TATA-TERTIB PERKULIAHAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "TATA-TERTIB PERKULIAHAN"

Transkripsi

1 Mata Kuliah : KREATIVITAS SKS : 2 sks Dosen : Tim Deskripsi Kreativitas adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mewujudkan suatu ide baru. Kemampuan tersebut dapat diperoleh dari akal pikiran dan juga dari kemampuan intuitif. Kemampuan ini secara inheren berada dalam setiap diri manusia, dapat dibangkitkan dan dikembangkan untuk membantu memecahkan masalah sehari-hari. Pikiran kreatif perlu diturunkan dalam bentuk yang applicable agar secara konkrit memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Pikiran kreatif yang aplikatif ini disebut dengan inovasi (Goman 2001, 4). Tujuan Instruksional Umum Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu berpikir kreatif dan inovatif. Berpikir kreatif dan inovatif merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mendobrak kebekuan berpikir agar mampu menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan praktik bisnis. Proporsi Penilaian 1. Tugas Mingguan 40% 2. Diskusi Mingguan 20% 3. Ujian Tengah Semester 20% 4. Ujian Akhir Semester 20% TATA-TERTIB PERKULIAHAN a. Mahasiswa diwajibkan hadir tepat waktu dengan maksimum keterlambatan 5 menit. Keterlambatan dosen selama 15 menit tanpa pemberitahuan berarti kelas dinyatakan kosong b. Mahasiswa harus berpakaian rapi, tidak merokok di kelas, tidak berbicara dengan rekannya di kelas, tidak mengganggu jalannya perkuliahan c. Mahasiswa tidak diperkenankan menyalakan handphone di dalam kelas d. Mahasiswa diharapkan bertindak sejujur-jujurnya, karena seluruh materi matakuliah ini dirancang untuk meningkatkan kualitas diri mahasiswa. Perilaku tidak jujur adalah perilaku menipu diri sendiri e. Mahasiswa mempunyai hak untuk mendapatkan nilai akhir dari matakuliah ini, jika: Mengikuti kuliah minimal 80% Mengumpulkan tugas (keterlambatan dianggap tidak mengumpulkan tugas) Satuan Acara Perkuliahan (SAP) Minggu ke- Tujuan Instruksional Khusus Materi Teknik Kuliah 1

2 1 Memberikan pemahaman umum tentang kreativitas 2 Melatih diri untuk keluar dari sikap negatif 3 Melatih diri untuk bersikap optimis 4 Melatih diri untuk mengatasi stres 5 Melatih diri untuk keluar dari belenggu aturan 6 Melatih diri untuk berpikir alternatif 7 Melatih diri untuk lebih intuitif 8 Melatih diri untuk lebih kreatif Pengantar Kreativitas Sikap Negatif 2. Latihan 1: Sikap Positif 3. Latihan Kreativitas Intuitif (KreatIn) Kreativitas Takut Gagal 2. Latihan 2: Teknik Mengambil Risiko 3. Latihan Kreatin Kreativitas Stres yang Berlebihan 2. Latihan 3: Mengatasi Stres 3. Latihan Kreatin Kreativitas Taat pada Aturan 2. Latihan 4: Melanggar Aturan 3. Latihan Kreatin Kreativitas Membuat Asumsi 2. Latihan 5: Memeriksa Asumsi 3. Latihan Kreatin Kreativitas Terlalu Mengandalkan Logika 2. Latihan 6: Iklim Kreatif Internal 3. Latihan Kreatin Kreativitas Merasa tidak Kreatif 2. Latihan 7: Yakin kalau Kreatif 3. Latihan Kreatin 9 - Ujian Tengah Semester - 10 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 8: Mind Mapping Tingkat I dan II 2. Latihan Kreatin 11 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 12 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 9: Mind Mapping Tingkat III dan IV 2. Latihan Kreatin 1. Latihan 10: Mind Mapping Tingkat I sd IV dan Estetika 2. Latihan Kreatin Kuliah Latihan Sikap Positif & Kreatin Latihan Teknik Mengambil Risiko & Kreatin Latihan Mengatasi Stres & Kreatin Latihan Melanggar Aturan & Kreatin Latihan Memeriksa Asumsi & Kreatin Latihan Iklim Kreatif Internal & Kreatin Latihan Yakin kalau Kreatif & Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi & Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi dan Mind Map & Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi dan Mind Map 2

3 & Kreatin 13 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 11: Mind Mapping Tanaman 2. Latihan Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi dan Mind Map & Kreatin 14 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 12: Mind Mapping Binatang 2. Latihan Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi + Metafora dan Analogi & Kreatin 15 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 13: Mind Mapping Matahari 2. Latihan Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi + Metafora dan Analogi & Kreatin 16 Ujian Akhir Semester - Daftar Pustaka Goman, Carol Kinsey Creativity in Business: Mengubah Gagasan Menjadi Keuntungan. (Terj. Boni Fatius Sindyarta). Jakarta: Penerbit PPM. Buzan, Tony and Barry Buzan The Mind Map Book. London: BBC Worldwide Limited. Soenarno, Adi Creativity Games. Yogyakarta: Andi Offset Kreativitas Intuitif (KreatIn) Kreativitas pada dasarnya ada dua macam, yaitu: kreativitas rasional dan kreativitas intuitif. Kreativitas rasional adalah kreativitas yang dibangkitkan dan dikembangkan melalui pemikiran yang rasional. Tetapi sebaliknya kreativitas intuitif adalah kreativitas yang tidak terpikirkan. Kreativitas ini muncul secara inspiratif tanpa secara sengaja dihadirkan atau dipikirkan. Latihan Kreativitas Intuitif 1. Siapkan buku harian kecil (atau alat lainnya yang dapat digunakan untuk menulis seperti PDA atau HP, dan lain-lainnya) yang mudah dikantongi dan dibawa kemanamana setiap saat 2. Tuliskan ide (atau apa saja yang tiba-tiba muncul dalam benak) di buku harian Saudara. 3

4 Ide yang dimaksud di sini adalah sesuatu yang tidak dipikirkan, tetapi tiba-tiba ada dalam pikiran. Sesuatu (bisa disebut juga inspirasi ) yang demikian (yaitu: tidak dipikirkan, tetapi tiba-tiba ada) adalah peristiwa yang muncul melalui proses intuitif. Dalam latihan ini, inspirasi tidak terbatas pada satu ide, tetapi juga warna, peristiwa, benda, dan lain-lainnya. 3. Catat setiap ide intuitif tersebut setiap hari selama enam hari 4. Pada hari ke-enam, baca kembali semua ide yang dicatat pada hari pertama hingga keenam 5. Setelah dibaca, pilih salah satu ide yang paling menarik dari semua daftar ide yang telah Saudara tulis 6. Ceritakan pengalaman Saudara di kelas 7. Simpan catatan ide Saudara ini hingga pada akhir semester (dan catatan ini dapat digunakan pada semester-semester berikutnya hingga Saudara lulus dari program studi Saudara) Penghambat dan Pendorong Kreativitas No. Penghambat Pendorong 1 Sikap Negatif Perubahan Sikap 2 Takut Gagal Teknik Mengambil Risiko 3 Stres yang Berlebihan Kemampuan Menyalurkan Stres 4 Taat pada Aturan Melanggar Aturan 5 Membuat Asumsi Memeriksa Asumsi 6 Terlalu Mengandalkan Logika Iklim Kreatif Internal 7 Merasa tidak Kreatif Yakin kalau Kreatif Latihan Pendorong Kreativitas Latihan 1: Sikap Positif 1. Mengatasi penghambat kreativitas sikap negatif 2. Membangkitkan pikiran positif secara kreatif 1. Perhatikan pernyataan/sikap teman, dosen, orang tua, tetangga, dan lain-lainnya yang menurut Saudara adalah negatif/pesimis 2. Tuliskan pernyataan/sikap yang negatif/pesimis tadi dalam buku catatan saudara 3. Buatlah tabel seperti contoh berikut ini (atau Saudara dapat membuat tabel versi Saudara sendiri): No. Pernyataan/Sikap Orang Lain Pikiran Kreatif Saudara 1 Semester ini saya kesulitan o Saya mengajukan keringanan 4

5 bayar SPP 2 Besok, saya gak siap menghadapi Ujian Tengah Semester penundaan pembayaran SPP pada Universitas o Saya mencari pinjaman untuk membayar SPP o Saya mencari kerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan uang SPP o Dan seterusnya... o Saya siap mengikuti ujian tengah semester o Saya memanfaatkan waktu yang tersisa ini untuk belajar o Saya memahami materi yang akan diujikan o Dan seterusnya Temukan pernyataan/sikap negatif seperti di atas minimal lima kasus/hari. Masing-masing pernyataan/sikap negatif tersebut diatasi dengan pikiran kreatif Saudara seperti pada Tabel di atas. Latihan 2: Teknik Mengambil Risiko (Goman 2001, 20; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas takut gagal 2. Melatih berani mengambil risiko 3. Membangkitkan kreativitas 1. Risiko apa yang akan Saudara pertimbangkan ketika Saudara menggunakan uang Saudara sebesar Rp ,00 dalam bisnis untuk membayar SPP semester depan? 2. Mengapa berani mengambil risiko itu? 5

6 3. Jika risiko tersebut diambil dan ternyata gagal, hasil terburuk apa yang mungkin Saudara peroleh? 4. Bagaimana Saudara mengatasi kegagalan tersebut? 5. Atau, Saudara memiliki alternatif yang lain? Buatlah satu kasus/hari selama lima hari yang diambil dari pengalaman/pengamatan dalam kehidupan sehari-hari! Latihan 3: Mengatasi Stres (Goman 2001, 25-6; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas stres yang berlebihan 2. Melatih kemampuan untuk keluar dari stres 3. Melatih agar tubuh mental menjadi rileks dan sehat 1. Duduk di kursi atau bersila, punggung dalam kondisi tegak 2. Pejamkan mata, tarik nafas dalam-dalam, kemudian hembuskan 6

7 3. Rasakan udara yang masuk melalui hidung, rasakan pula udara yang dihembuskan melalui hidung 4. Jika ada pikiran yang masuk, ikuti pikiran itu hingga hilang. Jika muncul lagi, ikuti hingga hilang 5. Konsentrasikan lagi ke pernafasan hingga jarak pikiran yang satu dengan yang lain semakin jauh 6. Bayangkan Saudara berada dalam sebuah taman alami yang luas, di kejauhan terlihat gunung berwarna kebiruan dengan kabut tipis, terasa menyegarkan; udara berhembus sejuk... Di sekitar Saudara terlihat tanaman hijau, dengan bunga warna-warni, indah, dan bervariasi; aroma bunga yang lembut dan harum terasa melalui udara yang masuk dari lubang hidung..., sejuk..., segar Bayangkan Saudara terbang seperti kupu-kupu mengitari bunga-bunga yang indah..., terbang kesana-kemari dengan bebas dan dengan hati yang riang. Terbang tinggi dan jauh mendekati gunung yang tinggi dengan udara di sekelilingnya yang sejuk... terbang bebas...setinggi gunung dan langit, seluas bumi Dengan perlahan dan tenang, lakukan hitungan mundur dari sepuluh hingga nol...tenang, santai, dan rileks Rasakan diri Saudara begitu tenang, santai, dan rileks Pelan-pelan sadari sekeliling Saudara, kemudian...buka mata... Lakukan latihan ini setiap hari. Catatlah pengalaman yang dialami dan ceritakan di kelas untuk berbagi pengalaman dengan teman-teman yang lain Latihan 4: Melanggar Aturan (Goman 2001, 29-30; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas taat pada aturan 2. Melatih untuk keluar dari peraturan baku 1. Perhatikan kegiatan yang dilakukan oleh Saudara secara rutin (misalnya: naik sepeda motor ke kampus; gosok gigi sebelum tidur; dan lain-lainnya) 2. Lakukan kegiatan yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan kegiatan rutin. Misalnya: pergi ke kampus dengan berjalan kaki (= tindakan yang bertentangan dengan kebiasaan naik sepeda motor); atau ke kampus naik sepeda motor yang dibonceng teman (tindakan sedikit berbeda dengan naik sepeda motor ke kampus); tidak menggosok gigi waktu mau tidur (= tindakan bertentangan dengan kebiasaan menggosok gigi ketika mau tidur); dan lain-lainnya 3. Perhatikan pikiran apa yang muncul, atau apa yang dirasakan, ketika Saudara melakukan tindakan yang bertentangan dengan kebiasaan 7

8 Lakukan latihan tersebut setiap hari satu kasus. Catat dan ceritakan pengalaman yang diperoleh Latihan 5: Memeriksa Asumsi (Goman 2001, 32-3; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas asumsi tunggal 2. Melatih untuk tidak terikat pada asumsi tunggal 3. Memperkaya asumsi (ide) dengan berbagai konsekuensinya 1. Perhatikan tetangga Saudara sedang mengerjakan sesuatu (misalnya: membeli sayuran) 2. Asumsi apa yang pertama kali timbul dalam pikiran Saudara? Catatlah! 3. Asumsi apa lagi yang muncul setelah Saudara mencoba untuk memikirkannya? Catatlah! 4. Konsekuensi apa saja yang muncul dari masing-masing asumsi tersebut di atas? Jelaskan! Lakukan latihan ini satu kasus tiap hari selama enam hari Latihan 6: Iklim Kreatif Internal (Goman 2001, 36; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas terlalu berpikir logis 2. Membangkitkan kemampuan mendapatkan ide dari dalam diri 1. Tetapkan sebuah masalah yang membutuhkan jawaban 2. Duduk rileks, santai, dan pejamkan mata 3. Tarik nafas melalui hidung, kemudian hembuskan nafas melalui hidung, pelan dan santai Setelah tenang dan tidak lagi ada pikiran yang mengganggu, tanyakan masalah tadi ke diri Saudara 5. Jika sudah ada jawaban (misalnya berupa simbol, huruf, angka, dan lain-lainnya), tapi Saudara belum paham, maka tanyakan lagi ke diri Saudara hingga paham 6. Setelah itu, sadari keadaan sekeliling dan... bukalah mata Saudara Lakukan tiap hari. Setiap hari satu kasus Latihan 7: Yakin kalau Kreatif (Goman 2001, 38-9; dimodifikasi) 8

