BAGIAN II DESKRIPSI KOMPONEN PROPOSAL SKRIPSI ATAU TUGAS AKHIR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAGIAN II DESKRIPSI KOMPONEN PROPOSAL SKRIPSI ATAU TUGAS AKHIR"

Transkripsi

1 BAGIAN II DESKRIPSI KOMPONEN PROPOSAL SKRIPSI ATAU TUGAS AKHIR Proposal penelitian untuk menyusun skripsi atau tugas akhir terdiri atas komponen yang sama. Perbedaan di antara keduanya terletak pada kadar kedalamannya. Makna kadar kedalaman tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pembimbing. Hal tersebut mudah dipahami karena skripsi diberikan bobot 6 sks, sedangkan tugas akhir diberi bobot 4 sks. 2.1 Komponen Proposal Penelitian Komponen proposal penelitian untuk menyusun skripsi atau tugas akhir meliputi hal-hal berikut: A. halaman sampul B. lembar persetujuan pembimbing C. latar belakang masalah penelitian D. rumusan masalah penelitian E. tujuan penelitian F. manfaat hasil penelitian G. kajian teori H. metode penelitian I. jadwal waktu penelitian J. daftar pustaka 2.2 Komponen Skripsi dan atau Tugas Akhir Komponen skripsi atau tugas akhir adalah seperti berikut ini. A. Lembar Administratif Lembar administratif merupakan bagian awal yang mendahului format skripsi atau tugas akhir. Secara keseluruhan lembar administratif merangkum hal-hal berikut ini: (1) sampul (2) halaman judul (3) lembar persetujuan pembimbing 5

2 (4) lembar persetujuan penguji (5) lembar persetujuan panitiauujian (6) lembar pernyataan karya sendiri (7) lembar motto (kalau ada) B. Isi Skripsi atau Tugas Akhir Secara keseluruhan format sebuah skripsi atau tugas akhir, seperti yang biasanya tercantum dalam daftar isi skripsi atau tugas akhir, terdiri atas komponen-komponen berikut. PRAKATA ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN GLOSARIUM BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian 1.2 Rumusan Masalah Penelitian 1.3 Tujuan Penelitian 1.5 Manfaat Hasil Penelitian BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 (sesuai dengan variabel yang diteliti) Penelitian yang relevan 2.5 Kerangka Berpikir dan Hipotesis Penelitian (kalau ada) BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian 3.2 Lokasi Penelitian (untuk penelitian kualitatif) 3.3 Subjek Penelitian (Populasi dan Sampel) 3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.5 Metode Pengumpulan Data 6

3 3.6 Instrumen Penelitian 3.7 Metode Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.2 Pembahasan BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan 5.2 Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Dalam menyusun proposal penelitian atau laporan akhir, yang berupa skripsi atau tugas akhir, calon eksaminandus harus merangkum semua komponen yang telah disebutkan di atas. Deskripsi tiap-tiap komponen secara singkat disajikan sebagai berikut. 2.3 Deskripsi Tiap-tiap Komponen Sampul Sampul yang dimaksud di sini ialah sampul depan (kulit depan). Pada sampul depan ini terdapat tulisan (a) judul, (b) lambang Undiksha, (c) nama peneliti, (d) nama program studi/ jurusan, fakultas dan lembaga, dan (e) bulan dan tahun diajukannya proposal skripsi atau tugas akhir (Lampiran 7). Rumusan judul penelitian harus singkat dan spesifik (maksimal 25 kata), jelas menggambarkan penelitian yang akan dilakukan. Meskipun judul penelitian tercantum paling depan pada setiap laporan penelitian, tidak berarti bahwa penelitian dilakukan dengan berangkat dari judul, tetapi penelitian dilakukan berangkat dari permasalahan. Perumusan judul penelitian bertitik tolak dari masalah yang diamati atau dipikirkan oleh peneliti Halaman Judul Halaman judul ini merupakan halaman pertama setelah sampul. Halaman ini diberi nomor urut dengan angka Romawi kecil (i, ii, iii, dst.). Tulisan yang ada pada halaman ini tidak sama dengan tulisan yang ada pada sampul (Lampiran 8). 7

4 2.3.3 Lembaran Persetujuan Pembimbing Lembar ini merupakan lembar utama bagian administratif. Pada lembar ini, terdapat ruang untuk nama dan tanda tangan para pembimbing (Lampiran 9) Lembar Persetujuan Penguji Pada lembar ini, terdapat ruang untuk nama dan tanda tangan para penguji diikuti oleh ruang untuk nama dan tanda tangan ketua jurusan atau ketua program studi (Lampiran 10) Lembar Persetujuan Panitia Ujian Pada lembar ini terdapat ruang untuk nama dan tanda tangan panitia ujian dan stempel lembaga (Lampiran 11) Lembar Pernyataan Karya Sendiri Lembar ini berisi pernyataan bahwa karya tulis beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya sendiri, tanpa mengandung jiplakan dan kutipan yang tidak sesuai dengan etika dalam masyarakat ilmiah (Lampiran 12). Surat pernyataan ini harus ditandatangani dengan membubuhkan materai Prakata Prakata merupakan uraian singkat yang memuat ucapan terima kasih peneliti kepada lembaga atau perseorangan yang telah membantunya hingga skripsi atau tugas akhir bisa diselesaikan. Jika ucapan terima kasih diberikan kepada pejabat, supaya diurutkan secara hierarkis, yaitu mulai dari rektor, dekan, ketua jurusan, kedua pembimbing, dan seterusnya Abstrak Abstrak maksimal ditulis dalam satu halaman dengan satu spasi dan 250 kata untuk artikel. Isinya merupakan uraian singkat yang merangkum tujuan penelitian, metode penelitian, dan hasil penelitian. Pada bagian akhir abstrak, hendaknya dicantumkan kata-kata kunci yang banyaknya antara 3--5 kata (Lampiran 13) Daftar Isi Seseorang yang ingin melihat isi sebuah karangan ilmiah (termasuk skripsi atau tugas akhir) pertama kali akan membaca lembaran daftar isi karena dengan membaca daftar isi, pembaca akan dapat mengetahui isi karangan ilmiah secara keseluruhan. Lembar daftar isi meliputi 8

