Bambang Hermanto. Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan, ABSTRAK

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Bambang Hermanto. Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan, e-mail (hbambang7348@yahoo.co.id) ABSTRAK"

Transkripsi

1 ANALISIS FUNGSI PRODUKSI USAHA TANI PADI SAWAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) UNTUK PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN DELI SERDANG Bambang Hermanto Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan, ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi usaha tani padi sawah di Kabupaten Deli Serdang, serta mengkaji bagaimana pengaruh produksi usaha tani padi sawah terhadap PDRB Kabupaten Deli Serdang sektor pertanian, sub sektor tanaman bahan makanan. Sesuai dengan masalah penelitian, maka penelitian ini dikonsentrasikan pada daerah yang memiliki lahan untuk usaha tani padi sawah.populasi sampling secara acak (random) dan berdasarkan derajat keseragaman (degree of homegenity), maka sampel tersebut dianggap representatif terhadap populasi penelitian. Data yang diambil berupa data primer yang diperoleh dilapangan dan data sekunder dari intansi yang terkait. Metode penelitian ini menggunakan model fungsi Cobb Douglas, R Square, dan uji t. Rata-rata hasil produksi untuk lahan luas adalah sebesar 7,31 ton dengan rata-rata luas lahan sebesar 1,56 hektar, produktivitas adalah sebesar 46,8 kw/ha. Sedangkan hasil produksi untuk lahan sempit adalah sebesar 1,59 ton dengan rata-rata luas lahan sebesar 0,35 hektar, produktivitas adalah sebesar 45,8 kw/ha. Diperoleh nilai T hitung untuk variabel luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk anorganik, pestisida adalah sebagai berikut: 6,247; 1,073; 3,358; 1,410; 3,325; dan 0,512 sedangkan nilai T tebel untuk n = 90 pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) adalah 1,990. Penggunaan foktorfaktor produksi usaha tani padi sawah di Kabupaten Deli Serdang dapat dikatakan sudah efisien, dengan nilai elastisitas produksi sebesar 2,214 (increasing return to scale). Atau dengan kata lain, proporsi penambahan faktor-faktor produksi akan menghasilkan tambahan hasil produksi padi sawah yang proporsinya lebih besar. Pengaruh produksi usaha tani padi sawah terhadap PDRB di Kabupaten Deli Serdang menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan produksi usaha tani padi sawah terhadap PDRB, khususnya sektor Pertanian su sektor tanaman bahan makanan sebesar 12.56% Kata kunci : Hasil produksi,luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk organik, anorganik dan pestisida 1

2 1. Pendahuluan Perkembangan padi di Sumatera Utara sepuluh tahun terakhir mengembirakan. Karena rataan peningkatan produktifitas hanya 0,62% per tahun dan terjadinya penurunan luas areal panen. Keadaan ini mengkhawatirkan karena suatu saat nanti Sumatera Utara tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan padinya sendiri (Hasil Sembiring dan Moehar Daniel, 2003). Untuk ini diperlukan upayaupaya dalam mempertahankan swasembada pangan khususnya beras. Di Kabupaten Deli Serdang, salah satu sektor yang dominan berperan dalam pembangunan ekonomi adalah sektor pertanian. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2009 mencapai 4,08 persen. Sementara pada tahun 2010 sebesar 3,25 persen. Pertumbuhan tersebut didukung oleh hampir semua sector perekonomian di Deli Serdang, kecuali sector pertanian yang turun sebesar 0,63%. Penurunan sektor pertanian sebesar 0,63 persen ternyata berdampak pada penurunan laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Deli Serdang dari 4,08 persen pada tahun 2010 menjadi 3,25 persen pada tahun 2011 (Analisis Sektoral Perkembangan Ekonomi Kabupaten Deli Serdang tahun ). Kemudian pada tahun 2011, luas panen tanaman padi (padi sawah dan ladang) mengalami penurunan sebesar 14,55 persen dibanding tahun 2010 yaitu dari Ha menjadi Ha, produksi padi sawah dan ladang mengalami penurunan sebesar 4,62 persen dari 404,404 ton menjadi ton pada tahun 2011 (BPS Deli Serdang, 2011). Dalam Program Pembangunan Daerah (Propeda) Kabupaten Deli Serdang tahun , disebutkan bahwa permasalahan pembangunan pedesaan dari segi kondisi rumah tangga yang terjadi dewasa ini adalah (1) Banyaknya 2

3 penduduk Pedesaan yang kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar masyarakat dalam pengelolaan usaha pertanian, (2) Banyaknya keluarga yang menggantungkan pada cirri pertanian subsisten, (3) Banyaknya keluarga yang memiliki lahan marginal atau luas lahan yang makin menyempit. Pembangunan di sektor pertanian khususnya padi sawah merupakan komponen penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi daerah karena karakteristik wilayah yang agraris, ketersediaan tenaga kerja dan komposisi mata pencaharian masyarakatnya yang mayoritas adalah petani. Tulisan ini mencoba untuk menganalisis fungsi produksi usaha tani padi sawah dan pengaruhnya terhadap produk Domestik Bruto (PDRB) untuk pembangunan wilayah di Kabupaten Deli Serdang. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan : 1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor produksi ( luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk organik, pestisida ) terhadap hasil produksi padi sawah di Kabupaten Deli Serdang. 2. Untuk mengetahui pengaruh hasil produksi padi sawah terhadap PDRB untuk pengembangan wilayah di Kabupaten Deli Serdang. 2. Tinjauan Pustaka Usahatani merupakan kemampuan petani dalam mengorganisasikan dan mengkoordinir faktor-faktor produksi yang kurang mampu memanfaatkan benih, pupuk, luas lahan, tenaga kerja, dan pestisida akan memiliki tingkat pendapatan yang relative lebih rendah. Cerita klasik yang berkembang selama ini, yang 3

4 menyebabkan lambatnya proses peningkatan produksi dan pendapatan petani adalah kualitas suberdaya manusia (petani ), harga jual produk, harga sarana produksi dan modal ( Moehar, 2003). Pada umumya cirri ciri usaha tani yang ada di Indonesia; berlahan sempit, modal relatif kecil, tingkat pengetahuan yang rendah akan kurang dinamis sehingga mengakibatkan tingkat pendapatan usaha tani yang rendah (Soekartawi, 1985). Pembahasan aspek produksi tanaman pangan (padi sawah) adalah bagian dari proses produksi yang tercakup dalam variable input atau faktor factor produksi. Namun sebelum mengurangi factor produksi padi, maka ada baiknya terlebih dahulu menguraikan pengertian padi. Padi merupakan makanan pokok bagi sebagian besar pendudukindonesia. Tanaman padi merupakan tanaman semusim, termasuk golongan rumput rumputan. Tanaman padi dapat dibedakan dalam dua tipe, yaitu padi kering yang tumbuh di dataran tinggi dan padi sawah yang memerlukan air menggenang (Kansius, 1990). Dalam proses produksi ada hubungan fisik antara factor produksi dengan hasil produksi dan tujuanya adalah untuk menentukan kombinasi masukan produksi mana yang baik,kemudian sampai berapa besar masukan produksi tersebut berpengaruh terhadap produksi yang diperoleh itu disebut fungsi produksi yang secara sistematis dinyatakan sebagai berikut (budiono, 1993) : Y = f (X 1, X 2, X 3, X n ) Dimana : Y = Produk yang dihasilkan (dependent variable ) X 1, X 2, X 3, X n = Faktor faktor produksi yang dipakai untuk menghasilkan Y ( independent variable). 4

