SIGIT SULISTYA, A.Md, AK

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SIGIT SULISTYA, A.Md, AK"

Transkripsi

1 PEMANTAPAN MUTU INTERNAL LABORATORIUM DAN PROGRAM PEMANTAPAN MUTU EKSTERNAL MIKROSKOPIS MALARIA SIGIT SULISTYA, A.Md, AK BALAI LABORATORIUM KESEHATAN YOGYAKARTA

2 PENYAKIT MALARIA Merupa k a n ma s a la h k es eh a ta n mas ya ra k at di Indones ia An g k a k es a k ita n cuk up ting g i da era h lua r J a wa B a li Terutama da era h Indones ia timur da n da era h tra ns mig ra s i ba g ia n

3 PEMERIKSAAN LABORATORIUM Diag nos is S urveilans epidemiolog i Upaya penang g ulan g an Mempeng aruh i : K ebij ak an K eberh as ilan Peng obatan Pen ang g ulan g an

4 MUTU PEMERIKSAAN LABORATORIUM Apakah hasil pemeriksaan bermutu Apakah hasil pemeriksaan benar Apa yang harus dikerjakan untuk peningkatan hasil pemeriksaan

5 PENINGKATAN MUTU HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM Pening k ata n k ema mpua n ma nag ement K emampuan tek nis tena g a la bora torium k es eh ata n Pening k ata n tek nolog i la bora torium Pening k ata n ruj uk a n Pening k ata n pema ntapa n mutu

6 PEMANTAPAN MUTU SEMUA KEGIATAN YANG DITUJUKAN MENJAMIN : Ketelitian Ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium

7 PEMANTAPAN MUTU Mengevaluasi dan Mengurangi Kesalahan Analitis

8 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU Peng ambilan s pes imen yang benar Pemilih an metodh e yang tepat Pemerik s a laboratorium oleh tenag a yang berkompoten Pemantapan mutu Internal Pemantapan mutu ek s ternal

9 UPAYA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN LABORATORIUM 1. Pendidikan dan Pelatihan 2. Pelaksana Kegiatan Pemantapan Mutu Internal 3. Mengikuti Kegiatan Pemantapan Mutu Eksternal 4. Melakukan validasi hasil 5. Melaksanakan Audit 6. Melaksanakan Keamanan Laboratorium 7. Melaksanakan Praktek Laboratorium yang Benar 8. Melaksanakan Praktek Pembuatan Reagen yang Benar

10 Pendidikan dan Pelatihan Kemampuan Tenaga Pemeriksa : Kualitas Pendidikan dan Pelatihan Pengalaman Kerja Kondisi Kerja Upaya Meningkatkan Kemampuan dan Keterampilan : Pendidikan Latihan Berkelanjutan Baik di dalam maupun luar laboratorium

11 PelaksanaAN Kegiatan Pemantapan Mutu Internal Harus dilaksanakan secara benar dan teratur Terhadap Seluruh Proses Kegiatan Tahap Pra Analitik Analitik Pasca Analitik Cakupan Kegiatan Persiapan pasien dan pengambilan spesimen sampai pada pencatatan dan pelaporan hasil

12 Mengikuti Kegiatan Pemantapan Mutu Eksternal Mengetahui penampilan laboratorium dalam pemeriksaan tertentu Harus di ikuti secara teratur bidang

13 MELAKUKAN VALIDASI HASIL Mengetahui Kualitas Hasil Pemeriksaan Melalui : Pemeriksaan uji silang (cross check) Pemeriksaan ulang terhadap persentasi

14 Melaksanakan Audit Pemeriksaan Terhadap Proses Kegiatan Laboratorium Dilakukan Petugas Senior Laboratorium Tenaga Ahli Dari Luar Laboratorium Yang Bersangkutan

15 MELAKSANAKAN KEAMANAN LABORATORIUM Tujuan Melindungi : Petugas Laboratorium Lingkungan Laboratorium Dari : Resiko penyakit atau gangguan kesehatan akibat melakukan kegiatan pelayanan laboratorium

16 MeLAKSANAKAN praktek Laboratorium Yang benar Setiap Petugas Laboratorium : Bekerja sesuai ketentuan laboratorium yang benar dalam Baik dalam laboratorium maupun management praktek teknis

17 MeLAKSANAKAN praktek PEMBUATAN REAGEN YANG BENAR Reagen harus dibuat dengan cara yang benar

18 PEMANTAPAN MUTU internal Kegiatan Pencegahan Dan Pengawasan Kapan Secara Terus Menerus Harapannya Diperoleh Hasil Pemeriksaan Yang Tepat dan Teliti Siapa sebagai pelaksana? Petugas Laboratorium

19 MISI : LABORATORIUM KLINIK Setiap Laboratorium Klinik Memiliki Kewajiban Untuk Menyajikan Hasil Pemeriksaan Yang Baik, Tepat dan Teliti Laboratorium Klinik Harus Melaksanakan Program Pemantapan Mutu

20 HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM TEPAT TELITI CEPAT TERJANGKAU

21 PENGUKURAN TELITI TAPI TIDAK TEPAT

22 PENGUKURAN TEPAT TAPI TIDAK TELITI

23 PENGUKURAN TEPAT DAN TELITI

24 TUJUAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL Mendeteksi dan Mengidentifikasi Adanya Kesalahan Yang Mungkin Terjadi Pada Seluruh Proses Kegiatan Pelayanan Laboratorium Cakupan Proses Penyiapan Pasien Pengambilan Spesimen Penanganan Spesimen Pemeriksaan Spesimen Pencatatan & Pelaporan Tahap Pra Analitik Tahap Analitik Tahap Post Analitik

25 HARAPAN PELAKSANAAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL Terdeteksinya Kesalahan Suatu Tahap Pemeriksaan Diketahui Penyebabnya Segera Dilakukan Upaya Perbaikan Menentukan Langkah-Langkah Yang Perlu Ditempuh Intruksi Tugas Yang Jelas Untuk Tindakan Perbaikan Mencegah dan Menghindari Kesalahan Yang Sama

26 KEBERHASILAN DALAM MENGELIMINASI DAN MENCEGAH FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM Memberikan Jaminan Terhadap Mutu Hasil Pemeriksaan Laboratorium Ketepatan Dan Ketelitian Hasil Pemeriksaan Laboratorium Dapat Dipercaya

27 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL Persiapan Pasien Pengambilan dan Penanganan Spesimen Pemeliharaan Peralatan Uji Kualitas Reagen Giemsa Pembuatan Prosedur Tetap (Protap) Pencatatan dan Pelaporan

28 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 1. Persiapan Pasien Sebelum Pengambilan Darah Diberi Penjelasan

29 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 2. Pengambilan dan Penanganan Spesimen Pemberian Identitas Pasien : Hal Penting Baik Pada Saat Pengisian Formulir Pemeriksaan Pendaftaran Label Sediaan Pelaporan

30 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 2. Pengambilan dan Penanganan Spesimen Formulir Permintaan Pemeriksaan : Identitas Pasien (Nama, Umur, Jenis Kelamin, Alamat) Tanggal Permintaan Identitas Pengirim Diagnosa / Keterangan Klinis

31 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 2. Pengambilan dan Penanganan Spesimen Label Sediaan Yang Diambil Di laboratorium : Tanggal Pengambilan Sediaan Nomor / Kode Sediaan

32 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 2. Pengambilan dan Penanganan Spesimen Formulir Hasil Pemeriksaan : Tanggal Pemeriksaan Identitas Pasien Nomor / Kode Laboratorium Hasil Pemeriksaan Keterangan Lain Yang Dianggap Perlu Tanggal Hasil Dikeluarkan Paraf / Tanda Tangan Petugas Laboratorium

33 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 2. Pengambilan dan Penanganan Spesimen Cara Pengambilan Darah : Dilaksanakan Tenaga Yang Terampil Dengan Cara Yang Benar Lokasi Pengambilan Darah : Ditetapkan Lokasi Pengambilan Yang Tepat Dewasa : Jari Manis / Tengah Tangan Kiri Bayi 6 12 Bulan : Ujung Jempol Kaki Bayi Kurang Dari 6 Bulan : Tumit Kaki

34 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 2. Pengambilan dan Penanganan Spesimen Pembuatan Sediaan Darah : Mutu Sediaan Darah Menentukan Penemuan dan Ketepatan Diagnosa Parasit Malaria

35 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 2. Pengambilan dan Penanganan Spesimen Kaca Sediaan : Bersih Tidak Berdebu Bebas Lemak dan Alkohol Tidak Ada Goresan / Jernih Hanya Dipergunakan 1 Kali Tebal Kaca Sediaan 1,1 1,3 MM

36 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 2. Pengambilan dan Penanganan Spesimen Kualitas Sediaan Darah : Harus Bersih Volume Cukup (0,5 Ml = 2 3 Tetes) Ketebalan Sediaan Harus Baik Darah Tidak Boleh Terfiksasi Proses Hemolisa Harus Sempurna

37 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 2. Pengambilan dan Penanganan Spesimen Faktor Yang Menentukan Mutu Pewarnaan : Kualitas Giemsa Baik dan Tidak Tercemar Air Larutan Pengencer ph Ideal 7.2 Pengenceran Giemsa Dengan Perbandingan Tepat Waktu Pewarnaan Ketebalan Sediaan Kebersihan Sediaan

38 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 2. Pengambilan dan Penanganan Spesimen Pengiriman Sediaan : Slide Cover (Wadah Terbuat dari Karton) Box Slide

39 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 3. Pemeliharaan Peralatan Mikroskop: Letakkan Mikroskop Ditempat Yang Datar dan Tidak Licin Menggunakan Cahaya Matahari Ditempatkan Yang Cukup Cahaya Dibiasakan Dengan Menggunakan Lensa Obyektif 10 X Kemudian 40 X atau 100 X Dengan Imensi Lensa Obyektif 100 X Dibersihkan Dengan Xylol Setiap Selesai Bekerja Jangan Membersihkan / Merendam Lensa Dengan Alkohol Lumasi Penyangga Setiap Minggu Periksa Kelurusan Sumbu Kondensor Setiap Bulan Simpan Mikroskop Ditempat Yang Tingkat Kelembabannya Rendah

40 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 4. Uji Kualitas Reagen Giemsa Menggunakan Kertas Saring Whatman No. 2 Kertas Saring Diletakkan Diatas Gelas atau Petri Disk Ditetesi 1 2 Tetes Giemsa Biarkan meresap dan melebar serta kering Ditetesi 3 4 Tetes Metil Alcohol Sampai Diameter Tetesan 5 7 CM

41 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 4. Uji Kualitas Reagen Giemsa Interpretasi : Giemsa Baik Lingkaran Tengah Lingkaran Kedua Lingkaran Pinggir : Biru (Methilin Biru) : Ungu (Methilin Azzur) : Merah (Eosin) Giemsa Sudah Rusak Tidak Terbentuk Warna Ungu Atau Merah

42 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 4. Uji Kualitas Reagen Giemsa Uji Kualitas Harus Dilakukan : Setiap Minggu Setiap Kali Menggunakan Reagen Baru Reagen Sudah Mendekati Kadaluwarsa Ada Tanda-TandaKerusakan Perubahan Warna Terjadi Endapan Terdapat Kecurigaan Terhadap Hasil Pemeriksaan

43 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 5. Prosedur Tetap (Protap) Dibuat Untuk Setiap Proses Kegiatan Pelayanan Laboratorium : Penyiapan Pasien Penanganan Spesimen Pemeriksaan Pencatatan dan Pelaporan

44 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 5. Prosedur Tetap (Protap) Memuat Rincian Prosedur Yang Harus Dikerjakan Dibuat dalam bentuk Bagan Ditinjau Ulang dan Diganti Apabila Terjadi Perubahan Methoda Diletakkan Ditempat Yang Mudah Terbaca

45 KEGIATAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL 6. Pencatatan dan Pelaporan Harus Dilakukan Dengan Teliti Diperiksa Kesesuaian Pasien Yang Diperiksa dan Di Catat Diperiksa Hasil Yang Di Catat Dengan Yang Dilaporkkan Selesai Pemeriksaan Hasil Harus Segera Di Sampaikan Secepat Mungkin

46 PEMANTAPAN MUTU EKSTERNAL MIKROSKOPIS MALARIA PEMANTAPAN MUTU EKSTERNAL Kegiatan Pemantapan Mutu Diselenggarakan Secara Periodik Pihak Luar Laboratorium Menilai Penampilan Dari Suatu Laboratorium Terhadap Jenis Pemeriksaan Tertentu

47 PEMANTAPAN MUTU EKSTERNAL MIKROSKOPIS MALARIA PME M MM Diselenggarakan Oleh Departemen Kesehatan (PUSLABKES) Tahun 1994 / 1995 Diselenggarakan 2 Kali Setahun Peserta Laboratorium RSU Dati II Dan Laboratorium Puskesmas Setiap Siklus 1 Slide Sediaan Tebal dan Tipis Hasil Pemeriksaan Dianggap Baik Bila Skor Dari Peserta 12.

48 Morfologi Parasit Malaria Dalam Darah Morfologi Parasit Malaria Berdasarkan Kepada Ciri Yang Dapat Dilihat Dalam Sediaan Darah Tipis. Diwarnai Dengan Pengecatan Giemsa

49 Penilaian Morfologi Parasit Malaria Berdasarkan : Sitoplasma Parasit Kromatin / Nukleus Pigmen Parasit Bintik-Bintik Yang Terbentuk (Sel Eritrosit Yang Terinfeksi) Bentuk Sel Eritrosit Yang Terinfeksi

50 Penilaian Morfologi Parasit Malaria Sitoplasma Parasit dan Kromatin Basofilik Yang Diwarnai Dengan Zat Warna Biru Bentuk Sesuai Dengan Tingkatan Umur Spesies Pada Spesimen Yang Disimpan Lama Warna Biru Pudar Kromatin Nukleus Berwarna Kemerah-Merahan, Warna Lebih Jelas Pada Parasit Muda

51 Penilaian Morfologi Parasit Malaria Pigmen (Hematin / Hemazoin) Terbentuk Apabila Parasit Membesar Dalam Sel Hemoglobin Pigmen Tidak Menyerap Warna Warna Kuning Keemasan atau Merah Trengguli Mulai Terbentuk Pada Trofozoit Sedang Membesar Dijumpai Semua Tingkatan Perkembangan Kecuali Sporozoit, Merozoit, Bentuk Cincin Awal dan Perkembangan Parasit Dihati

52 Penilaian Morfologi Parasit Malaria Bintik-Bintik Sel Terinfeksi Keberadaan Yang Kekal Berguna Untuk Mengenali Spesies Pewarnaan Tepat dan ph Yang Te pat Merupakan Kriteria Penting Untuk Dapat Melihat Dengan Jelas Bintik-Bintik Tersebut

53 Penilaian Morfologi Parasit Malaria Sel Darah Terinfeksi Mengalami Perubahan Ukuran dan Bentuk Penyerapan Zat Warna : Terlihat Lebih Ungu Tapi Pucat, Berwarna Gelap, Bergerigi dan Menebal Ciri-Ciri Tersebut Sangat Berguna Untuk Diagnosis

54 IDENTIFIKASI MORFOLOGI PARASIT MALARIA

55 SEDIAAN DARAH TIPIS

56 PLASMODIUM VIVAX

57 P. VIVAX ERITROSIT NORMAL RETIKULOSIT DAN SELSEL MUDA ERITROSIT

58 P. VIVAX TROFOZOIT SITOPLASMA DAN INTI ERITROSIT MEMBESAR BENTUK CINCIN MEMPUNYAI VAKUOL

59 P. VIVAX BENTUK AMOEBOID TITIK-TITIK SCHUFFNER PIGMEN KUNING KEEMASAN

60 P. VIVAX SKIZON MEROZOIT 12-24M SKIZON MATANG >16 MEROZOIT PIGMEN DITENGAH/PINGGIR

61 P. VIVAX GAMETOSIT SITOPLASMA BIRU INTI PADAT TERLETAK DIPINGGIR PIGMEN TERSEBAR/MENGUMPUL TITIK-TITIK SCHUFFNER DITEPI ERITROSIT > GAMETOSIT (4 : 1)

62 P. VIVAX GAMETOSIT SITOPLASMA MERAH MUDA INTI TERSEBAR DAN SAMAR TERLETAK DITENGAH

63 PLASMODIUM FALCIPARUM

64 P. FALCIPARUM ERITROSIT NORMAL SELURUH ERITROSIT MUDA DAN TUA BERLANSUNG DIKAPILER ORGANORGAN DALAM

65 P. FALCIPARUM BENTUK CINCIN SITOPLASMA HALUS, TERDAPAT VAKUOL BENTUK MARGINAL/ACCOLE INFEKSI MULTIPLE 2-4 ERITROSIT TIDAK MEMBESAR MENGKERUT,BERGERIGI

66 P. FALCIPARUM TROFOZOIT TITIK-TITIK MAURER PADA TROFOZOIT MUDA TIDAK MEMPUNYAI TITIKTITIK MAURER

67 P. FALCIPARUM SKIZON SITOPLASMA MEMBESAR,VAKUOL HILANG PIGMEN MULAI TERLIHAT PIGMEN MULANYA TERSEBAR DISELURUH SITOPLASMA, AKHIR MENGUMPUL DITENGAH MEROZOIT JUMLAH 8-30

68 P. FALCIPARUM GAMETOSIT PANJANG RUNCING SITOPLASMA BIRU KROMATIN TERKUMPUL DITENGAH WARNA GELAP > GAMETOSIT (4 : 1)

69 P. FALCIPARUM GAMETOSIT PENDEK GEMUK UJUNG MEMBULAT SITOPLASMA KEUNGUAN MERAH MUDAH KROMATIN TERSEBAR SEPARUH PARASIT PUDAR PIGMEN DALAM NUKLEUS

70 P. FALCIPARUM CIRI KHAS : INFEKSI HANYA DIKETEMUKAN BENTUK CINCIN DAN GAMETOSIT SKIZON DIKETEMUKAN PADA INFEKSI BERAT

71 PLASMODIUM MALARIAE

72 P. MALARIAE ERITROSIT NORMAL MIRIP Plasmodium vivax SEL ERITROSIT TIDAK MEMBESAR JARANG DIKETEMUKAN PADA INFEKSI MALARIA

73 P. MALARIAE BENTUK CINCIN TIDAK JELAS SITOPLASMA LEBIH PADAT DARI Plasmodium vivax BENTUK PARASIT MATA BURUNG DITENGAH VAKUOL TERDAPAT KROMATIN

74 P. MALARIAE TROFOZOIT BERKEMBANG BENTUK PITA TERDAPAT TITIKTITIK ZEIMAN PIGMEN TERBENTUK PADA SITOPLASMA

75 P. MALARIAE SKIZON MEROZOIT 6-12 RATA-RATA 8 NUKLEUS METROZOIT TERSUSUN RAPI MENYERUPAI BENTUK ROSET

76 P. MALARIAE GAMETOSIT SITOPLASMA BIRU NUKLEUS KECIL PADAT TERLETAK DIPINGGIR

77 P. MALARIAE GAMETOSIT SITOPLASMA KABUR NUKLEUS BESAR DAN TERSEBAR

78 PLASMODIUM OVALE

79 P. OVALE ERITROSIT NORMAL SEDIKIT MEMBESAR JARANG DIKETEMUKAN PADA INFEKSI MALARIA

80 P. OVALE TROFOZOIT VAKUOL SITOPLASMA KECIL TEPI SEL ERITROSIT BERGERIGI

81 P. OVALE TROFOZOIT BERKEMBANG KURANG AMOEBOID PIGMEN HALUS TITIK-TITIK SCHUFFNER LEBIH JELAS

82 P. OVALE SKIZON MEROZOIT 6-12 RATA-RATA 8

83 P. OVALE GAMETOSIT SITOPLASMA BIRU INTI PADAT TERLETAK DIPINGGIR PIGMEN TERSEBAR/ MENGUMPUL TITIK-TITIK SCHUFFNER DITEPI ERITROSIT > GAMETOSIT (4 : 1)

84 P. OVALE GAMETOSIT SITOPLASMA MERAH MUDA INTI TERSEBAR DAN SAMAR TERLETAK DITENGAH

85

MAKALAH. PEWARNAAN SEDERHANA, NEGATIF, KAPSUL dan GRAM. Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mikrobiologi yang Diampu Oleh. Drs. Bambang Iskamto, M.

MAKALAH. PEWARNAAN SEDERHANA, NEGATIF, KAPSUL dan GRAM. Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mikrobiologi yang Diampu Oleh. Drs. Bambang Iskamto, M. MAKALAH PEWARNAAN SEDERHANA, NEGATIF, KAPSUL dan GRAM Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mikrobiologi yang Diampu Oleh Drs. Bambang Iskamto, M.Si Disusun Oleh : RINA LESTARI 122100249 PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN

Lebih terperinci

Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II. Catatan Fasilitator. Rangkuman Kasus:

Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II. Catatan Fasilitator. Rangkuman Kasus: Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II Catatan Fasilitator Rangkuman Kasus: Agus, bayi laki-laki berusia 16 bulan dibawa ke Rumah Sakit Kabupaten dari sebuah

Lebih terperinci

Untuk terang ke 3 maka Maka diperoleh : adalah

Untuk terang ke 3 maka Maka diperoleh : adalah JAWABAN LATIHAN UAS 1. INTERFERENSI CELAH GANDA YOUNG Dua buah celah terpisah sejauh 0,08 mm. Sebuah berkas cahaya datang tegak lurus padanya dan membentuk pola gelap terang pada layar yang berjarak 120

Lebih terperinci

KETERAMPILAN PROSES DALAM IPA

KETERAMPILAN PROSES DALAM IPA SUPLEMEN UNIT 1 KETERAMPILAN PROSES DALAM IPA Mintohari Suryanti Wahono Widodo PENDAHULUAN Dalam modul Pembelajaran IPA Unit 1, Anda telah mempelajari hakikat IPA dan pembelajarannya. Hakikat IPA terdiri

Lebih terperinci

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III. Olimpiade Kimia Indonesia. Kimia UJIAN PRAKTEK

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III. Olimpiade Kimia Indonesia. Kimia UJIAN PRAKTEK OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III Olimpiade Kimia Indonesia Kimia UJIAN PRAKTEK Petunjuk : 1. Isilah Lembar isian data pribadi anda dengan lengkap (jangan disingkat) 2. Soal Praktikum terdiri dari 2 Bagian:

Lebih terperinci

Basic laboratory skills terampil menggunakan alat dasar

Basic laboratory skills terampil menggunakan alat dasar Basic laboratory skills terampil menggunakan alat dasar Memanaskan menyaring meneteskan larutan ke dalam tabung reaksi Memastikan kesempurnaan endapan mengocok larutan melarutkan Memilih wadah untuk menimbang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Botani Tanaman Bayam Bayam (Amaranthus sp.) merupakan tanaman semusim dan tergolong sebagai tumbuhan C4 yang mampu mengikat gas CO 2 secara efisien sehingga memiliki daya adaptasi

Lebih terperinci

Kulit masohi SNI 7941:2013

Kulit masohi SNI 7941:2013 Standar Nasional Indonesia ICS 65.020.99 Kulit masohi Badan Standardisasi Nasional BSN 2013 Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen ini

Lebih terperinci

Dua minggu setelah operasi Jangan menggosok mata Pakai kacamata gelap (sunglasses) Lindungi mata dari debu dan kotoran

Dua minggu setelah operasi Jangan menggosok mata Pakai kacamata gelap (sunglasses) Lindungi mata dari debu dan kotoran PETUNJUK UMUM PASKA PROSEDUR LASIK / ilasik / LASEK / EPI-LASIK Setelah menjalani operasi LASIK/iLASIK/LASEK/EPI-LASIK, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Petunjuk-petunjuk di bawah ini hendaknya

Lebih terperinci

MENGINDENTIFIKASI TANGAN, KAKI DAN KUKU

MENGINDENTIFIKASI TANGAN, KAKI DAN KUKU KEGIATAN BELAJAR I MENGINDENTIFIKASI TANGAN, KAKI DAN KUKU A. LEMBAR INFORMASI 1. Anatomi Kuku (Onyx ) Keadaan kuku seperti halnya keadaan kulit, dapat menentukan kesehatan umum dari badan. Kuku yang sehat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Buah kersen merupakan buah yang keberadaannya sering kita jumpai

BAB 1 PENDAHULUAN. Buah kersen merupakan buah yang keberadaannya sering kita jumpai BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Buah kersen merupakan buah yang keberadaannya sering kita jumpai di mana-mana. Biasanya banyak tumbuh di pinggir jalan, retakan dinding, halaman rumah, bahkan di kebun-kebun.

Lebih terperinci

Pemanfaat tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga dan sejenisnya Label tanda hemat energi

Pemanfaat tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga dan sejenisnya Label tanda hemat energi Standar Nasional Indonesia Pemanfaat tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga dan sejenisnya Label tanda hemat energi ICS 13.020.50 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii

Lebih terperinci

Alat Laboratorium IPA

Alat Laboratorium IPA Alat Laboratorium IPA Vinta A. Tiarani Pengenalan Berikut daftar alat-alat utama laboratorium IPA dan kegunaannya. Untuk pengukuran volume cairan. Pipet di sebelah kiri adalah pipet volumetrik. Pipet ini

Lebih terperinci

Standar Prosedur Operasional Pemeriksaan Mikroskopis TB

Standar Prosedur Operasional Pemeriksaan Mikroskopis TB DAFTAR PUSTAKA Depkes, 2006, Pemeriksaan Miroskopis Tuberkulosis, Panduan Bagi Petugas Laboratorium 616.995 1 Ind s Kemenkes, 2011, Modul Pelatihan Pemeriksaan Mikroskopis TB WHO, 1998, Laboratory Services

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN RAPID DIAGNOSTIC TEST (RDT) UNTUK PENUNJANG DIAGNOSIS DINI DBD

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN RAPID DIAGNOSTIC TEST (RDT) UNTUK PENUNJANG DIAGNOSIS DINI DBD PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN RAPID DIAGNOSTIC TEST (RDT) UNTUK PENUNJANG DIAGNOSIS DINI DBD I. PENDAHULUAN Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit

Lebih terperinci

Mulyadi *, Mudatsir ** *** ABSTRACT

Mulyadi *, Mudatsir ** *** ABSTRACT Hubungan Tingkat Kepositivan Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) dengan Gambaran Luas Lesi Radiologi Toraks pada Penderita Tuberkulosis Paru yang Dirawat Di SMF Pulmonologi RSUDZA Banda Aceh Mulyadi *,

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG CARA PRODUKSI KOSMETIKA YANG BAIK MENTERI KESEHATAN, Menimbang : a. bahwa langkah utama untuk menjamin keamanan kosmetika adalah penerapan

Lebih terperinci

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis (Fisiologi Tumbuhan) Disusun oleh J U W I L D A 06091009027 Kelompok 6 Dosen Pembimbing : Dra. Tasmania Puspita, M.Si. Dra. Rahmi Susanti, M.Si. Ermayanti,

Lebih terperinci

Malaria : Masalah Penurunan Kualitas SDM

Malaria : Masalah Penurunan Kualitas SDM Peringatan Hari Malaria Sedunia yang jatuh pada tanggal 25 April setiap tahunnya, masih menjadikan penyakit malaria sebagai salah satu masalah kesehatan utama di banyak daerah tropis dan subtropis. Malaria

Lebih terperinci

F. Kunci Identifikasi Bergambar kepada Bangsa

F. Kunci Identifikasi Bergambar kepada Bangsa MILLI-PEET, kunci identifikasi dan diagram alur, Page 1 F. Kunci Identifikasi Bergambar kepada Bangsa 1A Tubuh lunak, tergit mengandung rambut seperti kuas atau rambut sikat, sepasang kuas terdapat bagian

Lebih terperinci

METODE PENGUJIAN GUMPALAN LEMPUNG DAN BUTIR-BUTIR MUDAH PECAH DALAM AGREGAT

METODE PENGUJIAN GUMPALAN LEMPUNG DAN BUTIR-BUTIR MUDAH PECAH DALAM AGREGAT METODE PENGUJIAN GUMPALAN LEMPUNG DAN BUTIR-BUTIR MUDAH PECAH DALAM AGREGAT BAB I DESKRIPSI 1.1. Maksud dan Tujuan 1.1.1 Maksud Metode Pengujian Gumpalan Lempung dan Butir-butir Mudah Pecah Dalam Agregat

Lebih terperinci

PERTANYAAN YANG SERING MUNCUL. Tanya (T-01) :Bagaimana cara kerja RUST COMBAT?

PERTANYAAN YANG SERING MUNCUL. Tanya (T-01) :Bagaimana cara kerja RUST COMBAT? PERTANYAAN YANG SERING MUNCUL Tanya (T-01) :Bagaimana cara kerja RUST COMBAT? JAWAB (J-01) : RUST COMBAT bekerja melalui khelasi (chelating) secara selektif. Yaitu proses di mana molekul sintetik yang

Lebih terperinci

SUATU PANDUAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI IKAN-IKAN PARUH PANJANG DI LAPANGAN

SUATU PANDUAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI IKAN-IKAN PARUH PANJANG DI LAPANGAN SUATU PANDUAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI IKAN-IKAN PARUH PANJANG DI LAPANGAN Sumber informasi di presentasi ini: A Field Guide to the Indo-Pacific Billfishes Julian Pepperell and Peter Grewe (1999) Beberapa

Lebih terperinci

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran.

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. LAMPIRAN Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. Kriteria Indikator Kurang 1 Menirukan kembali 3 4 urutan kata, misalnya: Tidur, mandi,

Lebih terperinci

Kuning pada Bayi Baru Lahir: Kapan Harus ke Dokter?

Kuning pada Bayi Baru Lahir: Kapan Harus ke Dokter? Kuning pada Bayi Baru Lahir: Kapan Harus ke Dokter? Prof. Dr. H. Guslihan Dasa Tjipta, SpA(K) Divisi Perinatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK USU 1 Kuning/jaundice pada bayi baru lahir atau disebut

Lebih terperinci

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 - Februari 2014.

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 - Februari 2014. III. MATERI DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 - Februari 2014. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN SUSKA Riau.

Lebih terperinci

Cahaya dan Alat Optik

Cahaya dan Alat Optik BAB 11 Cahaya dan Alat Optik A. Sifat-Sifat Cahaya B. Cermin dan Lensa C. Alat-Alat Optik Bab 11 Cahaya dan Alat Optik 351 sumber penghalang bayang-bayang cepat rambat besarnya bergantung medium dari memiliki

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2012. Cangkang kijing lokal dibawa ke Laboratorium, kemudian analisis kadar air, protein,

Lebih terperinci

Pemantauan Kerusakan Lahan untuk Produksi Biomassa

Pemantauan Kerusakan Lahan untuk Produksi Biomassa Pemantauan Kerusakan Lahan untuk Produksi Biomassa Rajiman A. Latar Belakang Pemanfaatan lahan memiliki tujuan utama untuk produksi biomassa. Pemanfaatan lahan yang tidak bijaksana sering menimbulkan kerusakan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2013 TENTANG CARA PENYELENGGARAAN LABORATORIUM KLINIK YANG BAIK

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2013 TENTANG CARA PENYELENGGARAAN LABORATORIUM KLINIK YANG BAIK PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2013 TENTANG CARA PENYELENGGARAAN LABORATORIUM KLINIK YANG BAIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Prolog Gurn dan Eartixo

Prolog Gurn dan Eartixo Prolog Gurn dan Eartixo (GURN - ERTIXO) Ruang angkasa yang sunyi beberapa juta satuan astronomi dari galaksi Bimasakti. Di suatu tempat yang belum bisa dijangkau oleh manusia Bumi, bintang biru memancarkan

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGAMBILAN SAMPEL DNA SATWA LIAR. Petunjuk Penggunaan Kit (Alat Bantu) untuk Pengambilan Sampel DNA Satwa Liar

PETUNJUK PENGAMBILAN SAMPEL DNA SATWA LIAR. Petunjuk Penggunaan Kit (Alat Bantu) untuk Pengambilan Sampel DNA Satwa Liar PETUNJUK PENGAMBILAN SAMPEL DNA SATWA LIAR Petunjuk Penggunaan Kit (Alat Bantu) untuk Pengambilan Sampel DNA Satwa Liar Panduan ini dirancang untuk melengkapi Kit atau Alat Bantu Pengambilan Sampel DNA

Lebih terperinci

CARA YANG TEPAT DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA

CARA YANG TEPAT DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA CARA YANG TEPAT DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Oleh : Debby dan Arief Dalam tubuh terdapat berjuta-juta sel. Salah satunya, sel abnormal atau sel metaplasia, yaitu sel yang berubah, tetapi masih dalam batas

Lebih terperinci

Petunjuk Pengunaan Saringan Air Nazava Nazava Tulip sipon

Petunjuk Pengunaan Saringan Air Nazava Nazava Tulip sipon Nazava saringan air Petunjuk Pengunaan Saringan Air Nazava Nazava Tulip sipon Kami mengucapkan dan terima kasih atas kepercayaan anda membeli Saringan Air Nazava. Dengan Saringan Air Nazava anda bisa dapat

Lebih terperinci

Pengemasan dengan sterilisasi steam/gas. Sterilisasi dengan steam/gas. Pembungkus dapat ditembus oleh uap/gas Impermiabel bagi mikroba Tahan lama

Pengemasan dengan sterilisasi steam/gas. Sterilisasi dengan steam/gas. Pembungkus dapat ditembus oleh uap/gas Impermiabel bagi mikroba Tahan lama PERAWATAN DAN MAINTENANCE PREPARASI OPERASI Dr. Drh.Gunanti S,MS Bag Bedah dan Radiologi PERSIPAN PENGEMASAN Prinsip : bebas dari kontaminasi Peralatan dan bahan harus bersih : Alat dibersihkan manual/pembersih

Lebih terperinci

MENGENAL SECARA SEDERHANA TERNAK AYAM BURAS

MENGENAL SECARA SEDERHANA TERNAK AYAM BURAS MENGENAL SECARA SEDERHANA TERNAK AYAM BURAS OLEH: DWI LESTARI NINGRUM, S.Pt Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG PELAYANAN DARAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG PELAYANAN DARAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG PELAYANAN DARAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

EVALUASI HASIL PEMERIKSAAN POLA HITUNG JENIS SEL DARAH PEKERJA RADIASI

EVALUASI HASIL PEMERIKSAAN POLA HITUNG JENIS SEL DARAH PEKERJA RADIASI M. Yazid, dkk. ISSN 6-38 EVALUASI HASIL PEMERIKSAAN POLA HITUNG JENIS SEL DARAH PEKERJA RADIASI M. Yazid, Triyono, Inggih Wigati, Zainul Kamal Puslitbang Teknologi Maju BATAN ABSTRAK EVALUASI HASIL PEMERIKSAAN

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG PENERBITAN DAN PENGGUNAAN KARTU TANDA ANGGOTA DAN KARTU PENUNJUKAN ISTRI/SUAMI DI LINGKUNGAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK

Lebih terperinci

Rambu Peringatan Rambu Petunjuk. Rambu Larangan. Rambu Perintah dan Rambu Lokasi utilitas umum

Rambu Peringatan Rambu Petunjuk. Rambu Larangan. Rambu Perintah dan Rambu Lokasi utilitas umum GAMBAR RAMBU-TANDA LALU LINTAS-JALAN RAYA LENGKAP. Rambu rambu/ tanda lalu lintas-jalan raya merupakan tanda-petunjuk-peringatan dan larangan di jalan raya/ lalu lintas yang dapat kita temui setiap hari

Lebih terperinci

Mengenal kaki seribu secara mudah

Mengenal kaki seribu secara mudah A. Pendahuluan MILLI-PEET, kunci identifikasi dan diagram alur Mengenal kaki seribu secara mudah Kelas Diplopoda atau yang dikenal dengan luing (keluing) ataupun lintibang, mempunyai anggota yang sangat

Lebih terperinci

TUJUAN : Latihan membuat preparat histologi jaringan masing-masing yang dapat dianalisa lanjut dengan mikroskop

TUJUAN : Latihan membuat preparat histologi jaringan masing-masing yang dapat dianalisa lanjut dengan mikroskop NAMA : HENNY ERINA SAURMAULI OMPUSUNGGU TANDA TANGAN : JUDUL : TISSUE PROCESSING (HISTOTEKNIK) TUJUAN : Latihan membuat preparat histologi jaringan masing-masing yang dapat dianalisa lanjut dengan mikroskop

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Indonesia. Hal ini terbukti dengan masih ditemukannya kasus gizi kurang dan gizi

I. PENDAHULUAN. Indonesia. Hal ini terbukti dengan masih ditemukannya kasus gizi kurang dan gizi I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan gizi kurang dan gizi buruk masih menjadi masalah utama di Indonesia. Hal ini terbukti dengan masih ditemukannya kasus gizi kurang dan gizi buruk pada anak

Lebih terperinci

BAGAN PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI

BAGAN PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI BAGAN PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI Langkah 8 : Mahasiswa mendaftar Ujian Skripsi ke Panitia di Jurusan setelah skripsi disetujui oleh TPS W I S U D A Langkah 10 A : Mahasiswa mendapatkan YUDISIUM (nilai

Lebih terperinci

LAMPIRAN Lampiran 1. Prosedur Pembuatan Ekstrak Cabai Rawit

LAMPIRAN Lampiran 1. Prosedur Pembuatan Ekstrak Cabai Rawit 37 LAMPIRAN Lampiran 1. Prosedur Pembuatan Ekstrak Cabai Rawit Pembuatan ektrak dilakukan di Laboratorium Farmasi Institut Teknologi Bandung Simplisia yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cabai rawit

Lebih terperinci

Mutu dan cara uji sepatu pengaman dari kulit dengan sistem goodyear welt

Mutu dan cara uji sepatu pengaman dari kulit dengan sistem goodyear welt Standar Nasional Indonesia Mutu dan cara uji sepatu pengaman dari kulit dengan sistem goodyear welt ICS 13.340.10; 61.060 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii Pendahuluan...

Lebih terperinci

ARTI PENTING KALIBRASI PADA PROSES PENGUKURAN ANALITIK: APLIKASI PADA PENGGUNAAN phmeter DAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis. Iqmal Tahir ABSTRAK

ARTI PENTING KALIBRASI PADA PROSES PENGUKURAN ANALITIK: APLIKASI PADA PENGGUNAAN phmeter DAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis. Iqmal Tahir ABSTRAK ARTI PENTING KALIBRASI PADA PROSES PENGUKURAN ANALITIK: APLIKASI PADA PENGGUNAAN phmeter DAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis Iqmal Tahir Laboratorium Kimia Dasar, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Gadjah Mada

Lebih terperinci

Mycobacterium Penyebab Penyakit Tuberculosis Serta Mengenal Sifat-sifat Pertumbuhannya di Laboratorium

Mycobacterium Penyebab Penyakit Tuberculosis Serta Mengenal Sifat-sifat Pertumbuhannya di Laboratorium Mycobacterium Penyebab Penyakit Tuberculosis Serta Mengenal Sifat-sifat Pertumbuhannya di Laboratorium Oleh: Merryani Girsang, S.Si. MSc Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Litbang Kesehatan

Lebih terperinci

PerMen 04-1980 Ttg Syarat2 APAR

PerMen 04-1980 Ttg Syarat2 APAR PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI No : PER.04/MEN/1980 TENTANG SYARAT-SYARAT PEMASANGAN DAN PEMELIHARAN ALAT PEMADAM API RINGAN. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI: PerMen 04-1980 Ttg

Lebih terperinci

SNI STANDAR NASIONAL INDONESIA SNI 01-2982 - 1992 =========================================== RAGI ROTI KERING

SNI STANDAR NASIONAL INDONESIA SNI 01-2982 - 1992 =========================================== RAGI ROTI KERING SNI STANDAR NASIONAL INDONESIA SNI - 98-99 =========================================== RAGI ROTI KERING =========================================== DEWAN STANDARDISASI NASIONAL - DSN RAGI ROTI KERING.

Lebih terperinci

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d.

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d. 1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d. menegakkan tubuh 2. Tulang anggota gerak tubuh bagian atas dan bawah disebut.

Lebih terperinci

SOP-6 PENELAAHAN MUTU. Halaman 1 dari 12

SOP-6 PENELAAHAN MUTU. Halaman 1 dari 12 SOP-6 PENELAAHAN MUTU Halaman 1 dari 12 Histori Tanggal Versi Pengkinian Oleh Catatan 00 Halaman 2 dari 12 KETENTUAN 1.1 Penelaahan Mutu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kerja oleh Penilai telah

Lebih terperinci

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C)

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C) Pengaruh Kadar Gas Co 2 Pada Fotosintesis Tumbuhan yang mempunyai klorofil dapat mengalami proses fotosintesis yaitu proses pengubahan energi sinar matahari menjadi energi kimia dengan terbentuknya senyawa

Lebih terperinci

LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT)

LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) LAMPIRAN 1 50 LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) Yang bertanda tangan dibawah ini: N a m a : U s i a : Alamat : Pekerjaan : No. KTP/lainnya: Dengan

Lebih terperinci

Kayu gergajian Bagian 1: Istilah dan definisi

Kayu gergajian Bagian 1: Istilah dan definisi Standar Nasional Indonesia Kayu gergajian Bagian 1: Istilah dan definisi ICS 79.040 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif... 1 3 Istilah

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22/KEPMEN-KP/2014 TENTANG PELEPASAN IKAN NILA SALINA

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22/KEPMEN-KP/2014 TENTANG PELEPASAN IKAN NILA SALINA KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22/KEPMEN-KP/2014 TENTANG PELEPASAN IKAN NILA SALINA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PANDUAN MEDIK BLOK KEHAMILAN DAN MASALAH REPRODUKSI 3.1 PARTOGRAF. Tujuan Belajar : Mahasiswa mampu melakukan pengisian partograf

PANDUAN MEDIK BLOK KEHAMILAN DAN MASALAH REPRODUKSI 3.1 PARTOGRAF. Tujuan Belajar : Mahasiswa mampu melakukan pengisian partograf PANDUAN MEDIK BLOK KEHAMILAN DAN MASALAH REPRODUKSI 3.1 PARTOGRAF Tujuan Belajar : Mahasiswa mampu melakukan pengisian partograf Partograf adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan.

Lebih terperinci

Grafik Serapan Standar McFarland Scale pada Panjang Gelombang 500nm

Grafik Serapan Standar McFarland Scale pada Panjang Gelombang 500nm PRAKTIKUM KULTUR JARINGAN Judul : Kultur Jaringan Tanggal : 17 November 2011 Tujuan :1. Mengenal teknik McFarland Scale, absorbansi spektrum, memperkirakan konsentrasi sel (CFU) melalui kekeruhannya (alat

Lebih terperinci

Cara uji sifat kekekalan agregat dengan cara perendaman menggunakan larutan natrium sulfat atau magnesium sulfat

Cara uji sifat kekekalan agregat dengan cara perendaman menggunakan larutan natrium sulfat atau magnesium sulfat Standar Nasional Indonesia Cara uji sifat kekekalan agregat dengan cara perendaman menggunakan larutan natrium sulfat atau magnesium sulfat ICS 91.100.15 Badan Standardisasi Nasional Daftar Isi Daftar

Lebih terperinci

A. KERANGKA RENCANA PENGUSAHAAN PARIWISATA ALAM

A. KERANGKA RENCANA PENGUSAHAAN PARIWISATA ALAM LAMPIRAN : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM NOMOR : P. 01/IV- SET/2012 TANGGAL : 4 Januari 2012 TENTANG : PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENGUSAHAAN PARIWISATA ALAM, RENCANA

Lebih terperinci

Bab 11 Bagaimana menjelaskan kepada dokter saat berobat

Bab 11 Bagaimana menjelaskan kepada dokter saat berobat Bab 11 Bagaimana menjelaskan kepada dokter saat berobat Bab 11 Bagaimana menjelaskan kepada dokter saat berobat Waktu memeriksa ke dokter menerangkan secara jelas beberapa hal dibawah ini 1.Menjelaskan

Lebih terperinci

Haris Dianto Darwindra 240210080133 BAB VI PEMBAHASAN

Haris Dianto Darwindra 240210080133 BAB VI PEMBAHASAN BAB VI PEMBAHASAN Pada praktikum ini membahas mengenai Kurva Pertumbuhan Mikroorganisme Selama Proses Aging Keju. Keju terbuat dari bahan baku susu, baik susu sapi, kambing, atau kerbau. Proses pembuatannya

Lebih terperinci

Teknologi Tepat Guna Penjernihan Air Dengan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Teknologi Tepat Guna

Teknologi Tepat Guna Penjernihan Air Dengan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Teknologi Tepat Guna Teknologi Tepat Guna Penjernihan Air Dengan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Oleh Kharistya - http://kharistya.wordpress.com Teknologi Tepat Guna Teknologi tepat guna, mengutip dari wikipedia, merupakan teknologi

Lebih terperinci

Oleh: Bambang Widodo, SPd SMA Negeri 9 Yogyakarta

Oleh: Bambang Widodo, SPd SMA Negeri 9 Yogyakarta Oleh: Bambag Widodo, SPd SMA Negeri 9 Yogyakarta PETA KONSEP Prisip Superposisi Liier Sefase π π beda faseya : 0,2, 4,. beda litasa : 0,,2, 3,. terjadi iterferesi Kostruktif/ salig meguatka, amplitudo

Lebih terperinci

MENGENAL LEBIH DEKAT PENYAKIT LAYU BEKTERI Ralstonia solanacearum PADA TEMBAKAU

MENGENAL LEBIH DEKAT PENYAKIT LAYU BEKTERI Ralstonia solanacearum PADA TEMBAKAU PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO DINAS PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN JL. RAYA DRINGU 81 TELPON 0335-420517 PROBOLINGGO 67271 MENGENAL LEBIH DEKAT PENYAKIT LAYU BEKTERI Ralstonia solanacearum PADA TEMBAKAU Oleh

Lebih terperinci

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT SEMANGKA. Dr. M. SYUKUR, SP, MSi INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT SEMANGKA. Dr. M. SYUKUR, SP, MSi INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT SEMANGKA Dr. M. SYUKUR, SP, MSi INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 Hama Penting Semangka Hama penting pada semangka: 1. Thrips (Thrips parvispinus Karny) 2. Ulat perusak daun

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kreatinin Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir metabolisme otot yang dilepaskan dari otot dengan kecepatan yang hampir konstan dan diekskresi dalam

Lebih terperinci

PENYAKIT YANG DAPAT DIDETEKSI MELALUI MATA

PENYAKIT YANG DAPAT DIDETEKSI MELALUI MATA PENYAKIT YANG DAPAT DIDETEKSI MELALUI MATA Mata adalah jendela hati, seseorang dapat dilihat karakternya dengan melihat sorot mata orang tersebut. Bahkan tidak sedikit paranormal yang mengiklankan dirinya

Lebih terperinci

Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 59 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan

Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 59 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 59 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY tgl 19 29 November 2012 Latar Belakang Masyarakat Provider/fasyankes

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Morfologi dan Syarat Tumbuh Tanaman Kedelai. Kedelai merupakan tanaman asli subtropis dengan sistem perakaran terdiri dari

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Morfologi dan Syarat Tumbuh Tanaman Kedelai. Kedelai merupakan tanaman asli subtropis dengan sistem perakaran terdiri dari 7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Morfologi dan Syarat Tumbuh Tanaman Kedelai Kedelai merupakan tanaman asli subtropis dengan sistem perakaran terdiri dari sebuah akar tunggang yang terbentuk dari calon akar,

Lebih terperinci

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra.

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra. Masalah Kulit Umum pada Bayi Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra. Brosur ini memberikan informasi mendasar tentang permasalahan kulit yang lazimnya dijumpai pada usia dini sebagai

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 : Prosedur Identifikasi Awan dengan Citra Satelit MTSAT

LAMPIRAN 1 : Prosedur Identifikasi Awan dengan Citra Satelit MTSAT LAMPIRAN 1 : Prosedur Identifikasi Awan dengan Citra Satelit MTSAT 1. Pengertian dasar identifikasi jenis awan dengan satelit Berbeda dengan pengamatan dari permukaan bumi, dimana pengamatan awan menggunakan

Lebih terperinci

- 1 - GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG

- 1 - GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG - 1 - GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERANCANGAN PENGAWASAN MUTU - BAHAN BAKU OBAT - SEDIAAN JADI

PERANCANGAN PENGAWASAN MUTU - BAHAN BAKU OBAT - SEDIAAN JADI PERANCANGAN PENGAWASAN MUTU - BAHAN BAKU OBAT - SEDIAAN JADI STATUS FI IV 1. Buku kumpulan standar dalam bidang farmasi terutama untuk bahan baku obat serta sediaan jadinya, sediaan produk biologi, alat

Lebih terperinci

A. TEKNIK DASAR PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL DAN DIGITAL

A. TEKNIK DASAR PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL DAN DIGITAL LAPORAN PRAKTIKUM 2 TEKNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN Oleh : Ningrum Wahyuni Kegiatan Praktikum 2 : a. Teknik dasar penggunaan timbangan manual dan digital b. Teknik dasar penggunaan

Lebih terperinci

Resep Makanan Bayi. (6-8 Bulan) Copyright TipsBayi.com & KartuBayi.com

Resep Makanan Bayi. (6-8 Bulan) Copyright TipsBayi.com & KartuBayi.com Resep Makanan Bayi (6-8 Bulan) Copyright TipsBayi.com & KartuBayi.com Resep Makanan Bayi (6 Bulan, 7 Bulan, 8 Bulan) Bayi Anda sudah berusia 6 bulan? Jika Anda seperti para bunda lainnya, pasti Anda sedang

Lebih terperinci

JOOB SHEET MENGELAS TINGKAT LANJUT DENGAN PROSES LAS BUSUR KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PENGELASAN TINGKAT XII PENYUSUN : MUKHTAROM,S.T.

JOOB SHEET MENGELAS TINGKAT LANJUT DENGAN PROSES LAS BUSUR KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PENGELASAN TINGKAT XII PENYUSUN : MUKHTAROM,S.T. JOOB SHEET MENGELAS TINGKAT LANJUT DENGAN PROSES LAS BUSUR KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PENGELASAN TINGKAT XII PENYUSUN : MUKHTAROM,S.T. SAMBUNGAN TUMPUL KAMPUH V POSISI DI BAWAH TANGAN ( 1G ) TUJUAN : Setelah

Lebih terperinci

Kimia dalam AIR. Dr. Yuni K. Krisnandi. KBI Kimia Anorganik

Kimia dalam AIR. Dr. Yuni K. Krisnandi. KBI Kimia Anorganik Kimia dalam AIR Dr. Yuni K. Krisnandi KBI Kimia Anorganik Sifat fisika dan kimia AIR Air memiliki rumus kimia H2O Cairan tidak berwarna, tidak berasa TAPI air biasanya mengandung sejumlah kecil CO2 dalm

Lebih terperinci

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PEMINATAN KELOMPOK MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM SEKOLAH MENENGAH ATAS BIOLOGI

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PEMINATAN KELOMPOK MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM SEKOLAH MENENGAH ATAS BIOLOGI DAN PEMINATAN KELOMPOK MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM SEKOLAH MENENGAH ATAS BIOLOGI KELAS X KOMPETENSI INTI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 1.1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas

Lebih terperinci

MEMILIH BAKALAN SAPI BALI

MEMILIH BAKALAN SAPI BALI MEMILIH BAKALAN SAPI BALI Oleh: Achmad Muzani Penyunting: Tanda S Panjaitan BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN (BPTP) NTB BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLGI PERTANIAN BADAN PENELITIAN DAN

Lebih terperinci

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG PEMANFAATAN AIR HUJAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa air hujan merupakan sumber air yang dapat dimanfaatkan

Lebih terperinci

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung MODUL PELATIHAN KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung Pendahuluan Konsep rumah bambu plester merupakan konsep rumah murah

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Semoga bermanfaat. Disusun : Memed Wachianto ( Guru Matematika SMK Negeri 10 Semarang ) Geogebra - 1

KATA PENGANTAR. Semoga bermanfaat. Disusun : Memed Wachianto ( Guru Matematika SMK Negeri 10 Semarang ) Geogebra - 1 KATA PENGANTAR Saat ini adalah era ICT (Information and Communication Technology). Seiring dengan itu saat ini SPSS dan MINITAB, yaitu software untuk statistika yang merupakan cabang dari matematika. Geogebra

Lebih terperinci

Kerajinan Batik Tulis

Kerajinan Batik Tulis Kerajinan Batik Tulis Indonesia memiliki banyak warisan budaya yang menjadi Identitas bangsa salah satunya batik, pada tanggal 2 Oktober 2009 pengesahan batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik

Lebih terperinci

ph = pk a + log ([A - ]/[HA])

ph = pk a + log ([A - ]/[HA]) PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Tujuan: i) Memahami prinsip prinsip dasar larutan buffer ii) Latihan penggunaan ph meter iii) Latihan persiapan pembuatan buffer fosfat dengan teknik titrasi iv) Latihan

Lebih terperinci

PEMERIKSAAN PERGERAKAN MATA VISUS & TES BUTA WARNA

PEMERIKSAAN PERGERAKAN MATA VISUS & TES BUTA WARNA PEMERIKSAAN PERGERAKAN MATA VISUS & TES BUTA WARNA PEMERIKSAAN PERGERAKAN MATA Tujuan Instruksional Khusus: - Mahasiswa mampu menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan pergerakan mata. - Mahasiswa mampu

Lebih terperinci

4.1.3 PERALATAN PENDUKUNG SURVEY UKUR TANAH

4.1.3 PERALATAN PENDUKUNG SURVEY UKUR TANAH 4.1.3 PERALATAN PENDUKUNG SURVEY UKUR TANAH Program D3/D4 Teknik Sipil FTSP ITS ILMU UKUR TANAH 1 Materi ini menerangkan peralatan yang digunakan didalam praktikum ukur tanah Tujuan Instruksional Khusus:

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Mutu Hasil Pemeriksaan Laboratorium

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Mutu Hasil Pemeriksaan Laboratorium BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Mutu Hasil Pemeriksaan Laboratorium 1. Mutu Pelayanan Laboratorium Mutu adalah tingkat kesempurnaan dan penampilan sesuatu yang sedang diamati, sifat yang dimiliki oleh suatu

Lebih terperinci

BAB 4 ALAT PERIODONTAL KLASIFIKASI ALAT PERIODONTAL

BAB 4 ALAT PERIODONTAL KLASIFIKASI ALAT PERIODONTAL Alat Periodontal 30 BAB 4 ALAT PERIODONTAL Alat yang digunakan dalam bidang Periodonsia terdiri atas beberapa jenis dengan tujuan penggunaan yang berbeda satu dengan lainnya. Ada juga jenis alat yang dapat

Lebih terperinci

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070

Lebih terperinci

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1. Atopi, atopic march dan imunoglobulin E pada penyakit alergi

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1. Atopi, atopic march dan imunoglobulin E pada penyakit alergi BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Atopi, atopic march dan imunoglobulin E pada penyakit alergi Istilah atopi berasal dari bahasa Yunani yaitu atopos yang berarti out of place atau di luar dari tempatnya, dan

Lebih terperinci

Diah Eko Martini ...ABSTRAK...

Diah Eko Martini ...ABSTRAK... PERBEDAAN LAMA PELEPASAN TALI PUSAT BAYI BARU LAHIR YANG MENDAPATKAN PERAWATAN MENGGUNAKAN KASSA KERING DAN KOMPRES ALKOHOL DI DESA PLOSOWAHYU KABUPATEN LAMONGAN Diah Eko Martini.......ABSTRAK....... Salah

Lebih terperinci

BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA

BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA IV.1 TINJAUAN UMUM Pengambilan sampel air dan gas adalah metode survei eksplorasi yang paling banyak dilakukan di lapangan geotermal.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. beberapa zat gizi tidak terpenuhi atau zat-zat gizi tersebut hilang dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. beberapa zat gizi tidak terpenuhi atau zat-zat gizi tersebut hilang dengan BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keadaan gizi kurang dapat ditemukan pada setiap kelompok masyarakat. Pada hakekatnya keadaan gizi kurang dapat dilihat sebagai suatu proses kurang asupan makanan ketika

Lebih terperinci

JUDUL UNIT : Bekerja Aman Sesuai dengan Prosedur Kebijakan

JUDUL UNIT : Bekerja Aman Sesuai dengan Prosedur Kebijakan KODE UNIT : LAB.KK02.001.01 JUDUL UNIT : Bekerja Aman Sesuai dengan Prosedur Kebijakan DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja

Lebih terperinci

PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT IPALS

PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT IPALS PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT IPALS (Instalasi Pengolahahan Air Laut Sederhana): Transformasi Air Laut Menjadi Air Tawar dengan Pemisahan Elektron Cl - Menggunakan Variasi Batu Zeolit sebagai Upaya Penyediaan

Lebih terperinci

TEKNIK DASAR LABORATORIUM: PIPET; TIMBANGAN; PEMBUATAN LARUTAN.

TEKNIK DASAR LABORATORIUM: PIPET; TIMBANGAN; PEMBUATAN LARUTAN. LAPORAN PRAKTIKUM I TEKNIK DASAR LABORATORIUM: PIPET; TIMBANGAN; PEMBUATAN LARUTAN. Nama Praktikan Group Praktikan : Lasmono Susanto : Ika Warastuti Lasmono Susanto Hari/tanggal praktikum: Senin/2 Maret

Lebih terperinci

CONEGARAN TRIHARJO KEC. WATES 20 JANUARI 2011 (HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM DESEMBER

CONEGARAN TRIHARJO KEC. WATES 20 JANUARI 2011 (HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM DESEMBER PENGAMATAN EPIDEMIOLOGI HASIL PEMERIKSAAN KECACINGAN di SD MUH. KEDUNGGONG, SD DUKUH NGESTIHARJO,SDN I BENDUNGAN dan SD CONEGARAN TRIHARJO KEC. WATES 20 JANUARI 2011 (HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM DESEMBER

Lebih terperinci

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DENGAN ALUMINIUM FOIL Rabu, 26 maret 2014 Ipa Ida Rosita 1112016200007 Kelompok 2 Amelia Rahmawati 1112016200004 Nurul mu nisa A. 1112016200008 Ummu

Lebih terperinci