IMPLEMENTASI PSAK 70: AKUNTANSI ASET DAN LIABILITAS PENGAMPUNAN PAJAK

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "IMPLEMENTASI PSAK 70: AKUNTANSI ASET DAN LIABILITAS PENGAMPUNAN PAJAK"

Transkripsi

1 IKATAN KONSULTAN PAJAK INDONESIA PENGURUS DAERAH DKI JAYA IMPLEMENTASI PSAK 70: AKUNTANSI ASET DAN LIABILITAS PENGAMPUNAN PAJAK ( M E M A H A M I P E R L A K U A N A K U N T A N S I B A G I E N T I T A S Y A N G M E N G I K U T I P R O G R A M A M N E S T I P A J A K ) Santika Hotel Kelapa Gading, Mahaka Square, Bl. HF3, Kelapa Gading, JAKARTA. Sabtu, 22 Oktober 2016

2 ARDHIE WIDYANTHO SUMARSO, SE, M.ACC, BKP, CPSAK Mengawali karirnya setelah lulus dari STAN Jakarta di Departemen Keuangan RI selama beberapa tahun. Kemudian ia bergabung pada konsultan Pajak sebagai Senior Konsultan dan Senior Trainer. Dengan pemahaman yang sangat baik atas perubahan peraturan perpajakan dan pengalamannya sebagai praktisi konsultan, ia sering diundang sebagai pembicara aktif dalam berbagai seminar, lokakarya, dan pelatihan perpajakan di Indonesia. Hingga saat ini ia masih aktif sebagai dosen dan pengajar di STAN Jakarta dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Dengan latar belakang bekerja yang bervariasi memberikan sebuah sinergi dalam meningkatkan keahliannya dalam memenuhi kebutuhan kliennya. Beliau adalah kandidat master dalam bidang akuntansi. Memiliki ijin konsultan pajak sertifikat C dan ijin sebagai Kuasa Hukum di Pengadilan Pajak. Beliau juga memiliki gelar CPSAK yang menunjukkan penguasaan terhadap akuntansi dengan baik.

3 SUSUNAN ACARA JAM KEGIATAN s/d Registrasi Ulang dan Coffee Break I s/d Ucapan Selamat Datang dan Pembukaan 1. Ucapan Selamat Datang dan Laporan Kegiatan oleh Ketua PENGDA DKI JAYA 2. Pembukaan Oleh Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia s/d Materi I : Memahami PSAK s/d Materi II : Hubungan PSAK 70 Dengan PSAK Lainnya s/d ISOMA s/d Materi III : Lanjutan - Hubungan PSAK 70 Dengan PSAK Lainnya s/d Coffee Break II s/d Materi IV : Lanjutan - Hubungan PSAK 70 Dengan PSAK Lainnya s/d Selesai Pembagian Sertifikat PPL

4 AKUNTANSI ASET DAN LIABILITAS PENGAMPUNAN PAJAK PSAK 70

5 TUJUAN Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak ( UU Pengampunan Pajak ).

6 RUANG LINGKUP Dalam menentukan apakah entitas mengakui aset dan liabilitas pengampunan pajak dalam laporan keuangannya, entitas mengikuti ketentuan dalam UU Pengampunan Pajak. Entitas menerapkan persyaratan dalam Pernyataan ini, jika entitas mengakui aset dan liabilitas pengampunan pajak dalam laporan keuangannya. Pernyataan ini dapat diterapkan oleh entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan sebagaimana didefinisikan dalam Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), jika entitas tersebut mengakui aset dan liabilitas pengampunan pajak dalam laporan keuangannya.

7 DEFINISI Aset pengampunan pajak adalah aset yang timbul dari pengampunan pajak berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak. Biaya perolehan aset pengampunan pajak adalah nilai aset berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak. Liabilitas pengampunan pajak adalah liabilitas yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak. Pengampunan pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap aset dan membayar uang tebusan sebagaimana diatur dalam UU Pengampunan Pajak.

8 DEFINISI Surat Keterangan Pengampunan Pajak (Surat Keterangan) adalah surat yang diterbitkan oleh Menteri Keuangan sebagai bukti pemberian pengampunan pajak. Dalam hal jangka waktu 10 hari terhitung sejak tanggal diterimanya Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak, Menteri Keuangan atau pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri Keuangan belum menerbitkan Surat Keterangan, maka Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak dianggap sebagai Surat Keterangan. Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak (Surat Pernyataan Harta) adalah surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk mengungkapkan aset, liabilitas, nilai aset neto, serta penghitungan dan pembayaran uang tebusan. Uang tebusan adalah sejumlah uang yang dibayarkan ke kas negara untuk mendapatkan pengampunan pajak.

9 KEBIJAKAN AKUNTANSI Paragraf 06 Pada saat diterbitkannya Surat Keterangan, entitas dalam laporan posisi keuangannya: (a)mengakui aset dan liabilitas pengampunan pajak, jika pengakuan atas aset atau liabilitas tersebut disyaratkan oleh SAK; (b)tidak mengakui suatu item sebagai aset dan liabilitas, jika SAK tidak memperkenankan pengakuan item tersebut; dan (c)mengukur, menyajikan, serta mengungkapkan aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan SAK.

10 KEBIJAKAN AKUNTANSI Terlepas dari ketentuan dalam paragraf 06, Pernyataan ini memberikan opsi bagi entitas pada saat pengakuan awal untuk mengukur, menyajikan, serta mengungkapkan aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan ketentuan dalam paragraf Entitas menerapkan opsi kebijakan akuntansi yang telah dipilih secara konsisten untuk seluruh aset dan liabilitas pengampunan pajak yang diakui.

11 PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

12 PENGAKUAN Entitas mengakui aset dan liabilitas pengampunan pajak, jika pengakuan atas aset dan liabilitas tersebut disyaratkan oleh SAK. Entitas tidak mengakui suatu item sebagai aset dan liabilitas, jika SAK tidak memperkenankan pengakuan item tersebut,

13 PENGUKURAN AWAL Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan aset pengampunan pajak sebagaimanana didefinisikan dalam Paragraf 05. Biaya perolehan aset pengampunan pajak merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi entitas dalam melakukan pengukuran setelah pengakuan awal sesuai dengan Paragraf 15. Liabilitas pengampunan pajak diakui sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak.

14 PENGUKURAN AWAL Entitas mengakui selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak di ekuitas dalam pos tambahan modal disetor. Jumlah tersebut tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi maupun direklasifikasi ke saldo laba. Entitas mengakui uang tebusan yang dibayarkan dalam laba rugi pada periode Surat Pernyataan disampaikan. Entitas melakukan penyesuaian atas saldo klaim, aset pajak tangguhan, dan provisi dalam laba rugi pada periode Surat Pernyataan disampaikan sesuai dengan UU Pengampunan Pajak sebagai akibat hilangnya hak yang telah diakui sebagai klaim atas kelebihan pembayaran pajak, aset pajak tangguhan atas akumulasi rugi pajak belum dikompensasi, dan provisi pajak sebelum menerapkan Pernyataan ini.

15 PENGUKURAN SETELAH PENGUKURAN AWAL Paragraf 15 Pengukuran setelah pengakuan awal aset dan liabilitas pengampunan pajak mengacu pada SAK yang relevan, termasuk, namun tidak terbatas pada: (a) Properti investasi, sesuai dengan PSAK 13: Properti Investasi (b) Persediaan, sesuai dengan PSAK 14: Persediaan (c) Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama, sesuai dengan PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (d) Aset tetap, sesuai dengan PSAK 16: Aset Tetap (e) Aset takberwujud, sesuai dengan PSAK 19: Aset Takberwujud (f) Instrumen keuangan, sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran

16 PENGUKURAN SETELAH PENGUKURAN AWAL Paragraf 16 Entitas diperkenankan, namun tidak disyaratkan, untuk mengukur kembali aset dan liabilitas pengampunan pajak berdasarkan nilai wajar sesuai dengan SAK pada tanggal Surat Keterangan. Selisih pengukuran kembali antara nilai wajar pada tanggal Surat Keterangan dengan biaya perolehan aset dan liabilitas pengampunan pajak yang telah diakui sebelumnya disesuaikan dalam saldo tambahan modal disetor. Nilai hasil pengukuran kembali menjadi dasar baru bagi entitas dalam menerapkan ketentuan pengukuran setelah pengakuan awal sesuai dengan Paragraf 15.

17 PENGUKURAN SETELAH PENGUKURAN AWAL Paragraf 17 Jika entitas menyimpulkan bahwa pengampunan pajak mengakibatkan entitas memperoleh pengendalian atas investee sesuai dengan PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian, entitas disyaratkan untuk, selama periode pengukuran kembali, mengukur kembali aset dan liabilitas pengampunan pajak pada tanggal Surat Keterangan. Periode pengukuran kembali dimulai setelah tanggal Surat Keterangan sampai dengan 31 Desember Dalam hal investee bukan merupakan entitas sepengendali, maka entitas menerapkan ketentuan pengukuran dalam PSAK 22: Kombinasi Bisnis.

18 PENGUKURAN SETELAH PENGUKURAN AWAL Lanjutan Paragraf 17 Jika investee merupakan entitas sepengendali, maka entitas menerapkan ketentuan pengukuran dalam PSAK 38: Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali pada tanggal Surat Keterangan. Entitas menerapkan prosedur konsolidasi sesuai dengan PSAK 65 Paragraf PP86-PP88 sejak dilakukannya pengukuran kembali. Sejak tanggal Surat Keterangan sampai dengan periode sebelum entitas menerapkan prosedur konsolidasi sesuai dengan PSAK 65, entitas disyaratkan untuk mengukur investasi dalam entitas anak dengan menggunakan metode biaya. Selisih pengukuran kembali antara nilai wajar pada tanggal Surat Keterangan dengan nilai yang telah diakui sebelumnya disesuaikan dalam saldo tambahan modal disetor.

19 PENGHENTIAN PENGAKUAN Entitas menerapkan kriteria penghentian pengakuan atas masing-masing aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan ketentuan dalam SAK untuk masing-masing jenis aset dan liabilitas tersebut.

20 PENYAJIAN Paragraf 19 Aset dan liabilitas pengampunan pajak disajikan secara terpisah dari aset dan liabilitas lainnya dalam laporan posisi keuangan, jika entitas memilih kebijakan akuntansi sesuai dengan Paragraf 07, namun namun tidak menerapkan Paragraf 16 dan 17. Jika entitas menyajikan aset lancar dan aset tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasifikasi tersendiri dalam laporan posisi keuangan, maka entitas dapat menyajikan secara terpisah aset pengampuan pajak lancar dan tidak lancar serta liabilitas pengampunan pajak jangka pendek dan jangka panjang jika, dan hanya jika, entitas memiliki informasi yang memadai untuk melakukan pemisahan klasifikasi tersebut. Jika dasar pemisahan klasifikasi tersebut bersifat arbiter, maka entitas menyajikan aset dan liabilitas pengampunan pajak sebagai bagian dari aset tidak lancar dan liabilitas jangka panjang dalam laporan posisi keuangan.

21 PENYAJIAN Entitas mereklasifikasi aset dan liabilitas pengampunan pajak, yang sebelumnya disajikan sesuai dengan Paragraf 19, ke dalam pos aset dan liabilitas serupa, ketika: (a) entitas mengukur kembali aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan Paragraf 16; atau (b) entitas memperoleh pengendalian atas investee sesuai Paragraf 17. Entitas menyajikan kembali laporan keuangan terdekat sebelumnya, hanya jika tanggal laporan keuangan tersebut adalah setelah tanggal Surat Keterangan.

22 PENYAJIAN Entitas tidak melakukan saling hapus antara aset dan liabilitas pengampunan pajak

23 PENGUNGKAPAN Entitas mengungkapkan, dalam laporan keuangannya, tanggal Surat Keterangan dan jumlah yang diakui sebagai aset pengampunan pajak berdasarkan Surat Keterangan, serta jumlah liabilitas pengampunan pajak. Entitas menggunakan petimbangannya dalam mengungkapkan kebijakan dan estimasi akuntansi, serta rincian atas jumlah tercatat yang memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangan untuk menghasilkan informasi yang relevan dan andal.

24 KETENTUAN TRANSISI DAN TANGGAL EFEKTIF Entitas menerapkan ketentuan dalam PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Estimasi, dan Kesalahan Paragraf 41-53, jika entitas memilih kebijakan akuntansi sesuai dengan Paragraf 06. Entitas menerapkan persyaratan dalam Pernyataan ini secara prospektif, jika memilih kebijakan akuntansi sesuai dengan Paragraf 07. Laporan keuangan untuk periode sebelum tanggal efektif Pernyataan ini tidak perlu disajikan kembali. Pernyataan ini berlaku sejak tanggal pengesahan UU Pengampunan Pajak.

25 PSAK 16: ASET TETAP DAN PSAK TERKAIT

26 SIFAT ASET TETAP Aset tetap mempunyai umur yang panjang atau permanen. Aset tetap berwujud karena mempunyai bentuk fisik. Dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dan tidak untuk dijual sebagai bagian dari operasional. Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Aset Tetap Beban / Biaya Aset Tetap Aset tak berwujud Aset Tetap Persediaan Investasi

27 PENGATURAN ASET TETAP DALAM PSAK Bunga Pinjaman PSAK 26 PSAK 48 Penurunan Nilai Aset Aset Tetap PSAK 16 PSAK Terkait Aset tetap PSAK 58 Sewa PSAK 30 ISAK 8 PSAK 13 & 19 ISAK 25 Investasi Properti Aset tidak berwujud Tanah Aset Tidak Lancar Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan 27

28 IKHTISAR PERUBAHAN PSAK 16 (REVISI 2011) No Perihal PSAK 16 Revisi PSAK 16 Lama 1 Istilah Aset Aktiva 2 Penyusutan Digabung di PSAK 16. Bagian yg signifikan disusutkan terpisah. 3 Komponen biaya perolehan 4 Bukan komponen biaya perolehan Termasuk: biaya imbalan kerja biaya pengujian aset hasil penjualan dari pengujian Kegiatan insidental ini mungkin terjadi sebelum atau selama konstruksi atau aktivitas pengembangan (misal : parkir) 5 Pertukaran aset Membedakan antara ada substansi komersial atau tidak. Diatur di PSAK lain Tidak mengatur 2 hal tsb secara spesifik. Tidak mengatur hal tsb secara spesifik. Membedakan pertukaran sejenis dan tidak sejenis 28

29 IKHTISAR PERUBAHAN PSAK 16 (REVISI 2011) No Perihal PSAK 16 Revisi PSAK 16 Lama 6 Pengukuran setelah pengakuan Awal 7 Telaah ulang nilai residu, umur manfaat & metode penyusutan Cost Model atau Revaluation Model Harus dilakukan minimum tiap akhir tahun dan perubahannya diperlakukan sebagai perubahan estimasi (prospektif). Hanya Cost Model, revaluasi boleh dilakukan jika sesuai ketentuan pemerintah Telaah nilai residu tidak diatur, perubahan umur manfaat diperlakukan prospektif, perubahan metode penyusutan retrospektif. 8 Aktiva Lain-lain Diatur di PSAK lain Mengatur Aktiva Lainlain 9 Dismantling cost Diakui sebagai biaya perolehan dan kewajiban Tidak diatur 29

30 PENGERTIAN ASET TETAP Definisi Aset tetap adalah aset berwujud yang: (par 6) 1. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan 2. Diharapkan digunakan selama lebih dari satu periode. Ciri Used in operations and not for resale. Long-term in nature and usually depreciated. Possess physical substance. Tidak berlaku untuk Hak penambangan Reservasi tambang 30

31 HARGA PEROLEHAN ASET TETAP - DIKAPITALISASI Kapitalisasi proses menangguhkan biaya perolehan yang terjadi pada periode sekarang ke periode masa depan di mana aset tersebut diharapkan memberikan manfaat Biaya dikapitalisasi jika memenuhi kriteria : Terjadi dari transaksi masa lalu Dapat diidentifikasi dan memiliki manfaat di masa mendatang Pemilik memiliki kendali atas manfaat di masa depan dari aset tersebut control over future benefits

32 HARGA PEROLEHAN ASET TETAP DIALOKASIKAN BEBAN DEPRESIASI Alokasi proses membebankan biaya yang dikapitalisasi pada periode di mana aset tersebut memberikan manfaat. Ditentukan oleh masa manfaat, nilai sisi dan metode alokasi Proses alokasi dikenal sebagai: Depreciation untuk aset tetap

33 PENGAKUAN ASET TETAP Biaya perolehan aset tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika : (par 7) a)besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas; dan b)biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Kriteria pengakuan berlaku pada saat pengakuan awal dan untuk biaya setelah perolehan awal. 33

34 PENGAKUAN ASET TETAP Suku cadang utama dan peralatan siap pakai termasuk aset tetap jika digunakan lebih dari satu periode hanya digunakan untuk aset tertentu komponen yang diganti tidak diakui lagi. Contoh: Entitas membeli suatu komponen suku cadang dari suatu mesin. Suku cadang tersebut spesifik dan harganya material dibandingkan dengan nilai aset tersebut. Jangka waktu pemakaian suku cadang tersebut lebih satu tahun. Suku cadang dikategorikan sebagai aset pada saat pembelian, dengan syarat komponen yang akan diganti dihapuskan dari pembukuan. 34

35 PENGAKUAN ASET TETAP - MATERIALITAS Unit ukuran dalam pengakuan sesuai kondisi entitas. Kriteria agregasi atau invidual. Mempengaruhi nilai aset Mempengaruhi biaya depresiasi atau biaya operasi Laba (potensi earning management) Materialitas digunakan sebagai tambahan kriteria untuk menentukan, apakah pengeluaran akan dicatat sebagai aset tetap Pengeluaran yang memenuhi kriteria aset tetap namun tidak material dari sisi jumlah seringkali tidak dikapitalisasi dan dicatat sebagai beban pada periode berjalan. Suatu aset secara individu tidak material, namun pembelian dalam jumlah banyak material sehingga dikapitalisasi 35

36 PENGAKUAN ASET TETAP - MATERIALITAS Agregasi Entitas membeli satu buah kursi seharga Rp Entitas membeli 100 buah kursi dengan harga satuan Rp total Rp Materialitas Entitas membeli mesin hitung elektrik seharga Rp Entitas membeli dinding seharga Rp ???? 36

37 PERTIMBANGAN - MATERIALITAS Pertimbangan penentuan batas suatu pengeluaran dikapitalisasi sebagai aset tetap: Ukuran entitas Relevansi informasi bagi pengguna Biaya dan manfaat, biaya untuk menyelenggarakan pencatatan aset tetap dan manfaat dari informasi yang dihasilkan dari pencatatan aset tetap tersebut. Konsekuensi ekonomis Semakin tinggi batas materialitas pengeluaran akan cenderung dicatat sebagai beban laba akan kecil administrasi pencatatan aset lebih mudah Entitas dapat menetapkan 1 jt, 5 jt, 10jt, 25jt, 50jt Jika tidak dicatat sebagai aset biasanya tidak diinventarisasi sehingga aset tidak dipelihara. 37

38 PENGUKURAN AWAL Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi diakui sebagai aset tetap pada awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan. (par 15) Biaya Perolehan Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung Biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset 38

39 BIAYA PEROLEHAN AWAL Seluruh biaya terkait aset yang memiliki manfaat di masa mendatang. Aset lain yang berfungsi agar suatu aset dapat memiliki manfaat di masa mendatang. Alat yang dipasang agar pabrik dapat berjalan sesuai dengan ketentuan pengolahan limbah industri. 39

40 BIAYA SETELAH PEROLEHAN AWAL Biaya pemeliharaan dan perbaikan diakui beban di laporan laba rugi komprehensif periode berjalan Perawatan Suku cadang kecil Penggantian aset akan menambah aset jika: Memenuhi kriteria aset (memiliki masa manfaat lebih dari satu periode dan diukur dengan andal) Komponen yang diganti tidak lagi dicatat sebagai aset Inspeksi yang signifikan dapat diakui sebagai aset jika: Memenuhi kriteria aset Nilai inspeksi terdahulu (dibedakan dari fisik) dihentikan pencatatanya 40

41 KOMPONEN BIAYA PEROLEHAN a) Harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak dapat dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lain; b) Biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen c) Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul ketika aset tersebut diperoleh, atau karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan. 41

42 BIAYA DIATRIBUSIKAN LANGSUNG a) Biaya imbalan kerja yang timbul dari pembangunan atau akuisisi aset tetap. b) Biaya penyiapan lahan untuk pabrik; c) Biaya handling dan penyerahan awal; d) Biaya perakitan dan instalasi e) Biaya pengujian aset apakah aset berfungsi dengan baik (setelah dikurangi hasil penjualan produk tersebut) f) Komisi profesional 42

43 BUKAN KOMPONEN BIAYA PEROLEHAN a) Biaya pembukaan fasilitas baru b) Biaya pengenalan produk baru c) Biaya penyelenggaraan bisnis di lokasi baru termasuk biaya pelatihan staf d) Administrasi dan overhead umum e) Biaya saat alat belum beroperasi penuh f) Kerugian awal operasi g) Biaya relokasi dan reorganisasi operasi entitas. h) Hasil dari aset sebelum dimanfaatkan (hasil parkir dari lahan yang belum digunakan). i) Laba internal jika aset tersebut merupakan persediaan perusahaan. 43

44 ILUSTRASI BIAYA PEROLEHAN Entitas membeli peralatan tambang, diimport dari luar neger. Harga peralatan USD. Cost insurance and freight sebesar USD. Peralatan tersebut dikenakan bea masuk dan bea masuk tambahan sebesar 15% dari nilai CIF. PPN 10%, PPnBM 10% dan PPh 22 sebesar 2,5%. Kurs spot atas atas pembelian peralatan tersebut sebesar dan kurs KMK yang berlaku pada saat transaksi sebesar

45 ILUSTRASI BIAYA PEROLEHAN Nilai peralatan : = USD x = pencatatan perusahaan Bea masuk x 15% x = Total CIF + bea masuk (kurs pajak) = x 115% x = PPN = 10% x = PPnBM = 20% x = PPh 22 = 2,5% x = Nilai peralatan = Peralatan Utang Dagang Peralatan (bea masuk) Peralatan (PPnBM) Kas PPN Masukan Pajak dby dmk PPh Kas

46 ILUSTRASI BIAYA PEROLEHAN Contoh Berikut ini biaya yang dikeluarkan PT. Kelana dalam rangka perolehan mesin baru untuk produk barunya: milyar untuk pembelian mesin juta biaya tenaga kerja untuk memodifikasi dan instalasi mesin sesuai layout pabrik juta untuk penyiapan lokasi pabrik juta untuk pengiriman mesin juta PPN dan juta bea masuk. 6. Biaya promosi produk baru 700 juta 7. Biaya pengetesan awal 250 juta 8. Biaya grand opening 350 juta 9. Biaya tenaga enginering yang melakukan pengetesan dan instalasi 150 juta 10.Biaya administrasi yang dimasukkan dalam biaya overhead 120 juta Diskusikan mana yang merupakan biaya perolehan?? 46

47 PENGUKURAN AWAL Example Biaya dari pembukaan pabrik tersebut sebesar = milyar Biaya yang tidak berhubungan langsung dengan perolehan dan pemasangan mesin pabrik tersebut tidak boleh diakui. 1. Biaya grand opening 350 juta 2. Biaya promosi produk baru 800 juta 3. Biaya administrasi yang dimasukkan dalam biaya overhead 120 juta 47

48 DISMANTLING COST Contoh Perusahaan menyewa sebuah bangunan selama 8 tahun untuk dijadikan kantor senilai 2.000juta. Perusahaan mengeluarkan biaya untuk modifikasi interior ruangan sebesar 1.000juta. Menurut perjanjian bangunan tersebut harus kembali dalam keadaan kosong di akhir masa sewa. Estimasi biaya pembongkaran interior tersebut 100 juta. Harga perolehan peralatan interior perolehan interior adalah juta ditambah estimasi biaya pembongkaran. 100 juta : (1 + 6%) 8 = jt) asumsi tingkat suku bunga 6% Biaya partisi diakui dalam neraca dengan jurnal berikut: Dr Aset Tetap 1.062,741 jt Cr Kas jt Kewajiban diestimasi 63,741jt Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1 Cr Beban bunga 3,764 jt Kewajiban diestimasi 3,764jt 48

49 DISMANTLING COST Example PT. ABC membangun instalasi minyak lepas pantai. Biaya yang dikeluarkan sebesar 500 milyar. Peraturan pemerintah mengharuskan entitas memindahkan instalasi tersebut di akhir konsesi (20 tahun yang akan datang). Estimasi biaya untuk melakukan pemindahan dan restorasi sebesar 80 milyar. Tingkat bunga yang berlaku 6%. PV dari biaya restorasi 24,94. Instalasi minyak diakui dalam neraca dengan jurnal berikut: Dr Aset Tetap 524,94 milyar Cr Kas 500 milyar Kewajiban diestimasi 24,94 milyar Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1 Cr Beban bunga 1,497 milyar Kewajiban diestimasi 1,497 milyar 49

50 DISKUSI - PENGUKURAN AWAL Entitas membeli peralatan dengan harga 2,4 milyar. Biaya instalasi dan pemasangan 200 juta. Biaya komisi / perantara sebesar 600 juta, biaya pengadaan dan perjalanan dinas terkait pengadaan peralatan tersebut 400 juta? Biaya lain-lain tersebut apakah dapat dikategorikan sebagai biaya perolehan aset? Berdasarkan konsep perolehan semua biaya yang terkait dengan pengadaan dapat ditambahkan dalam penilaian aset. Namun jika nilai biaya ini material, akan membuat nilai tercatat aset tidak mencerminkan manfaat yang akan diperoleh di masa mendatang. Aset dapat dicatat mengalami penurunan nilai pada periode berikutnya 50

51 DISKUSI - PENGUKURAN AWAL Bagaimana pencatatan nilai aset dan biaya-biaya lain terkait dengan aset tersebut? Apakah perlu dipisahkan atau dicatat menjadi satu? Praktik yang sering dilakukan, semua biaya tersebut dicatat menjadi satu sebagai nilai aset. Dokumen transaksi yang menjelaskan secara rinci komponen biaya perolehan. Tanggal pengeluaran biaya seringkali berbeda-beda, dapat terjadi sebelum atau sesudah aset utama diperoleh. Untuk sebelum aset utama diperoleh jika dapat diidentifikasi berhubungan langsung dengan aset dapat diakui sebagai beban tangguhan sebelum dicatat sebagai aset. Untuk beban setelah aset utama diakui sebagai penambah nilai aset tetap ditentukan titik pengakuan saat aset mulai digunakan. 51

52 DISKUSI - PENGUKURAN AWAL Apakah pencatatan aset dilakukan secara global sebagai satu kesatuan atau pencatatan harus dilakukan untuk masing-masing komponen. Pertimbangan pencatatan sebagai aset terpisah Manfaat dan biaya dari pencatatan aset secara terpisah Aset dapat diidentifikasi secara terpisah Entitas dapat secara ekonomis memisahkan biaya aset per komponen. Masing-masing komponen aset memiliki masa manfaat yang berbeda contoh rangka pesawat dan asesoris dalam pesawat; bangunan dan lift; tanah dan bangunan. Perolehan aset dilakukan secara terpisah sehingga dapat diidentifikasi dengan mudah. 52

53 Perolehan Bangunan Semua biaya terkait dengan akuisisi atau konstruksi : Material, tenaga kerja, overhead selama proses konstruksi, biaya bunga jika membangun sendiri Harga beli bangunan dan pengurusan hak perolehan bangunan. Fee profesional Ijin pendirian bangunan 53

54 PEROLEHAN TANAH Semua biaya terkait dengan akuisisi dan penyiapan tanah sesuai dengan tujuan penggunaan : (1) Harga Beli (2) Biaya pengurusan hak tanah (sertifikat, pajak/bphtb, biaya notaris, dll. (3) Biaya untuk perataan tanah, penghancuran bangunan yang tidak diperlukan. 54

55 ILUSTRASI : PEROLEHAN Pengeluaran dan penerimaan berikut terkait dengan tanah, land improvement dan pembelian gedung. Tentukan bagaimana perusahaan mengklasifikasikan pengeluaran tersebut? 1. Biaya arsitek membangun gedung 2. Biaya untuk membeli pabrik, 2.000juta untuk tanah dan bangunan 3. Biaya komisi pembelian pabrik 4. Biaya untuk membangun pagar di sekeliling tanah dan bangunan 5. Biaya untuk menghancurkan bangunan yang ada di atas tanah sebelum gedung dibangun 6. Hasil dari penjualan sisa bangunan yang dihancurkan 7. Biaya untuk membangun lahan parkir 8. Biaya untuk membeli pohon ditanam sekitar bangunan 1. Bangunan 2. Tanah 3. Tanah 4. Land Improvement 5. Tanah 6. (Tanah) 7. Land Improvement 8. Land 55

56 PSAK 13 TANAH DAN BANGUNAN INVESTASI PROPERTI Properti Investasi menurut PSAK 13 adalah: properti (tanah atau bangunan atau bagian dari bangunan atau keduanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau lessee melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai, atau kedua-duanya, dan tidak untuk: 1. Digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau 2. Dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. Sebagian aset digunakan sebagian yang lain disewakan prorata 56

57 PSAK 13 PENGAKUAN INVESTASI PROPERTI Kriteria Pengakuan Sama dengan PSAK 16 Memiliki manfaat ekonomi di masa mendatang Dapat diukur dengan andal Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan. Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal Biaya pengurusan surat-surat Setelah pengukuran awal perusahaan dapat memilih menggunakan : Metode biaya harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi Metode nilai wajar nilai properti pada tanggal pelaporan, selisih perubahan nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif, aset properti investasi tidak disusutkan. 57

58 PSAK 13 PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL Fair value model (PSAK 13) Revaluation model (PSAK 16) Menggunakan nilai wajar Menggunakan nilai wajar Perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya. Tidak ada penyusutan. Perubahan nilai wajar diakui dalam ekuitas (laba komprehensif atau laba rugi untuk penurunan nilai. Penyusutan. Mencerminkan kondisi pasar pada tanggal neraca. Tidak spesifik, hanya mengharuskan secara reguler. 58

59 ILUSTRASI - INVESTASI PROPERTI Entitas memiliki gedung 20 lantai. 10 lantai digunakan untuk kegiatan entitas, sedangkan sisanya disewakan. Aktivitas utama entitas bukan menyewakan gedung. Bagian gedung yang digunakan sebagai aset tetap, bagian gedung yang disewakan disajikan sebagai properti investasi Alokasi dapat dilakukan berdasarkan jumlah lantai

60 ILUSTRASI - INVESTASI PROPERTI PT, Melati membeli tanah dan bangunan pada 1 Januari 2012 senilai 4.500juta. Berdasarkan informasi, harga beli tanah saja dan bangunan saja Perusahaan menggunakan metode fair value untuk penilaian properti investasi tersebut. Nilai wajar tanah dan bangunan dapat dilihat dalam tabel berikut: Properti Investasi Kas Properti Investasi 500 Keuntungan peningkatan nilai 500 Kerugian penurunan nilai 100 Properti investasi /12/ /12/2013 Tanah Bangunan

61 PEROLEHAN PERALATAN Peralatan dapat meliputi mesin, kendaraan, peralatan kantor, peralatan pabrik, peralatan tambang, mesin dan peralatan lain. Biaya perolehan meliputi (1) Harga beli, (2) Pajak atau Bea yang tidak dapat dikreditkan (3) Biaya transportasi (4) Biaya asuransi selama pengiriman barang (5) Biaya instalasi dan biaya penyiapan tempat untuk melakukan instalasi (6) Biaya untuk pengetesan peralatan 61

62 ASET DIBANGUN SENDIRI Biaya yang dikeluarkan sampai aset tersebut siap digunakan: Material dan tenaga kerja Overhead biaya variabel dan porsi dari fixed overhead yang terkait langsung dengan pembangunan aset. Biaya bunga selama proses pembangunan 62

63 BUNGA SELAMA PROSES KONSTRUKSI Alternatif pembebanan biaya bungan yang muncul selama proses konstruksi Rp 0 Menambah Nilai Aset Rp? Biaya bunga tidak dikapitalisasi selama konstruksi Kapitalisasi biaya bunga aktual selama konstruksi (dengan modifikasi) IFRS/PSAK Kapitalisasi semua biaya bunga 63

64 BUNGA PINJAMAN (PSAK 26) PSAK 26 (IFRS 23) mengkapitalisasi biaya bunga aktual (dengan modifikasi) SAK ETAP dan IFRS SME, bunga pinjaman tidak dikapitalisasi Konsisten dengan prinsip harga perolehan Dalam kapitalisasi ada tiga pertimbangan 1. Qualifying assets 2. Periode kapitalisasi 3. Jumlah yang dikapitalisasi Qualifying Assets / Aset kualifikasi Memerlukan periode yang cukup lama untuk membangun atau menyiapkan aset tujuan penggunaannya: Ada dua jenis aset : aset yang dibangun sendiri maupun aset yang akan dijual / disewakan. 64

65 BUNGA PINJAMAN (PSAK 26) Periode Kapitalisasi Dimulai : 1. terjadinya pengeluaran untuk aset; 2. terjadinya biaya pinjaman; dan 3. entitas telah melakukan aktivitas yang diperlukan untuk menyiapkan aset untuk digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya. Berakhir 1. Aset telah selesai dibangun dan siap digunakan 2. Jika aset dihentikan pembangunannya karena kondisi force major maka kapitalisasi dihentikan sementara. 65

66 BUNGA PINJAMAN (PSAK 26) Jumlah yang dikapitalisasi Jumlah yang lebih kecil antara Biaya bunga aktual Avoidable interest bunga yang dapat dihindarkan yaitu biaya bunga yang tidak akan muncul jika kegiatan pembangunan tersebut tidak dilaksanakan. 66

67 BUNGA PINJAMAN (PSAK 26) Pinjaman dapat meliputi 1. Pinjaman khusus yang dikeluarkan untuk untuk mendanai aset tersebut 2. Pinjaman umum yang ada saat proses pembangunan aset tersebut terjadi Pinjaman khusus menggunakan aktual biaya bunga yang terjadi dikurangi pendapatan bunga yang dihasilkan dari pinjaman khusus sebelum digunakan. Pinjaman umum menggunakan rata-rata tertimbang dana yang terpakai dikalikan dengan bunga rata-rata. Dana yang digunakan gabungan?? PSAK / IFRS tidak ada penjelasan khusus US GAAP sampai dengan jumlah sebesar pinjaman khusus menggunakan rate bunga pinjaman khusus, sisanya menggunakan bunga pinjaman umum 67

68 PENGAKUAN PSAK 26 Sepanjang entitas meminjam dana secara spesifik untuk tujuan memperoleh aset kualifikasian, entitas harus menentukan jumlah biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi sebesar: biaya pinjaman aktual yang terjadi atas pinjaman tersebut selama periode berjalan dikurangi penghasilan investasi dari investasi temporer pinjaman tersebut. 68

69 PENGAKUAN BUNGA PINJAMAN Menggunakan dana secara umum tingkat kapitalisasi untuk pengeluaran atas aset tersebut. Tingkat kapitalisasi adalah rata-rata tertimbang biaya pinjaman yang dapat diterapkan atas saldo pinjaman selama periode berjalan, selain pinjaman yang secara spesifik untuk tujuan memperoleh aset kualifikasian. Jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi tidak boleh melebihi jumlah biaya pinjaman yang terjadi. Gabungan dana dipisahkan sumber dana dari pinjaman khusus dan pinjaman umum Pinjaman khusus = bunga aktual dikurangi hasil investasi Pinjaman umum = rata tertimbang biaya pinjaman x pinjaman umum yang digunakan untuk pembangunan aset 69

70 ILUSTRASI KAPITALISASI BUNGA PINJAMAN PT. Melati meminjam ke Bank sejumlah juta untuk membangun gedung dengan tingkat bunga 8%. Pengeluaran dilakukan selama proses pembangunan sehingga sebagian dana diinvestasikan. Hasil investasi yang terjadi selama proses pembangunan gedung dari pinjaman yang belum dipakai sebesar 300juta. Total biaya bunga yang terjadi adalah: x 8% = 800 juta Bunga yang dapat dikapiltalisasi adalah 800 juta 300 juta = 500 juta 70

71 ILUSTRASI KAPITALISASI BUNGA PINJAMAN PT. Mutiara memiliki beberapa utang pada 1/1/2010 Utang 1 sebesar juta bunga 9% Utang 2 sebesar juta bunga 8% Utang 3 sebesar 800 juta bunga 7,5% Perusahaan membangun pabrik baru dengan total biaya juta. Waktu untuk membangunnya 6 bulan. Tidak ada utang khusus yang ditarik untuk mendanai pembangunan pabrik tersebut. Bunga rata-rata pinjaman (1.600 x 0.09) + (4.000 x 0.08) + (800 x 0.075) / ( ) = 8% Bunga yang dikapitalisasi adalah : x 8% x 6/12 = 64 juta 71

72 Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman PT. Melati membangun sendiri gedung dengan melakukan pengeluaran selama tahun 2011: Jan 31: juta Juli 31: juta. Dana yang tidak dipakai diinvestasikan dengan bunga 6%. Perusahaan sebelumnya memiliki utang outstanding utang dalam bentuk notes. Sumber pendanaan pembangunan tersebut adalah sbb: 1. 10%, utang bang 2 tahun untuk proyek tersebut : juta 2. 8%, utang bank 5 untuk keperluan modal kerja juta Berapa bunga yang dikapitalisasi??

73 ILUSTRASI KAPITALISASI BUNGA PINJAMAN Expenditure Up to specific loan, at 10% x 11/12 Excess (840,000 less = ) At 8% x 5/ avoidable avoidable 600 Revenue

74 Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman Bunga yang dapat dihindari : Bunga aktual : 10% = % = Bunga yang dihindari lebih kecil dari bunga aktual sehingga bunga yang dapat dikapitalisasi Beban bunga ( ).

75 PENGUKURAN BIAYA PEROLEHAN Diskon Diskon harus dikurangkan dari harga perolehan aset aset dicatat setelah diskon Pembayaran ditangguhkan Aset yang dibeli dengan pembayaran ditangguhkan dinilai setara nilai tunainya. Perbedan nilai tunai dengan pembayaran diakui sebagai beban bunga. Pertukaran aset menggunakan nilai wajar kecuali tidak ada substansi ekonomi atau tidak ada nilai wajar yang andal. Pembelian dengan lumpsum dialokasikan nilai total biaya perolehan ke masing-masing aset dengan dasar nilai wajar aset. (jika asetnya diklasikan atau memiliki masa manfaat berbeda). 75

76 PENGUKURAN BIAYA PEROLEHAN Penerbitan saham menggunakan dasar nilai wajar dari saham sebagai indikator nilai wajar aset, jika nilai saham dapat diandalkan. Mana yang lebih andal antara nilai wajar saham atau aset. Jika keduanya andal maka nilai wajar aset yang diserahkan digunakan untuk mengukur aset yang diterima. Hibah pemerintah tidak boleh diakui sampai diperoleh keyakinan bahwa entitas memenuhi persyaratan dan hibah akan diperoleh. 76

77 PERTUKARAN ASET Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran diukur sebesar nilai wajar kecuali: Tidak memiliki substansi komersial, atau Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal Substansi Komersial Nilai wajar Aset dipertukarkan Biaya perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan. 77

78 ILUSTRASI PEMBAYARAN TANGGUHAN PT. Kencana membeli kendaraan melalui angsuran. Uang muka yang dibayarkan sebesar 500 juta dan angsuran selama 5 tahun yang dibayarkan 200juta per tahun. Tingkat bunga yang berlaku 12% Nilai tunai mesin tersebut adalah PVA i=12%, n=5. Nilai tunai angsuran = 720,95 Nilai mesin 730, = 1.230,95 Jurnal perolehan Kendaraan 1.230,95 Kas 500 Utang 720,95 Pembayaran angsuran 1 Utang 113,49 Beban bunga 86,51 Kas

79 PENGELUARAN SETELAH PEROLEHAN ASET Pengeluaran yang dilakukan untuk mengakuisisi aset tetap baru atau menambah aset tetap baru belanja modal = capital expenditure. Pengeluaran akan dicatat menambah nilai aset jika sesuai dengan definisi aset tetap yaitu memiliki manfaat ekonomi di masa depan dan nilainya dapat diukur dengan andal

80 PENGELUARAN SETELAH PEROLEHAN ASET Pengeluaran untuk memperbaiki atau memelihara aset tetap yang tidak memberikan manfaat di masa mendatang disebut belanja pendapatan = revenue expenditure. Pengeluaran akan diklasifikasikan sebagai beban pemerliharaan

81 PENGELUARAN SETELAH PEROLEHAN ASET KEWAJIBAN CAPITAL EXPENDITURE ASET EKUITAS PEMILIK 1. Biaya awal 2. Penambahan 3. Peningkatan 4. Perbaikan luar biasa BEBAN REVENUE EXPENDITURE Laba bersih PENDAPATAN Perbaikan dan pemeliharaan normal dan rutin

82 PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL Entitas harus memilih antara: Cost Model Revaluation Model Sebagai kebijakan akuntansinya, dan Menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama. 82

83 PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL Cost Model Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar : Biaya perolehan dikurangi Akumulasi penyusutan dan Akumulasi rugi penurunan nilai aset Revaluation Model Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar : Jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi, dikurangi Akumulasi penyusutan dan Akumulasi rugi penurunan nilai aset yang terjadi setelah tanggal revaluasi. 83

84 NILAI WAJAR Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untuk mempertukarkan suatu aset antara pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transaksi dengan wajar. Bukan nilai yang akan diterima atau dibayarkan entitas dalam suatu transaksi yang dipaksakan, likuidasi yang dipaksakan, atau penjualan akibat kesulitan keuangan. 84

85 HIRARKI PENENTUAN NILAI WAJAR Kuotasi harga di pasar aktif; Jika pasar tidak aktif, maka menggunakan teknik penilaian yang meliputi: penggunaan transaksi-transaksi pasar wajar yang terkini antara pihak-pihak yang mengerti, berkeinginan, jika tersedia; referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama; analisis arus kas yang didiskonto (discounted cash flow analysis); dan model penetapan harga opsi (option pricing model) 85

86 DEFINISI NILAI WAJAR PSAK 68 harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran....the price that would be received to sell an asset or transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. IFRS 13 par 9 86

87 HIRARKI FAIR VALUE PSAK Yes Apakah ada harga kuotasian dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Level 1) No Gunakan nilai wajar pengukuran dengan Level 1 Harus digunakan tanpa penyesuaian Yes Apakah ada input selain harga kuotasioan yang dapat diobservasi* No * Maksimumkan input yang dapat diobservasi, termasuk informasi pasar dan informasi publik lainnya Input yang tidak dapat diobservasi diantaranya data entitas (anggaran, proyeksi), harus disesuaikan jika pelaku pasar menggunakan asumsi berbeda Gunakan input selain Harga kuotasian yang dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung, pengukuan Level 2 Gunakan input yang bukan berdasarkan harga pasar yang dapat diobservasi. Level 3 87

88 PENENTUAN NILAI WAJAR Nilai wajar tanah dan bangunan biasanya ditentukan melalui penilaian yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi professional berdasarkan bukti pasar. Nilai wajar pabrik dan peralatan biasanya menggunakan nilai pasar yang ditentukan oleh penilai. 88

89 PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar penentuan nilai karena sifat aset yang khusus dan jarang diperjualbelikan, kecuali sebagai bagian dari bisnis yang berkelanjutan, maka Entitas mengestimasi nilai wajar menggunakan pendekatan penghasilan atau biaya pengganti yang telah disusutkan (depreciated replacement cost). 89

90 FREKUENSI PENILAIAN Frekuensi revaluasi tergantung perubahan nilai wajar dari suatu asset tetap. Jika nilai wajar dari asset yang direvaluasi berbeda secara material dari jumlah tercatatnya, maka revaluasi lanjutan perlu dilakukan. Beberapa asset tetap mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif, sehingga perlu direvaluasi secara tahunan. Revaluasi tahunan tidak perlu, apabila perubahan nilai wajar tidak signifikan, asset dapat direvaluasi setiap tiga atau lima tahun sekali. 90

91 REVALUATION MODEL Revaluation Model Revaluasi harus dilakukan secara reguler Untuk memastikan jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan nilai wajar pada tanggal neraca. Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan metode: proporsional, atau eliminasi. 91

92 AKUMULASI PENYUSUTAN REVALUTION MODEL Revaluation Model Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan metode: proporsional Nilai akumulasi depresiasi dan harga perolehan dinaikkan secara proporsional sehingga nilai bersih aset sama dengan nilai revaluasi. eliminasi. Nilai akumulasi depresiai ditutup mengurangi nilai aset. Kemudian aset dinaikkan menjadi nilai revaluasi 92

93 REVALUATION MODEL Metode Proporsional Peralatan senilai diperoleh tanggal 1 Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2012 nilai wajar aset adalah /1/2012 Aset tetap Kas /12/2012 Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan /12/ 2012 Aset Tetap Akumulasi Penyusutan * Surplus Revaluasi *( ) / ) x =

94 REVALUATION MODEL Metode Eliminasi Peralatan senilai diperoleh tanggal 1 Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2012 nilai wajar aset adalah /1/2012 Aset tetap Kas /12/2012 Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan /12/ 2012 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Aset Tetap ,000 Surplus Revaluasi

95 PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL Revaluation Model Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama harus direvaluasi Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, kenaikan tersebut langsung dikreditkan ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi. Dikredit ke saldo laba jika sebelumnya ada penurunan akibat revaluasi terdahulu / impairment. Jika jumlah tercatat aset menurun akibat revaluasi, penurunan tersebut diakui dalam laporn laba rugi. Didebit ke surplus revaluasi (ekuitas) sejumlah saldo kredit surplus revaluasi (jika ada) sebelum debit ke saldo laba. Entire class To Equity directly Negative to P/L 95

96 REVALUATION MODEL Surplus revaluasi di ekuitas dapat dipindahkan langsung ke sado laba pada saat aset tersebut dihentikan penggunaannya. Namun, pemindahan ke saldo laba dapat dilakukan seiring dengan penggunaan aset oleh entitas. (partially realized) saat penyusutan Dipindahkan sebesar perbedaan penyusutan dengan revaluasian dan penyusutan dengan biaya perolehan (atau nilai surplus revaluasi dibagi sisa manfaat ekonomis) Dr Surplus Revaluasi Cr Saldo Laba Pemindahan surplus revaluasi tidak dilakukan melalui Laporan Laba Rugi. Revaluation Model 96

97 REVALUATION MODEL Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr Aset Tetap Dr Aset Tetap Cr Surplus Revaluasi

98 REVALUATION MODEL Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Sebelumnya pernah direvaluasi dengan penurunan Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr Aset Tetap Dr Aset Tetap Cr Keuntungan Revaluasi Cr - Surplus Revaluasi

99 REVALUATION MODEL Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr Aset Tetap Dr Rugi Revaluasi Cr Aset Tetap

100 REVALUATION MODEL Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Sebelumnya pernah direvaluasi dengan surplus Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr Aset Tetap Dr Rugi Revaluasi Dr Surplus Revaluasi Cr Aset Tetap

101 REVALUATION MODEL Contoh Revaluation Model PT. Kenanga membeli mesin dengan harga pada 1 Jan 2010 dan menggunakan metode revaluasi Mesin tersebut disusutkan dengan metode garis lurus 5thn. Pada 31 Desember 2010 direvaluasi sebesar Buat jurnal untuk tahun 2010 dan Dr Aset tetap 50,000 Cr Kas 50,000 Dr Beban Penyusutan 10,000 Cr Akumulasi Penyusutan 10,000 Dr Akumulasi Penyusutan 10,000 Cr Aset tetap 2,000 Cr Surplus Revaluasi 8, Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 12,000 Cr Akumulasi Penyusutan 12,000 Dr Surplus Revaluasi 2,000 Cr Saldo Laba 2,

102 PENYUSUTAN Cost Model Revaluation Model Penyusutan Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount) dari suatu aset selama umur manfaatnya (useful life). 102

103 SIFAT PENYUSUTAN Semua aset tetap kecuali tanah kehilangan kapasitasnya saat digunakan. Kehilangan kapasitas produksi ini diakui sebagai Beban Depresiasi. Depresiasi alokasi biaya perolehan Depresiasi fisik terjadi dari pengausan atau perusakan saat digunakan atau karena cuaca. Depresasi fungsional terjadi saat aset tetap tidak lagi dapat digunakan pada tingkat yang diharapkan.

104 SIFAT PENYUSUTAN Faktor yang Mempengaruhi Beban Depresiasi Biaya Perolehan Nilai Sisa - = Biaya didepresiasi Masa manfaat Beban depresiasi periodik

105 PENYUSUTAN Setiap bagian aset tetap yang memiliki biaya perolehan cukup signifikan terhadap total biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah. Contoh : rangka dan mesin pesawat Beban penyusutan untuk setiap periode harus diakui dalam laporan laba rugi kecuali jika beban tersebut dimasukkan dalam jumlah tercatat aset lain. Penyusutan 105

106 PENYUSUTAN Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap digunakan Pada saat aset berada di lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen. Penyusutan aset dihentikan lebih awal ketika: Diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual; dan Aset dihentikan pengakuannya. Tanah dan bangunan diperlakukan sebagai aset terpisah walaupun diperoleh Penyusutan Implikasinya, penyusutan tidak dihentikan sekalipun aset: tidak digunakan atau dihentikan penggunaannya 106

107 PENYUSUTAN Nilai residu dan umur manfaat suatu aset harus di-review minimum setiap akhir tahun buku Jika hasil review berbeda dengan estimasi sebelumnya maka perbedaan tersebut harus diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi. 107

108 PENYUSUTAN Faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan umur manfaat. Prakiraan daya pakai aset; Prakiraan tingkat keausan fisik; Keusangan teknis dan keusangan komersil; Pembatasan penggunaan aset karena aspek hukum (misal : sewa). 108

109 PENYUSUTAN Metode penyusutan yang digunakan: Harus mencerminkan ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomis masa depan atas aset oleh entitas. Harus di-review minimum setiap akhir tahun buku, dan Perubahan diperlakukan perubahan estimasi. metode sebagai 109

110 PENYUSUTAN Metode Penyusutan Garis Lurus Saldo Menurun Menghasilkan pembebanan yang tetap sepanjang umur manfaat selagi nilai residu tidak berubah Menghasilkan pembebanan yang menurun sepanjang umur manfaat Jumlah Unit Menghasilkan pembebanan berdasarkan penggunaan 110

111 PENYUSUTAN Sebagian besar perusahaan di USA menggunakan metode garis lurus / straight line Saldo Menurun Lainnya 4% 8% 5% Unit Produksi Sumber: Accounting Trends & Techniques, edisi 56, American Institute of Certified Public Accountants, New York, % Garis Lurus

112 Data Biaya Awal Masa manfaat dalam tahun.. 5 tahun Masa manfaat dalam jam Nilai sisa

113 Metode Penyusutan Garis Lurus Biaya Nilai Sisa Masa Manfaat tahun = depresiasi tahunan = depresiasi tahunan = 18.3% Tingkat depresiasi garis lurus

114 Metode Garis Lurus Akum. Depr. Nilai Buku Nilai buku pada awal pada awal Beban pada akhir Tahun Biaya tahun tahun Depr. tahun Biaya ( ) Nilai Sisa ( ) Estimasi Masa Manfaat 5 thn) = Beban Depresiasi tahunan ( ) 114

115 METODE UNIT PRODUKSI Biaya Estimasi nilai sisa Estimasi masa manfaat dalam unit, jam, dsb ,000 jam = Depresiasi per unit, jam, dsb. = 220 per jam. Metode unit produksi lebih sesuai dibandingkan dengan metode garis lurus saat jumlah penggunaan aset tetap bervariasi dari tahun ke tahun.

116 METODE SALDO MENURUN Tahap 1 Mengabaikan nilai sisa, menghitung tingkat garis lurus Tahap 2 Tingkat garis lurus dikali dua x 2 = tahun = = 20% Cara mudahnya dengan membagi satu dengan jumlah tahun (1 5 =.20). Untuk tahun pertama, biaya dari aset dikalikan dengan Setelah tahun pertama, nilai buku yang menurun dari aset dikalikan dengan

117 Tahap 3 TABEL PERHITUNGAN SALDO MENURUN Tahun Nilai Buku Awal Tahun Tingkat Depresiasi Tahunan Akumulasi Depresiasi Akhir Tahun Nilai Buku Akhir Tahun % % % % Nilai Buku akhir yang diinginkan

118 PENURUNAN NILAI PSAK 48 PSAK 48 tentang Penurunan Nilai Aset, yang membahas: 1. Bagaimana entitas melakukan review atas nilai tercatat aset, 2. Bagaimana menentukan recoverable amount suatu aset, dan 3. Kapan mengakui atau membalik rugi penurunan nilai. Penurunan nilai terjadi jika nilai tercatat aset lebih tinggi dibandingkan nilai terpulihkan (recoverable amount) Recoverable amount adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya penjualan dengan nilai kini penggunaan aset. Penurunan nilai diakui di laporan laba rugi Revew penurunan nilai dilakukan setiap pelaporan Penurunan boleh dapat dibalikkan sebesar yang telah terjadi 118

119 IDENTIFIKASI ASET YANG MUNGKIN MENGALAMI PENURUNAN NILAI ASET Akhir periode Entitas menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai Jika ada indikasi Entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset. Terlepas apakah terdapat indikasi penurunan nilai entitas harus: Minimal setahun sekali, melakukan pengujian penurunan nilai (impairment test). Aset tidak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas Aset tidak berwujud yang belum digunakan Goodwill yang diperoleh dalam kombinasi bisnis 119

120 IDENTIFIKASI ASET YANG MUNGKIN MENGALAMI PENURUNAN NILAI ASET Informasi minimum yang dipertimbangkan PSAK 48 par 12 Informasi dari sumber-sumber eksternal Perubahan signifikan nilai pasar Perubahan signifikan teknologi, pasar, ekonomi dan lingkup hukum Perubahan suku bunga Jumlah tercatat aset neto enttitas melebihi kapitalisasi pasarnya Informasi dari sumber-sumber internal Bukti keusangan atau kerusakan fisik aset Perubahan signifikan atas penggunaan, penghentian dan masa manfaat aset Bukti internal mengindikasikan bahwa kinerja ekonomi aset lebih buruk dari yang diharapkan. 120

121 PENDEKATAN UMUM DARI PENGUKURAN PENURUNAN NILAI Carrying Amount Nilai Aset Akumulasi Penyusutan dan Akumulasi Rugi Penurunan Nilai Recoverabl e Amount Nilai tertinggi Nilai Wajar dikurangi Biaya Penjualan Nilai Pakai Recovered through sale Recovered through use 121

122 PENGUKURAN JUMLAH TERPULIHKAN PSAK 48 mendefinisikan jumlah terpulihkan suatu aset sebagai jumlah yang lebih tinggi antara: Fair Value Less Costs to Sell adalah jumlah yang dapat dihasilkan dari penjualan suatu aset atau unit penghasil kas dalam transaksi antara pihakpihak yang mengerti dan berkehendak bebas tanpa tekanan, dikurangi biaya pelepasan aset. da n Nilai pakai (Value in Use) adalah nilai sekarang dari taksiran arus kas yang diharapkan akan diterima atau unit penghasil kas. 122

123 PENGAKUAN RUGI PENURUNAN NILAI nilai terpulihkan aset < dari nilai tercatatnya nilai tecatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai PSAK 48 Par Rugi penurunan nilai segera diakui dalam laporan laba rugi, Kecuali aset disajikan pada jumlah direvaluasi sesuai dengan standar lain (Contoh PSAK 16: Aset Tetap) 123

124 PENGAKUAN RUGI PENURUNAN NILAI Setiap rugi penurunan nilai aset revalusian diperlakukan sebagai penurunan revaluasi. diakui dalam pendapatan komprehensif lain, sepanjang kerugian penurunan nilai tidak melebihi jumlah surplus revaluasi untuk aset yang sama rugi penurunan nilai atas aset revaluasian mengurangi surplus revaluasi untuk aset tersebut 124

125 ILUSTRASI PENURUNAN NILAI 1 Contoh: Misalkan PT Anggrek melakukan uji penurunan nilai terhadap peralatan yang dimilikinya. Nilai tercatat dari peralatan sebesar Rp 200 juta, nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual Rp180 juta dan nilai pakainyarp 205 juta. Rp 200 juta Rp 205 juta Tidak ada penurunan nilai Rp 180 juta Rp 205 juta 125

126 ILUSTRASI PENURUNAN NILAI 2 Contoh: Misalkan infromasi PT Mawar yang tersedia sama kecuali nilai pakai dari peralatan sebesar Rp 175 juta. Rp20 juta Rugi Penurunan Nilai Rp 200 juta Rp 180 juta Illustration Rp 180 juta Rp 175 juta 126

127 Ilustrasi Penurunan Nilai 2 (Cont d) PT Mawar membuat jurnal berikut ini untuk mencatat kerugian penurunan nilai:. Dr. Kerugian Penurunan Nilai Rp 20 juta Cr. Akulumasi Depresiasi - Peralatan Rp 20 juta 127

128 PENGHENTIAN PENGAKUAN Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat: a) dilepaskan; atau b) Tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap harus dimasukkan dalam laporan laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya (kecuali transaksi jualsewa balik). Laba tidak boleh diklasifikasikan sebagai pendapatan. 128

129 PENGHENTIAN PENGAKUAN Penghentin pengakuan pada saat penggantian sebagian aset tetap Entitas mengakui biaya perolehan dari penggantian dalam jumlah tercatat aset, Kemudian menghentikan pengakuan jumlah tercatat bagian yang digantikan tanpa memperhatikan bagian yang digantikan telah disusutkan secara terpisah. Jika tidak praktis, biaya perolehan penggantian = biaya perolehan yang digantikan. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan suatu aset tetap harus ditentukan sebesar perbedaan antara : Jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dan Jumlah tercatat dari aset. 129

130 PENGHENTIAN PENGAKUAN Penghentian pengakuan aset dapat dilakukan dengan beberapa cara : 1. dibuang, 2. dijual, atau 3. ditukar tambah dengan aset serupa. Jurnal yang diperlukan tergantung pelepasan dan kondisi, namun secara umum terdiri dari: Akun aset dikredit untuk mengeluarkan aset dari pembukuan Akun Akumulasi Penyusutan terkait harus didebit untuk mengeluarkan saldonya dari buku besar. Tambahkan aset yang diterima dari proses penghentian jika ada Selisih akan diperhitungkan dalam keuntungan atau kerugian

131 PENGHENTIAN ASET Suatu peralatan dibeli dengan harga telah sepenuhnya disusutkan. Pada tanggal 14 Februari, peralatan tersebut dibuang. Feb. 14 Akumulasi Peny. Peralatan Peralatan Menghapus peralatan yang sudah sepenuhnya disusutkan.

