PEMERINTAH KABUPATEN MANOKWARI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN DISTRIK BARU DI KABUPATEN MANOKWARI

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEMERINTAH KABUPATEN MANOKWARI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN DISTRIK BARU DI KABUPATEN MANOKWARI"

Transkripsi

1 1051 PEMERINTAH KABUPATEN MANOKWARI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN DISTRIK BARU DI KABUPATEN MANOKWARI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MANOKWARI, Menimbang : a. bahwa sesuai pasal 66 ayat (1) dan (6) Undangundang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa Kecamatan merupakan Perangkat Daerah Kabupaten dan Daerah Kota yang dipimpin oleh Kepala Kecamatan yang pembentukannya ditetapkan dengan Peraturan Daerah ; b. bahwa pembentukan Distrik-distrik Baru di Kabupaten Manokwari dilakukan guna memperpendek rentang kendali dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang efektif dan efisien serta upaya optimalisasi pemanfaatan potensi daerah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan kondisi sosial budaya, luas daerah dan pertimbangan lainnya,

2 1052 dipandang perlu untuk memekarkan Distrik di Kabupaten Manokwari; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana butir a, b dan c di atas, perlu diatur dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Manokwari. Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang Pembentukan Propinsi Otonom Irian Barat dan Kabupaten-Kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2907); 2. Undang undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839); 3. Undang undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848); 4. Undang-undang Nomor 45 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Irian Jaya Tengah, Provinsi Irian Jaya Barat, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya dan Kota Sorong (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 173, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3894); 5. Undang undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4151 ); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1973 tentang Perubahan Nama Propinsi Irian Barat

3 1053 Menjadi Irian Jaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1973 Nomor 9,Tambahan Lembaran Negara Nomor 2977) ; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952); 8. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1999 tentang Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-undangan dan Bentuk Rancangan Undang-undang, Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Keputusan Presiden (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 70); 9. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2000 tentang Pedoman Pembentukan Kecamatan ; 10. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 21 Tahun 2001 tentang Teknik penyusunan dan Materi Muatan Produk-Produk Hukum Daerah; 11. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 22 Tahun 2001 tentang Bentuk Produk produk Hukum Daerah; 12. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 23 Tahun 2001 tentang Prosdur Penyusunan Produk Hukum Daerah ; 13. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 24 Tahun 2001 tentang Lembaran Daerah dan Berita Daerah;

4 1054 Dengan persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MANOKWARI MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI TENTANG PEMBENTUKAN DISTRIK BARU DI KABUPATEN MANOKWARI BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : a. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah beserta Perangkat Daerah Otonom yang lain sebagai Badan Eksekutif Daerah ; b. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, selanjutnya disebut DPRD, adalah Badan Legislatif Daerah ; c. Pemerintah Kabupaten adalah Pemerintah Kabupaten Manokwari ; d. Kabupaten adalah Kabupaten Manokwari. e. Bupati adalah Bupati Manokwari ; f. Perangkat Daerah adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab kepada Kepala Daerah dan membantu Kepala Daerah dalam penyelenggaraan Pemerintahan yang terdiri atas Sekretariat Daerah, Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah, Distrik dan Kelurahan sesuai dengan kebutuhan Daerah ; g. Pembentukan Distrik adalah Pembentukan Distrik-Distrik baru melalui pemekaran dari Distrik Induk ;

5 1055 h. Distrik adalah wilayah kerja Kepala Distrik sebagai perangkat Daerah Kabupaten; i. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat Daerah Kabupaten di bawah Kecamatan ; j. Kampung adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem Pemerintahan Nasional dan berada di Daerah Kabupaten. BAB II PEMBENTUKAN DISTRIK Pasal 2 Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Distrik-Distrik Baru di Kabupaten Manokwari sebagai berikut : 1. Distrik Masni (Induk), dimekarkan menjadi 2 Distrik yaitu Distrik Masni dan Distrik Sidey : a. Distrik Masni, wilayahnya meliputi 31 Kampung, yaitu : 1. Kampung Masni 2. Kampung Sumber Boga 3. Kampung Muara Prafi 4. Kampung Prafi Barat 5. Kampung Macuan 6. Kampung Bowi Subur 7. Kampung Makwan 8. Kampung Kali Merah 9. Kampung Meiforga 10. Kampung Sibuni 11. Kampung Yensum 12. Kampung Mansaburi 13. Kampung Igor 14. Kampung Meremeg 15. Kampung Aurmios 16. Kampung Wariori Indah

6 Kampung Sembab 18. Kampung Membowi 19. Kampung Wamfaura 20. Kampung Yonsoribo 21. Kampung Asay II 22. Kampung Moubja 23. Kampung Ririnfos 24. Kampung Koyami 25. Kampung Mereyuk 26. Kampung Inyei 27. Kampung Undi 28. Kampung Jowen 29. Kampung Muara Wariori 30. Kampung Wariory 31. Kampung Mantedi b. Distrik Sidey, wilayahnya meliputi 12 Kampung yaitu : 1. Kampung Manggupi 2. Kampung Sidey 3. Kampung Wariki 4. Kampung Sidey Baru 5. Kampung Kaironi 6. Kampung Sidey Makmur 7. Kampung Saray 8. Kampung Kasi 9. Kampung Sidey Jaya 10. Kampung Wamnowi 11. Kampung Waramoi 12. Kampung Meyof 2. Distrik Minyambouw (Induk), dimekarkan menjadi 3 Distrik yaitu Distrik Minyambouw, Distrik Catubouw dan Distrik Hink : a. Distrik Minyambouw (Induk), wilayahnya meliputi 46 Kampung yaitu : 1. Kampung Minyambouw 2. Kampung Demaisi 3. Kampung Awibehei 4. Kampung Indabri

7 Kampung Mokwam 6. Kampung Amber 7. Kampung Coisi 8. Kampung Imbenti 9. Kampung Sigim 10. Kampung Imbongun 11. Kampung Aduer 12. Kampung Ugjeheg 13. Kampung Dueibei 14. Kampung Ayau 15. Kampung Kwau 16. Kampung Ungga 17. Kampung Mitieide 18. Kampung Simerbei 19. Kampung Driye 20. Kampung Waminda 21. Kampung Umpug 22. Kampung Handuk 23. Kampung Ninsimoy 24. Kampung Siyou 25. Kampung Minggre 26. Kampung Ngimoubri 27. Kampung Anggra 28. Kampung Inggramhim 29. Kampung Mbigma 30. Kampung Nimbiauw 31. Kampung Apui 32. Kampung Asarbei 33. Kampung Memangker 34. Kampung Mainda 35. Kampung Imbrekti 36. Kampung Aryon 37. Kampung Minogbey 38. Kampung Bahamyenti 39. Kampung Ipingoisi 40. Kampung Caijut

8 Kampung Pinyausi 42. Kampung Sinaitousi 43. Kampung Misangoisi 44. Kampung Smainggei 45. Kampung Indouw oufa 46. Kampung Micadiwor b. Distrik Catubouw, wilayahnya meliputi 28 Kampung yaitu : 1. Kampung Catubouw 2. Kampung Bigwai mod 3. Kampung Mihou 4. Kampung Kaungwam 5. Kampung Aiga 6. Kampung Iman drigo 7. Kampung Unti 8. Kampung Ndabouw 9. Kampung Suge meih 10. Kampung Manggesuk 11. Kampung Ijikgrek 12. Kampung Jim 13. Kampung Slomiyou 14. Kampung Binggriyud 15. Kampung Minmo 16. Kampung Urei 17. Kampung Mihij 18. Kampung Soudin 19. Kampung Timtouw 20. Kampung Idimai 21. Kampung Andang 22. Kampung Miyei Comti 23. Kampung Dumbrei 24. Kampung Mexi 25. Kampung Idou Oufa 26. Kampung Desra 27. Kampung Minder Mes 28. Kampung Mieycomti (Minyambouw )

9 1059 c. Distrik Hink, wilayahnya meliputi 20 Kampung yaitu : 1. Kampung Sop nyai 2. Kampung Igkmabou 3. Kampung Manggot 4. Kampung Kisap 5. Kampung Ningung Kimor 6. Kampung Nggmou bri 7. Kampung Cangoisi 8. Kampung Minyei memud 9. Kampung Penibut 10. Kampung Demunti 11. Kampung Guei Pimbai 12. Kampung Tigou Comti 13. Kampung Urwong 14. Kampung Aryon 15. Kampung Pungug 16. Kampung Humeisi 17. Kampung Hak tiei bou 18. Kampung Kwok 19. Kampung Kwaiyehep 20. Kampung Ntap 3. Distrik Ransiki (induk) dimekarkan menjadi 4 Distrik meliputi Distrik Ransiki dan Distrik Neney dan Distrik Momi-Waren, Distrik Tohota yaitu : a. Distrik Ransiki, meliputi 12 Kampung yaitu: 1. Kampung Ransiki 2. Kampung Nuhuwei 3. Kampung Yamboi 4. Kampung Tobou 5. Kampung Sabri 6. Kampung Bamaka 7. Kampung Abresso 8. Kampung Hamawi 9. Kampung Kobrey 10. Kampung Wamcei

10 Kampung Hamor 12. Kampung Intap (Minyambouw) 13. Kampung Susmorof b. Distrik Neney, meliputi 8 Kampung yaitu : 1. Kampung Wama 2. Kampung Disi 3. Kampung Hiyouw 4. Kampung Sesum 5. Kampung Benyas 6. Kampung Ariyowenmoho 7. Kampung Neney c. Distrik Momi-Waren, meliputi 7 Kampung yaitu: 1. Kampung Siwi 2. Kampung N i j 3. Kampung Dembek 4. Kampung Gaya Baru 5. Kampung Waren 6. Kampung Demini 7. Kampung Yekwandi d Distrik Tohota, meliputi 4 Kampung yaitu : 1. Kampung Yarmatu 2. Kampung Reyob 3. Kampung Kaprus 4. Kampung Saimeba 4. Distrik Kebar (Induk), dimekarkan menjadi 2 Distrik meliputi Distrik Kebar dan Distrik Senopi, yaitu : a. Distrik Kebar (induk), meliputi 8 Kampung : 1. Kampung Anjai 2. Kampung Akmuri 3. Kampung Atay 4. Kampung Jandurau 5. Kampung Inambuari 6. Kampung Nekori 7. Kampung Ajami 8. Kampung Inam

11 1061 b. Distrik Senopi, meliputi 6 Kampung : 1. Kampung Senopi 2. Kampung Wausin 3. Kampung Afrawi 4. Kampung Arapi 5. Kampung Sururem 6. Kampung Asiti 5. Distrik Sururey (Induk), dimekarkan menjadi 3 Distrik meliputi Distrik Sururey, Distrik Didohu dan Distrik Dataran Isim, yaitu : a. Distrik Sururey (induk), meliputi 14 Kampung yaitru : 1. Kampung Sururey 2. Kampung Tuhubea 3. Kampung Sunggedes 4. Kampung Inyaub 5. Kampung Saugememba 6. Kampung Kobrey 7. Kampung Kopo 8. Kampung Dugahani 9. Kampung Itkau 10. Kampung Tomstera 11. Kampung Koctera 12. Kampung Anuk 13. Kampung Dibera 14. Kampung Midermes (Minyambouw) b. Distrik Didohu, meliputi 14 Kampung : 1. Kampung Iranmeba 2. Kampung Cirnohu 3. Kampung Dibetik 4. Kampung Danmou 5. Kampung Miseda 6. Kampung Sergemeh 7. Kampung Sneremer 8. Kampung Kusmenau 9. Kampung Cigera 10. Kampung Tomsir

12 Kampung Gedeira 12. Kampung Demdamei 13. Kampung Dugrimog 14. Kampung Desra (Minyambouw) c. Distrik Dataran Isim, meliputi 11 Kampung : 1. Kampung Isim 2. Kampung Duhugesa 3. Kampung Tubes 4. Kampung Omohousy 5. Kampung Seymeba 6. Kampung Tahosta 7. Kampung Hugomot 8. Kampung Dihisu 9. Kampung Inyuara 10. Kampung Sibjo 11. Kampung Disha (Minyambouw) 6. Distrik Amberbaken (Induk) dimekarkan menjadi 2 Distrik meliputi Distrik Amberbaken dan Distrik Mubrani, yaitu : a. Distrik Amberbaken, meliputi 7 Kampung : 1. Kampung Saukorem 2. Kampung Bondopi 3. Kampung Sasui 4. Kampung Wefiani 5. Kampung Serayo 6. Kampung Wasarak 7. Kampung Barianbeker b. Distrik Mubrani, meliputi 8 Kampung : 1. Kampung Mubrani 2. Kampung Arfu 3. Kampung Atori 4. Kampung Wasnembri 5. Kampung Bijanfou 6. Kampung Bawei 7. Kampung Waru 8. Kampung Arupi/Mangganek

13 Distrik Anggi (induk), dimekarkan menjadi 4 Distrik meliputi Distrik Anggi, Distrik Membey, Distrik Taige, Distrik Anggi Gida, yaitu : a. Distrik Anggi (Induk), meliputi 13 Kampung yaitu : 1. Iraiweri 2. Igembai 3. Imbai 4. Suteibey 5. Susi 6. Ullong 7. Mentubey 8. Ayau 9. Testega Pamaha 10. Pamaha 11. Uper 12. Hungku 13. Srubey b. Distrik Taige, meliputi 11 Kampung yaitu : 1. Genyu 2. Ansum 3. Deurobu 4. Horeta 5. Ubeisa 6. Taige 7. Tridaga 8. Disura 9. Awaikum 10. Siskedowo 11. Irbos c. Distrik Membey, meliputi 7 Kampung yaitu : 1. Inyebouw 2. Imbeiswa 3. Usti 4. Memti 5. Koney 6. Membey

14 Sisram d. Anggi Gida, meliputi 6 Kampung yaitu : 1. Sibiogub 2. Krabut 3. Tuabyam 4. Sakumi 5. Tombrok 6. Ngisrow Pasal 3 Kedudukan Ibukota atau Pusat Kedudukan Distrik sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 adalah sebagai berikut : 1. Distrik Masni dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Masni. 2. Distrik Sidey dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Sidey. 3. Distrik Minyambouw dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Minyambouw. 4. Distrik Catubouw dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Catubouw. 5. Distrik Hink dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Hink. 6. Distrik Ransiki dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Ransiki. 7. Distrik Neney dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Neney. 8. Distrik Momi-Waren dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Dembek 9. Distrik Kebar dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Anjai. 10. Distrik Senopi dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Senopi. 11. Distrik Sururey dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Sururey.

15 Distrik Didohu dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Iranmeba. 13. Distrik Dataran Isim dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Isim. 14. Distrik Amberbaken dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Saukorem 15. Distrik Mubrani dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Arfu. 16. Distrik Anggi dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Anggi 17. Distrik Taige dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Taige 18. Distrik Membey dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Membey 19. Distrik Anggi Gida dengan Ibukota Distrik berkedudukan di Kampung Tombrok BAB III BATAS-BATAS WILAYAH DISTRIK Pasal 4 1. Batas-batas Wilayah Distrik Masni (Induk) sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Pacifik; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Minyambouw; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Sidey; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Prafi dan Distrik Manokwari Utara. 2. Batas-batas Wilayah Distrik Sidey sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Pacifik; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Testega; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Mubrani; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Masni. 3. Batas-batas Wilayah Distrik Minyambouw (Induk) sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Masni dan Distrik Prafi

16 1066 b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Catubouw dan Distrik Hink c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Sidey dan Distrik Testega; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Membey. 4. Batas-batas Wilayah Distrik Catubouw sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Minyambouw ; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kab. Teluk Bintuni; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Testega; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Hink dan Distrik Anggi. 5. Batas-batas Wilayah Distrik Hink sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Membei; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Catubouw; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Catubouw; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Taige. 6. Batas-batas Wilayah Distrik Ransiki (Induk) sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Oransbari; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Mamo-Waren; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Tombrok; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Pacifik. 7. Batas-batas Wilayah Distrik Neney sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Tombrok dan Distrik Ransiki; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Momi Waren; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Sururey dan Dataran Isim; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Momi Waren. 8. Batas-batas Wilayah Distrik Momi-Waren sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Ransiki; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Rumberpon Kab. Teluk Wondama; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Nenei; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Facific. Batas-batas Wilayah Distrik Kebar (Induk) sebagai berikut :

