PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR KRAN MOBIL s.d 25 Ton

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR KRAN MOBIL s.d 25 Ton"

Transkripsi

1 PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR KRAN MOBIL s.d 25 Ton KODE PROGRAM PELATIHAN C II. 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan 1

2 KATA PENGANTAR Sesuai dengan amanat UndangUndang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Bab V Pasal 10, bahwa pelatihan kerja diselenggarakan dan diarahkan untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja. Bahwa pelatihan kerja dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan pasar kerja dan dunia usaha/industri barang dan jasa, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja, maka pelatihan kerja wajib diselenggarakan berdasarkan program pelatihan yang mengacu pada standar kompetensi kerja. Dalam pembinaan teknis terhadap Lembaga Pelatihan Kerja di seluruh Indonesia telah disusun berbagai pedoman guna meningkatkan mutu penyelenggaraan pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja. Pedoman Penyusunan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi merupakan panduan/acuan bagi penyelenggara program pelatihan berbasis kompetensi pada Lembaga Pelatihan Kerja di seluruh Indonesia. Untuk mengimplementasikan pelatihan berbasis kompetensi diperlukan adanya program pelatihan kerja. Program pelatihan kerja ini dijadikan acuan dalam pelaksanaan pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan kerja Pemerintah dan atau Swasta. Program pelatihan kerja dapat disusun secara berjenjang atau tidak berjenjang. Program pelatihan kerja yang disusun secara berjejang mengacu pada jenjang Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI) Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dalam penetapan kualifikasi tenaga kerja, sedangkan yang tidak berjenjang disusun berdasarkan unit kompetensi atau kelompok unit kompetensi dapat memiliki kualifikasi tertentu. Demikian program pelatihan berbasis kompetensi ini kami susun, semoga bermanfaat untuk menunjang proses pelaksanaan pelatihan kerja bagi LPK. Jakarta, Agustus 2008 DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS MASRI HASYAR NIP

3 PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI 1. Judul/Nama Pelatihan OPERATOR KRAN MOBIL s.d 25 Ton 2. Kode Program Pelatihan C II Jenjang Program Pelatihan II 4. Tujuan Pelatihan Setelah selesai mengikuti pelatihan peserta mampu 4.1. Mempersiapkan Operasi Kran Mobil s.d 25 Ton 4.2. Mengoperasikan Kran Mobil s.d 25 Ton 4.3. Menghentikan Kran Mobil s.d 25Ton 4.4. Membuat Laporan Penggunaan Kran Mobil s.d 25Ton 5. Unit Kompetensi yang ditempuh 5.1. Melaksanakan K3 ditempat kerja 5.2. Melakukan kerja sama dengan teman kerja 5.3. Melaksanakan K3 di Industri Migas 5.4. Mempersiapkan Operasi Kran Mobil s.d 25 Ton 5.5. Mengoperasikan Kran Mobil s.d 25 Ton 5.6. Menghentikan Kran Mobil s.d 25 Ton 5.7. Membuat Laporan Penggunaan Kran Mobil s.d 25 Ton 5.8. Mengendalikan Beban Statis s.d 25 Ton 6. Jam Pencapaian Kompetensi 220 Jam Pelatihan 45 Menit) 7. Persyaratan Peserta Pelatihan 7.1. Pendidikan Minimal SLTP 7.2. Pelatihan/Pengalaman Kerja 7.3. Umur/Usia Minimal 17 Tahun 7.4. Jenis Kelamin Pria / wanita 7.5. Kesehatan Berbadan sehat dan tidak buta warna 7.6. Test Kemampuan General Test 3

4 KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JAM PENCAPAIAN KOMPETENSI NO UNIT KOMPETENSI KODE UNIT PENGE KETERAM JUMLAH TAHUAN PILAN I. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI UMUM 1.1 Melaksanakan K3 ditempat kerja IMG.PA Melakukan kerja sama dengan teman kerja. IMG.PA Melaksanakan K3 di Industri Migas IMG.PA II. III. Jumlah I KELOMPOK UNIT KOMPETENSI INTI 2.1. Mempersiapkan Operasi Kran IMG.PA Mobil s/d 25 Ton 2.2. Mengoperasikan Kran Mobil s/d IMG.PA Ton 2.3. Menghentikan Kran Mobil s/d 25 IMG.PA Ton 2.4. Membuat Laporan Penggunaan IMG.PA Kran Mobil s/d 25 Ton Jumlah II KELOMPOK UNIT KOMPETENSI KHUSUS 3.1. Mengendalikan Beban Statis s/d IMG.PA Ton Jumlah III IV. PELATIHAN DI TEMPAT KERJA (OJT) 4.1 Operasi Kran Mobil (KM) sd Ton Jumlah IV V. EVALUASI PROGRAM LATIHAN 5.1 Evaluasi pelaksanaan pelatihan 8 8 Jumlah IV 8 8 Jumlah I s/d V

5 SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI I. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI UMUM 1.1. Unit Kompetensi Melaksanakan K3 ditempat kerja Kode Unit IMG.PA Jam Pencapaian Kompetensi 4 jam 45 menit) ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Pengetahuan Ketrampilan Sikap Kerja Pengetahuan Ketrampilan 1. Mengikuti prosedur K 3 di tempat kerja 1.1 Pedoman K3 yang terkait difahami sesuai dengan ketentuan yang berlaku Undangundang keselamatan dan kesehatan kerja Prosedur keselamatan dan kesehatan kerja perusahaan Mememahami Undangundang K3 dan prosedur pelindung diri Sesuai SOP Bertindak aman Peduli lingkungan Semua pekerjaan dilakokan sesuai pedoman, prosedur, kodedan standar yang terkait Alat Pelindung Diri (APD) dan simbolsimbol Pedoman penangan K3 2. Mengindentifikasi dan merespon tempat berbahaya,beresi ko dan rawan kecelakaan 2.1 Lokasi yang mengandung bahaya, beresiko dan kemungkinan kecelakaan diidentifikasi 2.2 Prosedure penanganan bahaya diikuti dengan benar Bahaya, penyebab dan pencegahannya Melaksanakan pedoman pengamanan sesuai persyaratan Bekerja sesuai prosedur SOP 1 1 5

6 3. Melaksanakan prosedure darurat Peralatan untuk penanggulangan daruat diidentifikasi dan digunakan sesuai pedoman K3 Prosedur dan kebijakan tentang tanggap darurat ditempat kerja dikuti Prosedur darurat perusahaan Jika perlu menggunakan darurat dengan tepat Sesuai SOP Membuat laporan akibat penyimpangan dan pelanggaran K Luka,kecelakaan, kebakaran yang terjadi dicatat sesuai format baku dan dilaporkan kepada pihat terkait Pencemaran lingkungan yang terjadi dilaporkan pada pihak terkait PPPK, Prosedur penanganan kecelakaan kerja Menghubungi personil, jika perlu melaksanakan evakuasi sesuai prosedur Peduli lingkungan Sesuai SOP Bertindak aman Peduli lingkungan 1 1 6

7 1.2. Unit Kompetensi Melaksanakan Kerjasama dengan Teman Kerja Kode Unit IMG.PA Jam Pencapaian Kompetensi 8 jam menit) ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN Pengetahuan Ketrampilan Sikap Kerja JAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Pengetahuan Ketrampilan 1. Melakukan komunikasi sesama rekan kerja. 1.1 Komunikasi sesama rekan kerja dilakukan secara intensip. Bekerja dengan orang lain dalam tim. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan. Sesuai SOP Komunikasi dengan atasan dilakukan sesuai prosedur baku. 2. Memproses hasil komunikasi 2.1 Informasi hasil komunikasi dicatat dan ditangani dengan tepat. Komunikasi yang efektif Membuat alur (flow chart) pertanggungjawaban tugastugas dengan jelas dan mudah dipahami Menggunakan bahasa sederhana Tindakan lebih lanjut dilakukan sesuai dengan kebijakan organisasi pada saat diperlukan. 7

