NASABAH BANK BCA DI SURABAYA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "NASABAH BANK BCA DI SURABAYA"

Transkripsi

1 PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN DAN PENGALAMAN TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN MOBILE BANKING DENGAN DIMEDIASI NIAT PENGGUNAAN MOBILE BANKING NASABAH BANK BCA DI SURABAYA ARTIKEL ILMIAH Oleh : Devvy Pisheila Pratiwi NIM : SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS S U R A B A Y A 2012

2 2

3 PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN DAN PENGALAMAN TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN MOBILE BANKING DENGAN DIMEDIASI NIAT PENGGUNAAN MOBILE BANKING NASABAH BANK BCA DI SURABAYA Devvy Pisheila Pratiwi STIE Perbanas Surabaya Perum. Gading Fajar I A1/22 Buduran Sidoarjo ABSTRACT The advancement of mobile technologies has provided an opportunity for financial providers in introducing new financial innovations. One of the emerging financial innovations introduced by financial providers is mobile banking. This study aims to find out acceptance technology banking with influenced the perception of usefulness, the perception of ease of use and experience. The method used in this study is to use multiple linear analysis with the help SPSS Data collection methods used are use to spread the survey questionnaire. Measurements using a Likert scale with a scale of one to five. The findings in this study is the presence of the influence of being significant perception usefulness against behaviour the use of, the presence of the influence of significant perception usefulness against intention tu use of as well found again the persence of the influence of not directly perception usefulness against behavior the use of through intention the use of. Key words: Mobile banking, Multiple regression analysis, Technology Acceptance Model (TAM). PENDAHULUAN Kemajuan dan perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mempengaruhi industri perbankan, seperti halnya mobile banking merupakan salah satu wujud dari perkembangan teknologi tersebut. Perangkat komunikasi merupakan salah satu contoh dari perkembangan teknologi yang pada saat ini juga dimanfaatkan oleh sektor perbankan. Para nasabah dapat melakukan transaksi dan layanan perbankan lainnya, kapan dan dimanapun mereka berada. Saat ini sudah banyak bank yang telah menyediakan akses mobile untuk mengetahui informasi keuangan. Kondisi tersebut merupakan salah satu perbaikan layanan terhadap nasabah, karena pada kenyataannya dalam melaksanakan transaksi perbankan setiap nasabah minimal membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit berada dalam antrian. Hal tersebut akan cenderung berdampak 1 merugikan bagi para nasabah jika waktu serta peluang bisnis mereka tersita hanya untuk bertransaksi di bank. Dengan tujuan meningkatkan pelayanan kepada nasabah disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, lembaga perbankan juga mulai menggunakan salah satu contoh dari perkembangan teknologi yaitu mobile banking. Mobile banking merupakan salah satu bentuk layanan yang disediakan oleh bank untuk memungkinkan nasabah melakukan traksaksi melalui ponsel telepon. Melalui mobile banking nasabah bank dapat digunakan untuk memeriksa saldo rekening, mereka, memonitor jangka waktu deposito, mengecek status kartu kredit serta pembayaran kartu kredit, pembayaran rekening listrik dan telepon dan transaksi lainnya. Mobile banking dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh nasabah yang memanfaatkan teknologi

4 tersebut sehingga sangat efisien digunakan untuk transaksi keuangan. Mobile banking merupakan salah satu pelayanan yang sebagian besar diminati oleh nasabah, untuk itu perlu dilakukan studi pada nasabah terhadap pemanfaatan serta respon mereka dengan adanya sistem transaksi melalui mobile banking. Selain itu, mobile banking dapat pula digunakan untuk mengecek status kartu kredit, perubahan data dalam pesan dan maupun pencarian lokasi ATM. Kemudian jasa konten lain yang ditawarkan, seperti informasi umum mengenai berita terkini, maupun prakiraan cuaca dan sebagainya sehingga selayaknya mobile banking merupakan sarana yang cukup memadai dalam hal melakukan berbagai transaksi dengan cara yang lebih mudah. Mobile banking merupakan perangkat komunikasi dan salah satu bagian dari strategi bank guna untuk meningkatkan pelayanan bank. Sehingga, bank selalu dituntut untuk dapat memberikan sesuatu yang berharga dan dapat memberikan kesan tersendiri kepada nasabahnya. Layanan perbankan tersebut juga harus dilakukan secara terus menerus tanpa henti. Mobile Banking (yang juga dikenal sebagai M-Banking, SMS-banking, dan lain sebaginya) merupakan sebuah terminal yang digunakan sebagai performing balance checks, transaksi keuangan, pembayaran dan sebagainya. Dengan menggunakan alat bergerak seperti mobile phone. Mobile banking saat ini kebanyakan ditunjukkan via SMS atau Mobile Internet tetapi dapat juga menggunakan program pendownload mobile device (Buse dan Tiwari, 2007). Jasa mobile banking memiliki produk-produk seperti smsbanking, mobile phone banking dan lain sebagainya. Jasa mobile banking merupakan modifikasi dari layanan internet banking yang menghubungkan bank dengan klien dari jarak jauh melalui jaringan internet. Kedua tipe tersebut mempunyai manfaat bagi bank, yakni dapat menurunkan biaya transaksi bank itu sendiri. Dari poin diatas, dapat diartikan bahwa layanan mobile banking dapat mengoperasikan layanan bank melalui mobile device (Mallat, Rossi, dan Tuunainen:2004:93). Berdasarkan ungkapan Kepala Divisi Pengembangan Dana dan Jasa BCA Ina Suwandi, dalam detikfinance pada 12 Oktober 2011 mengatakan sampai saat ini total rekening nasabah BCA mencapai 9,7 juta dimana 2,3 juta rekening telah memanfaatkan fasilitas mobile banking (m- BCA). Untuk tahun 2011 ini terdapat beberapa bank yang memiliki performa terbaik dalam layanan mobile banking. Berikut tabelnya: Tabel 1 PERFORMA TERBAIK MOBILE BANKING 9 BANK Keterangan Nilai (%) Peringkat Danamon 100,00 100,00 1 Bukopin 97,25 99,42 2 BRI 93,43 98,96 3 BCA 95,25 97,80 4 Mandiri 95,25 97,80 4 Permata Bank 92,88 97,74 5 CIMB Niaga 96,00 96,88 6 Panin Bank 89,72 94,84 7 CitiBAnk 84,33 63,56 8 Sumber: MRI, diolah kembali oleh Biro Riset InfoBank, Mei 2011 Jika dilihat dari statistik penggunaannya bahwa performa layanan mobile banking Bank BCA berada pada peringkat empat. Dan untuk jumlah rekening yang memanfaatkan layanan mobile banking relatif lebih kecil dari total seluruh rekening nasabah bank. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan, apakah pemanfaatan dan kemudahan teknologi mobile banking yang kurang diminati ataukah ada faktor-faktor lain 2

5 yang mendasari nasabah sehingga sulit menerima keberadaan teknologi tersebut. Berdasarkan penjelasan diatas, penelitian ini ditunjukkan untuk mengetahui bagaiman pengaruh manfaat, kemudahan penggunaan, pengalaman serta niat penggunaan mobile banking berperan dalam penerimaan dan penggunaan layanan mobile banking di Bank BCA Surabaya KERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS Model Penerimaan Teknologi Model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model atau TAM) merupakan suatu model penerimaan sistem teknologi informasi yang akan digunakan oleh pemakai. Model penerimaan teknologi atau technology acceptance model (TAM) ini dikembangkan oleh Davis et al. (1989). Tujuan dari TAM adalah untuk menyediakan sebuah penjelasan secara umum mengenai hal-hal yang menentukan penerimaan teknologi dan TAM diharapkan mampu menjelaskan perilaku pengguna dalam rentang yang lebar pada pengguna akhir dan populasi pengguna. Dua konstruk utama pada TAM ini adalah persepsi manfaat (perceived usefullnes) dan persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use). TAM beragumentasi bahwa penerimaan individual terhadap sistem teknologi informasi ditentukan oleh dua konstruk tersebut (Jogiyanto, 2007: ). Persepsi manfaat (perceived usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) keduanya mempunyai pengaruh ke niat perilaku (behavioral intention). Pemakai teknologi akan mempunyai niat menggunakan teknologi (minat perilaku) jika merasa sistem teknologi bermanfaat dan mudah digunakan. Persepsi manfaat juga mempengaruhi persepsi kemudahan penggunaan tetapi tidak sebaliknya. Pemakai sistem akan menggunakan sistem jika sistem tersebut bermanfaat baik serta mudah digunakan. Penelitian yang dilakukan oleh Szajna (1994) menemukan bahwa konstruk persepsi manfaat (perceived usefulness) dan konstruk persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) signifikan untuk menjelaskan sikap terhadap penggunaan sistem, minat menggunakan sistem, pemakaian sistem dilaporkan, dan pemakaian sistem diprediksi. Penelitian-penelitian TAM sudah banyak sekali dilakukan. Penelitian ini menerapkan TAM ke beberapa pengguna teknologi, situasi, dan individu subyek pemakainya yang berbeda. Pemakai-pemakai sistem berbagai subyek di penelitian-penelitian TAM juga beraneka ragam. Persepsi Manfaat Persepsi manfaat (perceived usefulness) didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan meningkatkan pekerjaannya (Jogiyanto, 2007:114). Dari definisinya, diketahui bahwa persepsi manfaat merupakan suatu kepercayaan tentang proses pegambilan keputusan. Dengan demikian jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi berguna maka dia akan menggunakannya. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa konstruk persepsi manfaat memepengaruhi secara positif dan signifikan terhadap penggunaan sistem informasi (Davis, 1989; Chau, 1996; Igbaria et al., 1997; Sun, 2003). Penelitian-penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa persepsi manfaat merupakan konstruk yang paling banyak signifikan dan penting yang mempengaruhi sikap, minat, dan perilaku di dalam menggunakan teknologi dibandingkan dengan konstruk lainnya. Konstruk persepsi manfaat dibentuk dari banyak item. Davis (1989) menggunakan 6 buah item untuk membentuk konstruk ini, yang pertama dapat bekerja lebih cepat, dapat meningkatkan kinerja dalam pekerjaan, dapat meningkatkan 3

