PEDOMAN OPERASIONAL BAKU Program Afirmasi Pendidikan Tinggi Bagi Putra Putri Asli Papua

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEDOMAN OPERASIONAL BAKU Program Afirmasi Pendidikan Tinggi Bagi Putra Putri Asli Papua"

Transkripsi

1 2014 PEDOMAN OPERASIONAL BAKU Program Afirmasi Pendidikan Tinggi Bagi Putra Putri Asli Papua DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIRJEN PENDIDIKAN TINGGI KEMDIKBUD RI MAJELIS REKTOR PERGURUAN TINGGI NEGERI INDONESIA (MRPTNI) 2014

2 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG TUJUAN SASARAN ANALISIS MASALAH KERANGKA AFIRMASI... 4 BAB II LANDASAN KEBIJAKAN DAN PENYELENGGARA LANDASAN KEBIJAKAN PENYELENGGARA Pengelola Pusat Pengelola Perguruan Tinggi (PTN Pelaksana)... 7 BAB III KETENTUAN UMUM DAN PERSYARATAN KETENTUAN UMUM PERSYARATAN SEKOLAH PERSYARATAN PENDAFTARAN TATA CARA PENDAFTARAN JADWAL SELEKSI PTN DAN PROGRAM STUDI PILIHAN BAB IV PEMBIAYAAN SOSIALISASI, PENDAFTARAN DAN SELEKSI DANA BANTUAN PENDIDIKAN PEMBEKALAN DAN MATRIKULASI JANGKA WAKTU PEMBIAYAAN PENYALURAN DANA PENGHENTIAN BANTUAN HAL KHUSUS BAB V SOSIALISASI PROGRAM DAN SELEKSI... 14

3 5.1. SOSIALISASI PROGRAM RAPAT KORDINASI DAN LOKAKARYA SOSIALISASI PROGRAM ADik PAPUA REKRUITMEN PESERTA ADik PAPUA SELEKSI ADik PAPUA Proses Seleksi Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Seleksi Mekanisme Seleksi ADik Papua Penetapan Kelulusan dan Pendaftaran di Perguruan Tinggi Pelaksana BAB VI PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN SEBELUM KEDATANGAN DI PTN PELAKSANA Pembekalan Evaluasi Pembekalan Mobilisasi Calon Mahasiswa ADik Papua KEGIATAN SETELAH REGISTRASI DI PTN PELAKSANA Registrasi di PTN Pelaksana Sosialisasi Internal di PTN Pelaksana Program Matrikulasi Pelaksanaan Perkuliahan Tutorial Khusus Pembimbingan dan Konseling Monitoring dan Evaluasi Internal Pindah Program Studi dan PTN Mahasiswa Tidak Aktif dan Drop Out Evaluasi Hasil Studi Penyelesaian Studi BAB VII MONITORING DAN EVALUASI... 27

4 7.1. MONITORING PELAKSANAAN ADik PAPUA EVALUASI PROGRAM LAMAN RESMI DAN ALAMAT PENGELOLA FORM F

5 PEDOMAN OPERASIONAL BAKU Program Afirmasi Pendidikan Tinggi Bagi Putra Putri Asli Papua BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pendidikan adalah hak asasi manusia, dan ketika akses pendidikan telah dibuka seluas-luasnya, maka seluruh putra bangsa harus dapat memanfaatkan akses tersebut sebaik-baiknya. Namun dalam beberapa keadaan khusus akses pendidikan, terutama pendidikan tinggi tidak selamanya dapat tersedia. Akses yang terbatas tersebut dapat disebabkan karena keterbatasan sarana, atau karena keadaan khusus yang menyebabkan akses tersebut menjadi sangat terbatas. Keadaan khusus tersebut dapat pula disebabkan oleh keadaan berupa kondisi geografi, pertumbuhan ekonomi, bencana alam atau kondisi sosial budaya dan latar belakang sejarah khusus yang dialami oleh sekelompok masyarkat. Pemerataan dan keterbukaan akses pendidikan sangat penting untuk memperkokoh kekuatan dan kesatuan bangsa. Keutuhan berbangsa tercermin dari tingkat pendidikan yang merata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Lemahnya latar belakang pendidikan pada salah satu bagian wilayah, menyebabkan lemahnya kekuatan rantai persatuan sebagai bangsa. Upaya untuk mengatasi dan memperkuat rantai kesatuan berbangsa tersebut, salah satunya melalui peningkatan akses dan penuntasan pendidikan tinggi bagi daerah dengan kondisi khusus tersebut. Provinsi Papua dan Papua Barat adalah bagian wilayah negara kesatuan Republik Indonesia, yang hingga saat ini belum memperoleh akses pendidikan yang baik, terutama pendidikan tinggi. Oleh karenanya ketertinggalan diberbagai aspek kehidupan, dan tingkat kesejahteraan yang rendah dan seringkali menyisakan masalah besar. Kondisi infra struktur pendidikan yang serba terbatas di pedalaman menyebabkan pendidikan semakin tidak merata dan semakin hari melahirkan kebodohan dan kemiskinan yang menyebabkan anak-anak orang asli Papua tersingkir dari kancah persaingan dunia yang berkembang pesat. Tidak sulit menemukan gedung sekolah yang reyot, hanya beberapa orang guru, buku pelajaran yang sudah usang, sejumlah kecil murid yang bersepatu, seragam yang serba kumal dan lusuh, murid yang memiliki masalah kesehatan dan kurang gizi. Penyelenggaran pendidikan harus membantu anak-anak orang asli Papua untuk membuka akses mereka terhadap pengetahuan. Hal ini akan membantu mereka untuk secara alamiah bertumbuh dan berkembang menyejahterakan dirinya

6 2 diberbagai aspek kehidupan. Pendidikan akan mengangkat derajat mereka dan membantu untuk lebih mengenal dan menyerap nilai-niali universal dan menghindari berfikir sempit dan fragmatis. Sudah cukup banyak upaya yang telah dilakukan untuk membuka kesempatan akses seluas-luasnya bagi seluruh putra-putri Asli Papua. Namun harus diakui bahwa di beberapa wilayah masih perlu berbagai upaya keberpihakan dan percepatan agar kesenjangan pendidikan diseluruh tanah air dapat semakin dipersempit. Khusus untuk akses pada pendidikan tinggi telah dilakukan upaya oleh perguruan tinggi negeri. Upaya tersebut selama ini, belum dirasakan sebagai suatu program yang terintegrasi secara nasional. Untuk itu, upaya percepatan dan pemerataan dibidang pendidikan di Provinsi Papua dan Papua Barat, khususnya pendidikan tinggi dirancang dalam suatu program khusus berupa program keberpihakan atau Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bagi Putra-Putri Asli Papua. Program ADik Papua secara nasional dirancang dalam beberapa tahapan, dimulai dari tahapan pendataan dan pendaftaran, seleksi/ujian, pembekalan, mobilisasi, registrasi, pembiayaan, pembinaan dan pembimbingan belajar agar mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan tingginya dengan tuntas dan hasil yang baik TUJUAN Berdasarkan latar belakang diatas, maka tujuan Program ADik Papua adalah sebabagi berikut; 1. Memberikan kesempatan kepada putra-putri Asli Papua lulusan SMA sederajat yang berprestasi akademik baik, untuk memperoleh pendidikan tinggi di PTN terbaik; 2. Mendapatkan calon mahasiswa baru putra-putri Asli Papua melalui seleksi nasional dan seleksi khusus bagi siswa berprestasi akademik di SMA sederajat; 3. Menyiapkan sumber daya manusia putra-putri asli Papua yang berkualitas untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional, 1.3. SASARAN Sasaran program adalah Putra-Putri Asli Papua lulusan pendidikan SMA sederajat serta memiliki potensi akademik baik.

7 ANALISIS MASALAH Sistem penerimaam mahasiswa di PTN saat ini adalah melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Jalur Mandiri. SNMPTN diharapkan membantu memperluas akses karena dapat diikuti oleh seluruh SMA sederajat di Indonesia. Namun demikian, SNMPTN yang didasarkan pada prestasi akademik melalui rapor siswa, disadari memiliki keragaman mutu sangat tinggi. Selain itu, salah satu indikator dalam penerimaan mahasiswa jalur SNMPTN memertimbangkan unsur alumni dari sekolah di PTN yang akan dipilih. Hal ini menjadi permasalahan bagi beberapa daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat, dan tentunya semakin menyulitkan mereka, karena belum adanya unsur alumni yang masuk di PTN yang dituju. Demikian pula pada jalur SBMPTN yang melalui ujian tertulis sebagai test prediksi yang bersifat persaingan bebas dengan keketatan seleksi yang cukup tinggi, sehingga sulit untuk dilakukan penerapan prinsip afirmasi. Pada jalur mandiri yang tidak terintegrasi secara nasional, upaya afirmasi dinilai belum efektif. Permasalahan lain selain seleksi adalah tidak adanya masa adaptasi pada tahun pertama di PTN. Kegagalan dalam mengikuti proses pembelajaran dan penyelesaiain studi seringkali sebagai akibat dari tidak adanaya masa adaptasi awal yang memerkenalkan perubahan sistem belajar dari Sekolah Menengah ke perguruan Tinggi. Atas pertimbangan masalah tersebut diatas, maka beberapa daerah di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, memerlukan program afirmasi yang terintergrasi secara nasional dan melibatkan perguruan tinggi nasional. Program afirmasi dikelola secara khusus melalui koordinasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), sehingga semua kendala dan masalah yang dihadapi oleh Perguruan Tinggi yang melakukan afirmasi selama ini, dapat diselesaikan secara integral melalui kerjasama antar perguruan tinggi pelaksana. Setelah menghimpun data dan keterangan dari beberapa PTN pelaksana Program ADik Papua selama ini, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah sebagai berikut. a. Perubahan cara belajar dari SMA ke Perguruan Tinggi, menimbulkan gegar (shock) sehingga mahasiswa tidak siap menghadapi kelas besar, penyampaian materi pembelajaran yang relatif cepat dan jadwal pembelajaran yang cukup padat, baik kuliah, praktikum, responsi, kolokium maupun tutorial yang diadakan hingga malam hari. b. Materi pembelajaran belum sepenuhnya dikuasai terutama bidang MIPA dan ilmu dasar lainnya. Beberapa dari mahasiswa ADik Papua berasal dari SMK yang mengalami kesulitan belajar karena harus mengambil matakuliah MIPA dasar seperti Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, Kalkulus, dsb

