ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA BAGIAN PENGOLAHAN KEBUN RENTENG JEMBER

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA BAGIAN PENGOLAHAN KEBUN RENTENG JEMBER"

Transkripsi

1 ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA BAGIAN PENGOLAHAN KEBUN RENTENG JEMBER Andjar Widjajanti Staf pengajar jurusan IESP Fakultas Ekonomi Universitas Jember Abstract Variable incentives, and future work together (simultaneously) have a significant impact on labor productivity in the processing part of PTPN XII (Persero) Renteng Gardens. Incentive variable has a positive and significant effect. It is shown that when variables increases, the incentive will increase labor productivity. Tenure variable has a negative and significant effect. It is shown that when variables increases the service life will decrease labor productivity. Keywords: Incentives, working time and productivity 1. Pendahuluan Potensi sumber daya manusia pada hakekatnya adalah merupakan salah satu modal dasar pembangunan nasional. Namun selama ini masih dirasakan bahwa potensi sumber daya manusia tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal, mengingat sebagian besar dari angkatan kerja, tingkat keterampilan dan pendidikannya masih rendah. Keadaan tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap sikap mental tenaga kerja dilingkungan kerjanya yang berakibat rendahnya hasil kerjanya. Hal ini berakibat pada rendahnya tingkat pendapatan dan kesejahteraannya. Dalam rangka pembentukan sikap mental dan sosial dikalangan karyawan dan pengusaha maka sangat diperlukan keterbukaan antara kedua belah pihak. Untuk itu maka perlu disusun tuntunan motivasi, disiplin dan etika kerja di lingkungan perusahaan ke arah terwujudnya hubungan industrial yang selaras, aman dan dinamis sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas kerja (Sinungan, 2005:133). Pentingnya arti produktivitas dalam meningkatkan kesejahteraan nasional telah disadari secara universal. Tidak ada jenis kegiatan manusia yang tidak mendapatkan keuntungan dari produktivitas yang ditingkatkan sebagai kekuatan untuk menghasilkan lebih banyak barang-barang maupun jasa-jasa. Secara umum diyakini bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, upah yang wajar serta untuk meningkatkan kondisi-kondisi kerja perlu mempertimbangkan produktivitas sebagai faktor penyumbang terbesar (Sinungan, 2005:9). Berhasil tidaknya usaha perusahaan untuk mencapai produktivitas tenaga kerja yang tinggi juga harus ditunjang oleh penggunaan secara efektif dan efisien elemen-elemen produksi, serta adanya pemberian motivasi yang bersifat materi dan non materi. Motivasi yang bersifat materi dapat berupa insentif atau upah sedangkan yang bersifat non materi merupakan kebutuhan psikologis dan sosial berupa rasa aman dalam bekerja, penghargaan terhadap pekerjaan, pendidikan dan lain-lain. Dengan adanya motivasi tersebut diharapkan akan menjadi tenaga pendorong didalam bekerja sehingga turut menentukan produktivitas kerja. Manfaat peningkatan produktivitas dapat dilihat dari tiga aspek yaitu aspek makro, mikro dan individu. Ditinjau dari aspek makro manfaat peningkatan dapat pula dilihat manfaat secara nasional, regional, dan sektoral, sedangkan dari aspek mikro manfaat 285

2 Andjar Widjajanti, Produktivitas Tenaga Kerja Bagian Pengolahan Kebun Renteng Jember peningkatan produktivitas sama dengan manfaat pada tingkat perusahaan. Peningkatan produktivitas individu manfaatnya dapat dilihat dari pendapatan individu, fasillitas lain dan motivasi kerja karyawan meningkat. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas tenaga kerja antara lain: pendidikan, latihan, keterampilan, gizi dan kesehatan, bakat atau bawaan, motivasi, kesempatan kerja, kesempatan manajemen, dan kebijaksanaan pemerintah (Suprihanto, 1997:12). Rendahnya produktivitas bisa terjadi karena empat kemungkinan, yaitu: kurangnya keterampilan, pendidikan rendah, kurangnya pengalaman kerja, dan kurangnya latihan kerja di dalam maupun di luar tempat kerja. Maka yang perlu diperhatikan oleh perusahaan dalam peningkatan produktivitas tenaga kerja adalah waktu kerja yang dibutuhkan dan kemampuan tenaga kerja dalam menghasilkan barang dan jasa. Tenaga kerja yang potensial dalam bekerja dapat dilihat dari segi kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia dapat diukur dari tingkat pendidikan, latihan, motivasi, umur, serta pengalaman kerja yang baik (Simanjuntak, 1998:39). Kabupaten Jember memiliki letak geografis yaitu dataran rendah yang subur yang cocok untuk mengembangkan komoditi pertanian dan perkebunan, sehingga perekonomian banyak terkonsentrasi pada sektor pertanian. Salah satu komoditi pertanian yang unggul di Kabupaten Jember adalah karet. PTPN XII (Persero) Kebun Renteng Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah penghasil karet. Selain karet komoditi pertanian yang ada di Kebun Renteng adalah kopi dan kakao, tetapi yang paling banyak memberikan kontribusi terhadap Kebun Renteng adalah komoditi karet Kebun Renteng juga mengolah sendiri hasil panen karet sehingga siap dijual kepasaran. Selain itu, daerah tersebut mampu menyediakan lapangan kerja yang cukup besar bagi warga sekitarnya. Dalam memproduksi karet, PTPN XII (Persero) Kebun Renteng lebih mengutamakan tenaga manusia. Oleh karena itu, keterampilan, pengalaman, latihan kerja maupun motivasi karyawan sangatlah diperlukan untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi dan kualitas produk yang diharapkan. PTPN XII (Persero) Kebun Renteng Kabupaten Jember merupakan pabrik karet yang mengutamakan target output serta peningkatan kualitas produk setiap harinya. Berhasil atau tidaknya upaya peningkatan hasil tersebut sangat dipengaruhi oleh produktivitas karyawan dalam bekerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besarnya pengaruh insentif, dan masa kerja terhadap produktivitas tenaga kerja. 2. Metode Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksplanatori, yaitu metode yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pola hubungan antara dua variabel atau lebih dan jika perlu bisa digunakan untuk mengetahui sifat dari hubungan tersebut dimana dalam metode ini bersifat menjelaskan (Effendi, 1995:5). Unit analisis dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja pada PTPN XII (Persero) Kebun Renteng Jember. Unit analisis ini terdiri atas variabel terikat, yaitu produktivitas tenaga kerja pada PTPN XII (Persero) Kebun Renteng, dan insentif, masa kerja, dan curahan jam kerja lembur sebagai variabel bebas. Populasi merupakan keseluruhan dari subjek penelitian yang memiliki kesamaan karakteristik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja bagian produksi sub bagian pengolahan pada PTPN XII (Persero) Kebun Renteng Kabupaten Jember yang berjumlah 40 orang. 286