8 1.3. Unit Kompetensi Melaksanakan K3 di Industri Migas Kode Unit IMG.PA Jam Pencapaian Kompetensi 10 jam menit) ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN Pengetahuan Ketrampilan Sikap Kerja JAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Pengetahuan Ketrampilan 1. Mengikuti prosedur K 3 di Industri Migas 1.1 Pedoman K3 yang terkait difahami sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Industri Migas 1.2 Semua pekerjaan dilakukan sesuai pedoman, prosedur, kodedan standar di Industri Migas. Undangundang keselamatan dan kesehatan kerja. Prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di Industri Migas Memahami Undangundang K3 dan prosedur K3 perusahaan. Menggunakan alat pelindung diri. Melaksanakan Pedoman pengamanan sesuai prosedur Melakukan sesuai Prosedur kerja Bertindak aman dan waspada Peduli lingkungan Mengindentifikasi dan merespon tempat berbahaya,beresi ko dan rawan kecelakaan 2.1 Lokasi yang mengandung bahaya, beresiko dan kemungkinan kecelakaan diidentifikasi. 2.2 Prosedure penanganan bahaya diikuti dengan benar, sesuai standar hazardous area. Bahaya, penyebab dan pencegahannya. Prosedur penanganan bahaya di Industri Migas. Melaksanakan pedoman pengamanan sesuai persyaratan Bekerja sesuai prosedur

9 3. Melaksanakan prosedure darurat 3.1 Peralatan untuk penanggulangan daruat diidentifikasi dan digunakan sesuai pedoman K3 di Industri Migas. 3.2 Prosedur dan kebijakan tentang tanggap darurat ditempat kerja dikuti sesuai SOP. Undangundang keselamatan dan kesehatan kerja. Prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di Industri Migas Menggunakan perlengkapan darurat dengan tepat Bertindak aman dan waspada Membuat laporan akibat penyimpangan dan pelanggaran K3 di Industri Migas 4.1 Luka, kecelakaan, kebakaran yang terjadi dicatat sesuai format baku dan dilaporkan kepada pihat terkait. Menghubungi personil, jika perlu melaksanakan evakuasi sesuai prosedur Peduli lingkungan Taat prosedur Pencemaran lingkungan yang terjadi dilaporkan pada pihak terkait 9

10 II. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI INTI 2.1 Unit Kompetensi Mempersiapkan Operasi Kran Mobil s/d 25 Ton Kode Unit MG.PA Jam Pencapaian Kompetensi menit ELEMEN KOMPETENSI 1. Melakukan Pemeriksaan KRITERIA UNJUK KERJA 1.1. Daftar Komponen dan sistem Penunjang yang diperiksa dipersiapkan Komponen dan Sistem Penunjang dipersiksa sesuai SOP MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja Komponen utama kran mobil. Tipe kran mobil SOP pemeriksaan kran mobil Menyiapkan daftar komponen kran mobil yang diperiksa Menyiapkan SOP Sesuai SOP Cermat dan teliti JAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Kete Pengetahuarampilan Mengidentifikasi hasi pemeriksaan 2.1. Hasil pemeriksaan diidentifikasi sesuai persyaratan. Manual book dari kran mobil Spesifikasi komponen kran mobil Menggunakan Peralatan sesuai standar Sesuai SOP Cermat dan teliti Hasil Pemeriksaan yang tidak memenuhi persyaratan dilaporkan 10

11 2.2. Unit Kompetensi Mengoperasikan Kran Mobil s/d 25 Ton Kode Unit IMG.PA Jam Pencapaian Kompetensi 50 jam menit) ELEMEN KOMPETENSI 1. Melakukan pengoperasian awal 3. Menempatkan Kran Mobil di Lokasi 4. Mengoperasikan Kran Mobil KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Mesin di start/dijalan sesuai SOP 1.1 Peralatan untuk Jalan diperiksa. 2.1 Kran Mobil ditempatkan di daerah yang bebas dari Bahaya 2.2. Outrigger di Set Up, kedudukan Kran dalam datar/level Gerakan tanpa beban dilakukan 3.1 Beban yang diangkat dipastikan dalam keaadaan Baik 3.2 Load Chart dibaca 3.3 Boom di Set Up sesuai dengan Load Chart 3.4 Beban diangkat, dipindahkan dan diletakkan sesuai SOP. 3.5 Panel kontrol kran mobil dengan sistim komputer dapat dijalankan. MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja Prosedur start mesin Peralatan untuk star mesin Kwadran operasi kran mobil Prosedur Set Up Outrigger Memahami fungsi tuas kontrol yang ada dalam kabin Berat beban Titik berat beban Mekanika teknik sederhana Alat bantu angkat ( sling ) Tabel beban kerja aman Material handling Hand signal FungsiTuas kontrol Melakukan start mesin sesuai prosedur Melakukan set up outrigger sesuai dengan kondisi operasi Mengoperasikan tuas kontrol dengan benar sesuai prosedur Melakukan gerakan kran dengan hatihati Menggunakan alat bantu sesuai dengan berat beban. Mengaitkan hook tepat pada titik berat beban Membaca Load chart sesuai kondisi operasi. Memindahkan beban sesuai dengan hand signal Sesuai SOP Cermat dan teliti Sesuai SOP Cermat dan teliti Sesuai SOP Cermat dan teliti JAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Kete Pengetahuarampilan

12 2.3 Unit Kompetensi Menghentikan Kran Mobil s/d 25 Ton Kode Unit IMG.PA Jam Pencapaian Kompetensi 30 jam menit) ELEMEN KOMPETENSI 1. Melakukan persiapan penghentian Kran Mobil KRITERIA UNJUK KERJA 1.1. Boom diturunkan dan dipendekkan 1.2. Boom ditempatkan pada posisi Netral 1.3. OutRigger dimasukkan MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja Prosedur menghentikan kran Tahapan 0perasi penhentian kran dilakukan sesuai dengan prosedur Menempatkan/memposisikan seluruh komponen kran sesuai tahapan Melakukan penghetianseluruh operasi sesuai prosedur Sesuai SOP Cermat dan teliti JAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Kete Pengetahuarampilan Menghentikan Kran Mobil 2.1. Kran ditempatkan pada daerah aman Tuas diposisikan Netral 2.3. Mesin dimatikan dan Kunci Kontak dicabut Prosedur mematikan mesin Lokasi parkir / penempatan kranyang aman Mematikan mesin sesuai tahapan / prosedur Menempatkan unit kran pada daerah yang aman Sesuai SOP Cermat dan teliti

13 2.4 Unit Kompetens Membuat Laporan Penggunaan Kran Mobil s/d 25 Ton Kode Unit IMG.PA Jam Pencapaian Kompetensi 10 jam menit) ELEMEN KOMPETENSI 1. Mencatat hasil kegiatan Operasi KRITERIA UNJUK KERJA 1.1. Jam operasi dicatat 1.2. Penggunaan BBM dicatat 1.3. Level Minyak Pelumas, Hidrolik diperiksa dan dicatat Jenisjenis laporan MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja Laporan formal dan informal Format dan layout laporan Membuat laporan formal Membuat laporan informal Sesuai SOP Cermat dan teliti JAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Kete Pengetahuarampilan Membuat Laporan 2.1. Jam Operasi dan Kondisi Operasi dilaporkan Laporan formal dan informal Membuat laporan formal Sesuai SOP Cermat dan teliti Penggunaan BBM dilaporkan Format dan layout laporan Membuat laporan informal 2.3. Level Minyak Pelumas, Hidrolik 2.4. Bila terjadi kerusakan/kelainan dilaporkan 13

