PRODI D-III KEPERAWATAN POLTEKKES

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PRODI D-III KEPERAWATAN POLTEKKES"

Transkripsi

1 PANDUAN PRAKTIKUM PRODI D-III KEPERAWATAN POLTEKKES dr. SOEPRAOEN MALANG PANDUAN LABORATORIUM SKILL KEPERAWATAN DASAR TA. 2014/2015 1

2 Nama :... No. Mhs :... PENGUKURAN TANDA- TANDA VITAL ASPEK YANG DI Persiapan alat PENGUKURAN SUHU - Termometer kaca merkuri / termometer elektronik - Botol berisi larutan desinfektans - Botol berisi larutan air sabun - Botol berisi air bersih - Bengkok - Buku catatan - Alat tulis - Handuk/Waslap/Tisue PENGHITUNGAN DENYUT NADI dan PERNAFASAN - Arloji yang ada jarum detiknya/timer - Buku catatan - Alat tulis PENGHITUNGAN TEKANAN DARAH - Tensi meter - Buku catatan - Alat tulis - Stetoskop PENGUKURAN TANDA- TANDA VITAL 1. Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien 2. Siapkan alat alat dan privacy ruangan 3. Cuci tangan 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga. MENGUKUR SUHU 1. Mencuci tangan 2. Mengambil termometer dari botol isi larutan desinfektans 3. Membersihkan termometer dengan tisue dari pangkal sampai ke reservoir 4. Memeriksa termometer dan menurunkan air raksa sampai batas reservoir 5. Memeriksa termometer dengan meletakkannya sejajar dengan pandangan mata 6. Membuka pakaian atas klien, kalau perlu mengeringkan ketiak dengan handuk 7. Memasang termometer sehingga bagian reservoir 2

3 tepat ditengah ketiak 8. Tidak memasang termometer pada : Ketiak yang baru di kompres Ketiak yang luka 9. Menyilangkan tangan klien di atas perut 10. Mengangkat termometer setelah 10 menit 11. Membaca hasil pada thermometer 12. Mencatat hasil pada buku (courvelist) 13. Memberitahukan hasil pengukuran 14. Membersihkan termometer dari pangkal sampai reservoir dengan tissue, selanjutnya termometer di rendam dalam botol berisi cairan disenfektan 15. Membereskan alat MENGHITUNG NADI 1. Memberitahu pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan 2. Meletakkan tiga jari tangan diatas arteri (Brachialis, Radialis dll) 3. Menghitung jumlah denyut nadi selama 15 detik kemudian dikalikan 4 4. Bila nadi tidak teratur dihitung selama 1 menit 5. Mengamati volume (keras/lemah denyutan) 6. Mengamati irama (teratur/tidak) MENGHITUNG PERNAFASAN 1. Memberitahu pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan 2. Meletakkan tangan seperti menghitung denyut nadi 3. Menghitung jumlah pernafasan pada waktu inspirasi pada dada atau perut selama 1 menit 4. Pasien tidak diajak berbicara 5. Mengamati kedalaman pernafasan 6. Mengamati irama (teratur/tidak) 7. Mengamati bunyi pernafasan 8. Mencatat jumlah pernafasan, kedalaman, irama dan bunyi nafas 9. Membereskan alat-alat MENGUKUR TEKANAN DARAH 1. Memberitahu pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan 2. Menyingsingkan lengan baju pasien 3. Memasang manset 2,5 cm diatas Tossa cubiti 4. Memasang manset tidak terlalu erat atau terlalu longgar 5. Menghubungkan pipa tensi meter dengan pipa manset 6. Membuka kunci reservoir 7. Menutup sekrup balon karet 8. Mengamati bunyi pernafasan 9. Letak tensimeter harus datar 10. Meraba A. Brachialis dengan 3 jari tengah 11. Meletakkan bagian diafragma stetoskop tepat 3

4 diatasnya (Bagian corong tertutup) 12. Memompa balon sehingga udara masuk ke dalam manset sampai detak arteri tidak terdengar lagi atau 30 mmhg diatas nilai sistolik 13. Membuka sekrup balon perlahan-lahan dengan kecepatan 2-3 mmhg perdetik dengan melihat skala dan mendengarkan bunyi detak pertama (Sistole) dan detak terakhir (Diastole) yang terdengar 14. Menurunkan air raksa sampai dengan nol dan mengunci reservoir 15. Membuka pipa penghubung 16. Melepaskan manset dan mengeluarkan udara yang masih tertinggal di dalam manset 17. Menggulung manset dan memasukkan ke dalam tensi meter 18. Merapihkan pasien 19. Mengembalikan alat pada tempatnya 1. Evaluasi perasaan klien 2. Simpulkan hasil kegiatan 3. Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya. 4. Akhiri kegiatan 5. Cuci tangan E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan atau pada kurve yang telah disediakan 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna Dosen Pendamping ( ) 4

5 MENGGANTI ALAT-ALAT TENUN TEMPAT TIDUR DENGAN PASIEN DIATASNYA Nama :... No. Mhs :... ASPEK YANG DI Persiapan alat - Menyediakan alat yang bersih (sprei besar, sprei kecil, sarung bantal, sarung gulung, selimut) - Larutan desinfektan dalam temapatnya MENGGANTI ALAT-ALAT TENUN TEMPAT TIDUR DENGAN PASIEN DIATASNYA 1. Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien 2. Siapkan alat alat dan privacy ruangan 3. Cuci tangan 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga. - Memiringkan pasien kekiri pasien memakai 1 bantal - Mengulung sprei kecil kotor ditengah tempat tidur sejauh mungkin - Membersihkan perlak kotor dengan larutan desinfektans, lalu digulung ke tengah tempat tidur - Menggulung sprei besar kotor sejauh mungkin - Memasang sprei besar bersih setengah bagian - Memasang perlak bersih dan membedaki tipis-tipis - Memasang sprei kecil bersih setengah bagian - Memiringkan pasien ke kanan - Mengangkat sprei kecil kotor dan dimasukkan kedalam kantong cucian - Membersihkan perlak kotor dengan larutan desinfektans, lalu diangkat - Mengangkat sprei besar kotor - Memasang sprei besar bersih - Memasang perlak bersih dan membedaki tipis-tipis - Memasang sprei kecil bersih - Mengangkat sarung bantal/guling yang kotor - Memasang sarung bantal/guling yang bersih - Menyusun bantal dan membaringkan pasien pada posisi yang tepat - Merapikan selimut dan merapikan kelambu - Membereskan alat-alat - Mencuci tangan 1. Simpulkan hasil kegiatan 2. Cuci tangan E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL 5

6 MEMBERIKAN POSISI LITHOTOMI Nama :... No. Mhs :... ASPEK YANG DI MEMBERIKAN POSISI LITHOTOMI 1. Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien 2. Siapkan alat alat dan privacy ruangan 3. Cuci tangan 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya.\ 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga. - Menutup pintu, jendela dan memasang tabir - Menganjurkan pasien tidur terlentang dengan kedua paha diangkat dan ditekuk ke arah perut - Tungkai bawah membuat sudut 90 derajat terhadap paha - Karena sikap ini sukar dipertahankan maka dipergunakan alat penahan kaki - Perawat mencuci tangan 1. Simpulkan hasil kegiatan 2. Akhiri kegiatan 3. Cuci tangan E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL 3 = Tidak dilakukan sama sekali 4 = Dilakukan tetapi tidak sempurna 5 = Dilakukan dengan sempurna Dosen Pendamping ( ) 6

7 JENIS KETRAMPILAN : MEMBERIKAN POSISI FOWLER Nama :... No. Mhs :... ASPEK YANG DI Persiapan alat - Bantal Sandaran punggung (k/p) MEMBERIKAN POSISI FOWLER 1. Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien 2. Siapkan alat alat dan privacy ruangan 3. Cuci tangan 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga. - Membantu pasien untuk duduk - Menyusun bantal dengan sudut derajat - Menaikkan pasien : Perawat berdiri di sebelah kanan menghadap pasien Menganjurkan pasien untuk menekuk kedua lutut Menganjurkan pasien untuk menopang badan dengan kedua lengan Tangan kanan perawat membantu dibawah ketiak dan tangan kiri di belakang punggung pasien Menganjurkan pasien untuk mendorong badannya ke belakang - Bila pasien tidak dapat membantu : Dua perawat berdiri di kedua sisi tempat tidur Masing-masing perawat merentangkan 1 tangan dibawah bahu dan 1 tangan dibawah pangkal paha, saling berpegangan 1. Simpulkan hasil kegiatan 2. Akhiri kegiatan 3. Cuci tangan E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna 7

8 JENIS KETRAMPILAN : MEMBERIKAN POSISI TENGKURAP Nama :... No. Mhs :... ASPEK YANG DI Persiapan alat 2 bantal tipis (untuk kepala dan perut), 1 bantal untuk kaki MEMBERIKAN POSISI TENGKURAP 1. Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien 2. Siapkan alat alat dan privacy ruangan 3. Cuci tangan 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga. - Menutup pintu, jendela & memasang tabir - Mengangkat bantal penderita - Menganjurkan pasien untuk : Bergeser ke kanan Memasang bantal tipis disamping perut sebelah kiri Memiringkan kepala ke sisi kiri Meletakkan lengan kiri berhimpit pada sisi tubuh Menekukkan kaki kanan Menyilangkan lengan kanan melalui dada ke arah kiri Menekan kaki kanan ke tempat tidur - Perawat membantu merubah posisi pasien ke posisi tengkurap - Mengatur lengan dalam posisi yang menyenangkan - Memasang bantal tipis - Membuka pintu, jendela dan tabir 1. Simpulkan hasil kegiatan 2. Akhiri kegiatan 3. Cuci tangan E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1= Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna 8

