1. Taste, appearance, color merupakan karakteristik kualitas yang bersifat a. Physical b. Sensory c. Time Orientation d. Jawaban a, b, c salah

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "1. Taste, appearance, color merupakan karakteristik kualitas yang bersifat a. Physical b. Sensory c. Time Orientation d. Jawaban a, b, c salah"

Transkripsi

1 1 Pilihan Ganda : 1. Taste, appearance, color merupakan karakteristik kualitas yang bersifat a. Physical b. Sensory c. Time Orientation d. Jawaban a, b, c salah 2. Teknik utama dalam off-line quality control adalah a. Statistical proces control b. Designed experiment c. Histogram d. Box plot 3. Do not rely on mass inspection to control quality adalah salah satu prinsip yang dikemukakan oleh a. Deming b. Ishikawa c. Taguchi d. Jawaban a, b, c salah 4. Jumlah prinsip manajemen mutu yang merupakan dasar bagi standar sistem manajemen mutu dalam kelompok ISO 9000 adalah a. Enam prinsip b. Tujuh prinsip c. Delapan prinsip d. Sembilan prinsip 5. Dalam penilaian sistem manajemen mutu, terdapat empat hal mendasar yang hendaknya dipertanyakan berkaitan dengan tiap proses yang dinilai menurut SNI ISO 9000:2008, kecuali a. Apakah proses itu diidentifikasi dan ditetapkan secara tepat? b. Apakah tanggung jawab ditetapkan? c. Apakah prosedur ditetapkan dan dipelihara? d. Apakah proses tersebut efisien dalam mencapai hasil yang dikehendaki? 6. Peran teknik statistika yang secara eksplisit disebutkan dalam SNO ISO 9000:2008 adalah a. Membantu memahami variabilitas yang diamati dalam karakteristik dari produk dan proses termasuk didalamnya sifat, jangkauan dan penyebab variabilitas b. Membantu memahami hubungan korelasi linier antar berbagai karakteristik dari produk dan proses c. Membantu memahami pemusatan data yang diamati dalam karakteristik dari produk dan proses d. Membantu memahami penyebab terjadinya ketidaksesuaian pada karakteristik produk dan proses dengan spesifikasi yang ditetapkan 7. Menurut SNI ISO 9000:2008 hasil dari sekumpulan kumpulan kegiatan yang saling terkait atau berinteraksi yang mengubah masukan menjadi keluaran merupakan definisi dari : a. Proses b. Produk c. Organisasi d. Model

2 2 8. Istilah kapabilitas menurut SNI ISO 9000:2008 adalah : a. Kemampuan yang dibuktikan dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan b. Kemampuan suatu organisasi, sistem atau proses untuk merealisasikan produk yang akan memenuhi persyaratan produk tersebut c. Sistem untuk menetapkan kebijakan dan sasaran serta untuk mencapai sasaran itu d. Persepsi pelanggan tentang derajat telah dipenuhinya persyaratan pelanggan 9. Menurut SNI ISO 9001:2008 dokumen yang dipersyaratkan oleh sistem manajemen mutu harus dikendalikan. Hal tersebut tercantum dalam pasal (klausul) : a b c d SNI ISO 9001 : 2008 menegaskan sumber daya yang perlu dikelola adalah : a. Sumber daya manusia b. Prasarana c. Lingkungan kerja d. Semua jawaban di atas benar 11. Suatu dimensi tentang kualitas yang memberikan arti hasil karekteristik produk sesuai dengan spesifikasi atau standard yang ditetapkan adalah a. Reliability b. Performance c. Konformansi d. Durability 12. Suatu dimensi tentang kualitas yang memberikan arti seberapa sering produk tersebut mengalami kerusakan adalah a. Reliability b. Performance c. Konformansi d. Durability 13. Dalam menganalisa peta kendali X -R,, terjadinya variability (assignable cause=operator, material, mesin, metode,dsb) dalam proses produksi dengan bentuk mixture, seperti gambar sbb, hal ini sebab masalah yang dominan/tepat adalah : Sampling Kea. Kelelahan operator b. Operator baru c. Operator melalukan process adjustment terlalu sering d. Keausan alat 14. Suatu perusahaan gelas mengembangkan peta kendali X-bar dan R untuk diameter luar dari produknya. Diawali jam 7 pagi, kemudian diperiksa setiap jam memperlihatkan rata-rata diameter luar berada dalam batas kendali. Namun tibatiba jam 2 siang, rata-ratanya melewati batas kendali bawah (LCL) peta X-bar. Hal ini berarti : a. Hanyalah variasi acak dan produksi tetap dipertahankan

3 b. Menunjukkan produksi diluar kendali. Rata-rata dari kurva Normal diameter luar populasi produksi satu jam sebelumnya bergeser ke kanan. Suatu koreksi perlu dilakukan segera. c. Menunjukkan produksi diluar kendali. Rata-rata dari kurva Normal diameter luar populasi produksi satu jam sebelumnya bergeser ke kiri. Suatu koreksi perlu dilakukan segera. d. Kesalahan dalam menghitung UCL telah terjadi 15. Berkaitan dengan pertanyaan satu nomor sebelumnya. Jika tiba-tiba jam 3 sore, range melewati batas kendali atas (UCL) Peta R. Hal ini berarti : a. Hanyalah variasi acak dan produksi tetap dipertahankan b. Menunjukkan produksi diluar kendali. Simpangan baku dari kurva Normal diameter luar populasi produksi satu jam sebelumnya membesar sehingga kurva melandai. Suatu koreksi perlu dilakukan segera. c. Menunjukkan produksi diluar kendali. Simpangan baku dari kurva Normal diameter luar populasi produksi satu jam sebelumnya mengecil sehingga kurva meruncing. Suatu koreksi perlu dilakukan segera. d. Kesalahan dalam menghitung UCL telah terjadi 16. Peta kendali atribut yang berbasis perhitungannya menggunakan Poisson adalah a. Peta p b. Peta np c. Peta c d. Jawaban a, b dan c benar 17. Peta kendali atribut yang berbasis perhitungannya menggunakan Binom adalah a. Peta p b. Peta u c. Peta c d. Jawaban a, b dan c benar 18. Manakah di bawah ini yang paling tepat menggambarkan contoh penyebab khusus : a. Material dan peralatan yang digunakan tidak sesuai dengan persyaratan b. Mesin tidak dirawat dengan baik c. Buruknya tata letak stasiun kerja d. Adanya operator kerja yang tiba-tiba sakit dan digantikan oleh operator yang kurang berpengalaman 19. Penerjemahan customer requirements ke dalam technical requirements untuk pengembangan produk dan jasa terdapat di dalam a. House of Quality b. Fish-bone diagram c. Operation process chart d. Semua jawaban a, b, dan c salah 20. Manakah aspek di bawah ini yang mempresentasikan variabilitas pada kesalahan ukur? a. Reproducibility b. Repeatability c. Stability d. Repeatability dan Reproducibility 21. Yang bukan termasuk ke dalam kesalahan pengukuran adalah? a. Linearity b. Stability c. Akurasi d. Mean 22. Jika tingkat sigmanya 6 berapa nilai DPMOnya? a. 3.2 b. 3.3 c. 3.4 d

