Pasal 2: Penerbitan, Kepemilikan, Penggunaan Kartu Kredit dan PIN 2.1 Penerbitan Kartu Kredit dilakukan Bank berdasarkan permohonan tertulis dari Pemo

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pasal 2: Penerbitan, Kepemilikan, Penggunaan Kartu Kredit dan PIN 2.1 Penerbitan Kartu Kredit dilakukan Bank berdasarkan permohonan tertulis dari Pemo"

Transkripsi

1 Sebelum menggunakan Kartu Kredit yang diterbitkan oleh PT Bank UOB Indonesia, mohon untuk membaca dengan teliti Syarat dan Ketentuan Kartu Kredit PT Bank UOB Indonesia ( Syarat dan Ketentuan ) ini. Dengan menandatangani Kartu, formulir permohonan, menerima Kartu, atau menggunakan Kartu, Pemegang Kartu setuju untuk menerima, tunduk dan oleh karenanya terikat pada syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1: Definisi Dalam Syarat dan Ketentuan ini yang dimaksud dengan : 1.1 Bank adalah PT Bank UOB Indonesia, berkedudukan di Jakarta Pusat, suatu badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum Republik Indonesia. 1.2 Batas Kredit adalah batas maksimal Penggunaan Kartu yang ditentukan Bank dan dapat diubah oleh Bank dengan pemberitahuan tertulis terlebih dahulu kepada Pemegang Kartu. 1.3 Kartu atau Kartu Kredit adalah kartu yang diterbitkan oleh Bank berdasarkan ijin/lisensi dari Pemilik Merek, yang merupakan salah satu jenis Alat Pembayaran Menggunakan Kartu ( APMK ) sesuai definisi yang diatur Bank Indonesia, yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, termasuk transaksi pembelanjaan dan/atau untuk melakukan penarikan tunai dimana kewajiban pembayaran Pemegang Kartu dipenuhi terlebih dahulu oleh Bank sebagai penerbitnya, dan Pemegang Kartu berkewajiban untuk melakukan pembayaran tersebut pada waktu yang disepakati baik dengan pelunasan secara sekaligus ataupun dengan pembayaran secara angsuran. 1.4 Kartu Utama adalah Kartu yang diberikan kepada Pemegang Kartu Utama. 1.5 Kartu Tambahan adalah Kartu yang diberikan kepada Pemegang Kartu Tambahan. 1.6 Pemegang Kartu Utama adalah Orang yang disetujui dan diberikan hak oleh Bank untuk menerima Kartu Utama dan bertanggung jawab untuk seluruh pembayaran atau transaksi transaksi yang dilakukan dengan Kartu Utama maupun Kartu Tambahan. 1.7 Pemegang Kartu Tambahan adalah Orang yang disetujui dan diberikan hak oleh Bank untuk menerima Kartu Tambahan berdasarkan ijin yang diberikan oleh Pemegang Kartu Utama. 1.8 Lembar Tagihan adalah pemberitahuan kepada Pemegang Kartu mengenai jumlah total yang harus dibayarkan pada Tanggal Jatuh Tempo dalam suatu periode penagihan Kartu Kredit. 1.9 Masa Berlaku Kartu adalah sebagaimana diatur dalam Pasal 3 - Syarat dan Ketentuan ini Merchant adalah penjual barang dan/atau jasa yang menerima pembayaran dari Penggunaan Kartu Penggunaan Kartu adalah transaksi perolehan barang dan/atau jasa yang dilakukan oleh Pemegang Kartu dengan Merchant dan pembayarannya dilakukan dengan menggunakan Kartu Kredit, serta transaksi penarikan uang tunai dalam bentuk Rupiah atau mata uang asing di luar negeri Pemohon adalah pihak yang namanya tercantum sebagai pemohon pada formulir permohonan Kartu Kredit Pemilik Merek adalah Visa International Service Association dan MasterCard International yang telah menjalin kerjasama dengan Bank sehubungan dengan penggunaan merek pada Kartu Kartu Kredit PIN (Personal Identification Number) adalah nomor sandi pribadi (rahasia) yang khusus diberikan oleh Bank untuk setiap Pemegang Kartu, yang dapat dipergunakan untuk mengakses layanan, fasilitas atau fitur-fitur dari Kartu Kredit Tanggal Jatuh Tempo adalah tanggal batas akhir pembayaran atas saldo terhutang oleh Pemegang Kartu kepada Bank yang harus dilakukan sebagaimana tertera dalam Lembar Tagihan Tanggal Penagihan adalah tanggal dilakukannya penagihan oleh Bank kepada Pemegang Kartu atas saldo terhutang dari Kartu Kredit Tanggal Pembukuan adalah tanggal dibukukannya pembukuan atas transaksi Pemegang Kartu, dikenal juga sebagai tanggal posting (posting date).

2 Pasal 2: Penerbitan, Kepemilikan, Penggunaan Kartu Kredit dan PIN 2.1 Penerbitan Kartu Kredit dilakukan Bank berdasarkan permohonan tertulis dari Pemohon. 2.2 Penerbitan Kartu Kredit kepada Pemohon dan/atau Pemegang Kartu Tambahan hanya dilakukan Bank terhadap Pemohon yang telah memenuhi ketentuan dan persyaratan Bank untuk menjadi Pemegang Kartu. 2.3 Kartu Kredit merupakan milik Bank dan karenanya harus dikembalikan segera setelah diminta kembali oleh Bank tanpa ada keharusan bagi Bank untuk memberikan alasan apapun. 2.4 Kartu Kredit tidak boleh berpindah tangan kepada siapapun dengan alasan apapun. Pemegang Kartu adalah pihak yang berhak menggunakan Kartu Kredit dan karenanya bertanggung-jawab atas berpindahtangannya Kartu Kredit kepada siapapun dengan alasan apapun juga. 2.5 Bank atas kebijaksanaannya sendiri termasuk pertimbangan terkait pengelolaan risiko, berhak untuk setiap saat mengakhiri atau membuat Kartu Kredit menjadi tidak berlaku berikut seluruh layanan, fitur atau fasilitas yang terkait dengan Kartu Kredit, dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Pemegang Kartu. 2.6 Atas penerbitan dan penggunaan Kartu, Syarat dan Ketentuan ini adalah merupakan perjanjian utama antara Pemegang Kartu dan Bank. 2.7 Pemegang Kartu dengan ini setuju, berjanji dan menyanggupi untuk melakukan pembayaran kepada Bank sesuai dengan syarat, biaya dan denda yang tertera dalam ketentuan mengenai Bunga, Biaya dan Denda dalam Syarat dan Ketentuan ini, juga termasuk biaya penasihat hukum, atau biaya jasa pihak ketiga lainnya yang dikeluarkan Bank untuk tujuan meminta dan/atau menuntut didapatkannya kembali setiap pemenuhan kewajiban Pemegang Kartu kepada Bank. 2.8 Pemegang Kartu dengan ini menyatakan bertanggung-jawab penuh terhadap seluruh transaksi yang telah dilakukan dengan menggunakan Kartu Kredit dan oleh karenanya akan mengikat Pemegang Kartu untuk segala tujuan, termasuk bertanggung-jawab sepenuhnya akan kerugian yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan dan/atau kesalahan Pemegang Kartu sendiri, termasuk atas segala akibat, bilamana Kartu Kredit dan/atau PIN-nya diketahui oleh pihak lain, baik yang diakibatkan atau yang tidak diakibatkan oleh kelalaian Pemegang Kartu atau sebaliknya, baik dengan atau tanpa ijin Pemegang Kartu. 2.9 Bank berhak: (i) menolak Penggunaan Kartu Kredit; dan/atau (ii) membatalkan semua Kartu Kredit yang dikeluarkan atas nama Pemegang Kartu; dan/atau (iii) memblokir dan mengakhiri masa berlaku Kartu Kredit; dan karenanya seluruh menjadi jatuh tempo serta harus dibayar seketika dan sekaligus, apabila : a. Menurut pendapat Bank, Pemegang Kartu tidak menaati Syarat dan Ketentuan ini, kebijakan Bank yang berlaku dan/atau peraturan perundang undangan yang berlaku termasuk peraturan-peraturan dari Bank Indonesia. b. Nama Pemegang Kartu tercantum dalam daftar hitam baik dari Bank Indonesia ataupun dari institusi atau lembaga yang berwenang lainnya. c. Pemegang Kartu dinyatakan pailit atau diberikan penundaan pembayaran utang (surseance van betaling), meninggal dunia, atau ditaruh dibawah pengampuan (curatele). d. Pemegang Kartu terlibat dalam suatu perkara atau sengketa yang mengakibatkan penyitaan atas seluruh atau sebagian harta kekayaan Pemegang Kartu. e. Keterangan, informasi, data/dokumen yang diberikan Pemohon atau Pemegang Kartu kepada Bank ternyata menurut penilaian Bank tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Sehubungan dengan terjadinya hal-hal sebagaimana disebutkan di atas, Bank tidak bertanggung-jawab atas segala kerugian yang dialami Pemegang Kartu maupun atas adanya tuntutan dari pihak manapun yang ditimbulkan oleh penggunaan atau penyalahgunaan Kartu Kredit yang telah ditutup atau dibatalkan oleh Bank.

