BUME DEBU. Buku 2 - Valo Gohatern Burne Oebu

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BUME DEBU. Buku 2 - Valo Gohatern Burne Oebu"

Transkripsi

1 BUME DEBU / ' ,., ,, 'I. Buku 2 - Valo Gohatern Burne Oebu, Mou Oe~u Buku Bur:ung - Bird, Book Buku 2 - Book 2 ' Burung Pantai dan Burung Mencari Sebagai Mangsanya, Water Birds and Birds of Prey Bahasa Bauzi - Irian Jiilya - Indonesia. /! "

2

3 BUM E DEB U Buku 2 Valo Gohatem Burne Debu Mou Debu Ditulis oleh: Batu Danaoda Bohebit Tovaoda Aefike MuAda Buto MuAda Boheta Boleba Sube silo Digambar oleh: Joyce Briley Program Kerjasama UNCEN-SIL UNCEN-SIL Co-operative Program universitas Cenderawasih - Summer Institute of Linguistics

4 Dicetak 1990 Dicetak oleh: Percetakan Universitas Cenderawasih Irian Jaya, Indonesia ISBN:

5 Kata Sambutan Publikasi ini merupakan salah satu hasil karya Program Kerjasama UNCEN-SIL di Irian Jaya. Salah satu tujuan utama kami adalah, memperkembangkan kemajuan yang terdapat dalam kelompok-kelompok suku di Irian Jaya. Diharapkan agar dengan membaca buku ini warga belajar dari suku Bauzi akan melestarikan kecakapan keberaksaraan yang baru mereka peroleh. Kecakapan ini merupakan dasar bagi mereka untuk dapat mengembangkan kecakapan-kecakapan lainnya yang diperlukan dalam peningkatan taraf hidupnya. Kami menyambut dengan gembira publikasi ini dan harapan kami agar publikasi ini dapat dimanfaatkan dengan sebaiknya oleh masyarakat Bauzi. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kami kepada Pak dan Ibu Briley, anggota Program Kerjasama UNCEN-SIL yang telah menghasilkan ryuku ini dan juga kepada para anggota masyarakat setempat. Jayapura, 1 Maret 1990 Rektor Universitas Cenderawasih Drs. August Kafiar, MA

6

7 Ahamte Aame Gagom 1m Burne Debu buku nim nehi modem bukut modem bak. Bak ibida niba azim bume 100 ehena modem bak vahokehe bukut moz. Buku 2 nim Valo Gohatem Burne Debuti Mou Debuti lahame you vahokehe bukut moz. Bauzi dae gagomda debu abo duate. Mu~d~ti Seovad~ti Noid~ti Usead~ti Tovaod~ti Gesd~ti Danaod~ti Deilod~ti ahebu dae ulohote. Bauzi dua bak Kecamatan Mamberamo Tengah laba azim bak. Labi arne Kecamatan Mamberamo Tengah lam gi Jayapura bak labe aba zoho meida am. Labi arne Jayapura bak lam gi Irian Jaya labe aba bak zoho meida am. Buku nim eho toehedi ehemo ozome toem kaio. Bauzi dam labe im bume debu eba vahokedamdilabe eho toedaha bak. Bauzi bisi eba vahokeheda neha: Batuti Bohetati Subeti labihasu Solom azihidam lamti labi Bohebit Tovao azihid~ti labi Aefiketi Butoti labihasu Noiadi azihidam lamti labihasu dam ahebu eba gagome eho toedaha bak. Arne buku nim gi Bauzi dae toehena moz. Lahana arne Bauzi dae lam fa ve zoho fa Indonesia dae arne bake vi toehena moz. Arne buku nim toehedi iho gilndonesia dae debu laba ozome toehe bak. Labihalabe meit Bauzi dae aame gagom bak ozobohudi fa neo Indonesia dae aame gagom bak kehame ozobohudem vabak. Buku nim iho toehedi arne bume ulohod~ta fihasi toehe bak. Buku nim iho bihi toehe vabak. Bihi bume debuti uloho kai. Bihi amomoit modem bak. Ladalam gi doho debu laba v

8 tau voohoda modem bake Iho bume ulohoaa~d fihasi toehedi lam iho toedaha debu lam neham bak: 1) bake gohatem bume debu arne 2) vale gohatem bume debu arne 3) mou debu arne 4) mek debu arne 5) auk debu arne 6) ie debu arne 7) sogo debu arne 8) usehet dae modem bume debuame 9) asum fauha bake boiatem bume debu arne 10) bume ut koedabe gohatem bume debu arne 11) ut ohulabe esum bume debu arne labihasu toedaha bake Labi iho arne bume lam toedahadi lam iho gi nehame toedaha bake Arne bume lam am so buduao koeo laham bak toe. Labi am tau alihi veimdi veimdiaha bak toe. Labi am azietem bak toe. Labi aho na ~mna toe. Labi am ila mom bak toe. Labi damat dom bak toe. Labi am dae toe. Labihada. Buku nim akati modem bake toehela? Neham bake. Bauzi dam Bauzi dae toem buku vabalehemu modi toehe bake Labi Bauzit am da~ aame ozobohudi fa Indonesia dae aame ozobohudem bake modi toehe bake Kata Pengantar Buku Burne Debu - Buku 2 ini adalah buku kedua dari tujuh jilid buku yang berisikan 100 jenis burung yang umum dikenal dalam alam kehidupan suku Bauzi. Suku ini mendiami sebagian daerah pegunungan Van Rees di propinsi Irian Jaya, Indonesia. Buku 2 ini berisi deskripsi-deskripsi jenis burung di air dan jenis burung elang. Bahasa Bauzi digunakan oleh sekitar 1500 penutur yang sebagian besar tinggal di Kecamatan Mamberamo Tengah, Kabupaten Jayapura, Irian Jaya. Penulis berterima kasih kepada saudara Batu, Boheta dan Sube vi

9 dari Kampung Solom, serta Bohebit dari Kampung Tovao, serta Aefike dan Buto dari Kampung Noiadi yang telah memberikan andil besar dalam penguraian jenis-jenis burung ini. Naskah ini ditulis dalam bahasa Bauzi. Di belakang buku ini terdapat terjemahan (keterangan) tentang jenis-jenis burung ini dalam Bahasa Indonesia. Abjad yang dipilih untuk menulis bahasa Bauzi ini dirancang sesuai dengan abjad bahasa Indonesia agar kecakapan membaca yang sudah diperoleh dapat dipakai sebagai dasar untuk membaca bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dengan baik. Bagi pembaca yang ingin mempelajari perbedaan antara bunyi bahasa Bauzi dan bahasa Indonesia dapat membaca buku Bauzi 1m at Gagoi at Gagoiam Dae yang ditulis oleh D. Briley (1980) Penyusunan daftar jenis burung ini berdasarkan cara pandangan suku Bauzi terhadap jenis burung. Burung kasuari tidak dimasukkan dalam kelompok ini walaupun ada dalam buku lain, karena orang Bauzi mengelompokkannya dalam kelompok binatang buruan besar. Seorang guru kami dari suku Bauzi mengelompokkan jenis-jenis burung menjadi 11 kelompok, yaitu: 1) jenis burung berjalan; 2) jenis burung di air; 3) jenis burung elangi 4) jenis burung merpatii 5) jenis burung nurii 6) jenis burung tekukuri 7) jenis burung pekakaki 8) jenis burung malami 9) jenis burung di udara; 10) jenis burung di cabang-cabang pohon bag ian tengah; 11) jenis burung yang hidup di puncakpuncak pohon. vii

10 Keterangan dari setiap jenis burung meliputi ukuran tubuhnya, bulunya, habitatnya, caranya mencarl makanan, caranya membuat sarang, bagaimana memburunya dan suaranya. Suara tiruan dari setiap jenis burung yang terdapat dalam buku ini tersedia dalam bentuk rekaman di kantor SIL, Bidang Akademik, Padang Bulan, Abepura. Dalam mempersiapkan buku ini, penulis mengalami kesulitan mengenai keterangan dari warna bulu burung karena orang Bauzi hanya mengenal empat warna dasar, yaitu: putih, hitam, hijau dan merah. Warna kuning digambarkan dengan warna buah pandan kuning. Namun untuk memudahkan, penulis menggunakan buku Birds of New Guinea yang ditulis oleh Bruce M. Beehler, Thane K. Pratt dan Dale A. Zimmerman sebagai dasar untuk menetapkan perbedaan warnanya. Di bagian lampiran penulis menyertakan daftar warna yang terdapat pada suku Bauzi. Penulis juga melampirkan daftar kata istilah teknis yang terdapat di antara suku Bauzi yang memudahkan dalam menghasilkan buku burung dalam bahasa Bauzi,ini. Tujuan pengadaan buku ini bukanlah untuk mendafta'rkan seluruh jenis burung yang terdapat di daerah pegunungan Van Rees Irian Jaya, tetapi untuk menyediakan literatur tertulis bagi mereka yang berbahasa Bauzi. Akan nampak bagi pengamat satwa burung bahwa guru bahasa Bauzi kami menemui beberapa kesulitan dalam mengidentifikasikan warna bulu burung yang terdapat dalam buku Birds of New Guinea, oleh Beehler, et ale Walaupun ada viii

11 beberapa kekurangan identifikasi yang menonjol, namun hal ini tidak dapat mengurangi tujuan dari penerbitan buku ini. Tujuan kedua, yaitu untuk membantu penutur bahasa Bauzi agar dapat berbicara dan membaca Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia. Preface Burne Debu - Buku 2 is the second "book in a series of seven books which treats approximately 100 species of birds that the Bauzi people recognize as inhabiting their geographical area. This area covers part of the Van Rees Mountain range which is located in the province of Irian Jaya, Indonesia. This second book treats the water birds and the birds of prey that the Bauzis have identified in this geographical area. Bauzi is spoken by approximately 1,500 people the majority of whom live in the Mamberamo Tengah Subdistrict of Jayapura District in the Province of Irian Jaya. I am especially indebted to six Bauzi men who helped me in the description of their birds. These men are Batu, Boheta, and Sube who are from the village of Solom; Bohebit who is from the village of Tovao; and Aefike and Buto who are from the village of Noiodi. The text is written in the Bauzi language. At the back of the book is a free translation in Indonesian of the bird descriptions. The alphabet chosen to write the Bauzi language is designed to conform as much as possible to that of Indonesian so that the ix

12 reader is able to transfer his reading skills to the National language with maximum effectiveness. Those seeking a description of Bauzi sounds as they differ from those of Indonesian are referred to Bauzi 1m ot Gagoi ot Gagoiam Dae, D. Briley (1980). organization of the lists of birds is based on how the Bauzi view their birds. Notice that the cassowary has not been included in this boo~ though most bird handbooks would do so. The Bauzi include the cassowary in the 'same category as other large game animals. My Bauzi language teacher has arranged the birds into eleven groupings: 1) ground birds, 2) water birds, 3) birds of prey, 4) pigeons and fruit doves, 5) parrots, 6) cuckoos, 7) kingfishers, 8) night birds, 9) aerial birds, 10) birds of the forest understory, 11) birds of the treetops. The description of each bird contains facts about its size, plumage, habitat, feeding habits, nesting habits, how it is hunted, and its call or voice. There is a tape of imitations of birds found in this book planned to be made available in the TSO of the SIL complex in Abepura. In preparing this book some difficulty was encountered in describing the colors found in the plummage of the birds. The reason for this is that the Bauzi only recognize four basic colors: white, black, green and red. Yellow is described as the color of the yellow pandanus fruit. In order to facilitate translation into Indonesian I have used Birds of New Guinea by Bruce M. Beehler, Thane K. Pratt and Dale A. Zimmerman as a basis for establishing the x

13 distinct colors. I have put in the appendix a listing of the colors found in Bauzi and their range. I have also included in the appendix a glossary of tecqnical terms found in Bauzi that have facilitated the production of this handbook on Bauzi birds. The purpose of this book has not been to list all the birds found in the Northwest area (see map) of Irian Jaya, but to provide printed literature for people whose mother tongue is the Bauzi language. Any serious birdwatcher will notice that in a few cases my Bauzi language teachers ran into difficulties in identifying birds from the color plates found in Birds of New Guinea (Beehler, etc.). Although there is some lack of positive identifications, this should not detract from the purpose of the book as stated above. A second purpose of the book is to help a person who speaks the Bauzi language to speak and read the National language, Bahasa Indonesia. xi

14

15 Daftar lsi BAUZI INDONESIAN Buku 2 I. Valo Gohatem Bume Debu NabA Keleli Vaoga Degat Deitei Koale Nao vamtea Ge bume Sue Kuleti Bat Buduabo Ketbume II. Mou Debu Mou Tuha Eluao Kehale Buku 2 /Jenis Burung di Air... 1 /Burung Belibis Grebe... 3 /Bebek Rawa... 5 /Burung Kasa... 7 /Burung Kowok Malam/ Cangak Hitam... 9 /Burung Bangau Berparuh Besar... : /Sejenis Burung Bangau /Burung Camar /Buff-banded Rail /Burung Kedidi /Burung Ekor Kipas /Comb-crested Jacana /Burung Namdur Kuning /Jenis Burung Mencari Sebagai Mangsanya /Elang Hutan /Alap-alap/Elang /Rajawali Merah /Rajawali Kecil Terjemahan Bahasa Indonesia Daftar Kata-kata xiii

16 Ocea. n

17 Valo gohatem bume debu I. Nabc! 2. Keleli 3. Vaoga 4. Degat 5. Deitei 6. Koale 7. Nao vc!rntea 8. Ge burne 9. Sue 10. Kuleti II. Bat Buduabo 12. Ketburne 1

18 -- -:::. - - ~ ~... ~----_./ --- 2

19 NabA laha neham bake Am azimdi gi vag laba azim bake Labi am omto bunabua. Labi naba oolelo modemdilabe ode tauti uhaso tauti ab bozileham. Labi am aha obe laha fauhale. Labihada. Lahana oolem vabdi alihi veimdem vabak. Labi am naba laha gi banaba. Labi bohe Amdi ehume bohe gi zagusu vou sikisi neadi ohubu zoh to lazem bake Labi am ila momdi gi ahamba amu sikihada laba ahamba ateme laba vaheme ila morn bake Labi 0 duana laba faddume esum bake NabA abo duate. Am dae gi tubudam bumet moz. Labi laha fom burnet moz. 3

20 4 Keleli

21 2. Keleli Keleli am ohuta tauti ahude tauti gau tauti buseh! ada tauti fauhana modem bak. Lahana biode labe tau bozit gute. Labi am toha tau bozile. Labi am nekeh!so fauhanababu! modern bak. Labi am omto soahebulem kai. Gi banababu!. Labi am gi vag bake gohatem burnet moz. Labi bohe otemdi amu nasi ehume zagusu vabake vou zitu keba oteme tautaudume aguti!m bak. To lazem kai. Labi laha aham!m meot. Labi kemoho ukeme Am meot. Labi 0 falo modemdilabe aham ateme ge omnao bake ila mome neadi 0 duana laba faddam bak. Laham vabaemeam ohaso meiti meiti agamohoda laba ila bana laba mome 0 tiga laha fam meot. Labi damat arne bume dolo modemdi nohula laba zooli daume bume lam godahit digehi vu kisi emusaiab doham. Arne bume lam abo duat. Am dae gi eaadam burnet moz. 5

22 6 Vaoga

23 3. Vaoga Vaoga IAtelat. Meida omto bohulat. Meida omto zohobut. Labihad~. Labi vaoga meida am tau gi ahebu gihobule. Labi meida toha totbaho gihobule. Fa ahude totbaho fauhale. Lahada. Labi vaoga am naba gi banababua. Labi am nao zohobut. Labi am uhaso koena but. Labihada. Labi vaoga meida am omto bohulali omtobe boheso sotem bak abo eimeona bohu modem bake Labi am uhaso laha bohulat. Labi am ode fauhat nom voule. Labi am ahude tau gihobut. Labi toha tot faut gouda. Labihada. Labi vaoga na Am bak bohe Ada. Labi aho im bak ut alahana aasoa fauha modeo ut gahana aasoa modeo laba idam bake Labi 0 valumdi ut aaso bake ilaba baedume 0 laba faddam bake Damat vaoga am dae laba modehe bak galagala lahadam bak laba aiime vaoga ab taluham. Vaoga lam abo duat. 7

24 B Degat

25 4. Degat Oegat laha neham bak. Oegat buduada tau fauhat gouhuda ehete. Labi arne degat labe am nekeh!so haualihole. Labi degat meida am buseh! tauti tau toha totbaho lamti ahebu bozina ehete. Oegat ladalam am ahude tau fauhali modern bak. Labi am ohu soabo gihobule. Labi biode fauhale. Labihada. Labi degat koeda lam am toha tauti am nekeh!soti gihobut. Labi degat ladalam am ahude tau fauhat bozit kekoeda. Labihada. Oegat ahebu am omto bohulate. Labi degat am. azim bak neham bak. Vao koen! azim meo bak. Labi laha be bake azim meo bak. Labi aho!mna bohe koaiti mum koaiti seoti fahitti labihasu!m bak. Am omto bohulabe bohe dou visoi!m bak. Am 0 falo modemdi vao baodezoho laba ila morn meot. Labi laham vabaemeam fa ut kemaaso vale auobe laba modealahada laba ila banaba mome neo 0 fam meot. Degat 0 famdi 0 beh!su fam bak. Labi degat otelo modemdi gi vao bake gohadamna aame dalume dou otem bak. Gi gagam burnet moz. 9

26 10 Deitei

27 5. Deitei Deitei laha neham bake Am uhaso abo bohulali kibokibohona bohu modem bake Labi am omto laha abo bohulana. Labi am tau toha totbaho ahebu bozina modem bake Labi am ahude tau fa tobede. Labi am nekeh~so laha bohulali bihi nekeh~soti ulohot. Labi aho ~mna bohe ~m bake Abo vao adbake ehu aame am omto ae molehena labe dou oteme ~m bake Labi am bohe ~mdi gi bu ahebu to lazi bio vahedam bake Am buseh~ laha bohulat. Labi boiamdi abo asimbut. Gi beteat boiame ut aasoa nusum bake Labi am 0 falo modemdi ut aaso kila bake aaso bana laba abo ila bana buduana mom bake 0 v~mtea fam burnet moz. Deitei am dae gi "huuu" lahadam burnet maze Labi laha galadam meat. Dam deitei domdi nehi modem bake Dam vabak bake vim lad~o fa zum led~o deitei bohe oteme ~lo god~mu lahana ddme nohubake zooli zum daume dou otero bake 11

28 12 Koale

29 6. Koale Koale am tau ahebu fauhat. Labi am uhaso bohulat. Labi am omto laha bozina bohulat. Abo deitei omtoti ulohot. Labi am nekehaso modeo am bam buna modeo abo ~ohulale. Labi am nekehaso gihobut. Labi am laha gi vag aubake azi bohe gohatem burnet moz. Bohe otemdi duzu nabidume bohe alihazobe am omto bohulabe bohe ab belu visoi ab to lazi seteham. Koale am dae gi aaadam burnet moz. 13

30 14 Nao VAmtea

31 7. Nao vamtea Nao vamtea am nekehaso gatbena ehet. Labi gihobuda ehet. Labihada. Labi am omto gi boznabubea. Labi am soabo ahebu gi fauhana. Am azim bak gi ut aaso bake esum burnet moz. Labi am boiatemdi gi asum ahoba laba boiatemlabe ab ehuham. Gi ehu siki. Labi usai neo boiateme neo buseha vahuleme neo nom ilu ehu fa siki. Gi labihadam bak. Aho Amna gi bohe Am bak. Uso vaot vou lamna laba nusualame bohe aahazobe belu visoi oteme elohozobe Adam bak. Labi am 0 famdi gi vabak bake 0 fam bak. Labi arne bume gi teohe Ii fa laiam burnet moz.. Abo lem kai. Labi modem burnet moz. 15

32 16 Ge bume

33 8. Ge bume Ge bume laha neham bake Am nekeha nabaso bohulat. Labi am omto buna. Labi am so gi kuku adamti ulohot. Am tau toha totbaho lam gi toona. Bozina zisu. Fa fauhana zisu. Labihada. Labi am bio tauti ohula tauti gi bozna. Labi am ahude tau totbaho lam gihobuna fauhat gouda. Labi am ao tau lam fauhale. Am azim bak gi ge bak laba godam bumet moz. Am Amna gi naknahi modeo fa na loubedehena modeo labihasu Amna modem burnet moz. Bume lam abo duate. 0 falo modemdi fa ge aotbana lam visoi vabousu 0 duana faddam burnet moz. 17

34 18 Sue

35 9. Sue Sue laha vao bake gohatem burnet moz. Arne bume nim gi vao aube bake gohatem burnet modem bak. Am so dua kai. So gi koena modem bak. Am omto bohu neat. Lahana sue meida teohe lem sue lam am omto bohulana galesu. Ladalam damat mahate aam kai. Ladalam laha gi teohe Ii fa laiam burnet modem bak. Lahana sue ibida gi fako aam tadem bak. Am ahude tauti bio tauti nagatele. Labi am tau toha totbaho lam ahebu bozit. Am bo tau koena bohula. Labi godamdi am bo tau koena bohula galugaludam bak. Am nekehaso bohulana gatbena. Arne bume lam am na Am bak im mahate ozobohudem kai. Gi vao udetem burnet moz. Labi laha bak sihiba laba vern hae Am meot. Labi laha vao auobe laba dam hae Am meot. Labihada. Arne bume lam damat mahate otem kai. Faobu burnet moz. 19

36 20 lculet.i

37 10. Kuleti Kuleti laha neham bake Am so gi koedi busbaesoti ulohot. Lahana kuletiso koena buduat. Am ahude tau fauhale. Labi am bio tauti am ohu tauti gihobule. Lahana am ao tau fauhale. Labi am tau toha totbaho lamti buseha tau lamti gihobule. Labi am bo tau bohulali gihobuli galesu. Arne bo tau debu zoho naule. Labi omtobe zoho ba duale. Labihadam burnet moz. Am omtoti nekehaso lamti gihobule. Arne bume lam gi vao ahoba ut aaso fauha neadeheda laba azietem burnet modem bake Am Amna gi neham bake Gi na boiatemna am Am bak am. Ila momdi ut aaso fauha neadeheda laba ila seesuhuna mome 0 behasu fam bake Burne lam abo duate. Kuleti verne nohisi vern tau vaovam meot. Labi dama nohim meot. Lahadam burnet moz. Am dae gi "ko ke ke kao ko ke ke kao" lahadam burnet moz. 21

38 22 Bat buduabo

39 11. Bat Buduabo Bat buduabo gi bodetba gohatem burnet moz. Am tau dua bak gi gihobut bozit uladda. Labi am bio fauhat haut uladda. Labi am tuhu tau gihobut. Labi am ohu oleba buhele. Labi am omtobusbe gihobut. Labi am ahude tau doni gihot guti fa fauhat vou feaze. Labi am nekehasobea gi tibena bohetbeat moz. Labi arne bume lam aho azietem bak gi ge adbake azietem burnet moz. Am gi ge burnet Amna Am burnet moz. Labi 0 falo modemdi baodezoho taubuda fibaeme baneadi ut aaso alahanabea agaube naubeti ge ohabeti ateme vaheme ila bali neadehezobe 0 IAtela fam bake Am 0 gi kuku oti ulohot. Damat bume nim domdi neham bake Burne 0 vou aidam bak aame esu. Labi disi agat fauhalehezobe Ie idahit si otemdiale. Laham vabdi gi foat dou otemdiale. Labihadam bake Arne bume lam iedi itamdi dae vou mode lam meot. 23

40 24 Ketburne

41 12. Ketbume Ketbume am so buduat. Labi am tau laha haualiholi fauhat toeda. Labi am bo tau laha bozina bohulana moz. Labi am omto bisi bohu kai. Gi tuho omtoti ulohot. Gi gihobuna koena zohobut. Labi am nekehaso gatbena modem bak. Labi ketbume gi ketaaba azietem burnet moz. Nohubake zoolem kai. Am na Am bak gi neha. SAgAhAti bake gohatemna totbaho lamti labihasu Am bak. Ketbume ila momdi gi doodat vabake touha bake behade bak laba mom bak. ut aaso agaube vou Ii zisi vou IAbome neadi agamousu esu. Labi do abo enam modem meot. Meit na abada do abada laba vahe. Labi meit laha na abada do abada laba vahe. Labihada. Labi ke ateme vou oli vaheme esu. Laham vabaemeam ut 0 bozda modeo ut 0 gihobuda modeo ut 0 haualihoeda modeo utba mei et nakbe utba mei et nakbe modeo dos fet modeo labihasu valame vahedam bak. Aba sikim bak am. rho ozom iho damat kelie modem bakti ulohot. Labi dooda dae meedamdilabe namda ab valadamam. Labi namda modeme neadi fa lada. Labi oolehezobe fa ila 0 famda amomoi mome 0 behasu fam bak. Labihada. Labiketbume rneit oterndi amu nasi aba ut 0 vahem bak laba noaerne ausurne kuskusrne lehezobe ab dornarn. 25

42

43 Mou Debu 1. Mou 2. Tuha 3. Eluao 4. Kehale 27

44 28 Mou

45 Mou nehame modem burnet moz. Am tau gi fauha goudaha bohulana moz. Labi am so gibuduana feat moz. Labi am omto adohada zohobuna gihobut. Labi am omto ohusoabo lam eimeoli nom vabousu buduat. Labi am azim bak abo ahea kia bake azim burnet moz. Labi ila momdi gi ahea aaso laba mom bak. Labi iho ozo gi 0 behasu fam burnet moz. Am nekehaso abo eimeoli bohulabe gi bihi nekehasoalehe bak. Labi am Amna gi neham bak. Doho adat modeo zou modeo ahe modeo lokea modeo abo oteme Am meot. 1m damat doho lamdi vern na eotehemu iho emoeme Ie aameam arne bume labe im vern beolo meedamna Ie aa. LAhAmu im aame ab doham. Arne bume lam iho aamdi laha iedem meot. Mou am dae meida gi "tutuadam" burnet moz. Labi laha "aaadam" burnet moz. 29

46 30 TUha

47 2. Tuha Tuha nehame modem burnet moz. Am so buduat. Eluao so fa koede. Tuha am tau dua bak ahebu bozili fauhat gouda. Labi meida gi gihobuli fauhat gouda. Labihada. Labi am omtoti nekeh'soti gihobuda ehet. Fauhada ehet. Haualihoeda ehet. Bozda ehet. Labihada. Labi tuha meida am tau ahude totbaho lamti ohu tau lamti ahebu fauhale. Labi tau toha totbaho ahebu nagatele. Labi am bouta tau fauhana fetehesu fetehesuiada. Labi tuha nidinim boiamdi gi buseha galesu vao tom bake boiam burnet modem bake Nom aamdi bohe koaileheda visoi Am meot. Fa mum koai modeo bohe koai modeo labihasu Am meot. Am ila momdi gi fiu aaso laba ila abo buduana mom bake 0 tobena behasu fam bake Damat tuha domdi gi ut aaso nusdahit dom bake Arne bume lam duate. Labi am dae gi "tu a tu a" lahadam burnet moz. 31

48

49 3. Eluao Eluao abo mou debut modem bake Am so koena buduat. Abo tuhaso lamti ulohot. Labi eluao am ahude tauti bio tauti ohu tauti tuhu tauti fauhale. Labi am tau toha totbaho lamti am buseha tau lamti labihasu ahebu bozina. Labi ame bume lam am bo tau bozina zohobuna. Labi am omto ohusoabo totbaho nom vabousu. Labi am omto adoha totbaho gi buna. Eluao gi bohe eloi koaileheda aba aho Amda am. Labi kuku adam modeo gena bume koena modeo labihasu Am. mea burnet moz. Laham vabaemeam damat bohe kasit ve esuhuna nizti visoi voutam meot. Labihadam bumet moz. Labi laha seo Am meot. Am ut aaso bake netada azietem meot. Fa ut aaso kila bake azietem meot. Labihadam bumet modem bake Am ila momdi gi ut aaso laba ila gi bana ~uduana mome 0 behasu fam bumet moz. Ame bume lam abo duate. Am dae gi "haeeee" lahadam dae modem burnet moz. 33

50 34

51 4. Kehale Kehale laha neham bake Am so bisi budua kai. So koet. Arne kehale tau veimdi veimdida. Kehale meida am tau ahude totbaho ahebu fauhale. Labi am tau toha totbaho ahebu nagatle. Am omto gi eluao omtoti ulohot. Am adoha zohobuli gihobule. Lahana omto ohusoabo totbaho labe nagateli fetehesu nom kibou eimeolehena bohu modesu. Aba na nu faheme Adam bak am. Labi am nekehaso bozit. Labi kehale meida am tau ahude totbaho bozile. Labi am tau toha totbaho gihobule. Labi uhaso tau fa bozie. Labihada. Labi am omtoti am fako nu lamti am nekehasoti haualihole. Kehale ut kema bake azietem burnet modem bake Labi am 0 falo modemdi ut aaso kiada laba ut aaso teuna vaateme ila baduana mome 0 behasu fam burnet modem bake Arne bume lam otemdi gi neha. Am kuku silo num bake Ii damat aame dom bake Labi am dae gi voeha dae meedam burnet modem bake 35

52

53 I. Jenis Burung di Air 1. Burung Belibis Burung ini menyukai air. Paruhnya pendek. Waktu berkawin bulu bag ian lehernya dan mukanya berwarna kemerah-merahan. Juga ada bintik putih di dasar paruhnya. Kakinya rata dan berselaput seperti bebek. Bila memangsa ikan burung ini menyelam ke dalam air menangkap ikan dengan paruhnya dan muncul kembali ke permukaan air serta menelan ikan itu seluruhnya. Kepala ikan lebih dulu. Bila membuat sarang burung bel ibis mengumpulkan tanaman-tanaman air di tempat di atas tanaman-tanaman air yang sudah kering dan membuat sarang di situ. Telurnya banyak. Burung belibis inipun banyak sekali. Suaranya mirip suarajbunyi yang getar memakai bibir dan menghasilkan bunyi siulan bernada ganda. 2. Bebek Rawa Bulu bag ian kepala dada, perut dan bulu bagian bawah sayapnya semua berwarna putih. Ada garis lintang kemerah-merahan di dada. Sayapnyadan bagian atasnya berwarna hitam kemerah-merahan. Kakinya pendek berwarna oranye. Jari kakinya pendek dan berselaput. Paruhnya tidak lancip tetapi lebar. Bebek rawa hidup di air. Caranya menangkap ikan dengan menyelam ke dalam air dan menangkap dengan paruhnya, membawanya ke tepi sungaijdanau, membanting-banting ikan itu di karang hingga mati, lalu dimakannyajditelannya. Bebek rawa juga memakan tanaman-tanaman air dan ganggan hijau yang melekat pada karang-karang di bagian-bagian sungai yang dangkal. Apabila hendak bertelur bebek rawa mengumpulkan tanaman-tanaman air dan membawanya ke rawa di sisi-sisi danau dan membuat sarang pada akar 37

54 tanaman rawa dan bertelur di sana. Bila orang hendak memanah bebek rawa, mereka masuk ke hutan, membungkuk, dan bila bebek rawa itu berlalu di sekitar tempat pemburu-pemburu itu, mereka mengambil busur, membidik " bangkit dan memanah. 3. Burung Kasa Ada tiga jenis burung kasa. Burung kasa berparuh panjang dan yang berparuh pendek. Yang satu jenis berwarna hitam seluruhnya. Yang satu lagi bag ian atasnya hitam dan putih di bagian bawahnya. Burung kasa berkaki pendek dan berselaput. Burung kasa ke-duaduanya berleher pendek. Yang satu (kami menyebut burung kasa) berparuh panjang dan tajam untuk mematuk ikan. Lehernya panjang sekali. Pada pipi terdapat garis putih dari pipi sampai ke leher. Dadanya berwarna hitam dan tubuh bagian atas bereoreng putih. Makanannya ikan. Kadang-kadang tidur di eabang-eabang pohon kering ataupun di eabang-eabang pohon hijau. Biia tiba saatnya bertelur burung kasa membuat sebuah sarang yang rata/iebar pada eabang pohon dan bertelur di sana. Orang menamakan burung ini sesuai dengan suaranya "ga ga ga". Burung kasa inipun banyak sekali. 4. Burung Kowok Malam/Cangak Hitam Ada tiga jenis burung bangau. Jenis yang besar berwarna hitam dengan bergaris-garis putih. Kakinya berwarna kuning. Jenis bangau besar yang Iainnya berwarna keeokelat-eokelatan bag ian atasnya dan sayapnya. Dadanya berwarna putih. Bulu kepalanya berwarna hitam dan lehernya berwarna putih. Jenis keeil berwarna 38

55 hitam di bagian atasnya dan kakinya. Dadanya berwarna cokelat bergaris-garis putih. Semua jenis bangau berparuh panjang. Tempat-tempat tinggalnya sebagai berikut: kadang-kadang di anak-anak sungai, dan di "rawa-rawa berpohon. Makanannya bangkai-bangkai ikan, ular, cacing dan kumbang. Karena berparuh panjang, burung ini memagut ikan dan menelannya. Bila akan bertelur, burung bangau membuat sarangnya di tunggul pohon yang berada di air atau di cabang-cabang pohon yang menjorok di pinggir sungai atau danau dan telurnya hanya dua butir. Bila orang akan berburu burung bangau, melihatnya di air, membungkuk dan memanahnya. Suaranya "ga ga ga". 5. Burung Bangau Berparuh Besar Jenis ini berleher panjang lengkung dan berparuh panjang. Bagian atas tubuhnya berwarna kecokelat-cokelatan sedangkan tubuh bag ian bawahnya berwarna lebih terang. Paha dan kakinya panjang seperti kasuari. Makanannya ikan. Bangau ini menyelam kedalam air dan mematuk ikan dengan paruhnya yang bagaikan mat a pisau, membunuh dan memakannya. Biasanya bangau berparuh besar ini menelan bulat-bulat mangsanya dan menyimpannya di dalam kerongkongannya. Bangau ini bersayap panjang dan apabila terbang berate Jika mengudara lambat, dan biasanya bertengger pada dahan pohon. Kalau akan bertelur, membuat sarang yang besar pada dahan pohon yang menjulang tinggi. Telurnya hanya satu. Suaranya "hummm". Bila orang memburu burung ini, apakah mereka sedang menghilir atau ke udik di sepanjang pinggir sungai, dan apabila melihat seekor bangau yang sedang tegak berdiri mencari ikan untuk dimangsanya, mereka naik ke hutan/semak-semak dan menyelinap kembali ke tepi sungai lalu memanah bangau itu. 39

56 6. Sejenis Burung Bangau Seluruh tubuhnya putih, berleher panjang dan berparuh panjang berwarna kuning. Paruhnya itu berukuran harnpir sarna dengan bangau berparuh besar. Kakinya panjang dan hitarn. Terrnasuk burung yang tinggal di tepian air untuk rnernangsa ikan. Bila menangkap ikan, burung ini berdiri dan rnencari. Setelah rnelihat seekor ikan dengan paruhnya yang panjang dipatuknya ikan dan rnenelannya. Suaranya keras "a a a a a". 7. Burung Carnar Kakinya berwarna kernerah-rnerahan. Paruhnya pendek dan berwarna rnerah. Bagian atasnya putih seluruhnya. Burung ini bertengger di dahan-dahan pohon. Bila sedang terbang di atas air, rnaka ditutupnya sayap lalu rnenukik ke bawah, rnengudara kernbali, terbang lagi, rnernbalikkan sayapnya pada tubuhnya, lalu rnenukik ke bawah, rnengudara kernbali. Ini kebiasaanya jika ada di udara. Biasanya bertelur di pantai/pinggir sungai. Burung ini terrnasuk burung berpindah-pindah. 8. Burung Buff-banded Rail Rail ini berkaki panjang. Paruhnya pendek. Ukuran tubuhnya seperti seekor anak ayarn. Bagian atasnya berwarna carnpuran putih kecokelat-cokelatan. Leher dan kepalanya berwarna kecokelat-cokelatan. Dadanya bergaris-garis hitarn putih. Di atas rnatanya 40

