Disusun Oleh : 1. Muhammad Sahirul Alim Pembimbing : Endah Purwanti, S.Si., M.Kom.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Disusun Oleh : 1. Muhammad Sahirul Alim 081211632006. Pembimbing : Endah Purwanti, S.Si., M.Kom."

Transkripsi

1 PERENCANAAN STRATEGIK DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGADAAN BARANG DAN PENJUALAN PRODUK BERBASIS WEB STUDI KASUS AIRLANGGA SOUVENIR CORNER UNIVERSITAS AIRLANGGA Disusun Oleh : 1. Muhammad Sahirul Alim Bagus Puji Santoso Muhammad Fiqhi Darmawan Kurnia Wahyu Darmawan Hendra Dwi Setiyono Pembimbing : Endah Purwanti, S.Si., M.Kom. PRODI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA 2014

2 ABSTRAK Muhammad Sahirul Alim, Bagus Puji Santoso, Muhammad Fiqhi Darmawan, Kurnia Wahyu Darmawan, Hendra Dwi Setiyono. Perencanaan Strategik Dan Perancangan Sistem Informasi Pengadaan Barang Dan Penjualan Produk Berbasis Web Studi Kasus Airlangga Souvenir Corner Universitas Airlangga, Dibawah bimbingan Endah Purwanti, S.Si., M.Kom. Persaingan dunia bisnis sekarang ini memang semakin cepat dan ketat. Apalagi dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, khususnya dalam dunia Teknologi Informasi. Banyak para perusahaan-perusahaan maupun perorangan dalam memajukan bisnisnya menggunakan teknologi - teknologi tersebut guna mencapai target yang diinginkan. Teknologi Internet merupakan salah satu sasaran utama yang dipakai perusahaan maupun perorangan dalam memasarkan produk yang dimiliki oleh perusahaan. ASC (Airlangga Souvenir Corner) merupakan salah satu bagian dari unit usaha Bisnis Group yang bergerak dibidang Promotions, Souvenir dan Merchendise solution yang terletak di Jln. Dharmawangsa Dalam Selatan, Kampus B Universitas Airlangga Surabaya. Ditengah berkembang pesatnya IT kinerja ASC yang dipakai sekarang ini masih terbilang lambat dalam mencapai efiseensi maupun efektifitas, yang di karenakan seperti dari segi pemesanan produk hanya mengandalkan , BBM, dan jejaring social lainnya. Lamanya respon dari perusahaan menyebabkan kurang efisien nya pemesanan produk tersebut. Serta dari segi pemasaran ASC yang telah menggunakan website sebagai wadah untuk pemasaran produknya, namun hanya sebatas promosi dan belum bisa mengoptimalkan kinerja website untuk digunakan sebagai sarana pemesanan online yang beberapa tahun trakhir ini sedang tren digunakan oleh perusahaan perusahaan untuk menunjang bisnis yang digelutinya. Melihat keuntungan yang sangat besar dari sistem pemasaran yang menggunakan teknologi internet ini, maka penulis mengajukan Rancang Bangun Sistem Informasi Pengadaan Barang Dan Penjualan Produk Berbasis Web agar target perusahaan dapat tercapai. Dalam penelitian ini, analisis dibatasi hanya pada beberapa ruang lingkup, meliputi : Analisis dan Penyusunan perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi yang baru untuk proses penjualan produk dan pengadaan barang di Airlangga Souvenir Corner (ASC) Universitas Airlangga berupa prototype. Kata Kunci : Proses Bisnis, E-Businnes, Penjualan, Pengadaan Barang P a g e ii

3 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-nya kami dapat menyelesaikan tugas akhir semester mata kuliah E-Business yaitu project membuat Perencanaan Strategik Dan Perancangan Sistem Informasi Pengadaan Barang Dan Penjualan Produk Berbasis Web Studi Kasus Airlangga Souvenir Corner Universitas Airlangga berupa prototype Kelancaran dalam penyusunan makalah ini tidak lain karena dukungan dari orang tua serta dosen mata kuliah. Oleh karena itu, Penulis menyampaikan terima kasih kepada dosen mata kuliah E-Business, Ibu Endah Purwanti, S.Si., M.Kom., selaku dosen pembimbing yang terus memotivasi Penulis untuk menyelesaikan tugas makalah ini. Akhirnya kami berharap makalah ini menjadi kontribusi yang positif, dengan demikian kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk penyusunan makalah-makalah berikutnya. Surabaya 02 Desember 2014 Penulis P a g e iii

4 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... i ABSTRAK... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Tinjauan Penelitian Ruang Lingkup Penelitian Manfaat Penelitian Lauran yang Diharapkan Deskripsi Tim... 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Bisnis Konsep E-Businnes CRM (Customer Relationship Management) SCM (Supply Chain Management) E-Procurement E-Marketting Konsep Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Konsep Sistem Informasi Penjualan Jenis Penjualan Web Alat Bantu Analisis Dan Perancangan DFD Context Diagram Flowchart Analisis Value Chain Analisis Five Forces Porter Analisis SWOT P a g e iv

5 BAB III METODE PENULISAN 3.1 Metode Pengumpulam Data Model Rancang Bangun Metode Perancangan User Interface Simpulan dan Saran BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Airlangga Souvenir Corner (ASC) Struktur Organisasi Proses Bisnis Sedang Berjalan Pada Airlangga Souvenir Corner (ASC) Proses Bisnis Sistem Pengadaan Barang Proses Bisnis Sistem Penjualan Analisis Perancangan Proses Bisnis Sedang Berjalan Proses Bisnis Sistem Pengadaan Barang Proses Bisnis Sistem Penjualan Kelemahan dan Kelebihan Analisis Value Chain Analisis Five Forces Porter Perencanaan Dan Penyusunan Strategi Perubahan Struktur Organisasi Usulan Proses Bisnis Sistem Pengadaan Barang Usulan Proses Bisnis Sistem Penjualan Formulasi Dan Penyusunan Strategi The Seven Stages of internet Marketing Kebutuhan Perancangan Sistem Contex Diagram Use Case DFD Level BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN P a g e v

6 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan dunia bisnis sekarang ini memang semakin cepat dan ketat. Apalagi dengan perkembangan jaman yang semakin canggih, khususnya dalam dunia Teknologi Informasi. Banyak para perusahaan-perusahaan maupun perorangan dalam memajukan bisnisnya menggunakan teknologi-teknologi tersebut guna mencapai target yang diinginkan. Teknologi Internet merupakan salah satu sasaran utama yang dipakai perusahaan maupun perorangan dalam memasarkan produk yang dimiliki oleh perusahaan. ASC (Airlangga Souvenir Corner) merupakan salah satu bagian dari unit usaha Bisnis Group yang bergerak dibidang Promotions, Souvenir dan Merchendise solution yang terletak di Jln. Dharmawangsa Dalam Selatan, Kampus B Universitas Airlangga Surabaya. Dengan semakin banyaknya produk -produk yang dihasilkan dan semakin banyak para konsumen yang ingin mendapatkan souvenir berciri khas Universitas Ailangga, maka pihak perusahaan harus bisa merespon hal-hal tersebut guna mencapai efektifitas maupun efisiensi perusahaan. Caracara perusahaan yang dipakai sekarang ini masih terbilang lambat dalam mencapai efiseensi maupun efektifitas tersebut, seperti dari segi pemesanan produk hanya mengandalkan , BBM, dan jejaring social lainnya. Lamanya respon dari perusahaan menyebabkan kurang efisien nya pemesanan produk tersebut. Serta dari segi pemasaran ASC yang telah menggunakan website sebagai wadah untuk pemasaran produknya, namun hanya sebatas promosi dan belum bisa mengoptimalkan kinerja website untuk digunakan sebagai sarana pemesanan online yang beberapa tahun trakhir ini sedang tren digunakan oleh perusahaan perusahaan untuk menunjang bisnis yang digelutinya. E-commerce merupakan penjualan yang dapat mengefektikan waktu, tempat, sarana, dan tanpa harus bertatapan langsung antara penjual dan pembeli. Keefektifan dan kemudahan dari E-commerce ini dapat dinikmati oleh kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli. E- commerce bisa mempersingkat waktu, artinya para konsumen tidak di haruskan datang langsung ke perusahaan untuk melihat-lihat souvenir untuk dipesan, kapan pun dan dimana pun konsumen berada bisa melakukan transaksi pemesanan. Melihat keuntungan yang sangat besar dari sistem pemasaran yang menggunakan teknologi internet ini, maka penulis mengajukan perancangan proses bisnis baru berbasis E- Businnes agar target perusahaan dapat tercapai. P a g e 6

7 1.2 Perumusan Masalah Bagaimana Perencanaan Strategik Dan Perancangan Sistem Informasi Pengadaan Barang Dan Penjualan Produk Berbasis Web Studi Kasus Airlangga Souvenir Corner Universitas Airlangga sebagai media untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan di tengah persaingan bisnis souvenir? 1.3 Tujuan Tujuan dilakukannya Rancang Bangun Sistem Informasi Pembelian Dan Penjualan Produk Berbasis Web (Study Kasus Airlangga Souvenir Corner (ASC) Universitas Airlangga) adalah membuat Rancang Bangun Aplikasi pemesanan online dan pebuatan prosedur bisnis guna menciptakan Internal Control sebagai media untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan di tengah persaingan bisnis souvenir. 1.4 Ruang Lingkup Penelitian Dalam penelitian ini, analisis dibatasi hanya pada beberapa ruang lingkup. Adapun ruang lingkup pembahasan penelitiam yang berhubungan dengan perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi, meliputi : 1. Analisa strategi, proses bisnis, sistem dan teknologi informasi pada proses penjualan dan pengadaan barang yang sedang berjalan di Airlangga Souvenir Corner (ASC) Universitas Airlangga. 2. Analisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada di Airlangga Souvenir Corner (ASC) Universitas Airlangga 3. Penyusunan perencanaan strategi bisnis baru untuk system penjualan, dan pembelian / pengadaan barang di Airlangga Souvenir Corner (ASC) Universitas Airlangga berupa prototype. 4. Penyusunan perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi yang baru untuk proses penjualan, pengadaan barang di Airlangga Souvenir Corner (ASC) Universitas Airlangga berupa prototype. 1.5 Manfaat 1. Manfaat Bagi ASC a) Dapat pembantu mengoptimalkan kinerja perusahaan. b) Sebagai adanya suatu pengendalian Intern dalam perusahaan c) Dapat membantu manager dalam pengambilan keputusan jangka panjang. P a g e 7

8 d) Agar mampu bertahan dan bersaing dalam bisnis souvenir ditengah kemajuan Teknologi Informasi. 2. Manfaat Bagi Penulis a) Mengembangkan dan menerapkan teori dan praktikum yang telah didapat selama mengikuti mata kuliah E-Business, Sistem Informasi Fakultas sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya b) Meningkatkan pengetahuan dan pengalaman tentang teknik perancangan dan pembuatan Proses Bisnis yang Efektif dan Efisien. 1.6 Luaran yang Diharapkan Luaran yang diharapkan dari Rancang Bangun Sistem Informasi Pembelian Dan Penjualan Produk Berbasis Web (Study Kasus Airlangga Souvenir Corner (ASC) Universitas Airlangga) yang berupa pembuatan prototype ini adalah dapat mengoptimalkan kinerja perusahaan ASC ditengah persaingan bisnis souvenir serta memberikan pengendalian Intern dalam perusahaan yang dapat digunakan manager sebagai acuan pengambilan keputusan. 1.7 Deskripsi Tim Kelompok terdiri dari lima orang, yaitu : 1. Muhammad Sahirul Alim sebagai Koordinator 2. Bagus Puji Santoso sebagai Analis Sistem 3. Muhammad Fiqhi Darmawan sebagai Programer Sistem 4. Kurnia Wahyu Darmawan sebagai Surveyor 5. Hendra Dwi Setiyono sebagai Surveyor P a g e 8

9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Bisnis Proses Bisnis merupakan [1] kombinasi dari aktivitas yang saling berhubungan didalam sebuah perusahaan untuk menghasilkan pelayanan tertentu kepada klien (Leyman et al 1994). Sementara itu, Davenport (1993) mendefinisikan sebuah proses bisnis adalah aktivitas yang terstruktur untuk menghasilkan keluaran spesifik untuk pelanggan atau market. Masukan dapat berupa material, peralatan, objek terukur lainnya, ataupun berbagai macan informasi yang kemudian diubah menjadi sejumlah keluaran yang diperlukan oleh penerima. Penerima terbagi menjadi konsumen internal (Internal Customer) dan konsumen luar (Eksternal Customer). Konsumen internal dapat berupa departemen, kelompok atau sejumlah peralatan dan mesin. Sedangkan konsumen luar adalah orang atau organisasi yang membayar untuk mendapatkan produk atau pelayanan yang diperlukan. Selain itu penerima juga dapat berupa lokasi tempat keluaran disimpan untuk kebutuhan yang akan datang. Suatu proses bisnis merupakan serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi. Suatu proses bisnis dapat terdiri dari beberapa aktivitas. Kejadian (event) merupakan suatu aktivitas tunggal yang terdapat pada sebuah proses bisnis. Setiap proses bisnis dapat dibagi ke dalam tiga jenis kejadian yang berbeda [1], yaitu : 1. Kejadian kejadian Operasional (Operating Events) Kejadian kejadian Operasional adalah aktivitas aktivitas operasional yang dilakukan dalam suatu proses bisnis saat menyediakan barang/jasa bagi pelanggan. Contoh memasarkan barang, menerima pesanan dari pelanggan, mengirimkan barang pesanan, dan menerima pembayaran. 2. Kejadian kejadian Informasi (Information Events) Pada kejadian kejadian informasi terdiri dari 3 aktivitas, yaitu : mencatat data tentang kejadian kejadian operasional, memelihara data yang penting bagi organisasi, dan melaporkan informasi yang berguna bagi pengambil keputusan 3. Kejadian kejadian Keputusan / Pengelolaan (Decision / Management Events) Kejadian kejadian Keputusan / Pengelolaan adalah aktivitas aktivitas dimana para pemimpin membuat keputusan tentang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian proses proses bisnis. Contoh : pimpinan memutuskan untuk membuat produk baru atau pimpinan memutuskan untuk membuka sebuah cabang baru. P a g e 9