5 nomor dan judul bab-bab dan sub-subbab yang tercantum dalam skripsi atau tugas akhir dengan menunjukkan halaman-halaman secara lengkap (Lampiran 14) Daftar Tabel Ada kalanya sebuah skripsi atau tugas akhir menggunakan tabel-tabel yang tersebar di pelbagai halaman. Untuk memudahkan pembacaan skripsi atau tugas akhir, perlu sebuah daftar tabel yang pada hakikatnya berfungsi memperjelas laporan penelitian (Lampiran 15) Daftar Gambar Untuk memperjelas uraian, ada kalanya skripsi atau tugas akhir dilengkapi dengan gambar-gambar yang tersebar pada sejumlah halaman. Oleh karena itu, untuk mempermudah pembacaan skripsi atau tugas akhir, perlu dibuatkan daftar gambar (Lampiran 16) Daftar Lampiran Skripsi atau tugas akhir pada umumnya dilengkapi dengan sejumah lampiran. Seluruh lampiran itu perlu diinformasikan pada bagian awal melalui sebuah daftar Glosarium Glosarum merupakan daftar istilah yang digunakan dalam skripsi atau tugas akhir, sehingga pembaca akan memperoleh pemahaman terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam skripsi atau tugas akhir tersebut Latar Belakang Masalah Pada prinsipnya, latar belakang masalah hendaknya memuat kesenjangan antara teori dan praktik atau antara harapan dan kenyataan. Hal-hal pokok yang dikemukakan dalam bagian ini adalah (1) penjelasan masalah itu penting untuk diteliti dan dicarikan pemecahannya dan (2) gambaran tentang situasi dan kondisi tempat masalah tersebut terjadi. Selain itu, latar belakang masalah diarahkan agar dapat memberikan gambaran awal tentang hal-hal yang mungkin atau berkaitan dengan terjadinya masalah. Untuk itu, bisa digunakan hasil-hasil penelitian terdahulu atau logika peneliti. Latar belakang masalah hendaknya diakhiri dengan identifikasi dan pembatasan masalah. 9

6 Rumusan Masalah Rumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaanpertanyaan yang akan dicari jawabannya. Dapat juga dikatakan bahwa rumusan masalah merupakan pertanyaan yang lengkap dan terinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, dan dinyatakan dalam kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang akan diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabelvariabel tersebut dan subjek penelitian Tujuan Penelitian Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dengan dilakukannya penelitian terhadap masalah yang telah dikemukakan pada bagian sebelumnya. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya hanya terletak pada cara merumuskannya. Tujuan penelitian dirumuskan dengan kalimat pernyataan Manfaat Hasil Penelitian Dalam bagian ini diuraikan kegunaan/manfaat baik secara teoretis maupun secara praktis yang dapat dipetik oleh pihak-pihak terkait jika permasalahan yang diteliti memang bermanfaat bagi pengembangan ilmu, pembangunan dalam arti luas, dan pengembangan institusi. Uraian dalam bagian ini secara implisit memberikan gambaran bahwa masalah yang diteliti layak atau tidak layak untuk dilakukan Kajian Pustaka Kajian pustaka merupakan bagian yang penting dalam segala jenis penelitian ilmiah, yang mencakup semua bidang ilmu. Tanpa menelaah isi sumber pustaka, seorang peneliti tidak akan mempunyai landasan yang kuat untuk melaksanakan penelitiannya, bahkan ada pula kemungkinan bahwa masalah yang diangkat dalam penelitiannya telah diteliti oleh orang lain. Kajian pustaka harus terkait erat (relevan) dengan masalah yang diteliti. Kajian teori merupakan landasan atau bahan dalam penyusunan instrumen penelitian. Berdasarkan kajian sumber-sumber pustaka yang jumlahnya memadai, lebih-lebih yang memuat teori-teori yang telah dikembangkan oleh para peneliti lain, peneliti dapat merumuskan hipotesisnya secara lebih mantap. Bahan-bahan dalam kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber, seperti jurnal 10

7 penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar, dan diskusi ilmiah atau buku-buku yang relevan. Sumber-sumber itu adalah terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga ilmiah lain. Akan lebih baik jika kajian teoretis dan telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber primer, yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian. Bahan kepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji biasanya didasarkan pada dua kriteria, yaitu (1) prinsip kemutakhiran secara relatif, kecuali untuk penelitian historis dan (2) prinsip relevansi terhadap masalah yang dikaji. Prinsip kemutakhiran ini penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Dengan prinsip kemutakhiran ini, peneliti dapat berargumentasi berdasarkan teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif. Prinsip relevansi diperlukan untuk melihat hubungan antara penelitian yang dilakukan dengan kajian teori atau hasil penelitian sebelumnya yang menunjang bidang yang diteliti Metode Penelitian Metode penelitian mengacu pada prosedur dalam pelaksanaan penelitian. Metode penelitian harus konsisten dengan metodologi (filosofi penelitian) yang dianutnya. Metode penelitian mengacu pada langkah-langkah pokok yang ditempuh, dari awal penelitian sampai dengan analisis data. Hal-hal yang dibahas dalam bagian metode penelitian, sekurang-kurangnya, mencakup (1) rancangan penelitian, (2) subjek penelitian (populasi dan sampel), (3) variabel penelitian dan definisi operasional, (4) pengumpulan data, (5) instrumen penelitian, dan (6) analisis data Rancangan Penelitian Rancangan penelitian dapat diartikan sebagai strategi mengatur latar (setting) penelitian agar peneliti memperoleh data yang tepat (valid) sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, misalnya, rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan (mengontrol) variabel-variabel bebas. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis. Sebaliknya, pada penelitian noneksperimental, bahasan rancangan penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya, seperti penelitian eks- 11