9 UJI KOMPETENSI MEMBERIKAN POSISI DORSAL RECUMBENT Nama :... No. Mhs :... ASPEK YANG DI Persiapan alat 2 bantal tipis (untuk kepala dan perut), 1 bantal untuk kaki MEMBERIKAN POSISI DORSAL RECUMBENT 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga. - Perawat mencuci tangan - Menutup pintu, jendela & memasang tabir - Membantu pasien menekuk lutut dan melebarkan kedua kaki - Pasien memakai bantal di kepala - Kedua telapak kaki tetap menapak di tempat tidur - Kedua tangan pasien diletakkan ke arah kepala 1. Simpulkan hasil kegiatan 2. Akhiri kegiatan 3. Cuci tangan E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1= Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna Dosen Pendamping ( ) 9

10 MEMBERIKAN POSISI TRENDELENBERG Nama :... No. Mhs :... ASPEK YANG DI Persiapan alat - Menyediakan alat: 2 balok tempat tidur MEMBERIKAN POSISI TRENDELENBERG 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga. - Perawat mengangkat bagian kaki tempat tidur, perawat lain memberi balok di bagian kaki tempat tidur - Memberi posisi yang enak 1. Simpulkan hasil kegiatan 2. Akhiri kegiatan 3. Cuci tangan E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1= Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna Dosen Pendamping ( ) 10

11 MEMBERIKAN POSISI SIMS Nama :... No. Mhs :... ASPEK YANG DI MEMBERIKAN POSISI SIMS 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga. Menutup pintu, jendela & memasang tabir Menganjurkan pasien tidur setengah telungkup ke arah sisi kiri, tumpuan badan terletak pada tubuh bagian kiri Meletakkan lengan kiri pasien sejajar dengan punggung, tangan kanan ke depan Perawat meneuk lutut kanan dan menarik ke arah lutut 1. Simpulkan hasil kegiatan 2. Akhiri kegiatan 3. Cuci tangan E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1= Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna Dosen Pendamping ( ) 11

12 MEMBERSIHKAN MULUT Nama :... No. Mhs :... ASPEK YANG DI Persiapan Alat : - Handuk atas - Gentian violet (k/p) - Gelas kumur berisi air matang - Spatel dan kassa bersih - Bengkok - Kapas lidi MEMBERSIHKAN MULUT Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien Siapkan alat alat dan privacy ruangan Cuci tangan Berikan salam, panggil klien dengan namanya. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga - Meletakan handuk atas dibawah dagu pasien - Memiringkan kepala pasien diatas pinggiran bantal - Membuka mulut pasien dengan spatel yang dibungkus dengan kassa bersih - Membersihkan bagian rahang dan gigi dengan kassa basah yang dililitkan pada spatel - Sela-sela gigi dibersihkan dengan kapas lidi - Membereskan : Gelas dan sikat gigi dicuci dibawah air mengalir, dikeringkan dan dikembalikan pada tempatnya Spatel logam direndam dalam bengkok dengan cairan desinfektan Simpulkan hasil kegiatan Akhiri kegiatan Cuci tangan E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1= Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna Dosen Pendamping ( ) 12

13 MEMBANTU MENGGOSOK GIGI Nama :... No. Mhs :... ASPEK YANG DI Persiapan Alat : - Sikat gigi - Pasta gigi - Gelas kumur - Kom kumur - Handuk atas - Sedotan (k/p) MEMBANTU MENGGOSOK GIGI Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien Siapkan alat alat dan privacy ruangan Cuci tangan A. Tahap Orientasi Berikan salam, panggil klien dengan namanya. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga B. Tahap Kerja - Menganjurkan pasien untuk memi-ringkan kepala dipinggir tempat tidur - Jika memungkinkan pasien dianjur-kan duduk - Meletakkan handuk atas dibawah dagu - Membasahi sikat gigi dengan air dan memberi pasta gigi - Menganjurkan pasien untuk sikat gigi - Menganjurkan pasien untuk berkumur dan air bekas kumur ditampung dalam kom kumur - Mengeringkan bibir dan mulut pasien dengan handuk atas - Memberikan sikap yg menyenangkan - Handuk dikembalikan pd tempatnya - Mencuci sikat gigi, gelas dan kom kumur dibawah air mengalir, mengeringkan dan mengembalikan pada tempatnya Simpulkan hasil kegiatan Akhiri kegiatan Cuci tangan E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1= Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna 13

14 Nama :... No. Mhs :... MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR ASPEK YANG DI Persiapan Alat - 2 buah waskom berisi air hangat - 2 buah handuk - 2 buah waslap - sabun mandi dalam tempatnya - kampher spiritus & bedak talk - 1 stel pakaian bersih - selimut mandi - pispot (bila perlu) - urinal (bila perlu) - botol berisi air untuk cebok - tissue WC MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR 1. Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien 2. Siapkan alat alat dan privacy ruangan 3. Cuci tangan 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Memberitahu pasien tentang prosedur yang akan dilaksanakan 3. Memasang tabir sekeliling tempat tidur - Menanyakan apakah pasien ingin BAK atau BAB, bila ya dibantu terlebih dahulu. - Memasang selimut mandi - Mencuci muka pasien : Handuk dibentangkan dibawah kepala Membersihkan mata dengan washlap lembut tanpa menggunakan sabun Mencuci muka dan telinga dg washlap (menanyakan apakah perlu sabun) Mengeringkan dengan handuk yang ada dibawah kepala - Mencuci lengan Pakaian bagian atas dilepas Handuk dibentangkan melin-tang hingga menutup bagian dada dan kedua lengan diletakkan diatas handuk yang berada disisi badan Mencuci lengan dan ketiak dimulai dari lengan yg terjauh Mengeringkan dengan handuk, diletakkan disamping kepala 14

15 Selimut diturunkan sampai dibawah perut Merobah letak handuk, sehingga leher, dada, perut dapat dicuci Mencuci leher, dada dan perut kemudian mengeringkannya dengan handuk Memberi bedak tipis pada dada, perut - Mencuci punggung dan bokong Menutup bagian depan dengan handuk Melepas celana dalam Menganjurkan pasien miring ke kiri/kearah perawat Membentangkan handuk yang lain dibawah punggang Mencuci punggung dan bokong dengan washlap Mengeringkan dengan handuk Menggosok punggung dengan kampher spiritus sambil memijit dan memberi bedak tipis-tipis Mengenakan pakaian bagian atas - Mencuci paha dan kaki Membentangkan handuk diatas bagian genetalia Mencuci paha dan kaki dengan washlap dimulai dari bagian yang terjauh Mengeringkan dengan handuk - Mencuci bagian genetalia Berbaring pasien dalam posisi dorsal recumbent Selimut mandi ditutupkan hingga lutut Mencuci bagian genetalia luar menggunakan washlap lembab Mengeringkan dengan handuk Memberi bedak tipis-tipis terutama bagian lipatan Mengenakan pakaian bawah - Menyisir rambut - Membereskan alat-alat Mencuci tangan 1. Evaluasi perasaan klien 2. Simpulkan hasil kegiatan 3. Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1= Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna 15

16 PEMERIKSAAN FISIK NO STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ASPEK YANG DI 1. Pengertian Cara cara mengumpulkan informasi (data ) klien melalui pengamatan, wawancara dan pemeriksaan jasmani 2. Tujuan Mengumpulkan data tentang kesehatan klien 3. Kebijpasienakan 1. Pasien baru 2. Evaluasi perkembangan 4 Petugas Perawat 5. Peralatan 1. Universal precaution ( hand scoen, masker, skort) 2. Buku catatan + alat tulis 3. Timbangan BB 4. Pengukur TB 5. Stetoskop 6. Tensimeter 7. Arloji 8. Termometer + 3 botol desinfektan 9. Head lamp/ senter 10. Tounge spatel 11. Garpu talla 12. Penlight 13. Tissue 14. Refleks hammer 15. Kapasan pilinan 16. Snellen card 17. Kassa 18. Otoskop 19. Spekulum hidung 20. Cairan alkohol, minyak kayu putih, bubuk kopi 21. Bengkok berisi larutan desinfektan 22. Bak instrumen 6. Tahap pra interaksi 1. Baca catatan medis klien 2. Lakukan validasi dan kontrak dengan klien selamat pagi/siang/sore...apa benar saudara Tn/Nn./Ny. X, sesuai catatan keperawatan hari ini bpk/ibu akan dilakukan pemeriksaan fisik 3. Siapkan alat-alat ke dekat klien 4. Jaga privasi klien, tutup korden/pintu 5. Cuci tangan 6. Kenakan universal precaution 7. Tahap orientasi 1. Berikan salam ke pasien dengan namanya 16

