Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah Menggunakan Internet Banking dengan Menggunakan Kerangka Technology Acceptance Model (TAM)

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah Menggunakan Internet Banking dengan Menggunakan Kerangka Technology Acceptance Model (TAM)"

Transkripsi

1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah Menggunakan Internet Banking dengan Menggunakan Kerangka Technology Acceptance Model (TAM) Sri Maharsi Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra, Surabaya Yuliani Mulyadi Alumni Universitas Kristen Petra Surabaya ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat menggunakan internet banking oleh penggunanya dengan menggunakan TAM ini adalah untuk memberikan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat menggunakan internet banking oleh penggunanya dan dapat menjadi masukan bagi pihak manajemen bank untuk mengevaluasi penggunaan internet banking. Kuesioner dibatasi pada pengguna internet banking di 8 bank yang berada di Surabaya yang menyediakan layanan internet banking. Penelitian ini membuktikan bahwa faktor yang mempengaruhi minat menggunakan internet banking adalah Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Perceived Credibility. Faktor Computer Self Efficacy juga berpengaruh pada minat menggunakan internet banking secara tidak langsung melalui Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Perceived Credibility Kata kunci: behavioral intention, computer self efficacy, perceived usefulness, perceived ease of use, and perceived credibility ABSTRACT In The usefulness of this research was to know the factors that influence the intention to use internet banking by the users by using TAM framework was to give information about the factors that influence the intention to use internet banking acceptance by the users and to give advise to the bank management to evaluate the use of internet banking. Questionnaire in this research was limited only to the internet banking users in 8 banks in Surabaya that have internet banking facilities. This research proved that the factors that influence the intention to use the internet banking is Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and Perceived Credibility. Computer Self Efficacy also influence the intention to use the internet banking but indirect by through Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and Perceived Credibility. Keywords: behavioral intention, computer self efficacy, perceived usefulness, perceived ease of use, and perceived credibility. PENDAHULUAN Dalam rangka memperluas jaringan pelayanannya disamping membuka kator-kantor cabang di berbagai tempat, saat ini bank mulai melibatkan penggunaan teknologi informasi khususnya internet banking untuk mempermudah proses bisnisnya. Internet banking pertama kali muncul di Amerika Serikat pada pertengahan tahun 1990-an, dimana lembaga keuangan di Amerika Serikat memperkenalkan dan mempromosikan internet banking untuk menyediakan layanan perbankan yang lebih baik (Chan and Lu 2004:21). Bagi pihak bank, internet banking memberikan beberapa keuntungan. Keuntungan pertama adalah business expansion. Dahulu sebuah bank harus memiliki beberapa kantor cabang untuk beroperasi di berbagai tempat. Usaha ini memerlukan biaya yang tidak kecil. Kemudian hal ini dipermudah dengan hanya meletakkan mesin ATM sehingga dengan adanya mesin ATM tersebut dapat hadir di berbagai tempat. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, muncul teknologi internet banking dan phone banking yang dengan menggunakan teknologi tersebut mulai menghilangkan batas fisik, batas ruang dan waktu. Layanan perbankan dapat diakses dari mana saja di seluruh Indonesia, dan bahkan dari seluruh dunia. Keuntungan kedua adalah customer loyality. Nasabah, khususnya yang sering bergerak (mobile), akan merasa lebih nyaman untuk melakukan aktivitas perbankannya 18

2 Maharsi: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah 19 tanpa harus membuka account di bank yang berbeda-beda di berbagai tempat. Keuntungan ketiga adalah revenue and cost improvement. Biaya untuk memberikan layanan perbankan melalui internet banking dapat lebih murah daripada membuka kantor cabang. Sebagai contoh, transaksi lewat internet banking jauh lebih menguntungkan BCA karena setiap transaksi dengan tatap muka membutuhkan biaya US$1 sedangkan setiap transaksi melalui internet banking hanya membutuhkan biaya US$0,1-0,2 (Warta Ekonomi 2005). Keuntungan keempat adalah competitive advantage. Bank yang tidak memiliki mesin ATM akan sukar berkompetisi dengan bank yang memiliki banyak mesin ATM. Demikian pula bank yang memiliki internet banking akan memiliki keuntungan dibandingkan dengan bank yang tidak memiliki internet banking. Di masa yang akan datang, nasabah memiliki kecenderungan untuk membuka account di bank yang memiliki fasilitas internet banking. Keuntungan yang kelima adalah new business model. Internet banking memungkinan adanya bisnis model yang baru. Layanan perbankan baru dapat diluncurkan melalui web dengan cepat (Rahardjo, 2001). Sedangkan bagi nasabah bank, internet banking memberikan keuntungan yaitu dapat memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi perbankan karena dengan menggunakan internet banking transaksi perbankan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja (tidak terbatas ruang dan waktu), aman dan lebih cepat bila dibandingkan mengantri di Bank ataupun di mesin ATM. Meskipun berbagai keuntungan ditawarkan melalui internet banking, namun sistem ini kurang diminati dan sangat jarang digunakan oleh nasabah yang memiliki fasilitas untuk mengakses internet banking. Sebagian besar nasabah tersebut lebih memilih mengantri di bank atau menggunakan ATM (Automated Teller Machines) untuk melakukan transaksi perbankan padahal mereka dimungkinkan untuk menggunakan internet banking. Data tahun 2001 menunjukkan jumlah nasabah internet banking di Indonesia hanya 1,79 persen dari keseluruhan nasabah bank-bank yang memiliki internet banking yaitu sebanyak 16,4 juta nasabah (Gloria Cyber Ministries 2002) dan jumlah pengguna internet banking tersebut hanya 6,98% dari keseluruhan jumlah pemakai internet yaitu sebanyak 4,2 juta orang (Warta Ekonomi 2003). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah pengguna internet banking di Indonesia sangat sedikit bila dibandingkan dengan jumlah pengguna internet yang membutikan bahwa cukup banyak nasabah yang menggunakan internet tetapi tidak berminat menggunakan internet banking. Padahal untuk mengembangkan sistem internet banking ini pihak bank membutuhkan banyak dana, misalnya BII membutuhkan USD $1 juta untuk mengembangkan sistem internet banking (Hamdani dkk 2001). Di satu sisi internet banking sangat bermanfaat tetapi di sisi lain ternyata internet banking kurang diminati oleh nasabah yang memiliki fasilitas untuk mengakses internet banking yang terbukti dengan hanya sedikit saja nasabah yang menggunakan internet banking. Dari fakta inilah menimbulkan ketertarikan untuk meneliti tentang faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi minat menggunakan internet banking oleh penggunanya. Karena dengan mengetahui faktor-faktor tersebut maka pihak bank penyedia layanan internet banking dapat mendorong minat nasabah yang sebenarnya memiliki fasilitas untuk mengakses internet banking sehingga mereka mau menggunakan internet banking. Sesuai Technology Acceptance Model (TAM), faktor persepsi pengguna terhadap manfaat yang diperoleh (Perceived Usefulness) dan persepsi pengguna terhadap kemudahan dalam penggunaan (Perceived Ease of Use) diyakini menjadi dasar dalam menentukan penerimaan dan penggunaan bermacam-macam teknologi informasi. Bagaimanapun keyakinan ini mungkin tidak sepenuhnya menjelaskan minat pengguna terhadap munculnya teknologi informasi yang baru seperti internet banking. Oleh karena itu, dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) sebagai kerangka teori yang telah dimodifikasi sesuai dengan TAM yang digunakan oleh Wang et. al. (2003), penelitian ini juga menggunakan faktor persepsi pengguna terhadap kredibilitas dari internet banking (Perceived Credibility) sebagai faktor yang mencerminkan keamanan dan privasi pengguna internet banking dan juga menguji pengaruh dari kemampuan seseorang dalam menggunakan komputer (Computer Self Efficacy) terhadap minat pengguna untuk menggunakan internet banking (Wang et al. 2003:501). Sehingga sangatlah menarik untuk meneliti tentang faktorfaktor yang mempengaruhi minat menggunakan internet banking oleh penggunanya dengan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah dari penelitian ini adalah: Faktor-faktor yang mempengaruhi minat menggunakan internet banking oleh penggunanya dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Penyebaran kuesioner pada penelitian ini dibatasi hanya pada pengguna internet banking di 8 bank yang berada di Surabaya yang menyediakan layanan internet banking dengan menggunakan metode sampling aksidental dengan cara bertanya terlebih dahulu apakah pernah meng-