8 ploratori, deskriptif, eksplanatori, dan survei. Pada bagian ini, perlu dijelaskan variabel-variabel yang dilibatkan (definisi operasional) dalam penelitian serta sifat hubungan di antara variabelvariabel tersebut. Rancangan penelitian yang digunakan harus dideskripsikan dengan jelas, deskriptif, korelasional, eksperimental, pengembangan atau rancangan historikal, dan sebagainya. Pada bagian ini perlu ditunjukkan kelemahan dan keterbatasan rancangan penelitian yang dipilih. Jelaskan pula tentang kelemahan rancangan tersebut dari sudut kesahihan internal atau eksternalnya, serta antisipasi yang dilakukan Subjek Penelitian (Populasi dan Sampel) Sasaran yang akan dikenai penelitian disebut subjek penelitian. Penelitian dapat dilakukan terhadap seluruh subjek penelitian dan dapat juga dilakukan terhadap sebagian subjek penelitian. Apabila seluruh subjek penelitian diteliti, penelitian itu disebut penelitian populasi (population study/cencus study) dan apabila sebagian saja dari subjek penelitian yang diteliti, penelitian itu disebut penelitian sampel (sampling study). Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian penting dilakukan agar cara pengambilan dan jumlah sampelnya dapat ditentukan secara tepat. Dengan demikian, sampel penelitian yang terpilih benar-benar representatif, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya. Hal ini sangat penting diperhatikan karena terkait dengan maksud menggeneralisasikan hasil-hasil penelitian terhadap sampel kepada populasinya. Semakin jauh sampel yang diteliti berbeda dengan karakteristik populasinya, semakin besar kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. Dengan demikian, bahasan tentang populasi dan sampel meliputi (1) identifikasi dan batasan-batasan populasi atau subjek penelitian, (2) prosedur dan teknik pengambilan sampel, dan (3) besarnya sampel Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Pada bagian ini, dijelaskan tentang variabel-variabel dan definisi variabel, mulai dari definisi konsep, definisi operasional masing-masing variabel, indikator pengukuran variabel dan skala data atau standar pengukuran. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang jelas terhadap pembaca tentang variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian. 12

9 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Metode pengumpulan data banyak jenisnya bergantung pada kepentingan peneliti, seperti kuesioner atau daftar pertanyaan, wawancara, atau pengamatan, bergantung pada data yang ingin diperoleh peneliti Instrumen Penelitian Kalau metode penelitian adalah cara yang digunakan mengumpulkan data penelitian, instrumen penelitian adalah alat yang sifatnya lebih teknis dan operasional untuk memperoleh data. Kalau peneliti menggunakan wawancara sebagai metode pengumpulan data, intrumennya adalah panduan wawancara. Instrumen penelitian tersusun diawali dengan membuat kisi-kisi. Kisi-kisi disusun dijabarkan dari indikator variabel penelitian. Setelah dibuat kisi-kisi barulah disusun item-item penelitian. Tidak ada batasan mengenai jumlah item dalam sebuah variable, bergantung pada kemampuan peneliti mengembangkannya. Sebelum digunakan, intrumen penelitian hendaknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada pembimbing, dan dinilai oleh ahlinya (pihak yang menguasai bidang yang diteliti). Setelah disetujui, intrumen kemudian diujicobakan untuk melihat kesahihan instrumen tersebut. Setelah dinilai valid dan reliabel, barulah digunakan Teknik Analisis Data Dalam analisis data, peneliti harus menunjukkan ulang hipotesis atau tujuan atau pertanyaan penelitiannya. Perlu pula ditunjukkan ukuran atau bentuk analisis yang relevan untuk masing-masing hipotesis/tujuan/pertanyaan penelitian yang diajukan. Apabila peneliti menggunakan statistik parametrik, harus ditunjukkan terlebih dahulu bahwa data yang dianalisis telah memenuhi uji statistik yang diperlukan sebelum dianalisis. Apabila data dianalisis secara kualitatif intuitif, perlu ditunjukkan dasar teori/proposisi/konsep yang digunakan peneliti secara deduktif ataupun induktif dalam menganalisis data tersebut. Pemilihan jenis metode analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Karena itu, alasan tentang pemilihan teknik analisis data sangat penting dikemukakan. 13

10 Jadwal Penelitian Untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, calon peneliti harus menyusun jadwal waktu penelitian. Yang harus dicantumkan dalam jadwal penelitian ialah semua kegiatan dari persiapan hingga penyerahan laporan penelitian (skripsi atau tugas akhir) kepada panitia ujian Hasil Penelitian Pada bagian ini peneliti setidak-tidaknya menguraikan tiga hal pokok, yaitu (1) deskripsi data, (2) sajian data dan hasil analisis data. Dalam mendeskripsikan datanya, peneliti harus menegaskan bahwa instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan datanya sudah sahih (valid) berdasarkan kriteria tertentu dan keadaan data yang diperolehnya. Misalnya, seorang peneliti yang mengumpulkan datanya dengan kuesioner harus menyebutkan jumlah kuesioner yang dikirimkan kepada responden, jumlah yang kembali, dan jumlah yang memenuhi syarat untuk dianalisis, serta memberikan keterangan-keterangan lain yang perlu sehingga pembaca laporan penelitiannya dapat menilai keakuratan data yang mendukung simpulan yang ditariknya. Peneliti yang menggunakan makhluk hidup sebagai sampel penelitian harus pula menyebutkan beberapa individu yang bertahan sampai dengan akhir percobaan untuk dijadikan unit analisis. Dalam penyajian data, peneliti/penulis harus menyusun datanya secara sistematis dan mengikhtisarkannya dalam tabel kerja atau grafik dengan keterangan seperlunya, sehingga dapat bersifat komunikatif. Dalam teks yang berkaitan, tabel dan grafik tersebut harus diacu dengan menggunakan nomor tabel atau grafik yang bersangkutan (misalnya,... diikhtisarkan dalam tabel 3 atau digambarkan pada gambar 05). Kata-kata seperti dalam tabel di bawah ini atau pada gambar yang berikut harus dihindarkan. Tabel atau grafik dan keterangan khusus yang terkait harus diupayakan ada pada satu halaman. Jika lebih daripada satu halaman, tabel harus dibuat dengan teknik bersambung. Data atau angka-angka statistik yang telah diikhtisarkan dalam tabel kerja atau grafik selanjutnya dianalisis dengan teknik (strategi) yang telah diuraikan dalam Bab III. Jika analisisnya menggunakan statistik dengan rumus-rumus khusus, dalam bagian ini cukup dituliskan rumus yang dipergunakan dan hasil perhitungan yang diperolehnya, sedangkan perhitunganperhitungan yang terinci dimasukkan dalam lampiran skripsi tersebut. Berdasarkan hasil analisis datanya, peneliti dapat membuat penafsiran (interpretasi), walaupun harus berhati-hati, lebihlebih jika dalam penelitiannya hanya menggunakan sampel. 14