57 terdapat sebuah garis putih. Tempat tinggalnya di atas turnbuh-turnbuhan air di sepanjang tepi danau. Makanannya laba-laba, dan tunas-tunas turnbuhan. Burung inipun banyak sekali. Bila akan bertelur Rail rnengarnbil rurnput rawa yang kering, rnernbuat sarang berbentuk cangkir dan bertelur banyak. 9. Burung Kedidi Burung kedidi rnenyukai air. Biasanya kita dapat rnelihat burung kedidi berjalan di tepi sungai atau danau yang dangkal. Ukuran badannya tidak besar. Paruhnya lurus dan panjang. Satu jenis kedidi berpindah-pindah. Memiliki paruh panjang yang rnengarah ke atas. Jarang kita rnenernukan jenis ini di tepi sungai atau danau. tetapi burung kedidi yang lebih kita kenal hidup berkelornpok. Tubuh bag ian bawah berwarna muda dan bag ian atasnya berwarna cokelat tua. Ekornya tidak terlarnpau panjang narnun kalau berjalan ekornya itu turun naik. Kakinya panjang dan berwarna kea-bu-abuan. Belurn diketahui apa rnakanannya. Burung tersebut hanya terlihat sedang rninurn air di ternpat yang dangkal. Juga terlihat rnemakan kotoran anjing di sekitar lapangan terbang dan kotoran rnanusia di tepi sungai. Kadang-kadang orang rnernanah burung yang dikatakan sebagai burung pernalu ini. 10. Burung Ekor Kipas Burung ini bertubuh kecil sarna seperti jenis burung ekor kipas. Tetapi burung ekor kipas lebih besar. Dadanya berwarna putih. Leher dan kepalanya berwarna hitarn, tetapi alis rnatanya berwarna putih. Bulu bagian 41

BUME DEBU , ' r'~ Buku 1 - Bake Gohatem Bame Debu. Buku Burung - Bird Book I

BUME DEBU , ' r'~ Buku 1 - Bake Gohatem Bame Debu. Buku Burung - Bird Book I BUME DEBU I 51,, ARSIP " t',,, '.,, ". r'~.,, '. Buku 1 - Bake Gohatem Bame Debu, -t. r (, " t ', f Buku Burung - Bird Book I Buku 1 - Book 1 Jenis Burung Berjalan - Ground Birds Bahasa Bauzi - Irian Jaya

Lebih terperinci

Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya IPA SD Kelas IV

Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya IPA SD Kelas IV Materi Pembelajaran Ringkasan Materi: Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya IPA SD Kelas IV Berikut ini adalah pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk Sekolah Dasar kelas IV yaitu tentang bagian-bagian

Lebih terperinci

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d.

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d. 1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d. menegakkan tubuh 2. Tulang anggota gerak tubuh bagian atas dan bawah disebut.

Lebih terperinci

ahu ahu a a hu a hu ahu

ahu ahu a a hu a hu ahu 1. Hari ini kita belajar huruf A. Ada dua cara untuk menulis huruf A. Ada huruf a kecil seperti pada kotak di sisi kiri. Dan ada huruf A besar seperti pada kotak sebelah kanan. a A 2. Apa gambar ini? 3.

Lebih terperinci

MENGENAL SECARA SEDERHANA TERNAK AYAM BURAS

MENGENAL SECARA SEDERHANA TERNAK AYAM BURAS MENGENAL SECARA SEDERHANA TERNAK AYAM BURAS OLEH: DWI LESTARI NINGRUM, S.Pt Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak

Lebih terperinci

SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN. Related Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban :

SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN. Related Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban : Reading and Free Access soal essay tentang animalia kelas x serta jawaban Page : 1 SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN [Download] Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban.PDF The

Lebih terperinci

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran.

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. LAMPIRAN Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. Kriteria Indikator Kurang 1 Menirukan kembali 3 4 urutan kata, misalnya: Tidur, mandi,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Botani Tanaman Bayam Bayam (Amaranthus sp.) merupakan tanaman semusim dan tergolong sebagai tumbuhan C4 yang mampu mengikat gas CO 2 secara efisien sehingga memiliki daya adaptasi

Lebih terperinci

PENGELOLAAN INDUK IKAN NILA. B. Sistematika Berikut adalah klasifikasi ikan nila dalam dunia taksonomi : Phylum : Chordata Sub Phylum : Vertebrata

PENGELOLAAN INDUK IKAN NILA. B. Sistematika Berikut adalah klasifikasi ikan nila dalam dunia taksonomi : Phylum : Chordata Sub Phylum : Vertebrata PENGELOLAAN INDUK IKAN NILA A. Pendahuluan Keluarga cichlidae terdiri dari 600 jenis, salah satunya adalah ikan nila (Oreochromis sp). Ikan ini merupakan salah satu komoditas perikanan yang sangat popouler

Lebih terperinci

PROVINSI BALI. Tanah Lot

PROVINSI BALI. Tanah Lot PROVINSI BALI BY: SUVI Pantai Kuta (Atas) Garuda Wisnu Kencana Pantai Nusa dua (Bawah) Ada patung yang sangat gede, patung itu berwarna biru campur sama abu abu. Ada orang yang melihat patung itu. Ada

Lebih terperinci

Prolog Gurn dan Eartixo

Prolog Gurn dan Eartixo Prolog Gurn dan Eartixo (GURN - ERTIXO) Ruang angkasa yang sunyi beberapa juta satuan astronomi dari galaksi Bimasakti. Di suatu tempat yang belum bisa dijangkau oleh manusia Bumi, bintang biru memancarkan

Lebih terperinci

Hercules si Perusak Tanaman Pala dan Cengkeh

Hercules si Perusak Tanaman Pala dan Cengkeh Hercules si Perusak Tanaman Pala dan Cengkeh I. Latar Belakang Tanaman pala merupakan tanaman keras yang dapat berumur panjang hingga lebih dari 100 tahun. Tanaman pala tumbuh dengan baik di daerah tropis.

Lebih terperinci

TATA CARA PEMAKAMAN JENAZAH PADA MASA MOYANG MARGA SWABRA SECARA ADAT ISTIADAT DI PADWA

TATA CARA PEMAKAMAN JENAZAH PADA MASA MOYANG MARGA SWABRA SECARA ADAT ISTIADAT DI PADWA TATA CARA PEMAKAMAN JENAZAH PADA MASA MOYANG MARGA SWABRA SECARA ADAT ISTIADAT DI PADWA Setiap bangsa, suku bangsa bahkan kelompok marga memiliki adat istiadat dan kebudayaan yang berbeda antara bangsa,

Lebih terperinci

SUATU PANDUAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI IKAN-IKAN PARUH PANJANG DI LAPANGAN

SUATU PANDUAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI IKAN-IKAN PARUH PANJANG DI LAPANGAN SUATU PANDUAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI IKAN-IKAN PARUH PANJANG DI LAPANGAN Sumber informasi di presentasi ini: A Field Guide to the Indo-Pacific Billfishes Julian Pepperell and Peter Grewe (1999) Beberapa

Lebih terperinci

A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN. Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail.

A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN. Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail. A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail.com INDONESIAN PASSIVES With the Prefix di- Rumah itu akan dijual.

Lebih terperinci

Bahasa Indonesia. Level 1 indonesian Level 1. Curriculum Text. Texto del curso Texte du cours Kursinhalt Testo del corso.

Bahasa Indonesia. Level 1 indonesian Level 1. Curriculum Text. Texto del curso Texte du cours Kursinhalt Testo del corso. Bahasa Indonesia Curriculum Text Level 1 indonesian Level 1 Indonesian Indonesio Indonésien Indonesisch Indonesiano Curriculum Text Texto del curso Texte du cours Kursinhalt Testo del corso RosettaStone.com

Lebih terperinci

SENI LIPAT MELIPAT DAN ARTI SIMBOLIS

SENI LIPAT MELIPAT DAN ARTI SIMBOLIS SENI LIPAT MELIPAT DAN ARTI SIMBOLIS Oleh : Dra. Widarwati, M.Sn. WIDYAISWARA ============================================================ Abstrak Seni lipat melipat merupakan bahan yang akan dibentuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Jembatan Jembatan adalah suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini biasanya jalan lain

Lebih terperinci

BAB I PERUM PENDAHULUAN

BAB I PERUM PENDAHULUAN BAB I PERUM PENDAHULUAN Di dalam bab ini akan dibahas mengenai alat-alat navigasi biasa yang umumnya di kapal digunakan untuk menetapkan kedalaman air di suatu tempat di laut. Tujuan kami menyusun keterangan

Lebih terperinci

Interpretasi Peta Tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi. Bab

Interpretasi Peta Tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi. Bab Bab IX Interpretasi Peta Tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi Sumber: hiemsafiles.wordpress.com Gb.9.1 Lembah dan pegunungan merupakan contoh bentuk muka bumi Perlu kita ketahui bahwa bentuk permukaan bumi

Lebih terperinci

MAKANAN HALALAN TOYYIBBAN PERSPEKTIF ISLAM

MAKANAN HALALAN TOYYIBBAN PERSPEKTIF ISLAM MAKANAN HALALAN TOYYIBBAN PERSPEKTIF ISLAM Tajudin Nur*) Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan Dan Bidang Produk Halal dan Hisab Rukyat (Penyelenggara Syariah) Hai sekalian manusia,

Lebih terperinci

F. Kunci Identifikasi Bergambar kepada Bangsa

F. Kunci Identifikasi Bergambar kepada Bangsa MILLI-PEET, kunci identifikasi dan diagram alur, Page 1 F. Kunci Identifikasi Bergambar kepada Bangsa 1A Tubuh lunak, tergit mengandung rambut seperti kuas atau rambut sikat, sepasang kuas terdapat bagian

Lebih terperinci

4.3.10. Pokok Bahasan 10: Pengamatan Panen. Tujuan Intruksional Khusus:

4.3.10. Pokok Bahasan 10: Pengamatan Panen. Tujuan Intruksional Khusus: 108 4.3.10. Pokok Bahasan 10: Pengamatan Panen Tujuan Intruksional Khusus: Setelah mengikuti course content ini mahasiswa dapat menjelaskan kriteria, komponen dan cara panen tanaman semusim dan tahunan

Lebih terperinci

1 1 ALLAH memanggil Musa lalu

1 1 ALLAH memanggil Musa lalu Imamat Kurban Bakaran 1:1-17 1 1 ALLAH memanggil Musa lalu berfirman kepadanya dari dalam Kemah Hadirat Allah demikian, 2 "Berbicaralah kepada bani Israil dan katakanlah kepada mereka, Jika seorang dari

Lebih terperinci

Menembus Batas Kebuntuan Produksi (Cara SRI dalam budidaya padi)

Menembus Batas Kebuntuan Produksi (Cara SRI dalam budidaya padi) Menembus Batas Kebuntuan Produksi (Cara SRI dalam budidaya padi) Pengolahan Tanah Sebagai persiapan, lahan diolah seperti kebiasaan kita dalam mengolah tanah sebelum tanam, dengan urutan sebagai berikut.

Lebih terperinci

SKRIPSI MENURUT PASAL. N P M Program. Hukum Program FAKULTAS HUKUM

SKRIPSI MENURUT PASAL. N P M Program. Hukum Program FAKULTAS HUKUM SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS PELAYANAN KESEHAT TAN YANGG BERMUTU MENURUT PASAL 5 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 BERKAITAN DENGAN KEKECEWAAN PASIEN TERHADAP PERILAKU DOKTER Diajukan oleh : ELLEN

Lebih terperinci

Susu Sapi Tidak Baik Untuk Manusia. Written by Administrator

Susu Sapi Tidak Baik Untuk Manusia. Written by Administrator Susu adalah minuman kesehatan yang sebagian besar praktisi kesehatan menganjurkan agar kita mengkonsumsinya agar tubuh mendapat asupan kesehatan selain makanan yang kita makan sehari-hari. Namun, belum

Lebih terperinci

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra.

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra. Masalah Kulit Umum pada Bayi Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra. Brosur ini memberikan informasi mendasar tentang permasalahan kulit yang lazimnya dijumpai pada usia dini sebagai

Lebih terperinci

BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL

BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL Siapa yang tak kenal ikan lele, ikan ini hidup di air tawar dan sudah lazim dijumpai di seluruh penjuru nusantara. Ikan ini banyak dikonsumsi karena rasanya yang enak

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1959 TENTANG PEMBERIAN TANDA KEHORMATAN BINTANG GARUDA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1959 TENTANG PEMBERIAN TANDA KEHORMATAN BINTANG GARUDA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1959 TENTANG PEMBERIAN TANDA KEHORMATAN BINTANG GARUDA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. Bahwa pelaksanaan tugas di udara mempunyai corak

Lebih terperinci

Pengukuran Diameter dan Tinggi Pohon

Pengukuran Diameter dan Tinggi Pohon Pengukuran Diameter dan Tinggi Pohon Pengukuran Diameter (DBH) Diameter atau keliling merupakan salahsatu dimensi batang (pohon) yang sangat menentukan luas penampang lintang batang pohon saat berdiri

Lebih terperinci

4.1.3 PERALATAN PENDUKUNG SURVEY UKUR TANAH

4.1.3 PERALATAN PENDUKUNG SURVEY UKUR TANAH 4.1.3 PERALATAN PENDUKUNG SURVEY UKUR TANAH Program D3/D4 Teknik Sipil FTSP ITS ILMU UKUR TANAH 1 Materi ini menerangkan peralatan yang digunakan didalam praktikum ukur tanah Tujuan Instruksional Khusus:

Lebih terperinci

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga..

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Awal sebuah cerita adalah kegelisahan Aku khawatir perut ini terus terisi, namun kepalaku tak lagi penasaran dengan maksud adanya kehidupan. Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Gusarnya Angin Sore menjelang

Lebih terperinci

KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG

KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG Oleh: ADHYARANI PRISSILIA ADIWASONO NIM : 232007002 KERTAS

Lebih terperinci

TEHNIK HIDUP ALAM BEBAS. Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dpt dipertangungjawabkan bila mengadakan kegiatan di alam bebas

TEHNIK HIDUP ALAM BEBAS. Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dpt dipertangungjawabkan bila mengadakan kegiatan di alam bebas TEHNIK HIDUP ALAM BEBAS Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dpt dipertangungjawabkan bila mengadakan kegiatan di alam bebas Problem di Alam Bebas Alam ( cuaca, medan, dll) Diri sendiri (fisik,

Lebih terperinci

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG PEMANFAATAN AIR HUJAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa air hujan merupakan sumber air yang dapat dimanfaatkan

Lebih terperinci

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik

Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik Dengan lincah, Amirizal (33 tahun) mengangkat saringan pembuat kopi. Gerakannya gesit dan penuh semangat. Meskipun, pada saat tsunami terjadi di Aceh di penghujung 2004,

Lebih terperinci

Chapter 1: Awal dari Mimpi itu Menjadi Nyata

Chapter 1: Awal dari Mimpi itu Menjadi Nyata Chapter 1: Awal dari Mimpi itu Menjadi Nyata Ada seorang kerabat yang bertanya-tanya padaku, apa yang sedang aku cari di dunia ini. Ia tanyakan mengapa begitu sering aku tinggalkan rumah untuk sebuah hal

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA NOMOR: 111/KPTS/CK/1993 TANGGAL 28 SEPTEMBER 1993 TENTANG: PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA A. DASAR DASAR PERENCANAAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

Lebih terperinci

SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO

SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO Sejumlah faktor iklim dan tanah menjadi kendala bagi pertumbuhan dan produksi tanaman kakao. Lingkungan alami tanaman cokelat adalah hutan tropis. Dengan demikian curah hujan,

Lebih terperinci

Mengenal kaki seribu secara mudah

Mengenal kaki seribu secara mudah A. Pendahuluan MILLI-PEET, kunci identifikasi dan diagram alur Mengenal kaki seribu secara mudah Kelas Diplopoda atau yang dikenal dengan luing (keluing) ataupun lintibang, mempunyai anggota yang sangat

Lebih terperinci

Sumber : Manual Pembibitan Tanaman Hutan, BPTH Bali dan Nusa Tenggara.

Sumber : Manual Pembibitan Tanaman Hutan, BPTH Bali dan Nusa Tenggara. Penyulaman Penyulaman dilakukan apabila bibit ada yang mati dan perlu dilakukan dengan segera agar bibit sulaman tidak tertinggal jauh dengan bibit lainnya. Penyiangan Penyiangan terhadap gulma dilakukan

Lebih terperinci

Passive Type 2 (Uang itu saya ambil, etc)

Passive Type 2 (Uang itu saya ambil, etc) Passive Type 2 (Uang itu saya ambil, etc) In Unit 1 we learned how make a passive sentence in this way: Uang itu diambil oleh Rina. But we can only do that if the Actor is a third person. (as with Rina

Lebih terperinci

hlm. 184 Indeks Untuk SD/MI kelas VI ISBN 978-979-095-100-6 (no. jilid lengkap) ISBN 978-979-095-133-4 (jil. 6d)

hlm. 184 Indeks Untuk SD/MI kelas VI ISBN 978-979-095-100-6 (no. jilid lengkap) ISBN 978-979-095-133-4 (jil. 6d) Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasional. Dilindungi Undang-undang. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI Kelas VI Disusun oleh: Ari Pitoyo Sri Purwaningtyas Editor : Ester Upik Susilowati,

Lebih terperinci

Indonesian Section 28 - Online activitites

Indonesian Section 28 - Online activitites No. 01 Cuaca The weather Hujan. Cerah. Turun salju. Saya basah. Saya kepanasan. Saya kedinginan. Tolong! It's raining. It's sunny. It's snowing. I'm wet. I'm hot. Help! No. 02 Permainan daya ingat Memory

Lebih terperinci

DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un

DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un MUTIARA KHOTBAH #2 DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.

Lebih terperinci

Daud Sang Raja (Bagian 1)

Daud Sang Raja (Bagian 1) Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Daud Sang Raja (Bagian 1) Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Lazarus Disadur oleh: Ruth Klassen Diterjemahkan oleh:

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PROTOTIPE BUKA TUTUP ATAP OTOMATIS UNTUK PENGERINGAN PROSES PRODUKSI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN PROTOTIPE BUKA TUTUP ATAP OTOMATIS UNTUK PENGERINGAN PROSES PRODUKSI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN PROTOTIPE BUKA TUTUP ATAP OTOMATIS UNTUK PENGERINGAN PROSES PRODUKSI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR Disusun Oleh : Ridwan Anas J0D007063 PROGRAM STUDI DIII INSTRUMENTASI DAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. 72 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. 72 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. 72 TAHUN 2014 TENTANG PAKAIAN DINAS HARIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M)

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M) KOPI - Pernah kita melihat poster ataupun baliho bakal calon pemimpin di pinggir jalan yang tidak menggambarkan adanya karakter tegas dari bakal calon pemimpin itu sendiri. Kita ambil satu contoh bakal

Lebih terperinci

TINTA ITU BUTA Kumpulan Puisi atau Semacamnya Zaki Ef

TINTA ITU BUTA Kumpulan Puisi atau Semacamnya Zaki Ef TINTA ITU BUTA Kumpulan Puisi atau Semacamnya Zaki Ef Diterbitkan oleh merdekata merdekata@gmail.com Agustus, 2013 Desain & Tata Letak: @kreatifikaz 2 Ucapan terima kasih: Kepada-Mu, segala puji. Kepada

Lebih terperinci

Kayu gergajian Bagian 1: Istilah dan definisi

Kayu gergajian Bagian 1: Istilah dan definisi Standar Nasional Indonesia Kayu gergajian Bagian 1: Istilah dan definisi ICS 79.040 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif... 1 3 Istilah

Lebih terperinci

MODUL TRANSPLANTASI KARANG SECARA SEDERHANA PELATIHAN EKOLOGI TERUMBU KARANG ( COREMAP FASE II KABUPATEN SELAYAR YAYASAN LANRA LINK MAKASSAR)

MODUL TRANSPLANTASI KARANG SECARA SEDERHANA PELATIHAN EKOLOGI TERUMBU KARANG ( COREMAP FASE II KABUPATEN SELAYAR YAYASAN LANRA LINK MAKASSAR) MODUL TRANSPLANTASI KARANG SECARA SEDERHANA PELATIHAN EKOLOGI TERUMBU KARANG ( COREMAP FASE II KABUPATEN SELAYAR YAYASAN LANRA LINK MAKASSAR) Benteng, Selayar 22-24 Agustus 2006 TRANSPLANTASI KARANG Terumbu

Lebih terperinci

Perkiraan dan Referensi Harga Satuan Perencanaan

Perkiraan dan Referensi Harga Satuan Perencanaan Perkiraan dan Referensi Harga Satuan Perencanaan No Bidang kategori 1 Pemerintahan Peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran Pemeliharaan Hydrant Pembangunan Hydrant Kering Pemeliharaan pertitik

Lebih terperinci

Awal kesedihan Manusia

Awal kesedihan Manusia Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Awal kesedihan Manusia Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Byron Unger dan Lazarus Disadur oleh: M. Maillot dan Tammy

Lebih terperinci

Pronouns Kata Ganti-Kata Ganti

Pronouns Kata Ganti-Kata Ganti Pronouns Kata Ganti-Kata Ganti Pembahasan tentang pronoun mencakup beberapa topic yaitu: Personal, possessive and reflexive pronouns Personal, possessive and reflexive pronoun menjelaskan tentang kata

Lebih terperinci

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU Diarsi Eka Yani (diarsi@ut.ac.id) PS Agribisnis, FMIPA, Universitas Terbuka ABSTRAK Abrasi pantai yang terjadi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1967 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1967 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1967 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PEJABAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: 1.

Lebih terperinci

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Sekarang ini banyak dilakukan pembangunan oleh banyak pihak seperti pembangunan tempat tinggal atau kantor. Proses pembangunan pada lokasi daerah memerlukan denah lokasi daerah yang akurat dan

Lebih terperinci

Budidaya Nila Merah. Written by admin Tuesday, 08 March 2011 10:22

Budidaya Nila Merah. Written by admin Tuesday, 08 March 2011 10:22 Dikenal sebagai nila merah taiwan atau hibrid antara 0. homorum dengan 0. mossombicus yang diberi nama ikan nila merah florida. Ada yang menduga bahwa nila merah merupakan mutan dari ikan mujair. Ikan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR : KEP. 52/MEN/2004 T E N T A N G PELEPASAN VARIETAS IKAN NILA JICA SEBAGAI VARIETAS BARU

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR : KEP. 52/MEN/2004 T E N T A N G PELEPASAN VARIETAS IKAN NILA JICA SEBAGAI VARIETAS BARU KEPUTUSAN NOMOR : KEP. 52/MEN/2004 T E N T A N G PELEPASAN VARIETAS IKAN NILA JICA SEBAGAI VARIETAS BARU, Menimbang : a. bahwa dalam rangka memperkaya jenis dan varietas serta menambah sumber plasma nutfah

Lebih terperinci

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l 160 1. Sebuah batu yang massanya sama digantung pada seutas tali yang berbeda panjangnya. Gambar manakah yang akan menghasilkan jumlah ayunan terbanyak untuk selang waktu tertentu. a b. l 1.5 l c d. 1.75

Lebih terperinci

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT SEMANGKA. Dr. M. SYUKUR, SP, MSi INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT SEMANGKA. Dr. M. SYUKUR, SP, MSi INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT SEMANGKA Dr. M. SYUKUR, SP, MSi INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 Hama Penting Semangka Hama penting pada semangka: 1. Thrips (Thrips parvispinus Karny) 2. Ulat perusak daun

Lebih terperinci

Alkitab untuk Anak-anak. memperkenalkan. Empat puluh Tahun

Alkitab untuk Anak-anak. memperkenalkan. Empat puluh Tahun Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Empat puluh Tahun Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Janie Forest Disadur oleh: Lyn Doerksen Diterjemahkan oleh: Widi

Lebih terperinci

FILSAFAT KONFUSIANISME Oleh: Ws. Dr. Oesman Arif HSUN TZU. Buku I TEKAD UNTUK BELAJAR

FILSAFAT KONFUSIANISME Oleh: Ws. Dr. Oesman Arif HSUN TZU. Buku I TEKAD UNTUK BELAJAR FILSAFAT KONFUSIANISME Oleh: Ws. Dr. Oesman Arif HSUN TZU Buku I TEKAD UNTUK BELAJAR Orang bijak ( Kun cu ) berkata : Belajar tidak boleh berhenti. Ibarat warna hijau. berasal dari warna biru, tetapi warna

Lebih terperinci

Waktu Aktifitas Metode Bahan Belajar

Waktu Aktifitas Metode Bahan Belajar SESI sepuluh CERITA-CERITA TENTANG HUTAN, BAGIAN Dua Fokus Islam: Islam melarang kita merusak, menyalahgunakan atau mengubah sumbersumber daya alam yang ada karena generasi penerus di masa datang masih

Lebih terperinci

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung MODUL PELATIHAN KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung Pendahuluan Konsep rumah bambu plester merupakan konsep rumah murah

Lebih terperinci

MANFAAT ASI BAGI BAYI

MANFAAT ASI BAGI BAYI HO4.2 MANFAAT ASI BAGI BAYI ASI: Menyelamatkan kehidupan bayi. Makanan terlengkap untuk bayi, terdiri dari proporsi yang seimbang dan cukup kuantitas semua zat gizi yang diperlukan untuk kehidupan 6 bulan

Lebih terperinci

PROPORSI KARKAS DAN KOMPONEN-KOMPONEN NONKARKAS SAPI JAWA DI RUMAH POTONG HEWAN SWASTA KECAMATAN KETANGGUNGAN KABUPATEN BREBES

PROPORSI KARKAS DAN KOMPONEN-KOMPONEN NONKARKAS SAPI JAWA DI RUMAH POTONG HEWAN SWASTA KECAMATAN KETANGGUNGAN KABUPATEN BREBES PROPORSI KARKAS DAN KOMPONEN-KOMPONEN NONKARKAS SAPI JAWA DI RUMAH POTONG HEWAN SWASTA KECAMATAN KETANGGUNGAN KABUPATEN BREBES (Proportion of Carcass and Non Carcass Components of Java Cattle at Private

Lebih terperinci

1. Nilai Tempat Bilangan 10.000 s.d. 100.000 Lambang bilangan Hindu-Arab yang setiap kali kita gunakan menggunakan sistem desimal dengan nilai

1. Nilai Tempat Bilangan 10.000 s.d. 100.000 Lambang bilangan Hindu-Arab yang setiap kali kita gunakan menggunakan sistem desimal dengan nilai 1. Nilai Tempat Bilangan 10.000 s.d. 100.000 Lambang bilangan Hindu-Arab yang setiap kali kita gunakan menggunakan sistem desimal dengan nilai tempat. Menggunakan sistem desimal (dari kata decem, bahasa

Lebih terperinci

Rambu Peringatan Rambu Petunjuk. Rambu Larangan. Rambu Perintah dan Rambu Lokasi utilitas umum

Rambu Peringatan Rambu Petunjuk. Rambu Larangan. Rambu Perintah dan Rambu Lokasi utilitas umum GAMBAR RAMBU-TANDA LALU LINTAS-JALAN RAYA LENGKAP. Rambu rambu/ tanda lalu lintas-jalan raya merupakan tanda-petunjuk-peringatan dan larangan di jalan raya/ lalu lintas yang dapat kita temui setiap hari

Lebih terperinci

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK A SEMESTER II

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK A SEMESTER II 1. Berlari sambil melompat (D.3.20). 2. Meniru gerakan binatang/senam fantasi (D.3.23) 3. Berdiri dengan tumit di atas satu kaki selama 10 detik (D.3.19). 4. Mereyap dan merangkak lurus ke depan (D.3.22).

Lebih terperinci

Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari

Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari Setelah mempelajari materi pesawat sederhana dan penerapannya diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan pesawat sederhana 2. Membedakan jenis-jenis pesawat sederhana 3. Menjelaskan prinsip kerja pesawat

Lebih terperinci

Warta Kebijakan. Tata Ruang dan Proses Penataan Ruang. Tata Ruang, penataan ruang dan perencanaan tata ruang. Perencanaan Tata Ruang

Warta Kebijakan. Tata Ruang dan Proses Penataan Ruang. Tata Ruang, penataan ruang dan perencanaan tata ruang. Perencanaan Tata Ruang No. 5, Agustus 2002 Warta Kebijakan C I F O R - C e n t e r f o r I n t e r n a t i o n a l F o r e s t r y R e s e a r c h Tata Ruang dan Proses Penataan Ruang Tata Ruang, penataan ruang dan perencanaan

Lebih terperinci

Teknologi Tepat Guna Penjernihan Air Dengan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Teknologi Tepat Guna

Teknologi Tepat Guna Penjernihan Air Dengan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Teknologi Tepat Guna Teknologi Tepat Guna Penjernihan Air Dengan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Oleh Kharistya - http://kharistya.wordpress.com Teknologi Tepat Guna Teknologi tepat guna, mengutip dari wikipedia, merupakan teknologi

Lebih terperinci

Ayo Amati. Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku

Ayo Amati. Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku Ayo Amati Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku 55 Beri tanda pada kotak. 1. Menyebutkan nama-nama anggota tubuh. 2.

Lebih terperinci

Mempromosikan Kesehatan Lingkungan Masyarakat

Mempromosikan Kesehatan Lingkungan Masyarakat 1 Mempromosikan Kesehatan Lingkungan Masyarakat Dalam bab ini: halaman Para penggerak kesehatan menghentikan kolera...2 Bekerja bersama-sama untuk perubahan...3 Apa yang membuat pengorganisasian kesehatan

Lebih terperinci

Rumah Sehat. edited by Ratna Farida

Rumah Sehat. edited by Ratna Farida Rumah Sehat edited by Ratna Farida Rumah Adalah tempat untuk tinggal yang dibutuhkan oleh setiap manusia dimanapun dia berada. * Rumah adalah struktur fisik terdiri dari ruangan, halaman dan area sekitarnya

Lebih terperinci

Setiap organisme dikenali berdasar nama

Setiap organisme dikenali berdasar nama Identifikasi Tumbuhan Ahmad Shobrun Jamil, S.Si, Si MP. Pengantar Setiap organisme dikenali berdasar nama Masing masing punya nama Masing masing punya nama spesifik... Kita biasa membayangkan satu bentuk

Lebih terperinci

Cambridge International Examinations Cambridge International General Certifi cate of Secondary Education

Cambridge International Examinations Cambridge International General Certifi cate of Secondary Education Cambridge International Examinations Cambridge International General Certifi cate of Secondary Education BAHASA INDONESIA 0538/01 Paper 1 Reading and Understanding For Examination from 2016 SPECIMEN MARK

Lebih terperinci

- ephy - Catatan dan Novela. dalamceritasaja.blogspot.com

- ephy - Catatan dan Novela. dalamceritasaja.blogspot.com - ephy - Catatan dan Novela dalamceritasaja.blogspot.com CATATAN DAN NOVELA Oleh: ephy Copyright 2013 by ephy Diterbitkan melalui: www.nulisbuku.com 2 Catatan Cinta Bintang dan Angkasa Sketsa Kasih Perempuan

Lebih terperinci

Pengelolaan tanah dan air di lahan pasang surut

Pengelolaan tanah dan air di lahan pasang surut Pengelolaan tanah dan air di lahan pasang surut Pengelolaan Tanah dan Air di Lahan Pasang Surut Penyusun IPG Widjaja-Adhi NP Sri Ratmini I Wayan Swastika Penyunting Sunihardi Setting & Ilustrasi Dadang

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU RAWA DALAM KONDISI LINGKUNGAN PETERNAKAN RAKYAT ABSTRAK

KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU RAWA DALAM KONDISI LINGKUNGAN PETERNAKAN RAKYAT ABSTRAK BIOSCIENTIAE Volume 2, Nomor 1, Januari 2005, Halaman 43-48 http://bioscientiae.tripod.com KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU RAWA DALAM KONDISI LINGKUNGAN PETERNAKAN RAKYAT UU. Lendhanie Program Studi Ternak,

Lebih terperinci

ANALISIS TEMPAT KERJA

ANALISIS TEMPAT KERJA II. ANALISIS TEMPAT KERJA Untuk dapat membuat rencana kerja yang realistis, rapi, dan teratur, sebelum menjatuhkan pilihan jenis alat yang akan digunakan, perlu dipelajari dan penelitian kondisi lapangan

Lebih terperinci

Gambar 1 - Graphical User Interface (GUI) dbookpro

Gambar 1 - Graphical User Interface (GUI) dbookpro PENGANTAR DBOOK PRO UNTUK PENGGUNA TINGKAT LANJUT dbookpro adalah perangkat lunak yang bisa digunakan untuk membuat buku teks elektronik interaktif atau e-textbook. E-textbook bisa dibuat dengan memasukkan

Lebih terperinci

KLASIFIKASI ALAT / METODE PENANGKAPAN DI INDONESIA (STANDAR NASIONAL)

KLASIFIKASI ALAT / METODE PENANGKAPAN DI INDONESIA (STANDAR NASIONAL) KLASIFIKASI ALAT / METODE PENANGKAPAN DI INDONESIA (STANDAR NASIONAL) PANCING Alat penangkap yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu; tali (line) dan mata pancing (hook). Sedangkan bahan, ukuran tali

Lebih terperinci

Dari Bukit Turun Ke Sawah PLPBK di Kawasan Heritage Mentirotiku dan Lakessi

Dari Bukit Turun Ke Sawah PLPBK di Kawasan Heritage Mentirotiku dan Lakessi Dari Bukit Turun Ke Sawah PLPBK di Kawasan Heritage Mentirotiku dan Lakessi PLPBK DI KAWASAN HERITAGE MENTIROTIKU Kabupaten Toraja Utara memiliki budaya yang menarik bagi wisatawan dan memilki banyak obyek

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2007 TENTANG TATA HUTAN DAN PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN HUTAN, SERTA PEMANFAATAN HUTAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2007 TENTANG TATA HUTAN DAN PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN HUTAN, SERTA PEMANFAATAN HUTAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2007 TENTANG TATA HUTAN DAN PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN HUTAN, SERTA PEMANFAATAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

GEOMORFOLOGI BALI DAN NUSA TENGGARA

GEOMORFOLOGI BALI DAN NUSA TENGGARA GEOMORFOLOGI BALI DAN NUSA TENGGARA PULAU BALI 1. Letak Geografis, Batas Administrasi, dan Luas Wilayah Secara geografis Provinsi Bali terletak pada 8 3'40" - 8 50'48" Lintang Selatan dan 114 25'53" -

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jl.Sekolah pembangunan NO. 7A Medan Sunggal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jl.Sekolah pembangunan NO. 7A Medan Sunggal 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Dan Waktu Penelitian 1. Lokasi penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Lapangan Asrama PPLP Sumatera Utara di Jl.Sekolah pembangunan NO. 7A Medan Sunggal 2.

Lebih terperinci

MENGINDENTIFIKASI TANGAN, KAKI DAN KUKU

MENGINDENTIFIKASI TANGAN, KAKI DAN KUKU KEGIATAN BELAJAR I MENGINDENTIFIKASI TANGAN, KAKI DAN KUKU A. LEMBAR INFORMASI 1. Anatomi Kuku (Onyx ) Keadaan kuku seperti halnya keadaan kulit, dapat menentukan kesehatan umum dari badan. Kuku yang sehat

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL. Tukang Pasang Bata PEMBUATAN PASANGAN BATA LENGKUNG F.45 TPB 40528 27 I 07

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL. Tukang Pasang Bata PEMBUATAN PASANGAN BATA LENGKUNG F.45 TPB 40528 27 I 07 MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL Tukang Pasang Bata PEMBUATAN PASANGAN BATA LENGKUNG BUKU PENILAIAN DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 BAB I KONSEP PENILAIAN... 2 1.1. Metode

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Pendidikan Diploma III (D3) Disusun Oleh : Clarissa Chita Amalia J0D007024

Lebih terperinci

I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang kalian anggap paling benar!!!

I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang kalian anggap paling benar!!! I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang kalian anggap paling benar!!! 1. Pada waktu menggiring bola, pergelangan kaki ditahan ke atas saat mendorongkan bola, sedangkan posisi kaki juga di atas

Lebih terperinci

Keberadaan lahan gambut selalu dikaitkan dengan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Kondisi lahan gambut yang unik dan khas menjadikan

Keberadaan lahan gambut selalu dikaitkan dengan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Kondisi lahan gambut yang unik dan khas menjadikan Keberadaan lahan gambut selalu dikaitkan dengan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Kondisi lahan gambut yang unik dan khas menjadikan keanekaragaman hayati yang terdapat di dalamnya juga memiliki

Lebih terperinci