10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik lndonesia;

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik lndonesia;"

Transkripsi

1 KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2O1O TENTANG PETUNJUK TEKNIS TATA CARA PENYUSUNAN FILE KEPEGAWAIAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a bahwa dengan adanya perubahan Nomor Induk Pegawai (NlP) yang semula terdiri dari 9 digit menjadi 18 digit perlu dilakukan penyusunan file kepegawaian di Lingkungan Kementerian Agama; b bahwa penyusunan file pegawai yang semula dilakukan sesuai dengan nomor urut NlP, perlu ditata kembali dengan mengelompokan tahun pengangkatan Pegawai Negeri Sipil yang kemudian disusun berdasarkan tahun, bulan dan tanggal kelahiran; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b perlu menetapkan Keputusan Menteri Agama tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Penyusunan File Kepegawaian di Lingkungan Kementerian Agama; Mengingat :1. Undang - Undang Nomor 8 Tahun 1974 yang telah diubah dengan Undang - Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok- Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2008 tentang Perubahan Kesembilan Atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik lndonesia; Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Departemen Agama; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Agama, 5. Keputusan... 4

2 5. Keputusan Menteri Agama Nomor 480 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Agama Nomor 373 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi dan Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota; 7. Keputusan Menteri Agama Nomor 551 Tahun 2003 tentang Pedoman Pembentukan dan Penyempurnaan Organisasi di Lingkungan Departemen Agama dan Kantor Urusan Agama Kecamatan; Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; MEMUTUSKAN : Menetapkan KESATU KEDUA KETI GA KEEMPAT KEPUTUSAN MENTERI AGAMA TENTANG PETUNJUK TEKNIS TATA CARA PENYUSUNAN FILE KEPEGAWAIAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA. Menetapkan Petunjuk Teknis Tata Cara Penyusunan File Kepegawaian di Lingkungan Kementerian Agama sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Petunjuk teknis sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU merupakan pedoman bagi setiap unit pengelola kepegawaian dalam melakukan kegiatan penyusunan file kepegawaian. Pada saat Keputusan Menteri Agama ini mulai berlaku, Keputusan Menteri Agama Nomor 367 Tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis (juknis) Pengelolaan Data dan Informasi Kepegawaian di Lingkungan Departemen Agama dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta padatanggal 1? Maret 2O1O a.n MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIS JENDERAL 2 IW I r' BAHRUL HAYAT, Ph. D 5

3 LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI AGAMA NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS TATA CARA PENYUSUNAN FILE KEPEGAWAIAN DI LINGKI]NGAN KEMENTERIAN AGAMA BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Dalam rangka penyelenggaraan manajemen pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Agama diperlukan pengelolaan arsip file pegawai yang didasarkan pada suatu pola penataan dan penyusunan arsip file pegawai yang seragam dan standar, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 367 Tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis (uknis) Pengelolaan Data dan Informasi Kepegawaian di Lingkungan Departemen Agama. Prinsip penyusunan arsip file pegawai sebagaimana dalam juknis tersebut adalah berdasarkan urut Nomor Induk Pegawai. Konversi NIP berakibat kepada perubahan dalam penyusunan file pegawai yang sudah ada yaitu berdasarkan urut NlP, secara otomatis tidak dapat dilakukan sejak terbitnya Peraturan Kepala BKN nomor 22 tahtn Selanjutnya penyusunan filejuga harus berubah. Bahwa sebagai tindak lanjut dari adanya konversi NIP tersebut maka perlu adanya pola penataan arsip file pegawai yang sesuai dan memiliki nilai efektivitas dan efisiensi dalam penemuan kembali. Berdasarkan uraian diatas maka arsip file pegawai di lingkungan Kementerian Agama, penyusunannya dikelompokkan berdasarkan tahun pengangkatan CPNS kemudian disusun berdasarkan tahun, bulan dan tanggal lahir. /

4 il. B. RUANG LINGKI]P l. Organisasi pengelola file kepegawaian; 2. Sarana dan Pemeliharaan penataan file pegawai; 3. Prosedur Penataan file Pegawai; 4. Penyusunan file Pegawai; 5. Peminjaman dan Penemuan kembali file pegawai' C. MAKSUD DAN TUJUAN l. Maksud Petunjuk Teknis Tata Cara Penyusunan File Kepegawaian ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi pengelola kepegawaian dalam melaksanakan kegiatan penyusunan dan penataan file kepegawaian di lingkungan Kementerian Agama. 2. Tujuan a. Menyeragamkan dalam penyusunan file kepegawaian; b. Memudahkan pengelola file kepegawaian dalam penataan file; c. Mewujudkan terciptanya penyusunan file kepegawaian yang efektif; dan efisien sehingga memudahkan dalam penemuan kembali' D. PENGERTIAN Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : L Konversi NIP adalah perubahan Nomor lnduk Pegawai (9) digit menjadi Nomor Identitas Pegawai (18) digit. 2. File adalah tempat untuk menyimpan arsip atau dokumen kepegawaian. 3. Filling kabinet adalah tempat untuk menyimpan file aktif berskala kecil. 4. Lemari arsip gerak adalah tempat untuk menyimpan file aktif dalam skala besar. 5. Buku kendali adalah petunjuk untuk memudahkan pencarian letak file pegawai.

5 :ii r{{ 6. Lembar peminjaman file adalah catatan untuk mengetahui file kepegawaian yang dikeluarkan atau dipinjam. 7. Kartu petunjuk isi file adalah kartu yang menerangkan jumlah isi file berdasarkan NIP l8 (digit). 8. Map arsip gantung adalah tempat menyimpan dokumen-dokumen pegawai. g. Kardaf adalah kartu pendaftaran PegawaiNegeri Sipil Tahun PUPNS adalah pendataan ulang Pegawai Negeri Sipil Tahun 2003.

