ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI, LATAR BELAKANG PENDIDIKAN TERHADAP KINERJA DOSEN POLITEKNIK BENGKALIS DARI PERSPEKTIF PIMPINAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI, LATAR BELAKANG PENDIDIKAN TERHADAP KINERJA DOSEN POLITEKNIK BENGKALIS DARI PERSPEKTIF PIMPINAN"

Transkripsi

1 ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI, LATAR BELAKANG PENDIDIKAN TERHADAP KINERJA DOSEN POLITEKNIK BENGKALIS DARI PERSPEKTIF PIMPINAN M. Hamidi 1, Sri Indrastuti 2 1 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bengkalis Jl. Bathin Alam, Sungai Alam Bengkalis Riau Kode Pos Telp. (0766) , Fax (0766) Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Islam Riau Abstract : This study aims to analyze the influence of competencies and educational background on performance of Bengkalis Polytechnic lecturers. The results of the research showed that pedagogical competence, personality competence, social competence, professional competence and educational background factor significantly influences the performance of lecturers. However, pedagogical competence and social competence influence the lecturers performance from leaders perspective. Viewpoint of leaders pedagogical competence is very dominant.this research expected that Bengkalis Polytechnic lectures more increase about competence and educational background for the reach the best performance. Keywords : Pedagogical, Personality, Profesional, Lectures performa Abstraks : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kompetensi dan Latar Belakang pendidikan terhadap Kinerja Dosen Politeknik Negeri Bengkalus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedadogik, kompetensi keperibadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan latar belakang pendidikan secara bersama berpengaruh secara signinifican terhadap kinerja dosen. Bagaimanapun kompetensi pedadogik dan kompetensi sosial secara partial dari perpektif pimpinan mempengaruhi kinerja dan yang paling dominan mempengaruhi adalah kompetensi pedadogik. Dengan penelitian ini diharapkan dosen Politeknik Negeri Bengkalis dapat meningkatkan kompetensi dan latar belakang pendidikan untuk mencapai kinerja yang lebih baik. Keyword : Pedadogik, Kepribadian, Profesional, Kinerja Dosen PENDAHULUAN Sebagaimana dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada Bab 1 pasal 1 ayat 2, dosen dinyatakan sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahu-an, teknologi dan seni melalui pendi-dikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, profesional dinyatakan sebagai pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan 38

2 M. Hamidi, Analisis Pengaruh Kompetensi Latar...39 yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang me-menuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Sejalan dengan hal tersebut dosen yang merupakan tenaga pendidik dalam jenjang pendidikan tinggi wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik yang dimiliki seorang dosen berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 46 ayat 2 menjelaskan bahwa lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana dan lulusan program doktor untuk program pasca sarjana, ini secara jelas menyatakan bahwa untuk mengajar pada program diploma (D3) atau program sarjana (S1) seorang dosen diwajibkan mempuyai kualifikasi pendidikan magister (S 2) sementara untuk dosen yang akan mengajar pada program magister (S 2) kualifikasi pendidikannya harus doktor (S 3) Selain mempunyai latar belakang pendidikan yang memadai, untuk menunjang profesi sebagai seorang dosen perlu memiliki kompetensi. Hal tersebut dinyatakan di dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 7 yang menjelaskan bahwa profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip salah satunya adalah memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. Adapun kompetensi tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Dalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan latar belakang pendidikan secara partian dan bersama-sama terhadap kinerja dosen Politeknik Bengkalis. KERANGKA TEORI Pengertian Kompetensi dan Jenis Kompetensi Dosen Kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi oleh keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Kompetensi menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam suatu bidang tertentu sebagai sesuatu terpenting sebagai unggulan bidang tersebut. Wibowo (2007:110) menjelaskan bahwa kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi a- tas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Menurut Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 ayat (1) ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh dosen dalam mengemban tugas tridharma perguruan tinggi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. 1. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik, Depdiknas (2004 :9) menyebutkan kompetensi ini dengan kompetensi pengelolaan pembelajaran. Selaian pengelolaan pembelajaran kemampuan pedagogik juga meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pe-

3 40 Inovbiz, Volume 1, Nomor 1, Juni 2013, hlm ngembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Sub kompetensi dalam kompetensi Pedagogik adalah : a. Memahami peserta didik secara mendalam yang meliputi memahami peserta didik dengan memamfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, prinsipprinsip kepribadian, dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik. b. Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran yang meliputi memahmi landasan pendidikan, menerapkan teori belajar dan pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar, serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. c. Melaksanakan pembelajaran yang meliputi menata latar (setting) pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif. d. Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran yang meiputi merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan denga berbagai metode,menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level), dan memamfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum. e. Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan beragai potensinya meliputi memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik, dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi non akademik. Menurut Jamal (2009:65) kompetensi pedagogik dosen adalah kemampuan seorang dosen dalam mengelola proses pembelajaran peserta didik, selain itu kemampuan pedagogik juga ditunjukkan dalam membantu, membimbing dan memimpin peserta didik. Berdasarkan Permendiknas nomor 17 tahun 2007 di dalam Jamal (2009:65-66) ada sepuluh indikator di dalam kompetensi pedagogik yaitu: a. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultur, emosional dan intelektual; b. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik; c. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu; d. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik; e. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran; f. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang dimilik; g. Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik; h. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar; i. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran;

4 M. Hamidi, Analisis Pengaruh Kompetensi Latar...41 j. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. 2. Kompetensi Kepribadian Menurut Surya (2003:138) kompetensi kepribadian ini merupakan kompetensi personal yaitu kemampuan pribadi seseorang dosen yang diperlukan agar menjadi dosen yang baik, kompetensi personal ini mencangkup kemampuan pribadi yang berkenaan dengan pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri dan perwujudan diri. Raka Joni sebagaimana dikutipkan oleh Suyanto dan Hisyam (2009:29) menjelaskan bahwa kompetensi personal ini merupakan kepribadian yang mantap dan patut diteladani, dengan demikian guru atau dosen akan mampu menjadikan seorang pemimpin yang menjalankan peran : ingngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Setiap dosen harus memiliki kemampuan pribadi karena dengan kemampuan ini akan menjadi dosen yang berkualitas dan kualitas itu sendiri dapat dihasilkan oleh kemampuan dari dosen tersebut. Adapun kompetensi kepribadian ini merupakan kemampuan yang (a) mantap; (b) stabil; (c) dewasa; (d) arif dan bijaksana; (e) berwibawa; (f) berakhlak mulia; (g) menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat; (h) mengevaluasi kinerja sendiri; (i) mengembangkan diri secara berkelanjutan. Sementara itu menurut Theodore M. Newcomb seperti yang dikutip Jamal (2009: ) kepribadian diartikan sebagai organisasi sikap-sikap (predispositions) yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap prilaku. Kepribadian menunjuk pada organisasi sikap-sikap seseorang untuk berbuat, mengetahui, berpikir dan merasakan secara khusus apabila berhubungan dengan dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan. Kepribadian merupakan abstraksi individu dan kelakuannya sebagaimana halnya dengan masyarakat dan kebudayaan, maka ketiga aspek tersebut mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Ada beberapa indikator kepribadian baik yang optimis dan progresif yaitu: a. Bertanggung jawab, tanggung jawab adalah perasaan kuat yang disertai kebulatan tekad untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya. b. Tidak emosional; c. Tegas, tidak menakut-nakuti, seorang pendidik harus tegas, adil dan tidak membeda-bedakan. d. Dekat dengan anak didik, kedekatan membawa efek positif bagi pembelajaran, kedekatan a- kan menciptakan hubungan bathin dan keakraban dalam bergaul. 3. Kompetensi Sosial Dosen juga harus memahami kompetensi ini, dosen diharapkan mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan kehidupan bermasyarakat serta mampu melakukan sosialisasi dengan lingkungannya sehingga dimanapun dan kapanpun serta dengan siapapun dosen memiliki kemampuan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Surya (2003:138) mengemukakan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan yang diperlukan oleh seseorang agar berhasil dalam

