PENGARUH PROFESIONALISME TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA AKUNTAN PENDIDIK

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGARUH PROFESIONALISME TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA AKUNTAN PENDIDIK"

Transkripsi

1 PENGARUH PROFESIONALISME TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA AKUNTAN PENDIDIK Lailah Fujianti Universitas Pancasila Abstrak Adanya kontraksi hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungan profesionalisme, komitment organisasi dan kinerja, memotivati peneliti untuk menghadirkan hasil riset terbaru mengenai hubungan variabel tersebut serta menambah hasil penelitian empirik yang berkaitan Behavioral accounting. Tujuan penelitian ini adalah mengkonfirmasi bagaimana pengaruh profesionalisme akuntan pendidik terhadap komitmen organisasi, kepuasan kerja dan kinerja, serta bagaimana pengaruh komitmen organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja akuntan pendidik. Objek penelitian adalah 20 akuntan pendidik Universitas Pancasila yang terpilih sebagai sample dengan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Kategori penelitian kuantitatif dengan penggunaan Partial Least Quared (PLS) untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan profesionalisme akuntan pendidik terhadap komitmen organisai, kepuasan kerja dan kinerja. Serta Ada pengaruh signifikan kepuasan kerja dengan kinerja. Sedangkan Komitmen organisasi akuntan pendidik menunjukkan tidak berpengaruh signifikan dengan kinerja. Kata kunci : Profesionalisme, komitmen organisasi, kepuasan kerja, kinerja dan akuntan pendidik Pendahuluan Penelitian mengenai perilaku akuntan dalam bekerja termasuk dalam cakupan akuntansi perilaku (behaviour accounting). Penelitian selama ini lebih banyak di arahkan kepada akuntan internal diantaranya Muliawan at al., (2009); Kwon dan Banks (2004); Colbert dan Kwon (2000); akuntan publik diantaranya Sudday at al., (2009); Jones at al., (2008); Trisnaningsih (2003); sedangkan penelitian tentang perilaku akuntan pendidik belum banyak tersentuh. Padahal akuntan pendidik adalah akuntan yang mengajar caloncalon akuntan publik dan akuntan internal. Kualitas kedua profesi akuntan ini sangat ditentukan kualitas kinerja akuntan pendidik, atas dasar fenomena tersebut peneliti memandang perlu dilakukan penelitian tentang faktor yang mempengaruhi kinerja akuntan pendidik. Kinerja seseorang dalam suatu bidang banyak dipengaruhi oleh kepuasan orang tersebut terhadap hasil yang ia peroleh dari pekerjanya (Mathie dan Zajac, 1990). Hubungan kepuasan kerja dengan kinerja menjadi perhatian sejarah industri dan pisikogi industri. Kepuasan kerja berpengaruh Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 816

2 signifikan terhadap kinerja (Edward at al., 2008); Ng, dan Sambasivan (2011). Hal sebaliknya di ungkapakan Bowling (2007) bahwa tidak ada hubungan keduanya variabel tersebut. Shaw, at al., (2003) mengemukakan bahwa komitmen organisasi mendahului kepuasan kerja. Komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (Namasivayam dan Zhao, 2007); (Brewer dan Lapopolo 2003). Sebaliknya di temukan oleh Muliawan at al., (2009), kepuasan kerja mendahului variabel komitmen. Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi (Kim dan Brymer 2011); Lu at al., (2007). Lain halnya dengan Kim dan Lee, (2005) mengemukakan bahwa hubungan kausal kedua variabel tersebut resiprokal tanpa ada yang mempengaruhi variabel lainnya secara lebih kuat. Selain komitment organisasi, profesinalisme menjadi elemen motivasi dalam memberikan kontribusi terhadap kinerja ( Hampton dan Hampton, 2004). Beberapa penelitian sebelumnya mengungkapkan profesionalisme mempengaruhi kinerja pada perawat (Cohen dan Kol 2004) dan pendidik yang mempunyai profesinalisme tinggi akan mempunyai kualitas mengajar yang baik (Rizvi dan Elliot, 2005). Profesionalisme dan komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan saling terkait Harrel at al (1996) artinya jika profesionalisme meningkat maka komitmen terhadap organisasi juga meningkat. Profesionalisme berpengaruh signifikan terhadap komitmen Bogler dan Somach (2004). Akan tetapi hal sebaliknya yang ditemukan oleh Pei dan Davis (1989) yang menyimpulkan tidak ada hubungan antara profesionalisme dan komitment organisasi. Adanya kontraksi hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungan profesionalisme, komitment organisasi dan kinerja, memotivati peneliti untuk menghadirkan hasil riset terbaru mengenai hubungan variabel tersebut serta menambah hasil penelitian empirik yang berkaitan dengan behavioral accounting khususnya akuntan pendidik. Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini akan mengkaji permasalahan sebagai berikut : (1) Bagaimana pengaruh profesionalisme terhadap kepuasan kerja, komitmen organisasi dan kinerja akuntan pendidik?; (2) Bagaimana hubungan kepuasan kerja dengan komitmen organisasi akuntan pendidik?; (3) Bagaimana pengaruh profesionalisme, kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja akuntan pendidik? Tinjauan Pustaka Telaah Teori Akuntansi Prilaku (Behavioral Accounting) Konsep perilaku (behavioral concept) pada awalnya merupakan kajian bidang utama dalam psikologi dan sosial psikologi, tetapi faktor-faktor psikologi dan sosial psikologi seperti motivasi, persepsi. sikap dan personalitas sangat relevan dengan bidang akuntansi (Iksan, 2005). Akuntan, peneliti dan ahli manajemen telah mengembangkan faktor-faktor psikologi dan sosial psikologi Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 817

3 termasuk masalah pengendalian. Penelititan ini mengkaji tentang aspek perilaku manuasia seperti profeslonalisme, komitmen organisasi, kepuasan kerja dan keinginan berpindah kerja. Teori Sikap dan Prilaku (Theory Attitudes and Behavioral) Teori sikap dan perilaku dikembangkan oleh Triandis (1971), menyatakan bahwa perilaku ditentukan oloh sikap, aturan-aturan sosial, dan kebiasaan. Sikap menurut Fishbein dan Jazen (1975) menyatakan (1) sikap dapat dipelajari; (2) sikap mendefinisikan predisposisi kita terhadap aspak- aspek yang terjadi di dunia; (3) sikap memberikan dasar perasaan bagi hubungan antara pribadi kita dengan orang lain; (4) sikap diatur dan dekat dengan inti kepribadian. Menurut Robbins (2003) sikap adalah pernyataan evaluatif, baik yang menguntungkan atau tidak menguntungkan tentang obyek, orang, atau peristiwa, Seorang yang profesional akan mempunyal sikap apakah tetap dalam perusahaan atau ke luar dari perusahaan tergantung adanya kepuasan dan kornitmennya, Seorang profesional dengan memiliki kepuasan kerja dan komitmen organisasi yang tinggi pada perusahaan maka keinginan untuk berpindah rendah Profesionalisme Pengertian umum, seseorang dikatakan profesional jika memenuhi tiga kriteria, yaitu mempunyai keahlian untuk melaksanakan tugas sesuai dengan bidangnya, melaksanakan suatu tugas atau profesi dengan menetapkan standar baku di bidang profesi yang bersangkutan dan menjalankan tugas profesinya dengan mematuhi etika profesi yang telah ditetapkan. Profesi dan profesionalisme dapat dibedakan secara konseptual seperti dikemukakan oleh Lekatompessy (2003). Profesi merupakan jenis pekerjaan yang memenuhi beberapa kriteria, sedangkan profesionalisme merupakan suatu atribut individual yang penting tanpa melihat apakah suatu pekerjaan merupakan suatu profesi atau tidak. Seorang akuntan publik yang profesional harus memenuhi tanggung jawabnya terhadap masyarakat, klien termasuk rekan seprofesi untuk berperilaku semestinya. Profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau profesi telah lama mendapat perhatian dari para cendikiawan dan praktisi. Profeslonalisme dilihat dari pengertian bahasanya, bisa mempunyai beberapa makna. Pertama. profesionalisme berarti suatu keahlian, mempunyai kualifikasi tertentu, berpengalaman sesuai dengan bidang keahliannya. Kedua, pengertian profeslonalisme merujuk pada suatu standar pekerjaan yaitu prinsip-prinsip moral dan etika profesi, Ketiga, profesional bararti moral. Lima konsep profeslonalisnie menurut Hall (1968) dalarn Katbers dan Forgaty (1995) yaitu : (1) Hubungan dengan sesama profesi (community affiliation), Elemen ini berkaitan dengan pentingnya menggunakan ikatan profesi sebagai acuan, termasuk didalarnnya organisasi formal dan kelompok-kelompok kolega informal sumber ide utarna pekerjaan; (2) Kebutuhan untuk mandiri (autonomy demand) yaitu suatu pandangan menyatakan seseorang yang profesional harus mampu mernbuat keputusan sendiri tanpa adanya tekanan dari pihak lain (pemerintah, klien, atau yang bukan anggota profesi); (3) Keyakinan terhadap peraturan sandiri/profesi (belief self regulation) maksudnya bahwa yang paling berwenang dalam penilaian pekerjaan profesional adalah rekan sesama protesi. bukan "orang luar' yang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang ilmu Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 818

4 dan pekerjaan mereka; (4) Dedikasi pada profesi (dedication). Elemen ini merupakan pencerminan dari dedikasi professional dengan menggunakan pengetahuan dan kecakapan yang dimiliki untuk tetap teguh dalam melaksanakan pekerjaannya meskipun imbalan ekstrinsik yang diterima dikurangi; (5) Kewaliban sosial (social obligation), Elemen ini menunjukkan pandangan tentang pentingnya profesi serta manfaat yang didapatkan baik oleh masyarakat maupun profesional karena adanya pekerjaan tersebut. Komitmen Organisasi Konsep komitmen organisasi telah didefinisikan dan diukur dengan berbagai cara yang berbeda, Komitmen organisai berhubungan positif dengan kepuasan kerja (Yucel dan Bektas (2012). Robbins (2006) mengemukakan komitmen organisasi merupakan salah satu sikap yang mereffeksikan perasaan suka atau tidak suka terhadap organisasi tempat bekerja. Meyer dan Allen (1993) mengemukakan tiga komponen tentang komitmen organisasi (1). Affective Commitment, terjadi apabila karyawan ingin menjadi bagian dari organisasi karena adanya ikatan emosional (emotional attachment), mau merasa mempunyai nilai sama dengan organisasi, (2). Continuance Commitment, yaitu kemauan individu untuk tetap bertahan dalam organisasi karena tidak menemukan pekerjaan lain atau karena rewards ekonomi tertantu. (3). Normative Commitment timbul dart nilai-nilai karyawan. Karyawan bertahan menjadi anggota organisasi karena ada kesadaran bahwa berkomitmen terhadap organisasi marupakan hal yang mernang seharusnya dilakukan, Kepuasan Kerja Kepuasan kerja merupakan seperangkat perasaan pegawai tentang menyenangkan atau tidak pekerjaan mereka, atau suatu perasaan tidak senang pegawai yang relalif berbeda dari pemikiran obyektif dan keinginan perilaku (Davis at al., dalam Khikmah 2005). Kepuasan kerja mencerminkan kegembiraan atau sikap emosi positif yang berasal dari pengalaman kerja seseorang (Bowling, 2007). Kepuasan kerja merupakan orientasi emosional individu untuk menjalankan peran dan karakteristik pekerjaan rnereka (Lu at all, 2007). Menurut Yamamura, (2004) proses pemikiran seseorang akan mempengaruhi tingkat kepuasan yang dirasakan Kinerja Kinerja diartikan sebagai kesuksesan yang dicapai seseorang melaksanakan suatu pekerjaan. Kesuksesan yang dimaksud tersebut ukurannya tidak dapat disamakan pada semua orang, namun lebih merupakan hasil yang dicapai oleh seseorang menurut ukuran yang berlaku sesuai dengan pekerjaan yang ditekuninya (Chiu dan Chen, 2005). Kinerja berkaitan erat dengan tujuan, sebagai suatu hasil perilaku kerja seseorang (Bowling, 2007). Perilaku kinerja dapat ditelusuri hingga ke faktor-faktor spesifik seperti kemampuan, upaya dan kesulitan tugas (Ngunia et al., 2006). Kinerja sebagai hasil pola tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan sesuai dengan standar Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 819

5 Kerangka Pemikiran Kerangka Pemikiran dapat dilihat pada gambar 1 berikut : Gambar 1 Kerangka Penelitian Hipotesa Hipotesa Penelitian adalah sebagai berikut : H1 Ada pengaruh profesionalisme terhadap komitmen organisasi H2 Ada pengaruh profesionalisme terhadap Kepuasan kerja H3 Ada pengaruh profesionalisme terhadap komitmen organisasi H4 Ada pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja H5 Ada pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah deskriftif survey dan explanatory survey. Tipe investigasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional dan kausalitas, karena menyatakan keterkaitan hubungan sebab akibat antara variabel independen dengan variabel dependen. Dimensi waktu yang digunakan adalah cross sectional yang mencerminkan gambaran dari keadaan pada waktu tertentu. Operasionalisasi variabel merupakan penjabaran variabel penelitian ke dalam dimensi, indikator dan skala pengukuran untuk mempermudah dalam melakukan analisis dan pembahasan dari variabel tersebut. Variabel-variabel tersebut yang menjadi objek dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 1 dibawah : Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 820

6 Tabel 1 Variabel Dimensi Indikator Skala Literatur Profesio Dedikasi pada 1. Senang melihat dekasi rekan kerja Kalbers nalisme profesi (DD) 2. Merasa termotivasi dan 3. Antusias menjalani profesi Fogarty 4. Tetap jadi akuntan pendidik walaupun gaji rendah (1995) (PP) Komitm ent organisa si Kepuasa n Kerja Kewajiban social (KS) 1. Memandang pendidikan suatu hal yang esesial 2. Bangga menjadi akuntan pendidik 3. Senang menjalami profesi sebagai akuntan pendidik 4. Wujud pengabdian pada masyarakat Kompetensi (KP) 1. Jenjang pendidikan 2. Penguasan IT dan Bahasa Asing 3. Keingintahuan tentang issue-isue terbaru 4. Penguasan disiplin ilmunya Affective Commitment (AC) Continuance Commitment (CC) Normative Commitment (NC) 1. Bangga sebagai anggota institusi 2. Peduli dengan nasib institusi 3. Terikat secara emosional 4. Menghabiskan sisa karir 1. Membutuhkan pekerjaan 2. Memerlukan pengorbanan pribadi 3. Sulit mencari pekerjaan lain 4. Sulit meninggalkan institusi 1. Bersifat loyal 2. Perilaku etis 3. Turn over 4. Merasa bijaksana Gaji (GJ) 1. Gaji lebih baik dari institusi lain 2. Gaji sesuai dengan tanggungjawab 3. Memperoleh tunjangan yang memadai Karir (KR) 1. Proses karir yang jelas 2. Peluang untuk meningkatkan karir 3. Aturan jelas tentang peningkatan karir 4. Promosi jabatan tidak pilih kasih Pekerjaan (PK) Rekan kerja (RK) Pimpinan (PP) 1. Merasa puas dengan pekerjaan 2. Lebih puas dari orang lain 3. Lebih menyukai dibanding rekan lainnya 4. Menikmati pekerjaan saat ini 1. Rekan kerja membantu dalam pekerjaan 2. Rekan kerja mengajari dalam hal kerjaan 3. Rekan memberikan semangat 1. Mendengan keluhan 2. Memberikan solusi 3. Memberikan motivasi Nomor 18 Tahun 2007 tentang Guru Meyer dan Allen (1991) Locke dalam Ruby at all. (2012) Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 821

7 Kinerja Akuntan Pendidik Pengajaran (KPJ) Penelitian (KPL) Pengabdian (KPD) 4. Memberikan dukungan sarana dan prasarana 1. Penilaian baik dalam pembelajaran 2. Rata-rata nilai mahasiswa baik 3. Melakukan pengembangan bahan ajar 4. Orasi ilmiah 1. Menghasilkan penelitian 2. Hasil penelitian dipublikasikan 3. Frekuensi penelitian persemester 4. Penelitian di patenkan 1. Melaksanakan pengabdian masyarakat 2. Frekuensi Pengabdian Masyarakat 3. Manfaat pengabdian bagi masyarakat Operasionalisasi variabel ordinal Dikti Pedoman Beban Kerja Dosen 2010 Penelitian ini menggunakan teknik pemilihan sampel berdasarkan purposive sampling, dimana dalam penelitian ini elemen populasi yang dipilih berdasarkan pertimbangan - pertimbangan tertentu. Elemen dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan pertimbangan akuntan pendidik yang mengajar di Universitas Pancasila. Uji Validitas dilakukan dengan maksud untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan dalam kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Pengujian vadilitas instumen dalam penelitian ini menggunakan SPSS 19 for windows.. Hasil Uji validitas menunjukkan bahwa kuesioner valid memiliki t hitung > t tabel, hal ini berarti bahwa seluruh instrument adalah valid (Ghazali, 2005) Pengujian reabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap kuesioner tersebut adalah konsisten dan waktu ke waktu. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini digunakan reliabilitas gabungan (composite realibility). Suatu kuesioner. Kuesioner yang reliabel memiliki Crombach alpha lebih dari 0,6 (Ghazali, 005) Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kuantitatif Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan teknik statistik untuk uji hipotesis. Teknik statistik yang digunakan adalah Partial least Quared (PLS) yang diolah dengan smartpls 2,0. Uji Validitas, (1) Convergent Validity, merupakan pengukuran kesesuaian antara indikator yang ditentukan dalam model sebagai pembentuk variabel laten yang dibangun dalam penelitian. Convergent Validity dari model pengukuran dengan indikator yang bersifat refleksif dapat dilihat dari outer loading factor, yang dicerminkan dari nilai original sample estimate dari tiap indikator pembentuk variabel laten. Nilai outer loading factor indikator sebesar 0,50 dikategorikan valid untuk penelitian tahap awal; (2) Discriminant Validity, Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 822

8 merupakan pengukuran kesesuaian antara indikator yang ditentukan dalam model sebagai pembentuk tiap variabel laten yang dibangun dalam penelitian. Discriminant validity dalam model pengukuran dilakukan dengan mengevaluasi korelasi antara indikator variabel laten terhadap kemungkinan bersinggungan (overlap) dengan variabel laten yang lainnya. Pada model pengukuran ini, nilai korelasi indikator dalam variabel laten yang dibentuk semestinya lebih besar dari pada nilai korelasi terhadap variabel laten lainnya, hal ini dapat dilihat dari nilai cross loading. Pengukuran kedua adalah dengan perbandingan antara besaran loading indikator variabel satu terhadap indikator variabel lain dan dilihat dari perbandingan nilai Average Variance Extracted (AVE) antar variabel laten. Nilai average variance extracted yang mengukur varian di luar kesalahan pengukuran, akan menerima penggunaan konstruk dengan batasan nilai lebih besar dari 0,50. Uji reliabilitas, Uji digunakan untuk mengukur konsistensi internal alat ukur. Uji reliabilitas yang digunakan adalah reliabilitas komposit, merupakan pengukuran internal consistency atau reliabilitas blok indikator dari variabel laten yang dibangun dalam penelitian ini. Evaluasi atas nilai reliabilitas digunakanan cronbachs alpha dan composite reliability. Suatu variabel dikatakan reliable bila nilai cronbachs alpha dan model composite reliability di atas 0,50 Model Struktural Dalam PLS Model struktural dalam PLS disebut dengan inner model yang dievaluasi dengan menggunakan R 2 untuk konstruk dependen (endogen), nilai koefisien path atau t values tiap path untuk uji signifimasi antar konstruk dalam inner model. Nilai R 2 digunakan untuk mengukur tingkat variasi perubahan variabel independen terhadap variabel dependen. Semakin tinggi nilai R 2 berarti semakin baik model prediksi dari model penelitian yang diajukan. Nilai koefisien path atau inner model menunjukkan tingkat signifikansi dalam pengujian hipotesis. Skor koefisien path yang ditunjukkan oleh nilai t statistik dibandingkan dengan nilai t tabel, dan penilaian R 2 (diatas 10 persen) yang mencerminkan kekuatan prediksi dari keseluruhan model (Imam Ghozali, 2009). Uji t sekaligus untuk menguji hipotesa parsila dan nilai R untuk menguji hipotesa simultan Uji Hipotesa Uji hipotesa hipotesa parsial digunakan uji t untuk.. Nilai koefisien path atau inner model menunjukkan tingkat signifikansi dalam pengujian hipotesis. Skor koefisien path yang ditunjukkan oleh nilai t statistik dibandingkan dengan nilai t tabel. Hipotesa diterima jika nilai t hitung lebih besar dari t tabel Hasil dan Pembahasan Uji Validitas Uji ini bertujuan melihat indikator-ndikator yang membentuk variabel laten telah valid atau belum. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu convergent vadility dan dikriminant validity. Hasil uji validitas model dengan convergent vadility tersebut dapat dilihat gambar 1 berikut : Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 823

9 Gambar 1 Hasil Uji Validitas convergent vadility Model Tahap I Gambar 1 memperlihatkan beberapa indikator yang membentuk variabel kontruk masih belum valid karena nilai faktor loading lebih kecil dari 0,5; yaitu NC, PIM, dan PJ. Untuk itu dilakukan uji validitas ulang dengan membuang indikator-indikator tersebut. Hasil Uji tersebut dapat dilihat pada gambar 4.2. Pada gambar ini semua indikator telah memiliki factor loading diatas 0,5 maka seluruh indikator dikatakan valid. Gambar 2 Uji Validitas Model convergent vadility Tahap II Uji Validitas model dengan dikriminat validiy juga menunjukkan semua indikator valid membentuk variabel konstruknya karena memiliki nilai cross loading lebih tinggi membentuk variabel konstruknya dibandingkan dengan variabel konstruk lainnya (lihat tabel 2) Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 824

10 INDIKATOR Tabel 2 Uji Validitas Konstruk Dengan Diskriminat Validity PROFESIO NALISME KOMITMEN ORGANISASI KEPUASAN KERJA KINERJA DD KP KS AC CC GJ KR PRK KNP KNPKM KNPL Uji digunakan untuk mengukur konsistensi internal alat ukur (reliable). Hasil uji menunjukkan seluruh variabel reliable, hal ini dapat dilihat nilai cronbachs alpha di atas semuanya di atas 0,5 (tabel 3). Variabel Tabel 3 Hasil Uji Reabilitas Model AVE Composite Reliability Cronbachs Alpha Communality PROFESIONALISME KOMITMEN ORGANISASI KEPUASAN KERJA KINERJA Hasil uji hipotesa parsial menunjukkan hipotesa H1, H2, H3, dan H6 diterima karena karena nilai t hitung lebih besar dari 1,96 sedangkan hipotesa H4 ditolak (tabel 4). Tabel 4 Hasil Uji Hipotesa (H1,H2,H3,H4 dan H5) PROFESIONALISME KOMITMEN ORGANISASI PROFESIONALISME KEPUASAN KERJA PROFESIONALISME KINERJA Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics ( O/ STERR ) Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 825

11 KOMITMEN ORGANISASI KINERJA KEPUASAN KERJA KINERJA Berdasarkan nilai R 2 (table 5) Variasi nilai biaya keagenan yang diakibatkan variabel monitoring internal dan eksternal sebesar 47,4 % dan sisanya variabel lain di luar penelitian ini. Variasi nilai kebijakan deviden yang diakibatkan variabel monitoring internal, eksternal dan biaya keagenan 16,7 % dan sisanya variabel lain di luar penelitian. Hasil ini sekaligus menunjukkan hipotesa H6 dan H7 diterima. Tabel 5 Nilai R Square R Square KEPUASAN KERJA KINERJA KOMITMEN ORGANISASI Hipotesa H1 diterima artinya ada pengaruh profesionalisme dengan komitmen organisasi. Hasil penelitian mendukung Khimah, (2005); Bogler dan Somach (2004), Evi (2003). Pengaruh tersebut negatif artinya akuntan pendidik yang professional memiliki komitmen rendah terhadap institusinya. Hal dikarena akuntan yang professional merasa dapat dengan mudah pindah profesi menjadi akuntan lain misalnya akuntan internal atau menjadi akuntan publik. Hipotesa H2 diterima ada pengaruh profesionalisme dengan kepuasan kerja. Pengaruh tersebut negatif artinya akuntan pendidik yang professional memiliki kepuasan kerja rendah. Hal ini disebabkab akuntan pendidik yang professional memiliki tuntutan kepuasan kerja tinggi sehingga selalu merasa kurang puas. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Khikmah (2005) yang menyatakan kepuasan kerja rendah akan meningkatkan akuntan untuk pindah kerja. Hipotesa H3 diterima ada pengaruh profesionalisme dengan kinerja. Pengaruh tersebut positif artinya akuntan pendidik yang professional memiliki kinerja yang tinggi. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Cohen dan Kol, 2004 dan Rizvi dan Elliot, Hipotesa H4 ditolak artinya todak ada komitmen dengan kinerja. Hal ini dapat dimengerti karena akuntan merasa dapat dengan mudah pindah profesi menjadi akuntan lain misalnya akuntan internal atau menjadi akuntan publik akuntan sehingga memiliki komitmen rendah dan tentunya tidak mempengaruhi kinerjanya. Hipotesa H5 diterima ada pengaruh kepuasan kerja dengan kinerja. Pengaruh tersebut positif artinya akuntan pendidik yang puas dalam pekerjaannya memiliki kinerja yang tinggi. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Edward at al., 2008); Ng, dan Sambasivan (2011). Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 826

12 Simpulan dan Saran Kesimpulan penelitian sebagai berikut : (1) Hipotesa H1 diterima artinya ada pengaruh profesionalisme dengan komitmen organisasi; (2) Hipotesa H2 diterima ada pengaruh profesionalisme dengan kepuasan kerja; (3) Hipotesa H3 diterima ada pengaruh profesionalisme dengan kinerja; (4) Hipotesa H4 ditolak artinya todak ada komitmen dengan kinerja; (5) Hipotesa H5 diterima ada pengaruh kepuasan kerja dengan kinerja. Masih perlu dilakukan penelitian yang lebih dalam lagi pada faktor-faktor lain dalam mempengaruhi kinerja akuntan pendidik khususnya dalam membentuk tingkat pendidikan, lingkungan kerja, harmonisasi dan gender. Melakukan penelitian pada objek yang lebih luas dari beberapa daerah lain atau universitas lain yang memiliki budaya organisasi serta lingkungan kerja yang berbeda. Menggunakan pengukuran teknik sampel yang lain seperti sampel acak berstrata disproporsional. Dapat menggunakan teknik analisis yang lain dalam menggali lebih dalam tentang kinerja akuntan pendidik. Daftar Pustaka Bogler, Ronit. Anit Somach Influence of teacher emprowerment on teachers' organizational commitment, professional commitment and organizational citizenship behavior in schools. Journal Teaching and Teacher Education. Vol. 20 No. 2, pp: Bowling, Nathan A Is job satisfaction job performance relationship spurious? A meta analytic examination. Journal of Vocational Behavior. Vol. 71. No. 2, pp: Boyt, Thomas E, Robert F Luschh dan Gillian Naylor, The Role of Profesionalism in Determining Job Satisfaction in Profesional Services. Journal of Service Research, Vol.3, No.4,pp Brewer, E., Navenberg Lapopolo Future intention of registered nurses employed in the Western New York Labor Market; Relationship among demographic, economic and attitudinal factors. Journal Applied Nursing Research. No. 16, pp : Chiu, Su-Fen; Chen, Hsiao-Lan Relationship between job characteristic and organizational citizenship behavior : the meditational role of job satisfaction Social Behavior and Personality: an international journal, Volume 33, Number 6, 2005, pp. Chughtai, AA and Zafar,S Antecedents and consequences of organizational commitment among Pakistani university teachers. Applied Human Research Management Research., 11 (1) (2006), pp Cohen, Aaron dan Yardena Kol, Profesionalism and Organizational Citizenship Behavior", Journal of Managerial Psichology, ABVINFORM Global, Vol. 19, No.4,pp Edward, B.D. S. Bell. J.W. Arthur. A.D Decuir Relatinship between facet of job satisfaction and task and contextual performance. Journal Applied phychology. No. 57, pp: Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 827

13 Ikhsan, Arfan dan Ishak Muhammad Akuntansi Keperilakuan. Jakarta: Salemba Empat. Jones, Keith T., Steven Hunt, Clement C. Chen Auditors performance evaluations : An experimental analysis of the task Khikmah, Siti Noor Pengaruh profesionalisme terhadap keinginan berpindah dengan komitmen organisasi dan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Jurnal Maksi, Vol 5. No 2 pp Kim, WG., Leons Y.k. Lee., Effect of service orientation on job satisfaction, organizational commitment and intention of leaving in a causal dining chain restaurant. Journal Hospitality Management. Vol 24. No. 2, pp Kim, Woo Gon., Robert A. Brymer The effect of ethical leadership on manager satisfaction, commitment behavioral outcomer dan firm performance. International Journal of Hospitality Management. Vol. 30. No. 4, pp : Kalbers, L.P dan Timothy J. Forgarty, Profesional and it consequences: a study of internal auditors, auditing. Journal of Practice and Theory (Spring), Vol 14 No.1: Kwon, Ik Whan dan Banks Doyle W., Factors related to the ornizational and professional commimtnet of internal auditors. Managerial auditing journal. Vol 19. No. 5, pp Lekatompessy, J.E. (2003). Hubungan Profesionalisme dengan konsekuensinya: Komitmen Organisasional, Kepuasan Kerja, Prestasi Kerja dan Keinginan Berpindah (Studi Empiris di Lingkungan Akuntan Publik). Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Vol.5, No.1, April, hlm Lu, Kuei Yun., Liang Chih Chang, Ho Lang Wu Relationship between professional commitment, job satisfaction and work stress in Public Healt Nurses in Taiwan. Journal of professional Nursing. Vo. 23. No. 2, pp: Muliawan, Agung D., Peter F. Green., David A. Robb The turnover intentions of information systems auditor. International Journal of Accounting Information System. Vol 10. No. 3 : PP Meyer, J and N. Allen Testing the "side bet theory of organizational commitment : Some methodological considerations, Journal of Applied Psychology 69 : Namasivayam, Karthiak., Xinyuan Zhao An investigation of the moderating effect of organizational commitment on the relationship between work- family conflict and job satisfaction among hospitality employees I India. Journal Torism Management. Vol 28. NO. 25, pp : Ng, Siew Imm. Murali Sambasivan Antecents and outcomers of flight antecedents job satisfaction. Journal of air transport management. Vol 17 No. 5, pp : Ngunia, S, Sleegers, P, Denessen, E. 2006). Transformational and Transactional Leadership Effects on Teachers Job Satisfaction. Organizational Commitment, and Organizational Citizenship Behavior in Primary Schools: Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 828

14 The Tanzanian case School Effectiveness and School Improvement, 17 (2) (2006), pp Ramayah, T dan Aizzat Mohd. Nasurdin, (2003), Job Satisfaction and Organizational Commitment: Differential Effects Ror Men and Women, Jurnal Manajemen dan Bisnis, Vol.5,No.1 : pp Rizvi, Meher dan Bob Elliot, Teachers Perceptions of Their Profesionalism in Government Primary Schhols in Karachi, Pakistan. Australian Teacher Education Association. Vol 13. No. 1 pp Sagie, Abraham dan Moshe Krausz, 2003, What Aspects of The Job Have Most Effect on Nurse, Human Resource Management Journal, ABI/INFORM Global, Vol. 13, No. 1, pp Shafer, William E, L.Jane Park, dan Woody M Liao, 2002, Profesionalism, Organizational-Profesional Conflict and Work Outcomes, Accounting, Auditing dan Accountability Journal, Vol. 15, No. 1, pp Shaw, Jason D., Delery, John E., Abdulla, Mohammed Organizational commitment and performance among guest workers and citizens of an Arab country. Journal of Business Researvh Vol. 56 : p Sudday, Roy., Yves Gedron., Helen Lam The organizational context of profesionalism in accounting. Vol. 34_ Issue 3-4 : pp Trisnaningsih, Sri Pengaruh komitment terhadap kepuasan kerja auditor motivasi sebagai variable intervening (studi empiris pada Kantor Akuntan Publik Sawa Timur). Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 6. No. 2 pp: Yamamura, Jeanne H., Stedhan, Yvonne E., dan Satoh, Michimana Accountants in Japan : culture, organizational factors and job satisfaction. International journal of accounting, auditing and performance evaluation. Vol. 1 No.1 pp Yucel, Ilhami., Bektas, Certin Job satisfaction, organizational commitment and demographic Characteristics among Teachers in Turkey : Younger is Better?. Procedia- Social and behavioral Sciences. Vol 66 PP; Forum Bisnis & Keuangan I, Th halaman 829

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Populasi dan Penentuan Sampel Populasi merupakan keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian penelitian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan

Lebih terperinci

STRUCTURAL EQUATION MODELING - PLS. SPSS for Windows

STRUCTURAL EQUATION MODELING - PLS. SPSS for Windows STRUCTURAL EQUATION MODELING - PLS SPSS for Windows A. PENILAIAN MODEL PENGUKURAN Penilaian model pengukuran dibagi menjadi 2 pengukuran yaitu pengukuran model reflektif dan pengukuran model formatif.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Gagasan pertama berdirinya Rumah Sakit Islam Jakarta, bermula dirasakannya kebutuhan akan pelayanan rumah sakit yang bernafaskan islam.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program S1 Akuntansi di Kota

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program S1 Akuntansi di Kota 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program S1 Akuntansi di Kota Bandarlampung. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling, yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Berdasarkan hipotesis yang diajukan maka selanjutnya perlu merancang penelitian untuk menguji hipotesisinya. Merancang riset berarti menentukan jenis risetnya,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perusahaan, para karyawan merupakan salah satu aset inti yang penting

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perusahaan, para karyawan merupakan salah satu aset inti yang penting 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam perusahaan, para karyawan merupakan salah satu aset inti yang penting untuk melaksanakan kegiatan. Mereka memberi pengaruh besar terhadap kondisi perusahaan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. semua pengguna akhir sistem (end-user) pada Dinas Pendapatan, Pengelola

BAB III METODE PENELITIAN. semua pengguna akhir sistem (end-user) pada Dinas Pendapatan, Pengelola 25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Sumber Data Penelitian ini menggunakan data primer yang merupakan data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber aslinya (Sekaran, 2003). Objek penelitian adalah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Riduwan dan Achmad,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Riduwan dan Achmad, BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Populasi dan Sampel Dalam suatu penelitian, populasi dan sampel digunakan untuk menentukan atau memilih subjek penelitian a. Populasi adalah wilayah generalisasi yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010), penelitian eksplanatori adalah

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010), penelitian eksplanatori adalah BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010), penelitian eksplanatori adalah penelitian

Lebih terperinci

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field study) karena peneliti

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field study) karena peneliti BAB III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Rancangan penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field study) karena peneliti melakukan penelitian langsung ke lapangan untuk memperoleh data dari

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi. Adapun

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi. Adapun BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk mendapatkan

Lebih terperinci

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA CV.

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA CV. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA CV. TIMUR JAYA Irvan Hartanto Program Manajement Bisnis, Universitas Kristen Petra

Lebih terperinci

Analisis Pengaruh Penggunaan Sistem Informasi Pelayanan Cabang Terhadap Kinerja Operasional Karyawan pada PT. Taspen (Persero) Cabang Palembang

Analisis Pengaruh Penggunaan Sistem Informasi Pelayanan Cabang Terhadap Kinerja Operasional Karyawan pada PT. Taspen (Persero) Cabang Palembang 18 ISSN: 2407-1102 Analisis Pengaruh Penggunaan Sistem Informasi Pelayanan Cabang Terhadap Kinerja Operasional Karyawan pada PT. Taspen (Persero) Cabang Palembang Rachman Saputra* 1, Sang Aji 2, Ervi Cofriyanti

Lebih terperinci

D. Statistik Deskriptif. Tabel 5 Statistik Deskriptif Variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional Gaya Kepemimpinan Transformasional.

D. Statistik Deskriptif. Tabel 5 Statistik Deskriptif Variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional Gaya Kepemimpinan Transformasional. 65 D. Statistik Deskriptif Statistik deskritif menunjukkan gambaran umum kecenderungan sampel yang diobservasi. Jawaban dari responden secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 6. Pada Tabel 5 berikut

Lebih terperinci

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVIII Program Studi MMT-ITS, Surabaya 27 Juli 2013

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVIII Program Studi MMT-ITS, Surabaya 27 Juli 2013 PEMODELAN PENGGUNAAN NYATA APLIKASI WEBSITE E-LEARNING OLEH DOSEN DI UA MENGGUNAKAN METODE PARTIAL LEAST SQUARES STRUCTURAL EQUATION MODELING (PLS-SEM) Sulih Priyono dan Sony Sunaryo Program Studi Magister

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik penentuan sampel pada

III. METODE PENELITIAN. meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik penentuan sampel pada III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Tipe Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan

Lebih terperinci

KOMITMEN AFEKTIF DALAM ORGANISASI YANG DIPENGARUHI PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN KEPUASAN KERJA

KOMITMEN AFEKTIF DALAM ORGANISASI YANG DIPENGARUHI PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN KEPUASAN KERJA KOMITMEN AFEKTIF DALAM ORGANISASI YANG DIPENGARUHI PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN KEPUASAN KERJA Sia Tjun Han, Agustinus Nugroho, Endo W. Kartika, dan Thomas S. Kaihatu Program Manajemen Perhotelan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan seseorang dalam suatu bidang pekerjaan banyak ditentukan oleh

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan seseorang dalam suatu bidang pekerjaan banyak ditentukan oleh 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Keberhasilan seseorang dalam suatu bidang pekerjaan banyak ditentukan oleh berbagai hal, diantaranya komitmen, profesionalisme, dan tingkat kompetensi

Lebih terperinci

KUESIONER PENELITIAN

KUESIONER PENELITIAN Lampiran Lampiran 1. Kuesioer penelitian KUESIONER PENELITIAN No responden : Tanggal Pengisian : ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI PEGAWAI PADA BALAI

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. mencapai tujuan penelitian. Pembahasan diawali dengan menjelaskan rancangan

BAB IV METODE PENELITIAN. mencapai tujuan penelitian. Pembahasan diawali dengan menjelaskan rancangan BAB IV METODE PENELITIAN Bab IV menjelaskan mengenai metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Pembahasan diawali dengan menjelaskan rancangan penelitian, tempat dan waktu penelitian,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun pengertian dari objek penelitian menurut Sugiyono (2010:13) adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun pengertian dari objek penelitian menurut Sugiyono (2010:13) adalah BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Obyek Penelitian Objek penelitian merupakan vaiabel-variabel yang menjadi perhatian peneliti. Adapun pengertian dari objek penelitian menurut Sugiyono (2010:13) adalah sebagai

Lebih terperinci

Faktor-faktor Kepuasan Kerja yang Berpengaruh Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan Eselon V PT. Pindad (Persero) *

Faktor-faktor Kepuasan Kerja yang Berpengaruh Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan Eselon V PT. Pindad (Persero) * Reka Integra ISSN: 2338-5081 Teknik Industri Itenas No.1 Vol.1 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli 2013 Faktor-faktor Kepuasan Kerja yang Berpengaruh Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan Eselon

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan pengertian objek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:38)

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan pengertian objek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:38) BAB III METODE PENELITIAN.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Dengan pengertian objek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (01:8) bahwa Objek penelitian

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 30 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Menurut Sugiyono (2012:2), metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditentukan, dibuktikan, dan dikembangkan

Lebih terperinci

Yemima Vania Susanto Manajemen Perhotelan, Universitas Kristen Petra, Surabaya, Indonesia

Yemima Vania Susanto Manajemen Perhotelan, Universitas Kristen Petra, Surabaya, Indonesia ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN TERHADAP TERJADINYA ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) DI RESTORAN HACHI-HACHI TUNJUNGAN PLAZA SURABAYA Yemima Vania Susanto Manajemen

Lebih terperinci

Keywords: Independence, Audit Structure, Organizational Commitment, Professional Commitment,

Keywords: Independence, Audit Structure, Organizational Commitment, Professional Commitment, ANALISIS PENGARUH INDEPENDENSI, STRUKTUR AUDIT, KOMITMEN ORGANISASI, KOMITMEN PROFESIONAL DAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KINERJA AUDITOR (Survey Pada Kantor Akuntan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. teori yang digunakan harus mampu mencapai maksud penelitian. Teori utama

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. teori yang digunakan harus mampu mencapai maksud penelitian. Teori utama BAB II TINJAUAN PUSTAKA Suatu teori dalam penelitian memegang peranan penting yang berfungsi untuk merumuskan hipotesis dan menjelaskan suatu fenomena. Oleh sebab itu, teori yang digunakan harus mampu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam semua area profesi akuntansi Louwers et al. dalam (Husein, 2004). Profesi

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam semua area profesi akuntansi Louwers et al. dalam (Husein, 2004). Profesi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini banyak masalah yang terjadi pada berbagai kasus bisnis yang melibatkan profesi akuntan. Sorotan yang diberikan kepada profesi ini disebabkan oleh

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi pada penelitian ini adalah semua pimpinan di lingkungan Satuan Kerja

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi pada penelitian ini adalah semua pimpinan di lingkungan Satuan Kerja 22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan sampel Populasi pada penelitian ini adalah semua pimpinan di lingkungan Satuan Kerja Pengelola Daerah (SKPD) Kota Bandarlampung. Sampel diambil dengan

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menganalisis pengaruh faktor-faktor seperti anggaran berbasis kinerja, transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan internal yang mempengaruhi

Lebih terperinci

PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA DOSEN MELALUI KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL

PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA DOSEN MELALUI KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA DOSEN MELALUI KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL (Studi pada Dosen Universitas Sultan Fatah Demak) Oleh : Muhammad Amri*) Abstraksi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Standar Auditing (PSAP No. 01; 2011) dan Kode Etik Akuntan Indonesia.

BAB II LANDASAN TEORI. Standar Auditing (PSAP No. 01; 2011) dan Kode Etik Akuntan Indonesia. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Standar Auditing Dalam melakukan tugasnya, auditor harus mengikuti aturan yang berlaku yaitu Standar Auditing (PSAP No. 01; 2011) dan Kode Etik Akuntan Indonesia. Standar auditing

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan jumlah keseluruhan sampel kurang dari 100. Dikarenakan penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan jumlah keseluruhan sampel kurang dari 100. Dikarenakan penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah Bank Syaraiah Mandiri KCP Wirobrajan, Yogyakarta. Sedangkan untuk subjek penelitian adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di KAP berlokasi di Surakarta dan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di KAP berlokasi di Surakarta dan 31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di KAP berlokasi di Surakarta dan Yogyakarta dengan menggunakan responden seluruh auditor yang terdapat dalam KAP dari

Lebih terperinci

Jurnal Akuntansi Indonesia, Vol. 3 No. 2 Juli 2013, Hal JURNAL AKUNTANSI INDONESIA

Jurnal Akuntansi Indonesia, Vol. 3 No. 2 Juli 2013, Hal JURNAL AKUNTANSI INDONESIA Jurnal Akuntansi Indonesia, Vol. 3 No. 2 Juli 2013, Hal. 147-156 JURNAL AKUNTANSI INDONESIA TERHADAP ETIKA BISNIS DAN ETIKA PROFESI AKUNTAN Abstraksi Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi akuntan

Lebih terperinci

PERSEPSI AUDITOR MENGENAI PENGARUH KEAHLIAN, KECERMATAN PROFESIONAL DAN KEPATUHAN PADA KODE ETIK TERHADAP TINGKAT KINERJA AUDITOR

PERSEPSI AUDITOR MENGENAI PENGARUH KEAHLIAN, KECERMATAN PROFESIONAL DAN KEPATUHAN PADA KODE ETIK TERHADAP TINGKAT KINERJA AUDITOR PERSEPSI AUDITOR MENGENAI PENGARUH KEAHLIAN, KECERMATAN PROFESIONAL DAN KEPATUHAN PADA KODE ETIK TERHADAP TINGKAT KINERJA AUDITOR Maretha No. Hp : 081298286068 Email : chen_thatha@yahoo.com (Maretha, Hidayatullah,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel penelitian, Definisi Operasional dan pengukuran Variabel 3.1.1 Variabel penelitian Ada dua jenis variabel utama dalam penelitian ini, yaitu variabel terikat (dependent

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Modal manusia merupakan aset yang penting dan perlu dikelola secara profesional karena setiap organisasi mengharapkan sumber daya manusia yang kompeten, loyal, dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam perkembangan organisasi. Kualitas kinerja yang baik tidak dapat diperoleh

BAB I PENDAHULUAN. dalam perkembangan organisasi. Kualitas kinerja yang baik tidak dapat diperoleh BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan dan kemajuan suatu organisasi sangatlah penting di dalam era globalisasi dewasa ini, di mana kualitas kinerja sumber daya manusia berpengaruh

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research.

III. METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research. III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research. Menurut Singarimbun (1995) explanatory research yaitu penelitian yang ditunjukan

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode penelitian kuantitatif

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian 30 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Metode Deskriptif Verifikatif Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perusahaan merupakan suatu tempat berlangsungnya kegiatan operasi yang terdiri atas bagian di dalamnya, yaitu tenaga kerja dan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Menurut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam

BAB I PENDAHULUAN. individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif ekspalanatori yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antar variabel. Pendekatan ini dipilih karena penelitian

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA PERUMAHAN SKALA KECIL DI SURABAYA DAN SEKITARNYA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA PERUMAHAN SKALA KECIL DI SURABAYA DAN SEKITARNYA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA PERUMAHAN SKALA KECIL DI SURABAYA DAN SEKITARNYA William Gosal 1, Kevin Setiawan 2, Herry Pintardi Chandra 3 ABSTRAK : Tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan beserta definisi operasionalnya adalah sebagai berikut : 1. Variabel Independen atau Variabel Bebas (X)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan beserta definisi operasionalnya adalah sebagai berikut : 1. Variabel Independen atau Variabel Bebas (X) 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian Variabel adalah apapun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai (Uma Sekaran, 2006). Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan

Lebih terperinci

Analisis Penerimaan Layanan E-Filing Dalam Pelaporan SPT Tahunan Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (Tam) 2 Di KPP Pratama Surakarta

Analisis Penerimaan Layanan E-Filing Dalam Pelaporan SPT Tahunan Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (Tam) 2 Di KPP Pratama Surakarta Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Terapan (SEMANTIK) 2015 361 Analisis Penerimaan Layanan E-Filing Dalam Pelaporan SPT Tahunan Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (Tam)

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya 44 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Pada Bandung. Dalam penelitian ini terdapat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. modal dasar pembangunan nasional. Dengan kata lain manusia adalah unsur kerja

BAB 1 PENDAHULUAN. modal dasar pembangunan nasional. Dengan kata lain manusia adalah unsur kerja 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Potensi sumber daya manusia pada hakekatnya merupakan salah satu modal dasar pembangunan nasional. Dengan kata lain manusia adalah unsur kerja yang terpenting

Lebih terperinci

ANALISIS KESUKSESAN SISTEM BIMBINGAN ONLINE STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

ANALISIS KESUKSESAN SISTEM BIMBINGAN ONLINE STMIK AMIKOM YOGYAKARTA ANALISIS KESUKSESAN SISTEM BIMBINGAN ONLINE STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Ike Verawati 1, Wing Wahyu Winarno 2, Andi Sunyoto 3 1,2,3 Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta E-mail: 1 ike.verawati@gmail.com,

Lebih terperinci

KEPERCAYAAN SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR KEPUASAN KERJA UNTUK MENCAPAI KEBERHASILAN PROYEK PERUMAHAN

KEPERCAYAAN SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR KEPUASAN KERJA UNTUK MENCAPAI KEBERHASILAN PROYEK PERUMAHAN KEPERCAYAAN SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR KEPUASAN KERJA UNTUK MENCAPAI KEBERHASILAN PROYEK PERUMAHAN Michael Prayitno Ondy 1, James Wijaya Oei 2, Herry Pintardi Chandra 3 ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

: NINDYA ARI MURTI (B )

: NINDYA ARI MURTI (B ) KEPUASAN KERJA AUDITOR PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DILIHAT DARI KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN KOMITMEN PROFESIONAL DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Nasional (BNN) Kota Malang JL. Mayjen Sungkono No 55 Malang.

BAB III METODE PENELITIAN. Nasional (BNN) Kota Malang JL. Mayjen Sungkono No 55 Malang. 57 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan pada Instansi Non Kementrian Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang JL. Mayjen Sungkono No 55 Malang. 3.2. Jenis dan Pendekatan

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini akan mengukur dan menganalisis pengaruh kompetensi SDM, penerapan SPIP, dan SAP terhadap kualitas LKPD, sehingga peneliti menetapkan jenis

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Penentuan Lokasi Penelitian Penulis akan melakukan penelitian di Laboratorium Klinik Prodia Cepu. Ada beberapa pertimbangan yaitu terkait dengan waktu, akses informasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA

BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Bab ini akan menyajikan data data yang telah peneliti dapatkan dari para responden. Data tersebut kemudian diolah dengan bantuan program SPSS 15.0 for Windows. Hasil

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. VAHU, STVA, dan VACA untuk periode pengamatan tahun 2013 sampai. Tabel 4.1.

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. VAHU, STVA, dan VACA untuk periode pengamatan tahun 2013 sampai. Tabel 4.1. BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Tabel dibawah ini menunjukkan statistic descriptive dari variabel independen VAIC TM dan indikator indikator yang membentuknya, yaitu VAHU, STVA,

Lebih terperinci

PENGARUH KEPUASAN KERJA, KINERJA, SIKAP TERHADAP PEKERJAAN DAN KOMITMEN ORGANISASI DI PT. SEPANJANG BAUT SEJAHTERA KOTA SURABAYA.

PENGARUH KEPUASAN KERJA, KINERJA, SIKAP TERHADAP PEKERJAAN DAN KOMITMEN ORGANISASI DI PT. SEPANJANG BAUT SEJAHTERA KOTA SURABAYA. PENGARUH KEPUASAN KERJA, KINERJA, SIKAP TERHADAP PEKERJAAN DAN KOMITMEN ORGANISASI DI PT. SEPANJANG BAUT SEJAHTERA KOTA SURABAYA. DEBBY CHINTHIA T sugarmocien@yahoo.com ABSTRACT This study aimed to clarify

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan penelitian asosiatif.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan penelitian asosiatif. 42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode yang Digunakan Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan penelitian asosiatif. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mendefinisikan nilai dari variaelvariabel

Lebih terperinci

Perpustakaan Unika LAMPIRAN

Perpustakaan Unika LAMPIRAN LAMPIRAN IDENTITAS 1. Nomor :... 2. Jenis Kelamin :... 3. Usia :... tahun 4. Status marital : Single / Menikah 5. Pendidikan : (... ) SMA / Sederajat (... ) Diplomat (... ) S1 (... ) S2 (... ) S3 6. Posisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pencapaian tujuan tersebut, perusahaan membutuhkan tenaga-tenaga

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pencapaian tujuan tersebut, perusahaan membutuhkan tenaga-tenaga 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan memiliki tujuan atau target tertentu yang hendak dicapai. Dalam pencapaian tujuan tersebut, perusahaan membutuhkan tenaga-tenaga profesional

Lebih terperinci

1. Pendahuluan PENERAPAN METODE WEBQUAL DALAM PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN WEBSITE PERGURUAN TINGGI

1. Pendahuluan PENERAPAN METODE WEBQUAL DALAM PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN WEBSITE PERGURUAN TINGGI Prosiding SnaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN 2089-3582 EISSN 2303-2480 PENERAPAN METODE WEBQUAL DALAM PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN WEBSITE PERGURUAN TINGGI 1 Siti Sa uda, dan 2 Nyimas Sopiah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN - Desain Penelitian Desain penelitian adalah kerangka kerja atau rencana untuk mengumpulkan, mengukur, dan menganalisis data Donald R. Copper dan C. William Emory (2002, p122).

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 41 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dimana data yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Objek Penelitian Objek penelitian adalah variable penelitian atau sesuatu yang merupakan inti problematika penelitian yaitu pengaruh marketing, pelayanan costumer service,

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN 63 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak/pengaruh variabel (independent variable/variabel laten eksogen) terhadap variabel tertentu (dependent variabel/variabel

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESUKSESAN IMPLEMENTASI SISDM BPK RI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESUKSESAN IMPLEMENTASI SISDM BPK RI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESUKSESAN IMPLEMENTASI SISDM BPK RI Bismark Noor Kuddusˡ, Achmad Djunaedi², Warsun Najib³ 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari keseluruhan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab 4 sebelum ini, maka peneliti dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Pelatihan

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN A. KERANGKA PEMIKIRAN Dalam suatu organisasi atau perusahaan, faktor sumberdaya manusia memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan organisasiuntuk mencapai berbagai

Lebih terperinci

Pengaruh Keterlibatan Kerja Terhadap Kinerja Dengan Dimediasi Oleh Komitmen Organisasional Pada Karyawan Pt. Sekar Laut Di Surabaya

Pengaruh Keterlibatan Kerja Terhadap Kinerja Dengan Dimediasi Oleh Komitmen Organisasional Pada Karyawan Pt. Sekar Laut Di Surabaya Pengaruh Keterlibatan Kerja Terhadap Kinerja Dengan Dimediasi Oleh Komitmen Organisasional Pada Karyawan Pt. Sekar Laut Di Surabaya Sean Wijaya 3103008277 seanwijaya@yahoo.com ABSTRACT To be able to survive

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN. Nasabah pada Studi kasus BCA KCP Glodok Plaza.Analisis yang akan disajikan terdiri

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN. Nasabah pada Studi kasus BCA KCP Glodok Plaza.Analisis yang akan disajikan terdiri BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas hasil penelitian dan analisa yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan dan Implikasinya Terhadap Loyalitas

Lebih terperinci

Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE), Maret 2008, Hal ISSN:

Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE), Maret 2008, Hal ISSN: Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE), Maret 2008, Hal. 80 90 ISSN: 1412-3126 Vol. 15, No.1 PENGARUH KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN PROFESIONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA AUDITOR DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memperluas jaringannya. Setiap perusahaan bersaing untuk memperoleh tingkat

BAB I PENDAHULUAN. memperluas jaringannya. Setiap perusahaan bersaing untuk memperoleh tingkat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini banyak perusahaan-perusahaan yang berdiri dan semakin memperluas jaringannya. Setiap perusahaan bersaing untuk memperoleh tingkat penjualan produk dan jasanya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Karakteristik Responden Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah sebanyak 30 responden, yaitu auditor yang bekerja pada tujuh kantor

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. variabel yang hendak diteliti. Adapun variabel tersebut yaitu :

BAB III METODE PENELITIAN. variabel yang hendak diteliti. Adapun variabel tersebut yaitu : BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Definisi Operasional Definisi operasional variabel merupakan penjelasan secara singkat tentang variabel yang hendak diteliti. Adapun variabel tersebut yaitu : a. Koperasi

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN BAB III METODELOGI PENELITIAN Pada bab ini, menjelaskan langkah-langkah yang digunakan untuk membahas permasalahan yang diambil dalam penelitian. Selain itu, dibagian ini juga dijelaskan mengenai alat

Lebih terperinci

MODEL KESUKSESAN SISTEM INFORMASI DELONE DAN MCLEAN UNTUK EVALUASI SISTEM INFORMASI POS PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) DIVISI REGIONAL VI SEMARANG

MODEL KESUKSESAN SISTEM INFORMASI DELONE DAN MCLEAN UNTUK EVALUASI SISTEM INFORMASI POS PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) DIVISI REGIONAL VI SEMARANG INFOKAM No. II Th. XII/SEPTEMBER/2016 13 MODEL KESUKSESAN SISTEM INFORMASI DELONE DAN MCLEAN UNTUK EVALUASI SISTEM INFORMASI POS PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) DIVISI REGIONAL VI SEMARANG Kenti Yuliana

Lebih terperinci

PENGARUH KEADILAN PROSEDUR EVALUASI TERHADAP ORGANIZATIONAL COMMITMENT DIMEDIASI OLEH KEADILAN DISTRIBUTIF, KEPUASAN KERJA DAN KEPERCAYAAN PADA ATASAN

PENGARUH KEADILAN PROSEDUR EVALUASI TERHADAP ORGANIZATIONAL COMMITMENT DIMEDIASI OLEH KEADILAN DISTRIBUTIF, KEPUASAN KERJA DAN KEPERCAYAAN PADA ATASAN AKUNTABILITAS Vol. VIII No. 3, Desember 2015 P-ISSN : 1979-858X Halaman 207 224 PENGARUH KEADILAN PROSEDUR EVALUASI TERHADAP ORGANIZATIONAL COMMITMENT DIMEDIASI OLEH KEADILAN DISTRIBUTIF, KEPUASAN KERJA

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori Landasan teori adalah teori-teori yang relevan dan dapat digunakan untuk menjelaskan variabel-variabel penelitian. Landasan teori ini juga

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada riset sumber daya manusia (SDM), yang dikemukakan oleh Oei (2010: 26)

BAB III METODE PENELITIAN. Pada riset sumber daya manusia (SDM), yang dikemukakan oleh Oei (2010: 26) BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Pada riset sumber daya manusia (SDM), yang dikemukakan oleh Oei (2010: 26) penelitian ini termasuk kategori penelitian kausal, yaitu merupakan desain penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. restrukturisasi organisasi agar lebih fleksibel dan adaptif dalam mensikapi

BAB I PENDAHULUAN. restrukturisasi organisasi agar lebih fleksibel dan adaptif dalam mensikapi 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sekarang ini Indonesia masih dalam kondisi yang krisis, tuntutan kesiapan organisasi bisnis Indonesia terhadap persaingan pasar bebas dan tuntutan terhadap

Lebih terperinci

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA AUDITOR MANAJEMEN

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA AUDITOR MANAJEMEN PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA AUDITOR MANAJEMEN Abdul Halim Utama 1 Benyamin Eliezer Pascareno Simanjuntak 2 Dian Febriyanto Putra 3 1,2,3 Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan responden (sampel)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan responden (sampel) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Pengumpulan data pada penelitian dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner seluruh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berada di Wilayah Surakarta

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan sebuah perusahaan bukan hanya tergantung dari permodalan secara

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan sebuah perusahaan bukan hanya tergantung dari permodalan secara 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Keberhasilan sebuah perusahaan bukan hanya tergantung dari permodalan secara riil yaitu berbentuk uang, namun salah satu hal yang juga berpengaruh adalah sumber

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di daerah Jakarta Barat, di salah satu perusahaan garment yaitu di PT Anugraha Wening Caranadwaya. Perusahaan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Definisi operasional pada penelitian ini mencakup semua variabel yang

III. METODE PENELITIAN. Definisi operasional pada penelitian ini mencakup semua variabel yang 35 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Definisi operasional pada penelitian ini mencakup semua variabel yang digunakan untuk mendapatkan data yang akan dianalisis dan diuji

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. seluler As pada mahasiswa Universitas Muria Kudus yang dijadikan penelitian,

BAB III METODE PENELITIAN. seluler As pada mahasiswa Universitas Muria Kudus yang dijadikan penelitian, 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Yang menjadi obyek penelitian adalah para konsumen yang membeli produk seluler As pada mahasiswa Universitas Muria Kudus yang dijadikan penelitian,

Lebih terperinci

Eka Susila Anggraeni 1), Dr. Ir. Imam Santoso, MP. 2), Dhita Morita Ikasari STP, MP. 2)

Eka Susila Anggraeni 1), Dr. Ir. Imam Santoso, MP. 2), Dhita Morita Ikasari STP, MP. 2) ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PROSES ADOPSI TEKNOLOGI PADA INDUSTRI KECIL KERUPUK SINGKONG DENGAN MENGGUNAKAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE (Studi Kasus Pada Industri Kecil Kerupuk Singkong

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TURNOVER INTENTION (KEINGINAN BERPINDAH) KARYAWAN PADA PERUSAHAN JASA KONSTRUKSI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TURNOVER INTENTION (KEINGINAN BERPINDAH) KARYAWAN PADA PERUSAHAN JASA KONSTRUKSI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TURNOVER INTENTION (KEINGINAN BERPINDAH) KARYAWAN PADA PERUSAHAN JASA KONSTRUKSI Ana Sri Wahyuni *1, Yulvi Zaika 2, Ruslin Anwar 2 1 Mahasiswa / Program Magister

Lebih terperinci

PENGARUH KOMITMEN, MOTIVASI, KOMPLEKSITAS TUGAS DAN BUDAYA SUPORTIF TERHADAP KEPUASAN KERJA

PENGARUH KOMITMEN, MOTIVASI, KOMPLEKSITAS TUGAS DAN BUDAYA SUPORTIF TERHADAP KEPUASAN KERJA PENGARUH KOMITMEN, MOTIVASI, KOMPLEKSITAS TUGAS DAN BUDAYA SUPORTIF TERHADAP KEPUASAN KERJA ARYA PRADIPTA STIE Trisakti arya@stietrisakti.ac.id Abstract: The objective of this study is to get an empirically

Lebih terperinci

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian 106 Lampiran 1. Kuesioner Penelitian 106 107 Yogyakarta, 18 Juni 2012 Kepada Yth : Responden Di tempat Bersama ini saya : Nama : Nugraha Agung Eka Putra NIM : 08412144023 Status : Mahasiswa Strata 1 (S-1),

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan jumlah akuntan publik 1016 orang. Jumlah ini meningkat pesat

BAB I PENDAHULUAN. dengan jumlah akuntan publik 1016 orang. Jumlah ini meningkat pesat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini, perkembangan KAP (Kantor Akuntan Publik) meningkat pesat. Hal ini diperkuat dari penghitungan yang dilakukan IAPI (Ikatan Akuntan Publik Indonesia) pada

Lebih terperinci

Proceeding Call For Paper ISBN:

Proceeding Call For Paper ISBN: PENGGUNAAN ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODELLING (SEM) DALAM MENGIDENTIKASI PENGARUH VARIABEL MODERASI STRUKTUR DESENTRALISASI TERHADAP HUBUNGAN PARTISPASI DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN DAN KINERJA MANAJERIAL

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat PT. PLN (Persero) Berawal di akhir abad ke 19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Jenis/Desain Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Jadi ada empat kata kunci yang perlu

Lebih terperinci

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja dan Turn Over Intention Karyawan Usaha Kecil Menengah

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja dan Turn Over Intention Karyawan Usaha Kecil Menengah Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja dan Turn Over Intention Karyawan Usaha Kecil Menengah Ronald Sukwadi 1, Milkha Meliana 2 1,2 Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Industri, Universitas Katolik Indonesia

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. yang diperoleh dari penelitian itu adalah data empiris (teramati) yang mempunyai

BAB IV METODE PENELITIAN. yang diperoleh dari penelitian itu adalah data empiris (teramati) yang mempunyai 29 BAB IV METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan,yaitu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat ditentukan oleh keberhasilan para karyawan dalam melaksanakan tugas tugasnya. Para

Lebih terperinci

horizon penelitian ini yaitu cross sectional, di mana informasi yang didapat hanya

horizon penelitian ini yaitu cross sectional, di mana informasi yang didapat hanya BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan penelitian asosiatif. Menurut Sugiyono (2007, p.11) mengatakan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian

Lebih terperinci