11 Dalam penelitian yang menggunakan hipotesis, dalam bagian ini hipotesis penelitian (Ho/Hi) yang dirumuskan harus dikemukakan lagi. Dengan demikian, berdasarkan angka-angka statistik yang diperoleh, peneliti/penulis dapat membuat interpretasi bahwa hipotesis nolnya diterima atau ditolak sebab analisis statistik pada dasarnya hanya dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan data empiris (data sampel) yang mendukung atau tidak mendukung hipotesis nol. Jika data sampel tidak mendukung hipotesis nol, berarti hipotesis nol ditolak; dengan kata lain, hipotesis penelitian diterima. Begitu pula sebaliknya, jika data mendukung hipotesis nol, berarti hipotesis nol diterima (hipotesis penelitian ditolak) Pembahasan Pembahasan (diskusi) hasil penelitian mungkin merupakan bagian yang paling sulit ditulis karena sifatnya kurang berstruktur. Walaupun pada bagian pembahasan peneliti paling bebas berekspresi dengan menggunakan penalarannya, ia harus tetap berpedoman pada tujuannya, antara lain (1) mendiskusikan hasil penelitiannya dengan menggunakan penalaran dan teori yang telah ada mengacu pada tujuan penelitian, (2) mengomparasikan temuan-temuan dalam penelitiannya ke dalam kumpulan ilmu yang telah mapan, (3) mengkritisi dan menyintesis temuan-temuan yang sudah ada dalam rangka memverifikasi teori yang telah ada atau menyusun teori yang sama sekali baru. Dalam bagian pembahasan harus diuraikan hubungan antara temuan peneliti/penulis dan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan menunjukkan persamaannya dan membahas perbedaannya. Jika temuannya (misalnya dalam tahun 1994) serupa dengan penelitian lain yang relevan (misalnya yang dilaksanakan oleh Mien A. Rifai dalam tahun 1990, ia dapat menuliskan pernyataan Temuan ini (1994) memperkuat simpulan Rifai (1990). Sebaliknya, jika temuannya berbeda, ia dapat pula mengemukakan alasan keragu-raguannya mengenai perbedaan tersebut. Pembahasan hasil penelitian menjadi sangat penting artinya jika hipotesis penelitian yang dirumuskan tidak teruji kebenarannya (hipotesis nol diterima). Dalam hal demikian, peneliti/ penulis harus dapat memberikan alternatif penjelasan yang dapat menyebabkan hipotesis penelitiannya ditolak, dengan menunjukkan kemungkinan-kemungkinan yang ada, antara lain 15

12 (1) asumsi yang dikemukakan sebagai alasan berpikir tidak benar; (2) sampelnya terlalu sedikit sehingga tidak memenuhi syarat sebagai unit analisis; (3) adanya variabel lain yang berpengaruh (hal ini terutama tampak pada penelitian eksperimental, yaitu adanya variabel luar [variabel noneksperimental] yang tidak terkontrol); (4) teori-teori yang digunakan sudah kedaluwarsa Simpulan Hasil temuan yang diperoleh harus dipaparkan secara ringkas. Peneliti harus menghindarkan diri dari pemaparan hasil penelitian secara statistik ataupun teknikal. Simpulan hasil penelitian seyogianya mengandung isi paparan yang mengindikasikan telah terjawabnya semua permasalahan yang telah dirumuskan Saran Peneliti harus menyusun sejumlah saran yang mengarah pada kemungkinan perlunya suatu penelitian serupa dengan memperbaiki keterbatasan rancangan penelitian yang sudah dilakukan. Atau, peneliti harus mengemukan satu atau sejumlah saran yang bersifat implikatif bagi suatu kebijakan, baik makro maupun mikro. Saran yang diajukan harus berpijak pada temuan penelitian. Saran yang bersifat terlalu berlebihan (over generalization) harus dihindari Rujukan Sebuah proposal penelitian atau laporan penelitian harus dilengkapi dengan daftar pustaka yang merupakan sumber referensi bagi seluruh kegiatan penelitian. Pada hakikatnya, daftar pustaka merupakan inventarisasi seluruh publikasi, baik ilmiah maupun nonilmiah serta hasilhasil penelitian yang dipergunakan sebagai dasar bagi penelaahan yang dilakukan. Daftar pustaka antara lain merangkum unsur (1) nama pengarang, (2) tahun terbit, (3) judul buku/artikel, (4) kota tempat buku diterbitkan, dan (5) nama penerbit. Yang tercantum hanyalah daftar pustaka yang digunakan dalam menyusun proposal/laporan penelitian. Konfigurasi penyusunan unsurunsur pada daftar pustaka dapat dicermati pada butir Cara Menulis Daftar Pustaka pada bagian Lampiran Semua hal yang melengkapi penelitian, seperti instrumen penelitian, hasil analisis statistik, surat-surat, dan perangkat penelitian lainnya harus dilampirkan. 16

KERANGKA ISI LAPORAN PENELITIAN

KERANGKA ISI LAPORAN PENELITIAN KERANGKA ISI LAPORAN PENELITIAN 1) JUDUL, Pernyataan mengenai maksud penulisan laporan penelitian 2) Nama dan tim peneliti 3) KATA PENGANTAR 4) ABSTRAK 5) DAFTAR ISI 6) DAFTAR TABEL 7) DAFTAR GAMBAR 8)

Lebih terperinci

TAHAP-TAHAP PENELITIAN

TAHAP-TAHAP PENELITIAN TAHAP-TAHAP PENELITIAN Tiga tahap utama penelitian yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap penulisan laporan. A. TAHAP PERENCANAAN 1. Pemilihan masalah, dengan kriteria: Merupakan tajuk penting,

Lebih terperinci

FUNGSI TEORI DALAM PENELITIAN

FUNGSI TEORI DALAM PENELITIAN TEORI Teori a set of interrelated constructs (variables), definitions and propositions that present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables, with the purpose of explaining

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan seorang peneliti harus memahami metodologi penelitian yang merupakan

Lebih terperinci

l. Latar belakang masalah \

l. Latar belakang masalah \ DEPARTEMEN PENDIDIKAhI NASIONAL UNIYERSITAS BENGKULU FKIP - PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN Il. Raya Kandang Limun Telp/Fax (0736) 341022 Benglolu 38371A 810 Nomor Lampiran

Lebih terperinci

BORANG PENILAIAN NASKAH DISERTASI PPSUB-2013

BORANG PENILAIAN NASKAH DISERTASI PPSUB-2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA PROGRAM PASCASARJANA BORANG PENILAIAN NASKAH DISERTASI PPSUB-2013 Nama Mahasiswa NIM Judul Disertasi :. : / PRODI: :. BAGIAN AWAL DISERTASI 1

Lebih terperinci

Oleh: HARRY SULASTIANTO

Oleh: HARRY SULASTIANTO Oleh: HARRY SULASTIANTO PENGERTIAN KARYA TULIS ILMIAH Karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ipteks yang diperolehnya melalui studi kepustakaan, pengalaman, penelitian,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan.

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan. 52 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Sesuai dengan judul yang peneliti angkat, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, fenomenologis dan berbentuk diskriptif.

Lebih terperinci

Tahap-Tahap Penelitian Eksperimental. Semester genap

Tahap-Tahap Penelitian Eksperimental. Semester genap Tahap-Tahap Penelitian Eksperimental Semester genap Pendahuluan Penelitian eksperimental merupakan suatu metode penelitian yang meliputi delapan tahap, yaitu: 1. Memilih ide atau topik penelitian 2. Merumuskan

Lebih terperinci

kajian dalam penelitian ini menyangkut perilaku organisasi, maka metode yang dianggap tepat adalah metode deskriptif pendekatan

kajian dalam penelitian ini menyangkut perilaku organisasi, maka metode yang dianggap tepat adalah metode deskriptif pendekatan BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Fokus kajian dalam penelitian ini menyangkut perilaku organisasi, maka metode yang dianggap tepat adalah metode deskriptif pendekatan kualitatif. Sejalan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi secara kuantitatif dan kualitatif. Dimana analisis

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci

UJI COBA MODEL (VALIDASI)

UJI COBA MODEL (VALIDASI) UJI COBA MODEL (VALIDASI) Yaya Jakaria PUSAT PENELITIAN KEBIJAKAN DAN INOVASI PENDIDIKAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL JAKARTA 2009 Uji Coba Model atau Produk Uji coba

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan 14 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Negeri 1 Ngawen Kabupaten Gunungkidul.. Waktu Penelitian Aktivitas penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk ,,* N _ PENn. \. I s ^ rut r >, Wit al" BAB III 3w^v METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan tugas atau

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN PENULISAN ILMIAH

MATERI PELATIHAN PENULISAN ILMIAH MATERI PELATIHAN PENULISAN ILMIAH 1. Prinsip dasar penulisan ilmiah 2. Ciri/karakteristik karangan ilmiah 3. Organisasi/sistematika karangan ilmiah 4. Prosedur/langkah-langkah menulis karangan ilmiah 5.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan analis isi ( content analysis). Pendekatan analisis isi merupakan suatu langkah

Lebih terperinci

stekom A. Judul Proposal

stekom A. Judul Proposal A. Judul Proposal Judul hendaknya dibuat singkat tetapi cukup jelas yang menggambarkan thema pokok. Judul sebaiknya tidak melebihi dari 14 kata. B. Latar Belakang Setiap penelitian yang dilakukan untuk

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG (REVISI)

PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG (REVISI) PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG (REVISI) LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA M,ASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG 2008 PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 1. Umum Program pengabdian kepada masyarakat

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Konseptual Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kinerja organisasi

Lebih terperinci

SELAMAT DATANG PESERTA JAMAL BERBAGI 5. Hotel Swiss Bellinn, Malang 15 Juni 2015

SELAMAT DATANG PESERTA JAMAL BERBAGI 5. Hotel Swiss Bellinn, Malang 15 Juni 2015 SELAMAT DATANG PESERTA JAMAL BERBAGI 5 Hotel Swiss Bellinn, Malang 15 Juni 2015 PENGANTAR Urgensi JAMAL BERBAGI 5 Dengan terakreditasinya Jurnal Akuntansi Multiparadigma, tuntutan akan kualitas menjadi

Lebih terperinci

Topik 4 Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas dalam bentuk Makalah dan Artikel Jurnal

Topik 4 Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas dalam bentuk Makalah dan Artikel Jurnal Topik 4 Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas dalam bentuk Makalah dan Artikel Jurnal DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Paradigma dan Pendekatan Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam penelitian ini, maka paradigma yang relevan dalam penelitian ini adalah paradigma

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM INSTITUTE OF ISLAMIC STUDIES DR. KHEZ. MUTTAQIEN

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM INSTITUTE OF ISLAMIC STUDIES DR. KHEZ. MUTTAQIEN STAI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM INSTITUTE OF ISLAMIC STUDIES DR. KHEZ. MUTTAQIEN Jalan Baru Maracang No. 35 Purwakarta - Website www.staimuttaqien.ac.id CEKLIST KELENGKAPAN SYARAT SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yang akan dilaksanakan, jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penggunaan metode yang tepat dalam penelitian adalah syarat utama dalam mencari data. Mengingat penelitian merupakan suatu proses pengumpulan sistematis dan analisis logis terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu.(lasa,2009:207). Kata ilmiah dalam Kamus Besar

Lebih terperinci

Penulisan Tesis Bab I & II. Frida Chairunisa

Penulisan Tesis Bab I & II. Frida Chairunisa Penulisan Tesis Bab I & II Frida Chairunisa Peta Wisata Tesis Pintu gerbang penelitian tesis Bab I Pendahuluan Bab III Metodologi Penelitian Bab V Kesimpulan dan Saran Magister Peneliti Bab II Tinjauan

Lebih terperinci

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Pedoman Tugas Akhir

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Pedoman Tugas Akhir Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Pedoman Tugas Akhir JURUSAN TEKNIK SIPIL i KATA PENGANTAR Tugas akhir merupakan karya ilmiah mahasiswa pada tingkat akhir program

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Yang menjadi obyek dalam peneitian ini adalah Bait Maal Wa Tamwil (BMT Ikhlasul Amal Indramayu). Penelitian ini dilakukan di BMT Ikhlasul Amal Indramayu

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Abstrak... Daftar Isi... Daftar Tabel... Daftar Bagan... Daftar Gambar... Daftar Lampiran... BAB I PENDAHULUAN... 1

DAFTAR ISI. Abstrak... Daftar Isi... Daftar Tabel... Daftar Bagan... Daftar Gambar... Daftar Lampiran... BAB I PENDAHULUAN... 1 DAFTAR ISI Abstrak... Daftar Isi... Daftar Tabel... Daftar Bagan... Daftar Gambar... Daftar Lampiran... v vii xii xiii xiv xv BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian... 1 1.2 Identifikasi

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI WIDYAISWARA

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI WIDYAISWARA PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI WIDYAISWARA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA JAKARTA 2008 PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian 35 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan pada permasalahan yang diteliti, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research),

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research), 45 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research), menurut Majchrzak yang dikutip dari Riduwan (2007) penelitian kebijakan adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.1 Sedangkan penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis

Lebih terperinci

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku.

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku. KODE UNIT : KOM.PR01.005.01 JUDUL UNIT : Menyampaikan Presentasi Lisan Dalam Bahasa Inggris DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan profesi humas

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Pendekatan masalah yang di gunakan dalam pembahasan penelitian ini penulis

III. METODE PENELITIAN. Pendekatan masalah yang di gunakan dalam pembahasan penelitian ini penulis 33 III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Masalah Pendekatan masalah yang di gunakan dalam pembahasan penelitian ini penulis melakukan dengan dua (2) Pendekatan, yaitu denan cara yuridis normatif dan yuridis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental, yang bertujuan untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok

Lebih terperinci

penulis adalah pendekatan sosiologis, pedagogis, dan filosofis.

penulis adalah pendekatan sosiologis, pedagogis, dan filosofis. ( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.word-to-pdf-converter.netbab III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah Field Rescarch. Adapun data yang dikumpulkan dalam penelitian

Lebih terperinci

KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI SALAH SATU KARYA PENGEMBANGAN PROFESI GURU Oleh : Dra. Umi Chotimah, M. Pd

KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI SALAH SATU KARYA PENGEMBANGAN PROFESI GURU Oleh : Dra. Umi Chotimah, M. Pd KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI SALAH SATU KARYA PENGEMBANGAN PROFESI GURU Oleh : Dra. Umi Chotimah, M. Pd 1. Pendahuluan Profesionalisme merupakan tuntutan yang saat ini dituntut bagi seorang guru, tidak hanya

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian...

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian... ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai derajat tingkah laku prososial pada remaja usia 13-15 tahun dalam masyarakat Kasepuhan kawasan Gunung Halimun Jawa Barat. Sesuai dengan

Lebih terperinci

TATA TULIS KARYA ILMIAH SEMESTER PENDEK

TATA TULIS KARYA ILMIAH SEMESTER PENDEK TATA TULIS KARYA ILMIAH SEMESTER PENDEK PENGANTAR UMUM DAN KONTRAK BELAJAR Penjelasan umum tentang mata kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah (TTKI) Penjelasan Umum Karya Ilmiah adalah laporan tertulis dan dipublikasi

Lebih terperinci

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu KELAS XII SEMESTER 1 SILABUS Semester : 1 Standar Kompetensi : Mendengarkan 1. Memahami informasi dari berbagai laporan 1.1 Membedakan Laporan Mencatat pokok-pokok antara fakta Laporan kegiatan isi laporan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Lexy J.Moloeng, medefinisikan metodologi

Lebih terperinci

Dr. Wahyu Wibowo. Pelatihan Penulisan Buku Ajar PT Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar, 25-27 Mei 2012

Dr. Wahyu Wibowo. Pelatihan Penulisan Buku Ajar PT Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar, 25-27 Mei 2012 Dr. Wahyu Wibowo Pelatihan Penulisan Buku Ajar PT Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar, 25-27 Mei 2012 1. Persiapkan laporan panelitian yang telah dipertanggungjawabkan (bila ada); 2.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula.

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula. 40 BAB III METODE PENELITIAN Metodologi penelitian dalam suatu penelitian sangat penting, sebab dengan menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula. Artinya apabila seseorang

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian ini berjudul Studi deskriptif mengenai tingkat kematangan bawahan pada pramugara PT X Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kematangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan suatu metode. Jadi metode

BAB III METODE PENELITIAN. pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan suatu metode. Jadi metode 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Tahap-Tahap Penelitian Metode ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu, yang mempunyai langkah-langkah sistematis. Sedangkan metodelogi

Lebih terperinci

PENENTUAN UKURAN SAMPEL MEMAKAI RUMUS SLOVIN DAN TABEL KREJCIE-MORGAN: TELAAH KONSEP DAN APLIKASINYA. Oleh: Nugraha Setiawan

PENENTUAN UKURAN SAMPEL MEMAKAI RUMUS SLOVIN DAN TABEL KREJCIE-MORGAN: TELAAH KONSEP DAN APLIKASINYA. Oleh: Nugraha Setiawan PENENTUAN UKURAN SAMPEL MEMAKAI RUMUS SLOVIN DAN TABEL KREJCIE-MORGAN: TELAAH KONSEP DAN APLIKASINYA Oleh: Nugraha Setiawan FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN November 007 Penentuan Ukuran Sampel

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Konseptual Menurut teori teori yang di uraikan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud

Lebih terperinci

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070

Lebih terperinci

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian 34 BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan melakukan penggambaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. wawancara antara peneliti dan informan. Penelitian kualitatif bertolak dari

BAB III METODE PENELITIAN. wawancara antara peneliti dan informan. Penelitian kualitatif bertolak dari 19 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian diskriptitf kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN ABSTRAK KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN ii iii iv vi viii x xii xiii BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang

Lebih terperinci

MANAJEMEN PENCATATAN dan PELAPORAN EPIDEMIOLOGI

MANAJEMEN PENCATATAN dan PELAPORAN EPIDEMIOLOGI MANAJEMEN PENCATATAN dan PELAPORAN EPIDEMIOLOGI A. Pengertian Pencatatan dan Pelaporan merupakan kegiatan yang harus diperhatikan oleh tenaga kesehatan (khususnya Epidemiolog) dalam rangka memberikan pelayanan

Lebih terperinci

SOP Penulisan Skripsi/Penelitian Mandiri

SOP Penulisan Skripsi/Penelitian Mandiri SOP Penulisan Skripsi/Penelitian Mandiri Jurusan : Manajemen A. Dasar Pemikiran Visi program studi Manajemen adalah Menjadi Program Studi Yang Unggul Di Bidang Manajemen Bisnis, diwujudkan dalam bentuk

Lebih terperinci

PANDUAN PENELITIAN KERJASAMA ANTAR LEMBAGA DAN PERGURUAN TINGGI

PANDUAN PENELITIAN KERJASAMA ANTAR LEMBAGA DAN PERGURUAN TINGGI PANDUAN PENELITIAN KERJASAMA ANTAR LEMBAGA DAN PERGURUAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2012 KATA PENGANTAR.Pada tahun anggaran 2012 Direktorat Penelian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapat data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam metodologi penelitian harus didasarkan pada ciri-ciri

Lebih terperinci

PANDUAN PENULISAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH STATISTICS IN ACTION 2015 IKATAN KELUARGA STATISTIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

PANDUAN PENULISAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH STATISTICS IN ACTION 2015 IKATAN KELUARGA STATISTIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN PENULISAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH STATISTICS IN ACTION 2015 IKATAN KELUARGA STATISTIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA A. Deskripsi Kegiatan Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah 2015 (LKTI),

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 39, 1997 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3683) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

Sehubungan dengan permasalahan penelitian yang penulis teliti. Penelitian deskriptif memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang

Sehubungan dengan permasalahan penelitian yang penulis teliti. Penelitian deskriptif memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian Deskriptif, dengan metode ini penulis berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi pada masa

Lebih terperinci

STMIK GI MDP. Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011

STMIK GI MDP. Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 STMIK GI MDP Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT PENGGUNAAN SISTEM PENGOLAHAN TRANSAKSI PADA PT. JAYA BETON PERKASA PALEMBANG

Lebih terperinci

E. HIBAH PENELITIAN KERJA SAMA ANTARPERGURUAN TINGGI

E. HIBAH PENELITIAN KERJA SAMA ANTARPERGURUAN TINGGI E. HIBAH PENELITIAN KERJA SAMA ANTARPERGURUAN TINGGI 1. Umum Melalui berbagai program pembinaan penelitian yang telah dilaksanakan oleh Ditjen Dikti (Depdiknas) dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi,

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN/AKHIR *.. ** Logo Perguruan Tinggi JUDUL PERGURUAN TINGGI. Bulan dan Tahun

LAPORAN TAHUNAN/AKHIR *.. ** Logo Perguruan Tinggi JUDUL PERGURUAN TINGGI. Bulan dan Tahun Format Laporan Tahunan/Akhir a. Sampul Muka LAPORAN TAHUNAN/AKHIR *.. ** Logo Perguruan Tinggi JUDUL Tahun ke... dari rencana... tahun Ketua/Anggota Tim (Nama lengkap dan ) PERGURUAN TINGGI Bulan dan Tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir ini tergolong cepat. Salah satu alasannya adalah keyakinan yang kuat di kalangan masyarakat

Lebih terperinci

Fungsi Daftar Pustaka

Fungsi Daftar Pustaka Pendahuluan Daftar pustaka dan catatan kaki dalam sebuah karangan ilmiah yang memuat pendapat, hasil penelitian, cuplikan dari sumber lain harus dicantumkan sumber informasi tersebut Sumber tersebut dicantumkan

Lebih terperinci

BAB 4 PENELITIAN TIM PASCASARJANA

BAB 4 PENELITIAN TIM PASCASARJANA BAB 4 4.1 Pendahuluan Salah satu sebab dari minimnya jumlah publikasi artikel di Indonesia adalah kurang tingginya produktivitas karya ilmiah di tingkat pendidikan pascasarjana. Upaya untuk meningkatkan

Lebih terperinci

STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT STTR CEPU

STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT STTR CEPU SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI RONGGOLAWE CEPU Kode/No.: STD/SPMI/ K.01 Tanggal: STANDAR SPMI Revisi :0 Halaman : 1 dari 5 STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT STTR CEPU PROSES PENANGGUNGJAWAB

Lebih terperinci

LAPORAN EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM) FAKULTAS SASTRA SEMESTER II 2000/2001

LAPORAN EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM) FAKULTAS SASTRA SEMESTER II 2000/2001 LAPORAN EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM) FAKULTAS SASTRA SEMESTER II 2000/2001 Bambang Yudi Cahyono 1 Abstrak: Kata kunci: evaluasi PBM, instrumen evaluasi Fakultas Sastra memandang perlu diadakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. investasi di bidang lain, akan tetapi dalam kenyataan mempunyai kekhususan

BAB I PENDAHULUAN. investasi di bidang lain, akan tetapi dalam kenyataan mempunyai kekhususan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Investasi di pasar modal walaupun dalam prinsipnya sama dengan investasi di bidang lain, akan tetapi dalam kenyataan mempunyai kekhususan yaitu selain dana juga diperlukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data 3.1.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kuantitatif, karena data yang diperoleh nantinya berupa angka. Dari angka

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENERBITAN SERTIFIKAT PENGGANTI HAK MILIK ATAS TANAH KARENA HILANG OLEH KANTOR PERTANAHAN KOTA SURAKARTA

PELAKSANAAN PENERBITAN SERTIFIKAT PENGGANTI HAK MILIK ATAS TANAH KARENA HILANG OLEH KANTOR PERTANAHAN KOTA SURAKARTA PELAKSANAAN PENERBITAN SERTIFIKAT PENGGANTI HAK MILIK ATAS TANAH KARENA HILANG OLEH KANTOR PERTANAHAN KOTA SURAKARTA SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Syarat-syarat Guna Mencapai

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 5 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

Lebih terperinci

BAGAN PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI

BAGAN PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI BAGAN PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI Langkah 8 : Mahasiswa mendaftar Ujian Skripsi ke Panitia di Jurusan setelah skripsi disetujui oleh TPS W I S U D A Langkah 10 A : Mahasiswa mendapatkan YUDISIUM (nilai

Lebih terperinci

ABSTRAK. PERANAN PENGENDALIAN PRODUKSI DALAM MENUNJANG TERPENUHINYA PESANAN (Studi kasus pada PT. Sari Keramik Indonesia)

ABSTRAK. PERANAN PENGENDALIAN PRODUKSI DALAM MENUNJANG TERPENUHINYA PESANAN (Studi kasus pada PT. Sari Keramik Indonesia) ABSTRAK PERANAN PENGENDALIAN PRODUKSI DALAM MENUNJANG TERPENUHINYA PESANAN (Studi kasus pada PT. Sari Keramik Indonesia) Seiring dengan semakin ketatnya dunia usaha, maka perusahaan dituntut untuk dapat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil uji itas dan Reliabilitas Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi syarat-syarat alat ukur yang baik, sehingga mengahasilkan