10 2.2 Konsep E-Businnes E-business adalah [2] aktifitas bisnis dengan memanfaatkan jaringan komputer dan internet. Tidak hanya transaksi pembelian dan penjualan tetapi juga melingkupi keselurunan kegiatan dan fungsi dari perusahaan tersebut, seperti pertukaran informasi, komunikasi, kolaborasi, riset dan sebagainya. E-business bisa terjadi dalam berbagai bentuk tahapan tergantung dari tingkat pemamfaatan jaringan komputer dan Internet, dengan kata lain seberapa digital perusahaan tersebut masih terdapat dua sisi ekstrim, sisi pertama adalah perusahaan tradisional. Sisi kedua adalah perusahaan e-business murni di mana segalanya berbentuk elektronis, dari produk atau jasa yang ditawarkan, prosesnya sampai dengan pengirimannya. Adapun contoh dari e-business murni adalah Proses pemesanan buku sampai pembayaran ditangani secara elektronis yang kemudian dikirimkan ke alamat pemesan lewat kurir. E-cooperation mengintegrasi filosofi bisnis, strategi, proses dan organisasi nya untuk memungkinkan konsumen berinteraksi dengan perusahaan untuk mempelajari, menggunakan sumber daya bersama, dan menerima jasa, melalui berbagai jalur dan rekanan setiap saat. E-business tercipta ketika konsumen dan partnernya berinteraksi pada semua level secara elektronis. E - business bukan hanya pemasaran, pembelian dan penjualan melalui internet, tetapi juga meningkatkan kinerja bisnis melalui konektivitas untuk meningkat kan pelayanan dan mengurangi biaya, serta membuka jalur baru dan mentransformasi persaningan baru. Dengan E - business perusahaan dapat menghilangkan perbedaan waktu global dan wilayah geografis serta hemat. Selain itu peningkatan kinerja perusahaan dapat lebih baik. Ketika melakukan bisnis di Internet, ada lima kemungkinan bentuk hubungan bisnis berdasarkan transaksinya, yaitu : 1. Business to consumer. Pada bisnis ini transaksi yang terjadi adalah antara perusahaan dengan konsumen atau pelanggan perorangan. 2. Business to business. Kebanyakan model bisnis ini terjadi antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya. Ada beberapa model business-to-business yang sering dilakukan, misalnya: a) Aggregator : seperti Chemdex yang membantu konsumen pada pasar yang terfragmentasi untuk memilih produk dan harga dengan cara menyediakan harga terbaru dan terkini, informasi produk, serta kontak untuk layanan. b) Online Auctioner : Seperti Adauction, yang menawarkan jalur yang handal untuk penjualan, serta memungkinkan penjualan pada harga yang terbaik c) Exchange : seperti NTE, yang memungkinkan pemberian harga saham pada harga yang murah. P a g e 10

11 3. Consumer to consumer. Pada kelompok ini, konsumen langsung menjual produk ke konsumen yang lain. Contohnya adalah individu yang melakukan penjualan melalui pemasangan iklan ke internet. 4. Consumer to business. Kategori ini termasuk perorangan yang menjual produk atau jasa langsung ke organisasi atau perusahaan. 5. Intrabusiness e-business. Dalam kategori ini termasuk segala aktivitas organisasi yang kebanyakan dilakukan dalam lingkup intranet perusahaan yang melibatkan pertukaran barang, jasa dan informasi CRM (Customer Relationship Management) CRM didefinisikan sebagai integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang terkoordinasi. CRM menyimpan informasi pelanggan dan merekam seluruh kontak yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan tersebut [3]. CRM mendukung suatu perusahaan untuk menyediakan pelayanan kepada pelanggan secara real time dengan menjalin hubungan dengan tiap pelanggan yang berharga melalui penggunaan informasi tentang pelanggan. Berdasarkan apa yang diketahui dari pelanggan, perusahaan dapat membuat variasi penawaran, pelayanan, program, pesan, dan media. Melalui sistem yang menerapkan CRM, perusahaan membentuk hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan, dimana perusahaan dapat mengetahui kebutuhan pelanggan dan menyediakan pilihan produk atau layanan yang sesuai dengan permintaan mereka SCM (Supply Chain Management) Supply chain dapat didefinisikan sebagai sekumpulan aktifitas (dalam bentuk entitas/fasilitas) yang terlibat dalam proses transformasi dan distribusi barang mulai dari bahan baku paling awal dari alam sampai produk jadi pada konsumen akhir [5]. Menyimak dari definisi ini, maka suatu supply chain terdiri dari perusahaan yang mengangkut bahan baku dari bumi/alam, perusahaan yang mentransformasikan bahan baku menjadi bahan setengah jadi atau komponen, supplier bahan-bahan pendukung produk, perusahaan perakitan, distributor, dan retailer yang menjual barang tersebut ke konsumen akhir E-Procurement Scottish Enterprise dalam E-Business Factsheet-nya menyebut bahwa e-procurement adalah sebuah istilah untuk menyebut metode elektronik yang digunakan dalam tiap tahap P a g e 11

12 proses pembelian dari indentifikasi persyaratan-persyaratan hingga pembayaran, dan secara potensial manajemen kontrak [6]. Menurut Infonet dalam makalahnya tentang e-procurement menyebutkan bahwa e- procurement adalah nama lain untuk pembelian barang dan jasa B2B melalui pertukaran dagang extranet, antar ERP langsung, dan koneksi internet dengan pemasok-pemasok [6]. Beberapa definisi oleh Davila, Tony, Mahendra Gupta, dan Richard Palmer dalam jurnal Moving Procurement Systems to The Internet (2003) menyebutkan e-procurement : Teknologi yang dirancang untuk memfasilitasi pengadaan barang melalui internet, Manajemen seluruh aktivitas pengadaan secara elektronik, Aspek-aspek fungsi pengadaan yang didukung oleh bermacam-macam bentuk komunikasi secara elektronik [6] E-Marketting E-marketing adalah proses membangun dan menjaga hubungan konsumen melalui aktivitas online untuk memfasilitasi pertukaran ide-ide, produk, dan jasa yang memuaskan tujuan kedua belah pihak [11]. The Seven Stages of Internet Marketing Stage 1: Framing the Market Opportunity Langkah pertama mencakup analisa peluang pasar dan menginisialisasi langkah awal dari konsep bisnis, yaitu mengumpulkan data online dan offline yang secukupnya. Menurut Mohammed et al (2003) [11], ada 6 langkah metodologi yang membantu mengevaluasi peluang pasar, yaitu (1) investigate opportunity in an existing or new value system, menganalisis peluang-peluang yang ada pada sistem yang berjalan dan kemungkinan adanya peluangpeluang yang baru; (2) identify unmet or undeserved needs, menganalisis sistem yang berjalan dan mencari apa saja yang diinginkan oleh konsumen atau calon konsumen tetapi sistem tidak dapat memenuhi permintaan tersebut; (3) identifying the target segment, menganalisis segmen pasar perusahaan; (4) declaring the company s resource-based opportunity for advantage, menganalisis sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi emarketing; (5) Assessing Competitive, Technological and Financial Opportunity Attractiveness, menganalisis keunggulan-keunggulan perusahaan terhadap perusahaan lain dilihat dari sisi produk, teknologi dan keuangan; (6) making the final go/no-go decision, menentukan apakah perusahaan membutuhkan aplikasi e-marketing atau tidak berdasarkan hasil analisis diatas. Stage 2: Formulating the Marketing Strategy Strategi e-marketing didasari oleh visi dan misi perusahaan, tujuan strategis perusahaan dan strategi pemasaran dari perusahaan yang mencakup segmentation, targeting dan positioning. P a g e 12

13 Stage 3: Designing the Customer Experience Perusahaan harus mengerti tipe dari pengalaman konsumen yang perlu disesuaikan dengan peluang pasar. Pengalaman itu harus dihubungkan dengan posisi perusahaan dan strategi pemasaran [11]. Pada tahap ini, terdapat tiga hal yang harus diperhatikan yaitu functionality, intimacy, dan evangelism. Stage 4: Crafting the Customer Interface Terdapat 7 Framework untuk membuat sebuah customer interface, yaitu (1) context, tampilan customer interface pada layar, misalkan kombinasi warna dan letak tombol (navigasi). Elemen context terbagi menjadi dua dimensi, yaitu function dan aesthetics; (2) content, elemen content terbagi menjadi empat dimensi, yaitu offering mix, appeal mix, multimedia mix dan content type; (3) community, sebuah jalinan hubungan yang dibangun berdasarkan kepentingan yang sama; (4) customization, elemen ini dibagi menjadi 2 dimensi yaitu personalization dan tailoring; (5) communication, elemen ini dibagi menjadi 2 dimensi yaitu broadcast dan interactive; (6) connection, merupakan link yang disediakan didalam sebuah website untuk berhubungan dengan website yang lain; (7) commerce, suatu kapasitas transaksi yang terdapat pada suatu website yang terdiri dari beberapa dimensi, antara lain registration, shopping cart, security, order tracking, delivery option. Stage 5: Designing the Marketing Program Mendesain program pemasaran mulai dari Customer Relationship yaitu hubungan pelanggan dengan perusahaan meliputi awareness, exploration atau expansion, commitment, dissolution dengan menggunakan internet marketing mix yang terdiri dari: product, pricing, communication, community, distribution, dan branding. Customer relationship dan internet marketing mix merupakan komponen dalam marketspace matrix yang bertujuan untuk membantu perusahaan membuat pendekatan yang berfokus pada konsumen yang terintegrasi dengan e-marketing. Stage 6: Leveraging Customer Information through Technology Gambaran dari proses untuk memperoleh, mengorganisasikan, menganalisis, dan memberdayakan informasi yang berhubungan dengan konsumen yang dapat mengurangi ketidakpastian, sehingga mendukung kinerja perusahaan dan pengambilan keputusan manajerial yang lebih baik melalui perancangan database, menghasilkan informasi-informasi konsumen yang akurat, serta hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi e- marketing ini. Stage 7: Evaluating the Marketing Program Langkah ini mencakup evaluasi dari semua program pemasaran internet. Evaluasi dilakukan berdasarkan tiga kriteria yaitu teknologi, bisnis dan industri. P a g e 13

14 2.3 Konsep Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Pengadaan barang adalah suatu kegiatan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan barang/jasa atau suatu usaha untuk mendapatkan barang dari pihak penyedia dengan cara pembelian [12]. Dalam pengadaan ada yang harus diperhatikan yaitu pengelolaan barang barang/jasa, adalah rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap barang yang meloiputi perencanaan, penentuan kebutuhan, penganggaran, standarisasi barang dan harga, pengadaan, penyimpanan, penyaluran, inventarisasi, pengendalian, pemeliharaan, pengamanan, pemanfaatan, serta penatausahaannya. Dalam ASC, proses pengadaan barang diatur oleh kebijakan perusahaan sendiri yaitu setiap ada pesanan maka ada kegiatan pengadaan barang dari pihak penyedia. Telah ditetapkan Keputusan Presiden No. 18 tahun 2000 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa dan petunjuk teknisnya dengan maksud untuk mengatur penggunaan dan penyediaan barang/jasa sesuai dengan tugas, fungsi, hak dan kewajiban serta peran masingmasing pihak berlandaskan pada etika pengadaan dan prinsip-prinsip : efisien, efektif, bersaing melalui persaingan yang sehat, transparan, adil/tidak deskriminatif dan dapat dipertanggungjawabkan baik fisik, keuangan maupun manfaat menurut katentuan yang berlaku. Dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa, perusahaan harus menggunakan prinsip kebijakan dan etika pengadaan yaitu : 1. Prinsip Dasar a. Efisien, yang berarti bahwa pengadaan harus diusahakan dengan sehemat mungkin. b. Efektif, yang berarti bahwa pengadaan harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya. c. Transparan, yang berarti bahwa pengadaannya harus bersifat terbuka. d. Akuntabel, yang berarti harus mencapai sasaran, baik fisik, keuangan, maupun manfaat bagi kelancaran operasional perusahaan. 2. Kebijakan Umum a. Sejauh mungkin menggunakan produksi dalam negeri. b. Meningkatkan peran serta usaha kecil, koperasi dan kelompok masyarakat. Pihak yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa dalam sebuah perusahaan harus berpegang teguh dengan Etika pengadaan dan pelaksanaan pengadaan barang/jasa, etika tersebut adalah sebagai berikut : i. Melaksanakan tugas secara tertib, disertai rasa tanggung jawab ii. Bekerja secara profesional, mandiri atas dasar kejujuran, untuk untuk mencapai sasaran kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan pengadaan barang / jasa. P a g e 14

15 iii. mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengadaan barang /jasa. iv. Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung, untuk mencegah dan menghindari terjadinya persaingan tidak sehat. v. Menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang ditetapkan. vi. Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan. vii. Menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang dan atau ditetapkan oleh para pihak sesuai dengan kesepakatan. viii. para pihak yang terkait, langsung atau tidak langsung dalam proses pengadaan barang / jasa ix. Menghindari kebocoran keuangan perusahaan dalam pengadaan barang / jasa. x. Dan mencegah terjadinya pemborosan melakukan kegiatan bersama dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan perusahaan. Dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, perlu diikuti ketentuan-ketentuan prosedur pengadaan barang, adalah sebagai berikut : 1. Cara a. Pembelian langsung di toko / supplier b. Menggunakan penyedia barang dan jasa 2. Pemasokan a. Pemasokan barang b. Jasa pemborongan c. Jasa lainnya d. Jasa konsultan 3. Metoda Pemilihan a. Penunjukkan langsung b. Pengadaan langsung c. Pemilihan langsung 4. Penanggung Jawab a. Pengurus yang berwenang, terhadap penyelenggaraan pengadaan. b. Pemakai atau pembuat nota permintaan. c. Panitia Pengadaan, terhadap proses pengadaan barang dan jasa. d. Panitia Pemeriksaan, terhadap spesifikasi, jumlah, volume, perencanaan teknis, kerangka acuan kerja, gambar, lokasi penyerahan, kebenaran fisik barang dan jasa barang dan jasa. 5. Rencana dan Anggaran. Setiap pengadaan barang dan jasa agar mempunyai rencana dan anggaran yang tersedia. P a g e 15

