STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN PABRIK ELEMEN BAKAR REAKTOR DAYA TAHAP I: ASPEK EKONOMI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN PABRIK ELEMEN BAKAR REAKTOR DAYA TAHAP I: ASPEK EKONOMI"

Transkripsi

1 ISSN Prosid!»g Prr.wniasi Hmiah Daur Bahan Bakar Nuktir PEIiN-BATAN, Jakarta 1-19Maret 199 STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN PABRIK ELEMEN BAKAR REAKTOR DAYA TAHAP I: ASPEK EKONOMI Marwoto, RR. Ratih Langenati, Pudji Susanli Pusat Elemen Bakar Nuklir ID ABSTRAK Untuk menentukan kelayakan pendirian suatu pabrik elemen abakr dipandang dari aspek ekonomi, perlu ditetapkan sesuatu kapasitas yang dacari dari kebutuhan reloading elemen bakar untuk PLTN. Laporan NEWJEC yang digunakan sebagai patokan adalah rencana pembangunan suatu kompleks PLTN sebesar 200 Mwe di Muria. Bila capacity factor= 0 % maka dibutulikan reloading elemen bakar berkisar antara 120 ton-u s.d. 142 ton-u per taliun. Karena itu dipilih/ditetapkan suatu pabrik elemen bakar dengan kapasitas nominal sebesar 200 ton-u/tahun dengan umur ekonomis pabrik dipilih 20 tahun. Data NEWJEC memmjukkan bahwa untuk pabrik berkapasitas nominal 200 ton-u/tahun, diperlukan modal tetap/fixed capital investment (FCI) sebesar US$ 4,9 juta. Dengan modal kerja 1 % FCI; interest rate = 10 %; biaya tetap tahunan = US$ 1 juta; biaya variabel produksi = US$ 10,2 / kg-u, didapatkan break even point (BEP)» 0 % bila harga jual rakitan elemen bakar, tidak termasuk harga uraniiunnya, sebesar US$ 0/kg-U. Pada kondisi tersebut didapatkan pula return of investment (ROI) = 20,2 %; internal rate of return (IRR) = 11,2 % dan benefit cost ratio (BCR) = 1,22. Dalam hal ini, diasumsikan bahwa pabrik jasa rakitan elemen bakar mulai beroperasi pada tahun Telah direvisi beberapa data NEWJEC berdasarkan masukan data yang ada, yang meliputi nilai FCI; gaji pegawai; persen working capital (WC); bahan rakitan elemen bakar selain uranium (bahan EB non-u) serta harga jual jasa perakitan elemen bakar bertumt-turut sebagai berikut: US$ juta; US$ 4,1 juta/tahun; 0 %; US$ 100/kg-U dan USS 0/kg-U dimana selain gaji pegawai, satuan data tersebut lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh NEWJEC. Diperoleh nilai BEP=4 %;ROI= 1,; IRR = 11, dan BCR =1,2. ABSTRACT. For determining the feasibility study on manufacturing nuclear fuel element from economical aspect point of view, it necessary to fix its capacity which it was found from fuel element reloading requirement for nuclear power plant (PLTN). NEWJEC report which use as a base in this study that is possibility of a complex ofnpp as big as 200 MW in Muria region. If the capacity factor is 0%, the reload requirement is therefore become from 120 to 142 tons uranium every year. So, its considered to fix the nominal capacity of a fabric for nuclear fuel element manufacturing as much as 200 tons-u per year with economical lifetimes of 20 years. NEWJEC data show, for manufacturing capacity of 200 tons-u per year, plant have a fixed capital investment of USS 4.9 million. With working capital as much as 1% correspond to fixed capital investment(fci); 10% of interest rate; USS 1 million of fixed cost; USS 10.2/kg-U of variable production cost, its calculated that break even point/bep is 0% for the price of nuclear fuel is USS 0/kg-U without uranium cost. On this economic condition, it was found that the return on investment/roi is 20.2%; the internal rate ofreturn/irr is 11.2% and the benefit cost ration/bcr is For all of above, it was assumed that such nuclear fuel element manufacturing service wilt be operate in the year of Some of NEWJEC data have been revised, there were the value of FCI; cost of salary; the value in percent of working capital/wc; the cost of non-uranium materials and the price of product service are USS million; USS 4.1 million; 0%; USS 100/kg-U and US$ 0/kg-U respectively, where the new data appear as higher than old date from NEWJEC, excluding the cost of salary. For all new economical data in the latest, we found that are 4%; 1.%; 11.% and 1.2 for BEP; ROI; IRR and BCR respectively. LATAR BELAKANG MASALAH Seiring dengan meningkalnya kebutuhan listrik di Indonesia serta isyarat bahwa di pulau Jawa akan dibangun sejumlah PLTN, maka terbuka peluang untuk nicmasok produk elemen bakar buatan Indonesia, untiik itu BATAN berupaya agar dapat berperan aktif mendukung program PLTN, dan dalam aspek daur bahan bakar, akan melibatkan diri secara aktif didalam kegiatan penyediaan bahan bakarnya. Mengingat nilai investasi untuk bisnis penyediaan bahan bakar PLTN cukup besar, maka perlu dilakukan pengkajian dan studi kelayakan pendirian pabrik elemen bakar mencakup aspek yang cukukp banyak seperti kajian dan pemilihan teknologi; jenis dan tipe peralatan dan sistimnya; pra-rancangan dan perancangan pabriknya serta yang menyangkut ekonomi meliputi perkiraan secara kasar nilai investasi dan tingkat keuntungan dalam arti luas; dan survey harga peralatan termasuk sistimnya dimana itu tergantung pada teknologi serta tipe peralatan yang dipilih. Oleh karena it», hasil kajian yang jelas dan rinci akan didapat, bila untuk setiap aspek dikaji dan dianalisis. 199

2 Presiding Presentasi Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuktir PEBN-bATAN, Jakarta 1-19Maret 199 ASPEK EKONOMI Dalam nenetukan kelayakan pendirian suatu pabrik elcmen bakar, perlu dilakukan kajian atas sejutnlah aspek sebagaimana disebutkan pada bab I dan salah satunya adalah aspek ekonomi. Dasar kajian atas aspek ekonomi disadur dari laporan NEWJEC kepada BAT AN, bahwasanya di Muria dapat dibangun 12 PLTN masing-masing berdaya 00 Mwe atau PLTN masing-masing berdaya 900 Mwe dan untuk PLTN pertama sudah mulai beroperasi pada tahun 2004, serta yang terkahir pada tahun 201. Atas dasar laporan tersebut, maka kebutuhan clemen bakar untuk initial load dan reload dapat dirinci dan jumlah kebutuhan setiap tahun, yang dimulai pada tahun 2004, dapat dilihat pada lapiran 1. Pada lampiran 1 menunjukkan bahwa ada 2 tipe kebutuhan tahunan, yaitu pada kasus bila semua PLTN berdaya 00 Mwe dan bila semua PLTN berdaya 900 Mwe untuk masing-masing. Untuk kasus PLTN berdaya 00 Mwe maka setelah tahun 201 kebutuhan reload lebih besar dari pada kasus PLTN berdaya 900 Mwe. Dalam kondisi seperti itu, maka studi kelayakan dikenakan pada kebutuhan reload untuk kasus PLTN berdaya 900 Mwe atau kebutuhan yabng labih sedikit, dengan pertimbangan bahwa bila ternayata layak maka itu juga berlaku untuk kasus reload PLTN berdaya 00 Mwe, dan tidak sebaliknya. Untuk kedua kasus di atas, dipetimbangkan bahwa sebuah pabirk elemen bakar dengan kapasitas 200 ton-u per tahun dapat memenuhi kebutuhan reload baik itu PLTNberdaya 900 Mwe maupun PLTN berdaya 00 Mwe. Oleh karena itu, studi kelayakan pada tahap I yaitu aspek ekonomi didasarkan pada pabrik elemen bakar berkapasitas nominal 200 ton per tahun Tabel 1 Tahun Kebutuhan reload dan PLTN. Kebutuhan reload Tahun (ton/tahun) Kebutuhan reload (ton/tahun) 101. Catatan : 1 unit PLTN 900 Mwe, kebutuhan reload 20, ton/tahun. Studi kelayakan pada aspek ekonomi sebagai tahap pertama, akan menelaah dan menganalisis beberapa parameter yang berkaitan dengan titik impas produksi (break even pointlbep) tingkat dalam persen pengembalian investasi (return of investment/roi); persen perolehan pengembalian investasi dibanding bunga bank (internal rate of return/irr) serta rasio keuntungan terhadap biaya (benefit cost ratio/bcr). Data parameter diambil dari sejumlah sumber meliputi dokumen; dokumen kontrak pembangunan instalasi EFEI serta dokumen penawaran/pembelian bahan zirkaloi. Telaah dan analisis yng dilkukan, tidak termasuk aspek ekonomi bahan uranium yang pada saat sekarang masih dan sedang ditelaah oleh kawan sejawat. Namum keadaan ini tidak berpengaruh pada hasil telaah dalam tulisan ini, mengingat tipe dari suatu pabrik elemen bakar adalah : memproduksi atas dasar pesanan sehingga dapat dianalogikan dengan usaha penjahitan pakaian dimana kain berasal dari pemesan. Dengan kata lain, pabrik elemen bakar bersifat Taylor made. BAHASAN Sumber data utama, dokumen NEWJEC Pada lampiran 1 menunjukkan bahwa untuk kasus PLTN 900 MWE dengan capacity factor = 0 %, kebutuhan reload elemen bakar yang di atas 100 ton-u/tahun baru dimulai pada tahun Maka dari itu, asutnsi yang diambil untuk memulai produksi elemen bakar adalah pada tahun 2012 dengan perlimbangan bahwa bila pabrik dengan BEP sekitar 0 % mulai berproduksi sebelum tahun 2012 dimana permintaan akan reload elemen bakar kurang dari 100 ton-u/tahun, pabrik merugi. Untuk maksud tersebut, disusu kebutuhan reload tahunan sejak tahun 2012, terlihat pada Tabel 1. Atas dasar kebutuhan reload seperti Tabel di atas, maka NEWJEC mengusulkan sebuah pabrik perakitan elemen bakar berkapasitas nominal 200 ton/tahun, dengan umur pabrik 20 tahun. Dengan parameter biaya seperti pada lampiran 1 Tabel 9, pabrik seperti yang diusulkan NEWJEC memiliki karakterisitik sebagai berikut : BEP = 0 %; ROI=20,2 %; IRR =11,2 % dan BCR=1,22. Nilai ekonomik tersebut didapat bila harga jasa perakitan, yaitu harga elemen bakar tidak termasuk uranium, sebesar US$ 0 /kg-u dengan 200

3 Presiding Pretentasi ilmiah DaurBahan BakarNuklir PEBN-BATAN, Jakarta 1-]9Maret 199 referansi tahunl992. Bila dirinci lebih lanjut, pabrik seperti yang diusulkan NEWJEC mengandung : biaya tetap tahunan = US$ 1 juta dan biaya variabel produksi = US$ 10,2 /kg-u (referensi tahun 1992). Analisis dan revisi atas data parameter NEWJEC Data parameter NEWJEC pertama kali ditinjau adalah besar/nilai gaji pegawai yang besarnya US$ 1.9 juta per tahun, kondisi tahun Nilai gaji sebesar ini diperuntukan bagi pegawai sebanyak 190 orang. Dalam hal ini MEWJEC tidak merinci jatah gaji per tahun unutk setiap klasifikasi jabatan/pekerjaan. Oleh karena itu, jatah gaji tahunan 190 atau sama dengan sekitar US$ 0,000. Mnurut penulis, gaji rata-rata tersebut terlampau tinggi untuk ukuran pegawai di Indonesia pada keadaan tahun Boleh jadi parameter gaji rata-rata diatas yang sebesar US$ 0,000 diperuntukan bagi tenaga kerja non- Indonesia (ex-patriate). Atas dasar kajian seperti diatas, maka dirinci jatah gaji untuk setiap kelas jabatan/pekerjaan yang sesuai dengan kondisi di Indonesia dan semua jabatan/pekerjaan dikerjakan oleh orang Indonesia. Hasil rinciannya dapat dilihat pada Lampiran Tabel 1. engan mengambil harga parameter lain sama dengan harga yang diusulkan NEWJEC, maka diperoleh susunan Data Biaya Fasilitas Fabrikasi Elemen Bakar Untuk PLTN seperti dilihat pada Lampiran. Bila biaya-biaya tetap tahunan yang ada pada lampiran dijumlahkan, maka diperolah : biaya tetap tahunan sebesar US$.2 juta, bandingkan dengan NEWJEC yang sebesar US$ 1 juta. Perhitungan dan analisis keuntungan secara kasar 1. Dengan parameter data seperti pada Lampiran, dihitung keuntungan yang diperoleh, bilama pebrik beroperasi pada kapasitas nominal nya, 200 ton-u per tahun dan hasil rinciannya dapat dilihat pada Lampiran 4. Untuk kondisi teoritis ini, diperoleh besaran : - Total pendapat : US$ 0 juta (Lampiran 4 No. 1) - Total biaya produksi : US$ juta (Lampiran 4 No. 12) - Keuntungan kotor : US$ juta (Lampiran 4 No. 14) 2. Lampiran Tabel 2, memperlihatkan keuntungan kotor yang diperoleh bila pabrik beroperasi pada berbagai kapasitas. Pada kapasitas 0 ton-u/tahun atau 0 %, telah dicapai kondisi BEP. Pengertian lebih lanjut, bil di Indonesia bam asa PLTN 900 Mwe denga kebutuhan reload tahunan x 20. ton-u = 0.9 ton-u, maka pabrik dengan spsifikasi seperti pada Lampiran dapat melayani pesanan tanpa merugi.. Lampiran Tabel, menunjukkan kondisi BEP pada beberapa kapasitas bila harga jasa perakitan elemen bakar kurang dari US$ 0/kg-U. Bila: -hargajasa: US$ 00/kg-U, BEP = ton-u/tahun - harga jasa: US$ 20/kg-U, BEP = 100 ton-u/tahun -hargajasa: US$ 200/kg-U, BEP > 10 ton-u/tahun 4. Lampiran Tabel 4, menunjukan tingkat perubahan biaya produksi total bila setiap faktor produksi berubah, dinyatakan dalan (%), untuk kapasitas setengah nominal atau 100 ton-u/tahun. Misalkan terjadi kanaikan faktor produksi pada gaji pegawai sampai 100 %, maka biaya produksi total naik 1.2 %. Karena keuntungan kotor dibanding biaya produksi semula adalah. %, walaupun gaji naik, pabrik masih untung. Bilamana biaya bahan EB bukan-u yang US$ 0/kg-U juga ikut naik menjadi US$ 120/kg-U atau naik 100 % dan totoal kanaikan menjadi : 1.2 % % =.4 %, hampir sama dengan rasio keuntungan kotor terhadap biaya produksi, maka BEP tercapai pada kapasitas sekitar 0 % atau 100 ton-u/tahun. Dengan cara yang sama, kondisi seperti diatas berlaku pula untuk perubahan faktor produksi yang lain.. Lampiran, menunjukkan kapasitas dimana pendapatan akan sama dengan biaya produksi langsung, Biaya produksi langsung penullis definisikan sebagai biaya produksi total dikurangi dengan jumlahan biaya depresiasi dan biaya dekomisioning yang dikumpulkan setiap tahun. Diperoleh kapasitas titik impas 1 % atau 4 ton-u per tahun.. Lampiran 9, menunjukkan penjelasan; rincian perhitungan dan analisa pada kondisi dimana biaya investasi pabrik perakitan lebih tinggi dari US$ 44 juta, atau lebih tinggi dari yang diusulkan NEWJEC. 201

4 Prosiding Presenlasi Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir PEBN-BATAN, Jakarta 1-19Maret 199 Usui parameter biaya produksi dan analisisnya 1. Lampiran 10, menunjukkan penjelasan tentaag alasan diusulkannya parameter biaya produksi yang berbeda dari usulan NEWJEC. Ada 4 (empat) parameter yang diusulkan berbeda dari NEWJEC, yaitu : - Fixed Capital investment (FCI) : US$ juta, - Working Capital (WC), 0 % dari FCI. - Gaji Pegawai, : US$ 4.1 juta/tahun - Bahan EB-bukan-U : US$ 100/kg-U Dari parameter di atas, hanya gaji pegawai yang diusulkan lebili rendah dibanding usulan NEWJEC, tiga lainnya lebih tinggi. Dari hasil perhitungan ternyata BEP untuk pabrik dengan parameter seperti diatas hampir sama dengan BEP pabrik usulan NEWJEC. Rangkuman singkat kedua tipa pabrik seperti berikut item diusulkan data NEWJEC a. FCI US$jula US$4,9juta b. Working capacity 0 % FCI 1% FCI c. Biaya tetnp tahunan US$,94 juta US$ 1 juta d. Biaya variabel US$ 14,2 /kg-u US$ 10,2/kg-U x. Harga jasa US$ 0/kg-U *) US$ 0/kg-U y. BEP, %, 0 /, *) Tidak diusulkan, hanya sebagai pembanding 2. Lampiran 11 Tabel _dan Lampiran 12 Tabel, menunjukkan rincian perhitungan untuk mendapatkan harga variabel : BCR, ROI dan IRR. Dengan parameter harga jual jasa perakitan elemen bakar sebesar US$ 0/kg-U, sama seperti NEWJEC, didapatkan harga BDR, ROI dan IRR seperti dibawah dan bila dibandingkan dengan kondisi NEWJEC : item BCR ROI IRR kondisi usulan 0,9 12, % 9,9 % kondisi NEWJEC 1,22 20,2 % 11,2% ternyata ketiga varibel memberikan harga yang kurang menarik. BCR = 0.9, kurang dari satu menunjukkan bahwa nilai sekarang uang/modal yang akan terkumpul selama 20 tahun operasi pabrik yang beresiko, lebih kecil dari uang/modal yang telah diinvestasikan. Lebih untung bila modal itu disimpan di bank dan mendapat bunga 10 % serta tanpa resiko. IRR = 9.9 % menunjukkan bahwa modal yang diinvenstasikan dengan resiko, hanya memberikan hasil atau keuntungan sama di banding bila modal disimpan di bank dan. hanya mendapat bunga 9.9 %, sedangkan besar bunga di asumsikaia sebesar 10 %. ROI = 12. % mcnunjidcka^ kcuntungan bersih rata-rata tahunan dibagi/dibandingkaan terhadap modal yazig telah diinvestasikan, tanpa mengukur nilai sekarang-nya. Atas kondisi seperti ditunskan pada III.D.2, maka disulkan untuk menaikkan harga jual jasa perakitan elemcit bsskar sebesar US$ 20/kg-U sehingga harga jual menjadi US$ 0/kg-U. /diperoleh harga-harga BCR, ROI dan IRR, dan bila dibandingakan dengan harga-harga menurut NEWJEC: item BCR ROI IRR harga jual jasa rakifain kondisi usulan 1,2 1,% 11,% US$ 0/kg-U kondisi NEWJEC 1,22 20,2 % 11,2% US$ 0/kg-U hanya ROI yang memberikan harga lebih kecil dari data NEWJEC. Penjelasan tetang diperolehnya harga-harga diatas dilihat pada Lampiran 1 Tabel dan Lampiran 14 Tabel. Didapatkan nilai BEP sebesar : ~ 4 % atau 9 ton-u per tahun, lebih rendah dari BEP pabrik seperti yang di usulkan NEWJEC (0 %). SIMPULAN 1. Dari laporan NEWJEC, diperoleh informasi bahwa untuk menghitung reloading elemen bakar PLTN di Muria, diterapkan suatu anggapan akan dibangun sebuah kompleks PLTN dengan total daya 200 Mwe dan semua PLTN bertipe PWR. Anggapan ini juga penulis gunakan dalam mengambil basis perhitungan, sehingga diusulkan untuk mcmbangun suatu pabrik elemen bakar berkapasitas nominal 200 ton-u/tahun, mulai beroperasi tahun 2012 dan dengan power faktor 0 % maka diperlukan reloading antara 120 ton-u s/d 142 ton-u serta umur pabrik 20 tahun. 2. Data dari NEWJEC menunjukkan, bahwa dengan Fixed Capital Investment/FCI = US$ 4.9 juta ; biaya tenaga kerja =US$ 1.9 juta per tahun dan harga jual dari jasa perakitan elemen bakar sebesar US$ 0/kg-U, maka diperoleh break even point/bep =0 %; return on investment/roi =20.2 %; benefit cost ratio/bcr =1.22 dan internal rate of 202

5 Prosiding Presentasi llmioh Daur Bahan Bakar Nuklir PEBN-BATAN, Jakarta 1-19 Kiaret 199 return/irr = 11.2 %. Dalam hal ini, harga jasa perakitan elemen bakar tidak termasuk harga uranium.. Sedangkan penulis mengunjukkan suatu nilai Fixed Capital Investment/FCI = US$ juta; biaya tenaga kerja/iabor sebesar US$ 4.1 juta, lebih rendah dibanding data NEWJEC; modal kerja/working capital = 0 % FCI dan biaya untuk bahan EB-non U sebesar US$ 100/kg-U, keduanya lebih tinggi dari yang diusulkan NEWJEC serta harga jasa perakitan elemen bakar, dimana tidak termasuk harga bahan uranium, sebesar US$ 0/kg-U, lebih mahal US$ 20 dari harga usulan NEWJEC, maka diperoleh : BEP = 4 %; ROI = 1. %; 1RR =11. % dan SCR =1.2. KEPUSTAKAAN 1. INPB-D-002, Duel Cycle Evaluation, Feasibility Study of The First Nuclear Power Plants at Muria Peninsula Region Rev. 4., Dec INPB-D-00, Economic of Fuel Cycle, Feasibility Study of The First Nuclear Power Plants at Muria Peninsula Region, Rev.., Sept INPB-D-004, Strategies For Development of Fuel Cycle, Feasibility Study of First Nuclear Power Plants at Muria Peninsula Region, Rev. 4. dec Dokumen pengadaan dan pembelian bahan zircaloy, penawaran CEZUS, June 1992 TANYA JAWAB Siti Amini Apakah kajian terscbut sudah memperhitungkan faktor inflasi mala uang US$ secara global pada 1 tahun mendatang? Mengapa Saudara merancang/memeprhitungkan biaya ekonomi sebagai penjual jasa fabrikasi, bukankah tujuan pendirian pabrik e.b. tersebut adalah untuk mempersiapkan diri agar dapat mensuplai PLTN? Mohon dikoreksi harga jual e.b. pada abstrak adalah US% 0/kg-U. Marwoto Tidak. Karena ketidak pastian besarnya nilai inflasi. Namum, dengan memberikan nilai eskalasi sebesar, % diasumsikan inflasi mata uang US$ sudah terwakili Tentu saja hanya sebagai penjual jasa fabrikasi, karena bahan bakar uranium harus disediakan oleh utilitas (pemilik PLTN), atau kalau utilitas perlu membelli uranium, itu dilakukan dengan kontrak terpisah kepada yang mempunyai bahan bakar uranium, dan memang demikian aturan mainnya. Yang benar adalah yang tercantum dalam makalah US$ 0/kg-U M.Birsam Apakan ROI dinyakatan dalam %? Berapa % keuntungan riil pabrik pembuatan EBNRDitu? Marwoto Benar, dan definisi ROI ini saya sesuaikan dengan acuan Ada sejumlah cara untuk mengekspresikan % keuntungan, yang dalam makalah ini berupa ramalan, karena pabriknya sendiri belum beroperasibahkan belum ada. Contoh dapat dilihat pada lampiran 14. a). Keuntungan bersih selama 20 tahun umur pabrik adalah 10 x US$ 9 tanpa faktor diskon. b). Dengan faktor diskon (f.d.) sebesar 11, % keuntungan bersih selama 20 tahun dan disekarangkan (tahun 2011) adalah 10 xus$, bila f.d (10 % : 10 x US$ 9,, atas dasar capital investment sebesar 10 x US$ 10, tahun 2011) A. Sorot Soediro Dasar Bapak menulis kapasitas nominal 200 ton U/tahun selain dasar rencana pembangunan kompleks PLTN sebesar 200 Mwe di Muria. Mohon penjelasan. Marwoto Dipilih kapasitas nominal 200 ton U/tahun, hanya atas dasar rencana pembangunan kompleks PLTN di Muria sebesar 200 Mwe, dengan tipe PWR. Dasar lain tidak dipertimbangkan, misalnya perluasan kompleks menjadi lebih besar dari 200 Mwe atau memasok PLTN di luar Indonesia. 20

6 Prosiding Present llmiah Daur Bahan Bakar Nuklir PEBN-BATAN. Jakarta 1-19 Maret 199 LampIran 1 Gambar 1 : Kebutuhan berkas elemen bakar tipe PWR untuk ssmpai dengan 12 x 00MWe atau x 900MWE. [Capacity Factor = 0%) o Case 1 (00 MWe) ton U/year i 1 ( Year Initial Load Reload o Case 2 ( 900 HWe ) ton U/year 00-1 I Year Initial Load Helnad (disadur dnri 1 aporan NtW,l( C, dok. INP»-D-00) 204

7 siiiing Prescntasi llmiah DaurBahan BakarNuklir ff.nn-bata>l, Jakarta /.?-19Morel 199. ampipan 2 PABRIK ELEMEN BAKAR UNTUK PLTN, KAPASITAS 200 TOM PERTAHUN TABEL 1 : GAJI PEGAWAI DAN KLASIFIKASI JABATANNYA (asumsi) NAMA KELOMPOK PEKERJAAN DAN JABATANNYA *) JUMLAH ORANG *) SATUAN GAJI PER TAHUN, US$ * ) JUMLAH GAJI PER TAHUN, US$ ) A. KANTOR PUSAT : BUSINESS DEVELOPMENT - Manager - Asisten Manager - Staf 1 1 0,000 20,000 0,000 0,000 B. DI PABRIK : \.RAD. & ENVIRONMENT - Manager - Asisten Manager - Staf 1 2 0,000 20,000 90,000 20,000 2.PLANNING - Manager - Asisten Manager - Staf ,000 20,000 0,000.ENGINEERING - Manager - Asisten Manager - Staf 1 1 0,000 20,000 90,000 20, QUALITY ASSURANCE - Manager - Asisten Manager - Staf 1 0,000 20,000 90,000 20,000. MANUFACTURING - Manager - Asisten Manager - Staf ,000 20, ,000 1,400,000 JUMLAH 190 4,00,000 (US$ 4.1x10 Catatan : *) Disadur dari laporan NEWJEC dok. no. INPB-D-00 * ) Asumsi menurut Pembuiatan. 20

8 Prosidinf> Presentasi Ilmiah Daur Bahon Bakar NuMir PERN-BATAN. Jakarta 1-19Maret 199 Lampi ran. PABRIK ELEMEN BAKAR UNTUK PLTN, KAPASITAS 200 TON PERTAHUN DATA BIAYA FASILITAS FABRIKASI EB-PLTN Batasan : ) A. Umur pabrik : 20 tahun B. a. Fixed Capital Invesment : US $ 44 x 10 b. Working Capital (1% X FCI) : US $ x 10..«) c. Total Capital Investment : US $ 1 x 10 C- Biaya dekomisioning pada akhir umur pabrik, dengan eskalasi besar.% per tahun = 10% x Cap. Inv x (1+0.0) 19 = US $.1 X 1O x 1.92 = US $ 9.1 x Biaya perawatan gedung dan alat; per tahun : = % x Cap. Inv = US $ 2. x 10 E. Biaya gaji pegawai; 190 orang per tahun : = US $ 4.1 x 10 Jihat 1 amp i ran 2! F. Biaya untuk bahan-bahan EB yang bukan-uraniurn : = US $ 0 / kg-u G. Biaya pemakaian utilitas dan bahan-bahan habis pakai : a. Yang tetap = US $ 0. x 10 / tahun b. yang tergantung produksi = US $ 14 / kg-u H. Biaya pengelolaan limbah : = US $ 2.2 / kg-u I. Biaya pengangkutan EB : = US $ 0 / kg-u J. Biaya-biaya lain dan "over-heads "; 10* dari jumlahan butir D + E + F+G + H+I. Catatan : *) Data A s/d J disadur darn laporan NEWJEC dok.no. INPB-D-00 dengan sedikit penyesuaian. *) Asumsi penulis. 9) Pembulatan. 20

9 Prosiding Presehtasi Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir PEBN-BA TAN, Jakarta 1-19 Marel 199 Lampiran 4. PABRIK ELEMEN BAKAR UNTUK PLTN, KAPASITAS 200 TOM PERTAHUN PERINCIAN DAN PERHITUNGAN PENGELUARAN PER TAHUN Dengan asumsi : a. Interest rate : 10X dan eskalasi :. % b. Bila beroperasi dengan kapasitas penuh : 200 ton / tahun c." Data yang digunakan, disadur dari laporan NEWJEC dok.no. INPB-D-00, kecuali biaya gaji pegawai. d. Harga jual rakitan EB = US$ 0 / kg-u I. Biaya-biaya langsung : 1. Biaya gaji pegawai : US$ 4,100, lampiran Biaya bahan EB bukan-u : US$ 12,000,000. Biaya perawatan : US$ 2,00, Biaya ut11 it as dan bahan habis pakai : a. Tetap : US$ 00,000 b. Tergantung produksi : US$ 2,00,000. Biaya pengurusan 1imbah : US$ 4. Biaya pengangkutan EB : US$,000,000. Jumlah 1 s/d : US$ 2,4. Biaya lain dan overheads : US$ 2,44,000 9.a. Total biaya langsung : US$ 1,24,000 9.b. Pembulatan : US$ 1. x 10 II.Biaya tidak langsung : on 0.1 x ( ) 20 fi 10. Biaya depresiasi : FCI x ^rx = US$.2x10 ( ) (1.I 20-1 ) «11. Biaya dekomi sioning : 0.1 x 1 JJTJ x US $ 10 u = US$ 0.44 x Jumlah biaya langsung dan biaya tidak langsung : US$ x 10 (dibulatkan) 1. Pendapatan : US$ 0 x Keuntungan kotor :(1) - (12) = US$ x

10 Lampiran. PABRIK ELEMEN BAKAR UNTUK PLTN, KAPASITAS 200 TON PER TAHUN TABEL 2 : BIAYA-BIAYA PRODUKSI DAN PENDAPATAN PADA BERAGAI KAPASITAS DENGAN HARGA JUAL RAKITAN EB : US$ 0 / kg-u ICklT C QTAVA naki DCMnADATAW ABSOLUT 2 ton 12, % DAN PERSEN 0 ton 0 % KAPASITAS 2, ton % SERTA BIAYA : 100 ton 0 % US$ ton % Gaji pegawai Bahan EB bukan-u Perawatan Utiiitas dan bahan habis pakai a. Tetap b. Tergantung produksi. Pengurusan limbah... Pengangkutan EB Jumlah 1 s/d Biaya lain dan overheads 9. a. Total biaya produksi langsung 9. b. Pembulatan dari 9.a. 10. Depresiasi 11. Dekomisioning Jumlah 9.b. s/d 11 ( Total biaya produksi ) 1. Pendapatan dari penjualan EB 14. Keuntungan kotor ( 1-12 ) (-) (+) ( + ) ( + ) ( + ) " si a Co l S» o a 1 (1-9.b) (-) 2.0 (+).0 ( + ) 2 ( + ) 1.4 (+) 2.0

11 Prosiding Presentasi llmiah Daur Bahan Bakar Nuklir PEBN-BATAN. Jakarta 1-19Maret 199 lampiran. PABRIK ELEMEN BAKAR UNTUK PLTN, KAPASITAS 200 TON PER TAHUN TABEL : KAPASITAS VS PENJUALAN SERTA BIAYA PRODUKSI KAPASITAS ton/tahun PENJUALAN (*) US$ 200/kg-U DAN BIAY/i\ PRODUKSI US$ 20/kg-U ); US*; x 10 US$ 00/kg-U 2 ton 12. %.00 * 1. 4 *. 2 * 1 4. * 1. 4 * 0 ton 0 % * 20 ** * 20 * * 20. ton. % * * 22.1 ** ** 100 ton 0 % * 2.2 * 2 00 * 2.2 ** ** 10 ton % 0 00 * 1.0 **. * 1.0 * * 1.0 ** 200 ton 100 % *.00 ** 0.00 *.00 ** *.00 * 209

12 Lampiran. PABRIK ELEMEN BAKAR UNTUK PLTN, KAPASITAS 200 TON PER TAHUN TABEL PENGARUH INDIVIDUAL VARIASI FAKTOR PRODUKSI TERHADAP BIAYA PRODUKSI TOTAL UNTUK KAPASITAS 0«ATAU 100 TON PER TAHUN. 2. biaya produksi pada kapasitas 0 : " 2 X penjualan EB, 100 ton x US$ 0 : X keuntungan kotor * 9. X persen keuntungan thd biaya produksi =.2 i us$ us$ us$ 10 10b 10 JENIS SIAYA /FAKTOR PRODUKSI HARGA per kg-u US$ HARGA US$x10 PERSEN VARIASI FAKTOR PRODUKSI *) DAN PENGARUHNYA THD BIAYA PRODUKSI + 10% * + ; % + 20% * *'. % + 0% + ; % + 100% * + ; x 1. Gaj i pegawai 2. Bahan EB bukan-u. Perawatan 4 Utiiitas dan bahan habis pakai a. Tetap b. Tergantung produksi. Pengurusan limbah. Pengangkutan EB. Overheads. Depresiasi 9. Dekomisioning o.ao a II CD il

13 Presiding Presentasi Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir I'FBN-BATAN, Jakarta 1-19Maret 199 Lampir^n. PABRIK ELEMEN BAKAR UNTUK PLTN; KAPASITAS 200 TON PER TAHUN PERHITUNGAN TITIK IMPAS BIAYA PRODUKSI LANGSUNG TERHADAP PENDAPATAN DARI PENJUALAN ELEMEN BAKAR A-. I. Biaya produksi langsung tahunan terdiri dari : 1. Biaya gaji pegawai : US$ 4.1 x Biaya bahan-bahan EB bukan-u : US$ 0/kg-U. Biaya perawatan gedung dan alat : US$ 2. x Biaya utiiitas dan bahan habis pakai, a. Tetap : US$ 0. x 10 b. Yang tergantung produksi : US$ 14/kg-U. Biaya pengeloiaan limbah : US$ 2.2/kg-U. Biaya pengangkutan EB : US$ 0/kg-U. Biaya Iain-lain dan overheads, \0% dari jumlahan 1 s/d. A. 11.Pendapatan yang diperoleh dari penjualan rakitan EB. Harga jual rakitan EB : US$ 0/kg-U. B. Perhitungan i Misal Persamaannya; Y = kg-u yang dibuat menjadi rakitan EB pada titik impas per tahun 0 Y = 1.1{( )10 + Y ( )} 0 Y = 1.1 (.2 x Y ) 1.1 x.2. x x 10 Y = 0 - (1.1 x 10.2) 2.1 Y =,9 kg-u atau sekitar : 4 ton-u Sehingga titik impas biaya produksi langsung terhadap pendapatan dari penjualan EB : 4 ton-u/tahun ( 1% kapasitar.) Cat at an : Biaya produksi langsung didefinisikan sebagai : Total biaya produksi - (depresi asi + dekomi si on ing) 211

14 Prosiding Presentasi llmiah Daur Bahan Bakar Nuklir PBSN-BATAN. Jakarta lfi-19maret 199 L anipiran 9. PABRIK ELEMEN BAKAR UNTUK PLTN, KAPASITAS 200 TON PER TAHUN PERHITUNGAN "FIXED CAPITAL INVESTMENT (FCI)" DENGAN MENUBAH-PILIH "BREAK EVENT POINT". I. MAKSUD. Menghitung-balik besaran FCI dengan menetapkan nilai EP. II. TUJUAN. Mengetahui harga besaran FCI dan jauh-simpangannya terhadap harga FCI yang diunjukkan oleh NEWJEC (US$ 44x10 ), dengan menetapkan nilai BEP yang masih dapat diterima (acceptable). III.ALASAN. Untuk pabrik elemen bakar reaktor daya jenis PWR, NEWJEC mengunjukkan suatu kapasitas yang setara dengan re-loading PLTN sebesar 000 MWe yaitu 200 ton-u per tahun; dan menetapkan "Fixed Capital Investment" sebesar : US$ 44x10. Harga FCI tersebut sangat mungkin berubah-cukup-jauh atau menjadi lebih besar, yang saiah satunya karena tergantung pada besarnya ruang-1ingkup infrastruktur yang harus dibangun termasuk puia ganti-rugi atas luas tanah yang perlu dibebaskan. IV. BATASAN. 1. Harga jual rakitan EB ditentukan : US$ 0/kg-U. 2. Terkecuali untuk FCI dan parameter yang merupakan persentasi dari FCI; semua parameter yang lain dipiiih sama dengan "DATA BIAYA FASILITAS FABRIKASI EB PLTN" yang tercantum pada lampiran dan "PERINCIAN DAN PERHITUNGAN PE- NGELUARAN PER TAHUN" yang tercantum pada 1 ampiran 4 untuk butir : biaya depresiasi dan biaya dekomisioning.. Di pi 1 i h BEP yang acceptable : 40%; 0%; 0% dan 0%. V. PERHITUNGAN. Misal FCI = Z x US$ 10. a. Harga jual rakitan EB : 2 x x BEP x US$ 10. b1. Biaya produksi yang tetap : {( (1.1 Z)(0.0)} US$ 10 b2. Biaya produksi yang tergantung berat U yang diolah : BEP x 2 x ( ) US$ 10 b 212

15 Providing Presentasi Ilmiah Daur Bahan BakarNttklir PEN-BATAN, Jakarta.'.? -! 9 Kfaret 199.anipi ran 9 (lanjutan). b. Biaya Iain-Iain dan overheads : 0.1 (bi + b2) b4. Biaya produksi tak-1angsung yaitu depresiasi dan dekomisi on ing : 0.K1.1) ( ) (1.1) 20-1 (1.1) 20 x o.i x 1-1 z j us$ 10 = {0.11 Z Z} = 0.12 Z Sehingga berlaku persamaan : a = b1 + b2 + b + b4 a = 1.1 b b + b4 Semua suku dibagi dengan US$ 10. persamaan menjadi : 0 BEP = 1.1 ( Z) + BEP X 0.22 (10.2) + (0.12 Z) = Z BEP Z (0-2.4) BEP = Z maka, Z = 4. BEP Bila BEP = 40 % atau 0.4 > FCI = US$ 1. x Bila BEP = 0 % atau 0. > FCI = US$ 9.0 x 10. Bila BEP = 0 % atau 0. > FCI = US$ x Bila BEP = 0 % atau 0. > FCI = US$ 14.1 x 10 Cat at an : Menurut NEWJEC, > FCI = US$ 44.0 x 10 21

PERHITUNGAN HARGA SEWA DAN SEWA-BELI RUMAH SUSUN SEDERHANA SERTA DAYA BELI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH DI DKI JAKARTA

PERHITUNGAN HARGA SEWA DAN SEWA-BELI RUMAH SUSUN SEDERHANA SERTA DAYA BELI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH DI DKI JAKARTA PERHITUNGAN HARGA SEWA DAN SEWA-BELI RUMAH SUSUN SEDERHANA SERTA DAYA BELI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH DI DKI JAKARTA Jenis : Tugas Akhir Tahun : 2008 Penulis : Soly Iman Santoso Pembimbing : Ir. Haryo

Lebih terperinci

KAJIAN RENCANA PENINGKATAN SARANA RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

KAJIAN RENCANA PENINGKATAN SARANA RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW KAJIAN RENCANA PENINGKATAN SARANA RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Muslim Patra Mokoginta 1 Nanang Setiawan 2 Eko Budi Santoso 3 ABSTRAK Rumah Sakit Umum Kaupaten Bolaang Mongondow dalam perkembangannya

Lebih terperinci

TUGAS 2 ENGINEERING ECONOMY

TUGAS 2 ENGINEERING ECONOMY TUGAS 2 ENGINEERING ECONOMY TUGAS 3 A manufacturer of off-road vehicles is considering the purchase of dual-axis inclinometers for installation in a new line of tractors. The distributor of the inclinometers

Lebih terperinci

TEKNIK ANALISIS BIAYA/MANFAAT

TEKNIK ANALISIS BIAYA/MANFAAT TEKNIK ANALISIS BIAYA/MANFAAT PENDAHULUAN Pengembalian sistem informasi merupakan suatu investasi seperti halnya investasi proyek lainnya. Investasi berarti dikeluarkannya sumber-sumber daya untuk mendapatkan

Lebih terperinci

ID0200135 IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN MUTU UNTUK KESELAMATAN DAN KEAMANAN OPERASIONAL INSTALASI P2TBDU

ID0200135 IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN MUTU UNTUK KESELAMATAN DAN KEAMANAN OPERASIONAL INSTALASI P2TBDU Prosiding Presentasi llmiah DaurBahan BakarNuklir V P2TBDU & P9RGM - RATAM Jakatia 99 Febmari 2000 ID0200135 IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN MUTU UNTUK KESELAMATAN DAN KEAMANAN OPERASIONAL INSTALASI P2TBDU

Lebih terperinci

KAJIAN NILAI TAMBAH PRODUK AGRIBISNIS KEDELAI PADA USAHA ANEKA TAHU MAJU LESTARI DI KECAMATAN LANDASAN ULIN, KOTA BANJARBARU

KAJIAN NILAI TAMBAH PRODUK AGRIBISNIS KEDELAI PADA USAHA ANEKA TAHU MAJU LESTARI DI KECAMATAN LANDASAN ULIN, KOTA BANJARBARU KAJIAN NILAI TAMBAH PRODUK AGRIBISNIS KEDELAI PADA USAHA ANEKA TAHU MAJU LESTARI DI KECAMATAN LANDASAN ULIN, KOTA BANJARBARU STUDY ON ADDED VALUE OF SOYBEAN AGRIBUSINESS PRODUCT AT MAJU LESTARI TOFU INDUSTRY

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN ALAT KELAPA PARUTAN KERING (DESICCATED COCONUT) SKRIPSI. Oleh: CARI MALEM KARO KARO

RANCANG BANGUN ALAT KELAPA PARUTAN KERING (DESICCATED COCONUT) SKRIPSI. Oleh: CARI MALEM KARO KARO RANCANG BANGUN ALAT KELAPA PARUTAN KERING (DESICCATED COCONUT) SKRIPSI Oleh: CARI MALEM KARO KARO PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2014 RANCANG BANGUN ALAT

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORI. Anggraeni (2003) melakukan penelitian dengan judul The Foreign

BAB II URAIAN TEORI. Anggraeni (2003) melakukan penelitian dengan judul The Foreign BAB II URAIAN TEORI A. Penelitian Terdahulu Anggraeni (2003) melakukan penelitian dengan judul The Foreign Exchange Exposure pada Bank-Bank yang Go Public di Bursa Efek Jakarta menunjukkan adanya foreign

Lebih terperinci

ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI

ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI SKRIPSI diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi

Lebih terperinci

PROGRAM PENGEMBANGAN TEKNOLOG! BAHAN DAN ELEMEN BAKAR NUKLIR D! PUSAT ELEMEN BAKAR NUKLIR

PROGRAM PENGEMBANGAN TEKNOLOG! BAHAN DAN ELEMEN BAKAR NUKLIR D! PUSAT ELEMEN BAKAR NUKLIR 1D0100154 Presiding Presentasi llmiab Daur Bahan Bakar Nuklir III PBBN-BATAN Jakarta, 4-5 Nopember 1997 PROGRAM PENGEMBANGAN TEKNOLOG! BAHAN DAN ELEMEN BAKAR NUKLIR D! PUSAT ELEMEN BAKAR NUKLIR Pusat Elemen

Lebih terperinci

AKUNTANSI BIAYA MODUL 3 HARGA POKOK PENJUALAN & IKHTISAR RUGI LABA

AKUNTANSI BIAYA MODUL 3 HARGA POKOK PENJUALAN & IKHTISAR RUGI LABA AKUNTANSI BIAYA MODUL 3 HARGA POKOK PENJUALAN & IKHTISAR RUGI LABA Oleh Ir. Betrianis, MSi Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Indonesia DEPOK 2006 TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari

Lebih terperinci

Leasing. Bahan Ajar : Manajemen Keuangan Bisnis II Digunakan untuk melengkapi buku wajib Disusun oleh: Nila Firdausi Nuzula

Leasing. Bahan Ajar : Manajemen Keuangan Bisnis II Digunakan untuk melengkapi buku wajib Disusun oleh: Nila Firdausi Nuzula Bahan Ajar : Manajemen Keuangan Bisnis II Digunakan untuk melengkapi buku wajib Disusun oleh: Nila Firdausi Nuzula Leasing Pendahuluan Salah satu cara untuk mengelola kepemilikan aktiva tetap dalam suatu

Lebih terperinci

- --- - -- NILAI SEKARANG DAN MASA DATANG (Present and Future Value)

- --- - -- NILAI SEKARANG DAN MASA DATANG (Present and Future Value) - --- - -- NILAI SEKARANG DAN MASA DATANG (Present and Future Value) 36 Nilai Sekarang dan Masa Datang (Present and Future Value) 37 TUJUAN: Untuk menghitung Present Value, Future Value atau Internal Rate

Lebih terperinci

Mengukur Kelayakan Ekonomis Proyek Sistem Informasi Manajemen Menggunakan Metode Cost & Benefits Analysis Dan Aplikasinya Dengan MS EXCEL 2000

Mengukur Kelayakan Ekonomis Proyek Sistem Informasi Manajemen Menggunakan Metode Cost & Benefits Analysis Dan Aplikasinya Dengan MS EXCEL 2000 Mengukur Kelayakan Ekonomis Proyek Sistem Informasi Manajemen Menggunakan Metode Cost & Benefits Analysis Dan Aplikasinya Dengan MS EXCEL 2000 Gatot Prabantoro Dosen Sistem Informasi Manajemen & Sains

Lebih terperinci

STUDI KELAYAKAN BISNIS PENGEMBANGAN USAHA AIR MINUM ISI ULANG DESMOND

STUDI KELAYAKAN BISNIS PENGEMBANGAN USAHA AIR MINUM ISI ULANG DESMOND STUDI KELAYAKAN BISNIS PENGEMBANGAN USAHA AIR MINUM ISI ULANG DESMOND LATAR BELAKANG Salah satu usaha yang sering kita jumpai dan banyak diminati pada saat ini adalah usaha air minum isi ulang. Dengan

Lebih terperinci

BAB V AKTIVA TETAP PENDAHULUAN

BAB V AKTIVA TETAP PENDAHULUAN BAB V AKTIVA TETAP PENDAHULUAN Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam keadaan siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dijual dalam

Lebih terperinci

MODUL PROPOSAL USAHA. By Angga Kusumanegara

MODUL PROPOSAL USAHA. By Angga Kusumanegara MODUL PROPOSAL 2011 USAHA By Angga Kusumanegara MODUL PROPOSAL USAHA Disusun oleh : Angga Kusumanegara Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Angga.kusumanegara@gmail.com / www.anggakusumanegara.wordpress.com

Lebih terperinci

ANALISIS PROFFITABILITAS USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG

ANALISIS PROFFITABILITAS USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG ANALISIS PROFFITABILITAS USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG (Studi Kasus di II Desa Gunungrejo Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan) Ista Yuliati 1, Zaenal Fanani 2 dan Budi Hartono 2 1) Mahasiswa Fakultas

Lebih terperinci

ESTIMASI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR SISTEM KELISTRIKAN SUMATERA HINGGA TAHUN 2030. Edwaren Liun *

ESTIMASI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR SISTEM KELISTRIKAN SUMATERA HINGGA TAHUN 2030. Edwaren Liun * ESTIMASI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR SISTEM KELISTRIKAN SUMATERA HINGGA TAHUN 2030 Edwaren Liun * ABSTRAK ESTIMASI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR SISTEM KELISTRIKAN SUMATERA HINGGA TAHUN 2030. Untuk pemenuhan pembangkit

Lebih terperinci

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING II.1. Harga Jual Penentuan harga jual suatu produk atau jasa merupakan salah satu keputusan penting manajemen karena harga yang ditetapkan

Lebih terperinci

ANALISA EKONOMIS PEMBANGUNAN KAPAL IKAN FIBERGLASS KATAMARAN UNTUK NELAYAN DI PERAIRAN PANTAI TELUK PENYU KABUPATEN CILACAP

ANALISA EKONOMIS PEMBANGUNAN KAPAL IKAN FIBERGLASS KATAMARAN UNTUK NELAYAN DI PERAIRAN PANTAI TELUK PENYU KABUPATEN CILACAP ANALISA EKONOMIS PEMBANGUNAN KAPAL IKAN FIBERGLASS KATAMARAN UNTUK NELAYAN DI PERAIRAN PANTAI TELUK PENYU KABUPATEN CILACAP Samuel *, Jowis Novi B.K * * S1 Teknik Perkapalan Faktultas Teknik Universitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian, Sumber, dan Jenis Modal 2.1.1 Pengertian Modal Dengan perkembangan teknologi dan makin jauhnya spesialisasi dalam perusahaan serta juga makin banyaknya perusahaan-perusahaan

Lebih terperinci

AKTIVA TETAP (FIXED ASSETS )

AKTIVA TETAP (FIXED ASSETS ) AKTIVA TETAP AKTIVA TETAP (FIXED ASSETS ) MEMPUNYAI MASA GUNA LEBIH DARI 1 PERIODE AKUNTANSI AKTIVA TETAP BERWUJUD (TANGIBLE FIXED ASSET) Mempunyai bentuk fisik, dpt dikenali melalui panca indra MEMPUNYAI

Lebih terperinci

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI BAB II HARGA POKOK PRODUKSI Bab ini berisi teori yang akan digunakan sebagai dasar melakukan analisis data. Mencakup pengertian dan penggolongan biaya serta teori yang berkaitan dengan penentuan harga

Lebih terperinci

Menurut Hanafi dan Halim (1996), pada dasarnya analisis rasio bisa dikelompokkan kedalam lima macam kategori, yaitu:

Menurut Hanafi dan Halim (1996), pada dasarnya analisis rasio bisa dikelompokkan kedalam lima macam kategori, yaitu: Definisi Analisa Rasio Untuk menganalisis laporan keuangan perusahaan, diperlukan ukuran-ukuran tertentu. Ukuran yang sering digunakan adalah rasio. Rasio diperoleh dengan membandingkan satu pos atau elemen

Lebih terperinci

KEPUTUSAN STRUKTUR MODAL

KEPUTUSAN STRUKTUR MODAL KEPUTUSAN STRUKTUR MODAL Risiko Bisnis dan Finansial Analisis Leverage Hamada Equation Pendekatan EBIT-EPS Pendekatan Biaya Modal Risiko Bisnis & Finansial Risiko bisnis: ketidakpastian pendapatan operasi

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Beberapa tahun terakhir ini kurs tukar IDR/USD terus mengalami fluktuasi yang tidak dapat diprediksi. Akibatnya para pelaku pasar sulit untuk menentukan pada saat kapan mereka harus melakukan ekspor

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN. Pengertian Laporan Keuangan

LAPORAN KEUANGAN. Pengertian Laporan Keuangan BAB 3 LAPORAN KEUANGAN Tujuan Pengajaran: Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan pengertian laporan keuangan 2. Membedakan dan menggolongkan jenis aktiva dan pasiva 3.

Lebih terperinci

ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN

ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN Boya Eviana 1), Budi Hartono 2), Zaenal Fanani 2) 1. Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. 2.

Lebih terperinci

DEFINISI. Definisi-definisi berikut berlaku untuk maksud-maksud dari publikasi yang sekarang.

DEFINISI. Definisi-definisi berikut berlaku untuk maksud-maksud dari publikasi yang sekarang. DEFINISI Definisi-definisi berikut berlaku untuk maksud-maksud dari publikasi yang sekarang. Batas-batas Yang Dapat Diterima (Acceptable limits) Batas-batas yang dapat diterima oleh badan pengaturan. Kondisi

Lebih terperinci

PERBAIKAN DAN VJI FVNGSI SVB SISTEM SEKSI 700

PERBAIKAN DAN VJI FVNGSI SVB SISTEM SEKSI 700 Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2009 ISSN 0854-5561 PERBAIKAN DAN VJI FVNGSI SVB SISTEM SEKSI 700 R. Suryadi ABSTRAK PERBAIKAN DAN UJI FUNGSI SUB SISTEM SEKSI 700. Merujuk pada program kerja B3N-PTBN

Lebih terperinci

TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA PRA RANCANGAN PABRIK SUSU BUBUK DIABETES KAPASITAS 2000 TON/TAHUN Oleh: 1. Khoerul Anam L2C007055 2. Siechara Apfia Casper L2C007085 3. Suhandinata Rusli L2C007087 4. Vito

Lebih terperinci

Providing Seminar Hasil Penelitian PZTRR ISSN 0854-5278 T0aa»2002 PENGEMBANGAN TEKNOLOGI IRADIASI

Providing Seminar Hasil Penelitian PZTRR ISSN 0854-5278 T0aa»2002 PENGEMBANGAN TEKNOLOGI IRADIASI Providing Seminar Hasil Penelitian PZTRR ISSN 0854-5278 T0aa»2002 PENGEMBANGAN TEKNOLOGI IRADIASI Presiding Seminar Hasil Penelitian P2TBR Tahun 2002 ISSN 0854-5278 MODIFIKASI SISTEM MEKANIK PEMBAWA KAPSUL

Lebih terperinci

KAJIAN AWAL BAHAYA GEOTEKNIK PONDASI PLTN: STUDI KASUS PADA CALON TAPAK DI PULAU BANGKA

KAJIAN AWAL BAHAYA GEOTEKNIK PONDASI PLTN: STUDI KASUS PADA CALON TAPAK DI PULAU BANGKA KAJIAN AWAL BAHAYA GEOTEKNIK PONDASI PLTN: STUDI KASUS PADA CALON TAPAK DI PULAU BANGKA Basuki Wibowo, Imam Hamzah, Eko Rudi I, Bansyah Kironi -BATAN Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta 12710

Lebih terperinci

KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG

KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG Yovita Vivianty Indriadewi Atmadjaja Dosen Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi ABSTRAKSI Salah satu konsep

Lebih terperinci

Perencanaan Persediaan Bahan Baku dengan Metode Heuristik Silver Meal dan Part Period Balacing (Studi Kasus: PT. Mega Andalan Kalasan)

Perencanaan Persediaan Bahan Baku dengan Metode Heuristik Silver Meal dan Part Period Balacing (Studi Kasus: PT. Mega Andalan Kalasan) 65 Perencanaan Persediaan Bahan Baku dengan Metode Heuristik Silver Meal dan Part Period Balacing (Studi Kasus: PT. Mega Andalan Kalasan) Hafidh Munawir, Yusuf Bachtiar Jurusan Teknik Industri UMS Jl.

Lebih terperinci

PSAK 63 Pelaporan Keuangan Dalam Kondisi Hiperimplasi. Presented:

PSAK 63 Pelaporan Keuangan Dalam Kondisi Hiperimplasi. Presented: PSAK 63 Pelaporan Keuangan Dalam Kondisi Hiperimplasi IAS 29 Financial i Reporting in Hyperinflationary Economies Presented: Dwi Martani 1 Latar Belakang Laporan keuangan biaya historis dalam kondisi i

Lebih terperinci

PORTFOLIO ANALYSIS. Seven types of business (Drucker, 1973) PORTFOLIO:

PORTFOLIO ANALYSIS. Seven types of business (Drucker, 1973) PORTFOLIO: PORTFOLIO ANALYSIS Sumber: Marketing Strategy and Competitive Positioning PORTFOLIO: KORPORASI HARUS MEMPERTIMBANGKAN: 1) PRODUK DAN JASA APA YG MENJADI PEMASUKAN KAS DAN KEUNTUNGAN KEPADA KORPORASI. 2)

Lebih terperinci

Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Analisis fundamental Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Teknis ini menitik beratkan

Lebih terperinci

BAB II ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

BAB II ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN BAB II ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN A. Arti Penting Analisis Laporan Keuangan Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengethaui tingkat profitabilitas (keuntungan)

Lebih terperinci

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 14 PERSEDIAAN

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 14 PERSEDIAAN Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 14 PERSEDIAAN Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 14 tentang Persediaan disetujui dalam Rapat Komite Prinsip Akuntansi Indonesia pada tanggal

Lebih terperinci

Barter Modern. (Creative Trading) Dari Teori Ke Praktek. Oleh. Muhaimin Iqbal

Barter Modern. (Creative Trading) Dari Teori Ke Praktek. Oleh. Muhaimin Iqbal Barter Modern (Creative Trading) Dari Teori Ke Praktek Oleh Muhaimin Iqbal Dasar Perdangan Barter (Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, beras gandum dengan beras gandum,

Lebih terperinci

I. U M U M. TATA CARA PANEN.

I. U M U M. TATA CARA PANEN. LAMPIRAN : PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 17/Permentan/OT.140/2/2010 TANGGAL : 5 Pebruari 2010 TENTANG : PEDOMAN PENETAPAN HARGA PEMBELIAN TANDA BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT PRODUKSI PEKEBUN TATA

Lebih terperinci

Analisis Biaya Unit Pelayanan Otopsi dengan Metode Distribusi Ganda

Analisis Biaya Unit Pelayanan Otopsi dengan Metode Distribusi Ganda 65 Analisis Biaya Unit Pelayanan Otopsi dengan Metode Distribusi Ganda Nily Sulistyorini, Bendrong Moediarso Dept./Inst. Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK Unair RSUD Dr. Soetomo Surabaya Abstrak

Lebih terperinci

REAKTOR PEMBIAK CEPAT

REAKTOR PEMBIAK CEPAT REAKTOR PEMBIAK CEPAT RINGKASAN Elemen bakar yang telah digunakan pada reaktor termal masih dapat digunakan lagi di reaktor pembiak cepat, dan oleh karenanya reaktor ini dikembangkan untuk menaikkan rasio

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya menyediakan informasi biaya yang akan digunakan untuk membantu menetapkan harga pokok produksi

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Penjualan Online pada Mebel Isti

Perancangan Sistem Penjualan Online pada Mebel Isti Perancangan Sistem Penjualan Online pada Mebel Isti Abstrak : Final report entitled " Online Sales System Design at Furniture Isti " was held in February and June aim of this thesis is to design a system

Lebih terperinci

ANALISIS PERATURAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR DAN LING KUNG AN HID UP. Liliana Yetta Pandi Pusat Pengkajian Keselamatan Reaktor (PPKRe) - BAPETEN

ANALISIS PERATURAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR DAN LING KUNG AN HID UP. Liliana Yetta Pandi Pusat Pengkajian Keselamatan Reaktor (PPKRe) - BAPETEN Seminar Tahunan Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir - Jakarta, II Oesember 2003 ISSN 1693-7902 ANALISIS PERATURAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR DAN LING KUNG AN HID UP Liliana Yetta Pandi Pusat Pengkajian

Lebih terperinci

BAB X PERENCANAAN PRODUKSI

BAB X PERENCANAAN PRODUKSI Perencanaan Agregat 123 BAB X PERENCANAAN PRODUKSI 1.1. Pendahuluan Perencaaan produksi adalah pernyataan rencana produksi ke dalam bentuk agregat. Perencanaan produksi ini merupakan alat komunikasi antara

Lebih terperinci

ID0200243 ANALISIS KEANDALAN KOMPONEN DAN SISTEM RSG GAS DENGAN MENGGUNAKAN DATA BASE

ID0200243 ANALISIS KEANDALAN KOMPONEN DAN SISTEM RSG GAS DENGAN MENGGUNAKAN DATA BASE VrusiUinx Presentasi Ilmiah Tehmlogi Keselamatan Nukllr-V ISSN No. : 1410-0533 Serpong 2H Juni 2000 ' ID0200243 ANALISIS KEANDALAN KOMPONEN DAN SISTEM RSG GAS DENGAN MENGGUNAKAN DATA BASE Oleh : Demon

Lebih terperinci

DEFINISI DAN PERKEMBANGAN ERP JURUSAN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Definisi ERP Daniel O Leary : ERP system are computer based system designed to process an organization s transactions

Lebih terperinci

STUDI SIFAT BAHAN BAKAR URANIUM SILISIDA AKIBAT IRADIASI

STUDI SIFAT BAHAN BAKAR URANIUM SILISIDA AKIBAT IRADIASI ID0100126 Pmsiding Pesentasi llmiah Daur Bahan Bakar Nuklir II STUDI SIFAT BAHAN BAKAR URANIUM SILISIDA AKIBAT IRADIASI ABSTRAK Supardjo Pusat Elemen Bakar Nuklir STUDI SIFAT BAHAN BAKAR URANIUM SILISIDA

Lebih terperinci

10/10/2009 ARIERAHAYU@GMAIL.COM MODEL JONES 1991. Paper Deskriptif arierahayu

10/10/2009 ARIERAHAYU@GMAIL.COM MODEL JONES 1991. Paper Deskriptif arierahayu 10/10/2009 ARIERAHAYU@GMAIL.COM MODEL JONES 1991 Paper Deskriptif arierahayu MODEL JONES 1991 Jones mengembangkan model pengestimasi akrual diskresioner untuk mendeteksi manipulasi laba Jones 1991 1 yang

Lebih terperinci

BIAYA POKOK ANGKUTAN BUS TRANS JOGJA PASCA KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (241T)

BIAYA POKOK ANGKUTAN BUS TRANS JOGJA PASCA KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (241T) BIAYA POKOK ANGKUTAN BUS TRANS JOGJA PASCA KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (241T) Imam Basuki Program Studi Teknik Sipil, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jl. Babarsari 44 Yogyakarta Email: imbas2004@gmail.com

Lebih terperinci

TESIS ANALISIS RENCANA A LIFE CYCLE COST GEDUNG HOSTEL PADA KAWASAN RUMAH SAKIT JIMBUN MEDIKA KEDIRI

TESIS ANALISIS RENCANA A LIFE CYCLE COST GEDUNG HOSTEL PADA KAWASAN RUMAH SAKIT JIMBUN MEDIKA KEDIRI TESIS ANALISIS RENCANAA LIFE CYCLE COST GEDUNG HOSTEL PADA KAWASAN RUMAH SAKITT JIMBUN MEDIKA KEDIRI JULI MARLIANSYAH No. Mhs.: 13..510.2043 PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets)

BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets) BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets) Tujuan Pengajaran: Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan pengertian aktiva tetap berwujud 2. Menerangkan penentuan harga

Lebih terperinci

PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN)

PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN) PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN) Masyarakat pertama kali mengenal tenaga nuklir dalam bentuk bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia II tahun 1945. Sedemikian

Lebih terperinci

Company Profile. Visi

Company Profile. Visi Company Profile Nama Perusahaan : CV.KEMITRAAN A SWALAYAN SIUP : 503.6/303/PK/2014 Bidang Usaha : Kemitraan Minimarket A SWALAYAN Kantor Pusat : Puri Hutama Danguran A.1 Klaten (0272) 3353129 Website :

Lebih terperinci

EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ASET TETAP UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus Perusahaan Kemasan Plastik di Sidoarjo)

EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ASET TETAP UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus Perusahaan Kemasan Plastik di Sidoarjo) EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ASET TETAP UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus Perusahaan Kemasan Plastik di Sidoarjo) OLEH : SITI MUAROFAH 3203008308 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS

Lebih terperinci

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEWA ATAU BELI ARMADA TRUK PENGANGKUT KELAPA SAWIT DI CV. VIAN PRATAMA

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEWA ATAU BELI ARMADA TRUK PENGANGKUT KELAPA SAWIT DI CV. VIAN PRATAMA PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEWA ATAU BELI ARMADA TRUK PENGANGKUT KELAPA SAWIT DI CV. VIAN PRATAMA Ignasius Dedi Ardianto Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta ABSTRAK CV. Vian Pratama

Lebih terperinci

Metodologi pengembangan sistem METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DIAN PALUPI RINI, M.KOM 1

Metodologi pengembangan sistem METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DIAN PALUPI RINI, M.KOM 1 Metodologi pengembangan sistem METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI adalah metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang akan digunakan sebagai pedoman bagaimana dan

Lebih terperinci

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013 i ADAPTASI MODEL DELONE DAN MCLEAN YANG DIMODIFIKASI GUNA MENGUJI KEBERHASILAN APLIKASI OPERASIONAL PERBANKAN BAGI INDIVIDU PENGGUNA SISTEM INFORMASI (STUDI KASUS PADA PD.BPR BKK DI KABUPATEN PATI) Skripsi

Lebih terperinci

DISTRIBUSI PERTUMBUHAN PRESIPITAT ZIRCALOY-4 PADA TEMPERATUR 700-900 C

DISTRIBUSI PERTUMBUHAN PRESIPITAT ZIRCALOY-4 PADA TEMPERATUR 700-900 C ID010017 Prosiding Presentasi llmiah Daur Bahan Bakar Nuklir III DISTRIBUSI PERTUMBUHAN PRESIPITAT ZIRCALOY-4 PADA TEMPERATUR 700-900 C Harini Sosiati, Sungkono Pusat Elemen Bakar Nuklir- BATAN ABSTRAK

Lebih terperinci

Ambon, 12 Februari 2014 KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM DEPUTI BIDANG PENGKAJIAN SUMBERDAYA UKMK

Ambon, 12 Februari 2014 KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM DEPUTI BIDANG PENGKAJIAN SUMBERDAYA UKMK Ambon, 12 Februari 2014 KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM DEPUTI BIDANG PENGKAJIAN SUMBERDAYA UKMK 1 1 LINGKUP KEGIATAN Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK 1. Melaksanakan kajian yang berkaitan dengan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. fisika dan kimia untuk mengubah bentuk (geometry), sifat (properties)

BAB 2 LANDASAN TEORI. fisika dan kimia untuk mengubah bentuk (geometry), sifat (properties) 10 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Proses Manufaktur Tiga definisi Manufacturing: 1. Secara teknis: Manufacturing adalah pengolahan bahan mentah melalui proses fisika dan kimia untuk mengubah bentuk (geometry),

Lebih terperinci

TEKNIK PRODUK (TK 7362)

TEKNIK PRODUK (TK 7362) TEKNIK PRODUK (TK 7362) Dr. Eng. Agus Purwanto Chemical Engineering Department Faculty of Engineering Sebelas Maret University Kisi-Kisi 1. Peranan sarjana teknik kimia dalam inovasi produk. 2. Eksplorasi

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Produksi Untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam, manusia memerlukan barang dan jasa. Suatu kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa disebut produksi. Produksi

Lebih terperinci

PROGRAM TUNGKU SEHAT HEMAT ENERGI BIOMASSA (TSHE) INDONESIA

PROGRAM TUNGKU SEHAT HEMAT ENERGI BIOMASSA (TSHE) INDONESIA PROGRAM TUNGKU SEHAT HEMAT ENERGI BIOMASSA (TSHE) INDONESIA Program kerja sama antara Kementrian ESDM Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Direktorat bioenergi - dan Bank Dunia

Lebih terperinci

KISI-KISI MATERI UJIAN KOMPETENSI PRODI S-1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS INSTITUT PERBANAS

KISI-KISI MATERI UJIAN KOMPETENSI PRODI S-1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS INSTITUT PERBANAS KISI-KISI MATERI UJIAN KOMPETENSI PRODI S-1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS INSTITUT PERBANAS 1. KOMPETENSI : PERBANKAN SYARIAH No Kompetensi Unsur Kompetensi Dasar Indikator Hasil Belajar Sumber

Lebih terperinci

ANALISA HARGA AIR PADA PROYEK EMBUNG GADDING DI DESA GADDING KECAMATAN MANDING KABUPATEN SUMENEP

ANALISA HARGA AIR PADA PROYEK EMBUNG GADDING DI DESA GADDING KECAMATAN MANDING KABUPATEN SUMENEP ANALISA HARGA AIR PADA PROYEK EMBUNG GADDING DI DESA GADDING KECAMATAN MANDING KABUPATEN SUMENEP Rispiningtati 1, Pitojo Tri Juwono 1, Dio Aditya Aji 2 1 Dosen Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Malang

Lebih terperinci

PENGAWASAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR DALAM BIDANG ENERGI

PENGAWASAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR DALAM BIDANG ENERGI Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir PENGAWASAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR DALAM BIDANG ENERGI BAPETEN Sukarman Aminjoyo Badan Pengawas Tenaga Nuklir ( BAPETEN ) Jl. Gajah Mada No. 8 Jakarta INDONESIA http/www.bapeten.go.id.

Lebih terperinci

EEP Biogas Project. Biogas Project in Selat Panjang, Kep. Meranti

EEP Biogas Project. Biogas Project in Selat Panjang, Kep. Meranti EEP Biogas Project Biogas Project in Selat Panjang, Kep. Meranti Agenda 1. Profile of Kepulauan Meranti 2. Why We Chose Selat Panjang 3. Energy Potential in Selat Panjang 4. Profile of SaraRasa Biomass

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Pendidikan Diploma III (D3) Disusun Oleh : Clarissa Chita Amalia J0D007024

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan,

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan, II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Produk 2.1.1. Pengertian Produk Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan, sebuah perusahaan harus memulai dengan produk atau jasa yang dirancang

Lebih terperinci

Teori Harga Fungsi Linear

Teori Harga Fungsi Linear Teori Harga Fungsi Linear Matematika Ekonomi LOGO Osa Omar Sharif Teori Permintaan Teori permintaan Menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan (jumlah barang yang diminta pembeli) dan harga.

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH DIMENSI KOMPONEN ALAT ANGKAT KENDARAAN NIAGA TERHADAP BIAYA PRODUKSI. Teknik Mesin, Universitas Sam Ratulangi Manado 2013

ANALISIS PENGARUH DIMENSI KOMPONEN ALAT ANGKAT KENDARAAN NIAGA TERHADAP BIAYA PRODUKSI. Teknik Mesin, Universitas Sam Ratulangi Manado 2013 ANALISIS PENGARUH DIMENSI KOMPONEN ALAT ANGKAT KENDARAAN NIAGA TERHADAP BIAYA PRODUKSI Yaroso Y Mirino 1), Ir. Fentje Abdul Rauf, MT 2), Rudi Poeng, ST. MT 3) Teknik Mesin, Universitas Sam Ratulangi Manado

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA

APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA Deny Wiria Nugraha 1, Imat Rahmat Hidayat 2 1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah 2 Jurusan

Lebih terperinci

RANCANGAN PERKULIAHAN PROGRAM STUDI S-1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI BISNIS

RANCANGAN PERKULIAHAN PROGRAM STUDI S-1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI BISNIS RANCANGAN PERKULIAHAN PROGRAM SUDI S-1 MANAJEMEN FAKULAS EKONOMI BISNIS Q No. Dokumen 12-2-1.2.04.00 Distribusi gl. Efektif 01 Maret 2014 Judul Mata Kuliah : Akuntansi Manajemen (Managerial Accounting)

Lebih terperinci

Analisis Manfaat dan Biaya Sosial

Analisis Manfaat dan Biaya Sosial Analisis Manfaat dan Biaya Sosial Makalah Ekonomi Publik Dosen : Prof. Dr. Soekanto Reksohadiprodjo, M.Com. Disusun Oleh : Agus Sugiyono No. Mahasiswa : 01/961/PS Program Pascasarjana : Magister Sains

Lebih terperinci

PENENTUAN AnPLITUDO DAN FASA FUNGSI PINDAH DAYA NOL SECARA UJl BATANG KENDALl JATUH DARI TRIGA nark II BANDUNG. paan Id. DdoeJI. .A,rJ.i.uA Xuu.

PENENTUAN AnPLITUDO DAN FASA FUNGSI PINDAH DAYA NOL SECARA UJl BATANG KENDALl JATUH DARI TRIGA nark II BANDUNG. paan Id. DdoeJI. .A,rJ.i.uA Xuu. PENENTUAN AnPLITUDO DAN FASA FUNGSI PINDAH DAYA NOL SECARA UJl BATANG KENDALl JATUH DARI TRIGA nark II BANDUNG paan Id. DdoeJI..A,rJ.i.uA Xuu.owo Pusst Panelitian Teknik Nuklir ABSTRAK Penentuan Amplitudo

Lebih terperinci

PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS. Mery Citra.S. Abstract

PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS. Mery Citra.S. Abstract PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS Mery Citra.S Abstract Training is believed as one effective tool that can increase organization productivity. However, not all training

Lebih terperinci

HARGA POKOK PRODUKSI

HARGA POKOK PRODUKSI HARGA POKOK PRODUKSI Suatu perusahaan perlu menetukan harga pokok bagi produksi yang dihasilkan, karena harga pokok itu merupakan salah satu faktor yang ikut mempengaruhi penentuan harga jual dasar penentuan

Lebih terperinci

LAPORAN HASIL. Oleh. Nama : I Gede Surata, SPd. MM NIP : 196510261991031001 Guru Praktik Jasa Boga

LAPORAN HASIL. Oleh. Nama : I Gede Surata, SPd. MM NIP : 196510261991031001 Guru Praktik Jasa Boga LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGELOLAAN USAHA JASA BOGA KELAS X JASA BOGA 2 SMK NEGERI 6 PALEMBANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. persediaan (inventory) merupakan barang yang disimpan untuk digunakan atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. persediaan (inventory) merupakan barang yang disimpan untuk digunakan atau BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian dan Arti Penting Persediaan 1. Pengertian Persediaan persediaan (inventory) merupakan barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada periode mendatang. Persediaan

Lebih terperinci

LAPORAN November KINERJA 2014 BULANAN - PANIN Rp CASH FUND

LAPORAN November KINERJA 2014 BULANAN - PANIN Rp CASH FUND LAPORAN BULANAN PANIN Rp CASH FUND LAPORAN November 2014 BULANAN - PANIN Rp CASH FUND Panin Rp Cash Fund bertujuan untuk memberikan hasil yang relatif stabil melalui penempatan terutama pada instrumen

Lebih terperinci

Adalah bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi

Adalah bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi Biaya bahan baku 2 BIAYA BAHAN BAKU Adalah bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi 1. Elemen Biaya yang Membentuk Harga Bahan Baku yang Dibeli 2. Perencanaan dan Pengendalian Bahan 3. Penentuan

Lebih terperinci

Ringkasan Eksekutif Survei Tahap Ketiga Monitoring Iklim Investasi di Indonesia

Ringkasan Eksekutif Survei Tahap Ketiga Monitoring Iklim Investasi di Indonesia Ringkasan Eksekutif Survei Tahap Ketiga Monitoring Iklim Investasi di Indonesia Copyright @ 2007 Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM-FEUI) Ringkasan Eksekutif Survei Tahap Ketiga Monitoring

Lebih terperinci

PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) KEPADA LPDB-KUMKM

PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) KEPADA LPDB-KUMKM PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) KEPADA LPDB-KUMKM I PROFIL UKM A. INFORMASI UMUM i. Nama Usaha ii. Alamat iii. Telp/Fax kantor Tlp Fax iv. Awal terbentuknya usaha

Lebih terperinci

SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PESANAN (JOB ORDER COSTING ATAU JOB COSTING)

SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PESANAN (JOB ORDER COSTING ATAU JOB COSTING) SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PESANAN (JOB ORDER COSTING ATAU JOB COSTING) Job costing adalah biaya produksi yang diakumulasikan untuk setiap pesanan (job) yang terpisah. Suatu pesanan adalah output

Lebih terperinci

PLN DAN ISAK 16 (ED) Electricity for a Better Life. Jakarta, Mei 2010

PLN DAN ISAK 16 (ED) Electricity for a Better Life. Jakarta, Mei 2010 PLN DAN ISAK 16 (ED) Electricity for a Better Life Jakarta, Mei 2010 Beberapa Regulasi yang Perlu Dipertimbangkan dalam Penentuan Jasa Konsesi UU No 30 2009 (Menggantikan UU 15 1985) Ketenagalistrikan

Lebih terperinci

HARGA TRANSFER KONSEP HT :

HARGA TRANSFER KONSEP HT : HARGA TRANSFER Istilah HT ini dijumpai pada perusahaan yang organisasinya disusun menurut pusat laba dan antar pusat laba tersebut terjadi transfer barang/jasa. Adanya transfer barang dan jasa dihubungkan

Lebih terperinci

ANALISIS HUBUNG SINGKAT 3 FASA PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 18 BUS DENGAN ADANYA PEMASANGAN DISTRIBUTED GENERATION (DG)

ANALISIS HUBUNG SINGKAT 3 FASA PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 18 BUS DENGAN ADANYA PEMASANGAN DISTRIBUTED GENERATION (DG) ANALISIS HUBUNG SINGKAT 3 FASA PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 18 BUS DENGAN ADANYA PEMASANGAN DISTRIBUTED GENERATION (DG) Agus Supardi 1, Tulus Wahyu Wibowo 2, Supriyadi 3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro,

Lebih terperinci

Dian Pratama & Associates

Dian Pratama & Associates 1 Dian Pratama & Associates Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan Update, January 16, 2007 2 Pengantar Dian Pratama & Associates adalah sebuah badan usaha berbasis multimedia jaringan nirkabel

Lebih terperinci

ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN NIRA LONTAR MENJADI PRODUK NATA Financial Analysis of Processing Nata Lontar (from lontar sap)

ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN NIRA LONTAR MENJADI PRODUK NATA Financial Analysis of Processing Nata Lontar (from lontar sap) ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN NIRA LONTAR MENJADI PRODUK NATA Financial Analysis of Processing Nata Lontar (from lontar sap) Oleh/ By: Abd. Kadir W. ABSTRACT Lontar sap has a great potential

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Pemilihan lokasi usaha oleh suatu organisasi (perusahaan) akan mempengaruhi risiko (risk) dan keuntungan (profit) perusahaan tersebut secara keseluruhan. Kondisi ini

Lebih terperinci

ANALISIS NILAI TAMBAH, KEUNTUNGAN, DAN TITIK IMPAS PENGOLAHAN HASIL RENGGINANG UBI KAYU (RENGGINING) SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU

ANALISIS NILAI TAMBAH, KEUNTUNGAN, DAN TITIK IMPAS PENGOLAHAN HASIL RENGGINANG UBI KAYU (RENGGINING) SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU ANALISIS NILAI TAMBAH, KEUNTUNGAN, DAN TITIK IMPAS PENGOLAHAN HASIL RENGGINANG UBI KAYU (RENGGINING) SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU Andi Ishak, Umi Pudji Astuti dan Bunaiyah Honorita Balai Pengkajian

Lebih terperinci

PENENTUAN MASA SIMPAN WAFER STICK DALAM KEMASAN PLASTIK LAMINASI MAKALAH KOMPREHENSIF OLEH: TANIA MULIAWATI 6103007121

PENENTUAN MASA SIMPAN WAFER STICK DALAM KEMASAN PLASTIK LAMINASI MAKALAH KOMPREHENSIF OLEH: TANIA MULIAWATI 6103007121 PENENTUAN MASA SIMPAN WAFER STICK DALAM KEMASAN PLASTIK LAMINASI MAKALAH KOMPREHENSIF OLEH: TANIA MULIAWATI 6103007121 PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA

Lebih terperinci

STUDI PRAKTEK ESTIMASI BIAYA TIDAK LANGSUNG PADA PROYEK KONSTRUKSI

STUDI PRAKTEK ESTIMASI BIAYA TIDAK LANGSUNG PADA PROYEK KONSTRUKSI Konferensi Nasional Teknik Sipil 4 (KoNTekS 4) Sanur-Bali, 2-3 Juni 2010 STUDI PRAKTEK ESTIMASI BIAYA TIDAK LANGSUNG PADA PROYEK KONSTRUKSI Biemo W. Soemardi 1 dan Rani G. Kusumawardani 2 1 Kelompok Keahlian

Lebih terperinci

Faktor-faktor Penentu dalam Pemilihan Jenis Kontrak Untuk Proyek Pembangunan Gedung Pertokoan. M. Ikhsan Setiawan, ST, MT

Faktor-faktor Penentu dalam Pemilihan Jenis Kontrak Untuk Proyek Pembangunan Gedung Pertokoan. M. Ikhsan Setiawan, ST, MT Faktor Penentu Pemilihan Kontrak Proyek Gedung (M. Ikhsan S) 49 Faktor-faktor Penentu dalam Pemilihan Jenis Kontrak Untuk Proyek Pembangunan Gedung Pertokoan M. Ikhsan Setiawan, ST, MT ABSTRAK Dalam pelelangan

Lebih terperinci