Abstract (FINANCIAL PERFORMANCE CREDIT COOPERATIVES IN THE CITY KEDIRI)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Abstract (FINANCIAL PERFORMANCE CREDIT COOPERATIVES IN THE CITY KEDIRI)"

Transkripsi

1 KINERJA KEUANGAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA KEDIRI Nining Purnamaningsih Fakultas Ekonomi Universitas Kadiri, Jl. Selomangling No. 1 Kediri Telp Abstract (FINANCIAL PERFORMANCE CREDIT COOPERATIVES IN THE CITY KEDIRI) Current Ratio Cooperative very high, all above this ratio indicates the ability standar.hal good cooperation in resolving the short term. And the Quick Ratio for 10 years, the ratio above the standard value, but this is the same as current value ratio, because the inventory' in the financial statements for the year zero so the value of current ratio = Quick Ratio. Cash Position Ratio (Cash Ratio in the year 1997 to 2007 showed an average ratio of the numbers below the standard value in this case there is only one number ratio approached the cash position of trie 2003 standard of39.75%, obviously the cash position is not beneficial cooperative if if necessary cash to meet obligations for a smooth and cooperative development. Special sought financial cash position is not too big and not too small ratio of the value of the existing standard of 40% because the ratio is too large to show the cash expenditures are not effective if they are too small and difficult co-op's own. menggarkan the solvency analysis capabilities to ensure the cooperation obligations either in the short and long term. Results Analysis shows the average standard ratio that the number of cooperatives have the ability to resolve short-term liabilities and long-term good. Analysis of profitability of the cooperative's ability to show picture in generate pro fit from the work done during a certain period. For the year showed the earning power over the standard value, meaning that in these cooperatives are able to raise revenue, contrary to its rate ratio under standard value means the cooperative can not raise the revenue it This shows the burden heavier cooperatives and cooperatives in the inability to utilize the entire property. Key words: Current Ratio, Cash Ratio, solvency, profitability and the ratio of standard

2 1. Pendahuluan Peranan koperasi cukup penting dalam membantu perekonomian bangsa dan oleh karenanya perlu mendapatkan perhatian yang serius sehingga tujuan tersebut dapat dicapai. Untuk mencapai tujuan tersebut, organisasi koperasi perlu diatur dan ditetapkan dengan jelas dan tegas tentang tugas dan kewajiban anggota, wewenang dan tanggung jawab dari alat-alat perlengkapan. Rapat anggota tahunan, pengurus dan badan pemeriksa untuk mengamankan, serta harta koperasi yang dapat memberikan keyakinan bahwa apa yang dilaporkan adalah benar dan dapat dapat dipercaya, mendorong efisiensi usaha dan mendorong efisiensi usaha dan mendorong ditaatinya kebijaksanaan yang telah ditetapkan bersama dalam rapat anggots seperti halnya badan usaha lainnya. Untuk mengetahui ada tidaknya kemajuan oleh pihak manajemen koperasi sebaga tugas dan tanggungjawabnya yang dipercayakan kepadanya dan memberikan informal kepada pihak-pihak yang berkepentingan kepada koperasi.di dalam laporan keuanga tersebut meliputi neraca, perhitungan rugi laba yang harus dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Dengan semakin berkembangnya kegiatan koperasi di Indonesia maka tuntunan agar pengelolaan koperasi dilaksanakan secara lebih profesional akan semakin besar. Daiar pengelolaan tersebut memerlukan adanya system pertanggungjawaban yang baik da informasi yang relevan serta dapat diandalkan di dalam pengambilan keputusan, perencanaa maupun pengendalaian koperasi tersebut. Selain untuk kalangan sendiri, laporan keuangan yang dibuat oleh pihak manajemen koperasi juga diperlukan oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan terhadap koperas diantaranya: calon anggota koperasi, bank, kreditur dan kantor pajak. Pihak-pihak dilua koperasi juga berkepentingan atas informasi mengenai perkembangan sera harta dari koperasi. Pemerintah perlu melakukan usaha untuk memperbesar kepercayaan rakyat terhadap koperasi yang dibarengi dengan penataan dan perbaikan kelembagaan. Kelembagaan yang sehat dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusianya akan menghasilkan suatu kinerja yang sehat dalam organisasi koperasi. Keberhasilan organisasi koperasi pada abad 21 ini ditentukan oleh kemampuannya mentransformasikan diri sesuai dengan tuntutan perubahan dan memperkuat budaya yan mendukung tujuannya.organisasi koperasi memasuki era

3 perbaikan terus menerus yan, kelangsimgan hidupnya ditentuk in oleh kemampuan organisasi tersebut daiar mengembangkan potensi sumberdaya manusianya. Semakin disadari bahwa karyawan menjadi sumber penting dalam suatu organisas koperasi, kineija karyawan sangat menentukan kinerja organisasi koperasi secar keseluruhan. Tanpa karyawan dengan kineija yang tinggi, organisasi akan gagal mencaps tujuan dan mengembangkan usahanya. Organisasi koperasi dengan karyawan van mempunyai nilai dan berperilaku sesuai dengan budaya organisasi akan terdorong berkineij tinggi. Guna meningkatkan kualitas koperasi diperlukan keterkaitan timbal balik antar manajemen profesional dan dukungan kepercayaan dari para anggota koperasi. (Ignatiu Sukamdiyo, 2002) Keberhasilan koperasi tidak hanya dipengaruhi oleh faetor-faktor kesempatan bisnij tetapi juga oleh kemampuan manajemen dalam menyusun rencana kerja, rencana pendapata dan belanja yang disusun setiap tahun buku yang efisien dan efektif rasional serta adanya pengendalian operasionalnya Untuk mengetahui seberapa jauh kineija organisasi koperasi apakah telah sesui dengan budaya koperasi maka perlu diadakan penilaian kineija yang meliputi bidan administrasi, operasionai dan keuangan Kinerja administrasi koperasi merupakan salah satu cerminan organisasi tersebu dalam aktivitasnya. Sejauh mana organisasi itu bergerak, akan terekam semua aktivitas yan dilakukan sehingga siapapun akan mengetahui organisasi itu bergerak untuk kepentingan apa Kinerja operasionai suatu organisasi yang ada merupakan catatan tersendiri da organisasi tersebut, sehingga semua aktivitas baik yang menyangkut aktivitas pelaksanaan maupun berbagai dampak tindakan dan kebijakan pengurus organisasi tersebut akan menjadi umpan balik bagi kepentingan organisasi tersebut dimasa yang akan datang. Kinerja keuangan suatu organisasi koperasi merupakan cerminan seberapa jauh koperasi telah melangkah. Bagian keuangan merupakan bagian yang paling banyak menimbulkan masaiah-masaiah yang menyangkut input maupun output dari organisasi koperasi tersebut 2. Perumusan Masalah a) Bagaimana kinerja keuangan Koperasi Simpan Pinjam di Kota Kediri?

4 b) Bagaimana pengaruh kinerja keuangan Koperasi Simpan Pinjam di Kota Kediri terhadap organisasi tersebut? 3. Landasan Teori 3.1 Prinsip-Prinsip Koperasi Menurut Sven Ake Book (2001) dalam bukunya yang beijudul Nilai-nilai Koperasi Dalam Era Globalisasi, menyatakan bahwa dengan melihat perkembangan koperasi dewasa ini dan untuk perkembangan dimasa menaatang, penerapau sendi-senui koperasi pada koperasi hanya akan membuat koperasi menjadi kaku, terbelenggu dan kurang bebas bergerak, sehingga prinsip- prinsip koperasi yang ada perlu ditinjau kembali. Hal yang pasti bahwa yang membedakan koperasi dan badan usaha yang lain adalah adanya ciri identity criterion dan penerapan prinsip-prinsip koperasi (Rozi and Hendri, 2003: 34) Pasal 5 ayat 1 UU No.25 tahun 1992 tentang perkoperasian dalam kaitannya dengan prinsip-prinsip koperasi dengan tegas dijelaskan bahwa koperasi melaksanakan prinsip koperasi sebagai berikut: a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis c. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal e. Kemandirian. Pengertian dan makna dari prinsip-prinsip koperasi kiranya dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Keanggotaan bersifat suka rela dan terbuka mengandung makna bahwa menjadi anggota koperasi tidak boleh dipaksakan oleh siapapun. Sifat suka rela juga bermakna bahwa seorang anggota dapat mengundurkan diri dari koperasi sesuai dengan syarat yang ditentukan dari Anggaran Dasar Koperasi.Sedang sifat terbuka bermakna bahwa ualam keanggotaan tidak dilakukan pembatasan atau diskriminasi dalam bentuk apapun. b. Prinsip demokratis menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak dan keputusan para anggota. Para anggota itulah yang memegang dan melaksanakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi.

