Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik"

Transkripsi

1 Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik

2 An ounce of prevention is worth a pound of cure Pencegahan kecil mempunyai nilai yang sama dengan pengobatan yang banyak PREVENTION Concept originated from China since 2600 BC Konsep pencegahan dari negeri Cina tahun 2600 SM Kolaborasi, Komunikatif, Kepastian, Kepedulian, Kemudahan, Komprehensif.

3 Integrated Care with One Price Solution Pelayanan kesehatan terintegrasi dengan solusi satu harga Layanan kesehatan yang berorientasi Layanan kesehatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan medis dan diberikan dengan harga yang relatif terjangkau

4 Objektif Memungkinkan setiap individu untuk melakukan lebih banyak, merasa lebih baik dan hidup lebih berkualitas

5 Impact of Integrated Care Service

6 Early Prevention (Pencegahan Dini) Mencegah lebih baik daripada mengobati Kenyamanan dan fleksibilitas waktu konsultasi dengan tim dokter memungkinkan diagnosa menyeluruh, tidak hanya menangani keluhan utama, tetapi juga mengevaluasi gaya hidup, kebiasaan, riwayat medis keluarga dan riwayat penyakit sebelumnya, dll. Pelayanan Medis yang terintegrasi melalui kerjasama tim medis secara profesional. Hasil dari pemeriksaan medis tersebut akan terekam dalam sistem rekam medis elektronik terintegrasi.

7 Early Detection (Deteksi Dini) Pemeriksaan skrining penyakit yang lengkap dan terfokus Kolaborasi tim dalam menegakkan diagnosa akan memberikan rekomendasi yang komprehensif dan memberikan deteksi dini yang terarah Memberikan manfaat bagi pasien untuk mengetahui sejak awal keberadaan suatu penyakit sehingga menurunkan resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi Efisiensi waktu perawatan dan biaya yang apabila diketahui terlambat, jumlahnya akan lebih besar

8 Accurate Treatment (Pelayanan Optimal) Melalui pelayanan yang terintegrasi, maka pemeriksaan dan terapi yang dilakukan oleh tim medis profesional Eka Hospital dilakukan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien secara individual, sehingga akan menghasilkan hasil perawatan dan pengobatan yang optimal

9 Impact of Integrated Care Service with One Price Solution for Payer (Corporate & Insurance) Decrease more hospitalisations (Mengurangi hari rawat inap) Decrease need for expensive treatments (Mengurangi kebutuhan untuk perawatan mahal) Decrease loss of Productivity (Mengurangi kehilangan produktifitas) Positive Impact for Payer & their employee Decrease permanent disabilities (Mengurangi cacat menetap) Limited long-term effect of diseases (Mengurangi efek jangka panjang dari penyakit) Reduce disease outbreaks in their office (Mengurangi kemungkinan terjadinya KLB di kantor)

10 Services Covered (Layanan yang Diberikan) Out Patient (Rawat Jalan) In Patient (Rawat Inap)

11 Out Patients (Rawat Jalan) Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terintegrasi, pasien dapat berkonsultasi dengan beberapa dokter yang dibutuhkan atau direkomendasikan, dengan hanya melakukan pembayaran satu tarif Konsultasi terintegrasi ini berlaku untuk pelayanan di hari yang sama, di luar biaya pengobatan dan pemeriksaan penunjang

12 In Patients (Rawat Inap) Pasien hanya akan dikenai biaya satu tarif paket rawat inap perhari, diluar biaya tindakan, pemeriksaan penunjang dan obat-obatan. Tarif tindakan, pemeriksaan penunjang dan obat-obatan berlaku sama utk setiap kamar perawatan. Perbedaan harga hanya pada harga kamar (sesuai fasilitas dan kelas) Apabila direkomendasikan oleh dokter, pasien yang membutuhkan perawatan lebih dari 15 hari, akan diberikan pengurangan biaya sesuai perpanjangan hari perawatan, ketentuan ini tidak termasuk perawatan di kamar khusus (NICU, PICU, ICU, ICCU, Perina, Isolasi)

13 Understand Patients More (Memahami Pasien Secara Lebih Dalam) Providing more services by introducing: (Memberikan pelayanan beragam dengan memperkenalkan) EKA Mom s Club Eka Junior Club MCU customized for individual need (MCU yang didesain sesuai kebutuhan tiap pribadi) More access for easy payment (Akses lebih baik untuk pembayaran lebih mudah)

14 What is the value of that which protects something as precious as life itself? Seberapa bernilaikah sesuatu yang dapat melindungi hidup Anda yang begitu berharga?... priceless! (Tidak Ternilai)

PERSEPSI KONSUMEN APOTEK TERHADAP PELAYANAN APOTEK DI TIGA KOTA DI INDONESIA

PERSEPSI KONSUMEN APOTEK TERHADAP PELAYANAN APOTEK DI TIGA KOTA DI INDONESIA MAKARA, KESEHATAN, VOL. 13, NO. 1, JUNI 2009: 22-26 PERSEPSI KONSUMEN APOTEK TERHADAP PELAYANAN APOTEK DI TIGA KOTA DI INDONESIA Rini Sasanti Handayani 1, Raharni 1, Retno Gitawati 2 1. Puslitbang Sistem

Lebih terperinci

SISTEM E-CRM PADA KLINIK TUMBUH KEMBANG ANAK INDIGROW

SISTEM E-CRM PADA KLINIK TUMBUH KEMBANG ANAK INDIGROW SISTEM E-CRM PADA KLINIK TUMBUH KEMBANG ANAK INDIGROW Henkie Ongowarsito 1 ; Hesty Gitarani 2 1, 2 Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina Nusantara, Jln. K.H. Syahdan No.9,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. sistem informasi terdiri dari input, proses dan output seperti yang terlihat pada

BAB II LANDASAN TEORI. sistem informasi terdiri dari input, proses dan output seperti yang terlihat pada BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Sebelum merancang sistem perlu dikaji konsep dan definisi dari sistem. Pengertian sistem tergantung pada latar belakang cara pandang orang yang mencoba mendefinisikannya.

Lebih terperinci

dapat berakibat pada keterlambatan penanganan medis terhadap pasien yang sedang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Rekam medis kertas yang

dapat berakibat pada keterlambatan penanganan medis terhadap pasien yang sedang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Rekam medis kertas yang 2 dapat berakibat pada keterlambatan penanganan medis terhadap pasien yang sedang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Rekam medis kertas yang digunakan dalam pelayanan medis tidak selalu mampu

Lebih terperinci

HATIP 83: Tantangan menahan pasien dan kebutuhan terhadap tindak lanjut yang lebih giat

HATIP 83: Tantangan menahan pasien dan kebutuhan terhadap tindak lanjut yang lebih giat HATIP 83: Tantangan menahan pasien dan kebutuhan terhadap tindak lanjut yang lebih giat Oleh: Theo Smart, 22 Maret 2007 Peningkatan pada program pengobatan di rangkaian terbatas sumber daya sudah secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan pemulihan

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan pemulihan 7 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Rumah sakit merupakan suatu institusi di mana segenap lapisan masyarakat bisa datang untuk memperoleh upaya penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif). Upaya

Lebih terperinci

615.109 2 Ind b TANGGUNG JAWAB APOTEKER TERHADAP KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY )

615.109 2 Ind b TANGGUNG JAWAB APOTEKER TERHADAP KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY ) 615.109 2 Ind b TANGGUNG JAWAB APOTEKER TERHADAP KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY ) DIREKTORAT BINA FARMASI KOMUNITAS DAN KLINIK DITJEN BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI TAHUN

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR PENILAIAN KINERJA PADA ORGANISASI NIRLABA

PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR PENILAIAN KINERJA PADA ORGANISASI NIRLABA PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR PENILAIAN KINERJA PADA ORGANISASI NIRLABA (Studi Kasus pada Rumah Sakit Bhayangkara Semarang) Wahyu Eko Yuzandra Pramadhany Shiddiq Nur Rahardjo,

Lebih terperinci

KARYA TULIS ILMIAH. ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN HARGA DIRI RENDAH DI RUANG MAESPATI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA

KARYA TULIS ILMIAH. ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN HARGA DIRI RENDAH DI RUANG MAESPATI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA KARYA TULIS ILMIAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN HARGA DIRI RENDAH DI RUANG MAESPATI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA Diajukan Guna Melengkapi Tugas- Tugas dan Memenuhi Syarat Syarat Untuk Menyelesaikan

Lebih terperinci

EVALUASI PENGELOLAAN AKTIVA TETAP RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA

EVALUASI PENGELOLAAN AKTIVA TETAP RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA EVALUASI PENGELOLAAN AKTIVA TETAP RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Tugas Akhir Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh derajat Ahli Madya (AMd) Program Studi Diploma III Akuntansi Oleh : ERNI

Lebih terperinci

JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS)

JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS) JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS) I. Latar Belakang Pasal 33 UUD Negara RI Tahun 1945 mengamanatkan penyelenggaraan jaminan sosial bagi seluruh rakyat. Pasal 34 ayat (2) juga mengamanatkan bahwa

Lebih terperinci

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG SISTEM INFORMASI EFISIENSI PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR UNIT RAWAT INAP DENGAN MENGGUNAKAN INDIKATOR GRAFIK BARBER JOHNSON DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM SEMARANG ARTIKEL Untuk memenuhi persyaratan mencapai

Lebih terperinci

panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang

panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang 04 02 panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan

Lebih terperinci

Pengobatan untuk AIDS: Ingin Mulai?

Pengobatan untuk AIDS: Ingin Mulai? SERI BUKU KECIL Pengobatan untuk AIDS: Ingin Mulai? Oleh Chris W. Green Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Johar Baru, Jakarta 10560 Telp: (021) 422 5163, 422 5168, Fax: (021) 4287 1866, E-mail: info@spiritia.or.id,

Lebih terperinci

Tata Laku Bisnis cgg.com

Tata Laku Bisnis cgg.com Tata Laku Bisnis cgg.com Sepatah Kata dari CEO Letter from the CEO Rekan yang Terhormat: Nilai yang kuat merupakan landasan dari semua keputusan yang baik. Pernyataan ini memiliki nilai kebenaran dan

Lebih terperinci

Petunjuk Pelaksanaan : FASILITAS KESEHATAN MELALUI ASURANSI UNTUK PEGAWAI AKTIF

Petunjuk Pelaksanaan : FASILITAS KESEHATAN MELALUI ASURANSI UNTUK PEGAWAI AKTIF Petunjuk Pelaksanaan : FASILITAS KESEHATAN MELALUI ASURANSI UNTUK PEGAWAI AKTIF PT. BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk. DIVISI SUMBER DAYA MANUSIA 2010 DAFTAR ISI DAFTAR ISI...i DAFTAR LAMPIRAN...iv DAFTAR

Lebih terperinci

DAFTAR ISI Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined.

DAFTAR ISI Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI Materi inti 1. PEDOMAN PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA DI PUSKESMAS... 2 Materi inti 2. JEJARING KERJA SAMA DALAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR)... 23 Materi Inti 3 TUMBUH KEMBANG

Lebih terperinci

Reformasi Metode Pembayaran Penyedia Layanan dan Sistem Teknologi Informasi

Reformasi Metode Pembayaran Penyedia Layanan dan Sistem Teknologi Informasi Reformasi Metode Pembayaran Penyedia Layanan dan Sistem Teknologi Informasi Mempertanyakan - Ayam atau Telur dulu dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional September 2013 Reformasi Metode Pembayaran Penyedia

Lebih terperinci

PEDOMAN UMUM PENYELENGARAAN PELAYANAN PUBLIK

PEDOMAN UMUM PENYELENGARAAN PELAYANAN PUBLIK KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUS NEGARA NOMOR : 63/KEP/M.PAN/7/2003 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYELENGARAAN PELAYANAN PUBLIK MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESULITAN MENGINGAT DAN KONSENTRASI PADA USIA LANJUT DI INDONESIA TAHUN 2004

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESULITAN MENGINGAT DAN KONSENTRASI PADA USIA LANJUT DI INDONESIA TAHUN 2004 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESULITAN MENGINGAT DAN KONSENTRASI PADA USIA LANJUT DI INDONESIA TAHUN 2004 Analisis Data Survei Sosial Ekonomi Nasional dan Data SDKI Tahun 2004 Faiza Yuniati, S.Pd,

Lebih terperinci

PEDOMAN PENCEGAHAN PELECEHAN DI TEMPAT KERJA. Pedoman Untuk Perusahaan. Better Work Indonesia. Betterworkindo. www.betterwork.

PEDOMAN PENCEGAHAN PELECEHAN DI TEMPAT KERJA. Pedoman Untuk Perusahaan. Better Work Indonesia. Betterworkindo. www.betterwork. www.betterwork.org/indonesia Better Work Indonesia Betterworkindo PEDOMAN PENCEGAHAN PELECEHAN DI TEMPAT KERJA Pedoman Untuk Perusahaan Better Work Indonesia funded by : 22 DASAR HUKUM Penyusunan draft

Lebih terperinci

KELUHAN-KELUHAN LANJUT USIA YANG DATANG KE PENGOBATAN GRATIS DI SALAH SATU WILAYAH PEDESAAN DI BALI

KELUHAN-KELUHAN LANJUT USIA YANG DATANG KE PENGOBATAN GRATIS DI SALAH SATU WILAYAH PEDESAAN DI BALI KELUHAN-KELUHAN LANJUT USIA YANG DATANG KE PENGOBATAN GRATIS DI SALAH SATU WILAYAH PEDESAAN DI BALI I Gede Putu Darma Suyasa; Ns. AA Istri Wulan Krisnandari; Ni Wayan Umika Onajiati; Ns. Ida Ayu Ningrat

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

Oleh Mery Fanada,SPd,SKM,M.Kes Widyaiswara Muda Badan Diklat Provinsi Sumatera Selatan

Oleh Mery Fanada,SPd,SKM,M.Kes Widyaiswara Muda Badan Diklat Provinsi Sumatera Selatan PERAWAT DALAM PENERAPAN THERAPI PSIKORELIGIUS UNTUK MENURUNKAN TINGKAT STRESS PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI RAWAT INAP BANGAU RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR PALEMBANG 2012 Oleh Mery Fanada,SPd,SKM,M.Kes

Lebih terperinci

JURNAL ILMIAH KEBIDANAN ISSN 2338-669X Volume 1 Nomor 2 Oktober 2013 Halaman 100-205

JURNAL ILMIAH KEBIDANAN ISSN 2338-669X Volume 1 Nomor 2 Oktober 2013 Halaman 100-205 JURNAL ILMIAH KEBIDANAN ISSN 2338-669X Volume 1 Nomor 2 Oktober 2013 Halaman 100-205 DUKUNGAN KELUARGA MENINGKATKAN KEPATUHAN PASIEN KANKER SERVIKS MENJALANI KEMOTERAPI (Studi dilakukan di Ruang Cempaka

Lebih terperinci

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis 1 Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis KEMENTERIAN KESEHATAN RI 2013 2 KATA PENGANTAR Indonesia merupakan negara ke-4 dengan jumlah pasien tuberkulosis terbanyak di dunia. Pengobatan

Lebih terperinci

Laporan Review Kebijakan: Pendidikan dan Perawatan Anak Usia Dini di Indonesia

Laporan Review Kebijakan: Pendidikan dan Perawatan Anak Usia Dini di Indonesia Pendidikan Anak Usia Dini dan Kebijakan Keluarga Nº 10 2005 Laporan Review Kebijakan: Pendidikan dan Perawatan Anak Usia Dini di Indonesia Seksi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Inklusif Divisi

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER-24/MEN/VI/2006 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER-24/MEN/VI/2006 TENTANG PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER24/MEN/VI/2006 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA YANG MELAKUKAN PEKERJAAN

Lebih terperinci

PEDOMAN TATA LAKU (CODE OF CONDUCT)

PEDOMAN TATA LAKU (CODE OF CONDUCT) PEDOMAN TATA LAKU (CODE OF CONDUCT) 1 LEMBAR PEMBERLAKUAN PEDOMAN TATA LAKU (CODE OF CONDUCT ) PT CIPTA KRIDA BAHARI menyadari arti pentingnya implementasi Good Corporate Governance (GCG) sebagai salah

Lebih terperinci