5 42 Inovbiz, Volume 1, Nomor 1, Juni 2013, hlm berhubungan dengan orang lain, hal ini termasuk keterampilan dalam interaksi sosial dan melaksanakan tanggung jawab sosial. Dalam kompetensi sosial ini seorang dosen diharuskan mempunyai kemampuan sebagai bagian dari masyarakat sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Nasional Pendidikan, bahwa di dalam kompetensi ini seorang dosen dituntut untuk : (a) mampu berkomunikasi lisan dan tulisan; (b) menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional; (c) bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua atau wali peserta didik dan (d) bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. Jamal (2009: ) menjelaskan kompetensi sosial dalam kegiatan belajar berkaitan erat dengan kemampuan pendidik dalam berkomunikasi dengan masyarakat sekitar kampus dan masyarakat tempat pendidik tinggal sehingga peranan dan cara pendidik berkomunikasi dalam masyarakat diharapkan memiliki karakteristik tersendiri yang sedikit banyak berbeda dengan yang bukan pendidik. Dosen atau pendidik dimata masyarakat pada umumnya dan para peserta didik merupakan panutan yang perlu dicontoh dan merupakan suri teladan dalam kehidupannya sehari-hari. Dosen merupakan tokoh dan tipe makhluk yang diberi tugas dan beban membina dan membimbing masyarakat ke arah norma yang berlaku. Hal ini menjelaskan bahwa kompetesi sosial dosen atau pendidik merupakan kemampuan pendidik untuk memahami dirinya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat dan warga Negara, lebih dalam lagi kemampuan sosial ini mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai pendidik. Dalam standar nasional pendidikan yang dikutip Jamal (2009:149) kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagaian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik yang sekurang-kurangnya harus memiliki kompetensi untuk : a. Berkomunikasi secara lisan, tulisan dan isyarat; b. Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional; c. Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga kependidikan dan wali/ orang tua peserta didik; d. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. 4. Kompetensi Profesional Didalam Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan, kompetensi professional merupakan kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: (a) konsep, struktur dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheran dengan materi ajar; (b) materi ajar yang ada dalam kurikulum; (c) hubungan konsep antar mata pelajaran terkait; (d) penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan (e) kompetensi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional.

6 M. Hamidi, Analisis Pengaruh Kompetensi Latar...43 Sementara itu Surya (2003:138) mengemukakan bahwa kompetensi profesional adalah kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai dosen professional, kompentensi professional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkan beserta metodenya, rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan dengan sejawat dosen lainnya. Menurut Jamal (2009:157) kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam mencangkup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran dan substansi keilmuan secara filosofis, kompetensi ini juga disebut dengan penguasaan sumber bahan ajar atau sering disebut dengan bidang studi keahlian. Menurut Endang Komaro dalam Jamal (2009: ) kompetensi professional adalah kemampuan yang berhubungan dengan penyesuaian tugas-tugas sebagai pendidik sebab ini berhubungan dengan kinerja, oleh sebab itu tingkat profesionalitas pendidik dapat dilihat dari kompetensi sebagai berikut: (1) Kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan, misalnya paham akan tujuan pendidikan yang harus dicapai baik tujuan nasional, institusi, kurikuler dan tujuan pembelajaran; (2) Pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan, misalnya paham tentang tahapan perkembangan siswa, paham tentang teori-teori belajar; (3) Kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkan; (4) Kemampuan dalam mengapliasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran; (5) Kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar; (6) Kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran; (7) Kemampuan dalam menyusun program pembelajaran; (8) Kemampuan dalam melaksanakan unsur penunjang, misalnya administrasi, bimbingan penyuluhan; (9) Kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan kinerja. Dalam standar nasional pendidikan pasal 28 ayat 3 butir dikemukan bahwa dimaksud dengan kompetesi professional adalah penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan. D.A.Tisna Amidjaja seperti yang dikutip oleh Isjoni (2008:48) mengemukakan kompetensi dengan istilah kemampuan, dimana ada tiga aspek kemampuan pendidik yaitu : a. Kemampuan pribadi dimana setiap pendidik harus memiliki kemampuan pribadi dengan kemampuan itu seorang pendidik akan dapat menjadi pendidik yang berkualitas dan kualitas itu sendiri dapat dihasilkan dari kemampuan pribadi. b. Kemampuan professional, kemampuan profesiona l merupakan kemampuan dan menghayati dan mendalami keilmuannya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan professional, bila pendidik memiliki kemampuan professional maka akan berdampak kepada kualitas pembelajaran dan ak-

7 44 Inovbiz, Volume 1, Nomor 1, Juni 2013, hlm hirnya akan bermuara kepada kualitas pendidikan nasional. c. Kemampuan kemasyarakatan atau kemampuan social, pendidik diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan dan kehidupan bermasyarakat serta mampu melakukan sosialisasi dengan lingkungannya. Pengertian dan Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja Simamora (2004:409) menyatakan, bahwa kinerja adalah keadaan/tingkat perilaku seseorang yang harus dicapai dengan persyaratan tertentu. Penilaian kinerja adalah proses yang mengukur kinerja karyawan. Penilaian kinerja biasanya mencakup aspek kualitatif dan kuantitatif dari kinerja pelaksanaan pekerjaan. Berdasarkan pendapat diatas, Sutrisno (2009:165) menyimpulkan bahwa kinerja adalah sebagai hasil kerja yang telah dicapai seseorang dari tingkah laku kerjanya dalam melakukan aktivitas kerja. Cooper dalam Samsudin (2006:159) mengungkapkan kinerja adalah sebagai berikut A general term applied to part or all of the conduct or activities of an organization over period of time, often with reference to some standart such as past projected cost, an efficiency base, management responsibility or accountability, or the like.artinya kinerja a- dalah tingkat pelaksanaan tugas yang dapat dicapai seseorang, unit, atau divisi dengan menggunakan kemampuan yang ada dan batasan batasan yang telahditetapkan untuk mencapai tujuan organisasi/perusahaan. Pengertian, Tujuan, Jenjang Proses dan Jenis Pendidikan Menurut Umar Tirtarahardja dan La Sula (2005:33-36) menerangkan pengertian pendidikan dapat ditinjau dari beberapa fungsi yaitu sebagai proses tranformasi budaya, pembentukkan pribadi, penyiapan warga Negara dan penyiapan tenaga kerja. Hal tersebut dikarenakan pendidikan sifat sasaranya adalah manusia yang mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat komplek. Masih menurut Umar Tirtarahardja dan La Sula (2005:33-36), pengertian pendidikan sebagai transformasi budaya diartikan sebagai pewarisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang lain, sebagai pembentukkan pribadi pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistemastis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Sebagai proses penyiapan warga Negara pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga Negara yang baik dan sebagai penyiapan tenaga kerja pendidikan diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memilki bekal dasar untuk bekerja. METODE PENELITIAN Penelitian ini untuk menganalisa pengaruh kompetensi, latar belakang pendidikan terhadap kinerja dengan melakukan uji stastik regresi sederhana, sementara penelitian ini sendiri bersifat deskriptif dan kuantitatif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional serta latar belakang pendidikan dan kinerja. Dalam penelitian ini populasi yang akan diteliti yaitu pihak manajemen (pimpinan), pihak manajemen merupakan atasan lang-sung dari objek yang akan diteliti yaitu ketua program studi dari tujuh program studi yaitu Teknik Perkapalan, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Administrasi Bisnis, Bahasa Inggris dan Teknik Informasi.

8 M. Hamidi, Analisis Pengaruh Kompetensi Latar...45 Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: variabel terikat yaitu kinerja dengan 6 indikator dan variabel bebas yaitu kompetensi pedagogik dengan 5 indikator, kompetensi kepribadian dengan 5 indikator, kompetensi sosial dengan 5 indikator, kompetensi profesional dengan 5 indikator. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda sementara itu pengujian dilakukan dengan validitas dan realiabilitas alat ukur serta pengujian asumsi klasik dan hipotesis. ANALISA DATA Pengujian Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur Untuk pengujian validitas dan reliablitas alat ukur untuk pimpinan ini dilakukan sebagaimana halnya dengan mahasiswa, dikatakan valid apabila muatan faktornya 0,45 dan pengujian reliabilitas dilakukan dengan analisis faktor identifikasi awalnya dengan melihat nilai Kaiser-Meyer Olkin Measure Sample Adequancy (KMO- MSA) 0,5 dan nilai signifikansinya 0,05 (α = 0,05). Berikut ini adalah rangkuman hasil pengujian validitas dan reliabilitas alat ukur dengan analisis faktor konfirmatori. Tabel 1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas alat ukur Penelitian Dari Perspektif Pimpinan Tahap Pengujian Faktor Indikator I II Kompetensi Pedagogik Kompetensi Kepribadian Kompetensi Sosial Identifikasi awal KMO-MSA Sign Validitas ( Factor Loading ) Tujuan & sasaran Penggunaan media Diskusi Perkembangan mahasiswa Aktualisasi diri Identifikasi Awal KMO-MSA Sign Validitas ( Factor Loading ) Tingkah laku sesuai norma Menyenangkan, adil, berwibawa, emosi stabil Mengetahui belum memahami materi kuliah Selalu belajar dan mengikuti perkembangan Menghargai dan terbuka menerima pendapat Identifikasi Awal KMO-MSA Sign Validitas ( Factor Loading ) Berkomunikasi secara baik Bicara tegas, lugas dan memandang ke mahasiswa Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi Bergaul baik dilingkungan kampus Bergaul baik dilingkungan masyarakat 0,771 0,000 0,720 0,788 0,797 0,730 0,642 0,812 0,000 0,794 0,770 0,808 0,684 0,828 0,768 0,000 0,778 0,771 0,866 0,795 0,764