17 1067 a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Mubrani dan Distrik Amberbaken; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Merdey Kab.Teluk Bintuni; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Senopi; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Testega. 9. Batas-batas Wilayah Distrik Senopi sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Amberbaken; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Moskona Utara Kab. Teluk Bintuni; c. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Sorong; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Kebar. 10. Batas-batas Wilayah Distrik Sururey (Induk) sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Anggi; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Didohu; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Catubouw; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Sururey dan Distrik Dataran Isim. 11. Batas-batas Wilayah Distrik Didohu sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Anggi dan Distrik Hink; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Merdey dan Distrik Bintuni Kab. Teluk Bintuni; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Testega; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Sururey. 12. Batas-batas Wilayah Distrik Dataran Isim sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Sururey; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Bintuni Kab. Teluk Bintuni; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Didohu; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Nenei. 13. Batas-batas Wilayah Distrik Amberbaken (induk) sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan laut Pacific ; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Senopi dan Distrik Kebar; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Sausapor Kab. Sorong;

18 1068 d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Mubrani. 14. Batas-batas Wilayah Distrik Mubrani sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Pacific; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Kebar; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Amberbaken; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Sidey. Batas-batas Wilayah Distrik Anggi (Induk) sebagai beikut; a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Taige; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Sururey; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Catubouw; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Anggi Gida 15. Batas-batas Wilayah Distrik Taige sebagai berikut; a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Membei; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Anggi; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Hink; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Ransiki. 16. Batas-batas Wilayah Distrik Membey sebagai berikut; a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Warmare; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Hink; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Minyambouw; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Tanah Rubuh. 17. Batas-batas Wilayah Distrik Anggi Dida sebagai berikut; a. Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Ransiki; b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Sururey dan Distrik Nenei; c. Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Anggi; d. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Ransiki. BAB IV PEMBIAYAAN Pasal 5 Biaya penyelenggaraan Pemerintahan pada Distrik baru tersebut dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Manokwari.

19 1069 BAB V PENUTUP Pasal 6 Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Daerah ini akan diatur lebih lanjut oleh Bupati. Pasal 7 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan menempatkannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Manokwari. Disahkan di Manokwari pada tanggal 23 Desember 2004 Diundangkan di Manokwari pada tanggal 23 Desember 2004 BUPATI MANOKWARI, TTD DOMINGGUS MANDACAN SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN MANOKWARI TTD ANTHON LESNUSSA LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI TAHUN 2004 SERI E NOMOR 76 Untuk salinan yang sah sesuai dengan yang asli AN. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN MANOKWARI KEPALA BAGIAN HUKUM R.K.R HAMMAR, SH. M.H P E M B I N A NIP

No mampu menjamin hubungan yang serasi antara daerah dengan Pemerintah, artinya harus mampu memelihara dan menjaga keutuhan wilayah Negara dan

No mampu menjamin hubungan yang serasi antara daerah dengan Pemerintah, artinya harus mampu memelihara dan menjaga keutuhan wilayah Negara dan No. 5366 TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI PEMERINTAH DAERAH. Wilayah. Pembentukan. Kabupaten. Pegunungan Arfak. Provinsi Papua Barat. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 233)

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK DI PROVINSI PAPUA BARAT

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK DI PROVINSI PAPUA BARAT UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN DI PROVINSI PAPUA BARAT

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN DI PROVINSI PAPUA BARAT UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN DI PROVINSI PAPUA BARAT

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN DI PROVINSI PAPUA BARAT UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

2 mampu menjamin hubungan yang serasi antara daerah dengan Pemerintah, artinya harus mampu memelihara dan menjaga keutuhan wilayah Negara dan tetap te

2 mampu menjamin hubungan yang serasi antara daerah dengan Pemerintah, artinya harus mampu memelihara dan menjaga keutuhan wilayah Negara dan tetap te TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI PEMERINTAH DAERAH. Wilayah. Pembentukan. Kabupaten. Monokwari. Provinsi Papua Barat. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 232) PENJELASAN ATAS

Lebih terperinci

2012, No di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, serta kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah untuk penyelenggaraan otonomi

2012, No di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, serta kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah untuk penyelenggaraan otonomi No.232, 2012 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PEMERINTAH DAERAH. Wilayah. Pembentukan. Kabupaten. Monokwari. Provinsi Papua Barat. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 56 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN TAMBRAUW DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 56 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN TAMBRAUW DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Penutup. Penyelenggaraan Sensus Penduduk 2010 (SP2010) merupakan kegiatan besar. yang hasilnya sangat penting dalam rangka perencanaan pembangunan.

