BAURAN PEMASARAN PADA RESTORAN SIAP SAJI PIZZA RAKYAT. NINA KURNIA STIA Banten

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAURAN PEMASARAN PADA RESTORAN SIAP SAJI PIZZA RAKYAT. NINA KURNIA STIA Banten ninakurnia.stia@gmail.com"

Transkripsi

1 BAURAN PEMASARAN PADA RESTORAN SIAP SAJI PIZZA RAKYAT NINA KURNIA STIA Banten ABSTRAK Berawal dari pertanyaan yang timbul dari peneliti, mengapa di Cipulir dibuka produk pizza Rakyat, padahal di sekitar banyak sekali macam macam produk makanan siap saji, lokasi yang strategis, yang berada tepat di depan jalan raya. Tujuan dari peneliti ini adalah untuk mengetahui adanya variable dependen, yaitu lokasi terhadap variable indipenden, yaitu minat pembeli, kemudian variable dapat diidentifikasi melalui dimensi yang di nilai paling dominan dalam mempengaruhi minat beli pizza rakyat, penelitian ini menggunakan analisis deskriftif kualitatif. Analisis deskriftif kualitatif murni merupakan penelitian yang benar benar hanya memaparkan apa yang terdapat atau terjadi dalam sebuah lapangan atau wilayah tertentu. Data yang terkumpul diklasifikasi atau dikelompokan menurut jenis, sifat atau kondisinya, sesudah datanya lengkap barulah dibuat kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Laba bersih = Omset 1 tahun Pengeluaran = Rp laba bersih, peningkatan penjualan cukup baik jadi harus di pertahankan dan lebih di tingkatkan lagi. dan Bauran promosi sudah berjalan agar di pertahankan lagi dan lebih di tingkatkan. 1. PENDAHULUAN Peluang pasar di bidang industri makanan semacam pizza ternyata sangat terbuka luas. Terbukanya peluang ini disebabkan karena adanya pergeseran pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat perkotaan. Salah satu jenis usaha yang terkait dengan penyediaan makanan jadi disertai dengan pelayanan adalah melalui bisnis restoran pizza. Di Cipulir, restoran pizza yang pertama kali hadir adalah Pizza Rakyat, tepatnya pada tahun Dengan kata lain Pizza Rakyat adalah kelas menengah bawah, namun untuk rasa dan kualitas produk dan pemilik tersebut berani menjamin tidak kalah dari produk yang telah memiliki nama. Dan untuk harganya tentu saja sangat terjangkau untuk kalangan kelas menengah ke bawah karena melihat peluang pasar variasi makanan alternatif yang sangat besar. Restoran Pizza Rakyat di Indonesia ternyata begitu cepat berkembang. Saat ini jumlah Mitra Pizza Rakyat di Indonesia sudah mencapai 170 restoran yang tersebar di seluruh indonesia. Bisnis ini memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat kerja. melalui pembukaan restoran jl. Samudra no 4B rt 07/06 Cipulir, kebayoran lama depan kantor kelurahan Cipulir. restoran. Namun, perkembangan dalam industri penyediaan pangan seperti restoran Pizza Rakyat semakin berkembang. Hal ini dapat terlihat dari hadirnya sejumlah mitra mitra baru pizza Rakyat. Selain untuk menghadapi pesaing dari restoran pizza sejenis, Pizza Rakyat juga perlu menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam industri penyediaan pangan dari berbagai jenis restoran waralaba lain dengan produk yang berbeda-beda. Pizza Rakyat memerlukan strategi pemasaran terbaik untuk mempertahankan dan meningkatkan usahanya. 2. KAJIAN PUSTAKA Landasan teori merupakan teori-teori umum dan khusus yang menjadi acuan dan memperkuat gagasan penelitian dan penulisan. Teori-teori yang dimaksud dalam tulisan ini adalah pengertian 1

2 Pemasaran,Pengertian Keunggulan Bersaing, pengertian Strategi Bersaing,Pengertian Strategi Pemasaran, 1. Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah Analisis, perencanaan, implementasi dan pengendalian dari program program yang di rancang untuk menciptakan, membangun dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangkan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), perorganisasian (organizing) pergerakan (actualing), dan pengawasan (Controlling). Berdasarkan pengertian tersebut dapat di artikan bahwa manajemen pemasaran adalah alat analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang di desain untuk menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Menurut Kotler (2000) management pemasaran memiliki pengertian yaitu : Manajemen pemasaran mempunyai definisi sebagai proses penganalisaan, perencanaan,pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang di tuju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan. Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan factor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalam, cara dan falsafah baru ini disebut konsep pemasaran. 2. Pengertian Pemasaran Pemasaran (Marketing) bersangkut paut dengan kebutuhan sehari-hari kebanyakan orang, melalui proses tersebut, suatu produk atau jasa di ciptakan, dikembangkan dan didistribusikan pada masyarakat. Kebanyakan orang menganggap bahwa pemasaran sama dengan penjualan dan promosi. Pemasaran adalah kegiatan manusia yang di arahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Konsep terpenting dalam studi pemasaran adalah kebutuhan, keinginan, permintaan, produk, pertukaran, transaksi dan pasar. Adapun Pengertian pemasaran menurut WY. Stanton (2010 : 1) Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh system yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan promosi dan mendistribusikan barang dan jasa yang bias memuaskan kebutuhan pembeli actual maupun potensial. Pengertian Pemasaran menurut Philip dan Duncan adalah sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat nyata realistis ke tangan konsumen. Pengertian pemasaran menurut Asosiasi Pemasaran Amerika Serikat(American Marketing Association) menyebutkan pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan usaha perdagangan yang di arahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen Pemasaran menurut Kotler dalam Anoraga (2004 : 215), yaitu: Pemasaran adalah proses social dan manajerial yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran dan 2

3 pertukaran produk- produk yang bernilai dengan yang lainnya. Tujuan dari kegiatan pemasaran adalah : a. Konsumen potensi mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan, dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan. b. Perusahaan akan menjelaskan dengan detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen dengan cepat. Agar kegiatan pemasaran dapat sesuai dengan misi perusahaan, maka perlu dilakukan dalam pemasaran, keputusan yang akan diambil serta strategi yang akan diimplementasikan (jenis produk, barang, jasa atau ide ) siapa akan ditawarkan (target pemasaran) dan cara menawarkan kepada konsumen atau pelanggan potensial. Dalam merencanakan suatu pemasaran, maka akan terdapat unsur- unsur penting yang perlu diperhatikan yaitu : 1) Tujuan pemasaran dan stategi pemasaran. 2) Stategi bauran pemasaran 3) Deskipsi mengenai produk 4) Stategi penetapan harga 5) Rencana promosi 6) Penetapan produk Berdasarkan paparan diatas tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dimana sekelompok individu melakukan penukaran atau penawaran guna mendapatkan kebutuhan yang di inginkan satu sama lain, agar kepuasan yang diharapkan dapat tercapai dan sesuai dengan tujuan perusahaan. Unsur-unsur Pokok dalam kegiatan pemasaran yaitu terdiri dari : 1) Pemasar yaitu organisasi perusahaan atau perorangan yang mempunyai tujuan tertentu bagi organisasi maupun pribadinya. Karena tujuan dari pemasar yaitu keuntungan, survive, pangsa pasar, kesetiaan pelanggan kesejahteraan dan lain sebagainya yang harus dipenuhi. 2) Barang dan jasa, yaitu apapun bentuk sesuatu yang ditawarkan produsen untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, dimana barang bersifat konkret sedangkan jasa tidak bersifat konkret. 3) Pasar, yaitu konsumen pribadi atau organisasi perusahaan yang mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berwujud sebagai permintaan terhadap barang atau jasa. Pada umumnya tujuan dari konsumen pribadi ini yaitu pemenuhan dan kepuasan kebutuhan pribadinya, sedangkan tujuan pasar organisasi perusahaan yaitu keuntungan. 4) Proses pertukaran yaitu kegiatan kedua belah pihak yang masing-masing memerlukan sesuatu dari pihak lain sebagai usaha untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan masingmasing. Dalam pertukaran ini dapat dilakukan secara barter atau transaksi penjualan dengan syarat syarat yang disepakati secara layak oleh kedua belah pihak sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, namun dengan adanya pertukaran tersebut kedua belah pihak merasa diuntungkan Sedangkan dalam pemasaran terdapat stategi yang harus dijalankan, dimana strategi pemasaran adalah wujud rencana yang terarah di bidang pemasaran untuk memperoleh suatu hasil yang optimal. Menurut Anoraga (2004 : 230), di mana stategi pemasaran mengandung dua (2) faktor yang terpisah tetapi berhubungan dengan erat yaitu : 1) Pasar target / sasaran yaitu suatu kelompok konsumen yang homogeny yang merupakan sasaran perusahaan 2) Bauran pemasaran (Marketing mix) yaitu variable-variable pemasaran yang dapat terkontrol, yang akan di kombinasikan 3

4 oleh perusahaan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Kedua factor tersebut berhubungan erat, dimana pasar sasaran yang akan dituju, dan bauran pemasaran yaitu alat untuk menuju sasaran tersebut. 3. Bauran Pemasaran Restaurant Bauran pemasaran (7 P) terdiri dari lokasi (Place), Produk (Product), harga (Price), promosi (Promotion), orang (People ), lingkungan fisik (physical environment ), Proses (Process ). 1) Lokasi (place) Lokasi merupakan factor penting dalam mencapai keberhasilan sebuah restoran, yaitu menyangkut : good visibility, easy access, convenience, curb side appeal and packing 2) Produk (product) Produk dalam bisnis restaurant sangat tergantung pada pengalaman. Produk dapat berupa paket yang lengkap yang terdiri dari makanan, minuman, servis, atmosfer dan kenyamanan yang memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen menciptakan kesan yang tidak terlupakan. Pengunjung di restoran membayar untuk pengalaman makan secara total bukan hanya untuk makanan saja. 3) Harga (price) Harga merupakan pertimbangan yang sangat penting dalam memilih restauran. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga yang diterapkan dalam sebuah restoran adalah hubungan permintaan dan penawaran, penurunan loyalitas konsumen, harga-harga dalam persaingan aspek psikologis, kebutuhan untuk meraih laba. 4) Promosi (promotion) Promosi adalah aktivitas yang dilakukan restoran untuk mencari konsumen, bukan hanya untuk yang sekali dating, tetapi juga konsumen yang akan melakukan pembelian berulang. Tujuan dari promosi adalah meningkatkan awareness, meningkatkan persepsi konsumen, menarik pembeli pertama, mencapai persentase yang lebih tinggi untuk konsumen yang berulang, menciptakan loyalitas merek, meningkatkan penjualan pada makanan tertentu atau waktu waktu khusus, dan mengenalkan menu baru. 5) Orang (People) Pentingnya peranan sumber daya manusia dalam pemasaran industri jasa telah mulai diperhatikan. Hal tersebut berkaitan dengan penyeleksian, pelatihan, pemotivasian dan peraturan terhadap sumber daya manusia, dimana sumber daya manusia arus mempunyai kemampuan akan mengetahui yang cukup mengenai suatu produk yang di tawarkan secara mantap, sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimalkepada konsumen, selain itu bisnis dalam restoran harus mengerti mengenai standar pelayanan kepada pelanggan misalnya : a) Penampilan : penampilan harus rapi, sehingga enak dipandang baik dari segi pelanggan yang datang dan berkunjung maupun dari segi sumber daya itu sendiri, yang harus diperhatikan mengenai penampilan antara lain pakaian, penampilan fisik misalnya bau badan. b) Komunikasi :harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan pelanggan guna terjadinya suasana yang nyaman dan menyenangkan sehingga pelanggan yang datang merasa diterima kehadirannya. c) Kebersihan : harus selalu terjaga dengan baik, oleh karena itu diharapkan sumber daya manusia mempunyai kesadaran sendiri akan kebersihan lingkungan tempat kerja. d) Kecepatan pelayan : kecepatan pelayan harus selalu ditingkatkan, karena pelanggan tidak bisa 4

5 menunggu makanan yang dipesan terlalu lama. Oleh karena itu harus diadakan pelatihan bagi sumber daya manusia guna mengkaji ulang kelebihan serta kekurangan yang dimiliki yang berkaitan dengan kecepatan pelayanan. 6) Lingkungan fisik (physical environment) Merupakan lingkungan fisik tempat jasa diciptakan dan langsung berinteraksi dengan konsumen. Ada 2 tipe physical evidence, yaitu : a) Essential evidence : merupakan keputusan-keputusan yang di buat oleh pemberi jasa mengenai desain dan layout dari gedung, ruang dan lain- lain b) Peripheral evidence : merupakan nilai tambah yang bila berdiri sendiri tidak akan berarti apa-apa. Jadi hanya berfungsi sebagai pelengkap saja, sekalipun demikian perannya sangat penting dalam proses produk jasa. 7) Proses (Process) Yang dimaksud proses disini adalah situasi yang dialami oleh pelanggan pada saat menunggu produk yang dipesan. Perbedaan factor utama dalam suatu perusahaan jasa adalah kualitas akan layanan jasa atau pelanggan menjadi semakin selektif di dalam permintaan serta menuntut akan standar jasa yang lebih baik. Oleh sebab itu kualitas pelayanan terhadap pelanggan harus diperhatikan. Bauran pemasaran (marketing mix) menurut Kolther (2000 : 12) yaitu variablevariable yang dapat dikendalikan oleh perusahaan yang terdiri dari produk, harga, distribusi, dan promosi, untuk lebih jelasnya mengenai masing masing variable tersebut maka akan diuraikan berikut ini. 1) Produk Salah satu tugas utama dan tanggung jawab mereka bergerak di bidang manajemen pemasaran adalah memikirkan design produk, dimana produk yang dibuat adalah produk yang di butuhkan oleh konsumen oleh karena itu bagian pemasaran ini bertugas menjadi mata perusahaan yang harus jeli dalam mengamati kebutuhan konsumen, dan harus secara terus menerus memberikan saran perbaikan atau melakukan perubahan design produk yang disesuaikan dengan keinginan konsumen. Sehingga dari sinilah menghasilkan suatu produk yang sangat bagus bagi perusahan 2) Harga Selain design produk, harga merupakan variable yang dapat di kendalikan dan yang menentukan diterima atau ditolaknya suatu produk oleh konsumen namun dalam penentuan harga tergantung pada kebijakan perusahaan, murah atau mahalnya harga suatu produk sangat relative sifatnya. Karena untuk mengatakan perusahaan lebih dahulu perlu membandingkan dengan harga produk serupa dengan yang diproduksi atau di jual perusahaan, maksudnya perusahaan ini harus selalu mengawasi atau melihat pergerakan harga yang diterapkan oleh para pesaing agar harga yang ditentukan oleh perusahaan tersebut tidak terlalu tinggi atau sebaliknya. 3) Distribusi Distribusi merupakan masalah lain yang akan dihadapi perusahaan pada saat produk selesai diproses. Karena distribusi menyangkut cara penyampaian produk ke tangan konsumen melalui penyalur. Penyalur merupakan alat bagi perusahaan dalam mendapatkan umpan balik dari konsumen ke pasar, makin aktif penyalur dalam mengumpulakn pendapat dan komentar para konsumen suatu produk yang bersangkutan. Sehingga makin terbuka kesempatan untuk selalu mengembangkan produk sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Dalam memilih penyaluran perusahaan harus berhati-hati, apabila terdapat kesalahan dalam menentukan jumlah penyalur maka akan mendatangkan persoalan baru bagi perusahaan. Bila jumlah penyalur terlalu sedikit dari yang seharusnya 5

6 akan mengakibatkan penyebaran produk kurang meluas sehingga memberi peluang bagi pesaingnya, sebaliknya apabila jumlah penyalur lebih besar dari selayaknya maka akan mengakibatkan pemborosan waktu, perhatian dan biaya. dari kegiatan tersebut bisa melalui telepon, catalog, pos atau dengan datang langsung ke tempat pemasar e) Promosi penjualan yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong mencoba atau membeli suatu produk yang berupa pemberian kupon, sample hadiah 4) Promosi Promosi merupakan salah satu bagian dari bauran pemasaran yang besar peranannya, yaitu merupakan kegiatankegiatan yang secara aktif dilakukan oleh perusahaan (penjual) untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan. Adapun menurut Klother yang dikutip oleh Anoraga (2004 :222) menjelaskan tentang 5 (lima) unsur utama dari bauran promosi (Promotion mix) yang terdiri dari : a) Periklanan yaitu bentuk persentasi dan promosi ide barang atau jasa secara non personal oleh sponsor yang terindentifikasi. Bentuk pengiklanan tersebut dapat berupa brosur, poster atau melalui media televise, radio, internet b) Penjualan pribadi yaitu komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman terhadap produk, sehingga mereka akan coba membelinya. c) Hubungan masyarakat dan publisitas yaitu suatu program yang di design untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau produk perusahaan secara individual, misalnya melalui seminar, laporan tahunan donator. d) Pemasaran langsung yaitu system pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarangan tempat. Adapun bentuk 4. Pengertian produk Salah satu komponen bauran pemasaran yang terpenting adalah produk, sehingga keberadaannya merupakan factor penentu bagi program bauran pemasaran lainnya, misalnya penentuan harga, program promosi maupun program pendistribusiannnya. Produk adalah segala sesuatu yang meliputi objek fisik, jasa tempat, organisasi, gagasan maupun pribadi yang dapat mampu di tawarkan oleh produsen untuk di mintai, dicari, dibeli, digunakan atau di konsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan dan keinginannya pasar yang bersangkutan. Selain itu produk juga merupakan unsure terpenting yang paling mendasar dari pemasaran yang merupakan tawaran nyata kepada pasar yang meliputi cirri ciri dan wujud produk, kemasan, merk serta kebijakan pelayanan, pengertian produk menurut Stanton dalam isnaeni (2007 : 7) yaitu : produk yaitu sekumpulan produk yang nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) didalamnya sudah tercakup warna, harga kemasan, prestise pabrik, prestise pengecer dan pelayanan dari pabrik serta pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya. Selain itu menurut Isnaeni (2005 : 7) berdasarkan pendapat Basu Swastha, yaitu : Produk yaitu suatu sifat yang komplek dapat di raba, termasuk bungkus, prestise, perusahaan atau pengecer pelayanan, perusahaan dan pebgecer 6

7 yang di terima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya. 5. Stategi Pemasaran Pada dasarnya strategi pemasaran merupakan bagian integral dari suatu stategi bisnis yang berfungsi untuk memberikan arah bagi industry dalam usaha menagplikasi beberapa fungsi dari management pemasaran dalam suatu perusahaan khusunya yang menyangkut stategi pemilihan pasar,perencanaan produk, penetapan harga, penentuan saluran distribusi atau pemilihan media promosi. Disamping itu stategi pemasaran juga berkaitan dengan keputusan- keputusan dari managemen tentang elemen-elemen marketing mix perusahaan Pengertian strategi pemasaran menurut Dadi Adriana (2006 : 283) Strategi Pemasaran merupakan rencana yang menjabarkan ekspetasi perusahaan akan dampak dari berbagai aktifitas atau program pemasar terhadap permintaan produknya di pasar tertentu, Penetuan strategi pemasaran ini dapat dilakukan oleh manager pemasaran dalam pembuatan tiga macam jenis keputusan yaitu tentang konsumen yang akan dituju. Kepuasan dalam pelayanan konsumen dan penentuan kombinasi marketing mix. Ketiga jenis keputusan ini sangat menentukan arah dan strategi pemasar dari perusahaan. Penentuan keputusan tersebut juga sangat ditunjang apabila dilakukan dengan penelitian pasar sehingga dapat lebih diketahui tentang keinginan dari konsumen yang dituju. Faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan dalam penentuan strategi pemasaran adalah factor lingkungan, pasar, pesaing, perilaku konsumen ekonomi, serta factor internal perusahaan. Strategi pemasaran yang berhasil pada umumnya dipengaruhi oleh antisipasi dan pemanfaatan dari factor-factor tersebut serta adanya pengembangan dari variable-variable marketing mix-nya yang meliputi produk, harga, promosi,distribusi, lokasi, lingkungan fisik dan proses atau mengkombinasikan variabel-variabel tersebut kedalam suatu rencana strategis yang menyeluruh. 6. Pengertian Keunggulan Bersaing Pada dasarnya keunggulan bersaing berkembang dari nilai yang perusahaan mampu menciptakan untuk pembelinya. Keunggulan bersaing tidak dapat dipahami dengan memandang perusahaan sebagai suatu keseluruhan. Keunggulan bersaing berasal dari banyak aktifitas berlainan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendisain memproduksi, memasarkan, menyerahkan, dan mendukung produknya. Menurut Aaker (2006 : 14), bagaimana perusahaan mampu bersaing bukanlah satusatunya kunci keberhasilan, karena ada tiga factor yang di butuhkan untuk menciptakan suatu keunggulan bersaing yang dapat di pertahankan, yaitu 1. Dasar persaingan Stategi dimana harus berdasarkan pada seperangkat asset, skill dan kemampuan, ketiga hal tersebut akan mendukung strategi yang di jalankan sehingga keunggulan dapat bertahan. 2. Di pasar mana perusahaan bersaing Dalam hal ini penting, bagi perusahaan memiliki pasar sasaran dengan strategi yang dijalankan, atau dengan kata lain,asset, skill dan kemampuan harus mampu mendukung stategi dalam memberikan sesuatu yang bernilai bagi pasar. 3. Dengan siapa perusahaan bersaing Selanjutnya perusahaan harus mampu mengidentifikasikan pesaingnya, apakah pesaing tersebut lemah, sedang atau kuat. Pendapat diatas tampaknya cenderung mementingkan bagaimana suatu perusahaan bersaing dilihat dari sisi perusahaan, 7

8 sementara itu, perusahaan tidak bisa lepas dari pelanggannya. Dengan demikian cara untuk mencapai dan mempertahankan keunggulan bersaing dengan orientasi pada pelanggan bukan pada internal perusahaan dan pesaing saja. Sedangkan menurut (Keegan 325 : 2006), keunggulan bersaing adalah : Keunggulan bersaing ada kalau terdapat keserasian antara kompetensi yang membedakan dari sebuah perusahaan dan factor-faktor kritis untuk meraih sukses dalam industry yang menyebabkanperusahaan mempunyai prestasi yang jauh lebih baik dari pesaing, ada 2 cara dasar untuk mencapai keunggulan dalam bersaing, yang pertama dengan stategi biaya rendah yang memampukan perusahaan untuk menawarkan produk dengan harga yang lebih murah dari pesaingnya, yang kedua, dengan stategi diferensiasi produk, sehingga pelanggan menganggap memperoleh manfaat unik yang sesuai dengan harga yang cukup. Akan tetapi kedua stategi tersebut mempunyai pengaruh yang sama yakni meningkatkan anggapan manfaat yang di nikmati oleh konsumen. Mutu stategi perusaahan pada ahkirnya diukur dari hasil penjualan, laba atau beberapa ukuran yang lain, hasilnya pada giliran tergantung pada tingkat nilai yang di ciptakan untuk pelanggan, semakin besar nilai yang diterima oleh konsumen semakin besar nilai yang diterima oleh konsumen semakin baik stategi itu, disebutkan juga sukses akhir suatu produk tergantung pada keputusan pelanggan apakah akan membelinya atau tidak menurut nilai yang diyakininya ada pada produk tersebut, jadi keunggulan bersaing dicapai dengan menciptakan nilai yang lebih tinggi dari pada pesaing dan nilainya ditentukan oleh konsumen. 7. Pengertian Strategi Bersaing Strategi bersaing adalah pencarian akan posisi bersaing yang menguntungkan di dalam suatu industry, area fundamental tempat persaingan terjadi. Stategi bersaing bertujuan menegakkan posisi yang menguntungkan dan dapat dipertahankan terhadap kekuatan-kekuatan yang menentukan persaingan industry, yang mana pada akhirnya adalah untuk menanggulangi dan merubah aturan demi kepentingan perusahaan. Menurut M.E. Porter ( 2006 : 16 ), pada suatu industri jenis apapun, baik untuk dalam negeri atau internasional, atau menghasilkan produk dan jasa, terhadap 5 (lima ) kekuatan dalam bersaing yaitu :/ a. Ancaman masuk dari pesaing baru : apabila suatu perusahaan dapat memasuki suatu industry khusus dengan mudah, maka intensitas persaingan di antara perusahaan-perusahaan tersebut akan meningkat. Pendatang baru akan mengurangi potensi- potensi profit pada industry lama karena ia akan membawa kapasitas baru, mencari pasar dan menurunkan margin. b. Ancaman dari produk pengganti : pada banyak industry, perusahaan-perusahaan berkompetisi secara ketat dengan cara produsen produk pengganti dari industry yang lain. Kehadiran produk pengganti tersebut, dan tekanan persaingan akibat produk pengganti dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas produk karena konsumen merasakan adanya penurunan harga. c. Kekuatan tawar menawar pembeli: bila persaingan terkonsentrasi, berukuran besar dan konsumen membeli dalam volume besar, maka kekuatan tawar menawar sangat mempengaruhi intensitas persaingan dalam suatu industry.perusahaan persaingan mungkin menggunakan layanan dalam jaminan khusus untuk mendapatkan loyalitas 8

9 pelanggan apabila memiliki kekuatan tawar menawar yang substansial d. Kekuatan tawar menawar pemasok: mempengaruhi intensitas persaingan dalam industry, khususnya apabila, terdapat. Sejumlah besar pemasok, hanya beberapa bahan baku pengganti yang baik, atau apabila biaya pengalihan bahan baku yang sangat mahal. e. Persaingan di antara pesaing- pesaing yang ada ; menyebabkan persaingan harga, iklan atau promosi, pengembangan produk, positioning, tenaga pemasar dan lain-lain Suatu perusahaan memiliki banyak kekuatan dan kelemahan dalam berhadapan dengan para pesaingnya, dari jenis dasar keunggulan bersaing digabungkan dengan cakupan aktivitas yang berusaha dicapai oleh sebuah perusahaan, maka menghasilkan 3 (tiga) Strategi Generik untuk mencapai kinerja di atas rata- rata dalam suatu industri. a. Keunggulan biaya : keunggulan biaya didasarkan pada posisi perusahaan sebagai produsen dengan biaya rendah dalam pasar yang di tentukan secara luasatau meliputi bauran produk yang luas. Pada dasarnya, sebuah perusahaan yang berusaha mendasarkan stategi bersaing pada kepemimpinan biaya keseluruhan harus sangat agresif mengejar kepemimpinan posisi itu sendiri dengan biaya perunit paling rendah dalam industry. b. Diferensiasi : kalau produk hasil dari sebuah perusahaan benar benar unik atau dianggap untuk dalam pasar masal, dikatakan produk itu mempunyai keunggulan diferensiasi. Ini dapat menjadi stategi yang amat efektif untuk mempertahankan posisi pasar dan meraih pengambilan modal di atas rata rata keunikan sering kali membuat perusahaan dapat menempatkan harga yang cukup tinggi untuk produknya. c. Focus (focus Biaya dan focus diferensiasi) : strategi untuk mencapai keunggulan focus menetapkan sasaran pasar atau pelanggan yang menentukan secara sempit. Ini merupakan keunggulan yang didasarkan pada kemapuan untuk menciptakan lebih banyak nilai pelanggan untuk segmen yang ditargetkan secara sempit dan hasil dari pemahaman yang lebih baik dari kebutuhan dan keinginan pelanggan. Cara lain suatu usaha dapat mencapai sukses bersaing, adalah dengan menghindari persaingan melalui proses domestic yang diproteksi atau diregulasi, karena regulasi dapat membatasi persaingan melaui pendapatan harga dan pembatasan produk, tetapi sifatnya sementara. Stategi berikutnya melaui cara tradisional yaitu dengan menggunakan akses ke sumber daya keuangan, dengan pasar modal yang kurang professional, kemampuan perusahaan untuk membiayai dirinya sendiri melalui sumber daya keuangan yang besar memungkinkan perlindungan dari pesaing yang kurang mampu mendapatkan sumber daya yang diperlukan untuk menimbulkan tantangan yang serius. Untuk mencapai stategi berikutnya dalam keunggulan bersaing yang cukup penting adalah : organisasi para karyawan dan bagaimana cara kerja mereka. Banyak dari keunggulan bersaing, yang juga sebagai unggulan dalam biaya bersumber pada tenaga kerjanya yang tampak produktif, sangat bermotivasi dan menjadi anggota serikat bekerja. Adanya pemberlakuan system komisi atau kompensasi yang adil bagi karyawan, sangat diperlukan karena dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dalam persaingan. Bahkan, dalam beberapa kasus, mengubah system kompensasi menimbulkan keluhan karyawan dan upaya membentuk serikat pekerja, bila system baru dianggap tidak adil atau sewenang-wenang. Stategi bersaing berikut yang dapat dipergunakan adalah dengan memberikan kelengkapan produk, fasilitas serta suasana yang lebih lengkap dan menarik yang 9

10 dirancang sedemikian rupa, adapun factor social,budaya, ekonomi dan pemilihan lokasi juga perlu diperhatikan, sehingga mampu bersaing dengan pesaing pesaing yang lebih unggul. Dalam pemilihan bisnis restaurant, agar konsisten rasa hidangan disetiap gerai dapat memperhatikan dari sisi kualitas dan control makanan dapat berjalan kontinyu dengan baik. Maka stategi yang perlu dilakukan adalah mengadaptasi segala perubahan yang ada yang bersifat rentan. Suatu pesaing biasanya dipandang sebagai ancaman bagi banyak perusahaan. Namun pesaing yang tepat dapat memperkuat, bukannya memperlemah, posisi bersaing perusahaan di semua bisnis. Pesaing yang baik dapat menunjang berbagai tujuan stategis yang mungkin meningkatkan keunggulan bersaing jangka panjang suatu perusahaan seta menambah baik dalam struktur bisnis. Adapun manfaat dari stategi pesaingan adalah : 1) Meningkatkan keunggulan bersaing : meredam fluktuasi permintaan, meningkatkan kemampuan diferensiasi melayani segmen yang kurang menarik menjadi pelindungan biaya/meningkat posisi pernawaran terhadap tenaga kerja dan pembuat undang-undang, memperkecil resiko anti monopoli dan meningkatkan motivasi. 2) Memperbaiki struktur bisnis yang sedang berjalan, melalui : peningkatan permintaan bisnis, memperkuat unsurunsur yang diinginkan dalam struktur bisnis. 3) Membantu pengembangan bisnis pasar : dengan turut memikul biaya pengembangan pasar, memperkecil resiko pembeli, membantu menstandarkan atau mengabsahan teknologi, memproduksi citra bisnis yang bersangkutan. 4) Menangkal masuknya pesaing baru, melalui : peningkatkan kemungkinan dan intesitasi pembalasan, menjadi lambang sulitnya meraih keberhasilan memasuki pasar, menghambat jalan masuk yang logis dan memadati saluran bisnis. 8. Restaurant Cepat Saji Industry fast food berasal dari dan berkembang di amerika serikat. Menurut Wikipedia restaurant siap saji adalah restaurant yang menyediakan makanan cepat begitu makanan dipesan. Makanan di sajikan seringkali dinamakan fast food. Sebelum dinamakan restoran cepat saji, outlet yang menjual fast food di namakan fast food restoran. Makanan yang disajikan disiapkan untuk dapat segera di sajikan,bisa dengan cara di oven atau dipanaskan, sehingga tidak membutuhkan proses yang rumit, biasanya produknya berupa sandwich, burger, pizza, friend chicken, French fries, chicken nuggets, ice cream dan sejenisnya. Industry fast food berasal dan berkembang dari amerika serikat, salah satu contoh restaurant fast food yang memiliki perkembangan dan jaringan terluas di dunia adalah mc donald s yang berasal dari amerika serikat, tipe-tipe restaurant fast food, menurut Wikipedia : a. Pengunjung datang ke counter, mengambil makanan yang pengunjung inginkan, membayar dan kemudian mencari tempat duduk dan mulai menikmati makanan, tipe ini ada beberapa variasi antara lain: 1) Pengunjung mengambil makanan yang telah tersedia pada porsi tertentu. 2) Pengunjung mengambil sendiri dari container-kontainer makanan yang ada, sehingga memilih dan mengambil sendiri makanan yang dikehendaki, 3) Pengunjung dilayani di counter, artinya pengunjung menyebutkan pesanannya dan menanti di counter makanan pesanan pengunjung. b. Ada juga prosedur khusus dengan tiket, yaitu pengunjung membayar di kasir 10

11 untuk mendapatkan tiket, kemudian menuju counter makanan yang menukarkan tiket dengan makanan yang telah dipesan, c. Pengunjung akan menuju counter, makanan yang dipesan akan diantar ke meja pesanan, dan mengenai pembayaran bisa dilakukan pada waktu pemesanan atau pada waktu makanan diantar ke meja 9. Teknologi dan Pemilihan Pesaing Salah satu factor utama mendorong persaingan adalah perubahan teknologinya, yang berperan penting dalam mendorong perubahan struktur industry dan terciptanya industry baru. Perubahan teknologi juga merupakan factor penyeimbangan dalam memicu keunggulan bersaing yang terlindung kuat sekaligus mendorong perusahaan maju kedepan. Kemajuan suatu perusahaan juga harus ditunjang oleh peningkatan teknologi terutama teknologi yang berkembang di industry pangan atau restaurant, seperti : pengelolaan produk, kualitas pelayanan serta administrasi dan pengawasan. Hubungan antar teknologi dengan keunggulan bersaing adalah hubungan yang tumbuh dalam rantai nilai, sehingga perusahaan memiliki kemampuan menetapkan biaya rendah atau kemapuan melakukan diferensiasi lewat aktifitas nilainya. Strategi teknologi harus mencakup sejumlah pilihan sebagai berikut : harus berinvestasi dalam teknologi penting yang mana, apakah perusahaan perlu menjadi pemimpin dalam teknologi dan kapan saatnya serta bagaimana caranya melisensikan teknologi. Dalam strategi teknologi mencakup tiga masalah luas yaitu : a) Teknologi apa yang perlu dikembangkan. b) Apakah kepeloporan teknologi itu perlu diusahakan, agar dapat mempertahankan teknologinya terhadap para pesaing. c) Peran pelisensian teknologi. Ketiga factor ini berinteraksi dan menentukan pilihan terbaik bagi perusahaannya. 10. Perilaku konsumen dan kepuasan konsumen Perilaku konsumen menurut J. Paul Peter dan Jerry C. Olso (2006 : 15) adalah : interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi, perilaku dan kejadian di sekitar kita manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka. Kepuasan konsumen merupakan sentral dalam wacana bisnis dan management. Konsekuensi kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan sangat krusial bagi kalangan bisnis dan juga konsumen. Bagi bisnis kepuasan konsumen dipandang sebagai satu dimensi kinerja pasar. Peningkatan kepuasan pelanggan berpotensi mengarah pada pertumbuhan penjualan jangka panjang dan jangka pendek, serta pangsa pasar sebagai hasilpembelian ulang. Sementara itu, ketidakpuasan pelanggan memunculkan sejumlah resiko seperti boikot, atau protes dari lembaga konsumen, intervesi pemerintah,reaksi pesaing dan masuknya produk subsitusi baru ke pasar, ketidak puasan pelanggan sesungguhnya dapat membantuperusahaan mengindentifikasikan aspek-aspek yang menjadi kelemahan produk atau jasanya yang tidak mampu memenuhi standar konsumen dan pemerintah. Modifikai dapat dilakukan untuk memperbaiki kinerja produk dan jasa, sehingga masalah serupa tidak bakal terulang di masa datang. Sementara kepuasan konsumen pelanggan dapat membantu perusahaan dapat memperkokoh posisi bersaing produknya melalui segmentasi. Hubungan prilaku konsumen dengan strategi pemasaran, adalah semakin banyak kita belajar tentang konsumen dan pendekatan dalam menganalisis mereka, 11

12 maka semakin baik kesempatan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang berhasil. Salah satu cara memberikan kepuasan konsumen dan mengutamakan mereka untuk setia, adalah selalu mengedepankan sikap mengutamakan konsumen dengan menganjurkan orang lain untuk focus pada kebutuhan para konsumen, dan mengakui arti pentingnya pasar isu-isu internal, menjaga komunikasi dengan konsumen, dapat memberikan harapan yang realistis akan berbagai keuntungan yang akan diterima dari produk dari pelanggan restoran. Komunikasi yang teratur dapat mencegah berkembangnya masalah-masalah sehingga konsumen terpuaskan. Dalam mengembangkan konsumen yang baru, selama pasar-pasar berkembang, sangat penting untuk bergerak bersama dengan pasar-pasar itu. Pikirkanlah siapa calon konsumen kita di masa depan yang akan timbul dan didasarkan pada penilaian yang jujur tentang hasil-hasil di masa lalu serta permahaman kita yang mendalam tentang para konsumen kita sekarang, rencanakan dengan baik bagaimana memuaskan kebutuhan-kebutuhan mereka. Kepuasan ditentukan oleh persepsi pelanggan atas kinerja produk dan jasa dalam pemenuhan harapan pelanggan. Adapun factor-factor yang mendorong kepuasan pelanggan menurut Irawan (2002 : 37), yaitu terdiri dari : 1) Kualitas Produk di katakan kebutuhan pelanggan terpenuhi apabila pelanggan telah membeli dan menggunakan produk tersebut dengan memiliki kualitas 2) Harga untuk pelanggan yang sensitive biasanya harganya murah merupakan kepuasan yang terpenting, karena pelanggan akan mendapatkan nilai harga yang tinggi terhadap kepuasan yang diperolehnya, 3) Kualitas pelayanan ( service Quality ) dalam hal ini sangat bergantung pada tiga factor yaitu system, teknologi dan manusia. Dimana factor manusia memiliki peranan yang tinggi ( 71% ) dibandingkan dua factor lainnya karena factor manusia pada service quality akan menghasilkan lima dimensi penting, yaitu bukti fisik, kehandalan,daya tanggap,jaminan dan empati 4) Emotional factor, factor ini merupakan relative penting karena pada factor ini perusahaan akan mengetahui hasil dari tingkatan kepuasan yang dirasakan pelanggan. 5) Biaya dan kemudahan untuk mendapatkan produk atau jasa, pelanggan akan semakin terpenuhi kebutuhannya, apabila harga relative murah dan nyaman juga efisien dalam mendapatkan produk 6) Pengaruh kualitas produk dan harga jual terhadap kepuasan pelanggan. 7) Peranan kualitas terhadap kepuasan pelanggan sehingga terjadinya perkembangan. Dalam penelitian Analisis Bauran Pemasaran pada restoran siap saji Pizza Rakyat, data penulis didapatkan dilapangan lebih banyak melalui wawancara dan observasi, jawaban-jawaban informan atas pertanyaan yang di berikan oleh peneliti di catat dalam bentuk catatan kecil dan di rekam dengan alat bantu sederhana berupa handphone serta pengambilan gambar objek yang di teliti dengan menggunakan handphone. Dalam penelitian ini, jenis peneliti yang di gunakan adalah penelitian kualitatif murni, dimana dalam proses pengumpulan data serta pembahasan peneliti melakukan pekerjaannya secara bersamaan. Analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah menurut Miles & Huberman dimana dalam proses penelitian di lakukan empat tahap kegiatan di antaranya : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selain itu untuk memastikan keabsahan data yang telah didapatkan setelah penelitian langsung, 12

13 maka peneliti menggunakan system triangulasi sumber. Penelitian Analisis Bauran pemasaran pada restoran siap saji Pizza Rakyat, peneliti menggunakan informan sebagai berikut : No Informan Jumlah 1. Pemilik 1 2. Pengunjung / Pembeli Pembuka cabang baru 5 Terkait dengan teori yang di gunakan dalam penelitian ini, yakni teori mengenai faktor-faktor yang mendorong kepuasan pelanggan sehingga terjadinya perkembangan. Dengan kualitas produk yang tinggi sehingga terciptanya kepuasan pada pelanggan, yaitu akan membuat mereka kembali untuk menggunakan produk dan menularkan kepuasannya pada orang lain. Sehingga terjadilah peningkatan permintaan yang akan mendorong peningkatan penjualan dan peningkatan pendapatan, yang mengharuskan peningkatan kualitas lagi dan perluasan area, demi semakin meningkatkan lagi jumlah pelanggan. Sehingga secara singkatnya perkembangn dapat terjadi melalui kepuasan pelanggan, dan kepuasan pelanggan akan tercipta memalui kualitas produk, berikut ini hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan pihak pengelola Pizza rakyat, pembeli dan pembuka cabang baru 1. Produk a) Tanggung jawab yang ada di Pizza Rakyat Tanggung jawab adalah modal utama dalam sebuah pekerjaan, secara umum tanggung jawab harus sesuai dengan kemampuan masing msing sesuai dengan kemampuan mereka, berikut adalah petikan wawancara bersama pengelola Pizza rakyat mengenai tanggung jawab yang di miliki, Tanggung jawab yang ada di Pizza rakyat ini adalah tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuan masingmasing dari para pekerja, misalnya seperti marketing yang bertugas untuk mencari mitra-mitra yang ingin bergabung di pizza rakyat, para marketing selain mencari mitra yang ingin bergabung di pizza rakyat, tapi menerima masuka baik kritik dan saran dari para mitra dan para pembeli, operator yang bertugas menjaga outlet-outlet yang berada di sekitar cipulir serta menjual pizza rakyat, bagian operasional/baker yang bertugas memberikan bahan- bahan makanan untuk operatorsetalah bahanbahan baku sudah siap maka akan di bawa berjualan kepada operator,koki bertugas membuat adonan pizza rakyat. Dari petikan wawancara di atas dapat terlihat bahwa tanggung jawab yang ada di Pizza rakyat merupakan tanggung jawab yang harus di miliki oleh para pegawai yang ada di pizza rakyat, menurut keterangan tersebut di pizza rakyat yaitu begitu besarnya tanggung jawab para karyawan terhadap perkembangan juga kemajuann yang ada di pizza rakyat. b) Dimanakah produk itu di buat, apa di butuhkan oleh konsumen Untuk membuat produk ini awalnya tidaklah mudah, semua melalui tahapan-tahapan atau cara-cara yang di anggap bisa dan sesuai. Berikut ini kutipaan wawancara yang peneliti lakukan bersama dengan pengelola Pizza rakyat produk di buat di pusat yaitu di cipulir ini, apabila mitra yang bergabung di pizza rakyat itu dari pizza rakyat hanya memberikan bumbu racik, kardus, origami, yang lainnya seperti tepung, saos, margarine itu membeli sendiri tetapi merknya dari pizza rakyat yang merekomnedasi, sebelumnya apabila para mitra membuka cabang, maka dari pihak pizza rakyat di ajarkan bagaiman membuat adonan pizza itu selama dua hari, dan jika lupa dengan ada yang sudah di ajarkan bisa melihat di kaset dvd dan buku SOP atau bisa telepon ke pizza 13

14 rakyat dan juga di berikan brosur dan barner supaya jika ada pembeli yang ingin membeli itu tau apa yang kita jual Dan juga menurut salah satu pegawai, mengatakan bahwa : iiah mba, Pizza Rakyat mah dulunya gak seperti begini dulu kita Cuma punya dua outlet tapi sekarang punya cabang mitra sudah banyak Dengan menyimak hasil dari petikan wawancara tersebut, produk yang di hasilkan oleh pizza rakyat itu di peroleh dengan usaha dan kerja keras sehingga apa yang telah di hasilkan pizza rakyat ini wajib menjadi contoh untuk yang lain. c) Design produk dan apa menarik Demi kualitas produk agar pembeli ingin membeli produk tersebut, maka design produk harus lebih menarik, berikut ini petikan wawancara mengenai design produk. design produk yang ada di pizza rakyat itu berbentuk bulat dapat di bagi menjadi 8 iris supaya lebih mudah untuk di nikamati dan bisa di nikmati bersama keluarga, teman dan kerabat lainnya.dan dari kardus tempat pembukusannya itu di lengkapi dengan gambar pizza itu sendiri juga nama dan alamat dari pizza rakyat itu sendiri. Berdasarkan kutipan di atas tersebut, Pizza Rakyat ini tidak hanya membuat design yang menarik agar para pembeli itu merasa senang dengan design yang sudah di berikan kepada pembeli. d) Menu paket yang ada di pizza rakyat Menu paket sangat di cari di kalangan masyarakat, karna masyarakat biasanya membeli makanan itu dengan menu paket, di bawah ini kutipan wawancara dengan pengelola. menu paket ada di promo promo, tergantung keadaan promo paket, biasanya kita memberikan promo berupa souvenir seperti Hp, uang tunai. Berdasarkan hasil wawancara tersebut pizza rakyat tidak hanya terpaku dengan pizza saja tetapi di adakan promo untuk meningkatkan minat pembeli. e) Produk apa saja yang ada di pizza rakyat Kualitas produk merupakan driver utama kepuasan pelanggan yang utama. Kesetiaan konsumen / pelanggan. Pizza rakyat memberikan kualitas dan kepuasan kepada mereka dalam menikmati pizza rakyat tersebut, berikut ini kutipan wawancara dengan pengelola Produk yang ada di Pizza Rakyat adalah makanan siap saji yang pertujuan agar masyarakat bisa membeli pizza ini dengan harga yang terjangkau dengan harga dari Rp s/d Rp saja bisa mendapatkan satu Loyang pizza rakyat dengan varian rasa yang banyak. maka pizza rakyat ini memberikan solusi untuk menjadikan pizza rakyat ini makanan yang siap saji dengan harga ekonomi dan juga di pizza rakyat ini ada 5 varian menu yang bisa di nikmati oleh para pembeli yaitu pizza rasa sosis, pizza sayuran, pizza kombinasi, pizza sosis sayur, pizza daging Berdasarkan hasil wawancara tersebut terdapat menu-menu varian yang variasi agar pembeli tidak bosan dengan satu menu saja. f) Produk apa saja yang paling di sukai di pizza rakyat? Macam-macam produk iu sangat membantu untuk menunjang kepuasan pelanggan, agar pelanggan itu tidak merasa bosan dalam memilih menu yang ada di pizza rakyat itu. Berikut ini kutipan wawancara dalam pengelola. yang lebih di sukai masyarakat di pizza rakyat itu pizza rasa sosis, mungkin karena rasa sosis itu harganya lebih terjangkau dari pada pizza rasa lainya, tetapi bukan hanya pizza rasa sosis saja 14

15 yang lebih di sukai tetapi semua varian pizza rakyat juga di sukai sama pembeli Berdasarkan keterangan di atas, nampaknya pihak pizza sosis itu lebih dominan di sukai oleh masyarakat, point ini peneliti buktikan dengan mewawancarai salah satu masyarakat sekitar yang sedang membeli pizza rakyat, berikut adalah kutipan wawancaranya : Pengunjung I mengatakan : Kalau saya itu lebih suka dengan pizza rasa sosis, karena harganya juga terjangkau, sosis itu adalah makanan kesukaan saya. Pengunjung II mengatakan : Saya lebih suka dengan rasa pizza kombinasi, karena di pizza itu terdapat semua jenis topping ada di situ, dari sosis, sayur juga daging Pengunjung III mengatakan : Semua rasa pizza itu saya suka, tapi yang lebih saya sukai itu adalah pizza rasa daging, dan kami sekeluarga sangat suka dengan pizza rasa daging ini, jadi setiap membeli selalu pizza daging. Pengunjung IV mengatakan : Saya lebih suka dengan pizza sayur, apalagi anak saya, dulu anak saya tidak suka sayur, setelah membeli pizza sayur anak saya sedikit demi sedikit sudah menyukai sayur- sayuran. Berdasarkan kutipan wawancara dengan pengunjung rata-rata dari 30 pembeli itu mengatakan bahwa lebih suka dengan pizza sosis selain sangat enak juga harganya terjangkau, tidak kalah dengan pizza-pizza yang ada di tempat lain, di tambah lagi dengan pelayanan yang ramah juga menjadi salah satu alternative sebagai pizza yang bisa di jangkau di semua kalangan. g) Harga yang di tawarkan di pizza rakyat Harga merupakan titik kritis dalam bauran pemasaran jasa karena harga menentukan pendapatan dari suatu usaha atau bisnis. Keputusan penentuan harga juga sangat signifikan didalam penentuan nilai atau manfaat yang dapat diberikan kepada pelanggan dan memainkan peranan penting dalam gambaran kualitas produk. Strategi penentuan tarif dalam perusahaan produk dapat menggunakan penentuan tarif premium pada saat permintaan tinggi dan tarif diskon pada saat permintaan menurun. Dalam point ini berikut kutipan wawancara peneliti dengan pengelola. a) Apakah harga di pizza rakyat itu terjangkau Untuk perusahaan kami penentuan harga harus sesuai dengan strategi pemasaran secara keseluruhan, perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan harga, mencakup pemilihan tujuan penetapan harga, menentukan tingkat permintaan, prakiraan biaya, menganalisis harga yang ditetapkan dan produk jasa yang ditawarkan pesaing, pemilihan metode penetapan harga, serta menentukan harga akhir dan harga pizza rakyat ini sangat terjangkau, dan rasa di pizza rakyat ini tidak jauh berbeda dengan pizza yang ada di restoran restoran lainnya. Keterangan tersebut sesuai dengan apa yang di rasakan pengunjung, seperti kutipan bersama salah satu pengunjung berikut ini : harganya di pizza rakyat ini sangat terjangkau dengan harga dari Rp s/d Rp kita mendapatkan seloyang pizza rakyat dengan berbagai varian rasa juga ramah tamah para pelayannya. Begitupun dengan pernyataan pengunjung berikut : Sangat terjangkau sekali harganya, dengan harga Rp. 12 ribu, saya sudah mendapatkan pizza dengan rasa yang begitu enak serta lezat. Hal yang sama juga di sampaikan oleh pengunjung yang lainnya. 15

16 luar biasa, harganya cukup terjangkau di kalangan masyarakat, jadi untuk mansayarakat yang menengah kebawah bisa makan pizza ini. Berdasarkan kutipan wawancara tersebut, harga yang di tawarkan oleh pizza rakyat ini adalah sesuai dan terjangkau untuk semua kalangan. b) Apakah harga itu sebanding dengan rasanya? Berikut ini kutipan wawancara dengan pengelola harga sebanding dengan pizza yang kita buat, karena sudah mengukur harga dan juga rasa yang di jual dengan toping kita. Berdasarkan hasil wawancara dari pengelola, bahwa harga tersebut sudah sebanding dengan apa yang di berikan oleh pizza rakyat ini. Begitu pun dengan pernyataan pengunjung berikut ini : harga di pizza rakyat itu sebanding dengan rasa yang di dapat harga terjangkau juga rasanya yang sangat enak. Hal yang sama juga di sampaikan oleh pengunjung yang satu ini. rasa pizza rakyat ini gak kalah enak dengan di tempat lain, dan harganya itu di samping terjangkau juga sebanding dengan rasa yang di dapat. c) Apakah Pizza rakyat mengawasi & pergerakan harga? Merupakan suatu keharusan untuk selalu mengawasi pergeraan harga yang akan di tawarkan oleh pengelola ke pada pembeli, berikut ini adalah kutipan wawancara peneliti bersama salah satu pengelola. selalu mengawasi seperti rasa dari pizza itu sendiri agar kualitas rasa tetap terjaga lezatnya dan mengawasi pergerakan harga, misalnya sekarang ini mulai ada isu isu kenaikan harga bbm ( bahan bakar minyak ), jadi ingin adanya penyesuaian sesuai dengan kebijakan apakah aka nada kenaikan harga atau porsi yang di kecilkan seperti toping yang di kurangi. Berdasarkan kutipan wawancara tersebut pihak pizza rakyat selalu mengawasi dari awal proses pembuatan pizza itu sendiri agar kualitas rasa tetap terjaga dan jugan mengawasi pergerakan harga tersebut. d) Harga yang di tawarkan di pizza rakyat Yaitu sejauh mana harga yang di tawarkan apakah memenuhi standar satndar yang di tetapkan sebelumnya, berikut ini adalah kutipan wawancara dengan pengelola. harga yang di tawarkan di pizza rakyat ini cukup terjangkau yaitu dari harga Rp s/d Rp , yaitu pizza sosis Rp , pizza sosis sayur Rp , pizza sayur Rp , pizza daging Rp dan pizza kombinasi Rp Berdasarkan kutipan wawancara tersebut, harga satu Loyang pizza ini yang di tawarkan cukup terjangkau yang dimulai dengan harga Rp s/d Rp e) Di adakan discount dalam setiap pembelian Tidak mungkin adanya discount, tanpa harus memperhitungkan standar-satndar juaga yang di berlakukan untuk lebih optimal, berikut kutipan wawancara dengan pengelola, tidak ada discount, kita hanya memberikan paket saja misalnya pembeli membeli 30 loyang, kita akan berikan tambahan 5 loyang free, jadi total yang di bawa pulang oleh pembeli itu 35 loyang, 16

17 Berdasarkan wawancara tersebut dari pihak pizza rakyat ini tidak memberikan discount tetapi menambahkan jumlah Loyang yang di beli oleh pembeli. h) Distribusi a) Bagaimana penyampain produk agar sampai ke konsumen Pendistribusian itu sangatlah penting untuk proses penympaian produk yang akan di kirim untuk proses pembuatan pizza ini, berikut ini adalah kutipan wawancara peniliti dengan pengelola, para mitra yang akan bergabung akan di berikan brosur brosur, exbaner, spanduk supaya para pembeli itu mengetahui apa yang kita jual. Berdasarkan wawancara di atas mitra yang bergabung akan di berikan spanduk- spanduk, exbarner dan brosur b) Biaya tambahan dalam memesan pizza ini, biaya tambahan ongkos kirim ada tergantung jauhnya, misalnya di outlet pusat ini biasanya kita memberikan minimum pesanan yaitu 15 smpai dengan 20 loyang dan biaya tambahan tergantung jauhnya jarak. Berdasarkan kutipan wawancara tersebut diatas di kenakan biaya tambahan dalam pengiriman pizza rakyat ini tapi dikenakan min pesanan order c) Pendistribusian bahan produk, apakah ada kendala? jika pendistribusian mitra yang berada di luar jawa itu menggunakan jalur kargo, jika masih berada di daerah jawa dan sekitarnya kita menggunakan jalur darat. Dengan keterangan-keterangan yang di sampaikan oleh pihak pengelola peneliti dapat katakan bahwa pendistribusian produk yang di miliki Pizza rakyat itu menggunakan jalur kargo untuk yang berada di luar jawa sedangkan yang berada di daerah jawa dengan menggunakan jalur darat. d) Pendapat dari para konsumen tentang produk tersebut komentar para konsumen tentang pizza ini ada yang berkomentar positif dan ada juga yang berkomentar yang negative, tapi masing masing komentar itu kita terima supaya semakin maju untuk kedepannya. Hasil wawancara dengan pengunjung yang disampaikan kepada peneliti Pengunjung I mengatakan : produk di pizza rakyat itu enak rasanya, harga yang terjangkau dan rasanya enak juga terdapat variasi menu yang banyak, Pengunjung II mengatakan : awalnya saudara saya itu datang kerumah dengan membawa pizza rakyat dengan rasa sosis, dari situ saya mulai rajin membeli sendiri untuk di makan bersama keluarga dan teman. Pengunjung III mengatakan : Saya tidak begitu menyukai pizza ini, saya beli pizza ini juga untuk anak saya yang sangat suka dengan pizza ini, Pengunjung IV mengatakan : Awalnya teman kantor saya yang menyarankan agar membeli pizza rakyat, jujur saja saya tidak mengetahui apa itu pizza rakyat, tapi setelah saya mencoba sendiri itu rasanya enak sekali Pengunjung V mengatakan : Sepulang sekolah, biasanya selalu membeli pizza ini, karena itu untuk cemilan untuk teman nonton tv. Berdasarkan kutipan wawancara dengan pembeli yaitu mereka berkomentar positif mereka suka dengan pizza rakyat ini di 17

18 samping enak dan terjangkau di semua kalangan. i) Promosi Yaitu Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produk atau jasa agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan sejauh mana promosi dan memenuhi standar-standar yang telah di tetapkan sebelumnya, seperti promosi dengan cara penyebaran brosur, promosi dengan menggunakan website. a) Cara promosi pizza rakyat berikut ini adalah kutipan wawancara bersama salah satu pengelola Promosi di perusahaan kami menginformasikan pasar mengenai macam-macam jenisproduk yang disediakan, menyampaikan perubahan harga kepada pasar, Personal selling komunikasi langsung atau tatap muka antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan jasa yang ada di pizza rakyat, serta iklan yang menginformasikan tentang keunggulan atau keuntungan suatu produk atau jasa dan promosi tersebut dengan membuka link di dan di waralaba.com semua tentang pizza rakyat ada di website tersebut, apabila ingin bergabung bisa mendaftar dengan cara mendownload formulir yang ada di pizza rakyat lalu kirim tersebut nanti dari kita akan diproses dan mentransfer sebesar 70% dari harga kemitraannya nanti menunggu 6 minggu untuk kita siapkan bahan bahan yang di butuhkan. Berdasarkan kutipan tersebut bahwa promosi yang di lakukan pizza rakyat ini dengan menggunakan web yaitu di dan waralaba.com. b) Diadakan promosi penjualan jangka pendek untuk mendorong / mencoba membeli suatu pizza rakyat? Berikut ini dkutipan wawancara bersama salah satu pengelola ada, misalnya dengan adanya member card untuk memudahkan kita untuk mendapatkan promo promo yang ada di pizza rakyat, dan memudahkan untuk pendataan ke data base, Berdasarkan kutipan tersebut, diadakan promosi yang bertujuan untuk mendorong minat pembeli. c) Bagaimana hubungan antara masyarakat dengan publistas untuk mempromosikan pizza rakyat ini,? Berikut ini kutipan dari wawancara antara pengelola tantangan ada di brosure atau member card, misalnya dari brosure10 % yang kembali dan member card 80 % yang merespond kembali. Berikut ini kutipan wawancara pengunjung antara lain Pengunjung I mengatakan : Kita mendapatkan keuntungan apabila dari pihak pizza rakyat itu melakukan promosi dengan cara seperti itu, karena up to date, Pengunjung II mengatakan : Apabila mengetahui adanya promosi promosi dari brosur yang kita dapatkan dari pengelola, Pembuka cabang mengatakan : Saya mendapatkan keuntungan dengan adanya promosi dengan cara seperti ini, karena nantinya pengunjung itu akan lebih mengenal lagi apa itu pizza rakyat dengan varian varian menu yang sudah ada di pizza ini, 18

19 d) Apakah di adakan promosi penjualan pribadi yaitu komunikasi langsung ( tatap muka ) antara pengelola dengan calon pembeli? berikut ini kutipan wawancara antara pengelola yang di lakukan oleh peneliti ada, calon pembuka cabang biasanya datang ke kantor pusat ukan hanya sekedar untuk melihat-lihat bagaimana cara pembuatan pizza tersebut tetapi ingin mengetahui secara detail. Kita akan memberikan brosure, ex banner. Begitupun mengenai promosi langsung yang di suguhkan seperti slah satu pembuka cabang baru berikut ini: Pembuka cabang I mengatakan, awalnya saya mengetahui tentang pizza rakyat ini dari website, tapi saya ingin datang langsung untuk melihat langsung, agar lebih yakin dan bisa bertanya langsung dengan pemiliknya langsung, Pembuka cabang II mengatakan, saya mengetahui pizza ini dari saudara saya yang membeli pizza ini, saya tertarik karena belum ada yang menjual pizza ini di pinggir jalan, ini dengan harga yang terjangkau dan rasanya juga tidak kalah dengan pizza yang tempat lain. j) Peningkatan permintaan, Penjualan, Pendapatan dan Perluasan Area Peningkatan permintaan yang di maksud di sini adalah peningkatan jumlah pengunjung, peningkatan penjualan pizza rakyat dan peningkatan kualitan pelayanan juga kualitas produk dan perluasan area lokasi pizza rakyat. a) Peningkatan jumlah pengunjung dan penjualan pizza rakyat Dalam point ini peneliti mendapatkan 1 tahun mengenai peningkatan pengunjung dan pembeli pizza rakyat berdasarkan data pizza rakyat, karena datanya sebelumnya peneliti tidak dapat memperoleh karena keterbatasan administrasi yang di miliki oleh pizza rakyat, berikut penyajiannya Berangkat dari latar belakang masalah, landasar teori yang mendukung, kerangka pemikiran dan metodologi penelitian. Peneliti melakukan observasi langsung ke lapangan untuk mengevakuasi data yang diperlukan berkaitan dengan rumusan masalah dan dengan panduan kerangka pemikiran. Observasi telah di lakukan, pembahasan dn pengelolahan data pun mulai peneliti kerjakan dengan mengidentifikasikan data berdasarkan jenis keterangan yang mengacu pada kerangka pemikiran, setelah semua data teridentifikasi pemeliti mulai menemukan keterangan-keterangan yang menuju pada pengembangan dan mengakurasikannya sehingga menjadi sebuah data yang falid. Hasil pembahasan yang peneliti lakukan menunjukan bahwa : 1. Adanya perubahan progresif yang terjadi di pizza rakyat yang semulanya ada 2 outlet ( pada tahun 2009 ), sekarang pada tahun 2013 mempunyai 156 outlet yang ada dari aceh,medan dan papua, penambahan rasa pizza yang awalnya hanya pizza sosis saja sekarang ada varian pizza yaitu pizza daging, pizza sosis, pizza sayur, pizza sosis sayur, pizza kombinasi. 2. Pizza rakyat ini mampu bersaing dengan pizza lain yang sejenis, dengan menyajikan berbagai varian menu pizza dan dengan harga yang terjangkau yang sangat di sukai oleh semua kalangan baik orang dewasa, maupun anak-anak. 3. Pendistibusian pizza rakyat walaupun para mitra itu berada di luar jawa sejauh ini belum pernah ada kendala yang terjadi, dan SDM yang di dapat langsung dengan bimbingan-bimbingan dan pengarahan-pengarahan yang di lakukan setiap hari sebelum memulai aktivitas pekerjaan misalnya dengan memberikan 19

20 pengarahan mengenai pelayanan kepada pembeli. 4. Promosi yang semula hanya di lakukan pizza rakyat ini dengan brosur sekarang dengan menggunakan social media yaitu di web dan waralaba.com juga menggunakan exbanner juga dengan member card yang bertujuan agar lebih memudahkan dalam melakukan promosi ini Pada akhirnya Pizza rakyat ini menjadi salah satu pizza yang alternatife di cipulir, lokasi strategis yang mudah di jangkau dengan biaya yang terjangkau bagi para pembeli dan rasanya yang enak dan lezat. Kurang dari lima tahun, tepatnya tahun 2009 pizza rakyat mulai membuka outlet, kini mitra yang sudah bergabung ada 156 dari aceh, medan dan papua, yang tentunya meningkatkan pemasukan yang bernilai bukan hanya bagi pengelola tapi para pekerja dan pembuka mitra. Dengan fakta tersebut yang peneliti buktikan dilapangan Pizza rakyat telah bermetamorposa dari membuka 2 outlet dan sekarang 156 outlet dan dari hanya pizza sosis sampai sekarang dengan varian menu yang bervariasi memjadi 5 varian menu pizza yaitu pizza daging, pizza sosis, pizza sayur, pizza sosis sayur, pizza kombinasi. Salah satu produk yang di ahsilkan oleh pizza rakyat ini telah menunjukan keberhasilannya. Namun bukan berarti tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Dan hanya manusia bijaklah yang bisa menerima dan memberi sebuah masukan sebagai bahan evaluasi dan kondisi lebih baik di hari sebelumnya. Pizza rakyat adalah jenis badan usaha yang bergerak di bidang produk dimana factor manusia ini sangat menentukan produk ini diterima atau tidaknya oleh konsumen ( pembeli ) untuk itu pizza rakyat di harapkan. 1. Variasi menu pizza rakyat ini agar lebih di tingkatkan lagi gabungan variasi menu yang sudah di tawarkan dari yang sbelumnya, 2. Segala macam bentuk promosi agar lebih di tingkatkan lagi, baik dari penyebaran brosur, barner, dari web atau waralaba.com dan dari facebook pizza rakyat juga 3. seyogyanya ongkos kirim itu di tiadakan apabila pembeli mekukan pembelian pizza rakyat ini seharga min Rp ,- 4. pendistribusian bahan baku untuk mitra yang di luar jawa agar lebih di tingkatkan lagi, walaupun sekarang belum terjadi kendala yang serius yaitu keterlambatan maka dari piha pizza rakyat ini harus melakukan antisipasi yaitu yang biasanya menggunakan kargo bisa menggunakan pesawat agar pendistribusian bahan baku yang di butuhkan ke mitra sampai lebih cepat. DAFTAR PUSTAKA Alma H. Buchari. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung : Alfabeta Anoraga, Pandji. Manajemen Bisnis. Jakarta : PT Rineka Cipta Chandra, Filicia dan Theresia Widyaratna Danny. Analisis Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Terhadap Tingkat Penjualan di Warung Bu Kris Vol.5, Vol Jakarta : Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Kotler dan Amstrong. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jakarta : Erlangga Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran Edisi Millenium Jilid 1. Jakarta : PT Indeks Kelompok Gramedia Lupiyoadi, Rambat dan A. Hamdani. Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta : Salemba Empat Molan, Benyamin. Manajemen Pemasaran. Indonesia : PT Mancana Jaya Cemerlang Nugroho, Marno dan Ratih Paramita. Analisis Pengaruh Lokasi, Keanekaragaman Barang Terhadap Keputusan Berbelanja dan Loyalitas Konsumen di Carefour Semarang Vol.10 No.1. Jakarta :

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep II. LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Pentingnya Pemasaran Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya. Cara dan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia bisnis semakin berkembang sesuai dengan kemajuan zaman dan teknologi. Perkembangan bisnis lem saat ini menunjukkan bahwa lem menjadi kebutuhan bagi beberapa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dibidang makanan dan minuman cepat saji. Pertumbuhan bisnis makanan dan

BAB I PENDAHULUAN. dibidang makanan dan minuman cepat saji. Pertumbuhan bisnis makanan dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan industri saat ini semakin meningkat dengan sangat pesat. Hal tersebut terjadi pada segala bidang bisnis atau berbagai jenis usaha, seperti bisnis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan yang siap untuk berkompetisi harus memiliki manajemen yang efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini diperlukan dukungan karyawan yang cakap

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat. Menurut Galler (dalam Sinaga, 2003: 16), perubahan pada

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat. Menurut Galler (dalam Sinaga, 2003: 16), perubahan pada BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan ilmu dan teknologi, serta keadaan ekonomi yang semakin membaik dapat menyebabkan perubahan pada pola konsumsi dan cara makan masyarakat. Menurut Galler

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman sekarang ini banyak sekali kemajuan dan perubahan yang

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman sekarang ini banyak sekali kemajuan dan perubahan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman sekarang ini banyak sekali kemajuan dan perubahan yang terjadi dalam dunia usaha modern terutama bidang usaha rumah makan dan restoran. Hal tersebut ditandai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dewasa ini sangat sulit ditebak. Ini disebabkan oleh terjadinya perubahan di

BAB I PENDAHULUAN. dewasa ini sangat sulit ditebak. Ini disebabkan oleh terjadinya perubahan di 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan dan perkembangan perekonomian dalam era globalisasi dewasa ini sangat sulit ditebak. Ini disebabkan oleh terjadinya perubahan di dunia baik di

Lebih terperinci

Pengertian Kepuasan Konsumen

Pengertian Kepuasan Konsumen Kepuasan Konsumen 1. Pengertian Kepuasan Konsumen Swan, et at. (1980) dalam bukunya Fandy Tjiptono, 2004 mendefinisikan kepuasan pelanggan sebagai evaluasi secara sadar atau penilaian kognitif menyangkut

Lebih terperinci

SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS

SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS 1 SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS PENILAIAN SUATU BISNIS Mengingat nilai suatu proyek ditentukan dengan mengestimasi present value perkiraan arus kasnya di masa mendatang. Sebuah perusahaan yang menilai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sedangkan saat ini mereka hanya tinggal memilih dan membeli berbagai. bias dilihat dari segi kemasan, isi maupun rasanya.

BAB I PENDAHULUAN. sedangkan saat ini mereka hanya tinggal memilih dan membeli berbagai. bias dilihat dari segi kemasan, isi maupun rasanya. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejak dahulu orang telah mengenal rokok tetapi dengan kemasan yang sangat berbeda dari kemasan saat ini. Rokok pada zaman dahulu lebih rumit dibandingkan sekarang

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Travel Agency Travel Agency adalah perusahaan yang khusus mengatur dan menyelenggarakan perjalanan dan persinggahan orang-orang, termasuk kelengkapan perjalanannya,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan pasar ritel terus berkembang sebagai akibat dari perubahan pada berbagai bidang. Pasar ritel yang terus bertumbuh secara nasional tidak hanya menguntungkan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan,

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan, II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Produk 2.1.1. Pengertian Produk Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan, sebuah perusahaan harus memulai dengan produk atau jasa yang dirancang

Lebih terperinci

TOTAL QUALITY MANAGEMENT dan KEPUASAN PELANGGAN DALAM JASA PARIWISATA Oleh Iis prasetyo, MM

TOTAL QUALITY MANAGEMENT dan KEPUASAN PELANGGAN DALAM JASA PARIWISATA Oleh Iis prasetyo, MM TOTAL QUALITY MANAGEMENT dan KEPUASAN PELANGGAN DALAM JASA PARIWISATA Oleh Iis prasetyo, MM A. Pendahuluan Persoalan kualitas dalam dunia bisnis kini sepertinya sudah menjadi harga yang harus di bayar

Lebih terperinci

IKLIM ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012

IKLIM ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012 IKLIM ORGANISASI Sebuah mesin memiliki batas kapasitas yang tidak dapat dilampaui berapapun besaran jumlah energi yang diberikan pada alat itu. Mesin hanya dapat menghasilkan produk dalam batas yang telah

Lebih terperinci

PRINSIP PRIVASI UNILEVER

PRINSIP PRIVASI UNILEVER PRINSIP PRIVASI UNILEVER Unilever menerapkan kebijakan tentang privasi secara khusus. Lima prinsip berikut melandasi pendekatan kami dalam menghormati privasi Anda. 1. Kami menghargai kepercayaan yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 II.1.1 Landasan Teori Pemasaran Jasa Di dalam memasarkan suatu produk baik barang maupun jasa, perusahaan akan melakukan kegiatan pemasaran. Namun kegiatan pemasaran yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV EFEKTIVITAS KEGIATAN PROMOSI PRODUK TABUNGAN PENDIDIKAN DI KJKS MANFAAT SURABAYA DALAM MENARIK MINAT PIHAK SEKOLAH

BAB IV EFEKTIVITAS KEGIATAN PROMOSI PRODUK TABUNGAN PENDIDIKAN DI KJKS MANFAAT SURABAYA DALAM MENARIK MINAT PIHAK SEKOLAH BAB IV EFEKTIVITAS KEGIATAN PROMOSI PRODUK TABUNGAN PENDIDIKAN DI KJKS MANFAAT SURABAYA DALAM MENARIK MINAT PIHAK SEKOLAH A. Kegiatan Pemasaran KJKS Manfaat Surabaya Pemasaran dalam sebuah lembaga atau

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Kepuasan Pelanggan Bagi bisnis, kepuasan pelanggan dipandang sebagai salah satu dimensi kinerja pasar. Penigkatan kepuasan pelanggan berpotensi mengarah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat ibukota. Pusat perbelanjaan sering disebut juga dengan sebutan Mal.

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat ibukota. Pusat perbelanjaan sering disebut juga dengan sebutan Mal. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pusat perbelanjaan merupakan istilah yang tak asing lagi, terlebih bagi masyarakat ibukota. Pusat perbelanjaan sering disebut juga dengan sebutan Mal. Mal merupakan

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KUALITAS PRODUK

ANALISIS KINERJA KUALITAS PRODUK 45 ANALISIS KINERJA KUALITAS PRODUK Perilaku konsumen dalam mengkonsumsi dangke dipengaruhi oleh faktor budaya masyarakat setempat. Konsumsi dangke sudah menjadi kebiasaan masyarakat dan bersifat turun

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. di mana kita semua hidup dengan menukarkan sesuatu serta menciptakan

II. LANDASAN TEORI. di mana kita semua hidup dengan menukarkan sesuatu serta menciptakan II. LANDASAN TEORI 2.1 Arti Pentingnya Pemasaran Pemasaran merupakan suatu subjek bagi semua orang maupun dunia usaha pada segala masa dan merupakan salah satu bidang paling dinamis dalam manajemen, di

Lebih terperinci

MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS

MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS 1.1. Pengertian Perencanaan Strategis Perencanaan strategis perusahaan adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana

Lebih terperinci

BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS

BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS TI Strategis Teknologi tidak lagi merupakan pemikiran terakhir dalam membentuk strategi bisnis, tetapi merupakan penyebab

Lebih terperinci

BAB V DESAIN OPERASI JASA

BAB V DESAIN OPERASI JASA Desain Operasi Jasa 42 BAB V DESAIN OPERASI JASA 5.1. Mendefinisikan Jasa Bab ini berkenaan dengan operasi jasa dan apa yang daapt dilakukan untuk memperbaiki masalah pelayanan jasa yang tidak efisien

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK PT. ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAYA CABANG SURAKARTA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK PT. ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAYA CABANG SURAKARTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK PT. ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAYA CABANG SURAKARTA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

Menghadapi Persaingan Pasar Global & Merancang Strategi Masuk Pasar Global

Menghadapi Persaingan Pasar Global & Merancang Strategi Masuk Pasar Global STMIK - AMIK RAHARJA INFORMATIKA MARKETING MANAJAMEN Menghadapi Persaingan Pasar Global & Merancang Strategi Masuk Pasar Global Pasar Global 1. Mendiskusikan pengaruh sitem perdagangan internasional, lingkungan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat di kembangkan adalah industri air minum isi ulang.

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat di kembangkan adalah industri air minum isi ulang. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara yang beriklim tropis, karena terletak didaerah khatulistiwa sehingga daerah ini disinari matahari setiap harinya dan suhu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan Online Shop atau toko online melalui media internet sudah menjamur di Indonesia, bahkan sudah sangat dikenal baik oleh khalayak ramai. Banyaknya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. relatif baru, yaitu sejak abad 19, sebagai salah satu produk dari Revolusi

BAB I PENDAHULUAN. relatif baru, yaitu sejak abad 19, sebagai salah satu produk dari Revolusi 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata yang kita kenal sekarang merupakan suatu fenomena yang relatif baru, yaitu sejak abad 19, sebagai salah satu produk dari Revolusi Industri. Kata pariwisata

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah penting. Pilihan penggunaan sarana transportasi sangat beragam jenisnya, misalnya sarana angkutan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) Kemampuan perusahaan untuk dapat mengenali, memenuhi dan memuaskan

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) Kemampuan perusahaan untuk dapat mengenali, memenuhi dan memuaskan BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) Kemampuan perusahaan untuk dapat mengenali, memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan dengan baik, merupakan strategi pada setiap perusahaaan.

Lebih terperinci

Proposal Penawaran Jasa Pembuatan Website Restoran / Cafe Jasa Pendaftaran Merek Restoran

Proposal Penawaran Jasa Pembuatan Website Restoran / Cafe Jasa Pendaftaran Merek Restoran Proposal Penawaran Jasa Pembuatan Website Restoran / Cafe Jasa Pendaftaran Merek Restoran NAZWAH WEB SOLUTION Alamat : Jl. Titi Pahlawan No. 03, Medan Handphone : 0821-1113-1990 Email : webdesign@nazwah.com

Lebih terperinci

STRUKTUR PASAR. 1. Menurut segi fisiknya, pasar dapat dibedakan menjadi beberapa macam, di

STRUKTUR PASAR. 1. Menurut segi fisiknya, pasar dapat dibedakan menjadi beberapa macam, di STRUKTUR PASAR 1.1 Pengertian Pasar Pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. omzet, namun karena jumlahnya cukup besar, maka peranan UMKM cukup

BAB I PENDAHULUAN. omzet, namun karena jumlahnya cukup besar, maka peranan UMKM cukup BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara ataupun daerah.peran penting tersebut telah mendorong banyak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. organisasi atau perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor intern dan ekstern

BAB I PENDAHULUAN. organisasi atau perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor intern dan ekstern BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam usaha mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan dalam periode waktu tertentu, kinerja organisasi yang optimal, selalu dihadapkan pada permasalahan

Lebih terperinci

PERANAN CUSTOMER VALUE DALAM MEMPERTAHANKAN KEUNGGULAN BERSAING PADA RESTORAN CEPAT SAJI

PERANAN CUSTOMER VALUE DALAM MEMPERTAHANKAN KEUNGGULAN BERSAING PADA RESTORAN CEPAT SAJI PERANAN CUSTOMER VALUE DALAM MEMPERTAHANKAN KEUNGGULAN BERSAING PADA RESTORAN CEPAT SAJI Evi Thelia Sari Dosen Jurusan International Business Management, Universitas Ciputra Surabaya email: thesar2005@yahoo.co.id

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, merupakan negara yang menjadi pasar potensial untuk pemasaran berbagai jenis barang maupun

Lebih terperinci

PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG

PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Serjana Pendidikan (S.Pd)

Lebih terperinci

Prinsip-Prinsip PEMASARAN

Prinsip-Prinsip PEMASARAN Prinsip-Prinsip PEMASARAN Principles of Marketing Jilid 1 Philip Kotler Gary Armstrong PENERBIT ERLANGGA B A B 1 Pemasaran dalam Dunia yang Sedang Berubah Mendefinisikan pemasaran dan mendiskusikan konsep

Lebih terperinci

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. HARMONI MITRA UTAMA DI SURABAYA Oleh : FELICIA DWI R.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. HARMONI MITRA UTAMA DI SURABAYA Oleh : FELICIA DWI R. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. HARMONI MITRA UTAMA DI SURABAYA Oleh : FELICIA DWI R.F ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari motivasi kerja,

Lebih terperinci

STMIK MDP ANALISIS DAN PERANCANGAN CUSTOMER RELATIOSHIP MANAGEMENT BERBASIS WEB PADA CV PUTERA REMAJA PALEMBANG

STMIK MDP ANALISIS DAN PERANCANGAN CUSTOMER RELATIOSHIP MANAGEMENT BERBASIS WEB PADA CV PUTERA REMAJA PALEMBANG STMIK MDP Program Studi Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer S1. Semester Ganjil Tahun 2010/2011 Abstrak ANALISIS DAN PERANCANGAN CUSTOMER RELATIOSHIP MANAGEMENT

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Segmentation, Targetting, dan Positioning Segmentation Segmentasi geografi Pelanggan yang berasal di daerah Bandung dan sekitarnya Segmentasi Demografi: Untuk segmentasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diferensiasi produk yang beragam. Untuk perusahaan, kepuasan konsumen UKDW

BAB I PENDAHULUAN. diferensiasi produk yang beragam. Untuk perusahaan, kepuasan konsumen UKDW BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini kepuasan konsumen dianggap penting mengingat kondisi bisnis yang sangat kompetitif. Tingkat persaingan menjadi tinggi dengan diferensiasi produk yang beragam.

Lebih terperinci

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING II.1. Harga Jual Penentuan harga jual suatu produk atau jasa merupakan salah satu keputusan penting manajemen karena harga yang ditetapkan

Lebih terperinci

cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus

cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus 24 cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. 2.7 Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus apabila digunakan untuk membantu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. selling, (Anderassen et al, 1997) dengan tujuan membangun citra yang kuat

BAB I PENDAHULUAN. selling, (Anderassen et al, 1997) dengan tujuan membangun citra yang kuat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan dan peningkatan di dalam sektor jasa pelayanan perhotelan saat ini cukup pesat sehingga membawa perubahan pada pola hidup masyarakat dan tingkat

Lebih terperinci

MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA

MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA Verina Unitas, Vol. H. Secapramana 9, No. 1, September 2000 - Pebruari 2001, 30-43 MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA Verina H. Secapramana Fakultas Psikologi Universitas Surabaya Abstrak Strategi pemasaran

Lebih terperinci

MANAJEMEN SITUASIONAL

MANAJEMEN SITUASIONAL MANAJEMEN SITUASIONAL Walaupun suatu organisasi bisnis telah memiliki seperangkat instrumen untuk mengendalikan perilaku sumber daya manusia di dalamnya - baik antara lain melalui deskripsi tugas (wewenang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Kepuasan Konsumen 1. Pengertian Kepuasan Konsumen Kepuasan konsumen adalah sejauh mana manfaat sebuah produk dirasakan (perceived) sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan (Amir,

Lebih terperinci

Komunikasi Pemasaran dan Adopsi Produk Baru

Komunikasi Pemasaran dan Adopsi Produk Baru Komunikasi Pemasaran dan Adopsi Produk Baru Hensi Margaretta, MBA. 1 Pokok Bahasan Peran utama komunikasi pemasaran dalam mempengaruhi karakteristik inovasi Peran komunikasi lisan (word of mouth) 2 Produk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemasaran yang berorientasi pada pelanggan. Pemasaran seharusnya. yang terintegrasi, yaitu berfokus pada pelanggan.

BAB I PENDAHULUAN. pemasaran yang berorientasi pada pelanggan. Pemasaran seharusnya. yang terintegrasi, yaitu berfokus pada pelanggan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Memasuki era perdagangan bebas saat ini, perusahaan diharapkan pada persaingan yang semakin ketat. Terdapat berbagai tantangan dan peluang yang tidak hanya terdapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Konsumen biasanya membeli suatu produk karena alasan. kebutuhan. Namun ada alasan atau faktor- faktor lain yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Konsumen biasanya membeli suatu produk karena alasan. kebutuhan. Namun ada alasan atau faktor- faktor lain yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Konsumen biasanya membeli suatu produk karena alasan kebutuhan. Namun ada alasan atau faktor- faktor lain yang turut serta mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembeliannya,

Lebih terperinci

Proses Bisnis pada dasarnya adalah MENGELOLA PERTUKARAN (EXCHANGE) dari PRODUSEN ke KONSUMEN EA - 1

Proses Bisnis pada dasarnya adalah MENGELOLA PERTUKARAN (EXCHANGE) dari PRODUSEN ke KONSUMEN EA - 1 Proses Bisnis pada dasarnya adalah MENGELOLA PERTUKARAN (EXCHANGE) dari PRODUSEN ke KONSUMEN EA - 1 APA YANG DIPERTUKARKAN? Produsen menawarkan PRODUK Konsumen memperoleh PRODUK Produsen menetapkan HARGA

Lebih terperinci

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi Bab1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi manajemen, menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk

Lebih terperinci

Sistem manajemen mutu Persyaratan

Sistem manajemen mutu Persyaratan SNI ISO 9001-2008 Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional SNI ISO 9001-2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terhadap PDB nasional. Hal ini merupakan tantangan berat, mengingat perekonomian

BAB I PENDAHULUAN. terhadap PDB nasional. Hal ini merupakan tantangan berat, mengingat perekonomian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor konstruksi adalah salah satu sektor andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan selalu dituntut untuk tetap meningkatkan kontribusinya melalui tolak ukur

Lebih terperinci

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI BAB II HARGA POKOK PRODUKSI Bab ini berisi teori yang akan digunakan sebagai dasar melakukan analisis data. Mencakup pengertian dan penggolongan biaya serta teori yang berkaitan dengan penentuan harga

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. dibahas arti dari proses yaitu : Proses adalah suatu cara, metode maupun

BAB II LANDASAN TEORI. dibahas arti dari proses yaitu : Proses adalah suatu cara, metode maupun BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Proses Produksi Dewasa ini banyak dijumpai perusahaan yang memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan masyarakat. Untuk memproduksi barang dan

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA BERPIKIR, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB III KERANGKA BERPIKIR, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 30 BAB III KERANGKA BERPIKIR, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3.1 Kerangka Berpikir Adanya tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing dalam era globalisasi, maka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam era perdagangan bebas, setiap perusahaan menghadapi persaingan yang ketat. Meningkatnya intensitas persaingan dan jumlah pesaing menuntut perusahaan untuk

Lebih terperinci

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS PENGARUH PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KINERJA MANAJER UNIT

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS PENGARUH PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KINERJA MANAJER UNIT FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS SKRIPSI PENGARUH PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KINERJA MANAJER UNIT (STUDI KASUS PADA PT. TELKOM, TBK WILAYAH SUMATRA BARAT) Oleh : NOVIA ZAYETRI BP.

Lebih terperinci

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA Nurhazana Administrasi Bisnis Politeknik Bengkalis Jl. Bathin Alam, Sei-Alam, Bengkalis Riau nurhazana@polbeng.ac.id Abstrak

Lebih terperinci

Bisnis Eceran 2. Usaha Eceran Berdasarkan Kepemilikan

Bisnis Eceran 2. Usaha Eceran Berdasarkan Kepemilikan Bisnis Eceran 2 Demikian banyak variasi bisnis eceran. Dari pedagang kaki lima, warung, toko kelontong, toserba hingga hyper market. Klasifikasi jenis usaha eceran dapat diuraikan menjadi: - Berdasarkan

Lebih terperinci

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070

Lebih terperinci

Motivasi dalam Organisasi

Motivasi dalam Organisasi Motivasi dalam Organisasi Motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan atau daya penggerak. Motivasi ini diberikan kepada manusia, khususnya kepada para bawahan atau pengikut. Adapun kerja

Lebih terperinci

PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP RASA PERCAYA DIRI PELANGGAN SABUN MANDI NUVO DI SIDOARJO

PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP RASA PERCAYA DIRI PELANGGAN SABUN MANDI NUVO DI SIDOARJO 50 PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP RASA PERCAYA DIRI PELANGGAN SABUN MANDI NUVO DI SIDOARJO SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dipergunakan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan bersama. 1 Diantara anugrah

BAB I PENDAHULUAN. dipergunakan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan bersama. 1 Diantara anugrah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah khalifah di muka bumi, Islam memandang bahwa bumi dan segala isinya merupakan amanah Allah kepada sang khalifah agar dipergunakan sebaik-baiknya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat

BAB 1 PENDAHULUAN. sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Lebih terperinci

PEMBUATAN BRAND IDENTITY PRODUK PISANG KARAMEL G DANG

PEMBUATAN BRAND IDENTITY PRODUK PISANG KARAMEL G DANG PEMBUATAN BRAND IDENTITY PRODUK PISANG KARAMEL G DANG Fany Ijaya Susilo Fakultas Teknik / Jurusan Teknik Informatika Program Multimedia Fany.ijaya@gmail.com ABSTRAK Pembuatan Brand Identity Pisang karamel

Lebih terperinci

Total Quality Purchasing

Total Quality Purchasing Total Quality Purchasing Diadaptasi dari Total quality management, a How-to Program For The High- Performance Business, Alexander Hamilton Institute Dalam Manajemen Mutu Total, pembelian memainkan peran

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman dahulu, manusia hanya membutuhkan barang barang sehari-hari (barang umum) untuk kelangsungan hidupnya. Orientasi konsumen pada zaman tersebut hanya kepuasaan

Lebih terperinci

Siapa Kami. Visi & Misi. Visi Menjadi Perusahaan Yang Bergerak di Bidang Kerajinan Tembaga Yang Professional. Misi

Siapa Kami. Visi & Misi. Visi Menjadi Perusahaan Yang Bergerak di Bidang Kerajinan Tembaga Yang Professional. Misi AA Gallery 081225444111-081225444222 ari.boyolali@gmail.com info@aagallery.co.id Showroom: Tumang Kupo Cepogo Boyolali 57362 Central Java PIN BB : 26A2CFAD Fax : 0276-323405 www.aagallery.co.id Siapa Kami

Lebih terperinci

BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)

BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) A. Aplikasi Total Quality Management (TQM) dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Jama ah Haji Memasuki usianya yang ke-20 tahun

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada masa sekarang ini, di mana pertumbuhan ekonomi yang terjadi dan sangat

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada masa sekarang ini, di mana pertumbuhan ekonomi yang terjadi dan sangat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada masa sekarang ini, di mana pertumbuhan ekonomi yang terjadi dan sangat berkembang pesat memacu timbulnya persaingan bisnis yang sangat ketat di antara

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

UKDW BAB 1 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Menurut Probo Hindarto (2010), lesehan merupakan istilah untuk cara duduk diatas lantai, dimana akar budayanya berasal dari tata krama duduk di dunia timur. Lesehan merupakan

Lebih terperinci

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PADA RUMAH MAKAN METRO

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PADA RUMAH MAKAN METRO ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PADA RUMAH MAKAN METRO JURNAL Oleh : SANDIKA SAPUTRA C1B110070 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BENGKULU 2014 Jurusan Manajemen Universitas Bengkulu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menuju kebebasan dalam memilih, perusahaan sudah tidak mampu lagi memaksa

BAB I PENDAHULUAN. menuju kebebasan dalam memilih, perusahaan sudah tidak mampu lagi memaksa BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era hiperkompetitif seperti sekarang ini dunia usaha sedang bergerak menuju kebebasan dalam memilih, perusahaan sudah tidak mampu lagi memaksa konsumen untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Di era globalisasi saat ini, terjadi persaingan yang ketat dalam

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Di era globalisasi saat ini, terjadi persaingan yang ketat dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Di era globalisasi saat ini, terjadi persaingan yang ketat dalam lingkungan bisnis. Ketatnya persaingan bisnis terjadi juga dalam industri perbankan salah satunya dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pemasaran Pemasaran memiliki arti lebih dari sekedar menjual dan mempromosikan sebuah produk atau jasa. Mengerti, menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyalurkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH OLEH A. MULIATI, AM Kepala sekolah dalam meningkatkan profesonalisme guru diakui sebagai salah satu faktor yang sangat penting dalam organisasi

Lebih terperinci

PEMASARAN RITEL PRODUK PERKEBUNAN

PEMASARAN RITEL PRODUK PERKEBUNAN PEMASARAN PEMASARAN RITEL PRODUK PERKEBUNAN Budi Rahardjo Tenaga Profesional LPP Yogyakarta S alah satu fungsi utama bisnis adalah pemasaran ( marketing) yang peran utamanya adalah memindahkan produk yang

Lebih terperinci

Company Profile. Visi

Company Profile. Visi Company Profile Nama Perusahaan : CV.KEMITRAAN A SWALAYAN SIUP : 503.6/303/PK/2014 Bidang Usaha : Kemitraan Minimarket A SWALAYAN Kantor Pusat : Puri Hutama Danguran A.1 Klaten (0272) 3353129 Website :

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) SEMESTER GANJIL 2010/11. Kode Mata kuliah : EA 23461 Beban Kredit : 4 sks

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) SEMESTER GANJIL 2010/11. Kode Mata kuliah : EA 23461 Beban Kredit : 4 sks UNIVERSITAS TARUMANAGARA Fakultas : Ekonomi Jurusan/Program : S1 Akuntansi Mata kuliah : Manajemen Pemasaran Kode Mata kuliah : EA 23461 Beban Kredit : 4 sks NO MINGG U POKOK BAHASAN TINJAUAN INSTRUKSIONAL

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat mendukung untuk pengembangan usaha perikanan baik perikanan

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat mendukung untuk pengembangan usaha perikanan baik perikanan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan suatu Negara yang memiliki kawasan perairan yang hampir 1/3 dari seluruh kawasannya, baik perairan laut maupun perairan tawar yang sangat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sehat jasmani dan rohani serta memiliki keterampilan yang tinggi. Kunci

BAB I PENDAHULUAN. sehat jasmani dan rohani serta memiliki keterampilan yang tinggi. Kunci BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Suatu perusahaan yang baik perlu adanya pembinaan dan pemanfaatan sumber daya manusia agar dapat menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, sehat jasmani

Lebih terperinci

KUESIONER FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI POLA PEMILIHAN MAKANAN SIAP SAJI (FAST FOOD) PADA PELAJAR DI SMA SWASTA CAHAYA MEDAN TAHUN 2012

KUESIONER FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI POLA PEMILIHAN MAKANAN SIAP SAJI (FAST FOOD) PADA PELAJAR DI SMA SWASTA CAHAYA MEDAN TAHUN 2012 LAMPIRAN KUESIONER FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI POLA PEMILIHAN MAKANAN SIAP SAJI (FAST FOOD) PADA PELAJAR DI SMA SWASTA CAHAYA MEDAN TAHUN 2012 I. INFORMASI WAWANCARA No. Responden... Nama Responden...

Lebih terperinci

BABI PENDAHULUAN. dibandingkan waktu sebelumnya. Para manajer puncak dihadapkan pada arus

BABI PENDAHULUAN. dibandingkan waktu sebelumnya. Para manajer puncak dihadapkan pada arus BABI PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Pengelolaan industri dewasa ini memberikan tantangan yang lebih besar dibandingkan waktu sebelumnya. Para manajer puncak dihadapkan pada

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Pemilihan lokasi usaha oleh suatu organisasi (perusahaan) akan mempengaruhi risiko (risk) dan keuntungan (profit) perusahaan tersebut secara keseluruhan. Kondisi ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan perekonomian dewasa ini. Sejalan dengan perekonomian di

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan perekonomian dewasa ini. Sejalan dengan perekonomian di 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peranan pemasaran sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan perekonomian dewasa ini. Sejalan dengan perekonomian di negara Indonesia ini menyebabkan munculnya

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA

BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA A. Gambaran Tentang Pusat Grosir Surabaya (PGS) 1. Sejarah Berdirinya Tak dapat dipungkiri bahwa dunia perdagangan sekarang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dimasa depan adalah masyarakat dengan perilaku hidup sehat, memiliki

BAB I PENDAHULUAN. dimasa depan adalah masyarakat dengan perilaku hidup sehat, memiliki BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di dalam visi Indonesia Sehat tahun 2010, maka gambaran masyarakat dimasa depan adalah masyarakat dengan perilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. molding) dan pembuatan checking fixture. Injection molding/plastic molding

BAB I PENDAHULUAN. molding) dan pembuatan checking fixture. Injection molding/plastic molding BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Industri komponen otomotif di Indonesia berkembang seiring dengan perkembangan industri otomotif. Industri penunjang komponen otomotif juga ikut berkembang salah

Lebih terperinci

Hiryanto, M.Si Dosen PLS FIP UNY. Peningkatan Mutu PKBM.PPM

Hiryanto, M.Si Dosen PLS FIP UNY. Peningkatan Mutu PKBM.PPM MUTU ADMINISTRASI LEMBAGA PKBM (TATA KELOLA) Hiryanto, M.Si Dosen PLS FIP UNY 1 PERENCANAAN MUTU LEMBAGA PKBM Hakikat Perencanaan Mutu Secara luas mutu dapat diartikan sebagai agregat karakteristik dari

Lebih terperinci

BAB III DISAIN PRODUK

BAB III DISAIN PRODUK BAB III DISAIN PRODUK 3.1. Pendahuluan Salah satu karakteristik manusia adalah mereka selalu berusaha mencitakan sesuatu, baik alat atau benda lainnya untuk membantu kehidupan mereka. Untuk mewejudkan

Lebih terperinci

STRATEGI PENETAPAN HARGA BISNIS RETAIL

STRATEGI PENETAPAN HARGA BISNIS RETAIL STRATEGI PENETAPAN HARGA BISNIS RETAIL 1. MEMAHAMI STRATEGI HARGA DALAM BISNIS RETAIL 2. PENDEKATAN DALAM MENETAPKAN STRATEGI HARGA 3. KOMPONEN DALAM MEMBANGUN REPUTASI HARGA 4. PENYESUAIAN HARGA 1 STRATEGI

Lebih terperinci

MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI

MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Rina Surjani P. Fakultas Farmasi Universitas Surabaya Abstrak Globalisasi adalah penyebaran inovasi ekonomi ke seluruh dunia serta penyesuaian-penyesuaian

Lebih terperinci

PENGARUH CITRA MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA PRODUK PAKAIAN 3SECOND DI SHOWROOM JAVA MALL SEMARANG

PENGARUH CITRA MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA PRODUK PAKAIAN 3SECOND DI SHOWROOM JAVA MALL SEMARANG PENGARUH CITRA MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA PRODUK PAKAIAN 3SECOND DI SHOWROOM JAVA MALL SEMARANG PAULA TIERA PANGESTIKA B11.2009.01862 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Di dunia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. suatu upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan

BAB I PENDAHULUAN. suatu upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Rumah sakit adalah salah satu organisasi sektor publik yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa kesehatan yang mempunyai tugas melaksanakan suatu upaya kesehatan

Lebih terperinci