132 PENJUALAN ASET Ketika aset tetap dijual, dapat timbul kerugian atau keuntungan. Jika harga jual sama dengan dengan nilai buku, tidak ada untung atau rugi. Jika harga jual lebih kecil dari nilai buku, ada kerugian sebesar selisih tersebut. Jika harga jual lebih besar dari nilai buku, ada keuntungan sebesar selisih tersebut. Keuntungan atau kerugian akan dilaporkan di laporan laba rugi sebagai Pendapatan Lain-lain atau Kerugian Lain-lain.

133 PENJUALAN ASET Peralatan seharga didepresiasikan dengan metode tahunan garis lurus 10 tahun. Peralatan tersebut dijual secara tunai pada tanggal 1 Oktober. Akumulasi Penyusutan (terakhir disesuaikan tanggal 31 Des.) memiliki saldo sebesar Okt. 1 Beban Penyusutan Peralatan Ak. Penyusutan Peralatan Mencatat beban penyusutan tahun berjalan atas peralatan yang dijual ¾ 10%

134 PENJUALAN ASET Asumsi 1: Peralatan tersebut dijual seharga , jadi tidak untung maupun rugi. Okt. 1 Kas Ak. Penyusutan Peralatan Peralatan Menjual peralatan.

135 PENJUALAN ASET Asumsi 1: Peralatan tersebut dijual seharga , jadi terjadi kerugian Okt. 1 Kas Ak. Penyusutan Peralatan Kerugian atas Pelepasan Aset Tetap Peralatan Menjual peralatan.

136 PENJUALAN ASET Asumsi 1: Peralatan tersebut dijual seharga , jadi terjadi keuntungan Okt. 1 Kas Ak. Penyusutan Peralatan Keuntunganatas Pelepasan Aset Peralatan Menjual peralatan.

137 ILUSTRASI PENJUALAN ASET Penjualan Aset PT. Kelud memilik mesin yang dibeli 1 Juli 2X07 dengan harga Depresiasi sebesar per tahun, jurnal depresiasi dilakukan setiap akhir tahun. Pada 1 September 2X11 mesin dijual dengan harga Buatlah jurnal untuk mencatat penjualan tersebut. Mencatat depresiasi 3 bulan Beban depresiasi Akumulasi depresiasi Jurnal penjualan Akumulasi depresiasi Kas Mesin Akumulasi depresiasi Nilai akumulasi depresiasi 1 September 2X tahun x =

138 PSAK 58 - ASET TIDAK LANCAR DIMILIKI UNTUK DIJUAL DAN OPERASI DIHENTIKAN Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual dan operasi dihentikan Kriteria : aset (atau kelompok lepasan) harus berada dalam keadaan yang dapat dijual dengan segera penjualan tersebut dapat dikatakan sangat mungkin terjadi, manajemen pada hirarki yang memadai harus mempunyai komitmen terhadap rencana penjualan aset. Diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual, dan penyusutan atas aset tersebut dihentikan Aset Yang Dimiliki Untuk Dijual disajikan sebagai aset lancar dan terpisah dari pos lainnya. 138

139 KLASIFIKASI ASET TIDAK LANCAR DIMILIKI UNTUK DIJUAL Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual JIKA Jumlah tercatatnya akan dipulihkan melalui transaksi penjualan daripada melalui pemakaian berlanjut Syarat yang harus terpenuhi: Berada dalam keadaan dapat/tersedia dijual Penjualannya harus sangat mungkin terjadi (highly probable)

140 PENYAJIAN MENURUT PSAK 58 Annual Report: 140

141 CONTOH 1 PT XYZ mempunyai aset tetap yang diperoleh 1 Desember 2004 pada biaya perolehan Rp100juta. Nilai residu aset diestimasikan sebesar Rp10juta dan masa manfaat 10 tahun. Pada 1 Desember 2007, aset tsb diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual. Nilai wajar diestimasikan Rp80juta dan biaya untuk menjual adalah Rp3juta. Aset tersebut terjual pada 30 Juni 2008 pada harga Rp77juta. 141

142 CONTOH 1 a. Pada saat reklasifikasi aset tgl 1 Desember 2007: a. Aset dipindahkan dari kelompok Aset Tetap ke kelompok Aset dimiliki untuk dijual b. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset tsb adalah Rp77juta (Rp80 Rp3juta). Jumlah ini lebih tinggi dari nilai tercatat aset sebesar Rp73juta (Rp100 ((Rp100-Rp10)/10 X 3). Jadi Aset tetap diukur sebesar Rp73juta. b. Pada saat dijual tgl 30 Juni 2008, mengakui laba dari penjualan sebesar Rp4juta (perolehan Rp77juta nilai tercatat kini Rp73juta) 142

143 CONTOH 1 Jurnal: 1 Desember 2007 Dr. Aset dimiliki untuk dijual Rp73juta Dr. Akumulasi depresiasi Rp27juta Cr. Aset tetap Rp100juta 30 Juni 2008 Dr. Kas Rp77juta Cr. Aset dimiliki utk dijual Rp73juta Cr. Keuntungan penjualan aset Rp4juta 143

144 PENGUNGKAPAN Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto Metode penyusutan yang digunakan Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan awal dan akhir periode. Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode Keberadaan dan jumlah restriksi atas hak milik karena penjaminan utang Jumlah pengeluaran yang diakui dalam pembangunan Jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Jumlah kompensasi pihak ketiga untuk aset yang mengalami penurunan nilai, hilang / dihentikan. Pemilihan metode akuntansi Perubahan estimasi 144

145 PENGUNGKAPAN REVALUASI Dasar yang digunakan untuk menilai kembali aktiva Tanggal efektif penilaian Nama penilai independen, bila ada Hakekat setiap petunjuk yang digunakan untuk menentukan biaya pengganti Jumlah tercatat setiap jenis aktiva tetap Surplus penilaian kembali neraca 145

146 PENYAJIAN DAN ANALISIS Analisis Aset Tetap Asset Turnover Ratio Mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan penjualan yang dihasilkan dari aset yang diinvertsasikan Illustration

147 PENYAJIAN DAN ANALISIS Analisis Aset Tetap Profit Margin on Sales Mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari setiap penjualan yang dilakukan Illustration

148 PENYAJIAN DAN ANALISIS Analisis Aset Tetap Rate of Return on Assets Mengukur keberhasilan perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba Illustration LO 8 148

149 PENYAJIAN DAN ANALISIS ROA dapat diagregasi menjadi komponen profit margin dan turnover yang merupakan perpaduan antara efisiensi dan profitabilitas Rate of Return on Assets = Profit Margin on Sales x Asset Turnover Net Income Average Total Assets = Net Income Net Sales x Net Sales Average Total Assets 149

150 PENYAJIAN DAN ANALISIS Agregasi ROA menjadi komponen profitabilitas dan efisiensi Profitabilitas Efisiensi Rate of Return on Assets = Profit Margin on Sales x Asset Turnover 644 ( 9,533 8,325) / 2 = ,799 x 10,799 ( 9,533 8,325) / 2 7.2% = 5.96% x

151 ILUSTRASI KAPITALISASI BUNGA Ilustrasi kapitalisasi bunga: Blue Corporation meminjam dana senilai $200,000 dengan suku bunga 12% dari Bank Negara pada tanggal 1 Januari Pinjaman tersebut khusus digunakan untuk membuat peralatan yang akan digunakan untuk kegiatan operasinya. Pembuatan peralatan tersebut dimulai pada tanggal 1 Januari Dana yang tidak terpakai diinvestasikan dengan bunga 10%. Berikut ini pengeluaran yang terjadi untuk pembuatan peralatan sebelum pembuatan selesai pada tanggal 31 Desember 2011: Pengeluaran Aktual 2011: 1 Januari $100, April 150,000 1 November 300, Desember 100,000 Total pengeluaran $650,000 Pinjaman umum yang ada pada 1 Januari 2011: Obligasi $500,000, 14%, 10 tahun Wesel bayar $300,000, 10%, 5 tahun 151

152 MENGHITUNG AVOIDABLE INTEREST RATE Up to specific loan, $200,000 at 10% x 11/12 $18, avoidable Expenditure $650,000 Excess ($650,000 less $200,000 = $450,000) At 12.5% x 8/ $37,500 avoidable $3, Revenue $22,

153 MEMBANDINGKAN BUNGA AKTUAL DAN AVOIDABLE: Avoidable interest: $22,500 Actual interest: 14% = 70,000 10% = 30,000 $100,000 Capitalize avoidable interest of $22,500 (the lesser of avoidable and actual interest). Expense $77,500 ($100,000 less $22,500).

154 KASUS PERTUKARAN ASET Santana Company exchanged equipment used in its manufacturing operations plus $2,000 in cash for similar equipment used in the operations of Delaware Company. The following information pertains to the exchange. Santana Delaware Equipment (cost) $28,000 $28,000 Accumulated Depreciation 19,000 10,000 Fair value of equipment 13,500 15,500 Cash given up 2,000 Instructions: Prepare the journal entries to record the exchange on the books of both companies. 154

155 KASUS PERTUKARAN ASET Calculation of Gain or Loss Santana Delaware Fair value of equipment received $15,500 $13,500 Cash received / paid (2,000) 2,000 Less: Bookvalue of equipment ($28,000-19,000) (9,000) ($28,000-10,000) (18,000) Gain or (Loss) on Exchange $4,500 ($2,500) 155

156 Has Commercial Substance Santana: Equipment 15,500 Accumulated depreciation 19,000 Cash 2,000 Equipment 28,000 Gain on exchange 4,500 Delaware: KASUS PERTUKARAN ASET Cash 2,000 Equipment 13,500 Accumulated depreciation 10,000 Loss on exchange 2,500 Equipment 28,

157 KASUS PERTUKARAN ASET Santana (Has Commercial Substance): Equipment 15,500 Accumulated depreciation 19,000 Cash 2,000 Equipment 28,000 Gain on disposal of equipment 4,500 Santana (LACKS Commercial Substance): Equipment (15,500 4,500) 11,000 Accumulated depreciation 19,000 Cash 2,000 Equipment 28,

158 KASUS PERTUKARAN ASET Delaware (Has Commercial Substance): Cash 2,000 Equipment 13,500 Accumulated depreciation 10,000 Loss on disposal of equipment 2,500 Equipment 28,000 Delaware (LACKS Commercial Substance): Cash 2,000 Equipment 13,500 Accumulated depreciation 10,000 Loss on disposal of equipment 2,500 Equipment 28,

159 Revaluation Land KASUS REVALUASI Illustration: Siemens Group (DEU) purchased land for 1,000,000 on January 5, The company elects to use revaluation accounting for the land in subsequent periods. At December 31, 2010, the land s fair value is 1,200,000. The entry to record the land at fair value is as follows. Land 200,000 Unrealized Gain on Revaluation - Land 200,000 Unrealized Gain on Revaluation Land increases other comprehensive income in the statement of comprehensive income. 159

160 KASUS REVALUASI Revaluation Depreciable Assets Illustration: Lenovo Group (CHN) purchases equipment for 500,000 on January 2, The equipment has a useful life of five years, is depreciated using the straight-line method of depreciation, and its residual value is zero. Lenovo chooses to revalue its equipment to fair value over the life of the equipment. Lenovo records depreciation expense of 100,000 ( 500,000 5) at December 31, 2010, as follows. Depreciation Expense 100,000 Accumulated Depreciation Equipment 100,

161 KASUS REVALUASI Revaluation Depreciable Assets After this entry, Lenovo s equipment has a carrying amount of 400,000 ( 500, ,000). Lenovo receives an independent appraisal for the fair value of equipment at December 31, 2010, which is 460,000. Accumulated Depreciation Equipment 100,000 Equipment 40,000 Unrealized Gain on Revaluation Equipment 60,

162 KASUS REVALUASI Revaluation Depreciable Assets Illustration Financial Statement Presentation Revaluations Lenovo reports depreciation expense of 100,000. The Accumulated Other Comprehensive Income account related to revaluations cannot have a negative balance. 162

163 KASUS MODEL REVALUASI & COST An asset was acquired January 1, 2006, for and is expected to have a 5-year life without any salvage value. Straight-line depreciation is used. On January 1, 2007 the asset is appraised at a sound value (depreciated replacement cost) of On January 1, 2008 the asset is appraised at a sound value (depreciated replacement cost) of On January 1, 2009 the asset is appraised at a sound value (depreciated replacement cost) of Required: a. Prepare all necessary journal based on revaluation model! b. Prepare all necessary journal based on cost model! Assume that the condition of January 1, 2008 fulfills the criteria for impairment! 163

164 ILUSTRASI PERUBAHAN ESTIMASI Arcadia HS, purchased equipment for $510,000 which was estimated to have a useful life of 10 years with a residual value of $10,000 at the end of that time. Depreciation has been recorded for 7 years on a straight-line basis. In 2010 (year 8), it is determined that the total estimated life should be 15 years with a residual value of $5,000 at the end of that time. Questions: What is the journal entry to correct the prior years depreciation? Calculate the depreciation expense for

165 KASUS PENURUNAN NILAI Impairments Illustrations Case 1 At December 31, 2011, Hanoi Company has equipment with a cost of VND26,000,000, and accumulated depreciation of VND12,000,000. The equipment has a total useful life of four years with a residual value of VND2,000,000. The following information relates to this equipment. 1. The equipment s carrying amount at December 31, 2011, is VND14,000,000 (VND26,000,000 VND12,000,000). 2. Hanoi uses straight-line depreciation. Depreciation was VND6,000,000 for 2011 and is recorded. 3. Hanoi has determined that the recoverable amount for this asset at December 31, 2011, is VND11,000, The remaining useful life after December 31, 2011, is two years. 165

166 KASUS PENURUNAN NILAI Case 1: Hanoi records the impairment on its equipment at December 31, 2011, as follows. VND3,000,000 Impairment Loss VND14,000,000 VND11,000,000 Loss on Impairment 3,000,000 Accumulated Depreciation Equipment 3,000,

167 KASUS PENURUNAN NILAI Equipment VND 26,000,000 Less: Accumulated Depreciation-Equipment 15,000,000 Carrying value (Dec. 31, 2011) VND 11,000,000 Hanoi Company determines that the equipment s total useful life has not changed (remaining useful life is still two years). However, the estimated residual value of the equipment is now zero. Hanoi continues to use straight-line depreciation and makes the following journal entry to record depreciation for Depreciation Expense 5,500,000 Accumulated Depreciation Equipment 5,500,

168 KASUS PENURUNAN NILAI Impairments Illustrations Case 2 At the end of 2010, Verma Company tests a machine for impairment. The machine has a carrying amount of $200,000. It has an estimated remaining useful life of five years. Because there is little market-related information on which to base a recoverable amount based on fair value, Verma determines the machine s recoverable amount should be based on value-in-use. Verma uses a discount rate of 8 percent. Verma s analysis indicates that its future cash flows will be $40,000 each year for five years, and it will receive a residual value of $10,000 at the end of the five years. It is assumed that all cash flows occur at the end of the year. Illustration

169 KASUS PENURUNAN NILAI Case 2: Computation of the impairment loss on the machine at the end of $33,486 Impairment Loss $200,000 $166,514 Illustration Unknown $166,

170 KASUS PENURUNAN NILAI Case 2: Computation of the impairment loss on the machine at the end of $33,486 Impairment Loss $200,000 $166,514 Illustration Loss on Impairment 33,486 Accumulated Depreciation machine 33,486 Unknown $166,

171 KASUS PENURUNAN NILAI Reversal of Impairment Loss Tan Company purchases equipment on January 1, 2010, for $300,000, useful life of three years, and no residual value. At December 31, 2010, Tan records an impairment loss of $20,000. Loss on Impairment 20,000 Accumulated Depreciation Equipment 20,

172 KASUS PENURUNAN NILAI Reversal of Impairment Loss Depreciation expense and related carrying amount after the impairment. At the end of 2011, Tan determines that the recoverable amount of the equipment is $96,000. Tan reverses the impairment loss. Accumulated Depreciation Equipment 6,000 Recovery of Impairment Loss 6,

173 PSAK 22: Kombinasi Bisnis IFRS 3: BUSINESS COMBINATION

174 ISI Metode Akuisisi Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal Pengungkapan Pedoman Aplikasi 174

175 TEORI KONSOLIDASI Entity Theory menganggap entitas konsolidasi sebagai satu entitas tersendiri yang dimiliki oleh induk dan non pengendali Parent Theory menganggap konsolidasi sebagai perpanjangan entitas induk Atribut Entity Theory Parent Theory Perbedaan fair value dari aset dan liabilitas terindentifikasi pada saat akuisisi Penyajian pihak Nonpengendali / NCI Goodwill Diakui penuh, mencerminkan hak induk dan kepentingan nonpengendali. Sebagai bagian dari ekuitas Goodwill merupakan aset entitas yang diakui penuh pada tanggal akuisis Hanya diakui sebesar hak induk Tidak sebagai equity atau utang (sebelum ekuitas) Goodwill hanya milik induk 175

176 PRINSIP DALAM PSAK 22 Elemen yang dikeluarkan Pendekatan dua kolom Imbalan diberikan Goodwill Kepemilikan sebelumnya Kepentingan nonpengendali Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih

177 TUJUAN Meningkatkan relevansi, keandalan, dan daya banding informasi mengenai kombinasi bisnis dan dampaknya Mengukur aset teridentifikasi, liabilitas yang diambil alih, dan kepentingan nonpengendali Mangakui dan mengukur goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskon Menentukan jenis informasi yang diungkapkan 177

178 RUANG LINGKUP Diterapkan untuk transaksi atau peristiwa lain yang memenuhi definisi bisnis kombinasi Tidak diterapkan untuk: 1 Pembentukan ventura bersama 2 Akuisi aset atau kelompok aset yang bukan merupakan suatu bisnis 3 Kombinasi entitas atau bisnis sepengendali (B01- B04) 178

179 IDENTIFIKASI KOMBINASI BISNIS Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis. penggabungan sesungguhnya (true merger) atau penggabungan setara (merger of equals) 179

180 BISNIS Bisnis adalah suatu rangkaian terpadu dari kegiatan dan aset yang mampu diadakan dan dikelola dengan tujuan memberikan hasil dalam bentuk dividen, biaya yang lebih rendah, atau manfaat ekonomi lainnya secara langsung kepada investor atau pemilik, anggota, atau peserta lainnya. 180

181 PENGENDALIAN PSAK 4 Pengendalian Ketika entitas induk: memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak lebih dari setengah (>50%) kekuasaan suara suatu entitas, kecuali dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian.

182 METODE AKUISISI Entitas mencatat setiap kombinasi bisnis dengan menerapkan metode akuisisi. a b c d Pengidentifikasian pihak pengakuisisi Penentuan tanggal akuisisi Pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi, liabilitas yang diambil alih, dan kepentingan nonpengendali Pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari pembelian diskon 182

183 PIHAK PENGAKUISISI Untuk setiap kombinasi bisnis, salah satu dari entitas yang bergabung diidentifikasikan sebagai pihak pengakuisisi (Par. 06). Entitas yang memperoleh pengendalian atas pihak yang diakuisisi. (B14-B18) Entitas yang mengalihkan kas atau aset atau menimbulkan liabilitas Menerbitkan ekuitas. Reverse acqusition penerbit = diakuisisi Ukuran relatifnya signifikan lebih besar Berinisiatif telah ada sebelum kombinasi 183

184 PENENTUAN TANGGAL AKUISISI Pihak pengakuisisi mengidentifikasi tanggal akuisisi, yaitu tanggal pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas pihak yang diakuisisi. Tanggal pengakuisisi secara hukum mengalihkan imbalan, memperoleh aset, dan mengambil alih liabilitas pihak yang diakuisisi, yaitu tanggal penutupan. Dapat terjadi sebelum atau sesudah tanggal penutupan. Mempertimbangkan semua fakta dan keadaan 184

185 PENGAKUAN Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Noncontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities Pada tanggal akuisisi, pihak pengakuisisi mengakui, secara terpisah dari goodwill, aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih, dan kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi. (Par ) Memenuhi definisi aset dan liabilitas sesuai dengan KDPPLK pada tanggal akuisisi. Merupakan bagian yang dipertukarkan antara pihak pengakuisisi dan pihak yang diakuisisi dalam transaksi kombinasi bisnis (Par ), bukan hasil transaksi terpisah (SAK terkait). Memungkinkan munculnya aset dan liabilitas yang sebelumnya tidak diakui oleh pihak yang diakuisisi. Pengecualian 22-28, Sewa Operasi (B28-B40) 185

186 PENGAKUAN Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities Mengklasifikasikan atau menentukan aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih sebagaimana diperlukan untuk menerapkan SAK lain. Membuat klasifikasi berdasarkan persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi, kebijakan operasional atau akuntansinya, dan kondisi terkait lainnya yang ada pada tanggal akuisisi. Pengecualian atas kontrak sewa operasi dan kontrak asuransi; dilihat kondisi kontrak pada tanggal akuisisi 186

187 PENGUKURAN Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities Pihak pengakuisisi mengukur aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi. Pengukuran kepentingan nonpengendali, baik pada nilai wajar maupun pada proporsi kepemilikan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pengukuran nilai wajar aset teridentifikasi tertentu dan kepentingan nonpengendali (B41-45) Pengecualian Par

188 PENGECUALIAN PENGAKUAN DAN PENGUKURAN Excluded elements Pengakuan Liabilitas kontijensi (PSAK 57 tidak berlaku) Pengukuran dan pengakuan Pajak penghasilan (PSAK 46), Imbalan kerja (PASK 24), Aset idemnifikasi (Nilai yang dijamin). Pengukuran Hak yang diperoleh kembali aset takberwujud (B35-36), Penghargaan pembayaran berbasis saham (PSAK 53), Aset dimiliki untuk dijual (PSAK 58) Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities 188

189 GOODWILL (PAR. 32) Excluded elements Pihak pengakuisisi mengakui goodwill pada tanggal akuisisi yang diukur sebagai selisih lebih (a) atas (b) : a) Nilai agregat dari: Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest i. Imbalan yang dialihkan nilai wajar pada tanggal akuisisi (Par. 37); ii. Kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi; dan iii. untuk kombinasi bisnis bertahap (Par. 41 dan Par. 42), nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi. b) Selisih dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi Goodwill Identifiable assets and liabilities 189

190 GOODWILL (PAR. 33) Jika kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi lebih andal, goodwill ditentukan dengan nilai wajar tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas yang dialihkan. Jika terdapat imbalan yang dialihkan nilai wajar kepentingan ekuitas pengakuisisi ditentukan dengan teknik penilaian (B46-49) Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities 190

191 PEMBELIAN DISKON (PAR ) Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Jika jumlah b melebihi jumlah a: Pihak pengakuisisi mengakui keuntungan yang dihasilkan dalam laporan laba rugi pada tanggal akuisisi. Terjadi karena pembelian terpaksa atau karena pengecualian (Par ). Sebelum diakui, pihak pengakuisisi menilai kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan liabilitas yang dialihkan serta aset/kewajiban lain. Goodwill Identifiable assets and liabilities 191

192 IMBALAN YANG DIALIHKAN Excluded elements Diukur dengan nilai wajar Penjumlahan seluruh aset yang dialihkan pengakuisisi, liabilitas yang diakui pengakuisisi, dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh pengakuisisi. Penghargaan karyawan (Par. 30). Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Nilai tercatat imbalan yang dialihkan diukur dengan nilai wajar. Keuntungan dan kerugian pada tanggal akuisisi, (kecuali tetap berada dalam entitas tidak boleh diakui). Goodwill Identifiable assets and liabilities 192

193 IMBALAN KONTIJENSI Imbalan kontijensi timbul karena kesepakatan. Mengakui imbalan kontijensi dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi. Diklasifikasikan sebagai liabilitas atau ekuitas berdasarkan definisi instrumen ekuitas (PSAK 50). Pengakuisisi mengklasifikasikan hak atas imbal hasil dari imbalan yang dialihkan sebelumnya sebagai aset jika memenuhi kondisi tertentu (Par. 58) Jika laba perusahaan yang diakuisisi dalam dua tahun pertama meningkat lebih dari 10%, maka akan diberikan tambahan pembayaran sebesar 10% dari kenaikan laba di atas 10%. Pihak yang diakuisisi diberikan opsi saham dengan nilai tertentu yang dikaitkan dengan kinerja 193

194 KEPEMILIKAN SEBELUMNYA AKUISISI BERTAHAP Pihak pengakuisisi mengukur kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan dan kerugian yang dihasilkan. Jumlah yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain diakui dengan dasar yang sama sebagaimana dipersyaratkan jika pengakuisisi telah melepas secara langsung kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya. 194

195 KOMBINASI BISNIS TANPA PENGALIHAN IMBALAN Pengendalian dapat diperoleh tanpa adanya pengalihan imbalan, termasuk: Pihak yang yang diakuisisi membeli kembali sahamnya sehingga pengakuisisi memperoleh pengendalian. Hilangnya hak veto yang sebelumnya menghalangi pengakuisisi untuk mengendalikan. Pengakuisisi dan pihak yang diakuisisi sepakat untuk mengkombinasikan bisnisnya dengan kontrak semata. Contoh: penggabungan dua bisnis bersama-sama dalam satu kesepakatan gabungan (stapling arrangement) atau pembentukan perusahaan yang tercatat di dua bursa (dual listed corporation) Pengakuan sesuai PSAK ini, memunculkan kepentingan nonpengendali yang dominan atau seluruhnya. 195

196 PERIODE PENGUKURAN Jika proses kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan, maka pihak pengakuisisi melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos (items) yang proses akuntansinya belum selesai. Pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui pada tanggal akuisisi untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akusisi dan berdampak pada pengukuran yang diakui. Pihak pengakuisisi mengakui aset atau liabilitas tambahan jika informasi baru diperoleh mengenai fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi Periode pengukuran berakhir segera setelah pihak pengakuisisi menerima informasi yang dicari tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi lebih tidak dapat diperoleh. Periode pengukuran tidak boleh melebihi satu tahun dari tanggal akuisisi. 196

197 ELEMEN YANG DIKELUARKAN Elemen yang dikeluarkan (Par. 51) Hubungan antara pengakuisisi dan pihak yang diakuisisi sebelum negosiasi kombinasi bisnis dimulai. Mengidentifiikasi setiap jumlah yang bukan bagian yang dipertukarkan. Pihak pengakuisisi mengakui hanya atas imbalan yang dialihkan untuk pihak yang diakuisisi serta aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih yang dipertukarkan untuk pihak yang diakuisisi sebagai bagian dari penerapan metode akuisisi. Transaksi terpisah lainnya diperlakukan sesuai dengan SAK yang relevan. Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities

198 ELEMEN YANG DIKELUARKAN Elemen yang dikeluarkan Pembayaran yang dilakukan pada saat akuisisi yang tidak termasuk bagian transaksi kombinasi bisnis. Pertimbangkan alasan, siapa yang menginisiasi dan waktu transaksi (B50) Contoh Biaya transaksi (Par 53). Penyelesaian hubungan yang telah ada (Par 52). Remunerasi jasa karyawan di masa mendatang (Par 52). Penggantian untuk pihak yang diakuisisi (Par. 52). Biaya penerbitan saham atau utang (Par. 53). Pembayaran aset idemnifikasi (Par. 57). Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities Biaya akuisisi dicatat sebagai biaya periode berjalan dengan satu pengecualian. Biaya penerbitan utang dan ekuitas PSAK 55, mengurangi nilai tambahan modal disetor

199 ASET INDEMNIFIKASI (INDEMNIFICATION) Penjual menjamin pihak pengakuisisi atas ketidakpastian kontijensi atau aset/liabilitas tertentu (Par ). Misal: Penjual menjamin liabilitas pengakuisisi tidak akan melampaui jumlah tertentu. Pihak pengakuisisi memperoleh aset indemnifikasi, saat yang sama dengan saat mengakui hal yang dijamin dan diukur dengan dasar yang sama. Setiap akhir periode, pengakuisisi mengukur aset indemnifikasi dengan dasar yang sama dengan aset/liabilitas yang dijamin (Par. 57). Pengakuan dihentikan jika pengakuisisi mengambil aset, menjual, atau kehilangan hak.

200 AKUNTANSI DAN PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL Secara umum, pihak pengakuisisi mengukur dan mencatat aset yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih atau terjadi, dan instrumen ekuitas yang diterbitkan dalam kombinasi bisnis sesuai dengan SAK terkait untuk pos-pos (items) tersebut, tergantung dari sifatnya. Panduan khusus (a) hak yang diperoleh kembali; (b) liabilitas kontinjensi yang diakui pada tanggal akuisisi; (c) aset indemnifikasi; dan (d) imbalan kontinjensi. Paragraf B63 memberikan panduan aplikasi yang terkait. 200

201 Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal Hak yang diperoleh kembali; Diakui sebagai aset takberwujud dan diamortiasasi selama sisa periode kontraktual yang mendasari kontrak tersebut. Jumlah tercatat sebagai dasar untuk menentukan keuntungan dan kerugian jika dijual. Liabilitas kontinjensi yang diakui pada tanggal akuisisi; Diakui selama belum kadaluwarsa atau dibatalkan sebesar nilai yang lebih tinggi dari: Jumlah yang seharusnya diakui menurut PSAK 57; Jumlah yang pada awalnya diakui dikurangi dengan akumulasi amortiasi (PSAK 23) 201

202 Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal Aset Indemnifikasi Mengukur aset indemnifikasi yang diakui dengan dasar yang sama dengan liabilitas atau aset yang dijamin, tunduk kepada setiap pembatasan kontraktual atas jumlahnya. Untuk aset indemnifikasi yang setelah pengakuan awalnya tidak diukur pada nilai wajarnya, subjek dari penilaian manajemen tentang kolektibilitas aset indemnifikasi tersebut. Pihak pengakuisisi menghentikan pengakuan ketika pihak pengakusisi mengambil aset, menjualnya, atau kehilangan hak atasnya. Imbalan kontijensi Ekuitas, tidak diukur kembali dan penyelesaiannya diperhitungkan dalam ekuitas. Instrumen keuangan (PSAK 55) diukur dengan nilai wajar munculnya keuntungan/kerugian (P/L atau penghasilan komprehensif lain). Tidak termasuk instrumen keuangan (PSAK 57) 202

203 PENGUNGKAPAN Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan dapat mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari kombinasi bisnis yang terjadi: selama periode pelaporan berjalan; atau setelah akhir periode pelaporan, tetapi sebelum tanggalpenyelesaian laporan keuangan. Diatur lebih lanjut (Par. B64-B66). 203

204 PENGUNGKAPAN Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan dapat mengevaluasi dampak keuangan dari penyesuaian yang diakui pada periode pelaporan berjalan yang berhubungan dengan kombinasi bisnis yang terjadi pada periode tersebut atau periode pelaporan sebelumnya (Par. B67). Jika pengungkapan spesifik yang dipersyaratkan tidak mencapai tujuan pengungkapan, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan seluruh informasi tambahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. 204

205 KETENTUAN TRANSISI Aset dan liabilitas yang berasal dari kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum 1 Januari 2011 tidak disesuaikan dengan berlakunya Pernyataan ini. Goodwill yang diakui sebelumnya diakui secara prospektif untuk kombinasi bisnis sebelum 1 Januari Menghentikan amortisasi goodwill Mengeliminasi jumlah tercatat yang terkait dengan akumulasi amortisasi sehubungan penurunan goodwill Melakukan uji penurunan nilai atas goodwill Goodwill negatif yang diakui sebelumnya Jumlah tercatat goodwill negatif dihentikan pengakuannya dengan melakukan penyesuaian terhadap saldo laba awal periode tahun buku 1 Januari

206 KETENTUAN TRANSISI Investasi yang dicatat dengan metode ekuitas setelah 1 Januari 2011 Diperoleh setelah 1 Januari 2011 Amortisasi goodwill tidak termasuk dalam menentukan bagian entitas atas laba rugi investee. Penghasilan jika muncul goodwill negatif; menentukan bagian entitas atas laba rugi Diperoleh sebelum 1 Jnauari 2011 Menghentikan amortisasi goodwill Menghentikan goodwill negatif Pajak Penghasilan Pengakuisisi menerapkan PSAK 46 secara prospektif. Pengakuisisi mengakui perubahan dalam aset pajak tangguhan tersebut sebagai penyesuaian laba atau bukan jika disyaratkan dalam PSAK

207 ILUSTRASI PENGGABUNGAN USAHA Entitas A memperoleh 80% saham Entitas B pada tanggal 2 Januari 2013 dengan mengeluarkan lembar dengan harga 10/lembar dan nilai nominalnya 5/lembar. Total aset neto Entitas B pada tanggal akuisisi adalah Berdasarkan informasi penilai, aset Entitas B dalam rangka akuisisi dinilai kembali dengan kenaikan sebesar Dalam rangka akuisisi tersebut, dikeluarkan biaya konsultan dan akuntan sebesar Biaya registrasi akuisi saham sebesar Jurnal akuisisi Entitas A Investasi pada Entitas B Biaya akuisisi Modal saham Tambahan modal saham Kas Tambahan modal disetor Kas Nilai investasi Jumlah tercatat Nilai wajar Jumlah yang dibeli 80% = dan nilai wajar Goodwill parent Goodwill total

208 ILUSTRASI PENGGABUNGAN USAHA PT Induk mengakuisi 80% saham PT Anak dengan mengeluarkan kas sebesar Jumlah tercatat ekuitas PT Anak pada tanggal akuisisi adalah Terdapat perbedaan jumlah tercatat dan nilai wajar sebesar , yaitu tanah dan gedung (masih memiliki masa manfaat 10 thn). Laba PT Anak selama tahun tersebut adalah dan dividen yang dibagikan Induk Anak Induk Anak Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas Induk Anak Induk Anak Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas Investasi di anak

209 ILUSTRASI PENGGABUNGAN USAHA Goodwill = Investasi (% Kepemilikan X FV Aset) Nilai wajar aset = = Goodwill = (80% x ) = Goodwill untuk induk Goodwill untuk NCI = ( /80%) x 20% = Jika goodwilll hanya untuk induk = Jika untuk induk dan kepentingan nonpengendali = Aset menjadi lebih besar Aset digabungkan sebesar nilai wajar = Kepentingan nonpengendali = 20% x = Induk Anak Induk Anak Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas

210 ILUSTRASI PENGGABUNGAN USAHA Induk Anak Induk Anak Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas Investasi di anak Konsolidasi Konsolidasi Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Goodwill Ekuitas Non pengendali

211 ILUSTRASI PENGGABUNGAN USAHA BERTAHAP Entitas A memiliki 20% saham Entitas B dengan nilai 320 juta. Total jumlah tercatat Entitas B adalah juta. Entitas A membeli tambahan 60% saham entitas B dengan harga juta. Nilai wajar aset B pada tanggal adalah juta. Total kepemilikan baru = 20% + 60% = 80%. Nilai wajar 60% saham yang baru = 1.200; 100% = Nilai wajar aset yang dibeli 1.800: Goodwill total = 200; Goodwill NCI = 40 Goodwiil induk = (80% x 1.800) = = 160 Kepemilikan lama = 20% x = 400; Keuntungan = 80. Investasi yang baru sebesar 80% x 2000 = Jurnal: Investasi Kas Investasi 80 Keuntungan investasi 80

212 GOODWILL TIDAK DIAMORTISASI Goodwill diuji untuk menilai adanya penurunan nilai. Jika goodwill mengalami penurunan nilai, maka nilai goodwill diturunkan dan direview minimum setiap akhir tahun. Penurunan nilai: jumlah tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan Jumlah terpulihkan (recoverable amount) Jumlah terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi antara : nilai wajar dikurangi biaya pelepasan; dan nilai pakai Jumlah tercatat Nilai wajar -/- biaya pelepasan Penurunan nilai Jumlah terpulihkan Nilai pakai

213 PENURUNAN NILAI Investasi pada PT. A memiliki komponen aset neto sebagai berikut: Goodwill Properti Investasi Aset Tetap Total Jumlah terpulihkan Penurunan nilai : 1. Pertama dialokasikan ke goodwill 2. Sisanya dialokasikan ke aset tidak lancar secara prorata Goodwill Properti Aset Tetap Total Carrying amount Impairment loss (20.000) (4.000) (6.000) (30.000)

214 PSAK 55: INSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

215 KLASIFIKASI INSTRUMEN KEUANGAN Definisi Instrumen Keuangan setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain Aset Keuangan Kas Liabilitas keuangan Instrumen ekuitas entitas lain Hak kontraktual Kontrak diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas Kewajiban kontraktual kontrak yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas Ekuitas Kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh kewajibannya 215

216 JENIS INSTRUMEN KEUANGAN Instrumen Keuangan Aset Keuangan Liabilitas Keuangan Instrumen Ekuitas Instrumen Derivatif Instrumen Lindung Nilai Aset Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Investas dimiliki hingga jatuh tempo Pinjaman diberikan dan Piutang Aset keuangan tersedia untuk dijual Liabilitas Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Kewajiban Lainnya Instrumen Ekuitas Biasa Instrumen Ekuitas Majemuk Instrumen Ekuitas Sinstesis Derivatif Biasa Derivatif Melekat Atas Nilai Wajar Atas Arus Kas Atas Investasi Neto pada Operasi Luar Negeri 216

217 KATEGORI ASET KEUANGAN Pinjaman atau Piutang NO Bentuk Investasi dlm Utang NO Tujuan Spekulatif YES YES NO YES Keinginan memegang Available for Sale Trading YES Diukur dg Nilai Wajar Held to maturity No YES Nilai Beli Nilai Wajar 217

218 INSTRUMEN KEUANGAN setiap kontrak yang menambah nilai: aset keuangan entitas, dan (di sisi lain) liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain. Aset Keuangan Kas Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain Hak kontraktual: untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya dari entitas lain; atau untuk mempertukarkan aset keuangan dengan entitas lain dengan kondisi berpotensi untung; atau Kontrak yang akan diselesaikan dengan penerbitan instrumen ekuitas entitas nonderivatif derivatif LiabilitasKeuangan Kewajiban kontraktual: untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain; atau untuk mempertukarkan aset keuangan atau kewajiban keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan entitas; kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas dan merupakan suatu: non derivatif; atau derivatif 218

219 TUJUAN Mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan, dan kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan. 219

220 RUANG LINGKUP Diterapkan oleh semua entitas untuk seluruh jenis instrumen keuangan, kecuali untuk: Investasi pada entitas anak, asosiasi, dan ventura bersama (PSAK 65, PSAK 15, dan PSAK 66) Hak dan kewajiban yang diatur dalam sewa (PSAK 30) Hak dan kewajiban pemberi kerja (PSAK 24) Instrumen keuangan terbitan entitas yang memenuhi definisi instrumen ekuitas Hak dan kewajiban dalam kontrak asuransi (PSAK 62) Kontrak dalam rangka kombinasi bisnis (PSAK 22) Komitmen pinjaman dan provisi (PSAK 57) Transaksi imbalan berbasis saham (PSAK 53) 220

221 RUANG LINGKUP Komitmen pinjaman berikut termasuk dalam ruang lingkup komitmen pinjaman yang diberikan yang ditetapkan entitas sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. komitmen pinjaman yang diberikan yang dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau dengan penyerahan/penerbitan instrumen keuangan lainnya. komitmen untuk menyediakan pinjaman yang diberikan pada tingkat suku bunga di bawah suku bunga pasar. Diterapkan pada kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan yang dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lainnya, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan, 221

222 ASET/LIABILITAS KEUANGAN YANG DIUKUR PADA NILAI WAJAR MELALUI LABA RUGI Diperdagangkan: Diperoleh/dimiliki untuk tujuan dijual/dibeli kembali dalam waktu dekat (trading); Bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang memiliki pola ambil untung dalam jangka pendek; atau merupakan derivatif (kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dan efektif). Ditetapkan untuk dinilai pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi 222

223 INVESTASI DIMILIKI HINGGA JATUH TEMPO Kriteria: Aset keuangan nonderivatif; Pembayaran tetap/ telah ditentukan; Jatuh tempo telah ditetapkan; Entitas memiliki maksud dan kemampuan untuk memiliki hingga jatuh tempo Kecuali: ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi; ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual; memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang. 223

224 PINJAMAN DIBERIKAN DAN PIUTANG Kriteria: Aset keuangan nonderivatif; Pembayaran tetap/ telah ditentukan; tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, Kecuali: dimaksudkan utk dijual dlm waktu dekat (trading); ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi; diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual; pinjaman yang diberikan dan piutang yang investasi awalnya tidak akan diperoleh kembali secara substansial (kecuali karena penurunan kualitas), sehingga diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual. 224

225 ASET KEUANGAN TERSEDIA UNTUK DIJUAL Kriteria: Aset keuangan nonderivatif; Ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual; Tidak diklasifikasikan sebagai: pinjaman yang diberikan dan piutang, dimiliki hingga jatuh tempo, atau diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. 225

226 TRANSFER / REKLASIFIKASI Loans & Receivabl e HTM Diizinkan jika ada perubahan intensi. Situasi yang langka Diizinkan, namun harus memenuhi tainting rule FVTPL AFS

227 TAINTING Entitas tidak boleh mengklasifikasikan aset keuangan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, jika dalam tahun berjalan atau dalam kurun waktu dua tahun sebelumnya, telah menjual atau mereklasifikasi investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan (more than insignificant) sebelum jatuh tempo

228 TAINTING Kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut dilakukan: Mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali (contohnya, kurang dari tiga bulan sebelum jatuh tempo) Setelah entitas telah memperoleh secara substansial seluruh jumlah pokok aset keuangan tersebut sesuai jadwal pembayaran atau entitas telah memperoleh pelunasan dipercepat; atau Terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali entitas, tidak berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar oleh entitas.

229 PENGUKURAN AWAL Aset dan Liabilitas Keuangan Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Nilai wajar Selain yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Nilai wajar ditambah biaya transaksi (Biaya transaksi: Expense) (Biaya transaksi: dikapitalisasi) 229

230 DEFINISI NILAI WAJAR Nilai wajar sebagai harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran....the price that would be received to sell an asset or transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. IFRS 13 para 9 230

231 PENGUKURAN SELANJUTNYA Klasifikasi Laporan Posisi Keuangan Biaya Transaksi Keuntungan atau Kerugian Nilai Wajar Bunga dan Dividen Penurunan Nilai Pembalikan Penurunan Nilai FVTPL Nilai wajar Dibebankan Laba rugi Laba rugi By default By default HTM Harga Perolehan Diamortisasi Dikapitalisasi - Laba rugi Laba rugi Laba rugi Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Harga Perolehan Diamortisasii Dikapitalisasi - Laba rugi Laba rugi Laba rugi

232 PENGUKURAN SELANJUTNYA Klasifikasi Jenis / Biaya Transaksi Laporan Posisi Keuangan Keuntungan atau Kerugian Nilai Wajar Bunga dan Dividen Penurunan Nilai Pemulihan Penurunan Nilai Utang/ Dikapitalisasi Nilai wajar Penghasilan komprehensif lain* Laba Rugi Laba Rugi Laba Rugi AFS Ekuitas/ Dikapitalisasi Nilai wajar Penghasilan komprehensif lain* Laba Rugi Laba Rugi Penghasilan komprehensif lain Ekuitas: Tidak dapat diukur secara andal/ Dikapitalisasi Harga perolehan - Laba Rugi Laba Rugi - * Dibebankan ke laba rugi saat pelepasan atau terjadi penurunan nilai

233 PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL PINJAMAN DAN PIUTANG a) Nilai wajar b) Harga perolehan diamortisasi c) Biaya (penggunaan terbatas hanya jika nilai wajar tidak dapat ditentukan) PSAK 55 mengklasifikasikan: 4 kategori aset keuangan 2 kategori liabilitas keuangan Kategori tersebut menentukan metode yang digunakan untuk pengukuran selanjutnya 233

234 HARGA PEROLEHAN AMORTISASI Plus or Minus Minus Jumlah saat pengukuran awal Akumulasi amortisasi dengan metode suku bunga efektif Pembayaran Minus Penurunan Nilai 234

235 SUKU BUNGA EFEKTIF Suku bunga yang menyamakan antara nilai awal aset dengan nilai kini dari pembayaran yang diterima di masa mendatang. Nilai awal aset keuangan termasuk biaya transaksi dan biaya lain terkait dengan perolehan/penerbitan aset/liabilitas keuangan. Suku bunga efektif tidak selalu sama dengan suku bunga yang ditetapkan. Suku bunga efektif digunakan untuk mengitung amortisasi premium atau diskonto. 235

236 BIAYA TRANSAKSI DAN PROVISI Biaya transaksi/provisi merupakan biaya yang dikeluarkan terkait dengan suatu kredit yang diberikan Pinjaman yang diberikan kepada peminjam sebesar nilai nominal pinjaman, namun yang dicatat oleh pemberi pinjaman adalah : Pokok pinjaman; Ditambah biaya yang secara langsung dikeluarkan; Dikurangi dengan provisi (biaya yang ditanggung oleh penerima kredit) 236

237 ILUSTRASI PROVISI Enitas A memberikan pinjaman Rp , bunga 8% per tahun. Bunga sebesar 8% dari total pinjaman dibayarkan setiap akhir tahun dan pokok pijaman dilunasi pada akhir tahun ketiga. Entitas A membebankan provisi sebesar 4% yang dipotong dari pinjaman yang diberikan Jumlah pinjaman yang diberikan/diterima adalah sebesar dikurang 4% = Bunga efektif dihitung sebesar yang menyamakan nilai kini arus kas yang akan diterima dengan nilai pinjaman

238 ILUSTRASI PROVISI Tidak ada provisi 6.000,000 Pembayaran PV 8% Dengan provisi 4% Pembayaran PV % Tingkat suku bunga efektif lebih besar karena nilai uang yang diberikan lebih kecil. Perusahaan tetap akan memperoleh pembayaran bunga 8% dari pokok Tingkat suku bunga efektif dihitung sebesar 9,59708%. 238

239 ILUSTRASI PROVISI LANJUTAN Kredit yang diberikan Kas (Kredit dapat dicatat sebesar dikurangi diskon ) Jurnal pembayaran bunga akhir tahun pertama dan amortisasi biaya transaksi Kas Kredit yang diberikan Pendapatan bunga Pendapatan bunga dihitung dengan suku bunga efektif 239

240 ILUSTRASI PROVISI LANJUTAN Pembayaran Bunga Amortisasi Pinjaman %

241 PENURUNAN NILAI Aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai apabila: Jumlah tercatat/biaya perolehan diamortisasi melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali Evaluasi apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai dilakukan pada setiap tanggal laporan keuangan Jika terdapat bukti objektif penurunan nilai, maka entitas mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dan mengakui rugi penurunan nilai

242 PENURUNAN NILAI Piutang setiap pelaporan dievaluasi apakah terdapat bukti objektif aset keuangan tersebut mengalami penurunan nilai Jika terdapat bukti objektif, maka entitas mengakui rugi penurunan nilai Bukti objektif terjadi akibat dari satu atau lebih peristiwa setelah pengakuan awal yang merugikan dan berdampak pada arus kas di masa depan 242

243 PENURUNAN NILAI Kesulitan keuangan signifikan pihak peminjam Pelanggaran kontrak seperti terjadi penundaan pembayaran bunga maupun pokok Pihak pemberi pinjaman memberikan kelonggaran akibat kesulitan keuangan yang dialami peminjam Peminjam dinyatakan pailit oleh pengadilan Memburuknya kondisi ekonomi yang menyebabkan kemampuan membayar turun 243

244 PENURUNAN NILAI Terdapat bukti objektif Kerugian diukur sebesar selisih antara jumlah tercatat piutang dan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan Tingkat diskonto suku bunga efektif yang berlaku pada saat pengakuan awal dari aset tersebut Kerugian diakui dalam laporan laba rugi Jumlah tercatat piutang dikurangi langsung/dibuat pencadangan 244

245 PENURUNAN NILAI Piutang dagang Piutang dagang terbukti tidak dibayar Tidak dibayar Menghapuskan seluruh piutang tersebut, kecuali terdapat jaminan Dibayar, tetapi waktu pembayarannya lebih panjang dari yang diperjanjikan Kerugian diakui sebesar piutang yang tidak mempunyai jaminan 245

246 PENURUNAN NILAI Evaluasi bukti objektif secara individual Piutang dimasukkan dalam kelompok piutang yang mengalami penurunan nilai secara kolektif Jika terdapat bukti objektif menghitung arus kas masa depan dari piutang Jika tidak terdapat bukti objektif individual piutang Selisihnya diakui sebagai rugi penurunan nilai 246

247 PENURUNAN NILAI ASET KEUANGAN YANG DICATAT BERDASARKAN BIAYA PEROLEHAN DIAMORTISASI Meliputi investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo dan pinjaman yang diberikan dan piutang Aset individual yang signifikan: Penurunan nilai pertama kali dinilai secara individual. Jika tidak terdapat bukti penurunan nilai saat penilaian individual, maka piutang dinilai dalam kelompok yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa. Penilaian secara kelompok: Untuk aset-aset yang secara individu tidak signifikan dan aset-aset lain Tidak dapat dievaluasi secara individual

248 PENURUNAN NILAI KOLEKTIF ASET KEUANGAN YANG DICATAT BERDASARKAN BIAYA PEROLEHAN DIAMORTISASI Penurunan nilai secara kolektif aset keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi meliputi: 1. Kelompok aset keuangan sejenis yang tidak signifikan secara individual; dan 2. Aset keuangan yang signifikan secara individual yang tidak mengalami penurunan nilai berdasarkan evaluasi secara individual;

249 PENURUNAN NILAI KOLEKTIF ASET KEUANGAN BIAYA PEROLEHAN DIAMORTISASI Kerugian penurunan nilai diukur sebesar selisih antara jumlah tercatat aset dan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut. Jumlah tercatat aset tersebut dikurangi, baik secara langsung maupun menggunakan pos cadangan. Jumlah kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi.

250 PENURUNAN NILAI KOLEKTIF ASET KEUANGAN BIAYA PEROLEHAN DIAMORTISASI Jika pada periode berikutnya jumlah kerugian penurunan nilai berkurang, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan. Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum adanya pengakuan penurunan nilai pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi.

251 PENURUNAN NILAI ASET KEUANGAN YANG DICATAT PADA BIAYA PEROLEHAN Jumlah kerugian penurunan nilai diukur sebesar selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan pada tingkat pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat dipulihkan.

252 PENURUNAN NILAI ASET KEUANGAN TERSEDIA UNTUK DIJUAL Ketika penurunan nilai wajar atas aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual telah diakui secara langsung dalam ekuitas dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung dalam ekuitas harus dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laporan laba rugi Kerugian penurunan nilai yang diakui pada laporan laba rugi atas investasi instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas yang tersedia untuk dijual tidak boleh dipulihkan melalui laporan laba rugi. Jika, pada periode berikutnya, nilai wajar instrumen utang yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual meningkat, maka kerugian penurunan nilai tersebut harus dipulihkan melalui laporan laba rugi.

253 IMPAIRMENT OF FINANCIAL ASSETS MEASURED AT AMORTIZED COST Procedures for assessing impairment (IAS 39: 63-65) Test for impairment for Financial Assets Individually Significant Individually Individually Not Individually Significant Collectively Fail Pass Fail Pass Collectively tested with similar credit risk 253

254 IMPAIRMENT OF AFS FINANCIAL ASSETS Changes in fair value of AFS taken to equity Decline in fair value must be determined Objective evidence of impairment Decline in fair value Cumulative loss in equity transferred to income statement Acquisition cost - Current fair value Previous impairment loss Debt instrument: Reversible Equity instrument: Non reversible 254

255 PENURUNAN NILAI PENGHITUNGAN Piutang yang signifikan secara individu dihitung secara individu Jika peminjam pailit dan tidak ada yang menjamin piutang diturunkan nilainya seluruhnya Seluruh piutang tersebut dihapuskan dan diakui entitas sebagai beban Jika peminjam pailit dan terdapat jaminan atas piutang Jumlah penurunan nilai Seluruh nilai piutang dicatat sebesar nilai jaminan yang dikuasai oleh perusahaan 255

256 ILUSTRASI PELANGGAN PAILIT Entitas A memiliki piutang kepada Entitas B sebesar Piutang diberikan 1 Juni Pada 15 Desember 2014 Entitas A mendapatkan informasi bahwa Entitas B dipailitkan oleh pengadilan. Piutang ini tidak dijamin, aset Entitas B tidak dapat digunakan untuk membayar utang dagang. Piutang diturunkan seluruhya karena arus kas masa depan Rp0. Entitas A menghapuskan piutang mendebit cadangan penurunan nilai piutang Pencadangan penurunan nilai Beban penurunan nilai piutang Cadangan penurunan nilai piutang Penghapusan piutang Cadangan penurunan nilai piutang Piutang Dagang

257 PENURUNAN NILAI PENGHITUNGAN Piutang masih dapat ditagih, tetapi proses pembayarannya terlambat dari yang diperjanjikan. Entitas mengestimasi waktu penerimaan kas atas piutang tersebut dan menghitung nilai kini piutang tersebut dengan menggunakan suku bunga pasar. Piutang berbunga menggunakan bunga efektif pinjaman 257

258 ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG INDIVIDU Entitas A melakukan penjualan kredit pada Entitas B pada 1 Agustus 2014 sebesar Menurut perjanjian, pembayaran akan dilakukan dalam waktu sebulan setelah penjualan. Hingga 31 Desember 2014, ketika Entitas A menyusun laporan keuangannya, belum ada pembayaran atas piutang tersebut. Entitas B menjanjikan melunasi utangnya pada awal Juli Suku bunga pasar adalah 5%. 258

259 ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG INDIVIDUAL 500,000 5% PV 5% 1,5 tahun 464,714 35,286 PV piutang x (PV 5%, n=1,5) = Penurunan nilai = = Jumlah ini akan digabungkan dengan penurunan nilai piutang lain dan penurunan nilai secara kolektif. Jika dibuat jurnal sendiri: Beban penurunan nilai piutang Cadangan penurunan nilai piutang Jika pada 1 Juli 2015 dibayar, maka jurnal yang dibuat adalah: Cadangan penurunan nilai piutang Beban penurunan nilai piutang Kas Piutang dagang

260 PENURUNAN NILAI PENGHITUNGAN Pinjaman yang diberikan dalam bentuk kredit Tanda kegagalan: Restrukturisasi Hasil restrukturisasi: Nilai kini arus kas masa depan < Jumlah tercatat pinjaman Penurunan nilai 260

261 ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG Entitas A memberikan pinjaman kepada Entitas B pada 30 Desember Jangka waktu pinjaman 2 tahun, suku bunga 10% dikenakan atas saldo pinjaman setiap tahun dan pinjaman dilunasi seluruhnya pada akhir tahun kedua. Pada 30 Desember 2013, Entitas B tidak membayar bunganya karena mengalami kesulitan keuangan. Oleh karena itu, dilakukan negosiasi ulang atas pinjaman tersebut. 261

262 ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG Kasus 1 Diberikan grace period pada tahun pertama dan pembayaran bunga dimulai pada tahun kedua, piutang baru dilunasi pada tahun ketiga Tahun Skedul awal Rugi penurunan nilai PV lama 1 40,000 36,364 Perubahan Skedul PV baru 2 40,000 33,058 40,000 33, , ,579 40,000 30, , , , ,636 Kerugian 36,

263 ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG Kasus 2 Pinjaman akan diangsur mulai 2013, namun angsuran pertama akan memperhitungkan bunga tertunggak selama tahun pertama. Untuk angsuran kedua dan pelunasan akan dilakukan pada tahun berikutnya Tahun Skedul awal PV lama Perubahan Skedul PV baru 1 40,000 36, ,000 33,058 84,000 69, , ,579 40,000 30, , , , ,000 Kerugian - Tidak terjadi penurunan nilai 263

264 ILUSTRASI PENURUNAN NILAI Kasus 3 Kesepakatan menyebutkan bahwa pinjaman mulai diangsur pada tahun 2013 dan sisanya di tahun berikutnya, tetapi Entitas B dikenakan kenaikan suku bunga menjadi 12%. Pembayaran angsuran pertama dilakukan bersamaan dengan pembayaran bunga tertunggak dan bunga periode tersebut yang dihitung berdasarkan rate baru secara flat. Bunga = (Rp *0,12*2 = Rp48.000) Tahun Skedul awal PV lama Perubahan Skedul PV baru < ( ) tidak terjadi penurunan nilai 264

265 PENURUNAN NILAI Tidak seluruh piutang yang dimiliki signifikan Tidak seluruh piutang yang signifikan mengalami penurunan nilai Dievaluasi penurunan nilainya secara kolektif 265

266 ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG KELOMPOK Entitas M memiliki piutang beberapa pelanggan pada 31 Desember 2014 Nama Pelanggan Nilai Piutang Entitas A Entitas B Entitas C Entitas D Entitas E Entitas F Piutang lain tidak signifikan

267 ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG KELOMPOK Seluruh piutang tidak memiliki jaminan. Terdapat informasi Entitas F mengalami kesulitan keuangan dan dinyatakan pailit. Piutang kepada Entitas D telah berumur 3 bulan, di mana dalam perjanjian piutang akan dilunasi dalam 1 bulan. Entitas D baru dapat melunasi piutangnya pada 31 Desember Bunga incremental borrowing sebesar 6%. Berdasarkan pengalaman dan data historis, tingkat piutang tidak tertagih adalah 2% dari nilai piutang. 267

268 ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG KELOMPOK Entitas F dinyatakan pailit sehingga terdapat bukti objektif penurunan nilai piutang. Arus kas yang diharapkan di masa depan adalah 0 sehingga seluruh piutang sebesar di-impairment. Piutang kepada Entitas D baru dibayar setahun kemudian. Entitas memperhitungkan nilai kini dari arus kas di masa depan. Nilai kini dari arus kas dengan tingkat bunga 6%, satu tahun = x = Jumlah tercatat piutang = Kerugian penurunan nilai =

269 ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG KELOMPOK Piutang lain yang tidak signifikan dan piutang yang secara individual tidak mengalami penurunan nilai adalah: = Penurunan nilai kolektif: 2% x = Total penurunan piutang sebesar = Jurnal yang dibuat adalah: Beban penurunan nilai piutang Cadangan penurunan nilai piutang

270 MENGHITUNG PENURUNAN NILAI KOLEKTIF Dihitung berdasarkan data historis beberapa tahun sebelumnya (3-5 tahun) Metode Metode pembebanan rata-rata (Average charge method) & Metode roll rate 270

271 MENGHITUNG PENURUNAN NILAI KOLEKTIF Average charge-off method Mendasarkan jumlah penurunan nilai berdasarkan 1 data historis rata-rata tingkat kerugian pinjaman Masing-masing tahun diperoleh data saldo piutang, jumlah piutang yang dihapuskan serta jumlah piutang yang telah dihapuskan namun dapat ditagih Hitung jumlah pinjaman neto yang dihapuskan pinjaman yang dihapuskan dikurangi pinjaman yang telah dihapuskan namun dapat ditagih (recovery) Rata-rata kerugian pinjaman tiap tahun pinjaman neto yang dihapuskan dibagi rata-rata pinjaman untuk masing-masing tahun selama 5 th 271

272 MENGHITUNG PENURUNAN NILAI KOLEKTIF Average charge-off method Pinjaman yang dihapuskan Pinjaman recovery ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Pinjaman net yang dihapuskan Rata2 5 tahun Pinjaman Rata-rata Pinjaman Rata-rata kerugian 0,0101 0,0095 0,0091 0,0087 0, ,009 2

273 MENGHITUNG PENURUNAN NILAI KOLEKTIF Average charge-off method Total pinjaman tahun 2011 Pinjaman yang secara individu mengalami penurunan nilai Pinjaman yang dievaluasi secara kolektif Rata-rata data historis kerugian pinjaman Penurunan nilai kolektif ( ) ,

274 MENGHITUNG PENURUNAN NILAI KOLEKTIF Roll Rate Method menghitung probability piutang pada periode sekarang akan tetap menjadi piutang pada periode berikutnya Misal: Piutang yang belum jatuh tempo pada bulan Jan 2010 sebesar , dari jumlah tersebut yang masih belum tertagih pada Feb 2011 sebesar Rp sehingga roll rate ratio sebesar 20% dihitung dalam jangka waktu 1 tahun, untuk kemudian dihitung nilai rata-ratanya 274

275 MENGHITUNG PENURUNAN NILAI KOLEKTIF Roll Rate Method Bulan/ tahun Current 1-30 hari hari hari hari > 365 hari 2 Jan Feb Roll rate 20% 40% 50% 70% 80% 100% 275

276 MENGHITUNG PENURUNAN NILAI KOLEKTIF Roll Rate Method Bulan/tahun Current 1-30 hari hari hari hari > 365 hari 2 Jan % 40% 50% 70% 80% 100% 2 Feb % 42% 54% 68% 78% 100% 2 Mar % 44% 50% 62% 78% 100% 2 Apr % 45% 52% 70% 78% 100% 2 Mei % 43% 46% 66% 86% 100% 2 Jun % 41% 48% 64% 84% 100% 2 Jul % 40% 50% 68% 80% 100% 2 Agt % 41% 52% 72% 82% 100% 2 Sep % 38% 54% 66% 80% 100% 2 Oct % 38% 52% 68% 76% 100% 2 Nop % 36% 50% 70% 80% 100% 2 Dec % 38% 48% 66% 78% 100% Rata-rata roll rate 22.50% 40.50% 50.50% 67.50% 80.00% % 276

277 MENGHITUNG PENURUNAN NILAI KOLEKTIF Roll Rate Method Umur Piutang % Penurunan Nilai Perhitungan Current 2.48% 22.50%*40,50%*50.50%*65.50%*80.00%*100% 1-30 hari 11.04% 40.50%*50.50%*65.50%*80.00%*100% hari 27.27% 50.50%*65.50%*80.00%*100% hari 54.00% 65.50%*80.00%*100% hari 80.00% 80.00%*100% > 365 hari % % Nilai roll rate rata-rata per tahun digunakan untuk menentukan nilai piutang tidak tertagih untuk masing-masing umur piutang dengan mengalikan prosentase tidak tertagih pada periode tersebut dan setelahnya digunakan untuk menentukan penurunan nilai piutang secara kolektif 277

278 MENGHITUNG PENURUNAN NILAI KOLEKTIF Cadangan penurunan nilai awal periode 5000 Beban penurunan nilai periode tsb 2000 Piutang yang dihapuskan (individu&kolektif) (1000) Piutang recovery (sudah dihapuskan tertagih) 500 Cadangan penurunan nilai akhir periode

279 PENURUNAN NILAI ESTIMASI Konsep penyisihan piutang dilakukan karena perusahaan dalam laporan keuangan harus menyajikan piutang sebesar jumlah yang dapat direalisasi diperlukan estimasi jumlah yang tidak dapat ditagih di masa depan Estimasi didasarkan pada: X Nilai Nilai Piutang Penjualan Tidak diperkenankan oleh PSAK

280 PSAK 65: LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN IFRS 10: Consolidated Financial Statements

Materi: 11 ASET (ASSETS) (PEROLEHAN, DEPRESIASI & KLASIFIKASI BIAYA ASET)

Materi: 11 ASET (ASSETS) (PEROLEHAN, DEPRESIASI & KLASIFIKASI BIAYA ASET) Materi: 11 ASET (ASSETS) (PEROLEHAN, DEPRESIASI & KLASIFIKASI BIAYA ASET) TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menentukan aset tetap dan akuntansinya 2. Menghitung depresiasi menggunakan metode berikut: metode garis

Lebih terperinci

PSAK 16 (Revisi 2007) Taufik Hidayat SE,Ak,MM Universitas Indonesia

PSAK 16 (Revisi 2007) Taufik Hidayat SE,Ak,MM Universitas Indonesia PSAK 16 (Revisi 2007) ASET TETAP Taufik Hidayat SE,Ak,MM Universitas Indonesia Agenda 1. Pengertian Aset Tetap 2. Pengakuan 3. Pengukuran Awal 4. Pengukuran Setelah Pengakuan Awal 5. Depresiasi 6. Penurunan

Lebih terperinci

LEBIH JAUH MENGENAI PSAK No. 16 (REVISI 2007) TENTANG ASET TETAP

LEBIH JAUH MENGENAI PSAK No. 16 (REVISI 2007) TENTANG ASET TETAP Edisi : IX/September 2009 LEBIH JAUH MENGENAI PSAK No. 16 (REVISI 2007) TENTANG ASET TETAP Oleh: Ikhlasul Manna Muhammad Fahri Keduanya Auditor pada KAP Syarief Basir & Rekan I. PENDAHULUAN PSAK 16 (Revisi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Carl (2015:3), Akuntansi (accounting) dapat diartikan sebagai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Carl (2015:3), Akuntansi (accounting) dapat diartikan sebagai BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Akuntansi Menurut Carl (2015:3), Akuntansi (accounting) dapat diartikan sebagai sistem informasi yang menyediakan laporan untuk para pemangku kepentingan mengenai aktivitas

Lebih terperinci

AKUNTANSI PERPAJAKAN DAMPAK TAX AMNESTY TERHADAP PELAPORAN KEUANGAN SESUAI DENGAN PSAK 70

AKUNTANSI PERPAJAKAN DAMPAK TAX AMNESTY TERHADAP PELAPORAN KEUANGAN SESUAI DENGAN PSAK 70 AKUNTANSI PERPAJAKAN Modul ke: DAMPAK TAX AMNESTY TERHADAP PELAPORAN KEUANGAN SESUAI DENGAN PSAK 70 Fakultas EKONOMI Program Studi MAGISTER AKUNTANSI www.mercubuana.ac.id Dr. Suhirman Madjid, SE.,MS.i.,Ak.,

Lebih terperinci

a. dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan jasa atau untuk tujuan administratif; dan b. diharapkan akan digunakan lebih dari satu periode.

a. dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan jasa atau untuk tujuan administratif; dan b. diharapkan akan digunakan lebih dari satu periode. VIII.1 ASET TETAP A. Definisi 01. Aset tetap adalah aset berwujud yang: a. dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan jasa atau untuk tujuan administratif; dan b. diharapkan akan digunakan lebih dari satu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA digilib.uns.ac.id BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Aset Tetap Sebelum membahas mengenai perlakuan akuntansi terhadap aset tetap, perlu kita ketahui terlebih dahulu beberapa teori mengenai aset tetap.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Landasan Teori 1. Aktiva a. Pengertian Aktiva Aktiva/harta adalah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan, yang lebih dikenal dengan istilah asset perusahaan. Jadi, aktiva (asset)

Lebih terperinci

BAGIAN IX ASET

BAGIAN IX ASET - 81 - BAGIAN IX ASET IX.1 ASET TETAP A. Definisi Aset tetap adalah aset berwujud yang: 1. dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan jasa atau untuk tujuan administratif; dan 2. diharapkan akan digunakan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah suatu kerangka dalam prosedur pembuatan laporan keuangan

Lebih terperinci

STANDAR AKUNTANSI TERKAIT TAX AMNESTY DAN ISSUE-ISSUE TERKAIT

STANDAR AKUNTANSI TERKAIT TAX AMNESTY DAN ISSUE-ISSUE TERKAIT 1 STANDAR AKUNTANSI TERKAIT TAX AMNESTY DAN ISSUE-ISSUE TERKAIT Oleh: Ersa Tri Wahyuni, PhD, CA, CPMA,CPSAK Agenda Hari Ini 2 Review UU No 11 tahun 2016 PSAK 70 Issue-issue Penerapan PSAK 70 UU Pajak No

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS. 1. Pengertian Dan Latar Belakang Konvergensi. usaha harmonisasi) standar akuntansi dan pilihan metode, teknik

BAB II LANDASAN TEORITIS. 1. Pengertian Dan Latar Belakang Konvergensi. usaha harmonisasi) standar akuntansi dan pilihan metode, teknik BAB II LANDASAN TEORITIS A. Teori - teori 1. Pengertian Dan Latar Belakang Konvergensi a. Pengertian Konvergensi Konvergensi dapat diartikan sebagai suatu tindakan untuk menyatukan pandangan/ perspektif

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Aset Tetap Aset tetap merupakan aset yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan aktivitas usaha dan sifatnya relatif tetap atau jangka waktu perputarannya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Akuntansi Akuntansi sering disebut sebagai bahasanya dunia usaha karena akutansi akan menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang menyelenggarakannya dan pihak

Lebih terperinci

ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP DAN SAK IFRS ATAS PEROLEHAN ASET TETAP DAN KAITANNYA DENGAN ASPEK PERPAJAKAN.

ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP DAN SAK IFRS ATAS PEROLEHAN ASET TETAP DAN KAITANNYA DENGAN ASPEK PERPAJAKAN. ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP DAN SAK IFRS ATAS PEROLEHAN ASET TETAP DAN KAITANNYA DENGAN ASPEK PERPAJAKAN (Skripsi) OLEH Nama : Veronica Ratna Damayanti NPM : 0641031138 No Telp :

Lebih terperinci

AKUNTANSI PERPAJAKAN. Akuntansi Pajak atas Aktiva Berwujud

AKUNTANSI PERPAJAKAN. Akuntansi Pajak atas Aktiva Berwujud AKUNTANSI PERPAJAKAN Modul ke: Akuntansi Pajak atas Aktiva Berwujud Fakultas EKONOMI Program Studi MAGISTER AKUNTANSI www.mercubuana.ac.id Dr. Suhirman Madjid, SE.,MS.i.,Ak., CA. HP/WA : 081218888013 Email

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORITIS. Aset tetap termasuk bagian yang sangat signifikan dalam perusahaan. Jika

BAB 2 LANDASAN TEORITIS. Aset tetap termasuk bagian yang sangat signifikan dalam perusahaan. Jika BAB 2 LANDASAN TEORITIS A. Pengertian, Penggolongan dan Perolehan Aset Tetap 1. Pengertian Aset Tetap Aset tetap termasuk bagian yang sangat signifikan dalam perusahaan. Jika suatu aset digunakan untuk

Lebih terperinci

SELAMAT DATANG PUBLIC HEARING EXPOSURE DRAFT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH ( ED SAK EMKM

SELAMAT DATANG PUBLIC HEARING EXPOSURE DRAFT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH ( ED SAK EMKM SELAMAT DATANG PUBLIC HEARING EXPOSURE DRAFT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH ( ED SAK EMKM ) Balai Kartini Jakarta, 16 Juni 2016 Exposure Draft Standar Akuntansi Keuangan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. adalah bahasa bisnis(business language). Akuntansi menghasilkan informasi yang

BAB II LANDASAN TEORI. adalah bahasa bisnis(business language). Akuntansi menghasilkan informasi yang 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Akuntansi Akuntansi memegang peranan penting dalam entitas karena akuntansi adalah bahasa bisnis(business language). Akuntansi menghasilkan informasi yang menjelaskan kinerja

Lebih terperinci

AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN

AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 13 Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI 1 Agenda 1. 2. 3. 4. Pajak dalam LK Pajak dan Akuntansi Akt.

Lebih terperinci

Pengertian aset tetap (fixed asset) menurut Reeve (2012:2) adalah :

Pengertian aset tetap (fixed asset) menurut Reeve (2012:2) adalah : BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Kriteria Aset Tetap 2.1.1 Pengertian Aset Tetap Setiap perusahaan apapun jenis usahanya pasti memiliki kekayaan yang digunakan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya.

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap 2.1.1 Definisi Aset Tetap Definisi aset tetap berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (2011:16) paragraf 06, adalah Aset tetap adalah aset berwujud yang: (a)

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi keuangan Akuntansi memegang peranan penting dalam entitas karena akuntansi adalah bahasa bisnis (bussnines language). Akuntansi menghasilkan informasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.1 Pengertian dan Kriteria Aset Tetap 2.1.1 Pengertian Aset Tetap Setiap perusahaan baik perusahaan yang bergerak dibidang industri, dagang, dan jasa pasti memiliki harta kekayaan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORITIS BAB II LANDASAN TEORITIS A. Aset Tetap 1. Pengertian Aset Tetap Menurut IAI, PSAK No.16 (2011:16) aset tetap merupakan aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang

Lebih terperinci

LAMPIRAN C AMANDEMEN TERHADAP PSAK LAIN. Amandemen ini merupakan amandemen yang diakibatkan dari penerbitan ED PSAK 71: Instrumen Keuangan.

LAMPIRAN C AMANDEMEN TERHADAP PSAK LAIN. Amandemen ini merupakan amandemen yang diakibatkan dari penerbitan ED PSAK 71: Instrumen Keuangan. LAMPIRAN C AMANDEMEN TERHADAP PSAK LAIN Amandemen ini merupakan amandemen yang diakibatkan dari penerbitan ED PSAK 71: Instrumen Keuangan. Kecuali ditentukan lain, entitas harus menerapkan amandemen dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Aktiva Tetap Tanaman Menghasilkan. menghasilkan, ada beberapa defenisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Aktiva Tetap Tanaman Menghasilkan. menghasilkan, ada beberapa defenisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Aktiva Tetap Tanaman Menghasilkan Untuk mengetahui pengertian yang jelas mengenai aktiva tetap tanaman menghasilkan, ada beberapa defenisi yang dikemukakan oleh beberapa

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aktiva Tetap Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, dalam buku Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan nomer 16 tentang Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain paragraf 5 tahun

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN IV.1 Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan Perlakuan Akuntansi SAK ETAP Setelah mendapatkan gambaran detail mengenai objek penelitian, yaitu PT Aman Investama.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Akuntansi yang mengatur tentang aset tetap. Aset tetap adalah aset berwujud yang

BAB II LANDASAN TEORI. Akuntansi yang mengatur tentang aset tetap. Aset tetap adalah aset berwujud yang BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Penjelasan Umum Aset Tetap Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) no 16 adalah Standar Akuntansi yang mengatur tentang aset tetap. Aset tetap adalah aset berwujud yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. entitas pada tanggal tertentu. Halim (2010:3) memberikan pengertian bahwa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. entitas pada tanggal tertentu. Halim (2010:3) memberikan pengertian bahwa BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Akuntansi Menurut Dwi (2012:4) Akuntansi adalah informasi yang menjelaskan kinerja keuangan entitas dalam suatu periode tertentu dan kondisi keuangan entitas pada

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Aset Tetap Aset tetap merupakan harta kekayaan perusahaan yang dimiliki setiap perusahaan. Aset tetap yang dimiliki perusahaan digunakan untuk menjalankan operasionalnya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu perusahaan selalu berusaha untuk mencapai tujuannya. Untuk menunjang tercapainya tujuan itu, setiap perusahaan mempunyai aktiva tetap tertentu untuk memperlancar

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aset Tetap Menurut Reeve, Warren, dkk (2013:2) Aset tetap (fixed asset) adalah aset yang bersifat jangka panjang atau secara relatif memiliki sifat permanen serta

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada dasarnya tujuan utama setiap perusahaan adalah untuk mencapai laba

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada dasarnya tujuan utama setiap perusahaan adalah untuk mencapai laba BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Aset Tetap Pada dasarnya tujuan utama setiap perusahaan adalah untuk mencapai laba yang diinginkan dengan menggunakan sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan. Untuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Aset Aset sebagai sumber ekonomi sangat diharapkan oleh seluruh perusahaan dapat memberikan manfaat jangka panjang untuk mencapai tujuan perusahaan di kemudian hari. Hal ini

Lebih terperinci

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 55 (REVISI 2006) INSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 55 (REVISI 2006) INSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN 0 PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (REVISI 0) INSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (revisi 0) terdiri dari paragraf - dan Panduan Aplikasi. Seluruh paragraf

Lebih terperinci

PERBANDINGAN IFRS FOR SMEs (2015) vs SAK ETAP

PERBANDINGAN IFRS FOR SMEs (2015) vs SAK ETAP PERBANDINGAN IFRS FOR SMEs (2015) vs SAK ETAP Materi ini dipersiapkan oleh Divisi Teknis IAI sebagai bagian yang takterpisahkan dari Discussion Paper Reviu 1 Ruang lingkup Small and medium entities (SMEs),

Lebih terperinci

AKUNTANSI KOMERSIAL VS AKUNTANSI PAJAK

AKUNTANSI KOMERSIAL VS AKUNTANSI PAJAK AKUNTANSI KOMERSIAL VS AKUNTANSI PAJAK Pembukuan menurut UU Pajak Dalam Pasal 28 ayat (7) UU KUP disebutkan: Pembukuan sekurang-kurangnya terdiri atas catatan mengenai harta, kewajiban, modal, penghasilan

Lebih terperinci

ASET TETAP DAN ASET TIDAK BERWUJUD

ASET TETAP DAN ASET TIDAK BERWUJUD Modul ke: ASET TETAP DAN ASET TIDAK BERWUJUD Fakultas FEB Elok Kurniawati, SE., M.Ak Program Studi Akuntansi www.mercubuana.ac.id Karakteristik Aset Tetap Aset tetap adalah aset jangka panjang atau relatif

Lebih terperinci

STANDAR AKUNTANSI ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK

STANDAR AKUNTANSI ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK STANDAR AKUNTANSI ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK Ruang Lingkup Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum(general purpose financial statemanet) bagi

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri.

BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri. BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Manfaat Implementasi SAK ETAP Dengan mengimplementasikan SAK ETAP di dalam laporan keuangannya, maka CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aktiva Tetap Setiap perusahaan menggunakan berbagai aktiva tetap, seperti peralatan, perabotan, alat-alat, mesin-mesin, bangunan, dan tanah. Aset tetap (fix asset)

Lebih terperinci

ORGANISASI NIRLABA. Oleh: Tri Purwanto

ORGANISASI NIRLABA. Oleh: Tri Purwanto KONSEP DASAR ORGANISASI NIRLABA Oleh: Tri Purwanto Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan sesuai PSAK 45 berdasar SAK ETAP Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan sesuai PSAK 45 berdasar SAK ETAP Sekretariat

Lebih terperinci

Standar Akuntansi Keuangan

Standar Akuntansi Keuangan ED PSAK (revisi 0) Juni 0 exposure draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Aset Tetap Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aset Tetap Aset tetap (fixed assets) merupakan aset jangka panjang atau aset yang relatif permanen. Aset tetap sering disebut aset berwujud (tangible assets) karena

Lebih terperinci

BAB II I LANDASAN TEORI

BAB II I LANDASAN TEORI BAB II I LANDASAN TEORI A. Aset Tetap Menurut PSAK No. 16 (2009; 16.2 16.13) 1. Aset Tetap (16.2; 6) Aset tetap merupakan salah satu alat yang penting dan pokok dalam suatu perusahaan. Aset tetap dimiliki

Lebih terperinci

PSAK 30 (REVISI 2007) ISAK 8 (REVISI 2007)

PSAK 30 (REVISI 2007) ISAK 8 (REVISI 2007) Pengajaran Akuntansi serta Workshop "PSAK Terbaru" 1 PSAK 30 (REVISI 2007) ISAK 8 (REVISI 2007) AGENDA 2 Ruang Lingkup Definisi Sewa Awal Sewa vs Awal Masa Sewa Klasifikasi i Sewa Sewa dalam Laporan Keuangan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Keuangan Akuntansi memegang peranan penting dalam entitas karena akuntansi adalah bahasa bisnis (business language). Akuntansi menghasilkan informasi yang

Lebih terperinci

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 48 PENURUNAN NILAI AKTIVA

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 48 PENURUNAN NILAI AKTIVA 0 0 PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. PENURUNAN NILAI AKTIVA Paragraf-paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring adalah paragraf standar yang harus dibaca dalam konteks paragraf-paragraf

Lebih terperinci

Mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan Bagaimana mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan mendatang:

Mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan Bagaimana mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan mendatang: AGENDA Pengantar Pengertian dasar Akuntansi Pajak Penghasilan sesuai SAK 46 Implementasi Pajak Kini dan Pajak Tangguhan Penyajian Pajak Kini dan Pajak Tangguhan dalam Laporan Keuangan Komersial Aset dan

Lebih terperinci

6/4/2012. Tujuan dan Ruang Lingkup. Tujuan dan Ruang Lingkup. Tujuan dan Lingkup PSAK 48

6/4/2012. Tujuan dan Ruang Lingkup. Tujuan dan Ruang Lingkup. Tujuan dan Lingkup PSAK 48 Tujuan dan Ruang Lingkup (revisi 2009) - Penurunan Nilai Aset IAS 36: Impairment Tujuan : Menetapan prosedur agar aset dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkannya impairment. Aset dikatakan k melebihi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Defenisi Aset Tetap PSAK 16 mengatur perlakuan akuntansi aset tetap, agar pengguna laporan keuangan dapat memahami informasi mengenai entitas di aset tetap, dan perubahan dalam

Lebih terperinci

Pedoman Tugas Akhir AKL2

Pedoman Tugas Akhir AKL2 Pedoman Tugas Akhir AKL2 Berikut adalah pedoman dalam penyusunan tugas akhir AKL2: 1. Tugas disusun dalam bentuk format berikut ini: No Perihal LK Emiten Analisis 1 Pengungkapan Pihak Berelasi (PSAK 7)

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Aktiva Tetap 1. Pengertian Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan bagian dari harta kekayaan perusahaan yang memiliki manfaat ekonomi lebih dari satu periode akuntansi. Manfaat menunjukkan

Lebih terperinci

UP DATE KONVERGENSI IFRS DI INDONESIA

UP DATE KONVERGENSI IFRS DI INDONESIA DEWAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN IKATAN AKUNTAN INDONESIA UP DATE KONVERGENSI IFRS DI INDONESIA Rosita Uli Sinaga Ketua Dewan Standar Akuntansi Keuangan Plaza Bapindo, Mandiri Tower, Jakarta 13 Maret 2014

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Bank Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 pasal 1 ayat 2 Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat

Lebih terperinci

PENERAPAN PSAK 16 (REVISI 2007) DAN PMK No. 79 TAHUN 2008 TENTANG ASET TETAP PADA PERUSAHAAN DI INDONESIA

PENERAPAN PSAK 16 (REVISI 2007) DAN PMK No. 79 TAHUN 2008 TENTANG ASET TETAP PADA PERUSAHAAN DI INDONESIA PENERAPAN PSAK 16 (REVISI 2007) DAN PMK No. 79 TAHUN 2008 TENTANG ASET TETAP PADA PERUSAHAAN DI INDONESIA Evi Maria Staf Pengajar Program Profesional - Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro 52

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORITIS BAB II LANDASAN TEORITIS A. Pengertian Aset Tetap Pengertian aset tetap menurut IAI, PSAK No 16 (2011 : 16.2) adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORITIS 5 BAB II LANDASAN TEORITIS A. Teori-teori 1. Pengertian dan Karakteristik Aset Tetap Aset tetap adalah aset yang memiliki masa manfaatnya lebih dari satu tahun, digunakan dalam kegiatan perusahaan, dimiliki

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap 2.1.1 Definisi Aset Tetap Aset tetap merupakan aset jangka panjang atau aset yang relatif permanen yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun atau lebih dari satu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) Secara umum Standar Akuntansi Keuangan merupakan pedoman pokok penyusunan dan penyajian laporan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang

BAB 2 LANDASAN TEORI. Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Rerangka Teori dan Literatur 2.1.1. Pengertian Bank Pada Pasal 1 (Butir 2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan,

Lebih terperinci

AKTIVA TETAP BERWUJUD

AKTIVA TETAP BERWUJUD AKTIVA TETAP BERWUJUD A. PENGERTIAN Aktiva tetap berwujud adalah aktivaaktiva yang mempunyai wujud yang sifatnya relatif permanen yang digunakan dalam kegiatan perusahaan yang normal. Karakteristik utama

Lebih terperinci

AKTIVA TETAP BERWUJUD (FIXED ASSETS)

AKTIVA TETAP BERWUJUD (FIXED ASSETS) Dosen : Christian Ramos Kurniawan AKTIVA TETAP BERWUJUD (FIXED ASSETS) INTERMEDIATE ACCOUNTING L/O/G/O Referensi : Donald E Kieso, Jerry J Weygandt, Terry D Warfield, Intermediate Accounting Definisi Aktiva

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAPORAN KEUANGAN PEMANFAATAN HUTAN PRODUKSI DAN PENGELOLAAN HUTAN (DOLAPKEU PHP2H)

PEDOMAN PELAPORAN KEUANGAN PEMANFAATAN HUTAN PRODUKSI DAN PENGELOLAAN HUTAN (DOLAPKEU PHP2H) PEDOMAN PELAPORAN KEUANGAN PEMANFAATAN HUTAN PRODUKSI DAN PENGELOLAAN HUTAN (DOLAPKEU PHP2H) Pelatihan APHI 18 MEI 2011 Dwi Martani & Taufik Hidayat Staf Pengajar Departemen Akuntansi FEUI Tim Penyusun

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Akuntansi 2.1.1 Pengertian Akuntansi Warren (2013 : 9), mendefinisikan akuntansi diartikan sebagai sistem informasi yang menyediakan laporan untuk para pemangku kepentingan mengenai

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN

BAB III LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN BAB III LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN A. Landasan Teori 1. Pengertian aset tetap. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (PSAK 16; 2015), aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi

Lebih terperinci

PSAK 10 : ASET TIDAK BERWUJUD IAS 38 : Intangible Assets

PSAK 10 : ASET TIDAK BERWUJUD IAS 38 : Intangible Assets PSAK 10 : ASET TIDAK BERWUJUD IAS 38 : Intangible Assets 1 Ruang Lingkup Dikecualikan dari penerapan PSAK 19 : Aset tidak berwujud yang diatur standar lain (goodwill-psak 22) Aset keuangan (PSAK 50) Hak

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. PSAK 1 tentang penyajian laporan keuangan. a. Definisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah standar yang digunakan untuk pelaporan keuangan

Lebih terperinci

1. UMUM a. Pendirian Koperasi KOPERASI KASIH INDONESIA Koperasi Kasih Indonesia ( Koperasi ), didirikan berdasarkan Akte No. 164 yang dibuat oleh H. Rizul Sudarmadi, SH., Notaris di Jakarta tanggal 31

Lebih terperinci

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba

Lebih terperinci

SAK UMUM vs SAK ETAP. No Elemen PSAK SAK ETAP

SAK UMUM vs SAK ETAP. No Elemen PSAK SAK ETAP SAK UMUM vs SAK ETAP No Elemen PSAK SAK ETAP 1 Penyajian Laporan Keuangan Laporan posisi keuangan Informasi yang disajikan dalam laporan posisi keuangan Pembedaan asset lancar dan tidak lancar dan laibilitas

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SASALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-347/BL/2012 TENTANG PENYAJIAN

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap 2.1.1 Pengertian Aset tetap adalah aset berwujud yang digunakan dalam operasi perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan.

Lebih terperinci

PSAK 1 (Penyajian Laporan Keuangan) per Efektif 1 Januari 2015

PSAK 1 (Penyajian Laporan Keuangan) per Efektif 1 Januari 2015 PSAK 1 (Penyajian Laporan Keuangan) per Efektif 1 Januari 2015 Perbedaan PSAK 1 Tahun 2013 & 2009 Perihal PSAK 1 (2013) PSAK 1 (2009) Judul laporan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Laporan

Lebih terperinci

Koreksi Editorial SAK

Koreksi Editorial SAK Koreksi Editorial SAK Koreksi editorial berisi amandemen yang diperlukan karena adanya kesalahan penulisan atau proses penataan dokumen. Koreksi editorial dapat berisi koreksi atas kesalahan pengejaan

Lebih terperinci

PSAK 16 ( ASET TETAP)

PSAK 16 ( ASET TETAP) Nama : FARIS MAJDUDDIN NIM : 023101291 PENDAHULUAN Tujuan PSAK 16 ( ASET TETAP) Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi asset tetap, agar pengguna laporan keuangan dapat memahami informasi

Lebih terperinci

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 16 AKTIVA TETAP DAN AKTIVA LAIN-LAIN Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 16 tentang Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain disetujui dalam Rapat

Lebih terperinci

Bab IV PEMBAHASAN. Sistematika pembahasan yang akan dilakukan terhadap objek penelitian adalah berdasarkan

Bab IV PEMBAHASAN. Sistematika pembahasan yang akan dilakukan terhadap objek penelitian adalah berdasarkan Bab IV PEMBAHASAN Sistematika pembahasan yang akan dilakukan terhadap objek penelitian adalah berdasarkan akun-akun yang terdapat di dalam laporan keuangan Yayasan Sekolah TSK yang kemudian dianalisis

Lebih terperinci

Aspek Perpajakan atas Aktiva Tetap

Aspek Perpajakan atas Aktiva Tetap Aspek Perpajakan atas Aktiva Tetap Aktiva Tetap Aktiva Tetap: SAK (2009) : aktiva berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk disewakan ke pihak lain,

Lebih terperinci

BAB IV KEBIJAKAN AKUNTANSI

BAB IV KEBIJAKAN AKUNTANSI BAB IV KEBIJAKAN AKUNTANSI 4. Kebijakan Akuntansi Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Grobogan terkait dengan perlakuan akuntansi dalam sistem pencatatan administrasi pengelolaan keuangan daerah yang

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1. Kebijakan Akuntansi Perusahaan Dalam Pelaksanaan pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan terdapat kebijakan akuntansi perusahaan yang diterapkan terhadap seluruh transaksi

Lebih terperinci

PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN KONSOLIDASIAN Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Asset Berbagai pendapat telah dikemukakan oleh para ahli tentang pengertian asset dalam bukunya berbagai pengertian muncul dengan keanekaragamanya. Adapun salah satunya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aset Tetap BAB II TINJAUAN PUSTAKA Aset tetap merupakan harta kekayaan perusahaan yang dimiliki setiap perusahaan. Aset tetap yang dimiliki perusahaan digunakan untuk menjalankan operasionalnya

Lebih terperinci

AKUNTANSI PROPERTY INVESTASI

AKUNTANSI PROPERTY INVESTASI AKUNTANSI PERPAJAKAN Modul ke: AKUNTANSI PROPERTY INVESTASI Fakultas EKONOMI Program Studi MAGISTER AKUNTANSI www.mercubuana.ac.id Dr. Suhirman Madjid, SE.,MS.i.,Ak., CA. HP/WA : 081218888013 Email : suhirmanmadjid@ymail.com

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Keuangan Daerah Pelaksanaan kewenangan Pemerintah Daerah sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aktiva Tetap 2.1.1 Pengertian Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan aktiva jangka panjang atau aktiva yang relatif permanen dan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun atau lebih

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aktiva Tetap 2.1.1 Definisi Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan aktiva jangka panjang atau aktiva yang relatif permanen, seperti peralatan, tanah, bangunan, gedung, dimana merupakan

Lebih terperinci

PSAK 22 : Kombinasi Bisnis IFRS 3- Business Combination

PSAK 22 : Kombinasi Bisnis IFRS 3- Business Combination PSAK 22 : Kombinasi Bisnis IFRS 3- Business Combination 22 PSAK - 22 ISI Metode Akuisisi Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal Pengungkapan Pedoman Aplikasi Efektif berlaku 2011 Menggantikan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 4 BAB II LANDASAN TEORI A. Aktiva Tetap 1. Pengertian Aktiva Tetap PSAK No. 16 (revisi 2007) menjelaskan definisi aset tetap sebagai berikut: Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang didasarkan pada teori yang mendukung dengan perbandingan PSAK 1 dan IAS 1 tentang penyajian laporan keuangan.

Lebih terperinci

FINANCIAL INSTRUMENT

FINANCIAL INSTRUMENT Pelaporan Akuntans Keuangan- Financial Instrument 1 FINANCIAL INSTRUMENT Dwi Martani Latar Belakang Revisi PSAK 50-55 2 Perkembangan standar Internasional IFRS 30 dan 39 Investor melakukan investasi secara

Lebih terperinci

tedi last 11/16 Definisi Pengakuan Pengukuran Pengungkapan

tedi last 11/16 Definisi Pengakuan Pengukuran Pengungkapan tedi last 11/16 Definisi Pengakuan Pengukuran Pengungkapan RUANG LINGKUP PSAP 07 diterapkan untuk seluruh unit pemerintahan yang menyajikan laporan keuangan untuk tujuan umum, dan mengatur perlakuan akuntansinya,

Lebih terperinci

Ikatan Akuntan Indonesia. IAI Copy Right, all rights reserved

Ikatan Akuntan Indonesia. IAI Copy Right, all rights reserved Ikatan Akuntan Indonesia Tiga Pilar Akuntansi Keuangan: Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) SAK ETAP SAK Syariah SAK ETAP digunakan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik (ETAP). ETAP adalah entitas yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. berbentuk CV Hasjrat Abadi, berdiri pada tanggal 31 Juli 1952 bertempat di

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. berbentuk CV Hasjrat Abadi, berdiri pada tanggal 31 Juli 1952 bertempat di BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan PT Hasjrat Abadi merupakan salah satu perusahaan swasta di Jakarta yang bergerak dalam bidang perdagangan umum. PT Hasjrat Abadi dahulunya berbentuk

Lebih terperinci

Materi: 12 ASET: PENGHENTIAN. (Dihapus, Dijual, Ditukar)

Materi: 12 ASET: PENGHENTIAN. (Dihapus, Dijual, Ditukar) Materi: 12 ASET: PENGHENTIAN (Dihapus, Dijual, Ditukar) 2 Tujuan Pembelajaran 1. Menggambarkan kontrol internal terhadap aset tetap. 2. Menghitung dan menjurnal penghentian aset tetap; dipusan, dijual,

Lebih terperinci

PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN KONSOLIDASIAN dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2015 (Tidak Diaudit) dan 30 Juni 2014 (Diaudit) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aset Tetap Berbagai definisi aset tetap yang dikemukakan oleh para ahli, semuanya mempunyai maksud dan tujuan yang sama yaitu merumuskan pengertian aset tetap agar

Lebih terperinci