9 Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas merasa tidak kreatif 2. Menjadi kreatif dan optimis 1. Buatlah daftar tentang apa saja (sebanyak 3 sampai 5) yang membuat Saudara merasa tidak kreatif 2. Gantilah faktor tersebut dengan faktor yang positif (dimulai dari, atau berdasarkan pada, pikiran yang pertama kali muncul) Lakukan latihan ini setiap hari dengan kasus yang berbeda Latihan 8: Mind Mapping Tingkat I dan II (Buzan & Buzan 2003; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengembangkan kreativitas berpikir Bagian I 1. Temukan satu kata (tentang apa saja). Usahakan kata tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Tuliskan kata tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari kata tersebut dengan cara menyambungnya dengan sepuluh kata lain yang berhubungan dengan kata tersebut (ini adalah mind map tingkat I) 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh kata tersebut kembangkan sepuluh kata lagi yang berhubungan (ini adalah mind map tingkat II) 5. Lakukan langkah 3-4 dalam waktu 10 menit 6. Diskusikan keterkaitan antara kata yang satu (dari satu kata awal) dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat I) dan dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat II) Bagian II 1. Temukan satu kata (tentang apa saja). Usahakan kata tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Tuliskan kata tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari kata tersebut dengan cara menyambungnya dengan sepuluh kata lain yang tidak berhubungan dengan kata tersebut (ini adalah mind map tingkat I) 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh kata tersebut kembangkan sepuluh kata lagi yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat II) (catatan: untuk mendapatkan kata pada tingkat I dan II harus intuitif/tidak dipikir) 5. Lakukan langkah 3-4 dalam waktu 7 menit 6. Diskusikan keterkaitan antara kata yang satu (dari satu kata awal) dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat I) dan dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat II) yang pada dasarnya tidak berkaitan 9

10 lakukan latihan ini (Bagian I dan Bagian II) di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari lakukan di rumah dengan kata awal yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 9: Mind Mapping Tingkat III dan IV (Buzan & Buzan 2003; dimodifikasi) 1. Temukan satu kata (tentang apa saja). Usahakan kata tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Tuliskan kata tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari kata tersebut dengan cara menyambungnya dengan sepuluh kata lain yang berhubungan dengan kata tersebut (ini adalah mind map tingkat I) 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh kata tersebut kembangkan sepuluh kata lagi yang berhubungan (ini adalah mind map tingkat II) 5. Dari masing-masing sepuluh kata tingkat II kembangkan lagi sepuluh kata yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat III) 6. Dari masing-masing sepuluh kata tingkat III kembangkan lagi sepuluh kata yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat IV). ( untuk mendapatkan kata pada tingkat III sampai dengan tingkat IV harus dilakukan secara intuitif/tidak dipikir) 7. Lakukan langkah 3-6 dalam waktu 15 menit 8. Diskusikan keterkaitan antara kata yang satu (dari satu kata awal) dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat I) dan dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat II) yang pada dasarnya tidak berkaitan lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan kata awal yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 10: Mind Mapping Tingkat I sd IV + Estetika (Buzan & Buzan 2003; dimodifikasi) 1. Temukan satu kata (tentang apa saja). Usahakan kata tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Tuliskan kata tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari kata tersebut dengan cara menyambungnya dengan sepuluh kata lain yang berhubungan dengan kata tersebut (ini adalah mind map tingkat I). 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh kata tersebut kembangkan sepuluh kata lagi yang berhubungan (ini adalah mind map tingkat II) 5. Dari masing-masing sepuluh kata tingkat II kembangkan lagi sepuluh kata yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat III) 6. Dari masing-masing sepuluh kata tingkat III kembangkan lagi sepuluh kata yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat IV). 10

11 ( (1) untuk mendapatkan kata pada tingkat III sampai dengan tingkat IV harus dilakukan secara intuitif/tidak dipikir; (2) dalam menghubungkan kata pertama dengan sepuluh kata berikutnya harus dilakukan dengan membuat garis/gambar yang artistik) 7. Lakukan langkah 3-6 dalam waktu 25 menit 8. Diskusikan keterkaitan antara kata yang satu dengan yang lain beserta garis/gambar artistik yang Saudara buat lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan kata awal yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 11a: Mind Mapping Tanaman 1. Pilih sebuah tanaman! Usahakan proses memilih tanaman tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Gambarkan tanaman tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari masing-masing bagian tanaman tersebut dengan cara menyambungnya dengan produk yang mungkin dapat dibuat dari masing-masing bagian tanaman (ini adalah mind map tingkat produk). 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh produk tersebut kembangkan sepuluh konsumen yang akan mengkonsumsinya (ini adalah mind map tingkat konsumen) ( dalam menghubungkan bagian-bagian tanaman dengan sepuluh produk harus dilakukan dengan membuat garis/gambar yang artistik) 5. Lakukan langkah 2-4 dalam waktu 15 menit 6. Diskusikan keterkaitan antara bagian-bagian tanaman dengan produk dan konsumennya beserta garis/gambar artistik yang Saudara buat 7. Diskusikan juga ide-ide yang dapat digunakan untuk melestarikan tanaman tersebut, jika tanaman tersebut dapat dibuat produk seperti telah disebutkan di atas lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan tanaman yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 11b: Mind Mapping Cakar Ayam 1. Duduk di kursi (atau duduk bersila di atas sajadah, atau tikar, atau karpet) dalam posisi punggung dan kepala tegak lurus, santai dan rileks, tanpa rasa tegang pada seluruh tubuh baik secara fisik maupun mental 2. Pejamkan mata, mohon kepada Tuhan agar latihan ini dapat memberi berkah pada kecerdasan pribadi Saudara 3. Kemudian konsentrasikan pikiran Saudara pada proses pernafasan 4. Rasakan udara yang masuk dan udara yang keluar (pastikan bahwa dalam proses ini Saudara benar-benar konsentrasi pada nafas, tidak ada pikiran lain selain konsentrasi pada nafas) 11

12 5. Sadari bahwa Saudara sedang memberikan apa yang menjadi hak dari tubuh Saudara, yaitu memberikan udara bersih kepada tubuh 6. Lakukan langkah 1-4 selama kira-kira 10 menit 7. Setelah itu (masih dalam posisi duduk, tutup mata, dan pensil di tangan Saudara), mulailah dengan menulis cakar ayam. Ini bukan tulisan cakar ayam seorang anak. Bayangkan bahwa Saudara adalah seorang seniman yang sedang mensketsa suatu bagan. Biarkan pensil bergerak pada halaman kertasnya. Apabila Saudara telah merasa membuat cukup banyak tulisan cakar ayam, bukalah mata Saudara. Lihat apa yang telah Saudara gambar. Apa yang sedang Saudara pikirkan dari gambar tersebut? Saudara kemudian ingat tentang apa? Bagaimana Saudara menggunakannya pada masalah Saudara? Karakteristik apa yang sesuai untuk suatu penyelesaian? Produk baru yang bagaimana yang diungkapkannya (atau yang dapat Saudara gunakan?) berusahalah untuk memikirkan sebanyak mungkin gambar-biarkan pikiran Saudara berkelana hanya untuk menafsirkan apa yang dimaksudkan oleh tulisan cakar ayam itu. 8. Lakukan latihan di kelas dengan bimbingan Dosen Latihan 12: Mind Mapping Binatang 1. Pilih seekor binatang! Usahakan proses memilih binatang tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Gambarkan binatang tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari masing-masing bagian binatang tersebut dengan cara menyambungnya dengan produk yang mungkin dapat dibuat dari masing-masing bagian binatang (ini adalah mind map tingkat produk). 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh produk tersebut kembangkan sepuluh macam kebutuhan yang akan dibutuhkan untuk memproduksi produk tersebut (ini adalah mind map tingkat modal produksi) ( dalam menghubungkan bagian-bagian tanaman dengan sepuluh produk harus dilakukan dengan membuat garis/gambar yang artistik) 5. Lakukan langkah 2-4 dalam waktu 15 menit 6. Diskusikan keterkaitan antara bagian-bagian binatang dengan produk dan modal produksi beserta garis/gambar artistik yang Saudara buat 7. Diskusikan juga ide-ide yang dapat digunakan untuk melestarikan binatang tersebut, jika binatang tersebut dapat dibuat produk seperti telah disebutkan di atas lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan binatang yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 13: Mind Mapping Gambar dan Kata 12

