PERUBAHAN BENTUK KATA DALAM BAHASA ARAB (Suatu Analisa Hubungan Antara Tashrif dan Morfologi)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERUBAHAN BENTUK KATA DALAM BAHASA ARAB (Suatu Analisa Hubungan Antara Tashrif dan Morfologi)"

Transkripsi

1 PERUBAHAN BENTUK KATA DALAM BAHASA ARAB (Suatu Analisa Hubungan Antara Tashrif dan Morfologi) Oleh: Dr. H.A. Gani, S.Ag, SH, M.Ag Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung ABSTRACT Through correlative analysis, this article explores the nature of morphology in Arabic language. The mastery of Arabic morphology or Shorf is quite important in Arabic learning. Since, it plays determinant role for understanding the changing of its forms as well as its meaning. Keywords: Shorf, I rab, fi il Pendahuluan Sudah merupakan suatu hal tidak perlu diragukan lagi bahwasanya bahasa Arab adalah merupakan bahasa yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin mempelajari ajaran agama islam dari sumber aslinya. Hal ini karena sumber dari seluruh ajaran agama islam adalah tertulis dalam bahasa Arab (Al-Qur an dan Al- Hadis). Begitu pentingnya bahasa Arab, sehingga selain sebagai suatu bahasa yang digunakan oleh negara-negara Arab, bahasa Arab juga secara resmi di pakai oleh konfrensi Negara-negara Islam (OKI). Lalu pada akhir tahun 1973, perserikatan bangsa-bangsa pun mengakuinya sebagai salah satu diantara bahasa resmi dalam organisasi tersebut (Al-Qasimi, 2007: 40 ). Oleh karena itu, sudah sepatutnya bagi setiap muslim untuk mempelajari dan menguasai ilmu-ilmu yang berkaita dengan bahasa Arab. Sehubungan dengan hal ini, Syaikh Musthafa al-ghulayani menyebutkan ada tiga belas ilmu yang tercakup dalam bahasa Arab, yautu: Ilmu shorof, I rob, rasam, ma ani, bayan, ba di, arudi, qawafi, qardlussyi ri, insya, khitobah, tarikh, adab dan matan al- Lughoh (al-ghulaiyaini, 1984: 4). Dari kesemuanya itu, menurut beliau sharaf dan i rob

2 sebagai ilmu yang terpenting. Sependapat pula dengan pernyataan ini, ada sebagian Ulama yang menyatakan bahwa sharaf sebagai ibunya ilmu dan nahwu sebagai bapaknya (Muhammad, 1963: 1). Lalu bila kita mengkaji dan membandingkan pendapat para ulama di atas dengan pandangan para ahli bahasa modern, ternyata ada kesamaanya dari segi cabang ilmu yang di prioritaskan. Mereka pada umumnya membagi. Sudaryanto dan Mansoer Pateda misalnya, membagi unsur-unsur bahasa menjadi ilmu fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Sedangkan Dr. Verhaar membaginya menjadi ilmu fonetik, fonologi, morfologi dan sintaksis dengan lebih memebrikan penekanan terhadap bidang morfologi dan sintaksis (shorof dan nahwu ) di bandingkan dengan dua cabang ilmu lainya (Sudaryanto, 2002: 52; Pateda, 2005: 67). Selanjutnya secara lebih khusus, Jonathan Owens dalam bukunya The Fondation of Grammar menyatakan bahwa: Kajian tentang kata dalam bahasa Arab terbagi menjadi dua bagian pokok, yaitu tentang harokat akhir dari suatu kata tentang perubahan bentuknya. Bagian pertama dibahas dalam ilmu nahwu ( sintaksis ) dan yang kedua tercakup dalam ilmu shorof (morfologi) (Owen, 99). Kemudian sebagai suatu cabang ilmu bahasa Arab, shorof adalah ilmu yang mempelajari tentang segala peraturan yang berhubungan dengan pemebentukan kata-kata Arab yang bukan merupakan i rob dan bina, sedangkan objek pembahasanya adalah mengenai isim-isim yang mutamakkinah dan fi il-fi il yang mutasharrifah. Kedua objek pembahasani ini, tentunya tidak terlepas dari pembicaraan tentang kata dan segala yang berhubungan dengannya, seperti asal-usul kata, pemecahan kata perubahan bentukbentuk kata. Memang kata dalam bahasa Arab memegang kunci yang sangat penting, apalgi sebagai salah satu bahasa yang cukup luas wilayah pemakaiannya di dunia, bahasa Arab memiliki banyak sekali akar kata. Dalam kamus mu jam Lisanul Arab karangan Ibnu Manzur, terdapat akar kata. Kalau separuh dari akar kata asal kata bisa diubah bentuknya, maka jumlah pecahannya menjadi kata lebih. Kajian tentang hal ini menjadi lebih menarik untuk dikembangkan, karena salah satu diantara segi pembahasan kata dalam bahasa Arab adalah mengenai perubahan bentuknya. Disamping itu, perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab tentunya akan memabawa perubahan pada segi makna. Berdasarkan dari pemikiran di atas, penulis mencoba untuk menulis tentang Suatu hubungan Antara Tashrif dan Morfologi.

3

4 Pembahasan A. Tashrief 1. Pengertian Sebelumnya kita akan membahas terlebih dahulu tentang pengertian dari ilmu sharaf. Secara atimologi, kata sharaf berasal dari bahasa Arab sharafa berasal dari bahasa Arab sharafa-yashrifu-sharafan ( صر ف-يصرف-صرفا ) yang berarti radda wa dafa a ( رد -يرد -رد ا ) yaitu Mengembalikan, menolak. Sharaf juga berarti penukaran, pengembalian dan pemindahan. Adapun secara terminologi, sharaf menurut Lois Ma luf, adalah ilmu yang membahas tentang bentuk-bentuk kata Arab dan keadaanya yang bukan merupakan i robb dan bina (Louis Ma luf, 1986: 422). Menurut Syaikh Muhyiddin al-khiyath, sharaf merupakan ilmu yang memabahas tentang perubahan bentuk-bentuk kata dari satu bentuk ke bentuk kata yang lain (al-khiyat: 11). Adapun mengenai pengertian tashrif, secara etomologi adalah merupakan abentuk mashdar dari kata sharrafa yusharrifu sharafan ( صر ف-يصر ق-تصريفا ) yang semakna dengan kata ghoyyara yugghoyyiru taghyiran (غي ر-يغي ر-تغييرا) (al- Ghulaiyaini: 212). Berarti pengubahan atau perubahan. Sedangkan secara terminologi, tashrif menurut Syaikh Musthafa al-ghulayaini adalah suatu ilmu yang membahas tentang hukum-hukum bentuk kata dan hal-hal yang berkaitan dengan hurufnya, seperti mengenai asalnya, tambahnahnya, shahih-nya, i lal-nya, ibdal-nya dan yang serupa dengan itu. Tashrif juga berarti pengubahan bentuk kata (shighoh) bahasa Arab (Abu Bakar, 1995: 1). Di samping beberapa penegrtian sharaf dan tashrif yang dikemukakan diatas, Majdi Wagbah dan Kemil Muhadas dalam kitabnya Mu jamul Ishthilahat fi al-lughoh wal Adab secara implisit menyatakan bahwa tashrif ( pada fi il dan isim ) adalah merupakan bagian kajian dari ilmu sharaf. Menurut beliau: Sharaf adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan bentuk-bentuk kalam dan apa yang taerambil (berasal) darinya, seperti bab tentang kata kerja dan tashrifnya, tashrif pada kata benda, asal pengambilan kata ( fi il mashdar ), mashdar dengan macam-macamnya, bentuk-bentuk sifat musyabbahah, af al tafdlil, isim zaman, isim alat dan tashghir. Dengan berdasarkan pada pengertian ini, maka secara sederhana dapat disimpulkan bahwa syaraf menunjuk kepada suatu ilmu yang membahas tentang