6 li:l ti,' BAB II ORGANISASI PENGELOLA FILE KEPEGAWAIAN A. struktur organisasi Pengelola file Kepegawaian di lingkungan Kementerian Agama Struktur organisasi pengelola file kepegawaian di lingkungan Kementerian Agama meliputi : l. Unit Pembina, adalah Sekretariat Jenderal dalam hal ini dilakukan oleh Biro Kepegawaian Kementerian Agama. 2. Unit Pengelola : a. Kementerian Agama Pusat terdiri dari : 1. Satuan organisasi Eselon l, yaitu Sekretariat pada Ditjen, Itjen, dan Balitbang dan Diklat. 2. Biro dan Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal b. Kementerian Agama di Daerah terdiri dari : l. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi; 2. Institut Agama lslam Negeri (IAIN); 3. Universitas Islam Negeri (UlN); 4. lnstitut Hindu Dharma Negeri (IHDN); 5. Sekolah TinggiAgama Islam Negeri (STAIN); 6. Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN); 7. Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN); 8. Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN); 9. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota; 10. Balai Diklat Teknis Keagamaan; 1 1. Balai Penelitian;,A

7 ri 12. Madrasah Negeri (Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Madrasah lbtidaiyah Negeri); 13. Kantor Urusan Asama Kecamatan. 3. Unit Pelaksana Teknis Pengelola File Penyelenggaraan pengelolaan file kepegawaian pada setiap satuan organisasi dilaksanakan oleh unit yang fungsi dan tugas pokoknya menangani masalah kepegawaian, atau pada unit-unit yang diserahi tugas tambahan penanganan urusan kepegawaian, masing-masing sebagai berikut : Unit Ditjen, Itjen, dan Balitbang dan Diklat, yaitu Bagian Ortala dan Kepegawaian, Unit Setjen pada Bagian Data dan Informasi Kepegawaian Biro Kepegawaian. a. Unit Eselon li Pusat : o Unit Seden, adalah Sub bagian Tata Usaha Biro dan Pusat pada " setiap Biro dan Pusat. o Unit Ditjen, Iden, dan Balitbang dan Diklat adalah Sub Bagian Tata Usaha pada setiap unit Eselon Il. b. Kanwil Kemag Provinsi pada Sub Bagian Ortala dan Kepegawaian. c. IAIN pada Bagian Kepegawaian. d. UIN pada Bagian Ortala dan Kepegawaian. e. IHDN pada Bagian Ortala dan Kepegawaian. f. STAIN, STAKN, STAHN pada Sub Bagian Kepegawaian dan Keuangan. g. STABN pada Sub Bagian Umum. h. Kankemag Kabupaten lkota adalah Sub Bagian Tata Usaha. i. Balai Diklat Teknis Keagamaan dan Balai Penelitian pada Sub Bagian Tata Usaha. j. Madrasah Aliyah/\4adrasah Tsanawiyah Negeri (MAN/MTsN) pada Urusan Tata Usaha. k. KUA kecamatan pada KUA dan Madrasah lbtidaiyah Negeri pada MIN bersanskutan.

8 tt r. 4 Tugas Pokok Unit Pembina dan Unit Pengolah file Kepegawaian 1. Tugas Pokok a. Tugas Pokok Unit Pembina 1. Melakukan pembinaan terhadap proses pengelolaan file kepegawaian di lingkungan Kementerian Agama; 2. Mengelola buku kendali pegawai Kementerian Agama; 3. Mengelola file pegawai Kementerian Agama; 4. Menghimpun, mengolah, dan menyimpan file kepegawaian Kementerian Agama pusat dan daerah' b. Tugas Pokok Unit Pengelola " l. Tingkat Pusat mengelola seluruh file pegawai dan menghimpun Kartu Induk pegawaidi lingkungan Kementerian Agama; 2. Tingkat Daerah mengelola file pegawai pada satuan kerja masingmasins. B. Azas Penataan File Kepegawaian Sistem pengelolaan file di lingkungan Kementerian Agama mengacu pada azas sentralisasi dalam kebijaksanaan, desentralisasi dalam pelaksanaan, artinya bahwa semua file kepegawaian yang aktif disimpan pada Biro Kepegawaian, sedangkan yang dimaksud dengan desentralisasi adalah penyimpanan file kepegawaian aktif dan tanggung jawabnya diserahkan ke unit pengolah file pada satuan kerja masing-masing.

9 il, BAB tri SARANA DAN PEMELIHARAAN FILE PEGAWAI A. Sarana 1. Filling kabinet 2. Lemari arsip gerak 3. Map arsip gantung 4. Buku kendali 5. Lembar peminjaman file 6. Kartu petunjuk isi file 7. Vacum cleaner 8. Exhause fan 9. Obatpencegah/pembasmi kutu 10. Air Conditioner B. Pemeliharaan 1. Pemelih araan meliputi kebersihan ruang file, almari file, map arsip gantung dan isinya. 2. Pemeliharaan dilakukan dengan menyapu, menyedot debu, memelihara peralatan/s arana penataan file, penyediaan exhause fan, penyemprotan rayap atau kutu lainnya yang merusak file'

10 t.: BAB IV PENATAAN FILE PEGAWAI A. Bahan Bahan yang diperlukan dalam penataan file pegawai meliputi : l. SK pengangkatan pertama CaPeg; 2. SK-SK mutasi kepegawaian (PNS, kenaikan pangkat, iabatan, kepindahan, peninjauan masa kerja, impassing KGB); 3. KARPEG, KARIS DAN KARSU, KARTU TASPEN, ASKES 4. KARDAF, PUPNS; 5. Nota persetujuan / pertimbangan Kepala BKN; 6. Daftar Riwayat Hidup ldaftar Riwayat Pekerjaan (DRH / DRP); 7. SK hukuman disiplin; 8. IjazahlSTTPL / Piagam; 9. Daftar Keluarga (KP.a); 10. Perubahan susunan keluarga seperti : akte nikah, kelahiran, kematian dll; I l. DP3; dan 12. SK Petikan KonversiNIP. B. Cara Penataan File 1. Untuk memudahkan penyusunaan file yang perlu dilakukan adalah : l) Mendata file pegawai dalam program excel yang terdiri dari 5 kolom (Nomor, NIP Lama, NIP baru, Nama dan TMT CPNS). 4

11 ii Contoh : Jumlah arsip file pegawai sebanyak 50 file Data asli sebelum di sort :':N-o,I!,oli#$-!!8:.!4laAin:..:::,:;, 1 2 t t504l t504t a B t504r s t L t T r t504t t5042tt s s t504trb B s r97410t r972t2t t975l r L r975072s s t9720s t s s L SURYANA UMAHATU FAUZIAH TATIK MHMAT IYAH MASFIYAH HARUN IMAM MUTTAQIN ALI IMRON ROSADI UTIN KHOLISOH EVA RUSIYANTI NURDIN LILIS SENAWATI INA HAYATI FITRIANA SUSANTI DAWIYAH DEDEN SUADININGMT EPI SUHAEPI HAJAR SAKINAH ITOH MASITOH DADANG AI YUDANINGSIH IRMAN RAHMAN FAUZI SUPARTA ADE BADRIAH ENGKUS KUSDINAR LALAN JAELANI RASYID MUTIAM FURQON DENI ]AMALUDIN SYAEPUL ANWAR IKA KULSUMIATI MIA SILVIANA SRI SUMIATI R ADAH SMDAH MAS.AH KHOLII.AH STTI HELWIYAH SYAEFUL SUBHI RASYID HENI ITA ROSITA SITI SOLIHAT TOLIB

12 iir!er 4L B r504rrb r t0r s t97209t t HAMZAH HAMDANI M TAUFIQ HAQIQI ISMAIL U. WARSITA SAMSUDIN IWAN ASUROH UKI DEDE SOLIHAH BOBBY NURHUDA s ) Datadisort/dikelompokkan berdasarkan tahun pengangkatan CPNS terdapat 5 kelompok yaitu : tahun 2003,2004,2005,2006 dan 2007, selanjutnya dari masing-masing kelompok tahun pengangkatan CPNS disort kembali berdasarkan NIP baru. Hasil data sort berdasarkan NIP baru (untuk melakukan softing terlebih dahulu data semua kolom di blok) ' 5, 6 7, ,04L L L ,Ui'pj$AnuiiaF;;ri'$*r*ii* SRI SUMIATI INA HAYATI LITIN KHOLISOH IYAH MASFIYAH EVARUSIYANTI, SURYANA :: : BOBBYNURHUDA. UMAHATU FAUZIAH IMAIV! MUTTAQIN TATIK MHMAT. ii*i$ff-,flf :5, 0v10/2003 0ulo12003 otnfrlzxlo3 oul ot/ /10/2003 otllol2o03 0u10/2003 0r/r uL0l2o03 11 L2 13 L T7 1B rso4l , t504lt DADANG DEDEN SUADININGRAT EPI SUHAEPI ITOH MASITOH SYAEPUL ANWAR AI YUDANINGSIH IRMAN MHMAN FAUZI ALI IMRON ROSADI DAWIYAH HARUN- 0L/t02801 o!/\0.12q94 outu2a84 olllol2oot 0v QUtQi12904 oulotzqgl ul! otll or/ l s U, WARSITA o1/0v20os 4

13 :r 22' " 23' 2+ ;...?$ll'',li',: f$::.,,:1. :..' 2i ' '''; ':'' lgr11:,:. 29 :,r' :1, , I504L2062 i'r, i ' :l rka KULSUMTATT 0U FURQON 01/10/200s' ENqKUS'KUSDINAR :., '. ALfl ' DENr JAMALUDIN 01110/2005 ADE BADRTAH 0t/ ALAN JAELANT MSYrD 0L/r FrrRrA.N4,5USANl'r 'AU0Ll2}Ac MrA STLVTANA ' 0rl0u200s ' JJ 34,, l , L 1s s s s6 1s s R ADAH SMDAH TOLIB MAS.AH KHOLILAH. HENI LILIS SETIAWATI MUTIAM HAMZAH HAMDANI M TAUFIQ HAQIQI SITI SOLIHAT SITI HELWIYAH HA]AR SAKINAH SYAEFUL SUBHI RASYID 0110u2006 ulrc rlto uLal2006 0tlto12006 aul tlL0/20a6 0r/r ur /10/2006 orl0tl2006 0LlL ,' 't'.. L s r504t r s r504l0974 1s SUPARTA ISMAIL ASUROH NURDIN UKI IWAN SAMSqDIN ITA ROSITA DEDE SOUHAH olltol2o0z olll t1r t1r LlLo u gt/19t2007 0t/ ol.l'tol2007 3) Hasil sorting berdasarkan NIP baru ini yang digunakan sebagai dasar penyusunan fi le pegawai. 2. Cara penyusunan file pegawai I ) Memberikan label (NIP baru) pada pojok kanan atas map arsip gantung; 2) Memasukkan file pegawai yang bersangkutan ke dalam map arsip gantung yang sudah diberi label; 3) Menggantungkan map arsip gantung tersebut ke dalam filing kabinet atau almari arsip gerak. -<

14 3. Kartu petunjuk isi file Kartu Petunjuk isi file kartu yang menerangkan jumlah isi file. Kartu petunjuk isi file digunakan untuk menunjukan jumlah isi file yang diletakkan/ditempel pada sisi luar almari arsip gerak/filing kabinet. Contoh gambar : Almari arsip gerak terdiri dari satu pintu 2 sisi, masing-masing sisi terdiri dari 6 rak, dari masing-masing rak memuat 80 s/d 120 jile pegawai ( contoh gambar 1.1 dan 1.2) Untuk yang menggunakan filing kabinet isi file pegawai disesuaikan dengan kapasitas filing kabinet tersebut. t t"' t a.--, a ]. x. li. Gambar. l.l --Y

15 !i!i Gambar. 1.2

16 4, Buku Kendali Buku Kendali disusun berdasarkan Nomor urut, NIP lama, NIP baru, Nama pegawai, TMT CPNS dan Rak. Contoh: B t t I ,.2.' t504r t t t504t s s L5042tt L s L r r974l0i L r968022l L972r2t LL t97803t s s200s t s L s t t SRI SUMIAN INA HAYATI UTIN KHOLISOH IYAH MASFIYAH EVA RUSIYANTI SURYANA BOBBY NURHUDA UMAHATU FAUZIAH IMAM MUTTAQIN TATIK MHMAT DADANG I I I I I I I I I I I DEDEN SUADININGMT I I I I I EPI SUHAEPI ITOH MASITOH SYAEPUL ANWAR AI YUDANINGSIH IRMAN MHMAN FAUZI I ALI IMRON ROSADI I DAWIYAH I HARUN I U. WARSITA I IKA KULSUMIATI I I I I II FURQON ENGKUS KUSDINAR DENI JAMALUDIN ADE BADRIAH I.ALAN JAELANI RASYID II II II II II II II II II II II FITRIANA SUSANN MIA SILVIANA R ADAH SMDAH TOLIB MAS.AH KHOLILAH HENI LILIS SETIAWATI MUTIARA HAMZAH HAMDANi M TAUFIQ HAQIQI

17 3B t B t504t t504t t504t trB27 1s t t s SITI SOLIHAT SITI HELWIYAH HA]AR SAKINAH SYAEFUL SUBHI MSYID SUPARTA ISMAIL ASUROH NURDIN UKI IWAN SAMSUDIN ITA ROSITA DEDE SOLIHAH II II II II II II II II II II Ii II II --t

18 ?: BAB V PEMINJAMAN DAN PENEMUAN KEMBALI FILE PEGAWAI A. Peminjaman File : Layanan peminjaman file pegawai dapat dilakukan melalui telepon, datang sendiri atau dengan memo. Dari semua cara tersebut yang penting bahwa peminjaman harus tercatat, sehingga semua file pegawai yang dipinjam dapat diawasi secara terus menerus dan jelas peminjamnya. Ketentuan peminjaman file : l. Yang dapat dipinjamkan adalah isi file yang diperlukan oleh peminjam dalam arti tidak dibenarkan meminjamkan file seutuhnya dengan map/latomapnya. 2. Peminjam file mengisi dan menanda tangani formulir peninjaunan file ( yang berisi maksud peminjaman, lama waktu peminjaman ), sebagaimana contoh lampiran juknis ini dengan dibuat rangkap (2) dua yaitu l lembar (asli) untuk unit file sebagai bukti peminjaman file dan I lembar lainnya untuk peminjam. 3. Pejabat yang diserahi mengurus file, memeriksa dan membuat catatan setuju atau tidaknya dan menandatangani tanda terima file. 4. Setelah disetujui, petugas yang ditunjuk mengambil File yang dipinjam dan menyerahkan kepada peminjam dengan terlebih dahulu pihak peminjam menanda tangani tanda terima file. 5. Bukti peminjaman file disimpan ditempat tersendiri oleh petugas file dan apabila saat waktu yang diharuskan pengambilan File ternyata belum dikembalikannya, maka petugas menghubungi peminjam untuk segera mengembalikannya. 6. Apabila file telah dikembalikan, petugas memaraf dan mencatat tanggal pengembaliannya baik pada Lembar I maupun Lembar 2 dan mengembalikan File yang dipinjam ke tempatnya. (Contoh gambar lembar peminjaman Iite)

19 DEPARTEIIENAGAIARJ. SEKRETARIAT.'EXDEPAT JAI(AR?A Bori:o. Iba fu Infoo-c,i r,-'.-..,...:----- Il Biro l(epegrnir LEMBAR FgMINJAMANrIl,E Na Unx N-$t{ NIP jen:ssr Judldh/bcrk3s aar CMM l!4grl Prninjmrn : Narl hmilh$e : Jabrtrn : UritPrFrpldr : PFinjn Trnggd Pogcnbelia!{rno horbs ltle Todo ongen Kcpali $rbt6s hir Unn hagolah r). Ntr x) Co r ysg {idn& ferlu. B. Penemuan Kembali File Keberhasilan pelaksanaan lxanajemen file dinamis atau file aktif, akan nampak dengan jelas bilamana semua bahan yang dibutuhkan mudah ditemukan kembali dan mudah pula dikembalikan ke tempat semula. Karena penemuan atau pencarian file merupakan salah satu kegiatan dalam bidang kearsipan, yang bertujuan untuk menemukan kembali file karena akan dipergunakan dalam proses penyelenggaraan administrasi. Menemukan kembali, juga berarti memastikan dimana suatu file yang akan dipergunakan itu disimpan dan dalam kelompok berkas apa file itu berada, disusun menurut sistem apa, dan bagaimana cara mengambilnya (Contoh gambar 3map gontung). 4

20 La*rpiran Itl: {rf*iirirn \itr:*:j.rr,:rr:r:, Ri.\ Contoh. Il,rp,\;i;;' G::lr:r,;,i.a:,i:.:;.,., t",rl: i> '. I \'r-. < ;i.- LJ\N.T0R \\.ILA}.AII Df f."\r1' g It t N.rr{i {.\1.{ PROPI \5I 5l'l.-rll'r:tI ti'f-.\ti..\.a-. A FTLE PEGA}VAI {.--- > \l l, \,\ )t..\ 'r(;1_ t_ailtr -'-A

21 BAB VI PBI\TUSUTAI\ FIIJ Penluutan file adalah kegiatan pengurangan file Pegawai yang telah secara resmi dinyatakan oleh pejabat yang berwenang, telah pensiun, berhenti, meninggal dunia (in aktif) atau pindah tugas ke Instansi/ Lembaga lain filenya disusutkan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penyusutan file meliputi : l. Dibuatkan daftar pegawai yang dinyatakan in aktif sebagai dasar penyusutan; 2. File in aktif dikeluarkan kemudian diserahkan ke Subbag Umum dengan menggunakan berita acara serah terima; 3 Bagi pegawai yang pindah instansi atau lembaga lain file yang bersangkutan diserahkan ke instansi barunya. 4. Untuk di Biro Kepegawaian : a. File in aktif diserahkan ke Biro Umum untuk disimpan di depo arsip. b. File in aktif yang akan diserahkan ke Biro Umum terlebih dahulu dicatat sebagaian dari data pegawai yang bersangkutan meliputi data NIP, NAMA, sebab in aktifnya kedalarn fonnulir pertelaan (Daftar Pertelaan Arsip) arsip in aktif. c. Penyerahan ke Biro Umum disertai dengan berita acaru penyerahannya dengan menggunakan formulir..tx

22 BAB VII PENUTUP Petunjuk Teknis Tata Cara Penyusunan File Kepegawaian di lingkungan Kementerian Agama merupakan pedoman dalam penataan dan penyusunan Arsip pegawai yang memiliki nilai ef'ektivitas dan efisiensi dalam menemukan File pegawai. Pedoman teknis ini juga menjadi instrumen penting yang mendukung petugas pelaksanaan dalam kelancaran pelaksanaan tugasnya. a.n MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA.. Sekretaris Ienderal Bahrul Havat Ph. D

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Selama melaksanakan Proyek Akhir di Sub Bagian Tata Usaha dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Selama melaksanakan Proyek Akhir di Sub Bagian Tata Usaha dan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Selama melaksanakan Proyek Akhir di Sub Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur kurang lebih selama tiga bulan, penulis melaksanakan beberapa

Lebih terperinci

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 68 Tahun 2009 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum di Lingkungan Departemen Dalam Negeri;

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 68 Tahun 2009 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum di Lingkungan Departemen Dalam Negeri; MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 52 TAHUN TENTANG PENANDATANGANAN NASKAH DINAS BIDANG KEPEGAWAIAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR ISIAN DATA PEGAWAI

PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR ISIAN DATA PEGAWAI Lampiran Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor 1636/A4/KP/2013, Tanggal 15 Januari 2013 PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR ISIAN DATA PEGAWAI I. PETUNJUK UMUM 1. Bacalah terlebih dahulu petunjuk pengisian ini

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 82 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

JADWAL RETENSI ARSIP KEPEGAWAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEJABAT NEGARA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR (BAPETEN) 2 tahun setelah semua diangkat PNS

JADWAL RETENSI ARSIP KEPEGAWAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEJABAT NEGARA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR (BAPETEN) 2 tahun setelah semua diangkat PNS JADWAL RETENSI ARSIP KEPEGAWAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEJABAT NEGARA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR (BAPETEN) LAMPIRAN III PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 1364 / K / X / 2014 TENTANG

Lebih terperinci

STANDAR PROSEDUR PELAYANAN SISTEM LOKET PADA BIDANG KEPANGKATAN, PENGGAJIAN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI BKD DAN DIKLAT KOTA PALEMBANG

STANDAR PROSEDUR PELAYANAN SISTEM LOKET PADA BIDANG KEPANGKATAN, PENGGAJIAN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI BKD DAN DIKLAT KOTA PALEMBANG STANDAR PROSEDUR PELAYANAN SISTEM LOKET PADA BIDANG KEPANGKATAN, PENGGAJIAN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI BKD DAN DIKLAT KOTA PALEMBANG SUB BIDANG KEPANGKATAN 1. Loket Pelayanan Kenaikan Pangkat PNS a. Deskripsi

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.533,2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2012 TENTANG BADAN PERTIMBANGAN JABATAN DAN KEPANGKATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1087, 2013 BLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERDAGANGAN. Badan Pertimbangan Jabatan. Kepangkatan. Kepegawaian. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42/M-DAG/PER/8/2013

Lebih terperinci

2011, No Menetapkan : 3. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik

2011, No Menetapkan : 3. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.325, 2011 KEMENTERIAN AGAMA. Organisasi Instansi Vertikal. Unit Pelaksana Teknis. Pembentukan. Pedoman. PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 58 TAHUN 2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 58 TAHUN 2007 TENTANG PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 58 TAHUN 2007 TENTANG URAIAN TUGAS SUBBAGIAN DAN SEKSI DI LINGKUNGAN BALAI BESAR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DI MALANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82,

4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, GUBERNUR GORONTALO PERATURAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP KEPEGAWAIAN PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang Mengingat GUBERNUR

Lebih terperinci

Nomor SOP XVIII.A.a06 DKI / SOP / 2014 Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif SEKRETARIS,

Nomor SOP XVIII.A.a06 DKI / SOP / 2014 Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif SEKRETARIS, Nomor SOP XVIII.A.a06 DKI / SOP / 2014 Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif SEKRETARIS, Disahkan oleh PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA BAGIAN SEKRETARIAT

Lebih terperinci

LAMPIRAN NOMOR 15 TAHUN 201 TENTANG

LAMPIRAN NOMOR 15 TAHUN 201 TENTANG LAMPIRAN PERATURAN GUBERN JADWAL RETENSI ARSIP KEPEGAWAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEJABAT NEGARA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 15 TAHUN 201 TENTANG JADWAL RETENSI ARS NEGERI SIPIL

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG PENDELEGASIAN KEWENANGAN PENANDATANGANAN NASKAH DINAS KEPEGAWAIAN DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 10 TAHUN 2015

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 10 TAHUN 2015 SALINAN BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP FASILITATIF KEPEGAWAIAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG

Lebih terperinci

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Jalan Ampera Raya No. 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: info@anri.go.id PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA MOR 35

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.2074, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Tunjangan Kinerja. Pembayaran. Pelaksanaan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 273 /PMK.01/2014 TENTANG PELAKSANAAN

Lebih terperinci

KEMENAG. Perbendaharaan Negara. Pejabat. Pencabutan.

KEMENAG. Perbendaharaan Negara. Pejabat. Pencabutan. No.1740, 2014 KEMENAG. Perbendaharaan Negara. Pejabat. Pencabutan. PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2014 TENTANG PEJABAT PERBENDAHARAAN NEGARA PADA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: PM 82 TAHUN 2011 TAT A CARA PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN 01 L1NGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

DATA / PROFIL UNIT KERJA

DATA / PROFIL UNIT KERJA DATA / PROFIL UNIT KERJA Identitas Unit Kerja : BADAN KEPEGAWAIAN KOTA MOJOKERTO Dasar Terbentuknya Unit Kerja : Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 5 Tahun 2001 tentang Pembentukan Lembaga Teknis Daerah

Lebih terperinci

Mengarsipkan 1. PROSEDUR PELAPORAN ABSEN/ DAFTAR HADIR PEGAWAI. PELAKSANAAN MUTU BAKU Ket AKTIVITAS. Ka.Sub. Bag Kepegawaian.

Mengarsipkan 1. PROSEDUR PELAPORAN ABSEN/ DAFTAR HADIR PEGAWAI. PELAKSANAAN MUTU BAKU Ket AKTIVITAS. Ka.Sub. Bag Kepegawaian. 1. PROSEDUR PELAPORAN ABSEN/ DAFTAR HADIR PEGAWAI 1. daftar hadir menyiapkan blangko absen masuk, mengecek pegawai yang belum absen, menutup jam masuk sesuai aturan, menyiapkan blangko absen pulang Mulai

Lebih terperinci

TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI UMUM

TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI UMUM TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI UMUM L II.4 TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI UMUM I. KEPEGAWAIAN A. Meneliti kelengkapan sarana tata usaha kepegawaian yang meliputi : 1. Buku Induk Pegawai/Buku Register

Lebih terperinci

LAMPIRAN I : PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 51/Menhut-II/2011 TANGGAL : 30 Juni 2011

LAMPIRAN I : PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 51/Menhut-II/2011 TANGGAL : 30 Juni 2011 LAMPIRAN I : PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 51/Menhut-II/2011 TANGGAL : 30 Juni 2011 PENYELENGGARAAN TATA KEARSIPAN KEMENTERIAN KEHUTANAN BAB I PENGURUSAN DAN PENGENDALIAN NASKAH

Lebih terperinci

RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. Biro Organisasi dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian

RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. Biro Organisasi dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI Biro Organisasi dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian (Permentan No.30 Tahun 2011) A. BAGIAN ORGANISASI 1. Subbagian Evaluasi Organisasi Subbagian Evaluasi

Lebih terperinci

BUPATI BANDUNG BARAT

BUPATI BANDUNG BARAT 1 BUPATI BANDUNG BARAT PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT NOMOR 32 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN BUPATI NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG PENDELEGASIAN KEWENANGAN PENANDATANGANAN KEPUTUSAN DAN SURAT-SURAT

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa dengan telah ditetapkannya pembentukan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.17/MEN/2011

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.17/MEN/2011 PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.17/MEN/2011 TENTANG SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1641, 2013 KEMENTERIAN PERHUBUNGAN. Standar Kompetensi. Struktural. Ditjen Perhubungan Udara. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 103 TAHUN 2013

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.32, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENHUB. Bidang Kepegawaian. Pemberian Kuasa. Pendelegasian Wewenang. Wewenang. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 2 TAHUN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah ditetapkannya pembentukan

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2012 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2012 TENTANG SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2012 TENTANG TATA KEARSIPAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH

Lebih terperinci

BAB II PERANGKAT KEARSIPAN

BAB II PERANGKAT KEARSIPAN BAB II PERANGKAT KEARSIPAN A. Pengertian Perangkat kearsipan adalah semua alat perlengkapan yang digunakan dalam pengelolaan arsip di lingkungan Sekretariat Negara, yang meliputi organisasi kearsipan,

Lebih terperinci

JADWAL RETENSI ARSIP KEPEGAWAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEJABAT NEGARA PEMERINTAH DAERAH KOTA BANDUNG. 2 tahun setelah tahun anggaran berakhir

JADWAL RETENSI ARSIP KEPEGAWAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEJABAT NEGARA PEMERINTAH DAERAH KOTA BANDUNG. 2 tahun setelah tahun anggaran berakhir LAMPIRAN I : PERATURAN WALIKOTA BANDUNG MOR : 687 Tahun 2014 TANGGAL : 25 Juni 2014 JADWAL RETENSI ARSIP KEPEGAWAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEJABAT NEGARA PEMERINTAH DAERAH KOTA BANDUNG JANGKA WAKTU

Lebih terperinci

PROSES PEMBUATAN CUTI HAKIM DAN PEGAWAI

PROSES PEMBUATAN CUTI HAKIM DAN PEGAWAI PROSES PEMBUATAN CUTI HAKIM DAN PEGAWAI 1 hari 1 hari 1 hari Setelah permohonan cuti masuk ke bagian kepegawaian, kemudian diteliti di buku register cuti Permohonan cuti yang bersangkutan diserahkan kepada

Lebih terperinci

FORMULIR ISIAN PEGAWAI

FORMULIR ISIAN PEGAWAI PERHATIAN : PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT FORMULIR ISIAN PEGAWAI ( KHUSUS UNTUK PNS ) 1. Harap diisi dengan lengkap dan benar serta gunakan huruf KAPITAL/CETAK. 2. Setelah Formulir ini diisi

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Administrasi Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Negara

Standar Pelayanan Administrasi Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Negara - 700-5. Standar Pelayanan Administrasi Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN ADMINISTRASI KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL SEKRETARIAT NEGARA BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 21 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS DAN URAIAN TUGAS JABATAN PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN BARITO UTARA

PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 21 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS DAN URAIAN TUGAS JABATAN PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN BARITO UTARA PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 21 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS DAN URAIAN TUGAS JABATAN PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN BARITO UTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BARITO UTARA, Menimbang

Lebih terperinci

LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BNN NOMOR 7 TAHUN 2014 TANGGAL 28 MARET 2014 BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BNN NOMOR 7 TAHUN 2014 TANGGAL 28 MARET 2014 BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BNN NOMOR 7 TAHUN 2014 TANGGAL 28 MARET 2014 I. PENGURUSAN DAN PENGENDALIAN NASKAH DINAS BNN A. Naskah Dinas Masuk 1. Pada Unit Pengolah

Lebih terperinci

BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN SIAK

BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN SIAK BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN SIAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI SIAK, Menimbang

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN PENDATAAN ULANG PEGAWAI NEGERI SIPIL (PUPNS) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MALANG TAHUN 2013

PETUNJUK PENGISIAN PENDATAAN ULANG PEGAWAI NEGERI SIPIL (PUPNS) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MALANG TAHUN 2013 PETUNJUK PENGISIAN PENDATAAN ULANG PEGAWAI NEGERI SIPIL (PUPNS) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MALANG TAHUN 2013 - TEMPELKAN PAS PHOTO ANDA PADA TEMPAT YANG TERSEDIA, - PENULISAN DENGAN HURUF BALOK DAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 20152015 TENTANG TATA NASKAH DINAS DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN BARAT,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN BARAT, BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 28 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG PERPINDAHAN MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT DAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG PERPINDAHAN MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT DAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG PERPINDAHAN MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT DAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENGANGKATAN KE DALAM JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR MELALUI PERPINDAHAN JABATAN DENGAN PERLAKUAN KHUSUS

Lebih terperinci

SUBBAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN KANWIL KEMENAG DI.YOGYAKARTA

SUBBAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN KANWIL KEMENAG DI.YOGYAKARTA DAFTAR ISIAN DATAA STATISTIK KEPEGAWAIAN REVISI VI POIN REVISI : - PENAMBAHAN DARI CPNS+PNS, MENJADI CPNS, PNS, PPPK, GTT, PTT DAN DPK. - PENAMBAHAN KOLOM ISIAN. DISUSUN OLEH : SUBBAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN FORMULIR ISIAN DATA PEGAWAI NIP : NAMA : UNIT ESELON I : UNIT ESELON II : UNIT ESELON III : UNIT ESELON IV : BIRO KEPEGAWAIAN - SEKRETARIAT JENDERAL DAFTAR FORMULIR

Lebih terperinci

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG NOMOR IDENTITAS PEGAWAI NEGERI SIPIL

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG NOMOR IDENTITAS PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG NOMOR IDENTITAS PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA, Menimbang

Lebih terperinci

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KOTA BATU

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KOTA BATU SALINAN WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KOTA BATU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATU, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PEMBINA FUNGSI JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH NARKOBA, TATA KERJA TIM PENILAI KINERJA JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH NARKOBA

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN DI LINGKUNGAN BADAN PENGAWAS

Lebih terperinci

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48/M-DAG/PER/12/2010 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA KEMETROLOGIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERTIMBANGAN JABATAN DAN KEPANGKATAN Dl LINGKUNGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA, PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR: M.04.PW.07.03 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGANGKATAN, MUTASI, DAN PEMBERHENTIAN PEJABAT PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

Lebih terperinci

BERITA NEGARA. KEMENRISTEK-DIKTI. Pejabat Perbendaharaan. PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA. KEMENRISTEK-DIKTI. Pejabat Perbendaharaan. PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA No. 1671, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENRISTEK-DIKTI. Pejabat Perbendaharaan. PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2015 TENTANG PEJABAT

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN TATA KERJA DAN TATA CARA TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA

Lebih terperinci

10 menit. 20 menit. 5 hari. PENGELOLA ADMINISTRASI UMUM KEPEGAWAIAN : 7. Mengetik jadi job description yang telah disetujui pimpinan.

10 menit. 20 menit. 5 hari. PENGELOLA ADMINISTRASI UMUM KEPEGAWAIAN : 7. Mengetik jadi job description yang telah disetujui pimpinan. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN KEPEGAWAIAN URAIAN KEGIATAN WAKTU KETERANGAN PENANGANAN URUSAN JOB DESCRIPTION 1. Setiap akhir bulan Desember mempersiapkan draft-job description untuk tahun anggaran

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN FORMULIR ISIAN DATA PEGAWAI NIP : NIDN : 0 NAMA : 0 UNIT ESELON I : Universitas Gadjah Mada UNIT ESELON II : Fakultas Teknik UNIT ESELON III : Jurusan Teknik Sipil

Lebih terperinci

PERATURAN BERSAMA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 08 TAHUN 2012 NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN BERSAMA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 08 TAHUN 2012 NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PERATURAN BERSAMA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 08 TAHUN 2012 NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN RETENSI ARSIP KEPEGAWAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN

Lebih terperinci

KASUBBAG KEUANGAN, ttd MEGAWATI, SH NIP

KASUBBAG KEUANGAN, ttd MEGAWATI, SH NIP SOP BAGIAN KEUANGAN 1. PROSEDUR PENGAJUAN BELANJA PEGAWAI - MEMBUAT PERMINTAAN GAJI SETIAP AWAL BULAN DI AJUKAN KE KASUBBAG KEUANGAN, WASEK DAN PANSEK LALU DI AJUKAN KE KPPN TIDAK BOLEH LEBIH DARI TANGGAL

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 2009 PERATURAN BUPATI BEKASI NOMOR : 28 TAHUN 2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS BINA MARGA DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BUPATI BEKASI Menimbang : a.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 143 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 143 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 143 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

SOP 1 SUBAG. TENAGA ADMINISTRASI

SOP 1 SUBAG. TENAGA ADMINISTRASI SOP 1 SUBAG. TENAGA ADMINISTRASI STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PERENCANAAN KEBUTUHAN FORMASI PEGAWAI ADMINISTRASI 1. Tujuan: Standard Operating Procedure (SOP) Perencanaan Kebutuhan Formasi Pegawai

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS UNIT KERJA DI LINGKUNGAN PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN SALINAN KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN NOMOR 148 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERTIMBANGAN JABATAN DAN KEPANGKATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

2015, No Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2015 tentang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2

2015, No Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2015 tentang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1962, 2015 KEMENKUMHAM. Karya Dhika. Penghargaan. Pemberian. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG PEMBERIAN PENGHARGAAN

Lebih terperinci

-1- REPUBLIK INDONESIA

-1- REPUBLIK INDONESIA -1- MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 04/PRT/M/2016 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN TUNJANGAN

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 188/PMK.01/2014 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 188/PMK.01/2014 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 188/PMK.01/2014 TENTANG IKATAN DINAS BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL LULUSAN PROGRAM DIPLOMA BIDANG KEUANGAN DAN

Lebih terperinci

BUPATI MUSI RAWAS PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 8 TAHUN 2008 T E N T A N G

BUPATI MUSI RAWAS PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 8 TAHUN 2008 T E N T A N G BUPATI MUSI RAWAS PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 8 TAHUN 2008 T E N T A N G PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KABUPATEN MUSI RAWAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2008 TENTANG MEKANISME PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN YANG MERUPAKAN KEWENANGAN MENTERI TERHADAP PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 2009 PERATURAN BUPATI BEKASI NOMOR : 44 TAHUN 2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA BUPATI BEKASI Menimbang : a. bahwa dengan telah diundangkannya

Lebih terperinci

Buku Petunjuk Pengguna

Buku Petunjuk Pengguna BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Buku Petunjuk Pengguna Sistem Helpdesk Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil Elektronik (e-pupns) NAMA DOKUMEN : BUKUPETUNJUKUSERHDS.DOC VERSI : 1.0 TANGGAL : JUNI 2015 DAFTAR ISI

Lebih terperinci

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Pamong Belajar. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. Petunjuk Teknis. Pencabutan.

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Pamong Belajar. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. Petunjuk Teknis. Pencabutan. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.515, 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Pamong Belajar. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. Petunjuk Teknis. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI BANJARNEGARA STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) URUSAN KEPEGAWAIAN

PENGADILAN NEGERI BANJARNEGARA STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) URUSAN KEPEGAWAIAN PENGADILAN NEGERI BANJARNEGARA STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) URUSAN KEPEGAWAIAN NOMOR: W1.U/0/KP.0.01/0/01 TANGGAL : APRIL 01 A. PROSEDUR KENAIKAN GAJI BERKALA 1 Menyiapkan blangko KGB, pangkat terakhir,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PENGANGKATAN, PERPINDAHAN DAN PEMBINAAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL UMUM DI LINGKUNGAN BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK

Lebih terperinci

JENIS, PROSEDUR DAN PERSYARATAN PELAYANAN DI BIDANG KEPEGAWAIAN

JENIS, PROSEDUR DAN PERSYARATAN PELAYANAN DI BIDANG KEPEGAWAIAN JENIS, PROSEDUR DAN PERSYARATAN PELAYANAN DI BIDANG KEPEGAWAIAN Dalam rangka efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tugas dan fungsi serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bidang kepegawaian, agar

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.88, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN AGAMA. Kantor Urusan Agama. Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA

Lebih terperinci

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER-709/K/JF/2009

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER-709/K/JF/2009 BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER-709/K/JF/2009 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN, KENAIKAN JABATAN/PANGKAT, PEMBEBASAN SEMENTARA,

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.741, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Organisasi. Tata Kerja. Perubahan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PENGANGKATAN, PERPINDAHAN DAN PEMBINAAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL UMUM DI LINGKUNGAN BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 12 TAHUN 2008 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN ORGANISASI LEMBAGA TEKNIS DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1086, 2012 KEMENTERIAN PERTAHANAN. Administrasi Kepegawaian. Wewenang. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2012 TENTANG TATARAN WEWENANG BIDANG

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH BAB II RENCANA STRATEGIS GAMBARAN PELAYANAN BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH A. STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Wonogiri diatur dalam Peraturan daerah Kabupaten Wonogiri

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 2009 PERATURAN BUPATI BEKASI NOMOR : 22 TAHUN 2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN BUPATI BEKASI Menimbang : a. bahwa dengan telah diundangkannya

Lebih terperinci

Jl. Raya Kayu Aro Sukarami KM.20 Arosuka Telp/Fax. (0755) Web Site

Jl. Raya Kayu Aro Sukarami KM.20 Arosuka Telp/Fax. (0755) Web Site Terwujudnya Pegawai profesional yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan tugas Meningkatkan pelayanan administrasi kepegawaian secara professional melalui proses rekruitmen yang transparan, pendidikan

Lebih terperinci

Keterangan Pelayanan. b. Pengangkatan dalam pangkat (Periode April dan Oktober)

Keterangan Pelayanan. b. Pengangkatan dalam pangkat (Periode April dan Oktober) Tgl Ditetapkan : 06 April 2011 Halaman : 1 dari 5 halaman No Uraian Kegiatan Deskripsi : Keterangan Pelayanan Unit/Pejabat Terkait Waktu Penyelesaian Ket Prosedur Operasi tentang an Administrasi Kepegawaian

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 58 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 58 TAHUN 2011 TENTANG BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 58 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAN DIKLAT KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 237/PMK.01/2014 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 237/PMK.01/2014 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 237/PMK.01/2014 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 246/PMK.01/2011 TENTANG MEKANISME

Lebih terperinci

FORMULIR ISIAN PEGAWAI

FORMULIR ISIAN PEGAWAI MODEL FIP - 02 PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN FORMULIR ISIAN PEGAWAI Pas Photo Berwarna 4 x 6 cm NAMA LENGKAP N I P PANGKAT / GOL. RUANG J A B A T A N UNIT KERJA PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2106 TENTANG PENERBITAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN BAGI PETUGAS KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2015 TENTANG LAPORAN HARTA KEKAYAAN PENYELENGGARA NEGARA DAN APARATUR SIPIL NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, DRAFT 24 agt 2016_nett_1 SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DAN PRATAMA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : TAHUN 2005 SERI : PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR : 41 TAHUN 2005 TENTANG : URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN MAJALENGKA

Lebih terperinci

WALIKOTA MADIUN PERATURAN WALIKOTA MADIUN NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH WALIKOTA MADIUN,

WALIKOTA MADIUN PERATURAN WALIKOTA MADIUN NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH WALIKOTA MADIUN, WALIKOTA MADIUN PERATURAN WALIKOTA MADIUN NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH WALIKOTA MADIUN, Menimbang : a. bahwa sebagai tindak lanjut ketentuan Pasal 37 Peraturan

Lebih terperinci

6) Prosedur Pengusulan pemberhentian PNS dengan Hak Pensiun

6) Prosedur Pengusulan pemberhentian PNS dengan Hak Pensiun 6) Prosedur Pengusulan pemberhentian PNS dengan Hak A. DESKRIPSI SINGKAT Pemberhentian PNS dengan Hak adalah : Suatu proses pemberhentian seorang PNS dari jabatan negeri oleh karena telah memenuhi syarat

Lebih terperinci