Lebih terperinci

PEDOMAN UMUM PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT UNIT PELAYANAN INSTANSI PEMERINTAH

PEDOMAN UMUM PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT UNIT PELAYANAN INSTANSI PEMERINTAH KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: KEP/5/M.PAN//00 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT UNIT PELAYANAN INSTANSI PEMERINTAH KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen kategori cukup yaitu pada interval 50-57 dengan nilai rata-rata 55. BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang penulis peroleh selama mengadakan penelitian, maka pada bab ini akan dianalisa dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku,

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penggalian data dan informasi, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau rancangan penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian diarahkan untuk mendiskripsikan suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo,

Lebih terperinci

PANDUAN PENGUSULAN PROPOSAL PROGRAM BANTUAN SEMINAR LUAR NEGERI BAGI DOSEN/PENELITI DI PERGURUAN TINGGI TAHUN 2015

PANDUAN PENGUSULAN PROPOSAL PROGRAM BANTUAN SEMINAR LUAR NEGERI BAGI DOSEN/PENELITI DI PERGURUAN TINGGI TAHUN 2015 PANDUAN PENGUSULAN PROPOSAL PROGRAM BANTUAN SEMINAR LUAR NEGERI BAGI DOSEN/PENELITI DI PERGURUAN TINGGI TAHUN 2015 Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : KEP/25/M.PAN/2/2004

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : KEP/25/M.PAN/2/2004 KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : KEP/5/M.PAN//00 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT UNIT PELAYANAN INSTANSI PEMERINTAH MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja 2. Variabel Bebas : a.persepsi Keharmonisan Keluarga : b. Konsep Diri B. Definisi Operasional

Lebih terperinci

3.1 KERANGKA ANALISIS KAJIAN

3.1 KERANGKA ANALISIS KAJIAN Metodologi kajian yang akan dilakukan sangatlah erat kaitannya dengan tujuan yang akan dicapai dan ketersedian data dan informasi yang didapat serta beberapa pertimbangan lainnya, seprti pemenuhan tujuan

Lebih terperinci

MODUL PANDUAN Lomba Karya Tulis Ilmiah SMA/SMK Sederajat INDONESIA DALAM DUNIA ELEKTRONIKA

MODUL PANDUAN Lomba Karya Tulis Ilmiah SMA/SMK Sederajat INDONESIA DALAM DUNIA ELEKTRONIKA MODUL PANDUAN Lomba Karya Tulis Ilmiah SMA/SMK Sederajat INDONESIA DALAM DUNIA ELEKTRONIKA Latar Belakang Dalam era globalisasi saat ini begitu banyak perubahan baik dalam kalangan masyarakat umum ataupun

Lebih terperinci

Penelitian di Bidang Manajemen

Penelitian di Bidang Manajemen Penelitian di Bidang Manajemen Frans Mardi Hartanto Fmhartanto@gmail.com Bandung Manajemen - Ilmu Hibrida yang Multidisipliner 1 Ilmu manajemen adalah hasil perpaduan dari berbagai ilmu yang berbeda namun

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui derajat stress kerja yang dialami oleh para manajer madya di perusahaan X Bandung. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah

Lebih terperinci

Buku Pedoman Penulisan Karya Tulis

Buku Pedoman Penulisan Karya Tulis 0 i PEDOMAN PENULISAN HASIL PENELITIAN SMA NEGERI 3 DENPASAR Naskah Pedoman Penulisan Hasil Penelitian SMA Negeri 3 Denpasar, Edisi 2013 Editor Tim Pembimbing Tugas Akhir SMA Negeri 3 Denpasar PEMERINTAH

Lebih terperinci

PENELITIAN PENDIDIKAN

PENELITIAN PENDIDIKAN PENELITIAN PENDIDIKAN A. Makna Penelitian Pendidikan Penelitian (research) dapat diartikan sebagai upaya atau cara kerja yang sistematik untuk menjawab permasalahan atau pertanyaan dengan jalan mengumpulkan

Lebih terperinci

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI SALINAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN STANDAR

Lebih terperinci

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN A. Validitas a. Pengertian Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Jadi pengujian validitas itu mengacu pada

Lebih terperinci

NEGERI PASIR BANYUMAS SKRIPSI

NEGERI PASIR BANYUMAS SKRIPSI PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASARR NEGERI PASIR WETANN BANYUMAS SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

Outline 0 PENDAHULUAN 0 TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL 0 SISTEM ASUMSI 0 PENDEKATAN SISTEM

Outline 0 PENDAHULUAN 0 TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL 0 SISTEM ASUMSI 0 PENDEKATAN SISTEM Outline 0 PENDAHULUAN 0 TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL 0 SISTEM ASUMSI 0 PENDEKATAN SISTEM Pendahuluan 0 Salah satu dasar utama untuk mengembangkan model adalah guna menemukan peubah-peubah apa yang penting

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS PENULISAN BUKU AJAR BAGI DOSEN TAHUN 2015

PEDOMAN TEKNIS PENULISAN BUKU AJAR BAGI DOSEN TAHUN 2015 PEDOMAN TEKNIS PENULISAN BUKU AJAR BAGI DOSEN TAHUN 201 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG TAHUN 201 PEDOMAN TEKNIS PENULISAN BUKU AJAR BAGI DOSEN TAHUN 201 A. Latar Belakang Permendikbud Nomor

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Juni 2013 sampai dengan 19 Agustus 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Juni 2013 sampai dengan 19 Agustus 2013. BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Juni 2013 sampai dengan 19 Agustus 2013. Adapun penelitian ini berlokasi di Sekolah Menengah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan teknologi informasi memberikan berbagai kemudahan pada berbagai badan usaha. Dari segi yuridis, badan hukum dapat terbagi menjadi tujuh

Lebih terperinci

MANFAAT RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI PERTUMBUHAN LABA (Study Kasus Pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ)

MANFAAT RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI PERTUMBUHAN LABA (Study Kasus Pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ) MANFAAT RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI PERTUMBUHAN LABA (Study Kasus Pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di BEJ) Disusun Oleh: GATOT WIDYANTO Nim: B 200 020 064 JURUSAN AKUNTANSI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Lingkup penelitian ini mempelajari analisis mutu dan pengaruhnya terhadap keputusan pasien BPJS ASKES memilih layanan kesehatan di Rumah Sakit Dr

Lebih terperinci