4 4 23. Fase untuk meningkatkan proses dan menghilangkan faktor-faktor penyebab cacat adalah? a. Improve b. Analyze c. Control d. Define 24. Metode apakah yang dapat digunakan pada tahap Improve dalam Six Sigma? a. CTQ b. DOE c. COPQ d. SPC 25. Yang dimaksud oleh Gauge Repeatability ialah a.variasi yang terjadi karena disebabkan oleh kesalahan operator b. Variasi yang terjadi karena disebabkan oleh kesalahan alat ukur c.variasi yang terjadi karena disebabkan oleh kesalahan operator dan alat ukur d. Ketiga jawaban di atas tidak ada yang benar 26. Penggunaan tools diagram SIPOC oleh suatu organisasi untuk meningkatkan proses (termasuk dalam proses produksi ) tepat digunakan di dalam tahap a. Analyze b. Define c. Improve d. Control e. Measure 27. Misalkan terdapat eksperimen untuk meneliti adanya pengaruh kandungan kapas terhadap daya rentang serat sistetis. Daya rentang tersebut dinamakan : a. Variabel respon b. Faktor c. Variabel independen d. Variabel Moderator 28. Manakah yang bukan prinsip dasar dalam sebuah perancangan eksperimen a. Randomization b. Replication c. Blocking d. Factorial 29. Ada 3 asumsi yang kita periksa untuk mengetahui kecukupan model, kecuali : a. Normalitas b. Independensi: plot dari residual dalam urutan waktu c. Konstan/homogenitas ragam (variance): plot dari residual vs. Nilai d. Non normalitas 30. Manakah yang bukan tujuan dari perancangan eksperimen : a. Menentukan variabel yang paling mempengaruhi variabel respon. b. Menentukan nilai dari variabel yang berpengaruh supaya variabel respon mendekati nilai target c. Menentukan nilai dari variabel yang berpengaruh supaya variasi variabel respon kecil. d. Menentukan nilai dari variabel yang berpengaruh supaya supaya pengaruh dari faktor gangguan dapat diperbesar 31. Perancangan eksperimen dapat diaplikasikan pada : a. Karakterisasi proses b. Optimisasi proses c. Perancangan produk

5 d. Semua benar 32. Perancangan eksperimen satu faktor dapat dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap bila : a. kondisi unit eksperimen yang digunakan relatif homogen b. kondisi unit eksperimen yang digunakan relatif heterogen c. jawaban a dan b benar d. tidak ada yang benar 33. Rancangan acak kelompok digunakan bila: a. Satuan eksperimennya heterogen b. Satuan eksperimennya homogen c. Jawaban a dan b benar d. Tidak ada yang benar 34. Perancangan eksperimen dengan metode permukaan respon dapat diaplikasikan pada: a. Karakterisasi proses b. Optimisasi proses c. Perancangan produk d. Semuanya benar 35. MSA dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam yaitu... a. Presisi dan akurasi b. Stability dan linearity c. Presisi dan stability d. Akurasi dan stability 36. Untuk menguji apakah dua ragam populasi mempunyai nilai yang sama, maka digunakan distribusi... a. Distribusi Z b. Distribusi Chi-Square c. Distribusi f d. Distribusi t 37. Metodologi yang mencakup lima praktek kerja : sorting, straightening, shining, standardizing and sustaining disebut : a. Jidoka b. Total productive maintenance c. 5 S d. Poka yoke 38. Pernyataan berikut adalah aturan operasional untuk sistem kanban untuk memfasilitasi aliran material dengan tingkat persediaan yang memadai, kecuali : a. Tiap kontainer harus memiliki kanban. b. Kanban adalah satu-satunya cara untuk menyampaikan kebutuhan tambahan produksi untuk suatu komponen. c. Kontainer selalu terdiri atas komponen-komponen baik dengan jumlah yang sama. d. Total jumlah produksi tidak boleh melampaui jumlah sesuai dengan kanban dalam sistem. 39. Karakteristik sistem yang telah mempertimbangkan proses untuk mendapatkan aliran material yang lean adalah poin-poin berikut, kecuali : a. Material Requirement Planning b. Pull method of work flow c. Total Productive Maintenance d. Automation 5

6 6 40. Teknik yang digunakan untuk mendapatkan tata letak dalam perancangan sistem lean dalam rangka mencapai tata letak aliran lini dengan volume yang rendah adalah : a. Dynamic layout b. Group technology cells c. Process layout d. Fixed position layout 41. Langkah-langkah dalam penyusunan Value Stream Mapping dengan urutan yang benar adalah a. Product family current state drawing future state drawing work plan and implementation b. Current state drawing - future state drawing product family work plan and implementation c. Current state drawing work plan and implementation product family - future state drawing d. Work plan and implementation - current state drawing product family future state drawing 42. Pernyataan berikut adalah benar, kecuali : a. Kebanyakan perusahaan yang menerapkan lean menggunakan metode push. b. Kartu kanban bukanlah satu-satunya cara untuk memberikan tanda adanya kebutuhan produksi dari suatu komponen. c. Sistem lean adalah sistem operasi yang memaksimumkan nilai tambah kegiatan-kegiatan dengan memindahkan pemborosan dan kegiatan menganggur. d. Takt time adalah waktu siklus yang dibutuhkan untuk memenuhi tingkat produksi terkait rasio penjualan atau konsumsi. 43. Rata-rata persediaan dalam proses sama dengan permintaan rata-rata dikalikan dengan rata-rata waktu yang dihabiskan dalam proses manufaktur adalah bunyi hukum : a) Kanban s Law b) Inventory s Law c) Little s Law d) Demand s Law 44. Diketahui data-data sbb : Manufacturing Lead Time = menit dengan Non Value Added Activity Time = 2500 menit. % Cycle Efficiency = a) 75% b) 25% c) 50% d) 125% 45. Diketahui data-data sbb : PT QQ menghasilkan produk rakitan R. Setiap kontainter yang terisi komponenkomponen membutuhkan waktu pemrosesan 0.02 hari dan waktu penanganan material dan menunggu sebesar 0.08 hari. Permintaan harian untuk komponen

7 7 tersebut adalah sebesar 2000 unit. Safety stock adalah sebesar 10%. Jika tiap kontainer berisi 22 unit komponen, jumlah kontainer adalah : a) 10 b) 100 c) 1 d) Meratakan produksi baik dari segi volume maupun bauran produk dalam konsep lean, dikenal dengan istilah : a) Jidoka b) Poka Yoke c) Heijunka d) Genchi Genbutsu 47. Bagian dari Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) yang menunjukkan seberapa besar akibat yang dirasakan oleh pelanggan/user dari kegagalan yang terjadi adalah: a. Risk Priority Number (RPN) b. Occurrence c. Detection d. Semua jawaban diatas salah 48. Statistical Process Control adalah a. Suatu teknik untuk mencari setting terbaik dari sebuah peralatan/ mesin b. Suatu metode untuk memastikan tingkat konsistensi dari kualitas produk dengan cara melakukan monitoring terhadap proses produksi. c. Suatu cara untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi potensi kegagalan dalam proses produksi. d. Cara untuk memastikan bahwa keinginan pelanggan selalu terpenuhi di setiap karakteristik yang diminta. 49. Pada sebuah peta kendali, ketika titik-titik tersebar secara acak di dalam batas kendali, hal ini menunjukan: a. Proses beroperasi sesuai dengan keinginan b. Ada kemungkinan terdapat permasalahan pada proses c. Proses harus dinvestigasi d. Proses tidak berjalan stabil 50. Jika pada peta kendali terdapat sebuah titik atau lebih keluar dari batas peta kendali, hal ini menunjukan: a. Seluruh produk reject b. Proses beroperasi sesuai dengan keinginan c. Ada kemungkinan proses stabil d. Ada kemungkinan terdapat permasalahan pada proses 51. Peta kendali yang digunakan dalam pemeriksaan proses pengecatan sebidang pintu mobil, yang lebih tepat adalah dengan: a. Peta kendali x-bar b. Peta kendali p c. Peta kendali c d. Peta kendali np 52. Tujuan utama dari statistika deskriptif adalah : a. Menggambarkan karakteristik populasi b. Menggambarkan data yang kita kumpulkan

8 8 c. Menarik kesimpulan tentang populasi d. Menghitung rata-rata 55. Pernyataan manakah yang benar mengenai populasi? a. Harus berukuran besar b. Harus mengenai orang c. Merupakan kumpulan individu, obyek atau pengukuran yang menjadi perhatian kita d. Bukan salah satu di atas 56. Pernyataan manakah yang benar mengenai sampel? a. Merupakan himpunan bagian dari populasi b. Harus terdiri atas minimal 5 pengamatan c. Hanya berkaitan dengan statistika deskriptif d. Keseluruhan pernyataan di atas benar 57. Simpangan baku adalah : a. Berdasarkan pada simpangan kuadrat dari rata-rata b. Satuannya sama dengan rata-rata c. Menggunakan seluruh pengamatan dalam perhitungannya d. Semuanya benar 58. Manakah yang benar mengenai simpangan baku : a. Tidak mungkin negatif b. Jika bernilai nol, berarti seluruh data bernilai sama c. Satuannya sama dengan rata-rata d. Semuanya benar 59. Diketahui proses produksi suatu bantalan (bearing), dengan parameter standar deviasi o =0,03[mm]; nilai tengah proses X =6,42 [mm] dan spesifikasi ditetapkan 6,4 0,1 [mm], hitunglah indeks kapabilitas proses (Cp) dan indeks proses centernya (Cpk) a. Cp= 1,11 dan Cpk= 0,79 b. Cp= 1,11 dan Cpk=0,89 c. Cp= 1,11 dan Cpk=0,99 d. Cp= 1,11 dan Cpk=1,09 No. 60 sd 64 terkait dengan kasus di bawah ini. Sebuah pabrik televisi tertarik untuk mengetahui pengaruh empat tipe pelapisan (coating) untuk tabung berwarna terhadap konduktivitas. Sebuah percobaan dilakukan dan berikut ini adalah data konduktivitas yang diamati 1 Tipe pelapisan Konduktivitas Nilai derajat bebas treatment adalah a. 4 b. 3 c. 2 d Nilai error sum square (SSE) adalah a. 236,3

9 9 b. 271,2 c. 254,5 d. 234,7 62. Hitung SSTR (SS factor) untuk pengamatan ini! a. 1004,7 b. 1021,3 c. 1039,34 d. 1080,9 63. Hitung rasio F untuk ANOVA pada pengamatan ini! a. 14,33 b. 14,82 c. 11,30 d. 10, Kesimpulannya pada taraf 5% adalah a. Terima Ho dan simpulkan bahwa tipe pelapisan tidak berpengaruh kepada konduktifitas. b. Tolak Ho, dan simpulkan bahwa tipe pelapisan berpengaruh kepada konduktifitas. c. a dan b benar d. a dan b salah No. 65 sd 67 terkait dengan kasus di bawah ini. Sebuah eksperimen dilakukan untuk meneliti bagaimana pengaruh tekanan dan temperatur terhadap suatu variable response dalam sebuah proses kimia. Output dari minitab adalah sebagai berikut: Analysis of Variance for Yield, using Adjusted SS for Tests Source DF Seq SS Adj SS Adj MS F P Temperature Pressure Temperature*Pressure Error Total Berapa banyak level temperatur yang diteliti? a. 4 b. 3 c. 2 d Berapa banyak replikasi pada percobaan tersebut? a. 2 b. 3 c. 4 d Apabila α=0.05, faktor manakah yang berpengaruh secara signifikan? a. Temperatur

10 10 b. Tekanan c. Interaksi temperatur dan tekanan No.68 sd 71 terkait dengan kasus di bawah ini. Sebuah eksperimen dilakukan untuk meneliti bagaimana pengaruh jenis varietas dan jenis pupuk terhadap produktivitas hasil panen padi (ton/ha). Output dari minitab adalah sebagai berikut: Analysis of Variance for produktivitas, using Adjusted SS for Tests Source DF Seq SS MS F P Varitas (a) (b) Pupuk (c) Varitas*Pupuk Error 9 (d) Total Berapakah nilai (a) pada tabel ANOVA? a. 2 b. 3 c Berapakah nilai (b) tabel ANOVA? a. 7,47 b. 8,47 c. 9,47 d. 10, Berapakah nilai (c) dalam tabel ANOVA? a. 2,38 b. 1,38 c. 0, Berapakah nilai (d) dalam table ANOVA? a. 0,16 b. 1,16 c. 2,16 d. 3,16 No. 72 sd 77 terkait dengan kasus di bawah ini.