9 46 Inovbiz, Volume 1, Nomor 1, Juni 2013, hlm Kompetensi Profesional Latar Belakang Pendidikan Kinerja Sumber : Data Olahan Identifikasi Awal KMO-MSA Sign Validitas ( Factor Loading ) Menguasai bahan perkuliahan Aktif dan produktif membuat karya tulis Mengerti ketentuan dan peraturan Kreatif dengan ide-ide baru Wawasan luas dan menguasai topik Identifikasi Awal KMO-MSA Sign Validitas ( Factor Loading ) Mendemonstrasikan ilmunya Percaya diri dengan kemampuan Ahli dalam bidangnya Identifikasi Awal KMO-MSA Sign Validitas ( Factor Loading ) Memahami materi kuliah Mahasiswa terkendali dan suasana kelas nyaman Hadir tepat waktu Memanfaatkan waktu mengajar Materi banyak diminati mahasiswa Kepuasan secara keseluruhan 0,734 0,000 0,827 0,562 0,779 0,795 0,940 0,620 0,000 0,768 0,920 0,850 0,815 0,000 0,619 0,769 0,815 0,819 0,764 0,812 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa Uji alat ukur dengan uji reliabilitas untuk semua variabel yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi keperibadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional, latar belakang pendidikan dan kinerja dengan menggunakan analisis faktor konfirmatori. Ni-lai identifikasi awal KMO-MSA untuk semua variabel memiliki nilai ini lebih besar dari 0,5 sehingga menunjukkan bahwa semua variabel pembelian reliabel atau layak digunakan sebagai alat penelitian. Selanjutnya analisis dilakukan dengan mengidentifikasi muatan faktor dari masing-masing indikator dan semua nilai indikator semuanya besar dari 0,45 sehingga variabel kompetensi pedagogik, variabel kompetensi keperibadian, variabel kompetensi sosial, variabel kompetensi profesional dan variabel latar belakang pendidikan serta kinerja dikatakan valid. Pengujian Multikolinearitas Model regresi yang baik adalah yang terbebas dari masalah multikolinearitas (adanya variabel independent yang saling berhubungan). Dalam penelitian ini uji multikolinearitas adalah dengan melihat Colinearity Statistic pada batas toleransi minimal = 0,10 dan batas maksimal VIF = 10 pada tingkat signifikansi 0,05 uji dua sisi dan disajikan dalam tabel sebagai berikut. Tabel 2 Colinearity Statistic Variabel Tolerance VIF Kompetensi Pedadogik 0,341 2,930 Kompetensi Kepribadian 0,266 3,762 Kompetensi Sosial 0, Kompetensi Profesional 0,553 1,808 Latar Belakang Pendidik 0,308 3,249 Sumber : Data Olahan

10 M. Hamidi, Analisis Pengaruh Kompetensi Latar...47 Dengan melihat nilai VIF pada Tabel 4.2 di atas dapat diketahui bahwa semua nilai VIF pada colinearity statistics baik untuk mahasiswa dan pimpinan adalah kecil dari 10, dengan demikian dapat diartikan bahwa antara variabel kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan variabel latar belakang pendidikan baik mahasiswa maupun pimpinan tidak ditemukan adanya masalah multikonearitas. Pengujian Heteroskedastisitas Uji ini digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi spearman s rho, uji glejser, uji park dan dengan melihat pola grafik regresi. Dalam pengujian uji heteroskedasitas ini menggunakan uji spearman s rho dengan melihat nilai singnificant (2- tailed) 0,05 pada kolom RESY dan dengan pola grafik regresi jika pola grafik membentuk pola tertentu maka terjadi masalah heteroskedasitas namin jika pola grafik tersebut menyebar dan tidak membentuk pola tertentu maka tidak terjadi masalah heteroskedsitas. Berikut ini ditampilkan hasil uji spearman s rho untuk mahasiswa dan pimpinan. ketidaksamaan varians dan residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varian dan residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas. Menurut Dwi Priyatno (2010:84) ada beberapa metode pengujian yang bisa digunakan diantaranya yaitu uji Tabel 3. Hasil Uji Spearman s rho Variabel Pimpinan Kompetensi Pedagogik 0,146 Kompetensi Kepribadian 0,843 Kompetensi Sosial 0,791 Kompetensi Profesional 0,229 Latar Belakang Pendidikan 0,334 Sumber : Data Olahan Dari hasil uji spearman s rho untuk mahasiswa dan pimpinan dapat diketahui bahwa nilai RESY untuk variabel kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesioanl dan latar belakang pendidikan semuanya besar dari 0,05 ini menunjukkan bahwa uji spearman s rho mempunyai varian yang sama dan dapat diartikan bahwa tidak terjadi heterokedasitas pada penelitian ini. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda (Multiple Regression Analysis), analisis ini untuk melihat hubungan antara variabel indpenden dengan variabel dependen dengan menggunakan analisis ini dapat memprediksi nilai dari variabel dependent apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan dan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen berhubung positif atau negatif Untuk pengujian hipotesis terhadap pimpinan dapat dilihat melalui rangkuman hasil regresi berganda sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Berganda Dari Perspektif Pimpinan Faktor B Adjusted R 2 Std. Error of the Estimate Constant 0,731 Kompetensi Pedagogik 0,408 Kompetensi Kepribadian 0,242 Kompetensi Sosial 0,272 Kompetensi Profesional -0,059 Latar Belakang Pendidikan -0,039 Sumber : Data olahan Dependent Variable 0,586 0,27222 Kinerja

11

12 48 Inovbiz, Volume 1, Nomor 1, Juni 2013, hlm Berdasarkan hasil tersebut, maka model persamaan regresi berganda secara umum adalah sebagai berikut : Y = 1, ,408KP + 0,242KK + 0,272KS + (-0,059)KPr + (-0,039)LBP Dalam persamaan ini besarnya konstanta bernilai positif sedangkan besarnya nilai koefisien variabel bebas yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial juga bernilai positif terhadap kinerja namun untuk variabel kompetensi profesional dan latar belakang pendidikan menunjukkan pengaruh negatif terhadap kinerja. Dari hasil analisis regresi berganda diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. Apabila kompetensi pedagogik meningkat satu satuan sedangkan kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan latar belakang pendidikan dalam keadaan tetap, maka kinerja akan meningkat sebesar 0,408 satuan. 2. Apabila kompetensi kepribadian meningkat satu satuan sedangkan kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan latar belakang pendidikan dalam keadaan tetap, maka kinerja akan meningkat sebesar 0,242 satuan. 3. Apabila kompetensi sosial meningkat satu satuan sedangkan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan latar belakang pendidikan dalam keadaan tetap, maka kinerja akan meningkat sebesar 0,272 satuan. 4. Apabila kompetensi profesional meningkat satu satuan sedangkan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan latar belakang pendidikan dalam keadaan tetap, maka kinerja akan menurun sebesar 0,059 satuan. 5. Apabila latar belakang pendidikan meningkat satu satuan sedangkan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional dalam keadaan tetap, maka kinerja akan menurun sebesar 0,039 satuan. Nilai negatif ini menjelaskan terjadi suatu penyimpangan, berdasarkan teori dengan semakin baik kompetensi pedagogik dan semakin baik latar belakang pendidikan maka kinerja akan semakin baik namun dalam penelitian ini justru sebaliknya. Berdasarkan besarnya Adjusted R 2 model tersebut menunjukkan bahwa kemampuan variasi kinerja dapat dijelaskan oleh variasi dari kelima variabel inpenden yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan latar belakang pendidikan sebesar 0,586 atau 58,6%. Artinya ada penjelasan yang diperlukan dari variabel lain tapi belum disertakan pada penelitian ini sebesar 41,4%. Jika dilihat dari nilai standart error of estimate (SEE), menurut Ghazali (2007), makin kecil nilai SEE akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel independen. Besarnya SEE model regresi penelitian ini adalah sebesar 0,27222 < 1 atau tergolong kecil, ini berarti model regresi sudah mendekati ketepatan dalam memprediksi variabel independen. Pengujian hipotesis terhadap hipotesis 1,2,3,4 dan 5 menggunakan analisis uji T. Hasil perhitungan pengujian keberartian koefisien variabel tersebut adalah sebagai berikut :

