OVERVIEW HSE FOCUSED ON INDUSTRIAL HYGIENE TATA SOEMITRA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "OVERVIEW HSE FOCUSED ON INDUSTRIAL HYGIENE TATA SOEMITRA"

Transkripsi

1 OVERVIEW HSE FOCUSED ON INDUSTRIAL HYGIENE TATA SOEMITRA

2 ERA INDUSTRIALISASI MANUSIA INTER-AKSI 5 P - GAME 1. PERTUMBUHAN PENDUDUK (POPULATION) 2. KENAIKAN PRODUKSI (PRODUCTION) 3. PERTAMBAHAN PENGGUNAAN ENERGI (POWER) 4. PERLUASAN PENGGUNAAN LAHAN (PLACE) 5. BERTAMBAHNYA PENCEMARAN (POLLUTION)

3 ILLUSTRATION MODEL TECHNOLOGY & SURVIVAL RUN ( BRAUN 1976 )

4 Latar belakang mengapa K-3 sangat dibutuhkan dalam kegiatan industri : 1. Bahwa setiap aktifitas industri selalu mengandung bahaya dan resiko keselamatan dan kesehatan 2. Bahwa bahaya dan risiko tersebut akan menimbulkan konsekuensi 3. Apabila K-3 tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan kerugian (Loss)

5 WORRYING TRENDS Kemajuan dan kecanggihan teknologi ternyata membawa: Masalah baru. Risiko tinggi. Sering kejadian kecelakaan. Bencana Yang memberi efek negative jangka panjang terhadap: KESEHATAN MASYARAKAT. KESEJAHTERAAN MASYARAKAT. KUALITAS TANAH, AIR, UDARA.

6 PRESSURE ON INDUSTRY TO IMPROVE OF MANAGING SAFETY, HEALTH, AND ENVIRONMENT THE QUALITY OF LIFE ADVANCING TECHNOLOGY SAFELY HAZARDS EVALUATION DEVELOP HAZARDS IDENTIFICATION DEVELOP POSSIBLE CONSEQUENCES DEVELOP MITIGATION SYSTEMS DEVELOP EMERGENCY ALARM SYSTEMS

7 PREVENTING INJURIES ACCIDENTAL DEATHS PRODUCTION DELAYS WASTE HUMAN MISERY MORALE IMPROVING DAMAGE CONTROL DISABILITY CONTROL COST CONTROL TOTAL PROCESS SAFETY

8 Kita sering UNDER ESTIMATE terhadap bahaya, risiko, dan konsekuensinya, sehingga lingkungan kerja dan lingkungan hidup berada dalam posisi: THE LOWER PRIORITY Cepat atau lambat, akan memberikan pengaruh: ACCIDENT RATE. SEVERITY RATE. OCCURRENCE OF DANGEROUS, BERUPA:. INCIDENTS. DISASTERS

9 Prior to the first consequence, opportunity for the supervisory system to control the risk Opportunity for active control of the occurrence Opportunity for damage control and rehabilitation Development of conditions supporting possible event mechanisms Initiation specific of event outcome mechanism Detected damage starts complete recovered or stabilized Pre Emergency Event Post Emergency

10 WHY MORALE ASPECTS Value, Human Right FISCAL ASPECTS Cost, Economic LEGAL ASPECTS Compliance

11 ASPEK LEGAL K-3 Basic Philosophy : HAK AZASI MANUSIA ** Basic Principle : Setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja

12 Occupational Health and Safety Health Engineering Control Administrative Control Behavior Control Illness/ Disease Moral Legal Fiscal HAZARD RISK Property Damage LOSS Safety Incident/ Accident OHS Integrated Management System

13 INTERAKSI INDIVIDU, HAZARD DAN POSSIBLE OUTCOME Individual Incident Accident Hazard Individual - Illness, Injury, Disability, Death Workplace - Damage, Loss Environment Out Come - Damage, Loss, Degradation Pollution

14 Manage and controlling Hazards. Manage and controlling Risk - Physical Environmental Risk - At Risk Behavior ILLNESS INJURY DAMAGE LOSS

15 What is Health And Safety Culture Person Health And Safety Culture Behavior Environment

16 PERSON Knowledge Skills Abilities Belief Attitude Perception of Risk Value, Etc

17 ENVIRONMENT Equipment, Tools Machines Engineering Management System Standard Operating Procedures

18 BEHAVIOR Actively Caring Complying Coaching Recognizing Communicating

19 TUJUAN AKHIR DARI K-3 : Yang berarti sehat : FISIK MENTAL SOSIAL SPIRITUAL Sehingga mendapatkan tingkat : yang tinggi.

20 QUALITY OF WORKING LIFE : Tidak menderita cacat Tidak menderita sakit Tidak terjadi Premature Death Usia harapan hidup tinggi Memiliki kapasitas kerja yang tinggi Mampu menikmati masa pensiun sekurang-kurangnya 10 tahun setelah purna karya

21 MENGAPA PERLU HIGIENE INDUSTRI Lingkungan kerja tidak akan pernah bebas dari bahaya terhadap kesehatan kerja Bahwa pekerja merupakan modal utama dalam suatu perusahaan Banyaknya kejadian penyakit maupun injuri akibat kerja Perusahaan akan mengalami kerugian yang tidak ternilai jumlahnya jika terjadi peningkatan kejadian penyakit akibat kerja dan meningkatnya ketidakhadiran pekerja karena sakit yang diakibatkan oleh bahaya yang timbul ditempat kerja.

22 Mulai dikeluarkannya peraturan-peraturan yang mengharuskan perusahaan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan pekerjanya - Undang-undang - Peraturan (nasional dan internasional) - Standar-standar - Regulasi - ISO - dll Mengabaikan hak pekerja untuk tetap sehat berarti melanggar HAM Higene industri merupakan suatu metode yang efektif dalam mengelola lingkungan kerja dan pekerja dalam menekan tingkat kejadin injury dan penyakit akibat kerja

23 INDUSTRIAL SAFETY AND HEALTH 3 (THREE) SKILLS INVOLVED : SAFETY ENGINEERING INDUSTRIAL HYGIENE INDUSTRIAL MEDICINE

24 SAFETY ENGINEERING MAIN CONCERN : SAFE CONSTRUCTION SAFE WORK PROCESSES SAFE PRACTICES. ENGINEERING CONTROL OF ENVIRONMENT

25 INDUSTRIAL MEDICINE MAIN CONCERN : EVALUATING OF PERSON S FITNESS FOR JOB. MONITORING AND MAINTANANCE OF GOOD HEALTH OF EMPLOYEE. MINIMIZE CONSEQUENCE OF WORK RELATED INJURY AND DISEASE. HELP MINIMIZE WORK RELATED OR PSYCHOLOGICAL STRESS. ADVISE MANAGEMENT ON ALL HEALTH RELATED MATTER AT WORKPLACE AND FROM WORK PROCESS.

26 INDUSTRIAL HYGIENE MAIN CONCERN : RECOGNITION OF HAZARDS. EVALUATION OF HAZARDS. CONTROL OF HAZARDS : IN THE WORK ENVIRONMENT. POLLUTENTS FROM WORK PROCESSES. HAZARDS COMMUNICATION.

27 INDUSTRIAL HYGIENE GUARDIAN OF THE WORKPLACE

28 Definisi : INDUSTRIAL HYGIENE ILMU dan SENI yang berperan dalam melaksanakan upaya pegenalan, pengukuran, pemantauan, evaluasi dan pengontrolan BAHAYA di Lingkungan Kerja, yang dapat muncul dari kegiatan operasi industri, yang mana bahaya tersebut dapat mengganggu : KESEHATAN KESELAMATAN KENYAMANAN EFESIENSI dikalangan pekerja dan atau masyarakat disekitar daerah kegiatan operasi tersebut.

29 MATERIALS Loss Control PEOPLE ENVIRONMENT EQUIPMENT

30 INJURY AND ILLNESS FALL ON SAME LEVEL (Injury/Damage) STRUCK BY (Injury/Damage) EXPOSURE (Illness)

31 ILO ESTIMATES (ILC-2003) : 6,000 workers die each day 2,190,000/year as a result of work related accidents and illnesses 590,000 deaths are caused by 270 million accidents at work per year. 1,600,000 deaths are caused by 160 million work-related diseases

32 INDUSTRIAL HYGIENIST Seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan formal seperti : ENGINEERING CHEMISTRY PHYSIC MEDICINE BIOLOGICAL SCIENCE RELATED DISCIPLINES Ditambah dengan pengalaman dan special training yang erat hubungannya dengan HSE.

33 RUANG LINGKUP RECOGNITION: Mengenal bahaya lingkungan yang berhubungan dengan pekerjaan ( Work Operation) dan pemahaman dari efek atau akibatnya terhadap para pekerja maupun masyarakat disekitarnya. EVALUATION: Mengevaluasi faktor bahaya dilingkungan kerja dengan melakukan pengukuran dan pemantauan kuantitatif untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bahaya tersebut, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan dan kehidupan para pekerja.

34 CONTROL TECHNOLOGY: Pemilihan cara /metode pengontrolan yang efektif efesien untuk mengurangi atau menghilangkan dampak bahayanya. PERANAN DAN FUNGSI Membantu pimpinan secara professional dalam upaya memlihara tenaga kerja yang sehat, serta upaya memelihara/meningkatkan lingkungan kerja yang bersih, nyaman dan aman.

35 Melakukan inspeksi daerah operasi perusahaan dan lingkungan secara berkala untuk mengenal dan mengukur serta memonitor bahaya yang mungkin akan mengancam kesehatan dan keselamatan. Turut aktif mereview aspek HSE terhadap setiap rencana konstruksi, renovasi fasilitas produksi/ operasi agar tetap mematuhi / memenuhi aturan panduan Industrial Hygiene Engineering.

36 Membuat, merencanakan, menerapkan dan melakukan evaluasi program kegiatan mengenai upaya mengurangi atau menghilangkan bahaya dilingkungan kerja, serta resiko dampaknya. Mengkomunikasikan faktor bahaya lingkungan kerja beserta resikonya kepada employees, contractors, atau kelompok beresiko tinggi, melalui : HAZARD COMMUNICATION PROGRAM (HAZCOM) Membantu pelaksanaan program pelatihan Health, Safety and Environment

37 PRIMARY RESPONSIBILITY A. IN GENERAL : 1. To protect the health of employee 2. To maintain an objective attitude toward : RECOGNITION OF HEALTH HAZARDS EVALUATION OF HEALTH HAZARDS CONTROL & CORRECTIVE MEASURES HEALTH AND WELFARE OF WORKERS 3. To counsel employees regarding the health hazards and necessary precaution to avoid adverse health effects.

38 B. TO EMPLOYERS : 1. To : respect confidences advise honestly report findings recommend accurately 2. To act responsibly in the application of healthful working environments of IH principle toward the attainments. 3. To hold responsibilities to the employer or client to the ultimate responsibility to protect the health of employees

39 MAN WORKPLACE MEDICINE HYGIENE SAFETY PREVENTION OF DESEASES PREVENTION OF INJURIES

40 BASIC CONCEPT

41 PREVENTION TREATMENT OCCUPATIONAL HYGIENIST HAZARD ENVIRONMENT MODES OF ACTION METABOLISME CLINICAL SIGNS HAZARD EFFECTS WORKER PHYSICIAN

42 WORKER & THE VARIED INFLUENCES THAT SURROUND HIM/HER RELEVANT LEGISLATION PHYSICAL MECHANICAL KINETICAL ELECTRICAL CHEMICAL PERSONAL HEALTH SERVICE BIOLOGICAL PSYCHOSOCIAL ERGONOMICS

43 INTEGRATED STRATEGY FOR PREVENTING OCCUPATIONAL DISEASE AND INJURY ANTICIPATION EXPOSURE PLANNING OUTCOME PREPLACEMENT EXAMS SURVEILLANCE EXPOSURE MONITORING EPIDEMIOLOGY TOXICOLOGY OUTCOME MONITORING ANALYSIS EXCESSIVE? POSITIVE? HEALTH EFFECTS? CONTROL YES CONTROL POSITIVE? YES YES OCCUPTIO NAL DISEASE? YES TREAT WORKERS COMPENSATION

44 FUNCIONAL INPUT INDUSTRIAL HYGIENE PROCESS INDUSTRIAL HYGIENE PROCESS RECOGNITION EVALUATION CONTROL HEALTH HAZARD MONITOR ENV MEDICAL EXAM ENGINEE RING CONTROL ENGINEE RING CONTROL INFORM EMP BELOW REGULATED LEVEL ABOVE REGULATED LEVEL NEGATIVE INTERIM PERSO NAL PROTECT LABEL Manufacturing Legal Manufacturing Purchasing R & D Medical Employee Relation EEO Comp. & Benefits Engineering Manufacturing Environment Control Product safety Training

45 HAZARDS IDENTIFICATION HAZARD EVALUATION MONITORING PROGRAMS MAINTENANCE PROGRAMS HOUSEKEEPING STANDARD ACCIDENT INVESTIGATION EVALUATION OF PROGRAM EFFECTIVENESS HAZARD CONTROL PROGRAM COMPANY POLICY PROGRAM OBJECTIVE AUTHORITY/RESPONSI LITY ASSIGMENT ADEQUATE PHYSICAL & ECONOMIC RESOURCES SAFETY COMMIITTEES EMPLOYEE ORIENTATION, INVOLVE MENT TRAINING AND EDUCATION SUPERVISION PROGRAM ENFORCEMENT

46 THE FOUR BASIC METHODS OF COTROLLING OCCUPATIONAL HAZARDS 1 HAZARDS INDIVIDUAL Elimination of The Hazards DECREASING ORDER OF 2 HAZARDS INDIVIDUAL Removal of individual From exposure EFFECTIVENESS 3 HAZARDS INDIVIDUAL Isolation of the hazards 4 HAZARDS INDIVIDUAL Protection of individual

47 CONTROL TECHNOLOGY Principles : Practices : 1. At the source of the hazards 2. In the workplace environment 3. At the point exposure of the individual Monitoring of process Control of exposure levels Training and education Effective management Professional competence

48 The control consist of : Other factor : Engineering design Monitoring & Evaluation Work practices PPE Toxicity short/long term Route of exposure Time of exposure Physical state of pure component and mixture Biological indices

49 The major area relating to protection of : People Property Environment 1. Anticipate, Identify, Evaluate of Hazardous Condition and Practices 2. Develop Hazard Control - Design - Method - Procedure - Program 3. Implement, Administer, Advise Other on hazard control program 4. Measure, Audit, Evaluate The effectiveness of hazard control program

50 5. Protecting : - Work force - General Public - Environment 6. Study - Material - Structure Resources to Control - Code Hazard of : - Operation - Tools - Equipment - Machinery - Others

51 7. Define interaction between people and : Physical factors Chemicals factors Biological factors Ergonomics factors Psychological factors

52 PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT THE PPE PROCESS : IDENTIFY THE HAZARD WITH DETAILED EXAMINATION MACTH THE PPE TO THE HAZARD/SPECIFIC HAZARD. GAIN EMPLOYEE ACEPTANCE FOR PPE. COMFORT. APPEARANCE. SELECTION. MUST MEET PERFORMANCE STANDARDS REASONS FOR UPGRADING PPE : ADDITIONAL OR MORE SEVERE HAZARDS. CHANGE IN WORK-INCREASED EXPOSURE. EMPLOYEE REQUEST. REASONS FOR DOWN GRADING PPE : LESS SEVERE HAZARDS. CHANGE IN WORK-LESS EXPOSURE.

53 ONE PROGRAM FOR ALL REASONS Safety and health program effective by doing the following : Being committed to making the program work Holding employees accountable for following safe work practices. Keeping employees involved in the program Identifying and controlling all workplace hazards Investigating all near miss accidents and incidents Educating and training employees about safe work practices Reviewing the regularly to ensure that is stays effective

54 Efforts: To assure for every working man and woman in the nation safe and healthful working conditions. Enlarging scope and importance of occupational diseases. Continuing development of epidemiology, clinical, and toxicological information relating to their causation and diagnosis. Physician must be able to recognize work-related diseases and injuries, so as to take appropriate action and to assure that patient care is coordinated with management of the environment.

55 THROUGH: 1. Realistic Long-term Objectives. 2. Multidisciplinary Preventive Elements. 3. Surveillance of work environment and health of workers. 4. Appropriate, relevant, protection, maintenance, and health promotion element.

56 OHS INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM INTEGRATED INTO ASPECT OF BUSINESS OPERATIONS INTEGRATED TO ORGANIZATIONAL OBJECTIVES INTEGRATED TO QUALITY MANAGEMENT SYSTEMS INTEGRATED TO DESIGN, EQUIPMENT AND PRODUCTIVE PROCESS INTEGRATED TO EMPLOYEE BEHAVIOR OR TO CORPORATE CULTURE

57 YOUR WORKPLACE SAFETY AND HEALTH PROGRAM Management Commitment Hazard Control Accountabillity Required Programs Hazard Identification Education and Training Employee Involvement Evaluation Accident Investigation

58 MANAGEMENT COMMITMENT Develop a written policy hazardous chemical containers train employees about chemical hazards and inform contractor about hazardous chemicals used the workplane ACCOUNTABILLITY Determine who should be responsible for identifying hazardous chemicals, maintaining MSDS, and ensuring chemical containers are porperly labeled HAZARD CONTROL Identify and list hazardous chemicals in the workplane. Periodically update the list or keep it HAZARD CONTROL * Develop a method of informing employees * Properly label, tag or mark hazardous chemicals * Maintain a material safety data sheet each hazardous chemical use in the workplace Hazardous Materials and Its Hazard Communication ACCIDENT AND INVESTIGATION Investigate accidents or near miss incident involving exposure to hazardous chemicals. Determine what caused and accident and how to prevent it EDUCATION AND TRAINING Inform and train employees EVALUATION Periodically review accident report and training record EMPLOYEE INVOLVEMENT Get employee involvement in helping you identify hazards

59 HAZARDS Mechanical, Kinetic, Electric Physical Biological Chemical Ergonomics Psychosocial

60 The problem and prospective in the field of Occupational Safety and Health: The dangers. Acute effects. Chronic effects. Latent and Subtle effect. from the flood of products and raw materials, thousands of new chemicals, physicals and biological combination into the environment. The primary function of the institutions is to access the extent of and mean for: 1. Preventing diseases and injuries. 2. Minimize, reduce health hazards in the workplace. 3. Disseminate the information.

61 The new measures will promote the development of : 1. A preventative safety and health culture through the elevation of occupational safety and health programs. 2. The promotion of safer and healthier working environments through preventive measures.

62

63 GOAL g HSE r getting HSE right NO ACCIDENT NO HARM TO PEOPLE NO PROPERTY DAMAGE NO ENVIRONMENTAL DAMAGE

64 ENVIRONMENTAL POEM IF YOU LOVE YOUR CHILDREN IF YOU WISH THEM TO BE HAPPY LOVE YOUR EARTH WITH TENDER CARE AND PASS IT ONTO THEM DIVERSE AND BEAUTIFUL SO THAT THEY 10,000 YEARS HENCE MAY LIVE IN A UNIVERSE STILL DIVERSE AND BEAUTIFUL AND FIND JOY AND WONDER IN BEING ALIVE

5 P - GAME. 1. Bahwa setiap aktifitas industri selalu mengandung bahaya dan resiko keselamatan dan kesehatan

5 P - GAME. 1. Bahwa setiap aktifitas industri selalu mengandung bahaya dan resiko keselamatan dan kesehatan OVERVIEW HSE FOCUSED ON INDUSTRIAL HYGIENE TATA SOEMITRA ERA INDUSTRIALISASI MANUSIA INTER-AKSI 5 P - GAME 1. PERTUMBUHAN PENDUDUK (POPULATION) 2. KENAIKAN PRODUKSI (PRODUCTION) 3. PERTAMBAHAN PENGGUNAAN

Lebih terperinci

Inside HI.. 5 P - GAME MANUSIA

Inside HI.. 5 P - GAME MANUSIA Higiene Industri Inside HI.. 1. Pelarut dan kesehatan di lingk. kerja 2. Debu penyebab Pneumoconiosis 3. Dermatitis industri 4. Kebisingan industri 5. Konsep dasar keamanan radiasi pengion 6. Radiasi non-pengion:

Lebih terperinci

Integrasi Sistem Manajemen. Ihda Taftazani

Integrasi Sistem Manajemen. Ihda Taftazani Integrasi Sistem Manajemen Ihda Taftazani Agenda Sistem Manajemen Perbandingan Aplikasi +/- Sistem Manajemen Contoh Sistem Manajemen SMK3 SMKP OHSAS 18000 ISRS version 7 API Q1 Sistem Manajemen yang dirilis

Lebih terperinci

JADWAL SERTIFIKASI. 08 Agust sd 03 Sept. 21 nov sd 17 Des

JADWAL SERTIFIKASI. 08 Agust sd 03 Sept. 21 nov sd 17 Des JADWAL SERTIFIKASI No Daftar Training Durasi Agust Sept Okt Nov Des 1 Sertifikasi Operator Mesin Diesel 1 hari Pelatihan 5-Sep 20 Des 2 Sertifikasi Petugas P3K 3 hari Pelatihan 23 sd 25 Agust 08 sd 10

Lebih terperinci

KEBIJAKAN KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA DAN LINGKUNGAN HEALTH, SAFETY, AND ENVIRONMENTAL POLICY

KEBIJAKAN KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA DAN LINGKUNGAN HEALTH, SAFETY, AND ENVIRONMENTAL POLICY HEALTH, SAFETY, AND ENVIRONMENTAL POLICY PT Bonne Indo Teknik commit that occupational health and safety of employees are equal with major business, therefore we implement HSE management system to achieve

Lebih terperinci

HOW I SHOULD STUDY as A MEDICAL STUDENTS? Widana Primaningtyas, dr. Medical Faculty of Sebelas Maret University

HOW I SHOULD STUDY as A MEDICAL STUDENTS? Widana Primaningtyas, dr. Medical Faculty of Sebelas Maret University HOW I SHOULD STUDY as A MEDICAL STUDENTS? Widana Primaningtyas, dr. Medical Faculty of Sebelas Maret University NEWS WHAT S THE DIFFERENCE BETWEEN US AND THEM? WHAT WE SHOULD DO? TAKE A LOOK Selection

Lebih terperinci

INDUSTRIAL ENGINEERING

INDUSTRIAL ENGINEERING INDUSTRIAL ENGINEERING ENGINEERING The application of scientific and mathematical principles to practical ends such as the design, manufacture, and operation of efficient and economical structures, machines,

Lebih terperinci

CONTRACTOR HSE MANAGEMENT SYSTEM. pertamina SELECTION. April Bangkitkan Energi Negeri

CONTRACTOR HSE MANAGEMENT SYSTEM. pertamina SELECTION. April Bangkitkan Energi Negeri CONTRACTOR HSE MANAGEMENT SYSTEM SELECTION pertamina April 2015 Bangkitkan Energi Negeri 1 Judul Tahap Seleksi Pemenang Administration Qualification Phase: Select A Qualified Contractor Contracted Work

Lebih terperinci

Understanding Public Relations. What is Public Relations (PR)?

Understanding Public Relations. What is Public Relations (PR)? Understanding Public Relations What is Public Relations (PR)? The Art Social Science Why it is called the art and social science : Because PR analyzing trends, predicting their consequences, counseling

Lebih terperinci

Pengukuran indikator patient safety sebagai bagian dari quality and safety framework. Tjahjono Kuntjoro

Pengukuran indikator patient safety sebagai bagian dari quality and safety framework. Tjahjono Kuntjoro Pengukuran indikator patient safety sebagai bagian dari quality and safety framework Tjahjono Kuntjoro Mengapa pengemudi memeriksa kecepatan laju kendaraan? Mengapa pilot memeriksa sudut kemiringan pesawat

Lebih terperinci

Introduction to. Chapter 11. Managing Employees. MultiMedia by Stephen M. Peters South-Western College Publishing

Introduction to. Chapter 11. Managing Employees. MultiMedia by Stephen M. Peters South-Western College Publishing Introduction to Chapter 11 Managing Employees Learning Objectives Uraikan teori motivasi. Jelaskan bagaimana perusahaan dapat tingkatkan kepuasan kerja dan tingkatkan motivasi. Motivation and Performance

Lebih terperinci

TIN211 - Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri Materi #9 Ganjil 2016/2017. TIN211 - Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri

TIN211 - Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri Materi #9 Ganjil 2016/2017. TIN211 - Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri Materi #9 Terminologi (1/4) 2 Tingkat Bahaya (Danger) Aman / Selamat (Safety) Risiko (Risk) Potensi Bahaya (Hazard) Zero Accident Tindakan Tidak Aman Kecelakaan (Accident) Insiden (Incident) 6623 - Taufiqur

Lebih terperinci

MANAJEMEN (RISK MANAGEMENT)

MANAJEMEN (RISK MANAGEMENT) MANAJEMEN RESIKO (RISK MANAGEMENT) D E F I N I S I Resiko: Ukuran probability dan konsekwensi tidak tercapainya tujuan proyek yang telah ditentukan: could be anything Tidak mudah untuk diketahui mengingat

Lebih terperinci

Terminologi. #7 - Pengelolaan Untuk Zero Accident TIN211 - K3I Taufiqur Rachman 1. Aman / Selamat (Safety) Resiko (Risk) Tingkat.

Terminologi. #7 - Pengelolaan Untuk Zero Accident TIN211 - K3I Taufiqur Rachman 1. Aman / Selamat (Safety) Resiko (Risk) Tingkat. Pengelolaan Untuk Zero Accident 6623 Taufiqur Rachman 2013 Terminologi Tingkat Bahaya (Danger) Aman / Selamat (Safety) Resiko (Risk) Potensi Bahaya (Hazard) Zero Accident Tindakan Tidak Aman Kecelakaan

Lebih terperinci

SCHEDULE TRAINING 2016

SCHEDULE TRAINING 2016 SCHEDULE TRAINING 2016 JANUARI 19 31 SERTIFIKAT AHLI K3 UMUM Jakarta 8.500.000,- 20 1 Ahli K3 Kimia Jakarta 9.250.000,- 13 25 Ahli K3 Listrik Jakarta 12.500.000,- 19 31 SERTIFIKAT AHLI K3 UMUM Jakarta

Lebih terperinci

Tujuan Pembelajaran. Memahami philosophy K3 Mampu mengidentifikasi sumber potensi bahaya (Hazard) Mampu melakukan tindakan pengendalian sumber bahaya

Tujuan Pembelajaran. Memahami philosophy K3 Mampu mengidentifikasi sumber potensi bahaya (Hazard) Mampu melakukan tindakan pengendalian sumber bahaya Tujuan Pembelajaran Memahami philosophy K3 Mampu mengidentifikasi sumber potensi bahaya (Hazard) Mampu melakukan tindakan pengendalian sumber bahaya Tujuan Safety 1. Mengamankan suatu sistem kegiatan/

Lebih terperinci

TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN DIHUBUNGKAN DENGAN MALPRAKTIK DALAM PRAKTIK KEDOKTERAN

TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN DIHUBUNGKAN DENGAN MALPRAKTIK DALAM PRAKTIK KEDOKTERAN TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN DIHUBUNGKAN DENGAN MALPRAKTIK DALAM PRAKTIK KEDOKTERAN Yusmawati Sopian 1087047 ABSTRAK Pelayanan kesehatan yang baik

Lebih terperinci

RISK MANAGEMENT PROCESS. Proses Manajemen Risiko

RISK MANAGEMENT PROCESS. Proses Manajemen Risiko RISK MANAGEMENT PROCESS Proses Manajemen Risiko Manajemen risiko merupakan suatu kegiatan yang menerus (ongoing), yang harus dilakukan: Sekarang, bila belum pernah dilakukan Ketika ada pekerjaan baru direncanakan

Lebih terperinci

CONTRACTOR HSE MANAGEMENT SYSTEM HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENTAL MANAGEMENT PLAN REQUIREMENT AND STANDARD

CONTRACTOR HSE MANAGEMENT SYSTEM HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENTAL MANAGEMENT PLAN REQUIREMENT AND STANDARD CONTRACTOR HSE MANAGEMENT SYSTEM EXHIBIT H pertamina HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENTAL MANAGEMENT PLAN REQUIREMENT AND STANDARD APRIL 2015 Bangkitkan Energi Negeri 1 INTRODUCTION Judul Identifikasi standar

Lebih terperinci

EVALUASI PENERAPAN PEDOMAN KESELAMATAN KERJA PADA PROYEK PELEBARAN JALAN BATAS SUMATERA SELATAN SIMPANG EMPAT ABSTRAK

EVALUASI PENERAPAN PEDOMAN KESELAMATAN KERJA PADA PROYEK PELEBARAN JALAN BATAS SUMATERA SELATAN SIMPANG EMPAT ABSTRAK EVALUASI PENERAPAN PEDOMAN KESELAMATAN KERJA PADA PROYEK PELEBARAN JALAN BATAS SUMATERA SELATAN SIMPANG EMPAT Dewa Ayu Putu Putri Parwita NRP : 1021028 Pembimbing : Deni Setiawan, S.T., M.T. ABSTRAK Dalam

Lebih terperinci

ANALISIS KESELAMATAN SISTEM KERJA PADA AKTIVITAS OVERHEAD TRAVELLING CRANE DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS PT ALSTOM POWER ENERGY SYSTEMS INDONESIA

ANALISIS KESELAMATAN SISTEM KERJA PADA AKTIVITAS OVERHEAD TRAVELLING CRANE DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS PT ALSTOM POWER ENERGY SYSTEMS INDONESIA ANALISIS KESELAMATAN SISTEM KERJA PADA AKTIVITAS OVERHEAD TRAVELLING CRANE DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS PT ALSTOM POWER ENERGY SYSTEMS INDONESIA LAPORAN TUGAS AKHIR Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

Lebih terperinci

2 Auditor SMK3 4 5, Petugas P3K (First Aid) 3 4,

2 Auditor SMK3 4 5, Petugas P3K (First Aid) 3 4, PUBLIC TRAINING SCHEDULE 2017 (ISO SERIES, QUALITY PRODUCTIVITY, OCCUPATIONAL HEALTH & SAFETY, ENVIRONMENTAL, LABORATORY) (Rev.1.200916) No Public Training Days KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (OCCUPATIONAL

Lebih terperinci

MANAJEMEN RESIKO DALAM PELAYANAN KESEHATAN: KONSEP DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN

MANAJEMEN RESIKO DALAM PELAYANAN KESEHATAN: KONSEP DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MANAJEMEN RESIKO DALAM PELAYANAN KESEHATAN: KONSEP DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes Dosen FK UNSRI BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT KEDOKTERAN KOMUNITAS (IKM/IKK) FAKULTAS KEDOKTERAN

Lebih terperinci

UPAYA PENANGANAN GANGGUAN JARINGAN TELEPON DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN. (Studi Kasus : PT. TELKOM Kandatel Bandung)

UPAYA PENANGANAN GANGGUAN JARINGAN TELEPON DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN. (Studi Kasus : PT. TELKOM Kandatel Bandung) UPAYA PENANGANAN GANGGUAN JARINGAN TELEPON DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN (Studi Kasus : PT. TELKOM Kandatel Bandung) T 658.8 HER Reformasi sektor telekomunikasi di Indonesia yang mengarah dan

Lebih terperinci

Pokok-pokok bahasan: Definisi Motivasi Motivasi dan Kinerja Perkembangan Teori Motivasi

Pokok-pokok bahasan: Definisi Motivasi Motivasi dan Kinerja Perkembangan Teori Motivasi BAB 9 MOTIVASI Pokok-pokok bahasan: Definisi Motivasi Motivasi dan Kinerja Perkembangan Teori Motivasi 1. Teori Isi (Content theory) 2. Teori Proses (Process theory) 3. Teori Penguatan (Reinforcement theory)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi informasi merupakan salah satu teknologi yang sedang berkembang dengan pesat pada saat ini. Dengan kemajuan teknologi informasi, pengaksesan terhadap data

Lebih terperinci

Program studi Administrasi Bisnis Tel-U. 1 st Week

Program studi Administrasi Bisnis Tel-U. 1 st Week 1 st Week Job analysis (Analisis Jabatan) ( Proses pengumpulan informasi secara sistematis untuk membuat keputusan tentang pekerjaan. Analisis jabatan mengidentifikasikan tugas-tugas, kewajiban dan tanggung

Lebih terperinci

HARMONISASI SISTEM MANAJEMEN ISO 9001 DAN ISO DI TAHUN 2015

HARMONISASI SISTEM MANAJEMEN ISO 9001 DAN ISO DI TAHUN 2015 Selama bertahun-tahun, ISO menerbitkan banyak standar sistem manajemen dengan bentuk dan struktur yang berbeda. Beberapa standar sistem manajemen dengan struktur yang berbeda terkadang sulit bagi Organisasi

Lebih terperinci

PUBLIC TRAINING SCHEDULE 2016

PUBLIC TRAINING SCHEDULE 2016 No Public Training (ISO SERIES, QUALITY PRODUCTIVITY, OCCUPATIONAL HEALTH & SAFETY, ENVIRONMENTAL, LABORATORY) (Rev.18.26 September 2016) Days Price PUBLIC TRAINING SCHEDULE 2016 Aug Sep Oct Nov Dec ISO

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : C13.12702/ State Ideology Revisi ke : Satuan Kredit Semester : 2 SKS Tgl revisi : Jml Jam kuliah dalam seminggu : 100 menit

Lebih terperinci

MODUL I PENGANTAR ERGONOMI

MODUL I PENGANTAR ERGONOMI ERGONOMI Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia 1 DEFINITION OF ERGONOMICS Yunani kuno, yaitu : ERGON dan NOMOS Ergon : kerja Nomos : hukum/ aturan

Lebih terperinci

Modul. Blok II 1. Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM. Identifikasi Dan Analisis Resiko

Modul. Blok II 1. Magister Manajemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran UGM. Identifikasi Dan Analisis Resiko 1 Modul Minat Utama Manajemen Rumahsakit Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran UGM Gedung IKM Lt. 2 Jln Farmako, Sekip Utara, Jogjakarta 55281 Telp. (0274) 581679, 551408 Fax. (0274)

Lebih terperinci

HUBUNGAN FAKTOR PENENTU PERILAKU KESELAMATAN KERJA DENGAN TERJADINYA KECELAKAAN KERJA TERTUSUK JARUM SUNTIK PADA PERAWAT DI RSD dr.

HUBUNGAN FAKTOR PENENTU PERILAKU KESELAMATAN KERJA DENGAN TERJADINYA KECELAKAAN KERJA TERTUSUK JARUM SUNTIK PADA PERAWAT DI RSD dr. HUBUNGAN FAKTOR PENENTU PERILAKU KESELAMATAN KERJA DENGAN TERJADINYA KECELAKAAN KERJA TERTUSUK JARUM SUNTIK PADA PERAWAT DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER SKRIPSI Oleh Rizqi Fitria Prakasiwi NIM 052110101053

Lebih terperinci

ANALISIS IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RISIKO SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI AREA GUDANG BAHAN JADI DI PT

ANALISIS IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RISIKO SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI AREA GUDANG BAHAN JADI DI PT ANALISIS IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RISIKO SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI AREA GUDANG BAHAN JADI DI PT. UNZA VITALIS, SALATIGA LAPORAN TUGAS AKHIR Untuk Memenuhi Persyaratan

Lebih terperinci

Risk Management Framework. ISO 31000, ERM COSO, dan PMBOK AYU SM DIAN IS MRTI KELAS A

Risk Management Framework. ISO 31000, ERM COSO, dan PMBOK AYU SM DIAN IS MRTI KELAS A Risk Management Framework ISO 31000, ERM COSO, dan PMBOK AYU SM 5212100039 DIAN IS 5212100044 MRTI KELAS A Soal 1. What are activities in each process of risk management according to ISO 31000? List all

Lebih terperinci

Biaya Perawatan. Sistem Perawatan TIP FTP UB

Biaya Perawatan. Sistem Perawatan TIP FTP UB Biaya Perawatan Sistem Perawatan TIP FTP UB Bahasan Definisi biaya perawatan Komponen biaya perawatan Beberapa alasan perlunya penentuan biaya perawatan Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya perawatan

Lebih terperinci

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KARYAWAN LAPANGAN PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PLN) BANDUNG TERHADAP KESELAMATAN DAN KECELAKAAN KERJA 2010

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KARYAWAN LAPANGAN PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PLN) BANDUNG TERHADAP KESELAMATAN DAN KECELAKAAN KERJA 2010 ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KARYAWAN LAPANGAN PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PLN) BANDUNG TERHADAP KESELAMATAN DAN KECELAKAAN KERJA 2010 Mutiara N.J, 2010; Pembimbing : July Ivone, dr., M.K.K.,

Lebih terperinci

EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) TERHADAP PERILAKU PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) TERHADAP PERILAKU PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) TERHADAP PERILAKU PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) (Studi di Depo Lokomotif PT. Kereta Api (Persero) Daop IX Jember) SKRIPSI

Lebih terperinci

Kuliah Monozukuri. Adam Arif Budiman, M.Kom Teknik Informatika-UNSADA. Free Powerpoint Templates Page 1

Kuliah Monozukuri. Adam Arif Budiman, M.Kom Teknik Informatika-UNSADA. Free Powerpoint Templates Page 1 Kuliah Monozukuri Adam Arif Budiman, M.Kom Teknik Informatika-UNSADA Free Powerpoint Templates Page 1 Tugas Identifikasi objek observasi Catatlah kondisi nyata Berikan ide atau masukkan sesuai dengan konsep

Lebih terperinci

INTEGRATION OF COMPANY PERFORMANCE MANAGEMENT AND EMPLOYEE PERFORMANCE MANAGEMENT

INTEGRATION OF COMPANY PERFORMANCE MANAGEMENT AND EMPLOYEE PERFORMANCE MANAGEMENT INTEGRATION OF COMPANY PERFORMANCE MANAGEMENT AND EMPLOYEE PERFORMANCE MANAGEMENT EMPLOYEE PERFORMANCE MANAGEMENT CYCLE Performance Planning Employee target setting Employee development planning Performance

Lebih terperinci

SISTEM MANAJEMEN INTEGRASI/TERPADU

SISTEM MANAJEMEN INTEGRASI/TERPADU hotspot@1100010904 SISTEM MANAJEMEN INTEGRASI/TERPADU : Sistem manajemen yang mengintegrasikan semua sistem dan proses organisasi dalam satu kerangka lengkap, yang memungkinkan organisasi untuk bekerja

Lebih terperinci

FORMULASI STRATEGI BISNIS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BAURAN PEMASARAN (Studi Pada PT Dimata Sora Jayate di Kota Denpasar)

FORMULASI STRATEGI BISNIS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BAURAN PEMASARAN (Studi Pada PT Dimata Sora Jayate di Kota Denpasar) TESIS FORMULASI STRATEGI BISNIS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BAURAN PEMASARAN (Studi Pada PT Dimata Sora Jayate di Kota Denpasar) I PUTU AGUS MAHENDRA PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

Lebih terperinci

Lisa Junia ( ) Kata Kunci: Transaksi Elektronik Perbankan, Tanggung Jawab Bank, dan Perlindungan Nasabah

Lisa Junia ( ) Kata Kunci: Transaksi Elektronik Perbankan, Tanggung Jawab Bank, dan Perlindungan Nasabah ABSTRAK PERTANGGUNGJAWABAN BANK ATAS PENDEBITAN DANA REKENING NASABAH SECARA ELEKTRONIK AKIBAT KESALAHAN SISTEM BANK DAN PERLINDUNGAN NASABAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1998 TENTANG PERBANKAN

Lebih terperinci

Tesis Magister. Oleh : Gama Putranto NIM : Pembimbing : DR. Ir. Krishna S. Pribadi

Tesis Magister. Oleh : Gama Putranto NIM : Pembimbing : DR. Ir. Krishna S. Pribadi IDENTIFIKASI PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI DALAM PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA SEBAGAI DASAR BAGI PENGEMBANGAN MODEL PROSEDUR PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI Tesis Magister Oleh : Gama Putranto NIM : 25000018

Lebih terperinci

INTRODUCTION OF EPIDEMIOLOGY

INTRODUCTION OF EPIDEMIOLOGY INTRODUCTION OF EPIDEMIOLOGY P. Lutfi Ghazali 1 1/22/2016 DEFINITION OF EPIDEMIOLOGY the study of how disease is distributed in populations and of the factors that influence or determine this distribution.

Lebih terperinci

ISO Management System

ISO Management System Training and consulting SINTEGRAL Consulting ISO Management System Phone (021) 726 4126 Fax (021) 726 4127 Grand Wijaya Center Blok H 9 Jl. Wijaya II, Jakarta Selatan Email: info@sintegral.com www.sintegral.com

Lebih terperinci

Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity (WHO, 1947)

Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity (WHO, 1947) PROMOSI KESEHATAN Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity (WHO, 1947) Pengertian Kesehatan Manusia (U-U RI, No.23 tahun 1992

Lebih terperinci

Menjadi Institusi yang Excellent

Menjadi Institusi yang Excellent Menjadi Institusi yang Excellent Melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu Berbasis Standar National & Internasional oleh: Nosa P Kurniawan 2 3 PIHAK YANG TERKAIT INVESTOR INVESTMENT BAGI HASIL KOMUNITAS

Lebih terperinci

Melihat hasil penelitian seperti di atas maka ada beberapa saran yang diberikan untuk peningkatan komitmen organsiasi di PT Telkom Tbk Kantor Divre V

Melihat hasil penelitian seperti di atas maka ada beberapa saran yang diberikan untuk peningkatan komitmen organsiasi di PT Telkom Tbk Kantor Divre V RINGKASAN Karyawan dan perusahaan merupakan dua pihak yang saling membutuhkan dan masing-masing mempunyai tujuan. Untuk mengusahakan integrasi antara tujuan perusahaan dan tujuan karyawan, perlu diketahui

Lebih terperinci

ADMINISTRASI KESEHATAN MASYARAKAT. Dr. Andri Wanananda, MS

ADMINISTRASI KESEHATAN MASYARAKAT. Dr. Andri Wanananda, MS ADMINISTRASI KESEHATAN MASYARAKAT Dr. Andri Wanananda, MS 1 SISTEMATIKA KULIAH Batasan & Ruang Lingkup Sistem Kesehatan Subsistem Pelayanan Kesehatan Subsistem Pembiayaan Kesehatan Perencanaan Program

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Sistem Informasi Sistem informasi merupakan sekumpulan orang, prosedur, dan sumber daya dalam mengumpulkan, melakukan proses, dan menghasilkan informasi dalam suatu organisasi

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: COBIT 5, APO (Align, Plan, Organize), IT Department, Petrochina International Companies. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci: COBIT 5, APO (Align, Plan, Organize), IT Department, Petrochina International Companies. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Petrochina International Companies in Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang distributor minyak dan gas dan merupakan salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia. Departemen IT telah

Lebih terperinci

Pengembangan. Chapter Objectives. Chapter Objectives. Systems Approach to Problem Solving 11/23/2011

Pengembangan. Chapter Objectives. Chapter Objectives. Systems Approach to Problem Solving 11/23/2011 Chapter Objectives Pengembangan Solusi e- BISNIS 1 Use the systems development process outlined in this chapter, and the model of IS components from Chapter 1 as problem-solving frameworks to help you

Lebih terperinci

PENILAIAN KINERJA MALCOLM BALDRIDGE

PENILAIAN KINERJA MALCOLM BALDRIDGE PENILAIAN KINERJA MALCOLM BALDRIDGE OLEH SUSANTI KURNIAWATI PENGERTIAN KINERJA Hasil evaluasi proses, produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan yang telah dievaluasi dan dibandingkan dengan tujuan, standar

Lebih terperinci

MAINTENANCE ENGINEERING AND MANAGEMENT

MAINTENANCE ENGINEERING AND MANAGEMENT MAINTENANCE ENGINEERING AND MANAGEMENT Oleh : Arino Anzip Jurusan Teknik Mesin - ITS MAINTENANCE CONCEPTS What is Maintenance All About? Upaya atau aktivitas yang dilakukan untuk menjaga fungsi asset or

Lebih terperinci

Biaya Perawatan. Sistem Perawatan TIP FTP UB

Biaya Perawatan. Sistem Perawatan TIP FTP UB Biaya Perawatan Sistem Perawatan TIP FTP UB Bahasan Definisi biaya perawatan Komponen biaya perawatan Beberapa alasan perlunya penentuan biaya perawatan Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya perawatan

Lebih terperinci

landasan tempat kerja dan lingkungannya

landasan tempat kerja dan lingkungannya Keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan 1. Melindungi tenaga kerja atas

Lebih terperinci

MUTU PELAYANAN KESEHATAN Dasar-dasar Pemahaman

MUTU PELAYANAN KESEHATAN Dasar-dasar Pemahaman MUTU PELAYANAN KESEHATAN Dasar-dasar Pemahaman dra. AYUN SRIATMI, M.Kes PROGRAM STUDI S-2 KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG JOSEPH JURAN - Mutu sebagai keistimewaan produk - Mutu berarti

Lebih terperinci

Abstract. Keywords : Banker, Bank system, Bank secrecy,

Abstract. Keywords : Banker, Bank system, Bank secrecy, Abstract Banking system in many country become the core of nation economic. It provide a service that help people easily get a founding to open a new bussines or provide a moneytary service to help bussines

Lebih terperinci

TINJAUAN MENYELURUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

TINJAUAN MENYELURUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TINJAUAN MENYELURUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1/total Outline Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Mengapa SIA penting? SIA dalam organization s value chain SIA, strategi korporat 2/total Apa itu

Lebih terperinci

KOMUNIKASI EFEKTIF. presented by : M Anang Firmansyah

KOMUNIKASI EFEKTIF. presented by : M Anang Firmansyah KOMUNIKASI EFEKTIF presented by : M Anang Firmansyah KOMUNIKASI EFEKTIF * Pada komunikasi personal/kelompok Audience mampu memahami pesan yang dikirim oleh Komunikator.setuju/tidak dg pesan. * Pada komunikasi

Lebih terperinci

USULAN PEDOMAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) UNTUK MEMINIMALKAN KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI RUMAH SAKIT LIMIJATI BANDUNG ABSTRAK

USULAN PEDOMAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) UNTUK MEMINIMALKAN KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI RUMAH SAKIT LIMIJATI BANDUNG ABSTRAK USULAN PEDOMAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) UNTUK MEMINIMALKAN KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI RUMAH SAKIT LIMIJATI BANDUNG Mega Tristanto Nrp : 0621037 Pembimbing : Maksum Tanubrata,

Lebih terperinci

TOPIK 4 MODEL MANAJEMEN MUTU

TOPIK 4 MODEL MANAJEMEN MUTU TOPIK 4 MODEL MANAJEMEN MUTU LD/SEM II-04/05 1 QUALITY FRAMEWORK Sistem Evaluasi Diri Sasaran dan Visi Organisasi Analisa Pengukuran Kinerja Umpan Balik Misi Benchmarking Faktor Kritis untuk Sukses ISO

Lebih terperinci

ABSTRAK. analisis. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. analisis. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Kemajuan yang begitu pesat dan terus berkembang menyebabkan munculnya kemajuan teknologi sistem informasi. Secara langsung ataupun tidak, teknologi informasi telah menjadi bagian penting dari berbagai

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM KERJA DAN ERGONOMI. ETIKA MUSLIMAH, ST, MT

PERANCANGAN SISTEM KERJA DAN ERGONOMI. ETIKA MUSLIMAH, ST, MT PERANCANGAN SISTEM KERJA DAN ERGONOMI ETIKA MUSLIMAH, ST, MT etika_muslimah@yahoo.com Materi Ergonomi: Definisi dan Ruang Lingkup Peta-peta kerja Motion Study Desain Ergonomi dan Antropometri Fisiologi

Lebih terperinci

MANAJEMEN PENGANTAR. PENNY RAHMAWATY, M.Si. Pengantar Manajemen - Penny Rahmawaty

MANAJEMEN PENGANTAR. PENNY RAHMAWATY, M.Si. Pengantar Manajemen - Penny Rahmawaty MANAJEMEN PENGANTAR PENNY RAHMAWATY, M.Si Bagian I PENDAHULUAN Pengertian Manajemen Proses Manajemen Tingkat Manajemen MENGAPA MANAJEMEN DIBUTUHKAN? 1. Untuk mencapai tujuan 2. Untuk menjaga keseimbangan

Lebih terperinci

Ilustrasi 1: Teknologi Kamera

Ilustrasi 1: Teknologi Kamera MANAJEMEN REKAYASA Ilustrasi 1: Teknologi Kamera Teknologi kamera untuk memotret dulu menggunakan film Perusahaan pembuat film seperti FUJI, SAKURA, KODAK, dll membangun keunggulan perusahaannya dengan

Lebih terperinci

ABSTRACT. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT Every company has a pattern of activities and different types of business, but have the same goal of achieving optimum profit. Company is expected to reach or exceed the targets set in order to

Lebih terperinci

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN AKIBAT TIDAK TERLAKSANANYA HIGIENE SANITASI MAKANAN DAN MINUMAN PADA RUMAH MAKAN DAN RESTORAN

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN AKIBAT TIDAK TERLAKSANANYA HIGIENE SANITASI MAKANAN DAN MINUMAN PADA RUMAH MAKAN DAN RESTORAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN AKIBAT TIDAK TERLAKSANANYA HIGIENE SANITASI MAKANAN DAN MINUMAN PADA RUMAH MAKAN DAN RESTORAN Oleh : Krisnadi Rahmanu I Wayan Suardana Program Kekhususan Hukum Bisnis

Lebih terperinci

DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA #7_WORK MEASUREMENT ANALISA DAN PENGUKURAN KERJA

DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA #7_WORK MEASUREMENT ANALISA DAN PENGUKURAN KERJA DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA #7_WORK MEASUREMENT ANALISA DAN PENGUKURAN KERJA JOB DESIGN : METHODS STUDY + WORK MEASUREMENT WORK STUDY, ANALYSIS, DESIGN, or METHODS ENGINEERING METHODS STUDY Resulting

Lebih terperinci

Anggaran Komprehensif

Anggaran Komprehensif Anggaran Komprehensif Sub Pokok Bahasan 1. Kerangka anggaran komprehensif untuk perusahaan manufaktur, jasa dan dagang 2. Jenis-jenis anggaran Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan anggaran

Lebih terperinci

ABSTRACT ROLE OF OPERATIONAL AUDIT TO INCREASE EFFECTIVENESS HEALTH SERVICES IN EMERGENCY ROOM AT SANTO BORROMEUS HOSPITAL BANDUNG

ABSTRACT ROLE OF OPERATIONAL AUDIT TO INCREASE EFFECTIVENESS HEALTH SERVICES IN EMERGENCY ROOM AT SANTO BORROMEUS HOSPITAL BANDUNG ABSTRACT ROLE OF OPERATIONAL AUDIT TO INCREASE EFFECTIVENESS HEALTH SERVICES IN EMERGENCY ROOM AT SANTO BORROMEUS HOSPITAL BANDUNG Health is a major requirement for human beings to be able to continue

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: COBIT 5, APO (Align, Plan, Organise), PT. POS INDONESIA. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci: COBIT 5, APO (Align, Plan, Organise), PT. POS INDONESIA. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK PT POS INDONESIA merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa kurir, logistik dan transaksi keuangan. PT POS INDONESIA sudah menerapkan teknologi informasi sebagai salah

Lebih terperinci

BAB II. Penilaian Keselamatan

BAB II. Penilaian Keselamatan BAB II Penilaian Keselamatan 2.1 Pendahuluan Penilaian Keselamatan adalah suatu pengujian secara sistematik fungsi-fungsi pesawat dan desain sistem yang menjalankan fungsi fungsi tersebut. Penilaian keselamatan

Lebih terperinci

LAPORAN TUGAS AKHIR PENGEMBANGAN KRITERIA PENILAIAN JEMBATAN YANG DIDASARKAN ATAS KRITERIA DARI BMS BINA MARGA. Oleh: NIM : NIM :

LAPORAN TUGAS AKHIR PENGEMBANGAN KRITERIA PENILAIAN JEMBATAN YANG DIDASARKAN ATAS KRITERIA DARI BMS BINA MARGA. Oleh: NIM : NIM : LAPORAN TUGAS AKHIR PENGEMBANGAN KRITERIA PENILAIAN JEMBATAN YANG DIDASARKAN ATAS KRITERIA DARI BMS BINA MARGA Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan Tahap Sarjana pada Departemen Teknik

Lebih terperinci

Introduction to. Chapter12. Hiring, Training, and Evaluating Employees. MultiMedia by Stephen M. Peters South-Western College Publishing

Introduction to. Chapter12. Hiring, Training, and Evaluating Employees. MultiMedia by Stephen M. Peters South-Western College Publishing Introduction to Chapter12 Hiring, Training, and Evaluating Employees Learning Objectives Jelaskan perencanaan sumber daya manusia oleh perusahaan. Bedakan di antara jenis konpensasi yang perusahaan tawarkan

Lebih terperinci

ABSTRACT. THE ROLE OF RAW MATERIAL PURCHASING CONTROL IN SUPPORTING EFFECTIVENESS OF PRODUCTION PROCESS (CASE STUDY PT.

ABSTRACT. THE ROLE OF RAW MATERIAL PURCHASING CONTROL IN SUPPORTING EFFECTIVENESS OF PRODUCTION PROCESS (CASE STUDY PT. ABSTRACT THE ROLE OF RAW MATERIAL PURCHASING CONTROL IN SUPPORTING EFFECTIVENESS OF PRODUCTION PROCESS (CASE STUDY PT. PINDAD Persero) The basic problem faced by every company in how to implement adequate

Lebih terperinci

DESAIN KERJA DAN PRODUKTIVITAS PKE- T I P UB 2015

DESAIN KERJA DAN PRODUKTIVITAS PKE- T I P UB 2015 DESAIN KERJA DAN PRODUKTIVITAS PKE- T I P UB 2015 MATERI PERKULIAHAN Dosen Pengampu : RLS dan SAM Pertem uan 1 UTS Desain Kerja dan Produktivitas Pertemu an UAS 8 Konsep Dasar Ergonomi 2 Telaah Metode

Lebih terperinci

Pedoman Wawancara. 1. Berapa jumlah kegiatan dalam setiap program HES Leading Indicator yang dilaksanakan untuk mendukung program tersebut

Pedoman Wawancara. 1. Berapa jumlah kegiatan dalam setiap program HES Leading Indicator yang dilaksanakan untuk mendukung program tersebut Lampiran 1 Pedoman Wawancara I. Data Umum 1. Nama : 2. Umur : 3. Jenis Kelamin : 4. Pendidikan Terakhir : II. Data Khusus 1. Berapa jumlah kegiatan dalam setiap program HES Leading Indicator yang dilaksanakan

Lebih terperinci

Sekolah Tinggi Manajemen Bandung LOGISTICS MANAGEMENT

Sekolah Tinggi Manajemen Bandung LOGISTICS MANAGEMENT LOGISTICS MANAGEMENT SCOPE & INFLUENCE Sekolah Tinggi Manajemen Bandung THE EVOLUTION OF LOGISTICS WORKPLACE LOGISTICS FACILITY LOGISTICS CORPORATE LOGISTICS SUPPLY CHAIN LOGISTICS GLOBAL LOGISTICS 1950

Lebih terperinci

PELATIHAN OHSAS : 1999 (Occupational Health & Safety Assessement Series)

PELATIHAN OHSAS : 1999 (Occupational Health & Safety Assessement Series) PELATIHAN OHSAS 18001 : 1999 (Occupational Health Safety Assessement Series) Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI-HMI) 11-12 Maret 2006 Oleh : Ari Sutrisno 1/33 Contents Page 1. Definitions 3 2. General

Lebih terperinci

Manajemen Produksi dan Operasi

Manajemen Produksi dan Operasi Manajemen Produksi dan Operasi Dahulu Produk2 yang cacat (yang bisa menyebabkan kecelakaan, kerusakan dan pencemaran) tidak menjadi masalah utama, yang penting bisa memproduksi banyak. Sekarang. Sasaran

Lebih terperinci

PRECEDE PROCEDE THEORY Health Promotion Planning an Educational and Environmental Approach. Lawrence W. Green, Marshall W. Kreuter

PRECEDE PROCEDE THEORY Health Promotion Planning an Educational and Environmental Approach. Lawrence W. Green, Marshall W. Kreuter PRECEDE PROCEDE THEORY Health Promotion Planning an Educational and Environmental Approach Lawrence W. Green, Marshall W. Kreuter PENGANTAR PRECEDE (Predisposing, Reinforcing, Enabling, Construct in Educational

Lebih terperinci

QUALITY MANAGEMENT SYSTEM ISO 9001:2015

QUALITY MANAGEMENT SYSTEM ISO 9001:2015 QUALITY MANAGEMENT SYSTEM ISO 9001:2015 Workshop & training UPGRADING DOKUMENTASI ISO 9001:2015 In Education Rosihan Aslihuddin Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2016 page

Lebih terperinci

Groups Rusita Untari 2. Tri Ela Mustika 3. Eni Nur Fitriyana 4. Erna setyowati

Groups Rusita Untari 2. Tri Ela Mustika 3. Eni Nur Fitriyana 4. Erna setyowati Groups 6 1. Rusita Untari 2. Tri Ela Mustika 3. Eni Nur Fitriyana 4. Erna setyowati Definition and scope internal control Definisi dan skope Pengawasan Intern Internal control is a process affected by

Lebih terperinci

REPUBLIK INDONESIA CONCERNING SISTER CITY COOPERATION

REPUBLIK INDONESIA CONCERNING SISTER CITY COOPERATION REPUBLIK INDONESIA MEMORANDUM OF UNDERSTANDING BETWEEN THE CITY GOVERNMENT OF YOGYAKARTA, REPUBLIC OF INDONESIA AND THE DISTRICT GOVERNMENT OF COMMEWIJNE, REPUBLIC OF SURINAME CONCERNING SISTER CITY COOPERATION

Lebih terperinci

ISO : Click to edit Master text styles. Environmental Management System. Second level. Third level. Lely Riawati, ST., MT

ISO : Click to edit Master text styles. Environmental Management System. Second level. Third level. Lely Riawati, ST., MT ISO 14001 : Environmental Management System Lely Riawati, ST., MT Global Environmental Issues Environment Click to edit Master text styles Surrounding where an organization operates, including air, water,

Lebih terperinci

PT. KORINDO HEAVY INDUSTRY BALARAJA PLANT Ulasan manajemen Management Review

PT. KORINDO HEAVY INDUSTRY BALARAJA PLANT Ulasan manajemen Management Review 1 of 5 2 of 5 1. TUJUAN Tujuan dari prosedur ini adalah untuk mendokumentasikan proses dan agenda utama masalah yang akan dimasukkan dalam pertemuan untuk mengevaluasi status organisasi HSES. Prosedur

Lebih terperinci

DASAR-DASAR AUDIT SI Pertemuan - 01

DASAR-DASAR AUDIT SI Pertemuan - 01 UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Integrity Professionalism Entrepreneurship DASAR-DASAR AUDIT SI Pertemuan - 01 PENGENALAN KONTROL DAN AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI : Mengapa Kontrol Dan Audit Teknologi Informasi

Lebih terperinci

LAPORAN TUGAS AKHIR. Ditulis untuk Menyelesaikan Mata Kuliah Tugas Akhir Semester VI Pendidikan Program Diploma III. Oleh :

LAPORAN TUGAS AKHIR. Ditulis untuk Menyelesaikan Mata Kuliah Tugas Akhir Semester VI Pendidikan Program Diploma III. Oleh : ANALISA SAFETY PLAN DENGAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DI PT. PERTAMINA (PERSERO) JL. K.L. YOS SUDARSO KM. 19, 5 LABUHAN DELI, MEDAN LAPORAN TUGAS AKHIR Ditulis untuk Menyelesaikan

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN KECELAKAAN KERJA DI ACETYLENE PLANT PT. ANEKA GAS INDUSTRI WILAYAH V JAWA TIMUR

IMPLEMENTASI PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN KECELAKAAN KERJA DI ACETYLENE PLANT PT. ANEKA GAS INDUSTRI WILAYAH V JAWA TIMUR TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN KECELAKAAN KERJA DI ACETYLENE PLANT PT. ANEKA GAS INDUSTRI WILAYAH V JAWA TIMUR Ghisela Selfi Oktiafitri R0010044 PROGRAM

Lebih terperinci

Peraturan SMK3 PENGANTAR SMK3. Tujuan. Mengapa diperlukan SMK3. Kenapa kecelakaan dicegah? Kecelakaan

Peraturan SMK3 PENGANTAR SMK3. Tujuan. Mengapa diperlukan SMK3. Kenapa kecelakaan dicegah? Kecelakaan Peraturan SMK3 PENGANTAR SMK3 Peraturan Kepmen No. 5/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Berlaku untuk perusahaan dengan pekerja minimal 100 orang Perlu dilakukan manajemen

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis data didapat beberapa kesimpulan sebagai

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis data didapat beberapa kesimpulan sebagai BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data didapat beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Komitmen manajemen (commitment) berpengaruh positif terhadap iklim keselamatan

Lebih terperinci

PT. KORINDO HEAVY INDUSTRY BALARAJA PLANT

PT. KORINDO HEAVY INDUSTRY BALARAJA PLANT HSE-P.1 1-Apr-214 1 dari / of 9 HSE-P.1 1-Apr-214 2 dari / of 9 1. TUJUAN Prosedur ini dibuat untuk memberikan panduan dalam melakukan Idenfikasi bahaya serta penilaian resiko terhadap kesehatan dan keselamatan

Lebih terperinci

Abstrak. ii Universitas Kristen Maranatha

Abstrak. ii Universitas Kristen Maranatha Abstrak Informasi merupakan salah satu aset yang sangat penting untuk PT.KAI. Dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, kemungkinan terjadinya gangguan terhadap keamanan informasi semakin

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Stephens (2004:3), yang. yang diharapkan dari kegiatan perawatan, yaitu :

BAB 2 LANDASAN TEORI. Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Stephens (2004:3), yang. yang diharapkan dari kegiatan perawatan, yaitu : BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Definisi maintenance Maintenance (perawatan) menurut Wati (2009) adalah semua tindakan teknik dan administratif yang dilakukan untuk menjaga agar kondisi mesin/peralatan tetap

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN TANTANGAN MEMBANGUN DUNIA INDUSTRI KONSTRUKSI YANG KONSTRUKTIF DI INDONESIA

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN TANTANGAN MEMBANGUN DUNIA INDUSTRI KONSTRUKSI YANG KONSTRUKTIF DI INDONESIA IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN TANTANGAN MEMBANGUN DUNIA INDUSTRI KONSTRUKSI YANG KONSTRUKTIF DI INDONESIA ABSTRAK IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN TANTANGAN MEMBANGUN DUNIA INDUSTRI KONSTRUKSI YANG KONSTRUKTIF

Lebih terperinci

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DEFINISI JSA (Job Safety Analysis) merupakan analisa keselamatan kerja pada suatu kegiatan yang berupa rekomendasi kerja aman berdasar potensi bahaya

Lebih terperinci

Software Quality Assurace 9/18/ :50 PM 1

Software Quality Assurace 9/18/ :50 PM 1 Software Quality Assurace 9/18/2012 12:50 PM 1 SQA activities 1. Aplikasi metode-metode teknikal (Application of technical methods) Kualitas software didesain kedalam produk atau sistem. SQA pada kenyataannya

Lebih terperinci

SKRIPSI STUDI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA TENAGA KERJA BAGIAN PENGELASAN DI PT. OMETRACO ARYA SAMANTA SURABAYA

SKRIPSI STUDI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA TENAGA KERJA BAGIAN PENGELASAN DI PT. OMETRACO ARYA SAMANTA SURABAYA SKRIPSI STUDI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA TENAGA KERJA BAGIAN PENGELASAN DI PT. OMETRACO ARYA SAMANTA SURABAYA Oleh : YANZEN KUSUMA AYU KINANTI UNIVERSITAS AIRLANGGA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

Lebih terperinci