TATA-TERTIB PERKULIAHAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "TATA-TERTIB PERKULIAHAN"

Transkripsi

1 Mata Kuliah : KREATIVITAS SKS : 2 sks Dosen : Tim Deskripsi Kreativitas adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mewujudkan suatu ide baru. Kemampuan tersebut dapat diperoleh dari akal pikiran dan juga dari kemampuan intuitif. Kemampuan ini secara inheren berada dalam setiap diri manusia, dapat dibangkitkan dan dikembangkan untuk membantu memecahkan masalah sehari-hari. Pikiran kreatif perlu diturunkan dalam bentuk yang applicable agar secara konkrit memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Pikiran kreatif yang aplikatif ini disebut dengan inovasi (Goman 2001, 4). Tujuan Instruksional Umum Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu berpikir kreatif dan inovatif. Berpikir kreatif dan inovatif merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mendobrak kebekuan berpikir agar mampu menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan praktik bisnis. Proporsi Penilaian 1. Tugas Mingguan 40% 2. Diskusi Mingguan 20% 3. Ujian Tengah Semester 20% 4. Ujian Akhir Semester 20% TATA-TERTIB PERKULIAHAN a. Mahasiswa diwajibkan hadir tepat waktu dengan maksimum keterlambatan 5 menit. Keterlambatan dosen selama 15 menit tanpa pemberitahuan berarti kelas dinyatakan kosong b. Mahasiswa harus berpakaian rapi, tidak merokok di kelas, tidak berbicara dengan rekannya di kelas, tidak mengganggu jalannya perkuliahan c. Mahasiswa tidak diperkenankan menyalakan handphone di dalam kelas d. Mahasiswa diharapkan bertindak sejujur-jujurnya, karena seluruh materi matakuliah ini dirancang untuk meningkatkan kualitas diri mahasiswa. Perilaku tidak jujur adalah perilaku menipu diri sendiri e. Mahasiswa mempunyai hak untuk mendapatkan nilai akhir dari matakuliah ini, jika: Mengikuti kuliah minimal 80% Mengumpulkan tugas (keterlambatan dianggap tidak mengumpulkan tugas) Satuan Acara Perkuliahan (SAP) Minggu ke- Tujuan Instruksional Khusus Materi Teknik Kuliah 1

2 1 Memberikan pemahaman umum tentang kreativitas 2 Melatih diri untuk keluar dari sikap negatif 3 Melatih diri untuk bersikap optimis 4 Melatih diri untuk mengatasi stres 5 Melatih diri untuk keluar dari belenggu aturan 6 Melatih diri untuk berpikir alternatif 7 Melatih diri untuk lebih intuitif 8 Melatih diri untuk lebih kreatif Pengantar Kreativitas Sikap Negatif 2. Latihan 1: Sikap Positif 3. Latihan Kreativitas Intuitif (KreatIn) Kreativitas Takut Gagal 2. Latihan 2: Teknik Mengambil Risiko 3. Latihan Kreatin Kreativitas Stres yang Berlebihan 2. Latihan 3: Mengatasi Stres 3. Latihan Kreatin Kreativitas Taat pada Aturan 2. Latihan 4: Melanggar Aturan 3. Latihan Kreatin Kreativitas Membuat Asumsi 2. Latihan 5: Memeriksa Asumsi 3. Latihan Kreatin Kreativitas Terlalu Mengandalkan Logika 2. Latihan 6: Iklim Kreatif Internal 3. Latihan Kreatin Kreativitas Merasa tidak Kreatif 2. Latihan 7: Yakin kalau Kreatif 3. Latihan Kreatin 9 - Ujian Tengah Semester - 10 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 8: Mind Mapping Tingkat I dan II 2. Latihan Kreatin 11 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 12 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 9: Mind Mapping Tingkat III dan IV 2. Latihan Kreatin 1. Latihan 10: Mind Mapping Tingkat I sd IV dan Estetika 2. Latihan Kreatin Kuliah Latihan Sikap Positif & Kreatin Latihan Teknik Mengambil Risiko & Kreatin Latihan Mengatasi Stres & Kreatin Latihan Melanggar Aturan & Kreatin Latihan Memeriksa Asumsi & Kreatin Latihan Iklim Kreatif Internal & Kreatin Latihan Yakin kalau Kreatif & Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi & Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi dan Mind Map & Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi dan Mind Map 2

3 & Kreatin 13 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 11: Mind Mapping Tanaman 2. Latihan Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi dan Mind Map & Kreatin 14 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 12: Mind Mapping Binatang 2. Latihan Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi + Metafora dan Analogi & Kreatin 15 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 13: Mind Mapping Matahari 2. Latihan Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi + Metafora dan Analogi & Kreatin 16 Ujian Akhir Semester - Daftar Pustaka Goman, Carol Kinsey Creativity in Business: Mengubah Gagasan Menjadi Keuntungan. (Terj. Boni Fatius Sindyarta). Jakarta: Penerbit PPM. Buzan, Tony and Barry Buzan The Mind Map Book. London: BBC Worldwide Limited. Soenarno, Adi Creativity Games. Yogyakarta: Andi Offset Kreativitas Intuitif (KreatIn) Kreativitas pada dasarnya ada dua macam, yaitu: kreativitas rasional dan kreativitas intuitif. Kreativitas rasional adalah kreativitas yang dibangkitkan dan dikembangkan melalui pemikiran yang rasional. Tetapi sebaliknya kreativitas intuitif adalah kreativitas yang tidak terpikirkan. Kreativitas ini muncul secara inspiratif tanpa secara sengaja dihadirkan atau dipikirkan. Latihan Kreativitas Intuitif 1. Siapkan buku harian kecil (atau alat lainnya yang dapat digunakan untuk menulis seperti PDA atau HP, dan lain-lainnya) yang mudah dikantongi dan dibawa kemanamana setiap saat 2. Tuliskan ide (atau apa saja yang tiba-tiba muncul dalam benak) di buku harian Saudara. 3

4 Ide yang dimaksud di sini adalah sesuatu yang tidak dipikirkan, tetapi tiba-tiba ada dalam pikiran. Sesuatu (bisa disebut juga inspirasi ) yang demikian (yaitu: tidak dipikirkan, tetapi tiba-tiba ada) adalah peristiwa yang muncul melalui proses intuitif. Dalam latihan ini, inspirasi tidak terbatas pada satu ide, tetapi juga warna, peristiwa, benda, dan lain-lainnya. 3. Catat setiap ide intuitif tersebut setiap hari selama enam hari 4. Pada hari ke-enam, baca kembali semua ide yang dicatat pada hari pertama hingga keenam 5. Setelah dibaca, pilih salah satu ide yang paling menarik dari semua daftar ide yang telah Saudara tulis 6. Ceritakan pengalaman Saudara di kelas 7. Simpan catatan ide Saudara ini hingga pada akhir semester (dan catatan ini dapat digunakan pada semester-semester berikutnya hingga Saudara lulus dari program studi Saudara) Penghambat dan Pendorong Kreativitas No. Penghambat Pendorong 1 Sikap Negatif Perubahan Sikap 2 Takut Gagal Teknik Mengambil Risiko 3 Stres yang Berlebihan Kemampuan Menyalurkan Stres 4 Taat pada Aturan Melanggar Aturan 5 Membuat Asumsi Memeriksa Asumsi 6 Terlalu Mengandalkan Logika Iklim Kreatif Internal 7 Merasa tidak Kreatif Yakin kalau Kreatif Latihan Pendorong Kreativitas Latihan 1: Sikap Positif 1. Mengatasi penghambat kreativitas sikap negatif 2. Membangkitkan pikiran positif secara kreatif 1. Perhatikan pernyataan/sikap teman, dosen, orang tua, tetangga, dan lain-lainnya yang menurut Saudara adalah negatif/pesimis 2. Tuliskan pernyataan/sikap yang negatif/pesimis tadi dalam buku catatan saudara 3. Buatlah tabel seperti contoh berikut ini (atau Saudara dapat membuat tabel versi Saudara sendiri): No. Pernyataan/Sikap Orang Lain Pikiran Kreatif Saudara 1 Semester ini saya kesulitan o Saya mengajukan keringanan 4

5 bayar SPP 2 Besok, saya gak siap menghadapi Ujian Tengah Semester penundaan pembayaran SPP pada Universitas o Saya mencari pinjaman untuk membayar SPP o Saya mencari kerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan uang SPP o Dan seterusnya... o Saya siap mengikuti ujian tengah semester o Saya memanfaatkan waktu yang tersisa ini untuk belajar o Saya memahami materi yang akan diujikan o Dan seterusnya Temukan pernyataan/sikap negatif seperti di atas minimal lima kasus/hari. Masing-masing pernyataan/sikap negatif tersebut diatasi dengan pikiran kreatif Saudara seperti pada Tabel di atas. Latihan 2: Teknik Mengambil Risiko (Goman 2001, 20; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas takut gagal 2. Melatih berani mengambil risiko 3. Membangkitkan kreativitas 1. Risiko apa yang akan Saudara pertimbangkan ketika Saudara menggunakan uang Saudara sebesar Rp ,00 dalam bisnis untuk membayar SPP semester depan? 2. Mengapa berani mengambil risiko itu? 5

6 3. Jika risiko tersebut diambil dan ternyata gagal, hasil terburuk apa yang mungkin Saudara peroleh? 4. Bagaimana Saudara mengatasi kegagalan tersebut? 5. Atau, Saudara memiliki alternatif yang lain? Buatlah satu kasus/hari selama lima hari yang diambil dari pengalaman/pengamatan dalam kehidupan sehari-hari! Latihan 3: Mengatasi Stres (Goman 2001, 25-6; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas stres yang berlebihan 2. Melatih kemampuan untuk keluar dari stres 3. Melatih agar tubuh mental menjadi rileks dan sehat 1. Duduk di kursi atau bersila, punggung dalam kondisi tegak 2. Pejamkan mata, tarik nafas dalam-dalam, kemudian hembuskan 6

7 3. Rasakan udara yang masuk melalui hidung, rasakan pula udara yang dihembuskan melalui hidung 4. Jika ada pikiran yang masuk, ikuti pikiran itu hingga hilang. Jika muncul lagi, ikuti hingga hilang 5. Konsentrasikan lagi ke pernafasan hingga jarak pikiran yang satu dengan yang lain semakin jauh 6. Bayangkan Saudara berada dalam sebuah taman alami yang luas, di kejauhan terlihat gunung berwarna kebiruan dengan kabut tipis, terasa menyegarkan; udara berhembus sejuk... Di sekitar Saudara terlihat tanaman hijau, dengan bunga warna-warni, indah, dan bervariasi; aroma bunga yang lembut dan harum terasa melalui udara yang masuk dari lubang hidung..., sejuk..., segar Bayangkan Saudara terbang seperti kupu-kupu mengitari bunga-bunga yang indah..., terbang kesana-kemari dengan bebas dan dengan hati yang riang. Terbang tinggi dan jauh mendekati gunung yang tinggi dengan udara di sekelilingnya yang sejuk... terbang bebas...setinggi gunung dan langit, seluas bumi Dengan perlahan dan tenang, lakukan hitungan mundur dari sepuluh hingga nol...tenang, santai, dan rileks Rasakan diri Saudara begitu tenang, santai, dan rileks Pelan-pelan sadari sekeliling Saudara, kemudian...buka mata... Lakukan latihan ini setiap hari. Catatlah pengalaman yang dialami dan ceritakan di kelas untuk berbagi pengalaman dengan teman-teman yang lain Latihan 4: Melanggar Aturan (Goman 2001, 29-30; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas taat pada aturan 2. Melatih untuk keluar dari peraturan baku 1. Perhatikan kegiatan yang dilakukan oleh Saudara secara rutin (misalnya: naik sepeda motor ke kampus; gosok gigi sebelum tidur; dan lain-lainnya) 2. Lakukan kegiatan yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan kegiatan rutin. Misalnya: pergi ke kampus dengan berjalan kaki (= tindakan yang bertentangan dengan kebiasaan naik sepeda motor); atau ke kampus naik sepeda motor yang dibonceng teman (tindakan sedikit berbeda dengan naik sepeda motor ke kampus); tidak menggosok gigi waktu mau tidur (= tindakan bertentangan dengan kebiasaan menggosok gigi ketika mau tidur); dan lain-lainnya 3. Perhatikan pikiran apa yang muncul, atau apa yang dirasakan, ketika Saudara melakukan tindakan yang bertentangan dengan kebiasaan 7

8 Lakukan latihan tersebut setiap hari satu kasus. Catat dan ceritakan pengalaman yang diperoleh Latihan 5: Memeriksa Asumsi (Goman 2001, 32-3; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas asumsi tunggal 2. Melatih untuk tidak terikat pada asumsi tunggal 3. Memperkaya asumsi (ide) dengan berbagai konsekuensinya 1. Perhatikan tetangga Saudara sedang mengerjakan sesuatu (misalnya: membeli sayuran) 2. Asumsi apa yang pertama kali timbul dalam pikiran Saudara? Catatlah! 3. Asumsi apa lagi yang muncul setelah Saudara mencoba untuk memikirkannya? Catatlah! 4. Konsekuensi apa saja yang muncul dari masing-masing asumsi tersebut di atas? Jelaskan! Lakukan latihan ini satu kasus tiap hari selama enam hari Latihan 6: Iklim Kreatif Internal (Goman 2001, 36; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas terlalu berpikir logis 2. Membangkitkan kemampuan mendapatkan ide dari dalam diri 1. Tetapkan sebuah masalah yang membutuhkan jawaban 2. Duduk rileks, santai, dan pejamkan mata 3. Tarik nafas melalui hidung, kemudian hembuskan nafas melalui hidung, pelan dan santai Setelah tenang dan tidak lagi ada pikiran yang mengganggu, tanyakan masalah tadi ke diri Saudara 5. Jika sudah ada jawaban (misalnya berupa simbol, huruf, angka, dan lain-lainnya), tapi Saudara belum paham, maka tanyakan lagi ke diri Saudara hingga paham 6. Setelah itu, sadari keadaan sekeliling dan... bukalah mata Saudara Lakukan tiap hari. Setiap hari satu kasus Latihan 7: Yakin kalau Kreatif (Goman 2001, 38-9; dimodifikasi) 8