3 Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling yaitu suatu metode pemilihan sampel yang dilakukan secara acak dari sejumlah populasi, dimana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang digunakan adalah 29 orang tenaga kerja bagian pengolahan di PTPN XII (Persero) yang dianggap representatif dan dapat mewakili dari jumlah populasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda, yang secara sistematis diformulasikan dalam persamaan sebagai berikut (Gujarati, 2000:91): Y = b 0 + b 1 X 1 + b 2 X 2 + e Dimana : Y = produktivitas tenaga kerja b 0 = besarnya produktivitas jika insentif, dan masa kerja sama dengan nol b 1 = besarnya pengaruh insentif terhadap produktivitas b 2 = besarnya pengaruh masa kerja terhadap produktivitas X 1 = insentif (rupiah) X 2 = masa kerja (tahun) e = variabel pengganggu Selanjutnya diuji statistik dan uji ekonometrika. Uji Statistik meliputi uji Koefisien Determinasi Berganda (R 2 ), uji secara serentak (uji-f), dan uji parsial (uji-t). Sedangkan uji ekonometrika meliputi uji Multikolinearitas, dan.. 3. Hasil Penelitian dan Pembahasan 3.1 Analisis Regresi Linier Berganda Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 29 tenaga kerja bagian pengolahan pada PTPN XII (Persero) Kebun Renteng Kabupaten Jember dilakukan untuk mengetahui pengaruh atau kekuatan dari variabel bebas yaitu insentif (X 1 ), masa kerja (X 2 ) terhadap variabel terikat yaitu produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan (Y), maka dihasilkan koefisien regresi sebagai berikut: 287

4 Andjar Widjajanti, Produktivitas Tenaga Kerja Bagian Pengolahan Kebun Renteng Jember Tabel 1. Ringkasan hasil perhitungan analisis regresi linier berganda Dependent Variable: PRODUKTIVITAS Method: Least Squares Date: 07/04/10 Time: 17:53 Sample: 1 29 Included observations: 29 Variable Coefficient Std. Error t-statistic Prob. C INSENTIF E MASAKERJA R-squared Mean dependent var Adjusted R-squared S.D. dependent var S.E. of regression Akaike info criterion Sum squared resid Schwarz criterion Log likelihood F-statistic Durbin-Watson stat Prob(F-statistic) Sumber : data primer diolah, 2011 Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan eviews 5.1 maka diperoleh persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = X X 2 Dari persamaan regresi linier diatas dapat disimpulkan bahwa: a. Nilai konstanta (b 0 ) sebesar menunjukkan bahwa pada saat insentif (X 1 ), dan masa kerja (X 2 ) sama dengan nol atau konstan, maka produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan (Y) akan bernilai sebesar unit per hari; b. Variabel insentif (X 1 ) mempunyai nilai koefisien regresi (b 1 ) sebesar yang berarti bahwa setiap kenaikan insentif, maka akan menaikkan produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan sebesar unit dengan asumsi bahwa variabel yang lain dianggap tetap atau konstan; c. Variabel masa kerja (X 2 ) mempunyai nilai koefisien regresi (b 2 ) sebesar yang berarti bahwa setiap kenaikan satu tahun masa kerja, maka akan menurunkan produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan sebesar unit dengan asumsi bahwa variabel yang lain dianggap tetap atau konstan. 288

5 3.2 Uji Statistik Keputusan untuk menolak atau menerima suatu hipotesis dilakukan dengan menggunakan prosedur Uji-F dan Uji-t. Dengan kriteria pengambilan keputusan adalah perbandingan antara nilai probabilitas (p-value) dengan level of significant yaitu α = 0,05. a. Koefisien Determinan Berganda (R 2 ) Koefisien determinasi berganda (R 2 ) digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu insentif, dan masa kerja terhadap produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan karet pada PTPN XII (Persero) Kebun Renteng. Hasil analisis menunjukkan nilai R 2 adjusted sebesar yang berarti bahwa ketiga variabel masing-masing yaitu insentif, dan masa kerja memiliki pengaruh sebesar 90% terhadap naik turunnya produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan karet pada PTPN XII (Persero) Kebun Renteng Kabupaten Jember. Sedangkan sisanya sebesar 10% produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan karet pada PTPN XII (Persero) Kebun Renteng Kabupaten Jember dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar kedua variabel tersebut. b. Uji F (Uji Pengaruh Secara Bersama-sama) Berdasarkan hasil estimasi dalam regresi linier berganda pada Tabel 2 maka diperoleh nilai F-test sebesar dengan probabilitas (F-statistic) sebesar Oleh karena F-statistic < level of significant α = 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, secara serentak variabel insentif, dan masa kerja berpengaruh signifikan terhadap variabel produktivitas tenaga kerja di PTPN XII (Persero) Kebun Renteng Kabupaten Jember. c. Uji t (Uji Pengaruh Secara Parsial) Berdasarkan hasil estimasi dalam regresi linier berganda pada Tabel 2 maka dapat diketahui pengaruh masing-masing variabel insentif, dan masa kerja terhadap variabel produktivitas tenaga kerja di PTPN XII (Persero) Kebun Renteng Kabupaten Jember. Variable Coefficient Std. Error t-statistic Prob. C INSENTIF E MASAKERJA ) Sumber : data primer diolah, ) Variabel insentif (X 1 ) Hasil estimasi pada Tabel 2 menunjukkan bahwa p-value insentif adalah sebesar 0,0000. Dengan demikian, p-value 0,0000 < level of significant α = 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil estimasi tersebut, diketahui bahwa variabel insentif berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja di PTPN XII (Persero) Kebun Renteng. 289

6 Andjar Widjajanti, Produktivitas Tenaga Kerja Bagian Pengolahan Kebun Renteng Jember 3) Variabel masa kerja (X 2 ) Hasil estimasi pada Tabel 2 menunjukkan bahwa p-value masa kerja adalah sebesar 0,0138. Dengan demikian, p-value 0,0138 < level of significant α = 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil estimasi tersebut, diketahui bahwa variabel masa kerja berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja di PTPN XII (Persero) Kebun Renteng. 3.3 Uji Ekonometri Supaya model regresi linier berganda dikatakan BLUE atau Best Linier Unbiased Estimation, maka model tersebut harus memenuhi asumsi-asumsi dasar klasik. Untuk menguji model regresi apakah terjadi hubungan yang sempurna atau hampir sempurna antara variabel bebas dengan variabel terikat digunakan uji multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas. a. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah adanya hubungan yang sempurna atau saling berkaitan antara variabel-variabel penelitian dalam model regresi. Uji ini untuk mendeteksi ada atau tidaknya korelasi antara variabel insentif, dan masa kerja. Uji dapat dilakukan dengan uji kleins yaitu dengan membandingkan hasil nilai regresi awal dengan nilai regresi antara variabel (insentif, dan masa kerja) jika hasil R 2 regresi awal lebih besar dari R 2 regresi antar variabel (insentif, dan masa kerja) maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi multikolinearitas. Hasil perbandingan R 2 regresi awal dengan R 2 regresi antar variabel dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3 Perbandingan R 2 regresi antar variabel insentif, dan masa kerja dengan regresi awal Variabel R 2 regresi antar variabel R 2 regresi awal Insentif 78,7 90 Masa Kerja 78,7 90 Sumber : data primer diolah, 2011 Dari Tabel 3 tersebut menunjukkan bahwa seluruh R 2 hasil dari regresi antar variabel bebas lebih kecil dari R 2 regresi awal sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak terdapat multikolinearitas. b. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji White. Hasil uji heterokedastisitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil uji heterokedastisitas White Heteroskedasticity Test: F-statistic Prob. F(4,24) Obs*R-squared Prob. Chi-Square(4)

