dipilih dan ditemukan strategi yang tepat dalam upaya meningkatkan kualitas perusahaan agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "dipilih dan ditemukan strategi yang tepat dalam upaya meningkatkan kualitas perusahaan agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan"

Transkripsi

1 49 dipilih dan ditemukan strategi yang tepat dalam upaya meningkatkan kualitas perusahaan agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan nilai, kapabilitas, dan kompetensi perusahaan sehingga perusahaan memiliki keunggulan bersaing (competitive advantage) dalam industri retail buku dan alat tulis di Denpasar. 4.2 Variabel Penelitian Identifikasi variabel Berdasarkan kajian dan hasil wawancara dengan beberapa responden yang paham keberadaan serta kapasitas TB Gramedia Duta Plaza sebagai usaha retail buku dan alat tulis, maka dapat diidentifikasi sembilan (9) variabel dengan 29 indikator yang termasuk faktor eksternal, dan sembilan (9) variabel dengan 25 indikator yang termasuk faktor internal. Identifikasi variabel eksternal dapat dilihat pada Lampiran 14, dan identifikasi variabel internal dapat dilihat pada Lampiran 15. Dalam lingkungan eksternal pada analisis SWOT, variabel yang diidentifikasi dan akan dianalisis lebih lanjut merupakan variabel-variabel yang berada di luar kendali perusahaan, terdiri dari lingkungan eksternal makro dan mikro. Dalam lingkungan internal, variabel yang diidentifikasi dan dianalisis lebih lanjut merupakan variabel-variabel yang berada dalam kendali perusahaan dan berpengaruh secara langsung terhadap perusahaan. Analisis lingkungan internal menggunakan metode balanced scorecard yang menganalisis variabel lingkungan internal melalui empat perspektif, yaitu : perspektif keuangan, pelanggan, proses

2 50 bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Identifikasi variabel dilakukan berdasarkan teori yang relevan, dan diperkuat dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti, dan telah diuji kebenarannya Definisi operasional variabel Definisi operasional dari variabel dan indikator variabel lingkungan eksternal makro TB Gramedia Duta Plaza adalah sebagai berikut : 1) Ekonomi, merupakan kondisi situasi ekonomi yang digambarkan melalui indikator-indikator sebagai berikut : a) Pertumbuhan ekonomi regional Bali adalah situasi perekonomian di Bali, khususnya di Kota Denpasar. b) Tingkat pendapatan masyarakat adalah tinggi rendahnya penghasilan masyarakat dalam bentuk uang, yang dapat mempengaruhi daya beli atau kemampuan masyarakat membeli buku di TB Gramedia Duta Plaza. 2) Pemerintah adalah lembaga yang mengurus, mengatur, dan membuat kebijakan terkait masalah pendidikan. Pemerintah digambarkan melalui indikator sebagai berikut : a) Kepedulian pemerintah terhadap suksesnya program pendidikan merupakan dukungan pemerintah terhadap kelancaran dan kesuksesan program pendidikan yang telah dicanangkan. 3) Politik adalah situasi pemerintahan yang terkait dengan dunia politik, yang digambarkan dalam indikator-indikator berikut ini :

3 51 a) Tingkat keamanan adalah kondisi keamanan nasional dan regional yang akan berpengaruh terhadap rasa aman usahawan dalam berusaha dan kenyamanan masyarakat dalam berbelanja. Kemudian akan berpengaruh terhadap penjualan buku. b) Situasi politik yang stabil adalah stabilnya politik nasional tanah air yang akan membawa situasi politik yang kondusif di daerah yang kemudian menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. 4) Sosial Budaya merupakan kondisi kehidupan masyarakat terkait dengan tradisi dan budaya masyarakat yang menciptakan jalinan hubungan antara TB Gramedia Duta Plaza dengan masyarakat, yang akan mempengaruhi keberlangsungan usaha dan keberhasilan perusahaan. Variabel ini digambarkan melalui indikator-indikator berikut ini : a) Tingkat pertumbuhan penduduk merupakan tingkat bertambahnya jumlah penduduk di Bali, khususnya di Kota Denpasar. Penduduk inilah yang dapat menjadi konsumen potensial bagi TB Gramedia Duta Plaza. b) Kesadaran masyarakat akan haknya sebagai konsumen, artinya bahwa masyarakat sudah sadar akan haknya sebagai konsumen, yaitu untuk dilayani dengan baik, sehingga tuntutan masyarakat kepada perusahaan menjadi semakin tinggi. c) Kepedulian masyarakat akan pentingnya pendidikan, artinya seberapa besar kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan ilmu

4 52 pengetahuan, juga peran serta masyarakat dalam kesuksesan pendidikan. d) Budaya gemar membaca adalah kebiasaan membaca oleh masyarakat yang dijadikan sebagai pedoman hidup masyarakat. Semakin tinggi budaya gemar membaca dalam masyarakat Bali, maka akan berpengaruh semakin baik bagi TB Gramedia Duta Plaza. 5) Teknologi merupakan perkembangan sistem teknologi informasi yang semakin canggih, sebagai alat bantu untuk mempermudah pekerjaan. Variabel teknologi ini terbagi dalam tiga indikator, yaitu : a) Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah kemampuan TB Gramedia Duta Plaza dalam menyerap atau mengadaptasi perkembangan tekonologi informasi dan komunikasi. b) Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi adalah kemampuan TB Gramedia Duta Plaza dalam memahami dan mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi yang ada dalam upaya meningkatkan pelayanan ataupun kehandalan sistem informasi dan komunikasi yang telah digunakan oleh perusahaan saat ini. c) Perkembangan software dan hardware yang user friendly adalah perkembangan teknologi yang mudah diikuti, mudah dipahami sistemnya, dan mudah dioperasikan oleh penggunanya, baik pengguna yang sudah ahli di bidang teknologi maupun yang awam teknologi.

5 53 6) Lingkungan Industri adalah pengelolaan toko-toko sejenis yang dapat mempengaruhi jumlah pengunjung yang berbelanja. Lingkungan industri terdiri atas beberapa variabel yaitu : a) Persaingan diantara perusahaan sejenis, yaitu situasi persaingan bisnis antar toko buku dalam upaya untuk memperbesar pangsa pasar dengan berbagai strategi, dengan indikator : bertambahnya jumlah kompetitor, kemampuan kompetitor yang semakin kuat, dan tingkat pertumbuhan industri. Bertambahnya jumlah kompetitor adalah semakin banyaknya pesaing yang bergerak di bidang industri yang sama, sehingga memperketat persaingan; kemampuan kompetitor yang semakin kuat berarti perusahaan sejenis sebagai pesaing memiliki keunggulan kompetitif yang semakin tinggi, dan; tingkat pertumbuhan industri adalah perkembangan industri bisnis retail toko buku. b) Kemungkinan masuknya pesaing baru adalah besar kecilnya kemungkinan pesaing baru untuk memasuki industri bisnis toko buku, dengan indikator : mudahnya kompetitor baru masuk dalam industri bisnis. Mudahnya kompetitor baru masuk dalam industri bisnis merupakan penyebab semakin tingginya tingkat persaingan karena perusahaan sejenis yang baru tidak memiliki kesulitan untuk masuk dalam industri bisnis toko buku. c) Potensi pengembangan produk substitusi adalah besar kecilnya kesempatan dan kemampuan produk lain yang berfungsi sama, untuk dikembangkan sebagai pengganti produk yang dijual oleh TB

6 54 Gramedia Duta Plaza. Dengan indikator : tawaran produk substitusi sebagai produk pengganti adalah kemampuan dan daya saing produk pengganti. d) Kekuatan tawar-menawar penjual atau pemasok, merupakan daya tawar penjual atau pemasok dalam mempengaruhi proses transaksi jual beli buku. Indikator dari variabel ini adalah peran penting supplier atau penerbit selaku pencetak produk dan; peran penting distributor sebagai penyalur produk, yang berarti kemampuan supplier atau penerbit dan distributor untuk mempengaruhi ketersediaan dan kelengkapan buku dalam upaya memenuhi permintaan pelanggan TB Gramedia Duta Plaza. e) Kekuatan tawar-menawar pembeli atau konsumen, merupakan daya tawar pembeli atau konsumen dalam transaksi jual beli barang di TB Gramedia Duta Plaza yang akan mempengaruhi keberlangsungan usaha. Terdiri atas indikator sebagai berikut : sensitifitas harga bagi konsumen yang peduli terhadap perbedaan harga adalah besarnya kemungkinan konsumen akan berpindah toko buku karena perbedaan harga; potensi belanja konsumen adalah tingkat kepastian konsumen memilih berbelanja di TB Gramedia Duta Plaza, dan; konsumen memiliki banyak pilihan untuk menentukan tempat berbelanja artinya besarnya kemungkinan konsumen untuk berpindah tempat berbelanja.

7 55 Definisi operasional dari variabel dan indikator variabel lingkungan eksternal mikro TB Gramedia Duta Plaza adalah sebagai berikut : 1) Gaya Hidup Konsumen merupakan sikap masyarakat di lingkungan eksternal TB Gramedia Duta Plaza selaku konsumen, yaitu fashionable lifestyle yang cenderung konsumtif. Indikator gaya hidup terdiri dari : a) Aktivitas belanja konsumen adalah kegiatan konsumen menggunakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang alur atau urutan pemenuhan kebutuhan tersebut disusun oleh konsumen yang berkepentingan. b) Minat konsumen adalah keinginan konsumen terkait dengan hobi, lingkungan pergaulan, kebiasaan, dan kebutuhan konsumen. c) Cara pandang dan sikap konsumen adalah pola pikir, cara pandang, dan sikap konsumen terhadap informasi yang diterima. 2) Market share merupakan bagian yang dikuasai perusahaan atas keseluruhan pasar industri buku dan alat tulis. Indikator market share terdiri atas : a) Jumlah pengunjung yaitu banyaknya pelanggan yang berkunjung ke TB Gramedia Duta Plaza b) Jumlah penjualan adalah besar nilai nominal seluruh transaksi belanja yang dilakukan oleh pelanggan dalam satu periode waktu tertentu. 3) Customer satisfaction adalah tingkat kepuasan pelanggan yang dialami oleh pelanggan selama berada di lingkungan perusahaan. Variabel customer satisfaction terdiri atas indikator :

8 56 a) Kepuasan pelanggan, yaitu perasaan senang atau kecewa pelanggan yang didapat atas pelayanan perusahaan b) Loyalitas konsumen, adalah kesetiaan konsumen untuk selalu berbelanja di TB Gramedia Duta Plaza apabila membutuhkan buku dan alat tulis. Definisi operasional dari variabel dan indikator lingkungan internal TB Gramedia Duta Plaza saat ini adalah sebagai berikut : 1) Perspektif Keuangan merupakan bagian internal perusahaan yang terkait erat dengan arus uang atau dana perusahaan. Variabel Keuangan merupakan kemampuan TB Gramedia Duta Plaza dalam mengelola keuangannya. Variabel keuangan terdiri atas indikator-indikator berikut : a) Arus kas (cash flow) perusahaan adalah arus (aliran) uang tunai dalam penerimaan kas perusahaan serta penggunaan kas dalam pembiayaan yang dikeluarkan oleh TB Gramedia Duta Plaza. b) Biaya merupakan sejumlah dana yang dikeluarkan oleh TB Gramedia Duta Plaza untuk mengembangkan usaha. c) Keuntungan merupakan tingkat kemampulabaan yang dapat dihasilkan oleh TB Gramedia Duta Plaza. 2) Perspektif Pelanggan merupakan bagian internal perusahaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan, terkait dengan proses penyampaian produk dalam upaya mengenalkan produk kepada konsumen, memenuhi kebutuhan, dan keinginan konsumen terhadap buku. Perspektif pelanggan ini terdiri atas variabel-variabel berikut :

9 57 a) Product adalah barang atau produk yang dijual di TB Gramedia Duta Plaza. Variabel ini terdiri atas indikator : jenis produk yang bervariasi adalah penawaran jenis produk selain buku yang juga dijual di TB Gramedia Duta Plaza, seperti : CD, stik pijat, kartu ucapan, postcard, poster, tabel, globe, peta dinding, puzzle, kalkulator, kamera, supplies computer, dll; kualitas fisik produk yang baik adalah tampilan buku yang menarik dari tampak luar atau fisik buku, seperti kemasan, kualitas kertas, tampilan cover, cetakan tulisan yang terbaca jelas, dan penjilidan buku yang kuat; kualitas isi produk yang mendidik yaitu tema dan isi buku sesuai dengan usia pembacanya. b) Customer relationship adalah hubungan baik yang berkelanjutan antara pelanggan dengan perusahaan. Salah satunya adalah kepuasan pelanggan terhadap keseluruhan proses pembelian yang dialaminya di TB Gramedia Duta Plaza. Variabel ini terdiri atas indikator : layanan prima sesuai standar perusahaan adalah upaya memberikan pelayanan sesuai standar pelayanan yang ditetapkan perusahaan, bila perlu melebihi standar sehingga dapat memenuhi harapan konsumen, dan menjadikan konsumen sebagai pelanggan yang loyal; layanan yang bersifat personal untuk konsumen adalah layanan khusus terkait dengan kehidupan pribadi konsumen, seperti ucapan selamat ulang tahun dan berteman baik dengan konsumen. c) Image and Reputation merupakan faktor-faktor intangible yang menarik pelanggan untuk datang dan berbelanja di TB Gramedia Duta

10 58 Plaza. Variabel ini terdiri atas indikator-indikator berikut : citra perusahaan adalah kesan yang didapat masing-masing konsumen yang akan membentuk kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan sesuai dengan pengalaman yang dialami konsumen, terkait produk dan pelayanan selama berbelanja di TB Gramedia Duta Plaza sebagai cerminan kinerja perusahaan; intensitas promosi secara continue ke masyarakat merupakan kegiatan promosi yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan untuk memperkenalkan produk perusahaan agar dikenal masyarakat dengan harapan produk tersebut akan mendapat respon positif, kemudian dibeli, dan; fasilitas sarana dan prasarana toko adalah ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana pendukung terkait dengan kenyamanan konsumen dalam berbelanja, seperti : fasilitas gedung yang nyaman, fasilitas eskalator, tempat parkir, fasilitas AC ataupun penataan cahaya yang baik. 3) Perspektif Proses Bisnis Internal merupakan proses operasional di TB Gramedia Duta Plaza, disesuaikan dengan prosedur standar operasional yang digambarkan melalui variabel-variabel berikut ini : a) Operasional, merupakan proses penyampaian produk atau jasa dari perusahaan kepada pelanggan. Indikator yang masuk dalam variabel operasional adalah : penerapan standard operational procedures (SOP), merupakan penggunaan pedoman standar pelaksanaan kegiatan dalam menjalankan tanggungjawab pekerjaan, dari semua unit kerja pada setiap lini; kesesuaian antara data komputer yang diakses oleh

11 59 pelanggan dengan data fisik di lapangan, merupakan kesesuaian jumlah stok buku dan lokasi buku (kode rak) yang tercantum di komputer informasi untuk konsumen dengan jumlah stok dan lokasi buku di rak jual, sehingga konsumen mudah dan cepat menemukan buku yang diinginkan, serta; proses pembelian yang mudah dan cepat merupakan kemudahan dan kecepatan proses pembelian dimulai dari saat konsumen masuk ke dalam toko, mencari buku yang diinginkan, baik mencari sendiri ataupun dilayani oleh store associate (widyaniaga), pembayaran di kasir hingga konsumen keluar meninggalkan TB Gramedia Duta Plaza. b) Layanan purna jual adalah jasa pelayanan setelah penjualan produk tersebut dilakukan. Variabel ini terdiri atas indikator : garansi atas barang cacat produksi adalah komitmen perusahaan yang merupakan hak pelanggan atas cacatnya produk yang dibeli, dan kewajiban perusahaan untuk bertanggungjawab atas ketidaknyamanan tersebut. Garansi ini berlaku selama batas waktu yang telah ditentukan. 4) Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan adalah bagian internal perusahaan, terkait dengan pelaksana kegiatan perusahaan. Merupakan serangkaian kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang mendukung operasional perusahaan, dengan variabel-variabel sebagai berikut : a) Kemampuan berinteraksi/ komunikasi internal merupakan kebutuhan seluruh tingkatan manajemen dan pegawai atas informasi yang akurat dan tepat waktu. Variabel ini terdiri atas indikator berikut ini : budaya

12 60 kerja perusahaan, merupakan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh perusahaan, yang menjadi tuntunan karyawan dalam bekerja, tuntunan manajemen dalam mengambil keputusan, dan telah menjadi kebiasaan baik bagi kelangsungan hidup perusahaan; sistem dan kualitas pelatihan karyawan adalah prosedur yang digunakan perusahaan dalam pelaksanaan pelatihan karyawan, dengan kualitas yang baik disesuaikan dengan anggaran yang ada, dan; penyampaian informasi yang akurat dan tepat waktu merupakan informasi yang tersosialisasi ke seluruh karyawan dengan baik, dipahami oleh semua karyawan secara akurat pada waktu yang tepat, sehingga dapat diwujudkan demi kemajuan perusahaan. b) Kemampuan sumber daya manusia (SDM) merupakan kemampuan karyawan yang dapat dilakukan melalui pemilihan karyawan yang tepat, pelatihan yang berguna untuk menunjang kecerdasan dan kreativitas karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan. Indikatorindikator dari variabel kemampuan SDM adalah kesesuaian karyawan dengan kualifikasi yang disyaratkan, merupakan kesesuaian antara moral karyawan, pendidikan, keahlian, dan pengalaman bekerja karyawan dengan persyaratan yang diinginkan oleh perusahaan untuk jabatan karyawan yang bersangkutan, sehingga setiap karyawannya dapat menyelesaikan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik; kompetensi karyawan terkait keterampilan dan pengalaman bekerja, adalah pengetahuan dan keterampilan karyawan yang profesional

13 61 dalam melaksanakan setiap tugasnya, sesuai dengan visi dan misi perusahaan; sistem training dan kontrak karyawan adalah pola training dan kontrak karyawan yang dilaksanakan oleh perusahaan, serta; penampilan dan keluwesan karyawan adalah kebersihan, kerapihan atas penampilan karyawan, serta sikap luwes dan ramah karyawan TB Gramedia Duta Plaza dalam melayani para pelanggan. c) Motivasi dan Inisiatif adalah upaya pemberian motivasi dan inisiatif yang sebesar-besarnya kepada para karyawan. Indikator dari variabel ini adalah kemampuan manajemen terkait dengan kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan pihak manajemen TB Gramedia Duta Plaza dalam merencanakan, mengorganisasikan, mendelegasikan tugas dengan kepemimpinannya, sekaligus mengendalikan operasional perusahaan dengan baik. Mampu memberi motivasi dan inisiatif pada karyawan, sehingga karyawan mampu membawa nama baik perusahaan melalui kinerja yang prima; reward dan punishment yang tegas merupakan ketegasan dan kejelasan sikap manajemen terhadap karyawan yang melanggar atau karyawan yang berprestasi. 4.3 Pengumpulan Data Jenis data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Data kualitatif, merupakan data-data yang tidak berbentuk angka. Data kualitatif dalam penelitian ini berupa informasi-informasi terkait

14 62 perusahaan yang sumbernya jelas dan dapat dipercaya, seperti lokasi perusahaan yang menjadi obyek penelitian, struktur organisasi, sejarah berdirinya perusahaan, serta penentuan variabel eksternal dan variabel internal perusahaan. 2) Data kuantitatif adalah data berupa angka, yang menggambarkan kinerja perusahaan. Data kuantitatif dalam penelitian ini diantaranya adalah data word of mouth marketing index, jumlah pengunjung, jumlah transaksi, pertumbuhan omzet, perbandingan harga, data karyawan, data pelanggan, dan jawaban responden terhadap kuesioner. Sumber data dalam penelitian ini ada dua, yaitu data primer dan data sekunder. Masing-masing sumber data tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari sumber pertama atau secara langsung diperoleh di TB Gramedia Duta Plaza, yaitu data yang bersumber dari responden internal (key person). 2) Data sekunder, yaitu data yang digunakan sebagai pelengkap data primer. Data sekunder bersumber dari pihak-pihak tertentu terkait usaha TB Gramedia Duta Plaza untuk merumuskan strategi bisnis yang tepat. Dalam penelitian ini diperoleh dari responden eksternal yang selama ini telah menjalin hubungan baik dan bekerjasama dengan TB Gramedia Duta Plaza. Selain itu, data juga diperoleh dari penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan data dari berbagai referensi yang ada hubungannya dengan pembahasan penelitian, seperti : data yang bersumber dari artikel, jurnal,

15 63 internet, perpustakaan, dan perusahaan terkait seperti penerbit atau distributor buku Populasi dan sample penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan untuk dipelajari, kemudian ditarik kesimpulannya. Subyek yang menjadi responden dalam penelitian ini berasal dari dua sumber, yaitu : 1) Responden internal Responden internal selaku key person. Penentuan responden internal dilakukan secara sensus, yaitu diambil keseluruhan manajemen inti yang terdiri atas sembilan orang sebagai responden kunci, yang berperan dalam menentukan kebijakan dan pengambil keputusan strategis perusahaan. Dilakukan wawancara dan penyebaran kuesioner terhadap sembilan narasumber, yang terdiri atas : a) Store Manager (Kepala Toko) : satu orang b) Sales Superintendent (Supervisor Penjualan) : tiga orang c) Merchandising Superintendent (Supervisor Pembelian) : dua orang d) Entry Data Process Superintendent (Supervisor Komputer) : satu orang e) Administration Superintendent (Kepala Administrasi) : satu orang f) Chief Cashier (Kepala Kasir) : satu orang Diambil semua manajemen inti karena sembilan orang ini yang paling memahami situasi dan kondisi TB Gramedia Duta Plaza, mereka memiliki hak

16 64 dan kedudukan yang sama dalam memberi masukan, usulan, dan pendapatnya dalam rapat manajemen (management review). 2) Responden eksternal Penelitian ini juga melibatkan responden eksternal dalam wawancara dan pengisian kuesioner, khususnya untuk lingkungan eksternal makro dan eksternal mikro perusahaan. Jawaban dari responden eksternal hanya bersifat konfirmasi, dengan tujuan untuk memberikan pandangan dan masukan terkait lingkungan eksternal perusahaan, sehingga manajemen internal dapat mengambil keputusan yang lebih tepat. Hasil wawancara dan kuesioner responden eksternal, dikonfirmasi kepada responden internal, didiskusikan bersama, dan diputuskan oleh responden internal selaku key person. Responden eksternal merupakan perwakilan organisasi diluar TB Gramedia Duta Plaza, yang selama ini telah menjalin hubungan kerja dan bekerjasama dengan TB Gramedia Duta Plaza. Digunakan responden ekstrenal karena dipandang perlu untuk mencari responden yang ahli, memahami situasi dan kondisi lingkungan eksternal, yaitu lingkungan di luar TB Gramedia Duta Plaza dan diluar kendali perusahaan. Dipilih responden tersebut diatas sebagai responden ekstrenal karena : 1) Responden eksternal dan perusahaan mereka telah menjalin hubungan kerja dan bekerjasama dengan TB Gramedia Duta Plaza sejak lama. Mereka mengenal TB Gramedia Duta Plaza dengan baik. 2) Responden eksternal adalah sumber daya manusia dengan level manajerial menengah keatas di perusahaan mereka, memangku

17 65 jabatan dengan masa kerja lebih dari lima tahun. Mereka sudah menguasai bidang kerja masing-masing, sehingga dipandang layak untuk menjawab kuesioner, khususnya pada faktor lingkungan eksternal (ekonomi, pemerintah, politik, sosial budaya, teknologi, lingkungan industri, gaya hidup konsumen, market share, dan customer satisfaction). Responden eksternal terdiri atas : a) Pimpinan Cabang Pembantu KCP Bank Rakyat Indonesia b) Dosen Ilmu Sosial Politik salah satu Universitas Swasta di Denpasar c) Pimpinan Redaksi Koran Tokoh Grup media Bali Post d) Information and Technology Supervisor Citibank Denpasar e) Entry Data Process Superintendent TB Gramedia Mall Bali Galeria*) f) Account Receivable TB Gramedia Regional Wilayah Bali*) g) Public Relation PT BPR Sri Artha Lestari. Keterangan : *) Responden e) dan f) termasuk dalam responden eksternal, meskipun sama-sama berasal dari TB Gramedia. Hal ini dikarenakan, setiap TB Gramedia memiliki manajemen dan kebijakan sendiri. Kedua responden ini adalah pihak luar, karena keduanya tidak memiliki wewenang dalam mengambil keputusan di TB Gramedia Duta Plaza ataupun menentukan kebijakan apapun bagi TB Gramedia Duta Plaza.

18 Metode pengumpulan data Untuk mengumpulkan data digunakan cara : 1. Studi literatur, merupakan langkah awal untuk memperoleh landasan teori mengenai konsep strategi bersaing, penggambaran kinerja berdasarkan balanced scorecard, melakukan identifikasi faktor strategis internal dan eksternal perusahaan berdasarkan analisis SWOT, kemudian memilih alternatif strategi melalui Matriks Internal Eksternal. Landasan teori ini diperoleh dari berbagai literatur, jurnal, dan artikel yang terkait dengan penelitian. Selain itu, studi literatur juga diperlukan sebagai data pendukung penelitian. 2. Wawancara, yaitu pengumpulan data dengan jalan tanya jawab yang dilakukan kepada responden agar mendapatkan penjelasan lebih rinci tentang pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner. 3. Kuesioner, dilakukan pengumpulan data dengan menyusun terlebih dahulu daftar pertanyaan kepada responden terkait dengan variabel dan indikator lingkungan perusahaan, tingkat kepentingan, dan penilaian terhadap kinerja TB Gramedia Duta Plaza. Penilaian terhadap variabel yang teridentifikasi menggunakan skala numerik. Responden diminta memberikan respon terhadap setiap pertanyaan dengan memilih salah satu diantara empat pilihan yang sifatnya berjenjang, yaitu sangat penting atau sangat baik (4), penting atau baik (3), kurang penting atau kurang baik (2), dan tidak penting atau tidak baik (1).

19 67 4. Metode delphi (delphi techniques), yaitu wawancara dan pengisian kuesioner secara bertahap dari masing-masing responden. Dalam metode ini, kuesioner disampaikan 2-3 kali putaran kepada para responden penelitian, namun tiap responden tidak harus berada di tempat yang sama Skala pengukuran Instrumen yang digunakan dalam kuesioner penelitian ini adalah pertanyaan tertutup, artinya setiap pertanyaan sudah disediakan alternatif jawabannya. Skala pengukuran menggunakan Skala Likert, karena kemungkinan jawaban lebih banyak, tidak hanya sekedar setuju dan tidak setuju (Rangkuti, 2003:66). Kuesioner tahap 1, menggunakan skala 1-2 untuk setiap jawaban responden, selanjutnya dibagi kedalam 2 (dua) kategori, yaitu : Setuju (S) dan Tidak Setuju (TS). Jawaban responden ini digunakan untuk menentukan variabel serta indikator variabel lingkungan eksternal dan internal dalam penelitian. Pada kuesioner tahap 2, digunakan skala 1-4 untuk setiap jawaban responden. Skala pengukuran diukur melalui modifikasi dengan poin yang disesuaikan dengan materi penelitian yang dikembangkan. Untuk kuesioner tahap 2 dan tahap 3, dibagi ke dalam 4 (empat) kategori, yaitu : 1) Sangat Setuju (SS) diberi skor 4 2) Setuju (S) diberi skor 3 3) Tidak Setuju (TS) diberi skor 2 4) Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 1

20 68 Setelah skor diperoleh, kemudian dicari rata-rata skor per responden. Data responden secara individu didistribusikan berdasarkan kriteria tertentu sehingga dapat dideskripsikan distribusi jawabannya. 4.4 Metode Analisis Data Dalam penelitian ini digunakan metode analisis deskriptif tentang profil perusahaan, gambaran kinerja perusahaan saat ini, kondisi eksternal dan internal perusahaan, serta sumber daya yang dimiliki perusahaan, kemudian membuat gambaran atau uraian dari hasil penelitian dan menyajikan hasil penelitian tersebut secara baik, sehingga mendapatkan gambaran tentang strategi TB Gramedia Duta Plaza dalam usahanya memenangkan persaingan untuk mempertahankan posisi market leader. Selanjutnya dianalisis menggunakan Matriks I-E. Langkah awal dalam menggunakan matriks I-E adalah dengan menentukan External Factors Analysis Summary (EFAS) dan Internal Factors Analysis Summary (IFAS), dengan tahapan sebagai berikut : 1. Membuat faktor-faktor sukses kunci (critical success factors) Pada tahapan ini dibuat daftar variabel yang terdiri dari beberapa indikator, yang memiliki pengaruh penting terhadap kesuksesan ataupun kegagalan usaha, dalam memenangkan persaingan usaha baik lingkungan eksternal maupun internal.

21 69 2. Menentukan bobot dari faktor-faktor sukses kunci Pembobotan lingkungan eksternal dan internal menggunakan metode Delphi, yaitu sebuah metode yang digunakan dengan meminta pendapat ahli yang berkompeten dalam memberi bobot mengenai variabel strategis sebagai penentu keberhasilan usaha, yang digunakan sebagai peramal masa depan, dan meminimalkan aspek yang tidak diinginkan dalam kelompok (Umar, 2005:105). Skala pembobotan yang digunakan adalah : sangat penting (4), penting (3), kurang penting (2), dan tidak penting (1). 3. Menentukan nilai (rating) dari setiap faktor-faktor sukses kunci Responden, baik lingkungan eksternal ataupun internal akan menilai setiap faktor sukses kunci dengan menggunakan skala Likert, yaitu memberikan respon terhadap setiap pertanyaan dengan memilih salah satu dari empat pilihan yang sifatnya berjenjang, yaitu : sangat baik (4), baik (3), kurang baik (2), dan tidak baik (1). Langkah 1 sampai dengan 3 dijabarkan pada Tabel 4.1 dan Tabel 4.2. Tabel 4.1 Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) Faktor-faktor Bobot x Rating Bobot Rating Strategi Eksternal (nilai terbobot) Peluang : Ancaman : Total 1,00 Sumber : Rangkuti (2008:24) Komentar

22 70 Faktor-faktor Strategi Internal Kekuatan : Kelemahan : Tabel 4.2 Internal Factor Analysis Summary (IFAS) Bobot Total 1,00 Sumber : Rangkuti (2008:25) Rating Bobot x Rating (nilai terbobot) Komentar 4. Pemberian penilaian terhadap indikator variabel eksternal dan internal menggunakan rentang nilai (interval), yang diperlukan untuk menentukan posisi diantara peluang dan ancaman pada variabel eksternal dan posisi diantara kekuatan dan kelemahan pada variabel internal. Penentuan kriteria penilaian digunakan rumus sebagai berikut : IIIIIIIIIIIIIIII = RRRRRRRRRRRRRR KKKKKKKKKK = 3 4 = 0,75 Berdasarkan hasil perhitungan kriteria penilaian tersebut, maka diketahui bahwa kriteria hasil analisis adalah sebagaimana tampak pada Tabel 4.3. Tabel 4.3 Kriteria Hasil Analisis Nilai Rentang Sebutan Hasil 4 3,26 4,00 Sangat baik 3 2,51 3,25 Baik 2 1,76 2,50 Kurang baik 1 1,00 1,75 Tidak baik Sumber : Wardhani (2005:64)

23 71 5. Berdasarkan Tabel 4.3, variabel eksternal memberikan gambaran mengenai peluang dan ancaman organisasi. Apabila nilai yang diperoleh adalah sangat baik dan baik (rentang nilai 2,51 4,00), akan merupakan suatu peluang bagi organisasi, namun apabila nilai yang diperoleh adalah kurang baik dan tidak baik (rentang nilai 1,00 2,50), akan merupakan ancaman. Sedangkan variabel internal akan memberikan gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan organisasi. Apabila nilai yang diperoleh adalah sangat baik dan baik (rentang nilai 2,51 4,00), akan merupakan kekuatan bagi organisasi, akan tetapi apabila nilai yang diperoleh adalah kurang baik dan tidak baik (rentang nilai 1,00 2,50), akan merupakan kelemahan. 6. Selanjutnya data yang diperoleh dimasukkan ke dalam Matriks I-E (Gambar 4.1) untuk mengetahui posisi bisnis TB Gramedia Duta Plaza saat ini dan masa yang akan datang, kemudian ditentukan strategi yang akan digunakan untuk memperbaiki kinerja perusahaan demi mencapai tujuan yang diinginkan Matriks faktor strategi eksternal Rangkuti (2008:22-23) menjelaskan, Sebelum membuat matriks faktor strategi eksternal, perlu diketahui terlebih dahulu faktor strategi eksternal (EFAS). Cara-cara penentuan faktor strategi eksternal (EFAS) adalah sebagai berikut : 1) Susunlah dalam kolom 1 (5 sampai dengan 10 peluang dan ancaman)

ANALISIS STRATEGI BISNIS PADA TB GRAMEDIA DUTA PLAZA DI KOTA DENPASAR. Usaha meningkatkan kinerja TB Gramedia Duta Plaza secara menyeluruh sangat

ANALISIS STRATEGI BISNIS PADA TB GRAMEDIA DUTA PLAZA DI KOTA DENPASAR. Usaha meningkatkan kinerja TB Gramedia Duta Plaza secara menyeluruh sangat Lampiran 1. Kuisioner ANALISIS STRATEGI BISNIS PADA TB GRAMEDIA DUTA PLAZA DI KOTA DENPASAR Kepada Yth. Bapak Ibu Responden, Usaha meningkatkan kinerja TB Gramedia Duta Plaza secara menyeluruh sangat diperlukan,

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. 4.1 Rancangan dan Ruang Lingkup Penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif yang menurut

BAB IV METODE PENELITIAN. 4.1 Rancangan dan Ruang Lingkup Penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif yang menurut BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan dan Ruang Lingkup Penelitian 4.1.1 Rancangan penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif yang menurut Sugiyono (2001) sebagai prosedur pemecahan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Investasi Investasi merupakan suatu tindakan pembelanjaan atau penggunaan dana pada saat sekarang dengan harapan untuk dapat menghasilkan dana di masa datang yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini dapat terlihat dari munculnya pesaing pesaing baru maupun pesaing. pesaing yang sudah mapan dalam suatu bidang usaha.

BAB I PENDAHULUAN. ini dapat terlihat dari munculnya pesaing pesaing baru maupun pesaing. pesaing yang sudah mapan dalam suatu bidang usaha. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Akhir akhir ini, adanya persaingan dalam dunia bisnis sudah merupakan hal yang tidak baru lagi, melainkan persaingan yang semakin keras dan berat. Hal ini

Lebih terperinci

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN. I S K A N D A R I N I Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Universitas Sumatera Utara

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN. I S K A N D A R I N I Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Universitas Sumatera Utara ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN I S K A N D A R I N I Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Universitas Sumatera Utara A. Kerangka Analisis Strategis Kegiatan yang paling penting

Lebih terperinci

MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN A. Kerangka Analisis Strategis Kegiatan yang paling penting dalam proses analisis adalah memahami seluruh informasi yang terdapat pada suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia bisnis persaingan antara pengusaha (perusahaan) dengan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia bisnis persaingan antara pengusaha (perusahaan) dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. Dalam dunia bisnis persaingan antara pengusaha (perusahaan) dengan pengusaha yang lain bukanlah hal yang baru lagi, tetepi semakin lama semakin ketat. Ini terbukti

Lebih terperinci

digunakan dalam identifikasi variabel lingkungan eksternal perusahaan. Lingkungan eksternal perusahaan secara teoritis dirumuskan oleh David

digunakan dalam identifikasi variabel lingkungan eksternal perusahaan. Lingkungan eksternal perusahaan secara teoritis dirumuskan oleh David 41 digunakan dalam identifikasi variabel lingkungan eksternal perusahaan. Lingkungan eksternal perusahaan secara teoritis dirumuskan oleh David (2006:104) sebagai identifikasi dan evaluasi trend dari kejadian

Lebih terperinci

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN ISKANDARINI. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN ISKANDARINI. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN ISKANDARINI Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara A. Kerangka Analisis Strategis Kegiatan yang paling penting dalam proses analisis adalah memahami

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI PENGELOLAAN MAJALAH "AL MIHRAB" DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH DENGAN ANALISIS SWOT

BAB IV STRATEGI PENGELOLAAN MAJALAH AL MIHRAB DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH DENGAN ANALISIS SWOT BAB IV STRATEGI PENGELOLAAN MAJALAH "AL MIHRAB" DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH DENGAN ANALISIS SWOT Dalam upaya pengembangan dakwah melalui jurnalistik yang telah dilakukan oleh pengelola majalah "Al-Mihrab",

Lebih terperinci

Gambar 2.5 Diagram Analisis SWOT

Gambar 2.5 Diagram Analisis SWOT 32 Gambar 2.5 Diagram Analisis SWOT Kuadran 1: Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi

Lebih terperinci

Bab 5 Analisis 5.1. Analisis Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) 5.2. Analisa Matriks ekternal Factor Evaluation (EFE)

Bab 5 Analisis 5.1. Analisis Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) 5.2. Analisa Matriks ekternal Factor Evaluation (EFE) Bab 5 Analisis Dari hasil pengolahan data pada bab IV, selanjutnya dilakukan analisis dan pembahasan yang berkaitan dengan upaya menentukan strategi pemasaran perusahaan, yang meliputi langkah-langkah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan keinginan untuk melakukan kegiatan wisata ke suatu daerah.

BAB I PENDAHULUAN. dan keinginan untuk melakukan kegiatan wisata ke suatu daerah. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan akan berwisata menjadi kebutuhan seluruh kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat tersebut dapat berasal dari berbagai kelompok usia, latar belakang pendidikan,

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN Strategi Pengembangan Usaha Maharani Farm Gambar 4. Kerangka Pemikiran Operasional IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di Rumah Potong Ayam Maharani Farm yang beralamat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Analisis SWOT (strengths-weaknessesopportunities-threats)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Analisis SWOT (strengths-weaknessesopportunities-threats) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Strategi Pemasaran Strategi Pemasaran ialah paduan dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan keberhasilan strategi

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 29 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Sektor UKM memiliki peran dan fungsi sangat strategik dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia, tetapi kredit perbankan untuk sektor ini dinilai masih

Lebih terperinci

III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan data B. Metode Analisis

III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan data B. Metode Analisis III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer melalui survei lapangan, wawancara dengan pemilik perusahaan, karyawan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian pada produk teh siap minum Walini Peko yang diproduksi oleh

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian pada produk teh siap minum Walini Peko yang diproduksi oleh 44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Objek dan Tempat Penelitian Penelitian pada produk teh siap minum Walini Peko yang diproduksi oleh Industri Hilir Teh (IHT) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII di Cibiru,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian merupakan segala sesuatu yang mencakup

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian merupakan segala sesuatu yang mencakup BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan segala sesuatu yang mencakup tentang pendekatan yang digunakan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAYA SAING KONVEKSI SEMAR DI KECAMATAN KARANGPILANG KELURAHAN KEDURUS KOTA SURABAYA

BAB IV ANALISIS DAYA SAING KONVEKSI SEMAR DI KECAMATAN KARANGPILANG KELURAHAN KEDURUS KOTA SURABAYA BAB IV ANALISIS DAYA SAING KONVEKSI SEMAR DI KECAMATAN KARANGPILANG KELURAHAN KEDURUS KOTA SURABAYA A. Analisis Daya Saing Konveksi Semar Daya saing merupakan suatu konsep perbandingan kemampuan dan kinerja

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. yang harus di kembangkan dalam Pariwisata di Pulau Pasaran.

III. METODE PENELITIAN. yang harus di kembangkan dalam Pariwisata di Pulau Pasaran. 37 III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Pengembangan Pariwisata di Pulau Pasaran dan juga untuk mengetahu apa saja

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 42 III. METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi analisis yaitu metode penelitian yang menuturkan dan menafsirkan data sehingga

Lebih terperinci

BAB II STRATEGI DAN ANALISIS SWOT. likuidasi, dan joint venture. Strategi adalah tindakan potensial yang

BAB II STRATEGI DAN ANALISIS SWOT. likuidasi, dan joint venture. Strategi adalah tindakan potensial yang BAB II STRATEGI DAN ANALISIS SWOT A. Teori Strategi Strategi adalah alat untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi bisnis dapat mencakup ekspansi geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk,

Lebih terperinci

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1 Konsep Pengembangan Usaha Bagi wirausahawan sejati, pengembangan usaha mempunyai makna yang luhur dan tidak hanya sekedar mengeruk keuntungan

Lebih terperinci

Jurnal Bakti Saraswati Vol. 05 No. 01. Maret 2016 ISSN :

Jurnal Bakti Saraswati Vol. 05 No. 01. Maret 2016 ISSN : FORMULASI STRATEGI BERSAING DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA PEMASARAN PADA GALLERY YANSUGEM ART AND DESIGN Pande Ketut Ribek ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berdasarkan analisis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada januari sampai dengan Juni. Pengambilan data dilakukan pada bulan April sampai dengan Mei 2013 yang bertempat di wilayah

Lebih terperinci

KULIAH 7 MANAJEMEN STRATEGIS

KULIAH 7 MANAJEMEN STRATEGIS KULIAH 7 MANAJEMEN STRATEGIS Prentice Hall, 2002 8-1 PENTINGNYA MANAJEMEN STRATEGIS APA YANG DIMAKSUD MANAJEMEN STRATEGIS? Sekumpulnan keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja organisasi

Lebih terperinci

PERENCANAAN STRATEGIS. Roedhy Poerwanto Departemen Agronomi & Hortikultura Faperta-IPB

PERENCANAAN STRATEGIS. Roedhy Poerwanto Departemen Agronomi & Hortikultura Faperta-IPB PERENCANAAN STRATEGIS Roedhy Poerwanto Departemen Agronomi & Hortikultura Faperta-IPB Audit External Visi & Misi Audit Internal Tujuan Jangka Panjang Strategi Implementasi Strategi Isu Manajemen Implementasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Tahap-tahap penelitian pengukuran tingkat kepuasan pegawai BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat dapat dilihat pada Gambar 3.1. Adapun tahapannya sebagai

Lebih terperinci

ANALISIS SWOT UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK SOLID FURNITURE PADA PT. WIRAMAS INTI LESTARI SKRIPSI. Oleh : RIO SAILENDRA

ANALISIS SWOT UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK SOLID FURNITURE PADA PT. WIRAMAS INTI LESTARI SKRIPSI. Oleh : RIO SAILENDRA ANALISIS SWOT UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK SOLID FURNITURE PADA PT. WIRAMAS INTI LESTARI SKRIPSI Oleh : RIO SAILENDRA 0632010049 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 28 BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Perusahaan Obyek penelitian ini adalah Evan s Bakery yang berlokasi di Jalan Kaligarang, Semarang. Evan s Bakery berdiri sejak tahun 2005 sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN

BAB III METODA PENELITIAN 18 BAB III METODA PENELITIAN A. Waktu Penelitian No Kegiatan Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian 1. Studi kepustakaan 2. Penyusunan desain penelitan 3. Penyusunan teknis pelaksanaan pengambilan data

Lebih terperinci

BAB IV FORMULASI STRATEGI

BAB IV FORMULASI STRATEGI BAB IV FORMULASI STRATEGI Formulasi Strategi Korporat : Strategi korporat dirumuskan oleh manajemen tingkat atas & dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan. 1. General Strategy Alternative

Lebih terperinci

ANALISA SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PADA PERUSAHAAN

ANALISA SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PADA PERUSAHAAN Jurnal : MATRIK Teknik Industri Universitas Muhammdiyah Gresik, Volume: XII, Nomor : 2, Bulan : Maret 2012, ISSN: 1693-5128 ANALISA SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PADA PERUSAHAAN Suhartini Teknik

Lebih terperinci

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA UD. BONTOT JAYA FURNITURE, KLENDER, JAKARTA TIMUR NPM :

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA UD. BONTOT JAYA FURNITURE, KLENDER, JAKARTA TIMUR NPM : ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA UD. BONTOT JAYA FURNITURE, KLENDER, JAKARTA TIMUR Nama : Novia Endah Lestari NPM : 15212396 Jurusan : Manajemen Dosen Pembimbing : Ir. Titiek i kirewati, MM ANALISIS STRATEGI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul Secara umum perusahaan mempunyai tujuan dan sasaran yang sama, yaitu mencapai keberhasilan dalam memperoleh laba. Laba yang diperoleh perusahaan sering

Lebih terperinci

3.9 Penyebaran Kuesioner Pendahuluan Pengolahan Kuesioner Pendahuluan Identifikasi Variabel Penelitian

3.9 Penyebaran Kuesioner Pendahuluan Pengolahan Kuesioner Pendahuluan Identifikasi Variabel Penelitian ABSTRAK Hypermart adalah salah satu usaha ritel yang terdapat di Bandung Indah Plaza (BIP) yang berdiri sejak BIP melakukan renovasi yaitu pada akhir tahun 2005. Pada awal-awal pembukaan Hypermart penjualan

Lebih terperinci

ANALISIS STRATEGI BISNIS DENGAN DASAR HASIL DARI METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. DESTINDO PUTRAMAKMUR ABADI

ANALISIS STRATEGI BISNIS DENGAN DASAR HASIL DARI METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. DESTINDO PUTRAMAKMUR ABADI ANALISIS STRATEGI BISNIS DENGAN DASAR HASIL DARI METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. DESTINDO PUTRAMAKMUR ABADI Robby Abidin 0700728993 ABSTRAK PT. Destindo Putramakmur Abadi merupakan perusahaan yang bergerak

Lebih terperinci

Analisis CSF, SWOT dan TOWS Studi Kasus: PT Intan Pariwara Klaten

Analisis CSF, SWOT dan TOWS Studi Kasus: PT Intan Pariwara Klaten Retnowati, Analisis CSF, SWOT dan TOWS, Studi Kasus: PT Intan Pariwara Klaten 31 Analisis CSF, SWOT dan TOWS Studi Kasus: PT Intan Pariwara Klaten Nurcahyani Dewi Retnowati Jurusan Teknik Informatika,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. semakin banyak pula jumlah rumah tinggal, gedung, bangunan perkantoran, dan lain

BAB I PENDAHULUAN. semakin banyak pula jumlah rumah tinggal, gedung, bangunan perkantoran, dan lain BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penulisan Dengan semakin berkembangnya tingkat perekonomian di Indonesia, maka semakin banyak pula jumlah rumah tinggal, gedung, bangunan perkantoran, dan lain sebagainya.

Lebih terperinci

Implementasi Balanced Scorecard Sebagai Alat Ukur Kinerja Perguruan Tinggi Studi Kasus Universitas Komputer Indonesia

Implementasi Balanced Scorecard Sebagai Alat Ukur Kinerja Perguruan Tinggi Studi Kasus Universitas Komputer Indonesia Implementasi Balanced Scorecard Sebagai Alat Ukur Kinerja Perguruan Tinggi Studi Kasus Universitas Komputer Indonesia Oleh: Taryana Suryana NPM:2006210007 1 UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA Visi Menjadi

Lebih terperinci

PERENCANAAN STRATEGI PEMASARAN PAKET DATA KAMPUS DALAM PERSAINGAN DI BIDANG PAKET DATA INTERNET (Studi Kasus pada PT. Telkomsel Cabang Malang)

PERENCANAAN STRATEGI PEMASARAN PAKET DATA KAMPUS DALAM PERSAINGAN DI BIDANG PAKET DATA INTERNET (Studi Kasus pada PT. Telkomsel Cabang Malang) PERENCANAAN STRATEGI PEMASARAN PAKET DATA KAMPUS DALAM PERSAINGAN DI BIDANG PAKET DATA INTERNET (Studi Kasus pada PT. Cabang ) Alfredo Slamet Saputro Kadarisman Hidayat Edy Yulianto Fakultas Ilmu Administrasi

Lebih terperinci

ANALISIS LINGKUNGAN DALAM MEMFORMULASIKAN RENCANA STRATEGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) ULIN BANJARMASIN

ANALISIS LINGKUNGAN DALAM MEMFORMULASIKAN RENCANA STRATEGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) ULIN BANJARMASIN ANALISIS LINGKUNGAN DALAM MEMFORMULASIKAN RENCANA STRATEGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) ULIN BANJARMASIN Laila Refiana Staf Pengajar MM Unlam & Muhammad Hasbi Staf Manajemen RSUD Ulin ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV PENERAPAN ANALISIS SWOT DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK SIMPANAN WADIAH DI BMT NU SEJAHTERA SEMARANG

BAB IV PENERAPAN ANALISIS SWOT DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK SIMPANAN WADIAH DI BMT NU SEJAHTERA SEMARANG 77 BAB IV PENERAPAN ANALISIS SWOT DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK SIMPANAN WADIAH DI BMT NU SEJAHTERA SEMARANG A. PENERAPAN ANALISIS SWOT DI BMT NU SEJAHTERA SEMARANG BMT NU SEJAHTERA Semarang adalah salah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. unggul secara berkelanjutan, tak terkecuali organisasi sektor publik yang bertugas

BAB I PENDAHULUAN. unggul secara berkelanjutan, tak terkecuali organisasi sektor publik yang bertugas 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di masa kini dan di masa depan, organisasi pasti mengalami lingkungan bisnis yang sangat komplek. Organisasi dituntut untuk saling berkompetisi, tidak hanya mempertahankan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, terlebih dengan

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, terlebih dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, terlebih dengan semakin meningkatnya kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini menyebabkan perusahaan-perusahaan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. lebih lanjut dalam perencanaan dan perumusan strategi bisnis. Jadi akan di jabarkan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. lebih lanjut dalam perencanaan dan perumusan strategi bisnis. Jadi akan di jabarkan BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN Ada pengkajian yang secara teoritis menjadi landasan teori yang di rumuskan lebih lanjut dalam perencanaan dan perumusan strategi bisnis. Jadi akan di jabarkan

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6. Kesimpulan 6.. Faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih minimarket Dari hasil pengujian Cochran Q test diperoleh faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen

Lebih terperinci

: Bachtiar Rifai NPM : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Dr. Ir. Komsi Koranti, MM.

: Bachtiar Rifai NPM : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Dr. Ir. Komsi Koranti, MM. ANALISIS STRATEGI PEMASARAN USAHA KECIL MENENGAH PADA USAHA MEBEL (Studi Kasus pada UD. Agung Mebel Desa Ciwalen Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat) Nama : Bachtiar Rifai NPM : 10208229 Jurusan : Manajemen

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA PERUSAHAANDENGAN METODE BSC, MATRIKS BCG DAN SWOT

ANALISIS KINERJA PERUSAHAANDENGAN METODE BSC, MATRIKS BCG DAN SWOT ANALISIS KINERJA PERUSAHAANDENGAN METODE BSC, MATRIKS BCG DAN SWOT Dian Sekti Hartoko E12.2011.00506 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Dian Nuswantoro Semarang sektidian@gmail.com

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada restoran iga bakar Mang Opan yang terletak di Jl. Adhyaksa II No.1A, Buah Batu, Bandung. Pemilihan tempat dilakukan

Lebih terperinci

IV. METODOLOGI PENELITIAN

IV. METODOLOGI PENELITIAN 37 IV. METODOLOGI PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Loka Farm yang terletak di Desa Jogjogan, Kelurahan Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi ini

Lebih terperinci

N = Ukuran populasi. IFE, EFE, SWOT dan QSP. Beberapa metode analisis yang digunakan dapat. a. Analisis Deskriptif. Keterangan : n = Jumlah sampel

N = Ukuran populasi. IFE, EFE, SWOT dan QSP. Beberapa metode analisis yang digunakan dapat. a. Analisis Deskriptif. Keterangan : n = Jumlah sampel A. Pengumpulan Data Penelitian dilaksanakan di beberapa industri sepatu di Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor. Pengumpulan data dilaksanakan dari bulan April sampai Juli 2008. Pengumpulan data meliputi data

Lebih terperinci

2.5.3 CP Matrix Matching Stage Matriks TOWS/SWOT Matriks SPACE Matriks Internal-External...

2.5.3 CP Matrix Matching Stage Matriks TOWS/SWOT Matriks SPACE Matriks Internal-External... ABSTRAK Atmosphere Café yang terletak di Jalan Lengkong Besar no. 97 menyediakan berbagai jenis masakan, mulai dari masakan Indonesia, masakan Eropa, dan juga masakan Jepang. Dalam satu tahun terakhir

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS. Peningkatan kualitas..., Priyambodo Nur Ardi Nugroho, FT UI, 2010.

BAB IV ANALISIS. Peningkatan kualitas..., Priyambodo Nur Ardi Nugroho, FT UI, 2010. BAB IV ANALISIS Dalam industri jasa, termasuk freight forwarding, loyalitas pelanggan sangat penting sekali untuk bisa tetap menguasai pasar dan mendapat pelanggan. Karena dalam persaingan di dunia freight

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Curug Jaya di Kampung Curug Jaya, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Pemilihan tempat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Usaha ritel di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat beberapa tahun terakhir ini. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya bermunculan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian. Dalam penelitian ini subjeknya adalah nasabah yang menerima fasilitas

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian. Dalam penelitian ini subjeknya adalah nasabah yang menerima fasilitas BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah responden yang terlibat langsung di dalam penelitian. Dalam penelitian ini subjeknya adalah nasabah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. industri tersebut sangat membutuhkan informasi dan kreativitas dengan

BAB I PENDAHULUAN. industri tersebut sangat membutuhkan informasi dan kreativitas dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ekonomi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan Negara Indonesia. Faktanya, faktor penentu kemajuan perekonomian suatu Negara tidak lagi semata-mata

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Proyek Konstruksi Suatu proyek konstruksi biasanya merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek. Selain

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan usaha dalam bidang ritel dalam perkembangannya sangat

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan usaha dalam bidang ritel dalam perkembangannya sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan usaha dalam bidang ritel dalam perkembangannya sangat meningkat, di iringi dengan daya beli konsumen yang meningkat. Bisnis ritel di Indonesia sendiri

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Penelitian Industri kayu lapis menghasilkan limbah berupa limbah cair, padat, gas, dan B3, jika limbah tersebut dibuang secara terus-menerus akan terjadi akumulasi limbah

Lebih terperinci

Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Kendaraan Motor pada CV Turangga Mas Motor

Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Kendaraan Motor pada CV Turangga Mas Motor Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Kendaraan Motor Fandi Ahmad Munadi Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma ABSTRAKSI CV Turangga Mas Motor mempunyai suatu masalah dengan terjadinya

Lebih terperinci

Internal Assessment. The Nature of an Internal Audit. Chapter 4

Internal Assessment. The Nature of an Internal Audit. Chapter 4 Chapter 4 Internal Assessment Bab ini berfokus mengidentifikasi dan mengevaluasi kelebihan dan kekurangan suatu perusahaan dalam area fungsional dalam bisnis, termasuk manajemen, pemasaran, keuangan/ akuntansi,

Lebih terperinci

TEKNIK PEMANFAATAN ANALISIS SWOT TANPA SKALA INDUSTRI (A-SWOT-TSI)

TEKNIK PEMANFAATAN ANALISIS SWOT TANPA SKALA INDUSTRI (A-SWOT-TSI) TEKNIK PEMANFAATAN ANALISIS SWOT TANPA SKALA INDUSTRI (A-SWOT-TSI) Iskandar Putong Fakultas Ekonomi Universitas Bina Nusantara. ABSTRAK Analisis SWOT telah lama dikenal di kalangan para ahli manajemen

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian PT Bank BRI (persero) merupakan bank pemerintah pertama yang didirikan di Indonesia, sehingga dituntut untuk mempertahankan posisinya dan memperoleh

Lebih terperinci

BAB 3 PENTINGNYA TEKNOLOGI INFORMASI

BAB 3 PENTINGNYA TEKNOLOGI INFORMASI BAB 3 PENTINGNYA TEKNOLOGI INFORMASI A. Keunggulan Kompetitif Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk memformulasi strategi pencapaian peluang profit melalui maksimisasi penerimaan dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. digunakan hampir dalam setiap aspek kehidupan manusia. Komunikasi. mengandung makna bersama-sama (common). Istilah komunikasi atau

BAB I PENDAHULUAN. digunakan hampir dalam setiap aspek kehidupan manusia. Komunikasi. mengandung makna bersama-sama (common). Istilah komunikasi atau BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah Ilmu komunikasi semakin berkembang dari waktu ke waktu dan digunakan hampir dalam setiap aspek kehidupan manusia. Komunikasi mengandung makna bersama-sama

Lebih terperinci

mencerahkan kehidupan bangsa dengan menjadi jaringan retail terbesar, tersebar,

mencerahkan kehidupan bangsa dengan menjadi jaringan retail terbesar, tersebar, 2 Dengan mengusung visi dan misinya, yaitu berperan aktif di dalam upaya mencerahkan kehidupan bangsa dengan menjadi jaringan retail terbesar, tersebar, dan terpadu di bidang pengetahuan, informasi, dan

Lebih terperinci

Gambar 3. Kerangka pemikiran kajian

Gambar 3. Kerangka pemikiran kajian III. METODE KAJIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Kajian Usaha pengolahan pindang ikan dipengaruhi 2 (dua) faktor penting yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi aspek produksi, manajerial,

Lebih terperinci

LANDASAN TEORI. Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sebuah aplikasi bisnis yang

LANDASAN TEORI. Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sebuah aplikasi bisnis yang BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Enterprise Resource Planning Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sebuah aplikasi bisnis yang didisain untuk dapat menyediakan lingkungan yang terintegrasi dan sistematis

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT. Amani Mastra yang kantornya terletak di

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT. Amani Mastra yang kantornya terletak di 38 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. Amani Mastra yang kantornya terletak di Kompleks Perumahan Cikunir, Jatibening, Jakarta dan memiliki perkebunan sayuran

Lebih terperinci

PROPOSAL LAPORAN AKHIR

PROPOSAL LAPORAN AKHIR IDENTIFIKASI STRATEGI PEMASARAN CIRCLE SHOP DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT PROPOSAL LAPORAN AKHIR Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Administrasi Bisnis Program

Lebih terperinci

Universitas Bina Nusantara. Analisis Strategi Pemasaran Untuk Pengembangan Pasar Pada PT. Padang Digital Indonesia

Universitas Bina Nusantara. Analisis Strategi Pemasaran Untuk Pengembangan Pasar Pada PT. Padang Digital Indonesia Universitas Bina Nusantara Analisis Strategi Pemasaran Untuk Pengembangan Pasar Pada PT. Padang Digital Indonesia Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Skripsi Strata 1 Semester Ganjil tahun 2006/2007 Yuyun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Seiring dengan kemajuan dunia pendidikan, saat ini bukan hanya pendidikan formal yang diikuti oleh masyarakat. Pada perkembangan pendidikan di Indonesia,

Lebih terperinci

IV. METODOLOGI PENELITIAN

IV. METODOLOGI PENELITIAN IV. METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Ciapus Bromel yang terletak di Ciapus Jl. Tamansari Rt 03/04, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa

Lebih terperinci

STRATEGI PENANGANAN KREDIT MACET TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PADA PT. BPR TUNAS ARTHA JAYA PARE KEDIRI

STRATEGI PENANGANAN KREDIT MACET TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PADA PT. BPR TUNAS ARTHA JAYA PARE KEDIRI STRATEGI PENANGANAN KREDIT MACET TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PADA PT. BPR TUNAS ARTHA JAYA PARE KEDIRI ZAENAL FANANI Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah sebagai berikut : 1) Untuk mengetahui cara

Lebih terperinci

Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN: PERANCANGAN STRATEGIS BISNIS BAGI USAHA KECIL SEPATU BATOK KELAPA

Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN: PERANCANGAN STRATEGIS BISNIS BAGI USAHA KECIL SEPATU BATOK KELAPA PERANCANGAN STRATEGIS BISNIS BAGI USAHA KECIL SEPATU BATOK KELAPA Ni Luh Putu Hariastuti Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Adhi Tama Sutabaya Email ; putu_hrs@yahoo.com

Lebih terperinci

Adapun perspektif-perspektif yang ada di dalam BSC adalah sebagai berikut:

Adapun perspektif-perspektif yang ada di dalam BSC adalah sebagai berikut: Konsep Balanced Scorecard selanjutnya akan disingkat BSC. BSC adalah pendekatan terhadap strategi manajemen yang dikembangkan oleh Drs.Robert Kaplan (Harvard Business School) and David Norton pada awal

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Internet Pengertian Internet menurut Nugroho(2006,p25) adalah suatu sistem informasi global berbasis komputer yang terbentuk dari jaringan-jaringan komputer yang saling terkoneksi

Lebih terperinci

Misi bisnis adalah fondasi untuk prioritas, strategi, rencana, dan penugasan yang

Misi bisnis adalah fondasi untuk prioritas, strategi, rencana, dan penugasan yang 15 Misi bisnis adalah fondasi untuk prioritas, strategi, rencana, dan penugasan yang merupakan titik awal untuk mendesain pekerjaan dan struktur manajerial. Jawaban dari pertanyaan tentang apa yang ingin

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN MANAJEMEN KOMPETENSI I : SISTEM INFORMASI, BISNIS DAN ORGANISASI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN MANAJEMEN KOMPETENSI I : SISTEM INFORMASI, BISNIS DAN ORGANISASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN MANAJEMEN KOMPETENSI I : SISTEM INFORMASI, BISNIS DAN ORGANISASI KOMPETENSI : 1. Mahasiswa diharapkan bisa menyebutjelaskan komponen-komponen dalam sistem informasi 2. Mahasiswa

Lebih terperinci

Kebutuhan Membangun SI Koorporasi (Budi Sutedjo, bab 3)

Kebutuhan Membangun SI Koorporasi (Budi Sutedjo, bab 3) Kebutuhan Membangun SI Koorporasi (Budi Sutedjo, bab 3) Transformasi Alat Bantu Menjadi Strategi Pada awalnya SI diposisikan sebagai alat bantu untuk mengintegrasikan data dan meningkatkan kualitas informasi

Lebih terperinci

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PRODUKSI ROTI BALI KENCANA BAKERY, DENPASAR.

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PRODUKSI ROTI BALI KENCANA BAKERY, DENPASAR. STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PRODUKSI ROTI BALI KENCANA BAKERY, DENPASAR Ni Putu Kiki Vrashinta Dewi 1, Ni Luh Putu Wrasiati 2, I Ketut Satriawan 2 1 Mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas

Lebih terperinci

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN 20 III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Konseptual 3.1.1 Strategi Strategi merupakan cara-cara yang digunakan oleh organisasi untuk mencapai tujuannya melalui pengintegrasian segala keunggulan

Lebih terperinci

PENENTUAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM RANGKA STRATEGI PEMASARAN GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING

PENENTUAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM RANGKA STRATEGI PEMASARAN GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING PENENTUAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM RANGKA STRATEGI PEMASARAN GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING INTISARI Cyrilla Indri Parwati, Inneuke Rose Wijayanti 1) 1) Jurusan Teknik Industri Institut Sains

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Tabloid NOVA merupakan tabloid wanita yang memiliki kompetensi sangat baik dan memiliki market share terbesar dibandingkan dengan para kompetitornya serta

Lebih terperinci

III. METODE KAJIAN A Pe P ngumpulan Data Wawancara Observasi a. Data Primer

III. METODE KAJIAN A Pe P ngumpulan Data Wawancara Observasi a. Data Primer 18 III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan Data Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai metode, teknik dan sumber, yang dapat diuraikan sebagai berikut : a. Metode pengumpulan data meliputi : 1) Wawancara,

Lebih terperinci

PEMETAAN STRATEGIS DISTRIBUTOR PELUMAS DENGAN BALANCED SCORECARD PT. XYZ TAHUN

PEMETAAN STRATEGIS DISTRIBUTOR PELUMAS DENGAN BALANCED SCORECARD PT. XYZ TAHUN 1 PEMETAAN STRATEGIS DISTRIBUTOR PELUMAS DENGAN BALANCED SCORECARD PT. XYZ TAHUN 2010 2015 Regina Anastasia Koilam Achmad Holil Noor Ali Program Studi Manajemen Teknologi Informasi Magister Manajemen Teknologi,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Industri kosmetik merupakan salah satu industri yang memiliki prospek

BAB I PENDAHULUAN. Industri kosmetik merupakan salah satu industri yang memiliki prospek BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Industri kosmetik merupakan salah satu industri yang memiliki prospek yang cerah dan memberikan peluang pasar yang cukup luas dan besar. Terbukti dengan semakin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tepat untuk melayani pasar konsumen. Pemasaran bukan sekedar fungsi bisnis

BAB I PENDAHULUAN. tepat untuk melayani pasar konsumen. Pemasaran bukan sekedar fungsi bisnis BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemasaran merupakan fungsi bisnis untuk mengenali kebutuhan konsumen dan menentukan target market yang dituju serta merancang produk dan program yang tepat untuk

Lebih terperinci

Bisma, Vol 1, No. 1, Mei 2016 KINERJA PERUSAHAAN DAN PERSPEKTIF PELANGGAN BERBASIS BALANCED SCORECARD PADA PT TRINDO DAYA PERKASA

Bisma, Vol 1, No. 1, Mei 2016 KINERJA PERUSAHAAN DAN PERSPEKTIF PELANGGAN BERBASIS BALANCED SCORECARD PADA PT TRINDO DAYA PERKASA KINERJA PERUSAHAAN DAN PERSPEKTIF PELANGGAN BERBASIS BALANCED SCORECARD PADA PT TRINDO DAYA PERKASA Yengki Alexsander Program Studi Manajemen STIE Widya Dharma Pontianak Email: yengki_alexsander@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berbagai strategi yang tepat dalam menghadapi kebutuhan dan keinginan

BAB I PENDAHULUAN. berbagai strategi yang tepat dalam menghadapi kebutuhan dan keinginan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Di tengah persaingan yang ketat ini, perusahaan harus dapat melaksanakan berbagai strategi yang tepat dalam menghadapi kebutuhan dan keinginan konsumen yang

Lebih terperinci

Bisma, Vol 1, No. 3, Juli 2016 KEBIJAKAN STORE ATMOSFER PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA MINI MARKET BINTANG TIMUR DI SOSOK

Bisma, Vol 1, No. 3, Juli 2016 KEBIJAKAN STORE ATMOSFER PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA MINI MARKET BINTANG TIMUR DI SOSOK KEBIJAKAN STORE ATMOSFER PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA MINI MARKET BINTANG TIMUR DI SOSOK Yuliandery Yuliandery_cen@yahoo.com Program Studi Manajemen STIE Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini

Lebih terperinci

ANALISIS SWOT PADA PT BANK DINAR INDONESIA Tbk

ANALISIS SWOT PADA PT BANK DINAR INDONESIA Tbk ANALISIS SWOT PADA PT BANK DINAR INDONESIA Tbk Kartika Yuliantari Akademi Sekretari dan Manajemen Bina Sarana Informatika Jakarta Jl. Jatiwaringin Raya No. 18, Jakarta Timur kartika.kkj@bsi.ac.id Abstrak-

Lebih terperinci

TUGAS KELOMPOK TECHNOLOGY MANAGEMENT AND VALUATION REVIEW: PERFORMANCE MEASUREMENT OF HIGHER EDUCATION INFORMATION SYSTEM USING IT BALANCED SCORECARD

TUGAS KELOMPOK TECHNOLOGY MANAGEMENT AND VALUATION REVIEW: PERFORMANCE MEASUREMENT OF HIGHER EDUCATION INFORMATION SYSTEM USING IT BALANCED SCORECARD TUGAS KELOMPOK TECHNOLOGY MANAGEMENT AND VALUATION REVIEW: PERFORMANCE MEASUREMENT OF HIGHER EDUCATION INFORMATION SYSTEM USING IT BALANCED SCORECARD Kelas : LMA3 Andy Gracia 1701498540 Junaidy 1701498534

Lebih terperinci

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN BEKASI TIMUR REGENSI 3 Yulita Veranda Usman 1, Wiwi Yaren 2 1,2) Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Pancasila 1) yulita@univpancasila.ac.id Abstrak

Lebih terperinci

Contoh Dokumen Penilaian Kinerja Karyawan L.39

Contoh Dokumen Penilaian Kinerja Karyawan L.39 Contoh Dokumen Penilaian Kinerja Karyawan L.39 L.40 L.41 Lampiran 12 Contoh Dokumen Evaluasi Pemasok L.42 Lampiran 13 Wawancara dengan Pihak Manajemen Terkait P: Untuk tujuan strategis kapabilitas SI pada

Lebih terperinci

Bisma, Vol 1, No. 8, Desember 2016 KEPUASAN KONSUMEN PADA DIVISI SERVICE PT ANZON AUTO PLAZA DI PONTIANAK

Bisma, Vol 1, No. 8, Desember 2016 KEPUASAN KONSUMEN PADA DIVISI SERVICE PT ANZON AUTO PLAZA DI PONTIANAK KEPUASAN KONSUMEN PADA DIVISI SERVICE PT ANZON AUTO PLAZA DI PONTIANAK Septia Elsa Email: Septiaelsa@yahoo.com Program Studi Manajemen STIE Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Setiap organisasi memiliki sumber daya manusia yang saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan organisasi. Sumber daya manusia sebagai tenaga penggerak

Lebih terperinci