6 produktivitas, lebih efektif, membuat pekerjaan lebih mudah dan bermanfaat. Persepsi Kemudahan Penggunaan Perceived ease of use atau persepsi kemudahan penggunaan didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha. Jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi mudah untuk digunakan maka dia akan menggunakannya. Persepsi kemudahan penggunaan ini juga merupakan suatu kepercayaan tentang proses pengambilan keputusan menurut (Jogiyanto, 2007:115). Davis et al. (1989) mendefinisikan persepsi kemudahan sebagai tingkat keyakinan seseorang bahwa dalam menggunakan sistem tertentu tidak diperlukan usaha yang keras. Meskipun usaha menurut setiap orang berbeda-beda tetapi pada umumnya untuk menghindari penolakan dari pengguna sistem atas sistem yang dikembangkan, maka sistem harus mudah diaplikasikan oleh pengguna tanpa mengeluarkan usaha yang di anggap memberatkan. Konstruk persepsi kemudahan penggunaan juga dibentuk dari banyak item. Davis (1989) juga menggunakan 6 buah item untuk membentuk konstruk ini, yang pertama mudah dipelajari, dapat dikendalikan, jelas dan dapat dimengerti, fleksibel, mudah sehingga menjadi mahir dan mudah digunakan. Mengacu pada Fusiler dan Durlabhji (2005:246) yang menyatakan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi kemudahan penggunaan adalah merasakan kemudahan dalam menggunakan teknologi guna untuk melakukan kegiatan yang diinginkan, dapat berinteraksi dengan jelas dan dapat dimengerti, teknologi yang mudah digunakan, berinteraksi dengan teknologi mobile banking tidak memerlukan usaha yang besar. Pengalaman Pengalaman (experience) secara umum merupakan peristiwa atau kejadian yang pernah dialami (dijalani, dirasakan, ditangung, dll) oleh setiap individu. Pada penelitian Taylor dan Todd (1995) juga menemukan perbedaan yang signifikan antara pemakai sistem yang berpengalaman dan mereka yang belum berpengalaman dalam menentukan untuk menggunakan sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini juga menemukan persepsi manfaat merupakan penentu yang paling kuat mempengaruhi minat perilaku untuk grup yang kurang berpengalaman. Sedang pengaruh minat perilaku ke perilaku (pemakaian sesungguhnya) dari sistem lebih kuat untuk pemakai yang berpengalaman dibandingkan dengan pemakai yang belum berpengalaman. Hasil penelitian Szajna (1996) menemukan sewaktu individual menjadi lebih berpengalaman dengan teknologi informasi, konstruk persepsi manfaat mempengaruhi tidak hanya ke minat tetapi juga langsung ke perilaku menggunakannya. Niat Penggunaan Intention to use atau minat perilaku merupakan suatu keinginan (minat) seseorang untuk melakukan suatu perilaku tertentu. Seseorang akan melakukan suatu perilaku jika mempunyai keinginan atau minat untuk melakukannya (Jogiyanto, 2007:116). Minat atau intensi adalah keinginan untuk melakukan suatu perilaku. Menurut hasil penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa minat perilaku merupakan prediksi yang baik dari penggunaan teknologi oleh pemakai sistem (Davis et al., 1989; Taylor dan Todd, 1995; Venkatesh dan Davis, 2000). Menurut Fusilier dan Durlabhji (2005, 246) menyebutkan ada dua item pernyataan untuk mengukur niat penggunaan, yang pertama dengan asumsi memiliki akses mobile banking, nasabah berminat menggunakannya, yang kedua 4

7 setelah memiliki akses mobile banking nasabah diprediksi akan menggunakannya. Niat merupakan suatu keinginan yang belum dilakukan. Dapat diasumsikan bahwa niat yang tinggi akan mempengaruhi perilaku yang tinggi pula. Tetapi tidak ada kemungkinan juga bisa terjadi niat dapat mempengaruhi sikap dan sebaliknya jika seseorang sudah bersikap belum tentu berniat oleh karena itu, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Perilaku Penggunaan Mobile Banking Perilaku merupakan totalitas penghayatan dan aktivitas, yang merupakan hasil akhir jalinan yang saling mempengaruhi antara berbagai macam gejala seperti perhatian, pengamatan, pikiran, ingatan, dan fantasi. (Notoatmodjo, 2003 : 135). Menurut Skinner dalam Notoatmodjo (1997), mengemukakan bahwa perilaku merupakan hasil hubungan antara rangsangan (stimulus) dan tanggapan (respon). Sedangkan menurut Taufik (2007), perilaku merupakan suatu kegiatan atau kegiatan organisme makhluk hidup yang bersangkutan. Davis (1989) menggunakan pengukuran pemakaian sesungguhnya, dan Igbaria et al, (1995) menggunakan pengukuran pemakaian persepsian yang diukur sebagai jumlah waktu yang digunakan untuk berinteraksi dengan suatu tekonologi dan frekuensi penggunaannya (Jogiyanto, 2007:117). Konsep Mobile Banking Mobile Banking (yang juga dikenal sebagai M-Banking, SMS-banking, dan lain sebaginya) merupakan sebuah terminal yang digunakan sebagai performing balance checks, transaksi keuangan, pembayaran dan sebagainya. Dengan menggunakan alat bergerak seperti mobile phone, mobile banking saat ini kebanyakan ditunjukkan via SMS atau Mobile Internet tetapi dapat juga menggunakan program pendownload mobile device (Buse dan Tiwari, 2007). Jasa mobile banking memiliki produk-produk seperti smsbanking, mobile phone banking dan lain sebagainya. Jasa mobile banking merupakan modifikasi dari layanan internet banking yang menghubungkan bank dengan klien dari jarak jauh melalui jaringan internet. Kedua tipe tersebut mempunyai manfaat bagi bank, yakni dapat menurunkan biaya transaksi bank itu sendiri. Dari poin diatas, dapat diartikan bahwa layanan mobile banking dapat mengoperasikan layanan bank melalui mobile device (Mallat, Rossi, dan Tuunainen:2004:93). Mobile banking secara umum saat ini dapat digolongkan menjadi 3 golongan, yang pertama bersifat informational (bersifat memberi informasi). Di dalam sistem ini, hanya memuat informasi mengenai produkproduk dan layanan-layanan yang dimiliki oleh suatu bank. Risiko dari sistem ini tergolong cukup rendah, karena sistem ini sama sekali tidak terhubung dengan server utama dan jaringan yang ada di bank, tetapi hanya terhubung dengan server hosting situs. Risiko yang mungkin terjadi ialah pengubahan isi dari situs di internet (atau sering dikenal dengan istilah deface). Hal ini tidak membahayakan keseluruhan sistem dari bank tersebut, tetapi akan dapat mengacaukan informasi yang ada di situs bank yang bersangkutan. Yang kedua communicative (bersifat komunikatif), tipe yang kedua ini lebih bersifat interaktif dibandingkan dengan tipe yang pertama. Pada tipe sistem ini, dimungkinkan terjadinya interaksi antara konsumen (nasabah) dengan sistem yang ada di bank. Interaksi itu dapat berupa informasi saldo, laporan transaksi, pengubahan data pribadi nasabah, maupun formulir-formulir keanggotaan layanan dari bank yang bersangkutan. Dilihat dari cara kerjanya, risiko dari sistem ini jelas lebih besar dibandingkan dengan yang pertama. Hal ini dikarenakan adanya hubungan antara nasabah dengan beberapa server di jaringan di bank. 5

8 Untuk itu diperlukan pengawasan dan penjagaan lebih di sistem ini, untuk mencegah penyusup maupun program-program yang dapat merusak sistem seperti virus, trojan, dan lain-lain. Yang ketiga transactional (dapat melakukan transaksi), tipe yang terakhir merupakn tipe yang paling lengkap dibandingkan dengan tipe-tipe yang lain, dan pada umumnya juga memuat sistem pada dua tipe sebelumnya. Pada sistem di tipe yang ketiga ini, nasabah dimungkinkan untuk melakukan transaksi secara langsung. Karena sistem ini memiliki jalur langsung ke server utama dan jaringan yang ada di bank, maka risiko yang dimiliki sistem ini juga cukup besar, paling besar dibandingkan dengan dua tipe sebelumnya. Oleh sebab itu, kontrol yang ketat diperlukan di dalam sistem ini. Transaksi yang dapat dilakukan di sistem ini dapat meliputi akses langsung ke account di bank, seperti informasi saldo ataupun transaksi terakhir, pembayaran tagihan, transfer dana, isi ulang pulsa, dan lain-lain. Dalam kerangka pemikiran ini akan digambarkan bahwa dalam perilaku penggunaan mobile banking seseorang akan dipengaruhi oleh persepsi kemudahan, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman dengan dimediasi niat penggunaan. untuk lebih jelasnya dapat dijelaskan dalam gambar berikut ini: Gambar 1 KERANGKA PEMIKIRAN Berdasarkan pada latar belakang dan rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini maka dapat disusun hipotesis penelitian adalah sebagai berikut : H1 : persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap perilaku penggunaan mobile banking bagi nasabah Bank BCA di Surabaya. H2 : persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap niat penggunaan mobile banking bagi nasabah Bank BCA di Surabaya. H3 : persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman penggunaan secara signifikan mempengaruhi perilaku penggunaan mobile banking dengan dimediasi niat penggunaan mobile banking bagi nasabah Bank BCA di Surabaya. METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Tujuan Penelitian, penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dan mampu menjelaskan karakteristik variabel yang diteliti (Uma Sekaran 2009: 158). Serta menjelaskan mengenai hubungan yang terjadi diantara variabel-variabel yang diteliti. Persepsi Manfaat (X 1 ) Persepsi Kemudahan Penggunaan (X 2 ) H2 Niat penggunaan (Z) H3 Perilaku Penggunaan (Y) Pengalaman (X 3 ) H1 Sumber: Fusilier and Durlabjhi (2005) 6