3 Pasal 3: Masa Berlaku Kartu 3.1 Masa Berlaku Kartu adalah sampai dengan tanggal terakhir pada bulan dan tahun yang tertera pada Kartu Kredit, kecuali dibatalkan sebelumnya oleh (i) Bank; atau (ii) Pemegang Kartu dengan mengajukan permohonan secara tertulis kepada Bank. 3.2 Apabila Masa Berlaku Kartu belum berakhir, namun Pemegang Kartu bermaksud mengakhiri penggunaan Kartu Kredit, maka Pemegang kartu bertanggung-jawab untuk melunasi seluruh kewajiban Pemegang Kartu yang masih terhutang kepada Bank. 3.3 Perpanjangan Masa Berlaku Kartu akan berlaku secara otomatis untuk periode berikutnya, akan tetapi Bank berhak atas kebijaksanaannya sendiri untuk tidak memberikan perpanjangan Masa Berlaku Kartu. Pasal 4: Transaksi Yang Berlaku 4.1 Kartu Kredit dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran untuk bertransaksi di Merchant yang menerima Kartu Kredit Visa atau MasterCard diseluruh dunia dan untuk menarik uang tunai di ATM yang memasang logo sesuai dengan logo yang terdapat pada Kartu Kredit. 4.2 Pemegang Kartu bertanggung jawab atas semua transaksi yang dibayarkan dengan menggunakan Kartu Kredit, termasuk apabila Kartu Kredit yang telah diberikan oleh Bank kepada Pemegang Kartu hilang atau disalahgunakan atau yang berpindah tangan disebabkan oleh alasan apapun juga. 4.3 Bank tidak bertanggung-jawab: (i) apabila Merchant tidak dan/atau belum menerima pembayaran dengan Kartu dengan alasan apapun juga; (ii) apabila Pemilik Merek tidak menerima Kartu; (iii) atas barang dan jasa yang diberikan kepada Pemegang Kartu. 4.4 Semua transaksi yang dilakukan Pemegang Kartu akan dibebankan sebagai Kartu dalam mata uang Rupiah. Penggunaan Kartu dalam mata uang asing akan dibebankan setelah dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan nilai tukar yang ditentukan Bank. 4.5 Untuk penarikan tunai (Cash Advance), selain dikenakan biaya administrasi, Pemegang Kartu juga akan dibebankan bunga yang dihitung dari tanggal pembukuan transaksi penarikan uang tunai (Cash Advance) dengan tingkat bunga yang ditetapkan Bank. 4.6 Bank berhak untuk membebankan denda sehubungan dengan pemakaian Kartu yang melampaui Batas Kredit. 4.7 Bank berhak untuk membebankan biaya terhadap permintaan Pemegang Kartu mengenai pelunasan transaksi jenis cicilan lebih cepat dari jatuh tempo semestinya. Besarnya biaya tersebut ditentukan sepenuhnya oleh Bank. 4.8 Bank berhak sewaktu-waktu mengubah tingkat suku bunga, denda dan biaya-biaya yang berhubungan dengan Kartu dikemudian hari dengan pemberitahuan paling lambat 7 hari kerja sebelum perubahan tersebut mulai berlaku. Pasal 5: Lembar Tagihan Dan Pembayaran Tagihan 5.1 Tagihan rekening Kartu Kredit Pemegang Kartu akan dikirimkan kepada Pemegang Kartu sebelum jatuh tempo pembayaran, dengan mencantumkan: a. Rincian transaksi dan seluruh jumlah yang harus dibayar yang dituangkan dalam mata uang Rupiah; b. Pembayaran minimum yang dapat dilakukan; c. Tanggal jatuh tempo pembayaran; d. Informasi lainnya yang relevan;dengan ketentuan bahwa jumlah minimum yang jatuh tempo juga meliputi setiap jumlah minimum yang jatuh tempo yang belum dibayarkan dari jangka waktu penagihan sebelumnya dan pemakaian melebihi Batas Kredit yang ditetapkan. 5.2 Bank akan mengirimkan Lembar Tagihan setiap bulan ke alamat penagihan Pemohon; pengiriman Lembar Tagihan mungkin akan ditunda bila Kartu tidak aktif. 5.3 Pemohon mempunyai pilihan untuk membayar lunas / penuh (full payment) atau minimum selambat-lambatnya pada Tanggal Jatuh Tempo. Pemohon menyetujui apabila pembayaran dilakukan secara minimum atau sebagian, maka dikenakan bunga sebesar tingkat suku bunga yang ditetapkan Bank. 5.4 Apabila terdapat yang tidak sesuai, keberatan harus diajukan ke Bank secara tertulis selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal dicetaknya Lembar Tagihan.

4 5.5 Pemohon wajib menyelesaikan semua Penggunaan Kartu Kredit termasuk Penggunaan Kartu yang timbul dari Kartu Tambahan. 5.6 Pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan warkat Bank atau bank lainnya akan dikreditkan ke rekening Kartu Kredit pada Bank apabila dananya telah diterima efektif oleh Bank. 5.7 Bank berhak membebankan denda atas keterlambatan pembayaran apabila pembayaran diterima Bank setelah Tanggal Jatuh Tempo dan/atau pembayaran yang diterima Bank kurang/lebih kecil dari pembayaran minimum. 5.8 Dalam hal Pemohon lalai memenuhi kewajiban maka hak atas pemakaian Kartu dapat dibatalkan oleh Bank dan Pemohon juga menyetujui untuk mengembalikan Kartu kepada Bank dan atas hal tersebut Pemegang Kartu memberikan kuasa kepada Bank untuk melakukan pendebetan rekening Pemohon pada Bank guna melunasi kewajiban Pemohon. 5.9 Jika Pemegang Kartu tidak melakukan kewajiban pembayarannya, maka Pemegang Kartu dengan ini memberi kuasa dengan hak subtitusi kepada Bank dan karenanya berhak sepenuhnya untuk melakukan pemblokiran rekening Pemegang Kartu demi pelunasan hutangnya dan/atau: a. Mendebet rekening giro/tabungan/deposito atau jenis simpanan lainnya yang dimiliki Pemegang Kartu di Bank. b. Mencairkan jaminan yang ada pada Bank. c. Meminta/melakukan penagihan pembayaran melalui jasa Pihak Ketiga. d. Memanggil Pemegang Kartu melalui media massa. e. Menahan jaminan fasilitas pinjaman lain yang diberikan oleh Bank sampai dengan dilunasinya hutang Kartu Kredit Seluruh jumlah yang terhutang oleh Pemohon kepada Bank akan tetap ditagihkan dan menjadi tanggungan Pemohon dan/atau penanggung, penjamin, kurator, pengampu atau ahli warisnya, dalam hal Pemohon yang bersangkutan ditanggung, dijamin, pailit atau bangkrut, dalam pengampuan atau meninggal dunia dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan Semua Bunga, Biaya, Denda juga termasuk biaya pengacara, penasihat hukum sebagaimana disebutkan dalam pasal 2.7 Syarat dan Ketentuan ini berikut biaya beracara di pengadilan dan biaya biaya lain yang timbul menjadi beban Pemohon Tidak diterimanya Kartu Kredit oleh Pemegang Kartu, tidak membebaskan Pemegang Kartu dari kewajiban untuk membayar Pemberitahuan kepada Pemohon dianggap sudah diberikan bila disampaikan ke alamat terakhir yang tercatat di Bank. Jika Lembar Tagihan tidak diterima maka adalah kewajiban Pemohon untuk menanyakan kepada Bank. Pasal 6: Batas Kredit 6.1 Pemegang Kartu tidak dibenarkan melakukan Penggunaan Kartu melebihi Batas Kredit, kecuali ditentukan lain oleh Bank. 6.2 Apabila terjadi pemakaian yang melebihi Batas Kredit, maka Pemohon wajib membayar dengan segera guna menurunkan jumlah pemakaian kembali di bawah Batas Kredit. Bank dapat mengenakan biaya overlimit yang besarnya sesuai dengan ketentuan Bank. Pasal 7: Kehilangan Kartu dan Lupa PIN 7.1 Pemegang Kartu wajib menyimpan Kartu dengan baik dan aman, serta oleh karenanya bertanggung jawab atas semua Penggunaan Kartu termasuk penarikan uang tunai yang telah dilakukan dengan menggunakan Kartu dimana verifikasi telah dilakukan terhadap keabsahan PIN Pemegang Kartu. 7.2 Pemegang Kartu berkewajiban untuk segera mencari Kartu; melaporkan kepada Bank apabila Kartu hilang atau dicuri dan wajib menyampaikan pernyataan tertulis disertai Surat Penerimaan Laporan Kehilangan dan atau penyalahgunaan Kartu tersebut dari Kepolisian setempat. Dokumen tersebut harus diterima Bank paling lambat 7 (tujuh) hari kalender sejak terjadinya kehilangan dan kecurian Kartu. 7.3 Pemegang Kartu bertanggungjawab atas semua transaksi yang dilakukan dengan menggunakan Kartu yang terjadi sampai Bank menerima pemberitahuan kehilangan dari Pemegang Kartu.

5 7.4 Atas permintaan Pemohon dan bila Pemohon memenuhi persyaratan, Bank dapat menerbitkan Kartu Pengganti sehubungan dengan hal ini Pemohon akan dibebankan biaya penggantian Kartu. Pasal 8: Perubahan 8.1 Pemohon, Pemegang Kartu mengetahui, mengerti dan setuju bahwa Bank dari waktu ke waktu dapat mengubah syarat dan ketentuan termasuk syarat-syarat, jenis dan besar tarif dan biaya-biaya yang tercantum dalam Syarat dan Ketentuan dan/atau dalam Lembar Penagihan dengan menyampaikan pemberitahuan tertulis atau pengumuman yang menjelaskan hal tersebut dengan tata cara yang dianggap baik oleh Bank. 8.2 Bank berhak untuk melakukan pengesahan data (validasi data) setiap periode tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung ke Pemegang Kartu. 8.3 Tiap-tiap perubahan, penambahan, perbaikan atau tambahan dalam Syarat dan Ketentuan merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dengan Syarat dan Ketentuan. Pasal 9: Informasi Pemegang Kartu dapat memberikan persetujuan kepada Bank untuk memberikan data-data Pemegang Kartu kepada pihak lain dalam rangka kegiatan promosi atau untuk tujuan komersial lainnya. Pemegang Kartu dengan ini membebaskan Bank dari segala tuntutan yang timbul akibat pemberian data-data Pemegang Kartu kepada pihak lain. Pasal 10: Beban Bunga 10.1 Bunga yang dibebankan akan terhitung dari saldo harian seluruh transaksi, dimulai dari Tanggal Pembukuan dan ditambah transaksi baru sampai dengan diterbitkannya Bunga atas transaksi retail akan ditagihkan pada lembar penagihan bulan berikutnya. Bunga penarikan uang tunai akan dikenakan sejak tanggal pembukuan atas transaksi penarikan uang tunai (cash advance) Bunga akan ditagihkan apabila: a. Pembayaran melampaui Tanggal Jatuh tempo Pembayaran; b. Pembayaran minimum atau tidak penuh; c. Tidak melakukan pembayaran; d. Adanya transaksi penarikan uang tunai (cash advance) 10.4 Bunga untuk penarikan uang tunai akan dikenakan sejak Tanggal Pembukuan penarikan uang tunai (cash advance) dengan tingkat suku bunga seperti yang tercantum pada lembar penagihan Bunga Pembelanjaan dan/atau bunga penarikan tunai akan ditambahkan pada penagihan berikutnya jika Pemegang kartu tidak membayar seluruh saldo terhutang pada tanggal jatuh tempo pembayaran Bunga ditagihkan setiap bulan berdasarkan saldo harian sejak Tanggal Pembukuan dengan tingkat suku bunga yang tercantum pada lembar. Pasal 11: Penutupan Kartu, Informasi dan Pengaduan serta status kualitas kredit 11.1 Pemegang Kartu berhak untuk mengajukan permohonan penutupan Kartu Kredit dengan menghubungi Layanan UOB Call Center di nomor atau (021) Permohonan penutupan Kartu baru dapat diproses dan disetujui oleh Bank paling lambat 3 (tiga) hari kerja apabila, sesuai dengan perhitungan dan catatan Bank, seluruh kewajiban Pemegang Kartu pada Bank antara lain pokok, bunga biaya, dan denda (jika ada) atas transaksi Pemegang Kartu telah dibayarkan dan diterima oleh Bank Pemegang Kartu dapat juga menghubungi Layanan UOB Call Center di nomor atau (021) , untuk perihal permintaan informasi dan pengaduan. Bank akan menyelesaikan pengaduan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah pengaduan diterima, dalam hal terdapat kondisi tertentu, Bank dapat memperpanjang jangka waktu 20 (dua puluh) hari kerja kemudian.

6 11.4 Jenis kualitas kredit dari kartu kredit : No Status kualitas kredit Kategori Periode keterlambatan atau 01 0 s/d 18 hari setelah tanggal cetak atau s/d 29 hari setelah tanggal cetak atau 03 atau s/d 89 hari s/d 119 hari atau s/d 179 hari dan dst Lebih dari 180 hari Keterangan status Lancar Kartu masih dapat digunakan untuk bertransaksi Lancar Kartu diblok sementara dan tidak dapat digunakan untuk bertransaksi. Pada saat dilakukan pembayaran maka kartu akan dilepas dari blok dan dapat digunakan untuk bertransaksi kembali. Dalam Perhatian Khusus. Kartu diblok sementara dan tidak dapat digunakan untuk bertransaksi. Pada saat dilakukan pembayaran maka kartu akan dilepas dari blok dan dapat digunakan untuk bertransaksi kembali. Kurang Lancar. Kartu diblok secara permanen dan tidak dapat digunakan untuk bertransaksi. Pada saat dilakukan pembayaran, kartu tetap tidak dapat digunakan untuk bertransaksi. Diragukan Kartu diblok secara permanen dan tidak dapat digunakan untuk bertransaksi. Pada saat dilakukan pembayaran, kartu tetap tidak dapat digunakan untuk bertransaksi. Macet, dimana Bank dapat menggunakan jasa pihak lain untuk penagihan pembayaran. Kartu diblok secara permanen dan tidak dapat digunakan untuk bertransaksi. Pada saat dilakukan pembayaran, kartu tetap tidak dapat digunakan untuk bertransaksi. Pasal 12: Pengalihan 12.1 Bank berhak menggadaikan, menyerahkan, memindahtangankan, menjual dan/atau dengan cara apapun mengalihkan kepada pihak lain, piutang yang timbul dari Syarat dan Ketentuan ini berikut dengan segala hak-hak, kuasa-kuasa yang melekat pada Syarat dan Ketentuan ini tanpa kecuali dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang dianggap perlu oleh Bank, dengan pemberitahuan kepada Pemegang Kartu dan untuk tujuan tersebut di atas, Bank diperkenankan untuk menyampaikan informasi tentang Pemegang kartu kepada bank, lembaga keuangan atau pihak lain manapun juga. Dalam hal ketentuan perundang-undangan mengharuskan adanya kuasa dan/atau persetujuan untuk melakukan tindakan tersebut di atas, Pemegang Kartu dengan ini memberikan kuasa dan persetujuan untuk keperluan tersebut pada Bank. Setelah dilakukan pengalihan hak dan kewajiban oleh Bank, penerima pengalihan berhak, sepanjang kepentingan yang dialihkan kepadanya, atas manfaat dari ketentuan di dalam Syarat dan Ketentuan termasuk manfaat menerima ganti kerugian, penggantian ongkos dan pajak, hak pembagian atas pembayaran sebagaimana layaknya penerima pengalihan tersebut menjadi pihak semula dalam Syarat dan Ketentuan Dalam hal Pemegang Kartu tidak melakukan pembayaran yang mengakibatkan status kualitas kredit menjadi macet sebagaimana diatur dalam ketentuan umum ini, maka Bank daapt menggunakan jasa Pihak Ketiga untuk melakukan penagihan sampai dengan seluruh dan denda dibayar lunas Pemegang Kartu tidak berhak mengalihkan baik sebagian maupun seluruhnya kewajibannya kepada Pihak lain manapun juga. Pasal 13: Lain lain 13.1 Pemegang Kartu menyetujui bahwa pembukuan/catatan Bank tentang Kartu dan Penggunaan Kartu, adalah bukti dan dasar yang sah untuk menetapkan jumlah terhutang oleh Pemegang Kartu pada Bank berdasarkan Syarat dan Ketentuan dan Pemegang Kartu tidak akan mempersengketakan otensitisitas atau akurasi dari hasil pengelolaan sistem komputasi yang diacu oleh Bank. Oleh karenanya Pemegang

