a. Ruang Sampel dan Titik Sampel Dalam himpunan ruang sampel disebut Semesta S = 1, 2, 3, 4,5, 6

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "a. Ruang Sampel dan Titik Sampel Dalam himpunan ruang sampel disebut Semesta S = 1, 2, 3, 4,5, 6"

Transkripsi

1 1. Kejadian a. Ruang Sampel dan Titik Sampel Ruang Sampel adalah himpunan dari semua hasil yang mungkin dari suatu kegiatan Contoh : Kegiatan melempar sebuah dadu hasil atau angka yang mungkin muncul adalah 1, 2, 3, 4,5, 6 Dalam himpunan ruang sampel disebut Semesta S 1, 2, 3, 4,5, 6 Titik Sampel adalah adalah anggota anggota dari ruang sampel Titik sampel pada contoh di atas adalah 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Dalam himpunan titik sampel adalah anggota himpunan yang membentuk himpunan b. Kejadian/Peristiwa/Event Kejadian atau Peristiwa adalah himpunan bagian dari ruang sampel. Kejadian Sederhana adalah kejadian yang hanya mempunyai 1 titik sampel Pada kegiatan melempar dadu contoh kejadian sederhana adalah 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Kejadian Majemuk adalah kejadian yang mempunyai lebih dari 1 titik sampel Pada kegiatan melempar dadu contoh kejadian majemuk adalah 1, 3, 2, 3, 4

2 c. Kejadian Saling Lepas dan Saling Bebas Kejadian Saling Lepas adalah dua atau lebih kejadian yang tidak dapat terjadi secara bersamaan Contoh : Pada pelemparan sebuah dadu sebanyak satu kali saat angka 1 muncul maka angka 2, 3, 4, 5 atau 6 tidak akan muncul pada saat yang sama Kejadian munculnya angka 1, 2, 3, 4, 5 atau 6 pada pelemparan dadu sebanyak satu kali dikatakan saling lepas. Jumlah kemungkinan kejadian yang muncul adalah 6 kejadian yaitu munculnya angka 1, 2, 3, 4, 5 atau 6 Jumlah pengabungan kejadian yang saling lepas sama dengan jumlah dari masing masing kejadian individu Kejadian Saling Bebas adalah dua atau lebih kejadian yang dapat terjadi secara bersamaan dan tidak saling terpengaruh Contoh : Pelemparan 2 dadu secara bersamaan pasangan kejadian angka yang muncul pada dadu I dan dadu II tidak saling berpengaruh. Jika angka 1 muncul pada dadu I maka sembarang angka pada dadu II bisa muncul bersamaan. Kejadian pada dadu I dikatakan saling bebas dengan kejadian pada dadu II Jumlah pasangan kejadian pada dua dadu yang dilempar secara bersamaan adalah pasang kejadian yaitu 1, 1, 1, 2,..., 6, 5, 6, 6 Jumlah pengabungan kejadian yang saling bebas sama dengan perkalian dari masing masing kejadian individu

3 d. Kejadian Bersyarat dan Permutasi Misalkan Adi, Budi dan Catur akan dipilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua kelas dan tidak diperbolehkan seseorang merangkap jabatan, maka kemungkinan pasangannya adalah Kejadian Gabungan Ketua Wakil Ketua 1 Adi Budi 2 Adi Catur 3 Budi Adi 4 Budi Catur 5 Catur Adi 6 Catur Budi Perhatikan gabungan nomor 1 dan 3. Urutan Adi ketua dan Budi wakil ketua berbeda dengan Budi ketua dan Adi wakil ketua. Urutan disini menjadi penting Ada 3 calon untuk menempati posisi ketua (Adi, Budi dan Catur) maka akan ada 3 kemungkinan kejadian nama murid menempati posisi ketua. Jika seseorang telah dipilih menjadi ketua maka calon untuk menempati posisi wakil ketua tersisa 2 calon saja. Jumlah kemungkinan pasangan yang terpilih untuk posisi ketua dan wakil adalah Permasalahan di atas dikenal dengan permutasi Permutasi adalah cara penggabungan kejadian dari dari beberapa kejadian dengan cara memperhatikan urutan Jumlah permutasi atau penggabungan r kejadian dari n kejadian Dimana n disebut faktorial P n n r n n 2 n 1 n dan 1 1 dan 0 0

4 Untuk contoh di atas ada 2 posisi yang akan diisi 𝑟 2 yaitu ketua dan wakil ketua oleh 𝑛 3 calon 𝑃 6 Berapa banyak kata yang berbeda dapat dibuat dari huruf KAKAK? Jika masing masing huruf dianggap berbeda maka ada 𝑃 120 cara mengurutkan Anggap A berbeda yaitu A dan A dan perhatikan KA KA K dianggap berbeda dengan KA KA K Pada kasus di atas urutan 2 huruf A yang sama dihitung 2 kali 𝑃 2 Begitu juga dengan 2 huruf K yang sama dihitung 6 kali 𝑃 6 Sehingga jumlah kata yang dapat dibuat dari huruf KAKAK adalah "# 10 Secara umum jika ada 𝒏 titik sampel yang akan diurutkan dan ada 𝒏𝟏, 𝒏𝟐, 𝒏𝒊 titik sampel yang sama, maka banyaknya cara mengurutkan adalah 𝑛 𝑃,,, 𝑛 𝑛 𝑛

5 Tiga orang duduk di meja bundar seperti pada gambar di bawah Urutan duduk ketiga orang adalah sama pada ketiga gambar Sebelah kiri A duduk B dan sebelah kanan A duduk C pada ketiga gambar walaupun menempati kursi yang berbeda Permasalahan di atas dikenal dengan permutasi siklis Jika r 3 orang akan menduduki n 3 kursi maka banyaknya cara adalah P 3 Tetapi ada 3 urutan yang sama pada meja bundar maka hasilnya harus di bagi 3 P "#$" 2 Pada permutasi siklis berlaku P "#$" n 1

6 e. Kejadian Bersyarat dan Kombinasi Misalkan Adi, Budi dan Catur adalah penggemar bulutangkis dan mereka akan membentuk team ganda buluntangkis. Team ganda yang terdiri dari Adi dan Budi atau Budi dan Adi dianggap satu. Urutan disini tidak diperhatikan seperti pada kasus ketua dan wakil ketua. Team Ganda Nama Pasangan 1 Adi - Budi 2 Adi - Catur 3 Budi - Catur Permasalahan di atas dikenal dengan permutasi Kombinasi adalah cara penggabungan kejadian dari dari beberapa kejadian dengan cara tidak memperhatikan urutan Jumlah kombinasi atau penggabungan r kejadian dari n kejadian adalah C n r n r Untuk contoh di atas dibutuhkan r 2 orang untuk membentuk team ganda bulutangkis yang dipilih dari n 3 pemain C 3

www.matematika-pas.blogspot.com E-learning matematika, GRATIS

www.matematika-pas.blogspot.com E-learning matematika, GRATIS Penyusun Editor : Indyah Sulistyawati, S.Pd. ; Wiwik Hermawati, S.Si. : Drs. Keto Susanto, M.Si. M.T. ; Istijab, S.H. M.Hum. Imam Indra Gunawan, S.Si. ). Pengertian Kaidah Pencacahan (Counting Slots) Kaidah

Lebih terperinci

Bab 9. Peluang Diskrit

Bab 9. Peluang Diskrit Bab 9. Peluang Diskrit Topik Definisi Peluang Diskrit Sifat Peluang Diskrit Probabilitas terbatas Konsep Teori Himpunan pada Peluang Diskrit Probabilitas Kejadian Majemuk A B dan A B DuaKejadianSalingLepas

Lebih terperinci

Aplikasi Kombinatorial dan Peluang Diskrit dalam Permainan Dadu Cee-Lo

Aplikasi Kombinatorial dan Peluang Diskrit dalam Permainan Dadu Cee-Lo Aplikasi Kombinatorial dan Peluang Diskrit dalam Permainan Dadu Cee-Lo Hendy - 13507011 Jurusan Teknik Informatika, ITB, Bandung 40116, email: if17011@students.if.itb.ac.id Abstract Makalah ini membahas

Lebih terperinci

4. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear x + y = 5 dan x - 2y = -4 adalah... A.{ (1, 4) }

4. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear x + y = 5 dan x - 2y = -4 adalah... A.{ (1, 4) } 1. Diketahui himpunan P = ( bilangan prima kurang dari 13 ) Banyak himpunan bagian dari P adalah... 5 25 10 32 P = {Bilangan prima kurang dari 13} = {2, 3, 5, 7, 11} n(p) = 5 2. Dari diagram Venn di bawah,

Lebih terperinci

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l 160 1. Sebuah batu yang massanya sama digantung pada seutas tali yang berbeda panjangnya. Gambar manakah yang akan menghasilkan jumlah ayunan terbanyak untuk selang waktu tertentu. a b. l 1.5 l c d. 1.75

Lebih terperinci

Probabilitas dan Proses Stokastik

Probabilitas dan Proses Stokastik Probabilitas dan Proses Stokastik Tim ProStok Jurusan Teknik Elektro - FTI Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 2014 O U T L I N E 1. Capaian Pembelajaran 2. Pengantar dan 3. Contoh 4. Ringkasan

Lebih terperinci

Peluang Bersyarat dan Kejadian Bebas

Peluang Bersyarat dan Kejadian Bebas Bab 3 Peluang Bersyarat dan Kejadian Bebas 3.1 Peluang Bersyarat Misalkan ruang contoh berpeluang sama dari percobaan melempar sebuah dadu bersisi 6, maka S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}. Dan terdapat dua kejadian,

Lebih terperinci

9 Menghitung Besar Sudut di Titik Sudut

9 Menghitung Besar Sudut di Titik Sudut 9 Menghitung Besar Sudut di Titik Sudut Besar sudut di setiap titik sudut pada segi-banyak relatif mudah dihitung. Pada segi-n beraturan, besar sudut di setiap titik sudutnya sama dengan 180 o 360 o /n.

Lebih terperinci

KEJUARAAN BULUTANGKIS DJARUM SIRKUIT NASIONAL BALI OPEN 5 10 NOPEMBER 2012

KEJUARAAN BULUTANGKIS DJARUM SIRKUIT NASIONAL BALI OPEN 5 10 NOPEMBER 2012 KEJUARAAN BULUTANGKIS DJARUM SIRKUIT NASIONAL BALI OPEN 5 10 NOPEMBER 2012 ( RANKING POINT ) 1. NAMA KEJUARAAN : DJARUM SIRKUIT NASIONAL BALI OPEN 2012 2. PELAKSANAAN a. Waktu : Tanggal 5 10 Nopember 2012

Lebih terperinci

BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI

BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI LAMPIRAN 5 BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI Laporan 2 Pelaksanaan OSN-PERTAMINA 2012 69 Olimpiade Sains Nasional Pertamina 2012 Petunjuk : 1. Tuliskan secara lengkap Nama, Nomor

Lebih terperinci

memberikan output berupa solusi kumpulan pengetahuan yang ada.

memberikan output berupa solusi kumpulan pengetahuan yang ada. MASALAH DAN METODE PEMECAHAN MASALAH (Minggu 2) Pendahuluan Sistem yang menggunakan kecerdasan buatan akan memberikan output berupa solusi dari suatu masalah berdasarkan kumpulan pengetahuan yang ada.

Lebih terperinci

Bab 3. Permutasi dan Kombinasi

Bab 3. Permutasi dan Kombinasi Bab 3. Permutasi dan Kombinasi Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menghadapi masalah pengaturan suatu obyek yang terdiri dari beberapa unsur, baik yang disusun dengan mempertimbangkan urutan sesuai

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.2 TUJUAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.2 TUJUAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi komputer pada saat ini sangat pesat, dimana yang telah kita ketahui dalam instansi pemerintahan maupun swasta, lebih mengutamakan menggunakan

Lebih terperinci

SEBARAN PENARIKAN CONTOH

SEBARAN PENARIKAN CONTOH STATISTIK (MAM 4137) SEBARAN PENARIKAN CONTOH Ledhyane Ika Harlyan 2 Outline Sebaran Penarikan Contoh Sebaran Penarikan Contoh Bagi Nilai Tengah Sebaran t Sebaran Penarikan contoh bagi beda dua mean Parameter

Lebih terperinci

PREDIKSI DAN LATIHAN SOAL UJIAN AKHIR NASIONAL KUMPULAN SOAL DAN PEMBAHASAN SOAL UAN 2004-2009

PREDIKSI DAN LATIHAN SOAL UJIAN AKHIR NASIONAL KUMPULAN SOAL DAN PEMBAHASAN SOAL UAN 2004-2009 PREDIKSI DAN LATIHAN SOAL UJIAN AKHIR NASIONAL KUMPULAN SOAL DAN PEMBAHASAN SOAL UAN 2004-2009 MATEMATIKA Untuk SMP / MTS Copyright soal-unas.blogspot.com Artikel ini boleh dicopy, dikutip, di cetak dalam

Lebih terperinci

Wujud Garapan Anda Bhuwana Kiriman I Kadek Alit Suparta, Mahasiswa PS Seni Karawitan, ISI Denpasar. Instrumentasi dan Fungsi Instrumen

Wujud Garapan Anda Bhuwana Kiriman I Kadek Alit Suparta, Mahasiswa PS Seni Karawitan, ISI Denpasar. Instrumentasi dan Fungsi Instrumen Wujud Garapan Anda Bhuwana Kiriman I Kadek Alit Suparta, Mahasiswa PS Seni Karawitan, ISI Denpasar. Wujud merupakan salah satu aspek yang paling mendasar, yang terkandung pada semua benda atau peristiwa

Lebih terperinci

APLIKASI BELAJAR MEMBACA IQRO BERBASIS MOBILE

APLIKASI BELAJAR MEMBACA IQRO BERBASIS MOBILE APLIKASI BELAJAR MEMBACA IQRO BERBASIS MOBILE Muhammad Sobri 1) dan Leon Andretti Abdillah 2) 1) Manajemen Informatika, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Darma 2) Sistem Informasi, Fakultas Ilmu

Lebih terperinci

Definisi 1.1: Jika S dan A adalah himpunan semua kejadian tertentu yang memenuhi, maka

Definisi 1.1: Jika S dan A adalah himpunan semua kejadian tertentu yang memenuhi, maka Pertemuan 1: Kompetensi Dasar: Menggunakan konsep probabilitas sehingga dapat melakukan Tujuan: pendekatan perhitungan probabilitas. 1. Mahasiswa diharapkan mampu menentukan nilai probabilitas dengan pendekatan

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN BANGUN RUANG (1)

PEMBELAJARAN BANGUN RUANG (1) H. SufyaniPrabawant, M. Ed. Bahan Belajar Mandiri 5 PEMBELAJARAN BANGUN RUANG (1) Pendahuluan Bahan belajar mandiri ini menyajikan pembelajaran bangun-bangun ruang dan dibagi menjadi dua kegiatan belajar.

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DEWAN KEHORMATAN PUSAT PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2007 TENTANG SUSUNAN DAN TATA LAKSANA KERJA MAJELIS KEHORMATAN

KEPUTUSAN DEWAN KEHORMATAN PUSAT PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2007 TENTANG SUSUNAN DAN TATA LAKSANA KERJA MAJELIS KEHORMATAN KEPUTUSAN DEWAN KEHORMATAN PUSAT PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2007 TENTANG SUSUNAN DAN TATA LAKSANA KERJA MAJELIS KEHORMATAN DEWAN KEHORMATAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA DEWAN KEHORMATAN

Lebih terperinci

F.1 Kereta Api F.1.1 Pembelian F.1.1.1 Pilih Tanggal, Jumlah Penumpang dan Rute Perjalanan

F.1 Kereta Api F.1.1 Pembelian F.1.1.1 Pilih Tanggal, Jumlah Penumpang dan Rute Perjalanan Pada menu transaksi lain ini digunakan untuk melakukan transaksi lain di luar yang produk - produk yang ada pada menu transaksi, dimana produk - produk tersebut dapat dilihat pada bagian sub menu. F.1

Lebih terperinci

Penjelasan atas UU Nomor 11 Tahun 1992 P E N J E L A S A N A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1992 TENTANG DANA PENSIUN

Penjelasan atas UU Nomor 11 Tahun 1992 P E N J E L A S A N A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1992 TENTANG DANA PENSIUN P E N J E L A S A N A T A S UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1992 TENTANG DANA PENSIUN U M U M Dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional yang pada hakekatnya merupakan pembangunan manusia

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 058 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA KECAKAPAN UMUM

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 058 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA KECAKAPAN UMUM KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 058 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA KECAKAPAN UMUM Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Menimbang : 1. bahwa dalam rangka melaksanakan

Lebih terperinci

Bintang Jasa. B. Dasar Hukum Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

Bintang Jasa. B. Dasar Hukum Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Bintang Jasa A. Tanda Kehormatan Bintang Jasa Bintang Jasa memiliki derajat dibawah Bintang Republik Indonesia dan Bintang Mahaputera. Tanda Kehormatan Bintang Jasa memiliki 3 (tiga) kelas, yaitu: 1) Bintang

Lebih terperinci

Teori dan Operasi Pada Himpunan

Teori dan Operasi Pada Himpunan Teori dan Operasi Pada Himpunan Oleh: Suprih Widodo Pendahuluan Pada dasarnya setiap hari manusia berhubungan dengan himpunan, klasifikasi himpunan dalam hidup manusia sangat beragam dan banyak sekali,

Lebih terperinci

SIKLUS PENATAUSAHAAN KEUANGAN GU (Ganti Uang Persediaan)

SIKLUS PENATAUSAHAAN KEUANGAN GU (Ganti Uang Persediaan) SIKLUS PENATAUSAHAAN KEUANGAN GU (Ganti Uang Persediaan) KETERANGAN : 1. PENERBITAN SP2D UP/GU Bendahara Umum Daerah menerbitkan SP2D yang selanjutnya soft copy SP2D diimportkan ke database simda SKPD

Lebih terperinci

MODUL XIII FORM dan REPORTS

MODUL XIII FORM dan REPORTS MODUL XIII FORM dan REPORTS A. MAKSUD DAN TUJUAN 1. MAKSUD Mahasiswa mengerti cara membuat form dan laporan dengan Ms Access 2. TUJUAN!"Agar mahasiswa dapat membust form untuk mengedit dan menambah data

Lebih terperinci

USER GUIDE BEBAN KERJA DOSEN

USER GUIDE BEBAN KERJA DOSEN USER GUIDE BEBAN KERJA DOSEN 1. Tahap pertama dosen mengetikkan alamat website http://bkd.unila.ac.id, maka akan tampil halaman website seperti berikut : 2. Kemudian dosen mengisi login dan password, login

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG Draft Htl Maharani 9 September 2008 PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA SIMPAN PINJAM

Lebih terperinci

PETUNJUK LOMBA KARYA TULIS ILMIAH

PETUNJUK LOMBA KARYA TULIS ILMIAH PETUNJUK LOMBA KARYA TULIS ILMIAH Syarat dan Ketentuan Lomba 1. Karya tulis adalah hasil penelitian yang telah dilakukan (bukan kajian pustaka ataupun usulan penelitian) 2. Karya tulis adalah hasil pemikiran

Lebih terperinci

Tari Piring Salah Satu Seni Budaya Khas Minangkabau

Tari Piring Salah Satu Seni Budaya Khas Minangkabau Tari Piring Salah Satu Seni Budaya Khas Minangkabau Indonesia memiliki beragam tradisi dan budaya, dimana setiap propinsi dan suku yang ada di Nusantara, memiliki tradisi dan budaya masing-masing, baik

Lebih terperinci

I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang kalian anggap paling benar!!!

I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang kalian anggap paling benar!!! I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang kalian anggap paling benar!!! 1. Pada waktu menggiring bola, pergelangan kaki ditahan ke atas saat mendorongkan bola, sedangkan posisi kaki juga di atas

Lebih terperinci

Nurjamal. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas Mulawarman Samarinda. Jl. Muara Pahung Kelua Samarinda.

Nurjamal. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas Mulawarman Samarinda. Jl. Muara Pahung Kelua Samarinda. 1 KONTRIBUSI DAYA LEDAK LENGAN DAN KOORDINASI MATA TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN SMASH DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS PADA SISWA SMA NEGERI 2 SEBULU KHUTAI KARTANEGARA Nurjamal Program Studi Pendidikan Jasmani

Lebih terperinci

Lalu masukkan user name anda yang telah diberitahukan oleh administrator anda, misalnya seperti contoh dibawah ini.

Lalu masukkan user name anda yang telah diberitahukan oleh administrator anda, misalnya seperti contoh dibawah ini. 1. Penggunaan Aplikasi Untuk menjalankan aplikasi ini, anda dapat mengetik http://dosen.bundamulia.ac.id/ pada browser Internet Explorer. Setelah itu, maka akan tampil Menu Login seperti dibawah ini :

Lebih terperinci

STRUKTUR ALJABAR 1. Winita Sulandari FMIPA UNS

STRUKTUR ALJABAR 1. Winita Sulandari FMIPA UNS STRUKTUR ALJABAR 1 Winita Sulandari FMIPA UNS Pengantar Struktur Aljabar Sistem Matematika terdiri dari Satu atau beberapa himpunan Satu atau beberapa operasi yg bekerja pada himpunan di atas Operasi-operasi

Lebih terperinci

BAB V PELAMPUNG. A. URAIAN TANDA TANDA LATERAL 1. Sisi kiri. Gambar. 37

BAB V PELAMPUNG. A. URAIAN TANDA TANDA LATERAL 1. Sisi kiri. Gambar. 37 BAB V PELAMPUNG Pada masa sekarang digunakan dua sistem pelampung yaitu : 1. Sistim A, Gabungan sistim Cardinal dan Lateral ( Merah disisi lambung kiri ). Aturan ini cocok dipakai di Eropa, Afrika, Australia,dan

Lebih terperinci

INFORMASI KEHIDUPAN BERBAGAI BAHASA

INFORMASI KEHIDUPAN BERBAGAI BAHASA 4 Peraturan Lalu Lintas 4-1 Peraturan Lalu Lintas Di Jepang pejalan kaki, mobil,motor, sepeda dan lain-lain, masing-masing peraturan lalu lintas telah ditentukan. Cepatlah mengingat peraturan lalu lintas

Lebih terperinci

17. SOAL-SOAL PROGRAM LINEAR

17. SOAL-SOAL PROGRAM LINEAR 17. SOAL-SOAL PROGRAM LINEAR EBTANAS2000 1. Himpunan penelesaian sistem pertidaksamaan 5x + 10 2x + 8 2 x = 2 titik (2,0 titk potong dengan sumbu jika x = 0 = 10 titik (0,10 daerah 5x + 10 berada pada

Lebih terperinci

Nama Peserta : No Peserta : Asal Sekolah : Asal Daerah :

Nama Peserta : No Peserta : Asal Sekolah : Asal Daerah : 1. Terdapat sebuah fungsi H yang memetakan dari himpunan bilangan asli ke bilangan asli lainnya dengan ketentuan sebagai berikut. Misalkan akan dicari nilai fungsi H jika x=38. 38 terdiri dari 3 puluhan

Lebih terperinci

VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR CAMPURAN PARASETAMOL DAN IBUPROFEN SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV DENGAN APLIKASI METODE PANJANG GELOMBANG BERGANDA

VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR CAMPURAN PARASETAMOL DAN IBUPROFEN SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV DENGAN APLIKASI METODE PANJANG GELOMBANG BERGANDA VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR CAMPURAN PARASETAMOL DAN IBUPROFEN SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV DENGAN APLIKASI METODE PANJANG GELOMBANG BERGANDA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh

Lebih terperinci

PANDUAN OLIMPIADE DAN KISI-KISI SOAL OLIMPIADE SAINS KOMPUTER

PANDUAN OLIMPIADE DAN KISI-KISI SOAL OLIMPIADE SAINS KOMPUTER PANDUAN OLIMPIADE DAN KISI-KISI SOAL OLIMPIADE SAINS KOMPUTER I. Panduan Olimpiade Secara Umum a. Peserta ujian wajib mengenakan seragam sekolah lengkap. b. Peserta ujian hadir di tempat ujian 30 menit

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR MONITORING DAN EVALUASI STIMULAN SPP FAKULTAS TEKNIK

MANUAL PROSEDUR MONITORING DAN EVALUASI STIMULAN SPP FAKULTAS TEKNIK FAKULTAS TEKNIK MP-MESS UMK FT 2 02 Revisi : 0 Tanggal : 20 Oktober 2009 Dikaji ulang oleh : Pembantu II Dikendalikan oleh : Unit Penjaminan Mutu Fakultas Teknik Disetujui oleh : Fakultas Teknik - UMK

Lebih terperinci

BADAN KEPEGAWAIAN DAN DIKLAT Hatam

BADAN KEPEGAWAIAN DAN DIKLAT Hatam PEMERINTAH KOTA BATAM visit BADAN KEPEGAWAIAN DAN DIKLAT Hatam experience it... J1. Engku Putn No. 1 Telp. (0778) 462217, 461046, 467561 Fax. (0778) 461046, 467561 http : //www.pemko-batam.go.id e-mail

Lebih terperinci

RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL)

RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL) RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL) Oleh: Ir. Sri Nurhatika M.P Jurusan Biologi Fakultas MAtematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2010 RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL) Penggunaan

Lebih terperinci

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI No. 5491 HUKUM. Notaris. Jabatan. Jasa Hukum. Perubahan. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 3) PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

Nama Soal Peta Jalan Batas Waktu - Nama Berkas peta[no.urut].out.[1..10] Batas Memori - Tipe output only Sumber Prima Chairunnanda

Nama Soal Peta Jalan Batas Waktu - Nama Berkas peta[no.urut].out.[1..10] Batas Memori - Tipe output only Sumber Prima Chairunnanda Nama Soal Peta Jalan Batas Waktu - Nama Berkas peta[no.urut].out.[1..10] Batas Memori - Tipe output only Sumber Prima Chairunnanda Pada suatu hari Pak Ganesh ingin pergi ke kota untuk membeli barang keperluan

Lebih terperinci

PATH ANALYSIS & STRUCTURAL EQUATION MODEL. Liche Seniati Sem. Ganjil 2009/2010 Program Magister Profesi F.Psi.UI

PATH ANALYSIS & STRUCTURAL EQUATION MODEL. Liche Seniati Sem. Ganjil 2009/2010 Program Magister Profesi F.Psi.UI PATH ANALYSIS & STRUCTURAL EQUATION MODEL Liche Seniati Sem. Ganjil 2009/2010 Program Magister Profesi F.Psi.UI PATH ANALYSIS (Path Analysis) : merupakan suatu metode analisis untuk melihat hubungan antara

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP-182/BL/2009 TENTANG LAPORAN LEMBAGA

Lebih terperinci

Distribusi Normal. Statistika (MAM 4137) Syarifah Hikmah JS

Distribusi Normal. Statistika (MAM 4137) Syarifah Hikmah JS Distribusi Normal Statistika (MAM 4137) Syarifah Hikmah JS Outline Kurva normal Luas daerah di bawah kurva normal Penerapan sebaran normal DISTRIBUSI NORMAL model distribusi kontinyu yang paling penting

Lebih terperinci

Komite Akreditasi Nasional

Komite Akreditasi Nasional PEDOMAN 12-2004 Penggunaan Logo Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk digunakan oleh Lembaga Sertifikasi, Lembaga Inspeksi dan Laboratorium yang telah diakreditasi oleh KAN Komite Akreditasi Nasional

Lebih terperinci

TMLI-ILLUSTRATON. User Manual. Author : TMLI IT - Development

TMLI-ILLUSTRATON. User Manual. Author : TMLI IT - Development TMLI-ILLUSTRATON User Manual Author : TMLI IT - Development 1. Wealth Enhancement Screenshot Step 1. Untuk memulai pilih TM Link Wealth Enhancement from product list in the left side. 2. Isi semua input

Lebih terperinci

PERMAINAN DALAM PENJAS

PERMAINAN DALAM PENJAS AKTIVITAS PERMAINAN KONSEP DASAR Perbuatan atas kemauan sendiri yang dikerjakan dalam batas-batas, tempat dan waktu yang telah ditentukan, diiringi oleh perasaan senang dan merentangkan kesadaran berbuat

Lebih terperinci

RinGkasan MaTeri. 1 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 100% 1 1 balok ubin dibagi 4 menjadi 4 ubin kecil yang senilai dengan 4

RinGkasan MaTeri. 1 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 100% 1 1 balok ubin dibagi 4 menjadi 4 ubin kecil yang senilai dengan 4 RinGkasan MaTeri Persen adalah perseratus atau sebuah pecahan yang penyebutnya 00, misal Menyatakan dalam persen (%) 7 % = 7 00 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 00% balok ubin dibagi 4 menjadi

Lebih terperinci

Asal Usul Alam Semesta

Asal Usul Alam Semesta Kontroversi Islam dan Sains? Asal Usul Alam Semesta Pernahkah Anda merenung tentang asal usul alam semesta, bagaimanakah alam semesta dapat terbentuk. Pertanyaan tersebut yang mendorong ilmuwan di setiap

Lebih terperinci

Written by Winarno Monday, 17 December 2012 00:00 - Last Updated Monday, 24 December 2012 03:07

Written by Winarno Monday, 17 December 2012 00:00 - Last Updated Monday, 24 December 2012 03:07 Skripsi... Oh... Skripsi... Skripsi merupakan tugas akhir perkuliahan yang terkadang menjadi momok bagi sebagian mahasiswa. karena skripsi inilah yang membuat seseorang terkadang menjadi mahasiswa abadi

Lebih terperinci

51. STANDAR PELAYANAN IZIN PENGGUNAAN DAN PENGAWASAN PESAWAT ANGKAT/ANGKUT KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA CIMAHI

51. STANDAR PELAYANAN IZIN PENGGUNAAN DAN PENGAWASAN PESAWAT ANGKAT/ANGKUT KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA CIMAHI 51. STANDAR PELAYANAN IZIN PENGGUNAAN DAN PENGAWASAN PESAWAT ANGKAT/ANGKUT KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA CIMAHI No. Komponen Uraian 1. Dasar Hukum UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Permenaker

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.07/MEN/V/2010 TENTANG ASURANSI TENAGA KERJA INDONESIA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.07/MEN/V/2010 TENTANG ASURANSI TENAGA KERJA INDONESIA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.07/MEN/V/2010 TENTANG ASURANSI TENAGA KERJA INDONESIA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

Daftar Gambar. Gambar 1. Form Pengaduan hal.1... 3 Gambar 2. Form Pengaduan hal.2... 4 Gambar 3. Form Tanda Terima Penagaduan... 6

Daftar Gambar. Gambar 1. Form Pengaduan hal.1... 3 Gambar 2. Form Pengaduan hal.2... 4 Gambar 3. Form Tanda Terima Penagaduan... 6 Daftar Isi Daftar Isi... 1 Daftar Gambar... 2 Petunjuk Penggunaan Aplikasi Sistem Pengaduan Masyarakat (SPM) - Pelapor... 3 Menjalankan Aplikasi Sistem Pengaduan Masyarakat (SPM)... 3 Entry Pengaduan...

Lebih terperinci

Perangkat Lunak Simulasi Langkah Kuda Dalam Permainan Catur

Perangkat Lunak Simulasi Langkah Kuda Dalam Permainan Catur Perangkat Lunak Simulasi Langkah Kuda Dalam Permainan Catur Hartono 1) Liva Junter 2) STMIK IBBI Medan Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 Email: hartonoibbi@gmail.com 1 Abstrak

Lebih terperinci

SOAL-SOAL TES PELATIHAN KIP/KONSELING MENGGUNAKAN ABPK

SOAL-SOAL TES PELATIHAN KIP/KONSELING MENGGUNAKAN ABPK SOAL-SOAL TES PELATIHAN KIP/KONSELING MENGGUNAKAN ABPK A. Petunjuk Pilihan Berganda Pilih jawaban yang menurut anda paling tepat dan lingkari jawaban tersebut pada lembar jawaban yang telah disediakan.

Lebih terperinci

LOGIKA. Ratna Wardani Pendidikan Teknik Informatika. 10/28/2008> Pertemuan-1-2 1

LOGIKA. Ratna Wardani Pendidikan Teknik Informatika. 10/28/2008> Pertemuan-1-2 1 LOGIKA Ratna Wardani Pendidikan Teknik Informatika 10/28/2008> Pertemuan-1-2 1 Materi Perkuliahan Konsep Proposisi Majemuk Manfaat Skema Parsing Precedence Rules Tautologi, Kontradiksi dan Contingen 10/28/2008>

Lebih terperinci

Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari

Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari Setelah mempelajari materi pesawat sederhana dan penerapannya diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan pesawat sederhana 2. Membedakan jenis-jenis pesawat sederhana 3. Menjelaskan prinsip kerja pesawat

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Nomor 2 Tahun 2014 tentang PEDOMAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Nomor 2 Tahun 2014 tentang PEDOMAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Nomor 2 Tahun 2014 tentang PEDOMAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Rektor Universitas Widya Dharma Klaten Menimbang

Lebih terperinci

MEDIA MONITORING 100 HARI PEMERINTAHAN JOKOWI-JK

MEDIA MONITORING 100 HARI PEMERINTAHAN JOKOWI-JK MEDIA MONITORING 100 HARI PEMERINTAHAN JOKOWI-JK Latar Belakang Terpilihnya pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) pada Pilpres 2014 memunculkan harapan masyarakat tentang perubahan bagi bangsa

Lebih terperinci

Matematika Lanjut 1. Sistem Persamaan Linier Transformasi Linier. Matriks Invers. Ruang Vektor Matriks. Determinan. Vektor

Matematika Lanjut 1. Sistem Persamaan Linier Transformasi Linier. Matriks Invers. Ruang Vektor Matriks. Determinan. Vektor Matematika Lanjut 1 Vektor Ruang Vektor Matriks Determinan Matriks Invers Sistem Persamaan Linier Transformasi Linier 1 Dra. D. L. Crispina Pardede, DE. Referensi [1]. Yusuf Yahya, D. Suryadi. H.S., gus

Lebih terperinci

PANDUAN PENGGUNA ELISA

PANDUAN PENGGUNA ELISA UNIVERSITAS GADJAH MADA PANDUAN PENGGUNA ELISA (UNTUK DOSEN) UNIT PENGEMBANGAN BAHAN KULIAH BERBASIS TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI GEDUNG PUSAT UGM SAYAP SELATAN LANTAI 3 RUANG S3-45 YOGYAKARTA 2011 DAFTAR

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG PAKAIAN DINAS HARIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN

Lebih terperinci

PUSAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PUSAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PUSAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2011 PETUNJUK PENGISIAN RPP Berikut ini panduan langkah-langkah pengisian template RPP. Jika pengguna sebagai guru

Lebih terperinci

TUTORIAL SIADPA KIPA (KEUANGAN PERKARA)

TUTORIAL SIADPA KIPA (KEUANGAN PERKARA) TUTORIAL SIADPA KIPA (KEUANGAN PERKARA) I. PENGANTAR 1.1. Uraian singkat Aplikasi Sistem Administrasi Keuangan Perkara Kepaniteraan Pengadilan Agama disingkat SIADPA-KIPA adalah bagian dari Sistem Administrasi

Lebih terperinci

BAHAN AJAR 10 SAKIT PINGGANG BAGIAN BAWAH

BAHAN AJAR 10 SAKIT PINGGANG BAGIAN BAWAH BAHAN AJAR 10 10 SAKIT PINGGANG BAGIAN BAWAH Slipped Disc Salah satu lokasi rasa sakit yang sering membuat para atlet, khususnya pemainpemain bulutangkis, tenis lapangan dan atlet selancar angin mengeluh

Lebih terperinci

Cara Pemetaan Energi Rumah. Berdasarkan Arah Kompas

Cara Pemetaan Energi Rumah. Berdasarkan Arah Kompas Cara Pemetaan Energi Rumah Berdasarkan Arah Kompas 1 Cara Pemetaan Energi Rumah Berdasarkan Arah Kompas Oleh : Aries Harijanto Pengelola: Indonesia Feng Shui Online Center (IFSOC) 2008. http://www.klikfengshui.com

Lebih terperinci

a. Hubungan Gerak Melingkar dan Gerak Lurus Kedudukan benda ditentukan berdasarkan sudut θ dan jari jari r lintasannya Gambar 1

a. Hubungan Gerak Melingkar dan Gerak Lurus Kedudukan benda ditentukan berdasarkan sudut θ dan jari jari r lintasannya Gambar 1 . Pengantar a. Hubungan Gerak Melingkar dan Gerak Lurus Gerak melingkar adalah gerak benda yang lintasannya berbentuk lingkaran dengan jari jari r Kedudukan benda ditentukan berdasarkan sudut θ dan jari

Lebih terperinci

Pemaes and Wedding Committee

Pemaes and Wedding Committee The Proposal Ibu dan ayah pengantin laki minta tangan pengantin perempuan dari ibu dan ayahnya. (ask for hand in marriage) Pada jaman dulu, seorang utusan (match-maker) diminta untuk lamaran ini tapi sekarang

Lebih terperinci

Gaya. Gaya adalah suatu sebab yang mengubah sesuatu benda dari keadaan diam menjadi bergerak atau dari keadaan bergerak menjadi diam.

Gaya. Gaya adalah suatu sebab yang mengubah sesuatu benda dari keadaan diam menjadi bergerak atau dari keadaan bergerak menjadi diam. Gaya Gaya adalah suatu sebab yang mengubah sesuatu benda dari keadaan diam menjadi bergerak atau dari keadaan bergerak menjadi diam. Dalam mekanika teknik, gaya dapat diartikan sebagai muatan yang bekerja

Lebih terperinci

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG SPMI-UMP SM 03 09 PALEMBANG 2O13 Standar KEMAHASISWAAN 1 Standar Penilaian Pendidikan Sistem Penjaminan Mutu Internal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah penting. Pilihan penggunaan sarana transportasi sangat beragam jenisnya, misalnya sarana angkutan

Lebih terperinci

PERATURAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN MAGANG UNTUK CALON ADVOKAT

PERATURAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN MAGANG UNTUK CALON ADVOKAT PERATURAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN MAGANG UNTUK CALON ADVOKAT Menimbang: Mengingat: a. Bahwa satu di antara persyaratan yang harus dilalui untuk menjadi advokat

Lebih terperinci

OLIMPIADE SAINS TERAPAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 2008 MATEMATIKA NON-TEKNOLOGI SESI 1 (PILIHAN GANDA DAN ISIAN SINGKAT) WAKTU : 120 MENIT

OLIMPIADE SAINS TERAPAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 2008 MATEMATIKA NON-TEKNOLOGI SESI 1 (PILIHAN GANDA DAN ISIAN SINGKAT) WAKTU : 120 MENIT OLIMPIADE SAINS TERAPAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 2008 MATEMATIKA NON-TEKNOLOGI SESI (PILIHAN GANDA DAN ISIAN SINGKAT) WAKTU : 20 MENIT I. Soal Pilihan Ganda, ada 0 soal dalam test ini. Petunjuk

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 0 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

TANDA-TANDA KEHORMATAN UNDANG UNDANG. NOMOR 4 Drt. TAHUN 1959 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN UMUM MENGENAI TANDA-TANDA KEHORMATAN

TANDA-TANDA KEHORMATAN UNDANG UNDANG. NOMOR 4 Drt. TAHUN 1959 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN UMUM MENGENAI TANDA-TANDA KEHORMATAN TANDA-TANDA KEHORMATAN UNDANG UNDANG NOMOR 4 Drt. TAHUN 1959 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN UMUM MENGENAI TANDA-TANDA KEHORMATAN (PENJELASAN DALAM TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA NOMOR 1789) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

UNIVERSITAS GADJAH MADA PANDUAN ELISA UNTUK DOSEN PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN GEDUNG PUSAT SAYAP SELATAN LANTAI 3 RUANG S3-45 YOGYAKARTA

UNIVERSITAS GADJAH MADA PANDUAN ELISA UNTUK DOSEN PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN GEDUNG PUSAT SAYAP SELATAN LANTAI 3 RUANG S3-45 YOGYAKARTA UNIVERSITAS GADJAH MADA PANDUAN ELISA UNTUK DOSEN PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN GEDUNG PUSAT SAYAP SELATAN LANTAI 3 RUANG S3-45 YOGYAKARTA 2012 DAFTAR ISI PENGANTAR... 1 MEMULAI... 2 Mendaftar elisa...

Lebih terperinci

FUNGSI DAN GRAFIKNYA KULIAH-4. Hadi Hermansyah,S.Si., M.Si. Politeknik Negeri Balikpapan PERTIDAKSAMAAN

FUNGSI DAN GRAFIKNYA KULIAH-4. Hadi Hermansyah,S.Si., M.Si. Politeknik Negeri Balikpapan PERTIDAKSAMAAN KULIAH-4 Modul Pembelajaran Matematika Kelas X semester 1 Modul Pembelajaran Matematika Kelas X semester 1 FUNGSI DAN GRAFIKNYA PERTIDAKSAMAAN Hadi Hermansyah,S.Si., M.Si. Politeknik Negeri Balikpapan

Lebih terperinci

RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG DAN JASA PADA BADAN KEPEGAWAIAN KOTA BEKASI TAHUN ANGGRAN 2012

RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG DAN JASA PADA BADAN KEPEGAWAIAN KOTA BEKASI TAHUN ANGGRAN 2012 UMUM BARANG DAN JASA PADA BADAN KEPEGAWAIAN KOTA BEKASI TAHUN ANGGRAN 2012 PA/KPA PPK : Drs. H. PADLIN KAMAL, M.Si : Drs. PENIEL NEFINDO.I. MAMBO, M.Si : Dra. Hj. R.rr. YOEWATI, M.Si. : RUDI SABARUDIN,

Lebih terperinci

TEKNIK DASAR DALAM GERAKAN PENCAK SILAT Disampaikan Sebagai Materi Muatan Lokal Pencak Silat SMA NEGERI ARJASA

TEKNIK DASAR DALAM GERAKAN PENCAK SILAT Disampaikan Sebagai Materi Muatan Lokal Pencak Silat SMA NEGERI ARJASA TEKNIK DASAR DALAM GERAKAN PENCAK SILAT Disampaikan Sebagai Materi Muatan Lokal Pencak Silat SMA NEGERI ARJASA Oleh: Muhammad Surur, S.Pd JEMBER 2012 TEKNIK DASAR DALAM GERAKAN PENCAK SILAT 1. KUDA-KUDA

Lebih terperinci

Tutorial Penggunaan. Bagian I. www.indonesiawebdesign.com

Tutorial Penggunaan. Bagian I. www.indonesiawebdesign.com Daftar Isi 1. Tutorial Penggunaan Bagian I 1.1 Pengantar... 1.2 Persiapan... 1.3 Pengenalan Medan... 1.4 Navigasi... 1.5 Widget... 1.6 Statistik... 1.7 Setting Website... 2. Tutorial Penggunaan Bagian

Lebih terperinci

Tetangga dekat dari rumah masa kecil. Memberitakan Kebenaran dengan Kasih. pengantar

Tetangga dekat dari rumah masa kecil. Memberitakan Kebenaran dengan Kasih. pengantar pengantar Memberitakan Kebenaran dengan Kasih Tetangga dekat dari rumah masa kecil saya di Kolombo, Sri Lanka, terdiri atas sebuah keluarga penganut Budha, sebuah keluarga Hindu, sebuah keluarga Islam

Lebih terperinci

UJI CHI KUADRAT (χ²)

UJI CHI KUADRAT (χ²) UJI CHI KUADRAT (χ²) 1. Pendahuluan Uji Chi Kuadrat adalah pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara frekuensi observasi/yg benar-benar terjadi/aktual dengan frekuensi harapan/ekspektasi 1.1 Pengertian

Lebih terperinci

Melukis Grafik Fungsi yang Rumit dengan Mudah

Melukis Grafik Fungsi yang Rumit dengan Mudah Kaunia, Vol. IX, No. 2, Oktober 2013 Melukis Grafik Fungsi yang Rumit dengan Mudah Faiz Ahyaningsih Dosen FMIPA Matematika UNIMED Abstract This paper aim how to sketch the complicated curve y = f(x) easily.

Lebih terperinci

Pelatihan Literasi Keuangan Masyarakat

Pelatihan Literasi Keuangan Masyarakat Pelatihan Literasi Keuangan Masyarakat Diselenggarakan oleh PT Home Credit Indonesia, Bekerjasama dengan PPKM dan UNJ Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh bagian dari modul ini. Untuk

Lebih terperinci

Abstrak/Ringkasan. A.Pendahuluan. Judul Artikel Tabel Distribusi Frekuensi. Bimo Prasetyo 4115122250 Prasetyobimo95@yahoo.co.id

Abstrak/Ringkasan. A.Pendahuluan. Judul Artikel Tabel Distribusi Frekuensi. Bimo Prasetyo 4115122250 Prasetyobimo95@yahoo.co.id Judul Artikel Tabel Distribusi Frekuensi Bimo Prasetyo 4115122250 Prasetyobimo95@yahoo.co.id http://prasetyobimo95@yahoo.co.id Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di StatistikaPendidikan.Com dapat digunakan,

Lebih terperinci

Yesus memilih ke duabelas muridnya

Yesus memilih ke duabelas muridnya Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Yesus memilih ke duabelas muridnya Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh: Byron Unger dan Lazarus Disadur oleh: E. Frischbutter

Lebih terperinci

MANUAL PROCEDURE PETUNJUK PENGOPERASIAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK. Pengguna: Mahasiswa

MANUAL PROCEDURE PETUNJUK PENGOPERASIAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK. Pengguna: Mahasiswa MANUAL PROCEDURE PETUNJUK PENGOPERASIAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK Pengguna: Mahasiswa UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2008 PENDAHULUAN Sistem Informasi Akademik dibangun untuk memudahkan struktur pengelolaan data

Lebih terperinci

dari Barat ke Timur, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

dari Barat ke Timur, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini. 6-13 July 2013 Brisbane, Australia Bahasa Indonesia 1.0 Kota Brisbane telah dikuasai oleh sekumpulan binatang wombats besar yang telah bermutasi, dan Anda harus menuntun orang-orang menuju ke tempat yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perubahan dan perkembangan zaman, beberapa tahun belakangan ini restoran Chinese di Indonesia semakin memudar dan tidak mempunyai ciri khas dari budaya

Lebih terperinci

M A K R A M E (KERAJINAN DENGAN TEKNIK SIMPUL)

M A K R A M E (KERAJINAN DENGAN TEKNIK SIMPUL) M A K R A M E (KERAJINAN DENGAN TEKNIK SIMPUL) Disampaikan dalam Kegiatan Magang Program D2 dan S1 Dosen UNSRI Palembang tanggal 1 Agustus - 30 September 2006 di Kampus Bumi Siliwangi Oleh: BANDI SOBANDI

Lebih terperinci

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian.

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Uji Penilaian Profesional Macquarie Leaflet Latihan Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Mengapa Uji Penilaian psikometrik digunakan Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang menyertakan

Lebih terperinci

Variabel Penelitian. Pendahuluan. Agus Susworo Dwi Marhaendro

Variabel Penelitian. Pendahuluan. Agus Susworo Dwi Marhaendro Variabel Penelitian Agus Susworo Dwi Marhaendro Pendahuluan Ilmuwan bergerak di antara tingkat teorihipotesis dan pengamatan Ditandai dgn keserasian antara teori dan fakta Teori & hipotesis diuji berdasarkan

Lebih terperinci

Pendaftaran dibuka jam kantor, 09.00 Wita 16.00 Wita. Tidak ada undangan khusus dan wajib diikuti manager/official.

Pendaftaran dibuka jam kantor, 09.00 Wita 16.00 Wita. Tidak ada undangan khusus dan wajib diikuti manager/official. KETENTUAN-KETENTUAN KEJUARAAN BULUTANGKIS UHO OPEN 2014 KENDARI, 23 S/D 30 AGUSTUS 2014 A. Waktu dan Tempat Waktu Pertandingan : 23 s/d 30 Agustus 2014 Tempat : Gedung Olahraga Jakarta Sport Jln. Sungai

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran : SMK Negeri Makassar : KKPI Kelas/Semester : X / 2 Pertemuan : 10 & 11 Alkasi Waktu : 6 x 45 Menit I.Standar Kmpetensi : Mengperasikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 19 yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Penelitian ini

Lebih terperinci