11 11 Data dibawah ini adalah hasil pengukuran diameter yang diambil sebanyak 4 buah sampel persubgrupnya untuk kemudian dibangun peta kendali x-bar dan R. Tgl Jam X 1 X 2 X 3 X 4 1 8: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Berapakah batas LCL dan UCL dari peta R? a. 0 dan 11,55 b. 0 dan 12,55 c. 0 dan 12, Berapakah batas LCL dan UCL dari peta x-bar? a. 4,99 dan 14,01 b. 4,99 dan 13,00 c. 5,92 dan 14, Berapakah batas LCL dan UCL dari peta x-bar revisi yang dapat digunakan untuk mengendalikan produksi berikutnya? a. 5,711 dan 13,763 b. 4,711 dan 12,693 c. 5,711 dan 12, Berapakah batas LCL dan UCL dari peta R revisi yang dapat digunakan untuk mengendalikan produksi berikutnya?

12 12 a.0 dan 10,61 b. 0 dan 11,61 c.0 dan 12, Sesuai dengan standar manual produksi, spesifikasi {10 ± 6}, berapakah nilai Cp? a. 0,79 b. 0,76 c.0, Sesuai dengan standar manual produksi, spesifikasi {10 ± 6}, berapakah nilai Cpk? a. 0,74 b. 0,61 c. 0,81 d. 0,91 No. 78 sd 80 terkait dengan kasus di bawah ini. PT. ABC berusaha untuk memonitor proporsi produknya yang rusak menggunakan peta kendali atribut. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap 200 unit produk setiap harinya. Pengamatan dilakukan selama 25 hari kerja. Datadatanya adalah sebagai berikut: No. Jumlah unit cacat Keterangan Mesin bermasalah

13 Berapakah batas LCL dan UCL? a. 0 dan 0,041 b. 0 dan 0,051 c. 0 dan 0, Berapakah nilai rata-rata proporsi hasil revisi? a. 0,017 b. 0,018 c. 0, Berapakah batas LCL dan UCL revisi yang akan digunakan sebagai batas untuk produksi berikutnya? a. 0 dan 0,0483 b. 0 dan 0,0583 c. 0 dan

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... SURAT PERNYATAAN... LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... MOTTO...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... SURAT PERNYATAAN... LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... MOTTO... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... SURAT PERNYATAAN... LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... MOTTO... KATA PENGANTAR..... ABSTRAK..... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci

PENDEKATAN METODE LEAN SIX SIGMA UNTUK MENGANALISIS PROSES PRODUKSI PADA PT. DULMISON INDONESIA

PENDEKATAN METODE LEAN SIX SIGMA UNTUK MENGANALISIS PROSES PRODUKSI PADA PT. DULMISON INDONESIA PENDEKATAN METODE LEAN SIX SIGMA UNTUK MENGANALISIS PROSES PRODUKSI PADA PT. DULMISON INDONESIA Titi Jayati 0800775012 ABSTRAK Operational excellent didasari oleh banyak perusahaan sebagai salah satu cara

Lebih terperinci

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Setelah mengevaluasi berbagai data-data kegiatan produksi, penulis mengusulkan dasar evaluasi untuk mengoptimalkan sistem produksi produk

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Persyaratan utama untuk mencapai kepuasan pelanggan (customer

BAB II LANDASAN TEORI. Persyaratan utama untuk mencapai kepuasan pelanggan (customer BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep SPC dan Pengendalian Kualitas Persyaratan utama untuk mencapai kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dalam dunia industri manufaktur adalah kualitas dari produk maupun

Lebih terperinci

III Control chart for variables. Pengendalian Kualitas TIN-212

III Control chart for variables. Pengendalian Kualitas TIN-212 III Control chart for variables Pengendalian Kualitas TIN-212 Common dan Assignable causes of variation Variabilitas dapat dibagi ke dalam dua kategori: 1. Common causes of variation. Variasi ini merupakan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. HALAMAN PENGAKUAN... ii. SURAT PENGAMBILAN DATA DARI PERUSAHAAN... iii. HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... iv. HALAMAN PERSEMBAHAN...

DAFTAR ISI. HALAMAN PENGAKUAN... ii. SURAT PENGAMBILAN DATA DARI PERUSAHAAN... iii. HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... iv. HALAMAN PERSEMBAHAN... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGAKUAN... ii SURAT PENGAMBILAN DATA DARI PERUSAHAAN... iii HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... iv HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI... v HALAMAN PERSEMBAHAN... vi HALAMAN

Lebih terperinci

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 5.1. Analisa Tahap Define Adapun persentase produk cacat terbesar periode September 2012 s/d Desember 2012 terdapat pada produk Polyester tipe T.402 yaitu dengan persentase

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan UKM yang bergerak dibidang produksi furniture.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan UKM yang bergerak dibidang produksi furniture. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya dan faktor penyebab banyaknya re-work dari proses produksi kursi pada PT. SUBUR MANDIRI, yang merupakan

Lebih terperinci

Damper DB2B24SSC, diantaranya adalah:

Damper DB2B24SSC, diantaranya adalah: BAB III. METODE PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi PT.Dulmison Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang hardware energi yang memproduksi alat-alat berat dan aksesoris

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Dasar dari Kualitas Kata kualitas memiliki banyak definisi yang berbeda, dan bervariasi dari yang konvensional sampai yang lebih strategik. Definisi konvensional dari

Lebih terperinci

KULIAH 4-6 PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIKA UNTUK DATA VARIABEL

KULIAH 4-6 PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIKA UNTUK DATA VARIABEL KULIAH 4-6 PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIKA UNTUK DATA VARIABEL KOMPETENSI Mahasiswa dapat menyusun peta pengendali kualitas proses statistika untuk data variabel dengan menggunakan software statistika,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sampel merupakan sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Sampel merupakan sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Identifikasi Sampel Penelitian Sampel merupakan sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan suatu prosedur tertentu dan diharapkan dapat mewakili suatu populasi

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE LEAN SIX SIGMA PADA PROSES PRODUKSI BAN DALAM MOBIL (Studi Kasus Pada PT. United Kingland)

PENERAPAN METODE LEAN SIX SIGMA PADA PROSES PRODUKSI BAN DALAM MOBIL (Studi Kasus Pada PT. United Kingland) PENERAPAN METODE LEAN SIX SIGMA PADA PROSES PRODUKSI BAN DALAM MOBIL (Studi Kasus Pada PT. United Kingland) Rahmi Maulidya, Andri Bagio Satrio dan Rico Susanto Jurusan Teknik Industri, Universitas Trisakti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 3.1.1 Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan suatu atribut atau sifat yang mempunyai variasi tertentu yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Operasi Dalam mengelolah suatu perusahaan atau organisasi dibutuhkan sistem manajemen agar tujuan dari perusahaan atau organisasi dapat tercapai. Manajemen