7 Kartu mengaku berhutang sejumlah tersebut pada Bank dan melepaskan semua hakhaknya untuk mengajukan keberatan atas pembuktian tersebut Dalam salah satu atau beberapa ketentuan Syarat dan Ketentuan menjadi tidak berlaku atau tidak dapat dilaksanakan sebagai akibat dari ketentuan perundangundangan, keputusan pengadilan, arbitrase, kebijakan suatu instansi pemerintah atau pihak-pihak yang berwenang lainnya, maka hal tersebut tidak akan mengakibatkan ketentuan lainnya yang tercantum dalam Syarat dan Ketentuan. Ketentuan lain yang tidak terkena akibat tersebut tetap berlaku dan mengikat serta wajib untuk dilaksanakan. Dalam hal demikian, Bank dapat menetapkan ketentuan baru untuk menggantikan ketentuan yang tidak berlaku atau tidak dapat dilaksanakan tersebut Pemegang Kartu wajib untuk segera memberitahu Bank atas setiap perubahan alamat tempat tinggal, pekerjaan, usaha atau data lain berkenaan dengan data pribadi Pemegang Kartu. Dalam hal Pemegang Kartu tidak memberitahukan hal tersebut diatas, maka data yang sebelumnya dan tercatat dalam database Bank adalah data yang sah dan mengikat Pemegang Kartu untuk segala keperluan serta Bank tidak bertanggung jawab atas keterlambatan penerimaan Lembar Tagihan jika hal ini disebabkan kelalaian Pemegang Kartu Dalam hal Batas Kredit telah sama dengan atau lebih dari batas tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka Pemegang Kartu wajib untuk menyerahkan fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), atau dokumen lainnya jika diminta oleh Bank Mengenai pengakhiran Syarat dan Ketentuan Bank dan Pemegang Kartu melepaskan pasal 1266 Kitab Undang-undang Hukum Perdata sepanjang yang mengatur mengenai persyaratan pengakhiran suatu perjanjian Untuk hal-hal yang belum diatur pada Syarat dan Ketentuan, maka yang berlaku adalah ketentuan-ketentuan umum serta kebiasaan yang berlaku di Bank Jika ada pihak ketiga yang menjamin pembayaran atas Penggunaan Kartu, maka Pemohon memberikan kuasa kepada Bank untuk dan atas nama Pemohon untuk memberikan data keuangan, dokumen, informasi lain yang berhubungan dengan Kartu atau Pemohon kepada penjamin, dan kuasa tersebut tidak dapat dicabut kembali serta akan berakhir karena alasan apapun termasuk tetapi tidak terbatas pada sebabsebab berakhirnya kuasa sebagai dimaksud dalam pasal 1813 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Pemegang Kartu membebaskan Bank dari segala tuntutan/gugatan/klaim apapun dari siapapun berkaitan dengan kerahasiaan data/dokumen/informasi yang diberikan Bank Pemohon dan Pemegang Kartu menyatakan dan membebaskan Bank dari segala tanggung jawab, tuntutan/gugatan/klaim apapun dan dari siapapun sehubungan dengan dilakukannya pembatalan/pemblokiran/pengakhiran masa berlaku Kartu oleh Bank karena alasan apapun juga Dengan mengisi permohonan fasilitas autodebet pada formulir permohonan Kartu Kredit, maka Pemohon memberikan kuasa dan kewenangan kepada Bank untuk mendebet Rekening yang didaftarkan sehubungan fasilitas autodebet tersebut Perjanjian dan ketentuan ini termasuk perubahannya merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari permohonan formulir Kartu Kredit, sehingga mengikat seketika sejak Pemegang Kartu menerima dan menggunakan Kartu. Pasal 14: Domisili Syarat dan Ketentuan ini dibuat dan dilaksanakan berdasarkan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di negara Republik Indonesia. Untuk ketentuan ini dan segala akibatnya, Bank dan Pemohon memilih domisili hukum di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri tempat kantor Bank berada tanpa mengurangi hak Bank untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap Pemohon di hadapan pengadilan-pengadilan lain dimanapun juga sesuai dengan ketentuan hukum.

Persyaratan dan Ketentuan Pasal 1. DEFINISI

Persyaratan dan Ketentuan Pasal 1. DEFINISI Persyaratan dan Ketentuan Dengan menggunakan kartu, berarti Anda telah memahami, menerima, dan terikat pada ketentuan dan syarat yang tercantum berikut ini. Pasal 1. DEFINISI 1.1 BANK MEGA CARD CENTER

Lebih terperinci

Syarat dan Ketentuan Kartu Kredit UOB

Syarat dan Ketentuan Kartu Kredit UOB Syarat dan Ketentuan Kartu Kredit UOB Sebelum menggunakan Kartu Kredit yang diterbitkan oleh PT Bank UOB Indonesia, mohon untuk membaca dengan teliti syarat dan ketentuan Kartu Kredit PT Bank UOB Indonesia

Lebih terperinci

Buku Panduan Kartu Kredit UOB UOB PREFERRED PLATINUM CARD

Buku Panduan Kartu Kredit UOB UOB PREFERRED PLATINUM CARD Buku Panduan Kartu Kredit UOB UOB PREFERRED PLATINUM CARD 2 Seputar Kartu Kredit UOB Preferred Platinum 10 3 1. Nama Anda Pastikan nama Anda tercetak dengan benar sesuai dengan KTP/Paspor, hanya Anda yang

Lebih terperinci

Syarat dan ketentuan 1. Definisi Dalam syarat dan ketentuan ini, kecuali apabila konteksnya menentukan lain, istilah-istilah berikut ini memiliki arti

Syarat dan ketentuan 1. Definisi Dalam syarat dan ketentuan ini, kecuali apabila konteksnya menentukan lain, istilah-istilah berikut ini memiliki arti Syarat dan ketentuan 1. Definisi Dalam syarat dan ketentuan ini, kecuali apabila konteksnya menentukan lain, istilah-istilah berikut ini memiliki arti sebagai berikut: a. "Angsuran" adalah besar pembayaran

Lebih terperinci

Buku Panduan Kartu Kredit UOB UOB PREFERRED PLATINUM CARD

Buku Panduan Kartu Kredit UOB UOB PREFERRED PLATINUM CARD Buku Panduan Kartu Kredit UOB UOB PREFERRED PLATINUM CARD With UOB Preferred Platinum You Are In Control 2 Seputar Kartu Kredit UOB Preferred Platinum 10 3 1. Nama Anda Pastikan nama Anda tercetak dengan

Lebih terperinci

1.11. Nasabah adalah orang atau individu selaku peminjam Citibank Ready Credit.

1.11. Nasabah adalah orang atau individu selaku peminjam Citibank Ready Credit. DEFINISI Definisi yang dipergunakan dalam Citibank Ready Credit akan dipergunakan juga pada fasilitas RCIP dan/atau RCC dan/atau Money Transfer. 1.1. ATM adalah Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai

Lebih terperinci

Syarat dan Ketentuan Umum PermataKTA

Syarat dan Ketentuan Umum PermataKTA Syarat dan Ketentuan Umum PermataKTA Syarat dan Ketentuan Umum (selanjutnya disebut SKU ) merupakan perjanjian yang sah dan mengikat Nasabah dan Bank. Nasabah dan Bank sepakat untuk mengikatkan diri pada

Lebih terperinci

INFORMASI UMUM PermataKartuKredit

INFORMASI UMUM PermataKartuKredit INFORMASI UMUM PermataKartuKredit Syarat dan Ketentuan Umum Kartu Kredit (selanjutnya disebut SKU Kartu Kredit ) merupakan syarat dan ketentuan bagi Pemegang Kartu (sebagaimana didefinisikan di bawah ini).

Lebih terperinci

Syarat dan Ketentuan Umum Kartu Kredit Chartered Bank

Syarat dan Ketentuan Umum Kartu Kredit Chartered Bank Syarat dan Ketentuan Umum Kartu Kredit Chartered Bank PASAL 1: DEFINISI 1.1 Standard Chartered Bank: adalah suatu lembaga perbankan yang didirikan berdasarkan hukum Negara Inggris, dalam hal ini bertindak

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN

SYARAT DAN KETENTUAN SYARAT DAN KETENTUAN 1. DEFINISI (1) Bank adalah PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk., yang berkantor pusat di Bandung, dan dalam hal ini bertindak melalui kantor-kantor cabangnya, meliputi kantor cabang,

Lebih terperinci

INFORMASI UMUM PermataKartuKredit

INFORMASI UMUM PermataKartuKredit INFORMASI UMUM PermataKartuKredit Ver. cet.01/vii/14 PT Bank Permata Tbk, sebuah perusahaan perbankan yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. SYARAT DAN KETENTUAN UMUM KARTU KREDIT

Lebih terperinci

INFORMASI UMUM PermataKartuKredit

INFORMASI UMUM PermataKartuKredit INFORMASI UMUM PermataKartuKredit Ver. cet.05/ix/15 PT Bank Permata Tbk, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. SYARAT DAN KETENTUAN UMUM KARTU KREDIT Syarat dan Ketentuan Umum Kartu Kredit

Lebih terperinci

Syarat dan Ketentuan Umum Fasilitas Commonwealth KTA PT Bank Commonwealth

Syarat dan Ketentuan Umum Fasilitas Commonwealth KTA PT Bank Commonwealth Syarat dan Ketentuan Umum Fasilitas Commonwealth KTA PT Bank Commonwealth Syarat dan Ketentuan Umum untuk Commonwealth KTA PT Bank Commonwealth 1. Definisi Syarat dan Ketentuan Umum ANGSURAN adalah suatu

Lebih terperinci

PERJANJIAN PINJAMAN. (Pemberi Pinjaman dan Penerima Pinjaman selanjutnya secara bersama disebut sebagai Para Pihak )

PERJANJIAN PINJAMAN. (Pemberi Pinjaman dan Penerima Pinjaman selanjutnya secara bersama disebut sebagai Para Pihak ) PERJANJIAN PINJAMAN Perjanjian pinjaman ini ( Perjanjian ) dibuat pada hari dan tanggal yang disebutkan dalam Lampiran I Perjanjian ini, oleh dan antara: 1. Koperasi Sahabat Sejahtera Anda, suatu koperasi

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN KREDIT

CONTOH SURAT PERJANJIAN KREDIT CONTOH SURAT PERJANJIAN KREDIT PERJANJIAN KREDIT Yang bertanda tangan di bawah ini : I. ------------------------------------- dalam hal ini bertindak dalam kedudukan selaku ( ------ jabatan ------- ) dari

Lebih terperinci

Buku Panduan. kartukredit.bri.co.id

Buku Panduan. kartukredit.bri.co.id Buku Panduan kartukredit.bri.co.id Nikmati Hidup dengan Kartu Kredit BRI Touch dalam genggaman Prakata Pemegang Kartu Kredit BRI Touch yang terhormat, Selamat datang di dunia BRI Touch! Terima kasih atas

Lebih terperinci

1.1 Batas Kredit adalah jumlah maksimal fasilitas kredit yang disetujui oleh Citibank untuk masingmasing

1.1 Batas Kredit adalah jumlah maksimal fasilitas kredit yang disetujui oleh Citibank untuk masingmasing SYARAT DAN KETENTUAN KARTU CITI ULTIMA 1. Definisi 1.1 Batas Kredit adalah jumlah maksimal fasilitas kredit yang disetujui oleh Citibank untuk masingmasing rekening Kartu Kredit Citi, termasuk setiap perubahannya

Lebih terperinci

PermataKTA. Syarat & Ketentuan Umum dan Ringkasan Informasi Produk

PermataKTA. Syarat & Ketentuan Umum dan Ringkasan Informasi Produk PermataKTA Syarat & Ketentuan Umum dan Ringkasan Informasi Produk Syarat dan Ketentuan Umum PermataKTA Syarat dan Ketentuan Umum (selanjutnya disebut SKU ) merupakan perjanjian yang sah dan m dengan ketentuan

Lebih terperinci

INFORMASI UMUM PermataKartuKredit

INFORMASI UMUM PermataKartuKredit INFORMASI UMUM PermataKartuKredit Ver. cet.07/xi/16 PT Bank Permata Tbk, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. SYARAT DAN KETENTUAN UMUM KARTU KREDIT Syarat dan Ketentuan Umum Kartu Kredit

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN FASILITAS DANA BANTUAN SAHABAT

SYARAT DAN KETENTUAN FASILITAS DANA BANTUAN SAHABAT SYARAT DAN KETENTUAN FASILITAS DANA BANTUAN SAHABAT Syarat dan Ketentuan Fasilitas Dana Bantuan Sahabat ( Syarat dan Ketentuan Umum ) ini berlaku bagi Nasabah yang permohonan Fasilitas Dana Bantuan Sahabat

Lebih terperinci

Pasal 12 ayat (1) dan (2)

Pasal 12 ayat (1) dan (2) SYARAT DAN KETENTUAN UMUM PEMBERIAN FASILITAS PERBANKAN COMMERCIAL NO. PASAL SEMULA MENJADI PERATURAN OJK YANG DIGUNAKAN 1. Halaman 1 Syarat dan Ketentuan Umum Syarat dan Ketentuan Umum Pasal 20 ayat (1)

Lebih terperinci

2. DEFINISI Definisi-definisi berikut berlaku di seluruh Syarat-Syarat Penggunaan, kecuali jika secara khusus ditetapkan lain.

2. DEFINISI Definisi-definisi berikut berlaku di seluruh Syarat-Syarat Penggunaan, kecuali jika secara khusus ditetapkan lain. Syarat & Ketentuan 1. PENDAHULUAN Sebelum Anda menggunakan Akun ANZ MoneyLine adalah sangat penting bagi Anda untuk membaca dan mengerti Syarat-Syarat Penggunaan ini. Untuk maksud apapun, hal ini akan

Lebih terperinci

KETENTUAN DAN PERSYARATAN KHUSUS PEMBUKAAN REKENING INVESTOR Ketentuan dan Persyaratan Khusus Pembukaan Rekening Investor ini (berikut semua lampiran, perubahan dan atau pembaharuannya selanjutnya disebut

Lebih terperinci

KETENTUAN-KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT PPJB

KETENTUAN-KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT PPJB KETENTUAN-KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT PPJB Form.# Tgl. R Halaman 1 dari 8 Pasal 1 Letak 1.1. Pengembang dengan ini berjanji dan mengikatkan dirinya sekarang dan untuk kemudian pada waktunya menjual dan

Lebih terperinci

PT. Bank Permata Tbk. terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

PT. Bank Permata Tbk. terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan RINGKASAN INFORMASI PRODUK PERMATAKTA PermataKTA adalah Pinjaman Tunai hingga Rp. 300 juta tanpa agunan dari PermataBank yang diberikan ke nasabah individu untuk berbagai keperluan yang bersifat konsumtif

Lebih terperinci

1 KETENTUAN MENDAPATKAN FASILITAS PINJAMAN

1 KETENTUAN MENDAPATKAN FASILITAS PINJAMAN PERJANJIAN PINJAMAN Perjanjian pinjaman ini ( Perjanjian ) dibuat pada hari [masukan hari penandatanganan] tanggal [masukkan tanggal penandantangan], oleh dan antara: 1. Koperasi Mapan Indonesia, suatu

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN KARTU KREDIT CITI ULTIMA

SYARAT DAN KETENTUAN KARTU KREDIT CITI ULTIMA SYARAT DAN KETENTUAN KARTU KREDIT CITI ULTIMA Syarat dan Ketentuan Kartu Kredit Citi ('Syarat dan Ketentuan') ini berlaku dan mengikat Pemegang Kartu Kredit Citi dan Citibank N.A., Indonesia ('Citibank')

Lebih terperinci

KETENTUAN DAN PERSYARATAN KHUSUS PEMBUKAAN REKENING INVESTOR

KETENTUAN DAN PERSYARATAN KHUSUS PEMBUKAAN REKENING INVESTOR KETENTUAN DAN PERSYARATAN KHUSUS PEMBUKAAN REKENING INVESTOR Ketentuan dan Persyaratan Khusus Pembukaan Rekening Investor ini (berikut semua lampiran, perubahan dan atau pembaharuannya selanjutnya disebut

Lebih terperinci

RINGKASAN INFORMASI PRODUK DANA INSTANT

RINGKASAN INFORMASI PRODUK DANA INSTANT RINGKASAN INFORMASI PRODUK DANA INSTANT DATA RINGKAS Penjelasan Produk Dana Instant adalah produk fasilitas pinjaman tanpa agunan bagi perorangan yang dapat digunakan untuk segala kebutuhan. Jenis Produk

Lebih terperinci

KETENTUAN DAN PERSYARATAN KHUSUS PEMBUKAAN REKENING INVESTOR Ketentuan dan Persyaratan Khusus Pembukaan Rekening Investor ini (berikut semua lampiran, perubahan dan atau pembaharuannya selanjutnya disebut

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN YURIDIS MENGENAI KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN KARTU KREDIT BANK MANDIRI, CITIBANK DAN STANDARD CHARTERED BANK

BAB III TINJAUAN YURIDIS MENGENAI KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN KARTU KREDIT BANK MANDIRI, CITIBANK DAN STANDARD CHARTERED BANK 44 BAB III TINJAUAN YURIDIS MENGENAI KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN KARTU KREDIT BANK MANDIRI, CITIBANK DAN STANDARD CHARTERED BANK 3.1 Hubungan Hukum Antara Para Pihak Dalam Perjanjian Kartu Kredit 3.1.1

Lebih terperinci

OCBC NISP TITANIUM Credit Card. The Lowest Retail Interest

OCBC NISP TITANIUM Credit Card. The Lowest Retail Interest OCBC NISP TITANIUM Credit Card The Lowest Retail Interest TO OCBC NISP TITANIUM Fasilitas & Fitur OCBC NISP Titanium Bunga 2,69% Kartu kredit OCBC NISP Titanium memberikan bunga terendah dibandingkan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 11/ 11 /PBI/2009 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN ALAT PEMBAYARAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 11/ 11 /PBI/2009 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN ALAT PEMBAYARAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 11/ 11 /PBI/2009 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN ALAT PEMBAYARAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB)

CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB) CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB) Pada hari ini ( ) tanggal [( ) ( tanggal dalam huruf )] ( bulan dalam huruf ) tahun [( ) ( tahun dalam huruf )], kami yang bertanda

Lebih terperinci

Syarat dan Ketentuan Umum Layanan PermataMobile berbasis SMS dari PermataBank

Syarat dan Ketentuan Umum Layanan PermataMobile berbasis SMS dari PermataBank Syarat dan Ketentuan Umum Layanan PermataMobile berbasis SMS dari PermataBank Syarat dan Ketentuan Umum Layanan PermataMobile berbasis SMS dari PermataBank (berikut semua lampiran, dan/atau perubahannya

Lebih terperinci

PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy

PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy Perjanjian ini dibuat pada hari ini, , tanggal , bulan tahun (dd-mm-yyyy), antara: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia,

Lebih terperinci

: PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG TATA CARA PENAGIHAN BEA MASUK DAN/ATAU CUKAI.

: PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG TATA CARA PENAGIHAN BEA MASUK DAN/ATAU CUKAI. - 2 - e. bahwa dalam rangka penagihan bea masuk dan/atau cukai perlu pengaturan khusus dengan berdasarkan pada ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a; f. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

Lebih terperinci

SEPUTAR KARTU ANDA 1. Nama Perusahaan Anda 2. Nama Anda 3. Nomor Kartu Anda 4. Masa Berlaku Kartu Anda 5. Chip 6. Logo Visa atau MasterCard

SEPUTAR KARTU ANDA 1. Nama Perusahaan Anda 2. Nama Anda 3. Nomor Kartu Anda 4. Masa Berlaku Kartu Anda 5. Chip 6. Logo Visa atau MasterCard SEPUTAR KARTU ANDA 1. Nama Perusahaan Anda (hanya berlaku untuk kartu kredit Standard Chartered Visa Business) Pastikan bahwa nama perusahaan Anda tercetak dengan benar pada kartu. Hanya Anda yang berhak

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN PERMOHONAN TRANSAKSI REKSA DANA

SYARAT DAN KETENTUAN PERMOHONAN TRANSAKSI REKSA DANA SYARAT DAN KETENTUAN PERMOHONAN TRANSAKSI REKSA DANA Di bawah ini merupakan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan (selanjutnya disebut "Syarat dan Ketentuan") yang berlaku untuk melakukan pembelian (subscription),

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.64, 2009 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERBANKAN. BI. Alat Pembayaran. Kartu. Penyelenggaraan. Perizinan. Pengawasan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5000) PERATURAN

Lebih terperinci

Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut:

Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut: SYARAT & KETENTUAN Safe Deposit Box A. DEFINISI Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut: 1. Anak Kunci

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa sebagai pelaksanaan

Lebih terperinci

SYARAT & KETENTUAN CITI READY CREDIT

SYARAT & KETENTUAN CITI READY CREDIT DEFINISI Definisi yang dipergunakan dalam Citi Ready Credit akan dipergunakan juga pada fasilitas RCIP dan/atau RCC dan/atau Money Transfer. 1.1. ATM adalah Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 135 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 135 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA www.legalitas.org PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 135 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1003, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Penagihan. Bea Masuk. Cukai. Tata Cara. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PMK 111/PMK.04/2013 TENTANG

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP- 48/PM/1997 TENTANG REKENING EFEK PADA KUSTODIAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL,

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP- 48/PM/1997 TENTANG REKENING EFEK PADA KUSTODIAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL, KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP- 48/PM/1997 TENTANG REKENING EFEK PADA KUSTODIAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL, Menimbang : bahwa dengan berlakunya Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995

Lebih terperinci

!"#$#%&'#(&)*%*(%+#(&,*$-./.(#(&%$#(!#)!0&$*)!#&'#(#&

!#$#%&'#(&)*%*(%+#(&,*$-./.(#(&%$#(!#)!0&$*)!#&'#(#& !"#$#%&'#(&)*%*(%+#(&,*$-./.(#(&%$#(!#)!0&$*)!#&'#(#& Berikut di bawah ini merupakan syarat-syarat dan ketentuanketentuan (selanjutnya disebut "Syarat dan Ketentuan") yang berlaku untuk melakukan transaksi

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN BTPN SINAYA ONLINE dan BTPN SINAYA MOBILE

SYARAT DAN KETENTUAN BTPN SINAYA ONLINE dan BTPN SINAYA MOBILE SYARAT DAN KETENTUAN BTPN SINAYA ONLINE dan BTPN SINAYA MOBILE I. Istilah 1. BTPN Sinaya Online adalah produk layanan perbankan untuk mengakses Rekening Nasabah Pengguna melalui jaringan internet dengan

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN (UU KUP)

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN (UU KUP) SUSUNAN DALAM SATU NASKAH DARI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH TERAKHIR DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

PERJANJIAN PENGGUNAAN C-BEST UNTUK POST TRADE PROCESSING Nomor: SP-000/MI/KSEI/mmyy

PERJANJIAN PENGGUNAAN C-BEST UNTUK POST TRADE PROCESSING Nomor: SP-000/MI/KSEI/mmyy PERJANJIAN PENGGUNAAN C-BEST UNTUK POST TRADE PROCESSING Nomor: SP-000/MI/KSEI/mmyy Perjanjian ini dibuat pada hari ini, , tanggal , bulan tahun (dd-mm-yyyy), antara: PT

Lebih terperinci

TABUNGAN CITA2KU RINGKASAN INFORMASI PRODUK

TABUNGAN CITA2KU RINGKASAN INFORMASI PRODUK TABUNGAN CITA2KU RINGKASAN INFORMASI PRODUK Penjelasan Produk Jenis Produk Penerbit DATA RINGKAS Tabungan Cita2Ku merupakan rekening tabungan berjangka yang dikeluarkan oleh PT Bank Danamon Indonesia,

Lebih terperinci

PERJANJIAN PEMEGANG KARTU SYARAT SYARAT PENGGUNAAN

PERJANJIAN PEMEGANG KARTU SYARAT SYARAT PENGGUNAAN PERJANJIAN PEMEGANG KARTU SYARAT SYARAT PENGGUNAAN 1. PENDAHULUAN Sebelum Anda menggunakan kartu kredit ANZ Panin Bank adalah sangat penting bagi Anda untuk membaca dan mengerti Syarat-syarat Penggunaan

Lebih terperinci

Awal/Kepala Akta Perjanjian Kredit

Awal/Kepala Akta Perjanjian Kredit SKRIPSI HUKUM PIDANA Akta Perjanjian Kredit - Author: Swante Adi Krisna Akta Perjanjian Kredit Oleh: Swante Adi Krisna Tanggal dipublish: 18 Jan 2017 (one month ago) Tanggal didownload: 28 Feb 2017, Pukul

Lebih terperinci

Definisi. Pendaftaran, Kode Aktivasi, m-pin

Definisi. Pendaftaran, Kode Aktivasi, m-pin Definisi 1. Danamon USSD Banking adalah Jasa Layanan Informasi dan Transaksi Perbankan yang disediakan oleh Bank kepada Nasabah selama 24 (dua puluh empat) jam sehari dan 7 (tujuh) hari seminggu, serta

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH

SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH Saya yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama :.. Tempat, Tgl Lahir :.. Pekerjaan :.. Alamat :.... Nomor KTP/SIM :.. Dalam hal ini bertindak atas

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 135 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 135 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 135 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7/52/PBI/2005 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN ALAT PEMBAYARAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7/52/PBI/2005 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN ALAT PEMBAYARAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7/52/PBI/2005 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN ALAT PEMBAYARAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa kebutuhan masyarakat terhadap penggunaan

Lebih terperinci

a. nama dan/atau logo Bank; dan b. pernyataan bahwa Bank terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Pasal 6

a. nama dan/atau logo Bank; dan b. pernyataan bahwa Bank terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Pasal 6 SYARAT DAN KETENTUAN UMUM LAYANAN PEMBIAYAAN PERDAGANGAN (TRADE FINANCE) DAN JAMINAN (GUARANTEE) GENERAL TERMS AND CONDITIONS TRADE FINANCE AND GUARANTEE SERVICES NO. PASAL SEMULA MENJADI PERATURAN OJK

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM PERJANJIAN PINJAMAN TANPA AGUNAN. Berlaku Sejak 1 April 2015

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM PERJANJIAN PINJAMAN TANPA AGUNAN. Berlaku Sejak 1 April 2015 LAMPIRAN 1 SYARAT DAN KETENTUAN UMUM PERJANJIAN PINJAMAN TANPA AGUNAN Berlaku Sejak 1 April 2015 1. Pengantar dan Definisi 1.1 Sebagaimana digunakan dalam Perjanjian ini, istilah-istilah berikut memiliki

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN PEMBUKAAN DAN PENGATURAN REKENING PERORANGAN/INDIVIDU PT BANK DBS INDONESIA

SYARAT DAN KETENTUAN PEMBUKAAN DAN PENGATURAN REKENING PERORANGAN/INDIVIDU PT BANK DBS INDONESIA SYARAT DAN KETENTUAN PEMBUKAAN DAN PENGATURAN REKENING PERORANGAN/INDIVIDU PT BANK DBS INDONESIA Syarat dan Ketentuan Pembukaan dan Pengaturan Rekening Perorangan/Individu PT Bank DBS Indonesia ("Syarat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa peraturan tentang Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Kitab Undangundang

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 259/PMK.04/2010 TENTANG JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 PERMOHONAN FASILITAS SEWA GUNA USAHA. Menyampaikan permohonan sewa untuk dapat dipertimbangkan sebagai berikut : Jenis Barang : XXX

LAMPIRAN 1 PERMOHONAN FASILITAS SEWA GUNA USAHA. Menyampaikan permohonan sewa untuk dapat dipertimbangkan sebagai berikut : Jenis Barang : XXX LAMPIRAN 1 PERMOHONAN FASILITAS SEWA GUNA USAHA Kepada : PT. Bonavara Finance Dengan hormat, Kami, Harapah Sambilan, PT NPWP : XX..XX.X-. Menyampaikan permohonan sewa untuk dapat dipertimbangkan sebagai

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM UNTUK FASILITAS KREDIT TANPA AGUNAN (KTA) DI STANDARD CHARTERED BANK, INDONESIA

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM UNTUK FASILITAS KREDIT TANPA AGUNAN (KTA) DI STANDARD CHARTERED BANK, INDONESIA SYARAT DAN KETENTUAN UMUM UNTUK FASILITAS KREDIT TANPA AGUNAN (KTA) DI STANDARD CHARTERED BANK, INDONESIA 1. DEFINISI KETENTUAN UMUM 1.1 BANK adalah STANDARD CHARTERED BANK yang berkantor pusat di London

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace mengubah: UU 6-1983 lihat: UU 9-1994::UU 28-2007 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 126, 2000 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik

Lebih terperinci

SEPUTAR KARTU ANDA 1. Nama Perusahaan Anda 2. Nama Anda 3. Nomor Kartu Anda 4. Masa Berlaku Kartu Anda 5. Chip 6. Logo Visa atau MasterCard

SEPUTAR KARTU ANDA 1. Nama Perusahaan Anda 2. Nama Anda 3. Nomor Kartu Anda 4. Masa Berlaku Kartu Anda 5. Chip 6. Logo Visa atau MasterCard Versi Agustus 2015 SEPUTAR KARTU ANDA 1. Nama Perusahaan Anda (hanya berlaku untuk kartu kredit Standard Chartered Visa Business) Pastikan bahwa nama perusahaan Anda tercetak dengan benar pada kartu. Hanya

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR VI.A.3 : REKENING EFEK PADA KUSTODIAN Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor : Kep- /PM/1997 Tanggal : Desember

PERATURAN NOMOR VI.A.3 : REKENING EFEK PADA KUSTODIAN Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor : Kep- /PM/1997 Tanggal : Desember PERATURAN NOMOR VI.A.3 : REKENING EFEK PADA KUSTODIAN Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor : Kep- /PM/1997 Tanggal : Desember 1997 1. Definisi a. Kepemilikan Manfaat (Beneficial Ownership) Atas Efek

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP- 412/BL/2010 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 790 TAHUN : 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

Ketentuan Khusus Layanan Transaksi Melalui PermataTel

Ketentuan Khusus Layanan Transaksi Melalui PermataTel Ketentuan Khusus Layanan Transaksi Melalui PermataTel Ketentuan Khusus Layanan Transaksi Melalui PermataTel ini (selanjutnya disebut sebagai KK Transaksi PermataTel ) merupakan satu - kesatuan dan menjadi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa peraturan tentang Perseroan Terbatas sebagaimana

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI NOMOR : 09/BAPPEBTI/PER-SRG/7/2008 TANGGAL : 24 JULI 2008

LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI NOMOR : 09/BAPPEBTI/PER-SRG/7/2008 TANGGAL : 24 JULI 2008 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI NOMOR 09/BAPPEBTI/PER-SRG/7/2008 TANGGAL 24 JULI 2008 A. BAGAN PROSEDUR PENJAMINAN RESI GUDANG B. PEDOMAN TEKNIS PENJAMINAN RESI

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2000 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2000 TENTANG Menimbang : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG TENTANG KEPAILITAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG TENTANG KEPAILITAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG TENTANG KEPAILITAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa gejolak moneter yang terjadi di

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa peraturan tentang Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-undang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 3 TAHUN 1998 (3/1998) TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 3 TAHUN 1998 (3/1998) TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 3 TAHUN 1998 (3/1998) TENTANG TATA CARA PENYITAAN DALAM RANGKA PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa sebagai

Lebih terperinci

BAB 2 PENDAFTARAN EFEK DI KSEI

BAB 2 PENDAFTARAN EFEK DI KSEI BAB 2 PENDAFTARAN EFEK DI KSEI 2.1. Persyaratan Umum 2.1.1. Efek yang dapat disimpan di KSEI adalah Efek yang telah didaftarkan oleh Perusahaan Terdaftar di KSEI sesuai ketentuan peraturan ini. 2.1.2.

Lebih terperinci

Perjanjian Agen Pembayaran Nomor: SP- /AP/KSEI/mmyy

Perjanjian Agen Pembayaran Nomor: SP- /AP/KSEI/mmyy Perjanjian Agen Pembayaran Nomor: SP- /AP/KSEI/mmyy Perjanjian ini dibuat pada hari ini, , tanggal , bulan tahun (dd-mm-yyyy), antara: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia,

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace dicabut: UU 40-2007 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 13, 1995 ( Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3587) UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUSI BANYUASIN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUSI BANYUASIN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUSI BANYUASIN Menimbang : a. bahwa dengan telah ditetapkan Undang-Undang

Lebih terperinci

Perjanjian Pendaftaran Obligasi Di KSEI Nomor: SP- /PO/KSEI/mmyy

Perjanjian Pendaftaran Obligasi Di KSEI Nomor: SP- /PO/KSEI/mmyy Perjanjian Pendaftaran Obligasi Di KSEI Nomor: SP- /PO/KSEI/mmyy Perjanjian ini dibuat pada hari ini, , tanggal , bulan tahun (dd-mm-yyyy), antara: PT Kustodian Sentral Efek

Lebih terperinci

PENGAKUAN HUTANG. Nomor : Pada hari ini, Kamis tanggal (duapuluh lima Juni duaribu Pukul

PENGAKUAN HUTANG. Nomor : Pada hari ini, Kamis tanggal (duapuluh lima Juni duaribu Pukul PENGAKUAN HUTANG Nomor : Pada hari ini, Kamis tanggal 25-06-2009 (duapuluh lima Juni duaribu ---------- Pukul Waktu Indonesia Bagian Barat. ---------------------------------------------------------- Berhadapan

Lebih terperinci

BAB III KLAUSULA BAKU PADA PERJANJIAN KREDIT BANK. A. Klausula baku yang memberatkan nasabah pada perjanjian kredit

BAB III KLAUSULA BAKU PADA PERJANJIAN KREDIT BANK. A. Klausula baku yang memberatkan nasabah pada perjanjian kredit BAB III KLAUSULA BAKU PADA PERJANJIAN KREDIT BANK A. Klausula baku yang memberatkan nasabah pada perjanjian kredit Kehadiran bank dirasakan semakin penting di tengah masyarakat. Masyarakat selalu membutuhkan

Lebih terperinci

STIE DEWANTARA Manajemen Kartu Plastik

STIE DEWANTARA Manajemen Kartu Plastik Manajemen Kartu Plastik Manajemen Lembaga Keuangan, Sesi 7 Pengertian Merupakan kartu yang dikeluarkan/diterbitkan oleh bank atau lembaga keuangan selain bank yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran

Lebih terperinci

PERHATIAN! PERJANJIAN INI MERUPAKAN KONTRAK HUKUM, HARAP DIBACA DENGAN SEKSAMA PERJANJIAN PEMBERIAN AMANAT

PERHATIAN! PERJANJIAN INI MERUPAKAN KONTRAK HUKUM, HARAP DIBACA DENGAN SEKSAMA PERJANJIAN PEMBERIAN AMANAT Formulir Nomor IV.PRO.11 PERHATIAN! PERJANJIAN INI MERUPAKAN KONTRAK HUKUM, HARAP DIBACA DENGAN SEKSAMA PERJANJIAN PEMBERIAN AMANAT Pada hari ini, tanggal.. bulan tahun., bertempat di Kantor Pusat atau

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN KHUSUS PEMBUKAAN REKENING DANA NASABAH PERORANGAN DAN BADAN USAHA

SYARAT DAN KETENTUAN KHUSUS PEMBUKAAN REKENING DANA NASABAH PERORANGAN DAN BADAN USAHA SYARAT DAN KETENTUAN KHUSUS PEMBUKAAN REKENING DANA NASABAH PERORANGAN DAN BADAN USAHA Syarat dan Ketentuan Khusus Pembukaan Rekening Dana Nasabah ini (berikut semua lampiran, perubahan dan atau pembaharuannya

Lebih terperinci

HSBC FlexiCredit. Dukungan f leksibel untuk hidup Anda.

HSBC FlexiCredit. Dukungan f leksibel untuk hidup Anda. HSBC FlexiCredit. Dukungan f leksibel untuk hidup Anda. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Nasabah FlexiCredit yang terhormat, Terima kasih atas kepercayaan Anda. Kami berharap Anda dapat mewujudkan apa yang Anda

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 16, 1999 BURSA BERJANGKA. PERDAGANGAN. KOMODITI. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. BAPPEBTI. (Penjelasan

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN PEMBUKAAN DAN PENGATURAN REKENING PERORANGAN/INDIVIDU PT BANK DBS INDONESIA

SYARAT DAN KETENTUAN PEMBUKAAN DAN PENGATURAN REKENING PERORANGAN/INDIVIDU PT BANK DBS INDONESIA SYARAT DAN KETENTUAN PEMBUKAAN DAN PENGATURAN REKENING PERORANGAN/INDIVIDU PT BANK DBS INDONESIA Syarat dan Ketentuan Pembukaan dan Pengaturan Rekening Perorangan/Individu PT Bank DBS Indonesia ("Syarat

Lebih terperinci

No. 14/ 17 /DASP Jakarta, 7 Juni 2012 S U R A T E D A R A N

No. 14/ 17 /DASP Jakarta, 7 Juni 2012 S U R A T E D A R A N 1 No. 14/ 17 /DASP Jakarta, 7 Juni 2012 S U R A T E D A R A N Perihal : Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu

Lebih terperinci

PERJANJIAN KERJASAMA PEMBERIAN KREDIT USAHA KECIL (KUK) ANTARA PT BANK SKR JRENG DENGAN PT SKR JOS FINANCE. Nomor...

PERJANJIAN KERJASAMA PEMBERIAN KREDIT USAHA KECIL (KUK) ANTARA PT BANK SKR JRENG DENGAN PT SKR JOS FINANCE. Nomor... PERJANJIAN KERJASAMA PEMBERIAN KREDIT USAHA KECIL (KUK) ANTARA PT BANK SKR JRENG DENGAN PT SKR JOS FINANCE Nomor... Yang bertanda tangan dibawah ini: ----------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

HSBC FlexiCredit. Dukungan f leksibel untuk hidup Anda.

HSBC FlexiCredit. Dukungan f leksibel untuk hidup Anda. HSBC FlexiCredit. Dukungan f leksibel untuk hidup Anda. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Nasabah FlexiCredit yang terhormat, Terima kasih atas kepercayaan Anda. Kami berharap Anda dapat mewujudkan apa yang Anda

Lebih terperinci

2015, No Mengingat :1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambah

2015, No Mengingat :1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambah No.119, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN-ESDM. Kerugian Negara. Penyelesaian. Pedoman. Pencabutan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06 TAHUN 2015 TENTANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SERANG, Menimbang : a. bahwa ketentuan yang mengatur

Lebih terperinci

No. 17/ 14 /DPSP Jakarta, 5 Juni S U R A T E D A R A N Kepada PESERTA SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA DI INDONESIA

No. 17/ 14 /DPSP Jakarta, 5 Juni S U R A T E D A R A N Kepada PESERTA SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA DI INDONESIA 1 No. 17/ 14 /DPSP Jakarta, 5 Juni 2015 S U R A T E D A R A N Kepada PESERTA SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA DI INDONESIA Perihal : Perlindungan Nasabah dalam Pelaksanaan Transfer Dana dan Kliring

Lebih terperinci

TABUNGAN CITA2KU RINGKASAN INFORMASI PRODUK

TABUNGAN CITA2KU RINGKASAN INFORMASI PRODUK TABUNGAN CITA2KU RINGKASAN INFORMASI PRODUK Penjelasan Produk Jenis Produk Penerbit DATA RINGKAS Tabungan Cita2Ku merupakan rekening tabungan berjangka yang dikeluarkan oleh PT Bank Danamon Indonesia,

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG DESAIN INDUSTRI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG DESAIN INDUSTRI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG DESAIN INDUSTRI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kekayaan budaya dan etnis bangsa

Lebih terperinci

PERJANJIAN KREDIT No:

PERJANJIAN KREDIT No: LAMPIRAN Lampiran 1 PERJANJIAN KREDIT No: Pada hari ini Berhadapan dengan saya, [ ] notaris di [ ] dengan dihadiri saksi - saksi yang telah saya kenal, notaris kenal, dan yang nama - namanya akan disebutkan

Lebih terperinci

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 69 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK REKLAME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 69 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK REKLAME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 69 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK REKLAME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang : a. bahwa Pajak Reklame merupakan salah

Lebih terperinci