7 Sumber : data primer diolah, 2011 Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa p-value untuk Obs*R-squared adalah Oleh karena probabilitas Obs*R-squared > level of significant α = 0,05 maka dapat dikatakan dalam model tidak terjadi heterokedastisitas.. c. Uji Normalitas Uji normalitas dalam penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan uji Jarque- Berra LM. Uji normalitas ini dilakukan apabila sampel yang digunakan kurang dari 30 (Ghozali, 2006:110). Hasil uji normalitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar Series: Residuals Sample 1 29 Observations 29 Gambar 1. Hasil uji normalitas Mean -5.54e-14 Median Maximum Minimum Std. Dev Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Berdasarkan Gambar 1 dapat dilihat bahwa p-value Jarque-Berra adalah sebesar 0, Oleh karena probabilitas Jarque-Berra 0, > level of significant α = 0,05 maka dapat dikatakan bahwa data telah terdistribusi dengan normal. 3.4 Pembahasan Berdasarkan analisis regresi secara bersama-sama dengan uji F secara parsial dengan uji t, menunjukkan bahwa variabel insentif (X 1 ), dan masa kerja (X 2 ) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan pada pabrik pengolahan karet di PTPN XII (Persero) Kebun Renteng Kabupaten Jember. Hasil analisis koefisien determinasi berganda (R 2 ) yang digunakan untuk mengetahui kontribusi koefisien regresi dan variabel bebas insentif, dan masa kerja terhadap variabel terikat yaitu produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan pada pada pabrik pengolahan karet di PTPN XII (Persero) Kebun Renteng. Hasil perhitungan terhadap koefisien determinasi berganda (R 2 ) diperoleh sebesar 0,900 atau 90% terhadap naik turunnya produktivitas tenega kerja bagian pengolahan pada pabrik pengolahan karet di PTPN XII (Persero) Kebun Renteng. Hal tersebut menunjukkan bahwa varian perubahan variabel produktivitas yang disebabkan oleh pengaruh variabel insentif, dan masa kerja sebesar 0,900 atau 90%, sedangkan sisanya sebesar 10% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar kedua variabel tersebut, misalkan latihan kerja yang diberikan oleh perusahaan berbeda atau motivasi dari dalam diri masing-masing tenaga kerja dalam menghasilkan produktivitas yang tidak sama. Hasil koefisien determinasi berganda (R 2 ) sebesar 0,900 atau mendekati 1 menunjukkan bahwa hubungan antar variabel sudah cukup deterministik. 291

8 Andjar Widjajanti, Produktivitas Tenaga Kerja Bagian Pengolahan Kebun Renteng Jember Dari hasil analisis diketahui bahwa insentif berpengaruh positif terhadap produktivitas yang artinya bahwa apabila insentif naik maka akan produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan juga akan naik dengan asumsi bahwa variabel yang lain dianggap konstan. Jadi, pemberian insentif di Kebun Renteng ini sangat bermanmanfaat untuk meningkatan produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan, meskipun peningkatannya hanya sebesar tapi ini sudah membuktikan bahwa insentif berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan di Kebun Renteng. Hal ini sesuai dengan teori dari Abraham Maslow, yaitu kebutuhan dan kepuasan pekerja identik dengan kebutuhan biologis dan psikologis, yang berupa materi maupun nonmateri. Misalnya untuk materi bisa berupa pemberian insentif atau upah sedangkan yang bersifat nonmateri berupa rasa aman dalam bekerja, penghargaan dalam pekerjaan, pendidikan dan lain-lain (Umar, 1998:37). Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh F.W Taylor dalam buku karya Kol. Kel. Susilo Martoyo (1990:143) manajemen perusahaan mendorong atau memberikan motivasi kepada tenaga kerja dengan cara memberikan imbalan berupa gaji atau upah yang makin meningkat. Sehingga bonus dalam hal ini merupakan alat atau sarana motivasi atau sarana yang menimbulkan dorongan kepada tenaga kerja agar meningkatkan produktivitasnya. Dari hasil analisis regresi linier berganda diketahui bahwa masa kerja berpengaruh negatif yang artinya bahwa apabila masa kerja naik maka akan menurunkan produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan dengan asumsi bahwa variabel yang lain dianggap konstan. Hal ini berarti bahwa meskipun tenaga kerja tersebut memiliki masa kerja yang sebentar tidak menutup kemungkinan bahwa tenaga kerja tersebut produktivitasnya lebih besar dari pada tenaga kerja yang masa kerjanya sudah lama. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya faktor kejenuhan dalam bekerja, merasa bahwa dirinya lebih senior, dan ketidak puasan terhadap pekerjaan yang ditekuninya selama dia bekerja diperusahaan tersebut, ini terbukti bahwa masa kerja mempunyai pengaruh yang negatif terhadap produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan pada pabrik pengolahan PTPN XII (Persero) Kebun Renteng Kabupaten Jember. Karyawan baru cenderung mempunyai tingkat kepuasan lebih tinggi dibandingkan karyawan yang masa kerjanya lebih lama. Hal ini dikarenakan, biasanya karyawan baru mendapatkan perhatian lebih dari Manajemen, terutama dari atasannya langsung. Perhatian lebih ini dikarenakan sebagai karyawan baru, tentu pihak manajemen akan menjelaskan tanggung jawab dan tugas mereka. Sehingga terjalin komunikasi antara atasan dan bawahan. Hal ini membuat mereka merasa diperhatikan dan bersemangat untuk bekerja. Bahkan tidak sedikit karyawan baru yang mendapatkan beberapa training untuk menunjang tugasnya diawal masa kerja. Sementara itu, karyawan lama yang sudah bekerja dalam kurun waktu tertentu, akan merasakan kejenuhan. Mereka menginginkan adanya perubahan dan tantangan baru dalam pekerjaannya. Tantangan ini mencakup baik dari sisi besarnya tanggung jawab atau mungkin jenis pekerjaan. Ketika perusahaan tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang, hal ini akan membuat mereka demotivasi, malas bekerja dan produktivitasnya turun. Apabila perasaan ini dirasakan oleh sebagian besar karyawan lama, bisa dibayangkan betapa rendahnya tingkat produktivitas perusahaan secara keseluruhan dan bila dibiarkan perusahaan akan merugi (Evita Dewi, 2010). 292

9 4. Kesimpulan Berdasarkan dari analisis data dan pembahasan, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: a) Variabel insentif, dan masa kerja secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja bagian pengolahan pada PTPN XII (Persero) Kebun Renteng; b) Variabel insentif mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa apabila variabel insentif meningkat maka akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja; c) Variabel masa kerja mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa apabila variabel masa kerja meningkat maka akan menurunkan produktivitas tenaga kerja. Setelah diadakannya penelitian mengenai pengaruh insentif, masa kerja, dan curahan jam kerja lembur terhadap produktivitas tenaga kerja bagian pengolahaan pada pabrik pengolahan PTPN XII (Persero) Kebun Renteng, maka dapat disampaikan saran sebagai berikut: a) Untuk meningkatan produktivitas, hendaknya pihak perusahaan memotivasi tenaga kerjanya dengan pemberian bonus atau insentif karena dengan cara pemberian bonus maka tenaga kerja akan lebih giat untuk bekerja sehingga produktivitas perusahaan juga akan lebih meningkat; b) Masa kerja atau lama kerja seseorang tidak akan menjamin orang tersebut dalam meningkatkan produktivitas perusahaan, jadi pihak perusahaan hendaknya memberi pendidikan dan pelatihan kepada tenaga kerja yang memiliki masa kerja yang lama ataupun baru supaya produktivitas perusahaan lebih meningkat; c) Pihak manajemen hendaknya lebih memperhatikan keadaan lingkungan kerja untuk menciptakan gairah pekerja, serta lingkungan yang bersih dan nyaman bagi pekerja untuk memacu semangat kerja dan menjalin keakraban sehingga meningkatkan produktivitas. 293