8 4 c. Terkait dengan disiplin dan kepatuhan terhadap tata terib akademik serta panduan pendidikan sarjana, perlu periode untuk sosialisasi dan internalisasi ketentuan akademik. Format untuk sosialisasi dan internalisasi serta upaya untuk membangkitkan motivasi belajar dapat dilakukan seperti; training motivasi, social hours activity dll. d. Teridentifikasi mahasiswa dengan nilai rendah, sehingga dilakukan tutorial pada malam hari untuk memperbaiki nilai. Namun ternyata tingkat kehadiran tutorial juga sangat rendah, bahkan ada yang tidak pernah hadir. e. Masih banyak mahasiswa yang tidak memahami pemilihan program studi atas dasar IPA dan IPS. Sehingga beberapa meminta pindah program studi karena tidak bisa mengikuti proses pembelajaran setelah diterima di PTN. f. Agar program afirmasi bisa berlangsung sukses maka untuk ke depan proses seleksi sebaiknya dilakukan melalui seleksi khusus ADik Papua, dan SNMPTN tanpa test tertulis untuk memastikan kapasitas calon mahasiswa yang potensial secara akademik bisa menyelesaikan pendidikan. g. Mengingat secara umum mutu pendidikan Sekolah Menengah di Papua lebih rendah maka mereka yang lolos seleksi sebaiknya dipersiapkan lebih dahulu melalui program matrikulasi sebelum mengikuti program pendidikan regular. Pada program matrikulasi selain digunakan untuk peningkatan kemampuan akademik, juga memberikan motivasi adaptasi lingkungan kehidupan kampus dan perguruan tinggi, termasuk budaya akademik (cara belajar dan manajemen waktu) KERANGKA AFIRMASI Program afirmasi pendidikan tinggi bagi Putra-Putri Asli Papua dimulai dengan tahapan seleksi dengan memberi kepercayaan kepada sekolah sebagai bagian dari proses awal seleksi. Kepala Sekolah dan para guru yang telah mendidik siswanya selama 3 tahun diharapkan berperan aktif dalam memberikan rekomendasi secara jujur dan bertanggung jawab terhadap siswa yang memunyai prediksi keberhasilan yang baik di PTN. Kepercayaan kepada sekolah ini dapat dibingkai dengan sistem hadiah dan hukuman bagi sekolah yang mengirimkan siswa terbaik dan berhasil pada PTN tujuan akan memerolah tambahan kuota, sebaliknya bagi sekolah yang gagal dan terindikasi berbuat curang akan mendapatkan hukuman. Dalam proses seleksi, selain melibatkan perguruan tinggi juga diperlukan keterlibatan pemerintah daerah dengan pertimbangan bahwa siswa yang terpilih adalah putra-putri orang asli Papua (OAP) dan layak untuk mendapatkan rekomendasi. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan arahan program studi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan daerah. Oleh karena itu kegiatan pengusulan dan pendaftaran siswa oleh sekolah dilakukan dibawah koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

9 5 Panitia pelaksana atau kelompok kerja (pokja) antar universitas melakukan kordinasi dan melakukan proses lanjutan untuk seleksi mahasiswa terbaik berdasarkan kriteria umum yang telah disepakati dan menjadi kewenangan masing masing Rektor PTN yang terkait. Selanjutnya penerimaan mahasiswa afirmasi oleh PTN dilakukan dalam bentuk penugasan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kepada PTN pelaksana. Program Pra Universitas (PPU) atau Program Matrikulasi (PM) jika perlu dapat dilakukan karena berfungsi sebagai jembatan antara sistem belajar di Sekolah Menengah dan universitas, memberikan periode adaptasi yang memadai bagi mahasiswa sehingga tidak menimbulkan gegar budaya (cultural shock). Bentuk seperti PPU atau PM dengan demikian dapat dipertimbangkan sebagai pilihan untuk mendukung penyelesaian studi mahasiswa afirmasi. Bentuk lain yang dapat dipilih ialah memerpanjang masa persiapan, misalnya memberikan STATUS KHUSUS. Dalam status khusus mahasiswa dibimbing agar dapat melewati IPK 2.00 agar dapat melanjutkan ke semester berikutnya. Setelah mahasiswa registrasi pada PTN hendaknya ada proses pembinaan dan pembimbingan terutama berhubungan dengan motivasi, kedisiplinan dan juga social hour activity, misalnya dengan melibatkan organisasi mahasiswa daerah atau yang sejenisnya. Masa inkubasi dalam status khusus dibuat dengan memertimbangkan kualitas calon serta kemudahan program tersebut dilaksanakan pada masing-masing universitas. Selanjutnya upaya untuk menekan angka kegagalan dan meningkatkan keberhasilan dapat dilakukan secara khusus baik dengan melibatkan dosen, asisten dosen, mahasiswa senior maupun tutor sebaya. Akan sangat ideal jika PTN dapat menyediakan asrama yang memungkinkan bergabung dengan mahasiswa lain sehingga proses pembimbingan, sosialisasi dan akulturasi berjalan dengan baik.

10 6 BAB II LANDASAN KEBIJAKAN DAN PENYELENGGARA 2.1. LANDASAN KEBIJAKAN Landasan Kebijakan dalam Program Afirmasi Pendidikan Tinggi Bagi Putra Putri Orang Asli Papua adalah sebagai berikut. 1. Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Peraturan Pemerintah No 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan 3. Peraturan Presiden Republik Indonesia No 65 Tahun 2011 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat 4. Peraturan Presiden Republik Indonesia No 66 Tahun 2011 tentang Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat 5. Undang-undang No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi, khususnya pasal PENYELENGGARA Penyelenggara Program ADik Papua adalah seluruh Perguruan Tinggi Negeri yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pengelola Pusat 1 Pengarah a. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan b. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi c. Ketua dan Sekjen MRPTNI d. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Pelaksana 2. Penanggung Jawab Program a. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dirjen Dikti, Kemdikbud b. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri se Provinsi Papua dan Papua Barat 3. Tim Pelaksana a. Kepala Subdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti; b. Kepala Subdit Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti; c. Tim Pokja MRPTNI d. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri, bidang akademik dan atau kemahasiswaan pelaksana program ADik Papua; e. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kab/Kota se Provinsi Papua dan Papua Barat f. Tim teknologi informasi dan komunikasi

11 7 4. Tugas dan Tanggung Jawab Tim Pengelola Pusat a. Menyusun pedoman operasional baku (POB); b. Merancangan program Penyelenggaraan ADik Papua; c. Merencanakan dan melakukan sosialisasi; d. Mengembangkan dan mengelola layanan informasi dan pendaftaran calon mahasiswa; e. Menyusun Petunjuk Teknis Pengelolaan Akademik dan Keuangan; f. Menetapkan kuota nasional mahasiswa baru ADik Papua; g. Melaksanakan proses seleksi sesuai dengan kuota; h. Menyalurkan dana bantuan pendidikan program ADik Papua; i. Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi; j. Memberikan pelayanan pengaduan dan memantau perkembangan penyelesaian penanganan pengaduan; k. Menyusun laporan ADik Papua; Pengelola Perguruan Tinggi (PTN Pelaksana) 1. Penanggung Jawab Rektor Perguruan Tinggi pelaksana program ADik Papua 2. Pelaksana a. Pimpinan Perguruan Tinggi bidang akademik dan kemahasiswaan b. Kepala Biro/Direktur Akademik dan kemahasiswaan yang ditunjuk c. Kepala bagian bidang akademik dan atau kemahasiswaan yang ditunjuk 3. Tugas dan Tanggung Jawab a. Sosialisasi internal program Adik di PTN masing-masing; b. Koordinasi pendataan (verifikasi data calon mahasiswa); c. Menetapkan penerima biaya bantuan pendidikan program ADik Papua melalui surat keputusan pimpinan perguruan tinggi. d. Melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan mahasiswa ADik Papua e. Melaporkan perubahan data penerima biaya bantuan pendidikan program ADik Papua setiap akhir semester; f. Melaporkan data prestasi akademik mahasiswa (IPK - IPS) melalui sistem informasi akademik; g. Monitoring dan evaluasi internal; h. Pelayanan dan penanganan pengaduan pemangku kepentingan; i. Penyusunan laporan.

12 8 BAB III KETENTUAN UMUM DAN PERSYARATAN 3.1. KETENTUAN UMUM a. Program ADik Papua ialah program keberpihakan bagi putra-putri asli Papua di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dengan memberi kesempatan belajar di perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Kemdikbud melalui mekanisme seleksi khusus siswa SMA sederajat, berdasarkan penjaringan prestasi akademik. b. Daerah yang menjadi sasaran pelaksanaan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, meliputi; Kabupaten/Kota yang memiliki SMA sederajat dan memenuhi syarat sebagai peserta program ADik papua, sebagaimana diatur oleh Undang-Undang c. Sekolah yang berhak mengikuti Program ADik Papua adalah sekolah yang direkomendasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. d. Siswa yang dapat mengikuti Program ADik Papua adalah siswa Putra-Putri asli Papua yang diusulkan oleh Kepala Sekolah dan mendapat rekomendasi dari Pemda Kabupaten/Kota dengan mempertimbangkan kebutuhan sumberdaya manusia daerahnya. e. Dalam memilih PTN, siswa pelamar diwajibkan terlebih dahulu mengetahui profil PTN yang dituju dan Program Studi yang ditawarkan oleh masingmasing PTN PERSYARATAN SEKOLAH Sekolah yang berhak mengikuti Program ADik Papua berikut; adalah sebagai a. SMA sederajat, negeri maupun swasta yang terdaftar di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. b. SMA sederajat negeri maupun swasta diluar Papua dan Papua Barat yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 3.3. PERSYARATAN PENDAFTARAN 1. Pendaftaran a. Siswa SMA negeri atau Swasta sederajat kelas terakhir yang telah mengikuti Ujian Nasional tahun 2013 dan 2014, dengan ketentuan

13 9 apabila tidak lulus Ujian Nasional, maka dinyatakan batal sebagai calon pelamar. b. Siswa yang didaftarkan adalah putra-putri Asli Papua yang ditetapkan oleh pemerintah daerah Kabupaten/Kota dan PTN Koordinator di Papua (Universitas Cendrawasih, Universitas Negeri Papua, dan Universitas Musamus). c. Berprestasi akademik baik berdasarkan pemeringkatan oleh Kepala Sekolah, dibuktikan dengan fotokopi rapor lengkap (lembar awal, identitas, dan nilai semester 1 s/d 5 atau 1 s/d 7) yang dilegalisir oleh sekolah asal/dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Pemeringkatan dilakukan sesuai dengan jurusan IPA, IPS, atau Bahasa berdasarkan nilai mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional tahun 2013 dan d. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 24 tahun. e. Sehat fisik dan mental yang dibuktikan dengan keterangan dokter pemerintah (rumah sakit/puskesmas). f. Tidak buta warna bagi program studi tertentu. 1. Penerimaan Calon mahasiswa yang diterima yaitu yang memenuhi kriteria sebagai berikut. a. Lulus Ujian Nasional, lulus seleksi khusus Program ADik Papua, sehat (Bebas HIV/AIDS dan Narkoba) yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN pelaksana. b. Wajib mengikuti pembekalan dan matrikulasi yang diselenggarakan di PTN Koordinator di Papua dan PTN pelaksana. c. Kinerja akademik dan non-akademik selama mengikuti matrikulasi dapat dijadikan pertimbangan untuk pindah program studi yang sesuai dengan potensi akademik mahasiswa. 2. Kuota Mahasiswa Baru a. Penetapan program studi ditentukan berdasarkan kebutuhan masingmasing daerah di Papua dan Papua Barat. b. Penetapan kuota mahasiswa baru program ADik Papua di PTN pelaksana ditetapkan oleh PTN pelaksana sesuai dengan kapasitas program studi dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing daerah di Papua dan Papua Barat. c. Penetapan kuota mahasiswa baru program ADik Papua secara nasional ditetapkan oleh Ditjen Dikti. d. Hasil distribusi masing-masing program studi yang akan diterima melalui pola Seleksi ADik Papua ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud dan untuk selanjutnya disahkan oleh