14 III. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI KHUSUS 3.1 Unit Kompetensi Mengendalikan Beban Statis s/d 25 Ton Kode Unit IMG.PA Jam Pencapaian Kompetensi 10 jam menit) ELEMEN KOMPETENSI 1. Mengetahui kondisi beban KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Dimensi beban yang akan diangkat diketahui. 1.2 Jenis dan sifat beban yang akan diangkat diketahui. MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja Dimensi Satuan/ besaran pokok Sifat sifat barang/ symbol material handling Melakukan pengukuran beban dengat cermat dan tepat Memahami simbol material handling yang ada pada beban Sesuai SOP Cermat dan teliti JAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Kete Pengetahuarampilan Mengendalikan operasi pemindahan beban 2.1 Proses pengangkatan, pemindahan dan peletakan beban dilakukan sesuai SOP. 2.2 Bila terjadi kegagalan kegagalan operasi, proses pemindahan dihentikan dan dilaporkan keatasan langsung. Prosedur dantahapan pengangkatan dan pemindahan beban Prosedur penghentian operasi jika terjadi kegagalan. Wire roope sling Webing sling Posedur pengikatan beban Melakukan gerakan pemindahan beban dengan perlahan lahan sesuai dengan abaaba dari signalment Sesuai SOP Cermat dan teliti

15 IV. PELATIHAN DI TEMPAT KERJA (OJT) 4.1. Unit Kompetensi Mengoperasikan kran mobil s.d 25 ton Kode Unit ELEMEN KOMPETENSI INDIKATOR PELAKSANAAN PELATIHAN DI TEMPAT KERJA 1. Melaksanakan K3 ditempat kerja Memahami peraturan perundangundangan yang berlaku Melaksanakan prosedur K3 Memahami fungsi alat pemadam api ringan (APAR) 2. Melakukan kerja sama dengan Melakukan kerja sama sesuai dengan standar komunikasi teman kerja Melakukan koordinasi dengan unit terkait Melakukan persiapan/perencanaan pekerjaan 3. Melaksanakan K3 di Industri Migas Memahami prosedur kerja di Industri Migas Mengerti klasifikasi area pada industri Migas 4. Mempersiapkan Operasi Kran Mobil s.d 25 Ton 5. Mengoperasikan Operasi Kran Mobil s.d 25 Ton 6. Menghentikan Operasi Kran Mobil s.d 25 Ton 7. Membuat Laporan Penggunaan Kran Mobil s.d 25 Ton 8. Mengendalikan Beban Statis s.d 25 Ton Merencanakan proses pengangkatan Menghitung berat beban Mengetahui jenis,sifat dan bentuk beban Merencanakan penggunaan peralatan bantu yang sesuai Melaksanakan pemeriksaan awal Mengoperasikan peralatan tanpa beban Memasang peralatan bantu pada beban Mengangkat beban Menempatkan beban sesuai dengan kode material handling Memberhentikan kran mobil sesuai dengan SOP Membuat laporan penggunaan kran mobil Memeriksa seluruh komponen kran mobil Melakukan proses pengangkatan dalam posisi setimbang Melakukan pemindahan dalam keadaan setimbang Menurunkan/meletakkan beban dengan hatihati 15

16 DAFTAR BAHAN YANG DIGUNAKAN 1. Judul/Nama Pelatihan Mengoperasikan kranmobil s.d 25 ton 2. Kode Program Pelatihan NO. UNIT KOMPETENSI KODE UNIT DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN KETERANGAN 1. Melaksanakan K3 ditempat kerja IMG.PA Pakaian kerja Kaca mata safety Sepatu safety Sarung tangan Helm safety Pelindung telinga Moduk pelatihan Buku UU K3 2. Melakukan kerja sama dengan teman kerja 3. Melaksanakan K3 di Industri Migas IMG.PA IMG.PA ATK ( alat tulis kantor) Alat komunikasi Pakaian kerja Kaca mata safety Sepatu safety Sarung tangan Helm safety Pelindung telinga Modul pelatihan Moduk pelatihan Buku UU K3 4. Mempersiap kan Operasi Kran Mobil s.d 25Ton IMG.PA Unit kran mobil Check list Lock book Modul pelatihan 5. Mengoperasik an Kran Mobi s.d 25 Ton 6. Menghentikan s.d 25 Ton IMG.PA IMG.PA Unit kran mobil Load chart Unit kran mobil Load chart Modul pelatihan Modul pelatihan 7. Membuat Laporan Penggunaan s.d 25 Ton 8. Mengendalika n Beban Statis s.d 25 Ton IMG.PA IMG.PA ATK ( alat tulis kantor Lock book ABA Tag line Modul pelatihan Modul pelatihan 16

17 FORM PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI PROGRAM PELATIHAN NAMA FASILITATOR NO. UNIT KOMPETENSI/ ELEMEN/KUK STANDAR PENCAPAIAN TEORI PRAKTEK KET Rekomendasi Fasilitator PESERTA FASILITATOR 17

18 RANCANGAN PELATIHAN DI TEMPAT KERJA Judul/Nama Pelatihan... Nama Peserta Pelatihan... Nama Lembaga/Perusahaan... Kegiatan di Tempat Kerja... NO. HARI/ TANGGAL AREA KERJA UNIT/ ELEMEN KOMPETENSI KEGIATAN JAM HASIL PEMBIMBING ,..... Pimpinan

19 EVALUASI PROGRAM PELATIHAN Judul/Nama Pelatihan.. NO. UNSUR YANG DINILAI Penilaian (Assessment) A (91100) B (7190) Nilai C (6170) D (<50) 1. MASUKAN 1.1 Peserta Pelatihan 1.2 Pelatih 1.3 Assessor Pelatihan 1.4 Tenaga Pendukung 1.5 Fasilitas Peralatan 1.6 Bahan Pelatihan 1.7 Modul PBK/Job Sheet/ Diktat 1.8 Biaya/Dana Pelatihan (0100) 2. PROSES 2.1 Kurikulum dan Silabus 2.2 Unit Kompetensi yang ditempuh 2.3 Metode Pelatihan 2.4 Jadwal Pelatihan 2.5 Pelatihan di Tempat Kerja (0100) 3. KELUARAN 3.1 Penguasaan Pengetahuan 3.2 Penguasaan Keterampilan 3.3 Sikap Kerja 3.4 Kedisiplinan 3.5 Motivasi Kerja 3.6 Jumlah Lulusan (0100), tgl. Penanggung Jawab Program (menerima hasil evaluasi) Evaluator Program Pelatihan

20 STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA OPERATOR KRAN MOBIL (KM) s/d 25 TON AREA PEKERJAAN KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT PEKERJAAN OPERATOR KRAN MOBIL (KM) s/d 25 Ton KODE PEKERJAAN C II 01 KOMPETENSI UMUM NO KODE UNIT JUDUL UNIT 1. IMG.PA Melaksanakan K3 ditempat kerja 2. IMG.PA Melakukan kerja sama dengan teman kerja 3. IMG.PA Melaksanakan K3 di Industri Migas KOMPETENSI INTI NO KODE UNIT JUDUL UNIT 1. IMG.PA Mempersiapkan Operasi Kran Mobil s/d 25 Ton 2. IMG.PA Mengoperasikan Kran Mobil s/d 25 Ton 3. IMG.PA Menghentikan Kran Mobil s/d 25 Ton 4. IMG.PA Membuat Laporan Penggunaan Kran Mobil s/d 25 Ton KOMPETENSI KHUSUS NO KODE UNIT JUDUL UNIT 1. IMG.PA Mengendalikan Beban Statis s/d 25 Ton 20

21 KODE UNIT IMG.PA JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Melaksanakan K3 ditempat kerja Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan K3 ditempat kerja ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. Mengikuti prosedur K3 ditempat kerja 2. Mengindentifikasi dan merespon tempat berbahaya,beresiko dan rawan kecelakaan 3. Melaksanakan prosedur darurat Membuat laporan akibat penyimpangan dan pelanggaran K3 1.1 Pedoman K3 yang terkait difahami sesuai dengan ketentuan yang berlaku 1.2 Semua pekerjaan dilakokan sesuai pedoman, prosedur, kodedan standar yang terkait 2.1 Lokasi yang mengandung bahaya, beresiko dan kemungkinan kecelakaan diidentifikasi 2.2 Prosedure penanganan bahaya diikuti dengan benar Peralatan untuk penanggulangan daruat diidentifikasi dan digunakan sesuai pedoman K3 Prosedur dan kebijakan tentang tanggap darurat ditempat kerja dikuti Luka,kecelakaan, kebakaran yang terjadi dicatat sesuai format baku dan dilaporkan kepada pihat terkait Pencemaran lingkungan yang terjadi dilaporkan pada pihak terkait BATASAN VARIABEL 1. Unit ini berlaku untuk mengikuti prosedur K3 ditempat kerja,mengidentifikasi dan merespon tempat berbahaya,beresiko dan rawan kecelakaan,melaksanakan prosedur darurat dan membuat laporan akibat penyimpangan dan pelanggaran K3 yang digunakan untuk melaksanakan K3 ditempat kerja. 2. Perlengkapan untuk melaksanakan K3 ditempat kerja, mencakup 2.1. Alat pelindung diri 2.2. Alat pemadam kebakaran 2.3. Format baku pembuatan laporan 21

22 3. Tugas melaksankan K3 ditempat kerja meliputi 3.1. Mengikuti prosedur K3 ditempat kerja 3.2. Mematuhi SOP perusahaan 4. Peratuan untuk melaksanakan unit ini meliputi 4.1. Undang undang tentang K Kebijakan / tata tertib perusahaan tentang K3 PANDUAN PENILAIAN 1. Penjelasan Prosedur Penilaian Alat dan bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang mungkin diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unitunit kompetensi yang terkait 1.1. IMG.PA Bekerja sama ditempat kerja 2. Kondisi Penilaian Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut 2.1. Penilaian dapat dilakukan dengan cara tertulis,lesan/komprehensip, demonstrasi, simulasi di workshop/bengkel kerja/ diklat dan atau di tempat kerja. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut 3.1. Memahami dan menerapkan peraturan dan Undang Undang Keselamatan Kerja Tahun Memahami Peraturan peraturan mengenai K3 4. Keterampilan yang dibutuhkan Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut 4.1. Teknik menggunakan alat pelindung diri 4.2. Teknik menggunakan APAR 5. Aspek Kritis Penilaian Aspek kritis merupakan sikap kerja yang harus diperhatikan, sebagai berikut 5.1. Melaksanakan K Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan K3 kepada atasan langsung 5.3. Mematuhi Peraturan peraturan mengenai K3 22

23 KOMPETENSI KUNCI No. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 1 2. Mengkomunikasikan ideide dan informasi 1 3. Merencanakan mengorganisir aktifitasaktifitas 1 4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 5. Menggunakan ideide dan teknik matematika 1 6. Memecahkan masalah 1 7. Menggunakan teknologi 1 23

24 KODE UNIT IMG.PA JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Melaksanakan Kerja Sama dengan Teman Kerja Unit ini kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan kerja sama dengan teman kerja. ELEMEN KOMPETENSI 1. Melakukan komunikasi sesama rekan kerja KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Komunikasi sesama rekan kerja dilakukan secara intensip 1.2 Komunikasi dengan atasan dilakukan sesuai prosedur baku. 2. Memproses hasil komunikasi 2.1 Informasi hasil komunikasi dicatat dan ditangani dengan tepat 2.2 Tindakan lebih lanjut dilakukan sesuai dengan kebijakan organisasi pada saat diperlukan BATASAN VARIABEL 1. Unit ini berlaku untuk melakukan komunikasi sesama rekan kerja dan memproses hasil komunikasi yang digunakan untuk melakukan kerjasama dengan teman kerja 2. Perlengkapan untuk.melakukan kerja samadengan teman kerja, mencakup 2.1. Alat komunikasi Perlengkapan alat tulis 3. Tugas untuk melakukan komunikasi sesama rekan kerja dan memroses hasil komunikasi yang digunakan untuk melakukan kerjasama dengan teman kerja meliputi 3.1. Mengikuti prosedur komunikasi ditempat kerja 3.2. Mematuhi perusahaan 4. Peratuan untuk melaksanakan unit ini meliputi 4.1. Peraturan untuk komunikasi yang berlaku perusahaan 4.2. Tata cara pelaporan PANDUAN PENILAIAN 1. Penjelasan Prosedur Penilaian Alat dan bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang mungkin diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unitunit kompetensi yang terkait 1.1. IMG.PA Melaksanakan K3 ditempat Kerja 1.2. IMG.PA Melakukan kerja sama dengan teman kerja 24

25 2. Kondisi Penilaian Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut 2.1. Penilaian dapat dilakukan dengan cara tulis, lisan / komprehensip, simulasi di workshop/bengkel kerja/diklat dan atau di tempat kerja. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut 3.1. Teknologi informasi 3.2. Dasardasar pengoperasian komputer 4. Keterampilan yang dibutuhkan Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut 4.1. Menggunakan alat komunikasi 4.2. Membuat file data komunikasi 5. Aspek Kritis Penilaian Aspek kritis merupakan sikap kerja yang harus diperhatikan, sebagai berikut 5.1. Mematuhi kerja sama dengan teman kerja 5.2. Bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan kepada atasan langsung 5.3. Mematuhi standar komunikasi baku KOMPETENSI KUNCI No. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 1 2. Mengkomunikasikan ideide dan informasi 2 3. Merencanakan mengorganisir aktifitasaktifitas 1 4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 2 5. Menggunakan ideide dan teknik matematika 1 6. Memecahkan masalah 1 7. Menggunakan teknologi 1 25

26 KODE UNIT IMG.PA JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT Melaksanakan K3 di Industri Migas Unit ini kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan K3 di Industri Migas ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. Mengikuti prosedur K 3 di Industri Migas 2. Mengindentifikasi dan merespon tempat berbahaya,beresiko dan rawan kecelakaan 1.1 Pedoman K3 yang terkait difahami sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Industri Migas 1.2 Semua pekerjaan dilakukan sesuai pedoman, prosedur, kodedan standar di Industri Migas. 2.1 Lokasi yang mengandung bahaya, beresiko dan kemungkinan kecelakaan diidentifikasi 2.2 Prosedure penanganan bahaya diikuti dengan benar, sesuai standar hazardous area. 3. Melaksanakan prosedure darurat 3.1 Peralatan untuk penanggulangan daruat diidentifikasi dan digunakan sesuai pedoman K3 di Industri Migas. 3.2 Prosedur dan kebijakan tentang tanggap darurat ditempat kerja dikuti sesuai SOP. 4. Membuat laporan akibat penyimpangan dan pelanggaran K3 di Industri Migas 4.1 Luka, kecelakaan, kebakaran yang terjadi dicatat sesuai format baku dan dilaporkan kepada pihat terkait. 4.2 Pencemaran lingkungan yang terjadi dilaporkan pada pihak terkait BATASAN VARIABEL 1. Unit ini berlaku untuk mengikuti prosedur K3 ditempat kerja,mengidentifikasi dan merespon tempat berbahaya,beresiko dan rawan kecelakaan,melaksnakan prosedur darurat dan membuat laporan akibat penyimpangan dan pelanggaran K3 di IndustriMigas yang digunakan untuk melaksanakan K3 di Industri Migas. 26

27 2. Perlengkapan untuk melaksanakan K3 di Industri Migas, mencakup 2.1 Alat pelindung diri 2.2 Alat pemadam kebakaran 2.3 Format baku pembuatan laporan 3. Tugas melaksankan K3 di Industri Migas meliputi 3.1. Mengikuti prosedur K3 di Industri Migas 3.2. Mematuhi SOP dan standar Industri Migas. 4. Peraturan untuk melaksanakan unit ini meliputi 4.1. Undang undang tentang K Kebijakan / tata tertib perusahaan tentang K Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 01/P/M/Pertamb./1980, tentang Pemeriksaan Keselamatan Kerja dan Teknik yang dipergunakan dalam Pertambangan Minyak dan Gas Bumi. PANDUAN PENILAIAN 1. Penjelasan Prosedur Penilaian Alat dan bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang mungkin diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unitunit kompetensi yang terkait 1.1. IMG.PA Melaksanakan K3 ditempat Kerja 1.2. IMG.PA Bekerja sama ditempat kerja 2. Kondisi Penilaian Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut 2.1. Penilaian dapat dilakukan dengan cara tertulis, lesan/komprehensip, demonstrasi, simulasi di workshop/bengkel kerja/ diklat dan atau di tempat kerja. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut 3.1. Memahami dan menerapkan peraturan dan Undang Undang Keselamatan Kerja Tahun Memahami Peraturan peraturan mengenai K3 4. Keterampilan yang dibutuhkan Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut 4.1. Teknik menggunakan alat pelindung diri 4.2. Teknik menggunakan APAR 27

28 5. Aspek Kritis Penilaian Aspek kritis merupakan sikap kerja yang harus diperhatikan, sebagai berikut 5.1. Mematuhi K Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan K3 kepada atasan langsung 5.3. Mematuhi Peraturan peraturan industri migas KOMPETENSI KUNCI No. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 1 2. Mengkomunikasikan ideide dan informasi 1 3. Merencanakan mengorganisir aktifitasaktifitas 1 4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 2 5. Menggunakan ideide dan teknik matematika 1 6. Memecahkan masalah 1 7. Menggunakan teknologi 1 28

29 KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT IMG.PA Mempersiapkan Operasi Kran Mobil s/d 25 Ton Unit ini kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk mempersiapkan operasi kran mobil s/d 25 ton ELEMEN KOMPETENSI 1. Melakukan pemeriksaan rutin sebelum mengoperasi Kran Mobil. 2. Mengidentifikasi hasil pemeriksaan rutin Kran Mobil. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1. Mesin dan sistem penunjang diperiksa sesuai dengan SOP Komponenkomponen kran mobil diperiksa sesuai spesifikasi Hasil pemeriksaan dicatat pada lembar yang telah disediakan Hasil yang telah dicatat bila tidak sesuai spesifikasi dilaporkan atasan langsung. BATASAN VARIABEL 1. Unit ini berlaku untuk melakukan pemeriksaan rutin dan mengidentifikasi hasil pemeriksaan rutin yang digunakan untuk mempersiapkan operasi kran mobil s/d 25 ton. 2. Perlengkapan untuk mempersiapkan operasi kran mobil s/d 25 ton, mencakup 2.1 Tool set, Alat pelindung diri (sarung tangan, sepatu safety, kacamata, pakaian kerja) 2.2 SOP dan manual operasi. 3. Tugas untuk mempersiapkan operasi kran mobil s/d 25 ton, meliputi 3.1. Melakukan pemeriksaan rutin sebelum mengoperasi Kran Mobil Mengidentifikasi hasil pemeriksaan rutin Kran Mobil. 4. Peraturan untuk melaksanakan unit ini meliputi 4.2. UndangUndang tentang K Kebijakan dan tata tertib perusahaan tentang K3. PANDUAN PENILAIAN 1. Penjelasan Prosedur Penilaian Alat dan bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang mungkin diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unitunit kompetensi yang terkait 1.1. IMG.PA Melaksanakan K3 di tempat kerja IMG.PA Melakukan kerja sama dengan dengan teman Kerja IMG.PA Melaksanakan K3 di Industri Migas. 29

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR FORKLIFT (FL)

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR FORKLIFT (FL) PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR FORKLIFT (FL) KODE PROGRAM PELATIHAN : C.11.20.0.3.4.1.II.01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR SEISMIK

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR SEISMIK PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR SEISMIK KODE PROGRAM PELATIHAN C 11 20 0 1 1 1 II 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl.

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGELOLA USAHA PAKAIAN

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGELOLA USAHA PAKAIAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGELOLA USAHA PAKAIAN KODE PROGRAM PELATIHAN : O 93 09114 IV 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl.

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 245 / MEN / V /2007 TENTANG

KEPUTUSAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 245 / MEN / V /2007 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 245 / MEN / V /2007 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PENYELIA PROSES PEMBUATAN PAKAIAN

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PENYELIA PROSES PEMBUATAN PAKAIAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PENYELIA PROSES PEMBUATAN PAKAIAN KODE PROGRAM PELATIHAN : O 9 3 0 9 1 1 3 III 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU CATAT LEVEL I KODE PROGRAM PELATIHAN : K.74.9.0.1.2.3.I.01

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU CATAT LEVEL I KODE PROGRAM PELATIHAN : K.74.9.0.1.2.3.I.01 PELATIHAN BERBASIS JURU CATAT LEVEL I KODE PROGRAM PELATIHAN : K.74.9.0.1.2.3.I.01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl. Jend. Gatot

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI CNC WIRE CUT PROGRAMMER

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI CNC WIRE CUT PROGRAMMER PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI CNC WIRE CUT PROGRAMMER KODE PROGRAM PELATIHAN :... DEPARTEMEN TENAGA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jln. Jenderal Gatot Subroto

Lebih terperinci

Draft Kaji Ulang SKKNI Operasi Produksi

Draft Kaji Ulang SKKNI Operasi Produksi LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KATEGORI... GOLONGAN POKOK... PADA JABATAN KERJA

Lebih terperinci

PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR (SURVEYOR) KODE PROGRAM PELATIHAN : M.7110000.01.14

PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR (SURVEYOR) KODE PROGRAM PELATIHAN : M.7110000.01.14 PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR (SURVEYOR) KODE PROGRAM PELATIHAN : M.7110000.01.14 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Lebih terperinci

PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI TUKANG TAMAN PADA BANGUNAN GEDUNG KODE PROGRAM PELATIHAN: F.454052101108

PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI TUKANG TAMAN PADA BANGUNAN GEDUNG KODE PROGRAM PELATIHAN: F.454052101108 PROGRAM PELATIHAN BERBASIS TUKANG TAMAN PADA BANGUNAN GEDUNG KODE PROGRAM PELATIHAN: F.454052101108 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Lebih terperinci

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI) SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI) Judul Pelatihan : AHLI DESAIN HIDRO MEKANIK (HYDRO MECHANICAL DESIGN ENGINEER) Kode Jabatan Kerja : INA. 5220.112.09 Kode Pelatihan :... DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN

Lebih terperinci

JUDUL UNIT : Bekerja Aman Sesuai dengan Prosedur Kebijakan

JUDUL UNIT : Bekerja Aman Sesuai dengan Prosedur Kebijakan KODE UNIT : LAB.KK02.001.01 JUDUL UNIT : Bekerja Aman Sesuai dengan Prosedur Kebijakan DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja

Lebih terperinci

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KATEGORI... GOLONGAN POKOK... PADA JABATAN KERJA

Lebih terperinci

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. /MEN/ / 2008

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. /MEN/ / 2008 LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. /MEN/ / 2008 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR JASA KEMASYARAKATAN DAN PERORANGAN

Lebih terperinci

DRAFT RAPAT KERJA KONSORSIUM PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA KELUARGA JAKARTA 2010

DRAFT RAPAT KERJA KONSORSIUM PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA KELUARGA JAKARTA 2010 DRAFT STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR JASA PENDIDIKAN SUB SEKTOR JASA PENDIDIKAN SWASTA LAINNYA BIDANG JASA PENDIDIKAN BAHASA SUB BIDANG BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA

Lebih terperinci

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku.

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku. KODE UNIT : KOM.PR01.005.01 JUDUL UNIT : Menyampaikan Presentasi Lisan Dalam Bahasa Inggris DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan profesi humas

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129 TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129 TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KATEGORI PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN GOLONGAN POKOK PERTAMBANGAN

Lebih terperinci

Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI)

Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Konvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) SEKTOR JASA PENDIDIKAN LAINNYA BIDANG JASA PENDIDIKAN BAHASA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNTUK KEPARIWISATAAN (SUB BIDANG TATA GRAHA)

Lebih terperinci

HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT ( HSE ) DEPARTMENT PT. GRAHAINDO JAYA GENERAL CONTRACTOR

HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT ( HSE ) DEPARTMENT PT. GRAHAINDO JAYA GENERAL CONTRACTOR HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT ( HSE ) DEPARTMENT STRUKTUR ORGANISASI HSE PROJECT MANAGER Ir. P Tanudjaja HSE OFFICER Suharso HSE SUPERVISOR Widianto HSE SUPERVISOR Deni Santoso HSE STAFF Jauhari J HSE STAFF

Lebih terperinci

FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI

FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI Nama Asesi : Tanggal/Waktu : Nama Asesor : Tempat : Pada bagian ini, anda diminta untuk menilai diri sendiri terhadap unit (unit-unit) kompetensi yang akan di-ases. 1. Pelajari

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Nomor KEP. 31/LATTAS/II/2014 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Nomor KEP. 31/LATTAS/II/2014 TENTANG KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 51 Lantai VI Blok A Telepon 52901142 Fax. 52900925 Jakarta Selatan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.09/MEN/VII/2010 TENTANG OPERATOR DAN PETUGAS PESAWAT ANGKAT DAN ANGKUT

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.09/MEN/VII/2010 TENTANG OPERATOR DAN PETUGAS PESAWAT ANGKAT DAN ANGKUT MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.09/MEN/VII/2010 TENTANG OPERATOR DAN PETUGAS PESAWAT ANGKAT DAN ANGKUT

Lebih terperinci

LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH

LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH PROSEDUR IJIN KERJA No. Dokumen : PT-KITSBS-19 No. Revisi : 00 Tanggal : April Halaman : i dari iv LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH No Nama Jabatan Tanda Tangan 1. RM. Yasin Effendi PLT DM ADM Umum

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA R.I No.KEP.186/MEN/1999 TENTANG UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN DITEMPAT KERJA MENTERI TENAGA KERJA R.

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA R.I No.KEP.186/MEN/1999 TENTANG UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN DITEMPAT KERJA MENTERI TENAGA KERJA R. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA R.I No.KEP.186/MEN/1999 TENTANG UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN DITEMPAT KERJA Minimbang : MENTERI TENAGA KERJA R.I 1. bahwa kebakaran di tempat kerja berakibat sangat merugikan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA DIREKTORAT PENEMPATAN TENAGA KERJA DALAM NEGERI

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA DIREKTORAT PENEMPATAN TENAGA KERJA DALAM NEGERI KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA DIREKTORAT PENEMPATAN TENAGA KERJA DALAM NEGERI Jl. Jend. Getot Subroto Kav. 51, Jakarta Selatan 1 Komitmen

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 246 / MEN / V /2007 TENTANG

KEPUTUSAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 246 / MEN / V /2007 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 246 / MEN / V /2007 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL

Lebih terperinci

- 283 - H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

- 283 - H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP - 283 - H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP SUB BIDANG SUB SUB BIDANG PEMERINTAH 1. Pengendalian Dampak Lingkungan 1. Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) 1. Menetapkan

Lebih terperinci

PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROSEDURE (SOP)

PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROSEDURE (SOP) 1 PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROSEDURE (SOP) dr. AGUS DWI PITONO,M.KES Disampaiakn pada Pertemuan Penyusunan SOP Dinas Kesehatan Kota Bima 02 Maret 2015 2 ORGANISASI PEMERINTAH DASAR HUKUM: Peraturan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. /MEN/ /2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. /MEN/ /2008 TENTANG PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. /MEN/ /2008 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN PENYELENGGARAAN PEMAGANGAN DI LUAR NEGERI MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. 08/MEN/V/2008 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN PENYELENGGARAAN PEMAGANGAN

Lebih terperinci

KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK

KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK Sri Rezki Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Pontianak ABSTRAK Latar Belakang: Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan

Lebih terperinci

MANAJER TEKNIK PEMBANGUNAN JALAN REL (TECHNICAL MANAGER OF RAILROAD CONSTRUCTION)

MANAJER TEKNIK PEMBANGUNAN JALAN REL (TECHNICAL MANAGER OF RAILROAD CONSTRUCTION) Nomor Registrasi.... SKKNI STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA MANAJER TEKNIK PEMBANGUNAN JALAN REL (TECHNICAL MANAGER OF RAILROAD CONSTRUCTION) B A D A N P E M B I N A A N K O N S T R U K S I

Lebih terperinci

JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional

JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional KODE UNIT : TIK.MM01.009.01 JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional DESKRIPSI UNIT : Unit ini menjelaskan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan prinsip

Lebih terperinci

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002. Tentang

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002. Tentang Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002 Tentang PENGELOLAAN PELABUHAN KHUSUS MENTERI PERHUBUNGAN, Menimbang : a. Bahwa dalam Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhan telah

Lebih terperinci

P a n d u a n Pelatih P E L A T IH A N B B E R T A U N U K Panduan Pelatih

P a n d u a n Pelatih P E L A T IH A N B B E R T A U N U K Panduan Pelatih Panduan Pelatih I SBN 979357517-4 9 789793 575179 > Markas Pusat Palang Merah Indonesia Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12970 - Indonesia Telp. +62 21 7992325, Fax. +62 21 7995188 Email: pmi@palangmerah.org

Lebih terperinci

Tanggung Jawab Dasar Pengemudi

Tanggung Jawab Dasar Pengemudi Tanggung Jawab Dasar Pengemudi Panduan ini menerangkan kondisi utama yang harus dipenuhi oleh pengemudi yang akan mengoperasikan kendaraan PMI (baik pengemudi yang merupakan karyawan PMI atau pun pegawai

Lebih terperinci

KODE MODUL 072.KK02. PENYUSUN Arif Gunawan, S.Pd.

KODE MODUL 072.KK02. PENYUSUN Arif Gunawan, S.Pd. KODE MODUL 072.KK02 Memahami Alir Proses Produksi Produk Multimedia PENYUSUN Arif Gunawan, S.Pd. PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 1 PENGASIH Jl. Pengasih 11 Kulon

Lebih terperinci

PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS

PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS 1. RUANG LINGKUP DAN ACUAN Ruang lingkup: Pedoman ini menguraikan kriteria Tempat Uji Kompetensi Tenaga Kerja yang mencakup persyaratan manajemen dan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 254 / MEN / VI /2007 TENTANG

KEPUTUSAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 254 / MEN / VI /2007 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 254 / MEN / VI /2007 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA

Lebih terperinci

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KATEGORI INFORMASI DAN KOMUNIKASI GOLONGAN POKOK KEGIATAN

Lebih terperinci

LAMPIRAN PENELITIAN Ricky Rizqy, 2014

LAMPIRAN PENELITIAN Ricky Rizqy, 2014 LAMPIRAN PENELITIAN ISI 1. LAMPIRAN SK JUDUL DAN BIMBINGAN SKRIPSI 2. LAMPIRAN INSTRUMEN PENELITIAN 3. LAMPIRAN SURAT IZIN PENELITIAN DAN VALIDITAS 4. LAMPIRAN ANALISIS DATA 5. LAMPIRAN DOKUMENTASI 1.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 90 TAHUN 2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 90 TAHUN 2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 90 TAHUN 2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

MENGENAL SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU (JUST IN TIME SYSTEM)

MENGENAL SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU (JUST IN TIME SYSTEM) MENGENAL SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU (JUST IN TIME SYSTEM) I. Sistem Produksi Barat Sistem produksi yang paling banyak dipakai saat ini adalah yang berasal dari Eropa dan Amerika. Sistem produksi tersebut

Lebih terperinci

Proses Evaluasi. Keterbatasan mampuan Negara. imo Masyarakat PRUDEN

Proses Evaluasi. Keterbatasan mampuan Negara. imo Masyarakat PRUDEN Proses Evaluasi Keterbatasan mampuan Negara imo Masyarakat PRUDEN Kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik,

Lebih terperinci

NAMA-NAMA JABATAN FUNGSIONAL UMUM DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH

NAMA-NAMA JABATAN FUNGSIONAL UMUM DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH LAMPIRAN : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 70 TAHUN 011 TANGGAL : NAMA-NAMA JABATAN FUNGSIONAL UMUM DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH NO A RUMPUN JABATAN FUNGSIONAL PER BIDANG URUSAN NO JABATAN FUNGSIONAL

Lebih terperinci

I SBN 979357519-0 9 789793 575193 >

I SBN 979357519-0 9 789793 575193 > Panduan Pelatih I SBN 979357519-0 9 789793 575193 > Markas Pusat Palang Merah Indonesia Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12970 - Indonesia Telp. +62 21 7992325, Fax. +62 21 7995188 Email: pmi@palangmerah.org

Lebih terperinci

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Hand-out Industrial Safety Dr.Ir. Harinaldi, M.Eng Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tempat Kerja Produk/jasa Kualitas tinggi Biaya minimum Safety comes

Lebih terperinci

Anna Ngatmira,SPd,MKM ( Jogjakarta, 25 November 2014)

Anna Ngatmira,SPd,MKM ( Jogjakarta, 25 November 2014) Anna Ngatmira,SPd,MKM ( Jogjakarta, 25 November 2014) Joint Commission International (JCI) International Patient Safety Goals (IPSG) Care of Patients ( COP ) Prevention & Control of Infections (PCI) Facility

Lebih terperinci

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 No. Urut 05 ASESMEN MANDIRI SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 2013 Nomor Registrasi Pendaftaran

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG AUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG AUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG AUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 52 Undang- Undang

Lebih terperinci

PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA

PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) - i - DAFTAR

Lebih terperinci

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 55/MEN/III/2009 TENTANG

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 55/MEN/III/2009 TENTANG LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 55/MEN/III/2009 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR PARIWISATA BIDANG PIMPINAN PERJALANAN

Lebih terperinci

PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU

PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU Revisi 2013 PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU Jl. HR. Soebrantas No. 155 KM. 15 Simpang Baru Panam Pekanbaru Email: bppm_uinsuskariau@uin-suska.ac.id

Lebih terperinci

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTD

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTD DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTD LEVEL 2.. 1 Kode Unit : KMD.ROK.001 (2) A...3 Judul Unit : Membuat Rencana

Lebih terperinci

SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK TEROWONGAN

SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK TEROWONGAN 1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan KEMENTERIAN PERHUBUNGAN Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor : 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 2. Peraturan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Pembelajaran sepeda motor berbasis multimedia PENDAHULUAN

ABSTRAK. Kata kunci : Pembelajaran sepeda motor berbasis multimedia PENDAHULUAN ABSTRAK Kepadatan penduduk yang terus bertambah, kebutuhan orang yang semakin banyak, serta kemajuan teknologi yang semakin canggih membawa implikasi semakin ramainya transportasi di jalanan. Kepadatan

Lebih terperinci

8. Unit Organisasi Layanan Campuran adalah unit organisasi yang memiliki tugas pokok dan fungsi memberikan pelayanan secara internal dan eksternal.

8. Unit Organisasi Layanan Campuran adalah unit organisasi yang memiliki tugas pokok dan fungsi memberikan pelayanan secara internal dan eksternal. PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT GUBERNUR JAWA BARAT, menimbang

Lebih terperinci

- 1 - MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2012 TENTANG

- 1 - MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2012 TENTANG - - SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA MOR 35 TAHUN 202 TENTANG ANALISIS JABATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH

Lebih terperinci

KESELAMATAN KERJA. Keselamatan & Kesehatan Kerja

KESELAMATAN KERJA. Keselamatan & Kesehatan Kerja KESELAMATAN KERJA K3 Keselamatan & Kesehatan Kerja SEJARAH KESELAMATAN KERJA DUNIA - Revolusi Industri Serap Banyak Buruh - Kecelakaan Kerja = Resiko Kerja - Buruh Desak Work Compensation - Buruh Desak

Lebih terperinci

MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL,

MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1454 K/30/MEM/2000 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGARAAN TUGAS PEMERINTAHAN DI BIDANG

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL DENGAN

Lebih terperinci

PROPOSAL PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS. nama perguruan tinggi. logo perguruan tinggi. nama kota, bulan dan tahun

PROPOSAL PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS. nama perguruan tinggi. logo perguruan tinggi. nama kota, bulan dan tahun PROPOSAL PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS nama perguruan tinggi logo perguruan tinggi nama kota, bulan dan tahun DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar (jika

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK APLIKASI PENGANGKATAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI PADA BADAN USAHA X

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK APLIKASI PENGANGKATAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI PADA BADAN USAHA X SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK APLIKASI PENGANGKATAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI PADA BADAN USAHA X Silvia Rostianingsih 1, Moh. Isa Irawan, Sri Finalyah 1 Jurusan Teknik Informatika Universitas Kristen

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 14 TAHUN 2006 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS DI JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 14 TAHUN 2006 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS DI JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 14 TAHUN 2006 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS DI JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN, Menimbang : a. bahwa dalam Peraturan Pemerintah

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA MENTERI PERATURAN MENTERI NOMOR :PER.15/MEN/VIII/2008 TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN DI TEMPAT KERJA. MENTERI Menimbang : a. Bahwa dalam rangka memberikan perlindungan bagi pekerja/buruh yang

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Untuk SMA/MA Kelas X Mata Pelajaran : Matematika (Wajib) Penerbit dan Percetakan Jl. Tengah No. 37, Bumi Asri Mekarrahayu Bandung-40218 Telp. (022) 5403533 e-mail:srikandiempat@yahoo.co.id

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL ROPOSAL PERMOHONAN PENYELENGARAAN PENGAKUAN PEMBELAJARAN LAMPAU (PPL) PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi dalam bidang industri khususnya di bidang manufaktur sekarang ini sangatlah pesat. Perkembangan yang pesat itu diiringi tingginya tuntutan nilai

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI B A K E R KODE PROGRAM PELATIHAN : H.55.26.0.0.1.4.II.01

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI B A K E R KODE PROGRAM PELATIHAN : H.55.26.0.0.1.4.II.01 PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI B A K E R KODE PROGRAM PELATIHAN : H.55.26.0.0.1.4.II.01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl. Jend.

Lebih terperinci

STANDAR USAHA RESTORAN. NO ASPEK UNSUR NO SUB UNSUR I. PRODUK A. Ruang Makan dan Minum

STANDAR USAHA RESTORAN. NO ASPEK UNSUR NO SUB UNSUR I. PRODUK A. Ruang Makan dan Minum LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR USAHA RESTORAN STANDAR USAHA RESTORAN A. Restoran Bintang 3. I. PRODUK A. Ruang Makan dan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NO. 17 TH 2007 PERATURAN

PERATURAN MENTERI NO. 17 TH 2007 PERATURAN PERATURAN MENTERI NO. 17 TH 2007 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER-17/MEN/VI/2007 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN PENDAFTARAN LEMBAGA PELATIHAN KERJA MENTERI

Lebih terperinci

DEFINISI. Definisi-definisi berikut berlaku untuk maksud-maksud dari publikasi yang sekarang.

DEFINISI. Definisi-definisi berikut berlaku untuk maksud-maksud dari publikasi yang sekarang. DEFINISI Definisi-definisi berikut berlaku untuk maksud-maksud dari publikasi yang sekarang. Batas-batas Yang Dapat Diterima (Acceptable limits) Batas-batas yang dapat diterima oleh badan pengaturan. Kondisi

Lebih terperinci

Kebijakan dan Pedoman Penyusunan SOP di Kementerian PPN/Bappenas. Biro Perencanaan, Organisasi dan Tatalaksana

Kebijakan dan Pedoman Penyusunan SOP di Kementerian PPN/Bappenas. Biro Perencanaan, Organisasi dan Tatalaksana Kebijakan dan Pedoman Penyusunan SOP di Kementerian PPN/Bappenas Biro Perencanaan, Organisasi dan Tatalaksana OUTLINE GRAND DESIGN DAN ROAD MAP REFORMASI REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS ASESMEN

Lebih terperinci

CORRECTIVE & PREVENTIVE ACTION MONITORING LOG (CARPARLOG) AUDIT KONSULTAN - UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO SABTU, 19 MARET 2011

CORRECTIVE & PREVENTIVE ACTION MONITORING LOG (CARPARLOG) AUDIT KONSULTAN - UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO SABTU, 19 MARET 2011 CORRECTIVE & PREVENTIVE ACTION MONITORING LOG (CARPARLOG) AUDIT KONSULTAN - UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO SABTU, 19 MARET 2011 NO Obs 1 PROBLEMS/NON CONFORMITIES Pengelolaan beasiswa telah dilakukan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SANKSI ADMINISTRATIF DALAM PELAKSANAAN PENEMPATAN

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011

Lebih terperinci

PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA PENGOLAHAN GAS BUMI

PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA PENGOLAHAN GAS BUMI Izin Usaha Pengolahan Gas Bumi PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA PENGOLAHAN GAS BUMI Izin Usaha Pengolahan Gas Bumi PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA Prosedur Memperoleh Izin Usaha

Lebih terperinci

Kampanye Partisipasi Semua Orang untuk Kecelakaan Nol

Kampanye Partisipasi Semua Orang untuk Kecelakaan Nol Kampanye Partisipasi Semua Orang untuk Kecelakaan Nol 1. Metode Penerapan Kampanye Kecelakaan Nol Metode secara konkretnya, dikembangkan di tempat kerja untuk menerapkan prinsip menghargai manusia dalam

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 137

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG CARA PRODUKSI KOSMETIKA YANG BAIK MENTERI KESEHATAN, Menimbang : a. bahwa langkah utama untuk menjamin keamanan kosmetika adalah penerapan

Lebih terperinci

UNDANGAN BAGI AGREGATOR PASAR UNTUK BERPARTISIPASI DALAM PROGRAM INISIATIF TUNGKU SEHAT HEMAT ENERGI (CLEAN STOVE INITIATIVE CSI) INDONESIA

UNDANGAN BAGI AGREGATOR PASAR UNTUK BERPARTISIPASI DALAM PROGRAM INISIATIF TUNGKU SEHAT HEMAT ENERGI (CLEAN STOVE INITIATIVE CSI) INDONESIA UNDANGAN BAGI AGREGATOR PASAR UNTUK BERPARTISIPASI DALAM PROGRAM INISIATIF TUNGKU SEHAT HEMAT ENERGI (CLEAN STOVE INITIATIVE CSI) INDONESIA Informasi Umum Inisiatif Tungku Sehat Hemat Energi (Clean Stove

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2001 TENTANG PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2001 TENTANG PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, - 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2001 TENTANG PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dengan meningkatnya kegiatan pembangunan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/ 140/ VI/ 1999 TENTANG PERSYARATAN DAN PROSEDUR PENGOPERASIAN KENDARAAN DI SISI UDARA

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/ 140/ VI/ 1999 TENTANG PERSYARATAN DAN PROSEDUR PENGOPERASIAN KENDARAAN DI SISI UDARA DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/ 140/ VI/ 1999 TENTANG PERSYARATAN DAN PROSEDUR PENGOPERASIAN KENDARAAN DI SISI UDARA

Lebih terperinci

Oleh: HARRY SULASTIANTO

Oleh: HARRY SULASTIANTO Oleh: HARRY SULASTIANTO PENGERTIAN KARYA TULIS ILMIAH Karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ipteks yang diperolehnya melalui studi kepustakaan, pengalaman, penelitian,

Lebih terperinci

DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI

DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI LEVEL 1 Kode Unit : DIS.OPS.005(1).B... 5 Judul Unit : Mengganti fuse pada peralatan hubung bagi (PHB-TR).

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Pelayanan Publik Pada Badan

KATA PENGANTAR. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Pelayanan Publik Pada Badan LAMPIRAN 1 KATA PENGANTAR Kuesioner ini dibuat semata-mata untuk maksud penelitian dengan judul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Pelayanan Publik Pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Tangerang

Lebih terperinci

PED OMAN PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KONSTRUKSI

PED OMAN PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KONSTRUKSI Lampiran II Peraturan Menteri PU Nomor : 06/PRT/M/2008 Tanggal : 27 Juni 2008 PED OMAN PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KONSTRUKSI DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM J l. P a t t i m u r a N o. 2 0, K e b a y o r a n B

Lebih terperinci

Penerapan model pembelajaran langsung dalam mata pelajaran matematika SMP/MTs. Oleh. Dra. Theresia Widyantini, M.Si

Penerapan model pembelajaran langsung dalam mata pelajaran matematika SMP/MTs. Oleh. Dra. Theresia Widyantini, M.Si ARTIKEL Penerapan model pembelajaran langsung dalam mata pelajaran matematika SMP/MTs Oleh Dra. Theresia Widyantini, M.Si PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (PPPPTK) MATEMATIKA

Lebih terperinci

BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK

BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK 24.1 Sistem EPS (ELEKTRONIK POWER STEERING) Elektronik Power Steering merupakan sistem yang membantu pengoperasian stering waktu dibelokkan dengan menggukan motor

Lebih terperinci

Buku Panduan Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja

Buku Panduan Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja [Untuk Orang Asing yang Bekerja di Jepang] インドネシア 語 版 Buku Panduan Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja Pembayaran Asuransi Yang Dapat Diklaim (Ditagihkan) Asuransi kecelakaan kerja juga diterapkan

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG LEMBAGA ADMINISTRSI NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PRAJABATAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

Lebih terperinci

PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA PENGANGKUTAN MINYAK BUMI, BBM DAN HASIL OLAHAN

PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA PENGANGKUTAN MINYAK BUMI, BBM DAN HASIL OLAHAN Izin Usaha Pengangkutan Minyak Bumi, BBM dan Hasil Olahan PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENERBITAN IZIN USAHA PENGANGKUTAN MINYAK BUMI, BBM DAN HASIL OLAHAN Izin Usaha Pengangkutan Minyak Bumi, BBM dan Hasil

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP DAN SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN

Lebih terperinci

JOOB SHEET MENGELAS TINGKAT LANJUT DENGAN PROSES LAS BUSUR KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PENGELASAN TINGKAT XII PENYUSUN : MUKHTAROM,S.T.

JOOB SHEET MENGELAS TINGKAT LANJUT DENGAN PROSES LAS BUSUR KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PENGELASAN TINGKAT XII PENYUSUN : MUKHTAROM,S.T. JOOB SHEET MENGELAS TINGKAT LANJUT DENGAN PROSES LAS BUSUR KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PENGELASAN TINGKAT XII PENYUSUN : MUKHTAROM,S.T. SAMBUNGAN TUMPUL KAMPUH V POSISI DI BAWAH TANGAN ( 1G ) TUJUAN : Setelah

Lebih terperinci

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia)

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) Syarat dan ketentuan pembelian barang ini akan mencakup semua barang dan jasa yang disediakan oleh PT. SCHOTT IGAR GLASS

Lebih terperinci

LeIP. Peraturan Lembaga Manajemen Kepegawaian. Peraturan LeIP Tentang Manajemen Kepegawaian. 1. Kategorisasi Pegawai

LeIP. Peraturan Lembaga Manajemen Kepegawaian. Peraturan LeIP Tentang Manajemen Kepegawaian. 1. Kategorisasi Pegawai Peraturan Tentang 1. Kategorisasi Pegawai 1.1. Pegawai dibagi dalam kategori sebagai berikut : a. Pegawai Tetap b. Pegawai Tidak Tetap 1.2. Pegawai Tetap adalah pegawai yang diangkat Lembaga untuk bekerja

Lebih terperinci