iiiiig i ionicatshape. tn this'problem, the sotution can be solved by applying Methd of W Firsf Search (DFS).

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "iiiiig i ionicatshape. tn this'problem, the sotution can be solved by applying Methd of W Firsf Search (DFS)."

Transkripsi

1 PENERAPAN METODE DEPTH FTRST SEARCH (DFS) PADA PERMANAN }4ENARA HANO (Depth First Search on Hanoi Tower Game) Nur Wakhidah Fakultas Teknologi lnformasi dan Komunikasi Universitas Semarang Abstract The Tower of Hanoi (also knownas lhe lowers of Bnhma) is a mathematical game u putz1 t consists of three rods, and a number of disks of different sizes whbh can slide onto any rd. Tb pirrtesfarfs rvdh the drsks neatly stacked in order of size on one rod, the slnqlle{,{,fhe tfl'-frf iiiiig i ionicatshape. tn this'problem, the sotution can be solved by applying Methd of W Firsf Search (DFS). Key,vords : Depth Firsf Search, Tower of Hanoi 1. PENDAHULUAN Menara Hanoi merupakan sebuah teka{eki yang ditemukan oleh seorang matematikawan -Perancis, Edouard Lucas pada tahun Legenda mengenai Menara Hanoi ini berasal dari sebuah kuil lndia, dimana terdapat sebuah ruangan besar dengan tiga buah menara raksasa. Permainan initerdiri dari tiga menara dan M buah piringan besar dengan ukurannya berbeda satu sama lainnya yang bisa dimasukkan ke menara mana saia. Permainan dimulai dengan 64 buah piringan tersebut yang tersusun rapi berdasarkan ukurannya dalam salah satu menara dengan ukuran piringan terkecil diletakkan teratas, sehingga bentuknya menyerupai sebuah Piramid. Gambar 1 Model Menara Hanoi dengan 8 Piringan Menurut legenda tersebut, dikatakan bahwa iika anda selesai memindahkan selunlt M piringan, pada saat itu juga dunia kiamal hi menurut legenda, yang mungkin iuga benar- Bila legenda ini benar, bayangkan iika uneft setiap pemindahan memerlukan waktu 1 (sab) detik. Anda bisa menghitung berapa detik yarg diperlukan unfuk memindahkan seluruh 64 piringan dari menara asal ke menara tujuan Jika pendeta itu bisa memindahkan satt piringan tiap detik menggunakan pemindahan paling sedikit, maka akan memakan wakfu 2a-1 detik atau kurang lebih milyar tahun- Secara umum untuk menyelesaikan n buah piringan dipedukan pemindahan sebanyak? - 1 kali. Menara Hanoi merupakan salah satu permainan yang unik karena memiliki berbagai macam variasi Yang membutuhkan penyelesaian yang berbeda untuk tiap variasinya. Permainan ini sering digunakan dalam penelitian psikologis dalam hal pemecahan masalah. Selain itu, juga cukup dikenal oleh para mahasiswa ilmu komputer karena sering digunakan pada pengenalan struktur data dan algoritma. Permainan iniiuga digunakan sebagai ujian ingatan oleh ahli 44 Penerapan Metode... (Nur W.)

2 psikolog syaraf dalam berupaya mengevaluasi amnesia. 2. ATURAN PERMANAN Permasalahan pada permainan Menara Hanoi ini adalah bagaimana cara memindahkan semua piringan dari menara asal ke menara tujuan dengan banfuan satu menara bantu yaitu menara sementara. Adapun aturan-aturan permainannya, sebagai berikut i - Dalam setiap pemindahan hanya dapat memindahkan 1 piringan saja.. Pada proses pemindahan hanya dapat menuju ke satu menara saja.. Piringan yang boleh dipindahkan adalah piringan paling atas ke menara tertentu. - Piringan yang lebih besar ditempatkan di bawah piringan yang lebih kecil. 3. DENTFKASRUANGKEADMN Permainan Menara Hanoi yang akan di bahas dalam penulisan ini menggunakan 3 menara dan 3 piringan. Dlmana ukuran piringan tersebut berbeda satu sama lain. Semua piringan berada pada menara asal dengan susunan secara berurutan, yang terbesar berada pada posisi paling bawah dan yang terkecil pada posisi paling atas seperti yang tampak pada gambar 2 di bawah ini. a. KeadaanAwal Bila didefinisikan menara A sebagai menara asal, menara T sebagaimenam tujuan dan menara S sebagai menara semeniara, 9gl_g_rl 3 jumlah piringan yang masing-masing didefinisikan sebagai p1, p2 dan p3 dimana ukuran P3 > P2 > p1. Menara A berisi 3 piringan dengan susunan p3, p2, pl dari baurah ke atas. Sedangkan menara T dan S dalam kondisi tidak ada piringan (kosong). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambai3 berikut. AST Gambar 3 Keadaan Awal b. Keadaan Tujuan Menara A dan S kosong, sedangkan menara T berisi piringan p3, pi, p1 tensisun dari bawah ke atas seperti yang terlihat pada gambar 4 dibawah ini. -. E li ti 11. Gambar 2 ldentifikasi Ruang Keadaan 4. KEADMN AWAL DAN KEADMN TUJUAN Dalam proses pemecahan masalah permainan Menara Hanoi perlu ditetapkan suatu keadaan awal dan keadaan tujuan untuk mempermudah penyelesaiannya. '.! AST Gambar 4 Keadaan tujuan 5. PENUTUP Untuk mencapai keadaan tujuan maka dibuatlah aturan-aturan yang dapat memenuhi semua keadaan yang mungkin terjadi. Adapun aturan-aturan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Jika S kosong atau ps > pa, pindahkan pa kes 2. Jika T kosong atau pr > pa, pindahkan pe ket 3. Jika A kosong atau pa > ps, pindahkan ps kea JURNAL TRANSFORMATTG, vorume 7, No. 1, Juri zoos : aa -;o 45

