PEDOMAN PELAKSANAAN REVIU DOKUMEN RPJMD DAN RENSTRA SKPD

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEDOMAN PELAKSANAAN REVIU DOKUMEN RPJMD DAN RENSTRA SKPD"

Transkripsi

1 KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA SURAT MENTERI DALAM NEGERI Nomor : 50/ 781/ B.1/IJ Tanggal : 24 Agustus 2016 PEDOMAN PELAKSANAAN REVIU DOKUMEN RPJMD DAN RENSTRA SKPD INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN DALAM NEGERI 2016

2 i KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA Nomor : 050/781/B.1/IJ Kepada Jakarta, 24 Agustus 2016 Sifat : PENTING Yth. 1. Seluruh Gubernur Lampiran : 1 (satu) berkas 2. Seluruh Bupati/Walikota Hal : Pedoman Pelaksanaan Reviu Di- Dokumen RPJMD dan Renstra- Tempat SKPD Menindaklanjuti ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengawasan di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun 2016 dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/795/SJ Tanggal 4 Maret 2016 tentang Penyusunan RPJMD dan RKPD Tahun 2017 yang antara lain menegaskan bahwa Gubernur, Bupati/Walikota menugaskan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) Provinsi, Kabupaten/Kota melakukan Reviu terhadap dokumen rancangan akhir RPJMD. Pelaksanaan Reviu dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD bertujuan untuk memberikan keyakinan terbatas bahwa dokumen rancangan akhir RPJMD dan rancangan akhir Renstra-SKPD telah disusun berdasarkan kaidah peraturan perundang-undangan, sebagai upaya membantu Kepala Daerah untuk menghasilkan dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD yang berkualitas dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kepala Daerah serta selaras dengan visi dan misi Presiden dalam dokumen RPJMN. Sehubungan dengan hal tersebut dan sambil menunggu ditetapkannya berbagai peraturan perundang-undangan sebagai landasan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, bagi daerah yang sedang atau akan menyusun dan/atau belum menetapkan Peraturan Daerah tentang RPJMD, bersama ini disampaikan kepada Saudara agar: a. Menugaskan APIP Provinsi, Kabupaten/Kota melakukan Reviu terhadap dokumen rancangan akhir RPJMD, sesuai dengan pedoman pada lampiran surat ini; dan b. Melaporkan hasil reviu kepada Menteri Dalam Negeri c.q Inspektur Jenderal untuk hasil reviu Pemerintah Provinsi dan kepada Gubernur c.q Inspektur Provinsi untuk hasil reviu Pemerintah Kabupaten/Kota. Demikian untuk menjadi maklum dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. a.n. MENTERI DALAM NEGERI INSPEKTUR JENDERAL, Tembusan Yth: 1. Menteri Dalam Negeri, sebagai laporan; 2. Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah; 3. Ketua DPRD Provinsi se-indonesia; 4. Kepala Bappeda Provinsi se-indonesia; 5. Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-indonesia; dan 6. Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se-indonesia.

3 ii DAFTAR ISI Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 050/781/B.1/IJ Tanggal 24 Agustus 2016 Hal Pedoman Pelaksanaan Reviu Dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD Daftar Isi BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Maksud Tujuan Ruang Lingkup Sasaran Dasar Hukum Pengertian Umum 7 BAB II. TAHAPAN REVIU DOKUMEN RPJMD DAN RENSTRA SKPD 2.1 Kompetensi Pereviu Prinsip Reviu Jadwal Reviu 16 BAB III. PERENCANAAN REVIU DOKUMEN RPJMD DAN RENSTRA SKPD 3.1 Persiapan Reviu 18 a. Penyusunan Program Kerja Reviu (PKR) 18 b. Internal Briefing Pelaksanaan Tahap Perencanaan 25 a. Koordinasi Penyelarasan PKR dengan jadwal perencanaan pembangunan daerah. b. Pembentukan Tim 26 c. Pertemuan Awal (Entry Briefing) 26 d. Penyiapan instrumen 26 BAB IV. PELAKSANAAN REVIU DOKUMEN RPJMD DAN RENSTRA-SKPD 4.1 Reviu Dokumen RPJMD 28 a. Fokus Reviu Keterhubungan Program Dengan Misi, Tujuan, Sasaran, Arah Kebijakan Dan Strategi Dalam Dokumen RPJMD 2. Konsistensi Antar Bab Dalam Dokumen RPJMD Pengintegrasian hasil Musrenbang RPJMD dalam dokumen RPJMD Keselarasan antara dokumen RPJMD dengan dokumen RTRW Keselarasan antara dokumen RPJMD dengan dokumen RPJMN Keterhubungan dan kesesuaian antara Dokumen RPJMD dengan Dokumen RPJPD b. Penyusunan KKR Dokumen RPJMD Reviu Dokumen Renstra-SKPD 58 Hal i ii

4 iii a. Fokus Reviu Keterhubungan dan kesesuaian Program dan Kegiatan dengan Tujuan, dan Sasaran SKPD dalam Dokumen Renstra-SKPD 2. Konsistensi antar Bab dalam Dokumen Renstra-SKPD Konsistensi dan Keterhubungan antara Dokumen Renstra SKPD dengan Dokumen RPJMD b. Penyusunan KKR Renstra-SKPD 65 BAB V. PELAPORAN REVIU DOKUMEN RPJMD DAN RENSTRA-SKPD 5.1 Prosedur Penyusunan Laporan Hasil Reviu (LHR) Penyusunan CHR dan LHR 67 a. Dokumen RPJMD 67 b. Dokumen Renstra-SKPD 74 BAB VI. PENUTUP 80 Hal 58 61

5 LAMPIRAN Nomor Tanggal : : : Surat Menteri Dalam Negeri 050/781/B.1/IJ 24 Agustus 2016 PEDOMAN PELAKSANAAN REVIU DOKUMEN RPJMD DAN RENSTRA-SKPD BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun dan sambil menunggu ditetapkannya berbagai peraturan perundang-undangan sebagai landasan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, dalam rangka pencapaian prioritas nasional perlu sinergi perencanaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta antar pemerintah daerah. Sinergi perencanaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta antar pemerintah daerah merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan dalam mendukung pencapaian target kinerja pembangunan daerah dan nasional. Untuk mendukung terselenggaranya pembangunan bersinergi itu diperlukan suatu sistem perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas dan berorientasi untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat atau kelompok sasaran yang dilayani. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah, maka perencanaan pembangunan dan penganggaran harus memenuhi kaidah: 1) pendekatan kinerja; 2) kerangka pengeluaran jangka menengah; dan 3) perencanaan dan penganggaran terpadu. Suatu perencanaan harus menjelaskan secara rasional berbagai langkah baik dalam jangka panjang, menengah, dan tahunan; terhubung kedalam sistem penganggaran daerah.

6 - 2 - Selanjutnya, dalam jangka menengah, pemerintah daerah harus menyusun RPJMD berdasarkan visi dan misi Kepala Daerah terpilih. RPJMD memuat visi, misi, dan program pembangunan dari KDH terpilih yang diterjemahkan dalam tujuan, sasaran, strategi, kebijakan dan program prioritas selama 5 (lima) tahun. Selanjutnya, RPJMD ini harus dijadikan pedoman dalam penyusunan Renstra SKPD dan RKPD. Dalam konteks pembangunan daerah, tahap perencanaan pembangunan merupakan bagian hulu yang sangat menentukan ke mana arah pembangunan akan bermuara, sehingga kualitas dokumen perencanaan memiliki kontribusi terhadap keberhasilan/kegagalan suatu pembangunan yang direncanakan. Beberapa kelemahan kelemahan dalam penyusunan dokumen perencanaan yang kerap terjadi meliputi (1) adanya intervensi kepentingan individu/golongan sehingga perencanaan mengarah pada hal yang diinginkan, bukan hal yang diperlukan dan (2) kurangnya jumlah SDM yang memiliki kompetensi dalam perencanaan pembangunan. Hal tersebut mengakibatkan struktur kinerja anggaran dalam dokumen perencanaan tidak jelas antara input, output, outcome dan impact. Kemudian sulit melihat keterhubungan dan kesesuaian antara inputoutput-outcome- impact dan outcome terhadap need/problem, serta informasi kinerja (indikator dan target kinerja output, outcome dan impact) tidak jelas dan sulit diukur, beberapa penyebabnya adalah antara lain sebagai berikut: Tidak ada hierarki yang jelas antara outcome dan output pada level program dan kegiatan di tingkat SKPD sampai urusan; 1. Outcome dan output semata didasarkan pada pola & mekanisme agregasi, misl. output pada level kegiatan di tingkat eselon IV pasti akan tercatat sebagai output di tingkat SKPD; 2. Tidak jelas keterhubungan dan kesesuaian antara input, output, dan outcome pada level program maupun kegiatan di tingkat SKPD. 3. Informasi kinerja pada setiap level (sasaran, program, kegiatan) di tingkat organisasi (SKPD, Eselon III, Eselon IV harus disusun dengan kerangka logika berpikir yang baku yaitu: Input -Output-Outcome; 4. Output/outcome pada level kegiatan/program di tingkat suatu organisasi bisa saja merupakan output/outcome pada level diatasnya di suatu tingkat organisasi; 5. Hierarki informasi kinerja harus jelas dari level makro sasaran RPJMD sampai dengan level mikro teknis SKPD dan aspek akuntabilitas organisasi di masingmasing tingkatan. Untuk mengatasi permasalahan lemahnya keterhubungan dan kesesuaian antara indikator dan target kinerja output, outcome dan impact perlu dilakukan penataan arsitektur dan Informasi Kinerja dalam dokumen perencanaan seperti pada gambar di bawah ini.

7 - 3 - Gambar 1.1 Arsitektur dan Informasi Kinerja Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Kondisi demikian menjadi tantangan besar dalam proses pembangunan maupun penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Berangkat dari hal tersebut, diperlukan upaya peningkatan kualitas dokumen perencanaan maupun penganggaran untuk menjamin konsistensi dan keterpaduan antara perencanaan dan penganggaran serta efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk pencapaian visi dan misi Kepala Daerah dalam dokumen RPJMD dengan visi dan misi Presiden dalam dokumen RPJMN. Upaya peningkatan kualitas dokumen perencanaan maupun penganggaran tersebut sekaligus untuk mengurangi potensi kegagalan dalam perencanaan pembangunan daerah, maka fungsi Reviu perlu dioptimalkan, terutama sejak tahapan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD dan Renstra SKPD). Sebagaimana diamanatkan dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/795/SJ Tanggal 4 Maret 2016 tentang Penyusunan RPJMD dan RKPD Tahun 2017 yang antara lain menegaskan bahwa Gubernur, Bupati/Walikota menugaskan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) Provinsi, Kabupaten/Kota melakukan Reviu terhadap dokumen rancangan akhir RPJMD. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah antara lain menyatakan bahwa pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah terdiri atas pengawasan umum, pengawasan teknis dan pengawasan kepala daerah terhadap perangkat daerah. Pelaksanaan pengawasan tersebut dilakukan dalam bentuk reviu, monitoring, evaluasi dan pemeriksaan oleh APIP sesuai dengan fungsi dan kewenangannya dengan persyaratan kompetensi pengawas penyelenggaraan urusan pemerintahan di daerah. Sehubungan dengan hal-hal tersebut diatas dan untuk optimalnya pelaksanaan Reviu dokumen rancangan akhir RPJMD, mulai tahun 2016 terutama bagi daerah yang telah melaksanakan Pemilihan Umum Kepala Daerah Tahun 2015, maka