9 Penelitian ini juga merupakan penelitian kausal, penelitian kausal adalah penelitian yang menguji hipotesis - hipotesis dan memungkinkan adanya hubungan sebab akibat (Uma Sekaran 2009 : 164). Sumber data, sumber data untuk penelitian ini adalah dengan menggunakan data primer. Karena data primer dapat dikumpulkan sendiri dari perorangan atau organisasi secara langsung. Metode pengumpulan data, metode yang digunakan adalah metode survey. Metode survey adalah dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang diberikan ke responden dan dirancang untuk menghasilkan informasi secara spesifik (Maholtra 2009 : 196). Metode analisis data, metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda serta mediasi Baron and Kenny analisis dengan menggunakan SPSS V 11.5 Identifikasi Variabel Berdasarkan latar belakang masalah, rumusan masalah dan model analisis maka variabel yang diukur adalah sebagai berikut: Variabel Independen. - Persepsi Manfaat - Persepsi Kemudahan Penggunaan - Pengalaman Variabel Dependen. - Perilaku Pengunaan Mobile Banking Variabel Mediasi. - Niat Penggunaan Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel, Adapun definisi operasional dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Variabel Independen Persepsi manfaat merupakan persepsi yang mengukur sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan meningkatkan pekerjaannya. Pengukuran persepsi manfaat dilakukan dengan menggunakan 4 (empat) pertanyaan yang menggambarkan manfaat yang dirasakan nasabah ketika menggunakan layanan mobile banking. Persepsi kemudahan penggunaan merupakan persepsi yang mengukur sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha. Jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi mudah untuk digunakan maka dia akan menggunakannya. Pengukuran persepsi kemudahan penggunaan menggunakan 4 (empat) pertanyaan yang menggambarkan layanan mobile banking dalam hal penggunaan tidak dibutukan usaha yang keras. Pengalaman merupakan peristiwa atau kejadian yang pernah dialami oleh setiap individu, yang mengukur bahwa sewaktu individual menjadi lebih berpengalaman dengan teknologi informasi, maka minat individual tersebut lebih kuat untuk menggunakan teknologi. Pengukuran pengalaman menggunakan 7 (tujuh) pertanyaan yang menggambarkan nasabah yang lebih berpengalaman akan lebih berminat menggunakan layanan mobile banking. Variabel Dependen Perilaku penggunaan mobile banking. Perilaku merupakan totalitas penghayatan dan aktivitas yang merupakan hasil akhir jalinan yang saling mempengaruhi antara berbagai macam gejala seperti perhatian, pengamatan dan pikiran. Pengukuran perilaku penggunaan mobile banking menggunakan 3 (tiga) pertanyaan yang menggambarkan jumlah waktu yang digunakan untuk berinteraksi dengan suatu teknologi dan frekuensi penggunaannya. Variabel Mediasi Niat penggunaan merupakan suatu keinginan seseorang untuk melakukan suatu perilaku tertentu. Seseorang akan melakukan suatu perilaku jika mempunyai keinginan atau minat untuk melakukannya. Minat atau intensi adalah keinginan untuk melakukan suatu perilaku. Pengukuran niat penggunaan menggunakan 2 (dua) pertanyaan yang 7

10 menggambarkan bahwa niat yang tinggi akan mempengaruhi perilaku yang tinggi pula. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah Bank BCA di wilayah Surabaya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 (seratus) responden. Responden yang dimaksud adalah nasabah yang menggunakan mobile banking. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling bahwa responden yang diambil berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria tersebut adalah (1) Bank BCA yang ada di Surabaya, (2) nasabah Bank BCA di Surabaya yang menggunakan mobile banking. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Uji regresi linier Tujuan analisis ini untuk mengetahui apakah arah dari masing masing anak panah menunjukkan hubungan yang signifikan dalam model. Hipotesis 1 Y = α + β1x1 + β2x2 + β3x3 + e1 Hipotesis 2 Z = α + β4x1 + β5 X2 + β6 X3 + e2 Hipotesis 3 Y = α + β7x1 + β8x2 + β9x3 + β10z + e3 α = konstanta β1 β10 = koefisien regresi e = kesalahan baku X1 = persepsi manfaat X2 = persepsi kemudahan penggunaan X3 = pengalaman Y = perilaku penggunaan Z = niat Penggunaan Hasil pengumpulan kuisioner responden pada nasabah bank BCA yaitu pada jumlah responden pengguna layanan mobile banking yang berjenis kelamin laki laki sebesar 52 orang, dan sisanya sebesar 48 orang merupakan responden perempuan. Untuk usia responden yang menrupakan nasabah bank BCA yang menggunakan mobile banking terdiri dari usia < 20 tahun dengan jumlah responden sebesar 10 orang, untuk usia tahun sebanyak 64 orang, lalu untuk responden yang berusia > 31 tahun sebanyak 26 orang. Jumlah responden kelompok usia yang paling besar adalah usia tahun yaitu sejumlah 64 orang dari keseluruhan responden. Kemudian untuk pekerjaan dari nasabah bank BCA pengguna mobile banking yaitu (4%) responden yang berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa, responden yang berprofesi sebagai pegawai negeri sebesar (19%), responden yang berprofesi sebagai pegawai swasta sebesar (75%), dan responden yang berprofesi sebagai wiraswasta sebesar (2%). Deskripsi Variabel Berikut tanggapan responden atas butir butir pernyataan dalam kuisioner tentang manfaat, kemudahan penggunaan, pengalaman, niat penggunaan dan perilaku penggunaan mobile banking. Persepsi Manfaat Tanggapan responden terhadap variabel persepsi manfaat, secara keseluruhan lebih banyak menyatakan sangat setuju bahwa layanan mobile banking memberikan kemanfaatan yang tinggi bagi responden terutama untuk meningkatkan kinerja, mempercepat penyelesaian pekerjaan dan meningkatkan efisiensi waktu kerja. Persepsi Kemudahan Penggunaan Tanggapan responden terhadap variabel kemudahan penggunaan, secara keseluruhan lebih banyak menyatakan sangat setuju bahwa dalam menggunakan mobile banking begitu mudah dan tidak diperlukan usaha yang keras. Pengalaman Tanggapan responden terhadap variabel pengalaman, secara keseluruhan lebih banyak menyatakan sering, yang artinya bahwa responden sering menggunakan mobile banking setiap bulannya. Berdasarkan 8

11 tanggapan responden skor tertinggi menunjukkan nasabah paling sering memanfaatkan moble banking untuk keperluan transfer antar rekening. Niat Penggunaan Tanggapan responden terhadap variabel niat penggunaan, secara keseluruhan lebih banyak menyatakan setuju bahwa jika seorang responden memiliki peluang untuk mengakses mobile banking maka responden tersebut berminat untuk memanfaatkan mobile banking. Perilaku Penggunaan Tanggapan responden terhadap variabel perilaku penggunaan, secara keseluruhan lebih banyak menyatakan sering menggunakan layanan mobile banking untuk melakukan transaksi perbankan. Model Pengukuran Penelitian ini menggunakan 20 item pertanyaan yang mengukur pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman dengan dimediasi niat penggunaan mobile banking terhadap perilaku penggunaan mobile banking bagi nasabah bank BCA di Surabaya. Uji Validitas dan Reliabilitas Validitas digunakan untuk mengukur sah atau valiud tidaknya suatu kuisoner. Kuisioner dapat dikatakan valid ketika pertanyaannya mampu untuk mengungkapkan suatu variabel yang diukur. Validitas mengukur apakah pertanyaan dalam kuisioner sudah dibuat dengan benar dan dapat mengukur apa yang akan diukur. Proses pengukurannya adalah Angka korelsi berkisar antara -1 s/d +1. Semakin mendekati 1 maka korelasi semakin mendekati sempurna. Uji validitas penelitian dapat ditentukan bahwa nilai korelasi product moment berkisar antara 0,8. Hasil tersebut mengidentifikasikan bahwa 20 item pertanyaan pada kuisioner dapat dinyatakan valid, karena nilainya lebih besar dari 0.05 dan korelasi signifikasi pada level 0,01 berdasarkan output dari SPSS. Suatu kuisioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini untuk mengukur reliabilitas menggunakan Cronbach s Alpha (α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60. Dari Hasil uji reliabilitas dapat diketahui bahwa nilai alpha dari pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, pengalaman, niat penggunaan dan perilaku penggunaan mobile banking dapat dinyatakan reliable karena lebih besar dari 0,6. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan dengan metode regresi linier dan uji regresi mediasi melalui Baron and Kenny dengan bantuan SPSS V hal tersebut dilakukan untuk mengetahui pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap perilaku penggunaan mobile banking bagi nasabah Bank BCA di Surabaya, kemudian untuk mengetahui persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap niat penggunaan mobile banking bagi nasabah Bank BCA di Surabaya. Kemudian untuk uji regresi mediasi melalui Baron and Kenny digunakan untuk mengetahui apakah persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman penggunaan secara signifikan mempengaruhi perilaku penggunaan mobile banking dengan dimediasi niat penggunaan mobile banking bagi nasabah Bank BCA di Surabaya. Adapun hasil dari pengujian hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut regresi linier pada masing masing model analisis : Y = X X X3 + e1 Konstanta (α) memiliki nilai sebesar menyatakan bahwa bila variabel persepsi manfaat, variabel kemudahan penggunaan, 9

