PARTAI POLITIK PERSATUAN PEMBANGUNAN DEWAN PIMPINAN CABANG KOTA CIREBON DAFTAR LAPORAN PENERIMAAN SUMBANGAN DANA KAMPANYE PERIODE I

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PARTAI POLITIK PERSATUAN PEMBANGUNAN DEWAN PIMPINAN CABANG KOTA CIREBON DAFTAR LAPORAN PENERIMAAN SUMBANGAN DANA KAMPANYE PERIODE I"

Transkripsi

1 PARTAI POLITIK PERSATUAN PEMBANGUNAN DEWAN PIMPINAN CABANG KOTA CIREBON DAFTAR LAPORAN PENERIMAAN SUMBANGAN DANA KAMPANYE PERIODE I NO ASAL SUMBANGAN DANA KAMPANYE BENTUK SUMBANGAN DANA KAMPANYE UANG 4 BARANG 5 JASA 6 (.) (.) 5a (Unit) 5b (.) 6a (Bentuk) 6b JUMLAH (.) 7 KET 8 1. Partai Politik 9 nihil nihil nihil nihil nihil nihil - 2. Calon Anggota Legislatif 10 a. Daerah Pemilihan : 1 (satu) Nama Calon : AGUS DARYANTO nihil nihil nihil nihil Nama Calon : Drs. DJOKO unit motor nihil nihil Nama Calon : SUSI BRIGIDAWATI nihil nihil nihil nihil Nama Calon : TAUFIK unit motor nihil nihil unit mobil 1 unit laptop 5) Nomor Urut : 5 Nama Calon : MOH. THOYIB nihil nihil nihil nihil Nama Calon : SITI AMINAH nihil nihil nihil nihil nihil nihil - 7) Nomor Urut : 7

2 Nama Calon : ISMAIL unit mobil nihil nihil 28 - Nama Calon : SAUDAH KURIA nihil nihil nihil nihil Nama Calon : MUGI WAHYUDIN unit motor nihil nihil Nama Calon : FIRMAN NUGRAHA nihil nihil nihil nihil Nama Calon : S. SUWADINATA nihil nihil nihil nihil nihil nihil - 12) Nomor Urut : 12 Nama Calon : ELSYE SUNDARI unit motor nihil nihil b. Daerah Pemilihan : 2 (dua) Nama Calon : NANI HARYATI nihil nihil nihil nihil Nama Calon : NANA SUPRIANA nihil nihil nihil nihil nihil nihil - Nama Calon : DEWI MUTIARA unit motor nihil nihil Nama Calon : SUYANA nihil nihil nihil nihil nihil nihil - 5) Nomor Urut : 5 Nama Calon : YUDIHARDIANSYAH nihil nihil nihil nihil nihil nihil - Nama Calon : NANANG GUNAWAN unit motor nihil nihil

3 7) Nomor Urut : 7 Nama Calon : SUPAMI nihil nihil nihil nihil Nama Calon : SUTRISNO unit motor nihil nihil Nama Calon : LAELA FAJRIANI SE unit motor nihil nihil Nama Calon : TRYDAROJI unit motor nihil nihil Nama Calon : NUR BUDIMAN unit motor nihil nihil ) Nomor Urut : unit mobil Nama Calon : ABDUL MUCHLIS unit motor nihil nihil 12 - c. Daerah Pemilihan : 3 (TIGA) Nama Calon : NURHASYIM 2 nihil nihil nihil nihil 2 - Nama Calon : MUSTOFA RIDWAN unit motor nihil nihil 4 - Nama Calon : Hj. YAYAH SRI HENDIANI nihil nihil nihil nihil nihil nihil - Nama Calon : YANI BADARUDDIN unit motor nihil nihil

4 5) Nomor Urut : 5 Nama Calon : ANITA TRIHANDAYANI nihil nihil nihil nihil Nama Calon : ENGKOS KOSTARAM nihil nihil nihil nihil nihil nihil - 7) Nomor Urut : 7 Nama Calon : Ir. MOH. RUSYANTO motor nihil nihil Nama Calon : NURHADI unit motor nihil nihil printer Nama Calon : PEPEN SUPENDI nihil nihil nihil nihil nihil nihil - Nama Calon : YESSY ANDAYANI nihil nihil nihil nihil - 3. Sumbangan Perseorangan 11 a. Nama Penyumbang :... Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil - Alamat Penyumbang : Sumbangan Kelompok 12 a. Nama Kelompok :... Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil - Alamat Kelompok : Sumbangan Badan Usaha 13 a. Nama Badan Usaha :... Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil TOTAL KETUA UMUM, Cirebon, 27 Desember 2013 BENDAHARA UMUM, 4

5 AGUS DARYANTO H. TOIF RAMLIGAR Keterangan : 1. Diisi nama Partai Politik Peserta Pemilu 2014 yang melaporkan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye. 2. Dipilih salah satu tingkatan Partai Politik Peserta Pemilu yang melaporkan Dana Kampanye. 3. Dipilih periode Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye. 4. Diisi dengan total penerimaan sumbangan dana kampanye yang berupa uang dalam bentuk mata uang Rupiah. Apabila terdapat mata uang lain, maka disajikan dalam bentuk konversi mata uang tersebut ke dalam mata uang Rupiah dengan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal transaksi. 5. Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye yang berbentuk barang : a. Diisi dengan jumlah penerimaan sumbangan dana kampanye dengan nilai Rupiah yang merupakan hasil konversi barang ke dalam nilai Rupiah berdasarkan harga pasar. b. Diisi dengan jumlah satuan unit sumbangan berupa barang yang diterima. 6. Penerimaan Sumbangan dana kampanye yang berbentuk jasa : a. Diisi dengan jumlah penerimaan sumbangan dana kampanye dengan nilai Rupiah yang merupakan hasil konversi jasa ke dalam nilai Rupiah berdasarkan harga pasar. b. Diisi dengan bentuk sumbangan berupa jasa yang diterima. 7. Diisi dengan jumlah penerimaan sumbangan dana kampanye dengan nilai Rupiah (merupakan hasil penjumlahan tiap baris pada kolom 4 + 5a + 6a) 8. Diisi dengan hal-hal lain yang perlu dijelaskan, seperti rincian jumlah unit pada kolom barang dan jasa. 9. Diisi dengan tingkatan Partai Politik Peserta Pemilu 2014, misalnya DPP/DPD/DPW/DPC atau sebutan lainnya yang sumber dananya berasal dari rekening Partai Politik. 10. Diisi dengan identitas penyumbang Calon Anggota Legislatif, dikelompokkan berdasarkan daerah pemilihan dan diisi dengan. nomor urut dan nama Calon Anggota Legislatif. 11. Diisi dengan identitas penyumbang perseorangan sebagaimana Formulir Model DK1-PARPOL, yaitu nama dan alamat penyumbang perseorangan. 12. Diisi dengan identitas penyumbang kelompok sebagaimana Formulir Model DK3-PARPOL, yaitu nama dan alamat penyumbang kelompok. 13. Diisi dengan identitas penyumbang badan usaha sebagaimana Formulir Model DK5-PARPOL, yaitu nama dan alamat penyumbang badan usaha. 14. Diisi dengan total keseluruhan penerimaan sumbangan dana kampanye yang diterima Partai Politik Peserta Pemilu

Bentuk Sumbangan Dana Kampanye JUMLAH Uang. Barang Jasa KET. ( Rp ) ( Rp ) ( Unit ) ( Rp ) ( Bentuk ) ( Rp )

Bentuk Sumbangan Dana Kampanye JUMLAH Uang. Barang Jasa KET. ( Rp ) ( Rp ) ( Unit ) ( Rp ) ( Bentuk ) ( Rp ) PARTAI POLITIK GERINDRA DEWAN PIMPINAN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT DAFTAR PENERIMAAN SUMBANGAN DANA KAMPANYE Periode tanggal 26 Desember 2013 sampai 28 Februari 2014 No. ASAL SUMBANGAN DANA KAMPANYE Bentuk

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTAN INDEPENDEN TERHADAP LAPORAN HASIL AUDIT LAPORAN DANA KAMPANYE PESERTA PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROPINSI

LAPORAN AKUNTAN INDEPENDEN TERHADAP LAPORAN HASIL AUDIT LAPORAN DANA KAMPANYE PESERTA PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROPINSI LAPORAN AKUNTAN INDEPENDEN TERHADAP LAPORAN HASIL AUDIT LAPORAN DANA KAMPANYE PESERTA PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROPINSI YOGYAKARTA PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) DAFTAR ISI Halaman

Lebih terperinci

-2- 6. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 05/Kpts/KPU/TAHUN 2013 tentang Penetapan Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Tahun 2014;

-2- 6. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 05/Kpts/KPU/TAHUN 2013 tentang Penetapan Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Tahun 2014; -2- Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan dengan Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2011 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 8,

Lebih terperinci

M E M U T U S K A N:

M E M U T U S K A N: KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-27/PM/2003 TENTANG LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL, Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Laporan atas Prosedur yang Disepakati pada Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye... 2

DAFTAR ISI. Laporan atas Prosedur yang Disepakati pada Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye... 2 DAFTAR ISI Laporan Auditor Independen atas Penerapan Prosedur yang Disepakati atas Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye Pemilihan Umum Partai NasDem Provinsi DIY...... 1 Laporan atas Prosedur

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN DATA POKOK UTANG LUAR NEGERI Profil Utang Luar Negeri Atas Dasar Perjanjian Kredit (Loan Agreement) ( Formulir PK01.

PETUNJUK PENGISIAN DATA POKOK UTANG LUAR NEGERI Profil Utang Luar Negeri Atas Dasar Perjanjian Kredit (Loan Agreement) ( Formulir PK01. Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 7/22/DLN tgl. 7 Juli 2005 Lampiran 2 PETUNJUK PENGISIAN DATA POKOK UTANG LUAR NEGERI Profil Utang Luar Negeri Atas Dasar Perjanjian Kredit (Loan Agreement) ( Formulir

Lebih terperinci

Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP)

Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) 0 0 0 Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) Berdasarkan Pasal Peraturan Pemerintah Nomor Tahun 0 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang menyatakan bahwa:. Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan

Lebih terperinci

Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP)

Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) 0 0 0 Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) Berdasarkan Pasal Peraturan Pemerintah Nomor Tahun 00 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang menyatakan bahwa:. Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 05/PMK.05/2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 57/PMK.05/2007 TENTANG PENGELOLAAN REKENING MILIK KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA/KANTOR/SATUAN KERJA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa informasi merupakan kebutuhan

Lebih terperinci

Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Badan dan Orang Pribadi

Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Badan dan Orang Pribadi Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Badan dan Orang Pribadi Kategori Wajib Pajak PP Nomor 46 Tahun 2013 PJ.091/KUP/S/005/201401 Agenda Sekilas

Lebih terperinci

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI INFORMASI Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

Lampiran VI Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 140/PMK.010/2009 tentang Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia

Lampiran VI Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 140/PMK.010/2009 tentang Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN BULANAN DAN LAPORAN KEGIATAN USAHA SEMESTERAN LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA (INDONESIA EXIMBANK) DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 2009

Lebih terperinci

S A T N A D N AR A R A K A U K NT N A T N A S N I S

S A T N A D N AR A R A K A U K NT N A T N A S N I S Buletin Teknis STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN Nomor 0 Nomor 0 STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN PENYUSUNAN NERACA AKUNTANSI AWAL UTANG PEMERINTAH PUSAT KOMITE OMITE STANDAR STANDAR AKUNTANSI AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2010 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN

Lebih terperinci

No. 17/ 11 /DKSP Jakarta, 1 Juni 2015 SURAT EDARAN. Perihal : Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