5 Lebih lanjut dikemukakan bahwa ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam penggunaan fungsi produksi tersebut, yaitu : 1. Tidak ada nilai pengamatan sama dengan nol, sebab logaritma dari bilangan nol adalah suatu bilangan yang illegal, besarnya tidak diketahui. 2. Tidak terdapat perbedaan teknologi pada setiap pengamatan. 3. Tiap variabel regresi (X 1 ) adalah berada pada perfect competitive market. 4. Variable variable di luar model tercakup dalam faktor kesalahan. Ada tiga macam fungsi produksi yaitu fungsi produksi linier, kuadratik, dan eksponensial (Cobb-Douglas). Fungsi produksi C0bb-Douglas ini merupakan fungsi produksi yang cukup baik digunakan dalam bidang pertanian dan industri dirumuskan sebagai berikut (Soekartawati, 1994) : b2 b2 bn Y = ax 1. X 2..X n Untuk pengaplikasian ordinary least square maka persamaan ini diubah menjadi bentuk linier berganda, dengan cara melogaritmakan persamaan tersebut seperti persamaan seperti persamaan berikut : Log Y = log a + b 1 logx 1 + b 2 logx b n logx n + e Dimana : Y = variable yang dijelaskan, X = variable yang menjelaskan, b = koefisien regresi, e = error/kesalahan, a = konstanta/intercept Keunggulan fungsi cob-douglas ini adalah pangkat dari fungsi atau koefisien β i (I = 1,2,3,, n) merupakan elastisitas produksi (Ep) yang dapat digunakan secara langsung dan penjumlahan dari koefisien dapat menduga bentuk skala uasaha (return to scale) atau tingkat efisiensi penggunaan faktor faktor produksi. Dengan skala usaha (return to scale) akan dapat diketahui apakah 5

6 kegiatan usaha tani yang diteliti dapat mengikuti kaidah increasing, constant atau decreasing return to scale, dimana (Budiono, 1993) : 1. Increasing return to scale, bila (b 1 + b b n ) > 1. Ini artinya bahwa proposi penambahan faktor faktor produksi akan menghasilkan tambahan hasil produksi yang proporsinya lebih besar. 2. Constant return to scale, bila (b 1 + b b n ) =1. Dalam keadaan demikian penambahan faktor faktor produksiakan proporsional dengan penambahan hasil produksi yang diperoleh. 3. Decreasing return to scale, bila (b 1 + b b n ) < 1 maka dapat diartikan bahwa proporsi penambahan faktor faktor produksi melebihi proporsi penambahan hasil produksi. Pengembangan Wilayah Pengembangan wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geogrfis beserta segenap unsure terkait padanya yang batas sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administrative dan atau aspek fungsional (UU RI No. 24 Tahun 1992 Tentang penataan ruang). Sedangkan pembangunan wilayah menurut Soekartawati (1994) adalah sebagai suatu pelaksaan pembangunan nasional di suatu wilayah yang disesuaikan dengan kemampuan fisik dan social serta menghormati peraturan perundang undangan yang berlaku. Dengan demikian pengembangan wilayah harus diupayakan pada usaha pembangunan nasional. Untuk wilayah pedesaan yang umumnya identik dengan petani dan kemiskinan, maka dibutuhkan pembangunan di sektor pertanian. Pembangunan 6

7 pertanian yang berhasil, jika terjadi pertumbuhan sektor pertanian yang tinggi dan sekaligus terjadi perubahan masyarakat tani yang cukup baik menjadi lebih baik (Soekartawi, 1994). Mencapai suatu tingkat pertumbuhun ekonomi (yang cukp tinggi), sedangkan pembangunan di bidang bidang lain harus mendukung pencapaian tujuan tersebut dan berada dalam tingkat prioritas yang lebih bawah. Dalam penyususnan strategi pembangunan kita mempunyai beberapa alternative pendekatan, antara lain adalah growth theory, rural development theory, agro first, basic needs, dan sebagainnya. Masing-masing pendekatan mengandung dalam dirinya cara berpikir, teori atau pola pemikiran tertentu dan ini mempengaruhi pilihan-pilihan kebijaksanaan tertentu pula. Misalnya growth theory, kecendrungan teori ini adalah pembangunan yang bertitik berat pada bidang ekonomi dan mengejar setinggi mungkin tingkat pertumbuhan, logikanya adalah bahwa ini dilakukan untuk membiayai pembangunan dalam bidang-bidang lain yang disadari penting bagi kehidupan. Hanya dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi di bidang ekonomi baru mungkin dilakukan tabungan dan reinvestasi ke bidang-bidang non ekonomi (Lincolin Arsyad, 1999). Hal tersebut dilandasi oleh pemikiran bahwa untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang tinggi dalam tempo yang relatif cepat, dibutuhkan investasi, teknologi dan keterampilan yang tinggi. Hal ini sesunggunya tidak dapat dipandang sebagai sesuatu yang sudah benar given, sebagaiman teori ekonomi pembangunan semula menganggapnya demikian. Yang ingin dikemukakan disini adalah bahwa suatu teori pembangunan yang fungsi terpentingnya adalah mengumengupas dan memecahkan persoalan 7

8 persoalan pembangunan merupakan suatu pola berpikir yang akan mempengaruhi suatu strategi pembangunan ( as policies and as a course of actions ) akan beranjak dari suatu teori pembangunan tertentu.seperti dalam desain diatas growth theory yang mempengaruhi pilihan-pilihan alternative bebijaksanaan yang dipandang paling tepat untuk mendorong dan/atau mempercepat pertumbuhan, sedangkan tujuan-tujuan yang lain dipandang lebih bawah, atau dipandang akan mrupakan efek sampingan dari padanya.teori,dengan demikian,merupakan peralatan penting bagi penyusunan suatu strategi;memberikan kerangka kebijaksanaan dan pilihan alternatif kebijaksanaan berdasarkan variable-variabel dominan didalam system teoritisnya.sebab itu,sebanyak teori pembangunan yang ada,sebanyak itu pula strategi pembangunan dapat disusun ( Todaro,2000 ). Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari keberhasilan program yang telah dilaksankan, khususnya dalam bidang ekonomi.pertumbuhan tersebut merupakan rangkuman laju pertumbuhan dari berbagai sektor ekonomi yang telah terjadi pada suatu periode ( Lincolin Arsyad, 1999 ). Salah satu data yang dapat digunakan sebagai indikator untuk perencanaan dan evaluasi hasil pembangunan regional adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Data PDRB ini dapat menunjukan tingkat perkembangan perekonomian daerah secara makro,agregatif dan sektoral. Ada dua metode yang dapat dipakai untuk menghitung PDRB, yaitu (BPS Deli Serdang,2003): 8

9 a) Metode Langsung Perhitungan didasarkan sepenuhnya pada data daerah yang sama sekali terpisah dari data nasional,sehingga hasil perhitungannya mencakup seluruh produk barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh daerah tersebut.pemakaian metode ini dapat dilakukan melalui tiga pendekatan. 1. Pendekatan Produksi PDRB merupakan jumlah nilai tambah Bruto (NTB) atau nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh unit-unit produksi didalam suatu wilayah / region dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. Sedangkan NTB diperoleh dari Nilai Produksi Bruto (NPB/Output) dikurangi seluruh biaya antara (biaya yang benar-benar habis dipakai dalam proses produksi yang dikeluarkan untuk meningkatkan output tersebut.ntb ini masih termasuk biaya penyusutan dan pajak tidak langsung netto yang merupakan bagian dari peran pemerintah dalam menentukan harga. 2. Pendekatan Pendapatan PDRB adalah jumlah seluruh balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi disuatu wilayah/region dalam jangka waktu tertentu,maka NTB adalah jumlah dari upah dan gaji, sewa tanah,bunga modal,dan keuntungan;semuanya sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak langsung lainnya.dalam pengertian PDRB ini dalamnya termasuk pula komponen penyusutan dan pajak tak langsung netto. Berbeda dengan pendekatan produksi, maka kita perlu mengumpulkan data dari faktorfaktor produksi yang dimiliki. 9