14 10 masing-masing PTN pelaksana melalui Surat Keputusan Pimpinan Perguruan Tinggi TATA CARA PENDAFTARAN Pendaftaran dilakukan secara langsung melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dengan membawa kelengkapan persyaratan yang telah ditetapkan, dan dikoleksi oleh PTN kordinator untuk selanjutnya diseleksi JADWAL SELEKSI a. Pendataan Program Studi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; 15 sd 30 Januari 2014 b. Penetapan kuota program studi oleh PTN pelaksana; 1 sd 15 Februari 2014 c. Pendaftaran calon mahasiswa ADik Papua di Dinas Pendidikan Kab/Kota; 17 Februari sd 15 Maret 2014 d. Verifikasi Data dan OAP di PTN kordinator; Maret 2014 e. Persiapan ujian tulis; 1 12 April 2014 f. Ujian Tulis; 15 April 2014 g. Seleksi program ADik Papua; 16 sd 30 April 2014 h. Penetapan hasil seleksi ADik Papua; 27 Desember 2014 i. Pengumuman hasil seleksi; 28 Mei 2014, dapat dilihat di perguruan tinggi pelaksana, dan Pemda Provinsi, serta secara online di laman khusus atau di dengan catatan apabila calon mahasiswa tidak lulus UN, maka hasil seleksi dinyatakan batal. j. Pembekalan di 3 PTN kordinator, Papua dan Papua Barat; 9 14 Juni 2014 k. Mobilisasi ke PTN pelaksana; Juni 2014 l. Registrasi di PTN pelaksana; 17 Juni 2014 m. Matrikulasi/adaptasi/sosialisasi internal dimulai pada Juni - Agustus 2014 di perguruan tinggi pelaksana (39 PTN). n. Perkuliahan reguler semester ganjil mulai Agustus/September 2014 Catatan; Seleksi ADik Papua melalui jalur SNMPTN mengikuti jadwal seleksi SNMPTN 3.6. PTN DAN PROGRAM STUDI PILIHAN a. Siswa pelamar dapat memilih maksimal 2 (dua) PTN yang diminati. b. Siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) prodi untuk masing-masing PTN yang diminati; c. Urutan pilihan prodi merupakan prioritas pilihan; d. Daftar PTN, Program Studi dan Daya Tampung Program ADik Papua dapat dilihat pada Lampiran POB ini.

15 11 BAB IV PEMBIAYAAN 4.1. SOSIALISASI, PENDAFTARAN DAN SELEKSI a. Biaya sosialisasi Program ADik Papua dibebankan kepada masing-masing institusi sesuai dengan gugus tanggung jawab masing-masing institusi yang terkait. Biaya sosialisasi meliputi biaya perjalanan dinas pemateri, akomodasi, materi sosialisasi dan sistem informasi. b. Biaya pelaksanaan seleksi dan pelaksanaan Program ADik Papua dibebankan pada DIPA Satker Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan DANA BANTUAN PENDIDIKAN a. Bantuan dana pendidikan Program ADik Papua di PTN pelaksana diberikan oleh Dikti sebesar Rp ,- per mahasiswa per semester meliputi untuk biaya penyelenggaraan pendidikan maksimal sebesar Rp ,- per semester ditransfer langsung ke rekening perguruan tinggi. b. Bantuan biaya pendidikan mahasiswa Program ADik Papua diberikan oleh Dikti sebesar Rp ,- per semester ditransfer langsung ke rekening masing-masing mahasiswa. c. Bantuan biaya penyelenggaraan yang diterima perguruan tinggi (point a), sebanyak-banyaknya Rp ,00 (dua juta empat ratus ribu rupiah) per semester per mahasiswa bukan bagian dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan merupakan bagian dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Oleh karena itu penggunaannya harus mengacu pada ketentuan penggunaan dana PNBP. d. Biaya re-settlement setelah registrasi yang setara dengan biaya hidup selama 2 (dua bulan) ditanggung oleh Dikti, melalui transfer rekening PTN pelaksana. e. Biaya asuransi kesehatan, kecelakaan dan kematian selama mengikuti program ADik Papua menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kota asal mahasiswa masing-masing f. Biaya perjalanan calon mahasiswa dari daerah asal ke Provinsi menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dan biaya perjalanan dari kota Provinsi ke PTN pelaksana menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi, dengan mekanisme sbb: 1) Biaya transport untuk mahasiswa yang berasal dari luar Kabupaten/Kota/Provinsi untuk 2 (dua) kali: dari tempat asal menuju perguruan tinggi dan dari perguruan tinggi ke tempat asal setelah lulus,

16 12 sesuai dengan jarak dan ketentuan yang berlaku (Permenkeu Nomor 84/PMK.02/2011 atau Permenkeu Nomor 113/PMK.05/2012 bagi mahasiswa yang tidak dapat menunjukkan bukti tiket perjalanan). 2) Biaya hidup sementara bagi calon mahasiswa yang berasal dari luar Kota yang besarnya maksimum setara dengan bantuan biaya hidup 1 (satu) bulan menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah PEMBEKALAN DAN MATRIKULASI 1. Biaya penyelenggaraan Pembekalan yang berlokasi di 3 PTN kordinator menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi masing-masing. 2. Biaya transport lokal dan honorarium narasumber lokal pada pembekalan, dibebankan kepada Pemerintah Daerah Provinsi. 3. Biaya perjalanan narasumber nasional pada pembekalan, dibebankan kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaa Dikti JANGKA WAKTU PEMBIAYAAN 1. Bantuan biaya pendidikan diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8 (delapan) semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama 6 (enam) semester untuk program Diploma III. 2. Untuk Program Studi yang memerlukan pendidikan keprofesian atau sejenisnya, diberikan tambahan batuan dana pendidikan maksimal selama 2 (dua) semester. 3. Bantuan biaya pendidikan TAMBAHAN dapat diberikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan atau Pemerintah Provinsi sesuai kebutuhan dan kemampuan Pemerintah yang bersangkutan PENYALURAN DANA 1. Satker Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menetapkan Bank Penyalur berdasarkan hasil sayembara, untuk melakukan penyaluran dana bantuan pendidikan program ADik Papua ke rekening mahasiswa dan Perguruan Tinggi pelaksana. 2. Satker Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menarik dana bantuan pendidikan program ADik Papua dari KPPN Jakarta III ke rekening Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Bank penyalur untuk 1 (satu) semester. Selanjutnya disalurkan ke rekening masing-masing mahasiswa untuk bantuan biaya hidup dan ke rekening Perguruan Tinggi pelaksana untuk bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan. 3. Bank penyalur akan menyampaikan laporan ke KPA terhadap penyaluran dana bantuan pendidikan program ADik Papua.

17 PENGHENTIAN BANTUAN Perguruan tinggi pelaksana dapat menerbitkan ketentuan khusus tentang penghentian pemberian dana bantuan pendidikan program ADik Papua. Secara umum pemberian bantuan dihentikan apabila mahasiswa penerima: a. Telah menyelesaikan studi. b. Cuti karena sakit atau alasan lain yang ditentukan oleh perguruan tinggi pelaksana c. Tidak aktif kuliah tanpa alasan dan pemberitahuan yang jelas selama 2 (dua) semester berturut-turut. d. Meningal dunia 4.7. HAL KHUSUS 1. Untuk mahasiswa yang cuti karena sakit, perguruan tinggi harus mengusahakan pencairan beasiswa/bantuan lain sebagai pengganti, apabila mahasiswa tersebut telah aktif kembali. 2. Kekurangan bantuan biaya penyelenggaraan, dapat ditanggung oleh perguruan tinggi pelaksana dengan mengupayakan dana dari sumber lain, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku; 3. Perguruan tinggi pelaksana memfasilitasi dan mengupayakan agar penerima dana bantuan pendidikan program ADik Papua lulus tepat waktu dengan prestasi yang optimal; 4. Perguruan tinggi pelaksana mendorong mahasiswa penerima dana bantuan pendidikan program ADik Papua untuk terlibat di dalam kegiatan ko dan ekstra kurikuler serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk pembinaan karakter dan atau kecintaan kepada bangsa dan negara;

18 14 BAB V SOSIALISASI PROGRAM DAN SELEKSI 5.1. SOSIALISASI PROGRAM Sosialisasi program adalah bertujuan untuk memberikan informasi yang komprehensif kepada sekolah, siswa, pemerintah daerah (dinas pendidikan) dan masyarakat tentang Program ADik Papua secara lengkap dan benar. Tim sosialisasi bertugas untuk membantu pelaksanaan ADik Papua dibidang pengelolaan dan penyebaran informasi dan kehumasan. Adapun bentuk kegiatan sosialisasi adalah sebagai berikut. 1. Pertemuan langsung dengan kelompok sasaran 2. Press release 3. Talk show di media 4. Dokumentasi kegiatan, dll 5.2. RAPAT KORDINASI DAN LOKAKARYA Rapat koordinasi dan lokakarya adalah sarana tempat pengambilan keputusan dari semua pihak terkait tentang hal-hal strategis yang terkait dengan seluruh rangkaian kegiatan Program ADik Papua. Rapat Koordinasi dan Lokakarya terdiri atas : 1. Rapat koordinasi/lokakarya paripurna yang melibatkan unsur : a. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Jajarannya b. Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dan jajarannya c. Pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota d. Unsur Perguruan Tinggi Pelaksana Program ADik Papua e. Unsur Perguruan Tinggi Koordinator ADik Papua f. Tokoh Masyarakat Papua g. Pokja ADik Papua Rapat koordinasi dan Lokakarya menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang akan dimuat dalam buku Prosedur Operasioanl Baku (POB) yang menjadi pedoman semua pihak dalam melaksanakan kegiatan. POB akan terus disempurnakan setiap tahun sesuai dengan perkembangan dalam pelaksanaan Program ADik Papua. 2. Rapat koordinasi terbatas yang melibatkan hanya beberapa unsur yang terkait langsung dengan topik khusus yang akan dibahas. 3. Rapat kelompok kerja (POKJA) ADik Papua yang dimaksudkan untuk mengimplementasikan seluruh keputusan dan kebijakan, baik dari rapat koordinasi dan lokakarya paripurna, maupun rapat koordinasi terbatas.

19 SOSIALISASI PROGRAM ADik PAPUA Sosialisasi program merupakan kegiatan kehumasan yang untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan Program ADik Papua. Kegiatan sosialisasi dapat dilaksanakan oleh Pokja ADik Papua, UP4B, Perguruan Tinggi Koordinator dan Perguruan Tinggi Pelaksana. Seluruh materi sosialisasi hanya boleh bersumber dari POB yang telah disyahkan sehingga tidak terjadi kesenjangan informasi walaupun disampaikan oleh institusi berbeda. Informasi dan hal-hal teknis tambahan yang terkait dengan kebijakan setiap institusi dapat pula disampaikan sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang ada di POB. Sasaran sosialisasi program terdiri atas; 1. Para kepala sekolah SMA sederajat di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, 2. Para calon mahasiswa peserta ADik Papua 3. Unsur pemerintah Provinsi dan Kabupataten/Kota se Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat 4. Unsur tokoh masyarakat adat, agama, dan budaya di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat 5. Unsur media massa baik lokal Papua maupun nasional REKRUITMEN PESERTA ADik PAPUA Peserta Program ADik Papua hanya diperuntukkan bagi mereka yang memenuhi persyaratan dan kriteria sebagai Orang Asli Papua (OAP) sesuai dengan keputusan Majelis Rakyat Papua (MRP). OAP yang menjadi peserta ADik Papua dapat berasal dari domisili Papua dan Papua Barat maupun yang berdomisili diluar Papua dan Papua Barat yang telah dinyatakan lulus ujian sekolah SMA sederajat yang memenuhi syarat dan lulus Ujian Nasional. Atas pertimbangan hal tersebut diatas, maka rekruitmen dan seleksi tentang OAP menjadi tanggung jawab bersama unsur terkait di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat antara lain; UP4B, MRP, Pemda Papua dan Papua Barat, Perguruan Tinggi Koordinator. Penetapan keputusan dan rekomendasi OAP ditetapkan oleh Perguruan Tinggi kordinator; Universitas Cendrawasih, Universitas Negeri Papua dan Universitas Musamus. Peserta yang dinyatakan memenuhi kriteria OAP wajib mengikuti seleksi ADik Papua sebagaimana diatur dalam POB ini SELEKSI ADik PAPUA Seleksi ADik Papua dimaksudkan untuk memperoleh calon mahasiswa terbaik diantara seluruh peserta seleksi ADik Papua dan menyesuaikan kemampuan akademik peserta dengan program studi yang dipilih. Dalam proses seleksi, selain kemampuan akademik dan psikologi belajar siswa, peserta juga mempertimbangkan faktor non-akademik seperti asal kabupaten, gender, suku, agama, jumlah penduduk dan tingkat kesulitan geografis sehingga terpenuhi unsur keterbukaan dan kesamaan kesempatan serta proporsi partisipasi setiap wilayah dan demografi di

20 16 Papua dan Papua Barat. Seleksi dilaksanakan oleh Pokja ADik Papua dan bertanggung jawab sepenuhnya kepada Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang beranggotakan seluruh Rektor PTN Proses Seleksi Proses seleksi dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: (1). Tahap pertama, siswa pelamar akan diusulkan dan direkomendasi oleh sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat berdasarkan ketentuan dan persyaratan (Bab III) dan alokasi kuota yang ditetapkan. (2) Tahap kedua, siswa pelamar yang direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kemudian ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi sebagai pelamar program ADik Papua dengan mempertimbangkan keselarasan dan kebutuhan SDM guna meningkatkan kapasitas agen pembaharu bagi pembangunan daerah Papua dan Papua Barat. (3) Tahap ketiga, siswa pelamar kemudian diseleksi oleh panitia pelaksana ADik Papua melalui mekanisme seleksi khusus ADik Papua dan SNMPTN secara khusus. (4) Skema seleksi Program ADik Papua adalah sebagai mana Gambar 1 berikut ini : Gambar 1 Skema Seleksi Calon Mahasiswa ADik Papua

21 Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Seleksi 1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan koordinasi dan sosialisasi antar unit utama, unit kerja dan instansi terkait termasuk Panitia Seleksi Nasional Mahasiswa Baru dan Pokja MRPTNI serta melakukan publikasi melalui media massa dalam rangka proses seleksi ADik Papua; 2. Dinas pendidikan Propinsi dan Kabupaten/Kota melakukan sosialisasi dan atau memberikan informasi kepada satuan pendidikan di lingkungannya tentang seleksi program ADik Papua; 3. Panitia Pelaksana/Pokja ADik Papua melakukan sosialisasi dan atau memberikan informasi kepada sekolah dan publik tentang program ADik Papua; 4. Kepala Sekolah SMA sederajat di Papua dan Papua Barat mensosialisasikan pelaksanaan seleksi program ADik Papua kepada siswa khususnya bagi siswa kelas Kepala Sekolah SMA sederajat mengkordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten dan Provinsi serta memfasilitasi seluruh proses pendaftaran di setiap sekolah, mendampingi siswa dalam mengisi formulir FORM F-10 ADik Papua dan mengirimkan berkas yang telah memenuhi persyaratan ke perguruan tinggi kordinator ADik Papua yang ditunjuk oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Mekanisme Seleksi ADik Papua 1. Calon peserta mengisi formulir F-10 yang disediakan oleh Panitia Pelaksana/Pokja ADik Papua (formulir dapat diperoleh dari panitia seleksi ADik Papua dan dapat pula diunduh melalui jaringan internet yang dibuat khusus) dan selanjutnya formulir yang telah diisi beserta berkas persyaratan lainnya disampaikan kepada kepala sekolah. 2. Kepala Sekolah mengirimkan rekomendasi, dan formulir pendaftaran berserta kelengkapan berkas lainnya secara kolektif ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan selanjutnya Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mengumpulkan di Dinas Pendidikan Provinsi untuk diteruskan ke perguruan tinggi kordinator ADik Papua; Universitas Cendrawasih dan Universitas Musamus untuk Provinsi Papua, Universitas Negeri Papua untuk Provinsi Papua Barat. 3. Berkas pendaftaran siswa diverifikasi oleh Panitia Pelaksana/Pokja ADik Papua bersama-sama dengan Perguruan Tinggi Kordinator ADik Papua terkait dengan Orang Asli Papua. 4. Daftar siswa yang berhak mengikuti seleksi ADik Papua ditetapkan oleh Panitia Pelaksana/Pokja ADik Papua. 5. Seleksi dilakukan di lokasi tertentu yang akan ditetapkan melalui rapat kerja dengan Panitia Pelaksana/Pokja ADik Papua, Perguruan Tinggi kordinator dan Dinas pendidikan setempat, dengan mempertimbangkan kondisi geografi dan ketersediaan sarana dan pra-sarana.

22 18 6. Materi seleksi adalah; ujian kemampuan dasar IPA - IPS, ujian TPA dan Ujian lainnya sesuai dengan ketentuan seleksi penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi. 7. Penetapan kelulusan ditetapkan melalui rapat kordinasi Panitia Pelaksana/Pokja ADik Papua, Perguruan Tinggi pelaksana ADik Papua, Perguruan Tinggi kordinator ADik Papua dan penetapannya ditetapkan dengan SK Ditjen Dikti Penetapan Kelulusan dan Pendaftaran di Perguruan Tinggi Pelaksana Penetapan kelulusan dan pendaftaran di PTN pelaksana ADik Papua dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut; 1. Penerbitan SK kelulusan oleh Ditjen Dikti disertai dengan lampiran nama calon mahasiswa yang dinyatakan lulus di Program Studi pada PTN pelaksana. 2. Sesuai dengan SK Ditjen Dikti (point 1), calon mahasiswa ADik Papua melakukan daftar ulang dan registrasi di PTN pelaksana masing-masing. 3. Rektor perguruan tinggi menerbitkan Surat Keputusan tentang penerimaan mahasiswa ADik Papua sesuai dengan data calon mahasiswa yang telah melakukan pendaftaran ulang dan registrasi. 4. Calon mahasiswa membuka rekening khusus ke Bank pelaksana yang ditunjuk sesuai dengan nama yang tercantum dalam SK Rektor perguruan tinggi. 5. Surat Keputusan Rektor dan nomor rekening Bank mahasiswa yang bersangkutan selanjutnya dikirim ke Ditjen Dikti dan dilaporkan ke SIM Ditjen Dikti.

23 19 BAB VI PELAKSANAAN PROGRAM Berdasarkan hasil penetapan seleksi penerimaan mahasiswa ADik Papua, melalui SK Dirjen Dikti, maka semua peserta yang dinyatakan lulus, wajib melakukan registrasi dan pendaftaran calon mahasiswa baru di PTN pelaksana masing-masing. Selanjutnya, pelaksanaan proses belajar mengajar bagi seluruh peserta selama belajar di PTN masing-masing adalah merupakan rangkaian kegiatan dari Program ADik Papua. Rangkaian kegiatan tersebut dipisahkan sebelum dan sesudah melakukan registrasi di PTN. Secara ringkas, model pembelajaran dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2 Skema Pembelajaran Mahasiswa ADik Papua 6.1 KEGIATAN SEBELUM KEDATANGAN DI PTN PELAKSANA Setelah seleksi melaluiui ujian tulis khusus maupun seleksi nasional (SNMPTN) dan sudah ada penetapan calon, maka diperlukan berbagai kegiatan pemantapan oleh stakeholders. Diantaranya adalah kegiatan pembekalan, mobilisasi, matrikulasi dll Pembekalan Pembekalan adalah program pre-departure training untuk mengkaji kesiapan dan kemampuan, baik fisik maupun mental psikologi dan perilaku para calon mahasiswa untuk mengikuti Program ADik Papua. Diharapkan dari materi pembekalan ini, mahasiswa mmperoleh informasi secara komprehensif dari para ahli secara langsung tentang aspek non-akademik yang menunjang keberhasilan dalam

24 20 menempuh pembelajaran di pendidikan tinggi. Pembekalan dilaksanakan di perguruan tinggi koordinator dalam waktu 2 sampai 8 minggu dengan menyajikan materi dari para ahli dibidang masing-masing meliputi materi-materi sebagai berikut. 1. Wawasan kebangsaan dan NKRI 2. Psikologi belajar di perguruan tinggi 3. Motivasi belajar di perguruan tinggi 4. Perilaku sosial budaya, agama, dan adat istiadat 5. Penjelasan tentang PTN tujuan 6. Penjelasan tentang kompetensi dan prospek kerja dari program studi yang akan diikuti oleh calon mahasiswa 7. Kedisiplinan Pembekalan dilaksanakan paling sedikit 2 minggu dan paling banyak 8 minggu oleh perguruan tinggi koordinator di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (Universitas Cendrawasih, Universitas Negeri Papua dan Univesitas Musamus) dengan pemateri yang terdiri dari beberapa pihak sebagai berikut; 1. Pemateri tingkat nasional, yang difasilitasi oleh Dikti 2. Pemateri Lokal, yang difasilitasi oleh UP4B, perguruan tinggi koordinator dan MRPTNI. 3. Mahasiswa peserta ADik Papua angkatan sebelumnya yang memiliki motivasi kuat dan berhasil/sukses ditandai dengan prestasi/keberhasilan studi yang signifikan untuk memberi motovasi Evaluasi Pembekalan Pada bagian akhir pembekalan, dilakukan evaluasi dan test psikologi untuk menetapkan kesiapan peserta mengikuti Program ADik Papua. 1. Bagi mereka yang dinyatakan tidak siap mengikuti Program ADik Papua, agar segera diusulkan mengikuti seleksi mandiri di Perguruan Tinggi yang ada di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. 2. Bagi mereka yang teridentifikasi memilih program studi yang tidak sesuai dengan kemampuan dan asal jurusannya di sekolah menengah, agar segera dipindahkan ke program studi atau Perguruan Tinggi yang lebih sesuai. 3. Proses pemindahan ke perguruan tinggi di Papua dan penyesuaian program studi dilaksanakan melalui mekanisme konsultasi dan pembimbingan dan disetujui oleh semua pihak terkait, peserta ADik Papua, PTN asal, perguruan tinggi tujuan dan Pokja Adik Papua.