17 Selamat pagi Pak. X, apakah bapak bersedia sekarang dilakukan pemeriksaan? Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan jadi begini pak...tindakan ini bertujuan untuk...nanti bapak akan diperiksa mulai dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki...mohon kerjasamanya ya pak Mengatur posisi pasien senyaman mungkin 8. Tahap Kerja 1. Keadaan umum: Baik ( ) cukup( ) gelisah/jelek( ) a. Penampilan klien tampak: Jaundice( ) pucat/anemia( ) oedema ( ) cyanosis ( ) b. Kesadaran Composmentis/sadar baik ( ) Apatis ( ) Somnolentia /mengantuk ( ) sopor ( ) koma ( ) c. Tanda-tanda vital: Tekanan darah ( / mmhg) Nadi ( x/mnt) Suhu ( ºC) Respirasi rate ( x/mnt) d. Tinggi Badan: e. Berat Badan: 2. Kepala dan leher a. Kepala Bentuk kepala ( simetris/tidak) Massa/benjolan ( ada /tdk ) Lessi ( ada/tdk) b. Mata Warna rambut ( hitam / beruban) Distribusi rambut ( merata / tidak /tidak berambut) Posisi mata: simetris ( ) tidak simetris ( ) Konjungtiva: normal/merah muda ( ) pucat/anemia ( ) perdarahan( ) kelopak mata; normal ( ) ptosis ( ) sklera : putih/normal ( ) ikterik ( ) pergerakan bola mata; normal ( ) abnormal ( ) kornea ; normal ( ) perdarahan ( ) keruh/ berkabut ( ) pupil ( reaksi terhadap cahaya) ( ) positif ( ) negatif Diameter pupil 17

18 ( ) isokor /normal sama ( ) miosis /mengecil ( ) midriasis/melebar Fungsi penglihatan; ( ) baik ( ) kabur Penggunaan alat bantu; ( ) Ya ( ) tidak Jika menggunakan alat bantu; ( )kacamata ( ) lensa kontak ( ) minus ka/ki ( ) silinder ka/ki ( ) plus ka/ki Pemeriksaan mata terakhir... Riwayat trauma pada mata... Riwayat operasi mata... c. Hidung Septum nasi ( ) ditengah simetris ( ) tdk ditengah/bengkok Sekret hidung ( ) ada ( ) tidak Polip hidung ( ) normal ( ) oedema Peradangan mukosa hidung ( ) ya ( ) tidak d. Mulut dan tenggorokan Keadaan gigi ( ) karies ( ) lengkap/utuh ( ) tdk utuh Kebersihan mulut dan gigi ( ) kotor ( ) cukup bersih ( ) bersih Mukosa bibir ( ) lembab ( ) kering ( ) pecah-pecah Lesi ( ) ada ( ) tidak ada Warna bibir ( ) merah muda ( ) pucat ( ) biru Warna lidah ( ) merah muda ( ) putih/kotor Pembesaran tonsil ( ) ada ( ) tidak ada e. Telinga Kesimetrisan ( ) simetris ki&ka ( ) tdk simetris Daun telinga ( ) bentuk normal ki&ka ( ) tidak normal ( ) nyeri daun telinga Mukosa telinga ( ) normal ( ) tampak peradangan Sekret ( ) ada ( ) tidak ada Jika ada; 18

19 ( ) serosa ( ) purulenta ( ) darah Membran tympani ( ) utuh ( ) perforasi Fungsi pendengaran, lakukan tes; Rinne, swabach, weber f. Leher Nyeri tekan; ( ) ada ( ) tidak Benjolan /massa ( ) ada ( ) tidak Distensi vena jugularis ( ) ada ( ) tidak Pembesaran kel. Tyroid ( ) ada ( ) tidak Pembengkaan limfe ( ) ada ( ) tidak 3. Kulit dan kuku a. Kulit Warna kulit ( ) pucat ( ) kemerahan ( ) sawo matang Jaringan parut; ( ) ada ( ) tidak Integritas kulit; ( ) utuh ( ) tidak utuh Acral : ( ) dingin ( ) hangat Turgor kulit ( ) < 1 detik ( ) > 1 detik Kelainan kulit; ( ) kel. Pigmentasi, sebutkan... ( ) kel. Faktor imunologi ( ) kel. Faktor hematologi b. Kuku CRT/pengisian kapiler ( ) < 1 detik ( ) > 1 detik Warna ( ) merah muda ( ) cyanosis Bentuk ( ) normal ( ) clubbing finger 4. Sistem Pernafasan Inspeksi - Bentuk dada; ( ) normal ( ) barrel chest ( ) pigeon chest ( ) funnel chest - Pergerakan rongga dada ( ) simetris ( ) tidak simetris - Penggunaan otot bantu ( ) ya ( ) tidak Palpasi - Fremitus vocal ( ) simetris bilateral ( ) tidak - Nyeri tekan ( ) ada ( )tidak - Ekspansi paru 19

20 ( ) simetris bilateral ( ) tidak Perkusi - Suara ( ) sonor ( ) dulness,lobus... Auskultasi - Normal ( ) vesiculer - Tambahan ( ) ronchi ( ) wheezing ( ) friction rub 5. Sistem Kardiovasculer Inspeksi - Pulsasi ( ) tampak ( ) tidak Palpasi - Ictus cordis ( ) teraba ( ) tidak Letak teraba... Perkusi - Batas- batas jantung - Bunyi ; ( ) pekak/dullnes Auskultasi - Bunyi lub dub ( ) tunggal ( ) tambahan(murmur/ gallop) - Letak S 1... S Payudara dan ketiak Benjolan /massa ( )ada,di... ( ) tidak Nyeri tekan ( ) ada ( ) tidak Bengkak ( ) ada ( ) tidak Kesimetrisan ( ) ada ( ) tidak 7. Sistem pencernaan Inspeksi - Bentuk abdomen; ( ) flat ( ) cekung ( ) buncit - Benjolan/massa; ( ) ada ( ) tidak - Bayangan vena abdomen; ( ) ada ( ) tidak Palpasi - Hepar ( ) membesar, berapa jari bwh arcus costae - Limpa ( ) teraba ( ) tidak teraba - Empedu / tanda murphy ( ) ada ( ) tidak - Nyeri tekan Titik Mc. Burney ( ) ada ( ) tidak ada - Acites 20

21 ( ) ada ( ) tdak ada Perkusi - Bunyi ( ) tympani ( ) hipertympani - Tanda Shifting dullness ( ) ada, lingkar perut...cm ( ) tidak ada Auskultasi bising usus...x/mnt 8. Sistem urogenetalia - Anus; ( ) hemoroid ( ) lesi - Penyebaran rambut pubis ( ) merata ( ) tidak - Sekret yang keluar ( ) ada, warna..., bau ( ) ( ) tidak 9. Sistem muskuloskeletal - Kekuatan otot Kontraktur ( ) ada ( ) tidak - Pergerakan ( ) ada ( ) tidak - Deformitas ( ) ada ( ) tidak - Pembengkakan ( ) ada ( ) tidak - Nyeri tekan ( ) ada ( ) tidak 10. Sistem persyarafan Sensasi ( ) panas ( ) dingin ( ) tajam Penciuman ( ) ada ( )tidak Reflek-reflek fisiologis ( / ) bisep tangan ka/ki ( / ) trisep tangan ka/ki ( / ) pattela kaki ka/ki ( / ) kornea ki/ka Tahap terminasi 1. Rapikan peralatan 2. Rapikan klien 3. Simpulkan kegiatan 4. Evaluasi perasaan klien 5. Kontrak waktu untuk kegiatan yang akan datang 6. Akhiri kegiatan 7. Cuci tangan 8. Dokumentasi hasil kegiatan Catatan: 0=tidak dilakukan 1=dilakukan tetapi tidak sempurna 2=dilakukan dengan sempurna Batas lulus 75 21

22 MEMBERIKAN KOMPRES DINGIN BASAH Nama :... No. Mhs :... ASPEK YANG DI Persiapan alat - Kain pengalas - Baskom berisi air - Es batu - 2 Wash lap MEMBERIKAN KOMPRES DINGIN BASAH o Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien o Siapkan alat alat dan privacy ruangan o Cuci tangan 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga. - Siapkan alat masukkan es batu ke dalam baskom berisi air, masukkan washlap - Bawa ke dekat klien - Ukur suhu tubuh klien - Jelaskan prosedur pada klien - Letakkan kain pengalas dibawah tubuh klien - Peras waslap, letakkan pd bagian tubuh yang dituju - Ganti/celupkan kembali washlap kedalam baskom jika telah hangat - Lakukan sampai waktu yang cukup - Ukur suhu tubuh klien, amati responnya - Catat semua prosedur, bereskan alat Evaluasi perasaan klien Simpulkan hasil kegiatan Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya. Akhiri kegiatan Cuci tangan E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna Dosen Pendamping, (...) 22

23 MEMBERIKAN KANTONG ES / KERAH ES Nama :... No. Mhs :... ASPEK YANG DI Persiapan alat - Kantong es / kerah es - Baskom berisi es potongan kecil-kecil dan sedikit air - Handuk - Sarung pembungkus dari kain flannel MEMBERIKAN KANTONG ES / KERAH ES o Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien o Siapkan alat alat dan privacy ruangan o Cuci tangan 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga. - Masukkan potongan es tadi kedlm kantong es/kerah es sampai 1/3 penuh - Keluarkan sisa udara dalam kantung es / kerah es - Tutup kantung es/kerah es dengan rapat lalu lap dengan handuk - Masukkan kedalam sarung pem-bungkus - Bawa alat kedekat klien - Jelaskan prosedur pelaksanaan pada daerah yang dituju (kerah es biasanya pada daerah leher untuk klien dengan bedah tenggorokan) sampai batas waktu sesuai indikasi - Catat respon klien, suhu tubuh dan prosedur yang dilaksanakan Evaluasi perasaan klien Simpulkan hasil kegiatan Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya. Akhiri kegiatan Cuci tangan E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna Dosen Pendamping, (...) 23