Lebih terperinci

BAB III METODE CONTROL CHART. sebagai metode grafik yang di gunakan untuk mengevaluasi apakah suatu proses

BAB III METODE CONTROL CHART. sebagai metode grafik yang di gunakan untuk mengevaluasi apakah suatu proses BAB III METODE CONTROL CHART 3.1 Control Chart Peta kendali atau Control Chart merupakan suatu teknik yang dikenal sebagai metode grafik yang di gunakan untuk mengevaluasi apakah suatu proses berada dalam

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 52 BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Metodologi pemecahan masalah adalah langkah-langkah sistematis yang akan menjadi pedoman dalam penyelesaian masalah. Dengan berdasarkan pada metodologi ini, penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian Metode Penelitian merupakan deskripsi dari seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama proses penelitian dilaksanakan yakni

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 38 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data Untuk mendukung perhitungan statistikal pengendalian proses maka diperlukan data. Data adalah informasi tentang sesuatu, baik yang bersifat kualitatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT SEI Bogor pada Bulan September 2016 sampai dengan Bulan Desember 2016. PT SEI Bogor merupakan perusahaan yang bergerak

Lebih terperinci

ANALISIS KAPABILITAS PROSES UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PEMBATAS BUKU INDUSTRI RUMAHAN

ANALISIS KAPABILITAS PROSES UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PEMBATAS BUKU INDUSTRI RUMAHAN J u r n a l E K B I S / V o l. X IV/ N o. / e d i s i S e p t e m b e r 15 7 ANALISIS KAPABILITAS PROSES UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PEMBATAS BUKU INDUSTRI RUMAHAN *( Diah Ayu Novitasari Fakultas

Lebih terperinci

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Dasar evaluasi untuk mengoptimasi sistem produksi percetakan koran Lampung Post pada PT. Masa Kini Mandiri yaitu dengan menggunakan metode

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN SISTEM TERINTEGRASI

BAB IV PERANCANGAN SISTEM TERINTEGRASI BAB IV PERANCANGAN SISTEM TERINTEGRASI 4.1 Tahap Perancangan Sistem Terintegrasi Setelah dilakukan brainstorming dan studi pustaka, maka langkah selanjutnya adalah membuat sistem terintegrasi dari metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 1 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan gambaran dari tahapan yang dilalui dalam menyelesaikan suatu masalah yang ditemui dalam sebuah penelitian, dimana dibuat berdasarkan latar belakang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tidak ada yang menyangkal bahwa kualitas menjadi karakteristik utama

BAB I PENDAHULUAN. Tidak ada yang menyangkal bahwa kualitas menjadi karakteristik utama BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tidak ada yang menyangkal bahwa kualitas menjadi karakteristik utama dalam perusahaan agar tetap survive. Buruknya kualitas ataupun penurunan kualitas akan

Lebih terperinci

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. Gramedia Cikarang yaitu dengan menggunakan metode DMAIC (Define,

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. Gramedia Cikarang yaitu dengan menggunakan metode DMAIC (Define, BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Dasar evaluasi untuk mengoptimasi sistem produksi Percetakan Gramedia Cikarang yaitu dengan menggunakan metode DMAIC (Define, Measure,

Lebih terperinci

Sejarah Six Sigma Jepang ambil alih Motorola produksi TV dng jumlah kerusakan satu dibanding duapuluh Program Manajemen Partisipatif Motorola (Partici

Sejarah Six Sigma Jepang ambil alih Motorola produksi TV dng jumlah kerusakan satu dibanding duapuluh Program Manajemen Partisipatif Motorola (Partici Topik Khusus ~ Pengantar Six Sigma ~ ekop2003@yahoo.com Sejarah Six Sigma Jepang ambil alih Motorola produksi TV dng jumlah kerusakan satu dibanding duapuluh Program Manajemen Partisipatif Motorola (Participative

Lebih terperinci

METODOLOGI 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Metode Pengumpulan Data

METODOLOGI 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Metode Pengumpulan Data 21 3 METODOLOGI 3.1 Kerangka Pemikiran Ikan Tuna (Thunnus sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan mampu menembus pasar internasional. Salah satu

Lebih terperinci

METODOLOGI 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Metode Pengumpulan Data

METODOLOGI 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Metode Pengumpulan Data 30 3 METODOLOGI 3.1 Kerangka Pemikiran Tunamerupakan komoditas komersial tinggi dalam perdagangan internasional. Salah satu bentuk olahan tuna adalah tuna loin, tuna steak, dan tuna saku. Tuna loin merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Dalam usaha peningkatan produktivitas, perusahaan harus mengetahui kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan jasa)

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. berkenan memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat ANALISA PENERAPAN KONSEP LEAN THINKING

KATA PENGANTAR. berkenan memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat ANALISA PENERAPAN KONSEP LEAN THINKING KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah berkenan memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul : ANALISA

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI Fase atau tahapan yang banyak menghasilkan produk yang cacat adalah di bagian proses stripping, terlihat dari diagram Pareto nya dari ketiga tahapan di area produksi Produk X. 2.1

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Operasi Untuk mengelola suatu perusahaan atau organisasi selalu dibutuhkan sistem manajemen agar tujuan dari perusahaan atau organisasi tersebut dapat tercapai.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Lean Definition 2.2 A House of Lean

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Lean Definition 2.2 A House of Lean BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Lean Definition Lean Manufacturing adalah sistem yang membantu mengidentifikasi dan mengeliminasi dari pemborosan, meningkatkan kualitas, dan mengurangi waktu produksi dan biaya.

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI...iii. HALAMAN MOTTO.. v. DAFTAR ISI... viii. DAFTAR TABEL xiv. DAFTAR GAMBAR...xv. 1.1 Latar Belakang Masalah.

DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI...iii. HALAMAN MOTTO.. v. DAFTAR ISI... viii. DAFTAR TABEL xiv. DAFTAR GAMBAR...xv. 1.1 Latar Belakang Masalah. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING...ii LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI...iii HALAMAN PERSEMBAHAN...iv HALAMAN MOTTO.. v KATA PENGANTAR vi DAFTAR ISI..... viii DAFTAR TABEL xiv DAFTAR

Lebih terperinci

PERANCANGAN PERBAIKAN SISTEM SUPPLY CHAIN DENGAN LEAN MANUFACTURING PADA PT. CAKRA COMPACT ALUMINIUM INDUSTRIAL TUGAS SARJANA.