12 pengalaman dianggap konstan maka variabel perilaku pengguna sebesar satu satuan nilai. Koefisien regresi (β1) memiliki nilai sebesar untuk variabel persepsi manfaat. Jadi dapat diketahui setiap penambahan satu satuan nilai variabel persepsi manfaat akan menaikkan perilaku penggunaan sebesar satu satuan nilai dengan asumsi variabel yang lain konstan. Koefisien regresi (β2) memiliki nilai sebesar untuk variabel persepsi kemudahan penggunaan. Jadi dapat diketahui setiap penambahan satu satuan nilai variabel persepsi kemudahan penggunaan akan menaikkan perilaku penggunaan sebesar satu satuan nilai dengan asumsi variabel yang lain konstan. Koefisien regresi (β3) memiliki nilai sebesar untuk pengalaman. Jadi dapat diketahui setiap penambahan satu satuan nilai variabel pengalaman akan menaikkan perilaku penggunaan sebesar satu satuan nilai dengan asumsi variabel yang lain konstan. Z = X X X3 + e2 Konstanta (α) memiliki nilai sebesar menyatakan bahwa bila variabel bebas dianggap konstan, maka variabel niat penggunaan sebesar satu satuan nilai. Koefisien regresi (β4) memiliki nilai sebesar untuk variabel persepsi manfaat. Jadi dapat diketahui setiap penambahan satu satuan nilai variabel persepsi manfaat akan menaikkan niat penggunaan sebesar satu satuan nilai dengan asumsi variabel yang lain konstan. Koefisien regresi (β5) memiliki nilai sebesar untuk variabel persepsi kemudahan penggunaan. Jadi dapat diketahui setiap penambahan satu satuan nilai variabel kemudahan penggunaan akan menaikkan niat penggunaan sebesar satu satuan nilai dengan asumsi variabel yang lain konstan. Koefisien regresi (β6) memiliki nilai sebesar untuk variabel pengalaman. Jadi dapat diketahui setiap penambahan saru satuan nilai variabel pengalaman akan menaikkan niat penggunaan sebesar satu satuan nilai dengan asumsi variabel yang lain konstan. Y = X X X Z + e3 Konstanta (α) memiliki nilai sebesar menyatakan bahwa bila variabel bebas dianggap konstan, maka variabel perilaku pengguna sebesar satu satuan nilai. Koefisien regresi (β7) memiliki nilai sebesar untuk variabel persepsi manfaat. Jadi dapat diketahui setiap penambahan satu satuan nilai variabel persepsi manfaat akan menaikkan variabel perilaku penggunaan sebesar satu satuan nilai dengan asumsi variabel yang lain konstan. Koefisien regresi (β8) memiliki nilai sebesar untuk variabel persepsi kemudahan penggunaan. Jadi dapat diketahui setiap penambahan satu satuan nilai variabel persepsi kemudahan penggunaan akan menurunkan variabel perilaku penggunaan sebesar satu satuan nilai dengan asumsi variabel lain konstan. Koefisien regresi (β9) memiliki nilai sebesar untuk variabel pengalaman. Jadi dapat diketahui setiap penambahan satu satuan nilai variabel pengalaman akan menurunkan variabel perilaku penggunaan sebesar satu satuan nilai dengan asumsi variabel lain konstan. Koefisien regresi (β10) untuk niat penggunaan sebesar untuk variabel niat penggunaan. Jadi dapat diketahui setiap penambahan satu satuan nilai variabel niat penggunaan akan menaikkan perilaku penggunaan sebesar dari variabelvariabel yang ada dengan asumsi variabel yang lain konstan. Mediasi parsial terjadi jika persamaan 1, 2 dan 3 signifikan serta β7, β8, β9 < β1, β2, β3 (Baron and Kenny., 1986). Perfect atau complete mediation terjadi bila persamaan 1 dan 2 signifikan tetapi variabel independen pada persamaan 3 berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel dependen, setelah memasukkan variabel mediator dalam analisis regresi. 10

13 Koefisien Determinasi (Adjused R 2 ) Dapat diketahui bahwa nilai R 2 untuk model pertama adalah atau 16% itu artinya pada model pertama dapat diketahui bahwa variabel bebas yaitu persepsi manfaat, kemudahan penggunaan dan pengalaman hanya dapat memberikan kotribusi sebesar 16% secara bersama-sama terhadap perilaku pengguna mobile banking. Sedangkan sisanya 84% dikontribusi atau dipengaruhi faktor yang lain. Koefisien korelasi berganda digunakan untuk mengukur keeratan hubungan secara simultan antara variabel persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman terhadap perilaku penggunaan mobile banking nasabah bank BCA di Surabaya. Diketahui bahwa nilai R 2 untuk model kedua adalah sebesar atau 18% yang artinya variabel bebas yaitu persepsi manfaat, kemudahan penggunaan dan pengalaman hanya dapat memberikan kotribusi sebesar 18% terhadap niat penggunaan mobile banking. Sedangkan sisanya 82% dikontribusi atau pengaruhi oleh faktor lain. Koefisien korelasi berganda digunakan untuk mengukur keeratan hubungan secara simultan antara variabel persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman terhadap perilaku penggunaan mobile banking nasabah bank BCA di Surabaya. Untuk model yang ketiga diketahui bahwa nilai R 2 adalah sebesar 0,532 atau 53% yang berarti bahwa sumbangan atau kontribusi dari persepsi manfaat, kemudahan penggunaan serta pengalaman secara bersama-sama terhadap perilaku penggunaan mobile banking dengan niat penggunaan sebagai variabel mediasi adalah cukup besar dibandingkan nilai R 2 pada model satu dan dua. Sedangkan sisanya 47% dikontribusi oleh faktor lainnya. Koefisien korelasi berganda ditunjukkan dengan (R) sebesar 0,729 atau 72% yang mengindikasikan bahwa korelasi atau hubungan antara variabel persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan serta pengalaman secara bersama-sama terhadap perilaku penggunaan mobile banking dengan niat penggunaan sebagai variabel mediasi memiliki hubungan yang erat. Uji F Uji F pada dasarnya menunjukan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama sama terhadap variabel dependen/terikat (Ghozali, 2011 ; 98). Perhitungan signifikasi pada uji F di hitung berdasarkan F hitung diperoleh dari SPSS V 11.5 yang telah dicantumkan pada masing-masing tabel yang dibandingkan dengan F tabel dan dengan signifikasi sebesar 0.05 atau 5 % yang dibandingkan dengan tingkat signifikasi dari hasil SPSS V Penarikan kesimpulan untuk diterima atau ditolaknya hipotesis dapat diketahui ketika F hitung lebih besar atau sama dengan F Tabel atau nilai probabilitas (sig F) lebih kecil dibandingkan dengan taraf signifikansi sebesar 5%, maka H 0 ditolak dan H1 diterima artinya variabel bebas secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel tergantung. Hipotesis pertama dapat diketahui dan dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima karena dapat di jabarkan bahwa F hitung > F tabel pada tingkat signifikasi 5% maka hasil ini menunjukkan bahwa variabel bebas yang terdiri dari persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan serta pengalaman secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan mobile banking nasabah bank BCA di Surabaya. Kemudian untuk hipotesis ke dua dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima karena dapat di jabarkan bahwa F hitung > F tabel pada tingkat signifikasi 5% hasil ini menunjukkan bahwa variabel bebas yang terdiri dari persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan serta pengalaman secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan mobile banking nasabah bank 11

14 BCA di Surabaya. Setelah itu untuk hipotesis yang ketiga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima karena dapat di jabarkan bahwa F hitung > F tabel pada tingkat signifikasi 5% hasil ini menunjukkan bahwa variabel bebas yang terdiri dari persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan serta pengalaman secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan mobile banking dengan dimediasi niat penggunaan mobile banking nasabah bank BCA di Surabaya. UJI T Hasil Uji t ini digunakan untuk menyimpulkan apakah secara parsial variabel bebas dan mediasi berpengaruh signifikan terhadap variabel tergantung. Perhitungan signifikasi pada uji t yaitu dengan membandingkan nial t hitung dengan t tabel serta nilai probabilitas (sig t) yang dibanding dengan taraf signifikansi (α ) sebesar 5 % dua sisi. Variabel kepuasan yang berpengaruh secara parsial memiliki nilai signifikansi sebesar 5% dengan dua sisi (α/2= 0,025) terhadap variabel terikat. Nilai t hitung, didapat dengan bantuan dari SPSS V Penarikan kesimpulan untuk diterima atau ditolaknya suatu hipotesis dapat diketahui jika t hitung lebih besar t tabel atau t hitung lebih kecil t tabel akan nilai probabilitas (sig t) lebih kecil dibanding dengan taraf signifikansi (α ) sebesar 5 % dengan dua sisi (α/2= 0,025) terhadap variabel maka H 0 ditolak dan H 1 diterima artinya variabel bebas secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel tergantung. Atau jika t tabel lebih kecil t hitung atau t hitung lebih kecil t tabel atau nilai probabilitas (sig t) lebih besar dibandingkan dengan taraf signifikansi (α ) sebesar 5 %, dengan dua sisi (α/2= 0,025) terhadap variabel maka H 0 diterima dan H 1 ditolak artinya variabel bebas secara parsial memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel tergantung. Hipotesis pertama dapat diketahui hasil bahwa untuk variabel persepsi manfaat berpengaruh terhadap perilaku penggunaan mobile banking nasabah Bank BCA Surabaya diterima, untuk variabel kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap perilaku penggunaan mobile banking nasabah Bank BCA di Surabaya ditolak, untuk variabel pengalaman berpengaruh terhadap perilaku penggunaan mobile banking nasabah Bank BCA di Surabaya ditolak. Kemudian untuk hipotesis ke dua dapat diketahui bahwa variabel persepsi manfaat berpengaruh terhadap niat penggunaan mobile banking nasabah Bank BCA Surabaya diterima, untuk variabel kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap niat penggunaan mobile banking nasabah Bank BCA di Surabaya ditolak, untuk variabel pengalaman berpengaruh terhadap niat penggunaan mobile banking nasabah Bank BCA di Surabaya ditolak. Setelah itu untuk hipotesis yang ketiga menunjukkan bahwa variabel mediasi (niat penggunaan) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (perilaku penggunaan mobile banking), yang ditunjukkan dengan t hitung sebesar 8,572 (lebih besar dari t table) dan signifikansi 0,000 (lebih kecil dari α=0,050). Hal tersebut berarti bahwa setelah memasukkan variabel medasi (niat penggunaan mobile banking), seluruh variabel independen menjadi tidak signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi perfect/complete mediation untuk variabel persepsi manfaat. Variabel persepsi manfaat berpengaruh terhadap perilaku penggunaan mobile banking dengan dimediasi oleh niat penggunaan mobile banking. Dari hasil analisis statistik yang telah dilakukan diatas menunjukkan bahwa pada hipotesis pertama yaitu pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap perilaku penggunaan mobile banking bagi nasabah 12