13 M. Hamidi, Analisis Pengaruh Kompetensi Latar...49 Tabel 5 : Hasil Perhitungan Uji Signifikansi (T Test) Parsial Antara Variabel Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Latar Belakang Pendidikan Terhadap Variabel Kinerja Dari Perspektif Pimpian. α = 0,05 (Satu Sisi) n Variabel t hitung Signifikan t tabel α = 0,05 df 52 (satu sisi) Kompetensi Pedagogik 2,700 0,009 Kompetensi Kepribadian 1,497 0, Kompetensi Sosial ,038 1, ,05 Kompetensi Kepribadian 0,569 0,572 Latar Belakang Pendidikan 0,306 0,761 Sumber : Data olahan Dari tabel 4.5 diatas dapat dijelaskan mengenai hipotesis 1,2,3,4 dan 5 sebagai berikut : a. Hipotesis 1 Dari hasil penghitungan uji signifikansi variabel kompetensi pedagogik terlihat bahwa t hitung 2,700 > t tabel 1,674 dengan sig 0,009 < α = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi antara kompetensi pedagogik terhadap kinerja adalah berpengaruh positif dan signifikan, sehingga hipotesis penelitian pertama (H1) diterima. Ini berarti terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi pedagogik terhadap kinerja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik mempengaruhi kinerja pada dosen Politeknik Bengkalis. b. Hipotesis 2 Dari hasil penghitungan uji signifikansi variabel kompetensi pedagogik terlihat bahwa t hitung 1,497 < t tabel 1,674 dengan sig 0,141 > α = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi antara kompetensi kepribadian terhadap kinerja adalah berpengaruh positif tetapi tidak signifikan, sehingga hipotesis penelitian kedua (H2) ditolak. Ini berarti terdapat pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan antara kompetensi kepribadian terhadap kinerja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian tidak mempengaruhi kinerja pada dosen Politeknik Bengkalis. c. Hipotesis 3 Hasil penghitungan uji signifikansi variabel kompetensi sosial terlihat bahwa t hitung 2,126 > t tabel 1,674 dengan sig 0,038 < α = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi antara kompetensi sosial terhadap kinerja adalah berpengaruh positif dan signifikan, sehingga hipotesis penelitian ketiga (H3) diterima. Ini berarti terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi sosial terhadap kinerja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kompetensi sosial mempengaruhi kinerja pada dosen Politeknik Bengkalis. d. Hipotesis 4 Hasil penghitungan uji signifikansi variabel kompetensi profesional terlihat bahwa t hitung 0,0569 < t tabel 1,674 dengan sig 0,572 > α = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi antara kompetensi profesional terhadap kinerja adalah berpengaruh negatif dan tidak signifikan, sehingga hipotesis penelitian keempat (H4) ditolak. Ini berarti terdapat pengaruh yang negatif dan tidak signifikan antara kompetensi profesional terhadap kinerja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional tidak mempengaruhi kinerja pada dosen Politeknik Bengkalis.

14 50 Inovbiz, Volume 1, Nomor 1, Juni 2013, hlm e. Hipotesis 5 Hasil penghitungan uji signifikansi variabel latar belakang penelitian terlihat bahwa t hitung 0,306 < t tabel 1,674 dengan sig 0,761 > α = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi antara latar belakang pendidikan terhadap kinerja adalah berpengaruh negatif dan tidak signifikan, sehingga hipotesis penelitian kelima (H5) ditolak. Ini berarti terdapat pengaruh yang negatif dan tidak signifikan antara latar belakang pendidikan terhadap kinerja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa latar belakang pendidikan tidak mempengaruhi kinerja pada dosen Politeknik Bengkalis. f. Hipotesis 6 Pengujian hipotesis 6 dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi linier, hasil perhitungan menggunakan uji F dan hasil perhitungan pengujian keberartian koefisien variabel adalah sebagai berikut : Tabel 6 : Hasil Perhitungan Uji Signifikansi (T Test) Simultan semua Terhadap Kinerja Dari Perspektif Pimpinan. α = 0,05 (Satu Sisi) n F hitung Signifikan F tabel df 52 Df5/57 (Model 1) 58 17,167 0,000 2, ,05 Sumber : Data Olahan Dari hasil uji signifikansi tersebut F hitung 17,167 > F tabel 2,54976 dengan sign 0,000 < α = 0,05. Hal ini berarti ada pengaruh simultan dari variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan ada pengaruh simultan dari kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian dan latar belakang terhadap kinerja adalah benar karenanya hipotesis penelitian 6 (H6) diterima. Artinya ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompe-tensi sosial, kompetensi kepribadian dan latar belakang terhadap secara bersama-sama terhadap kinerja pada dosen Politeknik Bengkalis. PEMBAHASAN Pengaruh Kompetensi Pedagogik Terhadap Kinerja Dosen Politeknik Bengkalis Dari Perspektif Pimpinan Dari hasil temuan terhadap kompetensi ini pimpinan memandang kompetensi pedagogik mempengaruhi kinerja, hal dapat dibuktikan dengan tanggapan pimpinan atas pertanyaan mengenai kompetensi pedagogik ini semuanya adalah baik dan dapat diartikan kompetensi pedagogik yang merupakan kompetensi mendasar bagi seorang dosen telah dimiliki secara baik oleh dosen Politeknik Bengkalis sehingga kemampuan ini dapat mendukung kinerja sepenuhnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Jamal (2009:59) kompetensi utama yang harus dimiliki oleh seorang dosen agar perkuliahan yang dilakukan efektif dan dinamis adalah kompetensi pedagogik. Selanjutnya dalam pandangan pimpinan kompetensi pedagogik berbeda antara harapan dan kenyataan, harapan untuk kompetensi pedagogik ini yaitu penggunaan alat bantu serta buku-buku yang terbaru tetapi pada kenyataannya diskusi yang dilakukan didalam kelas lebih diutamakan. Kenyataan dilapangan proses kegiatan perkuliahan diskusi jarang dilakukan

15 M. Hamidi, Analisis Pengaruh Kompetensi Latar...51 dan metode yang monologis sering terjadi pada saat perkuliahan berlangsung, berbagai alasan yang dapat dikemukan diantarnya karena kurang tertariknya mahasiswa untuk melakukan diskusi serta adanya dosen yang belum memahami materi secara baik. Kedua alasan tersebut jika dihubungkan dengan kenyataan mepunyai alasan yang kuat, malas atau kurang tertariknya mahasiswa untuk melakukan diskusi dikarenakan kurangnya pengetahuan atau ilmu yang dimiliki oleh mahasiswa karena dasar dalam pelaksanaan diskusi adalah pengetahuan yang didapatkan dari membaca serta pemahaman yang kurang dimengerti terhadap suatu persoalan ditambah lagi dengan pola pendidikan yang telah diterapkan sejak lama yaitu peran dosen atau guru lebih besar karena sebagian besar mahasiswa Politeknik Bengkalis merupakan dari kecamatan dan desa yang ada di Bengkalis dan sekitar Kabupaten Bengkalis sendiri. Untuk alasan yang kedua disebabkan masih banyaknya pendidikan dosen yang S1 dengan pengalaman dan masa kerja yang kurang dari 5 tahun sebagaimana diketahui pendidikan akan mempengaruhi kemampuan apalagi sesuai dengan Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen syarat kualifikasi pendidikan minimal yang harus dimiliki untuk menjadi seorang dosen setidak-tidaknya S2 atau master. Pengaruh Kompetensi Kepribadian Terhadap Kinerja Dosen Politeknik Bengkalis Dari Perspektif Pimpinan Pimpinan menilai kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh dosen Politeknik Bengkalis yang terletak pada sikap kepribadian yang menghargai segala usaha yang dilakukan oleh mahasiswa serta terbuka dan menerima pendapat sehingga antara harapan dan kenyataan adalah sama. Pimpinan mempunyai pandangan yang sama terhadap kompetensi kepribadian, sikap yang saling menghargai serta terbuka dan bisa menerima pendapat merupakan sikap kepribadian yang utama, dan dalam prakteknya sikap ini senantiasa dilakukan oleh dosen di lingkungan Politeknik Bengkalis dan ini sejalan dengan pendapat yang dikemukan oleh Jamal (2009) yang menyatakan bahwa seorang dosen yang mempunyai kepribadian yang sehat adalah senantiasa bisa memberikan sikap saling menghargai dan bisa menerima pendapat orang lain karena hal tersebut merupakan kebutuhan manusia yang tidak bisa dipungkiri. Namun berdasarkan hasil temuan kompetensi kepribadian tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap kinerja dosen Politeknik Bengkalis. Pengaruh Kompetensi Sosial Terhadap Kinerja Dosen Politeknik Bengkalis Dari Perspektif Pimpinan Dari sudut pandang pimpinan kompetensi sosial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja dan dapat diartikan bahwa dosen Politeknik dimata pimpinan mempunyai kemampuan untuk melakukan interaksi baik dengan mahasiswa, sesama dosen, pegawai, orang tua juga dengan masyarakat disekitar kampus dan tempat tinggalnya, hal ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh sanusi (2003:36) bahwa kemampuan sosial mencangkup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawa tugas sebagai seorang dosen. Kemampuan beradaptasi ditempat tugas yang memiliki keragaman sosial dan budaya merupakan kemampuan dosen untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga suasana kerja akan tercipta dengan nyaman dan menyenangkan, selain itu tuntutan

