POLA KOMUNIKASI DOKTER TERHADAP PASIEN DALAM PROSES PENYEMBUHAN DI KLINIK MAKMUR JAYA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "POLA KOMUNIKASI DOKTER TERHADAP PASIEN DALAM PROSES PENYEMBUHAN DI KLINIK MAKMUR JAYA"

Transkripsi

1 POLA KOMUNIKASI DOKTER TERHADAP PASIEN DALAM PROSES PENYEMBUHAN DI KLINIK MAKMUR JAYA Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Islam (S.Sos.I) Oleh: Putri Rachmania NIM: JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM (KPI) FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UIN SYARIF HIDAYAHTULLAH JAKARTA 2011 M / 1432 H

2 POLA KOMUNIKASI DOKTER TERHADAP PASIEN DALAM PROSES PENYEMBUHAN DI KLINIK MAKMUR JAYA Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Syarat Meraih Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Putri Rachmania Di bawah bimbingan Dra. Musfirah Nurlaily, MA. NIP: JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM (KPI) FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SYARIF HIDAYAHTULLAH JAKARTA 2011 M / 1432 H

3 ABSTRAK Putri Rackmania POLA KOMUNIKASI DOKTER TERHADAP PASIEN DALAM PROSES PENYEMBUHAN DI KLINIK MAKMUR JAYA Komunikasi dan pengaruhnya terhadap proses penyembuhan pasien adalah komunikasi yang melibatkan dua individu yang berbeda, dan disebut sebagai komunikasi antar pribadi. Komunikasi menjadi piranti utama dalam bagi dokter untuk menyampaikan pesan dan keinginan dokter terhadap pasien ataupun sebaliknya. Komunikasi menjadi mediator bagi dokter dalam menyampaikan simbol-simbol atau arti yang dimaksudkan oleh dunia kesahatan dalam mencapai tujuan yang diinginkan pasien, yaitu penyembuhan. Komunikasi digunakan sebagai alat pendekatan sosial oleh dokter demi mencapai satu stabilitas objektif dari obyek penelitian untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan dokter. Oleh sebab itu, komunikasi dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dokter dan pasien yang dapat berpengaruh pada proses penyembuhan yang tengah dilakukan. Dengan demikian, peranan lembaga pelayanan menjadi penting untuk menyelaraskan komunikasi sebagai alat yang dapat memberikan perubahan terhadap prilaku, pandangan, dan budaya masyarakat sebagai obyek yang dilayani (pasien). Tujuan dari penelitian ini adalah; untuk mengetahui pola komunikasi dalam upayanya memberikan dampak penyembuhan. Mengetahui bagaimana penerapan komunikasi dalam proses penyembuhan. Mendapatkan satu pola komunikasi yang berpengaruh pada proses penyembuhan. Tujuan lain, untuk mengetahui peran penting komunikasi sebagai media yang mampu mempengaruhi proses kesembuhan pasien. Selain itu, adalah untuk mengetahui pendekatanpendekatan sosial komunikasi yang diciptakan oleh Klinik Makmur Jaya. Metodologi penelitian karya ilmiah ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dimana pendekatan kualitatif menurut Taylor yang dikutip oleh Lexsi J. Moleong, adalah prosedur sebuah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, tertulis atau lisan dari orang dan prilaku yang dapat diamati. Hasil penelitian yang penulis temukan terkait dengan pola komunikasi dokter terhadap proses penyembuhan pasien di Klinik Makmur Jaya adalah komunikasi berperan sangat signifikan dalam proses penyembuhan pasien,. Pendekatan-pendekatan komunikasi pada penerapannya mampu sangat berpengaruh terhadap perubahan psikologi dan perilaku pasien yang sedang menjalani proses pengobatan, Dengan demikian, Pola Komunikasi Dokter Terhadap Proses Penyembuhan Pasien adalah untuk mengupayakan perubahan sikologis dan perilaku pasien terhadap apa yang terjadi didalam diri mereka sendiri. Bahwa, selain dokter, pasien juga harus berperan aktif, memahami, dan bertanggung jawab terhadap kesembuhan diri mereka. Dan komunikasi dalam hal ini mencoba mambangun, mengembangkan, dan membina hubungan keduanya secara responsif terhadap problem sosial apa pun yang tengah mereka hadapi. i

4 ii KATA PENGANTAR Bismillahirrahmannirrahim Segala puja dan puji bagi Allah SWT sebagai pagar penjaga nikmatnya, Zat Yang Maha menggenggam segala sesuatu yang ada dan tersembunyi di balik jagad semesta alam, zat yang Maha Meliputi segala sesuatu yang terfikir maupun yang tidak terfikir. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah atas sang Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, dan bagi seluruh Umat Islam yang terlena maupun terjaga atas sunnahnya. Alhamdulillahirrabil alamin, penulis mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan pertolongannya, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Karena tanpa rahmat pertolongannya tidaklah mungkin penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, penulisan skripsi ini tidak akan terselesaikan bila tanpa bantuan serta dukungan dari berbagai pihak, baik secara moril maupun materil. Sudah sepatutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan serta dukungannya, sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan. Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Dr. Arief Subhan, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pembantu Dekan Bidang Akademik Bapak Drs Wahidin Saputra, MA. Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Bapak Drs. H. Mahmud Jalal, MA., serta Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Bapak Drs. Study Rizal LK., MA. 2. Ibu Hj. Asriati Jamil, M.Hum, selaku Ketua Jurusan Koordinator Teknis Program Non Reguler, Ibu Hj. Musfirah Nurlaily, MA., selaku Sekretaris Program Non Reguler. 3. Dosen Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) angkatan Serta Bapak/Ibu Dosen Fakultas dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah ii

5 iii yang telah mengarahkan, mendidik, membimbing, dan memberikan ilmu yang sangat bermanfaat untuk hidup penulis. 4. Ibu Dra. Musfirah Nurlaily, MA., sebagai Dosen Pembimbing skripsi, yang tidak pernah menutup pintu keluasan waktunya untuk membimbing dan memberikan semangat dan arahan dalam penulisan skripsi ini. 5. Seluruh karyawan Perpustakaan Utama UIN Jakarta, dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Konunikasi UIN Jakarta. 6. Dokter Ayat Rahayu yang telah bersedia meluangkan waktu. Dan para fasilitator buku-buku tentang komunikasi dan kesehatan, yang memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelami buku-buku tentang komunikasi (umum dan khusus) dokter terhadap pasien, tanpa batas waktu 7. Karyawan dan Staff Klinik Makmur Jaya yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan observasi dan dan wawancara. 8. Bapakku yang terkasih, Budi Marwoto dan Ibunda tercinta Rosmilawati, yang telah memberikan terkasih kebebasan untuk memilih jalan hidup, hampir setiap nafas yang terlewati ini penulis merasakan lantunan doa yang begitu kuat, semoga pintu Rahman dan RahimNya Allah senantiasa dibukakan bagi kesabaran dan pengorbanamu. Amin. 9. Adik-adikku tercinta, Rosafina Shabira, Raniah Farah Nadhifa, dan Irsya Budi, yang telah banyak memberikan keluasan waktu dan yang selalu menciptakan ketenangan dalam rumah yang menjadi surga bagi keluarga. Terima kasih atas doa dan dukungan yang terucap maupun tidak. 10. Teman-teman KPI Program Non Reguler angkatan 2006 atas keakraban dan kerja sama di masa-masa kita masih sempat selalu berkumpul, dan temanteman lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Hanya ucapan terima kasih yang bisa saya sampaikan.

6 iv 11. Dan kepada semua pihak yang telah membantu serta memberikan dukungan kepada penulis baik secara moril maupun materil, penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, hanya Allahlah yang dapat membalasnya. Ciputat, 15 Februari 2011 Penulis

7 v DAFTAR ISI ABSTRAK i KATA PENGANTAR.ii DAFTAR ISI.v BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang..1 B. Pembatasan dan Perumusan Masalah 10 C. Tujuan dan Manfaat penelitian..10 D. Metodologi penelitian...11 E. Tinjauan Pustaka...15 F. Sistemetika penulisan.16 BAB II LANDASAN KOMUNIKASI A. Komunikasi Pengertian Unsur-unsur Komunikasi Fungsi Komunikasi 26 B. Pola Komunikasi C. Pola Komunikasi Antar Pribadi...32 D. Hubungan Dokter dengan Pasien.41 BAB III GAMBARAN UMUM KLINIK MAKMUR JAYA A. Profil Klinik Makmur Jaya...48 B. Sejarah Berdirinya Klinik Makmur Jaya...48 C. Sarana dan Prasarana.52 D. Dokter dan Tenaga Medis.53 v

8 vi BAB IV HASIL TEMUAN dan ANALISA DATA A. Pola Komunikasi Dokter dan Pasien di Klinik Makmur Jaya 55 B. Penerapan Komunikasi Terhadap Pasien di Klinik Makmur Jaya.66 C. Komunikasi Antar Pribadi Sebagai Media Klinik Makmur Jaya Dalam Meningkatkan Kesembuhan Pasien...71 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran-Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

9 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di beberapa negara, menunjukkan bahwa adanya hari-hari produktif yang hilang atau Dissabiliiy Adjusted Life Years (DALY's) yang disebabkan oleh masalah kesehatan. Sementara kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Atas dasar ini, maka manusia selalu dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh (holistik), dari unsur badan (organobiologik), jiwa (psiko-edukatif), dan sosial (sosio-kultural), yang tidak dititik beratkan pada penyakit saja, tetapi pada kualitas hidup yang terdiri dari kesejahteraan dan produktivitas sosial ekonomi. Dengan demikian, kesehatan adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang, dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. 1 Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis (serasi) dan memperhatikan semua segi dalam kehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain. Untuk mendapatkan kesehatan jiwa, maka perlu ada terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata untuk seluruh masyarakat. Pembangunan kesehatan Indonesia beberapa dekade yang lalu harus diakui relatif berhasil, terutama pembangunan infrastruktur pelayanan kesehatan yang telah menyentuh sebagian besar wilayah kecamatan dan pedesaan. Namun 1 Studi Bank Dunia (World Bank) pada tahun di beberapa negara (Eropa, Amerika, Afrika, dan Asia), dalam =61&Itemid=79. (diambil pada hari senin tanggal 11 Januari 2011, jam 19:00). 1

10 2 keberhasilan yang sudah dicapai belum dapat menuntaskan problem kesehatan masyarakat secara menyeluruh, bahkan sebaliknya tantangan sektor kesehatan cenderung semakin meningkat. 2 Transisi epidemiologis, yang di tandai dengan semakin berkembangnya penyakit degeneratif dan penyakit tertentu yang belum dapat diatasi sepenuhnya (seperti TBC, DHF dan malaria); hal ini merupakan sebagian tantangan kesehatan di masa depan. Tantangan lainnya yang harus ditanggulangi antara lain adalah meningkatnya masalah kesehatan kerja, kesehatan lingkungan, masalah obatobatan; dan perubahan dalam bidang ekonomi, kependudukan, pendidikan, sosial budaya; dan dampak globalisasi yang akan memberikan pergaruh terhadap perkembangan keadaan kesehatan masyarakat. Karena kesehatan merupakan kebutuan yang sangat mendasar secara fisik maupun dalam hal psikis. Kesehatan sangat esensial untuk mencapai berbagai tujuan, sebab dengan kesehatan manusia dapat melakukan aktifitas sehari-hari tanpa adanya satu hambatan. 3 Berdasarkan penjelasan di atas sangat diperlukan upaya agar masalah kesehatan di masa depan dapat ditanggulangi dengan baik sehingga mencapai kualitas kesehatan masyarakat yang diinginkan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain meliputi pengembangan organisasi dan manajemen pelayanan kesehatan, pengembangan institusi pendidikan, peningkatan orientasi penelitian dan peningkatan partisipasi masyarakat. Pengembangan organisasi pelayanan kesehatan merupakan suatu keharusan. Pendekatan organisasi birokrasi yang selama ini berlaku dan bersifat sangat hirarkis (top down) atau sentralistis 2 Ibid. 3 Media Indonesia; Wajah Buram Keseshatan Bangsa Kita. (diambil pada hari senin tanggal 11 Januari 2011, jam 18:30).

11 3 haruslah dirubah menjadi suatu tatanan organisasi pelayanan yang lebih mengutamakan pendekatan psikologis komunikasi yang lebih efektif, mudah, dan menumbuhkembangkan kesadaran menjaga kesehatan. 4 Keberhasilan pembangunan kesehatan yang telah dicapai pada berapa bidang (terutama pembangunan sarana fisik) merupakan suatu hal yang tidak dapat dipungkiri. Namun berdampingan dengan keberhasilan yang ada, banyak fakta menunjukkan bahwa kegagalan pembangunan kesehatan tidak kalah besarnya. Salah satu faktor sulitnya mencapai prestasi optimum organisasi pelayanan adalah organisasi kesehatan dianggap terlalu elit (birokratis) dan ruwet (mahal) bagi masyarakat. 5 Hal ini menimbulkan kematian inisiatif dan menghidupkan sikap pasif, sehingga sekat antara masyarakat dengan organisasi kesehatan menjadi semakin lebar. Fenomena ini harus segera dirubah melalui pengembangan organisasi dan manajemen agar lebih siap menghadapi tantangan di masa depan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Pengembangan organisasi adalah suatu proses sadar dan terencana untuk mengembangkan kemampuan suatu organisasi sehingga mampu mencapai suatu tingkat optimum prestasi dan efisiensi, efektifitas, dan kesehatan organisasi. Pengembangan manajemen ditekankan pada upaya memperbaiki pengetahuan dan keterampilan para pimpinan dan paramedis. Dengan demikian, pengembangan organisasi kesehatan harus mengacu pada strategi reedukasi dan normatif yang ditujukan untuk mempengaruhi sistem 4 Ibid. 5 Paper Surya utama; Upaya Menghadapi Masalah Kesehatan Di Masa Depan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, dalam surya_utamablogspot. (diambil pada hari senin tanggal 11 Januari 2011, jam 18:35).

12 4 kepercayaan, nilai, dan sikap dalam organisasi sehingga dapat beradaptasi lebih baik terhadap akselerasi laju perubahan teknologi lingkungan industri dan lingkungan masyarakat umumnya. Pengembangan organisasi mencakup pula penataan kembali organisasi formal yang sering mulai, diperlancar dan diperkuat oleh perubahan normatif dan perilaku. Salah satu yang harus menjadi pertimbangan organisasi kesehatan (Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas, dan lain sebagainya) adalah otonomi organisasi dalam hal pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. 6 Efisiensi dan efektifitas pelayanan merupakan sasaran utama pengembangan organisasi birokrasi pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk menjamin kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara terus menerus. Dengan demikian otonomi sebagai perwujudan pengembangan organisasi haruslah direncanakan dan dilaksanakan dengan benar dan sungguh-sungguh, untuk menciptakan suatu organisasi pelayanan kesehatan yang siap menghadapi tantangan untuk menyelesaikan masalah kesehatan agar senantiasa berkembang (terutama di daerah-daerah). Pengembangan organisasi pelayanan kesehatan yang dilakukan harus dapat menghilangkan berbagai penyimpangan perilaku birokrasi kesehatan yang tidak bermoral, seperti tidak efisien, tidak efektif, korupsi, kolusi, dan mengabaikan kualitas pelayanan. Upaya pemerintah untuk mencapai sasaran dan tujuan pembangunan kesehatan maupun pembangunan bidang lainnya yang terkait dengan kesehatan masyarakat antara lain dilakukan dengan meningkatkan kuantitas sumber daya manusia melalui perencanaan kebutuhan dan peningkatan kualitas melalui jalur 6 Ibid.

13 5 pendidikan. Melalui pendidikan diharapkan dapat terbentuk manusia (tenaga medis) yang berkualitas, mampu memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan untuk mendukung pembangunan seluruh sektor kehidupan msyarakat. Dengan demikian pendidikan merupakan wahana dan sekaligus cara untuk membangun manusia baik sebagai insan maupun sebagai sumber daya pembangunan. 7 Pentingnya sumberdaya manusia yang berkualitas merupakan syarat utama pengembangan organisasi kesehatan, upaya untuk mendorong terciptanya organisasi pelayanan kesehatan yang mampu mencapai dan mempertahankan prestasi, menghendaki sumber daya manusia yang berkualitas. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia dari organisasi pelayanan kesehatan, haruslah diantisipasi oleh institusi pendidikan kesehatan masyarakat. Artinya, jika organisasi pelayanan kesehatan telah siap untuk melaksanakan pengembangan organisasi dan manajemen sebagai antisipasi untuk menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks; maka institusi pendidikan kesehatan masyarakat juga harus melakukan pengembangan organisasi dan manajemen untuk menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks. 8 Institusi pendidikan kesehatan masyarakat harus mampu menciptakan ilmuan dan praktisi kesehatan yang dapat menopang pengembangan organisasi dan manajemen pelajaran kesehatan yang dapat membantu memecahkan masalah kesehatan masyarakat. Selain itu, peran serta masyarakat merupakan syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan pembangunan. Hal ini menegaskan bahwa 7 Ibid (diambil pada tanggal 12, jam: 20: ).

14 6 partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan menempati posisi yang sangat penting. Pandangan bahwa masyarakat adalah semata-mata objek pembangunan harus diganti dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian dari pelaku (subjek) pembangunan. 9 Masyarakat harus ikut serta dalam proses pembangunan kesehatan sesuai kondisinya. Situasi dan kondisi masyarakatlah yang seharusnya menentukan secara objektif tingkat posisi partisipasinya dalam proses pembangunan; bukan keputusan sepihak birokrasi yang selalu cenderung menafikan potensi masyarakat yang pada akhirnya sering menempatkan masyarakat sebagai objek pembangunan. Jika tidak ada pemahaman yang sama (antara dokter dengan pasien), maka masyarakat Indonseia akan selalu berada dalam sebuah dunia yang saling tarik menarik, dunia yang menghisap habis energi kebaikan, kebenaran dan kejujuran menjadi energi yang sangat negatif. Dan masyarakat akan menjadi pribadi-pribadi yang akan kehilangan diri, tidak produktif, dan perangkat penghubung (komunkasi) yang memadai. Dan untuk membangun semua hal di atas, maka dibutuhkan sebuah jembatan atau instrumen yang dapat mengkomunikasikan hal-hal terkait. Instrumen tersebut adalah komunikasi, pola komunikasi, dan strategi pelaksanaan komunikasi. Komunikasi menjadi penting sebagai alur transformasi pendidikan dan informasi agar tidak semakin rumit. Oleh karenanya, sebuah sistem komunikasi sangat diperlukan untuk melancarkan mekanisme kerja organisasi kesehatan (kedokteran) yang ada. Pola komunikasi sangat membantu dalam memudahkan pencapaian tujuan dari sistem kesehatan yang hendak mencapai 9 Ibid.

15 7 kesamaan dan keserasian dalam pembangunan. Komunikasi dapat dijadikan pedoman dalam proses interaksi antar individu dan kelompok di masyarakat. Dalam kehidupan, komunikasi merupakan rumusan baru meskipun pelaksanaannya secara implisit telah dilakukan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. 10 Untuk mendapatkan satu sistem (pola) komunikasi yang bekerja selaras dengan organisasi kesehatan agar mampu memberikan dampak positif (penyembuhan, kesadaran, ketenangan) terhadap perkembangan kesahatan masyarakat. Maka, perlu adanya peranan lembaga kesehatan 11 dan dokter yang mampu menggunakan komunikasi sebagai perangkat (alat atau media) pelayanan yang paling efektif dan efisien untuk mengetahui kebutuhan dan mendapatkan keluhan masyarakat. Dalam hubungan ini, perangkat (sarana dan prasarana) kesehatan berperan penting bagi manusia untuk menemukan kembali kebugaran (kesehatan) jiwa raganya dalam kehidupan sehari-hari. Klinik atau sejenis, merupakan salah satu faktor pendukung manusia yang dapat membantu pemenuhan kebutuhan manusia akan kesehatan. Sarana-sarana di atas adalah wadah sosial yang secara langsung berhadapan dengan kebutuhan masyarakat. Klinik menjadi salah satu organisasi sosial masyarakat yang mengandaikan adanya hubungan (komunikasi) sosial yang seimbang dan searah, karena antara masyarakat dengan wadah sosial (kesehatan) tersebut selalu akan memiliki hubungan timbal-balik (feedback), saling membutuhkan satu sama lain. 10 Ibid. 11 Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas, Posyandu dan lain sebagainya.

16 8 Sedangkan komunikasi merupakan kebutuhan dasar (kodrati/asali) manusia sebagai prasyarat mutlak bagi perkembangan manusia, baik sebagai individu, kelompok, maupun bermasyarakat. Dengan komunikasi, manusia dapat menyampaikan perasaan, pikiran, pendapat, sikap dan informasi kepada sesamanya secara timbal balik. Misalnya, komunikasi yang digunakan di dalam kedokteran, seorang dokter dituntut memiliki pola komunikasi yang baik, lancar, dan dapat dipahami oleh pasien. Komunikasi yang mudah dimengerti merupakan salah satu keahlian yang harus dikuasai oleh seorang dokter. Keahlian dalam komunikasi sangat menentukan keberhasilan seorang dokter dalam mengarahkan atau menyelesaikan permasalahan sosial (kesehatan) masyarakat sebagai penderita (pasien). 12 Akan menjadi tidak mudah bagi dokter dalam melakukan identifikasi mengenai permasalahan kesehatan masyarakat apabila tidak memiliki kecerdasan (kelebihan) dalam mengkomunikasikan gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien, atau menjelaskan secara logika (masyarakat awam), sebab-akibat dari suatu penyakit (berat) yang dialami. Di dalam sistem komunikasi kedokteran, ada beberapa unsur komunikasi yang dibangun atas dasar saling percaya, keterbukaan, kejujuran, dan pengertian akan kebutuhan pasien, harapan, dan juga kepentingan dari masing-masing. Komunikasi harus berlangsung dalam kedudukan yang setara. Memiliki cukup pengertian yang sama-sama dipahami. 13 Tidak ada pembatas yang membedakan, adanya kepercayaan dan kesepakatan bahwa komunikasi merupakan pertukaran informasi yang saling 12 Peranan Pekerja Sosial Dalam Pendampingan, (diambil pada tanggal 12, jam: 20: ). 13 Ibid.

17 9 menguntugkan satu sama lain. Dengan adanya hubungan yang dilandasi saling percaya serta saling mengerti akan kebutuhan masing-masing, maka pasien akan dengan mudah memberikan keterangan dari gejala yang dirasakan, sehingga dokter sebagai tenaga medis yang melayani kebutuhan pasien dapat mengarahkan kebutuhan pasien pada solusi yang dapat meringankan problem kesehatan pasien. Komunikasi efektif juga dibutuhkan dalam kerangka kerja kesehatan dan kedokteran, efektif dalam arti, komunikasi yang selalu terkait pada keluhan pasien, sehingga kendala dapat diatasi secara spesifik dan cepat. Jika ada opini yang menyatakan bahwa komunikasi yang dikembangkan dengan cara-cara yang lebih efektif dapat menyita waktu, adalah menjadi tugas ilmu kesehatan modern untuk mengembangkan metodologi atau sistem dan pola komunikasi yang lebih efektif bagi dunia kesehatan, misalnya, menggunakan simbol-simbol (verbal dan non-verbal) yang lebih sederhana agar supaya dapat secara luas mencegah hal-hal negatif yang ditimbulkan oleh kesalahan pengertian dan penerimaan komunikasi antara kedua belah pihak. Dari berbagai permasalahan di atas, penulis ingin menuangkan problematika kehidupan sosial masyarakat dalam bernegara (kesehatan) juga berbangsa (komunikasi) ke dalam satu karya tulis yang berjudul; POLA KOMUNIKASI DOKTER TERHADAP PASIEN DALAM PROSES PENYEMBUHAN DI KLINIK MAKMUR JAYA.

18 10 B. Pembatasan dan Perumusan Masalah Mengingat luasnya pembahasan yang akan diteliti, maka penelitian ini akan dibatasi pada : Pola Komunikasi Dokter Terhadap Pasien Dalam Proses Penyembuhan. Selanjutnya untuk mempermudah pembahasan, maka di sini penulis memberikan perumusan, antara lain: Bagaimana Pola Komunikasi Dokter Terhadap Pasien dalam Proses Penyembuhan di Klinik Makmur Jaya? C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Dengan memahami latar belakang seperti di atas, maka dalam penelitian karya ilmiah ini, terdapat beberapa tujuan yang mendasar dan manfaat/kegunaan dari penelitian tersebut. Adapun tujuannya, antara lain: 1. Tujuan Penelitian a. Untuk mengetahui pola komunikasi dokter terhadap pasien dilaksanakan di Klinik Makmur Jaya. b. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh komunikasi dokter terhadap proses penyembuhan pasien. c. Dan terakhir, mendapatkan informasi tentang bagaimana pentingnya komunikasi bagi dokter dan pasien dalam kehidupan sosial masyarakat. 2. Kegunaan Penelitian a. Kegunaan Teoritis: Sebagai sumbangan pemikiran bagi pengembangan disiplin ilmu dalam Komunikasi Penyiaran Islam.

19 11 b. Kegunaan Praktis: Sebagai bahan masukan bagi pengelola Klinik Makmur Jaya tentang pola komunikasi di dalam melakukan pelayanan terhadap pasien (masyarakat) demi terciptanya kesehatan yang optimal. D. Metodologi Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Untuk penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, tertulis atau lisan dari orang dan prilaku yang dapat diamati. Kirk dan Miller memberikan pengertian penelitian kualitatif sebagai tradisi penelitian yang tergantung pada pengamatan sesuai dengan orang-orang di sekitar objek penelitian dalam bahasa dan peristilahan sendiri. 14 Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengeksplorasi dan mengklasifikasikan suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti. 15 Berdasarkan beberapa definisi di atas, peneliti melakukan penelitian dengan menguraikan fakta-fakta yang didapat di lapangan berdasarkan hasil dari penelitian lapangan (field research) yang kemudian diolah, dikaji dan dianalisis agar dapat menghasilkan suatu kesimpulan. 14 Lexy J. Moloeng, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2009), edisi revisi cet. Ke 26, h Prof. Dr. H. Syamsir Salam, MS dan Jaenal Aripin, M.Ag, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006), h. 13.

20 12 2. Sumber Data Adapun sumber data pada penelitian ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh melalui proses penelitian langsung dari partisipan atau sasaran penelitian, yaitu data yang berasal dari pasien yang berkunjung atau berobat di Klinik Makmur Jaya, pengelola atau pengurus Klinik, dan pimpinan Klinik. Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari catatan-catatan atau dokumen yang terkait dengan penelitian dari lembaga yang diteliti ataupun referensi dan buku-buku dari perpustakaan. 1. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Penelitian ini berlokasi di Klinik Makmur Jaya, Jl. Kertamukti no. 84A, Ciputat Tangerang Selatan Banten. Penelitian ini dilakukan bulan November 2010 sampai pada Februari Alasan peneliti memilih lokasi tersebut adalah karena tempat tersebut mudah diakses oleh peneliti, dan tempatnya pun strategis. Hal tersebut yang membuat penulis melakukan penelitian di lokasi tersebut. 2. Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data yang objektif, penulis menggunakan teknik: a. Observasi, adalah pengamatan langsung dengan menggunakan seluruh panca indera (melihat, mendengar, dan merasakan) 16 dan pencatatan 16 Indriati Yulistiani, Ragam Penelitian Kualitatif: Penelitian Lapangan, (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: UI, 2001), h. 16.

21 13 secara sistematis gejala-gejala yang terjadi di lapangan penelitian, 17 yaitu dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap pelaksanaan pelayanan pasien, yaitu proses komunikasi (prosedur) dokter dengan pasien serta kegiatan pengurus (dokter dan tenaga medis) di Klinik Makmur Jaya. Dalam melakukan observasi tersebut, keberadaan penulis diketahui oleh pengelola, tutor, dan pasien. b. Wawancara adalah salah satu alat untuk mengumpulkan (memperoleh) informasi langsung tentang beberapa jenis data 18, yang berkaitan dengan permasalahan penelitian sehingga dapat menemukan data atau keterangan mengenai kegiatan pelayanan Klinik Makmur Jaya. Dalam penelitian ini penulis mewawancarai pimpinan Klinik, tenaga medis, pengurus, dan pasien yang berkunjung (berobat) di Klinik Makmur Jaya atau unsur-unsur yang berhubungan dengan penelitian atau berkaitan dengan permasalahan yang ingin digali. c. Dokumentasi Dokumentasi adalah pengumpulan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen dan pustaka sebagai bahan analisis dalam penelitian ini. Yang memfokuskan masalah mengenai pola komunikasi dokter terhadap pasien. Kajian dokumen ini seperti didefinisikan oleh Barelson (1952, dalam Guba dan Lincoln, 1981:240) 19 sebagai teknik penelitian untuk keperluan mendeskripsikan secara objektif, sistematis, dan kuantitatif tentang manifestasi komunikasi. 17 Husaini Usman dan Purnomo Setiadi Akbar, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: Bumi aksara, 1998). Cet. Ke-2 h Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Jogjakarta: Andi Offset, 1983), hal Lexy J. Moloeng, Metode Penelitian Kualitatif, h. 220.

22 14 3. Subjek dan Objek Penelitian Sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif teknik pemilihan subjek dan objek penelitian ini adalah dokter dan pasien yang menurut peneliti dapat memberikan data dan informasi tentang bagaimana pola komunikasi dokter terhadap pasien memberikan dampak kesembuhan terhadap proses masa penyembuhan di Klinik Makmur Jaya. Dalam mencari data peneliti mewawancarai Pimpinan dari Klinik Makmur Jaya sekaligus dokter, yaitu Dr. Ayat Rahayu, Sp. Rad. M. Kes, beberapa staf (perawat) Klinik Makmur Jaya, yaitu, Novi Anggraini, dan Sulistia Velasiva, peneliti juga mewawancarai beberapa pasien Klinik Makmur Jaya yang berkunjung ke Klinik Makmur Jaya, yaitu Fenny, Zaskyah, Ilham, Reza Fahlevi. 4. Teknik Analisis Data Yakni menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber dengan hasil yang diperoleh dari pengamatan peneliti secara langsung di lapangan. Analisis data adalah proses penyusunan data agar bisa ditafsirkan, dan memberikan makna. Model analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa sasaran penelitian ini adalah kegiatan analisis data yang meliputi kegiatan reduksi data, reduksi yaitu menganalisa sesuatu secara keseluruhan kepada bagian-bagiannya atau menjelaskan tahap akhir dari proses perkembangan sebelumnya yang lebih sederhana A. Pius Partanto dan M. Dahlan Al-Barry, Kamus Ilmiah Populer, (Surabaya: Arkola,1994) Cet. ke-1.

Tipe-tipe komunikasi. Puri Kusuma D.P

Tipe-tipe komunikasi. Puri Kusuma D.P Tipe-tipe komunikasi Puri Kusuma D.P a)komunikasi kesehatan b)komunikasi politik c) Komunikasi bisnis d)komunikasi keluarga e) dll Konteks-konteks komunikasi Komunikasi tidak berlangsung dalam ruang hampa-sosial,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya.

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Roda pemerintahan terus bergulir dan silih berganti. Kebijakan baru dan perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya. Dampak

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian BAB III METODE PENELITIAN III.1 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan.

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan. 52 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Sesuai dengan judul yang peneliti angkat, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, fenomenologis dan berbentuk diskriptif.

Lebih terperinci

PENERAPAN HUMAN RELATIONS DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI MUSEUM SANG NILA UTAMA SKRIPSI

PENERAPAN HUMAN RELATIONS DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI MUSEUM SANG NILA UTAMA SKRIPSI PENERAPAN HUMAN RELATIONS DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI MUSEUM SANG NILA UTAMA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Pada Fakultas Dakwah

Lebih terperinci

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7 PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Diajukan

Lebih terperinci

Dra. Dwi Pangastuti Marhaeni, M.Si

Dra. Dwi Pangastuti Marhaeni, M.Si Dra. Dwi Pangastuti Marhaeni, M.Si Dalam pengertian luas, model menunjuk pada setiap representasi simbolis dari suatu benda, proses atau gagasan/ide. Pada level konseptual model merepresentasikan ide ide

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan seorang peneliti harus memahami metodologi penelitian yang merupakan

Lebih terperinci

KOMUNIKASI POLITIK R O B B Y M I L A N A, S. I P M I K O M U N I V E R S I TA S M U H A M M A D I YA H J A K A RTA 2 0 1 0

KOMUNIKASI POLITIK R O B B Y M I L A N A, S. I P M I K O M U N I V E R S I TA S M U H A M M A D I YA H J A K A RTA 2 0 1 0 KOMUNIKASI POLITIK R O B B Y M I L A N A, S. I P M I K O M U N I V E R S I TA S M U H A M M A D I YA H J A K A RTA 2 0 1 0 PENGERTIAN KOMUNIKASI Communicatio (Latin) Communis Sama Secara etimologis komunikasi

Lebih terperinci

SKRIPSI TINDAKAN OPERASI OLEH DOKTER TERHADAP PASIEN YANG TIDAK MAMPU MELAKUKAN PERBUATAN HUKUM

SKRIPSI TINDAKAN OPERASI OLEH DOKTER TERHADAP PASIEN YANG TIDAK MAMPU MELAKUKAN PERBUATAN HUKUM SKRIPSI TINDAKAN OPERASI OLEH DOKTER TERHADAP PASIEN YANG TIDAK MAMPU MELAKUKAN PERBUATAN HUKUM ( SURGERY BY DOCTORS TO PATIENTS WHO ARE UNABLE TO PERFORM ANY LEGAL ACT ) EVALIA FIRMANITASARI NIM. 070710191104

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat

BAB I PENDAHULUAN. communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat kebersamaan antara dua orang

Lebih terperinci

ANALISIS KEBIJAKAN REDAKSI DALAM PENENTUAN HEADLINE HALAMAN UTAMA PADA SURAT KABAR PEKANBARU POS

ANALISIS KEBIJAKAN REDAKSI DALAM PENENTUAN HEADLINE HALAMAN UTAMA PADA SURAT KABAR PEKANBARU POS 1764/KOM-D/SD-S1/2014 ANALISIS KEBIJAKAN REDAKSI DALAM PENENTUAN HEADLINE HALAMAN UTAMA PADA SURAT KABAR PEKANBARU POS SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi

Lebih terperinci

BENTUK KOMUNIKASI. By : Lastry. P, SST

BENTUK KOMUNIKASI. By : Lastry. P, SST BENTUK KOMUNIKASI By : Lastry. P, SST 1. KOMUNIKASI INTRAPERSONAL Komunikasi yang terjadi dalam diri individu. Berfungsi : 1. Untuk mengembangkan kreativitas imajinasi, mamahami dan mengendalikan diri,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan suatu metode. Jadi metode

BAB III METODE PENELITIAN. pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan suatu metode. Jadi metode 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Tahap-Tahap Penelitian Metode ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu, yang mempunyai langkah-langkah sistematis. Sedangkan metodelogi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan analis isi ( content analysis). Pendekatan analisis isi merupakan suatu langkah

Lebih terperinci

# Kemampuan Komunikasi # Ilmu Komunikasi

# Kemampuan Komunikasi # Ilmu Komunikasi # Kemampuan Komunikasi # Ilmu Komunikasi Arif Basofi, S.Kom. MT. Referensi 1. Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D., Ilmu Komunikasi, Rosda, 2007. 2. Prof. Drs. H.A.W. Widjaja, Komunikasi Komunikasi dan Hubungan

Lebih terperinci

KOMUNIKASI INTRUKSIONAL

KOMUNIKASI INTRUKSIONAL KOMUNIKASI INTRUKSIONAL Muhammad Surip Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan ABSTRAK Komunikasi Intruksional merupakan proses memindahkan sebagian pesan (pengetahuan) pendidik kepada peserta

Lebih terperinci

PROSES KOMUNIKASI. Dra. Dwi P Marhaeni, M.Si

PROSES KOMUNIKASI. Dra. Dwi P Marhaeni, M.Si PROSES KOMUNIKASI Dra. Dwi P Marhaeni, M.Si PROSES KOMUNIKASI 1. Sumber / Pengirim pesan / Komunikator 2. Pesan berupa lambang / tanda seperti kata-kata tertulis atau lisan 3. Saluran Suatu yang dipakai

Lebih terperinci

PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko)

PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko) PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko) SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG

PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Serjana Pendidikan (S.Pd)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapat data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam metodologi penelitian harus didasarkan pada ciri-ciri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diperhatikan saat ini adalah pembangunan dibidang pendidikan, menyadari. kalangan pendidikan itu sendiri termasuk para guru.

BAB I PENDAHULUAN. diperhatikan saat ini adalah pembangunan dibidang pendidikan, menyadari. kalangan pendidikan itu sendiri termasuk para guru. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan yang giat-giatnya dilakukan oleh bangsa saat ini adalah upaya membentuk manusia Indonesia yang seutuhnya, baik mental, spiritual dan fisik material. Salah

Lebih terperinci

umat Islam terhadap praktek keuangan yang tidak sesuai dengan syari ah perbankan konvensional yang diidentikkan dengan riba. 1 Dengan demikian,

umat Islam terhadap praktek keuangan yang tidak sesuai dengan syari ah perbankan konvensional yang diidentikkan dengan riba. 1 Dengan demikian, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebab utama kemunculan dan keberadaan lembaga keuangan syari ah di Indonesia adalah untuk menghindarkan dan menghilangkan kekhawatiran umat Islam terhadap praktek keuangan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam STUDI KOMPARASI PRESTASI BELAJAR PAI PADA ASPEK KOGNITIF ANTARA SISWA YANG IKUT ROHIS DENGAN SISWA YANG TIDAK IKUT ROHIS di SMA NEGERI 3 SEMARANG KELAS XI TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berhubungan dan membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Manusia sebagai makhluk sosial dalam bertingkah laku

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yang akan dilaksanakan, jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus. Penelitian

Lebih terperinci

PERAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM DALAM REHABILITASI SOSIAL KEAGAMAAN PADA LANJUT USIA TERLANTAR DI UNIT REHABILITASI SOSIAL MANDIRI SEMARANG II

PERAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM DALAM REHABILITASI SOSIAL KEAGAMAAN PADA LANJUT USIA TERLANTAR DI UNIT REHABILITASI SOSIAL MANDIRI SEMARANG II PERAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM DALAM REHABILITASI SOSIAL KEAGAMAAN PADA LANJUT USIA TERLANTAR DI UNIT REHABILITASI SOSIAL MANDIRI SEMARANG II SKRIPSI untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi secara kuantitatif dan kualitatif. Dimana analisis

Lebih terperinci

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Antarpribadi Orangtua Terhadap Anak Penderita Autisme di SDLBN Bangunharjo, Pulisen, Boyolali) SKRIPSI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Sumber Daya Manusia), terutama peningkatan dalam bidang pendidikan. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. (Sumber Daya Manusia), terutama peningkatan dalam bidang pendidikan. Hal ini BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini pemerintah sedang giat berupaya meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), terutama peningkatan dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan tuntutan Kurikulum KTSP yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah mengharapkan agar penguasaan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk. Oleh: AH A 310060149

SKRIPSI. Diajukan untuk. Oleh: AH A 310060149 ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI GURU BAHASA INDONESIA DALAM INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 7 BANYUDONO BOYOLALI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Menyelesaikan

Lebih terperinci

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH POKOK MATERI MAKANAN DAN MINUMAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA KELAS VIIIA MTs ASY-SYARIFIYAH

Lebih terperinci

Bab III. Metode Penelitian. Muslim Peserta Didik Di MA Al- Ma arif. Maka pendekatan dalam

Bab III. Metode Penelitian. Muslim Peserta Didik Di MA Al- Ma arif. Maka pendekatan dalam 78 Bab III Metode Penelitian A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Sesuai dengan judul yang dikemukakan yakni Pelaksanaaan Pembelajaran GuruAqidah Akhlak dalam Meningkatkan Kepribadian Muslim Peserta Didik

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI STRATEGI NEGOSIASI DI PT ARCHITAMA CIPTA PERSADA YOGYAKARTA

IMPLEMENTASI STRATEGI NEGOSIASI DI PT ARCHITAMA CIPTA PERSADA YOGYAKARTA IMPLEMENTASI STRATEGI NEGOSIASI DI PT ARCHITAMA CIPTA PERSADA YOGYAKARTA SKRIPSI Disusun Oleh: Dewi Atikah Fatmawati 20020530225 JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : Mevi Isnaini Rizkiyana NIM 080210201025

SKRIPSI. Oleh : Mevi Isnaini Rizkiyana NIM 080210201025 PENINGKATAN MINAT BACA ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA DI KELOMPOK B4 TAMAN KANAK-KANAK (TK) AL-AMIEN KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Oleh :

Lebih terperinci

(PTK Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII SMP Al Islam 1 Surakarta)

(PTK Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII SMP Al Islam 1 Surakarta) UPAYA MENINGKATKAN MINAT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN QUESTION STUDENT HAVE PADA POKOKK BAHASAN LINGKARAN (PTK Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII SMP Al Islam 1 Surakarta)

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 1 A. Latar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penggunaan metode yang tepat dalam penelitian adalah syarat utama dalam mencari data. Mengingat penelitian merupakan suatu proses pengumpulan sistematis dan analisis logis terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula.

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula. 40 BAB III METODE PENELITIAN Metodologi penelitian dalam suatu penelitian sangat penting, sebab dengan menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula. Artinya apabila seseorang

Lebih terperinci

PERAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM PEMBENTUKAN TINGKAH LAKU ANAK JALANAN DI SANGGAR ALANG-ALANG WONOKROMO SURABAYA

PERAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM PEMBENTUKAN TINGKAH LAKU ANAK JALANAN DI SANGGAR ALANG-ALANG WONOKROMO SURABAYA PERAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM PEMBENTUKAN TINGKAH LAKU ANAK JALANAN DI SANGGAR ALANG-ALANG WONOKROMO SURABAYA SKRIPSI OLEH : SUTRISNO NIM : DO3304065 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL FAKULTAS TARBIYAH

Lebih terperinci

penulis adalah pendekatan sosiologis, pedagogis, dan filosofis.

penulis adalah pendekatan sosiologis, pedagogis, dan filosofis. ( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.word-to-pdf-converter.netbab III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah Field Rescarch. Adapun data yang dikumpulkan dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Depok: Intuisi Press,1998) Cet 2, hlm. 2-3

BAB I PENDAHULUAN. (Depok: Intuisi Press,1998) Cet 2, hlm. 2-3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tantangan kehidupan selalu muncul secara alami seiring dengan berputarnya waktu. Berbagai tantangan bebas bermunculan dari beberapa sudut dunia menuntut untuk

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA Agustian SDN 02 Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rumah merupakan kebutuhan dasar dan mempunyai fungsi yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. Rumah merupakan kebutuhan dasar dan mempunyai fungsi yang sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Rumah merupakan kebutuhan dasar dan mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan manusia, selain sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, perumahan dan pemukiman

Lebih terperinci

PERAN PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QURAN SEBAGAI MUATAN LOKAL DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER KEPRIBADIAN SISWA STUDI DI SMP TRI BHAKTI NAGREG

PERAN PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QURAN SEBAGAI MUATAN LOKAL DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER KEPRIBADIAN SISWA STUDI DI SMP TRI BHAKTI NAGREG PERAN PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QURAN SEBAGAI MUATAN LOKAL DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER KEPRIBADIAN SISWA STUDI DI SMP TRI BHAKTI NAGREG IRA YUMIRA EMAIL: http // i.yumira@yahoo.co.id STKIP SILIWANGI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perhatian yang serius sesuai dengan kapasitas dan proporsinya.

BAB I PENDAHULUAN. perhatian yang serius sesuai dengan kapasitas dan proporsinya. BAB I PENDAHULUAN A.LATAR BELAKANG MASALAH Prinsip-prinsip manajemen modern yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan telah diadopsi dan digunakan dalam praktek penyelenggaraan

Lebih terperinci

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Oleh : MUNAFIAH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan yang terus berkembang membawa konsekuensikonsekuensi

BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan yang terus berkembang membawa konsekuensikonsekuensi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehidupan yang terus berkembang membawa konsekuensikonsekuensi tertentu terhadap pola kehidupan masyarakat. Begitu juga dengan dunia pendidikan yang terus berubah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan hidup sehari-hari sangatlah mudah untuk terwujud, meskipun kita tidak

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan hidup sehari-hari sangatlah mudah untuk terwujud, meskipun kita tidak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada masa globalisasi seperti yang terjadi di Indonesia berbagai macam kebutuhan hidup sehari-hari sangatlah mudah untuk terwujud, meskipun kita tidak memegang

Lebih terperinci

HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (PERSERO) CABANG JEMBER

HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (PERSERO) CABANG JEMBER HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (PERSERO) CABANG JEMBER SKRIPSI Diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi

Lebih terperinci

STUDI KASUS MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR RENDAH DENGAN PENDEKATAN KONSELING BEHAVIOR PADA SISWA KELAS X1 IPA 3 SMA I MEJOBO KUDUS TAHUN PELAJARAN

STUDI KASUS MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR RENDAH DENGAN PENDEKATAN KONSELING BEHAVIOR PADA SISWA KELAS X1 IPA 3 SMA I MEJOBO KUDUS TAHUN PELAJARAN STUDI KASUS MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR RENDAH DENGAN PENDEKATAN KONSELING BEHAVIOR PADA SISWA KELAS X1 IPA 3 SMA I MEJOBO KUDUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Disusun Oleh : Nining Nurhayatun 2008-31-028

Lebih terperinci

Komunikasi Organisasi. Disusun oleh Dewi Sulistyo

Komunikasi Organisasi. Disusun oleh Dewi Sulistyo Komunikasi Organisasi Disusun oleh Dewi Sulistyo Konsep Dasar Komunikasi Komunikasi sebagai aktivitas dasar manusia Komunikasi sebagai syarat terjadinya interaksi dan proses belajar Komunikasi dalam organisasi

Lebih terperinci

PENERAPAN BA I BITSAMAN AJIL PADA PRAKTEK JUAL BELI PAKAIAN JADI SECARA KREDIT DI KECAMATAN RUPAT KABUPATEN BENGKALIS DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM

PENERAPAN BA I BITSAMAN AJIL PADA PRAKTEK JUAL BELI PAKAIAN JADI SECARA KREDIT DI KECAMATAN RUPAT KABUPATEN BENGKALIS DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM PENERAPAN BA I BITSAMAN AJIL PADA PRAKTEK JUAL BELI PAKAIAN JADI SECARA KREDIT DI KECAMATAN RUPAT KABUPATEN BENGKALIS DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi dan Melengkapi Syarat-syarat

Lebih terperinci

DESKRIPSI PENGGUNAAN JENIS KALIMAT PADA SISWA SDN BALEPANJANG 1 KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SINTAKSIS)

DESKRIPSI PENGGUNAAN JENIS KALIMAT PADA SISWA SDN BALEPANJANG 1 KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SINTAKSIS) DESKRIPSI PENGGUNAAN JENIS KALIMAT PADA SISWA SDN BALEPANJANG 1 KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SINTAKSIS) NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: Sinta Ambar Husada NIM. 100210204169

SKRIPSI. Oleh: Sinta Ambar Husada NIM. 100210204169 PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV-A SDN PATRANG 01 JEMBER PADA MATA PELAJARAN IPA POKOK BAHASAN GAYA MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE (TPS) SKRIPSI

Lebih terperinci

MASALAH PUTUSAN SERTA MERTA DALAM PRAKTEK DI PENGADILAN NEGERI (Studi Kasus Di Pengadilan Negeri Surakarta)

MASALAH PUTUSAN SERTA MERTA DALAM PRAKTEK DI PENGADILAN NEGERI (Studi Kasus Di Pengadilan Negeri Surakarta) MASALAH PUTUSAN SERTA MERTA DALAM PRAKTEK DI PENGADILAN NEGERI (Studi Kasus Di Pengadilan Negeri Surakarta) SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Syarat-syarat Guna Mencapai Derajat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku,

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penggalian data dan informasi, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang

Lebih terperinci

PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAQ TERHADAP PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA MTS NU SALATIGA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI

PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAQ TERHADAP PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA MTS NU SALATIGA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAQ TERHADAP PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA MTS NU SALATIGA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

PROBLEMATIKA PERCERAIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP TINGKAG LAKU ANAK DESA PURWOREJO KABUPATEN KENDAL

PROBLEMATIKA PERCERAIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP TINGKAG LAKU ANAK DESA PURWOREJO KABUPATEN KENDAL PROBLEMATIKA PERCERAIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP TINGKAG LAKU ANAK DESA PURWOREJO KABUPATEN KENDAL SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I) Jurusan Bimbingan

Lebih terperinci

SKRIPSI. persyaratan. Disusun oleh: IRINA A 410 090 195

SKRIPSI. persyaratan. Disusun oleh: IRINA A 410 090 195 PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI LINGKARAN MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING (PTK Pembelajaran Matematikaa Kelas VIIII F Semester Genap SMP

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PERALIHAN HAK ATAS TANAH BERDASARKAN PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI DAN KUASA UNTUK MENJUAL YANG DIBUAT OLEH NOTARIS

PELAKSANAAN PERALIHAN HAK ATAS TANAH BERDASARKAN PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI DAN KUASA UNTUK MENJUAL YANG DIBUAT OLEH NOTARIS PELAKSANAAN PERALIHAN HAK ATAS TANAH BERDASARKAN PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI DAN KUASA UNTUK MENJUAL YANG DIBUAT OLEH NOTARIS Bambang Eko Mulyono Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Lamongan. ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Paradigma dan Pendekatan Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam penelitian ini, maka paradigma yang relevan dalam penelitian ini adalah paradigma

Lebih terperinci

Oleh SIGIT PRIAMBODO E1A008234. Disusun untuk meraih gelar Sarjana Hukum Pada Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman

Oleh SIGIT PRIAMBODO E1A008234. Disusun untuk meraih gelar Sarjana Hukum Pada Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman LEMBARAN PENGESAHAN SKRIPSI PENCEMARAN NAMA BAIK TERHADAP BADAN HUKUM MELALUI MEDIA MASSA SEBAGAI DELIK ADUAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 183 K/PID/2010) Oleh SIGIT PRIAMBODO

Lebih terperinci

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Dalam Prodi Kependidikan

Lebih terperinci

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN EJAAN PADA SURAT DINAS DI BALAI DESA BUTUH KRAJAN, KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG

ANALISIS KESALAHAN EJAAN PADA SURAT DINAS DI BALAI DESA BUTUH KRAJAN, KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG ANALISIS KESALAHAN EJAAN PADA SURAT DINAS DI BALAI DESA BUTUH KRAJAN, KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan

Lebih terperinci

PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU

PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU Revisi 2013 PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU Jl. HR. Soebrantas No. 155 KM. 15 Simpang Baru Panam Pekanbaru Email: bppm_uinsuskariau@uin-suska.ac.id

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi, serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem. pendidikan secara keseluruan, yang harus mendapat perhatian sentral,

BAB I PENDAHULUAN. Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem. pendidikan secara keseluruan, yang harus mendapat perhatian sentral, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruan, yang harus mendapat perhatian sentral, pertama dan utama. Figur yang

Lebih terperinci

FUNGSI KOMUNIKASI MASSA DALAM TELEVISI. (Studi Kasus Program Acara Bukan Empat Mata di Trans 7)

FUNGSI KOMUNIKASI MASSA DALAM TELEVISI. (Studi Kasus Program Acara Bukan Empat Mata di Trans 7) FUNGSI KOMUNIKASI MASSA DALAM TELEVISI (Studi Kasus Program Acara Bukan Empat Mata di Trans 7) Hastika Yanti Nora (kaneea_pink@yahoo.co.id) M. Chaerul Latief (mcl_wongsemarang@yahoo.com) Yuliyanto Budi

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Examples Non Examples Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga lima orang dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi PENGARUH PROMOSI DAN CITRA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI TERHADAP MINAT MASUK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI PADA MAHASISWA FKIP AKUNTANSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA ANGKATAN 2012 SKRIPSI

Lebih terperinci

PESAN NILAI KESETIAKAWANAN SOSIAL PADA FILM RUMAH TANPA JENDELA NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai

PESAN NILAI KESETIAKAWANAN SOSIAL PADA FILM RUMAH TANPA JENDELA NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai PESAN NILAI KESETIAKAWANAN SOSIAL PADA FILM RUMAH TANPA JENDELA (Analisis Semiotik Pada Film Rumah Tanpa Jendela) NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat

Lebih terperinci

BAB IV PENUTUP. organisasi mempunyai peran penting dalam perusahaan karena mempunyai

BAB IV PENUTUP. organisasi mempunyai peran penting dalam perusahaan karena mempunyai BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda. Suatu budaya organisasi mempunyai peran penting dalam perusahaan karena mempunyai sejumlah fungsi dalam organisasi yaitu,

Lebih terperinci

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PAI DI TK ALAM AULIYA KENDAL

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PAI DI TK ALAM AULIYA KENDAL MANAJEMEN PEMBELAJARAN PAI DI TK ALAM AULIYA KENDAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) dalam Ilmu Tarbiyah Program Studi

Lebih terperinci

PANDANGAN TIGA TOKOH UTAMA WANITA TENTANG EMANSIPASI DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO

PANDANGAN TIGA TOKOH UTAMA WANITA TENTANG EMANSIPASI DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO PANDANGAN TIGA TOKOH UTAMA WANITA TENTANG EMANSIPASI DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Melengkapi Gelar Sasrjana Sastra

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir ini tergolong cepat. Salah satu alasannya adalah keyakinan yang kuat di kalangan masyarakat

Lebih terperinci

TAHAP-TAHAP PENELITIAN

TAHAP-TAHAP PENELITIAN TAHAP-TAHAP PENELITIAN Tiga tahap utama penelitian yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap penulisan laporan. A. TAHAP PERENCANAAN 1. Pemilihan masalah, dengan kriteria: Merupakan tajuk penting,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya perkembangan industri pertelevisian dewasa ini, membuat

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya perkembangan industri pertelevisian dewasa ini, membuat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan industri pertelevisian dewasa ini, membuat persaingan antara media massa televisi tidak terelakkan lagi. Sebagai media audio visual, televisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan sehat fisik, mental, dan sosial, bukan semata-mata keadaan tanpa penyakit atau kelemahan. Definisi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Lexy J.Moloeng, medefinisikan metodologi

Lebih terperinci

BAB 1 SIKAP (ATTITUDE)

BAB 1 SIKAP (ATTITUDE) Psikologi Umum 2 Bab 1: Sikap (Attitude) 1 BAB 1 SIKAP (ATTITUDE) Bagaimana kita suka / tidak suka terhadap sesuatu dan pada akhirnya menentukan perilaku kita. Sikap: - suka mendekat, mencari tahu, bergabung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu.(lasa,2009:207). Kata ilmiah dalam Kamus Besar

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian 35 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah,

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENERBITAN SERTIFIKAT PENGGANTI HAK MILIK ATAS TANAH KARENA HILANG OLEH KANTOR PERTANAHAN KOTA SURAKARTA

PELAKSANAAN PENERBITAN SERTIFIKAT PENGGANTI HAK MILIK ATAS TANAH KARENA HILANG OLEH KANTOR PERTANAHAN KOTA SURAKARTA PELAKSANAAN PENERBITAN SERTIFIKAT PENGGANTI HAK MILIK ATAS TANAH KARENA HILANG OLEH KANTOR PERTANAHAN KOTA SURAKARTA SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Syarat-syarat Guna Mencapai

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG Umar Wirahadi Kusuma Universitas Negeri Malang Pembimbing

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat tidak mungkin dihindari dan sangat mendasar bagi kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat tidak mungkin dihindari dan sangat mendasar bagi kehidupan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kegiatan berkomunikasi laksana bernapas bagi manusia. Suatu kegiatan yang sangat tidak mungkin dihindari dan sangat mendasar bagi kehidupan manusia. Melalui

Lebih terperinci

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini.

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini. MUKADIMAH STMIK AMIKOM YOGYAKARTA didirikan untuk ikut berperan dalam pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dibidang manajemen, teknologi, dan kewirausahaan, yang akhirnya bertujuan untuk memperoleh

Lebih terperinci

ANALISIS PENYIMPANGAN PRINSIP KERJA SAMA DAN PRINSIP KESOPANAN DALAM ACARA SENTILAN SENTILUN DI METRO TV

ANALISIS PENYIMPANGAN PRINSIP KERJA SAMA DAN PRINSIP KESOPANAN DALAM ACARA SENTILAN SENTILUN DI METRO TV ANALISIS PENYIMPANGAN PRINSIP KERJA SAMA DAN PRINSIP KESOPANAN DALAM ACARA SENTILAN SENTILUN DI METRO TV SKRIPSI Oleh Windy Estiningrum NIM 070110201079 JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Teori Umum dan Teori Khusus. 2.1.1 Definisi Komunikasi. Bila dilihat dari etimologis bahasanya, berasal

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Teori Umum dan Teori Khusus. 2.1.1 Definisi Komunikasi. Bila dilihat dari etimologis bahasanya, berasal BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum dan Teori Khusus 2.1.1 Definisi Komunikasi Bila dilihat dari etimologis bahasanya, berasal dari bahasa Latin, comunis yang berarti membuat kebersamaan atau membangun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran matematika. Menurut Cooney yang dikutip oleh Thoumasis dalam

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran matematika. Menurut Cooney yang dikutip oleh Thoumasis dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemahaman konsep merupakan dasar dan tahapan penting dalam rangkaian pembelajaran matematika. Menurut Cooney yang dikutip oleh Thoumasis dalam Gunawan 1, a student's

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI MEMBELI PRODUK SABUN MUKA PADA PRIA SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI MEMBELI PRODUK SABUN MUKA PADA PRIA SKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI MEMBELI PRODUK SABUN MUKA PADA PRIA SKRIPSI Oleh : Muhammad Arief Budiman NIM : 109070000067 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk ,,* N _ PENn. \. I s ^ rut r >, Wit al" BAB III 3w^v METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan tugas atau

Lebih terperinci

RELEVANSI KONSEP RUJUK ANTARA KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN PANDANGAN IMAM EMPAT MADZHAB SKRIPSI. Oleh : MUNAWWAR KHALIL NIM : 06210009

RELEVANSI KONSEP RUJUK ANTARA KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN PANDANGAN IMAM EMPAT MADZHAB SKRIPSI. Oleh : MUNAWWAR KHALIL NIM : 06210009 RELEVANSI KONSEP RUJUK ANTARA KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN PANDANGAN IMAM EMPAT MADZHAB SKRIPSI Oleh : MUNAWWAR KHALIL NIM : 06210009 JURUSAN AL-AHWAL AL-SYAKHSHIYYAH FAKULTAS SYARI AH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

Lebih terperinci

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG PENGARUH BAGI HASIL DAN KREDIT MACET TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BMT NU SEJAHTERA SEMARANG TAHUN 2011-2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi SyaratGuna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

UPAYA PEMBINAAN REMAJA PUTUS SEKOLAH PADA PANTI SOSIAL BINA REMAJA (PSBR) MARDI KARYA UTAMA JOMBANG SKRIPSI

UPAYA PEMBINAAN REMAJA PUTUS SEKOLAH PADA PANTI SOSIAL BINA REMAJA (PSBR) MARDI KARYA UTAMA JOMBANG SKRIPSI UPAYA PEMBINAAN REMAJA PUTUS SEKOLAH PADA PANTI SOSIAL BINA REMAJA (PSBR) MARDI KARYA UTAMA JOMBANG SKRIPSI Diajukan guna melengkapi tugasakhir dan memenuhi syarat-syarat untuk menyelesaikan Program Studi

Lebih terperinci

LAPORAN TUGAS AKHIR MEKANISME PERHITUNGAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 BADAN PADA CV.ANEKA NIAGA MEDAN O L E H

LAPORAN TUGAS AKHIR MEKANISME PERHITUNGAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 BADAN PADA CV.ANEKA NIAGA MEDAN O L E H LAPORAN TUGAS AKHIR MEKANISME PERHITUNGAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 BADAN PADA CV.ANEKA NIAGA MEDAN O L E H NAMA : HAFIZA ULFANI NIM : 102600119 Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menyelesaikan

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN SIMPAN PINJAM TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA KOPERASI NUSANTARA

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN SIMPAN PINJAM TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA KOPERASI NUSANTARA 1 PENGARUH KUALITAS PELAYANAN SIMPAN PINJAM TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA KOPERASI NUSANTARA SKRIPSI Program Studi Manajemen Nama : KAMJA NIM : 03103-114 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA

Lebih terperinci

ASPEK PERAN SERTA MASYARAKAT

ASPEK PERAN SERTA MASYARAKAT ASPEK PERAN SERTA MASYARAKAT A. PENDAHULUAN Pembinaan masyarakat dalam pengelolaan sampah adalah dengan melakukan perubahan bentuk perilaku yang didasarkan pada kebutuhan atas kondisi lingkungan yang bersih

Lebih terperinci