15 Bank BCA di Surabaya ditolak. Karena hanya variabel persepsi manfaat yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan mobile banking nasabah bank BCA Surabaya. Hal ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Davis, 1989; Chau, 1996; Igbaria et al., 1997; Sun, 2003) menyebutkan bahwa persepsi manfaat merupakan konstruk yang paling banyak signifikan dan penting yang mempengaruhi perilaku di dalam menggunakan teknologi dibandingkan dengan konstruk lainnya. Hal ini dimungkinkan karena sebagian besar responden adalah karyawan swasta yang membutuhkan suatu sistem peralatan perbankan yang mendukung kinerja mereka, selain hal tersebut dalam analisis deskriptif bahwa tanggapan responden rata-rata menjawab sangat setuju jika persepsi manfaat dapat mempengaruhi perilaku penggunaan mobile banking bagi nasabah bank BCA di Surabaya. Sedangkan untuk variabel persepsi kemudahan penggunaan pada penelitian ini menemukan bahwa kemudahan penggunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan mobile banking. Pengguna masih sulit mempelajari mobile banking, mobile banking belum sesuai dengan keinginan nasabah, nasabah masih sulit untuk berinteraksi dengan mobile banking secara jelas dan dimengerti dan karena alasan tersebut menjadikan pengguna tidak mudah untuk menjadi mahir dalam menggunakan layanan mobile banking yang ada. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan Davis (1989 dan 1993) yang membuktikan bahwa persepsi manfaat dan persepsi kemudahan penggunaan merupakan faktor utama yang mempengaruhi seseorang mengadopsi teknologi dalam hal ini adalah layanan mobile banking. Variabel pengalaman yang menunjukkan seberapa mahir atau sering nasabah menggunakan mobile banking dalam penelitian ini menemukan bahwa pengalaman tidak mempengaruhi perilaku nasabah untuk menggunakan mobile banking. Pengguna masih sulit untuk menjadi mahir dalam menggunakan layanan mobile banking sehingga pengguna benar-benar tidak merasakan manfaat layanan mobile banking, tanpa harus mengalami kesulitan dalam mengoperasikannya yang justru akan membebani nasabah. Hal ini bertolak belakang dengan penelitian Szajna (1996) menemukan sewaktu individual menjadi lebih berpengalaman dengan teknologi informasi, konstruk persepsi manfaat mempengaruhi tidak hanya ke minat tetapi juga langsung ke perilaku menggunakannya.mengingat mobile banking sudah sangat familiar bagi nasabah. Dari hasil analisis statistik untuk hipotesis yang kedua, yaitu mengenai pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman terhadap niat penggunaan mobile banking bagi nasabah bank BCA di Surabaya ditolak. Karena diketahui bahwa hanya variabel manfaat yang berpengaruh berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan mobile banking. Penelitian-penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa persepsi manfaat merupakan konstruk yang paling banyak signifikan dan penting yang mempengaruhi sikap, minat, dan perilaku di dalam menggunakan teknologi dibandingkan dengan konstruk lainnya. Persepsi kemudahan penggunaan merupakan tingkat apresiasi berpikir atas kemudahan penggunaan dalam melakukan suatu aktivitas, sehingga persepsi ini membantu nasabah agar tidak mengalami kesulitan, akan tetapi hasil dari penelitian ini kemudahan penggunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan hal tersebut diperkirakan karena nasabah tidaklah memerlukan usaha yang cukup keras untuk menggunakan teknologi layanan mobile banking. Dari hasil analisis pada hipotesis yang ketiga yaitu pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman terhadap perilaku penggunaan 13

16 mobile banking dengan dimediasi niat penggunaan bagi nasabah bank BCA di Surabaya ditolak. Karena pada penelitian ini menghasilkan atau terjadi perfect atau complete mediasi. Pada temuan kali ini, variabel persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman menjadi berpengaruh tidak signifikan terhadap perilaku penggunaan mobile banking. Akan tetapi variabel mediasi niat penggunaan yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan mobile banking. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya oleh (Davis, 1989; Chau, 1996; Igbaria et al., 1997; Sun, 2003) yang menyebutkan bahwa persepsi manfaat mempengaruhi niat penggunaan mobile banking dan selanjutnya akan mempengaruhi perilaku penggunaan mobile banking. Kesimpulan, Saran dan Keterbatasan Melalui hasil analisa baik secara deskriptif maupun statistik dengan regresi linier berganda maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan, yaitu sebagai berikut: Persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman tidak berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap perilaku penggunaan mobile banking bagi nasabah Bank BCA di Surabaya. Karena dari ketiga variabel bebas, hanya persepsi manfaat yang secara signifikan berpengaruh terhadap perilaku penggunaan mobile banking. Persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh tidak signifikan dan positif terhadap perilaku penggunaan mobile banking. Variabel pengalaman tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap perilaku penggunaan mobile banking. Persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman tidak berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap niat penggunaan mobile banking bagi nasabah Bank BCA di Surabaya. Karena dari ketiga variabel bebas hanya persepsi manfaat yang berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan mobile banking. Persepsi kemudahan penggunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan mobile banking. Variabel pengalaman tidak berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan mobile banking. Persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan dan pengalaman penggunaan secara signifikan tidak mempengaruhi perilaku penggunaan mobile banking dengan dimediasi niat penggunaan mobile banking bagi nasabah Bank BCA di Surabaya. Pada hipotesis ketiga diperoleh hasil bahwa variabel mediasi (niat penggunaan) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (perilaku penggunaan mobile banking), Hal tersebut berarti bahwa setelah memasukkan variabel medasi (niat penggunaan mobile banking), seluruh variabel independen menjadi tidak signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi perfect/complete mediation untuk variabel persepsi manfaat. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel persepsi manfaat berpengaruh terhadap perilaku penggunaan mobile banking dengan dimediasi oleh niat penggunaan mobile banking. Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan, maka peneliti dapat memberikan saran-saran yang sekiranya dapat bermanfaat bagi pihak-pihak terkait yaitu sebagai berikut: Persepsi manfaat memberikan gambaran bahwa dengan mobile banking secara keseluruhan mampu meningkatkan kinerja dan mengefisienkan waktu bagi nasabah, oleh karena itu peningkatan pada layanan ini harus lebih dioptimalkan dengan lebih memberikan waktu traksaksi yang lebih cepat sehingga nasabah dapat mengakses secara penuh dan tidak harus menunggu beberapa waktu untuk proses loading dari sistem yang dipergunakan. Persepsi kemudahan penggunaan mobile banking pada layanan mobile banking 14

17 pada penelitian ini masih belum mudah digunakan. Nasabah atau pengguna masih sulit menggunakan mobile banking dalam hal registrasi atau pendaftaran menggunakan layanan mobile banking. Nasabah merasa masih sulit untuk melakukan regristrasi secara jelas dan dimengerti dan karena alasan tersebut menjadikan nasabah tidak mudah untuk menjadi mahir dalam menggunakan layanan mobile banking yang ada. Pihak bank BCA hendaknya mendesain kembali pengoperasian layanan mobile banking menjadi lebih sederhana dan mudah sehingga nasabah tidak kesulitan dalam mengoperasikan layanan mobile banking terutama dalam hal regristrasi. Nasabah yang sudah berpengalaman atau mahir dalam menggunakan layanan mobile banking pada penelitian ini mengalami kesulitan dalam hal mengubah PIN. Hal itu dikarenakan nasabah merasa tingkat keamanan dan kerahasian masih kurang. Oleh karena itu pihak Bank BCA hendaknya meningkatkan keamanan dan kerahasiaan layanan mobile banking tanpa menuntut banyak kode akses yang rumit sehingga nasabah mudah dalam menggunakannya. Selain itu bank harus melakukan inovasi untuk menghasilkan layanan yang semakin baik, seperti meningkatkan kualitas koneksi, menambah fitur layanan baru, memperluas saluran informasi untuk menambah pengetahuan nasabah tentang layanan mobile banking, sehingga penggunaan teknologi layanan mobile banking dapat mempermudah dan membantu aktivitas atau pekerjaan nasabah bukan sebaliknya. Dalam penelitian ini ada beberapa hal mengenai keterbatasan masalah dan berikut adalah keterbatasan dalam penelitian ini: Penelitian ini menggunakan data primer, sehingga data olahan dan analisis data berdasarkan pada kuisioner persepsi jawaban responden melalui kuisioner. Banyak faktor eksternal yang mempengaruhi independensi responden terhadap pengisian kuisioner. Penelitian ini memiliki jumlah sample yang sedikit, yakni 100 responden. Penelitian berikutnya diharapkan dapat menambah jumlah sampel, sehingga karakter dari responden semakin luas dan dapat mewakili sebagian besar dari populasi yang menjadikan data lebih akurat. Penelitian ini memberikan peluang untuk melakukan penelitian selanjutnya dengan mengkaji variabel-variabel lain yang belum dapat diobservasi oleh peneliti dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini hanya berasal dari pengguna mobile banking BCA sehingga pemodelan dalam penelitian ini mungkin tidak dapat memasukkan persepsi dari pihak bank selaku penyedia mobile banking karena penulis tidak melakukan wawancara dengan manajer bank. Daftar Rujukan Baron, R. M., & Kenny, D. A. (1986). The moderator-mediator variable distinction in social psychological research: Conceptual, strategic and statistical considerations. Journal of Personality and Social Psychology, 51, Davis, The Relative Importance or Perceived Ease of Use in IS adoption: A Study of E-Commerce Adoption. ABI/INFORM global. Fusilier, Marcelline and Durlabhji, Subhash An exploration of Student Internet Use in India (the technology acceptance model and the theory of planned behavior). Journal of Marketing. Vol. 22 No. 4. Pp Ghozali, Imam (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. 15

18 Edisi 3. Semarang : Badan Penerbit- Undip. Jogiyanto Sistem Informasi Keprilakuan. Penerbit ANDI. Yogyakarta. Widiyarini, Lydia Ari dan A. Yan Wellyan Toni Putro, 2008, Analisis Hubungan Faktor-Faktor Technology Acceptance, Trust dan Risk Pada Niat Nasabah Bank Untuk Menggunakan Internet Banking Kuncoro, Mudrajad Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi. Edisi 3. Jakarta : Erlangga. Malhotra, Naresh K (2009) : Riset Pemasaran (Pendekatan Terapan). Jilid 1 Edisi 4. Jakarta Barat: Indeks. Notoatmodjo, Soekidjo (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. Sekaran, Uma Research Methods For Business (Metodologi Penelitian Untuk Bisnis). Buku 2 Edisi 4. Jakarta : Salemba Empat Research Methods For Business (metodologi penelitian untuk bisnis). Buku 1 Edisi 4. Jakarta : Salemba Empat. Tiwari, Buse., 2007, Internet banking adoption intention in Malaysia: the roles of personal and system characteristics, International Conference in Economics and finance, Labuan, Jurnal (Mei). Venkatesh, V., 2000 Determinants of perceived ease of use: Integrating control, intrinsic motivation, and emotion into the technology acceptance model, Information Systems Research, vol.11, no.4. 16

19 CURRICULUM VITAE DATA PRIBADI Nama Lengkap : Devvy Pisheila Pratiwi Jenis Kelamin : Perempuan Tempat, Tgl Lahir : Surabaya, 21 Februari 1990 Kewarganegaraan : Indonesia Tinggi Badan : 150 cm Berat Badan : 40 kg Agama : Islam Alamat : Perum. Gading Fajar 1 A1/22 Buduran, Sidoarjo Telepon/Hp : / PENDIDIKAN FORMAL : STIE Perbanas Surabaya Program Studi S1 Manajemen : SMA Negeri 3 Sidoarjo : SMP Negeri 2 Sidoarjo : SD Negeri Celep 2 Sidoarjo PENDIDIKAN NON FORMAL 2011 : Kursus TOEFL di STIE Perbanas (sertifikat) PENGALAMAN ORGANISASI - Anggota UPKM Komtif Periode 2010/2011 STIE Perbanas Surabaya - Panitia Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) STIE Perbanas Surabaya 17

20 18

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. jasa BMT SM NU Cabang Kesesi. a. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. jasa BMT SM NU Cabang Kesesi. a. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Analisis Data 1. Deskripsi data responden Responden dalam penelitian ini adalah nasabah yang menggunakan jasa BMT SM NU Cabang Kesesi. a. Profil Responden Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dalam hal ini adalah pengguna (Dosen dan Operator) Sistem Informasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dalam hal ini adalah pengguna (Dosen dan Operator) Sistem Informasi BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek penelitian adalah sesuatu yang menjadi pusat penelitian. Objek penelitian dalam hal ini adalah pengguna (Dosen dan Operator) Sistem Informasi Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh manajer dan kepala bagian di

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh manajer dan kepala bagian di BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh manajer dan kepala bagian di masing-masing Rumah Sakit Swasta di Bandar lampung. Adapun kriteria Rumah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan beserta definisi operasionalnya adalah sebagai berikut : 1. Variabel Independen atau Variabel Bebas (X)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan beserta definisi operasionalnya adalah sebagai berikut : 1. Variabel Independen atau Variabel Bebas (X) 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian Variabel adalah apapun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai (Uma Sekaran, 2006). Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan perekonomian akan dapat mempengaruhi kehidupan. mempengaruhi akan selera kepuasan terhadap suatu produk/jasa.

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan perekonomian akan dapat mempengaruhi kehidupan. mempengaruhi akan selera kepuasan terhadap suatu produk/jasa. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan perekonomian akan dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Peningkatan status sosial dan ekonomi masyarakat berakibat pada perubahan perilaku dan gaya

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah masyarakat baik pria maupun wanita di sekitar

BAB III METODA PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah masyarakat baik pria maupun wanita di sekitar 27 BAB III METODA PENELITIAN 3.1 Lingkup Penelitian Subjek penelitian ini adalah masyarakat baik pria maupun wanita di sekitar daerah operasi perusahaan yakni di daerah kampung Sakarum, Nasef, Malabam,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN - Desain Penelitian Desain penelitian adalah kerangka kerja atau rencana untuk mengumpulkan, mengukur, dan menganalisis data Donald R. Copper dan C. William Emory (2002, p122).

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Penentuan Lokasi Penelitian Penulis akan melakukan penelitian di Laboratorium Klinik Prodia Cepu. Ada beberapa pertimbangan yaitu terkait dengan waktu, akses informasi

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian

METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian BAB 3 METODE PENELITIAN Dalam menjelaskan dan menjawab permasalahan yang dikemukakan, diperlukan metode penelitian dengan teknik pengumpulan data yang tepat dan akurat agar tujuan dari penelitian dapat

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA KINERJA KARYAWAN PADA PT PLN (PERSERO) APJ PURWOKERTO

ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA KINERJA KARYAWAN PADA PT PLN (PERSERO) APJ PURWOKERTO 60 ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA KINERJA KARYAWAN PADA PT PLN (PERSERO) APJ PURWOKERTO OLEH : Kusmoro 1), Achmad Sudjadi 2) 1) Alumni Fakultas Ekonomi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan responden (sampel)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan responden (sampel) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Pengumpulan data pada penelitian dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner seluruh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berada di Wilayah Surakarta

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Konseptual Menurut teori teori yang di uraikan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan sumber data Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel penelitian, Definisi Operasional dan pengukuran Variabel 3.1.1 Variabel penelitian Ada dua jenis variabel utama dalam penelitian ini, yaitu variabel terikat (dependent

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. seluler As pada mahasiswa Universitas Muria Kudus yang dijadikan penelitian,

BAB III METODE PENELITIAN. seluler As pada mahasiswa Universitas Muria Kudus yang dijadikan penelitian, 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Yang menjadi obyek penelitian adalah para konsumen yang membeli produk seluler As pada mahasiswa Universitas Muria Kudus yang dijadikan penelitian,

Lebih terperinci

II. HASIL DAN PEMBAHASAN

II. HASIL DAN PEMBAHASAN II. HASIL DAN PEMBAHASAN 2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan jawaban responden yang telah diklasifikasikan menurut jenis kelamin, umur, pendidikan, jenis pekerjaan, dan pengeluaran dalam satu bulan,

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. kuantitatif deskriptif. Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis

BAB III METODELOGI PENELITIAN. kuantitatif deskriptif. Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Metode penelitian kuantitatif merupakan

Lebih terperinci

1. Pendahuluan PENERAPAN METODE WEBQUAL DALAM PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN WEBSITE PERGURUAN TINGGI

1. Pendahuluan PENERAPAN METODE WEBQUAL DALAM PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN WEBSITE PERGURUAN TINGGI Prosiding SnaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN 2089-3582 EISSN 2303-2480 PENERAPAN METODE WEBQUAL DALAM PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN WEBSITE PERGURUAN TINGGI 1 Siti Sa uda, dan 2 Nyimas Sopiah

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. dengan menyajikan data, menganalisis dan menginterpretasikannya. Dalam. pengaruh kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap

BAB 3 METODE PENELITIAN. dengan menyajikan data, menganalisis dan menginterpretasikannya. Dalam. pengaruh kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisis kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif adalah metode yang berisi pengungkapan pemecahan

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. karyawan. Data yang digunakan berupa jawaban responden yang pada dasarnya

BAB II METODE PENELITIAN. karyawan. Data yang digunakan berupa jawaban responden yang pada dasarnya BAB II METODE PENELITIAN 2.1 Bentuk Penelitian Bentuk penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier dengan maksud mencari pengaruh antara variabel independent (X) yaitu gaya kepemimpinan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian 30 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Metode Deskriptif Verifikatif Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Objek Penelitian Objek penelitian adalah variable penelitian atau sesuatu yang merupakan inti problematika penelitian yaitu pengaruh marketing, pelayanan costumer service,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah pejabat struktural SKPD yang terlibat pada

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah pejabat struktural SKPD yang terlibat pada BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah pejabat struktural SKPD yang terlibat pada proses penyusunan anggaran dan pelaksanaan anggaran di pemerintah kabupaten/kota

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional Variabel

BAB III METODE PENELITIAN Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional Variabel BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel yaitu mengubah konsep-konsep yang masih berupa abstrak dengan kata-kata yang menggambarkan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang

III. METODE PENELITIAN. Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang 27 III. METODE PENELITIAN 3.1 IDENTIFIKASI VARIABEL PENELITIAN Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper dan

BAB III METODE PENELITIAN. berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper dan 25 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh secara

Lebih terperinci

Nurkhasanah Universitas Muhammadiyah Purworejo

Nurkhasanah Universitas Muhammadiyah Purworejo 1 Pengaruh Motivasi Personal, Motivasi Sosiologis, dan Motivasi Institusional Terhadap Terjalinnya Pemasaran Relasional Pada Konsumen Bisnis Eceran Modern (Survei Pada Konsumen Sarinah Supermarket di Purworejo)

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. sandal Ardiles. Berdiri sejak tahun 1981, dan sampai saat ini, jumlah karyawan yang bekerja

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. sandal Ardiles. Berdiri sejak tahun 1981, dan sampai saat ini, jumlah karyawan yang bekerja BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Penyajian Data 4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan PT. SS Utama adalah perusahaan yang bergerak pada bidang pembuatan sepatu dan sandal Ardiles. Berdiri sejak tahun 1981,

Lebih terperinci

Oleh : Litan Adhip B Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Oleh : Litan Adhip B Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Semarang. PENGARUH BUDAYA ORGANISASI KEINOVATIFAN PERSONAL PERSEPSI KEGUNAAN DAN KEMUDAHAN PENGUNAAN TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI STUDI PADA KANTOR BANK RAKYAT INDONESIA DI KENDAL Oleh : Litan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lampung Kantor Cabang Utama Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lampung Kantor Cabang Utama Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan untuk BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Objek dan Jenis Penelitian Objek dari penelitian ini adalah Produk Kredit Pegawai pada Bank Lampung dengan subjek yang dipilih adalah nasabah Kredit Pegawai pada Bank

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 30 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Menurut Sugiyono (2012:2), metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditentukan, dibuktikan, dan dikembangkan

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya 44 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Pada Bandung. Dalam penelitian ini terdapat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang sistematis

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang sistematis BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang sistematis terhadap hubungan

Lebih terperinci

1. Pendahuluan. Prosiding SNaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN EISSN

1. Pendahuluan. Prosiding SNaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN EISSN Prosiding SNaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN 2089-3582 EISSN 2303-2480 STUDI KOMPARATIF METODE UTAUT DAN TAM TERHADAP PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK (STUDI KASUS: SISTEM INFORMASI AKADEMIK

Lebih terperinci

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan dua jenis variabel yaitu variabel bebas

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan dua jenis variabel yaitu variabel bebas BAB III METEDOLOGI PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan dua jenis variabel yaitu variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). 1. Variabel Bebas (Independent)

Lebih terperinci

BAB 5 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 5 ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB 5 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 5.1 Gambaran Umum Responden 5.1.1 Gambaran Umum Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan jenis kelamin, responden dapat dikelompokkan sebagai berikut : Tabel 5.1 Gambaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mendapatkan data yang relevan. 49 Metode yang akan digunakan dalam. data primer dan data sekunder.

BAB III METODE PENELITIAN. mendapatkan data yang relevan. 49 Metode yang akan digunakan dalam. data primer dan data sekunder. 35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field ressearch) yakni pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti guna mendapatkan data yang relevan.

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Jenis Penelitian dan Gambaran dari Populasi Penelitian

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Jenis Penelitian dan Gambaran dari Populasi Penelitian 42 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Gambaran dari Populasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian yang dipilih oleh penulis adalah Deskriftif Assosiatif yang bertujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

Gambar 1. Flowchart tahapan penelitian

Gambar 1. Flowchart tahapan penelitian ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (STUDI KASUS DI RUMAH MAKAN AYAM BAKAR LINTANG, SAWOJAJAR, MALANG) The Analysis of the Service Quality and

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Jenis Penelitian dan Gambaran dari Populasi Penelitian

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Jenis Penelitian dan Gambaran dari Populasi Penelitian BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Gambaran dari Populasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Menurut Sugiyono, (2008:75) Tingkat eksplanasi adalah tingkat penjelasan. Jadi penelitian menurut

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PEMBELIAN PONSEL BERBASIS TEKNOLOGI ANDROID DI KABUPATEN PURWOREJO

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PEMBELIAN PONSEL BERBASIS TEKNOLOGI ANDROID DI KABUPATEN PURWOREJO FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PEMBELIAN PONSEL BERBASIS TEKNOLOGI ANDROID DI KABUPATEN PURWOREJO Oleh: Nani Salisiya Manajemen Nani_salysya@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian yang diambil oleh peneliti selama bulan Mei Juni

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian yang diambil oleh peneliti selama bulan Mei Juni BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu penelitian yang diambil oleh peneliti selama bulan Mei Juni 2015. Penelitian ini untuk mengatahui Pengaruh Citra Merek dan Periklanan Terhadap

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dan asosiatif. Penelitian deskriptif dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu menjelaskan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL SEBAGAI DASAR USULAN PERBAIKAN FASILITAS PADA LAYANAN MOBILE INTERNET

PENGGUNAAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL SEBAGAI DASAR USULAN PERBAIKAN FASILITAS PADA LAYANAN MOBILE INTERNET PENGGUNAAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL SEBAGAI DASAR USULAN PERBAIKAN FASILITAS PADA LAYANAN MOBILE INTERNET Ali Sadiyoko 1, Ceicalia Tesavrita 2, Irfan Suhandi 3 Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. analisis kuantitaif data penelitian. Identitas responden meliputi jenis kelamin,

BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. analisis kuantitaif data penelitian. Identitas responden meliputi jenis kelamin, 51 BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan disajikan deskripsi tentang deskripsi responden dan analisis kuantitaif data penelitian. Identitas responden meliputi jenis kelamin,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian berlokasi di lingkungan Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanuddin, Makassar dan obyek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 DESAIN PENELITIAN Di dalam sub bab desain penelitian, saya akan membahas mengenai hubungan antar variabel, yaitu variabel x1: penerapan sistem e-banking, x2: penerapan sistem

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data numerikal (angka)

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN. Nasabah pada Studi kasus BCA KCP Glodok Plaza.Analisis yang akan disajikan terdiri

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN. Nasabah pada Studi kasus BCA KCP Glodok Plaza.Analisis yang akan disajikan terdiri BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas hasil penelitian dan analisa yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan dan Implikasinya Terhadap Loyalitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah BAB III METODE PENELITIAN Adapun metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN. Berikut ini diringkas pengiriman dan penerimaan kuesioner : Tabel 4.1. Rincian pengiriman Pengembalian Kuesioner

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN. Berikut ini diringkas pengiriman dan penerimaan kuesioner : Tabel 4.1. Rincian pengiriman Pengembalian Kuesioner BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Responden Berdasarkan data yang telah disebar kepada pelanggan Alfamart dengan total 100 kuesioner yang diberikan langsung kepada para pelanggan Alfamart.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kondisi persaingan bisnis yang cukup ketat ini, perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kondisi persaingan bisnis yang cukup ketat ini, perusahaan BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Dalam kondisi persaingan bisnis yang cukup ketat ini, perusahaan diharuskan lebih unggul dibandingkan dengan para pesaingnya. Demikian juga perusahaan jasa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian ini merupakan tipe peneliti eksplanatori dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian ini merupakan tipe peneliti eksplanatori dengan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Tipe penelitian ini merupakan tipe peneliti eksplanatori dengan menggunakan metode deskriptif statistik, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguji ada

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam penelitian ini adalah tenaga kerja pande besi Bareng Hadipolo.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam penelitian ini adalah tenaga kerja pande besi Bareng Hadipolo. 20 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Data Identitas Responden Responden dalam penelitian ini adalah tenaga kerja pande besi Bareng Hadipolo. Berdasarkan data dari 100 responden yang melakukan aktivitas

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode penelitian kuantitatif

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjelaskan variabel yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjelaskan variabel yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan dua jenis variabel yaitu variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). 1. Variabel Bebas (Independent)

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Jenis Penelitian dan Gambaran dari Populasi (Obyek) Penelitian

BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Jenis Penelitian dan Gambaran dari Populasi (Obyek) Penelitian BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Gambaran dari Populasi (Obyek) Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Persepsi teknologi informasi, kemudahan penggunaan, resiko transaksi, fitur layanan dan minat ulang menggunakan.

ABSTRAK. Kata kunci : Persepsi teknologi informasi, kemudahan penggunaan, resiko transaksi, fitur layanan dan minat ulang menggunakan. PENGARUH PERSEPSI TEKNOLOGI INFORMASI, KEMUDAHAN PENGGUNAAN, RESIKO TRANSAKSI, DAN FITUR LAYANAN PADA MINAT ULANG NASABAH DALAM MENGGUNAKAN INTERNET BANKING Supriyadi Email : baron8970@gmail.com ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Perguruan Tinggi swasta yang ada di Yogyakarta. Pengambilan sampel

BAB III METODE PENELITIAN. Perguruan Tinggi swasta yang ada di Yogyakarta. Pengambilan sampel BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi Perguruan Tinggi swasta yang ada di Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari : 1. Variabel dependen, yaitu loyalitas konsumen

BAB III METODE PENELITIAN. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari : 1. Variabel dependen, yaitu loyalitas konsumen BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.1.1 Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini terdiri dari : 1. Variabel dependen, yaitu loyalitas konsumen. Variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1. Variabel Bebas (Independent Variable) Variabel bebas adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan pemodelan Website Quality (WebQual), terdapat tiga dimensi

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan pemodelan Website Quality (WebQual), terdapat tiga dimensi BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Identifikasi Masalah Berdasarkan pemodelan Website Quality (WebQual), terdapat tiga dimensi kualitas website yang selanjutnya akan dipakai sebagai Variabel Bebas. Tiga dimensi

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 28 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Karakteristik Responden Adapun deskripsi karakteristik responden dari penelitian ini meliputi jenis kelamin dan usia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang mengkonsumsi produk minuman Teh Botol Sosro.

BAB III METODE PENELITIAN. yang mengkonsumsi produk minuman Teh Botol Sosro. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Lokasi penelitian merupakan suatu tempat dimana peneliti akan memperoleh atau mencari suatu data yang berasal dari responden yang akan diteliti oleh

Lebih terperinci

PENGARUH KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH BANK

PENGARUH KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH BANK PENGARUH KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH BANK Yulisa Gardenia Email : yulisa_gardenia@yahoo.com Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya 100 Depok. ABSTRAK Tujuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kampar Timur dan waktu

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kampar Timur dan waktu BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi Penelitian dan Waktu Peneltian Lokasi Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kampar Timur dan waktu penelitian ini direncanakan selama 3 bulan terhitung sejak proposal

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. Berdasarkan tingkat eksplanasi (level of explanation), penelitian ini

BAB II METODE PENELITIAN. Berdasarkan tingkat eksplanasi (level of explanation), penelitian ini BAB II METODE PENELITIAN 2.1.Jenis Penelitian Berdasarkan tingkat eksplanasi (level of explanation), penelitian ini termasuk dalam jenis asosiatif kausal, dimana variabel independen (variabel yang mempengaruhi)

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PKU AISYIYAH BOYOLALI

ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PKU AISYIYAH BOYOLALI ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PKU AISYIYAH BOYOLALI NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Lebih terperinci

horizon penelitian ini yaitu cross sectional, di mana informasi yang didapat hanya

horizon penelitian ini yaitu cross sectional, di mana informasi yang didapat hanya BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan penelitian asosiatif. Menurut Sugiyono (2007, p.11) mengatakan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di KAP berlokasi di Surakarta dan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di KAP berlokasi di Surakarta dan 31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di KAP berlokasi di Surakarta dan Yogyakarta dengan menggunakan responden seluruh auditor yang terdapat dalam KAP dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Instrumen Data Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur yang dipergunakan untuk mengukur apa yang diukur. Adapun caranya adalah dengan mengkorelasikan antara

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi 25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Variabel Penelitian Variabel penelitian pada dasarnya merupakan segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN

IV METODE PENELITIAN IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan obyek

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap manusia selalu berhadapan dengan masalah pengambilan

BAB I PENDAHULUAN. Setiap manusia selalu berhadapan dengan masalah pengambilan BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Setiap manusia selalu berhadapan dengan masalah pengambilan keputusan. Berbagai masalah yang dihadapi mengharuskan setiap individu untuk dapat mengambil sebuah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam hal ini penelitian dipilih tentang implementasi SAP dalam menghasilkan laporan keuangan. Objek penelitian ini adalah PT Tri Swardana Utama

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH Endang Tri Wahyuni A.: Pengaruh Faktor Syariah, Tingkat Keuntungan Bagi 269 PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Salah satu tahap dalam penelitian adalah proses pengumpulan dan pengolahan data. Pada tahap ini berisikan penjelasan mengenai jenis data yang diperlukan, teknik dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sisingamangaraja 184, Rintis, Limapuluh, Kota Pekanbaru.

BAB III METODE PENELITIAN. Sisingamangaraja 184, Rintis, Limapuluh, Kota Pekanbaru. 30 BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi Penelitian Tempat penulis melakukan penelitian adalah pada PT. Kimia Farma Trading and Distribution cabang Pekanbaru yang tepatnya berada di Jalan Sisingamangaraja

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 1 Lokasi, Objek, Subjek Penelitian Dalam penelitian ini data primer diperoleh dengan memberikan pertanyaan berupa kuesioner kepada responden jawaban dari hasil kuesioner akan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci :Keamanan, Kemudahan, Jaminan Kerahasiaan, Ketepatan, Keakuratan, Pelayanan, Loyalitas dan Kepuasan.

ABSTRAK. Kata Kunci :Keamanan, Kemudahan, Jaminan Kerahasiaan, Ketepatan, Keakuratan, Pelayanan, Loyalitas dan Kepuasan. ABSTRAK Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi khususnya internet yang telah banyak dimanfaatkan oleh banyak orang, E-commercemerupakan cara baru dalam melakukan transaksi di internet. Dunia perbankan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 9 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Variabel Penelitian 3.1.1 Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi literasi informasi terhadap hasil belajar siswa kelas XI mata

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 32 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian explanatory atau penelitian tingkat penjelasan. Berdasarkan jenis penelitian explanatory

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah wajib pajakorang pribadi wilayah kota. Gorontalo yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah wajib pajakorang pribadi wilayah kota. Gorontalo yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini adalah wajib pajakorang pribadi wilayah kota Gorontalo yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gorontalo.Waktu penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan demikian penelitian ini di kategorikan sebagai explanatory research.

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan demikian penelitian ini di kategorikan sebagai explanatory research. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan koesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Dengan demikian

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. pekerjaan individual pemakai (Jogiyanto, 2007:18). Dalam memprediksi

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. pekerjaan individual pemakai (Jogiyanto, 2007:18). Dalam memprediksi BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1. Tinjauan Teoretis 2.1.1.Teori Model Penerimaan Teknologi (Technology Accpetance Model atau TAM) Teori ini pada mulanya dikembangkan oleh Davis et al.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menitikberatkan pada persepsi kualitas produk terhadap

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menitikberatkan pada persepsi kualitas produk terhadap BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini menitikberatkan pada persepsi kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada pembalut wanita herbal. Objek penelitian adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan alasan banyak warung-warung penjual Aqua dibandingkan dengan lokasi

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan alasan banyak warung-warung penjual Aqua dibandingkan dengan lokasi BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi yang diambil oleh peneliti adalah Lokasi disekitar Jalan Gajayana. Dengan alasan banyak warung-warung penjual Aqua dibandingkan dengan lokasi disekitar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. variabel yang hendak diteliti. Adapun variabel tersebut yaitu :

BAB III METODE PENELITIAN. variabel yang hendak diteliti. Adapun variabel tersebut yaitu : BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Definisi Operasional Definisi operasional variabel merupakan penjelasan secara singkat tentang variabel yang hendak diteliti. Adapun variabel tersebut yaitu : a. Koperasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Objek/subjek Penelitian 1. Objek Suharismi Arikunto (2001) menyatakan objek penelitian merupakan ruang lingkup atau hal-hal yang menjadi pokok persoalan dalam suatu penelitian.

Lebih terperinci

Muchammad Isma il Satyawardhana Endang Siti Astuti Kertahadi. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Muchammad Isma il Satyawardhana Endang Siti Astuti Kertahadi. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya PENGARUH PENGALAMAN, KESUKARELAAN, DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN E-LEARNING (STUDI KASUS PADA SISWA DAN SISWI KELAS XI MAN 3 MALANG) Muchammad Isma il Satyawardhana Endang Siti Astuti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis service recovery terhadap

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis service recovery terhadap 47 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis service recovery terhadap kepuasan nasabah. Adapun yang menjadi objek kajian adalah service recovery sebagai

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA

BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Bab ini akan menyajikan data data yang telah peneliti dapatkan dari para responden. Data tersebut kemudian diolah dengan bantuan program SPSS 15.0 for Windows. Hasil

Lebih terperinci

Pada bagian ini dijelaskan mengenai hasil-hasil yang diperoleh setelah. melakukan penelitian yang meliputi karakteristik dari responden dan diskripsi

Pada bagian ini dijelaskan mengenai hasil-hasil yang diperoleh setelah. melakukan penelitian yang meliputi karakteristik dari responden dan diskripsi 66 5.2. Analisis dan Hasil Penelitian Pada bagian ini dijelaskan mengenai hasil-hasil yang diperoleh setelah melakukan penelitian yang meliputi karakteristik dari responden dan diskripsi tentang variabel-variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. maka yang menjadi objek penelitian ini adalah kinerja dan pelayanan yang

BAB III METODE PENELITIAN. maka yang menjadi objek penelitian ini adalah kinerja dan pelayanan yang BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya maka yang menjadi objek penelitian ini adalah kinerja dan pelayanan yang pada kantor

Lebih terperinci

PENGARUH KEPERCAYAAN, PELAYANAN, DAN FASILITAS BANK TERHADAP PERILAKU MENABUNG (STUDI PADA NASABAH BANK PURWOREJO)

PENGARUH KEPERCAYAAN, PELAYANAN, DAN FASILITAS BANK TERHADAP PERILAKU MENABUNG (STUDI PADA NASABAH BANK PURWOREJO) 0 PENGARUH KEPERCAYAAN, PELAYANAN, DAN FASILITAS BANK TERHADAP PERILAKU MENABUNG (STUDI PADA NASABAH BANK PURWOREJO) Oleh : Aisya Wardani Manajemen n_chamutz@yahoo.com ABSTRAK Aisya Wardani. Pengaruh Kepercayaan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Populasi dan Penentuan Sampel Populasi merupakan keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian penelitian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan

Lebih terperinci

PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA SAHAM LQ-45 DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA SAHAM LQ-45 DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA SAHAM LQ-45 DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) Fica Marcellyna (ficamarcellyna@ymail.com) Titin Hartini Jurusan Akuntansi STIE MDP Abstrak: Tujuan penelitian

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV ANALISIS DATA 61 BAB IV ANALISIS DATA Dalam Bab IV ini, hasil dari perhitungan statistik dianalisis dan dibahas. Perhitungan statistik dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 17.00. Metode yang digunakan

Lebih terperinci

BAB 4 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research), yaitu variabelvariabel

BAB 4 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research), yaitu variabelvariabel BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research), yaitu variabelvariabel yang diteliti itu akan menjelaskan obyek yang diteliti melalui

Lebih terperinci