9 Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas merasa tidak kreatif 2. Menjadi kreatif dan optimis 1. Buatlah daftar tentang apa saja (sebanyak 3 sampai 5) yang membuat Saudara merasa tidak kreatif 2. Gantilah faktor tersebut dengan faktor yang positif (dimulai dari, atau berdasarkan pada, pikiran yang pertama kali muncul) Lakukan latihan ini setiap hari dengan kasus yang berbeda Latihan 8: Mind Mapping Tingkat I dan II (Buzan & Buzan 2003; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengembangkan kreativitas berpikir Bagian I 1. Temukan satu kata (tentang apa saja). Usahakan kata tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Tuliskan kata tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari kata tersebut dengan cara menyambungnya dengan sepuluh kata lain yang berhubungan dengan kata tersebut (ini adalah mind map tingkat I) 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh kata tersebut kembangkan sepuluh kata lagi yang berhubungan (ini adalah mind map tingkat II) 5. Lakukan langkah 3-4 dalam waktu 10 menit 6. Diskusikan keterkaitan antara kata yang satu (dari satu kata awal) dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat I) dan dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat II) Bagian II 1. Temukan satu kata (tentang apa saja). Usahakan kata tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Tuliskan kata tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari kata tersebut dengan cara menyambungnya dengan sepuluh kata lain yang tidak berhubungan dengan kata tersebut (ini adalah mind map tingkat I) 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh kata tersebut kembangkan sepuluh kata lagi yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat II) (catatan: untuk mendapatkan kata pada tingkat I dan II harus intuitif/tidak dipikir) 5. Lakukan langkah 3-4 dalam waktu 7 menit 6. Diskusikan keterkaitan antara kata yang satu (dari satu kata awal) dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat I) dan dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat II) yang pada dasarnya tidak berkaitan 9

10 lakukan latihan ini (Bagian I dan Bagian II) di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari lakukan di rumah dengan kata awal yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 9: Mind Mapping Tingkat III dan IV (Buzan & Buzan 2003; dimodifikasi) 1. Temukan satu kata (tentang apa saja). Usahakan kata tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Tuliskan kata tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari kata tersebut dengan cara menyambungnya dengan sepuluh kata lain yang berhubungan dengan kata tersebut (ini adalah mind map tingkat I) 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh kata tersebut kembangkan sepuluh kata lagi yang berhubungan (ini adalah mind map tingkat II) 5. Dari masing-masing sepuluh kata tingkat II kembangkan lagi sepuluh kata yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat III) 6. Dari masing-masing sepuluh kata tingkat III kembangkan lagi sepuluh kata yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat IV). ( untuk mendapatkan kata pada tingkat III sampai dengan tingkat IV harus dilakukan secara intuitif/tidak dipikir) 7. Lakukan langkah 3-6 dalam waktu 15 menit 8. Diskusikan keterkaitan antara kata yang satu (dari satu kata awal) dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat I) dan dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat II) yang pada dasarnya tidak berkaitan lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan kata awal yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 10: Mind Mapping Tingkat I sd IV + Estetika (Buzan & Buzan 2003; dimodifikasi) 1. Temukan satu kata (tentang apa saja). Usahakan kata tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Tuliskan kata tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari kata tersebut dengan cara menyambungnya dengan sepuluh kata lain yang berhubungan dengan kata tersebut (ini adalah mind map tingkat I). 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh kata tersebut kembangkan sepuluh kata lagi yang berhubungan (ini adalah mind map tingkat II) 5. Dari masing-masing sepuluh kata tingkat II kembangkan lagi sepuluh kata yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat III) 6. Dari masing-masing sepuluh kata tingkat III kembangkan lagi sepuluh kata yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat IV). 10

11 ( (1) untuk mendapatkan kata pada tingkat III sampai dengan tingkat IV harus dilakukan secara intuitif/tidak dipikir; (2) dalam menghubungkan kata pertama dengan sepuluh kata berikutnya harus dilakukan dengan membuat garis/gambar yang artistik) 7. Lakukan langkah 3-6 dalam waktu 25 menit 8. Diskusikan keterkaitan antara kata yang satu dengan yang lain beserta garis/gambar artistik yang Saudara buat lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan kata awal yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 11a: Mind Mapping Tanaman 1. Pilih sebuah tanaman! Usahakan proses memilih tanaman tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Gambarkan tanaman tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari masing-masing bagian tanaman tersebut dengan cara menyambungnya dengan produk yang mungkin dapat dibuat dari masing-masing bagian tanaman (ini adalah mind map tingkat produk). 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh produk tersebut kembangkan sepuluh konsumen yang akan mengkonsumsinya (ini adalah mind map tingkat konsumen) ( dalam menghubungkan bagian-bagian tanaman dengan sepuluh produk harus dilakukan dengan membuat garis/gambar yang artistik) 5. Lakukan langkah 2-4 dalam waktu 15 menit 6. Diskusikan keterkaitan antara bagian-bagian tanaman dengan produk dan konsumennya beserta garis/gambar artistik yang Saudara buat 7. Diskusikan juga ide-ide yang dapat digunakan untuk melestarikan tanaman tersebut, jika tanaman tersebut dapat dibuat produk seperti telah disebutkan di atas lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan tanaman yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 11b: Mind Mapping Cakar Ayam 1. Duduk di kursi (atau duduk bersila di atas sajadah, atau tikar, atau karpet) dalam posisi punggung dan kepala tegak lurus, santai dan rileks, tanpa rasa tegang pada seluruh tubuh baik secara fisik maupun mental 2. Pejamkan mata, mohon kepada Tuhan agar latihan ini dapat memberi berkah pada kecerdasan pribadi Saudara 3. Kemudian konsentrasikan pikiran Saudara pada proses pernafasan 4. Rasakan udara yang masuk dan udara yang keluar (pastikan bahwa dalam proses ini Saudara benar-benar konsentrasi pada nafas, tidak ada pikiran lain selain konsentrasi pada nafas) 11

12 5. Sadari bahwa Saudara sedang memberikan apa yang menjadi hak dari tubuh Saudara, yaitu memberikan udara bersih kepada tubuh 6. Lakukan langkah 1-4 selama kira-kira 10 menit 7. Setelah itu (masih dalam posisi duduk, tutup mata, dan pensil di tangan Saudara), mulailah dengan menulis cakar ayam. Ini bukan tulisan cakar ayam seorang anak. Bayangkan bahwa Saudara adalah seorang seniman yang sedang mensketsa suatu bagan. Biarkan pensil bergerak pada halaman kertasnya. Apabila Saudara telah merasa membuat cukup banyak tulisan cakar ayam, bukalah mata Saudara. Lihat apa yang telah Saudara gambar. Apa yang sedang Saudara pikirkan dari gambar tersebut? Saudara kemudian ingat tentang apa? Bagaimana Saudara menggunakannya pada masalah Saudara? Karakteristik apa yang sesuai untuk suatu penyelesaian? Produk baru yang bagaimana yang diungkapkannya (atau yang dapat Saudara gunakan?) berusahalah untuk memikirkan sebanyak mungkin gambar-biarkan pikiran Saudara berkelana hanya untuk menafsirkan apa yang dimaksudkan oleh tulisan cakar ayam itu. 8. Lakukan latihan di kelas dengan bimbingan Dosen Latihan 12: Mind Mapping Binatang 1. Pilih seekor binatang! Usahakan proses memilih binatang tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Gambarkan binatang tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari masing-masing bagian binatang tersebut dengan cara menyambungnya dengan produk yang mungkin dapat dibuat dari masing-masing bagian binatang (ini adalah mind map tingkat produk). 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh produk tersebut kembangkan sepuluh macam kebutuhan yang akan dibutuhkan untuk memproduksi produk tersebut (ini adalah mind map tingkat modal produksi) ( dalam menghubungkan bagian-bagian tanaman dengan sepuluh produk harus dilakukan dengan membuat garis/gambar yang artistik) 5. Lakukan langkah 2-4 dalam waktu 15 menit 6. Diskusikan keterkaitan antara bagian-bagian binatang dengan produk dan modal produksi beserta garis/gambar artistik yang Saudara buat 7. Diskusikan juga ide-ide yang dapat digunakan untuk melestarikan binatang tersebut, jika binatang tersebut dapat dibuat produk seperti telah disebutkan di atas lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan binatang yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 13: Mind Mapping Gambar dan Kata 12

13 1. Potonglah dua puluh kata dan dua puluh gambar dari koran. Gulunglah potongan kertas tadi seperti gulungan kertas untuk undian arisan (catatan: potongan kertas gambar dan kata besarnya harus sama) 2. Kemudian tempatkan dalam satu wadah dan kocok 3. Ambil secara acak sepuluh gulungan kertas 4. Hubungkan gambar dan kata-kata tadi sehingga bermakna 5. Diskusikan di kelas lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan potongan-potongan kertas yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. 13

PROPORSI PENILAIAN Tugas Mingguan 40% Diskusi Mingguan 20% Ujian Tengah Semester 20% Ujian Akhir Semester 20%

PROPORSI PENILAIAN Tugas Mingguan 40% Diskusi Mingguan 20% Ujian Tengah Semester 20% Ujian Akhir Semester 20% MATA KULIAH JUMLAH SKS DOSEN : SOSIOLOGI KRITIS : 2 SKS : TIM DESKRIPSI SINGKAT Sosiologi Kritis adalah sosiologi dari perspektif Kritis di mana materi yang terkandung di dalamnya dimaksudkan untuk membangkitkan

Lebih terperinci

PROPORSI PENILAIAN 1. Tugas Mingguan 40% 2. Diskusi Mingguan 20% 3. Ujian Tengah Semester 20% 4. Ujian Akhir Semester 20%

PROPORSI PENILAIAN 1. Tugas Mingguan 40% 2. Diskusi Mingguan 20% 3. Ujian Tengah Semester 20% 4. Ujian Akhir Semester 20% MATA KULIAH JUMLAH SKS DOSEN : M E N T A L I T A S : 2 SKS : TIM DESKRIPSI SINGKAT Matakuliah ini menjelaskan: (a) dimensi kecerdasan manusia, (b) mengenal fitrah manusia, (c) menemukan suara hati manusia

Lebih terperinci

Menggunakan Metode Peta Pikiran (mind mapping) dalam Menulis

Menggunakan Metode Peta Pikiran (mind mapping) dalam Menulis Menggunakan Metode Peta Pikiran (mind mapping) dalam Menulis Oleh Susana Widyastuti, M.A. Disampaikan pada Seminar Metode Belajar yang Efektif Yang diselenggarakan pada Sabtu, 25 September 2010 Oleh Pusat

Lebih terperinci

MENGENAL PEMBELAJARAN MODEL MIND MAPPING

MENGENAL PEMBELAJARAN MODEL MIND MAPPING MENGENAL PEMBELAJARAN MODEL MIND MAPPING Suhel Madyono Universitas Negeri Malang Alamat: Tunjung, Udanawu, Blitar, HP: 085733311038 e-mail: suhel.madyono.fip@um.ac.id Abstrak: Metode pembelajaran di SD

Lebih terperinci

IDENTITAS PETUNJUK PENGERJAAN. 1. Pilihlah 1 dari 4 pilihan jawaban yang tersedia yang paling sesuai dengan diri Saudara.

IDENTITAS PETUNJUK PENGERJAAN. 1. Pilihlah 1 dari 4 pilihan jawaban yang tersedia yang paling sesuai dengan diri Saudara. IDENTITAS No. Subjek :... Usia :... Tahun Lama waktu menunggu pensiun :... Tanggal Hari Ini :... *) Coret yang Tidak Perlu PETUNJUK PENGERJAAN 1. Pilihlah 1 dari 4 pilihan jawaban yang tersedia yang paling

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tanwirul Mikdas, 2014

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tanwirul Mikdas, 2014 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Alasan peneliti tertarik untuk mengamati siswa tentang menulis karangan narasi siswa kelas V di SD Negeri Kamanisan kecamatan Curug kota Serang ini dikarenakan

Lebih terperinci

PENGENALAN OBYEK DESAIN

PENGENALAN OBYEK DESAIN MINGGU KE-1 pengantar PENGENALAN OBYEK DESAIN TUGAS MAHASISWA DI RUANG STUDIO: Mencermati penjelasan Mencatat penjelasan yang diperlukan. Memahami penjelasan tugas studio TUGAS MAHASISWA DI LUAR RUANG

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P ) Standar Kompetensi** 1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P ) Standar Kompetensi** 1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P ) Nama Sekolah :... Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas : V (Lima) Semester : I (Satu) Alokasi Waktu : x 35 menit ( pertemuan). Standar Kompetensi**.

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI EKSPOSITORIS DENGAN METODE MIND MAPPING

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI EKSPOSITORIS DENGAN METODE MIND MAPPING PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI EKSPOSITORIS DENGAN METODE MIND MAPPING PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI JETIS 4 NUSAWUNGU CILACAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Oleh: Indiarti Purnamasari Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. karena adanya interaksi antara guru dan siswa. Interaksi yang dilakukan mengharapkan

BAB I PENDAHULUAN. karena adanya interaksi antara guru dan siswa. Interaksi yang dilakukan mengharapkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan kegiatan yang bernilai edukatif, hal ini terjadi karena adanya interaksi antara guru dan siswa. Interaksi yang dilakukan mengharapkan

Lebih terperinci

Hakikat dan Penerapan Model Mind Mapping dalam Pembelajaran di SD/MI

Hakikat dan Penerapan Model Mind Mapping dalam Pembelajaran di SD/MI Oman Farhurohman 35 Hakikat dan Penerapan Model Mind Mapping dalam Pembelajaran di SD/MI Oleh: Oman Farhurohman 1 Abstrak Upaya dalam mengoptimalkan hasil pembelajaran, seyogyanya ketika proses pembelajaran

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 235 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SD Negeri 1 Pahoman Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : V / Ganjil Waktu : 3 x 3 (1 x pertemuan) Siklus : 1 (satu) Pertemuan : 1 (satu)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Banyak hal penting dalam menjalankan sebuah kehidupan yaitu satu

BAB I PENDAHULUAN. Banyak hal penting dalam menjalankan sebuah kehidupan yaitu satu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Banyak hal penting dalam menjalankan sebuah kehidupan yaitu satu diantaranya berupa interaksi. Makhluk hidup perlu berinteraksi, berinteraksi merupakan suatu aktifitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau

Lebih terperinci

Mind Mapping. Ikatan Guru Indonesia Kab. Grobogan 1 Penulis Suparjan, MM. M.Pd

Mind Mapping. Ikatan Guru Indonesia Kab. Grobogan 1 Penulis Suparjan, MM. M.Pd Mind Mapping Ikatan Guru Indonesia Kab. Grobogan 1 1. Hakikat Mind Mapping Mind Mapping atau peta pikiran adalah teknik pemanfaatan keseluruhan otak yang menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya

Lebih terperinci

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM )

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS 2 SEMESTER I 17 PERHITUNGAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMUM Nama Sekolah : SD/MI... Kelas/semester : II (Dua)/ 1 (satu)

Lebih terperinci

Membangkitkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar. (Peace Of Mind)

Membangkitkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar. (Peace Of Mind) Review Buku Peace of Mind 1 Membangkitkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar (Peace Of Mind) Otak merupakan organ dalam tubuh manusia yang sangat penting. Otak merupakan anugerah istimewa dari sang pemberi hidup

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Deskripsi memiliki makna gambaran. Gambaran akan suatu keadaan atau perwujudan sebuah benda atau seseorang. Mendeskripsikan adalah cara agar seorang pembaca dapat membayangkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Masalah merupakan suatu hal yang sangat melekat di. kehidupan manusia, mulai dari masalah yang dengan mudah dipecahkan

BAB I PENDAHULUAN. Masalah merupakan suatu hal yang sangat melekat di. kehidupan manusia, mulai dari masalah yang dengan mudah dipecahkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah merupakan suatu hal yang sangat melekat di setiap kehidupan manusia, mulai dari masalah yang dengan mudah dipecahkan sampai kepada masalah yang sulit untuk didapatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. membuat manusia terus berpikir di dalam hidupnya. Kemampuan berpikir ini

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. membuat manusia terus berpikir di dalam hidupnya. Kemampuan berpikir ini 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia merupakan makhluk hidup yang mempunyai akal pikiran dalam memaknai suatu kehidupan. Akal pikiran tersebut yang membuat manusia berbeda dengan makhluk hidup

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. semakin pesat dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

BAB I PENDAHULUAN. semakin pesat dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman. BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dari hari ke hari semakin pesat dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Perkembangan tersebut meliputi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bahasa Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bahasa Indonesia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bahasa Indonesia SMA, tujuan pembelajaran bahasa indonesia di sekolah adalah siswa terampil berbahasa. Keterampilan

Lebih terperinci

Disusun Oleh : Nama : Novika Ginanto (23) Kelas : II TEL 6 SMK TELKOM SANDHY PUTRA JAKARTA

Disusun Oleh : Nama : Novika Ginanto (23) Kelas : II TEL 6 SMK TELKOM SANDHY PUTRA JAKARTA Disusun Oleh : Nama : Novika Ginanto (23) Kelas : II TEL 6 SMK TELKOM SANDHY PUTRA JAKARTA KEWIRAUSAHAAN Latar belakang mengapa perlu berwirausaha adalah agar mampu menatap masa depan yang lebih baik.

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN Pembahasan Data Hasil Observasi Dari data hasil observasi dapat dibahas sebagai berikut:

BAB IV PEMBAHASAN Pembahasan Data Hasil Observasi Dari data hasil observasi dapat dibahas sebagai berikut: BAB IV PEMBAHASAN 5.1. Pembahasan Data Hasil Observasi Dari data hasil observasi dapat dibahas sebagai berikut: Ruang studio di kampus Ruang studio di kampus Tabel 4.1 Perbandingan ruang studio desain

Lebih terperinci

PENGARUH PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X SMA SWASTA BANDUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X SMA SWASTA BANDUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 0 PENGARUH PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X SMA SWASTA BANDUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 Oleh Rainal Mukhtar Drs. H. Sigalingging, M.Pd. Abstrak Penelitian

Lebih terperinci

Kami sering melakukan kegiatan bersama, yaitu

Kami sering melakukan kegiatan bersama, yaitu Sebutkan anggota keluargamu di rumah? Sebutkan sifat-sifat anggota keluargamu tersebut! Ceritakan dalam bahasa tulis sederhana mengenai kebersamaan keluargamu! Anggota keluargaku adalah Sifat-sifat mereka

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) FR-JUR-01A-16 STIA MANDALA INDONESIA JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA PROGRAM SARJANA SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : STIAMI PERSONALITY DEVELOPMENT Deskripsi Singkat : Mata kuliah ini membahas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Belajar dapat dilakukan melalui apa saja, kapan saja dan dimana saja termasuk di dalam dunia pendidikan formal pada umumnya. Dalam dunia pendidikan terdapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat berperan untuk menciptakan manusia yang berkualitas dan berpotensi dalam arti yang seluas-luasnya, melalui pendidikan

Lebih terperinci

ASPEK DAN FUNGSI MANAJEMEN KELAS

ASPEK DAN FUNGSI MANAJEMEN KELAS ASPEK DAN FUNGSI MANAJEMEN KELAS Bentuk 9 kelompok dalam satu kelas. Setiap kelompok bertugas menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap pokok bahasan. Adapun pokok bahasannya adalah: Aspek Manajemen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dunia pendidikan di indonesia sudah semakin maju dan berkembang, hal

BAB I PENDAHULUAN. Dunia pendidikan di indonesia sudah semakin maju dan berkembang, hal BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan di indonesia sudah semakin maju dan berkembang, hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya sekolah-sekolah yang dibangun dan semakin banyak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya merupakan upaya untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya merupakan upaya untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya merupakan upaya untuk meningkatkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran Bahasa Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam proses belajar mengajar bahasa Indonesia selama ini kurang mendorong minat siswa, hal ini ditunjukkan ketika siswa diberi kesempatan bertanya tidak ada

Lebih terperinci

LATIHAN PERNAFASAN. Pengantar

LATIHAN PERNAFASAN. Pengantar LATIHAN PERNAFASAN Pengantar 1. Teknik pernafasan: kembangkan perut pada saat menarik nafas dalam, dan kempiskan perut pada saat membuang nafas. 2. Sebaiknya bernafas melalui hidung. 3. Biarkan dada mengikuti

Lebih terperinci

GAGAS TEMA DAN LANGKAH PENULISAN ARTIKEL JURNAL OLEH: HERMANTO SP

GAGAS TEMA DAN LANGKAH PENULISAN ARTIKEL JURNAL OLEH: HERMANTO SP GAGAS TEMA DAN LANGKAH PENULISAN ARTIKEL JURNAL OLEH: HERMANTO SP Hp 08121575726 email: hermansp@uny.ac.id Staf Ahli PR3 UNY Bid. Penalaran 1 MOTIVASI MEMBUAT KARYA ARTIKEL ILMIAH MEMBIASAKAN DIRI MENYELESAIKAN

Lebih terperinci

Nama Sekolah : Kelas / Semester : 2 (Dua) / 2 (Dua) : Kesehatan Waktu : 2 Minggu

Nama Sekolah : Kelas / Semester : 2 (Dua) / 2 (Dua) : Kesehatan Waktu : 2 Minggu RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK Nama Sekolah : Kelas / Semester : (Dua) / (Dua) Tema : Kesehatan Waktu : Minggu STANDAR KOMPETENSI Mendengarkan Memahami pesan pendek dan dongeng yang dilisankan

Lebih terperinci

10/27/2010. Mind Mapping

10/27/2010. Mind Mapping Mind Mapping Cara Kerja Memori 1 PERHATIAN PENGULANGAN MINDMAPPING alat yang membantu otak berpikir secara teratur 2 Mind Map Membantu : Menjadi lebih kreatif Menghemat waktu Berkonsentrasi Mengatur dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pada bagian ini akan dijelaskan berbagai uraian tentang pelaksanaan tindakan siklus 1 dan siklus 2. Analisis data berdasrkan pengamatan

Lebih terperinci

Kalau kau mendengar sesuatu, itu akan hanya memudar dan menjadi bagian dari latar belakang.

