penyelesaian dari proses lainnya.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "penyelesaian dari proses lainnya."

Transkripsi

1 356 Saat window catat waktu selesai dibuka, staf produksi harus memasukkan jenis proses dan periode penjadwalan yang akan dicatat waktu selesai pesanannya. Sistem akan menampilkan data pesanan produksi beserta jadwal produksi untuk periode penjadwalan yang dipilih. Setelah itu, staf produksi dapat menekan tombol catat waktu dan sistem kemudian akan membandingkan waktu penyelesaian pesanan dari proses yang dipilih dan ditampilkan pada kolom yang tersedia. Selanjutnya staf produksi dapat menyimpan data tersebut dan mencatat waktu penyelesaian dari proses lainnya. xi. Form Cetak Jadwal Produksi Gambar 4.57 Window Lihat Jadwal Produksi

2 357 Saat window lihat jadwal produksi dibuka, staf produksi harus memasukkan nomor mesin dan periode yang akan ditampilkan dan dicetak jadwal produksinya. Jadwal produksi ini akan dicetak dalam sebuah laporan jadwal produksi yang akan digunakan untuk mengalokasikan pesanan pada mesin di lantai produksi. xii. Form Lihat Utilisasi Mesin Gambar 4.58 Window Lihat Utilisasi Mesin Saat window lihat utilisasi mesin dibuka, staf produksi harus memasukkan kelompok mesin yang akan dilihat utilisasi mesinnya. Pengguna sistem juga dapat melakukan perbandingan utilisasi mesin dari beberapa periode sebelumnya atau dengan mesin lainnya. Hasil dari utilisasi mesin ini dapat dicetak menjadi sebuah laporan utilisasi mesin.

3 358 xiii. Laporan Jadwal Produksi Gambar 4.59 Contoh Laporan Jadwal Produksi Laporan jadwal produksi yang dicetak berisi informasi mengenai data mesin serta keterangan jadwal produksi yang dibuat dimana setiap pesanan yang harus dikerjakan oleh sistem dicetak untuk digunakan pada lantai produksi. Selain itu, terdapat juga gantt chart untuk menggambarkan keadaan mesin lain dari kelompok mesin yang sama untuk periode penjadwalan yang berjalan yang dapat digunakan sebagai gambaran keadaan mesin lainnya.

4 359 xiv. Laporan Utilisasi Mesin Gambar 4.60 Contoh Laporan Utilisasi Mesin Laporan utilisasi mesin berisi informasi mengenai utilisasi dari setiap kelompok mesin pada suatu periode penjadwalan tertentu yang dapat digunakan dalam mendukung pengambilan keputusan bagi pihak manajemen perusahaan. Hasil ditampilkan dalam bentuk sebuah grafik sekaligus dengan rincian dari utilisasi setiap mesinnya.

5 Technical Platform Sistem dikembangkan untuk digunakan pada PC dengan bahasa pemrograman berorientasi objek Visual Basic 6.0 dan Microsoft Windows Access sebagai dasar pembuatan databasenya. User interface dirancang dengan menggunakan MDI form dan form untuk digunakan pada sistem operasi berbasis Microsoft windows. Sistem dioperasikan dengan menggunakan hardware berupa keyboard, mouse, printer Recommendations The System s Usefulness and Feasibility Bagi staf produksi, sistem dapat membantu staf produksi dalam membuat jadwal produksi untuk seluruh mesin pada lantai produksi baik dari bagian pencetakan, bagian pewarnaan dan bagian perakitan. Sistem juga dapat mendukung pelacakan terhadap status penyelesaian pesanan hingga informasi keberadaan pesanan pada suatu waktu jika dibutuhkan sehingga staf produksi dapat mengetahui keberadaan pesanan tersebut pada lantai produksi. Sistem juga dapat menghitung waktu penyelesaian pesanan produk sehingga bagian pemasaran dapat menggunakannya sebagai informasi bila pelanggan menanyakan status penyelesaian pesanannya. Bagi supervisor pencetakan dan supervisor pewarnaan, sistem dapat menyimpan seluruh data mesin dan produk dari lantai produki yang digunakan sehingga informasi mengenai perubahan data dari lantai produksi dapat diantisipasi untuk penjadwalan periode berikutnya sehingga hasil penjadwalan dapat terjaga keakuratannya dan handal. Sistem juga dapat menampilkan hasil

6 361 jadwal produksi yang telah dibuat sehingga mempermudah supervisor pencetakan dan supervisor pewarnaan dalam mengalokasikan tenaga kerja pada mesin sesuai jadwal produksi yang telah dibuat. Bagi pihak manajemen perusahaan, sistem juga dapat memberikan informasi mengenai utilisasi dari setiap mesin untuk setiap periode produksi sehingga pihak manajemen dapat menggunakannya dalam mempertimbangkan penambahan mesin jika diperlukan Strategy Sistem yang dikembangkan akan diuji coba terlebih dahulu dengan menggunakannya selama beberapa waktu bersamaan dengan penjadwalan secara manual (paralel conversion) agar pengguna sistem (user) dapat menyesuaikan diri dengan sistem yang baru. User yang akan menggunakan sistem terdiri atas staf produksi, supervisor pencetakan, supervisor pewarnaan dan manajer produksi Design document The Task Tujuan Sistem penjadwalan produksi yang dirancang bertujuan untuk mendukung staf produksi PT. WKHK dalam membuat jadwal produksi seluruh pesanan pada semua mesin lantai produksi yang dimulai dari perhitungan waku target penyelesaian pesanan periode berjalan hingga tanggal penyelesaian pesanan diketahui. Sistem juga dapat mencetak jadwal produksi untuk dapat digunakan oleh supervisor pencetakan dan supervisor pewarnaan dalam mengalokasikan

7 362 mesin yang akan digunakan. Sistem juga akan menghasilkan laporan mengenai utilisasi mesin untuk setiap periode berjalan yang akan digunakan oleh pihak manajemen perusahaan sebagai dukungan dalam membuat keputusan strategis terhadap kebutuhan mesin pada lantai produksi Perbaikan Analisa Hasil revisi dari class diagram akan menampilkan sebuah class baru yaitu class rincian periode sebagai class yang akan menyimpan data dari utilisasi setiap mesin pada periode berjalan. Selain itu, class diagram juga mengalami penghapusan sejumlah kelas yang berubah menjadi atribut yaitu pada class karyawan, class kelompok mesin dan class jadwal produksi Quality Goals Target kualitas perancangan sistem penjadwalan produksi PT. WKHK harus memenuhi beberapa kriteria yang terpenting yaitu kriteria usable, correct, reliable, flexible dan comprehensible karena kriteria-kriteria tersebut mempengaruhi kelayakan penggunaan sistem penjadwalan produksi yang dirancang secara umum. Kriteria lain yang juga perlu diperhatikan adalah kriteria testable dan maintainable. Kriteria testable dianggap penting karena sistem dirancang untuk dapat mendukung operasional dari bagian produksi sehingga seluruh fungsi sistem harus berjalan dengan baik. Kriteria maintainable dianggap penting karena mengingat sistem digunakan untuk mendukung penjadwalan seluruh pesanan yang masuk maka perlu segera diperbaiki jika terjadi kerusakan untuk memastikan kelancaran operasional pada lantai produksi.

