STUDY SUMBER ARUS SEARAH PADA TUNGKU PELEBURAN ALUMMUNIUM

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "STUDY SUMBER ARUS SEARAH PADA TUNGKU PELEBURAN ALUMMUNIUM"

Transkripsi

1 PROSESOR, Vol Edisi 4 Des STUDY SUMBER ARUS SEARAH PADA TUGKU PELEBURA ALUMMUIUM Dicky apdilah, ABSTRAK Dalam Proses peleburan alumina menjadi aluminium cair PT. Inalum menggunakan proses elektrolisa. Untuk proses elektrolisa ini membutuhkan arus listrik yang konstan dengan menggunakan VCR ( Voltage Control Reaktor ), jadi dapat mungkin dihindari penyetopan atau pengurangan supply arus listrik karena bisa mengakibatkan bekunya aluminium dan rusaknya pot reduksi.mengingat hal tersebut di atas maka digunakanlah suatu listrik yang disebut Rectifier Transformator. Rectifier Transformer merupakan alat yang berfungsi memperkecil sudut fasa antara fasa dan menyearahkan arus listrik AC menjadi arus listrik DC setelah mendapat supply tegangan dari LVR ( Load Voltage Regulator ) yang berfungsi sebagai penaik dan penurun tegangan listrik yang disupply ke tungku peleburan.dari penjelasan diatas diketahui baha supply daya arus searah yang masuk ke tungku peleburan diperoleh setelah Transformator Daya mensupply tegangan ke LVR ( Load Voltage Regulator ) yang diteruskan ke Rectifier Transformer yang berfungsi sebagai penurun tegangan listrik dan penyearah arus listrik AC menjadi arus listrik DC. Agar arus listrik yang disupply dari Rectifier Transformer ke tungku peleburan lebih konstan maka digunakanlah VCR ( Voltage Control Reaktor )... Umum Gagasan untuk mengolah tenaga air sungai asahan sebagai pembangkit listrik telah dimulai sejak tahun 98 dan pada tahun 99 pemerintah Hindia, Belanda melakukan studi kelayakan proyek dan pada tahun 939 perusahaan Belanda, MEWA memulai pembangunan PLTA Sigura gura, namun dengan pecahnya perang dunia ke II proyek ini tidak dapat diteruskan. Tahun 9 pemerintah Indonesia dan Rusia ( USSR ) menandatangani perjanjian kerjasama untuk mengadakan studi kelayakan tentang pembangunan proyek asahan tetapi kondisi politik dan ekonomi tahun 9 telah menyebabkan proyek ini gagal. Tahun 98 ippon Koei, perusahaan konsultan Jepang menyerahkan laporan mengenai Poer Development Project. Pada tahun 97 dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian antara Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik ( PUTL ) dengan ippon Koei tentang perencanaan dan penelitian. Laporan akhirnya diserahkan pada tahun 97 yang menyatakan baha PLTA Asahan baik dibagun dengan sebuah peleburan aluminium sebagai pemakai utama listrik yang dihasilkan. Tahun 97 pemerintah Indonesia menyelenggarakan untuk pabrik aluminium dan PLTA sebagai satu paket kepada penanam modal asing. Tetapi hingga pelelangan ditutup pada tahun 973, tidak satu pun yang menyerahkan penaarannya kepada proyek ini. Proyek ini membutuhkan investasi yang sangat besar. Tanggal 7 Juli 975, di Tokyo, setelah melalui perundingan perundingan yang panjang, pemerintah Indonesia dan para penanam modal Jepang menandatangani perjanjian induk untuk mambangun PLTA dan pabrik peleburan Aluminium Asahan. Dan pada bulan opember 975, dua belas perusahanan modal Jepang membentuk sebuah konsorsium di Tokyo dengan nama ippon Asahan Aluminium Co,Ltd>(AA Co, Ltd) yang 5% sahamnya dimiliki oleh lembaga keuangan pemerintah Jepang. Tanggal Januari 97 didirikanlah PT. Indonesia Asahan Aluminium ( PT. IALUM ) di Jakarta. Untuk melaksanakan pembangunan dan pengoperasian kedua instalasi tersebut. Syarat utama yang harus dipenuhi oleh sistem supplay daya arus searah untuk Peleburan Aluminium adalah :. Mempunyai sistem pengontrolan arus dan tegangan kerja konstan dan akurat.. Mempunyai efisiensi dengan keandalan kerja yang tinggi. Selain dari pada membutuhkan arus yang konstan juga tidaklah diizinkan pemutusan aliran daya searah dalam aktu yang tertentu pada tungku reduksi karena akan mengakibatkan membekunya aluminium dalam tungku reduksi. Hal tersebut menyatakan suatu pernyataan baha sistem supply daya arus searah harus mempunyai keadalan yang tinggi sehingga pemutusan daya ke tungku reduksi dapat dikurangi sekecil mungkin. Sistem supply daya arus searah secara umum bukan dibangkitkan oleh suatu generator arus searah tetapi dilakukan dengan menyerahkan arus listrik bolak-balik dengan menggunakan penyearah 8

2 PROSESOR, Vol Edisi 4 Des semikonduktor dioda. Pemilihan penggunaan penyearah semikonduktor dioda ini dilakukan berdasarkan efisiensi kerjanya, maka pada pemakaiannya dengan suatu konsumsi daya yang sangat besar mampu untuk memberikan penghematan pemakaian daya yang besar. Penulisan ini bertujuan untuk peran dan karakteristik dari alat yang bernama Rectifier Transformer sebagai alat perubah sudut fasa antara fasa dan penyerah arus listrik bolak-balik ( AC ) menjadi arus searah ( DC ). Bagaimana mempertahankan arus listrik yang mengalir pada tungku peleburan tetap stabil agar proses peleburan Aluminium tetap berjalan dengan baik..tinjauan Pustaka.. Load Voltage Regulator ( LVR ) Load Voltage Regulator ( LVR ) ini merupakan komponen listrik yang dapat menurunkan tegangan listrik. Dalam proses peleburan Alumina ini Load Voltage Regulator ( LVR ) digunakan sebagai penambah dan pengurangan daya pada beban secara otomatis dan dilakukan dengan cara mengatur tegangan keluar. Untuk itu kumparannya dibuat bertinkat dengan ratio pada suatu daerah tegangan tertentu yang mempunyai tingkat tegangan yang kecil. Gambar. Load Voltage Regulator Pengaturan tegangan output sekunder berdasarkan pada perubahan sejumlah belitan pada primer atau sekunder. Dari rumus : V = V. ) = I I = α...( Dimana : Volt ) V = Tegangan pada sisi primer ( Volt ) V = Tegangan pada sisi sekunder ( = Jumlah belitan pada sisi primer = Jumlah belitan pada sisi sekunder I = Besar arus pada sisi primer (Ampere) a = Konstanta perbandingan transformasi Jika berkurang, maka emf setiap belitan primer = V /, maka tegangan out put dari sekunder V = V x akan naik sebaliknya kalau bertmbah sedankan konstan,maka tegangan output dari sekunder juga akan naik V V = x. Dengan kata lain, pengurangan belitan primer mempunyai akibat yang sebanding dengan penambahan belitan pada sekunder. Untuk meruba ratio belitan ini, biasanya belitan transformator dilengkapi dengan sejumlah tap pada titik titik yang berbeda. Tingkat teganan yan tinggi ada tiga tp dan tingkat tegangan yan rendah ada 7 tap dengan kombinasi ini maka jumlah tegangan yang dapat dikeluarkan akan lebih banyak kapasitas Load Voltage Reguator ( LVR ) yang digunakan pada peleburan Aluminium adalah 8 MVA... Spesifikasi LVR LVR OLTC Tabel. VC-I VC-II VC-III LVR SR LVR SR LVR SR ry ry ry AC Volt ry DC Volt AC Volt ry DC Volt AC Volt ry DC Volt 9

3 PROSESOR, Vol Edisi 4 Des DC Volt = Tap AC Volt x x,35 33kv.3. Alat Pendukung Load Voltage Regulator ( LVR ) Oil Presserpation Device on pressure oil type yang digunakan terdiri dari karet sintetis yang dipasang diatas transformator didalam kobserpator diatas permukaan minyak. Mengembang dan menyusutnya minyak menyebabkan udara yang ada di dalam kantong akan keluar dan masuk melalui sistem pernapasan ( Breather ).. Gambar aliran minyak terlampir. Grakfik antara temperatur dan level permukaan minyak terlampir A. Pendingin Load Voltage Regulator ( LVR ) Pendingin LVR adalah sistem pendingin OFAF, yaitu minyak disirkulasikan oleh pompa dan didinginkan dengan udara yang ditembuskan Fan. Di LVR ada 4 grup, yaitu satu pompa. B. LVR Tap Kontrol Sistem Untuk merubah tap dari Load Voltage Regulator ( LVR ) dalam keadaan tanpa beban dan tanpa tegangan dipergunakan o Voltage Tap Changer ( VTC ), sedangkan untuk mengubah tap dalam keadaan berbeban dipergunakan On Loan Tap Changer ( OLTC ). Sistem masing masing Load Voltage Regulator ( LVR ) mempunyai sistem control OLTC sendiri. C. Hot Line Purifier Ketika pemindahan tap dari Load Voltage Regulator ( LVR ) dalam keadaan berbeban menyebabkan kotornya minyak dalam tangki. Untuk memurnikan kembali dipakailah Hot Line Purifir sebagai filter dari minyak Load Voltage regulator ( LVR ). Spesifikasinya Type : I FSB Poer Source : AC 38v, 5Hz, 3ø Motor :,4KW, 3ø, 38 V Pressure Drop :,3KW / cm max Oil Pressure : 7 Kg / cm max Filteration Accuracy :,5 u Diameter : Input 5 A, output 4 A Dimensions : (W) x 7 (L) x (H) Proses Capacity : AC V. Ø Heater : 4,5 KW, 38 V Oil Temperatur : 3 Weight : 3 kg 3. Transformator Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari suatu rangkaian listrik ke rangkaian listrik lainnya melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi electromagnet. Kerja transformator yang berdasarkan induksi elektromanetik menghendaki adanya gandengan antara rangkaian primer dan sekunder. Gendengan ini berupa inti besi tempat melakukan fluks bersama. Gambar. Rangkaian ekivalen transformator Jika salah satu belitan dari transformator yang ada. dihubungkan dengan sumber tegangan AC maka suatu fluks bolak balik akan dibangkitkan pada transformator tersebut. Selanjutnya fluks bolak balik tersebut akan memotong belitan kedua dari 3

4 PROSESOR, Vol Edisi 4 Des transformator yang masih terletak dalam satu inti. Dengan adanya fluks bolak-balik yang memotong belitan kedua muka pada belitan tersebut akan dibangkitkan suatu tegangan emf. Hal ini sesuai dengan hukum faraday I tentang induksi elektro magnetik maka suatu emf akan diindiksikan pada konduktor tersebut. Pada trnsformator tersebut sebagai konduktornya adaah belitan trafo. Besarnya emf yang dihasikan pada belitan kedua trfo dijelaskan dibaa ini dengan: = jumlah belitan sekunder Ø m = fluks maksimum ( eber ) f = frekuensi ( Hz ) E = ggl ( emf ) volt Seperti terlihat pada Perubahan fluks dari nol hingga mencapai fluks maksimum adalah periode atau 4 f. Jadi fluks rata ratanya adalah : E = 4.. f Φ m volt... (. ) Jika fluks merupakan sinusoidal yang berbeda beda maka harga harga efektif yang diinduksikan di dapat dengan cara factor bentuk dimana besarnya factor bentuk adalah, yaitu hasil pembagian antara harga efektif dengan harga rata rata. h arg a efektif Faktor bentuk = =, harg a rata rata Sehingga sekarang harga efektif emf perlilitan adalah : =, x 4 x fx x ø m ( volt ) = 4,44 x f x x ø m (volt )... (.3 ) Jadi dengan demikian besarnya emf pada belitan sisi sekunder adalah : E =4,44xfxø m x ( volt )... (.4 ) Dengan cara yang sama emf efektif pada belitan sisi primer adalah : E =4,44xfxø m x ( volt )... (.5 ) 3.. Perbandingan Besaran Listrik Pada Trafo Ideal Untuk trafo ideal perbandingan besarnya tegangan, arus dan daya pada sisi sekunder terhadap sisi primer tergantung pada banyaknya lilitan sisi sekunder terhadap sisi primer. Rugi rugi yang terjadi selama sisi primer bekerja diabaikan. Di baah ini diperlihatkan transformasi daya dari sisi sekunder perbandingan harga belitan pada transformator. Gamabar 3. Ekivalen Trafo. V =. V... (. ). I =. I... (.7 ) Dari Pers. dan Pers.7 di dapat Pers.8 yaitu : V I = = = a... ( V I.8 ) Dimana : = jumlah lilitan pada sisi primer = jumlah lilitan pada sisi sekunder V = besar tegangan pada sisi primer ( volt ) V = besar tegangan pada sisi sekunder ( volt ) I = besar arus pada sisi primer ( Ampere ) I = besar arus pada sisi sekunder ( Ampere ) Pada rangkaian sekunder fluks bersama menimbulkan : E = 4,44.. f. ømax sehingga : E =... (.9 ) E Dengan mengabaikan rugi tahanan dan adanya fluks bocor : E E V = = = a... ( V. ) dimana : a = perbandingan transformasi 3.. Transformator Penyearah Untuk mendapatkan arus searah, banyak di pergunakan alat alat penyearah yaitu transformator transformator khusus. Salah satu transformator dalam hubungan khusus adalah hubung titik tengah. 3

5 PROSESOR, Vol Edisi 4 Des sekunder. Dengan mengetahui perbandingan transformasi / dan pembacaan ammeter I, arus beban I dapat dihitung. Bila transformator dianggap ideal maka arus beban adalah : I = x I Gambar 4. Rangkaian transformator penyearah Dalam skema ini kumparan kumparan sekunder dipotong di tengah yang melalui sebuah kumparan khusus yang merupakan apit keluar sisi negatif dari tegangan searah. Semua kumparan dihubungkan dari sisi lainnya dari penyearah. Vdc = / / Vm cos t d ( t) = Vm sin... (. ) Vrsm = cos ( ) Vm t d t + = Vm sin... (. ) 3.3. Transformator Arus Current transformer ( CT ) atau trafo arus merupakan trafo instrumen yang digunakan dalam hubungannya dengan ammeter, relay overcurent dan kontrol circuit. Current transformeter lebih kecil jika dibandingkan dengan transformator tenaga. Untuk current transformator ideal perbandingan arus primer dan arus sekunder ditentukan oleh besarnya ratio dari current transformer tersebut. Jika ratio CT 4/4, hal ini menunjukkan apabila arus pada sisi primer mengalir 4 A maka pada sisi sekunder akan mengalir arus sebesar 4 A. Belitan primer dari current transformer mempunyai beberapa belitan dan impedansi yang rendah. Belita primer dihubung seri dengan rangkaian utama. Arus dari rangkaian utama mengalir melalui primer, arus primer tidak tegantung dari arus Gambar 5. Trafo arus 4. Voltage Control Reactor ( VCR ) VCR berfungsi sebagai penstabil arus yang masuk ke tungku peleburan agar arus yang masuk tetap konstan. VCR main bus merupakan satu belitan AC yang dimasukkan dalam core, dan core tersebut dibelit dengan control ( Ic ) dan bias control ( Ib ). Belitan AC menimbulkan kejenuhan fluks pada core arus control dan arus bias yang belitannya berlaanan arah yang biasnya menambah dan mengurangi fluks yang terjadi oleh main bus, karena itu tegangan yang ada di main bus bisa bertambah dan berkurang sesuai dengan arus yang mengalir. Pada gambar 3. melukiskan baha B- H core dari VCR bias control yang searah besarnya konstan 9 Ampere, bila dirubah oleh arus control sebesar 4-4 Ampere, sehingga magnet field pada core berubah. Apabila kita katakan Ib menyebabkan di VCR bias disimpan tegangan control tegangan sedangkan Ic bias menyebabkan keluarnya simpanan VCR kalau dia berubah. Gambar. VCR Control Voltage 3

6 PROSESOR, Vol Edisi 4 Des Harga control tegangan VCR seperti persamaan di baah ini : Vc= e( t) dφ= e( t) dtd ( Φ= dt = dt )... (.3 ) d = Φ dt dt dφ e ( t ) = - Faraday' s La dt = - dφ = - ( Φ = SB ) dsb. f. s = ( B Max B ) = - f. s. B = K x B B Pada dioda semikonduktor tipe P kita sebut anoda sedangkan semikonduktor tipe disebut katoda dibuat dengan jalan mempertemukan kedua semikonduktor tipe P dan tipe. Jika diambil sebuah dioda dan dipasang dalam rangkaian. Rangkaian pada gambar 3.3 menunjukkan baah ½ perioda positif dari tegangan input akan memberikan bias forard pada dioda sehingga dioda sehingga dioda akan konduksi selama ½ perioda positif. Tetapi untuk ½ perioda negatif, dioda dibias reverse dan hanya arus reverse kecil yang mengalir. Tanda panah besar ditunjukkan aliran electron ke atas dan yang kecil untuk aliran ke baah. Dioda telah menyearahkan arus AC, berarti mengubahnya dari arus bolak balik menjadi arus searah. Dioda yang dibias forard kondisinya baik dan yang dibias reverse konduksinya buruk, oleh sebab itu jika menganalisa rangkaian dioda salah satu perlu diperhatikan apakah dioda itu dibias reverse atau forard. P n Oc A V α R V P A B Gambar 7. B H Curvey 4.. Peralatan Rectifier Rectifier adalah suatu alat listrik yang statis yang mengubah daya listrik arus bolak balik ( AC ) menjadi arus listrik searah ( DC ). Adapun dalam penyearahannya ini digunakan beberapa alat pembantu antara lain : 4... Dioda Oc Dioda P junction adalah hasil dipertemukannya semikonduktor tipe P dengan semi konduktor tipe yang nantinya dinamai dioda. Gambar 8. Karakteristik Dioda Daya 4.3. Jenis jenis Penyearah Ada beberapa jenis penyearah yang sering digunakan dalam rangkaian elektronika. Dalam penulisan ini hanya membahas dua penyearah yang sering digunakan dalam aplikasi elektronika daya, adapun penyearah yang dibahas Penyearah Satu Fasa Setengah Gelombang Jika dihubungkan dengan outlet daya, steker tiga kaat kaat pada gambar menghubungkan casis ke tanah dan menyampaikan tegangan Volt efektif pada rangakian, Gambar dibaah menunjukkan bagaimana bentuk gelombang tegangan jala jala seperti diterangkan dalam dasar hubungan antara harga efektif dan puncak adalah : P Vrms =...(.4 ) 33

7 PROSESOR, Vol Edisi 4 Des Gambar. Rangkaian penyearah setengah gelombang Diatas adalah penyearah setengah gelombang suatu rangkaian yang mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC berdenyut. Pada setengah siklus positif tegangan jala jala, dioda dibias forard. Pada setengah siklus negatif dibias reverse, inilah sebabnya mengapa tegangan pada R L merupakan sinyal setengah gelombang seperti pada gambar. Harga rata rata juga dikenal sebagai harga DC dari sinyal setengah gelombang adalah : V DC V αc Vp ideal RL =...(.5 ) Dimana = 3,4. perioda dari sinyal out put adalah sama dengan perioda sinyal input, setiapsiklus input menghasilkan satu siklus out put. Inilah sebabnya mengapa frekensi dari penyearah setengah gelombang sama dengan frekensi input. f out = f in... (. ) 4.5. Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Sistem Jembatan Sistem penyearah dengan jembatan banyak digunakan pada rangkaian rangkaian penyearah gelombang penuh. Selama setengah siklus positif tegangan sekunder, dioda D dan D3 dibias forard, oleh sebab itu arus beban kearah kiri selama setengah siklus negatif dioda D dan D4 dibias forard dan arus kearah kiri pada gambar arus beban mempunyai arah ayng sama. Inilah sebabnya mengapa tegangan beban adalah sinyal gelombang penuh seperti ditunjukkan pada Gambar. tegangan beban rata ratanya adalah Vp V DC =... (.7 ) Juga, frekensi out put dua kali lipat in put F out = f in...(.8 ) Dan tegangan inverse puncak PIV = V M... (.9 ) Dimana V m adalah tegangan sekunder maksimum. 4.. Penyearah Tiga Fasa Gelombang Penuh Sistem Jembatan Bila tegangan out put dari transformator 3 fasa dihubungkan dengan buah dioda maka tegangan out put yang tadinya bergelombang manjadi tidak bergelombang. Karena dioda menyearahkan tegangan AC menjadi DC. Pasang Kondusi selama o. Tegangan out put dari penyearah dapat diturunkan persamaan sebagai berikut : V DC = 3 Vm cos td ( ωt ).. (. ) = 3 3 Vrms = Vm / =,54 Vm 3Vm cos = + Vm =,554 Vm 4 ωtd ( ωt ) Vrms = Bila beban resistif murni, arus puncak melalui sebuah dioda Im = 3 Vm/R... (. ) Dimana nilai rms dari dioda ( Ir ) Ir =,558 x Im... (. ) Vr = Im cos ωtd ( ωt) Im + Ir = sin =,558 Im. 34

8 PROSESOR, Vol Edisi 4 Des. Pada saat gelombang fasa b mencapai o maka dioda dan konduksi dan dihasilkan tegangan Vca.. Pada saat gelombang fasa c mencapai o maka dioda dan konduksi dan dihasilkan tagengan Vac. 3. Pada saat gelombang fasa b mencapai o maka dioda 3 dan 4 konduksi dan hasilkan tegangan - Vca. 4. Pada saat gelombang fasa c mencapai o maka dioda 4 dan 5 konduksi dan dihasilkan tegangan Vac. 5. Proteksi Rectifier Untuk menjaga peralatan dari kerusakan dari kehandalan sistem maka peralatan harus dilengkapi dengan alat alat pengaman agar proses penyaluran energi dapat berjalan dengan lancar. Mengingat daya untuk peleburan dibutuhkan besar dan kontinu guna melancarkan produksi maka peralatan penyearah dilengkapi dengan alat alat proteksi. Adapun jenis proteksi yang digunakan pada alat penyearah adalah :. DC Over Current Relay Relay ini berfungsi sebagai pengaman arus hubung singkat pada rangkaian DC.. Rectifier Ground Fault Relay ini berfungsi sebagai pengaman hubungan tanah. Relay ini bekerja bila box dari rectifier berhubungan ke tanah. 3. High Speed Over Current Relay ini bekerja apabila silicon elemen atau bus hubung singkat. 4. Control aux.poer Loss Relay ini bekerja apabila Aux control sirkit tegangannya jatuh atau tidak ada sama sekali. 5. Dioda Element Failure Relay ini bekerja bila Trigger fuse putus atau sirkuitnya tidak bagus.. Control aux. Poer Loss Jika poer untuk conrtol pengukuran dan tap tengah jatuh tidak ada maka relay ini bekerja. 5.. Prinsip Kerja Rectifier Transformer. Rectifier transformer adalah alat listrik yang berfungsi sebagai penurun tegangan listrik dan perubah sudut fasa, ini bertujuan agar pada penyearah gelombang out put yang dihasilkan lebih halus atau hasil tegangan DCnya akan lebih rata bila dibandingkan dengan penyearah menggunakan transformator tiga fasa biasa. Didalam rectifier transformer dibentuk sejumlah fasa dengan jalan memberi sudut fasa yang satu dengan yang lainnya. Cara pembentukan fasa dilakukan dengan menambah fasa pada setiap kumparan sekunder, setiap kumparan sekunder dipotong ditengah tengahnya dan menambah terminal baru sehingga setiap kumparan mempunyai tiga terminal, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 3. dibaah ini. Gambar 3. Rangkaian Kumparan Rectifier Transfoermer Dari gambar 3. terlihat baha setiap kumparan diberi tambahan terminal ditengah tengah jadi terdapat enam buah fasa disana, karena ke enam terminal fasa itu tidak saling bergantungan dan masing masing satu sistim fasa tersendiri. Bila ada m buah pasang kumparan atau digambarkan 3 pasang, atau m = 3, maka bidang kumparan kumparan tersebut saling membentuk sudut m satu sama lain. Dengan demikian maka tegangan bolak balik disetiap kumparan tidak mencapai puncak maupun nilai nol sinusoid aktu yang tersebut karena kumparan kumparan diletakkan sama 35

9 PROSESOR, Vol Edisi 4 Des maka perbedaan antara masing masing tegangan adalah m untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 3. dibaah ini. Gambar. Gelombang in-put rectifier transformer Gambar 4. Tegangan pada tiap kumparan sebagai fungsi aktu Gambar 7. Gelombang out-put rectifier transformer Vdc= VmCos ωt = Vm cos... ( 3. ) Gambar 5. Diagram fasor tegangan tegangan buah Karena pada rangkaian rectifier transformer terdapat buah kumparan maka perbedaan sudut fasanya adalah 3 = =. Setelah mendapat supply tegangan dari LVR, tegangan yang berbeda sudut fasa sebesar dirubah pada rangkaian rectifier transformer menjadi, setelah sudut fasa diperkecil maka disearahkan dengan menggunakan dioda. Adapun penyearanya adalah sistem jembatan atau penyearah gelombang penuh. Vrms = = Vm 3. ) + Vm Cos sin t d(t)... ( 5.. Cara Pengaturan Tegangan Pada Tungku Peleburan. Mengingat tungku peleburan yang beroperasi tidak selalu sama maka perlu dilakukan pengaturan tegangan pada supply untuk tungku peleburan. Banyak ayau sedikitnya tungku beroperasi tergantung pada besar kecilnya debit air pada sungai Asahan, 3

10 PROSESOR, Vol Edisi 4 Des apabila sungai Asahan debit airnya besar maka generator yang dapat beroperasi banyak dan daya yang dihasilkan pun akan besar. Pengaturan tegangan pada tungku peleburan dilakukan pada rangkaian LVR, dengan merubah tap dari LVR disesuaikan dengan jumlah tungku yang beroperasi. Untuk satu tungku membutuhkan tegangan sebesar 4, Volt sampai dengan 4, Volt DC dan arus sebesar 85 KA, karena hubungan dari tungku peleburan adalah sistem seri maka akan sama pada setiap titik, sesuai dengan Hukum Ohm. V = Ix R...( 3.3 ) Dimana : V = Tegangan listrik ( Volt ) I = Arus listrik ( Ampere ) R = Tahanan listrik ( Ohm ) Dari persamaan diatas dapat disimpulkan, apabila tahanan listrik konstan maka besarnya arus listrik dapat diatur dengan mengatur besarnya tegangan lstrik atau dengan kata lain apabila tegangan besar maka arus listrik akan besar Pengaturan Arus Listrik Pada Tungku Peleburan. Didalam menaikkan dan menurunkan tegangan banyak yang harus diperhatikan agar dalam pemberian supply listrik pada tungku peleburan tidak mengalami gangguan salah satunya kita harus mengetahui kapasitas dari peralatan yang kita gunakan. Kalkulasi Rectifier Transformer Vp = Vdc + Vrf + Xrf ( Zrf Zlvr ) +,35 + Xvcr 3 Dimana : Vdc = Tegangan out-put rectifier. Vp = Tegangan sekunder transfomer ( Volt ). Vrf = Drop tegangan rectifier transformer dan rectifier. Xrf =Reaktansi drop rectifier transformer. Vru = Tegangan sisa VCR. X VCR = Reaktansi drop VCR transformer. Zrf = Impedansi rectifier transformer. Z LVR = Impedansi LVR. Sesuai dengan data yang diperoleh pada PT. Inalum Kuala Tanjung : Vdc = 8 Volt Vrf = Volt Xrf =,8 Ohm Vru = Volt Xvcr =, Ohm Zrf =,9 Ohm Zlvr =, Ohm 8 + +,8 +, Vp =,9 +, 3,35 = 8 Volt Kalkulasi LVR P=Prf x jumlah rectifier transformer x V fluksi / line Dimana : P = Capasitas LVR. Prf = Capasitas rectifier transformer. Fluks / Line = Tegangan fluksi 35 KV/line. Sesuai dengan data yang ada pada PT. Inalum Kuala Tanjung : P = 8 MVA Prf = 35,9 MVA Fluksi 35 KV/line =,955 Efisiensi 3 pulsa rectifier transformer =,9 Maka : P = 35,9 x 5 x,9 x,95 = 8,5 = 8 MVA Analisa Pengaturan Arus Listrik. Mengingat pot line yang beroperasi pada pabrik peleburan PT. Inalum rangkaian cellnya dihubungkan secara seri maka besarnya arus listrik tetap pada cell. Menurunkan dan menaikkan arus bergantung padapot yang beroperasi. Apabila jumlah pot yang beroperasi di tambah atau dikurangi sedangkan arus listrik yang dibutuhkan untuk setiap cell konstan maka pngaturan cukup dengan menaikkan dan menurunkan tegangan supply yang masuk ke pot line. Arus listrik yang dibutuhkan dalam setiap cell sebesar 85 KA dan tegangan pada setiap cell sebesar 4, V sampai dengan 4, V. Misalkan unyuk pot yang beroperasi cell maka: 37

11 PROSESOR, Vol Edisi 4 Des Vt = V x jumlah cell = 4, x = 4 Volt. R = V 4, V = 3 I 85 x A =,7x -3 Ω. Rt = R x jumlah cell =,7 x -3 Ω x =,7 x -3 Ω I = Vt = Rt. KESIMPULA 4V,7 x -3 Ω. Keuntungan dari menggunakan Rectifier Transformer di dapatkannya arus listrik DC yang lebih stabil untuk disupply ke tungku peleburan dibandingkan dengan menggunakan transformer tiga fasa biasa karena arus DC distabilkan dengan menggunakan VCR ( Voltage Control Reactor ).. Pada Rangkaian Rectifier Transformer dibentuk atau penambahan sejunlah fasa agar dalam penyearahan didapat arus listrik DC yang stabil. Disini gelombang out-put dari tegangan AC diperbanyak. Jadi dalam satu periode dioda konduksi sebanyak enam kali. Jadi tegangan DC yang dihasilkan otomatis lebih rata. 3. Agar dalam penyearahan didapat arus listrik DC yang stabil maka arus yang keluar dari Rectifier Transfomer disearahkan dengan menggunkan Silikon Rectifier. 4. Dengan menggunakan arus listrik DC maka efisiensi yang dihasilkan akan bertambah besar karena pfnya sama dengan. 5. Keuntungan dari menggunakan Load Voltage Regulator ( LVR ) memungkinkan untuk didapatkannya tegangan yang bervariasi. Dengan demikian dapat melanyani berbagi beban dengan tegangan in put yang berbeda beda.. Dengan menggunkan penyearah sistem jembatan maka DC yang dihasilkan akan lebih besar bila dibandingkan dengan penyearah setengah gelombang.. Prof. Ir. Abdul Kadir, Transformator, Penerbit Pradnya Paramita, 98.. B. L Teraja, Electhrical Thecnolgy, e Delhi, Buku Proyek PT. Inalum. 4. Ir. A. R. Margunaga, Dasar Dasar Teori Rangkaian, Penerbit Erlangga, Muhammad Harunur Rashid, Poer Electronic Circut, Devices, And Aplications, e Jersey, Malvino, Hanapi Gunaan, Prinsip Prinsip Elektronika, Edisi Kedua Penerbit Erlangga, Jakarta, Zulhal, Dasar Teknik Tenaga Listrik Dan Elektronika Daya, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, M. H. Rashid, Elekronika daya, Jilid I Persi Bahasa Indonesia Penerbit Erlangga, 999. DAFTAR PUSTAKA 38

BAB II PRINSIP DASAR TRANSFORMATOR

BAB II PRINSIP DASAR TRANSFORMATOR BAB II PRINSIP DASAR TRANSFORMATOR 2.1 UMUM Transformator (trafo ) merupakan piranti yang mengubah energi listrik dari suatu level tegangan AC lain melalui gandengan magnet berdasarkan prinsip induksi

Lebih terperinci

BAB II TRANSFORMATOR. elektromagnet. Pada umumnya transformator terdiri atas sebuah inti yang terbuat

BAB II TRANSFORMATOR. elektromagnet. Pada umumnya transformator terdiri atas sebuah inti yang terbuat BAB II TRANSFORMATOR 2.1 UMUM Transformator merupakan suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkain listrik ke rangkaian listrik lainnya melalui suatu

Lebih terperinci

BAB III. Transformator

BAB III. Transformator BAB III Transformator Transformator merupakan suatu alat listrik yang mengubah tegangan arus bolak-balik dari satu tingkat ke tingkat yang lain melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsipprinsip

Lebih terperinci

TRANSFORMATOR. Bagian-bagian Tranformator adalah : 1. Lilitan Primer 2. Inti besi berlaminasi 3. Lilitan Sekunder

TRANSFORMATOR. Bagian-bagian Tranformator adalah : 1. Lilitan Primer 2. Inti besi berlaminasi 3. Lilitan Sekunder TRANSFORMATOR PENGERTIAN TRANSFORMATOR : Suatu alat untuk memindahkan daya listrik arus bolak-balik dari suatu rangkaian ke rangkaian lainnya secara induksi elektromagnetik (lewat mutual induktansi) Bagian-bagian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara yang memproduksi aluminium batangan terletak di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten

Lebih terperinci

BAB II TRANSFORMATOR. sistem ketenagalistrikan. Transformator adalah suatu peralatan listrik. dan berbanding terbalik dengan perbandingan arusnya.

BAB II TRANSFORMATOR. sistem ketenagalistrikan. Transformator adalah suatu peralatan listrik. dan berbanding terbalik dengan perbandingan arusnya. BAB II TRANSFORMATOR II.. Umum Transformator merupakan komponen yang sangat penting peranannya dalam sistem ketenagalistrikan. Transformator adalah suatu peralatan listrik elektromagnetis statis yang berfungsi

Lebih terperinci

DAYA ELEKTRIK ARUS BOLAK-BALIK (AC)

DAYA ELEKTRIK ARUS BOLAK-BALIK (AC) DAYA ELEKRIK ARUS BOLAK-BALIK (AC) 1. Daya Sesaat Daya adalah energi persatuan waktu. Jika satuan energi adalah joule dan satuan waktu adalah detik, maka satuan daya adalah joule per detik yang disebut

Lebih terperinci

BAB II TRANSFORMATOR. maupun untuk menyalurkan energi listrik arus bolak-balik dari satu atau lebih

BAB II TRANSFORMATOR. maupun untuk menyalurkan energi listrik arus bolak-balik dari satu atau lebih BAB II TRASFORMATOR II. UMUM Transformator merupakan suatu alat listrik statis yang mampu mengubah maupun untuk menyalurkan energi listrik arus bolak-balik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian

Lebih terperinci

STUDI PENGGUNAAN SISTEM PENDINGIN UDARA TEKAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI TRANSFORMATOR PADA BEBAN LEBIH

STUDI PENGGUNAAN SISTEM PENDINGIN UDARA TEKAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI TRANSFORMATOR PADA BEBAN LEBIH STUDI PENGGUNAAN SISTEM PENDINGIN UDARA TEKAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI TRANSFORMATOR PADA BEBAN LEBIH (Aplikasi pada PLTU Labuhan Angin, Sibolga) Yohannes Anugrah, Eddy Warman Konsentrasi Teknik Energi

Lebih terperinci

PERTEMUAN 4 RANGKAIAN PENYEARAH DIODA (DIODE RECTIFIER)

PERTEMUAN 4 RANGKAIAN PENYEARAH DIODA (DIODE RECTIFIER) PERTEMUAN 4 RANGKAIAN PENYEARAH DIODA (DIODE RECTIFIER) Rangkaian Penyearah Dioda (Diode Rectifier) Peralatan kecil portabel kebanyakan menggunakan baterai sebagai sumber dayanya, namun sebagian besar

Lebih terperinci

RANGKAIAN PENYEARAH ARUS OLEH : DANNY KURNIANTO,ST ST3 TELKOM PURWOKERTO

RANGKAIAN PENYEARAH ARUS OLEH : DANNY KURNIANTO,ST ST3 TELKOM PURWOKERTO RANGKAIAN PENYEARAH ARUS OLEH : DANNY KURNIANTO,ST ST3 TELKOM PURWOKERTO 1. Gelombang Sinus Bentuk gelombang sinus ditunjukkan seperti pada Gambar dibawah ini. Gelombang sinus tersebut sesuai dengan persamaan

Lebih terperinci

TEORI DASAR. 2.1 Pengertian

TEORI DASAR. 2.1 Pengertian TEORI DASAR 2.1 Pengertian Dioda adalah piranti elektronik yang hanya dapat melewatkan arus/tegangan dalam satu arah saja, dimana dioda merupakan jenis VACUUM tube yang memiliki dua buah elektroda. Karena

Lebih terperinci

BAB II TRANSFORMATOR. Transformator merupakan suatu alat listrik statis yang mampu mengubah

BAB II TRANSFORMATOR. Transformator merupakan suatu alat listrik statis yang mampu mengubah BAB II TRANSFORMATOR II. UMUM Transformator merupakan suatu alat listrik statis yang mampu mengubah maupun untuk menyalurkan energi listrik arus bolak-balik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. arus dan tegangan yang sama tetapi mempunyai perbedaan sudut antara fasanya.

BAB II DASAR TEORI. arus dan tegangan yang sama tetapi mempunyai perbedaan sudut antara fasanya. BAB II DASAR TEORI 2.1 Sumber Tegangan Tiga Fasa Hampir semua listrik yang digunakan oleh industri, dibangkitkan, ditransmisikan dan didistribusikan dalam sistem tiga fasa. Sistem ini memiliki besar arus

Lebih terperinci

BAB I DASAR TEORI I. TRANSFORMATOR

BAB I DASAR TEORI I. TRANSFORMATOR BAB I DASAR TEORI I. TRANSFORMATOR Transformator atau trafo adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang

Lebih terperinci

BAB II HARMONISA PADA GENERATOR. Generator sinkron disebut juga alternator dan merupakan mesin sinkron yang

BAB II HARMONISA PADA GENERATOR. Generator sinkron disebut juga alternator dan merupakan mesin sinkron yang BAB II HARMONISA PADA GENERATOR II.1 Umum Generator sinkron disebut juga alternator dan merupakan mesin sinkron yang digunakan untuk menkonversikan daya mekanis menjadi daya listrik arus bolak balik. Arus

Lebih terperinci

BAB II TRANSFORMATOR

BAB II TRANSFORMATOR 7 BAB II TRANSFORMATOR 2.1 Umum Transformator merupakan suatu alat listrik statis yang dapat memindahkan dan mengubah tegangan dan arus bolak-balik dari suatu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian

Lebih terperinci

BAB II TRANSFORMATOR. II.1 UMUM Transformator atau trafo adalah suatu peralatan listrik yang dapat memindahkan

BAB II TRANSFORMATOR. II.1 UMUM Transformator atau trafo adalah suatu peralatan listrik yang dapat memindahkan BAB II TRANSFORMATOR II.1 UMUM Transformator atau trafo adalah suatu peralatan listrik yang dapat memindahkan energi listrik atau memindahkan dan mengubah energi listrik bolak-balik dari satu level ke

Lebih terperinci

BAB II TRANSFORMATOR. magnet dan berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.

BAB II TRANSFORMATOR. magnet dan berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. BAB II TRANSFORMATOR II.1 Umum Transformator atau trafo adalah suatu peralatan listrik yang dapat memindahkan energi listrik atau memindahkan dan mengubah energi listrik bolakbalik dari satu level ke level

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. melalui gandengan magnet dan prinsip induksi elektromagnetik [1].

BAB II DASAR TEORI. melalui gandengan magnet dan prinsip induksi elektromagnetik [1]. BAB II DASAR TEORI 2.1 Umum Transformator merupakan suatu alat listrik statis yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu rangkaian listrik ke rangkaian listrik lainnya melalui gandengan

Lebih terperinci

Transformator (trafo)

Transformator (trafo) Transformator (trafo) ф 0 t Transformator adalah : Suatu peralatan elektromagnetik statis yang dapat memindahkan tenaga listrik dari rangkaian a.b.b (arus bolak-balik) primer ke rangkaian sekunder tanpa

Lebih terperinci

Teknik Tenaga Listrik (FTG2J2)

Teknik Tenaga Listrik (FTG2J2) Teknik Tenaga Listrik (FTG2J2) Kuliah 4: Transformator Ahmad Qurthobi, MT. Engineering Physics - Telkom University Daftar Isi Transformator Ideal Induksi Tegangan pada Sebuah Coil Tegangan Terapan dan

Lebih terperinci

ARUS BOLAK-BALIK Pertemuan 13/14 Fisika 2

ARUS BOLAK-BALIK Pertemuan 13/14 Fisika 2 ARUS BOLAK-BALIK Pertemuan 13/14 Fisika 2 Arus bolak-balik adalah arus yang arahnya berubah secara bergantian. Bentuk arus bolakbalik yang paling sederhana adalah arus sinusoidal. Tegangan yang mengalir

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. mobil seperti motor stater, lampu-lampu, wiper dan komponen lainnya yang

BAB II LANDASAN TEORI. mobil seperti motor stater, lampu-lampu, wiper dan komponen lainnya yang 7 BAB II LANDASAN TEORI A. LANDASAN TEORI 1. Pembebanan Suatu mobil dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik selalu dilengkapi dengan alat pembangkit listrik berupa generator yang berfungsi memberikan tenaga

Lebih terperinci

Sudaryatno Sudirham. Analisis Keadaan Mantap Rangkaian Sistem Tenaga

Sudaryatno Sudirham. Analisis Keadaan Mantap Rangkaian Sistem Tenaga Sudaryatno Sudirham Analisis Keadaan Mantap Rangkaian Sistem Tenaga ii BAB Transformator.. Transformator Satu Fasa Transformator banyak digunakan dalam teknik elektro. Dalam sistem komunikasi, transformator

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Umum Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui suatu

Lebih terperinci

ELEKTRONIKA DASAR. Pertemuan Ke-3 Aplikasi Dioda Dalam Sirkuit. ALFITH, S.Pd,M.Pd

ELEKTRONIKA DASAR. Pertemuan Ke-3 Aplikasi Dioda Dalam Sirkuit. ALFITH, S.Pd,M.Pd ELEKTRONIKA DASAR Pertemuan Ke-3 Aplikasi Dioda Dalam Sirkuit 1 ALFITH, S.Pd,M.Pd RANGKAIAN DIODA Penyearah Tegangan Sebagai penyearah tegangan, dioda digunakan untuk mengubah tegangan bolak-balik (AC)

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Power Regulator Pada umumnya adalah sebagai alat atau perangkat keras yang mampu menyuplai tenaga atau tegangan listrik secara langsung dari sumber tegangan listrik ke tegangan

Lebih terperinci

BAB II TRANSFORMATOR DAYA DAN PENGUBAH SADAPAN BERBEBAN. Tenaga listrik dibangkitkan dipusat pusat listrik (power station) seperti

BAB II TRANSFORMATOR DAYA DAN PENGUBAH SADAPAN BERBEBAN. Tenaga listrik dibangkitkan dipusat pusat listrik (power station) seperti 6 BAB II TRANSFORMATOR DAYA DAN PENGUBAH SADAPAN BERBEBAN 2.1 Sistem Tenaga Listrik Tenaga listrik dibangkitkan dipusat pusat listrik (power station) seperti PLTA, PLTU, PLTD, PLTP dan PLTGU kemudian disalurkan

Lebih terperinci

BAB III TAPPING DAN TAP CHANGER 3.1 Penentuan Jumlah Tap Pusat-pusat pembangkit tenaga listrik berada jauh dari pusat beban, hal ini mengakibatkan kerugian yang cukup besar dalam penyaluran daya listrik.

Lebih terperinci

Dampak Perubahan Putaran Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi 3 Phasa Jenis Rotor Sangkar

Dampak Perubahan Putaran Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi 3 Phasa Jenis Rotor Sangkar Jurnal Kompetensi Teknik Vol.1, No. 2, Mei 2010 57 Dampak Perubahan Putaran Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi 3 Phasa Jenis Rotor Sangkar Isdiyarto Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Semarang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI ANALISA HUBUNG SINGKAT DAN MOTOR STARTING

BAB II LANDASAN TEORI ANALISA HUBUNG SINGKAT DAN MOTOR STARTING BAB II LANDASAN TEORI ANALISA HUBUNG SINGKAT DAN MOTOR STARTING 2.1 Jenis Gangguan Hubung Singkat Ada beberapa jenis gangguan hubung singkat dalam sistem tenaga listrik antara lain hubung singkat 3 phasa,

Lebih terperinci

Mekatronika Modul 2 Silicon Controlled Rectifier (SCR)

Mekatronika Modul 2 Silicon Controlled Rectifier (SCR) Mekatronika Modul 2 Silicon Controlled Rectifier (SCR) Hasil Pembelajaran : Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan karakteristik dari Silicon Controlled Rectifier (SCR) Tujuan Bagian ini memberikan informasi

Lebih terperinci

Adaptor/catu daya/ Power Supply

Adaptor/catu daya/ Power Supply Adaptor/catu daya/ merupakan sumber tegangan DC. Sumber tegangan DC ini dibutuhkan oleh berbagai macam rangkaian elektronika untuk dapat dioperasikan. Rangkaian inti dari catu daya / Power Supply ini adalah

Lebih terperinci

Transformator. Dasar Konversi Energi

Transformator. Dasar Konversi Energi Transformator Dasar Konversi Energi Transformator Transformator adalah suatu peralatan listrik yang termasuk dalam klasifikasi mesin listrik statis dan berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari

Lebih terperinci

BAB II TRANSFORMATOR

BAB II TRANSFORMATOR BAB II TRANSFORMATOR II.1 UMUM Transformator merupakan suatu peralatan listrik elektromagnetik statis yang berfungsi untuk memindahkan dan mengubah daya listrik dari suatu rangkaian listrik ke rangkaian

Lebih terperinci

Rangkaian Arus Bolak Balik. Rudi Susanto

Rangkaian Arus Bolak Balik. Rudi Susanto Rangkaian Arus Bolak Balik Rudi Susanto Arus Searah Arahnya selalu sama setiap waktu Besar arus bisa berubah Arus Bolak-Balik Arah arus berubah secara bergantian Arus Bolak-Balik Sinusoidal Arus Bolak-Balik

Lebih terperinci

BAB II TRANSFORMATOR. dan mengubah tegangan dan arus bolak-balik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke

BAB II TRANSFORMATOR. dan mengubah tegangan dan arus bolak-balik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke BAB II TRANSFORMATOR II.1. Umum Transformator merupakan suatu alat listrik statis yang dapat memindahkan dan mengubah tegangan dan arus bolak-balik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik

Lebih terperinci

BAB II TRANSFORMATOR

BAB II TRANSFORMATOR BAB II TRANSFORMATOR 2.1 Umum Transformator merupakan suatu alat listrik statis yang mengubah suatu nilai arus maupun tegangan (energi listrik AC) pada satu rangkaian listrik atau lebih ke rangkaian listrik

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1 Penampang kumparan rotor dari atas.[4] permukaan rotor, seperti pada gambar 2.2, saat berada di daerah kutub dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1 Penampang kumparan rotor dari atas.[4] permukaan rotor, seperti pada gambar 2.2, saat berada di daerah kutub dan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Motor DC 2.1.1. Prinsip Kerja Motor DC Motor listrik adalah mesin dimana mengkonversi energi listrik ke energi mekanik. Jika rotor pada mesin berotasi, sebuah tegangan akan

Lebih terperinci

BAB II TRANSFORMATOR

BAB II TRANSFORMATOR BAB II TRANSFORMATOR II.1 Umum Transformator atau trafo adalah suatu peralatan listrik yang dapat memindahkan energi listrik atau memindahkan dan mengubah energi listrik bolak-balik dari satu level ke

Lebih terperinci

BAB II PENYEARAH DAYA

BAB II PENYEARAH DAYA BAB II PENYEARAH DAYA KOMPETENSI DASAR Setelah mengikuti materi ini diharapkan mahasiswa memiliki kompetensi: Menguasai karakteristik penyearah setengah-gelombang dan gelombang-penuh satu fasa dan tiga

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Umum Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Blok Diagram dan Alur Rangkaian Blok diagram dan alur rangkaian ini digunakan untuk membantu menerangkan proses penyuplaian tegangan maupun arus dari sumber input PLN

Lebih terperinci

MODUL 3 TEKNIK TENAGA LISTRIK PRODUKSI ENERGI LISTRIK (1)

MODUL 3 TEKNIK TENAGA LISTRIK PRODUKSI ENERGI LISTRIK (1) MODUL 3 TEKNIK TENAGA LISTRIK PRODUKSI ENERGI LISTRIK (1) 1. 1. SISTEM TENAGA LISTRIK 1.1. Elemen Sistem Tenaga Salah satu cara yang paling ekonomis, mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. searah. Energi mekanik dipergunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar

BAB II DASAR TEORI. searah. Energi mekanik dipergunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar BAB II DASAR TEORI 2.1 Umum Generator arus searah mempunyai komponen dasar yang hampir sama dengan komponen mesin-mesin lainnya. Secara garis besar generator arus searah adalah alat konversi energi mekanis

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai teori teori yang mendasari perancangan dan perealisasian inductive wireless charger untuk telepon seluler. Teori-teori yang digunakan dalam skripsi

Lebih terperinci

Teknik Tenaga Listrik(FTG2J2)

Teknik Tenaga Listrik(FTG2J2) Teknik Tenaga Listrik(FTG2J2) Generator Sinkron Ahmad Qurthobi, MT. Teknik Fisika Telkom University Ahmad Qurthobi, MT. (Teknik Fisika Telkom University) Teknik Tenaga Listrik(FTG2J2) 1 / 35 Outline 1

Lebih terperinci

VERONICA ERNITA K. ST., MT. Pertemuan ke - 5

VERONICA ERNITA K. ST., MT. Pertemuan ke - 5 VERONICA ERNITA K. ST., MT Pertemuan ke - 5 DIODA SEMIKONDUKTOR Resistor merupakan sebuah piranti linear karena grafik arus terhadap tegangan merupakan garis lurus. Berbeda dengan dioda. Dioda merupakan

Lebih terperinci

M O T O R D C. Motor arus searah (motor dc) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor dc telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan

M O T O R D C. Motor arus searah (motor dc) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor dc telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan M O T O R D C Motor arus searah (motor dc) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor dc telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan motor induksi, atau terkadang disebut Ac Shunt Motor. Motor

Lebih terperinci

Oleh: Sudaryatno Sudirham

Oleh: Sudaryatno Sudirham 1. Transformator Satu Fasa Transformator Oleh: Sudaryatno Sudirham Transformator banyak digunakan dalam teknik elektro. Dalam sistem komunikasi, transformator digunakan pada rentang frekuensi audio sampai

Lebih terperinci

Bab 3. Teknik Tenaga Listrik

Bab 3. Teknik Tenaga Listrik Bab 3. Teknik Tenaga Listrik Teknik Tenaga Listrik ialah ilmu yang mempelajari konsep dasar kelistrikan dan pemakaian alat yang asas kerjanya berdasarkan aliran elektron dalam konduktor (arus listrik).

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem tenaga listrik DC Arus listrik searah dikenal dengan singkatan DC (Direct Current). Sesuai dengan namanya listrik arus searah itu mengalir ke satu jurusan saja dalam

Lebih terperinci

05 Pengukuran Besaran Listrik INSTRUMEN PENUNJUK ARUS BOLAK BALIK

05 Pengukuran Besaran Listrik INSTRUMEN PENUNJUK ARUS BOLAK BALIK 05 Pengukuran Besaran Listrik INSTRUMEN PENUNJUK ARUS BOLAK BALIK 5.1 Pendahuluan Gerak d Arsonval akan memberi respons terhadap nilai rata-rata atau searah (dc) melalui kumparan putar. Jika kumparan tersebut

Lebih terperinci

APLIKASI LISTRIK MAGNET PADA TRANSFORMATOR 2012 APLIKASI LISTRIK MAGNET PADA TRANSFORMATOR

APLIKASI LISTRIK MAGNET PADA TRANSFORMATOR 2012 APLIKASI LISTRIK MAGNET PADA TRANSFORMATOR APLIKASI LISTRIK MAGNET PADA TRANSFORMATOR OLEH : KOMANG SUARDIKA (0913021034) JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA TAHUN AJARAN 2012 BAB

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. induk agar keandalan sistem daya terpenuhi untuk pengoperasian alat-alat.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. induk agar keandalan sistem daya terpenuhi untuk pengoperasian alat-alat. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Distribusi daya Beban yang mendapat suplai daya dari PLN dengan tegangan 20 kv, 50 Hz yang diturunkan melalui tranformator dengan kapasitas 250 kva, 50 Hz yang didistribusikan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan tentang gangguan pada sistem tenaga listrik, sistem proteksi tenaga listrik, dan metoda proteksi pada transformator daya. 2.1 Gangguan dalam Sistem Tenaga

Lebih terperinci

TESIS PENGURANGAN HARMONISA PADA KONVERTER 12 PULSA TIGA FASA MENGGUNAKAN DIAGONAL RECURRENT NEURAL NETWORK (DRNN)

TESIS PENGURANGAN HARMONISA PADA KONVERTER 12 PULSA TIGA FASA MENGGUNAKAN DIAGONAL RECURRENT NEURAL NETWORK (DRNN) TESIS PENGURANGAN HARMONISA PADA KONVERTER 12 PULSA TIGA FASA MENGGUNAKAN DIAGONAL RECURRENT NEURAL NETWORK (DRNN) Oleh : Moh. Marhaendra Ali 2207 201 201 DOSEN PEMBIMBING Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari,

Lebih terperinci

PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR ARUS (CURRENT TRANSFORMER / CT)

PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR ARUS (CURRENT TRANSFORMER / CT) PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR ARUS (CURRENT TRANSFORMER / CT) Oleh : Agus Sugiharto Abstrak Seiring dengan berkembangnya dunia industri di Indonesia serta bertambah padatnya aktivitas masyarakat,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Umum Suatu sistem tenaga listrik dikatakan ideal jika bentuk gelombang arus yang dihasilkan dan bentuk gelombang tegangan yang disaluran ke konsumen adalah gelombang sinus murni.

Lebih terperinci

BAB V II PENGATUR TEGANGAN BOLAK-BALIK (AC REGULATOR)

BAB V II PENGATUR TEGANGAN BOLAK-BALIK (AC REGULATOR) BAB V II PENGATUR TEGANGAN BOLAK-BALIK (AC REGULATOR) KOMPETENSI DASAR Setelah mengikuti materi ini diharapkan mahasiswa memiliki kompetensi: Menguasai karakteristik ac regulator unidirectional dan bidirectional

Lebih terperinci

waktu. Gaya gerak listrik (ggl) lawan akan dibangkitkan sesuai persamaan: N p dt Substitute Φ = N p i p /R into the above equation, then

waktu. Gaya gerak listrik (ggl) lawan akan dibangkitkan sesuai persamaan: N p dt Substitute Φ = N p i p /R into the above equation, then TRASFORMATOR Φ C i p v p p P Transformator terdiri dari sebuah inti terbuat dari laminasi-laminasi besi yang terisolasi dan kumparan dengan p lilitan yang membungkus inti. Kumparan ini disuplay tegangan

Lebih terperinci

Adaptor. Rate This PRINSIP DASAR POWER SUPPLY UMUM

Adaptor. Rate This PRINSIP DASAR POWER SUPPLY UMUM Adaptor Rate This Alat-alat elektronika yang kita gunakan hampir semuanya membutuhkan sumber energi listrik untuk bekerja. Perangkat elektronika mestinya dicatu oleh suplai arus searah DC (direct current)

Lebih terperinci

ek SIPIL MESIN ARSITEKTUR ELEKTRO

ek SIPIL MESIN ARSITEKTUR ELEKTRO ek SIPIL MESIN ARSITEKTUR ELEKTRO APLIKASI KARAKTERISTIK PENYEARAH SATU FASE TERKENDALI PULSE WIDTH MODULATION (PWM) PADA BEBAN RESISTIF Yuli Asmi Rahman * Abstract Rectifier is device to convert alternating

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Umum Sistem Distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar (Bulk Power

Lebih terperinci

PENGUJIAN TAPPING TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20

PENGUJIAN TAPPING TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20 Laporan Penelitian PENGUJIAN TAPPING TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20 Oleh : Ir. Leonardus Siregar, MT Dosen Tetap Fakultas Teknik LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS HKABP NOMMENSEN MEDAN 2013 Kata Pengantar Puji

Lebih terperinci

Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Waktu

Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Waktu Sudaryatno Sudirham Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Waktu Sudaryatno Sudirham, Analisis Rangkaian Listrik () BAB 4 Model Piranti Pasif Suatu piranti mempunyai karakteristik atau perilaku tertentu.

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM TRANSFORMATOR TRANSFORMATOR PENURUN TEGANGAN CUT CORE, TOROIDAL, SHELL DAN AUTO TRANSFORMATOR

LAPORAN PRAKTIKUM TRANSFORMATOR TRANSFORMATOR PENURUN TEGANGAN CUT CORE, TOROIDAL, SHELL DAN AUTO TRANSFORMATOR LAPORAN PRAKTIKUM TRANSFORMATOR TRANSFORMATOR PENURUN TEGANGAN CUT CORE, TOROIDAL, SHELL DAN AUTO TRANSFORMATOR DIBIMBING OLEH IR. KHOLIQ HERMAWAN, MT. DISUSUN OLEH MUHAMMAD YUSFIAN FAISAL NIM 111724024

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI Tinjauan Hukum Pemakaian Arus Listrik Ilegal. Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik adalah singkatan dari (P2TL), yang

BAB II LANDASAN TEORI Tinjauan Hukum Pemakaian Arus Listrik Ilegal. Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik adalah singkatan dari (P2TL), yang BAB II LANDASAN TEORI 2. 1 Tinjauan Hukum Pemakaian Arus Listrik Ilegal Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik adalah singkatan dari (P2TL), yang merupakan salah satu program kerja PT PLN untuk mengurangi

Lebih terperinci

1. PRINSIP KERJA CATU DAYA LINEAR

1. PRINSIP KERJA CATU DAYA LINEAR 1. PRINSIP KERJA CATU DAYA LINEAR Perangkat elektronika mestinya dicatu oleh suplai arus searah DC (direct current) yang stabil agar dapat bekerja dengan baik. Baterai atau accu adalah sumber catu daya

Lebih terperinci

LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2

LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2 Halaman 1 LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2 SMP NEGERI 55 JAKARTA A. GGL INDUKSI Sebelumnya telah diketahui bahwa kelistrikan dapat menghasilkan kemagnetan.

Lebih terperinci

BAB II TRANSFORMATOR

BAB II TRANSFORMATOR BAB II TRANSFORMATOR II.1 UMUM Transformator merupakan suatu alat listrik statis yang mampu mengubah maupun untuk menyalurkan energi listrik arus bolak-balik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar-Dasar Sistem Proteksi 1 Sistem proteksi adalah pengaman listrik pada sistem tenaga listrik yang terpasang pada : sistem distribusi tenaga listrik, trafo tenaga, transmisi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Generator merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik melalui medium medan magnet. Bagian utama generator terdiri dari stator dan

Lebih terperinci

BAB II MOTOR INDUKSI 3 Ø

BAB II MOTOR INDUKSI 3 Ø BAB II MOTOR INDUKSI 3 Ø 2.1. Prinsip Kerja Motor Induksi Pada motor induksi, supply listrik bolak-balik ( AC ) membangkitkan fluksi medan putar stator (B s ). Fluksi medan putar stator ini memotong konduktor

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Daya 2.1.1 Pengertian Daya Daya adalah energi yang dikeluarkan untuk melakukan usaha. Dalam sistem tenaga listrik, daya merupakan jumlah energi yang digunakan untuk melakukan

Lebih terperinci

BAB III PLTU BANTEN 3 LONTAR

BAB III PLTU BANTEN 3 LONTAR BAB III PLTU BANTEN 3 LONTAR UBOH Banten 3 Lontar merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang memiliki kapasitas daya mampu 315 MW sebanyak 3 unit jadi total daya mampu PLTU Lontar 945 MW. PLTU secara

Lebih terperinci

TRAFO. Induksi Timbal Balik

TRAFO. Induksi Timbal Balik DASAR TENAGA LISTRIK 23 TRAFO Induksi Timbal Balik Trafo adalah alat elektromagnetik yang memindahkan tenaga listrik dari satu sirkuit ke sirkuit lainnya dengan induksi timbal balik. Trafo satu fasa mempunyai

Lebih terperinci

GENERATOR ARUS SEARAH

GENERATOR ARUS SEARAH GENERATOR ARUS SEARAH PRINSIP KERJA GENERATOR ARUS SEARAH Prinsip kerja suatu generator arus searah berdasarkan hukum Faraday : e = N d / dt dimana : N : jumlah lilitan : fluksi magnet e : Tegangan imbas,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN. fasa dari segi sistim kelistrikannya maka dilakukan pengamatan langsung

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN. fasa dari segi sistim kelistrikannya maka dilakukan pengamatan langsung BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN 4.1 Umum Untuk menganalisa kegagalan pengasutan pada motor induksi 3 fasa dari segi sistim kelistrikannya maka dilakukan pengamatan langsung ( visual ) terhadap motor induksi

Lebih terperinci

ANALISA RUGI-RUGI PADA GARDU 20/0.4 KV

ANALISA RUGI-RUGI PADA GARDU 20/0.4 KV ANALISA RUGI-RUGI PADA GARDU 20/0.4 KV Oleh Endi Sopyandi Dasar Teori Dalam penyaluran daya listrik banyak digunakan transformator berkapasitas besar dan juga bertegangantinggi. Dengan transformator tegangan

Lebih terperinci

PENYEARAH ARUS S1 INFORMATIKA ST3 TELKOM PURWOKERTO

PENYEARAH ARUS S1 INFORMATIKA ST3 TELKOM PURWOKERTO PENYEARAH ARUS S1 INFORMATIKA ST3 TELKOM PURWOKERTO 1. Gelombang Sinus Bentuk gelombang sinus ditunjukkan seperti pada Gambar dibawah ini. Gelombang sinus tersebut sesuai dengan persamaan v = p sin θ dimana

Lebih terperinci

Mekatronika Modul 6 Penyearah Gelombang menggunakan SCR

Mekatronika Modul 6 Penyearah Gelombang menggunakan SCR Mekatronika Modul 6 Penyearah Gelombang menggunakan SCR Hasil Pembelajaran : Mahasiswa dapat memahami dan mengidentifikasi penyearah gelombang menggunakan Silicon Controlled Rectifier (SCR) Tujuan Bagian

Lebih terperinci

LAB SHEET ILMU BAHAN DAN PIRANTI

LAB SHEET ILMU BAHAN DAN PIRANTI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO NOMOR : O1 MATA KULIAH ILMU BAHAN DAN PIRANTI TOPIK :KARAKTERISTIK DIODA I. TUJUAN 1. Pengenalan komponen elektronika dioda semi konduktor 2. Mengetahui karakteristik dioda semi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN Sistem Eksitasi Pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN Sistem Eksitasi Pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1. Sistem Eksitasi Pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi 4.1.1. Umum Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi merupakan pembangkit listrik tenaga air dengan tipe

Lebih terperinci

Dwi Sudarno Putra Topik Pengertian Symbol Karakteristik Jenis Dioda Dioda Signal Dioda Proteksi Relay Dioda Rectifier Penyearah ½ Gelombang Penyearah Gelombang Penuh LED Dioda Zener email : dwisudarnoputra@gmail.com

Lebih terperinci

Sumber AC dan Fasor. V max. time. Sumber tegangan sinusoidal adalah: V( t) V(t)

Sumber AC dan Fasor. V max. time. Sumber tegangan sinusoidal adalah: V( t) V(t) Mengapa AC? Dapat diproduksi secara langsung dari generator Dapat dikontrol oleh komponen elektronika seperti resistor, kapasitor, dan induktor Tegangan maksimumdapat diubah secara mudah dengan trafo Frekuensi

Lebih terperinci

BAB III SISTEM EKSITASI TANPA SIKAT DAN AVR GENERATOR

BAB III SISTEM EKSITASI TANPA SIKAT DAN AVR GENERATOR 28 BAB III SISTEM EKSITASI TANPA SIKAT DAN AVR GENERATOR 3.1 Karakteristik Generator Sinkron Terdapat dua metode untuk dapat mengetahui karakteristik generator sinkron, yaitu Analisis grafis dan pengukuran

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Sistem kontrol adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan,

TINJAUAN PUSTAKA. Sistem kontrol adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan, 5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem kontrol (control system) Sistem kontrol adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan, memerintah dan mengatur keadaan dari suatu sistem. [1] Sistem kontrol terbagi

Lebih terperinci

CATU DAYA MENGGUNAKAN SEVEN SEGMENT

CATU DAYA MENGGUNAKAN SEVEN SEGMENT CATU DAYA MENGGUNAKAN SEVEN SEGMENT Hendrickson 13410221 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma 2010 Dosen Pembimbing : Diah Nur Ainingsih, ST., MT. Latar Belakang Untuk

Lebih terperinci

BAB II GENERATOR SINKRON. bolak-balik dengan cara mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Energi

BAB II GENERATOR SINKRON. bolak-balik dengan cara mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Energi BAB II GENERATOR SINKRON 2.1. UMUM Konversi energi elektromagnetik yaitu perubahan energi dari bentuk mekanik ke bentuk listrik dan bentuk listrik ke bentuk mekanik. Generator sinkron (altenator) merupakan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras elektronik dan pembuatan mekanik turbin. Sedangkan untuk pembuatan media putar untuk

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Catu Daya / power supply Power supply adalah rangkaian elektronika yang berfungsi untuk memberikan tegangan listrik yang dibutuhkan oleh suatu rangkaian elektronika. Dalam

Lebih terperinci

RANCANGBANGUN TRANSFORMATOR STEP UP

RANCANGBANGUN TRANSFORMATOR STEP UP DAFTAR ISI RANCANGBANGUN TRANSFORMATOR STEP UP 220 V / 5 KV, 0,5 A, 50 Hz... i HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING.. Error! Bookmark not defined. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN... Error! Bookmark not defined. LEMBAR

Lebih terperinci

LAPORAN PRATIKUM TEKNOLOGI DISPLAY DAN TELEVISI OLEH : MUHAMMAD HUSIN 2005 / PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA

LAPORAN PRATIKUM TEKNOLOGI DISPLAY DAN TELEVISI OLEH : MUHAMMAD HUSIN 2005 / PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA LAPORAN PRATIKUM TEKNOLOGI DISPLAY DAN TELEVISI OLEH : MUHAMMAD HUSIN 2005 / 66350 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK TEKNIK ELEKTRONIKA UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2008 A. TUJUAN Setelah melakukan

Lebih terperinci

BAB 2 DASAR TEORI. lain, melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi

BAB 2 DASAR TEORI. lain, melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi BAB DASAR TEORI. Umum Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian ke rangkaian listrik yang lain, melalui suatu gandengan magnet

Lebih terperinci

PRAKTEK TV & DISPLAY

PRAKTEK TV & DISPLAY PRAKTEK TV & DISPLAY REGULATOR TEGANGAN OLEH : MUHAMMAD YASIR 2005 / 66357 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2008 A. TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini mahasiswa

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pergerakan meja kerja digerakan oleh sebuah motor sebagai penggerak dan poros

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pergerakan meja kerja digerakan oleh sebuah motor sebagai penggerak dan poros 46 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Penggerak Poros Ulir Pergerakan meja kerja digerakan oleh sebuah motor sebagai penggerak dan poros ulir sebagai pengubah gaya puntir motor menjadi gaya dorong pada meja kerja

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pembangkit Harmonisa Beban Listrik Rumah Tangga. Secara umum jenis beban non linear fasa-tunggal untuk peralatan rumah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pembangkit Harmonisa Beban Listrik Rumah Tangga. Secara umum jenis beban non linear fasa-tunggal untuk peralatan rumah 24 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pembangkit Harmonisa Beban Listrik Rumah Tangga Secara umum jenis beban non linear fasa-tunggal untuk peralatan rumah tangga diantaranya, switch-mode power suplay pada TV,

Lebih terperinci

BAB II JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

BAB II JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK 2.1 Umum BAB II JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK Kehidupan moderen salah satu cirinya adalah pemakaian energi listrik yang besar. Besarnya pemakaian energi listrik itu disebabkan karena banyak dan beraneka

Lebih terperinci