5 c Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota, hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut: bahwa pembagian sisa hasil usaha kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan demikian adalah merupakan perwujudan nilai kekeluargaan dan keadilan. d.pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, artinya modal dalam koperasi pada dasarnya dipergunakan untuk kemanfaatan anggota bukan untuk kepentingan mencari keuntungan. Oleh karena itu balas jasa terhadap modal yang diberikan kepada anggota juga terbatas dan juga tidak didasarkan semata-mata atas besarnya modal yang diberikan.terbatas artinya wajar dan tidak melebihi suku bunga yang berlaku di pasar. e.kemandirian mengandung pengertian dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pihak lain yang dilandasi oleh kepercayaan kepada pertimbangan, keputusan, kemauan dan usaha sendiri. Kemandirian juga mengandung makna kebebasan yang bertanggung jawab, otonomi, swadaya, berani mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri dan kehendak untuk mengelola uiri sendiri. Ibnu Sudhono (2004) berpendapat bahwa kunci bagi suksesnya koperasi adalah faktor organisasi dan manajemen koperasi, yang indikatomya adalah ditandai dengan berfungsinya alat-alat kelengkapan organisasi yang terdiri dari: rapat anggota, pengurus, dan badan pengawas, Sedangkan system manajemen yang baik yaitu adanya pembagian tugas dan tanggungjawa'o yang jelas uiantara alat-alat kelengkapan organisasi koperasi. Baswir (2002:167) membagi syarat minimum perkembangan koperasi menjadi dua bagian yaitu syarat-syarat intern dan syarat-syarat ekstern. Yang termasuk syarat intern adalah: a) Adanya alasan yang nyata dan jelas untuk membentuk koperasi. Pembentukan koperasi harus didorong oleh kebutuhan bersama yang benar-benar dirasakan untuk memperoleh kemanfaatan bersama atau untuk menghimpun kekuatan guna menghadapi lawan bersama. h) Para anggota koperasi harus memiliki tingkat pengetahuan tertentu untuk dapat memahami manfaat, sendi-sendi dasar, praktek-praktek serta hak dan kewajiban terhadap koperasi c) Anggota koperasi harus mau membentuk modal koperasi

6 d) Jumlah anggota dan volume usaha koperasi harus cukup besar e) Para pemimpin koperasi harus mampu mengorganisir dan menggerakkan kelompok serta mengarahkan kegiatan guna mencapai sasaran koperasi. Adapun syarat-syarat ekstern meliputi: a) Adanya iklim politik, ekonomi, dan hukum yang sesuai bagi perkembangan koperasi b) Adanya kebijaksanaan pemerintah yang jelas dan efektif dalam mendukung perkembangan koperasi 3.2. Kinerja Keuangan Koperasi Laporan keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode suatu perusahaan (Myer dalam Munawir, 2005) dari kedua daftar itu yang pertama adalah daftar posisi keuangan dan yang kedua adalah daftar rugi laba. Analisis laporan keuangan bersumber dari laporan neraca rugi laba.kedua laporan tersebut dapat menggambarkan keadaan keuangan suatu perusahaan. Dalam laporan keuangan dapat dilihat niiai aktiva, hutang, modai sendiri ataupun modal pinjarnan selama periode tertentu, sedang dari laporan rugi laba dapat dilihat hasil yang dicapai selama satu periode waktu tertentu. Menurut Standar Akuntansi Keuangan (1999), tujuan laporan keuangan adaiah sebagai berikut: a. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kineija serta peubahan posisi pengambilan keputusan ekonomi. b. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu. c. Laporan Keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanva. Secara harfiah laporan keuangan (neraca ) merupakan laporan yang rnernberikan infomiasi mengenai jumlah harta, utang, dan modal perusahaan pada saat tertentu. Angka- angka yang ada dalam neraca memberikan informasi yang banyak mengenai keputusan yang telah diambil oleh perusahaan.informasi tersebut dapat bersifat operasional atau strategis, baik kebijakan modal kerja, investasi, maupun kebijakan modal kerja permodalan yang telah diambil oleh perusahaan.

7 Analisis laporan keuangan dapat bermanfaat untuk apa saja yang teijadi dalam aspek keuangan suatu perusahaan dan membantu dalam pengambilan tindakan yang diperlukan untuk memperkuat posisi keuangan. Tanpa analisis laporan keuangan akan sulit untuk mengevaluasi efektivitas dari pinak manajemen dan meramalkan masa depan perusahaan. a. Analisis Rasio Finansial Analisis Rasio Finansial digunakan untuk melihat kondisi keuangan serta efektifitas penggunaan dana yang ditujukan dalam laporan keuangan. Menurut Kadarsan (1999), kegunaan Rasio Finansial adaiah salah satu alat untuk menilai apakah jalannya peerusahaan dalam menjalankan usahanya berjalan dengan baik, biasa atau buruk. Analisis Rasio Finansial bersifat future oriented yang berarti dalam melakukan analisa rasio harus dapat menyesuaikan dengan faktor yang ada pada saat ini dengan beberapa faktor dimasa datang (Munawir, 2001). Menurut Hartawan (2000), Analisis Rasio Finansial belum tentu dapat mengarahkan pada suatu kondisi yang saling berhubimgan, melalui penelitian lebih lanjut. sedang Bambang Riyanto (1999) berpendapat bahwa Rasio Finansial dibedakan menjadi empat jenis rasio yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas atau leverage, rasio rentabilitas atau profitabilitas. b. Ratio Likuiditas Rasio Likuiditas akan menunjukkan kemampuan perusahaan atau badan usaha untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera dilunasi atau kewajiban keuangan yang harus segera dilunasi atau kewajiban jangka pendek yang telah jatuh tempo dengan harta lancar yang dimilikinya. Perusahaan yang mampu memenuhi kewajibannya pada waktunya (jangka pendek), maka perusahaan tersebut dalam keadaan likuid, yang berarti harus mempunyai alat pembayaran atau aktiva lancar iebin besar daripada hutangnya. Sebaliknya perasaha yang tidak mampu memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih dikatakan likuid atau ilikuid (Sumarso, 1999). Keadaan likuiditas koperasi dapat ditunjukkan dengan rasio lancar (current rati rasio cepat (quick ratio), dan rasio posisi kas (cash ratio) c. Ratio Soivabiiitas/Leverage Ratio Rasio Solvabilitas menunjukkan kewajiban keuangannya baik jangka penc maupun jangka panjang (Munawir, 2005).Rasio Solvabilitas mengidenditivikasil

8 sumber modal perusahaan. Istilah solvabilitas atau leverage mengaeu pada kenyati bahwa menggunakan modal dengan beban "bunga tetap akan memperbesar laba atau rugi Dalam hal ini rasio yang paling banyak dipakai oleh perusahaan adalah hut? total(total debt) dibagi dengan harta total (total assets). Utang total dapat beri kewajiban jangka pendek dapat juga berupa kewajiban jangka panjang. Rasio terse adalah ukuran dalam prosentase dana total yang diperoleh dari pinjaman (debt). Jika ra leverage lebih tinggi dari 0,5 biasanya dianggap aman. d. Ratio Reatabilitas Dengan Rasio Rentabilitas, koperasi simpan pinjam Bahagia Kediri menunjukkan kemampuan koperasi dalam memperoleh laba kegiatan usaha atas kekayaan dimiiikinya. Dengan meiinat rasio mi, dapat menggambarkan kecakapan dalam mengelola koperasi (Munawir, 2000). Pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap perkembangan su perusahaan atau koperasi sangat memeriukan informasi tentang kondisi keuanj koperasi atau perusahaan.sementara untuk mengetahui informasi dimaksud da diperoleh melalui laporan keuangan tersebut. Adapun yang dimaksud dengan pihak-pil yang memeriukan adalah anggota tentunya selain pengurus, manajer, kreditur, pengav banker, para investor, kantor pajak, pemerintah dimana koperasi tersebut berada. Rasio keuangan merupakan salah satu alat analisis keuangan yang dapat diguna untuk menunjukkan keadaan penampilan suatu usaha (Depkop dan PKK dengan lemb Demografi FE UI, 1999). Kondisi finansial dari koperasi yang baik menunjukkan performance koperasi yang cenderung membaik(direktorat Bina Usaha. 2003) Pada dasarnya akuntansi keuangan dan laporan keuangan dimaksudkan untuk menyediakan informasi keuangan mengenai suatu badan usaha yang akan digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pengambiian keputusaan ekonomi. yang perlu diperhatikan dalam menyusun laporan keuangan antara lain: a) Laporan keuangan bersifat histories, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Karenanya laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satu sumber informasi dalam proses pengambiian keputusan ekonomi.

9 b) Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memer kebutuhan tertentu. c) Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran d) Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagi pertimbangan. e) Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian, apabila ada beberapa kemungkinan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lainnya dipilih alternative yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva terkecil. f) Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/transaksi daripada bentuk hukumnya (formalitas). g) Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan. h) Adanya berbagai alternative metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomi dan tingkat kesuksesan antara perusahaan. 1. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan umumnya diabaikan (Ikatan Akuntansi Indonesia, 1999) 4. Metode Penelitian Penelitian ini bersifat descriptif artinya suatu penelitian yang dilakukan dengan cara memberikan diskripsi, gambaran secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta serta sifat-sifat dari data penelitian dan dengan menggunakan alat analisis yang telah dilentukan (analisis rasio finansiil).

10 Dalam penelitian ini kami batasi pada kineija keuangan dengan analisis ratio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas pengelolaan usaha Koperasi Simpan Pinjam di Kota Kediri periode tahun Obyek penelitan (obyek amatan yang diteliti) adaiah Koperasi Simpan Pinjam di Kota Kediri, dengan mengambil bidang keuangan.dari 64 KSP yang ada di Kota Kediri, ditentukan 17 KSP sebagai sampel yang dianggap mewakili populasi. Untuk mendapatkan gambaran yang benar dan tepat didalam memahami persoalan yang ada hubungannya penelitian ini maka perlu diberikan penjelasan sebagai berikut: a. Laporan Keuangan merupakan suatu daftar keuangan yang dibuat pada akhir periode yang berasal dari catatan aktivitas perusahaan selama periode tertentu yang terdiri dari neraca, laporan laba clan laporan modal. b. Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan pertanggung jawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi, selain itu laporan keuangan koperasi juga merupakan bagian dari system pelaporan keuangan koperasi. c. Analisis laporan keuangan adaiah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan dengan angka lain yang mempunyai makna atau dapat menjalankan arah perubahan (trend) suatu fenomena. d. Analisis rasio adaiah suatu teknik analisis yang memberikan indikator dan gejalagejala tentang baik buruknya keadaan posisi keuangan yang melingkupinya. e. Rasio Rentabilitas /profitabilitas adaiah rasio yang menggam'barkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan peniualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya. Rasio Rentabilitas merupakan rasio yang dapat menunjukkan kemampuan manajemen atau pengurus koperasi dalam mengelola usahanya yang tercermin dalam kemampuannya untuk menghasilkan keuntungan. f. Rasio Likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan unti menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. Rasio-rasio ini dapat dihitung melali sumber informasi tentang modal kerja yaitu pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar. g. Rasio Solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membay; kewajiban jangka panjangnya atau apabila perusahaan dilikuidasi.

11 Dalam anaiisis data ini peneliti menggunakan analisa kualitatif dan anali; kuantitatif. a. Analisa kualitatif adalah suatu analisa yang memusatkan diri pada pemecah? masalah-masalah yang ada pada masalah-masaiah sekarang sehingga secara iangsur data yang telah dikumpulkan dapat disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisa. b. Analisa kuantitatif adalah suatu analisa dengan cara menganalis data yang bersif kuantitatif (berupa data angka) dengan cara atau suatu model matematis atau dap juga dengan menggunakan suatu alat perhitungan-perhitungan tertentu. Dalam penelitian ini model anaiisis yang digunakan adalah Analisa Rasio.Anali Rasio adalah metode untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca dan laporan laba-rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut. Analis Rasio Keuangan yang digunakan pada Koperasi Simpan Piniam di Kota Kediri adalah Anaiisis Rasio Likuiditas, Anaiisis Rasio Solvabilitas / Leverage Ratio, dan Anaiisis Ratio Rentabilitas/Profitabilitas. 5. Hasii Penelitian dan Pembahasan Mula-mula yang dapat diterima menjadi anggota koperasi ialah hanya para gu negeri maupun swasta dan orang-orang yang berijasah guru. Tetapi sejak tahun 198 Koperasi Simpan Pinjam di kota Kediri membuka diri menerima anggota bukan guru. Jumi; anggota semakin banyak hal ini terbukti bahwa jumlah anggota tahun 1961 adalah 25, tahi 1971 menjadi 293 dan tahun 1981 menjadi 320. Ada peningkatan jumlah anggota KSP tahun 1997 sampai dengan 2007 sebesar 20%. Perkembangan jumlah anggota dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yaitu jumlahnya relatif kecil.kenaikan tersebut kurang dari 10%, hal ini disebabkan dala penerimaan anggota baru, sangat selektif yaitu dengan melalui prosedur berjenjang. Calon anggota yang berkeinginan menjadi anggota koperasi harus diketahui identitasnya oleh dua orang anggota lama yang bertanggungjawab atau mengenai betu! calon tersebut Melalui komisaris calon anggota tersebut didaftarkan ke kantor KSP. Dengan cara seperti ini tadi mudah bagi seseorang untuk menjadi anggota koperasi. Teknik pemasukan anggota baru dengan cara itu meskipun lambat dalam penambah; anggota tetapi sangat berpengaruh pada kineija koperasi secara menyeluruh. Hal ini dap menekan adanya anggota yang nakal atau kurang

12 bertanggungjawab dalam pembayar pinjaman maupun aktivitas lain yang secara Iangsung maupun tidak iangsung dap berpengaruh dalam kinerja KSP. Dengan seleksi yang ketat, maka akan teijamin kualitas masing-masing anggota dala kesertaannya sebagai bagian dari kineija koperasi. Kesadaran berkoperasi dan tanggungjaw anggota dibutuhkan untuk bersama-sama memajukan koperasi. Koperasi Simpan Pinjam dimaksudkan untuk memberikan gambaran kineija keuangan serta menganaiisis melalui angka-angka Rasio Likuiditas, Rasio Solvabiiitas dan Rasio Rentabilitas atau ProfitabiHtas.Adapun hasil penelitian mengenai rasio-rasio keuangan adaiah sebagai berikut. a. Analisis Ratio Likuiditas Pengukuran likuiditas bertujuan untuk melihat kemampuan koperasi didalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang telah jatuh tempo.current ratio KSP sangat tmggi.dari tahun ke tahun semuanya berada diatas nilai rasio standar. Hal ini menunjukkan kemampuan koperasi yang sangat baik dalam menyelesaikan seluruh kewajiban jangka pendek dengan harta lancar. Terhadap quick ratio dalam kurun waktu selama 10 tahun ( ) menunjukkan rasio di atas nilai standar. Tetapi hal ini ada kesamaan dengan nilai current ratio karena persediaan didalam laporan keuangan selama tahun tersebut nihil sehingga nilai current ratio sama dengan nilai quick ratio. Sedangkan rasio posisi kas (cash ratio) yang teijadi pada KSP mulai dari menunjukkanrata-rata angka rasio di bawah nilai standar. Dalam hal ini hanya ada satu rasio posisi kas vang mendekati standar yaitu pada tahun 2006 sebesar 39,75%. Tampak jelas bahwa dengan posisi koperasi seperti ini sangat tidak mengimtungkan karena akan menyulitkan koperasi jika diperlukan kas untuk memenuhi kewajiban lancarnya, juga untuk pengembangan usaha koperasi. Dari Rasio Likuiditas ini dapat menggambarkan mantapnya likuiditas KSP. Hal mi perlu diperhatikan keseimbangan dan keserasian dari ketiga komponen Rasio Likuiditas yang ada yaitu: current ratio, quick ratio, dan cash ratio. Khususnya terhadap rasio posisi kas diupayakan agar tidak terialu besar atau terlalu kecil dari nilai standar rasio yang ada yaitu 40%. Karena rasio terlalu besar di