16 52 Inovbiz, Volume 1, Nomor 1, Juni 2013, hlm dosen untuk mempunyai kompetensi ini tidak terlepas dari kemampuan dosen dalam menerapkan keterampilan berkomunikasi yang baik, benar dan sopan dengan peserta didik, rekan kerja dan masyarakat sekitar, komunikasi harus efektif dan dilakukan dengan tegas serta lugas dan memperhatikan lawan bicara. Lebih lanjut mengenai kompetensi sosial dari sudut pandang pimpinan, dari hasil anaslis antara harapan dan kenyataan adalah sama yaitu penggunaan teknologi komunikasi dan informasi seperti facebook dan internet serta handphone sebagai bentuk kompentensi sosial yang dimiliki oleh seorang dosen dan tertinggi sedangkan yang terendah adalah kemampuan bergaul yang baik dengan masyarakat sekitar kampus dan tempat tinggalnya. Pandangan pimpinan lebih mengarah kedalam bentuk sosial yang lebih luas dan sesuai dengan perkembangan zaman dan dalam aplikasinya dosen Politeknik Bengkalis benarbenar memanfaatkan media tersebut untuk membina hubungan sosial dengan orang lain, dengan kata lain dosen memahami dirinya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat dan mengembangkan tugas sebagai anggota masyarakat dan warga negara. Mengenai kurangnya kemampuan dosen dalam bergaul dengan masyarakat sekitar kampus dan tempat tinggal menjadi pilihan yang terendah mempunyai alasan tersendiri, banyak beban jam mengajar serta pola jam kerja yang ketat membuat seseorang kurang dapat menjalankan kehidupan sosialnya dengan baik memang dalam lingkungan kampus kehidupan sosial berjalan normal namun dalam lingkungan masyarakat belum berjalan dengan baik. Pengaruh Kompetensi Profesional Terhadap Kinerja Dosen Politeknik Bengkalis Dari Perspektif Pimpinan Pimpinan memandang kompetensi profesional ini tidak mempengaruhi kinerja dosen secara signifikan bahkan menunjukkan kecenderungan negatif, dalam maksud lain kompetensi ini dianggap kurang penting untuk menunjukkan keberhasilan seorang dosen, hal ini tentu saja bertolak belakang dengan pendapat yang diutarakan oleh Surya (2003:138) yang mengemukakan bahwa kompetensi profesional ini diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai dosen yang profesional serta pendapat yang disampaikan oleh Endang Komara dalam Dalam hal ini pimpinan merasakan bahwa kemampun dosen menguasai bahan perkuliahan dengan baik, aktif dan produktif membuat karya ilmiah, memahami peraturan dan ketentuan akademik serta kreatif dan tidak monoton serta memiliki wawasan yang luas serta penguasaan akan topiktopik tertentu masih kurang. Dikatakan kurang karena dilapangan sebagian besar dosen kurang mengindahkan peraturan dan ketentuan kampus seperti kehadiran yang terlambat, lambatnya mengumpulkan daftar nilai, mengurangi jam efektif dikelas dan lain sebagainya. Kurangnya membaca dan melaukan pengembangan diri membuat proses perkuliahan menjadi lambat sehingga menjadikan dosen tersebut kurang menguasai bahan perkuliahan dan kurangnya wawasan, kurangnya wawasan ini bisa saja mengakibatkan dosen kurang peka terhadap perkembangan sosial sekitarnya dan mengakibatkan kurang produktif untuk membuat karya tulis. Dari hasil analisa deskriptif terhadap kompetensi profesional ini pimpinan lebih mengutamankan menguasai bahan perkuliahan yang telah

17 M. Hamidi, Analisis Pengaruh Kompetensi Latar...53 diberikan dengan baik sebagai keberhasilan kompetensi profesionalisme yang tertinggi dibandingkan dengan memiliki wawasan yang luas dan menguasi topik-topik tertentu sedangkan yang terendah adalah aktif dan produktif membuat karya tulis, hampir ada persamaan persepsi dengan mahasiswa namun demikian penguasaan materi atau bahan kuliah juga merupakan suatu indikator untuk peningkatan kompetensi profesional seorang dosen. Pimpinan memandang seorang dosen yang profesional adalah dosen yang menguasai seluruh bahan perkuliahan dengan baik sehingga transfer ilmu dapat berlangsung dengan baik namun perlu diingat bahwa profesional disini bukan hanya menguasai bahan perkuliahan tetapi juga dituntut untuk memiliki wawasan yang luas sehingga dapat mengembangkan materi perkuliahan namun berdasarkan temuan kompetensi profesional ini dimata pimpinan tidak mempengaruhi kinerja dosen Politeknik Bengkalis. Lebih lanjut dapat disampaikan pada kenyataannya kompetensi profesional dosen Politeknik Bengkalis belum sepenuhnya dikatakan baik, lemahnya tradisi membaca ditambah dengan penguasaan materi atau bahan perkuliahan yang tidak begitu kuat serta materi yang itu-itu saja membuat kompetensi ini terhambat, apalagi jika dihubungkan dengan aktif dan produktif untuk membuat karya tulis yang juga merupakan suatu tuntutan profesional seorang dosen yang juga masih rendah. Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Terhadap Kinerja Dosen Politeknik Bengkalis Dari Perspektif Pimpinan Pimpinan menilai tingkat pendidikan tidak mempengaruhi kinerja dosen dan cenderung negatif dan ini sejalan dengan temuan yang dilakukan oleh Ellyana S (2008) yang menyatakan antara pendidikan dan kinerja tidak mempunyai hubungan yang signifikan. Dalam arti lain pimpinan menilai kemampun dosen dalam mendemostrasikan ilmunya serta mempunyai kepercayaan diri dengan kemampuan yang dimiliki serta ahli dalam bidangnya belum tersalur dengan baik. Sebagian besar dosen belum secara menyeluruh mentranfer dan membuktikan ilmu yang dimiliki untuk kepentingan proses pembelajaran dan tidak mempunyai kepercayaan serta tidak ahli dalam bidangnya, ini dapat disebabkan karena rata-rata latar belakang pendidikan dosen adalah dari strata satu yang berasal dari ilmu umum sementara untuk mengajar pada Politeknik Bengkalis dituntut mempunyai keahlian atau keterampilan khusus karena jenjang pendidikan Politeknik Bengkalis adalah pendidikan vokasi yang lebih mengutamakan praktek dari teori (60% praktek 40% teori) bahkan ada pendapat yang menyatakan sebaiknya yang mengajar di Politeknik adalah lulusan atau sarjana terapan, selain itu dijumpai sebagian dosen mengajar tidak sesuai dengan kualifiakasi pendidikan sehingga pandangan pimpinan latar belakang pendidikan tidak mempengaruhi kinerja dapat terjawab. Namun demikian dari sudut pandang pimpinan tingkat keberhasilan dari latar belakang pendidikan ini sama halnya dengan mahasiswa jika dibandingkan dengan kepercayaan diri dengan kemampuan yang dimiliki. Dengan demikian dapat diartikan antara pimpinan dan mahasiswa mempunyai kesamaan pandangan bahwa ahli dalam bidangnya menunjukkan bahwa dosen Politeknik Bengkalis mempunyai latar belakang pendidikan yang sesuai dengan keahlian yang dimilikinya.