10 3. Pendekatan Pengeluaran PDRB adalah jumlah seluruh pengeluaran yang dilakukan untuk konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta nirbala, konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap domestik bruto, perubahan stok dan ekspor netto, didalam suatu wilayah / region dalam periode tertentu,biasanya satu tahun. Dengan metode ini, perhitungan NTB bertitik tolak pada penggunaan akhir dari barang dan jasa yang diproduksi. Seharusnya ketiga cara pendekatan akan diberikan angka yang sama,tetapi karena sumber data yang ada belum mempunyai system pembukuan yang baikdan tertib maka ketiga pendekatan sering menghasilkan perhitungan yang tidak sama. b) Metode tidak langsung / alokalasi Menghitung nilai tambah suatu kelompok ekonomi dengan mengalokasikan nilai tambah propinsi kedalam masing-masing kelompok kegiatan ekonomi pada ditingkat kabupaten/kota.sebagai alokator digunakan indikator yang paling besar pengaruhnya atau erat kaitanya dengan produktivitas kegiatan ekonomi tersebut. Pemakaian masing-masing metode pendekatan sangat tergantung pada data yang tersedia.pada kenyataannya,pemakaian kedua metode tersebut akan saling menunjang satu sama lain. karena metode langsung cenderung akan mendorong peningkatan kualitas data daerah, sedang metode tidak langsung akan merupakan koreksi dalam pembanding bagi data daerah.untuk sub sector pertanian yang mempunyai manajemen terpusat seperti listrik, telkom, bank dan pjka terpaksa mengunakan metode alokasi. 10

11 3. Metode Penelitian Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data sekunder diperoleh dari sumber-sumber seperti BPS, Dinas Pertanian, Lembaga- Lembaga Penelitian dan sumber-sumber lain yang sahih. Data primer diperoleh dengan observasi, wawancara dengan menggunakan questioner kepada responden terpilih dari desa-desa yang menjadi lokasi penelitian. a. Teknis Analisis Data Untuk permasalahan 1. Digunakan Model Fungsi Produksi Cobb-Douglas: Log Y = Log a + Log b 1 X 1 + Log b 2 X 2 + Log b 3 X 3 + Log b 4 X 4 + Log b 5 X 5 + Log b 6 X 6 + e Dimana: Y = Hasil Produksi Usahatani Padi Sawah (ton), X 1 = Luas Lahan (Ha), X 2 = tenaga Kerja (hkp), X 3 = Benih (Kg), X 4 = Pupuk Organik (Kg), X 5 = Pupuk Anorganik (Kg), X 6 = Pestisida (Liter), a = intercept/konstanta, b = koefisien regresi. Pengaruh hasil produksi usahatani pada sawah terhadap PDRB untuk pengembangan wilayah di Kabupaten Deli Serdang digunakan rumus Regresi Linier Sederhana sebagai berikut: Y = a + b 1 X 1 + e Dimana: Y = PDRB Kabupaten Deli Serdang (jutaan rupiah) X = Hasil Produksi Padi Sawah (ton) 11

12 4. Hasil Penelitian Analisis faktor produksi ini dilakukan terhadap 90 responden, dimana 65 responden pada lahan luas (luas lahan > 0,5 ha) dan 25 responden pada lahan sempit (luas lahan 0,5 ha) yang mempunyai usaha padi sawah. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variable dependen yaitu hasil produksi usaha tani padi sawah, dan variabel independen yaitu luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk organik, dan pestisida. Dari hasil observasi diperoleh bahwa rata-rata hasil produksi untuk lahan luas adalah sebesar 7,31 ton dengan rata-rata luas lahan sebesar 1,56 hektar. Sedangkan hasil produksi untuk lahan sempit adalah sebesar 1,59 ton dengan ratarata luas lahan sebesar 0,35 hektar. Produksi rata-rata perhektar untuk lahan luas adalah sebesar 4,68 ton/ha, sedangkan untuk lahan sempit adalah sebesar 4,58 ton/ha. Model fungsi produksi Cobb-Douglas digunakan untuk mengetahui factorfaktor produksi yang mempengaruhi produksi usaha tani padi sawah, sebagai berikut: Y = a LL β1 TK β2 BHN β3 PKO β4 PKAN β5 PEST β6 Dimana: Y = Hasil Produksi Usaha Padi Sawah (ton), LL = Luas Lahan (ha), TK = Tenaga Kerja (hkp), BNH = Benih (kg), PKO = Pupuk Organik (kg), PKAN = Pupuk Anorganik (kg), PEST = Pestisida (liter), a = Konstata, β 1 - β 6 = Koefisien elastisitas 12

13 Hasil pendugaan parameter fungsi produksi usaha tani padi sawah yang diolah dengan menggunakan program SPSS for Windows 18.0, adalah sebagai berikut: Log Y = 0, ,042 log LL + 5,887E-02 log TK+2,474E-02 log BNH + 5,442E-03 log PKO + 7,065E-03 log PKAN + 7,582E-02log PEST Hasil perlindungan parameter fungsi produksi usaha tani padi sawah tersebut masih dalam bentuk double log, sehingga untuk menganalisis hasil pendugaan parameter tersebut, terlebih dahulu hasil pendugaan tersebut ditranspormasikan kedalam bentuk awalnya, sebagai berikut: Y = 0,128 LL 2,042 TK 5,887E-02 BHN 2,47E-02 POK 5,442E-03 PKAN 7,065E- 03 PEST 7,582E-02 (0,262); (6,247); (1,073); (3,358); (1,401); (3,325); (0,512) Interprestasi hasil olah data dijelaskan sebagai berikut: 1. R kuardat (R) Nilai R square ( R ) digunakan untuk melihat kemampuan model dalam mejelaskan variabel independen terhadap variabel dependen dari model yang dibangun. Dari hasil olah data diperoleh R = 0,775 ini berarti keragaman variabel dependen (hasil produksi usaha tani padi sawah) dapat dijelaskan oleh variabel independen (luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk organik, pupuk anorganik, pestisida) sebesar 78% (pembulatan) dan selebihnya sebesar 22% dipengaruhi oleh faktor lain selain fakto-faktor independen tersebut. 13

14 2. Uji t Uji t dimaksudkan untuk menguji signifikasi parameter atau koefesien regresi secara parsial (individu). Dari hasil olah data dieroleh nilai T hitung untuk variabel luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk anorganik, pestisida adalah sebagai berikut: 6,247; 1,073;,358; 1,410; 3,325; dan 0,512 sedangkan nilai T tebel untuk n = 90 pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) adalah 1,990. Maka dapat disimpulkan: a) Luas Lahan Pada taraf signifikansi 5%, nilai t tabel = 1,990. Karena nilai t hitung > t tabel (6,247 > 1,990), maka dapat disimpulkan tidak dapat menerima H o. Artinya luas lahan berpengaruh secara signifikan terhadap hasil produksi usaha tani padi sawah. b) Tenag kerja Pada taraf signifikansi 5%, maka t tabel = 1,990. Karena nilai t hitung < t tabel (1,073 < 1,990), maka dapat disimpulkan, tidak dapat menolak H o. artinya tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi usaha tani padi sawah. c) Benih Pada taraf signifikansi 5%, nilai t tabel = 1,990. Karena nilai t hitung < t tabel (3,358 > 1,990), maka dapat disimpulakan tidak dapat menerima H o. Artinya benih berpengaruh secara signifikan terhadap hasil produksi usaha tani padi sawah. Pemakaian benih yang dianjurkan oleh BPTP Sumatra Utara untuk daerah Deli Serdang adalah sebanyak kg/ha (hasil wawancara, TM.Gurning, 2005). 14

15 d) Pupuk Organik Pada taraf signifikansi 5%, nilai t tabel = 1,990. Karena nilai t hitung < t tabel (1,410 < 1,990), maka dapat disimpulkan tidak dapat menolak H 0. Artinya pupuk organic tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi usaha tani padi sawah. e) Pupuk Anorganik Pada taraf siginikansi 5%, nilai t tabel = 1,990. Karena nilai t hitung > t tabel ( 3,325 > 1,990), maka dapat disimpulakan tidak dapat menerima H 0. Artinya pupuk anorganik berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi usaha tani padi sawah. f) Pestisida Pada taraf siginikansi 5%, nilai t tabel = 1,990. Karena nilai t hitung < t tabel ( 0,512 < 1,990), maka dapat disimpulakan tidak dapat menerima H 0. Artinya pestisida tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi usaha tani padi sawah. 3. Pengujian Model Secara Keseluruhan (uji-f) Uji-F ini dilakukan untuk melihat pengaruh variabel-variabel indepeden (luas lahan, tenaga keja, benih, pupuk organic, pupuk anorganik, pestisida) secara keseluruhan terhadap variabel dependen (hasil produksi usaha tani padi sawah). Pengujian ini dengan membandingkan nilai F-hitung dengan F-tabel. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai F hitung (dalam tabel ANOVA lampiran 2) adalah sebesar 47,537. Hal ini membuktikan bahwa nilai F hitung (47,537) > F tabel (2,215) pada α = 5% atau signifikan pada tingkat keyakinan 95%. Dengan demikian, luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk organic, 15

16 pupuk anorganik, pestisida, atau variabel bebas secara serentak berpengaruh nyata terhadap hasil produksi usaha tani padi sawah (variabel terikat), pada tingkat keyakinan 95%. 4. Test Orde Kedua Usaha Tani 1. Uji Autokorelasi Dari hasil perhitungan SPSS for windows diperoleh bahwa DW hitung = 1,204. Menurut Santoso (2002;219), secara umum bisa diambil patokan: Angka D-W dibawah -2 berarti ada autokorelasi positif. Angka D-W di antara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi Angka D-W di atas +2 berarti ada autokorelasi negative Berdasarkan hasil perhitungan tersebut angka D-W berada diantara -2 sampai +2. Dengan demikian dapat disimpulakn H 0 ditolak, atau dengan kata lain tidak ada autokorelasi. 2. Uji Multicoliniearity Hasil estimasi model regresi linier yang baik adalah apabila model tersebut tidak terdapat multikolinieriti, terjadi adanya hubungan yang kuat diantara variabel explanatory. Menurut Santoso (2000:7), korelasi di bawah 0,50 (koefisien korelasi antara variabel independen harus lemah), bebas dari multikolinieriti. Koefisien Korelasi hasil pehitungan SPSS for windows 18.0, terlihat semua angka korelasi antara variebel independen jauh di bawah 0,5. Hal ini menunjukkan tidak adanya problemmultikolinaeriti dalam model regresi. Atau dengan kata lain, model estimasi bebas dari multikolinieriti. 16

17 3. Uji Heterokendastisitas Heterokendastisitas muncul apabila kesalahan (residual) dari model yang diamati tidak memiliki variance yang konstan dari satu observasi ke observasi yang lainnya. Untuk mendektesi da tidaknya masalah Heterokendastisitas pada suatu model dapat dilakukan dengan scatterplot antara nilai residual variabel bebas dengan variabel independen 5. Pembahasan Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diatas terlihat bahwa faktor-faktor produksi yang berpengaruh signifikan adalah luas lahan, benih, dan pupuk anorganic. Pengaruh luas lahan berasarkan hasil peduga parameter dapat diketahui bahwa koefisien elastisitas terhadap produksi usaha tani padi sawah mempunyai tanda positif. Nilai koefisien regresi luas lahan terhadap produksi usaha tani padi sawah adalah sebesar 2,042; artinya, bila luas lahan bertambah 1 ha, dengan asumsi variabel lain bersifat konstan, maka produksi usaha tani padi sawah akan bertambah sebesar 1 2,042. Selama sepuluh tahun terakhir telah terjadi pelandaian produktivitas (leveling off) padi sawah ditingkat regional maupun nasional. Upaya mempertahankan swasembada pangan khususnya beras, yang telah dicapai pada tahun 1984 terus dilakukan pemerintah guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Beberapa tahun terakhir, menurut Sarasutha et al (dalam Helmi dan Hasil, 2002), bahwa upaya tersebut mendapat tantangan berupa : (1) gejala pelandaian produksi (leveling off) bahkan produksi padi sawah secara nasional cenderung menurun, (2) konversi lahan-lahan subur menjadi lokasi industry, perumahan dan jalan, (3) konversi usaha tani padi menjadi usaha tani lainnya yang lebih menguntungkan, (4) pengaruh iklim yang tidak menentu, dan (5) krisis 17

18 moneter dan ekonomi yang berkepanjangan sehingga menyebabkan terpuruknya perekonomian Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 (Helmi dan Hasil, 2002) Pengaruh tenaga kerja berdasrkan hasil penduga parameter dapt deketahui bahwa koefisien elastisitas terhadap produksi usaha tani padi sawah mempunyai tanda positif. Nilai koefisien regresi tenaga kerja terhadap produksi usaha tani padi sawah adalah sebesar 5,887E-02, yang artinya bila tenaga kerja bertambah 1 hkp, dengan asumsi variabel lain bersifat konstan, maka produksi usaha tani padi sawah akan bartambah sebesar 1 5,887E-02. Nilai koefisien benih terhadap produksi usaha tani padi sawah adalah sebesar 2,474E-02, yang artinya bila benih bertambah 1 kg, dengan asumsi variabel lain bersifat konstan, maka produksi usaha tani padi sawah akan bertambah sabesar 1 2,474E-02. Penelitian yang akan dilakukan oleh hasil Sembiring dan Moehar Daniel (2002) mengemukakan bahwa penurunan produksi padi di Sumtra Utara terutama disebabkan antara lain oleh penurunan produktivitas yang diakibatkan antara lain oleh penggunaan benih yang tidak bersertifikasi dan penggunaan input terutama pupuk dan pestisida yang tidak sesuai dengan anjuran kenyataan ini membuktikan bahwa masih lemahnya tingkat pemahaman petani untuk menggunakan benih yang sudah mendapat sertifikasi dari dinas terkait. Nilai koefisien regresi pupuk organic terhadap produksi usaha tani padi sawah adalah sebesar 5,442E-03, yang artinya bila pupuk anorganik bertambah sebanyak 1 kg, dengan asumsi variabel lain bersifat konstan, maka produksi usaha tani padi sawah akan bertambah sabesar 1 5,442E-03. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa pupuk organic dalam fungsi produksi tidak signifikan berpengaruh terhadap produksi usaha tani padi sawah. Pemberian bahn organic/bukan telah 18

19 direkomendasikan Badan Litbang Pertanian 2t/ha. Bahan organic mamperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah serta menambah daya menahan air tanah(mufran et al., 1995 dalam Helmi dan Hasil Sembiring, 2002) Nilai koefisien regresi Pupuk anorganik terhadap produksi usaha tani padi sawah adalah sebesar 7,065E-03, yang artinya bila pupuk anorganik bertambah sebanyak 1 kg, dengan asumsi variabel lain bersifat konstan, maka produksi usaha tani padi sawah akan bertambah sebesar 1 7,065E-03. Agar pertumbuhan dan produktivitas tanaman optimal, semua unsure esensial harus berada dalam bentuk yang tersedia bagi tanaman. Nitrogen, fosfat, kalium dan seng merupakan unsure hara yang umum diberikan pada tanaman padi (Didi dan Abdurachman, 2001). Nilai koefisien regresi pestisida terhadap produksi usaha tani padi sawah adalah sebesar 7,582E-02, yang artinya bila pestisida bertambah 1 liter, dengan asumsi variabel lain bersifat konstan,maka produksi usaha tani padi sawah akan bertambah sebesar 1 7,582E-02 ton. Penentuan tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi uasha tani padi sawah dilakukan dengan cara menjumlah kan elastisitas masing-masing variabel, yaitu: e = 2, , , , , ,0076 e = 2,214 e > 1 dengan demikian, penggunaan faktor-faktor produksi usaha tani padi sawah di Kabupaten Deli Serdang dapat dikatakan sudah efisien. Untuk melihat pengaruh produksi usaha tani padi sawah terhadap PDRB digunakan model regresi sederhana, yaitu: Y = β 0 + β 1 X + µ Dimana: Y = PDRB Kabupaten Deli Serdang (jutaan rupiah) X = Hasil Produksi Padi Sawah (ton) 19

20 Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS for windows 18.0, diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = ,746X (-3,121) (5,457) 6. Kesimpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan pada bab terdahulu, maka pada bagian ini diambil beberapa kesimpulan atas penelitian yang telah dilakukan sebagai berikut: 1. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata hasil produksi untuk lahan luas adalah sebesar 7,31 ton dengan rata-rata luas lahan sebesar 1,56 hektar, produktivitas adalah sebesar 46,8 kw/ha. Sedangkan hasil produksi untuk lahan sempit adalah sebesar 1,59 ton dengan rata-rata luas lahan sebesar 0,35 hektar, produktivitas adalah sebesar 45,8 kw/ha. 2. Dari hasil olah data dieroleh nilai T hitung untuk variabel luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk anorganik, pestisida adalah sebagai berikut: 6,247; 1,073; 3,358; 1,410; 3,325; dan 0,512 sedangkan nilai T tebel untuk n = 90 pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) adalah 1, Penggunaan foktor-faktor produksi usaha tani padi sawah di Kabupaten Deli Serdang dapat dikatakan sudah efisien, dengan nilai elastisitas produksi sebesar 2,214 (increasing return to scale). Atau dengan kata lain, proporsi penambahan faktor-faktor produksi akan menghasilkan tambahan hasil produksi padi sawah yang proporsinya lebih besar. 20

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi dalam hal ini

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi dalam hal ini BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Teori dan Fungsi Produksi Produksi sering diartikan sebagai penciptaan guna, yaitu kemampuan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi dalam hal ini mencakup

Lebih terperinci

ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Jurnal Ilmiah AgrIBA No2 Edisi September Tahun 2014 ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Oleh : Siska Alfiati Dosen PNSD dpk STIPER Sriwigama Palembang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Teori dan Fungsi Produksi Produksi sering diartikan sebagai penciptaan guna, yaitu kemampuan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.produksi dalam hal ini mencakup

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH TENAGA KERJA DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA SURAKARTA TAHUN 1991-2011

ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH TENAGA KERJA DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA SURAKARTA TAHUN 1991-2011 ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH TENAGA KERJA DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA SURAKARTA TAHUN 1991-2011 ARTIKEL PUBLIKASI Disusun Oleh : SULISTIYANTO DHANANG

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil uji itas dan Reliabilitas Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi syarat-syarat alat ukur yang baik, sehingga mengahasilkan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 21 Pengertian Regresi Linier Pengertian regresi secara umum adalah sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran variabel. variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran variabel. variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran variabel Definisi operasional adalah definisi yang diberikan kepada suatu variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Instrumen Data Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur yang dipergunakan untuk mengukur apa yang diukur. Adapun caranya adalah dengan mengkorelasikan antara

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Karakteristik Responden Penelitian Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. Tbk Divisi Acess Makassar sebanyak 50 orang terpilih berdasarkan populasinya.

Lebih terperinci

ANALISIS EFISIENSI, SKALA DAN ELASTISITAS PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN COBB-DOUGLAS DAN REGRESI BERGANDA

ANALISIS EFISIENSI, SKALA DAN ELASTISITAS PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN COBB-DOUGLAS DAN REGRESI BERGANDA ANALISIS EFISIENSI, SKALA DAN ELASTISITAS PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN COBB-DOUGLAS DAN REGRESI BERGANDA Yuliastuti Ramadhani Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND,

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE Di Daerah Sanan, Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing, Kodya Malang Jawa Timur

Lebih terperinci

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH A. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah 1. Kondisi Ekonomi Daerah Tahun 2011 dan Perkiraan Tahun 2012 Kondisi makro ekonomi Kabupaten Kebumen Tahun

Lebih terperinci

KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA

KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA 1. Pendahuluan Istilah "regresi" pertama kali diperkenalkan oleh Sir Francis Galton pada tahun 1886. Galton menemukan adanya tendensi bahwa orang tua yang memiliki

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan 14 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Negeri 1 Ngawen Kabupaten Gunungkidul.. Waktu Penelitian Aktivitas penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Arikunto (2010:162), objek merupakan variabel penelitian. Objek penelitian terdiri dari objek variabel dan objek lokasi. Objek variabel dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data 3.1.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kuantitatif, karena data yang diperoleh nantinya berupa angka. Dari angka

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Konseptual Menurut teori teori yang di uraikan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Belanja Daerah tahun sekarang pada kabupaten/kota di propinsi Sumatera Utara

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Belanja Daerah tahun sekarang pada kabupaten/kota di propinsi Sumatera Utara 42 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menganalisis pengaruh DAU dan PAD tahun lalu terhadap Belanja Daerah tahun sekarang pada kabupaten/kota di propinsi Sumatera Utara tahun 2006 2008. Alat analisis

Lebih terperinci

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0 Disusun oleh: Andryan Setyadharma FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010 1. MENGAPA UJI ASUMSI KLASIK PENTING? Model regresi linier berganda (multiple regression)

Lebih terperinci

MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA

MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA Tujuan Praktikum: Membantu mahasiswa memahami materi Pegambilan keputusan dari suatu kasus dengan menggunakan kaidah dan persamaan I. Pendahuluan Di dalam analisa ekonomi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research),

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research), 45 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research), menurut Majchrzak yang dikutip dari Riduwan (2007) penelitian kebijakan adalah

Lebih terperinci

PERBANDINGAN ANALISIS VARIANSI DENGAN ANALISIS KOVARIANSI DALAM RANCANGAN PETAK-PETAK TERBAGI PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK DENGAN DATA HILANG

PERBANDINGAN ANALISIS VARIANSI DENGAN ANALISIS KOVARIANSI DALAM RANCANGAN PETAK-PETAK TERBAGI PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK DENGAN DATA HILANG PERBANDINGAN ANALISIS VARIANSI DENGAN ANALISIS KOVARIANSI DALAM RANCANGAN PETAKPETAK TERBAGI PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK DENGAN DATA HILANG Sri Wahyuningsih R 1, Anisa 2, Raupong ABSTRAK Analisis variansi

Lebih terperinci

! "#$"# "%& '(&) *)+ )"$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4

! #$# %& '(&) *)+ )$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4 BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanatori, yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh tingkat kecerdasan emosi dan sikap pada budaya organisasi

Lebih terperinci

ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA MOPUYA UTARA KECAMATAN DUMOGA UTARA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA MOPUYA UTARA KECAMATAN DUMOGA UTARA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi pada...(benu Olfie L. Suzana, Joachim N.K. Dumais, Sudarti) ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA MOPUYA UTARA KECAMATAN

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Yang menjadi obyek dalam peneitian ini adalah Bait Maal Wa Tamwil (BMT Ikhlasul Amal Indramayu). Penelitian ini dilakukan di BMT Ikhlasul Amal Indramayu

Lebih terperinci

PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan

PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan besarnya pengaruh

Lebih terperinci

ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN JANGKA PANJANG

ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN JANGKA PANJANG ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN JANGKA PANJANG K E M E N T E R I A N P E R E N C A N A A N P E M B A N G U N A N N A S I O N A L / B A D A N P E R E N C A N A A N P E M B A N G U N A N N A S I O N A L ( B A

Lebih terperinci

APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS. HENDRY admin teorionline.net Phone : 021-834 14694 / email : klik.statistik@gmail.com

APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS. HENDRY admin teorionline.net Phone : 021-834 14694 / email : klik.statistik@gmail.com APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS HENDRY admin teorionline.net Phone : 02-834 4694 / email : klik.statistik@gmail.com Tentang Regresi Sederhana Analisis regresi merupakan salah satu teknik analisis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.1 Sedangkan penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian atas Pengukuran profitabilitas perusahaan ini adalah jenis penelitian

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian atas Pengukuran profitabilitas perusahaan ini adalah jenis penelitian BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Jenis dan Ruang Lingkup Penelitian Penelitian atas Pengukuran profitabilitas perusahaan ini adalah jenis penelitian komparatif yakni penelitian yang dilakukan dengan maksud

Lebih terperinci

STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN

STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN (Studi Korelasional Pengaruh Strategi Komunikasi Tim Penggerak PKK Pokja IV Terhadap Tingkat Kesadaran Masyarakat Mengenai Kesehatan di Kelurahan Dendang

Lebih terperinci

PERHITUNGAN HARGA SEWA DAN SEWA-BELI RUMAH SUSUN SEDERHANA SERTA DAYA BELI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH DI DKI JAKARTA

PERHITUNGAN HARGA SEWA DAN SEWA-BELI RUMAH SUSUN SEDERHANA SERTA DAYA BELI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH DI DKI JAKARTA PERHITUNGAN HARGA SEWA DAN SEWA-BELI RUMAH SUSUN SEDERHANA SERTA DAYA BELI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH DI DKI JAKARTA Jenis : Tugas Akhir Tahun : 2008 Penulis : Soly Iman Santoso Pembimbing : Ir. Haryo

Lebih terperinci

Dana Alokasi Umum (DAU) adalah alokasi (transfer)

Dana Alokasi Umum (DAU) adalah alokasi (transfer) RUMUS PERHITUNGAN DANA ALOKASI ASI UMUM I. PRINSIP DASAR Dana Alokasi Umum (DAU) adalah alokasi (transfer) pusat kepada daerah otonom dalam bentuk blok. Artinya, penggunaan dari DAU ditetapkan sendiri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. administrasi pemerintah, membangun dan memperbaiki struktur, dana (penerimaan) untuk membiayai seluruh pengeluaran yaitu

BAB I PENDAHULUAN. administrasi pemerintah, membangun dan memperbaiki struktur, dana (penerimaan) untuk membiayai seluruh pengeluaran yaitu 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam setiap perekonomian pemerintah perlu melakukan berbagai jenis pembelanjaan. Pengeluaran-pengeluaran untuk membiayai administrasi pemerintah, membangun

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Konseptual Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kinerja organisasi

Lebih terperinci

Pengaruh Inflasi Dan Tingkat Suku Bunga Terhadap Return Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk

Pengaruh Inflasi Dan Tingkat Suku Bunga Terhadap Return Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk Pengaruh Inflasi Dan Tingkat Suku Bunga Terhadap Return Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk Erni Indah Sari (erni.is.01@gmail.com) Ervita Safitri (ervitasafitri@gmail.com) Ratna Juwita (ratnaj@stmik-mdp.net)

Lebih terperinci

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI Oleh : ADITYA RAHMAN HAKIM 2005210181 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS

Lebih terperinci

KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU. Trisna Anggreini 1)

KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU. Trisna Anggreini 1) KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU Trisna Anggreini 1) Abstract. The purpose of this research are acessing the correlation of attitudes

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB V HASIL PENELITIAN 1 BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Statistik Deskriptif Penelitian ini menggunakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, baik perusahaan dibidang keuangan maupun bidang non-keuangan sebagai sampel

Lebih terperinci

Pengaruh UMP, Ekspor, dan Kurs Dollar Terhadap Investasi Asing Langsung di Indonesia Periode 2007-2012

Pengaruh UMP, Ekspor, dan Kurs Dollar Terhadap Investasi Asing Langsung di Indonesia Periode 2007-2012 Pengaruh UMP, Ekspor, dan Kurs Dollar Terhadap Investasi Asing Langsung di Indonesia Periode 2007-2012 Frederica (fredericakwang@gmail.com) Ratna Juwita (ratna@stie-mdp.ac.id) Jurusan Manajemen STIE MDP

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Desain Penelitian Penelitian Jenis dan Metode Unit Analisis Time Horizon Penelitian T-1 Asosiatif/survey Organisasi-Departemen

Lebih terperinci

REGRESI LINIER OLEH: JONATHAN SARWONO

REGRESI LINIER OLEH: JONATHAN SARWONO REGRESI LINIER OLEH: JONATHAN SARWONO 1.1 Pengertian Apa yang dimaksud dengan regresi linier? Istilah regresi pertama kali dalam konsep statistik digunakan oleh Sir Francis Galton dimana yang bersangkutan

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH Endang Tri Wahyuni A.: Pengaruh Faktor Syariah, Tingkat Keuntungan Bagi 269 PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

BAB 6 PEMBAHASAN. 6.1 Pengembangan Model Penilaian Kinerja berdasarkan DP3 ditinjau dari

BAB 6 PEMBAHASAN. 6.1 Pengembangan Model Penilaian Kinerja berdasarkan DP3 ditinjau dari 69 BAB 6 PEMBAHASAN 6.1 Pengembangan Model Penilaian Kinerja berdasarkan DP3 ditinjau dari Sudut Metode Penjumlahan Variabel dengan Pendekatan Linier Berganda Berdasarkan tabel.4 di atas, diketahui bahwa

Lebih terperinci

M E T A D A T A. INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2 Penyelenggara Statistik

M E T A D A T A. INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2 Penyelenggara Statistik M E T A D A T A INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2 Penyelenggara Statistik : Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter, Bank Indonesia 3 Alamat : Jl. M.H. Thamrin No.

Lebih terperinci

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SISTEM TANAM BENIH LANGSUNG (TABELA) DI LAHAN SAWAH IRIGASI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH PENDAHULUAN

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SISTEM TANAM BENIH LANGSUNG (TABELA) DI LAHAN SAWAH IRIGASI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH PENDAHULUAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SISTEM TANAM BENIH LANGSUNG (TABELA) DI LAHAN SAWAH IRIGASI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH Oleh : Chairunas, Adli Yusuf, Azman B, Burlis Han, Silman Hamidi, Assuan, Yufniati ZA,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Sudah jelas bahwa pembangunan nasional menentukan GNP (Gross

BAB II LANDASAN TEORI. Sudah jelas bahwa pembangunan nasional menentukan GNP (Gross BAB II LANDASAN TEORI Sudah jelas bahwa pembangunan nasional menentukan GNP (Gross National Product) yang tinggi dan pertumbuhan yang cepat. Namun masalah dasarnya bukan hanya bagaimana mendistribusikan

Lebih terperinci

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PANGAN MENJADI KELAPA SAWIT DI BENGKULU : KASUS PETANI DI DESA KUNGKAI BARU

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PANGAN MENJADI KELAPA SAWIT DI BENGKULU : KASUS PETANI DI DESA KUNGKAI BARU 189 Prosiding Seminar Nasional Budidaya Pertanian Urgensi dan Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Bengkulu 7 Juli 2011 ISBN 978-602-19247-0-9 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PANGAN

Lebih terperinci

GAMBARAN SINGKAT TENTANG KETERKAITAN EKONOMI MAKRO DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DI TIGA PROVINSI KALIMANTAN. Oleh: Dr. Maria Ratnaningsih, SE, MA

GAMBARAN SINGKAT TENTANG KETERKAITAN EKONOMI MAKRO DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DI TIGA PROVINSI KALIMANTAN. Oleh: Dr. Maria Ratnaningsih, SE, MA GAMBARAN SINGKAT TENTANG KETERKAITAN EKONOMI MAKRO DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DI TIGA PROVINSI KALIMANTAN Oleh: Dr. Maria Ratnaningsih, SE, MA September 2011 1. Pendahuluan Pulau Kalimantan terkenal

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I Siti Aisyah Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Jakarta email:

Lebih terperinci

PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA)

PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA) PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA) Febri Alfiansyah Universitas Negeri Surabaya E-mail: febri_alfiansyah@rocketmail.com Abstract

Lebih terperinci

BAB IV METODA PENELITIAN

BAB IV METODA PENELITIAN BAB IV METODA PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dan kateristik obyek penelitian, maka penjelasan terhadap lokasi dan waktu penelitian

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah. 8 1.3 Tujuan Penelitian.. 8 1.4 Mamfaat Penelitian...

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah. 8 1.3 Tujuan Penelitian.. 8 1.4 Mamfaat Penelitian... DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PRASYARAT GELAR... ii LEMBAR PERSETUJUAN... iii PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iv PERNYATAN ORISINALITAS... v UCAPAN TERIMAKASIH... vi ABSTRAK... ix ABSTRACT... x DAFTAR

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Karangnongko Kabupaten Klaten, seluruh siswa berasal dari pedesaan,

BAB III METODE PENELITIAN. Karangnongko Kabupaten Klaten, seluruh siswa berasal dari pedesaan, 19 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMA Negeri 1 Karangnongko Kabupaten Klaten, seluruh siswa berasal dari pedesaan,

Lebih terperinci

Ifa Atiyah Nur Alimah

Ifa Atiyah Nur Alimah ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PROGRAM RASKIN TERHADAP PENCAPAIAN INDIKATOR 6T ( TEPAT SASARAN,TEPAT JUMLAH,TEPAT HARGA,TEPAT WAKTU,TEPAT KUALITAS,TEPAT ADMINISTRASI) PADA PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL

Lebih terperinci

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG KEBUTUHAN DAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam upaya pelaksanaan penelitian, maka peneliti melakukannya pada :

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam upaya pelaksanaan penelitian, maka peneliti melakukannya pada : 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Dalam upaya pelaksanaan penelitian, maka peneliti melakukannya pada : 1. Tempat Penelitian Guna memperoleh data yang diperlukan dalam penulisan

Lebih terperinci

PETUNJUK LAPANGAN (PETLAP) PENCATATAN USAHATANI PADI

PETUNJUK LAPANGAN (PETLAP) PENCATATAN USAHATANI PADI PETUNJUK LAPANGAN (PETLAP) PENCATATAN USAHATANI PADI A. DEFINISI Secara makro, suatu usaha dikatakan layak jika secara ekonomi/finansial menguntungkan, secara sosial mampu menjamin pemerataan hasil dan

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH TENAGA KERJA DAN LUAS LAHAN TERHADAP PRODUKSI KOPI DI KABUPATEN ENREKANG I. PENDAHULUAN

ANALISIS PENGARUH TENAGA KERJA DAN LUAS LAHAN TERHADAP PRODUKSI KOPI DI KABUPATEN ENREKANG I. PENDAHULUAN ANALISIS PENGARUH TENAGA KERJA DAN LUAS LAHAN TERHADAP PRODUKSI KOPI DI KABUPATEN ENREKANG Hasbiullah Jurusan Ilmu Ekonomi,UIN Alauddin, Jl. ST. Alauddin No. 36, Samata-Gowa, hasbiullahjabbar@yahoo.com

Lebih terperinci

ANALISIS EKONOMI KOMODITI KACANG PANJANG DI KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN. Oleh : Chuzaimah Anwar, SP.M.Si

ANALISIS EKONOMI KOMODITI KACANG PANJANG DI KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN. Oleh : Chuzaimah Anwar, SP.M.Si ANALISIS EKONOMI KOMODITI KACANG PANJANG DI KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN Oleh : Chuzaimah Anwar, SP.M.Si Dosen Fakultas Pertanian Universitas IBA Palembang ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah

Lebih terperinci

PERAN LUAS PANEN DAN PRODUKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI JAWA TIMUR

PERAN LUAS PANEN DAN PRODUKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI JAWA TIMUR EMBRYO VOL. 7 NO. 1 JUNI 2010 ISSN 0216-0188 PERAN LUAS PANEN DAN PRODUKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI JAWA TIMUR Fuad Hasan Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo

Lebih terperinci

Farihatus Sholiha Progam Studi Akuntansi S1, Univesitas Dian Nuswantoro Semarang

Farihatus Sholiha Progam Studi Akuntansi S1, Univesitas Dian Nuswantoro Semarang ANALISIS PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, TOTAL ASSETS TURN OVER, DAN NET PROFIT MARGIN TERHADAP PERUBAHAN LABA (Studi kasus perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2010-2012)

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT MOTIVASI PETUGAS PENYULUH LAPANGAN PERTANIAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT MOTIVASI PETUGAS PENYULUH LAPANGAN PERTANIAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT MOTIVASI PETUGAS PENYULUH LAPANGAN PERTANIAN (Kasus : Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang) Martumbur Ivan *), Luhut Sihombing **), Jufri **)

Lebih terperinci

REGRESI LINEAR SEDERHANA

REGRESI LINEAR SEDERHANA REGRESI LINEAR SEDERHANA DAN KORELASI 1. Model Regresi Linear 2. Penaksir Kuadrat Terkecil 3. Prediksi Nilai Respons 4. Inferensi Untuk Parameter-parameter Regresi 5. Kecocokan Model Regresi 6. Korelasi

Lebih terperinci

: pendampingan, vokasi, kelompok keterampilan, peternakan

: pendampingan, vokasi, kelompok keterampilan, peternakan PENINGKATAN KETERAMPILAN BETERNAK DENGAN DILENGKAPI PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA KKN VOKASI DI DESA MOJOGEDANG KECAMATAN MOJOGEDANG KABUPATEN KARANGANYAR Sutrisno Hadi Purnomo dan Agung Wibowo

Lebih terperinci

BAB 9 PENGGUNAAN STATISTIK NON-PARAMETRIK DALAM PENELITIAN

BAB 9 PENGGUNAAN STATISTIK NON-PARAMETRIK DALAM PENELITIAN BAB 9 PENGGUNAAN STATISTIK NON-PARAMETRIK DALAM PENELITIAN Istilah nonparametrik pertama kali digunakan oleh Wolfowitz, pada tahun 94. Metode statistik nonparametrik merupakan metode statistik yang dapat

Lebih terperinci

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia =============================================================================== Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia !" #$ %$#&%!!!# &%!! Tujuan nasional yang dinyatakan

Lebih terperinci

Sehubungan dengan permasalahan penelitian yang penulis teliti. Penelitian deskriptif memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang

Sehubungan dengan permasalahan penelitian yang penulis teliti. Penelitian deskriptif memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian Deskriptif, dengan metode ini penulis berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi pada masa

Lebih terperinci

KODEFIKASI RPI 25. Penguatan Tata Kelola Industri dan Perdagangan Hasil Hutan

KODEFIKASI RPI 25. Penguatan Tata Kelola Industri dan Perdagangan Hasil Hutan KODEFIKASI RPI 25 Penguatan Tata Kelola Industri dan Perdagangan Hasil Hutan Lembar Pengesahan Penguatan Tata Kelola Industri dan Perdagangan Hasil Hutan 851 852 RENCANA PENELITIAN INTEGRATIF 2010-2014

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu sebagai factor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau segala

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu sebagai factor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau segala BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Menurut Sumadi suryabrata, variable sering dikatakan sebagai gejala yang menjadi obyek pengamatan penelitian. Sering juga dinyatakan variable penelitian

Lebih terperinci

BAB IV DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT

BAB IV DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT BAB IV DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT Pendapatan masyarakat yang merata, sebagai suatu sasaran merupakan masalah yang sulit dicapai, namun jabatan pekerjaan, tingkat pendidikan umum, produktivitas, prospek

Lebih terperinci

ANALISIS PRODUKSI PADI DI JAWA TENGAH

ANALISIS PRODUKSI PADI DI JAWA TENGAH ANALISIS PRODUKSI PADI DI JAWA TENGAH TESIS untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2 Program Studi Magister Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Joko Triyanto C4B002234 PROGRAM PASCA

Lebih terperinci

BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 5.1. Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah Dalam pengelolaan anggaran pendapatan daerah harus diperhatikan upaya untuk peningkatan pendapatan pajak dan retribusi daerah

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam 10 tahun terakhir, jumlah kebutuhan ikan di pasar dunia semakin meningkat, untuk konsumsi dibutuhkan 119,6 juta ton/tahun. Jumlah tersebut hanya sekitar 40 %

Lebih terperinci

BAB II KONDISI UMUM DAERAH

BAB II KONDISI UMUM DAERAH BAB II KONDISI UMUM DAERAH 2.1. Kondisi Geografi dan Demografi Kota Bukittinggi Posisi Kota Bukittinggi terletak antara 100 0 20-100 0 25 BT dan 00 0 16 00 0 20 LS dengan ketinggian sekitar 780 950 meter

Lebih terperinci

Deskripsikan Maksud dan Tujuan Kegiatan Litbangyasa :

Deskripsikan Maksud dan Tujuan Kegiatan Litbangyasa : ISI FORM D *Semua Informasi Wajib Diisi *Mengingat keterbatasan memory database, harap mengisi setiap isian dengan informasi secara general, singkat dan jelas. A. Uraian Kegiatan Deskripsikan Latar Belakang

Lebih terperinci

RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016. DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015

RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016. DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015 RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016 DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015 OUTLINE 1 Rancangan Awal RKP 2016 2 3 Pagu Indikatif Tahun 2016 Pertemuan Tiga Pihak 4 Tindak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, maka secara

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, maka secara 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, maka secara otomatis kebutuhan terhadap pangan akan meningkat pula. Untuk memenuhi kebutuhan pangan

Lebih terperinci

PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Satria Pratama (satriapratama582@gmail.com) Dinnul Alfian Akbar (dinnul_alfian_akbar@yahoo.com)

Lebih terperinci

BAB I PENGANTAR MATEMATIKA EKONOMI

BAB I PENGANTAR MATEMATIKA EKONOMI BAB I PENGANTAR MATEMATIKA EKONOMI 1.1 Matematika Ekonomi Aktivitas ekonomi merupakan bagian dari kehidupan manusia ribuan tahun yang lalu. Kata economics berasal dari kata Yunani klasik yang artinya household

Lebih terperinci

PERAN INVESTASI INDUSTRI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI DI INDONESIA

PERAN INVESTASI INDUSTRI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI DI INDONESIA PERAN INVESTASI INDUSTRI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI DI INDONESIA Fitri Handayani Staf Badan Pusat Statistik Indonesia Jl. Dr. Sutomo 6-8 Jakarta, 10710 Indonesia, Telp (021) 3841195,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Lingkup penelitian ini mempelajari analisis mutu dan pengaruhnya terhadap keputusan pasien BPJS ASKES memilih layanan kesehatan di Rumah Sakit Dr

Lebih terperinci

GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics

GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation TOperAC 47 988.47 2376.52 1802.6366

Lebih terperinci

Tri Siwi Nugrahani dan Dian Hiftiani Tarioko

Tri Siwi Nugrahani dan Dian Hiftiani Tarioko 1 PERBEDAAN PERTUMBUHAN EKONOMI, INVESTASI DOMESTIK DAN EKSPOR ANTARA SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS Tri Siwi Nugrahani dan Dian Hiftiani Tarioko Abstrak Penelitian ini bertujuan menguji pertumbuhan ekonomi,

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO BERJANGKA PADA BANK UMUM DI INDONESIA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO BERJANGKA PADA BANK UMUM DI INDONESIA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO BERJANGKA PADA BANK UMUM DI INDONESIA Oleh: Luciana Spica Almilia dan Anton Wahyu Utomo STIE Perbanas Surabaya Abstract This research has a purpose

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

Tabel IV.C.1.1 Rincian Program dan Realisasi Anggaran Urusan Perikanan Tahun 2013

Tabel IV.C.1.1 Rincian Program dan Realisasi Anggaran Urusan Perikanan Tahun 2013 C. URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN 1. URUSAN PERIKANAN Pembangunan pertanian khususnya sektor perikanan merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi, dalam hal ini sektor perikanan adalah sektor

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah metodologi karena ketepatan metodologi yang digunakan untuk memecahkan

Lebih terperinci

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR TEKNIKAL DAN FAKTOR FUNDAMENTAL PENGARUHNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA TRADING FOREX OLEH HASTON BALMAYEN SILALAHI

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR TEKNIKAL DAN FAKTOR FUNDAMENTAL PENGARUHNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA TRADING FOREX OLEH HASTON BALMAYEN SILALAHI SKRIPSI ANALISIS FAKTOR TEKNIKAL DAN FAKTOR FUNDAMENTAL PENGARUHNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA TRADING FOREX OLEH HASTON BALMAYEN SILALAHI 110523043 PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN DEPARTEMEN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proses berkembangnya suatu kota baik dalam aspek keruangan, manusia dan aktifitasnya, tidak terlepas dari fenomena urbanisasi dan industrialisasi. Fenomena seperti

Lebih terperinci

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR Baiq Neni Sugiatni, Jumailiyah, dan Baiq Rohiyatun Administrasi pendidikan, FIP IKIP Mataram Email :Baiqnenysugiatni@gmail.com

Lebih terperinci

Ratna Ayu L Universitas Negeri Surabaya Ratna.ayu2541@yahoo.com. Abstract

Ratna Ayu L Universitas Negeri Surabaya Ratna.ayu2541@yahoo.com. Abstract Analisis Pengaruh Pendanaan dari Luar Perusahaan dan Modal Sendiri Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Perusahaan Automotive and Components yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia Ratna Ayu L Universitas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Energi sangat berperan penting bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Energi sangat berperan penting bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Energi sangat berperan penting bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan sangat berperan dalam proses pembangunan. Oleh sebab itu peningkatan serta

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Responden Dalam gambaran umum mengenai responden ini akan disajikan data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95 orang responden.

Lebih terperinci

CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA SATU JALUR CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA DUA JALUR

CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA SATU JALUR CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA DUA JALUR CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA SATU JALUR Data Sampel I Data Sampel II Data Sampel III 5 4 7 9 8 5 9 4 6 CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA DUA JALUR Kategori Data Sampel I Data Sampel

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG DANA ALOKASI UMUM DAERAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2013

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG DANA ALOKASI UMUM DAERAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2013 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG DANA ALOKASI UMUM DAERAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP VOLUME PENJUALAN TEKSTIL DI PT. SARI WARNA ASLI KARANGANYAR

ANALISIS PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP VOLUME PENJUALAN TEKSTIL DI PT. SARI WARNA ASLI KARANGANYAR ANALISIS PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP VOLUME PENJUALAN TEKSTIL DI PT. SARI WARNA ASLI KARANGANYAR NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat Syarat Penyusunan

Lebih terperinci

DAMPAK PERTUMBUHAN INDUSTRI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI KABUPATEN SIDOARJO

DAMPAK PERTUMBUHAN INDUSTRI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI KABUPATEN SIDOARJO Judul : Dampak Pertumbuhan Industri Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Sidoarjo SKPD : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sidoarjo Kerjasama Dengan : - Latar Belakang Pembangunan

Lebih terperinci