8 363 Kriteria secure dianggap kurang penting karena sistem penjadwalan produksi tidak memiliki data yang sifatnya kritis dan rahasia. Kriteria efficient dianggap tidak relevan karena sistem penjadwalan produksi yang dirancang membutuhkan investasi baru dalam hal technical platform sehingga seluruh fasilitas baru menyesuaikan kebutuhan sistem. Kriteria reuseable dianggap tidak relevan karena sistem penjadwalan produksi memiliki keunikan tersendiri untuk setiap jenis produksinya sehingga tidak dapat digunakan pada sistem lainnya. Kriteria portable dianggap tidak relevan karena sistem penjadwalan produksi hanya digunakan pada lantai produksi sedangkan kriteria interoperable dianggap tidak relevan karena sistem penjadwalan produksi yang dirancang merupakan sistem informasi pertama yang dimiliki perusahaan. Tabel Quality Goals Criterion Usable Secure Efficient Correct Reliable Maintainable Testable Flexible Comprehensible Reusable Portable Interoperable Very Important Important Less Important Irrelevant Easily Fulfilled

9 Technical Platform Equipment Sistem penjadwalan produksi ini dirancang untuk digunakan pada PC dengan spesifikasi minimum processor Intel Pentium GHz, 256 MB RAM, HDD 20 GB. Sedangkan rekomendasi spesifikasi minimum untuk PC Server adalah processor Intel Pentium IV 2.40 GHz, 768 MB RAM, HDD 160 GB. Sistem penjadwalan produksi akan menggunakan jaringan LAN untuk menghubungkan komputer client dengan server dengan menggunakan sebuah switch 12 port dan kabel LAN. Gambar 4.61 Jaringan Komputer PT. WKHK System software Sistem penjadwalan produksi ini dirancang dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 dengan rancangan database menggunakan

10 365 Microsoft Access 2003 dan pembuatan laporan dengan Crystal Report 8.5. Sistem operasi yang direkomendasikan adalah Windows XP Service Pack System Interfaces Sistem memerlukan sebuah PC dengan sebuah printer deskjet untuk setiap PC client untuk mencetak jadwal produksi dan laporan laporan yang dihasilkan oleh sistem Design Languange Rancangan sistem penjadwalan produksi PT. WKHK ini menggunakan notasi UML untuk menggambarkan seluruh rancangan dengan menggunakan class diagram, statechart diagram, use case diagram, sequence diagram, navigation diagram, component diagram, dan deployment diagram. Piranti lunak yang digunakan untuk perancangan notasi UML adalah Microsoft Visio Architecture Component Architecture Component architecture yang digunakan pada sistem penjadwalan produksi ini adalah pola arsitektur client-server dengan bentuk distribusi data menggunakan centralized data. Setiap komponen client memiliki user interface dan function, sedangkan pada server hanya terdapat model.

11 366 << Component >> Client << Component >> Client << Component >> Client << Component >> UI Staf produksi << Component >> UI Supervisor Pencetakan << Component >> UI Supervisor Pewarnaan << Component >> Function << Component >> Function << Component >> Function << Component >> Client << Component >> Model Gambar 4.62 Component Diagram Process Architecture Process architecture yang digunakan pada sistem penjadwalan produksi ini adalah distributed pattern. Seluruh data akan ditampung dalam sebuah server sebagai model agar data lebih akurat dan konsisten.

12 367 Gambar 4.63 Deployment Diagram Standards Seluruh rancangan sistem penjadwalan produksi PT. WKHK menggunakan bahasa Indonesia kecuali pada beberapa tombol tertentu seperti cancel, reset, OK, first, previous, next dan last. Seluruh user interface memiliki warna dasar yang sama yaitu warna abu abu dan seluruh warna field dan grid yang seragam. Seluruh tombol pada tampilan memilki gambar icon yang menunjukkan kegunaan tombol dan pada beberapa tombol memiliki icon yang

13 368 konsisten pada seluruh tampilan yaitu tombol tambah, simpan, reset, hapus, perbaharui, batal dan kembali Components Model Component Class diagram yang direvisi akan memunculkan sebuah class baru yaitu class rincian periode karena adanya private event yang berbentuk iterasi (Mathiassen et al., 2000, p240) antara class periode dengan class mesin. Class rincian periode akan berisi informasi mengenai utilisasi dari setiap mesin yang terbentuk saat objek periode terbentuk. Menurut Mathiassen et al. (2000, pp ), class yang memiliki atribut yang sama dapat disederhanakan ke dalam sebuah class yang dapat mewakili class-class yang beratribut sama tersebut. Class diagram yang direvisi menghapus beberapa subclass dengan penambahan atribut pada superclass untuk mewakili class yang dihapus yaitu : Class staf produksi, class supervisor pencetakan, class supervisor pewarnaan dihapus dan atribut jabatan akan ditambahkan pada class karyawan. Class mesin pounch, class mesin warna dan class mesin assembly dihapus dan atribut jenis akan ditambahkan pada class kelompok mesin. Class jadwal produksi pencetakan, class jadwal produksi pewarnaan dan class jadwal produksi perakitan dihapus dan atribut proses akan ditambahkan pada class jadwal produksi.

14 Gambar 4.64 Class Diagram yang direvisi 369

15 Function Component Menurut Mathiassen et al. (2000, pp ) tahap selanjutnya dalam setelah model component terbentuk adalah function component. Hasil dari perancangan function component adalah berupa diagram yang menghubungkan class diagram yang telah direvisi yang dilengkapi dengan operasi dan spesifikasi operasi yang kompleks. Gambar 4.65 Revised Class Diagram dengan Pola Function-Class Placement Operation Specification

16 Operation Specification 1. Operation specification hitung estimasi waktu penyelesaian pewarnaan pesanan Tabel Operation specification hitung estimasi waktu penyelesaian pewarnaan pesanan Name Category Purpose Input Data Conditions Effect Algorithm Hitung estimasi waktu penyelesaian pewarnaan pesanan X Active _ Passive _ Update X Read X Compute _ Signal Menghitung waktu estimasi penyelesaian pewarnaan pesanan no_pesanan, tanggal_terima, due_date, jumlah_gross, no_kategori, kap_produksi_warna Terdapat pesanan yang akan dijadwalkan Hasil berupa estimasi waktu pewarnaan ditampilkan pada Estimasi Waktu Pewarnaan dalam user interface ( SELECT * FROM Pesanan WHERE tanggal_terima > tanggal_awal_periode AND tanggal_terima < tanggal_akhir_periode ) For i =1 to jumlahpesanan If pesanan(i) = gtb Then gtb = gtb + jumlah_gross(i) Elseif pesanan(i) = gtb lt then gtb lt = gtb lt + jumlah_gross(i) Elseif pesanan(i) = stb then stb = stb + jumlah_gross(i) Elseif pesanan(i) = stb lt then stb lt = stb lt + jumlah_gross(i) Elseif pesanan(i) = rf then rf = rf + jumlah_gross(i) Elseif pesanan(i) = rj then rj = rj + jumlah_gross(i) Elseif pesanan(i) = hf then hf = hf + jumlah_gross(i) End if ( SELECT * FROM kategori_produk ) For i = 1 to jumlahkategori If kode_kategori(i) = gtb Then kapgtb = kapgtb + kap_produksi_warna(i)

17 372 Tabel Operation specification hitung estimasi waktu penyelesaian pewarnaan pesanan (lanjutan) Elseif kode_kategori(i) = gtb lt then kapgtblt = kapgtblt + kap_produksi_warna(i) Elseif kode_kategori(i) = stb then kapstb = kapstb + kap_produksi_warna(i) Elseif kode_kategori(i) = stb lt then kapstblt = kapstblt + kap_produksi_warna(i) Elseif kode_kategori(i) = rf then kaprf = kaprf + kap_produksi_warna(i) Elseif kode_kategori(i) = rj then kaprj = kaprj + kap_produksi_warna(i) Elseif kode_kategori(i) = hf then kaphf = kaphf + kap_produksi_warna(i) End if kapgtb = kapgtb / 4; kapgtblt = kapgtblt / 4 ; kapstb = kapstb / 4 kapstblt = kapstblt / 4 ; kaprf = kaprf / 4 ; kaprj = kaprj / 4 kaphf = kaphf / 4 Data Structures Placement Involved objects waktuwarna = (gtb / kapgtb) + (gtblt / kapgtblt) + (stb / kapstb) + (stblt / kapstblt) + (rf / kaprf) + (rj / kaprj) + (hf / kaphf) Integer Estimasi waktu pewarnaan Pesanan, periode produksi, kategori produk

18 Operation specification hitung estimasi waktu penyelesaian pewarnaan pesanan Tabel Operation specification hitung estimasi waktu penyelesaian perakitan pesanan Name Category Purpose Input Data Conditions Effect Algorithm Hitung estimasi waktu penyelesaian perakitan pesanan X Active _ Passive _ Update X Read X Compute _ Signal Menghitung waktu estimasi penyelesaian perakitan pesanan no_pesanan, tanggal_terima, due_date, jumlah_gross, no_kategori, kap_produksi_rakit Terdapat pesanan yang akan dirakit Hasil berupa estimasi waktu perakitan ditampilkan pada Estimasi Waktu Perakitan dalam user interface ( SELECT * FROM Pesanan WHERE tanggal_terima > tanggal_awal_periode AND tanggal_terima < tanggal_akhir_periode AND jenis = rakit ) For i =1 to jumlahpesanan If ukuran(i) = 14 Then b14 = b14 + jumlah_gross(i) Elseif ukuran (i) = 15 then b15 = b15 + jumlah_gross(i) Elseif ukuran (i) = 17 then b17 = b17 + jumlah_gross(i) Elseif ukuran (i) = 20 then b20 = b20 + jumlah_gross(i) End if ( SELECT * FROM kategori_produk ) For i = 1 to jumlahkategori If ukuran(i) = 14 Then kaprakit14 = kaprakit14 + kap_produksi_rakit(i) Elseif ukuran (i) = 15 then kaprakit15 = kaprakit15 + kap_produksi_rakit(i) Elseif ukuran (i) = 17 then kaprakit17 = kaprakit17 + kap_produksi_rakit(i) Elseif ukuran (i) = 20 then Kaprakit20 = kaprakit20 + kap_produksi_rakit(i) End if