PERANCANGAN PERBAIKAN SISTEM SUPPLY CHAIN DENGAN LEAN MANUFACTURING PADA PT. CAKRA COMPACT ALUMINIUM INDUSTRIAL TUGAS SARJANA. PERANCANGAN PERBAIKAN SISTEM SUPPLY CHAIN DENGAN LEAN MANUFACTURING PADA PT. CAKRA COMPACT ALUMINIUM INDUSTRIAL TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

PENGUKURAN DAN PENINGKATAN KINERJA RANTAI PASOKAN DENGAN PENDEKATAN SCOR (SUPPLY CHAIN DI PT. XYZ TUGAS SARJANA DEA DARA DAFIKA SIAGIAN NIM.

PENGUKURAN DAN PENINGKATAN KINERJA RANTAI PASOKAN DENGAN PENDEKATAN SCOR (SUPPLY CHAIN DI PT. XYZ TUGAS SARJANA DEA DARA DAFIKA SIAGIAN NIM. PENGUKURAN DAN PENINGKATAN KINERJA RANTAI PASOKAN DENGAN PENDEKATAN SCOR (SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE) DAN LEAN SIX SIGMA DI PT. XYZ TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat

Lebih terperinci

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan kriteria optimasi Dasar evaluasi untuk mengoptimasi kualitas produksi pipa pada perusahaan ini yaitu dengan menggunakan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze,

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 61 BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Metodologi penelitian menggambarkan proses atau tahap tahap penelitian yang harus ditetapkan dahulu sebelum melakukan pemecahan masalah yang sedang dibahas sehingga

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Statistic Quality Control (SQC) Statistik merupakan teknik pengambilan keputusan tentang suatu proses atau populasi berdasarkan pada suatu analisa informasi yang terkandung di

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Waktu siklus Pengukuran waktu adalah kegiatan mengamati pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja atau oleh operator serta mencatat waktu-waktu kerjanya baik waktu setiap elemen maupun

Lebih terperinci

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Pengumpulan Data Data yang digunakan untuk membuat peta kontrol merupakan data pengukuran dimensi pada kabel jenis NYFGbY antara bulan April 007 sampai

Lebih terperinci

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA 37 BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA 4.1 Pengumpulan Data Data-data yang diperlukan dalam pembuatan skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer bertujuan untuk membuktikan adanya

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN ANALISA. tersebut didapatkan nilai DPMO rata-rata sebesar yang berarti dalam

BAB V HASIL DAN ANALISA. tersebut didapatkan nilai DPMO rata-rata sebesar yang berarti dalam BAB V HASIL DAN ANALISA 5.1 Analisa tingkat DPMO & Sigma 5.1.1 Analisa Tingkat DPMO Hasil perhitungan tingkat DPMO dan Sigma proses produksi DS29LE2 didapatkan dari data inspeksi bulan September 2011.

Lebih terperinci

METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Diagram Alir Metodologi Penelitian Start Penelitian Pendahuluan Identifikasi Masalah Studi Pustaka Tujuan Penelitian Pengumpulan Data : -Data Data Pengolahan Data

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Umum Pada penelitian ini dilakukan pengamatan langsung terhadap aliran proses produk dan pengumpulan data-data yang dibutuhkan di PT XYZ. Data-data tersebut kemudian

Lebih terperinci

PENGUJIAN HIPOTESIS BEDA TIGA RATA-RATA ATAU LEBIH. Statistik Industri II Teknik Industri Universitas Brawijaya

PENGUJIAN HIPOTESIS BEDA TIGA RATA-RATA ATAU LEBIH. Statistik Industri II Teknik Industri Universitas Brawijaya PENGUJIAN HIPOTESIS BEDA TIGA RATA-RATA ATAU LEBIH Statistik Industri II Teknik Industri Universitas Brawijaya Pengujian Hipotesis 3 rata-rata atau lebih Dengan teknik ANOVA (Analisis Varians) Pengujian

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN ANALISIS

BAB V HASIL DAN ANALISIS BAB V HASIL DAN ANALISIS 5.1 Temuan Utama dan Hasil Pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, dapat dinyatakan bahwa temuan utama dalam penelitian ini adalah terjadinya pemborosan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 15 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Plastik Plastik mencakup semua bahan sintetik organik yang berubah menjadi plastis setelah dipanaskan dan mampu dibentuk di bawah pengaruh tekanan. Bahan

Lebih terperinci

USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK DUDUKAN MAGNET DENGAN METODE ENAM SIGMA

USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK DUDUKAN MAGNET DENGAN METODE ENAM SIGMA USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK DUDUKAN MAGNET DENGAN METODE ENAM SIGMA Moh. Umar Sidik Daryanto (Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Industri, Universitas Gunadarma) ABSTRAK PT. Teknik Makmur

Lebih terperinci

Statistical Process Control

Statistical Process Control Statistical Process Control Sachbudi Abbas Ras abbasras@yahoo.com Lembar 1 Flow Chart (dengan Stratifikasi): Grafik dari tahapan proses yang membedakan data berdasarkan sumbernya. Lembar Pengumpulan Data:

Lebih terperinci

ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK PT. Agronesia Divisi Industri Teknik Karet (INKABA) adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis produk teknik berbahan baku utama karet, salah satunya adalah produk karet damper.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, dunia automotive di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan. Menurut harian Bisnis Indonesia pada 29 Maret 2012, peningkatan penjualan kendaraan

Lebih terperinci

B A B 5. Ir.Bb.INDRAYADI,M.T. JUR TEK INDUSTRI FT UB MALANG 1

B A B 5. Ir.Bb.INDRAYADI,M.T. JUR TEK INDUSTRI FT UB MALANG 1 B A B 5 1 VSM adalah suatu teknik / alat dari Lean berupa gambar yg digunakan untuk menganalisa aliran material dan informasi yg disiapkan untuk membawa barang dan jasa kepada konsumen. VSM ditemukan pada

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Metodologi pemecahan masalah adalah model yang menggambarkan sistem dan terdapat langkah-langkah sistematis yang akan menjadi pedoman dalam penyelesaian masalah. Diharapkan

Lebih terperinci

STATISTICAL PROCESS CONTROL

STATISTICAL PROCESS CONTROL STATISTICAL PROCESS CONTROL Sejarah Statistical Process Control Sebelum tahun 1900-an, industri AS umumnya memiliki karakteristik dengan banyaknya toko kecil menghasilkan produk-produk sederhana, seperti

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan disajikan kerangka toritis yang dipakai dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini. Landasan teori ini sangat penting sebagai acuan dasar

Lebih terperinci

BAB VI ANALISIS PEMECAHAN MASALAH

BAB VI ANALISIS PEMECAHAN MASALAH BAB VI ANALISIS PEMECAHAN MASALAH 6.1. AnalisisTahap Define Adapun persentase produk cacat terbesar periode September 2012 s/d Desember 2012 terdapat pada produk Polyester tipe T.402 yaitu dengan persentase

