DRAFT TATA CARA/PROSEDUR PENERBITAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DRAFT TATA CARA/PROSEDUR PENERBITAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN"

Transkripsi

1 DRAFT TATA CARA/PROSEDUR PENERBITAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN

2 1. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN PEMASUKAN / PENGELUARAN TERNAK / HEWAN Izin Pemasukan / Dinas Peternakan dan 1. UU. No. 6 Tahun 1967 tentang Seperti di bawah - Pengeluaran Ternak Kesehatan Hewan Ketentuan-Ketentuan Pokok Hewan. Provinsi Bali. Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2. UU. No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. 3. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 1977 tentang Penolakan, Pencegahan, pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan. 4. Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner. 5. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan. 6. SK. Mentan No Tahun 1999 tentang Pemasukan Anjing, Kucing, Kera dan sebangsanya ke Wilayah/Daerah bebas Rabies di Indonesia. 7. Perda Provinsi No. 2 Tahun 2003 tentang Pengeluaran Ternak Potong Sapi Bali. 8. Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2007 tentang perubahan atas Perda Provinsi Bali No. 9 Tahun 2001 tentang Biaya Pelayanan

3 Administrasi. 9. Peraturan Gubernur Bali Tahun 2005 tentang Pelarangan Pemasukan Ternak Babi dari Luar Pulau Bali. 10. Peraturan Gubernur Bali No. 44 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pemasukan dan Transit Unggas dari Luar Pulau Bali. 11. Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 1992 tentang Obat Hewan. 12. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 13. Peraturan Menteri Pertanian No. 4/Permentan/OT.140/12/2007, tentang Pengawasan Obat Hewan. I. PERSYARATAN PEMASUKAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan melampirkan SIUP, TDP, dan NPWP (kecuali orang pribadi). b. Melampirkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan Asal dari Dokter Hewan berwenang daerah asal. II. PERSYARATAN PENGELUARAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan melampirkan : SIUP, TDP, dan NPWP yang masih berlaku (kecuali orang pribadi). b. Memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Asal dari Dokter Hewan berwenang daerah asal. c. Melampirkan Rekomendasi / Izin Pemasukan dari daerah penerima atau tujuan.

4 2. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN PEMASUKAN / PENGELUARAN SAPI POTONG Izin Pemasukan/Pengeluaran Sapi Potong. Dinas Peternakan 1. UU. No. 6 Tahun 1967 tentang Seperti di bawah - dan Kesehatan Ketentuan-Ketentuan Pokok Hewan Provinsi Bali. Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2. UU. No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. 3. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 1977 tentang Penolakan, Pencegahan, pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan. 4. Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner. 5. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan. 6. SK. Mentan No Tahun 1999 tentang Pemasukan Anjing, Kucing, Kera dan sebangsanya ke Wilayah/Daerah bebas Rabies di Indonesia. 7. Perda Provinsi No. 2 Tahun 2003 tentang Pengeluaran Ternak Potong Sapi Bali. 8. Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2007 tentang perubahan atas Perda Provinsi Bali No. 9 Tahun 2001 tentang Biaya Pelayanan Administrasi.

5 9. Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2004 tentang Pelestarian Sapi Bali. 10. Peraturan Gubernur Bali No. 44 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pemasukan dan Transit Unggas dari Luar Pulau Bali. 11. Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 1992 tentang Obat Hewan. 12. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 13. Peraturan Menteri Pertanian No. 4/Permentan/OT.140/12/2007, tentang Pengawasan Obat Hewan. I. PERSYARATAN PEMASUKAN Tidak diperkenankan karena terkait dengan pemurnian sapi bali (Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2004). II. PERSYARATAN PENGELUARAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali tentang rencana pengeluaran ternak potong sapi bali sekali dalam setahun dengan melampirkan : - Permohonan berbadan hukum dan berdomisili di Provinsi Bali. - Ternak Potong Sapi Jantan yang mempunyai berat minimal 375 Kg. - Memiliki SIUP, TDP, dan NPWP yang masih berlaku. - Rekomendasi / Izin Pemasukan dari daerah penerima atau tujuan. b. Memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Asal dari Dokter Hewan berwenang daerah asal.

6 3. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN PEMASUKAN / PENGELUARAN TERNAK POTONG SELAIN SAPI POTONG Biaya (Rp) Izin Pemasukan/Pengeluaran Ternak Potong selain Sapi Potong. Dinas Peternakan 1. UU. No. 6 Tahun 1967 tentang Seperti di bawah - dan Kesehatan Ketentuan-Ketentuan Pokok Hewan Provinsi Bali. Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2. UU. No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. 3. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 1977 tentang Penolakan, Pencegahan, pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan. 4. Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner. 5. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan. 6. SK. Mentan No Tahun 1999 tentang Pemasukan Anjing, Kucing, Kera dan sebangsanya ke Wilayah/Daerah bebas Rabies di Indonesia. 7. Perda Provinsi No. 2 Tahun 2003 tentang Pengeluaran Ternak Potong Sapi Bali. 8. Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2007 tentang perubahan atas Perda Provinsi Bali No. 9 Tahun 2001 tentang Biaya Pelayanan Administrasi.

7 9. Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2004 tentang Pelestarian Sapi Bali. 10. Peraturan Gubernur Bali No. 44 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pemasukan dan Transit Unggas dari Luar Pulau Bali. 11. Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 1992 tentang Obat Hewan. 12. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 13. Peraturan Menteri Pertanian No. 4/Permentan/OT.140/12/2007, tentang Pengawasan Obat Hewan. I. PERSYARATAN PEMASUKAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan dan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan melampirkan SIUP, TDP, dan NPWP (kecuali orang pribadi). b. Melampirkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan Asal dari Dokter Hewan berwenang daerah asal. II. PERSYARATAN PENGELUARAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan melampirkan : SIUP, TDP, dan NPWP yang masih berlaku (kecuali orang pribadi). b. Memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Asal dari Dokter Hewan berwenang daerah asal. c. Melampirkan Rekomendasi / Izin Pemasukan dari daerah penerima atau tujuan.

8 4. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN PEMASUKAN / PENGELUARAN DOC (DAY OLD CHICKEN) (hari kerja) Dinas Peternakan dan 1. UU. No. 6 Tahun 1967 tentang Seperti di bawah - Kesehatan Hewan Ketentuan-Ketentuan Pokok Provinsi Bali. Izin Pemasukan/Pengeluaran DOC (Day Old Chicken) Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2. UU. No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. 3. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 1977 tentang Penolakan, Pencegahan, pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan. 4. Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner. 5. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan. 6. SK. Mentan No Tahun 1999 tentang Pemasukan Anjing, Kucing, Kera dan sebangsanya ke Wilayah/Daerah bebas Rabies di Indonesia. 7. Perda Provinsi No. 2 Tahun 2003 tentang Pengeluaran Ternak Potong Sapi Bali. 8. Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2007 tentang perubahan atas Perda Provinsi Bali No. 9 Tahun 2001 tentang Biaya Pelayanan Administrasi.

9 9. Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2004 tentang Pelestarian Sapi Bali. 10. Peraturan Gubernur Bali No. 44 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pemasukan dan Transit Unggas dari Luar Pulau Bali. 11. Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 1992 tentang Obat Hewan. 12. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 13. Peraturan Menteri Pertanian No. 4/Permentan/OT.140/12/2007, tentang Pengawasan Obat Hewan. I. PERSYARATAN PEMASUKAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan melampirkan SIUP, TDP, dan NPWP (kecuali orang pribadi). b. Melampirkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan Asal dari Dokter Hewan berwenang daerah asal. c. Surat Keterangan Bebas penyakit AI (Afian Influenza), Pullorum, Mareks dan ND (New Castle Disease) dari perusahaan asal DOC. II. PERSYARATAN PENGELUARAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali sekali dalam setahun dengan melampirkan : SIUP, TDP, dan NPWP yang masih berlaku (kecuali orang pribadi). b. Memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan asal dari Dokter Hewan berwenang daerah asal. c. Melampirkan Rekomendasi / Izin Pemasukan dari daerah penerima atau tujuan.

