iiiiig i ionicatshape. tn this'problem, the sotution can be solved by applying Methd of W Firsf Search (DFS).

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "iiiiig i ionicatshape. tn this'problem, the sotution can be solved by applying Methd of W Firsf Search (DFS)."

Transkripsi

1 PENERAPAN METODE DEPTH FTRST SEARCH (DFS) PADA PERMANAN }4ENARA HANO (Depth First Search on Hanoi Tower Game) Nur Wakhidah Fakultas Teknologi lnformasi dan Komunikasi Universitas Semarang Abstract The Tower of Hanoi (also knownas lhe lowers of Bnhma) is a mathematical game u putz1 t consists of three rods, and a number of disks of different sizes whbh can slide onto any rd. Tb pirrtesfarfs rvdh the drsks neatly stacked in order of size on one rod, the slnqlle{,{,fhe tfl'-frf iiiiig i ionicatshape. tn this'problem, the sotution can be solved by applying Methd of W Firsf Search (DFS). Key,vords : Depth Firsf Search, Tower of Hanoi 1. PENDAHULUAN Menara Hanoi merupakan sebuah teka{eki yang ditemukan oleh seorang matematikawan -Perancis, Edouard Lucas pada tahun Legenda mengenai Menara Hanoi ini berasal dari sebuah kuil lndia, dimana terdapat sebuah ruangan besar dengan tiga buah menara raksasa. Permainan initerdiri dari tiga menara dan M buah piringan besar dengan ukurannya berbeda satu sama lainnya yang bisa dimasukkan ke menara mana saia. Permainan dimulai dengan 64 buah piringan tersebut yang tersusun rapi berdasarkan ukurannya dalam salah satu menara dengan ukuran piringan terkecil diletakkan teratas, sehingga bentuknya menyerupai sebuah Piramid. Gambar 1 Model Menara Hanoi dengan 8 Piringan Menurut legenda tersebut, dikatakan bahwa iika anda selesai memindahkan selunlt M piringan, pada saat itu juga dunia kiamal hi menurut legenda, yang mungkin iuga benar- Bila legenda ini benar, bayangkan iika uneft setiap pemindahan memerlukan waktu 1 (sab) detik. Anda bisa menghitung berapa detik yarg diperlukan unfuk memindahkan seluruh 64 piringan dari menara asal ke menara tujuan Jika pendeta itu bisa memindahkan satt piringan tiap detik menggunakan pemindahan paling sedikit, maka akan memakan wakfu 2a-1 detik atau kurang lebih milyar tahun- Secara umum untuk menyelesaikan n buah piringan dipedukan pemindahan sebanyak? - 1 kali. Menara Hanoi merupakan salah satu permainan yang unik karena memiliki berbagai macam variasi Yang membutuhkan penyelesaian yang berbeda untuk tiap variasinya. Permainan ini sering digunakan dalam penelitian psikologis dalam hal pemecahan masalah. Selain itu, juga cukup dikenal oleh para mahasiswa ilmu komputer karena sering digunakan pada pengenalan struktur data dan algoritma. Permainan iniiuga digunakan sebagai ujian ingatan oleh ahli 44 Penerapan Metode... (Nur W.)

2 psikolog syaraf dalam berupaya mengevaluasi amnesia. 2. ATURAN PERMANAN Permasalahan pada permainan Menara Hanoi ini adalah bagaimana cara memindahkan semua piringan dari menara asal ke menara tujuan dengan banfuan satu menara bantu yaitu menara sementara. Adapun aturan-aturan permainannya, sebagai berikut i - Dalam setiap pemindahan hanya dapat memindahkan 1 piringan saja.. Pada proses pemindahan hanya dapat menuju ke satu menara saja.. Piringan yang boleh dipindahkan adalah piringan paling atas ke menara tertentu. - Piringan yang lebih besar ditempatkan di bawah piringan yang lebih kecil. 3. DENTFKASRUANGKEADMN Permainan Menara Hanoi yang akan di bahas dalam penulisan ini menggunakan 3 menara dan 3 piringan. Dlmana ukuran piringan tersebut berbeda satu sama lain. Semua piringan berada pada menara asal dengan susunan secara berurutan, yang terbesar berada pada posisi paling bawah dan yang terkecil pada posisi paling atas seperti yang tampak pada gambar 2 di bawah ini. a. KeadaanAwal Bila didefinisikan menara A sebagai menara asal, menara T sebagaimenam tujuan dan menara S sebagai menara semeniara, 9gl_g_rl 3 jumlah piringan yang masing-masing didefinisikan sebagai p1, p2 dan p3 dimana ukuran P3 > P2 > p1. Menara A berisi 3 piringan dengan susunan p3, p2, pl dari baurah ke atas. Sedangkan menara T dan S dalam kondisi tidak ada piringan (kosong). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambai3 berikut. AST Gambar 3 Keadaan Awal b. Keadaan Tujuan Menara A dan S kosong, sedangkan menara T berisi piringan p3, pi, p1 tensisun dari bawah ke atas seperti yang terlihat pada gambar 4 dibawah ini. -. E li ti 11. Gambar 2 ldentifikasi Ruang Keadaan 4. KEADMN AWAL DAN KEADMN TUJUAN Dalam proses pemecahan masalah permainan Menara Hanoi perlu ditetapkan suatu keadaan awal dan keadaan tujuan untuk mempermudah penyelesaiannya. '.! AST Gambar 4 Keadaan tujuan 5. PENUTUP Untuk mencapai keadaan tujuan maka dibuatlah aturan-aturan yang dapat memenuhi semua keadaan yang mungkin terjadi. Adapun aturan-aturan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Jika S kosong atau ps > pa, pindahkan pa kes 2. Jika T kosong atau pr > pa, pindahkan pe ket 3. Jika A kosong atau pa > ps, pindahkan ps kea JURNAL TRANSFORMATTG, vorume 7, No. 1, Juri zoos : aa -;o 45