5 perubahan bentuk kata secara umum, sedangkan tashrifnya secara lebih khsus mengkaji perubahan bentuk-bentuk yang terjadi pada kata, baik pada kata benda maupun pada kata kerja. 2. Sebab-sebab Terjadinya Perubahan Bentuk Kata dan Macam-macam nya Sebagai suatu bahasa yang secara struktur morfologisnya bertife fleksi ( infleksi ), suatu kata dalam bahasa Arab dapat menagalami perubahan bentuk dengan suatu sebab atau alasan tertentu. Kata qotala ( قتل ) = Membunuh misalnya, dapat diubah atau ) اقتل ( membuuh, ) sedang يقتل ( yaqtulu, dibentuk menjadi sejumlah kata baru seperti :Bunuhlah, qatlan قتلا) ) : Pembunuhan, qatil ( قاتل ) Pembunuh, maqtul ( (مقتول = Orang ) مقتل ( Miqtak = Waktu / tempat terjadinya pembunuhan. (مقتل ( maqtalun yang dibunuh, ) تقاتل ( taqotala ) dapat pula diubah menjadi قتل ( qotala = Alat untuk membunuh. Kata dengan menambahkan awalan ta dan memanjangkan qa pada akar kata kerja yang berarti saling membunuh, atau diubah menjadi qottala ( قت ل ) dengan mengadakab ta yang berarti berbubuh-bunuhan. Di samping itu, kata yang sama juga dapat menjadi qotalat قتلت) ) = Dua orang laki-laki membunuh. Jadi, sebuah kata dasar dapat mengalami beberapa perubahan bentuk, sebuah kata dasar dapat mengalami beberapa perubahan bentuk, sesuai dengan sebab yang melatar belakanginya. Berkaitan dengan hal ini, Imam Bawani menyebutkan bahwa ada tiga penyebab terjadinya perubahan bentuk kata, yaitu : Perubahan bentuk kata ditinjau dari asal-usul terciptanya kata, perubahan bentuk kata karena penambahan jumlah hurufnya, perubahan bentuuk kata karena perbedaan pelakunya ( jumlah dan jenis person yang terkadung dalam bunyi suatu lafadz) (Bawani, 2006: 140). Sejauh mana penjabaran dari ketiga penyebab terjadinya perubahan bentuk kata ini, maka dalam uraian berikut akan dibicarakan satu persatu. 1). Perubahan Bentuk Kata Ditinjau dari Asal usul Terciptanya Kata Telah diterangkan bahwa dari kata dasar qotala ( قتل ) dapat diciptakan sejumlah. مقتل, مقتل, مقتول, قاتل, قتلا, اقتل, يقتل : seperti bentuk kata baru,

6 Bentuk bentuk kata semacam ini, dalam pengertian bisa dipecah-pecah menjadi berbagai macam bentuk baru, biasa disebut dengan kata musytaq ( مشتق ).Dalam hubunganya dengan asal-usul terciptanya kata, mustaq atau isytiqoq mempunyai penegrtian sebagai berikut : Secara etimologi, istiqoq bearti mengambil suatu kata dari kata lainnya, dengan adanya kesesuaian diantara keduanya dari segi lafadz, makna dan susunan hurufnya serta diikuti dengan perubahan bentuknya. Isytiqoq jenis ini, disebut dengan isytiqoq shaghir. Dua jenis isytiqoq lainnya adalah isytiqoq kabir, yaitu adanya kesesuaian dalam lafadz dan makna, seperti kata bahasa ( ) serta terakhir isytiqoq akbar, yaitu adanya kesamaan dari segi جذب ( jazaba dan (جبذ makhorijul huruf seperti pada kata nahiqa ( نهق ) dan na iqa ( نهق ). Dari ketiga jenis isytiqoq tersebut, hanya isytiqoq shafhir yang masuk dalam pembahasan ilmu sharaf. Kemudian dari segi susunan hurufnya, kalimah hmusytaqqah ( kata yang dapt ditashrif ) terbagi menjadi dua bagian, yaitu yang tersusun dari tiga huruf atau sulasi dan tersusun dari empat huruf atau ruba i. Kedua kata secara sekilas sduah disinggung pada bab II dan akan dibicarakan lebih lanjut mendalam pada bab IV. 2). Perubahan Bentuk Kata Karena Penambahan Jumlah Hurufnya Pada bab II sudah dinyatakan bahwa ditinjau dari aslinya atau tidaknya, kata kerja dapat dibagi menjadi dua, yaitu kata yang masih asli dan belum mendaptkan tambahan oleh huruf apapun. Disebut kalimah mujarradah serta kata yang sudah tidak asli lagi dalam arti sudah mengalami perubahan dengan mendapatkan tambahan huruf, baik diawal, tengah maupun akhir dari rangkaian huruf pada kata tersebut,kata semacam ini disebut dengan kalimah mazidah. Kata kata semacam,ضرب, نصر,فتح dan علم adalah termasuk golongan kata mujarrad, karena susunan huruf-hurufnya masih asli, baik terdiri atas tiga huruf, اعلم, افتتح, ضارب, انتصر : seperti maupun empat huruf. Sebaliknya, kata-kata adalah termasuk golongan kata mazid, karena susunan huruf-hurufnya sudah tidak asli lagi dan sudah mendaptkan huruf tambahan pada huruf asalnya. Perubahan bentuk kata karena penambahan jumlah hurufnya ini, disamping mambawa perubahan pada struktur hurufnya, juga membawa perubahan pada struktur hurufnya, juga

7 membawa perubahan pada segi makna/arti yang ditimbulkanya. Suatu pembahasan yang lebih mendalam mengenai hal ini, akan diulas pada bab tersendiri nantinya. 3). Perubahan Bentuk Kata Karena Perbedaan Pelakunya Selain dari sebab perubahan bentuk kata diatas, sebab lainnya yang juga membawa perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab adalah dikarenakan perbedaan si pelakunya, baik dilihat dari segi pelakunya, baik dilihat dari segi jumlahnya maupun dari segi jenis pelakunya. Kedua segi ini dalam linguistik biasa disebut dengan bagian dari kategori gramatikal suatu bahasa. Kata nashara ( نصر ) misalnya, yang berarti dua orang laki-laki menolong akan berubah bentuknya manjadi nasharah ( ) نصرن ( nashara Dua orang laki-laki menolong serta berubah menjadi (نصرا mereka ( semua ) perempuan menolong, bila yang memberikan pertolongan tersebut lebih dari orang perempuan. Jadi, perubahan pertama dari nashara ( نصر ) menjadi nashara ( (نصرا menunjuk kepada perubahan kata karena perbedaan pelaku dilihat dari segi jumlahnya, serta perubahan kedua dari segi dua bentuk tersebut menjadi nashara maenunjuk kepada perbedaan pelaku dilihat dari segi jumlah dan jenis (نصرن ( kelaminya.di samping itu, sebab perubahan bentuk kata karena perbedaan pelaku ini erat pula kaitanya dengan perubahan bentuk pada kata ganti ( dlomir ), atau dengan perbedaan lain bahwa perubahan bentuk kata pada kata pengganti ( dlomir ) dalam suatu lafadz, akan membawa perbedaan pada di pelakunya. Pada contoh diatas misalna, kata nashara ( نصر ) Dia laki-laki menolong, secara eksplisit menyimpan kata ganti orang ketiga laki-laki tunggal, yaitu huwa ( هو ), lalu pada kata nashara ( نصرا ) terdapat kata ganti orang ketiga laki-laki ganda yaitu huma ( ). Secara eksplisit menyimpan kata ganti نصرن ( nashara kemudian pada kata,(هما orang ketiga perempuan jamak yaitu hunna ( هن ). Demikian pula sebaliknya,, انتما, انت, انت, هي menjadi,,هو bahwa perubahan bentuk kata pada kata ganti نصرت, akan membawa perubahan bentuk kata pada kata menjadi نحن, انا, انتم, انتن ( تصرتم (nashartuma), نصرتما ), (nasharati نصرت ), naharta ( نصرت ), nasharat ( nashartum ), ( nashartunna ), نصرتما ( nashartu ) dan نصرن ( nasharna ). Kemudian, apa sajakah macam perubahan bentuk kata? Untuk menjawab pertanyaan ini, bila mentela ah dan memperhatikan kitab al-amsilah Attashrifiyah

8 karangan Syaikh Ma shum bin Ali (Al-Amsilah Al-Tashrifiyyah:. 8), suatu kitab yang secara lengkap memuat masalah pentashrifan, menyebutkan bahwa ada dua macam bentuk tashrif, yaitu tashrif ishthilahi dan tashrif lughowiy. Tashrif ishthilahi adalah satu deret perubahan bentuk kata secara horizontal (mendatar) yang mengakibatkan terjadinya perbedaan kelas kata, dari kelas kata kerja (madli, mudlori, nahi dan amr) ke kelas kata benda / isim ( mashsar, isiim fa il, isim ma ful, isim zaman dan isim makan ). Menegenai urutan perubahan dalam mentashrif suatu kata secara isththilahi ini, pada dasarnya tidak ditemukan suatu perbedaan yang prinsipil. Umumya perubahan dimulai berturut-turut dari fi il madli-mudlori -isim mashdasr-isim fa il isim ma ful, kemudian fi il amr-fi il nahi, selanjutnya isim zaman,isim makan dan isim alat. Untuk model seperti ini akan kita jumpai dalam kitab amsilah attashrifiyah. Model ini terlihat tidak secara konstan mengurutkan perubahan, yaitu berawal dari fi il berubah ke isim, lalu beralih ke fi il untuk kemudian beralih kembali ke isim. B. MORFOLOGI 1. Pengertian dan Obyek Morfologi Secara Etimologi, morfologi berasal dari bahasa Grieka, yaitu morf ( bentuk ) dan logos ( ilmu ). Berpandanan dengan kata bahasa Jerman formenlehre (the studi of form) (Pateda: 71). Dan dengan kata bahasa Inggris Morfhology ( ilmu bentuk kata-kata). Adapun secara terminologi, morfologi menurut Mansoer Pateda ialah ilmu yang mempelajari bentuk, bentuk kata dan perubahan bentuk kata serta makna yang muncul akibat dari perubahan bentuk kata itu. Menurut Ramlan morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau me,mpelajari seluk beluk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Berdasarkan dari pengertian ini, maka ada tiga hal objek yang dipelajari dalam morfologi, yaitu: Bentuk, bentuk kata dan perubahan bentuk kata, dan makna yang muncul akibat perubahan bentuk kata. 2. Morfem dan Pembagiannya Berbagai pengertian terhadap morfem dikemukakan oleh para Linguis. C.F.Hocket misalnya, tokoh linguistik Amerika memberikan definisi morfem sebagai berikut:

9 morphemes are the smallest individually meaningful elements in the ulterances of alanguage (morfem adalah unsur-usnur yang terkecil yang masing-masing mempunyai makna dalam tutur bahasa) (Parera, 2008: 15) Sedangkan Ramlan mengatakan bahwa morfem adalah satuan gramatik yang paling kecil, satuan gramatik yang tidak mempunyai satuan lain sebagai unsurnya. Serta masih banyak lagi definisi lain yang dikemukakan oleh para ahli. Namun secara sederhana morfem dapat didefinisikan sebagai satuan bentuk terkecil yang mempunyai arti. Suatu contoh misalnya, kata helful (bahasa Inggris) terdiri dari dua morfem, yaitu helf dan ful, dimana keduanya adalah dua bentuk yang mempunyai arti. Kemudian dari definisi morfem yang dikemukakan oleh Ramlan, kita dapat memberikan contoh dalam bahasa Indonesia pada bentuk kata dilepas, yang terdiri dari dua morfem yaitu di dan lepas, karena setelah di- tidak ada lagi bentuk yang lebih kecil. Demikian pula setelah bentuk lepas tidak ada lagi bentuk yang lebih kecil. Kita tidak dapat mengatakan bahwa bentuk lepas terdiri dari le + pas. Kemudian, apa yang membedakan dengan kata menurut Ramlan, kata adalah satuan bebas yang paling kecil atau dengan kata lain, setiap satu satuan bebas adalah merupakan kata. Jadi satuansatuan rumah, duduk, penduduk, kependudukan, negara, negarawan, pemimpin, kepemimpinan, berkepimpinan, ruang, ruangan, buku, ketidakadilan, mencampuradukan, pertanggungjawaban dan sebagainya, masing-masing merupakan satu satuan bebas. Bagi Ramlan, ciri utama untuk menyatakan satu bentuk adalah kata atau tidak, yakni sifat kebebasanya. Sependapat dengan Ramlan, Mansoer Pateda juga mengatakan bahwa ciri kebebasanlah yang membedakan kata dengan morfem, meskipun diakuinya bahwa ada morfem yang disebut dengan morfem bebas, yang kemudian dapat pula disebut dengan kata. Kemudian, terlepas dari adanya perbedaan antara kata dan morfem, berdasarkan distribusinya, morfem dapat dibagi menjadi dua macam yaitu: 1). Morfem bebas, ialah morfem yang dapat berdiri sendiri. Setiap morfem bebas sudah disebut kata. Misalnya : / kata /, /jalan /, /rumah/, / buku/, / mandi/ dsb. 2). Morfem terikat, ialah morfem yang tidak dapt berdiri sendiri, kehadiranyya bersama-sama dengan morfem yang lain. Misalnya /-an/, / do-/, / ber-/, / me-n/ (Suparno, 2007: 102 ).

10 Di samping itu, selain dari dua macam pembagian morfem diatas, suatu pembagian yang ada kaitanya dengan perubahan bentuk adalah pembagian morfem ke dalam derivasi dan infeleksi ( deivational and infleksional ). Deviasi adalah suatu bentuk perubahan yang bergeda distribusinya dengan bentuk dasarnya dan mengakibatkan terjadinya perubahan kelas kata. Sebagai contoh misalnya derivsi dalam bahasa Biak, berikut: Kata Kerja Kata Benda Wos ( berkata Wawos ( perkataan ) Fir ( berrfikir ) Fakir ( pikiran ) Ker ( menanam ) Kaker ( tanaman ) Fau ( maengetahui ) Fafau ( pengetahuan ) Sedangkan infleksi tidak berubah jenis asal kata menjadi jenis kelas kata lain, melainkan hanya memodifikasikan tanda-tanda gramatik seperti jumlah, pelaku, jenis kelamin dsb. Suatu contoh infleksi dalam bahasa Inggris, mengutip dalam buku Linguistik suatu pengantar, karangan Chaidar Alwasilah hal. 102 yang diambil dari buku the way of language, hal.112 adalh sbb : I carry I Will carry We carry You carry You will carry You carry 3. Proses Morfologis Menurut Ramlan (2000: 7), proses morfologis adalah proses pembentukan katakata dari satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya. Sedangkan menurut Jos Daniel Parera, proses morfologis sebagai sebetuan lain dari proses-proses morfemis adalah merupakan proses pemebntukan kata bermorfem jamak, baik derivatif maupun inflektif. Proses ini disebut morfemis karena proses ini benrmakna dan berfungsi sebagai pelengkap makna leksikaln yang dimiliki oleh sebuah bentuk dsar. Menurut beliau, pada umunya morfemis dapat dibedakan atas: 1). Proses morfemis afikasasi, 2). Proses morfemis pergantian/perubahan internal,

11 3). Proses morfemis pengulangan, 4). Proses morfemis zero, 5). Proses morfemis suplisi dan, 6). Proses morfemis suprasegmental. a. Proses morfemis afikasasi Merupakan suatu proses yang paling umum terjadi dalam suatu bahasa. Proses ini terbentuk bila sebiah morfem terikat dibubuhkan atau dilekatkan pada sebuah morfem bebas, dengan perkataan lain, proses ini terjadi dengan cara menambahkan afiks pada bentuk daar. Afiks ini dapat dibedakan atas imbuhan awalan ( prefiks ), sisipan ( infiks ), akhiran ( sufiks ), dan imbuhan terbagi ( konfiks ). b. Proses Pergantian / Perubahan Internal Adalah suatu proses berupa perubahan unsur di dalam bentuk dasar atau di dalam tubuhnya sendiri, disebut juga perubahan internal. Berupa adanya pergantian salah satu fonemnya, baik konsonan, vokal maupun ciri ciri suprasagmentalnya. Contoh dalam bahasa Inggris : Foot = kaki ( tunggal ), feet = kaki = ( jamak ). c. Proses Pengulangan / Duplikasi Adalah proses berupa pengulangan kata dari kata dasarnya. Contoh : Oleh :oleh oleh. d. Proses Zero Adalah proses morfologis dimana morfem-morfemnya tidak mengalami perubahan. Contoh ( bahasa Inggris ) : Sheep ( tunggal ) Shepp ( jamak ) Deer ( Tunggal Deer ( jamak ). e. Proses Suplisi Adalah proses morfologis dimana morfem-morfemnya tidak mengalami perubahan. Contoh ( bahasa Inggris ) :Good Best. Dan Go Went f. Proses Morfemis Suprasegmental Adalah suatu proses morfologis yang didasarkan atas sifat morfemis suatu bahasa. Misalnya dalam bahasa Inggris yang mengenal proses morfemis tekanan. Dari semua proses morfologis di atas, suatu bahasa belum tentu mengenal keenam macam tersebut. Sebagai contoh misalnya dalam bahasa Indonesia, dimana hanya

12 mengenal tiga macam proses, yaitu afikasi dan duplikasi serta ditambah satu lagi, namun tidak termasuk dalam enam macam di atas yaitu kata majemuk. Lalu bagaimana halnya proses morfologis yang terjadi dalam bahasa Arab? Sejauh ini, penulis belum menemukan suatu kajian yang secara khusus membahas tentang hal tersebut. Namun, penulis melihat bahwa proses afikakasasi sebagai suatu proses yang umum terjadi pada suatu bahasa, juga terjadi dalam bahasa Arab, aganya bentuk proses-proses morfologis yang lain, perlu diadakan duatu penelitian lebih lanjut guna memastikan berlaku atau tidaknya proses-proses morfologis tersebut dalam bahasa Arab. 3. Proses Morfologis dan Makna Di muka kita telah membicarakan tentang morfem bebas dan morfem terikat. Kita juga telah membicarakan tentang proses morfemis derivasional dan infleksional, dalam pengertian bahwa derivasi dan infleksi di sini dibatasi pada proses afikasi. Lalu, apa kaitan semua hal tersebut terhadap makna? Sebelum menjawab kalau kita memahami terlebih dahulu, bahwa pada umunya para ahli bahasa membagi makna menjadi dua, yaitu makna leksikal dan makna gramatikal. Makna leksikal adalah makna dasar dari sebuah kata yang memiliki arti seperti dujelaskan dalam kamus, sedangkan makna gramatikal adalah makna pelengkap dari sebuah makna leksiakal. Berangkat dari pembagian ini, maka dalam hubunganya dengan makna sebuah morfem bebas memiliki makna leksikal dan sebuah morfem terikat mempunyai makna gramatikal. Atau dengan perkataan lain, morfem terikat adalah unsur yang ikut mendukung makna. Demikian pula keadaanya pada proses morfologis afikasi yang tidak bisa terlepas kaitanya dengan morfem bebas dan morfem terikat ini. Suatu kata dengan adanya proses afikasi mengalami perubahan makna, baik secara leksikal maupun secra gramatikal. Kata dasar misalnya, melalui proses afikasi dengan afikasi ke-an, akan berubah menjadi kelaparan dimana morfem bebas lapar menagandung makna leksikal, dan morfem tareiakat ke-an mengandung makna gramatikal, tentunya hal yang sama juga terjadi pada bentuk afiks yang lainnya. Ringkasnya bahwa ada hubungan antara proses morfologis disatu pihak dan makna dipihak lainnya, baik pada makna leksikal maupun pada makna gramatikalnya.

13 C. Hubungan antara Tashreif dengan Morfologi Dengan memperhatikan pembahasan pada bidang / bagian tashrif dan morfologi di muka, baik dari segi pengertian dan macam-macamnya, maka kita melihat adanya kemiripan diantara keduanya. Bahakan Drs. Chaedar Alwasilah dalam bukunya Lingusitik Suatu Pengantar mengatakan bahwa : Dalam lingusitik bahasa Arab, morfologi adalh tashrif, yaitu perubahan (asal) kata menjadi bermacam bentuk untuk mendaptkan makna yang berbeda, yang tanpa perubahan ini, makna yang berbeda tak akan terlahirkan. Di samping itu, Jonathan Owens dalam bukunya The Foundations of Grammar menyatakan hal yang hampir sama. Menurut beliau: The core of Arabic morfology revolves around the conceps of tashrif whish can be broadly translated as morfhology (bahwa inti dari morfologi dalam bahsa Arab adalah sekitar konsep dari Tashrif, yang secara luas diartikan sebagai morfologis. (Owens, 1989: 98) Selanjutnya, sebagimana dimaklumi bahwa dalam tashrif dikenal adanya pembedaan antara tashrif inshthilahi dan tashrif lughowi. Dua macam tashrif tersebut bila kita bandingkan dengan pembagian morfem secara derivasional dan inflesional, juga menujukan hal yang hampir sama. Dimana tashrif isnthilahi identik dengan derivasi dan tashrif dan tashrif lughowi identik dengan infleksi. Kemudian mengenai penggunaan morfem bebas dan morfem terikat, dalam bahasa Arab biasanya mengenal adanya perbedaan anatara kalimah mujarradah dan kalimah mazidah. Kalimah mujarradah untuk menyebutkan kata dasar ( baik sulasi maupun ruba i sedangkan kalimah mazidah untuk menyebutkan kata yang mendapatkan imbuhan pada kata dasarnya. Dalam bahasa Arab huruf imbuhan biasa disebut dengan huruf ziyadah. Adapun jumlahnya adalah sepuluh huruf, yang terangkum dalam perkataan saaltumuniha, yaitu huruf sin ( س ), hamzah ( ء ), lam ( ل ), ta ( ت ), mim ( ). ا ( alif ) dan ها ( ha ), ي ( ya ), ن ( nun,(و ( wawu,(م Kemudian, dikaitkan dengan proses morfologis afikasi dalam suatu bahasa, ternyata bahwa penambahan huruf-huruf ziyadah pada suatu kata dasar dalam bahasa Arab ( sehingga terjadi perubahan dari kata mujarrad menajdi kata mazid ) menagrah ke hal tersebut, dalam arti bahwa dalam bahasa Arab juga terdapat proses morfologis afikasi

14 dalam kasus yang ditunjukkan oleh huruf ziyadah. Disamping itu, seperti umumnya proses morfologis afikasasi mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk dan arti suatu kata, maka penambahan satu dua atau tiga huruf pada kata dasar dalam bahasa Arab pun menunjukkan hal yang sama. Penutup Pada dasarnya terdapat cara yang digunakan dalam proses perubahan bentuk kata kerja dalam bahasa arab,yang dikenal dengan mentashrief. Bahasa Arab dapat dipahami dengan baik dan benar apabila cara mentashrief ini dapat dipahami dengan baik. Cara mentashrief ini biasanya dengan menambahkan atau memberi imbuhan satu, dua, tiga huruf ziyadah. Dalam tashrief perubahan bentuk kata ditinjau dari asal-usul terciptanya kata, perubahan bentuk kata karena penambahan jumlah hurufnya, perubahan bentuuk kata karena perbedaan. Dalam morpologi perubahan bentuk kata adalah pembagian morfem ke dalam derivasi dan infeleksi (deivational and infleksional). Deviasi adalah suatu bentuk perubahan yang bergeda distribusinya dengan bentuk dasarnya dan mengakibatkan terjadinya perubahan kelas kata. adanya kemiripan diantara tashrief dan morfologi. dalam tashrif dikenal adanya pembedaan antara tashrif inshthilahi dan tashrif lughowi. Dua macam tashrif tersebut bila kita bandingkan dengan pembagian morfem secara derivasional dan inflesional, juga menujukan hal yang hampir sama. Dimana tashrif isnthilahi identik dengan derivasi dan tashrif dan tashrif lughowi identik dengan infleksi.

15 Daftar Pustaka Ali Muhammad Al-Qasimi, Ittihat fi Ta limi al-lhogah al-arabiyah (Mekkah: Al-Riyad, 2007) Ahmad Fauzan Zein Ali Muhammad, Qawa id al-shorofiyyah (Semarang: Menara Kudus, 1963) Ali Ma sum, Al-Amsilah Al-Tashrifiyyah (Se,marang: Pustaka al-alawiyah, t.t) Jonathan Owen, The Fundations of Grammer and Intrucrion ti Medeivel Arabic Gramatical Theory (Amsterdam: Benyamin Publishing Company) John M.Echols, Kamus inggris Indonesia (Jakarta: Gramedia, 1999) Louis Ma luf, Al-Munjid Fi Al-Lughah wa al- alam (Beirut: Makatabah al- Syarikah,1986), p. 422 Mansoer Pateda, Linguistik Sebuah Pengantar (Bandung: Angkasa, 2005) M.Ramlan, Morfologi (Yogyakarta: Cv Karyono, 2000), Syaikh Muhammad Musthafa al-ghulaiyaini, Jami al-durui Al- Arabiyyah (Beirut: Maktabah al-misriyyah, 1984) Sudaryanto, Metode Linguistik (Yogyakarta: Gajah Mada Press, 2002) Syaikh Muhyidin al-khiyat, Durus Al-Sharfi wa al-nahwi (Jeddah: Al-Haramin, t.t)11 Suparno, Dasar-dasar Lingusitik (Yogyakarta: Mitra Gamma Widya, 2007)

16

URUTAN PEMEROLEHAN MORFEM TERIKAT BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR NURHAYATI FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA

URUTAN PEMEROLEHAN MORFEM TERIKAT BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR NURHAYATI FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA URUTAN PEMEROLEHAN MORFEM TERIKAT BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR NURHAYATI FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA. PENDAHULUAN bahasa adalah salah satu cara manusia untuk dapat menguasai dan menggunakan suatu

Lebih terperinci

MAKALAH. Hamzah di Akhir Kalimat. Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Qowa idul Imla. Dosen : Muhammad Mas ud, S.Pd.I.

MAKALAH. Hamzah di Akhir Kalimat. Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Qowa idul Imla. Dosen : Muhammad Mas ud, S.Pd.I. MAKALAH Hamzah di Akhir Kalimat Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Qowa idul Imla Dosen : Muhammad Mas ud, S.Pd.I. Disusun Oleh : Hamidah Nur Vitasari 111-13-262 Lailia Anis Afifah 111-13-264

Lebih terperinci

MAKALAH ALIF LAYYINAH DI TENGAH KATA

MAKALAH ALIF LAYYINAH DI TENGAH KATA MAKALAH ALIF LAYYINAH DI TENGAH KATA Disusun guna memenuhi tugas Qowa idul Imla yang diampu oleh : Bapak Muhammad Mas ud M.Pd.I. Oleh : 1. Umi Mahmudah / 111-13-040 2. ShintaYuniati / 111-13-052 SEKOLAH

Lebih terperinci

ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW

ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya,

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM BIDANG MORFOLOGI PADA KARANGAN SISWA KELAS VII G SMP NEGERI 1 GODONG NASKAH PUBLIKASI

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM BIDANG MORFOLOGI PADA KARANGAN SISWA KELAS VII G SMP NEGERI 1 GODONG NASKAH PUBLIKASI ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM BIDANG MORFOLOGI PADA KARANGAN SISWA KELAS VII G SMP NEGERI 1 GODONG NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh: HARSANTI MARGASARI FORTUNA A 310 100 013 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN (MUI), setelah : MENIMBANG : a. bahwa dalam Islam, pernikahan adalah merupakan bentuk ibadah yang

Lebih terperinci

Tulisan & Tanda Mushhaf

Tulisan & Tanda Mushhaf Tulisan & Tanda Mushhaf Ãvíπ]

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. harapan dari orang tua kepada anaknya. Setiap orang tua yang akan memberikan

BAB I PENDAHULUAN. harapan dari orang tua kepada anaknya. Setiap orang tua yang akan memberikan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Istilah nama sering diartikan sebagai kata sebutan yang dijadikan identitas seseorang untuk memanggil atau menyebut suatu benda agar berbeda dengan yang lain. Pemberian

Lebih terperinci

Makalah Ringkas PERILAKU EMPAT KATA PENUNJUK ARAH DALAM BAHASA BALI I Dewa Putu Wijana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

Makalah Ringkas PERILAKU EMPAT KATA PENUNJUK ARAH DALAM BAHASA BALI I Dewa Putu Wijana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Makalah Ringkas PERILAKU EMPAT KATA PENUNJUK ARAH DALAM BAHASA BALI I Dewa Putu Wijana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada 1. Pendahuluan Dari berbagai bahasa, bahasa Bali mungkin merupakan salah

Lebih terperinci

Meraih Sifat Qona ah (Merasa Kecukupan)

Meraih Sifat Qona ah (Merasa Kecukupan) Meraih Sifat Qona ah (Merasa Kecukupan) Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

[ ] E٣٢٧ J٣١٩ W F : : Al- HAYA' (Sifat PEMALU) "al Haya' ( Rasa malu) tidak datang kecuali dengan kebaikan." Sesungguhnya di antara fenomena keseimbangan dan tanda-tanda kesempurnaan dalam tarbiyah bahwa

Lebih terperinci

!!" #$ % &' &()*+&, -./ +0 &'!1 2 &3/" 4./" 56 * % &' &()*+&, " "# $ %! #78*5 9: ;<*% =7" >1?@*5 0 ;A " 4! : B C*5 0 D % *=75E& 2 >1?@*5 0 4. "/ 4!

!! #$ % &' &()*+&, -./ +0 &'!1 2 &3/ 4./ 56 * % &' &()*+&,  # $ %! #78*5 9: ;<*% =7 >1?@*5 0 ;A  4! : B C*5 0 D % *=75E& 2 >1?@*5 0 4. / 4! [ ] E٤٩١ J٤٨٧ W F : : Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu. Sesungguhnya agama mewajibkan kepada para pengikutnya (berbuat baik) dalam segala hal dan tidak ridha dari para pengikutnya

Lebih terperinci

MODEL PEMBELAJARAN KATA ULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS VIII MTS DARUL ASIQIN BANYURESMI GARUT MAKALAH

MODEL PEMBELAJARAN KATA ULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS VIII MTS DARUL ASIQIN BANYURESMI GARUT MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN KATA ULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS VIII MTS DARUL ASIQIN BANYURESMI GARUT MAKALAH OLEH: RIDHO ELSY FAUZI NIM. 10.21.0462 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA

Lebih terperinci

APLIKASI PEMBIAYAAN AKAD QARD} DAN JUAL BELI DI BMT AMANAH INSANI SURABAYA

APLIKASI PEMBIAYAAN AKAD QARD} DAN JUAL BELI DI BMT AMANAH INSANI SURABAYA APLIKASI PEMBIAYAAN AKAD QARD} DAN JUAL BELI DI BMT AMANAH INSANI SURABAYA SKRIPSI Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan

Lebih terperinci

Apa pengertian hominim, homograf, dan homofon? Bagimana tingkatan homonim? Periksa kata-kata yang berhomonim di dalam kamus?

Apa pengertian hominim, homograf, dan homofon? Bagimana tingkatan homonim? Periksa kata-kata yang berhomonim di dalam kamus? HOMONIMI Apa pengertian hominim, homograf, dan homofon? Bagimana tingkatan homonim? Periksa kata-kata yang berhomonim di dalam kamus? Bagaimana proses terjadinya homonim? Istilah homonimi (Inggris: homonymy

Lebih terperinci

MAKALAH HAMZAH DIAWAL KALIMAT

MAKALAH HAMZAH DIAWAL KALIMAT MAKALAH HAMZAH DIAWAL KALIMAT Disusun Guna Memenuhi Tugas Qow aidul Imla Dosen Pengampu : Muhammad Mas ud, M.Pd.I Disusun Oleh : 1. Andrean Odiansyah Irawan : 111-13-270 2. Jazuli : 111-13-092 SEKOLAH

Lebih terperinci

[ ] E١٩٠ J١٨١ W F : : SIFAT TERUS TERANG Tidak ada kebaikan padamu apabila kamu tidak mengatakannya Apakah di antara konsekuensi berterus terang adalah adab yang buruk, membangkitkan fitnah, mengungkap

Lebih terperinci

ANALISIS KONTRASTIF BAHASA INDONESIA DAN BAHASA ARAB BERDASARKAN KALA, JUMLAH, DAN PERSONA SKRIPSI. disusun dalam rangka menyelesaikan Studi Strata I

ANALISIS KONTRASTIF BAHASA INDONESIA DAN BAHASA ARAB BERDASARKAN KALA, JUMLAH, DAN PERSONA SKRIPSI. disusun dalam rangka menyelesaikan Studi Strata I ANALISIS KONTRASTIF BAHASA INDONESIA DAN BAHASA ARAB BERDASARKAN KALA, JUMLAH, DAN PERSONA SKRIPSI disusun dalam rangka menyelesaikan Studi Strata I untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra Oleh: Nama : Miftahur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. melalui berita-berita yang terdapat di berbagai media. Penyampaian berita (pesan,

BAB I PENDAHULUAN. melalui berita-berita yang terdapat di berbagai media. Penyampaian berita (pesan, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan sarana untuk menyampaikan informasi. Jelas tidaknya informasi yang disampaikan kepada masyarakat, sangat ditentukan oleh benar tidaknya bahasa yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TENTENG LEVERING SEBAGAI CARA UNTUK MEMPEROLEH HAK MILIK DALAM JUAL BELI MENURUT HUKUM PERDATA

BAB II TINJAUAN TENTENG LEVERING SEBAGAI CARA UNTUK MEMPEROLEH HAK MILIK DALAM JUAL BELI MENURUT HUKUM PERDATA BAB II TINJAUAN TENTENG LEVERING SEBAGAI CARA UNTUK MEMPEROLEH HAK MILIK DALAM JUAL BELI MENURUT HUKUM PERDATA Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya manusia memerlukan usaha-usaha yang dapat menghasilkan barang-barang

Lebih terperinci

TEMAN WANITA BARU MASUK ISLAM, APAKAH PERLU DIBERITAHU TENTANG HARAMNYA TETAP HIDUP BERSAMA SUAMINYA YANG KAFIR

TEMAN WANITA BARU MASUK ISLAM, APAKAH PERLU DIBERITAHU TENTANG HARAMNYA TETAP HIDUP BERSAMA SUAMINYA YANG KAFIR TEMAN WANITA BARU MASUK ISLAM, APAKAH PERLU DIBERITAHU TENTANG HARAMNYA TETAP HIDUP BERSAMA SUAMINYA YANG KAFIR أسلمت صديقتها حديثا فهل ربها بتحر م بقاي ها مع زوجها لاكفر ] إندوني - Indonesian [ Indonesia

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii. HALAMAN PENGESAHAN... iv. HALAMAN PERSEMBAHAN... v. MOTTO... vii. ABSTRAK...

DAFTAR ISI. LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii. HALAMAN PENGESAHAN... iv. HALAMAN PERSEMBAHAN... v. MOTTO... vii. ABSTRAK... DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... i HALAMAN JUDUL... ii LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii HALAMAN PENGESAHAN... iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v MOTTO... vii ABSTRAK... viii KATA PENGANTAR... ix DAFTAR ISI...

Lebih terperinci

Suku Banyak. A. Pengertian Suku Banyak B. Menentukan Nilai Suku Banyak C. Pembagian Suku Banyak D. Teorema Sisa E. Teorema Faktor

Suku Banyak. A. Pengertian Suku Banyak B. Menentukan Nilai Suku Banyak C. Pembagian Suku Banyak D. Teorema Sisa E. Teorema Faktor Bab 5 Sumber: www.in.gr Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu menggunakan konsep, sifat, dan aturan fungsi komposisi dalam pemecahan masalah; menggunakan konsep, sifat, dan aturan fungsi invers

Lebih terperinci

SIMPULAN UNIT I BAGAN ISM

SIMPULAN UNIT I BAGAN ISM KATA BENDA UNIT SIMPULAN UNIT I BAGAN ISM Jins (jenis kelamin) Mudzakkar (jenis laki-laki) Mu annats (jenis perempuan) : Tâ ta nîts marbûthah ( ) Mufrad (tunggal) ISM (Kata Benda) `Adad (bilangan) 3 Mutsannâ

Lebih terperinci

B A B I V H A S I L P E N E L I T I A N D A N P E M B A H A S A N

B A B I V H A S I L P E N E L I T I A N D A N P E M B A H A S A N B A B I V H A S I L P E N E L I T I A N D A N P E M B A H A S A N 4. 1 D e s k r i p s i H a s i l P e n e l i t i a n P r e T e s t d a n P o s t T e s t D a r i h a s i l p e n g u j i a n d i p e r

Lebih terperinci

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang." Katakanlah:

Lebih terperinci

Orang yang Terakhir Masuk Surga dan yang Paling Rendah

Orang yang Terakhir Masuk Surga dan yang Paling Rendah Orang yang Terakhir Masuk Surga dan yang Paling Rendah ] إندوني Indonesian [ Indonesia Abu Ishaq al-huwaini al-atsari Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2013-1434 من

Lebih terperinci

WASIAT WAJIBAH DAN PENERAPANNYA (Analisis Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam)

WASIAT WAJIBAH DAN PENERAPANNYA (Analisis Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam) WASIAT WAJIBAH DAN PENERAPANNYA (Analisis Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam) Oleh : Drs. Arpani, S.H. (Hakim Pengadilan Agama Bontang) A. PENDAHULUAN Salah satu hikmah perkawinan adalah untuk menciptakan

Lebih terperinci

Pengertian Kalimat Efektif

Pengertian Kalimat Efektif MENULIS EFEKTIF Pengertian Kalimat Efektif Kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain. 1 Syarat-syarat secara tepat mewakili

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penelitian tentang harf jar di Program studi Bahasa Arab Fakultas Ilmu Budaya USU, telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya yaitu : Analisis makna harf jar ala pada surah Al- Baqarah

Lebih terperinci

Definisi Khutbah Jumat

Definisi Khutbah Jumat Definisi Khutbah Jumat 1. Definisi khotbah Definisi secara bahasa Khotbah, secara bahasa, adalah 'perkataan yang disampaikan di atas mimbar'. Adapun kata khitbah yang seakar dengan kata khotbah (dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa di dunia tentu saja memiliki persamaan dan perbedaan serta

BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa di dunia tentu saja memiliki persamaan dan perbedaan serta 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap bahasa di dunia tentu saja memiliki persamaan dan perbedaan serta keunikan tersendiri antara satu dengan yang lainnya. Keragaman berbagai bahasa di dunia beserta

Lebih terperinci

*** Syarat Amal Diterima

*** Syarat Amal Diterima Syarat Amal Diterima Kita telah mengetahui, bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk beribadah kepada-nya, setelah itu Allah Subhanahu wa Ta ala akan membalas pahala amal ibadah, sesuai dengan tingkatannya.

Lebih terperinci

قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid مد صالح ملنجد

قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid مد صالح ملنجد Seteleh Operasi Kelamin dari Laki-laki Menjadi Perempuan Apakah DiPerbolehkan Dia Berduaan Dengan Wanita? قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - Syaikh

Lebih terperinci

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF KALIMAT EFEKTIF Pengertian Kalimat Efektif Ciri-ciri Kalimat Efektif Penggunaan Kalimat Efektif Syaratsyarat Kalimat Efektif Penerapan Kalimat Efektif PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF Kalimat efektif ialah kalimat

Lebih terperinci

PERNYATAAN. Penulis. Mustofa NIM : 11207004

PERNYATAAN. Penulis. Mustofa NIM : 11207004 ( S.Pd.I ) 2011 PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa tulisan yang berbentuk penilitian yang berupa Skripsi ini bener-benar tulisan atau karya saya sendiri. Adapun di kemudian hari di temukan hal-hal

Lebih terperinci

Mengobati Rasa Gelisah Dan Sedih

Mengobati Rasa Gelisah Dan Sedih Mengobati Rasa Gelisah Dan Sedih ] إندوني Indonesian [ Indonesia Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2011-1432 علاج الضيق والاكتي

Lebih terperinci

TERTIB BERBAHASA INDONESIA. Yeti Mulyati UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

TERTIB BERBAHASA INDONESIA. Yeti Mulyati UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA TERTIB BERBAHASA INDONESIA Yeti Mulyati UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BERBAHASA INDONESIA DENGAN BAIK DAN BENAR BAIK KAIDAH SOSIAL - SOSIOLINGUISTIK - PRAGMATIK BENAR KAIDAH KEBAHASAAN -FONOLOGI - MORFOLOGI

Lebih terperinci

PERKAWINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF MAHMÛD SHALTÛT (Studi Analisis Kitab al-fatâwâ)

PERKAWINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF MAHMÛD SHALTÛT (Studi Analisis Kitab al-fatâwâ) PERKAWINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF MAHMÛD SHALTÛT (Studi Analisis Kitab al-fatâwâ) SKRIPSI Oleh: MUHAMMAD MAKSUM NIM. 241 042 022 Pembimbing I LUTHFI HADI AMINUDDIN, M. Ag. Pembimbing II UDIN SAFALA, M.H.I

Lebih terperinci

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf I TIKAF Pengertian I'tikaf Secara harfiyah, I tikaf adalah tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Dengan demikian, I tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah

Lebih terperinci

Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan)

Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan) Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan) Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2012-1433 صفة صلاة الاستسقاء» باللغة الا ندونيسية «الشيخ مد

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia selalu mengalami perubahan dari masa ke masa sejalan dengan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia selalu mengalami perubahan dari masa ke masa sejalan dengan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pertumbuhan dan perkembangan bahasa telah menempatkan bahasa asing pada posisi strategis yang memungkinkan bahasa tersebut masuk dan mempengaruhi perkembangan

Lebih terperinci

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN نو قض لا سلا ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ عبد لعزيز بن عبد الله بن با Penerjemah: Abu Azka Faridy ترمجة: بو ىك فريد Murajaah: Muh. Mu inudinillah Muhammadun Abdul

Lebih terperinci

Bab 1. Pendahuluan. Sejak zaman dahulu kala, manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi

Bab 1. Pendahuluan. Sejak zaman dahulu kala, manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Sejak zaman dahulu kala, manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi kepada sesamanya, baik itu lisan maupun tulisan. Menurut Parera (1997:27), bahasa ialah

Lebih terperinci

PENYERAHAN UANG IWADH DALAM PRAKTIK ACARA PERADILAN AGAMA. Oleh : Mahruddin Andry ( Pegawai PA. Sidikalang )

PENYERAHAN UANG IWADH DALAM PRAKTIK ACARA PERADILAN AGAMA. Oleh : Mahruddin Andry ( Pegawai PA. Sidikalang ) PENYERAHAN UANG IWADH DALAM PRAKTIK ACARA PERADILAN AGAMA Oleh : Mahruddin Andry ( Pegawai PA. Sidikalang ) Pendahulan. Salah satu alasan perceraian para pencari keadilan dalam berperkara di Pengadilan

Lebih terperinci

Apa yang Dianjurkan Setelah Selesai Witir

Apa yang Dianjurkan Setelah Selesai Witir Apa yang Dianjurkan Setelah Selesai Witir ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - DR. Muhammad bin Fahd al-furaih Dinukil dari Buku Masalah-Masalah Shalat Malam (hal. 71-75) 0Terjemah0T 0T: 0TMuhammad Iqbal

Lebih terperinci

BAB I WAKAF HAK CIPTA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA

BAB I WAKAF HAK CIPTA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA BAB I 1 WAKAF HAK CIPTA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA A. Latar Belakang Masalah Lahirnya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf di Indonesia sebagai penyempurna

Lebih terperinci

TEKNIK MENYUSUN SKRIPSI YANG BEBAS PLAGIAT *Salam, M.Pd

TEKNIK MENYUSUN SKRIPSI YANG BEBAS PLAGIAT *Salam, M.Pd TEKNIK MENYUSUN SKRIPSI YANG BEBAS PLAGIAT *Salam, M.Pd A. Pendahuluan Ketika seorang mahasiswa sudah masuk pada semester VII, terasa ada beban yang mulai menyelimuti pikirannya. Pikiran itu mengarah pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan analis isi ( content analysis). Pendekatan analisis isi merupakan suatu langkah

Lebih terperinci

PROSES HUKUM TERHADAP ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DALAM TINDAK PIDANA PENGGELAPAN JURNAL ILMIAH

PROSES HUKUM TERHADAP ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DALAM TINDAK PIDANA PENGGELAPAN JURNAL ILMIAH 1 PROSES HUKUM TERHADAP ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DALAM TINDAK PIDANA PENGGELAPAN JURNAL ILMIAH Oleh : I PUTU DIRGANTARA D1A 110 163 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MATARAM MATARAM 2014 2

Lebih terperinci

Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus

Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus ] ندونييس Indonesian [ Indonesia Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bâz Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto

Lebih terperinci

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Dalam Prodi Kependidikan

Lebih terperinci

FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL Nomor: 77/DSN-MUI/V/2010 Tentang JUAL-BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI

FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL Nomor: 77/DSN-MUI/V/2010 Tentang JUAL-BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL Nomor: 77/DSN-MUI/V/2010 Tentang JUAL-BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)setelah, Menimbang : a. bahwa transaksi jual beli

Lebih terperinci

HARGA SATUAN TIMPANG, APA DAN BAGAIMANA PERLAKUANNYA? Oleh : Fatimah Widyaiswara Muda BDK Malang

HARGA SATUAN TIMPANG, APA DAN BAGAIMANA PERLAKUANNYA? Oleh : Fatimah Widyaiswara Muda BDK Malang HARGA SATUAN TIMPANG, APA DAN BAGAIMANA PERLAKUANNYA? Oleh : Fatimah Widyaiswara Muda BDK Malang Dalam pekerjaan pengadaan barang jasa pemerintah, kita semua pasti pernah mendengar tentang harga satuan

Lebih terperinci

Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup Hukum Ekonomi Syariah

Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup Hukum Ekonomi Syariah Mata Kuliah : Hukum Ekonomi Syariah S K S : 2 Semester : V Program Studi : Al Ahwal al Sykhsyiyah Standar Kompetensi: memahami menjelaskan permasalahan Hukum Ekonomi Syariah, segi kelembagaan operasionalnya

Lebih terperinci

$! " # %& ' ( ) * &+, -. /0 1 &+ 23 4 52 6 27! "#$

$!  # %& ' ( ) * &+, -. /0 1 &+ 23 4 52 6 27! #$ [ ] : : : Ikhtilaf Ulama, Sebab dan Sikap Kita Terhadapnya Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kita nikmat iman dan islam serta kesehatan, karunia yang tiada taranya yang telah diberikan-nya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir ini tergolong cepat. Salah satu alasannya adalah keyakinan yang kuat di kalangan masyarakat

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 09 Tahun 2014 Tentang JUAL BELI TANAH UNTUK KUBURAN DAN BISNIS LAHAN KUBURAN MEWAH

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 09 Tahun 2014 Tentang JUAL BELI TANAH UNTUK KUBURAN DAN BISNIS LAHAN KUBURAN MEWAH FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 09 Tahun 2014 Tentang JUAL BELI TANAH UNTUK KUBURAN DAN BISNIS LAHAN KUBURAN MEWAH (MUI), setelah : MENIMBANG : a. bahwa dewasa ini mulai banyak berkembang usaha properti

Lebih terperinci

PEKERJAAN TAMBAH/KURANG DALAM KONTRAK PEKERJAAN KONSTRUKSI (Abu Sopian BDK Palembang)

PEKERJAAN TAMBAH/KURANG DALAM KONTRAK PEKERJAAN KONSTRUKSI (Abu Sopian BDK Palembang) PEKERJAAN TAMBAH/KURANG DALAM KONTRAK PEKERJAAN KONSTRUKSI (Abu Sopian BDK Palembang) Pasal 51 Perpres nomor 54 tahun 2010 mengatur tentang ketentuan kontrak lump sum dengan ketentuan kontrak lump sum

Lebih terperinci

Asal Usul Alam Semesta

Asal Usul Alam Semesta Kontroversi Islam dan Sains? Asal Usul Alam Semesta Pernahkah Anda merenung tentang asal usul alam semesta, bagaimanakah alam semesta dapat terbentuk. Pertanyaan tersebut yang mendorong ilmuwan di setiap

Lebih terperinci

EMPAT AGENDA ISLAM YANG MEMBEBASKAN

EMPAT AGENDA ISLAM YANG MEMBEBASKAN l Edisi 001, Agustus 2011 EMPAT AGENDA ISLAM YANG MEMBEBASKAN P r o j e c t i t a i g k a a n D Luthfi Assyaukanie Edisi 001, Agustus 2011 1 Edisi 001, Agustus 2011 Empat Agenda Islam yang Membebaskan

Lebih terperinci

Masyarakat Merdeka. Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah. Muhammad Ali al-hasyimi. Terjemah : Muzaffar Sahidu

Masyarakat Merdeka. Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah. Muhammad Ali al-hasyimi. Terjemah : Muzaffar Sahidu Masyarakat Merdeka Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah [ Indonesia Indonesian ] Muhammad Ali al-hasyimi Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Muhammad Thalib 2009-1430 ملسلم ملسلم

Lebih terperinci

LAPORAN EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM) FAKULTAS SASTRA SEMESTER II 2000/2001

LAPORAN EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM) FAKULTAS SASTRA SEMESTER II 2000/2001 LAPORAN EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM) FAKULTAS SASTRA SEMESTER II 2000/2001 Bambang Yudi Cahyono 1 Abstrak: Kata kunci: evaluasi PBM, instrumen evaluasi Fakultas Sastra memandang perlu diadakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. oleh Allah SWT, yakni dengan menyampaikan nilai-nilai yang dapat. sesuai dengan segi atau bidangnya masing-masing.

BAB I PENDAHULUAN. oleh Allah SWT, yakni dengan menyampaikan nilai-nilai yang dapat. sesuai dengan segi atau bidangnya masing-masing. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dakwah merupakan suatu bentuk proses penyampaian ajaran Islam. Dakwah Islam adalah dakwah ke arah kualitas puncak dari nilai-nilai kemanusiaan, dan peradaban

Lebih terperinci

Beberapa Manfaat dan Keutamaan Istighfar

Beberapa Manfaat dan Keutamaan Istighfar 1 Risalah Ilmiyah Ahlus Sunnah Beberapa Manfaat dan Keutamaan Istighfar Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi Berikut beberapa penjelasan manfaat yang akan diraih oleh hamba dengan beristighfar.

Lebih terperinci

ALGORITMA & PEMROGRAMAN 1

ALGORITMA & PEMROGRAMAN 1 ALGORITMA & PEMROGRAMAN 1 Tri Ginanjar Laksana tryanjar@yahoo.com laksana.anjar@gmail.com 0899-7373-392 Tri Ginanjar Laksana Lahir di Majalengka, 7 Agustus 1985 SD Negeri Kesambi Dalam 2 Cirebon (1992)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. disertai dengan adanya tantangan - tantangan yang semakin luas dan kompleks, fungsi dan tanggung jawabnya melayani masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. disertai dengan adanya tantangan - tantangan yang semakin luas dan kompleks, fungsi dan tanggung jawabnya melayani masyarakat. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dunia perbankan yang dewasa ini bergerak sangat cepat disertai dengan adanya tantangan - tantangan yang semakin luas dan kompleks, hal tersebut membuat

Lebih terperinci

3 OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR

3 OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR Pada arena balap mobil, sebuah mobil balap mampu melaju dengan kecepatan (x + 10) km/jam selama 0,5 jam. Berapakah kecepatannya jika jarak yang ditempuh mobil tersebut 00

Lebih terperinci

JUAL BELI DENGAN SISTEM AL-BAI U SALAM DALAM PEMBIAYAAN SYARIAH DI INDONESIA

JUAL BELI DENGAN SISTEM AL-BAI U SALAM DALAM PEMBIAYAAN SYARIAH DI INDONESIA SKRIPSI JUAL BELI DENGAN SISTEM AL-BAI U SALAM DALAM PEMBIAYAAN SYARIAH DI INDONESIA PURCHASE AND SALE BASED ON AL-BAI U SALAM SYSTEM IN SYARIAH FINANCE IN INDONESIA LISDA APRILIANI S NIM. 080710101165

Lebih terperinci

APAKAH BAHASA INDONESIA DALAM SURAT DINAS SUDAH BENAR?

APAKAH BAHASA INDONESIA DALAM SURAT DINAS SUDAH BENAR? APAKAH BAHASA INDONESIA DALAM SURAT DINAS SUDAH BENAR? Kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar di kalangan masyarakat, mahasiswa, dan pegawai negeri sangat diperlukan. Yang dimaksud dengan

Lebih terperinci

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG PENGARUH BAGI HASIL DAN KREDIT MACET TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BMT NU SEJAHTERA SEMARANG TAHUN 2011-2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi SyaratGuna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

أهلها هلندوس الشيخ مد صالح ملنجد

أهلها هلندوس الشيخ مد صالح ملنجد BARU MASUK ISLAM DAN TIDAK MAMPU MENAMPAKKAN KEISALAMANNYA, BAGAIMANA CARA SHALAT DIANTARA KELUARGANYA YANG HINDU? أسلمت حديثا ولا ستطيع إظهار إسلامها فكيف تص ب أهلها هلندوس ] إندوني - Indonesian [ Indonesia

Lebih terperinci

HAK MENERIMA ANAK ANGKAT ATAS HARTA PENINGGALAN ORANG TUA ANGKAT MELALUI WASIAT WAJIBAH DI TINJAU DARI KOMPILASI HUKUM ISLAM

HAK MENERIMA ANAK ANGKAT ATAS HARTA PENINGGALAN ORANG TUA ANGKAT MELALUI WASIAT WAJIBAH DI TINJAU DARI KOMPILASI HUKUM ISLAM HAK MENERIMA ANAK ANGKAT ATAS HARTA PENINGGALAN ORANG TUA ANGKAT MELALUI WASIAT WAJIBAH DI TINJAU DARI KOMPILASI HUKUM ISLAM HALAMAN JUDUL SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi dan melengkapi tugas Dalam menyelesaikan

Lebih terperinci

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran.

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. LAMPIRAN Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. Kriteria Indikator Kurang 1 Menirukan kembali 3 4 urutan kata, misalnya: Tidur, mandi,

Lebih terperinci

untuk mengirim delegasi ke Saudi Arabia, dan membentuk

untuk mengirim delegasi ke Saudi Arabia, dan membentuk BAB v: PENUTUP A. KESIHPULAN 1. Nahdlatul Ulama merupakan jamriyah diniyah yang didirikan pada 15 Rajab 1334 H atau 31 Januar i 1-925 ' organisasi ini didirikan antara lain untuk memberikan jawaban yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pernikahan merupakan seruan agama yang harus dijalankan oleh. manusia bagi yang hendak berkeluarga. Banyak sekali hikmah yang dapat

BAB I PENDAHULUAN. Pernikahan merupakan seruan agama yang harus dijalankan oleh. manusia bagi yang hendak berkeluarga. Banyak sekali hikmah yang dapat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pernikahan merupakan seruan agama yang harus dijalankan oleh manusia bagi yang hendak berkeluarga. Banyak sekali hikmah yang dapat diambil dari sebuah pernikahan.

Lebih terperinci

KOHESI LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL LIRIK LAGU WALI DALAM ALBUM CARI JODOH SKRIPSI

KOHESI LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL LIRIK LAGU WALI DALAM ALBUM CARI JODOH SKRIPSI KOHESI LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL LIRIK LAGU WALI DALAM ALBUM CARI JODOH SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

Lebih terperinci

Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya

Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya Dan mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang memiliki kemampuan. Barangsiapa kafir atau mengingkari

Lebih terperinci

BAB III PRAKTEK USAHA PERSEWAAN MOBIL DI DUSUN BUARAN KEBOGUYANG KECAMATAN JABON KABUPATEN SIDOARJO

BAB III PRAKTEK USAHA PERSEWAAN MOBIL DI DUSUN BUARAN KEBOGUYANG KECAMATAN JABON KABUPATEN SIDOARJO BAB III PRAKTEK USAHA PERSEWAAN MOBIL DI DUSUN BUARAN KEBOGUYANG KECAMATAN JABON KABUPATEN SIDOARJO A. Sekilas Desa Keboguyang 1. Keadaan Geografis Desa Keboguyang adalah salah satu Desa yang berada di

Lebih terperinci

K88 LEMBAGA PELAYANAN PENEMPATAN KERJA

K88 LEMBAGA PELAYANAN PENEMPATAN KERJA K88 LEMBAGA PELAYANAN PENEMPATAN KERJA 1 K-88 Lembaga Pelayanan Penempatan Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA)

Lebih terperinci

Dalam Hal-hal Apa Gereja Tuhan Itu Seperti Satu Tubuh

Dalam Hal-hal Apa Gereja Tuhan Itu Seperti Satu Tubuh Dalam Hal-hal Apa Gereja Tuhan Itu Seperti Satu Tubuh Hanya orang percayalah yang menjadi anggota-anggota yang sebenamya dari gereja Allah. Dalam pelajaran 4 kita telah melihat bahwa ada berbagai sebutan

Lebih terperinci

SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN. Related Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban :

SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN. Related Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban : Reading and Free Access soal essay tentang animalia kelas x serta jawaban Page : 1 SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN [Download] Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban.PDF The

Lebih terperinci

Presiden yang religius, jika ia seorang muslim, maka yang akan menjadi rujukan ialah para. Kudambakan Presidenku Laksana Nabiku (285/U)

Presiden yang religius, jika ia seorang muslim, maka yang akan menjadi rujukan ialah para. Kudambakan Presidenku Laksana Nabiku (285/U) KOPI - Selain beberapa kelebihan, setidaknya ada dua hal yang tidak saya sukai dari presiden kita, Pak Beye. Pertama, sifat penakut, yang ditandai dengan mempertontonkan foto dirinya yang konon dijadikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perumahan mengakibatkan persaingan, sehingga membangun rumah. memerlukan banyak dana. Padahal tidak semua orang mempunyai dana yang

BAB I PENDAHULUAN. perumahan mengakibatkan persaingan, sehingga membangun rumah. memerlukan banyak dana. Padahal tidak semua orang mempunyai dana yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah merupakan salah satu kebutuhan paling pokok dalam kehidupan manusia. Rumah sebagai tempat berlindung dari segala cuaca sekaligus sebagai tempat tumbuh kembang

Lebih terperinci

Hari Besar Orang-Orang Kafir

Hari Besar Orang-Orang Kafir Hari Besar Orang-Orang Kafir Disusun Oleh: Munir Fuadi Ridwan MA Murajaah : Abu Ziyad ا عياد الكفار منيرفو اديرضوان Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1428 2007 Hari Besar Orang-Orang Kafir Dalam

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk

BAB II KAJIAN TEORI. kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk 9 BAB II KAJIAN TEORI A. Keterampilan Berbicara Bahasa Arab 1. Pengertian Keterampilan Berbicara Keterampilan berbicara (maharah al-kalam/speaking skill) adalah kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi artikulasi

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam STUDI KOMPARASI PRESTASI BELAJAR PAI PADA ASPEK KOGNITIF ANTARA SISWA YANG IKUT ROHIS DENGAN SISWA YANG TIDAK IKUT ROHIS di SMA NEGERI 3 SEMARANG KELAS XI TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan untuk

Lebih terperinci

Mengapa Kita Harus Berdakwah? [ Indonesia Indonesian

Mengapa Kita Harus Berdakwah? [ Indonesia Indonesian Mengapa Kita Harus Berdakwah?? [ Indonesia Indonesian ] Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2009-1430 ? : : 2009-1430 2 Mengapa Kita Harus Berdakwah? [1] Dakwah merupakan jalan

Lebih terperinci

Hukum Melakukan Operasi Selaput Dara

Hukum Melakukan Operasi Selaput Dara Hukum Melakukan Operasi Selaput Dara شلكة لرسقة عند الا طفال ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid حامد نهار ملط ي Penterjemah: www.islamqa.info Pengaturan: www.islamhouse.com

Lebih terperinci

K144 KONSULTASI TRIPARTIT UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN STANDAR-STANDAR KETENAGAKERJAAN INTERNASIONAL

K144 KONSULTASI TRIPARTIT UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN STANDAR-STANDAR KETENAGAKERJAAN INTERNASIONAL K144 KONSULTASI TRIPARTIT UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN STANDAR-STANDAR KETENAGAKERJAAN INTERNASIONAL 1 K-144 Konsultasi Tripartit untuk Meningkatkan Pelaksanaan Standar-Standar Ketenagakerjaan Internasional

Lebih terperinci

Telah terdaftar di DEPKEU RI, No : LEM 44 / WP.J 17 / KP 203 / 008. Dengan menempati lahan sewa seluas 6 Are (600 m2), yang berlokasi di :

Telah terdaftar di DEPKEU RI, No : LEM 44 / WP.J 17 / KP 203 / 008. Dengan menempati lahan sewa seluas 6 Are (600 m2), yang berlokasi di : I. Pendahuluan Dinamika kehidupan masyarakat urban di kota Denpasar Bali yang begitu menggeliat, telah menarik banyak orang untuk datang dan mencoba mencari penghidupan di ibukota Provinsi Bali ini. Denpasar,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu.(lasa,2009:207). Kata ilmiah dalam Kamus Besar

Lebih terperinci

Deskripsi Mata Kuliah Jurusan S1 Sastra China Fakultas Sastra Universitas Kristen Maranatha

Deskripsi Mata Kuliah Jurusan S1 Sastra China Fakultas Sastra Universitas Kristen Maranatha Deskripsi Mata Kuliah Jurusan S1 Sastra China Fakultas Sastra Universitas Kristen Maranatha SEMESTER I Pancasila (MK-017) Mahasiswa memperoleh pemahaman yang semakin jelas mengenai Pancasila sebagai falsafah

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2007 TENTANG PANDAI BACA TULIS HURUF AL- QUR AN BAGI MURID SD, SISWA, SLTP, SLTA, DAN CALON PENGANTEN BUPATI PASAMAN BARAT Menimbang : a. Bahwa

Lebih terperinci

10 Pembatal Keislaman

10 Pembatal Keislaman 10 Pembatal Keislaman نو قض لا سلا [ Indonesia Indonesian ] Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah Terjemah : Muh. Iqbal Ahmad Ghazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2010-1432 نو قض لا سلا» باللغة

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HIBAH SELURUH HARTA KEPADA ANAK ANGKAT DI DESA JOGOLOYO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HIBAH SELURUH HARTA KEPADA ANAK ANGKAT DI DESA JOGOLOYO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG 68 BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HIBAH SELURUH HARTA KEPADA ANAK ANGKAT DI DESA JOGOLOYO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG A. Analisis terhadap pelaksanaan hibah seluruh harta kepada anak angkat

Lebih terperinci

i Buku Guru Kelas X MA

i Buku Guru Kelas X MA i Buku Guru Kelas X MA Hak Cipta 2014 pada Kementerian Agama Republik Indonesia Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku guru ini dipersiapkan Pemerintah dalam rangka

Lebih terperinci