18 54 Inovbiz, Volume 1, Nomor 1, Juni 2013, hlm Dari hasil analisa deskriptif terhadap pimpinan terdapat kecenderungan yang negatif antara kompetensi profesional dan latar belakang pendidikan terhadap kinerja. Kecenderungan yang negatif terhadap kinerja dapat disebabkan karena adanya ketidakpastian mengenai status dosen yang merupakan dosen kontrak yayasan dan sewaktu-waktu dapat diberhentikan, selain itu kegiatan akademik merupakan bantuan dari pemerintah setempat dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis yang terkadang dapat menghambat proses dan kegiatan akademik seperti gaji yang terlambat dan terbatasnya dana. Ketidakjelasan dan ketidakpastian tersebut membuat dosen Politeknik Bengkalis lebih tertarik untuk melakukan kegiatan diluar kampus dengan bekal ilmu yang dimiliki selain itu juga membuat peluang untuk berpindah pekerjaan semakin terbuka. UCAPAN TERIMA KASIH Saya mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia yang telah diberikan, Prof.H. Sri Indrastuti, SE, MM, Hj. Dewita Suryati Ningsih, SE, MBA dan Dr. Teddy Candra, SE, MM yang telah membantu dan membimbing dalam penelitian ini. Istri Syulfiah Heni, SH dan anak Siti Nur Fadhilah beserta kedua orang tua yang dicintai KESIMPULAN Berdasarkan analisa data dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat diambil kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut : 1. Dari sudut pandang pimpinan kompetensi pendagogik mempengaruhi kinerja dosen dengan demikian dapat disimpulkan semakin besar kemampuan dosen dalam kompetensi pedagogik ini maka akan dapat meningkatkan kinerja dosen tersebut selanjutnya pimpinan menilai kompetensi pedagogik yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap kinerja dosen adalah penggunaan media yang membantu perkuliahan seperti LCD serta referensi buku-buku terbaru karena kompetensi ini merupakan kemampuan pengelolaan belajar yang meliputi berbagai hal seperti pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan peserta didik, perancangan pembelajaran dan evaluasi. 2. Kompetensi kepribadian dari sudut pandang pimpinan tidak mempunyai pengaruh terhadap kinerja dosen Politeknik Bengkalis. Kompetensi kepribadian yang besar pengaruhnya terhadap kinerja dosen dari sudut pandang pimpinan yaitu selalu menghargai segala usaha keras yang dilakukan oleh mahasiswa serta terbuka dan bisa menerima pendapat orang lain hal ini disebabkan kompetensi kepribadian merupakan kemampuan pribadi seorang dosen yang diperlukan untuk menjadi dosen yang baik, salah satu kepribadian yang harus dimiliki adalah saling menghargai dan bisa menerima pendapat orang lain secara terbuka. 3. Kompetensi sosial dari sudut pandang pimpinan kompetensi mempengaruhi kinerja dosen Politeknik Bengkalis. Pengaruh yang besar dari kompetesi sosial ini terhadap kinerja menurut menurut pimpinan adalah penggunaan teknologi komunikasi dan informasi seperti internet, handphone, facebook, dengan demikian pada dasarnya kompetensi sosial dalam proses perkuliahan berkaitan erat dengan kemampuan dosen berkomunikasi baik lisan dan tulisan dengan

19 M. Hamidi, Analisis Pengaruh Kompetensi Latar...55 mahasiswa, lingkungan kampus dan masyarakat karena dosen merupakan bagian dari masyarakat sehingga dapat disimpulkan keduaduanya adalah sama. 4. Kompetensi profesional dari sudut pandang pimpinan menyatakan kompetensi profesional ini tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja dosen Politeknik Bengkalis. Pengaruh yang paling besar terhadap kompetensi profesional ini menurut pimpinan adalah menguasai bahan perkuliahan yang telah diberikan dengan baik. 5. Secara stilmutan atau bersamasama kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional dan latar belakang pendidikan menurut pimpinan adalah mempengaruhi kinerja dan yang paling besar pengaruhnya menurut pimpinan adalah kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial DAFTAR RUJUKAN A.A. Anwar Prabu Mankunegara, 2007, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Rosdakarya, Bandung., 2007, Evaluasi Kinerja SDM, PT. Refika Aditama, Bandung. Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Undang- Undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen., 2005, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Dessler, Gary, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia (terjemahan Paramita Rahayu), PT. Indexs, Jakarta. Hasibuan, Melayu, 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bina Aksara Jakarta Harianda, T Marihot, 2002, MSDM Pengadaan, Pengembangan, Pengkompesasian dan Peningkatan Produktivitas Karyawan, PT Grasindo, Jakarta Hutapea, Parulian dan Nuriana Thoha, 2008, Kompetensi Plus Teori, Desain, Kasus dan Penerapan untuk HR serta Organisasi yang dinamis, PT.Grasindo, Jakarta. Jamal Ma mur Asmani, 2009, 7 Kompetensi Guru yang Menyenangkan, Power Books, Yogyakarta. Moeheriono, Prof, Dr, 2009, Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi, Ghalia Indonesia, Jakarta. R, Cooper, Donald dan S. S Dochinder. 2006, Metode Riset Bisnis,PT. Media Global Edukasi, Jakarta. Rivai, Vetrizal Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Robbins Stephen Prinsipprinsip Prilaku Organisasi, edisi kelima, Jakarta : Erlangga

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil uji itas dan Reliabilitas Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi syarat-syarat alat ukur yang baik, sehingga mengahasilkan

Lebih terperinci

PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN

PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN Yoni Fetri Suci (chi3nthaa@yahoo.com) Siti Khairani (siti.khairani@mdp.ac.id)

Lebih terperinci

PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan

PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan besarnya pengaruh

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB V HASIL PENELITIAN 1 BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Statistik Deskriptif Penelitian ini menggunakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, baik perusahaan dibidang keuangan maupun bidang non-keuangan sebagai sampel

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Instrumen Data Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur yang dipergunakan untuk mengukur apa yang diukur. Adapun caranya adalah dengan mengkorelasikan antara

Lebih terperinci

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0 Disusun oleh: Andryan Setyadharma FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010 1. MENGAPA UJI ASUMSI KLASIK PENTING? Model regresi linier berganda (multiple regression)

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Responden Dalam gambaran umum mengenai responden ini akan disajikan data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95 orang responden.

Lebih terperinci

Manual Mutu Sumber Daya Manusia Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.10

Manual Mutu Sumber Daya Manusia Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.10 Manual Mutu Sumber Daya Manusia Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.10 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 3 1.2 Tujuan 3 Halaman BAB 2 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT

PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT Oleh Samsul Hidayat, M.Ed (Widyaiswara Madya BKD & DIKLAT Provinsi NTB) ABSTRAKSI Peserta didik dalam menempuh pendidikan Pelatihan sangat ditentukan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Arikunto (2010:162), objek merupakan variabel penelitian. Objek penelitian terdiri dari objek variabel dan objek lokasi. Objek variabel dalam penelitian

Lebih terperinci

PROFESIONALISME GURU BAHASA. oleh Andoyo Sastromiharjo. Penegakan profesionalisme bagi guru bahasa bukan hanya berkaitan

PROFESIONALISME GURU BAHASA. oleh Andoyo Sastromiharjo. Penegakan profesionalisme bagi guru bahasa bukan hanya berkaitan PROFESIONALISME GURU BAHASA oleh Andoyo Sastromiharjo Penegakan profesionalisme bagi guru bahasa bukan hanya berkaitan dengan substansi pembelajaran yang dibawakannya, melainkan juga berhubungan dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan

Lebih terperinci

APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS. HENDRY admin teorionline.net Phone : 021-834 14694 / email : klik.statistik@gmail.com

APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS. HENDRY admin teorionline.net Phone : 021-834 14694 / email : klik.statistik@gmail.com APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS HENDRY admin teorionline.net Phone : 02-834 4694 / email : klik.statistik@gmail.com Tentang Regresi Sederhana Analisis regresi merupakan salah satu teknik analisis

Lebih terperinci

Pengaruh UMP, Ekspor, dan Kurs Dollar Terhadap Investasi Asing Langsung di Indonesia Periode 2007-2012

Pengaruh UMP, Ekspor, dan Kurs Dollar Terhadap Investasi Asing Langsung di Indonesia Periode 2007-2012 Pengaruh UMP, Ekspor, dan Kurs Dollar Terhadap Investasi Asing Langsung di Indonesia Periode 2007-2012 Frederica (fredericakwang@gmail.com) Ratna Juwita (ratna@stie-mdp.ac.id) Jurusan Manajemen STIE MDP

Lebih terperinci

SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR

SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR OLEH : PIRTAHAP SITANGGANG 120521115 PROGRAM STUDI STRATA

Lebih terperinci

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. HARMONI MITRA UTAMA DI SURABAYA Oleh : FELICIA DWI R.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. HARMONI MITRA UTAMA DI SURABAYA Oleh : FELICIA DWI R. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. HARMONI MITRA UTAMA DI SURABAYA Oleh : FELICIA DWI R.F ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari motivasi kerja,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan yang siap untuk berkompetisi harus memiliki manajemen yang efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini diperlukan dukungan karyawan yang cakap

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah. 8 1.3 Tujuan Penelitian.. 8 1.4 Mamfaat Penelitian...