16 6. Pemecahan atau Penggabungan. Dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tidak diperkenankan : a. Memecah satu proses pengadaan menjadi beberapa paket pengadaan. b. Menggabungkan beberapa paket pekerjaan yang menurut sifat pekerjaan dan besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh usaha kecil / koperasi kecil. 7. Sesuai dengan Jumlah Persediaan Untuk barang dan jasa yang diperlukan dan dipergunakan dalam tahun berjalan serta mudah didapat di pasaran, bila memerlukan persediaan, persediaan maksimal 3 bulan. 8. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) a. HPS digunakan sebagai alat untuk menilai kewajaran harga jumlah pengadaannya hanya diperbolehkan penawaran termasuk rinciannya. b. HPS yang dibuat oleh Panitia Pengadaan / Pejabat Pengadaan harus didasarkan Atas perhitungan yang memperhatikan ketersediaan anggaran. c. HPS ditetapkan / disetujui oleh pejabat yang berwenang. d. Nilai total HPS bersifat terbuka dan tidak rahasia 2.4 Konsep Sistem Informasi Penjualan Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana- rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pembeli guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba [13]. Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karenadari perusahaan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasilkan. Menurut Winardi (1982) [13], penjualan adalah suatu transfer hak atas benda-benda. Dari penjelasan tersebut dalam memindahkan atau mentransfer barang dan jasa diperlukan orang-orang yang bekerja di bidang penjualan seperti pelaksanaan dagang, agen, wakil pelayanan, dan wakil pemasaran Jenis Penjualan Penjualan jika diidentifikasi dari Perusahaannya dibedakan menjadi beberapa jenis (Martin, S dan Colleran, G 2006) : 1. Penjualan langsung yaitu penjualan dengan mengambil barang dari supplier dan langsung dikirim ke customer. 2. Penjualan stok gudang yaitu penjualan barang dari stok yang telah tersedia di gudang. 3. Penjualan kombinasi yaitu penjualan dengan mengambil barang sebagian dari supplier dan sebagian dari stok yang tersedia di gudang. P a g e 16

17 2.5 Web Web merupakan salah satu sumber daya internet yang berkembang pesat. Pendistribusian informasi web dilakukan melalui pendekatan hyperlink, yang memungkinkan suatu teks, gambar, ataupun objek yang lain menjadi acuan untuk membuka halaman-halaman yang lain. Melalui pendekatan ini, seseorang dapat memperoleh informasi dengan beranjak dari satu halaman ke halaman lain [10]. Web berasal dari kata dalam Bahasa Inggris yang bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti jaring laba-laba. Hampir sama dengan arti dari kata web itu sendiri, web telah membentang ke seluruh penjuru dunia. Tidak hanya terbatas pada lembaga-lembaga penelitian yang ingin memublikasi hasil riset, tetapi juga telah banyak digunakan oleh perusahaan bisnis yang ingin mengiklankan produk atau untuk melakukan transaksi bisnisnya. Sejarah web dimulai pada bulan Maret 1989 ketika Tim Berner-lee yang bekerja di Laboratorium Fisika Partikel Eropa atau yang dikenal dengan nama CERN (Consei Eurepean pour la Research Nuclaire) yang berada di Genewa, Swiss, mengajukan protocol (suatu tatacara untuk berkomuniksi) sistem distribusi informasi Internet yang digunakan untuk berbagi informasi di antara para fisikawan. Protocol inilah yang selanjutnya dikenal sebagai protocol World Wide Web dan dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). sebagaimana diketahui, W3C adalah konsorsium dari sejumlah organisasi yang berkepentingan dalam pengembangan berbagai standar yang berkaitan dengan web [10]. Pada awalnya aplikasi web dibangun hanya dengan menggunakan bahasa yang disebut HTML (Hyper Text Markup Languange) dan protokol yang digunakan dinamakan HTTP (Hyper Text Transfer Protocol). Pada peerkembangan berikutnya, sejumlah script dan objek yang dikembangkan untuk memperluas kemampuan HTML. Pada saat ini, banyak script seperti itu antara lain PHP dan ASP, sedangkan contoh yang berupa objek antara lain adalah applet (Java) [10]. 2.6 Alat Bantu Analisis Dan Perancangan DFD (Data Flow Diagram) Data Flow Diagram (DFD) disebut juga dengan Diagram Arus Data (DAD). DFD adalah: suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan : darimana asal data, dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut, dan interaksi antara data yang tersimpan, dan proses yang dikenakan pada data tersebut [7]. DFD yang di dalam bahasa Indonesia disebut sebagai DAD (Diagram Arus Data) memperlihatkan gambaran tentang masukanproses-keluaran dari suatu sistem/perangkat lunak, P a g e 17

18 yaitu obyek-obyek data mengalir ke dalam perangkat lunak, kemudian ditransformasi oleh elemen-elemen pemrosesan, dan obyek-obyek data hasilnya akan mengalir keluar dari sistem/perangkat lunak [7]. Obyek-obyek data dalam penggambaran DFD biasanya direpresentasikan menggunakan tanda panah berlabel, dan transformasi-transformasi biasanya direpresentasikan menggunakan lingkaran-lingkaran yang sering disebut sebagai gelembunggelembung [7]. DFD pada dasarnya digambarkan dalam bentuk hirarki, yang pertama sering disebut sebagai DFD level 0 yang menggambarkan sistem secara keseluruhan sedangkan DFD- DFD berikutnya merupakan penghalusan dari DFD sebelumnya. DFD menggunakan empat buah simbol, yaitu : semua simbol yang digunakan pada CD ditambah satu simbol lagi untuk melambangkan data store. Ada dua teknik dasar penggambaran simbol DFD yang umum dipakai: pertama adalah Gane and Sarson sedangkan yang kedua adalah Yourdon and De Marco. Perbedaan yang mendasar pada teknik tersebut adalah lambang dari simbol yang digunakan. Gane and Sarson menggunakan lambang segi empat dengan ujung atas tumpul untuk menggambarkan process dan menggunakan lambang segi empat dengan sisi kanan terbuka untuk menggambarkan data store. Yourdon and De Marco menggunakan lambang lingkaran untuk menggambarkan process dan menggunakan lambang garis sejajar untuk menggambarkan data store. Sedangkan untuk simbol external entity dan simbol data flow kedua teknik tersebut menggunakan lambang yang sama yaitu : segi empat untuk melambangkan external entity dan anak panah untuk melambangkan data flow Context Diagram (CD) CD memperlihatkan sistem yang dirancang secara keseluruhan, semua external entity harus digambarkan sedemikian rupa, sehingga terlihat data yang mengalir pada input-prosesoutput. CD menggunakan tiga buah simbol yaitu : simbol untuk melambangkan external entity, simbol untuk melambangkan data flow dan simbol untuk melambangkan process. CD hanya boleh terdiri dari satu proses saja, tidak boleh lebih, dan pada CD tidak digambarkan data store. Proses pada CD biasanya tidak diberi nomor [7] Flowchart Flowchart Sistem merupakan [8] bagan yang menunjukkan alur kerja atau apa yang sedang dikerjakan didalam system secara keseluruhan dan menjelaskan urutan dari prosedur prosedur yang ada didalaam system. Dengan kata lain, flowchart ini merupakan deskripsi secara grafik dari urutan prosedur prosedur yang terkombinasi yang membentuk suatu system. Flowchart Sistem terdiri dari data yang mengalir melalui system dan proses yang P a g e 18

19 mentransformasikan data itu. Data dan proses dalam Flowchart Sistem dapat digambarkan secara online (dihubungkan langsung dengan computer) atau offline (tidak dihubungkan langsung dengan computer). Flowchart Paperwork / Flowchart Dokumen menekusuru alur dari data yang ditulis melalui system. Flowchart Paperwork sering disebut juga dengan Flowchart Dokumen. Kegunaan utamanya adalah untuk menelusuri alur form dan laporan system dari suatu bagian ke bagian lain baik bagaimana alur form dan laporan diproses, dicatat dan disimpan. Tabel 2.1 Simbol Flowchart Yang Digunakan No Simbol Nama Simbol Flowchart Fungsi 1 Dokumen Untuk menunjukkan dokumen Input dan Output baik untuk proses manual, mekanik maupun computer. 2 Proses Komputerisasi Menunjukkan kegiatan operasi dari operasi komputer 3 Database Untuk menyimpan data 4 Penghubung Menunjukkan hubungan dihalaman yang sama 5 Penghubung Halaman Lain Menunjukkan hubungan dihalaman lain 6 Terminator Menandakan awal / akhir dari sebuah sistem 7 Kegiatan Manual Untuk menunjukkan pekerjaan yang dilakukan secara manual 8 Decision Menggambarkan logika keputusan dengan nilai true atau false 9 Simpanan Offline Untuk menunjukkan file non-komputer yang diarsipurut angka P a g e 19

20 2.7 Analisis Value Chain Value Chain didefinisikan sebagai rantai nilai yaitu rangkaian aktivitas bisnis yang dilakukan oleh suatu perusahaan, karena perusahaan pada dasarnya adalah kumpulan dari aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Prinsip dari value chain ini adalah bagaimana memetakan seluruh proses kerja atau aktivitas dalam perusahaan atau organisasi tersebut ke dalam dua bagian yaitu, aktivitas utama dan aktivitas pendukung [15]. 2.8 Analisis Five Forces Porter Analisis Five Porter's Forces memberikan gambaran yang powerful mengenai bagaimana tingkat persaingan dari suatu industri, baik itu dari sisi supplier dan pelanggan, serta pasar (pemain baru dan substitusi). Analisis tersebut dibuat berdasarkan 5 kekuatan kompetitif sebagaimana digambarkan pada Gambar 2.1 berikut : Gambar 2.1 Model Lima Competitive Force a) Ancaman Produk atau Jasa Pengganti Bagaimana substitusi terhadap barang/jasa? Apakah konsumen dapat memperoleh barang substitusinya dengan mudah? Semakin banyak dan dekat barang substitusi, maka pelanggan juga bisa beralih dengan mudah. Force ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya switching cost, kecenderungan untuk substitusi, diferensiasi produk, dan yang lainnya. b) Ancaman masuknya kompetitor Bagaimana tingkat kesulitan/kemudahan bagi pesaing baru untuk masuk ke dalam industri Anda? Force ini antara lain dipengaruhi oleh brand equity, hambatan masuk seperti paten, distribusi, skill atau core competence tertentu, economies of scope, cost advantage, dan lainnya. c) Daya tawar pembeli P a g e 20

21 Bagaimana kekuatan yang dimiliki pelanggan Anda? Force ini antara lain dipengaruhi oleh: jumlah pembeli, konsentrasi pembeli, switching cost pembeli, ketersediaan barang, besar order pembeli, sensitivitas harga, tingkat diferensiasi, dan sebagainya. d) Daya tawar pemasok Pemasok merupakan tempat dimana kita membeli input yang digunakan untuk bahan produksi. Force ini ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya: switching cost ke supplier lain, jumlah supplier, konsentrasi supplier, ketersediaan substitusi input, tingkat diferensiasi input, hingga tingkat hubungan dengan supplier. e) Persaingan di antara pemain yang sudah ada Bagaimana intensitas persaingan dalam industri Anda? Semakin banyak jumlah pesaing, dengan produk yang berkualitas dan harga bersaing, maka semakin tinggi tingkat persaingan. Force ini ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya: jumlah pesaing, perbedaan kualitas, loyalitas pelanggan, diferensiasi produk, perbedaan harga, exit barriers, dan sebagainya. 2.9 Analisis SWOT Model analisis SWOT digambarkan dalam bentuk empat kuadran atau pun dapat dilihat sebagai sebuah bentuk matrik sebagai berikut : Gambar 2.2 Matrik SWOT Analisis SWOT akan menghasilkan berbagai strategi yang dapat dilakukan perusahaan sesuai dengan tujuan bisnisnya berdasarkan visi, misi, dan kebijakan yang telah ditetapkan pihak manajemen. P a g e 21

22 BAB III METODE PENULISAN 3.1 Metode Pengumpulam Data Diperlukan adanya penelitian untuk mengetahui keakuratan data dengan sistematis. Proses dilakukan agar data yang diperoleh dapat terintegrasi menjadi satu bagian yang kompleks dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Di dalam pembuatan makalah ini, data dapat diperoleh dari sumber - sumber sebagai berikut : 1. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian yaitu dari pihak-pihak yang berhubungan dengan data yang akan diambil. Data primer didapat dari hasil observasi di Airlangga Souvenir Corner (ASC) Universitas Airlangga 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang didapat dari data - data yang sudah ada, seperti data dari buku, literatur sebagai dasar teori atau contoh lapangan sebagai pelengkap data primer. Sumber data sekunder adalah literatur dan buku. Data ini diperoleh secara langsung dari Airlangga Souvenir Corner (ASC) Universitas Airlangga dengan teknik-teknik sebagai berikut : 1. Wawancara Mengumpulkan data dengan cara berkomunikasi langsung dengan Asisten Manager ASC cabang Fakultas Ilmu Budaya, Sapta di tempatnya. Melakukan tanya jawab seputar proses bisnis yang sedang berjalan serta bertanya tentang prosedur pembelian dan penjualan produk ASC. 2. Observasi Memperoleh informasi terkait kegiatan sistem pembelian dan penjualan produk pada ASC seperti pesanan, penerimaan barang, penyimpanan barang hingga proses transfer pembayaran. 3. Dokumentasi Dengan menggunakan catatan tertulis seperti membuat daftar pertanyaan untuk wawancara. Mempelajari profil perusahaan seperti sejarah, struktur organisasi serta dokumen perusahaan. 4. Studi literatur. Mengumpulkan data dengan membaca jurnal-jurnal, teori-teori dan mempelajari literaturliteratur yang berkaitan dengan sistem pembelian dan penjualan serta sistem akuntansi sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam menganalisis penelitian yang dilakukan. P a g e 22