13 atas nilai rasio Standar akan menunjukkan pengelolaan kas yang tidak efektif, sementara jika terlalu kecil di bawah nilai rasio standar juga akan menyulitkan koperasi itu sendiri. b. Analisis Solvabiiitas Dalam analisis solvabiiitas menggambarkan kemampuan koperasi untuk menjamin kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang. Rasio total hutang dengan modal sendiri idealnya 100%, ariinya nilai standar rasio total hutang dengan modal sendiri adaiah 1 atau 100%. Rasio total hutang dengan modal sendiri dari tahun ada pada posisi aman karena berada di bawah nilai rasio standart(100%), jadi KSP memiliki kemampuan untuk menjamin seluruh kewajibannya dengan modal sendin yang dimihki. Rasio hutang dengan total harta, hasil analisis menunjukkan angka rata-rata di bawah nilai rasio standar.ini berarti membuktikan bahwa kemampuan koperasi untuk menyelesaikan kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang sangat baik. Dengan kata lain seluruh harta yang ada untuk menjamin seluruh hutangnya dalam posisi aman(menguntungkan). Tentunya hal ini sangat menguntungkan koperasi karena solvabiiitas yang ada tidak melampaui nilai standar yang ada dan ini menjadikan penilaian positif tersendiri bagi pihak kreditur apabila koperasi mengajukan kredit untuk mengembangkan usahanya. Untuk menjeiaskan perubahan Rasio Solvabiiitas /Leverage dari tahun ke tahun dapat dilihat pada tabel 1, pada tabel tersebut terlihat perubahan hutang dengan modal sendiri men gal ami penurunan kecuali tahun 2001, 2002 dan tahun 2007 perubahannya mengalami kenaikan. Sedang perubahan hutang dengan total aktiva yaitu tahun 2001,2002 dan tahun 2007 mengalami kenaikan dan lainnya mengalami penurunan.

14 Tabel 1. Perubahan Ratio Leverage tahun Koperasi Simpan Pinjam di Kota Kediri Total Debt to Equity Total Debt to Total Asset Ratio Tahun Nilai Perubahan Ket. Nilai Perubahan Ket ,50 36, ,76-4,74-34,11-1, ,93-1,83-33,36-0, ,73 4, ,37 2, ,55 3, ,93 1, ,66-5,89-34,50-2, ,52-5,14-32,21-2, ,90-9,62-27,48-7, ,42-1,48-26,70-0, ,31 1, , Sumber : Koperasi Simpan Pinjam Bahagia. Anaiisis Rentabilitas memberikan gambaran kemampuan koperasi dalam menghasilkan laba dari usaha yang dilakukan selama periode tertentu. Dengan anaiisis rentabilitas maka dapat juga digunakan untuk melihat kecakapan pengurus dalarn rnendanatkan laba dengan kecakapan kekayaan yang dimiliki. Earning power pada 1998 dan 1999 nihil karena dalam lapon keuangan pada tahun tersebut belum diperhitungkan pajak.berarti pada tahun tersebut koperasi mampu meningkatkan pendapatan. Dan sebaliknya untuk tahun maka rasio menunjukkan di bawah ini rasio standar berarti koperasi tidak dapat dipertahankan dalam meningkatkan pendapatan. Di sini menunjukkan beban koperasi yang semakin berat, dan ketidak mampuan koperasi dalam memanfaatkan seluruh harta yang dimiliki untuk meningkatkan laba.

15 Untuk menjelaskan perubahan Rasio Rentabilitas /Profitabilitas dan tahun ke tahi dapat dilihat pada tabel 1. Dari tabel tersebut dapat dilihat perubahan angka-angka return of equity dan ratio earning power berfluktuatif. Earning Power pada tahun 1998 dan 1999 nihil karema dalam laporan keungan pada tahun tersebut belum diperhitungkan pajak. Pada tahun 2000 dan 2001 earning power menunjukkan angka di atas nilai stand berarti pada tahun tersebut koperasi mampu meningkatkan pendapatan. Dan sebaliknya unti tahun angka rasio standar menunjukkan di bawah nilai standar berarti koperasi pada tahun tersebut tidak dapat dipertahankan dalam meningkatkan pendapatan. Di sini menunjukkan koperasi semakin berat, dan ketidak mampuan koperasi dalam memanfaatkan seluruh harta yang dimiliki untuk meningkatkan laba. Untuk menjelaskan perubahan ratio rentabilitas /profitabilitas dari tahun ke tahun dapat dilihat pada tabel 2.Dari tabel tersebut terlihat perubahan angka ratio return on equity dan ratio earning power berflkuktuatif. Tabel 2.:Perubahan Ratio Rentabilitas tahun Koperasi Simpan Pinjam Bahagia Kediri Return on Equity Earning Power Tahun Nilai Perubahan Ket. Nilai Perubahan Ket , ,59-4, ,16 2,57 + 6, ,03-0,13-6,42-0, ,52-4,51-3,86-2,56 -

16 2002 6,48-0,04-3,99 0, ,53 0,05 + 4,16 0, ,56 0,03 + 4,46 0, ,04-0,52 _ 4,43-0, ,07 0,03 + 4,39-0,04 - Sumber : Koperasi Simpan Pinjam Bahagia. 6. Kesimpulan a). Current Ratio Koperasi sangat tinggi,semua berada diatas ratio standar. Hal ini menunjukkan kemampuan Koperasi baik dalam menyelesaikan jangka pendek. Dan Quick Ratio selama 10 tahun, ratio diatas nilai standar, tetapi hal ini sama dengan nilai current ratio, karena persediaan dalam laporan keuangan selama tahun tersebut nihil sehingga nilai current ratio = Quick Ratio. Ratio Posisi Cash ( Cash Ratio pada tahun menunjukkan rata-rata angka ratio dibawah nilai standart dalam hal ini hanya ada satu angka ratio posisi kas yang mendekati standar yaitu tahun 2003 sebesar 39,75 %, jelas posisi kas ini tidak menguntungkan koperasi jika jika diperlukan kas untuk memenuhi kewajiban iancarnya dan untuk pengernbangaii koperasi. Khusus keuangan posisi kas diupayakan tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dari nilai standart ratio yang ada yaitu 40 % karena ratio terlalu besar menunjukkan pengeluaran kas tidak efektif dan jika terlalu kecil menyulitkan koperasi itu sendiri. b).daiam analisa solvabiiitas menggarkan kemampuan koperasi untuk menjamin seluruh kewajiban baik pada jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil Analisa menunjukkan angka rata-rata bahwa angka ratio standar mempunyai kemampuan koperasi ualam menyelesaikan kewajiban jangka pendek dan jangka panjang baik. Analisa rentabilitas menunjukkan gambaran kemampuan koperasi dalan menghasilkan laba dari usaha yang dilakukan selama periode tertentu.

17 Untuk tahun earning power menujukkan diatas nilai standart, berarti bahw; pada tahun tersebut koperasi mampu menaikkan pendapatan. Sebaliknya pada angka ratio nya dibawah nilai standart berarti koperasi tidak dapat menaikkai pendapatan hal ini menunjukkan beban koperasi yang semakin berat dai ketidakmampuan koperasi dalam memanfaatkan seluruh hartanya. Daftar Pustaka Bambang Suirisno, Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keluarga Pada Koperasi Pegawai Negeri RI di Kotamadya Mojokerto.Skripsi tida dipublikasikan. Fakultas Ekonomi Unair. Bambang Riyanto, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi 4, Yogyakarta: BPFE UGM Book Sven Ake, Nilai-Nilai Koperasi Dalam Era globalisasi, Jakarta: KJKN. Baswir Revrisond Koperasi Indonesia. Yogyakarta: BPFE-UGM. Hamanto, Analisa Laporan Keungan, Edisi 3, Yogyakarta: YPKPN. Harsawan Manajemen Keuangan. BPFE-UGMm : Yogyakarta. Ikatan Akuntan Indonesia, 1999, Standar Akuntansi Keuangan, Jakarta: Salemba Empat Ibnu Sudarno Akuntansi Perusahaan Kecil Dan Menengah, Jakarta: Rineka Cipta. Kadirsan Akuntansi Pemerintahan (Publik). BPFE-UGM.Yogyakarta. Munawir Analisis Kinerja Keuangan Dan Perencanaan Keuangan Perusahaa, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

18 Rozi dan Hendri Manajemen Koperasi. Jakarta: Salemba Empat. Sukandiyo Sukses Berkoperasi, Pedoman Mengeioia, Memajukan, Koperasi, Solo: Cv Aneka.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN (STUDI KASUS PADA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA UNIVERSITAS SLAMET RIYADI SURAKARTA)

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN (STUDI KASUS PADA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA UNIVERSITAS SLAMET RIYADI SURAKARTA) ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN (STUDI KASUS PADA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA UNIVERSITAS SLAMET RIYADI SURAKARTA) Suprayitno Dosen Program Studi Manajemen Universitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 14 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Tentang Kinerja Perusahaan 2.1.1 Pengertian Kinerja Perusahaan Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi pada umumnya memiliki tujuan tertentu yang ingin

Lebih terperinci

ANALISA KEUANGAN Rasio Keuangan. Sumber : Syafarudin Alwi BamBang Riyanto

ANALISA KEUANGAN Rasio Keuangan. Sumber : Syafarudin Alwi BamBang Riyanto ANALISA KEUANGAN Rasio Keuangan Sumber : Syafarudin Alwi BamBang Riyanto 1 Analisa Keuangan Analisa rasio keuangan Analisa kekuatan dan kelemahan finansial 2 Analisa Ratio Keuangan Pengertian Rasio merupakan

Lebih terperinci

BAB 11 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

BAB 11 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN BAB 11 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN A. Arti Penting Analisis Laporan Keuangan Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan untuk mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN RENTABILITAS DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUM DAMRI SETASIUN SAMARINDA

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN RENTABILITAS DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUM DAMRI SETASIUN SAMARINDA ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN RENTABILITAS DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUM DAMRI SETASIUN SAMARINDA Fitri Any (yofit_plur@yahoo.co.id) Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman Yana

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan

TINJAUAN PUSTAKA. Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Rasio Likuiditas Likuiditas merupakan suatu indikator yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Koperasi 2.1.1 Pengertian Koperasi Menurut UU No.25 tahun 1992 pengertian koperasi yaitu: Badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. A. Deskripsi Teori 1. Pengertian Posisi Keuangan Posisi keuangan merupakan salah satu informasi yang disediakan

BAB II KAJIAN TEORI. A. Deskripsi Teori 1. Pengertian Posisi Keuangan Posisi keuangan merupakan salah satu informasi yang disediakan BAB II KAJIAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Pengertian Posisi Keuangan Posisi keuangan merupakan salah satu informasi yang disediakan dalam laporan keuangan terutama disediakan dalam neraca. Posisi keuangan

Lebih terperinci

B. MASALAH YANG DIHADAPI DALAM PENENTUAN RASIO STANDAR

B. MASALAH YANG DIHADAPI DALAM PENENTUAN RASIO STANDAR ANALISIS RASIO A. RASIO STANDAR Rasio dalam analisis laporan keuangan adalah angka yang menunjukkan hubungan antara suatu unsur dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan. Hubungan antara unsur-unsur

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 latar Belakang Masalah. Kemampuan perusahaan untuk dapat bersaing sangat ditentukan pada

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 latar Belakang Masalah. Kemampuan perusahaan untuk dapat bersaing sangat ditentukan pada BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 latar Belakang Masalah Kemampuan perusahaan untuk dapat bersaing sangat ditentukan pada kinerja perusahaan itu sendiri.selanjutnya untuk mengetahui kinerja perusahaan dapat dilihat

Lebih terperinci

ANALISIS LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT GRAHA SARANA DUTA DI MAKASSAR. Oleh : Sennahati (Dosen STIE-LPI Makassar) Abstract PENDAHULUAN

ANALISIS LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT GRAHA SARANA DUTA DI MAKASSAR. Oleh : Sennahati (Dosen STIE-LPI Makassar) Abstract PENDAHULUAN ANALISIS LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT GRAHA SARANA DUTA DI MAKASSAR Oleh : (Dosen STIE-LPI Makassar) Abstract This research is done at PT. Graha Sarana Duta in Makassar of where result of ratio

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk

BAB II LANDASAN TEORI. Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Keuangan Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh modal yang semurah murahnya dan menggunakan seefektif, seefisien,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Pada setiap akhir usaha, setiap perusahaan atau lembaga menyusun laporan keuangan yang selanjutnya dilaporkan kepada pihak-pihak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perubahan yang cepat dalam berbagai segi kehidupan, baik segi sosial,

BAB I PENDAHULUAN. perubahan yang cepat dalam berbagai segi kehidupan, baik segi sosial, BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Beberapa tahun terakhir terlihat banyak sekali perkembangan dan perubahan yang cepat dalam berbagai segi kehidupan, baik segi sosial, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan

Lebih terperinci

Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Pos Indonesia (Persero)

Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Pos Indonesia (Persero) Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Final Assignment - Diploma 3 (D3) http://repository.ekuitas.ac.id Final Assignment of Accounting 2016-01-08 Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Pos Indonesia

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi

Lebih terperinci

TIJAUAN PUSTAKA. couperation berarti bekerja bersama, co berarti bersama dan operation berarti

TIJAUAN PUSTAKA. couperation berarti bekerja bersama, co berarti bersama dan operation berarti II. TIJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Koperasi Koperasi berasal dari bahasa latin cooperere yang dalam Inggris menjadi couperation berarti bekerja bersama, co berarti bersama dan operation berarti bekerja

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 1 telah digariskan bahwa

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 1 telah digariskan bahwa BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Koperasi Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 1 telah digariskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Menurut Hery (2012:3) laporan keuangan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Menurut Hery (2012:3) laporan keuangan BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Harahap (2011:105) mendefinisikan laporan keuangan sebagai suatu laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang memberikan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang memberikan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang memberikan keterangan mengenai data ekonomi untuk pengambilan keputusan bagi siapa

Lebih terperinci

Dalam menganalisa laporan keuangan terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai posisi keuangan perusahaan antara lain:

Dalam menganalisa laporan keuangan terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai posisi keuangan perusahaan antara lain: Analisis Rasio Laporan Keuangan Perusahaan Rasio Keuangan atau Financial Ratio adalah merupakan suatu alat analisa yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan

Lebih terperinci

KINERJA KUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS, LEVERAGE, AKTIVITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT MANDOM INDONESIA, Tbk.

KINERJA KUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS, LEVERAGE, AKTIVITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT MANDOM INDONESIA, Tbk. KINERJA KUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS, LEVERAGE, AKTIVITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT MANDOM INDONESIA, Tbk. Lisa Rusdian Gunawan email: sansanngui@gmail.com Program Studi Akuntansi STIE

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. PLN (Persero) PEMBANGKITAN SUMBAGSEL SEKTOR KERAMASAN PALEMBANG

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. PLN (Persero) PEMBANGKITAN SUMBAGSEL SEKTOR KERAMASAN PALEMBANG ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. PLN (Persero) PEMBANGKITAN SUMBAGSEL SEKTOR KERAMASAN PALEMBANG Arif Budiman Jurusan Akuntansi POLTEK PalComTech Palembang Abstrak Laporan keuangan pada dasarnya adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian (Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono, 2002:75).

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian (Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono, 2002:75). BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Peranan lembaga keuangan ditengah-tengah masyarakat dalam memajukan perekonomian sangat penting. Tidak dapat dipungkiri peranannya sebagai lembaga perantara

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laporan Keuangan Pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap perkembangan suatu perusahaan memerlukan laporan keuangan perusahaan, laporan keuangan yang dimaksudkan

Lebih terperinci

PERTEMUAN 6 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ANDRI HELMI M, SE., MM.

PERTEMUAN 6 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ANDRI HELMI M, SE., MM. PERTEMUAN 6 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ANDRI HELMI M, SE., MM. TEKNIK ANALISIS RATIO MERUPAKAN TEKNIK ANALISIS YANG MENGGAMBARKAN HUBUNGAN MATEMATIKAL ANTARA SUATU JUMLAH TERTENTU DENGAN JUMLAH YANG LAIN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk pengambilan keputusan, apabila dengan informasi tersebut dapat diprediksi

BAB I PENDAHULUAN. untuk pengambilan keputusan, apabila dengan informasi tersebut dapat diprediksi 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan (financial statement) akan menjadi lebih bermanfaat untuk pengambilan keputusan, apabila dengan informasi tersebut dapat diprediksi apa yang

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis Sebelum membahas dan menganalisis apa yang menjadi pokok permasalahan, terlebih dahulu akan dikemukakan teori dari buku literatur yang

Lebih terperinci

MEET 05 FOR E LEARNING ANALISA RASIO

MEET 05 FOR E LEARNING ANALISA RASIO MEET 05 FOR E LEARNING ANALISA RASIO PENGERTIAN Rasio dapat dihitung berdasarkan financial statement yang telah tersedia yang terdiri dari : Balance sheet atau neraca, yang menunjukkan posisi finansial

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN COMMON SIZE DAN RASIO- RASIO KEUANGAN PADA PT SAPTA PRIMA ADIKARYA PALEMBANG

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN COMMON SIZE DAN RASIO- RASIO KEUANGAN PADA PT SAPTA PRIMA ADIKARYA PALEMBANG ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN COMMON SIZE DAN RASIO- RASIO KEUANGAN PADA PT SAPTA PRIMA ADIKARYA PALEMBANG Devi Mutiana Jurusan Akuntansi Politeknik PalComTech Palembang Abstrak Tujuan utama laporan

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA PEMIKIRAN

BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 21 BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Teoritis 3.1.1. Analisis Kinerja Keuangan Suatu pengukuran tingkat kesehatan Usaha Simpan Pinjam (USP) dalam kemampuan kerja dan produktifitasnya adalah dengan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN MASALAH

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN MASALAH BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN MASALAH 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Laporan Keuangan Laporan Keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Menurut

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan

Lebih terperinci

ANALISIS KEUANGAN. o o

ANALISIS KEUANGAN. o o ANALISIS KEUANGAN Analisis rasio keuangan merupakan dasar untuk menilai dan menganalisa prestasi operasi perusahaan. Analisis rasio keuangan juga dapat digunakan sebagai kerangka kerja perencanaan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan operasionalnya agar senantiasa semakin efisien dan efektif. Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan operasionalnya agar senantiasa semakin efisien dan efektif. Perusahaan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas saat ini, kemajuan teknologi telah berpengaruh besar terhadap cara perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya

Lebih terperinci

ini, informasi mengenai kinerja keuangan semakin dibutuhkan. Kinerja keuangan

ini, informasi mengenai kinerja keuangan semakin dibutuhkan. Kinerja keuangan 279 RASIO KEUANGAN SEBAGAI DASAR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA KPN DHARMA WIGUNA DENPASAR Denny Kristiadi Kurniawan Putu Vivi Lestari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Modal kerja Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, modal kerja sangat berpengaruh dalam perusahaan. Adanya modal kerja yang cukup sangat penting bagi suatu perusahaan

Lebih terperinci

Laporan Keuangan sebagai Alat untuk Menilai Kinerja Keuangan

Laporan Keuangan sebagai Alat untuk Menilai Kinerja Keuangan Yuli Orniati Laporan Keuangan sebagai Alat untuk Menilai Kinerja Keuangan Yuli Orniati Universitas Gajayana Malang Abstract: The financial reports commonly used as the information in assessing the potential

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORITIS

BAB II KERANGKA TEORITIS BAB II KERANGKA TEORITIS 2.1. Teori tentang Laporan Keuangan a. Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan tujuan (hasil akhir) dari suatu proses dan prosedur akuntansi, sebagai ringkasan informasi

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Menurut

BAB II KAJIAN PUSTAKA. perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Menurut BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kinerja Keuangan 1. Pengertian Kinerja Keuangan Kinerja perusahaan adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan perusahaan untuk mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktivitas

Lebih terperinci

PT.INDOSAT TBK MENGGUNAKAN METODE FINANCIAL RATIO DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) ABSTRAKSI

PT.INDOSAT TBK MENGGUNAKAN METODE FINANCIAL RATIO DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) ABSTRAKSI PT.INDOSAT TBK MENGGUNAKAN METODE FINANCIAL RATIO DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) Primal Aditya Rizki Email : primal_limos74@yahoo.com Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma Jl. Margonda

Lebih terperinci

Analisis Rasio Likuiditas Pada Pt. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten, Tbk (Bank BJB) Periode

Analisis Rasio Likuiditas Pada Pt. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten, Tbk (Bank BJB) Periode Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Final Assignment - Diploma 3 (D3) http://repository.ekuitas.ac.id Final Assignment of Accounting 2016-01-08 Analisis Rasio Likuiditas Pada Pt. Bank Pembangunan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan 2.2. Laporan Keuangan

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan 2.2. Laporan Keuangan II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan hasil kegiatan operasi perusahaan yang disajikan dalam bentuk angka-angka keuangan. Hasil kegiatan perusahaan periode saat ini harus

Lebih terperinci

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. FRESMON PACIFIK PRIMA DI SAMARINDA

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. FRESMON PACIFIK PRIMA DI SAMARINDA ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. FRESMON PACIFIK PRIMA DI SAMARINDA Endah Rachmawati 1 1 Fakultas Ekonomi, Akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Samarinda. Indonesia. Fancy.hunney@yahoo.co.id

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian dan Karakteristik Laba. dengan pendapatan tersebut. Pengertian laba menurut Harahap (2008:113)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian dan Karakteristik Laba. dengan pendapatan tersebut. Pengertian laba menurut Harahap (2008:113) BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pertumbuhan Laba 1. Pengertian dan Karakteristik Laba Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba. Pengertian laba secara operasional merupakan perbedaan antara pendapatan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 2.1.1 Pengertian merupakan hak pemegang saham biasa (common stock) untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Jika perusahaan memutuskan untuk membagi keuntungan dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Keuangan 2.1.1 Definisi Manajemen Keuangan Menurut wikipedia Bahasa Indonesia dalam Fahmi (2011:12), Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran,

Lebih terperinci

Bisma, Vol 1, No. 4, Agustus 2016 PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PT INDOSAT, Tbk. DAN ENTITAS ANAK DENGAN PT XL AXIATA, Tbk.

Bisma, Vol 1, No. 4, Agustus 2016 PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PT INDOSAT, Tbk. DAN ENTITAS ANAK DENGAN PT XL AXIATA, Tbk. PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PT INDOSAT, Tbk. DAN ENTITAS ANAK DENGAN PT XL AXIATA, Tbk. DAN ENTITAS ANAK Linda Hernawati Email : Lindaruru05@gmail.com Program Studi : Manajemen STIE Widya Dharma Pontianak

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Mayora Tbk maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil kinerja Likuiditas dilihat dari rasio

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Norma Ayu Kartika (normayu_kartika@yahoo.com) Siti Khairani (siti.khairani@mdp.ac.id) MANAJEMEN STIE MDP ABSTRAK :

Lebih terperinci

RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT GRAHAMAS CITRAWISATA, Tbk. DAN ENTITAS ANAK

RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT GRAHAMAS CITRAWISATA, Tbk. DAN ENTITAS ANAK RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT GRAHAMAS CITRAWISATA, Tbk. DAN ENTITAS ANAK Sofia Email: meilingsofia@gmail.com Program Study Akuntansi STIE Widya Dharma Pontianak ABSTRAKSI Analisis

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS BAB 2 TINJAUAN TEORETIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memperoleh laba. Laba merupakan hasil yang diperoleh atas usaha yang

BAB I PENDAHULUAN. memperoleh laba. Laba merupakan hasil yang diperoleh atas usaha yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada umumnya suatu perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba. Laba merupakan hasil yang diperoleh atas usaha yang dilakukan perusahaan pada suatu periode

Lebih terperinci

ANALISIS KEUANGAN PT. PLN (Persero)

ANALISIS KEUANGAN PT. PLN (Persero) ANALISIS KEUANGAN PT. PLN (Persero) I. Pendahuluan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) merupakan penyedia listrik utama di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah berkepentingan menjaga kelayakan

Lebih terperinci

Analisis Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas Dan Rasio Profitabilitas Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT. KUD Kopta Unit Tambang Di Samarinda

Analisis Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas Dan Rasio Profitabilitas Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT. KUD Kopta Unit Tambang Di Samarinda Analisis Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas Dan Rasio Profitabilitas Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT. KUD Kopta Unit Tambang Di Samarinda Desy Natalia (Dcie_syliariz16@yahoo.com) Fakultas Ekonomi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tepat untuk membangun perekonomian Indonesia yaitu dengan memberdayakan

BAB I PENDAHULUAN. tepat untuk membangun perekonomian Indonesia yaitu dengan memberdayakan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Mengacu pada UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1 yang berbunyi Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, maka cara yang tepat untuk

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Laporan Keuangan 2.1.1. Pengertian dan Fungsi Laporan Keuangan a. Pengertian Laporan Keuangan Dalam praktiknya laporan keuangan oleh perusahaan tidak dibuat secara serampangan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tingkah laku, yang memiliki harapan akan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

BAB I PENDAHULUAN. tingkah laku, yang memiliki harapan akan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perekonomian di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dari waktu ke waktu. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan era globalisasi ekonomi yang dihadapi oleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Krisis moneter yang melanda Indonesia saat ini telah memporak porandakan

BAB I PENDAHULUAN. Krisis moneter yang melanda Indonesia saat ini telah memporak porandakan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Krisis moneter yang melanda Indonesia saat ini telah memporak porandakan perekonomian masyarakat bawah, menengah dan atas. Banyak usaha kecil maupun besar

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka kesimpulan yang dapat

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka kesimpulan yang dapat BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Sebagai akhir dari penulisan dalam bab ini, disampaikan beberapa kesimpulan dan saran yang sesuai dengan penelitian analisis data yang telah dilakukan. 6.1. Kesimpulan Berdasarkan

Lebih terperinci

PENERAPAN RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA PERUSAHAAN

PENERAPAN RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA PERUSAHAAN BENEFIT Jurnal Manajemen dan Bisnis Volume 13, Nomor 1, Juni 2009, hlm.1-13 PENERAPAN RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA PERUSAHAAN Agus Muqorobin dan Moech. Nasir Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laba Setiap perusahaan berusaha untuk memperoleh laba yang maksimal. Laba yang diperoleh perusahaan akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan tersebut.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pertama, penelitian yang dilakukan oleh Mariya (2009) di koperasi KANINDO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pertama, penelitian yang dilakukan oleh Mariya (2009) di koperasi KANINDO BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Penelitian Terdahulu Tinjauan peneliti terdahulu yang dijadikan pertimbangan penulis yaitu pertama, penelitian yang dilakukan oleh Mariya (2009) di koperasi KANINDO

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS PENGELOLAAN MODAL KERJA KOPERASI DALAM MENINGKATKAN PROFITABILITAS DAN MENJAGA TINGKAT LIKUIDITAS

EFEKTIVITAS PENGELOLAAN MODAL KERJA KOPERASI DALAM MENINGKATKAN PROFITABILITAS DAN MENJAGA TINGKAT LIKUIDITAS EFEKTIVITAS PENGELOLAAN MODAL KERJA KOPERASI DALAM MENINGKATKAN PROFITABILITAS DAN MENJAGA TINGKAT LIKUIDITAS (Studi Penelitian Pada KPRI Universitas Brawijaya Malang 2010-2012) Antoni Susanto Topowijono

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Terdapat beberapa definisi mengenai kinerja, yaitu :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Terdapat beberapa definisi mengenai kinerja, yaitu : BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan Perusahaan 2.1.1 Pengertian Kinerja Terdapat beberapa definisi mengenai kinerja, yaitu : 1. Menurut Srimindatri (2006), kinerja adalah : penentuan secara periodik

Lebih terperinci

Analisis Kinerja Pada Perusahaan. Tobacco Manufacturs Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tahun

Analisis Kinerja Pada Perusahaan. Tobacco Manufacturs Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tahun Analisis Kinerja Pada Perusahaan Tobacco Manufacturs Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2002-2006 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN. peralatan lainnya yan mempunyai masa manfaat jangka panjang atau lebih dari satu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN. peralatan lainnya yan mempunyai masa manfaat jangka panjang atau lebih dari satu BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Leverage Dalam sebuah perusahaan, baik itu perusahaan industri, jasa, maupun perusahaan dagang dalam beroperasi selain menggunakan

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT KIMIA FARMA Tbk

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT KIMIA FARMA Tbk ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT KIMIA FARMA Tbk Diana Tambunan ASM Bina Sarana Informatika Jakarta Jl. Jatiwaringin Raya No. 18, Jakarta Timur diana.dtb@bsi.ac.id Abstract - The purpose of this paper to analyze

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KEUANGAN

ANALISIS KINERJA KEUANGAN VI ANALISIS KINERJA KEUANGAN Analisis kinerja keuangan atau analisis finansial pada suatu perusahaan atau organisasi merupakan salah satu faktor yang dapat mencerminkan kondisi perusahaan atau organisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi perubahan dan kinerja perusahaan, baik perusahaan kecil. mempertahankan atau meningkatkan kinerja perusahaannya.

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi perubahan dan kinerja perusahaan, baik perusahaan kecil. mempertahankan atau meningkatkan kinerja perusahaannya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gejolak ekonomi yang selalu mengalami perubahan telah mempengaruhi perubahan dan kinerja perusahaan, baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar. Oleh karena

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan perekonomian semakin cepat dan kompleks dari. waktu ke waktu. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya perdagangan

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan perekonomian semakin cepat dan kompleks dari. waktu ke waktu. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya perdagangan 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan perekonomian semakin cepat dan kompleks dari waktu ke waktu. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya perdagangan hampir di semua komoditi. Perkembangan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Manajemen berasal dari kata "to manage" yang dapat diterjemahkan dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Manajemen berasal dari kata to manage yang dapat diterjemahkan dalam BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Fungsi Manajemen 2.1.1 Pengertian Manajemen Manajemen berasal dari kata "to manage" yang dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang berarti "mengatur (mengelola)".

Lebih terperinci

METADATA INFORMASI DASAR

METADATA INFORMASI DASAR METADATA INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Indikator Sektor Korporasi 2 Penyelenggara Statistik : Departemen Statistik, Bank Indonesia 3 Alamat : Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta 4 Contact : Divisi Statistik

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi yang pesat dewasa ini menyebabkan timbulnya

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi yang pesat dewasa ini menyebabkan timbulnya BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi yang pesat dewasa ini menyebabkan timbulnya persaingan yang amat ketat. Perusahaan harus dapat mempertahankan eksistensi usahanya. Salah satu faktor

Lebih terperinci

Analisa Laporan keuangan

Analisa Laporan keuangan Laporan keuangan Analisa Laporan keuangan Minggu ke -2 By : Bambang Wahyudi Wicaksono Laporan keuangan diumumkan secara periodik untuk menyediakan informasi mendasar tentang kinerja keuangan suatu perusahaan,

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS

BAB II URAIAN TEORITIS BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Firani (2006) melakukan penelitian dengan judul Analisis Pengaruh Financial Leverage terhadap Earning Per Share pada Emiten Sektor Infrastruktur di Bursa

Lebih terperinci

Manajemen Modal Kerja Bagian 1. Sumber : Syafarudin Alwi Bambang Riyanto

Manajemen Modal Kerja Bagian 1. Sumber : Syafarudin Alwi Bambang Riyanto Manajemen Modal Kerja Bagian 1 Sumber : Syafarudin Alwi Bambang Riyanto MODAL KERJA Hal yang penting yang perlu dijawab dalam menetapkan kebijakan Modal Kerja (hubungannya dengan profitabilitas) : Berapa

Lebih terperinci

Bab 1 Analisis Penggunaan Rasio Keuangan

Bab 1 Analisis Penggunaan Rasio Keuangan M a n a j e m e n K e u a n g a n 1 Bab 1 Analisis Penggunaan Rasio Keuangan Mahasiswa diharapkan dapat memahami, menguasai teori terkait dan menjelaskan jenis dan pengertian rasio keuangan, metode perbandingan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laba 2.1.1 Pengertian dan Karakteristik Laba Setiap perusahaan pasti menginginkan memproleh laba yang maksimal atas usaha yang dikelolanya sehingga perusahaan dapat terus maju

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Dalam PSAK No. 1, 2012 : 1,3, dalam Denny (2014) Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. mereka sendiri, dan disebut sistem lingkaran tertutup (closed-loop system). Sistem

BAB III LANDASAN TEORI. mereka sendiri, dan disebut sistem lingkaran tertutup (closed-loop system). Sistem BAB III LANDASAN TEORI Dalam bab ini akan dijelaskan landasan teori yang digunakan untuk mendukung penyusunan Laporan Kerja Praktek. Landasan teori yang akan dibahas ini meliputi permasalahan- permasalahan

Lebih terperinci

BAB II TELAAH PUSTAKA. perkembangan perusahaan tergantung dari cara pengelolaannya. Pengelolaan

BAB II TELAAH PUSTAKA. perkembangan perusahaan tergantung dari cara pengelolaannya. Pengelolaan BAB II TELAAH PUSTAKA 2.1. Pengertian Pengelolaan Dan Modal Kerja 2.1.1. Pengertian pengelolaan Dalam suatu perusahaan, pengelolaan mempunyai arti penting karena perkembangan perusahaan tergantung dari

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Sejak terjadinya krisis moneter yang berlanjut dengan krisis ekonomi dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Sejak terjadinya krisis moneter yang berlanjut dengan krisis ekonomi dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejak terjadinya krisis moneter yang berlanjut dengan krisis ekonomi dan politik pada tahun 1998 sampai sekarang membawa dampak yang signifikan terhadap perkembangan

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS DI KOPERASI WANITA SETIA BHAKTI WANITA JAWA TIMUR. Ratna Fitri Astuti Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang Surabaya

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS DI KOPERASI WANITA SETIA BHAKTI WANITA JAWA TIMUR. Ratna Fitri Astuti Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang Surabaya ANALISIS RASIO LIKUIDITAS DI KOPERASI WANITA SETIA BHAKTI WANITA JAWA TIMUR Ratna Fitri Astuti Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang Surabaya ABSTRACT Women's cooperative Setia Bhakti Wanita East Java

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODAL KERJA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENINGKATKAN LIKUIDITAS

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODAL KERJA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENINGKATKAN LIKUIDITAS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODAL KERJA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENINGKATKAN LIKUIDITAS (Studi Pada Perusahaan Otomotif Indomobil Sukses International Tbk Tahun 2012-2014) Arrin Prastiwi Widiarti Putri Moch.

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. eksternal. Dorongan perusahaan untuk memberikan informasi karena terdapat

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. eksternal. Dorongan perusahaan untuk memberikan informasi karena terdapat BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Teori Sinyal (Signalling Theory) Teori sinyal (signalling theory) menjelaskan mengapa perusahaan mempunyai dorongan untuk memberikan

Lebih terperinci

lokal. Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, dalam hubungannya dengan leverage, sebaiknya menggunakan ekuitas sebagai

lokal. Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, dalam hubungannya dengan leverage, sebaiknya menggunakan ekuitas sebagai A. Tinjauan Teoritis 1. Pertumbuhan Perusahaan Pertumbuhan perusahaan merupakan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan size. Pertumbuhan perusahaan pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan hal yang sangat membantu terhadap suatu keputusan yang diambil karena kinerja keuangan akan menunjukkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Laba a. Pengertian Laba Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba. Laba merupakan indikator prestasi atau kinerja perusahaan yang besarnya tampak

Lebih terperinci

ANALISIS LIKUIDITAS PADA PT.PELAYARAN DUTA LINTAS SAMUDERA DI SAMARINDA

ANALISIS LIKUIDITAS PADA PT.PELAYARAN DUTA LINTAS SAMUDERA DI SAMARINDA ANALISIS LIKUIDITAS PADA PT.PELAYARAN DUTA LINTAS SAMUDERA DI SAMARINDA Winda Dwiastuti Wijaya 10.11.1001.3408.033 Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda winda.wijaya92@gmail.com ABSTRACT

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laporan Keuangan BAB II TINJAUAN PUSTAKA Laporan keuangan merupakan hasil akhir suatu proses kegiatan pencatatan akuntansi yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan makin

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan makin BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Modal Kerja 2.1.1 Pengertian Modal Dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan makin banyaknya perusahaan-perusahaan menjadi besar, maka faktor produksi modal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi, dimana sudah tidak ada lagi jarak yang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi, dimana sudah tidak ada lagi jarak yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam era globalisasi, dimana sudah tidak ada lagi jarak yang memisahkan, maka persaingan antar perusahaan akan semakin ketat. Oleh karena itu, perusahaan

Lebih terperinci

Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan PT.Cahaya Energi Mandiri. Muhammad Hariyanto NPM

Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan PT.Cahaya Energi Mandiri. Muhammad Hariyanto NPM Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan PT.Cahaya Energi Mandiri Muhammad Hariyanto NPM. 09.11.1001.3443.079 Email : arie_cem88@yahoo.co.id ABSTRAKSI Lonjakan permintaan batu bara India menyebabkan pemulihan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Perseroan Komanditer merupakan persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan dan mempercayakan uangnya untuk dipadai dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Penilaian ini dapat dilakukan dengan melihat sisi kinerja keuangan (financial

BAB I PENDAHULUAN. Penilaian ini dapat dilakukan dengan melihat sisi kinerja keuangan (financial 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi pada umumnya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam usaha untuk memenuhi kepentingan para anggotanya. Keberhasilan

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KPRI) TEGAK KECAMATAN SENTOLO KULONPROGO

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KPRI) TEGAK KECAMATAN SENTOLO KULONPROGO ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KPRI) TEGAK KECAMATAN SENTOLO KULONPROGO TUGAS AKHIR Diajukan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS ANDALAS BAHAN AJAR

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS ANDALAS BAHAN AJAR PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS ANDALAS BAHAN AJAR Mata Kuliah : Manajemen Keuangan Agribisnis Semester : IV Pertemuan Ke : 3 Pokok Bahasan : Analisis Laporan Keuangan Dosen :

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE TBK DENGAN ANALISIS RASIO DAN ANALISIS DU PONT

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE TBK DENGAN ANALISIS RASIO DAN ANALISIS DU PONT ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE TBK DENGAN ANALISIS RASIO DAN ANALISIS DU PONT Nur Hari Yansi, Bambang Tetuko Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas

Lebih terperinci