10 Andjar Widjajanti, Produktivitas Tenaga Kerja Bagian Pengolahan Kebun Renteng Jember Daftar Pustaka Alatas, S dan Priyono, E. Migrasi Penduduk dan Produktivitas Pekerja, Ciri Demografi Kualitas Penduduk dan Pembangunan Ekonomi. Jakarta: LPFE-UI. Ananta, A Ciri Demografis Kualitas Penduduk Dan Pembangunan Ekonomi. Jakarta: FE-UI Arfida Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Ghalia Indonesia. Badan Penerbit Universitas Jember Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: Badan Penerbit Universitas Jember. BPS Kabupaten Jember dalam Angka Laporan Tahunan. Jember:BPS. Bungin, B Metode Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijaksanaan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana. Gujarati, D Ekonometrika Dasar. Terjemahan Oleh Zumarno Z. Jakarta: Erlangga. Manning, C Urbanisasi, Penganguran dan Sektor Informal Dikota. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Martoyo, S,SE Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi 2. Yogyakarta: BPFE. Mubiyarto Peluang Kerja dan Berusaha di Pedesaan. Jogjakarta: BPFE-UGM. Munir Migrasi, Dasar-Dasar Demografi. Jakarta: LPFE-UI. Nazir, M Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. Notoadmojo, S Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta. PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) Kebun Renteng Selayang Pandang PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) Kebun Renteng. Jember: PTPN XII (Persero) Kebun Renteng. Saleh, M Pengaruh Latihan Kerja Dan Kedisiplinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PTPN X Arjasa Kabupaten Jember. JURNAL. Jember: FE-UNEJ. Simanjuntak, P Pengantar Energi Sumber Daya Manusia. Jakarta: LPFE-UI. Singarimbun, M dan Effendi, S Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES. Sinungan, M Produktivitas Apa dan Bagaimana. Jakarta: Bumi Aksara. Sukemi, S dkk Hubungan Ketenagakerjaan. Jakarta: Kurnia Jakarta. 294

11 Supranto, J Ekonometri. Buku Kesatu. Bogor: Ghalia Indonesia. Suprihanto, J Manajemen Sumber Daya Manusia II. Jakarta: Universitas Terbuka. Suroto Strategi Pembangunan dan Perencanaan Kesempatan Kerja. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Umar, H Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Jakarta: Gramedia. Wardhono, A Mengenal Ekonometrika Teori dan Aplikasi. Edisi Pertama. Jember: Badan Penerbit Universitas Jember. Widarjono, A Ekonometrika (Teori dan Aplikasi). Yogyakarta: Ekonisia. Widyastuti, P Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Industri Kerajinan Manik-Manik di Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Tidak di Publikasikan. Jember: FE-UNEJ. Wirosuhardjo Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta 295

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengantar Bab 4 akan memaparkan proses pengolahan data dan analisis hasil pengolahan data. Data akan diolah dalam bentuk persamaan regresi linear berganda dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sekunder deret waktu (time series) mulai dari Januari 2013 sampai

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sekunder deret waktu (time series) mulai dari Januari 2013 sampai BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis dan Hasil Regresi Semua data yang digunakan dalam analisis ini merupakan data sekunder deret waktu (time series) mulai dari Januari 2013 sampai Desember

Lebih terperinci

PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN

PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2006-2013 INDAH AYU PUSPITA SARI 14213347/3EA16 Sri Rakhmawati, SE.,

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. atau tidak dalam penelitian ini jarque-berra dimana hasilnya dapat. ditunjukkan dari nilai probabilitas Jarque-Berra.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. atau tidak dalam penelitian ini jarque-berra dimana hasilnya dapat. ditunjukkan dari nilai probabilitas Jarque-Berra. BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah distribusi data normal atau tidak dalam penelitian ini jarque-berra dimana hasilnya dapat

Lebih terperinci

LAMPIRAN Langkah-Langkah Pemilihan Model Regresi Data Panel

LAMPIRAN Langkah-Langkah Pemilihan Model Regresi Data Panel LAMPIRAN Langkah-Langkah Pemilihan Model Regresi Data Panel Hasil Common Effect Method: Panel Least Squares Date: 12/06/11 Time: 18:16 C 12.40080 1.872750 6.621707 0.0000 LOG(PDRB) 0.145885 0.114857 1.270151

Lebih terperinci

KUISIONER. 2. Berapa besar nilai Modal kerja yang diperlukan untuk produksi setiap bulan?

KUISIONER. 2. Berapa besar nilai Modal kerja yang diperlukan untuk produksi setiap bulan? Lampiran 1 : Kuisioner KUISIONER A. PROFIL USAHA 1. Nama Usaha :. Alamat Usaha : 3. Pemilik Usaha :. Alamat Pemilik : 5. Jenis Usaha : 6. Usia : 7. Jenis Kelamin : 8. Jumlah Tanggungan : B. DAFTAR PERTANYAAN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. sekunder dalam bentuk deret waktu (time series) selama 15 tahun pada periode

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. sekunder dalam bentuk deret waktu (time series) selama 15 tahun pada periode 38 BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1 Analisis Deskripsi Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya merupakan data sekunder dalam bentuk deret waktu (time series) selama 15 tahun pada periode

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

BAB IV HASIL DAN ANALISIS BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1. Deskripsi Data Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang merupakan datatime series atau data runtun waktu sebanyak 12 observasi, yaitu

Lebih terperinci

BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 72 BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini alat analisis data yang digunakan adalah model regresi linear klasik (OLS). Untuk pembuktian kebenaran hipotesis dan untuk menguji setiap variabel

Lebih terperinci

Lampiran 1. Data Regresi. 71 Universitas Sumatera Utara

Lampiran 1. Data Regresi. 71 Universitas Sumatera Utara Lampiran 1 Data Regresi I obs X1 X2 X3 X4 Y 1 5.000000 1.000000 2.000000 18.00000 20.00000 2 4.000000 1.000000 2.000000 20.00000 20.00000 3 4.000000 2.000000 3.000000 20.00000 20.00000 4 3.000000 5.000000

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, time series triwulan dari

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, time series triwulan dari 34 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, time series triwulan dari tahun 2005-2012, yang diperoleh dari data yang dipublikasikan

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5. 1 Pengantar Bab 5 akan memaparkan proses pengolahan data dan analisis hasil pengolahan data. Data diolah dalam bentuk persamaan regresi linear berganda dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB 2 MODEL REGRESI LINIER

BAB 2 MODEL REGRESI LINIER BAB 2 MODEL REGRESI LINIER Model regresi liner merupakan suatu model yang parameternya linier (bisa saja fungsinya tidak berbentuk garus lurus), dan secara kuantitatif dapat digunakan untuk menganalisis

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Heterokidastisitas Dalam uji white, model regresi linier yang digunakan dalam penelitian ini diregresikan untuk mendapatkan nilai residualnya. Kemudian