8 - 4 - Kementerian Dalam Negeri memandang perlu untuk menetapkan Pedoman Pelaksanaan Reviu Dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD. Pedoman ini mengatur tentang tata cara pelaksanaan dan pelaporan hasil reviu di lingkungan pemerintah Daerah, dimulai dari perencanaan reviu, pelaksanaan reviu, dan pelaporan reviu. 1.2 Maksud dan Tujuan a. Maksud Pedoman ini dimaksudkan sebagai panduan bagi seluruh APIP provinsi/kabupaten/kota dalam melaksanakan reviu dokumen rancangan akhir RPJMD dan rancangan akhir Renstra-SKPD untuk menghasilkan dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD yang berkualitas. Reviu dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD adalah penelaahan atas penyusunan dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD oleh APIP provinsi/kabupaten/kota yang kompeten untuk memberikan keyakinan terbatas bahwa dokumen rancangan akhir RPJMD dan rancangan akhir Renstra-SKPD telah disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang ditetapkan, sebagai upaya membantu Kepala Daerah untuk menghasilkan dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD yang berkualitas dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kepala Daerah. Berdasarkan hasil pelaksanaan reviu, APIP diharapkan dapat memberikan keyakinan terbatas mengenai akurasi, keandalan dan keabsahan perumusan dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD telah sesuai dengan tata cara dan kaidahkaidah perencanaan antara lain pendekatan perencanaan dan penganggaran terpadu, berbasis kinerja dan kerangka pengeluaran jangka menengah serta telah dilengkapi dengan dokumen pendukung. b. Tujuan Tujuan disusunnya pedoman ini adalah sebagai instrumen dalam mereviu: 1. Dokumen RPJMD, melalui pengujian terbatas dengan cara menelaah: a) Keterhubungan dan kesesuaian Program dengan Misi, Tujuan, Sasaran, Arah Kebijakan Strategi dalam Dokumen RPJMD; b) Konsistensi Antar Bab dalam Dokumen RPJMD; c) Pengintegrasian hasil Musrenbang RPJMD daerah dalam dokumen RPJMD; d) Keselarasan antara dokumen RPJMD dengan dokumen RTRW; e) Keselarasan antara dokumen RPJMD dengan dokumen RPJMN; dan f) Keterhubungan dan kesesuaian antara Dokumen RPJMD dengan Dokumen RPJPD. 2. Dokumen Renstra-SKPD, melalui pengujian terbatas dengan cara menelaah:

9 - 5 - a) Keterhubungan dan kesesuaian Program dan Kegiatan dengan Tujuan, dan Sasaran SKPD dalam Dokumen Renstra-SKPD; b) Konsistensi antar Bab dalam Dokumen Renstra-SKPD; dan c) Konsistensi dan Keterhubungan antara Dokumen Renstra SKPD dengan Dokumen RPJMD. 1.3 Ruang Lingkup Ruang lingkup pedoman ini mencakup pengaturan mengenai: a. Tahapan reviu, melalui tahapan sebagai berikut: 1. Perencanaan reviu; 2. Pelaksanaan reviu; dan 3. Pelaporan hasil reviu b. Tata Cara reviu, untuk dokumen: 1. RPJMD; dan 2. Renstra-SKPD Reviu dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD, mencakup pengujian terbatas terhadap dokumen rancangan akhir RPJMD dan rancangan akhir Renstra-SKPD mulai dari tahap penyusunan rancangan dokumen sampai dengan siap ditetapkan oleh Kepala Daerah. 1.4 Sasaran a. Tersedianya panduan bagi APIP provinsi/kabupaten/kota dalam melakukan reviu dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD yang dapat menilai secara cepat dan dapat mendeteksi secara dini serta menghasilkan kesimpulan apakah dokumen rancangan akhir RPJMD dan Renstra-SKPD telah disusun dengan mematuhi kaidah-kaidah perencanaan; dan b. Terwujudnya optimalisasi atas pelaksanaan reviu RPJMD dan Renstra-SKPD, sehingga diharapkan APIP dapat: 1 Merumuskan rekomendasi perbaikan untuk sinkronisasi antar bagian dokumen perencanaan dan antar lintas dokumen perencanaan; 2 Merumuskan rekomendasi adanya alternatif kebijakan, program, kegiatan yang lebih tepat, layak, efektif, efisien; dan 3 Merumuskan rekomendasi dan langkah-langkah untuk penyempurnaan kelengkapan dan kualitas dokumen RPJMD dan Renstra.

10 Dasar Hukum Dasar hukum peraturan yang digunakan dalam pelaksanaan reviu dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD, adalah semua peraturan yang terkait dengan perencanaan dan penganggaran, meliputi: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 47 Tahun Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 4206); b. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); c. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); d. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 165 Tahun 2005, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); e. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679) f. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578); g. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4890); h. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012; i. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 (Berita Negara 311). j. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara

11 - 7 - Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Nomor 517) k. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengawasan di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun l. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun m. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 31 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran Pengertian Umum Dalam Pedoman ini yang dimaksud dengan: 1. Pemerintah Pusat adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia yang dibantu oleh Wakil Presiden dan menteri sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom. 4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. 5. Kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah Gubernur dan wakil Gubernur untuk provinsi, bupati dan wakil bupati untuk kabupaten, walikota dan wakil walikota untuk kota. 6. Urusan Pemerintahan adalah kekuasaan pemerintahan yang menjadi kewenangan Presiden yang pelaksanaannya dilakukan oleh kementerian negara dan penyelenggara Pemerintahan Daerah untuk melindungi, melayani, memberdayakan, dan menyejahterakan masyarakat. 7. Desentralisasi adalah penyerahan Urusan Pemerintahan oleh Pemerintah Pusat kepada daerah otonom berdasarkan Asas Otonomi.

12 Dekonsentrasi adalah pelimpahan sebagian Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat kepada gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat, kepada instansi vertikal di wilayah tertentu, dan/atau kepada gubernur dan bupati/wali kota sebagai penanggung jawab urusan pemerintahan umum. 9. Instansi Vertikal adalah perangkat kementerian dan/atau lembaga pemerintah nonkementerian yang mengurus Urusan Pemerintahan yang tidak diserahkan kepada daerah otonom dalam wilayah tertentu dalam rangka Dekonsentrasi. 10. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah Pusat kepada daerah otonom untuk sebagian Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat atau dari Pemerintah Daerah provinsi kepada Daerah kabupaten/kota untuk melaksanakan sebagian Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah provinsi. 11. Urusan Pemerintahan Wajib adalah Urusan Pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh semua Daerah. 12. Urusan Pemerintahan Pilihan adalah Urusan Pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh Daerah sesuai dengan potensi yang dimiliki Daerah. 13. Pelayanan Dasar adalah pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga negara. 14. Standar Pelayanan Minimal adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal. 15. Pengawasan Intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tolok ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam mewujudkan tata kepemerintahan yang baik. 16. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu kepala daerah dan DPRD dalam penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah. 17. Kecamatan atau yang disebut dengan nama lain adalah bagian wilayah dari Daerah kabupaten/kota yang dipimpin oleh camat. 18. Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat TAPD adalah tim yang dibentuk dengan keputusan kepala daerah dan dipimpin oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugas menyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD yang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah, PPKD dan pejabat Iainnya sesuai dengan kebutuhan.

13 Inspektorat Jenderal atau nama lain yang secara fungsional melaksanakan pengawasan intern adalah aparat pengawasan intern pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada menteri/pimpinan lembaga. 20. Inspektorat provinsi adalah aparat pengawasan intern pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada gubernur. 21. Inspektorat kabupaten/kota adalah aparat pengawasan intern pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada bupati/walikota. 22. Aparat Pengawas Intern Pemerintah yang selanjutnya disingkat APIP adalah Inspektorat Provinsi bagi daerah provinsi atau Inspektorat Kabupaten bagi daerah kabupaten atau Inspektorat Kota bagi daerah kota atau nama lain yang secara fungsional melaksanakan pengawasan intern yang bertanggungjawab langsung kepada kepala daerah. 23. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang selanjutnya disingkat dengan Bappeda atau sebutan lain adalah unsur perencana penyelenggaraan pemerintahan yang melaksanakan tugas dan mengkoordinasikan penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. 24. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan kepala SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah. 25. Peraturan Daerah yang selanjutnya disebut Perda atau yang disebut dengan nama lain adalah Perda Provinsi dan Perda kabupaten/kota. 26. Peraturan Kepala Daerah yang selanjutnya disebut Perkada adalah peraturan gubernur dan peraturan bupati/wali kota. 27. Rencana pembangunan jangka panjang nasional yang selanjutnya disingkat RPJPN adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 20 (dua puluh) tahun. 28. Rencana pembangunan jangka menengah nasional yang selanjutnya disingkat RPJMN adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 5 (lima) tahunan. 29. Rencana kerja pemerintah yang selanjutnya disingkat dengan RKP adalah dokumen perencanaan nasional untuk periode 1 (satu) tahun. 30. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. 31. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun.

14 Rencana Pembangunan Tahunan Daerah yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat RKPD adalah dokumen perencanaan Daerah untuk periode 1 (satu) tahun. 33. Rencana Strategis Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat dengan Renstra-SKPD adalah dokumen perencanaan perangkat daerah untuk periode 5 (lima) tahun. 34. Rencana kerja perangkat daerah yang selanjutnya disingkat Renja-SKPD adalah dokumen perencanaan perangkat daerah untuk periode 1 (satu) tahun. 35. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang selanjutnya disingkat APBN adalah rencana keuangan tahunan Pemerintah Pusat yang ditetapkan dengan undang-undang. 36. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana anggaran tahunan daerah yang ditetapkan dengan Perda. 37. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan, belanja, dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. 38. Kebijakan umum Perubahan APBD yang selanjutnya disingkat KUPA adalah dokumen yang memuat kebijakan perubahan bidang pendapatan, belanja, dan pembiayaan serta perubahan asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. 39. Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada Perangkat Daerah untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran perangkat daerah. 40. Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan yang selanjutnya disingkat PPAS Perubahan adalah perubahan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada Perangkat Daerah untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran perangkat daerah perubahan. 41. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan, rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. 42. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD Perubahan yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD Perubahan adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi perubahan rencana pendapatan, rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan Perubahan APBD.

15 Reviu dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD adalah penelaahan atas penyusunan dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD oleh APIP provinsi/kabupaten/kota yang kompeten untuk memberikan keyakinan terbatas bahwa dokumen rancangan akhir RPJMD dan rancangan akhir Renstra-SKPD telah disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang ditetapkan, sebagai upaya membantu Kepala Daerah untuk menghasilkan dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD yang berkualitas dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kepala Daerah. 44. Reviu dokumen rencana pembangunan dan anggaran tahunan daerah adalah penelaahan atas penyusunan dokumen rencana pembangunan tahunan yaitu RKPD/Perubahan RKPD dan Renja-SKPD/Perubahan Renja-SKPD serta dokumen anggaran tahunan daerah yaitu KUA/KUPA, PPAS/PPAS Perubahan dan RKA-SKPD/RKA-SKPD Perubahan oleh APIP provinsi/kabupaten/kota. 45. Kerangka pendanaan adalah analisis pengelolaan keuangan daerah untuk menentukan sumber-sumber dana yang digunakan dalam pembangunan, optimalisasi penggunaan sumber dana dan peningkatan kualitas belanja dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam upaya mencapai visi dan misi kepala daerah serta target pembangunan nasional. 46. Kerangka regulasi adalah kebijakan pembangunan berupa rencana pembentukan regulasi dalam rangka memfasilitasi, mendorong dan mengatur perilaku masyarakat dan pemerintahan daerah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan daerah. 47. Permasalahan pembangunan adalah kesenjangan antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan serta antara apa yang ingin dicapai di masa datang dengan kondisi riil saat perencanaan dibuat. 48. Isu-isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan daerah karena dampaknya yang signifikan bagi daerah dengan karakteristik bersifat penting, mendasar, mendasar, berjangka menengah/panjang, dan menentukan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan daerah dimasa yang akan datang. 49. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. 50. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. 51. Tujuan adalah pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi dengan menjawab isu strategis dan permasalahan pembangunan.