13 1. Potonglah dua puluh kata dan dua puluh gambar dari koran. Gulunglah potongan kertas tadi seperti gulungan kertas untuk undian arisan (catatan: potongan kertas gambar dan kata besarnya harus sama) 2. Kemudian tempatkan dalam satu wadah dan kocok 3. Ambil secara acak sepuluh gulungan kertas 4. Hubungkan gambar dan kata-kata tadi sehingga bermakna 5. Diskusikan di kelas lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan potongan-potongan kertas yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. 13

PROPORSI PENILAIAN 1. Tugas Mingguan 40% 2. Diskusi Mingguan 20% 3. Ujian Tengah Semester 20% 4. Ujian Akhir Semester 20%

PROPORSI PENILAIAN 1. Tugas Mingguan 40% 2. Diskusi Mingguan 20% 3. Ujian Tengah Semester 20% 4. Ujian Akhir Semester 20% MATA KULIAH JUMLAH SKS DOSEN : M E N T A L I T A S : 2 SKS : TIM DESKRIPSI SINGKAT Matakuliah ini menjelaskan: (a) dimensi kecerdasan manusia, (b) mengenal fitrah manusia, (c) menemukan suara hati manusia

Lebih terperinci

Menggunakan Metode Peta Pikiran (mind mapping) dalam Menulis

Menggunakan Metode Peta Pikiran (mind mapping) dalam Menulis Menggunakan Metode Peta Pikiran (mind mapping) dalam Menulis Oleh Susana Widyastuti, M.A. Disampaikan pada Seminar Metode Belajar yang Efektif Yang diselenggarakan pada Sabtu, 25 September 2010 Oleh Pusat

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P ) Standar Kompetensi** 1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P ) Standar Kompetensi** 1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P ) Nama Sekolah :... Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas : V (Lima) Semester : I (Satu) Alokasi Waktu : x 35 menit ( pertemuan). Standar Kompetensi**.

Lebih terperinci

PENGENALAN OBYEK DESAIN

PENGENALAN OBYEK DESAIN MINGGU KE-1 pengantar PENGENALAN OBYEK DESAIN TUGAS MAHASISWA DI RUANG STUDIO: Mencermati penjelasan Mencatat penjelasan yang diperlukan. Memahami penjelasan tugas studio TUGAS MAHASISWA DI LUAR RUANG

Lebih terperinci

UJIAN TENGAH SEMESTER

UJIAN TENGAH SEMESTER UJIAN TENGAH SEMESTER Tanggal: 7 November 2013 Mata Kuliah: Pengantar Manajemen Kelas/Ruang: CE I/G208 Jenis Test: Pilihan Ganda Dosen: Viraguna Bagoes Oka & Dharma Iswara Bagoes Oka Jumlah Soal: 60 Petunjuk:

Lebih terperinci

LATIHAN PERNAFASAN. Pengantar

LATIHAN PERNAFASAN. Pengantar LATIHAN PERNAFASAN Pengantar 1. Teknik pernafasan: kembangkan perut pada saat menarik nafas dalam, dan kempiskan perut pada saat membuang nafas. 2. Sebaiknya bernafas melalui hidung. 3. Biarkan dada mengikuti

Lebih terperinci

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM )

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS 2 SEMESTER I 17 PERHITUNGAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMUM Nama Sekolah : SD/MI... Kelas/semester : II (Dua)/ 1 (satu)

Lebih terperinci

Kami sering melakukan kegiatan bersama, yaitu

Kami sering melakukan kegiatan bersama, yaitu Sebutkan anggota keluargamu di rumah? Sebutkan sifat-sifat anggota keluargamu tersebut! Ceritakan dalam bahasa tulis sederhana mengenai kebersamaan keluargamu! Anggota keluargaku adalah Sifat-sifat mereka

Lebih terperinci

MENGEMBANGKAN DAN MENJUAL IDE BERWIRAUSAHA

MENGEMBANGKAN DAN MENJUAL IDE BERWIRAUSAHA Teknik Mendapatkan Ide MENGEMBANGKAN DAN MENJUAL IDE BERWIRAUSAHA By: AGB Suatu hari, di sebuah cafe, pablo picasso didekati oleh seorang wanita amerika. Wanita itu meminta kepadanya dengan sangat untuk

Lebih terperinci

Peraturan Akademik Magister Manajemen

Peraturan Akademik Magister Manajemen Peraturan Akademik Magister Manajemen Kehadiran Kuliah 75% a) Untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar, kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan tatap muka di kelas diwajibkan minimal 75% dari keseluruhan

Lebih terperinci

BERPIKIR KREATIF PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PERPAJAKAN FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

BERPIKIR KREATIF PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PERPAJAKAN FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG BERPIKIR KREATIF MAKALAH Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan dan Manajemen Inovasi yang dibina oleh Bapak Yuniadi Mayowan,S.sos.,MAB Oleh 1. Selvia Dewi Novita (115030407111008) 2. Intan

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN BERPIKIR KRITIS

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN BERPIKIR KRITIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN BERPIKIR KRITIS Fadlan Abdul Jabar Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo e-mail: fadlan_gebyog@yahoo.com

Lebih terperinci

BRIEFING PENGAWAS UJIAN SEMESTER GANJIL TA 2014/2015. Oleh : Christanto Triwibisono (Direktur Akademik) 11 Desember 2014

BRIEFING PENGAWAS UJIAN SEMESTER GANJIL TA 2014/2015. Oleh : Christanto Triwibisono (Direktur Akademik) 11 Desember 2014 BRIEFING PENGAWAS UJIAN SEMESTER GANJIL TA 2014/2015 Oleh : Christanto Triwibisono (Direktur Akademik) 11 Desember 2014 Introduction Giving is receiving; Give more get more Student today, leader tomorrow

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. selama ini kurang mampu mengembangkan kemampuan berpikir peserta. diarahkan pada kemampuan siswa untuk menghafal informasi.

BAB I PENDAHULUAN. selama ini kurang mampu mengembangkan kemampuan berpikir peserta. diarahkan pada kemampuan siswa untuk menghafal informasi. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu pengetahuan alam, yang sering disebut juga dengan istilah pendidikan sains disingkat menjadi IPA, merupakan salah satu mata pelajaran pokok dalam kurikulum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yaitu krisis terhadap masalah, sehingga peserta didik (mahasiswa) mampu merasakan

BAB I PENDAHULUAN. yaitu krisis terhadap masalah, sehingga peserta didik (mahasiswa) mampu merasakan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Lingkungan sebagai salah satu sains merupakan sebuah proses dan produk. Proses yang dimaksud disini adalah proses melalui kerja ilmiah,

Lebih terperinci

Cara Mengatasi Kecemasan

Cara Mengatasi Kecemasan Cara Mengatasi Kecemasan S etiap manusia pasti pernah merasa cemas. Perasaan cemas tersebut sering disertai dengan gejala tubuh seperti: jantung berdetak lebih cepat, otot otot menegang, berkeringat, gemetar,

Lebih terperinci

belajar yang efektif dan efisien. Koleksi : Drg Wayan Ardhana,MS.,Sp.Ort., Bagian Ortodonsia FKG UGM

belajar yang efektif dan efisien. Koleksi : Drg Wayan Ardhana,MS.,Sp.Ort., Bagian Ortodonsia FKG UGM Ada empat tip yang sangat berguna untuk membantu para mahasiswa dalam mengembangkan sistem belajar yang efektif dan efisien. Koleksi : Drg Wayan Ardhana,MS.,Sp.Ort., Bagian Ortodonsia FKG UGM Sistem Belajar

