ASOHI MENERIMA KUNJUNGAN USAID. Penghargaan Bulan Mutu Kementan untuk BBPMSOH MUSDA ASOHI SUMBAR HASILKAN PENGURUS BARU. Lokakarya OIE di Bali

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ASOHI MENERIMA KUNJUNGAN USAID. Penghargaan Bulan Mutu Kementan untuk BBPMSOH MUSDA ASOHI SUMBAR HASILKAN PENGURUS BARU. Lokakarya OIE di Bali"

Transkripsi

1 Edisi: DESEMBER ASOSIASI OBAT HEWAN INDONESIA BERITA PERKEMBANGAN DUNIA OBAT HEWAN Informasi dari dan untuk anggota Asosiasi Obat Hewan Indonesia Terbit Bulanan ASOHI MENERIMA KUNJUNGAN USAID JAKARTA, 27 November ASOHI menerima kunjungan tamu dari Livestock Specialist Ir. Pius P. Ketaren, MAgr Sc., PhD dan Oliver P. Ryan dari United States Agency for Interna onal Development (USAID). USAID ini adalah lembaga yang nan nya akan membantu meningkatkan efisiensi perunggasan Indonesia. Tujuan mereka berkunjung ke ASOHI dalam rangka meminta masukan sebelum melangkah ke Kementerian Perdagangan... 2 Penghargaan Bulan Mutu Kementan untuk BBPMSOH JAKARTA, Nopember Balai Besar Pengujian Mutu dan Ser fikasi Obat Hewan (BBPMSOH) menerima penghargaan pada acara Bulan Mutu Kementerian Pertanian. Acara yang bertemakan Penerapan Standar Mutu Komoditas Pertanian Nasional Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing dilaksanakan pada tanggal 28 November 2012 di Gedung A Kementerian Pertanian Jakarta. Pada acara tersebut... 2 MUSDA ASOHI SUMBAR HASILKAN PENGURUS BARU PAYAKUMBUH, 13 Nopember Musyawarah Daerah (Musda) ke III Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) Daerah Sumatera Barat digelar di Payakumbuh-Sumatera Barat dengan menghasilkan Pengurus Baru untuk periode Berdasarkan ketentuan AD/ART, Kepengurusan ASOHI Daerah Sumatera Barat periode telah berakhir per tanggal 29 Juli Untuk itu... 3 Lokakarya OIE di Bali KUTA BALI, 26 November Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) bekerjasama dengan WHO dan FAO menyelenggarakan lokakarya bertajuk The Third Regional Workshop on Multi-Sectoral Collaboration on Zoonoses Preven on and Control: Leading the Way on One Health bertempat di The Patra Bali, Resort & Villas Bali-Indonesia. Acara diikuti 112 partisipan dari 19 negara yaitu Brunei Darussalam, Bangladesh, Bhutan, Cambodia, China, India, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Mongolia, Nepal, Pakistan, Philiphina, Singapore, Sri Lanka, Thailand,... 5

2 ASOHI MENERIMA KUNJUNGAN USAID JAKARTA, 27 November ASOHI menerima kunjungan tamu dari Livestock Specialist Ir. Pius P. Ketaren, MAgr Sc., PhD dan Oliver P. Ryan dari United States Agency for International Development (USAID). USAID ini adalah lembaga yang nan nya akan membantu meningkatkan efisiensi perunggasan Indonesia. Tujuan mereka berkunjung ke ASOHI dalam rangka meminta masukan sebelum melangkah ke Kementerian Perdagangan. Acara diawali dengan pemutaran DVD profil ASOHI dan perkenalan. Oliver sungguh terkesan dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan ASOHI dan peranannya dalam menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah. Selain itu, kepada Ketua Umum ASOHI Drh. Rakhmat Nuriyanto, MBA yang didampingi oleh Sekjen ASOHI Drh. Irawati Fari dan Sekretaris Ekseku f, Ir. Bambang Suharno, Oliver juga menyatakan kekagumannya pada industri obat hewan di Indonesia yang sudah melakukan ekspor ke beberapa negara. Dari ASOHI sendiri menyampaikan masukan perihal kebijakan Kementerian Perdagangan yang mengatur labelisasi berbahasa Indonesia. Labelisasi tersebut menghambat proses pengiriman obat hewan dari impor r. **** PENGHARGAAN BULAN MUTU KEMENTAN UNTUK BBPMSOH JAKARTA, Nopember Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) menerima penghargaan pada acara Bulan Mutu Kementerian Pertanian. Acara yang bertemakan Penerapan Standar Mutu Komoditas Pertanian Nasional Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing dilaksanakan pada tanggal 28 November 2012 di Gedung A Kementerian Pertanian Jakarta. Pada acara tersebut BBPMSOH menerima penghargaan sebagai Kelompok Laboratorium yang Menerapkan Standar Mutu yang diterima langsung oleh Drh. Enuh Rahardjo Djusa, Ph.D. Sebelumnya BBPMSOH juga menerima penghargaan dalam Apresiasi Reformasi Birokrasi sebagai UPT Bidang Kesehatan Hewan Berprestasi dalam Pelayanan Publik Mendukung Reformasi Birokrasi. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kepala Ditjennak, Ir. Syukur Iwantoro, MS, MM pada tanggal 20 November 2012 di Gedung Menara 165 Jakarta. Dan pada tanggal 29 November 2012 bertepatan dengan hari KORPRI, BBPMSOH juga mendapatkan penghargaan ABDI BAKTI TANI sebagai Unit Kerja Pelayanan Berprestasi Utama Atas Upaya Meningkatkan Mutu Pelayanan Kepada Masyarakat Dengan Baik. Plakat ini ditanda tangani oleh Menteri Pertanian Suswono. Semoga dengan diterimanya penghargaan tersebut BBPMSOH dapat lebih memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.**** Sumber: h p://www.bbpmsoh.info/id. INFO ASOHI diterbitkan oleh Sekretariat Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI). Merupakan Buletin internal untuk anggota, pengurus dan lembaga-lembaga yang terkait dengan obat hewan. Pengurus dari daerah dan anggota dapat mengirimkan berita kegiatan ke: Sekretariat ASOHI Grand Pasar Minggu Lt. 2, Jalan Raya Ra wa Bam bu 88 A,Pa sar Minggu, Jakarta 12520; Telp: , , ; Fax: ; org; website: Edisi: DESEMBER

3 MUSDA ASOHI SUMATERA BARAT HASILKAN PENGURUS BARU anggota ASOHI di Daerah Sumatera Barat. Ketua Umum ASOHI Pusat Drh. Rakhmat Nuriyanto, MBA dalam sambutannya, menyatakan agar visi ASOHI Menjadi Organisasi yang tangguh, dicintai anggota, disegani lingkungan, bermanfaat bagi bangsa dan negara bisa bergaung juga di Sumatera Barat. Ketua Umum ASOHI kemudian melan k pengurus baru hasil Musda.**** PAYAKUMBUH, 13 Nopember Musyawarah Daerah (Musda) ke III Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) Daerah Sumatera Barat digelar di Payakumbuh- Sumatera Barat dengan menghasilkan Pengurus Baru untuk periode Berdasarkan ketentuan AD/ART, Kepengurusan ASOHI Daerah Sumatera Barat periode telah berakhir per tanggal 29 Juli Untuk itu Ketua ASOHI demisioner Armi Agus dan Drs. Ismed Syaf Tanjung (sekratris) segera menghelat pemilihan pengurus baru yang diselenggarakan di Kantor Cabang PT. Medion Jl. Tan Malaka Limpasi, Payakumbuh. Musda yang mengusung tema Menjadikan ASOHI Sebagai Garda Terdepan dalam Membantu Para Peternak untuk Mengatasi Berbagai Masalah, dihadiri oleh stake holder perusahaan-perusahaan obat hewan SUSUNAN PENGURUS ASOSIASI OBAT HEWAN INDONESIA ASOHI SUMATRA BARAT PERIODE Ketua Umum : Drh. H. Dodi Mulyadi Sekretaris : Hanggono, S.Pt Bendahara Ka.Bid. Organisasi : H. Yasril Islami : Drs. H. Ismet Syaf Tanjung Drh. Samsul Ka.Bid. Antar Lembaga : Melva Syaukani, SE Armi Agus Ka.Bid. Peredaran dan Pengawasan Obat Hewan : Drh. H. Amirul Mukminin Misnarno, S.Pt Ka.Bid. Pendanaan : Suryadi; Tosa Riski Dion, S.Pt; Ir. Refnol Sadar Sekretariat: Jl. Tan Malaka 243 Kel. Napar Kec. Payakumbuh Utara Payakumbuh. yahoo.co.id Telp ; Fax : ASOHI Beri Masukan OIE Tentang ND JAKARTA, 27 November Bertempat di Sekretariat Grand Pasar Minggu, Ketua Umum ASOHI Drh. Rakhmat Nuriyanto,MBA menyambut kedatangan tamu seorang pakar dari OIE (Office Internationale des Epizoo es) Kang Seuk Choi DVM, Ph.D bersama Crystal, Kye. Keduanya juga tergabung dalam Animal, Plant, and Fisheries Quarantine and Inspection Agency, Korea Selatan. Pada kesempatan ini, hadir Direktur PT. Blue Sky Biotech Lucas Y.S. Chung, Sekretaris Dewan Penasehat ASOHI Drh. Tjiptardjo SE, kemudian dua anggota Dewan Pakar ASOHI Drh. Abadi Soe sna dan Drh. Lies Parede MSc, PhD. Pertemuan yang digelar sekitar dua jam ini membahas seputar penyakit ND geno pe-7 di berbagai negara dan penanggulangannya. Dalam hal ini, ASOHI aktif mengeluarkan pendapat dan berkesempatan membantu penanggulangan ND di Indonesia. Diketahui, penyakit ND pertama kali merebak di Jawa, Indonesia tahun 1926 yang sebelumnya telah ditemukan di Newcastle, Inggris. Sebagian peneli telah melaporkan bahwa ND mungkin sudah ditemukan sebelumnya di Eropa, bahkan diduga penyakit ini sudah melanda Korea pada tahun Sejak pertama kali ditemukan hingga kini, penyakit unggas yang di Indonesia juga dikenal dengan nama Tetelo ini masih menjadi kasus yang aktual, khususnya di wilayah Asia-Pasifik. Di wilayah ini sering kali ditemukan dan diisolasi strai-strain yang sangat patogen. Sementara paling sering diperbincangkan adalah isolat ND patogen yang diklasifikasikan sebagai ND Geno pe7.**** 3 Edisi: DESEMBER 2012

4 Sosialisasi Reformasi Birokrasi Ditjen PKH JAKARTA, 20 November Pemerintah tengah melaksanakan program Reformasi Birokrasi, dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor: 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi dan Peraturan Men.PAN-RB No. 20 tahun 2011 tentang Road Map Reformasi Birokrasi. Oleh karena itu segenap aparatur negara harus melakukan pembenahan birokrasi secara internal dan melakukan inovasi di bidang pelayanan publik, sehingga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan mendatangkan investasi yang membawa pengaruh posi f bagi kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan kesejahteraan PNS pada khususnya. Hal tersebut disampaikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Syukur Iwantoro pada Kegiatan Sosialisasi Reformasi Birokrasi yang mengangkat tema Dengan Semangat Reformasi Birokrasi, Kita Wujudkan Swasembada Daging Sapi dan Kerbau Tahun Kegiatan yang digelar di Menara 165 ini dihadiri pegawai lingkup Ditjen PKH baik dari pusat maupun daerah. Iwantoro menyampaikan, program reformasi birokrasi di Lingkup Ditjen PKH antara lain: 1. Regulasi peraturan perundang-undangan di bidang peternakan dan kesehatan hewan yaitu dengan diterbitkannya UUPKH No. 18 Tahun 2009 dan peraturan pelaksanaannya, 2. Penataan organisasi khususnya UPT berupa perampingan struktur organisasi maupun perubahan organisasi yang mengarah kepada pola pengelolaan keuangan badan layanan umum. 3. Penataan tata laksana yaitu dengan tersusunnya standar operasional prosedur (SOP) di lingkungan unit kerja masing-masing. 4. Penataan sistem manajemen aparatur antara lain penataaan sistem rekruitmen pegawai, pelaksanaan analisis jabatan dalam rangka menetapkan nomenklatur dan formasi jabatan, serta pelaksanaan evaluasi jabatan dalam rangka tersusunnya peringkat jabatan. 5. Usulan sistem remunerasi/pemberian tunjangan kinerja bagi PNS sesuai dengan kinerja masingmasing pegawai Pelaksanaan reformasi birokrasi diharapkan akhirnya dapat menghilangkan se ap penyalahgunaan kewenangan publik oleh pejabat, menjadikan negara memiliki birokrasi yang bersih, mampu, dan melayani; meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan efisiensi (biaya dan waktu) dalam pelaksanaan tugas organisasi.**** (Sumber: Subbag Kerjasama dan Humas, Ditjennakkeswan) Romindo Gelar Seminar Teknis Soal Marek dan VVND BOGOR, 5 November Bertempat di IPB International Covention Center, PT Romindo Primavetcom menggelar seminar teknis membahas update penyakit Marek dan pengendalian penyakit Newcastle Disease pada unggas. Poultry Technical Conference ini terbagi dalam dua sesi yang diiku oleh lebih dari 150 undangan dari kalangan pembibit grand parent dan komersial farm. Acara dibuka oleh Direktur Marke ng Drh Lukas Agus Sudibyo, sementara Prof. DR. Drh. Charles Ranggatabbu, MSc., PhD ber ndak sebagai moderator. Pembicara pada sesi pertama adalah DR. Francisco Perozo, DVM, Universidad del Zulia Venezuela yang membahas perkembangan penyakit Marek dan program vaksinasinya. Selain itu pada sesi kedua ia juga kembali tampil membawa topik bahasan seputar update pengendalian penyakit VVND. Sesi berikutnya baru diisi oleh DR. Michael Lee, Technical Manager Merial Asia yang menjelaskan seputar solusi yang ditawarkan Merial untuk mengatasi penyakit-penyakit yang telah diulas oleh Prof. Perozo sebelumnya. Diantaranya adalah Avinew+H120 yang efektif untuk program vaksinasi VVND dan IB. Dua penyakit ini diketahui paling banyak terjadi outbreak di wilayah Asia. Enoquyl untuk mengobati CRD-Komplek dan Gallimune 407 vaksin inaktif untuk melindungi ayam dari serangan SHS (swollen head syndrome). Seminar diakhiri dengan sesi diskusi, secara keseluruhan seminar berjalan dengan dinamis ditandai ak f dan antusiasnya peserta pada sesi tanya jawab dengan para narasumber.**** (inf) Edisi: DESEMBER

5 KEN undang ASOHI Hadiri Seminar Prospek Ekonomi Indonesia 2013 JAKARTA, 10 Desember ASOHI diundang pani a untuk menghadiri Seminar Prospek Ekonomi Indonesia 2013 di Menara Bank Mega, Jakarta. Pada kesempatan itu Chairul Tanjung, Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) memaparkan perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2013 masih penuh tantangan dikarenakan terjadi perlambatan ekonomi global yang akan sangat berpengaruh terhadap ekonomi domes k. Oleh sebab itu, KEN melihat ekonomi Indonesia tahun 2013 akan hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi di tahun 2012 yakni masih akan bertumpu pada kekuatan domes k. Mahalnya harga kebutuhan pokok misalnya seper daging Sapi hingga Rp /kg diduga adanya prak k kartel sejumlah pedagang besar. Dalam hal ini, KEN meminta pemerintah untuk berperan mengendalikan harga melalui perbaikan distribusi, logis k, modernisasi pasar tradisional, dan mengefek an peran Bulog. KEN juga meminta pemerintah agar mencegah terjadinya persekongkolan dalam penentuan harga barang KUTA BALI, 26 November Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) bekerjasama dengan WHO dan FAO menyelenggarakan lokakarya bertajuk The Third Regional Workshop on Multi-Sectoral Collaboration on Zoonoses Prevention and Control: Leading the Way on One Health bertempat di The Patra Bali, Resort & Villas Bali-Indonesia. Acara diikuti 112 partisipan dari 19 negara yaitu Brunei Darussalam, Bangladesh, Bhutan, Cambodia, China, India, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Mongolia, Nepal, Pakistan, Philiphina, Singapore, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste dan Vietnam. Lembaga internasional yang berpar sipasi diantaranya OIE, WHO, FAO, ASEAN, SAARC, USAID dan WSPA. Acara dibuka Direktur Kesehatan Hewan, Drh. Pudjiatmoko, Ph.D mewakili tuan rumah. Lokakarya mengangkat tema Leading the way on one health, dengan pendekatan koordinasi mul disiplin antara sektor kesehatan hewan, kesehatan masyarakat dan kehutanan untuk penanggulangan penyakit zoonosis. Penyebaran penyakit zoonosis secara global dipengaruhi oleh berbagai faktor seper Lokakarya OIE di Bali kebutuhan pokok itu. Ismed Hasan Putro, Direktur Utama PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), salah satu BUMN yang dipilih untuk membudidayakan Sapi impor guna kepen ngan swasembada daging nasional, menuturkan sulit untuk membuk kan adanya kartel harga daging Sapi. Kata dia, sudah saatnya harus ada evaluasi komprehensif terhadap tata kelola dalam perdagangan daging Sapi. Lanjut Ismed, koordinasi yang lebih baik antar instansi mutlak wajib dilakukan. Sinergi antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, harus lebih di ngkatkan dan diperbaiki agar ke depan dak terjadi lagi keributan dan saling menyalahkan antar instansi. Saat ini merupakan momentum penting untuk membangun dan mendorong kemandirian pasok daging Sapi secara nasional. Peran pemda dan masyarakat peternak Sapi waktunya dimaksimalkan, ujar Ismed yang menghimbau impor r dan pedagang Sapi lebih peduli pada kepentingan bangsa, dalam rangka terwujudnya kemandirian pasok daging Sapi di masa mendatang.**** pertumbuhan penduduk, intesifikasi sistem pertanian, interaksi antara manusia dan hewan, baik hewan pelihara maupun hewan liar, perubahan iklim global, dan perdagangan dunia. Penyebaran penyakit zoonosis secara signifikan dapat mengancam kesehatan masyarakat, memunculkan keresahan serta mempengaruhi stabilitas perekonomian secara umum. Beberapa penyakit zoonosis yang menjadi perha an adalah Rabies, Flu Burung, Hog cholera dan Salmonelosis, serta penyakit zoonosis yang bersifat ekso s seper Nipah. Perwakilan setiap negara anggota memaparkan situasi penanganan penyakit zoonosis di masing-masing negara dengan penerapan konsep One Health yang terintegrasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi untuk mengiden fikasi masalah yang terjadi sehingga didapatkan rekomendasi untuk peningkatan kolaborasi dan koordinasi diantara sektor yang terlibat untuk penanganan dan pengendalian penyakit zoonosis di tingkat internasional, regional dan nasional.diselasela acara dihelat pula telaah poster dari ap negara. ****(Sumber: Subbag Kerjasama dan Humas Ditjen PKH) 5 Edisi: DESEMBER 2012

6 PENYAKIT IBR PADA TERNAK SAPI PENGENDALIAN DAN PERMASALAHANNYA BOGOR, 2 Nopember IBR (Infec ous Bovine Rhinotrachei s), disebabkan oleh Bovine Herpes Virus-1 (BoHV-1), merupakan penyakit pada sapi domes k maupun sapi liar. Setelah masa inkubasi 2 4 hari pada sapi akan terjadi keluarnya cairan hidung yang bening, salivasi, demam, nafsu makan menurun, dan depresi. Dalam beberapa hari cairan hidung akan berubah menjadi mukopurulen. Bila terjadi kawin alam, infeksi saluran kelamin akan mengawali terjadinya pustular vulvovaginitis atau balanoposthitis. Banyak infeksi terjadi secara subklinis. Kasus infeksi tunggal pada penyakit respirasi dan penyakit kelamin yang disebabkan oleh BoHV-1 berakhir hingga 5 10 hari. Virus masuk ke hewan ternak melalui hidung dan menggandakan diri menjadi banyak dan dengan titer yang tinggi pada membran mukosa alat respirasi dan tonsil.lalu menyebar ke konjung fa serta melalui ujung syaraf menuju simpul syaraf yang lebih besar. Apabila terjadi infeksi alat kelamin, BoHV-1 akan berkembang dan menggandakan diri pada mukosa vagina atau prepu um dan menjadi laten pada ganglia syaraf bagian sacral. Dalam hal pengendalian, pen ng dilakukan adalah adanya masa karan na dari hewan baru di peternakan yang dilakukan selama 2 3 minggu (OIE, 2008). Hanya sapi-sapi yang seronegatif yang diperbolehkan masuk ke peternakan. Bahkan apabila diperlukan dilakukan program pemusnahan. Program vaksinasi dilakukan sesuai jadwal yang disarankan oleh pabrik pembuat vaksin dan dokter hewan setempat. Tetapi harus dipahami bahwa vaksin tidak dapat mencegah infeksi, tetapi dapat mengurangi kejadian klinis IBR dan mengurangi shedding virus IBR (MARS et al., 2001; BOSCH et al., 1998). Secara serologis infeksi telah terjadi dak hanya pada ternak eks impor, tetapi juga ternak indigenous sapi di Indonesia. Tidak hanya pada sapi potong, tetapi juga pada sapi perah. pemerintah perlu memahami ar seroposi f dari sapi-sapi yang berada di Balai Inseminasi Buatan (BIB) dan Balai Embryo Transfer(BET). Bagaimana penanggulangannya dan bagaimana seharusnya BIB dan BET menjaga agar sapi-sapinya tidak terinfeksi oleh penyakit IBR.**** Disarikan dari (h p://bbalitvet. litbang.deptan.go.id/ind/index.php/component/ content/ar cle/37-berita-utama/374-ibr) Badak Jawa Dikhawatirkan Tertular Penyakit Ternak Warga PANDEGLANG, 17 Nopember Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) M Haryono menyatakan khawa r badak Jawa tertular penyakit hewan dari ternak warga yang nggal di sekitar kawasan tersebut. Di sekitar TNUK banyak permukiman warga, dan dak sedikit yang memelihara ternak, seper sapi, kerbau, domba dan kambing, katanya di Pandeglang, Sabtu (17-11). Untuk itu, dia mengaku khawa r ada ternak warga yang terjangkit penyakit, dan kemudian menular ke badak jawa yang hidup di kawasan taman nasional tersebut. Di sekitar TNUK terdapat 15 desa dengan jumlah penduduk 52 ribu jiwa, dan warga telah sepakat untuk menjaga kelestarian kawasan hutan yang menjadi paru-paru dunia itu. Masyarakat yang nggal di sekitar kawasan taman nasional tersebut, sebagian besar bekerja sebagai petani. Jika potensi yang ada dikelola secara maksimal bisa meningkatkan kesejahteraan warga setempat. Ia juga menjelaskan, kalau dari perburuan badak jawak rela f aman karena kawasan TNUK yang menjadi habitatnya dikelilingi laut, sehingga sulit bagi pemburu masuk ke taman nasional itu. Kita terus melakukan pengawasan dengan menurunkan m untuk berpatroli, katanya. Menurut dia, selama ini belum pernah ditemukan kema an badak jawa akibat ulang tangan jahil manusia, kalau ada yang ma karena faktor alami.**** (Lampost.co) Edisi: DESEMBER

7 Pemerintah akan Penuhi Pakan Ternak dalam Negeri GORONTALO, 24 November Kementerian Pertanian berjanji akan memenuhi kebutuhan pakan dalam negeri, yakni sebesar tujuh juta ton per tahun. Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Undoro Kasih Anggoro, Jumat (23/11), mengatakan, saat ini pihaknya sedang berunding dengan daerahdaerah penghasil jagung, untuk menentukan peningkatan produksi jagung yang harus dicapai. Dari segi anggaran sudah dibicarakan, nggal memilih dimana saja lokasi yang akan kita tanami jagung untuk keperluan pakan ini, ujarnya, saat mengiku Konferensi Jagung Internasional di Gorontalo. Menurutnya, impor jagung yang dilakukan oleh Indonesia, sebagian besar adalah untuk bahan baku pakan ternak karena produksi dalam negeri dak selalu ada. Padahal, seharusnya kebutuhan itu bisa dipenuhi sendiri dengan meningkatkan produksi dan produk vitas jagung, melalui pemakaian benih hibrida unggul. Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak selalu bergantung pada kucuran dana APBN dan APBD, karena uang pemerintah tidak cukup untuk membiayai pengembangan jagung dari hulu hingga hilir. Pemda harus menggaet swasta dan bekerja sama dengan petani. Dengan cara ini, pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan jagung mudah diwujudkan, ungkapnya. Meski demikian, Kementan tetap memberi target produksi yang harus dicapai masing-masing daerah penghasil jagung se ap tahun. Bagi daerah yang dak berhasil mencapai target itu, Kementan menyatakan akan mengalihkan anggarannya ke daerah lain yang lebih siap.**** Media Indonesia.com (Ant/Ol-3) Seminar Feed Additive CV Caturnawa JAKARTA, 28 November Bertempat di Hotel Menara Peninsula Hotel Jakarta, CV Caturnawa salah satu perusahaaan obat hewan di Indonesia menggelar seminar feed additive sekaligus memperkenalkan produk esensial. Seminar mengusung tema Essential, New Organic Feed Addi ve an An microbial, Calori Saver and An oxidant. Seminar menghadirkan pembicara Prof Dr Ir Budi Tangendjaja MSc (Balitnak, Ciawi-Bogor), Dr. David Buessing, Mr Shah Bhar, dan dipandu moderator Drh Abadi Soe sna pakar Farmakologi IPB yang juga Dewan Pakar ASOHI. Direktur Caturnawa dalam sambutannya yang diwakili Drh Budi Wilogo selaku General Manager CV Caturnawa menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang berkesempatan datang. Mengawali seminar setengah hari tersebut, Prof Budi Tangendjaja memaparkan trend feed addi ve pada pakan ternak di Indonesia. Menurutnya, pakan ternak memberi kontribusi 50% sampai 80% dari total biaya produksi. Para peternak dan pelaku industri pakan berusaha untuk melakukan berbagai upaya guna mengefisienkan biaya pakan dengan dak mengabaikan kualitas produk ternak yang dihasilkan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan pemberian feed additive untuk meningkatkan nilai guna pakan. Feed addi ve dapat berupa an bio k, probiotik, prebiotik, enzim, serta suplemen pakan seper mineral, asam amino, dan vitamin. Meskipun jumlah feed addi ve yang dicampur dalam komposisi ransum sangat kecil (biasanya <5 kg/ton), namun sangat mempengaruhi ruangan dalam formulasi ransum.**** 7 Edisi: DESEMBER 2012

8 Finalisasi Roadmap Menuju Indonesia Bebas AI 2020 BOGOR, 28 November Bertempat di Hotel Sahira, Bogor, ASOHI yang diwakili Drh. Purwaningsih Setiandari hadir dalam finalisasi draft penyusunan Roadmap Indonesia Bebas AI Tahun 2020 yang ditetapkan pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Pertanian op mis akan target Indonesia bebas kasus AI pada tahun 2020 akan tercapai. Hal tersebut seiring dengan menurunnya ngkat kasus AI pada umumnya. Penurunan kasus yang terjadi pada unggas dak lepas dari langkah pengendalian dengan memanfaatkan vaksin strain lokal yang tepat serta diproduksi di dalam negeri. Selain itu dibarengi dengan meningkatnya kesadaran penerapan biosekuri yang efek f. Pada tahun 2007, sebanyak kasus. Di 2008, 1413 kasus, tahun 2009 naik menjadi 2293 kasus. Kemudian sepanjang 2010, 1502 kasus serta 2011 tercatat 1390 kasus. Sementara 2012 sampai dengan 31 Oktober 2012 hanya 455 kasus. Pemerintah menetapkan Roadmap Indonesia Bebas AI 2020 secara bertahap dilakukan berdasarkan aspek geografis dan epidemologinya. Tujuan disusunnya roadmap ini untuk memudahkan aparatur pusat, daerah, dan seluruh instansi terkait dalam menjabarkan serta melaklsanakan strategi pengendalian dan penanggulan AI di Indonesia. Masalah dan tantangan yang dihadapi dari segi komitmen pemerintah adalah program pengendalian penyakit pada unggas selama ini (sebelum terjadi wabah AI) hanya menjadi kewenangan swasta dan pemerintah hampir dak terlibat. Setelah tersebarnya wabah AI, maka pemerintah baik di pusat maupun daerah ikut terlibat dalam kebijakan pengendaliannya karena terkait penyakit zoonosis, akan tetapi belum op mal dan bukan bagian program yang diprioritaskan. Hambatan lain diantaranyam minimnya anggaran pemerintah, masih lemahnya pelayanan kesehatan hewan kepada para peternak unggas komersial. Selain itu, peternak juga masih banyak yang belum bersedia melapor ke dinas kabupaten atau kota jika peternakannya terserang AI. Kemudian peternak unggas sektor 3 umumnya belum menerapkan praktek kesehatan unggas minimal. Ke ka unggasnya sakit dan sebelum semuanya ma, peternak segera menjualnya ke pedagang, sehingga virus AI ikut menyebar ke rantai pemasaran unggas dan antar daerah atau pulau. Kegiatan public awareness masih belum optimal dilakukan melalui berbagai media massa. Pelaksanaannya cenderung reak f saat maupun setelah terjadinya peningkatan kasus flu burung pada manusia yang diberitakan media massa.**** MEMILIH JENIS TELUR YANG PALING BERNUTRISI JAKARTA, 1 November Di pasaran saat ini tersedia berbagai jenis telur ayam, mulai dari yang organik sampai yang diperkaya omega-3. Mana telur yang paling padat nutrisi dan sehat? Telur pada dasarnya memiliki elemen nutrisi yang sama, kecuali jika ayam diberi pakan de-ngan formula khusus sehingga mengubah komposisi telurnya. Perdalam pengetahuan Anda akan telur dengan membaca tuntas ps berikut. Telur organik berasal dari ayam yang diberi makanan organik berser fikat. Ayam di peternakan ini biasanya dibiarkan berkeliaran bebas, tidak hanya diam di kandang. Namun telur berlabel organik dak berar produknya lebih sehat dibanding telur biasa. Telur yang berasal dari ayam yang mengonsumsi berbagai jenis pakan, misalnya biji-bijian dan makanan lain yang dicarinya sendiri, memiliki telur yang berbeda dengan yam yang dikurung di kandang dan diberi pakan ternak. Ayam yang dibiarkan berkeliaran, seper ayam kampung, memiliki telur dengan kadar beta karoten, vitamin D,E, serta omega-3 lebih nggi. Seluruh nutrisi pen ng itu berada di kuning telurnya. Menurut peraturan di AS, ayam jenis itu hanya boleh dikonsumsi dagingnya. Memberi pakan ternak yang ditambah dengan nutrisi khusus akan mengubah komposisi nutrisi dalam telurnya. Ayam yang makan makanan mengandung tambahan asam lemak omega-3 akan memproduksi telur dengan kadar omega-3 tinggi yang bermanfaat besar untuk otak, mencegah penyakit jantung, meningkatkan sistem imun, serta perkembangan re na. Omega-3 umumnya banyak terdapat di kuning telur. Nutrisi tambahan dalam pakan ayam juga meningkatkan kadar vitamin E dalam telur. Jika Anda khawa r dengan kandungan kolesterol dalam telur, pilihlah telur yang berlabel rendah kolesterol. Telur ini berkolesterol 25% lebih rendah dibanding telur biasa. Kadar kolesterol dalam kuning telur berkisar antara 185 miligram.**** (Kompas.com) Edisi: DESEMBER

9 DITJEN PKH ANGKAT POTENSI PENGEMBANGAN TERNAK KELINCI BOGOR, 28 November Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) selenggarakan Temu Koordinasi Kehumasan. Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Amaris Bogor ini mengangkat topik Strategi dan Kebijakan Pengembangan Kelinci Sebagai Salah Satu Sumber Penyediaan Daging. Strategi dan Kebijakan yang diusung disamping Program Swasembada Daging Sapi Tahun 2014 (PSDS-2014) merupakan salah satu dari program utama Kementerian Pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan hewani asal ternak melalui penyediaan Sapi lokal. Harapannya melalui program ini, impor sapi bakalan dan daging sapi menurun menjadi 10%. Pengembangan ternak Kelinci dianggap sebagai salah satu alternatif dalam penyediaan kebutuhan portein hewani selain daging Sapi. Dalam menunjang kebutuhan protein hewani yang meningkat seiring KEMENTAN BELUM TAHU RENCANA IMPOR DAGING JAKARTA, Selasa, 27 November Kementerian Pertanian (Kementan) mengaku belum mengetahui adanya rencana impor daging Sapi yang diajukan oleh Kementerian Perdagangan. Sejauh ini saya belum mendengar ada tambahan, tutur Syukur dalam temu pers di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (27/11) sore. Sebelumnya, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan pemerintah berniat kembali untuk melakukan impor daging. Langkah ini diambil untuk stabilisasi harga daging di pasaran. Lebih lanjut, Syukur menjelaskan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tentu akan mengundang menterimenteri terkait untuk membicarakan hal ini jika diperlukan. Kementan, hanya akan mengajukan stok dan potensi sapi bakalan serta daging sapi di dalam negeri sebagai bahan per mbangan. Semua itu di bawah kewenangan Menko. Di situ diputuskan, ujar Syukur. Berdasarkan data dari Dirjen PKH Kementan, per Selasa (27/11), stok sapi di tangan feedloter tercatat ekor. Jumlah itu terdiri dari sapi bakalan impor dan sapi bakalan lokal. Sebanyak 17 ribu pendapatan dan daya beli masyarakat yang meningkat, sehingga permintaan konsumsi naik pula terlebih tren harga daging sapi yang selalu naik. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang intensif kepada berbagai stakeholder dalam peningkatan produksi dan diversifikasi produk menjadi sangat dibutuhkan sebagai salah satu sumber penyediaan daging adalah Kelinci. Keunggulan budidaya kelinci yakni memiliki protein hewani yang nggi, berkembang biak cepat, kenaikan berat badan yang cepat, rela f mudah dalam pengelolaan, pasar tersedia dengan harga relarif tinggi. Pengembangan sentra ternak kelinci tahun 2012 dilakukan melalui bantuan sosial yang tersebar di 5 propinsi (Bengkulu, Kepri, Jabar, Jateng, dan Ja m) di 5 kabupaten/kota pada 6 kelompok dengan konsep kampung kelinci. ****(sumber: Subbag Kerjasama dan Humas,Ditjen PKH) ekor sapi yang siap dilepaskan feedloter dalam waktu dekat, 60 persen diprioritaskan untuk DKI. Untuk kebutuhan industri, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan Achmad Junaidi menyebut masih ada ton daging sapi impor sisa kuartal II yang tersedia untuk industri. Jadi, sesungguhnya pasokan cukup, mpal Direktur Budidaya Ternak Ruminansia, Fauzi Luthan. Syukur membenarkan apabila stok sapi bakalan dan daging sapi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Lalu, mengapa harga daging di pasaran melonjak? Syukur menilai ini tak lepas dari faktor psikologis akibat ngginya harga sapi bakalan impor asal Australia. Harga bobot hidup sapi per kg di Australia per Oktober mencapai 3,02 dolar AS atau sekitar Rp. 29 ribu. Setelah dipelihara selama ga bulan, harga bobot hidup di pasaran naik menjadi Rp 32 ribu hingga Rp 35 ribu per kg. Harga yang nggi dari Australia akan menjadi barometer bagi daerah-daerah di Tanah Air. Ini kesimpulan sementara. Jika andalkan impor, inilah dampaknya, kata Syukur.**** REPUBLIKA.CO.ID 9 Edisi: DESEMBER 2012

10 Medion Terima Leadership Award BANDUNG Medion menerima penghargaan Leadership Award dari Dale Carnegie. Dale Carnegie adalah sebuah perusahaan terkemuka pelatih kepemimpinan. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka 100 tahun Dale Carnegie di Hotel Panghegar Bandung. Perusahaan yang berawal dari pemikiran seorang pemuda bernama Dale Carnegie tentang pengembangan diri itu, kini telah berkembang menjadi pela han untuk tempat kerja dan organisasi secara global, dengan lebih dari 85 cabang di seluruh dunia. Ibu Mar na Sudibja beserta Bapak Adam Sadhani selaku perwakilan dari Dale Carnegie Indonesia, menyerahkan penghargaan bergengsi tersebut kepada Peter Yan, Marketing Vice President PT Medion. Menurut pihak Dale Carnegie, Medion berhak menerima penghargaan itu karena telah memenuhi kriteria yaitu konsisten terhadap pengembangan kepemimpinan di perusahaannya. Tidak hanya itu, m manajemennya pun aktif terlibat dalam proses dan pelaksanaan training kepemimpinan yang dilaksanakan di perusahaannya. Selain kriteria tersebut, Medion juga lolos dalam proses seleksi oleh m khusus yang terdiri dari m manajemen Dale Carnegie dan m trainer. Penghargaan serupa juga diberikan kepada delapan perusahaan lainnya seper Bank Mandiri, OCBC NISP, Telkomsel, Rumah Sakit Borromeus, Yogya Group, surat kabar Pikiran Rakyat, CNOOC, dan Total EP Indonesie. Memang, perusahaan vaksin, obat, dan peralatan peternakan asal Bandung ini sangat memperha kan kualitas sumber daya manusia di perusahaannya. Peter mengaku merasa bangga menerima penghargaan bergengsi ini dan akan semakin memacu pengembangan kepemimpinan di Medion. Semoga Medion terus dapat berkarya untuk industri peternakan Indonesia.**** MENGENANG HERMAN WIRIADIPOERA KABAR DUKA tiba-tiba datang. Minggu siang tanggal 18 Nopember seorang sahabat menyampaikan bahwa Herman Wiriadipoera, President Director PT. Napindo Media Ashatama berpulang, akibat serangan jantung. Innalillahi wainnailaihi rojiun. Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan akan berpulang kepada-nya. Langit Jakarta seketika terasa mendung. Para pelaku bisnis, peternak, pengurus asosiasi, birokrat, ilmuwan dan pemangku kepen ngan peternakan dan kesehatan hewan lainnya saling mengabarkan dan mendoakan kepergiannya yang sangat dak terduga, melalui pesan singkat (sms), telepon, , facebook, Blackberry Messenger (BBM) dan sarana komunikasi lainnya. Dikabarkan, hari Minggu pagi itu Herman hadir dalam acara outbond karyawannya di kawasan Sentul, Bogor Jawa barat. Meski dalam kondisi kurang fit karena baru saja menyelesaikan hajat pameran internasional Indodefence 2012, Herman mencoba ikut bergabung dalam keceriaan acara karyawannya tersebut. Di tengah-tengah salah satu rangkaian outbond, tubuh Herman ba ba lunglai, dan segeralah dibawa ke Rumah Sakit terdekat di Bogor. Rupanya itulah saat terakhir Herman berada dalam kebersamaan dengan para karyawan dan keluarganya. Di dunia peternakan, Herman memang bukanlah pakar, bukan pula pengusaha an juga bukan birokrat peternakan. Namun ia telah menjadi orang penting di kalangan bisnis peternakan dan kesehatan hewan. Ini dak lain berkat perannya merubah wajah pameran peternakan yang semula dikenal sekadar sebagai pameran pembangunan, menjadi pameran berkelas internasional. Di dunia pameran, Herman ternyata sukses di banyak even. Majalah bisnis SWA menyebutnya sebagai rajanya pameran business to business (B2B) di Indonesia. Melalui pameran-pameran tersebut Herman telah membawa ribuan pengusaha dari berbagai Negara ke Tanah Air, baik sebagai peserta pameran maupun pengunjung. Dengan pengalamannya itu Herman bisa diajak diskusi mengenai industri peternakan, kelautan, air minum, hingga industri pertahanan keamanan dan pesawat tempur canggih. Jadi saya sudah ikut berperan di industri telur hingga pesawat tempur, tutur CEO Napindo kelahiran Bandung 60 thn silam itu. Selamat jalan Herman Wiriadipoera. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagimu di sisinya. Aamiin Ya Robbal alamin.**** Edisi: DESEMBER

11 Daftar Obat Hewan Baru Terdaftar JUNI 2012 (SK No. 667 & 668) Info ASOHI edisi kali ini memuat beberapa produk obat hewan baru yang termuat di SK Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 677/Kpts/HK.340/F/06/2012 tanggal 08 Juni 2012 dan SK No. 678/Kpts/HK.340/F/06/2012 tanggal 08 Juni Disajikan sebagai berikut: No. NAMA GOLONGAN NO REG PEMILIK NO PRODUSEN PRODUK PENDAFTARAN SK No. 678/Kpts/HK.340/F/06/2012 tanggal 08 Juni (Bag.2) 11. Medoxy - L An bakteri Kementan RI No. PT. Medion PT. Medion D PKC.2 Farma Jaya Farma Jaya 12. Microvit D3 Bahan Baku Obat Kementan RI No. PT. Romindo Adisseo France Promix 500 Hewan I BOH.1 Primavetcom SAS, Perancis 13. Cyromazin-10 An lalat pada kandang Kementan RI No. PT. Lito Prima Mandiri Samu Median Co dan kotoran ternak I PTS.1 Ltd, Korea 14. Amoxy - 50 An bakteri Kementan RI No. PT. Zagro Indonesia Zagro Singapore Pte. Ltd, I PKS.1 Singapira 15. Mold Nil Dry Antjamuar Kementan RI No. PT. Inve Indonesia Nutri Ad Interna onal I PTS.1 NV, Belgia SK No. 678/Kpts/HK.340/F/06/2012 tanggal 08 Juni Diacoxin 5 % An koksidia Kementan RI No. PT. SHS Interna onal Diasham Resources Pte., I PTC Ltd, Singapura 02. Profish Ω Feed Supplement Kementan RI No. PT. Trouw Nutri on Hendrix NV, Belgia Poultry I FTS Indonesia 03. Toxo - XL Toksin Binder Kementan RI No. PT. Trouw Nutri on Selko BV, Belanda I FTS Indonesia 04. Fysal Fit 4 Acidifier pada Kementan RI No. PT Trouw Nutri on Selko BV, Belanda pakan hewan I FTS Indonesia 05. Swine Mineral Feed Suplement Kementan RI No. PT. Trouw Nutri on PT. Trouw Nutri on Premix D FTS Indonesia Indonesia 06. Expo P Inj An bakteri Kementan RI No. PT. Lito Prima Mandiri Samu Median Co. I PKS Ltd, Korea 07. Demp Feed Addi ve Kementan RI No. PT. Alltech Biotechno- Alltech Inc, USA & Alltech I FTS logy Indonesia do Brasil Agroindustrial, Ltda. Brasil. 08. Vaksimune ND Pengebalan Inak f Kementan RI No. PT Vaksindo PT Vaksindo L Inak f terhadap penyakit ND D VTC Satwa Nusantara Satwa Nusantara 09. Ultramin An defisiensi Vitamin Kementan RI No. PT. Maju Farma Arab Veterinary Industrial dan asam amino I PTS Indonesia Company (AVICO), Jordania Sumber: SubDit Pengawasan Obat Hewan, Ditkeswan, Ditjennak Edisi: DESEMBER 2012

12 I n d o n e s i a n V e t e r i n ar y D ru g s A s s o c i a t i o n ( A S O H I ) M e m b e r o f I F A H ( I n t e r n a t i o n a l F e d e r a t i o n F o r An i m a l H e a l t h ) Dipersembahkan dari dan untuk anggota Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) Surat Pernyataan Dirjen Peternakan No 164 Kh XIV - b, tanggal 26 Oktober 1982 tentang ASOHI satu-satunya organisasi di bidang usaha obat hewan

PEDOMAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL MEDIK VETERINER DAN PARAMEDIK VETERINER BAB I PENDAHULUAN

PEDOMAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL MEDIK VETERINER DAN PARAMEDIK VETERINER BAB I PENDAHULUAN 5 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA Nomor 83/Permentan/OT.140/12/2012 TENTANG PEDOMAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL MEDIK VETERINER DAN PARAMEDIK VETERINER PEDOMAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 95 TAHUN 2012012 TENTANG KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER DAN KESEJAHTERAAN HEWAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 95 TAHUN 2012012 TENTANG KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER DAN KESEJAHTERAAN HEWAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 95 TAHUN 2012012 TENTANG KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER DAN KESEJAHTERAAN HEWAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN 2. MAKSUD DAN TUJUAN

1. PENDAHULUAN 2. MAKSUD DAN TUJUAN 1. PENDAHULUAN Workshop Epidemiologi tahun 2014 mengambil tema Surveilans Berbasis Resiko untuk Penguatan Sistem Kesehatan Hewan Nasional. Surveilans berbasis resiko bermanfaat untuk memberikan peringatan

Lebih terperinci

MENGENAL SECARA SEDERHANA TERNAK AYAM BURAS

MENGENAL SECARA SEDERHANA TERNAK AYAM BURAS MENGENAL SECARA SEDERHANA TERNAK AYAM BURAS OLEH: DWI LESTARI NINGRUM, S.Pt Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara berkembang dan sedang berusaha mencapai

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara berkembang dan sedang berusaha mencapai I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara berkembang dan sedang berusaha mencapai pembangunan sesuai dengan yang telah digariskan dalam propenas. Pembangunan yang dilaksakan pada hakekatnya

Lebih terperinci

Buletin IPTEKDA LIPI Komunikasi Info Iptek untuk Daerah Volume 1 No.3 Maret 2001 LIPI IKUT BERKIRAH DALAM BIDANG PEMBIBITAN SAPI

Buletin IPTEKDA LIPI Komunikasi Info Iptek untuk Daerah Volume 1 No.3 Maret 2001 LIPI IKUT BERKIRAH DALAM BIDANG PEMBIBITAN SAPI LIPI IKUT BERKIRAH DALAM BIDANG PEMBIBITAN SAPI Berbagai usaha peternakan di Indonesia belum mencapai tingkat perkembangan yang menggembirakan, walaupun sampai saat ini pemerintah telah melakukan bermacam-macam

Lebih terperinci

STABILISASI HARGA PANGAN

STABILISASI HARGA PANGAN STABILISASI HARGA PANGAN Oleh : Dr.Ir. Nuhfil Hanani AR DEWAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2008 PERANAN KOMODITAS PANGAN PRODUSEN KESEMPATAN KERJA DAN PENDAPATAN KONSUMEN RUMAH TANGGA AKSES UNTUK GIZI KONSUMEN

Lebih terperinci

PENGUMUMAN NOMOR: 782/KP.230/A/03/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015

PENGUMUMAN NOMOR: 782/KP.230/A/03/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015 PENGUMUMAN NOMOR: 782/KP.230/A/03/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015 Dalam rangka pengisian dan mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan I. PENDAHULUAN A. Maksud dan Tujuan Rencana Kerja (Renja) Dinas Peternakan Kabupaten Bima disusun dengan maksud dan tujuan sebagai berikut : 1) Untuk merencanakan berbagai kebijaksanaan dan strategi percepatan

Lebih terperinci

NEWS UPDATE 7 September ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- KERJA SAMA PRUDENTIAL INDONESIA DAN UNIVERSITAS INDONESIA

Lebih terperinci

MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera

MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera Ironi Sebuah Negara Kaya & Tumbuh Perekonomiannya, namun Kesejahteraan Rakyatnya masih Rendah KONFEDERASI SERIKAT PEKERJA INDONESIA Jl Condet Raya no 9, Al

Lebih terperinci

Seuntai Kata. Manggar, 16 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur. Zainubi, S.Sos

Seuntai Kata. Manggar, 16 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur. Zainubi, S.Sos Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan

Lebih terperinci

SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN PADA ACARA FINALISASI DAN REALISASI MASTERPLAN PUSAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI (PPKH) Pongkor, Selasa, 23 April 2013

SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN PADA ACARA FINALISASI DAN REALISASI MASTERPLAN PUSAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI (PPKH) Pongkor, Selasa, 23 April 2013 SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN PADA ACARA FINALISASI DAN REALISASI MASTERPLAN PUSAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI (PPKH) Pongkor, Selasa, 23 April 2013 Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang

Lebih terperinci

SAMBUTAN PENJABAT GUBERNUR SULAWESI TENGAH PADA ACARA PEMBUKAAN TEMU BISNIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KAKAO SULAWESI TENGAH SENIN, 18 APRIL 2011

SAMBUTAN PENJABAT GUBERNUR SULAWESI TENGAH PADA ACARA PEMBUKAAN TEMU BISNIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KAKAO SULAWESI TENGAH SENIN, 18 APRIL 2011 GUBERNUR SULAWESI TENGAH SAMBUTAN PENJABAT GUBERNUR SULAWESI TENGAH PADA ACARA PEMBUKAAN TEMU BISNIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KAKAO SULAWESI TENGAH SENIN, 18 APRIL 2011 ASSALAMU ALAIKUM WAR, WAB, SALAM SEJAHTERA

Lebih terperinci

PENGARUH DOSIS EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT BADAN AYAM BURAS

PENGARUH DOSIS EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT BADAN AYAM BURAS PENGARUH DOSIS EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DALAM AIR MINUM TERHADAP BERAT BADAN AYAM BURAS EFFECT OF EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) DOSAGE ADDED IN DRINKING WATER ON BODY WEIGHT OF LOCAL CHICKEN

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 17.936 rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 17.936 rumah tangga Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 17.936 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 1 Perusahaan Jumlah perusahaan

Lebih terperinci

Revisi Pedoman Pelaporan dan Pencatatan. Pemutakhiran pedoman pencatatan Monev

Revisi Pedoman Pelaporan dan Pencatatan. Pemutakhiran pedoman pencatatan Monev www.aidsindonesia.or.id MARET 2014 L ayanan komprehensif Berkesinambungan (LKB) merupakan strategi penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 21 tahun

Lebih terperinci

RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016. DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015

RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016. DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015 RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016 DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015 OUTLINE 1 Rancangan Awal RKP 2016 2 3 Pagu Indikatif Tahun 2016 Pertemuan Tiga Pihak 4 Tindak

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.15/MEN/2011 TENTANG PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN YANG MASUK KE DALAM WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : lo96/kpts/tn.120/10/1999

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : lo96/kpts/tn.120/10/1999 MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : lo96/kpts/tn.120/10/1999 TENTANG PEMASUKAN ANJING, KUCING, KERA DAN HEWAN SEBANGSANYA KE WILAYAH/DAERAH BEBAS RABIES DI INDONESIA

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN HONORARIUM GURU BANTU

PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN HONORARIUM GURU BANTU PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN HONORARIUM GURU BANTU KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL, DAN INFORMAL DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIK DAN TENAGA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN [LN 2009/84, TLN 5015]

UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN [LN 2009/84, TLN 5015] UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN [LN 2009/84, TLN 5015] BAB XIII KETENTUAN PIDANA Pasal 86 Setiap orang yang menyembelih: a. ternak ruminansia kecil betina produktif

Lebih terperinci

STRUKTUR ONGKOS USAHA PETERNAKAN JAWA TENGAH TAHUN 2014

STRUKTUR ONGKOS USAHA PETERNAKAN JAWA TENGAH TAHUN 2014 No. 78/12/33 Th. VIII, 23 Desember 2014 STRUKTUR ONGKOS USAHA PETERNAKAN JAWA TENGAH TAHUN 2014 TOTAL BIAYA PRODUKSI UNTUK USAHA SAPI POTONG SEBESAR 4,67 JUTA RUPIAH PER EKOR PER TAHUN, USAHA SAPI PERAH

Lebih terperinci

KESEMPATAN KERJA PERDAGANGAN. Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Jakarta, 5 Juli 2013

KESEMPATAN KERJA PERDAGANGAN. Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Jakarta, 5 Juli 2013 KESEMPATAN KERJA MENGHADAPI LIBERALISASI PERDAGANGAN Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja Jakarta, 5 Juli 2013 1 MATERI PEMAPARAN Sekilas mengenai Liberalisasi Perdagangan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling

Lebih terperinci

SAMBUTAN MENTERI PERTANIAN PADA PERINGATAN HARI KRIDA PERTANIAN (HKP) KE-42 TAHUN 2014 JAKARTA, 23 JUNI 2014

SAMBUTAN MENTERI PERTANIAN PADA PERINGATAN HARI KRIDA PERTANIAN (HKP) KE-42 TAHUN 2014 JAKARTA, 23 JUNI 2014 SAMBUTAN MENTERI PERTANIAN PADA PERINGATAN HARI KRIDA PERTANIAN (HKP) KE-42 TAHUN 2014 JAKARTA, 23 JUNI 2014 Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Salam Sejahtera bagi kita semua Saudara-saudara

Lebih terperinci

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA ------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN GOWA

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN GOWA Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Gowa Tahun 2013 sebanyak 78.708 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Gowa Tahun 2013 sebanyak 15 Perusahaan Jumlah perusahaan

Lebih terperinci

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 21

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 21 DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG Bagian Pertama Dinas Pasal 21 Dinas Peternakan mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan sebagian urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah

Lebih terperinci

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 sebanyak 8.056 rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 sebanyak 8.056 rumah tangga Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 sebanyak 8.056 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 sebanyak 0 Perusahaan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG KEBUTUHAN DAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN

Lebih terperinci

Pengumuman Hasil Sertifikasi Legalitas Kayu pada IUIPHHK PT. Suka Jaya Makmur, Provinsi Kalimantan Barat oleh SUCOFINDO ICS

Pengumuman Hasil Sertifikasi Legalitas Kayu pada IUIPHHK PT. Suka Jaya Makmur, Provinsi Kalimantan Barat oleh SUCOFINDO ICS Materi Website Pengumuman Hasil Sertifikasi Legalitas Kayu pada IUIPHHK PT. Suka Jaya Makmur, Provinsi Kalimantan Barat oleh SUCOFINDO ICS Jaminan legalitas produk kayu harus dibuktikan dengan adanya sistem

Lebih terperinci

VISI. Terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera melalui peningkatan pembangunan peternakan.

VISI. Terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera melalui peningkatan pembangunan peternakan. VISI Terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera melalui peningkatan pembangunan peternakan. MISI 1. Meningkatkan peluang ekonomi dan lapangan kerja untuk kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di

Lebih terperinci

III. JENIS TERNAK/UNGGAS YANG DIUSAHAKAN SERTA HASILNYA SELAMA SETAHUN YANG LALU

III. JENIS TERNAK/UNGGAS YANG DIUSAHAKAN SERTA HASILNYA SELAMA SETAHUN YANG LALU III. JENIS TERNAK/UNGGAS YANG DIUSAHAKAN SERTA HASILNYA SELAMA SETAHUN YANG LALU A. Jenis Ternak/Unggas Jenis Kegiatan/Usaha :... (... dari...) : 1. Pengembangbiakan 2. Penggemukan 4. Lainnya A). Mutasi

Lebih terperinci

DAMPAK PENETAPAN TARGET PENINGKATAN PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA TERHADAP KEBUTUHAN PAKAN DAN AKTIVITAS BUDIDAYA IKAN DI PROVINSI JAWA TENGAH

DAMPAK PENETAPAN TARGET PENINGKATAN PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA TERHADAP KEBUTUHAN PAKAN DAN AKTIVITAS BUDIDAYA IKAN DI PROVINSI JAWA TENGAH 885 Dampak penetapan target peningkatan produksi... (Erlania) DAMPAK PENETAPAN TARGET PENINGKATAN PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA TERHADAP KEBUTUHAN PAKAN DAN AKTIVITAS BUDIDAYA IKAN DI PROVINSI JAWA TENGAH

Lebih terperinci

FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN KETAHANAN PANGAN TA.2015

FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN KETAHANAN PANGAN TA.2015 FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN KETAHANAN PANGAN TA.2015 1 ARAHAN UU NO. 18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN A. KERANGKA KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN Kedaulatan Pangan Kemandirian Pangan Ketahanan Pangan OUTCOME Masyarakat

Lebih terperinci

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Sungai Penuh Tahun 2013 sebanyak 8.032 rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Sungai Penuh Tahun 2013 sebanyak 8.032 rumah tangga .1572 Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Sungai Penuh Tahun 2013 sebanyak 8.032 rumah tangga Jumlah rumah tangga usaha pertanian milik sendiri di Kota Sungai Penuh Tahun 2013 sebanyak 6.603 rumah

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PENGENDALIAN ZOONOSIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa sampai saat ini, Indonesia masih menghadapi permasalahan penyakit hewan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK

Lebih terperinci

MENGENAL LEBIH DEKAT PENYAKIT LAYU BEKTERI Ralstonia solanacearum PADA TEMBAKAU

MENGENAL LEBIH DEKAT PENYAKIT LAYU BEKTERI Ralstonia solanacearum PADA TEMBAKAU PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO DINAS PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN JL. RAYA DRINGU 81 TELPON 0335-420517 PROBOLINGGO 67271 MENGENAL LEBIH DEKAT PENYAKIT LAYU BEKTERI Ralstonia solanacearum PADA TEMBAKAU Oleh

Lebih terperinci

PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS

PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS Jakarta, 27 Mei 2015 Pendahuluan Tujuan Kebijakan Industri Nasional : 1 2 Meningkatkan produksi nasional. Meningkatkan

Lebih terperinci

MEMILIH BAKALAN SAPI BALI

MEMILIH BAKALAN SAPI BALI MEMILIH BAKALAN SAPI BALI Oleh: Achmad Muzani Penyunting: Tanda S Panjaitan BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN (BPTP) NTB BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLGI PERTANIAN BADAN PENELITIAN DAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN NILAI TAMBAH JAGUNG SEBAGAI PANGAN LOKAL Oleh : Endah Puspitojati

PENINGKATAN NILAI TAMBAH JAGUNG SEBAGAI PANGAN LOKAL Oleh : Endah Puspitojati PENINGKATAN NILAI TAMBAH JAGUNG SEBAGAI PANGAN LOKAL Oleh : Endah Puspitojati Kebutuhan pangan selalu mengikuti trend jumlah penduduk dan dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan per kapita serta perubahan

Lebih terperinci

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Empat Lawang Tahun 2013 sebanyak 41.675 rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Empat Lawang Tahun 2013 sebanyak 41.675 rumah tangga Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Empat Lawang Tahun 2013 sebanyak 41.675 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Empat Lawang Tahun 2013 sebanyak 3 Perusahaan Jumlah perusahaan

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI. Assalaamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua

BUPATI BANYUWANGI. Assalaamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua BUPATI BANYUWANGI SAMBUTAN BUPATI BANYUWANGI PADA UPACARA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL DIRANGKAI DENGAN PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE-18 SEKALIGUS DEKLARASI GEMPITA PERPUS (GERAKAN MASYARAKAT

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN PURBALINGGA

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN PURBALINGGA BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN PURBALINGGA Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Purbalingga Tahun 2013 sebanyak 125.349 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat mendukung untuk pengembangan usaha perikanan baik perikanan

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat mendukung untuk pengembangan usaha perikanan baik perikanan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan suatu Negara yang memiliki kawasan perairan yang hampir 1/3 dari seluruh kawasannya, baik perairan laut maupun perairan tawar yang sangat

Lebih terperinci

RENCANA AKSI PENGELOLAAN BATAS WILAYAH NEGARA DAN KAWASAN PERBATASAN TAHUN 2011

RENCANA AKSI PENGELOLAAN BATAS WILAYAH NEGARA DAN KAWASAN PERBATASAN TAHUN 2011 LAMPIRAN I : PERATURAN BNPP NOMOR : 3 TAHUN 2011 TANGGAL : 7 JANUARI 2011 RENCANA AKSI PENGELOLAAN BATAS WILAYAH NEGARA DAN KAWASAN PERBATASAN TAHUN 2011 A. LATAR BELAKANG Penyusunan Rencana Aksi (Renaksi)

Lebih terperinci

Organisasi. Sejarah. Pra Pembentukan Badan Litbang Pertanian ORGANISASI

Organisasi. Sejarah. Pra Pembentukan Badan Litbang Pertanian ORGANISASI Organisasi Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.299/ Kpts/OT.140/7/2005, tugas Badan Litbang Pertanian adalah melaksana kan penelitian dan pengembangan pertanian. Untuk melaksanakan tugas

Lebih terperinci

MAGISTER PROGRAM. Itenas Unggul dan Mandiri TEKNIK MESIN TEKNIK INDUSTRI TEKNIK SIPIL. Tahun Ajaran 2014/2015. www.itenas.ac.id

MAGISTER PROGRAM. Itenas Unggul dan Mandiri TEKNIK MESIN TEKNIK INDUSTRI TEKNIK SIPIL. Tahun Ajaran 2014/2015. www.itenas.ac.id Itenas Unggul dan Mandiri PROGRAM MAGISTER TEKNIK MESIN TEKNIK INDUSTRI TEKNIK SIPIL Tahun Ajaran 2014/2015 Jl. P.K.H. Hasan Mustafa No. 23 Bandung 40124 Telp. (022) 7272215-7208898, Fax. (022) 7202892

Lebih terperinci

ROAD MAP MENUJU BEBAS AVIAN INFLUENZA DI WILAYAH BPPV REGIONAL III ABSTRAK ABSTRACT (IN ENGLISH)

ROAD MAP MENUJU BEBAS AVIAN INFLUENZA DI WILAYAH BPPV REGIONAL III ABSTRAK ABSTRACT (IN ENGLISH) ROAD MAP MENUJU BEBAS AVIAN INFLUENZA DI WILAYAH BPPV REGIONAL III Marfiatiningsih, S 1), Ma arif, S 2), dan Guntoro, T 3) ABSTRAK Dalam rangka mendukung program menuju Indonesia bebas Avian Influenza

Lebih terperinci

PANTHERA MERAYAKAN KESUKSESAN ATAS UPAYA KONSERVASI HARIMAU SUMATRA

PANTHERA MERAYAKAN KESUKSESAN ATAS UPAYA KONSERVASI HARIMAU SUMATRA July 17, 2014 For Immediate Release Contact for Panthera: Susie Weller, (+1) 347-446-9904 // sweller@panthera.org PANTHERA MERAYAKAN KESUKSESAN ATAS UPAYA KONSERVASI HARIMAU SUMATRA Jakarta, Indonesia

Lebih terperinci

TOR RISET KUANTITATIF IDENTIFIKASI KEPENTINGAN DALAM RANGKA PRIDE CAMPAIGN TNUK BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

TOR RISET KUANTITATIF IDENTIFIKASI KEPENTINGAN DALAM RANGKA PRIDE CAMPAIGN TNUK BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON TOR RISET KUANTITATIF IDENTIFIKASI KEPENTINGAN DALAM RANGKA PRIDE CAMPAIGN TNUK BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON Jl. Perintis Kemerdekaan No. 51 Labuan Pandeglang Banten 42264 1 I. PENDAHULUAN 1. Latar

Lebih terperinci

SEJAUH MANA KEAMANAN PRODUK BIOTEKNOLOGI INDONESIA?

SEJAUH MANA KEAMANAN PRODUK BIOTEKNOLOGI INDONESIA? SEJAUH MANA KEAMANAN PRODUK BIOTEKNOLOGI INDONESIA? Sekretariat Balai Kliring Keamanan Hayati Indonesia Puslit Bioteknologi LIPI Jl. Raya Bogor Km 46 Cibinong Science Center http://www.indonesiabch.org/

Lebih terperinci

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013 sebanyak 44.038 rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013 sebanyak 44.038 rumah tangga ..11110088. Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013 sebanyak 44.038 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013 sebanyak 6

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Undang-Undang Dasar Negara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, maka secara

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, maka secara 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, maka secara otomatis kebutuhan terhadap pangan akan meningkat pula. Untuk memenuhi kebutuhan pangan

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79 No. 17/03/34/Th.XVII, 2 Maret 2015 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Februari 2015, NTP

Lebih terperinci

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI PEMBERDAYAAAN KOPERASI & UMKM DALAM RANGKA PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT 1) Ir. H. Airlangga Hartarto, MMT., MBA Ketua Komisi VI DPR RI 2) A. Muhajir, SH., MH Anggota Komisi VI DPR RI Disampaikan

Lebih terperinci

Assalamu alaikumwr. Wb. Yth. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI. Yth. Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama

Assalamu alaikumwr. Wb. Yth. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI. Yth. Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama SAMBUTANKEPALA KANWIL KEMENTERIAN AGAMA PROV. SUMATERA UTARA PADA ACARA PEMBUKAAN SOSIALISASI TATA CARA PENGURUSAN ASKES, TASPEN DAN BAPERTARUM PNS TANGGAL 18 S/D 21 JUNI 2012 - HOTEL EMERALD GARDEN MEDAN

Lebih terperinci

Dampak Banjir Terhadap Inflasi

Dampak Banjir Terhadap Inflasi Dampak Banjir Terhadap Inflasi Praptono Djunedi, Peneliti Badan Kebijakan Fiskal Siapa yang merusak harga pasar hingga harga itu melonjak tajam, maka Allah akan menempatkannya di dalam neraka pada hari

Lebih terperinci

TERHADAP SKRIPSI. Disusun Oleh : PROGRAM RTA 2012

TERHADAP SKRIPSI. Disusun Oleh : PROGRAM RTA 2012 PENGARUH SUBSTITUSI TELUR AYAM PADA PAKAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio, L.) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuann Alam Universitas Negeri Yogyakartaa

Lebih terperinci

Saudara-saudara yang saya hormati dan banggakan,

Saudara-saudara yang saya hormati dan banggakan, SAMBUTAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PADA ACARA SYUKURAN HAB KE 67 TAHUN 2013 SEKALIGUS LEPAS SAMBUTAN KEPELA KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TAPIN SELASA, 18 DESEMBER

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR

DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat limpahan rahmat dan karunia-nya sehingga penyusunan Rencana Manajemen Perubahan Kementerian Kehutanan untuk menuju pemerintahan

Lebih terperinci

PROGRAM KERJA BIDANG RISET TAHUN 2011-2015 TAHUN

PROGRAM KERJA BIDANG RISET TAHUN 2011-2015 TAHUN BIDANG RISET 2011-2015 1 PT dengan kondisi riset Kelas C (paling lemah) 2 1. Membutuhkan riset untuk melengkapi fungsi Tridharma PT 2. Kebutuhan Akreditasi 3. Keperluan penaikan Kum untuk kepangkatan 4.

Lebih terperinci

pengelolaan berat badan yang sehat

pengelolaan berat badan yang sehat Solusi pintar untuk pengelolaan berat badan yang sehat 2006 PT. Herbalife Indonesia. All rights reserved. Printed in Indonesia #6240-ID-00 03/06 Distributor independen Herbalife S o l u s i P R I B A D

Lebih terperinci

PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH

PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH Oleh : Team Penyusun KEMENTERIAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH JAKARTA 2014

Lebih terperinci

Makanan Kasar (Roughage) Pakan Suplemen (Supplement) Pakan Aditive (Additive)

Makanan Kasar (Roughage) Pakan Suplemen (Supplement) Pakan Aditive (Additive) M.K. Teknik Formulasi Ransum dan Sistem Informasi Pakan Jenis Bahan Pakan Konsentrat (Concentrate) Makanan Kasar (Roughage) Pakan Suplemen (Supplement) Pakan Aditive (Additive) 1 Bahan-bahan Konsentrat

Lebih terperinci

Kerangka Acuan Development Study Tour Teknologi Tepat Guna Geng Motor imut: Digester Portable Biogas dan Desalinator

Kerangka Acuan Development Study Tour Teknologi Tepat Guna Geng Motor imut: Digester Portable Biogas dan Desalinator Kerangka Acuan Development Study Tour Teknologi Tepat Guna Geng Motor imut: Digester Portable Biogas dan Desalinator Latar Belakang Berbagi ilmu. Inilah yang mendorong sekelompok pemuda asal Kupang melakukan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG JENIS DAN ATAS YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PEDOMAN ANUGERAH IPTEK KREATIVITAS INOVASI MASYARAKAT (LABDHAKRETYA)

PEDOMAN ANUGERAH IPTEK KREATIVITAS INOVASI MASYARAKAT (LABDHAKRETYA) KRENOVA 2015.pdf, Flat 1 of 10 - Pages: i, 03/06/15 08:18 AM PEDOMAN ANUGERAH IPTEK KREATIVITAS INOVASI MASYARAKAT (LABDHAKRETYA) Dalam Rangka Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke 20 Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012

PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KEMENTERIAN PARIWISATA DAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2000 TENTANG KARANTINA HEWAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2000 TENTANG KARANTINA HEWAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2000 TENTANG KARANTINA HEWAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang perkarantinaan hewan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 02/MEN/2007 TENTANG CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 02/MEN/2007 TENTANG CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 02/MEN/2007 TENTANG CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Bengkulu Utara selama lima tahun, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun

Lebih terperinci

TERM OF REFERENCE BIMBINGAN TEKNIS PERHITUNGAN UNIT COST RUMAH SAKIT

TERM OF REFERENCE BIMBINGAN TEKNIS PERHITUNGAN UNIT COST RUMAH SAKIT TERM OF REFERENCE BIMBINGAN TEKNIS PERHITUNGAN UNIT COST RUMAH SAKIT Diselenggarakan oleh : Institut Management Rumah Sakit Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (IMRS-PERSI) bekerja sama dengan SMARTPlus

Lebih terperinci

: pendampingan, vokasi, kelompok keterampilan, peternakan

: pendampingan, vokasi, kelompok keterampilan, peternakan PENINGKATAN KETERAMPILAN BETERNAK DENGAN DILENGKAPI PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA KKN VOKASI DI DESA MOJOGEDANG KECAMATAN MOJOGEDANG KABUPATEN KARANGANYAR Sutrisno Hadi Purnomo dan Agung Wibowo

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2015 TENTANG PENGHIMPUNAN DANA PERKEBUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2015 TENTANG PENGHIMPUNAN DANA PERKEBUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA 1.tE,"P...F.3...1!..7. INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2015 TENTANG PENGHIMPUNAN DANA PERKEBUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

SEMUA HAL YANG TERKAIT DENGAN KODE ETIK BPSDMKP, SILAHKAN BERKOMUNIKASI MELALUI ALAMAT EMAIL: kodeetik_bpsdmkp@kkp.go.id

SEMUA HAL YANG TERKAIT DENGAN KODE ETIK BPSDMKP, SILAHKAN BERKOMUNIKASI MELALUI ALAMAT EMAIL: kodeetik_bpsdmkp@kkp.go.id SEMUA HAL YANG TERKAIT DENGAN KODE ETIK BPSDMKP, SILAHKAN BERKOMUNIKASI MELALUI ALAMAT EMAIL: kodeetik_bpsdmkp@kkp.go.id hal 2.indd 2 1/24/2012 11:30:15 AM S U L U H Harus Komunikatif dan Strategis Penyuluh

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelaksanaan otonomi daerah secara luas, nyata dan bertanggungjawab telah menjadi tuntutan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah memiliki hak dan kewenangan dalam mengelola

Lebih terperinci

LAPORAN ACARA ROASTING / BARISTA CLASS DAN TEMU LAPANG KOPI DI LAMPUNG, 14 15 JUNI 2014

LAPORAN ACARA ROASTING / BARISTA CLASS DAN TEMU LAPANG KOPI DI LAMPUNG, 14 15 JUNI 2014 A. ROASTING / BARISTA CLASS LAPORAN ACARA ROASTING / BARISTA CLASS DAN TEMU LAPANG KOPI DI LAMPUNG, 14 15 JUNI 2014 a. Waktu : Sabtu, 14 Juni 2014, mulai jam 09.00 s/d 17.30 wib b. Tempat : ELS Coffee,

Lebih terperinci

[Sabu yang Lestari] Cabrejou Foundation

[Sabu yang Lestari] Cabrejou Foundation [Sabu yang Lestari] Cabrejou Foundation Dimanakah kita pernah menyadari adanya suatu masyarakat yang lestari (berkelanjutan) hanya dengan menggunakan energi matahari dan angin? Barangkali ini hanya dapat

Lebih terperinci

LAPORAN EXECUTIVE KAJIAN MODEL PENGEMBANGAN SENI DAN BUDAYA DAERAH KOTA BANDUNG (Kerjasama Kantor Litbang dengan PT. BELAPUTERA INTERPLAN) Tahun 2005

LAPORAN EXECUTIVE KAJIAN MODEL PENGEMBANGAN SENI DAN BUDAYA DAERAH KOTA BANDUNG (Kerjasama Kantor Litbang dengan PT. BELAPUTERA INTERPLAN) Tahun 2005 LAPORAN EXECUTIVE KAJIAN MODEL PENGEMBANGAN SENI DAN BUDAYA DAERAH KOTA BANDUNG (Kerjasama Kantor Litbang dengan PT. BELAPUTERA INTERPLAN) Tahun 2005 1.1 Latar Belakang Seni dan budaya daerah mempunyai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang. Pengembangan pariwisata sebagai suatu industri merupakan hal penting

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang. Pengembangan pariwisata sebagai suatu industri merupakan hal penting BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengembangan pariwisata sebagai suatu industri merupakan hal penting bagi beberapa negara di dunia seperti halnya Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan penghasilan

Lebih terperinci

PERATURAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG M ENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORM ASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE Di Daerah Sanan, Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing, Kodya Malang Jawa Timur

Lebih terperinci

Perhutanan Sosial Dapat Menjadi Sarana Efektif Bagi Pengentasan Kemiskinan

Perhutanan Sosial Dapat Menjadi Sarana Efektif Bagi Pengentasan Kemiskinan Dapat disiarkan segera Perhutanan Sosial Dapat Menjadi Sarana Efektif Bagi Pengentasan Kemiskinan Pemerintahan baru wajib memperhatikan kesejahteraan masyarakat di 33.000 desa di dalam dan sekitar hutan

Lebih terperinci

PROFIL Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor

PROFIL Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor PROFIL Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor 1. Dasar Hukum Pendirian dan Struktur Organisasi a. SK Rektor IPB No. 016 Tahun 1979, tentang Pembetukan Lembaga Pengabdian

Lebih terperinci

Pengembangan Varietas Hibrida Jagung Tahan Penyakit Bulai (Perenosclerospora maydis L.), Umur Genjah(<90 hst), Potensi Hasil Tinggi(11 t/ha)

Pengembangan Varietas Hibrida Jagung Tahan Penyakit Bulai (Perenosclerospora maydis L.), Umur Genjah(<90 hst), Potensi Hasil Tinggi(11 t/ha) KODE PENELITIAN: X.70 Pengembangan Varietas Hibrida Jagung Tahan Penyakit Bulai (Perenosclerospora maydis L.), Umur Genjah(

Lebih terperinci

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat

Lebih terperinci

Pengembangan dan pembangunan Ketenagalistrikan. Pembangunan PLTMH. Program Inumerasi Energi. Pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Pengembangan dan pembangunan Ketenagalistrikan. Pembangunan PLTMH. Program Inumerasi Energi. Pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Revitalisasi/ Daya Listrik/ Energi Kapasitas Energi Listrik (Kelistrikan) Meningkatnya Energi ketenagalistrikan dan pembangunan Ketenagalistrikan PLTMH Bulungan, Paser Terbangunnya PLTMH 1 Unit dan Pendayagunaan

Lebih terperinci

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan KEBIJAKAN NASIONAL SIKN, DAN JIKN disampaikan pada acara Rapat Koordinator Nasional Sistem Informasi Kearsipan Nasional dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional Yogyakarta, 17 Oktober 2013 oleh Dini Saraswati

Lebih terperinci

FAKTOR DAN AGEN YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT & CARA PENULARAN PENYAKIT

FAKTOR DAN AGEN YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT & CARA PENULARAN PENYAKIT FAKTOR DAN AGEN YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT & CARA PENULARAN PENYAKIT LATAR BELAKANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT KESEHATAN KUNCI SUKSES USAHA BUDIDAYA PETERNAKAN MOTO KLASIK : PREVENTIF > KURATIF

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI INOVASI ALAT PENANGKAP IKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI INOVASI ALAT PENANGKAP IKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI INOVASI ALAT PENANGKAP IKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN SATUAN KERJA DIREKTORAT KAPAL PERIKANAN DAN ALAT PENANGKAP IKAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP TAHUN 2015 I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

Sosialisasi PENYUSUNAN SOP SAYURAN dan TANAMAN OBAT. oleh: Tim Fakultas Pertanian UNPAD, Bandung, 14 Maret 2012

Sosialisasi PENYUSUNAN SOP SAYURAN dan TANAMAN OBAT. oleh: Tim Fakultas Pertanian UNPAD, Bandung, 14 Maret 2012 Sosialisasi PENYUSUNAN SOP SAYURAN dan TANAMAN OBAT oleh: Tim Fakultas Pertanian UNPAD, Bandung, 14 Maret 2012 Issue : Kemampuan petani didalam menjamin mutu dan keamanan pangan segar yg dihasilkan relatif

Lebih terperinci