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah. 8 1.3 Tujuan Penelitian.. 8 1.4 Mamfaat Penelitian... DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PRASYARAT GELAR... ii LEMBAR PERSETUJUAN... iii PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iv PERNYATAN ORISINALITAS... v UCAPAN TERIMAKASIH... vi ABSTRAK... ix ABSTRACT... x DAFTAR

Lebih terperinci

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN NASIONAL DALAM UNDANG UNDANG SISDIKNAS NOMOR 20 TAHUN 2003

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN NASIONAL DALAM UNDANG UNDANG SISDIKNAS NOMOR 20 TAHUN 2003 PARADIGMA BARU PENDIDIKAN NASIONAL DALAM UNDANG UNDANG SISDIKNAS NOMOR 20 TAHUN 2003 Dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia, mengejar ketertinggalan di segala aspek kehidupan dan menyesuaikan

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN PRODUK, HARGA, LOKASI TERHADAP MINAT BELI ULANG

ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN PRODUK, HARGA, LOKASI TERHADAP MINAT BELI ULANG ORBITH VOL. 9 NO. 3 NOVEMBER 2013 : 228 235 ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN PRODUK, HARGA, LOKASI TERHADAP MINAT BELI ULANG Oleh : Bambang Sarjono Staf Pengajar Jurusan Elektro Politeknik Negeri Semarang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci

Ifa Atiyah Nur Alimah

Ifa Atiyah Nur Alimah ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PROGRAM RASKIN TERHADAP PENCAPAIAN INDIKATOR 6T ( TEPAT SASARAN,TEPAT JUMLAH,TEPAT HARGA,TEPAT WAKTU,TEPAT KUALITAS,TEPAT ADMINISTRASI) PADA PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL

Lebih terperinci

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini.

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini. MUKADIMAH STMIK AMIKOM YOGYAKARTA didirikan untuk ikut berperan dalam pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dibidang manajemen, teknologi, dan kewirausahaan, yang akhirnya bertujuan untuk memperoleh

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan nasional dalam bidang pendidikan

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH Endang Tri Wahyuni A.: Pengaruh Faktor Syariah, Tingkat Keuntungan Bagi 269 PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

Kata kunci : harga saham, volume perdagangan, ukuran perusahaan, bid ask spread.

Kata kunci : harga saham, volume perdagangan, ukuran perusahaan, bid ask spread. PENGARUH HARGA SAHAM, VOLUME PERDAGANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP BID-ASK SPREAD PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Viri Anggraini (virianggraini@ymail.com)

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Konseptual Menurut teori teori yang di uraikan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud

Lebih terperinci

PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL 2010/2011-2013/2014 STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN STANDAR

PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL 2010/2011-2013/2014 STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN STANDAR DARMA A PERSADA I UNIVERSITAS PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2010/2011-2013/2014 UNIVERSITAS PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2010/2011-2013/2014 UNSADA/SPMI/STD/004 PENDIDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. EKADHARMA INTERNATIONAL Tbk. Oleh: Nurdin*

PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. EKADHARMA INTERNATIONAL Tbk. Oleh: Nurdin* PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. EKADHARMA INTERNATIONAL Tbk. Oleh: Nurdin* ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Konseptual Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kinerja organisasi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA SALINAN - 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA DAN SASTRA, SERTA PENINGKATAN FUNGSI BAHASA INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK CABANG JEMBER

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK CABANG JEMBER PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK CABANG JEMBER THE INFLUENCE OF WORK ENVIRONMENT AND MOTIVATION TOWARD TO THE WORK PRODUKTIVITY

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Desain Penelitian Penelitian Jenis dan Metode Unit Analisis Time Horizon Penelitian T-1 Asosiatif/survey Organisasi-Departemen

Lebih terperinci

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA, MOTIVASI BELAJAR, BAKAT, KEMANDIRIAN, INTELEGENSI, DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA, MOTIVASI BELAJAR, BAKAT, KEMANDIRIAN, INTELEGENSI, DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA, MOTIVASI BELAJAR, BAKAT, KEMANDIRIAN, INTELEGENSI, DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi pada Siswa Kelas XI Jurusan Akuntansi se Kabupaten Kudus)

Lebih terperinci

Kumpulan Makalah Pembekalan KKN UNY 2011, hal 21-29 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA NYATA. Oleh: Wawan S. Suherman *)

Kumpulan Makalah Pembekalan KKN UNY 2011, hal 21-29 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA NYATA. Oleh: Wawan S. Suherman *) PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA NYATA Oleh: Wawan S. Suherman *) A. Pendahuluan Sebagai sebuah institusi perguruan tinggi, Universitas Negeri Yogyakarta memiliki tugas untuk menjalankan tridharma

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sehat jasmani dan rohani serta memiliki keterampilan yang tinggi. Kunci

BAB I PENDAHULUAN. sehat jasmani dan rohani serta memiliki keterampilan yang tinggi. Kunci BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Suatu perusahaan yang baik perlu adanya pembinaan dan pemanfaatan sumber daya manusia agar dapat menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, sehat jasmani

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi, serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR ISI UNTUK PROGRAM PAKET A, PROGRAM PAKET B, DAN PROGRAM PAKET C DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2014

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2014 1 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MASYARAKAT PADA PELAYANAN BADAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KABUPATEN DEMAK Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk

Lebih terperinci

Hubungan Linier Jumlah Penduduk Yang Bekerja dengan Belanja Langsung

Hubungan Linier Jumlah Penduduk Yang Bekerja dengan Belanja Langsung 139 LAMPIRAN 2 Hubungan Linier Jumlah Penduduk Yang Bekerja dengan Belanja Langsung Dependent Variable: Belanja Langsung Linear.274 19.584 1 52.000 57.441.239 The independent variable is Jumlah penduduk

Lebih terperinci

Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) 1/5

Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) 1/5 Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) 1/5 Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) Bagian I (dari 5 bagian) Oleh, Dadang Yunus L, S.Pd.

Lebih terperinci

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian 34 BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan melakukan penggambaran

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa pembukaan Undang-Undang Dasar Negara

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa pembukaan Undang-Undang Dasar

Lebih terperinci

Kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik Jenis dan cara penilaian : Kompetensi Pedagogik (Pengamatan dan Pemantauan)

Kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik Jenis dan cara penilaian : Kompetensi Pedagogik (Pengamatan dan Pemantauan) Kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik Jenis dan cara penilaian : Kompetensi Pedagogik (Pengamatan dan Pemantauan) Pernyataan : Guru mencatat dan menggunakan informasi tentang karakteristik

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa pembukaan Undang-Undang Dasar

Lebih terperinci

PENGARUH TIGA KECERDASAN DAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN SOFTWARE AKUNTANSI

PENGARUH TIGA KECERDASAN DAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN SOFTWARE AKUNTANSI PENGARUH TIGA KECERDASAN DAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN SOFTWARE AKUNTANSI Diajukan Oleh : FERI WAHYUNI NIM. 2008-12-051 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA

Lebih terperinci

ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102

ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102 ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2014 ANALISIS

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.1 Sedangkan penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan

Lebih terperinci

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. NUTRIFOOD INDONESIA DI JAKARTA

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. NUTRIFOOD INDONESIA DI JAKARTA PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. NUTRIFOOD INDONESIA DI JAKARTA Hasbi Widagdo Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta Email: Hasbiwidagdo@yahoo.co.id

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN

LAMPIRAN 1 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN 83 LAMPIRAN 1 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN 83 84 Nama : Kelas/No. Absen : Petunjuk Pengisian Angket: Berilah tanda check ( ) pada kolom S (Selalu), SR (Sering), J (Jarang), TP (Tidak Pernah) sesuai dengan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

ANALISA PENGARUH PRAKTIK KINERJA ORGANISASI DAN SDM TERHADAP KELANCARAN PELAKSANAAN TUGAS ANGGOTA DPRD KABUPATEN BENGKULU TENGAH

ANALISA PENGARUH PRAKTIK KINERJA ORGANISASI DAN SDM TERHADAP KELANCARAN PELAKSANAAN TUGAS ANGGOTA DPRD KABUPATEN BENGKULU TENGAH ANALISA PENGARUH PRAKTIK KINERJA ORGANISASI DAN SDM TERHADAP KELANCARAN PELAKSANAAN TUGAS ANGGOTA DPRD KABUPATEN BENGKULU TENGAH Septi Rindawati Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bengkulu Abstract The focus

Lebih terperinci

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR Baiq Neni Sugiatni, Jumailiyah, dan Baiq Rohiyatun Administrasi pendidikan, FIP IKIP Mataram Email :Baiqnenysugiatni@gmail.com

Lebih terperinci

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013 i ADAPTASI MODEL DELONE DAN MCLEAN YANG DIMODIFIKASI GUNA MENGUJI KEBERHASILAN APLIKASI OPERASIONAL PERBANKAN BAGI INDIVIDU PENGGUNA SISTEM INFORMASI (STUDI KASUS PADA PD.BPR BKK DI KABUPATEN PATI) Skripsi

Lebih terperinci

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, GAJI, DAN PROMOSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PATI TESIS

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, GAJI, DAN PROMOSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PATI TESIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, GAJI, DAN PROMOSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PATI TESIS Oleh: Mimpi Arde Aria NIM : 2008-01-020 PROGAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan 14 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Negeri 1 Ngawen Kabupaten Gunungkidul.. Waktu Penelitian Aktivitas penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Depok: Intuisi Press,1998) Cet 2, hlm. 2-3

BAB I PENDAHULUAN. (Depok: Intuisi Press,1998) Cet 2, hlm. 2-3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tantangan kehidupan selalu muncul secara alami seiring dengan berputarnya waktu. Berbagai tantangan bebas bermunculan dari beberapa sudut dunia menuntut untuk

Lebih terperinci

ANALISIS ASPEK-ASPEK YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA KARYAWAN (Studi pada karyawan tetap non edukatif di lingkungan Yayasan Pawyatan Daha Kediri)

ANALISIS ASPEK-ASPEK YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA KARYAWAN (Studi pada karyawan tetap non edukatif di lingkungan Yayasan Pawyatan Daha Kediri) 1 ANALISIS ASPEK-ASPEK YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA KARYAWAN (Studi pada karyawan tetap non edukatif di lingkungan Yayasan Pawyatan Daha Kediri) Nunung Yuliastuti Pandoe Bimowati Fakultas Ilmu Administrasi

Lebih terperinci

Thia Dwi Utami (thia_dwie@yahoo.com) Kardinal (kardinal@stmikmdp.net) Jurusan Akuntansi S1 STIE MDP

Thia Dwi Utami (thia_dwie@yahoo.com) Kardinal (kardinal@stmikmdp.net) Jurusan Akuntansi S1 STIE MDP PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK DAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA PALEMBANG SEBERANG ULU Thia Dwi Utami (thia_dwie@yahoo.com) Kardinal (kardinal@stmikmdp.net)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data 3.1.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kuantitatif, karena data yang diperoleh nantinya berupa angka. Dari angka

Lebih terperinci

BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu

BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu bahasa lisan, tulisan maupun isyarat) orang akan melakukan suatu komunikasi dan kontrak sosial.

Lebih terperinci

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG PENGARUH BAGI HASIL DAN KREDIT MACET TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BMT NU SEJAHTERA SEMARANG TAHUN 2011-2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi SyaratGuna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR TEKNIKAL DAN FAKTOR FUNDAMENTAL PENGARUHNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA TRADING FOREX OLEH HASTON BALMAYEN SILALAHI

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR TEKNIKAL DAN FAKTOR FUNDAMENTAL PENGARUHNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA TRADING FOREX OLEH HASTON BALMAYEN SILALAHI SKRIPSI ANALISIS FAKTOR TEKNIKAL DAN FAKTOR FUNDAMENTAL PENGARUHNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA TRADING FOREX OLEH HASTON BALMAYEN SILALAHI 110523043 PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN DEPARTEMEN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. disertai dengan adanya tantangan - tantangan yang semakin luas dan kompleks, fungsi dan tanggung jawabnya melayani masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. disertai dengan adanya tantangan - tantangan yang semakin luas dan kompleks, fungsi dan tanggung jawabnya melayani masyarakat. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dunia perbankan yang dewasa ini bergerak sangat cepat disertai dengan adanya tantangan - tantangan yang semakin luas dan kompleks, hal tersebut membuat

Lebih terperinci

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2007 TANGGAL 4 MEI 2007 STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2007 TANGGAL 4 MEI 2007 STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2007 TANGGAL 4 MEI 2007 STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU A. KUALIFIKASI AKADEMIK GURU 1. Kualifikasi Akademik Guru

Lebih terperinci

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI Oleh : ADITYA RAHMAN HAKIM 2005210181 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT MOTIVASI PETUGAS PENYULUH LAPANGAN PERTANIAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT MOTIVASI PETUGAS PENYULUH LAPANGAN PERTANIAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT MOTIVASI PETUGAS PENYULUH LAPANGAN PERTANIAN (Kasus : Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang) Martumbur Ivan *), Luhut Sihombing **), Jufri **)

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN INDEKS PENERAPAN NILAINILAI DASAR BUDAYA KERJA APARATUR NEGARA LINGKUP DEPARTEMEN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Satria Pratama (satriapratama582@gmail.com) Dinnul Alfian Akbar (dinnul_alfian_akbar@yahoo.com)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Nuansa Aulia. 2010), hlm. 63. 1 Dadi Permadi, Daeng Arifin, The Smiling Teacher, (Bandung:

BAB I PENDAHULUAN. Nuansa Aulia. 2010), hlm. 63. 1 Dadi Permadi, Daeng Arifin, The Smiling Teacher, (Bandung: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan unsure yang penting dan utama dalam konteks pembangunan bangsa dan negara. Dalam pendidikan, khususnya pendidikan formal di sekolah, pendidik merupakan

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Karakteristik Responden Penelitian Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. Tbk Divisi Acess Makassar sebanyak 50 orang terpilih berdasarkan populasinya.

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TABUNGAN ib HASANAH TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA BANK BNI SYARIAH

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TABUNGAN ib HASANAH TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA BANK BNI SYARIAH PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TABUNGAN ib HASANAH TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA BANK BNI SYARIAH SKRIPSI N a m a : Hikmawati N I M : 43111110164 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan tuntutan Kurikulum KTSP yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah mengharapkan agar penguasaan

Lebih terperinci

NORMA, STANDAR, PROSEDUR, DAN KRITERIA (NSPK) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) FORMAL DAN PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA

NORMA, STANDAR, PROSEDUR, DAN KRITERIA (NSPK) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) FORMAL DAN PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 20 TAHUN 2010 TANGGAL 31 AGUSTUS 2010 NORMA, STANDAR, PROSEDUR, DAN KRITERIA (NSPK) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) FORMAL DAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN AKADEMIK TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA DI JURUSAN TERAPI WICARA POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN AKADEMIK TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA DI JURUSAN TERAPI WICARA POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA PENGARUH KUALITAS PELAYANAN AKADEMIK TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA DI JURUSAN TERAPI WICARA POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA Athanasia Budi Astuti, Roy Romey Daulas Mangungsong, Windiarti Dwi Purnaningrum Kementerian

Lebih terperinci

KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA

KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA 1. Pendahuluan Istilah "regresi" pertama kali diperkenalkan oleh Sir Francis Galton pada tahun 1886. Galton menemukan adanya tendensi bahwa orang tua yang memiliki

Lebih terperinci

GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics

GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation TOperAC 47 988.47 2376.52 1802.6366

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Tanggung jawab sosial merupakan tanggung jawab perusahan terhadap lingkungan dan para pemangku kepentingan. Tanggung jawab sosial menjadikan perusahaan

Lebih terperinci

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Beberapa tahun terakhir ini kurs tukar IDR/USD terus mengalami fluktuasi yang tidak dapat diprediksi. Akibatnya para pelaku pasar sulit untuk menentukan pada saat kapan mereka harus melakukan ekspor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebagai salah satu institusi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebagai salah satu institusi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebagai salah satu institusi penegak hukum, merupakan muara dari peradilan pidana yang menjatuhkan pidana penjara kepada para

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1990 TENTANG PENDIDIKAN DASAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1990 TENTANG PENDIDIKAN DASAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1990 TENTANG PENDIDIKAN DASAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 13 Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989

Lebih terperinci

Kebijakan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi

Kebijakan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Kebijakan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Ridwan Roy T, Deputi Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Pertemuan Koordinasi Pengelolaan Insitusi Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan,

Lebih terperinci

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat Naskah Soal Ujian Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Petunjuk: Naskah soal terdiri atas 7 halaman. Anda tidak diperkenankan membuka buku / catatan dan membawa kalkulator (karena soal yang diberikan tidak

Lebih terperinci

Halaman Persembahan. Sebuah karya tulis ini saya persembahkan untuk:

Halaman Persembahan. Sebuah karya tulis ini saya persembahkan untuk: MOTTO Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka, apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya

Lebih terperinci

Ruko Jambusari No. 7A Yogyakarta 55283 Telp. : 0274-889836; 0274-889398 Fax. : 0274-889057 E-mail : info@grahailmu.co.id

Ruko Jambusari No. 7A Yogyakarta 55283 Telp. : 0274-889836; 0274-889398 Fax. : 0274-889057 E-mail : info@grahailmu.co.id DASAR-DASAR EVALUASI PEMBELAJARAN Oleh : Sudaryono Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2012 Hak Cipta 2012 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau

Lebih terperinci

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG SPMI-UMP SM 03 09 PALEMBANG 2O13 Standar KEMAHASISWAAN 1 Standar Penilaian Pendidikan Sistem Penjaminan Mutu Internal

Lebih terperinci