STATISTIK PENEGAKAN HUKUM TAHUN 2007 Law Enforcement Statistics 2007

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "STATISTIK PENEGAKAN HUKUM TAHUN 2007 Law Enforcement Statistics 2007"

Transkripsi

1

2 i

3 ii

4 iii

5 STATISTIK PENEGAKAN HUKUM TAHUN 2007 Law Enforcement Statistics 2007 Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang. Diterbitkan pertama kali oleh penerbit tahun Copyright 2010 by the Judicial Data Centre. All rights reserved Penerbit Pusat Data Peradilan Gedung Setiabudi 2, Lantai 2, Ruang 205B Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 62 Jakarta 12920, INDONESIA Tel Faks Publisher The Judicial Data Centre Setiabudi Building 2, Floor 2, Room 205B Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 62 Jakarta 12920, INDONESIA Tel Fax ISBN Tim Penyusun (Compilers) Muhammad Faiz Aziz Mega Hapsari Ramadhani Hadi Herdiansyah Putri Almira Sovita Tim Penasehat (Advisors) Sebastiaan Pompe Binziad Kadafi Gregory Churchill Mardjono Reksodiputro Desain dan Tata Letak (Design and Lay Out) CoratCoret Design iv

6 DAFTAR ISI Table of Contents DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR GLOSSARY KATA PENGANTAR vii xiii xv xix LIST OF TABLES LIST OF FIGURES GLOSSARY FOREWORD vii xiii xv xix BAGIAN I: YURISDIKSI 1 BAB 1: KEADAAN GEOGRAFI DAN DEMOGRAFI Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri: Yurisdiksi Sepuluh Besar dan Sepuluh Kecil Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Yurisdiksi Pengadilan Agama dan Demografi Sepuluh Besar Pengadilan Agama 41 BAGIAN II: LEMBAGA PERADILAN 43 BAB 2: JUMLAH HAKIM DAN NON-HAKIM 44 BAB 3: JUMLAH PERKARA DI LEMBAGA PERADILAN Peradilan Umum Perkara Pidana Perkara Perdata Perkara PHI Peradilan Agama Peradilan Militer Peradilan Tata Usaha Negara 136 BAB 4: PENGAWASAN PERADILAN Pengaduan dan Pemeriksaan Sanksi Disiplin 141 SECTION I: JURISDICTIONS 1 CHAPTER 1: GEOGRAPHIC AND DEMOGRAPHIC CONDITIONS District Court and District Prosecution : Jurisdictions The ten largest and ten smallest District Courts and District Prosecution s Religious Courts Jurisdictions and Demographics The ten largest Religious Courts 41 SECTION II: THE COURTS 43 CHAPTER 2: NUMBER OF JUDGES AND STAFF 44 CHAPTER 3: NUMBER OF COURT CASES General Courts Criminal Cases Civil Cases PHI (Industrial Relations) Cases Religious Courts Military Courts State Administrative Courts 136 CHAPTER 4: JUDICIAL OVERSIGHT Complaints and Examinations Disciplinary Sanctions 141 v

7 BAGIAN III: LEMBAGA KEJAKSAAN 145 BAB 5: JUMLAH JAKSA DAN NON-JAKSA 146 BAB 6: JUMLAH PERKARA DI KEJAKSAAN Tindak Pidana Umum Tindak Pidana Umum yang Diatur di Dalam KUHP Tindak Pidana Umum yang Diatur di Luar KUHP Hasil Dinas Perkara Tindak Pidana Umum Tindak Pidana Khusus Tindak Pidana Ekonomi Tindak Pidana Korupsi Hasil Dinas Perkara Tindak Pidana Khusus Perkara Perdata, Tata Usaha Negara, dan Pemulihan dan Perlindungan Hak (PPH) 307 BAB 7: PENGAWASAN KEJAKSAAN 323 BAGIAN IV: KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI 327 BAB 8: STATISTIK PERKARA DI KPK 328 DAFTAR PUSTAKA 331 SECTION III: THE PUBLIC PROSECUTION OFFICE 145 CHAPTER 5: NUMBER OF PROSECUTORS AND STAFF 146 CHAPTER 6: NUMBER OF PROSECUTIONS Ordinary Criminal Cases Ordinary Criminal Cases Regulated in the Criminal Code Ordinary Criminal Cases Regulated Outside the Criminal Code State Revenues from Ordinary Criminal Cases Special Criminal Cases Economic Criminal Cases Corruption Cases State Revenues from Special Criminal Cases Civil, State Administrative and Asset Recovery Cases 307 CHAPTER 7: PROSECUTORIAL OVERSIGHT 323 SECTION IV: THE ANTI-CORRUPTION COMMISSION 327 CHAPTER 8: CASES OF THE ANTI-CORRUPTION COMMISSION 328 BIBLIOGRAPHY 331 vi

8 DAFTAR TABEL List of Tables BAGIAN I: YURISDIKSI BAB 1: KEADAAN GEOGRAFI AND DEMOGRAFI Tabel I.1. Yurisdiksi Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri: Geografi dan Demografi 5 Tabel I.2. Tabel I.3. Tabel I.4. Tabel I.5. Tabel I.6. Tabel I.7. Tabel I.8. Tabel I.9. Tabel I.10. Sepuluh Pengadilan Negeri Terbesar Berdasarkan Geografi 20 Sepuluh Kejaksaan Negeri Terbesar Berdasarkan Geografi 20 Sepuluh Pengadilan Negeri Terkecil Berdasarkan Geografi 21 Sepuluh Kejaksaan Negeri Terkecil Berdasarkan Geografi 22 Sepuluh Pengadilan Negeri/ Kejaksaan Negeri Terbesar Berdasarkan Demografi 22 Sepuluh Pengadilan Negeri/ Kejaksaan Negeri Terkecil Berdasarkan Demografi 23 Yurisdiksi Pengadilan Agama dan Demografi Pemeluk Agama Islam 26 Sepuluh Pengadilan Agama Terbesar Berdasarkan Demografi Pemeluk Agama Islam 41 Sepuluh Pengadilan Agama Terkecil Berdasarkan Demografi Pemeluk Agama Islam 42 SECTION I: JURISDICTIONS CHAPTER 1: GEOGRAPHIC AND DEMOGRAPHIC CONDITIONS Table I.1. Table I.2. Table I.3. Table I.4. Table I.5. Table I.6. Table I.7. Table I.8. Table I.9. Table I.10. Jurisdiction of District Courts and Public Prosecution s: geography and demography 5 The ten largest District Courts based on geography 20 The ten largest District Prosecution s based on geography 20 The ten smallest District Courts based on geography 21 The ten smallest District Prosecution s based on geography 22 The ten largest District Courts/District Prosecution s based on demography 22 The ten smallest District Courts/District Prosecution s based on demography 23 Religious Courts jurisdictions and demographic data 26 The ten largest Religious Courts based on demography 41 The ten smallest Religious Courts based on demography 42 vii

9 BAGIAN II: LEMBAGA PERADILAN BAB 2: JUMLAH HAKIM DAN NON-HAKIM Tabel II.1. Jumlah Hakim dan Non-Hakim 44 BAB 3: JUMLAH PERKARA DI LEMBAGA PERADILAN Tabel III.1. Table III.2. Tabel III.3. Tabel III.4. Tabel III.5. Tabel III.6. Tabel III.7. Tabel III.8. Jumlah Perkara Pidana di Peradilan Umum 48 Perkara Pidana per Pengadilan Negeri (termasuk sisa perkara di tahun 2006) 50 Perkara Pidana per Pengadilan Negeri (Statistik Tingkat Banding) 70 Sepuluh Pengadilan Negeri Terbesar Berdasarkan Perkara APB yang Masuk 89 Sepuluh Pengadilan Negeri Terbesar Berdasarkan Perkara APS yang Masuk 90 Sepuluh Pengadilan Negeri Terbesar Berdasarkan Perkara APC yang Masuk 90 Sepuluh Pengadilan Negeri Terkecil Berdasarkan Perkara APB yang Masuk 91 Jumlah Perkara Perdata di Peradilan Umum 92 Tabel III.9. Perkara Perdata per Pengadilan Negeri (termasuk sisa perkara di tahun 2006) 94 Tabel III.10. Perkara Perdata per Pengadilan Negeri (Statistik Tingkat Banding) 107 Tabel III.11. Sepuluh Pengadilan Negeri Terbesar (Perkara Permohonan yang Masuk) 120 SECTION II: THE COURTS CHAPTER 2: NUMBER OF JUDGES AND STAFF Table II.1. The number of Judges and Staff 44 CHAPTER 3: NUMBER OF COURT CASES Table III.1. Table III.2. Table III.3. Table III.4. Table III.5. Table III.6. Table III.7. Table III.8. Table III.9. The number of Criminal Cases in the General Courts 48 Criminal Cases per District Court (including cases that carried over from 2006) 50 Criminal Cases per District Court (appeal statistics) 70 The ten largest District Courts based on APB cases filed 89 The ten largest District Courts based on APS cases filed 90 The ten largest District Courts based on APC cases filed 90 The ten smallest District Courts based on APB cases filed 91 The number of Civil Cases in the General Courts 92 Civil Cases per District Court (including cases that carried over from 2006) 94 Table III.10. Civil Cases per District Court (appeal statistics) 107 Table III.11. The ten largest District Courts (Petitions filed) 120 viii

10 Tabel III.12. Sepuluh Pengadilan Negeri Terbesar (Perkara Gugatan yang Masuk) 121 Tabel III.13. Jumlah Perkara Hubungan Industrial 122 Tabel III.14. Sepuluh Pengadilan Hubungan Industrial Terbesar (Perkara Masuk) 123 Tabel III.15. Jumlah Perkara di Peradilan Agama 125 Tabel III.16. Jumlah Perkara di Peradilan Agama (perincian) 126 Tabel III.17. Perkara Peradilan Agama di Tingkat Pertama 127 Tabel III.18. Perkara Peradilan Agama di Tingkat Banding 128 Tabel III.19. Perkara Peradilan Agama di Tingkat Kasasi 129 Tabel III.20. Perkara Peradilan Agama di Tingkat Peninjauan Kembali 130 Tabel III.21. Peradilan Militer dan Kompetensi Absolut 131 Tabel III.22. Laporan Keadaan Perkara Pidana Militer di DILMILTAMA, DILMILTI I, II, dan III 133 Tabel III.23. Laporan Keadaan Perkara Pidana Militer di DILMIL 135 Tabel III.24. Jumlah Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara 137 Tabel III.25. Jumlah Perkara di Pengadilan Tata Usaha Negara 138 BAB 4: PENGAWASAN PERADILAN Tabel IV.1. Data Pengawasan Peradilan 141 Tabel IV.2. Sanksi Disiplin bagi Aparat Peradilan 142 BAGIAN III: LEMBAGA KEJAKSAAN BAB 5: JUMLAH JAKSA DAN NON-JAKSA Tabel V.1. Jumlah Total Jaksa dan Non-Jaksa 147 Table III.12. The ten largest District Courts (Claims filed) 121 Table III.13. The number of Industrial Relations Cases 122 Table III.14. The ten largest PHIs (Cases filed) 123 Table III.15. The number of cases in the Religious Courts 125 Table III.16. The number of cases in the Religious Courts (breakdown) 126 Table III.17. Cases at the Religious District Courts 127 Table III.18. Cases at the Religious Appeal Courts 128 Table III.19. Religious Cases at the Cassation Level 129 Table III.20. Religious Cases at the Review Level 130 Table III.21. The Military Court and Absolute Competence 131 Table III.22. Military Criminal Cases of DILMILTAMA, DILMILTI I, II and III 133 Table III.23. Military Criminal Cases of DILMIL 135 Table III.24. The number of cases in the State Appeal Administrative Courts 137 Table III.25. The number of cases in the State Administrative Courts 138 CHAPTER 4: JUDICIAL OVERSIGHT Table IV.1. Data on Judicial Oversight 141 Table IV.2. Disciplinary sanctions for court officials 142 SECTION III: THE PUBLIC PROSECUTION OFFICE CHAPTER 5: NUMBER OF PROSECUTORS AND STAFF Table V.1. The number of Prosecutors and Staff 147 ix

11 Tabel V.2. Tabel V.3. Tabel V.4. Tabel V.5. Tabel V.6. Tabel V.7. Jumlah Jaksa dan Non-Jaksa per Kejaksaan Tinggi 147 Jumlah Jaksa dan Non-Jaksa per Kejaksaan Negeri 149 Lima Kejaksaan Tinggi Terbesar (Jumlah Pegawai) 176 Lima Kejaksaan Tinggi Terkecil (Jumlah Pegawai) 176 Lima Kejaksaan Negeri Terbesar (Jumlah Pegawai) 177 Lima Kejaksaan Negeri Terkecil (Jumlah Pegawai) 177 Table V.2. Table V.3. Table V.4. Table V.5. Table V.6. Table V.7. The number of Prosecutors and Staff per Provincial Prosecution 147 The number of Prosecutors and Staff per District Prosecution 149 The five largest Provincial Prosecution s (Staff number) 176 The five smallest Provincial Prosecution s (Staff number) 176 The five largest District Prosecution s (Staff number) 177 The five smallest District Prosecution s (Staff number) 177 BAB 6: JUMLAH PERKARA DI KEJAKSAAN Tabel VI.1. Jumlah Total Perkara Tindak Pidana Umum di Seluruh Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri 180 Tabel VI.2. Jumlah Perkara Tindak Pidana Umum yang Diatur di Dalam KUHP di Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri 181 Tabel VI.3. Jumlah Perkara Tindak Pidana Umum yang Diatur di Dalam KUHP per Kejaksaan Tinggi 183 Tabel VI.4. Jumlah Perkara Tindak Pidana Umum yang Diatur di Dalam KUHP per Kejaksaan Negeri 186 Tabel VI.5. Jumlah Perkara Tindak Pidana Umum yang Diatur di Luar KUHP di Seluruh Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri 216 Tabel VI.6. Jumlah Perkara Tindak Pidana Umum yang CHAPTER 6: NUMBER OF PROSECUTIONS Table VI.1. The total number of Ordinary Criminal Cases in Provincial and District Prosecution s 180 Table VI.2. Table VI.3. Table VI.4. Table VI.5. Table VI.6. The number of Ordinary Criminal Cases regulated in the KUHP in Provincial and District Prosecution s 181 The number of Ordinary Criminal Cases regulated in the KUHP per Provincial Prosecution 183 The number of Ordinary Criminal Cases regulated in the KUHP per District Prosecution 186 The number of Ordinary Criminal Cases regulated outside the KUHP in Provincial and District Prosecution s 216 The number of Ordinary Criminal Cases regulated x

12 Tabel VI.7. Tabel VI.8. Diatur di Luar KUHP per Kejaksaan Tinggi 217 Jumlah Perkara Tindak Pidana Umum yang Diatur di Luar KUHP per Kejaksaan Negeri 220 Hasil Dinas Perkara Tindak Pidana Umum di Kejaksaan Tinggi dan Lingkungannya 251 Tabel VI.9. Rekapitulasi Kegiatan Kejaksaan pada Tindak Pidana Khusus (Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri) 252 Tabel VI.10. Data Tindak Pidana Ekonomi per Kejaksaan Tinggi 254 Tabel VI.11. Data Tindak Pidana Ekonomi per Kejaksaan Negeri 256 Tabel VI.12. Data Tindak Pidana Korupsi per Kejaksaan Tinggi 279 Tabel VI.13. Data Tindak Pidana Korupsi per Kejaksaan Negeri 281 Tabel VI.14. Hasil Dinas Perkara Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Tinggi dan Lingkungannya 305 Tabel VI.15. Jumlah Bantuan Hukum Kejaksaan 307 Tabel VI.16. Jumlah Bantuan Hukum per Kejaksaan Tinggi 308 Tabel VI.17. Jumlah Bantuan Hukum per Kejaksaan Negeri 310 Table VI.7. Table VI.8. Table VI.9. outside the KUHP per Provincial Prosecution 217 The number of Ordinary Criminal Cases regulated outside the KUHP per District Prosecution 220 The State revenues from Ordinary Criminal Cases per Provincial Prosecution and its District Prosecution s 251 The total number of Public Prosecution Actions in Special Criminal Cases (Provincial and District Prosecution s) 252 Table VI.10. The number of Economic Criminal Cases per Provincial Prosecution 254 Table VI.11. The number of Economic Criminal Cases per District Prosecution 256 Table VI.12. The number of Corruption Cases per Provincial Prosecution 279 Table VI.13. The number of Corruption Cases per District Prosecution 281 Table VI.14. The State revenues from Special Criminal Cases per Provincial Prosecution and its District Prosecution s 305 Table VI.15. The number of Legal Assistance Cases provided by the Public Prosecution 307 Table VI.16. The number of Legal Assistance Cases per Provincial Prosecution 308 Table VI.17. The number of Legal Assistance Cases per District Prosecution 310 xi

13 BAB 7: PENGAWASAN KEJAKSAAN Tabel VII.1. Data Pengawasan Kejaksaan 324 Tabel VII.2. Pengawasan Kejaksaan di Kejaksaan Tinggi 325 Table VII.3. Pengawasan Kejaksaan Negeri oleh Kejaksaan Tinggi 326 BAGIAN IV: KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI BAB 8: STATISTIK PERKARA DI KPK Tabel VIII.1. Jumlah Perkara di KPK 329 Tabel VIII.2. Jumlah Uang Negara yang Diselamatkan KPK 330 CHAPTER 7: PROSECUTORIAL OVERSIGHT Table VII.1. Data on Prosecutorial Oversight 324 Table VII.2. Prosecutorial oversight at Provincial Prosecution s 325 Table VII.3. Prosecutorial oversight of District Prosecution s by the Provincial Prosecution s 326 SECTION IV: THE ANTI-CORRUPTION COMMISSION CHAPTER 8: CASES OF ANTI-CORRUPTION COMMISSION Table VIII.1. The number of cases in the KPK 329 Table VIII.2. The state revenues from corruption cases (KPK) 330 xii

14 DAFTAR GAMBAR List of Figures Gambar II.1. Jumlah Hakim 45 Gambar II.2. Jumlah Hakim dan Non-Hakim 45 Gambar II.3. Komposisi Fungsi/Jabatan di Peradilan 46 Gambar III.1. Gambar III.2. Gambar VI.1. Gambar VI.2. Gambar VI.3. Gambar VI.4. Gambar VI.5. Komposisi Perkara Pidana APB, APS, dan APC 49 Perbandingan Perkara Permohonan dan Gugatan 93 Kejaksaan Tinggi dengan Jumlah Tertinggi Penanganan Perkara Tindak Pidana Umum yang Diatur di Dalam KUHP 214 Kejaksaan Negeri dengan Jumlah Tertinggi Penanganan Perkara Tindak Pidana Umum yang Diatur di Dalam KUHP 215 Kejaksaan Tinggi dengan Jumlah Tertinggi Penanganan Perkara Tindak Pidana Umum yang Diatur di Luar KUHP 249 Kejaksaan Negeri dengan Jumlah Tertinggi Penanganan Perkara Tindak Pidana Umum yang Diatur di Luar KUHP 250 Rekapitulasi Kegiatan Kejaksaan pada Tindak Pidana Khusus (Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri) 253 Figure II.1. The number of Judges 45 Figure II.2. Number of Judges and Staff 45 Figure II.3. Composition of functions/positions in the courts 46 Figure III.1. Composition of Criminal Cases in APB, APS and APC Cases 49 Figure III.2. Comparison between Civil Petition Cases and Civil Claim Cases 93 Figure VI.1. Provincial Prosecution s with the highest number of KUHP Ordinary Criminal Cases 214 Figure VI.2. District Prosecution s with the highest number of KUHP Ordinary Criminal Cases 215 Figure VI.3. Provincial Prosecution s with the highest number of Ordinary Criminal Cases regulated outside the KUHP 249 Figure VI.4. District Prosecution s with the highest number of Ordinary Criminal Cases regulated outside the KUHP 250 Figure VI.5. The total number of Public Prosecution Actions in Special Criminal Cases (Provincial and District Prosecution s) 253 xiii

15 Gambar VI.6 Jumlah Bantuan Hukum Kejaksaan 308 Gambar VIII.1. Jumlah Uang Negara Yang Diselamatkan KPK 330 Figure VI.6. The number of Legal Assistance Cases provided by the Public Prosecution 308 Figure VIII.1. The state revenues from corruption cases (KPK) 330 xiv

16 GLOSSARY Glossary APB Acara Pemeriksaan Biasa (acara pemeriksaan untuk perkara kejahatan yang tidak termasuk ke dalam kriteria APC dan APS). APC Acara Pemeriksaan Cepat (terdiri dari acara pemeriksaan tindak pidana ringan dan pelanggaran lalu lintas jalan). APS Acara Pemeriksaan Singkat (untuk perkara kejahatan atau pelanggaran yang menurut penuntut umum pembuktian serta penerapan hukumnya mudah dan sifatnya sederhana). Badilag Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung. Badilmiltun Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara Mahkamah Agung. Badilum Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung. BPS Badan Pusat Statistik (sebelumnya BPS dikenal dengan Biro Pusat Statistik). Cabjari Cabang Kejaksaan Negeri. APB Regular Investigation Procedures (investigation procedures for criminal cases which do not belong to the criteria of APC and APS). APC Minor Investigation Procedures (consisting of investigation procedures of minor criminal and traffic infringement cases). APS Brief Investigation Procedures (for criminal cases or infringements in which according to prosecution the evidencing and legal enforcement are easy and simple). Badilag Directorate General of Religious Court Affairs. Badilmiltun Directorate General of Military Court and State Administrative Court Affairs. Badilum Directorate General of General Court Affairs. BPS Central Statistics Agency (formerly known as the Central Bureau of Statistics). Cabjari District Prosecution Branch. xv

17 DILMIL Pengadilan Militer (pengadilan tingkat pertama yang menangani perkara pidana untuk prajurit militer sampai pangkat Kapten). DILMILTAMA Pengadilan Militer Utama (pengadilan militer tingkat banding yang menangani perkara pidana melibatkan personil militer dengan pangkat Mayor ke atas, pengadilan tingkat banding untuk perkara tata usaha angkatan bersenjata, dan pengawasan peradilan untuk DILMIL dan DILMILTI). DILMILTI Pengadilan Militer Tinggi (pengadilan tingkat pertama yang menangani perkara pidana melibatkan prajurit militer dengan pangkat Mayor ke atas, perkara pidana banding yang diputuskan oleh DILMIL dan pengadilan tingkat pertama untuk perkara tata usaha angkatan bersenjata). Inkracht Putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. KPK Komisi Pemberantasan Korupsi. KUHP Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. MA Mahkamah Agung. N/A Not Available or Not Applicable (data tidak tersedia). DILMIL Military Court (first level military court handling criminal cases involving military personnel with the rank up to Captain). DILMILTAMA Military Superior Court (appeal level military court handling criminal cases involving military personnel with the rank of Major and above, Appeal Court for military administrative cases, and judicial oversight of DILMIL and DILMILTI). DILMILTI High Military Court (first level military court handling criminal cases involving military personnel with the rank of Major and above, appeals from criminal cases decided by DILMIL and first level court for military administrative cases). Inkracht Final and binding. KPK Anti-Corruption Commission. KUHP Criminal Code. MA Supreme Court. N/A Not Available or Not Applicable. xvi

18 Non-Tromol Pos 5000 Mekanisme pengaduan masyarakat atas pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan (tidak melalui jalur tromol pos 5000). Oditur Militer Pejabat yang diberi wewenang untuk bertindak sebagai penuntut umum dan sebagai penyidik menurut UU Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer. P3HP Permohonan Pertolongan Pembagian Harta Peninggalan. P3HP merupakan permohonan yang disampaikan ke pengadilan agama untuk membantu pengurusan harta warisan warga muslim yang tidak ada sengketa (dimana ahli waris telah membuat perjanjian tertulis tentang pembagian aset harta warisan atau kekayaan sebelum diajukan permohonan). PHI Pengadilan Hubungan Industrial, pengadilan khusus untuk menyelesaikan perkara ketenagakerjaan. PK Peninjauan Kembali. PNS Pegawai Negeri Sipil. PPH Perkara Pemulihan dan Perlindungan Hak. PPH merupakan gugatan hukum yang diajukan untuk mewakili kepentingan Negara dan Pemerintah untuk mendapatkan pembayaran atas jumlah yang ditentukan sebagai ganti rugi dan/atau pemulihan dalam perkara pidana dan tindakan Non-Postal Box 5000 A mechanism for the filing of public complaints on violations committed by governmental officials through channels other than Postal Box Military Prosecutor An officer who is given authority to act as a prosecutor and as an investigator under Law Number 31/1997 on Military Courts. P3HP Petition for Distribution of Inheritance Assets. P3HP is a petition submitted to the religious court by moslem heirs to assist in the distribution of inherited assets or properties which are not in dispute (where the heirs have entered into written agreements on the distribution of inherited assets or properties prior to the submission). PHI Industrial Relations Courts, special court to settle labour cases. PK Civil Review. PNS Civil Servants. PPH Recovery and Protection of Rights. A PPH is a legal claim filed in the interests of the State and Government to seek payment of amounts determined as indemnification and/or recovery in a criminal and other legal actions which arise from a crime causing financial or property loss to the xvii

19 hukum lainnya yang timbul dari kejahatan yang mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan atau kekayaan Negara. Selain itu, juga merupakan tindakan hukum untuk mewakili kepentingan masyarakat untuk mendapatkan pembayaran sehubungan dengan pemberian hak cipta, hak paten, hak merek, hak peruntukan tanah, hak penguasaan tanah dan hak-hak keperdataan tertentu lainnya. TNI Tentara Nasional Republik Indonesia. Tromol Pos 5000 Kotak pos yang menampung pengaduan masyarakat atas pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan. TUN Tata Usaha Negara. State. In addition, it is also a claim filed in the public interests to seek payment of amounts due in connection with the awarding of copyrights, patent rights, trademark rights, land acquisition, forest cultivation rights and other such civil rights. TNI National Armed Forces of the Republic of Indonesia. Postal Box 5000 A postal box which accommodates public complaints on violations committed by governmental officials. TUN State Administrative Affairs. xviii

20 KATA PENGANTAR Foreword Statistik Penegakan Hukum 2007 disusun untuk menyajikan data statistik lembaga peradilan, lembaga kejaksaan, dan KPK tahun Buku ini adalah buku pertama dari rangkaian seri buku statistik yang fokus terhadap lembaga-lembaga hukum dan penegakan hukum yang akan diterbitkan juga untuk tahuntahun berikutnya. Law Enforcement Statistics 2007 has been compiled to present statistical data on the Courts, Public Prosecution and the Anti- Corruption Commission in This book is the first book in a series of books on statistics focused on legal institutions and law enforcement that will be published in the next years. Data Statistik Peradilan dan Kejaksaan dalam sejarah Selama bertahun-tahun, Pemerintah Indonesia menerbitkan berbagai data statistik peradilan dan kejaksaan. Dari publikasi reguler pada tahun 1950-an dan 1960-an, yang pada sektor hukum terkadang sangat rinci, seiring berkembangnya waktu publikasi tersebut menjadi kurang terstruktur, kurang sering, dan kurang detil, bahkan jika ada kegiatan insidental yang menarik. Terdapat serial Buku Saku Statistik yang bagus di tahun 1950-an (Buku Saku Statistik Indonesia), yang dipublikasikan baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, yang walaupun kecil bentuknya dan tidak terlalu lengkap, namun mencakup Statistical Data on the Courts and the Public Prosecution in history Over the years, the Indonesian Government has published various statistical data on the Indonesian courts and Public Prosecution s. Following the regular publication of statistics in the 1950s and 1960s, which often contained detailed data on the legal sector, publications became less structured, less frequent and less detailed as time went on, even if there were incidental spurts of activity. There was a good series of Statistical Pocketbooks in the 1950s (Sta- xix

21 data sektor hukum. Seri Buku Saku tidak menyediakan data kelembagaan di bidang hukum. Data pengadilan beserta kejaksaan tidak dicakup sama sekali. Statistik hanya terfokus kepada data kriminal, dengan penekanan pada pendakwaan pidana, perincian asal usul sosial dari pelaku kriminal, jumlah terdakwa/tahanan dan terkadang juga jumlah dari anggota kepolisian. Buku Seri ini berakhir pada tahun 1960-an dan dilanjutkan kembali pada tahun 1970-an. Di tahun an Direktorat Jenderal Pembinaan Badan Peradilan Umum Departemen Kehakiman, yang saat itu baru dibentuk, memulai publikasi buku-buku statistik mengenai topik tertentu, seperti hukum pidana, hukum perdata, data kasus di seluruh pengadilan tinggi, dan sebagainya. Hal ini merupakan usaha awal dalam memberikan masukan besar tentang apa sejatinya pengadilan dan apa yang sebaiknya mereka lakukan. Sayangnya inisiatif ini tidak berlanjut. Tidak diketahui apakah kejaksaan mempertahankan sistem yang serupa. Terdapat kemajuan dalam data statistik di tahun 1980-an pada saat lembaga peradilan sekali lagi menerbitkan koleksi data statistik pengadilan di tiap daerah. Seri tersebut sangat detil (dan tebal), dan sempat berjalan selama beberapa tahun sampai kemudian tidak dilanjutkan lagi. Selain itu, metode penyimpanan data bervariasi antara satu sistem dengan sistem lainnya. Tidak diketahui juga apakah kejaksaan tistical Pocketbook of Indonesia), published in both Indonesian and English, which even though small in size and not very comprehensive, contained legal sector data. The Pocketbook Series provided no institutional data, and the courts and public prosecution offices were entirely excluded. The statistics focused on criminal data, with an emphasis on criminal convictions, regional and social breakdown of perpetrators, the number of convicts/ detainees and, sometimes, the size of the police force. The series ended in the 1960s and was resumed in the 1970s. In the 1970s, the newly established Directorate General of General Court Development at the Department of Justice started publication of statistical books on selected topics, such as criminal law, civil law, case data of all Appeal Courts, etc. This was one of the earliest attempts at providing a greater insight into what courts are and what they do. Regrettably, this initiative was not sustained. It is not known whether the Public Prosecution s maintained a similar system. In the 1980s, the courts released a large collection of statistical data on courts per region. This series of data was detailed (and bulky), ran for a couple of years and then petered off again, xx

22 menerbitkan koleksi data yang serupa. Selain itu, BPS beserta MA, Departemen Kehakiman Republik Indonesia (sekarang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia), dan Kepolisian Republik Indonesia bekerja sama untuk secara rutin menerbitkan buku dengan nama Statistik Kriminil yang berisikan integrasi data-data statistik kriminal yang masuk ke kepolisian, pengadilan, dan lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Serial ini mulai diterbitkan pada tahun 1970-an. Pada tahun 1980 terjadi perubahan pada konsep buku Statistik Kriminil, dimana konsep penyajian data-datanya tidak lagi dilakukan secara terintegrasi dalam satu buku, melainkan dibuat tersendiri untuk masing-masing lembaga dengan nama Statistik Kriminil Sumber Data Kepolisian, Statistik Kriminil Sumber Data Pengadilan, dan Statistik Kriminil Sumber Data Lembaga Pemasyarakatan. Penerbitan buku-buku statistik tersebut setidaknya masih dilakukan oleh badan publik tersebut hingga kurun waktu awal Banyak dari publikasi BPS seperti Statistik Kriminil mengikuti model Serial Buku Saku sebelumnya dimana mereka lebih fokus pada data kriminal, dengan penekanan pada pendakwaan pidana dan perincian asal usul sosial dari para pelaku kriminal serta jumlah tahanan. Terkecuali untuk data kepolisian, data kelembagaan mengenai lembaga penegak hukum hampir tidak ada sama sekali. Data statistik terus muncul di as methods for record keeping varied between one system and the next. It is not known whether the Public Prosecution s issued similar data collections at the time. In addition, BPS, the Supreme Court, the Department of Justice (now the Ministry of Law and Human Rights) and the Indonesian National Police cooperated routinely to release a book entitled: Criminal Statistics containing a collection of criminal statistical data pertaining to the police, courts and prisons all over Indonesia. This series started in the 1970s. In 1980, the concept of the Criminal Statistics book changed in that the data were no longer presented in a single book but in separate series. This series contained the following tittles: Criminal Statistics from Police Data Sources, Criminal Statistics from Court Data Sources, and Criminal Statistics from Prison Data Sources. Such statistical books continued to be published by public institutions until the beginning of Many of the BPS publications, such as Criminal Statistics, followed the model of the earlier Pocketbook series in that they focused on criminal data, with an emphasis on criminal convictions, with a regional and social breakdown of perpetrators xxi

PENGATURAN HAK MENGAJUKAN UPAYA HUKUM PENINJAUAN KEMBALI OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM

PENGATURAN HAK MENGAJUKAN UPAYA HUKUM PENINJAUAN KEMBALI OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM PENGATURAN HAK MENGAJUKAN UPAYA HUKUM PENINJAUAN KEMBALI OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM Oleh : Komang Agung Cri Brahmanda Ida Bagus Putra Atmadja, Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Udayana ABSTRAK

Lebih terperinci

BUPATI BANYUASIN SAMBUTAN

BUPATI BANYUASIN SAMBUTAN BUPATI BANYUASIN SAMBUTAN Dengan ridho dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, Pemerintah Kabupaten Banyuasin bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuasin dapat menyelesaikan Penyusunan dan Publikasi

Lebih terperinci

KALIMANTAN SELATAN DALAM ANGKA KALIMANTAN SELATAN IN FIGURES 2010

KALIMANTAN SELATAN DALAM ANGKA KALIMANTAN SELATAN IN FIGURES 2010 KALIMANTAN SELATAN DALAM ANGKA KALIMANTAN SELATAN IN FIGURES 2010 ISSN : 0215-2258 Nomor Publikasi / Publication Number : 63600.0001 Katalog BPS : 1403.63 Ukuran Buku / Book Size : 21 x 15 cm Jumlah Halaman

Lebih terperinci

ANALISIS CAPAIAN OPTIMASI NILAI SUKU BUNGA BANK SENTRAL INDONESIA: SUATU PENGENALAN METODE BARU DALAM MENGANALISIS 47 VARIABEL EKONOMI UNTU

ANALISIS CAPAIAN OPTIMASI NILAI SUKU BUNGA BANK SENTRAL INDONESIA: SUATU PENGENALAN METODE BARU DALAM MENGANALISIS 47 VARIABEL EKONOMI UNTU ANALISIS CAPAIAN OPTIMASI NILAI SUKU BUNGA BANK SENTRAL INDONESIA: SUATU PENGENALAN METODE BARU DALAM MENGANALISIS 47 VARIABEL EKONOMI UNTU READ ONLINE AND DOWNLOAD EBOOK : ANALISIS CAPAIAN OPTIMASI NILAI

Lebih terperinci

Riva Lovianita Lumbantoruan ABSTRAK

Riva Lovianita Lumbantoruan ABSTRAK v TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENEGAKAN HUKUM DAN PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENIPUAN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI MELALUI MEDIA ELEKTRONIK DI INDONESIA DIKAITKAN DENGAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: The effectiveness of Land and Building Tax Revenue. vii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keywords: The effectiveness of Land and Building Tax Revenue. vii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT Effectiveness of Revenue Property Tax On Revenue (Case Study On Tax Office Bandung). This research uses descriptive quantitative method. Data collection through the documentation. The data used

Lebih terperinci

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP SAKSI MAHKOTA DALAM PERADILAN PIDANA PERKARA KORUPSI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP SAKSI MAHKOTA DALAM PERADILAN PIDANA PERKARA KORUPSI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP SAKSI MAHKOTA DALAM PERADILAN PIDANA PERKARA KORUPSI PENULISAN HUKUM / SKRIPSI Disusun oleh: BUDI SANTOSO NPM : 04 05 08764 Program Studi : Ilmu Hukum Program Kekhususan : Peradilan

Lebih terperinci

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WAJIB PAJAK DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PAJAK DI INDONESIA

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WAJIB PAJAK DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PAJAK DI INDONESIA TESIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WAJIB PAJAK DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PAJAK DI INDONESIA Oleh : Ng Andi Gotama Chandra Nim: 12113009 PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NAROTAMA

Lebih terperinci

ABSTRACT. employee motivation. Keywords: management control systems, human resources (compensation) and. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. employee motivation. Keywords: management control systems, human resources (compensation) and. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT Each company, of course, expect that the resulting products and services in accordance with the goals which they expect by way of combining all available resources. The most important asset that

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Wassalamu alaikum Wr. Wb. Surakarta, 01 Oktober 2011 Ketua Tim Peneliti. Nurhadiantomo. iii

KATA PENGANTAR. Wassalamu alaikum Wr. Wb. Surakarta, 01 Oktober 2011 Ketua Tim Peneliti. Nurhadiantomo. iii KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, laporan penelitian Hibah Penelitian Tim Pascasarjana HPTP (Hibah Pasca) Tahun III (2011), dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. Penelitian ini

Lebih terperinci

By: Sentot Bangun Widoyono Eni Lestariningsih

By: Sentot Bangun Widoyono Eni Lestariningsih STATISTICS INDONESIA By: Sentot Bangun Widoyono Eni Lestariningsih 1 out of 28 World Population What is Household and Individual access to ICT SUSENAS? 2 National Socio-Economic Survey (SUSENAS): Every

Lebih terperinci

S K R I P S I TINDAKAN POLRI DALAM MENGUNGKAP JARINGAN SINDIKAT PERDAGANGAN PEREMPUAN

S K R I P S I TINDAKAN POLRI DALAM MENGUNGKAP JARINGAN SINDIKAT PERDAGANGAN PEREMPUAN S K R I P S I TINDAKAN POLRI DALAM MENGUNGKAP JARINGAN SINDIKAT PERDAGANGAN PEREMPUAN Disusun Oleh : SARI AYU AMBARWATI Program Studi : Ilmu Hukum Program Kekhususan : Peradilan dan Penyelesaian Sengketa

Lebih terperinci

WEWENANG KEPOLISIAN DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KORUPSI DI POLDA BALI

WEWENANG KEPOLISIAN DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KORUPSI DI POLDA BALI WEWENANG KEPOLISIAN DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KORUPSI DI POLDA BALI IMade Widiasa Pembimbing : I ketut Rai Setiabudhi A.A Ngurah Wirasila Program Kekhususan Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas

Lebih terperinci

HAK TERSANGKA UNTUK MENDAPATKAN BANTUAN HUKUM DALAM PROSES PENYIDIKAN

HAK TERSANGKA UNTUK MENDAPATKAN BANTUAN HUKUM DALAM PROSES PENYIDIKAN HAK TERSANGKA UNTUK MENDAPATKAN BANTUAN HUKUM DALAM PROSES PENYIDIKAN Oleh Maya Diah Safitri Ida Bagus Putu Sutama Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Udayana ABSTRACT The right to obtain legal

Lebih terperinci

PENERAPAN UU No. 19 TAHUN 2002 TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBAJAKAN HAK CIPTA LAGU INDONESIA

PENERAPAN UU No. 19 TAHUN 2002 TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBAJAKAN HAK CIPTA LAGU INDONESIA SKRIPSI PENERAPAN UU No. 19 TAHUN 2002 TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBAJAKAN HAK CIPTA LAGU INDONESIA Diajukan oleh : EMANUEL ASA PUTRA NPM : 070509555 Program Studi : Ilmu Hukum Program Kekhususan : Peradilan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: Fungsi Manajemen,Anggaran,Efektifitas Penjualan. vii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci: Fungsi Manajemen,Anggaran,Efektifitas Penjualan. vii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Dengan semakin meningkatnya jumlah produsen di bidang sektor industri makanan khususnya kue kering/snack, PT. Kelinci merasa bahwa semakin tahun persaingan semakin tahun semakin meningkat. Oleh

Lebih terperinci

NUSA TENGGARA BARAT DALAM ANGKA

NUSA TENGGARA BARAT DALAM ANGKA Katalog BPS :1403.52 NUSA TENGGARA BARAT DALAM ANGKA NUSA TENGGARA BARAT IN FIGURES 2008 Kerjasama In Cooperation BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NTB BPS- Statistics of Nusa Tenggara Barat Province Dengan

Lebih terperinci

Pemrograman Lanjut. Interface

Pemrograman Lanjut. Interface Pemrograman Lanjut Interface PTIIK - 2014 2 Objectives Interfaces Defining an Interface How a class implements an interface Public interfaces Implementing multiple interfaces Extending an interface 3 Introduction

Lebih terperinci

KENDALA JAKSA DALAM PENERAPAN PIDANA TAMBAHAN UANG PENGGANTI PADA PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI

KENDALA JAKSA DALAM PENERAPAN PIDANA TAMBAHAN UANG PENGGANTI PADA PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI KENDALA JAKSA DALAM PENERAPAN PIDANA TAMBAHAN UANG PENGGANTI PADA PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI Oleh: Ni Nyoman Santiari I Gusti Agung Ayu DikeWidhiyaastuti Program Kekhususan Hukum Pidana Fakultas Hukum

Lebih terperinci

KOORDINASI KEJAKSAAN DENGAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KORUPSI

KOORDINASI KEJAKSAAN DENGAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KORUPSI KOORDINASI KEJAKSAAN DENGAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KORUPSI Disusun oleh: Mara Tulus Maruba Simanjuntak NPM : 06 05 09483 Program Studi : Ilmu Hukum Program Kekhususan

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN TANTANGAN MEMBANGUN DUNIA INDUSTRI KONSTRUKSI YANG KONSTRUKTIF DI INDONESIA

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN TANTANGAN MEMBANGUN DUNIA INDUSTRI KONSTRUKSI YANG KONSTRUKTIF DI INDONESIA IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN TANTANGAN MEMBANGUN DUNIA INDUSTRI KONSTRUKSI YANG KONSTRUKTIF DI INDONESIA ABSTRAK IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN TANTANGAN MEMBANGUN DUNIA INDUSTRI KONSTRUKSI YANG KONSTRUKTIF

Lebih terperinci

SKRIPSI ANALISA TINDAK PIDANA YANG TIDAK DILAKUKAN PENUNTUTAN KE PENGADILAN (STUDI KASUS POLRES NGAWI)

SKRIPSI ANALISA TINDAK PIDANA YANG TIDAK DILAKUKAN PENUNTUTAN KE PENGADILAN (STUDI KASUS POLRES NGAWI) SKRIPSI ANALISA TINDAK PIDANA YANG TIDAK DILAKUKAN PENUNTUTAN KE PENGADILAN (STUDI KASUS POLRES NGAWI) Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Tugas dan Persyaratan Guna Mencapai Gelar Sarjana Hukum pada

Lebih terperinci

PETA KABUPATEN LAMANDAU MAP OF LAMANDAU REGENCY

PETA KABUPATEN LAMANDAU MAP OF LAMANDAU REGENCY PETA KABUPATEN LAMANDAU MAP OF LAMANDAU REGENCY LAMBANG KABUPATEN LAMANDAU SAELS OF LAMANDAU REGENCY ARTI LAMBANG DAERAH: Bintang bersegi lima berwarna kuning adalah melambangkan masyarakat yang berke-tuhanan

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENGAWASAN DAN PEMBINAAN PIDANA BERSYARAT (Studi Kasus di Kejaksaan Negeri Medan dan BAPAS Klas I Medan)

PELAKSANAAN PENGAWASAN DAN PEMBINAAN PIDANA BERSYARAT (Studi Kasus di Kejaksaan Negeri Medan dan BAPAS Klas I Medan) PELAKSANAAN PENGAWASAN DAN PEMBINAAN PIDANA BERSYARAT (Studi Kasus di Kejaksaan Negeri Medan dan BAPAS Klas I Medan) TESIS Oleh : FITRI SUMARNI.D 992105006/ILMU HUKUM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT Endang lndriasih1 -- Decentraliz~tion in health sector has enable to identify many health problems, population characteristics, and locally

Lebih terperinci

WALIKOTA BATAM SEKAPUR SIRIH WALIKOTA BATAM AHMAD DAHLAN

WALIKOTA BATAM SEKAPUR SIRIH WALIKOTA BATAM AHMAD DAHLAN WALIKOTA BATAM SEKAPUR SIRIH Dengan semakin meningkatnya berbagai kegiatan pembangunan Kota Batam dewasa ini, maka publikasi data statistik Kota Batam sangat diperlukan guna menyajikan berbagai informasi

Lebih terperinci

DIDAHULUI OLEH BOCORNYA DATA NASABAH DIKAITKAN DENGAN PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN DI INDONESIA

DIDAHULUI OLEH BOCORNYA DATA NASABAH DIKAITKAN DENGAN PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN DI INDONESIA ABSTRAK PERTANGGUNGJAWABAN BANK SEBAGAI KORPORASI DAN OKNUM PEGAWAI BANK ATAS TERJADINYA KERUGIAN NASABAH AKIBAT TINDAKAN TRANSFER DANA SECARA MELAWAN HUKUM MELALUI SMS BANKING DIDAHULUI OLEH BOCORNYA

Lebih terperinci

ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS KOLEKSI BUKU PERPUSTAKAAN (STUDI PADA PERPUSTAKAAN DAERAH JAWA TIMUR) OLEH: CYNTHYA PRAMUDITA

ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS KOLEKSI BUKU PERPUSTAKAAN (STUDI PADA PERPUSTAKAAN DAERAH JAWA TIMUR) OLEH: CYNTHYA PRAMUDITA ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS KOLEKSI BUKU PERPUSTAKAAN (STUDI PADA PERPUSTAKAAN DAERAH JAWA TIMUR) OLEH: CYNTHYA PRAMUDITA 3203007315 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA

Lebih terperinci

Nama dosen: Eko Rujito, M.Hum

Nama dosen: Eko Rujito, M.Hum Alamat: Karangmalang, Yogyakarta 281 (0274) 0843, 548207 Fax. (0274) 548207 4. Rencana Pembelajaran Minggu ke I: Orientation Students are able to understand clearly the basic course outline, the description

Lebih terperinci

PEMBUBARAN PARTAI POLITIK (Kajian Yuridis Terhadap Kedudukan Hukum Pemohon dan Akibat Hukum Pembubaran Partai Politik) S K R I P S I.

PEMBUBARAN PARTAI POLITIK (Kajian Yuridis Terhadap Kedudukan Hukum Pemohon dan Akibat Hukum Pembubaran Partai Politik) S K R I P S I. PEMBUBARAN PARTAI POLITIK (Kajian Yuridis Terhadap Kedudukan Hukum Pemohon dan Akibat Hukum Pembubaran Partai Politik) S K R I P S I Oleh : EIA007323 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL

Lebih terperinci

Lina Miftahul Jannah.

Lina Miftahul Jannah. Lina Miftahul Jannah miftahul@ui.ac.id http://linamjannah.wordpress.com Sub Pokok Bahasan Administrasi Kepegawaian Negara Kegiatan penyelenggaraan negara Pegawai dalam kegiatan penyelenggaraan negara Administrasi

Lebih terperinci

Oleh : Putu Kartika Sastra Gde Made Swardhana Ida Bagus Surya Darmajaya. Bagian Pidana Fakultas Hukum Universitas Udayana

Oleh : Putu Kartika Sastra Gde Made Swardhana Ida Bagus Surya Darmajaya. Bagian Pidana Fakultas Hukum Universitas Udayana MEKANISME KERJASAMA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK) DAN INSTANSI TERKAIT DALAM PENYELIDIKAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG Oleh : Putu Kartika Sastra Gde Made Swardhana

Lebih terperinci

TUGAS DAN FUNGSI KERAPATAN ADAT NAGARI (KAN) DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA TANAH ADAT DI KABUPATEN PASAMAN (SUMATERA BARAT)

TUGAS DAN FUNGSI KERAPATAN ADAT NAGARI (KAN) DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA TANAH ADAT DI KABUPATEN PASAMAN (SUMATERA BARAT) TUGAS DAN FUNGSI KERAPATAN ADAT NAGARI (KAN) DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA TANAH ADAT DI KABUPATEN PASAMAN (SUMATERA BARAT) TESIS Untuk Memperoleh Gelar Magister Kenotariatan Pada Program PascaSarjana Universitas

Lebih terperinci

DIPONEGORO LAW REVIEW Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Website :

DIPONEGORO LAW REVIEW Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Website : PELAKSANAAN EKSEKUSI PUTUSAN HAKIM PENGADILAN TATA USAHA NEGARA YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP DI KOTA SEMARANG Margaretha Rosa Anjani*, Lapon Tukan Leonard, Ayu Putriyanti Program Studi S1 Ilmu Hukum,

Lebih terperinci

Kata kunci : Non-Conviction Based (NCB) Asset Forfeiture, Sistem Hukum Indonesia

Kata kunci : Non-Conviction Based (NCB) Asset Forfeiture, Sistem Hukum Indonesia ABSTRAK Tinjauan Yuridis Terhadap Kemungkinan Penerapan Konsep Non- Conviction Based (NCB) Asset Forfeiture Dalam Sistem Hukum Indonesia Lanny Lasmana (1088002) Korupsi adalah bentuk kejahatan yang berpotensi

Lebih terperinci

TESIS. Oleh : SELAMAT FERNANDO TARIGAN NIM : PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2005

TESIS. Oleh : SELAMAT FERNANDO TARIGAN NIM : PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2005 PENEGAKAN PERATURAN DISIPLIN TENTANG MENTAATI KETENTUAN JAM KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SUMATERA UTARA TESIS Oleh : SELAMAT FERNANDO TARIGAN NIM

Lebih terperinci

FOR IMMEDIATE RELEASE

FOR IMMEDIATE RELEASE FOR IMMEDIATE RELEASE International www.roymorgan.com Finding No. 2009 Available on Website: www.roymorgan.com On March 19, 2013 KADIN-Roy Morgan Keyakinan Konsumen menurun di bulan Februari 155.5 poin

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: Obligasi Daerah, Kewenangan, Pemerintahan Daerah. viii

ABSTRAK. Kata Kunci: Obligasi Daerah, Kewenangan, Pemerintahan Daerah. viii KEPASTIAN HUKUM KEWENANGAN DAN PENGAWASAN PENERBITAN OBLIGASI DAERAH DI PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT DALAM PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG

Lebih terperinci

ABSTRACT. viii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. viii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT All countries in the world, including Indonesia will face the globalization era. Globalization will occur in various fields, both in the political, economic, social, cultural and science. This

Lebih terperinci

PEMETAAN KEUANGAN DAERAH : PENDEKATAN CLUSTER (STUDI PADA APBD PEMERINTAH KOTA/KABUPATEN DI JAWA TIMUR TAHUN )

PEMETAAN KEUANGAN DAERAH : PENDEKATAN CLUSTER (STUDI PADA APBD PEMERINTAH KOTA/KABUPATEN DI JAWA TIMUR TAHUN ) PEMETAAN KEUANGAN DAERAH : PENDEKATAN CLUSTER (STUDI PADA APBD PEMERINTAH KOTA/KABUPATEN DI JAWA TIMUR TAHUN 2001-2006) OLEH: LEVI OLIVIA SANTOSO 3203006188 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

ABSTRAK. Adjeng Sugiharti

ABSTRAK. Adjeng Sugiharti ABSTRAK TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENGAKUAN STATUS ANAK DILUAR KAWIN DALAM SISTEM HUKUM PERKAWINAN DI INDONESIA DAN KEWENANGAN PENGADILAN AGAMA DALAM MEMBERIKAN STATUS KEPADA ANAK LUAR KAWIN (KASUS MACHICA

Lebih terperinci

Oleh: Hengki M. Sibuea *

Oleh: Hengki M. Sibuea * Perbandingan Efektivitas Penyelesaian Sengketa Komersial Melalui Pengadilan dan Arbitrase, Ditinjau dari Jangka Waktu, Pasca Diterbitkannya SEMA No. 2 Tahun 2014 Tentang Penyelesaian Perkara Di Pengadilan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: BPJS, Hak Konstitusional, Perlindungan Hukum. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci: BPJS, Hak Konstitusional, Perlindungan Hukum. Universitas Kristen Maranatha TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN KEBIJAKAN PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN TERHADAP PEMENUHAN HAK KONSTITUSIONAL DAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PESERTANYA DITINJAU DARI HUKUM ADMINISTRASI

Lebih terperinci

5. The removed-treatment design with pretest & posttest Design: O 1 X O 2 O 3 X O 4 Problem: O 2 - O 3 not thesame with O 3 - O 4 construct validity o

5. The removed-treatment design with pretest & posttest Design: O 1 X O 2 O 3 X O 4 Problem: O 2 - O 3 not thesame with O 3 - O 4 construct validity o 4. The nonequivalent dependent variables design Design: O 1A X O 2A O 1B O 2B Problem: Growth rate unrepresentative measure continuous assumption 01-2-3 5. The removed-treatment design with pretest & posttest

Lebih terperinci

OLEH : FITRI SUHARIYADI NIM:

OLEH : FITRI SUHARIYADI NIM: IDENTIFIKASI DAN ANALISA FAKTOR KRITIS KEBERHASILAN PADA IMPLEMENTASI PROYEK BOT : INFRASTRUKTUR JALAN TOL TESIS MAGISTER 'Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut

Lebih terperinci

Sub Kriteria Sub criteria Pengadilan Court. Panitera Registrars. Struktur dan Pejabat Structure and Officials. Putusan Decisions

Sub Kriteria Sub criteria Pengadilan Court. Panitera Registrars. Struktur dan Pejabat Structure and Officials. Putusan Decisions 16 Bab 2 : Penilaian Chapter 2 : Assessment Tabel 2.1. Matriks Penilaian Website Lembaga Peradilan Berdasarkan UU KIP dan SK 144/2007 Table 2.1. Courts Websites Assessment Matrix based on UU KIP and SK

Lebih terperinci

ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PT. SURVEYOR INDONESIA MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT (STUDI KASUS : PROSES DS 13 - MENGELOLA OPERASI)

ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PT. SURVEYOR INDONESIA MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT (STUDI KASUS : PROSES DS 13 - MENGELOLA OPERASI) ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PT. SURVEYOR INDONESIA MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT (STUDI KASUS : PROSES DS 13 - MENGELOLA OPERASI) TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

Lebih terperinci

SKRIPSI PENERAPAN PASAL 486 KUHP OLEH HAKIM DALAM PENJATUHAN PUTUSAN PIDANA TERHADAP RESIDIVIS. Diajukan Oleh : Enggar Jussica N P M :

SKRIPSI PENERAPAN PASAL 486 KUHP OLEH HAKIM DALAM PENJATUHAN PUTUSAN PIDANA TERHADAP RESIDIVIS. Diajukan Oleh : Enggar Jussica N P M : 1 SKRIPSI PENERAPAN PASAL 486 KUHP OLEH HAKIM DALAM PENJATUHAN PUTUSAN PIDANA TERHADAP RESIDIVIS Diajukan Oleh : Enggar Jussica N P M : 120510910 Program Studi : Ilmu Hukum Program Kekhususan : Peradilan

Lebih terperinci

KONSEP PENYALAHGUNAAN POSISI DOMINAN DALAM HUKUM PERSAINGAN USAHA

KONSEP PENYALAHGUNAAN POSISI DOMINAN DALAM HUKUM PERSAINGAN USAHA KONSEP PENYALAHGUNAAN POSISI DOMINAN DALAM HUKUM PERSAINGAN USAHA Tesis Diajukan kepada Program Pascasarjana Magister Ilmu Hukum Untuk Memperoleh Gelar Magister Hukum Oleh: Dalinama Telaumbanua NPM : 322010007

Lebih terperinci

Keywords: Information Systems Salaries and Wages, Salaries and Wages Accuracy

Keywords: Information Systems Salaries and Wages, Salaries and Wages Accuracy ABSTRACT Payroll and remuneration systems is one of the largest and most important component in the accounting information system. Payroll and wage system must be designed to comply with government regulations

Lebih terperinci

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP RENCANA PENGEMBANG DALAM MELAKUKAN PERLUASAN AREA DIHUBUNGKAN DENGAN

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP RENCANA PENGEMBANG DALAM MELAKUKAN PERLUASAN AREA DIHUBUNGKAN DENGAN TINJAUAN YURIDIS TERHADAP RENCANA PENGEMBANG DALAM MELAKUKAN PERLUASAN AREA DIHUBUNGKAN DENGAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA Richand Prasalela 1287024

Lebih terperinci

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA TESIS PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMALSUAN SURAT DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA TESIS PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMALSUAN SURAT DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA TESIS PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMALSUAN SURAT DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA Oleh: RAHARJO YUSUF WIBISONO, S.H. NIM. 031314153057 PROGRAM MAGISTER HUKUM PASCA SARJANA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS

Lebih terperinci

HAK MEWARIS ANAK ANGKAT TERHADAP HARTA ORANG TUA ANGKAT MENURUT HUKUM PERDATA

HAK MEWARIS ANAK ANGKAT TERHADAP HARTA ORANG TUA ANGKAT MENURUT HUKUM PERDATA HAK MEWARIS ANAK ANGKAT TERHADAP HARTA ORANG TUA ANGKAT MENURUT HUKUM PERDATA Oleh : Ni Wayan Manik Prayustini I Ketut Rai Setiabudhi Bagian Hukum Bisnis Fakultas Hukum Universitas Udayana ABSTRACT Adopted

Lebih terperinci

dari sumber-sumber non-manusia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan model inter-aktif yang dikemukakan oleh Milles dan

dari sumber-sumber non-manusia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan model inter-aktif yang dikemukakan oleh Milles dan RINGKASAN Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan Tahun 2008 di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember dalam Model Analisis Pembangunan Lembaga Milton J. Esman; Dhiyah

Lebih terperinci

PENEGAKAN SANKSI DISIPLIN BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL

PENEGAKAN SANKSI DISIPLIN BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL PENEGAKAN SANKSI DISIPLIN BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL Oleh : A.A Ngurah Anom Chandra Cahyadi I Wayan Parsa Bagian

Lebih terperinci

CHAPTER 4: NOTICE AND ANNOUNCEMENT

CHAPTER 4: NOTICE AND ANNOUNCEMENT SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 BAHASA INGGRIS CHAPTER 4: NOTICE AND ANNOUNCEMENT Dr. Rahmad Husein, M.Ed. Dr. Anni Holila Pulungan, M.Hum. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: Rasio Keuangan, Kinerja Keuangan. iv Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci: Rasio Keuangan, Kinerja Keuangan. iv Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Persaingan dunia bisnis yang semakin ketat menuntut setiap perusahaan untuk mengetahui informasi yang bermanfaat untuk mengambil keputusan yang tepat. Laporan keuangan yang telah dianalisis akan

Lebih terperinci

viii Universitas Kristen Maranatha

viii Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENETAPAN DENDA DALAM PROSES KEBERATAN PAJAK DAN PEMENUHAN PRINSIP KEADILAN BAGI WAJIB PAJAK DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2007 jo UNDANG-UNDANG NOMOR 16

Lebih terperinci

KEKUATAN MENGIKAT RESOLUSI DEWAN KEAMANAN PBB DALAM PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL

KEKUATAN MENGIKAT RESOLUSI DEWAN KEAMANAN PBB DALAM PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL KEKUATAN MENGIKAT RESOLUSI DEWAN KEAMANAN PBB DALAM PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL Oleh I Komang Oka Dananjaya Progam Kekhususan Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Udayana ABSTRACT The

Lebih terperinci

Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi

Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi PEMERINTAHAN 28 Jambi Dalam Angka 2012 GOVERNMENT BAB 2 PEMERINTAHAN 2.1. Wilayah Administrasi CHAPTER 2 GOVERNMENT 2.1. Administration of Region Provinsi Jambi terdiri

Lebih terperinci

TELAAH NORMATIF PASAL 138 AYAT (2) KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA TENTANG PENGEMBALIAN BERKAS PERKARA DARI PENUNTUT UMUM KEPADA PENYIDIK

TELAAH NORMATIF PASAL 138 AYAT (2) KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA TENTANG PENGEMBALIAN BERKAS PERKARA DARI PENUNTUT UMUM KEPADA PENYIDIK TELAAH NORMATIF PASAL 138 AYAT (2) KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA TENTANG PENGEMBALIAN BERKAS PERKARA DARI PENUNTUT UMUM KEPADA PENYIDIK SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

Juridical Review of Consumer Protection in Sell and Purchase Transaction Through

Juridical Review of Consumer Protection in Sell and Purchase Transaction Through TINJAUAN YURIDIS PEMANFAATAN FACEBOOK DALAM TRANSAKSI JUAL- BELI DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN JO UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI

Lebih terperinci

7. Analisis Kebutuhan - 1 (System Actors & System Use Cases )

7. Analisis Kebutuhan - 1 (System Actors & System Use Cases ) 7. Analisis Kebutuhan - 1 (System Actors & System Use Cases ) SIF15001 Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Agi Putra Kharisma, S.T., M.T. Genap 2014/2015 Desain slide ini dadaptasi dari University

Lebih terperinci

TATA CARA PENUNTUTAN HAK WARIS OLEH AHLI WARIS YANG SEBELUMNYA DINYATAKAN HILANG BERDASARKAN KITAB UNDANG- UNDANG HUKUM PERDATA (KUHPERDATA)

TATA CARA PENUNTUTAN HAK WARIS OLEH AHLI WARIS YANG SEBELUMNYA DINYATAKAN HILANG BERDASARKAN KITAB UNDANG- UNDANG HUKUM PERDATA (KUHPERDATA) TATA CARA PENUNTUTAN HAK WARIS OLEH AHLI WARIS YANG SEBELUMNYA DINYATAKAN HILANG BERDASARKAN KITAB UNDANG- UNDANG HUKUM PERDATA (KUHPERDATA) Oleh : Ni Putu Yuli Kartika Dewi Ni Putu Purwanti Bagian Hukum

Lebih terperinci

KEBIJAKAN BADILAG Tahun 2012

KEBIJAKAN BADILAG Tahun 2012 KEBIJAKAN BADILAG Tahun 2012 Disampaikan Pada Acara Rakerda PTA Banten & PA-PA se Provinsi Banten Merak, 30 Januari 2012 KEBIJAKAN BADILAG 2012 Melanjutkan program-program rutin tahun 2011 Meningkatkan

Lebih terperinci

PEMASUKAN KEUANGAN NEGARA YANG BERASAL DARI PELAKSANAAN PUTUSAN PIDANA DENDA TAHUN 2008 DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANTUL

PEMASUKAN KEUANGAN NEGARA YANG BERASAL DARI PELAKSANAAN PUTUSAN PIDANA DENDA TAHUN 2008 DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANTUL TESIS PEMASUKAN KEUANGAN NEGARA YANG BERASAL DARI PELAKSANAAN PUTUSAN PIDANA DENDA TAHUN 2008 DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANTUL EKA RATNAWIDIASTUTI No. Mhs. : 08.1253/PS/MIH PROGRAM STUDI MAGISTER

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Asas Pembuktian Sederhana, Kepailitan, Alternatif Penyelesaian Sengketa.

ABSTRAK. Kata Kunci : Asas Pembuktian Sederhana, Kepailitan, Alternatif Penyelesaian Sengketa. ABSTRAK Hal yang lazim dilakukan dalam dunia bisnis modern adalah untuk kecepatan dan kepastian dalam transaksi bisnis, dalam era dimana semua pihak seakan-akan sudah berkonsentrasi pada kepentingan pihak

Lebih terperinci

ABSTRACT. The role of Internal Audit on Corporate Management Obedience

ABSTRACT. The role of Internal Audit on Corporate Management Obedience ABSTRACT The role of Internal Audit on Corporate Management Obedience Activity of internal control is one important activity within the company because it is a control activities within the company, especially

Lebih terperinci

Penduduk dan Ketenagakerjaan

Penduduk dan Ketenagakerjaan Penduduk dan Ketenagakerjaan 3.1. Penduduk Penduduk merupakan salah satu sumber daya pembangunan, karena penduduk itu sendiri berperan penting dalam proses pembangunan. Berdasarkan hasil olahan proyeksi

Lebih terperinci

DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA PENJARA TERHADAP ANAK

DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA PENJARA TERHADAP ANAK DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA PENJARA TERHADAP ANAK Oleh : Made Agus Indra Diandika I Ketut Sudantra Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Udayana ABSTRACT The paper is titled

Lebih terperinci

Lisa Junia ( ) Kata Kunci: Transaksi Elektronik Perbankan, Tanggung Jawab Bank, dan Perlindungan Nasabah

Lisa Junia ( ) Kata Kunci: Transaksi Elektronik Perbankan, Tanggung Jawab Bank, dan Perlindungan Nasabah ABSTRAK PERTANGGUNGJAWABAN BANK ATAS PENDEBITAN DANA REKENING NASABAH SECARA ELEKTRONIK AKIBAT KESALAHAN SISTEM BANK DAN PERLINDUNGAN NASABAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1998 TENTANG PERBANKAN

Lebih terperinci

SKRIPSI PENEGAKAN HUKUM OLEH POLRI TERHADAP PERJUDIAN. (Studi Kasus di Polres Kabupaten Kulon Progo)

SKRIPSI PENEGAKAN HUKUM OLEH POLRI TERHADAP PERJUDIAN. (Studi Kasus di Polres Kabupaten Kulon Progo) SKRIPSI PENEGAKAN HUKUM OLEH POLRI TERHADAP PERJUDIAN (Studi Kasus di Polres Kabupaten Kulon Progo) Diajukan oleh: VALENTINA DYAH AYU ANDHINA MEGAPUTRI NPM : 110510739 Program Studi : Ilmu Hukum Program

Lebih terperinci

6 KERANJANG 7 LANGKAH API (INDONESIAN EDITION) BY LIM TUNG NING

6 KERANJANG 7 LANGKAH API (INDONESIAN EDITION) BY LIM TUNG NING 6 KERANJANG 7 LANGKAH API (INDONESIAN EDITION) BY LIM TUNG NING READ ONLINE AND DOWNLOAD EBOOK : 6 KERANJANG 7 LANGKAH API (INDONESIAN EDITION) BY LIM TUNG NING PDF Click button to download this ebook

Lebih terperinci

Abstrak. ii Universitas Kristen Maranatha

Abstrak. ii Universitas Kristen Maranatha Abstrak Informasi merupakan salah satu aset yang sangat penting untuk PT.KAI. Dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, kemungkinan terjadinya gangguan terhadap keamanan informasi semakin

Lebih terperinci

PROGRAM DAN KEGIATAN DEPUTI BIDANG PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2014

PROGRAM DAN KEGIATAN DEPUTI BIDANG PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2014 PROGRAM DAN KEGIATAN DEPUTI BIDANG PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2014 Today s Talk Day Two Session 2 Background Housings condition of the poor Philosophy of the housing assistance Design of housing assistance

Lebih terperinci

AMENDMENT NO. 4 TO THE CONTRACT (Dated April 21, 2015)

AMENDMENT NO. 4 TO THE CONTRACT (Dated April 21, 2015) AMENDMENT NO. 4 TO THE CONTRACT (Dated April 21, 2015) FOR NON-CONSULTING SERVICES TIME BASED REGIONAL OVERSIGHT MANAGEMENT SERVICES (ROMS) 6 IBRD Loan 8259-ID BETWEEN Directorate of Water Supply Development

Lebih terperinci

PENDAFTARAN KEMBALI HAK MEREK BARANG INDIKASI GEOGRAFIS

PENDAFTARAN KEMBALI HAK MEREK BARANG INDIKASI GEOGRAFIS PENDAFTARAN KEMBALI HAK MEREK BARANG INDIKASI GEOGRAFIS Oleh: I Ketut Haris Wiranata Anak Agung Sri Indrawati Bagian Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Udayana ABSTRACT In Article 23 the Government

Lebih terperinci

PERANAN KEJAKSAAN DALAM UPAYA PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi kasus di Kejaksaan Negeri Singaraja)

PERANAN KEJAKSAAN DALAM UPAYA PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi kasus di Kejaksaan Negeri Singaraja) SKRIPSI PERANAN KEJAKSAAN DALAM UPAYA PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi kasus di Kejaksaan Negeri Singaraja) I GEDE KRISNATA NIM.1116051069 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK CV.Niagara dalam melaksanakan aktivitas, tidak terlepas dari penggunaan peralatan-peralatan yang termasuk kedalam kelompok aktiva tetap dan dikarenakan bahwa peralatan-peralatan yang digunakan

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 1992 TENTANG PENGESAHAN AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF THE SUDAN ON ECONOMIC AND

Lebih terperinci

SKRIPSI ANALISIS TERHADAP PUTUSAN BEBAS DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI

SKRIPSI ANALISIS TERHADAP PUTUSAN BEBAS DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI SKRIPSI ANALISIS TERHADAP PUTUSAN BEBAS DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI Diajukan oleh : KLANSINA IRENE DUWIRI NPM : 07 05 09701 Program Studi Program Kekhususan : Ilmu Hukum : Peradilan dan Penyelesaian Sengketa

Lebih terperinci

Nama Soal Pembagian Ring Road Batas Waktu 1 detik Nama Berkas Ringroad[1..10].out Batas Memori 32 MB Tipe [output only] Sumber Brian Marshal

Nama Soal Pembagian Ring Road Batas Waktu 1 detik Nama Berkas Ringroad[1..10].out Batas Memori 32 MB Tipe [output only] Sumber Brian Marshal Nama Soal Pembagian Ring Road Batas Waktu 1 detik Nama Berkas Ringroad[1..10].out Batas Memori 32 MB Tipe [output only] Sumber Brian Marshal Deskripsi Soal Dalam rangka mensukseskan program Visit Indonesia,

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Uji Kompetensi, Decision Support System, Decision Table. vii

ABSTRAK. Kata Kunci : Uji Kompetensi, Decision Support System, Decision Table. vii ABSTRAK Bank OCBC Nisp merupakan salah satu bank yang cukup besar di Indonesia. Untuk mengukur tingkat pengetahuan karyawannya, Bank OCBC biasa mengadakan uji kompetensi untuk mengetahuinya. Pada saat

Lebih terperinci

INTISARI. Kata kunci : Komitmen Organisasi, Komitmen Profesional, Kepuasan Kerja. Universitas Kristen Maranatha

INTISARI. Kata kunci : Komitmen Organisasi, Komitmen Profesional, Kepuasan Kerja. Universitas Kristen Maranatha i INTISARI Dampak persaingan global adalah munculnya tuntutan dari setiap organisasi untuk memiliki sumber daya manusia yang berkualitas tinggi untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Oleh karena itu

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN

Lebih terperinci

HUKUM HAM INTERNASIONAL: SEBUAH PENGANTAR KONTEKSTUAL (RANGKAIAN STUDI IMR) BY PRANOTO ISKANDAR

HUKUM HAM INTERNASIONAL: SEBUAH PENGANTAR KONTEKSTUAL (RANGKAIAN STUDI IMR) BY PRANOTO ISKANDAR KONTEKSTUAL (RANGKAIAN STUDI IMR) BY PRANOTO ISKANDAR READ ONLINE AND DOWNLOAD EBOOK : HUKUM HAM INTERNASIONAL: SEBUAH PENGANTAR KONTEKSTUAL (RANGKAIAN STUDI IMR) BY PRANOTO Click button to download this

Lebih terperinci

Staff Instruction SI PROCEDURES FOR ASSIGNMENT OF AIRCRAFT REGISTRATION MARKS

Staff Instruction SI PROCEDURES FOR ASSIGNMENT OF AIRCRAFT REGISTRATION MARKS LAMPIRAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : KP 273 Tahun 2015 TANGGAL : 8 April 2015 Staff Instruction SI 45-01 PROCEDURES FOR ASSIGNMENT OF AIRCRAFT REGISTRATION MARKS Amendment : 00

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PERPANJANGAN HAK GUNA BANGUNAN DALAM PENANAMAN MODAL PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21-22/PUU-V/2007

PELAKSANAAN PERPANJANGAN HAK GUNA BANGUNAN DALAM PENANAMAN MODAL PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21-22/PUU-V/2007 PELAKSANAAN PERPANJANGAN HAK GUNA BANGUNAN DALAM PENANAMAN MODAL PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21-22/PUU-V/2007 Oleh : I Gusti Agung Bagus Yudistira Adiputra I Gusti Nyoman

Lebih terperinci

KAJIAN MODEL PERKIRAAN AWAL BIAYA PADA-PROYEK PENINGKATAN JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN SUMEDANG TESIS MAGISTER. Oleh: AGUS SUTOPO NIM :

KAJIAN MODEL PERKIRAAN AWAL BIAYA PADA-PROYEK PENINGKATAN JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN SUMEDANG TESIS MAGISTER. Oleh: AGUS SUTOPO NIM : KAJIAN MODEL PERKIRAAN AWAL BIAYA PADA-PROYEK PENINGKATAN JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN SUMEDANG TESIS MAGISTER Oleh: AGUS SUTOPO NIM : 250 92 043 MANAJEMEN REKAYASA KONSTRUKSI JURUSAN TEKNIK SIPIL PROGRAM

Lebih terperinci

KEDUDUKAN GUBERNUR SUMATERA-UTARA SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 1999 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

KEDUDUKAN GUBERNUR SUMATERA-UTARA SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 1999 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH KEDUDUKAN GUBERNUR SUMATERA-UTARA SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 1999 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH TESIS HENKIE YUSUF WAU Nim : 992105029 / ILMU HUKUM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA

Lebih terperinci

Sistem Informasi. Soal Dengan 2 Bahasa: Bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris

Sistem Informasi. Soal Dengan 2 Bahasa: Bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris Sistem Informasi Soal Dengan 2 Bahasa: Bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris 1. Kita mengetahui bahwa perkembangan teknologi di zaman sekarang sangat pesat dan banyak hal yang berubah dalam kehidupan kita.

Lebih terperinci

DISTRIBUTION OF HIGHWAY AXLE LOADS IN WEST JAVA AND METHODS OF MEASURING VEHICLE LOADING

DISTRIBUTION OF HIGHWAY AXLE LOADS IN WEST JAVA AND METHODS OF MEASURING VEHICLE LOADING DISTRIBUTION OF HIGHWAY AXLE LOADS IN WEST JAVA AND METHODS OF MEASURING VEHICLE LOADING T 388.314 ZUL SUMMARY DISTRIBUTION OF HIGHWAY AXLE LOADS IN WEST JAVA AND METHODS OF MEASURING VEHICLE LOADING,

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA MANAJEMEN (INDONESIAN EDITION) BY HERY HERY

ANALISIS KINERJA MANAJEMEN (INDONESIAN EDITION) BY HERY HERY ANALISIS KINERJA MANAJEMEN (INDONESIAN EDITION) BY HERY HERY READ ONLINE AND DOWNLOAD EBOOK : ANALISIS KINERJA MANAJEMEN (INDONESIAN EDITION) Click button to download this ebook READ ONLINE AND DOWNLOAD

Lebih terperinci

Bagian Hukum Perdata Fakultas Hukum, Universitas Udayana

Bagian Hukum Perdata Fakultas Hukum, Universitas Udayana PEMBERIAN UANG PENGGANTIAN HAK TERHADAP PEKERJA KONTRAK WAKTU TERTENTU YANG MENGALAMI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PADA PT HANAYA INTER NIAGA SUPPLY BADUNG Oleh: Satyawati Ratna Dewi I Wayan Wiryawan I Nyoman

Lebih terperinci

ABSTRAK. semua ditentukan oleh kualitas dari sumber daya manusia yang terdapat di suatu perusahaan

ABSTRAK. semua ditentukan oleh kualitas dari sumber daya manusia yang terdapat di suatu perusahaan ABSTRAK Dalam suatu organisasi atau perusahaan sumber daya manusia merupakan elemen penting, yang perannya sebagai penggerak pemasaran, operasional, finansial. Akan tetapi itu semua ditentukan oleh kualitas

Lebih terperinci

Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK ABSTRAK LANGKAH-LANGKAH HUKUM YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH BANK TERKAIT MUSNAHNYA BARANG JAMINAN FIDUSIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA JUNCTO UNDANG-UNDANG NOMOR 40

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: Motivation, Tax Knowledge, Taxpayer compliance. vii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keywords: Motivation, Tax Knowledge, Taxpayer compliance. vii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT The purpose of this research is to examine whether there is influence between motivation and knowledge of taxation on tax compliance. In this study, researchers divided the problem into three

Lebih terperinci

ABSTRACT. Key words: differentiation, positioning, and purchasing decisions. xi Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Key words: differentiation, positioning, and purchasing decisions. xi Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT A growing number of competitors makes a lot of customers have a choice anyway to get the product in accordance with expectations. In a competitive market the product with the goal of creating

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: Giving NPWP by Employer. vii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keywords: Giving NPWP by Employer. vii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT Tax is one important source of state revenues to finance sustainable development. In finance the government's sustainable development requires huge funds. Therefore, the government in this case

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 1994 TENTANG PENGESAHAN AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF THE UNITED KINGDOM OFGREAT BRITAIN AND NOTHERN

Lebih terperinci