16 Sasaran adalah rumusan kondisi yang menggambarkan tercapainya tujuan, berupa hasil pembangunan daerah/perangkat daerah yang diperoleh dari pencapaian outcome program perangkat daerah. 53. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program sebagai prioritas pembangunan daerah/perangkat daerah untuk mencapai sasaran. 54. Arah kebijakan adalah rumusan kerangka pikir atau kerangka kerja untuk menyelesaikan masalah pembangunan daerah/perangkat daerah yang dilaksanakan secara bertahap sebagai penjabaran strategi. 55. Prioritas pembangunan daerah adalah fokus pelaksanaan penyelenggaraan pemerintah daerah secara bertahap untuk mencapai sasaran. 56. Program pembangunan daerah adalah program strategis daerah yang dilaksanakan oleh perangkat daerah sebagai instrumen dari arah kebijakan untuk mencapai sasaran RPJMD. 57. Program perangkat daerah adalah instrumen arah kebijakan yang berisi sekumpulan kegiatan, dilaksanakan oleh Perangkat Daerah untuk mendapatkan hasil (outcome) dalam rangka mencapai sasaran. 58. Kegiatan perangkat daerah adalah serangkaian aktivitas pembangunan yang dilaksanakan oleh perangkat daerah untuk menghasilkan keluaran (output) dalam rangka mencapai hasil (outcome) suatu program. 59. Kinerja adalah keluaran/hasil/dampak dari kegiatan/program/sasaran sehubungan dengan penggunaan sumber daya. 60. Indikator kinerja adalah tanda yang berfungsi sebagai alat ukur pencapaian kinerja suatu sasaran, program atau kegiatan dalam bentuk keluaran (output), hasil (outcome), dampak (impact). 61. Keluaran (output) adalah suatu produk akhir berupa barang atau jasa dari serangkaian proses agar hasil (outcome) dapat terwujud. 62. Hasil (outcome) adalah keadaan yang ingin dicapai atau dipertahankan pada penerima manfaat dalam periode waktu tertentu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan dalam satu program. 63. Dampak (impact) adalah kondisi yang ingin diubah berupa hasil pembangunan/layanan yang diperoleh dari pencapaian outcome beberapa program. 64. Partisipasi masyarakat adalah peran serta warga masyarakat untuk menyalurkan aspirasi, pemikiran, dan kepentingannya dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 65. Musyawarah perencanaan pembangunan yang selanjutnya disingkat musrenbang adalah forum antar pemangku kepentingan dalam rangka menyusun rencana pembangunan daerah.

17 Forum perangkat daerah merupakan wahana antar pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat dari program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota. 67. Delegasi adalah perwakilan yang disepakati peserta musrenbang untuk menghadiri musrenbang pada tingkat yang lebih tinggi. 68. Rencana tata ruang wilayah yang selanjutnya disingkat RTRW adalah hasil perencanaan tata ruang yang merupakan penjabaran strategi dan arahan kebijakan pemanfaatan ruang wilayah nasional dan pulau/kepulauan ke dalam struktur dan pola ruang wilayah. 69. Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang selanjutnya disingkat dengan KLHS adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program. 70. Pembangunan Berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi kedalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. 71. Provinsi/kabupaten/kota lainnya adalah daerah otonom yang ditetapkan sebagai satu kesatuan wilayah pembangunan dan/atau yang memiliki hubungan keterkaitan atau pengaruh dalam pelaksanaan pembangunan. 72. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus Urusan Pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 73. Dana Alokasi Umum yang selanjutnya disingkat DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar-daerah untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi. 74. Dana Alokasi Khusus yang selanjutnya disingkat DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah. 75. Dana Bagi Hasil yang selanjutnya disingkat DBH adalah dana yang bersumber dari pendapatan tertentu APBN yang dialokasikan kepada Daerah penghasil berdasarkan angka persentase tertentu dengan tujuan mengurangi ketimpangan kemampuan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

18 BAB II TAHAPAN REVIU DOKUMEN RPJMD DAN RENSTRA SKPD Pedoman ini sebagai acuan untuk merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan hasil reviu dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah dan SKPD yaitu dokumen RPJMD dan dokumen Renstra-SKPD. Menguraikan kegiatan yang perlu dilakukan pada tiap tahapan reviu, termasuk di dalamnya prosedur reviu yang berisi serangkaian langkah/kegiatan yang akan dilaksanakan oleh APIP dalam meneliti dokumen RPJMD dan dokumen Renstra-SKPD serta dokumen pendukung lainnya Kompetensi Pereviu Untuk mendukung dan menjamin efektivitas kegiatan reviu, perlu dipertimbangkan kompetensi para pereviu yang akan ditugaskan, secara kolektif Tim Reviu harus memenuhi kompetensi sebagai berikut: a. menguasai tahapan dan tata cara Perencanaan Pembangunan Daerah; b. menguasai tata cara penganggaran daerah; c. menguasai perencanaan dan prosedur Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; d. memahami proses bisnis atau tugas dan fungsi organisasi perangkat daerah/skpd yang diteliti; e. menguasai teknik komunikasi; dan f. memahami analisis basis data 2.2. Prinsip Reviu Kegiatan reviu dilaksanakan oleh APIP lingkup pemerintah provinsi/kabupaten/kota dan dituangkan dalam Rencana Kerja Pengawasan Tahunan dan Program Kerja Pengawasan Tahunan, dilaksanakan berdasarkan prinsip profesional, independen, objektif, tidak tumpang tindih dan berorientasi pada perbaikan dan peringatan dini. Prinsip profesional dalam melaksanakan kegiatan reviu ini memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Sedangkan prinsip independen adalah bebas dari intervensi, dan memperoleh dukungan yang memadai dari pimpinan tertinggi organisasi sehingga dapat bekerja sama dan melaksanakan pekerjaan dengan leluasa. Prinsip obyektivitas mensyaratkan agar APIP provinsi/ kabupaten/kota yang tergabung dalam Tim reviu memiliki sikap yang netral dan tidak bias serta menghindari konflik kepentingan. Pereviu harus membuat penilaian seimbang atas semua situasi yang

19 relevan dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan sendiri atau orang lain dalam mengambil keputusan. Pelaksanaan kegiatan reviu tidak tumpang tindih yakni dengan melakukan pengawasan yang terkoordinasi dengan baik dan sesuai dengan jadwal pengawasan yang telah ditetapkan bersama. Seperti halnya pelaksanaan kegiatan reviu dokumen rencana pembangunan dan anggaran tahunan daerah oleh APIP provinsi/kabupaten/kota tidak menambah layer proses perencanaan dan penganggaran sebagaimana telah diatur dalam PERMENDAGRI Nomor 54 Tahun 2010 dan PERMENDAGRI Nomor 13 Tahun 2006, maka demikian juga halnya dengan pelaksanaan reviu dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD. Gambar 2.1 Keterkaitan Tahapan Penyusunan RPJMD Dan RENSTRA SKPD Untuk itu, reviu oleh APIP dilaksanakan secara paralel dengan mekanisme perencanaan dan penganggaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing pemerintahan daerah dengan tetap berpedoman pada ketentuan kedua peraturan menteri tersebut. Terkait dengan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah dalam Pasal 264 ayat (4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 telah menegaskan bahwa Perda tentang RPJMD ditetapkan paling lama 6 (enam) bulan setelah kepala daerah terpilih dilantik. Mengingat pelaksanaan Pemilukada dan tanggal pelantikan KDH terpilih berbeda-beda di masing-masing daerah, maka penyebutan tahun periodesasi RPJMD yaitu terhitung sejak tahun KDH terpilih dilantik sampai dengan tahun berakhirnya masa jabatan KDH. Sedangkan pengesahan rancangan akhir Renstra SKPD dengan keputusan kepala daerah, paling lama 1 (satu) bulan setelah Peraturan Daerah tentang RPJMD ditetapkan. Penetapan Renstra SKPD oleh kepala SKPD paling lama 7 (tujuh) hari setelah Renstra SKPD disahkan oleh kepala daerah.

20 Jadwal Reviu Jadwal pelaksanaan reviu dan penyusunan dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD secara ringkas adalah sebagai berikut: Tabel 2.1 Jadwal Pelaksanaan Reviu dan Penyusunan RPJMD dan Renstra-SKPD NO Kegiatan Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V Bulan VI Bulan VII A. PERSIAPAN PENYUSUNAN RPJMD 1. Pembentukan tim, Orientasi, dan Penyusunan agenda kerja RPJMD 2. Pengumpulan data dan Informasi B. PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RPJMD 1 Pengajuan kebijakan umum dan program pembangunan jangka menengah & indikasi program prioritas disertai kebutuhan pendanaan 2 Pembahasan dan kesepakatan C. PENYIAPAN SURAT EDARAN KDH 1. Penyusunan Rancangan Renstra-SKPD D. PENYUSUNAN RANCANGAN RPJMD 1 Penyampaian rancangan renstra SKPD 2 Verifikasi rancangan restra SKPD E. MUSRENBANG RPJMD 1. Penyiapan data dan kegiatan 2. Pelaksanaan musrenbang RPJMD 3. Perumusan hasil musrenbang RPJMD F PENYUSUNAN RANCANGAN AKHIR RPJMD 1. Perumusan rancangan akhir RPJMD Pembahasan rancangan akhir RPJMD dengan SKPD dan Kepala daerah Penyampaian rancangan akhir RPJMD kepada INSPEKTORAT untuk di reviu 4. Pelaksanaan Reviu RPJMD Penyempurnaan rancangan akhir RPJMD berdasarkan hasil reviu APIP Penyampaian rancangan akhir RPJMD untuk persetujuan Kepala daerah Penyampaian rancangan perda tentang RPJMD kepada DPRD Pembahasan rancangan perda tentang RPJMD bersama DPRD

21 NO Kegiatan Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V Bulan VI Bulan VII Persetujuan bersama perda tentang RPJMD oleh DPRD dan Kepala daerah G EVALUASI RAPERDA RPJMD 1. Penyampaian rancangan perda tentang RPJMD kepada Gubernur/Menteri Dalam Negeri untuk dievaluasi 2. Penyempurnaan ranperda RPJMD berdasarkan hasil evaluasi 3. Penetapan Perda tentang RPJMD H PENETAPAN RENSTRA-SKPD 1. Penyempurnaan rancangan akhir Renstra-SKPD berdasarkan Perda RPJMD 2. Penyampaian rancangan akhir Renstra-SKPD kepada Kepala Bappeda untuk verifikasi dan kepada APIP untuk di Reviu 3. Verifikasi Bappeda dan Reviu APIP thd rancangan akhir Renstra-SKPD 4. Pengesahan rancangan akhir Renstra-SKPD oleh KDH Agar pelaksanaan reviu dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD lebih terarah dan tepat sasaran, maka Reviu dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahapan yang disesuaikan dengan jadwal siklus perencanaan daerah, meliputi: 1. tahap perencanaan, meliputi kegiatan untuk memilih dan menentukan objek reviu, melakukan usulan penugasan reviu dan mempersiapkan bahan penyusunan Program Kerja Reviu. 2. tahap pelaksanaan, mencakup kegiatan penelaahan dan pengujian dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD yang dituangkan dalam kertas kerja reviu (KKR). 3. tahap pelaporan hasil reviu, mencakup kegiatan penyusunan Catatan Hasil Reviu (CHR) dan Laporan Hasil Reviu (LHR).

22 BAB III PERENCANAAN REVIU DOKUMEN RPJMD DAN RENSTRA SKPD Tahap perencanaan, meliputi kegiatan untuk memilih dan menentukan objek reviu, Penentuan Jadwal Reviu, melakukan usulan penugasan reviu dan mempersiapkan bahan penyusunan Program Kerja Reviu. Tahap perencanaan dilaksanakan paling lambat pada minggu pertama bulan I sejak KDH dilantik, dengan kegiatan yang dilakukan antara lain: 3.1. Persiapan Persiapan pada tahap perencanaan reviu ini, dilakukan hal-hal sebagai berikut: a. Penyusunan Program Kerja Reviu ( PKR ) PKR merupakan serangkaian prosedur, dan teknik Reviu yang disusun secara sistimatis yang harus diikuti/dilaksanakan oleh Tim Reviu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, untuk digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pada saat menguji dan meneliti dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD. Penyusunan PKR meliputi kegiatan: 1. Penentuan personil. 2. Penentuan Jadwal Reviu. 3. Penentuan Obyek, Sasaran dan Ruang Lingkup Reviu. 4. Menyusun Langkah-langkah Reviu. Contoh Program Kerja Reviu (PKR) rancangan akhir RPJMD sebagai berikut: Formulir 3.1 PKR RANCANGAN AKHIR RPJMD No Langkah-Langkah Kerja Reviu Dilaks Oleh Rencana Waktu (Jam) Realisasi KKR No. Ket. A PENGUJIAN ATAS KELENGKAPAN DOKUMEN PENDUKUNG RANCANGAN AKHIR RPJMD. Tujuan: Untuk menguji bahwa Rancangan Akhir RPJMD yang disusun telah didukung dengan dokumen perencanaan yang memadai. Dapatkan dokumen-dokumen yang diperlukan meliputi: 1 RPJPD, RPJMN, RPJMD Provinsi, RTRW; 2 Berita Acara Musrenbang RPJMD; 3 Laporan evaluasi hasil pelaksanaan RPJMD Tahun Sebelumnya; 4 Laporan hasil verifikasi rancangan Renstra- SKPD; dan

23 No Langkah-Langkah Kerja Reviu Dilaks Oleh Rencana Waktu (Jam) Realisasi KKR No. Ket. 5 Laporan Hasil Pengendalian Kebijakan Penyusunan RPJMD. B KETERHUBUNGAN DAN KESESUAIAN PROGRAM DENGAN MISI, TUJUAN, SASARAN, ARAH KEBIJAKAN STRATEGI DALAM DOKUMEN RPJMD Tujuan: Untuk menguji rumusan program dalam rancangan akhir RPJMD mendukung pencapaian sasaran RPJMD 1 Buka Dokumen RPJMD Bab 7, kemudian tentukan program pada misi ke berapa yang akan dinilai; Tuliskan nama program dan nama misi yang terkait dengan program tersebut ke dalam ke kolom tabel. 2 Buka Dokumen RPJMD Bab 5 Tuliskan tujuan serta sasaran yang relevan dengan misi dan program yang telah ditulis sebelumnya ke kolom dalam tabel. 3 Buka Dokumen RPJMD Bab 6 Tuliskan arah kebijakan dan strategi yang terkait dengan program yang telah ditulis sebelumnya ke kolom dalam tabel; Selanjutnya tuliskan indikator program yang terkait dengan program yang telah ditulis sebelumnya ke kolom dalam tabel. Penilaian Keterhubungan dan Kesesuaian Program dengan Misi, Tujuan, Sasaran, Arah Kebijakan Strategi dalam Dokumen RPJMD Tabel Setelah kolom misi, tujuan, sasaran, arah kebijakan, strategi, program dan indikator program terisi, selanjutnya lakukan penilaian: Apabila kalimat rumusan indikator program tidak terkait dengan misi, tujuan, sasaran, arah kebijakan dan strategi, maka berikan check list di dalam kolom keterhubungan lemah; Apabila kalimat rumusan indikator program terkait dengan misi, tujuan, sasaran, arah kebijakan dan strategi, maka berikan check list di dalam kolom keterhubungan kuat. 6 Buat kesimpulan. C KONSISTENSI ANTAR BAB DALAM DOKUMEN RPJMD 1. Pelajari dan cermati bagian Bab II, Bab III, Bab VII, Bab VIII dan Bab IX dokumen RPJMD Penilaian Konsistensi Antar Bab VII, Bab II, Bab VIII dan Bab IX Dalam Dokumen RPJMD Tabel Buka Bab VII (Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah) perhatikan dengan seksama setiap indikator program, kemudian periksalah : Apakah nama program sudah tertulis dengan benar? Lalu apakah indikator kinerja setiap program telah tertulis atau belum? Jika sudah, maka nilailah apakah indikator tersebut bersifat aktivitas (activity), perkiraan (proxy) atau hasil (outcome)? Sedapat mungkin indikator yang digunakan bersifat outcome.

24 No Langkah-Langkah Kerja Reviu Dilaks Oleh Rencana Waktu (Jam) Realisasi KKR No. Ket. Jika belum, maka catat dalam kolom pemeriksaan, dan beri rekomendasi agar tim penyusun RPJMD menggunakan indikator yang bersifat outcome. Selanjutnya tuliskanlah pada kolom pemeriksaan, nomor halaman dimana indikator dan nilai indikator kinerja yang harus diperbaiki pada Bab VII. Hal ini untuk memudahkan dalam melakukan koreksi 3. Buka Bab II (Gambaran Umum Kondisi Daerah) : Temukan dimana data pendukung indikator yang sebelumnya dibahas pada Bab VII. Penempatan bahasan indikator tersebut harus tepat, pada aspek dan fokus pembangunan Jika belum terdapat, maka tuliskan nomor halaman untuk menyajikan data yang harus ditambahkan tersebut pada Bab II. Kemudian, setelah menulis redaksi indikator tersebut, lalu buka kembali Bab VII untuk memeriksa kesesuaiannya dengan Bab VIII 4. Buka Bab VIII (Indikasi Rencana Program Prioritas Yang Disertai Kebutuhan Pendanaan) : Lihatlah dengan seksama apakah program pembangunan, indikator dan nilai indikator kinerja yang tertulis pada Bab VIII sudah sesuai dengan yang sudah tertulis pada Bab VII? Jika belum, maka silahkan dilengkapi. Setelah itu tuliskan nomor halaman dimana seharusnya indikator dan nilai indikator kinerja tersebut harus dilengkapi pada Bab VIII. 5. Buka Bab IX (Penetapan Indikator Kinerja Daerah) Bab IX merupakan penjabaran dari penetapan indikator kinerja daerah, maka periksalah kembali konsistensi indikator kinerja yang terdapat pada Bab IX ini dengan yang telah tertulis pada Bab VII. Jika belum sesuai, silahkan dilengkapi dan disesuaikan. Tuliskan nomor halaman yang memuat indikator tersebut seharusnya berada pada Bab IX. 6 Buat kesimpulan. D PENGINTEGRASIAN HASIL MUSRENBANG RPJMD DAERAH DALAM DOKUMEN RPJMD 1. Buka dokumen RPJMD dan berita acara Musrenbang RPJMD. Penilaian pengintegrasian Hasil Musrenbang RPJMD 2. Perhatikan dengan seksama dokumen RPJMD, apakah hasil Musrenbang dijabarkan dalam batang tubuh dokumen RPJMD? 3. Periksa apakah usulan hasil musrenbang relevan dengan program pembangunan Tabel 4.11

25 No Langkah-Langkah Kerja Reviu Dilaks Oleh Rencana Waktu (Jam) Realisasi KKR No. Ket. dalam dokumen RPJMD? Tuliskan pada kolom pemeriksaan usulan kegiatan dan program pembangunan, kemudian berikan penilaian. 6 Buat kesimpulan. E KESELARASAN ANTARA DOKUMEN RPJMD DENGAN DOKUMEN RTRW 1 Perhatikan dengan seksama lokasi dan program pemanfaatan ruang dalam Bab II dan Bab IV RPJMD, kemudian nilailah apakah telah sesuai dengan rencana struktur ruang wilayah dan Lampiran Indikasi Program Pemanfaatan Ruang pada dokumen RTRW? Pengujian Keselarasan Tata RTRW dalam Kebijakan Kewilayahan Dokumen RPJMD 2. Jika telah sesuai, berikan keterangan penilaian kesesuaian dalam kolom pemeriksaan. 3. Jika belum sesuai, berikan keterangan penilaian kesesuaian dalam kolom pemeriksaan dan berikan saran perbaikan, serta cantumkan no halaman dimana pembahasan harus ditambahkan dalam Bab II dan Bab IV RPJMD. 4. Buat kesimpulan. F KESELARASAN ANTARA DOKUMEN RPJMD DENGAN DOKUMEN RPJMN Sasaran Pembangunan Nasional 1 Pelajari dan cermati bagian Bab V dokumen RPJMN Buku 1 dan Bab V dokumen RPJMD Pengujian atas Keselarasan antara dokumen RPJMD dengan sasaran pembangunan nasional dalam RPJMN 2 Lihatlah Tabel 5.1 pada Sub Bab V.4 tentang Sasaran Pokok Pembangunan Nasional dalam RPJMN Buku 1, kemudian tuliskan sasaran pokok pembangunan secara berurutan ke dalam Tabel KKR pada tabel penilaian (KKR). 3 Perhatikan dengan seksama sasaran pokok pembangunan RPJMN yang telah dituliskan, kemudian periksa Apakah di dalam tujuan dan sasaran RPJMD telah terakomodasi sasaran-sasaran pokok pembangunan RPJMN? 4 Pelajari dan periksa dengan seksama sasaran pada Bab V RPJMD, kemudian isi checklist ( ) ada jika sasaran pokok pembangunan RPJMN terakomodasi. 5 Isilah target sasaran, kemudian berikan rekomendasi target sasaran hingga akhir periode RPJMD pada Tabel KKR. Jika sasaran tidak terakomodasi isilah checklist ( ) Tidak dalam kolom. 6 Buat kesimpulan. 1 Lihatlah 9 agenda pembangunan nasional dalam Bab VI dokumen RPJMN Buku 1, kemudian tuliskan 9 agenda pembangunan tersebut ke dalam Tabel KKR (perhatikan contoh). Tabel 4.13 Tabel 4.15

26 No Langkah-Langkah Kerja Reviu Dilaks Oleh Rencana Waktu (Jam) Realisasi KKR No. Ket. Pengujian Pengujian atas Keselarasan antara dokumen RPJMD dengan Agenda pembangunan nasional dalam RPJMN Tabel Lihatlah dengan seksama kebijakan umum pada Bab VII dokumen RPJMD, kemudian lakukan identifikasi kebijakan umum mana saja yang memiliki kesesuaian dengan 9 agenda pembangunan nasional? 3. Jika ada, isi checklist ( ) pada kolom ada, kemudian tuliskan program yang memiliki kesesuaian tersebut pada Tabel KKR. Jika tidak ada, isi checklist ( ) pada kolom Tidak. Berikan rekomendasi jika diperlukan. 4. Buat kesimpulan. Pengujian atas Keselarasan antara Program Pembangunan RPJMD dengan Prioritas Pembangunan Nasional dalam RPJMN 1. Telaah dokumen RPJMN Buku III bagian Prioritas Program Pembangunan yang terdapat pada Bab II, III, IV, V, VI, VII, VIII dan Pelajari dan cermati Bab VII RPJMD tentang program pembangunan daerah. 2. Tuliskan Prioritas Program Pembangunan dalam RPJMN Buku III sesuai dengan wilayah berkenaan pada Tabel KKR. 3. Periksa Program Prioritas Pembangunan tersebut, kemudian periksa Apakah di dalam RPJMD terdapat program yang dapat mengakomodasi Prioritas Program Pembangunan untuk masing-masing wilayah? 4. Pelajari dan periksa dengan seksama program pembangunan daerah dalam Bab VII RPJMD. Lakukan identifikasi program pembangunan daerah mana saja yang sesuai dengan prioritas program dalam RPJMN Isilah checklist ( ) ada jika terdapat kesesuaian, dan tuliskan program yang sesuai dalam Tabel KKR. Isilah checklist ( ) Tidak jika tidak ada program prioritas yang terakomodasi dalam RPJMD. Berikan rekomendasi jika diperlukan. F KETERHUBUNGAN DAN KESESUAIAN ANTARA DOKUMEN RPJMD DENGAN DOKUMEN RPJPD. 1 Bukalah dokumen RPJMD Bab V tentang Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran serta membuka Dokumen RPJPD Bab V tentang Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Panjang Daerah. Penilaian Keselarasan Misi RPJMD dengan Misi RPJPD Periode Perhatikan dengan seksama Misi Kepala Daerah dalam Bab V RPJMD, kemudian tulislah dalam Tabel KKR. 3. Uji apakah Misi dalam RPJMD selaras dengan Misi dalam RPJPD? 4. Perhatikan dengan seksama sasaran Visi Misi dalam Bab V RPJMD dengan sasaran pokok dalam Bab V RPJPD, uji apakah sudah selaras. Tabel 4.19

27 No Langkah-Langkah Kerja Reviu Dilaks Oleh Rencana Waktu (Jam) Realisasi KKR No. Ket. 5. Perhatikan dan cermati Misi dalam Bab V RPJPD. Kemudian nilailah apakah rangkaian misi dalam RPJPD terakomodasi dalam misi RPJMD. 6. Jika ya, isilah checklist ( ) Ya dalam kolom, disertai dengan melengkapi kolom misi RPJPD sebagai bukti bahwa misi tersebut benar-benar memiliki keselarasan. Jika tidak, isilah checklist ( ) Tidak dalam kolom. 7. Berikan rekomendasi terkait keselarasan/ ketidakselarasan pada kolom rekomendasi. Contoh Program Kerja Reviu (PKR) rancangan akhir Renstra-SKPD sebagai berikut: Formulir 3.2 PKR RANCANGAN AKHIR RENSTRA-SKPD No Langkah-Langkah Kerja Reviu Dilaks Oleh Rencana Waktu (Jam) Realisasi KKR No. Ket. A. PENGUJIAN ATAS KELENGKAPAN DOKUMEN PENDUKUNG REVIU RANCANGAN AKHIR RENSTRA- SKPD. Tujuan: Untuk menguji bahwa Rancangan Akhir RENSTRA-SKPD yang disusun telah didukung dengan dokumen perencanaan yang memadai. Dapatkan dokumen-dokumen yang diperlukan meliputi: 1. Perda tentang RPJMD; 2. Dokumen rancangan akhir Renstra-SKPD; 3. Laporan Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renstra- SKPD periode sebelumnya; 4. Laporan Hasil Pengendalian Kebijakan Penyusunan Renstra-SKPD. B. KETERHUBUNGAN DAN KESESUAIAN PROGRAM DAN KEGIATAN DENGAN TUJUAN, DAN SASARAN SKPD DALAM DOKUMEN RENSTRA-SKPD Tujuan: Untuk menguji rumusan program dalam rancangan akhir Renstra-SKPD mendukung pencapaian sasaran Renstra-SKPD 1. Pelajari dan cermati bagian Bab II, Bab IV dan Bab V Renstra-SKPD. Penilaian Kelengkapan Indikator dan Capaian Kinerja pada Bab V serta Konsistensinya dengan Bab II Tabel Tuliskan pada kolom tabel instrumen penilaian (Tabel 4.21), dokumen Renstra SKPD mana yang anda Reviu? Serta tuliskan urusan yang menjadi kewenangan SKPD tersebut. 3. Lihatlah tabel Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif pada Bab V. Apakah nama program dan kegiatan SKPD sudah tertulis dengan benar? Lalu apakah indikator kinerja setiap program SKPD telah tertulis atau belum? Jika sudah, tuliskanlah. Jika belum, maka beri keterangan kolom pemeriksaan dan beri

28 No Langkah-Langkah Kerja Reviu Dilaks Oleh Rencana Waktu (Jam) Realisasi KKR No. Ket. rekomendasi untuk melengkapinya, disertai dengan menuliskan nomor halaman. Selanjutnya, lihatlah apakah seluruh kegiatan SKPD telah dilengkapi dengan target capaian kinerja? Jika belum, tulislah dalam kolom pemeriksaan dan berikan rekomendasi agar target kinerja tersebut diisi. 4. Cermati Bab II, temukan pembahasan data pendukung setiap indikator yang sebelumnya diamati pada Bab V. Jika tidak ada, tuliskan nomor halaman dimana data tersebut harus dilengkapi, kemudian lengkapilah data tersebut. C. KONSISTENSI ANTAR BAB DALAM DOKUMEN RENSTRA-SKPD Tujuan: Untuk menguji rumusan Kegiatan Terhadap Strategi dan Arah Kebijakan SKPD 1. Pelajari dan cermati Bab V dan Bab IV Penilaian Keterhubungan Kegiatan Terhadap Strategi dan Arah Kebijakan SKPD Tabel Lihat Bab V, kemudian tulislah nama program SKPD dan setiap kegiatannya ke dalam kolom pemeriksaan (Tabel 4.22). 3. Buka tabel strategi dan arah kebijakan dalam Bab IV, periksalah apakah setiap kegiatan SKPD yang telah tertulis dalam kolom pemeriksaan memiliki keterhubungan dengan setidaknya satu strategi dan arah kebijakan dalam Bab IV tersebut? 4. Jika ya, tuliskan pada kolom pemeriksaan, strategi dan arah kebijakan yang relevan dengan setiap kegiatan SKPD. Setelah itu berikan argumentatif penilaian keterhubungan dengan mengisi kolom interpretasi keterhubungan. 5. Jika tidak, berikan penilaian bahwa kegiatan tersebut tidak relevan dan berilah rekomendasi untuk mengantinya atau menghapusnya D. KONSISTENSI & KETERHUBUNGAN ANTARA DOKUMEN RENSTRA SKPD DENGAN DOKUMEN RPJMD Tujuan: Untuk menguji rumusan indikator dan pagu program serta kegiatan dalam Renstra SKPD telah konsisten dan relevan dengan RPJMD 1. Pelajari dan cermati bagian Bab V Renstra SKPD dan Bab VIII RPJMD. Penilaian Konsistensi Indikator Kinerja Renstra SKPD dengan RPJMD Tabel Tuliskan pada kolom tabel penilaian, dokumen Renstra SKPD mana yang anda Reviu? Serta tuliskan urusan yang menjadi kewenangan SKPD tersebut. 3. Perhatikan Bab V Renstra SKPD, amati dengan seksama masing-masing indikator program yang sesuai dengan urusan SKPD, lalu tuliskan indikator tersebut serta nomor halamannya di Perhatikan Bab VIII RPJMD, amati dengan seksama indikator program yang yang sesuai urusan SKPD, lalu tuliskan indikator tersebut, serta cantumkan nomor halamannya di dalam kolom. Kemudian periksalah : Apakah nama indikator program dalam Bab V Renstra SKPD telah konsisten dengan indikator program Bab VIII RPJMD? Jika tidak, berikan keterangan dan berikan rekomendasi perbaikan pada 0.

29 No Langkah-Langkah Kerja Reviu Dilaks Oleh Rencana Waktu (Jam) Realisasi KKR No. Ket. Penilaian Konsistensi Pagu Indikatif Program dalam Renstra SKPD dengan RPJMD 5. Perhatikan total biaya program dalam Bab V Renstra SKPD dan pagu indikatif program dalam Bab VIII RPJMD. Tuliskan keduanya pada kolom Tabel 4.24, disertai dengan nomor halaman masing-masing untuk memudahkan pemeriksaan. 6. Periksa apakah total biaya program dalam Renstra SKPD lebih/kurang dari nilai pagu indikatif dalam RPJMD? Jika ya, isi pada kolom keterangan, serta berikan rekomendasi. Penilaian Keterhubungan Kegiatan Renstra SKPD Terhadap Pencapaian Program Prioritas Pembangunan RPJMD 7. Cermati Bab V Renstra SKPD dan Bab VIII RPJMD. 8. Tuliskan dalam tabel penilaian Tabel 4.25 program-program yang tertera pada Bab VIII RPJMD yang sesuai dengan urusan SKPD serta tuliskan nomor halaman. 9. Selanjutnya tuliskan kegiatan-kegiatan yang tertera pada Bab V Renstra SKPD sesuai dengan program yang telah ditulis sebelumnya. Kemudian berikan penilaian : Apakah kegiatan-kegiatan dalam Renstra SKPD relevan dengan program RPJMD? Jika ya/tidak, tuliskan penjelasan argumentatif pada kolom keterhubungan, serta tuliskan rekomendasi untuk penyesuaian kegiatan (jika diperlukan). Tabel 4.24 Tabel 4.25 b. Internal Briefing Tim Reviu melakukan internal briefing dalam mempersiapkan anggota tim berupa perumusan dan pemahaman terhadap tujuan Reviu, sasaran Reviu, penyusunan Program Kerja Reviu (PKR), dan perencanaan waktu Reviu. Setelah selesai menyusun PKR, Tim Reviu mengajukan Nota Dinas ke Inspektur tentang rencana kegiatan Reviu tersebut Pelaksanaan Tahap Perencanaan Reviu Pelaksanaan pada tahap perencanaan reviu dilaksanakan paling lambat Minggu ke-4 bulan I sejak KDH dilantik, dengan langkah-langkah antara lain sebagai berikut: a. Koordinasi Penyelarasan PKR dengan jadwal perencanaan pembangunan daerah. APIP provinsi/kabupaten/kota berkoordinasi dengan unsur pimpinan TIM Penyusun RPJMD (Sekretaris Daerah selaku penanggungjawab, Kepala SKPD bidang perencanaan selaku koordinator) yang bertujuan untuk: 1. menyelaraskan PKR dan Jadwal Reviu dengan jadwal penyusunan RPJMD dan Renstra-SKPD;

30 mendapatkan informasi/dokumen kebijakan pemerintah daerah terkait perencanaan jangka menengah dan dokumen lainnya yang dianggap perlu dan tersedia; 3. mengidentifikasi permasalahan awal yang berkaitan dengan perencanaan jangka menengah. Melalui koordinasi tersebut diharapkan akan menghasilkan pelaksanaan reviu yang efektif dan efisien. b. Pembentukan Tim Dalam rangka pelaksanaan reviu dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD, pimpinan APIP provinsi/kabupaten/kota membentuk Tim Reviu. Pembentukan tim reviu dilaksanakan dengan mempertimbangkan persyaratan kompetensi teknis yang secara kolektif harus dipenuhi. Susunan Tim reviu sekurang-kurangnya terdiri dari: 1. Penanggungjawab (Pimpinan APIP); 2. Dalnis/Irban/Supervisor; 3. Ketua Tim; dan 4. Anggota tim disesuaikan dengan kebutuhan. Penentuan Dalnis/Irban/Supervisor dilaksanakan dengan mempertimbangkan azas senioritas dan pangkat/golongan. Sebagai dasar pelaksanaan reviu, pimpinan APIP menerbitkan surat tugas reviu. Surat tugas tersebut sekurang-kurangnya menjelaskan mengenai pemberi tugas, susunan tim, ruang lingkup reviu, lokasi serta waktu pelaksanaan reviu. c. Pertemuan Awal (Entry Briefing) Tim Reviu bertemu dengan Tim Penyusun RPJMD dan seluruh Kepala SKPD, untuk menyampaikan maksud dan tujuan Reviu, dilaksanakan paling lambat Minggu ke-2 Bulan IV sejak KDH dilantik. d. Penyiapan instrumen. 1. reviu dokumen RPJMD a) APIP provinsi/kabupaten/kota menyampaikan Surat kepada Tim Penyusun RPJMD perihal permintaan dokumen rancangan akhir RPJMD dan laporan hasil verifikasi rancangan Renstra-SKPD, paling lambat pada Minggu ke-3 Bulan IV sejak KDH dilantik. b) Penyampaian dokumen rancangan akhir RPJMD oleh Tim Penyusun RPJMD kepada APIP provinsi/kabupaten/kota dilakukan paling lambat Minggu ke-4 Bulan IV sejak KDH dilantik, yang disertai dengan: 1) Surat pengantar yang ditandatangani oleh Ketua Tim Penyusun RPJMD; 2) Dokumen rancangan akhir RPJMD; 3) Berita Acara Musrenbang RPJMD;

31 - 27-4) Laporan evaluasi hasil pelaksanaan RPJMD Tahun Sebelumnya; 5) Laporan hasil verifikasi rancangan Renstra-SKPD; dan 6) Laporan Hasil Pengendalian Kebijakan Penyusunan RPJMD. c) APIP provinsi/kabupaten/kota menghimpun instrumen-instrumen yang akan digunakan dalam melakukan reviu dokumen RPJMD, seperti dokumen: 1) RPJPD, RPJMN, RPJMD Provinsi (utk kab/kota), RTRW; 2) Surat KDH perihal Pedoman Penyusunan Renstra-SKPD; 3) LHR Dokumen RPJMD periode sebelumnya; 4) Standar biaya dan standar satuan harga yang berlaku, kebijakan pemerintah, peraturan terkait dengan tugas dan fungsi SKPD, dan sebagainya. 2. reviu dokumen Renstra-SKPD a) APIP provinsi/kabupaten/kota menyampaikan Surat kepada seluruh Kepala SKPD perihal permintaan dokumen rancangan akhir Renstra- SKPD, paling lambat pada Minggu ke-4 Bulan VI setelah KDH dilantik. b) Penyampaian rancangan akhir Dokumen Renstra-SKPD oleh Kepala SKPD kepada APIP provinsi/kabupaten/kota bersamaan dengan jadwal penyampaian rancangan akhir Renstra-SKPD kepada Bappeda dalam rangka verifikasi, yang disertai dengan: 1) Surat pengantar yang ditandatangani oleh Kepala SKPD; 2) Surat Pernyataan Kepala SKPD penanggung jawab Renstra-SKPD; 3) Laporan Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renstra-SKPD periode sebelumnya; 4) Dokumen rancangan akhir Renstra-SKPD; 5) Laporan Hasil Pengendalian Kebijakan Penyusunan Renstra-SKPD. c) APIP provinsi/kabupaten/kota menghimpun instrumen-instrumen yang akan digunakan dalam melakukan reviu dokumen rancangan akhir Renstra-SKPD, seperti dokumen: 1) Perda tentang RPJMD; 2) Surat Edaran KDH perihal Pedoman penyusunan Renstra-SKPD; 3) LHR Dokumen Renstra-SKPD periode sebelumnya; 4) standar biaya dan standar satuan harga yang berlaku, kebijakan pemerintah, peraturan terkait dengan tugas dan fungsi SKPD, dan sebagainya.