3 9' 09 - W: 6002 lrnr 'L 'on 'z aunron 'V)il-VNUOJSNVUT rvnunr sd uatqepurd,sd < vd nele ouoso1,hl.t vd uelqepurd 'vd < 1d nble ouosol rfil.z vd uqqepud 'vd < sd nere ouoso1,il.l : mryoq re6eqas qelepe lnqasral ubrnle-uernle undepy 'lpelal urldunu 6ue[ ueepeal enuos rqnuoueu ledep 0uel ue.,nle-uernle qellenqtp Beu uenfnl ueepeal redecuau nlun drunntd '9 'er(uueresala,iuad qepnuuedulauu nlun uenln1 ueepeol uep le/{p ueepeal qens ue1de1a1p npad toueh ereuayl ueureuad qeleseu ueqeceued seso.rd ulele6 NVnrnl NWO\Ely NVO tvarrv NWOV) -? uespeay 6ueng tsollltluopl Z rpquee uenfn1 ueepea;1, requeg eped leqrpal ouer pades't,}q;t?'1rffiff3 unsnsjal ld'zd'96 ueouurd lspoq ereuou uelouepes '6uoso>1 S uep V e.gu.y,1 uenfnl uepppay.q lbruv uebpbax g JequlBe SV plpaq g rque6 eped leq1pp ledep e[usept qlqalrylun '(6uosog ue6up;d BpB lepg lslpuol uepp S uep 1 eleuau uelouepag.seb a qefieq pep td 'Zd'td ueunsns ue0uep ueouurd 0 lspoq v erbuat/ll.ld < zd < 0d ubrnln Bueutlp d uep ed,[d re6eqas ueltslugaplp Ouseur6ulseu 6uBi( ue6uuld qelurnt g ueouap 'e.teuouias eleuou, poeqas S ejbuauj uep uen[q aeuau p6eqas 1 BJBUau,1ese eleuaru reoeqas V ersuorx uellsluuep'p ellg le$v ubbppoy 'E tut qe/neq rp T teque0 eped 1edue1 6ue,( pedas se;e 6ur1ed rsrsod eped ;ic.1ra1 6ue,( uep _qe/y\eq Our1ed rsrsod eped epe.raq Jesaqlol 6ue[,ue1ruruaq etbcos ueunsns ueouep lese eleuau eped ppetaq ueouurd enujss 'ulel eulbs qes epaqraq lnqasjal ue6uuld uanln eueu,tg.ue6uurd t uep ereuau g ueleun66uou!u! ues;nuad uelep seqbq rp ueb 6ue,t rouep e.leuary ueuteuuad NWoV?) envnu lsdiljtln3ot.r 'ilcal qtqq Due,t uedurrrd qervreq rp ue4edualtp resaq qgqal 0ue,i ue6uur6 'nluapq BJeuau a see 6ur1ed ueouurd r.lslbpe uelqepuldlp qaloq 6ue,{ ue0uur6 efes ereueu n]es a nfnueur ledep elueq ueqepurured soso.rd eped e[es ue6uuld uelqeputu]au ledep e,(ueq ueqepuruad den., uele6 'e,(uueureured'uejnl'-uejnrr "'ffi:j[?tot' 'BJEUAUaS BJeUAUJ n1re,t nlueq ejeueuj nles uequeq ue6uap uenfn1 ejeuau,l o lese ejbueur pep ue6uprd enuas uellleputuau ejbo eueure0eq qelepe lul toueh BJBuay ueuraurad eped ueqeleseujed NVNWU3d NYUNV ' tji;;ffi rsenleneouau eledruaq uelep rrrr^.

4 4. Jika T kosong atau Pr > Ps, pindahkan Ps ket 5. Jika A kosong atau Pe > P1, pindahkan Pr kea 6, Jika S kosong atau Ps > Pr, pindahkan Pr kes 6. SOLUS Salah satu metode yang dapat dipakai dalam proses pemecahan permasalahan pada permainan Menara Hanoi yaitu menggunakan metode DFS {Depth F,rsf Search) atau pencarian mendalam. Metode DFS (Depth Firsf Search) merupakan metode pencarian yang dilakukan pada suatu simpul dalam setiap level dari yang paling kiri, Jika pada level yang terdalam solusi belum ditemukan, maka pencarian dilanjutkan pada simpul sebelah kanan dan simpulyang kiri dapat dihapus dari memori. Jika pada level yang paling dalam tidak ditemukan solusi, maka pencarian dilanjut<an pada level sebelumnya. Demikian seterusnya sampai ditemukan solusi. Kelebihan dari metode Depth First Search yaitu : - Jika solusi yang dicari berada pada level yang dalam dan paling kiri maka DFS akan menemukannya dengan cepat. - Jika diimplementasikan dalam program, penggunaan memori akan lebih sedikit karena hanya simpul-simpul pada lintasan yang aktif saja yang disimpan. - Jika terdapat lebih dari satu solusi yap sama tetapi berada pada level fag berbeda, maka DFS tidak menjamin urtl menemukan solusiyang paling baik. Arthya DFS tidak optimal. Langkah-langkah pencarian sohsi menggunakan metode DFS adalah sebagai berikut: a. Solusi dicari dengan membentuk linesan dari akar sampai daun. Simpul-simpul yang sudah dilahirkan dinamakan simpul anak kiri dan simpulanak kanan. b. Simpul yang dibentuk, terlebih dahulu simpul sebelah kid dan mendalam sampai ditemukan solusi. Solusi permasalahan unfuk pemindahan Adapun kelemahan dari metode Depth First seluruh piringan dari menara asal ke menaftl search yaitu : tujuan pada permainan Menara Hanoi dengan - Jika pohon yang dibangkitkan mempunyai metode DFS dapat dilihat pada tabel 1 dan level yang sangat dalam (tak terhingga), gambar 5 berikut ini. maka tidak ada jaminan menemukan solusi. Artinya DFS tidak komplit. c. e. Jika lintasan yang sedang dibentuk tidak mengarah ke solusi, maka lintasan yang sebelah kiri dihen$kan disebut simpul mati dan dilanjufl<an ke simpul anak kanan terdekat. Simpul yang sudah dihentikan (simpul mat) tidak akan pemah diperluas lagi. Bila tidak ada lagi simpul anak yang dapat dibangkitkan, maka pencarian solusi dilanjutkan dengan melakukan pembentukan ke simpul hidup terdekal Selanjutnya simpul ini menjadi simpul hidup yang baru. Lintasan baru dibangun kembali sampai lintasan tersebut membentuk solusi. Tabell Solusi Permainan Menara Hanoi No Keadaan Aturan Aksi 4 (P1,P2,P3)A (0,0,0)T AWAL 2 Pindahkan P1 daria ke T (0,P2,P3)A (P1,0,0) 46 Penerapan Metode... (Nur W.)

5 L' 09 - w : 6002 ltnt '[ 'on 'L aunlon \Dill.VnuoJSNVU tvnunt slo ublecplad uorlod g rpqubg rmli--".--. 1ilffi#kil LtrR, E:=!;+ffi ffi*t,{r?gt4tr,f tqro,ry ffiffirl -Tffi ffiffi,ffir+l trff[i'----_.- -,,.-.'-'tm[t :ryrnrvl lrrunuv fr"'-s"y.-e ffiffi-bl ffil trwrd----- t rwrd _ lffr 2 tylhfv l ffiffisffiy\tl:tlur.i r(td-zd'0, s(0'0'0) v(o'o'ld) r(gd'0'0) s(o'zd'o) v(o'o'ld) r(0d'0'0) s(o'zd'd) v(o'o'o) r(0'0'0) s(o'zd'd) v(td'o'o) 1(00'rd) s(o'ed'o) v(0d'0'0) 1 a Vpep d uelqbpurd Z a S yepzd ualqppurd t v a s psp ld uelrtppurd 0 a Vpep td uelqeputd Z s 0)t l pep ld udlqepurd s a v yepzd uexqepurd r(td'zd'o) s(o'o'o) v(o'o'la) (ed'0'0) s(o'zd'o) v(o'o'la) r(td'0'0) s(o'zd'td) v(o'o'o) 1(0'0'0) s(o'zd'la) v(od'o'o) 1(0'0'td) s(o'zd'o) v(u'o'o) r(0'0'rd ) s(o'o'o) v(td'zd'o) L n 0 Z

6 Dari aturan {ru/e base) yang ada dapat pula ditemukan beberapa altematif solusi permasalahan. Hal ini membuktikan bahwa langkah tersebut lebih panjang atau lebih lama (lambat) dalam proses penyelesaian masalah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2 dan Gambar 6 berikut No Keadaan Aturan (P1,P2,P3)A (0,0,0)T AWAL (0,P2,P3)A (P,l,0,0)s (0,0,0)T (0,0,P3)A (P1,0,0)s (0.P2.0)T (P1,0,P3)A (0,P2,0)T (P1,0,P3)A (0,P2,0)s (0^ 0.0)T (o,0,pb)a (P1,P2,0)S {0.0.0)T (0,0,0)A (P1,P2,0)S (0,0,P3)T (P1,0,0)A (0,P2,0)s (0.0.P3)T Tabel 2 Alternatif Solusi 1 Pindahkan P1 daria ke S 2 Pindahkan P2 daria ke T 3 Pindahkan P1 dari S ke A 6 Pindahkan n dult ke S 1 Pindahkan P1 daia ke S 2 Pindahkan P3 daria ke T 3 Pindahkan P1 daris ke A 4 Pindahkan P2 daris ke T..i..,Mrri:r.ilidf.l :,irdrh88l ' '.,t+-ri.tiit[f!, (0,P2,P3)A (P1,0,0)s (0,0,0)T (0,0,P3)A (P1,0,0)s (0.P2.017 (Pl,0,P3)A (0.P2.0)T (P1,0,P3)A (0,P2,0)s (0.0.0)T (0,0,Pl!)A (P1,P2,0)S (0.0.0.)T (0,0,0)A (P1,P2,0)S (0.0.H})T (P1,0,0)A (0,P2,0)s {0.0.PB)T (P1,0,0)A (0.P2.ft117 (P1,0,0)A (0,P2,P3)T 2 Pindahkan P1 daria ke T,(01-0j "G igc 4B Penerapan Metode... (Nur W.)

7 6t 09 - w : 6002 llnr 'L 'on 'Z aunlon 'wlvl^tuojsnvul- lvnunt e1e,(ua1 '11e t. - uj telueqas ueqepururad uelnpadlp ueouurd qenq N nlun 'pq 6u11ed ubp uelbp 6ue[ 1ana1 eped epaeq uecrp 6ue rsnlos leq eueutp uelnureyp ladac 6ulted Oue[ rsnlos rlblbpb lleq]a] 6ue,{ lnqosjol ueqeleseurad pep lsnlos BueuJtg 'rsnlos ederaqaq ue6uep uelresalasrp ledep roueh ejeua]l ueureuued ueqegeseuuad ueqeceuad e/(qeq lllnqral qelol 'SJC opolaul eped ueqrqolal ue6uep tensas 'roueh BJeuaf{ ueureulad eped qe;esetu ueltesala,(ueu ndtueu SJo apolay,{ :]nuaq tedeqas uellndursrp ledep loueh Breuan ueureurad eped qeleseu uerlaoor.r.tad seso:d '(qcreag p11 qldeg) Sl0 opoleu ue6uag Nv-rndilils3x 'L rsnlos Jllpurollv ubleeslad uorlod g requeg sfifri-i : iri\.t.arr.t ffi '1109,"" i T,$-> tjri/)st)h)e ttlltr?x$:,

8 dengan menggunakan metode DFS terbukti pula untuk 3 buah pidngan dapat diselesaikan dengan langkah = 7 langkah. DAFTAR PUSTAKA Atmavidya, Arif Nanda, Penenpan Algonfua Backtracking dalam Penaian Solusi Menara Hanoi, lnstitut Teknologi Bandung, 2008 Mukti, Garibaldy W, Berbagai Solusi Pemecahan Masalah Tower of Hanai dan Represenlasi Grafnya, lnstitut Teknologi Bandung,2008 Santosa, lnsap, Sfrukfur Data menggunakan Tufio Pascal,Andi Offset Yogyakarta, 2003 Suyanto, Artifrcial lntelligence, lnformatika Bandung,2007 Wikipedia, h ttp :/len. wikipedia.orq/wikiffowe r of Ha noi, diakses 10 Desember Penerapan Metode... (Nur W.)

memberikan output berupa solusi kumpulan pengetahuan yang ada.

memberikan output berupa solusi kumpulan pengetahuan yang ada. MASALAH DAN METODE PEMECAHAN MASALAH (Minggu 2) Pendahuluan Sistem yang menggunakan kecerdasan buatan akan memberikan output berupa solusi dari suatu masalah berdasarkan kumpulan pengetahuan yang ada.

Lebih terperinci

Perangkat Lunak Simulasi Langkah Kuda Dalam Permainan Catur

Perangkat Lunak Simulasi Langkah Kuda Dalam Permainan Catur Perangkat Lunak Simulasi Langkah Kuda Dalam Permainan Catur Hartono 1) Liva Junter 2) STMIK IBBI Medan Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 Email: hartonoibbi@gmail.com 1 Abstrak

Lebih terperinci

TERAPAN POHON BINER 1

TERAPAN POHON BINER 1 TERAPAN POHON BINER 1 Terapan pohon biner di dalam ilmu komputer sangat banyak, diantaranya : 1. Pohon ekspresi 2. Pohon keputusan 3. Kode Prefiks 4. Kode Huffman 5. Pohon pencarian biner 2 Pohon Ekspresi

Lebih terperinci

B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T. Tinaliah, S.Kom POHON BINER

B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T. Tinaliah, S.Kom POHON BINER A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z POHON BINER Tinaliah, S.Kom DEFINISI Pohon (dalam struktur data) struktur berisi sekumpulan elemen dimana salah satu elemen adalah akar (root) dan elemen-elemen

Lebih terperinci

Pengantar Sistem Pakar

Pengantar Sistem Pakar Chapter 1 Tujuan Instruksional Khusus Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar Sistem Pakar. Mahasiswa mampu memberi contoh aplikasi-aplikasi sistem pakar dalam sistem komputer modern. Mahasiswa memahami

Lebih terperinci

Penerapan Algoritma Needleman-Wunsch sebagai Salah Satu Implementasi Program Dinamis pada Pensejajaran DNA dan Protein

Penerapan Algoritma Needleman-Wunsch sebagai Salah Satu Implementasi Program Dinamis pada Pensejajaran DNA dan Protein Penerapan lgoritma Needleman-Wunsch sebagai Salah Satu Implementasi Program Dinamis pada Pensejajaran DN dan Protein Muhamad Reza Firdaus Zen 1, Sila Wiyanti Putri 2, Muhamad Fajrin Rasyid 3 Laboratorium

Lebih terperinci

Suku Banyak. A. Pengertian Suku Banyak B. Menentukan Nilai Suku Banyak C. Pembagian Suku Banyak D. Teorema Sisa E. Teorema Faktor

Suku Banyak. A. Pengertian Suku Banyak B. Menentukan Nilai Suku Banyak C. Pembagian Suku Banyak D. Teorema Sisa E. Teorema Faktor Bab 5 Sumber: www.in.gr Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu menggunakan konsep, sifat, dan aturan fungsi komposisi dalam pemecahan masalah; menggunakan konsep, sifat, dan aturan fungsi invers

Lebih terperinci

PD Orde 2 Lecture 3. Rudy Dikairono

PD Orde 2 Lecture 3. Rudy Dikairono PD Orde Lecture 3 Rudy Dikairono Today s Outline PD Orde Linear Homogen PD Orde Linear Tak Homogen Metode koefisien tak tentu Metode variasi parameter Beberapa Pengelompokan Persamaan Diferensial Order

Lebih terperinci

Petunjuk Pemakaian Kontes Online KOI s

Petunjuk Pemakaian Kontes Online KOI s Petunjuk Pemakaian Kontes Online KOI s Cara akses Untuk akses ke sistem ini silahkan buka browser anda bisa menggunakan Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera dll ketikkan pada address bar : koishow.koi-s.org

Lebih terperinci

Teori Pohon. Begin at the beginning and go on /ll you come to the end: then stop. Lewis Caroll, Alice s Adventures in Wonderland, 1865

Teori Pohon. Begin at the beginning and go on /ll you come to the end: then stop. Lewis Caroll, Alice s Adventures in Wonderland, 1865 Teori Pohon Begin at the beginning and go on /ll you come to the end: then stop. Lewis Caroll, Alice s Adventures in Wonderland, 1865 1 Pohon Suatu graf tak berarah terhubung yang Hdak memiliki sirkuit

Lebih terperinci

PERANGKAT LUNAK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PENJADWALAN DENGAN METODE RECURSIVE LARGEST FIRST

PERANGKAT LUNAK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PENJADWALAN DENGAN METODE RECURSIVE LARGEST FIRST PERANGKAT LUNAK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PENJADWALAN DENGAN METODE RECURSIVE LARGEST FIRST Sadar Aman Gulo (0911040) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, STMIK Budidarma Medan Jl. Sisingamangaraja

Lebih terperinci

4. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear x + y = 5 dan x - 2y = -4 adalah... A.{ (1, 4) }

4. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear x + y = 5 dan x - 2y = -4 adalah... A.{ (1, 4) } 1. Diketahui himpunan P = ( bilangan prima kurang dari 13 ) Banyak himpunan bagian dari P adalah... 5 25 10 32 P = {Bilangan prima kurang dari 13} = {2, 3, 5, 7, 11} n(p) = 5 2. Dari diagram Venn di bawah,

Lebih terperinci

Pertemuan 1 HIMPUNAN. a.himpunan Kosong Ǿ adalah himpunan yang mempunyai nol anggota(tidak mempunyai elemen.)

Pertemuan 1 HIMPUNAN. a.himpunan Kosong Ǿ adalah himpunan yang mempunyai nol anggota(tidak mempunyai elemen.) Pertemuan 1 HIMPUNAN 1.3.1. Definisi a.himpunan Kosong Ǿ adalah himpunan yang mempunyai nol anggota(tidak mempunyai elemen.) b. Misalkan nєν Himpunan S dikatakan mempunyai n anggota jika ada suatu fungsi

Lebih terperinci

Diagram Alir Data (Data Flow Diagram) Metode Yang Digunakan Tujuan Penelitian

Diagram Alir Data (Data Flow Diagram) Metode Yang Digunakan Tujuan Penelitian - - - Level 0 Sistem Gambar 2. Level 1 Transaksi Proses Pembelian Level 1 Transaksi Proses Penjualan Gambar 5. DAD Level 1 Transaksi Proses Input Jurnal Penyesuaian DAD Level 1 Laporan Jurnal Gambar

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.2 TUJUAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.2 TUJUAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi komputer pada saat ini sangat pesat, dimana yang telah kita ketahui dalam instansi pemerintahan maupun swasta, lebih mengutamakan menggunakan

Lebih terperinci

APLIKASI PEWARNAAN SIMPUL GRAF UNTUK MENGATASI KONFLIK PENJADWALAN MATA KULIAH DI FMIPA UNY

APLIKASI PEWARNAAN SIMPUL GRAF UNTUK MENGATASI KONFLIK PENJADWALAN MATA KULIAH DI FMIPA UNY APLIKASI PEWARNAAN SIMPUL GRAF UNTUK MENGATASI KONFLIK PENJADWALAN MATA KULIAH DI FMIPA UNY Latar belakang Masalah Pada setiap awal semester bagian pendidikan fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas

Lebih terperinci

Petunjuk Penggunaan Report Baru

Petunjuk Penggunaan Report Baru Petunjuk Penggunaan Report Baru PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia Untuk memberikan kemudahan bagi Anggota Kliring (AK) dalam melihat posisi balance efek/idr yang dijaminkan (collateral) pada rekening

Lebih terperinci

-eq/(ha.tahun). Keluaran matriks emisi untuk tab unit perencanaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

-eq/(ha.tahun). Keluaran matriks emisi untuk tab unit perencanaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Keluaran Matriks Emisi Keluaran dari matriks emisi adalah total hasil perhitungan matriks yang terbagi atas tab unit perencanaan, emisi bersih, emisi total, dan sekuestrasi total dengan satuan unit ton

Lebih terperinci

PENERAPAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK-ETAP STUDY KASUS PADA HOME INDUSTRY OTAK-OTAK BANDENG MULYA SEMARANG. Fakultas Ekonomi dan Bisnis

PENERAPAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK-ETAP STUDY KASUS PADA HOME INDUSTRY OTAK-OTAK BANDENG MULYA SEMARANG. Fakultas Ekonomi dan Bisnis 1 PENERAPAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK-ETAP STUDY KASUS PADA HOME INDUSTRY OTAK-OTAK BANDENG MULYA SEMARANG Oleh : Delviana Sagala Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Dian Nuswantoro

Lebih terperinci

Mempunyai Solusi untuk Setiap x R???

Mempunyai Solusi untuk Setiap x R??? Mempunyai Solusi untuk Setiap R??? a a m m q q b b c c d e e h h j j k k m m q q y y f f n n y y g g p p z z. a a a a a {, } . ( ).......... ( ). ( ). ( ) ( ). ( ) ( )... ( )... ( ) ( ) ( ) a a a a

Lebih terperinci

𝑥 Mempunyai Solusi 𝑥 R???

𝑥 Mempunyai Solusi 𝑥 R??? Mempunyai Solusi R??? ( )... ... m n m n m n a b... a b ... > >... ... ( ) ( ) > ( ) ( ). >...... > ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )... ( ) ( ) > >

Lebih terperinci

Elearning Perbanas Panduan Mahasiswa

Elearning Perbanas Panduan Mahasiswa Elearning Perbanas Panduan Mahasiswa Ed.. 20150320 Panduan Mahasiswa Pengguna elearning Perbanas Ed. 20150320 Daftar Isi Daftar Isi... 1 I. Login ke Elearning Perbanas... 2 II. Melihat Mata Kuliah Anda...

Lebih terperinci

Double klik icon microsoft word pada dekstop anda, icon ini

Double klik icon microsoft word pada dekstop anda, icon ini TUGAS 2 Cara Mengatur Halaman Teknik atau cara dalam pembuatan laporan sangat banyak sekali, namun banyak diantara kita yang tak begitu paham tentang bagaimana cara yang lebih mudah, praktis, dan sistematis

Lebih terperinci

Sugeng Pudjiono 1, Hamdan Adma Adinugraha 1 dan Mahfudz 2 ABSTRACT ABSTRAK. Pembangunan Kebun Pangkas Jati Sugeng P., Hamdan A.A.

Sugeng Pudjiono 1, Hamdan Adma Adinugraha 1 dan Mahfudz 2 ABSTRACT ABSTRAK. Pembangunan Kebun Pangkas Jati Sugeng P., Hamdan A.A. Pembangunan Kebun Pangkas Jati Sugeng P., Hamdan A.A. & Mahfudz PEMBANGUNAN KEBUN PANGKAS JATI SEBAGAI SALAH SATU SUMBER BENIH UNTUK MENDAPATKAN BIBIT UNGGUL GUNA MENDUKUNG KEBERHASILAN PROGRAM PENANAMAN

Lebih terperinci

Klasifikasi dan Manfaat RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks)

Klasifikasi dan Manfaat RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks) Klasifikasi dan Manfaat (Redundant Array of Inexpensive Disks) Basuki Winoto, Agus Fatulloh Politeknik Negeri Batam Parkway, Batam Centre, Batam 29461, Indonesia bas@polibatam.ac.id, agus@polibatam.ac.id

Lebih terperinci

Bab 5 Memasukkan Saldo Awal

Bab 5 Memasukkan Saldo Awal Bab 5 : Memasukkan Saldo Awal Bab 5 Memasukkan Saldo Awal Dengan memasukkan saldo awal, maka Anda akan memiliki sebuah laporan neraca yang akurat, Anda dapat memantau perubahan modal Anda, sekaligus mengontrol

Lebih terperinci

Pengenalan Database. Dian Suci Ariyanti. Abstrak. Pendahuluan. Pembahasan. Dianariyanti31@gmail.com

Pengenalan Database. Dian Suci Ariyanti. Abstrak. Pendahuluan. Pembahasan. Dianariyanti31@gmail.com Pengenalan Database Dian Suci Ariyanti Dianariyanti31@gmail.com Abstrak Dalam ilmu komputer terdapat sistem untuk mengatur pendataan dalam komputer. Database adalah sistem yang digunakan untuk mengatur

Lebih terperinci

RAINBOW CONNECTION PADA GRAF k-connected UNTUK k = 1 ATAU 2

RAINBOW CONNECTION PADA GRAF k-connected UNTUK k = 1 ATAU 2 Jurnal Matematika UNAND Vol. 2 No. 1 Hal. 78 84 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND RAINBOW CONNECTION PADA GRAF k-connected UNTUK k = 1 ATAU 2 SALLY MARGELINA YULANDA Program Studi Matematika,

Lebih terperinci

LOMBA CERDAS CERMAT MATEMATIKA (LCCM) TINGKAT SMP DAN SMA SE-SUMATERA Memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Selatan 3 5 Mei 2011

LOMBA CERDAS CERMAT MATEMATIKA (LCCM) TINGKAT SMP DAN SMA SE-SUMATERA Memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Selatan 3 5 Mei 2011 LOMBA CERDAS CERMAT MATEMATIKA (LCCM) TINGKAT SMP DAN SMA SE-SUMATERA Memerebutkan Piala Gubernur Sumatera Selatan 3 5 Mei 0 PENYISIHAN II PERORANGAN LCCM TINGKAT SMP x. I. x x II. x x x 6 x III. x x 6

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTEK SISTEM OPERASI JARINGAN KOMPUTER

LAPORAN PRAKTEK SISTEM OPERASI JARINGAN KOMPUTER LAPORAN PRAKTEK SISTEM OPERASI JARINGAN KOMPUTER JOB I Instalasi Sistem Operasi Windows Server 2008 Di susun oleh: Nama : Winda Rizky Putri NIM : 3.33.10.1.21 Kelas : TK 3B PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

Lebih terperinci

BAB II KESETIMBANGAN BENDA TEGAR

BAB II KESETIMBANGAN BENDA TEGAR BAB II KESETIMBANGAN BENDA TEGAR Benda tegar adalah elemen kecil yang tidak mengalami perubahan bentuk apabila dikenai gaya. Struktur dua dimensi dapat diartikan sebuah struktur pipih yang mempunyai panjang

Lebih terperinci

Hierarki organisasi data tersebut terdiri dari enam tingkatan, yaitu : bit, byte/karakter, field/elemen data, rekord, file dan data base.

Hierarki organisasi data tersebut terdiri dari enam tingkatan, yaitu : bit, byte/karakter, field/elemen data, rekord, file dan data base. Pertemuan 11 Sistem Data Base Hierarki Data Data merupakan representasi dari fakta, yg dapat diperoleh darimana saja yang dapat dimengerti oleh komputer. Manajemen data dapat dilakukan dgn atau tanpa komputer

Lebih terperinci

Kory Anggraeni Kory.anggraeni@gmail.com

Kory Anggraeni Kory.anggraeni@gmail.com Histogram Citra Kory Anggraeni Kory.anggraeni@gmail.com Lisensi Dokumen: Copyright 2003-2007 IlmuKomputer.Com Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas

Lebih terperinci

Menghapus Pointer Statement yang digunakan untuk menghapus pointer adalah Dispose, yang mempunyai bentuk umum : Dispose(peubah) ;

Menghapus Pointer Statement yang digunakan untuk menghapus pointer adalah Dispose, yang mempunyai bentuk umum : Dispose(peubah) ; Maka sekarang kita mempunyai dua buah simpul yang ditunjuk oleh P1 dan P2. Setelah itu kita dapat melakukan pengaksesan data, yaitu dengan menuliskan : P1^.Nama_Peg := Ariswan ; P1^.Alamat := Semarang

Lebih terperinci

Tari Piring Salah Satu Seni Budaya Khas Minangkabau

Tari Piring Salah Satu Seni Budaya Khas Minangkabau Tari Piring Salah Satu Seni Budaya Khas Minangkabau Indonesia memiliki beragam tradisi dan budaya, dimana setiap propinsi dan suku yang ada di Nusantara, memiliki tradisi dan budaya masing-masing, baik

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web

Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web Yudi1, Yessi Nofrima2 STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 e-mail: ynn_linc@yahoo.com1

Lebih terperinci

MATEMATIKA DISKRIT II ( 2 SKS)

MATEMATIKA DISKRIT II ( 2 SKS) MATEMATIKA DISKRIT II ( 2 SKS) Rabu, 18.50 20.20 Ruang Hard Disk PERTEMUAN XI, XII RELASI Dosen Lie Jasa 1 Matematika Diskrit Graf (lanjutan) 2 Lintasan dan Sirkuit Euler Lintasan Euler ialah lintasan

Lebih terperinci

Kode MK/ Matematika Diskrit

Kode MK/ Matematika Diskrit Kode MK/ Matematika Diskrit TEORI GRAF 1 8/29/2014 Cakupan Himpunan, Relasi dan fungsi Kombinatorial Teori graf Pohon (Tree) dan pewarnaan graf 2 8/29/2014 1 TEORI GRAF Tujuan Mahasiswa memahami konsep

Lebih terperinci

PENDUGAAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE PREDIKSI TAK BIAS LINIER TERBAIK EMPIRIK PADA MODEL PENDUGAAN AREA KECIL SKRIPSI

PENDUGAAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE PREDIKSI TAK BIAS LINIER TERBAIK EMPIRIK PADA MODEL PENDUGAAN AREA KECIL SKRIPSI PENDUGAAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE PREDIKSI TAK BIAS LINIER TERBAIK EMPIRIK PADA MODEL PENDUGAAN AREA KECIL SKRIPSI Disusun Oleh: NANDANG FAHMI JALALUDIN MALIK NIM. J2E 009

Lebih terperinci

Sewa Apartemen di Season City - Uniland Property

Sewa Apartemen di Season City - Uniland Property Sewa Apartemen di Season City - Uniland Property Jual Apartemen Seasons City Kosong (Unit Baru) Lantai 26 48 m2 City Price Rp 660.000.000 (Nego) Dijual Apartemen Seasons City Mahakarya From Agung Podomoro

Lebih terperinci

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian.

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Uji Penilaian Profesional Macquarie Leaflet Latihan Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Mengapa Uji Penilaian psikometrik digunakan Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang menyertakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan manusia sehari-hari. Beberapa diantaranya sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan manusia sehari-hari. Beberapa diantaranya sebagai berikut: 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Matematika adalah bagian yang sangat dekat dengan kehidupan seharihari. Berbagai bentuk simbol digunakan manusia sebagai alat bantu dalam perhitungan, penilaian,

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET

IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET TESIS IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET ROSALIA ARUM KUMALASANTI No. Mhs. : 135302014/PS/MTF PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA PROGRAM

Lebih terperinci

9. K omunikasi Bukti Bukti Secara Visual

9. K omunikasi Bukti Bukti Secara Visual 9. Komunikasi Bukti Bukti Secara 9. Komunikasi Bukti Bukti Secara Visual Pembaca akan menilai kualitas dari penelitian anda berdasarkan pentingnya klaim anda dan kekuatan dari argumen anda Sebelumnya,

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN FORM RENCANA UMUM PENGADAAN TAHUN ANGGARAN 2014

PETUNJUK PENGISIAN FORM RENCANA UMUM PENGADAAN TAHUN ANGGARAN 2014 PETUNJUK PENGISIAN FORM RENCANA UMUM PENGADAAN TAHUN ANGGARAN 2014 Disusun oleh: Tim MONEV & LPSE Bagian Administrasi Pembangunan BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA SURAKARTA 2013

Lebih terperinci

MANUAL PROCEDURE PETUNJUK PENGOPERASIAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK. Pengguna: Mahasiswa

MANUAL PROCEDURE PETUNJUK PENGOPERASIAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK. Pengguna: Mahasiswa MANUAL PROCEDURE PETUNJUK PENGOPERASIAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK Pengguna: Mahasiswa UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2008 PENDAHULUAN Sistem Informasi Akademik dibangun untuk memudahkan struktur pengelolaan data

Lebih terperinci

DASAR KOMPUTER DAN PEMROGRAMAN

DASAR KOMPUTER DAN PEMROGRAMAN BUKU AJAR DASAR KOMPUTER DAN PEMROGRAMAN oleh : RINTA KRIDALUKMANA, S.Kom, M.T. Program Studi Sistem Komputer Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2009 Kata Pengantar Puji syukur penulis panjatkan kepada

Lebih terperinci

Pneumatik Bab B4 1. Bab 4 Katup katup

Pneumatik Bab B4 1. Bab 4 Katup katup Pneumatik Bab B4 1 Bab 4 Katup katup 4.1 Katup Satu Arah Katup satu arah adalah bagian yang menutup aliran ke satu arah dan melewatkannya ke arah yang berlawanan. Tekanan pada sisi aliran membebani bagian

Lebih terperinci

SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA

SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA Agusrawati //Paradigma, Vol. 16 No.1, April 2012, hlm. 31-38 SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA Agusrawati 1) 1) Jurusan Matematika FMIPA Unhalu, Kendari, Sulawesi Tenggara

Lebih terperinci

MENGUBAH DATA ORDINAL KE DATA INTERVAL DENGAN METODE SUKSESIF INTERVAL (MSI) Oleh: Jonathan Sarwono

MENGUBAH DATA ORDINAL KE DATA INTERVAL DENGAN METODE SUKSESIF INTERVAL (MSI) Oleh: Jonathan Sarwono MENGUBAH DATA ORDINAL KE DATA INTERVAL DENGAN METODE SUKSESIF INTERVAL (MSI) Oleh: Jonathan Sarwono Cara Penghitungan MSI Apa yang dimaksud dengan metode suksesif interval (Method of Successive Interval

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT email: okydn@undip.ac.id

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT email: okydn@undip.ac.id PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO Oky Dwi Nurhayati, ST, MT email: okydn@undip.ac.id Kinerja yang perlu ditelaah pada algoritma: beban komputasi efisiensi penggunaan memori Yang perlu

Lebih terperinci

Internet Sehat dan Aman (INSAN)

Internet Sehat dan Aman (INSAN) Internet Sehat dan Aman (INSAN) Oleh : Rini Agustina, S.Kom, M.Pd Sumber : Direktorat Pemberndayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

Lebih terperinci

Lecture Notes Algoritma dan Pemrograman

Lecture Notes Algoritma dan Pemrograman Menukar Isi Dua Variabel (ed. ) / Lecture Notes Algoritma dan Pemrograman Menukar Isi Dua Variabel Thompson Susabda Ngoen Salah satu kegiatan pengolahan data adalah menukar isi dua variabel, misalnya pada

Lebih terperinci

Nama Soal Peta Jalan Batas Waktu - Nama Berkas peta[no.urut].out.[1..10] Batas Memori - Tipe output only Sumber Prima Chairunnanda

Nama Soal Peta Jalan Batas Waktu - Nama Berkas peta[no.urut].out.[1..10] Batas Memori - Tipe output only Sumber Prima Chairunnanda Nama Soal Peta Jalan Batas Waktu - Nama Berkas peta[no.urut].out.[1..10] Batas Memori - Tipe output only Sumber Prima Chairunnanda Pada suatu hari Pak Ganesh ingin pergi ke kota untuk membeli barang keperluan

Lebih terperinci

Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm. C. 26 cm B. 52 cm. D. 13 cm Kunci : C Penyelesaian :

Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm. C. 26 cm B. 52 cm. D. 13 cm Kunci : C Penyelesaian : 1. Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm C. 26 cm B. 52 cm D. 13 cm 2. Gambar disamping adalah persegi panjang. Salah satu sifat persegi panjang adalah

Lebih terperinci

TATA BAHASA BEBAS KONTEKS (CONTEXT FREE GRAMMAR)

TATA BAHASA BEBAS KONTEKS (CONTEXT FREE GRAMMAR) TATA BAHASA BEBAS KONTEKS (CONTEXT FREE GRAMMAR) Oleh: Bagus Adhi Kusuma Teori Bahasa dan Otomata STIMIK AMIKOM Purwokerto Program Studi Teknik Informatika 2013/2014 CFG (Bahasa Bebas Konteks) sebuah tata

Lebih terperinci

Pertemuan III,IV,V II. Metode Persamaan Tiga Momen

Pertemuan III,IV,V II. Metode Persamaan Tiga Momen Pertemuan III,IV,V II. etode Persamaan Tiga omen II. Uraian Umum etode Persamaan Tiga omen Analisa balok menerus, pendekatan yang lebih mudah adalah dengan menggunakan momen-momen lentur statis yang tak

Lebih terperinci

Tetapi pemandangan sekitar yang indah dan udara yang begitu sejuk membuat para wisatawan tak jemu dengan perjalanan yang cukup menguras tenaga.

Tetapi pemandangan sekitar yang indah dan udara yang begitu sejuk membuat para wisatawan tak jemu dengan perjalanan yang cukup menguras tenaga. Wisata Alam merupakan salah satu pilihan wisata yang menarik bagi para wisatawan, baik wisatawan asing maupun wisatawan lokal. Bagi sebagian orang, wisata alam bisa di jadikan sebagai alternatif untuk

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM UNTUK MENENTUKAN JENIS KACAMATA BAGI PENDERITA GANGGUAN LENSA MATA BERBASIS ANDROID NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN SISTEM UNTUK MENENTUKAN JENIS KACAMATA BAGI PENDERITA GANGGUAN LENSA MATA BERBASIS ANDROID NASKAH PUBLIKASI PERANCANGAN SISTEM UNTUK MENENTUKAN JENIS KACAMATA BAGI PENDERITA GANGGUAN LENSA MATA BERBASIS ANDROID NASKAH PUBLIKASI diajukan oleh Bima Setiawan 11.11.4642 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA

Lebih terperinci

USER GUIDE BEBAN KERJA DOSEN

USER GUIDE BEBAN KERJA DOSEN USER GUIDE BEBAN KERJA DOSEN 1. Tahap pertama dosen mengetikkan alamat website http://bkd.unila.ac.id, maka akan tampil halaman website seperti berikut : 2. Kemudian dosen mengisi login dan password, login

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Bangsa Barat datang ke Indonesia khususnya di Bengkulu sesungguhnya adalah

I. PENDAHULUAN. Bangsa Barat datang ke Indonesia khususnya di Bengkulu sesungguhnya adalah I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Barat datang ke Indonesia khususnya di Bengkulu sesungguhnya adalah usaha untuk memperluas, menjamin lalu lintas perdagangan rempah-rempah hasil hutan yang

Lebih terperinci

Keywords : SMS Gateway, job vacancy, information, graduate, career

Keywords : SMS Gateway, job vacancy, information, graduate, career SMS Gateway Sebagai Sarana Informasi Layanan Karier Pada Alumni SMK Teuku Umar Semarang Rizal Adhita A11.2008.04388 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Lebih terperinci

Abstrak/Ringkasan. A.Pendahuluan. Judul Artikel Tabel Distribusi Frekuensi. Bimo Prasetyo 4115122250 Prasetyobimo95@yahoo.co.id

Abstrak/Ringkasan. A.Pendahuluan. Judul Artikel Tabel Distribusi Frekuensi. Bimo Prasetyo 4115122250 Prasetyobimo95@yahoo.co.id Judul Artikel Tabel Distribusi Frekuensi Bimo Prasetyo 4115122250 Prasetyobimo95@yahoo.co.id http://prasetyobimo95@yahoo.co.id Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di StatistikaPendidikan.Com dapat digunakan,

Lebih terperinci

SEMANTIK Syntax mendefinisikan suatu bentuk program yang benar dari suatu bahasa.

SEMANTIK Syntax mendefinisikan suatu bentuk program yang benar dari suatu bahasa. SEMANTIK Syntax mendefinisikan suatu bentuk program yang benar dari suatu bahasa. Semantik mendefinisikan arti dari program yang benar secara syntax dari bahasa tersebut. Semantik suatu bahasa membutuhkan

Lebih terperinci

LAPORAN SKRIPSI RANCANG BANGUN GAME BERLALU-LINTAS YANG BENAR DENGAN RUTE JALAN UTAMA KOTA KUDUS MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH BERBASIS DEKSTOP.

LAPORAN SKRIPSI RANCANG BANGUN GAME BERLALU-LINTAS YANG BENAR DENGAN RUTE JALAN UTAMA KOTA KUDUS MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH BERBASIS DEKSTOP. LAPORAN SKRIPSI RANCANG BANGUN GAME BERLALU-LINTAS YANG BENAR DENGAN RUTE JALAN UTAMA KOTA KUDUS MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH BERBASIS DEKSTOP Oleh : ADI TRIYANTO 2010-51-201 SKRIPSI DIAJUKAN SEBAGAI SALAH

Lebih terperinci

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU Diarsi Eka Yani (diarsi@ut.ac.id) PS Agribisnis, FMIPA, Universitas Terbuka ABSTRAK Abrasi pantai yang terjadi

Lebih terperinci

Graf. Bekerjasama dengan. Rinaldi Munir

Graf. Bekerjasama dengan. Rinaldi Munir Graf Bekerjasama dengan Rinaldi Munir Beberapa Aplikasi Graf Lintasan terpendek (shortest path) (akan dibahas pada kuliah IF3051) Persoalan pedagang keliling (travelling salesperson problem) Persoalan

Lebih terperinci

Pengukuran Diameter dan Tinggi Pohon

Pengukuran Diameter dan Tinggi Pohon Pengukuran Diameter dan Tinggi Pohon Pengukuran Diameter (DBH) Diameter atau keliling merupakan salahsatu dimensi batang (pohon) yang sangat menentukan luas penampang lintang batang pohon saat berdiri

Lebih terperinci

MK Konsep Teknologi. Optimasi 1

MK Konsep Teknologi. Optimasi 1 Optimasi 1 Kegiatan / Persoalan Pengambilan Keputusan Alternatif Metoda Penyelesaian: 1. Programa Linear 2. Programa Dinamis 3. Antrian 4. Algoritma Lorong 5. Permainan Optimasi 2 Kerangka Optimasi dalam

Lebih terperinci

HUKUM KENAIKAN HASIL BERKURANG

HUKUM KENAIKAN HASIL BERKURANG HUKUM KENAIKAN HASIL BERKURANG 1. Pengertian Kenaikan Hasil Berkurang Dalam proses produksi dikenal hukum kenaikan hasil berkurang (Law of Diminishing Returns) disingkat dengan LDR. LDR berlaku di sektor

Lebih terperinci

PROVINSI BALI. Tanah Lot

PROVINSI BALI. Tanah Lot PROVINSI BALI BY: SUVI Pantai Kuta (Atas) Garuda Wisnu Kencana Pantai Nusa dua (Bawah) Ada patung yang sangat gede, patung itu berwarna biru campur sama abu abu. Ada orang yang melihat patung itu. Ada

Lebih terperinci

KAJIAN MENGENAI SYARAT CUKUP POLYNOMIAL KROMATIK GRAF TERHUBUNG MEMILIKI AKAR-AKAR KOMPLEKS

KAJIAN MENGENAI SYARAT CUKUP POLYNOMIAL KROMATIK GRAF TERHUBUNG MEMILIKI AKAR-AKAR KOMPLEKS KAJIAN MENGENAI SYARAT CUKUP POLYNOMIAL KROMATIK GRAF TERHUBUNG MEMILIKI AKAR-AKAR KOMPLEKS STUDY ON SUFFICIENT CONDITION FOR THE CHROMATIC POLYNOMIAL OF CONNECTED GRAPH HAS COMPLEX ROOTS Yuni Dewi Purnama

Lebih terperinci

ahu ahu a a hu a hu ahu

ahu ahu a a hu a hu ahu 1. Hari ini kita belajar huruf A. Ada dua cara untuk menulis huruf A. Ada huruf a kecil seperti pada kotak di sisi kiri. Dan ada huruf A besar seperti pada kotak sebelah kanan. a A 2. Apa gambar ini? 3.

Lebih terperinci

Pengembangan Algoritma Greedy untuk Game Treasure Hunter

Pengembangan Algoritma Greedy untuk Game Treasure Hunter Pengembangan Algoritma Greedy untuk Game Treasure Hunter Michael Alexander Wangsa 13512046 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha

Lebih terperinci

Dasar-Dasar Teori Graf. Sistem Informasi Universitas Gunadarma 2012/2013

Dasar-Dasar Teori Graf. Sistem Informasi Universitas Gunadarma 2012/2013 Dasar-Dasar Teori Graf Sistem Informasi Universitas Gunadarma 2012/2013 Teori Graf Teori Graf mulai dikenal saat matematikawan kebangsaan Swiss bernama Leonhard Euler, yang berhasil mengungkapkan Misteri

Lebih terperinci

SIMULASI DAN ANALISIS ALIRAN DAYA PADA SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ELECTRICAL TRANSIENT ANALYSER PROGRAM (ETAP) VERSI 4.

SIMULASI DAN ANALISIS ALIRAN DAYA PADA SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ELECTRICAL TRANSIENT ANALYSER PROGRAM (ETAP) VERSI 4. SIMULASI DAN ANALISIS ALIRAN DAYA PADA SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ELECTRICAL TRANSIENT ANALYSER PROGRAM (ETAP) VERSI 4.0 Rudi Salman 1) Mustamam 2) Arwadi Sinuraya 3) mustamam1965@gmail.com

Lebih terperinci

User Manual. Sistem Informasi Manajemen Rapat. Oleh. Drs. Heru Suhartanto, MSc., Ph.D. Christine Angelina, SKOM. Fuady Rosma Hidayat, SKOM.

User Manual. Sistem Informasi Manajemen Rapat. Oleh. Drs. Heru Suhartanto, MSc., Ph.D. Christine Angelina, SKOM. Fuady Rosma Hidayat, SKOM. User Manual Sistem Informasi Manajemen Rapat Oleh Drs. Heru Suhartanto, MSc., Ph.D Christine Angelina, SKOM. Fuady Rosma Hidayat, SKOM. Johanes,SKOM. Yoanna Widyanti,SKOM. Fakultas Ilmu Komputer, Universitas

Lebih terperinci

KOREKSI METODE CONNECTED AMMI DALAM PENDUGAAN DATA TIDAK LENGKAP ABSTRAK

KOREKSI METODE CONNECTED AMMI DALAM PENDUGAAN DATA TIDAK LENGKAP ABSTRAK KOREKSI METODE CONNECTED AMMI DALAM PENDUGAAN DATA TIDAK LENGKAP I Made Sumertajaya 2 Ahmad Ansori Mattjik 3 I Gede Nyoman Mindra Jaya,2 Dosen Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor,3 Mahasiswa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Manajemen pelayanan publik di era otonomi daerah semakin mempermudah ruang gerak masing-masing daerah untuk melakukan upaya perbaikan layanan. Pengalaman beberapa

Lebih terperinci

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PAJAK DAERAH SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PAJAK DAERAH SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PAJAK DAERAH SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH Devy Octaviana S Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Lebih terperinci

Manual SIAP DITJENSPK. Disiapkan Oleh CV. Lightbulb. Manual SIAP-SETSPK

Manual SIAP DITJENSPK. Disiapkan Oleh CV. Lightbulb. Manual SIAP-SETSPK SIAP Manual DITJENSPK Aplikasi ini adalah sebuah sistem terintegrasi untuk mengatu proses masuk dan keluar surat dalam sebuah direktorat serta mengotomasi proses disposisi dari eselon yang lebih tinggi

Lebih terperinci

MENGOLAH DATA NILAI DENGAN EXCEL

MENGOLAH DATA NILAI DENGAN EXCEL MENGOLAH DATA NILAI DENGAN EXCEL 1 1. Setelah dibuat No pada A 1 mulai dari 1 10 dan Nama pada B 2 kemudian absen Di C 1 sesuai yang kita inginkan setelah itu pada tabel D 1 KETERANGAN, kemudian... 2 2.

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN z KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN PENGGUNAAN WEBSITE DAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN 1. PENDAHULUAN

Lebih terperinci

QANUN KABUPATEN BIREUEN NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PENGHAPUSAN KELURAHAN DAN PEMBENTUKAN GAMPONG DALAM KABUPATEN BIREUEN BUPATI BIREUEN

QANUN KABUPATEN BIREUEN NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PENGHAPUSAN KELURAHAN DAN PEMBENTUKAN GAMPONG DALAM KABUPATEN BIREUEN BUPATI BIREUEN QANUN KABUPATEN BIREUEN NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PENGHAPUSAN KELURAHAN DAN PEMBENTUKAN GAMPONG DALAM KABUPATEN BIREUEN BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA BUPATI BIREUEN Menimbang

Lebih terperinci

SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR

SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR Untuk memenuhi persyaratan mencapai pendidikan Diploma III (D III) Program Studi Instrumentasi dan Elektronika

Lebih terperinci

1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan)

1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan) Created by http://www.tellmemore.cjb.net Page 1 of 9 Manual Book 1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan) Microsoft Windows 95 8

Lebih terperinci

AKAR-AKAR POLINOMIAL SEPARABEL SEBAGAI PEMBENTUK PERLUASAN NORMAL

AKAR-AKAR POLINOMIAL SEPARABEL SEBAGAI PEMBENTUK PERLUASAN NORMAL AKAR-AKAR POLINOMIAL SEPARABEL SEBAGAI PEMBENTUK PERLUASAN NORMAL (Oleh: Sulastri Daruni, Bayu Surarso, Bambang Irawanto) Abstrak Misalnya F adalah lapangan perluasan dari lapangan K dan f(x) adalah polinomial

Lebih terperinci

SENI DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK

SENI DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK SENI DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK Nur Auliah Hafid Widyaiswara LPMP Sulsel 1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah Seni dapat meningkatkan Kecerdasan Emosional

Lebih terperinci

MODUL 10 AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

MODUL 10 AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA MODUL 10 AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA Tujuan pembelajaran: Setelah selesai mempelajari Bab ini, diharapkan : 1. Menganalisa dan mencatat transaksi yang menyangkut pembelian dan penjualan jasa.. 2. Membuat

Lebih terperinci

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0 Disusun oleh: Andryan Setyadharma FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010 1. MENGAPA UJI ASUMSI KLASIK PENTING? Model regresi linier berganda (multiple regression)

Lebih terperinci

Bab 9. Peluang Diskrit

Bab 9. Peluang Diskrit Bab 9. Peluang Diskrit Topik Definisi Peluang Diskrit Sifat Peluang Diskrit Probabilitas terbatas Konsep Teori Himpunan pada Peluang Diskrit Probabilitas Kejadian Majemuk A B dan A B DuaKejadianSalingLepas

Lebih terperinci

KNOWING HUMAN PERSONALITY FROM THE HEIGHT OF HANDWRITING MIDDLE ZONE USING LINEAR REGRESSION METHOD AND AVERAGE OF INTEGRAL PROJECTION COLUMN METHOD

KNOWING HUMAN PERSONALITY FROM THE HEIGHT OF HANDWRITING MIDDLE ZONE USING LINEAR REGRESSION METHOD AND AVERAGE OF INTEGRAL PROJECTION COLUMN METHOD ABSTRAK MENGETAHUI SIFAT SESEORANG DARI TINGGI MIDDLE ZONE TULISAN TANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINEAR DAN METODE RATA-RATA INTEGRAL PROYEKSI KOLOM Disusun oleh : Livin (1022015) Jurusan Teknik

Lebih terperinci

Sainstech. Dalam. Membuat. Tahap 2: Total Siswa. Jul. Mei. Mar. Feb. Apr. Jun PLC. Rata rata

Sainstech. Dalam. Membuat. Tahap 2: Total Siswa. Jul. Mei. Mar. Feb. Apr. Jun PLC. Rata rata Sainstech Unisma Bekasi Pertemuan 8 (Grafik 2 y axis dan link antar sheet) Bagian 1 : Membuat Grafik dengan 2 y axis Penjelasan singkat : Dalam latihan ini akan dilakukan pembuatan grafik yang menampilkan

Lebih terperinci

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit esaunggul.ac.id http://www.esaunggul.ac.id/article/merancang-strategi-komunikasi-memenangkan-pemilih-dan-kelompok/ Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit Dr. Erman Anom,

Lebih terperinci

dari Barat ke Timur, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

dari Barat ke Timur, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini. 6-13 July 2013 Brisbane, Australia Bahasa Indonesia 1.0 Kota Brisbane telah dikuasai oleh sekumpulan binatang wombats besar yang telah bermutasi, dan Anda harus menuntun orang-orang menuju ke tempat yang

Lebih terperinci

9 Menghitung Besar Sudut di Titik Sudut

9 Menghitung Besar Sudut di Titik Sudut 9 Menghitung Besar Sudut di Titik Sudut Besar sudut di setiap titik sudut pada segi-banyak relatif mudah dihitung. Pada segi-n beraturan, besar sudut di setiap titik sudutnya sama dengan 180 o 360 o /n.

Lebih terperinci

: PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT. I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint.

: PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT. I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint. MATA TATARAN : PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint. B. Peserta dapat mengaplikasikan bahan ajar dalam

Lebih terperinci