23 3.2 Model Rancang Bangun Perancangan Sistem Informasi Pembelian Dan Penjualan Produk Berbasis Web (Study Kasus Airlangga Souvenir Corner (ASC) Universitas Airlangga) meliputi analisis hingga pembuatan prototype. Pada tahap analisis, penulis merepresentasikan data-data dan kebutuhan yang ada menjadi sebuah struktur fungsional. Fungsionalitas pada sebuah aplikasi dapat disebut fitur. Selain menentukan struktur fungsionalitas, pada tahap analisis juga melakukan analisa terhadap struktur non-fungsionalitas yang dapat mendukung performa aplikasi ini nantinya. Setelah analisis dilakukan, kemudian berlanjut ke tahap desain yang diawali dengan pembuatan Flowcard dan BMC, kemudian DFD, dialnjutkan BPMN untuk menggambarkan proses pemrograman berbasis proses. 3.3 Metode Perancangan User Interface Pada tahap perancangan user interface aplikasi ini dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi Dreamweaver. Dreamweaver merupakan perangkat lunak yang ditujukan untuk membuat suatu situs web. Versi pertama dirilis pada tahun 1997, dan sejak itu Dreamweaver menjadi web editor yang banyak digunakan oleh para web developer. Hal itu antara lain karena kemudahan dalam penggunaannya, kelengkapan fiturnya dan juga dukungannya terhadap teknologi terkini. Dreamweaver merupakan salah satu perangkat lunak yang dikembangkan oleh Macromedia Inc. Dan sekarang resmi Milik Adobe [4]. Selain menggunakan Dreamweaver, pada perancangan userinterface ini menggunakan Microsoft visio untuk menggambarkan flowchart diagram BPMN serta BMC model dan Power Disigner untuk memodelkan Data Flow Diagram (DFD) 3.4 Simpulan dan Saran Penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan hasil akhir dan pembahasan yang ada. Sedangkan saran dilakukan setelah didapatkan hasil evaluasi dalam pelaksanaan perancangan sistem, agar perancang selanjutnya bisa lebih baik lagi. P a g e 23

24 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Airlangga Souvenir Corner (ASC) Identitas Perusahaan Nama Perusahaan : Airlangga Souvenir Corner (ASC) Pendiri : Moch. Lukman Hakim Alamat : Jln. Dharmawangsa Dalam Selatan, Masuk Ke dalam Kampus B Universitas Airlangga. Pojok Gedung Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Surabaya Jenis Perusahaan : Manufaktur Jenis Usaha : Pembuatan Souvenir, Seminar-Kit, Promotion, Merchandise, Konveksi dan Percetakan Tahun Pendirian : Tahun 2010 Gambar 4.1 Logo Airlangga Souvenir Corner (ASC) ASC (Airlangga Souvenir Corner) merupakan salah satu bagian dari unit usaha Bisnis Group yang bergerak dibidang Promotions, Souvenir dan Merchendise solution. ASC adalah satu satunya distributor dan supplier merchandise yang sedang berkembang di lingkungan Universitas Airlangga (Unair). Selain melayani pesanan di lingkup universitas, ASC juga sudah melayani pemesanan ke seluruh plosok Indonesia bahkan sampai ke Malaysia, Singapura dan Inggris. Usaha ini berawal dari pemikiran, kreatifitas dan kerja keras Mahasiswa dan Alumni Universitas Airlangga untuk dapat memfasilitasi kebutuhan teman teman mahasiswa lainnya terhadap produk produk merchandise khas Unair. Tentunya, hal ini didukung oleh semangat menjunjung Tri Darma Perguruan Tinggi Negeri dengan menumbuhkan kecintaan terhadap almamater. Dengan misi menumbuhkan semangat nasionalisme kampus dan juga menumbuhkan semangat kewirausahaan. Airlangga Souvenir Corner juga melayani pembelian dan pemesanan souvenir khas kampus seperti Universitas Airlangga, Souvenir ITS, Souvenir UBAYA, Souvenir UNESA, Souvenir PETRA, Souvenir UIN, Souvenir UNAIR, dan lain sebagainya. ASC juga melayani P a g e 24

25 pengiriman souvenir dan merchandise sampai kota kota besar di seluruh Indonesia. Seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Palembang, Makasar, Yogyakarta, Surakarta/Solo, Malang, Lampung, Pekanbaru, Batam, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, dll Struktur Organisasi Dibawah ini merupakan struktur organisasi yang sedang berjalan di ASC. Gambar 4.2 Struktur Organisasi Airlangga Souvenir Corner (ASC) Proses Bisnis Sedang Berjalan Pada Airlangga Souvenir Corner (ASC) Proses Bisnis Sistem Pengadaan Barang ASC mempunyai beberapa supplier tetap yang memiliki jadwal rutin dalam pengadaan barang. Untuk konfirmasi pesanan dan pengiriman barang, ASC hanya menggunakan sms atau media social lainnya. ASC dan supplier tidak pernah mengetahui kapan stok masing masing persediaan barang digudang dalam keadaan kritis. Bagian pengadaan barang di ASC dituntut untuk memesan bahan baku secara cepat guna memenuhi produksi saat bahan baku digudang dalam keadaan kritis. Dokumen yang digunakan dalam proses pengadaan barang di ASC belum begitu jelas penggunaannya. Proses kerja hanya didasarkan oleh azaz kekeluargaan Proses Bisnis Sistem Penjualan Pada awalnya ASC sudah menggunakan strategi penjulan produk ke customer dengan menggunakan website sebagai media pemasaran dan pemesanan produk kepada customer. Customer akan melihat berbagai produk yang ASC tawarkan kemudian customer akan memesan produk sesuai kebutuhannya. Setelah memilih, customer akan memesan produk kepada ASC melalui . Untuk deskripsi pemesanan customer menyertakan foto produk yang ingin dibeli atau sesuai dengan kriteria yang diinginkan (customize produk) serta jumlah P a g e 25

26 produk yang akan dibeli. Customer mengetahui biaya barang yang dipesan dari pihak ASC melalui media komunikasi seperti Blackberry, Line, What s App dan yang lainnya atau pun juga menggunakan balasan Analisis Perancangan Proses Bisnis Sedang Berjalan Proses Bisnis Sistem Pengadaan Barang Teknologi Informasi merupakan salah satu sumber daya penting dalam perusahaan. Peran Teknologi Informasi dalam perusahaan saat ini tidak hanya dalam proses produksi tetapi juga digunakan dalam kegiatan operasional sampai perumusan strategi perusahaan. Hal ini disebabkan karena penggunaan teknologi informasi juga terkait dengan proses penyediaan informasi yang diperlukan perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya. Sehingga banyak perusahaan yang sudah menerapkan konsep berbasis Teknologi Informasi, seperti E- Marketing, Supply Chain Management, dan Customer Relationship Management demi mempertahankan eksistensi. Terdapat 3 alur Informasi SCM pada ASC antara lain : 1. Alur Barang Alur barang pada ASC saat ini menggunakan konsep manual yang dibantu dengan fasilitas media sosial dan untuk berkomunikasi baik kepada pelanggan, maupun kepada supplier barang mentah. Produksi barang di ASC bisa dibagi menjadi 2, yaitu : a. Produksi Rutin Produksi rutin merupakan produksi yang dilakukan oleh ASC secara rutin dan berkala dengan pertimbangan jumlah stok barang pada bagian display. Ketika barang di display sudah mendekati titik keritis, maka ASC akan melakukan produksi barang sesuai stok yang sedang mendekati titik keritis. b. Produksi Pesanan Produksi pesanan merupakan produksi yang dilakukan oleh ASC mengikuti pesanan yang dilakukan oleh institusi yang bekerja sama dengan ASC. Dalam kasus ini, ASC lebih sering bekerja sama dengan institusi pemerintahan dalam menyediakan barang-barang yang dibutuhkan dalam seminar, pelatihan pekerja, atau yang lainnya. Jumlah yang diproduksi umumnya berjumlah banyak dan harga yang diberikan oleh ASC cenderung lebih murah dibandingkan pembelian tanpa kerja sama sebelumnya. Ketika tidak ada pesanan, ASC tidak akan melakukan produksi. 2. Alur Informasi P a g e 26

27 Alur informasi di dalam ASC berjalan dengan cara manual dan online. Alur informasi manual berjalan dengan cara promosi yang dilakukan dalam event-event tertentu dan pemajangan harga yang ada di dalam ASC pada sudut-sudut toko maupun pemasangan pada poster. Pada alur informasi online, ASC menggunakan website sebagai media utama dalam melakukan penyampaian informasi terhadap calon customer. Selain itu ASC juga melakukan pengiriman terhadap pelanggan yang sudah pernah melakukan pembelian di ASC dan datanya telah dicatat sebelumnya. Untuk hubungan ASC dengan supplier, penggunaan media komunikasi handphone menjadi cara utama. 3. Alur Uang Alur uang dalam ASC berjalan dengan 2 cara, yakni dari customer kepada ASC dan ASC kepada supplier. Alur uang customer kepada ASC berjalan ketika terjadi pembelian oleh customer kepada ASC baik dengan pesanan berjumlah besar yang diikuti kerjasama didalamnya, maupun pembelian produk atau jasa secara satuan melalui cabang display. Alur uang ASC kepada supplier berjalan ketika ASC melakukan kegiatan produksi, baik produksi rutin maupun produksi pesanan. ASC juga telah menjalin hubungan kerjasama dengan beberapa mitra kerja diantaranya adalah, Kerja sama tetap dengan bea cukai pasuruan Surabaya, pemkab Kalimantan Sumatra dan dinas pemerintahan PU. Berikut merupakan Flowchart proses Pengadaan Barang yang sedang berjalan di ASC : Gambar 4.3 Flowchart Proses Pengadaan Barang Sedang Berjalan di ASC P a g e 27

28 Pada makalah ini penulis akan mencoba untuk membangun prototipe yang nyaman, Efektif, Efisien dan mudah digunakan oleh supplier. 1. Supplier akan memberi konfirmasi pengiriman dan jumlah stok bahan baku melalui website ASC 2. ASC dapat melihat status supplier apakah bisa memenuhi kebutuhan bahan baku 3. Ketika supplier A tidak bisa memenuhi bahan baku maka ASC bisa mengetahui supplier mana yang mempunyai stok bahan baku Proses Bisnis Sistem Penjualan Tidak semua perusahaan atau pelaku bisnis menawarkan suatu produk yang mereka jual menyadari akan pentingnya suatu pelayanan terhadap konsumen. Hal ini bisa terjadi akibat banyaknya aspek kepuasan konsumen, atau produk yang dijual merupakan produk unggulan atau banyak diminati oleh para konsumen, sehingga perusahaan tidak memiliki kecemasan atau kekhawatiran akan ditinggalkan oleh konsumen. Pada awalnya Airlangga Souvenir Corner sudah menggunakan strategi penjulan produk ke customer dengan menggunakan website sebagai media pemasaran produk kepada customer. Customer akan melihat berbagai produk yang ASC tawarkan kemudian customer akan memesan produk sesuai kebutuhannya. Customer mengetahui biaya barang yang dipesan dari pihak ASC melalui media komunikasi seperti Blackberry, Line, What s App dan yang lainnya atau pun juga menggunakan balasan . Dalam upaya untuk meningkatkan pengalaman konsumen dan mengumpulkan informasi pelanggan yang lebih baik, ASC telah memiliki data data pelanggan tetap. Dan selain itu ASC juga telah memiliki bagian tersendiri dalam menghadapi complain dari pelanggan serta telah memiliki customer service sehingga hubungan perusahaan dengan pelanggan telah terjalin dengan baik. Berikut merupakan Flowchart proses penjualan yang sedang berjalan di ASC : P a g e 28

29 Gambar 4.4 Flowchart Proses Penjualan Sedang Berjalan di Airlangga Souvenir Corner Pada makalah ini penulis akan mencoba untuk membangun prototipe yang nyaman, Efektif, Efisien dan mudah digunakan oleh customer untuk bertransaksi dengan ASC. 1. Ketika membuka halaman penjualan pada website, customer akan diberi pilihan jenis barang yang disediakan oleh ASC. 2. Setelah memilih jenis barang maka website akan menampilkan image produk yang disediakan ASC bertujuan agar customer mengetahui kualitas barang yang disediakan ASC 3. Customer memilih produk sesuai keinginan dengan mengisi centang pada kotak check box yang disediakan, customer juga mengisi jumlah produk yang diinginkan dikotak text area yang akan disediakan oleh web. 4. Setelah memilih produk, customer bisa memilih barang yang dipesan akan diantar oleh ASC atau bisa diambil dikantor cabang ASC. 5. Ketika customer memilih barang pesanan diantar oleh pihak ASC, maka customer akan mengisi identitas diri dan alamat. 6. Setelah mengisi identitas maka customer akan memilih jenis pembayaran yang telah disediakan oleh pihak ASC. 7. Customer akan menerima bukti pemesanan dan pembayaran dan website menampilkan detail pemesanan customer Kelemahan dan Kelebihan Proses Bisnis Sedang Berjalan di ASC 1. Kelemahan Proses Pengadaan Barang a. ASC tidak pernah tahu apakah supplier mempunyai jumlah stok barang yang mencukupi untuk kegiatan produksi. b. Tidak adanya komunikasi timbal balik yang jelas antara ASC dan Supplier. Sehingga ASC terkadang tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumen karena stok bahan baku tidak menukupi untuk produksi. c. ASC tidak memiliki gudang tetap, sehingga dapat menggambat proses penyimpanan bahan baku produksi. d. Dokumen yang digunakan dalam proses pengadaan barang masih belum berjalan sesuai fungsinya. Kelengkapan administrative masih belum berjalan dengan baik sehingga rawan akan terjadinya kecurangan didalam Internal perusahaan. e. Masih terlibatnya direktur utama dalam proses penjualan. Fungsi direktur utama adalah untuk menyusun strategi jangka panjang perusahaan, dan seharusnya tidak dilibatkan dalam kegiatasn operasional perusahaan. P a g e 29

30 2. Kelemahan Proses Penjualan a. Website tidak dimanfaatkan secara maksimal karena konfirmasi pemesanan customer masih melalui . b. ASC tidak menyediakan fasilitas yang memudahkan customer dalam memilih produk mereka. c. Website hanya berisi iklan, informasi detail produk masih belum tergambar jelas dalam website. d. Pengambilan keputusan yang lambat untuk kriteria pemesanan dalam jumlah besar. 3. Kelebihan Proses Pengadaan Barang a. Telah menerapkan konsep SCM dengan baik yaitu melakukan pengadaan barang saat ada order dari customer, sehingga tidak terjadi penumpukan stok bahan baku. Selain itu memudahkan penyimpanan yang tidak membutuhkan tempat terlalu besar karena tidak tersedianya gudang penyimpanan. 4. Kelebihan Proses Penjualan a. Telah memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran yaitu promosi melalui website yang dapat menjangkau aspek pelanggan secara luas Analisis Value Chain Analisis metodologi Value Chain dilakukan terhadap ASC untuk mendapatkan berbagai aktivitas utama, yaitu : memastikan permintaan souvenir terpenuhi, memasarkan souvenir, dan mengirimkan souvenir kepada pemesan. Disamping itu juga diperoleh beberapa aktivitas pendukung pada ASC, yaitu : kesiapan sumberdaya manusia, menjaga kualitas, dan menciptakan variasi produk. Dari kedua model analisis tersebut, diperoleh kekuatan dan kelemahan ASC sebagai berikut : Tabel 4.1 Kekuatan Dan Kelemahan Kekuatan (Strengths) 1. Memiliki pangsa pasar yang pasti, yaitu civitas Universitas Airlangga 2. Dapat melayani transaksi via online 3. Memiliki jalinan kerja sama dengan banyak pihak seperti beberapa pemkab dan bea cukai 4. Produk yang spesifik 5. Budaya Perusahaan yang berasaskan kekeluargaan 6. Keuangan yang cukup baik 7. Distribusi yang memuaskan Kelemahan (Weaknesses) 1. 30% dari barang ASC masih diproduksi oleh pihak ketiga 2. Belum memiliki gudang tetap 3. Terkendala permintaan barang bervariaasi dan banyak P a g e 30

31 4.2.3 Analisis Five Forces Porter Analisis Five Force Porter digunakan untuk menganalisis terhadap pengaruh faktor eksternal dari kalangan industri disekitar ASC, seperti : ancaman adanya penerbit baru, ancaman produk pengganti, daya tawar pemasok, dan daya beli konsumen. Model analisis tersebut dihasilkan identifikasi terhadap berbagai peluang dan ancaman terhadap ASC yaitu seperti yang diperlihatkan pada Tabel 2 berikut: Tabel 4.2 Peluang Dan Ancaman Peluang (Opportunities) 1. Segmen pasar yang luas 2. Dunia Internet 3. Expansi bisnis ke ranah lainnya seperti percetakan dan lain-lain Ancaman (Threats) 1. Daya Beli rendah 2. Munculnya competitor 4.3 Perencanaan Dan Penyusunan Strategi Perubahan Struktur Organisasi Gambar 4.5 Usulan Struktur Organisasi Airlangga Souvenir Corner (ASC) P a g e 31

32 Gambar 4.6 Usulan Flowchart Proses Penggadaan Barang Usulan Proses Bisnis Sistem Pengadaan Barang P a g e 32

33 Keterangan : SPPB : Surat Permintaan Pengadaan Barang STTP : Surat Tanda Terima Pembayaran SOP : Surat Order Pembelian FB : Faktur Barang SPH : Surat Penawaran Harga SJB : Surat Jalan Barang LPB : Laporan Penerimaan Barang SPPH : Surat Permintaan Penawaran Harga Prosedur Sistem Pengadaan Barang Usulan : 1. Mitra Kerja / Supplier a) Mitra Kerja akan menerima Surat Permintaan Penawaran Harga dari bagian Pembelian Bahan Baku. Mitra kerja melakukan persetujuan penawaan harga dengan perusahaan. Jika harga sesuai dengan kedua belah pihak maka mitra kerja akan mengotorisasi SPPH. Jika penawaran harga tidak sesuai maka perusahaan akan merevisinya kembali. 2. Bagian Gudang (Pusat) / Bagian Yang Membutuhkan Barang a) Kepala gudang memerikasa stok barang (pada database Inventory), jika persediaan menunjukan batas minimal maka bagian gudang membuat Surat Permintaan Pengadaan Barang (SPPB) sebanyak 2 lembar, SPPB lembar 1 diserahkan ke Manager Utama untuk mendapatkan Otorissi dan SPP lembar 2 diserahkan ke bagian Sirkulasi Barang. b) Jika SPPB belum disetujui maka dilakukan revisi SPPB dan kemudian diserahkan kembali kepada Manager Utama untuk mendapatkan Otorisasi. c) Setelah menerima Laporan Penerimaan Barang (LPB) bersama barang dari bagian Sirkulasi Barang selanjutnya mencatatat penambahan barang pada kartu gudang, kemudian LPB diarsip. 3. Bagian Pembelian Bahan Baku a) Berdasarkan surat permintaan pengadaan barang (SPPB) yang diberikan oleh bagian keuangan, maka bagian pembelian bahan baku membuat Surat Permintaan Penawaran Harga (SPPH) sebanyak 2 lembar. SPPH lembar 1 diberikan kepada supplier/mitra kerja SPPH lembar 2 diarsip tetap. Jika supplier telah menjawab penawaran harga yang perusahaan ajukan, maka supplier mengirimkan Surat Penawaran Harga (SPH). b) Bagian pembelian bahan baku akan mensleksi supplier yang paling menguntungkan dan membuat Surat Order Pembelian (SOP) sebanyak 3 lembar, SOP lembar 1 dikirim ke supplier, SOP lembar 2 kebagian sirkulasi barang dan SOP lembar 3 diarsip tetap. P a g e 33

34 4. Bagian Keuangan a) Bagian keuangan akan mengotorisasi surat permintaan pengadaan barang (SPPB), yang nantinya dijadikan sebagai bukti pengeluaran khas b) Setelah menerima SOP lembar 2, LPB lembar 2, SJB dan FB dari bagian sirkulasi barang yang akan diotorisasi dan dicocokkan dengan SPPB, kemudian membuat Surat Tanda Terima Pembayaran (STTP) sebanyak 3 lembar. Lembar 1 dikirim ke supplier/mitra kerja sedangkan STTP lembar 2, SOP lembar 2, LPB, SJB dan FB dikirim ke bagian akuntansi, STTP lembar 3 diarsip. 5. Bagian Akuntansi a) Menerima STTP lembar 2, SOP lembar 2, LPB lembar 2, SJB, FB dari bagian keuangan yang akan dicocokkan dan selanjutnya melakukan penjurnalan. 6. Manager Utama a) Melakukan otorisasi terhadap surat permintaan pengadaan barang (SPPB) 7. Bagian Sirkulasi Barang a) Menerima SOP lembar 2 dari bagian pembelian bahan baku, menerima faktur barang (FB) dan Surat Jalan Barang (SJB) bersama barang dari supplier/mitra kerja, kemudian memcocokan SOP lembar 2, FB, SJB dengan barang. b) Membuat Laporan Penerimaan Barang (LPB) sebanyak 3 lembar, menyerahkan LPB lembar 2, SOP, FB, SJB dan SOP lembar ke bagian keuangan, sedangkan LPB lembar 3 diarsip. c) Mencocokkan LPB lembar 1 dan SPPB dengan barang. kemudian menyerahkan LPB lembar 1 kebagian gudang bersama barang. P a g e 34

35 Gambar 4.7 Usulan Flowchart Proses Penjualan Usulan Proses Bisnis Sistem Penjualan P a g e 35

36 Keterangan : FPT : Faktur Penjualan Tunai Pita Register : Dokumen ini dihasilkan oleh mesin yang dioperasikan oleh Kasir Prosedur Sistem Pengadaan Barang Usulan : 1. Pelanggan a. Melakukan Order Pembelian b. Melakukan pembayaran dan konfirmasi pembayaran c. Mendapatkan FPT yang diberikan oleh bagian pengiriman dan kemudian dicocokkan dengan bukti pembayaran beserta barang pesanan. 2. Jasa Pengiriman Barang a. Menerima barang yang akan dikirimkan oleh Bagian pengiriman barang beserta FPT untuk pelanggan b. Memberikan bukti pembayaran pengiriman kepada bagian pengiriman barang 3. Bagian Order Penjualan a. Menerima order pembelian dari pelanggan dan kemudian melakukan pencatatan order pembelian. b. Mengisi FPT rangkap 3. Lembar 1 untuk diberikan ke bagian kasir, Lembar 2 diberikan ke bagian Pengiriman barang beserta barang dan Lembar ke 3 untuk diarsip. 4. Bagian Pengiriman Barang a. Menerima FPT lembar 2 dari bagian Order Penjualan dan menerima FPT lember 1 beserta Pita register dari bagian kasir untuk dicocokkan b. Bagian Pengiriman Barang akan melakukan pengecekan lokasi pengiriman barang. Jika masih berada di daerah Surabaya & Sidoarjo maka barang akan langsung dikirim sementara jika diluar daerah tersebut maka akan menggunakan jasa pengiriman barang c. Bagian Pengiriman Barang akan menerima bukti pengiriman dari Jasa pengiriman barang jika menggunakan jasa ini untuk kemudian diberikan ke bagian Akuntansi 5. Kasir a. Menerima pembayaran dan mengoperasikan register serta Memberikan cap lunas pada FPT b. FPT dan pita register diberikan pada bagian pengiriman barang dan akuntansi c. Kasir menyetorkan uang hasil transaksi penjualan kepada bagian keuangan dan kemudian bukti setor diarsip oleh bagian Kasir. 6. Keuangan P a g e 36

37 a. Bagian keuangan menerima uang dari kasir dan kemudian membuat bukti penyetoran rangkap 2 untuk diberikan kepada bagian kasir dan akuntansi. 7. Akuntansi a. Menerima bukti pengiriman dari Bagian Pengiriman Barang, FPT dan pita register dari bagian kasir serta bukti penyetoran dari bagian keuangan untuk kemudian dicocokkan serta melakukan penjurnalan Formulasi Dan Penyusunan Strategi Berdasarkan indentifikasi pada Tabel 4.1 dan Tabel 4.2 maka selanjutnya dilakukan formulasi dengan menggunakan beberapa metodologi analisis berikutnya, yaitu : SWOT dan Five Forces Porter. Dari analisis SWOT dan Five Forces Porter diperoleh berbagai strategi yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil Analisis SWOT dan Five Forces Porter terhadap Airlangga Souvenir Corner dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut : EFAS Tabel 4.3 Analisis SWOT dan Five Forces Porter IFAS PELUANG / OPPORTUNITIES (O) 1. Segmen pasar yang luas 2. Dunia Internet 3. Expansi bisnis ke ranah lainnya seperti percetakan dan lain-lain ANCAMAN / TREATHS (T) 1. Daya Beli rendah 2. Munculnya competitor KEKUATAN / STRENGTHS (S) 1. Memiliki pangsa pasar yang pasti, yaitu civitas Universitas Airlangga 2. Dapat melayani transaksi via online 3. Memiliki jalinan kerja sama dengan banyak pihak seperti beberapa pemkab dan bea cukai 4. Produk yang spesifik 5. Budaya Perusahaan yang berasaskan kekeluargaan 6. Keuangan yang cukup baik 7. Distribusi yang memuaskan STRATEGI SO 1. Meningkatkan produksi 2. Aktif di dunia maya 3. Membuat variasi produk baru 4. Pemasaran agresif STRATEGI ST 1. Menyediakan Diskon dan Promo 2. Memperluas jaringan pemasaran 3. Menjaga kualitas produk 4. Memberikan branding pada produk KELEMAHAN / WEAKNESSES (W) 1. 30% dari barang ASC masih diproduksi oleh pihak ketiga 2. Belum memiliki gudang tetap 3. Terkendala permintaan barang bervariaasi dan banyak STRATEGI WO 1. Investasi Infrastruktur 2. Membangun Sistem Informasi yang tepat 3. Penambahan SDM yang berkompeten STRATEGI WT 1. Memperbaiki hubungan dengan supplier dan customer 2. Memahami permintaan pasar 3. Menciptakan variasi yang terbaru dan berbeda P a g e 37

38 4.3.5 The Seven Stages of internet Marketing 1. Framing the Market Oportunity a. Investigate opportunity in an existing or new value system : ASC memiliki kerjasama dengan banyak perusahaan, baik sebgai konsumen maupun supplier. Serta memiliki hubungan bisnis yang luas. Cakupan bisnis yang cukup luas (printing dan souvenir) juga menjadi kelebihan ASC b. Investigate unmet opportunity : Customer yang ingin memesan secara online dan respon yang cepat tanpa menunggu yang cenderung lama dan penggunaan halaman web yang maksimal c. Identify the target segment : Customer dari kalangan mahasiswa hingga perusahaan besar. d. Declaring the company s resource-based opportunity for advantage : Web yang sudah ada menjadikan upgrade yang diusulkan tidak memakan biaya yang banyak, yang diusulkan hanya perbaikan manajemen dan pengoptimalan sumber daya yang sudah dimiliki oleh ASC. e. Assessing Competitive, Technological and Financial Opportunity Attractiveness, : Sifat perusahaan yang kekeluargaan, pelayanan spesial untuk mahasiswa Unair, layanan delivery order, dan lainnya. f. Making the final go/no-go decision : Go Decision, hasil analisa menunjukkan ASC butuh aplikasi ebisnis pada proses bisnisnya untuk mengoptimalkan keuntungan perusahaan serta menjadikan ASC lebih kompetitif dalam persaingan bisnis. 2. Formulating the Market Strategy ASC memiliki fokus untuk memberikan kualitas terbaik kepada pelanggan. Perusahaan berjalan dengan berasaskan kekeluargaan untuk menjadikan pekerja di ASC sebagai satu keluarga, yang mana keluarga akan melindungi satu sama lain. Visi Perusahaan Visi Airlangga Souvernir Corner adalah menjadi perusahaan souvenir di Indonesia yang mengedepankan kualitas dan kepuasan pelanggan, serta memperluas jaringan pemasaran hingga ke mancanegara. Misi Perusahaan 1. Menjadikan kualitas sebagai prioritas utama perusahaan. 2. Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam perusahaan untuk menciptakan kenyamanan bagi karyawan dan pelanggan. 3. Menjaga kepercayaan pelanggan dengan selalu memberikan yang terbaik dan disiplin. 4. Memperluas jaringan pemasaran ke setiap tempat. P a g e 38

39 Segmentasi ASC menggunakan strategi New Opportunity Targeting. Fokus utama perusahaan adalah melakukan pemasaran terhadap customer baru yang beragam, dengan segmentasi perusahaan yang beragam, yaitu berupa jasa printing dan menyediakan produk souvenir. Online merupakan cara yang digunakan untuk mendapatkan customer baru, dengan berbagai pembaruan yang telah dijelaskan. Gambar 4.8 Segmentasi 3. Designing the Customer Experience Tabel 4.4 Functionality, Intimacy dan Evangelism Stage Apa yang diinginkan pelanggan Apa yang perusahaan sediakan a) Web dapat digunakan a) Function web berjalan dengan baik Functionality b) Layanan web yang cepat b) Informasi disampaikan jelas dan detail c) Kemudahan navigasi c) Navigasi yang mudah dan jelas d) User Interface konsisten a) Fasilitas Search a) Menu search b) Tampilan yang menarik b) Gambar dan warna web yang menarik c) Informasi detail lebih lanjut c) Nomor Customer Service d) Dapat memesan sesuai keinginan d) Order online disertai upload gambar desain e) Konsultasi mengenai desain yang bagus e) Tersedia desainer ASC Intimacy f) Pemberian harga yang lebih f) Pemberian harga khusus dengan syarat murah yang harus dipenuhi g) Informasi harga produk g) Menu Katalog Harga h) Rasa nyaman dan aman ketika belanja h) Menu Customer ASC i) Informasi tempat kantor i) Menu Lokasi Kami j) Jasa pengiriman barang j) Layanan kirim barang se-nusantara k) Visualisasi produk dan kantor k) Menu Kategori Produk l) Lisensi terpercaya dari Polisi Online a) Userdapat memperkenalkan a) Menu share (Facebook, Twitter, Evangelism web kepada orang lain Google+) b) Rekomendasi web melalui media sosial P a g e 39

40 4. Crafting the Custome Interface Gambar 4.9 Daftar Akun Gambar 4.10 Login P a g e 40

41 Gambar 4.11 Halaman Utama Gambar 4.12 Daftar Barang Gambar 4.13 Detail Barang P a g e 41

BAB 1 PENDAHULUAN. E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang

BAB 1 PENDAHULUAN. E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui internet atau jaringan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. di bidang bisnis yang terjadi pada jaman sekarang. Pengertian e-commerce

BAB 1 PENDAHULUAN. di bidang bisnis yang terjadi pada jaman sekarang. Pengertian e-commerce BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang E-commerce merupakan salah satu contoh pemakaian teknologi informasi di bidang bisnis yang terjadi pada jaman sekarang. Pengertian e-commerce sendiri adalah sebuah

Lebih terperinci

STMIK MDP ANALISIS DAN PERANCANGAN CUSTOMER RELATIOSHIP MANAGEMENT BERBASIS WEB PADA CV PUTERA REMAJA PALEMBANG

STMIK MDP ANALISIS DAN PERANCANGAN CUSTOMER RELATIOSHIP MANAGEMENT BERBASIS WEB PADA CV PUTERA REMAJA PALEMBANG STMIK MDP Program Studi Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer S1. Semester Ganjil Tahun 2010/2011 Abstrak ANALISIS DAN PERANCANGAN CUSTOMER RELATIOSHIP MANAGEMENT

Lebih terperinci

DEFINISI DAN PERKEMBANGAN ERP JURUSAN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Definisi ERP Daniel O Leary : ERP system are computer based system designed to process an organization s transactions

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan sistem informasi diseluruh dunia telah membuat hidup manusia semakin lebih mudah. Terutama sejak diciptakannya internet, komunikasi menjadi semakin tidak

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dokumen dan barang-barang yang berguna untuk melayani kebutuhan segenap masyarakat

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI LAYANAN PUBLIK PARIWISATA KOTA BOGOR BERBASIS WEB

SISTEM INFORMASI LAYANAN PUBLIK PARIWISATA KOTA BOGOR BERBASIS WEB SISTEM INFORMASI LAYANAN PUBLIK PARIWISATA KOTA BOGOR BERBASIS WEB Dinni Dwiyani. [10104507] Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma Desember 2008 Dosen Pembimbing : Drs.

Lebih terperinci

Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Perumahan pada PT. Anugerah Bangun Cipta

Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Perumahan pada PT. Anugerah Bangun Cipta Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Perumahan pada PT. Anugerah Bangun Cipta Anton 1, Hendra 2 STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 Email : Anton_hwang@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Jumlah Rumah Sakit Di Indonesia Tahun 2014 Sumber : www.sirs.buk.depkes.go.id

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Jumlah Rumah Sakit Di Indonesia Tahun 2014 Sumber : www.sirs.buk.depkes.go.id BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan Rumah Sakit khususnya rumah sakit privat di Indonesia semakin meningkat jumlahnya. Menurut informasi yang didapatkan dari website Kementrian Kesehatan RI

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PERBAIKAN KOMPUTER (Studi Kasus: CV Computer Plus Palembang)

SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PERBAIKAN KOMPUTER (Studi Kasus: CV Computer Plus Palembang) SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PERBAIKAN KOMPUTER (Studi Kasus: CV Computer Plus Palembang) Oleh: Syaprina, Leon Andretti Abdillah, & Nyimas Sopiah Mahasiswa & Dosen Universitas Bina Darma, Palembang Abstracts:

Lebih terperinci

Sistem Aplikasi Penentuan Harga Pokok Produksi Tas Pada Konveksi IMA Collection Kudus

Sistem Aplikasi Penentuan Harga Pokok Produksi Tas Pada Konveksi IMA Collection Kudus LAPORAN SKRIPSI Sistem Aplikasi Penentuan Harga Pokok Produksi Tas Pada Konveksi IMA Collection Kudus Disusun Oleh : Nama : Pujiyanto Wibowo NIM : 2007-53-123 Jurusan : Sistem Informasi Fakultas : Teknik

Lebih terperinci

ADENDUM TERHADAP KETENTUAN PEMBELIAN DALAM BBSLA UNTUK SELURUH TOKO RIME

ADENDUM TERHADAP KETENTUAN PEMBELIAN DALAM BBSLA UNTUK SELURUH TOKO RIME ADENDUM TERHADAP KETENTUAN PEMBELIAN DALAM BBSLA UNTUK SELURUH TOKO RIME 1. RUANG LINGKUP & APLIKASI 1.1. Perjanjian Lisensi BlackBerry Solution ("BBSLA") berlaku untuk seluruh distribusi (gratis dan berbayar)

Lebih terperinci

Perancangan Perangkat Lunak Penerimaan Order Jasa Laundry Berbasis Web

Perancangan Perangkat Lunak Penerimaan Order Jasa Laundry Berbasis Web Perancangan Perangkat Lunak Penerimaan Order Jasa Laundry Berbasis Web Anderson King Junior1), Robby Tjendra2) STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 e-mail: andersonkingjr@yahoo.com1)

Lebih terperinci

BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS

BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS TI Strategis Teknologi tidak lagi merupakan pemikiran terakhir dalam membentuk strategi bisnis, tetapi merupakan penyebab

Lebih terperinci

B A B I I L A N D A S A N T E O R I

B A B I I L A N D A S A N T E O R I 7 B A B I I L A N D A S A N T E O R I 2.1. Penjualan Penjualan mempunyai pengertian secara umum yaitu merupakan suatu proses dimana dalam proses tadi terjadi penukaran suatu produk berupa barang ataupun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan Online Shop atau toko online melalui media internet sudah menjamur di Indonesia, bahkan sudah sangat dikenal baik oleh khalayak ramai. Banyaknya

Lebih terperinci

Materi 1 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya nizar.radliya@yahoo.com

Materi 1 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya nizar.radliya@yahoo.com Materi 1 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya nizar.radliya@yahoo.com Nama Mahasiswa NIM Kelas Memahami cakupan materi dan sistem perkuliahan

Lebih terperinci

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi Bab1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi manajemen, menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pembelian Stock barang atau yang biasa disebut kulakan merupakan bagian

BAB I PENDAHULUAN. Pembelian Stock barang atau yang biasa disebut kulakan merupakan bagian BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pembelian Stock barang atau yang biasa disebut kulakan merupakan bagian penting bagi perusahaan dagang. Karena banyak sekali yang harus diperhatikan dalam

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 1. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada saat kerja praktek di PT

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 1. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada saat kerja praktek di PT BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 1. 1.1. Analisis Sistem Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada saat kerja praktek di PT ENERGI MUDA NUSANTARA, secara garis besar permasalahan yang ada dalam perusahaan

Lebih terperinci

Aplikasi Pendataan Kendaraan Hilang Berbasis Web (Studi Kasus : Polres Cimahi)

Aplikasi Pendataan Kendaraan Hilang Berbasis Web (Studi Kasus : Polres Cimahi) Aplikasi Pendataan Kendaraan Hilang Berbasis Web (Studi Kasus : Polres Cimahi) 1 Citra Andari, 2 Dedy Rahman Wijaya, 3 Reza Budiawan Program Studi D3 Manajemen Informatika, Fakultas Ilmu Terapan, Universitas

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KOPERASI SIMPAN PINJAM KARYAWAN PT.PERTAMINA (PERSERO) UNIT PEMASARAN I MEDAN TUGAS AKHIR

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KOPERASI SIMPAN PINJAM KARYAWAN PT.PERTAMINA (PERSERO) UNIT PEMASARAN I MEDAN TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KOPERASI SIMPAN PINJAM KARYAWAN PT.PERTAMINA (PERSERO) UNIT PEMASARAN I MEDAN TUGAS AKHIR KARTIKA DEWI BUTAR- BUTAR 082406165 PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK INFORMATIKA DEPARTEMEN

Lebih terperinci

Reasoning Agent Pada Sistem Personalisasi Situs Web

Reasoning Agent Pada Sistem Personalisasi Situs Web Reasoning Agent Pada Sistem Personalisasi Situs Web Pandu Setia Gama, pandu@student.eepis-its.edu Abstract----Internet merupakan jaringan global yang banyak digunakan oleh masyarakat pada saat ini. Penggunaan

Lebih terperinci

Virtual Office Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. caca.e.supriana@unpas.ac.id

Virtual Office Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. caca.e.supriana@unpas.ac.id Virtual Office Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas i Pasundan Caca E Supriana S Si MT Caca E. Supriana, S.Si., MT. caca.e.supriana@unpas.ac.id Kantor virtual 2 Kantor

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK APLIKASI PENGANGKATAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI PADA BADAN USAHA X

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK APLIKASI PENGANGKATAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI PADA BADAN USAHA X SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK APLIKASI PENGANGKATAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI PADA BADAN USAHA X Silvia Rostianingsih 1, Moh. Isa Irawan, Sri Finalyah 1 Jurusan Teknik Informatika Universitas Kristen

Lebih terperinci

# $ !!" ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!! " #! # % #, #,-! #! )!! %" .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$

# $ !! ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!!  #! # % #, #,-! #! )!! % .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!' /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$ !!"! #$! $%!&!'!!" # %!!!'(!!!$)!" #* $%!++ +!! % %+!'!! " "" #! # % #'!$ #, #,-! #'-!!! #! )!! %" # $.'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$!!!%.!% % "!.!% % )!')!! %!+!.!% % & &

Lebih terperinci

Materi 2 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya nizar.radliya@yahoo.com

Materi 2 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya nizar.radliya@yahoo.com Materi 2 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya nizar.radliya@yahoo.com Nama Mahasiswa NIM Kelas Kompetensi Dasar 1. Memahami cara kerja world

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. molding) dan pembuatan checking fixture. Injection molding/plastic molding

BAB I PENDAHULUAN. molding) dan pembuatan checking fixture. Injection molding/plastic molding BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Industri komponen otomotif di Indonesia berkembang seiring dengan perkembangan industri otomotif. Industri penunjang komponen otomotif juga ikut berkembang salah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam persaingan bisnis di dunia teknologi informasi yang sangat ketat

BAB I PENDAHULUAN. Dalam persaingan bisnis di dunia teknologi informasi yang sangat ketat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam persaingan bisnis di dunia teknologi informasi yang sangat ketat banyak cara yang dilakukan perusahaan agar tetap mampu bertahan. Salah satu cara perusahaan

Lebih terperinci

Sistem Infromasi Jasa Servis Mobil Pada Bengkel Adi Jaya

Sistem Infromasi Jasa Servis Mobil Pada Bengkel Adi Jaya LAPORAN SKRIPSI Sistem Infromasi Jasa Servis Mobil Pada Bengkel Adi Jaya Laporan Ini Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan ProgramStudi Sistem Informasi S -1 Pada Fakultas Teknik

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Penjualan Online pada Mebel Isti

Perancangan Sistem Penjualan Online pada Mebel Isti Perancangan Sistem Penjualan Online pada Mebel Isti Abstrak : Final report entitled " Online Sales System Design at Furniture Isti " was held in February and June aim of this thesis is to design a system

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. akademik yang ada pada SMAK Untung Suropati Sidoarjo. lingkup perpustakaan pada SMAK Untung Suropati Sidoarjo tidak hanya sebagai

BAB 1 PENDAHULUAN. akademik yang ada pada SMAK Untung Suropati Sidoarjo. lingkup perpustakaan pada SMAK Untung Suropati Sidoarjo tidak hanya sebagai BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perpustakaan merupakan faktor penting di dalam penunjang transformasi antara sumber ilmu (koleksi) dengan pencari ilmu (pengunjung). Perpustakaan juga sering

Lebih terperinci

SISTEM DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN PADA PT USAHA ENAM SAUDARA. Suparjo Riski Novalian Jurusan Sistem Informasi STMIK Palcomtech Palembang.

SISTEM DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN PADA PT USAHA ENAM SAUDARA. Suparjo Riski Novalian Jurusan Sistem Informasi STMIK Palcomtech Palembang. SISTEM DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN PADA PT USAHA ENAM SAUDARA Suparjo Riski Novalian Jurusan Sistem Informasi STMIK Palcomtech Palembang Abstrak Sistem distribusi alat kesehatan pada PT Usaha Enam Saudara

Lebih terperinci

TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SILIWANGI

TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SILIWANGI NOMOR : USULAN PENELITIAN TUGAS AKHIR N a m a : Yunita Indrasari N P M : 107006248 Alamat Kontak Lokasi Penelitian Lama Penelitian : 085746214441/ yunita.indrasari@student.unsil.ac.id : CV. CITRA AYU :

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pengguna teknologi internet terus meningkat dari tahun ke tahun.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pengguna teknologi internet terus meningkat dari tahun ke tahun. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengguna teknologi internet terus meningkat dari tahun ke tahun. Kebutuhan internet sudah hampir diperlakukan sebagai salah satu kebutuhan sehari-hari. Beragam

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia bisnis semakin berkembang sesuai dengan kemajuan zaman dan teknologi. Perkembangan bisnis lem saat ini menunjukkan bahwa lem menjadi kebutuhan bagi beberapa

Lebih terperinci

Pengertian Kepuasan Konsumen

Pengertian Kepuasan Konsumen Kepuasan Konsumen 1. Pengertian Kepuasan Konsumen Swan, et at. (1980) dalam bukunya Fandy Tjiptono, 2004 mendefinisikan kepuasan pelanggan sebagai evaluasi secara sadar atau penilaian kognitif menyangkut

Lebih terperinci

MEDIA PROMOSI DAN PENGARSIPAN DATA PEMBANGUNAN PROYEK PT. TANJUNG TIGA

MEDIA PROMOSI DAN PENGARSIPAN DATA PEMBANGUNAN PROYEK PT. TANJUNG TIGA MEDIA PROMOSI DAN PENGARSIPAN DATA PEMBANGUNAN PROYEK PT. TANJUNG TIGA Ade Novendra M Rizal Nurul Hidayat Nopri Prawira Kusuma Jurusan Sistem Informasi STMIK PalComTech Palembang Abstrak Media promosi

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGOPERASIAN. Aplikasi e-procurement Untuk Penyedia Barang/Jasa Versi 1.0

PEDOMAN PENGOPERASIAN. Aplikasi e-procurement Untuk Penyedia Barang/Jasa Versi 1.0 PEDOMAN PENGOPERASIAN Aplikasi e-procurement Untuk Penyedia Barang/Jasa Versi 1.0 Aplikasi Sistem e-procurement PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) DAFTAR ISI : I PENDAHULUAN... 1 1. Tujuan... 3 2. Alur

Lebih terperinci

BlackBerry Travel. Panduan Pengguna. Versi: 2.5

BlackBerry Travel. Panduan Pengguna. Versi: 2.5 BlackBerry Travel Panduan Pengguna Versi: 2.5 SWD-2005926-0418040813-039 Daftar Isi Persiapan... 2 Tentang BlackBerry Travel... 2 Matikan sinkronisasi perjalanan otomatis... 2 Fitur dan penyempurnaan baru...

Lebih terperinci

PELAPORAN KEUANGAN PADA YAYASAN KAMPOENG TAUHID SRIWIJAYA PALEMBANG

PELAPORAN KEUANGAN PADA YAYASAN KAMPOENG TAUHID SRIWIJAYA PALEMBANG PELAPORAN KEUANGAN PADA YAYASAN KAMPOENG TAUHID SRIWIJAYA PALEMBANG Fitria Sari Edi Febriansyah Jurusan Sistem Informasi STMIK PalComTech Palembang Abstrak Yayasan Kampoeng Tauhiid Sriwijaya Palembang

Lebih terperinci

Social Feeds. Panduan Pengguna. Versi: 2.0

Social Feeds. Panduan Pengguna. Versi: 2.0 Social Feeds Panduan Pengguna Versi: 2.0 SWD-1525056-0614121842-039 Daftar Isi Tentang aplikasi Umpan Sosial... 2 Umpan aplikasi sosial... 3 Melihat item umpan menurut aplikasi sosial... 3 Melihat item

Lebih terperinci

PENGANTAR SISTEM INFORMASI

PENGANTAR SISTEM INFORMASI PENGANTAR SISTEM INFORMASI Oleh : Yakub Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2012 Hak Cipta 2012 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh

Lebih terperinci

Invent (Aplikasi Inventaris Barang)

Invent (Aplikasi Inventaris Barang) Use Case Model Invent (Aplikasi Inventaris Barang) Disusun oleh: Rifki Fauzie Auriza Rahmad Akbar Diyan Kurniawan Azis Santoso Haryanto G64052772 G64050089 G64052539 G64052587 G64052669 DEPARTEMEN ILMU

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR MEMBANGUN TOKO ONLINE EDUKAOS.NET DENGAN SISTEM DROPSHIPING DAN RESELLER MENGGUNAKAN PHP

TUGAS AKHIR MEMBANGUN TOKO ONLINE EDUKAOS.NET DENGAN SISTEM DROPSHIPING DAN RESELLER MENGGUNAKAN PHP TUGAS AKHIR MEMBANGUN TOKO ONLINE EDUKAOS.NET DENGAN SISTEM DROPSHIPING DAN RESELLER MENGGUNAKAN PHP Diajukan untuk menyusun tugas akhir Dalam Program DIII Teknik Informatika Fakultas Matematika Dan Ilmu

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING PERKULIAHAN BERBASIS WEB DI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA

RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING PERKULIAHAN BERBASIS WEB DI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING PERKULIAHAN BERBASIS WEB DI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA Firdaus, Mgs. Afriyan Firdaus Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya

Lebih terperinci

B A B I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang. Penggunaan komputer sebagai salah satu alat bantu dalam menyediakan

B A B I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang. Penggunaan komputer sebagai salah satu alat bantu dalam menyediakan B A B I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang. Penggunaan komputer sebagai salah satu alat bantu dalam menyediakan informasi yang cepat dan efisien sudah bukan merupakan hal yang langka pada era teknologi informasi

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. rupa sehingga dapat memudahkan pengguna untuk menggunakan aplikasi

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. rupa sehingga dapat memudahkan pengguna untuk menggunakan aplikasi BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Sistem Tahap ini merupakan pembuatan perangkat lunak yang disesuaikan dengan rancangan atau desain sistem yang telah dibuat. Aplikasi yang dibuat akan

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG Dedy Kasraji 1, Soni Fajar Surya G, S.T., MCAS. 2 1,2 Program Studi Sistem Informasi STMIK LPKIA Jln. Soekarno Hatta

Lebih terperinci

PENINGKATAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN KAWASAN INDUSTRI DAN LOGISTIK. Oleh: Dasep Titof BAB I PENDAHULUAN

PENINGKATAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN KAWASAN INDUSTRI DAN LOGISTIK. Oleh: Dasep Titof BAB I PENDAHULUAN PENINGKATAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN KAWASAN INDUSTRI DAN LOGISTIK Oleh: Dasep Titof BAB I PENDAHULUAN Bisnis PT. KBN adalah mengelola kawasan industri baik yang berstatus

Lebih terperinci

- 1 - UMUM. Mengingat

- 1 - UMUM. Mengingat - 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/15/PBI/2007 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI OLEH BANK UMUM UMUM Dalam rangka meningkatkan efisiensi kegiatan

Lebih terperinci

MERUBAH PROSES MANAJEMEN

MERUBAH PROSES MANAJEMEN MERUBAH PROSES MANAJEMEN I. PENDAHULUAN Perdagangan secara elektronik atau elektonik commerce adalah penggunaan komputer dan jaringan komunikasi untuk melakukan proses-proses bisnis. Pandangan umum tentang

Lebih terperinci

Latar Belakang. Tujuan. Permasalahan. Metodologi. Ruang Lingkup Bahasan RANCANGAN APLIKASI MANAJEMEN MATERIAL PADA PROYEK KONSTRUKSI BERBASIS DATABASE

Latar Belakang. Tujuan. Permasalahan. Metodologi. Ruang Lingkup Bahasan RANCANGAN APLIKASI MANAJEMEN MATERIAL PADA PROYEK KONSTRUKSI BERBASIS DATABASE Studi literatur teori manajemen suatu proyek konstruksi Perancangan aplikasi berdasarkan hasil studi literatur dan survey lapangan Membuat prototype konstruksi pada proyek konstruksi RANCANGAN APLIKASI

Lebih terperinci

BAB III DISAIN PRODUK

BAB III DISAIN PRODUK BAB III DISAIN PRODUK 3.1. Pendahuluan Salah satu karakteristik manusia adalah mereka selalu berusaha mencitakan sesuatu, baik alat atau benda lainnya untuk membantu kehidupan mereka. Untuk mewejudkan

Lebih terperinci

SISTEM ADMINISTRASI KOPERASI SIMPAN PINJAM KOPKAR SEJAHTERA UPY MENGGUNAKAN MULTI INTERFACE. Oleh: MUHAMMAD NASHIR 1 AHMAD RIYADI 2 ABSTRAK

SISTEM ADMINISTRASI KOPERASI SIMPAN PINJAM KOPKAR SEJAHTERA UPY MENGGUNAKAN MULTI INTERFACE. Oleh: MUHAMMAD NASHIR 1 AHMAD RIYADI 2 ABSTRAK SISTEM ADMINISTRASI KOPERASI SIMPAN PINJAM KOPKAR SEJAHTERA UPY MENGGUNAKAN MULTI INTERFACE Oleh: MUHAMMAD NASHIR 1 AHMAD RIYADI 2 1 Mahasiswa S1-Program Studi Teknik Informatika, Universitas PGRI Yogyakarta

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE PROCESS COSTING STUDI KASUS PADA PT. XYZ

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE PROCESS COSTING STUDI KASUS PADA PT. XYZ PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE PROCESS COSTING STUDI KASUS PADA PT. XYZ Rudy Adipranata Program Studi Teknik Informatika, Universitas Kristen Petra Surabaya

Lebih terperinci

Manajemen Proyek Minggu 2

Manajemen Proyek Minggu 2 Project Management Process Manajemen Proyek Minggu 2 Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng Initiating / Requirement :...awal siklus! Planning : perencanaan... Executing : Lakukan! Monitoring and Controlling

Lebih terperinci

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia)

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) Syarat dan ketentuan pembelian barang ini akan mencakup semua barang dan jasa yang disediakan oleh PT. SCHOTT IGAR GLASS

Lebih terperinci

LAPORAN SKRIPSI SISTEM INFORMASI PENGARSIPAN DATA KARTU KENDALI SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR BERBASIS SMS GATEWAY PADA KECAMATAN KOTA KUDUS

LAPORAN SKRIPSI SISTEM INFORMASI PENGARSIPAN DATA KARTU KENDALI SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR BERBASIS SMS GATEWAY PADA KECAMATAN KOTA KUDUS LAPORAN SKRIPSI SISTEM INFORMASI PENGARSIPAN DATA KARTU KENDALI SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR BERBASIS SMS GATEWAY PADA KECAMATAN KOTA KUDUS Disusun Oleh : Nama : Erwin Bagus Aribowo Wijanarko NIM : 2010-53-023

Lebih terperinci

Sistem Informasi Manajemen Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Kudus Berbasis WEB

Sistem Informasi Manajemen Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Kudus Berbasis WEB LAPORAN SKRIPSI Sistem Informasi Manajemen Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Kudus Berbasis WEB Disusun Oleh : Nama : Muhamad Kholiq NIM : 2009-53-117 Progdi : Sistem Informasi Fakultas : Teknik FAKULTAS

Lebih terperinci

REKAYASA ULANG (REENGINEERING)

REKAYASA ULANG (REENGINEERING) REKAYASA ULANG (REENGINEERING) Saat manager memodifikasi aturan-aturan bisnis untuk mencapai keefektifan dan komposisi yang lebih besar, perangkat lunak harus tetap berjalan maju. Artinya penciptaan sistem

Lebih terperinci

Manajemen Pemasaran: Pendekatan Praktis

Manajemen Pemasaran: Pendekatan Praktis Manajemen Pemasaran: Pendekatan Praktis Oleh : Fajar Laksana Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2008 Hak Cipta 2008 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan

Lebih terperinci

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI Kebijakan Kepatuhan Global Desember 2012 Freeport-McMoRan Copper & Gold PENDAHULUAN Tujuan Tujuan dari Kebijakan Anti-Korupsi ( Kebijakan ) ini adalah untuk membantu memastikan kepatuhan oleh Freeport-McMoRan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI WAJIB LAPOR KETENAGAKERJAAN DI PERUSAHAAN (WLKP) PADA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KUDUS

SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI WAJIB LAPOR KETENAGAKERJAAN DI PERUSAHAAN (WLKP) PADA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KUDUS LAPORAN SKRIPSI SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI WAJIB LAPOR KETENAGAKERJAAN DI PERUSAHAAN (WLKP) PADA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KUDUS Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu

Lebih terperinci

PERANCANGAN E-MARKETING BAGI PEMASARAN PRODUK KECANTIKAN

PERANCANGAN E-MARKETING BAGI PEMASARAN PRODUK KECANTIKAN PERANCANGAN E-MARKETING BAGI PEMASARAN PRODUK KECANTIKAN Rudy Jurusan Sistem Informasi Universitas Bina Nusantara Jln. KH. Syahdan No. 9, Kemanggisan-Palmerah, Jakarta 11480; Telp: 021-5345830; Fax: 021-5300244

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA TOKO MEBEL TAMBAH REJEKI

SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA TOKO MEBEL TAMBAH REJEKI LAPORAN SKRIPSI SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA TOKO MEBEL TAMBAH REJEKI Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi Sistem Informasi S-1 pada Fakultas Teknik

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Alat penelitian berupa komputer yang akan diimplementasikan prototipe

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Alat penelitian berupa komputer yang akan diimplementasikan prototipe BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Penelitian Alat penelitian berupa komputer yang akan diimplementasikan prototipe perangkat lunak sistem manajemen klaim asuransi dengan

Lebih terperinci

Perjanjian BlackBerry ID

Perjanjian BlackBerry ID Perjanjian BlackBerry ID Perjanjian BlackBerry ID atau "Perjanjian" merupakan suatu perjanjian hukum antara Research In Motion Limited, atau anak perusahaannya atau afiliasinya sebagaimana tertera dalam

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT Wanata Tama adalah sebuah perusahaan Nasional yang bergerak dalam bidang penjualan peralatan elektrikal dan instrumentasi. Bekerja sama

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan zaman yang paling terlihat adalah perkembangan teknologi yang

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan zaman yang paling terlihat adalah perkembangan teknologi yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman, manusia ikut berkembang. Dan perkembangan zaman yang paling terlihat adalah perkembangan teknologi yang membuat peradaban manusia

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum PT Dapensi Trio Usaha Kantor Cabang Surabaya

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum PT Dapensi Trio Usaha Kantor Cabang Surabaya 5 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Gambaran Umum PT Dapensi Trio Usaha Kantor Cabang Surabaya 2.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan Pada awal bedirinya perusahaan, PT Dapensi Trio Usaha (DTU) hanya menekuni

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Peranan teknologi informasi dalam dunia bisnis mempunyai peranan penting untuk suatu perusahaan dan para manajer bisnisnya. Dalam pengambilan keputusan strategis, teknologi

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENCARIAN ORANG HILANG BERBASIS WEB

SISTEM INFORMASI PENCARIAN ORANG HILANG BERBASIS WEB LAPORAN SKRIPSI SISTEM INFORMASI PENCARIAN ORANG HILANG BERBASIS WEB Diajukan Oleh : Nama : Farida Dwi Yuliani NIM : 2008-53-169 Program Studi : Sistem Informasi Fakultas : Teknik UNIVERSITAS MURIA KUDUS

Lebih terperinci

PROPOSAL PENAWARAN JASA IT

PROPOSAL PENAWARAN JASA IT PROPOSAL PENAWARAN JASA IT # FREE KONSULTASI IT # PEMBUATAN APLIKASI (SOFTWARE) # WEB HOSTING & EMAIL # INSTALASI # PENGADAAN BARANG IT # MULTIMEDIA Detail Jasa: Free Konsultasi IT: Menerima konsultasi

Lebih terperinci

APLIKASI INFORMASI DENAH UNTUK KAMPUS UNIT 2 BABARSARI UPN VETERAN YOGYAKARTA

APLIKASI INFORMASI DENAH UNTUK KAMPUS UNIT 2 BABARSARI UPN VETERAN YOGYAKARTA APLIKASI INFORMASI DENAH UNTUK KAMPUS UNIT 2 BABARSARI UPN VETERAN YOGYAKARTA JURNAL Disusun oleh : Anisa Titisari 123050211 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

Konsep Sistem Informasi

Konsep Sistem Informasi Konsep Sistem Informasi Kebutuhan Sistem Informasi Semua organisasi membutuhkan aliran informasi yang membantu manajer untuk mengambil bermacam keputusan yang dibutuhkan. Aliran informasi ini diatur dan

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI e- PURCHASING ALAT BERAT PENYEDIA

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI e- PURCHASING ALAT BERAT PENYEDIA PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI e- PURCHASING ALAT BERAT PENYEDIA I. PENDAHULUAN Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang efisien dan efektif merupakan salah satu bagian yang penting dalam perbaikan pengelolaan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. 3.1 Pengertian Sistem Informasi Manajemen. informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.

BAB III LANDASAN TEORI. 3.1 Pengertian Sistem Informasi Manajemen. informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan. BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Sistem Informasi Manajemen 3.1.1 Sistem Informasi Untuk menghasilkan informasi yang berkualitas maka dibuatlah sistem informasi. Sistem informasi didefinisikan oleh

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan pasar ritel terus berkembang sebagai akibat dari perubahan pada berbagai bidang. Pasar ritel yang terus bertumbuh secara nasional tidak hanya menguntungkan

Lebih terperinci

LAPORAN SKRIPSI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGANGKATAN KARYAWAN TETAP DENGAN METODE FUZZY SAW DI CV. MAULAYA TEHNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS

LAPORAN SKRIPSI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGANGKATAN KARYAWAN TETAP DENGAN METODE FUZZY SAW DI CV. MAULAYA TEHNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS LAPORAN SKRIPSI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGANGKATAN KARYAWAN TETAP DENGAN METODE FUZZY SAW DI CV. MAULAYA TEHNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS Oleh : Hadiyanto 2010-51-190 SKRIPSI DIAJUKAN SEBAGAI SALAH

Lebih terperinci

Pembuatan Sistem Informasi Produksi Untuk Meningkatkan Kualitas Sistem Manufaktur dan Jasa

Pembuatan Sistem Informasi Produksi Untuk Meningkatkan Kualitas Sistem Manufaktur dan Jasa Pembuatan Sistem Informasi Produksi Untuk Meningkatkan Kualitas Sistem Manufaktur dan Jasa Leo Willyanto Santoso Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI e- PURCHASING PRODUK BARANG/JASA PEMERINTAH PPK

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI e- PURCHASING PRODUK BARANG/JASA PEMERINTAH PPK PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI e- PURCHASING PRODUK BARANG/JASA PEMERINTAH PPK Update 12 Februari 2015 Daftar Isi 1 Pendahuluan... 2 1.1 Alur Proses e- Purchasing Produk Barang/Jasa Pemerintah Dalam Aplikasi

Lebih terperinci

BAB IV EFEKTIVITAS KEGIATAN PROMOSI PRODUK TABUNGAN PENDIDIKAN DI KJKS MANFAAT SURABAYA DALAM MENARIK MINAT PIHAK SEKOLAH

BAB IV EFEKTIVITAS KEGIATAN PROMOSI PRODUK TABUNGAN PENDIDIKAN DI KJKS MANFAAT SURABAYA DALAM MENARIK MINAT PIHAK SEKOLAH BAB IV EFEKTIVITAS KEGIATAN PROMOSI PRODUK TABUNGAN PENDIDIKAN DI KJKS MANFAAT SURABAYA DALAM MENARIK MINAT PIHAK SEKOLAH A. Kegiatan Pemasaran KJKS Manfaat Surabaya Pemasaran dalam sebuah lembaga atau

Lebih terperinci

Bab I Pendahuluan I 1 BAB I PENDAHULUAN

Bab I Pendahuluan I 1 BAB I PENDAHULUAN Bab I Pendahuluan I 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Tasikmalaya merupakan salah satu dari KPP yang ada di Indonesia yang bertugas mengelola administrasi pajak. Salah

Lebih terperinci

LAPORAN SKRIPSI. Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Berbasis Web pada SMA NU Al Ma ruf Kudus

LAPORAN SKRIPSI. Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Berbasis Web pada SMA NU Al Ma ruf Kudus LAPORAN SKRIPSI Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Berbasis Web pada SMA NU Al Ma ruf Kudus Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Program studi Sistem Informasi S-1

Lebih terperinci

7 SUMBER DAYA MANUSIA

7 SUMBER DAYA MANUSIA 7 SUMBER DAYA MANUSIA Dalam implementasi manajemen sumber daya manusia, kami menerapkan budaya sharing session sebagai bentuk aktivitas mempertajam nilai organisasi Perseroan. Pencapaian positif dalam

Lebih terperinci

PEMBUATAN WEB SEKOLAH PADA SMAN 4 TAMBUN SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL

PEMBUATAN WEB SEKOLAH PADA SMAN 4 TAMBUN SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL PEMBUATAN WEB SEKOLAH PADA SMAN 4 TAMBUN SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL Rizki Ramon ZR Abstrak Sejauh ini, SMA 4 Negeri Tambun Selatan belum menggunakan pengolahan secara manual dalam pendataan.

Lebih terperinci

KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID

KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID KETENTUAN DAN PERSYARATAN BLACKBERRY ID UNTUK MENDAPATKAN AKUN BLACKBERRY ID, SERTA DAPAT MENGAKSES LAYANAN YANG MENSYARATKAN ANDA UNTUK MEMILIKI AKUN BLACKBERRY ID, ANDA HARUS (1) MENYELESAIKAN PROSES

Lebih terperinci

Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai Baru Pada Pt. Kanasritex Semarang

Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai Baru Pada Pt. Kanasritex Semarang Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai Baru Pada Pt. Kanasritex Semarang Agustinus Tjahyono Widigdyo Anggara M. Abstract : Employee recruitment is a process of a company to obtain prospective employees

Lebih terperinci

APLIKASI MONITORING PERKEMBANGAN GIZI DAN TUMBUH KEMBANG BALITA PADA POSYANDU DAHLIA PUTRI INDIRA ANDRYANTI 41811010031

APLIKASI MONITORING PERKEMBANGAN GIZI DAN TUMBUH KEMBANG BALITA PADA POSYANDU DAHLIA PUTRI INDIRA ANDRYANTI 41811010031 APLIKASI MONITORING PERKEMBANGAN GIZI DAN TUMBUH KEMBANG BALITA PADA POSYANDU DAHLIA PUTRI INDIRA ANDRYANTI 41811010031 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA 2015

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI SERTIFIKASI LAIK SEHAT PADA DEPOT AIR MINUM DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN KUDUS BERBASIS WEB

SISTEM INFORMASI SERTIFIKASI LAIK SEHAT PADA DEPOT AIR MINUM DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN KUDUS BERBASIS WEB LAPORAN SKRIPSI SISTEM INFORMASI SERTIFIKASI LAIK SEHAT PADA DEPOT AIR MINUM DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN KUDUS BERBASIS WEB Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan program

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN APLIKASI PENYIMPANAN DAN TEMU KEMBALI DATA MULTIMEDIA.

RANCANG BANGUN APLIKASI PENYIMPANAN DAN TEMU KEMBALI DATA MULTIMEDIA. RANCANG BANGUN APLIKASI PENYIMPANAN DAN TEMU KEMBALI DATA MULTIMEDIA. Laporan Tugas Akhir Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Oleh: HAMID HANDOYO 41505110024 PROGRAM

Lebih terperinci

PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN PONOROGO DENGAN PHP DAN MySQL

PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN PONOROGO DENGAN PHP DAN MySQL PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN PONOROGO DENGAN PHP DAN MySQL SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Jenjang Strata Satu

Lebih terperinci

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA MANAJEMEN PRODUKSI PADA PT. TIRTA OSMOSIS SAMPURNA PALEMBANG M. FADHIL PRATAMA P.

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA MANAJEMEN PRODUKSI PADA PT. TIRTA OSMOSIS SAMPURNA PALEMBANG M. FADHIL PRATAMA P. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA MANAJEMEN PRODUKSI PADA PT. TIRTA OSMOSIS SAMPURNA PALEMBANG M. FADHIL PRATAMA P. 08 142 179 Diajukan Sebagai Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

KURIKULUM PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN. Distribusi Matakuliah Tiap Semester Disusun Sebagai Berikut:

KURIKULUM PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN. Distribusi Matakuliah Tiap Semester Disusun Sebagai Berikut: KURIKULUM PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN Program Studi (Prodi) Strata Satu (S1) Manajemen ABFI Institute Perbanas memiliki Kurikulum yang berbasis kompetensi dan disesuaikan dengan perkembangan dunia industri,

Lebih terperinci

Fungsi Library EX-word TextLoader

Fungsi Library EX-word TextLoader EW-ID2000 Kamus Elektronik EX-word Fungsi Library EX-word TextLoader Pedoman Pemakaian Pendahuluan Pedoman Pemakaian ini menjelaskan cara menggunakan software EX-word TextLoader dan fungsi Library Kamus

Lebih terperinci

PEDOMAN ETIKA DALAM BERHUBUNGAN DENGAN PARA SUPPLIER

PEDOMAN ETIKA DALAM BERHUBUNGAN DENGAN PARA SUPPLIER PEDOMAN ETIKA DALAM BERHUBUNGAN DENGAN PARA SUPPLIER 2 PALYJA GDF SUEZ - Pedoman Etika Dalam Berhubungan Dengan Supplier GDF SUEZ berjuang setiap saat dan di semua tempat untuk bertindak baik sesuai dengan

Lebih terperinci

Outletku Aplikasi Toko Online Facebook Gratis. Pengenalan, Instalasi & Cara Penggunaan (Quick Start)

Outletku Aplikasi Toko Online Facebook Gratis. Pengenalan, Instalasi & Cara Penggunaan (Quick Start) Outletku Aplikasi Toko Online Facebook Gratis Pengenalan, Instalasi & Cara Penggunaan (Quick Start) Terima Kasih Menggunakan Outletku Outletku adalah aplikasi "store front" atau aplikasi toko online berbasis

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN DESAIN

BAB IV ANALISA DAN DESAIN 26 BAB IV ANALISA DAN DESAIN 4.1 Identifikasi Masalah Sebelum proses analisa dilakukan, tahapan yang terlebih dahulu dilakukan adalah identifikasi permasalahan yang terdiri dari survey, wawancara kepada

Lebih terperinci