24 PEMBERIAN TERAPI PANAS MENGGUNAKAN KANTONG AIR PANAS Nama :... No. Mhs :... ASPEK YANG DI Persiapan alat - Kantong Air panas - Air panas ( 80 c ) - Handuk - Sarung pembungkus dari kain flannel PEMBERIAN TERAPI PANAS DENGAN MENGGUNAKAN KANTONG AIR PANAS o Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien o Siapkan alat alat dan privacy ruangan o Cuci tangan 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga. Kaji kondisi klien Persiapkan alat : Periksa keadaan kantong air panas ( utuh, bocor? ) Isi kantong dengan air panas sam-pai 1/3 penuh Letakkan kantong air panas men-datar untuk mengeluarkan udara dalam kantong Tutup kantong dengan sekrupnya Keringkan bagian luar kantong dan lehernya dengan handuk Periksa apakah kantong tersebut tidak bocor dengan cara : memegang kantong dengan mulutnya kearah bawah, kemudian diguncangkan dengan kuat Pasangkan sarung pembungkus pada kantong tersebut Bawa peralatan kedekat klien Jelaskan prosedur pemakaian pa-da klien Mencuci tangan Letakkan pada area yang telah di tentukan Amati reaksi klien, keadaan kulit, laporkan bila terdapat : - Keluhan nyeri makin bertambah - Kulit sangat merah pada saat pemanasan D.Tahap Terminasi Evaluasi perasaan klien Simpulkan hasil kegiatan Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya. Akhiri kegiatan Cuci tangan E. Dokumentasi Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna 24

25 PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE NAMA :... NO. MHS :... ASPEK YANG DI A. Persiapan alat - hand scoen - head lamp atau senter - tounge spatel - spekulum hidung - bengkok - tissue - kassa steril 1. Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien 2. Siapkan alat alat dan privacy ruangan 3. Cuci tangan C. Tahap Orientasi 3. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 4. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien/keluarga. 1. KEPALA INSPEKSI 1. Atur posisi klien dalam posisi duduk kalau bisa 2. lakukan inspeksi untuk kesimetrisan wajah, tengkorak kepala, warna kulit, distribusi rambut, warna rambut, adanya luka, tumor/tonjolan yang abnormal pada wajah dan kepala, tanda-tanda peradangan kulit kepala dan kebersihan rambut. PALPASI palpasi kepala untuk mengetahui keadaan rambut, adanya massa dibawah kulit, pembengkakan, nyeri tekan pada tulang dan kulit kepala 2. HIDUNG DAN SINUS Inspeksi Dan Palpasi Bagian Luar Dan Dalam amati kesimetrisan bentuk hidung, warna dan adanya pembengkakan pada hidung amati kesimetrisan lubang hidung lanjutkan palpasi hidung luar dan catat adanya ketidaknormalan seperti adany tonjolan abnormal pad hidung atau tulang hidung kaji mobilitas sedptum nasi palpasi sinus maksilaris, frontalis danethmoidhalis, perhatikan adanya nyeri tekan amati bentuk dan posisi septum, kartilago, dinding rongga hidung serta selaput lendir pada rongga hidung, amati warna sekresi dan pembengkakan bila sudah selesai lepas spekulum secara pelahan-lahan 3.MULUT DAN FARING INSPEKSI 1. amati bibir untuk mengetahui adanya kelainan kongenital ( bibir sumbing), warna bibir, ulkus, lesi dan massa 2. amati posisi, jarak gigi rahang atas dan bawah, ukuran gigi, kebersihan gigi dan bau mulut, warna gigi dan gusi, adanya lesi, kondisi gigi, dan adanya tumor.kondisi tonsil, warna, 25

26 tanda-tanda peradangan, pembengkakan tonsil dan adanya tumor/ tonjolan abnormal 4. LEHER Lakukan inspeksi leher untuk mengetahui bentuk leher, warna, massa, pembengkakan, jaringan parut 5.KETIAK DAN PAYUDARA INSPEKSI 3. lakukan inspeksi untuk kesimetrisan payudara, ukuran, bentuk, warna, lesi, vaskularisasi, dan pembengkakan 4. inspeksi warna areola, retraksi areola/puting susu, penonjolan, skar atau lesi 5. inspeksi ketiak dan klavikula untuk mengetahui tanda peradangan. PALPASI Palpasi adanya pembesaran payudara 6.PEMERIKSAAN DADA dan KARDIOVASKULAR 1. Inspeksi Frekwensi pernapasan,irama,kedalaman pernapasan,bentuk dada,retraksi otot dada,deformitas,adanya pulsasi pada apeks jantung. 2. Palpasi a) area nyeri tekan b) ekspansi pernafasan c) fremitus vocal/fremitus taktil - Anjurkan klien untuk duduk tegak kalau mampu - Tempelkan kedua permukaan tangan anda ke dada klien kiri kanan mulai dari lobus atas sampai dengan bawah berurutan - Minta klien untuk mengatakan angka 77 atau ii - Rasakan getaran pada rongga dada dan bandingkan suara getaran kiri dan kanan d) Adanya krepitasi ; menunjukan fraktur tulang iga e) Palpasi ictus cordis 3. Perkusi - identifikasikan tingkat kepekaan disetiap sisi - suara pekak/ resonan/hiperesonan/tympani - indentifikasikan pembesaran jantung 4. Auskultasi a) identifikasikan bunyi nafas dengan stetoskop - vesikuler/bronkovesikuler/bronkial/trakeal b) identifikasikan bunyi nafas tambahan - suara ronchi/ krakles/ wheezing / stridor/gesekan pleural (friction rub) c) Identifikasi Bj 1,Bj 2,bunyi jantung tambahan 7.PEMERIKSAAN ABDOMEN 1. Inspeksi - Identifikasi kondisi kulit dari jaringan parut,ada tidaknya strie, lesi, jejas, massa yang menonjol dan kondisi vasculer - Identifikasi bentuk abdomen, kesimetrisan, pembeasaran organ abdomen 2. Palpasi Mengetahui adanya massa dalam abdomen 3. Perkusi Mengetahui bunyi tympani serta ada tidaknya bunyi pekak 26

DAFTAR TILIK PEMERIKSAAN SUHU

DAFTAR TILIK PEMERIKSAAN SUHU PEMERIKSAAN SUHU 10 Menentukan letak aksila dan membersihkan daerah aksila dengan menggunakan tisue 11 Menurunkan reservoir di bawah suhu 35 C 12 Meletakkan termometer pada daerah aksila (reservoir tepat

Lebih terperinci

PRODI D-III KEPERAWATAN POLTEKKES

PRODI D-III KEPERAWATAN POLTEKKES PANDUAN PRAKTIKUM PRODI D-III KEPERAWATAN POLTEKKES dr. SOEPRAOEN PANDUAN LABORATORIUM SKILL KEPERAWATAN DASAR TA. 2015/2016 0 Nama :... No. Mhs :... PENGUKURAN TANDA-TANDA VITAL ASPEK YANG DINILAI Persiapan

Lebih terperinci

PROSEDUR PEMBERIAN MEDIKASI (OBAT)

PROSEDUR PEMBERIAN MEDIKASI (OBAT) PROSEDUR PEMBERIAN MEDIKASI (OBAT) A. Definisi Prosedur dan pemeriksaan khusus dalam keperawatan merupakan bagian dari tindakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang dilaksanakan secara rutin. Perawatan

Lebih terperinci

PEMERIKSAAN FISIK (PHYSICAL ASSESMENT) Ulfatul Latifah, SKM

PEMERIKSAAN FISIK (PHYSICAL ASSESMENT) Ulfatul Latifah, SKM PEMERIKSAAN FISIK (PHYSICAL ASSESMENT) Ulfatul Latifah, SKM Pemeriksaan Fisik Merupakan pemeriksaan tubuh pasien secara keseluruhan/hanya bagian tertentu yang dianggap penting oleh tenaga kesehatan Tujuan

Lebih terperinci

PERAWATAN KOLOSTOMI Pengertian Jenis jenis kolostomi Pendidikan pada pasien

PERAWATAN KOLOSTOMI Pengertian Jenis jenis kolostomi Pendidikan pada pasien PERAWATAN KOLOSTOMI Pengertian * Sebuah lubang buatan yang dibuat oleh dokter ahli bedah pada dinding abdomen untuk mengeluarkan feses (M. Bouwhuizen, 1991) * Pembuatan lubang sementara atau permanen dari

Lebih terperinci

Teknik pemberian obat melalui:

Teknik pemberian obat melalui: Teknik pemberian obat melalui: Oral Inhalasi Mata Rektum Vagina Non-parenteral - 2 Menyiapkan dan memberikan obat untuk pasien melalui mulut dan selanjutnya ditelan. Tujuan: Memberikan obat kepada pasien

Lebih terperinci

Persalinan Normal. 60 Langkah. Asuhan Persalinan Kala dua tiga empat. Dikutip dari Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal

Persalinan Normal. 60 Langkah. Asuhan Persalinan Kala dua tiga empat. Dikutip dari Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal Persalinan Normal 60 Langkah Asuhan Persalinan Kala dua tiga empat Dikutip dari Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal PERSALINAN NORMAL 60 Langkah Asuhan Persalinan Kala dua tiga empat KEGIATAN I. MELIHAT

Lebih terperinci

JOB SHEET. : Asuhan Kebidanan Kehamilan Bobot mata kuliah : Bd : DIII Kebidanan. : Siti Latifah Amd, Keb Pertemuan : 3 /18 Pebruari 2016