Penutup. Penyelenggaraan Sensus Penduduk 2010 (SP2010) merupakan kegiatan besar. yang hasilnya sangat penting dalam rangka perencanaan pembangunan. KABUPATEN MANOKWARI Penutup Penyelenggaraan Sensus Penduduk 2010 (SP2010) merupakan kegiatan besar yang hasilnya sangat penting dalam rangka perencanaan pembangunan. Pembangunan yang melalui proses perencanaan

Lebih terperinci

DATA AGREGAT KEPENDUDUKAN PER KECAMATAN (DAK2)

DATA AGREGAT KEPENDUDUKAN PER KECAMATAN (DAK2) KABUPATEN / KOTA : SORONG 92.01 SORONG 69.995 58.92 128.96 1 92.01.01 MAKBON 1.618 1.549 3.16 2 92.01.04 BERAUR 1.015 886 1.901 3 92.01.05 SALAWATI 6.64 5.90 12.43 4 92.01.06 SEGET 3.581 2.11 5.698 5 92.01.0

Lebih terperinci

Lampiran I.92 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014

Lampiran I.92 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Lampiran I.9 5/Kpts/KPU/TAHUN 0 9 MARET 0 ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 04 PROVINSI No DAERAH PEMILIHAN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KURSI DP Meliputi Kab/Kota. MANOKWARI

Lebih terperinci

pemilihan Anggota DPRD Kabupaten/ Kota dalam penataan keanggotaan DPRD Kabupaten induk dan

pemilihan Anggota DPRD Kabupaten/ Kota dalam penataan keanggotaan DPRD Kabupaten induk dan KOMISI PEMILIHAN UMUM KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR :617 lkprslkpu/tahun 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR: 125/Kpts/KPU/TAHUN 2013 TENTANG PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN

Lebih terperinci

Luas Baku Sawah camatan

Luas Baku Sawah camatan 1 Papua Barat 2.100 227 223 207 142 332 445 134 348 1.483 4.208 2 Fak-fak - - - - - - - - - - - 3 Bomberay - - - - - - - - - - - 4 Fak-fak - - - - - - - - - - - 5 Fak-fak Barat - - - - - - - - - - - 6

Lebih terperinci

Luas Baku Sawah camatan

Luas Baku Sawah camatan 1 Papua Barat 1.774 430 280 151 216 362 259 328 333 1.596 4.187 2 Fak-fak - - - - - - - - - - - 3 Bomberay - - - - - - - - - - - 4 Fak-fak - - - - - - - - - - - 5 Fak-fak Barat - - - - - - - - - - - 6

Lebih terperinci

Luas Baku Sawah camatan

Luas Baku Sawah camatan 1 Papua Barat 1.896 125 203 311 284 316 381 300 337 1.795 4.249 2 Fak-fak - - - - - - - - - - - 3 Bomberay - - - - - - - - - - - 4 Fak-fak - - - - - - - - - - - 5 Fak-fak Barat - - - - - - - - - - - 6

Lebih terperinci

No perlu dilakukan perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 56 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Tambrauw di Provinsi Papua Barat. Dengan

No perlu dilakukan perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 56 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Tambrauw di Provinsi Papua Barat. Dengan TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI No. 5416 (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 85) PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MANOKWARI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI NOMOR 31 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI PEMERINTAHAN KAMPUNG

PEMERINTAH KABUPATEN MANOKWARI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI NOMOR 31 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI PEMERINTAHAN KAMPUNG 966 PEMERINTAH KABUPATEN MANOKWARI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI NOMOR 31 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI PEMERINTAHAN KAMPUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MANOKWARI, Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAYBRAT DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAYBRAT DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAYBRAT DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk

Lebih terperinci

BAGIAN 1 PENDAHULUAN

BAGIAN 1 PENDAHULUAN BAGIAN 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. Kesehatan merupakan impian semua penduduk di muka bumi ini, tidak terkecuali impian penduduk di Kabupaten Manokwari Propinsi Papua Baran Negara Kesatuan Republik

Lebih terperinci

KODE DAN DATA WILAYAH ADMINISTRASI PEMERINTAHAN PROVINSI PAPUA BARAT (PP No. 24/2007)

KODE DAN DATA WILAYAH ADMINISTRASI PEMERINTAHAN PROVINSI PAPUA BARAT (PP No. 24/2007) KODE DAN DATA ADMINISTRASI PEMERINTAHAN PROVINSI PAPUA BARAT (PP No. /00) K O D E UPATEN / (Km) PAPUA BARAT (PP No. /00).0. SORONG., 0.0.0.0 Makbon -.0.0.00.0.0.00.0.0.00.0.0.00.0.0.00.0.0.00.0.0.00.0.0.00.0.0.00

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAYBRAT DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAYBRAT DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAYBRAT DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAYBRAT DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAYBRAT DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAYBRAT DI PROVINSI PAPUA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2006 NOMOR 6 PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAY KANAN NOMOR : 6 TAHUN 2006 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2006 NOMOR 6 PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAY KANAN NOMOR : 6 TAHUN 2006 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2006 NOMOR 6 PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAY KANAN NOMOR : 6 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN KAMPUNG KALI AWI INDAH KECAMATAN NEGERI BESAR KABUPATEN WAY KANAN DENGAN

Lebih terperinci

RINGKASAN PERMOHONAN Perkara Nomor 105/PUU-XI/2013 Cakupan Wilayah Kabupaten Tambraw. Lodewijk Mandacan, selanjutnya disebut sebagai Pemohon II;

RINGKASAN PERMOHONAN Perkara Nomor 105/PUU-XI/2013 Cakupan Wilayah Kabupaten Tambraw. Lodewijk Mandacan, selanjutnya disebut sebagai Pemohon II; RINGKASAN PERMOHONAN Perkara Nomor 105/PUU-XI/2013 Cakupan Wilayah Kabupaten Tambraw I. PEMOHON 1. Keliopas Meidogda, selaku Kepala Suku Besar Pedalaman Arfak Keturunan Irogi Meidogda, selanjutnya disebut

Lebih terperinci

ANOTASI UNDANG-UNDANG BERDASARKAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG

ANOTASI UNDANG-UNDANG BERDASARKAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG ANOTASI UNDANG-UNDANG BERDASARKAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, BPS Kabupaten Manokwari telah dapat menyelesaikan publikasi Distrik ik

KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, BPS Kabupaten Manokwari telah dapat menyelesaikan publikasi Distrik ik DISTRIK DATARAN ISIM DALAM ANGKA 202 Nomor Katalog/ Catalog Number : 0200.905200 I S S N : Nomor Publikasi/ Publication Number : 905.2.3 Ukuran Buku/ Book Size Jumlah Halaman/ Page Number Naskah/ Manuscript

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 59 Tahun : 2014

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 59 Tahun : 2014 BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 59 Tahun : 2014 PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 58 TAHUN 2014 TENTANG BESARNYA PENGHASILAN TETAP KEPALA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SORONG,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SORONG, SALINAN WALIKOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA SORONG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNG JAWABAN WALIKOTA SORONG TAHUN ANGGARAN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN INTAN JAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN INTAN JAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN INTAN JAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN TEOR DI KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN TEOR DI KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN TEOR DI KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SERAM BAGIAN TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN DEIYAI DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN DEIYAI DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN DEIYAI DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk memacu

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 61 Tahun : 2015

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 61 Tahun : 2015 BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 61 Tahun : 2015 PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 60 TAHUN 2015 TENTANG BESARNYA PENGHASILAN TETAP KEPALA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG 212 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN PERTAMA ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 5 TAHUN 2002 TENTANG RETRIBUSI IZIN USAHA PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN PUNCAK DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN PUNCAK DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN PUNCAK DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk memacu

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN DAERAH KABUPATEN NABIRE NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG

- 1 - PERATURAN DAERAH KABUPATEN NABIRE NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG - 1 - PERATURAN DAERAH KABUPATEN NABIRE NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN KELURAHAN NABARUA PERMAI, KALI SUSU DAN KALI HARAPAN DI WILAYAH DISTRIK NABIRE, KELURAHAN SAMABUSA DI WILAYAH DISTRIK TELUK

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2008 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2001 TENTANG OTONOMI

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI NOMOR 21 TAHUN 2006

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI NOMOR 21 TAHUN 2006 217 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANOKWARI NOMOR 21 TAHUN 2006 PERUBAHAN PERTAMA ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 25 TAHUN 2003 TENTANG RETRIBUSI TEMPAT KHUSUS PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DONGGALA NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN, PEMEKARAN, PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN DESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DONGGALA NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN, PEMEKARAN, PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN DESA LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DONGGALA Nomor Tahun Seri PERATURAN DAERAH KABUPATEN DONGGALA NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN, PEMEKARAN, PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN

PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAROPEN NOMOR 3 TAHUN 2008 T E N T A N G PEMBENTUKAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN WAROPEN DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN SUPIORI DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN SUPIORI DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN SUPIORI DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG

PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG PERATURAN DAERAH KABUPATEN REJANG LEBONG NOMOR 5 TAHUN 2008 T E N T A N G PEMBENTUKAN KELURAHAN PELABUHAN BARU, KELURAHAN CAWANG BARU DAN KELURAHAN SIMPANG NANGKA DALAM

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN DOGIYAI DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN DOGIYAI DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN DOGIYAI DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk memacu

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KERJASAMA ANTAR DESA DAN KERJASAMA DESA DENGAN PIHAK KETIGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK,

Lebih terperinci

RGS Mitra 1 of 11 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN SUPIORI DI PROVINSI PAPUA

RGS Mitra 1 of 11 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN SUPIORI DI PROVINSI PAPUA RGS Mitra 1 of 11 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN SUPIORI DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN INTAN JAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN INTAN JAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN INTAN JAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk

Lebih terperinci

SUKAMARA SUKAMARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 03 TAHUN 2006 TENTANG

SUKAMARA SUKAMARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 03 TAHUN 2006 TENTANG SUKAMARA SUKAMARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 03 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN PERMATA KECUBUNG DAN KECAMATAN PANTAI LUNCI DI KABUPATEN SUKAMARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN

PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAROPEN NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN KAMPUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KABUPATEN WAROPEN,

Lebih terperinci

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN Perkara Nomor 4/PUU-XII/2014 Cakupan Wilayah Kabupaten Tambrauw

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN Perkara Nomor 4/PUU-XII/2014 Cakupan Wilayah Kabupaten Tambrauw RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN Perkara Nomor 4/PUU-XII/2014 Cakupan Wilayah Kabupaten Tambrauw I. PEMOHON 1. Isak Malak, selaku Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik Moraid, selanjutnya disebut sebagai

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2001 TENTANG OTONOMI KHUSUS BAGI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 10 TAHUN 2003 T E N T A N G

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 10 TAHUN 2003 T E N T A N G PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 10 TAHUN 2003 T E N T A N G PEMBENTUKAN KECAMATAN PANGKALAN LADA DAN KECAMATAN PANGKALAN BANTENG DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN

PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN 1 PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAROPEN NOMOR 4 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN DISTRIK SAWAI, DISTRIK BENUKI, DISTRIK RISEI SAYATI, DISTRIK UREI FAISEI, DISTRIK INGGERUS, DAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 03 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN, PEMEKARAN,PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN KECAMATAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 03 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN, PEMEKARAN,PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN KECAMATAN SUKAMARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 03 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN, PEMEKARAN,PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKAMARA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN DESA BATU AMPAR, DESA GUNUNG BESAR, DESA BAROQAH, DESA BERSUJUD, DESA SEJAHTERA, DESA PULAU

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Copyright (C) 2000 BPHN UU 5/2000, PERUBAHAN ATAS UNDANG UNDANG NOMOR 45 TAHUN 1999 TENTANG PEMBENTUKAN PROPINSI IRIAN JAYA TENGAH, PROPINSI IRIAN JAYA BARAT, KABUPATEN PANIAI, KABUPATEN MIMIKA, KABUPATEN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 12 TAHUN 2001 PEMBENTUKAN, PEMECAHAN, PENGGABUNGAN, DAN PENGHAPUSAN DESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 12 TAHUN 2001 PEMBENTUKAN, PEMECAHAN, PENGGABUNGAN, DAN PENGHAPUSAN DESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 12 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN, PEMECAHAN, PENGGABUNGAN, DAN PENGHAPUSAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA B U P A T I S I A K Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN JENEPONTO LEMBARAN DAERAH NOMOR : 05 TAHUN 2000 SERI : NOMOR : 05 PERATURAN DAERAH KABUPATEN JENEPONTO NOMOR : 06 TAHUN 2000

PEMERINTAH KABUPATEN JENEPONTO LEMBARAN DAERAH NOMOR : 05 TAHUN 2000 SERI : NOMOR : 05 PERATURAN DAERAH KABUPATEN JENEPONTO NOMOR : 06 TAHUN 2000 PEMERINTAH KABUPATEN JENEPONTO LEMBARAN DAERAH NOMOR : 05 TAHUN 2000 SERI : NOMOR : 05 PERATURAN DAERAH KABUPATEN JENEPONTO NOMOR : 06 TAHUN 2000 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 06 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 06 TAHUN 2008

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 06 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 06 TAHUN 2008 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 06 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 06 TAHUN 2008 T E N T A N G PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN KELURAHAN KABUPATEN BONE DISUSUN OLEH BAGIAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 9 SERI E

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 9 SERI E BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 9 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 9 TAHUN 2002 TENTANG LEMBARAN DAERAH DAN BERITA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

WALIKOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA SORONG NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG

WALIKOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA SORONG NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN PROVINSI PAPUA BARAT PERUBAHAN KETIGA ATAS NOMOR 3 TAHUN 2011 RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam pasal 79 A Undang-Undang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat :

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR PAPUA BARAT NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI PAPUA BARAT TAHUN 2015

PERATURAN GUBERNUR PAPUA BARAT NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI PAPUA BARAT TAHUN 2015 Menimbang PERATURAN GUBERNUR PAPUA BARAT NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI PAPUA BARAT TAHUN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PAPUA BARAT, :

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2008 NOMOR 18 SERI D

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2008 NOMOR 18 SERI D LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2008 NOMOR 18 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN KABUPATEN BANJARNEGARA

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG NOMOR 45 TAHUN 1999 TENTANG PEMBENTUKAN PROPINSI IRIAN JAYA TENGAH, PROPINSI IRIAN JAYA BARAT, KABUPATEN PANIAI, KABUPATEN MIMIKA, KABUPATEN PUNCAK JAYA, DAN KOTA SORONG DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2001 TENTANG OTONOMI KHUSUS BAGI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

P E M E R I N T A H K A B U P A T E N K E D I R I

P E M E R I N T A H K A B U P A T E N K E D I R I S A L I N A N P E M E R I N T A H K A B U P A T E N K E D I R I PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEDIRI NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, PENGGABUNGAN DESA DAN PERUBAHAN STATUS DESA MENJADI KELURAHAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, PENGGABUNGAN DESA DAN PERUBAHAN STATUS DESA MENJADI KELURAHAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, PENGGABUNGAN DESA DAN PERUBAHAN STATUS DESA MENJADI KELURAHAN Menimbang: DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 14 TAHUN 2001 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 14 TAHUN 2001 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 14 TAHUN 2001 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Pasal

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN

PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN 1 PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAROPEN NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DISTRIK KABUPATEN WAROPEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : a.

Lebih terperinci

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 127/PUU-VII/2009 Tentang UU Pembentukan Kab. Tambrauw Distrik-distrik yang tidak dimasukkan

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 127/PUU-VII/2009 Tentang UU Pembentukan Kab. Tambrauw Distrik-distrik yang tidak dimasukkan RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 127/PUU-VII/2009 Tentang UU Pembentukan Kab. Tambrauw Distrik-distrik yang tidak dimasukkan I. PEMOHON I 1. Maurits Major; 2. Barnabas Sedik; 3. Marthen Yeblo, S.H.;

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TUBAN Nomor 4 Tahun 2008 Seri D

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TUBAN Nomor 4 Tahun 2008 Seri D LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TUBAN Nomor 4 Tahun 2008 Seri D PERATURAN DAERAH KABUPATEN TUBAN NOMOR 05 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI KECAMATAN DAN KELURAHAN DI KABUPATEN TUBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN NDUGA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN NDUGA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN NDUGA DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk memacu

Lebih terperinci

RGS Mitra 1 of 12 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN LINGGA DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU

RGS Mitra 1 of 12 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN LINGGA DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU RGS Mitra 1 of 12 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN LINGGA DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN DOGIYAI DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN DOGIYAI DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN DOGIYAI DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk memacu

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO TENGAH DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO TENGAH DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO TENGAH DI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DONGGALA NOMOR 16 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI DONGGALA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DONGGALA NOMOR 16 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI DONGGALA, LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DONGGALA Nomor Tahun Seri PERATURAN DAERAH KABUPATEN DONGGALA NOMOR 16 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI DONGGALA,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 07 TAHUN 2004

PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 07 TAHUN 2004 PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 07 TAHUN 2004 T E N T A N G LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BUPATI SUKAMARA TAHUN ANGGARAN 2003 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SANGGAU NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN DESA BOTUH LINTANG KECAMATAN KAPUAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SANGGAU NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN DESA BOTUH LINTANG KECAMATAN KAPUAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SANGGAU NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN DESA BOTUH LINTANG KECAMATAN KAPUAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SANGGAU, Menimbang : a. bahwa dalam upaya peningkatan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 17 TAHUN 2005 TENTANG BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 17 TAHUN 2005 TENTANG BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, S A L I N A N Nomor : 05/A, 2005 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 17 TAHUN 2005 TENTANG BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : bahwa sebagai

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 51 SERI D

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 51 SERI D BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 51 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 21 TAHUN 2002 TENTANG PENETAPAN BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA MENJADI

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TELUK BINTUNI Jln. Raya Bintuni No. 1 Bintuni Tlp. (0955) Papua Barat

PEMERINTAH KABUPATEN TELUK BINTUNI Jln. Raya Bintuni No. 1 Bintuni Tlp. (0955) Papua Barat SEHATI MENUJU BINTUNI BARU TELUK BINTUNI 2003 PEMERINTAH KABUPATEN TELUK BINTUNI Jln. Raya Bintuni No. 1 Bintuni Tlp. (0955) 31001 Papua Barat PERATURAN DAERAH KABUPATEN TELUK BINTUNI NOMOR 3 TAHUN 2007

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BOJONEGORO

PEMERINTAH KABUPATEN BOJONEGORO PEMERINTAH KABUPATEN BOJONEGORO Salinan PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOJONEGORO NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN BOJONEGORO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BOJONEGORO,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO

PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 15 TAHUN 2006 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, Menimbang

Lebih terperinci

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 45 TAHUN (45/1999) Tanggal: 4 OKTOBER 1999 (JAKARTA)

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 45 TAHUN (45/1999) Tanggal: 4 OKTOBER 1999 (JAKARTA) UU 45/1999, PEMBENTUKAN PROPINSI IRIAN JAYA TENGAH, PROPINSI IRIAN JAYA BARAT, KABUPATEN PANIAI, KABUPATEN MIMIKA, KABUPATEN PUNCAK JAYA, DAN KOTA SORONG Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 45 TAHUN

Lebih terperinci

BUPATI PUNCAKJAYA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PUNCAK JAYA NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG BANTUAN KEUANGAN, BANTUAN SOSIAL, HIBAH DAN TAK TERDUGA

BUPATI PUNCAKJAYA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PUNCAK JAYA NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG BANTUAN KEUANGAN, BANTUAN SOSIAL, HIBAH DAN TAK TERDUGA BUPATI PUNCAKJAYA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PUNCAK JAYA NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG BANTUAN KEUANGAN, BANTUAN SOSIAL, HIBAH DAN TAK TERDUGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : BUPATI PUNCAK JAYA,

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 173, 1999 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3894)

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 173, 1999 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3894) LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 173, 1999 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3894) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1999 TENTANG PEMBENTUKAN PROPINSI

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 12 TAHUN 2005 SERI : E PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 12 TAHUN 2005 TENTANG : BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO

PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 8 TAHUN 2006 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN KEPALA DESA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN

PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN PEMERINTAH KABUPATEN WAROPEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAROPEN NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN DAN MEKANISME PENYUSUNAN PERATURAN KAMPUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KABUPATEN WAROPEN,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS

PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN DESA SATAN INDAH JAYA KECAMATAN MUARA BELITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUSI RAWAS,

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH K A B U P A T E N B A N D U N G NOMOR 22 TAHUN 2007

LEMBARAN DAERAH K A B U P A T E N B A N D U N G NOMOR 22 TAHUN 2007 LEMBARAN DAERAH K A B U P A T E N B A N D U N G NOMOR 22 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI KECAMATAN DAN KELURAHAN DI WILAYAH KABUPATEN BANDUNG

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2013 PERATURAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2013 PERATURAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG NOMOR 1 D TAR== BERITA DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2013 PERATURAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 1 TAHUN 2013 SERI E TENTANG PEDOMAN UMUM PENYUSUNAN PERENCANAAN, PENGANGGARAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 21 TAHUN 2002 T E N T A N G

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 21 TAHUN 2002 T E N T A N G PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 21 TAHUN 2002 T E N T A N G RENCANA STRATEGIS PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT TAHUN 2001-2005 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 493 TAHUN : 2000 SERI : D PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 25 TAHUN 2000 TENTANG PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN LINGGA DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN LINGGA DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN LINGGA DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 7 TAHUN 2008 SERI D.6 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI KECAMATAN DAN KELURAHAN DI KABUPATEN CIREBON DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT NOMOR 8 TAHUN 2011

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT NOMOR 8 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN KAMPUNG SERTA PERUBAHAN STATUS KAMPUNG MENJADI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA SORONG NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA SORONG

PERATURAN DAERAH KOTA SORONG NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA SORONG SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA SORONG NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA SORONG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SORONG, Menimbang : a.

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TENGAH NOMOR : 11 TAHUN 2001 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PROPINSI JAWA TENGAH

PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TENGAH NOMOR : 11 TAHUN 2001 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PROPINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TENGAH NOMOR : 11 TAHUN 2001 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PROPINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN 2001 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci