudian mengambil keputusan atas nama kelompok. Pemimpin yang memungkinkan mereka menentukan batas-batas tertentu tetapi dalam batas-batas itu mendorong dan memungkinkan anggota untuk memperoleh kepercayaan diri dalam mendiskusikn dan menganalisa situasi mereka dalam hal mereka membuat keputusan-keputusan mereka sendiri. Dapatkah anda mencari contoh pola-pola kepemimpinan seperti itu? Pola seperti apa yang menolong situasi anda?.

7 Diskusi C5 Dapatkah para peserta memikirkan contoh-contoh tiga pole kepemimpinan itu? Apakah setiap pola kepemimpinan cocok untuk suatu situasi tertentu? Diskusikan hal-hal apa yang membuat pemimpin menjadi baik. Kalau mungkin dorong diskusi yang mendalam tentang orang-orang setempat, para politisi, tokoh-tokoh dalam buku atau program radio atau para pemimpin dalam organisasi-organisasi lokal. Usahakan agar disuksi tidak menjadi terlalu kritis atau menyerang pribadi seseorang. Seberapa banyak pengetahuan dan pengalaman pribadi seseorang mempengaruhi kemampuan mereka untuk dapat memimpin dengan sukses?

8 Bagaimana memilih pemimpin Diskusikan tujuan kelompok. Pola kepemimpinan yang seperti apa yang dibutuhkan? Pengetahuan dan ketrampilan tertentu apa yang akan bermanfaat? Kecenderungannya adalah tidak aka nada seseorang dalam kelompok akan menjadi pemimpin yang sempurna, tetapi mungkin ada seseorang yang dapat berkembang menjadi pemimpin yang baik. Ambil waktu untuk mempertimbangkan siapa saja yang dapat dicalonkan berdasarkan semua hal yang telah didiskusikan. Kalau harus melakukan pungutan suara untuk memberi kesempatan kepada anggota memilih dari antara dua pemimpin, tentukan bagaimana hal itu dapat dilakukan agar setiap orang dapat memberikan suaranya secara pribadi tanpa ada tekanan apapun. Apa yang terjadi dalam gambar di bawah ini?

9 Diskusi C6 Pertama-tama dorong peserta untuk mendiskusikan apa yang diperlukan pada seorang pemimpin untuk kebutuhan setempat tertentu yang mereka hadapi. Peraturan-peraturan seperti apa yang harus dimiliki untuk memilih pemimpin dan menentukan berapa lama seseorang dapat memegang posisi kepemimpinan. Pastikan hal-hal tersebut telah disepakati sebelum memilih pemimpin. Doronglah diskusi yang baik mengenai syarat-syarat praktis yang diperlukan untuk membuat orang merasa bebas dari tekanan baik pada waktu memilih calon pemimpin dan pada waktu melakukan pemungutan suara. Kertas suara, angkat tangan, menempatkan batu pada tumpukan atau ke dalam wadah plasti, semua itu adalah cara-cara pemberian pemungutan suara. Diskusikan apakah salah satu dari cara di atas atau cara lain akan berguna dalam situasi anda.

Peran khusus para animator

Peran khusus para animator Peran khusus para animator Peran seorang animator jarang diberi nama resmi dalam kelompok. Tetapi dalam kelompok yang paling sukses biasanya paling tidak ada satu orang animator. Mereka ini adalah orang

Lebih terperinci

Peran Bendahara SHEET C9

Peran Bendahara SHEET C9 Peran Ketua Seorang pemimpin sering menjalankan peran sebagai ketua dalam pertemuanpertemuan, tetapi kedua peran itu berbeda dan dapat dilakukan oleh orang-orang yang berbeda. Dalam pertemuan seorang Ketua

Lebih terperinci

Membangun kapasitas kelompok lokal

Membangun kapasitas kelompok lokal Membangun kapasitas kelompok lokal Suatu Penuntun PILLARS Oleh: Isabel Carter Sumber Belajar dalam Bahasa Lokal Membangun kapasitas kelompok lokal Suatu Penuntun PILLARS Oleh: Isabel Carter Ilustrasi:

Lebih terperinci

Merencanakan kegiatan dengan metode Lima Jari

Merencanakan kegiatan dengan metode Lima Jari Diskusi C13 Pertama diskusikan apa yang dimaksud dengan tujuan dan hal-hal yang akan dicapai. Suatu kelompok biasanya mempunyai satu atau dua tujuan saja. Hal itu dapat termasuk, mendukung masyarakat mereka,

Lebih terperinci

Bab 4 Bagaimana Melaksanakan Lesson Study?