JOB SHEET. : Asuhan Kebidanan Kehamilan Bobot mata kuliah : Bd : DIII Kebidanan. : Siti Latifah Amd, Keb Pertemuan : 3 /18 Pebruari 2016 JOB SHEET Mata kuliah : Asuhan Kebidanan Kehamilan Bobot mata kuliah : Bd. 301 Semester : II Prodi : DIII Kebidanan Pokok bahasan : Pemeriksaan Antenatal Care Pembimbing : Siti Latifah Amd, Keb Pertemuan

Lebih terperinci

TIM PRODI D-IV KEBIDANAN UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA

TIM PRODI D-IV KEBIDANAN UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA DAFTAR TILIK TK I SEMESTER GANJIL PRODI D-IV KEBIDANAN 2015/2016 DISUSUN OLEH : TIM PRODI D-IV KEBIDANAN UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA PRODI D-IV KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS UBUDIYAH

Lebih terperinci

60 Langkah Asuhan Persalinan Normal

60 Langkah Asuhan Persalinan Normal 60 Langkah Asuhan Persalinan Normal I. MELIHAT TANDA DAN GEJALA KALA DUA 1. Mengamati tanda dan gejala persalinan kala dua. Ibu mempunyai keinginan untuk meneran. Ibu merasa tekanan yang semakin meningkat

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN. Laporan Prakerin SMK Hassina Program Keahlian : Keperawatan

BAB III PEMBAHASAN. Laporan Prakerin SMK Hassina Program Keahlian : Keperawatan BAB III PEMBAHASAN 3.1 Deskripsi Tugas Di Tempat Kerja Jenis-Jenis Kegiatan : a. Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital ( TTV ) b. Pemasangan Invus dan Aff Invus c. Pemasangan Pipa Lambung ( Nasogastric Tube) -

Lebih terperinci

A. Pengukuran tekanan darah secara tidak langsung

A. Pengukuran tekanan darah secara tidak langsung Materi 3 Kardiovaskular III A. Pengukuran tekanan darah secara tidak langsung Tujuan a. Mengukur tekanan darah arteri dengan cara palpasi b. Mengukur tekanan darah arteri dengan cara auskultasi Dasar Teori

Lebih terperinci

PENUNTUN SKILLS LAB BLOK 4.3 ELEKTIF Topik 2.A KESEHATAN INTERNASIONAL DAN KARANTINA

PENUNTUN SKILLS LAB BLOK 4.3 ELEKTIF Topik 2.A KESEHATAN INTERNASIONAL DAN KARANTINA PENUNTUN SKILLS LAB BLOK 4.3 ELEKTIF Topik 2.A KESEHATAN INTERNASIONAL DAN KARANTINA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2016 1. PANDUAN KESELAMATAN UNTUK PETUGAS KESEHATAN I. Pengantar Panduan

Lebih terperinci

PMR WIRA UNIT SMA NEGERI 1 BONDOWOSO Materi 3 Penilaian Penderita

PMR WIRA UNIT SMA NEGERI 1 BONDOWOSO Materi 3 Penilaian Penderita Saat menemukan penderita ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menentukan tindakan selanjutnya, baik itu untuk mengatasi situasi maupun untuk mengatasi korbannya. Langkah langkah penilaian pada penderita

Lebih terperinci

Prosedur Pengukuran Tekanan Darah

Prosedur Pengukuran Tekanan Darah Prosedur Pengukuran Tekanan Darah A. Alat dan Bahan: 1. Tensimeter Digital atau Tensimeter manual (Air Raksa) 2. Mancet besar B. Cara Pengukuran menggunakan Tensi Meter Digital: 1. Tekan tombol START/STOP

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM LABORATORIUM KEPERAWATAN ANAK

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM LABORATORIUM KEPERAWATAN ANAK BUKU PANDUAN PRAKTIKUM LABORATORIUM KEPERAWATAN ANAK Penyusun : Jastro Situmorang, S.Kep, Ns Elfrida Nainggolan, SKM AKADEMI KEPERAWATAN HKBP BALIGE PROVINSI SUMATERA UTARA BUKU PANDUAN PRAKTIKUM LABORATORIUM

Lebih terperinci

PERMOHONAN PARTISIPAN PENELITIAN

PERMOHONAN PARTISIPAN PENELITIAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN Jl. Yos Sudarso No. 461. Telp/fax. (0287) 472433, 473750, Gombong http://www.stikesmuhgombong.com PERMOHONAN PARTISIPAN PENELITIAN

Lebih terperinci

PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE

PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE TUJUAN: Setelah menyelesaikan topik ini, mahasiswa mampu melakukan pemasangan pipa lambung/ngt. Tujuan pemasangan pipa lambung adalah Dekompresi lambung Mengambil sekret lambung

Lebih terperinci

FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA AKADEMI KEPERAWATAN PANTI WALUYA MALANG

FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA AKADEMI KEPERAWATAN PANTI WALUYA MALANG FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA AKADEMI KEPERAWATAN PANTI WALUYA MALANG 1. IDENTITAS KLIEN Nama : Jenis Kelamin : Umur : Suku : Alamat : Agama : Pendidikan : Status Perkawinan : Tanggal

Lebih terperinci

DAFTAR TILIK CUCI TANGAN MEDIS

DAFTAR TILIK CUCI TANGAN MEDIS CUCI TANGAN MEDIS N0 PROSEDUR TINDAKAN NILAI 1 Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan 2 Melepas semua perhiasan yang menempel di tangan dan lengan 3 Membasahi kedua belah tangan dengan air mengalir 4 Memberi

Lebih terperinci

Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns AKPER HKBP BALIGE

Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns AKPER HKBP BALIGE Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns Kala I Bantu ibu dalam persalinan jika ia tampak gelisah, ketakutan dan kesakitan Jika ibu tampak kesakitan, dukungan yg dapat dierikan : Perubahan posisi, tetapi jika

Lebih terperinci

Dalam bentuk tablet, kaplet, pil, sirup, kapsul, atau puyer. Kelemahannya : Aksinya lambat, tidak dapat digunakan pada keadaan gawat.

Dalam bentuk tablet, kaplet, pil, sirup, kapsul, atau puyer. Kelemahannya : Aksinya lambat, tidak dapat digunakan pada keadaan gawat. Dalam bentuk tablet, kaplet, pil, sirup, kapsul, atau puyer. Kelemahannya : Aksinya lambat, tidak dapat digunakan pada keadaan gawat. Waktu absorsinya 30-45 menit, efek puncak setelah 1-1,5 jam. Rasa dan

Lebih terperinci

CEDERA KEPALA, LEHER, TULANG BELAKANG DAN DADA

CEDERA KEPALA, LEHER, TULANG BELAKANG DAN DADA Materi 12 CEDERA KEPALA, LEHER, TULANG BELAKANG DAN DADA Oleh : Agus Triyono, M.Kes A. CEDERA KEPALA Pengertian : Semua kejadian pada daerah kepala yang dapat mengakibatkan terganggunya fungsi otak baik

Lebih terperinci

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d.

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d. 1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d. menegakkan tubuh 2. Tulang anggota gerak tubuh bagian atas dan bawah disebut.

Lebih terperinci

PROSEDUR PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL

PROSEDUR PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL PROSEDUR PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL TUJUAN PRAKTIKUM 1. TUJUAN UMUM. Setelah mengikuti praktikum berikut diharapkan mahasiswa dapat melakukan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital.

Lebih terperinci

Membantu Bayi Bernapas. Buku Kerja Peserta

Membantu Bayi Bernapas. Buku Kerja Peserta Membantu Bayi Bernapas Buku Kerja Peserta 1 2 Untuk mereka yang merawat bayi pada saat kelahiran Membantu Bayi Bernapas mengajarkan kepada penolong persalinan untuk merawat bayi pada saat kelahiran. -

Lebih terperinci

PENILAIAN KETRAMPILAN KLINIK INHALASI OKSIGEN. A. Pengertian Memberikan tambahan oksigen pada klien yang membutuhkan

PENILAIAN KETRAMPILAN KLINIK INHALASI OKSIGEN. A. Pengertian Memberikan tambahan oksigen pada klien yang membutuhkan PENILAIAN KETRAMPILAN KLINIK INHALASI OKSIGEN A. Pengertian Memberikan tambahan oksigen pada klien yang membutuhkan B. Tujuan KANUL 1. Memberikan oksigen dengan konsentrasi relative rendah saat kebutuhan

Lebih terperinci

pemeriksaan system syaraf, pemeriksaan alat gerak,

pemeriksaan system syaraf, pemeriksaan alat gerak, PROSEDUR TETAP Balai Kesehatan Penerbangan PEMERIKSAAN FISIK PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN PROSEDUR Tindakan pengujian kesehatan yang dilakukan oleh dokter terhadap personel penerbangan yang meliputi: anamnesis,

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS KESEHATAN

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS KESEHATAN No. : Set : ANAK 1 K1 Nama : Tanggal : Inst. : Observer : Stase : Tandatang: PENDIDIKAN KESEHATAN ANTICIPATORY GUIDANCE ANAK TODLER NO. ASPEK YANG DI BOBOT A. FASE ORIENTASI 3 Menjelaskan tujuan pendidikan

Lebih terperinci

Aspirasi Vakum Manual (AVM)

Aspirasi Vakum Manual (AVM) Aspirasi Vakum Manual (AVM) Aspirasi Vakum Manual (AVM) merupakan salah satu cara efektif evakuasi sisa konsepsi pada abortus inkomplit. Evakuasi dilakukan dengan mengisap sisa konsepsi dari kavum uteri

Lebih terperinci

Aspirasi Vakum Manual (AVM) Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

Aspirasi Vakum Manual (AVM) Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi Aspirasi Vakum Manual (AVM) Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi No. Langkah/Kegiatan 1. Persiapan Lakukan konseling dan lengkapi persetujuan tindakan medis. 2. Persiapkan alat,

Lebih terperinci

PANDUAN CLINICAL SKILL LABORATORIUM SENAM KAKI DIABETIK. Oleh. Tim Endokrin dan Metabolik

PANDUAN CLINICAL SKILL LABORATORIUM SENAM KAKI DIABETIK. Oleh. Tim Endokrin dan Metabolik PANDUAN CLINICAL SKILL LABORATORIUM SENAM KAKI DIABETIK Oleh Tim Endokrin dan Metabolik PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2014 TATA TERTIB Sebelum Praktikum

Lebih terperinci

OTC (OVER THE COUNTER DRUGS)

OTC (OVER THE COUNTER DRUGS) OTC (OVER THE COUNTER DRUGS) Obat adalah bahan atau panduan bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis,

Lebih terperinci

Untuk menjamin makanan aman

Untuk menjamin makanan aman Untuk menjamin makanan aman HIGIENE & SANITASI MAKANAN Mencegah kontaminasi makanan oleh mikroba Mencegah perkembangbiakan mikroba Mencegah terjadinya kontaminasi cemaran lain Higiene : upaya untuk memelihara

Lebih terperinci

Perawatan Kebersihan. Sub pokok bahasan. Kesehatan diri dan penampilan perawat. Hygiene. Perawatan Kulit. Tujuan dari Hygiene. Efy Afifah, M.

Perawatan Kebersihan. Sub pokok bahasan. Kesehatan diri dan penampilan perawat. Hygiene. Perawatan Kulit. Tujuan dari Hygiene. Efy Afifah, M. Perawatan Kebersihan Efy Afifah, M.Kes Sub pokok bahasan Menjelaskan jenis perawatan kebersihan Mengidentifikasi masalah yang terkait dengan Kulit, rambut, mata, mulut, hidung, telinga, kuku, perineum,

Lebih terperinci

KASUS III. Pertanyaan:

KASUS III. Pertanyaan: KASUS III Seorang perempuan, umur 27 tahun, G2P1A0, hamil 40 minggu, datang ke rumah sakit dengan keluhan mulas-mulas sejak 7 jam yang lalu, dari kemaluannya keluar lendir bercampur darah. Klien terlihat

Lebih terperinci

PANDUAN CLINICAL SKILL LABORATORIUM INJEKSI INSULIN. Oleh. Tim Endokrin dan Metabolik

PANDUAN CLINICAL SKILL LABORATORIUM INJEKSI INSULIN. Oleh. Tim Endokrin dan Metabolik PANDUAN CLINICAL SKILL LABORATORIUM INJEKSI INSULIN Oleh Tim Endokrin dan Metabolik PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2014 TATA TERTIB Sebelum Praktikum

Lebih terperinci

Membantu Bayi Bernapas Lembar Balik Fasilitator

Membantu Bayi Bernapas Lembar Balik Fasilitator Membantu Bayi Bernapas Lembar Balik Fasilitator Mulai dengan sebuah cerita Sebelum memperlihatkan lembar balik, setiap peserta meletakkan satu tangannya di atas simulator atau boneka peraga. Katakan pada

Lebih terperinci

3. Pemeriksaan Tajam Penglihatan (Visus) dan Buta Warna. Pemeriksaan HBs Ag Malaria (untuk daerah endemis malaria)

3. Pemeriksaan Tajam Penglihatan (Visus) dan Buta Warna. Pemeriksaan HBs Ag Malaria (untuk daerah endemis malaria) Lampiran : Surat No. 224/DL.004/V/AMG-2012 Tanggal 15 Mei 2012 Hal : Pemeriksaan Kesehatan MACAM DAN JENIS PEMERIKSAAN KESEHATAN 1. Riwayat Penyakit (Anamnesis) 2. Pemeriksaan Fisik (Physical Test) 3.

Lebih terperinci

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra.

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra. Masalah Kulit Umum pada Bayi Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra. Brosur ini memberikan informasi mendasar tentang permasalahan kulit yang lazimnya dijumpai pada usia dini sebagai

Lebih terperinci

PEMASANGAN AKDR. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

PEMASANGAN AKDR. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi PEMASANGAN AKDR Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi Check List No Langkah 1 Konseling awal Sapa klien dengan ramah dan perkenalkan diri Anda dan tanyakan tujuan kedatangannya 2

Lebih terperinci

Chairul Huda Al Husna

Chairul Huda Al Husna PENGKAJIAN LANSIA I Chairul Huda Al Husna PENDEKATAN PERAWATAN LANJUT USIA 1. Komponen pendekatan fisik Pernafasan, nutrisi, eliminasi, tidur, menjaga sikap tubuh waktu berjalan, tidur, menjaga sikap,

Lebih terperinci

1. Batuk Efektif. 1.1 Pengertian. 1.2 Tujuan

1. Batuk Efektif. 1.1 Pengertian. 1.2 Tujuan MAKALAH BATUK EFEKTIF 1. Batuk Efektif 1.1 Pengertian Batuk efektif adalah suatu metode batuk dengan benar, dimana klien dapat menghemat energi sehingga tidak mudah lelah mengeluarkan dahak secara maksimal.

Lebih terperinci

BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)

BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) Artikel ini merupakan sebuah pengetahuan praktis yang dilengkapi dengan gambar-gambar sehingga memudahkan anda dalam memberikan pertolongan untuk

Lebih terperinci

Tali Pusat Pada Janin

Tali Pusat Pada Janin Tali Pusat Pada Janin Mesoderm connecting stalk yang juga memiliki kemampuan angiogenik, kemudian akan berkembang menjadi pembuluh darah dan connecting stalk tersebut akan menjadi tali pusat. Pada tahap

Lebih terperinci

Medical First Responder. Cedera musculoskeletal (Cedera pada tulang & otot)

Medical First Responder. Cedera musculoskeletal (Cedera pada tulang & otot) Medical First Responder Cedera musculoskeletal (Cedera pada tulang & otot) SASARAN Selesai mengikuti pelajaran, peserta mampu: 1. Menjelaskan patah tulang terbuka & tertutup, serta menyebutkan 4 tanda

Lebih terperinci

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun MANUAL KETERAMPILAN KLINIK TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU Tim Penyusun Prof. Dr. Djauhariah A. Madjid, SpA K Dr. dr. Ema Alasiry, Sp.A. IBCLC dr. A. Dwi Bahagia Febriani, PhD, SpA(K) CSL SIKLUS HIDUP

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik

III. METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik 72 III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu dengan cara pengumpulan data sekaligus

Lebih terperinci

KOP DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK BERITA ACARA PEMERIKSAAN PRAKTIK BIDAN MANDIRI

KOP DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK BERITA ACARA PEMERIKSAAN PRAKTIK BIDAN MANDIRI Formulir XI KOP DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK BERITA ACARA PEMERIKSAAN PRAKTIK BIDAN MANDIRI Berdasarkan :. UU Kesehatan No. 36 tahun 009. Perda Kota Depok No. 05 tahun 0 tentang Perizinan dan Sertifikasi

Lebih terperinci

KEGUNAAN MEMERAH ASI

KEGUNAAN MEMERAH ASI KEGUNAAN MEMERAH ASI Mengurangi bengkak, sumbatan atau stasis ASI Memberi makan bayi yang mengalami kesulitan menghisap payudara Memberi makanan bayi yang menolak menyusu Memberi makan bayi berat lahir

Lebih terperinci

PENGUKURAN TANDA VITAL Oleh: Akhmadi, SKp

PENGUKURAN TANDA VITAL Oleh: Akhmadi, SKp PENGUKURAN TANDA VITAL Oleh: Akhmadi, SKp Pengukuran tanda vital merefleksikan indicator fungsi tubuh untuk mempertahankan mekanisme homeostatis dalam rentang yang normal. Adanya perubahan dari pola yang

Lebih terperinci

infeksi setempat hanya bila tidak Bila ya, Apakah wajahnya

infeksi setempat hanya bila tidak Bila ya, Apakah wajahnya MENILAI, MENKLASIFIKASI DAN MENGOBATI BAYI 0 2 BULAN (TIMOR-LESTE) TANYAKAN atau Periksa penyakit yang sangat berat (J2, J7) - Apakah bayi menyusui LIHAT - pernafasan cepat(>60/men) - Kemungkinan suatu

Lebih terperinci

BAB XXIII. Masalah pada Saluran Kencing. Infeksi saluran kencing. Darah pada urin/air kencing. Keharusan sering kencing. Perembesan urin/air kencing

BAB XXIII. Masalah pada Saluran Kencing. Infeksi saluran kencing. Darah pada urin/air kencing. Keharusan sering kencing. Perembesan urin/air kencing BAB XXIII Masalah pada Saluran Kencing Infeksi saluran kencing Darah pada urin/air kencing Keharusan sering kencing Perembesan urin/air kencing Ketika Anda mengalami kesulitan kencing atau berak 473 Bab

Lebih terperinci

CARA YANG TEPAT DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA

CARA YANG TEPAT DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA CARA YANG TEPAT DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Oleh : Debby dan Arief Dalam tubuh terdapat berjuta-juta sel. Salah satunya, sel abnormal atau sel metaplasia, yaitu sel yang berubah, tetapi masih dalam batas

Lebih terperinci

ANATOMI DAN FISIOLOGI

ANATOMI DAN FISIOLOGI ANATOMI DAN FISIOLOGI Yoedhi S Fakar ANATOMI Ilmu yang mempelajari Susunan dan Bentuk Tubuh FISIOLOGI Ilmu yang mempelajari faal (fungsi) dari Ilmu yang mempelajari faal (fungsi) dari alat atau jaringan

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS KESEHATAN

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS KESEHATAN Jln. Pierre Tendean. Telp. 0-1 11, 19 Semarang 011 : : : : Set Tanggal Observer Tandatangan : Bedah 1 ( K.1 ) : : : FORMAT PEAN ANAMNESA POST TIROIDEKTOMI 1 Memberi salam/menyapa pasien Memperkenalkann

Lebih terperinci

KONSEP DASAR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN APA PERBEDAAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

KONSEP DASAR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN APA PERBEDAAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KONSEP DASAR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN APA PERBEDAAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PERTUMBUHAN (GROWTH) BERKAITAN DG. PERUBAHAN DALAM BESAR, JUMLAH, UKURAN DAN FUNGSI TINGKAT SEL, ORGAN MAUPUN INDIVIDU

Lebih terperinci

PENUNTUN BELAJAR KETERAMPILAN KLINIK DAN KONSELING IMPLAN-2

PENUNTUN BELAJAR KETERAMPILAN KLINIK DAN KONSELING IMPLAN-2 PENUNTUN BELAJAR KETERAMPILAN KLINIK DAN KONSELING IMPLAN-2 MENGGUNAKAN PENUNTUN BELAJAR Penuntun belajar keterampilan klinik dan konseling Implan-2 ini dirancang untuk membantu peserta mempelajari langkah-langkah

Lebih terperinci

Organ yang Berperan dalam Sistem Pernapasan Manusia. Hidung. Faring. Laring. Trakea. Bronkus. Bronkiolus. Alveolus. Paru-paru

Organ yang Berperan dalam Sistem Pernapasan Manusia. Hidung. Faring. Laring. Trakea. Bronkus. Bronkiolus. Alveolus. Paru-paru Exit Hidung Faring Organ yang Berperan dalam Sistem Pernapasan Manusia Laring Trakea Bronkus Bronkiolus Alveolus Paru-paru Hidung Hidung berfungsi sebagai alat pernapasan dan indra pembau. Pada hidung

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN KERJA KETERAMPILAN

BUKU PANDUAN KERJA KETERAMPILAN BUKU PANDUAN KERJA KETERAMPILAN PENGAMBILAN BAHAN PEMERIKSAAN DAN PEMBUATAN PREPARAT PAP SMEAR Diberikan pada Mahasiswa Semester IV Fak. Kedokteran Unhas Disusun oleh dr. Deviana Riu, SpOG Prof. Dr. dr.

Lebih terperinci

ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) Dra. Mimin Casmini, M.Pd.

ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) Dra. Mimin Casmini, M.Pd. ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) Dra. Mimin Casmini, M.Pd. A. PENGERTIAN ADL Istilah Activity of Daily Living (ADL) atau aktivitas kehidupan sehari-hari dalam dunia pendidikan anak berkebutuhan khusus dikenal

Lebih terperinci

PEMERIKSAAN TANDA VITAL TUJUAN PEMBELAJARAN TINJAUAN PUSTAKA

PEMERIKSAAN TANDA VITAL TUJUAN PEMBELAJARAN TINJAUAN PUSTAKA PEMERIKSAAN TANDA VITAL TUJUAN PEMBELAJARAN Pada akhir praktikum pemeriksaan tanda vital, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan hal-hal yang tercakup dalam tanda vital. 2. Menjelaskan alat dan bahan

Lebih terperinci

B. MANFAAT ASI EKSKLUSIF

B. MANFAAT ASI EKSKLUSIF ASI EKSKLUSIF A. PENGERTIAN Menurut WHO, ASI Eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan pada enam bulan pertama bayi baru lahir tanpa adanya makanan pendamping lain. ( www.tabloid- nakita.com, 2005 )

Lebih terperinci

3 4 5 6 Tensimeter Stetoskop bioculer Stetoskop monoculer Timbangan dewasa Timbangan bayi Pengukur panjang bayi Arsip PAMJAKI Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : HK.0.0/MENKES/49/I/00 Tanggal

Lebih terperinci

Saverinus Suhardin, S.Kep, Ns

Saverinus Suhardin, S.Kep, Ns Pengaturan posisi tidur pasien Pemberian oksigen Teknik napas dalam Teknik batuk efektif Disusun : Saverinus Suhardin, S.Kep, Ns YAYASAN MARANATHA NUSA TENGGARA TIMUR AKADEMI KEPERAWATAN MARANATHA KUPANG

Lebih terperinci

DOKUMEN INSTRUMEN PENILAIAN UJIAN KETERAMPILAN

DOKUMEN INSTRUMEN PENILAIAN UJIAN KETERAMPILAN DOKUMEN INSTRUMEN PENILAIAN UJIAN KETERAMPILAN SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI 2015 PROSEDUR PELAKSANAAN DAN RUBRIK PENILAIAN UJIAN KETERAMPILAN BIDANG KEOLAHRAGAAN 1. MATERI UJIAN Uji Keterampilan

Lebih terperinci

Prosedur Pemeriksaan Medis dan Pengumpulan Bukti Medis Kekerasan pada Perempuan. Seminar dan Workshop Penanganan Kekerasan SeksualTerhadap Perempuan

Prosedur Pemeriksaan Medis dan Pengumpulan Bukti Medis Kekerasan pada Perempuan. Seminar dan Workshop Penanganan Kekerasan SeksualTerhadap Perempuan Prosedur Pemeriksaan Medis dan Pengumpulan Bukti Medis Kekerasan pada Perempuan Seminar dan Workshop Penanganan Kekerasan SeksualTerhadap Perempuan Pendahuluan Penatalaksanaan kekerasan terhadap perempuan

Lebih terperinci

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun MANUAL KETERAMPILAN KLINIK TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU Tim Penyusun Prof. Dr. Djauhariah A. Madjid, SpA K Dr. dr. Ema Alasiry, Sp.A. IBCLC dr. A. Dwi Bahagia Febriani, PhD, SpA(K) CSL SIKLUS HIDUP

Lebih terperinci

PEMERIKSAAN KESEGARAN JASMANI ANAK USIA SEKOLAH LANJUTAN. Oleh: Cerika Rismayanthi, M.Or NIP

PEMERIKSAAN KESEGARAN JASMANI ANAK USIA SEKOLAH LANJUTAN. Oleh: Cerika Rismayanthi, M.Or NIP PEMERIKSAAN KESEGARAN JASMANI ANAK USIA SEKOLAH LANJUTAN Oleh: Cerika Rismayanthi, M.Or NIP 19830127 200604 2 001 Dalam lokakarya kesegaran jasmani yang dilaksanakan pada tahun 1984 Tes Kesegaran Jasmani

Lebih terperinci

Panduan kecil Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD)

Panduan kecil Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Panduan kecil Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PBBM) D i b u a t o l e h Y a y a s a n I D E P i n f o @ i d e p f o u n d a t i o n. o r g Untuk keterangan

Lebih terperinci

Keluhan-keluhan Selama Kehamilan

Keluhan-keluhan Selama Kehamilan Keluhan-keluhan Selama Kehamilan Keluhan-keluhan pada umumnya terjadi selama masa kehamilan. Keluhan tersebut umum didapatkan pada kondisi hamil dan merupakan kejadian yang normal. Keluhan tersebut diantaranya

Lebih terperinci

Keterampilan Laboratorium PADA BLOK 2.2 HEMATOIMUNOLIMFOPOETIK:

Keterampilan Laboratorium PADA BLOK 2.2 HEMATOIMUNOLIMFOPOETIK: Keterampilan Laboratorium PADA BLOK 2.2 HEMATOIMUNOLIMFOPOETIK: DARAH 2: -LED -Membuat & memeriksa sediaan apus darah tepi -Evaluasi DARAH 3: - Pemeriksaan gol.darah -Tes inkompatibilitas DARAH 4: Bleeding

Lebih terperinci

KETERAMPILAN PEMERIKSAAN OBSTETRI

KETERAMPILAN PEMERIKSAAN OBSTETRI BUKU PANDUAN KETERAMPILAN PEMERIKSAAN OBSTETRI Diberikan pada Mahasiswa Semester IV Tahun Akademik 2014-2015 Tim Penyusun Dr. dr. Hj. A. Mardiah Tahir, Sp.OG dr. Hj. Retno Budiati Farid, Sp.OG. K Editor:

Lebih terperinci

Sistem Pernafasan Manusia

Sistem Pernafasan Manusia Sistem Pernafasan Manusia Udara masuk kedalam sepasang rongga hidung melalui lubang hidung. Rongga hidung dilengkapi oleh rongga-rongga kecil (silia) dan selaput lendir. Dalam rongga hidung, udara dilembabkan,

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1406/MENKES/SK/XI/2002 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1406/MENKES/SK/XI/2002 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1406/MENKES/SK/XI/2002 TENTANG STANDAR PEMERIKSAAN KADAR TIMAH HITAM PADA SPESIMEN BIOMARKER MANUSIA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Tabel 2.3 Pungsi Vena dengan Menggunakan Jarum Berlapis Kateter Plastik

Tabel 2.3 Pungsi Vena dengan Menggunakan Jarum Berlapis Kateter Plastik 100 101 Lampiran 1. Tabel 2.3 Pungsi Vena dengan Menggunakan Jarum Berlapis Kateter Plastik Langkah-Langkah 1. Observasi tanda dan gejala yang mengindikasikan keseimbangan cairan dan elektrolit a. mata

Lebih terperinci

NO MACAM KETRAMPILAN/ TARGET RUANG CARA MELAKUKAN

NO MACAM KETRAMPILAN/ TARGET RUANG CARA MELAKUKAN A KEBUTUHAN PSIKO-SOSIO-SPIRITUAL 1. Menerima Pasien Baru a. Komunikasi 5x b. Orientasi ruangan pada pasien 5x 2. Spiritual a. Menuntun wudlu dan tayamum 3x b. Tuntunan sholat 3x c. Tuntunan doa bagi pasien

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGAMBILAN SAMPEL DNA SATWA LIAR. Petunjuk Penggunaan Kit (Alat Bantu) untuk Pengambilan Sampel DNA Satwa Liar

PETUNJUK PENGAMBILAN SAMPEL DNA SATWA LIAR. Petunjuk Penggunaan Kit (Alat Bantu) untuk Pengambilan Sampel DNA Satwa Liar PETUNJUK PENGAMBILAN SAMPEL DNA SATWA LIAR Petunjuk Penggunaan Kit (Alat Bantu) untuk Pengambilan Sampel DNA Satwa Liar Panduan ini dirancang untuk melengkapi Kit atau Alat Bantu Pengambilan Sampel DNA

Lebih terperinci

PEMILIHAN DAN PENILAIAN TERNAK SAPI POTONG CALON BIBIT Lambe Todingan*)

PEMILIHAN DAN PENILAIAN TERNAK SAPI POTONG CALON BIBIT Lambe Todingan*) PEMILIHAN DAN PENILAIAN TERNAK SAPI POTONG CALON BIBIT Lambe Todingan*) I. PENDAHULUAN Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) dalam bidang peternakan, maka pengembangan

Lebih terperinci

Disampaikan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional Ikatan Perawat Dialisis Indonesia (IPDI) Palembang, 17 Oktober 2014

Disampaikan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional Ikatan Perawat Dialisis Indonesia (IPDI) Palembang, 17 Oktober 2014 Disampaikan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional Ikatan Perawat Dialisis Indonesia (IPDI) Palembang, 17 Oktober 2014 PENDAHULUAN KEWASPADAAN ISOLASI PELAKSANAAN PPI DI RS & FASILITAS PETUNJUK PPI UNTUK

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS BAB III TINJAUAN KASUS Tanggal Pengkajian, 5 April 2010 A. BIODATA Pada saat dilakukan pengkajian pada Tn. M dari tanggal 5 April 2010 di ruang B1 (saraf), didapatkan data yaitu : umur 55 tahun, jenis

Lebih terperinci

Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā

Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā Oleh: U Sikkhānanda (Andi Kusnadi) Meditasi jalan Sebaiknya, latihan meditasi dimulai dengan meditasi jalan dahulu. Saat

Lebih terperinci

Bab IV Memahami Tubuh Kita

Bab IV Memahami Tubuh Kita Bab IV Memahami Tubuh Kita Pubertas Usia reproduktif Menopause Setiap perempuan pasti berubah dari anak-anak menjadi dewasa dan perubahan dari dewasa menjadi dewasa yang lebih tua Sistem Reproduksi Perempuan

Lebih terperinci

Kaviti hidung membuka di anterior melalui lubang hidung. Posterior, kaviti ini berhubung dengan farinks melalui pembukaan hidung internal.

Kaviti hidung membuka di anterior melalui lubang hidung. Posterior, kaviti ini berhubung dengan farinks melalui pembukaan hidung internal. HIDUNG Hidung adalah indera yang kita gunakan untuk mengenali lingkungan sekitar atau sesuatu dari aroma yang dihasilkan. Kita mampu dengan mudah mengenali makanan yang sudah busuk dengan yang masih segar

Lebih terperinci

Asuhan Persalinan Normal. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

Asuhan Persalinan Normal. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi Asuhan Persalinan Normal Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi 1 Mendengar, melihat dan memeriksa gejala dan tanda Kala Dua Ibu merasa ada dorongan kuat menekan Ibu merasa regangan

Lebih terperinci

LATIHAN PERNAFASAN. Pengantar

LATIHAN PERNAFASAN. Pengantar LATIHAN PERNAFASAN Pengantar 1. Teknik pernafasan: kembangkan perut pada saat menarik nafas dalam, dan kempiskan perut pada saat membuang nafas. 2. Sebaiknya bernafas melalui hidung. 3. Biarkan dada mengikuti

Lebih terperinci

PEMERIKSAAN LEOPOLD. Desiyani Nani

PEMERIKSAAN LEOPOLD. Desiyani Nani PEMERIKSAAN LEOPOLD Desiyani Nani LEARNING OBJECTIVE Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan Leopold. 1. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan Leopold I. 2. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan Leopold

Lebih terperinci

Laporan Kasus. Water Sealed Drainage Mini dengan Catheter Intravena dan Modifikasi Fiksasi pada kasus Hidropneumotoraks Spontan Sekunder

Laporan Kasus. Water Sealed Drainage Mini dengan Catheter Intravena dan Modifikasi Fiksasi pada kasus Hidropneumotoraks Spontan Sekunder Laporan Kasus Water Sealed Drainage Mini dengan Catheter Intravena dan Modifikasi Fiksasi pada kasus Hidropneumotoraks Spontan Sekunder Martin Leman, Zubaedah Thabrany, Yulino Amrie RS Paru Dr. M. Goenawan

Lebih terperinci

BPSL BLOK FAAL BUKU PRAKTIKUM SKILLS LAB ILMU KEDOKTERAN DASAR SEMESTER I TAHUN AKADEMIK PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN GIGI

BPSL BLOK FAAL BUKU PRAKTIKUM SKILLS LAB ILMU KEDOKTERAN DASAR SEMESTER I TAHUN AKADEMIK PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN GIGI BPSL BUKU PRAKTIKUM SKILLS LAB ILMU KEDOKTERAN DASAR FAAL SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2016-2017 BLOK 1.1.2 PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 1 FAAL DASAR

Lebih terperinci

PENGURUTAN (MASSAGE)

PENGURUTAN (MASSAGE) PENGURUTAN (MASSAGE) Massage merupakan salah satu cara perawatan tubuh paling tua dan paling bermanfaat dalam perawatan fisik (badan) Massage mengarahkan penerapan manipulasi (penanganan) perawatan dari

Lebih terperinci

5. Pengkajian. a. Riwayat Kesehatan

5. Pengkajian. a. Riwayat Kesehatan 5. Pengkajian a. Riwayat Kesehatan Adanya riwayat infeksi saluran pernapasan sebelumnya : batuk, pilek, demam. Anoreksia, sukar menelan, mual dan muntah. Riwayat penyakit yang berhubungan dengan imunitas

Lebih terperinci

Written by Administrator Sunday, 07 August :30 - Last Updated Wednesday, 07 September :03

Written by Administrator Sunday, 07 August :30 - Last Updated Wednesday, 07 September :03 Muntah tanpa Sebab Bayi belum selesai makan, tiba-tiba "BOOMM!" Makanannya mengotori baju. Mengapa? Gumoh hingga muntah kerap terjadi pada bayi berusia kurang dari enam bulan. Perilaku ini membuat ibu

Lebih terperinci

INDERA PENGLIHATAN I. BINTIK BUTA

INDERA PENGLIHATAN I. BINTIK BUTA INDERA PENGLIHATAN I. BINTIK BUTA Menentukan jarak bintik buta dari mata B. Alat dan Bahan 1. Penentu bintik buta 2. Penutup mata 3. Penggaris/alat ukur 1. Peganglah alat penentu bintik buta (titik hitam

Lebih terperinci

KETERAMPILAN TEKNIK MENYUSUI

KETERAMPILAN TEKNIK MENYUSUI BUKU PANDUAN KETERAMPILAN TEKNIK MENYUSUI Diberikan pada Mahasiswa Semester IV Tahun Akademik 2014-2015 Tim Penyusun dr. A. Dwi Bahagia, Ph.D, SpA(K) dr. Ema Alasiry, SpA(K), IBCLC Editor dr. Elizabet

Lebih terperinci

ALAT DAN BAHAN. 2 buah penggaris / mistar. Pulpen. Kapas dan alkohol SKENARIO SESAK NAFAS

ALAT DAN BAHAN. 2 buah penggaris / mistar. Pulpen. Kapas dan alkohol SKENARIO SESAK NAFAS (JVP) dalam bahasa Inggris, adalah tekanan sistem vena yang diamai secara idak langsung (indirek). Secara langsung (direk), tekanan sistem vena diukur dengan memasukkan kateter yang dihubungkan dengan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Tema : Teknik nafas dalam dan batuk efektif Sasaran : 6 orang pasien dengan gangguan sistem pernafasan dan keluarga yang menemani pasien selama dirawat. Hari/tanggal : Selasa/8

Lebih terperinci

I. Panduan Pengukuran Antropometri

I. Panduan Pengukuran Antropometri I. Panduan Pengukuran Antropometri A. Tujuan Tujuan dari pengukuran kesehatan adalah untuk mengetahui kondisi pertumbuhan dan gizi anak. Penilaian pertumbuhan pada anak sebaiknya dilakukan dengan jarak

Lebih terperinci

Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi. Persiapan memberikan ASI dilakukan bersamaan dengan kehamilan.

Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi. Persiapan memberikan ASI dilakukan bersamaan dengan kehamilan. Pengertian Teknik Menyusui Yang Benar Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Perinasia, 1994). Pembentukan dan Persiapan

Lebih terperinci