19 374 Tabel Operation specification hitung estimasi waktu penyelesaian perakitan pesanan (lanjutan) kaprakit14 = kaprakit14 / 4 kaprakit15 = kaprakit15 / 4 kaprakit17 = kaprakit17 / 4 kaprakit20 = kaprakit20 / 4 Data Structures Placement Involved objects wakturakit = (b14 / kaprakit14) + (b15 / kaprakit15) + (b17 / kaprakit17) + (b20 / kaprakit20) Integer Estimasi waktu perakitan Pesanan, periode produksi, kategori produk

20 Operation specification buat jadwal pencetakan produksi mesin Tabel Operation specification but jadwal pencetakan produksi mesin Name Category Purpose Input Data Conditions Effect Algorithm Buat jadwal pencetakan produksi mesin X Active X Update _ Passive X Read X Compute _ Signal Membuat jadwal produksi pencetakan dari kelompok mesin yang dipilih dengan penambahan jam lembur no_pesanan, tanggal_terima, due_date, jumlah_piece, no_kel, no_mesin, tanggal_tersedia, waktu_tersedia, waktu_cetak,jam_kerja, waktu_lembur Jadwal produksi dengan jam kerja standar telah dibuat Menghasilkan jadwal produksi pencetakan pesanan dengan penambahan jam lembur yang ditampilkan pada flexgrid jadwal produksi dalam user interface ( SELECT * FROM Pesanan WHERE tanggal_terima > tanggal_awal_periode AND tanggal_terima < tanggal_akhir_periode ORDER BY tanggal_terima asc ) For i = 0 to jumlahpesanan Waktuproses(i) = jumlah_piece(i) * waktu_standar_cetak For i = 0 to jumlahpesanan For j = 0 to jumlah mesin ( SELECT * FROM Mesin ) If tanggal_tersedia(j) < tanggal_tersedia(j+1) Then Mesin = mesin(j) Else Mesin = mesin(j+1) End if tglselesai = tgl_tersedia + waktuproses(i) wktselesai = wkt_tersedia + waktuproses(i) If tglselesai > tgl_tersedia Then tglselesai = tgl_tersedia + (waktuproses(i) / jam_kerja+ jam_lembur)

21 376 Tabel Operation specification but jadwal pencetakan produksi mesin (lanjutan) wktselesai = wkt_tersedia + (waktuproses(i) mod jam_kerja + jam_lembur) End if ( SELECT * FROM Mesin ) Res.update tanggal_tersedia, tglselesai Res.update waktu_tersedia, wktselesai Data Structures Placement Involved objects For i = 1 to jumlahmesin ( SELECT * FROM Jadwal_produksi WHERE periode = periode_berjalan AND mesin = mesin(i) ) For j = 1 to jumlah_jadwal_mesin Totalproses = totalproses + waktu_proses utilisasi_mesin(i) = totalproses / (hari_kerja * (jam_kerja + jam_lembur)) Jadwal Produksi Pesanan, periode produksi, mesin, jadwal produksi, komponen_produk, rincian_periode

22 Operation specification optimalisasi batch Tabel Operation specification optimalisasi batch Name Category Purpose Input Data Conditions Effect Algorithm Optimalisasi batch X Active _ Passive X Update _ Read X Compute _ Signal Mencatat batch produksi pewarnaan No_pesanan, berat_pesanan,warna_pesanan, tanggal_selesai_cetak, waktu_selesai_cetak Terdapat pesanan yang akan melalui proses pewarnaan Data batch produksi dicatat ke dalam class rincian pewarnaan dan ditampilkan pada batch produksi dalam user interface For i = 1 to jumlah_pesanan_dipilih keterangan_batch = keterangan_batch + no_pesanan(i) berat_total_batch = berat_total_batch + berat_pesanan(i) tanggal(i) = tanggal_pesanan(i) waktu(i) = waktu_pesanan(i) Jumlah_batch = berat_total_batch / berat_optimal_batch For i = 1 to jumlah_pesanan_dalam_batch If tanggal(i) > tanggal(i+1) Then Tanggal_batch = tanggal(i) Waktu_batch = waktu(i) End if Data Structures Placement Involved objects Batch Produksi Pewarnaan rincian pesanan, rincian pewarnaan

23 Operation specification buat jadwal pewarnaan produksi mesin Tabel Operation specification buat jadwal pewarnaan produksi mesin Name Category Purpose Input Data Conditions Effect Buat jadwal pewarnaan produksi mesin X Active X Update _ Passive X Read X Compute _ Signal Membuat jadwal produksi pewarnaan dari kelompok mesin yang dipilih no_pesanan, due_date, no_kel, no_mesin, tanggal_batch, waktu_batch, jumlah_batch, waktu_standar, jam_kerja Batch produksi pewarnaan periode berjalan sudah dicatat dalam class rincian pewarnaan Menghasilkan jadwal produksi pewarnaan pesanan yang ditampilkan pada flexgrid jadwal produksi dalam user interface Algorithm ( SELECT * FROM rincian_pewarnaan WHERE periode = periode berjalan ORDER BY tanggal_batch asc ) Urutan_mesin(1) = Barrel cuci Urutan_mesin(2) = Barrel Plating Urutan_mesin(3) = Tabung Poles Urutan_mesin(4) = Dryer Urutan_mesin(5) = Laqer Urutan_mesin(6) = Heat Dryer Urutan_mesin(7) = Kipas For i = 1 to jumlah_mesin ( SELECT * FROM Mesin WHERE nama_mesin = urutan_mesin(i) ) For i = 0 to jumlah_batch waktuproses(i) = jumlah_batch(i) * waktu_standar For j = 1 to jumlah_batch If tanggal_batch > tanggal_tersedia_mesin Then tanggal_awal_produksi = tanggal_batch waktu_awal_produksi = waktu_batch ElseIf tanggal_batch < tanggal_tersedia_mesin Then tanggal_awal_produksi = tanggal_tersedia_mesin waktu_awal_produksi = waktu_tersedia_mesin End if

24 379 Tabel Operation specification buat jadwal pewarnaan produksi mesin (lanjutan) tglselesai = tgl_awal_produksi + waktuproses(i) wktselesai = wkt_awal_produksi + waktuproses(i) If tglselesai > tgl_awal_produksi Then tglselesai = tgl_awal_produksi + (waktuproses(i) / (jam_kerja + jam_lembur) wktselesai = wkt_ awal_produksi + (waktuproses(i) mod (jam_kerja + jam_lembur)) End if ( SELECT * FROM Mesin ) Res.update tanggal_tersedia, tglselesai Res.update waktu_tersedia, wktselesai Data Structures Placement Involved objects For i = 1 to jumlahmesin ( SELECT * FROM Jadwal_produksi WHERE periode = periode_berjalan AND mesin = mesin(i) ) For j = 1 to jumlah_jadwal_mesin Totalproses = totalproses + waktu_proses utilisasi_mesin(i) = totalproses / (hari_kerja * (jam_kerja + jam_lembur)) Jadwal Produksi periode produksi, rincian periode, mesin, jadwal produksi, rincian_pewarnaan