Bab 4 Bagaimana Melaksanakan Lesson Study? Bab 4 Bagaimana Melaksanakan Lesson Study? A. Siapa yang Melakukan Lesson Study? Lesson study adalah sebuah kegiatan kolaborasi dengan inisiatif pelaksanaan idealnya datang dari Kepala Sekolah bersama

Lebih terperinci

Identifikasi Proyek. Menanggapi KebutuhanResponding to a need

Identifikasi Proyek. Menanggapi KebutuhanResponding to a need Bagian 1 Identifikasi Proyek TELAAH ALKITAB Penilaian Kebutuhan Menanggapi KebutuhanResponding to a need Baca Nehemia 1 Nehemia adalah seorang Yahudi dalam pembuangan di negeri asing. Sebagaian orang Yahudi

Lebih terperinci

60 menit tahun. Misi: Kesetaraan Gender. Subjek. Hasil Belajar. Persiapan. Total waktu:

60 menit tahun. Misi: Kesetaraan Gender. Subjek. Hasil Belajar. Persiapan. Total waktu: Misi: Kesetaraan Gender P1 Misi: Kesetaraan Gender Freida Pinto Aktris Subjek Geografi, Sains, Pemahaman Bahasa Hasil Belajar Untuk mengetahui definisi kesetaraan gender Untuk mengeksplorasi beberapa penyebab

Lebih terperinci

SIAPA YANG MENJALANKAN MANAJEMEN DI KOPERASI?

SIAPA YANG MENJALANKAN MANAJEMEN DI KOPERASI? RAPAT ANGGOTA SIAPA YANG MENJALANKAN MANAJEMEN DI KOPERASI? Perangkat organisasi koperasi menurut Pasal 21 UU No. 25 Tahun 1992 terdiri dari : Rapat anggota Pengurus Pengawas Tiga serangkai inilah yang

Lebih terperinci

MENGHARGAI SESAMA DAN MASYARAKAT PENDEKATAN ANZ TERHADAP HAK ASASI MANUSIA

MENGHARGAI SESAMA DAN MASYARAKAT PENDEKATAN ANZ TERHADAP HAK ASASI MANUSIA DAN MASYARAKAT 24 08 2010 PENDEKATAN ANZ TERHADAP HAK ASASI MANUSIA DAFTAR ISI PENDAHULUAN 3 BAGAIMANA KAMI MENERAPKAN STANDAR KAMI 4 STANDAR HAK ASASI MANUSIA KAMI 4 SISTEM MANAJEMEN KAMI 6 3 PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung pada

Lebih terperinci

Menyajikan Presentasi Seminar

Menyajikan Presentasi Seminar Menyajikan Presentasi Seminar 1 Kebanyakan kegiatan belajar melibatkan presentasi secara lisan oleh siswa. Pada suatu kegiatan belajar atau seminar, topik yang akan dibahas umumnya telah diberikan di awal

Lebih terperinci

Risk Leadership Kepemimpinan yang berani mengambil risiko

Risk Leadership Kepemimpinan yang berani mengambil risiko Risk Leadership Kepemimpinan yang berani mengambil risiko Oleh: Antonius Alijoyo 25 Januari 2012 Kepemimpinan selalu memerlukan keberanian dalam menghadapi dan mengambil risiko di suatu tingkat tertentu.

Lebih terperinci

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA (Siklus.. Tindakan.) Hari/Tanggal :. Waktu :. Skore Aktivitas Siswa

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA (Siklus.. Tindakan.) Hari/Tanggal :. Waktu :. Skore Aktivitas Siswa No 1. 2.. 4. 5. 6. 7. 8 9. 10. 11. 12. 1. 14 15. 16. 17. LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA (Siklus.. Tindakan.) Hari/Tanggal :. Waktu :. Skore Aktivitas Siswa 1 2 4 5 Mempersiapakan buku catatan dan buku

Lebih terperinci

JURNAL STIE SEMARANG, VOL 5, NO 1, Edisi Februari 2013 (ISSN : ) EMPAT DISIPLIN MENJADI ORGANISASI YANG SEHAT

JURNAL STIE SEMARANG, VOL 5, NO 1, Edisi Februari 2013 (ISSN : ) EMPAT DISIPLIN MENJADI ORGANISASI YANG SEHAT EMPAT DISIPLIN MENJADI ORGANISASI YANG SEHAT Sri Wiranti Setiyanti Dosen Tetap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang Abstraksi Terdapat dua kualitas yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan yang sukses,

Lebih terperinci

TEKNIK FASILITASI PETANI

TEKNIK FASILITASI PETANI MODUL TEKNIK FASILITASI PETANI Teknik Fasilitasi Petani DEPARTEMEN PERTANIAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN PERTANIAN 2 0 0 7 : TEKNIK FASILITASI PETANI

Lebih terperinci

BULAN 3 >>>>>> YOSUA PEMIMPIN KUATKAN & TEGUHKANLAH HATIMU

BULAN 3 >>>>>> YOSUA PEMIMPIN KUATKAN & TEGUHKANLAH HATIMU BULAN 3 >>>>>> YOSUA PEMIMPIN KUATKAN & TEGUHKANLAH HATIMU Minggu 1 UNTUK KEPEMIMPINAN BARU PAKAI CARA BARU! Yosua 3:4, hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan bersosial manusia tidak terlepas dari komunikasi. Sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa asing mengatakan, Manusia adalah zoon politicon yang artinya

Lebih terperinci

TEKNIK & ETIKA DISKUSI ILMIAH.

TEKNIK & ETIKA DISKUSI ILMIAH. TEKNIK & ETIKA DISKUSI ILMIAH Bambang Sulistyo, S.Pd., M.Eng. Bambang Sulistyo, S.Pd., M.Eng. bambangsulistyo@yahoo.com PENDAHULUAN Kata moral atau moralitas sering digunakan secara sinonim dengan kata

Lebih terperinci

Biografi. Jadwal Penilaian

Biografi. Jadwal Penilaian Biografi Ringkasan Unit Setelah mendengarkan dan membaca beberapa biografi, keduanya dalam bentuk buku-buku dan majalah, para murid sekolah dasar mengungkapkan pendapat tentang apa yang menyebabkan sebuah

Lebih terperinci

Saudara Tidak Membutuhkan Meja Tulis

Saudara Tidak Membutuhkan Meja Tulis Saudara Tidak Membutuhkan Meja Tulis Bila kita percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat, kita menerima kesukaan yang besar. Ingatkah saudara ketika ini terjadi dalam hidup saudara? Saudara segera mau menceritakannya

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria PERTAMA BAB I DASAR-DASAR DAN KETENTUAN-KETENTUAN POKOK Pasal 1 (1) Seluruh wilayah Indonesia adalah kesatuan

Lebih terperinci

Memahami dan Memobilisasi untuk Kesehatan Masyarakat

Memahami dan Memobilisasi untuk Kesehatan Masyarakat 2 Memahami dan Memobilisasi untuk Kesehatan Masyarakat Dalam bab ini: halaman Memobilisasi untuk kesehatan masyarakat...12 Perubahan butuh waktu...13 Kegiatan-kegiatan untuk belajar dan memobilisasi...14

Lebih terperinci

Saudara Membutuhkan Berita

Saudara Membutuhkan Berita Saudara Membutuhkan Berita Setiap tahun orang memilih beberapa macam benih untuk ditanam di kebun mereka. Kalau mereka ingin menanam boncis, mereka menanam benih boncis. Akan tetapi tukang kebun tidak

Lebih terperinci

BUKU SERI KEPIMPINAN. Membangun Skil Kepemimpinan: Cara Memberdayakan dengan Metode Kepemimpinan Situasional

BUKU SERI KEPIMPINAN. Membangun Skil Kepemimpinan: Cara Memberdayakan dengan Metode Kepemimpinan Situasional BUKU SERI KEPIMPINAN Membangun Skil Kepemimpinan: Cara Memberdayakan dengan Metode Kepemimpinan Situasional Pendahuluan Pernahkah Anda melihat seorang pemimpin yang penuh pengabdian. Ia bekerja siang dan

Lebih terperinci

Kepada orangtua dan anak-anak terkasih,

Kepada orangtua dan anak-anak terkasih, Kepada orangtua dan anak-anak terkasih, adalah buku renungan khusus yang ditulis untuk para orangtua dan anak-anak. Untuk menikmati buku ini, kami menyarankan empat langkah yang menyenangkan dan mudah

Lebih terperinci

Alang-alang dan Manusia

Alang-alang dan Manusia Alang-alang dan Manusia Bab 1 Alang-alang dan Manusia 1.1 Mengapa padang alang-alang perlu direhabilitasi? Alasan yang paling bisa diterima untuk merehabilitasi padang alang-alang adalah agar lahan secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan masyarakat. Informasi yang bisa disaring oleh siswa ini adalah hal-hal yang

BAB I PENDAHULUAN. dan masyarakat. Informasi yang bisa disaring oleh siswa ini adalah hal-hal yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi dan belajar menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaannya. Pembelajaran ini diarahkan secara terbuka terhadap

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Bapak Rafil sebagai direktur keuangan dan Bapak Bayu sebagai direktur operasional)

LAMPIRAN. Bapak Rafil sebagai direktur keuangan dan Bapak Bayu sebagai direktur operasional) L 1 LAMPIRAN Transkrip Wawancara A. Pertanyaan Dan Jawaban Dua Direktur Bapak Rafil sebagai direktur keuangan dan Bapak Bayu sebagai direktur operasional) Pertanyaan untuk dua direktur : 1. Bagaimana gaya

Lebih terperinci

Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan

Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan . Sesi Kedua Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan Handout Akatiftas 1 : MENDENGARKAN dan BERBICARA: SANDIWARA (1 jam) Topik Yang Mungkin: Bercerita tentang pengalaman memancing yang paling berkesan

Lebih terperinci

Gagasan Hidup Bermasyarakat

Gagasan Hidup Bermasyarakat Gagasan Hidup Bermasyarakat Seorang bayi dilahirkan. Seluruh keluarga bersukacita. Seorang tetangga datang membawa makanan untuk keluarga itu dan seorang teman tiba untuk menolong dalam perawatan anggota

Lebih terperinci

Program Rintisan Jarak Jauh DBE 2: Survey Guru (Keberpusatan Pada Siswa) Halaman 1

Program Rintisan Jarak Jauh DBE 2: Survey Guru (Keberpusatan Pada Siswa) Halaman 1 Program Rintisan Jarak Jauh DBE 2: Survey Guru (Keberpusatan Pada Siswa) Halaman 1 SURVEY GURU (Teacher Survey/Measure of Learner- Centeredness) Nomor Identifikasi: (prov tgl... /bln/ bln././th.. th..)...

Lebih terperinci

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN oleh Rosita E.K., M.Si Konsep dasar dari konseling adalah mengerti

Lebih terperinci

PENGELOLAAN PELATIHAN DALAM ORGANISASI (Tinjauan Teori Pembelajaran Orang Dewasa)

PENGELOLAAN PELATIHAN DALAM ORGANISASI (Tinjauan Teori Pembelajaran Orang Dewasa) I. PENGELOLAAN PELATIHAN Manajemen dipahami sebagai kegiatan untuk mendayagunakan sumberdaya manusia, sarana dan prasarana serta berbagai potensi lainnya yang tersedia atau yang dapat disediakan untuk

Lebih terperinci

Meninggalkan masa lalu kita menuju masa depan yang gemilang

Meninggalkan masa lalu kita menuju masa depan yang gemilang Sesi Kedua Meninggalkan masa lalu kita menuju masa depan yang gemilang Handout AKTIFITAS IV: Ikan dan Bendungan Pendahuluan: Pelatih harus menjelaskan latihan ini. Jelaskan bahwa, dalam mengerjakan latihan

Lebih terperinci

Seorang Teman Untuk Berbicara (Seorang Teman Seperti Itu), 22 Desember B. Apa yang dikatakan tentang Seorang teman untuk berbicara

Seorang Teman Untuk Berbicara (Seorang Teman Seperti Itu), 22 Desember B. Apa yang dikatakan tentang Seorang teman untuk berbicara Pelajaran 12 SEORANG TEMAN UNTUK BERBICARA Seorang Teman Seperti Itu 22 Desember 2012 1. Persiapan A. Sumber Titus 2:3-7 Mazmur 55:12-14 Amsal 1:8 Amsal 27:6 1 Petrus 5:1-5 Amsal 23:9 Amsal 1:5 B. Apa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH NO. 01 TH 1985

PERATURAN PEMERINTAH NO. 01 TH 1985 PERATURAN PEMERINTAH NO. 01 TH 1985 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA NOMOR : PER-01/MEN/85 TENTANG PELAKSANAAN TATA CARA PEMBUATAN KESEPAKATAN KERJA BERSAMA (KKB) MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI 132 BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI Berdasarkan hasil analisis data penelitian sebagaimana yang disajikan pada Bab IV, dapat diambil kesimpulan, implikasi dan rekomendasi sebagai berikut: A.

Lebih terperinci

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit esaunggul.ac.id http://www.esaunggul.ac.id/article/merancang-strategi-komunikasi-memenangkan-pemilih-dan-kelompok/ Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit Dr. Erman Anom,

Lebih terperinci

Menjadi Anggota Masyarakat Gereja

Menjadi Anggota Masyarakat Gereja Menjadi Anggota Masyarakat Gereja Chee Kim adalah seorang anak yatim piatu. Meskipun ia baru berusia enam tahun, ia hidup sebagai gelandangan di kota Hong Kong. Ia tidak mempunyai keluarga. Pada suatu

Lebih terperinci

Monitoring Dampak Sosial Kawasan Konservasi Laut Daerah Bahan Wawancara Inform Kunci v 2.0 (September 2011)

Monitoring Dampak Sosial Kawasan Konservasi Laut Daerah Bahan Wawancara Inform Kunci v 2.0 (September 2011) Monitoring Dampak Sosial Kawasan Konservasi Laut Daerah Bahan Wawancara Inform Kunci v 2.0 (September 2011) Michael B. Mascia, Fitry Pakiding and Louise Glew. World Wildlife Fund US, Washington, D.C.,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang terjadi dikelas V, penelitian ini dilakukan dalam pengelolaan kelas antara lain disebabkan oleh guru

Lebih terperinci

Pemahaman Alkitab untuk Kelompok Kecil

Pemahaman Alkitab untuk Kelompok Kecil Pemahaman Alkitab untuk Kelompok Kecil I. Pendahuluan A. Alkitab adalah Firman Allah (2Tim. 3:15-17; 2Ptr. 1:20 dst.; Yoh. 5:39) 1. Dapat menolong pengudusan orang (Yoh. 17:17; Ef. 5:26; Yak. 1:23; Ibr.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan mempengaruhi orang. Kepemimpinan sebagai suatu alat, sarana atau proses

BAB I PENDAHULUAN. dan mempengaruhi orang. Kepemimpinan sebagai suatu alat, sarana atau proses 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kepemimpinan terkadang dipahami sebagai kekuatan untuk menggerakkan dan mempengaruhi orang. Kepemimpinan sebagai suatu alat, sarana atau proses untuk membujuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Hasil penelitian pra siklus. Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 20 November 2010 dengan guru mata pelajaran biologi tingkat hasil belajar

Lebih terperinci

KEBAIKAN RAHASIA (Perbuatan-perbuatan Tersembunyi), 10 November 2012

KEBAIKAN RAHASIA (Perbuatan-perbuatan Tersembunyi), 10 November 2012 Pelajaran 6 KEBAIKAN RAHASIA (Perbuatan-perbuatan Tersembunyi), 10 November 2012 KEBAIKAN RAHASIA Perbuatan-perbuatan Tersembunyi 10 November 2012 1. Persiapan A. Sumber Matius 6:2-4 Mazmur 139:1-3 Ibrani

Lebih terperinci

Manusia, Tugas dan Tujuan

Manusia, Tugas dan Tujuan Manusia, Tugas dan Tujuan PELAJARAN TENTANG KEPEMIMPINAN KRISTEN oleh Billie Davis BUKU PEGANGAN UNTUK BELAJAR SENDIRI Disusun dengan kerjasama oleh Staf Kantor ICI Pusat LEMBAGA KURSUS TERTULIS INTERNASIONAL

Lebih terperinci

Pembentukan koperasi menurut Undang-Undang no.25 tahun 1992 padal 6 ayat (1) dan (2) adalah sebagai berikut : Koperasi Primer.

Pembentukan koperasi menurut Undang-Undang no.25 tahun 1992 padal 6 ayat (1) dan (2) adalah sebagai berikut : Koperasi Primer. Manajemen Koperasi 2 Organisasi Pembentukan koperasi menurut Undang-Undang no.25 tahun 1992 padal 6 ayat (1) dan (2) adalah sebagai berikut : 20 orang Koperasi Primer Koperasi Primer Koperasi Sekunder

Lebih terperinci

APLIKASI DALAM MATA KULIAH

APLIKASI DALAM MATA KULIAH APLIKASI DALAM MATA KULIAH Alternatif 2 PENGUKURAN DAN PENILAIAN BELAJAR Mampu mendesain model. Mampu berkomunikasi dengan baik KULIAH TUTORIAL II- IV KULIAH TUTORIAL V -VIII KULIAH TUTORIAL IX - XV

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR SITALASMA 234 SMA NEGERI 1 SLEMAN

ANGGARAN DASAR SITALASMA 234 SMA NEGERI 1 SLEMAN MUKADIMAH ANGGARAN DASAR SITALASMA 234 SMA NEGERI 1 SLEMAN Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Bahwa sesungguhnya alam beserta apa yang terkandung di dalamnya merupakan suatu anugerah Tuhan yang menciptakannya

Lebih terperinci

Manfaat Penelaahan Alkitab

Manfaat Penelaahan Alkitab Manfaat Penelaahan Alkitab Beberapa tahun yang lalu seorang nakoda melabuhkan kapalnya di sebuah pelabuhan di kepulauan Pasifik Selatan yang indah. Dia telah mendengar bahwa penduduk asli, yang dulunya

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1946 TENTANG SUSUNAN PERATURAN AKAN MENJALANKAN UNDANG-UNDANG TAHUN 1946 NOMOR 12 DARI HAL PEMBAHARUAN SUSUNAN KOMITE NASIONAL PUSAT PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

TEMA BAGAIMANA TATA CARA PEMBANGUNAN KSM

TEMA BAGAIMANA TATA CARA PEMBANGUNAN KSM Materi Tujuan TEMA BAGAIMANA TATA CARA PEMBANGUNAN KSM Membangun nilai dan lima aturan dasar Peserta memahami perlunya nilai dan aturan dasar dalam membangun kelompok Peserta meyakini bahwa nilai nilai

Lebih terperinci

KETRAMPILAN MENGAJAR (Set Induction & Closure) (A. Suherman)

KETRAMPILAN MENGAJAR (Set Induction & Closure) (A. Suherman) KETRAMPILAN MENGAJAR (Set Induction & Closure) (A. Suherman) Membuka Pelajaran: Kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan suasan siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat pada hal-hal

Lebih terperinci

DISKUSI WARGA. Langkah Kecil Untuk Perubahan Besar versi 1.07

DISKUSI WARGA. Langkah Kecil Untuk Perubahan Besar versi 1.07 DISKUSI WARGA Langkah Kecil Untuk Perubahan Besar 2012 versi 1.07 Institut Leimena Menara Kadin, Lantai 28 Jl. HR Rasuna Said Blok X 5, Kav. 2 3 Jakarta Selatan 12950 Tel: (021) 5288 0355, 5288 0356 Fax:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Tempat ibadah merupakan salah satu wadah dimana orang-orang berkumpul dengan teman-teman seiman, memuji, dan menyembah Tuhan yang mereka percayai. Di Indonesia

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN TENTANG

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN TENTANG RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN, RUKUN WARGA DAN RUKUN TETANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

Lebih terperinci

A N G G A R A N D A S A R

A N G G A R A N D A S A R A N G G A R A N D A S A R D A F T A R I S I : 1. Mukadimah 2. Bab I: Ketentuan Umum Pasal 1 3. Bab II: Nama, Tempat Kedudukan dan Jangka Waktu Pendirian Pasal 2 4. Bab III: Asas, Landasan, Tujuan dan Kegiatan

Lebih terperinci

SELAMAT MENGERJAKAN TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA

SELAMAT MENGERJAKAN TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA KUESIONER PENELITIAN PETUNJUK PENGISIAN Berikut ini adalah beberapa pernyataan yang akan anda jawab. Sebelum anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan yaitu : 1. Isilah identitas anda

Lebih terperinci

Penentuan Judul, Masalah dan Tujuan Penelitian

Penentuan Judul, Masalah dan Tujuan Penelitian Penentuan Judul, Masalah dan Tujuan Penelitian Referensi : Neuman, w. Lawrence. 2011. Metode Penelitian Sosial : Pendekatan Kualitatif dan Kuantitaif, Indeks. Jakarta Penentuan Judul Penelitian Pengertian

Lebih terperinci

Setiap Orang Membutuhkan Pengajaran

Setiap Orang Membutuhkan Pengajaran Setiap Orang Membutuhkan Pengajaran Pernahkah saudara melihat seekor induk burung yang mendesak anaknya keluar dari sarangnya? Induk burung itu memulai proses pengajaran yang akan berlangsung terus sampai

Lebih terperinci

POSITION PAPER SUDUT PANDANG TOP LAST MALE 79 TERHADAP PENGEMBANGAN IA-TOP

POSITION PAPER SUDUT PANDANG TOP LAST MALE 79 TERHADAP PENGEMBANGAN IA-TOP POSITION PAPER SUDUT PANDANG TOP LAST MALE 79 TERHADAP PENGEMBANGAN IA-TOP 1. Kehadiran IA-TOP sudah suatu keharusan Dengan semakin berkembangannya teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK) yang begitu

Lebih terperinci

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA REKRUTMEN SUMBER DAYA MANUSIA Disusun oleh: Kelompok 2 1. Norma Wahyuningrum (145030400111036) 2. Rakles Candra Nurjanah (145030401111038) 3. Kautsarin Natalia K (145030401111049)

Lebih terperinci

PENGGUNAAN STRATEGI GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK TENTANG STRUKTUR DAUN DAN FUNGSI DAUN PADA

PENGGUNAAN STRATEGI GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK TENTANG STRUKTUR DAUN DAN FUNGSI DAUN PADA PENGGUNAAN STRATEGI GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK TENTANG STRUKTUR DAUN DAN FUNGSI DAUN PADA SISWA KELAS IV SEMESTER GASAL SD NEGERI 1 KRANGGAN POLANHARJO KLATEN TP 2012/

Lebih terperinci

Intel Teach Program Assessing Projects

Intel Teach Program Assessing Projects Menilai Proyek Pelajaran berbasis proyek menuntut penilaian yang lebih progresif dimana siswa dapat melihat pelajaran sebagai proses dan strategi penyelesaian masalah untuk memenuhi harapan-harapan proyek.

Lebih terperinci

TEKNIK KOMUNIKASI KUNCI KESUKSESAN

TEKNIK KOMUNIKASI KUNCI KESUKSESAN TEKNIK KOMUNIKASI Saifoe El Unas KUNCI KESUKSESAN Apa faktor penting kesuksesan? Dari berbagai survey, 85% dari kesuksesan berkaitan langsung dengan: Kemampuan berkomunikasi, dan Ketrampilan membina hubungan

Lebih terperinci

Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran. pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang.

Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran. pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang. Pengantar Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang. Seseorang membawa informasi tersebut kemudian menyampaikannya

Lebih terperinci

PELATIHAN KELAS IBU Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita

PELATIHAN KELAS IBU Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita 306.874 3 Ind p Departemen Kesehatan Republik Indonesia PELATIHAN KELAS IBU Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita Untuk Petugas Kesehatan BUKU PANDUAN PESERTA DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN

Lebih terperinci

KEPATUHAN (Hanya Percaya Kepadaku), 3 November 2012

KEPATUHAN (Hanya Percaya Kepadaku), 3 November 2012 Pelajaran 5 KEPATUHAN Hanya Percaya Kepadaku 3 November 2012 KEPATUHAN (Hanya Percaya Kepadaku), 3 November 2012 1. Persiapan A. Sumber Efesus 5:21 1 Korintus 16:15-18 1 Petrus 2:13-17 1 Petrus 5:5-7 Kolose

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial yang selalu bermasyarakat, hal ini terkait dengan keterlibatannya dalam suatu organisasi tertentu. Pada masyarakat modern organisasi

Lebih terperinci

1. Mengapa bermeditasi?

1. Mengapa bermeditasi? CARA BERMEDITASI 1. Mengapa bermeditasi? Oleh: Venerable Piyananda Alih bahasa: Jinapiya Thera Dalam dunia ini, apakah yang dicari oleh kebanyakan orang dalam hidupnya? Sebenarnya, mereka ingin mencari

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 1990 TENTANG PENYERAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DALAM BIDANG LALULINTAS DAN ANGKUTAN JALAN KEPADA DAERAH TINGKAT I DAN DAERAH TINGKAT II PRESIDEN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Permasalahan. A.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Permasalahan. A.1. Latar Belakang Masalah 9 BAB I PENDAHULUAN A. Permasalahan A.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal penting dalam kehidupan manusia untuk memperoleh bekal pengetahuan dalam menjalani hidup ini. Salah satu pendidikan

Lebih terperinci

ORANG DEWASA BELAJAR Bagaimana Pemilihan Metode Pembelajarannya?

ORANG DEWASA BELAJAR Bagaimana Pemilihan Metode Pembelajarannya? ORANG DEWASA BELAJAR Bagaimana Pemilihan Metode Pembelajarannya? Orang dewasa belajar, apa orang belajar dewasa? Mirip-mirip, yang jelas ada dua kata yang penting yaitu dewasa dan belajar. Apa dewasa itu

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. 1. Perencanaan Metode STAD dalam Meningkatkan Hasil Belajar. Matematika Pokok Bahasan Geometri Siswa Kelas V A Madrasah

BAB V PEMBAHASAN. 1. Perencanaan Metode STAD dalam Meningkatkan Hasil Belajar. Matematika Pokok Bahasan Geometri Siswa Kelas V A Madrasah 113 BAB V PEMBAHASAN 1. Perencanaan Metode STAD dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Geometri Siswa Kelas V A Madrasah Ibtidaiyah Sunan Kalijigo Karangbesuki Malang Penelitian ini

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARO NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, PENGGABUNGAN DESA DAN PERUBAHAN STATUS DESA MENJADI KELURAHAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARO NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, PENGGABUNGAN DESA DAN PERUBAHAN STATUS DESA MENJADI KELURAHAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARO NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, PENGGABUNGAN DESA DAN PERUBAHAN STATUS DESA MENJADI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARO, Menimbang

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Seni Budaya Dan Keterampilan Kelas/Semester : III (tiga)/ii (dua) Pertemuan Ke : Alokasi Waktu : x 35 Standar Kompetensi SENI RUPA

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. hasil analisis serta penyajian data dapat ditarik kesimpulan. anggota organisasi dalam menyampaikan seluruh aspirasi atau

BAB V PENUTUP. hasil analisis serta penyajian data dapat ditarik kesimpulan. anggota organisasi dalam menyampaikan seluruh aspirasi atau 115 BAB V PENUTUP A. Simpulan Dari data serta hasil analisis yang diperoleh pada bab sebelumnya adalah untuk menjawab focus permasalahan yang berada pada pokok penelitian kali ini, yaitu komunikasi interpersonal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya pendidikan merupakan proses pelatihan untuk. webster s New Word Dictionary Sagala (2007: 1), sehingga mampu

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya pendidikan merupakan proses pelatihan untuk. webster s New Word Dictionary Sagala (2007: 1), sehingga mampu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya pendidikan merupakan proses pelatihan untuk membantu manusia dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, pikiran, karakter maupun potensi diri

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BEKASI NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN RUKUN TETANGGA (RT) DAN RUKUN WARGA (RW) DI KABUPATEN BEKASI

PERATURAN BUPATI BEKASI NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN RUKUN TETANGGA (RT) DAN RUKUN WARGA (RW) DI KABUPATEN BEKASI PERATURAN BUPATI BEKASI NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN RUKUN TETANGGA (RT) DAN RUKUN WARGA (RW) DI KABUPATEN BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BEKASI, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

MENGORGANISASI, MENGGABUNGKAN, MEMBUBARKAN JEMAAT DAN PERKUMPULAN MENGORGANISASI JEMAAT PELAJARAN 10

MENGORGANISASI, MENGGABUNGKAN, MEMBUBARKAN JEMAAT DAN PERKUMPULAN MENGORGANISASI JEMAAT PELAJARAN 10 MENGORGANISASI, MENGGABUNGKAN, MEMBUBARKAN JEMAAT DAN PERKUMPULAN MENGORGANISASI JEMAAT PELAJARAN 10 Satu jemaat diorganisasi oleh seorang pendeta yang diurapi atas rekomendasi komite eksekutif konferens.

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA PERKUMPULAN MANAJER INVESTASI INDONESIA

ANGGARAN RUMAH TANGGA PERKUMPULAN MANAJER INVESTASI INDONESIA ANGGARAN RUMAH TANGGA PERKUMPULAN MANAJER INVESTASI INDONESIA atau dikenal dengan ASOSIASI MANAJER INVESTASI INDONESIA (AMII) 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA PERKUMPULAN MANAJER INVESTASI INDONESIA atau dikenal

Lebih terperinci

Fungsi Actuating (Pengarahan) I M A Y U D H A P E R W I R A, S P I, M P

Fungsi Actuating (Pengarahan) I M A Y U D H A P E R W I R A, S P I, M P Fungsi Actuating (Pengarahan) I M A Y U D H A P E R W I R A, S P I, M P Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi

Lebih terperinci

KEPEMIMPINAN DAN DINAMIKA KELOMPOK

KEPEMIMPINAN DAN DINAMIKA KELOMPOK KEPEMIMPINAN DAN DINAMIKA KELOMPOK Dr.Nurmala K.Panjaitan, MS, DEA 1 Pokok bahasan 1. Kepemimpinan 2. Kerja sama tim (team work) 2 1 Leadership & Team Work 3 Apa itu kepemimpinan? suatu proses mempengaruhi

Lebih terperinci

Mendengar Secara Aktif

Mendengar Secara Aktif Mendengar Secara Aktif Selama kursus ini, anda akan melihat bahwa pertanyaan (bagaimana merumuskan pertanyaan, bagaimana mengajukannya dan jenis pertanyaan apa yang diajukan) akan menjadi tema yang konstan.

Lebih terperinci

: MenerapkanKeterampilanSAR. 1. Menyiapkan kegiatan SAR

: MenerapkanKeterampilanSAR. 1. Menyiapkan kegiatan SAR Kode Unit Judul Unit : O.842340.051.01 : MenerapkanKeterampilanSAR Deskripsi Unit : Unit ini menguraikan kinerja yang dihasilkan, keterampilan, dan pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan teknik SAR

Lebih terperinci

Gereja Menyediakan Persekutuan

Gereja Menyediakan Persekutuan Gereja Menyediakan Persekutuan Pada suatu Minggu pagi sebelum kebaktian Perjamuan Tuhan, lima orang yang akan diterima sebagaianggota gereja berdiri di depan pendeta dan sekelompok diaken. Salah seorang

Lebih terperinci

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari...

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Tugas Seorang Suami Seorang pemuda yang bahagia dengan cepat pulang ke rumah untuk memberitahukan orang tuanya kabar baik bahwa pacarnya telah berjanji untuk menikahinya. Tetapi sang ayah, daripada menanggapi

Lebih terperinci

PRINSIP PARTISIPASI

PRINSIP PARTISIPASI PARTISIPASI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA Kuliah Minggu ke-3 PRINSIP PARTISIPASI TINGKAT PARTISIPASI Partisipasi dalam pemberian informasi Partisipasi melalui konsultasi Partisipasi fungsional Partisipasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan secara sistematis dan terprogram terjadi dari jenjang yang palinng rendah sampai jenjang paling tinggi. Dunia pendidikan yang diimplementasikan dalam bentuk

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR FORUM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI INDONESIA. Anggaran Dasar FPPTI

ANGGARAN DASAR FORUM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI INDONESIA. Anggaran Dasar FPPTI ANGGARAN DASAR FORUM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI INDONESIA PENDAHULUAN Organisasi Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi diusulkan pada Seminar Forum Komunikasi Pembinaan Perpustakaan Perguruan Tinggi se

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah. Menurut Undang-Undang RI no 20 Tahun 2003 pendidikan diartikan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah. Menurut Undang-Undang RI no 20 Tahun 2003 pendidikan diartikan BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Menurut Undang-Undang RI no 20 Tahun 2003 pendidikan diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar

Lebih terperinci

Kamar Kecil. Merokok. Agenda. Telepon selular

Kamar Kecil. Merokok. Agenda. Telepon selular 1 Kamar Kecil Merokok Agenda Telepon selular 2 Menjelaskan manfaat dari negosiasi yang efektif. Menjelaskan lima tahap negosiasi. Menekankan persiapan dan negosiasi berbasiskepentingan Menjelaskan bagaimana

Lebih terperinci

V PERANAN UNSUR-UNSUR DALAM PENGEMBANGAN

V PERANAN UNSUR-UNSUR DALAM PENGEMBANGAN e. Mengadakan evaluasi kegiatan secara internal untuk memperbaiki mutu kegiatan yang akan datang. V PERANAN UNSUR-UNSUR DALAM PENGEMBANGAN APARAT PEMERINTAH DAN LEMBAGA MASYARAKAT Dalam pengembangan Posdaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada jaman yang semakin maju ini, globalisasi dan persaingan yang

BAB I PENDAHULUAN. Pada jaman yang semakin maju ini, globalisasi dan persaingan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pada jaman yang semakin maju ini, globalisasi dan persaingan yang semakin tinggi dan ketat sudah menjadi bagian dari kehidupan kita, begitu juga dengan

Lebih terperinci

Kemampuan Mendengarkan dan Kepemimpinan. Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan

Kemampuan Mendengarkan dan Kepemimpinan. Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan Kemampuan Mendengarkan dan Kepemimpinan Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Seseorang akan bisa menulis dengan baik kalau ia banyak membaca.

Lebih terperinci

Oleh: Guru Besar Universita Riau

Oleh: Guru Besar Universita Riau Oleh: Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP Guru Besar Universita Riau Email: asyahza@yahoo.co.id; http://almasdi.unri.ac.id Tugas Guru Merencanakan Melaksanakan Keterampilan Mempersiapkan Perangkat Pembelajaran

Lebih terperinci

...dan Saudara Memerlukan Suatu Metode

...dan Saudara Memerlukan Suatu Metode ...dan Saudara Memerlukan Suatu Metode Sukakah saudara makan makanan yang telah disediakan dengan baik? Saya suka. Kita tahu bahwa ada cara yang betul dan cara yang salah untuk menyediakan makanan Cara

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. ( n a m a ), ( u m u r ), ( pekerjaan ), ( alamat lengkap ), ( nomer KTP / SIM ), dalam hal ini bertindak atas nama diri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. karakteristik semua kebudayaan. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam

BAB I PENDAHULUAN. karakteristik semua kebudayaan. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Masyarakat merupakan organisme hidup karena masyarakat selalu mengalami pertumbuhan, saling mempengaruhi satu sama lain dan setiap sistem mempunyai fungsi

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA SALINAN 1 PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci