BAB I PENDAHULUAN. Apabila kita teliti materi studi tentang Islam selama ini di negeri kita,

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I PENDAHULUAN. Apabila kita teliti materi studi tentang Islam selama ini di negeri kita,"

Transkripsi

1 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Apabila kita teliti materi studi tentang Islam selama ini di negeri kita, ternyata kajian itu ditekankan kepada bidang agama, amat sedikit sekali bidang kemasyarakatan. Dengan meluas dan mendalam serta berpanjangpanjang, orang membincangkan seluk-beluk sampai ke garis yang sekecilkecilnya tentang Rukum Islam, Rukun Iman, orang berhujah tentang fiqh di bidang ibadat, sambil mempertengkari khilafiah, tapi tentang kebudayaan islam yang menyangkut kehidupan sehari-hari dalam masyarakat jarang sekali digubris, apalagi dikaji. Bagaimana prinsip-prinsip Islam tentang sosial ekonomi, bagaimana konsep politik Islam, bagaimana metode pendidikan, bagaimana pandangan Islam tentang kesenian, bagaimana filsafat nilai Islam? Jarang diperbincangkan di dalam Islam. Bentuk kebudayaan yang dilakukan di dalam masyarakat juga jarang diperbincangkan secara detail, baik yang berkenaan dengan deskripsi kebudayaan islam, pemahaman bentuk kegiatannya sendiri dan hal-hal yang bersangkutan dengan kegiatan tersebut. Dari sini kita bisa melihat bahwa sudah perlu diadakannya suatu pengkajian tentang kegiatan kebudayaan islam yang berkembang dalam masyarakat, salah satu contohnya bentuk kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh salah satu ormas Nahdotul Ulama. 1

2 2 Dalam studi kali ini akan dibahas tentang bentuk perwujudan dari kepercayaan terhadap suatu keyakinan masyarakat yang berkembang saat ini di Desa Sukorejo yaitu kegiatan Dzikir Fida. Dzikir fida adalah salah satu bentuk perwujudan dari kepercayaan terhadap suatu keyakinan, dengan mengadakan ritual-ritual yang bisa menjadikannya semakin yakin. Banyak sekali bentuk ritual dalam masyarakat khususnya yang menyangkut masalah agama, dan memang sudah diakui secara umum oleh para pengkaji bahwa semua masyarakat yang dikenal di dunia ini, sampai batas tertentu, bersifat religius. 1 Pengakuan ini merupakan kesepakatan apa sajakah yang membentuk perilaku keagamaan. Banyak hal yang melatarbelakangi seseorang melakukan ritual tertentu. Seperti halnya ritual dzikir fida yang ada di desa Sukorejo. Pelaksanaan dzikir fida di desa tersebut sudah menjadi hal yang harus dilakukan oleh keluarga yang saudaranya meninggal, bahkan hal ini sudah menjadi wajib. Hal ini terntunya sangat berkaitan erat dengan keluarga yang ditinggal, yang kita tahu bahwa pelaksanaan dzikir fida membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kegaitan ini merupakan bentuk dari tujuan masyarakat agar mempunyai tujuan hidup. Seperti yang dikatakan E. B. Taylor dalam buku perintisnya, Primitive Culture, yang diterbitkan pada tahun 1871, mengemukakan apa yang dikenal dengan definisi minimum. Dia mendefinisikan agama sebagai kepercayaan terhadap wujud-wujud yang 1995), Betty R. Scharf. Kajian Sosiologi Agama. Terj.(Yogyakarta : PT. Tiara Wacana Yogya,

3 3 spiritual 2. Yang menjadikan manusia lebih merasa mempunyai tujuan hidup di dunia. Mengakarnya kepercayaan terhadap dzikir fida di desa Sukorejo dapat diasumsikan bahwa dzikir fida merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam konstruk sosial di desa Sukorejo. Hal ini terlihat ketika sesorang tidak melaksanakan kegiatan tersebut sudah barang tentu menjadi perbincangan dalam masyarakat. Sehingga mau-tidak mau seseorang harus mengadakan ritual tersebut demi selamatnya dari pandangan yang negatif oleh masyarakat sekitar, meskipun dalam keadaan yang sangat menyulitkan. Dalam pengamatan sosial dapat dilihat bahwa kegiatan dzikir fida di desa Sukorejo merupakan suatu perwujudan ibadah sosial yang sampai bisa mengalahkan ibadah individual. Orang akan lebih mementingkan kerukunan dalam bingkai kemasyarakatan sehingga pelaksanaan ritual tersebut mempunyai banyak motif. Dalam hal ini bisa jadi seseorang hanya ingin meunjukkan tingkat kelas dalam suatu masyarakat. Manusia dalam masyarakat kapitalis menghadapi realitas ciptaanya sendiri (seperti kelas) yang tampil di hadapannya sebagai fenomena alamiah yang terasing dari dirinya sendiri. Manusia menjadi tergantung sama sekali kepada belas kasihan hukum ciptaanya itu, aktivitasnya terbatas pada eksploitasi untuk pemenuhan kebutuhan individual tertentu yang tak dapat ditawar-tawar. Meski berperan aktif ia tetap menjadi objek bukan menjadi subjek aktivitasnya. 3 2 Ibid., George Ritzer Douglas J. Goodman. Teori Sosiologi Modern. Terj. (Yogyakarta). 173

4 4 Dalam pelaksanaan dzikir fida banyak kepentingan di dalamnya. Terlihat dari bentuk ritual itu sendiri. Jadi banyak latar belakang yang di jadikan pedoman mengapa seseorang melaksanakan kegiatan dzikir fida. Dzikir fida itu sendiri merupakan bentuk kepedulian sosial masyarakat kepada sesama mahluk hidup yaitu kepada keluarganya yang telah meninggal, dengan tujuan agar saudaranya/kerabatnya dapat hidup di kehidupan manusia selanjutnya dengan tenang dan mendapat berkah dari Tuhan yang Maha Esa dengan cara mengirim doa ataupun amalan-amalan lain kepada orang yang telah meninggal. Dalam hal kegiatan dzikir fida itu sendiri telah banyak dikaji dalam Studi Islam baik hukum maupun pelaksanaanya (meskipun masih banyak terdapat khilafiah/perbedaan) di dalam Islam sendiri. Dalam sebuah riwayat dikatakan: و ح ك ى ا ي ض ا ف ي ه ع ن ال شي خ أ ب ي ي ز ي د ال ق ر ط ب ى ق ال س م ع ت ف ى ب ع ض ا لا ثا ر أ ن م ن ق ال لا ا ل ه إ لا االله س ب ع ي ن ا ل ف م رة آ ان ت ل ه ف د ا ء م ن Artinya: Diriwayatkan lagi dari Syaikh Abi Yazid al-qurtubi berkata : saya mendengar dari sebagian atsar (perkataan Shohabat) barangsiapa mengucapkan kalimat Lâ Ilâha Illallâh sebanyak kali, maka kalimat tersebut menjadi tebusan baginya dari api neraka..ال نار Dari hadits di atas diterangkan bahwa barang siapa yang membaca kalimat tauhid sebanyak tujuh puluh satu kali maka Allah akan mengampuni dosanya, demikian juga bila dikerjakan untuk orang lain.

5 5 Dalam hal ini, diyakini bahwa pelaksanaan dzikir fida dengan membacakan kalimah tauhid sebanyak tujuh puluh satu ribu kali tidak lain bertujuan untuk mendoakan sang mayit agar dipermudah jalannya menuju ke surga dan diampuni segala dosa-dosanya yang telah dikerjakan semasa hidupnya. Pemaknaan dzikir fida itu sendiri masih perlu diperbincangkan lebih mendalam dan melalui proses yang tidak gampang, karena hal ini memerlukan sebuah kajian khusus dan yang bisa disepakati oleh jama ah yang akan melaksanakan kegiatan tersebut. Meskipun dalam sebuah pengkajian yang terdapat dalam buku-buku tertentu sudah jelas hukumnya, tetapi hal ini tidak lepas dari keyakinan dan pandangan masyarakat sendiri terhadap makna dan pengertian dzikir fida, sehingga mereka dengan bekal keyakinan mendapatkan kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Hal ini juga perlu diadakan di Desa Sukorejo yang menjalankan pelaksanaan dzikir fida dan sudah menjadi kewajiban bagi setiap keluarga yang ditinggal mati oleh salah satu anggota keluarga mereka. Dari paparan di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul: PANDANGAN MASYARAKAT DESA SUKOREJO TERHADAP DZIKIR FIDA.

6 6 B. Fokus Penelitian a. Penelitian mengenai Dzikir Fida ini dilaksanakan di Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo b. Objek Penelitian ini adalah Masyarakat Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo c. Penelitian ini mengenai pandangan masyarakat desa Sukorejo terhadap dzikir fida dan dalil yang mendasari masyarakat Desa Sukorejo melaksanakan kegiatan dzikir fida serta pelaksanaan Dzikir Fida di Desa Sukorejo. C. Rumusan Masalah Masalah utama penelitian ini adalah pandangan masyarakat Desa Sukorejo terhadap dzikir fida yang dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagaimana berikut: a. Bagaimana pandangan masyarakat desa Sukorejo terhadap dzikir fida? b. Apa dalil yang mendasari masyarakat desa Sukorejo melaksanakan kegiatan dzikir fida? c. Bagaimana implementasi dzikir fida di desa Sukorejo? D. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan: a. Untuk mengetahui pandangan masyarakat Desa Sukorejo terhadap dzikir fida.

7 7 b. Untuk mengetahui dalil yang mendasari masyarakat Desa Sukorejo melaksanakan kegiatan dzikir fida. c. Untuk mengetahui implementasi dzikir fida di Desa Sukorejo. E. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan memiliki arti akademis (academic significance) yang menambah informasi dan dipertimbangkan dalam memperkaya teori tentang permasalahan yang berkaitan dengan dzikir fida. Hasil penelitian ini disamping mempunyai arti akademis (academic significance), juga mempunyai arti kemasyarakatan khususnya bagi umat Islam yang sudah lama terjebak dalam perdebatan tentang dzikir fida. Benrmanfaat bagi masyarakat desa Sukorejo dan peneliti pada khususnya serta setiap pembaca skripsi ini terutama jama ah Nahdhiyyin pada umumnya. F. Metode Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian dalam skripsi ini termasuk jenis penelitian lapangan (field Research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang

8 8 dapat diamati. 4 Ciri khas penelitian ini tidak dapat dipisahkan dengan pengamatan yang berperan serta, sebab peran yang menentukan keseluruhan sekenarionya. Pengamatan berperan serta adalah sebagai penelitian yang bercirikan interaksi social yang memakan waktu yang lama antara peneliti dengan subyek dalam lingkungan subyek, dan selama ini data dalam bentuk cacatan lapangan dikumpulkan secara sistematis dan catatan tersebut berlaku tanpa adanya gangguan. Untuk itu dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci, berpartisipasi penuh sekaligus pengumpul data, sedangkan instrument yang lain sebagai penunjang. Dalam pengumpulan data, peneliti mengambil sampel Nonprobabilitas, disebut juga dengan rancangan pengambilan sampel yang tidak menggunakan teknik random, dan karena itu, tidak didasarkan atas hukum probabilitas. Dalam teknik tersebut, secara khusus peneliti menggunakan pengambilan sampel purposif (purpusial sampling), sampel ditetapkan secara sengaja oleh peneliti. Dalam hal ini, lazimnya didasarkan atas kreteria atau pertimbangan tertentu; jadi tidak melalui proses pemilihan sebagaimana yang dilakukan dalam teknik random Kehadiran Peneliti Dalam penelitian ini dilakukan oleh penulis di masyarakat Desa Sukorejo dengan Responden Masyarakat Desa Sukorejo itu sendiri dan 4 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif ( Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2000), 40. dan Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1997), Sanapiah Faisal, Format-Format Penelitian Sosial (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2001), 67.

9 9 beberapa orang yang mempunyai pengaruh terhadap adanya kegiatan dzikir fida di Desa Sukorejo. 3. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. 4. Sumber Data Dalam penelitian ini menggunakan sumber-sumber data sebagai berikut : a. Sumber data lapangan (sumber data primer) Responden ialah orang yang menjawab pertanyaan yang diajukan peneliti untuk tujuan peneliti itu sendiri, dalam hal ini informan yang peneliti ambil terdiri dari sebagian masyarakat yang berpengaruh di Desa Sukorejo. b. Sumber Data Sekunder 1) Khazînatu al-asrôr karya Sayyid Muhammad Hakki al-nazali 2) Nashâikh al- Ibâd karya Muhammad Nawawi Ibn Umar al-jawi 3) Al-Dâsukî alâ Ummi al-barâhîn karya Muhammad Imam Sayyidî 4) Irsyâd al- Ibâd karya Zainuddin Ibn Abdi al- Aziz 5) Kajian Sosiologi Agama karya R. Betty Scharf 5. Prosedur Pengumpulan Data Dalam penelitian ini digunakan tiga teknik penggalian data yang mendukung dalam pengumpulan data dari lapagangan (masayarakat), yaitu:

10 10 1) Teknik Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Maksud digunakannya wawancara antara lain adalah (a) menkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain-lain; (b) merekonstruksi kebulatan-kebulatan demikian sebagai yang dialami masa lalu; (c) memproyeksikan kebulatan-kebulatan sebagai yang telah diharapkan untuk dialami pada masa yang akan datang; (d) memverifikasi, mengubah dan memperluas informasi yang diperoleh dari orang lain baik manusia maupun bukan manusia; dan (e) memverifikasi, mengubah dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan anggota. 6 Teknik wawancara ada bermacam-macam jenisnya, diantaranya adalah (a) wawancara pembicaraan informal; (b) pendekatan menggunakan petunjuk umum wawancara; dan (c) wawancara buku terbuka. 7 Disamping itu juga ada macam-macam wawancara yang lain, diantaranya adalah (a) wawancara oleh tim atau panel, (b)wawancara tertutup dan wawancara terbuka; (c) wawancara riwayat secara lisan. Sedangkan dalam penelitian ini teknik wawancara yang digunakan adalah (a) wawancara mendalam, artinya peneliti mengajukan beberapa pertanyaan secara mendalam yang berhubungan dengan fokus permasalahan, sehingga dengan 6 Ibid., Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian, 135.

11 11 wawancara mendalam ini data-data bisa terkumpulkan semaksimal mungkin; (b) wawancara terbuka, artinya bahwa dalam penelitian ini para sub-yeknya mengetahui bahwa mereka sedang diwawancarai dan mengetahui pula apa maksud wawancara itu; (c) wawancara tersetruktur, artinya bahwa dalam penelitian ini, peneliti atau pewancara menetapkan sendiri masalah dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. Dalam penelitian ini orang-orang yang akan diwancarai adalah Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama Desa Sukorejo dan beberapa anggota jama ah Dzikir Fida Desa Sukorejo. Hasil wawancara dari masing-masing informan tersebut ditulis lengkap dengan kode-kode dalam transkip wawancara. Tulisan lengkap dari wawancara ini dinamakan transkip wawancara. 2) Teknik Observasi Observasi partisipan yaitu suatu observasi dengan orang yang melakukan pengamatan berperan serta ikut ambil bagian dalam kehidupan orang yang diobservasi. 8 Atau suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observan dengan ikut ambil bagian dalam kehidupan orang orang yang diobsevasi. Dalam penelitian ini observasi partisipan dilakukan dengan tujuan untuk mengamati peristiwa yang dialami oleh subyek dan mengembangkan pemahaman 8 Yatim Riyanto, Metodologi Penelitian Pendidikan, Suatu Tinjauan Dasar (Surabaya: Penerbit SIC, 1991), 79.

12 12 terhadap konteks sosial yang kompleks, serta untuk memperoleh data-data yang berkaitan dengan rumusan masalah tersebut di atas 9 Hasil observasi dalam penelitian ini, dicatat dalam Catatan Lapangan (CL), sebab catatan lapangan merupakan alat yang sangat penting dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif, peneliti mengandalkan pengamatan dan wawancara dalam pengumpulan data di lapangan. Pada waktu di lapangan dia membuat catatan, setelah pulang ke rumah atau tempat tinggal barulah menyusun catatan lapangan. 10 Dapat dikatakan bahwa dalam penelitian kualitatif, jantungnya adalah catatan lapangan. Catatan lapangan pada penelitian ini bersifat deskriptif. Artinya bahwa catatan lapangan ini berisi gambaran tentang latar pengamatan, orang, tindakan dan pembicaraan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan fokus penelitian. Dan bagian deskripitif tersebut berisi beberapa hal, diantaranya adalah gambaran diri fisik, rekonstruksi dialog, deskripsi latar fisik, catatan tantang peristewa khusus, gambaran kegiatan dan perilaku pengamat. 11 Format rekaman hasil observasi (pengamatan) catatan lapangan dalam penelitian ini menggunakan format rekaman hasil observasi. 3) Teknik Dokumentasi 9 Amirul Hadi dan Haryono, Metodologi Penelelitian Pendidikan Untuk IAIN dan PTAIS Semua Fakultas dan Jurusan, Komponen MKK (Bandung: Pustaka Setia, ), Lexy Moleong, Metodologi Penelitian, Ibid., 156.

13 13 Teknik dokumentasi ini digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber non insani, sumber ini terdiri dari dokumen dan rekaman. Rekaman sebagai setiap tulisan atau pernyataan yang dipersiapkan oleh atau untuk individual atau organisasi dengan tujuan membuktikan adanya suatu peristiwa atau memenuhi accounting. 12 Sedangkan dokumen digunakan untuk mengacu atau bukan selain rekaman, yaitu tidak dipersiapkan secara khusus untuk tujuan tertentu, seperti surat-surat, buku harian, catatan khusus, fotofoto, dan sebagainya. Teknik dokumentasi ini sengaja digunakan dalam penelitian ini, mengingat (1) sumber ini selalu tersedia dan murah terutama ditinjau dari konsumsi waktu; (2) rekaman dan dokumen merupakan sumber informasi yang stabil, baik keakuratannya dalam merefleksikan situasi yang terjadi dimasa lampau, maupun dapat dan dianalisis kembali tanpa mengalami perubahan; (3) rekaman dan dokumen merupakan sumber informasi yang kaya, secara konstektual relevan dan mendasar dalam konteknya; (4) sumber ini sering merupakan pernyataan yang legal yang dapat memenuhi akuntabilitas. Hasil pengumpulan data melalui cara dokumentasi ini, dicatat dalam format transkip dokumentasi. 12 Sugijono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2006), 329.

14 14 6. Analisis Data Setelah data terkumpul, maka data yang ada dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Data Reduction (Reduksi Data) Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. 13 Berkaitan dengan tema ini, setelah data-data terkumpul yang berkaitan dengan masalah kegiatan membaca shalawat Wahidiyah bagi santri di pondok pesantren as Syarwani, dipilih yang penting dan difokuskan pada pokok permasalahan. 2. Data Display (Penyajian Data) Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Penyajian data adalah menguraikan data dengan teks yang bersifat naratif. dengan menyajikan data ini tujuanya adalah memudahkan pemahaman terhadap apa yang di teliti dan bisa segera di lanjutkan penelitian ini berdasarkan penyajian yang telah di fahami. Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi. 3. Conclusion Drawing (Verification) Langkah ketiga yaitu mengambil kesimpulan. Kesimpulan dalam penelitian ini mengungkap temuan berupa hasil deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih kurang jelas dan apa 13 Ibid., 29.

15 15 adanya kemudian di teliti menjadi lebih jelas dan di ambil kesimpulan. Kesimpulan ini untuk menjawab rumusan masalah yang di rumuskan di awal. 7. Pengecekan keabsahan data Keabsahan data mnerupakan konsep penting yang diperbaharui dari konsep kesahihan (validitas) dan keandalan (reliabilitas), 14 Derajat kepercayaan keabsahan data (kredebilitas data) dapat diadakan pengecekan dengan teknik (1) pengamatan yang tekun, dan triangulasi. Ketekunan pengamatan yang dimaksud adalah menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari. Ketekunan pengamatan ini dilaksanakan peneliti dengan cara : (a) mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap kegiatan membaca shalawat Wahidiyah bagi santri di pondok pesantren as Syarwani, kemudian (b) menelaahnya secara rinci sampai pada suatu titik, sehingga pada pemeriksaan tahap awal tampak salah satu atau seluruh faktor yang ditelaah sudah difahami. Teknik triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Ada empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan: sumber, metode, penyidik, dan teori. 15 Dalam penelitian ini, 14 Moleong, Metodologi Penelitian, Ibid., 178.

16 16 dalam hal ini digunakan teknik triangulasi dengan sumber, berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Hal itu dapat dicapai peneliti dengan jalan: (a) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, (b) membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi, (c) membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu, (d) membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan, (c) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. 8. Tahapan-tahapan penelitian Tahap-tahap penelitian dalam penelitian ini ada tiga tahapan dan ditambah dengan tahap terakhir dari penelitian yaitu tahap penulisan laporan hasil penelitian. Tahap-tahap penelitian tersebut adalah: 1. Tahap pra lapangan, yang meliputi : menyusun rancangan penelitian, memilih lapangan penelitian, mengurus perizinan, menjajagi dan menilai keadaan lapangan, memilih dan memanfaatkan informan, menyiapkan perlengkapan penelitian dan yang menyangkut persoalan etika penelitian

17 17 2. Tahap pekerjaan lapangan, yang meliputi : memahami latar penelitian dan persiapan diri, memasuki lapangan dan berperanserta sambil mengumpulkan data 3. Tahap analisis data, yang meliputi : analisis selama dan setelah pengumpulan data 4. Tahap penulisan hasil laporan penelitian Dalam melakukan penelitian tentang dzikir fida penulis melakukan beberapa pendekatan yang berkaitan dengan a. Penelitian untuk mengetahui seberapa signifikan ritual dzikir fida dalam masyarakat desa Sukorejo. Dalam hal ini peneliti mengadakan wawancara kepada beberapa tokoh masyarakat dan elit agama yang ada di Desa Sukorejo denan pengumpulan data yang bisa mendukung utnuk mengetahui alasan dan juga argumen masyarakat yang berkaitan dengan hubungannya dengan dzikir fida. Serta mengadakan wawancara jama ah dzikir fida yang da di desa Sukorejo kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo tentunya dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut: 1) Mengamati berapa volume masyarakat melaksanakan ritual dzikir fida selama beberapa waktu. 2) Pengaruh pelaksanaan dzikir fida terhadap kelangsungan kehidupan masyarakat di Desa Sukorejo. 3) Makna dzikir fida menurut masyarakat Desa Sukorejo.

18 18 Dari hasil langkah-langkah penelitian di atas dapat diketahui beberapa alasan yang dapat menjelaskan kedudukan dzikir fida di masyarakat desa Sukorejo. b. Penelitian yang berkenaan dengan motif orang melakukan praktek dzikir fida. Dalam hal ini peneliti mengadakan pendalaman mengenai motif-motif seseorang terhadap suatu pekerjaan dengan mengadakan penelitian dari buku-buku yang mendukung pengumpulan data tersebut. Juga mengadakan wanwancara terhadap masyarakat desa Sukorejo. Serta mengamatai alasan seseorang melakukan ritual dzikir fida yang ada di desa Sukorejo. Dalam pengumpulan data di atas peneliti melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Mengadakan wawancara yang berkaitan dengan alasan orang mengikuti praktek dzikir fida. 2) Tujuan secara khusus yang berpengaruh bagi diri orang yang mengikuti kegiatan dzikir fida maupun yang berpengaruh terhadap kelangsungannya di masyarakat. c. Penelitian mengenai apa saja dalil yang mendasari seseorang mengadakan dzikir fida Dalam hal ini penulis mengadakan penulusuran dari bukubuku tentang dalil-dalil yang membenarkan pelaksanaan dzikir fida dan juga mengadakan wawancara terhadap masyarakat mengenai pemahaman terhadap dalil-dalil tersebut serta bentuk realisasinya

19 19 dalam kehidupan di masyarakat. Tentunya peneliti menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Mencari dalil yang berkaitan dengan dzikir fida 2) Mengadakan wawancara dengan masyarakat desa Sukorejo untuk mengetahui dalil yang mendasari mereka mengikuti kegiatan dzikir fida 3) Mengadakan wawancara kepada masyarakat desa Sukorejo untuk mengetahui pemahaman mereka terhadap dalil-dalil yang menganjurkan pelaksanaan kegiatan dzikir fida. G. Sistematika Pembahasan Untuk mempermudah memahami, maka penulis memberikan sistematika pembahasan sebagai berikut: Bab I : Pendahuluan, Bab ini merupakan gambaran secara umum yang mengarah kepada keadaan kerangka atau pokok pikiran penulis yang di dalamnya memuat latar belakang masalah, tujuan penelitian, metode penelitian dan sistematika pembahasan. Bab II : Kerangka Teori, bab ini menguraikan tentang konsep dzikir dalam perpekstif al-qur an maupun Hadits. Bab III : Pemaparan Data, bab ini menguraikan tentang, dalil, pandangan masyarakat desa Sukorejo terhadap dzikir fida dan pelaksanaan dzikir fida di Desa Sukorejo. Bab IV : Hasil Penelitian, bab ini menguraikan tentang laporan data

20 20 umum yang meliputi: pandangan, dalil masyarakat desa Sukorejo terhadap dzikir fida dan pelaksanaan dzikir fida di desa Sukorejo kemudian mengadakan pendekatan penelitian dari beberapa teori tentang dzikir fida menurut perpekstif al- Qur an dan hadits. Bab V : Penutup, Bab ini berisi kesimpulan akhir dari pembahasan sebagai jawaban dengan dilengkapi saran.

21 21 BAB II PANDANGAN AL-QUR AN DAN HADITS TERHADAP DIKIR A. Konsep Dzikir Dzikir secara bahasa artinya: penyebutan, indikasi, isyarat, peringatan. Sedang dzikir menurut istilah ialah: menyebut Allah dengan membaca tasbih (subhanallah), tahlil (la-ilaha illallahu), tahmid (alhamdulillah), taqdis (quddusun), takbir (Allahu Akbar), membaca hauqalah (la haula wa la quwwata illa billahi), hasbalah (hasbiyallah), dan membaca do a-do a yang ma tsur, yaitu do a-do a yang diterima dari Nabi SAW. 16 Demikianlah ta rif dzikir yang sempurna. Dalam pada itu dipandang juga dzikir (mengingat akan Allah dan menyebut-nya), dengan mengerjakan segala perintah-nya. Lantaran itu, persidangan-persidangan yang diadakan untuk memperkatakan soal agama, bisa juga dinamai majlis dzikir, sebagai yang telah detegaskan oleh Atha, ujarnya: Majlis-majlis yang dibentuk untuk memberitakan soal halal dan haram, dipandang juga majlis dzikir (majlis menyebut Allah), karena majlismajlis itu, memindahkan kita dari lalai lengah kepada insaf sadar. Banyak sekali ayat al-qur an yang memerintahkan agar manusia selalu mengingat kepada Allah (ber-dzikir). Sepuluh gambaran, yang Putra 2002), Teungku M Hasbi Ash-Shiddieqy, Pedoman Dzikir dan Do a (Semarang: PT Rizky 21

22 Allah sebutkan dalam Al-Qur'an, dengan kaitannya pada penyebutan dzikir. Kesepuluh hal tersebut adalah sebagai berikut: 1. Sebagai perintah, sebagaimana yang Allah gambarkan dalam surat al- Ahzab 33; 41-44: uθèδ. ξ Ϲr&uρ Zοtõ3ç/ çνθßsîm7y uρ. #ZÏVx. #[ø.ïœ!$# (#ρâ è0øœ$# (#θãζtβ#u t Ï%!$# $pκš r' tƒ tβ%ÿ2uρ Í θ Ψ9$# n<î) ÏM yϑè= à9$# z ÏiΒ /ä3y_ì ã Ï9 çµçgs3í n=tβuρ öνä3ø n=tæ Ìj? ÁムÏ%!$#. $VϑƒÌx. #\ô_r& öνçλm; tãr&uρ ÖΝ n=y çµtρöθs)ù=tƒtπöθtƒöνßγçg ŠÏtrB. $VϑŠÏmu t ÏΖÏΒ σßϑø9$î/ Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orangorang yang beriman. Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mu'min itu) pada hari mereka menemui-nya ialah: "salam"; dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka. 2. Larangan melupakan dzikir; sebagaimana yang Allah gambarkan dalam surat al-a'raf 7; 204:. tβθçηxqöè? öνä3ª=yès9(#θçfåáρr&uρ çµs9(#θãèïϑtgó $sùãβ#u öà)ø9$# Ìè% #sœî)uρ Artinya: Dan janganlah kamu termasuk golongan mereka-mereka yang melupkan Allah (tidak berdzikir) Kemudian juga dalam surat Al-Hasyr 59; 19:

23 4 23 šχθà)å x ø9$# ãνèδ ší s9'ρé& öνåκ à Ρr& öνßγ9 Σr'sù!$# (#θý nσt Ï%!$%x.(#θçΡθä3s? Ÿωuρ Artinya: Dan janganlah kamu menjadi termasuk orang-orang yang melupakan Allah, maka Allah pun akan melupakan mereka. 3. Mendapatkan pujian dan surga bagi para pendzikir..sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat al-ahzab 33; 35: t ÏGÏΖ s)ø9$#uρ ÏM oψïβ σßϑø9$#uρ š ÏΖÏΒ σßϑø9$#uρ ÏM yϑî=ó ßϑø9$#uρ š ÏϑÎ=ó ßϑø9$# βî) t Ïèϱ y ø9$#uρ ÏN ué9 Á9$#uρ t ÎÉ9 Á9$#uρ ÏM s%ï Á9$#uρ t Ï%Ï Á9$#uρ ÏM tfïζ s)ø9$#uρ ÏM yϑí Á9$#uρ t ÏϑÍ Á9$#uρ ÏM s%ïd ÁtFßϑø9$#uρ t Ï%Ïd ÁtFßϑø9$#uρ ÏM yèï± y ø9$#uρ ÏN tå2 %!$#uρ #ZÏVx.!$# š ÌÅ2 %!$#uρ ÏM sàï ysø9$#uρ öνßγy_ρãèù š ÏàÏ ptø:$#uρ. $Vϑ Ïàtã #ô_r&uρ ZοtÏ øó Β Μçλm; ª!$# tãr& Artinya: Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, lakilaki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. 4. Memiliki kaitan erat dengan kemenangan. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat al-anfal 8; 45:

24 4 24 öνä3 =yè 9 #ZÏWŸ2!$# (#ρãà2øœ$#uρ (#θçfç6øo$sù Zπt Ïù óοçgšé)s9 #sœî) (#þθãζtβ#u š Ï%!$# $yγ ƒr' tƒ. šχθßsî=ø è? Artinya: Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), Maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. 5. Kerugian orang yang lalai berdzikir. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Al-Munafiqun 63; 9: tβuρ «!$# Ìò2ÏŒ tã öνà2ß s9 ρr& Iωuρ öνä3ä9 uθøβr& ö/ä3îγù=è? Ÿω (#θãζtβ#u t Ï%!$# $pκš r' tƒ. tβρçå y ø9$# ãνèδ y7í s9'ρé'sùy7ï9 sœö yèø tƒ Artinya: Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anakanakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi. 6. Allah menyebut mereka-mereka yang menyebut-nya. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat al-baqarah 2; 152:. Èβρãà õ3s? Ÿωuρ Í< (#ρãà6ô $#uρöνä.öä.øœr& þ ÎΤρãä.øŒ$sù Artinya: Karena itu, ingatlah kamu kepada-ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu. dan bersyukurlah kepada-ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-ku. 7. Dzikir sebagai suatu hal yang teramat besar. Sebagaimana yang Allah firmankan dalamn surat Al-Ankabut 29; 45:

25 ( Ç tã 4 ss Ζs? nο4θn= Á9$# āχî) nο4θn= Á9$# ÉΟÏ%r&uρÉ= tgå3ø9$# š ÏΒ y7ø s9î) z Çrρé&!$tΒ ã ø?$#. tβθãèoψóás? $tβ ÞΟn= ètƒª!$#uρ çt9ò2r& «!$# ãø.ï%s!uρ Ìs3Ζßϑø9$#uρÏ!$t±ósx ø9$# Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. 8. Sebagai khatimah setiap amal shaleh. Sebagaimana yang Allah gambarkan sebagai penutup ibadah shalat, al-jum'ah 62; 10:!$# (#ρãä.øœ$#uρ «!$# È ôòsù ÏΒ (#θäótgö/$#uρ ÇÚö F{$# Îû (#ρãï±tfρ$sù äο4θn= Á9$# ÏMuŠÅÒè% #sœî*sù. tβθßsî=ø è? ö/ä3 =yè 9#ZÏWx. Artinya: Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. 9. Hanya orang-orang yang berdzikirlah, yang dapat mengambil faedah ayat-ayat Allah. Sebagaimana yang Allah gambarkan dalam surat Ali Imran 3; : Í<'ρT[{ ;M tƒuψ Í $pκ ]9$#uρ È øš 9$# É# n=ïf z$#uρ ÇÚö F{$#uρ ÏN uθ yϑ 9$# È,ù=yz Îû āχî) Îû tβρã 6x tgtƒuρ öνîγî/θãζã_ 4 n?tãuρ #YŠθãèè%uρ $Vϑ ušï%!$# tβρãä.õ tƒ t Ï%!$#. É= t6ø9f{$# z>#x tã $oψé)sù y7oψ ysö6ß WξÏÜ t/ #x yδ Mø)n=yz $tβ $uζ /u ÇÚö F{$#uρ ÏN uθ uκ 9$# È,ù=yz Í $ Ζ9$#

DI BULAN SUCI RAMADHAN

DI BULAN SUCI RAMADHAN AMALAN-AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN Disusun Oleh: Mohammad Iqbal Ghazali. MA Murajaah : Abu Ziyad ا عمال رمضانية Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1428 2007 AMALAN-AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN

Lebih terperinci

Beberapa Manfaat dan Keutamaan Istighfar

Beberapa Manfaat dan Keutamaan Istighfar 1 Risalah Ilmiyah Ahlus Sunnah Beberapa Manfaat dan Keutamaan Istighfar Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi Berikut beberapa penjelasan manfaat yang akan diraih oleh hamba dengan beristighfar.

Lebih terperinci

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf I TIKAF Pengertian I'tikaf Secara harfiyah, I tikaf adalah tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Dengan demikian, I tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah

Lebih terperinci

[ ] E٣٢٧ J٣١٩ W F : : Al- HAYA' (Sifat PEMALU) "al Haya' ( Rasa malu) tidak datang kecuali dengan kebaikan." Sesungguhnya di antara fenomena keseimbangan dan tanda-tanda kesempurnaan dalam tarbiyah bahwa

Lebih terperinci

*** Syarat Amal Diterima

*** Syarat Amal Diterima Syarat Amal Diterima Kita telah mengetahui, bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk beribadah kepada-nya, setelah itu Allah Subhanahu wa Ta ala akan membalas pahala amal ibadah, sesuai dengan tingkatannya.

Lebih terperinci

!!" #$ % &' &()*+&, -./ +0 &'!1 2 &3/" 4./" 56 * % &' &()*+&, " "# $ %! #78*5 9: ;<*% =7" >1?@*5 0 ;A " 4! : B C*5 0 D % *=75E& 2 >1?@*5 0 4. "/ 4!

!! #$ % &' &()*+&, -./ +0 &'!1 2 &3/ 4./ 56 * % &' &()*+&,  # $ %! #78*5 9: ;<*% =7 >1?@*5 0 ;A  4! : B C*5 0 D % *=75E& 2 >1?@*5 0 4. / 4! [ ] E٤٩١ J٤٨٧ W F : : Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu. Sesungguhnya agama mewajibkan kepada para pengikutnya (berbuat baik) dalam segala hal dan tidak ridha dari para pengikutnya

Lebih terperinci

PERSIAPAN MENUJU HARI AKHIR

PERSIAPAN MENUJU HARI AKHIR PERSIAPAN MENUJU HARI AKHIR KHUTBAH PERTAMA اى ح ذ ى ي اى ز خ ي ق اى ى د و اى ح بح ى ج ي ى م ؤ ن ؤ ح س ع ال و ج ع و ى ي ى ص ى ه إ ى ش ا ق و ا ح خ و ج ال. ؤ ش ه ذ ؤ ل إ ى إ ل اهلل و ح ذ ل ش ش ل ى ش ه بد

Lebih terperinci

Khutbah Jum'at: Hakikat Iman dan Tanda-Tandanya

Khutbah Jum'at: Hakikat Iman dan Tanda-Tandanya Khutbah Jum'at: Hakikat Iman dan Tanda-Tandanya Khutbah Jumat berikut ini menjelaskan tentang hakikat iman beserta tanda-tandanya. bagaimanakah penjelasan lengkapnya dan sudahkah kita termasuk orang-orang

Lebih terperinci

Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri [An-Naml : 40]

Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri [An-Naml : 40] Apakah Anda sudah puas dengan keadaan hidup saat ini? Apakah keinginan Anda sudah terpenuhi? Apakah anda sudah bisa membahagian semua orang yang pernah berjasa kepada Anda? Apakah anda sudah jadi orang

Lebih terperinci

[ ] E١٩٠ J١٨١ W F : : SIFAT TERUS TERANG Tidak ada kebaikan padamu apabila kamu tidak mengatakannya Apakah di antara konsekuensi berterus terang adalah adab yang buruk, membangkitkan fitnah, mengungkap

Lebih terperinci

: Dzikir dan Do a setelah Sholat. : Ummu Abdillah al-buthoniyyah. Disebarluaskan melalui: website: http://www.raudhatulmuhibbin.

: Dzikir dan Do a setelah Sholat. : Ummu Abdillah al-buthoniyyah. Disebarluaskan melalui: website: http://www.raudhatulmuhibbin. Judul Penyusun Desain Sampul : Dzikir dan Do a setelah Sholat : Ummu Abdillah al-buthoniyyah : MRM Graph Disebarluaskan melalui: website: http://www.raudhatulmuhibbin.org e-mail: redaksi@raudhatulmuhibbin.org

Lebih terperinci

Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA

Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA Dalam sejarah ulama salaf, diriwayatkan bahwa khalifah rasyidin ke V Umar bin Abdil Aziz dalam suatu shalat tahajjudnya membaca ayat 22-24 dari surat ashshoffat اح

Lebih terperinci

FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA Tentang Perayaan Natal Bersama

FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA Tentang Perayaan Natal Bersama FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA Tentang Perayaan Natal Bersama Menimbang: 1) Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama. 2) Ummat islam agar tidak mencampur-adukkan Aqidah

Lebih terperinci

Peringatan Agar Tidak Tertipu dengan Kenikmatan Dunia

Peringatan Agar Tidak Tertipu dengan Kenikmatan Dunia Peringatan Agar Tidak Tertipu dengan Kenikmatan Dunia Khutbah Jumat ini berisi nasihat agar kita tidak terlena dengan kenikmatan yang kita peroleh di dunia. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia

Lebih terperinci

ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU

ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU ADAB DAN MANFAAT MENUNTUT ILMU Oleh: Mohammad Fakhrudin Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, Berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan

Lebih terperinci

Mengobati Rasa Gelisah Dan Sedih

Mengobati Rasa Gelisah Dan Sedih Mengobati Rasa Gelisah Dan Sedih ] إندوني Indonesian [ Indonesia Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2011-1432 علاج الضيق والاكتي

Lebih terperinci

Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya

Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya Dan mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang memiliki kemampuan. Barangsiapa kafir atau mengingkari

Lebih terperinci

Khutbah Jum'at. Keutamaan Bulan Sya'ban. Bersama Dakwah 1

Khutbah Jum'at. Keutamaan Bulan Sya'ban. Bersama Dakwah 1 Bersama Dakwah 1 KHUTBAH PERTAMA.. * Hari ini kita telah memasuki bulan Sya'ban. Tidak terasa telah enam hari kita bersamanya. Bulan Sya'ban, yang terletak diantara Rajab dan Ramadhan ini seringkali dilalaikan

Lebih terperinci

M ENCERMATI K ONDISI B ATIN: KETIKA KITA MELAKUKAN DOSA BESAR

M ENCERMATI K ONDISI B ATIN: KETIKA KITA MELAKUKAN DOSA BESAR M ENCERMATI K ONDISI B ATIN: KETIKA KITA MELAKUKAN DOSA BESAR www. depag.go.id Oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA Dosa dan maksiat bukan saja perbuatan tercela dan terlarang, melainkan juga membutakan

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 52 Tahun 2012 Tentang HUKUM HEWAN TERNAK YANG DIBERI PAKAN DARI BARANG NAJIS

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 52 Tahun 2012 Tentang HUKUM HEWAN TERNAK YANG DIBERI PAKAN DARI BARANG NAJIS FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 52 Tahun 2012 Tentang HUKUM HEWAN TERNAK YANG DIBERI PAKAN DARI BARANG NAJIS (MUI), setelah : Menimbang : 1. bahwa produk pangan ternak ada yang telah dikembangkan

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN (MUI), setelah : MENIMBANG : a. bahwa dalam Islam, pernikahan adalah merupakan bentuk ibadah yang

Lebih terperinci

ADAB MEMINTA HUJAN (ISTISQA')

ADAB MEMINTA HUJAN (ISTISQA') ADAB MEMINTA HUJAN (ISTISQA') آداب الاستسقاء ] إندونيسي Indonesian [ Indonesia Penyusun : Majid bin Su'ud al Ausyan Terjemah : Muzafar Sahidu bin Mahsun Lc. Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2009 1430 آداب

Lebih terperinci

TAFSIR SURAT ALAM NASYRAH

TAFSIR SURAT ALAM NASYRAH TAFSIR SURAT ALAM NASYRAH Oleh: رحمه اهلل Imam Ibnu Katsir Download > 300 ebook Islam, Gratis!!! kunjungi. سورة الشرح TAFSIR SURAT ALAM NASYRAH (Bukankah Kami telah Melapangkan) 1 "Dengan menyebut Nama

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan.

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan. 52 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Sesuai dengan judul yang peneliti angkat, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, fenomenologis dan berbentuk diskriptif.

Lebih terperinci

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN نو قض لا سلا ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ عبد لعزيز بن عبد الله بن با Penerjemah: Abu Azka Faridy ترمجة: بو ىك فريد Murajaah: Muh. Mu inudinillah Muhammadun Abdul

Lebih terperinci

KELUARGA SAMARA BERSAMA RADIO IMSA. Topik 2: TERUS TERANG DAN BATASANNYA

KELUARGA SAMARA BERSAMA RADIO IMSA. Topik 2: TERUS TERANG DAN BATASANNYA KELUARGA SAMARA BERSAMA RADIO IMSA Modul IV: MENGATASI MASALAH HUBUNGAN SUAMI/ISTRI Topik 2: TERUS TERANG DAN BATASANNYA Dr. Agus Sofyan A. JUJUR: Jujur atau terusterang merupakan sifat yang sangat dianjurkan

Lebih terperinci

Keindahan Nama-nama Allah

Keindahan Nama-nama Allah Keindahan Nama-nama Allah Keindahan Nama-nama Allah Oleh: Ustadz Abdullah bin Taslim al-buthoni, M.A Khotbah Pertama???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

Sebab-Sebab Kecintaan Kepada Allah i

Sebab-Sebab Kecintaan Kepada Allah i Sebab-Sebab Kecintaan Kepada Allah i ii Sebab-Sebab Kecintaan Kepada Allah Sebab-Sebab Kecintaan Kepada Allah Oleh: Dzulqarnain M. Sunusi Sebab-Sebab Kecintaan Kepada Allah iii Judul Sebab-Sebab Kecintaan

Lebih terperinci

10 Pembatal Keislaman

10 Pembatal Keislaman 10 Pembatal Keislaman نو قض لا سلا [ Indonesia Indonesian ] Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah Terjemah : Muh. Iqbal Ahmad Ghazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2010-1432 نو قض لا سلا» باللغة

Lebih terperinci

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Oleh : MUNAFIAH

Lebih terperinci

قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid مد صالح ملنجد

قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid مد صالح ملنجد Seteleh Operasi Kelamin dari Laki-laki Menjadi Perempuan Apakah DiPerbolehkan Dia Berduaan Dengan Wanita? قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - Syaikh

Lebih terperinci

Keutamaan basmallah untuk melindungi diri dari gangguan syaitan

Keutamaan basmallah untuk melindungi diri dari gangguan syaitan ال ح م د هلل و الص ال ة و الس ال م ع لى ر س و ل هلل و ع لى آل ه و ص ح ب ه و م ن و اال ه أ م ا ب ع د Keutamaan basmallah untuk melindungi diri dari gangguan syaitan بسم اهلل الرحمن الرحيم basmallah: Bacaan

Lebih terperinci

Tanda tanda Kebaikan dan Keburukan

Tanda tanda Kebaikan dan Keburukan Tanda tanda Kebaikan dan Keburukan بوادر اخلري وبوادر الرش ] إندوني [ Indonesia Indonesian Muhammad bin Abdullah bin Mu aidzir Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2011 1432 بوادر

Lebih terperinci

Mengapa Kita Harus Berdakwah? [ Indonesia Indonesian

Mengapa Kita Harus Berdakwah? [ Indonesia Indonesian Mengapa Kita Harus Berdakwah?? [ Indonesia Indonesian ] Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2009-1430 ? : : 2009-1430 2 Mengapa Kita Harus Berdakwah? [1] Dakwah merupakan jalan

Lebih terperinci

[ ] : : : : : Ibnul Qayyim rahimahullah menguraikan wasiat Nabi Yahya bin Zakariya alaihimassalam yang berbunyi : Artinya: Dan aku memerintahkan kamu untuk shalat, jika kamu shalat maka janganlah kamu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan seorang peneliti harus memahami metodologi penelitian yang merupakan

Lebih terperinci

Meraih Sifat Qona ah (Merasa Kecukupan)

Meraih Sifat Qona ah (Merasa Kecukupan) Meraih Sifat Qona ah (Merasa Kecukupan) Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

أهلها هلندوس الشيخ مد صالح ملنجد

أهلها هلندوس الشيخ مد صالح ملنجد BARU MASUK ISLAM DAN TIDAK MAMPU MENAMPAKKAN KEISALAMANNYA, BAGAIMANA CARA SHALAT DIANTARA KELUARGANYA YANG HINDU? أسلمت حديثا ولا ستطيع إظهار إسلامها فكيف تص ب أهلها هلندوس ] إندوني - Indonesian [ Indonesia

Lebih terperinci

Hukum Meyakini Bahwa Rasulullah SHALALLHU ALAIHI WA SALLAM Ada Di Setiap Tempat Dan Mengetahui Perkara Gaib

Hukum Meyakini Bahwa Rasulullah SHALALLHU ALAIHI WA SALLAM Ada Di Setiap Tempat Dan Mengetahui Perkara Gaib Hukum Meyakini Bahwa Rasulullah SHALALLHU ALAIHI WA SALLAM Ada Di Setiap Tempat Dan Mengetahui Perkara Gaib ] إندوني Indonesian [ Indonesia Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Baz rahimahullah Terjemah : Muhammad

Lebih terperinci

Larangan Meminta Minta

Larangan Meminta Minta Larangan Meminta Minta اجيه عن املسا لة ] إندوني [ Indonesia Indonesian Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy Syaqawi Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2010-1431 اجيه عن املسا لة» باللغة

Lebih terperinci

www.fiqhindonesia.com

www.fiqhindonesia.com 6 196 Daftar Bahasan Pengertian Anjuran Melakukan Hukum Syarat-Syarat Waktu di Sepuluh Malam Terakhir Bulan Ramadhan Hikmah di Balik Anjuran Hal-Hal yang Dibolehkan Bagi Orang yang Hal-Hal yang Membatalkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku,

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penggalian data dan informasi, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH KEPUTUSAN MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-45 TENTANG ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH MUQADDIMAH Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang. Segala puji bagi Allah yang mengasuh

Lebih terperinci

Bab III. Metode Penelitian. Muslim Peserta Didik Di MA Al- Ma arif. Maka pendekatan dalam

Bab III. Metode Penelitian. Muslim Peserta Didik Di MA Al- Ma arif. Maka pendekatan dalam 78 Bab III Metode Penelitian A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Sesuai dengan judul yang dikemukakan yakni Pelaksanaaan Pembelajaran GuruAqidah Akhlak dalam Meningkatkan Kepribadian Muslim Peserta Didik

Lebih terperinci

شعر بنقص إيمانه واستثقال العبادة

شعر بنقص إيمانه واستثقال العبادة MERASAKAN KEIMANANNYA TURUN DAN BERAT DALAM BERIBADAH شعر بنقص إيمانه واستثقال العبادة ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - Syekh Muhammad Shaleh Al-Munajjid الشيخ مد صالح ملنجد Penterjemah: www.islamqa.info

Lebih terperinci

Pertobatan Sejati Suatu Syarat

Pertobatan Sejati Suatu Syarat Pertobatan Sejati Suatu Syarat Agama Menjamin Kebahagiaan Keluarga. Agama keluarga adalah satu kuasa yang ajaib. Tingkah laku suami terhadap istri dan istri terhadap suami akan membuat kehidupan rumah

Lebih terperinci

SURAT PERTAMA Dari Rasul YOHANES

SURAT PERTAMA Dari Rasul YOHANES SURAT PERTAMA Dari Rasul YOHANES 1 62:1:1 Itu yang sudah ada dari permulaan, yang sudah kami dengar, yang sudah kami lihat dengan mata kami, yang sudah kami pandang, dan yang tangan kami sudah pegang dari

Lebih terperinci

Kebaikan Palsu (riya )

Kebaikan Palsu (riya ) Kiat-kiat melawan sifat riya Penderita penyakit parah ini (riya) biasanya tidak sadar bahwa ia tertekan karenanya, sehingga membuat segala perbuatan baiknya tidak bearti. Godaan iblis dan egonya sedemikian

Lebih terperinci

Syarat-Syarat Wajib Zakat

Syarat-Syarat Wajib Zakat Syarat-Syarat Wajib Zakat رش جو لز [ Indonesia Indonesian ند نيn ] Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2010-1431 رش جو لز» باللغة

Lebih terperinci

BAGAIMANA SEORANG MUSLIM MEMBINA DIRINYA SENDIRI كيفية تر ية ملسلم لفسه

BAGAIMANA SEORANG MUSLIM MEMBINA DIRINYA SENDIRI كيفية تر ية ملسلم لفسه BAGAIMANA SEORANG MUSLIM MEMBINA DIRINYA SENDIRI كيفية تر ية ملسلم لفسه ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - Syekh Muhammad Shaleh Al-Munajjid الشيخ مد صالح ملنجد Penterjemah: www.islamqa.info Pengaturan:

Lebih terperinci

MUQADDIMAH KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM

MUQADDIMAH KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM MUQADDIMAH ا ل ح م د ل ل ه ر ب ال ع ال م ي ن و الص لاة و الس لام ع ل ى س ي د ن ا م ح م د س ي د ال م ر س ل ي ن إم ام المتقين وقاي د المجاهدين و ع ل ى آل ه و ص ح ب ه و م ن ت ب ع ه ب ا ح س ان ا ل ى ي و م

Lebih terperinci

Gaya Hidup Islami dan Jahili

Gaya Hidup Islami dan Jahili Gaya Hidup Islami dan Jahili Dalam pandangan Islam gaya hidup dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya hidup jahili. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang

Lebih terperinci

$! " # %& ' ( ) * &+, -. /0 1 &+ 23 4 52 6 27! "#$

$!  # %& ' ( ) * &+, -. /0 1 &+ 23 4 52 6 27! #$ [ ] : : : Ikhtilaf Ulama, Sebab dan Sikap Kita Terhadapnya Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kita nikmat iman dan islam serta kesehatan, karunia yang tiada taranya yang telah diberikan-nya

Lebih terperinci

Oleh: Rokhmat S Labib

Oleh: Rokhmat S Labib Oleh: Rokhmat S Labib Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)? maka sesungguhnya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan suatu metode. Jadi metode

BAB III METODE PENELITIAN. pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan suatu metode. Jadi metode 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Tahap-Tahap Penelitian Metode ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu, yang mempunyai langkah-langkah sistematis. Sedangkan metodelogi

Lebih terperinci

Definisi Khutbah Jumat

Definisi Khutbah Jumat Definisi Khutbah Jumat 1. Definisi khotbah Definisi secara bahasa Khotbah, secara bahasa, adalah 'perkataan yang disampaikan di atas mimbar'. Adapun kata khitbah yang seakar dengan kata khotbah (dalam

Lebih terperinci

Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan)

Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan) Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan) Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2012-1433 صفة صلاة الاستسقاء» باللغة الا ندونيسية «الشيخ مد

Lebih terperinci

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 Assalamu alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Yang

Lebih terperinci

Sesungguhnya Agama Itu Mudah

Sesungguhnya Agama Itu Mudah Sesungguhnya Agama Itu Mudah ] õ µõý û Indonesian [ Indonesia û Ummu Malik Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2013-1435 ßÝõ ÐË Ãßß ÃßÃõ µõýëý ½ Ò ÒÃß ÒÐà : µ Êà ݵ ÕÃÐÃõ µ 2013-1435 Sesungguhnya Agama Itu

Lebih terperinci

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (setan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 09 Tahun 2014 Tentang JUAL BELI TANAH UNTUK KUBURAN DAN BISNIS LAHAN KUBURAN MEWAH

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 09 Tahun 2014 Tentang JUAL BELI TANAH UNTUK KUBURAN DAN BISNIS LAHAN KUBURAN MEWAH FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 09 Tahun 2014 Tentang JUAL BELI TANAH UNTUK KUBURAN DAN BISNIS LAHAN KUBURAN MEWAH (MUI), setelah : MENIMBANG : a. bahwa dewasa ini mulai banyak berkembang usaha properti

Lebih terperinci

ب س م االله الر ح من الر ح ي م

ب س م االله الر ح من الر ح ي م FATWA DEWAN SYARI AH NASIONAL NO: 71/DSN-MUI/VI/2008 Tentang SALE AND LEASE BACK (البيع مع الاستي جار) ب س م االله الر ح من الر ح ي م Dewan Syari ah Nasional, setelah: Menimbang : a. bahwa dalam masyarakat

Lebih terperinci

Orang yang Terakhir Masuk Surga dan yang Paling Rendah

Orang yang Terakhir Masuk Surga dan yang Paling Rendah Orang yang Terakhir Masuk Surga dan yang Paling Rendah ] إندوني Indonesian [ Indonesia Abu Ishaq al-huwaini al-atsari Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2013-1434 من

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapat data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam metodologi penelitian harus didasarkan pada ciri-ciri

Lebih terperinci

Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus

Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus ] ندونييس Indonesian [ Indonesia Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bâz Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto

Lebih terperinci

Apa yang Dianjurkan Setelah Selesai Witir

Apa yang Dianjurkan Setelah Selesai Witir Apa yang Dianjurkan Setelah Selesai Witir ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - DR. Muhammad bin Fahd al-furaih Dinukil dari Buku Masalah-Masalah Shalat Malam (hal. 71-75) 0Terjemah0T 0T: 0TMuhammad Iqbal

Lebih terperinci

Datanglah kepada Allah dalam Cara yang Tepat Bila Saudara Berdoa

Datanglah kepada Allah dalam Cara yang Tepat Bila Saudara Berdoa Datanglah kepada Allah dalam Cara yang Tepat Bila Saudara Berdoa III Apakah cara yang tepat itu? II Dengan sikap yang bagaimana? II Di mana? II Dengan sikap badan yang bagaimana? II Dengan pola apa? Pelajaran

Lebih terperinci

www.fiqhindonesia.com

www.fiqhindonesia.com 13 Shalat Bagi Mereka yang Udzur 128 Daftar Bahasan Pengertian Udzur Shalat Orang Sakit Beberapa Hukum Berkenaan dengan Shalat Orang Sakit Shalat Orang Musafir Makna Safar (Bepergian) Mengqashar Salat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yang akan dilaksanakan, jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Lexy J.Moloeng, medefinisikan metodologi

Lebih terperinci

Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya

Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya Jika saudara tahu bahwa saudara adalah seorang penting maka ini sangat membesarkan hati. Hal itu menimbulkan perasaan senang dalam hati saudara dan juga menolong

Lebih terperinci

TAHUN B - Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf 28 Desember 2015

TAHUN B - Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf 28 Desember 2015 TAHN B - Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf 28 Desember 2015 LTRG SABDA Bacaan pertama (Kej. 15 :1-6; 21:1-3) Anak kandungmulah yang akan menjadi ahli warismu. Bacaan diambil dari Kitab Kejadian:

Lebih terperinci

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG PENGARUH BAGI HASIL DAN KREDIT MACET TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BMT NU SEJAHTERA SEMARANG TAHUN 2011-2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi SyaratGuna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

www.fiqhindonesia.com

www.fiqhindonesia.com 1 248 Daftar Bahasan Kota Makkah dalam Lintasan Sejarah Keutamaan Kota Makkah Beberapa Hukum Berkaitan Dengan Kota Makkah Rangkaian Ibadah Definisi-Definisi Dasar dalam Kota Makkah Merupakan pecahan kata

Lebih terperinci

Masyarakat Merdeka. Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah. Muhammad Ali al-hasyimi. Terjemah : Muzaffar Sahidu

Masyarakat Merdeka. Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah. Muhammad Ali al-hasyimi. Terjemah : Muzaffar Sahidu Masyarakat Merdeka Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah [ Indonesia Indonesian ] Muhammad Ali al-hasyimi Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Muhammad Thalib 2009-1430 ملسلم ملسلم

Lebih terperinci

Educational Courses P.O. Box 0623 Cagayan de Oro 9000 Mindanao, Philippines. Fasal 2. Fasal 5. 7 Saudara-saudara, bukan perintah baru yang

Educational Courses P.O. Box 0623 Cagayan de Oro 9000 Mindanao, Philippines. Fasal 2. Fasal 5. 7 Saudara-saudara, bukan perintah baru yang 8 Jikalau kita mengatakan bahwa kita tidak mempunyai dosa, kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita. 9 Jikalau kita mengaku dosa-dosa kita, Ia adalah setia dan adil mengampuni

Lebih terperinci

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan

Lebih terperinci

Bid'ah-Bid'ah di Bulan Rajab

Bid'ah-Bid'ah di Bulan Rajab 1 Risalah Ilmiyah Ahlus Sunnah Bid'ah-Bid'ah di Bulan Rajab Fatwa-Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Pertanyaan 1: Apa hukum orang yang berpuasa di bulan Rajab selama satu bulan penuh seperti

Lebih terperinci

Pelayanan Mengajar itu Penting

Pelayanan Mengajar itu Penting Pelayanan Mengajar itu Penting Dalam Pelajaran 1 kita belajar tentang pengajaran Kristen sebagai suatu pelayanan. Kita membicarakan perbedaan antara mengajar, berkhotbah, dan memberi kesaksian. Kita juga

Lebih terperinci

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH POKOK MATERI MAKANAN DAN MINUMAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA KELAS VIIIA MTs ASY-SYARIFIYAH

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang mimpi dalam al- Qur an dan as-sunnah Studi Komparasi atas Pemikiran Ibnu Sirin dengan

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang mimpi dalam al- Qur an dan as-sunnah Studi Komparasi atas Pemikiran Ibnu Sirin dengan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang mimpi dalam al- Qur an dan as-sunnah Studi Komparasi atas Pemikiran Ibnu Sirin dengan Ibnu Hajar al-asqalani, maka dapat disimpulkan

Lebih terperinci

Bab Duapuluh-Lima (Chapter Twenty-Five) Didikan dari Tuhan (The Discipline of the Lord)

Bab Duapuluh-Lima (Chapter Twenty-Five) Didikan dari Tuhan (The Discipline of the Lord) Bab Duapuluh-Lima (Chapter Twenty-Five) Didikan dari Tuhan (The Discipline of the Lord) Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap dirinya dari pihak orang-orang

Lebih terperinci

Hukum Sebab Dan Akibat, Serta Bergantung Kepada Sebab

Hukum Sebab Dan Akibat, Serta Bergantung Kepada Sebab Hukum Sebab Dan Akibat, Serta Bergantung Kepada Sebab بالا سبا حكعلق ملسببا لا سبا [ Indonesia Indonesian ند نيn ] Syaikh Muhammad Bin Shalih al-'utsaimin rahimahullah Terjemah :Muhammad Iqbal A.Gazali

Lebih terperinci

8 AKHLAK BAB. Dr. Marzuki, M.Ag. Dosen PKn dan Hukum FIS UNY STANDAR KOMPETENSI 11: Membiasakan perilaku terpuji.

8 AKHLAK BAB. Dr. Marzuki, M.Ag. Dosen PKn dan Hukum FIS UNY STANDAR KOMPETENSI 11: Membiasakan perilaku terpuji. Dr. Marzuki, M.Ag. Dosen PKn dan Hukum FIS UNY BAB 8 AKHLAK STANDAR KOMPETENSI 11: Membiasakan perilaku terpuji. KOMPETENSI DASAR: 11.1. Menjelaskan arti kerja keras, tekun, ulet, dan teliti. 11.2. Menampilkan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: TSALIS HIDAYATI NIM 11507020. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

SKRIPSI. Oleh: TSALIS HIDAYATI NIM 11507020. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA OPERASI HITUNG PERKALIAN DENGAN METODE BERMAIN KARTU PADA SISWA KELAS III MI DADAPAYAM II KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW

ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya,

Lebih terperinci

ب س م االله الر ح من الر ح ي م

ب س م االله الر ح من الر ح ي م 1 FATWA DEWAN SYARI'AH NASIONAL NO: 38/DSN-MUI/X/2002 Tentang SERTIFIKAT INVESTASI MUDHARABAH ANTARBANK (SERTIFIKAT IMA) ب س م االله الر ح من الر ح ي م Dewan Syari'ah Nasional setelah, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

TEMAN WANITA BARU MASUK ISLAM, APAKAH PERLU DIBERITAHU TENTANG HARAMNYA TETAP HIDUP BERSAMA SUAMINYA YANG KAFIR

TEMAN WANITA BARU MASUK ISLAM, APAKAH PERLU DIBERITAHU TENTANG HARAMNYA TETAP HIDUP BERSAMA SUAMINYA YANG KAFIR TEMAN WANITA BARU MASUK ISLAM, APAKAH PERLU DIBERITAHU TENTANG HARAMNYA TETAP HIDUP BERSAMA SUAMINYA YANG KAFIR أسلمت صديقتها حديثا فهل ربها بتحر م بقاي ها مع زوجها لاكفر ] إندوني - Indonesian [ Indonesia

Lebih terperinci

Cara Bersuci dan Shalat Orang yang Sakit

Cara Bersuci dan Shalat Orang yang Sakit Cara Bersuci dan Shalat Orang yang Sakit كيفية طها صلا ملريض [ Indonesia Indonesian ند نيn ] Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa Terjemah :Muhammad Iqbal A.Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Lebih terperinci

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang." Katakanlah:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu.(lasa,2009:207). Kata ilmiah dalam Kamus Besar

Lebih terperinci

Apakah Hukumnya Bila Suami Masuk Islam Dan Bagaimana Bila Sebaliknya?

Apakah Hukumnya Bila Suami Masuk Islam Dan Bagaimana Bila Sebaliknya? Apakah Hukumnya Bila Suami Masuk Islam Dan Bagaimana Bila Sebaliknya? ما حلكم سلم لز جگرصk لعكس [ Indonesia Indonesian ند نيn ] Penyusun : Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa Terjemah : Muhammad

Lebih terperinci

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Antarpribadi Orangtua Terhadap Anak Penderita Autisme di SDLBN Bangunharjo, Pulisen, Boyolali) SKRIPSI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penggunaan metode yang tepat dalam penelitian adalah syarat utama dalam mencari data. Mengingat penelitian merupakan suatu proses pengumpulan sistematis dan analisis logis terhadap

Lebih terperinci

PENERAPAN HUMAN RELATIONS DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI MUSEUM SANG NILA UTAMA SKRIPSI

PENERAPAN HUMAN RELATIONS DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI MUSEUM SANG NILA UTAMA SKRIPSI PENERAPAN HUMAN RELATIONS DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI MUSEUM SANG NILA UTAMA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Pada Fakultas Dakwah

Lebih terperinci

PERANAN POLRI DALAM MENANGGULANGI UNJUK RASA YANG DILAKUKAN SECARA ANARKIS (Studi di Poltabes Yogyakarta) SKRIPSI

PERANAN POLRI DALAM MENANGGULANGI UNJUK RASA YANG DILAKUKAN SECARA ANARKIS (Studi di Poltabes Yogyakarta) SKRIPSI PERANAN POLRI DALAM MENANGGULANGI UNJUK RASA YANG DILAKUKAN SECARA ANARKIS (Studi di Poltabes Yogyakarta) SKRIPSI Disusun untuk memenuhi salahsatu syarat guna memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Hukum

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula.

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula. 40 BAB III METODE PENELITIAN Metodologi penelitian dalam suatu penelitian sangat penting, sebab dengan menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula. Artinya apabila seseorang

Lebih terperinci

السلم عليكم ورحمة ا وبركاته. Oleh: M. Danusiri MANFAAT CIPTAAN : AKSIOLOGI ALAM SEMESTA

السلم عليكم ورحمة ا وبركاته. Oleh: M. Danusiri MANFAAT CIPTAAN : AKSIOLOGI ALAM SEMESTA MANFAAT CIPTAAN : AKSIOLOGI ALAM SEMESTA السلم عليكم ورحمة ا وبركاته Oleh: M. Danusiri Disampaikan dalam kajian studi Islam di Rusunawa Unimus,29 Juni 2011, Semua ciptaan ada manfaatnya (Yaitu) orang-orang

Lebih terperinci