25 Operation specification buat jadwal perakitan produksi Tabel Operation specification buat jadwal perakitan produksi mesin Name Category Purpose Input Data Conditions Effect Algorithm Buat jadwal perakitan produksi mesin X Active X Update _ Passive X Read X Compute _ Signal Membuat jadwal produksi perakitan dari kelompok mesin yang dipilih no_pesanan, tanggal_selesai_warna, waktu_selesai_warna, due_date, jumlah_piece, no_kel, no_mesin, tanggal_tersedia, waktu_tersedia, waktu_rakit,jam_kerja Waktu penyelesaian pewarnaan pesanan periode berjalan telah dicatat dalam class rincian pesanan Menghasilkan jadwal produksi perakitan pesanan yang ditampilkan pada flexgrid jadwal produksi dalam user interface ( SELECT * FROM pesanan WHERE tanggal_terima > tanggal_awal_periode AND tanggal_terima < tanggal_akhir_periode ORDER BY tanggal_terima asc ) For i = 0 to jumlahpesanan Waktuproses(i) = jumlah_piece(i) * waktu_standar_cetak pesanan(i) = no_pesanan(i) For i = 0 to jumlahpesanan ( SELECT * FROM Rincian_pesanan WHERE no_pesanan = pesanan(i) ) tglpesanan = tgl_selesai_warna wktpesanan = wkt_selesai_warna For j = 0 to jumlah mesin ( SELECT * FROM Mesin ) If tanggal_tersedia(j) < tanggal_tersedia(j+1) Then Mesin = mesin(j) Else Mesin = mesin(j+1) End if

26 381 Tabel Operation specification buat jadwal perakitan produksi mesin (lanjutan) If tgltersedia > tglpesanan Then tgl_awal_produksi = tgl_tersedia wkt_awal_produksi = wkt_tersedia Else tgl_awal_produksi = tglpesanan wkt_awal_produksi = wktpesanan End if tglselesai = tgl_awal_produksi + waktuproses(i) wktselesai = wkt_awal_produksi + waktuproses(i) If tglselesai > tgl_awal_produksi Then tglselesai = tgl_awal_produksi + (waktuproses(i) / (jam_kerja + jam_lembur) wktselesai = wkt_awal_produksi + (waktuproses(i) mod (jam_kerja + jam_lembur)) End if ( SELECT * FROM Mesin ) Res.update tanggal_tersedia, tglselesai Res.update waktu_tersedia, wktselesai Data Structures Placement Involved objects For i = 1 to jumlahmesin ( SELECT * FROM Jadwal_produksi WHERE periode = periode_berjalan AND mesin = mesin(i) ) For j = 1 to jumlah_jadwal_mesin Totalproses = totalproses + waktu_proses utilisasi_mesin(i) = totalproses / (hari_kerja * (jam_kerja + jam_lembur)) Jadwal Produksi Rincian_pesanan, periode produksi, mesin, jadwal produksi, kategori_produk, rincian_periode

27 Spesifikasi Tabel Tabel Desain tabel jadwal produksi Table Jadwal produksi Primary Key No_jadwal Foreign Key No_mesin, no_pesanan, periode, id_karyawan, no_warna Field Tipe data Field Size Null Keterangan no_jadwal Number 5 NOT Primary Key no_mesin Text 4 NOT Foreign Key no_pesanan Number 5 NOT Foreign Key Waktu_proses Number 5 NOT Lama proses pekerjaan Tanggal_mulai Short Date 10 NOT Tanggal pesanan mulai dikerjakan Waktu_mulai Short Time 5 NOT Waktu pesanan mulai dikerjakan Tanggal_selesai Short Date 10 NOT Tanggal pesanan selesai dikerjakan Waktu_selesai Short Time 5 NOT Waktu pesanan selesai dikerjakan Periode Number 3 NOT Foreign Key Id_karyawan Text 4 NOT Foreign Key Tanggal_jadwal Short Date 10 NOT Tanggal jadwal dibuat Waktu_lembur Number 4 YES Lama waktu lembur yang ditambahkan (menit) No_warna Number 5 NOT Foreign Key Proses Text 15 NOT Jenis proses dari jadwal produksi Tabel Desain tabel pesanan Table Pesanan Primary Key No_pesanan Foreign Key No_kategori, no_warna Field Tipe data Field Null Keterangan Size No_pesanan Number 5 NOT Primary Key Tanggal_terima Short Date 10 NOT Tanggal pesanan diterima Due_date Short Date 10 NOT Tanggal jatuh tempo pesanan Keterangan Text 50 NOT Keterangan pesanan pelanggan Ukuran Text 3 NOT Ukuran produk pesanan dalam mm Warna Text 5 NOT Warna produk pesanan Jumlah_gross Number 6 NOT Jumlah pesanan dalam gross Jumlah_piece Number 15 NOT Jumlah pesanan dalam piece No_kategori Text 5 NOT Foreign Key Jenis Text 6 NOT Jenis pesanan (button / rivet) Berat_pesanan Number 5 NOT Berat pesanan No_warna Number 5 NOT Foreign Key

28 383 Tabel Desain tabel rincian pesanan Table Rincian pesanan Primary Key No_rincian Foreign Key No_pesanan, no_warna Field Tipe data Field Null Keterangan Size No_rincian Number 5 NOT Primary Key No_pesanan Number 5 NOT Foreign Key Tanggal_selesai_cetak Short Date 10 NOT Tanggal pesanan selesai dicetak Waktu_selesai_cetak Short Time 5 NOT Waktu pesanan selesai dicetak Tanggal_selesai_warna Short Date 10 NOT Tanggal pesanan selesai diwarnai Waktu_selesai_warna Short Time 5 NOT Waktu selesai diwarnai Tanggal_selesai_rakit Short Date 10 NOT Tanggal pesanan selesai dirakit Waktu_selesai_rakit Short Time 5 NOT Waktu pesanan selesai dirakit No_warna Number 5 NOT Foreign Key Tabel Desain tabel kategori produk Table Kategori produk Primary Key No_kategori Foreign Key Id_karyawan Field Tipe data Field Size Null Keterangan No_kategori Text 5 NOT Primary Key Nama_kategori Text 30 NOT Nama kategori produk Kode_kategori Text 5 NOT Kode kategori produk Ukuran Text 3 NOT Ukuran dari produk Berat_standar Number 5 NOT Berat standar produk Waktu_pewarnaan Number 5 NOT Standar waktu proses pewarnaan produk Kap_produksi_warna Number 5 NOT Kapasitas produksi harian pewarnaan produk Waktu_rakit Number 5 YES Standar waktu proses perakitan produk Kap_produksi_rakit Number 5 YES Kapasitas produksi harian perakitan produk Id_karyawan Text 4 NOT Foreign Key

29 384 Tabel Desain tabel komponen produk Table Komponen produk Primary Key No_komponen Foreign Key No_kategori, no_kel Field Tipe data Field Null Keterangan Size No_komponen Number 5 NOT Primary Key No_kategori Text 5 NOT Foreign Key Nama_komponen Text 30 NOT Nama komponen produk Berat_komponen Number 5 NOT Berat komponen produk Waktu_cetak Number 5 NOT Waktu standar cetak komponen No_kel Text 5 NOT Foreign Key Tabel Desain tabel kelompok mesin Table Kelompok mesin Primary Key No_kel Foreign Key Id_karyawan Field Tipe data Field Null Keterangan Size No_kel Text 5 NOT Primary Key Nama_kel Text 30 NOT Nama kelompok mesin Jenis Text 7 NOT Jenis kelompok mesin (pounch, rakit, warna) Jumlah Number 3 NOT Jumlah mesin yang dimiliki kelompok mesin Jenis_produk Text 7 NOT Jenis produk yang dihasilkan (button / rivet /semua) Id_karyawan Text 4 NOT Foreign Key Kapasitas_maksimal Number 5 NOT Kapasitas produksi maksimal mesin Berat_batch_optimal Number 3 NOT Berat batch optimal mesin untuk mesin warna dalam kilogram Waktu_standar_proses Number 5 NOT Waktu standar proses mesin Proses Text 10 NOT Jenis proses

30 385 Tabel Desain tabel mesin Table Mesin Primary Key No_mesin Foreign Key No_kel Field Tipe data Field Null Keterangan Size No_mesin Text 5 NOT Primary Key No_kel Text 5 NOT Foreign Key Nama_mesin Text 30 NOT Nama mesin Waktu_setup Number 4 NOT Standar lama waktu setup mesin Tanggal_tersedia Short Date 10 NOT Tanggal mesin tersedia untuk digunakan Waktu_tersedia Short Time 5 NOT Waktu mesin tersedia untuk digunakan Waktu_standar Number 5 YES Waktu standar proses untuk pewarnaan Tabel Desain tabel rincian pewarnaan Table Rincian pewarnaan Primary Key No_warna Foreign Key - Field Tipe data Field Null Keterangan Size No_warna Number 5 NOT Primary Key Keterangan Text 20 NOT Keterangan batch pewarnaan Jumlah_batch Number 2 NOT Jumlah batch Berat_total Number 5 NOT Berat total batch Tanggal_batch Short Date 10 NOT Tanggal batch siap diproduksi Waktu_batch Short Time 5 NOT Waktu batch siap diproduksi Periode Number 3 NOT Periode penjadwalan Warna Text 5 NOT Warna batch

31 386 Tabel Desain tabel karyawan Table Karyawan Primary Key Id_karyawan Foreign Key - Field Tipe data Field Size Null Keterangan Id_karyawan Text 4 NOT Primary Key Nama_karyawan Text 30 NOT Nama karyawan Jabatan Text 30 NOT Jabatan karyawan Alamat Text 100 NOT Alamat karyawan No_telp Text 15 YES Nomor telepon karyawan Status Text 20 NOT Status sosial karyawan Password Text 10 NOT Password untuk melakukan login Tabel Desain tabel periode produksi Table Periode produksi Primary Key Periode Foreign Key - Field Tipe data Field Null Keterangan Size Periode Number 3 NOT Primary Key Waktu_target_button Short Date 10 NOT Tanggal target untuk jenis produk button Waktu_target_rivet Short Date 10 NOT Tanggal target untuk jenis produk rivet Jam_kerja Number 4 NOT Lama jam kerja periode Tanggal_awal Short Date 10 NOT Tanggal awal periode Tanggal_akhir Short Date 10 NOT Tanggal akhir periode Waktu_target_warna Short Date 10 NOT Tanggal target untuk pewarnaan produk Estimasiwarna Text 3 NOT Estimasi lama waktu penyelesaian pewarnaan pesanan pada periode Estimasirakit Text 3 NOT Estimasi lama waktu penyelesaian perakitan pesanan pada periode

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG PADA PT. BUANA PENTA PRIMA

BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG PADA PT. BUANA PENTA PRIMA BAB 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG PADA PT. BUANA PENTA PRIMA 4.1 Application Domain 4.1.1 Usage 4.1.1.1 Overview Dalam sistem informasi akuntansi penjualan kredit

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Studi Ganda Teknik Industri Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN PRODUKSI UNTUK

Lebih terperinci

UI Proposal Detail (Create New Project)

UI Proposal Detail (Create New Project) 140 UI Proposal Detail (Create New Project) UI Proposal Detail (Create New Project), halaman ini berisi tentang detail proposal secara rinci dan melalui User Interface ini bisa dilakukan create project

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN DESAIN

BAB IV ANALISA DAN DESAIN 26 BAB IV ANALISA DAN DESAIN 4.1 Identifikasi Masalah Sebelum proses analisa dilakukan, tahapan yang terlebih dahulu dilakukan adalah identifikasi permasalahan yang terdiri dari survey, wawancara kepada

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 5.1. Implementasi Pada tahap ini merupakan langkah dimana setelah perancangan, pembangunan, dan pengujian maka tahap selanjutnya yaitu mengimplementasikan sebuah

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Makna penelitian secara sederhana ialah bagaimana mengetahui sesuatu yang dilakukan melalui cara tertentu dengan prosedur yang sistematis. Proses sistematis ini tidak lain adalah

Lebih terperinci

BAB V IMLEMENTASI SISTEM. sistem kedalam bentuk coding bahasa pemprograman, selain implementasi dalam

BAB V IMLEMENTASI SISTEM. sistem kedalam bentuk coding bahasa pemprograman, selain implementasi dalam 5.1 Implementasi BAB V IMLEMENTASI SISTEM Tahap implementasi sistem merupakan tahap meletakkan perancangan sistem kedalam bentuk coding bahasa pemprograman, selain implementasi dalam instansi perusahaan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sebelum mengimplementasikan dan menjalankan aplikasi ini terlebih

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sebelum mengimplementasikan dan menjalankan aplikasi ini terlebih BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Installasi Program Sebelum mengimplementasikan dan menjalankan aplikasi ini terlebih dahulu komponen-komponen utama komputer yang mendukung setiap proses harus sudah

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan implementasi dari Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Penilaian kinerja yang sudah dibangun 5.1 Lingkungan Implementasi Lingkungan implementasi meliputi

Lebih terperinci

BAB V PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI SITEM. metode pengujian dan pelaksanaan pengujian.

BAB V PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI SITEM. metode pengujian dan pelaksanaan pengujian. BAB V PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI SITEM 5.1. Pengujian Pengujian merupakan metode yang dilakukan untuk menjelaskan mengenai pengoperasian perangkat lunak yang terdiri dari perangkat pengujian, metode pengujian

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN

BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN 5.1 Sistem yang Digunakan Sistem yang digunakan untuk mengimplementasikan aplikasi ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Perangkat Keras a. Processor minimum Pentium

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Metodologi pemecahan masalah memberikan garis-garis besar tahapan penelitian secara keseluruhan yang disusun secara sistematis sehingga pada pelaksanaannya, penelitian

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM. Tahap Implementasi Sistem Operasional Lapangan Futsal Di OBC ini dilakukan

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM. Tahap Implementasi Sistem Operasional Lapangan Futsal Di OBC ini dilakukan BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 5.1. Implementasi Tahap Implementasi Sistem Operasional Lapangan Futsal Di OBC ini dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0, basis data yang

Lebih terperinci

BAB III KONSEP APLIKASI. tahapan pengembangan sistem menurut Jogiyanto (2005 : 433). Tahapan yang

BAB III KONSEP APLIKASI. tahapan pengembangan sistem menurut Jogiyanto (2005 : 433). Tahapan yang BAB III KONSEP APLIKASI 3.1 Analisis Sistem Sebagai alternatif pemecahan masalah untuk dapat melengkapi dan memenuhi segala aspek dalam merancang sistem yang dipakai, penulis memakai tahapan pengembangan

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Bab ini berisi uraian mengenai tahapan untuk membangun/mewujudkan rancangan sistem baru secara nyata. Kegiatan yang dibahas meliputi pengujian perangkat lunakdan instalasi. Diagram

Lebih terperinci

Ini tampilan jika mengklik input dan rubah nilai. Gambar Layar Input dan Rubah Nilai

Ini tampilan jika mengklik input dan rubah nilai. Gambar Layar Input dan Rubah Nilai 214 Ini tampilan jika mengklik input dan rubah nilai. Gambar 4.126 Layar Input dan Rubah Nilai 215 Ini tampilan mengklik input dan rubah nilai jika sudah mengisi kolom kelas. Gambar 4.127 Layar Input dan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN 30 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN 4.1 Identifikasi Masalah Sebelum proses analisa dilakukan, tahapan yang terlebih dahulu dilakukan adalah identifikasi permasalahan yang terdiri dari survey, wawancara

Lebih terperinci

Kelebihan Architecture layered: memecahkan layer menjadi bagian yang lebih kecil

Kelebihan Architecture layered: memecahkan layer menjadi bagian yang lebih kecil Kisi- kisi BINUS 2011 1. Jelaskan apa yg anda ketahui tentang Good Design? Desain yang baik memiliki sedikit kelemahan utama Sebuah desain yang baik bertujuan untuk mecapai properti yang bagus dan pada

Lebih terperinci

Gambar Rancangan Input Bahan Baku

Gambar Rancangan Input Bahan Baku 182 Gambar 4. 50 Rancangan Input Bahan Baku Gambar 4.51 Rancangan Data Bahan Baku 183 Gambar 4. 52 Rancangan Input Data Stok Gambar 4.53 Rancangan View Data Stok 184 Gambar 4.54 Rancangan Form Penerimaan

Lebih terperinci

BAB 5 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 5 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 226 BAB 5 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 5.1 Jadwal Implementasi 5.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras Perangkat keras sangat diperlukan dan sangat berpengaruh dalam kelancaran suatu proses pengoperasian aplikasi

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Sistem setelah dianalisa dan dirancang, maka sistem tersebut siap diterapkan atau diimplementasikan. Tahap implementasi sistem ini merupakan tahap meletakkan perancangan sistem

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Setelah tahap penganalisaan dan perancangan selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya dalam membangun sebuah sistem informasi adalah menguji apakah sistem tersebut siap diterapkan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMODELAN. digunakan, dan juga evaluasi output. Implementasi program menjelaskan tentang

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMODELAN. digunakan, dan juga evaluasi output. Implementasi program menjelaskan tentang BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMODELAN Pada bab ini membahas tentang implementasi program, peralatan yang digunakan, dan juga evaluasi output. Implementasi program menjelaskan tentang urutan kerja sistem dari

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Variabel Berikut merupakan variabel yang digunakan dalam pemecahan masalah pada penelitian ini yaitu sebagai berikut : Data historis penjualan yang akan digunakan untuk

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Pengelolaan Food Court terlebih dahulu diperlukan komponen-komponen utama

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Pengelolaan Food Court terlebih dahulu diperlukan komponen-komponen utama BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Sistem Sebelum mengimplementasikan dan menjalankan aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Food Court terlebih dahulu diperlukan komponen-komponen utama komputer

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. COLLECTION III, penulis berusaha menemukan permasalahan yang ada,

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. COLLECTION III, penulis berusaha menemukan permasalahan yang ada, BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Dalam kerja praktek di Bank BTN Surabaya tepatnya di AREA COLLECTION III, penulis berusaha menemukan permasalahan yang ada, mempelajari serta mengatasi masalah tersebut.

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN KARYAWAN PROYEK PADA PT. AMURWA

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN KARYAWAN PROYEK PADA PT. AMURWA 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN KARYAWAN PROYEK PADA PT. AMURWA Fajar Dwi Ananto Bina Nusantara Acc_fajar@ymail.com ABSTRAK Perusahaan pada saat ini memiliki masalah pada

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM. diterapkan atau diimplementasikan. Tahap implementasi aplikasi ini merupakan

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM. diterapkan atau diimplementasikan. Tahap implementasi aplikasi ini merupakan BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Aplikasi setelah dianalisa dan dirancang, maka aplikasi tersebut siap diterapkan atau diimplementasikan. Tahap implementasi aplikasi ini merupakan tahap meletakkan perancangan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. Berdasarkan data yang didapat, identifikasi masalah yang didapat adalah

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. Berdasarkan data yang didapat, identifikasi masalah yang didapat adalah BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Berdasarkan data yang didapat, identifikasi masalah yang didapat adalah kesulitan dalam proses perekapitulasian ataupun pembuatan laporan secara periodik terhadap proses

Lebih terperinci

BAB I PEMBAHASAN. 3.1 Analisa Sistem

BAB I PEMBAHASAN. 3.1 Analisa Sistem BAB I PEMBAHASAN 3.1 Analisa Sistem Dalam analisis sistem dilakukan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB I PENDAHULUAN I.1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Setelah menggunakan Aplikasi Kasir Elektronik yang dibuat saat Kerja Praktek, pemilik rumah makan merasakan perubahan yang positif pada rumah makannya. Beberapa perubahan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH 57 BAB IV PEMBAHASAN MASALAH IV.1. ANALISA SISTEM LAMA Analisis Sistem adalah tahap penguraian suatu Sistem yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya, dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Jadwal Implementasi Penerapan aplikasi ini terdiri dari beberapa tahapan berkelanjutan, dengan penjadwalan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Implementasi Sistem merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja. Dalam tahap implementasi sistem

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penulisan dan penyusunan dalam laporan ini, metode tersebut adalah :

BAB III METODE PENELITIAN. penulisan dan penyusunan dalam laporan ini, metode tersebut adalah : BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Pengumpulan Data Terdapat beberapa metode yang umum digunakan untuk mempermudah penulisan dan penyusunan dalam laporan ini, metode tersebut adalah : 1. Observasi (Observation)

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN PADA PT. ANEKA BAUT ERIC NIM :

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN PADA PT. ANEKA BAUT ERIC NIM : UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Ganda Jurusan Akuntansi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Program ganda Semester Genap tahun 2006/2007 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1 Pendahuluan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. adalah salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang bergerak dalam bidang telekomunikasi. Sebagai sebuah perusahaan besar,

Lebih terperinci

BUKU PETUNJUK OPERASIONAL (MANUAL) SOFTWARE SISTEM INFORMASI KUALITAS LINGKUNGAN MODUL DATABASE KUALITAS AIR

BUKU PETUNJUK OPERASIONAL (MANUAL) SOFTWARE SISTEM INFORMASI KUALITAS LINGKUNGAN MODUL DATABASE KUALITAS AIR BUKU PETUNJUK OPERASIONAL (MANUAL) SOFTWARE SISTEM INFORMASI KUALITAS LINGKUNGAN MODUL DATABASE KUALITAS AIR I. PENDAHULUAN Software Sistem Informasi Kualitas Lingkungan Modul Database Kualitas Air (SIKLDBKA)

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN 4.1 Analisis Sistem Analisis Sistem adalah proses dimana kita menganalisa suatu permasalahan untuk dipahami, kemudian kita mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya.

Lebih terperinci

BAB V PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM. Implementasi adalah suatu kelanjutan dari perancangan sistem informasi

BAB V PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM. Implementasi adalah suatu kelanjutan dari perancangan sistem informasi BAB V PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM 5.1 Implementasi Implementasi adalah suatu kelanjutan dari perancangan sistem informasi pembayaran pajak di PT. Bank Jabar Banten KCP Cipanas. Telah di buat, dilakukan

Lebih terperinci

- User mengisi user ID sesuai kode karyawan. - Mengisi password dengan password sendiri atau pribadi

- User mengisi user ID sesuai kode karyawan. - Mengisi password dengan password sendiri atau pribadi L 1 Tampilan aplikasi yang digunakan Tampilan aplikasi Login Lampiran 1 Tampilan Log In Panduan pengguna aplikasi LOGIN : - User mengisi user ID sesuai kode karyawan - Mengisi password dengan password

Lebih terperinci

BUKU PETUNJUK OPERASIONAL (MANUAL) SOFTWARE DATABASE KUALITAS AIR LIMBAH RUMAH SAKIT

BUKU PETUNJUK OPERASIONAL (MANUAL) SOFTWARE DATABASE KUALITAS AIR LIMBAH RUMAH SAKIT BUKU PETUNJUK OPERASIONAL (MANUAL) SOFTWARE DATABASE KUALITAS AIR LIMBAH RUMAH SAKIT I. PENDAHULUAN Software Database Kualitas Air Limbah Rumah Sakit () adalah sistem perangkat lunak basis data yang dapat

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Data Pada penelitian ini, data yang dikumpulkan meliputi kegiatan pengangkatan beban dan pekerjaan administratif / statis. Pekerjaan pengangkatan beban ini diambil

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN

BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN 5.1 Sistem yang Digunakan Dalam pengimplementasiannya, sistem ini membutuhkan dukungan peralatan-peralatan lain, baik itu software (perangkat lunak) maupun hardware (perangkat

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM. Tahap Implementasi merupakan rangkaian pelaksanaan kegiatan yang

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM. Tahap Implementasi merupakan rangkaian pelaksanaan kegiatan yang 6 7 BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM Tahap Implementasi merupakan rangkaian pelaksanaan kegiatan yang dilakukan setelah tahap perancangan sistem selesai dilaksanakan dengan tujuan yang ingin dicapai

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. aplikasi sistem informasi geografis ini adalah : a. Spesifikasi perangkat keras minimum : memori 64 MB.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. aplikasi sistem informasi geografis ini adalah : a. Spesifikasi perangkat keras minimum : memori 64 MB. 92 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Perangkat keras (Hardware) Perangkat keras yang dibutuhkan untuk mengoperasikan program aplikasi sistem informasi geografis ini adalah : a. Spesifikasi

Lebih terperinci

Sistem Distribusi Data Melalui COM+ Dengan Visual Basic

Sistem Distribusi Data Melalui COM+ Dengan Visual Basic Sistem Distribusi Data Melalui COM+ Dengan Visual Basic Artikel ini telah dipublikasikan pada majalah Mikrodata Vol. 5 Series 17, May 2002. Agus Kurniawan agusk@cs.ui.ac.id http://blog.aguskurniawan.net

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 4.1 Observasi Melakukan survey dan wawancara secara langsung di Koperasi Karyawan Perguruan Tinggi Swasta ABC Surabaya. Dari wawancara tersebut diperoleh data secara langsung

Lebih terperinci

BAB VI PENUTUP Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB VI PENUTUP Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... ii HALAMAN PERSETUJUAN... iii HALAMAN PENGESAHAN... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... viii DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR LAMPIRAN... xv BAB I PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa system yang berjalan Pengolahan data penggajian pada PT. XYZ yang ada sekarang ini belum memenuhi kriteria yang sudah dilakukan pada perusahaan-perusahaan lain

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI 4.1. Analisa Kebutuhan Pada penelitian tugas akhir ini diperlukan komponen-komponen pendukung dalam membangun program aplikasi yang akan dibuat. Komponen-komponen tersebut

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL PERTAMA

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL PERTAMA DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL PERTAMA... i HALAMAN JUDUL KEDUA... ii LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR... iii LEMBAR TANDA LULUS MEMPERTAHANKAN TUGAS AKHIR iv LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN... v ABSTRAK... vi KATA

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK 1 BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1 PENDAHULUAN Seiring berkembangnya jaman dan kemajuan teknologi, kebutuhan manusia pun semakin bertambah, sehingga perusahaan berusaha untuk selalu memenuhi kebutuhan tersebut.

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Instalasi Software Dalam penulisan tugas akhir ini dalam pembuatan programnya menggunakan aplikasi XAMPP dan MySQL sebagai databasenya dengan bahasa pemrograman Visual

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Bab IV berisi tentang implementasi dan evaluasi sistem.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Bab IV berisi tentang implementasi dan evaluasi sistem. BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Bab IV berisi tentang implementasi dan evaluasi sistem. 4.1 Implementasi Untuk dapat menjalankan sistem sesuai rancangan yang telah dibuat, dibutuhkan spesifikasi minimum

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN. belajar mengajar. Pada tahap ini guru ataupun administrator akan mengolah datadata

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN. belajar mengajar. Pada tahap ini guru ataupun administrator akan mengolah datadata BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN 4.1. Implementasi Sistem Aplikasi yang di buat akan di gunakan oleh guru komputer (TIK) pada SMP N 1 Punggur Kec. Punggur Lapung Tengah, sebagai alat bantu dalam proses

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM 4.1 Kebutuhan Sistem Tahap implementasi sistem adalah tahap yang mengubah hasil analisis dan perancangan ke dalam bahasa pemrograman yang dimengerti oleh komputer

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM. sistem yang akan diimplementasikan. Tujuan utama dari pengujian sistem adalah

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM. sistem yang akan diimplementasikan. Tujuan utama dari pengujian sistem adalah BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 5.1. Pengujian Pengujian Sistem dilakukan untuk memeriksa keselarasan antar komponen sistem yang akan diimplementasikan. Tujuan utama dari pengujian sistem adalah

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. rupa sehingga dapat memudahkan pengguna untuk menggunakan aplikasi

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. rupa sehingga dapat memudahkan pengguna untuk menggunakan aplikasi BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Sistem Tahap ini merupakan pembuatan perangkat lunak yang disesuaikan dengan rancangan atau desain sistem yang telah dibuat. Aplikasi yang dibuat akan

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN. Sistem yang saat ini digunakan di PT PLN (PERSERO) APJ Majalaya. masih dalam bentuk manual dengan menggunakan Microsoft Word untuk

BAB III PEMBAHASAN. Sistem yang saat ini digunakan di PT PLN (PERSERO) APJ Majalaya. masih dalam bentuk manual dengan menggunakan Microsoft Word untuk BAB III PEMBAHASAN 3.1 Analisis Masalah Sistem yang saat ini digunakan di PT PLN (PERSERO) APJ Majalaya masih dalam bentuk manual dengan menggunakan Microsoft Word untuk mengajukan cuti. Pada pelaksanaannya

Lebih terperinci

2. TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Pustaka membahas mengenai teori teori pendukung dalam aplikasi Salon Venus: 2.1 Visual Studio 2008 Visual Studio 2008 mer

2. TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Pustaka membahas mengenai teori teori pendukung dalam aplikasi Salon Venus: 2.1 Visual Studio 2008 Visual Studio 2008 mer PEMBUATAN APLIKASI SALON VENUS DENGAN MENGGUNAKAN VISUAL STUDIO & MYSQL Ayida Firzanah Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma ayida.firzanah@gmail.com a_firzanah@studentsite.gunadarma.ac.id

Lebih terperinci

www.konsultasivb.com

www.konsultasivb.com Oleh : Uus Rusmawan Hal - 1 Program Ganti Password User Catatan : Anda harus membuat database dan memiliki tabel kasir terlebih dahulu. Field Type Size Ket Kodeksr Text 5 Primary Key Namaksr Text 30 Passwordksr

Lebih terperinci

4.11 Navigation diagram Navigation diagram Mencatat Jenis Penyakit

4.11 Navigation diagram Navigation diagram Mencatat Jenis Penyakit 202 4.11 Navigation diagram Navigation diagram Mencatat Jenis Penyakit Gambar 4.106 Navigation diagram Mencatat Jenis Penyakit 203 Navigation diagram Mencatat Harga Tindakan Medis Gambar 4.107 Navigation

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Tahapan Implementasi merupakan kelanjutan dari kegiatan rancangan sistem dan dapat dipandang sebagai suatu usaha untuk mewujudkan sistem yang telah dirancang. Langkah-langkah

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN

BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN 5.1 Teknologi yang dibutuhkan Setelah pada bab sebelumnya menjelaskan tentang analisis dan desain sistem yang baru, maka di bawah ini akan diuraikan piranti-piranti yang

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Aplikasi setelah dianalisa dan dirancang, maka aplikasi tersebut siap diterapkan atau diimplementasikan. Tahap implementasi aplikasi ini merupakan tahap meletakkan perancangan

Lebih terperinci

BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN

BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI DESAKU VERSI 1.5 DAFTAR ISI Kudus Cyber - 2014 DAFTAR ISI... 2 DAFTAR GAMBAR... 4 1. PENGANTAR... 6 a. Deskripsi Aplikasi Desaku... 6 b. Manfaat Penggunaan Aplikasi Desaku...

Lebih terperinci

Bab 3. Metode Perancangan

Bab 3. Metode Perancangan Bab 3 Metode Perancangan 3.1 Metode Perancangan Sistem Pada bab ini akan memuat langkah-langkah yang akan dikerjakan untuk perancangan sistem sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan. Perancangan

Lebih terperinci

IKA BUDIYATI /4KA08/2005/SISTEM INFORMASI/FILKOM ABSTRAK

IKA BUDIYATI /4KA08/2005/SISTEM INFORMASI/FILKOM  ABSTRAK ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PENGOLAHAN DATA ABSENSI DAN LEMBUR KARYAWAN PADA KOPEGTEL DINASTI JAKARTA TIMUR DENGAN PENDEKATAN BERORIENTASI OBJEK MENGGUNAKAN UML IKA BUDIYATI 11105847/4KA08/2005/SISTEM

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Tahapan selanjutnya dalam perancangan sistem adalah tahapan implementasi sistem. Dalam tahap implementasi sistem terdapat beberapa kegiatan yang lakukan, antara lain : pengujian

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dengan rancangan atau perancangan sistem yang telah dibuat. Aplikasi yang

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dengan rancangan atau perancangan sistem yang telah dibuat. Aplikasi yang BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Implementasi Sistem Tahap ini merupakan pembuatan perangkat lunak yang disesuaikan dengan rancangan atau perancangan sistem yang telah dibuat. Aplikasi yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH 3.1 Analisa Masalah Dengan di gantinya sistem dalam dunia pendidikan di Indonesia, yaitu dihilangkannya sistem EBTANAS dan NEM (Nilai Ebtanas Murni) yang diganti

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN. terbagi menjadi dua, yaitu perangkat keras dan perangkat lunak.

BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN. terbagi menjadi dua, yaitu perangkat keras dan perangkat lunak. BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN 5.1 Sistem yang Digunakan Sistem yang digunakan untuk membuat Sistem Informasi Koperasi terbagi menjadi dua, yaitu perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras

Lebih terperinci

85 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1. Implementasi Implementasi sistem ini menggambarkan penerapan dan kebutuhan sistem untuk menjalankan program dimana aplikasi ini merupakan aplikasi monitoring work

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. sehingga menghasilkan aplikasi. Adapun kebutuhan sistem terhadap perangkat

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. sehingga menghasilkan aplikasi. Adapun kebutuhan sistem terhadap perangkat BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Sistem Tahap implementasi sistem adalah tahap yang mengubah hasil analisis dan perancangan ke dalam bahasa pemrograman yang dimengerti oleh komputer sehingga

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Tetap dengan Metode Analytic Network Process (Studi Kasus PT PJB Services)

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Tetap dengan Metode Analytic Network Process (Studi Kasus PT PJB Services) BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Implementasi Program Sistem Informasi Seleksi Pengangkatan Pegawai Tetap dengan Metode Analytic Network Process (Studi Kasus PT PJB Services) ini dibutuhkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Studi literatur mengenai decision support system serta beberapa metode yang digunakan untuk pengambilan keputusan dengan banyak kriteria, yaitu: metode

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM. keras, form program yang sesuai, query yang digunakan, pemrograman dan

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM. keras, form program yang sesuai, query yang digunakan, pemrograman dan BAB V IMPLEMENTASI SISTEM 5.1 Lingkungan Implementasi Implementasi aplikasi ini meliputi kebutuhan perangkat lunak, perangkat keras, form program yang sesuai, query yang digunakan, pemrograman dan pengujian

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Informasi Tugas Akhir dan Kerja Praktek di Jurusan Teknik Industri UNS

Perancangan Sistem Informasi Tugas Akhir dan Kerja Praktek di Jurusan Teknik Industri UNS Performa (2010) Vol. 9, No.1: 55-63 Perancangan Sistem Informasi Tugas Akhir dan Kerja Praktek di Jurusan Teknik Industri UNS Rendro Prasetyo *, Irwan Iftadi, Taufiq Rochman Jurusan Teknik Industri, Universitas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pengantar 1.2 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pengantar 1.2 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pengantar Kemajuan teknologi informasi yang dalam beberapa dekade ini berkembang sangat pesat, baik dalam hal perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak seolah mengikis masalah

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Ganda 2006-2007 Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2006/2007 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI UNTUK PERENCANAAN PRODUKSI PADA PT. SINAR SOSRO Jennifer

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM. Requirement Planning Pada PT. WILKEN MITRA PERKASA SURABAYA.

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM. Requirement Planning Pada PT. WILKEN MITRA PERKASA SURABAYA. BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai implementasi dan uji coba dari aplikasi Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dengan Metode Material Requirement Planning Pada PT. WILKEN

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menjalankan aplikasi SIG ini dengan baik adalah sebagai berikut :

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menjalankan aplikasi SIG ini dengan baik adalah sebagai berikut : BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Perangkat Keras (Hardware) Spesifikasi minimum perangkat keras yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi SIG ini dengan baik adalah sebagai berikut

Lebih terperinci

Laporan Tugas Akhir. Rekayasa Perangkat Lunak

Laporan Tugas Akhir. Rekayasa Perangkat Lunak Laporan Tugas Akhir Rekayasa Perangkat Lunak Disusun Oleh : 1. Febrian adiatma (10018116) 2. Nita Ningtyas (10018117) 3. Desi Nurkarimah (10018118) 4. Harry Kuswandi (10018119) 5. Ahsan anwar sandiah (10018133)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.3 Batasan Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.3 Batasan Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi komputer saat ini begitu pesat, banyak perusahaan memanfaatkan teknologi ini untuk kemajuan usahanya. Dengan adanya teknologi komputer,

Lebih terperinci

BUKU PETUNJUK OPERASIONAL (MANUAL) SOFTWARE DATABASE STASIUN BUMI PEMANTAU GAS RUMAH KACA (DBGRK)

BUKU PETUNJUK OPERASIONAL (MANUAL) SOFTWARE DATABASE STASIUN BUMI PEMANTAU GAS RUMAH KACA (DBGRK) BUKU PETUNJUK OPERASIONAL (MANUAL) SOFTWARE DATABASE STASIUN BUMI PEMANTAU GAS RUMAH KACA (DBGRK) I. PENDAHULUAN Software Database Stasiun Bumi Pemantau Gas Rumah Kaca (DBGRK) adalah sistem perangkat lunak

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. minimal pengguna harus mempersiapkan spesifikasi sebagai berikut:

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. minimal pengguna harus mempersiapkan spesifikasi sebagai berikut: BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Instalasi Program Pada tahap ini dijelaskan mengenai implementasi dari perangkat keras dan lunak yang harus dipersiapkan oleh pengguna. Untuk perangkat keras, minimal

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. yang utuh dan nyata ke dalam bagian-bagian atau komponen-komponen komputer

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. yang utuh dan nyata ke dalam bagian-bagian atau komponen-komponen komputer - BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis 3.1.1 Analisis Sistem Analisis sistem merupakan kegiatan penguraian suatu sistem informasi yang utuh dan nyata ke dalam bagian-bagian atau komponen-komponen

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PERSYARATAN PRODUK BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1 Pendahuluan Pada era Informasi saat ini, penggunaan komputer sebagai alat penunjang pekerjaan sangat banyak kita jumpai. Tingginya tingkat kebutuhan, membuat perkembangan teknologi

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sebelum melakukan implementasi dan menjalankan sistem E-Auction pada

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sebelum melakukan implementasi dan menjalankan sistem E-Auction pada BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan dan Instalasi Sistem Sebelum melakukan implementasi dan menjalankan sistem E-Auction pada PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. Maka dibutuhkan spesifikasi perangkat

Lebih terperinci

DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA. 1. Bagaimana sejarah berdirinya Toko 24 Temanggung? 2. Bagaimana perkembangan Toko 24 Temanggung hingga sekarang?

DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA. 1. Bagaimana sejarah berdirinya Toko 24 Temanggung? 2. Bagaimana perkembangan Toko 24 Temanggung hingga sekarang? LAMPIRAN DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA A. Gambaran Umum Toko 24 Temanggung 1. Bagaimana sejarah berdirinya Toko 24 Temanggung? 2. Bagaimana perkembangan Toko 24 Temanggung hingga sekarang? 3. Di mana lokasi

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. dan pencatatan kasus Perselisihan Hubungan Industrial (PHI).

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. dan pencatatan kasus Perselisihan Hubungan Industrial (PHI). 30 4.1 Observasi BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Melakukan survey dan wawancara secara langsung di Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya. Wawancara dilakukan

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN. analisis dan desain sistem yang telah dibuat sebelumnya. Adapun kebutuhan

BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN. analisis dan desain sistem yang telah dibuat sebelumnya. Adapun kebutuhan BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN 5.1. Implementasi Sistem Dan Pembahasan Tahap implementasi progam merupakan suatu tahap penerapan dari analisis dan desain sistem yang telah dibuat sebelumnya. Adapun

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Untuk dapat menjalankan aplikasi ini, perlu disediakan perangkat yang

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Untuk dapat menjalankan aplikasi ini, perlu disediakan perangkat yang 74 BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Sistem Untuk dapat menjalankan aplikasi ini, perlu disediakan perangkat yang memadai. Perangkat tersebut menyangkut perangkat keras (hardware) dan perangkat

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Ganda Sistem Informasi Teknik Industri Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2005/2006

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Ganda Sistem Informasi Teknik Industri Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2005/2006 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Ganda Sistem Informasi Teknik Industri Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2005/2006 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM QUALITY CONTROL PADA PROSES STENTERING PT

Lebih terperinci

BUKU PETUNJUK OPERASIONAL (MANUAL) SOFTWARE LANDFILL GAS ANALYSER MANAGER (LGAM) - TPA

BUKU PETUNJUK OPERASIONAL (MANUAL) SOFTWARE LANDFILL GAS ANALYSER MANAGER (LGAM) - TPA BUKU PETUNJUK OPERASIONAL (MANUAL) SOFTWARE LANDFILL GAS ANALYSER MANAGER (LGAM) - TPA I. PENDAHULUAN Software Landfill Gas Analyser Manager (LGAM) - TPA adalah sistem perangkat lunak basis data yang dapat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung dan pada perusahaan PT.

BAB III METODE PENELITIAN. dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung dan pada perusahaan PT. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung dan pada perusahaan PT. Traktor

Lebih terperinci

KSI B ~ M.S. WULANDARI

KSI B ~ M.S. WULANDARI 1 MODUL I : TABEL Microsoft Access adalah perangkat lunak database management system (DBMS). Database dalam Microsoft Access dapat terdiri atas satu atau beberapa tabel, query, form, report, makro, dan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 68 BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Untuk menjalankan Sistem Informasi Unit Simpan Pinjam UPPKS diperlukan persiapan yang meliputi kebutuhan tentang perangkat keras dan perangkat lunak,

Lebih terperinci

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN... MOTTO... PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci