D. E. 3. Bila kedua unsur tersebut berikatan, maka rumus senyawa yang dihasilkan adalah... A. XY 2

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "D. E. 3. Bila kedua unsur tersebut berikatan, maka rumus senyawa yang dihasilkan adalah... A. XY 2"

Transkripsi

1 Dua buah unsur memiliki notasi dan 1. Diagram orbital yang paling tepat untuk elektron terakhir dari unsur X adalah... A. B. C. X nomor atom 13 Konfigurasi elektron terakhirnya ada pada nomor 13. [Ne] 3s² 3p¹ Diagram orbitalnya: [Ne] 3s² 3p¹ D. E. 2. Unsur Y dalam sistem periodik terletak pada... A. Unsur Y dalam sistem periodik terletak pada... B. golongan VIII B, periode 4 C. golongan IV A, periode 3 Unsur Y nomor atom 17. Konfigurasi elektronya: [Ne] 3s² 3p 5 golongan: VII A (elektron valensi = = 5) periode: 3 D. golongan VII A, periode 3 E. golongan VIII A, periode 3 3. Bila kedua unsur tersebut berikatan, maka rumus senyawa yang dihasilkan adalah... A. XY 2 D. X 3 Y B. XY 3 E. X 2 Y 3 C. X 2Y Bila kedua unsur tersebut berikatan, maka rumus senyawa yang dihasilkan adalah: XY 3 1. CH 4 + Cl 2 CH 3Cl + HCl 2. CH 3 CH 3 + H 2 CH 3 CH 3 4. Jenis reaksi yang terjadi pada nomor 1 dan 2 berturut-turut adalah... A. adisi dan substitusi B. substitusi dan alkilasi C. substitusi dan adisi Kunci : C D. eliminasi dan adisi E. substitusi dan eliminasi 1

2 Jenis reaksi yang terjadi: 1. Reaksi substitusi adalah reaksi adanya pertukaran 1 atom atau 1 gugus dengan atom atau gugus yang lain. 2. Reaksi adisi adalah reaksi pemutusan ikata rangkap menjadi ikatan tunggal. 5. Berdasarkan IUPAC, nama senyawa hasil reaksi pada persamaan reaksi nomor 2 adalah... A. metil propanol B. metil-2-hidroksi etanol C. 2-hidroksi propanol Kunci : E Hasil dari reaksinya: D. metil etanol E. 2-propanol 2-propanol Jika diketahui: Zn +2 / Zn E = -0,76 Volt Cu +2 / Cu E = +0,34 Volt 6. diagram sel yang paling tepat untuk menggambarkan proses tersebut adalah... A. ZnSO 4 / Zn // CuSO 4 / Cu B. Zn / Zn 2+ // Cu +2 / Cu C. Zn +2 / SO -2 4 // Cu +2-2 / SO 4 Oksidasi Reduksi Zn Zn 2+ Cu +2 Cu oksidasi reduksi D. Cu / CuSO 4 // ZnSO 4 / Zn E. Cu / Cu +2 // Zn +2 / Zn 7. Maka besarnya potensial sel (E sel) volta tersebut adalah... A. -0,42 Volt B. -1,10 Volt C. +0,42 Volt E sel = E reduksi - E oksidasi = +0,34 - (-0,76) = +0,34 + 0,76 = +1,10 Volt D. +1,10 Volt E. +11,0 Volt 2

3 Asam sulfat dapat dibuat dengan bahan dasar belerang, udara, dan air. Proses/reaksi yang dapat terjadi, S(s) + O 2 (g) SO 2 (g); SO 2(g) 2SO 3(g) SO 3 (g) + H 2 SO 4 (aq) H 2S 2O 7(l) + H 2O(l) H 2 S 2 O 7 (l); 2H 2SO 4(aq) 8. Nama proses pembuatan/pengolahan senyawa tersebut adalah... A. Wohler B. Kontak C. Bilik Timbal D. Down E. Frasch a. Kontak yaitu pembuatan asam sulfat menggunakan katalis V 2O 5 b. Wohler yaitu pembuatan unsur posfor c. Bilik Timbal yaitu pembuatan asam sulfat menggunakan katalis SO 2 d. Frash yaitu pembuatan belerang. 9. Manfaat dari senyawa hasil pengolahan tersebut digunakan sebagai... A. antiseptik B. pemutih pakaian C. bahan pembuat kabel listrik D. bahan dasar pembuatan pupuk ZA E. kerangka pesawat terbang Hasil pengolahan asam sulfat bermanfaat bagi bahan dasar pembuatan pupuk ZA (amonium sulfat) (NH 4 ) 2 SO Perhatikan data hasil percobaan berikut ini! Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa jenis ikatan yang terdapat pada zat A dan zat B berturut-turut adalah... A. ionik dan kovalen non polar B. kovalen polar dan ionik C. kovalen non polar dan ionik Kunci : A Ciri-ciri ikatan kovalen non polar: - Bentuk molekulnya simetris. - Terjadi antara atom non logam dan atom non logam. - Titik leleh dan titik didih relatif rendah. - Senyawanya tidak larut dalam air. D. kovalen koordinasi dan logam E. hidrogen dan kovalen 3

4 - Tidak dapat menghantar listrik. Ciri-ciri ikatan ion: - Terjadi antara atom logam dan atom non logam. - Perbedaan keelektronegatifannya besar. - Leburannya dapat menghantarkan listrik. - Senyawanya merupakan zat padat dengan titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi. - Larutannya dalam air dapat menghantarkan listrik. 11. Perhatikan pengujian sifat elektrolit larutan-larutan berikut: Pasangan larutan yang bersifat elektrolit kuat dan non elektrolit berturut-turut adalah... A. 1 dan 2 B. 1 dan 5 C. 3 dan 4 D. 3 dan 5 E. 4 dan 5 Kunci : A Ciri-ciri larutan elektrolit kuat antara lain: - lampu menyala terang - banyak gelembung Ciri-ciri larutan elektrolit lemah antara lain: - lampu redup - gelembung sedikit Ciri-ciri non elektrolit antara lain: - lampu tidak menyala - tidak ada gelembung Jadi yang merupakan pasangan larutan yang bersifat elektrolit kuat dan non elektrolit adalah 1 dan Berikut ini beberapa fenomena sehari-hari yang menunjukkan sifat koloid dalam kehidupan: 1. proses cuci darah 2. kabut di pegunungan 3. pembentukan delta di muara sungai 4. pemutihan gula 5. proses kerja obat diare Sifat koagulasi koloid dapat ditunjukkan dalam contoh kejadian nomor... A. 1 B. 2 C. 3 Kunci : C D. 4 E. 5 4

5 Contoh-contoh sifat koloid: 1) Proses cuci darah: dialisis 2) Kabut di pegunungan berkas sinar matahari sorot lampu mobil pada kabut akan tampak berkas cahaya. 3) Pembentukan delta di muara sungai: koagulasi. 4) Pemutihan gula: proses adsorbsi. 5) Proses kerja obat diare: koloid yang dapat mengadsorbsi racun. 13. Bagan berikut menggambarkan larutan dengan berbagai konsentrasi: Bagan yang menunjukkan tekanan uap larutan paling besar adalah... A. I B. II C. III Kunci : E P = P. X p = P D. IV E. V Tekanan uap (P) berbanding lurus terhadap fraksi mol pelarut. Artinya semakin banyak mol pelarut X p semakin besar. 14. Kelarutan Mg(OH) 2 dalam NaOH 0,1 M degan Ksp Mg(OH) 2 = 1,8 x mol³l -3 adalah... A. 1,8 x mol/l B. 1,8 x mol/l C. 4,5 x mol/l S Mg(OH) 2 dalam NaOH 0,1 M adalah: Ksp Mg(OH) 2 = [Mg +2 ] [OH - ]² 1,8 x = [Mg +2 ] [0,1]² [Mg +2 ] = = 1,8 x 10-9 mol/l [Mg +2 ] = S Jadi S = 1,8 x 10-9 mol/l D. 1,8 x 10-9 mol/l E. 6,7 x 10-6 mol/l 15. Berikut ini adalah hasil uji sifat asam/basa dan beberapa garam: 5

6 Garam yang mengalami hidrolisis dan sesuai dengan hasil uji lakmusnya adalah... A. 1, 2, dan 3 B. 1, 2, dan 4 C. 2, 3, dan 4 D. 2, 3, dan 5 E. 3, 4, dan 5 Garam yang terhidrolisis berasal dari: a. asam kuat dan basa lemah NH 4 Cl berasal dari NH 2 OH (basa lemah) dan HCl (asam kuat) b. asam lemah dan basa kuat CH 3 COOK berasal dari CH 3 COOH (asam lemah) dan KOH (basa kuat) NaCN berasal dari NaOH (basa kuat) dan HCN (asam lemah) c. asam lemah dan basa lemah 16. Seorang siswa melakukan titrasi 25 ml larutan CH 3COOH 0,1 M dengan larutan NaOH 0,1 M. Perubahan volume larutan NaOH yang ditambahkan menyebabkan perubahan ph. Grafik yang dapat dibuat adalah... A. D. B. E. C. Kunci : E 6

7 Grafik yang tepat : 17. ph larutan yang mengandung 6 gram CH 3 COOH (Mr = 60) dan 0,1 mol CH 3 COONa (Ka = 1,0 x 10-5 ) adalah... A. 1 B. 5 C. 7 Mol CH 3 COOH = = 0,1 D. 9 E. 12 [H + ] = = ,1/0,1 = 10-5 ph = Berdasarkan pengujian sampel air limbah diperoleh data sebagai berikut: Harga ph untuk sampel A dan B berturut-turut adalah A. 6,3 dan 7,6 ph 8,3 B. 7,6 ph 8,3 dan 10 C. 7,6 ph 8,3 dan 10 Larutan A: - ditambah metil merah warna kuning H 6,3 - ditambah bromitol biru warna biru ph 7,6 - ditambah phenolftlein warna merah ph 10 D. 10 dan 7,6 ph 8,3 E. 10 dan 7,6 ph 8,3 7

8 Larutan B: - ditambah metil merah warna kuning ph 6,3 - ditambah bromitol biru warna biru ph 7,6 - ditambah phenolftalein tak berwarna ph 8,3 19. Amonia dapat dibuat melalui reaksi N 2 (g) + 3 H 2 (g) 2 NH 3 (g) Jika 60 liter gas nitrogen direaksikan dengan 240 liter gas hidrogen yang diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka volume gas amonia yang dihasilkan adalah... A. 60 L B. 80 L C. 120 L Kunci : C N 2 (g) + 3 H 2 (g) 2 NH 3 (g) V mula-mula : V reaksi : 60 ~ V sisa L D. 180 L E. 240 L 20. Reaksi pembakaran gas asetilena ternyata menghasilkan energi panas yang sangat besar, sehingga dapat melelehkan logam. Reaksi ini banyak dimanfaatkan dalam proses pengelasan dan pemotongan logam. Reaksi pembakaran gas asetilena yang benar adalah... A. 2CO 2 (g) + H 2 O(g) C 2 H 2 (g) + 2O 2 (g) B. C 2 H 2 (g) + 2O 2 (g) 2CO 2 (g) + H 2 O(g) C. 4CO 2(g) + 2H 2O(g) 2C 2H 2(g) + 5O 2(g) D. 2C 2 H 2 (g) + 5O 2 (g) 4CO 2 (g) + 2H 2 O(g) E. CO 2 (g) + H 2 O(g) C 2 H 2 (g) + O 2 (g) Gas asetilena: C 2 H 2 (g). Reaksi pembakaran gas asetilena: 2C 2 H 2 (g) + 5O 2 (g) 4CO 2 (g) + 2H 2 O(g) 21. Sebanyak 10 gram padatan kalium klorat dipanaskan dalam wadah tertutup, sehingga terjadi reaksi sesuai persamaan: 2KClO 3(s) 2KCl(s) + 3O 2(g). Massa zat yang dihasilkan adalah... A. lebih besar dari 25 gram B. lebih besar dari 10 gram C. sama dengan 10 gram D. lebih kecil dan 25 gram E. lebih kecil dari 10 gram Kunci : C Pemanasan padatan kalium klorat dalam wadah tertutup massa zat sebelum dan sesudah reaksi tetap karena tidak ada energi yang keluar dan masuk dari sistem ke lingkungan atau sebaliknya. 8

9 22. Beberapa kegunaan zat makanan di dalam tubuh kita, yaitu: I. sebagai zat pembangun II. pengganti jaringan tubuh yang rusak III. sumber energi utama dalam tubuh IV. penambah selera Kegunaan protein dalam tubuh kita adalah... A. I dan II B. I dan IV C. II dan III Kunci : A Kegunaan protein antara lain: - sebagai zat pembangun - pengganti jaringan tubuh yang rusak - mengkatalisis reaksi-reaksi biokimia D. II dan IV E. III dan IV 23. Berikut ini adalah pernyataan yang tidak benar tentang karbohidrat, protein, dan lemak adalah... A. Karbohidrat merupakan polimer alam yang terdiri dari monomer monosakarida. B. Uji biuret dilakukan untuk mengidentifikasi adanya protein. C. Mentega dibuat dari hidrogenasi minyak nabati dengan katalis Pt. D. Sukrosa, maltosa, dan glukosa termasuk monosakarida. E. Pemanasan dapat menyebabkan denaturasi protein. Sukrosa dan maltosa: disakarida Glukosa: monosakarida 24. Berikut tabel polimer alam dan sintetik: Pasangan polimer yang terbentuk melalui proses adisi adalah... A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 2 dan 5 E. 4 dan 5 Proses adisi pada polimer harus mempunyai ikatan rangkap dua antar atom C-nya. Karet alam : Vinil klorida : H 2 C = CHCl 9

10 25. Stirena : Nama senyawa turunan benzena dengan rumus struktur seperti gambar di atas adalah... A. toluene B. nitrobenzena C. klorobenzena Toluen : Anilin : Klorobenzena : Asam benzoat : D. anilin E. asam benzoat 26. Berikut adalah persamaan reaksi pembuatan turunan benzena: Jenis reaksi tersebut adalah... A. sulfonasi B. adisi C. alkilasi Kunci : C D. halogenasi E. oksidasi termasuk reaksi alkilasi 27. Senyawa 2 - metil pentanol berisomer rangka dengan... A. 2 - metil pentanol B. 3 - metil pentanol C. 3 - metil pentanol D. 4 - metil pentanol E. 2 - etil pentanol Kunci : C Isomer rangka adalah isomer dengan rumus molekul sama, gugus fungsi sama tetapi letak atom C berbeda. 2 - metil pentanol: - dengan 2 - metil pentanol berisomer gugus fungsi karena letak gugus - OH berbeda - dengan 3 - metil pentanol berisomer gugus fungsi dan berisomer rangka sekaligus - dengan 4 metil pentanol berisomer gugus fungsi dan berisomer rangka sekaligus 10

11 - dengan 2 etil petnanol berisomer gugus fungsi dan berisomer rangka sekaligus 28. Suatu senyawa karbon dengan rumus molekul C 3 H 8 O. Bila direaksikan dengan asam etanoat menghasilkan senyawa beraroma buah pir. Maka gugus fungsi senyawa tersebut adalah... A. - OH B. - OR C. - CHO D. E. Kunci : A Rumus molekul C 3 H 8 O = C n H 2n+2 O dapat berupa eter atau alkohol. Karena dengan asam menghasilkan ester maka senyawa senyawa tersebut memiliki gugus fungsi - OH. CH 3 OH + CH 3 COOH CH 3 COOCH 3 alkohol ester 29. Tabel berikut menunjukkan massa jelaga yang dihasilkan dalam pembakaran 1 kg beberapa jenis bahan bakar bensin: Bahan bakar yang diperkirakan memiliki bilangan oktan paling tinggi adalah... A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 Kunci : A Semakin tinggi bilangan oktan maka jelaga yang dihasilkan akan semakin kecil. Jadi bahan bakar yang memiliki oktan paling tinggi adalah nomor Diketahui energi ikatan rata-rata: C C : 839 kj/mol H - H : 436 kj/mol C - C : 343 kj/mol C - H : 410 kj/mol Perubahan entalpi yang terjadi pada reaksi: CH 3 - C CH + 2H 2 CH 3 - CH 2 - CH 3 sebesar... A kj/mol B kj/mol C kj/mol D kJ/mol E kj/mol 11

12 CH 3 - C CH + 2H 2 CH 3 - CH 2 - CH 3 H reaksi = E ikatan pemutusan - E ikatan pembentukan H reaksi = (E C - H + E C - C + E C = C + E H - H x 2) - (E C - H x 8 + E C - C x 2) = ((410 x 4) + (343) + (839) + (436 x 2)) - ((410 x 8) + (343 x 2)) = ( ) - ( ) = = -272 kj/mol 31. Persamaan reaksi pembentukan gas asetilena adalah sebagai berikut: 2C(s) + H 2 (g) C 2 H 2 (g) H f = -226,7 kj/mol Grafik di bawah ini yang menunjukkan proses reaksi pembentukan tersebut adalah... A. D. B. E. C. 2C(s) + H 2 (g) C 2 H 2 (g) H f = -226,7 kj/mol Grafik yang menunjukkan proses reaksi tersebut adalah: 32. Entalpi pembakaran suatu bahan bakar besarnya kj/mol. Jika 5,7 gram bahan bakar (Mr = 114) tersebut dibakar, maka entalpi pembakaran yang dihasilkan adalah... A x B. kj x kj C x 114 kj D x 5,7 kj E. kj 12

13 H pembakaran 5,7 gram = mol x H pembakaran H = gram x ( kj/mol) 33. Data percobaan reaksi kesetimbangan 2SO 2 (g) + O 2 (g) 2SO 3 (g) sebagai berikut: Besarnya tetapan kesetimbangan (Kc) pada 25 C (mol L -1 ) adalah... A. D. B. E. C. Kc = = = 34. Gas NO dibakar menjadi gas NO 2, menurut persamaan reaksi: 2 NO(g) + O 2 (g) 2NO 2 (g) Grafik yang menggambarkan hubungan antara konsentrasi NO terhadap waktu adalah... 13

14 A. D. B. E. C. 2 NO(g) + O 2 (g) 2NO 2 (g) Jika tidak ada data percobaannya maka orde reaksi menunjukkan koefisien. V = k[no]²[o 2] orde NO = Pada percobaan logam magnesium yang direaksikan dengan larutan asam klorida: Mg(s) + 2HCl(aq) MgCl 2(aq) + H 2(g) diperoleh data sebagai berikut: Laju reaksi pada pembentukan gas H 2 adalah... ml/detik. A. B. D. E. C. 14

15 Kunci : E Laju reaksi (ml/det) = Suhu tetap pada percobaan 1 dan 2 maka laju reaksi = 36. Berikut ini percobaan logam besi (Fe) yang dihubungkan dengan logam lain. Masing-masing logam yang telah dihubungkan diletakkan di tempat yang sedikit lembab dan bersuasana asam, seperti gambar: Besi yang akan mengalami korosi paling cepat yaitu percobaan nomor... A. I B. II C. III D. IV E. V Kunci : E Besi (Fe) akan lebih cepat korosi jika dihubungkan dengan logam dalam deret volta dan di tempatkan sedikit lembab dan bersuasana asam. 37. Sejumlah arus listrik yang sama dialirkan ke dalam dua sel elektrolisis yang berbeda sesuai gambar berikut: Jika dalam larutan ZnSO 4 akan mengendap 13 gram Zn (Ar = 65), maka pada larutan SnCl 4 akan diperoleh endapan Sn (Ar = 119) sebanyak... A. 0,9 gram B. 11,9 gram C. 18,3 gram D. 71,0 gram E. 595 gram 15

16 W sn = 11,9 gram 38. Gas nitrogen monoksida merupakan gas yang tidak berwarna dan beracun. Gas tersebut dapat dihasilkan dari reaksi asam sulfida dengan asam nitrat, dengan persamaan reaksi: 3H 2 S(g) + 2HNO 3 (aq) + 6H + (aq) 2NO(g) + 2S(s) + 4H 2 O(l) Spesi yang merupakan oksidator adalah... A. H 2 S B. HNO 3 C. NO 3H 2 S(g) + 2HNO 3 (aq) + 6H + (aq) D. S E. H 2 O 2NO(g) + 2S(s) + 4 H2O(l) Oksidatornya adalah zat yang mengalami penurunan biloks (dari +5 ke +2 untuk unsur N). 39. Beberapa senyawa kimia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari di antaranya: 1. Freon (CF 2CF 2) 2. Natrium benzoat (C 6 H 5 COONa) 3. Kalium iodat (KIO 3 ) 4. Kalsium fosfat (Ca 3 (PO 4 ) 2 ) 5. Kaporit (Ca(OCl) 2) 6. Soda kue (NaHCO 3 ) Pasangan senyawa yang dapat digunakan dalam makanan dengan jumlah sedikit adalah... A. 1 dan 3 B. 2 dan 4 C. 2 dan 6 Kunci : C Natrium benzoat (C 6 H 5 COONa) Soda kue (NaHCO 3) pengembang kue D. 3 dan 5 E. 4 dan 5 pengawet makanan 40. Perhatikan unsur-unsur dengan nomor atom berikut: 11 X, 15 Y, dan 17 Z. Pernyataan yang tidak benar tentang sifat unsur-unsur tersebut adalah... A. unsur Z bersifat non logam B. keelektronegati fan unsur Z > Y > X C. ketiga unsur tersebut memiliki jumlah elektron valensi yang sama D. X dan Z dapat membentuk senyawa dengan rumus XZ E. jari-jari atom unsur X > Y> Z Kunci : C 16

17 11X logam 15Y non logam 17X non logam Ketiga unsur elektron valensi berbeda X = 1, Y = 5, dan Z = 7 Dalam satu golongan dari kiri ke kanan kelektronegatifan bertambah. 17

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi Bab17 Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan Larutan buffer adalah larutan yg terdiri dari: 1. asam lemah/basa

Lebih terperinci

CH 3 COONa 0,1 M K a CH 3 COOH = 10 5

CH 3 COONa 0,1 M K a CH 3 COOH = 10 5 Soal No. 1 Dari beberapa larutan berikut ini yang tidak mengalami hidrolisis adalah... A. NH 4 Cl C. K 2 SO 4 D. CH 3 COONa E. CH 3 COOK Yang tidak mengalami peristiwa hidrolisis adalah garam yang berasal

Lebih terperinci

ASAM, BASA DAN GARAM

ASAM, BASA DAN GARAM ASAM, BASA DAN GARAM Larutan terdiri dari zat terlarut (solute) dan pelarut (solvent). Dalam suatu larutan, jumlah pelarut lebih banyak dibandingkan jumlah zat terlarut. Penggolongan larutan dapat juga

Lebih terperinci

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Mata Pelajaran : Kimia Kelas : X (Sepuluh) Nomor Modul : Kim.X.07 Penulis : Drs. Asep Jamal Nur Arifin Penyunting Materi : Drs. Ucu Cahyana, M.Si Penyunting Media

Lebih terperinci

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN A. Pengertian Kelarutan Kemampuan garam-garam larut dalam air tidaklah sama, ada garam yang mudah larut dalam air seperti natrium klorida (NaCl) dan ada pula garam sukar

Lebih terperinci

BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8.

BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8. BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8. DIAGRAM FASA WUJUD ZAT: GAS CAIRAN PADATAN PERMEN (sukrosa) C 12

Lebih terperinci

Atom unsur karbon dengan nomor atom Z = 6 terletak pada golongan IVA dan periode-2 konfigurasi elektronnya 1s 2 2s 2 2p 2.

Atom unsur karbon dengan nomor atom Z = 6 terletak pada golongan IVA dan periode-2 konfigurasi elektronnya 1s 2 2s 2 2p 2. SENYAWA ORGANIK A. Sifat khas atom karbon Atom unsur karbon dengan nomor atom Z = 6 terletak pada golongan IVA dan periode-2 konfigurasi elektronnya 1s 2 2s 2 2p 2. Atom karbon mempunyai 4 elektron valensi,

Lebih terperinci

IKATAN KIMIA DAN GEOMETRI MOLEKUL

IKATAN KIMIA DAN GEOMETRI MOLEKUL IKATAN KIMIA DAN GEOMETRI MOLEKUL Sebagian besar unsur di alam tidak pernah dijumpai dalam atom bebas (kecuali gas mulia), namun dalam bentuk berikatan dengan atom yang sejenis maupun atom-atom yang lain.

Lebih terperinci

KESETIMBANGAN. titik setimbang

KESETIMBANGAN. titik setimbang KESETIMBANGAN STANDART KOMPETENSI;. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang berpengaruh, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. KOMPETENSI DASAR;.. Menjelaskan kestimbangan

Lebih terperinci

Dikenal : - Asidimetri : zat baku asam - Alkalimetri : zat baku basa DASAR : Reaksi penetralan Asam + Basa - hidrolisis - buffer - hal lain ttg lart

Dikenal : - Asidimetri : zat baku asam - Alkalimetri : zat baku basa DASAR : Reaksi penetralan Asam + Basa - hidrolisis - buffer - hal lain ttg lart Dikenal : - Asidimetri : zat baku asam - Alkalimetri : zat baku basa DASAR : Reaksi penetralan Asam + Basa - hidrolisis - buffer - hal lain ttg lart a. AK + BK ph = 7 B. AK + BL ph < 7 C. AL + BK ph >

Lebih terperinci

III. SIFAT KIMIA SENYAWA FENOLIK

III. SIFAT KIMIA SENYAWA FENOLIK Senyawa Fenolik pada Sayuran Indigenous III. SIFAT KIMIA SENYAWA FENOLIK A. Kerangka Fenolik Senyawa fenolik, seperti telah dijelaskan pada Bab I, memiliki sekurang kurangnya satu gugus fenol. Gugus fenol

Lebih terperinci

HUKUM DASAR KIMIA DAN PERHITUNGAN KIMIA

HUKUM DASAR KIMIA DAN PERHITUNGAN KIMIA Modul Hukum Dasar Kimia dan Perhitungan Kimia EV Page of 8 HUKUM DASAR KIMIA DAN PERHITUNGAN KIMIA Mata Pelajaran K e l a s Nomor Modul Penulis : Kimia : X : Kim.X.04 : Ernavita M.Pd Sekolah Menengah Atas

Lebih terperinci

LAPORAN. Praktikum Kimia Organik I. Oleh. Octavio Lisboa Guterres Fernandes. Nim : 09.03.04.088 DEPARTAMENTO DE QUÍMICA

LAPORAN. Praktikum Kimia Organik I. Oleh. Octavio Lisboa Guterres Fernandes. Nim : 09.03.04.088 DEPARTAMENTO DE QUÍMICA LAPORAN Praktikum Kimia Organik I Oleh Octavio Lisboa Guterres Fernandes Nim : 09.03.04.088 Semester : III/A DEPARTAMENTO DE QUÍMICA FACULDADE EDUCAÇÃO, ARTES E HUMANIDADE UNIVERSIDADE NACIONAL TIMOR LORO

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dikemukakan oleh Ehrenberg (dalam Pakaya, 2008: 3) bahwa konsep merupakan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dikemukakan oleh Ehrenberg (dalam Pakaya, 2008: 3) bahwa konsep merupakan 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. 1 Konsep dan Pemahaman Konsep Kimia Banyak definisi konsep yang dikemukakan oleh para ahli, seperti yang dikemukakan oleh Ehrenberg (dalam Pakaya, 2008: 3) bahwa konsep merupakan

Lebih terperinci

Diunduh dari http://urip.wordpress.com OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2015. Kimia SELEKSI KABUPATEN / KOTA. UjianTeori. Waktu: 120 menit

Diunduh dari http://urip.wordpress.com OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2015. Kimia SELEKSI KABUPATEN / KOTA. UjianTeori. Waktu: 120 menit HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG UNDANG OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2015 SELEKSI KABUPATEN / KOTA Kimia UjianTeori Waktu: 120 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH

Lebih terperinci

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp)

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp) KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp) Kelarutan (s) Kelarutan (solubilit) adalah suatu zat dalam suatu pelarut menatakan jumlah maksimum suatu zat ang dapat larut dalam suatu pelarut. Satuan kelarutan

Lebih terperinci

VOLUMETRI / TITRIMETRI

VOLUMETRI / TITRIMETRI VLUMETRI / TITRIMETRI Volumetri atau titrimetri merupakan suatu metode analisis kuantitatif didasarkan pada pengukuran volume titran yang bereaksi sempurna dengan analit. Titran merupakan zat yang digunakan

Lebih terperinci

Kimia dalam AIR. Dr. Yuni K. Krisnandi. KBI Kimia Anorganik

Kimia dalam AIR. Dr. Yuni K. Krisnandi. KBI Kimia Anorganik Kimia dalam AIR Dr. Yuni K. Krisnandi KBI Kimia Anorganik Sifat fisika dan kimia AIR Air memiliki rumus kimia H2O Cairan tidak berwarna, tidak berasa TAPI air biasanya mengandung sejumlah kecil CO2 dalm

Lebih terperinci

ALKENA & ALKUNA. Prof. Dr. Jumina Robby Noor Cahyono, S.Si., M.Sc.

ALKENA & ALKUNA. Prof. Dr. Jumina Robby Noor Cahyono, S.Si., M.Sc. ALKENA & ALKUNA Prof. Dr. Jumina Robby Noor Cahyono, S.Si., M.Sc. Alkena, C n H 2n ; n = 3 C 3 H 6 CH 3 -CH=CH 2 } Hidrokarbon Alkuna, C n H 2n-2 ; n = 3 C 3 H 4 CH 3 -C=CH Tak Jenuh Ikatan rangkap Lebih

Lebih terperinci

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA. Pembuatan Produk

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA. Pembuatan Produk Pembuatan Produk I. Pendahuluan Sabun merupakan produk kimia yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pembuatan sabun telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu. Metode pembuatan sabun pada

Lebih terperinci

Sumber Bahaya di lab. 1. Bahaya fisik (bakar, gores, dll) 2. Bahaya bahan kimia (korosif, karsinogenik) 3. Bahaya bahan biologi (bakteri, virus dll)

Sumber Bahaya di lab. 1. Bahaya fisik (bakar, gores, dll) 2. Bahaya bahan kimia (korosif, karsinogenik) 3. Bahaya bahan biologi (bakteri, virus dll) DOKUMEN KESELAMATAN& KEAMANAN KERJA DI LABORATORIUM IPA SMA/SMK Oleh: Dr. Suyanta, M.Si Sumber Bahaya di lab 1. Bahaya fisik (bakar, gores, dll) 2. Bahaya bahan kimia (korosif, karsinogenik) 3. Bahaya

Lebih terperinci

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C)

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C) Pengaruh Kadar Gas Co 2 Pada Fotosintesis Tumbuhan yang mempunyai klorofil dapat mengalami proses fotosintesis yaitu proses pengubahan energi sinar matahari menjadi energi kimia dengan terbentuknya senyawa

Lebih terperinci

CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014. Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1

CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014. Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1 CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014 Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1 Pencemaran Udara Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia

Lebih terperinci

TUJUAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I 1

TUJUAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I 1 TUJUAN 1. Mahasiswa mengenal alat-alat sederhana yang umum dipergunakan dalam laboratorium kimia. 2. Mahasiswa memahami kegunaan serta cara menggunakan secara benar alat-alat laboratorium kimia. Beberapa

Lebih terperinci

ANALISIS PEMETAKAN SK/KD 2011-2012

ANALISIS PEMETAKAN SK/KD 2011-2012 Mata Pelajaran : Kimia Kelas : XI/2 Standar Dasar 4. Memahami sifat-sifat larutan asambasa, metode pengukuran dan terapannya 4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIFAT-SIFAT KOLOID DAN KEGUNAANNYA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIFAT-SIFAT KOLOID DAN KEGUNAANNYA RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIFAT-SIFAT KOLOID DAN KEGUNAANNYA SEKOLAH MATA PELAJARAN KELAS / SEMESTER ALOKASI WAKTU : SMAN 16 SURABAYA : KIMIA : XI / 2 (dua) : 2x45 menit I. STANDAR KOMPETENSI

Lebih terperinci

ph = pk a + log ([A - ]/[HA])

ph = pk a + log ([A - ]/[HA]) PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Tujuan: i) Memahami prinsip prinsip dasar larutan buffer ii) Latihan penggunaan ph meter iii) Latihan persiapan pembuatan buffer fosfat dengan teknik titrasi iv) Latihan

Lebih terperinci

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III. Olimpiade Kimia Indonesia. Kimia UJIAN PRAKTEK

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III. Olimpiade Kimia Indonesia. Kimia UJIAN PRAKTEK OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III Olimpiade Kimia Indonesia Kimia UJIAN PRAKTEK Petunjuk : 1. Isilah Lembar isian data pribadi anda dengan lengkap (jangan disingkat) 2. Soal Praktikum terdiri dari 2 Bagian:

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. membantu aktivitas pertumbuhan mikroba dan aktivitas reaksi-reaksi kimiawi

II. TINJAUAN PUSTAKA. membantu aktivitas pertumbuhan mikroba dan aktivitas reaksi-reaksi kimiawi II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Aktifitas Air (Aw) Aktivitas air atau water activity (a w ) sering disebut juga air bebas, karena mampu membantu aktivitas pertumbuhan mikroba dan aktivitas reaksi-reaksi kimiawi

Lebih terperinci

Alkena. KO 1 pertemuan III. Indah Solihah

Alkena. KO 1 pertemuan III. Indah Solihah Alkena KO 1 pertemuan III Indah Solihah Pengertian Alkena Merupakan senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap karbon-karbon. Terdapat dalam jumlah berlebih di alam Etena (etilena) merupakan ssalah

Lebih terperinci

PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN

PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN Kode KIM. 04 Konsep Mol BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 004 Modul Kim. 04.

Lebih terperinci

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis (Fisiologi Tumbuhan) Disusun oleh J U W I L D A 06091009027 Kelompok 6 Dosen Pembimbing : Dra. Tasmania Puspita, M.Si. Dra. Rahmi Susanti, M.Si. Ermayanti,

Lebih terperinci

Air dan air limbah Bagian 12: Cara uji kesadahan total kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dengan metode titrimetri

Air dan air limbah Bagian 12: Cara uji kesadahan total kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dengan metode titrimetri Standar Nasional Indonesia Air dan air limbah Bagian 12: Cara uji kesadahan total kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dengan metode titrimetri ICS 13.060.50 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENGAMATAN. A. REAKSI PEWARNAAN 1. Reaksi Biuret Sampel

BAB IV HASIL PENGAMATAN. A. REAKSI PEWARNAAN 1. Reaksi Biuret Sampel BAB IV HASIL PENGAMATAN A. REAKSI PEWARNAAN 1. Reaksi Biuret Sampel Kelompok Albumin Urea Tetesan Warna Tetesan Warna 9 8 Ungu 9 Ungu 10 7 Ungu 11 Ungu 11 8 Ungu 8 Ungu 12 5 Ungu 10 Ungu 2. Reaksi Ninhidrin

Lebih terperinci

BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA

BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA IV.1 TINJAUAN UMUM Pengambilan sampel air dan gas adalah metode survei eksplorasi yang paling banyak dilakukan di lapangan geotermal.

Lebih terperinci

11/14/2011. By: Yuli Yanti, S.Pt., M.Si Lab. IPHT Jurusan Peternakan Fak Pertanian UNS. Lemak. Apa beda lemak dan minyak?

11/14/2011. By: Yuli Yanti, S.Pt., M.Si Lab. IPHT Jurusan Peternakan Fak Pertanian UNS. Lemak. Apa beda lemak dan minyak? By: Yuli Yanti, S.Pt., M.Si Lab. IPHT Jurusan Peternakan Fak Pertanian UNS Lemak Apa beda lemak dan minyak? 1 Bedanya: Fats : solid at room temperature Oils : liquid at room temperature Sources : vegetables

Lebih terperinci

12/03/2015. Nurun Nayiroh, M.Si

12/03/2015. Nurun Nayiroh, M.Si Fasa (P) Fasa (phase) dalam terminology/istilah dalam mikrostrukturnya adalah suatu daerah (region) yang berbeda struktur atau komposisinya dari daerah lain. Nurun Nayiroh, M.Si Fasa juga dapat didefinisikan

Lebih terperinci

HUBUNGAN STRUKTUR, SIFAT KIMIA FISIKA DENGAN PROSES ABSORPSI, DISTRIBUSI DAN EKSKRESI OBAT

HUBUNGAN STRUKTUR, SIFAT KIMIA FISIKA DENGAN PROSES ABSORPSI, DISTRIBUSI DAN EKSKRESI OBAT HUBUNGAN STRUKTUR, SIFAT KIMIA FISIKA DENGAN PROSES ABSORPSI, DISTRIBUSI DAN EKSKRESI OBAT Oleh: Siswandono Laboratorium Kimia Medisinal Proses absorpsi dan distribusi obat Absorpsi Distribusi m.b. m.b.

Lebih terperinci

BENTUK MOLEKUL. Rumus VSEPR AX 2 AX 3 AX 4 AX 3 E AX 3 E 2 AX 5 AX 6 AX 4 E 2

BENTUK MOLEKUL. Rumus VSEPR AX 2 AX 3 AX 4 AX 3 E AX 3 E 2 AX 5 AX 6 AX 4 E 2 BENTUK MOLEKUL KOMPETENSI DASAR 1. Menjelaskan teori tolakan pasangan elektron di sekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul. Menurut teori tolakan pasangan elektron kulit

Lebih terperinci

4027 Sintesis 11-kloroundek-1-ena dari 10-undeken-1-ol

4027 Sintesis 11-kloroundek-1-ena dari 10-undeken-1-ol 4027 Sintesis 11-kloroundek-1-ena dari 10-undeken-1-ol OH SOCl 2 Cl + HCl + SO 2 C 11 H 22 O C 11 H 21 Cl (170.3) (119.0) (188.7) (36.5) (64.1) Klasifikasi Tipe reaksi and penggolongan bahan Substitusi

Lebih terperinci

STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR

STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR 1. Partikel dasar : partikel-partikel pembentuk atom yang terdiri dari elektron, proton den neutron. 1. Proton : partikel pembentuk atom yang mempunyai massa sama dengan

Lebih terperinci

Deskripsi Lengkap Analisa : Merk : JEOL JNMECA 500 Fungsi. Harga Analisa : Proton ( 1 H) Karbon ( 13 C)

Deskripsi Lengkap Analisa : Merk : JEOL JNMECA 500 Fungsi. Harga Analisa : Proton ( 1 H) Karbon ( 13 C) : NMR Merk : JEOL JNMECA 500 Proton ( 1 H) Karbon ( 13 C) Attached Proton Test (APT) Correlation Spectroscopy (COSY, NOESY) Distortionless Enhancement by Polarization Transfer 9DEPT) 45 o Distortionless

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kreatinin Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir metabolisme otot yang dilepaskan dari otot dengan kecepatan yang hampir konstan dan diekskresi dalam

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI ALUMINIUM

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI ALUMINIUM LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI ALUMINIUM DISUSUN OLEH FITRI RAMADHIANI KELOMPOK 4 1. DITA KHOERUNNISA 2. DINI WULANDARI 3. AISAH 4. AHMAD YANDI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

Lebih terperinci

Analisis input. Contoh analisis input

Analisis input. Contoh analisis input Analisis input Ringkasan Analisis input adalah suatu metoda untuk mendeteksi kelemahan utama pada produk dan proses. Hal ini didasarkan pada aturan ISO 14040 untuk melaksanakan kesetimbangan ekosistem

Lebih terperinci

BAB II ANALISIS KATION DAN ANION

BAB II ANALISIS KATION DAN ANION BAB II ANALISIS KATION DAN ANION Banyak ion-ion terlarut yang kita temui di sekitar kita misalnya pada air laut, sungai, limbah, atau pun dalam bentuk padatannya seperti pada tanah dan pupuk. Unsur logam

Lebih terperinci

Pemantauan Kerusakan Lahan untuk Produksi Biomassa

Pemantauan Kerusakan Lahan untuk Produksi Biomassa Pemantauan Kerusakan Lahan untuk Produksi Biomassa Rajiman A. Latar Belakang Pemanfaatan lahan memiliki tujuan utama untuk produksi biomassa. Pemanfaatan lahan yang tidak bijaksana sering menimbulkan kerusakan

Lebih terperinci

TANAH. Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah. Hubungan tanah dan organisme :

TANAH. Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah. Hubungan tanah dan organisme : TANAH Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah Hubungan tanah dan organisme : Bagian atas lapisan kerak bumi yang mengalami penghawaan dan dipengaruhi oleh tumbuhan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB PENDAHULUAN.7. Latar Belakang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang paling banyak dibudi dayakan di Indonesia. Ikan Nila menduduki urutan kedua setelah ikan

Lebih terperinci

MODUL PERCOBAAN TERMOKIMIA

MODUL PERCOBAAN TERMOKIMIA MODUL PERCOBAAN TERMOKIMIA Tujuan Percobaan Mempelajari bahwa setiap reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan energi Mempelajari bahwa perubahan kalor dapt diukur atau dipelajari dengan percobaan

Lebih terperinci

UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA

UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA MODUL: UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA I. DESKRIPSI SINGKAT A ir dan kesehatan merupakan dua hal yang saling berhubungan. Kualitas air yang dikonsumsi masyarakat dapat menentukan derajat kesehatan masyarakat.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air

PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air SALINAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syaratsyarat Dan Pengawasan Kualitas Air MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 2 : TEKNIK DASAR PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. Henny Erina Saurmauli Ompusunggu. Rebecca Rumesty Lamtiar. Nunung Sri Mulyani

PRAKTIKUM 2 : TEKNIK DASAR PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN. Henny Erina Saurmauli Ompusunggu. Rebecca Rumesty Lamtiar. Nunung Sri Mulyani PRAKTIKUM 2 : TEKNIK DASAR PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN Henny Erina Saurmauli Ompusunggu Rebecca Rumesty Lamtiar Nunung Sri Mulyani Tujuan: 1. Latihan teknik timbangan manual, maupun digital 2.

Lebih terperinci

Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 Tentang : Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja

Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 Tentang : Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 Tentang : Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja Oleh : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 22 TAHUN 1993 (22/1993) Tanggal : 27 PEBRUARI 1993 (JAKARTA) DENGAN

Lebih terperinci

SNI STANDAR NASIONAL INDONESIA SNI 01-2982 - 1992 =========================================== RAGI ROTI KERING

SNI STANDAR NASIONAL INDONESIA SNI 01-2982 - 1992 =========================================== RAGI ROTI KERING SNI STANDAR NASIONAL INDONESIA SNI - 98-99 =========================================== RAGI ROTI KERING =========================================== DEWAN STANDARDISASI NASIONAL - DSN RAGI ROTI KERING.

Lebih terperinci

1. KOMPONEN AIR LAUT

1. KOMPONEN AIR LAUT 1. KOMPONEN AIR LAUT anna.ida3@gmail.com/2013 Salinitas Salinitas menunjukkan banyaknya (gram) zat-zat terlarut dalam (satu) kilogram air laut, dimana dianggap semua karbonat telah diubah menjadi oksida

Lebih terperinci

LAPORAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

LAPORAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA LAPORAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI DALAM PROSES PEMBUATAN SABUN DENGAN MENGGUNAKAN MINYAK JELANTAH BIDANG KEGIATAN : BIDANG PKMP Diusulkan oleh : Suhardi 2010430068 (2010)

Lebih terperinci

1. Dua batang logam P dan Q disambungkan dengan suhu ujung-ujung berbeda (lihat gambar). D. 70 E. 80

1. Dua batang logam P dan Q disambungkan dengan suhu ujung-ujung berbeda (lihat gambar). D. 70 E. 80 1. Dua batang logam P dan Q disambungkan dengan suhu ujung-ujung berbeda (lihat gambar). Apabila koefisien kondutivitas Q, logam P kali koefisien konduktivitas logam Q, serta AC = 2 CB, maka suhu di C

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM JUDUL PRAKTIKUM: TEKNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM JUDUL PRAKTIKUM: TEKNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN LAPORAN PRAKTIKUM JUDUL PRAKTIKUM: TEKNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET DAN PEMBUATAN LARUTAN NAMA MAHASISWA : - Debby Mirani Lubis - T. Barlian WAKTU KEGIATAN : RABU/2 OKTOBER 2013, Pukul 08.00-11.00 I. TUJUAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 18 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

BAB 1 KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM KIMIA

BAB 1 KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM KIMIA 1 BAB 1 KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM KIMIA 1.1. Pendahuluan Setiap pekerja di laboratorium sebaiknya menyadari bahwa bekerja di laboratorium mengandung resiko yang membahayakan keselamatan kerja.

Lebih terperinci

PENYEMPURNAAN TAHAN API DENGAN VARIASI RESIN ANTI API DAP DAN NICCA Fi NONE P205 PADA KAIN KAPAS, T/C, T/R dan POLIESTER

PENYEMPURNAAN TAHAN API DENGAN VARIASI RESIN ANTI API DAP DAN NICCA Fi NONE P205 PADA KAIN KAPAS, T/C, T/R dan POLIESTER LAPORAN PRAKTIKUM PENYEMPURNAAN TEKSTIL PENYEMPURNAAN TAHAN API DENGAN VARIASI RESIN ANTI API DAP DAN NICCA Fi NONE P205 PADA KAIN KAPAS, T/C, T/R dan POLIESTER Disusun Oleh : Nama : Jakariya Nugraha 10020067

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Gliserin 2.1.1. Pengertian Gliserin Gliserol ialah suatu trihidroksi alkohol yang terdiri atas 3 atom karbon. Jadi tiap atom karbon mempunyai gugus OH. Satu molekul gliserol

Lebih terperinci

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DENGAN ALUMINIUM FOIL Rabu, 26 maret 2014 Ipa Ida Rosita 1112016200007 Kelompok 2 Amelia Rahmawati 1112016200004 Nurul mu nisa A. 1112016200008 Ummu

Lebih terperinci

Kegiatan 3.1. Terdiri dari. Kegiatan 3.5

Kegiatan 3.1. Terdiri dari. Kegiatan 3.5 Bagian APA MANFAAT DAN EFEK SAMPING DARI PRODUK BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA? Bagian Terdiri dari Setelah mempelajari dan memahami konsep bahan kimia sehari-hari, kini saatnya mempelajari zat-zat apa sajakah

Lebih terperinci

Jenis dan Sifat Bahan Kimia. Oleh Regina Tutik Padmaningrum Jurdik Kimia FMIPA UNY regina_tutikp@uny.ac.id

Jenis dan Sifat Bahan Kimia. Oleh Regina Tutik Padmaningrum Jurdik Kimia FMIPA UNY regina_tutikp@uny.ac.id Jenis dan Sifat Bahan Kimia Oleh Regina Tutik Padmaningrum Jurdik Kimia FMIPA UNY regina_tutikp@uny.ac.id A. Jenis Bahan: tingkat kemurnian (teknis, purified, pro analysis) agak kasar Teknis masih mengandung

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Buah kersen merupakan buah yang keberadaannya sering kita jumpai

BAB 1 PENDAHULUAN. Buah kersen merupakan buah yang keberadaannya sering kita jumpai BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Buah kersen merupakan buah yang keberadaannya sering kita jumpai di mana-mana. Biasanya banyak tumbuh di pinggir jalan, retakan dinding, halaman rumah, bahkan di kebun-kebun.

Lebih terperinci

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat

Lebih terperinci

DIIT GARAM RENDAH TUJUAN DIIT

DIIT GARAM RENDAH TUJUAN DIIT DIIT GARAM RENDAH Garam yang dimaksud dalam Diit Garam Rendah adalah Garam Natrium yang terdapat dalam garam dapur (NaCl) Soda Kue (NaHCO3), Baking Powder, Natrium Benzoat dan Vetsin (Mono Sodium Glutamat).

Lebih terperinci

Grafik Serapan Standar McFarland Scale pada Panjang Gelombang 500nm

Grafik Serapan Standar McFarland Scale pada Panjang Gelombang 500nm PRAKTIKUM KULTUR JARINGAN Judul : Kultur Jaringan Tanggal : 17 November 2011 Tujuan :1. Mengenal teknik McFarland Scale, absorbansi spektrum, memperkirakan konsentrasi sel (CFU) melalui kekeruhannya (alat

Lebih terperinci

panas,kuat,tahan terhadap berbagai bahan kimia dan permukaannya sangat licin (hampir tidak ada gesekan). Teflon ini digunakan diantaranya untuk

panas,kuat,tahan terhadap berbagai bahan kimia dan permukaannya sangat licin (hampir tidak ada gesekan). Teflon ini digunakan diantaranya untuk MATERIAL PLASTIK Oleh : Drs. Parlin Sinaga M Si Disampaikan pada pelatihan Quality Control alat alat IPA Kerjasama antara Jurusan pendidikan Fisika dengan PT Sugitek Indo Tama KIMIAWI PLASTIK seluruh plastik

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN A. HASIL PENGAMATAN 1. Penentuan Kesadahan Total dalam Air Kelompok Vol. Sampel Vol. EDTA 0.01 M 7 50 ml 6 ml 9 50 ml 14.6 ml 11 50 ml 5.8 ml Kelompok Vol. Sampel

Lebih terperinci

Nama : Laurensius Emilianus Seran NIM : 607332411998 TUGAS PENILAIAN PENDIDIKAN STRUKTUR ATOM UNTUK SMA KELAS X

Nama : Laurensius Emilianus Seran NIM : 607332411998 TUGAS PENILAIAN PENDIDIKAN STRUKTUR ATOM UNTUK SMA KELAS X Nama : Laurensius Emilianus Seran NIM : 607332411998 TUGAS PENILAIAN PENDIDIKAN STRUKTUR ATOM UNTUK SMA KELAS X STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami partikel dasar penyusun atom Partikel dasar penyusun

Lebih terperinci

PERTANYAAN YANG SERING MUNCUL. Tanya (T-01) :Bagaimana cara kerja RUST COMBAT?

PERTANYAAN YANG SERING MUNCUL. Tanya (T-01) :Bagaimana cara kerja RUST COMBAT? PERTANYAAN YANG SERING MUNCUL Tanya (T-01) :Bagaimana cara kerja RUST COMBAT? JAWAB (J-01) : RUST COMBAT bekerja melalui khelasi (chelating) secara selektif. Yaitu proses di mana molekul sintetik yang

Lebih terperinci

PEMURNIAN GLISEROL DARI PROSES TRANSESTERIFIKASI MINYAK JARAK DENGAN KATALIS SODIUM HIDROKSIDA

PEMURNIAN GLISEROL DARI PROSES TRANSESTERIFIKASI MINYAK JARAK DENGAN KATALIS SODIUM HIDROKSIDA PEMURNIAN GLISEROL DARI PROSES TRANSESTERIFIKASI MINYAK JARAK DENGAN KATALIS SODIUM HIDROKSIDA Yustia Wulandari Mirzayanti yustiawulandari@yahoo.com Jurusan Teknik Kimia, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Lebih terperinci

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN TEKNIK DASAR: PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN Tujuan: i) ii) ii) iii) Latihan teknik timbangan manual, maupun digital Latihan penggunaan pipet-pipet otomatik, Mohr serta spuid Latihan membuat larutan

Lebih terperinci

SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO

SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO Sejumlah faktor iklim dan tanah menjadi kendala bagi pertumbuhan dan produksi tanaman kakao. Lingkungan alami tanaman cokelat adalah hutan tropis. Dengan demikian curah hujan,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. yaitu permen keras, permen renyah dan permen kenyal atau permen jelly. Permen

I. PENDAHULUAN. yaitu permen keras, permen renyah dan permen kenyal atau permen jelly. Permen I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kembang gula atau yang biasa disebut dengan permen merupakan produk makanan yang banyak disukai baik tua maupun muda karena permen mempunyai keanekaragaman rasa, warna,

Lebih terperinci

BAB I PENDAH ULUAN 1.1.Latar Belakang

BAB I PENDAH ULUAN 1.1.Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Polimer secara umum merupakan bahan dengan kemampuan menghantarkan listrik yang rendah dan tidak memiliki respon terhadap adanya medan magnet dari luar. Tetapi melalui

Lebih terperinci

SABUN MANDI. Disusun Oleh : Nosafarma Muda (M0310033)

SABUN MANDI. Disusun Oleh : Nosafarma Muda (M0310033) SABUN MANDI Disusun Oleh : Winda Puspita S (M0307070) Arista Margiana (M0310009) Fadilah Marsuki (M0310018) Hartini (M0310022) Ika Lusiana (M0310024) Isnaeni Nur (M0310026) Isya Fitri A (M0310027) Nosafarma

Lebih terperinci

REAKSI DEKARBOKSILASI MINYAK JARAK PAGAR UNTUK PEMBUATAN HIDROKARBON SETARA FRAKSI DIESEL DENGAN PENAMBAHAN Ca(OH) 2

REAKSI DEKARBOKSILASI MINYAK JARAK PAGAR UNTUK PEMBUATAN HIDROKARBON SETARA FRAKSI DIESEL DENGAN PENAMBAHAN Ca(OH) 2 REAKSI DEKARBOKSILASI MINYAK JARAK PAGAR UNTUK PEMBUATAN HIDROKARBON SETARA FRAKSI DIESEL DENGAN PENAMBAHAN Ca(OH) 2 Setiadi Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, UI Kampus Baru UI Depok Andres Suranto

Lebih terperinci

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Mikroorganisme. Marlia Singgih Wibowo

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Mikroorganisme. Marlia Singgih Wibowo Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Mikroorganisme Marlia Singgih Wibowo Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Mikroorganisme Faktor Intrinsik : ph, moisture content, Potensial oksidasi-reduksi,

Lebih terperinci

Uji Beda Kadar Alkohol Pada Tape Beras, Ketan Hitam Dan Singkong

Uji Beda Kadar Alkohol Pada Tape Beras, Ketan Hitam Dan Singkong Jurnal Teknika Vol 6 No 1, Tahun 014 531 Uji Beda Kadar Alkohol Pada Beras, Ketan Hitam Dan Singkong Cicik Herlina Yulianti 1 1) Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Lamongan ABSTRAK Alkohol banyak

Lebih terperinci

PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN IKAN. Riza Rahman Hakim, S.Pi

PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN IKAN. Riza Rahman Hakim, S.Pi PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN IKAN Riza Rahman Hakim, S.Pi Penggolongan hasil perikanan laut berdasarkan jenis dan tempat kehidupannya Golongan demersal: ikan yg dapat diperoleh dari lautan yang dalam. Mis.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2012. Cangkang kijing lokal dibawa ke Laboratorium, kemudian analisis kadar air, protein,

Lebih terperinci

PEMANFAATAN STEARIN DALAM PROSES PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT. Vonny Indah Sari* Program Studi Teknik Pengolahan Sawit, Politeknik Kampar

PEMANFAATAN STEARIN DALAM PROSES PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT. Vonny Indah Sari* Program Studi Teknik Pengolahan Sawit, Politeknik Kampar PEMANFAATAN STEARIN DALAM PROSES PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT Vonny Indah Sari* Program Studi Teknik Pengolahan Sawit, Politeknik Kampar ABSTRACT In the crystallization process for manufacturing of cooking

Lebih terperinci

Kembang gula Bagian 2: Lunak

Kembang gula Bagian 2: Lunak Standar Nasional Indonesia Kembang gula Bagian 2: Lunak ICS 67.180.20 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Istilah dan definisi... 1 3 Komposisi...

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Tentang Air 2.1.1 Sifat kimia dan fisika air Nama Sistematis Nama Alternatif Rumus Molekul Massa Molar Densitas dan Fase Titik Lebur Titik Didih : air : aqua, dihidrogenmonoksida,

Lebih terperinci

(x + y z) Kadar Air = x 100% y Kadar bahan kering sampel dapat diketahui dengan rumus : Bahan kering (BK) = (100 Kadar Air) %

(x + y z) Kadar Air = x 100% y Kadar bahan kering sampel dapat diketahui dengan rumus : Bahan kering (BK) = (100 Kadar Air) % Lampiran 1. Prosedur analisa laboratorium 1. Kadar air Botol timbang dikeringkan terlebih dahulu selama 1 jam dalam oven pada suhu 105 C, lalu didinginkan dalam eksikator dan kemudian beratnya ditimbang

Lebih terperinci

Basic laboratory skills terampil menggunakan alat dasar

Basic laboratory skills terampil menggunakan alat dasar Basic laboratory skills terampil menggunakan alat dasar Memanaskan menyaring meneteskan larutan ke dalam tabung reaksi Memastikan kesempurnaan endapan mengocok larutan melarutkan Memilih wadah untuk menimbang

Lebih terperinci

BAB 5 Makromolekul (Polimer, Karbohidrat,

BAB 5 Makromolekul (Polimer, Karbohidrat, BAB 5 Makromolekul (Polimer, Karbohidrat, Protein, dan Lemak) Gambar 5.1 Polimer Sumber: Hamparan Dunia Ilmu, hal. 107 Pada pelajaran bab kelima ini, akan dipelajari tentang polimer, karbohidrat, protein,

Lebih terperinci

KAJIAN REAKSI OKSIDASI SENYAWA 2,6,6-TRIMETIL BISIKLO[3.1.1]HEPT-2-ENA MENGGUNAKAN ALIRAN GAS OKSIGEN DAN ZEOLIT NAX ) Oleh : Nohong **)

KAJIAN REAKSI OKSIDASI SENYAWA 2,6,6-TRIMETIL BISIKLO[3.1.1]HEPT-2-ENA MENGGUNAKAN ALIRAN GAS OKSIGEN DAN ZEOLIT NAX ) Oleh : Nohong **) KAJIAN REAKSI KSIDASI SENYAWA 2,6,6-TRIMETIL BISIKL[3.1.1]HEPT-2-ENA MENGGUNAKAN ALIRAN GAS KSIGEN DAN ZELIT NAX ) leh : Nohong **) Telah dilakukan reaksi oksidasi terhadap senyawa α-pinena (2,6,6-trimetil

Lebih terperinci

PEMISAHAN SALAH SATU ALKALOID DARI BUNGA TAPAK DARA MERAH (VINCA ROSEA LINN) Rosminik

PEMISAHAN SALAH SATU ALKALOID DARI BUNGA TAPAK DARA MERAH (VINCA ROSEA LINN) Rosminik PEMISAHAN SALAH SATU ALKALOID DARI BUNGA TAPAK DARA MERAH (VINCA ROSEA LINN) Rosminik PENDAHULUAN Dahulu bangsa Indonesia telah memiliki pengetahuan yang luas di bidang obat-obatan tradisional yang berasal

Lebih terperinci

Direktorat PSMP KEMENDIKBUD. Fisika PENGAYAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014-2015 DILENGKAPI PEMBAHASAN FISIKA

Direktorat PSMP KEMENDIKBUD. Fisika PENGAYAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014-2015 DILENGKAPI PEMBAHASAN FISIKA Direktorat PSMP KEMENDIKBUD PAKET Fisika 3SOAL PENGAYAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014-2015 DILENGKAPI PEMBAHASAN FISIKA 1 Fisika i ii Pengayaan Ujian Nasional Fisika Daftar Isi Halaman muka... Daftar

Lebih terperinci

ARTI PENTING KALIBRASI PADA PROSES PENGUKURAN ANALITIK: APLIKASI PADA PENGGUNAAN phmeter DAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis. Iqmal Tahir ABSTRAK

ARTI PENTING KALIBRASI PADA PROSES PENGUKURAN ANALITIK: APLIKASI PADA PENGGUNAAN phmeter DAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis. Iqmal Tahir ABSTRAK ARTI PENTING KALIBRASI PADA PROSES PENGUKURAN ANALITIK: APLIKASI PADA PENGGUNAAN phmeter DAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis Iqmal Tahir Laboratorium Kimia Dasar, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Gadjah Mada

Lebih terperinci

ID0200110 PENGOLAHAN BIJIH URANIUM ASAL RIRANG PEMISAHAN LTJ DARI HASIL DIGESTI BASA

ID0200110 PENGOLAHAN BIJIH URANIUM ASAL RIRANG PEMISAHAN LTJ DARI HASIL DIGESTI BASA Prosiding Presentasi llmiah Bahan BakarNuklir V P2TBD dan P2BGN - BA TAN Jakarta, 22 Pebruari 2000 ISSN 1410-1998 ID0200110 PENGOLAHAN BIJIH RANIM ASAL RIRANG PEMISAHAN DARI HASIL DIGESTI BASA Erni R.A,

Lebih terperinci

Kualitas Refined-Glyserin Hasil Samping Reaksi Transesterifikasi Minyak Sawit dengan Menggunakan Variasi Katalis

Kualitas Refined-Glyserin Hasil Samping Reaksi Transesterifikasi Minyak Sawit dengan Menggunakan Variasi Katalis Jurnal Kompetensi Teknik Vol.1, No. 2, Mei 2010 43 Kualitas Refined-Glyserin Hasil Samping Reaksi Transesterifikasi Minyak Sawit dengan Menggunakan Variasi Katalis Astrilia Damayanti dan Wara Dyah Pita

Lebih terperinci

terlarut yang berbeda dengan hasil metode kalibrasi lebih besar daripada hasil metode adisi standar.

terlarut yang berbeda dengan hasil metode kalibrasi lebih besar daripada hasil metode adisi standar. Perbandingan Metode Kalibrasi dan Adisi Standar untuk Penentuan Timbal Terlarut dalam Air Bak Kontrol Candi Borobudur Secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)-Nyala Ida Sulistyaningrum, Melati Putri

Lebih terperinci

Bahan Ajar IPA Terpadu

Bahan Ajar IPA Terpadu Setelah mempelajari materi gerak lurus diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan gaya 2. Mengidentifikasi jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari 3. Mengidentifikasi gaya gesekan yang menguntungkan

Lebih terperinci