25 Mobilisasi Calon Mahasiswa ADik Papua Mobilisasi calon mahasiswa ADik Papua meliputi kegiatan transportasi calon mahasiswa dari tempat asal hingga ke PTN tujuan yang terdiri atas beberapa tahapan antara lain: 1. Mobilisasi calon mahasiswa dari daerah asal (Kabupaten/Kota) ke tempat pelaksanaan tes khusus ADik Papua dan pembekalan yang dilaksanakan di PTN kordinator (Universitas Cendrawasih, Universitas Negeri Papua dan Universitas Musamus), dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten/Kota tempat dimana peserta berasal. 2. Mobilisasi calon mahasiswa dari PTN Kordinator ke PTN pelaksana (PTN penerima) di 39 PTN, dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. 3. Mobilisasi kelompok calon mahasiswa ke suatu PTN tujuan harus didampingi oleh paling sedikit satu orang pembimbing dari unsur pemerintah Kabupaten/Kota atau Provinsi yang ditunjuk khusus dan bertanggung jawab mengantarkan calon mahasiswa ke PTN tujuan hingga tuntas dan dinyatakan sudah siap mengikuti kegiatan pembelajaran. 4. Pembimbing bertanggung jawab dalam membantu para calon mahasiswa mengatasi masalah-masalah yang dihadapi selama proses mobilisasi hingga sampai ke PTN tujuan dan dinyatakan siap mengikuti proses pembelajaran. 5. Pembimbing diharapkan tidak meninggalkan calon mahasiswa di PTN tujuan hingga semua persoalan administrasi akademik dan non akademik dinyatakan rampung dan siap mengikuti kegiatan pembelajaran KEGIATAN SETELAH REGISTRASI DI PTN PELAKSANA Registrasi di PTN Pelaksana 1. Setiap calon mahasiswa Program ADik Papua diwajibkan melakukan registrasi/pendaftaran calon mahasiswa di PTN pelaksana masing-masing. 2. Pada proses registrasi calon mahasiswa ADik Papua dapat didampingi dan dibantu oleh pembimbing dari Kabupaten/Provinsi Papua atau pembimbing khusus dari unsur PTN yang ditunjuk oleh PTN yang bersangkutan. 3. Proses registrasi dilaksanakan sesuai dengan jadwal reguler registrasi calon mahasiswa di PTN yang bersangkutan 4. Dalam hal terdapat peserta yang terlambat melakukan registrasi karena kesulitan transportasi dari daerah asal, dapat dilayani secara khusus oleh PTN pelaksana atas semangat afirmasi dengan ketentuan tidak menggangu proses belajar mengajar di PTN tersebut. 5. Segera setelah registrasi, PTN menerbitkan Surat Keputusan Rektor tentang penerimaan sebagai mahasiswa di PTN bersangkutan dengan mencantumkan nama, nomor induk mahasiswa, fakultas dan program studi.

26 22 6. Segera setelah registrasi, calon mahasiswa ADik Papua membuka rekening tabungan di Bank pelaksana yang ditunjuk khusus oleh Dikti dan mengirimkan nomor rekening tersebut ke Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti di Jakarta, secara kolektif Sosialisasi Internal di PTN Pelaksana Sebelum pelaksanaan perkuliahan perlu dilakukan sosialisasi internal di PTN pelaksana dan pengenalan kampus termasuk sosialisasi tentang program ADik Papua kepada para Dekan, Ketua Jurusan dan Dosen wali terkait, agar mendapatkan pemahaman yang sama tentang Program Afirmasi Dikti dan peserta mendapatkan perhatian khusus dalam pegambilan kebijakan dan penanganan mahasiswa ADik Papua. Sosialisasi internal ini juga ditujukan kepada para calon mahasiswa penerima beasiswa ADik Papua, tentang segala aspek mengenai program studi yang dituju, kompetensi, peraturan akademik, dan prospek kerja setelah menyelesaikan kuliah. Secara rinci, materi sosialisasi yang diberikan adalah sebagai berikut : 1. Mekanisme proses belajar mengajar, 2. Kegiatan ekstra-kurikuler kemahasiswaan, 3. Hakekat Program ADik Papua dan mekanisme penerimaan beasiswa ADik Papua, 4. Pengenalan program studi, peraturan akademik, kompetensi lulusan, dan prospek kerja. 5. Kiat belajar sukses di perguruan tinggi Program Matrikulasi Matrikulasi adalah program penyesuaian yang dimaksudkan untuk mempercepat kemampuan adaptasi akademik maupun non-akademik peserta ADik Papua agar sesegera mungkin dapat menyesuaikan kemampuan belajarnya dengan peserta didik lainnya di PTN yang bersangkutan. Program menyesuaian ini diharapkan dapat menghindarkan calon mahasiswa dari gegar akademik dan suasana belajar, gegar budaya, dan gegar lingkungan, sehingga secara psikologi dinyatakan siap mengikuti proses belajar mengajar bersama dengan mahasiswa lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut maka : 1. Perguruan Tinggi pelaksana diberi kewenangan untuk merancang dan mengkreasi sendiri bentuk program matrikulasi sesuai dengan kemampuan PTN dan kondisi calon mahasiswa yang diterima. 2. Materi matrikulasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa dengan mempertimbangkan waktu pelaksanaannya, agar tidak mengganggu proses belajar mengajar secara rutin. 3. Pelaksanaan matrikulasi dapat berlangsung sepanjang semester secara paralel dengan kegiatan reguler akademik semester berjalan.

27 23 4. Hasil monitoring dan evaluasi program matrikulasi dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi PTN pelaksana memindahkan calon mahasiswa ke program studi yang lebih sesuai, atau mengusulkan pemindahan calon mahasiswa ke PTN lain di Provinsi yang sama. 5. Pemindahan program studi sepenuhnya menjadi wewenang PTN pelaksana sesuai dengan peraturan akademik yang berlaku di PTN tersebut, dengan mempertimbangkan semangat afirmasi. Setiap pemindahan program studi agar dilaporkan ke Pokja ADik Papua dan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti setiap akhir semester. 6. Pemindahan ke PTN lain harus merupakan hasil kesepakatan bersama antara PTN asal dan PTN penerima dengan menyampaikan laporan pemindahan PTN ke Pokja Adik Papua dan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti Pelaksanaan Perkuliahan Perkuliahan peserta ADik Papua dilaksanakan secara bersama dan tidak terpisahkan dengan mahasiswa reguler lainnya dan wajib sepenuhnya mengikuti segala ketentuan yang berlaku di PTN tersebut. Untuk itu peserta ADik Papua; 1. Diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan proses belajar mengajar dalam satuan semester. 2. Segala ketentuan yang ada dalam peraturan akademik PTN pelaksana tetap diberlakukan bagi seluruh peserta ADik Papua, namun dalam beberapa hal tertentu dan atas semangat afirmasi, peserta ADik Papua dapat memperoleh perlakuan khusus sesuai dengan UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, pasal 74, dan Peraturan Presiden RI No 65 Tahun 2011 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. 3. Perlakuan khusus (afirmasi) yang diberikan kepada peserta ADik Papua semata-mata bertujuan untuk afirmasi pendidikan dan harus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Pedoman Operasional Baku (POB) ADik Papua yang merupakan ketetapan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdikbud R.I. 4. Jumlah kewajiban SKS yang dibebankan adalah sama dengan mahasiswa reguler lainnya, kecuali dipandang perlu oleh penasehat akademik maka jumlah SKS yang dibebankan dapat disesuaikan. 5. PTN pelaksana dapat menunjuk pembimbing/tutor khusus (dosen/ketua PS/ketua Jurusan) yang memiliki perhatian dan pemahaman yang baik tentang mahasiswa ADik Papua sehingga dapat membantu kesulitan belajar mahasiswa peserta ADik Papua hingga batas waktu yang dianggap cukup. 6. PTN pelaksana dapat melakukan monitoring dan evaluasi internal setiap 4 minggu perkuliahan sehingga bantuan pembimbingan dan konseling secepatnya dapat dilaksanakan apabila mereka mengalami masalah belajar yang serius. 7. Bagi mahasiswa ADik Papua yang dipandang perlu memerlukan pembimbingan rekan sebaya, atau bimbingan kakak kelas dalam melakukan tugas-tugas pelajaran hendaknya dapat difasilitasi oleh PTN pelaksana.

28 24 8. Apabila dipandang perlu, dan atas pertimbangan kualitas pembelajaran maka dapat dipetimbangkan pemberian ujian ulangan atau remedial dan sejenisnya bagi mahasiswa ADik Papua yang belum dinyatakan lulus pada ujian final semester setelah mendapatkan pembimbingan tambahan Tutorial Khusus Agar sistem pembelajaran lebih intensif bagi mahasiswa ADik Papua, maka program tutorial khusus dapat diberikan apabila diperlukan, misalnya penyiapan pembimbing kakak asuh atau pendampingan teman sebaya. Dalam hal ini, setiap 2 sampai 3 orang mahasiswa ADik Papua dapat didampingi oleh 1 (satu) mahasiswa reguler senior. Mahasiswa tersebut dipilih berdasarkan beberapa kriteria, seperti mempunyai kemampuan akademik yang memadai dan telaten sebagai pendamping Pembimbingan dan Konseling Pembimbingan dan konseling adalah upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya putus studi akibat gegar akademik dan suasana belajar, gegar budaya, dan gegar lingkungan yang terjadi pada seoang mahasiswa. Untuk itu mahasiswa yang dipandang memerlukan pembimbingan khusus dan konseling hendaknya difasilitasi oleh PTN pelaksana, sesuai dengan sarana dan pra-sarana yang dimiliki. Dalam hal terdapat mahasiswa yang mengalami masalah psikologi serius dan tidak dapat ditangani lagi oleh PTN palaksana, maka mahasiswa tersebut segara dilaporkan ke Pokja ADik Papua dan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dikti untuk dikordinasikan dengan pemerintah daerah agar dikembalikan ke daerah asalnya Monitoring dan Evaluasi Internal Sebagai bentuk langkah antisipatif, maka diperlukan monitoring dan evaluasi internal tentang aktifitas mahasiswa ADik Papua disetiap 4 minggu perkuliahan, sehingga masalah akan segera diketahui sejak dini. Monitoring dan evaluasi internal mahasiswa ADik Papua dilakukan oleh tim khusus yang ditunjuk oleh PTN pelaksana masing-masing Pindah Program Studi dan PTN Setiap perguruan tinggi memiliki perarturan akademik yang mengatur tentang persyaratan dan tata cara pindah program studi dan pindah ke perguruan tinggi lainnya. Untuk itu, pindah program studi dan atau ke perguruan tinggi lainnya dapat dilakukan kepada mahasiswa ADik Papua yang dipandang mengalami masalah studi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di PTN pelaksana dengan mempertimbangkan semangat afirmasi sebagai kebijakan khusus sebagaimana diatur dalam POB ADik Papua. Untuk itu, dalam POB ini diatur hal-hal sebagai berikut : 1. Mahasiswa program ADik Papua yang dipandang tidak mampu lagi melanjutkan studinya pada program studi semula dapat mengajukan pindah ke program studi yang lain yang dianggap lebih sesuai dengan

PEDOMAN OPERASIONAL BAKU Program Afirmasi Pendidikan Tinggi Bagi Putra Putri Daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (ADik 3T)

PEDOMAN OPERASIONAL BAKU Program Afirmasi Pendidikan Tinggi Bagi Putra Putri Daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (ADik 3T) PEDOMAN OPERASIONAL BAKU Program Afirmasi Pendidikan Tinggi Bagi Putra Putri Daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (ADik 3T) DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIRJEN PENDIDIKAN TINGGI KEMDIKBUD

Lebih terperinci

LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN NOMOR: 2485/E3/Kep/2013 PETUNJUK TEKNIS

LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN NOMOR: 2485/E3/Kep/2013 PETUNJUK TEKNIS LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN NOMOR: 2485/E3/Kep/2013 PETUNJUK TEKNIS PENGELOLAAN DAN PENYALURAN DANA BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN BIDIKMISI TAHUN ANGGARAN 2013 A. Latar

Lebih terperinci

PROGRAM BEASISWA BIDIK MISI

PROGRAM BEASISWA BIDIK MISI KATA PENGANTAR PROGRAM BEASISWA BIDIK MISI BEASISWA PENDIDIKAN BAGI CALON MAHASISWA BERPRESTASI DARI KELUARGA KURANG MAMPU DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT

Lebih terperinci

PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK

PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI 2014 KATA PENGANTAR Pemerintah melalui Direktorat

Lebih terperinci

PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK 2013

PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK 2013 PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK 2013 DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI 2013 KATA PENGANTAR Pemerintah melalui

Lebih terperinci

PEDOMAN BIDIK MISI PROGRAM BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN TAHUN

PEDOMAN BIDIK MISI PROGRAM BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN TAHUN PEDOMAN BIDIK MISI PROGRAM BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN TAHUN 2011 Di STAIN TULUNGAGUNG I. KETENTUAN UMUM A. SASARAN Lulusan satuan pendidikan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat tahun 2010 dan

Lebih terperinci

PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA)

PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI 2015 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

Pedoman Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik 2017 I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG.

Pedoman Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik 2017 I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Hak setiap warga negara tersebut telah dicantumkan dalam Pasal 31 (1) Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan pasal

Lebih terperinci

PROGRAM AFIRMASI PENDIDIKAN TINGGI (ADik) PAPUA & 3T 2017

PROGRAM AFIRMASI PENDIDIKAN TINGGI (ADik) PAPUA & 3T 2017 PROGRAM AFIRMASI PENDIDIKAN TINGGI (ADik) PAPUA & 3T 2017 1. 2 Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) adalah program keberpihakan pemerintah kepada Putra-Putri asal daerah 3T dan orang asli Papua (OAP),

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Maret 2017 Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Intan Ahmad. ~ i ~

KATA PENGANTAR. Jakarta, Maret 2017 Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Intan Ahmad. ~ i ~ KATA PENGANTAR Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan berupaya mengalokasikan dana untuk memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa yang orang tuanya tidak mampu

Lebih terperinci

PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA)

PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI 2017 KATA PENGANTAR Pemerintah melalui Direktorat

Lebih terperinci

PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK

PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI 2015 KATA PENGANTAR Pemerintah melalui Direktorat

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA NOMOR: 065/SK/R/III/2015

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA NOMOR: 065/SK/R/III/2015 PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA NOMOR: 065/SK/R/III/2015 TENTANG PEDOMAN BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (BBP-PPA) UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945

Lebih terperinci

INFORMASI AWAL SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2011 JALUR UNDANGAN & JALUR UJIAN TERTULIS/KETERAMPILAN

INFORMASI AWAL SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2011 JALUR UNDANGAN & JALUR UJIAN TERTULIS/KETERAMPILAN INFORMASI AWAL SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2011 JALUR UNDANGAN & JALUR UJIAN TERTULIS/KETERAMPILAN PANITIA PELAKSANA SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI TAHUN

Lebih terperinci

PANDUAN BIDIK MISI [LEARN PRACTICE BE COMPETENT!] POLITEKNIK KOTA MALANG V

PANDUAN BIDIK MISI [LEARN PRACTICE BE COMPETENT!] POLITEKNIK KOTA MALANG V PANDUAN BIDIK MISI POLITEKNIK KOTA MALANG V1.1.2015 [LEARN PRACTICE BE COMPETENT!] Bagian Kemahasiswaan Politeknik Kota Malang Komplek Pendidikan Internasional Malang International Education Park (MIEP)

Lebih terperinci

PENGUMUMAN B. JANGKA WAKTU PEMBERIAN BEASISWA

PENGUMUMAN B. JANGKA WAKTU PEMBERIAN BEASISWA PENGUMUMAN A.SASARAN Lulusan jenjang pendidikan menengah yang terdiri atas lulusan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat tahun 2010 dan 2011 yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu

Lebih terperinci

PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA)

PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) PEDOMAN UMUM BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI 2016 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN PROGRAM BEASISWA PRESTASI ASTRA

KERANGKA ACUAN PROGRAM BEASISWA PRESTASI ASTRA KERANGKA ACUAN PROGRAM BEASISWA PRESTASI ASTRA POLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRA TAHUN AKADEMIK 2014/2015 Kampus: Komplek Astra International Gedung B Jl. Gaya Motor Raya No. 8 Sunter II, Jakarta Utara 14330

Lebih terperinci

PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM)

PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) DAN BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT KELEMBAGAAN TAHUN 2010 PEDOMAN

Lebih terperinci

Berdasarkan ac.id.

Berdasarkan   ac.id. SNMPTN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010

Lebih terperinci

PANDUAN USMU 2011 PANITIA PELAKSANA USMU TAHUN

PANDUAN USMU 2011 PANITIA PELAKSANA USMU TAHUN PANDUAN USMU 2011 PANITIA PELAKSANA USMU TAHUN 2011 1 KATA PENGANTAR Dalam rangka memperluas dan mempermudah akses masyarakat untuk mengikuti pendidikan di Universitas Syiah Kuala dengan tetap mengedepankan

Lebih terperinci

PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) F A K U L T A S T E K N I K TAHUN AKADEMIK 2016/2017

PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) F A K U L T A S T E K N I K TAHUN AKADEMIK 2016/2017 PEDOMAN BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) F A K U L T A S T E K N I K TAHUN AKADEMIK 2016/2017 FAKULTAS TEKNIK U N I V E R S I T A S W I R A R A J A SUMENEP KATA PENGANTAR Fakultas Teknik bersama

Lebih terperinci

Panduan Umum Jalur Ujian Tertulis/Ketrampilan SNMPTN 2011

Panduan Umum Jalur Ujian Tertulis/Ketrampilan SNMPTN 2011 Panduan Umum Jalur Ujian Tertulis/Ketrampilan SNMPTN 2011 PERSYARATAN DAN KETENTUAN 1. Seleksi 1. Lulus Ujian Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara tahun 2009, 20010 dan

Lebih terperinci

PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2015

PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2015 I. PENDAHULUAN PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2015 Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) dilakukan secara online melalui web

Lebih terperinci

INFORMASI SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2012

INFORMASI SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2012 INFORMASI SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2012 PANITIA PELAKSANA SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI TAHUN 2012 KATA PENGANTAR Berdasarkan Peraturan Pemerintah

Lebih terperinci

PEDOMAN BANTUAN PENDIDIKAN BAGI MAHASISWA MISKIN PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM SWASTA (PTAIS) TAHUN 2014

PEDOMAN BANTUAN PENDIDIKAN BAGI MAHASISWA MISKIN PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM SWASTA (PTAIS) TAHUN 2014 PEDOMAN BANTUAN PENDIDIKAN BAGI MAHASISWA MISKIN PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM SWASTA (PTAIS) TAHUN 2014 KEMENTERIAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM DIREKTORAT PENDIDIKAN TINGGI ISLAM Jln.

Lebih terperinci

PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2016

PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2016 PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2016 I. PENDAHULUAN Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) dilakukan secara online melalui web

Lebih terperinci

II. PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN 2.1 JALUR PMDK

II. PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN 2.1 JALUR PMDK II. Farmasi, Psikologi, Teknik Kimia, Teknik Elektro, Teknik Metalurgi, Kimia, dan Informatika. (Akan dikonfirmasi ulang pada test kesehatan mahasiswa baru) h. Seleksi tahap 2 akan diberlakukan bagi pendaftar

Lebih terperinci

PROGRAM BEASISWA BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) PENINGKATAN PROGRAM BANTUAN BEASISWA DAN BIAYA PENDIDIKAN

PROGRAM BEASISWA BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) PENINGKATAN PROGRAM BANTUAN BEASISWA DAN BIAYA PENDIDIKAN PROGRAM BEASISWA BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM) PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) PENINGKATAN PROGRAM BANTUAN BEASISWA DAN BIAYA PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PENDIDIKAN BAGI MAHASISWA MISKIN UNTUK PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM SWASTA (PTKIS) TAHUN 2015

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PENDIDIKAN BAGI MAHASISWA MISKIN UNTUK PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM SWASTA (PTKIS) TAHUN 2015 PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PENDIDIKAN BAGI MAHASISWA MISKIN UNTUK PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM SWASTA (PTKIS) TAHUN 2015 KEMENTERIAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM DIREKTORAT PENDIDIKAN

Lebih terperinci

DRAFT PETUNJUK TEKNIS

DRAFT PETUNJUK TEKNIS DRAFT PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN DANA PENDIDIKAN PENINGKATAN KUALIFIKASI AKADEMIK S-1/D-IV PADA JENJANG PENDIDIK ANAK USIA DINI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN

Lebih terperinci

Universitas Nusa Cendana

Universitas Nusa Cendana 1. TUJUAN Menjamin tata cara pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru secara terstandar di semua unit pelaksana dari tingkat universitas sampai program studi (prodi) didukung sistem manajemen yang terpadu.

Lebih terperinci

Sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN 2011)

Sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN 2011) Sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN 2011) Landasan Hukum Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN SISWA MISKIN (BSM) SEKOLAH MENENGAH ATAS TAHUN 2013

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN SISWA MISKIN (BSM) SEKOLAH MENENGAH ATAS TAHUN 2013 PETUNJUK TEKNIS BANTUAN SISWA MISKIN (BSM) SEKOLAH MENENGAH ATAS TAHUN 2013 DIREKTORAT PEMBINAAN SMA DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2013 PENGANTAR Kemiskinan

Lebih terperinci

DIREKTORAT PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM TAHUN ANGGARAN

DIREKTORAT PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM TAHUN ANGGARAN KEMENTERIAN AGAMA RI DIREKTORAT PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM TAHUN ANGGARAN 2011 KATA PENGANTAR Pedoman penyelenggaraan ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk praktis

Lebih terperinci

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN REKTOR TENTANG PEDOMAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN. Pedoman Akademik 1

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN REKTOR TENTANG PEDOMAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN. Pedoman Akademik 1 PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN NOMOR : 375/H23/DT/2007 TENTANG PEDOMAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REKTOR UNIVERSITAS

Lebih terperinci

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN BANTUAN BEASISWA BAGI CALON MAHASISWA DAN MAHASISWA DI PROVINSI JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI,

Lebih terperinci

UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2016

UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2016 PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM PROFESI DAN PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kualitas calon mahasiswa (input) sangat mempengaruhi kualitas lulusan

Lebih terperinci

SOSIALISASI BEASISWA BIDIKMISI DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK TAHUN Kopertis Wilayah III Jakarta, 24 Juni 2014

SOSIALISASI BEASISWA BIDIKMISI DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK TAHUN Kopertis Wilayah III Jakarta, 24 Juni 2014 SOSIALISASI BEASISWA BIDIKMISI DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK TAHUN 2014 Kopertis Wilayah III Jakarta, 24 Juni 2014 Beasiswa BPP- PPA B- PPA Bidik misi Beasiswa Dasar Undang-Undang

Lebih terperinci

Buku pedoman ini disusun sebagai acuan bagi semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan penyaluran tunjangan profesi guru.

Buku pedoman ini disusun sebagai acuan bagi semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan penyaluran tunjangan profesi guru. PEDOMAN PELAKSANAAN PENYALURAN TUNJANGAN PROFESI GURU DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2008 KATA PENGANTAR UU No 14 Tahun 2005 Tentang

Lebih terperinci

Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (PERMATA) Kopertis Wilayah VII Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (PERMATA) Kopertis Wilayah VII Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (PERMATA) 2017 Kopertis Wilayah VII Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi TUJUAN PROGRAM PERMATA Meningkatkan wawasan kebangsaan Meningkatkan integritas,

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN INSENTIF TENAGA LAPANGAN DIKMAS (TLD)/ FASILITATOR DESA INTENSIF (FDI) Lampiran 3

PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN INSENTIF TENAGA LAPANGAN DIKMAS (TLD)/ FASILITATOR DESA INTENSIF (FDI) Lampiran 3 Lampiran 3 DAFTAR NAMA TLD/FDI PENERIMA DANA INSENTIF TAHUN 2012 PROVINSI :... NO NAMA ALAMAT *) KAB/KOTA NAMA BANK CABANG/UNIT NO. REKENING MASA KERJA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) *) sesuai dengan

Lebih terperinci

SMA/SMK/MA atau sederajat (termasuk SRI di luar negeri) yang mempunyai NPSN dan telah mengisi PDSS dengan lengkap dan benar.

SMA/SMK/MA atau sederajat (termasuk SRI di luar negeri) yang mempunyai NPSN dan telah mengisi PDSS dengan lengkap dan benar. Ketentuan Umum - SNMPTN merupakan pola seleksi nasional berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) bagi SMA/SMK/MA atau sederajat

Lebih terperinci

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA WILAYAH VIII Jalan Trengguli I, Tembau - Penatih, Denpasar Timur 80238 Telepon: (0361) 462964; Faksimili: (0361) 461738

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN BIAYA PENINGKATAN KUALIFIKASI AKADEMIK KE S-1/D-IV JENJANG PENDIDIKAN DASAR

PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN BIAYA PENINGKATAN KUALIFIKASI AKADEMIK KE S-1/D-IV JENJANG PENDIDIKAN DASAR PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN BIAYA PENINGKATAN KUALIFIKASI AKADEMIK KE S-1/D-IV JENJANG PENDIDIKAN DASAR KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2015 KATA PENGANTAR Salah satu tugas dan fungsi

Lebih terperinci

U N I V E R S I T A S R I A U

U N I V E R S I T A S R I A U U N I V E R S I T A S R I A U SNMPTN (50%) BERDASAR PRESTASI AKADEMIK SISWA (RAPOR, HASIL UN DAN PRESTASI YANG LAINNYA) BIAYA DITANGGUNG PEMERINTAH MINIMAL 50% KUOTA DAYA TAMPUNG SETIAP PTN SBMPTN (30%)

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN PERSYARATAN SELEKSI CALON MAHASISWA PROGRAM NON REGULER/EKSTENSI DAN PROGRAM DIPLOMA

BUKU PANDUAN PERSYARATAN SELEKSI CALON MAHASISWA PROGRAM NON REGULER/EKSTENSI DAN PROGRAM DIPLOMA BUKU PANDUAN PERSYARATAN SELEKSI CALON MAHASISWA PROGRAM NON REGULER/EKSTENSI DAN PROGRAM DIPLOMA PANITIA UNIVERSITAS UDAYANA 2012 1 KATA PENGANTAR Buku Panduan ini disusun untuk memberikan informasi tentang

Lebih terperinci

REGULER BER-SKS, DAN NON REGULER BER-SKS UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2015 PANDUAN PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PROGRAM NON REGULER

REGULER BER-SKS, DAN NON REGULER BER-SKS UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2015 PANDUAN PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PROGRAM NON REGULER PANDUAN PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PROGRAM NON REGULER, REGULER BER-SKS, DAN NON REGULER BER-SKS UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada hakekatnya kualitas calon mahasiswa

Lebih terperinci

Pedoman Pelaksanaan Penyaluran Tunjangan Profesi Pendidik Melalui Dana Dekonsentrasi

Pedoman Pelaksanaan Penyaluran Tunjangan Profesi Pendidik Melalui Dana Dekonsentrasi 00 PEDOMAN PELAKSANAAN PENYALURAN TUNJANGAN PROFESI MELALUI DANA DEKONSENTRASI DIREKTORAT PROFESI PENDIDIK DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

Lebih terperinci

PANDUAN PESERTA SELEKSI PROGRAM PROFESI DAN PASCASARJANA

PANDUAN PESERTA SELEKSI PROGRAM PROFESI DAN PASCASARJANA PANDUAN PESERTA SELEKSI PROGRAM PROFESI DAN PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2017 PENDAFTARAN 3.1 PERSYARATAN 3.1.1 Persyaratan Umum 1) Warga negara Indonesia yang memiliki ijazah dengan bidang ilmu

Lebih terperinci

BII Maybank Scholarship

BII Maybank Scholarship BII Maybank Scholarship Pertanyaan yang sering diajukan 2012 2013 Siapa saja yang dapat mengikuti program ini? Warga Negara Indonesia yang pada tahun 2013 duduk di kelas 3 (kelas 12) SMA/sederajat atau

Lebih terperinci

REKTOR UNIVERSITAS HASANUDDIN

REKTOR UNIVERSITAS HASANUDDIN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN KAMPUS TAMALANREA JALAN PERINTIS KEMERDEKAAN KM.10 MAKASSAR 90245 TELEPON : 0411-586200 (6 SALURAN), 584002, FAX. 585188 PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB II PENERIMAAN MAHASISWA BARU

BAB II PENERIMAAN MAHASISWA BARU PANDUAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN NOMOR : 351/H23/DT/2009 TGL 31 AGUSTUS 2009 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam

Lebih terperinci

PANDUAN SELEKSI CALON MAHASISWA PROGRAM NON REGULER/EKSTENSI DAN PROGRAM DIPLOMA TAHAP II (PERIODE JULI AGUSTUS) 2014

PANDUAN SELEKSI CALON MAHASISWA PROGRAM NON REGULER/EKSTENSI DAN PROGRAM DIPLOMA TAHAP II (PERIODE JULI AGUSTUS) 2014 PANDUAN SELEKSI CALON MAHASISWA PROGRAM NON REGULER/EKSTENSI DAN PROGRAM DIPLOMA TAHAP II (PERIODE JULI AGUSTUS) 2014 PANITIA SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS UDAYANA 2014 1 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

Informasi Umum SNMPTN 2016

Informasi Umum SNMPTN 2016 Latar Belakang Informasi Umum SNMPTN 2016 Penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras,

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK TAHUN 2016

PEDOMAN TEKNIS BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK TAHUN 2016 PEDOMAN TEKNIS BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK TAHUN 2016 KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA WILAYAH VII Jl. Dr.

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYELENGGARAAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN BIDIKMISI IAIN WALISONGO SEMARANG

PEDOMAN PENYELENGGARAAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN BIDIKMISI IAIN WALISONGO SEMARANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN BIDIKMISI IAIN WALISONGO SEMARANG A. DEFINISI Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan yang diberikan pada mahasiswa baru yang tidak mampu secara ekonomi

Lebih terperinci

PANDUAN PELAKSANAAN BANTUAN BEASISWA UNTUK MAHASISWA BERPRESTASI PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2009

PANDUAN PELAKSANAAN BANTUAN BEASISWA UNTUK MAHASISWA BERPRESTASI PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2009 PANDUAN PELAKSANAAN BANTUAN BEASISWA UNTUK MAHASISWA BERPRESTASI PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2009 KATA PENGANTAR Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia

Lebih terperinci

PROSEDUR PENDAFTARAN PROGRAM BIDIKMISI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA TAHUN 2014

PROSEDUR PENDAFTARAN PROGRAM BIDIKMISI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA TAHUN 2014 KEMENTERIAN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA JI. Marsda Adisucipto. Telp. (0274)589621, 512474, Fax. (0274) 586117 www.iiin-suka.ac.id YOGYAKARTA 55281 PROSEDUR PENDAFTARAN PROGRAM BIDIKMISI

Lebih terperinci

::Sekolah Pascasarjana IPB (Institut Pertanian Bogor)::

::Sekolah Pascasarjana IPB (Institut Pertanian Bogor):: Contributed by Administrator adalah program pendidikan strata 3 (S3) yang ditujukan untuk memperoleh gelar akademik doktor sebagai gelar akademik tertinggi. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan

Lebih terperinci

KERJA SAMA DAERAH DAN INDUSTRI

KERJA SAMA DAERAH DAN INDUSTRI KERJA SAMA DAERAH DAN INDUSTRI 2008 bv KERJA SAMA DAERAH DAN INDUSTRI DENGAN UNIVERSITAS INDONESIA Dalam program ini, ditawarkan 54 program studi jenjang pendidikan sarjana yang secara integratif berada

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2015 TENTANG PENDIRIAN, PERUBAHAN,

Lebih terperinci

Pendirian, Perubahan Bentuk, dan Pembukaan Program Studi Perguruan Tinggi Swasta

Pendirian, Perubahan Bentuk, dan Pembukaan Program Studi Perguruan Tinggi Swasta Prosedur Pendirian PTS dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTS 0 PERSYARATAN DAN PROSEDUR Pendirian, Perubahan Bentuk, dan Pembukaan Program Studi Perguruan Tinggi Swasta Kementerian Riset, Teknologi,

Lebih terperinci

DESKRIPSI PROGRAM BEASISWA PRESTASI TAHUN 2016

DESKRIPSI PROGRAM BEASISWA PRESTASI TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan kekuatan sehingga telah tersusun Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah untuk pembinaan SMK

Lebih terperinci

DESKRIPSI PROGRAM BEASISWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK TAHUN KODE JUKNIS : 28-PS NAMA PROGRAM : BEASISWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK

DESKRIPSI PROGRAM BEASISWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK TAHUN KODE JUKNIS : 28-PS NAMA PROGRAM : BEASISWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan kekuatan sehingga telah tersusun Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah untuk pembinaan SMK

Lebih terperinci

PANDUAN PROGRAM BEASISWA PRA- S2 DOSEN DAN CALON DOSEN PERGURUAN TINGGI NEGERI BARU ATAU PERGURUAN TINGGI DAERAH TERDEPAN,TERLUAR, DAN TERTINGGAL

PANDUAN PROGRAM BEASISWA PRA- S2 DOSEN DAN CALON DOSEN PERGURUAN TINGGI NEGERI BARU ATAU PERGURUAN TINGGI DAERAH TERDEPAN,TERLUAR, DAN TERTINGGAL PANDUAN PROGRAM BEASISWA PRA- S2 DOSEN DAN CALON DOSEN PERGURUAN TINGGI NEGERI BARU ATAU PERGURUAN TINGGI DAERAH TERDEPAN,TERLUAR, DAN TERTINGGAL DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT

Lebih terperinci

PANDUAN PERSYARATAN SELEKSI CALON MAHASISWAREGULER BER-SKS

PANDUAN PERSYARATAN SELEKSI CALON MAHASISWAREGULER BER-SKS PANDUAN PERSYARATAN SELEKSI CALON MAHASISWAREGULER BER-SKS PANITIA PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2014 KATA PENGANTAR Panduan ini disusun untuk memberikan informasi tentang sistem

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYELENGGARAAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN BIDIKMISI TAHUN 2014

PEDOMAN PENYELENGGARAAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN BIDIKMISI TAHUN 2014 DRAF: 10/1/2014 PEDOMAN PENYELENGGARAAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN BIDIKMISI TAHUN 2014 DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN i PENGANTAR Pemerintah melalui Direktorat

Lebih terperinci

PEDOMAN PROGRAM BANTUAN DANA UNTUK KEGIATAN KEMAHASISWAAN (KO DAN EKSTRA KURIKULER)

PEDOMAN PROGRAM BANTUAN DANA UNTUK KEGIATAN KEMAHASISWAAN (KO DAN EKSTRA KURIKULER) PEDOMAN PROGRAM BANTUAN DANA UNTUK KEGIATAN KEMAHASISWAAN (KO DAN EKSTRA KURIKULER) KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN INSENTIF BAGI GURU BUKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH

PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN INSENTIF BAGI GURU BUKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN INSENTIF BAGI GURU BUKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN GURU PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

PROSEDUR PENERIMAAN MAHASISWA BARU No. Dokumen

PROSEDUR PENERIMAAN MAHASISWA BARU No. Dokumen PROSEDUR PENERIMAAN MAHASISWA BARU No. Dokumen : PBM-UDINUS-01 Revisi Ke / Tanggal : - / - Berlaku Tanggal : 2 Januari 2009 1. TUJUAN : Menjamin proses penerimaan mahasiswa baru berjalan baik sesuai dengan

Lebih terperinci

BORANG PROGRAM STUDI

BORANG PROGRAM STUDI BORANG PROGRAM STUDI STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi, serta pihak-pihak yang dilibatkan dijabarkan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN

Lebih terperinci

PEDOMAN PENDAFTARAN DAN SELEKSI BEASISWA BIDIKMISI UNIVERSITAS SEMARANG (USM) TAHUN AKADEMIK 2017

PEDOMAN PENDAFTARAN DAN SELEKSI BEASISWA BIDIKMISI UNIVERSITAS SEMARANG (USM) TAHUN AKADEMIK 2017 PEDOMAN PENDAFTARAN DAN SELEKSI BEASISWA BIDIKMISI UNIVERSITAS SEMARANG (USM) TAHUN AKADEMIK 2017 1. PERSYARATAN UMUM Persyaratan untuk pendaftaran Beasiswa Bidikmisi di Universitas Semarang tahun 2017

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN HONORARIUM GURU BANTU

PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN HONORARIUM GURU BANTU PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN HONORARIUM GURU BANTU KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL, DAN INFORMAL DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIK DAN TENAGA

Lebih terperinci

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIDKAN TINGGI UNIVERSITAS DIPONEGORO PENGUMUMAN

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIDKAN TINGGI UNIVERSITAS DIPONEGORO PENGUMUMAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIDKAN TINGGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Jalan Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang Kotak Pos 1269 Telp: (024) 7460020 Fax: (024) 7460013 laman : undip.ac.id PENGUMUMAN

Lebih terperinci

Pedoman Beasiswa PasTi

Pedoman Beasiswa PasTi Pedoman Beasiswa PasTi (Beasiswa Pascasarjana Tenaga Kependidikan Berprestasi) Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Adanya dukungan dan fasilitasi institusi-institusi tersebut dalam penerapan sistem penjaminan mutu eksternal sesuai

KATA PENGANTAR. Adanya dukungan dan fasilitasi institusi-institusi tersebut dalam penerapan sistem penjaminan mutu eksternal sesuai KATA PENGANTAR Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS PENYELENGGARA

Lebih terperinci

Lampiran 3 PERNYATAAN PENERIMAAN DANA BANTUAN INSENTIF BAGI PENGELOLA PKBM DAN PENGELOLA TBM TAHUN 2012

Lampiran 3 PERNYATAAN PENERIMAAN DANA BANTUAN INSENTIF BAGI PENGELOLA PKBM DAN PENGELOLA TBM TAHUN 2012 ( PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN KEPADA PENGELOLA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DAN PENGELOLA TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) BERDEDIKASI DAN BERPRESTASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 126 TAHUN 2016 TENTANG PENERIMAAN MAHASISWA

Lebih terperinci

PANDUAN SELEKSI MAHASISWA BARU JALUR PMDK BIDIKMISI 2016 Untuk Siswa

PANDUAN SELEKSI MAHASISWA BARU JALUR PMDK BIDIKMISI 2016 Untuk Siswa PANDUAN SELEKSI MAHASISWA BARU JALUR PMDK BIDIKMISI 2016 Untuk Siswa RINGKASAN Dokumen ini berisi panduan bagi siswa untuk mengikuti seleksi mahasiswa baru jalur PMDK Bidikmisi Polban Tahun 2016. Panitia

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Jalan Prof.dr. HR. Boenjamin No. 708 Kotak Pos 115 Purwokerto 53122 Telp (0281) 635292 hunting Faks. 631802 PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL

Lebih terperinci

Petunjuk Teknis Apresiasi Layanan Pendidikan Masyarakat Melalui Lomba Kompetensi Peserta Didik Paket C Vokasi

Petunjuk Teknis Apresiasi Layanan Pendidikan Masyarakat Melalui Lomba Kompetensi Peserta Didik Paket C Vokasi ii Petunjuk Teknis Apresiasi Layanan Pendidikan Masyarakat Melalui Lomba Kompetensi Peserta Didik Paket C Vokasi DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN DAN KESETARAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN

Lebih terperinci

A. LATAR BELAKANG Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan memiliki peran yang sangat besar dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM)

A. LATAR BELAKANG Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan memiliki peran yang sangat besar dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) A. LATAR BELAKANG Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan memiliki peran yang sangat besar dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan daya saing bangsa. Agar peran yang strategis

Lebih terperinci

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) DAN SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) TAHUN 2016

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) DAN SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) TAHUN 2016 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) DAN SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) TAHUN 2016 LANDASAN KONSEPTUAL SN-SBMPTN 2016 Membangun satu kesatuan sistem pendidikan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Jalan Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang Kotak Pos 1269 Telp: (024) 7460020 Fax: (024) 7460013 laman : undip.ac.id P E N G U M U M A

Lebih terperinci

PEDOMAN PENINGKATAN KUALIFIKASI S2 BAGI PENGAWAS SEKOLAH / CALON PENGAWAS PENDIDIKAN MENENGAH

PEDOMAN PENINGKATAN KUALIFIKASI S2 BAGI PENGAWAS SEKOLAH / CALON PENGAWAS PENDIDIKAN MENENGAH PEDOMAN PENINGKATAN KUALIFIKASI S2 BAGI PENGAWAS SEKOLAH / CALON PENGAWAS PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2016 TENTANG PENDIRIAN, PERUBAHAN,

Lebih terperinci

TINGGI NEGERI SNMPTN 2013 PANITIA SPMB UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS) SURAKARTA TAHUN 2013

TINGGI NEGERI SNMPTN 2013 PANITIA SPMB UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS) SURAKARTA TAHUN 2013 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI SNMPTN 2013 PANITIA SPMB UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS) SURAKARTA TAHUN 2013 PeraturanPemerintahNo. 66 Th2010 Penerimaan mahasiswa baru di PTN dilaksanakan

Lebih terperinci

TATA CARA PENERIMAAN MAHASISWA ASUH UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PONDOK SOSIAL KALIJUDAN PADA DINAS SOSIAL KOTA SURABAYA

TATA CARA PENERIMAAN MAHASISWA ASUH UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PONDOK SOSIAL KALIJUDAN PADA DINAS SOSIAL KOTA SURABAYA SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 49 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENERIMAAN MAHASISWA ASUH UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PONDOK SOSIAL KALIJUDAN PADA DINAS SOSIAL KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PROGRAM BIDIKMISI 2016

PROGRAM BIDIKMISI 2016 PROGRAM BIDIKMISI 2016 STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN (Permenristekdikti Nomor 15 Tahun 2015) Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Sekretariat Direktorat

Lebih terperinci

Implementasi Kebijakan BOPTN dan UKT : Implikasinya Terhadap Universitas Indonesia dan Perguruan Tinggi Negeri Lainnya

Implementasi Kebijakan BOPTN dan UKT : Implikasinya Terhadap Universitas Indonesia dan Perguruan Tinggi Negeri Lainnya Implementasi Kebijakan BOPTN dan UKT : Implikasinya Terhadap Universitas Indonesia dan Perguruan Tinggi Negeri Lainnya Oleh : 1 Alldo Fellix Januardy 1 Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1000, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Tugas Belajar. Kesehatan. Penyelenggaraan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN

Lebih terperinci

1/1/2017 PANDUAN PMB ONLINE http://pmbpasca.isi.ac.id/ PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA Waktu Pendaftaran dan Seleksi Penerimaan Program Magister Beasiswa BUDI DN Mandiri Waktu Pendaftaran

Lebih terperinci

Pedoman BIDIKMISI Oleh Odi Wayuna (Mahasiswa Ilmu Tanah Unsyiah dan Alumni SMA N 1 Beutong 15)

Pedoman BIDIKMISI Oleh Odi Wayuna (Mahasiswa Ilmu Tanah Unsyiah dan Alumni SMA N 1 Beutong 15) Pedoman BIDIKMISI 2017 Oleh Odi Wayuna (Mahasiswa Ilmu Tanah Unsyiah dan Alumni SMA N 1 Beutong 15) CV. Presentator Nama : Odi Wayuna Tempat Tanggal Lahir : Latong, 05 Oktober 1996 Alamat : Kulam Jeureneh

Lebih terperinci

PANDUAN PROGRAM HIBAH PENYUSUNAN KURIKULUM DAN MODUL MATA KULIAH BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER KEBANGSAAN DAN BERORIENTASI KKNI TAHUN 2016

PANDUAN PROGRAM HIBAH PENYUSUNAN KURIKULUM DAN MODUL MATA KULIAH BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER KEBANGSAAN DAN BERORIENTASI KKNI TAHUN 2016 PANDUAN PROGRAM HIBAH PENYUSUNAN KURIKULUM DAN MODUL MATA KULIAH BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER KEBANGSAAN DAN BERORIENTASI KKNI TAHUN 2016 DIREKTORAT PEMBELAJARAN DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PEMBAYARAN TUNJANGAN PROFESI BAGI GURU PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH MELALUI MEKANISME DANA TRANSFER DAERAH

PETUNJUK TEKNIS PEMBAYARAN TUNJANGAN PROFESI BAGI GURU PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH MELALUI MEKANISME DANA TRANSFER DAERAH PETUNJUK TEKNIS PEMBAYARAN TUNJANGAN PROFESI BAGI GURU PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH MELALUI MEKANISME DANA TRANSFER DAERAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2012 KATA PENGANTAR Mulai tahun anggaran

Lebih terperinci

04/PP/DITDIKTENDIK/2012 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN PUSTAKAWAN BERPRESTASI

04/PP/DITDIKTENDIK/2012 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN PUSTAKAWAN BERPRESTASI 04/PP/DITDIKTENDIK/2012 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN PUSTAKAWAN BERPRESTASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2012 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA NOMOR : 126 TAHUN 2016 TENTANG

KEPUTUSAN REKTOR UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA NOMOR : 126 TAHUN 2016 TENTANG KEPUTUSAN REKTOR UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA NOMOR : 126 TAHUN 2016 TENTANG PENERIMAAN CALON MAHASISWA BARU JALUR SBMPTN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA TAHUN AKADEMIK 2016/2017 DENGAN RAHMAT ALLAH SWT

Lebih terperinci