3 20 JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN, VOL. 9, NO. 1, MEI 2007: gunakan internet banking atau belum dan layanan internet banking yang disediakan oleh bank manakah yang paling sering digunakan. Jika orang tersebut cukup sering menggunakan internet banking maka akan diberi kesempatan untuk mengisi kuesioner. Dengan menggunakan metode ini maka responden hanya sebatas pada pengguna internet banking yang kebetulan bertemu dengan peneliti saja dan yang merupakan nasabah di bank di Surabaya yang menyediakan layanan internet banking, yaitu BCA, Lippobank, Bank Mandiri, Bank Niaga, BII, Bank Permata, Bank Bukopin, dan Bank Mega sehingga hal ini akan berdampak pada ketidak merataannya pengambilan sampel yang digunakan untuk penelitian ini. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2005 ini menggunakan kerangka penelitian yang dilakukan oleh Wang et. al. (2003). Pada penelitian ini persepsi pengguna terhadap manfaat yang diperoleh dari internet banking (Perceived Usefulness), persepsi pengguna terhadap kemudahan menggunakan internet banking (Perceived Ease of Use), dan persepsi pengguna terhadap kredibilitas dari internet banking (Perceived Credibility) berpengaruh secara langsung pada minat menggunakan internet banking (Behavioral Intention). Perceived Ease of Use juga mempengaruhi Behavioral Intention secara tidak langsung melalui Perceived Usefulness dan Perceived Credibility, Perceived Credibility juga mempengaruhi Behavioral Intention secara tidak langsung melalui Perceived Usefulness sedangkan kemampuan menggunakan komputer (Computer Self Efficacy) secara tidak langsung mempengaruhi Behavioral Intention melalui Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Perceived Credibility. Faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi minat menggunakan internet banking tidak dibahas pada penelitian ini dikarenakan penelitian ini hanya sebatas pada faktor-faktor yang digunakan pada penelitian Wang et. al. (2003). Pada kerangka TAM, variabel yang digunakan sampai pada pemakaian aktual (actual system usage) sedangkan pada penelitian ini terbatas hanya sampai pada minat menggunakan internet banking (behavioral intention to use) padahal permasalahan yang terjadi di lapangan adalah pada kurangnya penggunaan aktual dari internet banking. Hal ini karena penelitian ini lebih berfokus pada nasabah yang memiliki fasilitas untuk mengakses internet banking tetapi tidak berminat menggunakan internet banking. Dengan mengetahui minat nasabah tersebut maka dapat mendorong nasabah tersebut untuk menggunakan internet banking karena mereka sudah tersedia fasilitas untuk mengakses internet banking sehingga mereka tidak memiliki kendala dalam hal fasilitas yang dimiliki. Penelitian lainnya yang juga sama-sama menggunakan kerangka TAM dan hanya sampai pada behavioral intention adalah penelitian yang dilakukan oleh Wang et al. (2003) dan Chan and Lu (2004) yang meneliti internet banking, Kamel and Hassan (2003) yang meneliti electronic banking, dan Kleijnen et al. (2004) yang meneliti wireless finance.tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat menggunakan internet banking oleh penggunanya dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Technology Acceptance Model (TAM) dikembangkan oleh Davis pada tahun 1989, sebagai model penerimaan pengguna pada suatu sistem informasi. Sesuai dengan TAM, penggunaan sistem (actual system usage) paling dipengaruhi oleh minat untuk menggunakan (behavioral intentions toward usage). Behavioral intentions toward usage dipengaruhi oleh dua kepercayaan, yaitu persepsi pengguna terhadap manfaat (perceived usefulness) dan persepsi pengguna terhadap kemudahan (perceived ease of use). Perceived usefulness diartikan sebagai tingkat dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tertentu dapat meningkatkan kinerjanya, dan perceive ease of use diartikan sebagai tingkat dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tidak diperlukan usaha apapun (free of effort). Perceive ease of use juga berpengaruh pada perceived usefulness yang dapat diartikan bahwa jika seseorang merasa sistem tersebut mudah digunakan maka sistem tersebut berguna bagi mereka. Penelitian ini mengacu pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wang et al. (2003) yang ada pada gambar 1. Penelitian tersebut mengambil sampel orang dewasa di Taiwan yang sebelumnya pernah melakukan transaksi menggunakan internet banking. Sumber: Wang et al. 2003:501 Gambar 1. Model Penelitian Terdahulu

4 Maharsi: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah 21 Hasil dari penelitian tersebut adalah Perceived Usefullness, Perceived Ease of Use, dan Perceived Credibility memiliki efek signifikan pada Behavioral Intention, dimana Perceived Ease of Use memiliki pengaruh yang paling kuat pada Behavioral Intention dengan koefisien sebesar 0,48. Dari penelitian tersebut juga ditemukan bahwa Perceived Credibility memiliki pengaruh yang lebih kuat pada Behavioral Intention dengan koefisien sebesar 0,24 bila dibandingkan dengan pengaruh Perceived Usefullness pada Behavioral Intention dengan koefisien sebesar 0,18. Computer Self- Efficacy juga berpengaruh pada Behavioral Intention secara tidak langsung melalui Perceived Usefullness, Perceived Ease of Use, dan Perceived Credibility. Perbedaan penelitian yang dilakukan saat ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Wang et al. (2003) terletak pada perbedaan populasi dan waktu. Populasi pada penelitian ini adalah nasabah internet banking di bank-bank di Surabaya sedangkan populasi pada penelitian yang dilakukan oleh Wang et al. adalah para pengguna internet banking di bank-bank yang berada di Taiwan. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2006 sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Wang et al. dilakukan pada tahun Pada penelitian ini juga menguji pengaruh Perceived Credibility terhadap Perceived Usefulness. Hipotesis pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar 2. Sumber: Wang et al. 2003:501 Gambar 2. Hipotesis Hipotesis 1a: Lopez and Manson (1997) dan Chau (2001), dengan memiliki kemampuan komputer yang tinggi maka seseorang akan merasakan bahwa sistem yang ia gunakan sangat berguna untuk meningkatkan kinerjanya. H0 : Computer Self Efficacy (CSE) tidak berpengaruh signifikan pada Perceived Usefulness (PU). Ha : Computer Self Efficacy (CSE) berpengaruh signifikan pada Perceived Usefulness (PU). Hipotesis 1b: Venkatesh and Davis (1996), Gong and Yu (2004), Hong et al (2001), dan Chan and Lu (2004), seseorang dengan kemampuan komputer yang tinggi akan semakin mudah mempelajari dan menggunakan suatu sistem. H0 : Computer Self Efficacy (CSE) tidak berpengaruh signifikan pada Perceived Ease of Use (PEU). Ha : Computer Self Efficacy (CSE) berpengaruh signifikan pada Perceived Ease of Use (PEU). Hipotesis 1c: Wang (2002), Wang et al. (2003), Wang et al. (2004), kemampuan komputer yang tinggi membuat seseorang makin mengetahui gambaran resiko yang mungkin terjadi jika menggunakan internet banking. H0 : Computer Self Efficacy (CSE) tidak berpengaruh signifikan pada Perceived Credibility (PC). Ha : Computer Self Efficacy (CSE) berpengaruh signifikan pada Perceived Credibility (PC). Hipotesis 2: Davis (1989), Gong and Yu (204), Hong et al. (2001), Chau (2001), Kamel and Hassan (2003), Chan and Lu (2004), dan Kleijnen et al. (2004), penggunaan internet banking perlu untuk mudah dipelajari dan digunakan dalam rangka mencegah masalah penggunaan yang rendah (underused) pada sistem. H0 : Perceived Ease of Use (PEU) tidak berpengaruh signifikan pada Perceived Usefulness (PU). Ha : Perceived Ease of Use (PEU) berpengaruh signifikan pada Perceived Usefulness (PU). Hipotesis 3: Wang (2002), Wang et al. (2003), dan Wang et al. (2004), teknologi informasi yang lebih mudah digunakan akan lebih tidak membuat seseorang kuatir akan kredibilitas dari internet banking. H0 : Perceived Ease of Use (PEU) tidak berpengaruh signifikan pada Perceived Credibility (PC). Ha : Perceived Ease of Use (PEU) berpengaruh signifikan pada Perceived Credibility (PC).

5 22 JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN, VOL. 9, NO. 1, MEI 2007: Hipotesis 4: Sussman and Siegal (2002), kredibilitas dari internet banking mempengaruhi persepsi seseorang tentang kegunaan dari internet banking. H0 : Perceived Credibility (PC) tidak berpengaruh signifikan pada Perceived Usefulness (PU). Ha : Perceived Credibility (PC) berpengaruh signifikan pada Perceived Usefulness (PU). Hipotesis 5: Davis (1989). Gong and Yu (2004), Hong et. al. (2001), Chau (2001), Kamel and Hassan (2003), Chan and Lu (2004), dan Kleijnen et. al. (2004), seseorang akan berminat menggunakan jika sistem tersebut dirasa berguna. H0 : Perceived Usefulness (PU) tidak berpengaruh signifikan pada minat menggunakan internet Ha : Perceived Usefulness (PU) berpengaruh signifikan pada minat menggunakan internet Hipotesis 6: Hong et. al. (2001), Kamel and Hassan (2003), dan Chan and Lu (2004), minat seseorang untuk menggunakan suatu sistem informasi juga didorong oleh persepsi mereka tentang kemudahan menggunakan sistem tersebut. H0 : Perceived Ease of Use (PEU) tidak berpengaruh signifikan pada minat menggunakan internet Ha : Perceived Ease of Use (PEU) berpengaruh signifikan pada minat menggunakan internet METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan kerangka TAM yang telah dimodifikasi oleh Wang et. al. (2003). Model analisis dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3 dimana terdapat 5 variabel laten dan 14 variabel teramati (manifest). Variabel laten yang digunakan adalah kemampuan nasabah menggunakan komputer (Computer Self Efficacy- CSE), persepsi nasabah terhadap manfaat internet banking (Perceived Usefulness-PU), persepsi nasabah terhadap kemudahan menggunakan internet banking (Perceived Ease of Use-PEU), persepsi nasabah terhadap kredibilitas internet banking (Perceived Credibility-PC), dan minat nasabah menggunakan internet banking (Behavioral Intention-BI). Skala pengukuran yang digunakan pada penelitian ini adalah: 1) Untuk mengukur CSE menggunakan skala Likert berskala 5 dengan skor: sangat yakin = 5, yakin = 4, ragu-ragu = 3, tidak yakin = 2, sangat tidak yakin = 1 dan 2) Untuk mengukur PU, PEU, PC, dan BI menggunakan skala Likert berskala 5 dengan skor: sangat setuju = 5, setuju = 4, ragu-ragu = 3, tidak setuju = 2, sangat tidak setuju = 1. Hipotesis 7: Wang (2002), Wang et.al. (2003), dan Wang et.al. (2004), selain perceived ease of use dan perceived usefulness, minat penggunaan internet banking dapat dipengaruhi oleh persepsi pengguna tentang kredibilitas dari internet banking yang berhubungan dengan keamanan dan privasi. H0 : Perceived Credibility (PC) tidak berpengaruh signifikan pada minat menggunakan internet Ha : Perceived Credibility (PC) berpengaruh signifikan pada minat menggunakan internet Gambar 3. Model Analisis Populasi dalam penelitian ini adalah para pengguna internet banking pada bank yang menyediakan layanan internet banking di Surabaya. Sampel penelitian ini sebanyak 100 orang yang sebelumnya pernah menggunakan internet banking di 8 Bank di Surabaya yang menyediakan layanan internet banking, yaitu Bank Central Asia (BCA), Lippo Bank, Bank Mandiri, Bank Niaga, Bank Internasional Indonesia (BII), Bank Permata, Bank Bukopin, dan Bank Mega (Warta Ekonomi, 2005). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling aksidental dimana pengam-

6 Maharsi: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah 23 bilan sampel dilakukan berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono 2003:60). Dalam penelitian ini pengolahan dan analisa data dilakukan dengan menggunakan teknik multivariant Structural Equation Model (SEM) dengan alat bantu perangkat lunak (software) Lisrel Sesuai yang dikemukakan oleh Solimun (2002), maka langkah-langkah dalam menganalisa data menggunakan SEM adalah pengembangan model berbasis konsep dan teori, mengkonstruksikan diagram path, konversi diagram path ke model struktural, uji validitas variabel teramati, uji hipotesis, evaluasi goodness-of-fit, dan interpretasi model. Gambar 3. Diagram path untuk muatan faktor Hipotesis 1a, 1b, 1c, 2, 3, 4, 5, 6, 7 (Standar) HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Untuk mengetahui terjadi atau tidaknya multikolinieritas dapat dilihat di correlation matrix of independent variables yang menunjukkan nilai korelasi antar variabel laten yang merupakan variabel independen. Sedangkan nilai korelasi antara variabel observed yang tidak diperbolehkan adalah sebesar 0,9 atau lebih (Ghozali dan Fuad 2003:38). Nilai korelasi antar variabel observed dapat dilihat di correlations and test statistics. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel CSE yang merupakan variabel independen yang secara langsung mempengaruhi PU, PEU, dan PC dan secara tidak langsung mempengaruhi BI. Model analisis pada penelitian ini hanya menggunakan satu variabel independen yaitu CSE sehingga tidak terdapat korelasi antar variabel independen (tidak terjadi problem multikolinieritas). Dari hasil pengukuran reliabilitas dengan menggunakan tiga parameter, variabel PU, PEU, PC, dan BI terbukti reliabel pada tiap parameter. Variabel CSE dengan nilai construct reliability dan variance extracted dibawah batas kritis maka terbukti tidak reliabel sehingga diambil langkah menghilangkan variabel indikator CSE3 karena memiliki nilai measurement error tertinggi kemudian program dijalankan kembali sedangkan indikator CSE2 tetap digunakan karena indikator tunggal umumnya tidak cukup mempresentasikan variabel laten (Ghozali dan Fuad 2005:13). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menguji hubungan antar variabel laten. Keempat model struktural yang menggambarkan 6 hipotesis diuji secara serentak, sehingga jika ada variabel laten yang tidak signifikan pada suatu model struktural maka program Lisrel yang memuat keseluruhan model struktural dijalankan lagi. Hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada gambar 3 dan gambar 4. Gambar 4. Diagram path untuk nilai t Hipotesis 1a, 1b, 1c, 2, 3, 4, 5, 6, 7 a. Hasil Pengujian Hipotesis 1a, Hipotesis 1b,dan Hipotesis 1c dengan Lisrel Hasil pengujian hipotesis 1a dengan Lisrel: PU = 0.54*PEU *PC *CSE, (0.15) (0.084) (0.13) Errorvar.= 0.44, R² = 0.56 Nilai t CSE terhadap PU sebesar 2,12 lebih besar dari batas kritis (1,96) sehingga hubungan CSE dengan PU terbukti signifikan secara statistik. Sedangkan koefisien variabel laten CSE terhadap PU (γ1) sebesar 0,27 lebih rendah dari batas kritis (0,30) menunjukkan kekuatan hubungan CSE dengan PU tidak terlalu besar. Dengan demikian H0 ditolak. Hasil pengujian hipotesis 1b dengan Lisrel: PEU = 0.57*CSE, Errorvar.= 0.68, R² = 0.32 (0.15) 3.84

7 24 JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN, VOL. 9, NO. 1, MEI 2007: Nilai t CSE terhadap PEU sebesar 3,84 lebih besar dari batas kritis (1,96) sehingga hubungan CSE dengan PEU terbukti signifikan. Sedangkan koefisien variabel laten CSE terhadap PU (γ2) sebesar 0,57 lebih tinggi dari batas kritis (0,30), menunjukkan kekuatan hubungan CSE dengan PEU cukup besar. Dengan demikian H0 ditolak. Hasil pengujian hipotesis 1c dengan Lisrel: PC = 0.45*PEU *CSE, Errorvar.= 0.86, R² = 0.14 (0.14) (0.16) Nilai t CSE terhadap PC sebesar -2,21, berarti CSE berhubungan negatif dengan PC sebesar 2,21. Nilai t CSE terhadap PC lebih besar dari batas kritis (1,96), oleh karena itu hubungan CSE dengan PC terbukti signifikan. Sedangkan koefisien variabel laten CSE terhadap PC (γ3) sebesar -0,35 menunjukkan CSE berhubungan negatif dengan PC sebesar 0,35. Koefisien variabel laten CSE terhadap PC lebih tinggi dari batas kritis (0,30) menunjukkan kekuatan hubungan CSE terhadap PC cukup besar. Dengan demikian H0 ditolak. b. Hasil Pengujian Hipotesis 2 dengan Lisrel PU = 0.54*PEU *PC *CSE, (0.15) (0.084) (0.13) Errorvar.= 0.44, R² = 0.56 Koefisien variabel laten PEU terhadap PU (β1) sebesar 0,54 dan nilai t PEU terhadap PU sebesar 3,70 lebih besar dari batas kritis (0,30 dan 1,96) sehingga hubungan PEU dengan PU terbukti signifikan. Dengan demikian H0 ditolak. c. Hasil Pengujian Hipotesis 3 dengan Lisrel PC = 0.45*PEU *CSE, Errorvar.= 0.86, R² = 0.14 (0.14) (0.16) Koefisien variabel laten PEU terhadap PC (β2) sebesar 0,45 dan nilai t PEU terhadap PC sebesar 3,07 lebih besar dari batas kritis (0,30 dan 1,96) sehingga hubungan PEU dengan PC terbukti signifikan. Dengan demikian H0 ditolak. d. Hasil Pengujian Hipotesis 4 dengan Lisrel PU = 0.54*PEU *PC *CSE, (0.15) (0.084) (0.13) Errorvar.= 0.44, R² = 0.56 Koefisien variabel laten PC terhadap PU (β3) sebesar 0,09 dan nilai t PC terhadap PU sebesar 1,06 lebih rendah dari batas kritis (0,30 dan 1,96) sehingga hubungan PC dengan PU terbukti tidak signifikan. Dengan demikian H0 diterima. e. Hasil Pengujian Hipotesis 5 dengan Lisrel BI = 0.29*PU *PEU *PC, (0.12) (0.13) (0.084) Errorvar.= 0.43, R² = 0.57 Nilai t PU terhadap BI sebesar 2,40 lebih besar dari batas kritis (1,96) sehingga hubungan PU dengan BI terbukti signifikan sedangkan koefisien variabel laten PU terhadap BI (β4) sebesar 0,29 yang lebih rendah batas kritis (0,30) menunjukkan kekuatan hubungan PU terhadap BI tidak terlalu besar. Dengan demikian H0 ditolak. f. Hasil Pengujian Hipotesis 6 dengan Lisrel BI = 0.29*PU *PEU *PC, (0.12) (0.13) (0.084) Errorvar.= 0.43, R² = 0.57 Nilai t PEU terhadap BI sebesar 3,28 lebih besar dari batas kritis (1,96) dan koefisien variabel laten PEU terhadap BI (β5) sebesar 0,43 lebih besar dari batas kritis (0,30) sehingga hubungan PEU dengan BI terbukti signifikan. Dengan demikian H0 ditolak. g. Hasil Pengujian Hipotesis 7 dengan Lisrel BI = 0.29*PU *PEU *PC, (0.12) (0.13) (0.084) Errorvar.= 0.43, R² = 0.57 Nilai t PC terhadap BI sebesar 2,61 lebih besar dari batas kritis (1,96) sehingga hubungan PC dengan BI terbukti signifikan. Sedangkan koefisien variabel laten PC terhadap BI (β6) sebesar 0,22 lebih rendah dari batas kritis (0,30) menunjukkan kekuatan hubungan PC terhadap BI tidak terlalu besar. Dengan demikian H0 ditolak. Hasil penelitian untuk hipotesis 1 menyatakan bahwa penelitian ini mendukung adanya suatu pengaruh yang positif dan signifikan antara kemampuan menggunakan komputer (CSE) dengan persepsi pengguna terhadap manfaat yang diperoleh dari internet banking (PU), persepsi pengguna terhadap kemudahan menggunakan internet banking (PEU), dan persepsi pengguna terhadap kredibilitas dari internet banking (PC). Hal ini membuktikan bahwa nasabah akan menilai internet banking bermanfaat, mudah digunakan, dan memiliki kredibilitas yang rendah bila mereka memiliki kemampuan menggunakan komputer. Hal ini sama dengan hasil dari penelitian yang pernah dilakukan oleh Wang et al. (2003). Menurut Wang et al. (2003) pengguna yang mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dalam mengguna-

8 Maharsi: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah 25 kan komputer (CSE) lebih memiliki keyakinan yang positif pada kegunaan (PU) dan kemudahan (PEU), tetapi memiliki keyakinan yang negatif pada kredibilitas (PC) dari internet banking. Untuk hipotesis 2, penelitian ini membuktikan adanya pengaruh yang signifikan antara persepsi pengguna terhadap kemudahan menggunakan internet banking (PEU) dengan persepsi pengguna terhadap manfaat yang diperoleh dari internet banking (PU). Hal ini membuktikan bahwa sikap nasabah dalam memandang manfaat internet banking juga dilandasi oleh kemudahan dalam menggunakan internet banking. Dengan kata lain, nasabah akan menilai internet banking itu bermanfaat bila mereka dapat menggunakan internet banking dengan mudah. Hipotesis 2 ini sama dengan hasil yang diperoleh Wang et al. (2003) dalam penelitiannya. Pada penelitian Wang et al. (2003), PEU memiliki pengaruh yang signifikan terhadap PU dan hasil penelitiannya tersebut konsisten dengan hasil penelitian Gong and Yu (204), Hong et al. (2001), Chau (2001), Kamel and Hassan (2003), Chan and Lu (2004), dan Kleijnen et al. (2004). Untuk hipotesis 3, penelitian ini juga membuktikan adanya pengaruh yang signifikan antara persepsi nasabah terhadap kemudahan menggunakan internet banking (PEU) dengan persepsi nasabah terhadap kredibilitas dari internet banking (PC). Hal ini membuktikan bahwa sikap nasabah dalam memandang kredibilitas dari internet banking juga dilandasi oleh kemudahan dalam menggunakan internet banking. Dengan kata lain, nasabah akan menganggap tinggi kredibilitas dari internet banking bila mereka dapat menggunakan internet banking dengan mudah. Penelitian Wang et. al. (2003) memperoleh hasil yang sama. Penelitian tersebut berhasil membuktikan hipotesis 3, yaitu kredibilitas dari internet banking dipengaruhi oleh persepsi pengguna terhadap kemudahan menggunakan internet banking. Hasil penelitian untuk hipotesis 4 menyatakan bahwa pada penelitian ini tidak membuktikan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara persepsi nasabah terhadap kredibilitas internet banking (PC) terhadap persepsi nasabah terhadap manfaat yang diperoleh dari internet banking (PU). Hal tersebut membuktikan bahwa manfaat yang diperoleh dari internet banking tidak dipengaruhi oleh kredibilitas dari internet banking. Dengan kata lain, belum tentu seseorang akan mengganggap internet banking bermanfaat meskipun kredibilitas internet banking tersebut tinggi. Hasil penelitian untuk hipotesis 5 menyatakan bahwa penelitian ini mendukung adanya suatu pengaruh yang positif dan signifikan antara persepsi nasabah terhadap manfaat yang diperoleh dari internet banking (PU) dengan minat menggunakan internet Hal tersebut membuktikan bahwa minat nasabah menggunakan internet banking dipengaruhi oleh manfaat dari menggunakan internet banking. Dapat disimpulkan bahwa nasabah akan lebih memilih menggunakan internet banking untuk melakukan transaksi perbankan bila mereka merasa internet banking bermanfaat. Hal ini sama dengan hasil dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan oleh Wang et. al. (2003), Gong and Yu (2004), Hong et al. (2001), Chau (2001), Kamel and Hassan (2003), Chan and Lu (2004), dan Kleijnen et al. (2004). Menurut Wang et al. (2003), alasan seseorang menggunakan internet banking adalah mereka menemukan bahwa sistem tersebut berguna pada transaksi perbankan mereka. Untuk hipotesis 6, penelitian ini membuktikan adanya suatu pengaruh yang positif dan signifikan antara persepsi nasabah terhadap kemudahan menggunakan internet banking (PEU) dengan minat menggunakan internet Hal tersebut membuktikan bahwa minat nasabah menggunakan internet banking dipengaruhi oleh kemudahan menggunakan internet banking. Dapat disimpulkan bahwa nasabah akan lebih memilih menggunakan internet banking untuk melakukan transaksi perbankan bila mereka dapat dengan mudah menggunakan internet banking. Hal ini sama dengan hasil yang diperoleh Wang et al. (2003), Hong et al. (2001), Kamel and Hassan (2003), dan Chan and Lu (2004) dalam penelitiannya. Pada penelitian Wang et al. (2003), persepsi pengguna terhadap kemudahan menggunakan internet banking (PEU) memiliki pengaruh yang signifikan pada minat menggunakan internet Hasil penelitian untuk hipotesis 7 menyatakan bahwa penelitian ini mendukung adanya pengaruh positif dan signifikan antara persepsi nasabah terhadap kredibilitas internet banking (PC) dengan minat menggunakan internet Hal tersebut membuktikan bahwa minat nasabah menggunakan internet banking dipengaruhi oleh tingkat kredibilitas internet banking. Dapat disimpulkan bahwa nasabah lebih berminat menggunakan internet banking untuk melakukan transaksi perbankan bila mereka yakin bahwa kredibilitas internet banking yang mereka gunakan sudah baik. Penelitian Wang et al. (2003) memperoleh hasil yang sama. Penelitian tersebut berhasil membuktikan hipotesis 7, yaitu minat menggunakan internet banking (BI) dipengaruhi oleh persepsi pengguna terhadap kredibilitas dari internet banking (PC).

9 26 JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN, VOL. 9, NO. 1, MEI 2007: KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi minat menggunakan internet banking (BI) adalah manfaat internet banking (PU), kemudahan menggunakan internet banking (PEU), dan kredibilitas internet banking (PC). Faktor kemudahan menggunakan internet banking (PEU) memiliki pengaruh yang paling kuat dengan koefisien sebesar 0,43 dibandingkan manfaat yang diperoleh dari internet banking (PU) (koefisien sebesar 0,29) dan kredibilitas dari internet banking (PC) (koefisien sebesar 0,22). Faktor kemudahan menggunakan internet banking (PEU) secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap ketertarikan menggunakan internet banking (BI) melalui manfaat internet banking (PU) dan kredibilitas internet banking (PC). Faktor kemampuan menggunakan komputer (CSE) juga berpengaruh pada minat menggunakan internet banking (BI), hanya saja pengaruhnya tidak langsung melalui manfaat internet banking (PU), kemudahan menggunakan internet banking (PEU) dan kredibilitas internet banking (PC). Saran Penelitian ini dapat menjadi acuan untuk melakukan penelitian dalam mengukur tingkat minat menggunakan teknologi informasi. Adapun saran untuk penelitian yang akan datang adalah responden penelitian sekarang ini hanya pengguna internet banking pada 8 bank di Surabaya yang menyediakan layanan internet banking. Penelitian ini hanya sampai pada faktor-faktor yang mempengaruhi minat menggunakan internet banking sedangkan penelitian yang akan datang dapat meneruskan sampai pada faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan aktual dari internet banking. Faktor-faktor yang mempengaruhi PC pada penelitian ini hanya CSE dan PEU, sedangkan R 2 pada persamaan model PC yang sangat rendah membuktikan bahwa terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi PC selain CSE dan PEU, seperti besar kecilnya bank yang menyediakan layanan internet banking, lamanya bank tersebut berdiri, lamanya bank tersebut menyediakan layanan internet banking, banyaknya pengguna internet banking pada bank tersebut dan lain-lain. DAFTAR PUSTAKA Chan, S.C. and Lu, M., Understanding internet banking adoption and use behavior: A Hong Kong perspective. Journal of Global Information Management (online journal from Proquest), Vol. 12, Iss. 3, pg &Fmt=4&clientId=46969&RQT=309& VName=PQD (2005, 11 April). Chau, P.YK., Influence of computer attitude and self-efficacy on IT usage behavior. Journal of End User Computing (online journal from Proquest), Vol. 13 Iss. 1, pg proquest.umi.com/pqdweb? did= &sid=12&fmt=4&clientid=46969&rqt=30 9&VName=PQD (2005, 29 Juni). Compeau, D.R. and Higgins, C.A., Computer self-efficacy: Development of a measure and initial test. MIS Quarterly (online journal from Proquest), Vol. 19 Iss. 2, pg &sid=15&Fmt=3&clientId=46969&RQT = 309&VName=PQD (2005, 29 Juni). Davis, F.D., Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MS Quarterly (online), Vol. 13 Iss. 3, pg hawaii.edu/chismar/itm704/davistam 1989.pdf (2005, 20 Juli). Davis, F.D., Bagozzi, R.P., and Warshaw, P.R., User acceptance of computer technology: A comparison of two theoretical models. Management Science (online), Vol. 35 Iss. 8, pg fwahid01/thesis/articles/davis%20et% 0al% ).pdf (2005, 20 Juli). Ghozali, I. dan Fuad, Structural equation modeling (edisi pertama). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gloria Cyber Ministries, I-Net: Transaksi internet banking tumbuh 376 persen (online). rtitran.html (2006, 6 Januari). Gong, M., Xu, Y., and Yu, Y., An enhanced technology acceptance model for web-based learning. Journal of Information Systems Education (online journal from Proquest), Vol. 15, Iss. 4, pg com/pqdweb?did= &sid=10&fmt =4&clientId=46969&RQT=309&VName=PQ D (2006, 27 Januari). Hong, W., Thong, J.Y.L., Wong, W.M., and Tam, K.Y., Determinants of user acceptance of digital libraries: An empirical examination of individual differences and systems characteristics. Journal of Management Information Systems (online journal from Proquest), Vol. 18, Iss. 3, pg quest. umi.com/pqdweb? did = &sid=1& Fmt=4&clientId=46969&RQT=309&VName =PQD (2006, 27 Januari). Kamel, S. and Hassan, A. (2003). Assessing the introduction of electronic banking in Egypt

10 Maharsi: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah 27 using the technology acceptance model. Annals of Cases on Information Technology (online journal from Proquest), Vol. 5, pg &Fmt=4&clientId=46969&RQT=309& V Name=PQD (2005, 11 April). Kleijnen, M., Wetzels, M., and Ruyter, K.D., Consumer acceptance of wireless finance. Journal of Financial Services Marketing (online journal from Proquest), Vol. 8, Iss. 3, pg ttp://proquest.umi.com/pqdweb?did = &sid=1&Fmt=4&clientId=46969 &RQT=309&VName=PQD (2005, 23 Juni). Lopez, D.A., and Manson, D.P., A study of individual computer self-efficacy and perceived usefulness of the empowered desktop information system. (online), pomona.edu/~jis/1997/ Lopez.pdf (2006, 27 Januari). Solimun, Structural equation modeling: Lisrel dan Amos (edisi pertama). Malang: Universitas Brawijaya. Sugiyono, Statistika untuk penelitian (edisi pertama). Bandung: Alfabeta. Sussman, W.S. and Siegal, W.S., Informational influence in organizations: An integrated approach to knowledge adoption. Information Systems Research (online). mn. edu/workshops/2002/fall/wattssiegal pdf. (2006, 11 Maret). Venkatesh, V. and Davis, F.D., A model of the antecedents of perceived ease of use: Development and test. Decision Sciences (online journal from Proquest), Vol. 27, Iss. 3, pg umi.com/pqdweb?did= &sid=10&Fmt=4&clientId=46969&RQT =309&VName=PQD (2006, 27 Januari). Wang, Y.S., The adoption of electronic tax filing systems: An empirical study. Government Information Quarterly (online), Vol. 20, pg Td/ be08.pdf (2006, 24 Januari). Wang, Y.S., Wang, Y.M., Lin, H.H., and Tang, T.I., Determinants of user acceptance of internet banking: An empirical study. International Journal of Service Industry Management (online journal from Proquest), Vol.14, Iss.5, pg com/pqdweb?did= &fmt=4& clientid=46969&rqt=309&vname=pqd (2005, 4 April). Wang, Y.S., Wang, Y.M., Lin, H.H., and Tang, T.I Toward an understanding of the behavioral intention to use mobile banking services. pg (online).http://www.pacisnet.org/file/2004/s pdf (2006, 24 Januari). Warta Ekonomi, Profil e-company award 2005 (online). ecom pany/profil.asp (2005, 11 November). Warta Ekonomi, Pertumbuhan jumlah pemakai internet (online). com/data (2005, 11 November). Wijanto, S.H., Bahan workshop SEM. Jakarta: Universitas Indonesia.

11 28 JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN, VOL. 9, NO. 1, MEI 2007: Lampiran

BAB I PENDAHULUAN. perubahan lingkungan yang serba cepat dan dinamis. Organisasi

BAB I PENDAHULUAN. perubahan lingkungan yang serba cepat dan dinamis. Organisasi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada era globalisasi, para pelaku bisnis di dunia dihadapkan pada perubahan lingkungan yang serba cepat dan dinamis. Organisasi membutuhkan teknologi informasi agar

Lebih terperinci

DAFTAR PUSTAKA. Ajzen, M. Fishbein, Understanding Attitudes and Predicting Social Behavior, Prentice Hall, Englewood Cliffs, NJ, 1980.

DAFTAR PUSTAKA. Ajzen, M. Fishbein, Understanding Attitudes and Predicting Social Behavior, Prentice Hall, Englewood Cliffs, NJ, 1980. 75 DAFTAR PUSTAKA Advensia, A., Purnamasari, St. Vena. 2009. Laporan Penelitian: Determinan Keberlanjutan Penggunaan Internet Banking oleh Masyarakat. Koleksi Digital Universitas Katolik Soegijapranata

Lebih terperinci

Ana Fitriana STMIK Pontianak;Jl. Merdeka No. 372 Pontianak, Jurusan Sistem Informasi

Ana Fitriana STMIK Pontianak;Jl. Merdeka No. 372 Pontianak, Jurusan Sistem Informasi Ana Fitriana, Analisis TAM Terhadap 135 Analisis TAM TerhadapFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Nasabah MenggunakanLayanan Internet Banking BCA TAM Analysis of Factors that Affect TheCustomers's Interest

Lebih terperinci

Ratih Wijayanti Mahasiswa Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi

Ratih Wijayanti Mahasiswa Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi ANALISIS TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN NASABAH TERHADAP LAYANAN INTERNET BANKING (STUDI EMPIRIS TERHADAP NASABAH BANK DI DEPOK) Ratih Wijayanti Mahasiswa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sekali mengalami perubahan (Jogiyanto, 2008: 1). Hal ini terjadi karena

BAB I PENDAHULUAN. sekali mengalami perubahan (Jogiyanto, 2008: 1). Hal ini terjadi karena 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, perkembangan sistem teknologi informasi berkembang dengan pesat. Dimulai dari era akuntansi pada tahun 1950, sampai ke era jejaring global di mulai

Lebih terperinci

Antika Larasati, Nurul Hiron, Aldy Putra Aldya. Fakultas Teknik Informatika, Universitas Siliwangi Tasikmalaya

Antika Larasati, Nurul Hiron, Aldy Putra Aldya. Fakultas Teknik Informatika, Universitas Siliwangi Tasikmalaya ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI MANAGEMENT DAERAH (SIMDA) PADA PENGOLAHAN DATA KEUANGAN MENGGUNAKAN MODEL TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) 3 STUDI KASUS : KECAMATAN DI KABUPATEN CILACAP Antika Larasati,

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. nilai yang dihasikan belum memenuhi kriteria Goodness of fit atau nilai

BAB V PENUTUP. nilai yang dihasikan belum memenuhi kriteria Goodness of fit atau nilai BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil olah data, analisis data dan pembahasan di bab sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Hasil estimasi awal terhadap

Lebih terperinci

Diterima: 9 Mei Disetujui: 26 Juni Dipublikasikan: September 2010

Diterima: 9 Mei Disetujui: 26 Juni Dipublikasikan: September 2010 JDA Vol. 2, No. 2, September 2010, 92-102 ISSN 2085-4277 http://journal.unnes.ac.id/index.php/jda APLIKASI MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI DALAM PENGGUNAAN SOFTWARE AUDIT OLEH AUDITOR Dhini Suryandini Jurusan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL SEBAGAI DASAR USULAN PERBAIKAN FASILITAS PADA LAYANAN MOBILE INTERNET

PENGGUNAAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL SEBAGAI DASAR USULAN PERBAIKAN FASILITAS PADA LAYANAN MOBILE INTERNET PENGGUNAAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL SEBAGAI DASAR USULAN PERBAIKAN FASILITAS PADA LAYANAN MOBILE INTERNET Ali Sadiyoko 1, Ceicalia Tesavrita 2, Irfan Suhandi 3 Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TRUST DAN PENGARUH TRUST TERHADAP LOYALTY PENGGUNA INTERNET BANKING

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TRUST DAN PENGARUH TRUST TERHADAP LOYALTY PENGGUNA INTERNET BANKING FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TRUST DAN PENGARUH TRUST TERHADAP LOYALTY PENGGUNA INTERNET BANKING Citra Indah Merina 1, Verawaty 2 Dosen Universitas Bina Darma Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 3

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Perkembangan sistem berbasis teknologi khususnya yang berkaitan dengan internet berpengaruh terhadap perusahaan termasuk perbankan untuk berinteraksi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan mengadopsi Teknologi Informasi terutama Internet. Internet telah

BAB I PENDAHULUAN. dengan mengadopsi Teknologi Informasi terutama Internet. Internet telah 1.1 Latar belakang penelitian BAB I PENDAHULUAN Teknologi informasi mempunyai pengaruh yang signifikan dalam kehidupan banyak orang di seluruh dunia. Berbagai aktivitas dapat dikerjakan dengan mengadopsi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Peneliti menyertakan beberapa uraian singkat hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penerapan TAM pada berbagai bidang, terutama perpustakaan

Lebih terperinci

ANALISIS AWAL PENERIMAAN APLIKASI E-KRS MENGGUNAKAN PENDEKATAN TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL)

ANALISIS AWAL PENERIMAAN APLIKASI E-KRS MENGGUNAKAN PENDEKATAN TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL) ANALISIS AWAL PENERIMAAN APLIKASI E-KRS MENGGUNAKAN PENDEKATAN TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL) Ratna Kartika Wiyati STIKOM Bali Jln. Raya Puputan no.86 Renon Denpasar e-mail: ratna@stikom-bali.ac.id

Lebih terperinci

TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL: MENGUJI KEEFEKTIVAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI TERPADU (SISTER) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER

TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL: MENGUJI KEEFEKTIVAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI TERPADU (SISTER) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL: MENGUJI KEEFEKTIVAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI TERPADU (SISTER) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER Peneliti : Kartika 1 Mahasiswa Terlibat : - Sumber Dana : DIPA Universitas

Lebih terperinci

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan UNEJ Digital Repository Dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM)

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan UNEJ Digital Repository Dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) 6 Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan UNEJ Digital Repository Dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) Analysis of Factors Affecting the Acceptance UNEJ Digital Repository by Using

Lebih terperinci

di Instansi Pemerintah : Model Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan dan Pengaruhnya Terhadap Produktivitas

di Instansi Pemerintah : Model Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan dan Pengaruhnya Terhadap Produktivitas 367 E-Mail di Instansi Pemerintah : Model Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan dan Pengaruhnya Terhadap Produktivitas Edi Nur Cahyaningtyas *), Hanung Adi Nugroho **), Eko Nugroho ***) Teknik

Lebih terperinci

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM E-LEARNING MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL. Sri Lestari Universitas Widyatama Bandung

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM E-LEARNING MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL. Sri Lestari Universitas Widyatama Bandung Jurnal Ilmiah Kopertis Wilayah IV ANALISIS PENERIMAAN SISTEM E-LEARNING MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Sri Lestari Universitas Widyatama Bandung ABSTRAK - Universitas Widyatama sebagai salah satu

Lebih terperinci

BAB 3 LANDASAN TEORI

BAB 3 LANDASAN TEORI BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1 Belanja Online Belanja online (online shopping) adalah proses dimana konsumen secara langsung membeli barang-barang, jasa dan lain-lain dari seorang penjual secara interaktif dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang seiring dengan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang seiring dengan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang seiring dengan berkembangnya zaman. Teknologi tidak dapat dipisahkan dan telah berpengaruh besar terhadap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Meningkatnya perekonomian di Indonesia mengakibatkan terjadinya persaingan antar bank, khususnya pada sektor nasabah perbankan. Hal ini mengakibatkan banyaknya perbankan

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. maka dapat diambil kesimpulan yang diuraikan sebagai berikut: diketahui bahwa variabel Kepercayaan berpengaruh tidak signifikan

BAB V PENUTUP. maka dapat diambil kesimpulan yang diuraikan sebagai berikut: diketahui bahwa variabel Kepercayaan berpengaruh tidak signifikan BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil uji hipotesis dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan yang diuraikan sebagai berikut: 1. Berdasarkan uji t yang diperoleh dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW. teknologi adalah munculnya internet. Walaupun internet tidak dapat dikatakan

BAB I PENDAHULUAN UKDW. teknologi adalah munculnya internet. Walaupun internet tidak dapat dikatakan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Teknologi merupakan hal yang tidak terlepaskan dari kehidupan manusia sehari-hari, baik dalam pekerjaan, sekolah maupun untuk sekedar hiburan. Teknologi berkembang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pada minat penggunaan e-money. Berbagai penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. media layanan elektronik (e-channel) saat ini telah jauh berkembang. Bahkan

BAB I PENDAHULUAN. media layanan elektronik (e-channel) saat ini telah jauh berkembang. Bahkan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejalan dengan teknologi yang terus berevolusi, aktivitas transaksi melalui media layanan elektronik (e-channel) saat ini telah jauh berkembang. Bahkan sudah banyak

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain: 1. Perceived Usefulness berpengaruh terhadap Satisfaction pada Tokoone.com.

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Kepuasan Wajib Pajak Terhadap Penggunaan e-filing Bagi Wajib Pajak di

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Kepuasan Wajib Pajak Terhadap Penggunaan e-filing Bagi Wajib Pajak di BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis tentang Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan, Persepsi Kemudahan Penggunaan, dan Kepuasan Wajib Pajak Terhadap Penggunaan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. akurat, dan secepat mungkin. Meningkatnya kebutuhan ini seiring dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. akurat, dan secepat mungkin. Meningkatnya kebutuhan ini seiring dengan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan akan informasi selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, di mana setiap orang berusaha untuk mendapatkan informasi dengan tepat, akurat, dan secepat

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat dibuat beberapa kesimpulan yang

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat dibuat beberapa kesimpulan yang BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat dibuat beberapa kesimpulan yang diperoleh yaitu: 1. Perceived information quality berpengaruh

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN

BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN 5.1. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1. Ekspektasi kinerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 TAM (Technological Acceptance Model) Salah satu unsur penting dalam penerapan sebuah sistem informasi adalah penerimaan terhadap sistem informasi. Bagi sebuah Perusahaan, sistem

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam diagram alur penelitian di bawah ini : Diagram Alur Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam diagram alur penelitian di bawah ini : Diagram Alur Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tahapan Penelitian Tahapan penelitian atau langkah-langkah penelitian ini dapat dijelaskan dalam diagram alur penelitian di bawah ini : Tabel 3. 1 Diagram Alur Penelitian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pikkarainen et al. (2004: 204) mendefinisikan E-banking sebagai sebuah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pikkarainen et al. (2004: 204) mendefinisikan E-banking sebagai sebuah BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Electronic Banking (E-Banking) Pikkarainen et al. (2004: 204) mendefinisikan E-banking sebagai sebuah portal internet yang memungkinkan nasabah untuk menggunakan

Lebih terperinci

Prosiding SNaPP2014Sains, Teknologi, dankesehatanissn EISSN

Prosiding SNaPP2014Sains, Teknologi, dankesehatanissn EISSN Studi komparatif metode Utaut & Tam terhadap penerapan SIA 1 Prosiding SNaPP2014Sains, Teknologi, dankesehatanissn2089-3582 EISSN 2303-2480 STUDI KOMPARATIF METODE UTAUT DAN TAM TERHADAP PENERAPAN SISTEM

Lebih terperinci

Irmadhani Mahendra Adhi Nugroho

Irmadhani   Mahendra Adhi Nugroho 1 PENGARUH PERSEPSI KEBERMANFAATAN, PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN DAN COMPUTER SELF EFFICACY, TERHADAP PENGGUNAAN ONLINE BANKING PADA MAHASISWA S1 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Irmadhani

Lebih terperinci

Nama : Lilis Sulistyani : C4C005268

Nama : Lilis Sulistyani : C4C005268 PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL ORGANISASI TERHADAP PENERIMAAN PENGGUNAAN KOMPUTER PERSONAL (PC) (Studi Empiris Pada Bank Perkreditan Rakyat Di Jawa Tengah) Nama : Lilis Sulistyani NIM : C4C005268

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Responden Responden dalam penelitian ini yaitu sales engineer PT.Omron Electronics yang berada di Jakarta, Surabaya, Semarang dan Medan. Pola pencarian responden dilakukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. banyak. Tercatat dalam statistik Bank Indonesia (2012), banyaknya perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. banyak. Tercatat dalam statistik Bank Indonesia (2012), banyaknya perusahaan ADLN PERPUSTAKAAN AIRLANGGA BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam

Lebih terperinci

24 melalui aplikasi OLX.co.id. Sugiyono (2013) menyarankan bahwa ukuran sampel minimum adalah sebanyak 5-10 kali jumlah indikator yang diestimasi. Jum

24 melalui aplikasi OLX.co.id. Sugiyono (2013) menyarankan bahwa ukuran sampel minimum adalah sebanyak 5-10 kali jumlah indikator yang diestimasi. Jum BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek dan Subyek Penelitian Obyek penelitian difokuskan pada masyarakat Yogyakarta yang pernah melakukan transaksi atau berbelanja secara online melalui OLX.co.id. Subyek dalam

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Berikut ini adalah diagram alir penelitian yang merupakan pengembangan diagram alir dari (Sekaran, 2008, pp.117). Diagram alir ini menggambarkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. memanfaatkan teknologi yang sudah di modernisasi dan juga dapat

BAB 1 PENDAHULUAN. memanfaatkan teknologi yang sudah di modernisasi dan juga dapat BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan dan perkembangan teknologi yang diiringi dengan perkembangan sistem informasi berbasis teknologi terjadi begitu pesat di era globalisasi ini. Dengan adanya

Lebih terperinci

A-PDF Manual Split Demo. Purchase from to remove the watermark BAB I PENDAHULUAN

A-PDF Manual Split Demo. Purchase from  to remove the watermark BAB I PENDAHULUAN A-PDF Manual Split Demo. Purchase from www.a-pdf.com to remove the watermark BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil PT Bank Central Asia Tbk. KCU Tasikmalaya PT Bank Central

Lebih terperinci

1. Pendahuluan. Prosiding SNaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN EISSN

1. Pendahuluan. Prosiding SNaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN EISSN Prosiding SNaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN 2089-3582 EISSN 2303-2480 STUDI KOMPARATIF METODE UTAUT DAN TAM TERHADAP PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK (STUDI KASUS: SISTEM INFORMASI AKADEMIK

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN. Saat ini teknologi informasi semakin berkembang dengan pesat. Banyak

BAB I. PENDAHULUAN. Saat ini teknologi informasi semakin berkembang dengan pesat. Banyak 1 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini teknologi informasi semakin berkembang dengan pesat. Banyak institusi menggunakan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan keunggulan kompetitifnya.

Lebih terperinci

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Yani Iriani 1, Adjeng Mariana 2, Sri Lestari 3, Murnawan 4 1 Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan ini didukung dengan berkembangnya jaringan internet di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan ini didukung dengan berkembangnya jaringan internet di Indonesia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan pada media teknologi berkembang dengan sangat pesat. Kemajuan ini didukung dengan berkembangnya jaringan internet di Indonesia dari kota besar hingga

Lebih terperinci

APLIKASI MODEL TAM TERHADAP PENGGUNA LAYANAN INTERNET BANKING DI KANTOR BANK JATIM CABANG SITUBONDO

APLIKASI MODEL TAM TERHADAP PENGGUNA LAYANAN INTERNET BANKING DI KANTOR BANK JATIM CABANG SITUBONDO APLIKASI MODEL TAM TERHADAP PENGGUNA LAYANAN INTERNET BANKING DI KANTOR BANK JATIM CABANG SITUBONDO Joni Hendra 1) Ahmad Iskandar R 2) Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Panca Marga hendrajon@yahoo.co.id

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini menjelaskan tahap yang dilakukan mulai dari proses awal penelitian hingga proses akhir penelitian. Tahapan dari penelitian dapat dilihat dari Gambar 3.1 dibawah

Lebih terperinci

Analisis Penerimaan Layanan E-Filing Dalam Pelaporan SPT Tahunan Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (Tam) 2 Di KPP Pratama Surakarta

Analisis Penerimaan Layanan E-Filing Dalam Pelaporan SPT Tahunan Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (Tam) 2 Di KPP Pratama Surakarta Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Terapan (SEMANTIK) 2015 361 Analisis Penerimaan Layanan E-Filing Dalam Pelaporan SPT Tahunan Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (Tam)

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulan guna menjawab rumusan masalah. Beberapa kesimpulan tersebut terdiri

Lebih terperinci

PENGUKURAN TINGKAT PENERIMAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK BAGI GURU DENGAN MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)

PENGUKURAN TINGKAT PENERIMAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK BAGI GURU DENGAN MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) PENGUKURAN TINGKAT PENERIMAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK BAGI GURU DENGAN MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Lilis Suhartini, Eka Wahyu Hidayat, Aldy Putra Aldya Fakultas Teknik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat. Teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat. Teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ekonomi dan teknologi di Indonesia pada saat sekarang ini sangat berkembang pesat. Teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting,

Lebih terperinci

Panggih Rizki Dwi Istiarni, Paulus Basuki Hadiprajitno 1

Panggih Rizki Dwi Istiarni, Paulus Basuki Hadiprajitno 1 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 03, Nomor 02, Tahun 2014, Halaman1 http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/accounting ISSN (Online): 2337-3806 ANALISIS PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, KEMUDAHAN PENGGUNAAN

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penerimaan E-Learning pada tingkat pendidikan tinggi. kemampuan untuk menjelaskan niat berasal dari sikap, persepsi kegunaan,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penerimaan E-Learning pada tingkat pendidikan tinggi. kemampuan untuk menjelaskan niat berasal dari sikap, persepsi kegunaan, BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 2.1 Penelitian Terdahulu Dalam Penelitian ini, peneliti juga menyertakan beberapa uraian singkat mengenai penelitian terdahulu mengenai penerimaan E-Learning pada tingkat pendidikan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Keywords : customer attitude, kualitas layanan online, service loyalty. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Keywords : customer attitude, kualitas layanan online, service loyalty. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Dalam era saat ini, teknologi informasi (TI) bagi sebuah bank menjadi sesuatu yang wajib dipenuhi. Beberapa alasan keharusan tersebut, antara lain pengembangan core banking system yang bersifat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. minat perilaku nasabah dalam penggunaan layanan menggunakan model integrasi

BAB III METODE PENELITIAN. minat perilaku nasabah dalam penggunaan layanan menggunakan model integrasi BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cara atau prosedur yang dipergunakan untuk melakukan penelitian sehingga mampu menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian dengan suatu landasan

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Salah satu tahap dalam penelitian adalah proses pengumpulan dan pengolahan data. Pada tahap ini berisikan penjelasan mengenai jenis data yang diperlukan, teknik dan

Lebih terperinci

Natalia Tangke Staf Pengajar Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Universitas Kristen Petra

Natalia Tangke Staf Pengajar Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Universitas Kristen Petra ANALISA PENERIMAAN PENERAPAN TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER (TABK) DENGAN MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) PADA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN (BPK) RI Natalia Tangke Staf Pengajar Fakultas Ekonomi,

Lebih terperinci

Analisis Penggunaan Mobile Banking dengan Mengadopsi Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus pada Bank Central Asia di Jakarta)

Analisis Penggunaan Mobile Banking dengan Mengadopsi Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus pada Bank Central Asia di Jakarta) ISSN : 2355-9357 e-proceeding of Management : Vol.4, No.1 April 2017 Page 46 Analisis Penggunaan Mobile Banking dengan Mengadopsi Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus pada Bank Central Asia di

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian akan dilakukan di DKI Jakarta, karena merupakan provinsi dengan aktifasi tertinggi pada peluncuran perdana. Dengan peringkat gerai

Lebih terperinci

Model-Model User Acceptance

Model-Model User Acceptance Model-Model User Acceptance Renza Azhary [1202000826] Intan Sari H. H. Z. [1204000459] Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Landasan Teori User acceptance dapat didefinisikan sebagai keinginan

Lebih terperinci

Oleh : M. Chandra Budiman Pembimbing : Syarifa Hanoum, ST, MT. Ko Pembimbing : Effi Latiffianti, ST, M.Sc

Oleh : M. Chandra Budiman Pembimbing : Syarifa Hanoum, ST, MT. Ko Pembimbing : Effi Latiffianti, ST, M.Sc JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011 PRESENTASI PENELITIAN TUGAS AKHIR EVALUASI IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK QPR SCORECARD DENGAN MENGGUNAKAN

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Teknologi Informasi 2.1.1. Pengertian Teknologi Informasi Menurut Turban dan Leidner (2008), teknologi informasi merupakan kumpulan darisistem komputasi yang digunakan oleh organisasi.

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK...vi. KATA PENGANTAR...vii. DAFTAR ISI...ix. DAFTAR GAMBAR...xii. DAFTAR TABEL...xiii. DAFTAR LAMPIRAN...xvi BAB I PENDAHULUAN...

DAFTAR ISI. ABSTRAK...vi. KATA PENGANTAR...vii. DAFTAR ISI...ix. DAFTAR GAMBAR...xii. DAFTAR TABEL...xiii. DAFTAR LAMPIRAN...xvi BAB I PENDAHULUAN... DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK...vi KATA PENGANTAR...vii DAFTAR ISI...ix DAFTAR GAMBAR...xii DAFTAR TABEL...xiii DAFTAR LAMPIRAN...xvi BAB I PENDAHULUAN...1 1.1 Latar Belakang...1 1.2 Rumusan Masalah...3 1.3

Lebih terperinci

Pengaruh Persepsi Kemudahan dan Persepsi Kegunaan Terhadap Penerimaan Layanan Web Tracking (Studi Kasus PT XYZ)

Pengaruh Persepsi Kemudahan dan Persepsi Kegunaan Terhadap Penerimaan Layanan Web Tracking (Studi Kasus PT XYZ) Pengaruh Persepsi Kemudahan dan Persepsi Kegunaan Terhadap Penerimaan Layanan Web Tracking (Studi Kasus PT XYZ) Della Oktaviany 1, Dien Novita 2 1,2 Program Studi Sistem Informasi, STMIK GI MDP Email:

Lebih terperinci

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 1. Jika melihat hasil pengolahan data yang ada pada bab 4, web banner online store blibli.com cukup baik. Responden menyadari dan mengenali akan kehadiran web

Lebih terperinci

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGKINANG MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)

ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGKINANG MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGKINANG MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Eki Saputra 1, Misfariyan 2 Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Informasi Akuntansi 2.1.1 Sistem Informasi Sistem merupakan satu kesatuan kelompok yang saling berinteraksi dan bekerjasama satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Logika dan Desain Pemrograman adalah salah satu mata kuliah yang ada

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Logika dan Desain Pemrograman adalah salah satu mata kuliah yang ada BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Logika dan Desain Pemrograman adalah salah satu mata kuliah yang ada di Stikom Surabaya. Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa S1 Sistem

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian-Penelitian Terdahulu Penelitian tentang mobile banking telah banyak dilakukan oleh peneliti di berbagai negara. Adapun jenis mobile banking yang paling banyak diteliti

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KEYAKINAN MANFAAT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI

PENGARUH FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KEYAKINAN MANFAAT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI PENGARUH FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KEYAKINAN MANFAAT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI Agung Utama, Arif Wibowo, & Nurhadi Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia agungutama@uny.ac.id Abstract: Pengaruh

Lebih terperinci

ANALISIS PERILAKU WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP MINAT PERILAKU MENGGUNAKAN E-FILING

ANALISIS PERILAKU WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP MINAT PERILAKU MENGGUNAKAN E-FILING ANALISIS PERILAKU WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP MINAT PERILAKU MENGGUNAKAN E-FILING Aulia Dyanrosi Program Magister Ilmu Administrasi Bisnis, Universitas Brawijaya. Jl. MT. Haryono 163 Malang Email.

Lebih terperinci

APLIKASI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) PADA KOMPUTERISASI KEGIATAN PERTANAHAN

APLIKASI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) PADA KOMPUTERISASI KEGIATAN PERTANAHAN Aplikasi Technology Acceptance. (Wahyu Prabawati Putri Handayani & Mugi Harsono) APLIKASI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) PADA KOMPUTERISASI KEGIATAN PERTANAHAN Wahyu Prabawati Putri Handayani & Mugi

Lebih terperinci

Hanif et al., Analisis Minat Penggunaan Mobile Banking Dengan Pendekatan Technology... 24

Hanif et al., Analisis Minat Penggunaan Mobile Banking Dengan Pendekatan Technology... 24 Hanif et al., Analisis Minat Penggunaan Mobile Banking Dengan Pendekatan Technology... 24 Analisis Minat Penggunaan Mobile Banking Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Yang Telah Dimodifikasi

Lebih terperinci

JURNAL ILMIAH FIFO P-ISSN / E-ISSN

JURNAL ILMIAH FIFO P-ISSN / E-ISSN Penggunaan Technology Acceptance Model dalam Kajian E-Learning Dari Sudut Pandang Pengguna (Studi Kasus Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur) Grace Gata Fakultas Teknologi Informasi, Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Riset dan perkembangan dalam teknologi komunikasi sudah tumbuh

BAB I PENDAHULUAN. Riset dan perkembangan dalam teknologi komunikasi sudah tumbuh 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Riset dan perkembangan dalam teknologi komunikasi sudah tumbuh dengan cepat. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan alat komunikasi yang semakin canggih

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya kemajuan teknologi informasi memberi pengaruh pada perkembangan dibidang pendidikan. Teknologi informasi telah menawarkan paradigma baru di Perguruan Tinggi yang

Lebih terperinci

yang memepengaruhi penerimaan sebuah sistem yang diaplikasikan. Seperti Sistem Informasi yang dapat diakses di luar kampus, peningkatan produktifitas

yang memepengaruhi penerimaan sebuah sistem yang diaplikasikan. Seperti Sistem Informasi yang dapat diakses di luar kampus, peningkatan produktifitas 82 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penelitian memberikan saran sebagai berikut : Sebaiknya pihak Universitas memperhatikan dan mengkaji faktor faktor yang memepengaruhi penerimaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan pada era modern ini. Dua

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan pada era modern ini. Dua BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Teknologi informasi dan sistem informasi merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan pada era modern ini. Dua hal tersebut seperti

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Technology Acceptance Model (TAM) TAM adalah teori sistem informasi yang memodelkan penerimaan dan penggunaan teknologi. TAM yang dikemukakan oleh Davis (Davis, 1989) merupakan

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH SIKAP DAN MINAT MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI (STUDI EMPIRIS PADA PERGURUAN TINGGI SWASTA DI SURAKARTA)

ANALISIS PENGARUH SIKAP DAN MINAT MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI (STUDI EMPIRIS PADA PERGURUAN TINGGI SWASTA DI SURAKARTA) ANALISIS PENGARUH SIKAP DAN MINAT MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI (STUDI EMPIRIS PADA PERGURUAN TINGGI SWASTA DI SURAKARTA) Wagiyem Dosen Tetap STIE Atma Bhakti Surakarta Rini Handayani Dosen

Lebih terperinci

PENGARUH KEMUDAHAN PENGGUNAAN, KEMANFAATAN, SIKAP, RISIKO DAN FITUR LAYANAN TERHADAP MINAT ULANG NASABAH BANK BCA DALAM MENGGUNAKAN INITERNET BANKING

PENGARUH KEMUDAHAN PENGGUNAAN, KEMANFAATAN, SIKAP, RISIKO DAN FITUR LAYANAN TERHADAP MINAT ULANG NASABAH BANK BCA DALAM MENGGUNAKAN INITERNET BANKING Chitra Laksmi Rithmaya PENGARUH KEMUDAHAN PENGGUNAAN, KEMANFAATAN, SIKAP, RISIKO DAN FITUR LAYANAN TERHADAP MINAT ULANG NASABAH BANK BCA DALAM MENGGUNAKAN INITERNET BANKING Chitra Laksmi Rithmaya STIE

Lebih terperinci

Artikel Ilmiah. Peneliti : Widya Suprapto

Artikel Ilmiah. Peneliti : Widya Suprapto Analisis Pemanfaatan Teknologi Informasi Pada Lembaga Pemerintahan Menggunakan Unified Theory of Acceptance and Use a Technology (UTAUT) (Studi Kasus : DISHUBKOMBUDPAR Kota Salatiga) Artikel Ilmiah Peneliti

Lebih terperinci

Kata Kunci: ponsel cerdas, tam, sistem operasi

Kata Kunci: ponsel cerdas, tam, sistem operasi ANALISA PERBANDINGAN PENERIMAAN SISTEM OPERASI BLACKBERRY DAN SISTEM OPERASI ANDROID OLEH PENGGUNA, MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Adhitya Rizky Pratama Sistem Informasi S1, Fakultas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek dan Subyek Penelitian Obyek penelitian merupakan suatu atribut atau penilaian orang, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang telah ditentukan oleh peneliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi

BAB III METODE PENELITIAN. menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi 23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel 3.1.1 Populasi Populasi adalah kelompok subyek yang hendak digeneralisasikan oleh hasil penelitian (Sugiyono, 2014). Sedangkan Arikunto (2010) menjelaskan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merujuk pada penelitian-penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merujuk pada penelitian-penelitian BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 PENELITIAN TERDAHULU Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merujuk pada penelitian-penelitian sebelumnya. Berikut ini akan diuraikan beberapa penelitian terdahulu yang mendukung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 7 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian survey. Metode survey yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh informasi melalui

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN LAYANAN INTERNET BANKING OLEH NASABAH BANK DI INDONESIA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN LAYANAN INTERNET BANKING OLEH NASABAH BANK DI INDONESIA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN LAYANAN INTERNET BANKING OLEH NASABAH BANK DI INDONESIA Melitina Tecualu Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Krida Wacana Abstract: The objective of this study

Lebih terperinci

PENGUKURAN KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA SISTEM HRIS UNIVERSITAS BINA DARMA

PENGUKURAN KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA SISTEM HRIS UNIVERSITAS BINA DARMA PENGUKURAN KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA SISTEM HRIS UNIVERSITAS BINA DARMA Iin Seprina 1), Muhammad Sobri 2) 1) Sistem Informasi Universitas Bina Darma Palembang 2) Manajemen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek/Subyek Penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah Karyawan Bagian Akuntansi dan Keuangan BMT Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sekitarnya. Sedangkan responden

Lebih terperinci

Fitri Imandari Endang Siti Astuti Muhammad Saifi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya ABSTRAK

Fitri Imandari Endang Siti Astuti Muhammad Saifi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya ABSTRAK PENGARUH PERSEPSI KEMANFAATAN DAN PERSEPSI KEMUDAHAN TERHADAP MINAT BERPERILAKU DALAM PENGGUNAAN E-LEARNING (Studi Pada Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya) Fitri Imandari Endang Siti

Lebih terperinci

Page 1 Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2014 STMIK AMIKOM Yogyakarta, 8 Februari 2014 ISSN : PENGUKURAN KEPUASAN

Page 1 Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2014 STMIK AMIKOM Yogyakarta, 8 Februari 2014 ISSN : PENGUKURAN KEPUASAN Page 1 2.07-23 PENGUKURAN KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA SISTEM HRIS UNIVERSITAS BINA DARMA Iin Seprina1), Muhammad Sobri2) 1) Sistem Informasi Universitas Bina Darma Palembang

Lebih terperinci

Krismatya et al., Pengujian Teori Technology Acceptance Model (Tam) Untuk Memprediksi Penerimaan Sistem

Krismatya et al., Pengujian Teori Technology Acceptance Model (Tam) Untuk Memprediksi Penerimaan Sistem 1 Pengujian Teori Technology Acceptance Model (TAM) Untuk Memprediksi Penerimaan Sistem Pendaftaran Online BPJS Kesehatan Cabang Jember (Theory Test Technology Acceptance Model (TAM) Revenue System For

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING UNTUK ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI AKADEMIK TERHADAP KUALITAS WEBSITE

PENERAPAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING UNTUK ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI AKADEMIK TERHADAP KUALITAS WEBSITE PENERAPAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING UNTUK ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI AKADEMIK TERHADAP KUALITAS WEBSITE (Studi Kasus pada Website sia.undip.ac.id) SKRIPSI Disusun oleh: ENGGAR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor

BAB I PENDAHULUAN. baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Di era persaingan global saat ini, dunia bisnis berkembang dengan pesat, baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor pendidikan.

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Technology Acceptance Model (TAM) diadopsi dari model The Theory of

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Technology Acceptance Model (TAM) diadopsi dari model The Theory of BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Technology Acceptance Model (TAM) Technology Acceptance Model (TAM) diadopsi dari model The Theory of Reasoned Action (TRA), dengan satu premis bahwa reaksi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menyediakan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh stakeholder sebagai. dasar untuk pengambilan keputusan dalam organisasi.

BAB I PENDAHULUAN. menyediakan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh stakeholder sebagai. dasar untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi telah berkembang dengan cepat dan mempengaruhi berbagai aspek dalam organisasi. Perubahan lingkungan bisnis menuntut organisasi untuk menyesuaikan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bong-Keun Jeong & Tom E Yoon (2013) mobile banking. Berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM),

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bong-Keun Jeong & Tom E Yoon (2013) mobile banking. Berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM), 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian ini didasarkan pada hasil penelitian sebelumnya yang mengambil topik yang sama : 2.1.1 Bong-Keun Jeong & Tom E Yoon (2013) Penelitian sebelumnya

Lebih terperinci

SKRIPSI. Determinan Penggunaan Cash Deposit Machine Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model.

SKRIPSI. Determinan Penggunaan Cash Deposit Machine Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model. i SKRIPSI Determinan Penggunaan Cash Deposit Machine Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model. (Pada Nasabah Bank BCA, Bank International Indonesia, Bank Mandiri, Dan Bank Danamon Di Semarang) Diajukan

Lebih terperinci