Kalau kau mendengar sesuatu, itu akan hanya memudar dan menjadi bagian dari latar belakang. Induksi Jika aku mengatakan kepadamu, lihatlah seekor burung merah, dapatkah kau melihatnya untukku? Lihatlah setangkai bunga kuning. Lihatlah sebuah mobil biru. Lihatlah seekor anjing dan seekor kucing.

Lebih terperinci

kegiatan sehari hari pelajaran 2

kegiatan sehari hari pelajaran 2 pelajaran 2 kegiatan sehari hari semua anak senang bermain anak anak bermain setiap hari bermain membuat hati senang bermain boleh saja asal jangan lupa belajar kegiatan sehari hari 17 mengenal tanda baca

Lebih terperinci

LAMPIRAN I KATA PENGANTAR

LAMPIRAN I KATA PENGANTAR LAMPIRAN I KATA PENGANTAR Dengan hormat, Saya adalah mahasiswi Fakultas Psikologi. Saat ini saya sedang melakukan penelitian mengenai hubungan antara kemandirian dan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA Penelitian ini merupakan penelitian tentang peningkatan kemampuan menulis deskripsi dengan metode pembelajaran Mind Mapping pada peserta didik kelas IV SD Negeri Kutowinangun 05 Kota

Lebih terperinci

Peraturan Akademik Magister Manajemen

Peraturan Akademik Magister Manajemen Peraturan Akademik Magister Manajemen Kehadiran Kuliah 75% a) Untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar, kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan tatap muka di kelas diwajibkan minimal 75% dari keseluruhan

Lebih terperinci

by: AGB Kreativitas dalam Techopreneurship

by: AGB Kreativitas dalam Techopreneurship by: AGB Kreativitas dalam Techopreneurship Kreativitas... Kreativitas (creativity) berasal dari kata to create yang berarti mencipta. Kreativitas dapat juga diartikan sebagai olah otak atau kemampuan berpikir

Lebih terperinci

belajar yang efektif dan efisien. Koleksi : Drg Wayan Ardhana,MS.,Sp.Ort., Bagian Ortodonsia FKG UGM

belajar yang efektif dan efisien. Koleksi : Drg Wayan Ardhana,MS.,Sp.Ort., Bagian Ortodonsia FKG UGM Ada empat tip yang sangat berguna untuk membantu para mahasiswa dalam mengembangkan sistem belajar yang efektif dan efisien. Koleksi : Drg Wayan Ardhana,MS.,Sp.Ort., Bagian Ortodonsia FKG UGM Sistem Belajar

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Ada empat keterampilan berbahasa yang diterima oleh peserta didik secara

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Ada empat keterampilan berbahasa yang diterima oleh peserta didik secara 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ada empat keterampilan berbahasa yang diterima oleh peserta didik secara berurutan. Keterampilan tersebut adalah mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.

Lebih terperinci

Measurement I. DIGIT SPAN (Before Treatment)

Measurement I. DIGIT SPAN (Before Treatment) Measurement I DIGIT SPAN (Before Treatment) ( Forward (F) Digit ) Series Trial I Trial II --2-9- ---9-2-- -2---1 ---- -1-9--- -9-2--- -9-1---2- -1--9--- --1-9-2--- --2-9--1-- 9 2-----2--- -1--9--2--- (

Lebih terperinci

KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 6 : ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN Nama Sekolah : MI IMAMI Kelas / Semester : V / 2 Nama Guru : Alinatul Khusna, S.Pd.I

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia tidak terlepas dari karya sastra,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia tidak terlepas dari karya sastra, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia tidak terlepas dari karya sastra, sebab karya sastra merupakan salah satu topik pembahasan pada pembelajaran bahasa

Lebih terperinci

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ILMU PENGETAHUAN SOSIAL EKONOMI

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ILMU PENGETAHUAN SOSIAL EKONOMI Suroso, Rendro Adi Widigdo MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ILMU PENGETAHUAN SOSIAL EKONOMI 1 untuk Kelas VII SMP dan MTs Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar

Lebih terperinci

PENGANTAR. Kepada Yth : Siswa / Siswi Kelas I SMK Negeri 6 Yogyakarta

PENGANTAR. Kepada Yth : Siswa / Siswi Kelas I SMK Negeri 6 Yogyakarta PENGANTAR Kepada Yth : Siswa / Siswi Kelas I SMK Negeri 6 Yogyakarta Pada kesempatan ini perkenankanlah saya meminta bantuan siswa / siswi untuk mengisi angket yang akan saya berikan untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kekuatan daya hidup dan kreativitasnya. Karena berkat jasa orang orang. inilah maka kehidupan dapat dapat berkembang.

BAB I PENDAHULUAN. kekuatan daya hidup dan kreativitasnya. Karena berkat jasa orang orang. inilah maka kehidupan dapat dapat berkembang. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap orang dianugerahkan oleh Allah yang Maha pencipta karena telah menciptakan manusia yang kreatif sesuai dengan bakat dan potensinya masing masing. Kita perlu

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN 9 BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN A. Kajian Teori 1. Media Pembelajaran Mind Mapping a. Pengertian Media Pembelajaran Mind Mapping Sadiman (dalam Rianti, 2012, h.9) menjelaskan media pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berbentuk kata-kata. Bogdan, Tylor, dan Moleong dalam Margono (2007: 36)

BAB III METODE PENELITIAN. berbentuk kata-kata. Bogdan, Tylor, dan Moleong dalam Margono (2007: 36) 6 BAB III METODE PENELITIAN. Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini karena data yang terkumpul

Lebih terperinci

Internalisasi Kreativitas, Mentalitas dan Sosiologi Kritis dalam Kurikulum & PBM Perekonomian Berbasis Kewirausahaan dan Syariah

Internalisasi Kreativitas, Mentalitas dan Sosiologi Kritis dalam Kurikulum & PBM Perekonomian Berbasis Kewirausahaan dan Syariah Internalisasi Kreativitas, Mentalitas dan Sosiologi Kritis dalam Kurikulum & PBM Perekonomian Berbasis Kewirausahaan dan Syariah Oleh: Kurniyati Indahsari, M.Si. Ketua Jurusan / Program Studi Ekonomi Pembangunan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini, akan dijelaskan tentang lokasi dan subjek yang penulis teliti, desain dan metode tentang penelitian tindakan kelas, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data

Lebih terperinci

LAMPIRAN SUKHASANA SHAVASANA

LAMPIRAN SUKHASANA SHAVASANA 55 LAMPIRAN TEKNIK PELAKSANAAN LATIHAN HATHA YOGA PERSIAPAN LATIHAN Partisipan menggunakan pakaian yang bersih dan longgar. Partisipan tidak memakai alas kaki selama latihan. Karena latihan yoga harus

Lebih terperinci

UJIAN TENGAH SEMESTER

UJIAN TENGAH SEMESTER UJIAN TENGAH SEMESTER Tanggal: 7 November 2013 Mata Kuliah: Pengantar Manajemen Kelas/Ruang: CE I/G208 Jenis Test: Pilihan Ganda Dosen: Viraguna Bagoes Oka & Dharma Iswara Bagoes Oka Jumlah Soal: 60 Petunjuk:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ada beberapa aspek keterampilan berbahasa yang harus terus dibina untuk meningkatkan mutu pembelajaran bahasa sekarang ini. Kita mengenal ada berbagai macam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak dan terbagi

Lebih terperinci

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-4

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-4 Penempatan School of Communication Pegawai & Business Inspiring Creative Innovation Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-4 PERSEPSI Persepsi adalah suatu proses pengorganisasian dan

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL MIND MAPPING (PTK Pada Siswa Kelas IX B SMPN 3 Kota Cirebon)

UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL MIND MAPPING (PTK Pada Siswa Kelas IX B SMPN 3 Kota Cirebon) UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL MIND MAPPING (PTK Pada Siswa Kelas IX B SMPN 3 Kota Cirebon) H. Abdul Rojak 1 1. Guru SMP Negeri 3 Kota Cirebon Abstrak Model pembelajaran kooperatif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (2007:136) bahwa narasi berusaha menjawab: Apa yang telah terjadi? Setiap

BAB I PENDAHULUAN. (2007:136) bahwa narasi berusaha menjawab: Apa yang telah terjadi? Setiap BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Narasi sebenarnya merupakan karangan yang mudah ditulis oleh siswa karena karangan ini dikembangkan melalui kegemaran siswa dalam mendengarkan cerita atau bercerita.

Lebih terperinci

cinta lingkungan pelajaran 3

cinta lingkungan pelajaran 3 cinta lingkungan pelajaran 3 cinta lingkungan berarti sayang kepada sesama tumbuhan hewan manusia harus memelihara tumbuhan alam hewan semua adalah ciptaan tuhan apakah kamu cinta lingkungan cinta lingkungan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sekolah. Dalam kegiatan ini, seorang penulis harus terampil memanfaatkan

BAB I PENDAHULUAN. sekolah. Dalam kegiatan ini, seorang penulis harus terampil memanfaatkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menulis merupakan aspek berbahasa yang tidak dapat dipisahkan dari aspek lain dalam proses belajar yang dialami siswa selama menuntut ilmu di sekolah. Dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yaitu krisis terhadap masalah, sehingga peserta didik (mahasiswa) mampu merasakan

BAB I PENDAHULUAN. yaitu krisis terhadap masalah, sehingga peserta didik (mahasiswa) mampu merasakan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Lingkungan sebagai salah satu sains merupakan sebuah proses dan produk. Proses yang dimaksud disini adalah proses melalui kerja ilmiah,

Lebih terperinci

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING SISWA KELAS X AK 1 SMK MUHAMMADIYAH 2 KARANGANYAR TAHUN DIKLAT 2008/2009 SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan

Lebih terperinci

Kata Kunci: Pemberdayaan Membaca, Pembelajaran PAKEM

Kata Kunci: Pemberdayaan Membaca, Pembelajaran PAKEM PEMBERDAYAAN KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI PEMBELAJARAN PAKEM PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Mudzanatun Dosen PGSD IKIP PGRI SEMARANG mudzanatunm.pd_zana@yahoo.co.id Abstrak Membaca

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. bantuan catatan. Pemetaan pikiran merupakan bentuk catatan yang tidak

II. TINJAUAN PUSTAKA. bantuan catatan. Pemetaan pikiran merupakan bentuk catatan yang tidak 11 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Mind Map Mind map atau pemetaan pikiran merupakan salah satu teknik mencatat tinggi. Informasi berupa materi pelajaran yang diterima siswa dapat diingat dengan bantuan catatan.

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 58/KEP/UDN-01/VI/2007. tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 58/KEP/UDN-01/VI/2007. tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 58/KEP/UDN-01/VI/2007 tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Rektor Universitas Dian Nuswantoro Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

BRIEFING PENGAWAS UJIAN SEMESTER GANJIL TA 2014/2015. Oleh : Christanto Triwibisono (Direktur Akademik) 11 Desember 2014

BRIEFING PENGAWAS UJIAN SEMESTER GANJIL TA 2014/2015. Oleh : Christanto Triwibisono (Direktur Akademik) 11 Desember 2014 BRIEFING PENGAWAS UJIAN SEMESTER GANJIL TA 2014/2015 Oleh : Christanto Triwibisono (Direktur Akademik) 11 Desember 2014 Introduction Giving is receiving; Give more get more Student today, leader tomorrow

Lebih terperinci

12/17/2011. Mind Mapping

12/17/2011. Mind Mapping Mind Mapping Cara Kerja Memori 1 PER RHATIAN PENG GULANGAN MINDMAPPING alat yang membantu otak berpikir secara teratur 2 Mind Map Membantu : Menjadi lebih kreatif Menghemat waktu Berkonsentrasi Mengatur

Lebih terperinci

KURIKULUM Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 6 : ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN. Kelas / Semester : V / 2

KURIKULUM Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 6 : ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN. Kelas / Semester : V / 2 KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 6 : ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN Nama Sekolah : SDN MANUKAN KULON Kelas / Semester : V / 2 Nama Guru NIP / NIK : EKO BUDIYONO

Lebih terperinci

LAMPIRAN A. Data Try Out A-1DATA TRY OUT KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN KELAS A-2DATA TRY OUT BERPIKIR POSITIF

LAMPIRAN A. Data Try Out A-1DATA TRY OUT KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN KELAS A-2DATA TRY OUT BERPIKIR POSITIF 52 LAMPIRAN A Data Try Out A-1DATA TRY OUT KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN KELAS A-2DATA TRY OUT BERPIKIR POSITIF 53 LAMPIRAN A-1 Data Try Out KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN KELAS 54 55 LAMPIRAN A-2 Data Try

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan tidak dapat berjalan baik, tanpa adanya kerja sama dengan berbagai

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan tidak dapat berjalan baik, tanpa adanya kerja sama dengan berbagai 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masalah pendidikan merupakan bidang garapan yang menyangkut kepentingan segenap kalangan masyarakat yang lebih diprioritaskan untuk masa depan bangsa. Oleh

Lebih terperinci

MENGEMBANGKAN DAN MENJUAL IDE BERWIRAUSAHA

MENGEMBANGKAN DAN MENJUAL IDE BERWIRAUSAHA Teknik Mendapatkan Ide MENGEMBANGKAN DAN MENJUAL IDE BERWIRAUSAHA By: AGB Suatu hari, di sebuah cafe, pablo picasso didekati oleh seorang wanita amerika. Wanita itu meminta kepadanya dengan sangat untuk

Lebih terperinci

Cara Mengatasi Kecemasan

Cara Mengatasi Kecemasan Cara Mengatasi Kecemasan S etiap manusia pasti pernah merasa cemas. Perasaan cemas tersebut sering disertai dengan gejala tubuh seperti: jantung berdetak lebih cepat, otot otot menegang, berkeringat, gemetar,

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING PADA PELAJARAN MATEMATIKA

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING PADA PELAJARAN MATEMATIKA UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING PADA PELAJARAN MATEMATIKA TRI SUCI MAYANG SARI Jurusan PPSD Prodi PGSD FIP UNIMED ABSTRAK Penelitian ini adalah Penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proses belajar mengajar IPS yang berlangsung di SDN Pulutan 02 Kec. Sidorejo Salatiga berdasarkan pengamatan langsung yang telah dilakukan, terkesan monoton. Tidak

Lebih terperinci

Saya berharap bahwa dengan Paket CD ini anda mendapatkan sesuatu yang mudah dalem meningkatkan kecerdasan anda.

Saya berharap bahwa dengan Paket CD ini anda mendapatkan sesuatu yang mudah dalem meningkatkan kecerdasan anda. Paket CD Brain Booster-Kecerdasan, Konsentrasi, Daya Ingat dan Kreativitas ini adalah Produk Best Seller, anda dapat memilih audio sesuai dengan kebutuhan anda dalam meningkatkan kemampuan otak. Ada 5

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu unsur dalam pendidikan. Dalam dunia pendidikan, matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern,

Lebih terperinci

Apa bedanya? Apa yang ada dalam pikiran mahasiswa tentang karya ilmiah? MENGGALI POTENSI DIRI MELALUI KARYA ILMIAH. Mahasiswa yang baik?

Apa bedanya? Apa yang ada dalam pikiran mahasiswa tentang karya ilmiah? MENGGALI POTENSI DIRI MELALUI KARYA ILMIAH. Mahasiswa yang baik? MENGGALI POTENSI DIRI MELALUI KARYA ILMIAH Oleh: Pujianto Apa yang ada dalam pikiran mahasiswa tentang karya ilmiah??? pujianto@uny.ac.id Mahasiswa Lebih matang Serius Penuh pertimbangan Apa bedanya? o

Lebih terperinci

BAB II KAMAN PUSTAKA

BAB II KAMAN PUSTAKA BAB II KAMAN PUSTAKA 2.1 Hubungan Peta Pikir dan Peta Konsep dengan Kemampuan Generik Peta Pikir atau Mind Mapping merupakan teknik pencatat yang dikembangkan oleh Tony Buzan dan didasarkan pada riset

Lebih terperinci

BERPIKIR KREATIF PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PERPAJAKAN FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

BERPIKIR KREATIF PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PERPAJAKAN FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG BERPIKIR KREATIF MAKALAH Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan dan Manajemen Inovasi yang dibina oleh Bapak Yuniadi Mayowan,S.sos.,MAB Oleh 1. Selvia Dewi Novita (115030407111008) 2. Intan

Lebih terperinci

2013 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR

2013 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan dasar bagi pengetahuan manusia. Bahasa juga dikatakan sebagai alat komunikasi yang digunakan oleh setiap manusia dengan yang lain. Sebagai alat

Lebih terperinci

Nama Sekolah : Kelas / Semester : 2 / 2 : Lingkungan Waktu : 4 minggu

Nama Sekolah : Kelas / Semester : 2 / 2 : Lingkungan Waktu : 4 minggu Nama Sekolah : Kelas / Semester : 2 / 2 Tema : Lingkungan Waktu : 4 minggu Standar Kompetensi B. Indonesia Berbicara RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK Mengungkapkan secara lisan beberapa

Lebih terperinci

MENULIS FIKSI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIF UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI. Nurmina 1*) ABSTRAK

MENULIS FIKSI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIF UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI. Nurmina 1*) ABSTRAK MENULIS FIKSI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIF UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI Nurmina 1*) 1 Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Almuslim, Bireuen *) Email: minabahasa1885@gmail.com

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor :... tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor :... tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor :... tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Rektor Universitas Dian Nuswantoro Menimbang : bahwa untuk menjamin kelancaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini perguruan tinggi di Bandung sudah sangat banyak, sehingga

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini perguruan tinggi di Bandung sudah sangat banyak, sehingga BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini perguruan tinggi di Bandung sudah sangat banyak, sehingga mahasiswa dapat memilih perguruan tinggi yang hendak mereka masuki. Dalam memilih perguruan

Lebih terperinci

Jadikanlah soal ini sebagai penambah wawasan, bukan PEDOMAN Nama : Provinsi : BERMAIN DENGAN KUPU-KUPU

Jadikanlah soal ini sebagai penambah wawasan, bukan PEDOMAN Nama : Provinsi : BERMAIN DENGAN KUPU-KUPU BERMAIN DENGAN KUPU-KUPU Box info : Beberapa jenis hewan melakukan penyamaran untuk menghindari pemangsa. Beberapa hewan seperti belalang dan kumbang jenis tertentu mempunyai bentuk dan warna tubuh yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada siswa. Perubahan tingkah tersebut merupakan tujuan dari pembelajaran. dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. pada siswa. Perubahan tingkah tersebut merupakan tujuan dari pembelajaran. dalam meningkatkan kualitas pendidikan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peran guru dalam proses belajar mengajar sangat penting karena guru sering dianggap yang paling bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan. Dalam hal ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelajaran Sejarah di SMA/MA adalah mata pelajaran yang mengkaji tentang perubahan dan perkembangan kehidupan masyarakat baik di Indonesia maupun di luar Indonesia dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas 5 SD Kristen 04 Salatiga. Jumlah siswa adalah 15 siswa, dimana siswa laki-laki adalah

Lebih terperinci

DALAM KEGIATAN BRIDGING COURSE

DALAM KEGIATAN BRIDGING COURSE PERMAINAN CHARACTER BUILDING DALAM KEGIATAN BRIDGING COURSE SMP NEGERI 1 BOGOR TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SIMULASI : 1 : - : 2 orang berpasangan : 5 menit : 1. Mengembangkan rasa percaya diri 2. Mengembangkan

Lebih terperinci

Seni Rupa. (Sumber: Dok. Kemdikbud)

Seni Rupa. (Sumber: Dok. Kemdikbud) Seni Rupa Bab 1 Pembelajaran Menggambar Flora, Fauna, dan Alam Benda Kompetensi Inti KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin,

Lebih terperinci

MENJADI GURU YANG KREATIF. Oleh: Mami Hajaroh PPM pada Guru TK ABA Sleman Yka.

MENJADI GURU YANG KREATIF. Oleh: Mami Hajaroh PPM pada Guru TK ABA Sleman Yka. MENJADI GURU YANG KREATIF Oleh: Mami Hajaroh PPM pada Guru TK ABA Sleman Yka. Pendahuluan Guru merupakan barisan terdepan bagi percapaian tujuan pendidikan. Ditangan para gurulah anak dididik sejak pagi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. selama ini kurang mampu mengembangkan kemampuan berpikir peserta. diarahkan pada kemampuan siswa untuk menghafal informasi.

BAB I PENDAHULUAN. selama ini kurang mampu mengembangkan kemampuan berpikir peserta. diarahkan pada kemampuan siswa untuk menghafal informasi. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu pengetahuan alam, yang sering disebut juga dengan istilah pendidikan sains disingkat menjadi IPA, merupakan salah satu mata pelajaran pokok dalam kurikulum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia, karena

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia, karena BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia, karena manusia tidak terlepas dari berkomunikasi, Fungsi utama bahasa adalah alat untuk berkomunikasi. Dalam

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kreativitas menurut para ahli psikologi penjelasannya masih berbeda-beda

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kreativitas menurut para ahli psikologi penjelasannya masih berbeda-beda 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kreativitas Kreativitas menurut para ahli psikologi penjelasannya masih berbeda-beda sesuai sudut pandang masing-masing. Menurut Semiawan kreativitas adalah suatu kemampuan untuk

Lebih terperinci

PROGRAM PEMBELAJARAN IILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 1

PROGRAM PEMBELAJARAN IILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 1 PROGRAM PEMBELAJARAN IILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 1 1 PROGRAM SEMESTER TAHUN PELAJARAN 20 / 20 MATA PELAJARAN : Ilmu Pengetahuan Alam KELAS / SEMESTER : I (Satu) / 1 (satu) Standar

Lebih terperinci