10 5. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN PEMASUKAN / PENGELUARAN HEWAN KESAYANGAN (hari kerja) Izin Pemasukan/Pengeluaran Hewan Kesayangan Dinas Peternakan 1. UU. No. 6 Tahun 1967 tentang Seperti di bawah - dan Kesehatan Ketentuan-Ketentuan Pokok Hewan Provinsi Bali. Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2. UU. No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. 3. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 1977 tentang Penolakan, Pencegahan, pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan. 4. Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner. 5. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan. 6. SK. Mentan No Tahun 1999 tentang Pemasukan Anjing, Kucing, Kera dan sebangsanya ke Wilayah/Daerah bebas Rabies di Indonesia. 7. Perda Provinsi No. 2 Tahun 2003 tentang Pengeluaran Ternak Potong Sapi Bali. 8. Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2007 tentang perubahan atas Perda Provinsi Bali No. 9 Tahun 2001 tentang Biaya Pelayanan Administrasi.

11 9. Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2004 tentang Pelestarian Sapi Bali. 10. Peraturan Gubernur Bali No. 44 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pemasukan dan Transit Unggas dari Luar Pulau Bali. 11. Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 1992 tentang Obat Hewan. 12. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 13. Peraturan Menteri Pertanian No. 4/Permentan/OT.140/12/2007, tentang Pengawasan Obat Hewan. I. PERSYARATAN PEMASUKAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan melampirkan SIUP, TDP, dan NPWP (kecuali orang pribadi). b. Melampirkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan Asal dari Dokter Hewan berwenang daerah asal. c. Hasil Uji Laboratorium (Elisa Tes) khususnya untuk hewan penular rabies (HPR) II. PERSYARATAN PENGELUARAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali sekali dalam setahun dengan melampirkan : SIUP, TDP, dan NPWP yang masih berlaku (kecuali orang pribadi). b. Memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan asal dari Dokter Hewan berwenang daerah asal. c. Melampirkan Rekomendasi / Izin Pemasukan dari daerah penerima atau tujuan.

12 6. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN PEMASUKAN / PENGELUARAN PRODUK HEWAN PANGAN Persyaratan dan Izin Pemasukan/Pengeluaran Produk Hewan Pangan Dinas Peternakan Seperti di - dan Kesehatan bawah Hewan Provinsi Bali. 1. UU. No. 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2. UU. No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. 3. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 1977 tentang Penolakan, Pencegahan, pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan. 4. Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner. 5. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan. 6. SK. Mentan No Tahun 1999 tentang Pemasukan Anjing, Kucing, Kera dan sebangsanya ke Wilayah/Daerah bebas Rabies di Indonesia. 7. Perda Provinsi No. 2 Tahun 2003 tentang Pengeluaran Ternak Potong Sapi Bali. 8. Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2007 tentang perubahan atas Perda Provinsi Bali No. 9 Tahun 2001 tentang Biaya Pelayanan Administrasi.

13 9. Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2004 tentang Pelestarian Sapi Bali. 10. Peraturan Gubernur Bali No. 44 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pemasukan dan Transit Unggas dari Luar Pulau Bali. 11. Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 1992 tentang Obat Hewan. 12. PP No. 38 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 13. Peraturan Menteri Pertanian No. 4/Permentan/OT.140/12/2007, tentang Pengawasan Obat Hewan. I. PERSYARATAN PEMASUKAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan melampirkan SIUP, TDP, dan NPWP (kecuali orang pribadi). b. Memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk daging dan olahannya. c. Memiliki Sarana/Prasarana antara lain : - Cold Storage yang masih berfungsi baik. - Kendaraan Angkut Daging yang memenuhi syarat. d. Memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan Asal Produk Hewan Pangan dari Dokter Hewan berwenang daerah asal. e. Memenuhi Persyaratan Kekarantinaan yang berlaku. f. Kecuali untuk Produk Hewan Pangan Telur dan keperluan konsumsi sendiri yang jumlahnya tidak melebihi 10 Kg maka persyaratan b dan c tidak diperlukan. II. PERSYARATAN PENGELUARAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan melampirkan : SIUP, TDP, dan NPWP yang masih berlaku (kecuali orang pribadi). b. Memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Asal dari Dokter Hewan berwenang daerah asal. c. Melampirkan Rekomendasi / Izin Pemasukan dari daerah penerima atau tujuan. d. Melampirkan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) e. Kecuali untuk Produk Hewan Pangan Telur dan keperluan konsumsi sendiri yang jumlahnya tidak melebihi 10 Kg maka persyaratan d tidak diperlukan.

14 7. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN PEMASUKAN / PENGELUARAN PRODUK HEWAN NON PANGAN Dinas Peternakan 1. UU. No. 6 Tahun 1967 tentang Seperti di bawah - dan Kesehatan Ketentuan-Ketentuan Pokok Hewan Provinsi Bali. Izin Pemasukan / Pengeluaran Produk Hewan Non Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2. UU. No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. 3. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 1977 tentang Penolakan, Pencegahan, pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan. 4. Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner. 5. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan. 6. SK. Mentan No Tahun 1999 tentang Pemasukan Anjing, Kucing, Kera dan sebangsanya ke Wilayah/Daerah bebas Rabies di Indonesia. 7. Perda Provinsi No. 2 Tahun 2003 tentang Pengeluaran Ternak Potong Sapi Bali. 8. Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2007 tentang perubahan atas Perda Provinsi Bali No. 9 Tahun 2001 tentang Biaya Pelayanan Administrasi.

15 9. Peraturan Gubernur Bali No. 44 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pemasukan dan Transit Unggas dari Luar Pulau Bali.Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 1992 tentang Obat Hewan. 10. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 11. Peraturan Menteri Pertanian No. 4/Permentan/OT.140/12/2007, tentang Pengawasan Obat Hewan. I. PERSYARATAN PEMASUKAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan melampirkan SIUP, TDP, dan NPWP (kecuali orang pribadi). b. Memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk daging dan olahannya. c. Memiliki Sarana/Prasarana antara lain : - Cold Storage yang masih berfungsi baik. - Kendaraan Angkut Daging yang memenuhi syarat. d. Memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan Asal Produk Hewan Pangan dari Dokter Hewan berwenang daerah asal. e. Memenuhi Persyaratan Kekarantinaan yang berlaku. f. Kecuali untuk Produk Hewan Pangan Telur dan keperluan konsumsi sendiri yang jumlahnya tidak melebihi 10 Kg maka persyaratan b dan c tidak diperlukan. g. Melampirkan Rekomendasi/Izin Pemasukan dari daerah tujuan. II. PERSYARATAN PENGELUARAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan melampirkan : SIUP, TDP, dan NPWP yang masih berlaku (kecuali orang pribadi). b. Memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Asal dari Dokter Hewan berwenang daerah asal. c. Melampirkan Rekomendasi / Izin Pemasukan dari daerah penerima atau tujuan. d. Melampirkan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) e. Kecuali untuk Produk Hewan Pangan Telur dan keperluan konsumsi sendiri yang jumlahnya tidak melebihi 10 Kg maka persyaratan d tidak diperlukan

16 8. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN DISTRIBUTOR OBAT HEWAN Izin Distributor Obat Hewan Dinas Peternakan 1. UU. No. 6 Tahun 1967 tentang Seperti di bawah - dan Kesehatan Ketentuan-Ketentuan Pokok Hewan Provinsi Bali. Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2. UU. No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. 3. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 1977 tentang Penolakan, Pencegahan, pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan. 4. Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner. 5. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan. 6. SK. Mentan No Tahun 1999 tentang Pemasukan Anjing, Kucing, Kera dan sebangsanya ke Wilayah/Daerah bebas Rabies di Indonesia. 7. Perda Provinsi No. 2 Tahun 2003 tentang Pengeluaran Ternak Potong Sapi Bali. 8. Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2007 tentang perubahan atas Perda Provinsi Bali No. 9 Tahun 2001 tentang Biaya Pelayanan Administrasi.

17 9. Peraturan Gubernur Bali No. 44 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pemasukan dan Transit Unggas dari Luar Pulau Bali. 10. Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 1992 tentang Obat Hewan. 11. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 12. Peraturan Menteri Pertanian No. 4/Permentan/OT.140/12/2007, tentang Pengawasan Obat Hewan. PERSYARATAN IZIN DISTRIBUTOR OBAT HEWAN a. Mengajukan permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan melampirkan : SIUP, TDP, SITU dan NPWP b. Melampirkan Nama Produk. c. Melampirkan Surat Rekomendasi dari Dinas / Kantor yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan Kab./Kota. d. Memiliki Gudang Tempat penyimpanan obat hewan dan refrigerator yang memenuhi syarat (melalui pemeriksaan lapangan). e. Memiliki Tenaga Ahli (Dokter Hewan/Apoteker) sebagai penangung jawab teknis. f. Melampirkan Rekomendasi dari ASOHI Cabang Bali.

18 9. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN PERTUNJUKAN KESENIAN UNTUK PARIWISATA Izin Pertunjukan Kesenian Tim Pembina Keputusan Gubernur Bali Nomor 394 Seperti di bawah - 2 hari Untuk Pariwisata Tontonan Wisata Tahun 1997 tentang Pengaturan Kesenian Provinsi Bali Daerah di Provinsi Bali. Persyaratan : 1. Mengajukan surat permohonan Kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali bermaterai Rp.6.000,-. 2. Susunan Pengurus Sanggar/Sekehe. 3. Daftar Anggota Sanggar/Sekehe. 4. Foto copy Tanda Daftar Sekehe / Sanggar. 5. Foto copy KTP Ketua Sanggar / Sekehe. 6. Foto copy Sertifikat Pramana Patram Budaya yang masih berlaku.

19 10. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN LOKASI SHOOTING FILM / REKAMAN VIDEO DI DAERAH BALI BAPFIDA Provinsi Seperti di bawah - 7 hari Bali ( Tim Teknis ) Izin Lokasi Shooting Film / Rekaman Video di Daerah Bali Persyaratan : 1. Undang-Undang No. 8 Tahun 1992 tentang Perfilman 2. Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Usaha Perfilman 3. Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1994 tentang Lembaga Sensor Film. 4. Peraturan Pemerintah. No. 8 Tahun 1994 Tentang Badan Perfilman Nasional ( BP2N). 5. Keputusan Menbudpar RI No. KM. 62/PW.204/MXP/2004 tentang Pembuatan Film oleh Produser Asing di Indonesia 6. Keputusan Gubernur Bali No.216/04- B/HK/2005 tentang Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Badan Pembina Perfilman Daerah ( Bapfilda ) Bali A. Khusus Pembuatan Film / Rekaman Vidio Cerita ( Film Layar Lebar, Sinetron ) Produser film baik Produser Asing maupun Produser Indonesia, yang akan membuat film cerita di Daerah Bali, Badan Pembina Perfilman Daerah ( BAPFIDA) Bali akan membahas terlebih dahulu Skenario Film tersebut guna meluruskan jika ada adegan / dialog yang bertentangan dengan Agama, Adat Istiadat dan masyarakat Bali.

20 B. Produser Indonesia Produser yang menangani, dapat mengajukan Surat Permohonan Izin Lokasi Shooting Kepada Gubernur Bali melalui Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali, dengan melampirkan : 1. Foto Copi Izin Usaha Perfilman ( IUP ) / Producvtion House ( PH ) yang bersangkutan. 2. Foto Copi tanda pendaftaran pembuatan film seluid ( film bioskop) dan Tanda Pendaftaran Pendaftaran Pembuatan Film Rekaman Vidio yang dikeluarkan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata R.I. 3. Sinopsis / Strory Board bagi jenis Film / Rekaman Vidio non cerita ( Dokumenter, Iklan, Film Promosi ), dan untuk skenario film untuk film/rekaman vidio cerita. 4. Judul / mengenai film, jadwal dan tempat / obyek / sasaran shooting. 5. Nama-nama crew dan artis. C. Produser Asing. Produser yang menangani, dapat mengajukan Surat Permohonan Izin Lokasi Shooting Kepada Gubernur Bali melalui Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali, dengan melampirkan : 1. Surat Keterangan dari KBRI/Konsulat RI yang ada di Negara produser bersangkutan. 2. Surat Izin Produksi (SIP) dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI 3. Nama-nama Crew dan Artis, daftar riwayat hidup, foto copy visa dan pasport dari masing-masing crew yang dikeluarkan oleh KBRI di Negara Produser bersangkutan. 4. Jadwal Pelaksanaan Shooting dan tempat/obyek yang dijadikan sasaran shooting. 5. Judul/mengenai film/rekaman video yang akan dibuat. 6. Daftar peralatan shooting (list Equipment) 7. Bagi produser (Film Maker) Asing, dapat mebuat Surat Pernyataan sebagai berikut : - Mentaati segala ketentuan dan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. - Tidak menyimpang dari skript/sinopsis/skenario yang telah diajukan/ditentukan. - Bersedia menyerahkan 1 (satu) release copy film / rekaman video kepada Pemerintah Provinsi Bali sebagai dokumen daerah melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, selama pelaksanaan shooting dan bersedia menyertakan petugas dari Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dan Badan Pembina Perfilman Daerah (BAPFIDA) Bali, dari unsur Instansi terkait sebagai Pendamping. - Bersedia mengekspor kembali perlatan shooting ke negara yang bersangkutan setelah melakukan aktivitas pengambilan gambar/shooting di Bali.

21 11. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN EDAR FILM DI DAERAH BALI Izin Edar Film di Daerah Bali BAPFIDA Provinsi 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1992 Seperti di bawah hari Bali ( Tim Teknis ) tentang Perfilman. 2. Pearturan Pemerintah No. 6 Tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Usaha Perfilman. 3. Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1994 tentang Lembaga Sensor Film. 4. Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 1994 tentang Badan Perfilman Nasional (BP2N). 5. Keputusan Menbudpar RI Nomor KM/62/PW.204/MXP/2004 tentang Pembuatan Film olen Produser Asing di Indonesia. 6. Keputusan Gubernur Bali No. 216/04- B/HK/2005 tentang Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Badan Pembina Perfilman Daerah (BAPFIDA) Bali. Persyaratan : 1. Mengajukan Surat Permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan materai Rp ,- dengan melampirkan Judul film yang telah lulus sensor film dan daftar nama toko yang menyalurkan rekaman video dari perusahaan yang bersangkutan 2. Melampirkan daerah edar dan judul film yang akan dilegalisir.

22 12. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN USAHA SARANA USAHA WISATA TIRTA Jenis izin Izin Usaha Sarana Usaha Wisata Tirta Dinas Pariwisata Seperti di bawah - 14 Hari Provinsi Bali 1. Perda No. 7 Tahun 2007 tentang Usaha Penyediaan Sarana Wisata Tirta. 2. Keputusan Gubernur Bali No. 24 Tahun 2008 tentang Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Tirta 3. Perda Provinsi Bali No.8 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Perda Tk.I Bali No.11 Tahun 1986 tentang Penerimaan Sumbangan Pihak Ketiga Lampiran Persyaratan : 1. Mengajukan surat Permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan materai Rp 6.000,- 2. Salinan Akta Pendirian Perusahaan bagi Perusahaan yang berbentuk Badan Usaha yang maksud dan tujuannya bergerak dibidang Usaha Penyediaan Sarana Wisata Tirta dan Telah disyahkan oleh Menteri Hukum dan HAM. 3. Foto copy NPWP 4. Usulan Rencana Usaha. 5. Foto copy Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 6. Surat Tempat Ijin Usaha (SITU), HO Ijin Gangguan dari Pemda Kabupaten / Kota setempat. 7. Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup / Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup yang telah disyahkan oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Provinsi Bali. 8. Daftar Peralatan sebanyak 10 (sepuluh) set, beserta dokumen kelayakannya. 9. Daftar Dive Master dan atau Instruktur. 10. Dokumen Ketenaga Kerjaan.