32 BAB IV PELAKSANAAN REVIU DOKUMEN RPJMD DAN RENSTRA SKPD Tahap pelaksanaan, mencakup kegiatan penelaahan dan pengujian dokumen RPJMD dan Renstra-SKPD berdasarkan PKR yang telah ditetapkan dan dituangkan dalam kertas kerja reviu (KKR) Reviu Dokumen RPJMD Dilaksanakan paling lambat Minggu ke-1 Bulan V sejak KDH dilantik. a. Fokus Reviu Menguji bahwa rumusan rancangan akhir RPJMD telah berpedoman pada RPJPD dan RTRW, mengacu pada RPJMN dan memperhatikan RTRW daerah lainnya, dengan cara meniliti: 1. Keterhubungan dan kesesuaian Program dengan Misi, Tujuan, Sasaran, Arah Kebijakan Strategi dalam Dokumen RPJMD. Dengan langkah kerja reviu sebagai berikut: a) Buka Dokumen RPJMD Bab 7 (Tabel Kebijakan Umum dan Program Pembangunan daerah), kemudian tentukan program pada misi ke berapa yang akan dinilai; b) Tuliskan nama program dan nama misi yang terkait dengan program tersebut ke dalam ke kolom tabel penilaian.

33 Tabel 4.1 Kebijakan Umum dan Program Pembangunan daerah (Contoh) c) Buka Dokumen RPJMD Bab 5 (Tabel Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran) Tuliskan tujuan serta sasaran yang relevan dengan misi dan program yang telah ditulis sebelumnya ke kolom dalam tabel.

34 Tabel 4.2 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran d) Buka Dokumen RPJMD Bab 6 (Tabel Strategi dan Arah Kebijakan) Tuliskan arah kebijakan dan strategi yang terkait dengan program yang telah ditulis sebelumnya ke kolom dalam tabel; Selanjutnya tuliskan indikator program yang terkait dengan program yang telah ditulis sebelumnya ke kolom dalam tabel. Tabel 4.3 Strategi dan Arah Kebijakan (contoh) No Sasaran Strategi Arah Kebijakan 1 Meningkatnya tata kelola pemerintahan dalam upaya meningkatkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan pelayanan publik secara profesional Peningkatan pelayanan publik yang prima berbasis IT Peningkatan kapasitas aparatur Peningkatan pengelolaan perpustakaan dan arsip pemerintah daerah secara profesional Peningkatan akses informasi publik yang akurat dan up to date Pengembangan sistem penanggulangan bencana yang responsif Peningkatan tata kelola pemerintahan

35 No Sasaran Strategi Arah Kebijakan Meningkatnya transparansi dan akuntabilitas kinerja dan pengelolaan keuangan daerah 3 Meningkatnya akses dan mutu pendidikan 4 Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Menerapkan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan Meningkatkan pelayanan pendidikan yang merata dan terjangkau Meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat yang merata dan terjangkau Penataan organisasi/kelembagaan Peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah secara terpadu Peningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan asset daerah Peningkatan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa Peningkatan akses PAUD dan pendidikan dasar yang bermutu dan terjangkau Peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan serta kualitas manajemen pendidikan Peningkatan kualitas peran pemuda dan prestasi olah raga Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan Peningkatan akses kesehatan masyarakat Peningkatan kualitas layanan kesehatan Peningkatan kemandirian masyarakat dalam penerapan PHBS Penerapan jaminan kesehatan masyarakat dan pemenuhan pelayanan kesehatan dasar Peningkatan ketahanan keluarga dan program keluarga berencana e) Setelah kolom misi, tujuan, sasaran, arah kebijakan, strategi, program dan indikator program terisi, selanjutnya lakukan penilaian: Apabila kalimat rumusan indikator program tidak terkait dengan misi, tujuan, sasaran, arah kebijakan dan strategi, maka berikan check list di dalam kolom keterhubungan lemah. Apabila kalimat rumusan indikator program terkait dengan misi, tujuan, sasaran, arah kebijakan dan strategi, maka berikan check list di dalam kolom keterhubungan kuat.

36 Tabel 4.4 Penilaian Keterhubungan dan Kesesuaian Program dengan Misi, Tujuan, Sasaran, Arah Kebijakan Strategi dalam Dokumen RPJMD (Contoh KKR) VISI: MAJU DAN SEJAHTERA BERSAMA RAKYAT 2. Konsistensi Antar Bab dalam Dokumen RPJMD. Dengan langkah kerja reviu sebagai berikut: Pelajari dan cermati bagian Bab II, Bab III, Bab VII, Bab VIII dan Bab IX.

37 a) Buka Bab VII (Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah) perhatikan dengan seksama setiap indikator program, kemudian periksalah : 1) Apakah nama program sudah tertulis dengan benar? 2) Apakah indikator kinerja setiap program telah tertulis atau belum? 3) Jika sudah, pastikan indikator yang digunakan bersifat outcome. 4) Jika belum, maka catat dalam kolom pemeriksaan, dan beri rekomendasi agar tim penyusun RPJMD menggunakan indikator yang bersifat outcome. 5) Selanjutnya tuliskanlah pada kolom pemeriksaan, nomor halaman dimana indikator dan nilai indikator kinerja yang harus diperbaiki pada Bab VII. Hal ini untuk memudahkan dalam melakukan koreksi. b) Buka Bab II (Gambaran Umum Kondisi Daerah) : 1) Temukan dimana data pendukung indikator yang sebelumnya dibahas pada Bab VII. Penempatan bahasan indikator tersebut harus tepat, pada aspek dan fokus pembangunan 2) Jika belum terdapat, maka tuliskan nomor halaman untuk menyajikan data yang harus ditambahkan tersebut pada Bab II. 3) Kemudian, setelah menulis redaksi indikator tersebut, lalu buka kembali Bab VII untuk memeriksa kesesuaiannya dengan Bab VIII. (Indikasi Rencana Program Prioritas Yang Disertai Kebutuhan Pendanaan) :

38 Tabel 4.5 Indikasi Rencana Program Prioritas yang Disertai Kebutuhan Pendanaan. (Contoh) 1) Lihatlah dengan seksama apakah program pembangunan, indikator dan nilai indikator kinerja yang tertulis pada Bab VIII sudah sesuai dengan yang sudah tertulis pada Bab VII? Jika belum, maka silahkan dilengkapi. 2) Tuliskan nomor halaman dimana seharusnya indikator dan nilai indikator kinerja tersebut harus dilengkapi pada Bab VIII. 3) Selanjutnya pemeriksaan diarahkan pada Bab IX. c) Buka Bab IX (Penetapan Indikator Kinerja Daerah) :

39 Tabel 4.6 Indikator Kinerja Daerah. (Contoh) 1) Bab IX merupakan penjabaran dari penetapan indikator kinerja daerah, maka periksalah kembali konsistensi indikator kinerja yang terdapat pada Bab No. Fokus/Bidang Urusan/ Indikator Kinerja Pembangunan Daerah Kondisi Kinerja pada awal periode RPJMD Target Capaian Setiap Tahun IX ini dengan yang telah tertulis pada Bab VII, jika belum sesuai, silahkan dilengkapi dan disesuaikan. 2) Tuliskan nomor halaman yang memuat indikator tersebut seharusnya berada pada Bab IX. Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD (2021) ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi 1 Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Umum, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian 1.1 Pertumbuhan PDRB (%) 5,53 5,6 5,83 6,01 6,2 6,2 Balitbangtik 1.2 PDRB ADH berlaku per kapita (Juta Rp.) 10,800, ,111, ,430, ,759, ,097, ,445, ,445, Balitbangtik 1.3 PDRB ADH konstan per kapita (Juta Rp.) 8,689, ,802, ,916, ,032, ,150, ,269, ,269, Balitbangtik 1.4 Inflasi(%) 8,6 7,03 6,86 6,41 6,13 6,03 6,03 Balitbangtik 1.5 Angka Kemiskinan (%) 15,75 14,8 14,13 13,75 13,33 12,85 12,85 Balitbangtik 1.6 Angka kriminalitas yang tertangani(%) Balitbangtik Fokus Kesejahteraan Sosial 1 Pendidikan 1.1 Angka Melek Huruf (AHM) pada usia 15 s/d 59 th 92,83 93,33 93,83 94,33 94,83 95,33 95,33% Disdik 1.2 Angka rata-rata lama sekolah (tahun) 7,27 7,31 7,35 7,4 7,45 7,5 7,5 Disdik 1.3 Harapan lama sekolah 11,77 12,08 12,25 12,41 12,58 12,74 12,74 Disdik 2 Kesehatan 2.1 Angka Kelangsungan Hidup Bayi 92,23 93,36 93,86 94,32 94,75 95,15 95,15 Dinkes 2.2 Dst... SKPD

40 36 d) Kemudian buka Bab III (Gambaran Pengelolaan Keuangan Serta Kerangka Pendanaan) : Tabel 4.7 Kerangka Pendanaan Alokasi Kapasitas Keuangan Daerah (contoh) NO A URAIAN KAPASITAS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH APBD PROYEKSI ,552,505 1,556,471 1,637,687 1,703,348 1,764,430 1,821,699 1 PENDAPATAN 1,512,334 1,526,752 1,609,369 1,675,379 1,737,763 1,796,285 2 Sisa Lebih (Riil) Perhitungan Anggaran 40,171 29,718 28,318 27,968 26,668 25,414 B BELANJA DAERAH 1,549,555 1,553,521 1,634,737 1,700,398 1,761,480 1,818,749 1 BELANJA TIDAK LANGSUNG 1,039,733 1,000,404 1,041,514 1,076,445 1,101,794 1,133,401 PRIORITAS I 1,021, ,468 1,023,579 1,058,509 1,083,858 1,115,465 a Gaji Dan Tunjangan 699, , , , , ,044 b Tambahan Penghasilan PNS 3,067 3,358 3,676 4,023 4,404 4,404 c d e f g h Belanja Penerimaan Lainnya Pimpinan Dan Anggota DPRD Serta KDH/WKDH Belanja Bantuan Kepada Partai Politik Bagi hasil Kpd Prop/Kab/Kota dan Pemdes Insentif Pemungutan Pajak Daerah Insentif Pemungutan retribusi Daerah Belanja Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Daerah/Pemerintahan Desa Lainnya 3,524 3,610 3,657 3,706 3,749 3, ,860 5,204 5,571 6,014 6,270 6,270 1,306 1,340 1,372 1,404 1,442 1, ,041 1,213 1,283 1, , , , , , ,288 PRIORITAS III 17,936 17,936 17,936 17,936 17,936 29,953 a Belanja Hibah 9,600 9,600 9,600 9,600 9,600 21,617 b Belanja Bantuan Sosial 6,407 6,407 6,407 6,407 6,407 6,407 c Belanja Tidak Terduga 1,930 1,930 1,930 1,930 1,930 1,930 2 BELANJA LANGSUNG 509, , , , , ,332 PRIORITAS I 10,024 17,936 12,129 12,357 13,721 14,236 a Belanja Jasa Kantor 9,600 12,061 12,288 13,652 14,168 14,851 b Belanja Beasiswa Pendidikan PNS 6, PRIORITAS II 499, , , , , ,412 C PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH 2,950 2,950 2,950 2,950 2,950 2,950 PRIORITAS I 2,950 2,950 2,950 2,950 2,950 2,950 a Penyertaan Modal (Investasi) Pemda Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) 2,600 2,600 2,600 2,600 2,600 2,600 b Dana Bergulir SURPLUS (DEFISIT) = A-(B+C)

41 37 Tabel 4.8 Alokasi Kapasitas Keuangan Daerah Menurut Kelompok Prioritas (contoh) ALOKASI JENIS DANA APBD 2016 PROYEKSI (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) PRIORITAS I 66,65 1,034,771 64,09 997,547 63,44 1,038,886 63,12 1,075,180 62,40 1,101, ,133,335 BELANJA TIDAK LANGSUNG BELANJA LANGSUNG PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH 65,82 1,021,797 63,12 982,468 62,50 1,023,579 62,14 1,058,509 61,43 1,083,858 61,23 1,115,465 0,65 10,024 0,78 12,129 0,75 12,357 0,81 13,721 0,81 14,236 0,82 14,920 0,19 2,950 0,19 2,950 0,18 2,950 0,17 2,950 0,17 2,950 0,16 2,950 PRIORITAS II 32,19 499,798 34,76 540,987 35,47 580,865 35,83 610,232 36,58 645, ,412 PRIORITAS III 1,16 17,936 1,15 17,936 1,10 17,936 1,05 17,936 1,02 17, ,953 JUMLAH 100 1,552, ,556, ,637, ,703, ,764, ,821,699 Prioritas I: dialokasikan untuk mendanai Pengeluaran Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama. Prioritas II, dialokasikan untuk pendanaan: a. Program prioritas dalam rangka pencapaian visi misi KDH, yang merupakan program pembangunan daerah dengan tema atau program unggulan Kepala Daerah sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN maupun RPJMD Provinsi termasuk untuk prioritas bidang pendidikan dan bidang kesehatan. b. Program prioritas dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah yang paling berdampak luas pada masing-masing segmentasi masyarakat yang dilayani sesuai dengan prioritas dan permasalahan yang dihadapi berhubungan dengan layanan dasar serta tugas dan fungsi SKPD. Prioritas III: merupakan prioritas yang dimaksudkan untuk alokasi belanja-belanja tidak langsung seperti: belanja hibah, belanja bantuan sosial kemasyarakatan, belanja bantuan keuangan dan pemerintahan desa, belanja tidak terduga.

42

43 39 Program/Bidang Bidang Pendidikan Program pendidikan anak usia dini Program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun Indikator Tabel 4.9 Penilaian Konsistensi Antar Bab VII, Bab II, Bab VIII dan Bab IX Dalam Dokumen RPJMD (Contoh KKR) Jenis Indikator Bab VII Bab II Bab VIII Bab IX Konsisten No. Halaman Konsistensi No. Perlu Data Bab II Jika tidak, dengan Jika tidak, Saran Halaman penempatan dengan Halaman Perbaikan yang harus saran Indikator saran Perbaikan pada yang indikator pada Indikator dilengkapi perbaikan pada Bab perbaikan Bab VII disarankan pada bab VII Bab VIII VII APK PAUD outcome tdk VII Ya VIII-23 ya Angka partisipasi murni (APM) outcome tdk Indikator ini dimasukan pada Tabel 9.4 No. Halaman pada Bab IX IX-31 Tabel 4.10 SKPD (Prioritas I/II/III) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bab III Tahun 2014 Alokasi Anggaran (Rp) No Halaman Pada Dokumen Bab III Jumlah Program Tahun 2014 Total Anggaran (Rp) Bab VIII Konsistensi dari Bab III Melampaui No Halaman Pada Dokumen Bab VIII Saran Perbaikan III VIII-27 Konfirmasi dengan SKPD terkait Kurang Penilaian Konsistensi Antar Bab III dengan Bab VIII Dalam Dokumen RPJMD (Contoh KKR) 1) Lihatlah tabel rencana alokasi belanja, kemudian periksa jumlah alokasi anggaran untuk setiap SKPD/OPD, apakah sama dengan jumlah alokasi anggaran program SKPD/OPD yang terdapat pada Bab VIII? 2) Jika tidak sama (melampaui/kurang), maka penyesuaian dilakukan pada anggaran program SKPD/OPD di Bab VIII.

44 Pengintegrasian hasil Musrenbang RPJMD daerah dalam dokumen RPJMD. Dengan langkah reviu sebagai berikut: a. Buka dokumen RPJMD dan berita acara Musrenbang RPJMD. b. Perhatikan dengan seksama dokumen RPJMD, apakah hasil Musrenbang dijabarkan dalam batang tubuh dokumen RPJMD? c. Jika sudah, apakah usulan hasil musrenbang relevan dengan program pembangunan dalam dokumen RPJMD? Tuliskan pada kolom pemeriksaan usulan kegiatan dan program pembangunan, kemudian berikan penilaian. d. Jika belum, silahkan isi kolom rekomendasi. Tabel 4.11 Penilaian pengintegrasian Hasil Musrenbang RPJMD dalam dokumen RPJMD. (Contoh KKR) No. Usulan Kegiatan/Program dalam Musrenbang RPJMD Apakah usulan kegiatan dari pelaksanaan Musrenbang relevan dengan sasaran pembangunan dalam RPJMD? Ya Tidak Sasaran Pembangunan dalam RPJMD Catatan 1. pengembangan pengelolaan air bersih/air minum Meningkatnya layanan infrastruktur dasar yang menjangkau seluruh wilayah 2. pembangunan saluran drainase/gorong-gorong Meningkatnya layanan infrastruktur dasar yang menjangkau seluruh wilayah 4. Keselarasan antara dokumen RPJMD dengan dokumen RTRW. Bab V dokumen RTRW (RENCANA STRUKTUR DAN POLA RUANG) dan Bab II dan IV dokumen RPJMD.

45 CONTOH RTRW

46 CONTOH BAB IV RPJMD

47 Tabel 4.12 Lampiran Indikasi Program Pemanfaatan Ruang a. Perhatikan dengan seksama lokasi dan program pemanfaatan ruang dalam Bab II dan Bab IV RPJMD, kemudian nilailah apakah telah sesuai dengan rencana struktur ruang wilayah dan Lampiran Indikasi Program Pemanfaatan Ruang pada dokumen RTRW? b. Jika telah sesuai, berikan keterangan penilaian kesesuaian dalam kolom pemeriksaan. c. Jika belum sesuai, berikan keterangan penilaian kesesuaian dalam kolom pemeriksaan dan berikan saran perbaikan, serta cantumkan no halaman dimana pembahasan harus ditambahkan dalam Bab II dan Bab IV RPJMD.

48 Tabel 4.13 Pengujian Keselarasan Tata Ruang (RTRW) dalam Kebijakan Kewilayahan Dokumen RPJMD Bab II & Lampiran Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Dokumen RTRW Bab II dan IV Dokumen RPJMD Lokasi Rencana Wilayah Pengembangan dalam RTRW Provinsi Jawa Barat Tahun Kebijakan Kewilayahan dalam RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun Kesesuaian dengan dokumen RTRW Ya Tidak Saran Perbaikan Halaman penempatan yang disarankan 1. Mengembangkan industri tekstil; Mengembangkan industri pertanian Wilayah Purwakarta Diarahkan untuk kegiatan industri nonpolutif dan non-ekstraktif atau tidak mengganggu irigasi dan cadangan air, industri kreatif, pariwisata dan agroindustri, serta kegiatan pertambangan mineral logam dan non-logam. 2. Mengembangkan industri pengecoran dan peleburan logam 3. Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah berbasis insenerator Mengembangkan industri peternakan Mengembangkan sentra produksi pupuk kandang

49 Keselarasan antara dokumen RPJMD dengan dokumen RPJMN. Dengan langkah Reviu sebagai berikut: Pelajari dan cermati bagian Bab V dokumen RPJMN Buku 1 dan Bab V dokumen RPJMD. Tabel 4.14 SASARAN POKOK PEMBANGUNAN NASIONAL RPJMN a. Lihatlah Tabel 5.1 pada Sub Bab V.4 tentang Sasaran Pokok Pembangunan Nasional dalam RPJMN Buku 1, kemudian tuliskan sasaran pokok pembangunan secara berurutan ke dalam Tabel KKR pada tabel penilaian (Tabel 4.15). b. Perhatikan dengan seksama sasaran pokok pembangunan RPJMN yang telah dituliskan, kemudian periksa apakah di dalam tujuan

50 dan sasaran RPJMD telah terakomodasi sasaran-sasaran pokok pembangunan RPJMN? c. Pelajari dan periksa dengan seksama sasaran pada Bab V RPJMD, kemudian isi checklist ( ) ada jika sasaran pokok pembangunan RPJMN terakomodasi. Isilah target sasaran, kemudian berikan rekomendasi target sasaran hingga akhir periode RPJMD pada Tabel KKR. Jika sasaran tidak terakomodasi isilah checklist ( ) Tidak dalam kolom. Tabel 4.15 Pengujian atas Keselarasan antara dokumen RPJMD dengan sasaran pembangunan nasional dalam RPJMN (contoh KKR) Sasaran RPJMD dalam BAB V RPJMD Ada Tidak Target di dalam RPJMD Rekomendasi Target hingga akhir periode RPJMD I. Sasaran Makro Pembangunan Manusia dan Masyarakat 1. Indeks Pembangunan Manusia 2. Indeks Masyarakat Pembangunan 3. Indeks Gini Meningkatnya presentase penduduk yang menjadi peserta jaminan kesehatan melalui SJSN Bidang Kesehatan Kepesertaan Program SJSN Ketenagakerjaan Pekerja Formal Pekerja Informal Dst... (disajikan dalam lampiran) Pelajari dan cermati Bab VI dokumen RPJMN Buku 1 dan Bab VII dokumen RPJMD.

51 CONTOH RPJMN Buku 1 a. Lihatlah 9 agenda pembangunan nasional dalam Bab VI dokumen RPJMN Buku 1, kemudian tuliskan 9 agenda pembangunan tersebut ke dalam 0 (perhatikan contoh). b. Lihatlah dengan seksama kebijakan umum pada Bab VII dokumen RPJMD, kemudian lakukan identifikasi kebijakan umum mana saja yang memiliki kesesuaian dengan 9 agenda pembangunan nasional? Jika ada, isi checklist ( ) pada kolom ada, kemudian tuliskan program yang memiliki kesesuaian tersebut pada Tabel KKR. Jika tidak ada, isi checklist ( ) pada kolom Tidak. Berikan rekomendasi jika diperlukan.

52 Tabel 4.16 Pengujian atas Keselarasan antara dokumen RPJMD dengan Agenda pembangunan nasional dalam RPJMN (contoh KKR) No Agenda Pembangunan Nasional Kesesuaian Ada Tidak Kebijakan Umum Daerah yang sesuai CATATAN 1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara Meningkatkan ketersediaan dan kualitas data serta informasi kependudukan 2. Membuat Pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya Meningkatkan penggunaan ICT dalam pelaksanaan pembangunan untk terciptanya transparansi dan akuntabilitas pelayanan 3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan Memberikan insentif bagi investor di daerah perkotaan 4. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya Menurunkan angka penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) 5. Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat miskin 6. Dst.. (disajikan dalam lampiran) Telaah dokumen RPJMN Buku III bagian Prioritas Program Pembangunan yang terdapat pada Bab II, III, IV, V, VI, VII, VIII dan Pelajari dan cermati Bab VII RPJMD tentang program pembangunan daerah.

53 Tabel 4.17 CONTOH a. Tuliskan Prioritas Program Pembangunan dalam RPJMN Buku III sesuai dengan wilayah berkenaan pada 0. b. Periksa Program Prioritas Pembangunan tersebut, kemudian periksa Apakah di dalam RPJMD terdapat program yang dapat mengakomodasi Prioritas Program Pembangunan untuk masingmasing wilayah? c. Pelajari dan periksa dengan seksama program pembangunan daerah dalam Bab VII RPJMD. Lakukan identifikasi program pembangunan daerah mana saja yang sesuai dengan prioritas program dalam RPJMN. Isilah checklist ( ) ada jika terdapat kesesuaian, dan tuliskan program yang sesuai dalam Tabel KKR. Isilah checklist ( ) Tidak jika tidak ada program prioritas yang terakomodasi dalam RPJMD. Berikan rekomendasi jika diperlukan.

BERITA DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 51 TAHUN 2016 WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 51 TAHUN 2016

BERITA DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 51 TAHUN 2016 WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 51 TAHUN 2016 SALINAN BERITA DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 51 TAHUN 2016 WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN REVIU DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN DAN ANGGARAN

Lebih terperinci

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166,

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, No.1312, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAGRI. Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Raperda tentang RPJP Daerah dan RPJM Daerah serta Perubahan RPJP

Lebih terperinci

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH -1- BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI BANDUNG, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG TIMUR, Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR. No. 1, 2013 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0085

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR. No. 1, 2013 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0085 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR No. 1, 2013 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0085 PERATURAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM

Lebih terperinci

GUBERNUR SULAWESI BARAT

GUBERNUR SULAWESI BARAT GUBERNUR SULAWESI BARAT RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI BARAT NOMOR TAHUN 2017 TENTANG PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN PENGANGGARAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SULAWESI BARAT,

Lebih terperinci

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, 1 BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa untuk lebih menjamin ketepatan dan

Lebih terperinci

BUPATI MALUKU TENGGARA

BUPATI MALUKU TENGGARA SALINAN N BUPATI MALUKU TENGGARA PERATURAN BUPATI MALUKU TENGGARA NOMOR 3.a TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN UMUM PERENCANAAN DAERAH KABUPATEN MALUKU TENGGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MALUKU

Lebih terperinci

PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG

PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG,

Lebih terperinci

BUPATI TEMANGGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI TEMANGGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH BUPATI TEMANGGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TEMANGGUNG, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH SALINAN BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO, Menimbang: a. bahwa dalam

Lebih terperinci

BUPATI SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA

BUPATI SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA BUPATI SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA DAN PEDOMAN PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON

WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA CIREBON, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI PANDEGLANG PROVINSI BANTEN RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

BUPATI PANDEGLANG PROVINSI BANTEN RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG, BUPATI PANDEGLANG PROVINSI BANTEN RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PERENCANAAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO PERATURAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 14 TAHUN 2007 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG ESA BUPATI KULON PROGO, Menimbang :

Lebih terperinci

BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG SISTEM PERENCANAAN, PENGANGGARAN, DAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH BUPATI SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLORA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLORA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLORA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BLORA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 02 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 02 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 02 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA DEPOK,

Lebih terperinci

PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG TATA LAKSANA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG TATA LAKSANA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH 1 PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG TATA LAKSANA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEKALONGAN NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG)

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG

RANCANGAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG RANCANGAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG Nomor 2 Tahun 2008 PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG,

Lebih terperinci

WALIKOTA TANJUNGBALAI PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN DAERAH KOTA TANJUNGBALAI

WALIKOTA TANJUNGBALAI PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN DAERAH KOTA TANJUNGBALAI WALIKOTA TANJUNGBALAI PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN DAERAH KOTA TANJUNGBALAI NOMOR 07 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2016-2021 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 21 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA, MEKANISME DAN TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 21 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA, MEKANISME DAN TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 21 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA, MEKANISME DAN TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a. b. bahwa

Lebih terperinci

WALIKOTA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG WALIKOTA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2016-2021 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SINJAI NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SINJAI NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH SALINAN BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SINJAI NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SINJAI, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 79 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 79 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 79 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2016 2021 DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS, PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS, Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan pemerintahan yang

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2017 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BUPATI SIDENRENG RAPPANG PROVINSI SULAWESI SELATAN

BUPATI SIDENRENG RAPPANG PROVINSI SULAWESI SELATAN 1 BUPATI SIDENRENG RAPPANG PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG TAHUN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.470, 2014 KEMENDAGRI. Rencana Kerja Pembangunan Daerah. 2015. Evaluasi. Pengendalian. Penyusunan. Pedoman. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27

Lebih terperinci

BUPATI TOLITOLI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TOLITOLI NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM PEMBANGUNAN TERINTEGRASI DAERAH

BUPATI TOLITOLI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TOLITOLI NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM PEMBANGUNAN TERINTEGRASI DAERAH BUPATI TOLITOLI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TOLITOLI NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM PEMBANGUNAN TERINTEGRASI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TOLITOLI, Menimbang : a. bahwa Sistem Perencanaan

Lebih terperinci

Pemerintah Kota Bengkulu BAB 1 PENDAHULUAN

Pemerintah Kota Bengkulu BAB 1 PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perencanaan pembangunan nasional adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan dengan memperhitungkan sumber daya yang

Lebih terperinci

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : Mengingat : BUPATI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TENGAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104,

6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, SALINAN BUPATI TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 03 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) TAHUN 2013-2018

PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 03 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) TAHUN 2013-2018 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 03 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) TAHUN 2013-2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANDUNG, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016 RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016 PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA I-0 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk memberikan pedoman

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk memberikan pedoman

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perencanaan Pembangunan Daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan didalamnya, guna pemanfaatan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA, SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN, TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

2017, No Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentan

2017, No Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentan No.718, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAGRI. Renja Perangkat Daerah Tahun 2018. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2017 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, bahwa untuk memberikan pedoman

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG DEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk memberikan pedoman

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2008 NOMOR : 07 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2008 NOMOR : 07 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2008 NOMOR : 07 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN, TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN SERTA

Lebih terperinci

KAIDAH PERUMUSAN KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

KAIDAH PERUMUSAN KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KAIDAH PERUMUSAN KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Disampaikan dalam acara: Workshop Perencanaan Pembangunan Daerah Metro Lampung, 30-31 Oktober 2017 Digunakan dalam perumusan: Rancangan awal RPJPD

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun I-1

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun I-1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam penyelenggaraan pembangunan perlu disusun beberapa dokumen yang dijadikan pedoman pelaksanaan sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA SELATAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA SELATAN, PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

ISI DAN URAIAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA TASIKMALAYA TAHUN BAB I PENDAHULUAN

ISI DAN URAIAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA TASIKMALAYA TAHUN BAB I PENDAHULUAN - 1 - LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2013-2017 ISI DAN URAIAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG Nomor : 1 Tahun 2009 PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG Nomor : 1 Tahun 2009 PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG Nomor : 1 Tahun 2009 PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG TAHAPAN, TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pada pasal 260 menyebutkan bahwa Daerah sesuai dengan kewenangannya menyusun rencana pembangunan Daerah

Lebih terperinci

PANDUAN PENGINTEGRASIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DALAM PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

PANDUAN PENGINTEGRASIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DALAM PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN PANDUAN PENGINTEGRASIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DALAM PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN I. PENDAHULUAN Latar Belakang Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia yang dilaksanakan sejak

Lebih terperinci

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan Daerah untuk periode 5 (lima) tahun. RPJMD merupakan penjabaran

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu PERATURAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN, DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KUDUS DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 1 TAHUN 2007 SERI E ========================================================== PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG PROSEDUR PERENCANAAN

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2017 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG NOMOR : 8 T AHUN 2008 T E N T A N G TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG NOMOR : 8 T AHUN 2008 T E N T A N G TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG NOMOR : 8 T AHUN 2008 T E N T A N G TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BATANG, Menimbang : a. bahwa agar pelaksanaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah mengamanatkan bahwa agar perencanaan pembangunan daerah konsisten, selaras,

Lebih terperinci

Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2005

Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2005 Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2005 P e m e r i n t a h K a b u p a t e n B i m a [ J. S o e k a r n o - H a t t a R a b a - B i m a ] Tentang [Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah] [ T

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2012-2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA Tahun 2010 Nomor: 8

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA Tahun 2010 Nomor: 8 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA Tahun 2010 Nomor: 8 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA NOMOR: 8 TAHUN 2010 TENTANG PROSEDUR PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA SALINAN NOMOR : 3 TAHUN 2012 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA Menimbang :

Lebih terperinci

WALIKOTA LUBUKLINGGAU PROVINSI SUMATERA SELATAN

WALIKOTA LUBUKLINGGAU PROVINSI SUMATERA SELATAN WALIKOTA LUBUKLINGGAU PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN DAERAH KOTA LUBUKLINGGAU NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN PENGANGGARAN TERPADU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTALUBUKLINGGAU,

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 3

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 3 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA, Menimbang : a. bahwa agar kegiatan pembangunan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG TAHAPAN, TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN, DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. RPJMD Kabupaten Grobogan Tahun I 1

BAB I PENDAHULUAN. RPJMD Kabupaten Grobogan Tahun I 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah Pusat memberikan kewenangan yang lebih besar kepada daerah untuk melakukan serangkaian

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI GORONTALO

PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI GORONTALO PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI GORONTALO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR GORONTALO,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO

PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO SALINAN PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUKOMUKO,

Lebih terperinci

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberi peluang

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberi peluang BAB PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberi peluang kepada daerah berupa kewenangan yang lebih besar untuk mengelola pembangunan secara mandiri

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2017 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Undang-Undang

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 63 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 63 TAHUN 2013 TENTANG GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 63 TAHUN 2013 TENTANG PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN TATA CARA KOORDINASI PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH ANTAR KABUPATEN/KOTA

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 58 TAHUN : 2006 SERI : D PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 58 TAHUN : 2006 SERI : D PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 58 TAHUN : 2006 SERI : D PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIMAHI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

KABUPATEN CIANJUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIANJUR NOMOR 08 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PERENCANAANN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN CIANJUR

KABUPATEN CIANJUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIANJUR NOMOR 08 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PERENCANAANN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN CIANJUR LEMBARAN DAERAH NOMOR 36 KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIANJUR NOMOR 08 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PERENCANAANN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN CIANJUR DENGANN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

SALINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL,

SALINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL, SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng Nomer 4

Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng Nomer 4 SALINAN BUPATI BULELENG PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULELENG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN PARTISIPATIF DAN TERINTEGRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SALINAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 94 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perencanaan pembangunan daerah merupakan suatu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Hal ini dimaksudkan agar perencanaan pembangunan daerah senantiasa

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA SELATAN, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Kota Jambi RPJMD KOTA JAMBI TAHUN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Kota Jambi RPJMD KOTA JAMBI TAHUN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan daerah merupakan proses perubahan kearah yang lebih baik, mencakup seluruh dimensi kehidupan masyarakat suatu daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA SUKABUMI

LEMBARAN DAERAH KOTA SUKABUMI LEMBARAN DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2010 NOMOR 6 PERATURAN DAERAH KOTA SUKABUMI Tanggal : 26 Nopember 2010 Nomor : 6 Tahun 2010 Tentang : TAHAPAN, TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN, DAN EVALUASI PELAKSANAAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 58 TAHUN : 2006 SERI : D PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 58 TAHUN : 2006 SERI : D PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 58 TAHUN : 2006 SERI : D PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIMAHI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BARRU

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BARRU PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BARRU PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARRU NOMOR TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN BARRU TAHUN 2010-2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PROSEDUR PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP, Menimbang

Lebih terperinci