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengendalian Kualitas. Menurut (Douglas C. Montgomery, 2009:4) mutu atau kualitas sudah menjadi faktor paling penting didalam konsumen mengambil keputusan dalam memilih antara

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ABSTRAK Six Sigma adalah sebuah disiplin kualitas yang memfokuskan diri pada produk dan pelayanan yang lebih baik untuk menciptakan sebuah kebudayaan yang menyempurnakan permintaan sebagai target setiap

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Gambar 3.1 Diagram alir 37 3.2 Langkah Langkah Penelitian Dalam metode penelitian ini merupakan tahapan tahapan yang dibuat untuk memudahkan dan mengarahkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kepuasan konsumen merupakan faktor yang sangat penting untuk

BAB I PENDAHULUAN. Kepuasan konsumen merupakan faktor yang sangat penting untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi, persaingan semakin ketat sehingga industri yang bergerak dalam bidang manufaktur maupun jasa harus dapat unggul dalam pasar. Kepuasan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 69 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode Penelitian dilakukan dengan mengadakan pengamatan/observasi secara langsung dengan mengunjungi PT.Delident Chemical Indonesia untuk melihat secara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 3.1.1 Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan suatu atribut atau sifat yang mempunyai variasi tertentu yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini membahas mengenai metode yang digunakan dalam penelitian untuk pemecahan masalah dimana setiap pembahasan diuraikan dalam bentuk tahapan terstruktur. Tahapan penelitian

Lebih terperinci

ANANALISIS EFISIENSI SISTEM PEMBAKARAN PADA BOILER DI PLTU UNIT III PT.PJB UP GRESIK DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC)

ANANALISIS EFISIENSI SISTEM PEMBAKARAN PADA BOILER DI PLTU UNIT III PT.PJB UP GRESIK DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) ANANALISIS EFISIENSI SISTEM PEMBAKARAN PADA BOILER DI PLTU UNIT III PT.PJB UP GRESIK DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) Oleh: INTAN ALIFIYAH ILMI NRP. 2406 00 063 Pembimbing: Ir. Ya umar,

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI Jurnal dan referensi diperlukan untuk menunjang penelitian dalam pemahaman konsep penelitian. Jurnal dan referensi yang diacu tidak hanya dalam negeri namun juga

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. karena apabila diterapkan secara rinci antara produsen dan konsumen akan terjadi

BAB 2 LANDASAN TEORI. karena apabila diterapkan secara rinci antara produsen dan konsumen akan terjadi 8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kualitas Kualitas merupakan ukuran yang tidak dapat didefinisikan secara umum, karena apabila diterapkan secara rinci antara produsen dan konsumen akan terjadi perspektif yang

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Metodologi penelitian merupakan bagian penting dalam sebuah penelitian. Dengan metodologi penelitian, dapat dijelaskan tahapan-tahapan yang akan dilakukan dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian dilakukan pada PT Tirta Agung Wijaya yang merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan di area Jawa Tengah. Pengamatan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN LITERATUR

BAB II KAJIAN LITERATUR BAB II KAJIAN LITERATUR 2.1 PENGENDALIAN KUALITAS 2.1.1 Pengertian Kualitas Keistimewaan atau keunggulan suatu produk dapat diukur melalui tingkat kepuasan pelanggan. Salah satunya dapat dilihat dari sisi

Lebih terperinci

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI PENGURANGAN WASTE PADA PROSES PRODUKSI BENANG KARET DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN ANALISA

BAB V HASIL DAN ANALISA BAB V HASIL DAN ANALISA Pada bab ini, penulis akan menjabarkan hasil yang di dapat dari pengumpulan dan pengolahan data, serta melakukan analisis terhadap masing-masing hasil tersebut. 5.1. Tahap Define

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 55 BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Diagram Alir Penelitian Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian 56 3.2 Langkah-langkah Penelitian Dalam melakukan penelitian, terdapat beberapa kegiatan untuk dapat

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: Punch, Kualitas, DMAIC, Upaya Menekan Variasi Kualitas Produk

ABSTRAK. Kata Kunci: Punch, Kualitas, DMAIC, Upaya Menekan Variasi Kualitas Produk ABSTRAK PT Wahana Pancha Nugraha merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang penyediaan permesinan dan sparepart untuk industri farmasi. Salah satu produk yang dihasilkan dari perusahaan ini

Lebih terperinci

BAB 4 PEMBAHASAN. Pengumpulan data dilakukan sebagai bahan pengolahan data yang perlu

BAB 4 PEMBAHASAN. Pengumpulan data dilakukan sebagai bahan pengolahan data yang perlu 48 BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan sebagai bahan pengolahan data yang perlu dilakukan. Data-data yang dikumpulkan selama masa observasi adalah sebagai berikut : Data jumlah

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Dari pembobotan yang dilakukan terhadap pemborosan (waste)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dasar pemikiran dari lean thinking adalah berusaha menghilangkan waste

BAB I PENDAHULUAN. Dasar pemikiran dari lean thinking adalah berusaha menghilangkan waste BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan 1 Dasar pemikiran dari lean thinking adalah berusaha menghilangkan waste (pemborosan) di dalam proses, atau dapat juga dikatakan sebagai suatu konsep

Lebih terperinci

BAB V ANALISA DAN INTEPRETASI

BAB V ANALISA DAN INTEPRETASI 56 BAB V ANALISA DAN INTEPRETASI Pada Bab ini dibahas tahap Analyze (A), Improve (I), dan Control (C) dalam pengendalian kualitas terus menerus DMAIC sebagai langkah lanjutan dari kedua tahap sebelumnya.

Lebih terperinci

APLIKASI PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KUE MALKIST DI PT.X

APLIKASI PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KUE MALKIST DI PT.X APLIKASI PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KUE MALKIST DI PT.X Oleh: Lilla Ayu Dyawara Pembimbing: 1. Prof.Ir.Suparno,MSIE,PhD Penguji: 1. Prof.Ir.Moses L.Singgih,Msc,Ph.D 2. Dr.Ir.Bambang

Lebih terperinci

Peta Kendali (Control Chart)

Peta Kendali (Control Chart) Peta Kendali (Control Chart) Pengendalian Kualitas Statistika Ayundyah Kesumawati Prodi Statistika FMIPA-UII October 29, 2015 Ayundyah (UII) Peta Kendali (Control Chart) October 29, 2015 1 / 22 Control

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Hasil Pengumpulan Data Sebelum dilakukan pengolahan data, dalam melakukan penelitian ini data yang berhasil dikumpulkan dalam penelitian pada PT. FEDERAL KARYATAMA dalam periode

Lebih terperinci

ANALISA DAMPAK KEGAGALAN PROSES PRODUKSI TERHADAP KERUSAKAN PRODUK BAN DENGAN METODE FMEA ( FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS

ANALISA DAMPAK KEGAGALAN PROSES PRODUKSI TERHADAP KERUSAKAN PRODUK BAN DENGAN METODE FMEA ( FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ANALISA DAMPAK KEGAGALAN PROSES PRODUKSI TERHADAP KERUSAKAN PRODUK BAN DENGAN METODE FMEA ( FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ) DI PT. GAJAH TUNGGAL, Tbk TANGERANG PROPOSAL SKRIPSI Diajukan Oleh : AGUNG

Lebih terperinci

ANALISIS REJECT PART TYPE KYL PADA PROSES ASSEMBLY UNIT SEPEDA MOTOR DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS DAN SIX SIGMA (Study Kasus Pada PT.

ANALISIS REJECT PART TYPE KYL PADA PROSES ASSEMBLY UNIT SEPEDA MOTOR DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS DAN SIX SIGMA (Study Kasus Pada PT. ANALISIS REJECT PART TYPE KYL PADA PROSES ASSEMBLY UNIT SEPEDA MOTOR DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS DAN SIX SIGMA (Study Kasus Pada PT.XYZ) Priyanto Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Subjek dan Objek Penelitian Subjek penelitian ini adalah proses produksi di PT. XY, sedangkan objek penelitian ini adalah perbaikan dan meminimalisir masalah pada proses produksi

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 72 BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Masalah yang terdapat dalam suatu sistem memerlukan metoda untuk memecahkannya. Oleh karena itu, dengan membuat metodologi pemecahan yang benar maka akan mempermudah

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian berisi penjelasan tahap-tahap yang dilalui penulis dalam menyusun penelitian. Tahap-tahap tersebut adalah tahap awal penelitian, tahap pengumpulan data,

Lebih terperinci

BAB3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 57 BAB3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Metodologi Penelitian Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat empat kata

Lebih terperinci

Oleh : Miftakhusani

Oleh : Miftakhusani USULAN MINIMASI CACAT PRODUK PERALATAN MAKANAN GARPU ART 401 DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT. INDOMETAL SEDJATI ENT. LTD. JAKARTA Oleh : Miftakhusani 2010-21-012 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS

Lebih terperinci

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BAKERY BOX MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (STUDI KASUS PT. X)

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BAKERY BOX MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (STUDI KASUS PT. X) ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BAKERY BOX MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (STUDI KASUS PT. X) Rika Gracia *), Arfan Bakhtiar Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas

Lebih terperinci

PERBAIKAN DAN PENINGKATAN KUALITAS DI PERUSAHAAN MIE SUMBER RASA DENGAN PENDEKATAN DMAIC

PERBAIKAN DAN PENINGKATAN KUALITAS DI PERUSAHAAN MIE SUMBER RASA DENGAN PENDEKATAN DMAIC 07 PERBAIKAN DAN PENINGKATAN KUALITAS DI PERUSAHAAN MIE SUMBER RASA DENGAN PENDEKATAN DMAIC Jimmy Effendy ), Joko Mulyono ), Martinus Edy Sianto ) ABSTRAK Perusahaan Mie Sumber Rasa, merupakan perusahaan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 PENGERTIAN KUALITAS Kualitas merupakan faktor dasar yang mempengaruhi pilihan konsumen untuk berbagai jenis produk dan jasa yang berkembang pesat dewasa ini. Kualitas secara langsung

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 94 BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Flow Chart Metodologi Penelitian Metodologi pemecahan masalah (flow diagram) merupakan diagram yang menggambarkan pola berpikir serta menjelaskan tahap-tahap penelitian

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Sejarah Pengendalian Kualitas Pada tahun 1924, W.A. Shewart dari Bell Telephone Laboratories mengembangkan diagram atau grafik statistik untuk mengendalikan

Lebih terperinci

Usulan Penerapan Metodologi DMAIC untuk Meningkatkan Kualitas Berat Produk di Lini Produksi Filling (Studi Kasus: PT Java Egg Specialities)

Usulan Penerapan Metodologi DMAIC untuk Meningkatkan Kualitas Berat Produk di Lini Produksi Filling (Studi Kasus: PT Java Egg Specialities) Usulan Penerapan Metodologi DMAIC untuk Meningkatkan Kualitas Berat Produk di Lini Produksi Filling (Studi Kasus: PT Java Egg Specialities) Feliks Prasepta S. Surbakti 1, Martinus Tukiran 2, Agnes Natalia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sistem kualitas begitu penting dan diperlukan dalam dunia usaha untuk dapat

BAB I PENDAHULUAN. Sistem kualitas begitu penting dan diperlukan dalam dunia usaha untuk dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sistem kualitas begitu penting dan diperlukan dalam dunia usaha untuk dapat bersaing dan meningkatkan keunggulan kompetitif dengan perusahaan lain yang sejenis,

Lebih terperinci

TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Industri. Oleh IVAN HERBETH H. SIBURIAN

TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Industri. Oleh IVAN HERBETH H. SIBURIAN USULAN PERBAIKAN KUALITAS DENGAN METODE SIX SIGMA DAN FAILURE MODE AND EFFECT (FMEA) PADA PRODUK RIBBED SMOKE SHEET DI PABRIK KARET PTPN. II KEBUN BATANG SERANGAN TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

REDUCING DEFECTS AND COSTS OF POOR QUALITY OF WW GRAY ROYAL ROOF USING DMAIC AND FMEAP (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS PROCESS)

REDUCING DEFECTS AND COSTS OF POOR QUALITY OF WW GRAY ROYAL ROOF USING DMAIC AND FMEAP (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS PROCESS) TUGAS AKHIR RI 1592 MENGURANGI JUMLAH CACAT DAN BIAYA KERUGIAN PADA PRODUK GENTENG WW ROYAL ABU-ABU DENGAN PENDEKATAN DMAIC DAN FMEAP (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS PROCESS) NOVEMIA PRANING H NRP 2502

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada era globalisasi ini semakin marak bemunculan perusahaan-perusahaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada era globalisasi ini semakin marak bemunculan perusahaan-perusahaan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Operasi Pada era globalisasi ini semakin marak bemunculan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur maupun jasa. Perusahaan tersebut melakukan aktivitas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi adalah suatu proses berpikir yang dilakukan dalam penulisan suatu laporan, mulai dari menentukan judul dan permasalahan, melakukan pengumpulan data yang akan digunakan

Lebih terperinci