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. yakni sebesar 33,03% diterangkan di luar model dari penelitian ini. Dengan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. yakni sebesar 33,03% diterangkan di luar model dari penelitian ini. Dengan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa dari hasil analisisis regresi diperoleh nilai dari R 2 sebesar 0.669740, berarti penyebaran data

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Metode yang digunakan untuk menduga faktor-faktor yang memengaruhi

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Metode yang digunakan untuk menduga faktor-faktor yang memengaruhi BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Estimasi Parameter Model Metode yang digunakan untuk menduga faktor-faktor yang memengaruhi Penanaman Modal Asing di Provinsi Jawa Timur adalah dengan menggunakan metode

Lebih terperinci

Kredit (Y) Pendapatan (x1) Usia (x3) Modal Kerja (x2) Universitas Sumatera Utara

Kredit (Y) Pendapatan (x1) Usia (x3) Modal Kerja (x2) Universitas Sumatera Utara No Kredit (Y) Pendapatan (x1) Modal Kerja (x2) Usia (x3) Jumlah Tanggungan (x4) 1 1000000 80000 80000 20 0 2 1000000 275000 500000 21 1 3 1500000 400000 550000 25 1 4 2000000 400000 1000000 25 1 5 2000000

Lebih terperinci

(Data Mentah) Data Penerimaan Asli Daerah Sektor Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Jumlah Kunjunga Wisatawan dan Jumlah Objek Wisata

(Data Mentah) Data Penerimaan Asli Daerah Sektor Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Jumlah Kunjunga Wisatawan dan Jumlah Objek Wisata L A M P I R A N 95 96 Lampiran 1 (Data Mentah) Data Penerimaan Asli Daerah Sektor Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Jumlah Kunjunga Wisatawan dan Jumlah Objek Wisata TAHUN PAD Sektor Pariwisata Jumlah

Lebih terperinci

Lampiran I. INDENTITAS RESPONDEN PETANI NILAM DI KABUPATEN PAKPAK BHARAT No Nama

Lampiran I. INDENTITAS RESPONDEN PETANI NILAM DI KABUPATEN PAKPAK BHARAT No Nama Lampiran I. INDENTITAS RESPONDEN PETANI NILAM DI KABUPATEN PAKPAK BHARAT No Nama Alamat Responden Umur Pendidikan Responden 1. Ringgas Berutu Desa Namuseng. Kec: 67 SLTP Sitellu Tali Urang Julu 2. Disol

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATARBELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. LATARBELAKANG BAB I PENDAHULUAN A. LATARBELAKANG Pertumbuhan ekonomi merupakan pertumbuhan output yang dibentuk oleh berbagai sektor ekonomi sehingga dapat menggambarkan bagaimana kemajuan atau kemunduran yang telah

Lebih terperinci

Lampiran 2 Penduduk Menurut Status Pekerjaan Utama (jiwa)

Lampiran 2 Penduduk Menurut Status Pekerjaan Utama (jiwa) 81 Lampiran 1 Jumlah Penduduk, Rumahtangga, dan Rata-rata Anggota Rumahtangga Tahun Jumlah Penduduk (ribu jiwa) Jumlah Rumahtangga Rata-rata Anggota Rumahtangga (1) (2) (3) (4) 2000 205.132 52.008,3 3,9

Lebih terperinci

1) Kriteria Ekonomi Estimasi model dikatakan baik bila hipotesis awal penelitian terbukti sesuai dengan tanda dan besaran dari penduga.

1) Kriteria Ekonomi Estimasi model dikatakan baik bila hipotesis awal penelitian terbukti sesuai dengan tanda dan besaran dari penduga. LAMPIRAN Lampiran 1. Evaluasi Model Evaluasi Model Keterangan 1) Kriteria Ekonomi Estimasi model dikatakan baik bila hipotesis awal penelitian terbukti sesuai dengan tanda dan besaran dari penduga. 2)

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder 47 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan 2003-2012. Data sekunder tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Dalam Angka, Badan

Lebih terperinci

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Regional Bruto tiap provinsi dan dari segi demografi adalah jumlah penduduk dari

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Regional Bruto tiap provinsi dan dari segi demografi adalah jumlah penduduk dari 54 V. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan dibahas hasil dari estimasi faktor-faktor yang memengaruhi migrasi ke Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia. Adapun variabel

Lebih terperinci

HASIL ANALISA DATA ROE LDA DA SDA SG SIZE

HASIL ANALISA DATA ROE LDA DA SDA SG SIZE HASIL ANALISA DATA STATISTIK DESKRIPTIF Date: 06/15/16 Time: 11:07 Sample: 2005 2754 ROE LDA DA SDA SG SIZE Mean 17.63677 0.106643 0.265135 0.357526 0.257541 21.15267 Median 11.00000 0.059216 0.251129

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah perusahaan industri asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode tahun 2010-2013.

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. dapat digunakan. Keempat pengujian tersebut adalah uji kenormalan, uji

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. dapat digunakan. Keempat pengujian tersebut adalah uji kenormalan, uji BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Uji Asumsi Pengujian asumsi dilalukan untuk memastikan bahwa model yang dipilih telah memenuhi asumsi yang telah ditentukan. Ada empat tahapan pengujian asumsi yang harus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENGUJIAN. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan uji hipotesis untuk membuktikan adanya

BAB IV HASIL PENGUJIAN. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan uji hipotesis untuk membuktikan adanya BAB IV HASIL PENGUJIAN IV.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif berdasarkan data empiris. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan uji hipotesis untuk

Lebih terperinci

Produktivitas Padi, Luas Panen dan Produksi Padi di Kabupaten Deli Serdang,

Produktivitas Padi, Luas Panen dan Produksi Padi di Kabupaten Deli Serdang, Lampiran 1. Produktivitas Padi, Luas Panen dan Produksi Padi di Kabupaten Deli Serdang, 2004-2010 Tahun Semester Produktivitas Padi (ton/ha) Luas Panen (ha) Produksi Padi (ton) 2004 1 4.585 40.187 184257.4

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGANGGURAN DI SUMATERA BARAT. (Factors Identification That Affecting Unemployment.

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGANGGURAN DI SUMATERA BARAT. (Factors Identification That Affecting Unemployment. IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGANGGURAN DI SUMATERA BARAT (Factors Identification That Affecting Unemployment In West Sumatra) Wegi Purwanti, Kasman Karimi 1. Evi Susanti Tasri 2 Ekonomi

Lebih terperinci

akan di gunakan berbentuk linier atau log linier. Maka dalam penelitian ini

akan di gunakan berbentuk linier atau log linier. Maka dalam penelitian ini 56 BAB VI ANALISIS DAN PEMBAHASAN 6.1. Analisis Hasil Regresi dan Pengujian Hipotesis 6.1.1. Pemilihan Model Regresi Pemilihan model regresi ini menggunakan uji Mackinnon, white and Davidson (MWD) yang

Lebih terperinci

Jurusan Manajemen Universitas Negeri Gorontalo. Abstrak

Jurusan Manajemen Universitas Negeri Gorontalo. Abstrak 2 PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN NET PROFIT MARGIN TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN KOSMETIK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2009-2013 Sri Rahmawati 1, Heldy

Lebih terperinci

Lampiran 1 Daftar Populasi Sampel Penelitian

Lampiran 1 Daftar Populasi Sampel Penelitian Lampiran 1 Daftar Populasi Sampel Penelitian No. Kode Nama Perusahaan Kriteria Sampel 1 2 3 Ke 1. ASII PT. Astra Internasional, Tbk. 1 2. AUTO PT. Astra Otoparts, Tbk. 2 3. BRAM PT. Indokordsa, Tbk. 3