No. 17/ 11 /DKSP Jakarta, 1 Juni 2015 SURAT EDARAN. Perihal : Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia No. 17/ 11 /DKSP Jakarta, 1 Juni 2015 SURAT EDARAN Perihal : Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Sehubungan dengan berlakunya Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM

PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM Nomor : Kep-48/PM/1996 PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM 1. Penawaran Umum Penawaran Umum dapat merupakan Penawaran

Lebih terperinci

BAB XIII KEBIJAKAN AKUNTANSI KEWAJIBAN

BAB XIII KEBIJAKAN AKUNTANSI KEWAJIBAN BAB XIII KEBIJAKAN AKUNTANSI KEWAJIBAN A. UMUM 1. Definisi Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Lampiran I PSAP Nomor 09 tentang Kewajiban menjelaskan bahwa kewajiban adalah utang yang timbul dari

Lebih terperinci

BULETIN TEKNIS STANDAR AKUNT

BULETIN TEKNIS STANDAR AKUNT BULETIN TEKNIS STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN NOMOR AKUNTANSI TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING OMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BULETIN TEKNIS STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN NOMOR AKUNTANSI TRANSAKSI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 05/PRT/M/2011 TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN PEMBERIAN IZIN PERWAKILAN BADAN USAHA JASA KONSTRUKSI ASING

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 05/PRT/M/2011 TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN PEMBERIAN IZIN PERWAKILAN BADAN USAHA JASA KONSTRUKSI ASING PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 05/PRT/M/2011 TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN PEMBERIAN IZIN PERWAKILAN BADAN USAHA JASA KONSTRUKSI ASING KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI

Lebih terperinci

Perolehan Suara Menjadi Kursi

Perolehan Suara Menjadi Kursi Cara Penghitungan Perolehan Suara Menjadi Kursi DPR dan DPRD Pemilu 2014 Cara Penghitungan Perolehan Suara Menjadi Kursi DPR dan DPRD Pemilu 2014 Indonesian Parliamentary Center (IPC) 2014 Cara Penghitungan

Lebih terperinci

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 32/M-DAG/PER/8/2008 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN USAHA PERDAGANGAN DENGAN SISTEM PENJUALAN LANGSUNG DENGAN

Lebih terperinci

PENJELASAN PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA NOMOR 7 TAHUN 2012

PENJELASAN PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA NOMOR 7 TAHUN 2012 1 PENJELASAN PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK I. UMUM Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin kemerdekaan berserikat,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 101 TAHUN 2012 TENTANG PENERIMA BANTUAN IURAN JAMINAN KESEHATAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 101 TAHUN 2012 TENTANG PENERIMA BANTUAN IURAN JAMINAN KESEHATAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 101 TAHUN 2012 TENTANG PENERIMA BANTUAN IURAN JAMINAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KOMISI PEMILIHAN UMUM, Menimbang : a. bahwa ketentuan

Lebih terperinci

4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum;

4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum; PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10/PRT/M/2014 TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN PEMBERIAN IZIN PERWAKILAN BADAN USAHA JASA KONSTRUKSI ASING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN LAMPIRAN VI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 00 TANGGAL JUNI 00 STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN PERNYATAAN NO. 0 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN DAFTAR ISI Paragraf PENDAHULUAN-------------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENGADAAN PINJAMAN LUAR NEGERI DAN PENERIMAAN HIBAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM UNTUK FASILITAS KREDIT TANPA AGUNAN (KTA) DI STANDARD CHARTERED BANK, INDONESIA

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM UNTUK FASILITAS KREDIT TANPA AGUNAN (KTA) DI STANDARD CHARTERED BANK, INDONESIA SYARAT DAN KETENTUAN UMUM UNTUK FASILITAS KREDIT TANPA AGUNAN (KTA) DI STANDARD CHARTERED BANK, INDONESIA 1. DEFINISI KETENTUAN UMUM 1.1 BANK adalah STANDARD CHARTERED BANK yang berkantor pusat di London

Lebih terperinci