23 13. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN USAHA BIRO PERJALANAN WISATA (BPW) Dinas Pariwisata Seperti di bawah - 14 Hari Provinsi Bali Izin Usaha Biro Perjalanan Wisata (BPW) 1. Keputusan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi Nomor : 10/PW.102/MPPT-93 tanggal 13 Januari 1993 tentang Ketentuan Usaha Biro Perjalanan Wisata dan Agen Perjalanan Wisata. 2. Perda Provinsi Bali No.8 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Perda Tk.I Bali No.11 Tahun 1986 tentang Penerimaan Sumbangan Pihak Ketiga Lampiran Persyaratan : 1. Mengajukan surat Permohonan Kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan materai Rp ,-. 2. Pas Photo pimpinan 4 x 6 cm sebanyak 2 (dua) lembar. 3. Foto copy KTP pimpinan. 4. Salinan Akta Pendirian Perusahaan (yang disyahkan oleh Menteri Hukum dan HAM). 5. Foto copy Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 6. Surat Tempat Ijin Usaha (SITU) dan Ijin Gangguan (HO) dari Pemda Kabupaten / Kota setempat 7. Melampirkan Surat Bukti Kepemilikan Kantor atau Surat Perjanjian Sewa menyewa minimal 5 (lima) tahun yang disyahkan oleh Notaris / Camat setempat bagi yang bersatatus sewa. 8. Daftar Riwayat Hidup Direksi. 9. Struktur Organisasi. 10. Denah Lokasi Kantor. 11. Paket Wisata Unggulan. 12. Paket Wisata Reguler. 13. Profil Perusahaan yang menyangkut aspek Pasar dan Pemasaran dan Aspek fisik (luas kantor minimal 30 M 2 ). 14. Surat Kuasa Mengurus Izin dan Surat Pernyataan Keabsahan Dokumen dari Direktur Perusahaan. 15. Ijin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA )

24 14. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN USAHA CABANG BIRO PERJALANAN WISATA Izin Usaha Cabang Biro Perjalanan Wisata Dinas Pariwisata Seperti di bawah - 14 Hari Provinsi Bali 1. Keputusan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi No. 10/PW.102/MPPT- 93 tanggal 13 Januari 1993 tentang Ketentuan Usaha Biro Perjalanan Wisata dan Agen Perjalanan Wisata. 2. Perda Provinsi Bali No.8 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Perda Tk.I Bali No.11 Tahun 1986 tentang Penerimaan Sumbangan Pihak Ketiga Lampiran Persyaratan : 1. Mengajukan surat Permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan materai Rp 6.000,- 2. Pas Photo pimpinan 4 x 6 cm sebanyak 2 (dua) lembar. 3. Foto copy KTP pimpinan. 4. Salinan Akta Pendirian Perusahaan Pembukaan Cabang 5. Poto copy Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 6. Surat Tempat Ijin Usaha (SITU) dan Ijin Gangguan (HO) dari Pemda Kabupaten / Kota setempat 7. Melampirkan Surat Bukti Kepemilikan Kantor atau Surat Perjanjian Sewa menyewa minimal 5 (lima) tahun yang disyahkan oleh Notaris / Camat setempat bagi yang bersatatus sewa. 8. Daftar Riwayat Hidup Direksi. 9. Struktur Organisasi. 10. Rekomendasi Pembukaan Cabang dari Pemerintah Penerbit Ijin di Pusat. 11. Rekomendasi Pembukaan Cabang dari Kantor Perusahaan Pusat. 12. Surat Kuasa mengurus perizinan. 13. Surat Pernyataan Keabsahan Dokumen 14. Profil Perusahaan yang menyangkut aspek Pasar dan Pemasaran dan Aspek fisik (luas kantor minimal 30 M 2 ). 15. Ijin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA )

25 15. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN AGEN PERJALANAN WISATA Izin Agen Perjalanan Wisata Dinas Pariwisata 1. Keputusan Menteri Pariwisata Pos dan Seperti di bawah Provinsi Bali Telekomunikasi No. 10/PW.102/MPPT- 93 tanggal 13 Januari 1993 tentang Ketentuan Usaha Biro Perjalanan Wisata dan Agen Perjalanan Wisata. 2. Perda Provinsi Bali No.8 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Perda Tk.I Bali No.11 Tahun 1986 tentang Penerimaan Sumbangan Pihak Ketiga Lampiran Persyaratan : 1. Mengajukan surat Permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan materai Rp 6.000,- 2. Pas Photo pimpinan 4 x 6 cm sebanyak 2 (dua) lembar. 3. Foto copy KTP pimpinan. 4. Salinan Akta Pendirian Perusahaan (yang disyahkan oleh Menteri Hukum dan HAM). 5. Poto copy Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 6. Surat Tempat Ijin Usaha (SITU) dan Ijin Gangguan (HO) dari Pemda Kabupaten / Kota setempat 7. Melampirkan Surat Bukti Kepemilikan Kantor atau Surat Perjanjian Sewa menyewa minimal 5 (lima) tahun yang disyahkan oleh Notaris / Camat setempat bagi yang bersatatus sewa. 8. Daftar Riwayat Hidup Direksi. 9. Struktur Organisasi. 10. Surat Kuasa mengurus perizinan. 11. Surat Pernyataan Keabsahan Dokumen

26 16. PROSEDUR TETAP / STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN BIRO PERJALANAN PARIWISATA LANJUT USIA (BPW LANSIA) Dinas Pariwisata Seperti di bawah Provinsi Bali Izin Biro Perjalanan Pariwisata Lanjut Usia (BPW Lansia) 1. Keputusan Menteri Pariwisata Seni dan Budaya No. 2 Kep.339/M-PSB/98 tentang Biro perjalanan Wisata Lanjut Usia. Lampiran Persyaratan : 1. Mengajukan surat Permohonan kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali dengan materai Rp 6.000,- 2. Pas Photo pimpinan 4 x 6 cm sebanyak 3 ( tiga ) lembar. 3. Foto copy KTP pimpinan. 4. Foto copi Izin Tetap Usaha BPW yang dimiliki sudah beroperasi minimal 3 ( tiga ) tahun / pengalaman kerja menangani Wisatawan Lansia. 5. Surat Tempat Ijin Usaha (SITU) dan Ijin Gangguan (HO) dari Pemda Kabupaten / Kota setempat 6. Laporan Perkembangan Usaha 3 (tiga) tahun terakhir (telah menjalankan inbound tour minimal dalam waktu 3 (tiga) tahun terakhir 7. Daftar Riwayat Hidup Karyawan yang berpengalaman dalam mengurus Wisatawan Lanjut Usia, diperkuat oleh pernyataan daftar pengalaman oleh pernyataan daftar pengalaman kerja yang dibuat diatas mataerai. 8. Surat pernyataan telah mempunyai mitra kerja di Negara asal wisatawan lanjut usia mancanegara ( dengan menyebutkan nama dan alamat mitra kerja ). 9. Rencana kerja minimal 3 tahun mendatang 10. Melampirkan Surat Bukti Kepemilikan Kantor atau Surat Perjanjian Sewa menyewa minimal 5 (lima) tahun yang disyahkan oleh Notaris / Camat setempat bagi yang bersatatus sewa. 11. Daftar Riwayat Hidup Direksi. 12. Struktur Organisasi. 13. Denah Lokasi Kantor. 14. Ijin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA ) 15. Surat Kuasa mengurus perizinan. 16. Surat Pernyataan Keabsahan Dokumen

TATA CARA/PROSEDUR PENERBITAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU PROVINSI BALI

TATA CARA/PROSEDUR PENERBITAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU PROVINSI BALI TATA CARA/PROSEDUR PENERBITAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU PROVINSI BALI 1. Izin Pemasukan/Pengeluaran Ternak Hewan I. PERSYARATAN PEMASUKAN 10.000,- 2 hari Pelayanan

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG PELIMPAHAN KEWENANGAN DIBIDANG PERIZINAN DAN NON PERIZINAN KEPADA KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PUBLIK (SPP) PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN TANAH DATAR

STANDAR PELAYANAN PUBLIK (SPP) PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN TANAH DATAR STANDAR PELAYANAN PUBLIK (SPP) PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN TANAH DATAR 1. IZIN GANGGUAN (HO) (Perbup No. 22 Tahun 2012) KRITERIA GANGGUAN Gangguan terhadap

Lebih terperinci

LAMPIRAN IX : PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR : 34 Tahun 2016 TANGGAL : 9 Agustus 2016 SOP BIDANG PETERNAKAN

LAMPIRAN IX : PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR : 34 Tahun 2016 TANGGAL : 9 Agustus 2016 SOP BIDANG PETERNAKAN LAMPIRAN IX : PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR : 34 Tahun 2016 TANGGAL : 9 Agustus 2016 SOP BIDANG PETERNAKAN KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU (KPPTSP) PROVINSI NTT 3. Peraturan

Lebih terperinci

JENIS IZIN DASAR HUKUM PERSYARATAN BIAYA WAKTU MASA BERLAKU

JENIS IZIN DASAR HUKUM PERSYARATAN BIAYA WAKTU MASA BERLAKU STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN BIDANG PENANAMAN MODAL, PERIZINAN DAN NON PERIZINAN PADA KANTOR PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN PESISIR SELATAN NO JENIS IZIN DASAR HUKUM

Lebih terperinci

CHECKLIST PERMOHONAN PERSETUJUAN PRINSIP

CHECKLIST PERMOHONAN PERSETUJUAN PRINSIP PERMOHONAN PERSETUJUAN PRINSIP 1 Investasi > Rp.10 milyar tidak termasuk tanah dan bangunan 2 Copy akte pendirian perusahaan 3 Copy KTP pemilik perusahaan 4 Copy NPWP 5 Mengisi Formulir Model Pm 1 Surabaya,

Lebih terperinci

Jangka waktu penyelesaian adalah 4 hari kerja, jika berkas lengkap. Izin Usaha Kecil Obat Tradisional (IUKOT)

Jangka waktu penyelesaian adalah 4 hari kerja, jika berkas lengkap. Izin Usaha Kecil Obat Tradisional (IUKOT) 1. Izin Usaha Kecil Obat Tradisional (IUKOT) Surat permohonan bermeterai Rp. 6.000,- ditujukan kepada Gubernur NTT Cq. Kepala KPPTSP Provinsi NTT dengan tembusan Kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi

Lebih terperinci

DASAR HUKUM, PERSYARATAN DAN MEKANISME PELAYANAN UMUM DI KANTOR PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN MALUKU TENGGARA

DASAR HUKUM, PERSYARATAN DAN MEKANISME PELAYANAN UMUM DI KANTOR PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN MALUKU TENGGARA LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI MALUKU TENGGARA NOMOR 13 TAHUN 2015 TANGGAL 1 SEPTEMBER 2015 DASAR HUKUM, PERSYARATAN DAN MEKANISME PELAYANAN UMUM DI KANTOR PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN MALUKU TENGGARA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING

PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN ( I M B )

IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN ( I M B ) IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN ( I M B ) A. IMB Reguler Persyaratan pengajuan masinh-masing rangkap 2 : 1. Surat permohonan 2 lembar, 1 Lembar diberi materai Rp. 6.000 2. Fotokopi KTP Pemohon 2 lembar 3. Fotokopi

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 26/Permentan/HK.140/4/2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 26/Permentan/HK.140/4/2015 TENTANG PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 26/Permentan/HK.140/4/2015 TENTANG SYARAT, TATA CARA DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMBERIAN REKOMENDASI TEKNIS IZIN USAHA DI BIDANG PERTANIAN DALAM

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.02/MEN/III/2008 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.02/MEN/III/2008 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.02/MEN/III/2008 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING MENTERI

Lebih terperinci

Penanggungjawab Perusahaan a) :... Nama :... Alamat Tempat Tinggal :... Nomor Telepon/Faksimile :... Nomor KTP/IMTA :...

Penanggungjawab Perusahaan a) :... Nama :... Alamat Tempat Tinggal :... Nomor Telepon/Faksimile :... Nomor KTP/IMTA :... LAMPIRAN III-A PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PERIZINAN DAN NONPERIZINAN PENANAMAN MODAL Bentuk formulir Izin Usaha/

Lebih terperinci

SOP PERIZINAN KEMENTERIAN PERDAGANGAN

SOP PERIZINAN KEMENTERIAN PERDAGANGAN SOP PERIZINAN KEMENTERIAN PERDAGANGAN Dasar hukum : Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96/M-DAG/PER/12/2014 tanggal 24 Desember 2014 No Jenis Perizinan Dasar Hukum SOP Persyaratan SLA (Hari) 1 Izin Usaha

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA CIREBON

LEMBARAN DAERAH KOTA CIREBON LEMBARAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 4 TAHUN 2008 SERI C PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PELAYANAN PERIJINAN DI BIDANG PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Penanggungjawab Perusahaan a) :... Nama :... Alamat Tempat Tinggal :... Nomor Telepon/Faksimile :... Nomor KTP/IMTA :...

Penanggungjawab Perusahaan a) :... Nama :... Alamat Tempat Tinggal :... Nomor Telepon/Faksimile :... Nomor KTP/IMTA :... LAMPIRAN III-A PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PERIZINAN DAN NONPERIZINAN PENANAMAN MODAL Bentuk formulir Izin Usaha/

Lebih terperinci

1. Nama Perusahaan. Alamat Lokasi Proyek/Pabrik. Alamat Tempat Tinggal Nomor Telepon/Faksimile Nomor KTP/IMTA

1. Nama Perusahaan. Alamat Lokasi Proyek/Pabrik. Alamat Tempat Tinggal Nomor Telepon/Faksimile Nomor KTP/IMTA LAMPIRAN III-A PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PERIZINAN DAN NONPERIZINAN PENANAMAN MODAL Bentuk formulir Izin Usaha/

Lebih terperinci

Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.KEP 20/MEN/III/2004 Tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing

Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.KEP 20/MEN/III/2004 Tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.KEP 20/MEN/III/2004 Tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 42 ayat (1) Undang-undang Nomor 13

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP- 20/MEN/III/2004 TENTANG TATA CARA MEMPEROLEH IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

Lebih terperinci

Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu

Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu VISI, MISI Visi : Mewujudkan pelayanan prima dalam mendorong investasi Misi : 1. Meningkatkan kenyamanan pelayanan 2. Meningkatkan penata usahaan administrasi

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PUBLIK GERAI PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SEKTOR KESEHATAN

STANDAR PELAYANAN PUBLIK GERAI PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SEKTOR KESEHATAN STANDAR PUBLIK GERAI PERIZINAN TERPADU SEKTOR KESEHATAN NO 1 2 3 4 5 6 IZIN 9 hari kerja Tdak dipungut 1 Surat Izin Bidan (SIB) Surat Izin Bidan (SIB) kepada Kepala Dinas Kesehatan Pemohon datang sendiri

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BKPM NO. 5 TAHUN 2013 JO. PERATURAN KEPALA BKPM NO. 12 TAHUN 2013

PERATURAN KEPALA BKPM NO. 5 TAHUN 2013 JO. PERATURAN KEPALA BKPM NO. 12 TAHUN 2013 PERATURAN KEPALA BKPM NO. 5 TAHUN 2013 JO. PERATURAN KEPALA BKPM NO. 12 TAHUN 2013 CHECK LIST IZIN USAHA BARU/ PERLUASAN/ ALIH STATUS/ PENGGABUNGAN *) *) pilih salah satu Menunjukan dokumen asli Fotokopi

Lebih terperinci

Satuan Kerja : Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian dan Perdagangan

Satuan Kerja : Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian dan Perdagangan Satuan Kerja : Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian dan Perdagangan Jenis Pelayanan : 1. Pembentukan Koperasi dan Pengesahan Akta Pendirian Koperasi No Komponen Uraian 1 Dasar Hukum 1 Undang-Undang Nomor

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 53/M-DAG/PER/12/2010??/M-DAG/PER/6/2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 53/M-DAG/PER/12/2010??/M-DAG/PER/6/2009 TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 53/M-DAG/PER/12/2010??/M-DAG/PER/6/2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 43/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG KETENTUAN PENGADAAN,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.12/MEN/2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.12/MEN/2009 TENTANG PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.12/MEN/2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.05/MEN/2008 TENTANG USAHA PERIKANAN TANGKAP DENGAN

Lebih terperinci

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 33/M-DAG/PER/8/2008 TENTANG PERUSAHAAN PERANTARA PERDAGANGAN PROPERTI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

Satuan Kerja : Kantor Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu

Satuan Kerja : Kantor Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satuan Kerja : Kantor Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Jenis Pelayanan : 1. Ijin Usaha Industri ( IUI ) NO KOMPONEN 1 Dasar Hukum 1 Undang - Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian 2 Undang

Lebih terperinci

3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republi

3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republi MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

SOP PERIZINAN KEMENTERIAN PARIWISATA

SOP PERIZINAN KEMENTERIAN PARIWISATA SOP PERIZINAN KEMENTERIAN PARIWISATA Dasar hukum : Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 2 Tahun 2014 tanggal 16 Desember 2014 No Jenis Perizinan Dasar Hukum SOP Persyaratan SLA ( 1 Pendaftaran usaha daya

Lebih terperinci

Prosedur Operasi Standar (Standard Operating Procedure)

Prosedur Operasi Standar (Standard Operating Procedure) Prosedur Operasi Standar (Standard Operating Procedure) Prosedur Oprasi Standar pelayanan Perizinan dan non Perizinan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri terdiri dari 2 (dua) mekanisme yaitu sebagai

Lebih terperinci

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR, PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PENGENDALIAN USAHA PERIKANAN

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR, PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PENGENDALIAN USAHA PERIKANAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PENGENDALIAN USAHA PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

Keterangan. Menunjukan dokumen asli. Fotokopi harus jelas dan mudah dibaca. Disusun sesuai urutan. Diberi Label

Keterangan. Menunjukan dokumen asli. Fotokopi harus jelas dan mudah dibaca. Disusun sesuai urutan. Diberi Label No. Kelengkapan Berkas Ada / Tidak 01. Formulir Izin Usaha dan resume data untuk proses penerbitan Izin Usaha 02. Permohonan ditandatangani oleh pimpinan perusahaan bermaterai cukup dan di cap perusahaan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 18/Permentan/OT.140/4/2009 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PEMBERIAN IZIN USAHA OBAT HEWAN

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 18/Permentan/OT.140/4/2009 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PEMBERIAN IZIN USAHA OBAT HEWAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 18/Permentan/OT.140/4/2009 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PEMBERIAN IZIN USAHA OBAT HEWAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN, Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14/PERMEN-KP/2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.04/MEN/2012 TENTANG OBAT IKAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

CHECKLIST KELENGKAPAN PERSYARATAN PERMOHONAN REKOMENDASI TEKNIS SURAT IZIN PENGEBORAN AIR TANAH (SIP)

CHECKLIST KELENGKAPAN PERSYARATAN PERMOHONAN REKOMENDASI TEKNIS SURAT IZIN PENGEBORAN AIR TANAH (SIP) KELENGKAPAN PERSYARATAN PERMOHONAN REKOMENDASI TEKNIS SURAT IZIN PENGEBORAN AIR TANAH (SIP) Surat permohonan Rekomendasi dari Bupati/Walikota, disertai lampiran : 1 Surat permohonan izin dari pemohon Peta

Lebih terperinci

NOMOR : KEP.44/MEN/2004 TENTANG PEDOMAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN/KOTA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN,

NOMOR : KEP.44/MEN/2004 TENTANG PEDOMAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN/KOTA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR : KEP.44/MEN/2004 TENTANG PEDOMAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN/KOTA Menimbang MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, : a. bahwa

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PUBLIK (SPP) PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN TANAH DATAR

STANDAR PELAYANAN PUBLIK (SPP) PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN TANAH DATAR STANDAR PELAYANAN PUBLIK (SPP) PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN TANAH DATAR 1. IZIN GANGGUAN (HO) (Perbup No. 22 Tahun 2012) KRITERIA GANGGUAN Gangguan terhadap

Lebih terperinci

PERATURAN PENGGUNAAN TKA

PERATURAN PENGGUNAAN TKA PERATURAN PENGGUNAAN TKA UNDANG-UNDANG NO 13 TAHUN 2003 DAN PERMEN NO : 07 TAHUN 2006 DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA DALAM NEGERI DEPNAKERTRANS R.I KEWAJIBAN PEMBERI KERJA YANG MEMPEKERJAKAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.148,2012 KEMENTERIAN PERTANIAN. Rekomendasi. Impor. Produk. Hortikultura. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 03/Permentan/OT.140/1/2012 TENTANG REKOMENDASI

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BUNGO

PEMERINTAH KABUPATEN BUNGO PEMERINTAH KABUPATEN BUNGO PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUNGO NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG IZIN USAHA HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BUNGO, Menimbang : a. bahwa dengan meningkatnya usaha kepariwisataan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 12/MEN/2007 TENTANG PERIZINAN USAHA PEMBUDIDAYAAN IKAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 12/MEN/2007 TENTANG PERIZINAN USAHA PEMBUDIDAYAAN IKAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 12/MEN/2007 TENTANG PERIZINAN USAHA PEMBUDIDAYAAN IKAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. 02 / MEN /III / 2008 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. 02 / MEN /III / 2008 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. 02 / MEN /III / 2008 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

Indonesia Tahun 1970 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2944); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan

Indonesia Tahun 1970 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2944); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 12/MEN/2007 TENTANG PERIZINAN USAHA PEMBUDIDAYAAN IKAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PUBLIK DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI JAWA TIMUR A. PENDAHULUAN Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi

STANDAR PELAYANAN PUBLIK DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI JAWA TIMUR A. PENDAHULUAN Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi STANDAR PELAYANAN PUBLIK DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI JAWA TIMUR A. PENDAHULUAN Energi dan Sumber Daya Mineral () Provinsi Jawa Timur dibentuk dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan

Lebih terperinci

Satuan Kerja : Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Satuan Kerja : Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Satuan Kerja : Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jenis Pelayanan : 1. Rekomendasi SIOP ( Surat Ijin Operasional Panti ) ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah No Komponen Uraian 1 Dasar Hukum 1

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 28 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 28 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 28 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG PELIMPAHAN KEWENANGAN PELAYANAN PERIZINAN DAN NONPERIZINAN KEPADA KANTOR PELAYANAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.02/MEN/III/2008 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.02/MEN/III/2008 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.02/MEN/III/2008 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

CHECKLIST PERMOHONAN SURAT IZIN USAHA PERUBAHAN

CHECKLIST PERMOHONAN SURAT IZIN USAHA PERUBAHAN PERMOHONAN SURAT IZIN USAHA PERUBAHAN 1 Laporan / permohonan ditandatangani diatas materai cukup oleh direksi perusahaan. 2 Surat Kuasa, jika pengurusannya tidak dilakukan oleh Direksi perusahaan 3 Rekaman

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 60/Permentan/OT.140/9/2012 TENTANG REKOMENDASI IMPOR PRODUK HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 60/Permentan/OT.140/9/2012 TENTANG REKOMENDASI IMPOR PRODUK HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 60/Permentan/OT.140/9/2012 TENTANG REKOMENDASI IMPOR PRODUK HORTIKULTURA Menimbang : a. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN, bahwa sebagai tindak lanjut

Lebih terperinci

NO. BIDANG JENIS IZIN / NON IZIN

NO. BIDANG JENIS IZIN / NON IZIN LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 22 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 67 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI

Lebih terperinci

PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN MINUMAN BERALKOHOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG,

PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN MINUMAN BERALKOHOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG, BUPATI SEMARANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN MINUMAN BERALKOHOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

PELAYANAN DI BIDANG PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

PELAYANAN DI BIDANG PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PELAYANAN DI BIDANG PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 1. PENDAFTARAN DAN PENGKARTUAN TERNAK Tata cara dan prosedur pelaksanaan Pendaftaran dan Pengkartuan Ternak diatur sebagai berikut : 1. Pendistribusian

Lebih terperinci

CHECKLIST PERMOHONAN SURAT IZIN USAHA PERIKANAN (SIUP)

CHECKLIST PERMOHONAN SURAT IZIN USAHA PERIKANAN (SIUP) PERMOHONAN SURAT IZIN USAHA PERIKANAN (SIUP) Perorangan : 1 Identitas Diri : fotocopy KTP (Domisili di Provinsi Jawa Timur) 5 Grosse Akte 6 Surat keterangan pengujian kapal perikanan 7 Rokomendasi teknis

Lebih terperinci

BUPATI ACEH TIMUR PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI ACEH TIMUR PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG BUPATI ACEH TIMUR PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG PELIMPAHAN KEWENANGAN PELAYANAN PERIZINAN DAN NONPERIZINAN KEPADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN ACEH TIMUR DENGAN

Lebih terperinci

dibuatkan tanda terima pendaftaran sedangkan permohonan yang kurang untuk diperbaiki atau dilengkapi 4 Permohonan yang sud- ah lengkap dan benar

dibuatkan tanda terima pendaftaran sedangkan permohonan yang kurang untuk diperbaiki atau dilengkapi 4 Permohonan yang sud- ah lengkap dan benar Jenis Ijin Dasar STANDAR PROSEDUR KRETERIA/ Masa No Hukum Biaya Waktu PERSYARATAN Berlaku 1 2 3 4 5 6 7 8 17 Ijin Toko 1 Peraturan Daerah Kabu- Rp. 100.000 14 Hari Kerja 1 Pemohon mengajukan 1 Foto Copy

Lebih terperinci

sebanyak 2 (dua) lembar

sebanyak 2 (dua) lembar sebanyak 2 (dua) lembar 6 Surat Ijin Kerja Radiografer Fotokopi SIR yang masih berlaku Fotokopi ijasah 2radiografer yang disahkan oleh pimpinan penyelenggara pendidikan 2radiografer Surat keterangan sehat

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 45/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG ANGKA PENGENAL IMPORTIR (API)

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 45/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG ANGKA PENGENAL IMPORTIR (API) PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 45/M-DAG/PER/9/2009 TENTANG ANGKA PENGENAL IMPORTIR (API) MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Angka Pengenal Importir (API)

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN,

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pasal 41 Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004

Lebih terperinci

CHEKLIST SYARAT PEMASANGAN REKLAME CHEKLIST SYARAT PENDIRIAN BURSA KERJA KHUSUS

CHEKLIST SYARAT PEMASANGAN REKLAME CHEKLIST SYARAT PENDIRIAN BURSA KERJA KHUSUS CHEKLIST SYARAT PEMASANGAN REKLAME 1 Surat keputusan sebelumnya (apabilaperpanjangan) 2 Copy KTP yang masihberlaku 3 Denah lokasi pemasangan (titikkoordinat) 4 Gambar konstruksi beserta detailnya CHEKLIST

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 381/Kpts/OT.140/10/2005 TENTANG PEDOMAN SERTIFIKASI KONTROL VETERINER UNIT USAHA PANGAN ASAL HEWAN

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 381/Kpts/OT.140/10/2005 TENTANG PEDOMAN SERTIFIKASI KONTROL VETERINER UNIT USAHA PANGAN ASAL HEWAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 381/Kpts/OT.140/10/2005 TENTANG PEDOMAN SERTIFIKASI KONTROL VETERINER UNIT USAHA PANGAN ASAL HEWAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN, Menimbang : a.

Lebih terperinci

WALIKOTA DENPASAR PERATURAN WALIKOTA DENPASAR NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG WEWENANG PENANDATANGANAN PERIJINAN PADA DINAS PERIJINAN PADA MASA TRANSISI

WALIKOTA DENPASAR PERATURAN WALIKOTA DENPASAR NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG WEWENANG PENANDATANGANAN PERIJINAN PADA DINAS PERIJINAN PADA MASA TRANSISI WALIKOTA DENPASAR PERATURAN WALIKOTA DENPASAR NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG WEWENANG PENANDATANGANAN PERIJINAN PADA DINAS PERIJINAN PADA MASA TRANSISI WALIKOTA DENPASAR, Menimbang : a. bahwa sebagai tindak

Lebih terperinci

SOP PERIZINAN KEMENTERIAN ESDM

SOP PERIZINAN KEMENTERIAN ESDM SOP PERIZINAN KEMENTERIAN ESDM Dasar hukum : Peraturan Menteri ESDM No. 35/2014 tanggal 19 Desember 2014 No Jenis Perizinan Dasar Hukum SOP Persyaratan SLA (hari) 1 Izin usaha penyediaan tenaga listrik

Lebih terperinci

SKPD Penanggungjawab : DINAS KESEHATAN DAERAH. PERSYARATAN sebagai lampiran :

SKPD Penanggungjawab : DINAS KESEHATAN DAERAH. PERSYARATAN sebagai lampiran : Jenis Perijinan : IJIN PELAYANAN KESEHATAN a. BP/RB/BKIA b. Pendirian / Penutupan Apotik c. Pedagang Eceran Obat d. Laboratoriun klinik e. Praktek Berkelompok Dokter Umum / Gigi / Spesialis f. Praktek

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PUBLIK

STANDAR PELAYANAN PUBLIK STANDAR PELAYANAN PUBLIK BIDANG PERIZINAN DAN NON PERIZINAN PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA MAGELANG BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU Alamat : Jl. Veteran No. 7 Telp./Fax. (0293) 314663, 361775

Lebih terperinci

PUSAT PELAYANAN INVESTASI TERPADU. Badan Koordinasi Penanaman Modal. Dokumen yang harus dilampirkan:

PUSAT PELAYANAN INVESTASI TERPADU. Badan Koordinasi Penanaman Modal. Dokumen yang harus dilampirkan: Dokumen yang harus dilampirkan: I. Permohonan Baru Dalam Rangka Dalam Negeri (PMDN) 1. Bukti diri pemohon : a. Rekaman Akta Pendirian perusahaan dan perubahannya untuk PT. BUMN/BUMD, CV, Fa, atau b. Rekaman

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10/M-DAG/PER/3/2006 TENTANG KETENTUAN DAN TATA CARA PENERBITAN SURAT IZIN USAHA PERWAKILAN PERUSAHAAN PERDAGANGAN ASING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

LAMPIRAN I: PENGUKURAN KINERJA TAHUN 2015

LAMPIRAN I: PENGUKURAN KINERJA TAHUN 2015 LAMPIRAN I: PENGUKURAN KINERJA TAHUN 2015 PROVINSI : NUSA TENGGARA TIMUR SKPD : KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU (KPPTSP ) PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 73/MPP/Kep/3/2000 TENTANG KETENTUAN KEGIATAN USAHA PENJUALAN BERJENJANG

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 73/MPP/Kep/3/2000 TENTANG KETENTUAN KEGIATAN USAHA PENJUALAN BERJENJANG KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 73/MPP/Kep/3/2000 TENTANG KETENTUAN KEGIATAN USAHA PENJUALAN BERJENJANG MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BKPM NO. 5 TAHUN 2013 CHECK LIST IZIN USAHA PERUBAHAN

PERATURAN KEPALA BKPM NO. 5 TAHUN 2013 CHECK LIST IZIN USAHA PERUBAHAN No. Kelengkapan Berkas Ada / Tidak 01. Formulir Perubahan dan resume data untuk proses penerbitan Izin Usaha 02. Permohonan ditandatangani oleh pimpinan perusahaan bermaterai cukup dan di cap perusahaan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49/PERMEN-KP/2014 TENTANG USAHA PEMBUDIDAYAAN IKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49/PERMEN-KP/2014 TENTANG USAHA PEMBUDIDAYAAN IKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49/PERMEN-KP/2014 TENTANG USAHA PEMBUDIDAYAAN IKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG

NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG M MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA I KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONES PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENERBITAN PERIZINAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10/M-DAG/PER/3/2006 TENTANG KETENTUAN DAN TATA CARA PENERBITAN SURAT IZIN USAHA PERWAKILAN PERUSAHAAN PERDAGANGAN ASING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Programing di Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Programing di Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1 Bidang pelaksanaan praktek Pada saat pelaksanaan kerja praktek penulis ditempatkan pada bagian Divisi Programing di Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan

Lebih terperinci

Perda No. 5 Tahun 2012 tentang Sumbangan Pihak Ketiga Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Perda No. 5 Tahun 2012 tentang Sumbangan Pihak Ketiga Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah A. IZIN NON USAHA I. IZIN PERUNTUKAN PENGGUNAAN TANAH ( IPPT ). IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN ( IMB ) Perda No. Tahun 0 tentang Sumbangan Pihak Ketiga Undang-Undang No. Tahun 00 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI,

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a. bahwa Pembangunan Kepariwisataan di Provinsi Bali

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2009 NOMOR 2 PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 2 TAHUN 2009 TENTANG HUBUNGAN KERJA ANTARA SKPD PEMBERI PERIJINAN DENGAN BADAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU KOTA SEMARANG

Lebih terperinci

DASAR HUKUM, PERSYARATAN DAN MEKANISME PELAYANAN UMUM DI BADAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KABUPATEN SRAGEN

DASAR HUKUM, PERSYARATAN DAN MEKANISME PELAYANAN UMUM DI BADAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KABUPATEN SRAGEN LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN UMUM DI BADAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KABUPATEN SRAGEN I. PELAYANAN PERIZINAN DASAR HUKUM,

Lebih terperinci

NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG

NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENERBITAN

Lebih terperinci

2016, No Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2015 tentang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2

2016, No Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2015 tentang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2 No.1052, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKUMHAM. Visa Kunjungan. Visa Tinggal Terbatas. Permohonan dan Pemberian. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01/PRT/M/2016 TENTANG TATA CARA PERIZINAN PENGUSAHAAN SUMBER DAYA AIR DAN PENGGUNAAN SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

WALIKOTA TEGAL PERATURAN WALIKOTA TEGAL NOMOR 2 TAHUN 2009 T E N T A N G

WALIKOTA TEGAL PERATURAN WALIKOTA TEGAL NOMOR 2 TAHUN 2009 T E N T A N G WALIKOTA TEGAL PERATURAN WALIKOTA TEGAL NOMOR 2 TAHUN 2009 T E N T A N G POLA DAN MEKANISME PELAYANAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA TEGAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP-204/MEN/1999 TAHUN 1999 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA KE LUAR NEGERI

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP-204/MEN/1999 TAHUN 1999 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA KE LUAR NEGERI rgs-mitra 1 of 18 KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP-204/MEN/1999 TAHUN 1999 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA KE LUAR NEGERI MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.07/MEN/IV/2008 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA MENTERI TENAGA KERJA

Lebih terperinci

KEPMEN NO. 228 TH 2003

KEPMEN NO. 228 TH 2003 KEPMEN NO. 228 TH 2003 KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 228 /MEN/2003 TENTANG TATA CARA PENGESAHAN RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING MENTERI TENAGA KERJA

Lebih terperinci

GUBERNUR SUMATERA UTARA

GUBERNUR SUMATERA UTARA GUBERNUR SUMATERA UTARA PERATURAN GUBERNUR SUMATERA UTARA NOMOR 37 TAHUN 2011 TENTANG PENDELEGASIAN KEWENANGAN PELAYANAN PERIJINAN KEPADA BADAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI SUMATERA UTARA DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BKPM NO. 5 TAHUN 2013 CHECK LIST IZIN USAHA PERUSAHAAN PERANTARA PEDAGANGAN PROPERTI (IUP4)

PERATURAN KEPALA BKPM NO. 5 TAHUN 2013 CHECK LIST IZIN USAHA PERUSAHAAN PERANTARA PEDAGANGAN PROPERTI (IUP4) No. Kelengkapan Berkas Ada / Tidak 01. Formulir Izin Usaha dan resume data untuk proses penerbitan Izin Usaha 02. Permohonan ditandatangani oleh pimpinan perusahaan bermaterai cukup dan cap perusahaan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG IZIN USAHA DAN PENDAFTARAN KEGIATAN INDUSTRI DAN PERDAGANGAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG IZIN USAHA DAN PENDAFTARAN KEGIATAN INDUSTRI DAN PERDAGANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG IZIN USAHA DAN PENDAFTARAN KEGIATAN INDUSTRI DAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LAMPUNG TIMUR, Menimbang : a.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA T E N T A N G KETENTUAN DAN TATA CARA PENERBITAN SURAT IZIN USAHA PENJUALAN LANGSUNG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA T E N T A N G KETENTUAN DAN TATA CARA PENERBITAN SURAT IZIN USAHA PENJUALAN LANGSUNG PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 13/M-DAG/PER/3/2006 T E N T A N G KETENTUAN DAN TATA CARA PENERBITAN SURAT IZIN USAHA PENJUALAN LANGSUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

PERSYARATAN PERMOHONAN BARU TANDA DAFTAR PERUSAHAAN (TDP)

PERSYARATAN PERMOHONAN BARU TANDA DAFTAR PERUSAHAAN (TDP) PERSYARATAN PERMOHONAN BARU TANDA DAFTAR PERUSAHAAN (TDP) A. PERUSAHAAN PERORANGAN (PO) 1. Surat Permohonan; 2. Foto Copy KTP Pemohon; 3. Fotocopy NPWP (Pelaku usaha yang melakukan usaha di daerah/cabang

Lebih terperinci

BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 9 TAHUN 2016

BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 9 TAHUN 2016 BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PELIMPAHAN KEWENANGAN PENGELOLAAN DAN PENANDATANGANAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN PADA BADAN PENANAMAN MODAL DAN

Lebih terperinci

3 Permohonan yang sud- 9 Lain-lain : permohonan yang ku- pengolahan ikan) mohon untuk diperbaiki. 4 Permohonan yang sud- ah lengkap dan benar

3 Permohonan yang sud- 9 Lain-lain : permohonan yang ku- pengolahan ikan) mohon untuk diperbaiki. 4 Permohonan yang sud- ah lengkap dan benar Jenis Ijin Dasar STANDAR PROSEDUR KRETERIA/ Masa No Hukum Biaya Waktu PERSYARATAN Berlaku 1 2 3 4 5 6 7 8 34 Ijin Usaha 1 Undang-undang Sumbangan 14 Hari Kerja 1 Pemohon mengajukan 1 Rencana Usaha 3 Tahun

Lebih terperinci

PERIJINAN DI BIDANG KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN DEMAK

PERIJINAN DI BIDANG KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN DEMAK PERIJINAN DI BIDANG KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN DEMAK 1. Surat Ijin Praktek (SIP) Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi b. Fotocopy STR dokter/dokter gigi yang diterbitkan dan dilegalisir

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PUBLIK (SPP) PENANAMAN MODAL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

STANDAR PELAYANAN PUBLIK (SPP) PENANAMAN MODAL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA STANDAR PELAYANAN PUBLIK (SPP) PENANAMAN MODAL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA WAKTU 1 Pendaftaran 1 Datang ke Gerai P2T 1. 11 Tahun 2009 tentang tata Cara Pelaksanaan, Pembinaan, dan Pelaporan Pelayanan

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BALI,

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BALI, GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BALI, Menimbang : a. bahwa Pembangunan Kepariwisataan di

Lebih terperinci

KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL NOMOR 12 TAHUN 2009

KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL NOMOR 12 TAHUN 2009 KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PERMOHONAN PENANAMAN MODAL DENGAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PERIZINAN DAN NONPERIZINAN PENANAMAN MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG PENGENDALIAN PEREDARAN "MINUMAN BERALKOHOL DI KALIMANTAN BARAT

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG PENGENDALIAN PEREDARAN MINUMAN BERALKOHOL DI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG PENGENDALIAN PEREDARAN "MINUMAN BERALKOHOL DI KALIMANTAN BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN BARAT, Menimbang

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 7 TAHUN : 2016 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BUPATI SERANG PERATURAN BUPATI SERANG NOMOR 50 TAHUN 2013 TENTANG PERPANJANGAN IZIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) DI KABUPATEN SERANG

BUPATI SERANG PERATURAN BUPATI SERANG NOMOR 50 TAHUN 2013 TENTANG PERPANJANGAN IZIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) DI KABUPATEN SERANG BUPATI SERANG PERATURAN BUPATI SERANG NOMOR 50 TAHUN 2013 TENTANG PERPANJANGAN IZIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA) DI KABUPATEN SERANG BUPATI SERANG, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci