BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS"

Transkripsi

1 BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS Cnth. Jumlah prtn, neutrn dan electrn dalam suatu atm.. 5 Tentukan Jumlah prtn, neutrn dan electrn dalam suatu atm. Fe Dari Lambang nuklida 5 Fe,maka Z dan A 5.. Jumlah prtn dalam inti ditunjukkan leh nmr atm Z sehingga jumlah prtn Z. Jumlah nuclen (prtn neutrn) ditunjukkan leh nmr massa A sehingga : Jumlah prtn + jumlah neutrn A Jumlah neutrn A-Z Untuk atm netral, jumlah electrn jumlah prtn. Cnth. Menyatakan satuan Massa atm ( u) dalam kg. Gunakan bilangan Avgadr (,0 0 3 ) untuk menunjukkan bahwa u, 0 - kg. Bilangan Avgadr N A,memiliki nilai,0 0 3 atm. ml atm C- g.,0 0 3 atm C- 0 3 kg Massa atm C-,00 Massa atm C-, kg. Sesuai dengan definisi, u tepat sama dengan Maka, u massa istp C-, kg. u, 0 - kg kg. massa istp C-, Cnth.3 Defek massa, energi ikat, dan energi ikat per nuclen. Gunakan table. untuk menghitung defek massa, energi ikat, dan energi ikat per nuklen untuk atm karbn C (massa atm, u ). Langkah Tentukan banyaknya prtn, neutrn dan elekrn dalam atm karbn C. Banyaknya prtn sama dengan nmr atm Z, yaitu. bnyaknya neutrn sama dengan selisih antara nmr massa dan nmr atm, yaitu A Z.

2 Untuk atm netral, banyaknya electrn sama dengan banyaknya prtn. Jadi, banyaknya electrn adalah. Langkah Hitung jumlah massa atm netral dari partikel partikel pembentuknya, yaitu prtn, neutrn, dan electrn ( Lihat tabel.). Massa prtn,00 u,03 5 u Massa neutrn,008 5 u, u Massa elektrn 0, u 0,003 9 u + Massa C-, u. Langkah 3 Hitung defek massa, yaitu selisih massa antara jumlah massa partikel partikel pembentuk atm (diperleh dari langkah ) dengan massa atm netral yang diperleh dari hasil pengukuran spectrmeter massa. Karena massa atm netral C- adalah, u, maka defek massa m, adalah ; m, u, u 0, u Langkah Hitung energi ikat inti E ( dalam satuan MeV) dengan menggunakan persamaan (-). E m (93 MeV/u) (0, u) ( 93 MeV/u ) 9, MeV Langkah 5 Hitung energi ikat per nuklen, yaitu hasil bagi antara energi ikat 9 dari langkah )dengan banyaknya nuklen pembentuk inti ( sama dengan nmr massa A). jadi, energi ikat rata-rata per nuklen dalam inti C- adalah : E 9,meV,8 MeV/nuklen A nuklen Cnth. Menghitung energi ikat dengan persamaan 9-) Massa istp 3 Li adalah,08 u. hitung energi ikat per nuklen. (Massa H,008 u, massa neutrn,009 u, dan u 93 MeV). 3 Li artinya nmr atm Z + 3 Nmr massa A +. Kita hitung dahulu energi ikat ttal dengan persamaan (-). E [ Zm H + ( A-Z)m n m 3 Li ] 93 MeV/u [ (3,008) + (-3) (,009) (,08)]u 93 MeV/u E 0,0 93 MeV 39,0 MeV

3 3 Energi ikat per nuklen adalah: E A 39,0meV nuklen 5,58 MeV/nuklen. Cnh.5 Energi yang dibebaskan pada peluruhan alfa Inti Ra- memancarkan sinar sesuai dengan persamaan (-). Hitung energi desintegrasi Q untuk prses ini. Ambil massa Ra-,05 0 u, massa Rn-,0 5 u, dan massa He,00 03 u. Inti induk X adalah Ra- Inti anak Y adalah Rn- Dengan menggunakan Persamaan (-) kita perleh Q (m X m Y m ) 93 MeV (,0 50,0 5 -,00 03 )u 93 MeV. 0, MeV,8 MeV. Seperti yang kita telah ketahui sebelumnya bahwa hamper semua energi ini muncul sebagai energi kinetic sinar dan sebagian kecil saja yang muncul sebagai energi kinetic inti anak. Dalam prses ini, energi kinetic sinar kira kira,8 MeV, sedangkan energi kinetic inti anak hanya kira kira 0, MeV. Sinar biasanya dipancarkan leh inti anak (Z > 83 atau A > 00). Seperti pada table.5. pada table ini juga ditunjukkan harga harga energi kinetic sinar (K ), waktu par (T ) dan tetapan peluruhan (). Cnth. Energi yang dibebaskan pada peluruhan partikel Berapa besar energi yang dibebaskan ketika memancarkan partikel. Massa atm netral : C,003 u C meluruh menjadi N dengan N,003 0 u. Karena data yang diketahui biasanya adalah untuk atm netral, maka kita harus memperhatikan electrn-elektrn yang terlibat. Anggap inti induk yang netral adalah inti induk yang memiliki atm rbital, dan massanya adalah,003 u. Inti anak, dalam peluruhan ini yaitu N, tidaklah netral sebab inti ini memiliki enam electrn rbital tetapi intinya memiliki muatan +e. tetapi massa inti ini dengan keenam elektrnnya, ditambah dengan massa dari electrn (partikel beta) yang dipancarkan (yang membuat ttal jumlah elektrn) adalah tepat dengan massa sebuah atm nitrgen ( N )netral. Karena itu massa ttal pada keadaan akhir : (massa inti N + elektrn)+ (massa elektrn) Sama dengan Massa atm N netral (termasuk elektrn).

4 Yang menurut data adalah,003 0 u. (catat bahwa neutrn tidak menyumbang baik pada keseimbangan massa maupun muatan). Jadi, massa setelah peluruhan adalah,003 u, sedangkan sebelum peluruhan adalah,003 0 u. selisih massa adalah 0,000 8 u, yang berhubungan dengan energi. (0,000 8 u) (93 MeV/u) 0,5 MeV atau 5 kev Cnth. peluruhan ke keadaan eksitasi dilanjutkan kekeadaan dasar * 5 B meluruh menjadi partikel, yang kemudian meluruh ke keadaan dasar C ( * menyatakan keadaan eksitasi dengan memancarkan C dengan memancarkan sinar yang memiliki energi kinetic,3 MeV. Berapa energi kinetic maksimum dari partikel,yang dipancarkan? Untuk menentukan harga energi G untuk peluruhan dengan persamaan peluruhan : * 5 B C + 0 β (-) Kita mula mula perlu menghitung massa inti dalam keadaan tereksitasi (massa C*). Massa C pada keadaan dasar adalah, u sehingga massa pada keadaan tereksitasi ( C*) adalah:,3mev, u +,00 58 u. 93MeV / u Perhatikan Persamaan (-), massa atm netral 5 B sebelum peluruhan adalah,0 * 35 u, sedang massa atm netral 5C sesudah peluruhan adalah,00 58 u., sehingga energi reaksi Q untuk Persamaan (-) adalah : Q (,0 35 u -,00 58 u) 93 MeV/u. 8,93 MeV * Abaikan energi kinetic dari inti 5C, maka energi kinetic maksimum partikel adalah 8,93 MeV, seperti ditunjukkan pada Gambar.. Cnth.8 Masalah peluruhan. Menghitung waktu par Sesudah jam,seperenambelas bagian suatu unsure radiaktif masuh tersisa. Hitung waktu par unsure tersebut dinyatakan dalam menit. Jawab; Umur unsure radiaktif t jam 0 menit. Unsure radiaktif yang tinggal N N Mula mula, hitung bilangan n dengan persamaan 9-). n N N N N n Kemudian kita hitung waktu par dengan persamaan (-3). n

5 5 n t T t T n 0menit 30 menit. Menentukan jumlah massa atm radiaktif setelah peluruhan Bi yang waktu par nya 5 hari meluruh menurut Bi P + β jika mula mula terdapat g 0 Waktu par Bi 0 0 Bi, berapa banyak P adalah T 5 hari. 0 Bi mula mula adalah m g. 0 Selang waktu peluruhan Bi adalah t 5 hari. dihasilkan setelah 5 hari? 0 Mula mula kita hitung dahulu Bi yang tinggal setelah meluruh dengan menggunakan Persamaan (-) dan (-3). t 5hari n 3 5hari n T N N lambing N dan N dapat kita gantikan dengan massa m dan m 0 karena banyaknya atm sebanding dengan massa. Jadi, massa Bi yang tinggal : n 3 M m ( g) 9 g 0 Ini berarti massa Bi yang telah meluruh membentuk M m g 9 g 3 g 0 P adalah : 3. Menentukan aktivasi radiasi 98 Waktu par Au adalah 3,0 hari. 98 (a). berapa tetapan peluruhan Au? 98 (b) Misalkan kita memiliki,00 g cnth Au. Berapakah aktivitasnya? (c). Berapa aktivitas cnth tersebut setelah berumur satu minggu? (a) waktu par T /,0 hari tetapan peluruhan dapat dihitung dengan Persamaan 9-b). 0,093 T / atau λ 0,093 0,093 hari jam T/,0hari jam 300s,9 0 - s -

6 (b) Aktivasi radiasi A menurut persamaan (-) adalah A N dengan N adalah banyaknya atm. Banyaknya atm n dapat kita perleh jika ml n diketahui, sesuai persamaan : N n N A, dengan N A,0 0 3 atm/ml adalah bilangan Avgadr. Ml n dapat kita perleh dari massa m (dalam gram), sesuai persamaan: n M m, dengan M massa mlar istp. 98 Untuk Au, M 98 g/ml. Massa m,00 g, g n m M,00 0, 98g / ml,00 0 N n N A 98g / ml N 3,0 0 5 atm,0 0 3 atm/ml Jadi aktivasi radiasi: A N (,9 0 - s - ) (3,0 0 5 atm) A 9, atm/s 9, Bq. Karena Ci 3, 0 0 Bq, dalam satuan Ci, 9 9,030 Bq A 0,Ci 0 3,0 Bq / Ci (c) Aktivitas mula mula A 9, Bq. Umur t minggu hari. Aktivitas akhir A, dapat kita hitung dengan Persamaan (-0): A A e -t 0,93 ;,0hari 0,93,0 ( hari) (9, hari Bq) e (9,03 0 9,9 Bq) e (9, Bq) (0,58), Bq. Cnth.9 Ketebalan lapisan Harga Par Ketebalan lapisan harga par (half Value layer, disingkat HVL) sebuah penyerap radiasi didefinisikan sebagai ketebalan medium yang akan mengurangi intensitas seberkas partikel-partikel menjadi separ dari intensitas mula-mula. Hitunglah ketebalan lapisan harga par untuk Timbal, denmgan seberkas sinar gamma dengan energi 0, MeV. Intensitas sinar gamma, I, berubah terhadap ketebalan dari timbale, dengan persamaan: I I e -

7 Dalam kasus ini I I sehingga diperleh I I e - In - In e - -In - In µ Kefisien pelemahan, untuk timbale dengan energi sinar gamma 0, MeV adalah 59,8 cm - (diperleh dari table.0) In 0,93, 0 - cm, mm. 59,8cm 59,8cm Jadi,dapat kita simpulkan bahwa Timbal adalah penyerap sinar gamma yang sangat baik Cnth.0 Dsis serapan dan dsis serapan ekivalen Seberkas sinar alfa mempunyai luas penampang cm 3 dan membawa 0 8 partikel/detik. Energi tiap partikelnya adalah,5 MeV. Berkas ini menembus daging setebal 0,5 cm (massa jenis 0,95 g/ cm 3) dan kehilangan 5% dari intensitasnya. tentukan dsis serapan (dalam Gy) dan dsis serapan ekivalen (dalam Sv) yang diserap leh daging itu setiap detiknya. Dsis serapan ialah energi yang terserap dalam setiap kg zat 9 dalam hal ini daging). Jumlah partikel yang diserap tiap detik adalah ; 8 MeV 0 9 detik) 5% 3,5 0 partikel partikel Energi yang terserap per detik adalah : MeV,5 ( 3,5 0 partikel), 0 MeV partikel Jumlah massa daging yang menyerap energi ini adalah : Massa V Ad dengan A luas dan d tebal g 0,95 3 ( cm ) (0,5 cm),3 g cm,3 0-3 kg. Jadi Dsis serapan setiap detik adalah : 9,0 MeV 0 0 ev, 0 J D 3 3,3 0 kg,30 kg ev 0,009 J/kg 0,009 Gy atau 0,9 rad Untuk menentukan dsis serapan ekivalen, H, kita tentukan dahulu factr kualitas, Q, dari sinar alfa dengan melihat table.. karena Q alfa 0 0, kita tetapkan saja Q alfa 0. dengan demikian, H (dalam Sv) D(dalam Gy) Q 0, ,098 Sv.

8 8 Cnth. energi reaksi dan energi kinetic pada reaksi inti (a) Hitung harga Q untuk reaksi inti H + 3 Cu n+ Zn (b) Deutern dengan energi,00 MeV ditembakkan pada sasaran 3 Cu, dan diamati adanya neutrn yang keluar dengan energi kinetic,85 MeV. Tentukan energi kinetic Zn. (a) Massa atm bias diperleh dari table ; H :,0 0 u n :,008 5 u 3 Cu :, u Zn : 3,99 5 u Energi reaksi q bias dihitung dengan persamaan 9-9) : Q [(m H +m Cu ) (m n + m Zn ) ] 93 MeV/u Q [,0 0 +, (, , 99 5)] u 93 MeV/u (0,58 u) 93 MeV/u 5,85 MeV (b) Diketahui K H,00 MeV, K n,85 MeV Energi kinetic Zn(K Zn ) bias dihitung dengan Persamaan (-30) : Q K n + K Zn K H ; inti sasaran Cu dianggap diam. K Zn Q + K H K n (5,85 +,00,85 ) MeV 0,35 MeV Cnth. Energi reaksi fisi kg U-35 Perkirakan energi yang dibebaskan jika kg U-35 habis membelah dalam reaksi fisi. Energi yang dibebaskan dalam reaksi fisi suatu inti U-35 dapat kita taksir dari grafik energi ikat per nuklen (lihat kembali Gambar.8). Dari grafik.8, energi ikat per nuklen untuk unsur unsure yang memempati bagian tengah table peridic (termasuk Ba- dan Kr-9) kira kira 8,5 MeV sedangkan untuk inti berat (yaitu U-35) adalah, MeV. Dengan demikian fisi U-35 akan membebaskan energi ikat 0,9 MeV (dari 8,5, ) per nuklen. Satu inti U-35 memiliki 35 nuklen dank arena itu energi dibebaskan per fisi adalah 350,9 MeV 00 MeV. Energi ini dalam kenyataannya sangat kecil, 00 mev 00 0 (, 0-9) J 3, 0 - J. bandingkan kita menghabiskan kira-kira 5 J ketika mengangkat beban ringan dari lantai keatas meja. Tetapi dalam sedikit sample uranium terdapat milyaran inti, sehingga energi ttal yang diprduksi dapat sangat besar.

9 Sebagai cnth mari kita hitung energi yang dihasilkan ketika inti yang terkandung dalam kg U-35 mengalami fisi. Massa atm U-35 adalah 35. Ini berarti bahwa ada,03 0 atm dalam 35 kg uranium. Banyak atm dalam kg U-3,030 atm 5 0 atm 35 Energi yang diketahui (5 0 ) 00 mev,5 0 00, 0-3 J sebab MeV, 0-3 J,5 0 3, 0 - J 8, 0 3 J kwh ( 0 3 J/s)(3 00 s) 3, 0 J Energi yang diprduksi leh kg U ,0 J,8 0 kwh. 3,0 J / kwh Untuk membayangkan besar energi ini,maka energi sebesar ini cukup untuk menjaga agar sebuah bla lampu pijar 00 W menyala terus- menerus selama tahun. 3 Tampak bahwa kg 9 U menghasilkan energi yang luar biasa besar. 9 Cnth.3 menghitung energi pada reaksi fusi Pada reaksi fusi : 3 H + H He+ n + Q Tentukanlah besarnya energi reaksi fusi Q. m H-,0 0 u, m H-3 3,0 09 u, m He,00 0 u, m n,008 5 u 0 Massa reaktan m H- + m H-3 (,0 0 u + 3,0 09 u) 5,030 5 u Massa prduk m He + m n (,00 0 u +,008 5 u) 5,0 u Selisih massa m 0,08 88 u Energi reaksi fusi Q m 93 MeV/u 0,08 88 u 93 MeV/u,58 mev. - Cnth. Massa Deuterium yang diperlukan pada PLTN 3 Fusi dari H + H He + Q diusulkan digunakan untuk memprduksi tenaga listrik pada industri. Anggap efisiensi prses adalah 30%, tentukan berapa kilgram deuterium akan diknsumsi dalam sehari untuk keluarga 50 MW. Deketahui: Massa H, 08u Massa He, 0038u u 93,5 MeV.

10 0 Energi dibebaskan tiap reaksi fusi (dua atm H-) adalah 93,5 MeV Q [ (,08),0038 ] u u MeV Keluaran 30% Q 0,3 MeV, MeV,MeV Keluaran per atm H- 3, MeV Untuk keluaran 50 MW atau MJ/s atau 50 0 J/s diperlukan jumlah atm deuterium (H-) sebanyak 500 J / s 9 atm 8,80 3 3,MeV, 0 J s MeV Massa deuterium (dalam kg) yang dip[erlukan dalam sehari adalah 8,8 0 9 atm jam 300s s hari jam,995 0 atm,08g ml 3 hari ml,00 atm g kg,5 0 0,05 kg. hari 000g Catatan : Factr factr kanversi yang digunakan dalam Cnth. ini adalah sebagai berikut ; MeV, 0-3 J hari jam; jam 300 s ml,08 g untuk deuterium N A,0 0 3 atm/ml. Cnth.5 Menentukan umur batuan meterit Dalam suatu batuan meterit tertentu, perbandingan antara banyak atm uranium 0 8 Pb Sebagai hasil peluruhan 38 U adalah /. Jika waktu par 38 U adalah,5 0 9 tahun, taksirlah umur batuan meterit tersebut. Ketika batuan mula-mula terbentuk,yang ada hanyalah radiistpe U-38 sedang istp stabil Pb-0. Jadi, jumlah atm Pb-0 barasal dari jumlah atm U-38 yang meluruh. Diketahui rasi

11 jumlah. atmu 38 jumlah. atmpb 0 Artinya, jumlah. atmu 38yang. sisa jumlah. atmpb 0. yang. telah. meluruh Misalkan jumlah atm U-38 mula mula adalah N dan jumlah atm U-38 yang sisa adalah N, maka rasi N N N N N N N 8 N atau N N 8 Sedangkan rumus peluruhan untuk hubungan antara N dan N (lihat Persamaan (-)) adalah : N N Sedang N N 8 n Jadi n 3 8 n 3 Sedang n T t, dengan t adalah umur batuan meterit T,5 0 9 tahun adalah waktu par U-38. Jadi, t nt 3(,5 0 9 tahun), tahun.

BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS

BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS I. SOAL PILIHAN GANDA Soal pilihan ganda 0. 80 mewakili suatu atom unsure. setiap atom netral unsure ini mengandung. A. 0 elektron dan 80 neutron B. elektron dan 0 neutron

Lebih terperinci

Struktur Inti Atom. Atom yang memiliki Z sama tetapi A berbeda disebut Isotop (isotope) Contoh. Hidrogen Deuteriumon Tritium

Struktur Inti Atom. Atom yang memiliki Z sama tetapi A berbeda disebut Isotop (isotope) Contoh. Hidrogen Deuteriumon Tritium Struktur Inti Atom Massa Atom 99,9 % terdapat dalam inti yang terdiri dari proton (muatan = e +) massa energi 938,28 Mev dan netron (muatan =0) massa energi 929,57 Mev sedangkan elektron berada di kulit

Lebih terperinci

1. Dua batang logam P dan Q disambungkan dengan suhu ujung-ujung berbeda (lihat gambar). D. 70 E. 80

1. Dua batang logam P dan Q disambungkan dengan suhu ujung-ujung berbeda (lihat gambar). D. 70 E. 80 1. Dua batang logam P dan Q disambungkan dengan suhu ujung-ujung berbeda (lihat gambar). Apabila koefisien kondutivitas Q, logam P kali koefisien konduktivitas logam Q, serta AC = 2 CB, maka suhu di C

Lebih terperinci

PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN)

PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN) PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN) Masyarakat pertama kali mengenal tenaga nuklir dalam bentuk bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia II tahun 1945. Sedemikian

Lebih terperinci

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional PDL.PR.TY.PPR.00.D03.BP 1 BAB I : Pendahuluan BAB II : Prinsip dasar deteksi dan pengukuran radiasi A. Besaran Ukur Radiasi B. Penggunaan C.

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL TAHUN 2010

UJIAN NASIONAL TAHUN 2010 UJIN NSIONL THUN 00 Pilihlah satu jawaban yang paling benar. Seorang anak berjalan lurus 0 meter ke barat, kemudian belok ke selatan sejauh meter, dan belok lagi ke timur sejauh meter. Perpindahan yang

Lebih terperinci

BAB V Ketentuan Proteksi Radiasi

BAB V Ketentuan Proteksi Radiasi BAB V Ketentuan Proteksi Radiasi Telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No. 63 Tahun 2000 tentang Keselamatan dan kesehatan terhadap pemanfaatan radiasi pengion dan Surat Keputusan Kepala BAPETEN No.01/Ka-BAPETEN/V-99

Lebih terperinci

SPMB/Fisika/UMPTN Tahun 1992

SPMB/Fisika/UMPTN Tahun 1992 1. Akibat rotasi bumi, keadaan Ida yang bermassa a dan ada di Bandung, dan David yang bermassa a dan ada di London, akan sama dalam hal... A. laju linearnya B. kecepatan linearnya C. gaya gravitasi buminya

Lebih terperinci

STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR

STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR 1. Partikel dasar : partikel-partikel pembentuk atom yang terdiri dari elektron, proton den neutron. 1. Proton : partikel pembentuk atom yang mempunyai massa sama dengan

Lebih terperinci

BAB V HUKUM NEWTON TENTANG GERAK

BAB V HUKUM NEWTON TENTANG GERAK BAB V HUKUM NEWTON TENTANG GERAK Ilmuwan yang sangat berjasa dalam mempelajari hubungan antara gaya dan gerak adalah Isaac Newton, seorang ilmuwan Inggris. Newton mengemukakan tiga buah hukumnya yang dikenal

Lebih terperinci

Alat Proteksi Radiasi

Alat Proteksi Radiasi Alat Proteksi Radiasi Latar Belakang Radiasi nuklir tidak dapat dirasakan oleh manusia secara langsung, seberapapun besarnya. Agar pekerja radiasi tidak mendapat paparan radiasi yang melebihi batas yang

Lebih terperinci

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASANNYA

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASANNYA CONTOH SOAL DAN PEMBAHASANNYA MATA PELAJARAN IPA - FISIKA SUMBER: Bp. Setiawan BESARAN DAN SATUAN Perhatikan tabel berikut! Besaran pokok menurut SI dengan alat ukurnya yang benar adalah... A. 1 dan 2

Lebih terperinci

KALOR. Keterangan Q : kalor yang diperlukan atau dilepaskan (J) m : massa benda (kg) c : kalor jenis benda (J/kg 0 C) t : kenaikan suhu

KALOR. Keterangan Q : kalor yang diperlukan atau dilepaskan (J) m : massa benda (kg) c : kalor jenis benda (J/kg 0 C) t : kenaikan suhu KALOR Standar Kompetensi : Memahami wujud zat dan perubahannya Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Lebih terperinci

Perang di Luar Angkasa

Perang di Luar Angkasa Perang di Luar Angkasa Ini bukan seperti perang bintang yang digambarkan dalam film legendaris Star Wars. Perang ini terjadi di luar angkasa dalam upaya mencegah terjadinya perang di bumi ini. Bagaimana

Lebih terperinci

BAB IV Alat Ukur Radiasi

BAB IV Alat Ukur Radiasi BAB IV Alat Ukur Radiasi Alat ukur radiasi mutlak diperlukan dalam masalah proteksi radiasi maupun aplikasinya. Hal ini disebabkan karena radiasi, apapun jenisnya dan berapapun kekuatan intensitasnya tidak

Lebih terperinci

yang tinggi, dengan pencelupan sedang dan di bagian tengah baja dapat dicapai kekerasan yang tinggi meskipun laju pendinginan lebih lambat.

yang tinggi, dengan pencelupan sedang dan di bagian tengah baja dapat dicapai kekerasan yang tinggi meskipun laju pendinginan lebih lambat. 10: HARDENABILITY 10.1 Hardenability Mampu keras merujuk kepada sifat baja yang menentukan dalamnya pengerasan sebagai akibat proses quench dari temperatur austenisasinya. Mampu keras tidak dikaitkan dengan

Lebih terperinci

Untuk terang ke 3 maka Maka diperoleh : adalah

Untuk terang ke 3 maka Maka diperoleh : adalah JAWABAN LATIHAN UAS 1. INTERFERENSI CELAH GANDA YOUNG Dua buah celah terpisah sejauh 0,08 mm. Sebuah berkas cahaya datang tegak lurus padanya dan membentuk pola gelap terang pada layar yang berjarak 120

Lebih terperinci

Prinsip Dasar Pengukuran Radiasi

Prinsip Dasar Pengukuran Radiasi Prinsip Dasar Pengukuran Radiasi Latar Belakang Radiasi nuklir tidak dapat dirasakan oleh panca indera manusia oleh karena itu alat ukur radiasi mutlak diperlukan untuk mendeteksi dan mengukur radiasi

Lebih terperinci

dengan lintasan melingkar dan kecepatan sudut (ω) di setiap titik pada benda tersebut besarnya

dengan lintasan melingkar dan kecepatan sudut (ω) di setiap titik pada benda tersebut besarnya Setelah proses pembelajaran, diharapkan siswa dapat: 1. Menganalisis gerak melingkar tidak beraturan 2. Membedakan gerak melingkar beraturan, dan gerak melingkar berubah beraturan 3. Merumuskan gerak melingkar

Lebih terperinci

PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN..

PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN.. PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN.. Kriiiing..kriiiing bel berbunyi, tanda jam pelajaran ke Sembilan sudah berbunyi, tanda masuk di dua jam terakhir. Aku berfikir

Lebih terperinci

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l 160 1. Sebuah batu yang massanya sama digantung pada seutas tali yang berbeda panjangnya. Gambar manakah yang akan menghasilkan jumlah ayunan terbanyak untuk selang waktu tertentu. a b. l 1.5 l c d. 1.75

Lebih terperinci

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C)

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C) Pengaruh Kadar Gas Co 2 Pada Fotosintesis Tumbuhan yang mempunyai klorofil dapat mengalami proses fotosintesis yaitu proses pengubahan energi sinar matahari menjadi energi kimia dengan terbentuknya senyawa

Lebih terperinci

GELOMBANG MEKANIK. (Rumus) www.aidianet.co.cc

GELOMBANG MEKANIK. (Rumus) www.aidianet.co.cc GELOMBANG MEKANIK (Rumus) Gelombang adalah gejala perambatan energi. Gelombang Mekanik adalah gelombang yang memerlukan medium untuk merambat. A = amplitudo gelombang (m) = = = panjang gelombang (m) v

Lebih terperinci

REAKTOR PEMBIAK CEPAT

REAKTOR PEMBIAK CEPAT REAKTOR PEMBIAK CEPAT RINGKASAN Elemen bakar yang telah digunakan pada reaktor termal masih dapat digunakan lagi di reaktor pembiak cepat, dan oleh karenanya reaktor ini dikembangkan untuk menaikkan rasio

Lebih terperinci

Perbandingan Kinerja Detektor NaI(Tl) Dengan Detektor CsI(Tl) Pada Spektroskopi Radiasi Gamma

Perbandingan Kinerja Detektor NaI(Tl) Dengan Detektor CsI(Tl) Pada Spektroskopi Radiasi Gamma Jurnal Gradien Vol.3 No.1 Januari 2007 : 204-209 Perbandingan Kinerja Detektor NaI(Tl) Dengan Detektor CsI(Tl) Pada Spektroskopi Radiasi Gamma Syamsul Bahri Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu

Lebih terperinci

BAB III. Universitas Sumatera Utara MULAI PENGISIAN MINYAK PELUMAS PENGUJIAN SELESAI STUDI LITERATUR MINYAK PELUMAS SAEE 20 / 0 SAE 15W/40 TIDAK

BAB III. Universitas Sumatera Utara MULAI PENGISIAN MINYAK PELUMAS PENGUJIAN SELESAI STUDI LITERATUR MINYAK PELUMAS SAEE 20 / 0 SAE 15W/40 TIDAK BAB III METODE PENGUJIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian MULAI STUDI LITERATUR PERSIAPAN BAHAN PENGUJIAN MINYAK PELUMAS SAE 15W/40 MINYAK PELUMAS SAEE 20 / 0 TIDAK PENGUJIAN KEKENTALAN MINYAK PELUMAS PENGISIAN

Lebih terperinci

RinGkasan MaTeri. 1 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 100% 1 1 balok ubin dibagi 4 menjadi 4 ubin kecil yang senilai dengan 4

RinGkasan MaTeri. 1 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 100% 1 1 balok ubin dibagi 4 menjadi 4 ubin kecil yang senilai dengan 4 RinGkasan MaTeri Persen adalah perseratus atau sebuah pecahan yang penyebutnya 00, misal Menyatakan dalam persen (%) 7 % = 7 00 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 00% balok ubin dibagi 4 menjadi

Lebih terperinci

Kestabilan inti Ukuran dsn bentuk inti Jari-jari inti atom r bergantung pada nomor massa A dan secara pendekatan diberikan oleh jari jari atom.

Kestabilan inti Ukuran dsn bentuk inti Jari-jari inti atom r bergantung pada nomor massa A dan secara pendekatan diberikan oleh jari jari atom. BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS. Inti Atom Partikel-partikel bermuatan positif yang menyusun inti yang disebut dengan Proton.Menurut Millikan dan Thomson,massa electron sangatlah kecil,sehingga massa

Lebih terperinci

TANAH. Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah. Hubungan tanah dan organisme :

TANAH. Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah. Hubungan tanah dan organisme : TANAH Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah Hubungan tanah dan organisme : Bagian atas lapisan kerak bumi yang mengalami penghawaan dan dipengaruhi oleh tumbuhan

Lebih terperinci

KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA

KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG KESELAMATAN RADIASI DALAM PENYIMPANAN TECHNOLOGICALLY ENHANCED NATURALLY

Lebih terperinci

PENGUKURAN RADIOAKTIF MENGGUNAKAN DETEKTOR NaI, STUDI KASUS LUMPUR LAPINDO

PENGUKURAN RADIOAKTIF MENGGUNAKAN DETEKTOR NaI, STUDI KASUS LUMPUR LAPINDO PENGUKURAN RADIOAKTIF MENGGUNAKAN DETEKTOR NaI, STUDI KASUS LUMPUR LAPINDO Insan Kamil Institut Teknologi Bandung Abstrak Pengukuran radioaktif dengan metode scintillation menggunakan detektor NaI untuk

Lebih terperinci

MODUL PERCOBAAN TERMOKIMIA

MODUL PERCOBAAN TERMOKIMIA MODUL PERCOBAAN TERMOKIMIA Tujuan Percobaan Mempelajari bahwa setiap reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan energi Mempelajari bahwa perubahan kalor dapt diukur atau dipelajari dengan percobaan

Lebih terperinci

Perbandingan Konfigurasi Pipa Paralel dan Unjuk Kerja Kolektor Surya Plat Datar

Perbandingan Konfigurasi Pipa Paralel dan Unjuk Kerja Kolektor Surya Plat Datar JURNAL TEKNIK MESIN Vol., No. 1, April : 68-7 Perbandingan Konfigurasi Pipa Paralel dan Unjuk Kerja Kolektor Surya Plat Datar Terhadap Ekadewi Anggraini Handoyo Dosen Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Lebih terperinci

Identifikasi Jenis Cairan Dengan Metode Serapan Panjang Gelombang Dan JST- RBF

Identifikasi Jenis Cairan Dengan Metode Serapan Panjang Gelombang Dan JST- RBF Seminar on Intelligent Technology and Its Applications 008 ISBN 978-979-8897-4-5 Identifikasi Jenis Cairan Dengan Metode Serapan Panjang Gelombang Dan JST- RBF Riny Sulistyowati.), Muhammad Rivai ) ) Jurusan

Lebih terperinci

BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8.

BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8. BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8. DIAGRAM FASA WUJUD ZAT: GAS CAIRAN PADATAN PERMEN (sukrosa) C 12

Lebih terperinci

Kompetensi Siswa Hakikat Fisika

Kompetensi Siswa Hakikat Fisika MENGUKUR Kompetensi Siswa 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. manusia maupun binatang dan tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itu air adalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA. manusia maupun binatang dan tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itu air adalah 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teoritis 2.1.1 Air Air sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan, baik itu kehidupan manusia maupun binatang dan tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itu air adalah merupakan

Lebih terperinci

Bahan Ajar IPA Terpadu

Bahan Ajar IPA Terpadu Setelah mempelajari materi gerak lurus diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan gaya 2. Mengidentifikasi jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari 3. Mengidentifikasi gaya gesekan yang menguntungkan

Lebih terperinci

DINAMIKA GERAK. 2) Apakah yang menyebabkan benda yang sedang bergerak dapat menjadi diam?

DINAMIKA GERAK. 2) Apakah yang menyebabkan benda yang sedang bergerak dapat menjadi diam? DINAMIKA GERAK KEGIATAN TATAP MUKA A. Pendahuluan Mengapa buah nangka yang tergantung di pohon, bila sudah matang jatuh ke Bumi? Gerak apa yang dialami nangka yang jatuh itu? Ya benar, buah nangka yang

Lebih terperinci

LATEKS ALAM IRADIASI SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI RUMAH TANGGA BARANG JADI KARET

LATEKS ALAM IRADIASI SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI RUMAH TANGGA BARANG JADI KARET LATEKS ALAM IRADIASI SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI RUMAH TANGGA BARANG JADI KARET Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki perkebunan karet paling luas di dunia. Sebagian besar karet alam tersebut

Lebih terperinci

BAHAN AJAR MATA PELAJARAN FISIKA 3. 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah

BAHAN AJAR MATA PELAJARAN FISIKA 3. 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah BAHAN AJAR MATA PELAJARAN FISIKA 3 Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah Kompetensi Dasar: 1.1 Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang

Lebih terperinci

Penyelesaian Soal Fisika UAN SMA 2000

Penyelesaian Soal Fisika UAN SMA 2000 Penyelesaian Soal Fisika UAN SMA 000. Benda dengan massa 0 Kg berada di bidang mendatar kasar (µ s = 0,40 ; µ k = 0,35) g = 0 m/s. Bila benda diberi gaya horizontal yang tetap sebesar 30 N, Besarnya gaya

Lebih terperinci

CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014. Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1

CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014. Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1 CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014 Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1 Pencemaran Udara Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia

Lebih terperinci

Direktorat PSMP KEMENDIKBUD. Fisika PENGAYAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014-2015 DILENGKAPI PEMBAHASAN FISIKA

Direktorat PSMP KEMENDIKBUD. Fisika PENGAYAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014-2015 DILENGKAPI PEMBAHASAN FISIKA Direktorat PSMP KEMENDIKBUD PAKET Fisika 3SOAL PENGAYAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014-2015 DILENGKAPI PEMBAHASAN FISIKA 1 Fisika i ii Pengayaan Ujian Nasional Fisika Daftar Isi Halaman muka... Daftar

Lebih terperinci

V. Medan Magnet. Ditemukan sebuah kota di Asia Kecil (bernama Magnesia) lebih dahulu dari listrik

V. Medan Magnet. Ditemukan sebuah kota di Asia Kecil (bernama Magnesia) lebih dahulu dari listrik V. Medan Magnet Ditemukan sebuah kota di Asia Kecil (bernama Magnesia) lebih dahulu dari listrik Di tempat tersebut ada batu-batu yang saling tarik menarik. Magnet besar Bumi [sudah dari dahulu dimanfaatkan

Lebih terperinci

KAJIAN KANDUNGAN U DAN Th DALAM SEDIMEN SUNGAI DI SEMENANJUNG MURIA DENGAN METODA AKTIF DAN PASIF

KAJIAN KANDUNGAN U DAN Th DALAM SEDIMEN SUNGAI DI SEMENANJUNG MURIA DENGAN METODA AKTIF DAN PASIF 40 KAJIAN KANDUNGAN U DAN Th DALAM SEDIMEN SUNGAI DI SEMENANJUNG MURIA DENGAN METODA AKTIF DAN PASIF Sukirno dan J Djati Pramana P3TM BATAN ABSTRAK KAJIAN KANDUNGAN U DAN Th DALAM SEDIMEN SUNGAI DI SEMENANJUNG

Lebih terperinci

ANTARBANDING PENGUKURAN AKTIVITAS ISOTOP 57 Co DAN 131 I (II)

ANTARBANDING PENGUKURAN AKTIVITAS ISOTOP 57 Co DAN 131 I (II) 1D0000065 ANTARBANDING PENGUKURAN AKTIVITAS ISOTOP 57 Co DAN 131 I (II) r - :' C 0 Ermi Juita, Nazaroh, Sunaryo, Gatot Wurdiyanto, Sudarsono, Susilo Widodo, Pujadi Pusat Standardisasi dan Penelitian Keselamatan

Lebih terperinci

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis (Fisiologi Tumbuhan) Disusun oleh J U W I L D A 06091009027 Kelompok 6 Dosen Pembimbing : Dra. Tasmania Puspita, M.Si. Dra. Rahmi Susanti, M.Si. Ermayanti,

Lebih terperinci

DARI QUARK KE SELURUH UNIVERSUM MEMILIKI 6 TIRUAN SAMA SEPERTI ASLINYA Copyright 2014 Ahmad Sudirman* Stockholm - Sweden.

DARI QUARK KE SELURUH UNIVERSUM MEMILIKI 6 TIRUAN SAMA SEPERTI ASLINYA Copyright 2014 Ahmad Sudirman* Stockholm - Sweden. DARI QUARK KE SELURUH UNIVERSUM MEMILIKI 6 TIRUAN SAMA SEPERTI ASLINYA Copyright 2014 Ahmad Sudirman* Stockholm - Sweden. Abstrak Satu juta milyard, satu juta milyard, satu juta milyard, satu juta milyard,

Lebih terperinci

Kulit masohi SNI 7941:2013

Kulit masohi SNI 7941:2013 Standar Nasional Indonesia ICS 65.020.99 Kulit masohi Badan Standardisasi Nasional BSN 2013 Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen ini

Lebih terperinci

BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI

BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI LAMPIRAN 5 BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI Laporan 2 Pelaksanaan OSN-PERTAMINA 2012 69 Olimpiade Sains Nasional Pertamina 2012 Petunjuk : 1. Tuliskan secara lengkap Nama, Nomor

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 101 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 101 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 101 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

TEKNOLOGI TELUR. Pada umumnya telur mempunyai 3 struktur bagian, yaitu :

TEKNOLOGI TELUR. Pada umumnya telur mempunyai 3 struktur bagian, yaitu : TEKNOLOGI TELUR STRUKTUR UMUM TELUR Pada umumnya telur mempunyai 3 struktur bagian, yaitu : Kulit Telur Mengandung Ca = 98.2 % Mg = 0.9 % ( menentukan kekerasan cangkang/kulit); P = 0.9%. Ketebalan yang

Lebih terperinci

SUMBER AIR SESUATU YANG DAPAT MENGHASILKAN AIR (AIR HUJAN, AIR TANAH & AIR PERMUKAAN) SIKLUS AIR

SUMBER AIR SESUATU YANG DAPAT MENGHASILKAN AIR (AIR HUJAN, AIR TANAH & AIR PERMUKAAN) SIKLUS AIR SUMBER AIR SESUATU YANG DAPAT MENGHASILKAN AIR (AIR HUJAN, AIR TANAH & AIR PERMUKAAN) SIKLUS AIR PEGUNUNGAN udara bersih, bebas polusi air hujan mengandung CO 2, O 2, N 2, debu & partikel dr atmosfer AIR

Lebih terperinci

BAB IV SIFAT MEKANIK LOGAM

BAB IV SIFAT MEKANIK LOGAM BAB IV SIFAT MEKANIK LOGAM Sifat mekanik bahan adalah : hubungan antara respons atau deformasi bahan terhadap beban yang bekerja. Sifat mekanik : berkaitan dengan kekuatan, kekerasan, keuletan, dan kekakuan.

Lebih terperinci

KOMPONEN SIMETRIS DAN IMPEDANSI URUTAN. toto_sukisno@uny.ac.id

KOMPONEN SIMETRIS DAN IMPEDANSI URUTAN. toto_sukisno@uny.ac.id KOMPONEN SIMETRIS DAN IMPEDANSI URUTAN A. Sintesis Fasor Tak Simetris dari Komponen-Komponen Simetrisnya Menurut teorema Fortescue, tiga fasor tak seimbang dari sistem tiga-fasa dapat diuraikan menjadi

Lebih terperinci

Teliti dalam menerap kan sistem satuan dalam mengukur suatu besaran fisis.

Teliti dalam menerap kan sistem satuan dalam mengukur suatu besaran fisis. DESKRIPSI PEMELAJARAN MATA DIKLAT TUJUAN : FISIKA : 1. Mengembangkan pengetahuan,pemahaman dan kemampuan analisis peserta didik terhadap lingkungan alam dan sekitarnya. 2. Memberikan pemahaman dan kemampuan

Lebih terperinci

LISTRIK DINAMIS. Merlina.pdf. Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak. cara mengukur kuat arus pada

LISTRIK DINAMIS. Merlina.pdf. Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak. cara mengukur kuat arus pada LISTRIK DINAMIS Merlina.pdf Coba kalian tekan saklar listrik di ruang kelas pada posisi ON kemudian kalian amati lampu listriknya. Apa yang terjadi? Tentunya lampu tersebut akan menyala bukan? Mengapa

Lebih terperinci

C 7 D. Pelat Buhul. A, B, C, D, E = Titik Buhul A 1 2 B E. Gambar 1

C 7 D. Pelat Buhul. A, B, C, D, E = Titik Buhul A 1 2 B E. Gambar 1 Konstruksi rangka batang atau vakwerk adalah konstruksi batang yang terdiri dari susunan batangbatang lurus yang ujungujungnya dihubungkan satu sama lain sehingga berbentuk konstruksi segitigasegitiga.

Lebih terperinci

PENYARINGAN (FILTRASI) AIR DENGAN METODE SARINGAN PASIR CEPAT

PENYARINGAN (FILTRASI) AIR DENGAN METODE SARINGAN PASIR CEPAT MODUL: PENYARINGAN (FILTRASI) AIR DENGAN METODE SARINGAN PASIR CEPAT I. DESKRIPSI SINGKAT A ir dan sanitasi merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia, karena itu jika kebutuhan tersebut

Lebih terperinci

SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO

SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO Sejumlah faktor iklim dan tanah menjadi kendala bagi pertumbuhan dan produksi tanaman kakao. Lingkungan alami tanaman cokelat adalah hutan tropis. Dengan demikian curah hujan,

Lebih terperinci

1/14/2014 ASAM LEMAK TIDAK JENUH OMEGA 3 FORMULASI ASAM LEMAK OMEGA 3 PADA PRODUK PANGAN

1/14/2014 ASAM LEMAK TIDAK JENUH OMEGA 3 FORMULASI ASAM LEMAK OMEGA 3 PADA PRODUK PANGAN FORMULASI ASAM LEMAK OMEGA 3 PADA PRODUK PANGAN Tujuan Instruksinal Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan frmulasi asam lemak mega3 pada prduk pangan ASAM LEMAK TIDAK JENUH OMEGA 3 AL mega3 : asam lemak

Lebih terperinci

PERTEMUAN 10. ALIRAN AIR TANAH DAN TRANSPORT LARUTAN

PERTEMUAN 10. ALIRAN AIR TANAH DAN TRANSPORT LARUTAN PERTEMUAN 10. ALIRAN AIR TANAH DAN TRANSPORT LARUTAN Kelompok Praktikum : Anggota Kelompok NIM 1. 2. 3. 4. 5. 6. Lokasi Praktikum: Waktu Praktikum: Tanggal: Pukul: Dosen Praktikum: DESKRIPSI MATERI Polusi

Lebih terperinci

Nama : Laurensius Emilianus Seran NIM : 607332411998 TUGAS PENILAIAN PENDIDIKAN STRUKTUR ATOM UNTUK SMA KELAS X

Nama : Laurensius Emilianus Seran NIM : 607332411998 TUGAS PENILAIAN PENDIDIKAN STRUKTUR ATOM UNTUK SMA KELAS X Nama : Laurensius Emilianus Seran NIM : 607332411998 TUGAS PENILAIAN PENDIDIKAN STRUKTUR ATOM UNTUK SMA KELAS X STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami partikel dasar penyusun atom Partikel dasar penyusun

Lebih terperinci

Peningkatan Performance dengan Pendingin Udara Masuk pada Motor Diesel 4JA1

Peningkatan Performance dengan Pendingin Udara Masuk pada Motor Diesel 4JA1 Peningkatan Performance dengan Pendingin Udara Masuk pada Motor Diesel 4JA1 (Rahardjo Tirtoatmodjo) Peningkatan Performance dengan Pendingin Udara Masuk pada Motor Diesel 4JA1 Rahardjo Tirtoatmodjo Dosen

Lebih terperinci

Keliling segitiga ABC pada gambar adalah 8 cm. Panjang sisi AB =... A. 4

Keliling segitiga ABC pada gambar adalah 8 cm. Panjang sisi AB =... A. 4 1. Keliling segitiga ABC pada gambar adalah 8 cm. Panjang sisi AB =... A. 4 D. (8-2 ) cm B. (4 - ) cm E. (8-4 ) cm C. (4-2 ) cm Jawaban : E Diketahui segitiga sama kaki = AB = AC Misalkan : AB = AC = a

Lebih terperinci

4. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear x + y = 5 dan x - 2y = -4 adalah... A.{ (1, 4) }

4. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear x + y = 5 dan x - 2y = -4 adalah... A.{ (1, 4) } 1. Diketahui himpunan P = ( bilangan prima kurang dari 13 ) Banyak himpunan bagian dari P adalah... 5 25 10 32 P = {Bilangan prima kurang dari 13} = {2, 3, 5, 7, 11} n(p) = 5 2. Dari diagram Venn di bawah,

Lebih terperinci

Haris Dianto Darwindra 240210080133 BAB VI PEMBAHASAN

Haris Dianto Darwindra 240210080133 BAB VI PEMBAHASAN BAB VI PEMBAHASAN Pada praktikum ini membahas mengenai Kurva Pertumbuhan Mikroorganisme Selama Proses Aging Keju. Keju terbuat dari bahan baku susu, baik susu sapi, kambing, atau kerbau. Proses pembuatannya

Lebih terperinci

KESETIMBANGAN. titik setimbang

KESETIMBANGAN. titik setimbang KESETIMBANGAN STANDART KOMPETENSI;. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang berpengaruh, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. KOMPETENSI DASAR;.. Menjelaskan kestimbangan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI ALUMINIUM

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI ALUMINIUM LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI ALUMINIUM DISUSUN OLEH FITRI RAMADHIANI KELOMPOK 4 1. DITA KHOERUNNISA 2. DINI WULANDARI 3. AISAH 4. AHMAD YANDI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

Lebih terperinci

Body Scanners (Pengamat Tubuh Secara Elektronik) di Australia.

Body Scanners (Pengamat Tubuh Secara Elektronik) di Australia. Body Scanners (Pengamat Tubuh Secara Elektronik) di Australia. Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan. Proses Penyaringan Bagaimana orang akan dipilih untuk body scan? Siapapun dapat dipilih untuk menjalani

Lebih terperinci

UPAH MINIMUM SEBAGAI JARING PENGAMAN, BUKAN SEBAGAI UPAH STANDAR Oleh:

UPAH MINIMUM SEBAGAI JARING PENGAMAN, BUKAN SEBAGAI UPAH STANDAR Oleh: UPAH MINIMUM SEBAGAI JARING PENGAMAN, BUKAN SEBAGAI UPAH STANDAR Oleh: GIBSON SIHOMBING, SE., MMl A. PENDAHULUAN Definisi upah menurut UU N. 13/2003: IJpah adatah hak pekerja/buruh yang dinyatakan dalam

Lebih terperinci

DEFINISI DAN SIFAT-SIFAT FLUIDA

DEFINISI DAN SIFAT-SIFAT FLUIDA DEFINISI DAN SIFAT-SIFAT FLUIDA Mekanika fluida dan hidrolika adalah bagian dari mekanika terpakai (Applied Mechanics) yang merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan dasar bagi teknik sipil. Mekanika

Lebih terperinci

SPEKTROFOTOMETER ULTRA-VIOLET DAN SINAR TAMPAK SERTA APLIKASINYA DALAM OSEANOLOGI

SPEKTROFOTOMETER ULTRA-VIOLET DAN SINAR TAMPAK SERTA APLIKASINYA DALAM OSEANOLOGI Oseana, Volume X, Nomor 1 : 39-47, 1985. ISSN 0216-1877 SPEKTROFOTOMETER ULTRA-VIOLET DAN SINAR TAMPAK SERTA APLIKASINYA DALAM OSEANOLOGI Oleh Etty Triyati 1 ) ABSTRACT ULTRA VIOLET AND VISIBLE SPECTROPHOTOMETER

Lebih terperinci

ARTI PENTING KALIBRASI PADA PROSES PENGUKURAN ANALITIK: APLIKASI PADA PENGGUNAAN phmeter DAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis. Iqmal Tahir ABSTRAK

ARTI PENTING KALIBRASI PADA PROSES PENGUKURAN ANALITIK: APLIKASI PADA PENGGUNAAN phmeter DAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis. Iqmal Tahir ABSTRAK ARTI PENTING KALIBRASI PADA PROSES PENGUKURAN ANALITIK: APLIKASI PADA PENGGUNAAN phmeter DAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis Iqmal Tahir Laboratorium Kimia Dasar, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Gadjah Mada

Lebih terperinci

Speed Bumb sebagai Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan dan Terbarukan

Speed Bumb sebagai Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan dan Terbarukan Speed Bumb sebagai Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan dan Terbarukan Hasyim Asy ari 1, Aris Budiman 2, Agus Munadi 3 1,2 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta E-mail

Lebih terperinci

PERBANDINGAN TEBAL LAPIS PERKERASAN DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN DAN ASPHALT INSTITUTE

PERBANDINGAN TEBAL LAPIS PERKERASAN DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN DAN ASPHALT INSTITUTE PERBANDINGAN TEBAL LAPIS PERKERASAN DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN DAN ASPHALT INSTITUTE Rifki Zamzam Staf Perencanaan dan Sistem Informasi Politeknik Negeri Bengkalis E-mail : rifkizamzam@polbeng.ac.id

Lebih terperinci

Penyelesaian. n Persamaan. Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi

Penyelesaian. n Persamaan. Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi Penyelesaian n Persamaan Non Linier 1 Pengantar Penyelesaian Pers. Non Linier Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi Muhammad Zen S. Hadi, ST. MSc. Pengantar Penyelesaian Persa amaan Non Linier

Lebih terperinci

Bagian 6 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB) serta komponennya

Bagian 6 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB) serta komponennya SNI 0405000 Bagian 6 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB) serta komponennya 6. Ruang lingkup 6.. Bab ini mengatur persyaratan PHB yang meliputi, pemasangan, sirkit, ruang pelayanan, penandaan untuk

Lebih terperinci

Lampiran L Contoh pembuatan larutan

Lampiran L Contoh pembuatan larutan Lampiran L Contoh pembuatan larutan 1. Larutan NazCOs 10%, 20%, 30%. Timbang sebanyak 10 gr kristal Na2C03, dilarutkan dengan sedikit akuades dalam gelas piala. Pindah kedalam labu takar 100 ml dan encerkan

Lebih terperinci

BERKAS SOAL TAHAP FINAL BIDANG STUDI MATEMATIKA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI)

BERKAS SOAL TAHAP FINAL BIDANG STUDI MATEMATIKA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) BERKAS SOAL TAHAP FINAL BIDANG STUDI MATEMATIKA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) KOMPETISI SAINS MADRASAH (KSM) 2014 SELEKSI KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA SURABAYA, 2014 SOAL TAHAP FINAL BIDANG STUDI MATEMATIKA

Lebih terperinci

DINAMIKA GERAK FISIKA DASAR (TEKNIK SIPIL) Mirza Satriawan. menu. Physics Dept. Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta email: mirza@ugm.ac.

DINAMIKA GERAK FISIKA DASAR (TEKNIK SIPIL) Mirza Satriawan. menu. Physics Dept. Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta email: mirza@ugm.ac. 1/30 FISIKA DASAR (TEKNIK SIPIL) DINAMIKA GERAK Mirza Satriawan Physics Dept. Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta email: mirza@ugm.ac.id Definisi Dinamika Cabang dari ilmu mekanika yang meninjau

Lebih terperinci

PEMANFAATAN KAMERA DIGITAL UNTUK MENGGAMBAR PANJANG GELOMBANG SPEKTRUM BERBAGAI JENIS LAMPU KIND OF LAMPS

PEMANFAATAN KAMERA DIGITAL UNTUK MENGGAMBAR PANJANG GELOMBANG SPEKTRUM BERBAGAI JENIS LAMPU KIND OF LAMPS PEMANFAATAN KAMERA DIGITAL UNTUK MENGGAMBAR PANJANG GELOMBANG SPEKTRUM BERBAGAI JENIS LAMPU Bidayatul Armynah 1,*, Paulus Lobo Gareso 1, Hardiyanti Syarifuddin 1 Universitas Hasanuddin UTILIZATION DIGITAL

Lebih terperinci

IV.HASIL DAN PEMBAHASAN. di peroleh hasil-hasil yang di susun dalam bentuk tabel sebagai berikut: 1.Pengujian pada jarak ½.l(panjang batang) =400 mm

IV.HASIL DAN PEMBAHASAN. di peroleh hasil-hasil yang di susun dalam bentuk tabel sebagai berikut: 1.Pengujian pada jarak ½.l(panjang batang) =400 mm 38 IVHASIL DAN PEMBAHASAN A Hasil Berdasarkan pengujian defleksi yang di lakukan sebanyak tiga kali maka di peroleh hasil-hasil yang di susun dalam bentuk tabel sebagai berikut: 1Pengujian pada jarak ½l(panjang

Lebih terperinci

MODUL METODE MAGNETOTELLURIK

MODUL METODE MAGNETOTELLURIK MODUL METODE MAGNETOTELLURIK Asnin Nur Salamah, Rizandi Gemal Parnadi, Heldi Alfiadi, Zamzam Multazam, Mukhlis Ahmad Zaelani, Nanda Tumangger, Surya Wiranto Jati, Andromeda Shidiq 10210045, 10210001, 10210004,

Lebih terperinci

KETERAMPILAN PROSES DALAM IPA

KETERAMPILAN PROSES DALAM IPA SUPLEMEN UNIT 1 KETERAMPILAN PROSES DALAM IPA Mintohari Suryanti Wahono Widodo PENDAHULUAN Dalam modul Pembelajaran IPA Unit 1, Anda telah mempelajari hakikat IPA dan pembelajarannya. Hakikat IPA terdiri

Lebih terperinci

Tahan diguncang gempa

Tahan diguncang gempa Tahan diguncang gempa Gempa bumi merupakan bencana alam yang paling menakutkan bagi manusia. Ini karena kita selalu mengandalkan tanah tempat kita berpijak di bumi ini sebagai landasan yang paling stabil

Lebih terperinci

PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL. Sumber: Dok. Penerbit

PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL. Sumber: Dok. Penerbit 4 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Sumber: Dok. Penerbit Pernahkah kalian berbelanja alat-alat tulis? Kamu berencana membeli 10 buah bolpoin, sedangkan adikmu membeli 6 buah bolpoin dengan

Lebih terperinci

Dokumen Penerbit. Kelajuan dan kecepatan terdiri dari. Beraturan. Kedudukan dan Perpindahan

Dokumen Penerbit. Kelajuan dan kecepatan terdiri dari. Beraturan. Kedudukan dan Perpindahan BAB 10 GERAK Dokumen Penerbit Kompetensi Dasar: Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan seharihari. Standar Kompetensi: Memahami

Lebih terperinci

Macam-macam fungsi. Fungsi Polinomial. Fungsi Linier. Grafik Fungsi Linier. Fungsi

Macam-macam fungsi. Fungsi Polinomial. Fungsi Linier. Grafik Fungsi Linier. Fungsi Fungsi Macam-macam fungsi Polinomial (sampai dengan derajat 2) Akar kuadrat Rasional Ekponensial Logaritma Fungsi Polinomial Bentuk Umum: f (x) = a 0 + a 1 x + a 2 x 2 + + a n x n, dengan a 0, a 1, a 2,

Lebih terperinci

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DENGAN ALUMINIUM FOIL Rabu, 26 maret 2014 Ipa Ida Rosita 1112016200007 Kelompok 2 Amelia Rahmawati 1112016200004 Nurul mu nisa A. 1112016200008 Ummu

Lebih terperinci

Persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan Pasal 7 dicantumkan dalam izin Ortodonansi Gangguan.

Persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan Pasal 7 dicantumkan dalam izin Ortodonansi Gangguan. 1 KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR :KEP.13/MENLH/3/1995 TENTANG BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP Menimbang : a. bahwa untuk mencegah terjadinya pencemaran

Lebih terperinci

04. DENSITAS TUJUAN PRAKTIKUM

04. DENSITAS TUJUAN PRAKTIKUM 04. DENSITAS TUJUAN PRAKTIKUM - Mahasiswa dapat menentukan densitas berdasarkan salinitas dan suhu - Mahasiswa dapat mengetahui pengaruh densitas terhadap proses mixing dilautan PENDAHULUAN Densitas merupakan

Lebih terperinci

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat

Lebih terperinci

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi Bab17 Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan Larutan buffer adalah larutan yg terdiri dari: 1. asam lemah/basa

Lebih terperinci

TEKNOLOGI TEPAT GUNA Mentri Negara Riset dan Teknologi

TEKNOLOGI TEPAT GUNA Mentri Negara Riset dan Teknologi TEKNOLOGI TEPAT GUNA Mentri Negara Riset dan Teknologi TTG - PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI PENJERNIHAN AIR MENGGUNAKAN ARANG SEKAM PADI I. PENDAHULUAN Kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran

Lebih terperinci

3 OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR

3 OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR Pada arena balap mobil, sebuah mobil balap mampu melaju dengan kecepatan (x + 10) km/jam selama 0,5 jam. Berapakah kecepatannya jika jarak yang ditempuh mobil tersebut 00

Lebih terperinci

DIKLAT FUNGSIONAL PENERA AHLI 2011 SEJARAH STANDAR UKURAN PANJANG

DIKLAT FUNGSIONAL PENERA AHLI 2011 SEJARAH STANDAR UKURAN PANJANG DIKLAT FUNGSIONAL PENERA AHLI 2011 SEJARAH STANDAR UKURAN PANJANG PENDAHULUAN SEJARAH UKURAN PANJANG Mesir Kuno 4000 SM Satuan panjang merupakan salah satu satuan tertua yang dipakai oleh manusia. Menurut

Lebih terperinci

PENGUKURAN, LUAS DAN VOLUME

PENGUKURAN, LUAS DAN VOLUME PENGUKURAN, LUAS DAN VOLUME Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka

Lebih terperinci