3 9' 09 - W: 6002 lrnr 'L 'on 'z aunron 'V)il-VNUOJSNVUT rvnunr sd uatqepurd,sd < vd nele ouoso1,hl.t vd uelqepurd 'vd < 1d nble ouosol rfil.z vd uqqepud 'vd < sd nere ouoso1,il.l : mryoq re6eqas qelepe lnqasral ubrnle-uernle undepy 'lpelal urldunu 6ue[ ueepeal enuos rqnuoueu ledep 0uel ue.,nle-uernle qellenqtp Beu uenfnl ueepeal redecuau nlun drunntd '9 'er(uueresala,iuad qepnuuedulauu nlun uenln1 ueepeol uep le/{p ueepeal qens ue1de1a1p npad toueh ereuayl ueureuad qeleseu ueqeceued seso.rd ulele6 NVnrnl NWO\Ely NVO tvarrv NWOV) -? uespeay 6ueng tsollltluopl Z rpquee uenfn1 ueepea;1, requeg eped leqrpal ouer pades't,}q;t?'1rffiff3 unsnsjal ld'zd'96 ueouurd lspoq ereuou uelouepes '6uoso>1 S uep V e.gu.y,1 uenfnl uepppay.q lbruv uebpbax g JequlBe SV plpaq g rque6 eped leq1pp ledep e[usept qlqalrylun '(6uosog ue6up;d BpB lepg lslpuol uepp S uep 1 eleuau uelouepag.seb a qefieq pep td 'Zd'td ueunsns ue0uep ueouurd 0 lspoq v erbuat/ll.ld < zd < 0d ubrnln Bueutlp d uep ed,[d re6eqas ueltslugaplp Ouseur6ulseu 6uBi( ue6uuld qelurnt g ueouap 'e.teuouias eleuou, poeqas S ejbuauj uep uen[q aeuau p6eqas 1 BJBUau,1ese eleuaru reoeqas V ersuorx uellsluuep'p ellg le$v ubbppoy 'E tut qe/neq rp T teque0 eped 1edue1 6ue,( pedas se;e 6ur1ed rsrsod eped ;ic.1ra1 6ue,( uep _qe/y\eq Our1ed rsrsod eped epe.raq Jesaqlol 6ue[,ue1ruruaq etbcos ueunsns ueouep lese eleuau eped ppetaq ueouurd enujss 'ulel eulbs qes epaqraq lnqasjal ue6uuld uanln eueu,tg.ue6uurd t uep ereuau g ueleun66uou!u! ues;nuad uelep seqbq rp ueb 6ue,t rouep e.leuary ueuteuuad NWoV?) envnu lsdiljtln3ot.r 'ilcal qtqq Due,t uedurrrd qervreq rp ue4edualtp resaq qgqal 0ue,i ue6uur6 'nluapq BJeuau a see 6ur1ed ueouurd r.lslbpe uelqepuldlp qaloq 6ue,{ ue0uur6 efes ereueu n]es a nfnueur ledep elueq ueqepurured soso.rd eped e[es ue6uuld uelqeputu]au ledep e,(ueq ueqepuruad den., uele6 'e,(uueureured'uejnl'-uejnrr "'ffi:j[?tot' 'BJEUAUaS BJeUAUJ n1re,t nlueq ejeueuj nles uequeq ue6uap uenfn1 ejeuau,l o lese ejbueur pep ue6uprd enuas uellleputuau ejbo eueure0eq qelepe lul toueh BJBuay ueuraurad eped ueqeleseujed NVNWU3d NYUNV ' tji;;ffi rsenleneouau eledruaq uelep rrrr^.

4 4. Jika T kosong atau Pr > Ps, pindahkan Ps ket 5. Jika A kosong atau Pe > P1, pindahkan Pr kea 6, Jika S kosong atau Ps > Pr, pindahkan Pr kes 6. SOLUS Salah satu metode yang dapat dipakai dalam proses pemecahan permasalahan pada permainan Menara Hanoi yaitu menggunakan metode DFS {Depth F,rsf Search) atau pencarian mendalam. Metode DFS (Depth Firsf Search) merupakan metode pencarian yang dilakukan pada suatu simpul dalam setiap level dari yang paling kiri, Jika pada level yang terdalam solusi belum ditemukan, maka pencarian dilanjutkan pada simpul sebelah kanan dan simpulyang kiri dapat dihapus dari memori. Jika pada level yang paling dalam tidak ditemukan solusi, maka pencarian dilanjut<an pada level sebelumnya. Demikian seterusnya sampai ditemukan solusi. Kelebihan dari metode Depth First Search yaitu : - Jika solusi yang dicari berada pada level yang dalam dan paling kiri maka DFS akan menemukannya dengan cepat. - Jika diimplementasikan dalam program, penggunaan memori akan lebih sedikit karena hanya simpul-simpul pada lintasan yang aktif saja yang disimpan. - Jika terdapat lebih dari satu solusi yap sama tetapi berada pada level fag berbeda, maka DFS tidak menjamin urtl menemukan solusiyang paling baik. Arthya DFS tidak optimal. Langkah-langkah pencarian sohsi menggunakan metode DFS adalah sebagai berikut: a. Solusi dicari dengan membentuk linesan dari akar sampai daun. Simpul-simpul yang sudah dilahirkan dinamakan simpul anak kiri dan simpulanak kanan. b. Simpul yang dibentuk, terlebih dahulu simpul sebelah kid dan mendalam sampai ditemukan solusi. Solusi permasalahan unfuk pemindahan Adapun kelemahan dari metode Depth First seluruh piringan dari menara asal ke menaftl search yaitu : tujuan pada permainan Menara Hanoi dengan - Jika pohon yang dibangkitkan mempunyai metode DFS dapat dilihat pada tabel 1 dan level yang sangat dalam (tak terhingga), gambar 5 berikut ini. maka tidak ada jaminan menemukan solusi. Artinya DFS tidak komplit. c. e. Jika lintasan yang sedang dibentuk tidak mengarah ke solusi, maka lintasan yang sebelah kiri dihen$kan disebut simpul mati dan dilanjufl<an ke simpul anak kanan terdekat. Simpul yang sudah dihentikan (simpul mat) tidak akan pemah diperluas lagi. Bila tidak ada lagi simpul anak yang dapat dibangkitkan, maka pencarian solusi dilanjutkan dengan melakukan pembentukan ke simpul hidup terdekal Selanjutnya simpul ini menjadi simpul hidup yang baru. Lintasan baru dibangun kembali sampai lintasan tersebut membentuk solusi. Tabell Solusi Permainan Menara Hanoi No Keadaan Aturan Aksi 4 (P1,P2,P3)A (0,0,0)T AWAL 2 Pindahkan P1 daria ke T (0,P2,P3)A (P1,0,0) 46 Penerapan Metode... (Nur W.)

5 L' 09 - w : 6002 ltnt '[ 'on 'L aunlon \Dill.VnuoJSNVU tvnunt slo ublecplad uorlod g rpqubg rmli--".--. 1ilffi#kil LtrR, E:=!;+ffi ffi*t,{r?gt4tr,f tqro,ry ffiffirl -Tffi ffiffi,ffir+l trff[i'----_.- -,,.-.'-'tm[t :ryrnrvl lrrunuv fr"'-s"y.-e ffiffi-bl ffil trwrd----- t rwrd _ lffr 2 tylhfv l ffiffisffiy\tl:tlur.i r(td-zd'0, s(0'0'0) v(o'o'ld) r(gd'0'0) s(o'zd'o) v(o'o'ld) r(0d'0'0) s(o'zd'd) v(o'o'o) r(0'0'0) s(o'zd'd) v(td'o'o) 1(00'rd) s(o'ed'o) v(0d'0'0) 1 a Vpep d uelqbpurd Z a S yepzd ualqppurd t v a s psp ld uelrtppurd 0 a Vpep td uelqeputd Z s 0)t l pep ld udlqepurd s a v yepzd uexqepurd r(td'zd'o) s(o'o'o) v(o'o'la) (ed'0'0) s(o'zd'o) v(o'o'la) r(td'0'0) s(o'zd'td) v(o'o'o) 1(0'0'0) s(o'zd'la) v(od'o'o) 1(0'0'td) s(o'zd'o) v(u'o'o) r(0'0'rd ) s(o'o'o) v(td'zd'o) L n 0 Z

6 Dari aturan {ru/e base) yang ada dapat pula ditemukan beberapa altematif solusi permasalahan. Hal ini membuktikan bahwa langkah tersebut lebih panjang atau lebih lama (lambat) dalam proses penyelesaian masalah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2 dan Gambar 6 berikut No Keadaan Aturan (P1,P2,P3)A (0,0,0)T AWAL (0,P2,P3)A (P,l,0,0)s (0,0,0)T (0,0,P3)A (P1,0,0)s (0.P2.0)T (P1,0,P3)A (0,P2,0)T (P1,0,P3)A (0,P2,0)s (0^ 0.0)T (o,0,pb)a (P1,P2,0)S {0.0.0)T (0,0,0)A (P1,P2,0)S (0,0,P3)T (P1,0,0)A (0,P2,0)s (0.0.P3)T Tabel 2 Alternatif Solusi 1 Pindahkan P1 daria ke S 2 Pindahkan P2 daria ke T 3 Pindahkan P1 dari S ke A 6 Pindahkan n dult ke S 1 Pindahkan P1 daia ke S 2 Pindahkan P3 daria ke T 3 Pindahkan P1 daris ke A 4 Pindahkan P2 daris ke T..i..,Mrri:r.ilidf.l :,irdrh88l ' '.,t+-ri.tiit[f!, (0,P2,P3)A (P1,0,0)s (0,0,0)T (0,0,P3)A (P1,0,0)s (0.P2.017 (Pl,0,P3)A (0.P2.0)T (P1,0,P3)A (0,P2,0)s (0.0.0)T (0,0,Pl!)A (P1,P2,0)S (0.0.0.)T (0,0,0)A (P1,P2,0)S (0.0.H})T (P1,0,0)A (0,P2,0)s {0.0.PB)T (P1,0,0)A (0.P2.ft117 (P1,0,0)A (0,P2,P3)T 2 Pindahkan P1 daria ke T,(01-0j "G igc 4B Penerapan Metode... (Nur W.)

7 6t 09 - w : 6002 llnr 'L 'on 'Z aunlon 'wlvl^tuojsnvul- lvnunt e1e,(ua1 '11e t. - uj telueqas ueqepururad uelnpadlp ueouurd qenq N nlun 'pq 6u11ed ubp uelbp 6ue[ 1ana1 eped epaeq uecrp 6ue rsnlos leq eueutp uelnureyp ladac 6ulted Oue[ rsnlos rlblbpb lleq]a] 6ue,{ lnqosjol ueqeleseurad pep lsnlos BueuJtg 'rsnlos ederaqaq ue6uep uelresalasrp ledep roueh ejeua]l ueureuued ueqegeseuuad ueqeceuad e/(qeq lllnqral qelol 'SJC opolaul eped ueqrqolal ue6uep tensas 'roueh BJeuaf{ ueureulad eped qe;esetu ueltesala,(ueu ndtueu SJo apolay,{ :]nuaq tedeqas uellndursrp ledep loueh Breuan ueureurad eped qeleseu uerlaoor.r.tad seso:d '(qcreag p11 qldeg) Sl0 opoleu ue6uag Nv-rndilils3x 'L rsnlos Jllpurollv ubleeslad uorlod g requeg sfifri-i : iri\.t.arr.t ffi '1109,"" i T,$-> tjri/)st)h)e ttlltr?x$:,

8 dengan menggunakan metode DFS terbukti pula untuk 3 buah pidngan dapat diselesaikan dengan langkah = 7 langkah. DAFTAR PUSTAKA Atmavidya, Arif Nanda, Penenpan Algonfua Backtracking dalam Penaian Solusi Menara Hanoi, lnstitut Teknologi Bandung, 2008 Mukti, Garibaldy W, Berbagai Solusi Pemecahan Masalah Tower of Hanai dan Represenlasi Grafnya, lnstitut Teknologi Bandung,2008 Santosa, lnsap, Sfrukfur Data menggunakan Tufio Pascal,Andi Offset Yogyakarta, 2003 Suyanto, Artifrcial lntelligence, lnformatika Bandung,2007 Wikipedia, h ttp :/len. wikipedia.orq/wikiffowe r of Ha noi, diakses 10 Desember Penerapan Metode... (Nur W.)

BAB I PENDAHULUAN. penggunaan penalaran logika, dan abstraksi, matematika berkembang dari

BAB I PENDAHULUAN. penggunaan penalaran logika, dan abstraksi, matematika berkembang dari BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matematika adalah studi besaran, struktur, ruang dan perubahan. Melalui penggunaan penalaran logika, dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan,

Lebih terperinci

Berbagai Solusi Pemecahan Masalah Tower of Hanoi dan Representasi Grafnya

Berbagai Solusi Pemecahan Masalah Tower of Hanoi dan Representasi Grafnya Berbagai Solusi Pemecahan Masalah Tower of Hanoi dan Representasi Grafnya Garibaldy W Mukti 13506004 Teknik Informatika ITB, Bandung 40132, email: if16004@students.if.itb.ac.id Abstrak Tower of Hanoi.

Lebih terperinci

Karena relasi rekurens menyatakan definisi barisan secara rekursif, maka kondisi awal merupakan langkah basis pada definisi rekursif tersebut.

Karena relasi rekurens menyatakan definisi barisan secara rekursif, maka kondisi awal merupakan langkah basis pada definisi rekursif tersebut. Relasi Rekurens 1 Relasi Rekurens Barisan (sequence) a 0, a 1, a 2,, a n dilambangkan dengan {a n } Elemen barisan ke-n, yaitu a n, dapat ditentukan dari suatu persamaan. Bila persamaan yang mengekspresikan

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan kebutuhan akan kecerdasan buatan (artificial intelligence) semakin pesat. Permainan komputer merupakan salah satu

Lebih terperinci

POHON CARI BINER (Binary Search Tree)

POHON CARI BINER (Binary Search Tree) POHON CARI BINER (Binary Search Tree) 50 24 70 10 41 61 90 3 12 35 47 55 67 80 99 POHON CARI BINER (Binary Search Tree) Definisi : bila N adalah simpul dari pohon maka nilai semua simpul pada subpohon

Lebih terperinci

Algoritma Backtracking Pada Logic Game : Family Crisis (Game Penyebrangan)

Algoritma Backtracking Pada Logic Game : Family Crisis (Game Penyebrangan) Algoritma Backtracking Pada Logic Game : Family Crisis (Game Penyebrangan) Muhammad Husain Jakfari 1351267 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,

Lebih terperinci

Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi

Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi Bahan Kuliah IF2151 Strategi Algoritmik Oleh: Rinaldi Munir 1 Pengorganisasian Solusi Kemungkinan2 solusi dari persoalan membentuk ruang solusi (solution space)

Lebih terperinci

Perbandingan Algoritma Depth-First Search dan Algoritma Hunt-and-Kill dalam Pembuatan Labirin

Perbandingan Algoritma Depth-First Search dan Algoritma Hunt-and-Kill dalam Pembuatan Labirin Perbandingan Algoritma Depth-First Search dan Algoritma Hunt-and-Kill dalam Pembuatan Labirin Arie Tando - 13510018 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi

Lebih terperinci

Implementasi Pemrograman Dinamis dalam Pencarian Solusi Permainan Menara Hanoi

Implementasi Pemrograman Dinamis dalam Pencarian Solusi Permainan Menara Hanoi Implementasi Pemrograman Dinamis dalam Pencarian Solusi Permainan Menara Hanoi Jonathan Ery Pradana / 13508007 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi

Lebih terperinci

Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi

Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi Bahan Kuliah ke-8 IF5 Strategi Algoritmik Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi Disusun oleh: Ir. Rinaldi Munir, M.T. Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung 4 Struktur pencarian

Lebih terperinci

MASALAH, RUANG KEADAAN & PENCARIAN

MASALAH, RUANG KEADAAN & PENCARIAN MASALAH, RUANG KEADAAN & PENCARIAN 1 Pokok Bahasan Mendefinisikan Masalah dalam Ruang Keadaan Representasi Ruang Keadaan Metode Pencarian & Pelacakan 2 Artificial Intelligence ARTIFICIAL INTELLIGENCE Input:

Lebih terperinci

ALGORITMA PENCARIAN (1)

ALGORITMA PENCARIAN (1) ALGORITMA PENCARIAN (1) Permasalahan, Ruang Keadaan, Pencarian Farah Zakiyah Rahmanti Diperbarui 2016 Overview Deskripsi Permasalahan dalam Kecerdasan Buatan Definisi Permasalahan Pencarian Breadth First

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI Kajian Pustaka a. Penerapan Algoritma Flood Fill untuk Menyelesaikan Maze pada Line Follower Robot [1]

BAB II DASAR TEORI Kajian Pustaka a. Penerapan Algoritma Flood Fill untuk Menyelesaikan Maze pada Line Follower Robot [1] BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai beberapa teori yang digunakan sebagai acuan dan pendukung dalam merealisasikan perancangan sistem pada skripsi ini. 2.1. Kajian Pustaka a. Penerapan

Lebih terperinci

BAB III METODE PELACAKAN/PENCARIAN

BAB III METODE PELACAKAN/PENCARIAN BAB III METODE PELACAKAN/PENCARIAN Hal penting dalam menentukan keberhasilan sistem cerdas adalah kesuksesan dalam pencarian. Pencarian = suatu proses mencari solusi dari suatu permasalahan melalui sekumpulan,

Lebih terperinci

Aplikasi Algoritma Traversal Dalam Binary Space Partitioning

Aplikasi Algoritma Traversal Dalam Binary Space Partitioning Aplikasi Algoritma Traversal Dalam Binary Space Partitioning Pudy Prima (13508047) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung

Lebih terperinci

Pencarian Solusi Permainan Pipe Puzzle Menggunakan Algoritma Backtrack

Pencarian Solusi Permainan Pipe Puzzle Menggunakan Algoritma Backtrack Pencarian Solusi Permainan Pipe Puzzle Menggunakan Algoritma acktrack Fahmi Dumadi 13512047 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi andung, Jl. Ganesha

Lebih terperinci

Sistem Kecerdasan Buatan. Masalah, Ruang Masalah dan Pencarian Solusi. Masalah. Masalah Sebagai Ruang Keadaan 10/7/2015

Sistem Kecerdasan Buatan. Masalah, Ruang Masalah dan Pencarian Solusi. Masalah. Masalah Sebagai Ruang Keadaan 10/7/2015 Sistem Kecerdasan Buatan Masalah, Ruang Masalah dan Pencarian Solusi Bahan Bacaan : Sri Kusumadewi, Artificial Intelligence. Russel, Artificial Intelligence Modern Approach 2 bagian utama kecerdasan buatan

Lebih terperinci

PENERAPAN ALGORITMA BACKTRACKING PADA PERMAINAN WORD SEARCH PUZZLE

PENERAPAN ALGORITMA BACKTRACKING PADA PERMAINAN WORD SEARCH PUZZLE PENERAPAN ALGORITMA BACKTRACKING PADA PERMAINAN WORD SEARCH PUZZLE Alvin Andhika Zulen (13507037) Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung Jalan

Lebih terperinci

Alat Peraga Menara Hanoi untuk Pembelajaran Pola Bilangan. Oleh: Tim Unit Media Alat Peraga Matematika

Alat Peraga Menara Hanoi untuk Pembelajaran Pola Bilangan. Oleh: Tim Unit Media Alat Peraga Matematika Alat Peraga Menara Hanoi untuk Pembelajaran Pola Bilangan Oleh: Tim Unit Media Alat Peraga Matematika A. Teka-teki Menara hanoi Menara Hanoi merupakan salah satu diantara berbagai teka-teki dalam matematika.

Lebih terperinci

PENERAPAN ALGORITMA RUNUT-BALIK DALAM PENCARIAN SOLUSI TEKA-TEKI BATTLESHIP

PENERAPAN ALGORITMA RUNUT-BALIK DALAM PENCARIAN SOLUSI TEKA-TEKI BATTLESHIP PENERAPAN ALGORITMA RUNUT-BALIK DALAM PENCARIAN SOLUSI TEKA-TEKI BATTLESHIP Abraham Ranardo Sumarsono Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung

Lebih terperinci

Pembentukan pohon pencarian solusi dan perbandingan masingmasing algoritma pembentuknya dalam simulasi N-Puzzle

Pembentukan pohon pencarian solusi dan perbandingan masingmasing algoritma pembentuknya dalam simulasi N-Puzzle Pembentukan pohon pencarian solusi dan perbandingan masingmasing algoritma pembentuknya dalam simulasi N-Puzzle Windarto Harimurti NIM : 13503089 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung

Lebih terperinci

Pemanfaatan Algoritma Runut-Balik dalam Menyelesaikan Puzzle NeurOn dalam Permainan Logical Cell

Pemanfaatan Algoritma Runut-Balik dalam Menyelesaikan Puzzle NeurOn dalam Permainan Logical Cell Pemanfaatan Algoritma Runut-Balik dalam Menyelesaikan Puzzle NeurOn dalam Permainan Logical Cell Adrian Mulyana Nugraha 13515075 Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut

Lebih terperinci

Kecerdasan Buatan. Penyelesaian Masalah dengan Pencarian... Pertemuan 02. Husni

Kecerdasan Buatan. Penyelesaian Masalah dengan Pencarian... Pertemuan 02. Husni Kecerdasan Buatan Pertemuan 02 Penyelesaian Masalah dengan Pencarian... Husni Lunix96@gmail.com http://komputasi.wordpress.com S1 Teknik Informatika, STMIK AMIKOM, 2013 Outline Konsep Pencarian Pencarian

Lebih terperinci

Menyelesaikan Permainan Wordament Menggunakan Algoritma Backtracking

Menyelesaikan Permainan Wordament Menggunakan Algoritma Backtracking Menyelesaikan Permainan Wordament Menggunakan Algoritma Backtracking Krisna Fathurahman/13511006 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI BACKTRACKING ALGORITHM UNTUK PENYELESAIAN PERMAINAN SU DOKU POLA 9X9

IMPLEMENTASI BACKTRACKING ALGORITHM UNTUK PENYELESAIAN PERMAINAN SU DOKU POLA 9X9 Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 11 No. 1 Februari 2016 29 IMPLEMENTASI BACKTRACKING ALGORITHM UNTUK PENYELESAIAN PERMAINAN SU DOKU POLA 9X9 Febri Utama 1), Awang Harsa Kridalaksana 2), Indah Fitri Astuti

Lebih terperinci

METODE PENCARIAN DAN PELACAKAN

METODE PENCARIAN DAN PELACAKAN METODE PENCARIAN DAN PELACAKAN SISTEM INTELEGENSIA Pertemuan 4 Diema Hernyka S, M.Kom Materi Bahasan Metode Pencarian & Pelacakan 1. Pencarian buta (blind search) a. Pencarian melebar pertama (Breadth

Lebih terperinci

PENERAPAN ALGORITMA BACKTRACKING PADA PERMAINAN MATH MAZE

PENERAPAN ALGORITMA BACKTRACKING PADA PERMAINAN MATH MAZE PENERAPAN ALGORITMA BACKTRACKING PADA PERMAINAN MATH MAZE Teneng, Joko Purwadi, Erick Kurniawan Fakultas Teknik Program Studi Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta Email: patmostos@yahoo.com,

Lebih terperinci

ANTIMAGIC PUZZLE. Alwi Afiansyah Ramdan

ANTIMAGIC PUZZLE. Alwi Afiansyah Ramdan ANTIMAGIC PUZZLE Alwi Afiansyah Ramdan 135 08 099 Program Studi Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung e-mail: alfiansyah.ramdan@gmail.com ABSTRAK Makalah ini membahas tentang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. adalah perkembangan dalam bidang permainan. banyak permainan teka-teki yang menjadi populer di kalangan masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. adalah perkembangan dalam bidang permainan. banyak permainan teka-teki yang menjadi populer di kalangan masyarakat. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi terjadi dalam berbagai bidang[8]. Pada awalnya perkembangan teknologi digunakan untuk membantu mempermudah pekerjaan manusia. Namun,

Lebih terperinci

Perbandingan Algoritma Brute Force dan Breadth First Search dalam Permainan Onet

Perbandingan Algoritma Brute Force dan Breadth First Search dalam Permainan Onet Perbandingan Algoritma Brute Force dan Breadth First Search dalam Permainan Onet Dininta Annisa / 13513066 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,

Lebih terperinci

UNIVERSITAS GUNADARMA

UNIVERSITAS GUNADARMA UNIVERSITAS GUNADARMA SK No. 92 / Dikti / Kep /1996 Fakultas Ilmu Komputer, Teknologi Industri, Ekonomi,Teknik Sipil & Perencanaan, Psikologi, Sastra Program Diploma (D3) Manajemen Informatika, Teknik

Lebih terperinci

ALGORITMA RUNUT BALIK DALAM PENYELESAIAN PERMAINAN WORD DIAGRAM

ALGORITMA RUNUT BALIK DALAM PENYELESAIAN PERMAINAN WORD DIAGRAM ALGORITMA RUNUT BALIK DALAM PENYELESAIAN PERMAINAN WORD DIAGRAM Ivan Saputra Mahasiswa Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung e-mail: if15091@students.if.itb.ac.id

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kecerdasan Buatan Kecerdasan buatan atau artificial intelligence merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti

Lebih terperinci

Solusi Rekursif pada Persoalan Menara Hanoi

Solusi Rekursif pada Persoalan Menara Hanoi Solusi Rekursif pada Persoalan Menara Hanoi Choirunnisa Fatima 1351084 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 4013, Indonesia

Lebih terperinci

PERBANDINGAN ALGORITMA BFS DAN DFS DALAM PEMBUATAN RUTE PERJALANAN OBJEK PERMAINAN 2 DIMENSI

PERBANDINGAN ALGORITMA BFS DAN DFS DALAM PEMBUATAN RUTE PERJALANAN OBJEK PERMAINAN 2 DIMENSI PERBANDINGAN ALGORITMA BFS DAN DFS DALAM PEMBUATAN RUTE PERJALANAN OBJEK PERMAINAN 2 DIMENSI David Steven Wijaya NIM : 13505044 Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika,

Lebih terperinci

Analisis Penerapan Algoritma Backtracking Pada Pencarian Jalan Keluar di Dalam Labirin

Analisis Penerapan Algoritma Backtracking Pada Pencarian Jalan Keluar di Dalam Labirin Analisis Penerapan Algoritma Backtracking Pada Pencarian Jalan Keluar di Dalam Labirin Andika Pratama 13505048 Alamat: Jl. Dago Asri Blok C No.16 e-mail: if15048@students.if.itb.ac.id Program Studi Teknik

Lebih terperinci

PERMAINAN KNIGHT S TOUR DENGAN ALGORITMA BACKTRACKING DAN ATURAN WARNSDORFF

PERMAINAN KNIGHT S TOUR DENGAN ALGORITMA BACKTRACKING DAN ATURAN WARNSDORFF PERMAINAN KNIGHT S TOUR DENGAN ALGORITMA BACKTRACKING DAN ATURAN WARNSDORFF Fransisca Cahyono (13509011) 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,

Lebih terperinci

Penggunaan Metode Depth First Search (DFS) dan Breadth First Search (BFS) pada Strategi Game Kamen Rider Decade Versi 0.3

Penggunaan Metode Depth First Search (DFS) dan Breadth First Search (BFS) pada Strategi Game Kamen Rider Decade Versi 0.3 Scientific Journal of Informatics Vol. 1, No. 2, November 2014 p-issn 2407-7658 http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/sji e-issn 2460-0040 Penggunaan Metode Depth First Search (DFS) dan Breadth First

Lebih terperinci

Aplikasi Algoritma Greedy, BFS dan DFS pada Penyelesaian Permainan Mahjong Solitaire

Aplikasi Algoritma Greedy, BFS dan DFS pada Penyelesaian Permainan Mahjong Solitaire Aplikasi Algoritma Greedy, BFS dan DFS pada Penyelesaian Permainan Mahjong Solitaire Resa Kemal Saharso 13514109 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi

Lebih terperinci

memberikan output berupa solusi kumpulan pengetahuan yang ada.

memberikan output berupa solusi kumpulan pengetahuan yang ada. MASALAH DAN METODE PEMECAHAN MASALAH (Minggu 2) Pendahuluan Sistem yang menggunakan kecerdasan buatan akan memberikan output berupa solusi dari suatu masalah berdasarkan kumpulan pengetahuan yang ada.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Word search puzzle merupakan salah satu permainan teka-teki yang cukup populer di masyarakat. Word search puzzle adalah permainan pencarian kata dalam kumpulan huruf

Lebih terperinci

Kecerdasan Buatan Penyelesaian Masalah dengan Pencarian

Kecerdasan Buatan Penyelesaian Masalah dengan Pencarian Kecerdasan Buatan Pertemuan 02 Penyelesaian Masalah dengan Pencarian Kelas 10-S1TI-03, 04, 05 Husni Lunix96@gmail.com http://komputasi.wordpress.com S1 Teknik Informatika, STMIK AMIKOM, 2012 Outline Pendahuluan

Lebih terperinci

Bab 2 2. Teknik Pencarian

Bab 2 2. Teknik Pencarian Bab 2 2. Teknik Pencarian Bab ini membahas bagaimana membuat ruang masalah untuk suatu masalah tertentu. Sebagian masalah mempunyai ruang masalah yang dapat diprediksi, sebagian lainnya tidak. 1.1 Pendefinisian

Lebih terperinci

Update 2012 DESAIN DAN ANALISIS ALGORITMA SEARCHING

Update 2012 DESAIN DAN ANALISIS ALGORITMA SEARCHING SEARCHING MENDEFINISIKAN MASALAH SEBAGAI SUATU RUANG KEADAAN Secara umum, untuk mendeskripsikan suatu permasalahan dengan baik harus: 1 Mendefinisikan suatu ruang keadaan. 2 Menerapkan satu atau lebih

Lebih terperinci

ALGORITHM. 3 Rekursif Algorithm. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress.com

ALGORITHM. 3 Rekursif Algorithm. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress.com ALGORITHM 3 Rekursif Algorithm Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia.widhyaestoeti@gmail.com dahlia74march.wordpress.com Rekursif adalah salah satu metode dalam dunia matematika dimana definisi sebuah fungsi

Lebih terperinci

Pemodelan AI dalam Permainan Snake dengan Algoritma Branch and Bound

Pemodelan AI dalam Permainan Snake dengan Algoritma Branch and Bound Pemodelan AI dalam Permainan Snake Algoritma Branch and Bound Indra Soaloon Situmorang Nim : 13505085 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Jalan Ganesha 10 Bandung e-mail : if15085@students.if.itb.ac.id

Lebih terperinci

Penerapan Algoritma Backtracking pada Game The Lonely Knight

Penerapan Algoritma Backtracking pada Game The Lonely Knight Penerapan Algoritma Backtracking pada Game The Lonely Knight Ananda Kurniawan Pramudiono - 13511052 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.

Lebih terperinci

Pemanfaatan Pohon dalam Realisasi Algoritma Backtracking untuk Memecahkan N-Queens Problem

Pemanfaatan Pohon dalam Realisasi Algoritma Backtracking untuk Memecahkan N-Queens Problem Pemanfaatan Pohon dalam Realisasi Algoritma Backtracking untuk Memecahkan N-Queens Problem Halida Astatin (13507049) Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi

Lebih terperinci

Penerapan Algoritma Greedy dan Backtrackng Dalam Penyelesaian Masalah Rubik s Cube

Penerapan Algoritma Greedy dan Backtrackng Dalam Penyelesaian Masalah Rubik s Cube Penerapan Algoritma Greedy dan Backtrackng Dalam Penyelesaian Masalah Rubik s Cube Amir Muntaha NIM: 13505041 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi

Lebih terperinci

Penggunaan Strategi Algoritma Backtracking pada Pencarian Solusi Puzzle Pentomino

Penggunaan Strategi Algoritma Backtracking pada Pencarian Solusi Puzzle Pentomino Penggunaan Strategi Algoritma Backtracking pada Pencarian Solusi Puzzle Pentomino Muhammad Rian Fakhrusy / 13511008 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi

Lebih terperinci

Algoritma Untuk Permainan Tower of Hanoi

Algoritma Untuk Permainan Tower of Hanoi Algoritma Untuk Permainan Tower of Hanoi William - 13508032 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia if18032@students.if.itb.ac.id

Lebih terperinci

Penyelesaian Permainan Pacman yang disederhanakan dengan Algoritma Backtracking

Penyelesaian Permainan Pacman yang disederhanakan dengan Algoritma Backtracking Penyelesaian Permainan Pacman yang disederhanakan dengan Algoritma Backtracking Anis Istiqomah NIM 13505116 Program Studi Tekik Informatika, Institut Teknologi Bandung e-mail: if15116@students.if.itb.ac.id

Lebih terperinci

Implementasi Algoritma Backtracking untuk Memecahkan Puzzle The Tile Trial pada Permainan Final Fantasy XIII-2

Implementasi Algoritma Backtracking untuk Memecahkan Puzzle The Tile Trial pada Permainan Final Fantasy XIII-2 Implementasi Algoritma Backtracking untuk Memecahkan Puzzle The Tile Trial pada Permainan Final Fantasy XIII-2 Michael - 13514108 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika

Lebih terperinci

METODE PENCARIAN BFS dan DFS

METODE PENCARIAN BFS dan DFS METODE PENCARIAN BFS dan DFS Metode Pencarian Terdapat banyak metode yang telah diusulkan. Semua metode yang ada dapat dibedakan ke dalam 2 jenis : Pencarian buta / tanpa informasi (blind / un-informed

Lebih terperinci

Penerapan DFS dan BFS dalam Pencarian Solusi Game Japanese River IQ Test

Penerapan DFS dan BFS dalam Pencarian Solusi Game Japanese River IQ Test Penerapan DFS dan BFS dalam Pencarian Solusi Game Japanese River IQ Test Hanif Eridaputra / 00 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha

Lebih terperinci

Implementasi Permainan Reversi menggunakan Penelusuran BFS dengan Konsep Algoritma MinMax

Implementasi Permainan Reversi menggunakan Penelusuran BFS dengan Konsep Algoritma MinMax Implementasi Permainan Reversi menggunakan Penelusuran BFS dengan Konsep Algoritma MinMax Romi Fadillah Rahmat, Muhammad Anggia Muchtar, Dedy Arisandi Fakultas MIPA Program Studi Teknologi Informasi Universitas

Lebih terperinci

ALGORITMA PENCARIAN (HEURISTIC)

ALGORITMA PENCARIAN (HEURISTIC) ALGORITMA PENCARIAN (HEURISTIC) Farah Zakiyah Rahmanti, M.T Diperbarui 2016 Overview Pengertian Pencarian Heuristik Generate and Test Hill Climbing Best First Searching Latihan Pencarian Heuristik Merupakan

Lebih terperinci

PEMBANGKIT TEKA-TEKI SILANG DENGAN ALGORITMA BACKTRACKING SERTA APLIKASI PERMAINANNYA YANG BERBASIS WEB

PEMBANGKIT TEKA-TEKI SILANG DENGAN ALGORITMA BACKTRACKING SERTA APLIKASI PERMAINANNYA YANG BERBASIS WEB PEMBANGKIT TEKA-TEKI SILANG DENGAN ALGORITMA BACKTRACKING SERTA APLIKASI PERMAINANNYA YANG BERBASIS WEB Hafni Syaeful Sulun dan Rinaldi Munir Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan

Lebih terperinci

KECERDASAN BUATAN MASALAH, RUANG KEADAAN DAN PENCARIAN ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM

KECERDASAN BUATAN MASALAH, RUANG KEADAAN DAN PENCARIAN ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM KECERDASAN BUATAN MASALAH, RUANG KEADAAN DAN PENCARIAN ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM KERANGKA MASALAH Masalah Ruang Keadaan Pencarian DEFINISI MASALAH Sistem yang menggunakan kecerdasan buatan akan

Lebih terperinci

Algoritma Branch and Bound. (Bagian 1)

Algoritma Branch and Bound. (Bagian 1) Algoritma ranch and ound (agian 1) Algoritma ranch and ound Algoritma ranch and ound (&) juga merupakan metode pencarian di dalam ruang solusi secara sistematis. Algoritma runut-balik skema DFS Algoritma

Lebih terperinci

NASKAH UJIAN UTAMA. JENJANG/PROG. STUDI : DIPLOMA TIGA / MANAJEMEN INFORMATIKA HARI / TANGGAL : Kamis / 18 FEBRUARI 2016

NASKAH UJIAN UTAMA. JENJANG/PROG. STUDI : DIPLOMA TIGA / MANAJEMEN INFORMATIKA HARI / TANGGAL : Kamis / 18 FEBRUARI 2016 NASKAH UJIAN UTAMA MATA UJIAN : LOGIKA DAN ALGORITMA JENJANG/PROG. STUDI : DIPLOMA TIGA / MANAJEMEN INFORMATIKA HARI / TANGGAL : Kamis / 18 FEBRUARI 2016 NASKAH UJIAN INI TERDIRI DARI 80 SOAL PILIHAN GANDA

Lebih terperinci

Penggunaan Algoritma DFS dan BFS pada Permainan Three Piles of Stones

Penggunaan Algoritma DFS dan BFS pada Permainan Three Piles of Stones Penggunaan Algoritma DFS dan BFS pada Permainan Three Piles of Stones Muharram Huda Widaseta NIM 13508033 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,

Lebih terperinci

Pencarian Solusi Permainan Fig-Jig Menggunakan Algoritma Runut-Balik

Pencarian Solusi Permainan Fig-Jig Menggunakan Algoritma Runut-Balik Pencarian Solusi Permainan Fig-Jig Menggunakan Algoritma Runut-Balik Edward Hendrata (13505111) Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl Ganesha 10, Bandung E-mail: if15111@students.if.itb.ac.id

Lebih terperinci

Penerapan Algoritma BFS dan DFS pada Permainan Logika Wolf, Sheep, and Cabbage

Penerapan Algoritma BFS dan DFS pada Permainan Logika Wolf, Sheep, and Cabbage Penerapan Algoritma BFS dan DFS pada Permainan Logika Wolf, Sheep, and Cabbage Sandy Socrates / 13508044 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,

Lebih terperinci

TEKNIK PENYELESAIAN MASALAH BERDASARKAN AI

TEKNIK PENYELESAIAN MASALAH BERDASARKAN AI TEKNIK PENYELESAIAN MASALAH BERDASARKAN AI 1. Definisikan masalah dengan tepat 2. Analisa masalahnya 3. Representasikan task knowledge 4. Pilih dan gunakan representasi dan teknik reasoning Untuk mendefinisikan

Lebih terperinci

ANALISIS TEKNIK PENGISIAN KATA DALAM PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG

ANALISIS TEKNIK PENGISIAN KATA DALAM PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG ANALISIS TEKNIK PENGISIAN KATA DALAM PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG Alsasian Atmopawiro (007) Laboratorium Ilmu dan Rekayasa Komputasi Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika,

Lebih terperinci

PENYELESAIAN MASALAH MISSIONARIES DAN CANNIBAL MENGGUNAKAN ALGORITMA DFS DENGAN VARIASI PENGHINDARAN REPEATED STATE

PENYELESAIAN MASALAH MISSIONARIES DAN CANNIBAL MENGGUNAKAN ALGORITMA DFS DENGAN VARIASI PENGHINDARAN REPEATED STATE PENYELESAIAN MASALAH MISSIONARIES DAN CANNIBAL MENGGUNAKAN ALGORITMA DFS DENGAN VARIASI PENGHINDARAN REPEATED STATE Gia Pusfita (13505082) Program Studi Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan

Lebih terperinci

Penerapan Algoritma Greedy Best First Search untuk Menyelesaikan Permainan Chroma Test : Brain Challenge

Penerapan Algoritma Greedy Best First Search untuk Menyelesaikan Permainan Chroma Test : Brain Challenge Penerapan Algoritma Greedy Best First Search untuk Menyelesaikan Permainan Chroma Test : Brain Challenge Ikhwanul Muslimin/13514020 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik Elektro dan Informatika

Lebih terperinci

Pencarian Pohon Solusi Permainan Alchemy Menggunakan Algoritma BFS dan DFS

Pencarian Pohon Solusi Permainan Alchemy Menggunakan Algoritma BFS dan DFS Pencarian Pohon Solusi Permainan Alchemy Menggunakan Algoritma BFS dan DFS Emil Fahmi Yakhya - 13509069 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,

Lebih terperinci

PENERAPAN ALGORITMA RUNUT BALIK DALAM PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG

PENERAPAN ALGORITMA RUNUT BALIK DALAM PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG PENERAPAN ALGORITMA RUNUT BALIK DALAM PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG Imaduddin Amin Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha No 10 Bandung Indonesia e-mail: if15067@students.if.itb.ac.id

Lebih terperinci

Penerapan Algoritma Branch and Bound pada Penentuan Staffing Organisasi dan Kepanitiaan

Penerapan Algoritma Branch and Bound pada Penentuan Staffing Organisasi dan Kepanitiaan Penerapan Algoritma Branch and Bound pada Penentuan Staffing Organisasi dan Kepanitiaan Mikhael Artur Darmakesuma - 13515099 Program Studi Teknik Informaitka Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut

Lebih terperinci

Metode Searching. Blind/Un-informed Search. Heuristic/Informed Search. Breadth-First Search (BFS) Depth-First Search (DFS) Hill Climbing A*

Metode Searching. Blind/Un-informed Search. Heuristic/Informed Search. Breadth-First Search (BFS) Depth-First Search (DFS) Hill Climbing A* SEARCHING Russel and Norvig. 2003. Artificial Intelligence: a Modern Approach. Prentice Hall. Suyanto, Artificial Intelligence. 2005. Bandung:Informatika Program Studi Ilmu Komputer FPMIPA UPI RNI IK460(Kecerdasan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permainan (game) merupakan bidang usaha manusia terhadap kecerdasan buatan, salah satunya adalah sliding puzzle. Permainan ini merupakan permainan yang dapat melatih

Lebih terperinci

Pencarian Jalan untuk Menghasilkan Skor Tertinggi pada Permainan Voracity

Pencarian Jalan untuk Menghasilkan Skor Tertinggi pada Permainan Voracity Pencarian Jalan untuk Menghasilkan Skor Tertinggi pada Permainan Voracity Okaswara Perkasa (13510051) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,

Lebih terperinci

ALGORITMA PENCARIAN SIMPUL SOLUSI DALAM GRAF

ALGORITMA PENCARIAN SIMPUL SOLUSI DALAM GRAF ALGORITMA PENCARIAN SIMPUL SOLUSI DALAM GRAF Anthony Rahmat Sunaryo NIM: 3506009 Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung email : if6009@students.if.itb.ac.id Abstract -- Makalah ini membahas tentang analsis

Lebih terperinci

Jurnal TIMES, Vol. IV No 1 : 1-5, 2015 ISSN : Maze Generator Dengan Menggunakan Algoritma Depth-First-Search

Jurnal TIMES, Vol. IV No 1 : 1-5, 2015 ISSN : Maze Generator Dengan Menggunakan Algoritma Depth-First-Search Maze enerator Dengan Menggunakan Algoritma Depth-First-Search Octara Pribadi, S.Kom Program Studi Teknik Informatika, STMIK TIME Medan Jln. Merbabu No 32 AA-BB Medan Telp. 061-4561932, Email : octarapribadi@gmail.com

Lebih terperinci

Penerapan Algoritma Runut Balik pada Pathuku Games

Penerapan Algoritma Runut Balik pada Pathuku Games Penerapan Algoritma Runut Balik pada Pathuku Games Junita Sinambela 13512023 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Teori graf Definisi graf

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Teori graf Definisi graf 2 LNDSN TEORI 2.1 Teori graf 2.1.1 Definisi graf Graf adalah kumpulan dari minimal satu atau lebih simpul (vertex) yang dihubungkan oleh sisi atau busur (edge). Dalam kehidupan sehari-hari, graf banyak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kecerdasan buatan merupakan sub-bidang ilmu komputer yang khusus ditujukan untuk membuat software dan hardware yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi

Lebih terperinci

Implementasi Algoritma Backtracking Dengan Optimasi Menggunakan Teknik Hidden Single Pada Penyelesaian Permainan Sudoku

Implementasi Algoritma Backtracking Dengan Optimasi Menggunakan Teknik Hidden Single Pada Penyelesaian Permainan Sudoku Implementasi Algoritma ing Dengan Menggunakan Teknik Hidden Single Pada Penyelesaian Permainan Sudoku Valdo Septiansen Widjaja Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Lebih terperinci

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

BAB II. KAJIAN PUSTAKA BAB II. KAJIAN PUSTAKA A. Algoritma Backtracking Graf merupakan cikal bakal dari Depth First Search, Depth First Search merupakan graf khusus atau sering disebut dengan pohon pencarian. 1. Pengertian depth

Lebih terperinci

PENCARIAN RUTE TERPENDEK PENGIRIMAN SANGKAR BURUNG MENGGUNAKAN METODE BFS (Breath First Search) DAN DFS (Depth First Search) SKRIPSI

PENCARIAN RUTE TERPENDEK PENGIRIMAN SANGKAR BURUNG MENGGUNAKAN METODE BFS (Breath First Search) DAN DFS (Depth First Search) SKRIPSI PENCARIAN RUTE TERPENDEK PENGIRIMAN SANGKAR BURUNG MENGGUNAKAN METODE BFS (Breath First Search) DAN DFS (Depth First Search) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Lebih terperinci

Implementasi Algoritma BFS dan DFS dalam Penyelesaian Token Flip Puzzle

Implementasi Algoritma BFS dan DFS dalam Penyelesaian Token Flip Puzzle Implementasi BFS dan DFS dalam Penyelesaian Token Flip Puzzle Ali Akbar Septiandri - 13509001 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha

Lebih terperinci

PENYELESAIAN PROBLEMA TOWER OF HANOI MENGGUNAKAN ALGORITMA A*

PENYELESAIAN PROBLEMA TOWER OF HANOI MENGGUNAKAN ALGORITMA A* PENYELESAIAN PROBLEMA TOWER OF HANOI MENGGUNAKAN ALGORITMA A* Supiyandi Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Sistem Informasi Universitas Potensi Utama Jl. KL. Yos Sudarso KM 6.5 No. 3A Tanjung Mulia,

Lebih terperinci

PENDEKATAN MASALAH TOWER OF HANOI DENGAN ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER

PENDEKATAN MASALAH TOWER OF HANOI DENGAN ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER PENDEKATAN MASALAH TOWER OF HANOI DENGAN ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER Gia Pusfita Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung Email

Lebih terperinci

Implementasi Algoritma Greedy, BFS, Branch and Bound, dan Metode Heuristik dalam Permainan Reversi

Implementasi Algoritma Greedy, BFS, Branch and Bound, dan Metode Heuristik dalam Permainan Reversi Implementasi Algoritma Greedy, BFS, Branch and Bound, dan Metode Heuristik dalam Permainan Reversi Gilang Julian Suherik - 13512045 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika

Lebih terperinci

Rekursif. Rekursif adalah salah satu metode dalam dunia matematika dimana definisi sebuah fungsi mengandung fungsi itu sendiri.

Rekursif. Rekursif adalah salah satu metode dalam dunia matematika dimana definisi sebuah fungsi mengandung fungsi itu sendiri. Rekursif Rekursif adalah salah satu metode dalam dunia matematika dimana definisi sebuah fungsi mengandung fungsi itu sendiri. Dalam dunia pemrograman, rekursi diimplementasikan dalam sebuah fungsi yang

Lebih terperinci

Perangkat Lunak Simulasi Langkah Kuda Dalam Permainan Catur

Perangkat Lunak Simulasi Langkah Kuda Dalam Permainan Catur Perangkat Lunak Simulasi Langkah Kuda Dalam Permainan Catur Hartono 1) Liva Junter 2) STMIK IBBI Medan Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 Email: hartonoibbi@gmail.com 1 Abstrak

Lebih terperinci

PERBANDINGAN METODE PENCARIAN DEPTH-FIRST SEARCH, BREADTH-FIRST SEARCH DAN BEST-FIRST SEARCH PADA PERMAINAN 8-PUZZLE

PERBANDINGAN METODE PENCARIAN DEPTH-FIRST SEARCH, BREADTH-FIRST SEARCH DAN BEST-FIRST SEARCH PADA PERMAINAN 8-PUZZLE e-journal Teknik Elektro dan Komputer (2014) ISSN: 2301-8402 1 PERBANDINGAN METODE PENCARIAN DEPTH-FIRST SEARCH, BREADTH-FIRST SEARCH DAN BEST-FIRST SEARCH PADA PERMAINAN 8-PUZZLE Oleh: Arie S. M. Lumenta

Lebih terperinci

TERAPAN POHON BINER 1

TERAPAN POHON BINER 1 TERAPAN POHON BINER 1 Terapan pohon biner di dalam ilmu komputer sangat banyak, diantaranya : 1. Pohon ekspresi 2. Pohon keputusan 3. Kode Prefiks 4. Kode Huffman 5. Pohon pencarian biner 2 Pohon Ekspresi

Lebih terperinci

Penggunaan Algoritma Backtracking Untuk Menentukan Keisomorfikan Graf

Penggunaan Algoritma Backtracking Untuk Menentukan Keisomorfikan Graf Abstrak Penggunaan Algoritma Backtracking Untuk Menentukan Keisomorfikan Graf Neni Adiningsih, Dewi Pramudi Ismi, Ratih Laboratorium Ilmu dan Rekayasa Komputasi Departemen Teknik Informatika, Institut

Lebih terperinci

PENERAPAN ALGORITMA RUNUT-BALIK (BACKTRACKING) DALAM PENYELESAIAN PERMAINAN SUDOKU

PENERAPAN ALGORITMA RUNUT-BALIK (BACKTRACKING) DALAM PENYELESAIAN PERMAINAN SUDOKU PENERAPAN ALGORITMA RUNUT-BALIK (BACKTRACKING) DALAM PENYELESAIAN PERMAINAN SUDOKU Sibghatullah Mujaddid Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung

Lebih terperinci

@UKDW. Lampiran B - 1 BAB 1 PENDAHULUAN

@UKDW. Lampiran B - 1 BAB 1 PENDAHULUAN Lampiran B - 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permainan adalah salah satu jenis hiburan. Selain itu, permainan juga dapat menjadi suatu hal yang menantang maupun untuk mengasah kemampuan otak pemain.

Lebih terperinci

Aplikasi Algoritma B&B untuk Memperoleh Poin Maksimum pada Permainan Diner Dash

Aplikasi Algoritma B&B untuk Memperoleh Poin Maksimum pada Permainan Diner Dash Aplikasi Algoritma B&B untuk Memperoleh Poin Maksimum pada Permainan Diner Dash Chandra Sutikno Oemaryadi Program Studi Teknik Informatika ITB Alamat : Veteran 84, Bandung 40112 e-mail: chandra_oey@yahoo.com

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keyword: Algorithm, Depth First Search, Breadth First Search, backtracking, Maze, Rat Race, Web Peta. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keyword: Algorithm, Depth First Search, Breadth First Search, backtracking, Maze, Rat Race, Web Peta. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT In a Rat Race game, there is only one way in and one way out. The objective of this game is to find the shortest way to reach the finish. We use a rat character in this game, so the rat must walk

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Maha Esa, yang telah berkenan memelihara dan membimbing penulis, sehingga

KATA PENGANTAR. Maha Esa, yang telah berkenan memelihara dan membimbing penulis, sehingga KATA PENGANTAR Pertama-tama penulis mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah berkenan memelihara dan membimbing penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan pengerjaan dan penyusunan

Lebih terperinci

Perbandingan BFS dan DFS pada Pembuatan Solusi Penyelesaian Permainan Logika

Perbandingan BFS dan DFS pada Pembuatan Solusi Penyelesaian Permainan Logika Perbandingan BFS dan DFS pada Pembuatan Solusi Penyelesaian Permainan Logika Geraldi Anggapardana ( 13511097) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi

Lebih terperinci

Pemanfaatan Algoritma Runut-balik dalam Penentuan Golongan Suara pada Dunia Paduan Suara

Pemanfaatan Algoritma Runut-balik dalam Penentuan Golongan Suara pada Dunia Paduan Suara Pemanfaatan Algoritma Runut-balik dalam Penentuan Golongan Suara pada Dunia Paduan Suara Stevanno Hero Leadervand (13515082) 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut

Lebih terperinci

Masalah, Ruang Keadaan, Pencarian. Kecerdasan Buatan Pertemuan 2 Yudianto Sujana

Masalah, Ruang Keadaan, Pencarian. Kecerdasan Buatan Pertemuan 2 Yudianto Sujana Masalah, Ruang Keadaan, Pencarian Kecerdasan Buatan Pertemuan 2 Yudianto Sujana Sistem AI Komputer Input Masalah Pertanyaan Basis Pengetahuan Motor Inferensi Output Jawaban Solusi Masalah Untuk membangun

Lebih terperinci

PENERAPAN ALGORITMA BFS PADA CHINESE SLIDE BLOCK PUZZLE (KLOTSKI)

PENERAPAN ALGORITMA BFS PADA CHINESE SLIDE BLOCK PUZZLE (KLOTSKI) PENERAPAN ALGORITMA BFS PADA CHINESE SLIDE BLOCK PUZZLE (KLOTSKI) Ibnu Sina Wardy - 50505 Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Jl. Ganeca 0 Bandung Email : if505@students.if.itb.ac.id ABSTRAK

Lebih terperinci