Lebih terperinci

KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 6 : ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN Nama Sekolah : MI IMAMI Kelas / Semester : V / 2 Nama Guru : Alinatul Khusna, S.Pd.I

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING PADA PELAJARAN MATEMATIKA

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING PADA PELAJARAN MATEMATIKA UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING PADA PELAJARAN MATEMATIKA TRI SUCI MAYANG SARI Jurusan PPSD Prodi PGSD FIP UNIMED ABSTRAK Penelitian ini adalah Penelitian

Lebih terperinci

Jadikanlah soal ini sebagai penambah wawasan, bukan PEDOMAN Nama : Provinsi : BERMAIN DENGAN KUPU-KUPU

Jadikanlah soal ini sebagai penambah wawasan, bukan PEDOMAN Nama : Provinsi : BERMAIN DENGAN KUPU-KUPU BERMAIN DENGAN KUPU-KUPU Box info : Beberapa jenis hewan melakukan penyamaran untuk menghindari pemangsa. Beberapa hewan seperti belalang dan kumbang jenis tertentu mempunyai bentuk dan warna tubuh yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini yang dikenal dengan era globalisasi dan teknologi informasi, adalah merupakan fakta yang tak dapat dipungkiri bahwa telah terjadi perubahan yang sangat

Lebih terperinci

Nama Sekolah : Kelas / Semester : 2 (Dua) / 2 (Dua) : Kesehatan Waktu : 2 Minggu

Nama Sekolah : Kelas / Semester : 2 (Dua) / 2 (Dua) : Kesehatan Waktu : 2 Minggu RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK Nama Sekolah : Kelas / Semester : (Dua) / (Dua) Tema : Kesehatan Waktu : Minggu STANDAR KOMPETENSI Mendengarkan Memahami pesan pendek dan dongeng yang dilisankan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor :... tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor :... tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor :... tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Rektor Universitas Dian Nuswantoro Menimbang : bahwa untuk menjamin kelancaran

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN

BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN digilib.uns.ac.id 71 BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan Simpulan penelitian ini berdasarkan pada kajian teori, hasil penelitian, dan pembahasan yang telah dilakukan penulis. Hasil penilaian

Lebih terperinci

Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā

Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā Oleh: U Sikkhānanda (Andi Kusnadi) Meditasi jalan Sebaiknya, latihan meditasi dimulai dengan meditasi jalan dahulu. Saat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penting dalam kehidupan sehari-hari serta dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan

BAB I PENDAHULUAN. penting dalam kehidupan sehari-hari serta dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matematika sebagai salah satu ilmu mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari serta dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 58/KEP/UDN-01/VI/2007. tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 58/KEP/UDN-01/VI/2007. tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 58/KEP/UDN-01/VI/2007 tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Rektor Universitas Dian Nuswantoro Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan pendidikannya (Rusman, 2012 : 93). kegiatan belajar mengajar, salah satunya adalah pengorganisasian mata

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan pendidikannya (Rusman, 2012 : 93). kegiatan belajar mengajar, salah satunya adalah pengorganisasian mata 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah keahlian dasar yang akan mendukung kemampuan seorang guru dalam menjalankan tugasnya, artinya tinggi rendahnya motivasi seorang guru akan terlihat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia, karena

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia, karena BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia, karena manusia tidak terlepas dari berkomunikasi, Fungsi utama bahasa adalah alat untuk berkomunikasi. Dalam

Lebih terperinci

Gambarlah bentuk bak mandi di rumahmu!

Gambarlah bentuk bak mandi di rumahmu! Gambarlah bentuk bak mandi di rumahmu! Gambarlah bentuk bak mandi di rumahmu dan tentukan banyak sudut dan banyak sisi dari sisi bak mandi tersebut! Gambar Sisi Bak Mandi Banyak Sisi Bak mandi Banyak Sudut

Lebih terperinci

cinta lingkungan pelajaran 3

cinta lingkungan pelajaran 3 cinta lingkungan pelajaran 3 cinta lingkungan berarti sayang kepada sesama tumbuhan hewan manusia harus memelihara tumbuhan alam hewan semua adalah ciptaan tuhan apakah kamu cinta lingkungan cinta lingkungan

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS. 1 Semester 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS. 1 Semester 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS 1 Semester 1 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, IPS

Lebih terperinci

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN 1. Pesat tapi tidak merata. - Otot besar mendahului otot kecil. - Atur ruangan. - Koordinasi mata dengan tangan belum sempurna. - Belum dapat mengerjakan pekerjaan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 29 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Kondisi Awal. Penelitian ini dilakukan di kelas I MI Miftahul Ulum Curah Keris Kalipang Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan Tahun

Lebih terperinci

Disadur dari berbagai sumber oleh. Disadur dari berbagai sumber oleh

Disadur dari berbagai sumber oleh.  Disadur dari berbagai sumber oleh Menjadi awet muda adalah dambaan setiap manusia. Dan penuaan dini merupakan hal yang menakutkan bagi banyak orang khususnya kamu wanita. Mengapa setiap orang ingin kelihatan muda sekalipun pada usia yang

Lebih terperinci

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PETA KONSEP DAN PETA PIKIRAN PADA SISWA KELAS X MA NEGERI KUALASIMPANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PETA KONSEP DAN PETA PIKIRAN PADA SISWA KELAS X MA NEGERI KUALASIMPANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PETA KONSEP DAN PETA PIKIRAN PADA SISWA KELAS X MA NEGERI KUALASIMPANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SKRIPSI Disusun Oleh : INTAN JULIANA Mahasiswi Sekolah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kematangan atau kedewasaan yang menguntungkan untuk mempraktekkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kematangan atau kedewasaan yang menguntungkan untuk mempraktekkan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Kesiapan Kesiapan menurut kamus psikologi adalah tingkat perkembangan dari kematangan atau kedewasaan yang menguntungkan untuk mempraktekkan sesuatu (Chaplin, 2006,

Lebih terperinci

Strategi Belajar CERDAS Pada Pendidikan Jarak Jauh

Strategi Belajar CERDAS Pada Pendidikan Jarak Jauh Pada Pendidikan Jarak Jauh UNIVERSITAS TERBUKA 2 0 13 DAFTAR ISI Halaman Judul... i Daftar Isi... ii Tahukah Anda?... 1 Strategi Belajar CERDAS... 2 1 Huruf C untuk CERDIK... 4 2 Huruf E untuk EFEKTIF...

Lebih terperinci

Kegiatan Sehari-hari

Kegiatan Sehari-hari Bab 1 Kegiatan Sehari-hari Kegiatan Sehari-hari 1 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan mampu: 1) membuat daftar kegiatan sehari-hari berdasarkan penjelasan guru; 2) menceritakan

Lebih terperinci

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 Survei ini merupakan survey mengenai kesehatan dan hal-hal yang yang mempengaruhi kesehatan. Informasi yang anda berikan akan digunakan

Lebih terperinci

MELATIH ANJING HERDER (bagian pertama) Oleh : Susila Sujarwo*)

MELATIH ANJING HERDER (bagian pertama) Oleh : Susila Sujarwo*) MELATIH ANJING HERDER (bagian pertama) Oleh : Susila Sujarwo*) Keberhasilan melatih anak anjing herder tergantung dari anjing-anjing yang dilatih dan faktor pelatihnya (kasih sayang, perhatian dan waktu).

Lebih terperinci

PERMAINAN PERAN. Ada enam topi dengan warna yang berbeda-beda. Setiap warna mewakili satu jenis kegiatan berpikir.

PERMAINAN PERAN. Ada enam topi dengan warna yang berbeda-beda. Setiap warna mewakili satu jenis kegiatan berpikir. TOPI BERPIKIR Kecerdasan dan kemampuan berpikir bisa dianalogikan dengan mobil dan pengendaranya. Mobil biasa di tangan pengemudi luar biasa bisa mengalahkan mobil luar biasa yang dikendarai oleh pengemudi

Lebih terperinci

Matriks Perubahan Pasal-Pasal dalam Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Matriks Perubahan Pasal-Pasal dalam Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Lampiran Surat Nomor : 390 / B / HK / 2015 Tanggal : 07 September 2015 Matriks Perubahan Pasal-Pasal dalam Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi No Permendikbud No.

Lebih terperinci

1.2 Mengidentifikasi. 4. Menuliskan dan mengelompokkan kegunaan makanan bagi. 3. Menyebutkan bagian tubuh. 5. Menyusun menu makanan

1.2 Mengidentifikasi. 4. Menuliskan dan mengelompokkan kegunaan makanan bagi. 3. Menyebutkan bagian tubuh. 5. Menyusun menu makanan IPA Kelas I SD/MI 1 SILABUS Sekolah :... Kelas : I Mata Pelajaran : IPA Semester : I (satu) Tema : Diri sendiri Standar : 1. Mengenal anggota tubuh dan kegunaannya, serta cara perawatannya. Contoh 1.1

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kejenuhan belajar. Berkaitan dengan itulah tingkat kejenuhan belajar siswa perlu memperoleh

BAB I PENDAHULUAN. kejenuhan belajar. Berkaitan dengan itulah tingkat kejenuhan belajar siswa perlu memperoleh BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberhasilan belajar siswa dipengaruhi banyak faktor, baik faktor dalam diri maupun faktor dari luar diri individu. Salah satu faktor berpengaruh terhadap proses belajar

Lebih terperinci

Terapi Kognitif dan Perilaku Untuk Penderita Hipomania dan Mania

Terapi Kognitif dan Perilaku Untuk Penderita Hipomania dan Mania Materi ini merupakan salah satu Bahan kuliah online gratis Bagi anggota keluarga, relawan kesehatan jiwa Danperawat pendamping Terapi Kognitif dan Perilaku Untuk Penderita Hipomania dan Mania Oleh: TirtoJiwo,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. manusia yang terlibat dalam proses pembangunan tersebut.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. manusia yang terlibat dalam proses pembangunan tersebut. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan nasional pada hakekatnya bertujuan untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya. Manusia merupakan inti pembangunan, mengingat keberadaannya sebagai

Lebih terperinci

Kelas : Waktu : Hari/ tanggal : Nama Guru : A. TINDAK MENGAJAR A. TINDAK BELAJAR A. PENARIKAN MAKNA. Pengamat (NOVIANA RAHMAWATI) NIM.

Kelas : Waktu : Hari/ tanggal : Nama Guru : A. TINDAK MENGAJAR A. TINDAK BELAJAR A. PENARIKAN MAKNA. Pengamat (NOVIANA RAHMAWATI) NIM. 90 CATATAN OBSERVASI PENDAHULUAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INSTRUKSI LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA (PTK bagi Siswa Kelas VIII Semester Genap di SMPIT Nur Hidayah Surakarta

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SD Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : I/1 Tema : Diri Sendiri, Keluarga Standar Kompetensi : 1. Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan

Lebih terperinci

BAB III Membuat Sketsa

BAB III Membuat Sketsa BAB III Membuat Sketsa Pada dasarnya sketsa merupakan sebuah gambar sederhana dengan sentuhan goresan pensil namun tetap memperlihatkan nilai estetika pada objek yang digambar. Permasalahannya menggambar

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS A. Kajian Teori 1. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Ilmu pengetahuan alam atau dikenal juga dengan sains menurut Bundu (2006) merupakan sejumlah proses kegiatan

Lebih terperinci

Amati gambar di bawah dengan teliti!

Amati gambar di bawah dengan teliti! Ayo mengenal kewajiban yang sama di sekolah! Setiap hari Dayu pergi ke sekolah. Dayu belajar dengan teman-teman. Semua siswa belajar dengan tanggung jawab. Mereka memiliki kewajiban yang sama di sekolah.

Lebih terperinci

TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X (SPESIVIK X) A. TATA TERTIB SPESIVIK

TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X (SPESIVIK X) A. TATA TERTIB SPESIVIK TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X () A. TATA TERTIB SPESIVIK 1. Mematuhi peraturan dan tata tertib SPESIVIK 2. Hadir tepat waktu 30 menit sebelum acara dimulai. 3. Menerapkan

Lebih terperinci

KOMPETENSI DASAR SENI BUDAYA DAN PRAKARYA SEKOLAH DASAR KELAS I - VI

KOMPETENSI DASAR SENI BUDAYA DAN PRAKARYA SEKOLAH DASAR KELAS I - VI SENI BUDAYA DAN PRAKARYA SEKOLAH DASAR KELAS I - VI KELAS I KOMPETENSI INTI 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli,

Lebih terperinci

Prosedur ini berlaku dalam pelaksanaan seminar skripsi mahasiswa S1 Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB.

Prosedur ini berlaku dalam pelaksanaan seminar skripsi mahasiswa S1 Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB. 1. TUJUAN Memberikan acuan bagi pelaksanaan seminar skripsi dengan menciptakan kejelasan mekanisme, keteraturan dan ketertiban pelaksanaan seminar skripsi agar terselenggara seminar skripsi mahasiswa yang

Lebih terperinci

SEKILAS TENTANG. Pembantu Dekan I FE Unpad. Tugas Pembantu Dekan Bidang Akademik

SEKILAS TENTANG. Pembantu Dekan I FE Unpad. Tugas Pembantu Dekan Bidang Akademik SEKILAS TENTANG KE-PD1-AN Pembantu Dekan I FE Unpad Dr. Nury Effendi, SE., MA. Tugas Pembantu Dekan Bidang Akademik 1 Membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada

Lebih terperinci

PANDUAN DASAR MEDITASI BUKA AURA. Ditulis oleh : Vena Aurora

PANDUAN DASAR MEDITASI BUKA AURA. Ditulis oleh : Vena Aurora PANDUAN DASAR MEDITASI BUKA AURA Ditulis oleh : Vena Aurora PENTING UNTUK ANDA BACA Sebelum Anda melangkah ke tahap Buka Aura, sebaiknya Anda belajar cara bermeditasi. Mengapa? Karena proses Buka Aura

Lebih terperinci

REAL TOOLS FOR REAL LIFE

REAL TOOLS FOR REAL LIFE Pernahkah Anda bertanya kepada diri sendiri? ~ Ketika sedang menghadapi masalah, terutama yang berkaitan dengan emosi dan pikiran, bagaimana Saya membantu diri sendiri? ~ Bagaimana Saya berkontribusi membuat

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS. Semester 2

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS. Semester 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS 1 Semester 2 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, IPA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sebagai salah satu disiplin ilmu, Matematika merupakan ilmu yang berkaitan dengan struktur yang terorganisasi, sebab ilmu ini berkembang dari unsur yang tidak

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Kelas / Semester : II / 1 Tema 3 : Tugasku Sehari-Hari Sub Tema 3 : Tugasku Sebagai Umat Beragama Pembelajaran Ke : 6 Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) Kode Mata Kuliah : DA Dosen Koordinator: Ruth Hutagalung

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) Kode Mata Kuliah : DA Dosen Koordinator: Ruth Hutagalung SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis Kode Mata Kuliah : DA 20-020 Program Studi : DIII/ Akuntansi SKS : 2 SKS Dosen Koordinator: Ruth Hutagalung 1 No. Reg. : 83050 2 SATUAN ACARA

Lebih terperinci

PANDUAN WAWANCARA PEMILIK

PANDUAN WAWANCARA PEMILIK 52 PANDUAN WAWANCARA PEMILIK 1. Mengapa Anda memilih bergerak di bidang ini? Apa alasannya? Berpikir teliti, inovatif dan kreatif: 2. Dalam setiap transaksi, apakah Anda selalu melakukan pengecekan ulang,

Lebih terperinci

Buat Lima Prosedur Ini Bekerja bagi Anda

Buat Lima Prosedur Ini Bekerja bagi Anda 2 Buat Lima Prosedur Ini Bekerja bagi Anda 1. Tindakan menyembuhkan ketakutan. Kurung ketakutan Anda da kemudian ambil tindakan konstruktif. Tidak adanya tindakan tidak melakukan apapun terhadap situasi

Lebih terperinci

Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar. Pedoman Fasilitator. Tentang pedoman ini

Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar. Pedoman Fasilitator. Tentang pedoman ini Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Pedoman Fasilitator Tentang pedoman ini Pedoman ini memuat informasi untuk membantu fasilitator mempersiapkan dan menyampaikan pelatihan mengenai Epidemiologi Lapangan

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SD/MI Kelas : II Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Tema : Aku Semester : I (satu) Standar Kompetensi 1. Mengenal bagian-bagian utama hewan dan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P )

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P ) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P ) MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS V SEKOLAH DASAR SEMESTER GANJIL DAN GENAP ROSMAYASARI, S.PD. NIP. 9806 000 00 DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG SEKOLAH

Lebih terperinci

Standar Kompetensi : Menerapkan Prinsip-prinsip seni grafis dalam desain komunikasi visual untuk MM

Standar Kompetensi : Menerapkan Prinsip-prinsip seni grafis dalam desain komunikasi visual untuk MM BAB II MEMBUAT SKETSA Standar Kompetensi : Menerapkan Prinsip-prinsip seni grafis dalam desain komunikasi visual untuk MM Kompetensi Dasar : Men-Sketsa Materi Pembelajaran : 1. Sketsa bentuk 2. Sketsa

Lebih terperinci

STMIK CIC CIREBON Nurul Bahiyah, M. Kom.

STMIK CIC CIREBON Nurul Bahiyah, M. Kom. STMIK CIC CIREBON - 2016 Nurul Bahiyah, M. Kom. PENGERTIAN Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa baik ejaan maupun tanda bacanya sehingga mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya.

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Mind merupakan gagasan berbagai imajinasi. Mind merupakan suatu keadaan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Mind merupakan gagasan berbagai imajinasi. Mind merupakan suatu keadaan II. TINJAUAN PUSTAKA A. Mind Map Mind merupakan gagasan berbagai imajinasi. Mind merupakan suatu keadaan yang timbul bila otak (brain) hidup dan sedang bekerja (Bahaudin, 1999:53). Mind map adalah teknik

Lebih terperinci

PANDUAN CLINICAL SKILL LABORATORIUM SENAM KAKI DIABETIK. Oleh. Tim Endokrin dan Metabolik

PANDUAN CLINICAL SKILL LABORATORIUM SENAM KAKI DIABETIK. Oleh. Tim Endokrin dan Metabolik PANDUAN CLINICAL SKILL LABORATORIUM SENAM KAKI DIABETIK Oleh Tim Endokrin dan Metabolik PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2014 TATA TERTIB Sebelum Praktikum

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RPP Kelas 1 Tema : Peristiwa Alam Satuan Pendidikan :... Kelas / Semester : I (Satu) / 2 Tema / Topik : Peristiwa Alam Petemuan ke : 1 Alokasi Waktu : 1 Hari A. KOMPETENSI

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR UJIAN AKHIR SEMESTER

MANUAL PROSEDUR UJIAN AKHIR SEMESTER MANUAL PROSEDUR UJIAN AKHIR SEMESTER PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2015 MANUAL PROSEDUR UJIAN AKHIR SEMESTER PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS

Lebih terperinci

Perkalian dan Pembagian

Perkalian dan Pembagian Bab 3 Perkalian dan Pembagian Tema Pekerjaan Pedagang Buah Tema 7 Gejala Alam dan Peristiwa Mengungsi Tema Rekreasi Bersepeda ke Taman Tujuan Pembelajaran Pembelajaran ini bertujuan agar kamu mampu: melakukan

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SD/MI... Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Kelas : I (satu) Tema : Diri sendiri Semester : I (satu) Standar Kompetensi 1. Mengenal anggota tubuh

Lebih terperinci

KONTRAK PERKULIAHAN. Nama Mata Kuliah : Akuntansi Biaya Kode Mata Kuliah : PAD 150 : Eka Dewi Nurjayanti, S.P.,M.Si

KONTRAK PERKULIAHAN. Nama Mata Kuliah : Akuntansi Biaya Kode Mata Kuliah : PAD 150 : Eka Dewi Nurjayanti, S.P.,M.Si Nama Mata Kuliah : Akuntansi Biaya Kode Mata Kuliah : PAD 150 Pengampu : Eka Dewi Nurjayanti, S.P.,M.Si Jumlah SKS : 2 (dua) Mata Kuliah Prasyarat : Dasar Akuntansi Semester : VII/ 2013-2014 Hari Pertemuan/Jam

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK SISWA SD KELAS RENDAH DAN PEMBELAJARANNYA

KARAKTERISTIK SISWA SD KELAS RENDAH DAN PEMBELAJARANNYA KARAKTERISTIK SISWA SD KELAS RENDAH DAN PEMBELAJARANNYA Oleh: Sekar Purbarini Kawuryan PPSD FIP UNY Pendahuluan Pembentukan kemampuan siswa di sekolah dipengaruhi oleh proses belajar yang ditempuhnya.

Lebih terperinci

LEARNING SKILLS (Keterampilan Membaca) Program PPKB UGM FAKULTAS PERTANIAN

LEARNING SKILLS (Keterampilan Membaca) Program PPKB UGM FAKULTAS PERTANIAN LEARNING SKILLS (Keterampilan Membaca) Program PPKB UGM FAKULTAS PERTANIAN KONSEP DASAR 1. Perbedaan proses pembelajaran di Perguruan Tinggi. 2. Perlu dibantu cara pembelajaran yg mendukung actived learning.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Fakultas Psikologi merupakan salah satu Fakultas yang berada di

BAB I PENDAHULUAN. Fakultas Psikologi merupakan salah satu Fakultas yang berada di BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Fakultas Psikologi merupakan salah satu Fakultas yang berada di Universitas X Bandung didirikan berdasarkan pertimbangan praktis, yakni melengkapi syarat untuk

Lebih terperinci

Kajian Semester Sisipan Universitas Surabaya

Kajian Semester Sisipan Universitas Surabaya KAJIAN SEMESTER SISIPAN UNIVERSITAS SURABAYA i UNIVERSITAS SURABAYA LEMBAGA PENELITIAN Kajian Semester Sisipan Universitas Surabaya oleh : Sugata Pikatan Proyek Pusbangdaya No : IS-97315 Surat Tugas No

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN. 1. Isilah identitas anda pada tempat yang telah disediakan. 2. Baca masing-masing pernyataan dengan teliti dan pilih jawaban yang

PETUNJUK PENGISIAN. 1. Isilah identitas anda pada tempat yang telah disediakan. 2. Baca masing-masing pernyataan dengan teliti dan pilih jawaban yang PETUNJUK PENGISIAN Di halaman berikut ada beberapa pernyataan yang akan anda jawab. Sebelum anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan yaitu : 1. Isilah identitas anda pada tempat yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bab I yaitu seberapa baik penggunaan pendekatan saintifik dalam rencana

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bab I yaitu seberapa baik penggunaan pendekatan saintifik dalam rencana BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas tentang hasil penelitian yang telah diperoleh sekaligus pembahasannya. Hasil penelitian ini menjawab masalah penelitian pada Bab I yaitu seberapa baik

Lebih terperinci

MENJADI PEMIMPIN BISNIS YANG KREATIF

MENJADI PEMIMPIN BISNIS YANG KREATIF MENJADI PEMIMPIN BISNIS YANG KREATIF PAHAMI GAMBAR INI! BENTUK PUTIH TAK BERATURAN MEMANG TIDAK ADA ARTINYA RUANG DIANTARA BENTUK TERSEBUT, MUNCUL IDE DENGAN MENGUBAH SUDUT PANDANG, IDE BARU ANDA DAPATKAN

Lebih terperinci

KISI - KISI PENULISAN SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER TAHUN PELAJARAN 2013/2014. : PG = 15 butir Isian = 10 butir UT 5 butir

KISI - KISI PENULISAN SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER TAHUN PELAJARAN 2013/2014. : PG = 15 butir Isian = 10 butir UT 5 butir KISI - KISI PENULISAN ULANGAN AKHIR SEMESTER NAMA SEKOLAH MATA PELAJARAN WAKTU JUMLAH : SDN/S : IPS : 90 menit : 30 soal : PG = 15 butir Isian = 10 butir UT 5 butir NO KOMPETENSI DASAR MATERI INDIKATOR

Lebih terperinci

LEMBAR PENGESAHAN PROSEDUR UJIAN TENGAH SEMESTER DAN UJIAN AKHIR SEMESTER

LEMBAR PENGESAHAN PROSEDUR UJIAN TENGAH SEMESTER DAN UJIAN AKHIR SEMESTER Halaman : 1 dari 11 LEMBAR PENGESAHAN DAN UJIAN AKHIR SEMESTER DIBUAT OLEH MENYETUJUI Tim SOP Prodi IF Mira Kania Sabariah, S.T., M.T Ka Prodi Teknik Informatika 1 Halaman : 2 dari 11 DAFTAR ISI Lembar

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis Kode Mata Kuliah : SM 20-021 SKS : 2 SKS Dosen Koordinator: Ruth Hutagalung No Reg : 83050 1 SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) Mata Kuliah : Komunikasi

Lebih terperinci

Biografi. Jadwal Penilaian

Biografi. Jadwal Penilaian Biografi Ringkasan Unit Setelah mendengarkan dan membaca beberapa biografi, keduanya dalam bentuk buku-buku dan majalah, para murid sekolah dasar mengungkapkan pendapat tentang apa yang menyebabkan sebuah

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN TEMATIK

RENCANA PEMBELAJARAN TEMATIK RENCANA PEMBELAJARAN TEMATIK NAMA SEKOLAH :... TEMA : KEPERLUAN SEHARI HARI KELAS /SEMESTER : 3 (Tiga)/2 (Dua) ALOKASI WAKTU : 4 MINGGU A. STANDAR KOMPETENSI I. PKN 3. Memiliki harga diri sebagai individu

Lebih terperinci

MANUAL KETERAMPILAN KLINIK KEDOKTERAN KOMUNITAS TEKNIK KOMUNIKASI : MENYAMPAIKAN KABAR BURUK DAN KONSELING KELUARGA

MANUAL KETERAMPILAN KLINIK KEDOKTERAN KOMUNITAS TEKNIK KOMUNIKASI : MENYAMPAIKAN KABAR BURUK DAN KONSELING KELUARGA MANUAL KETERAMPILAN KLINIK KEDOKTERAN KOMUNITAS TEKNIK KOMUNIKASI : MENYAMPAIKAN KABAR BURUK DAN KONSELING KELUARGA Diberikan Pada Mahasiswa Semester VII Fakultas Kedokteran Unhas Fakultas Kedokteran Universitas

Lebih terperinci

Praktik Administrasi Pinjaman Kredit di PT. Bank Perkreditan Rakyat Duta Adiarta Medan

Praktik Administrasi Pinjaman Kredit di PT. Bank Perkreditan Rakyat Duta Adiarta Medan Praktik Administrasi Pinjaman Kredit di PT. Bank Perkreditan Rakyat Duta Adiarta Medan Ryan Suhanda Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Email: ryanteras8@gmail.com Abstrak Tujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perubahan paradigma pembelajaran matematika di adaptasi dalam kurikulum di Indonesia terutama mulai dalam Kurikulum 2004 (KBK) dan Kurikulum 2006 serta pada kurikulum

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. menentukan keberhasilan pencapaian suatu tujuan pendidikan. Oleh sebab itu,

I. PENDAHULUAN. menentukan keberhasilan pencapaian suatu tujuan pendidikan. Oleh sebab itu, 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan unsur yang sangat mendasar dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Kegiatan pembelajaran dalam kelas sangatlah menentukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan lebih lanjut ke perguruan tinggi (www.freelists.org). Perguruan tinggi

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan lebih lanjut ke perguruan tinggi (www.freelists.org). Perguruan tinggi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada jaman sekarang ini, semakin banyak individu yang menempuh pendidikan lebih lanjut ke perguruan tinggi (www.freelists.org). Perguruan tinggi (PT) adalah

Lebih terperinci

PROSES BERNALAR SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL-SOAL OPERASI BILANGAN DENGAN SOAL MATEMATIKA REALISTIK

PROSES BERNALAR SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL-SOAL OPERASI BILANGAN DENGAN SOAL MATEMATIKA REALISTIK 1 PROSES BERNALAR SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL-SOAL OPERASI BILANGAN DENGAN SOAL MATEMATIKA REALISTIK Suherman Dosen Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung Email: suherman_alghifari@yahoo.co.id

Lebih terperinci

Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com

Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com Hak Cipta 2008 oleh Elsa Sakina Produk ini boleh Anda sebar-luaskan secara cuma-cuma alias gratis. Dilarang keras

Lebih terperinci

Prosedur Penyusunan IS Minor Project Semester Ganjil 2011/2012

Prosedur Penyusunan IS Minor Project Semester Ganjil 2011/2012 Prosedur Penyusunan IS Minor Project Semester Ganjil 2011/2012 Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi KAMPUS SYAHDAN Jl. K.H. Syahdan No. 9, Kemanggisan, Jakarta Barat 11480 Telp. (62-21) 534

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 28 November 2012 SILABUS Tema 9 : Makanan Sehat dan Bergizi Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2012 Kelas : IV Tema 9 : Makanan Sehat dan Bergizi Alokasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. termasuk keterampilan menulis (Abidin, 2012:6). keterampilan tersebut diantaranya keterampilan menyimak, keterampilan

BAB I PENDAHULUAN. termasuk keterampilan menulis (Abidin, 2012:6). keterampilan tersebut diantaranya keterampilan menyimak, keterampilan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki peran penting, bukan hanya untuk membina keterampilan komunikasi melainkan juga digunakan sebagai penguasaan ilmu pengetahuan.

Lebih terperinci

Pendidikan Profesi Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran

Pendidikan Profesi Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran 2.2 Perkuliahan Kegiatan perkuliahan meliputi kegiatan kuliah tatap muka dan kegiatan lainnya yang ditentukan oleh dosen pembina mata

Lebih terperinci