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden Dalam gambaran umum mengenai responden ini akan disajikan data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 100 orang

Lebih terperinci

MASALAH-MASALAH DALAM MODEL REGRESI LINIER

MASALAH-MASALAH DALAM MODEL REGRESI LINIER MASALAH-MASALAH DALAM MODEL REGRESI LINIER Pendahuluan Analisis model regresi linier memerlukan dipenuhinya berbagai asumsi agar model dapat digunakan sebagai alat prediksi yang baik. Namun tidak jarang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Industri UKM Terhadap Pertumbuhan Sektor Industri di Kabupaten Bantul Tahun

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Industri UKM Terhadap Pertumbuhan Sektor Industri di Kabupaten Bantul Tahun BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini berisi analisis hasil penelitian mengenai Pengaruh Perkembangan Industri UKM Terhadap Pertumbuhan Sektor Industri di Kabupaten Bantul Tahun 1994-2009. Analisis data

Lebih terperinci

Rizky Wishudawati et al, Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Pekerja Pengangkut Belerang Kawah Ijen...

Rizky Wishudawati et al, Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Pekerja Pengangkut Belerang Kawah Ijen... 1 Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Pekerja Pengangkut Belerang Kawah Ijen (Studi Empiris pada PT. Candi Ngrimbi Unit 1 Belerang di Desa Tamansari Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi) Factors Affecting

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1. Kuisioner Penelitian KUISIONER

LAMPIRAN 1. Kuisioner Penelitian KUISIONER LAMPIRAN 1 Kuisioner Penelitian No : KUISIONER ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MASYARAKAT DALAM MEMANFAATKAN KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH DI KOTA MEDAN (STUDI KASUS PT. BRI MEDAN) Oleh:

Lebih terperinci

Lampiran 1. Jumlah Deposito, Suku Bunga Deposito, dan Inflasi di Indonesia Tahun

Lampiran 1. Jumlah Deposito, Suku Bunga Deposito, dan Inflasi di Indonesia Tahun 69 Lampiran 1. Jumlah Deposito, Suku Bunga Deposito, dan Inflasi di Indonesia Tahun 2004-2010 Periode sbdepo Inflasi depo Jan-04 6.27 0.57 426.424 Feb-04 5.99-0.02 409.204 Mar-04 5.86 0.36 401.686 Apr-04

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB V HASIL PENELITIAN BAB V HASIL PENELITIAN Dalam bab V ini akan diuraikan analisis hasil penelitian yaitu hasil analisis kovariansi (covariance anaysis) dan ekonometrika yang mencoba melihat pengaruh jumlah penduduk bekerja,

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian

METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif. Definisi dari penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 TABEL RESPONDEN No. y x1 x2 x

LAMPIRAN 1 TABEL RESPONDEN No. y x1 x2 x LAMPIRAN 1 TABEL RESPONDEN No. y x1 x2 x3 1 1.12 8979000 3000000 4 2 1.15384 8979000 3500000 2 3 1.25 9000000 4000000 2 4 1.12 8900000 4000000 4 5 1.53846 10165900 7000000 3 6 1.875 10165900 9000000 2

Lebih terperinci

Nasrul Hidayat et al., Determinasi Analisis Pengaruh Tenaga Kerja Modal dan Wilayah Pemasran Terhadap... ABSTRAK

Nasrul Hidayat et al., Determinasi Analisis Pengaruh Tenaga Kerja Modal dan Wilayah Pemasran Terhadap... ABSTRAK Analisis Pengaruh Tenaga Kerja, Modal dan Wilayah Pemasaran Terhadap Keuntungan Pedagang Komoditas Pertanian di Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang (Analysis Of The Influence of Labor Capital and Marketing

Lebih terperinci

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PENGRAJIN KULIT DI DESA TANGGULANGIN KECAMATAN TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PENGRAJIN KULIT DI DESA TANGGULANGIN KECAMATAN TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO RIKO AFRIYANTORO et al Faktor yang mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Pengrajin Kulit FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PENGRAJIN KULIT DI DESA TANGGULANGIN KECAMATAN TANGGULANGIN

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Uji akar akar unit yang bertujuan untuk menganalisis data time series

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Uji akar akar unit yang bertujuan untuk menganalisis data time series 44 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisa Kelayakan Data 4.1.1 Uji Stasioner Uji akar akar unit yang bertujuan untuk menganalisis data time series stasioner (tidak ada akar akar unit) atau tidak

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

BAB IV HASIL DAN ANALISIS BAB IV HASIL DAN ANALISIS Pada bab ini akan diuraikan hasil penelitian dan analisis dari data-data penelitian yang telah diolah menggunakan Eviews, diikuti dengan pembahasan dari hasil pengolahan data.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. standar deviasi suatu data. Hasil analisis deskiptif didapatkan dengan. Tabel 4.1 Analisis Statistik Deskriptif

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. standar deviasi suatu data. Hasil analisis deskiptif didapatkan dengan. Tabel 4.1 Analisis Statistik Deskriptif 50 A. Statistik Deskriptif BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui deskripsi suatu data, analisis ini dilakukan dengan melihat nilai maksimum, minimum, mean,dan

Lebih terperinci

Lampiran 1 : Pemilihan Bank Melalui Kriteria Berdasarkan Purposive Sampling

Lampiran 1 : Pemilihan Bank Melalui Kriteria Berdasarkan Purposive Sampling Lampiran 1 : Pemilihan Bank Melalui Kriteria Berdasarkan Purposive Sampling No Nama Bank Kriteria 1 Kriteria 2 Yang memenuhi kriteria 1 dan 2 1 PT. BPD Aceh 2 PT. BPD Bali 3 PT. BPD Bengkulu - - 4 PT.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini menggunakan data dari tiga variabel independen serta dua

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini menggunakan data dari tiga variabel independen serta dua BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian Penelitian ini menggunakan data dari tiga variabel independen serta dua variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu kepemilikan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Belanja Daerah tahun sekarang pada kabupaten/kota di propinsi Sumatera Utara

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Belanja Daerah tahun sekarang pada kabupaten/kota di propinsi Sumatera Utara 42 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menganalisis pengaruh DAU dan PAD tahun lalu terhadap Belanja Daerah tahun sekarang pada kabupaten/kota di propinsi Sumatera Utara tahun 2006 2008. Alat analisis

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keyword : Age, Year Of Service, Education, Productivity

ABSTRACT. Keyword : Age, Year Of Service, Education, Productivity FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA BAGIAN PENYORTIRAN PADA KOPERASI AGROBISNIS TARUTAMA NUSANTARA (KOPA TTN) DI KABUPATEN JEMBER SKRIPSI Oleh : AKHMAD NASRUL HAQ NIM : 020810101076

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh debt to equity ratio. sampel penelitian dengan rincian sebagai berikut :

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh debt to equity ratio. sampel penelitian dengan rincian sebagai berikut : 44 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengumpulan Data Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh debt to equity ratio (DER), price to earning ratio (PER), dan earning pershare (EPS) terhadap return

Lebih terperinci

BAB IV ESTIMASI DAN ANALISIS MODEL

BAB IV ESTIMASI DAN ANALISIS MODEL BAB IV ESTIMASI DAN ANALISIS MODEL 4.1 Estimasi Regresi Model Akibat dari penggunaan Logaritma Natural (ln) pada sebagian variabel model, maka nilai koefisien dari model dengan (ln) menunjukkan besaran

Lebih terperinci

BAB IV STUDI KASUS. Indeks merupakan daftar harga sekarang dibandingkan dengan

BAB IV STUDI KASUS. Indeks merupakan daftar harga sekarang dibandingkan dengan BAB IV STUDI KASUS 4.1 Indeks Harga Konsumen Indeks merupakan daftar harga sekarang dibandingkan dengan sebelumnya menurut persentase untuk mengetahui turun naiknya harga barang. Indeks Harga Konsumen

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif dengan

III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif dengan 40 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif dengan rentang waktu dari tahun 2001 2012. Tipe data yang digunakan adalah data runtut

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (time series) yang diperoleh dari beberapa lembaga dan instansi pemerintah,

Lebih terperinci

5. PENGARUH BELANJA PEMERINTAH, INFRASTRUKTUR, DAN TENAGA KERJA TERHADAP PDRB

5. PENGARUH BELANJA PEMERINTAH, INFRASTRUKTUR, DAN TENAGA KERJA TERHADAP PDRB Sementara itu, Kabupaten Supiori dan Kabupaten Teluk Wondama tercatat sebagai daerah dengan rata-rata angka kesempatan kerja terendah selama periode 2008-2010. Kabupaten Supiori hanya memiliki rata-rata

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. model struktural adalah nilai PDRB, investasi Kota Tangerang, jumlah tenaga kerja,

III. METODE PENELITIAN. model struktural adalah nilai PDRB, investasi Kota Tangerang, jumlah tenaga kerja, III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk time series dari tahun 1995 sampai tahun 2009. Data yang digunakan dalam model

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah

III. METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah 63 III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Belanja Barang dan Jasa (BBJ) terhadap pembangunan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan 2001-2012.Data sekunder tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Dalam Angka, dan Dinas

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data time series tahunan Data

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data time series tahunan Data 40 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data time series tahunan 2002-2012. Data sekunder tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung. Adapun data

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Sumatera Utara, khususnya dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Sumatera Utara, khususnya dalam 21 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Provinsi Sumatera Utara, khususnya dalam ruang lingkup sektor pertanian. Waktu penelitian untuk mengumpulkan data

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KOTA MEDAN TAHUN

ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KOTA MEDAN TAHUN ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KOTA MEDAN TAHUN 2000-2014 NADIA IKA PURNAMA Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara email : nadiaika95@gmail.com

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. dilakukan untuk mengetahui seberapa pengaruh variabel-variabel independen

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. dilakukan untuk mengetahui seberapa pengaruh variabel-variabel independen BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1 Deskripsi Data Penelitian Jenis data yang digunakan adalah data panel yang berbentuk dari tahun 2006 sampai tahun 2013 yang mencakup 33 propinsi di Indonesia. Penelitian ini

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. sejenis yang ingin melanjutkan atau mengembangkan penelitian ini.

BAB V PENUTUP. sejenis yang ingin melanjutkan atau mengembangkan penelitian ini. BAB V PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil penelitian dan pembahasan untuk membuktikan kebenaran hipotesis penelitian.

Lebih terperinci

LAMPIRAN I HASIL REGRESI DAN UJI ASUMSI KLASIK PENDUGAAN PARAMETER MODEL SIMULTAN

LAMPIRAN I HASIL REGRESI DAN UJI ASUMSI KLASIK PENDUGAAN PARAMETER MODEL SIMULTAN DAFTAR PUSTAKA Basri, Faisal. 2002. Perekonomian Indonesia : Tantangan dan Harapan bagi Kebangkitan Indonesia. Jakarta : Erlangga. Bratakusumah, Deddy Supriady dan Dadang, Solihin. 2004. Otonomi Penyelenggaraan

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP , maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

BAB V PENUTUP , maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa perhitungan regresi dan efisiensi, serta pembahasan permintaan (konsumsi) energi listrik di Indonesia dalam periode 1990-2010, maka dapat ditarik

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan hipotesa. Jenis penelitian ini adalah penelitian sebab akibat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan hipotesa. Jenis penelitian ini adalah penelitian sebab akibat BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen yang di teliti kemudian dianalisis

Lebih terperinci

Lampiran-Lampiran ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL KUISIONER. ( Pedagang di Kawasan Pasar Buah Berastagi )

Lampiran-Lampiran ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL KUISIONER. ( Pedagang di Kawasan Pasar Buah Berastagi ) 71 Lampiran-Lampiran Lampiran 1 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL KUISIONER ( Pedagang di Kawasan Pasar Buah Berastagi ) PELAKU KEGIATAN USAHA 1. Nama : 2. Alamat

Lebih terperinci

BAB XII INTERPRETASI HASIL OLAH DATA

BAB XII INTERPRETASI HASIL OLAH DATA BAB XII INTERPRETASI HASIL OLAH DATA Pendahuluan Intepretasi data adalah salah satu komponen penting dalam tahap akhir olah data. Ketika data telah diolah maka inilah kunci dari akhir tahap olah data sebelum

Lebih terperinci

Ade Purnomo Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

Ade Purnomo Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma PENGARUH PENDAPATAN PEGADAIAN, JUMLAH NASABAH, DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP PENYALURAN KREDIT PADA PERUM PEGADAIAN SYARIAH CABANG DEWI SARTIKA PERIODE 2004-2008. Ade Purnomo Fakultas Ekonomi Universitas

Lebih terperinci

PENGARUH EKSPOR, IMPOR, DAN NILAI TUKAR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE

PENGARUH EKSPOR, IMPOR, DAN NILAI TUKAR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE PENGARUH EKSPOR, IMPOR, DAN NILAI TUKAR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE 2002-2012 Ayunia Pridayanti Progam Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya Jalan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. deposito berjangka terhadap suku bunga LIBOR, suku bunga SBI, dan inflasi

METODE PENELITIAN. deposito berjangka terhadap suku bunga LIBOR, suku bunga SBI, dan inflasi III. METODE PENELITIAN Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat suku bunga deposito berjangka terhadap suku bunga LIBOR, suku bunga SBI, dan inflasi pada bank umum di Indonesia.

Lebih terperinci

PENGARUH POTENSI PERTUMBUHAN PAJAK PENERAN GAN JALAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA KABUPATEN GORONTALO DAN KOTA GORONTALO

PENGARUH POTENSI PERTUMBUHAN PAJAK PENERAN GAN JALAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA KABUPATEN GORONTALO DAN KOTA GORONTALO 1 2 PENGARUH POTENSI PERTUMBUHAN PAJAK PENERAN GAN JALAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA KABUPATEN GORONTALO DAN KOTA GORONTALO YELIYANA BUMULO 1, HARTATI TULI 2, MAHDALENA 3 Jurusan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis data pada bab IV didepan, maka pada bab lima

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis data pada bab IV didepan, maka pada bab lima BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data pada bab IV didepan, maka pada bab lima ini penulis mengambil suatu kesimpulan hasil penelitian yaitu sebagai berikut: 1. Modal

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Data diperoleh dari BPS RI, BPS Provinsi Papua dan Bank Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN Data diperoleh dari BPS RI, BPS Provinsi Papua dan Bank Indonesia BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data time series triwulanan dengan periode data 2000 2010. Data diperoleh dari BPS RI, BPS Provinsi Papua dan Bank Indonesia

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bagian ini berisikan kesimpulan dan saran. Kesimpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil penelitian dan pembahasan untuk membuktikan kebenaran

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Agriculture, Manufacture Dan Service di Indonesia Tahun Tipe

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Agriculture, Manufacture Dan Service di Indonesia Tahun Tipe BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan analisis mengenai Pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Dan Penanaman Modal Asing

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. digunakan untuk mengetahui pengaruh unjuk kerja guru, fasilitas pembelajran dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. digunakan untuk mengetahui pengaruh unjuk kerja guru, fasilitas pembelajran dan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Diskripsi Data Diskripsi hasil penelitian ini didasarkan pada skor dari kuesioner yang digunakan untuk mengetahui pengaruh unjuk kerja guru,

Lebih terperinci

PENGARUH PENGANGGURAN DAN INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN TRENGGALEK

PENGARUH PENGANGGURAN DAN INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN TRENGGALEK PENGARUH PENGANGGURAN DAN INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN TRENGGALEK Rovia Nugrahani Pramesthi Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang Surabaya ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data

BAB III METODE PENELITIAN. Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah Koperasi Jasa Keuangan Syariah Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data Tingkat Bagi Hasil

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebagaimana telah diketahui bahwa tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebagaimana telah diketahui bahwa tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN Sebagaimana telah diketahui bahwa tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui tingkat efektifitas kebijakan pemerintah pada industri pemotongan hewan. Kebijakan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung yang berupa cetakan atau publikasi

III. METODE PENELITIAN. Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung yang berupa cetakan atau publikasi III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari publikasi dinas atau instansi pemerintah, diantaranya adalah publikasi dari

Lebih terperinci

ANALISIS KEPEKAAN PENYERAPAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN SEKTORAL DI INDONESIA TAHUN FESTI RISMUNADI

ANALISIS KEPEKAAN PENYERAPAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN SEKTORAL DI INDONESIA TAHUN FESTI RISMUNADI ANALISIS KEPEKAAN PENYERAPAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN SEKTORAL DI INDONESIA TAHUN 2005 2014 FESTI RISMUNADI 123401035 Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi Jl.Siliwangi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan kajian mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan kajian mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan kajian mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produk Domestik Bruto Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia Tahun

Lebih terperinci

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN. Tengah tahun dan apakah pengangguran berpengaruh terhadap

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN. Tengah tahun dan apakah pengangguran berpengaruh terhadap BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas tentang hasil penelitian yang telah diperoleh sekaligus pembahasannya. Hasil penelitian ini menjawab masalah penelitian pada Bab I yaitu apakah jumlah

Lebih terperinci

Pusat Statistik. Adapun data yang telah di olah terdapat terdapat pada tabel 6.1

Pusat Statistik. Adapun data yang telah di olah terdapat terdapat pada tabel 6.1 BAB VI ANALISA DATA 6.1. Deskripsi Data Data yai g dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, terutama bersumber dari Badan Pusat Statistik, Intenational Financial Statistic dan situs Badan

Lebih terperinci

REGRESI LINIER SEDERHANA

REGRESI LINIER SEDERHANA REGRESI LINIER SEDERHANA Model fungsi : Y = f (X) LAHIR = F (WUS) LAHIR, yaitu data jumlah kelahiran setahun lalu di sejumlah Kecamatan di Jateng WUS, yaitu data jumlah wanita usia subur di sejumlah Kecamatan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian merupakan cara peneliti yang digunakan dalam mendapatkan data untuk

III. METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian merupakan cara peneliti yang digunakan dalam mendapatkan data untuk III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian merupakan cara peneliti yang digunakan dalam mendapatkan data untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Sugiyono (2013:24) metode penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. di peroleh dari Website Bank Muamlat dalam bentuk Time series tahun 2009

BAB III METODE PENELITIAN. di peroleh dari Website Bank Muamlat dalam bentuk Time series tahun 2009 17 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang di peroleh dari Website Bank Muamlat dalam bentuk Time series tahun 2009

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Lampiran 1. Daftar Sampel Perusahaan Makanan dan Minuman

LAMPIRAN. Lampiran 1. Daftar Sampel Perusahaan Makanan dan Minuman LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar Sampel Perusahaan Makanan dan Minuman No Nama Perusahaan Tanggal Listing Kriteria 1 2 3 1. PT. Cahaya Kalbar Tbk 9 Juli 1996 2. PT. Delta Djakarta Tbk 27 Februari 1984 3. PT.

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI sejak awal periode 2010-2014. Dari 14 perusahaan tercatat ada

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 85 Lampiran 1. Daftar Populasi Dan Pemilihan Sampel Perusahaan No Kode Nama Perusahaan Kriteria Sampel 1 2 3 1 ADES Akasha Wira Internasional Tbk,PT v v v 2 AQUA PT Aqua Golden Mississippi Tbk

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. dan yang tidak dipublikasikan. Data penelitian bersumber dari laporan keuangan

III. METODE PENELITIAN. dan yang tidak dipublikasikan. Data penelitian bersumber dari laporan keuangan 53 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang akan diteliti adalah data sekunder, berupa catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan

Lebih terperinci

PENGARUH PENDAPATAN PERKAPITA DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERMINTAAN POLIS ASURANSI JIWA

PENGARUH PENDAPATAN PERKAPITA DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERMINTAAN POLIS ASURANSI JIWA PENGARUH PENDAPATAN PERKAPITA DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERMINTAAN POLIS ASURANSI JIWA Oleh: Fitroh Yuni Prakatiwi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang ABSTRACT The research aimed to

Lebih terperinci

DAFTAR PUSTAKA. Halim Abdul, (2002). Akuntansi Sektor Publik. Salemba Empat, Jakarta.

DAFTAR PUSTAKA. Halim Abdul, (2002). Akuntansi Sektor Publik. Salemba Empat, Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Halim Abdul, (2002). Akuntansi Sektor Publik. Salemba Empat, Jakarta. Mattjik AS &M. Sumertajaya, (2000). Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis. IPB Press. Bogor. Nataludin. (2001). Potensi

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN. Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat tingkat kevalidan atau

BAB IV PENGUJIAN. Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat tingkat kevalidan atau BAB IV PENGUJIAN 4.3 Uji Validitas dan Reliabilitas 4.3. Uji Validitas Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Uji validitas digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam buku Sugiono, menurut tingkat explanasinya atau tingkat penjelas yaitu dimana penelitian yang menjelaskan kedudukan variabelvariabel yang diteliti serta

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Peningkatan Jumlah Uang yang Beredar (M1) dan Harga Premium Bersubsidi

BAB V PENUTUP. Peningkatan Jumlah Uang yang Beredar (M1) dan Harga Premium Bersubsidi BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambildari penelitian dan pembahasan Pengaruh Peningkatan Jumlah Uang yang Beredar (M1) dan Harga Premium Bersubsidi terhadap Inflasi di Indonesia Periode

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Untuk memperjelas dan memudahkan pemahaman terhadap variabelvariabel

METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Untuk memperjelas dan memudahkan pemahaman terhadap variabelvariabel III METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dan memudahkan pemahaman terhadap variabelvariabel yang akan dianalisis dalam penelitian ini, maka perlu dirumuskan

Lebih terperinci